1/18

FISIKA DASAR (TEKNIK SISPIL)

USAHA DAN ENERGI
Mirza Satriawan
Physics Dept. Gadjah Mada University Bulaksumur, Yogyakarta email: mirza@ugm.ac.id

menu

Konsep ini adalah konsep usaha-tenaga. untuk beberapa kasus. Karena itu. konsep usaha-tenaga dapat lebih mudah digunakan untuk mengetahui keadaan gerak suatu benda akibat pengaruh luar (gaya). 2/18 menu . Seperti halnya hukum newton. Bedanya dengan konsep hukum newton. konsep ini menghubungkan pengaruh luar (gaya) dengan keadaan gerak benda.Konsep Usaha dan Energi Disamping perumusan hukum newton. terdapat konsep lain yang dapat digunakan untuk mengetahui keadaan gerak suatu benda. usaha dan tenaga adalah besaran skalar.

Perlu diperhatikan juga bahwa perpindahan bendanya tidak harus disebabkan oleh gaya tadi.Perhatian! 3/18 Perlu diperhatikan. atau hasil kali komponen gaya yang searah dengan perpindahan benda dengan besar perpindahan benda. menu . Sebagai istilah fisika usaha yang dilakukan suatu gaya didefinisikan sebagai hasil kali skalar vektor gaya dan vektor perpindahan benda. walaupun ada kemiripannya. kita tidak boleh mengasosiasikan pemahaman kata ‘usaha’ dalam bahasa sehari-hari dengan istilah usaha dalam fisika.

maka harus dijumlahkan untuk setiap bagian perpindahannya dengan gaya yang konstan. Bila gayanya tidak konstan. W = i menu Fi · ∆si (2) Bila perubahannya kontinyu.Usaha Usaha dilambangkan dengan W (work ) dan untuk gaya yang konstan dirumuskan sebagai W = F · s = F s cos θ (1) 4/18 dengan θ adalah sudut antara vektor gaya dan vektor perpindahan benda s. maka perumusan di atas berubah menjadi integral b W = a F · ds (3) .

melaluis suatu lintasan. 5/18 menu .untuk perpindahan dari titik a ke titik b.

.Teorema Usaha-Energi Sekarang kita tinjau total usaha. dan kita jumlahkan menurut komponen-komponen produk skalarnya Wtot = = b a (Fx dx b a F 6/18 · ds (4) (5) menu + Fy dy + Fz dz ). karena analisa untuk komponen lainnya serupa. kita tinjau komponen x saja. Untuk memudahkan analisa. yaitu usaha yang dilakukan oleh semua gaya yang bekerja pada benda.

dan karena kuantitas ini bernilai tidak nol ketika kecepatannya tidak nol. Kuantitas ini kemudian diberi nama energi. maka diberi nama 2 energi kinetik Ek ≡ 1 2 mv . (4) sebagai Wtot = = b a m(vx dvx 1 2 2 m (v x + vy dvy + vz dvz ) b (7) (8) menu + 2 vy + 2 vz ) = a 1 2 2 m (v b − 2 va ). Jadi total usaha yang bekerja pada suatu . yaitu selisih besar kuadrat kecepatan akhir dan awal dikali setengah massa.7/18 Diketahui bahwa Fx = m dvx dvx dx dvx =m = mvx dt dx dt dx (6) sehingga kita dapat menuliskan pers. Jadi nilai total usaha bergantung pada suatu kuantitas akhir dan awal.

benda sama dengan perubahan energi kinetik Wtot = ∆Ek = Ek (f ) − Ek (i). (9) 8/18 menu . Pernyataan di atas dikenal sebagai teorema usaha-energi.

Karena itu pula untuk lintasan yang berbentuk melingkar (kembali ke posisi awal) nilai usaha yang dilakukan oleh gaya konservatif selalu nol. 9/18 menu . dan tidak bergantung pada lintasan perpindahan benda. Lihat gambar.Gaya Konservatif dan Energi Potensial Gaya konservatif F adalah gaya yang memenuhi sifat: Usaha yang dilakukan oleh gaya konservatif hanya bergantung pada posisi awal dan akhir benda.

10/18 menu .

11/18 Jadi untuk gaya konservatif kedua lintasan I dan II menghasilkan nilai usaha yang sama b b Wk = a I Fk · ds = a II Fk · ds (10) demikian pula Fk · ds = 0 (11) menu .

Energi Potensial Karena hanya bergantung pada posisi akhir dan awal saja. maka kita dapat mendefinisikan suatu kuantitas energi. dilambangkan U . yang nilainya tergantung pada posisi. Jadi b 12/18 menu Fk · ds = −∆U = −(U (b) − U (a)) (12) Wk = a . sehingga energi ini menggambarkan potensi ‘posisi’ benda untuk melakukan usaha. Serta dipilih nilai perubahan energi ini sama dengan negatif dari usaha yang dilakukan gaya konservatif. dan kuantitas energi ini disebut energi potensial.

yaitu yang terkait dengan usaha.Perhatian! Perhatikan bahwa karena yang memiliki arti fisis. 13/18 menu . hanya selisih energi potensial. maka kita dapat bebas memilih di titk/posisi mana nilai energi potensial ini sama dengan nol.

dipilih sebagai titik referensi di mana energi potensialnya dipilih sama dengan nol. maka 1 U (x) = kx2 2 (14) . ∆x = x − x0 adalah Wk = 1 (−kx)dx = − k (x2 − x2 0) 2 x0 x 14/18 (13) menu Bila titik x0. Usaha yang dilakukan pegas pada benda ketika diregangkan dari panjang x0 ke panjang x.Contoh gaya konservatif Sebagai contoh gaya konservatif adalah gaya pegas.

dipilih sebagai titik referensi (biasanya permukaan bumi) di mana energi potensialnya dipilih sama dengan nol. Usaha yang dilakukan gravitasi pada benda ketika dipindah dari ketinggian h0 ke ketinggian h. ∆h = h − h0 adalah h 15/18 Wk = h0 (−mg )dx = −mg (h − h0) (15) menu Bila titik h0.Contoh gaya konservatif Contoh gaya konservatif lainnya adalah gaya gravitasi bumi (gaya berat). maka U (x) = mgh (16) .

16/18 menu .Contoh gaya tak konservatif Contoh gaya yang tak konservatif adalah gaya gesek. Usaha yang dilakukan gaya gesek tentu saja bergantung pada lintasan yang dilalui benda.

Untuk kasus .Energi Mekanik Total usaha yang bekerja pada sebuah benda dapat berupa usaha oleh gaya konservatif Wk dan usaha oleh gaya nonkonservatif Wnk . (9) dan (12). Dari pers. kita dapatkan Wtot = Wk + Wnk = ∆Ek atau −∆U + Wnk = ∆Ek (18) (17) 17/18 menu Besaran energi potensial ditambah energi kinetik disebut sebagai energi mekanik Em = U + Ek . sehingga kita dapatkan ∆Em = ∆(U + Ek ) = Wnk (19) Perubahan energi mekanik pada suatu benda sama dengan usaha yang dilakukan oleh gaya nonkonservatif pada benda tersebut.

18/18 menu . dan energi mekaniknya tetap. maka perubahan energi mekanik benda sama dengan nol.di mana hanya ada gaya konservatif yang bekerja pada suatu benda.