P. 1
Al Quran

Al Quran

|Views: 6|Likes:
Published by Andri Siswanto
religi
religi

More info:

Published by: Andri Siswanto on Sep 06, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/01/2014

pdf

text

original

Al-Qur'an Al-Qur’ān (ejaan KBBI: Alquran, Arab: ‫ )ال قرآن‬adalah kitab suci agama Islam.

Umat Islam percaya bahwa Al-Qur'an merupakan puncak dan penutup wahyu Allah yang diperuntukkan bagi manusia, dan bagian dari rukun iman, yang disampaikan kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, melalui perantaraan Malaikat Jibril. Dan sebagai wahyu pertama yang diterima oleh Rasulullah SAW adalah sebagaimana yang terdapat dalam surat Al-'Alaq ayat 1-5. Etimologi Ditinjau dari segi kebahasaan, Al-Qur’an berasal dari bahasa Arab yang berarti "bacaan" atau "sesuatu yang dibaca berulang-ulang". Kata Al-Qur’an adalah bentuk kata benda (masdar) dari kata kerja qara'a yang artinya membaca. Konsep pemakaian kata ini dapat juga dijumpai pada salah satu surat Al-Qur'an sendiri yakni pada ayat 17 dan 18 Surah Al-Qiyamah yang artinya: “Sesungguhnya mengumpulkan Al-Qur’an (di dalam dadamu) dan (menetapkan) bacaannya (pada lidahmu) itu adalah tanggungan Kami. (Karena itu,) jika Kami telah membacakannya, hendaklah kamu ikuti {amalkan} bacaannya”.(75:17-75:18) Terminologi Dr. Subhi Al Salih mendefinisikan Al-Qur'an sebagai berikut: “Kalam Allah SWT yang merupakan mukjizat yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW dan ditulis di mushaf serta diriwayatkan dengan mutawatir, membacanya termasuk ibadah”. Adapun Muhammad Ali ash-Shabuni mendefinisikan Al-Qur'an sebagai berikut: "Al-Qur'an adalah firman Allah yang tiada tandingannya, diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW penutup para Nabi dan Rasul, dengan perantaraan Malaikat Jibril a.s. dan ditulis pada mushaf-mushaf yang kemudian disampaikan kepada kita secara mutawatir, serta membaca dan mempelajarinya merupakan ibadah, yang dimulai dengan surat Al-Fatihah dan ditutup dengan surat An-Nas" Dengan definisi tersebut di atas sebagaimana dipercayai Muslim, firman Allah yang diturunkan kepada Nabi selain Nabi Muhammad SAW, tidak dinamakan Al-Qur’an seperti Kitab Taurat yang diturunkan kepada umat Nabi Musa AS atau Kitab Injil yang diturunkan kepada umat Nabi Isa AS. Demikian pula firman Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW yang membacanya tidak dianggap sebagai ibadah, seperti Hadits Qudsi, tidak termasuk Al-Qur’an. Nama-nama lain Al-Qur'an Al Qur'an, kitab suci agama Islam memiliki banyak nama. Nama-nama ini berasal dari ayat-ayat tertentu dalam Al Qur'an itu sendiri yang memakai istilah tertentu untuk merujuk kepada Al Qur'an itu sendiri. Nama-nama tersebut adalah:

Al-Kitab (buku)

AlBaqarah [2]:2) Al-Furqan (pembeda benar salah) Maha suci Allah yang telah menurunkan Al-Furqaan (Al-Qur'an) kepada hamba-Nya.Kitab (Al-Qur'an) ini tidak ada keraguan padanya. (QS. Ar Ra'd [13]:37) Al-Hikmah (kebijaksanaan) Itulah sebagian hikmah yang diwahyukan Tuhanmu kepadamu. Yunus [10]:57) Al-Hukm (peraturan/hukum) Dan demikianlah. (QS. sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman. (QS. (QS. (QS. Al Israa' [17]:39) Al-Huda (petunjuk) . petunjuk bagi mereka yang bertaqwa (QS. (QS. yang menyebabkan kamu dilemparkan ke dalam neraka dalam keadaan tercela lagi dijauhkan (dari rahmat Allah). Al Furqaan [25]:1) Adz-Dzikr (pemberi peringatan) Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Adz-Dzikr (Al-Qur'an). Dan seandainya kamu mengikuti hawa nafsu mereka setelah datang pengetahuan kepadamu. Al Hijr [15]:9) Al-Mau'idhah (pelajaran/nasihat) Hai manusia. Dan janganlah kamu mengadakan tuhan yang lain di samping Allah. agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam. sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman. maka sekali-kali tidak ada pelindung dan pemelihara bagimu terhadap (siksa) Allah. Yunus [10]:57) Asy-Syifa' (obat/penyembuh) Hai manusia. Kami telah menurunkan Al-Qur'an itu sebagai peraturan (yang benar) dalam bahasa Arab. dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.

maka ia tidak takut akan pengurangan pahala dan tidak (takut pula) akan penambahan dosa dan kesalahan. At Taubah [9]:6) Al-Busyra (kabar gembira) Katakanlah: "Ruhul Qudus (Jibril) menurunkan Al-Qur'an itu dari Tuhanmu dengan benar. Barangsiapa beriman kepada Tuhannya. dan petunjuk serta pelajaran bagi orangorang yang bertakwa. maka lindungilah ia supaya ia sempat mendengar firman Allah. Demikian itu disebabkan mereka kaum yang tidak mengetahui. (QS. Sebelumnya kamu tidaklah mengetahui apakah Al Kitab (Al-Qur'an) dan tidak pula mengetahui apakah iman itu. Asy Syuura [42]:52) Al-Bayan (penerang) (Al-Qur'an) ini adalah penerangan bagi seluruh manusia. Al Jin [72]:13) At-Tanzil (yang diturunkan) Dan sesungguhnya Al Quran ini benar-benar diturunkan oleh Tuhan semesta alam. (QS. tetapi Kami menjadikan Al-Qur'an itu cahaya. QS. kami beriman kepadanya. (QS. (QS. (QS. Dan sesungguhnya kamu benar-benar memberi petunjuk kepada jalan yang lurus.Dan sesungguhnya kami tatkala mendengar petunjuk (Al-Qur'an). (QS. yang Kami tunjuki dengan dia siapa yang kami kehendaki di antara hamba-hamba Kami. An Nahl [16]:102) . dan menjadi petunjuk serta kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)". kemudian antarkanlah ia ketempat yang aman baginya. Asy Syu’araa’ [26]:192) Ar-Rahmat (karunia) Dan sesungguhnya Al Qur'an itu benar-benar menjadi petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman. An Naml [27]:77) Ar-Ruh (ruh) Dan demikianlah Kami wahyukan kepadamu ruh (Al-Qur'an) dengan perintah Kami. untuk meneguhkan (hati) orang-orang yang telah beriman. Ali Imran [3]:138) Al-Kalam (ucapan/firman) Dan jika seorang di antara orang-orang musyrikin itu meminta perlindungan kepadamu.

Makkiyah dan Madaniyah Sedangkan menurut tempat diturunkannya. (Muhammad dengan mukjizatnya) dan telah Kami turunkan kepadamu cahaya yang terang benderang.An-Nur (cahaya) Hai manusia. Al Qashash [28]:51) Struktur dan pembagian Al-Qur'an Artikel utama untuk bagian ini adalah: Surat dalam Al-Qur'an. Setiap surat akan terdiri atas beberapa ayat. dan supaya mereka diberi peringatan dengan-Nya. (QS. panggilannya ditujukan kepada manusia. setiap surat dapat dibagi atas surat-surat Makkiyah (surat Mekkah) dan Madaniyah (surat Madinah). Juz dan manzil . dan Madaniyah Surat. An Nisaa' [4]:174) Al-Basha'ir (pedoman) Al-Qur'an ini adalah pedoman bagi manusia. menyangkut peraturan-peraturan yang mengatur hubungan seseorang dengan Tuhan atau seseorang dengan lainnya (syari'ah). Surat yang turun di Makkah pada umumnya suratnya pendek-pendek. (QS. Pembagian berdasar fase sebelum dan sesudah hijrah ini lebih tepat. (QS. Sedangkan yang turun di Madinah pada umumnya suratnya panjang-panjang. (QS. menyangkut prinsip-prinsip keimanan dan akhlaq. sebab ada surat Madaniyah yang turun di Mekkah. Surat-surat yang panjang terbagi lagi atas sub bagian lagi yang disebut ruku' yang membahas tema atau topik tertentu. ayat dan ruku' Al-Qur'an terdiri atas 114 bagian yang dikenal dengan nama surah (surat) dan 6236 ayat. (Al-Qur'an). An-Nasr dan Al-‘Așr. Pembagian ini berdasarkan tempat dan waktu penurunan surat dan ayat tertentu di mana surat-surat yang turun sebelum Rasulullah SAW hijrah ke Madinah digolongkan surat Makkiyah sedangkan setelahnya tergolong surat Madaniyah. Ibrahim [14]:52) Al-Qaul (perkataan/ucapan) Dan sesungguhnya telah Kami turunkan berturut-turut perkataan ini (Al-Qur'an) kepada mereka agar mereka mendapat pelajaran. Makkiyah. sesungguhnya telah datang kepadamu bukti kebenaran dari Tuhanmu. petunjuk dan rahmat bagi kaum yang meyakini. di mana surat terpanjang dengan 286 ayat adalah surat Al Baqarah dan yang terpendek hanya memiliki 3 ayat yakni surat Al Kautsar. dan supaya mereka mengetahui bahwasanya Dia adalah Tuhan Yang Maha Esa dan agar orang-orang yang berakal mengambil pelajaran. Al Jaatsiyah [45]:20) Al-Balagh (penyampaian/kabar) (Al-Qur'an) ini adalah kabar yang sempurna bagi manusia.

Inilah cara yang paling berat dirasakan beliau. Al-An’aam. objektif dan tidak memihak.Kadang-kadang wahyu itu dibawa oleh malaikat Jibril dengan menyerupai bentuk manusia laki-laki. An-Nas dan sebagainya Sejarah Al-Qur'an hingga berbentuk mushaf Al-Qur'an memberikan dorongan yang besar untuk mempelajari sejarah dengan secara adil. Al Maa-idah dan Yunus Al Miuun (seratus ayat lebih). Kadang-kadang malaikat pembawa wahyu itu menampakkan dirinya dalam bentuk yang asli (bentuk malaikat). Al-Qur'an juga terbagi menjadi 30 bagian dengan panjang sama yang dikenal dengan nama juz. 3. An-Nisaa’. Al-Ikhlas. Yusuf. 5. Pembagian lain yakni manzil memecah Al-Qur'an menjadi 7 bagian dengan tujuan penyelesaian bacaan dalam 7 hari (satu minggu). Kedua jenis pembagian ini tidak memiliki hubungan dengan pembagian subyek bahasan tertentu. Mu'min dan sebagainya Al Matsaani (kurang sedikit dari seratus ayat). Al-Falaq. melainkan diterima langsung dari Hadirat Allah sendiri. Kadang-kadang wahyu itu datang tidak dengan perantaraan malaikat. 4. lalu mewahyukan firman Allah kepada beliau. surat-surat yang ada di dalam Al-Qur’an terbagi menjadi empat bagian. Berupa impian yang baik waktu beliau tidur. yaitu:     As Sab’uththiwaal (tujuh surat yang panjang). Ali Imran.Dalam skema pembagian lain. Al-Hijr dan sebagainya Al Mufashshal (surat-surat pendek). Sedangkan kalam Allah yang diturunkan kepada nabi-nabi selain Nabi Muhammad saw—seperti Taurat yang diturunkan kepada Nabi Musa atau Injil yang diturunkan kepada Nabi Isa—tidak bisa dinamakan dan disebut sebagai Al-Qur’an. Al-Qur’an diturunkan Allah ta’ala kepada Nabi Muhammad saw dengan berbagai cara: 1. Demikian pula hadits qudsi tidak bisa disamakan dengan Al-Qur’an. sehingga umat Muslim mampu membuat sistematika penulisan sejarah yang lebih mendekati landasan penanggalan astronomis. Yaitu Surat Al-Baqarah. AlA’raaf. Penurunan Al-Qur'an Al-Munazzalu ‘ala qalbi Muhammad saw Al-Qur’an itu diturunkan khusus kepada Nabi Muhammad saw. Menurut ukuran surat Kemudian dari segi panjang-pendeknya. Kadang-kadang wahyu itu merupakan bunyi genta. lalu menyampaikan perkataan (firman Allah) kepada beliau. seperti Al-Anfaal. Sekali wahyu itu beliau terima di atas langit yang ketujuh langsung dari Hadirat Allah sendiri. Pembagian ini untuk memudahkan mereka yang ingin menuntaskan bacaan Al-Qur'an dalam 30 hari (satu bulan). . seperti Adh-Dhuha. seperti Hud. Dengan demikian tradisi sains Islam sepenuhnya mengambil inspirasi dari Al-Qur'an. 2.

Al-Qur'an turun secara berangsur-angsur selama 22 tahun 2 bulan 22 hari. Abu Bakar menyimpan mushaf tersebut hingga wafatnya kemudian mushaf tersebut berpindah kepada Umar sebagai khalifah penerusnya. Inilah cara yang paling berat dirasakan beliau. hasilnya diserahkan kepada Abu Bakar. Kadang-kadang wahyu itu merupakan bunyi genta. pelana. potongan tulang belulang binatang. Sedangkan periode Madinah yang dimulai sejak peristiwa hijrah berlangsung selama 10 tahun dan surat yang turun pada kurun waktu ini disebut surat Madaniyah.Kadang-kadang wahyu itu dibawa oleh malaikat Jibril dengan menyerupai bentuk manusia laki-laki. melainkan diterima langsung dari Hadirat Allah sendiri. daun lontar. Sekali wahyu itu beliau terima di atas langit yang ketujuh langsung dari Hadirat Allah sendiri. terdapat beberapa orang yang ditunjuk untuk menuliskan Al Qur'an yakni Zaid bin Tsabit. lempengan batu. lalu menyampaikan perkataan (firman Allah) kepada beliau. Media penulisan yang digunakan saat itu berupa pelepah kurma. kulit atau daun kayu.Al-Qur'an tidak turun sekaligus. Kadang-kadang malaikat pembawa wahyu itu menampakkan dirinya dalam bentuk yang asli (bentuk malaikat). . Abu Bakar lantas memerintahkan Zaid bin Tsabit sebagai koordinator pelaksaan tugas tersebut. Pengumpulan Al-Qur'an pada masa Khulafaur Rasyidin Pada masa pemerintahan Abu Bakar Pada masa kekhalifahan Abu Bakar. Kadang-kadang wahyu itu datang tidak dengan perantaraan malaikat. Penulisan Al-Qur'an dan perkembangannya Penulisan (pencatatan dalam bentuk teks) Al-Qur'an sudah dimulai sejak zaman Nabi Muhammad SAW. Ali bin Abi Talib. Muawiyah bin Abu Sufyan dan Ubay bin Kaab. 4. Umar bin Khattab yang saat itu merasa sangat khawatir akan keadaan tersebut lantas meminta kepada Abu Bakar untuk mengumpulkan seluruh tulisan Al-Qur'an yang saat itu tersebar di antara para sahabat. Oleh para ulama membagi masa turun ini dibagi menjadi 2 periode. Setelah pekerjaan tersebut selesai dan Al-Qur'an tersusun secara rapi dalam satu mushaf. Di samping itu banyak juga sahabat-sahabat langsung menghafalkan ayat-ayat Al-Qur'an setelah wahyu diturunkan. selanjutnya mushaf dipegang oleh anaknya yakni Hafsah yang juga istri Nabi Muhammad SAW. 3. 5. Periode Mekkah berlangsung selama 12 tahun masa kenabian Rasulullah SAW dan surat-surat yang turun pada waktu ini tergolong surat Makkiyyah. yaitu periode Mekkah dan periode Madinah. lalu mewahyukan firman Allah kepada beliau. Sahabat yang lain juga kerap menuliskan wahyu tersebut walau tidak diperintahkan. Pengumpulan Al-Qur'an pada masa Rasullulah SAW Pada masa ketika Nabi Muhammad SAW masih hidup. Berupa impian yang baik waktu beliau tidur. 2. Al-Qur’an diturunkan Allah ta’ala kepada Nabi Muhammad saw dengan berbagai cara: 1. Kemudian transformasinya menjadi teks yang dijumpai saat ini selesai dilakukan pada zaman khalifah Utsman bin Affan. terjadi beberapa pertempuran (dalam perang yang dikenal dengan nama perang Ridda) yang mengakibatkan tewasnya beberapa penghafal Al-Qur'an dalam jumlah yang signifikan.

dan jika ada perbedaan antara Zaid dengan ketiga orang Quraish tersebut. Terjemahan secara literal tidak boleh dianggap sebagai arti sesungguhnya dari Al-Qur'an." ” Menurut Syaikh Manna' Al-Qaththan dalam Mahabits fi 'Ulum Al Qur'an. Bashrah. Ia memerintahkan mereka agar menyalin dan memperbanyak mushaf. 'Aku berpendapat agar umat bersatu pada satu mushaf. Syam. Utsman berkata. sehingga tidak terjadi lagi perpecahan dan perselisihan. yang kemudian dikenal dengan istilah cara penulisan (rasam) Utsmani yang digunakan hingga saat ini. Demikianlah selanjutnya Utsman mengirim utusan kepada Hafsah untuk meminjam mushaf Abu Bakar yang ada padanya. terdapat keragaman dalam cara pembacaan Al-Qur'an (qira'at) yang disebabkan oleh adanya perbedaan dialek (lahjah) antar suku yang berasal dari daerah berbeda-beda. Bahrain. apa yang telah dilakukannya mengenai mushaf-mushaf Al Qur'an sudah atas persetujuan kami. ia mengirimkan tujuh buah mushaf. dengan sanad yang shahih: “ Suwaid bin Ghaflah berkata. Bersamaan dengan standardisasi ini. yaitu ke Mekkah. Kedudukan terjemahan dan tafsir yang dihasilkan tidak sama dengan Al-Qur'an itu sendiri. keterangan ini menunjukkan bahwa apa yang dilakukan Utsman telah disepakati oleh para sahabat. Mengutip hadist riwayat Ibnu Abi Dawud dalam Al-Mashahif. Sebab Al-Qur'an menggunakan suatu lafazh dengan berbagai gaya dan . Lalu Utsman memanggil Zaid bin Tsabit Al-Anshari dan tiga orang Quraish. Kufah. Demi Allah. Kami berkata. 'Bagaimana pendapatmu?' Ia menjawab. dan sebuah ditahan di Madinah (mushaf al-Imam). 'Bagaimana pendapatmu tentang isu qira'at ini? Saya mendapat berita bahwa sebagian mereka mengatakan bahwa qira'atnya lebih baik dari qira'at orang lain. Ini hampir menjadi suatu kekufuran'. Terjemahan Terjemahan Al-Qur'an adalah hasil usaha penerjemahan secara literal teks Al-Qur'an yang tidak dibarengi dengan usaha interpretasi lebih jauh. 'Pendapatmu sangat baik'. yaitu Abdullah bin Az-Zubair. Namun demikian hasil usaha tersebut dianggap sebatas usaha manusia dan bukan usaha untuk menduplikasi atau menggantikan teks yang asli dalam bahasa Arab.Pada masa pemerintahan Utsman bin Affan Pada masa pemerintahan khalifah ke-3 yakni Utsman bin Affan. hendaklah ditulis dalam bahasa Quraish karena Al Qur'an turun dalam dialek bahasa mereka. Standar tersebut. Said bin AlAsh dan Abdurrahman bin Al-Harits bin Hisyam. Yaman. Hal ini menimbulkan kekhawatiran Utsman sehingga ia mengambil kebijakan untuk membuat sebuah mushaf standar (menyalin mushaf yang dipegang Hafsah) yang ditulis dengan sebuah jenis penulisan yang baku. Upaya penerjemahan dan penafsiran Al Qur'an Upaya-upaya untuk mengetahui isi dan maksud Al Qur'an telah menghasilkan proses penerjemahan (literal) dan penafsiran (lebih dalam. Setelah mengembalikan lembaran-lembaran asli kepada Hafsah. "Ali mengatakan: Katakanlah segala yang baik tentang Utsman. mengupas makna) dalam berbagai bahasa. Dengan proses ini Utsman berhasil mencegah bahaya laten terjadinya perselisihan di antara umat Islam pada masa depan dalam penulisan dan pembacaan Al-Qur'an. seluruh mushaf yang berbeda dengan standar yang dihasilkan diperintahkan untuk dimusnahkan (dibakar).' Kami berkata.

Terjemahan dalam bahasa Indonesia di antaranya dilaksanakan oleh: 1. Al-Qur'an dan Terjemahannya. Dr. oleh Marmaduke Pickthall Terjemahan dalam bahasa daerah Indonesia di antaranya dilaksanakan oleh: 1. oleh Prof. Al-Amin (bahasa Sunda) 7. Muhamad Adnan 6.M. Hassan guru Persatuan Islam 5. ada dua edisi revisi. Al-Qur'an Suci Basa Jawi (bahasa Jawa). Sedangkan pendapat kedua . sastra-budaya. Al-Ibriz (bahasa Jawa). oleh Hans Bague Jassin Terjemahan dalam bahasa Inggris antara lain: 1. Qur'an bahasa Sunda oleh K. Al-Furqan. oleh KH Abdul Muin Yusuf (Pimpinan Pondok Pesantren Al-Urwatul Wutsqaa Benteng Sidrap Sulsel) Tafsir Upaya penafsiran Al-Qur'an telah berkembang sejak semasa hidupnya Nabi Muhammad. Translation and Commentary. Qomaruddien 4.untuk suatu maksud yang bervariasi. Mahmud Yunus 3.H. T. oleh Abdullah Yusuf Ali 2. oleh Prof. oleh A. filsafat dan teologis bahkan corak ilmiah. Al-Qur'anu'l-Karim Bacaan Mulia. Qur'an Suadawiah (bahasa Sunda) 3. kadang-kadang untuk arti hakiki. K. Terjemah Al-Qur'an. saat itu para sahabat tinggal menanyakan kepada sang Nabi jika memerlukan penjelasan atas ayat tertentu. terdapat tafsir dengan corak sastra-bahasa. The Holy Qur'an: Text.H. Kemudian setelah wafatnya Nabi Muhammad hingga saat ini usaha menggali lebih dalam ayat-ayat AlQur'an terus berlanjut. yaitu tahun 1989 dan 2002 2. hingga perbandingan antar ayat.R. oleh K. oleh Prof. Corak yang dihasilkan juga beragam. Hasbi Ash-Siddieqy 4. Qur'an Kejawen (bahasa Jawa). oleh Kemajuan Islam Jogyakarta 2. Adab terhadap Al-Qur'an Ada dua pendapat mengenai hukum menyentuh Al-Qur'an terhadap seseorang yang sedang junub. Pendekatan (metodologi) yang digunakan juga beragam. tematik. Pendapat pertama mengatakan bahwa jika seseorang sedang mengalami kondisi tersebut tidak boleh menyentuh Al-Qur'an sebelum bersuci. The Meaning of the Holy Qur'an. kadang-kadang pula untuk arti majazi (kiasan) atau arti dan maksud lainnya. Bisyri Mustafa Rembang 5. oleh Departemen Agama Republik Indonesia. An-Nur. Terjemahan Al-Qur'an dalam bahasa Bugis (huruf lontara). mulai dari metode analitik. perempuan haid dan nifas.

karena orang mu’min itu suci tidak najis sebagaimana sabda Muhammad. seorang Muslim dianjurkan untuk menyucikan dirinya terlebih dahulu dengan berwudhu. karena tidak ada dalil yang menguatkannya. Hal ini berdasarkan tradisi dan interpretasi secara literal dari surat Al Waaqi'ah ayat 77 hingga 79.mengatakan boleh dan sah saja untuk menyentuh Al-Qur'an. Sesungguhnya Al-Qur'an ini adalah bacaan yang sangat mulia. Pernyataan Al Qur'an tentang hubungan dengan kitab terdahulu Kitab Allah . Berdasarkan hukum pada beberapa negara berpenduduk mayoritas Muslim. 56-78. Pendapat kedua ini menyatakan bahwa jikalau memang benar demikian maksudnya tentang firman Allah di atas. Bukanlah yang dimaksud bahwa tidak boleh menyentuh atau memegang Al-Qur’an kecuali orang yang bersih dari hadats besar dan hadats kecil. pada kitab yang terpelihara (Lauhul Mahfuzh). “Sesungguhnya orang mu’min itu tidak najis” Penjelasan Kitab Allah Al-Qur'an dalam pandangan Islam memiliki posisi yang sangat jelas berkaitan dengan keberadaan teksteks keagamaan yang termasuk dalam kitab-kitab yang diturunkan kepada kaum sebelum kaum Nabi Muhammad SAW. Terjemahannya antara lain:56-77." Pendapat ini adalah tafsir dari Ibnu Abbas dan lain-lain sebagaimana telah diterangkan oleh Al-Hafidzh Ibnu Katsir di tafsirnya. tidak menyentuhnya kecuali orang-orang yang disucikan. Mereka memercayai bahwa penghinaan secara sengaja terhadap Al Qur'an adalah sebuah bentuk penghinaan serius terhadap sesuatu yang suci. Berkaitan dengan hal ini dalam doktrin Islam. maka artinya akan menjadi: Tidak ada yang menyentuh Al-Qur’an kecuali mereka yang suci/bersih. Pendapat kedua Pendapat kedua mengatakan bahwa yang dimaksud oleh surat Al Waaqi'ah di atas ialah: "Tidak ada yang dapat menyentuh Al-Qur’an yang ada di Lauhul Mahfudz sebagaimana ditegaskan oleh ayat yang sebelumnya (ayat 78) kecuali para Malaikat yang telah disucikan oleh Allah. 56-79. Kenyataannya Allah berfirman : Tidak ada yang menyentuhnya (Al-Qur’an) kecuali mereka yang telah disucikan. yakni dengan bentuk faa’il (subyek/pelaku) bukan maf’ul (obyek). “Tidak ada yang menyentuh Al-Qur’an kecuali orang yang suci” Yang dimaksud oleh hadits di atas ialah : Tidak ada yang menyentuh Al-Qur’an kecuali orang mu’min. yakni dengan bentuk maf’ul (obyek) bukan sebagai faa’il (subyek). al-Qur'an dalam beberapa ayatnya menegaskan posisinya terhadap kitab-kitab tersebut. Pendapat pertama Sebelum menyentuh sebuah mushaf Al-Qur'an. (56:77-56:79) Penghormatan terhadap teks tertulis Al-Qur'an adalah salah satu unsur penting kepercayaan bagi sebagian besar Muslim. hukuman untuk hal ini dapat berupa penjara kurungan dalam waktu yang lama dan bahkan ada yang menerapkan hukuman mati.

Sesungguhnya ini benar- ” . karena mempercayai kitab-kitab selain Al Qur'an sesuai dengan salah satu Rukun Iman. tidak dibundel menjadi satu isi. yang dibundel menjadi satu.10 shuhuf Untuk shuhuf Ibrahim dan Musa tercantum di dalam firman Tuhan. suhuf terdiri dari beberapa lembaran yang pada akhirnya Qur'an dikumpulkan pada masa Abu Bakar. Kalimat mushaf pada saat ini memiliki arti lembaran-lembaran yang dikumpulkan di dalam Qur'an yang telah dikoleksikan pada masa Utsman bin Affan. ” —(al A'laa 87:19) Kedua kalimat itu berasal dari akar kalimat yang sama yaitu.30 shuhuf Ibrahim . lalu dia sembahyang. Dalam suhuf tersebut susunan tiap ayat di dalam surah telah tepat. papirus dan media lain. tetapi lembaran-lembaran yang ada belumlah tersusun dengan rapi. “ Sesungguhnya beruntunglah orang yang membersihkan diri (dengan beriman). Shuhuf Beberapa nabi yang dikatakan memiliki shuhuf adalah:      Adam .Kitab Allāh (Arab: ‫ هللا ك تاب‬. Etimologi Tulisan-tulisan firman Allah (Kitab Allah) zaman dahulu dibuat menjadi 2 jenis. Kata Suhuf pula terdapat di surah al A'laa “ (yaitu) Kitab-kitab Ibrahim dan Musa.60 shuhuf. "sahafa" (menulis). tiap ayat di dalam surah telah disusun dengan rapi. yang berbunyi. Dalam sejarah penulisan dari teks Qur'an. Umat Islam diwajibkan meyakininya.10 shuhuf Syits . seperti 2 sampul dalam satu isi. kulit. (pendapat lain mengatakan 50 shuhuf) Khanukh . Jumlah kitab yang telah diturunkan sebanyak 104 kitab suci. Shuhuf (Arab:‫صح ي فة‬ tunggal: sahifa) berarti sepenggal kalimat yang ditulis dalam material seperti kertas.30 shuhuf (10 shuhuf) Musa . Pada saat itu. Kitabullāh) adalah catatan-catatan yang difirmankan oleh Allah kepada para nabi dan rasul. yaitu bisa berupa shuhuf dan mushaf. Saat ini umat Islam juga menyebut setiap duplikat Qur'an. surah Al A'la dan An Najm. dan dia ingat nama Tuhannya. yang mana memiliki keteraturan tiap ayat dan surah disebut mushaf. Sedang kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal. Sedangkan mushaf (Arab:‫ م صحف‬jamak: masahif) berarti kumpulan-kumpulan shuhuf. Tetapi kamu (orang-orang kafir) memilih kehidupan duniawi.

Di antaranya adalah: Taurat (Torah) Taurat adalah tulisan berbahasa Ibrani. Dan Kami telah memberikan kepadanya Kitab Injil sedang di dalamnya (ada) petunjuk dan dan cahaya (yang menerangi). ” —(An-Nisa. karena Daud diperintahkan untuk meneruskan syariat yang telah dibawa oleh Musa. Injil-injil tidak mempunyai pembahasan sistematis mengenai satu tema atau tema-tema tertentu. ” —(Ali Imran: 3) Zabur (Mazmur) Zabur berisi mazmur (nyanyian pujian bagi Allah) yang dibawakan melalui Daud yang berbahasa Qibti. membenarkan Kitab yang sebelumnya. Injil yang ada saat ini mengandung firman Allah dan riwayat Isa. “ Dan Kami iringkan jejak mereka (nabi nabi Bani Israil) dengan 'Isa putera Maryam. meskipun di dalamnya banyak membahas hal kerajaan Surga. lagi menurunkan Taurat dan Injil. Selain itu.benar terdapat dalam kitab-kitab yang dahulu. 163) Injil Injil pertama kali ditulis menggunakan bahasa Suryani melalui murid-murid Isa untuk bangsa Israel sebagai penggenap ajaran Musa. Kata Injil sendiri berasal dari bahasa Yunani yaitu euangelion yang berarti "kabar gembira". membenarkan kitab yang terdahulu dari padanya. (yaitu) Kitab-kitab Ibrahim dan Musa. Isi pokok Taurat adalah 10 firman Allah bagi bangsa Israel. yang telah diberikan kepada para rasul-Nya. —(Al A’la : 14-19) “ Ataukah belum diberitakan kepadanya apa yang ada dalam lembaran-lembaran Musa? dan lembaran-lembaran Ibrahim yang selalu menyempurnakan janji? ” —(An Najm : 36-37) Mushaf Beberapa suhuf yang telah dicatat dari firman Allah kemudian dijadikan satu yang memiliki nama bermacam-macam. Kitab ini tidak mengandung syariat. “ Dan kami telah memberi kitab zabur kepada Nabi Dawud. yang semuanya ditulis oleh generasi setelah Isa. “ (Tuhan Allah) telah menurunkan kitab kepadamu dengan sebenarnya. dan ” . berisikan syariat (hukum) dan kepercayaan yang benar dan diturunkan melalui Musa. Taurat berisikan tentang sejarah nabi-nabi terdahulu hingga Musa dan kumpulan hukum. yaitu: Taurat.

Zabur. Namun tidak diperlukan juga upaya untuk menyerang atau menyalah-nyalahkan isi Taurat. kitab ini dinyatakan sebagai kitab yang tidak ada keraguan di dalamnya. dan merupakan tuntunan membentuk ketaqwaan manusia. puisi epik. “ Pada bulan Ramadan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia. catatan sejarah. dan hari kemudian. berupa paduan filsafat semesta. tidak disyariatkan untuk mempelajari isi Taurat. Zabur. Isi Al-Qur`an juga dianggap unik. telah dimasukkan ke dalam kitab Al-Qur`an. Sesungguhnya orang-orang yang kafir terhadap ayat-ayat Allah akan memperoleh siksa yang berat. peringatan-peringatan dan hiburan. dan Dia menurunkan Al Furqaan. atau Injil. maka sesungguhnya orang itu telah sesat sejauh-jauhnya. dan Injil yang ada saat ini. tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan kepada kitab yang Allah turunkan kepada Rasul-Nya serta kitab yang Allah turunkan sebelumnya.membenarkan kitab yang sebelumnya. Barangsiapa yang kafir kepada Allah. karena berupa prosa berirama. karena menurut ajaran Islam. selalu terjaga dari kesalahan. menjadi petunjuk bagi manusia. yaitu Kitab Taurat. kitab-kitab-Nya. Penjelasan di dalam al-Qur`an Dalam firman Allah ayat Al Imraan 3 ayat 4: “ Sebelum (Al Quran). serta doa-doa. Bagi umat Islam. Menurut syariat Islam. —(Al-Maa`idah 5:46) Al-Qur`an Al-Qur`an merupakan kumpulan firman yang diberikan Allah sebagai satu kesatuan kitab sebagai pedoman hidup bagi seluruh umat muslim. dianggap telah mengandung berbagai tafsiran yang tidak benar[4] dan karena isi kesemua kitab yang masih diperlukan. dan simfoni dalam keterpaduan teks yang indah. dasar-dasar hukum. ” —(Al-Baqarah: 185) Tampilan Al-Qur`an dianggap unik. karena terdapat ayat-ayat Allah di dalamnya. Dan menjadi petunjuk serta pengajaran untuk orang-orang yang bertakwa. malaikat-malaikat-Nya. ” —(An Nissa 4:136) . rasul-rasul-Nya. ” —(Al Imran 3:4) Kemudian An Nissa 4 ayat 136 dan 163: “ Wahai orang-orang yang beriman. dan Allah Maha Perkasa lagi mempunyai balasan (siksa).

Sebagai contoh dalam ayat: “ Dan sekiranya mereka sungguh-sungguh menjalankan (hukum) Taurat dan Injil dan (Al Quran) yang diturunkan kepada mereka dari Tuhannya. ” —(An Nissa 4:163) Semua kitab turun pada bulan Ramadan Menurut sumber berdasarkan hadits shahih dari Imam Ahmad. tetapi Al Quran membolehkan bekerja dan mengesampingkan hal tersebut. Ya'qub dan anak cucunya. Ayyub. bahwa wahyu Tuhan berkembang dengan seiring berjalannya waktu dan perbedaan kelompok dari masyarakat. kesemua kitab-kitab suci tersebut turun pada bulan Ramadan. Didalam Al Quran membenarkan tentang adanya larangan bekerja di hari Sabbath dalam Taurat. dan Kami telah memberikan wahyu (pula) kepada Ibrahim. Allah akan melimpahkan rahmat-Nya dari langit dengan menurunkan hujan dan menimbulkan rahmat-Nya dari bumi dengan menumbuhkan tumbuh-tumbuhan yang buahnya melimpah ruah. Harun dan Sulaiman.“ Sesungguhnya Kami telah memberikan wahyu kepadamu sebagaimana Kami telah memberikan wahyu kepada Nuh dan nabi-nabi yang kemudiannya. Ishak. Di antara mereka ada golongan yang pertengahan. Janji Allah terhadap orang beriman Menurut keyakinan ajaran Islam. serta pemisah antara haq dan batil. sebuah wahyu diberitakan kepadanya. lurus dan tidak menyimpang dari kebenaran. Pada awal tahun kenabian Muhammad. shuhuf Ibrahim turun pada awal malam pertama bulan Ramadan. . Isa.[6] Al-Qur’an diturunkan pada bulan Ramadan berdasarkan pada salah satu surah di dalam Al Qur'an yang berbunyi. niscaya mereka akan mendapat makanan dari atas dan dari bawah kaki mereka. Yunus. “ Bulan Ramadan yang diturunkan di dalamnya Al-Qur’an. Taurat turun pada hari keenam bulan Ramadan dan Injil pada hari ketiga belas dari Ramadan. Dan Kami berikan Zabur kepada Daud. Dan alangkah buruknya apa yang dikerjakan oleh kebanyakan mereka. ” —(Al Maidah 66:5) Hubungan Al-Qur'an dengan kitab terdahulu Semua muslim meyakini bahwa adanya wahyu progresif. Isma'il. sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan atas petunjuk itu. kepada orang yang jujur. ” —(Al Baqarah 2:185) Ibnu Katsir mengatakan bahwa Allah menyanjung bulan Ramadan diatas bulan-bulan yang lain. yaitu dengan memilihnya sebagai bulan dimana kesemua kitab-kitab suci diturunkan di dalamnya.

Berikut adalah petikan terjemahan bagian tersebut.“ Katakanlah: Hai Ahli Kitab.. maka apabila telah datang rasul mereka. yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu. Hal ini terdapat pada surah Al-Ma'idah ayat 48 yang artinya : “ Dan Kami telah turunkan kepadamu Al Quran dengan membawa kebenaran. (yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib. Injil. niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja). Kami berikan aturan dan jalan yang terang. petunjuk bagi mereka yang bertaqwa. Berikut adalah pernyataan Al Qur'an yang tentunya menjadi doktrin bagi ummat Islam mengenai hubungan al-Qur'an dengan kitab-kitab tersebut. Sekiranya Allah menghendaki. Hanya kepada Allah-lah kembali kamu semuanya. yang mendirikan salat.. tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu. Menegaskan eksistensi kitab terdahulu Secara eksplisit dalam surah Al-Baqarah ayat ke 2-4 ditegaskan bahwa salah satu ciri orang yang bertaqwa (muttaqin) adalah mereka yang percaya pada al-Qur'an dan wahyu yang diturunkan sebelum al-Qur'an diturunkan kepada Rasulullah SAW. Untuk tiap-tiap umat di antara kamu. dan Al Quran yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu. diberikanlah ” . (Al-Ma'idah 48) ” Referensi utama Dalam Islam dipercayai bahwa setiap bangsa memiliki nabi yang diutus kepada mereka sebagaimana terdapat dalam surat Yunus ayat 47 yang artinya : “ Tiap-tiap umat mempunyai rasul. maka berlombalombalah berbuat kebajikan. maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. membenarkan apa yang sebelumnya. (Al-Baqarah 2-4) ” Pembenar & Ujian Al Qur'an juga diposisikan sebagai pembenar (mushaddiq) dan batu ujian/verifikator (muhaymin) terhadap kitab-kitab yang lain. ” —(Al Maidah 5:68) Kalimat ini diyakini oleh pemeluk agama Islam bahwa konversi agama lama menjadi agama Islam akan dimulai dengan segala ketulusan hati mengikuti firman dari kita-kitab suci sebelum Al Quran. lalu diberitahukan-Nya kepadamu apa yang telah kamu perselisihkan itu. kamu tidak dipandang beragama sedikitpun hingga kamu menegakkan ajaran-ajaran Taurat. “ Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya. dan mereka yang beriman kepada Kitab (Al Quran) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu. dan menafkahkan sebahagian rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka. serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat.

Dalam Al-Qur'an terdapat cerita-cerita mengenai kaum dari rasul-rasul terdahulu. QS(2:4) Bahwa Al-Qur'an diposisikan sebagai pembenar dan batu ujian (verifikator) bagi kitab-kitab sebelumnya.keputusan antara mereka dengan adil dan mereka (sedikitpun) tidak dianiaya. (Yunus 47) Dan bila tiap umat tersebut berselisih mengenai sesuatu hal maka Al Qur'an dapat menjadi hakim atau referensi untuk menerangkan hal-hal yang mereka perselisihkan tersebut. Dalam Al Qur'an terdapat cerita-cerita mengenai kaum dari rasul-rasul terdahulu. tetapi syaitan menjadikan umat-umat itu memandang baik perbuatan mereka (yang buruk). Dalam Al Qur'an mengenai hal ini dijelaskan lebih lanjut dalam surat An Nahl ayat 63 dan 64 yang artinya: “ Demi Allah. maka syaitan menjadi pemimpin mereka di hari itu dan bagi mereka azab yang sangat pedih Dan Kami tidak menurunkan kepadamu Al-Kitab (Al Quran) ini. melainkan agar kamu dapat menjelaskan kepada mereka apa yang mereka perselisihkan itu dan menjadi petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman. Cerita tersebut pada beberapa aspek penting berbeda dengan versi yang terdapat pada teks-teks lain yang dimiliki baik oleh Yahudi dan Kristen. (An Nahl 63-64) ” Sejarah yang benar Maksudnya ialah bahwa Al Qur'an meluruskan sejarah. sesungguhnya Kami telah mengutus rasul-rasul Kami kepada umat-umat sebelum kamu. lembaran Ibrahim). QS(5:48) Bahwa Al-Qur'an menjadi referensi untuk menghilangkan perselisihan pendapat antara ummatummat rasul yang berbeda. Berkaitan dengan adanya kitab-kitab yang dipercayai diturunkan kepada nabi-nabi sebelum Muhammad SAW dalam agama Islam (Taurat.    . Cerita tersebut pada beberapa aspek penting berbeda dengan versi yang terdapat pada teksteks lain yang dimiliki baik oleh kaum Yahudi dan Nasrani. Zabur. Al-Qur'an dalam beberapa ayatnya menegaskan posisinya terhadap kitab-kitab tersebut. Injil. juga mengenai beberapa bagian mengenai kehidupan para rasul tersebut. QS(16:63-64) Bahwa Al-Qur'an meluruskan sejarah. juga mengenai beberapa bagian mengenai kehidupan para rasul tersebut. Berikut adalah pernyataan Al-Qur'an yang tentunya menjadi doktrin bagi ummat Islam mengenai hubungan Al-Qur'an dengan kitab-kitab tersebut:  Bahwa Al-Qur'an menuntut kepercayaan ummat Islam terhadap eksistensi kitab-kitab tersebut.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->