Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Ngudi Waluyo Ungaran Program Studi Ilmu Keperawatan Karya Tulis Ilmiah, September

2012 Zarudin (010701137) Pengaruh Pemberian Jus Belimbing Terhadap Tekanan Darah Lansia Pada Penderita Hipertensi di Unit Rehabilitasi Sosial Wening Wardoyo Ungaran xi+ 15 Halaman + 1 Tabel + 2 Gambar

adalah lansia yang menderita hipertensi pada lansia yang Sosial tinggal Wening di Unit

Rehabilitasi

Wardoyo

Ungaran. Tehnik sampling yang digunakan pada penelitian ini adalah purposive

samplingb berjumlah 15 lansia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk lanjut usia 68-75 tahun sebanyak 7 orang (46,7%), hipertensi berat 3 lansia (20,0%), hipertensi sedang 9 lansia (60,0%),

ABSTRAK

hipertensi ringan 3 lansia (20,0%) dengan uji dependent t-test didapatkan nilai t

Hipertensi adalah gangguan pada pembuluh darah yang mengakibatkan

hitung= 6,205 p-value sebesar 0,000< 0,05 Ho ditolak atau Ha diterima artinya ada pengaruh pemberian jus belimbing terhadap tekanan hipertensi. Upaya untuk meningkatkan belimbing dapat darah lansia pada penderita

suplai oksigen dan nutrisi yang dibawa oleh darah terhambat sampai ke jaringan tubuh dimana tekanan darah lebih dari normal.

Seiring pertambahan usia, tekanan darah sistolik biasanya tekanan darah menurun, tetapi umumnya

kesehatan

terapi jus

digunakan sebagai alternatif intervensi untuk menurunkan tekanan darah semua orang terutama pada lansia.

diastolik

meningkat. Jika tekanan sistolik pada orang tua mencapai lebih dari 140 mmHg dan diastolik 90. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian jus

belimbing terhadap tekanan darah lansia pada penderita hipertensi Wening di Unit

Kata kunci : Terapi Jus Belimbing, hipertensi, Lansia Kepustakaan : 21 (2002-2011)

Rehabilitasi Ungaran,

Sosial

Wardoyo

Penelitian ini menggunakan jenis penelitian Pre Eksperiment Design dengan rancangan One Group Pretest-postest

Design. Populasi dalam penelitian ini

2010) Penampilan penyakit pada lansia seringkali tidak jelas.50 mg protein.77 % dari total penduduk pada tahun 2010 dan menjadi 11. selain itu. 8 mg kalsiaum. obesitas. kanker. Satu buah belimbing mengandung 33 mg vitamin C. Kemampuan pembentukan gel ini penyakit).A. reumatik. asma. balitanya tinggal 6. (Beevers. Diperkirakan mulai tahun 2010 akan terjadi ledakan jumlah penduduk lanjut usia. 2010) Jus belimbing merupakan sumber vitamin C yang sebagai baik sehingga bisa yang digunakan antioksidan berfungsi mencegah penyebaran sel kanker. Hipertensi merupakan faktor resiko primer untuk timbulnya penyakit jantung dan stroke. Badan kesehatan dunia WHO bahwa penduduk lansia di Indonesia pada tahun 2020 mendatang sudah mencapai angka 11. Selain itu. jantung penyakit jantung koroner. PENDAHULUAN a. Hasil prediksi menunjukkan bahwa persentase penduduk lanjut usia akan mencapai 9. osteoporosis. Latar Belakang Di seluruh dunia penduduk lansia (usia 60 >) tumbuh dengan sangat cepat bahkan tercepat di banding kelompok usia lainnya.0.9% yang menyebabkan jumlah penduduk lansia terbesar di dunia. saluran pernapasan (bronkhitis kronis. hipertiroid.34 % pada tahun 2020. 2003). gout. jus belimbing juga dapat digunakan untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan mencegah sariawan. 22 mg fosfor. . Badan Pusat Statistik (BPS. tersembunyi.0. Penyakit-penyakit itu adalah: penyakit muskuloskeletal (penyakit sendi dan tulang seperti osteoarthritis. dinding sel belimbing mengandung pektin sehingga dapat dibuat jeli.03 mg vitamin B1. dan lain-lain). bahkan mungkin bisa timbul masalah baru. 2002) Penyakit degeneratif merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat penyakit di Indonesia. dan bersifat kronis. penyakit osteopenia. (stroke. Jus belimbing mengandung lemak tak jenuh yang bisa menurunkan tekanan darah tinggi dan mencegah kanker (Bangun.34% atau tercatat 28. Bertambahnya jumlah lansia akan mengakibatkan jumlah masalah yang terjadi pada lansia juga bertambah. penyakit pada lansia lebih banyak bersifat endogen dan multipatologis (lebih dari satu metabolik (diabetes militus.80 mg besi. Robert E. dan lain-lain). (Kowalski. tendinitis).8 juta orang. Salah satu adalah degeneratif tersebut hipertensi (Suharjono. dan 0. 2008). Metode satu-satunya untuk mendeteksi penyakit hiperensi adalah dengan skrining tekanan darah. Kekhasan lainnya. demensia. 2006). dan lain-lain (Siswono.

dekompensasio kordis bahwa kapasitas Unit Rehabilitasi Sosial Wening Wardoyo adalah 120 berisi 100 orang lansia. maka jumlah pasien dengan hipertensi kemungkinan besar juga akan bertambah. dan pengendalian tekanan belimbing kesehatan. hal ini kemungkinan disebabkan oleh tekanan ekonomi. insiden hipertensi pada orang dewasa adalah sekitar 29-31 %. Tahun 2010 Hipertensi 46. stroke (hemoragik & non hemoragik). Diabetes melitus 20. Rentang usia 60-90 tahun dengan jumlah lansia laki-laki 30 orang (30%). 2006). hipertensi (esensial & lainnya). ditempatkan pada 14 bangunan asrama atau wisma. Tahun 2009 Hipertensi 45 % . pektin mengikuti kolesterol dan asam empedu di dalam usus serta mendorongnya bagi keluar. 2003). Persentase kedua penyakit tersebut sebagai berikut. pola makan yang salah.9% . Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan oleh peneliti di Unit Rehabilitasi Sosial Wardoyo Ungaran mengatakan Kesehatan Provinsi Jawa Tengah. tahun 2007 Hipertensi 48. dan terjadi peningkatan 15 juta dari data NHANES III tahun 1988-1991. Hasil wawancara peneliti kepada 10 lansia. dalam dekade terakhir tidak menunjukkan kemajuan lagi (pola kurva mendatar). angina pektoris.6% . Manfaat (1) dimana baik hipertensi sistolik maupun kombinasi hipertensi sistolik dan diastolik sering timbul pada lebih dari separuh orang yang berusia >65 tahun. Hipertensi esensial sendiri merupakan 95% dari seluruh kasus hipertesni (Yogiantoro. Berdasarkan laporan dari Dines darah ini hanya mencapai 34% dari seluruh pasien hipertensi. didapatkan 8 diantaranya mengeluh . Data dari The National Healt And Nutrition Examination Survey (NHNES) menunjukkan bahwa dari tahun 1999-2000. Diabetes melitus 21%.infark miokard akut.mempunyai pengaruh dalam menurunkan kolesterol.8% . Meningkatnya populasi usia lanjut. Diabetes melitus 21%. kurang olah raga dan kurang rekreasi. Memperlancar Pencernaan (2) Menurunkan kolesterol (3) Antikanker (4) Menurunkan tekanan darah (Bangun.2%. selama tahun 2007-2010 dimana angka tertinggi selama empat tahun tersebut terdapat pada kasus karena hipertensi dan diabetes melitus. dalam hal ini.5%. laju pengendalian tekanan darah yang dahulu terus meningkat. Selain itu. sisanya adalah lansia perempuan sebanyak 70 orang (70%) yang mendominasi kasus selama tahun 2010. Berdasarkan kasus Penyakit Tidak Menular (PTM) penyakit jantung dan pembuluh darah sebagaimana . yang berarti terdapat 58-65 juta orang hipertensi di Amerika. Diabetes melitus 22. Tahun 2008 hipertensi 42.

Selama ini pihak pengelola Unit Rehabilitasi Sosial Wening Wardoyo melakukan terhadap menilai Ungaran pemeberian penderita kondisi belum jus pernah tekanan darah lansia pada penderita hipertensi di Unit Rehabilitasi Sosial Wening Wardoyo Ungaran Tujuan Khusus a. Lansia yang mengalami hipertensi adalah sebagian yang giginya ompong. gigi lansia yang tidak kuat mengunyah makanan yang keras. Wardoyo Ungaran sebelum pemberian jus belimbing Mengetahui gambaran tekanan darah lansia pada penderita hipertensi di Unit Rehabilitasi Sosial Wening penelitian guna mengetahui "Pengaruh Pemberian Jus Belimbing Terhadap c.yang diartikan sebagai penyakit tekanan darah atau hipertensi. kecanduan dan overdosis dapat b) Tujuan Penelitian Tujuan Umum Tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian jus belimbing terhadap membahayakan pemakainya. maka penulis tertarik untuk melakukan b. maka dapat dirumuskan bahwa masalah penelitian adalah "Bagaimanakah Pengaruh Pemberian Jus Belimbing Terhadap Tekanan Darah Lansia Pada Penderita Hipertensi Di Unit Rehabilitasi Sosial Wening Wardoyo Ungaran?” membutuhkan angka nilai gizi yang cukup tinggi protein. . 2002). vitamin B1. Mengetahui gambaran tekanan darah lansia pada penderita hipertensi di Unit Rehabilitasi Sosial Wening belimbing Untuk usia yaitu hipertensi. terutama pada gangguan fungsi ginjal. Wardoyo Ungaran setelah dilakukan pemberian jus belimbing Menganalisis pengaruh pemberian jus belimbing terhadap tekanan darah lansia pada penderita hipertensi Tekanan Darah Lansia pada Penderita Hipertensi di Unit Rehabilitasi Sosial Wening Wardoyo Ungaran". sementara lansia sangat a) Masalah Penelitian Berdasarkan latar belakang. Berdasarkan latar belakang tersebut. fisik lanjut menggunakan status fungsional sebagai kemampuan seseorang melakukan aktivitas hidup sehari-hari secara mandiri (Soejono. yang dilakukan perawat yang bertugas di Unit Rehabilitas Sosial Wening dalam menangani masalah ini adalah dengan memberikan obat anti hipertensi (Cavropil) dalam jangka waktu lama dapat menimbulkan efek samping.

02: Pengukuran pada kelompok perlakuan setelah diberikan jus belimbing (posttest) yang dilakukan segera setelah pemberian X1: Pemberian jus belimbing kepada perlakuan. 2003). eksperimental design Rancangan penelitian yang digunakan adalah. METODE PENELITIAN a. 2004). Jenis penelitian ini adalah penelitian dengan menggunakan desain preKeterangan : 01: Pengukuran pada kelompok perlakuan sebelum dilakukan intervensi (pre-test) yang dilakukan untuk mengetahui tingkat tekanan darah pada lansia dengan hipertensi. Populasi dalam penelitian ini adalah lansia yang menderita hipertensi pada lansia yang tinggal di Unit Rehabilitasi Sosial Wening Wardoyo Ungaran. yang terdiri dari 11 mencari pengaruh antar variabel. 2005). karena itu pada . Desain Penelitian Desain penelitian proses merupakan dan digambarkan sebagai berikut : Kelompok Pre. Populasi dan Sampel 1. Desain ini digunakan untuk b.Perlakuan test Perlakuan 01 X1 02 Post-test keseluruhan pemikiran penentuan matang tentang hal-hal yang akan dilakukan sebagai landasan berpijak. 1995). one group pretestpostest design desain ini hanya dilakukan observasi pertama (pretest) yang memungkinkan peneliti dapat menguji perubahan-perubahan yang terjadi setelah adanya eksperimen (Notoatmodjo. serta dapat pula dijadikan dasar penelitian baik oleh peneliti sendiri maupun orang lain terhadap kegiatan penelitian ( Martono. Populasi Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek/subjek yang membandingkan hasil intervensi kelompok perlakuan yang keduanya diukur sebelum dan sesudah pemberian jus belimbing dengan pengambilan sampel tidak mempunyai kuantitas dan karakteristik tertentu untuk dipelajari dan kemudian dilakukan secara acak atau random. B. Bentuk rancangan ini dapat pemberian jus belimbing.sebelum dan sesudah dilakukan penelitian analitik perlu dibuat hipotesis (Sastroasmoro. Pada penelitian dilakukan analisis terhadap data yang dikumpulkan. Penelitian kuantitatif adalah suatu penelitian dimana peneliti mencoba ditarik kesimpulannya (Sugiyono.

wisma Arjuna terdapat 8 lansia. berdasarkan ciri atau sifat-sifat populasi yang sudah diketahui sebelumnya (Notoatmojo. wisma Palupi terdapat 6 lansia. 2) b. Tehnik sampling yang digunakan pada penelitian ini adalah purposive c. wisma Arimbi terdapat 8 lansia. 2. Peneliti telah mendapat lembar melakukan latihan/olahraga persetujuan dari Unit Rehabilitasi Sosial Wening Wardoyo Ungaran . 1) Kriteria inklusi Kriteria insklusi adalah karakteristik umum subjek penelitian dari suatu populasi target yang terjangkau yang akan diteliti. Prosedur Pengumpulan Data Dalam hal ini peneliti telah melaksanakan hal-hal dibawah ini dalam proses pengumpulan data : a. wisma Larasati terdapat 8 lansia. Instrument penelitian Alat pengumpulan data untuk sampling yaitu tehnik yang digunakan dengan pertimbangan tertentu yang dibuat oleh peneliti sendiri. wisma Kunti terdapat 7 lansia dan wisma Sembodro terdapat 8 lansia. Sampel ditentukan oleh : a. 2. wisma Noroyono terdapat 7 lansia. wisma Teratai terdapat 7 lansia. Sampel Sampel adalah bagian dari populasi yang dipilih dengan sampling tertentu untuk bisa memenuhi dan mewakili 2) Penderita hipertensi yang sedang anti mengkonsumsi hipertensi 3) Penderita hipertensi yang obat-obatan mengalami krisis Dempsey (2002) mengatakan bahwa lima belas subjek pada setiap kelompok dianggap minimum untuk riset tujuan eksperimental. dengan jumlah Totoal 80 lansia. serta lamanya waktu penelitian maka pada penelitian ini sampel untuk kelompok eksperimental/perlakuan sejumlah 15 lansia. Berdasarkan penelitian dan kemampuan yang dimiliki oleh peneliti. wisma Brotojoyo terdapat 7 lansia. populasi. wisma Werkudoro terdapat 6 lansia. Metode Pengumpulan Data 1. dengan menggunakan alat yang disebut spygmomanometer air raksa. 2005). 1) Bersedia menjadi responden Kriteria eksklusi Penderita hipertensi yang rajin dalam penelitian ini mendapatkan data pada lansia dengan hipertensi yaitu cara mengukur tingkat tekanan darah yang dilakukan secara sistematik dan langsung pada responden (door to door) yang berada di Unit Rehabilitasi Sosisal Wening Wardoyo Ungaran.wisma yaitu wisma Pandu terdapat 8 lansia.

Analisa Data . 2. Pengolahan Data Pengolahan data dengan cara manual melalui beberapa tahap. wisma Werkudoro. wisma Purtodewo. Peneliti mendapat persetujuan dari responden (dengan cara memilih melihat adakah penurunan tekanan darahnya. Pada tahap ini semua data diperiksa. b. dan wisma Arjuna. (SPSS memerlukan kode-kode tertentu. untuk analisa data menggunakan komputer melalui program Social Statistical Science Pacgage ) For yang dilakukan pada salah satu lengan kanan atau kiri dengan posisi duduk dengan lengan agak fleksi f. disusun. dan ditata untuk disajikan dan dianalisis. sebagai berikut : 1. responden secara acak yang terdiri dari beberapa wisma dengan 15 lansia. sebelum dilakukan pengukuran tekanan darah pada lansia. Coding Memberi kode pada setiap variabel untuk mempermudah peneliti dalam melakukan tabulasi dan analisis data yaitu memberikan nama responden dengan kode (resp). Pengkuran tekanan darah telah kelompok eksperimen. sehingga apabila ada lembar observasi yang belum diisi atau kesalahan penulisan. Tabulating Merupakan kegiatan pengolahan data. d. untuk tentang kesediaannya dan menjadi responden memberitahukan bahwa penelitian ini tidak memberikan dampak buruk pada responden. selanjutnya posttest telah dilakukan setelah 7 hari dan diolah dengan uji statistik t-test untuk e. c. masalah tersebut dapat ditanyakan kepada responden. wisma Arimbi. Hasil pengukuran tekanan darah pretest dan post-test dari masing-masing kelompok kemudian disusun dan 3. Prosedur pemberian jus belimbing dipimpin oleh instruktur atau peneliti sendiri dengan dibantu oleh 2 orang asisten sebagai dokumentasi peneliti. d. Editing (pemeriksaan data) Editing dilakukan untuk mengetahui apakah data sudah diisi dengan benar sesuai petunjuk pengisian. agar dengan mudah dapat dijumlah. e. Peneliti memberikan jus belimbing kepada responden dengan minum 1 kali pagi dan sore selama 7 hari berturut-turut. dibuat rekapitulasi.mengenai penelitian yang dilakukan dan intervensi apa saja yang diberikan pada lansia. dalam wisma Pandu.

2005).0%). 2007). C. D. Uji parametrik yang digunakan untuk mengetahui pengaruh pemberian jus menunjukkan bahwa penderita hipertensi di Unit Rehabilitasi Sosial Wening Wardoyo Ungaran sebagian besar berusia 68-75 tahun yaitu sebanyak 7 orang (46. Analisa Bivariat Analisa ini dilakukan dengan tujuan untuk menguji variabel-variabel penelitian yaitu variabel independen dengan variabel dependen.3 terlihat belimbing terhadap tekanan darah lansia pada penderita hipertensi Wening di Unit Rehabilitasi Sosial Wardoyo Ungaran sebelum dan sesudah diberikan jus belimbing pada kelompok perlakuan.1. Uji yang digunakan untuk menguji normalitas data yaitu menggunakan uji Shapiro-Wilk untuk jumlah sampel kecil (50) dan bila hasil uji signifikan (p value > 0. 2. Hasil Gambaran Responden Deskripsi responden berdasarkan jenis kelamin dan usia disajikan dalam Tabel 5. Pada umumnya dalam analisis ini hanya menghasilkan distribusi dan persentase dari tiap variabel (Notoatmodjo. Adapun variabel yang akan dianalisis adalah perbandingan tekanan darah lansia pada penderita hipertensi sebelum dan sesudah diberikan jus belimbing pada kelompok perlakuan.7%). artinya bahwa satu sampel akan mempunyai dua data pre-test dan post-test.1 di atas membuktikan atau menguji hipotesis yang telah dibuat.1 sebagai berikut : Berdasarkan Tabel 5. PEMBAHASAN Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan tentang Pengaruh Pemberian Jus Belimbing Terhadap Tekanan . Menggunakan uji t-test dependent karena data yang dikumpulkan berasal dari dua variabel yang diduga berhubungan atau berkolerasi. Bila data tidak berdistribusi normal maka statistik yang digunakan untuk menguji hipotesis terhadap tiap variabel dari hasil penelitian. (Sugiyono.05). 2007). Berdasarkan Tabel 5. Penggunaan statistik parametrik bekerja dengan asumsi bahwa data setiap sebagian besar tekanan darah lansia pada penderita hipertensi di Unit Rehabilitasi Sosial Wening Wardoyo Ungaran setelah pemberian jus belimbing dalam kategori sedang yaitu 9 orang (60. Analisa Univariat Analisa univariat yang di lakukan variabel penelitian yang akan dianalisis membentuk distribusi normal. Hal ini berguna untuk komparatif dependent yaitu uji statistik Wilcoxon (Sugiyono. maka menggunakan uji statistik t-test dependent.

disebabkan Bertambahnya umur. Hal tersebut faktor salah resiko satunya umur. dan meningkat dengan bertambahnya umur (Erik.0%). penderita hipertensi berat dalam kategori berat yaitu 3 orang (20. 2004) Berdasarkan hal tersebut memunginkan jika tingkat hipertensi responden responden sebelum kelompok diberikan eksperimen jus pada Unit Gambaran berdasarkan Penderita jenis kelamin di perlakuan Hipertensi belimbing di Unit Rehabilitasi Sosial Wening Wardoyo Ungaran sebagian besar dalam kategori sedang karena Rehabilitasi Sosial Wening Wardoyo Ungaran. Hasil bahwa penelitian menunjukkan dalam faktor berat badan yang gemuk.Darah Lansia Pada Penderita Hipertensi di Unit Rehabilitasi Sosial Wening Wardoyo Ungaran pada bulan April 2012 baik secara univariat maupun bivariat: a. yaitu 9 orang (60.0%). sebagian besar responden kelompok diberikan perlakuan jus belimbing tingkat hipertensi yang diberikan perlakuan belimbing di Unit Rehabilitasi Sosial Wening Wardoyo Ungaran sebagian besar dalam kategori sedang. Hasil penelitian ini mendukung penelitian dari Amsriza (2007) yang menunjukkan bahwa ada pengaruh obesitas terhadap tekanan darah dan kadar glukosa pada lansia. karena semakin meningkat berat badan lansia maka tekanan darah dan glukosa meningkat Gambaran Tekanan Darah hipertensi responden kategori sedang. Analisis Univariat lebih besar Terdapat pada 6-8 % penderita usia >60 tahun lebih banyak pada wanita. penderita hipertensi responden dalam kategori ringan yaitu 3 orang (20. Hal tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar penderita hipertensi yang lebih banyak responden dalam kategori sedang. resiko terkena hipertensi menjadi .0%). Tingkat sebelum hipertensi responden jus Lansia pada Penderita Hipertensi di Unit Rehabilitasi Sosial Wening Wardoyo Ungaran Setelah Dilakukan Pemberian Jus Belimbing Berdasarkan hasil penelitian terhadap penderita hipertensi setelah diberikan jus belimbing di Unit Rehabilitasi Sosial Wening Wardoyo Ungaran.

PENUTUP Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan tentang pengaruh pemberian jus belimbing terhadap tekanan darah lansia pada penderita hipertensi Wening di Unit Rehabilitasi Sosial Wardoyo Ungaran tahun 2012.05 yang berarti Ho ditolak. Hal tersebut ditunjukkan dengan hasil selama pemberian jus belimbing terhadap tekanan darah lansia pada penderita hipertensi di Unit Rehabilitasi Sosial Wening Wardoyo Ungaran sebelum dan sesudah pemberian jus belimbing adalah 0. Hal tersebut salah satunya belimbing terhadap tekanan darah lansia pada penderita hipertensi. sehingga dapat disimpulkan bahwa secara statistik ada pengaruh pemberian jus kegemukan. hipernatriumia. Hal ini didasari oleh dua hasil penelitian terbaru yang dipresentasikan di sebuah konferensi kardiologi di Amerika Serikat (2003).205 dengan nilai p-value lebih kecil dari α =0. Wardoyo Ungaran Hasil uji dependent t-test dengan program pengolahan data SPSS Versi 12. maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut. Hasil penelitian mengonsumsi kismis dan kacang kedelai diyakini tekanan bisa membantu tinggi menurunkan darah (hipertensi) yang dikenal juga sebagai faktor kunci penyakit jantung. b.7%). disebabkan pemberian jus belimbing. Hasil uji-t didapatkan nilai t hitung = 6. retensi air dan garam yang tidak normal.73333.0 mengetahui pengaruh pemberian jus . Dari uraian pernyataan di atas dapat dikatakan bahwa penyebab hipertensi beragam diantaranya merokok.3%). Tingkat perlakuan Rehabilitasi jus hipertensi belimbing Wening responden di Unit Sosial Wardoyo Ungaran sebagian besar dalam kategori ringan. Sebagian besar responden kelompok eksperimen setelah diberikan jus belimbing tingkat hipertensi yang dialami dalam kategori ringan yaitu 11 orang (73. adalah: stress. Analisis Bivariat Hasil Uji Pengaruh Pemberian Jus Belimbing terhadap Tekanan Darah Lansia pada Penderita Hipertensi di Unit Rehabilitasi Sosial Wening E. dikatakan bahwa Ha diterima artinya ada perbedaan tekanan darah pada penderita hipertensi sebelum dan sesudah diberikan jus belimbing pada kelompok perlakuan di Unit Rehabilitasi Sosial Wening Wardoyo Ungaran. belimbing terhadap tekanan darah lansia pada penderita hipertensi Wening di Unit Rehabilitasi Sosial Wardoyo Ungaran.dialami dalam kategori sedang yaitu 4 orang (26.

Tekanan darah lansia pada penderita hipertensi di Unit Rehabilitasi Sosial Wening Wardoyo Ungaran setelah diberikan jus belimbing pada 3.7%) 3. kasih sayang dari-Nya. belimbing menurunkan hipertensi. Pemberian jus belimbing sebagai salah satu alternatif intervensi yang dapat Rehabilitasi Sosial Wening Wardoyo Ungaran Kesempatan diselesaikan. karena atas rahmat dan karunia-Nya. hendaknya perlu dilakukan metode penelitian tentang faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya hipertensi pada usia muda umur kurang dari 60 tahun. Terdapat ada pengaruh pemberian jus belimbing terhadap tekanan darah lansia pada penderita hipertensi di Unit Rehabilitasi Ungaran.000 (< 0. yaitu 4 orang (26.0%) 2. UCAPAN TERIMA KASIH Puji syukur peneliti panjatkan kehadirat Allah SWT. vitamin C kolesterol. Tingkat tekanan darah lansia pada penderita hipertensi di Unit Rehabilitasi Sosial Wening Wardoyo Ungaran sebelum diberikan jus belimbing pada kelompok eksperimen sebagian besar dalam kategori sedang. b.a. Sosial hal Wening tersebut F. maka saran yang dapat diberikan adalah sebagai berikut: 1. tak ada yang mampu menandingi. dan menambah nutrisi. ridho-Nya yang sangat-sangat berarti bagi peneliti.205 dan nilai p-value sebesar 0. kesimpulan kesimpulan yang dapat di ambil dari dimanfaatkan oleh tenaga keperawatan maupun tenaga kesehatan lainnya untuk membantu menurunkan tekanan darah pada semua orang terutama lansia 2. Bagi lansia Lansia dapat menggunakan untuk jus hasil penelitian ini adalah: 1. Bagi Perawat. kelompok eksperimen sebagian besar dalam kategori sedang. yaitu 9 orang (60. Sholawat serta .05). Bagi Peneliti selanjutnya Penelitian lebih lanjut tentang serta dapat menurunkan pengaruh pemberian jus belimbing. Saran Berdasarkan kesimpulan yang telah dikemukakan di atas. Skripsi “Pengaruh Pemberian Jus Belimbing Terhadap Tekanan Darah Lansia Pada Penderita Hipertensi ”dapat dan Di Unit Wardoyo menunjukkan dengan nilai t hitung sebesar = 6.

Kepala Balai Rehabilitasi Sosial "Wira Adhi Kharya" pada Unit Rehabilitasi Sosial "Wening Ungaran. 2.Kep. 3.KHaerunil Ikhwal) yang tiada henti memberikan dukungan baik berupa semangat. Amin Peneliti menyadari bahwa Skripsi ini tidak dapat selesai tanpa kerja keras. M. H. masukan yang atau sifatnya waktu bimbingan masukan hingga Skripsi ini. semangat dan do’a dari berbagai pihak.S. 4. Untuk ayah (Mahrup) Ibu (Hamidah) adik (M.Kes pembimbing I yang selaku telah banyak keterbatasan sehingga Skripsi ini jauh dari kesempurnaan. S. selaku Ketua STIKES Ngudi Waluyo Ungaran. 5.Kp.salam peneliti haturkan kepada Nabi Besar Muhammad SAW. do'a. September 2012 Wardoyo" Ungaran. dan mudahmudahan kita mendapatkan Syafa’atnya di hari akhir.Busairi dan M. M. 6. Dengan segenap ketulusan dan kerendahan hati penulis ingin 7. .Imron Rosyidi. materi dan segalanya dari beliau.M.Zumrotul Choiriyyah. peneliti menyadari kekurangan masih dan menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada : 1. Responden yang telah Peneliti berpartisipasi dalam penelitian ini. 8. dan memberikan bimbingan dan arahan dalam penyusunan Skripsi ini.Kep. Seluruh dosen dan staf pengajar STIKES Ngudi Waluyo Ungaran. Ns. Dalam tersusunnya Skripsi ini. Ns selaku pembimbing meluangkan memberikan II yang telah untuk dan diharapkan adanya kritik dan saran bagi semua pembaca yang ingin memberikan perbaikan membangun. terima kasih untuk semuanya karena kalian adalah sumber inspirasiku. Asaat Pitoyo S.Kes. Semua pihak yang tidak dapat peneliti sebutkan satu persatu yang telah banyak membantu sehingga Skripsi ini dapat terselesaikan dan diujiakan.

(2009). (2002). Jakarta: PT. Jakarta: Medika Bandiyah. St-Louis : Mosby-Year Book Inc Arikunto. Pearce. Lanjut Usia Dan Keperawatan Gerontik.com/2011/11/profil-kesehatankota semarang-2010. Alih Bahasa: Palupi Widyastuti.G. (2009).P. Ekawati. Patricia Ann & Arthur D. Yogjakarta: Medical Book Beevers.Cet. Panduan Gerontologi. (2003). A. (2010) Terapi Hipertensi: Program 8 Minggu Menurunkan Tekanan Darah Tinggi Dan Mengurangi Resiko Serangan Jantung Dan Stroke Secara Alami/robert E. Aziz Alimul .pdf Junaidi Iskandar. Atun. Prosedur Penelitian. (2009). Edisi 4. Rani S. (2009). Metode Penelitian Keperawatan Dan Teknik Analisis Data. Jakarta: Pusat Utama Hidayat. Suatu Prosedur Praktek. Rahmani Astuti . Lansia sehat dan bugar. Bhuana Ilmu Populer Kowalski. Dempsey. A. Dan Pengobatan. Suharsimi. Seri Kesehatan Bimbingan Dokter pada Tekanan Darah. Anatomi Dan Fisiologi Untuk Para Medis. Robert E. (2010) .word . D. Gerontologic Nursing. Bangun. Terapi Jus dan Ramuan Tradisional untuk Hipertensi. Riset Keperawatan Buku Ajar & Latihan. M. Keperawatan Kesehatan Komunitas : Teori dan Praktik Dalam Keperawatan. Jakarta: salemba medika Hardywinoto. Setiabudi.files. Jakarta: EGC Efendi. (2010). Pencegahan. penyunting.T Rineka cipta. S. Jakarta: Dian Rakyat Dempsey. Bantul: Kreasi Wacana. Diperoleh : 1 Juni 2012. (2002). H. A. (2005). penerjemah. (2002). (2002).Hipertensi/ Pengenalan.G. Jakarta: Salemba Medika Niken Widya. 1 Bandung: Qanita. (2010). Jakarta: P. kowalski.DAFTAR PUSTAKA press. Mahfudli. Dari http://dinkeskotasemarang. Profil kesehatan 2010 . Jakarta: EGC Evelyn. Lueckenotte.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful