HALAMAN PENGESAHAN

Laporan Lengkap Praktikum Kimia Organik I dengan Judul Praktikum “Identifikasi Gugus – Gugus Fungsi Senyawa Organik” disusun oleh : Nama Nim Kelompok Kelas : Wahida Latif : 101304006 :I :A

telah diperiksa dan dikoreksi oleh Asisten dan Koordinator Asisten dan dinyatakan diterima.

Makassar, Koordinator Asisten Asisten

Juni 2011

Widiastini Arifuddin, S. Si Si Mengetahui Dosen Penanggung Jawab

Widiastini Arifuddin, S.

Dra. Muhaidah Rasyid, M. Si

I.

JUDUL PERCOBAAN
Identifikasi Gugus – Gugus Fungsi Senyawa Organik

II.

TUJUAN PERCOBAAN
Pada akhir percobaan mahasiswa diharapkan memahami mengenai hal – hal

berikut : 1. 2. 3. Membedakan senyawa organic jenuh dan senyawa organik tak jenuh Membedakan alkohol primer, alcohol sekunder, alcohol tersier Membedakan aldehid dan keton

III.

LATAR BELAKANG TEORI
Senyawa hidrokarbon merupakan senyawa organik yang hanya mengandung

karbon dan hidrogen yang dapat dibedakan atas hidrokarbon jenuh dan hidrokarbon tak jenuh. Alkana digolongkan sebagai senyawa hidrokarbon jenuh, sedangkan alkena, alkuna dan senyawa aromatik termasuk senyawa tak jenuh. Alkana tak mudah bahkan tidak bereaksi sama sekali dengan brom pada suhu kamar dan dalam keadaan gelap, tetapi bila ada cahaya dapat terjadi reaksi substitusi dengan cepat. R– cahaya R–

H

Br

Reaksi ini dapat dengan mudah dikenal dengan hilangnya warna brom dan terbentuknya hydrogen bromida.Berbeda dengan alkana, alkena mudah sekali bereaksi dengan brom melalui reaksi adisi pada suhu kamar sekalipun tanpa cahaya. R– R – CH

Br

Br

(Tim Dosen Kimia Organik, 2011 : 19)

Kompleks campuran piridin dengan kromat anhidrida denganperbandingan 2:1 dalam pelarut non polar memberikan aldehida dengan hasil yang cukup baik. Pereaksi tollens. Beberapa reaksi identifikasi gugus aldehida. Persamaannya sebagai berikut : O R–C–H Aldehid (O) 6 oktanal O R – C – OH asam Mudahnya aldehid teroksidasi digunakan sebagai cara identifikasi adanya gugus aldehid dalam suatu senyawa. alkohol sekunder menghasilkan keton.Untuk alkohol primer. oksidasi dapat dihentikan pada tahap aldehida dengan pereaksi khusus. 2009 : 136 – 137) Dalam kimia karbon.Alkohol dengan paling sedikit satu hidrogen melekat pada karbon pembawa gugus hidroksil dapat dioksidasi menjadi senyawa – senyawa karbonil.Aldehida dapat dioksidasi membentuk asam karbopksilat. H R – C – OH H Alkohol primer R’ R – C – OHoksidator H R–C Aldehid R’ R–C O O OH R–C asam O H keton Alkohol sekunder Alkohol tersier tidak dapat dioksidasi. digunakan . ) 1. oksoidasi diartikan sebagai pembentukan ikatan baru antara atom karbon dan oksigen.Alkohol primer primer menghasilkan aldehida yang dapat dioksidasi lebih lanjut menjadi asam. diantaranya adalah pereaksi tollens dan pereaksi fehling.Oktanol (Rasyid.

Oksidasi aldehida ditandai dengan terbentuknya endapan putih mengkilat dari perak (cermin perak).ion kompleks perak ammonia dalam suasana basa. 2008). digunakan kompleks ditandai dengan terbentuknya endapan merah bata dari O R–C–H+2 larutan biru (Rasyid. 2009 : 163 – 164) +5 O R–C– + dengan ion tartrat. . seperti yang bisa ditemukan misalnya pada asam – asam karboksilat yang mangandung gugus – COOH (Crazevil. Reaksinya : + endapan merah bata Menurut (Fessenden. 2002 : 268) contoh – contoh reaksi pada alkohol primer. Aldehid dan keton termasuk senyawa yang sederhana jika ditinjau berdasarkan tidak adanya gugus – gugus reaktif yang lain seperti –OH atau –Cl yang terikat langsung pada atom karbon digugus karbonil. alkohol sekunder. dan alkohol tersier adalah sebagai berikut : Alkohol primer R X+ R OH Alkohol sekunder O RCH Alkohol tersier O R C R’ OH R CH R’ CH R C R’ R” Aldehid dan keton adalah senyawa – senyawa sederhana yang mengandung sebuah gugus karbonil sebuah ikatan rangkap C = O. Oksidasi .Reaksinya : O R – CH + 2 Ag ( ) 3 O R –C – + 2 Ag + 4 cermin + aldehida ion kompleks perak amonia (tak berwarna) anion asam perak Sedangkan pereaksi fehling.

3. Karena keton tidak memiliki atom hidrogen istimewa ini. IV. maka keton sangat sulit dioksidasi. 2007).Perbedaan antara aldehid dan keton adalah keberadaan sebuah atom hidrogen yang terikat pada ikatan rangkap C = O dalam aldehid. aldehid adalah agen pereduksi yang kuat. Tabung reaksi Rak tabung reaksi Pipet tetes . sedangkan pada keton tidak ditemukan hidrogen seperti ini sebuah aldehid O R ini bisa berupa hidrogen ata gugus hidrokarbon R–C H semua aldehid memiliki satu atom hidrogen terikat pada C = O sebuah keton O R–C R’ kedua gugus R ini harus hidrokarbon misalnya gugus alkil Keberadaan atom hidrogen tersebut menjadikan aldehid sangat mudah teroksidasi atau dengan kata lain. ALAT DAN BAHAN A. itupun dengan mekanisme yang tidak rapi.Hanya agen pengoksidasi sangat kuat seperti larutan kalium manganat (VII) (larutan kalium permanganat) yang bisa mengoksidasi keton. Alat : 1. dengan menulis ikatan – ikatan C – C (Clark. 2.

Gelas kimia 250 mL B. 5. Sikloheksanol OH 12. 4. Larutan Sikloheksena ( Benzena ( n – heptana ( ) ) 0. 8. 6. 9. 5. Gelas ukur 10 mL Botol semprot Stopwatch Erlenmeyer 50 mL Pembakar spiritus Kaki tiga dan kasa asbes 10. Tert – butil alkohol atau tert – butanol (( 11. 8. Etilen glikol 13. 7. 7. 2. 9.5% ) Larutan NaOH 10% Larutan NaOH 1% Larutan NaOH 5% Etanol ( ) ) )3 – C – OH) n – butil alkohol ( 10. 6. 3. Bahan : 1. 2 – naftol .4. Fenol OH 2OH OH 14.

Aseton C 17. n. Kolesterol OH 18. Aquades( 24.15. Korek api 5% 2% ) V. Reagen lucas 21. Asetaldehid 32. 2 . Larutan 27. Sikloheksanon 30. PROSEDUR KERJA 1. Larutan Ag 26. Senyawa Jenuh dan Tak Jenuh .heptaldehid 31. Reagen benedict 23. Resorsinol OH 19. Tissue 33. 2 – Propanol 25. Formaldehid 28. Reagen Bordwell – Wellman 22. Benzaldehid 29. Larutan Fe 20.butanol O 16.

4. Mengocok setiap tabung dengan baik. b. Mengocok setiap tabung dengan baik. 2. a. 5 tetes sikloheksanol pada tabung II dan 5 tetes tert – butanol pada tabung III. .heptana) kedalam tabung I dan 5 tetes sikloheksena pada tabung II 3. 3. 2. 3. 2. dan fenol kedalam 6 buah tabung reaksi yang berbeda. n – butil alkohol. Reaksi dengan Alkali Memasukkan 0. 5. 4. Menambahkan 5 tetes 2 – butanol pada tabung I. 1. Mencatat waktu dari masing – masing tabung yang dibutuhkan untuk mencapai larutan menjadi keruh.5% Mengocok masing – masing tabung dengan baik Mencatat hasil yang diperoleh Alkohol Primer. sikloheksanol. etilen glikol. dan 2 – naftol kedalam 4 buah tabung reaksi yang berbeda.5% kedalam 2 buah tabung reaksi yang berbeda Menambahkan 5 tetes alkana (n . 3. Alkohol Sekunder. 1.a. sikloheksanol. Menambahkan 5 mL NaOH 10% kedalam masing – masing tabung. Mengamati dan mencatat hasil yang diperoleh. 1. 4. 2. Menambahkan 2 mL aquades kedalam masing – masing tabung. 2. Uji Lucas Memasukkan 2 mL reagen lucas ke dalam 3 buah tabung reaksi yang berbeda. Reaksi Hidrokarbon dengan Larutan Permanganat Memasukkan 1 mL 0. Mencatat hasil yang diperoleh. dan Alkohol Tersier Uji Kelarutan Memasukkan 1 mL dari masing – masing senyawa berikut : etanol. Memasukkan 1 mL benzena pada tabung III dan menambahkan 2 mL larutan 0. fenol.5 mL dari masing – masing senyawa berikut : n – butil alkohol. c. 1. tert – butanol.

dan formaldehid) ke dalam masing – masing tabung yang berbeda. Uji Fehling dan Benedict Memasukkan reagen benedict sebanyak 5 mL ke dalam 4 buah tabung reaksi yang berbeda. Mencatat hasil yang diperoleh. Mengamati dan mencatat hasil yang diperoleh. dan 2 – propanol) ke dalam 3 buah tabung reaksi yang berisi 5 mL air. menambahkan 1 tetes reagen Bordwell – Welman pada masing – masing tabung. b. 2. 4. 1. . Mengocok setiap tabung hingga larutan menjadi jernih Sambil mengocok. 3. 5. 1 tetes tert – butanol pada tabung II dan 1 tetes kolesterol pada tabung III 3. sikloheksanon. a. 4. Menambahkan 2 tetes NaOH 5% kemudian mencampurnya dengan baik. Menambahkan setetes demi setetes larutan secukupnya. 4. e. 3. 3. Reaksi Fenol dengan Besi (III) klorida Memasukkan 1 tetes senyawa yang hendak diuji (fenol. 5. Menyiapkan 4 buah tabung reaksi yang berisi reagen tollens. Menggoncang campuran dan memasukkannya sampai terjadi perubahan. Aldehid dan Keton Uji Cermin Kaca Tollens Menyiapkan reagen Tollens Memasukkan 2 mL 5% ke dalam tabung reaksi besar. c. Uji Bordwell – Wellman Memasukkan 1 mL aseton ke dalam 3 buah tabung reaksi yang berbeda. Menambahkan 1 tetes 2 – butanol pada tabung I. a. aseton. 1. pada msing – masing tabung. 1. b. Mengamati dan mencatat hasil yang diperoleh. 2. 2. resorsinol.d. 1. Menambahkan 2 tetes larutan Mengocok tabung dengan baik. Memasukkan 2 tetes masing – masing senyawa yang akan diuji (benzaldehid.

benzaldehid. 1 mL benzena + 2 mL (atas ungu dan bawah ungu) 2. I. dan sikloheksanon) ke dalam 4 buah tabung yang berbeda. c. Sikloheksanol + 2 lapisan (lapisan atas menyerupai minyak dan lapisan bawah keruh) larutan keruh (larut) II. Alkohol Primer. 3. Menambahkan 10 tetes bahan yang akan diuji (formaldehid. n – butil alkohol + . 4. Mengamati perubahan yang terjadi dan mencatat hasil yang diperoleh. aseton. a. Memanaskan campuran selama 3 menit dan mencatat perubahan yang terjadi serta mencatat baunya. Memasukkan keempat tabung ke dalam gelas kimia yang berisi air dan memanaskannya. a. Alkohol Sekunder. 2. dan Alkohol Tersier Uji Kelarutan Tert – butil alkohol + 2 lapisan (lapisan atas menyerupai minyak dan lapisan bawah keruh) III. 1. 1 mL (ungu) + alkana (n – heptana)dikocok (bening) + sikloheksena dikocok2 lapisan (bening) dikocok 2 lapisan (atas bening dan bawah ungu) (atas bening dan bawah hitam) 2 lapisan III. Menambahkan 4 mL NaOH 1% ke dalam labu erlenmeyer. 4. VI. Mencampur campuran dengan baik dan mencatat baunya. Senyawa Jenuh dan Tak Jenuh Reaksi Hidrokarbon dengan Larutan Permanganat 1 mL (ungu) II. HASIL PENGAMATAN 1. 3. I. Kondensasi Aldol Memasukkan 1 mL asetaldehid ke dalam labu erlenmeyer.2.

5 mL NaOH 10% + sikloheksanol larutan coklat muda 2 lapisan (lapisan atas minyak. 1 mL aseton + 1 tetes 2 – butanol Bordwell – wellman – wellman e. lapisan bawah bening) IV. Fenol + II.IV. 2 – propanol + 3. a. Uji Lucas larutan coklat muda (bening) 2 – butanol (bening) + reagen lucas (bening) 13 menit 29 detiklarutan keruh II. larutan bening + 1 tetes larutan kuning. Fenol + b. Etanol + V. I. I. ada endapan larutan bening + 1 tetes larutan hijau muda pekat larutan putih + 1 tetes Bordwell III. 5 mL NaOH 10% + fenol III. Reaksi dengan Alkali larutan bening (larut) larutan bening (larut) larutan bening (larut) 5 mL NaOH 10% + n – butil alkohol larutan bening terpisah menjadi 2 lapisan (benig) II. Tertier butanol (bening) + reagen lucas (bening) 2 detik larutan keruh d. Etilen glikol + VI. Sikloheksanol (bening) + reagen lucas (bening)30menit 52 detiklarutan keruh III. 1 mL aseton + 0.  Aldehid dan Keton larutan merah coklat + larutan bening + Uji Cermin Kaca Tollens + NaOH 2 lapisan (atas keruh dan endapan coklat) + . I. Resorsinol + III. Uji Bordwell – Wellman 1 mL aseton + 1 tetes tert – butil alkohol Bordwell – Wellman II.5 gram kolesterol larutan hijau Reaksi Fenol dengan Besi (III) Klorida larutan bening + larutan bening larutan hitam larutan kuning muda I. 5 mL NaOH 10% + 2 – naftol c.

Uji Benedict 5 mL reagen benedict + 10 tetes formaldehid (biru) (bening) larutan biru larutan biru larutan biru larutan biru larutan biru larutan biru (bening) perak II. 5 mL reagen benedict + 10 tetes aseton (biru) (bening) IV. I. Formaldehid + reagen tollens (bening) (bening) larutan coklat bening larutan coklat dan bening cermin perak larutan coklat dan bening larutan bening dan putih larutan bening dan putih II. PEMBAHASAN 1. Senyawa Jenuh dan Tak Jenuh Reaksi Hidrokarbon dengan Larutan Permanganat Percobaan ini bertujuan untuk menguji ada tidaknya ikatan rangkap yang ditandai dengan perubahan warna yang terjadi.larutan tollens (bening) I. 5 mL reagen benedict + 10 tetes n – heptaldehid (biru) (bening) III. a. juga ubtuk mengetahui senyawa yang diuji termasuk dalam hidrokarbon jenuh atau tak jenuh. 5 mL reagen benedict + 10 tetes sikloheksanon (biru) c. Kondensasi Aldol (bening) larutan biru larutan biru 4 mL NaOH 1% (kuning) + 0.Pada percobaan ini diberikan . Benzaldehid + reagen tollens (bening) (bening) IV. Sikloheksanol + reagen tollens larutan bening dan abu – abu cermin (bening) b.5mL asetaldehid (bening) larutan kuning bening (bau tengik) Larutan orange pekat (bau tengik) VII. Aseton + reagen tollens (bening) (bening) III.

Tidak terjadinya perubahanwarna menunjukkan reaksi tidak berlangsung.Hal ini sesuai dengan teori bahwa alkena bereaksi dengan dalam basa membentuk glikol (senyawa dengan dua gugus hidroksil bersebelahan). antara n – heptana menghasilkan larutan ungu. Alkohol Tersier . oksidator dan reduktor. Ketiganya direaksikan dengan dengan . Hal ini karena benzena termasuk dalam golongan alkana aromatik yang memiliki karakteristik dapat mengalami reaksi substitusi namun diperlukan kondisi yang lebih drastis misalnya konsentrasi dan temperatur lebih tinggi serta dengan katalis yang lain. yaitu n – hepatana. warna ungu dari ion permanganate digantikan oleh endapan hitam dan mangandioksida.Antara benzena dengan menghasilkan larutan ungu. Dari hasil percobaan. Adapun reaksinya : OH 3 +2 +4 kalium sikloheksena permanganat glikol 3 +2 OH + 2 KOH mangan dioksida kalium hidroksida (endapan hitam) Sedangkan reaksi dari n – heptana dan benzena yaitu : + n – heptana kalium permanganat + benzena kalium permanganat 2.Tidak terjadinya perubahan warna menunjukkan reaksi tidak berlangsung. Alkohol Sekunder. basa. Sedangkan yang ditambahkan dengan sikloheksena terjadi perubahan warna menjadi bening dan terdapat endapan hitam. dan benzene. Alkohol Primer.Hal ini karena n – heptana termasuk dalam golongan alkana yang merupakan hidrokarbon jenuh yang tahan terhadap asam.Sewaktu reaksi berlangsung. sikloheksena.perlakuan terhadap 3 sampel.

panjang rantai.Masing – masing ditambahkan 4 mL air.a. Uji Kelarutan Reaksi ini bertujuan untuk menguji kelarutan msaing – masing sampel dalam air. tertier butil alkohol. dan fenol larut dalam air.Etanol. jenis ikatan. sedangkan n – butil alkohol dan sikloheksanol tidak larut dalam air. etilen glikol. fenol. sikloheksanol. Pada percobaan ini larutan yang diuji adalah n – butil alkohol. Senyawa alkohol dengan rantai organik pendek dan fenol merupakan senyawa kimia yang memiliki gugus fungsi hidroksil dan kedua senyawa ini memungkinkan terjadinya ikatan hidrogen antara molekul – melekulnya dan senyawa lain yang sejenis dengan air.Hal ini dipengaruhi oleh panjangnya rantai karbon pada senyawa tersebut.Hal ini karena etanol dan etilen glikol merupakan alkohol dengan rantai organik pendek. Tertier butil alkohol tidak larut sempurna dalam air. etanol dan etilen glikol. Adapun reaksi – reaksinya :  Etanol – OH + O  – C – OH + O tertier butil alkohol  – – – – OH + O butil alkohol OH  + O Sikloheksanol –  + O . Adapapun faktor – faktor yang dapat mempengaruhi kelarutan zat dalam air yaitu kepolaran. hidrogen atau tidak. dan kemungkinan terjadinya senyawa lain.

Pada n – butil alkohol dan sikloheksanol tidak terjadi perubahan warna setelah penambahan NaOH. Reaksinya adalah :  – – – – OH + NaOH + O n –butil alkohol OH  + NaOH sikloheksanol OH  + NaOH fenol OH  2 – naftol + NaOH + O + O natrium naftoleksida c.Hal ini karena senyawa tersebut bersifat asam lemah yang memungkinkan untuk bereaksi dengan NaOH yang bersifat basa kuat. Uji Lucas . larutan yang diuji adalah n – butil alkohol.Hal ini karena alkohol bersifat hampir basa sehingga sukar bereaksi dengan NaOH yang bersifat basa kuat. Reaksi dengan Alkali Pada percobaan ini.OH OH etilen glikol OH  fenol b. fenol.Sedangkan fenol dan 2 – naftol terjadi perubahan warna setelah penambahan NaOH menjadi larutan coklat. sikloheksanol dan 2 – naftol.

Pada percobaan ini. Namun. sekunder. dan tersier terhadap asam kromat. Setelah penambahan reagen lucas pada masing – masing larutan menghasilkan larutan keruh dengan kecepatan yang berbeda. Reagen yang digunakan adalah larutan seng klorida dalam HCl pekat. larutan yang diuji adalah 2 – butanol. Adapun reaksinya :  – – OH 2 – butanol OH  – + HCl – – – + O Cl sec – butil klorida Cl + HCl sikloheksanol + O 1 – klorosikloheksana – –Cl + O  – – OH + HCl tertier butil alkohol tertier butil klorida d. Uji Bordwell – Wellman Uji ini didasarkan pada perbedaan kemampuan alkohol dalam mengalami reaksi oksidasi. larutan yang diuji adalah 2 – butanol. Hasil yang diperoleh yaitu tertier butanol yang paling cepat bereaksi kemudian 2 – butanol dan sikloheksanol.Hal ini sudah sesuai bahwa alkohol primer dan sekunder sangat .Sedangkan tert – butanol menghasilkan larutan berwarna kuning. dan tertier butanol.Hasil yang diperoleh adalah 2 – butanol dan kolesterol setelah direaksikan dengan reagen Bordwell – Wellman menghasilkan larutan berwarna hijau.Hal ini karena tertier butanol merupakan alkohol tersier yang menurut teori lebih cepat bereaksi dibandingkan alkohol sekunder dan alkohol primer.Pada percobaan ini. tert – butanol. sikloheksanol.Sedangkan 2 – butanol dan sikloheksanol merupakan alkohol sekunder.Uji lucas dilakukan untuk membedakan alkohol primer.Uji ini bertujuan untuk melihat kemampuan reaksi alkohol primer. sikloheksanon memiliki rantai karbon yang lebih panjang dibandingkan 2 – butanol yang menyebabkan lebih lambat bereaksi dibandingkan 2 – butanol. alkohol sekunder. alkohol dan tersier berdasarkan kecepatan reaksi. dan kolesterol.

Hal ini karena resorsinol memiliki cincin benzena yang dapat terjadi resonansi atau delokalisasi elektron. Hal ini karena pada 2 – propanol tidak terdapat cincin benzena sehingga tidak memungkinkan terjadinya resonansi. Pada resorsinol setelah penambahan air dan menghasilkan larutan kuning muda (bening). Reaksinya adalah :  – – OH 2 – butanol – +2 – – – O + 2 – butanon  – C – OH + 2 tert – butanol + 2 OH kolesterol e. 2 – propanol tidak mengalami perubahan warna karena 2 – propanol tidak dapat bereaksi dengan .Uji ini dilakukan dalam suatu larutan aseton dengan anhidrida kromat (Cr – IV) di dalam asam sulfat. sedangkan alkohol tersier tidak teroksidasi. Pada fenol menghasilkan larutan baening ketika ditambahkan air dan . atau hijau tergantung struktur fenol atau enol dengan besi (III) klorida. Adapun reaksinya : . resorsinol dan 2 – propanol.Hasil dari reaksi fenol tidak sesuai dengan teori bahwa fenol seharusnya mengalami perubahan warna menjadi merah jambu.Alkohol yang dioksidasi mereduksi kromium menjadi Cr – III yang menimbulkan kekaburan dan berwarna kehijau – hijaun. ungu.Sedangkan pada resorsinol terjadi perubahan warna yang menandakan reaksi berlangsung. Reaksi dengan O + Uji ini digunakan untuk membedakan alkohol dengan alkohol aromatik. sedangkan pada resorsinol menghasilkan larutan hitam.Pada percobaan ini bahan yang diuji adalah fenol.mudah dioksidasi oleh asam kromat.

 – CH – + OH 2 – propanol OH  3 fenol + besi(III) klorida O O Fe + 3 HCl asam klorida senyawa kompleks O OH  + OH resorsinol 3. Adapun reaksinya : 2 + 2 NaOH + + 2 Na . atau bahan uji yang digunakan kualitasnya tidak baik. Aldehid akan dioksidasi menjadi asamnya dan reagem tollens akan direduksi oleh aldehid menjadi perak sedangkan keton tidak dioksidasi oleh reagen tollens.Pada percobaan ini reagen yang digunakan adalah reagen tollens yaitu ion kompleks perak amoniak dalam keadaan basa. a. pada aseton menghasilkan larutan coklat dan bening tanpa cermin perak dan pada sikloheksanon menghasilkan cermin perak. dan sikloheksanon. tabung reaksi yang kurang bersih. benzaldehid. Ketidaksesuaian hasil yang diperoleh karena kesalahan praktikan dalam pencampuran bahan. pada benzaldehid menghasilkan larutan bening dan putih tanpa cermin perak.Pada formaldehid setelah penambahan reagen tollens dan dipanaskan menghasilkan cermin perak. Aldehid dan Keton Uji Cermin Kaca Tollens Uji ini bertujuan untuk membedakan aldehid dan keton.Senyawa yang diuji adalah formaldehid. aseton.Hal ini tidak sesuai dengan teori bahwa benzaldehid yang merupakan gugus aldehid seharusnya menghasilkan cermin perak dan sikloheksanon yang merupakan gugus keton seharusnya tidak menghasilkan cermin perak.

tabung reaksi yang kurang bersih. Adapun reaksi yang terjadi : O O . tidak terjadi perubahan pada semua larutan yang diuji. Kekeliruan tersebut karena kesalahan praktikan dalam melakukan pencampuran bahan. Uji Benedict Uji ini bertujuan membedakan aldehid dan keton dengan melihat kemampuan mereduksinya.Pada percobaan ini. senyawa yang diuji adalah formaldehid. Aldehid dapat bereaksi dengan benedict karena pada aldehid terdapat ikatan C – H yang dapat diubah menjadi ikatan C – O sedangkan pada keton tidak memiliki ikatan C – H. aseton dan sikloheksanon.Hal ini tidak sesuai dengan teori. n – heptaldehid.+ 2 Ag ( ) pereaksi tollens O )2 OH H–C O + 2 Ag + 3 cermin perak + O  H – C – C + 2 Ag ( formaldehid  O C– H + 2 Ag ( benzaldehid O  – C– Aseton  )2 OH O C–O + 2 Ag + 3 cermin perak + + 2 Ag ( )2 OH O + 2 Ag( sikloheksanon ) OH b.Hasil yang diperoleh setelah penambahan reagen benedict dan pemanasan. atau kualitas bahan yang kurang baik. seharusnya formaldehid dan n – heptaldehi yang memiliki gugus karbonil menhasilkan endapan merah bata. Aldehid akan mereduksi ion tembaga(II) menjadi tembaga(I) oksida dan menghasilkan sebuah endapan merah bata dari tembaga(I) oksida.

Adapun mekanisme pembentukannya : O  –C–H asetaldehid O –C + H Asetaldehid akan berkondensasi sesamanya : . +2 +5 Kondensasi Aldol Aldol merupakan senyawa karbon yang dihasilkan dari suatu sintesis senyawa organik dimana memiliki dua gugus fungsi yaitu alkohol ( OH) dan aldehid ( CHO).Nama aldol diambil dari turunan antara aldehid dan alkohol. H–C +2 H formaldehid +5 H–C + +3 endapan merah bata  n – heptaldehid H O – C+ 2 O –C + endapan merah bata O +5 +3  +2 sikloheksanon +5 O  –C aseton c.Setelah NaOH ditambahkan dengan asetaldehid menghasilkan aldol (kuning bening) dan berbau tengik kemudian setelah dipanaskan warnanya menjadi pekat dan berbau tengik. akan terkondensasi sesamanya menghasilkan aldol yang apabila dipanaskan akan menyingkirkan air menghasilkan aldehid tak jenuh yaitu krotonaldehid. Hal ini sesuai teori bahwa bila asetaldehid direaksikan dengan larutan basa yang encer.

Pada percobaan n – heptana termasuk senyawa jenuh. aldehid akan membentuk cermin perak sedangkan keton . uji benedict. Kesimpulan 1. 2. sesuai reaksi : O O –C + – CH – C H H 3 – hidroksil butanol (aldol) krotonaldehid OH – CH – VIII. uji lucas. sekunder dan tersier dapat diidentifikasi dengan reaksi uji kelarutan. Pada uji cermin kaca tollens. dan kondensasi aldol. Hidrokarbon jenuh dan tak jenuh dapat diidentifikasi dan dibedakan melalui reaksi dengan dimana senyawa jenuh sulit teroksidasi sedangkan senyawa tak jenuh mudah teroksidasi. uji Bordwell – Wellman. reaksi dengan alkali(NaOH). sikloheksena termasuk senyawa jenuh dan benzena tidak termasuk dalam golongan jenuh dan tak jenuh namun memiliki golongan sendiri yaitu senyawa aromatik. KESIMPULAN DAN SARAN A. Alkohol primer. reaksi fenol dengan besi(III) klorida. 3.O  –C + H H asetaldehid –C O C – CH – O –C–H O C – CH – –C OH H 3 – hidroksil (aldol) Untuk reaksi yang lebih singkat O O –C – CH – –C H OHH asetaldehid 3 – hidroksi butanol (aldol) Setelah campuran dipanaskan terbentuk krotonaldehid. Aldehid dan keton dapat diidentifikasi dan dibedakan melalui beberapa uji diantaranya uji cermin kaca tollens.

Kondensasi aldol merupakan pembuatan senyawa karbon yang dihasilkan dari suatu sintesis senyawa organik yang memilki dua gugus fungsi yaitu alkohol( B. ) dan aldehid( ). Saran 1. Praktikan lebih memperhatikan kebersihan alat dan kualitas bahan.tidak. 3. 2. Pada uji benedict. Diharapkan kepada praktikan lebih hati – hati dan teliti dalam melakukan percobaan untuk memaksimalkan hasil yang diperoleh dan meminimalisir kecelakaan yang dapat terjadi. aldehid akan membentuk endapan merah bata sedangkan keton tidak. Praktikan harus lebih teliti dalam menentukan warna larutan agar hasil yang diperoleh lebih baik. DAFTAR PUSTAKA .

Mengenal Aldehi dan Keton. Kimia Organik I. http://www. 2009.com.wordpress. Jakarta : Erlangga.org. 2002. Rasyid. Muhaidah. Jim. Kimia Organik. 2011. Makassar : Badan Penerbit UNM. http://hokogeb. 2008.Clark. Makassar : Jurusan Kimia FMIPA UNM. JAWABAN PERTANYAAN . Fessenden. Tim Dosen Kimia Organik. Penuntun Praktikum Kimia Organik I. 2007. Crazevil.chem_is_try. Oksidasi Aldehid dan Keton. Diakses pada tanggal 4 Juni 2011. Diakses pada tanggal 4 Juni 2011.

Alkohol Sekunder. Cara membedakan iso–propil dan benzene secara kimia yaitu dengan reaksi oksidator KMnO4. Antara sikloheksanol dan fenol dapat direaksikan dengan NaOH. OH O-Na+ + NaOH 10% + H2O Fenol lebih asam daripada sikloheksanol karena merupakan alcohol yang bersifat asam lemah.Sedangkan fenol merupakan asam yang lebih kuat daripada alcohol karena ion pengoksidanya distabilkan oleh resonansi. Antara 1-propanol dan 1 heptanol yang sukar larut dalam air adalah 1-hepatnol karena makin panjang rantai alcohol maka tingkat kelarutannya dalam air semakin kecil. . Iso–propil yang merupakan alcohol sekunder akan teroksidasi menjadi aldehid dan lebih lanjut menjadi asamnya. Kelarutan alcohol ditentukan oleh beberaa factor. Alkohol Tersier 2. 3. maka kesetombangan untuk pembentukannya lebih disukai dibandingkan pada ion alkoksida. Fenol akan bereaksi dengan NaOH membentuk garamnya yang larut baik dalam air sedangkan sikloheksanol tidak bereaksi dengan NaOH. Endapan yang berwarna cokelat tersebut adalah MnO4 dengan reaksi : OH + KMnO4 H2O + MnO4+ KOH OH Alkohol Primer. gugus hidroksil alcohol bersifat hidrofil dan percabangan meningkatkan kelarutan. 4.Senyawa Hidrokarbon Jenuh dan Tak Jenuh 1. yaitu bagian hidrokarbon suatu alcohol bersifat hidrofob. Hal ini disebabkan oleh alkohol tidak bereaksi dengan larutan alkali. Sedangkan benzene tidak mengalami oksidasi pada suhu kamar.

metilsiklopentanol.+ Cu2O + 3 H2O fenilhidrazin d) Pembuatan sikloheksanon oksim OH H2O = O + H2N – OH O + H2N – OH NH4OH e) Pengujian iodoform terhadap 2-pentanon O O H2O NO C – OH H2O H 2O H2O = NOH NOH .5. 6. 5 yang tidak teroksidasi dengan reagen Brodweel–Wellman adalah 1. Pengaruh dari reagen Lucas terhadap masing-masing senyawa dimana isobutil alkohol membutuhkan waktu yang terlalu lama untuk bereaksi kemudian 2. Aldehid dan Keton a) Pereaksi Tollens dengan formaldehid O H – C – H + 2 Ag(NH3)-2+ 3 OHb) Pereaksi Fehling dengan heptaldehid O CH3(CH2)5C – H + 2 Cu2+ + 5 OHc) Pembuatan benzaldehid fenilhidrazon O C – H + H2 N N – NH NH C=N HN CH – OH H 2O O H – C – O-+ 2 Ag + 4 NH3+ 2 H2O O CH3(CH2)5C – O. Pada soal no. 7.metilsiklopentanol.metilsiklopentanol dan terakhir adalah 1.

Penggunaan yang praktis dari pereaksi Tollens yaitu membedakan aldehid dan keton. 3-pentanol dengan pentanol Direaksikan dengan menggunakan reagen Luas 3-pentanol akan bereaksi dengan reangen karena merupakan alcohol sekunder sedangkan pentanol akan bereaksi apabila suhu dinaikkan / dipanaskan.3 I – I + CH3 – C – C3H7 8. b. Aldehid dapat mereduksi Tollens menjadi perak sedangkan keton tidak dapat dioksidasi oleh reagen Tolles. benzaldehid akan mereduksi reagen Tollens dan membentuk cermin perak sedangkan keton tidak bias bereaksi dengan reagen Tollens. CH3 – C – C3H4I2+ 3 I2 + 3 I. Benzaldehid dengan asetofenon Menambahkan reagen Tollens. 10. cara membedakan senyawa ini: a. Peranan natrium asetat dalam pembuatan oksim adalah meningkat Cl pada hidroksilamin klorida sebab dalam pebuatan oksim dibutuhkan hidroksilamin. Natrium asetat berperan sebagai katalis dan untuk mempercepat terbentuknya Kristal. .+ 3 H+ Kondensasi aseton dengan benzaldehid yang dikatalis oleh basa O CH3– C – H OH - O O O O CH3– C – H – CH2 – C – H O CH3 – C – CH2 – C – H CH3 – CH2 – CH2 – C – OH 9.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful