P. 1
Definisi Dan Jenis Kalimat Fix

Definisi Dan Jenis Kalimat Fix

|Views: 39|Likes:
Published by Ambar Febriyanti

More info:

Published by: Ambar Febriyanti on Sep 08, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/02/2013

pdf

text

original

DEFINISI DAN JENIS KALIMAT

Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Konsep Dasar Bahasa dan Sastra Indonesia 2 Dosen : Prof.Dr. Retno W,M.Pd.

Oleh

:

Ambar Febriyanti/06 K7112012 3A

PRODI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR (PGSD) FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET

2013

1984:156). kalimat diiringi oleh alunan titinada. Pengertian Kalimat Kalimat adalah satuan bahasa terkecil. Kalimat pendek menjadi panjang atau berkembang karena diberi tambahan-tambahan atau keterangan-keterangan pada subjek. pada predikat. Kalimat dalam ragam resmi. yang mengungkapkan pikiran yang utuh. kalimat dimulai dengan huruf kapital dan diakhiri dengan tanda titik. Dalam Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia (1988) dinyatakan bahwa kalimat adalah bagian terkecil ujaran atau teks (wacana) yang mengungkapkan pikiran yang utuh secara kebahasaan. Misalnya. sedang intonasinya menunjukkan bagian ujaran itu sudah lengkap (Keraf. Dalam wujud tulisan. . “Saya makan nasi.” Defenisi tersebut tidak universal karena kadangkala ada kalimat yang terdiri atas satu kata tetapi maknanya dapat dipahami secara lengkap. atau tanda seru. baik lisan maupun tertulis sekurang-kurangnya harus memiliki S dan P. Kalimat adalah satuan gramatik yang ditandai adanya kesenyapan awal dan kesenyapan akhir yang menunjukkan bahwa kalimat itu sudah selesai (lengkap). mempunyai pola intonasi final dan secara aktual dan potensial terdiri dari klausa. Kalimat adalah satuan gramatik yang dibatasi oleh adanya jeda panjang yang disertai nada akhir naik dan turun (Ramlan. Dari definisi-definisi diatas dapat disimpulkan bahwa kalimat adalah gabungan dari dua buah kata atau lebih yang menghasilkan suatu pengertian dan pola intonasi akhir. dalam wujud lisan atau tulisan. atau pada keduanya. disela oleh jeda. 1981:6). Misalnya: · · Diam! Amin membeli kue di pasar. Sebuah kalimat. dan diikuti oleh kesenyapan yang memustahilkan adanya perpaduan atau asimilasi bunyi.1. Pengertian tersebut sejalan dengan yang dikemukakan oleh Kridalaksana (1982:72) bahwa “kalimat adalah satuan bahasa yang secara relatif berdiri sendiri. harus terdiri atas subjek dan predikat. panjang atau pendek. Dalam wujud lisan. tanda tanya. diakhiri oleh intonasi selesai. Kalimat sebagai satu bagian dari ujaran yang didahului dan diikuti oleh kesenyapan*). Ahli tatabahasa tradisional menyatakan bahwa kalimat adalah satuan kumpulan kata yang terkecil yang mengandung pikiran yang lengkap. misalnya Pergi! (pergi dari sini sekarang juga).

Kedua jenis kalimat tersebut masing-masing terbagi atas beberapa jenis.  Jenis Kalimat tunggal Jenis kalimat tunggal terdiri atas lima macam. SPOK) atau kalimat yang hanya terdiri atas satu klausa. 1988). o Dia melempar mangga. Kelima jenis kalimat tunggal tersebut adalah sebagai berikut. A. yakni kalimat nominal. dan kalimat preposisional (Depdikbud. kalimat dapat dikelompokkan atas dua jenis: (a) kalimat tunggal dan (b) kalimat majemuk. silakan perhatikan skema yang dikemukakan Faisal (2006) berikut. verbal. Untuk lebih mempermudah pemahaman Anda tentang jenis kalimat dan pembagiannya. kalimat ajektival. Contoh: o Dia pergi. Jenis Kalimat Berdasarkan bentuknya. o Budi pergi ke pasar kemarin sore. Misalnya  : Ibuku petani sawah . 1. SPO. Kalimat Tunggal Kalimat tunggal adalah kalimat yang hanya terdiri atas satu pola (SP.2. Kalimat nominal yakni kalimat tunggal yang predikatnya dari kata benda.

2. o Persoalan itu telah diselesaikan oleh Bapak Ketua RW 3. Kakakku tukang kayu. Kalimat intransitif adalah kalimat tunggal yang predikatnya tidak memerlukan objek.. semitransitif. Kalimat semitransitif adalah kalimat tunggal yang predikatnya dari semitransitif. Kalimat verbal terdiri atas lima macam yakni kalimat verbal intransitif. yakni kalimat tunggal yag predikatnya hanya memerlukan objek tanpa diikuti pelengkap. dwitransitif. ekatransitif. Kalimat pasif adalah kalimat tunggal yang predikatnya biasanya darikata kerja berawalan di. misalnya: . misalnya: o Ali membelikan adiknya baju tadi malam o Nurhani memasakkan nasi suaminya kemarin. o Mobil itu dijual oleh Toko Mandala. o Suwarni mendengakan neneknya bicara di kamar d. Kalimat verbal yakni kalimat tunggal yang predikatnya dibentuk dari kata kerja/ verbal. misalnya o Alimuddin kehilangan uang milyaran kemarin o Rumah Pak Desa kemasukan pencuri. b. Kalimat dwitransitif adalah kalimat tunggal yang predikatnya memerlukan objek dan pelengkap. Kalimat ekatransitif.  Ayahku pegawai kantor pajak..misalnya o Saya makan nasi goreng o Ibu mencuci pakaian c. misalya: o Pak Dede belum pergi ke kantor o Ibunya sedang berenang di kolam o Adik-adikku telah belajar matematika. o Ibu Aminah kedatangan tamu dari Jakarta e. misalnya o Rumah itu dibeli oleh Pak Alimin Syahid. Kalimat ajektival yakni kalimat tunggal yang predikatnya dari kata sifat atau ajektival. dan pasif a.

Misalnya :   Jalan itu sangat gelap Apat Belajarlah mereka dengan tekun Kalimat berikut termasuk golongan kalimat berita karena kalimat tersebut memiliki pola intonasi berita. kalimat seru. persilahan. Menurut (Keraf. ajakan. 1982) kalimat tunggal dilihat dari segi maknanya dapat dikelompokkan atas empat macam. Kalimat berita Kalimat berita adalah kalimat yang digunakan bila kita ingin mengutarakan suatu peristiwa atau kejadian yang kita alami dan atau yang dialami orang lain. Saya mau berangkat ke Jakarta besok pagi. Misalnya:    Ali pergi ke Jakarta kemarin. misalnya:  Tempat tinggalnya di Jakarta  Beras ciliwung itu dari Sidrap  Wesel pos ini untuk Miranda Di samping itu.o Buku bahasa Inggrisku sangat tebal. yakni: 1. Misalnya :  Anak-anak sudah bangun? . 2. Jalan itu sangat licin. kalimat tanya. 3. Kalimat preposisional yakni kalimat tunggal yang predikatnya dari kata depan atau preposisi. Kalimat berita berfungsi untuk memberitahukan sesuatu kepada orang lain sehingga tanggapan yang diharapkan berupa perhatian seperti tercermin pada pandangan mata yang menunjukan adanya perhatian. Kalimat tanya. kalimat berita. dan larangan. dan 4. kalimat perintah. dan dalam kalimat itu tidak terdapat kata-kata tanya. Kalimat tanya berfungsi untuk menanyakan sesuatu. o Rumahku besar sekali o Keluarga itu sangat sopan dan bijaksana 4.

Misalnya: o Apa yang kamu cari di sini? o Untuk apa kamu bekerja siang dan malam? o Tentang apa yang masih belum jelas bagimu? b. dan atau menggunakan partikel -kah. yaitu:    mengunakan intonasi tanya. bukan. Misalnya: . Misalnya :   Sudahkah anak-anak bangun? Belum pulangkah ibunya? Terdapat tiga kemungkinan ciri kalimat tanya. Untuk menanyakan manusia: siapa. dengan siapa. Misalnya: o Berapa buku yang Anda perlukan bulan depan? o Berapa banyak uang yang akan kaupinjam sekarang? d. untuk apa. yang maksudnya untuk menanyakan sesuatu. berapa banyak. apa. tentang apa. Ibu belum pulang? Kalimat tanya dapat ditambahkan dengan kata-kata kah. dan bukankah. untuk siapa. Untuk menanyakan benda/hal: apa. Untuk menanyakan jumlah: berapa.    Misalnya: Ibu datang? Kapan Ibu datang? Akankah ibu datang? Jenis kata tanya yang biasa digunakan dalam kalimat tanya dapat dikelompokkan menurut sifatnya. dan atau menggunakan kata tanya. Kah dapat ditambahkan pada bagian kalimat yang ditanyakan kecuali pada S. belajar di Unhas atau di UNM? e. Misalnya: o Mana yang kausenangi. Untuk menanyakan pilihan: mana. sebagai berikut: a. membeli baju atau celana? o Yang mana kau pilih . Misalnya: o Siapa yang kaucari kemarin sore? o Dengan siapa Anda pergi ke Jakarta? o Untuk siapa Anda bekerja keras selama ini? c. dari mana. ke mana. apakah. yang mana. Untuk menanyakan tempat: di mana.

apabila. b. Misalnya: o Mengapa Anda tidak mau menjadi guru? o Apa sebabanya Anda jarang pergi ke kampung halamannya? o Akibat apa yang ditimbulkan jika malas belajar di masa muda? Kalimat tanya terdiri atas tiga macam: a. kalimat yang senilai perintah: bentuknya bertanya tetapi maksudnya menyuruh. Berdasarkan fungsinya dalam hubungan situasi. apa sebab. akibat apa. kapan. yang penting halal. kalimat tanya retoris: kalimat yang menanyakan menggunakan ciri kalimat tanya tetapi tidak perlu dijawab. misalnya “Apakah jendela itu bisa dibuka sekarang?” Kalimat Perintah Kalimat perintah adalah kalimat yang maksudnya menyuruh orang lain melakukan sesuatu.o Di mana engkau akan tiggal bulan depan? o Ke mana Dia akan pergi merantau? o Dari mana Amin pergi baru sekarang kelihatan? f. kalimat perintah mengharapkan tanggapan yang berupa tindakan dari orang yang diajak berbicara. Kalimat ini biasa dipakai orang yang berpidato sebagai cara untuk menarik perhatian pendengar. bilamana. Untuk menanyakan temporal: bila. Untuk menanyakan kausalitas: mengapa. c. Kalimat perintah mempunyai beberapa jenis: 1. . kalimat tanya biasa: kalimat yang benar-benar menanyakan sesuatu. Misalnya:    Buatlah satu kalimat yang berpola SPOK! Pergilah ke rumah kakekmu! Carilah pekerjaan apa saja. Suruhan. Misalnya: o Bila dia selesai studinya di UGM? o Kapan Kamarudin menjadi dosen IPS di UNJ? o Bilamana Hamid menyelesaikan pembangunan rumahnya? g. misalnya: o Pergi dari sini! o Makan obat dahulu baru ke sekolah! o Angkat segera barang itu! Berdasarkan strukturnya kalimat suruh dapat digolongkan menjadi empat golongan.

Misalnya : o Silahkan Bapak duduk di sini! o Silahkan Beristirahat! c. Misalnya : o Mari kita berangkat sekarang! o Ayo kita bermain sepak bola! d.yaitu: a. Kalimat larangan. Memperkenankan. misalnya : o Jangan pergi hari ini! o Tidak boleh pergi pada tengah malam! o Jangan pergi ke pasar! 6. Kalimat persilahan. Permintaan. nanti saya yang jaga di luar! 7. Misalnya : o Datanglah engkau ke rumahku! o Berangkatlah sekarang juga! b. Ajakan. Kalimat suruh yang sebenarnya. Bujukan. misalnya : o Masuklah ke dalam kalau Anda perlu! o Silakan keluarlah jika ada yang mau dibeli! o Disilakan berangkat dahulu! 4. Kalimat ajakan. Misalnya : o Jangan engkau membaca buku itu! o Janganlah engkau menyakiti hati orang! 2. sayang! o Makan bersama neneklah. misalnya: o Tolong bawa surat ini ke kantor pos! o Bisakah Anda buatkan lukisan pemandangan! o Mohon buatkan meja kayu! 3. Larangan. misalnya: o Tidurlah ibu menjagamu. misalnya: . misalnya: o Mari kita bekerja sama-sama! o Ayo kita makan sama-sama! 5. Harapan.

Contoh:    Saya minum teh dan bapak minum kopi. atau kalimat yang di dalamnya terdapat induk kalimat (diterangkan) dan anak kalimat (menerangkan). Karena rasa kagum berkaitan dengan sifat. 1988). Kalimat majemuk bertingkat 3. Kalimat majemuk campuran Kalimat majemuk setara Kalimat majemuk setara terbagi atas empat jenis: yakni kalimat mejemuk setara . yang dimeriahkan oleh para artis nasional. (majemuk campuran) Kalimat majemuk menurut Keraf (1982) terdiri atas atas tiga jenis yakni: 1. Kalimat majemuk Kalimat majemuk adalah kalimat yang di dalamnya terdapat lebih dari satu pola kalimat. SPO + SPO. misalnya: SP + SP. (majemuk setara) Kami sedang makan ketika paman datang kemarin. (majemuk bertingkat) Pak Bupati telah menyelenggarakan sebuah malam kesenian. serta dihadiri para pejabat muspida. Kalimat majemuk setara 2. Contoh: o Alangkah bebasnya pergaulan mereka! o Bukan main bodohnya anak itu! o Sungguh cerdas anak itu! A. maka kalimat seru hanya dapat dibuat dari kalimat berita yang predikatnya adjektiva (Depdikbud.o Mudah-mudahan Anda selamat sampai di tujuan! o Semoga Anda sehat al afiat! o Semoga Anda sukses selalu! Kalimat seru Kalimat seru adalah kalimat yang mengungkapkan perasaan kagum.

Misalnya: o Saya tidak pergi karena sakit. akibatnya sering banjir di hilir Kalimat majemuk bertingkat Kalimat yang terdiri atas dua pola kalimat atau lebih. Misalnya: o Dia mau belajar tetapi diberi hadiah dulu. Ali tetap bekerja di bengkel. akibat. selain pola pola yang sudah ada. maupun. o Hutan di hulu sungai Musi sudah rusak total. baik mutu pendidikan dasar-menengah maupun mutu pendidikan tinggi. o Tuti sangat pintar mejahit lagi pula sangat baik budi o Muhaimin pergi ke pasar serta pergi ke kebun pada hari ini b) Kalimat majemuk setara pemilihan adalah kalimat majemuk setara yang menggunakan kata-kata pengubung atau. Misalnya: o Adi belajar IPS dan Erni belajar IPA.. Misalnya: o Engkau mau pergi ke Jakarta atau mau pergi ke Semarang? o Pemerintah perlu meningkatkan mutu pendidikan. o Alimuddin sering marah kepada siswanya namun demikian tidak sampai dalam hatinya. baik. behubung. dan kalimat majemuk setara sebab. kalimat majemuk setara pemilihan. c) Kalimat majemuk setara perlawanan adalah kalimat majemuk setara yang menggunakan kata penghubung: tetapi. namun. kalimat majemuk setara perlawanan. serta. satu sebagai induk kalimat (diterangkan) dan satu sebagai anak kalimat (menerangkan). lagi pula. Kalimat majemuk bertingkat merupakan kalimat tunggal yang bagian-bagiannya diperluas sehingga perluasan itu membentuk satu atau beberapa pola kalimat baru.penambahan.. padahal. o Kamaruddin tidak masuk bekerja sebab pergi ke kampungnya. d) Kalimat majemuk setara sebab-akibat adalah kalimat majemuk setara yang menggunakan kata penghubung: sebab. karena. o Meskipun sakit jantung.. o Dia kelihatan sehat padahal memiliki penyakit kronis. a) Kalimat majemuk setara penambahan ádalah kalimat majemuk setara yang menggunakan kata-kata penghubung: dan. Misalnya: .

Misalnya: Universitas Negeri makassar telah melaksanakan seminar nasional tentang peningkatan mutu pendidikan. o Pak tani yang rajin itu memberantas hama padi. 1981). yang dihadiri Menteri Pendidikan Nasional. Kalimat majemuk campuran Kalimat majemuk campuran merupakan kalimat yang terdiri atas sebuah pola atasan dan sekurang-kurangnya dua pola bawahan. serta pencinta pendidikan di kota Makassar dan sekitarnya. o Kebersamaan sangat penting bagi rakyat Indonesia agar negara ini semakin maju.o Rumah kami kosong waktu pencuri masuk. Gubernur Sulawesi Selatan. . pejabat tinggi lainnya. atau sekurang-kurangnya dua pola atasan dan satu atau lebih pola bawahan (Keraf.

pdf http://www. 1982.id/othie/PengertianKalimat. Nina. H.ac. Tatabahasa Indonesia. Indonesia.ukdw. EndeFlores: Nusa Indah Kridalaksana.edu/Direktori/DUAL Kalimat lecturer. Jakarta: Gramedia Resmini.net/Rizzty/makalah-semantik-dan-sintaksis-dalam-bahasa-indonesia Keraf.go.DAFTAR PUSTAKA http://pjjpgsd. Gorys. 1982. file.php/1/repository/dikti/Mata%20Kuliah%20Awal/Kajian%20Bahasa% 20Indonesia%20SD/BAC/Unit_5_0.upi.id/file.slideshare.pdf .Sintaksis Bahasa M .pdf dalam Bahasa Indonesia.dikti. M D Widyaningsih. Kamus Linguistik. Novi.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->