P. 1
Ciri

Ciri

|Views: 6|Likes:

More info:

Published by: Viliani Dedes Hilman on Sep 08, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/22/2014

pdf

text

original

Ciri-ciri riset yang baik adalah: 1. Purposiveness, fokus tujuan yang jelas; 2.

Rigor, teliti, memiliki dasar teori dan disain metodologi yang baik; 3. Testibility, prosedur pengujian hipotesis jelas 4. Replicability, Pengujian dapat diulang untuk kasus yang sama atau yang sejenis; 5. Objectivity, Berdasarkan fakta dari data aktual : tidak subjektif dan emosional; 6. Generalizability, Semakin luas ruang lingkup penggunaan hasilnya semakin berguna; 7. Precision, Mendekati realitas dan confidence peluang kejadian dari estimasi dapat dilihat; 8. Parsimony, Kesederhanaan dalam pemaparan masalah dan metode penelitiannya. Penelitian yang dilakukan dengan metode ilmiah disebut penelitian ilmiah. Suatu penelitian harus memenuhi beberapa karakteristik untuk dapat dikatakan sebagai penelitian ilmiah. Umumnya ada lima karakteristik penelitian ilmiah, yaitu : 1. Sistematik Berarti suatu penelitian harus disusun dan dilaksanakan secara berurutan sesuai pola dan kaidah yang benar, dari yang mudah dan sederhana sampai yang kompleks. 2. Logis Suatu penelitian dikatakan benar bila dapat diterima akal dan berdasarkan fakta empirik. Pencarian kebenaran harus berlangsung menurut prosedur atau kaidah bekerjanya akal, yaitu logika. Prosedur penalaran yang dipakai bisa prosedur induktif yaitu cara berpikir untuk menarik kesimpulan umum dari berbagai kasus individual (khusus) atau prosedur deduktif yaitu cara berpikir untuk menarik kesimpulan yang bersifat khusus dari pernyataan yang bersifat umum. 3. Empirik artinya suatu penelitian biasanya didasarkan pada pengalaman sehari-hari yang ditemukan atau melalui hasil coba-coba yang kemudian diangkat sebagai hasil penelitian. Landasan penelitian empirik ada tiga yaitu : a. Hal-hal empirik selalu memiliki persamaan dan perbedaan (ada penggolongan atau perbandingan satu sama lain). b. Hal-hal empirik selalu berubah-ubah sesuai dengan waktu c. Hal-hal empirik tidak bisa secara kebetulan, melainkan ada penyebabnya (ada hubungan sebab akibat). 4. Obyektif, artinya suatu penelitian menjahui aspek-aspek subyektif yaitu tidak mencampurkannya dengan nilai-nilai etis. 5. Replikatif, artinya suatu penelitian yang pernah dilakukan harus diuji kembali oleh peneliti lain dan harus memberikan hasil yang sama bila dilakukan dengan metode, kriteria, dan kondisi yang sama.

meliputi: a. masalah. Kegunaan penelitian Berdasarkan kegunaannya. b. Peneliti biasanya menggunakan penelitian eksplorasi ini untuk mendapatkan pengetahuan yang cukup dalam penyusunan desain dan pelaksanaan kajian lanjutan yang lebih sistematis.com/social-sciences/education/2026144-ciri-ciri-penelitianilmiah/#ixzz2dTPkNzi7 Berdasarkan kepentingannya. Sumber: http://id. penelitian dapat dibedakan kedalam tiga jenis.shvoong. atau wilayah kajian. 2. Tujuan penelitian adalah untuk merumuskan pertanyaan-pertanyaan yang lebih akurat yang akan dijawab dalam penelitian lanjutan atau penelitian kemudian. .Agar bersifat replikatif. Penelitian deskriptif biasanya berfokus pada pertanyaan ”bagaimana (how)” dan ”siapa (who)” (Bagaimana fenomena tersebut terjadi? Siapa yang terlibat didalamnya?) c. Penelitian deskriptif Penelitian deskriptif menghadirkan gambaran tentang situasi atau fenomena sosial secara detil. Penelitian Eksplanatif Tujuan penelitian eksplanatif adalah untuk memberikan penjelasan mengapa sesuatu terjadi atau menjawab pertanyaan ”mengapa (why)”. peneliti memulai penelitian dengan desain penelitian yang terumuskan secara baik yang ditujukan untuk mendeskripsikan sesuatu secara jelas. dan mengapa masyarakat mengalami perubahan. Penelitian Eksploratif Yaitu penelitian yang dilaksanakan untuk menggali data dan informasi tentang topik atau isu-isu baru yang ditujukan untuk kepentingan pendalaman atau penelitian lanjutan. meliputi: a. Penelitian eksploratory pada umumnya dilaksanakan untuk menjawab pertanyaan ”Apa (what)” (Apa sesungguhnya fenomena sosial tersebut?). Pada penelitian ini seringkali menggunakan data-data kualitatif. apa (what) yang menyebabkan hal tersebut terjadi. penelitian dapat dibedakan kedalam dua jenis. mengapa hubungan social mengikuti cara tertentu. Focus penelitian dasar adalah untuk menolak atau menerima teori-teori yang telah memberikan penjelasan mengapa (why) suatu fenomena social terjadi. penyusunan definisi operasional variabel menjadi langkah penting bagi seorang peneliti. Penelitian dasar (basic research) Suatu penelitian disebut sebagai penelitian dasar (penelitian akademik atau penelitian murni) jika penelitian tersebut berguna untuk me mahami “fundamental nature” dari suatu fenomena social atau menyediakan dasar pengetahuan dan pemahaman yang dapat digeneralisir pada berbagai wilayah kebijakan. Dalam penelitian ini.

seperti untuk menjawab persoalan kebijakan atau social problem solving. 1) Action Research Adalah penelitian terapan yang memperlakukan pengetahuan sebagai kekuatan dan menghapus garis pemisah antara penelitian dan tindakan sosial. social impact assesment. Beberapa jenis penelitian terapan.Pelayanan masyarakat (mis.b. Evaluation research mengukur efektivitas dari suatu kebijakan.Dampak ekonomi (mis. Perubahan jenis penyakit) . . Pada penelitian terapan penggunaan teori kurang dipentingkan dibandingkan dengan pencarian solusi untuk masalah yang akan ditangani..Efek terhadap psikologi (mis. . Jenis penelitian ini meliputi formative dan summative. dan evaluation research. Formative evaluation dilaksanakan berbarengan dengan monitoring (built-in monitoring). Penelitian terarapan (applied research) Kegunaan penelitian terapan adalah pemanfaatan atau penerapan ilmu pengetahuan pada isu-isu praktis tertentu. program atau cara melakukan sesuatu. antara lain mencakup: . Smith and Glass (1987: 31) mendefinisikan penelitian evaluasi sebagai “the process of establishing value judgments based on evidence”. Perubahan perilaku. Rata-rata kejahatan) . meliputi: 1) mereka yang dipelajari berpartisipasi dalam proses penelitian.Hasil kesehatan (mis.Lingkungan (mis. business failure rate) . 4) arah penelitian adalah untuk menumbuhkan kesadaran atau meningkatkan keperdulian. stres) 3) Evaluation Research penelitian jenis ini biasanya dilakukan untuk menjawab pertanyaan “apakah kebijakan/program ini bekerja sebagaimana seharusnya?”. 2) Social Impact Assessment Merupakan bagian dari Analisis Dampak Lingkungan (ANDAL) yang seringkali diperlukan untuk menaksir dampak social yang akan timbul atau menganalisis dampak social yang terjadi karena adanya suatu proyek atau penerapan suatu kebijakan tertentu. Wilayah yang dikaji. namun demikian ada beberapa karakteristik yang berlaku umum. maupun eksplanatif. dan 5) penelitian terkait secara langsung dengan tindakan politik. Namun demikian. pada umumnya adalah deskriptif.Kondisi sosial (mis. 2) penelitian berkaitan dengan pengetahuan yang umum atau sudah populer. Sedangkan Summative evaluation dilaksanakan setelah kegaitan selesai dan ditujukan untuk mengetahui hasil dari penerapan kebijakan tersebut.pergerakan penduduk keluar atau masuk suatu wilayah). antara lain: action research. Penelitian ini dapat berbentuk deskriptif. penelitian terapan adalah jenis penelitian deskriptif. 3) fokus penelitian adalah pada kekuatan (power) dengan tujuan penguatan (empowerment). Pada umumnya. Banyak jenis dari penelitian tindakan. speed of policy responses) . eksploratif.Konsekuensi demografi (mis. perubahan kualitas lingkungan kita) . school enrolments.

blogspot.html .com/2010/04/pengertian-tujuan-dan-kegunaan.http://garasighaliya.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->