PETUNJUK TEKNIS
PENYELENGGARAAN DAN TATA CARA MEMPEROLEH DANA BANTUAN OPERASIONAL PROGRAM

PENDIDIKAN KECAKAPAN HIDUP (PKH)

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DIREKTORAT JENDERAL ANAK USIA DINI, NONFORMAL DAN INFORMAL DIREKTORAT PEMBINAAN KURSUS DAN PELATIHAN TAHUN 2012

SAMBUTAN
Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal dan Informal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Kebijakan pembangunan pendidikan nasional diarahkan untuk meningkatkan ketersediaan, keterjangkauan, kualitas, kesetaraan dan kepastian secara efisien dan efektif. Untuk mewujudkan tujuan tersebut maka dalam penyelenggaraan pendidikan nasional bertumpu pada 5 prinsip yakni; 1) ketersediaan berbagai program layanan pendidikan, 2) biaya pendidikan yang terjangkau bagi seluruh masyarakat, 3) semakin berkualitasnya setiap jenis dan jenjang pendidikan, 4) tanpa adanya perbedaan layanan pendidikan ditinjau dari berbagai segi, dan 5) jaminan lulusan untuk melanjutkan dan keselarasan dengan dunia kerja. Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal dan Informal (PAUDNI), sebagai salah satu unit utama di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dalam mewujudkan prinsip tersebut menyediakan berbagai program layanan pendidikan diantaranya program kursus dan pelatihan berbasis Pendidikan Kecakapan Hidup. Arah program kursus dan pelatihan tersebut adalah pembekalan kepada peserta didik dengan berbagai keterampilan untuk dapat bekerja (pekerja) atau usaha mandiri (berwirausaha). Program-program tersebut diantaranya; 1) Pendidikan Kecakapan Hidup (PKH), 2) Pendidikan Kewirausahaan Masyarakat (PKM), 3) Desa Vokasi, dan 4) Bantuan Operasional Lembaga Kursus dan Pelatihan maupun Organisasi Mitra. Misi dan tujuan dari program ini adalah memberikan bekal pendidikan yang bermutu dan relevan dengan kebutuhan masyarakat sehingga setiap lulusan kursus dan pelatihan dapat masuk di dunia kerja dan/atau menciptakan lapangan kerja baru, menghasilkan produk barang dan/atau jasa yang kreatif dan inovatif sehingga mampu memberdayakan potensi lokal untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Dengan demikian maka misi utama dari program ini adalah mengurangi pengangguran dan kemiskinan di Indonesia. Akhirnya, dengan terbitnya petunjuk teknis ini diharapkan dapat dijadikan pegangan bagi seluruh pengelola program PAUDNI dalam penyelenggaraan program-program kursus dan pelatihan.

i

KATA PENGANTAR
Direktur Pembinaan Kursus dan Pelatihan Direktorat Jenderal PAUDNI Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat rahmat dan hidayah-Nya serta kerja keras tim penyusun telah berhasil menyusun petunjuk teknis berbagai program kursus dan pelatihan tahun 2012 yang dapat dijadikan acuan para penyelenggara kursus dan pelatihan. Petunjuk teknis penyelenggaraan program dan dana Bantuan Operasional Program kursus dan pelatihan ini berisi 5 hal yakni; 1) gambaran teknis pelaksanaan program, 2) bentuk-bentuk dukungan dari Direktorat Pembinaan Kursus dan Pelatihan, 3) tata cara memperoleh dana bantuan penyelenggaraan, 4) akuntabilitas penyelenggaraan dan 5) indikator keberhasilan. Dengan demikian para pembaca akan memahami program kursus dan pelatihan, bentuk dan jenis dukungan pemerintah dan tata cara mengajukan dana bantuan dan berbagai konsekuensinya. Dengan terbitnya petunjuk teknis ini kami berharap akan memberikan kontribusi yang positif untuk meningkatkan ketersediaan, keterjangkauan, kualitas, kesetaraan dan kepastian secara efisien dan efektif terhadap penyelenggaraan program kursus dan pelatihan. Oleh karena itu, kami mengajak semua pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan program-program pembinaan kursus dan pelatihan agar bekerja lebih keras lagi untuk mencapai target dan kualitas yang lebih baik lagi di tahun 2012. Untuk mewujudkan hal itu diperlukan dukungan semua pihak untuk memanfaatkan petunjuk teknis tersebut dengan benar, sehingga seluruh program kursus dan pelatihan dapat memenuhi prinsip-prinsip tepat sasaran, tepat penggunaan, bermutu, jujur, transparan, dan akuntabel. Oleh karena itu, kami mengucapkan terima kasih kepada para penyusun yang telah mencurahkan pikiran, waktu, dan tenaganya, sehingga petunjuk teknis ini siap untuk disosialisasikan. Kami menyadari sepenuhnya bahwa tidak ada gading yang tak retak. Oleh karena itu, kritik, usul, atau saran yang konstruktif sangat kami harapkan sebagai bahan pertimbangan untuk menyempurnakan petunjuk teknis tersebut di masa mendatang. Amien.

ii

DAFTAR ISI
SAMBUTAN .............................................................................................. i KATA PENGANTAR ...................................................................................... ii DAFTAR ISI .................................................................................................... iii DESKRIPSI..................................................................................................... v BAB I PROGRAM PENDIDIKAN KECAKAPAN HIDUP (PKH) A. B. C. D. E. F. G. H. I. J. K. L. M. N. O. P. Q. R. BAB II BAB III Latar Belakang ...................................................................... Pengertian ............................................................................. Tujuan ................................................................................... Dasar Hukum ........................................................................ Lembaga Penyelenggara ...................................................... Peserta Didik ......................................................................... Pendidik ................................................................................ Jenis Pendidikan Keterampilan/Vokasi ................................. Pendekatan Program ........................................................... Kurikulum dan Bahan Ajar ..................................................... Sarana dan Prasarana Belajar .............................................. Strategi Pembelajaran ........................................................... Biaya ..................................................................................... Evaluasi................................................................................. Jaringan Kemitraan ............................................................... Hasil Program PKH ............................................................... Indikator keberhasilan ........................................................... Tindak Lanjut ......................................................................... 1 2 3 3 3 4 4 4 4 6 7 7 7 8 8 8 8 8

DUKUNGAN PEMERINTAH (DIREKTORAT PEMBINAAN KURSUS DAN PELATIHAN) ....................................................... 9 TATACARA UNTUK MEMPEROLEH DANA BANTUAN OPERASIONAL PROGRAM PKH A. B. C. D. E. F. G. Pengertian Bantuan Operasional Program PKH ...................... Tujuan Bantuan Operasional .................................................. Lembaga Pengusul dan Persyaratan ....................................... Peserta Didik ........................................................................... Penyusunan Proposal .............................................................. Mekanisme Pengajuan Proposal ............................................. Waktu Pengajuan Proposal ..................................................... 15 15 16 17 17 18 19

iii

.......................... Mekanisme Penilaian Proposal ....... 27 C...... Pakta Integritas .................. L........................ Pernyataan Kesanggupan ...................................................................................................... 29 B........................................................................................................................................................................ J.......................................... Pengendalian Mutu ............... BAB IV Tim Penilai .........H..................................................... Pelaporan ................. 33 LAMPIRAN-LAMPIRAN iv .............................. Indikator Keberhasilan ..... Pertanggungjawaban Mutlak ........ 27 B........................ K................................................ Penyaluran Dana ........................... 27 BAB V INDIKATOR KEBERHASILAN DAN PENGENDALIAN MUTU BANTUAN OPERASIONAL PROGRAM PKH A.................. 20 22 23 24 25 AKUNTABILITAS PENGELOLAAN DANA BANTUAN OPERASIONAL PROGRAM PKH A.................... I........................... Penetapan Lembaga Penyelenggara................ 29 BAB VI PENUTUP .........

Dengan demikian diharapkan mampu melaksanakan dengan benar sesuai tujuan program yang diharapkan.DESKRIPSI ISI BUKU PETUNJUK TEKNIS PENYELENGARAAN DAN TATA CARA MEMPEROLEH DANA BANTUAN OPERASIONAL PROGRAM PENDIDIKAN KECAKAPAN HIDUP (PKH) Buku Petunjuk Teknis penyelenggaraan dan tata cara memperoleh dana Bantuan Operasional Program pendidikan kecakapan hidup (PKH) ini berisi tentang: Bab I : Gambaran pelaksanaan program pendidikan kecakapan hidup berisi tentang proses pelaksanaan program pendidikan kecakapan hidup agar pembaca dapat memahami dan menguasai proses pelaksanaan pendidikan kecakapan hidup. Bab II : Dukungan pemerintah dengan bantuan operasional program berisi tentang bentuk-bentuk dukungan dari pemerintah untuk mendukung program pendidikan kecakapan hidup yang berupa dana bantuan penyelenggaraan. Bab V : Indikator keberhasilan dan pengendalian mutu pengelolaan dana bantuan operasional program PKH. verifikasi dan penetapan lembaga yang memperoleh dana bantuan penyelenggaraan. Bab VI : Penutup v . Bab III : Tata cara memperoleh dana bantuan operasional program PKH berisi tentang persyaratan dan proses memperoleh dana Bantuan Operasional Program dimulai dengan penyusunan proposal. Bab IV : Akuntabilitas sebagai bentuk tanggung jawab lembaga pengusul/penerima dana bantuan penyelenggaraan yang meliputi kesanggupan melaksanakan program sesuai usulan. penyampaian proposal. pendampingan dan dukungan lain yang dapat dimanfaatkan masyarakat. penilaian proposal. bertanggung jawab secara penuh dalam mengelola dana dan program serta mengupayakan untuk tidak melakukan KKN.

.

008 LKP di Indonesia. Penanganan masalah pengangguran akan berdampak pada penurunan angka kemiskinan dan tindak kriminal. yaitu sebanyak 117.Sementara itu. merupakan salah satu aspek yang sangat strategis dalam mendukung program pengentasan kemiskinan dan pengangguran. Pengangguran dan kemiskinan di Indonesia masih cukup besar yang memerlukan perhatian pemerintah. dengan berbagai jenis keterampilan merupakan kekuatan yang sangat besar dalam mendukung pemerintah untuk mewujudkan pengentasan kemiskinan dan pengangguran tersebut.52 juta jiwa dan bekerja paruh waktu sebanyak 21.70 juta jiwa atau 6.37 juta jiwa. dan sikap bagi masyarakat. Berdasarkan kenyataan tersebut.06 juta jiwa. Latar Belakang Peran kursus dan pelatihan dalam memberikan layanan pengetahuan. keterampilan. Program Pendidikan Kecakapan Hidup (PKH) adalah salah satu solusi yang tepat dalam menanggulangi masalah pengangguran sekaligus kemiskinan dan tindak kejahatan.89 juta orang atau 12.1 PROGRAM PENDIDIKAN KECAKAPAN HIDUP (PKH) A. Jumlah penduduk miskin (penduduk dengan pengeluaran per kapita per bulan di bawah Garis Kemiskinan) di Indonesia pada September 2011 mencapai 29. 1 .56% dari jumlah angkatan kerja (15 tahun ke atas). jumlah angkatan kerja setengah menganggur sebanyak 13. Jumlah lembaga kursus dan pelatihan yang jumlahnya mencapai kurang lebih 16. perlu segera dilakukan langkah-langkah strategis melalui pengembangan program yang secara langsung dapat mengurangi pengangguran.36% dari jumlah penduduk Indonesia. Jumlah penganggur terbuka berdasarkan data BPS pada Agustus 2011 sebesar 7.

Direktorat pembinaan Kursus dan Pelatihan pada tahun 2012 telah memprogramkan. inovatif. bakat-minat. Pendidikan Kecakapan Hidup (PKH) bagi Lembaga Kursus dan Pelatihan dan satuan pendidikan lainnya adalah program yang diselenggarakan oleh Lembaga Kursus dan Pelatihan maupun satuan pendidikan lain untuk memberikan kesempatan belajar bagi peserta didik agar memperoleh pengetahuan. sangat diperlukan adanya Petunjuk Teknis Penyelenggaraan Program Pendidikan Kecakapan Hidup yang dapat dijadikan acuan oleh semua pihak yang terkait. bertanggung jawab serta berani menanggung resiko yang dapat dijadikan bekal untuk bekerja atau berwirausaha dalam upaya peningkatan kualitas hidupnya. 2 . serta 4) meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui kegiatan kursus dan pelatihan sehingga memiliki bekal untuk bekerja atau usaha mandiri. Agar Progam Pendidikan Kecakapan Hidup terlaksana sesuai harapan. dan peluang kerja/usaha mandiri yang dapat dimanfaatkan untuk bekerja baik di sektor formal maupun informal sesuai dengan peluang kerja ( job opportunities) atau usaha mandiri. 2) memberdayakan masyarakat perkotaan/pedesaan. Pengertian Menurut Broling (1989) “Life Skills” adalah interaksi berbagai pengetahuan dan kecakapan yang sangat penting dimiliki oleh seseorang sehingga mereka dapat hidup mandiri. kecakapan hidup sehari-hari (daily living skill). Misi dari program pendidikan kecakapan hidup adalah. Broling mengelompokkan Life Skills kedalam tiga kelompok kecakapan yaitu. kecakapan pribadi/sosial (personal/social skill) dan kecakapan untuk bekerja (occupational skill). 3) mengoptimalkan dayaguna dan hasilguna potensi dan peluang kerja yang ada. Penyelenggaraan Program Pendidikan Kecakapan Hidup merupakan upaya nyata untuk mendidik dan melatih warga masyarakat agar menguasai bidang-bidang keterampilan tertentu sesuai dengan kebutuhan. dan memperkuat pelayanan pendidikan kecakapan hidup (life skill) bagi warga masyarakat putus sekolah. melanjutkan.Sehubungan dengan hal di atas. B. 1) mengentaskan pengangguran dan kemiskinan di perkotaan/ pedesaan. keterampilan dan menumbuhkembangkan sikap mental kreatif. menganggur dan kurang mampu (miskin).

dan lembaga pendidikan lain yang menyelenggarakan program kursus atau pelatihan. Peserta Didik Peserta didik Program PKH adalah warga masyarakat yang mengikuti kursus atau pelatihan dibidang keterampilan tertentu sesuai minat dan bakatnya. Direktorat Pembinaan Kursus dan Pelatihan. Lembaga Penyelenggara Penyelenggara Program PKH adalah lembaga kursus dan pelatihan (LKP) yang dibina oleh Dinas Pendidikan. F. Mampu melaksanakan pembelajaran pengetahuan. G. keterampilan. 3 3 . E. tentang Sistem Pendidikan Nasional. Pendidik Pendidik Program PKH adalah: 1. tentang Standar Nasional Pendidikan. Dasar Hukum 1. Memiliki kualifikasi dan kompetensi sesuai dengan bidang keterampilan yang diajarkannya. D. pengetahuan dan sikap peserta didik sesuai dengan minat dan bakatnya sehingga memiliki bekal kemampuan untuk bekerja dan/atau berusaha mandiri dalam rangka meningkatkan kualitas hidupnya. pengembangan sikap dan kepribadian terhadap peserta didik. Undang-undang Nomor 20 tahun 2003. 3. 2. 2. Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2005.C. Peraturan Pemerintah Nomor 17 tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan. Tujuan PKH bertujuan untuk meningkatkan keterampilan.

H. 4 . kompetensi akademik. 7. pasar kerja. Pendekatan Program Program PKH diselenggarakan melalui pendekatan “4 in 1”. dengan langkahlangkah penggalian informasi: a. Jenis Pendidikan Keterampilan/Vokasi Jenis pendidikan keterampilan yang diselenggarakan sesuai kebutuhan masyarakat. misalnya menjadi pekerja perusahaan/industri. kompetensi sosial. Apabila hasil identifikasi jenis keterampilan berpeluang usaha atau bekerja. dunia usaha/dunia industri. 3. Peluang usaha/kerja yang ada sesuai dengan jenis keterampilan yang akan dilatihkan. Analisis Kebutuhan (need assessment) Jenis keterampilan yang dilaksanakan harus berdasarkan atas hasil identifikasi kebutuhan kerja atau peluang usaha. Peluang usaha baru dengan memberdayakan potensi sumber daya lokal. I. 5. Penyelenggaraan Kursus dan Pelatihan Penyelenggaraan kursus dan pelatihan menggunakan kurikulum berbasis kompetensi (Competency Based Curriculum) yang mencakup. salon. kompetensi personal. 2. 6. 4. dll. 1. maka jenis keterampilan tersebut layak diusulkan menjadi program PKH. 2. sesuai dengan alur dibawah ini: 1. dan kompetensi profesional/vocational. b. dan/atau berpeluang membuka usaha mandiri. bengkel.

Beradaptasi dengan kondisi sosial di lingkungan sekitar. obyektif. c. hukum. dan jujur. berfikir dengan logika. Beriman & bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.3. Bersikap terbuka. Menggali ide-ide. Berkomunikasi secara efektif. berakhlak mulia. pendidik/instruktur. kemampuan pengetahuan dasar. melakukan uji coba dibidangnya secara ilmiah. Berkepribadian terpuji. b. 4. J. empatik. dan tidak diskriminatif. 4. dan santun dengan teman sejawat. Kompetensi profesional/vocational. Kompetensi personal: a. Memiliki etos kerja. kemampuan mengambil keputusan. Sertifikasi Setelah peserta didik selesai mengikuti proses pembelajaran. Kurikulum dan Bahan Ajar Kurikulum dan bahan ajar program PKH. sosial dan budaya nasional. Kompetensi sosial: a. b. Kemampuan beranalisis sederhana. 3. dan masyarakat sekitar. b. kemauan untuk mencoba. bersikap adil. Penempatan Kerja Peserta didik yang sudah lulus uji kompetensi (memiliki sertifikat kompetensi) disalurkan ke unit-unit produksi yang ada sesuai dengan keterampilan yang diajarkan atau dibimbing sebagai wirausaha dengan keterampilan yang diajarkan untuk produksi atau jasa yang sesuai kebutuhan pasar atau potensi daerah setempat. minimal meliputi: 1. Berperilaku sesuai dengan norma agama. tanggung jawab. maka yang bersangkutan harus mengikuti uji kompetensi yang diselenggarakan oleh Lembaga Sertifikasi Kompetensi (LSK) bagi jenis keterampilan yang telah ada LSK-nya atau oleh satuan pendidikan yang telah terakreditasi. kemampuan di bidang vokasi tertentu dan memiliki keterampilan mata pencaharian yang mencakup: pemilihan 5 . d. Kompetensi akademik: a. c. 2. dan percaya diri.

Teori. manajemen usaha. dengan asumsi setiap pertemuan selama 4 jam pembelajaran/hari. pemasaran. Biaya Biaya kursus program PKH dapat bersumber dari: 1.bahan dan alat. 6 6 . e. Strategi Pembelajaran Strategi pembelajaran program PKH dilakukan sebagai berikut: 1. 2. Ruang belajar teori dan praktik. Metode pembelajaran: a. Peserta didik. 5. Teori dan praktik dilakukan bersamaan (learning by doing). Waktu yang dibutuhkan untuk menyelenggarakan program PKH disesuaikan dengan bidang keterampilan/ vokasi dan tingkat kompetensi yang harus dicapai peserta didik. K. bakat. d. c. Penelusuran minat. Penempatan kerja/pendampingan usaha. diantaranya: 1. Kurikulum dan bahan ajar PKH disusun dan dikembangkan oleh lembaga yang bersangkutan atau diadopsi/dimodifikasi dari sumber lain sesuai kebutuhan dunia kerja dan/atau usaha mandiri. 3. 2. Modul/bahan ajar. Evaluasi hasil belajar. @60 menit/jam pelajaran. 5 hari per minggu selama 10 minggu. 4. M. dan pengelolaan keuangan. praktik diikuti dengan magang. pelayanan jasa dan produksi. b. Alat peraga L. Ruang dan peralatan praktik sesuai dengan bidang keahlian/keterampilan yang diajarkan. Teori diikuti dengan praktik. Sarana dan Prasarana Belajar Sarana dan prasarana yang digunakan minimal memenuhi persyaratan teknis yang diperlukan dalam proses pembelajaran. Bantuan tidak mengikat (diantaranya dari perusahaan dalam bentuk Corporate Social Responsibility/CSR). RPP/silabus. Pembelajaran kursus dan pelatihan minimal 200 jam pelajaran. dan kemampuan dasar 2.

Minimal 75% lulusan dapat bekerja atau berwirausaha. Minimal 90% peserta didik menyelesaikan program pembelajaran PKH dengan tuntas dan memperoleh sertifikat kompetensi. dalam hal pengembangan program. User (dunia usaha/dunia industri). Banyaknya masyarakat yang memiliki sertifikat kompetensi yang dapat digunakan untuk memasuki dunia kerja maupun merintis usaha mandiri. Jaringan Kemitraan Lembaga kursus dan pelatihan penyelenggara PKH memiliki jaringan kemitraan dengan DUDI. Tindak Lanjut 1.3. Pendampingan atau perluasan usaha. 3. Keberhasilan program PKH ini dimuat dalam website Direktorat Pembinaan Kursus dan Pelatihan sebagai bahan informasi bagi masyarakat atau lembaga lain. Lembaga Sertifikasi Kompetensi (LSK). pemagangan. Bidang PKH yang diselenggarakan/dikembangkan dapat menjadi contoh bagi kelompok atau daerah lain. 2. P. pendampingan dan pendanaan. Kemampuan masyarakat untuk bersaing berskala nasional atau internasional dalam memperoleh pekerjaan di dunia usaha atau industri. Asosiasi Profesi atau lembaga lain yang relevan. 2. N. Bantuan stimulan dari pemerintah atau pemerintah daerah (Bantuan Operasional Program). pengujian. Indikator Keberhasilan 1. 3. 7 . Evaluasi Evaluasi program PKH dapat dilakukan oleh: 1. 2. O. Q. Hasil Program Pendidikan Kecakapan Hidup (PKH) 1. R. 2. proses pembelajaran. penyaluran lulusan. Satuan dan program pendidikan yang sudah terakreditasi.

000. dengan perincian sebagai berikut: 8 8 . untuk 50. BPPNFI). Informasi secara online tentang program PKH dapat diunduh di website Direktorat Pembinaan Kursus dan Pelatihan www.000. yaitu kegiatan publikasi tentang petunjuk teknis yang telah diterbitkan oleh Direktorat Pembinaan Kursus dan Pelatihan. dan DIPA Direktorat Pembinaan Kursus dan Pelatihan Tahun 2012. 3.net atau www. Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional yang mengatur tentang Pemberian Bantuan Operasional Program.id/ kursus 2. Penyediaan bahan ajar. Asosiasi Profesi. Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI).000 peserta didik. dan unsur terkait lainnya.paudni.000. 4. dan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK). diberikan kepada lembaga kursus dan pelatihan atau lembaga pendidikan lain sebagai penyelenggara program PKH. Sosialisasi ini dilakukan kepada UPT (P2PNFI. maka Direktorat Pembinaan Kursus dan Pelatihan menyediakan dana Bantuan Operasional Program Pendidikan Kecakapan Hidup untuk: 1.-. BPKB/SKB.go.kemdiknas. Lembaga Kursus dan Pelatihan. Dinas Pendidikan Provinsi. berupa Standar Kompetensi Lulusan (SKL).infokursus.2 DUKUNGAN PEMERINTAH (DIREKTORAT PEMBINAAN KURSUS DAN PELATIHAN) Sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 17 tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan. Organisasi Mitra. Pembekalan program PKH. Sosialisasi program PKH. Dana bantuan merupakan stimulan untuk penyelenggaraan pembelajaran program PKH yang ada pada Direktorat Pembinaan Kursus dan Pelatihan dan dana dekonsentrasi pada Dinas Pendidikan Provinsi di seluruh Indonesia. Sifat dana ini adalah bantuan sehingga tidak semua komponen dibantu 100%. Total dana Bantuan Operasional Program PKH tahun 2012 secara nasional sebesar Rp 85.

013.267 SASARAN (Org) 1.310 1.700 1.934 1.391.200 1.000 1.295.301.700 1.444 1.033 1.500 666.085 1.800 957.500 270.934 2.700 1.555.850 782 2.000 2.700 1.900 LEMBAGA PENDIDIKAN LAINNYA SASARAN (Org) 434 563 535 392 251 255 159 443 580 420 326 1.900 3.700 JUMLAH (Rp.305 1.000 714. Yogyakarta Jawa Timur BALI Nusa Tenggara Barat Nusa Tenggara Timur Kalimantan Barat LKP ALOKASI 1.000) 1.831 851 760 915 887 SATUAN (Rp.784 1.100 986.500 1.180 855 235 785 365 325 390 380 SATUAN (Rp.700 1.000 9 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 9 .334.227.800 1.000 2.395 1.657.700 1.700 1.700 1.446.700 1.500 552.400 426.507.700 1.500 1.216 1.700 1.700 1.681.500 620.300 753.700 1.300 1.006.800 3.500 663.500 929.500 996.717.307 837 851 529 1.500 1.400 4.616 1.292.000) 1.476 1.700 1.100 2.700 1.700 1.700 1.700 1.000 1.112.700 1.700 1.700 1.700 1.000) 737.700 433.200 629.700 1.700 1.NO SATKER/PROVINSI 1 2 3 4 5 6 7 8 Aceh Sumatera Utara Sumatera Barat RIAU JAMBI Sumatera Selatan Bangka Belitung Bengkulu Lampung Dki Jakarta Banten Jawa Barat Jawa Tengah D.000 1.700 1.000 554.700 1.I.453.873 1.756.754 1.555.354 975 762 2.700 1.200 2.700 1.123.100 909.700 JUMLAH (Rp.500 399.700 1.000) 1.700 1.700 1.010 1.700 1.700 1.249 915 586 596 370 1.000 646.700 1.700 1.700 1.700 1.995 547 1.700 1.088 3.

283.700 1.700 1.700 JUMLAH (Rp.700 1.800 889.067.600 535.800 1.900 2.783.700 1.700 1.700 1.700 1.600 510.489 1.258.000) 1.NO SATKER/PROVINSI 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 Kalimantan Tengah Kalimantan Selatan Kalimantan Timur Sulawesi Utara Gorontalo Sulawesi Tengah Sulawesi Selatan Sulawesi Tenggara Maluku Maluku Utara Papua Papua Barat Kepulauan Riau Sulawesi Barat LKP ALOKASI 977 1.685.891 25.700 1.350 712 993 365 111 428 1.181.014.500 132.000 595.466 755 945 498 695 255 78 300 740 5.500 433.500 3.600 550.000 8.000) 1.700 1.492.400.700 1.700 1.700 1.800 506.000 SATUAN (Rp.049 824 523 597 1.200 1.100 748.700 1.094 1.700 JUMLAH (Rp.109 59.000 56.314.174 747 853 2.300 14.000 SATUAN (Rp.700 1.700 1.700 1.079 1.800 435.500 363.600 187.162.700 1.100 1.700 1.300 1.700 1.500 1.700 1.000 10 Pusat (Ditbinsuslat) 50.500.700 1.700 10 .700 1.000 JUMLAH SASARAN (Org) 684 1.400.700 1.500 846.700 1.100 217.000 LEMBAGA PENDIDIKAN LAINNYA SASARAN (Org) 293 440 350 224 256 628 324 405 214 298 110 33 128 315 2.700 1.000) 498.700 1.055 7.000 1.000 380.700 1.700 1.000) 1.606.200 1.600 1.800 688.000 35.

Lembaga Pendidikan lainnya yang memiliki izin operasional: 11 . Lembaga Pengusul a.d. serta fasilitasi penempatan kerja pada dunia usaha/dunia industri (DUDI) dan/atau berusaha mandiri. C. Memberikan kesempatan bagi masyarakat dengan prioritas usia 18 s. 2. Lembaga Pengusul dan Persyaratan 1. Pemberian Bantuan Operasional Program PKH adalah bantuan dana dari pemerintah untuk mendidik dan melatih warga masyarakat yang telah memenuhi persyaratan tertentu (penduduk usia kerja yang putus sekolah. pengangguran dan kurang mampu) untuk mengikuti program PKH agar menguasai keterampilan fungsional praktis yang dapat dijadikan bekal untuk bekerja baik di sektor formal maupun informal sesuai dengan peluang kerja (job opportunities) yang ada. 7 tahun 2009).3 TATACARA UNTUK MEMPEROLEH DANA BANTUAN OPERASIONAL PROGRAM PKH A. Lembaga Kursus dan Pelatihan yang sudah ber-NILEK b. organisasi. dan usaha mandiri atau membuka peluang usaha sendiri. Pemberian bantuan adalah pemberian sejumlah uang/barang untuk mendukung pengembangan dan penyelenggaraan program Pendidikan Nonformal dan Informal (PNFI) serta penguatan kelembagaan pada lembaga. Tujuan Bantuan Operasional 1. 3. keterampilan serta sikap mental sesuai dengan kebutuhan mereka untuk bekerja atau berwirausaha dan meningkatkan kualitas hidupnya. Memberikan peluang bagi lembaga kursus dan pelatihan maupun lembaga pendidikan lain untuk berpartisipasi dalam pengentasan pengangguran dan kemiskinan. B. Memberikan kesempatan bagi peserta didik untuk mengikuti program kursus berbasis kompetensi. 45 tahun untuk meningkatkan pengetahuan. dan/atau satuan pendidikan penyelenggara PNFI (Permendiknas No. Pengertian Bantuan Operasional Program PKH 1. 2.

2) Diprioritaskan bagi LKP yang NILEK-nya sudah divalidasi atau terakreditasi BAN-PNF dan/atau telah dinilai kinerjanya. 4) Memiliki NPWP atas nama lembaga (bukan NPWP pribadi). SMK/Poltek. Yayasan Pendidikan. 3) Memiliki rekening bank atas nama lembaga (bukan rekening pribadi) yang masih aktif dan disahkan oleh bank yang bersangkutan. 5) Memperoleh rekomendasi dari: a) Dinas Pendidikan kabupaten/kota atau provinsi. Syarat administrasi Bagi lembaga pendidikan lain yang akan mengajukan dana Bantuan Operasional Program PKH: 1) Bagi PKBM harus memiliki Nomor Induk Lembaga PKBM (NILEM) online. b. Persyaratan Penyelenggara a. 12 12 . Syarat administrasi Bagi LKP yang akan mengajukan dana Bantuan Operasional Program PKH: 1) Memiliki Nomor Induk Lembaga Kursus (NILEK) online. Nama lembaga dan alamat yang tercantum dalam rekening harus sama dengan nama dan alamat lembaga. harus memiliki ijin operasional dari instansi yang relevan. 2) Bagi Rumah Pintar. (Setiap lembaga pengusul cukup mendapatkan rekomendasi dari salah satu poin di atas sesuai contoh rekomendasi terlampir). Bagi yang mengajukan ke Direktorat Pembinaan Kursus dan Pelatihan diutamakan berkinerja A atau B.1) 2) 3) 4) 5) 6) PKBM yang ber-NILEM Pondok Pesantren Rumah Pintar Yayasan Pendidikan SMK/Politeknik Balai Latihan Kerja 2. UPTD Provinsi (BPKB). Nama lembaga dan alamat yang tercantum dalam rekening harus sama dengan nama dan alamat lembaga. Nama dan alamat yang tercantum dalam NPWP harus sama dengan nama dan alamat lembaga. Pondok Pesantren. 3) Memiliki rekening bank atas nama lembaga (bukan rekening pribadi) yang masih aktif dan disahkan oleh bank yang bersangkutan. c) UPTD Kab/Kota (SKB). b) Dari UPT Pusat (P2PNFI/BPPNFI).

6) Mampu menyediakan sarana pembelajaran (teori dan praktik) dengan jumlah yang memadai dan sesuai jenis keterampilan yang diusulkan. Peserta didik Kriteria peserta yang layak diusulkan untuk memperoleh dana Bantuan Operasional Program PKH adalah: 1. Warga masyarakat yang menganggur. 5) Memiliki jaringan kemitraan (pemasaran. permodalan dan/atau penempatan lulusan). D. 3. 2. 4) Memiliki pendidik/instruktur sesuai bidang keterampilan yang diusulkan. bukan peserta didik reguler pada lembaga kursus penyelenggara PKH. (Setiap lembaga pengusul cukup mendapatkan rekomendasi dari salah satu poin di atas sesuai contoh rekomendasi terlampir). 7) Sanggup membimbing dan melakukan pendampingan lulusannya untuk memperoleh pekerjaan atau merintis dan mengembangkan usaha. putus sekolah atau lulus tidak melanjutkan (tidak sedang menempuh pembelajaran di sekolah atau program pendidikan kesetaraan). 5) Memperoleh rekomendasi dari: i) Dinas Pendidikan atau dinas yang relevan di tingkat kabupaten/kota atau provinsi. UPTD Provinsi (BPKB). tidak mampu. 13 . Nama dan alamat yang tercantum dalam NPWP harus sama dengan nama dan alamat lembaga. Syarat teknis Semua lembaga yang akan mengusulkan dana Bantuan Operasional Program PKH: 1) Memiliki struktur organisasi yang jelas (masing-masing tanggung jawab jabatan dideskripsikan) 2) Memiliki program kerja yang jelas. 3) Berpengalaman menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan sesuai keterampilan yang diusulkan. ii) Dari UPT Pusat (P2PNFI/BPPNFI). c.4) Memiliki NPWP atas nama lembaga (bukan NPWP pribadi). Penduduk usia kerja prioritas usia 18-45 tahun. iii) UPTD Kab/Kota (SKB). Diprioritaskan peserta didik yang berdomisili di sekitar lokasi kegiatan.

Mekanisme Pengajuan Proposal Pada tahun 2012 diluncurkan 2 (dua) pola pengajuan proposal untuk memperoleh dana Bantuan Operasional Program PKH sebagai berikut: 1. Surat pernyataan kesanggupan menyelenggarakan program. Penyusunan Proposal Lembaga yang berminat sebagai penyelenggara program PKH diharuskan menyusun proposal sesuai format terlampir dalam petunjuk teknis ini. Proposal dilampiri dengan: 1. Pakta Integritas Lembaga.4. 5. Pola Prestasi Pola ini diberlakukan bagi LKP dan satuan pendidikan lainnya yang telah berprestasi dalam menyelenggarakan program PKH tahun sebelumnya dan sudah dilakukan penilaian dengan hasil baik. Memiliki kemauan untuk belajar dan bekerja/berusaha mandiri. Alokasi dana di pusat (Direktorat Pembinaan Kursus dan Pelatihan) maupun di daerah (provinsi) sebanyak-banyaknya 50% dan sudah ditetapkan serta dicairkan dana bantuannya selambat-lambatnya bulan Juni 2012. Lembaga yang ditetapkan melalui pola prestasi bisa melalui salah satu syarat dibawah ini: a. b) proses pelaksanaan sesuai proposal yang diajukan. 7. Profil lembaga penyelenggara. Rekomendasi dari institusi terkait. Rencana program dan jadwal pelaksanaan pembelajaran. 6. Pelaksanaan program PKH tahun sebelumnya (2011) dinilai baik. c) 14 . lembaga F. Memiliki minat dan motivasi untuk bekerja dan/atau berwirausaha setelah mengikuti Program PKH. dibuktikan dengan Surat Pernyataan Kesanggupan untuk mengikuti program sampai selesai. Berkas (bukti fisik/fotocopy) persyaratan administrasi penyelenggara. yang dibuktikan dengan hasil penilaian/monitoring dan evaluasi yang menggunakan sistem online dengan kriteria: a) komponen input sesuai standar. 5. E. Surat Keterangan Tanggung Jawab Mutlak (SKTJM). 4. 3. 2. Penyusunan proposal dimaksudkan untuk memberikan gambaran yang jelas tentang program PKH yang akan dilaksanakan.

Lembaga yang telah ditetapkan dapat langsung melakukan akad kerjasama/MoU. tetapi verifikasi kelengkapan dan kelayakan proposal tetap dilakukan. dan e) Pengadministrasian dilakukan dengan baik dan sudah menyampaikan laporan akhir penyelenggaraan program. Komplek Perkantoran Kemdikbud Jl. 2. Visitasi lapangan tidak diperlukan. d) Penempatan lulusan untuk bekerja atau berusaha mandiri. Jend. b. DAN INFORMAL KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN Gedung E Lantai VI. Pola Kompetisi Lembaga yang tidak memenuhi syarat dalam Pola Prestasi dapat mengajukan proposal untuk memperoleh dana bantuan operasional program PKH melalui pola kompetisi. Sudirman . Lembaga yang ditetapkan harus menyusun proposal sesuai petunjuk teknis kepada Dinas Pendidikan Provinsi atau ke Direktorat Pembinaan Kursus dan Pelatihan. Berkinerja A atau B. dengan prosedur sebagai berikut: a. Jakarta Pusat. Pengajuan proposal dialamatkan kepada: DIREKTORAT PEMBINAAN KURSUS DAN PELATIHAN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI. Ditetapkan oleh Direktur Pembinaan Kursus dan Pelatihan berdasarkan usulan dari tim penilai pusat. NONFORMAL. Menyusun proposal sesuai format terlampir di ajukan kepada: 1) Direktorat Pembinaan Kursus dan Pelatihan (Pusat) Memberikan dana Bantuan Operasional Program PKH kepada seluruh daerah sasaran di Indonesia. 2) Dinas Pendidikan Provinsi Dinas Pendidikan Provinsi memberikan dana Bantuan Operasional Program PKH kepada lembaga penyelenggara yang memenuhi persyaratan pada masing-masing provinsi.pelaksanaan uji kompetensi dan lulusannya sesuai standar yang ditetapkan. Untuk dana dekonsentrasi ditetapkan oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi berdasarkan usulan dari Tim Penilai Provinsi. Terakreditasi baik lembaga maupun program. c.Senayan. Proposal 15 .

Mei 2012 2. Ditjen PAUDNI. dan 3) Melakukan verifikasi lapangan. maka dimungkinkan untuk melakukan periode berikutnya. 16 . September 2012 Jika masih dianggap perlu dan kuota anggaran dana Bantuan Operasional Program PKH masih tersedia. Tim Penilai bertugas: 1) Melakukan penilaian kelayakan jenis keterampilan yang diajukan oleh lembaga pengusul. e. Tim penilai proposal dibentuk dan ditetapkan. Tim penilai proposal terdiri dari: 1. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. d. 4) Direktorat Pembinaan Kursus dan Pelatihan. Periode I : bulan Maret s. G.diajukan kepada Dinas Pendidikan Provinsi (lihat Bab II tabel dana Bantuan Operasional Program PKH). seorang sekretaris dan 3 orang anggota serta didukung oleh tim sekretariat. Waktu Pengajuan Proposal Waktu pengajuan proposal kepada masing-masing Satker diatur sebagai berikut: 1. Struktur tim penilai minimal terdiri dari seorang ketua. Periode II : bulan Juli s. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Tim penilai bekerja setelah mendapat Surat Keputusan dan melaporkan hasil penilaian kepada Direktur Pembinaan Kursus dan Pelatihan. H. c. Tim Penilai Tim Penilai bertugas menilai proposal dari lembaga dengan pola kompetisi. 2) Meneliti kelengkapan dan keabsahan dokumen proposal yang diusulkan.d. Ditjen PAUDNI. Tim Penilai Pusat a. b.d. Tim Penilai terdiri dari unsur: 1) Akademisi. 3) Organisasi Mitra/Asosiasi Profesi. Proposal hanya dapat diajukan kepada salah satu satker saja (pusat atau provinsi). 2) Praktisi. serta bertanggungjawab kepada Direktur Pembinaan Kursus dan Pelatihan.

Tim penilai bekerja setelah mendapat Surat Keputusan dari Kepala Dinas Pendidikan Provinsi setempat paling lambat bulan Maret 2012 dengan tembusan kepada Direktur Pembinaan Kursus dan Pelatihan dan melaporkan hasil penilaian kepada Kepala Dinas Pendidikan Provinsi. yaitu : 1. Kualifikasi dan kompetensi pendidik. sesuai dengan persyaratan pada point C. Mekanisme Penilaian Proposal Penilaian proposal dilaksanakan melalui tiga tahap. Rencana Penggunaan Anggaran Biaya. Tahap Ketiga. Tahap Kedua. c. Evaluasi hasil belajar. f. Tim penilai proposal dibentuk dan ditetapkan. b. seorang sekretaris dan 3 orang anggota serta didukung oleh tim sekretariat.2. serta bertanggungjawab kepada Kepala Dinas Pendidikan Provinsi. Tindak lanjut program. Gambaran pelaksanaan program. Ketentuan pembentukan Tim Penilai Provinsi sebagai berikut: a. seleksi jenis keterampilan yang akan diselenggarakan. penilaian substansi meliputi: Menelaah relevansi kelayakan jenis keterampilan yang akan diselenggarakan dengan: a. d. Tim Penilai di Provinsi Tim Penilai di Provinsi bertugas menilai proposal. Struktur tim penilai minimal terdiri dari seorang ketua. Kriteria peserta didik.2. 4) Dinas Pendidikan Provinsi. b. seleksi administrasi diikuti dengan verifikasi kelengkapan administrasi calon lembaga penyelenggara. Proposal yang memenuhi persyaratan akan dilakukan verifikasi lapangan oleh tim penilai dan petugas yang ditunjuk oleh Direktur Pembinaan Kursus dan Pelatihan untuk di tingkat pusat dan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi untuk di tingkat provinsi. 3) Organisasi Mitra/Asosiasi Profesi. d. 2) Praktisi. g. memverifikasi kelengkapan dan keabsahan dokumen. serta memverifikasi lapangan. 2. Tahap Pertama. Tim Penilai terdiri dari unsur: 1) Akademisi. c. 17 . Sarana prasarana. e. 3. I.

Laporan hasil verifikasi lapangan dibahas dalam rapat pleno yang dihadiri oleh tim penilai. Melakukan proses pembelajaran kepada peserta didik. 6. sekaligus melakukan penjajagan tingkat kemampuan lembaga dalam menyelenggarakan program. Mengadministrasikan dan mendokumentasikan seluruh kegiatan 18 . tim sekretariat serta penanggungjawab kegiatan dan petugas yang melakukan verifikasi. J. Penetapan Lembaga Penyelenggara 1.paudni. untuk menentukan nominasi lembaga calon penyelenggara program yang akan direkomendasikan kepada pimpinan Satker masing-masing.go. Lembaga yang dinyatakan memperoleh dana bantuan operasional program PKH akan dipublikasikan melalui website www.net atau www. kemdiknas. Menyiapkan sarana-prasarana. 5. yang ditandatangani oleh seluruh anggota tim penilai. penilaian substansi. Penetapan lembaga penerima bantuan operasional program PKH di Dinas Pendidikan Provinsi wajib dihadiri oleh petugas dari Direktorat Pembinaan Kursus dan Pelatihan dalam rangka mengkoordinasikan dan memastikan proses penilaian dan penetapan lembaga penerima sesuai dengan petunjuk teknis. pendidik. 2. dan pendampingan lulusan. Lembaga penerima bantuan operasional program PKH tingkat pusat ditetapkan oleh Direktur Pembinaan Kursus dan Pelatihan berdasarkan rekomendasi dari tim penilai tingkat pusat. Verifikasi lapangan bertujuan untuk mengetahui kesesuaian dokumen dalam proposal dengan kondisi sebenarnya. Tahap keempat: verifikasi ke lembaga pengusul.infokursus. kurikulum dan bahan ajar.id/kursus Lembaga yang sudah ditetapkan dan melakukan akad kerjasama wajib untuk: 1. Lembaga yang ditetapkan sebagai penerima bantuan operasional program PKH wajib melakukan akad kerjasama antara pimpinan lembaga dengan Direktur atau Kepala Dinas sesuai SK penetapan dengan menyerahkan daftar calon peserta didik dan jadwal kegiatan sesuai format terlampir. Di tingkat Provinsi ditetapkan oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi setelah memperoleh rekomendasi dari tim penilai tingkat provinsi.4. Melaksanakan kegiatan belajar mengajar sesuai dengan petunjuk teknis (minimal 200 jam pembelajaran untuk kursus dan pelatihan yang terstruktur). melakukan evaluasi. dan rapat pleno hasil verifikasi lapangan dibuatkan Berita Acara Penilaian (BAP). 4. 3. Hasil seleksi administrasi. 2.

Maksimal 2 (dua) minggu setelah dana diterima.000. 19 . 3. 6. Bantuan biaya penyelenggaraan kursus dan pelatihan di lembaga penyelenggara sebesar 80% digunakan untuk honor instruktur. Pemanfatan Dana Besaran dana yang diusulkan digunakan untuk membiayai Bantuan Operasional Program PKH meliputi: a. Menyusun success story bagi peserta didik yang telah bekerja atau berwirausaha dan menyampaikannya kepada Direktur Pembinaan dan Pelatihan atau Kepala Dinas Pendidikan Provinsi. b. bahan ajar/modul. Bagi jenis keterampilan yang belum ada LSK-nya maka. Besar Dana Besar dana yang disediakan oleh pemerintah maksimal Rp. 7. 2.5.per orang baik di tingkat provinsi maupun pusat. biaya tersebut digunakan untuk praktik lapangan. b. manajemen. lembaga penyelenggara segera melaksanakan program/kegiatan pembelajaran sesuai dengan proposal dan akad kerjasama yang telah disetujui. transport peserta. kewajiban pajak. Bantuan biaya uji kompetensi rata-rata sebesar 20% atau disesuaikan dengan jenis dan level uji kompetensi bagi jenis keterampilan yang sudah ada lembaga sertifikasi kompetensi (LSK)-nya.700. penyusunan dan pengiriman laporan. selanjutnya diajukan ke Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) untuk proses pencairan dana bantuan operasional program PKH. Menyetorkan pajak sesuai peraturan yang berlaku. 1. 1. Penyaluran Dana Dana bantuan operasional program PKH ini bersifat stimulan (hanya membantu meringankan dan meningkatkan mutu pembelajaran). Setelah SK penetapan lembaga dan akad kerjasama ditandatangani. Namun besar dana tersebut dapat berubah disesuaikan dengan keterampilan yang diusulkan. K. Menyusun laporan kegiatan serta mengirimkannya kepada masing-masing satker yang memberi dana bantuan penyelenggaraan kegiatan maksimal 2 minggu setelah kegiatan selesai. Pencairan dana Mekanisme pencairan dana dana bantuan operasional program PKH dilakukan sebagai berikut : a.

(3) Masalah dan kendala yang dihadapi. (2) Tanda bukti pengeluaran dana. c) Daftar inventarisasi sarana dan prasarana yang diperoleh melalui bantuan PKH. Laporan akhir meliputi: a) Laporan teknis. Laporan yang asli disimpan oleh lembaga penyelenggara sebagai bahan pertanggungjawaban audit/pemeriksaan. (2) Tingkat keberhasilan program PKH. yang dilampiri dengan bukti-bukti pengeluaran. yaitu laporan penerimaan dana bantuan yang disampaikan paling lambat 10 hari kerja terhitung sejak dana masuk ke rekening lembaga.L. (5) Saran-saran. Sedangkan lembaga penyelenggara program PKH yang menerima dana bantuan dari satker daerah harus menyampaikan laporan kepada Kepala Dinas Pendidikan Provinsi. dengan melampirkan foto copy/print out buku rekening. 20 20 . (3) Tanda bukti pembayaran pajak (pajak pembelian belanja barang operasional dibebankan kepada penjual). 3) Laporan pelaksanaan kegiatan dibuat rangkap 4 (empat). yaitu laporan pelaksanaan program yang disampaikan paling lambat 10 hari kerja setelah selesai melaksanakan Program PKH. 2) Laporan akhir. (sistematika laporan terlampir) b) Laporan keuangan (1) Pembukuan pengelolaan keuangan/dana bantuan PKH. sedangkan 3 (tiga) copy laporan masing-masing disampaikan kepada Satker pemberi dana. Catatan: Lembaga yang pernah memperoleh dana bantuan penyelenggaraan tetapi tidak menyampaikan laporan tidak berhak untuk memperoleh dana bantuan. (4) Upaya penanggulangan permasalahan. yang berisi minimal: (1) Proses pelaksanaan program PKH. dengan ketentuan sebagai berikut: 1) Laporan awal. Pelaporan Lembaga penyelenggara Program PKH yang menerima dana bantuan dari satker pusat harus menyampaikan laporan kepada Direktur Pembinaan Kursus dan Pelatihan.

moral. Apabila melanggar hal-hal yang telah dinyatakan dalam Pakta Integritas akan dikenakan sanksi hukum. Pertanggungjawaban Mutlak Pertanggungjawaban mutlak adalah tanggung jawab lembaga penyelenggara untuk menyelesaikan program sesuai dana yang telah diterima.4 AKUNTABILITAS PENGELOLAAN DANA BANTUAN OPERASIONAL PROGRAM PKH A. dan apabila terjadi penyelewengan menjadi tanggung jawab penuh penerima dana) 21 . C. Pakta Integritas Pakta integritas adalah pernyataan tidak akan melakukan korupsi. dan/atau sanksi administrasi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. (Dana bantuan operasional program yang telah diterima menjadi tanggung jawab sepenuhnya pihak penerima dana. dan nepotisme serta penyelewengan dalam pengelolaan dan penggunaan anggaran. B. kolusi. Pernyataan Kesanggupan Pernyataan kesanggupan adalah surat pernyataan pimpinan lembaga untuk melaksanakan program sesuai dengan proposal yang telah disetujui dan mematuhi ketentuan-ketentuan yang ditetapkan dalam petunjuk teknis pelaksanaan program.

Indikator keberhasilan Bantuan Operasional Program PKH adalah: Minimal 90% dari jumlah peserta didik dapat menyelesaikan program pelatihan dengan tuntas. Kecepatan dan ketepatan dana Bantuan Operasional Program diakses oleh lembaga penyelenggara. Program PKH. atau aparat pengawasan lainnya. B. Minimal 50% dari peserta didik yang lulus program PKH dapat bekerja/berwirausaha. 3. 22 . Indikator Keberhasilan 1. UPT P2PNFI/BPPNFI. dan nepotisme. Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). 4. Monitoring dan evaluasi oleh Direktorat Pembinaan Kursus dan Pelatihan.5 INDIKATOR KEBERHASILAN DAN PENGENDALIAN MUTU DANA BANTUAN OPERASIONAL PROGRAM PKH A. Pengawasan dan pemeriksaan dapat dilakukan oleh Inspektorat Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. kolusi. 5. Pelaksanaan program bebas dari korupsi. Badan Pengawas Daerah (Bawasda). Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dinas Pendidikan Provinsi. Pengendalian Mutu Pengendalian mutu penyelenggaraan Program PKH dilakukan dengan: 1. Dinas Pendidikan Kab/Kota. Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Adanya laporan penyelenggaraan program pelatihan dan keuangan. 2. 2.

net dan/atau www. 23 21 . Sebagai contoh dalam bentuk iming-iming dan surat permintaan dana kepada lembaga.go. Hal-hal yang belum diatur dalam petunjuk teknis ini. 0215725503/5725041.kemdiknas.” Direktorat Pembinaan Kursus dan Pelatihan menyalurkan dana sesuai dengan petunjuk teknis. Dapat juga mengunjungi website: www.6 PENUTUP Petunjuk teknis ini diharapkan dapat menjadi acuan. profesional dan transparan.id atau ditbinsuslat@kemdiknas.co. Apabila ada hal yang belum jelas. akan ditindaklanjuti dengan Surat Edaran atau surat resmi Direktur Pembinaan Kursus dan Pelatihan.paudni. Kami memberitahukan kepada semua lembaga pengelola dana bantuan operasional Program PKH bahwa ”jangan tergiur oleh berbagai rayuan yang modusnya penipuan agar memperoleh dana Bantuan Operasional Program PKH oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Fax. email: ditbinsus@yahoo. dapat menghubungi langsung ke Direktorat Pembinaan Kursus dan Pelatihan dengan nomor Telepon 021-5725503.go. mengorganisasikan.infokursus.id/kursus.id. melaksanakan dan mengendalikan pengelolaan dana bantuan operasional Program PKH. rujukan dan petunjuk bagi semua pihak yang berkepentingan dalam merencanakan.

Dinas Pendidikan Provinsi ……… 24 .………………………………………….Lampiran 1 FORMULIR PENGAJUAN DANA BANTUAN OPERASIONAL PROGRAM PENDIDIKAN KECAKAPAN HIDUP (PKH) ……………. JENIS KETERAMPILAN YANG DISELENGGARAKAN Nama dan Alamat Lembaga ………………………………….. DIAJUKAN KEPADA: Pilih satker yang dituju: 1.. Direktorat Pembinaan Kursus dan Pelatihan Ditjen PAUDNI 2..

5.A. 10. PERSYARATAN 1. Telepon/HP Faksimile Email B. Provinsi. NILEK Hasil Penilaian Kinerja Nama Pimpinan Lembaga Izin Pendirian lembaga (nomor dan tahun) Izin Operasional yang masih berlaku (nomor dan masa berlaku) Alamat lengkap lembaga (Jalan. NPWP atas nama lembaga 4. 9. 25 . 8. Rekening bank yang masih aktif atas nama lembaga 5. Kabupaten/Kota. 6. 4. Surat Pernyataan Kesanggupan KELENGKAPAN Ada Ada Ada Ada Ada Ada Ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada Dokumen administrasi nomor 1-5 dilampirkan foto copy. Rencana penempatan lulusan (job order dan/atau pendampingan usaha mandiri bagi lulusan) 6. IDENTITAS LEMBAGA 1. Rekomendasi dari Dinas Pendidikan atau instansi terkait di tingkat Kabupaten/Kota atau Provinsi 7. Izin Operasional dari Dinas Pendidikan atau Dinas Terkait (pertama dan terakhir) 2. Akte Notaris pendirian lembaga 3. Nama Lembaga 2. 7. Kode Pos) No. 3. dan dokumen nomor 6-7 harus dilampirkan aslinya. DOKUMEN ADMINISTRASI (DILAMPIRKAN) NO.

KONDISI LINGKUNGAN LEMBAGA PENGUSUL NO. 3……………………………………………………… … 4……………………………………………………… … c 3 Jenis usaha yang paling banyak dilakukan oleh masyarakat KONDISI DU/DI Jenis DU/DI yang membutuhkan tenaga kerja 26 ... 1 a DATA SUBSTANSI DATA KEPENDUDUKAN Berapa jumlah penduduk 1. 7. 2. 8. Kota besar Kota kecil Pinggiran kota Perdesaan Pesisir pantai Pegunungan Perbatasan dengan negara lain . 3.C. Kecamatan. Kecamatan. Jumlah penganggur di wilayah saudara (Kabupaten/Kota. 5. 6.. atau Desa/ Kelurahan) dan sebutkan sumber datanya. 4. b Jumlah penduduk miskin di wilayah saudara (Kabupaten/ Kota. 3. Kabupaten/Kota …………… jiwa Kecamatan dimana lembaga saudara berada…… Jiwa Desa/Kelurahan dimana lembaga saudara berada……………… jiwa KETERANGAN c 2 a b Potensi produksi unggulan (barang dan jasa) di daerah saudara 1……………………………………………………… 2……………………………………………………… . 2. KONDISI LINGKUNGAN Lokasi lembaga anda berada (pilih salah satu) 1.. atau Desa/ Kelurahan) dan sebutkan sumber datanya.

........................................................................................................................... PENDIDIK a Jumlah pendidik keterampilan yang ada/dimiliki lembaga (lampirkan CV) ………............................................. c PESERTA DIDIK Rekruitmen calon peserta didik Sudah Jumlah peserta didik yang diusulkan …………………............................................................. .............................................................................................................................................. ......................................... ..................................................................... KETERANGAN 2 a................................................................................................................................................................................................................................................. .............................. Orang Latar belakang pendidikan peserta didik yang diusulkan Latar Belakang Pendidikan Jumlah Tidak/belum tamat SD SD atau sederajat SLTP atau sederajat SLTA atau sederajat Jumlah Cara merekrut calon peserta didik (jelaskan) ................................................................................................................................................................................................ ..................... SUBSTANSI NO...................... b....................................................................................D............................. ................................................................. .................................................... .................. .......... orang Belum d 3 27 ........................... 1 a b DATA SUBSTANSI JENIS KETERAMPILAN Jenis keterampilan yang diusulkan Alasan mengusulkan jenis keterampilan tersebut: .......................................................................................... ............................................................................................................................................................................................................

............................................................ kondisi …………………… status kondisi …………………… status kondisi ……………………status kepemilikan b 6 a b Perbandingan sarana yang dimiliki 1 : …………................ Bulan ………….... Ketua Pelaksana : ……………………………… sekretaris : ………………………………………… seksi-seksi: ………………………………………… Jawab: 5 a SARANA DAN PRASARANA Sarana dan prasarana yang dimiliki untuk menyelenggarakan program.................... 3…………………………………… kepemilikan……………………. 1…………………………………… ……………………............................................. 3......................b c Jumlah pendidik kewirausahaan yang ada/dimiliki lembaga (lampirkan CV) ……….. Bulan …………....... 4............. orang Asal pendidik (sebutkan dari lembaga sendiri atau institusi lain yang relevan): 1.................. tahun………… Tgl ……….................................. 2............ PELAKSANA PROGRAM Memiliki tim khusus yang dibentuk oleh lembaga pengusul Memiliki Surat Tugas/Surat Keputusan pelaksana yang dibuat oleh ketua lembaga pengusul Susunan nama pelaksana (lampirkan) ya ya tidak tidak 4 a b c 1...... 2…………………………………… kepemilikan……………………. Penanggung …………………………..... 2......... Peserta dengan jumlah peserta dalam satu kelompok belajar GAMBARAN PELAKSANAAN PEMBELAJARAN KURSUS DAN PELATIHAN Rencana pelaksanaan program dimulai Rencana program berakhir Tgl ………................................... tahun………… 28 ..................... 3...............

.......................... 6............. Dibuat di…………………....................................................... 4............... 3..................................... Pimpinan Lembaga....................................c Materi kursus dan pelatihan yang akan dibelajarkan....................... 1.......... 7... Nama & cap lembaga 29 .......................................... d 7 a b 8 a b 9 a b c Jelaskan tahap dan bentuk evaluasi yang akan dilakukan EVALUASI / UJI KOMPETENSI Rencana pelaksanaan evaluasi/uji kompetensi Lembaga pelaksana evaluasi/uji kompetensi PENEMPATAN LULUSAN Rencana penempatan lulusan untuk bekerja Rencana pembentukan usaha mandiri bagi lulusan DANA YANG DIUSULKAN Jumlah dana yang diusulkan Penggunaan dana (lampirkan RAB) Sumber dana lain yang mendukung (kalau ada sebutkan) ada tidak Rp ………………….............................................................................. 2................................. 5.................................................................................................

... dengan ini kami memberikan rekomendasi kepada: Nama lembaga : ....... ..................................... rekomendasi ini diberikan untuk digunakan sebagaimana mestinya........ Fax... Untuk ikut berkompetisi sebagai calon penyelenggara program Pendidikan Kecakapan Hidup (PKH) dengan jenis keterampilan yang akan dilaksanakan .......................................... Nama lengkap NIP........... 30 .................... Kami memberikan rekomendasi karena lembaga ini telah memenuhi syarat kelengkapan yang diperlukan.......... Nama pimpinan lembaga: ...............................................................Lampiran 2 Contoh Rekomendasi KOP SURAT DINAS ……….............................................. Demikian........... .............................. Selain itu program kursus dan pelatihan yang diusulkan............ Alamat lembaga : ....................... Telp.................. REKOMENDASI Nomor: ................ ....... Berdasarkan hasil verifikasi terhadap lembaga dan dokumen proposal yang diajukan. hasilnya diharapkan sangat bermanfaat bagi masyarakat serta dapat dipertanggungjawabkan.............. ................................... .2012 Tanda tangan dan cap stempel lembaga Pemberi rekomendasi..............................

Lampiran 3 Format Data Calon Peserta Didik (disampaikan pada waktu penandatanganan akad kerjasama) DAFTAR PESERTA DIDIK PROGRAM PKH BAGI LEMBAGA KURSUS DAN PELATIHAN Nama Lembaga Alamat Lembaga Jenis Keterampilan Kab/Kota Provinsi N0 1.……….. Dst.) 31 . ………………. Ketua Penyelenggara NAMA : : : : : L/P Pendidikan terakhir ALAMAT NAMA ORANG TUA (…………………. 5.. 9.. 2.. 6.. 3. 7. 4. 8.

4. 5. HARI/TGL : : : : WAKTU MATERI AJAR PENDIDIK ……………….………. 3.. 2. 9. 6 7 8...Lampiran 4 Format Jadwal Pembelajaran (disampaikan pada waktu akad kerjasama) JADWAL PEMBELAJARAN PROGRAM PKH Nama Lembaga Alamat Lembaga Kab/Kota Provinsi N0 1. Dst..) 32 .. Ketua Penyelenggara (………………….

..................Lampiran 5 Contoh Surat Pernyataan (SURAT PERNYATAAN LEMBAGA PENERIMA BANTUAN OPERASIONAL) Dilakukan pada saat akad kerjasama KOP LEMBAGA SURAT PERNYATAAN Yang bertanda tangan di bawah ini saya Nama : Tempat dan tanggal lahir : Pekerjaan : Jabatan dalam Lembaga : Alamat Rumah : Alamat lembaga : Sesuai dengan proposal yang diajukan. Tanda Tangan Materai Rp............000.......... saya menyatakan: 1. tanpa paksaan dari pihak lain dan penuh rasa tanggung jawab...) 33 . Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Apabila lembaga kami mendapatkan dana Bantuan Operasional Program PKH... 2... Non Formal dan Informal.... Bersedia menyampaikan laporan pelaksanaan program dan pemanfaatan dana bantuan kepada Direktur Pembinaan Kursus dan Pelatihan atau Dinas Pendidikan Provinsi........ lembaga kami siap untuk menyelenggarakan program PKH dengan menggunakan dana bantuan penyelenggaraan yang diberikan oleh Direktorat Pembinaan Kursus dan Pelatihan... Yang menyatakan... Pimpinan Lembaga/Organisasi .dan stempel lembaga (.. Melakukan koordinasi dengan Dinas Pendidikan setempat untuk mendapatkan bimbingan dan pengarahan....... Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini..... ……………………………..... Sanggup memanfaatkan dana sesuai dengan petunjuk teknis yang telah ditetapkan dan peraturan yang berlaku.... …………………………………….. 6..... Pernyataan ini dibuat dengan sadar. 3.

Korupsi. 2. ……………………. 4. bln. dan akuntabel dengan mengerahkan segala kemampuan dan sumber daya secara optimal. 6. dan/atau sanksi administrasi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. profesional. (materai Rp. 3. transparan. ………….Lampiran 6 Contoh Pakta Integritas Dilakukan pada saat akad kerjasama PAKTA INTEGRITAS PENYELENGGARAAN PROGRAM PKH Dalam rangka Pengelolaan Dana Bantuan Operasional Program PKH pada Direktorat Pembinaan Kursus dan Pelatihan.-) ……………………. menyatakan bahwa: 1.. 34 . dan Nepotisme (KKN). Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini. Nonformal dan Informal yang bertanda tangan di bawah ini. Tidak akan melakukan praktik Kolusi.. moral. Melaksanakan tugas secara bersih. pelaksanaan dan penyelesaian program. kami bersedia dikenakan sanksi hukum. thn) Pejabat Pembuat Komitmen Penyelenggara. untuk memberikan hasil kerja terbaik mulai dari perencanaan.000. Sanggup melaporkan kepada pihak yang berwajib/berwenang apabila mengetahui ada indikasi KKN di dalam Pengelolaan Dana Bantuan Operasional Program PKH ini. (tgl. Apabila melanggar hal-hal yang telah dinyatakan dalam Pakta Integritas ini.

Apabila terjadi penyelewengan dalam penggunaan Dana Bantuan Operasional Program PKH tersebut menjadi tanggung jawab saya sebagai penerima dana. Nonformal dan Informal menjadi tanggung jawab saya sepenuhnya sebagai pihak penerima dana. …………………. 3. 6. Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini. 5. Saya sebagai ketua lembaga penerima Dana Bantuan Operasional Program PKH tersebut bertanggung jawab untuk melaksanakan/menyelesaikan program sesuai dana yang telah diterima.000. 4. (tgl. 2. Apabila terbukti menyalahgunakan dana Bantuan Operasional Program PKH ini. thn) Yang menyatakan (materai Rp. moral. kami bersedia dikenakan sanksi hukum.Lampiran 7 Contoh Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM) Dilakukan pada saat akad kerjasama KOP SURAT SURAT PERNYATAAN TANGGUNG JAWAB MUTLAK PENGELOLAAN DANA BANTUAN OPERASIONAL PROGRAM PKH Saya yang bertanda tangan dibawah ini: Nama : Nama Lembaga : Jabatan : Alamat : Menyatakan dengan sesunguhnya bahwa: 1.-) (Nama lengkap) 35 . bln. Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenar-benarnya. Apabila dikemudian hari terdapat kelebihan atas pembayaran maupun perhitungan Dana Bantuan Operasional Program PKH tersebut. Dana bantuan yang telah diterima untuk Penyelenggaraan Program PKH dari Direktorat Pembinaan Kursus dan Pelatihan. kami bersedia untuk menyetorkan kelebihannya ke Kas Negara. dan/atau sanksi administrasi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

………………………………………. LAPORAN PELAKSANAAN PROGRAM PKH …………………………………………………. BAGI ……………………………………… DI ………………………………….Lampiran 8 SISTEMATIKA LAPORAN COVER WARNA MERAH. 36 . …………………………………………………………... NAMA DAN ALAMAT LEMBAGA: …………………………………………………………………….

b.. Instruktur Jumlah Instruktur Kompetensi yang dimiliki KETERANGAN Rp …………………………………………. b. c. a. …………………………………………………………… 3. dan kondisi) 37 . INPUT NO. Terdiri dari: Bantuan Operasional Program sebesar Rp. Penggunaan Anggaran a. a. 5. 5. Waktu dana diterima c. orang a. …………………………………………………………… b. IDENTITAS LEMBAGA 1. Komposisi pengunaan dana (lampirkan perincian laporan keuangan dan bukti-bukti pengeluaran) 2. a. a.. 4. …………………………. …………………………………………………………… c. (… %) Uji kompetensi/praktik kerja sebesar Rp………… (…. %) . Tanggal … bulan … tahun 2012 Rp ……………………………………………. kapasitas. 4. …. Pemilik Lembaga Pengelola program lampirkan nama. Kurikulum dan Bahan Ajar Standar kurikulum yang digunakan Bahan ajar yang digunakan Tempat pelaksanaan Lokasi kegiatan Kondisi lokasi pelaksanaan Sarana dan Prasarana yang Digunakan Status kepemilikan sarana prasarana kegiatan Jumlah ruang yang digunakan untuk pelaksanaan kegiatan Kondisi ruang yang digunakan untuk pelaksanaan kegiatan Sarana prasarana yang digunakan (jumlah. b. : B. Nama Lembaga 2. …………………………. …………………………. struktur organisasi dan uraian tugasnya. b.A.. Bidang keterampilan yang diselenggarakan : : : : Daftar nama pengelola: a.. Alamat 3. b.. Jumlah dana yang diterima b.. d. c.. ASPEK 1.

Jumlah peserta didik yang berusaha mandiri Jumlah peserta didik yang bekerja ……… orang. … perempuan ……… orang. nasional/LSK. HASIL KEGIATAN 1.6. Persiapan a. ………. atau lainnya) Proses penempatan lulusan Proses dan jadwal pendampingan/ penempatan Rencana pemandirian usaha Penempatan lulusan ke dunia usaha/industri Tanggal…bulan…tahun 2012 sampai dengan tanggal … bulan tahun 2012 Satu pertemuan …. PROSES PELAKSANAAN 1.. a. Persentase teori dan praktik Proses evaluasi dan sertifikasi Tempat pelaksanaan evaluasi Waktu pelaksanaan evaluasi Bentuk ujian yang diikuti (lokal/lembaga. … perempuan ……… orang.% teori D. c. 2. internasional.% praktik.jam Satu minggu … pertemuan Satu bulan … pertemuan Total … jam ……. b. … perempuan ……… orang. Waktu pelaksanaan rekruitmen peserta Pihak yang melakukan rekruitmen peserta b. Waktu pelaksanaan rekruitmen pendidik Pihak yang melakukan rekruitmen pendidik Tahap Pelaksanaan Proses pembelajaran Waktu kegiatan dilaksanakan (Lampirkan jadwal pelaksanaannya) Lama proses pembelajaran Tanggal … bulan … tahun 2012 Tanggal … bulan … tahun 2012 b. a. 4. Jumlah peserta didik yang mengikuti hingga selesai 3. Jumlah peserta yang mengikuti program pembelajaran 2. Kemitraan Mitra pelaksanaan program Peran lembaga mitra dalam kerjasama C. … perempuan terdiri … laki-laki dan terdiri … laki-laki dan terdiri … laki-laki dan terdiri … laki-laki dan 38 .

. …………………….E.. 2. 2. ………………………………………………………………………………………………… 3. …………………………………………………………………………………………………. PERMASALAHAN DAN UPAYA PEMECAHAN MASALAH Permasalahan: 1. ………………………………………………………………………………………………….…………………… Pimpinan Lembaga. ……………………………………. 39 . …………………………………………………………………………………………………. …………………………………………………………………………………………………. …………………………………………………………………………………………………. 3. Upaya pemecahan masalah: 1.

. 4. 2.. 2. Ketua Penyelenggara NAMA L/P JENIS USAHA ALAMAT USAHA & CONTACT PERSON OMSET PER BULAN NAMA L/P NAMA PERUSAHAAN ALAMAT DAN NOMOR TELEPON PERUSAHAAN GAJI KOTOR PER BULAN : : : : (………………….. 3. 3. 5. 5.………..) 40 . YANG BERWIRAUSAHA/USAHA MANDIRI N0 1.Lampiran 9 Format Data Lulusan DAFTAR LULUSAN PROGRAM PKH (dilampirkan pada laporan akhir setelah kegiatan selesai dilaksanakan) Nama Lembaga Alamat Lembaga Kab/Kota Provinsi YANG BEKERJA N0 1. dst. dst.. 4. ……………….

000. 1.88.- 12. ……………… ………… ….000.2 30 Maret 2011 …………… 7. Penggunaan Uraian Banyak Pengeluaran nya (6) (7) Pembelian ATK a. 3 ……………… …. (8) Diisi dengan jumlah dana yang dikeluarkan.000.000. 2..No (5) 1.000.2011 Rp.000. Kertas 5 rim b. 100.4.800. dst. (7) Diisi dengan banyak/jumlah pembelian/pembayaran.…..000.3.……………… ……………… 2. 5 buah.No (2) 1 Penarikan (3) 21 Februari 2011 Jumlah (Rp) (4) 5.000.000.000. (3) Di isi tanggal penarikan dari bank.- …………. seperti: 2 rim.000. Tinta 2 buah printer Bahan belajar 40 set Sub Total 1 Honorarium 3 orang Narasumber Transport NS 40 orang Sub Total 2 ……………… ………… ….000.000.000.000.000.) Keterangan: (1) Baris 1. Sub Total 3 Total Pengeluaran (sub total 1 + 2 +…) Jumlah (Rp) (8) 200. 3 orang. Total Penarikan Sisa 12.Lampiran 10 Contoh : Matrik Penggunaan dana Bantuan penyelenggaraan Program PKH Penarikan No 1.000.1 .000..000. (…………….000.2 .000.………………………2011 Ketua/Pimpinan Lembaga ……………. diisi tanggal masuknya dana di rekening lembaga Baris 2. ….1 2. Dana diterima (1) Tanggal : ……….000. (4) Diisi dengan jumlah dana yang ditarik dari bank (5) Nomor bukti transaksi (Contoh: PKM-LKP/2011/2012). 41 .2.5. (6) Diisi dengan uraian/rincian pengeluaran/penggunaan dana.600.7.000.……………………….4. diisi besar dana bantuan penyelenggaraan yang diterima (2) Diisi dengan no urut penarikan dari Bank.

000.000.000 500.000.000.000 800.000 1.000 1.000 1.000 1.000 1.000 1.000 1.) 1.000 Keterangan Bantuan penuh termasuk untuk Uji Kompetensi Bantuan sebagian Bantuan sebagian Bantuan sebagian Bantuan sebagian Bantuan penuh termasuk untuk Uji Kompetensi Bantuan penuh termasuk untuk Uji Kompetensi Bantuan penuh termasuk untuk Uji Lokal Bantuan penuh termasuk untuk Uji Kompetensi Bantuan penuh termasuk untuk Uji Lokal Bantuan penuh termasuk untuk Uji Lokal Bantuan sebagian Bantuan sebagian Bantuan penuh termasuk untuk Uji Lokal Bantuan penuh termasuk untuk Uji Lokal Bantuan penuh termasuk untuk Uji Lokal Bantuan sebagian Bantuan penuh termasuk untuk Uji Lokal Bantuan sebagian Bantuan sebagian Bantuan sebagian Bantuan sebagian 1.000 750.500.000 1.000.000 1.) 1.500.000 1.000 1.750.000 1.000 800.000.000.000 1.000 1.500.000 1.900.000 2.000 2.000 2.000 1.000 2.000.000.000.000.500.000 1.700.500.700.000.000.000 2.000 1.500.000 1.000.000.000 1.000 2.900.000 1.000 1.750.000 2.250.500.000 1.000 2.500.700.000.000.Lampiran 11 TABEL RANGKUMAN STANDAR BIAYA KURSUS (SBK) TAHUN 2012 No.000 2.000 42 .000 2.800.000.000 1.000.500.000 Biaya Maximum (Rp.000.000 2.500.000 750. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 Jenis Ketrampilan/ Tingkat Menjahit (Tata Busana) Hantaran Tata Kecantikan Rambut Tata Kecantikan Kulit Spa Akuntansi Teknisi Akuntansi Teknisi Komputer Operator Office Desain Grafis Auto-CAD Perhotelan Teknisi Otomotif Broadcasting Editor Video Broadcasting (Penyiar Televisi) Broadcasting (Kamerawan) Tata Rias Pengantin Merangkai Bunga Akupunktur Teknisi Elektronika Pariwisata (Hotel dan Travel) Housekeeping Biaya Minimum (Rp.000 1.

000 2.500.000 1.000 1.000.500.000 Biaya Maximum (Rp.500.000 2.000 2.000 2.500.000 1.000.000 1.) 2.000.750.500.000 2.000 1.000 1.000 2.750.000 800.000 1.000.000 800.000 1.500.500.) 1.000 2.500.500.000.000 1.000 1.000 800.000 800.000 2.000.000 800.500.000 800.000.000.000 2.000.000 1.500.500.No.000.000 1.000 1.000 Keterangan Bantuan sebagian Bantuan sebagian Bantuan sebagian Bantuan penuh termasuk untuk Uji Lokal Bantuan penuh termasuk untuk Uji Lokal Bantuan penuh termasuk untuk Uji Lokal Bantuan penuh termasuk untuk Uji Lokal Bantuan penuh termasuk untuk Uji Lokal Bantuan penuh termasuk untuk Uji Lokal Bantuan penuh termasuk untuk Uji Lokal Bantuan penuh termasuk untuk Uji Lokal Bantuan penuh termasuk untuk Uji Lokal Bantuan penuh termasuk untuk Uji Lokal Bantuan penuh termasuk untuk Uji Lokal Bantuan penuh termasuk untuk Uji Lokal Bantuan penuh termasuk untuk Uji Lokal Bantuan penuh termasuk untuk Uji Lokal 43 .500.000 1. 23 24 25 26 27 28 29 30 31 33 34 35 36 37 38 39 40 Jenis Ketrampilan/ Tingkat Care Giver Baby Sitter PLRT Plus Tata Boga Pertanian Perkebunan Perikanan Darat dan Laut Peternakan Pertukangan Kehutanan Musik Photography Pre-Wedding Seni Tari Seni Ukir Melukis Sablon Biaya Minimum (Rp.000 1.000 1.000.000 2.500.500.

44 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful