2012/03/14 10:19 WIB - Kategori : Jurnal Kelautan dan Perikanan

BUDIDAYA UDANG VANNAMEI (litopenaeus vannamei) POLA TRADISIONAL PLUS
BUDIDAYA UDANG VANNAMEI (litopenaeus vannamei) POLA TRADISIONAL PLUS PENDAHULUAN UDANG VANNAMEI (litopenaeus vannamei) merupakan salah satu jenis udang introduksi yang akhir-akhir ini banyak diminati, karena memiliki keunggulan seperti tahan penyakit, pertumbuhannya cepat (masa pemeliharaan 100-110 hari), sintasan selama pemeliharaan tinggi dan nilai konversi pakan (FCR-nya) rendah (1:1,3). Namun dimikian pembudidaya udang yang modalnya terbatas masih menggangap bahwa udang vannamei hanya dapat dibudidayakan secara intensif. Anggapan tersebut ternyata tidalah sepenuhnya benar, karena hasil kajian menunjukan bahwa vannamei juga dapat diproduksi dengan pola tradisional. Bahkan dengan pola tradisional petambak dapat menghasilkan ukuran panen yang lebih besar sehingga harga per kilo gramnya menjadi lebih mahal.Teknologi yang tersedia saat ini masih untuk pola intensif dan semiintensif, pada hal luas areal pertambakan di indonesia yang mencapai sekitar 360.000 ha, 80% digarap oleh petambak yang kurang mampu. Informasi teknologi pola tradisional plus untuk budi daya udang vannamei sampai saat ini masih sangat terbatas. Diharapkan dengan adanya brosur ini dapat menambah wawasan pengguna dalam mengembangkanbudi daya udang vannamei pola tradisional plus. PERSIAPAN TAMBAK 1.Pengeringan/pengolahan tanah dasar Air dalam tambak dibuang, ikan-ikan liar diberantas dengan saponin, genangaan air yang masih tersisa dibeberapa tempat harus di pompa keluar. Selanjutnya yambak dikeringkan sampai retak-retak kalau perlu di balik dangan cara ditraktor sehingga H² S menghilang karena teroksidasi. Pengeringan secara sempurna juga dapat membunuh bakteri patogen yang yang ada di pelataran tambak. 2.Pemberantasan hama Pemberantasan ikan-ikan dengan sapion 15-20ppm (7,5-10kg/ha) dengan tinggi air tembak 5cm 3.Pengapungan dan pemupukan Untuk menunjang berbaikan kualitas tanah dan air dilakukan pemberian kapur bakar (CaO), 1000 kg/ha, dan kapur pertanian sebanyak 320 kg/ha. selanjutnya masukkan air ketambak sehingga tambak menjadi macak-macak kemudian dilakukan pemupukan dengan pupuk urea (150 kg/ha), pupuk kandang (2000 kg/ha). 4.Pengisian air Pengisian air dilakukan setelah seluruh persiapan dasar tambak telah rampung dan air dimasukkan ke dalam tambak secara bertahap. Ketinggian air tersebut dibiarkan dalam tambak selama 2-3 minggu sampai kondisi air betul-betul siap ditebari benih udang. tinggi air di petak pembesaran diupayakan ?1,0m. PENEBARAN Penebaran benur udang vannamei dilakukan setelah plangton tumbuh baik (7-10 hari) sesudah penumpukan. Benur vanname yang digunakan adalah PL 10 - PL 12 berat awal 0,001g/ekor diperoleh dari hatchery yang telah mendapatkan rekomendasi bebas patogen, Spesific Pathogen Free (SPF). Kreteria benur vannamei yang baik adalah mencapai ukuran PL - 10 atau organ insangnya telah sempurna, seragam atau rata, tubuh benih dan usus terlihat jelas, berenang melawan arus. Sebelum benuh di tebar terlebih dahulu dilakukan aklimatisasi terhadap suhu dengan cara mengapungkan kantong yang berisi benuh ditambak dan menyiram dengan perlahan-lahan. Sedangkan aklimatisasi terhadap salinitas dilakukan dengan membuka kantong dan diberi sedikit demi sedikit air tambak selama 15-20 menit. Selanjutnya kantong benur dimiringkan dan perlahan-lahan benur vannamei akan keluar dengan sendirinya. Penebaran benur vannamei dilakukan pada saat siang hari. Padat penebaran untuk pola tradisional tanpa pakan tambahan dan hanya mengandalkan pupuk susulan 10% dari pupuk awal adalah 1-7 ekor/m². Sedangkan apabila menggunakan pakan tambahan pada bulan ke dua pemeliharaan, maka disarankan dengan padat tebar 8-10 ekor/m². PEMELIHARAAN Selama pemeliharaan, dilakukan monitoring kualitas air meliputi : suhu, salinitas, transparasi, pH dan kedalaman air dan oksigen setiap hari. Selain itu, juga dilakukan pemberian pemupukan urea dan TPS susulan setiap 1 minggu sebanyak 5-10% dari pupuk awal. (urea 150kg/ha) dan hasil fermentasi probiotik yang diberikan seminggu sekali guna menjaga kestabilan plangton dalam

00 dan 16. amoniak <0. sedangkan pada bukan berikutnya hingga panen.000 200.000 .350.000 110 2. jaring yang dipasang di puntu air.000 600.000 660. Bersamaan dengan aktifitas tersebut juga dilakukan penangkapan udang dengan jala. selanjutnya dibawa ke cold storage.5-8. stiroform.960 500 2. pertumbuhan dan kesehatan udang.350. Kualitas air yang layak untuk pembesaran vannamei adalah salinitas optimal 10-25 ppt (toleransi 50 ppt).000 500.000 3. Pakan diberikan pada hari ke-70 dimana pada saat itu dukungan pakan alami (plangton) sudah berkurang atau pertumbuhan udang mulai lambat. karena udang hasil panen sangat peka terhadap sinar matahari. Selain itu disiapkan peralatan panen berupa keranjang panen.000 450 6.1ppm.000 200.500.500. Sebaiknya panen dilakukan pada malam hari yang bertujuan untuk mengurangi resiko kerusakan mutu udang.000 250 1.500. suhu 28-31°C.000 2.00 serta 40% pada jam 22.tambak.600.000 B Biaya Operasional Benur udang vannamei (ekor) Pakan (kg) Pupuk organik (kg) Pupuk anorganik (kg) Dolomit (kg) Saponin (kg) Solar (L) Pemeliharaan tambak (paket) Pemeliharaan peralatan (paket) Lain-lain (paket) Bunga modal (Rp 11 juta+Rp 7 juta/musim) 80.00.2 dan H² S <0. Sebelum umur pemeliharaan mencapai 60 hari hanya dilakukan penambahan air sebanyak yang hilang akibat penguapan atau rembesan.500 600.000 740.000 4. baskom. Dengan pola tradisional plus produksi udang vannamei 835-1050 kg/ha/musim tanam dengan sintasan 60-96%. dan lama pemeliharaan 105 hari NO Uraian Jumlah Harga (Rp) Total (Rp) A Investasi Pompa air (unit) Sewa tambak (ha/tahun) 1 1 4. Perlakukan sebelum panen adalah pemberian kapur dolomit sebanyak 80 kg/ha (tinggi air tambak 1m). padat penebaran 80000 ekor/ha.000 3. Analisis ekonomi usaha budi daya udang vannamei pola tradisional plus dilahan tambak 1ha.200.Pergantian air yang pertama kali dilakukan setelah udang berumur >60 hari dengan volume pergantian 10% dari volume total. Pengapuran susulan dengan dolomit super dilakukan apabila pH berfluktuasi.000. volume pergantian air ditingkatkan mencapai 15-20% pada setiap periode pasang. ukuran panen antara 55-65 ekor/kg tebel 3.003ppm PANEN Panen harus mempertimbangkan aspek harga. Panen dilakukan setelah umur pemeliharaan 100-110 hari.000 2. pH 7.000 4.000 900.000 400.00 200 1 1 1 1 - 40 8.000 1. ember.000 Sub total 7.000 400.000 200. dan lampu penerangan dilakukan dengan menurunkan volume air secara gravitasi dan di bantu pengeringan dengan pompa.500. Dosis pakan yang di berikan 52% dari biomassa udang dengan frekuensi pemberian 3kali /hari yakni 30% pada jam 7. oksigen >4ppm.000 1. dan mempertahankan ketinggian air (tidak ada pergantian air) selama 2-4 hari yang bertujuan agar udang tidak mengalami molting (ganti kulit) pada saat panen. Udang hasil tangkapan juga harus di cuci kemudian direndam es. jala lempar.

500 2.000 24.350.000.350.350.057.288.000 8.000 1.057.000 29.250.000 8.250.000 14.000 Sub total 2.000 D Biaya total/musim Penjaulan udang (kg/musim) Upah penjaga (20%) Keuntungan Keuntungan/Ha/musim 1 835 1 1 14.500 2.000 C Penyesutan investigasi Pompa (6 musim) Sewa tambak/musim 750.225.000 750.632.Sub total 12.500 .000 1.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful