P. 1
Metode Injeksi Dan 12 Prisip Benar Pemberian Obat

Metode Injeksi Dan 12 Prisip Benar Pemberian Obat

|Views: 136|Likes:
Published by Yudi Sutriadi
Metode Injeksi Dan 12 Prisip Benar Pemberian Obat
Metode Injeksi Dan 12 Prisip Benar Pemberian Obat

More info:

Categories:Topics
Published by: Yudi Sutriadi on Sep 09, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial
List Price: $19.99 Buy Now

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
See more
See less

12/11/2013

$19.99

USD

pdf

text

original

metode injeksi dan 12 prisip benar pemberian obat PEMBAHASAN

A. Metode pemberian obat secara Parenteral
Parenteral, kata ini berasal dari bahasa yunani. Para berarti disamping, enteron berarti usus,jadi parenteral berarti diluar usus atau tidak melalui saluran cerna, banyak orang yang mengartikan parenteral sebagai rute injeksi saja walaupun secara teknis istilah tersebut meliputijuga rute lainnya,misalnya terapeutik yan diberikan secra penyedotan nafas,yang ditempatkan pada kulit dan pada umumya ditempatkan pada selaput lendir. Obat-obat biasanya diinjeksikan kejaringan subcutan yang dinamakan injeksi subcutan atau hypodermik,kebawah epidermis dan digolongkan injeksi intracutan atau intradermis dan kepembuluh darah disebut injeksi intravena,dan diinjeksikan keotot yang disebut injeksi intramusculer.

1. Melalui subcutan (melalui bawah lapisan kulit)
Subcutan (SC) merupakan penyuntikan yang diberikan dibawah kulit,walaupun diseluruh tubuh terdapat jaringan subcutan,lokasi yang dipilih biasanya terletak pada lengan atas,paha,perut bagian bawah dan punggung bagian atas sering juga dipilih sebagai area injeksi. Orang yang menyuntik diri sendiri melalui rute subcutanpada umumnya menganggap paha dan area perut bagian bawah sebagai area yang paling mudah dicapai. Injaksi subcutan ketangan atau kaki biasanya tidak direkomendasikan bila peredaran darah perifer pasien kurang baik. Jika seorang pasien akan disuntik berkali-kali,area suntik perlu dipindah-pindah (rotasi). Hal ini membantu mencegah rasa sakit dan memungkinkan penyerapan obat secra komplit. Tak jarang pasien yang berulang-ulang akan menebal kulitnnya pada area suntik dan jaringannya jadi memar . Banyak jaringan subcutan yang melapisi kulit tidak sama pada semua orang. Ada orang yang sedikit saja lapisan subcutannya, sedang oran lain jumlahnya banyak. Bagi orang dewasa rata-rata pada umumnya disarnkan menyuntikkan jarum dengan sudut 45°. Namun bagi orang gemuk,jarum yang disuntikkan sudut 45° mungkin saja tidak mencapai jaringan subcutan,sedangkan bagi pasien kurus mungkin bisa mencapai jaringan musculer. Sudut suntikkan dan panjang jarum harus disesuaikkan dengan masing-masing pasien.misalnnya jarum 5/8 inci yang disuntikkan pada sudut 90° diperlukan untuk mencapai jaringan subcutan pasien yang perawakannya besar.sejumlah ahli menyatakan insulin disuntikkan dengan sudut 90° agar terjamin mencapai jaringan subcutan. Jarum yang paling biasa digunakan untuk injeksi subcutan adalah ukuran 25 gauge,5/8 inci.gauge jarum menentukan ukuran diameter lubang jarum. Jarum harus dalam keadaan sempurna dan tidak mengandung keesatan diujungnya.jika karena suatu hal jarum suntik menjadi bengkok maka tidak boleh diluruskan untuk digunakan lagi. Karena jarum suntik merupakan barang berlubang didalamnya rapuh konstruksinya,batang jarum menjadi lemah jika diluruskan kembali,ini menyebabkan mudah patah jka disuntikkan ke jaringan tubuh pasien,terutama jika pasien bergerak atau ada tekanan lain.

Cara penyuntikan subcutan Tentukan lokasi penyuntikkan 1/3 atas lengan atas.dengan sudut penyuntikkan 45°. 3. 8.cabut jarum massage lokasi suntikkan dengan kapas alkohol. Runcingan jarum (bevel) adalah orisan miring jarum suntik. Injeksi dilakukan dekat sekali kepermukaan kulit dengan runcingan jarum dibagian atas. ringan oleh tangan kiri. Keunggulan rute intracutan untuk test ini adalah bahwa reaksi tubuh terhadap zat yang disuntikkan mudah dilihat dan berdasarkan studi perbandingan tingkat reaksi juga diketahui. Buka tutup jarum. Suntikkan obat perlahan-lahan Tindihkan kapas alkohol pada lokasi suntikkan. 3. Tusukkan jarum pada lokasi jarum mengarah ke atas sudut suntikkan 45°. Melalui intracutan (kedalam jaringan kulit) Memberikan obat melalui suntikkan intracutan atau intrademal adalah suatu tindakan membantu proses penyembuhanmelalui suntiikan kedalam jaringan kulit atau intradermis.2 cara penyuntikkan intracutan 1. Pasien mendapatkan pengobatan sesuai program pengobatan dokter. Angkat kulit sedikit dengan cubitan. Posisikan pasien. 6. 1/3 atas paha atas. 3. Pilih tempat penusukan pada lengan bawah. 2.lengan bawah menghadap perawat Lakukan tindakan aseptik antiseptik. Jarum yang halus digunakan. Syringe dibuang pada tempat medis 2.dengan sudut 10-15° 5. Masukkan obat secara perlahan-lahan perhatikan adanya jendalan . 5. 2.tempatkan ibu jari tangan yang tidak dominan 1 inchi dibawah penusukkan. Area suntik yang sering digunakkan adalah bagian dalam lengan bawah walaupun area lain juga ada yang cukup baik. 2. biasanya ukuran 26. 4. 7. Vaksinasi cacar merupakan injeksi intradermal terapeutik walaupun hal ini dapat dilakukan dengan tusukan dan goresan berganda pada kulit. Isap sedikit pastikan tidak ada darah terhisap. 4. 4.1.1 1. 2. Lakukan tindakan aseptik antiseptik. Memperlancar proses pengobatan dan menghindari kesalahan dalam proses pemberian obat Membantu menetukan diagnosa terhadap penyakit tertentu misalnnya tuberculin test Menghindarkan pasien dari efek alergi obat (skin test) 2.1 Tujuan pemberian 1. Injeksi intracutan pada umumnya dimanfaatkan untuk tujuan diagnosa yaitu tes tubeculin atau tes lain untuk mengetahui kepekaan terhadap berbagai zat.jumlah yang digunakan kecil saja tidak lebih dari beberapa minim. Larutan yang diinjeksikan kelapisan kulit diserap perlahan-lahan melalui pembuluh kapiler .

Anjurkan pasien untuk kepalkan telapak tangan dan membukanya beberapa kali. 3. 2.jika heparin kering darah akan masuk jarum dan spuit. Bersihkan kulit dengan kapas alkohol lalu ulangi dengan kapas betadin. 9. . 2. Dalam bahasa inggris teknk ini sering disebut “push” (dorong) cara ini memugkinkan penyerapan obat dengan segera dan sering digunakan dalam situasi darurat. Observasi kulit.1 Tujuan pemberian 1. 7. 6. 4. Disarankan untuk mengganti heparin lock jika tersumbat gumpalan darah. 3. Letakkan tourniquet 5 cm diats tempat penusukkan. 8. 2. Buat lingkaran 1 inchi ditempat suntikkan. Cabut jarum dengan sudut yang sama. Posisi jarum 30° sejajar dengan vena yg ditusuk. Gunakan ibu jari menekan jaringan dengan 5 cm dibawah tempat tusukan.palpasi dan pastikan tekanan yang akan ditusuk. 5. Pada pokoknya ada tiga cara injeksi melalui intravena. Pada leher (vena jigularis) khusus untuk anak-anak. Pada kepala (vena frontalis. 3. Kaji kembali pasien setelah 5-15 menit. Lakukan aspirasi.atau vena temporalis) khusus pada anak-anak. Memasukkan obat secara cepat. Memasukkan obat langsung kepembuluh darah yaitu melalui intravena. Jarum dimasukkan kepembuluh darah sperti pada infus.3 cara penyuntikkan intravena 1. Tehnik “heparin lock” merupakan salah satu metode pemakaian obat intravena pada interval reguler tanpa suntikkan berulang-ulang karena jarum suntik dibiarkan ditempat suntikkan selama selang waktu injeksi.sehingga menjadi tempat pembiakkan bakteri. Pada tungkai (vena saphenosus). Melalui intaravena Memasukkan cairan obat langsung kedalam pembuluh darah vena waktu cepat sehingga obat langsung masuk kedalam sistem sirkulasi darah. Mempercepat penyerapan obat. 3.secara perlahan dan pasti.2 Lokasi yang digunakan untuk penyuntikkan 1. Bebaskan lengan baju pasien dari baju/kemeja. 3.6. Heparin membantu mencegah penggumpalan darah yang dapat menyumbat lubang jarum pada saat injeksi berlangsung jarum dan spuit harus diperiksa secra berulang-ulang.instruksikan pasien agar tidak menggosok daerah ini.arah melingkar dari dalam keluar lokasi tusukan. 4. 3. 7. Pada lengan (vena mediana cubiti/vena cephalica).

pemakaian larutan yang berjumlah besar pada suatu lokasi biasanya menimbulka rasa sakit bagi pasien. Sehinnga menimbulkan kerusakan syarraf di pinggang.injeksi dilakukan sekira 5.kiranya tidak terlalu mengejutkan berbagai komplikasi pernah terjadi.komplikasi yang banyak terjadi antaralain.kirakira 2-5 ml. Diarea ventro gluteal tidak terdapat pembuluh darah . Menurut metode klasik.sebagian melalui satu titik injeksi dan selebihnnya dari titik injeksi lain.nyeri berkepanjangan.salah satu yang harus diperhatikan adalah pemilihan area suntik yang jauh dari syaraf besar dan pembuluh darah besar.5 cmdibawah puncak ileum diperempat atas bagian dari pinggul.untuk menyuntik pasien ank. Keluarkan jarum dari pembuluh vena.larutan obat dipakai melaluimetode ini.otot tersebut bisa berfungsi sebagai area pembangkit sehingga timbul rasa sakit yang meluas. Jika otot yang sakit atau kena radang diinjeksi. Sehingga lokasi injeksi ditetapkan terlalu kebawah. 9. Masukkan obat kedalam pembuluh vena secra perlahan. Suatu faktor lain yang menyebabkan kekeliruan penetapan lokasi injeksi adalah pemetaan area yang tidak tepat. Melalui intramuscular Yaitu menyuntikkan obat kedalam jaringan otot.8.lakukan perlahan-lahan guna melancarkan penyebaran obat keseluruh jaringan. Penyerapan berlangsung sperti pada pemakaian subcutan tetapi prosesnya lebh cepat karena jaringan otot mengandung pembuluh darah yang lebih banyak.necrosis. 4. 11.0-7. 10.namun demikian jumlah obat yang diperintahkan untuk disuntikkan secra intramuscular mencapai 5 ml harus dipertimbangakan agar obat tersebut dibagi menjadi dua.3 Ventro gluteal Lokasi injeksi ini lebih disukai daripada area dorso gluteal. Tutup tempat tusukkan kasa steril yang diberi betadin.kerusakan syaraf . Rute intramuscular sering juga digunakan untuk obat yang menimbulkan gangguan karena sedikit sekali ujung syaraf dalam jaringan ototyang tebal.dan periositis. Salah satu perhitungan yang terjadi merupakan akibat persamakan pinggul dengan otot gluteus. Sebelum melakukan injeksi seebaiknya otot dipalpasi terlebih dahulu. Lepaskan touniquet. Pilihlah titik injeksi yang tidak terasa sakit bagi pasien dan dimana jaringan otot tidak berkontraksi lalu menjadi kencang dan tegang.1. 4.dan kulit mengelupas.dan direkomendasikan untuk pasien dewasa. 4. Hanya diidentifikasi dengan pandangan mata bukanpalpasi puncak ileum. Lokasi injeksi intramuscular dan rotasi lokasi injeksi Karena luasnnya pemakaian injeksi intramuscular. 4.disarankan agar pasien dalam posisi berbaring pada suatu sisi. abseb.2 Dorso gluteal Merupakan area injeksi intramusculler yang sering digunakkan.

Injeksi ke otot yang tegang. Tidak ditemukannya adanya kemerahan. Klien menyatakan nyeri pada skala minimum saat injeksi.5 Muscular vastus lateralis Otot ini merupakan otot yang tebal yang baik untuk injeksi intramuscular. 4.8 Injeksi intramuscular tenik zigzag Digunakan untuk injeksi obat yang menimbulkan gangguan pada permukaan kulit dan kerusakan jaringan bila sedikit larutan keluar dari tusukan injeksi.edema. 4. 5. 1. 4. 2. Tarik kulit dan jaringan dibawahnya kesatu sisi. 4.disekitarnnya tidak ada pembuluh darah atau pembuluh syaraf besar. 6. 4.9 Hasil yang diharapkan 1.jarum yang salah suntik dapat mecederai syaraf radialis.dan dibaliknya tidak terdapat sendi depan kaki paha tengah bagian depan dibagian depan kaki. Klien dapat menyebutkan secara verbal tempat penyuntikan.kira-kira 1 inchi kesamping. 4.6 Otot deltoid dan posterior tricepst Otot–otot ini juga dapat digunakan untuk injeksi intramuscular. 2.namun demikian kerena jumlahnya relatif keci.7 Otot rectus femoris Otot ini terletaka dibagian paha. Lakukan tekanan perlahan mantap kearea injeksi.jarimanis. 2.atau nyeri pada tempat tusukan. Visualisasi yang baik membantu penentuan lokasi injeksi yang tepat. Lokasi ini hanya digunakan untuk injeksi kalu tak dapat dilakukan ditempat lain karena banyak pasien merasa sakit dilakukan injeksi ditemat tersebut. 3.dapat menimbulkan rasa sakit. Lepaskan pegangan tangan kiri sehingga kulit dibawahnya kembali keposisi normal.otot ini jarang digunakan untuk injeksi. 3. 4. Tehnik zigzag sbb.10 Hal-hal yang perlu diperhatikan . Penentuan lokasi yang benar menghindari kerusakan jaringan otot.karena pasien merasa nyeri dan pegal pada otot ini. dan jari tengah. Tusukkan jarum suntik sementara spuit dipegang dengan jari kelingking. dan pegang pada posisi tersebut dengan tangan kiri. Cabut jarum suntik.atau syaraf besar lemaknnya lebih sedikit dibandingakan dengan pinggul areanya lebih bersih karena jarang sekali terkena kontaminasi dan pasien dapat berbaring terlentang pada satu sisi ketika injeksi. 1. Lakukan gerakan menyedot denga jari telunjuk dan jempol untuk menginjeksikan larutan bila sudah diketahui bila jarum suntik tidak berada pada pembuluh darah.

Tempatkan ibu jari dan jari telunjuk tangan non dominan diatas tempat penusukan (jangan mengenai daerah yang telah dibersihkan) hingga membentuk v. Injeksi memberikan efek obat dengan cepat terutama utuk keadaan emergency. 2. timbul rasa nyeri ditempat pemberian injeksi. Jika diatur secara vertikal. Suntikan cepat mengurangi rasa sakit. tarik jarum keluarkan berikan tekanan pada tempat tusukan dan ulangi langkahlangkah sebelumnya. 2. 1. Aturlah posisi pasien yang cocok Tentukan lokasi injeksi Bersihkan area injeksi dengan kapas alkohol Tarik kulit tempat penusukan dengan cara. 8. pindahkan ibu jari dan jari telunjuk non dominan dan kulit untuk mendukung barel spuit.3. Sediaan obat injeksi mahal.memisah jari sepanjang 3 inchi. tidak mau kerja sama atau pasien yang sulit menelan obat. 7. 1. Usap dan bersihkan tempat penusukkan dengan kapas Alkohol lain. Bila terjadi kesalahan pemberian obat. Pathogen dalam kulit bisa terdorongjarum suntik masuk jaringan. Jika ada darah. Pasien tidak dapat memakai senderi. posisi alat dorong suntik bisa bergeser. 2. 6. 4. Injeksi dapat diberikanuntuk obat yang merangsang atau dirusak oleh asam lambung.11 Cara penyuntikan intramuscular 1. karena harus steril. 4. Tarik jarum dengan sudut 90°. Dibutuhkan ssecara aseptis. 6.anda dapat melihat barrel dengan jelas. Lebih mudah diabsorbsi. perlu bantuan tenaga ahli dan perawatan khusus.efek toksiknya sulit dinetralisir. keuntungan pemberian parenteral. 5. 9. sehingga saat mengaspirasi. 10. sehinnga sebagian obat akan tumpah. Tarik ibu jari dan jari telunjuk dengan arah berlawanan. 5 Cepat masukkan jarum dengan sudut 90° gunakan tangan yang dominan. 4. Gerak menghujam mempercepat tusukan jarum. 6. 3. Jika tidak ada darah dorong pulger dengan perlahan ajak klien bicara. Kerugian pemberian parenteral. 4. Injeksi dipilih jika pemberian oral terjadi kontra indikasi. 5. Udara dalam tabung akan mendorong obat keluar dari jarum suntik dan membantu memeperangkap obat dalam jaringan otot. . 3. Tarik purger dan observasi adanya darah pada spuit. 3. 4. 5.jari sebaliknya ditempatkan pada barrel. Menekan kulit area suntik membantu tercapainya jaringan otot. Injeksi mudah diberikan pada pasien yang tidak sadar.

Pemberian injeksi yang tidak tepat dapat merusak pembeluh darah atau saraf. lama kerja dan program dokter. Perawat yang bertanggung jawab bahwa obat itu diberikan dan memastikan obat itu benar diminum. Faktor gangguan visual. Perawat yang paling mengetahui kebutuhan dan respon pasien terhadap pengobatan. Tepat obat. Jika pasien tidak sanggup berespon secra verbal. Perawat adalah matar rantai terakhir dalam proses pemberian obat kepada pasien. 6. Tepat indikasi. Ada bahaya penularan infeksi (hepatitis. Awalnya prinsip pemberian obat hanya 6 T. 1. lama terapi. Sebelum obat diberikan. Pasien ini harus diperhatikan. muntah atau tidak dapat minum obat tertentu. Prinsip pemberian obat Karena obat dapat menyembuhkan atau merugikan pasien. yaitu sbb. Prisip 12 benar. Berpedoman kepada “ 6 T “ Tepat pasien. 3. Jika pasien tidak sanggup mengidentifikasi diri . Pemberian obat yang aman (safety). pendengaran. identitas pasien harus diperiksa (papan identitas dan gelang identitas) atau ditanyakan. Tepat regimen obat (dosis dan frekuensi. HIV-AIDS) melalui jarum suntik bersama. yang mungkin membuat pasien sukar meminum obat harus dipertimbangkan. respon non verbal dapat dipakai misalnnya pasien mengangguk. Tepat evaluasi dan tindak lanjut.5. Rencana perawat dalam memberikan obat harus bergantung pada hasil pengkajian. BSO. 2. 6. 1. 4. cara pakai. sekarang hal ini berkembang menjadi prinsip 12 benar. maka pemberian obat menjadi salah satu tugas perawat yang paling penting. Pasien yang benar. Misalnya pasien yang sukar menelan. Tepat diagnosa keperawatan. 1. B. intelektual atau motorik. waktu pakai). pengetahuan tentang kerja obat. efek samping. 2. 5.

1 X 24 jam. Jika pasien meragukan . Diusahakan < 24 jam instruksi pengobatan harus sudah ditandatangani dokter Contoh. 1. melalui injeksi subcutan. ruang mawar. e. 3.pertama saat membaca permintaan obatnya dan botolnya diambil dari rak. Obat yang benar. 1. Setiap obat dengan nama dagang yang asing harus diperiksa namageneriknya. f. Yogakarta . g. 2. Jika pasien meragukan obatnya.sekali lagi harus dikembalikan ke farmasi. a. i. 3. Saat memberi obat. Untuk Ny. Jumlah obat yang diberikan. Kekuatan obat. Obat yang tertulis dalam resep/ MR harus ditandatangani dokter dan merupakan program terapi terbaru. Rute pemberian. kedua. Cantika SpD. harus diperksa lagi.17-11-2011.kamar 1/bed No 2 R/ insulin no X. c. dan jika masih ragu hubungi apotekernya. h. Membedakan pasien dengan dua nama yang sama. Frekunsi dan waktu pemberian. Nama/identitas dokter. Nama obat. 4. 2. perawat harus memeriksa dosisnya. Jika ragu perawat harus konsultasikan ke apoteker atau penulis resep sebelum dilanjutkan. Bila isinya tidak uniform.akibat gangguan mental atau kesadarn harus dicari cara identifikasi lain sesuai ketentuan rumah sakit. isinya tidak boleh dipakai dan harus dikembalikan kebagian farmasi. setiap jam 10 pagi. Jika labelnya tidak terbaca. perawat harus ingat untuk apa diberikan obat itu. k. 3. Periksa dengan teliti obat yang tertulis dalam resep atau MR ( lakukan sesuai tanggungjawab perawat terhadap obat). hal ini membantu mengingat nama obat dan kerjanya. Dosis yang benar. Lama pemberian. d. Sebelum memberi obat. Pasien berhak untuk mengetahui alasan obat. Selalu dipastikan dengan memeriksa identitas pasien atau meminta pasien menyebutkan namanya sendiri. dr.sartika (44 th). Dosis obat. Jika prawat diminta untuk menulis ulang obat yang tertulis dalam MR kedalam draft permintaan obat. Pasien berhak untuk menolak penggunaan sebuah obat. Tanggal dan jam instruksi pengobatan. Jika dokter menginstruksikan pengobatan melalui telpon dokumentasikan hal-hal sbb. Sebelum memberi obat label pada botolnya harus diperksa tiga kali. b. saat dikembalikkan ke rak. Nama identitas pasien. label botol dibandingkan dengan obat yang diminta dan ketiga. Bayi selalu diidentifikasi dari gelang identitasnya. j. 2.tulislah nama obat dengan jelas dan benar. Obat mempunyai nama dagang atau nama generik.

Perawat harus teliti mengitung secra akurat jumlah dosis yang akan diberikan. Cara/rute pemberian yang benar.dosisnya harus diperiksa lagi. sifat kimiawi dan fisik obat dan tempat kerja yang diinginkan. atau hemoroid untuk memberi obat secara sistematik terhadap mual lambung tidak dapat menahan obat itu . Setelah obat diberikan dicatat dosis. b. Parenteral adalah pemberian obat tanpa melalui saluran cerna. Peroral.harus dicatat alasannya dan dilaporkan. c. paling nyaman dan aman. khususnya bagi obat yang evektivitasnya tergantung untuk mencapai atau mempertahankan kadar darah yang memadai. bahwa obat itu diberi pada waktu yang tepat. parenteral. Misalnya tablet gliserin trinitrat. Secara khusus perhatikan titik desimalnya dalam dosis dan beda antara singkatan mg dan mcg bila ditulis tangan. tersedianya obat. 4.jika ragu-ragu dosis obat harus dihitung kembali dan diperiksa oleh perawat lain. faktor yang menentukan rute pemberian terbaik ditentukan oleh keadaan umum pasien. Inhalasi . Pemberian rektal mungkin dilakukan untuk memperoleh efek lokal. 5. rute. Rektal. pada kulit atau membran mukosa. Jika setelah menanyakan kepaa apoteker atau penulis resepnya perwat masih tetap ragu ia tidak boleh melanjutkan pemberian obat itu dan memberi tahu penanggung jawab unit atau ruangan dan penulis resepnya. losion. salep. dan dapat dipakai untuk melumasi . umunya suposittoria lebih unggul dibandingkan enema. atau menyampaikan obat kedaerah tertentu. atau melalui inhalasi. Obat dapat juga diabsorbsi melalui rongga mulut (sub lingual atau bukal). rektal. a. Termasuk disini adalah cream. atau obat itu tidak sampai terminum. Obat dapat diberikan melalui sejumlah rute yang berbeda . Ketentuan umum bentuk dosis asli angan diubah.obat dapat diberi peroral. d. Bila pasien menolak minum obatnya. karena ekonomis. topikal. Benar waktu pemberian. dan dosis obat yang diresepkan/ diminta. dan oleh siapa obat itu diberikan. melindungi. Parenteral. liniment.degan mempertimbangkan.kecepatan Respons yang diinginkan. seperti pada konstipasi. Ini merupakan rute paling umum dipaki. Sangat penting. e. Topikal . Obat dapat diberi melalui rute rektal berupa enema atau supositoria. sprei.pertimbangan BB pasien (mg/kgBB/hari). waktu.

12.tanda vital) sebelum pemberian obat. Klien berhak untuk menolak dalam pemberian obat. Benar pendidikan kesehatan perihal medikasi klien Perawat mempunyai tanggungjawab dalam melakukan pendidikan kesehatan pada pasien.hari selama sakit. misalnya terapi oksigen. TTV (tanda. Benar reaksi terhadap makanan Obat memeliki efektifitas jika diberikan pada waktu yang tepat. Benar pengkajiannya. 9. efek samping dan reaksi yang merugikan dari obat. Benar dokumentasikan Pemberian obat sesuai dengan standar prosedur yang berlaku dirumah sakit. dan obat dengan makanan. dan sebaliknya ada obat yang harus diminum setelah makan misalnya indometasin. 7.Saluran napas memiliki luas epitel untuk absorbsi yang sangat luas dan dengan demikian berguna untuk memberi obat secara lokal pada saluranya. misalnya salbutamol (ventolin) atau sprei beklometason. interaksi obat dengan obat. Perawat selalu melihat atau memantau efek kerja dari obat setelah pemberiannya. Perawat harus memberikan inform conset dalam pemberian obat. 10. Benar reaksi dengan obat lain. Dan selalu mencatat informasi yang sesuai mengenai obat yang telah diberikan serta respon klien terhadap pengobatan. 6. hasil yang diharapkan setelah pemberian obat.perubahan-perubahan yang diperlukan dalam menjalankan aktivitas sehari. Jika obat diminum sebelum makan untuk memperoleh kadar yang diperlukan harus diberikan satu jam sebelum makan misalnya tetrasiklin. 11. TUGAS MAKALAH KDM II Metode Pemberian Obat Secara Injeksi Prinsip Pemberian Obat 12 Benar . 8. (Becotide.keluarga dan masyrakat luas terutama yang berkaitan dengan obat seperti manfaat obat secara menyeluruh. Aldecin) untuk asma atau dalam keadaan darurat. Benar evaluasi. Pada pengguna obat clhoramphenicol dengan omeprazol pengguna pada penyakit kronis. Hak klien untuk menolak.

JAKARTA. Priyantari Wiwin S kep.17 november. Tambayong jan dr (2002). (2011) “Handout Pemberian obat KDM 2” Alma’ata Yogyakarta. “ Dasar.Si.Gunung agung. Ni’mah Muhimatun S. Apt.2011 .Ns. Widya medika’ Jakarta.. (2011) “ Handout Farmakologi keperawatan” Alma’ata Yogyakarta.. “ 12 benar prinsip pemberian obat” kamis.Disusun oleh: Nama : Nurwanti umasugi (100100498) SEKOLAH TINGGI ALMA’ATA PROGRAM STUDI: S1 ILMU KESEHATAN 2011 DAFTAR PUSTAKA      Wolff verne Lu dkk (1984).dasar ilmu keperawatan”edisi 2 . “ Farmakologi untuk keperawatan”. Walnut.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->