P. 1
INSTALASI-LISTRIK

INSTALASI-LISTRIK

|Views: 224|Likes:
Published by aditriadi
Maksud dan tujuan Persyaratan Umum Instalasi Listrik ini adalah untuk terselenggaranya dengan baik instalasi listrik. Peraturan ini lebih diutamakan pada keselamatan manusia terhadap bahaya sentuhan serta kejutan arus, keamanan instalasi listrik beserta perlengkapannya dan keamanan gedung serta isinya terhadap kebakaran akibat listrik. Persyaratan ini berlaku untuk semua instalasi arus kuat, baik mengenai perencanaan, pemasangan, pemeriksaan dan pengujian, pelayanan, pemeliharaan maupun pengawasannya
Maksud dan tujuan Persyaratan Umum Instalasi Listrik ini adalah untuk terselenggaranya dengan baik instalasi listrik. Peraturan ini lebih diutamakan pada keselamatan manusia terhadap bahaya sentuhan serta kejutan arus, keamanan instalasi listrik beserta perlengkapannya dan keamanan gedung serta isinya terhadap kebakaran akibat listrik. Persyaratan ini berlaku untuk semua instalasi arus kuat, baik mengenai perencanaan, pemasangan, pemeriksaan dan pengujian, pelayanan, pemeliharaan maupun pengawasannya

More info:

Published by: aditriadi on Sep 09, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/21/2015

pdf

text

original

BAB II PEMBAHASAN

A. Instalasi Listrik 1 Fase 1. Persyaratan Instalasi Listrik Maksud dan tujuan Persyaratan Umum Instalasi Listrik ini adalah untuk terselenggaranya dengan baik instalasi listrik. Peraturan ini lebih diutamakan pada keselamatan manusia terhadap bahaya sentuhan serta kejutan arus, keamanan instalasi listrik beserta perlengkapannya dan keamanan gedung serta isinya terhadap kebakaran akibat listrik. Persyaratan ini berlaku untuk semua instalasi arus kuat, baik mengenai perencanaan, pemasangan, pemeriksaan dan pengujian, pelayanan, pemeliharaan maupun pengawasannya. Persyaratan umum instalasi listrik ini tidak berlaku untuk : a. Bagian dari instalasi listrik dengan tegangan rendah yang hanya digunakan untuk menyalurkan berita dan isyarat. b. Bagian dari instalasi listrik yang digunakan untuk keperluan telekomunikasi dan pelayanan kereta rel listrik. c. Instalasi listrik dalam kapal laut, kapal terbang, kereta rel listrik, dan kendaraan lain yang digerakkan secara mekanik. d. Instalasi listrik dibawah tanah dalam tambang. e. Instalasi listrik dengan tegangan rendah yang tidak melebihi 25 volt dan dayanya tidak melebihi 100 watt. 2. Ketentuan yang Terkait Di samping Persyaratan Umum Instalasi Listrik ini, harus pula diperhatikan ketentuan yang terkait dengan dokumen berikut : a. Undang undang no. 1 tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja. b. Undang-undang No. 15 tahun 1985 tentang Ketenagalistrikan. c. Undang-undang No. 23 tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup.

INSTALASI LISTRIK

1

d. Peraturan Pemerintah RI No. 10 tahun 1989 tentang Penyediaan dan Pemanfaatan Tenaga Listrik. e. Peraturan Pemerintah No. 25 tahun 1995 tentang Usaha Penunjang Tenaga Listrik. f. Peraturan Menteri Pertambangan dan Energi No. 01.P/40/M.PE/1990 tentang Instalasi Ketenagalistrikan. g. Peraturan Menteri Pertambangan dan Energi No. 02.P/0322/M.PE/1995 tentang Standardisasi, Sertifikasi dan Akreditasi dalam Lingkungan

Pertambangan dan Energi. 3. Syarat-Syarat Instalasi Listrik Di samping Persyaratan Umum Instalasi Listrik dan peraturan mengenai kelistrikan yang berlaku, harus diperhatikan pula syarat-syarat dalam pemasangan instalasi listrik, antara lain : a. Syarat ekonomis Instalasi listik harus dibuat sedemikian rupa sehingga harga keseluruhan dari instalasi itu mulai dari perencanaan, pemasangan dan pemeliharaannya semurah mungkin, kerugian daya listrik harus sekecil mungkin. b. Syarat keamanan Instalasi listrik harus dibuat sedemikian rupa, sehingga kemungkinan timbul kecelakaan sangat kecil. Aman dalam hal ini berarti tidak membahayakan jiwa manusia dan terjaminnya peralatan dan bendabenda disekitarnya dari kerusakan akibat dari adanya gangguan seperti: gangguan hubung singkat, tegangan lebih, beban lebih dan sebagainya. c. Syarat keandalan (kelangsungan kerja) Kelangsungan pengaliran arus listrik kepada konsumen harus terjamin secara baik. Jadi instalasi listrik harus direncana sedemikian rupa sehingga kemungkinan terputusnya atau terhentinya aliran listrik adalah sangat kecil. 4. Komponen Pokok Instalasi Listrik

INSTALASI LISTRIK

2

Komponen pokok instalasi listrik adalah perlengkapan yang paling pokok dalam suatu rangkaian listrik. Komponen yang digunakan dalam pemasangan instalasi listrik banyak macam dan ragamnya. Namun, pada dasarnya komponen instalasi listrik dapat dikelompokan sebagai berikut: a. b. c. d. e. f. g. Bahan penghantar listrik; Bahan Isolasi (Isolator Rol); Pipa Instalasi; Kotak Sambung; Sakelar; Fitting; Perlengkapan Bantu. Penjelasan secara rinci adalah sebagai berikut: a. Penghantar Listrik Penghantar atau kabel yang sering digunakan untuk instalasi listrik penerangan umumnya terbuat dari tembaga. Penghantar tembaga setengah keras (BCC ½ H = Bare Copper Conductor Half Hard) memiliki nilai tahanan jenis 0,0185 ohm mm²/m degangan tegangan tarik putus kurang dari 41 kg/mm². sedangkan penghantar tambaga keras (BCCH = Bare Copper Conductor Hard), kekuatan tegangan tariknya 41 kg/mm². Pemaaian tembaga sebagai penghantar adalah dengan pertimbangan bahwa tembaga merupakan suatu bahan yang mempunyai daya hantar yang baik setelah perak. Penghantar yang dibuat oleh pabrik yang dibuat oleh pabrik terdapat beraneka ragamnya. Berdasarkan konstruksinya, penghantar diklasifikasikan sebagai berikut: 1) Penghantar pejal (solid); yaitu penghantar yang berbentuk kawat pejal yang berukuran sampai 10 mm². Tidak dibuat lebih besar lagi dengan maksud untuk memudahkan penggulungan maupun pemasangannya.

INSTALASI LISTRIK

3

penampang penghantar ini berbentuk persegi empat yang biasanya digunakan pada PHB (Papan Hubung Bagi) sebagai rel-rel pembagi atau rel penghubung. penghantar dapat diklasifikasikan menjadi: INSTALASI LISTRIK 4 . Pengantar Persegi Adapun bila ditinjau dari jumlah penghantar dalam satu kabel. penghantarnya terdiri dari beberapa urat kawat yang berlilit dengan ukuran 1 mm² – 500 mm². alat-alat portabel.Gambar 1. Penghantar Serabut 4) Penghantar persegi (busbar).5 mm² . Ukuran kabel ini antara 0. Gambar 4. banyak digunakan untuk tempat tempat yang sulit dan sempit. Gambar 3. Penghantar ini tidak berisolasi. Penghantar Pejal 2) Penghantar berlilit (stranded).400 mm². alat-alat ukur listrik dan pada kendaraan bermotor. Gambar 2. Penghantar Stranded 3) Penghantar serabut (fleksibel).

b.5 mm² dan sebagainya.5 mm².5 mm². S dan T) atau fasa. Kabel NYM 3) Penghantar triplex. 2) Penghantar duplex. Penghantar jenis ini contohnya NYM 2x2. NYY 3x2. NYMHY 4x2.5 mm² dan sebagainya. netral dan arde. Susunan hantarannya ada yang pejal. ialah kabel yang dapat menghantarkan dua aliran (dua fasa yang berbeda atau fasa dengan netral). 4) Penghantar quadruplex.5mm². Bahan Isolasi (Isolator Rol) INSTALASI LISTRIK 5 . Jenis penghantar yang paling banyak digunakan pada instalasi rumah tinggal yang dibangun permanen saat ini adalah kabel rumah NYA dan kabel NYM.1) Penghantar simplex. Setiap penghantarnya diisolasi kemudian diikat menjadi satu menggunakan selubung.5 mm². Gambar 5.5 mm². NYY 2x2. yaitu kabel dengan tiga pengantar yang dapat menghantarkan aliran 3 fasa (R.5mm² dan sebagainya. NYAF 2. ialah kabel yang dapat berfungsi untuk satu mecam penghantar saja (misal: untuk fasa atau netral saja). kabel dengan empat penghantar untuk mengalirkan arus 3 fasa dan netral atau 3 fasa dan pentanahan. berlilit ataupun serabut. Contoh penghantar quadruplex misalnya NYM 4x2. Contoh kabel jenis ini: NYM 3x2. Contoh penghantar simplex ini antara lain: NYA 1.

permukaan luar maupun dalam pipa harus licin dan rata. dan lembab serta tidak menjalarkan api. Di pasaran. Pipa Instalasi Pipa instalasi berfungsi sebagai pelindung hantaran dan sekaligus perapi instalasi. Pipa instalasi dapat dibedakan menjadi tiga. bahan ini sering disebut dengan rol isolator yang dipasang pada langit-langit bagian atas. pipa fleksibel. INSTALASI LISTRIK 6 . Syarat umum pipa instalasi ialah harus cukup tahan terhadap tekanan mekanis. dan jarak antara titik-titik tumpunya tidak lebih dari 1 meter. Selain itu. kecuali pipa tersebut digunakan untuk menyelubungi kabel bersiolasi ganda. pipa PVC. Pada ujung bebas. Pemasangan isolator ini harus kuat sehingga tidak ada gaya mekanis lebih pada hantaran yang ditunjang. pipa-pipa instalasi terdapat dalam potongan empat meter dengan diameter yang bervariasi. misal NYM. Misalnya PVC. Tindakan ini dimaksudkan sebagai tindakan pengamanan terhadap kemungkinan kegagalan isolasi pada hantaran dalam pipa. dengan diameter yang besar ¾”. Untuk instalasi dalam gedung.Bahan isolasi atau isolator dibuat dari porselen atau bahan lain yang sedrajat. Pemakaian pipa baja yang berada dalam jangkauan tangan dan dipasang terbuka harus ditanahkan dengan sempurna. Pemasangan rol isolator ini harus diatur sehingga jarak bebas antara hantaran-hantaran yang berlainan fasa tidak kurang dari tiga sentimeter. yaitu pipa baja yang dicat meni (sering disebut pipa union). tahan panas. Gambar 6 Rol isolator dan Pemasangan Rol Isolator c.

pipa baja harus diberi selubung masuk (tule). Macam-macam kotak sambung antara lain seperti terlihat pada gambar berikut : INSTALASI LISTRIK 7 . Kotak Sambung Penyambungan atau pencabangan hantaran listrik pada instalasi dengan pipa harus dilakukan dalam kotak sambung. Selain itu. Pada umumnya bentuk sambungan yang digunakan pada kotak sambung ialah sambungan ekor babi (pig tail). Pipa yang tidak ditanam dalam dinding harus ditanam dengan baik mengunakan klem yang sesuai dengan jarak antar klem tidak lebih dari satu meter untuk pemasangan lurus. di tempat-tempat yang diperlukan. kemudian setiap sambungan ditutup dengan las dop setelah diisolasi. Penggunaan pipa PVC memiliki beberapa keuntungan. Hal ini dimaksudkan untuk melindungi sambungan atau percabangan hantaran dari gangguan yang membahayakan. Selain itu. Pada kotak tarik ini apabila tidak terpaksa. Kelemahan pipa PVC adalah tidak dapat digunakan pada suhu kerja normal 60°C. misalnya pada tempat-tempat penembusan lantai. jadi tidak perlu di cat. antara lain: 1) Daya isolasi baik. pipa PVC harus dilindungi dari kerusakan mekanis. pada hantaran lurus memanjang perlud ipasang kotak sambung lurus (kotak tarik) setiap panjang tertentu penarik kabel untuk memudahkan penarikan hantaran. 2) Tahan terhadap hamoir semua bahan kimia. sehingga mengurangi kemungkinan terjadinya gangguan tanah. hantaran tidak boleh dipotong kemudian disambung lagi. 4) Mudah penggunaannya. d. 3) Tidak menjalarkan nyala api.

2) Kontak tarik. 4) Kotak garpu.Gambar 7. 3) Kotak sudut. sama seperti kotak tarik. sering disebut pula dos tanam biasanya digunakan sebagai tempat sambungan dan pemasangan saklelar atau stop kontak/kotak kontak. dipakai untuk percabangan sejajar. INSTALASI LISTRIK 8 . hanya penempatannya berbeda yaitu dipasang pada sudut-sudut ruang. digunakan pada pemasangan pipa lurus memanjang (setiap 20 m) yang fungsinya untuk memudahkan penarikan hantaran ataupun tempat penyambungan. Macam-macam kotak sambung 1) Kotak ujung.

10) Kotak cabang lima digunakan untuk lima percabangan dengan empat cabang sejajar. pemasangannnya disesuaikan dengan penempatannya. dan bentuknya. pemasangannnya disesuaikan dengan penempatannya. Sakelar terdiri dari banyak jenis tergantung dari cara pemasangan. Berdasarkan sisten kerjanya. e. disebut juga cross dos (x dos) untuk empat percabangan. Sakelar Fungsi sakelar adalah untuk menghubungkan atau memutuskan arus listrik dari sumber ke pemakai/beban. 9) Kotak silang. pemasangannnya disesuaikan dengan penempatannya. 8) Kotak T terbalik.5) Kotak T atas. sakelar dibagi menjadi tujuh. INSTALASI LISTRIK 9 . sistem kerja. pemasangannnya disesuaikan dengan penempatannya. 6) Kotak T kiri. 7) Kotak T kanan.

INSTALASI LISTRIK 10 . Macam-macamSsakelar. Konstruksi.Gambar 9. Lambang. Sakelar ini biasanya digunakan pada boks sekering satu fasa. biasanya digunakan untuk memutus atau menghubungkan hantaran fasa dan nol secara bersama-sama. 2) Sakelar kutub ganda (dwi kutub) Titik hubung dwi kutub ada empat. dan Pengawatannya 1) Sakelar tunggal Fungsi sakelat tunggal adalah untuk menyalakan dan mematikan lampu. Pada sakelar ini terdapat dua titik kontak yang menghubungkan hantaran fasa dengan lampu atau alat yang lain.

7) Sakelar silang Untuk melayai satu lampu atau satu golongan lampu agar dapat dinyalakan dan dimatikan lebih dari dua tempat dapat dilakukan dengan mengkombinasikan antara sakelar tunggal dan sakelar silang. dan tempat-tempat yang memerlukan. dan T) secara bersama-sama pada sumber listrik 3 fasa. S. 5) Sakelar seri Sakelar seri adalah sebuah sakelar yang dapat menghubungkan dan memutuskan dua lampu. Berdasarkan cara pemasangannya. sakelar pertama dan terakhir adalah sakelar tukar sedangkan sakelar di antaranya adalah sakelar silang. asrama. tetapi kedua golongan tidak dapat menyala bersamaan. Selain itu. sakelar dapat pula digunakan untuk menyalakan dan memadamkan satu lampu atau satu golongan lampu dari dua tempat dengan menggunakan dua sakelar tukar. yaitu sakelar yang dipasang di luar tembok dan sakelar yang dipasang di dalam INSTALASI LISTRIK 11 . 4) Sakelar kelompok Kegunaan sakelar kelompok adalah untuk menghubungkan atau memutuskan dua lampu atau dua golongan lampu secara bergantian. Yang harus diingat.3) Sakelar kutub tiga (tri kutub) Sakelar mempunyai enam titik hubung untuk menghubungkan atau memutuskan hantara fasa (R. Sakelar seri sering disebut pula sakelar deret. sakelar dibedakan atas dua jenis. Umumnya sakelar ini dipakai sebagai penghubung yang hemat pada kamarkamar hotel. atau dua golongan lampu baik secara bergantian maupun bersama-sama. 6) Sakelar tukar Sakelar tukar sering disebut dengan sakelar hotel karena banyak dipakai dipakai di hotel-hotel untuk menyalakan dan memadamkan dua lampu atau dua golongan lampu secara bergantian.

Pemakaiannya hanya pada tempat tertentu. Tali rami berfungsi sebagai penahan agar kabel tidak INSTALASI LISTRIK 12 .tembok. Pemasangan fitting gantung tergantung pada langit-langit dengan menggunakan kabel snoer atau penguat tali rami. Ada bermacam-meacam fitting. Berdasarkan cara bekerjanya. di antaranya fitting duduk. Tombol biasannya dipakai untuk bel listrik. f. Bila pemasangannya tidak dapat dilakukan secara langsung. Misalnya tombol yang terpasang pada pintu almari es untuk penyalaan lampunya. 4) Sakelar putar. yaitu bakelit atau porselen. Fitting Fitting adalah suatu komponen listrik tempat menghubungkan lampu dengan kawat-kawat hantaran. dan fitting kombinasi stop kontak seperti tampak gambar 10. fitting bayonet. sebagai dudukan sakelar. Pemasangan sakelar di luar tembok (out bow) dilengkapi denga roset sebagai tempat dudukan. biasanya terdapat pada fitting lampu dan untuk mengoperasikan digunakan seutas tali. ada yang disebut fitting duduk dan fitting gantung. yaitu kayu maupun plastik sebagai tempat dudukannya. fitting gantung. Fitting duduk dipasang pada dinding ataupun langit-langit. tetapi ada pula tombol yang dalam keadaan normal terhubung dan saat ditekan terputus. 3) Sakelar jungkit. 2) Tombol tekan. misalnya: box sekering. sudah jarang digunakan karena sudah ada penggantinya yaitu sakelar jungkit. Fitting terbuat dari bahan isolasi. perlu dipasang roset. Pemasangan sakelar di dalam tembok (inbow) memerlukan mangkuk sakelar (dos tanam) baik yang terbuat dari plat besi maupun plastic (PVC). saat ini lebih banyak digunakan untuk menggantikan sakelar putar karen pengoperasiannya mudah. bila ditekan maka kontak terhubung dan begitu dilepas maka kontak akan terputus kembali. sakelar dapat diklasifikasikan menjadi: 1) Sakelar tarik. Digunakan dari cara pemasangannya.

2) Fitting tusuk. Bila ditinjau dari konstruksinya. pengaman. Rating Pengaman Rating pengaman yang dipakai menurut PUIL harus sama dengan atau lebih besar dari arus nominal beban (I pengaman > I nominal). Kotak Pembagi Daya Listrik (PHB)/Distribusi Panel (DP) Panel bagi di dalam instalasi listrik rumah/gedung merupakan peralatan yang berfungsi sebagai tempat membagi dan menyalurkan tenaga listrik ke beban yang memerlukan agar merata dan seimbang. Fitting jenis ini terdapat dua macam. Fitting semacam ini juga sering disebut Fitting Edison. cara memasang lampu pada fitting dilakukan dengan memutar lampu pada fitting. pengaman. alat-alat ukur dan lampu indikator. motor. h. yaitu fitting ulir dan fitting tusuk. 1) Fitting ulir. Di dalam panel bagi terdapat komponen antara lain rel (busbar). dan mobil. Fitting jenis Bayonet dan Goliath biasannya hanya digunakan pada kendaraan. yaitu fitting yang kaki21 kaki lampunya langsung dijepit atau disebut fitting bayonet dan jenis yang lain ialah fitting tusuk putar. cara memasang lampunya dengan jalan menusukkan ke fitting.menanggung beban. yang tersedia dalam berbagai macam ukuran disesuaikan dengan lampunya. Perlengkapan Bantu INSTALASI LISTRIK 13 . Besarnya rating arus MCB maupun MCB diperhitungkan arus beban yang dipikul atau dipasang di dalam instalasi agar memenuhi syarat keamanan. yaitu fitting yang setelah kaki lampu ditusukkan kemudian diputar seperempat lingkaran atau disebut Fitting Goliath. g. Pengaman yang digunakan dalam instalasi listrik adalah pemutus rangkaian (MCB) untuk pengaman tiap kelompok beban dan pemutus rangkaian pusat (MCCB) untuk pengaman seluruh kelompok beban. fitting dibagi menjadi dua jenis. misal kapal laut. sakelar utama. i.

diperlukan beberapa perlengkapan bantu seperti:  Klem (sengkang) Klem digunakan untuk menahan pipa agar dapat dipasang pada dinding atau langit-langit. Penggunaan lengkungan siku lebih mudah daripada harus membengkokkan pipannya. Klem dapat terbuat dari besi maupun bahan PVC. stop kontak atau komponen lainnya maksimum 10 cm. pabik pipa juga menyediakan penyambung siku untuk jalan pipa yang berbelok siku-siku. Ukurannya disesuaikan dengan ukuran pipa. Gambar 12. Untuk meninggikan pemasangan pipa dipakai klem dengan pelana. Bentuk Klem dan Pelana  Lengungan siku (elbow) Untuk mempermudah dan mempercepat pekerjaan pemasangan instalasi. sakelar. Adapun jarak klem dengan kotak sambung.Untuk memasang peralatan-peralatan seperti dibahas diatas. Lengkungan INSTALASI LISTRIK 14 . Klem dipasang menggunakan sekrup atau paku dengan jarak antara satu dengan lainnya tidak lebih dari satu meter untuk pemasangan pipa lurus memanjang. Gambar 11.

Untuk pipa baja/union. seringkali diperlukan penyambungan pipa. Untuk menghemat bahan. Oleh karena itu. khususnya untuk pipa baja. Gambar 14. Penyambungan pipa ini dapat dilakukan dengan memasang penyambung pipa (sock) yang pengerjaannya sangat praktis Gambar 13. agar ujung bebas pipa tajam. Sambungan pipa (sock) Pemasangan pipa instalasi tidak selamannya menggunakan pipa utuh. Tule INSTALASI LISTRIK 15 . Tule yang dipasang tergantung pada bahan pipa yang digunakan. perlu dipasang selubung masuk (tule). tule yang dipasang terbuat dari pelat baja dan bahan PVC menggunakan tule dari bahan plastik. Sambungan Pipa (Sock)  Selubung masuk (tule) Pada bagian dalam dan pada ujung pipa tidak boleh ada bagian yang tajam.

Perkabelan Instalasi di Luar Tembok (Outbow) 1. Las dop dibuat dari bahan isolasi porselen atau plastik. dibawah ini adalah instalasi paling sederhana. Gambar 16. Bagan Satu Garis Instalasi Satu Lampu Satu Sakelar Tunggal Macam instalasi seperti ini adalah instalasi yang sering dipasang di rumahrumah maupun gedung. Sebaiknya sambungan itu ditutup dengan las dop. Las dop Setelah sambungan-sambungan yang terdapat pada kotak sambung dipilin dengan baik dan kuat dengan benang kasur. satu lampu. dan penghantar. Las Dop B. satu T dos. Instalasi satu lampu pijar dengan satu sakelar tunggal Instalasi seperti gambar 16. Gambar 15. Ini dimaksudkan agar antara masing-masing sambungan tidak bersinggungan sehingga tidak membahayakan kita. Instalasi ini terdiri dari komponen-komponen seperti satu sakelar tunggal. INSTALASI LISTRIK 16 .

Dua buah lampu yang terpasang. satu lampu dilayani sakelar seri tuas A dan satu satu lampu lainnya dilayani sakelar seri tuas B. Bagan Satu Garis Instalasi Dua Lampu Satu Sakelar Seri (Deret) 3.Lampu pijar sebanyak satu buah dilayani oleh satu sakelar. Lampu tersebut dapat dihidupkan dan dimatikan dari dua sakelar yang berada di dua pintu. Ditengah-tengah ruangan terdapat lampu. Instalasi satu lampu pijar dengan dua sakelar tukar Instalasi ini terdiri dari satu lampu pijar yang dapat dihidupkan dan dimatikan dari dua sakelar. Instalasi dua lampu pijar dengan satu sakelar seri (deret) Instalasi ini terdiri dari dua buah lampu yang dapat dihidupkan maupun dimatikan dari satu sakelar. Instalasi seperti gambar 17 penggunaanya sering di jumpai di bagian rumah atau gedung yang terdiri dari dua ruangan yang dikendalikan dari satu tempat. Begitu pula jika sakelar menyala maka lampu pijar juga akan menyala. Sakelar yang digunakan adalah sakelar seri atau deret. Pada sakelar tersebut terdapat dua tuas sakelar yang dapat dikendalikan sendirisendiri. Rangkaian instalasi ini sering dijumpai pada lorong yang terdapat dua pintu. Sakelar yang digunakan adalah sakelar tukar atau sering disebut sakelar hotel. Saat sakelar mati maka lampu pijar akan mati. Gambar 17. INSTALASI LISTRIK 17 . 2.

Jika sakelar tunggal dinyalakan maka lampu akan menyala. perbaikan. Pemasangan stop kontak tidak tergantung kepada sakelar tapi berdiri sendiri.Gambar 18. agar keadaan instalasi selalu baik dan bersih. Pemeliharaan Instalasi Listrik 1. Gambar bagan satu garis Instalasi satu lampu pijar dengan satu sakelar tunggal dan satu stop kontak dilengkapi dengan kotak sekering satu fasa C. Instalasi satu lampu pijar dengan satu sakelar tunggal dan satu stop kontak dilengkapi dengan kotak sekering satu fasa Instalasi ini terdiri dari gabungan instalasi satu lampu dan satu sakelar tunggal dengan instalasi satu stop kontak. Gambar bagan satu garis instalasi satu lampu pijar dengan dua sakelar tukar 4. dan uji ulang berdasarkan petunjuk pemeliharaan yang sudah ditentukan. Sebaliknya jika sakelar dimatikan maka lampu akan mati. Pengertian Pemeliharaan instalasi listrik meliputi program pemeriksaan. serta aman bila INSTALASI LISTRIK 18 . Pada instalasi ini diawali dengan sebuah kotak sekering satu fasa yang berfungsi sebagai pengaman instalasi dari bahaya hubung pendek (konslet). perawatan. Gambar 19.

Hal tersebut bertujuan agar pengoperasian instalasi listrik dapat berjalan lancar. dan perlengkapannya seperti papan pengenal dan rambu peringatan. dicegah atau diperkecil. Perawatan dan Perbaikan Perlengkapan Instalasi Listrik Pekerjaan-pekerjaan perawatan dan perbaikan perlengkapan instalasi listrik meliputi : a) Membersihkan kotoran dan debu-debu yang menempel pada perlengkapan instalasi listrik. penuaan atau kerusakaan. 2. Karena apabila instalasi listrik mengalami aus. Selain itu agar gangguan serta kerusakan mudah diketahui. b) Memeriksa dan memperbaiki keadaan perlengkapan instalasi listrik lainnya. maka secara berkala instalasi harus diperiksa dan diperbaiki. Seluruh instalasi listrik. serta bagian yang aus. Sebelum melakukan pembersihan. c) Menjauhkan perlengkapan insalasi listrik dari sumber yang membahayakan.digunakan. pelindung. serta bangunannya harus terpelihara dengan baik. tidak hanya bagian yang mudah terkena gangguan saja. baik segi mekanis maupun listriknya. sakelar. kotak kontak. d) Memeriksa dan memperbaiki keadaan fisik perlengkapan instalasi listrik yang meliputi :  Sekering INSTALASI LISTRIK 19 . dan sebagainya. tetapi juga pengaman. penuaan atau kerusakan tentu akan mengganggu instalasi. harus secara berkala diperiksa dan dicoba. apabila ada yang kendor. maka sekrupnya dikencangkan lagi. PHB. misalnya lampu. sumber air dan sebagainya. Peralatan tertentu seperti relai yang bagiannya lebih cepat terganggu sistem kerjanya karena mengalami aus. sakelar pemutus daya PHB dibuka dan bila perlu pengaman lebur (sekering) dilepaskan agar lebih aman. fiting. misalnya sumber api. rusak atau mengalami penuaan harus segera diganti. sambungan kabel.

2. 3.Sekering sumbat. Di dalam beberapa sekering dipasang kawat perak sebagai sambungan sekering yang akan meleleh jika terjadi gangguan arus lebih atau arus hubung singkat. Bagian-bagian sekering sumbat diperlihatkan pada Gambar berikut INSTALASI LISTRIK 20 . Ukuran sekering harus menurut aturan yang ditetapkan dalam PUIL (Peraturan Umum Instalasi Listrik) yaitu maksimal sebesar 2. Beberapa bentuk sekering diperlihatkan seperti berikut Gambar 24.Sekering bebas letupan. Sekering sumbat banyak digunakan dalam instalasi penerangan dan tenaga untuk arus listrik di bawah 60 ampere.4.Sekering pita. 6. 5.Sekering merupakan alat pengaman dari gangguan arus lebih ataupun hubung singkat. Beberapa Bentuk Sekering 1.Sekering tabung.5 kali arus nominalnya.Sekering gagang.Sekering patrun.

4. 8. 7.Kawat penunjuk.Tempat sekering. Tutup penunjuk.  Sakelar-sakelar Sakelar merupakan alat untuk menghubungkan dan memutuskan arus listrik. 1. Gambar 25. Sambungan sekering. 6.Gambar 25.Tubuh sekering. 3. seperti di dekat pintu masuk ruangan. Bagian-Bagian Sekering Sumbat.Sekerup.Pegas penunjuk.Tutup kontak 5. Bentuk-bentuk Sakelar INSTALASI LISTRIK 21 . penempatan sakelar sebaiknya di tempat yang mudah dicapai. 2. Penyambungan sakelar dengan penghantar fasa jaringan listrik adalah secara seri.

Bila kedudukan tusuk kontak goyah (kendor) akan terdengar suara gemerisik loncatanloncatan bunga api yang berarti hubungannya tidak baik. aliran arus listrik dibuka atau diputuskan terlebih dahulu. stop kontak dengan hubungan tanah dan stop kontak tahan air. Sebelum melakukan perbaikan ini. Bagian-bagian dari stop kontak diperlihatkan pada gambar berikut Gambar 26. Kemudian bukalah tutup sakelar dengan melepaskan sekrup-sekrupnya. Berdasarkan bentuknya stop kontak dibedakan menjadi stop kontak biasa. bila ada yang pecah maka harus diganti. masih berfungsi dengan baik atau tidak. Bagian-bagian Stop Kontak Cara merawat dan memperbaiki stop kontak yaitu dengan memeriksa hubungan antara tusuk kontak dengan stop kontaknya. Selanjutnya pemeriksaan pada kontak sakelar. Sedangkan berdasarkan pemasangannya stop kontak dibedakan menjadi stop kontak yang ditanam dalam dinding dan stop kontak yang ditanam di permukaan dinding.  Stop Kontak Stop kontak atau kotak kontak merupakan kotak tempat sumber arus listrik yang siap pakai. hal ini INSTALASI LISTRIK 22 . Bila kontaknya kotor harus dibersihkan dengan ampelas halus. Bila kontaknya sudah aus.Cara memeriksa dan merawat sakelar adalah dengan memeriksa tutup sakelar. maka sakelar harus diganti.

Bentuk dan bagian-bagian dari fitting diperlihatkan oleh Gambar di bawah ini. Gambar 27. (3) Terminal kontak 3. harus diperhatikan bahwa kontak sebelah dalam fitting dihubungkan dengan penghantar fasa. apabila sudah tidak bisa lagi maka harus diganti dengan yang baru.  Fitting Fitting merupakan alat untuk menghubungkan lampu dengan jaringan listrik secara aman. Bentuk dan bagian-bagian fitting (1) Bagian dalam fitting. Dalam menyambung penghantar dengan kontak fitting. tetapi sebelumnya sakelar pemutus daya dilepaskan dahulu. sedangkan kontak sebelah luar fitting yang berulir dihubungkan dengan penghantar nol dari jaringan listrik. sakelar pemutus daya dan MCB harus dibuka terlebih dahulu serta sekering dilepaskan. Sambungan kawat pada INSTALASI LISTRIK 23 . Pekerjaan-pekerjaan dalam perawatan dan perbaikan hubungan kelistrikan instalasi listrik meliputi : a. Kotak sekering / PHB Langkah-langkah yang harus dikerjakan adalah sebagai berikut : 1) Kotak sekering dibuka tutupnya dengan obeng. Perawatan dan Perbaikan Hubungan Kelistrikan Instalasi Listrik Sebelum melaksanakan perawatan dan perbaikan hubungan kelistrikan instalasi listrik.dapat diperbaiki dengan jalan membuka stop kontak tersebut dan mengatur lubang stop kontaknya dengan obeng atau tang kecil agartepat besarnya bila dimasuki tusuk kontak. (2) Tutup fitting.

3) Tutup kotak kontak–kotak kontak dibuka. 5) Tahanan isolasi antara fase dan nol. agar tidak terjadi kesalahan dalam penyambungan. fase dan bumi (ground). bila memungkinkan kabel tersebut diganti.terminal-terminal dilepaskan dengan membuka sekerup-sekerup terminal menggunakan obeng. Bila hasilnya lebih kecil dari 1000 W tiap volt maka diadakan pemeriksaan bagian instalasi yang mengalami kerusakan isolasi dan harus diganti kabelnya. 4) Kabel-kabel di atas plafon bila ada yang rusak misalnya digigit tikus. Setelah bersih pasang kembali ujungujung kawat pada terminal-terminalnya. sambungan pada terminal dibuka dan dibersihkan. nol dan bumi diukur. fase dan fase. lubang-lubang kontak pada kotak kontak dibersihkan. Jika kontak geser pada sakelar sudah rusak atau aus. bila tidak memungkinkan bagian yang rusak isolasinya dibungkus dengan isolasi yang baik. maka dipasang kembali dengan kuat. setelah bersih dipasang kembali dengan kuat. bila ada yang kendor dikuatkan kembali dengan dipuntir menggunakan tang. sakelar tersebut harus diganti. Sambungan-sambungan kawat pada kotak sambung dibersihkan dari kotoran. 2) Sakelar-sakelar dibuka tutupnya. setelah itu dipasang kembali dengan kuat. Karena panas dan lambat pada terminal-terminal tersebut sering terbentuk kotoran atau kerakkerak yang dapat menghambat aliran arus listrik. Bila tutup sambungan (las dop) ada yang kendor atau lepas dan tutup kotak sambungan ada yang lepas. maka harus dibersihkan dengan menggunakan amplas (kertas gosok) yang halus dengan cara menggosoknya sampai bersih. maka sebelum melepaskan terminal jika perlu diberi tanda. sambungan-sambungan kawat pada terminal dilepaskan dan dibersihkan dari kotoran. INSTALASI LISTRIK 24 .

3. Bagian ujung sambungan ditutup dengan lasdop. Pada umumnya bentuk sambungan kawat yang digunakan jenis ekor babi. Membuat sambungan ekor babi dengan tang kombinasi. Bagian ujung sambungan harus dipotong. ada juga yang berbentuk soket penyambung dari porselin atau plastik. Sambungan ekor babi diperlihatkan pada gambar di bawah ini. Gambar 28. INSTALASI LISTRIK 25 . sehingga logam kabel tidak kelihatan. Sambungan Ekor Babi Keterangan gambar : 1. setiap sambungan harus diisolasi menggunakan benang lasdop dengan kuat. Sambungan kawat Instalasi Merawat dan memperbaiki sambungan-sambungan kawat yang ada di dalam kotak-kotak sambung yaitu dengan cara menggunakan tangga menuju ke atas plafon. 2. kemudian tutup kotak-kotak sambung dibuka dan sambungan-sambungan kawatnya dibersihkan dan dikuatkan lagi menggunakan tang kombinasi. Pada umumnya kotak sambung terbuat dari plastik berbentuk lingkaran.b. tetapi jarang digunakan.

maka perlu dicat lagi. Perawatan dan Perbaikan Bangunan Instalasi Listrik Lama kelamaan gedung tempat instalasi dipasang akan mengalami proses penuaan yang jika dibiarkan dapat mengganggu perlengkapan instalasi listrik yang bersangkutan.mencegah/mengurangi cacat tetap.4. f.konstruksi pemeliharaan yang kesemuanya itu tertuju pada pengangkatan taraf hidup dan kesejahteraan manusia. INSTALASI LISTRIK 26 . kursi. air yang masuk ke gedung dapat mengenai perlengkapan instalasi listrik sehingga dapat menimbulkan gangguan dan kerusakan. b.dan mengamankan material. Penataan kembali barang-barang atau perlengkapan lain seperti meja. karena bila hujan. karena cat selain untuk keindahan juga untuk menjaga keawetannya.Keselamatan kerja meliputi: pencegahan terjadinya kecelakaan. 5. karena selain mengganggu keindahan juga dapat dipakai sebagai jalan masuk tikus yang sering menggigit kabel atau perlengkapan instalasi listrik lainnya. dinding.baik jasmani ataupun rohani manusia. Bila cat pada bagian-bagian gedung banyak yang sudah rusak. almari. Bagian-bagian yang sudah kropos perlu segera diganti atau diperbaiki. serta hasil kerja dan budaya yang tertuju pada kesejahteraan manusia pada umumnya. Perawatan dan perbaikan gedung instalasi listrik meliputi : a. d. Pembersihan bagian-bagian gedung seperti lantai. Atap yang bocor perlu segera diperbaiki. c. Plafon atau langit-langit yang berlubang perlu segera diperbaiki. rak dan sebagainya yang dapat mengganggu pelayanan. dan plafon dari debu dan kotoran. Peraturan Umum Instalasi Listrik a. e. pemeliharaan dan perawatan instalasi listrik.mengurangi kematian. Keselamaan Kerja Tindakan keselamatan kerja bertujuan untuk menjamin keutuhan dan kesempurnaan.

seperti terminal sambungan kabel. Tidak diperbolehkan: menganti kawat pengaman lebur dengan kapasitas yang lebih besar.Dalam pemasangan instalasi listrik biasanya rawan terjadinya kecelakaan. INSTALASI LISTRIK 27 . Oleh karena itu perlu diperhatikan hal-hal yang berkaitan dengan bahaya listrik serta tindakan keselamatan kerja. Penyambungan peralatan listrik pada kotak kontak dengan kotak tusuk(steker) lebih dari satu/bertumpuk.    Peralatan atau hubungan listrik yang dibiakan terbuka. Contoh langkah-langkah keselamatan kerja berhubungan dengan peralatan listrik. Beberapa penyebab terjadinya kecelakaan listrik. Peralatan listrik yang rusak. Kebocoran listrik pada peralatan listrik dengan rangka dari logam.  Bagian yang bertegangan harus ditutup dan tidak boleh disentuh.memasang kawat tambahan pada pengaman lebur untuk menambah daya.Kecelakaan bisa timbul dikarenakan adanya sentuh langsung dengan penghantar berarus ataupun bisa dari keselahan prosedur pemasangan instalasi.diantaranya:     Kabel atau hantaran instalasi listrik dalam keadaan terbuka dan apabila tersentuh akan menimbulkan bahaya kejut. Penggantian kawat sekering yang tidak sesuai dengan kapasitasnya.tempat kerja dan cara melakukan pekerjaan pemasangan instalasi listrik dapat diikuti petunjuk berikut: (1) Menurut PUIL ayat 920 B6   Peralatan yang rusak harus segera diperbaiki atau dapat juga diganti.apabila terjadi kebocoran arus dapat menimbulkan tegangan pada rangka atau body. Jaringan dengan hantaran telanjang.

220V. atau 440V. Macam-macam Instalasi Listrik Berdasarkan pemakaian tenaga listrik dan tegangannya.tetapi dengan cara memegang dan menarik tusuk kontak tersebut.sepatu. Tidak memasang tusuk kontak/steker secara bertumpuk. macam-macam instalasi listrik adalah : 1) Menurut arus listrik yang disalurkan : (a) Instalasi arus searah Instalasi ini pada umumnya bekerja bekerja pada tegangan 110V. b. PT. (3) Pelaksanaan pekerjaan instalasi listrik yang mendukung pada keselamatan kerja      Pekerja instalasi listrik harus mempunyai pengetahuan yang telah ditetapkan oeh PLN. INSTALASI LISTRIK 28 .helm. Peralatan komponen instalasi listrik dan cara pemasangan instalasinya harus sesuai dengan PUIL. (2) Menurut PUIL ayat 920    Ruangan yang didalamnya terdapat peralatan listrik terbuka.sarung tangan. Tidak boleh melepas tusuk kontak dengan menarik kabelnya. Berhati-hatilah bekerja dibawah rangkaian listrik!! Perlu digunakan peralatan pelindung bila bekerja didaerah rawan bahaya listrik. Pekerja harus dilengkapi dengan pelindung seperti baju pengaman. harus diberi tanda peringatan 'AWAS BERBAHAYA'. Kereta Api Indonesia pada pelayanan KRL (Kereta Api Listrik). Di Indonesia penggunaannya adalah industri yang bekerja berdasarkan elektronika. Peralatan listrik yang rangkaiannya terbuat dari logam harus ditanahkan.

000V. 1000V. 5000V. INSTALASI LISTRIK 29 . 500V. 10.PLN menggunakan arus bolak-balik 127 Volt dan system baru dengan tegangan 350 Volt instalasi tenaga ini biasa dipakai bersama untuk penerangan maupun tenaga. (c) Instalasi tegangan rendah Dipergunakan pada saluran distribusi. 15. PJU (Penerangan Jalan Umum). atau pada induksi-induksi yang memerlukan tenaga listrik untuk keperluan saluran seperti pada . sebagai muatan transmisinya tenaganya kecil. instalasi tenaga pada induk.(b) Instalasi arus bolak-balik Instalasi ini pada umumnya bekerja pada tegangan : 125V. 380V. industri maupun bangunan komersil. komersil. Di Indonesia jaringan dari PT. 330V. PLN tegangan yang digunakan adalah 220V. 3000V. (b) Instalasi tegangan menengah Dipergunakan pada pusat pembangkit listrik arus bolak balik pada saluran distribusi. karena mengalirkan daya yang besar pada tegangan tinggi selama arus baliknya kecil. dan 20. 220V. Instalasi arus bolak-balik banyak dipakai untuk rumah tangga. (c) Instalasi listrik khusus Dipergunakan pemakaian alat-alat.000V. 6. 3) Menurut pemakaian tenaga listrik (a) Instalasi penerangan / instalasi cahaya PT.000V.PLN menggunakan arus bolak-balik 127 Volt (sistem lama) dan mulai tahun 1980-an dengan sistem 220 Volt. 6000V.000V. (b) Instalasi tenaga Sistem lama PT. instalasi penerangan rumah tangga. 2) Menurut tegangan yang digunakan (a) Instalasi tegangan tinggi Dipergunakan pada saluran transmisi.

kapal laut. telegram. pesawat terbang Instalasi listrik pada pemancar radio.   Instalasi listrik pada kereta api. radar Instalasi listrik pada industrii pertambangan dan lain-lain INSTALASI LISTRIK 30 . TV telepon. mobil.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->