P. 1
UNDANG-UNDANG PKN

UNDANG-UNDANG PKN

|Views: 7|Likes:

More info:

Published by: Fitria Ahibba Linna II on Sep 09, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/22/2014

pdf

text

original

UNDANG-UNDANG TENTANG PERUBAHAN UNDANG-UNDANG No.

3 TAHUN 1946 TENTANG WARGA NEGARA DAN PENDUDUK REPUBLIK INDONESIA

NEGARA

Pasal 1. Undang-undang No. 3 tahun 1946 tentang Warga Negara dan penduduk Negara Republik Indonesia diubah dan ditambah sebagai berikut : a. Pasal 1 bab b harus dibaca : b. Orang yang tidak masuk dalam golongan tersebut di atas akan tetapi turunan dari seorang dari golongan itu dan lahir, bertempat kedudukan dan kediaman dalam daerah Negara Indonesia, dan orang bukan turunan seorang dari golongan termaksud, yang lahir dan bertempat kedudukan dan kediaman selama sedikitnya 5 tahun berturut-turut yang paling akhir di dalam daerah Negara b. titik koma. c. Pasal 1 ditambah dengan jo. badan-hukum yang didirikan menurut hukum yang berlaku dalam Negara Indonesia dan bertempat kedudukan di dalam daerah Negara Indonesia. d. Antara pasal 3 dan pasal 4 ditambah : Pasal 3a. Seorang Warga Negara Indonesia tersebut dalam pasal 1 bab b, yang mempunyai kewargaan negara dari negeri lain, dapat melepaskan kewargaannya dari Negara Indonesia dengan menyatakan keberatan menjadi Warga Negara Indonesia. Pasal 3b. Jika seorang Warga Negara Indonesia tersebut dalam pasal 1 bab b meninggal dunia pada waktu itu masih menyatakan keberatan menjadi Warga Negara Indonesia, maka dengan mengingat aturan dalam pasal 3a, hak untuk menyatakan keberatan ini dilanjutkan buat anak-anaknya yang sah, disahkan, diakui atau diangkat dengan cara yang sah, oleh walinya masing-masing, dan buat, jandanya oleh dia sendiri, kecuali jika janda itu masuk dalam golongan tersebut dalam pasal 1 bab a, yang dalam hal itu Indonesia, yang telah berumur 21 tahun atau telah kawin; Titik pada akhir kalimat pasal 1 bab i diganti dengan

tetap menjadi Warga Negara Indonesia.

e.

Pasal 4 ayat (1) harus dibaca :

(1) Pernyataan keberatan tersebut dalam pasal 3a harus disampaikan dengan

tulisan kepada Menteri Kehakiman dalam waktu 1 tahun setelah aturan

dalam pasal 1 bab b berlaku buat orang yang bersangkutan. Pasal 5 ayat (3) harus dibaca : (5) Untuk tiap-tiap naturalisasi harus dibayar kepada Kas Negeri uang sejumlah 200 rupiah. g. Antara pasal 11 dan pasal 12 ditambah : f.

Pasal 11a. (1) Surat pernyataan tersebut dalam pasal 4 ayat (1), pasal 6 ayat (2), pasal 9 ayat (1), pasal 10 ayat (1) dan pasal 11 ayat (1) harus disampaikan kepada Menteri Kehakiman dengan perantaraan Pengadilan Negeri yang daerah hukumnya meliputi tempat kedudukan orang yang menyatakan. (2) Setelah menerima surat pernyataan itu, maka Pengadilan Negeri berwajib dengan selekas-lekasnya memeriksanya untuk menetapkan apakah syarat-syarat yang ditetapkan oleh Undang-undang ini dipenuhi. Dengan selekas-lekasnya setelah mengambil penetapan tentang pernyataan itu, maka Pengadilan Negeri harus mengirimkan salinan dari penetapan itu kepada Menteri Kehakiman disertai dengan surat pernyataan dan surat-surat lampirannya.

h.

Antara pasal 14 dan pasal 15 ditambah :

Pasal 14a. Segala sesuatu yang perlu untuk menjalankan aturan-aturan dalam Undang-undang ini diatur oleh Peraturan Pemerintah. i. 1945. Pasal 15 harus dibaca : Undang-undang ini mulai berlaku pada hari 17 Agustus

jika bapanya pada waktu meninggal dunia memenuhi syarat-syarat tersebut dalam pasal 1 bab b. Orang yang pada waktu Undang-undang ini mulai berlaku tidak mempunyai bapa lagi dan pada waktu itu belum berumur 21 tahun dan belum kawin adalah Warga Negara Indonesia. Dalam waktu 1 tahun sesudah 10 April 1946 ia dapat melepaskan kewargaannya dari Negara Indonesia dengan menyatakan keberatan menjadi Warga Negara Indonesia.j. Seorang perempuan yang pada waktu Undang-undang ini mulai berlaku tidak mempunyai suami lagi karena suaminya yang akhir meninggal dunia. Dalam hal ini berlaku aturan-aturan dalam pasal 3a. sedang suaminya itu pada waktu meninggal dunia memenuhi syarat-syarat tersebut dalam pasal 1 bab a atau pasal 1 bab b dan ia sendiri tidak. Selama belum berumur 21 tahun atau belum kawin maka yang dapat menyatakan keberatan sebagai tersebut dalam pasal 3a buat orang itu ialah walinya. . adalah Warga Negara Indonesia. II. pasal 10 dan pasal 11a. dengan perbedaan pasal 10 ayat (1) kalimat 2 bab c menjadi : bahwa ia tidak memenuhi syarat-syarat tersebut dalam pasal 1 bab a atau pasal 1 bab b. Peraturan Peralihan harus dibaca : I.

Pasal 2. Undang-undang ini mulai berlaku pada hari 17 Agustus 1954.Orang yang pada waktu tanggal 10 April 1946 memenuhi syarat-syarat tersebut dalam pasal 1 bab b atau berada dalam keadaan tertera dalam pasal 9 ayat (1).G. SOESANTO TIRTOPRODJO. Menteri Kehakiman.III. Diumumkan pada tanggal 3 Maret 1947. pasal 10 ayat (1) atau pasal 11 ayat (1) dapat mempergunakan hak pernyataan masing-masing dalam waktu 1 tahun setelah hari tersebut. SOEKARNO. Sekretaris Negara. A. Demikian pula orang yang kehilangan bapa atau suami termaksud dalam pasal 3b antara tanggal 17 Agustus 1945 dan 10 April 1946 dapat mempergunakan hak pernyataan masing-masing dalam waktu tersebut. Ditetapkan di Yogyakarta pada tanggal 27 Pebruari 1947. PRINGGODIGDO. PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA. .

pasal-pasal 5 dan 144 Undang-Undang Dasar Sementara Republik Indonesia. 2. yang bertempat tinggal di Suriname atau Antilen ( koloni Belanda ). Penduduk asli Indonesia. Akan tetapi. Orang asing ( kawula negara Belanda ) bukan orang belanda yang lahir Indonesia dan bertempat tinggal di RI.Hasil Konferensi Meja Bundar (KMB) Tahun 1949 Diposkan oleh Pernak . 2012 Hasil Dari Konferensi Meja Bundar (KMB) Sebagai berikut : 1. dan yang dalam waktu dua tahun sesudah tanggal 27 Desember 1949 tidak menolak kewarganegaraan Indonesia. Januari 26. jika mereka lahir di luar kerajaan Belanda.mereka berhak memilih kewarganegaraan Belanda dalam waktu dua tahun setelah tanggal 27 Desember 1949. 3. Orang Cina dan Arab yang lahir di Indonesia atau sedikitnya enam bulan bertempat tinggal di wilayah RI dan dalam waktu dua tahun sesudah tanggal 27 Desember 1949 menyatakan memilih menjadi warga negara Indonesia.Pernik di Kamis. yaitu mereka yang dulu termasuk golongan Bumiputera da berkedudukan di wilayah RI. Mengingat : a. pasal 89 Undang-Undang Dasar Sementara Republik Indonesia . 4. b. Orang Indonesia. 5. UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 62 TAHUN 1958 TENTANG KEWARGANEGARAAN REPUBLIK INDONESIA (LNRI 1958/113) PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA. Orang Belanda yang dilahirkan di wilayah RI atau sedikitnya bertempat tinggal enam bulan di wilayah RI dan yang dalam waktu dua tahun sesudah tanggal 27 Desember 1949 menyatakan memilih warga negara Indonesia. Menimbang : bahwa perlu diadakan Undang-undang kewarganegaraan Republik Indonesia. kawula negara Belanda.

jika kedua orang tuanya tidak mempunyai kewarganegaraan atau selama kewarganegaraan kedua orang tuanya tidak diketahui. d. orang yang lahir di dalam wilayah Republik Indonesia yang pada waktu lahirnya tidak mendapat kewarganegaraan ayah atau ibunya. seorang anak yang diketemukan di dalam wilayah Republik Indonesia selama tidak diketahui kedua orang tuanya. c. h. orang-orang yang berdasarkan perundang-undangan dan/atau perjanjian-perjanjian dan/atau peraturan yang berlaku sejak proklamasi 17 Agustus 1945 sudah warganegara Republik Indonesia. MEMUTUSKAN: Menetapkan : UNDANG-UNDANG TENTANG KEWARGANEGARAAN REPUBLIK INDONESIA. jika ayahnya tidak mempunyai kewarganegaraan. seorang warganegara Republik Indonesia. atau selama tidak diketahui kewarganegaraan ayahnya. f. b. dan selama ia tidak mendapat kewarganegaraan ayah atau ibunya itu. i. apabila ia pada waktu itu tidak mempunyai hubungan hukum kekeluargaan dengan ayahnya. orang yang lahir di dalam wilayah Republik Indonesia. dan bahwa hubungan hukum kekeluargaan ini diadakan sebelum orang itu berumur 18 tahun atau sebelum ia kawin pada usia di bawah 18 tahun.Dengan persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat. anak yang lahir dalam 300 hari setelah ayahnya meninggal dunia. orang yang pada waktu lahirnya ibunya warganegara Republik Indonesia. orang yang lahir di dalam wilayah Republik Indonesia selama kedua orang tuanya tidak diketahui. . orang yang pada waktu lahirnya ibunya warga negara Republik Indonesia. apabila ayah itu pada waktu meninggal dunia warganegara Republik Indonesia. e. dengan pengertian bahwa kewarganegaraan Republik Indoaesia tersebut dimulai sejak adanya hubungan hukum kekeluargaan termaksud. orang yang pada waktu lahirnya mempunyai hubungan hukum kekeluargaan dengan ayahnya. Pasal 1 Warganegaraan Republik Indonesia ialah: a. g.

boleh mengajukan permohonan kepada. apabila pengangkatan itu dinyatakan sah oleh Pengadilan Negeri dari tempat tinggal orang yang mengangkat anak itu. (2) Permohonan tersebut di atas harus diajukan dalam 1 tahun sesudah orang yang bersangkutan berumur 18 tahun kepada Menteri Kehakiman melalui Pengadilan Negeri atau Perwakilan Republik Indonesia dari tempat tinggalnya. yang kewarganegaraannya turut ayahnya seorang asing. Pasal 4 (1) Orang asing yang lahir dan bertempat tinggal di dalam Wilayah Republik Indonesia yang ayah atau ibunya. apabila ia setelah memperoleh kewarganegaraan Republik Indonesia tidak mempunyai kewarganegaraan lain atau menyertakan pernyataan menanggalkan kewarganegaraan lain menurut cara yang ditentukan oleh ketentuan hukum dari negara asalnya dan/atau menurut cara yang ditentukan oleh perjanjjian penyelesaian dwi-kewarganegaraan antara Republik Indonesia dan negara yang bersangkutan. juga lahir di dalam wilayah Republik Indonesia. Menteri Kehakiman. Pasal 3 (1) Anak di luar perkawinan dari seorang ibu warganegara Republik Indonesia atau anak dari perkawinan sah. apabila ia tidak mempunyai hubungan kekeluargaan dengan ayahnya. memperoleh kewarganegaraan Republik Indonesia. boleh mengajukan permohonan kepada Menteri Kehakiman untuk memperoleh kewarganegaraan Republik Indonesia. itu atau dalam 1 tahun setelah Undang-undang ini mulai berlaku. (4) Kewarganegaraan Republik Indonesia yang diperoleh atas permohonan itu mulai berlaku pada hari tanggal keputusan Menteri Kehakiman. apabila ia setelah memperoleh kewarganegaraan Republik Indonesia tidak mempunyai . untuk memperoleh kewarganegaraan Republik Indonesia. (3) Menteri Kehakiman mengabulkan atau menolak permohonan itu dengan persetujuan Dewan Menteri. (2) Pernyataan sah oleh Pengadilan Negeri termaksud harus dimintakan oleh orang yang mengangkat anak tersebut dalam 1 tahun setelah pengangkatan. orang yang memperoleh kewarganegaraan Republik Indonesia menurut aturan-aturan Undang-undang ini.j. tetapi dalam perceraian oleh hakim anak tersebut diserahkan pada asuhan ibunya seorang warganegara Republik Indonesia. Pasal 2 (1) Anak asing yang belum berumur 5 tahun yang diangkat oleh seorang warganegara Republik Indonesia.

(3) Menteri Kehakiman mengabulkan atau menolak permohonan itu dengan persetujuan Dewan Menteri. (4) Kewarganegaraan Republik Indonesia yang diperoleh atas permohonan itu mulai berlaku pada hari tanggal keputusan Menteri Kehakiman Pasal 5 (1) Kewarganegaraan Republik Indonesia karena pewarganegaraan diperoleh dengan berlakunya keputusan Menteri Kehakiman yang memberikan pewarganegaraan itu. tidak mempunyai kewarganegaraan.000. c. atau pada waktu mengajukan permohonan bertempat tinggal dalam daerah itu selama sedikit-dikitnya 5 tahun berturut-turut. g. lahir dalam wilayah Republik Indonesia. (2) Permohonan tersebut di atas harus diajukan dalam 1 tahun sesudah orang yang bersangkutan berumur 18 tahun kepada Menteri Kehakiman melalui Pengadilan Negeri dari tempat tinggalnya. sudah berumur 21 tahun. yang paling akhir atau sama sekali selama 10 tahun tidak berturut-turut. dalam keadaan sehat rohani dan jasmani.sampai Rp. d. atau kehilangan kewarganegaraan apabila ia memperoleh kewarganegaraan Republik Indonesia atau menyertakan pernyataan menanggalkan kewarganegaraan lain menurut ketentuan hukum dari negara asalnya atau menurut ketentuan hukum perjanjian penyelesaian dwikewarganegaraan antara Republik . (2) Untuk mengajukan permohonan pewarganegaraan pemohon harus: a. cukup dapat berbahasa Indonesia. atau pada saat mengajukan permohonan ia menyampaikan juga surat pernyataan menanggalkan kewarganegaraan lain yang mungkin dimilikinya sesuai dengan ketentuan-ketentuan hukum yang berlaku di negara asalnya atau sesuai dengan ketentuanketentuan di dalam perjanjian penyelesaian dwi-kewarganegaraan antara Republik Indonesia dan negara yang bersangkutan. apabila ia seorang laki-laki yang kawin mendapat persetujuan istri (istri-istri)-nya.kewarganegaraan lain. membayar pada kas negari uang sejumlah antara Rp.yang ditentukan besarnya oleh Jawatan Pajak tempat tinggalnya berdasarkan penghasilannya tiap bulan yang nyata dengan ketentuan tidak boleh melebihi penghasilan nyata sebulan. dan mempunyai sekedar pengetahuan sejarah Indonesia serta tidak pernah dihukum karena melakukan suatu kejahatan vang merugikan Republik Indonesia.. mempunyai mata pencaharian yang tetap. h. 500. 10.. f. b. e.

“bahwa saya akan menjunjung tinggi Undang-Undang Dasar dan hukum-hukum Republik Indonesia dan akan membelanya dengan sungguh-sunggguh. “bahwa saya melepaskan seluruhnya segala kesetiaan kepada kekuasaan asing. (5) Keputusan Menteri Kehakiman yang memberikan pewarganegaraan mulai berlaku pada hari pemohon di hadapan Pengadilan Negeri atau Perwakilan Republik Indonesia dari tempat tinggalnya mengucapkan sumpah atau janji setia dan berlaku surut hingga hari tanggal keputusan Menteri Kehakiman tersebut.Indonesia dan negara yang bersangkutan. Menteri Kehakiman mengumumkan pewarganegaraan itu dengan menempatkan keputusannya dalam Berita Negara. (7) Apabila sumpah atau janji setia tidak diucapkan dalam waktu tiga bulan setelah hari tanggal keputusan Menteri Kehakiman. Seorang perempuan selama dalam perkawinan tidak boleh mengajukan permohonan pewarganegaraan. “bahwa saya mengakui dan menerima kekuasaan yang tertinggi dari Republik Indonesia dan akan menepati kesetiaan kepadanya. (9) Jika permohonan pewarganegaraan ditolak. apabila permohonan pewarganegaraan tidak dikabulkan. . Permohonan harus ditulis dalam bahasa Indonesia dan bersama dengan permohonan itu harus disampaikan bukti-bukti tentang hal-hal tersebut dalam ayat 2 kecuali yang tersebut dalam huruf d. Sumpah atau janji setia itu adalah sebagai berikut: “Saya bersumpah (berjanji). (3) Permohonan untuk pewarganegaraan harus disampaikan dengan tertulis dan dibubuhi materai kepada Menteri Kehakiman melalui Pengadilan Negeri atau Perwakilan Republik Indonesia dari tempat tinggal pemohon. maka pemohon dapat mengajukan permohonan kembali. “bahwa saya memikul kewajiban ini dengan rela hati dan tidak akan mengurangi sedikitpun. (6) Setelah pemohon mengucapkan sumpah atau janji setia termaksud di atas. maka keputusan itu dengan sendirinya menjadi batal. (4) Menteri Kehakiman mengabulkan atau menolak permohonan pewarganegaraan itu dengan persetujuan Dewan Menteri. Pengadilan Negeri atau Perwakilan Republik Indonesia memberikan bukti-bukti itu akan kebenarannya dan menguji pemohon akan kecakapannya berbahasa Indonesia dan akan pengetahuan tentang sejarah Indonesia. (8) Jumlah tersebut dalam ayat 2 dibayarkan kembali.

apabila dan pada waktu ia dalam 1 tahun setelah perkawinannya berlangsung menyatakan keterangan untuk itu kecuali apabila ia dengan kehilangan kewarganegaraan Republik Indonesia itu menjadi tanpa kewarganegaraan. (4) Keterangan-keterangan tersebut di atas harus dinyatakan kepada Pengadilan Negeri atau Perwakilan Negara Indonesia dari tempat tinggal orang yang menyatakan keterangan itu.Pasal 6 Kewarganegaraan juga dapat diberikan dengan alasan kepentingan Negara atau berjasa terhadap Negara oleh Pemerintah dengan persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat. . dalam hal mana keterangan itu tidak boleh dinyatakan. ayat 5. Dalam hal ini dan ketentuan-ketentuan dalam pasal 5 hanya berlaku ketentuan-ketentuar ayat 1. ayat 6 dan ayat 7. (2) Keterangan tersebut dalam ayat 1 harus dinyatakan kepada Pengadilan Negeri atau Perwakilan Republik Indonesia dari tempat tinggal orang yang menyatakan keterangan untuk itu. Keterangan itu hanya boleh dinyatakan dan hanya mengakibatkan hilangnya kewarganegaraan Republik Indonesia. (2) Dengan perkecualian tersebut dalam ayat 1 perempuan asing yang kawin dengan seorang warganegara Republik Indonesia juga memperoleh kewarganegaraan Republik Indonesia satu tahun sesudah perkawinannya berlangsung. suami tersebut tidak menjadi tanpa kewarganegaraan. Pasal 7 (1) Seorang perempuan asing yang kawin dengan seorang warganegara Republik Indonesia. apabila dan pada waktu ia dalam 1 tahun setelah perkawinanya berlangsung menyatakan keterangan untuk itu. memperoleh kewarganegaraan Republik Indonesia. (3) Apabila dari salah satu keterangan tersebut dalam ayat 1 dan ayat 2 sudah dinyatakan. Pasal 8 (1) Seorang perempuan warganegara Republik Indonesia yang kawin deagan seorang asing kehilangan kewarganegaraan Republik Indonesianya. apabila dengan kehilangan itu. apabila dalam satu tahun itu suaminya tidak menyatakan keterangan untuk melepaskan kewarganegaraan Republik Indonesianya. kecuali jika ia apabila memperoleh kewarganegaraan Republik Indonesia masih mempunyai kewarganegaraan lain. maka keterangan yang lainnya tidak boleh dinyatakan.

kecuali apabila setelah memperoleh kewarganegaraan Republik Indonesia istri itu masih mempunyai kewarganegaraan lain. kehilangan kewarganegaraan itu lagi. kecuali apabila istri itu akan menjadi tanpa kewarganegaraan. jika dan pada waktu ia setelah perkawinannya terputus menyatakan keterangan untuk itu. (2) Kehilangan kewarganegaraan Republik Indonesia oleh seorang suami dengan sendirinya berlaku terhadap istrinya. (2) Kehilangan kewarganegaraan Republik Indonesia oleh seorang istri dengan sendirinya berlaku terhadap suaminya. memperoleh kewarganeggaraan itu kembali jika dan pada waktu ia setelah perkawinannya terputus menyatakan keterangan untuk itu. Keterangan itu harus dinyatakan dalam waktu 1 tahun setelah perkawinan itu terputus kepada Pengadilan Negeri atau Perwakilan Republik Indonesia dari tempat tinggalnya. kecuali apabila suami itu akan menjadi tanpa kewarganegaraan. (2) Ketentuan ayat 1 tidak berlaku apabila orang itu dengan kehilangan kewarganegaraan Republik Indonesianya menjadi tanpa kewarganegaraan. (2) Ketentuan ayat 1 tidak berlaku dalam hal orang itu apabila setelah memperoleh kembali kewarganegaraan Republik Indonesia masih mempunyai kewarganegaraan lain. Pasal 12 (1) Seorang perempuan yang disebabkan oleh atau sebagai akibat perkawinanya memperoleh kewarganegaraan Republik Indonesia.Pasal 9 (1) Kewarganegaraan Republik Indonesia yang diperoleh oleh seorang suami dengan sendirinya berlaku terhadap istrinya. Pasal 10 (1) Seorang perempuan dalam perkawinannya tidak boleh mengajukan permohonan tersebut dalam pasal 3 dan pasal 4. . Pasal 11 (1) Seorang yang disebabkan oleh atau sebagai akibat dari perkawinanya kehilangan kewarganegaraan Republik Indonesia. Keterangan itu harus dinyatakan dalam waktu 1 tahun setelah perkawinannya itu terputus kepada Pengadilan Negeri atau Perwakilan Republik Indonesia dari tempat tinggalnya.

setelah mereka bertempat tinggal dan berada di Indonesia. Keterangan itu harus dinyatakan dalam waktu 1 tahun setelah anak itu berumur 21 tahun kepada Pengadilan Negeri atau Perwakilan Republik Indonesia dari tempat tinggalnya. maka anak-anak yang mempunyai hubungan hukum kekeluargaan dengan suami itu. Ketentuan ayat 1 tidak berlaku apabila anak itu dengan kehilangan kewarganegaraan Republik Indonesia menjadi tanpa kewarganegaraan. maka ia kehilangan kewarganegaraan Republik Indonesia lagi. yang belum berumur 18 tahun dan belum kawin turut memperoleh kewarganegaraan Republik Indonesia juga. Ketentuan tentang bertempat tinggal dan berada di Indonesia itu tidak berlaku terhadap anak-anak yang karena ayahnva memperoleh kewarganegaraan Republik Indonesia menjadi tanpa kewarganegaraan. Kehilangan kewarganegaraan Republik Indonesia oleh seorang ibu berlaku juga terhadap anak-anaknya yang tidak mempunyai hubungan hukum kekeluargaan dengan ayahnya. yang belum berumur 18 tahun dan belum kawin setelah mereka bertempat tinggal dan berada di Indonesia. kecuali jika dengan kehilangan kewarganegaraan Republik Indonesianya anak-anak itu menjadi tanpa kewarganegaraan. Pasal 15 Kehilangan kewarganegaraan Republik Indonesia oleh seorang ayah berlaku terhadap anakanaknya yang mempunyai hubungan hukum kekeluargaan dengan ayah itu.Pasal 13 (1) Anak yang belum berumur 18 tahun dan belum pernah kawin yang mempunyai hubungan hukum kekeluargaan dengan ayahnva sebelum ayah itu memperoleh kewarganegaraan Republik Indonesia. . Pasal 14 Bilamana anak termaksud dalam pasal 2 dan pasal 13 sampai berumur 21 tahun. (2) Kewarganegaran Republik Indonesia yang diperoleh seorang ibu berlaku juga terhadap anak-anaknya yang tidak mempunyai hubungan hukum kekeluargaan dengan ayahnya. yang belum berumur 18 tahun dan belum kawin. Apabila kewarganegaraan Republik Indonesia itu diperoleh dengan pewarganegaraan oleh seorang ibu yang telah menjadi janda karena suaminya meninggal. jika dan pada waktu ia menyatakan keterangan untuk itu. Ketentuan tentang tempat tinggal yang berada di Indonesia itu tidak berlaku terhadap anak-anaknya yang karena ibunya memperoleh kewarganegaraan Republik Indonesia menjadi tanpa kewarganegaraan. turut memperoleh kewarganegaraan Republik Indonesia setelah ia bertempat tinggal dan berada di Indonesia.

anak yang diangkat sah oleh orang asing sebagai anaknya. maka ketentuanketentuan dalam ayat 2 berlaku juga terhadap anak-anaknya yang mempunyai hubungan hukum kekeluargaan dengan suami itu. Pasal 16 (1) Seorang anak yang kehilangan kewarganegaraan Republik Indonesia karena ayah atau ibunya kehilangan kewarganegaraan itu. b. Apabila ibu itu kehilangan kewarganeggaraan Republik Indonesia karena pewarganegaraan di luar negeri dan ibu itu telah menjadi janda karena suaminya meninggal. jika anak yang bersangkutan belum berumur 5 tahun dan dengan kehilangan kewarganegaraan Republik Indonesia tidak menjadi tanpa kewarganegaraan. Keterangan termaksud harus dinyatakan dalam waktu 1 tahun setelah anak itu berumur 18 tahun kepada Pengadilan Negeri atau Perwakilan Republik Indonesia dari tempat tinggalnya. jika pada waktu ia menyatakan keterangan untuk itu.kecuali jika dengan kehilangan kewarganegaraan Republik Indonesia anak-anak itu menjadi tanpa kewarganegaraan. setelah anak-anak itu bertempat tinggal dan berada di luar negeri. tidak menolak atau melepaskan kewarganegaraan lain.masih mempunyai kewarganegaraan lain. . (2) Keterangan ayat 1 tidak berlaku dalam hal anak itu . Pasal 17 Kewarganegaraan Indonesia hilang karena: a. memperoleh kewarganegaraan lain karena kemauannya sendiri dengan pengertian bahwa jikalau orang yang bersangkutan pada waktu memperoleh kewarganegaraan lain itu berada dalam wilayah Republik Indonesia kewarganegaraan Republik Indonesia-nya baru dianggap hilang apabila Menteri Kehakiman dengan persetujuan Dewan Menteri atas kehendak sendiri atau atas permohonan orang yang bersangkutan menyatakan hilang. sedangkan orang yang bersangkutan mendapat kesempatan untuk itu.apabila setelah memperoleh kewarganegaraan Republik Indonesia . d. c. memperoleh kewarganegaraan Republik Indonesia kembali setelah anak tersebut sampai berumur 18 tahun. diakui oleh orang asing sebagai anaknya. jika orang yang bersangkutan belum berumur 18 tahun dan belum kawin dan dengan kehilangan kewarganegaraan Republik Indonesia tidak menjadi tanpa kewarganegaraan.

e. masih berlaku. Keterangan itu harus dinyatakan kepada Pengadilan Negeri dari tempat tinggalnya dan 1 tahun setelah orang. Pasal 18 Seorang yang kehilangan kewarganegraan Republik Indonesia termaksud dalam pasal 17 huruf k memperoleh kewarganegaraan Republik Indonesia kembali jika ia bertempat tinggal di Indonesia berdasarkan Kartu Izin Masuk dan menyatakan keterangan untuk itu. jika jabatan dinas negara yang dipangkunya menurut peraturan Republik Indonesia hanya dapat dipangku oleh warganegara atau jabatan dalarn dinas organisasi antar negara tersebut memerlukan sumpah atau janji jabatan. masuk dalam dinas tentara asing tanpa izin lebih dahulu dari Menteri Kehakiman. selama 5 tahun berturut-turut bertempat tinggal di luar negeri dengan tidak menyatakan keinginannya untuk tetap menjadi warganegara sebelum waktu itu lampau dan seterusnya tiap-tiap dua tahun. itu bertempat tinggal di Indonesia. Pasal 19 Kewarganegaraan Republik Indonesia yang diberikan atau diperoleh atas keteranganketerangan yang tidak benar dapat dicabut kembali oleh instansi yang memberikannya atau oleh instansi yang menerima keterangan-keterangan itu. bertempat tinggal di luar negeri dan dengan dinyatakan hilang kewarganegaraan Republik Indonesia-nya tidak menjadi tanpa kewarganegaraan. jika ia telah berumur 21 tahun. Bagi warganegara Republik lndonesia. dinyatakan hilang oleh Menteri Kehakiman dengan persetujuan Dewan Menteri atas permohonan orang yang bersangkutan. mengangkat sumpah atau menyatakan janji setia kepada negara asing atau bagian dari padanya. h. mempunyai paspor atau surat yang bersifat paspor dari negara asing atas namanya yang. yang berumur di hawah 18 tahun kecuali apabila ia sudah pernah kawin. turut serta dalam pemilihan sesuatu yang bersifat ketatanegaraan untuk suatu negara asing. f. dengan tidak diwajibkan. j. keinginan itu harus dinyatakan kepada Perwakilan Republik Indonesia dari tempat tinggalnya. mulai berlaku pada hari tanggal ia mencapai umur 18 tahun. masa lima tahun tersebut di atas. lain dari untuk dinas negara. i. . g. k. tanpa izin terlebih dahulu dari Menteri Kehakiman masuk dalam dinas negara asing atau dinas suatu organisasi antar negara yang tidak dimasuki oleh Republik Indonesia sebagai anggota.

adalah warganegara . sedangkan ia sendiri tidak boleh menyatakan keterangan memilih kewarganegaraan Republik Indonesia. dengan pengertian bahwa suami seorang perempuan yang menjadi warganegara Republik Indonesia termaksud dalam pasal I peraturan peralihan ini tidak dapat menyatakan keterangan tersebut dalam pasal 7 ayat 2 lagi. menjadi warganegara Republik Indonesia. Prt/PM/09/1957 dan pasal 3 Peraturan Penguasa Perang Pusat No. karena orang itu pada waktu ayahnya atau ibunya menyatakan keterangan itu sudah dewasa. Pasal III Seorang perempuan yang menurut perundang-undangan yang berlaku sebelum undangundang ini mulai berlaku dengan sendirinya warganegara Republik Indonesia seandainya ia tidak dalam perkawinan. Pasal II Seseorang yang pada waktu Undang-undang mulai berlaku berada dalam keadaan tertera dalam pasal 7 atau pasal 8. apabila ia tidak mempunyai kewarganegaraan lain. Pasal IV Seseorang yang tidak turut dengan ayahnya atau ibunya memperoleh kewarganegaraan Republik Indonesia dengan pernyataan keterangan menurut perundang-undangan yang berlaku sebelum Undang-undang ini berlaku. PERATURAN PERALIHAN Pasal I Seorang perempuan yang berdasarkan pasal 3 Peraturan Penguasa Militer No. jika dan pada waktu ia dalam waktu 1 tahun setelah perkawinan terputus atau 1 tahun setelah undangundang ini mulai berlaku menyatakan keterangan untuk itu kepada pengadilan Negeri atau kepada Perwakilan Republik Indonesia dari tempat tinggalnya. Prt/Peperpu/014/1958 telah diperlakukan sebagai warganegara Republik Indonesia. dapat menyatakan keterangan tersebut dalam pasal-pasal itu dalam waktu 1 tahun sesudah mulai berlakunya undang-undang ini. memperoleh kewarganegaraan Republik Indonesia.Pasal 20 Barang siapa bukan warganegara Indonesia Republik Indonesia adalah orang asing.

. Pasal II Dalam pengertian kewarganegaraan termasuk semua jenis lindungan oleh sesuatu negara. dapat minta izin kepada Menteri Kehakiman dalam waktu 1 tahun setelah Undang-undang ini mulai berlaku. PERATURAN PENUTUP Pasal I Seorang warganegara Republik Indonesia yang berada dalam wilayah Republik Indonesia dianggap tidak mempunyai kewarganegaraan lain. Pasal V Menyimpang dari ketentuan-ketentuan pasal 4 ayat 1 dan 2 anak-anak yang antara tanggal 27 Desember 1949 sampai 27 Desember 1951 oleh orang tuanya ditolakkan kewarganegaraan Republik Indonesia-nya. Kewarganegaraan Republik Indonesia yang diperoleh orang tersebut di atas berlaku surut hingga orang itu rnasuk dalani ketentaraan itu.Republik Indonesia jika ia dengan ketentuan ini atau sebelumnya tidak mempunyai kewarganegaraan lain. selanjutnya berlaku pasal 4 ayat 3 dan 4. Kewarganegaraan Republik Indonesia yang diperoleh orang tersebut berlaku surut hingga waktu ayah/ibunya memperoleh kewarganegaraan lain. memperoleh kewarganegaraan Republik Indonesia jika ia menyatakan keterangan untuk itu kepada Menteri Pertahanan atau kepada pejabat yang ditunjuk olehnya. Pasal VI Seorang asing yang sebelum Undang-undang ini mulai berlaku pernah masuk dalam ketentaraan Republik Indonesia dan memenuhi syarat-syarat yang akan ditentukan oleh Menteri Pertahanan. Pasal VII Seorang yang sebelum Undang-undang ini mulai berlaku berada dalam dinas tentara asing termaksud dalam pasal 17 huruf f atau berada dalam dinas negara asing atau dinas suatu organisasi antar negara termaksud dalam pasal 17 huruf g. dapat mengajukan permohonan kepada Menteri Kehakiman melalui Pengadilan Negeri dari tempat tinggalnya untuk rnemperoleh kewarganegaraan Republik Indonesia. dalam tempo satu tahun setelah Undang-undang ini mulai berlaku. apabila ia sudah berusia di bawah 28 tahun.

c.Pasal III Dalam melakukan Undang-undang ini anak yang belum berumur 18 tahun dan belum kawin dianggap turut bertempat tinggal dengan ayah atau ibunya menurut perincian dalam pasal 1 huruf b. memerintahkan pengundangan Undangundang ini . pasal 2. pasal 17 huruf a. Pasal VI Menteri Kehakiman mengumumkan dalam Berita Negara nama-nama orang yang memperoleh atau kehilangan kewarganegaraan Republik Indonesia. dapat minta kepada Pengadilan Negeri dari tempat tingggalnya untuk menetapkan apakah ia warganegara Republik Indonesia atau tidak menurut acara perdata biasa. atau d. Ketentuan ini tidak mengurang ketentuan-ketentuan khusus dalam atau berdasarkan Undangundang ini. oleh pejabat yang bersangkutan disampaikan salinan kepada Menteri Kehakiman. Pasal VII Segala sesuatu yang diperlukan untuk melaksanakan ketentuan-ketentuan dalam Undangundang ini diatur dengan Peraturan Pernerintah. c. Pasal VIII Undang-undang ini mulai berlaku pada hari diundangkan dengan ketentuan bahwa aturanaturan pasal 1 huruf b sampai huruf j. Agar supaya setiap orang dapat mengetahuinya. Pasal V Dari pernyataan-pernyataan keterangan yang menyebahkan diperolehnya atau hilangnya kewarganegaraan Republik Indonesia. dan h berlaku surut hingga tanggal 27 Desember 1949. Pasal IV Barang siapa perlu membuktikan bahwa ia warganegara Republik Indonesia dan tidak mempunyai surat bukti yang menunjukkan bahwa ia mempunyai atau memperoleh atau turut mempunyai atau turut memperoleh kewarganegaraan itu.

pasal 26 dan pasal 27 ayat (1) Undang-undang Dasar 1945 . MAENGKOM UNDANG-UNDAN NOMOR 4 TAHUN 1969 TENTANG PERNYATAAN TIDAK BERLAKUNYA UNDANG-UNDANG NOMOR 2 TAHUN 1958 TENTANG PERSETUJUAN PERJANJIAN ANTARA REPUBLIK INDONESIA DAN R. PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA. Undang-undang No. Menimbang : Bahwa atas dasar kepentingan Nasional. Tambahan Lembaran Negara Nomor .A. Undang-undang Nomor 62 tahun 1958 (lembaran Negara Tahun 1958 Nomor 113.dengan penempatan dalam Lembaran Negara Republik Indonesia. MAENGKONI Diundangkan pada tanggal 1 Agustus 1958 MENTERI KEHAKIMAN G. mengenai soal Dwi-kewarganegaraan dipandang perlu untuk dinyatakan tidak berlaku .R. 2 tahun 1958 tentang Persetujuan Perjanjian antara Republik Indonesia dan R. Pasal 5 ayat (1). Disahkan di Jakarta pada tanggal 29 Juli 1958 PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA SOEKARNO MENTERI KEHAKIMAN G.C.C. pasal 20 ayat (1).A. 2. MENGENAI SOAL DWI-KEWARGANEGARAAN (LEMBARAN NEGARA TAHUN 1958 NONOR 5) DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA. Mengingat : 1.R.

1647) . tetap berkewarganegaraan Republik Indonesia.R. Pasal 4 BAgi orang-orang sebagaimana yang dimaksud dalam pasal 2 dan 3 diatas. mengenai soal Dwi-kewarganegaraan beserta peraturan-peraturan pelaksanaanya dinyatakan tidak berlaku pada saat berlakunya Undang-undang ini.C. mengenai soal Dwi-kewarganegaraan. untuk selanjutnya berlaku ketentuan-ketentuan Undang-undang Nomor 62 tahun 1958 tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia. Pasal 3 Orang-orang yang termaktub dalam pasal 2 yang belum dewasa pada saat Undang-undang ini mulai berlaku.R.C.C. Pasal 5 Hal-hal yang belum cukup diatur dalam Undang-undang ini akan diatur lebih lanjut oleh Menteri Kehakiman. Pasal 2 Orang-orang yang pada saat berlakunya Undang-undang ini telah mempunyai kewarganegaraan Republik Indonesia berdasarkan Undang-undang Nolor 2 tahun 958 tentang Persetujuan Perjanjian antara Republik Indonesia dan R. tetap berkewarganegaraan Republik Indoneisa setelah menjadi dewasa. .R. Pasal 6 Undang-undang ini mulai berlaku pada hari tanggal diundangkan./ MENGENAI SOAL DWI-KEWARGANEGARAAN (LEMBARAN NEGARA TAHUN 1958 NOMOR 5). Pasal 1 Undang-undang Nomor 2 tahun 1958 tentang Persetujuan Perjanjian antara Republik Indonesia dan R. MEMUTUSKAN Menetapkan : UNDANG-UNDANG TENTANG PERNYATAAN TIDAK BERLAKUNYA UNDANG-UNDANG NOMOR 2 TAHUN 1958 TENTANG PERSETUJUAN PERJANJIAN ANTARA REPUBLIK INDONESIA DN R.

MAYOR JENDERAL T. ALAMSYAH.I. SEKRETARIS NEGARA REPULBIK INDONESIA.N. Diundangkan di Jakarta. c.Agar supaya setiap orang dapat mengetahuinya. . bahwa berkenaan dengan adanya orang orang yang bertempat tinggal di luar negeri yang kehilangan kewarganegaraan Republik Indonesia karena tidak melaporkan diri disebabkan hal hal di luar kesalahannya dan menyatakan keinginan tetap menjadi warga negara Republik Indonesia. memerintahkan pengundangan Undang-undang ini dengan penempatan dalam Lembaran Negara Republik Indonesia. b. bahwa berkenaan dengan itu perlu diberikan kesempatan kepada mereka untuk memperoleh kembali kewarganegaraan Republik Indonesia. PRESIDEN REPUBLIK INDOENSIA SOEHARTO JENDERAL T. Mengingat: 1. Disahkan di Jakarta Pada tanggal 10 April 1969. bahwa berhubung dengan itu dipandang perlu untuk mengubah ketentuan Pasal 18 Undang undang Nomor 62 Tahun 1958. Menimbang: a. LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 1969 NOMOR 17 UNDANG UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 1976 TENTANG PERUBAHAN PASAL 18 UNDANG UNDANG NOMOR 62 TAHUN 1958 TENTANG KEWARGANEGARAAN REPUBLIK INDONESIA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA.I.N. Pada tanggal 10 April 196. Pasal 5 ayat (1) dan Pasal 20 ayat (1) Undang Undang Dasar 1945.

MEMUTUSKAN: Menetapkan: UNDANG UNDANG TENTANG PERUBAHAN PASAL 18 UNDANG UNDANG NOMOR 62 TAHUN 1958 TENTANG KEWARGANEGARAAN REPUBLIK INDONESIA Pasal I Pasal 18 Undang undang Nomor 62 Tahun 1958 diubah sehingga seluruhnya berbunyi sebagai berikut: ÐPasal 18 (1) Seorang yang kehilangan kewarganegaraan Republik Indonesia termaksud dalam Pasal 17 huruf k memperoleh kewarganegaraan Republik Indonesia kembali jika ia bertempat tinggal di Indonesia berdasarkan Kartu Izin Masuk dan menyatakan keterangan untuk itu. sebagai akibat dari keadaan di negara tempat tinggalnya yang menyebabkan tidak dapat dilaksanakannya kewajiban sebagaimana diatur dalam ketentuan tersebut. dapat Memperoleh kembali kewarganegaraan Republik Indonesia Pasal 3 (1) Anak di luar perkawinan dari seorang ibu warga-negara Republik Indonesia atau anak dari perkawinan sah. Undang undang Nomor 62 tahun 1958 tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia (Lembaran Negara Tahun 1958 Nomor 113. yang kewarga-negaraannya turut ayahnya seorang asing. tetapi dalam perceraian oleh hakim anak tersebut diserahkan pada asuhan ibunya seorang warga-negara Republik Indonesia. Dengan Persetujuan: DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA. (2) Seorang yang bertempat tinggal di luar negeri. . boleh mengajukan permohonan kepada Menteri Kehakiman untuk memperoleh kewarga-negaraan Republik Indonesia tidak mempunyai kewarga-negaraan lain atau menyertakan pernyataan menanggalkan kewarganegaraan lain menurut cara yang ditentukan oleh ketentuan hukum dari negara asalnya dan/atau menurut cara yang ditentukan oleh perjanjian penyelesaian dwikewarganegaraan antara Republik Indonesia dan negara yang bersangkutan. yang telah kehilangan kewarganegaraan Republik Indonesia termaksud dalam Pasal 17 huruf k. karena sebab sebab di luar kesalahannya. Keterangan itu harus dinyatakan kepada Pengadilan Negeri dari tempat tinggalnya dalam 1 tahun setelah orang itu bertempat tinggal di Indonesia.2. Tambahan Lembaran Negara Nomor 1647).

(3) Menteri Kehakiman mengabulkan atau menolak permohonan itu dengan persetujuan Dewan Menteri. Pasal 4 (1) Orang asing yang lahir dan bertempat tinggal di dalam wilayah Republik Indonesia yang ayahatau ibunya. (2) Permohonan tersebut di atas harus diajukan dalam 1 tahun sesudah orang yang bersangkutan berumur 18 tahun kepada Menteri Kehakiman melalui Pengadilan Negeri dari tempat tinggalnya. (4) Kewarga-negaraan Republik Indoenesia yang diperoleh atas permohonan itu mulai berlaku pada hari tanggal keputusan Menteri Kehakiman. boleh mengajukan permohonan kepada Menteri Kehakiman untuk memperoleh kewarga-negaraan Republik Indonesia. (4) Kewarga-negaraan Republik Indonesia yang diperoleh atas permohonan itu mulai berlaku pada hari tanggal keputusan Menteri Kehakiman. juga lahir di dalam wilayah Republik Indonesia dan penduduk Republik Indonesia. apabila ia setelah memperoleh kewarga-negaraan Republik Indonesia tidak mempunyai kewarganegaraan lain. (3) Menteri Kehakiman mengabulkan atau menolak permohonan itu dengan persetujuan Dewan Menteri. .(2) Permohonan tersebut di atas harus diajukan dalam 1 tahun sesudah orang yang bersangkutan berumur 18 tahun kepada Menteri Kehakiman melalui Pengadilan Negeri atau Perwakilan Republik Indonesia dari tempat tinggalnya. atau pada saat mengajukan permohonan ia menyampaikan juga surat pernyataan menanggalkan kewarga-negaraan lain yang mungkin dimilikinya sesuai dengan ketentuan-ketentuan hukum yang berlaku di negara asalnya atau sesuai dengan ketentuan-ketentuan di dalam perjanjian penyelesaian dwi-kewarga-negaraan antara Republik Indonesia dan negara yang bersangkutan. apabila ia tidak mempunyai hubungan hukum kekeluargaan dengan ayahnya.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->