P. 1
Yellow Fever

Yellow Fever

|Views: 66|Likes:
Published by fian90
..
..

More info:

Published by: fian90 on Sep 09, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/10/2014

pdf

text

original

Yellow Fever September 25, 2010

BAB I
PENDAHULUAN

I.1

Latar Belakang Demam kuning (yellow fever) adalah suatu penyakit infeksi akut yang disebabkan oleh virus yellow fever dengan durasi yang pendek dan sangat berat disebabkan oleh flavivirus dan diikuti dengan imunitas yang abadi. Tiga gejala klasik yaitu ikterus, perdarahan dan albuminuria berat. Kata “kuning” diambil dari keadaan beberapa pasiennya yang menjadi ikterik. Penyakit ini pertama kali dikenal saat terjadi wabah pada tahun 1648 di daerah yang dinamakan Dunia Baru. Sekarang demam kuning adalah paling umum di area-area tropis dari Afrika dan Amerika. Virus dari demam kuning ditularkan pada kebanyakan kasus-kasus oleh gigitan nyamuk. Pada daerah-daerah kota, demam kuning mungkin ditularkan dari orang ke orang oleh nyamuk Aedes aegypti sebagai vektor. Diagnosis dari demam kuning dibuat dengan observasi (pengamatan) atau, jika diperlukan, dengan membiakan virus dari contoh darah. Tidak ada penyembuhan untuk demam kuning, meskipun obat-obat antivirus mungkin dicoba. OAINS (Obat Anti Nyeri Non Steroid), istirahat, dan rehidrasi cairan mengurangi ketidaknyamanan. Penyakit biasanya berlalu dalam beberapa minggu. Penyakit infeksi virus akut dengan durasi pendek dan dengan tingkat mortalitas yang
 bervariasi. Kasus teringan mungkin tidak mudah dapat ditemukan secara klinis, serangan
 khas dengan ciri tiba-tiba demam, menggigil, sakit kepala, nyeri punggung, nyeri otot
 diseluruh badan, lelah, mual dan muntah. Denyut nadi biasanya menjadi lemah dan pelan
 walaupun terjadi peningkatan suhu (tanda Faget). Icterus sedang kadangkadang
 ditemukan pada awal penyakit dan kemudian menjadi lebih jelas. Kadang-kadang juga
 ditemukan albuminuri yang jelas dan dapat terjadi anuria. Lekopenia dapat timbul lebih
 awal dan terlihat jelas sekitar hari ke

Penyakit Dalam

1

Yellow Fever September 25, 2010

lima. Kebanyakan infeksi membaik pada stadium ini.
 Setelah remisi singkat selama beberapa jam hingga satu hari, beberapa kasus berkembang
 menjadi stadium intoksikasi yang lebih berat ditandai dengan gejala hemoragik
 pendarahan seperti epistaksis (mimisan), perdarahan gingiva, hematemesis (seperti warna
 air kopi atau hitam), melena, gagal ginjal dan hati, 20% – 50% kasus, ikterus berakibat
 fatal. Secara keseluruhan mortalitas kasus dikalangan penduduk asli didaerah endemis
 sekitar 5% tapi dapat mencapai 20% – 40% pada wabah tertentu.
 Diagnosa laboratorium antara lain dibuat dengan cara mengisolasi virus dari darah hasil
 inokulasi pada tikus, nyamuk atau kultur sel (terutama dengan sel-sel nyamuk); dengan
 ditemukannya antigen virus didalam darah dengan ELISA atau virus ditemukan dalam
 darah dan jaringan hati dengan antibodi spesifik yang sudah diberi label; dan dengan
 ditemukannya genome virus dalam darah jaringan hati dengan metode PCR atau
 “hybridization probes”. Pemeriksaan serologis dibuat dengan mendemonstrasikan adanya
 antibodi IgM spesifik pada awal sera atau peningkatan titer antibodi spesifik pada sera
 yang akut dan konvalesen. Reaksi silang serologis timbul dengan flavi virus lainnya.
 Infeksi baru oleh virus dapat dibedakan dengan kekebalan yang diakibatkan oleh vaksin
 melalui uji fiksasi komplementer. Penegakan diagnosa juga dapat ditunjang dengan
 adanya lesi khas pada hepar. Demam kuning dapat dicegah dengan vaksinasi. Vaksin demam kuning adalah vaksin virus hidup yang dilemahkan. Ia direkomendasikan untuk orang-orang yang berpergian ke atau hidup di area-area tropis di Amerika dan Afrika dimana demam kuning terjadi. Karena vaksin tersebut merupakan vaksin hidup sehingga seharusnya tidak diberikan pada bayi-bayi atau orang-orang dengan immunocompromised. Vaksin didasarkan pada penelitian medik klasik yang dilakukan dibawah Dr. Walter Reed. Ketika demam kuning mewabah diantara pasukanpasukan Amerika di Cuba pada tahun 1900, Dr. Reed, anggota dari the Army Medical Corps, mengepalai komisi dari dokter-dokter pada demam kuning. Mereka menemukan bahwa demam ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti yang berkembang biak dekat rumah-rumah (dan juga menularkan dengue). Regu dari Reed belakangan menunjukan bahwa nyamuk menyuntikan virus

Penyakit Dalam

2

Dr.2 Tujuan Tujuan dari penyusunan referat ini adalah untuk memberikan gambaran definisi. insidensi. 2010 yang menyebabkan penyakit demam kuning. serta penatalaksanaan glaukoma fakomorfik. Max Theiler (1899-1972) dihadiahkan Nobel Prize in Physiology atau Medicine "untuk penemuan-penemuannya menyangkut demam kuning dan bagaimana untuk melawannya.Yellow Fever September 25. dari Afrika Selatan. Ini adalah penemuan yang kritis untuk produksi vaksin. Tahun berikutnya Theiler menemukan bahwa demam kuning dapat ditularkan ke tikus putih. Pada tahun 1929 Theiler mendapat demam kuning (bukan pengalaman yang tidak umum diantara mereka yang mempelajari penyakit) namun sembuh dan menjadi imun (kebal) padanya. patogenesis. yang adalah mudah ditangani dan tersedia dalam ribuan pada biaya yang kecil. bekerja di Rockefeller Foundation (sekarang the Rockefeller University) di New York. Pada tahun 1951. gejala klinis. diagnosis banding. faktor predisposisi. I. klasifikasi. Penyakit Dalam 3 . Vaksin melawan demam kuning juga didasarkan pada kerja dari Max Theiler. Theiler. Insinyur-insinyur saniter (kebersihan) membasmi nyamuk dan membebaskan Cuba dari demam kuning pada tahun 1902 (tahun kematian Reed dari radang usus buntu). pemeriksaan.

Daerah ini terletak antara 15° LU sampai 10° LS. Guinea. Penyakit Dalam 4 . Colombia. Brazil. 2010 BAB II PEMBAHASAN II. Wabah masih terjadi sampai dengan tahun 2003 terutama di beberapa Negara Afrika Barat seperti Burkina Faso. Ekuador dan Peru. tetapi tetap beresiko karena primata yang sesuai dan nyamuk sebagai vector ditemukan secara luas.000 diantaranya meninggal dunia. Di benua Amerika. sampai awal abad ini menyebabkan epidemi yang luas di Karibia dan daerah subtropis Amerika Utara sampai ke Baltimore dan Philadelphia. Setiap tahunnya diperkirakan sekitar 200. Kasus impor ditemukan di Negaranegara yang sebenarnya bebas yellow fever. Di Afrika terdapat sebanyak 33 negara dengan jumlah penduduk 508 juta jiwa berada di daerah endemik yellow fever.1 DISTRIBUSI GEOGRAFIS Yellow fever ditemukan di hutan tropis Afrika dan Amerika Selatan. Di Asia belum pernah dilaporkan adanya kasus yellow fever. Liberia. Ghana. Sampai saat ini beberapa kasus masih terus dilaporkan. penyakit ini endemic di 9 negara di Amerika Selatan dan beberapa di Kepulauan Karibia. Negara yang paling beresiko antara lain Bolivia.000 kasus yellow fever dengan 30.Yellow Fever September 25. dan Pantai Gading dan Brazil.

II.2 ETIOLOGI Virus yellow fever termasuk genus Flavivirus. Ada dua genotipe yang bersirkulasi di Afrika dan satu atau dua di Amerika Selatan. Pembungkus 2 lapis lipid (lipid bilayer envelope) ini mengadung protein matriks (M) dan protein pembungkus (E).862 nukleotida. M dan E serta beberapa protein nonstruktur (NS). ether dan sinar ultraviolet sedangkan pada suhu 4°C tahan satu bulan dan dalam keadaan beku kering dapat tahan bertahun-tahun. dan genomnya terdiri atas 10. berukuran 35-45 nm. Togavirus adalah virus RNA berutas tunggal dalam bentuk ikosahedral dan terbungkus di dalam sampul lemak.3 MORFOLOGI DAN DAUR HIDUP Virus demam kuning adalah virus RNA kecil yang secara antigenik tergolong dalam flavivirus (dulu kelompok arbovirus B). Virionnya berbentuk sferis dan memiliki pembungkus (envelope). dan positive sense.Yellow Fever September 25. berkembangbiak di dalam sitoplasma sel dan menjadi dewasa dengan membentuk kuncup dari membran sitoplasma. Memiliki juga tiga protein struktur C. Penyakit Dalam 5 . Virus ini merupakan anggota dari famili Togaviridae. 2010 II. Virion berdiameter 20 sampai 60 nm. Virus ini suatu RNA untai tunggal. famili Flaviviridae. Virus ini dapat diinaktivasi dengan kloroform. Terdapat perbedaan genotipe antara isolat yang diperoleh dari Afrika dan Amerika Selatan.

Spesies ini seperti juga nyamuk ANOPHELINI lainnya mengalami metamorfosis sempurna. Tempat perindukan tersebut berupa tempat perindukan buatan manusia.Yellow Fever September 25. Seekor nyamuk betina dapat meletakkan rata-rata sebanyak 100 butir telur tiap bertelur. 2010 Virus demam kuning : Divisio: Protiphyta Kelas : Mikrotatobiotes Ordo : Virales Famili : Togaviridae Genus : Flavivirus Aedes aegypti dewasa berukuran lebih kecil jika dibandingkan dengan ukuran nyamuk rumah (culex quinquefasciatus). tempurung kelapa. Larva Aedes aegypti mempunyai pelana yang terbuka dan gigi sisir yang berduri lateral. tumbuh menjadi pupa dan akhirnya menjadi dewasa. mempunya warna dasar yang hitam dengan bintik-bintik putih pada bagian-bagian badannya terutama pada kakinya dan dikenal dari bentuk morfologinya yang khas sebagai nyamuk yang mempunyai gambaran lira (lyre-form) yang putih pada punggungnya (mesonotum). seperti tempayan/gentong tempat penyimpanan air minum. botol. Pertumbuhan dari telur sampai menjadi dewasa memerlukan waktu kira-kira 9 hari. pisang). Tempat perindukan utama Aedes aegypti adalah tempat berisi air bersih yang berdekatan letaknya dengan rumah penduduk. biasanya tidak melebihi jarak 500 meter dari rumah. jambangan/pot bunga. bak mandi. seperti kelopak daun tanaman (keladi. Telur Aedes aegypti mempunyai dinding yang bergaris-garis dan membentuk bangunan menyerupai gambaran kain kassa. Setelah kira-kira 2 hari telur menetas menjadi larva lalu mengadakan pengelupasan kulit sebanyak 4 kali. kaleng. tonggak bamboo dan lubang pohon yang berisi air hujan. Nyamuk betina meletakkan telurnya di atas permukaan air dalam keadaan menempel pada dinding tempat perindukannya. Penyakit Dalam 6 . drum. ban mobil yang terdapat di halaman rumah atau di kebun yang berisi air hujan juga berupa tempat perindukan alamiah .

furciffles dan Ae. sedangkan penularan di perkotaan oleh Aedes Aegypti.4 PENULARAN Inang yellow fever di hutan adalah primata seperti monyet dan chimpanse.ILuteocephalus.tTaylori. 2010 Di tempat perindukan Aedes aegypti seringkali ditemukan larva Aedes aegypti yang hidup bersama-sama. Siklus kera-nyamuk-kera di hutam Afrika dilakukan oleh nyamuk Aeafricanus. sarung. Ae. Dikenal ada tiga siklus penularan yaitu tipe demam kuning hutan (jungle yellow fever). Di Afrika vector utamanya adalah nyamuk Aedes seperti Aedes aegypti. Ae. Ae africans. kopiah dan lain sebagainya II.Yellow Fever September 25. Di Amerika siklus jungle yellow fever ditularkan antar kera oleh nyamuk genus Haemogogus dan Sabethes. Ae. Sedangkan di Amerika terutama ditularkan oleh Aedes aegypti dan Haemogogus. Opok. Tempat peristirahatan Aedes aegypti berupa semak-semak atau tanaman rendah termasuk rerumputan yang terdapat di halaman/kebun/perkarangan ruah. Tipe silvatik hanya ditemukan di padang savanna Afrika. juga berupa benda-benda yang bergantung di dalam rumah seperti pakaian. sedangkan sylvatic yellow fever dilakukan oleh beberapa spesiaes seperti Aedes Simpsoni yang menularkan virus yellow fever 7 Penyakit Dalam . tipe demam kuning urban (urban yellow fever) dan sylvatic yellow fever.

Ada beberapa nyamuk seperti A. Sintesis RNA virus terjadi di sitoplasma. Demam kuning hutan berjangkit pada hewan liar. Virion menjadi matang di retikulum endoplasma dan dengan proses fusi eksositosis dikeluarkan melewati sel membran. menyusup ke kebun-kebun desa lalu memindahkan virus tersebut ke manusia. maka daur kota demam kuning akan dimulai kembali dan kemungkinan akan berkembang menjadi epidemi. Sekali terinfeksi. Simponi yang hidup dengan menghisap darah primata yang telah terinfeksi. Di Afrika siklus urban dipertahan oleh Aedes Aegypti. Ginjal membesar dan membengkak. selanjutnya terjadi viremia dan menyebar ke seluruh organ. Daur kota dipindahsebarkan dari orang ke orang lewat gigitan nyamuk Aedes aegypti. Glomerulus ginjal menunjukkan adanya proliferasi mesengial dan edema endotel kapiler.Yellow Fever September 25. limpa dan sel Kupffer. Demam kuning merupakan akibat dari adanya dua daur pemindahsebaran virus yang pada dasarnya berbeda yaitu kota dan hutan (silvatik). nyamuk vektor itu akan tetap mampu menyebaban infeksi seumur hidupnya. Telah diperlihatkan kemungkinan adanya penularan transovarial. ditemukan daerah nekrosis sentral. sedangkan protein virus di retikulum endoplasma. Virus demam kuning yang sama ditularkan diantara hewan-hewan tersebut dan kadang-kadang juga terhadap manusia oleh nyamuk selain Aedes aegypti. Nyamuk tetap infektif kira-kira 2-4 bulan. 2010 dari kera ke manusia. Degenerasi dan nekrosis sel miokardium serta gangguan konduksi dapat ditemui dan antigen virus dapat dideteksi dari sel miokardium.5 PATOFISIOLOGI DAN PATOLOGI Virus memasuki sel secara endositosis melalui reseptor yang sesuai. Pada saat awal proses ini terjadi di sel retikuloendothelial di limfonodi. sum-sum tulang. Penyakit Dalam 8 . Lamanya siklus intrinsic pada nyamuka adalah 4 hari pada suhu 37 °C dan 18 hari pada suhu 18 °C. Sel hati mengalamai degenarasi. II. badan councilman dan perlemakan. Sekali demam kuning berjangkit di kembali di daerah kota. Kerusakan pada hati ini secara klinis ditandai dengan timbulnya ikterus.

Serangan yellow fever yang agak berat dan maligna ditandai dengan tiga periode klinis yang berbeda: periode. limpa. 2010 Perubahan patologi yang terjadi meliputi Fatty liver (hati berlemak) disertai zona nekronis dibagian tengah lesi. Anak-anak kecil mungkin mengalami kejang demam.6 MANIFESTASI KLINIS Periode inkubasi biasanya 3 sampai 6 hari. Pada kasus berat dapat disertai diathesis hemorhagik. punggung dan tungkai bawah. Kematian terjadi akibat dari kerusakan hati dan atau ginjal. Pada pasien yang sembuh jaringan yang hilang langsung mengalami regenerasi dan terjadi hipertrofi pada sel yang bertahan hidup. Penyakit yang ringan berakhir hanya 1 sampai 3 hari dan menyerupai influenza kecuali gejala coryza berkurang. Pada infeksi yang di dapat di rumah sakit atau laboratorium secara tidak sengaja. paru. Gejala prodromal biasanya tidak ada. sel otak dan pada epidemi di Sudan dan Etiophia di tahun 1960 banyak ditemukan kasus meningo-ensephalitis. hati dan ginjal.9 C (102 F) nadi mungkin hanya 48 sampai 52 kali per menit. II. dengan suhu 38. epistaksis. Mulainya penyakit bersifat khas yaitu tiba-tiba. Pada sel hati manusia dapat ditemukan intranuclear body. dan suhu tubuh naik sampai 40 C (104 F) tanpa adanya bradikardia relatif. periode remisi. dilaporkan terjadi periode inkubasi yang lebih pajang (10 sampai 13 hari). bradikardi relatif yang dikenal dengan tanda Faget (misalnya. dengan sakit kepala. Sakit kepala cepat diikuti dengan nyeri pada leher. dan albuminuria ringan. Organ lain dapat terkena seperti kelenjar adrenal. pusing.Yellow Fever September 25. Perdarahan berat dapat terjadi di saluran cerna. Pada ginjal dapat ditemukan degenerasi melemak dan perdarahan. dan periode intoksikasi. Pada yellow fever ringan satu-satunya gejala yang terjadi adalah timbulnya demam yang tiba-tiba dan sakit kepala. Seringkali terdapat nausea dengan vomitus dan Penyakit Dalam 9 . Respon seluler dan humoral dapat terjadi dan bertanggung jawab untuk mengeliminasi virus dari tubuh. Viremia menghilang setelah 5 hari. Gejala tambahan termasuk nausea.

periode intoksikasi merupakan stadium yang paling bervariasa dan dapat berakhir sampai lebih dari 2 minggu. Pada hari ke-5. terjadi leukopenia yang progresif. Akan tetapi. parotitis supuratif merupakan komplikasi yang paling menonjol dari komplikas-komplikasi yang terjadi. Hematemesis bisanya terjadi sebelum hari ke-4 dan sering kali disertai dengan akibat yang fatal. demam timbul kembali. edema atau asites tidak pernah dilaporkan terjadi. yang biasanya terjadi antara harike-4 dan ke-6 pasien menjadi delirium dan gelisah. dan perdarahan uterus biasa terjadi. sering kali terjadi koma 2-3 hari sebelum kematian. Bila hemoglobin tetap normal kecuali dalam keadaan terminal. Epistaksis dan perdarahan gingiva biasa terjadi. tapi nadi tetap lambat. Yellow fever relatif bebas dari komplikasi. anuria atau delirium. Lidah tampak khas yaitu tepi dan ujung lidah merah terang dan bagian tengahnya tertutup warna putih. Tanda Faget muncul pada hari kedua. tapi jarang terjadi hematuri masif. melena.7 TEMUAN LABORATORIUM Pada awal penyakit. ikterus seringkali tidak menonjol bahkan pada penyakit yang fatal sekalipun. Epistaksis yang bertambah. timbul gejala “klasik”. yang jarang terjadi sebelum hari ke-3. Sebelum kematian. Pada hari ketiga sakit demam turun dengan krisis dan pasien masuk dalam periode remisi. Pemeriksaan menunjukkan wajah yang kemerahan dan injeksi konjungtiva. dan pada kasus yang fatal. 2010 sendawa. Jumlah ltrombosit normal atau menurun. Albuminuria. tempat terjadinya hemokonsentrasi atau perdarahan. Meskipun terjadi albuminuria massif. Pada stadium ketiga. terjadi pada 90 % pasien dan mungkin cukup nyata (3-20 gr albumin per liter). Jumlah leukosit total kembali normal pada hari ke-10. Kongesti pada mata menetap sampai hari ke-3. terjadi perdarahan yang banyak sekali. Ikterus dapat dideteksi kira-kira pada hari ke-3. “balck vomite” lebih khas dibandingkan ikterus. penurunan paling sering disebabkan oleh penurunan neutrofil. sering kali ditemukan jumlah leukosit total 1500-2500 sel/μL. II. Dari tanda klasik. Kekambuhan klinis bukan tanda khas yellow fever. protrombin dan Penyakit Dalam 10 . Pada infeksi maligna. Masa pembekuan.Yellow Fever September 25. mungkin terdapat leukositosis terminal yang nyata. atau pada bentuk maligna. Meskipun lamanya demam pada stadium ke-3 biasanya 5-7 hari.

infeksi Dengue. Elktrokardiogram menunjukkan perubahan gelombang T.9 DIAGNOSIS BANDING Diagnosis banding pada kasus ringan antara lain malaria. Pada pasien ikterik.10 TERAPI Penyakit Dalam 11 .Yellow Fever September 25. Demam berdarah KongoCrimea. DHF dan Demam Riftvalley. Cairan serebrospinal normal. Kasus berat harus didiagnosis banding dengan leptospirosis. Metode serologik termasuk test netralisasi penurunan plak pada serum berpasangan dan deteksi antibody IgM dan antigen yellow fever biasanya dilakukan dengan metode ELISA. Metode ELISA mampu memberikan kepastian di lapangan dalam waktu 3 jam. demam tifod. Deteksi dini infeksi virus yellow fever dapat dilakukan pada periode infeksi dengan mendeteksi antigen virus menggunakan metode ELISA (enzyme linked immunosorbant assay) ataupun PCR (polymerase chain reaction). Hipoglikemi ditemukan pada pasien dengan kerusakan hati yang berat. II. Lassa. Marborg. terjadi kenaikan transaminase glutamat oksaloasetat serum yang nyata. 2010 tromboplastin parsial jelas memanjang dengan pasien ikterus. II. Kenaikan bilirubin total dan konjugasi juga terjadi. Isolasi merupakan spesimen yang paling mungkin diperoleh selama 3 hari pertama sakit. Identifikasi virus yellow fever dapat dibiakkan pada biakan cel dan diuji dengan Haemagglutination Inhibin (HI).8 DIAGNOSIS Inokulasi pada kultur sel nyamuk dan secara intratoraks ke dalam nyamuk merupakan metode pilihan untuk isolasi virus dari darah. hepatitis viral aku dan demam berdarah viral lainnya seperti Ebola. II.

Perhatian yang ketat pada cairan dan elktrolit sangat penting. Ribavirin mempunya aktivitas antivirus initro tehadap virus yellow fever. tapi trial secara eksperimen dari kera yang terinfeksi menunjukkan tidak ada efek terapeutik. Meski demikian. Bentuk pengendalian bentuk silvatik tidak praktis karena populasi virus terpelihara oleh adanya daur hutan. demam kuning tetap dicegah dengan cara imunisasi. Aegypti atau dengan menekanjumlahnya hingga taraf yang tidak lagi dapat menyebabkan infeksi terus-menerus. Dengan berjangkitnya bentuk sylvatik. II.Yellow Fever September 25. aspirin merupakan kontraindikasi. atau karena melakukan Penyakit Dalam 12 .11 PROGNOSIS Tingkat fatallitas keseluruhan pada yellow fever adalah antara 5-10 % kasus klinis. pekerjaanya.13 PENCEGAHAN Demam kuning dapat dicegah dengan melakukan pembasmian nyamuk A. Cara-cara pencegahan : 1) Buat program imunisasi aktif bagi semua bayi berusia 9 bulan ke atas yang oleh
 karena tempat tinggal. Vaksin yang diizinkan untuk diperdagangkan di Amerika Serikat dibuat dari galur 17D yang dikembangkan oleh Max Theiler tahun 1937. Imunisasi dengan vaksin 17 DA efektif untuk mencegah berjangkitnya penyakit. Vaksinasi dianjurkan bagi orang yang bepergian atau tinggal di daerah yang masih endemi infeksi demam kuning ini. Seperti pada seuruh demam hemorhagik. Tindakan pengendalian yang efektif juga ada. bahkan ini mungkin kurang. 2010 Penatalaksanaan biasanya simptomatik dan suportif dan sebaiknya berdasarkan pada penilaian dan koreksi abnormalitas sirkulasi. pekerja pada area yang ada aktivitas epizootik sebaiknya dihentikan dan pengurangan nyamuk secara intensif dimulai. II. karna adanya beberapa infeksi yang ringan atau tidak nyata. Tindakan ini dapat memberikan waktu yang diperlukan untuk program imunasasi massa.

2010 perjalanan yang
 menyebabkan mereka mempunyai risiko terpajan dengan infeksi. efektif memberi perlindungan hingga 99%.
 Vaksinasi terhadap bayi usia 4 – 9 bulan hanya diberikan dengan pertimbangan
 yang sangat kuat bahwa bayi tersebut benar-benar berisiko tertular oleh demam
 kuning oleh karena kemungkinan mereka terpajan sangat besar.
 Sejak tahun 1989 WHO menyarankan bagi negara-negara Afrika yang termasuk
 didalam apa yang disebut dengan endemic – epidemic belt agar memasukkan
 vaksin demam kuning kedalam imunisasi rutin mereka yang diberikan pada usia
 bayi.
 Vaksin demam kuning tidak boleh diberikan kepada bayi kurang dari usia 4 bulan. Oleh karena vaksin demam kuning mengandung virus
 hidup. Tidak ada bukti yang cukup
 bahwa pemberian vaksinasi pada penderita HIV yang simptomatik membahayakan
 penderita tersebut untuk terkena demam kuning.
 Walaupun belum pernah dilaporkan adanya kematian janin pada wanita hamil
 yang diberikan vaksinasi demam kuning. Begitu pula tidak boleh
 diberikan kepada ibu hamil pada trimester pertama kecuali bahwa risiko tertulari
 demam kuning lebih besar daripada risiko vaksinasi terhadap kehamilan. Walaupun demikian imunisasi ulang diharuskan bagi
 orang yang bepergian ke daerah endemis dalam jangka waktu 10 tahun sesuai
 dengan International Health Regulation. Pemberian
 vaksinasi pada usia ini dengan memperhitungkan kemungkinan terjadinya
 ensefalitis pasca vaksinasi.
 Penyakit Dalam 13 .Yellow Fever September 25. Sejak bulan Maret 1998 ada 17 negara Afrika yang telah melaksanakan
 anjuran tersebut. Satu dosis
 injeksi subkutan vaksin yang mengandung biakan virus strain 17D dari demam
 kuning pada embrio ayam. serokonversi maternal sangat rendah oleh
 karena itu perlu diberikan vaksinasi ulang setelah melahirkan. Antibodi
 terbentuk 7 – 10 hari setelah imunisasi dan bertahan sedikitnya hingga 30 – 35
 tahun. maka tidak boleh diberikan kepada orang dimana pemberian vaksin yang
 mengandung virus hidup merupakan kontra indikasi. namun hanya dua negara saja yang mencapai cakupan 50%. mungkjin lebih lama. Pemberian vaksinasi
 dianjurkan bagi penderita HIV yang asimptomatis.

Yellow Fever September 25. Disinfeksi serentak: tidak dilakukan disinfeksi. Aegypti. 2010 2) Untuk memberantas demam kuning diperkotaan yang paling penting dilakukan
 adalah membasmi nyamuk Ae.
 Geneva. kelas C (lihat tentang pelaporan penyakit menular). WHO.
 c. ruangan disemprot dengan insektisida dengan efek
 residual. tempat
 tidur dipasangi kelambu. Jika diperlukan lakukan imunisasi. dianjurkan agar melindungi
 diri mereka dari gigitan nyamuk dengan menggunakan baju lengan panjang dan
 celana panjang. Bagi mereka yang tidak diimunisasi. Untuk demam kuning tipe ini tindakan yang
 paling baik untuk memberantasnya adalah dengan cara melakukan imunisasi yang
 diberikan kepada semua penduduk pedesaan yang oleh karena pekerjaannya
 mereka terpajan dengan hutan yang endemis demam kuning. IHR beranotasi
 edisi ke 3 (1983). memakai repelan (obat gosok anti nyamuk) serta memasang
 kelambu pada waktu tidur.
 Penyakit Dalam 14 . Rumah penderita dan rumah di
 sekitar penderita disemprot dengan insektisida yang efektif. Imunisasi juga
 diberikan kepada orang-orang yang berkunjung kedaerah hutan yang endemis
 demam kuning. Ruang perawatan agar dipasangi kasa nyamuk. yang diperbaharui dan dicetak kembali pada tahun 1992. penderita yang sedang dirawat agar dihindari
 terhadap gigitan nyamuk.
 Catatan: IHR saat ini sedang direvisi dan diharapkan selesai pada tahun 2005 untuk
 mengantisipasi terjadinya perubahanperubahan yang menyangkut segala peristiwa
 Public Health of International Concern. Isolasi: Kewaspadaan universal terhadap darah dan cairan tubuh paling sedikit
 sampai dengan 5 hari setelah sakit.
 3) Demam kuning sylvanic atau demam kuning tipe hutan ditularkan oleh
 Haemogogus dan species Aedes. kontak dan lingkungan sekitarnya : a. Laporan kepada institusi kesehatan setempat : Laporan adanya penderita demam
 kuning diwajibkan oleh International Health Regulation (1969).
 Pengawasan penderita.
 b.

Tempat-tempat tersebut dianggap sebagai fokus penularan. Lakukan penyemprotan terhadap tempat-tempat tersebut
 dengan insektisida yang efektif untuk mencegah penularan.Yellow Fever September 25.antipiretikum antacidum dan pemberian obat untuk mengurangi perdarahan pada lambung (seperti Cimetidine). termasuk daerah berhutan yang dikunjungi oleh penderita 3 – 6 hari
 sebelum mereka sakit. Terapi suportif dengan koreksi kehilangan cairan. Pengobatan Tidak ada pengobatan yang spesifik.
 awasi semua orang yang berkunjung ke daerah tersebut. Cari tempa-tempat yan
 pernah dikunjungi oleh penderita dan tempat mereka bekerja beberapa hari
 sebelum mereka sakit.
 Penyakit Dalam 15 . Pengobatan yang diberikan hanya bersifat simptomatik antara lain pemberian analgesikum. Lakukan imunisasi massal. Penanggulangan wabah : 1.
 g. Investigasi terhadap kontak dan sumber infeksi: Lakukan penyelidikan semua
 tempat. Karantina: tidak dilakukan
 e. Pemberian antagonis H2 atau inhibitor pompa proton dapat dilakukan.
 f. Demam kuning perkotaan yang ditularkan oleh Aedes aegypti: 
 a. Imunisasi terhadap kontak: keluarga dan mereka yang kontak dengan penderita
 yang sebelumnya belum pernah diimunisasi agar diberikan imunisasi. Lakukan investigasi
 terhadap mereka yang menderita demam walaupun ringan dan orang-orang yang
 meninggal dengan sebab yang tidak jelas terhadap kemungkinan bahwa orang
 tersebut menderita demam kuning. 2010 d. mempertahankan stabilitas hemodinamik. dimulai dengan terhadap orang yang terpajan
 dengan penderita kemudian terhadap orang-orang yang tinggal didaerah
 dimana densitas Ae. aegypti-nya tinggi.


 4. Di Amerika Selatan dan Amerika baian tengah.
 c. Di daerah dimana demam kuning mungkin timbul.
 5. 2010 b. bila diperlukan lakukan pemberian larvasida untuk membunuh
 jentik nyamuk.Yellow Fever September 25. Survei imunitas terhadap populasi dihutan dengan teknik netralisasi sangat
 bermanfaat dalam upaya pemetaan daerah enzootic.
 Dan bagi mereka yang baru saja diimunisasi dilarang mengunjungi diimunisasi.
 b Bagi mereka yang belum diimunisasi dilarang mengunjungi daerah berhutan. Tindakan Internasional : Penyakit Dalam 16 . Penyemprotan seluruh rumah dengan insektisida yang efektif terbukti dapat
 mencegah terjadinya KLB didaerah perkotaan.
 Survei serologis pada manusia tidak bermanfaat oleh karena imunisasi demam
 kuning telah dilakukan secara luas dimasyarakat. sediakan fasilitas diagnostik
 antara lain fasilitas untuk melakukan laparotomi post mortem untuk dapat
 mengambil spesimen jaringan hati dari penderita yang meninggal dengan gejala
 demam dengan durasi 10 hari. Mengingat bahwa pemeriksaan untuk histopatologis
 terhadap demam kuning maka jaringan hati tidak fasilitas
 pemeriksaan daerah
 berhutan sampai degan seminggu setelah patognomonis serologis untuk konfirmasi diagnosis harus disediakan.
 Lakukan pemeriksaan histopatologis sel hati dan isolasi virus dari monyet-monyet
 yang mati untuk konfirmasi diagnosis. Implikasi bencana: Tidak ada
 E. Memusnahkan tempat-tempat perindukan nyamuk Ae. Demam kuning Sylvatic atau demam kuning tipe hutan
 a Lakukan pemberian imunisasi segera kepada orang-orang yang tinggal atau
 kepada orang-orang yang memasuki daerah berhutan. aegypti (Dengan
 gerakan 3M+). adanya kematian monyetmonyet
 dihutan (howler and spider monkeys) harus dicurigai adanya demam kuning.
 2.
 3.

Yang diwajibkan untuk memiliki sertifikat
 vaksinasi yang masih berlalu adalah mereka yang datang dari daerah endemis
 Afrika dan Amerika Selatan.
 3.
 Apabila mereka yang datang dari daerah endemis demam kuning belum
 diimunisasi. Agar
 segera dilaporkan juga kepada WHO jika ditemukan focus baru atau reaktivasi
 fokus lama demam kuning pada vertebrata selain manusia. Jika dilakukan
 revaksinasi terhadap orang tersebut maka ICV tersebut berlalu sampai dengan 10
 tahun setelah tanggal revaksinasi tersebut. 2010 
 1. kasus yang ditransfer atau penderita
 indigenous.
 2. Penyakit Dalam 17 .Yellow Fever September 25. Lakukan tindakan-tindakan yang diatur dalam International Health Regulation
 (IHR).
 International Certificate of Vaccination (ICV) terhadap demam kuning berlaku
 mulai dari 10 hari sampai dengan 10 tahun setelah vaksinasi. maka terhadap mereka harus dilakukan karantina selama 6 hari
 sebelum diijinkan melanjutkan perjalanan mereka. 1969. didaerah yang tadinya tidak pernah ada penderita demam kuning. Edisi beranotasi ke 3 (1983) dan yang diperbaharui dan dicetak
 kembali pada tahun 1992 (Revisi sedang dilakukan dan akan selesai pada tahun
 2005). Segera laporkan kepada WHO dan kepada negara tetangga jika ditemukan kasus
 pertama demam kuning baik itu kasus import. WHO menganjurkan
 pemberian imunisasi kepada mereka yang akan bearkunjung kedaerah endemis
 demam kuning terutama bagi mereka yang akan berkunjung ke daerah diluar kotakota
 besar didaerah endemis dimana demam kuning pada manusia masih
 ditemukan dan diduga bahwa penularan demam kuning juga terjadi pada primata. Perjalanan internasional: Sebagian besar negara-negara didunia mewajibkan semua
 pengunjung yang datang dari daerah endemis demam kuning untuk menunjukkan
 sertifikat vaksinasi yang masih berlaku (ICV) sebagai bukti bahwa mereka telah
 memperoleh imunisasi demam kuning. Karantina dilakukan sampai dengan
 lewat 7 hari setelah meningggalkan daerah endemis tersebut. 4. Karantina terhadap hewan: Lakukan karantina terhadap monyet dan primata yang
 datang dari daerah endemis demam kuning.

Sementara beberapa infeksi tidak menunjukkan gejala apa pun. Setelah Penyakit Dalam 18 . bahkan kematian. Ada kemudian dua fase penyakit. Walaupun vaksin yang efektif telah tersedia selama 60 tahun. kehilangan nafsu makan.1 Kesimpulan Demam kuning adalah penyakit virus yang menyebabkan wabah besar di Afrika dan Amerika. Penyakit ini disebabkan oleh virus demam kuning. menggigil. tetapi sejak tahun 1974 hanya satu telah diidentifikasi sebagai penyebab wabah penyakit.Yellow Fever September 25. Seringkali. Hal ini dapat dikenali dari teks-teks bersejarah 400 tahun lalu. fase ini biasanya ditandai dengan demam. Di Amerika Selatan ada dua jenis yang berbeda. sakit kepala. "akut". dari gejala ringan sampai berat penyakit. Infeksi menyebabkan spektrum penyakit. Di Afrika ada dua jenis genetik yang berbeda (disebut topotypes) yang terkait dengan Timur dan Afrika Barat. nyeri otot (dengan sakit punggung menonjol). Virus tetap diam di dalam tubuh selama periode inkubasi tiga sampai enam hari. yang pertama. mual dan atau muntah-muntah. yang termasuk dalam kelompok Flavivirus. Istilah "kuning" dalam penyakit ini berkaitan dengan penyakit kuning yang terjadi pada beberapa pasien. jumlah orang yang terinfeksi selama dua dekade terakhir meningkat dan demam kuning sekarang menjadi masalah kesehatan publik yang serius lagi. demam tinggi kontradiksi dengan denyut nadi yang lambat. 2010 BAB III PENUTUP III.

Setelah itu. hidung. Seringkali demam kuning mirip dengan dengan malaria. nyamuk adalah reservoir benar virus. Tes darah (tes serologi) dapat mendeteksi antibodi demam kuning yang dihasilkan sebagai respons terhadap infeksi. Dehidrasi dan demam Penyakit Dalam 19 . Telur yang dihasilkan tahan terhadap pengeringan dan tertidur melalui kondisi kering. 2010 tiga sampai empat hari. Sisanya sembuh tanpa kerusakan organ yang signifikan. mata dan atau perut. leptospirosis. tifus. Nyamuk juga dapat menularkan virus melalui telur yang terinfeksi kepada keturunannya (transmisi vertikal). virus demam berdarah (misalnya Lassa).Yellow Fever September 25. These tests require highly trained laboratory staff using specialized equipment and materials.Setengah dari pasien dalam "fase beracun" mati dalam waktu 10-14 hari. ini dapat beragam. memastikan penularan dari satu tahun ke tahun berikutnya. Perawatan Tidak ada pengobatan khusus untuk demam kuning. gejala menghilang. Tes ini memerlukan staf laboratorium sangat terlatih menggunakan peralatan dan bahan khusus. Beberapa teknik lain yang digunakan untuk mengidentifikasi virus itu sendiri dalam spesimen darah atau jaringan hati dikumpulkan setelah kematian. Namun. penyakit rickettsial. Virus ini dibawa dari satu hewan lain (horizontal transmisi) oleh seorang menggigit nyamuk (vektor). terutama selama tahap-tahap awal. Fungsi ginjal memburuk. Berkembang dengan cepat pasien penyakit kuning dan mengeluh nyeri perut dengan muntah. virus hepatitis dan keracunan (misalnya karbon tetraklorida). darah akan muncul dalam muntahan dan kotoran. Manusia dan kera adalah mahkluk yang mudah terinfeksi virus ini. Oleh karena itu. infeksi arboviral (misalnya demam berdarah). Perdarahan dapat terjadi dari mulut. mulai dari tingkat protein abnormal dalam urin (albuminuria) untuk menyelesaikan gagal ginjal tanpa produksi air kencing (anuria). 15% masukkan "fase beracun" dalam waktu 24 jam. Demam muncul kembali dan beberapa sistem tubuh yang terpengaruh. Sebuah analisa laboratorium diperlukan untuk mengkonfirmasi kasus penderita. Demam kuning sulit untuk dikenali. menetas ketika musim hujan dimulai.

Imunisasi dengan vaksin 17 DA efektif untuk mencegah berjangkitnya penyakit. III. 2010 dapat diatasi dengan garam rehidrasi oral dan parasetamol.Yellow Fever September 25. Penyakit Dalam 20 . Langkah pengendalian nyamuk dapat digunakan untuk mencegah penularan virus. waspada pengawasan sangat penting untuk segera pengakuan dan cepat mengendalikan wabah. Setiap orang yang terinfeksi bakteri harus diobati dengan antibiotik yang sesuai. Tindakan pengendalian yang efektif juga ada. Dalam populasi di mana cakupan vaksinasi rendah.2 Saran Vaksinasi dianjurkan bagi orang yang bepergian atau tinggal di daerah yang masih endemi infeksi demam kuning ini. Pencegahan Vaksinasi adalah satu-satunya ukuran yang paling penting untuk mencegah demam kuning. tapi jarang tersedia di negara-negara berkembang. Mendukung perawatan intensif dapat memperbaiki hasil untuk pasien sakit serius.

UI Press. Pugachev KV. "Yellow fever: a disease that has yet to be conquered". Cecil Medicine. Jakarta. Yellow Fever. Florida: CRC Press. 3. Entomol. Serious adverse events associated with yellow fever 17D vaccine. Switzerland. Epidemiology and Ecology. Philadelphia. Barrett AD. Ausiello D. Monath T. Brasilia.110405. doi:10. 43. 2010 DAFTAR PUSTAKA 1. Mikrobiologi Kedokteran. 1996. Boca Raton.06. Switzerland. 7. Annu. Viral hemorrhagic fevers. 1991. The Immunological Basis for Immunization 8. Virology 2001. 6. 23rd ed.WHO/EPI/GEN/93. PMID 16913829 Penyakit Dalam 21 . 2000. Yellow fever vaccine. Santos CL. 1988. Division of Vaccines and Immunization and Centro Nacional de Epidemiologia CENEPI/ Geneva.Yellow Fever September 25. Phenotypic and molecular analyses of yellow fever 17 DD vaccine viruses associated with serious adverse events in Brazil. Robertson S. Higgs S (2007).1146/annurev. In: Monath T. 52: 209–29.2000. The Arboviruses.290:309–19.091454. EGC. editor. WHO/EPI/GEN/91. M. 2007:chap 404. eds. Meeting of the Group of Experts on Yellow Fever. WHO. Jawetz. 5. Pan American Health Organization.. 8. Pa: Saunders Elsevier. 139-231. Galler R. Meegan JM. FUNASA/MS-Brasil. WHO. 1993.ento. 2. Bell M.52. Yellow Fever. et al. Dasar-Dasar Mikrobiologi. Organizacion Panamericana de la Salud. May 10–11. 1988. 4. Geneva. In: Goldman L. Brazil.18. Rev. Jakarta Pelczar.

Vaccine. present and future. Roukens AH. Penyakit Dalam 22 .8(11):1787-95. Lindsey NP. 2010 9. Schroeder BA. [abstract] 10. 2008 Nov 11. 2008 Nov.Yellow Fever September 25. Adverse event reports following yellow fever vaccination.26(48):6077-82. Expert Opin Biol Ther. et al. Miller ER. Visser LG. Yellow fever vaccine: past. Epub 2008 Sep 20.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->