Fungsi dan Peran Pengembangan Kurikulum A.

Fungsi Pengembangan Kurikulum a) Fungsi Kurikulum Dalam Rangka Pencapaian Tujuan Pendidikan Kurikulum pada suatu sekolah merupakan suatu alat atau usaha mencapai tujuantujuan pendidikan yang didiinginkan sekolah tertentu yang dianggap cukup tepat dan krusial untuk dicapai. Salah satu langkah yang harus dilakukan adalah meninjau kembali tujuan yang selama ini digunakan oleh sekolah bersangkutan (soetopo & Seomanto, 1993:17). Dalam pencapaian tujuan pendidikan yang dicita-citakan, tujuan-tujuan tersebut harus dicapai secara bertahap yang saling mendukung. Sedangkan keberadaan kurikulum disini adalah sebagai alat untuk mencapai tujuan pendidikan. b) Fungsi Kurikulum Bagi Anak Dididik

Keberadaan kurikulum sebagai organisasi belajar merupakan suatu persiapan bagi anak didik. Kalau kita kaitkan dengan pendidikan Islam, pendidikan mesti diorientasikan kepada kepentingan peserta didik, dan perlu diberi pengetahuan untuk hidup pada zamannya kelak. Nabi Muhammad Saw bersabda : didiklah anak-anakmu, karena mereka diciptakan untuk menghdapi zaman yang lain dari zamanmu. Sebagai alat dalam memcapai tujuan pendidikan, kurikulum diharapkan mampu menawarkan program-program pada anak didik yang akan hidup pada zamannya, dengan latar belakang sosihistoris dan cultural yang berbeda dengan zaman di mana kedua orang tuanya berada. c) Fungsi Kurikulum Bagi Pendidik Atau Guru Guru merupakan pendidik propesional yang secara implisit telah merelakan dirinya untuk memikul sebagian tanggung jawab pendidikan yang ada dipundak para orang tua. Orang tua yang menyerahan anaknya ke sekolah, berarti ia telah melimpahkan sebagian tanggng jawab pendidikan anaknya kepada guru atau pendidik. Hal ini, adalah bentuk harapan orang tua, supaya anaknya menemukan guru yang baik , kompeten, dan berkualitas (Ramayulis, 1996:39). Adapun Fungsi Kurikulum Bagi Guru Atau Pendidik Adalah : o Sebagai pedoman kerja dalam menyusun dan mengorganisasi pengalaman belajar para anak didik. o Sebagai pedoman dalam mengadakan evaluasi terhadap perkembangan anak didik dalam rangka menyerap sejumlah pengalaman yang diberikan. Langeveld mengajukan lima komponen yang berinteraksi secara aktif dalam proses pendidikan yakni: o Komposisi tujuan pendidikan, sebagai landasan idiil pendidikan dan yang dicapai melalui proses pendidikan tersebut.

sebagai unsur sarana atau objek yang dikenakan kepada terdidik dalam proses pendidikan. o d) Fungsi Kurikulum Bagi Kepala Sekolah Kepala sekolah merupakan administrator dan supervisor yang mempunyai tanggung jawab terhadap kurikulum. tidak berarti tanggung jawab kesuksesan anaknya secara total diserahkan kepada sekolah atau pendidik. Namun demikian. orang tua. Sehingga partisipasi orang tua inipun tidak kalah pentingnya dalam menyukseskan proses belajar-mengajar di sekolah. Bantuan yang dimaksud dapat berupa konsultasi langsung ke sekolah atau guru mengenai masalahmasalah menyangkut anak-anaknya. Ketiga. o Komponen lingkungan pendidikan. 1993: 19). keluarga. sebagai seorang administrator. bangsa. Sebenarnya. Adapun bantuan berupa materi dari orang tua anak dapat melalui lembaga BP-3. pemahaman orang tua mengenai kurikulum merupakan hal yang mutlak. sekolah. Pemeliharaan keseimbangan proses pendidikan 2. sebagai pedoman untuk mengadakan evaluasi atas kemajuan belajar mengajar (Soeopo dan Soemanto. meliputi: orang tua. sebagai masukan manusiawi yang diperlukan sebagai subjek aktif dan dikenai proses pendidikan tersebut. Oleh karena itu. Meskipun orang tua telah menyerahkan anak-anak mereka kepada sekolah supaya diajarkan ilmu pengetahuan dan dididik menjadi orang yang bermanfaat bagi dirinya. masyarakat. kurikulum difungsikan sebagai bentuk adanya partisipasi orang tua dalam membantu usaha sekolah dalam memajukan putra-putrinya. sebagai pedoman dalam mengadakan fungsi supervisi. f) Fungsi Sekolah Tingkat Atas Fungsi kurikulum dalam hal ini dapat dibagi menjadi dua: 1. Penyiapan tenaga baru . dan guru. yakni memperbaiki situasi belajar. Dengan membaca dan memahami kurikulum sekolah. dan agama. sebagai pedoman dalam melaksanakan supervise dalam menciptakan situasi untuk menunjang siuasi belajar anak ke arah yang lebih baik. e) Fungsi Kurikulum Bagi Orang Tua Bagi orang tua. o Komponen pendidik. menjadikan kurikulum sebagai pedoman untuk mengembangkan kurikulum pada masa mendatang. Fungsi kurikulum bagi kepala sekolah adalah pertama. merupakan unsur manusiawi yang membantu mengenalkan alat pendidikan kepada anak didik dan mengarahkan proses pendidikan menuju sasaran yang diharapkan sebagaimana tercantum dalam tujuan pendidikan. Keempat. sebagaimana unsur suasana yang membantu dan membeikan udara segar dalam proses pendidikan (Supeno. sebagai pedoman dalam melaksanakan supervisi dalam memberikan bantuan kepasa guru atau pendidik agar dapat memperbaiki situasi mengajar. Kelima. 1995: 42-43).Komponen terdidik. para orang tua dapat mengetahui pengalaman belajar yang diperlukan anak-anak mereka. o Komponen alat pendidikan. Kedua. keberhasilan tersebut merupakan hasil dari dari sistem kerjasama berdasarkan fungsi masing-masing.

Dengan mengetahui kurikulum suatu sekolah. Ikut memberikan kritik dan saran konstruktif demi penyempurnaan program pendidikan di sekolah.Fungsi bagi masyarakat dan pemakai lulusan sekolah Kurikulum suatu sekolah juga berfungsi bagi masyarakat dan pihak pemakai lulusan sekolah bersangkutan. orientasi dan fungsi kurikulum adalah mendidik anak agar mempunyai pribadi yang integral. potensi yang dimiliki anak didik itu memang berbeda-beda.R. mengingat sekolah tidak . dapat melaksanakan sekurang-kurangnya dua macam: Ikut memberikan kontribusi dalam memperlancar pelaksanaan program pendidikan yang membutuhkan kerja sama dengan pihak orang tua dan masyarakat. pribadi yang terintegrasi itu akan memberikan sumbangan dalam rangka pembentukan atau pengintegrasian masyarakat. karena itu anak didik diharapkan mampu menyesuaikan diri dengan kondisi seperti itu. Nabi Saw bersabda: Kami para Nabi diperintahkan untuk menempatkan manusia sesuai dengan potensi akalnya (H. masyarakat. Barangkali dapat diinterpretasikan bahwa pendidikan dan kurikulum harus diorientasikan kepada pengembangan potensi yang berbeda-beda dari anak didik. Lingkungan senantiasa berubah. sehingga anak didik dapat hidup dalam masyarakat yang senantiasa beraneka-ragam namun satu tujuan pembangunan tersebut. 1990:11). Muhammad Fadlil Al-Jamali mengungkapkan bahwa pendidikan yang dapat disarikan dari Al-Qur’an berorientasi: 1. Berkaitan dengan deverensiasi pada anak didik tersebut. sebagai pemakai lulusan. dan peran pendidikanlah untuk mengembangkan potensi-potensi yang ada itu secara wajar. Abu Bakar bin Asy-Syakir). 4. Fungsi Persiapan Kurikulum berfungsi mempersiapkan anak didik agar mampu melanjutkan studi lebih lanjut untuk suatu jangkauan yang lebih jauh. sehingga perlakuan terhadap mereka sepatutnya mempertimbangkan perbedaan kemampuan dan potensi masingmasing. tidak statis. Mengingat anak didik merupakan bagian integral dari masyarakat. bersifat dinamis. agar lebih serasi dengan kebutuhan masyarakat dan lapangan kerja. Mengenalkan individu akan perannya di antara sesama makhluk dengan tanggung jawabnya I dalam hidup ini 2. Menegakkan individu akan pencipta alam ini dan memerintahkan agar beribadah kepada Allah. Mengenalkan individu akan individu sosial dan tanggung jawabnya dalam tata hidup bermasyarakat. sehingga anak didik dituntut untuk mampu menyesuaikan diri terhadap lingkungan tersebut. serta memberikan kemungkinan kepada mereka untuk mengambil manfaat dari alam. 3. Bersiap untuk belajar lebih lanjut tersebut sangat diperlukan. Mengenalkan individu akan alam ini dan mendorong mereka mengetahui hikmah diciptakannya alam. Fungsi Pengintegrasian Dalam hal ini. Fungsi penyesuaian Anak didik hidup dalam suatu lingkungan. Seandainya dia tidak mungkin melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi (Hamalik. Fungsi perbedaan Pada prinsipnya. Apakah anak didik melanjutkan ke sekolah yang lebih tinggi atau persiapan untuk belajar di dalam masyarakat.

kurikulum menciptakan pelajaran. termasuk dalam pemenuhan minat mereka. Kebudayaan mencakup aturan yang berisi kewajiban dan tindakan-tindakan yang diterima dan ditolak atau tindakan yang dilarang dan yang diizinkan. Peran Kreatif Kurikulum melakukan kegiatan-kegiatan kreatif dan konstruktif. Kebudayaan yang diperlukan oleh manusia dan diwujudkan dalam tingkah laku. Peranan pengembangan kurikulum Peranan Konservatif Kebudayaan sudah ada sebelum lahirnya suatu generasi dan tidak akan pernah mati walau generasi yang bersangkutan sudah habis. atau hasil . pengalaman. Masyarakat Jepang mungkin bias menjadi sumber inspirasi bagi bangsa kita yang sedang bekerja keras untuk membangun meningkatkan sumberdaya manusia. sehingga memberkan manfaat bagi masyarakat. juga sebagai alat mengevaluasi kebudayaan yang ada. nilai budaya termasuk insani. yang ada hubungan hierarkis dan etis yang menjadi rujukan dan pemandu semua nilai. kurikulum itu selain mentransmisikan nilai-nilai kepada generasi muda. Maksudnya. bahkan kebudayaan terwujud dan didirikan dari perilaku manusia. melainkan juga menilai dan memilih unsur-unsur kebudayaan yang akan diwariskan. Ilmu yang diserap bangsa Jepang sebenarnya second hand yang diambil dari Negara maju. yakni menanamkan nilai-nilai insani dan nilai-nilai Ilahi pada peserta didik. kemampuan dan ketrampilan baru. 1988:7). Oleh karena itu. telah dijelaskan bahwa fungsi kurikulum adalah deverensiasi yakni memberikan layanan kepada anak didik sesuai dengan perbedaanperbedaan pada dirinya. Fungsi Pemilihan Dalam pembahasan sebelumnya. Fungsi Diagnostik Fungsi diagnostik adalah agar siswa dapat melakukan evaluasi kepada dirinya dan menyadari semua kelemahan dan kekuatan diri sehingga dapat memperbaiki dan mengembangkannya sesuai dengan kemampuannya yang ada. Semua kebudayaan yang sudah membudaya dan sudah ditransmisikan kepada anak didik selaku generasi penerus.mungkin memberikan semua apa yang diperlukan anak didik. Apakah nilai-nilai sosial yang ada atau dibawa itu sesuai atau tidak dengan perkembangan yang akan datang serta apakah perlu diadakan perubahan atau tetap seperti aslinya. yang pada akhirnya dapat berkembang secara maksimal dalam masyarakat. sedangkan nilai agama termasuk nilai Ilahi. Relasi antara kedua nilai tersebut menjadi linier-koheren. semua ini mejadi tanggung jawab kurikulum dalam menafsirkan dan mewariskan nilai-nilai budaya yang mengandung makna membina perilaku anak didik. cara berpikir. dalam arti menciptakan dan menyusun sesuatu yang baru sesuai dengan kebutuhan sekarang dan masa mendatang dalam masyarakat. Menurut Noeng Muhadjir. Sekolah sebagai lambing sosial sangat berperan dalam mempengaruhi perilaku anak sesuai dengan nilai-nilai sosial yang ada dalam masyarakat. Guna membantu setiap individu dalam setap potensinya. Hal ini relevan dengan fungsi pendidikan Islam. Sekolah tidak hanya mewariskan kebudayaan yang ada. Jadi kurikulum bertugas menyimpan dan mewariskan nilai-nilai budaya (Wiryo Kusumo dan Mulyadi. Peranan Kritis dan Evaluatif Kebudayaan senantiasa berubah dan bertambah sejalan dengan perkembangan zaman yang terus berputar.

1994:92) . tetapi bangsa ini tidak menerapkan konsep-konsep yang dipelajarinya begitu saja.serapan dari Barat. melainkan mengembangkan konsep baru berdasarkan acuan yang mereka peroleh dari barat yang kemudian dipadukan dengan budaya dan karakteristik bangsanya (Hadipranata.