BAB I PENDAHULUAN A.

Latar Belakang Teori kepemimpinan yang berkembang selama ini ingin mengetahui bagaimana terjadinya keefektifan kepemimpinan dalam organisasi. Sehingga berbagai hasil penelitian menemukan teori bahwa kepemimpinan dapat dilihat dari pribadi pemimpin, perilaku pemimpin, situasi budaya organisasi, hubungan pemimpin dengan yang dipimpin, hubungan pemimpin dengan tugas-tugasnya dan seterusnya. Dalam lembaga pendidikan, hubungan antara kepemimpinan, manajemen, administrasi dan organisasi saling membutuhan dan memiliki peranan yang penting dalam memaju lembaga pendidikan Islam. Oleh karena itu, dalam pandangan penulis, empat komponen tersebut tidak bisa dipisahkan dalam lembaga pendidikan. Kepemimpinan merupakan prilaku mempengaruhi individu atau kelompok untuk melakukan sesuatu dalam rangka tercapainya tujuan organisasi. Secara lebih sederhana dibedakan antara kepemimpinan dan manajemen, yaitu pemimpin mengerjakan suatu yang benar (people who do think right), sedangkan menejer mengerjakan suatu dengan benar (people do right think). Landasan inilah yang menjadi acuan mendasar untuk melihat peran pemimpin dalam suatu organisasi. Perbedaan ini memberikan gambaran bahwa pemimpin biasanya terkait dengan tingkat kebijakan puncak atau pengambil keputusan puncak yang bersifat menyeluruh dalam organisasi, sedangkan menejer merupakan pengambil keputusan tingkat menengah. Ada kecenderungan dalam masyarakat luas di Indonesia, bahwa administrasi dipersepsikan dalam pengertian yang keliru, yaitu sebagai aktivitasaktivitas kantor, urusan surat menyurat, yang sering disebut tatausaha. Tetapi kajian secara ilmiah menunjukkan, bahwa administrasi memiliki cakupan arti yang luas, yaitu sebagai proses, sebagai fungsi dan sebagai institusi dari tiap kegiatan kerja sama. Secara definitive juga dengan tegas dinyatakan, bahwa administrasi adalah organisasi dan manajemendari tiap kerja sama pencapai

tujuan. Dan ini merupakan beban dan sekaligus tantangan yang berat bagi para pembina (pengajar) ilmu administarsi. Dengan demikian, dalam pandangan penulis bahwa keberadaan kepemimpinan, manajemen, administarsi dan organisasi dalam lembaga pendidikan tidak bisa dipisahkan dalam rangka mengembangkan dan memajukan lembaga pendidikan tersebut. Komponen-komponen tersebut (kepemimpinan, manajmen, administarai dan organisasi) merupakan satu kesatuan yang memiliki hubungan yang erat dan tidak bisa dipisahkan satu sama lainnya. Dalam proses kegiatan dan pemgembangan lembaga pendidikan, empat komponen tersebut merupakan alat untuk mencapai tujuan yang ingin dicapai. Apabila salah satu dari empat komponen tersebut diabaikan, maka akan mempengaruhi terhadap komponen yang lainnya sehingga berdampak terhadap lekeberadaan lembaga pendidikan. Oleh sebab itu, antara kepemimpinan, manajemen, administrasi dan organisasi memiliki hubungan yang saling mendukung dalam sebuah lembaga pendidikan demi mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Di dalam lingkungan organisasi. Kepemimpinan yang efektif dapat ditunjukkan dengan kemampuan seseorang dalam membaca situasi dan kondisi yang berkaitan dengan iklim kerja dalam sebuah organisasi yang ditunjukkan. Untuk itu dapat dikatakan bahwa sukses tidaknya suatu organisasi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan sengat tergantung atas kemampuan pempinannya untuk menumbuhkan iklim kerja sama agar dengan mudah dapat menggerakkan sumber daya tersebut. tinggi-rendahnya produktivitas kerja pegawai dan banyak-sedikitnya keluhan pengawai. Seorang pemimpin harus mampu memberikan dorongan kepada anggota kelompoknya untuk bekerja dengan penuh rasa tanggung jawab serta dapat bekerjasama untuk mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan . kepemimpinan terjadi melalui dua bentuk. Konsep Dasar Kepemimpinan Kepemimpinan dipahami sebagai segala daya dan upaya bersama untuk menggerakkan semua sumber dan alat (resources) yang tersedia dalam suatu organisasi. Sedangkan kepemimpinan informal terjadi. misalnya dengan tinggi-rendahnya angka ketidakhadiran bawahan dalam bekerja. dimana kedudukan pemimpin dalam suatu organisasi diisi oleh orang-orang yang muncul dan berpengaruh terhadap orang lain karena kecakapan khusus atau berbagai sumber yang dimilikinya dirasakan mampu memecahkan persoalan organisasi serta memenuhi kebutuhan dari anggota organisasi yang bersangkutan. Kepemimpinan formal terjadi apabila di lingkungan organisasi jabatan otoritas formal dalam organisasi tersebut diisi oleh orang-orang yang ditunjuk atau dipilih melalui proses seleksi. rendahnya kedisiplinan kerja pegawai. sehingga dapat mendayagunakannya dan dapat berjalan secara efektif dan efisien. yaitu: kepemimpinan formal (formal leadership) dan kepemimpinan informal (informal leadership). baik yabg disampaikan secara terang-terangan maupun secara sembunyi-sembunyi.BAB II PEMBAHASAN A. banyak-sedikitnya pengawai yang minta berhenti.

memberikan motivasi. pendidikan sebagai usaha atau proses pendidik dan mengajar seperti yang dikenal sehari-hari 2. maka dapat penulis jelaskan bahwa kepemimpinan pendidikan pada dasarnya terdapat dan berperan pada usaha-usaha yang berhubungan dengan proses mendidik dan mengajar di satu pihak. Kepemimpinan dalam lembaga pendidikan sangat berperan penting dalam mengembangkan seluruh sumber daya yang ada termasuk sumber daya manusia (SDM). dan sekalaigus menjelaskan pula sifat dan ciri-ciri kepemimpinan. Untuk mewujudkan tugas terebut. dimana kata pendidikan menerangkan di lapangan apa dan di mana kepemimpinan itu berlangsung. dan mengarahkan orang-orang di dalam organisasi atau lembaga pendidikan tertentu untuk mencapai tujuan yang telah dirumuskan sebelumnya. oleh karena itu. dan pada pihak lain berhubungan dengan usaha-usaha pengembangan pendidikan sebagai satu ilmu dengan segala cabang-cabangnya dan ilmu-ilmu pembantu lainnya. Sebagaimana kata pendidikan yang menunjukkan arti yang dapat dilihat dari dua segi. yaitu:[6] 1. seorang pemimpin pendidikan harus memiliki jiwa kepemimpinan dalam mengembangkan sumber daya manusia lembaga pendidikan. para pakar pendidikan mencoba mengartikan kepemimpinan pendidikan. mempengaruhi. yaitu bersifat mendidik dan membimbing. pendidikan sebagai ilmu pengetahuan yang membahas berbagai masalah tentang hakikat dan kegiatan mendidik mengajar dari zaman ke zaman atau yang membahas prinsip-prinsip dan pratik-praktik mendidika dan mengajar dengan segala cabang-cabangnya yang telah berkembang begitu luas dan mendalam. .1. yaitu: 1. mengatakan bahwa kepemimpinan pendidikan adalah proses menggerakkan. Dari dual hal tersebut. Pengertian Kepemimpinan Pendidikan Istilah kepemimpinan pendidikan mengandung dua pengertian. setiap pimpinan pendidikan harus mampu bekerja sama dengan orang-orang yang dipimpinnya untuk memberikan motivasi agar melakukan pekerjaannya secara ikhlas. Nawawi (1994:82).[7] Dengan demikian.

[8] Dari beberapa pendapat tersebut di atas. agar kegiatan-kegiatan yang dijalankan dapat berlangsung lebih efisien dan efektif di dalam pencapaian tujuan-tujuan pendidikan dan pengajaran. dalam pandangan penulis bahwa kepemimpinan mencakup distribusi kekuasaan yang tidak sama di antara pemimpin dan anggotanya. dan tujuan pendidikan tidak akan tercapai secara optimal tanpa adanya manajemen atau pengelolaan pendidikan yang baik. Dengan demikian. Sedangkan Assosiation of Supervision and curiculum Development(ASCD). Pemimpin mempunyai wewenang untuk mengarahkan anggota dan . Fachrudi (1983: 33). menyatakan bahwa kepemimpinan pendidikan adalah tindakan atau tingkah laku di antara individu-individu dan kelompok-kelompok yang menyebabkan mereka bergerak kea rah tercapainya tujuan-tujuan pendidikan yang menambahkan penerimaan bersama bagi mereka.1. maka dapat penulis simpulkan bahwa yang dimaksud dengan kepemimpinan pendidikan adalah kemampuan seseorang dalam mempengaruhi. tentang pengertian kepemimpinan pendidikan. Dari uraian tersebut jelaslah bahwa manusia telah dikaruniai sifat dan sekaligus tugas sebagai seorang pemimpin. 2. menggerakkan. mengkoordinir orang-orang lain yang ada hubungannya dengan ilmu pendidikan dan pelaksanaan pendidikan dan pengajaran. mengatakan bahwa kepemimpinan pendidikan adalah suatu kemampuan dalam proses mempengaruhi. memberikan motivasi dan mengarahkan orangorang dalam lembaga pendidikan agar pelaksanaan pendidikan dapat lebih efisien dan efektif dalam mencapai tujuan-tujuan pendidikan yang telah dirumuskan. yang selanjutnya dalam kegiatan manajemen pendidikan diperlukan adanya pemimpin yang memiliki kemampuan untuk menjadi seorang pemimpin. mengkoordinir. Dengan demikian upaya tersebut tidak lepas dengan pendidikan. Pada masa sekarang ini setiap individu sadar akan pentingnya ilmu sebagai petunjuk/alat/panduan untuk memimpin umat manusia yang semakin besar jumlahnya serta komplek persoalannya. Atas dasar kesadaran itulah dan relevan dengan upaya proses pembelajaran yang mewajibkan kepada setiap umat manusia untuk mencari ilmu.

penulis beranggapan bawah makin efektifnya kepemimpinan seseorang. Ketiganya berkaitan satu sama lain (sistem). bagaimana (epistimilogi). dan epistimologi berkaitan dengan aksiologi dan seterusnya. dengan kata lain para pemimpin tidak hanya dapat memerintah bawahan apa yang harus dilakukan. Semakin banyak jumlah sumber kekuasaan yang tersedia bagi pemimpin. kareana apabila tidak memiliki kemampuan untuk memimpin. B. maka kesuksesan dalam mencapai cita-cita semakin terbuka lebar.juga dapat memberikan pengaruh. Konsep Dasar Manajemen Istilah manajemen mengaju kepada proses pelaksanaan aktivitas yang diselesaikan secara dengan dan melalui pendayagunaan orang lain.[9]Dengan demikian. Setiap jenis pengetahuan termasuk pengetahuan manajemen mempunyai ciri-ciri yang spesifik mengenai apa (ontologi). tetapi juga dapat mempengnaruhi bagaimana bawahan melaksanakan perintahnya. maka makin besar potensi kepemimpinan yang efektif. Ontologi ilmu terkait dengan epistimologi. Kekuasaaan bawahan adalah kemampuan dengan untuk mengarahkan yang dan harus mempengaruhi sehubungan tugas-tugas dilaksanakannya. Oleh sebab itu bahwa pemimpin diharapakan memiliki kemampuan dalam menjalankan kepemimpinannya. falsafah pada hakikatnya menyediakan seperangkat pengetahuan (a body of . maka tujuan yang ingin dicapai tidak akan dapat tercapai secara maksimal. Di dalam pengatahuan manajemen. Siagian (1978) menyebutkan manajemen adalah kemampuan dan keterampilan untuk memperoleh sesuatu hasil dalam rangka pencapaian tujuan melalui kegaiatankegiatan orang lain. seorang pemimpin benar-benar mampu mempengaruhi bawahnnya dalam melaksanakan tugas-tugasnya. dan untuk apa (aksiologi) pengetahuan tersebut disusun. Dalam hal ini. Sehingga terjalin suatu hubungan sosial yang saling berinteraksi antara pemimpin dengan bawahan. Pemimpin pada hakikatnya adalah seseorang yang mempunyai kemampuan untuk mempengaruhi perilaku orang lain di dalam kerjanya dengan menggunakan kekuasaan. yang akhirnya tejadi suatu hubungan timbal balik.

asumsi yang telah dikaui dan nilai-nilai yang telah ditentukan. Terry dalam bahwa bukunya principles management (1972) menyebutkan manajemen meruapakan suatu proses yang khas yang terdiri dari tindakan- . Ini merupakan hakikat manajemen sebagai suatu disiplin ilmu dalam mengatasi masalah organisasi berdasarkan pendekatan yang intelegen. Adapun yang dimaksud dengan sumber daya manajemen dalam lembaga pendidikan yaitu:Man (orang). finansial dan fisik untuk mencapai tujuan pokok organisasi menghasilakn prosduk atau jasa/layanan yang diinginkan oleh sekelompok masyarakat. Machine(peralatan/mesin). Method (metode). Menurut analisis penulis. Siagan (1978). Bagi seorang manajer perlu pengetahuan tentang kebenaran manajemen. Pada akhirnya semua itu akan memberikan kepuasan dalam melakukan pendekatan yang sistematik dalam praktek manajerial. bahwa teori manajemen mempunyai peran ( role) atau membantu menjelaskan perilaku organisasi yang berkaitan dengan motivasi. para ahli masih berbeda pandangan dalam mendefinisikan manajemen dan kerenanya belum dapat diterima secara universal.related knowledge) untuk berfikir efektif dalam memecahkan masalah-masalah manajemen. 2. Pengertian Manajemen Meskipun cenderung mengarah pada satu fakus tertentu. merumuskan manajemen sebagai proses memperoleh dan menggabungkan sumber-sumber manusia. Longnecker & Pringle. Gr. yaitu: 1. Material (material). 1. dan Time (waktu). Money (uang). Manajemen merupakan pemanfaantan sumber-sumber yang tersedai atau yang berpotensi di dalam pencapaian tujuan. Dari beberapa penjelasan diatas pada dasarnya manajemen dapat diartikan berdasarkan beberapa pendapat. Karakteristik teori manajemen secara garis besar dapat dinyatakan mengacu kepada pengalaman empirik serta adanya keterkaitan antara satu teori dengan teori lain dan mengakui kemungkinan adanya penolakan. menyebutkan menajemen adalah kemampuan dan keterampilan untuk memperoleh suatu hasil dalam rangka pencapaian tujuan melalui kegiatan-kegiatan of orang lain. produktivitas dan kepuasan.

manajemen dipandang sebagai suatu ilmu. penggerakkan dan pengendalian yang dilakukan untuk menentukan serta mencapai sasaran-sasaran yang telah ditentukan melalui pemanfaatan sumber daya lainnya. Dari sisi lain. Karena kebenaran suatu teori tidak bisa lepas dari pandangan-pandangan dari sudup pandang keilmuan lainnya. manajemen sebagai ilmu yang bersifat interdisipliner dimana dalam masalah konsep. Manajemen adalah suatu kerangka kerja yang terdiri atas berbagai bagian/komponen yang secara keseluruhan saling berkaitan dalam organisasi yang sedemikan rupa dalam mencapain tujuan (management as a system). Dengan demikian. pengorganisasian. 3. bahwa manajemen adalah sebagai suatu proses dari serangakaian kegiatan yang diarahkan pada pencapaian tujuan dengan pemanfaatan semaksimal mungkin dari sumber-sumner yang serta manajemen sebagai fungsi. Manajemen administratif (administrative mangement). di mana dapat dimanfaatkan dan dgunakan sebagai sumber dan sasaran-sasaran manajemen. . misalnya ilmu sosial. yaitu manajmen suatu ilmu yang sifatnyainterdisipliner (menggunakan bantuan ilmu-ilmu lain. 2. Manajemen adalah suatu proses/kegiatan/usaha pencapaiann tujuan tertentu melalui kerja sama dengan orang lain. manajemen dapat digolongkan menjadi sebagai berikut:[19] 1. teori-teori. 4. yaitu: 1. Segi Sifat Kerja Dari segi sifat kerja. termasuk para pekerjanya.tindakan perencanaan. Dari uraian beberapa pengertian manajemen di atas dapatlah penulis simpulkan. filsafat dan matematika). Beberapa Tinjauan Terhadap Manjemen Dalam menjelaskan tentang manajmen dapat ditinjau dari bebrapa segi ( applied approach). merode-metode dan analisisnya tidak bisa lepas dari barbagai disiplin keilmuan lainnya. yaitu manajmen atau pejabat pimpinan yang kerjanya menitikberatkan dalam bidang pemikiran (kerja pikir). Maksudnya adalah suatu pendekatan dari pempinan atas sampai ke tingkat pimpinan yang terbawah sekalipun.

pimpinan. manajemen pendidikan terdiri dari beberapa. yaitu manajemen atau pejabat pempinan yang langsung memimpin kerja ke arah tercapainya kerja yang nyata. Manajemen sebagai proses. yaitu manajemen dalam bidang /lingkungan yang lebih khusus daripada makro manajemen seperti manajemen kantor personalia. antara lain yaitu: 1. Segi Luasnya Jika dilihat dari segi luas atau ruang lingkup. Manajemen sebagai kolektivitas. 3. penggerakan dan pengawasan atau pengendalian sampai tujuan yang dikehendaki menjadi kenyataan. Segi Pandangannya Dari berbagai sudut pandangan. Mikro manajemen. pendidikan dan perusahaan. pergudangan dan alat. tetapi semua pejabat pempinan dari rektur utama sampai kepada kepala-kepala bagian. Makro Manajemen. yaitu merupakan proses dari pemberian fasilitas-fasilitas. pengorganisasian. manajemen dapat pula diartikan sebagai keseluruhan proses perencanaan. Artinya adalah bahwa pada suatu saat pemimpin dapat sebagai manajemen administrative dan pada kesempatan lain duduk sebagai manajemen operatif. adapaun titik beratnya adalah efisien dan produktivitas para pelaksananya yang terdapat di tingkat bawah. 4. yaitu manajemen apda umumnya terdapat dalam bidang kenegaraan. Manajemen operatif (oprative management). 2. 2. teladan. Dari sudut proses ini. kepala-kepala .seksi. yaitu bahwa tiap-tiap kita menjalankan manajemen.2. kepala-kepala sub. Makdunya adalah pendekatan dari bawah ke tingkat yang lebih atas. Manajemen administratif dan manajemen operatif (pejabat manajemen yang hidup dalam dua dunia). maka manajemen pendidikan dapat dibedakan atas beberapa tinjauan sebagai berikut:[21] 1. bukan hanya manajer puncak (top manager) atau pimpinan tunggal semata.[20] 3. bimbingan kepada orang-orang yang terorganisasi dalam satu kesatuan yang telah ditetapkan tujuannya ( a desire goal).

urusan dan bahkan kepala-kepala pesuruh. 4. Sudah menjadi kelaziman. Fungsi Manajemen Mengenai fungsi-fungsi manajemen ini terdapat banyak sekali pandanganpandangan yang berbeda satu sama lain di kalangan para ahli. Penulis juga memberikan apresiasi yang sangat besar terhadap teori tersebut di atas. Dengan demikian. Namun secara garis besar. dalam manajemen sebagai kolektivitas menurut penulis. tetapi merupakan kesatuan kegiatan dari seluruh bidang-bidang pekerjaan yang diadakan dan dilaksanakan demi tercapainya tujuan bersama. 3. Perencanaan (Planning) . dan di dalam organisasi manapun ada orang-orang yang mempunyai wewenang lebih daripada yang lain. yaitu manajemen sebagai kegiatan bukanlah kegiatan dari masing-masing orang/bagian/baidang secara sendiri-sedniri. karena dengan adanya tinjauantinjauan tersebut. Manajemen sebagai kegiatan (aktivitas). diharapkan dalam mengelola manajemen lembaga pendidikan bisa menghasilkan output atau sumber daya manusia yang berkualitas yang siap menghadapai persaingan pasar globalisasi. yaitu dengan dorongan dan memberikan penghargaan kepada masing-masing bagian. Manajemen sebagai kerangka wewenang dan tanggung jawab. fungsi-fungsi manajemen yaitu: 1. bahwa siapa saja yang mempunyai wewenang harus selalu didampingi dengan tanggung jawab. antara laian dengan menggalang rasa kesetiakawanan. pekerjaan/usaha tadi dapat dilaksanakan secara bersama-sama dengan lancar demi tercapainya tujuan yang bersama diinginkan. 1. Guna mencapai tujuan bersama itu ada beberapa cara untuk menggerakan orang-orang/bagian-bagian yang ada dalam lingkunagn organisasi. sehingga menimbulkan anggapan bahwa tiap-tiap bagian itu mempunyai fungsi dan peranan penting. menurut analisis penulis bahwa tinjauan dalam mengkaji manajemen sangat dibutuhkan. Dari beberapa penjelasan tersebut. 3.

organisasi diartikan sebagai suatu lembaga atau kelompok fungsional. namunproses perencanaan dapat juga terpikir setelah tujuan dan keputusan diambil. 1. misalnya. bahwa pengorganisasian merupakan fungsi administrasi yang dapat disimpulkan sebagai kegiatan menyusun struktur dan membentuk hubungan-hubungan agar diperoleh kesesuaian dalam usaha pencapaian tujuan bersama. Anderson dan Bowman (1964) (dalam marno. sebuah perkumpulan dan badan-badan pemerintahan. pengelompokan dan penyusunan macam-macam kegiatan yang diperlukan untuk mencapai tujuan. penyediaan faktor-faktor fisik yang cocok bagi lingkungan (keperluan kerja). Dalam hal ini diatur dan ditentukan tentang apa tugas pekerjaannya. Triyo Supriyatno 2008). penempatan orang-orang (staf) pada kegiatan-kegiatan ini. Definisi ini meninsyaratkan bahwa pembuat keputusan merupakan bagian dari perencanaan.Perencanaan merupakan salah satu hal terpenting yang perlu dibuat untuk setiap usaha dalam rangka mencapai suatu tujuan. sebuah perusahaan. Pengorganisasian yang baik memungkinkan semua bagian dapat bekerja dalam keselarasan dan akan menjadi bagian dari keseluruhan yang tak terpisahkan. sebuah sekolah. macam/jenis serta sifat pekerjaan. Pengorganisasian (Organizing) Istilah organisasi mempunyai dua pengertian utama. Penggerakan (Actuating) .[24] Dengan demikian. dalam pandangan penulis.[23] Pengorganisasian adalah pengaturan setelah ada rencana. Karena seringkali pelaksanaan suatu kegiatan akan mengalami kesulitan dalam mencapai tujuan tanpa adanya perencanaan. merujuk pada proses pengorganisasian yaitu bagaimana pekerjaan diatur dan dialokasikan di antara para naggota. Perancanaan sendiri adalah penentuan secara matang dan cerdas tentang apa yang akan dikerjakan di masa yang akan datang dalam rangka mencapai tujuan. Pertama. mengatakan bahwa perencanaan adalah proses mempersiapkan seperangkat keputusan bagi perbuatan di masa datang. sehingga tujuan organisasi itu dapat tercapai secara efektif. Dalam pendapat lain.[22] 1. Kedua. pengorganisasian adalah proses penentuan.

keberhasilan suatu lembaga pendidikan dapat dilihat dan monitoring oleh pengawasan. Sedangkan Terry (1986) mendefinisikan actuating sebagai usaha menggerakan anggota kelompok sedemikian rupa hingga mereka berkeinginan dan berusaha untuk mencapai sasaran perusahaan yang bersangkutan dan sasaran anggota perusahaan. organisasi Prinsip-Prinsi Manajemen merupakan sistem terbuka. Penggerakan adalah hubungan erta antara aspek-aspek individual yang ditimbulkan dari adanya pengaturan terhadap bawahan untuk dapat dimengerti dan pembagian kerja yang efektif dan efesien untuk mencapai tujuan pendidikan yang nyata. 1. Prinsip Manajemen Berdasarkan Sasaran (MBS) . pengawasan memilik peranan yang penting dalam mengevaluasi dan penilaian terhadap rencana yang ingin dicapai.[26] Dengan demikian. Oleh karena itu. Adapun prinsip-prinsip manajemen berdasarkan sistem yaitu: 1. karena para anggota ingin mencapai sasaran-sasaran tersebut. [25] 1. dan (3) menentukan kesenjangan (deviasi) antara pelaksanaan standar dan rencana. tujuan organisasi mempunyai Manajemen dipandang sebagai suatu sistem didasarkan pada asumsi bahwa kebergantungan. Menurut Murdick pengawasan merupakan proses dasar yang secara esensial tetap diperlukan bagaimanapun rumit dan luasanya suatu organisasi.Penggerakan pada dasarnya merupakan fungsi manajemen yang komplek dan ruang lingkupnya cukup luas serta berhubungan erat dengan sumber daya manusia. Kendala-kedala yang bisa menghambat untuk mencapai tujuan bisa dilihat dari pengawasan ini. Pengawasan (Contrilling) Pada dasarnya rencana dan pelaksanaan merupakan satu kesatuan tindakan. Proses dasarnya terdiri dari tiga tahap (1) menetapkan standar pelaksanaan. Pengawasan diperlukan untuk melihat sejauh mana hasil tercapai. (2) mengukur pelaksanaan pekerjaan dibandingkan dengan standar. walaupun hal ini jarang terjadi. Penggerakan merupakan salah satu fungsi terpenting dalam menejemen. 4. dalam pandangan penulis.

Informasi ini dimanfaatkan sebagai dasar untuk melakukan pemantauan dan penilaian kegiatan serta hasil-hasil yang dicapai. Prinsip Manajemen Berdasarkan Informasi Perencanaan pengorganisasian. Salah satu upaya yang paling penting adalah dengan mengembangkan sumber daya manusia. komponen sistem dalam kaitannya dengan perubahan dan pengembangan organisasi. dapat penulis simpulkan bahwa fungsinya manajemen berdasarkan pendekatan sistem akan sangat ditentukan oleh informasi yang memenuhi persyaratan. membawa implikasi terhadap perubahan perilaku kelompok dan wadahnya. C. Informasi yang dibutuhkan oleh manajer disediakan oleh suatu sistem informasi manajemen (Management Information System/MIS) yaitu suatu sistem yang menyediakan informasi untuk manajer secara teratur. lengkap. Konsep Dasar Administrasi Tuntutan akan pemenuhan kebutuhan mansuia yang semakin meningkat dan kompleks serta sulit untuk dipenuhi secara individual. dan tepat waktu untuk dasar pengambilan keputusan dan penyelesaian masalah. semua kegiatan tersebut membutuhkan informasi.Istilah MBS (manajemen berdasarkan sasaran) pertama kali dipepulerkan sebagai suatu pendekatan terhadap perencanaan. [28] 1.[27] 1. keterbatasan sumberdaya mewarnai perkembangan kehidupan manusia dewasa ini dan untuk mendorong . kepemimpinan dan pengawasan merupakan kegiatan manajerial yang pada hakikatnya merupakan proses pengambilan keputusan. MBS merupakan teknik manajemen yang membantu memperjelas dan menjabarkan tahapan tujuan organisasi dan juga dilakukan proses penentuan tujuan bersama antara atasan dan bawahan. SIM hadir memberikan pada manajemen informasi yang unifrom. Namun. pengembangan SDM harus diimbangi dengan pengembangan organisasi. 1. jelas.[29] Dengan demikian. Prinsip Manajemen Berdasarkan Orang Manajemen berdasarkan orang merupakan suatu konsep manajemen modern yang mengkaji keterkaitan dimensi perilaku. Tuntutan perubahan dan pengembangan yang muncul sebagai akibat tuntutan lingkungan internal dan eksternal.

tiap organisasi bahkan tiap bangsa. aktivitas kerja sama sudah ada sejak adanya peradaban manusia dan pada zaman modern sekarang ini semakin menunjukkan kompleksitas dan menyangkut di semua aspek kehidupan. maka secara otomatis yang lainnya akan ikut dibahasan. seperti ekonomi. mengelola harta benda . politik. penulis mangatakan bahwa suatu organisasi sangat membutukan kepemimpinan. fenomena. sehingga semua komponen ini tidak bisa dipisahkan satu sama lainnya. akan tetapi menunjukkan dimensi bahasan yang amat luas. Yang jelas dimensi utama dalam studi tentang ilmu administrasi adalah organisasi. dapat penulis katakan. kepemimpinan. pertahanan dan keagamanan serta ilmu pengetahuan dan teknologi.manusia melakukan kerja sama. bahwa dunia modern adalah dunianya kerja sama. sehingga ada yang mengatakan. Oleh karena itu. sosial.[30] Meskipun studi tentang fenomena kerja sama organisasional melalui atau dengan menggunakan analisis dan pendekatan ilmu administrasi masih relatif baru. dan budaya. secara etimologis admnistrasi dapat diartikan sebagai kegiatan memberi bantuan dalam mengelola informasi. tidak ada ilmu yang lebih luas daripada ilmu administrasi. manajmen dan organisasi sangat penting. sebab tanpa melakukan kerja sama tiap imdividu. bahwa hubungan antara administrasi. manjemen. pemerintahan. 1. administrasi dan manajmen dalam mengembangkan organisasi dan dalam mencapai tujuan-tujuan telah direncanakan dalampelaksanaan organisasi. kerja sama organisasional bersifat universal. agama. kepemimpinan. baik secara individual maupun secara organisasional. bisnis. 1. mengelola manusia. Apabial salah satu dikaji. Dengan demikian.Dengan demikian. Demikian luasanya cakupan ilmu administrasi. Meskipun demikian. Pengertian Administrasi Secara etimologis istilah administrasi berasal dari bahasa Inggris dari kata administration yang berbentuk infinitifnya adalah to administer. kengambil keputusan dan komunikasi. negara dan pemerintahan tidak akan ada perubahan dan perbaikan demi memenuhi kebutuhan hidup manusia. Itulah sebabnya disebut. Karenanya. sedangkan ilmu yang mempelajari atau menelaah fenomena kerja sama organisasional adalah ilmu administrasi.

Ditinjau dari sudut proses. Administrasi sebagai proses. Ditinjau dari sudut fungsi atau tugas. 3. pengaturan.[31] Administrasi dalam arti sempit merupakan penyusunan dan pencatatan data dan informasi secara sitematis dengan lain. administrasi merupakan keseluruhan proses yang dimulai dari proses pemikiran. pengawasan sampai proses pencapaian tujuan. Administrasi dapat dilihat dan diartikan sebagai suatu lembaga. Admnistrasi sebagai fungsi. Dalam pengertian luas administrasi adalah keseluruhan proses pelaksanaan kegiatan yang dilakukan dua orang atau lebih yang terlibat dalam suatu bentuk usaha kerja sama demi tercapainya tujuan yang ditentukan sebelumnya . penggerakan/bimbingan. perencanaan. yaitu: 1. admnistrasi bererti keseluruhan tindakan (aktivitas) yang mau tidak mau harus dilakukan dengan sadar oleh seseorang atau kelompok organisasi orang berkedudukan sebagai administrator atau orang yang berkedudukan sebagai manajemen puncak suatu organisasi. Di satu pihak administrasi diartikan sebagai tatausaha dan dilain pihak administrasi diartikan sebagai kegiatan pengelolaanhuman rasaources dan material resaouces termasuk pengelolaan informasi atau kegiatan tatausaha.[33] 2.kearah suatu tujuan yang terhimpun dalam organisasi. misalnya PN Pembangunan Perumahan (sekarang PT Pembangunan Perumahan). administrasi dalam artian luas dapat kita tinjau dari tiga sudut pandang pengertian. Ini dilihat dari aktivitas-aktivitas orang-orang di dalamnya dalam perusahaan tersebut. dapat penuliskan simpulkan bahwa administrasi adalah sebagai berikut: maksud untuk menyediakan keterangan serta memudahkan memperolehnya kembali secara keseluruhan dan dalam hubungannya satu sama . Dari beberapa pengertian administrasi tersebut di atas.[32] Dengan demikian. Administrasi sebagai kepranataan. Perkembangan penggunaan istilah dan pengartian administrasi di Indonesia juga masih menunjukkan ketidaksamaan pandangan atau pandangan.

1. setiap manusia selalu berada. yang kita makan. seseorang masuk dan membentuk suatu organisasi karena dia mengharapkan bahwa ikut sertanya dalam organisasi akan memuaskan beberapa kebutuhan. 2. pendidikan dan lain sebagainya. dengan apa kita pergi. Ini berlangsung sejak lahir hingga pada saat meninggal dunia. semuanya merupakan produk atau output organisasi. sebab sebagian besar kebutuhan hidup anda dipenuhi melalui organisasi. sosial. intelektual dan ekonomi. jalan yang kita lalui dan lain-lain. Dalam proses untuk mencapai tujuan. Aktivitas-aktivitas untuk mencapai suatu tujuan atau sebagai proses penyelenggaraan kerja untuk mencapai suatu tujuan yang telah ditentukan sebeumnya. spiritual.1. Konsep Dasar Organisasi Setiap manusia akan berhubungan dengan bermacam-macam orang yang begitu kopleks dan bersangkutan dengan kebutuhan baik dari segi ekonomi. D. dibesarkan dalam dan menjadi anggota oeganisasi. rekreasi. Disadari atau tidak disadari. baik emosional. sengaja atau tidak disengaja. Jelasnya. Administrasi mementingkan aspek-aspek konkrit dari metode-metode dan prosedur-prosedur manajemen di mana kerja sama merupakan unsur utama. Hidup anda banyak bergantung dan dipengaruhi oleh organisasi. berdasarkan bagan tersebut dapat penulis jelaskan dan dirumuskan suatu batasan tentang administrasi yaitu kegiatan kerja sama yang dilakukan sekelompok orang berdasarkan pembagian kerja sebagaimana ditentukan dalam struktur dengan mendayagunakan sumberdaya-sumberdaya untuk mencapai tujuan secara efektif dan efisien.[34] . 3. Apa yang kita pakai. Administrasi adalah suatu bentuk daya upaya manusia yang kooperatif. Administrasi adalah sutau ilmu yang mmepelajari apa yang dikehendaki manusia dan cara mereka memperolehnya. sebagai gambaran tentang unsur-unsur administrasi dapat dilihat seperti dalam bagan di bawah ini: Dengan demikian. yang mempunyai tingkat rasionalitas yang tinggi.

Pertamaorganisasi diartikan sebagai suatu lembaga atau kelompok fungsional. Sedangkan menurut Pierce I dan Robinson (1989:296) organisasi adalah proses membentuk hubungan-hubungan yang esensial di antara orang-orang. pemilikan materi dan waktu dalam usahanya untuk mencapai tujuan. tanggung jawab dan wewenang di antara sekelompok orang untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. sehingga tujuan organisasi itu dapat tercapai secara efektif. sebuah perusahaan. Dengan demikian. Pengertian Organisasi Istilah organisasi mempunyai dua pengertian umum.Menurut hemat penulis. sebuah perkumpulan dan badan pemerintahan. bukan saja karena manusia tak mampu hidup sindiri kecuali hidup dan berinteraksi dengan manusia lain dalam memenuhi kebutuhannya. 1. dapat penuliskan katakan bahwa organisasi adalah proses penentuan. Sedangkan organisasi itu sendiri diartikan sebagai kumpulan orang dengan sistem kerja sama untuk mencapai tujuan bersama. pengelompokan dan penyusunan macam-macam kegiatan yang diperlukan untuk mencapai tujuan. inilah salah satu hakikat hidup manusia yaitu selalu hidup dalam organisasi atau berorganisasi. 1. Hicks & Gullen (1981:321) mengatakan bahwa organisasi adalah kegiatan membagi-bagi tugas. tanpa organisasi para pelaksana tidak memliki pedoman kerja yang jelas dan tegas sehingga pemborosan dan tumpang-tindih akan mewarnai pelaksanaan suatu rencana yang akibatnya adalah kegagalan dalam mencapai tujuan. Dengan demikian. misalnya. melainkan juga karena manusia menghadapi pembatasan. tanpa pengorganisasian musthil suatu rencana dapat mencapai tujuan. tugas-tugas dan aktivitas-aktivitas dengan cara mengintegrasikan dan mengkoordinasikan semua sumber organisasi kearah pencapaian suatu tujuan secara efektif dan efisien. Pada dasarnya organisasi itu ada karena organisasi mempersatukan sumber-sumber dan potensi individu. dapat penulis simpulkan bahwa organisasi merupakan fungsi administrasi yang dapat disimpulkan sebagai . ketidakmampuan fisik dan psikis.[35] Dari uraian di atas. Kedua. merujuk kepada proses pengorganisasian yaitu bagaimana pekerjaan diatur dan dialokasikan di antara para anggota. sebuah sekolah.

yaitu tujuan organisasi secara keseluruhan. Adanya koordinasi dan kooperasi yang baik diantara orang-orang yang bekerja sama. maupun tujuan yang sifatnya substantif. Organisasi adalah suatu sistem terbuka dan karena itu di samping mencakup proses produksi juga proses-proses lain yang bersifat hakiki untuk mempertahankan eksistensinya. Keefektifan adalah yang berhubungan dengan tujuan organisasi baik secara iksplitis maupun implisit. Tujuan Organisasi Tujuan adalah arah atau sesuatu yang ingin dicapai atau dipengaruhi yang menjadi sebab dilaksanakannya suatu kegiatan. yaitu adanya seperangkat unsur yang saling bergantung dan saling berhubungan antara yang satu dengan yang lainnya 3. kegiatan-kegitan organisasi diarahkan kepada dua dimensi tujuan. Oleh sebab itu. 3. adanya suatu kadar formalitas dan pembagian tugas dan tanggung jawab yang harus dijalankan oleh anggota kelompok 4. Tujuan organisasi pada hakikatnya merupakan intergrasi dari berbagai tujuan baik yang sifatnya komplementer yaitu tujuan individu atau anggota organisasi. tetapi harus berinteraksi dengan lingkungan. ia mesti menopang fungsifungsinya dan menyesuaikan diri dengan lingkungannya. organisasi bukanlah suatu sistem tertutup.[36] Oleh karena itu. yaitu:[37] 1. menunjukkan bahwa tindakan-tindakan orang-orang tersebut berjalan kearah suatu tanggung jawab tertentu. Adanya perencanaan yang dilakukan secara sadar berdasarkan rasionalitas dan pedoman-pedoman yang jelas 5. Ciri-Ciri Organisasi 2. Organisasi merupakan struktur. Tercapai tujuan organisasi secara efektif dan efisien.kegiatan menyusun struktur dan membentuk hubungan-hubungan agar diperoleh kesesuaian dalam usaha mencapai tujuan bersama. 2. Tujuan substantif merupakan tujuann pokok organisasi yang menjadi sebab utama dibentuknya suatu organisasi. 1. Organisasi sebagai suatu sistem. Efisiensi adalah berhubungan dengan . Untuk mencapai tujuan. 1. suatu organisasi menggunakan berbagai upaya.

Jika bentuk organisasi didasarkan pada hubungan otoritas. tetapi tidak efisien. 2. dan hal tersebut akan mendorong orang tersebut untuk bekerja dalam kondisi dan motivasi yang produktif. Dan pertanggung jawaban juga mengalir dari bawah hingga ke tingkat yang paling atas secara bertahap berdasrkan hirarkis. sehingga mereka merasa sebagai anggota organisasi. 2. Dalam proses pencapaian tujuan organisasi. bisa terjadi tujuan tersebut dicapai secara efisien dan efektif. juga ada satuan unit organsiasi yang membantu pimpinan dalam bidang tertentu tanpa ia ikut sert dalam otoritas lini. dimana otoritas mengalir dari puncak organisasi dilimpahkan kepada unit-unit organisasi di bawahnya dalam semua sektor pekerjaan. setiap orang atau anggota yang bekerja atau terlibat dalam aktivitas organisasi harus diberikan kepuasan. Adakalanya tujuan dapat dicapai secara efektik. [38] 3.rasio output dengan input atau keuntungan dengan biaya. adalah organisasi dimana otoritas pimpinan puncak didelegasikan kepada unit-unit organisasi hingga kepaling bawah dalam bidang pekerjaan tertentu dan masing-masing pimpinan unit mempunyai otoritas secara fungsional untuk memerintah semua pelaksanaan dari semua unit sepanjang berhubungan dengan pekerjaannya. Organisasi lini dan staf. Organisasi lini atau garis. Tercapainya kepuasan dari anggota organisasi. Sebaliknya.[40] Pekerja Bagan 1: Bentuk organisasi lini 1. Bantuk-Bentuk Organisasi Banyak bentuk dan tipe organisasi tergantung pada sudut pandang dari orang yang mengkategorikan. . 4. bahan dan waktu. maka dapat dikategorikan bentuk organisasi atas:[39] 1. artinya tujuan dapat dicapai tetapi terjadi pemborosan tenaga. Organisasi fungsional. di samping otoritas berasal dari pimpinan puncak dan dilimpahkan kepada unit di bawah secara hirarkis dalam semua kerja.

memiliki ciri-ciri masing-msaing dalam melaksanakan tugasnya demi mencapai tujuan bersama yang ingin dicapai. dapat penulis simpulkan secara umum. 2. BAB III PENUTUP 1. administrasi dan organisasi. Untuk mengembangan lembaga pendidikan/organisasi. 4. dapat penulis simpulkan bahwa setiap bentu-bentuk organisasi tersebut.3. kepemimpinan. manajemen. memperlihatkan ciri-ciri organisasi lini dan sifat serta organisasi fungsional. 3. Komponen-komponen tersebut antara lain. Kesimpulan Dalam pengembangan dan pengelolaan lembaga pendidikan Islam. Dalam suatu organisasi. Hubungan antara kepemimpinan. administrasi dan organsiasi sangat berkaitan erat terhadap pengembangan lembaga pendidikan terutama pengembangan disektor sumber daya mansusia. Empat komponen manusainya. kepemimpinan. perencanaan merupakan langkah awal untuk mencapai tujuan berdasarkan visi dan misi organisasi tersebut. karena satu sama lain saling berhubungan dan berkaitan dalam memaju lembaga pendidikan. manajemen. antara lain yaitu: 1. Organisasi lini-staf-fungsional. Oleh karena itu. A. maka keberadaan penggerakan (actuating) sangat penting dalam mencapai tujuan bersama yang telah ditetapkan. dalam pandangan penulis. maka unsurunsur atau komponen-komponen yang ikut andil dalam mempengaruhi tidak bisa dipisahkan satu sama lainnya. administrasi dan manajemen saling berkaitan dalam mencapai tujuan-tujuan yang telah direncanakan pada pengembangan organisasi tersebut. berdasarkan penjelasan di atas. Dengan demikian. saling berhubungan dalam mengembangkan lembaga pendidikan terutama pengembangan sumber daya . Maju dan berkembangnya suatu lembaga ini. Organisasi lini fungsional. memperlihatkan ciri organisasi lini dan organisasi fungsional. Dalam pengelolaan organisasi.

Bandung: Refika Aditama Silalahi. maka akan bertampak terhadap pengembangan organisasi dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Masry. 2009. 2005. 2003. Keagamaan. Landasan Manajemen Pendidikan Islam. Ulbert. Apabila fungsi ini berjalan dengan efektif dan efisen. Nanang. Bandung: Remaja Rosdakarya Jurnal el-Harakah. Wahjosumidjo. Jakarta: Ghalia Indonesia. Malang: Fakultas Tarbiyah UIN-Malang Marno. 2003. Bandung: Sinar Baru Algensindo Simbolon. 2008. Maringan. Wacana Baru Pendidikan. DAFTAR RUJUKAN Fattah. Dasar-Dasar Administrasi dan Manajemen. dan Kebudayaan. Manajemen dan Kepemimpinan Pendidikan Islam. Study Tentang Ilmu Administrasi: Konsep Teori dan Dimensi.pendidikan/organisasi sangat tergantung dengan fungsi manajemen yang berhubungan dengan penggerakan. Triyo Supriyatno. Kepemimpinan Kepala Sekolah: Tinjauan Teoritik dan Permasalahannya. 1997. Jakarta: RajaGrafindo Persada .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful