P. 1
Konflik Dalam Organisasi Pendidikan

Konflik Dalam Organisasi Pendidikan

|Views: 25|Likes:
Published by Rendra Akbar Kurnia
Dalam suatu organisasi, tidak pernah terlepas dari konflik. Konflik merupakan realita hidup, cepat atau lambat dalam ebuah organisasi, pasti akan menghadapi konflik. Baik itu konflik antar anggota dengan anggota, anggota dengan kelompok, ataupun kelompok dengan keompok.Konflik juga merpakan suatu hal yang akan memberikan kekuatan baru terhadap kelomok tersebut, karena konflik sendiri tidak apatdipisahkan dari organisasi tersebut. Tak perlu dihindari tapi dihadapai dengan menejemen konflik. Jika organisasi tersebut tidak mengalami sebuah konflik, maka oraganisasi itu akan terus bersifat statis tanpa adanya perkembangan dan sulit untuk mencapai tujuan yang diinginkan.
Dalam suatu organisasi, tidak pernah terlepas dari konflik. Konflik merupakan realita hidup, cepat atau lambat dalam ebuah organisasi, pasti akan menghadapi konflik. Baik itu konflik antar anggota dengan anggota, anggota dengan kelompok, ataupun kelompok dengan keompok.Konflik juga merpakan suatu hal yang akan memberikan kekuatan baru terhadap kelomok tersebut, karena konflik sendiri tidak apatdipisahkan dari organisasi tersebut. Tak perlu dihindari tapi dihadapai dengan menejemen konflik. Jika organisasi tersebut tidak mengalami sebuah konflik, maka oraganisasi itu akan terus bersifat statis tanpa adanya perkembangan dan sulit untuk mencapai tujuan yang diinginkan.

More info:

Published by: Rendra Akbar Kurnia on Sep 11, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/04/2014

pdf

text

original

MAKALAH

KONFLIK DALAM ORGANISASI PENDIDIKAN
Diaujukan untuk memenuhi tugas terstrukutur “Pengelolaan Pendidikan” Dosen: Nurhamzah, M.Ag.

Disusun oleh kelompok 7 :  Peni Fauziah Puadah  Rina Mahmudah  Rohani  Senja Dewi Novianti (1122050052) (1122050061) (1122050063) (1122050066)

Pendidikan Matematika/II/B

PENDIDIKAN MATEMATIKA FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN UNIVERSITAS ISLAM NEGERI BANDUNG 2012

KATA PENGANTAR Bismillaahirrahmaanirrahiim, Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Illahi Rabbi, shalawat serta salam semoga tercurah selalu kepada junjungan kami Nabi Muhammad SAW. Karena berkat rahmat dan ridha-Nya lah kami dapat menyelesaikan tugas kami, hingga rampung dan insyaAllah dengan hasil yang mendekati sempurna. Tak lupa kami ucapkan segala rasa terimakasih kepada semua orang disekeliling kami yang telah membantu kami, baik secara moril ataupun secara materil. Adapun yang kami maksudnya salah satu diantaranya ialah Bapak Nurhamzah M. Ag, sebagai dosen matakuliah Pengeloaan Pendidikan yang telah membimbing kami selama proses pembuatan makalah ini, dan juga masih banyak yang lain nya yang tidak dapat kami sebutkan satu persatu. Dengan segala kemungkinan banyaknya kesalahan dan kekuranagan yang terdapat pada makalah ini, kami memohon maaf yang sebesar-besarnya. Karena kami bukanlah penulis yang handal yang dapat membuat tulisan yang baik juga sempurna. Dan akhirnya, kami berharap semoga makalah yang kami buat ini bermanfaat bagi siapapun yang telah sudi membacanaya. Kritik dan saran akan selalu kami tunggu dan terima, agar kami dapat membuat makalah yang lebih baik di masa yang akan datang. Terimakasih,

Bandung, 16 Februari 2013 Penyusun

Daftar Isi
KATA PENGANTAR....................................................................................... 2 Daftar Isi...................................................................................................... 3 BAB I PENDAHULUAN................................................................................... 3 1.1Latar Belakang.................................................................................... 4 1.2Rumusan Masalah...............................................................................4 1.3Tujuan................................................................................................. 4 BAB II PEMBAHASAN................................................................................. 4 2.1Pengertian Konflik...............................................................................5 2.2Penyebab Timbulnya Konflik dalam Organisasi Pendidikan.................5 2.3Dampak Suatu konflik ........................................................................6 2.4Pengelolaan Konflik............................................................................. 7 BAB III PENUTUP.......................................................................................... 9 DAFTAR PUSTAKA...................................................................................10

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Dalam suatu organisasi, tidak pernah terlepas dari konflik. Konflik merupakan realita hidup, cepat atau lambat dalam ebuah organisasi, pasti akan menghadapi konflik. Baik itu konflik antar anggota dengan anggota, anggota dengan kelompok, ataupun kelompok dengan keompok.Konflik juga merpakan suatu hal yang akan memberikan kekuatan baru terhadap kelomok tersebut, karena konflik sendiri tidak apatdipisahkan dari organisasi tersebut. Tak perlu dihindari tapi dihadapai dengan menejemen konflik. Jika organisasi tersebut tidak mengalami sebuah konflik, maka oraganisasi itu akan terus bersifat statis tanpa adanya perkembangan dan sulit untuk mencapai tujuan yang diinginkan. 1.2 Rumusan Masalah Dalam penyusunan makalah ini, kami memiliki beberapa rumusan masalah yaitu diantaranya : 1. Apa pengertian dari konflik? 2. Apa penyebab timbulnya konflik dalam organisasi pendidikan? 3. Apa dampak dari suatu konflik yang terjadi? 4. Bagaimana cara mengelola konflik itu sendiri? 1.3 Tujuan Adapun tujuan-tujuan yang dapat membangun makalah yang kami buat ini adalah sebagai berikut : 1. Untuk mengetahui pengertian konflik, 2. Untuk mengetahu penyebab timbulnya konflik dalam organisasi pendidikan, 3. Untuk mengetahui dampak yang terjadi dari suatu konflik, dan 4. Untuk mengetahui cara mengelola konflik.

BAB II PEMBAHASAN

2.1

Pengertian Konflik Konflik organisasi adalah perbedaan pendapat ataupun pertentangan antara dua atau lebih anggota-anggota atau kelompok atau unit-unit kerja di dalam organisasi yang timbul karena adanya kenyataan bahwa mereka harus membagi sumber daya yang terbatas dalam kegiatan kerja dan karena kenyataan mereka mempunyai perbedaan tujuan, nilai, persepsi dan kepentingan. Konflik organisasi ditandai dengan ciri-ciri sebagai berikut : 1) Terdapat perbedaan pendapat atau pertentangan antar individu atau kelompok, 2) Terdapat perselisihan dalam mencapai tujuan yang disebabkan adanya perbedaan persepsi dalam menafsirkan program organisasi 3) Terdapat pertentangan norma dan nilai-nilai individu maupun kelompok 4) Adnya perdebatan dan pertentangan sebagai akibat munculnya gagasangagasan baru dalam mencapai tujuan organisasi secara efektif 5) Adanya sikap dan perilaku saling menghalangi terhadap pihak lain untuk memperoleh kemenangan dalam memperebutkan sumberdaya organisasi yang terbatas.

2.2

Penyebab Timbulnya Konflik dalam Organisasi Pendidikan Banyak penyebab terjadinya konflik dalam prganisasi pendidikan. Mayoritas bersumber dari masalah- masalah komunikasi, hubungan pribadi, atau struktur organisasi. Diantara penyebabnya sebagai berkut: a) Salah paham, erring terjadi diantara orang-orang yag bekerja sama. b) Perasaan sensitive atau mudah tersinggung c) Tujuan ysng ingin dicapai akan merangsang timbulnya konflik dan persaingan diantara mereka d) Struktur organisasi yang longgar, sehingga memungkinkan pertarungan kekuasaan antar bagian akibat kualitas sumber daya

terbatas, atau system penilaian yang longgar sehingga perrtarungan antar kelompok kurang terawasi untuk mencapai tujuan masingmasing. e) Perbedaan pandangan atau pertentangan kepentingan antar individu akibat nilai-nilai sosial pribadi dengan prilaku yang berperan pada

setiap jabatan penting atau karena perbedaab karakteristik kepribadian tertentu,. f) Kebutuhan material dan nonmaterial yang terbatas g) Ego manusia yang selalu menginginkan lebih berhasil dari manusia lainnya h) Perbedaan pendapat i) Kominikasi yang salah, terutama yang berkenaan degan kata-kata atau bahasa yang sulit dimngerti, atau informasi yang kurang lengkap, dan gaya pribadi pemimpin yang tidak konsisten. 2.3 Dampak Suatu konflik Dalam suatu konflik yang terjadi, pasti akan menimbulkan suatu dampak baik itu dampak yang positif maupun dampak yang negatif. Seperti pada di bawah ini terdapat beberapa dampak positif dan juga negatif : A. Dampak Positif 1. Organisasi menjadi lebih dinamis dengan adanya suatu konflik, 2. Konflik memberikan pengalaman berharga bagi setiap individu dalam pemecahannya, 3. Pimpinan akan lebih hati-hati dalam mengambil keputusan, 4. Melahirkan pribadi yang kreatif, kritis, dan inovatif, 5. Menumbuhkan sikap toleransi B. Dampak Negatif 1. Komunikasi organisasi terhambat, 2. Kerjasama antar anggota menjadi terhalang, 3. Produktifitas organisasi akan terganggu, 4. Memunculkan rasa saling curiga, salah paham, dan intrik, 5. Individu yang berkonflik merasakan cemas, stress, apatis, dan frustasi, 6. Stress yang berkepanjangan menyebabkan orang yang sedang berkonflik akan menarik diri dari pergaulan dan mangkir dari pekerjaan.

2.4 Pengelolaan Konflik
Untuk menangani konflik dengan efektif, kita harus mengetahui kemampuan diri sendiri dan juga pihak-pihak yang mempunyai konflik. Ada beberapa cara untuk menangani konflik antara lain : 1. Introspeksi diri Bagaiman kita biasanya menghadapi konflik ? Gaya pa yang biasanya digunakan? Apa saja yang menjadi dasar dan persepsi kita. Hal ini penting untuk dilakukan sehingga kita dapat mengukur kekuatan kita. 2. Mengevaluasi pihak-pihak yang terlibat. Sangat penting bagi kita untuk mengetahui pihak-pihak yang terlibat. Kita dapat mengidentifikasi kepentingan apa saja yang mereka miliki, bagaimana nilai dan sikap mereka atas konflik tersebut dan apa perasaan mereka atas terjadinya konflik. Kesempatan kita untuk sukses dalam menangani konflik semakin besar jika kita meliha konflik yang terjadi dari semua sudut pandang. 3. Identifikasi sumber konflik Seperti dituliskan di atas, konflik tidak muncul begitu saja. Sumber konflik sebaiknya dapat teridentifikasi sehingga sasaran penanganannya lebih terarah kepada sebab konflik. 4. Mengetahui pilihan penyelesaian atau penanganan konflik yang ada dan memilih yang tepat. Spiegel (1994) menjelaskan ada lima tindakan yang dapat kita lakukan dalam pencegahan konflik : 1. Berkompetisi Tindakan ini dilakukan jika kita mencoba memaksakan kepentingan sendiri di atas kepentingan pihak lain. Pilihan tindakan ini bisa sukses dilakukan jika situasi saat itu membutuhkan keputusan yang cepat, kepentingan salah satu pihak lebih utama dan pilihan kita sangat vital. Hanya perlu diperhatikan situasi menang – kalah (win-win solution) akan terjadi disini. Pihak yang kalah akan merasa dirugikan dan dapat menjadi konflik yang berkepanjangan. Tindakan ini bisa dilakukan dalam hubungan atasan – bawahan, dimana atasan menempatkan kepentingannya (kepentingan organisasi) di atas kepentingan bawahan. 2. Menghindari konflik Tindakan ini dilakukan jika salah satu pihak menghindari dari situsasi tersebut secara fisik ataupun psikologis. Sifat tindakan ini hanyalah menunda konflik yang terjadi. Situasi menag kalah terjadi lagi disini. Menghindari konflik bisa dilakukan jika masing-masing pihak mencoba untuk mendinginkan suasana, mebekukan konflik untuk sementara. Dampak kurang

baik bisa terjadi jika pada saat yang kurang tepat konflik meletus kembali, ditambah lagi jika salah satu pihak menjadi stres karena merasa masih memiliki hutang menyelesaikan persoalan tersebut. 3. Akomodasi Yaitu jika kita mengalah dan mengorbankan beberapa kepentingan sendiri agar pihak lain mendapat keuntungan dari situasi konflik itu. Disebut juga sebagai self sacrifying behaviour. Hal ini dilakukan jika kita merasa bahwa kepentingan pihak lain lebih utama atau kita ingin tetap menjaga hubungan baik dengan pihak tersebut. Pertimbangan antara kepentingan pribadi dan hubungan baik menjadi hal yang utama di sini. 4. Kompromi Tindakan ini dapat dilakukan jika ke dua belah pihak merasa bahwa kedua hal tersebut sama –sama penting dan hubungan baik menjadi yang uatama. Masing-masing pihak akan mengorbankan sebagian kepentingannya untuk mendapatkan situasi menang-menang (win-win solution) 5. Berkolaborasi Menciptakan situasi menang-menag dengan saling bekerja sama.

BAB III PENUTUP Konflik dapat diterjemahkan sebagai penggerak sekaligus perusak organisasi. Itu tergantung pada sejauh mana konflik memberikan pengaruh terhadap kinerja dan produktivitas organisasi. Mengacu pada keberadaannya yang didambakan namun terkadang dihindari, maka konflik seharusnya dikelola organisasi baik secara formal maupun informal baik dari sisi pengembangan iklim fungsional maupun menangani konflik itu sendiri sampai pada bagaimana menata hubungan antar kelompok dalam organisasi. Pengelolaan konflik itu sendiri hendaknya juga memperhatikan dari sisi efisiensi biaya. Bukan berarti organisasi tidak diperkenankan mengambil langkah pengelolaan konflik yang berbiaya tinggi, hanya saja harus memperhatikan kualitas apa yang sebenarnya akan dicapai.

DAFTAR PUSTAKA
Sutikono, M. Sobri. 2010. Pengelolaan Pendidikan. Bandung : Prosfect http://blog.um.ac.id/penta/2011/12/08/konflik-dalam-institusi-pendidikan/ Soetopo, Hendyat. Konflik dalam Organisasi Pendidikan. Tersedia : http://gurukapuas.blogspot.com [2011/06]

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->