BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Islam adalah agama yang paling sempurna.

Agama islam mengatur segala hal yang berhubungan dengan perilaku manusia. Diibaratkan manusia adalah sebuah produk, produk yang diciptakan oleh Allah SWT. Sebagaimana produk-produk yang dibuat oleh manusia, atau yang sering kita jumpai di toko-toko, di bungkus produk-produk tersebut pasti ada petunjuk dan cara penggunaannya agar produk-produk dapat berfungsi dan dimanfaatkan sebagaimana mestinya. Begitu juga produk yang berupa manusia. Manusia diciptakan oleh Allah disertai dengan petunjuk yang sangat terperinci tentang bagaimana harus menjalani hidup di dunia ini sehingga bisa hidup sebagaimana mestinya dan kembali kehadapan Allah dalam kondisi yang baik. Lalu apakah petunjuk itu? Bagi umat nabi Muhammad SAW, petunjuk itu tidak lain adalah Al-Qur’an dan sunnah-sunnah rosul. (Ini adalah) satu surat yang Kami turunkan dan Kami wajibkan (menjalankan hukumhukum yang ada di dalam)nya, dan Kami turunkan di dalamnya ayat ayat yang jelas, agar kamu selalu mengingatinya. (QS. Annur: 1) Di dalam Al-Qur’an terdapat begitu banyak petunjuk untuk manusia, salah satu hal yang penting untuk dibahas dan dijelaskan kepada umat muslim adalah masalah Halal dan Haram khususnya dalam hal makanan. Pembahasan mengenai makanan halal dan haram di kalangan umat muslim adalah sesuatu yang sangat penting karena makanan sangat mempengaruhi sikap dan perilaku manusia, baik sikap terhadap dirinya sendiri, terhadap orang lain ataupun terhadap tuhan, Allah SWT. Allah melarang kita memakan beberapa macam makanan dan Allah membolehkan kita memakan makanan yang lain. Sebagai umat muslim kita terikat dalam aturan tersebut. Kita wajib menjaklankan peraturan-peraturan tersebut sebagai sebuah syari’at. Namun, jangan diartikan bahwa ikatan tersebut adalah untuk memberatkan manusia, justru peraturan atau petunjuk tersebut dibuat semata-mata adalah untuk kebaikan manusia. Allah adalah zat yang maha tahu. Allah tahu apa yang baik dan apa yang buruk untuk kita. Selain itu aturan-aturan tersebut dibuat adalah untuk mengetahui derajat ketaqwaan dan keimanan manusia. Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur yang Kami hendak mengujinya (dengan perintah dan larangan), karena itu Kami jadikan dia mendengar dan melihat.(QS. Al Insaan: 76) Jika manusia mampu menjauhi larangan Allah dan menjalankan perintah-Nya, maka orang tersebut termasuk orang yang bertaqwa, dan mereka yang mengabaikan perintah-perintah Allah disebut kufur dan akan mendapatkan siksaan kelak di akhirat. Sesungguhnya telah diwahyukan kepada kami bahwa siksa itu (ditimpakan) atas orangorang yang mendustakan dan berpaling. (QS. Thaahaa: 48)

1

Apa saja Makanan Halal itu? 3. Apa saja Makanan Haram itu? C. Tujuan Penulisan 1. 2 . Agar kita dapat semakin beriman kepada Allah dan menjadi insan yang bertaqwa. Agar kita dapat memanfaatkan makanan yang halal secara efisien dan mampu menghindari makanan yang haram 4.B. Agar kita dapat memahami secara jelas hakikat Makanan Halal dan Haram 2. Agar kita dapat membedakan mana makanan yang halal dan mana yang haram 3. Rumusan Masalah 1. Apakah yang dimaksud dengan Makanan Halal dan Haram? 2.

(Q. berakal dan mengetahui syarat-syarat penyembelihan. Untuk mendapat makanan sebagaimana dimaksudkan. Proses-proses ini harus halal. Malah do‘a kitapun sulit dikabulkan jika kita tidak dapt menjaga kehalalan makan dan minuman kita. tapi kalau nasi itu hasil curian. Pertama. Makanan halal adalah makanan yang boleh lagi baik untuk dikonsumsi. Kelima. kecuali Ikan dan Belalang. Ketiga. pencucian. binatang yang halal dimakan tidak dapat begitu saja diolah jadi makanan. halal cara memprosesnya. yaitu disembelih oleh orang Islam. makanan yang dikonsumsi manusia terbagi tiga jenis. Makanan yang halal zatnya untuk dapat dikonsumsikan. Yang dimaksud ‘baik’ disini adalah makanan yang lezat. dan bertakwalah kepada Allah yang kamu beriman kepada-Nya. paling tidak ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Sedangkan yang dimaksud dengan makanan haram adalah makanan yang sudah ada nash tidak boleh dikonsumsi dan makanan yang dapat dipastikan akan membawa efek negatif baik secara fisik maupun kejiwaan bagi yang mengkonsumsinya. bahwa makanan yang halal sangat menentukan kepribadian kita. pengulitan. tapi kalau cara memperoleh haram. binatang termasuk ikan ada yang halal dan ada yang haram. maka mekonsumsikan makanan tersebut menjadi haram juga. Dan makanlah makanan yang halal lagi baik dari apa yang Allah telah rezekikan kepadamu. halal pada penyimpanannya. Kedua. melainkan harus melalui proses penyembelihan. Dilihat dari sisi kehalalan zatnya. dan tidaklah mereka menganiaya Kami. Untuk penyembelihan diperlukan sejumlah syarat. Orang yang menyajikan harus bersih dari najis dan disajikan pada tempat yang bersih. thayyiban ditambah mubaarakan dan tidak terdiri dari najis atau bercampur najis. hewani dan jenis olahan. Karena meskipun makanan itu sudah halal zatnya. dan Kami turunkan kepadamu "manna" dan "salwa". sehat lagi menyehatkan. halal zatnya. Makanan yang halal dimakan adalah makanan yang halaalan. baligh.BAB II PEMBAHASAN A. layak dikonsumsi. (1) Penyembelihan. Almaidah: 88) Dan Kami naungi kamu dengan awan. halal cara memperolehnya. Hakikat Makanan Halal dan Haram Makanan adalah segala sesuatu yang dimakan atau diminum manusia serta bahan yang digunakan dalam produksi makanan dan minuman. yaitu nabati. Makanan adalah segala sesuatu yang dimakan dan diminum. Sebagaiman diketahui. dan sebagainya. artinya cara memperoleh nasi itu adalah haram maka hukum menkonsumsinya menjadi haram juga. akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri. Tempat yang digunakan untuk menyimpan makanan harus benda yang suci. (Q. Makanan yang terdiri dari tumbuhan. Keempat. Sering kita dengar dalam ceramah. halal pada penyajiannya. dan tidak menimbulkan efek negatif jika dikonsumsi pada ukuran yang wajar. bergizi. Misalnya nasi yang secara ijmak ulama menyatakan halal untuk dimakan (halal zatnya). Makanlah dari makanan yang baik-baik yang telah Kami berikan kepadamu. Albaqarah: 57) 3 . Semua binatang yang halal dimakan harus disembelih. bersih. haruslah diperoleh secara halal pula.S.S.

keju dan kulit binatang yang dipergunakan untuk perhiasan atau tempat duduk. hukumnya haram. hukumnya haram. kencing dan kutu. Dalam sebuah hadits. kecuali ada larangan dari syara’ atau karena mudharatnya sebagaimana yang dijelaskan dalam hadits berikut.” (HR Muslim) Pada dasarnya tiap-tiap zat di permukaan bumi ini menurut hukum aslinya adalah halal. seperti darah dan bangkai. B. (HR. Rasulullah saw pernah bersabda.. maka barang itu termasuk yang dimaafkan-Nya sebagai kemudahan bagi kamu". dengan tiga syarat: 1) Makanan itu suci. Semua hewan air hukumnya halal dan semua hewan yang hidup di dua alam. seperti kotoran. Allah Ta'ala berfirman : Hai orang-orang yang beriman.. Allah Ta'ala berfirman : Hai para Rasul. tidak jelas halal haramnya). dan di antara keduanya ada halhal yang musytabihat (syubhat. Rasulullah SAW bersabda : Apa yang dihalalkan oleh Allah dalam Kitab-Nya adalah halal dan apa yang diharamkan Allah di dalam Kitab-Nya adalah haram. sungguh ia telah menyelamatkan agama dan harga dirinya. yang artinya adalah: Rasulullah SAW telah ditanya tentang hukum minyak sapi (samin)."Menyuruh mereka mengerjakan yang makruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk. Segala sesuatu yang dimakan dan diminum asal hukumnya adalah halal. setiap makanaan yang najis. Binatang diklasifikasikan menjadi 3 yaitu: 1). kebanyakan manusia tidak mengetahui hukumnya. 2) Tidak mengandung bahaya. Hewan air 3). Al-A'raf : 157) Dari Abu Hurairah RA.". seperti racun. telah menciptakan makanan-makanan bagi manusia dan telah memisahkan yang halal dan haram daripada makanan-makanan tersebut. Hewan darat 2). makanlah dari rizki yang baik-baik yang Kami berikan kepada kamu sekalian. (HR." (QS. dan sesungguhnya Allah telah memerintahkan orang-orang mu'min sesuai dengan apa yang diperintahkan kepada para Rasul. Dia-lah yang telah menentukan apa yang baik dan yang buruk bagi manusia. tidak mau menerima kecuali yang baik. Barangsiapa hati-hati dari perkara syubhat. Begitu juga yang mengandung bahaya. makanlah dari makanan yang baik-baik dan kerjakanlah amal yang sholeh. samar-samar. Hewan yang hidup di dua alam. ia berkata : Rasulullah SAW bersabda : "Sesungguhnya Allah SWT adalah Zat Yang Maha Baik.sedangkan hewan darat ada yang halal dan ada pula yang haram. Makanan Halal 4 . Ibnu Majah dan Tirmidzi). dan apa yang didiamkan (tidak diterangkan). 3) Tidak menjijikkan. Kebalikannya. Yang Memiliki apa-apa yang ada di langit dan di bumi. juga yang menjijikkan. “Yang halal itu sudah jelas dan yang haram pun sudah jelas. Muslim) Allah SWT.

bighal dan khimar. (Q. seperti: Burung unta. Riwayat Bukhari dan Muslim. hati dan limpa. Dan dari masing-masing laut itu kamu dapat memakan daging yang segar dan kamu dapat mengeluarkan perhiasan yang dapat kamu memakainya. Dihalalkan bagimu an’am (binatang ternak: sapi. Almaidah: 96) Dan Dia-lah. dan supaya kamu mencari (keuntungan) dari karunia-Nya. Kuda termasuk binatang ternak dan halal. Kerbau.Berdasarkan zatnya. dan diharamkan atasmu (menangkap) binatang buruan darat. Sedangkan makanan yang halal berdasarkan prosesnya adalah yang diburu dengan cara-cara yang telah ditentukan islam dan disembelih dengan menyebut nama Allah. dan kamu mengeluarkan dari lautan itu perhiasan yang kamu pakai. Telah memberi izin memakan daging kuda”. yang termasuk kedalam golongan makanan halal adalah berbagai macam binatang air. bebek. mereka menyembelih kuda. belalang. sedap diminum dan yang lain asin lagi pahit. Hal ini sebagaimana firman Allah swt dalam Al Qur’an. berdasarkan hadits: “Pada perang Khaibar. (Shahih. Unta. burung beo. Kuda. segar. dan semua burung air. agar kamu dapat memakan daripadanya daging yang segar (ikan). mati dengan ada sebabnya atau mati sendiri. selama kamu dalam ihram. Binatang air Binatang yang hidupnya di dalam air. Annahl: 14) Dan tiada sama (antara) dua laut. penuhilah aqad-aqad itu. HR Abu Daud (3789) Binatang Buruan 5 .S.S. Lalu Rasulullah melarang dari bighal dan khimar dan tidak melarang dari kuda. Hewan-hewan buruan yang berasal dari laut dan semua makanan dari laut adalah halal untuk dimakan. yang ini tawar. dan berbagai mamalia lain yang memakan tumbuh-tumbuhan. unta. Karena Laut itu sesungguhnya suci airnya dan halal bangkainya. Dan bertakwalah kepada Allah Yang kepada-Nyalah kamu akan dikumpulkan. semuanya halal baik yang ikan atau bukan. Allah yang menundukkan lautan (untukmu). Dihalalkan bagimu binatang buruan laut dan makanan (yang berasal) dari laut sebagai makanan yang lezat bagimu. Hai orang-orang yang beriman. dan bagi orang-orang yang dalam perjalanan.(Q. Alfaathir: 12) Binatang Ternak Binatang termasuk binatang ternak adalah Sapi. Al Maidah: 1) Dari Jabir: “ Nabi besar saw.S. yakni dari berbagai spesies ikan laut ataupun makhluk hidup air. berbagai macam hewan buruan. Begitu pula dengan unggas. ayam. merpati. burung kecil-kecil. angsa. dan pada masingmasingnya kamu lihat kapal-kapal berlayar membelah laut supaya kamu dapat mencari karunia-Nya dan supaya kamu bersyukur. berbagai macam hewan ternak. kelinci. (Q. dan kamu melihat bahtera berlayar padanya. kambing)… (Q. Kambing. dan supaya kamu bersyukur.S. dan berbagai macam tumbuhan dan buah-buahan.

ada empat syarat: 1) Pemburunya salah seorang yang boleh menyembelih. kerongkongan. yaitu yang termasuk dua bangkai adalah ikan dan belalang. 4) membaca ‘bismillah’ saat menggerakkan tangan untuk menyembelih boleh melafatkannya selain menggunakan bahasa arab. Hal ini sebagaimana firman Allah swt dalam Al Qur’an. Dalam sebuah hadits dari Ibnu Umar.” (HR Ibnu Majah dan Ahmad) Hewan yang disembelih dengan menyebut nama Allah Setiap hewan yang boleh dimakan yang dapat dipelihara dan hidup di alam bebas wajib disembelih agar halal. (daging hewan) yang 6 . Hal ini berdasarkan firman Allah swt dalam Al Qur’an. disunatkan membaca takbir. 2) dalam menyembelih menggunakan sesuatu yang tajam selain gigi dan kuku karena keduanya tidak sah digunakan sebagai alat untuk menyembelih. maka hasil buruannya tidak halal dimakan. sedang dua darah yaitu hati dan limpa. Hewan yang telah dibunuh oleh hewan buas termasuk jenis bangkai. maka makanlah dari apa yang ditangkapnya untukmu. daging babi. maka hukumnya haram. kamu mengajarnya menurut apa yang telah diajarkan Allah kepadamu. dan yang termasuk dua darah adalah hati dan limpa. Hewan-hewan halal yang halal dimakan jika penyebab kematian hewan tersebut adalah karena disembelih. 4) membaca ‘bismillah’ saat melepaskan alat berburu. dan makruh jika tujunnya hanya untuk main-main atau iseng. Agar hewan buruan halal untuk dikonsumsi. “Diharamkan bagimu (memakan) bangkai. Apabila menggunakan hewan pemburu seperti elang atau anjing. 3) Tujuan berburu yakni melepaskan alat berburu untuk menangkap buruan. 2) Alat berburu adalah sesuatu yang boleh digunakan untuk menyembelih. Ada empat syarat menyembelih hewan: 1) yang menyembelih adalah orang yang berakal. Adapun dua bangkai yaitu ikan dan belalang. “Mereka menanyakan kepadamu: ‘Apakah yang dihalalkan bagi mereka?’ Katakanlah: ‘Dihalalkan bagimu yang baik-baik dan (buruan yang ditangkap) oleh binatang buas yang telah kamu ajar dengan melatihnya untuk berburu. hati dan Limpa Ada dua jenis bangkai dan darah yang dihalalkan untuk dimakan. kecuali hewan tersebut telah dilatih dan pada saat melepaskannya untuk menangkap buruan kita menyebutkan nama Allah swt.Berburu hewan liar yang halal dimakan dan tidak mampu untuk dipelihara hukumnya boleh agi yang membutuhkannya. Apabila perburuan secara terus menerus sehingga dapat merusak atau mengganggu ekosistem. sesungguhnya Allah amat cepat hisab-Nya. Dan bertakwalah kepada Allah. harus tajam seperti tombak dan panah. 3) memotong tenggorokan. hendaknya yang sudah terlati. Hal ini didasarkan pada sebuah hadits Rasulullah. sehingga jika penyebab kematian hewan tersebut bukan dikarenakan disembelih. Ketika membaca bismillah. Rasulullah saw bersabda:” Dihalalkan untuk dua bangkai dan dua darah. maka hewan tersebut termasuk dalam golongan bangkai dan hukumnya tidak halal untuk dimakan. maka hukumnya adalah halal untuk hewan hasil tangkapannya. dan sebutlah nama Allah atas binatang buas itu (waktu melepasnya). darah.” (QS Al Maidah: 4) Belalang. Apabila alat berburu itu mengenai buruan tanpa ada niat berburu dai pemiliknya. dan salah satu urat leher atu keduanya.

dan susu adalah contoh minuman yang halal dikonsumsi. sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan. (QS. Air atau cairan yang suci itu didapatkan dengan cara-cara yang halal yang tidak bertentangan dengan ajaran agama Islam. (Q. silih bergantinya malam dan siang. yang ditanduk dan diterkam binatang buas. 7 . 2. (QS. yang terpukul. akal. dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air. dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi. dan lain-lain. sebahagiannya menjadi minuman dan sebahagiannya (menyuburkan) tumbuh-tumbuhan. yang jatuh. Yang telah menurunkan air hujan dari langit untuk kamu. sebagaimana yang tertulis di dalam Al-Qur’an yang artinya adalah Dia-lah. bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia. sapi. 4. Air atau cairan yang tidak memabukkan walaupun sebelumnya pernah memabukkan seperti arak yang berubah menjadi cuka. jiwa. di dalam kebun-kebun itu kamu peroleh buah-buahan yang banyak dan sebahagian dari buah-buahan itu kamu makan. Air atau cairan itu bukan berupa benda najis atau benda suci yang terkena najis. yang tercekik. Minuman Minuman yang halal pada dasarnya dapat dibagi menjadi 4 bagian : 1. baik membahayakan dari segi jasmani. dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala…” (QS Al Maidah : 3) “Maka makanlah binatang-binatang yang halal yang disebut nama Allah ketika menyembelihnya. Almu’minun: 19) Setiap tumbuhan dan buah-buahan yang disirami dan diberi pupuk dengan sesuatu yang najis boleh dimakan kecuali jika ada rasa atau bau najisnya maka hukumnya haram. maupun aqidah. Dan sesungguhnya pada binatang ternak itu benar-benar terdapat pelajaran bagi kamu. Kami tumbuhkan untuk kamu kebun-kebun kurma dan anggur.S.disembelih atas nama selain Allah. Air. lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering)nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan. Al-baqarah: 164) Susu adalah zat yang halal dikonsumsi jika susu tersebut diambil dari hewan yang halal dikonsumsi seperti kambing. An nahl: 10) Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi. Makanan selain Binatang Pada dasarnya semua jenis tumbuh-tumbuhan dan buah-buahan hukumnya adalah halal kecuali yang dapat menimbulkan kerusakan bagi manusia baik raga maupun jiwa. 3. jika kamu beriman kepada ayat-ayatnya. unta. Lalu dengan air itu. padahal Allah telah menjelaskan kepada kamu apa-apa yang diharamkan-Nya atas kamu… ” (QS Al An’am : 118119). madu. Mengapa kamu tidak mau memakan (binatang-binatang halal) yang disebut nama Allah ketika menyembelihnya. yang pada (tempat tumbuhnya) kamu menggembalakan ternakmu. kecuali yang sempat kamu menyembelihnya. Semua jenis air atau cairan yang tidak membahayakan bagi kehidupan manusia.

Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan. Allah mengharamkan darah pada umat ini. Makanan Haram Diantara sekian banyak makanan yang Allah turunkan ke bumi. (Lihat Tafsir Ibnu Katsir 3/23-24). dan sebab cara memprosesnya. An nahl: 69) C. (QS. Darah Rahasia diharamkannya darah adalah karena darah itu kotor. diambilnya sesuatu yang tajam dari tulang ataupun lainnya. Demikian pula sisa-sisa darah yang menempel pada daging atau leher setelah disembelih semuanya itu hukumnya halal. Sekalipun darah adalah haram. Kami memberi minum kamu dari air susu yang ada dalam perutnya. Diceritakan bahwa orang-orang jahiliyyah dahulu apabila seorang diantara mereka merasa lapar. seperti karena najis. diantaranya adalah sebab zatnya. hanya ada beberapa makanan yang diharamkan karena beberapa sebab. mengandung bahaya. yang mudah ditelan bagi orang-orang yang meminumnya. Syaikul Islam Ibnu Taimiyyah mengatakan: “Pendapat yang benar. dan sebagian daripadanya kamu makan. dan yang diterkam oleh binatang buas. maka dia mengambil sebilah alat tajam yang terbuat dari tulang atau sejenisnya. (QS. Oleh karena itulah. dan (juga) pada binatang-binatang ternak itu terdapat faedah yang banyak untuk kamu. di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. (QS. benar-benar terdapat pelajaran yang penting bagi kamu. sehingga sangat berbahaya bagi fisik maupun jiwa orang yang memakannya. bahwa darah yang 8 . menjijikkan. Hal ini sebagaimana yang dijelaskan dalam ayat berikut: “Atau darah yang mengalir” (QS. Rosululloh adalah orang yang suka mengkonsumsi madu. kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu). Tidak mungkin jiwa manusia yang bersih menyukainya. yang disembelih tanpa menyebut nama Allah. Orang-orang jahiliah dahulu kalau lapar. Almu’minun: 21) Madu adalah minuma halal yang dapat berfungsi sebagai obat yang mampu menyembuhkan berbagai macam penyakit. Dari perut lebah itu ke luar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya. Begitulah seperti yang dikatakan oleh al-A'syaa dalam syairnya: Janganlah kamu mendekati bangkai Jangan pula kamu mengambil tulang yang tajam Kemudian kamu tusukkan dia untuk mengeluarkan darah. lalu digunakan untuk memotong unta atau hewan yang kemudian darah yang keluar dikumpulkan dan dibuat makanan/minuman.Kami memberimu minum dari pada apa yang berada dalam perutnya (berupa) susu yang bersih antara tahi dan darah. seperti hewan yang mati tercekik. Al-An’Am: 145) Demikianlah dikatakan oleh Ibnu Abbas dan Sa’id bin Jubair. An nahl: 66) Dan sesungguhnya pada binatang-binatang ternak. lantas ditusukkannya kepada unta atau binatang dan darahnya yang mengalir itu dikumpulkan kemudian diminum. tetapi ada pengecualian yaitu hati dan limpa.

yaitu hewan yang mati karena tercekik baik secara sengaja atau tidak 2.” (Shahih. tetapi ada yang dikecualikan yaitu bangkai ikan dan belalang berdasarkan hadits: “Dari Ibnu Umar berkata: ” Dihalalkan untuk dua bangkai dan dua darah. Para cerdik pandai di kalangan mereka pasti akan beranggapan. Diharamkannya bangkai itu mengandung hikmah yang sangat besar sekali: a) Naluri manusia yang sehat pasti tidak akan makan bangkai dan dia pun akan menganggapnya kotor. Lihat Takhrijnya dalam Al-Furqan 26 edisi 3/Th 11) Syaikh Muhammad Nasiruddin Al–Albani berkata dalam Silsilah As-Shahihah (no. Pada bangkai terdapat darah yang mengendap sehingga sangat berbahaya bagi kesehatan. meskipun bangkai hewan yang zatnya halal. bahwa makan bangkai itu adalah suatu perbuatan yang rendah yang dapat menurunkan harga diri manusia. Bangkai ada beberapa macam: 1. tujuan dan usaha untuk mencapai apa yang dimaksud.11) “Laut itu suci airnya dan halal bangkainya. Al-Munkhaniqoh.”: (Shahih. sekalipun berbeda cara menyembelihnya. b) Supaya setiap muslim suka membiasakan bertujuan dan berkehendak dalam seluruh hal. Bangkai Hewan yang mati bukan karena disembelih atau diburu hukumnya jelas haram dan bahaya yang ditimbulkannya bagi raga dan jiwa manusia sangat nyata. Shahih Al-Fauzan). Begitulah. yaitu hewan yang mati karena dipukul dengan alat/benda keras hingga mati olehnya atau disetrum dengan alat listrik 3. sehingga tidak ada seorang muslim pun yang memperoleh sesuatu atau memetik buah melainkan setelah dia mengkonkritkan niat. (Dinukil dari AlMulakhas Al-Fiqhi 2/461 oleh Syaikh Dr. yaitu hewan yang mati karena ditanduk oleh hewan lainnya (lihat Tafsir AlQur’an Al-Adzim 3/22 oleh Imam Ibnu Katsir) Sekalipun bangkai haram hukumnya. Al-Mauqudhah. Oleh karena itu seluruh agama Samawi memandangnya bangkai itu suatu makanan yang haram.480): “Dalam hadits ini terdapat faedah penting yaitu halalnya setiap bangkai hewan laut sekalipun terapung di atas air (laut)? Beliau menjawab: “Sesungguhnya yang terapung itu termasuk bangkainya sedangkan Rasulullah bersabda: “Laut itu suci airnya dan halal bangkainya” (HR. Mereka tidak boleh makan kecuali yang disembelih. Adapun dua bangkai yaitu ikan dan belalang. Daraqutni: 538). maka tidak ada satupun dari kalangan ulama’ yang mengharamkannya”. sedang dua darah yaitu hati dan limpa. Al-Mutaraddiyah. yaitu hewan yang mati karena jatuh dari tempat tinggi atau jatuh ke dalam sumur sehingga mati 4. Adapun sisa darah yang menempel pada daging. maka arti menyembelih --yang dapat mengeluarkan binatang dari kedudukannya 9 .diharamkan oleh Allah adalah darah yang mengalir. Lihat Takhrijnya dalam Al-Furqan hal 27 edisi 4/Th. An-Nathihah.

bahwa keduanya itu tidak akan dapat dicapai melainkan dengan tujuan.tidak lain adalah bertujuan untuk merenggut jiwa binatang karena hendak memakannya. atau karena makan tumbuh-tumbuhan yang beracun dan sebagainya. Kesemuanya ini tidak dapat dijamin untuk tidak membahayakan. Albaqarah: 173) Diharamkan bagimu (memakan) bangkai. Dan mencakup seluruh anggota tubuh babi sekalipun minyaknya. Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu. dan binatang yang (ketika disembelih) disebut (nama) selain Allah. daging babi. c) Binatang yang mati dengan sendirinya. dan diterkam binatang buas. pada umumnya mati karena sesuatu sebab. bahwa makan daging babi itu salah satu sebab timbulnya cacing pita yang sangat berbahaya. (mengundi nasib dengan anak panah itu) adalah kefasikan. dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu. darah. (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah. mungkin karena penyakit yang mengancam. Dan barangkali pengetahuan modern berikutnya akan lebih banyak dapat menyingkap rahasia haramnya babi ini daripada hari kini. (Q. bahwa makan daging babi itu sangat berbahaya untuk seluruh daerah.sebagai bangkai-. sebagaimana halnya makan bangkai ini. sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. Dan (diharamkan juga) mengundi nasib dengan anak panah. yang terpukul. sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu. Jadi seolah-olah Allah tidak rela kepada seseorang untuk makan sesuatu yang dicapai tanpa tujuan dan berfikir sebelumnya. yang tercekik. telah ditandaskan dalam al-Qur’an. Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai. sebagaimana ditegaskan oleh al-Quran. Ilmu kedokteran sekarang ini mengakui. berarti dengan begitu Ia telah memberi kesempatan kepada hewan atau burung untuk memakannya sebagai tanda kasih-sayang Allah kepada binatang atau burungburung tersebut. kecuali yang sempat kamu menyembelihnya. dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala. hadits dan ijma’ ulama. Maka tepatlah 10 . dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku. yang jatuh. Ini diperoleh berdasarkan penyelidikan ilmiah. d) Allah mengharamkan bangkai kepada kita umat manusia. Contohnya seperti binatang yang mati karena sangat lemah dan kerena keadaannya yang tidak normal. Karena binatang-binatang itu adalah makhluk seperti kita juga. karena makananmakanan babi itu yang kotor-kotor dan najis. jantan maupun betina. (Q. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. atau karena sesuatu sebab mendatang. Tetapi dia harus segera memberikan pengobatan atau mengistirahatkan Babi Babi peliharaan maupun liar. darah daging babi. usaha dan perbuatan. tidak membiarkan begitu saja binatangnya itu diserang oleh sakit dan kelemahan sehingga mati dan hancur. Berbeda dengan binatang yang disembelih dan yang diburu. yang ditanduk. Tentang keharamannya.S. e) Supaya manusia selalu memperhatikan binatang-binatang yang dimilikinya. Maka barang siapa terpaksa karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa. Tetapi barangsiapa dalam keadaan terpaksa (memakannya) sedang dia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas. maka tidak ada dosa baginya. lebih-lebih di daerah panas.S. Almaidah: 3) Naluri manusia yang baik sudah barang tentu tidak akan menyukainya.

HR. apakah ia termasuk hewan buruan ? Jawabnya: “Ya”. Apakah termasuk binatang buas yang haram ataukah tidak ? Pendapat yang rajih bahwa musang adalah halal sebagaimana pendapat Imam Ahmad dan Syafi’i berdasarkan hadits: “Dari Ibnu Abi Ammar berkata: Aku pernah bertanya kepada Jabir tentang musang. Burung Pemburu yang Berkuku Tajam 11 . Sebab musang tidaklah termasuk kategori binatang buas. Al-Hakim. Binatang Buas yang Memangsa dengan Taring Binatang yang memangsa binatang lain dengan taring hukumnya haram. bahwa membiasakan makan daging babi dapat melemahkan perasaan cemburu terhadap hal-hal yang terlarang. Demikianpula anjing. I’lamul Muwaqqi’in (4-356) oleh Ibnu Qayyim dan As-Shahihah no. 476 oleh Al-Albani. Hal ini berdasarkan hadits : Dari Abu Hurairah dari Nabi saw bersabda: “Setiap binatang buas yang bertaring adalah haram dimakan” (HR. Ibnu Hibban. Dan kami tidak mengetahui seorang ulama’pun yang membolehkan untuk memakannya. (lihat At-Tamhid (1/111) oleh Ibnu Abdil Barr.”. 1933) Yang dimaksud binatang buas disini adalah binatang yang memiliki taring atau kuku tajam untuk melawan manusia seperti serigala. Hadits ini secara jelas menunjukkan haramnya memakan binatang buas yang bertaring bukan hanya makruh saja. Pendapat yang menyatakan makruh saja adalah pendapat yang salah. Lantas apakah hadits Jabir ini bertentangan dengan hadits larangan di atas? Imam Ibnu Qoyyim menjelaskan dalam I’lamul Muwaqqi’in (2/120) bahwa tidak ada kontradiksi antara dua hadits di atas. gajah dan seluruh binatang buas yang bertaring. Semuanya sama saja bagiku (keharamannya).Baihaqi." (al-A'raf: 156) Sementara ahli penyelidik berpendapat. Ibnu Qoyyim serta Ibnu Hajar dalam At-Talkhis Habir (1/1507). Imam Ibnu Abdil Barr juga mengatakan dalam At-Tamhid (1/127): “Saya tidak mengetahui persilangan pendapat di kalangan ulama kaum muslimin bahwa kera tidak boleh dimakan dan tidak boleh dijual karena tidak ada manfaatnya. Ibnu Khuzaimah. Nasa’i (5/191) dan dishahihkan Bukhari. beruang. Aku bertanya lagi: Apakah engkau mendengarnya dari Rasulullah ? Jawabnya: Ya. singa. Abu Daud (3801). Muslim no. (Shahih. harimau. Al. macan tutul. anjing. baik ditinjau dari segi bahasa maupun segi urf (kebiasaan) manusia. kera dan sejenisnya.apa yang ditegaskan Allah: "Dan Allah mengharamkan atas mereka yang kotor-kotor. Para ulama berselisih pendapat tentang musang. Semua itu haram dimakan. Dan hujjah adalah sabda Nabi saw bukan pendapat orang…. Tirmidzi. Lalu aku bertanya: apakah boleh dimakan ? Beliau menjawab: Ya. (Lihat Syarh Sunnah (11/234) oleh Imam Al-Baghawi). Tirmidzi (851).

Imam Nawawi berkata dalam Syarh Shahih Muslim 13/72-73: “Dalam hadits ini terdapat dalil bagi madzab Syafi’i. Syafi’i. bighal dan khimar. Al-Jallalah 12 . hal ini berdasarkan hadits : Dari Ibnu Abbas berkata: “Rasulullah melarang dari setiap hewan buas yang bertaring dan burung berkuku tajam” (HR Muslim no.” Yang dimaksud dengan burung yang berkuku tajam yaitu burung yang kukunya dapat melukai. Ibnu Hibban (5272). tabi’in dan ulama setelah mereka berdasarkan hadits-hadits shahih dan jelas seperti di atas. Lalu Rasulullah melarang dari bighal dan khimar dan tidak melarang dari kuda. 1934) Imam Al-Baghawi berkata dalam Syarh Sunnah (11/234): “Demikian juga setiap burung yang berkuku tajam seperti burung garuda. rajawali. hal ini berdasarkan hadits: “Dari Jabir berkata: “Rasulullah melarang pada perang khaibar dari (makan) daging khimar dan memperbolehkan daging kuda”. Daud dan mayoritas ulama tentang haramnya memakan binatang buas yang bertaring dan burung yang berkuku tajam. Ahmad. Ahmad. Nasa’i (7/201). Abu Hanifah. Dalam hadits di atas terdapat dua masalah : Pertama : Haramnya keledai jinak. Ibnu Abi Syaiban meriwayatkan dengan sanadnya yang sesuai syarat Bukhari Muslim dari Atha’ bahwa beliau berkata kepada Ibnu Juraij: ” Salafmu biasa memakannya (daging kuda)”. burung bangkai dan burung yang sejenis dengan elang.Burung pemburu yang berkuku tajam hukumnya haram untuk dikonsumsi. Adapaun keledai liar. 1941) Dalam riwayat lain disebutkan begini : “Pada perang Khaibar. elang dan sejenisnya”. Ahmad (3/356). 4219 dan Muslim no. HR Abu Daud (3789). seperti burung elang. Daraqutni (4/288-289) dan Al-Baghawi dalam Syarhu Sunnah no. Ishaq bin Rahawaih dan mayoritass ulama salaf berdasarkan hadits-hadits shahih dan jelas di atas. maka hukumnya halal dengan kesepakatan ulama. Baihaqi (9/327). Kedua : Halalnya daging kuda. Keledai Jinak Keledai jinak hukumnya haram. ruak-ruak. 2811). Ini merupakan pendapat jumhur ulama dari kalangan sahabat. dan mengandalkan kukunya sebagai senjata untuk menangkap mangsanya. burung hantu. (Lihat Sailul Jarrar (4/99) oleh Imam Syaukani). Ini merupakan pendapat Zaid bin Ali. (Shahih. Ibnu Juraij berkata: “Apakah sahabat Rasulullah ? Jawabnya : Ya. (Lihat Subulus Salam (4/146-147) oleh Imam As-Shan’ani). (HR Bukhori no. mereka menyembelih kuda.

Al-Jalalah yaitu hewan yang makanan pokoknya adalah kotoran-kotoran seperti kotoran manuasia/hewan dan sejenisnya. ” (HR. Tirmidzi: 1823 dan Ibnu Majah: 3189) “Dari Amr bin Syu’aib dari ayahnya dari kakeknya berkata: Rasulullah melarang dari keledai jinak dan jalalah. dan burung lang. 1198 dan Bukhari no. Muslim no. (Lihat Fathul Bari (9/648) oleh Ibnu Hajar). gagak. Pendapat ini dikuatkan oleh imam Syaukani dalam Nailul Authar (7/464) dan Al-Albani dan At-Ta’liqat Ar-Radhiyyah (3/32). maka ini tidak termasuk kategori jalalah dan tidak haram dimakan seperti ayam dan sejenisnya…” Hukum jalalah haram dimakan sebagaimana pendapat mayoritas Syafi’iyyah dan Hanabilah. Ada juga hadits yang menjelaskan tentang perintah membunuh tokek dan cicak. Pendapat ini juga ditegaskan oleh Ibnu Daqiq Al-’Ied dari para fuqaha’ serta dishahihkan oleh Abu Ishaq Al-Marwazi. karena Rasulullah melarang dari menyia-nyiakan harta dan tidak halal membunuh binatang yang dimakan” (Lihat pula AlMughni (13/323) oleh Ibnu Qudamah dan Al-Majmu’ Syarh Muhadzab (9/23) oleh Nawawi). 2558 dengan sanad shahih) “Dalam riwayat lain disebutkan: Rasulullah melarang dari memakan jallalah dan susunya. Al-Qoffal. Hewan yang Diperintahkan untuk membunuhnya Ada beberapa hewan yang kita dianjurkan untuk membunuhnya karena hewan-hewan ini banyak menimbulkan kerugian bagi manusia. baik itu hewan berkaki dua maupun berkaki empat.” (HR. Hal ini berdasarkan hadits : “Dari Ibnu Umar berkata: Rasulullah melarang dari jalalah unta untuk dinaiki. Sebab diharamkannya jalalah adalah perubahan bau dan rasa daging dan susunya. maka tidak lagi haram hukumnya. Al-Baghawi dalam Syarh Sunnah (11/254) juga berkata: “Kemudian menghukumi suatu hewan yang memakan kotoran sebagai jalalah perlu diteliti. tikus. menaiki dan memakan dagingnya ” (HR Ahmad (2/219) dan dihasankan Al-Hafidz dalam Fathul Bari 9/648).”. Abu Daud no. burung gagak. baik di tanah halal maupun maupun di tanah haram yaitu ular. Al-Juwaini. dan burung lang dan sejenisnya. (HR. Semua hewan yang kita dianjurkan untuk membunuhnya adalah haram untuk dimakan. 1829) Imam ibnu Hazm mengatakan dalam Al-Muhalla: “Setiap binatang yang diperintahkan oleh Rasulullah supaya dibunuh maka tidak ada sembelihan baginya. tikus. “Dari Aisyah berkata: Rasulullah bersabda: Lima hewan jahat yang hendaknya dibunuh. Al-Hafidz Ibnu Hajar menjelaskan (9/648): “Ukuran waktu boelhnya memakan hewan jalalah yaitu apabila bau kotoran pada hewan tersebut hilang dengan diganti oleh sesuatu yang suci menurut pendapat yang benar. Abu Daud : 3785. anjing galak. diantaranya adalah ular. Hal itu 13 . bahkan hukumnya hahal secara yakin dan tidak ada batas waktu tertentu. anjing galak. Apabila pengaruh kotoran pada daging hewan yang membuat keharamannya itu hilang. Apabila hewan tersebut memakan kotoran hanya bersifat kadang-kadang. Al-Baghawi dan Al-Ghozali.

lebah. Bukhari no. agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya. jika kebanyakan orang menganggap suatu hewan itu menjijikkan. 3359 dan Muslim 2237). burung hud-hud. ” (HR Ahmad (1/332. masuklah ke dalam sarang-sarangmu.” (Lihat Al-Majmu’ (9/23) oleh Nawawi). Semut merupakan binatang yang spesial. Namun.” (QS. diantaranya adalah: “Hingga apabila mereka sampai di lembah semut berkatalah seekor semut: Hai semutsemut.347). Imam Syafi’i dan para sahabatnya mengatakan: “Setiap hewan yang dilarang dibunuh berarti tidak boleh dimakan. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan. Hewan yang Hidup di Dua Alam (Amphibi) 14 . di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. An naml: 18) “kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu). “Dari Ibnu Abbas berkata: Rasulullah melarang membunuh 4 macam binatang: semut. nampaknya disepakati keharamannya. burung hud-hud dan burung surad. diantaranya adalah semut. Cara menentukan hukumnya adalah dengan melihat kebanyakan orang. tokek dan lain-lain. serangga. maka hukumnya haram. Abu Daud (5267). tentu tidak akan dilarang membunuhnya. ulat. cacing. Ibnu Majah (3224). Haramnya hewan-hewan di atas merupakan pendapat mayoritas ahli ilmu sekalipun ada perselisihan di dalamnya kecuali semut. yang menjadi permasalahan adalah setiap orang punya persepsi tentang ‘menjijikkan’ sendiri-sendiri. burung surad. tawon. lalat. Di dalam Al-Qur’an ada beberapa ayat yang menjelaskan tentang semut. seperti tikus. “Dari Ummu Syarik berkata bahwa Nabi memerintahkan supaya membunuh tokek/cecak” (HR. Ibnu Hibban (7/463) dan dishahihkan Baihaqi dan Ibnu Hajar dalam At-Talkhis 4/916). An nahl: 69) Hewan yang Menjijikkan Diantara hewan yang haram yaitu hewan yang dianggap menjijikkan. Dari perut lebah itu ke luar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya. sedangkan mereka tidak menyadari" (QS. karena seandainya boleh dimakan.berarti bahwa tokek dan cicak haram hukumnya. Imam Ibnu Abdil Barr berkata dalam At-Tamhid: “Tokek/cecak telah disepakati keharaman memakannya” Hewan yang Dilarang oleh Agama untuk Membunuhnya Ada beberapa hewan yang kita dilarang untuk membunuhnya karena hewan ini banyak memberi manfaat kepada manusia.

Binatang yang dapat hidup di darat dan di air seperti kodok. atau dari gandum dan sya'ir yang diperas sehingga menjadi keras. vodka. Baihaqi (9/258.a. Rasulullah s. yaitu beliau tidak memandangnya dari segi bahan yang dipakai untuk membuat arak itu. tentang masalah arak. adalah disebabkan oleh minuman keras. kura-kura. Kebanyakan orang yang bunuh diri ataupun yang membunuh kawannya adalah disebabkan minuman keras. termasuk bir. tidak ada bahaya yang lebih parah yang diderita manusia. Pertama kali yang dicanangkan Nabi Muhammad s.w. Menurut sebuah penelitian. serta menghalangi kamu ingat kepada Allah dan sembahyang. judi. kepiting . Termasuk juga kebanyakan orang yang mengadukan dirinya karena diliputi oleh suasana kegelisahan. "Hai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya arak. Justru itulah al-Qur’an menyerukan kepada umat Islam untuk menjauhi kedua perbuatan itu sebagai jalan untuk menuju kepada kebahagiaan. tuak. pernah ditanya tentang minuman yang terbuat dari madu. orang yang membawa dirinya kepada lembah kebangkrutan dan menghabiskan hak miliknya. “Dari Abdur Rahman bin Utsman Al-Qurasyi bahwasanya seorang tabib pernah bertanya kepada Rasulullah tentang kodok/katak dijadikan obat.318) dan dishahihkan Ibnu Hajar dan Al-Albani). Nasa’i (4355). lalu Rasulullah melarang membunuhnya. vermouth. Oleh karena itu jauhilah dia supaya kamu bahagia. ada sebagian kecil ulama yang menghalalkannya. dan undian adalah kotor dari perbuatan syaitan. betapapun merek dan nama yang dipergunakan oleh manusia. Syaitan hanya bermaksud untuk mendatangkan permusuhan dan kebencian di antara kamu disebabkan khamar dan judi. dan lain-lain. Kalau diadakan penyelidikan secara teliti di rumah-rumah sakit. selain bahaya yang diakibatkan oleh minuman beralkohol. tetapi beliau memandang dari segi pengaruh yang ditimbulkan. arak. ular hukumnya haram. dalam menjawab pertanyaan tersebut beliau sampaikan dengan kalimat yang pendek dan padat: 15 . berhala. gin. Al-Hakim (4/410-411). (HR Ahmad (3/453). Oleh karena itu bahan apapun yang nyatanyata memabukkan berarti dia itu arak. Umar. buaya. dan bahan apapun yang dipakai.w. Abu Daud (5269). Haramnya katak secara mutlak merupakan pendapat Imam Ahmad dan beberapa ulama lainnya serta pendapat yang shahih dari madzab Syafe’i. Utsman dan Ibnu Abbas bahwa seluruh bangkai laut hukumnya halal kecuali katak. Khamar Khamar adalah bahan yang mengandung alkohol yang memabukkan. Apakah kamu tidak mau berhenti?" (al-Maidah: 90-91) Khamar adalah berasal dari perbuatan syaitan. Al-Abdari menukil dari Abu Bakar AsShidiq. Namun. bahwa kebanyakan orang yang gila dan mendapat gangguan saraf adalah disebabkan oleh minuman keras.a. sedang syaitan hanya gemar berbuat yang tidak baik dan mungkar. Nabi Muhammad sesuai dengan sifatnya berbicara pendek tetapi padat. yaitu memabukkan. Oleh sebab itu Bir dan sebagainya dapat dihukumi haram.

obat-obatan terlarang termasuk narkoba dan berbagai macam jenisnya adalah haram hukumnya karena hanya akan menimbulkan rasa sakit dan kesengsaraan bagi penggunanya. maka hukum sembelihan tersebut adalah haram dengan kesepakatan ulama. maka hewan tersebut adalah halal karena telah disembelih secara halal. dan setiap arak adalah haram. dan tidaklah mereka menganiaya Kami.sapi dsb. dan Kami turunkan kepadamu "manna" dan "salwa". taghut. Dan Kami naungi kamu dengan awan. berhala dan lain sebagainya . dan binatang yang (ketika disembelih) disebut (nama) selain Allah. Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai. Semua itu hukumnya haram dengan kesepakatan ulama. Oleh karenanya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. unta. darah. maka tidak ada dosa baginya. maka Allah mengharamkan hal itu bagi kaum mukminin. "Bahwa yang dinamakan arak ialah apa-apa yang dapat menutupi fikiran. apabila seorang tidak mengindahkan hal itu bahkan menyebut nama selain Allah baik patung." (Riwayat Muslim) Dan Umar pun mengumumkan pula dari atas mimbar Nabi. maka hukumnya adalah haram sekalipun darahnya mengalir dan bagian lehernya yang kena. Tetapi barangsiapa dalam keadaan terpaksa (memakannya) sedang dia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas. Makanlah dari makanan yang baik-baik yang telah Kami berikan kepadamu. karena Allah mewajibkan agar setiap makhlukNya disembelih dengan nama-Nya yang mulia. (QS." (Riwayat Bukhari dan Muslim). (QS. Adapun hewan yang diterkam binatang buas apabila dijumpai masih hidup (bernyawa) seperti kalau tangan dan kakinya masih bergerak atau masih bernafas kemudian disembelih secara syar’i. Sembelihan Untuk Selain Allah Yakni setiap hewan yang disembelih dengan menyebut selain nama Allah hukumnya haram. 16 . serigala atau anjing lalu dimakan sebagiannya kemudian mati karenanya. Orangorang jahiliyah dulu biasa memakan hewan yang diterkam oleh binatang buas baik kambing. Albaqarah: 173) Hewan yang Diterkam Binatang Buas Yakni hewan yang diterkam oleh harimau. Racun Racun hukumnya haram karena islam melarang umatnya untuk menganiaya diri sendiri maupun orang lain."Semua yang memabukkan berarti arak. daging babi. akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri. Al Baqarah: 57) Racun di sini mengandung arti yang luas.

seperti darah dan bangkai. jauhilah makanan yang subhad agar engkau tidak terjerumus dalam hal-hal yang haram 4. Bumi dan seisinya diciptakan oleh Allah agar bisa dimanfaatkan demi kemaslahatan umat manusia.sedangkan hewan darat ada yang halal dan ada pula yang haram. Begitu juga yang mengandung bahaya. Berhati-hatilah dalam memilih makanan. seperti racun. Diantara halal dan haram terdapat subhad. Simpulan Makanan adalah segala sesuatu yang dimakan atau diminum manusia serta bahan yang digunakan dalam produksi makanan dan minuman. 3) Tidak menjijikkan. setiap makanaan yang najis. Makanan ada yang halal dan ada yang haram. Semua makanan yang haram bisa menjadi halal jika benar-benar terpaksa tidak ada makanan lain dan jika tidak makan itu dia akan mati. juga yang menjijikkan. hukumnya haram. Hewan air 3). dengan tiga syarat: 1) Makanan itu suci. 2) Tidak mengandung bahaya. kencing dan kutu. Kebalikannya. insya Allah tubuh dan perilaku kita juga baik dan amal beribadah pun akan semakin baik. seperti kotoran. Hewan yang hidup di dua alam. Segala sesuatu yang dimakan dan diminum asal hukumnya adalah halal. Hikmah dari penetapan halal dan haram adalah agar kita dapat terselamatkan dari makananmakanan yang merugikan kita baik secara fisik maupun psikis sehingga kita senantiasa dalam keadaan baik. B. Hewan darat 2). Saran 1.BAB III PENUTUP A. Janganlah makan makanan yang haram 3. Semua hewan air hukumnya halal dan semua hewan yang hidup di dua alam. terutama makanan yang masih asing bagi kita Yang kita belum tahu betul asal-usulnya DAFTAR PUSTAKA 17 . Sudah diatur jelas hukum-hukum Allah melalui hadits dan Al-Qur’an. Jika makanan kita baik. Makanlah makanan yang halal lagi baik 2.Binatang diklasifikasikan menjadi 3 yaitu: 1). hukumnya haram. Dan diantara halal dan haram ada perkara yang subhad.

Tohir. 1976.serambinews.org/2007/11/05/makananminuman-halal-dan-haram/ 18 .Al Qur’an Rahman.com/news/makanan-dan-minuman-halal http://anggara. Surabaya: Al-Hidayah Rasjid. Tafsir seper sepuluh dari Al Qur'an Al Karim http://www. M. Hadis Arbain Annawawiyah. Jakarta: Attahiriyah. Sulaiman. Fiqh Islam.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful

Master Your Semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master Your Semester with a Special Offer from Scribd & The New York Times

Cancel anytime.