BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Islam adalah agama yang paling sempurna.

Agama islam mengatur segala hal yang berhubungan dengan perilaku manusia. Diibaratkan manusia adalah sebuah produk, produk yang diciptakan oleh Allah SWT. Sebagaimana produk-produk yang dibuat oleh manusia, atau yang sering kita jumpai di toko-toko, di bungkus produk-produk tersebut pasti ada petunjuk dan cara penggunaannya agar produk-produk dapat berfungsi dan dimanfaatkan sebagaimana mestinya. Begitu juga produk yang berupa manusia. Manusia diciptakan oleh Allah disertai dengan petunjuk yang sangat terperinci tentang bagaimana harus menjalani hidup di dunia ini sehingga bisa hidup sebagaimana mestinya dan kembali kehadapan Allah dalam kondisi yang baik. Lalu apakah petunjuk itu? Bagi umat nabi Muhammad SAW, petunjuk itu tidak lain adalah Al-Qur’an dan sunnah-sunnah rosul. (Ini adalah) satu surat yang Kami turunkan dan Kami wajibkan (menjalankan hukumhukum yang ada di dalam)nya, dan Kami turunkan di dalamnya ayat ayat yang jelas, agar kamu selalu mengingatinya. (QS. Annur: 1) Di dalam Al-Qur’an terdapat begitu banyak petunjuk untuk manusia, salah satu hal yang penting untuk dibahas dan dijelaskan kepada umat muslim adalah masalah Halal dan Haram khususnya dalam hal makanan. Pembahasan mengenai makanan halal dan haram di kalangan umat muslim adalah sesuatu yang sangat penting karena makanan sangat mempengaruhi sikap dan perilaku manusia, baik sikap terhadap dirinya sendiri, terhadap orang lain ataupun terhadap tuhan, Allah SWT. Allah melarang kita memakan beberapa macam makanan dan Allah membolehkan kita memakan makanan yang lain. Sebagai umat muslim kita terikat dalam aturan tersebut. Kita wajib menjaklankan peraturan-peraturan tersebut sebagai sebuah syari’at. Namun, jangan diartikan bahwa ikatan tersebut adalah untuk memberatkan manusia, justru peraturan atau petunjuk tersebut dibuat semata-mata adalah untuk kebaikan manusia. Allah adalah zat yang maha tahu. Allah tahu apa yang baik dan apa yang buruk untuk kita. Selain itu aturan-aturan tersebut dibuat adalah untuk mengetahui derajat ketaqwaan dan keimanan manusia. Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur yang Kami hendak mengujinya (dengan perintah dan larangan), karena itu Kami jadikan dia mendengar dan melihat.(QS. Al Insaan: 76) Jika manusia mampu menjauhi larangan Allah dan menjalankan perintah-Nya, maka orang tersebut termasuk orang yang bertaqwa, dan mereka yang mengabaikan perintah-perintah Allah disebut kufur dan akan mendapatkan siksaan kelak di akhirat. Sesungguhnya telah diwahyukan kepada kami bahwa siksa itu (ditimpakan) atas orangorang yang mendustakan dan berpaling. (QS. Thaahaa: 48)

1

2 . Agar kita dapat memahami secara jelas hakikat Makanan Halal dan Haram 2. Agar kita dapat membedakan mana makanan yang halal dan mana yang haram 3. Rumusan Masalah 1. Agar kita dapat memanfaatkan makanan yang halal secara efisien dan mampu menghindari makanan yang haram 4. Apakah yang dimaksud dengan Makanan Halal dan Haram? 2. Apa saja Makanan Halal itu? 3. Apa saja Makanan Haram itu? C.B. Tujuan Penulisan 1. Agar kita dapat semakin beriman kepada Allah dan menjadi insan yang bertaqwa.

bersih. kecuali Ikan dan Belalang. Kelima. halal cara memprosesnya. berakal dan mengetahui syarat-syarat penyembelihan. dan Kami turunkan kepadamu "manna" dan "salwa". hewani dan jenis olahan. Misalnya nasi yang secara ijmak ulama menyatakan halal untuk dimakan (halal zatnya). Dilihat dari sisi kehalalan zatnya. Orang yang menyajikan harus bersih dari najis dan disajikan pada tempat yang bersih. Makanan yang halal zatnya untuk dapat dikonsumsikan. halal pada penyajiannya. sehat lagi menyehatkan. Dan makanlah makanan yang halal lagi baik dari apa yang Allah telah rezekikan kepadamu. baligh. bahwa makanan yang halal sangat menentukan kepribadian kita. akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri. Keempat. yaitu nabati. Makanan yang terdiri dari tumbuhan. Tempat yang digunakan untuk menyimpan makanan harus benda yang suci.S. binatang yang halal dimakan tidak dapat begitu saja diolah jadi makanan. maka mekonsumsikan makanan tersebut menjadi haram juga. Kedua. Makanan halal adalah makanan yang boleh lagi baik untuk dikonsumsi. Makanan yang halal dimakan adalah makanan yang halaalan. Untuk mendapat makanan sebagaimana dimaksudkan. Sering kita dengar dalam ceramah. Untuk penyembelihan diperlukan sejumlah syarat. thayyiban ditambah mubaarakan dan tidak terdiri dari najis atau bercampur najis. binatang termasuk ikan ada yang halal dan ada yang haram. bergizi.S. (Q. Malah do‘a kitapun sulit dikabulkan jika kita tidak dapt menjaga kehalalan makan dan minuman kita. makanan yang dikonsumsi manusia terbagi tiga jenis. Sebagaiman diketahui. Sedangkan yang dimaksud dengan makanan haram adalah makanan yang sudah ada nash tidak boleh dikonsumsi dan makanan yang dapat dipastikan akan membawa efek negatif baik secara fisik maupun kejiwaan bagi yang mengkonsumsinya. yaitu disembelih oleh orang Islam.BAB II PEMBAHASAN A. Ketiga. melainkan harus melalui proses penyembelihan. pencucian. paling tidak ada beberapa hal yang harus diperhatikan. pengulitan. dan sebagainya. dan bertakwalah kepada Allah yang kamu beriman kepada-Nya. Pertama. artinya cara memperoleh nasi itu adalah haram maka hukum menkonsumsinya menjadi haram juga. Makanan adalah segala sesuatu yang dimakan dan diminum. haruslah diperoleh secara halal pula. tapi kalau nasi itu hasil curian. Semua binatang yang halal dimakan harus disembelih. (1) Penyembelihan. halal cara memperolehnya. Hakikat Makanan Halal dan Haram Makanan adalah segala sesuatu yang dimakan atau diminum manusia serta bahan yang digunakan dalam produksi makanan dan minuman. Albaqarah: 57) 3 . tapi kalau cara memperoleh haram. dan tidak menimbulkan efek negatif jika dikonsumsi pada ukuran yang wajar. halal zatnya. layak dikonsumsi. Karena meskipun makanan itu sudah halal zatnya. Yang dimaksud ‘baik’ disini adalah makanan yang lezat. Makanlah dari makanan yang baik-baik yang telah Kami berikan kepadamu. halal pada penyimpanannya. Almaidah: 88) Dan Kami naungi kamu dengan awan. (Q. dan tidaklah mereka menganiaya Kami. Proses-proses ini harus halal.

tidak jelas halal haramnya). seperti kotoran. dan sesungguhnya Allah telah memerintahkan orang-orang mu'min sesuai dengan apa yang diperintahkan kepada para Rasul. hukumnya haram. Muslim) Allah SWT. dan apa yang didiamkan (tidak diterangkan). seperti racun. sungguh ia telah menyelamatkan agama dan harga dirinya. keju dan kulit binatang yang dipergunakan untuk perhiasan atau tempat duduk. Dalam sebuah hadits. Yang Memiliki apa-apa yang ada di langit dan di bumi. Ibnu Majah dan Tirmidzi). Binatang diklasifikasikan menjadi 3 yaitu: 1). (HR. makanlah dari makanan yang baik-baik dan kerjakanlah amal yang sholeh. “Yang halal itu sudah jelas dan yang haram pun sudah jelas."Menyuruh mereka mengerjakan yang makruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk. Rasulullah SAW bersabda : Apa yang dihalalkan oleh Allah dalam Kitab-Nya adalah halal dan apa yang diharamkan Allah di dalam Kitab-Nya adalah haram. Semua hewan air hukumnya halal dan semua hewan yang hidup di dua alam. Kebalikannya.. telah menciptakan makanan-makanan bagi manusia dan telah memisahkan yang halal dan haram daripada makanan-makanan tersebut. Rasulullah saw pernah bersabda." (QS. Dia-lah yang telah menentukan apa yang baik dan yang buruk bagi manusia. (HR. kecuali ada larangan dari syara’ atau karena mudharatnya sebagaimana yang dijelaskan dalam hadits berikut. Al-A'raf : 157) Dari Abu Hurairah RA. hukumnya haram. kencing dan kutu. Segala sesuatu yang dimakan dan diminum asal hukumnya adalah halal. makanlah dari rizki yang baik-baik yang Kami berikan kepada kamu sekalian. yang artinya adalah: Rasulullah SAW telah ditanya tentang hukum minyak sapi (samin).” (HR Muslim) Pada dasarnya tiap-tiap zat di permukaan bumi ini menurut hukum aslinya adalah halal. tidak mau menerima kecuali yang baik.sedangkan hewan darat ada yang halal dan ada pula yang haram. Makanan Halal 4 . dan di antara keduanya ada halhal yang musytabihat (syubhat. Allah Ta'ala berfirman : Hai orang-orang yang beriman. maka barang itu termasuk yang dimaafkan-Nya sebagai kemudahan bagi kamu". Hewan air 3). juga yang menjijikkan. seperti darah dan bangkai. Begitu juga yang mengandung bahaya. ia berkata : Rasulullah SAW bersabda : "Sesungguhnya Allah SWT adalah Zat Yang Maha Baik. dengan tiga syarat: 1) Makanan itu suci.. Allah Ta'ala berfirman : Hai para Rasul. Hewan yang hidup di dua alam. Hewan darat 2). 3) Tidak menjijikkan.". Barangsiapa hati-hati dari perkara syubhat. B. 2) Tidak mengandung bahaya. samar-samar. kebanyakan manusia tidak mengetahui hukumnya. setiap makanaan yang najis.

burung kecil-kecil. penuhilah aqad-aqad itu. segar. berbagai macam hewan buruan. Hal ini sebagaimana firman Allah swt dalam Al Qur’an. selama kamu dalam ihram. Lalu Rasulullah melarang dari bighal dan khimar dan tidak melarang dari kuda. Alfaathir: 12) Binatang Ternak Binatang termasuk binatang ternak adalah Sapi. (Q. Al Maidah: 1) Dari Jabir: “ Nabi besar saw. dan semua burung air. Begitu pula dengan unggas. hati dan limpa. ayam. angsa. Almaidah: 96) Dan Dia-lah. seperti: Burung unta. yakni dari berbagai spesies ikan laut ataupun makhluk hidup air. dan supaya kamu bersyukur. belalang. Karena Laut itu sesungguhnya suci airnya dan halal bangkainya.S. dan pada masingmasingnya kamu lihat kapal-kapal berlayar membelah laut supaya kamu dapat mencari karunia-Nya dan supaya kamu bersyukur. Dihalalkan bagimu an’am (binatang ternak: sapi. (Shahih. HR Abu Daud (3789) Binatang Buruan 5 .(Q. dan kamu mengeluarkan dari lautan itu perhiasan yang kamu pakai. kambing)… (Q. burung beo. berbagai macam hewan ternak. Riwayat Bukhari dan Muslim. yang ini tawar. Hewan-hewan buruan yang berasal dari laut dan semua makanan dari laut adalah halal untuk dimakan.S. merpati. sedap diminum dan yang lain asin lagi pahit.S. Kuda. Hai orang-orang yang beriman. berdasarkan hadits: “Pada perang Khaibar. dan kamu melihat bahtera berlayar padanya. Kuda termasuk binatang ternak dan halal. Annahl: 14) Dan tiada sama (antara) dua laut. Kerbau. kelinci. dan diharamkan atasmu (menangkap) binatang buruan darat. agar kamu dapat memakan daripadanya daging yang segar (ikan). dan supaya kamu mencari (keuntungan) dari karunia-Nya. dan berbagai macam tumbuhan dan buah-buahan. Sedangkan makanan yang halal berdasarkan prosesnya adalah yang diburu dengan cara-cara yang telah ditentukan islam dan disembelih dengan menyebut nama Allah. Dihalalkan bagimu binatang buruan laut dan makanan (yang berasal) dari laut sebagai makanan yang lezat bagimu. Telah memberi izin memakan daging kuda”. Unta. bebek. mereka menyembelih kuda. yang termasuk kedalam golongan makanan halal adalah berbagai macam binatang air. Binatang air Binatang yang hidupnya di dalam air. unta. Kambing. Dan bertakwalah kepada Allah Yang kepada-Nyalah kamu akan dikumpulkan. semuanya halal baik yang ikan atau bukan.S. dan bagi orang-orang yang dalam perjalanan. (Q. bighal dan khimar. Allah yang menundukkan lautan (untukmu). mati dengan ada sebabnya atau mati sendiri. Dan dari masing-masing laut itu kamu dapat memakan daging yang segar dan kamu dapat mengeluarkan perhiasan yang dapat kamu memakainya.Berdasarkan zatnya. dan berbagai mamalia lain yang memakan tumbuh-tumbuhan.

3) memotong tenggorokan. kecuali hewan tersebut telah dilatih dan pada saat melepaskannya untuk menangkap buruan kita menyebutkan nama Allah swt. sehingga jika penyebab kematian hewan tersebut bukan dikarenakan disembelih. maka hukumnya adalah halal untuk hewan hasil tangkapannya. Adapun dua bangkai yaitu ikan dan belalang. sedang dua darah yaitu hati dan limpa. Hal ini didasarkan pada sebuah hadits Rasulullah. dan yang termasuk dua darah adalah hati dan limpa. “Mereka menanyakan kepadamu: ‘Apakah yang dihalalkan bagi mereka?’ Katakanlah: ‘Dihalalkan bagimu yang baik-baik dan (buruan yang ditangkap) oleh binatang buas yang telah kamu ajar dengan melatihnya untuk berburu. Ketika membaca bismillah. Hewan-hewan halal yang halal dimakan jika penyebab kematian hewan tersebut adalah karena disembelih.” (HR Ibnu Majah dan Ahmad) Hewan yang disembelih dengan menyebut nama Allah Setiap hewan yang boleh dimakan yang dapat dipelihara dan hidup di alam bebas wajib disembelih agar halal. Agar hewan buruan halal untuk dikonsumsi. Dan bertakwalah kepada Allah. maka hewan tersebut termasuk dalam golongan bangkai dan hukumnya tidak halal untuk dimakan. yaitu yang termasuk dua bangkai adalah ikan dan belalang. harus tajam seperti tombak dan panah. dan sebutlah nama Allah atas binatang buas itu (waktu melepasnya). maka hasil buruannya tidak halal dimakan. Hal ini sebagaimana firman Allah swt dalam Al Qur’an. Apabila menggunakan hewan pemburu seperti elang atau anjing. 4) membaca ‘bismillah’ saat melepaskan alat berburu. Apabila perburuan secara terus menerus sehingga dapat merusak atau mengganggu ekosistem.” (QS Al Maidah: 4) Belalang. Dalam sebuah hadits dari Ibnu Umar. darah. kamu mengajarnya menurut apa yang telah diajarkan Allah kepadamu. dan makruh jika tujunnya hanya untuk main-main atau iseng. 3) Tujuan berburu yakni melepaskan alat berburu untuk menangkap buruan. 2) dalam menyembelih menggunakan sesuatu yang tajam selain gigi dan kuku karena keduanya tidak sah digunakan sebagai alat untuk menyembelih.Berburu hewan liar yang halal dimakan dan tidak mampu untuk dipelihara hukumnya boleh agi yang membutuhkannya. maka hukumnya haram. maka makanlah dari apa yang ditangkapnya untukmu. Apabila alat berburu itu mengenai buruan tanpa ada niat berburu dai pemiliknya. (daging hewan) yang 6 . Hewan yang telah dibunuh oleh hewan buas termasuk jenis bangkai. sesungguhnya Allah amat cepat hisab-Nya. ada empat syarat: 1) Pemburunya salah seorang yang boleh menyembelih. 4) membaca ‘bismillah’ saat menggerakkan tangan untuk menyembelih boleh melafatkannya selain menggunakan bahasa arab. kerongkongan. Hal ini berdasarkan firman Allah swt dalam Al Qur’an. Rasulullah saw bersabda:” Dihalalkan untuk dua bangkai dan dua darah. hati dan Limpa Ada dua jenis bangkai dan darah yang dihalalkan untuk dimakan. disunatkan membaca takbir. 2) Alat berburu adalah sesuatu yang boleh digunakan untuk menyembelih. Ada empat syarat menyembelih hewan: 1) yang menyembelih adalah orang yang berakal. daging babi. hendaknya yang sudah terlati. “Diharamkan bagimu (memakan) bangkai. dan salah satu urat leher atu keduanya.

yang terpukul. Semua jenis air atau cairan yang tidak membahayakan bagi kehidupan manusia. (QS. dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air. yang tercekik. Air atau cairan yang tidak memabukkan walaupun sebelumnya pernah memabukkan seperti arak yang berubah menjadi cuka. yang jatuh. sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan. maupun aqidah. 2. sebahagiannya menjadi minuman dan sebahagiannya (menyuburkan) tumbuh-tumbuhan. kecuali yang sempat kamu menyembelihnya. unta. dan susu adalah contoh minuman yang halal dikonsumsi. padahal Allah telah menjelaskan kepada kamu apa-apa yang diharamkan-Nya atas kamu… ” (QS Al An’am : 118119). Dan sesungguhnya pada binatang ternak itu benar-benar terdapat pelajaran bagi kamu. baik membahayakan dari segi jasmani. Almu’minun: 19) Setiap tumbuhan dan buah-buahan yang disirami dan diberi pupuk dengan sesuatu yang najis boleh dimakan kecuali jika ada rasa atau bau najisnya maka hukumnya haram. jika kamu beriman kepada ayat-ayatnya. Air atau cairan itu bukan berupa benda najis atau benda suci yang terkena najis. yang ditanduk dan diterkam binatang buas. An nahl: 10) Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi. akal. Minuman Minuman yang halal pada dasarnya dapat dibagi menjadi 4 bagian : 1. 4. 3.disembelih atas nama selain Allah. yang pada (tempat tumbuhnya) kamu menggembalakan ternakmu. sapi. 7 .S. Makanan selain Binatang Pada dasarnya semua jenis tumbuh-tumbuhan dan buah-buahan hukumnya adalah halal kecuali yang dapat menimbulkan kerusakan bagi manusia baik raga maupun jiwa. (QS. Al-baqarah: 164) Susu adalah zat yang halal dikonsumsi jika susu tersebut diambil dari hewan yang halal dikonsumsi seperti kambing. bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia. Yang telah menurunkan air hujan dari langit untuk kamu. sebagaimana yang tertulis di dalam Al-Qur’an yang artinya adalah Dia-lah. di dalam kebun-kebun itu kamu peroleh buah-buahan yang banyak dan sebahagian dari buah-buahan itu kamu makan. Lalu dengan air itu. Air atau cairan yang suci itu didapatkan dengan cara-cara yang halal yang tidak bertentangan dengan ajaran agama Islam. dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi. (Q. lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering)nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan. Kami tumbuhkan untuk kamu kebun-kebun kurma dan anggur. jiwa. madu. Air. dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala…” (QS Al Maidah : 3) “Maka makanlah binatang-binatang yang halal yang disebut nama Allah ketika menyembelihnya. dan lain-lain. silih bergantinya malam dan siang. Mengapa kamu tidak mau memakan (binatang-binatang halal) yang disebut nama Allah ketika menyembelihnya.

diambilnya sesuatu yang tajam dari tulang ataupun lainnya. (QS. diantaranya adalah sebab zatnya. dan yang diterkam oleh binatang buas. lantas ditusukkannya kepada unta atau binatang dan darahnya yang mengalir itu dikumpulkan kemudian diminum. seperti hewan yang mati tercekik. Makanan Haram Diantara sekian banyak makanan yang Allah turunkan ke bumi. benar-benar terdapat pelajaran yang penting bagi kamu. Tidak mungkin jiwa manusia yang bersih menyukainya. yang mudah ditelan bagi orang-orang yang meminumnya. di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. maka dia mengambil sebilah alat tajam yang terbuat dari tulang atau sejenisnya. lalu digunakan untuk memotong unta atau hewan yang kemudian darah yang keluar dikumpulkan dan dibuat makanan/minuman. Demikian pula sisa-sisa darah yang menempel pada daging atau leher setelah disembelih semuanya itu hukumnya halal. sehingga sangat berbahaya bagi fisik maupun jiwa orang yang memakannya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan. hanya ada beberapa makanan yang diharamkan karena beberapa sebab. dan (juga) pada binatang-binatang ternak itu terdapat faedah yang banyak untuk kamu. An nahl: 66) Dan sesungguhnya pada binatang-binatang ternak. (Lihat Tafsir Ibnu Katsir 3/23-24). bahwa darah yang 8 . tetapi ada pengecualian yaitu hati dan limpa. dan sebab cara memprosesnya. Orang-orang jahiliah dahulu kalau lapar.Kami memberimu minum dari pada apa yang berada dalam perutnya (berupa) susu yang bersih antara tahi dan darah. Al-An’Am: 145) Demikianlah dikatakan oleh Ibnu Abbas dan Sa’id bin Jubair. menjijikkan. kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu). mengandung bahaya. (QS. Begitulah seperti yang dikatakan oleh al-A'syaa dalam syairnya: Janganlah kamu mendekati bangkai Jangan pula kamu mengambil tulang yang tajam Kemudian kamu tusukkan dia untuk mengeluarkan darah. An nahl: 69) C. seperti karena najis. dan sebagian daripadanya kamu makan. Dari perut lebah itu ke luar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya. Kami memberi minum kamu dari air susu yang ada dalam perutnya. Hal ini sebagaimana yang dijelaskan dalam ayat berikut: “Atau darah yang mengalir” (QS. Diceritakan bahwa orang-orang jahiliyyah dahulu apabila seorang diantara mereka merasa lapar. Rosululloh adalah orang yang suka mengkonsumsi madu. Sekalipun darah adalah haram. Darah Rahasia diharamkannya darah adalah karena darah itu kotor. Almu’minun: 21) Madu adalah minuma halal yang dapat berfungsi sebagai obat yang mampu menyembuhkan berbagai macam penyakit. yang disembelih tanpa menyebut nama Allah. Syaikul Islam Ibnu Taimiyyah mengatakan: “Pendapat yang benar. Oleh karena itulah. Allah mengharamkan darah pada umat ini. (QS.

Al-Mutaraddiyah. yaitu hewan yang mati karena jatuh dari tempat tinggi atau jatuh ke dalam sumur sehingga mati 4. Lihat Takhrijnya dalam Al-Furqan hal 27 edisi 4/Th. Adapun sisa darah yang menempel pada daging. Bangkai ada beberapa macam: 1. Bangkai Hewan yang mati bukan karena disembelih atau diburu hukumnya jelas haram dan bahaya yang ditimbulkannya bagi raga dan jiwa manusia sangat nyata.480): “Dalam hadits ini terdapat faedah penting yaitu halalnya setiap bangkai hewan laut sekalipun terapung di atas air (laut)? Beliau menjawab: “Sesungguhnya yang terapung itu termasuk bangkainya sedangkan Rasulullah bersabda: “Laut itu suci airnya dan halal bangkainya” (HR. Para cerdik pandai di kalangan mereka pasti akan beranggapan. yaitu hewan yang mati karena ditanduk oleh hewan lainnya (lihat Tafsir AlQur’an Al-Adzim 3/22 oleh Imam Ibnu Katsir) Sekalipun bangkai haram hukumnya. yaitu hewan yang mati karena dipukul dengan alat/benda keras hingga mati olehnya atau disetrum dengan alat listrik 3. sedang dua darah yaitu hati dan limpa.11) “Laut itu suci airnya dan halal bangkainya. meskipun bangkai hewan yang zatnya halal. Lihat Takhrijnya dalam Al-Furqan 26 edisi 3/Th 11) Syaikh Muhammad Nasiruddin Al–Albani berkata dalam Silsilah As-Shahihah (no. Mereka tidak boleh makan kecuali yang disembelih. Begitulah.” (Shahih. tujuan dan usaha untuk mencapai apa yang dimaksud. maka tidak ada satupun dari kalangan ulama’ yang mengharamkannya”. Pada bangkai terdapat darah yang mengendap sehingga sangat berbahaya bagi kesehatan. Oleh karena itu seluruh agama Samawi memandangnya bangkai itu suatu makanan yang haram. Al-Mauqudhah. Diharamkannya bangkai itu mengandung hikmah yang sangat besar sekali: a) Naluri manusia yang sehat pasti tidak akan makan bangkai dan dia pun akan menganggapnya kotor.”: (Shahih. yaitu hewan yang mati karena tercekik baik secara sengaja atau tidak 2. sehingga tidak ada seorang muslim pun yang memperoleh sesuatu atau memetik buah melainkan setelah dia mengkonkritkan niat. tetapi ada yang dikecualikan yaitu bangkai ikan dan belalang berdasarkan hadits: “Dari Ibnu Umar berkata: ” Dihalalkan untuk dua bangkai dan dua darah. An-Nathihah. b) Supaya setiap muslim suka membiasakan bertujuan dan berkehendak dalam seluruh hal. maka arti menyembelih --yang dapat mengeluarkan binatang dari kedudukannya 9 . (Dinukil dari AlMulakhas Al-Fiqhi 2/461 oleh Syaikh Dr. Shahih Al-Fauzan).diharamkan oleh Allah adalah darah yang mengalir. sekalipun berbeda cara menyembelihnya. bahwa makan bangkai itu adalah suatu perbuatan yang rendah yang dapat menurunkan harga diri manusia. Al-Munkhaniqoh. Adapun dua bangkai yaitu ikan dan belalang. Daraqutni: 538).

tidak membiarkan begitu saja binatangnya itu diserang oleh sakit dan kelemahan sehingga mati dan hancur. telah ditandaskan dalam al-Qur’an. Maka tepatlah 10 . bahwa makan daging babi itu sangat berbahaya untuk seluruh daerah. mungkin karena penyakit yang mengancam. Tentang keharamannya. atau karena sesuatu sebab mendatang. Kesemuanya ini tidak dapat dijamin untuk tidak membahayakan. Jadi seolah-olah Allah tidak rela kepada seseorang untuk makan sesuatu yang dicapai tanpa tujuan dan berfikir sebelumnya.sebagai bangkai-. Dan barangkali pengetahuan modern berikutnya akan lebih banyak dapat menyingkap rahasia haramnya babi ini daripada hari kini. Almaidah: 3) Naluri manusia yang baik sudah barang tentu tidak akan menyukainya. kecuali yang sempat kamu menyembelihnya. Ini diperoleh berdasarkan penyelidikan ilmiah. c) Binatang yang mati dengan sendirinya. dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu.S. Tetapi dia harus segera memberikan pengobatan atau mengistirahatkan Babi Babi peliharaan maupun liar. Dan mencakup seluruh anggota tubuh babi sekalipun minyaknya. dan diterkam binatang buas. Maka barang siapa terpaksa karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa. darah. sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu. jantan maupun betina. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. lebih-lebih di daerah panas. Tetapi barangsiapa dalam keadaan terpaksa (memakannya) sedang dia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas. dan binatang yang (ketika disembelih) disebut (nama) selain Allah.S. dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala. (Q. (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah. maka tidak ada dosa baginya. hadits dan ijma’ ulama. Pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu. Dan (diharamkan juga) mengundi nasib dengan anak panah. karena makananmakanan babi itu yang kotor-kotor dan najis. usaha dan perbuatan. Berbeda dengan binatang yang disembelih dan yang diburu. berarti dengan begitu Ia telah memberi kesempatan kepada hewan atau burung untuk memakannya sebagai tanda kasih-sayang Allah kepada binatang atau burungburung tersebut. Albaqarah: 173) Diharamkan bagimu (memakan) bangkai. sebagaimana halnya makan bangkai ini. yang jatuh.tidak lain adalah bertujuan untuk merenggut jiwa binatang karena hendak memakannya. Karena binatang-binatang itu adalah makhluk seperti kita juga. sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. atau karena makan tumbuh-tumbuhan yang beracun dan sebagainya. darah daging babi. bahwa makan daging babi itu salah satu sebab timbulnya cacing pita yang sangat berbahaya. dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku. daging babi. Contohnya seperti binatang yang mati karena sangat lemah dan kerena keadaannya yang tidak normal. bahwa keduanya itu tidak akan dapat dicapai melainkan dengan tujuan. sebagaimana ditegaskan oleh al-Quran. Ilmu kedokteran sekarang ini mengakui. Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai. yang terpukul. (mengundi nasib dengan anak panah itu) adalah kefasikan. e) Supaya manusia selalu memperhatikan binatang-binatang yang dimilikinya. yang tercekik. (Q. pada umumnya mati karena sesuatu sebab. d) Allah mengharamkan bangkai kepada kita umat manusia. yang ditanduk.

Dan kami tidak mengetahui seorang ulama’pun yang membolehkan untuk memakannya. Hal ini berdasarkan hadits : Dari Abu Hurairah dari Nabi saw bersabda: “Setiap binatang buas yang bertaring adalah haram dimakan” (HR. Ibnu Qoyyim serta Ibnu Hajar dalam At-Talkhis Habir (1/1507). Abu Daud (3801). baik ditinjau dari segi bahasa maupun segi urf (kebiasaan) manusia. Apakah termasuk binatang buas yang haram ataukah tidak ? Pendapat yang rajih bahwa musang adalah halal sebagaimana pendapat Imam Ahmad dan Syafi’i berdasarkan hadits: “Dari Ibnu Abi Ammar berkata: Aku pernah bertanya kepada Jabir tentang musang.”. kera dan sejenisnya. Lantas apakah hadits Jabir ini bertentangan dengan hadits larangan di atas? Imam Ibnu Qoyyim menjelaskan dalam I’lamul Muwaqqi’in (2/120) bahwa tidak ada kontradiksi antara dua hadits di atas. Tirmidzi. 1933) Yang dimaksud binatang buas disini adalah binatang yang memiliki taring atau kuku tajam untuk melawan manusia seperti serigala. Aku bertanya lagi: Apakah engkau mendengarnya dari Rasulullah ? Jawabnya: Ya. Demikianpula anjing. Ibnu Khuzaimah. Pendapat yang menyatakan makruh saja adalah pendapat yang salah. HR. 476 oleh Al-Albani. Hadits ini secara jelas menunjukkan haramnya memakan binatang buas yang bertaring bukan hanya makruh saja. (Shahih." (al-A'raf: 156) Sementara ahli penyelidik berpendapat. Nasa’i (5/191) dan dishahihkan Bukhari. Tirmidzi (851). macan tutul. (lihat At-Tamhid (1/111) oleh Ibnu Abdil Barr. Al-Hakim. (Lihat Syarh Sunnah (11/234) oleh Imam Al-Baghawi). bahwa membiasakan makan daging babi dapat melemahkan perasaan cemburu terhadap hal-hal yang terlarang. apakah ia termasuk hewan buruan ? Jawabnya: “Ya”. Al. harimau. I’lamul Muwaqqi’in (4-356) oleh Ibnu Qayyim dan As-Shahihah no. gajah dan seluruh binatang buas yang bertaring. Lalu aku bertanya: apakah boleh dimakan ? Beliau menjawab: Ya. Ibnu Hibban. Burung Pemburu yang Berkuku Tajam 11 . singa. Binatang Buas yang Memangsa dengan Taring Binatang yang memangsa binatang lain dengan taring hukumnya haram. anjing.Baihaqi. Dan hujjah adalah sabda Nabi saw bukan pendapat orang…. Sebab musang tidaklah termasuk kategori binatang buas. Semua itu haram dimakan.apa yang ditegaskan Allah: "Dan Allah mengharamkan atas mereka yang kotor-kotor. Para ulama berselisih pendapat tentang musang. Muslim no. Imam Ibnu Abdil Barr juga mengatakan dalam At-Tamhid (1/127): “Saya tidak mengetahui persilangan pendapat di kalangan ulama kaum muslimin bahwa kera tidak boleh dimakan dan tidak boleh dijual karena tidak ada manfaatnya. beruang. Semuanya sama saja bagiku (keharamannya).

Burung pemburu yang berkuku tajam hukumnya haram untuk dikonsumsi. Ahmad. 4219 dan Muslim no. Syafi’i. Ini merupakan pendapat Zaid bin Ali. Nasa’i (7/201). Dalam hadits di atas terdapat dua masalah : Pertama : Haramnya keledai jinak. Ibnu Juraij berkata: “Apakah sahabat Rasulullah ? Jawabnya : Ya. elang dan sejenisnya”. burung bangkai dan burung yang sejenis dengan elang. dan mengandalkan kukunya sebagai senjata untuk menangkap mangsanya. Daraqutni (4/288-289) dan Al-Baghawi dalam Syarhu Sunnah no. mereka menyembelih kuda. Ibnu Abi Syaiban meriwayatkan dengan sanadnya yang sesuai syarat Bukhari Muslim dari Atha’ bahwa beliau berkata kepada Ibnu Juraij: ” Salafmu biasa memakannya (daging kuda)”. maka hukumnya halal dengan kesepakatan ulama. rajawali. Ini merupakan pendapat jumhur ulama dari kalangan sahabat. Ibnu Hibban (5272). Daud dan mayoritas ulama tentang haramnya memakan binatang buas yang bertaring dan burung yang berkuku tajam. Adapaun keledai liar. Imam Nawawi berkata dalam Syarh Shahih Muslim 13/72-73: “Dalam hadits ini terdapat dalil bagi madzab Syafi’i. 1934) Imam Al-Baghawi berkata dalam Syarh Sunnah (11/234): “Demikian juga setiap burung yang berkuku tajam seperti burung garuda. Baihaqi (9/327). tabi’in dan ulama setelah mereka berdasarkan hadits-hadits shahih dan jelas seperti di atas. Ahmad. seperti burung elang. Ahmad (3/356). Ishaq bin Rahawaih dan mayoritass ulama salaf berdasarkan hadits-hadits shahih dan jelas di atas. 2811). hal ini berdasarkan hadits: “Dari Jabir berkata: “Rasulullah melarang pada perang khaibar dari (makan) daging khimar dan memperbolehkan daging kuda”. (Lihat Subulus Salam (4/146-147) oleh Imam As-Shan’ani). Keledai Jinak Keledai jinak hukumnya haram. Abu Hanifah. 1941) Dalam riwayat lain disebutkan begini : “Pada perang Khaibar. hal ini berdasarkan hadits : Dari Ibnu Abbas berkata: “Rasulullah melarang dari setiap hewan buas yang bertaring dan burung berkuku tajam” (HR Muslim no. Lalu Rasulullah melarang dari bighal dan khimar dan tidak melarang dari kuda. (Shahih.” Yang dimaksud dengan burung yang berkuku tajam yaitu burung yang kukunya dapat melukai. (HR Bukhori no. Kedua : Halalnya daging kuda. ruak-ruak. Al-Jallalah 12 . HR Abu Daud (3789). burung hantu. (Lihat Sailul Jarrar (4/99) oleh Imam Syaukani). bighal dan khimar.

Hewan yang Diperintahkan untuk membunuhnya Ada beberapa hewan yang kita dianjurkan untuk membunuhnya karena hewan-hewan ini banyak menimbulkan kerugian bagi manusia. tikus. Semua hewan yang kita dianjurkan untuk membunuhnya adalah haram untuk dimakan. Tirmidzi: 1823 dan Ibnu Majah: 3189) “Dari Amr bin Syu’aib dari ayahnya dari kakeknya berkata: Rasulullah melarang dari keledai jinak dan jalalah. tikus.”. 1829) Imam ibnu Hazm mengatakan dalam Al-Muhalla: “Setiap binatang yang diperintahkan oleh Rasulullah supaya dibunuh maka tidak ada sembelihan baginya. Apabila hewan tersebut memakan kotoran hanya bersifat kadang-kadang. diantaranya adalah ular. Abu Daud no.” (HR. dan burung lang dan sejenisnya. Pendapat ini dikuatkan oleh imam Syaukani dalam Nailul Authar (7/464) dan Al-Albani dan At-Ta’liqat Ar-Radhiyyah (3/32). 2558 dengan sanad shahih) “Dalam riwayat lain disebutkan: Rasulullah melarang dari memakan jallalah dan susunya. maka ini tidak termasuk kategori jalalah dan tidak haram dimakan seperti ayam dan sejenisnya…” Hukum jalalah haram dimakan sebagaimana pendapat mayoritas Syafi’iyyah dan Hanabilah. Hal itu 13 . baik di tanah halal maupun maupun di tanah haram yaitu ular. Al-Qoffal. Hal ini berdasarkan hadits : “Dari Ibnu Umar berkata: Rasulullah melarang dari jalalah unta untuk dinaiki. Apabila pengaruh kotoran pada daging hewan yang membuat keharamannya itu hilang. Al-Baghawi dan Al-Ghozali. Al-Baghawi dalam Syarh Sunnah (11/254) juga berkata: “Kemudian menghukumi suatu hewan yang memakan kotoran sebagai jalalah perlu diteliti. anjing galak. anjing galak. Al-Juwaini. bahkan hukumnya hahal secara yakin dan tidak ada batas waktu tertentu. “Dari Aisyah berkata: Rasulullah bersabda: Lima hewan jahat yang hendaknya dibunuh. Pendapat ini juga ditegaskan oleh Ibnu Daqiq Al-’Ied dari para fuqaha’ serta dishahihkan oleh Abu Ishaq Al-Marwazi. maka tidak lagi haram hukumnya. baik itu hewan berkaki dua maupun berkaki empat. burung gagak. Ada juga hadits yang menjelaskan tentang perintah membunuh tokek dan cicak. dan burung lang. (Lihat Fathul Bari (9/648) oleh Ibnu Hajar).Al-Jalalah yaitu hewan yang makanan pokoknya adalah kotoran-kotoran seperti kotoran manuasia/hewan dan sejenisnya. gagak. ” (HR. Sebab diharamkannya jalalah adalah perubahan bau dan rasa daging dan susunya. Muslim no. Al-Hafidz Ibnu Hajar menjelaskan (9/648): “Ukuran waktu boelhnya memakan hewan jalalah yaitu apabila bau kotoran pada hewan tersebut hilang dengan diganti oleh sesuatu yang suci menurut pendapat yang benar. karena Rasulullah melarang dari menyia-nyiakan harta dan tidak halal membunuh binatang yang dimakan” (Lihat pula AlMughni (13/323) oleh Ibnu Qudamah dan Al-Majmu’ Syarh Muhadzab (9/23) oleh Nawawi). (HR. menaiki dan memakan dagingnya ” (HR Ahmad (2/219) dan dihasankan Al-Hafidz dalam Fathul Bari 9/648). 1198 dan Bukhari no. Abu Daud : 3785.

agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya. diantaranya adalah: “Hingga apabila mereka sampai di lembah semut berkatalah seekor semut: Hai semutsemut.” (Lihat Al-Majmu’ (9/23) oleh Nawawi). burung hud-hud dan burung surad. cacing. An naml: 18) “kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu). yang menjadi permasalahan adalah setiap orang punya persepsi tentang ‘menjijikkan’ sendiri-sendiri. diantaranya adalah semut. Di dalam Al-Qur’an ada beberapa ayat yang menjelaskan tentang semut. “Dari Ummu Syarik berkata bahwa Nabi memerintahkan supaya membunuh tokek/cecak” (HR. Ibnu Majah (3224). sedangkan mereka tidak menyadari" (QS. serangga. burung hud-hud. ulat. Bukhari no. nampaknya disepakati keharamannya. Abu Daud (5267). maka hukumnya haram.347).berarti bahwa tokek dan cicak haram hukumnya.” (QS. tentu tidak akan dilarang membunuhnya. Haramnya hewan-hewan di atas merupakan pendapat mayoritas ahli ilmu sekalipun ada perselisihan di dalamnya kecuali semut. tokek dan lain-lain. tawon. Cara menentukan hukumnya adalah dengan melihat kebanyakan orang. masuklah ke dalam sarang-sarangmu. Imam Ibnu Abdil Barr berkata dalam At-Tamhid: “Tokek/cecak telah disepakati keharaman memakannya” Hewan yang Dilarang oleh Agama untuk Membunuhnya Ada beberapa hewan yang kita dilarang untuk membunuhnya karena hewan ini banyak memberi manfaat kepada manusia. Dari perut lebah itu ke luar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya. Semut merupakan binatang yang spesial. Ibnu Hibban (7/463) dan dishahihkan Baihaqi dan Ibnu Hajar dalam At-Talkhis 4/916). di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. “Dari Ibnu Abbas berkata: Rasulullah melarang membunuh 4 macam binatang: semut. karena seandainya boleh dimakan. jika kebanyakan orang menganggap suatu hewan itu menjijikkan. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan. lebah. burung surad. ” (HR Ahmad (1/332. Namun. 3359 dan Muslim 2237). seperti tikus. lalat. Imam Syafi’i dan para sahabatnya mengatakan: “Setiap hewan yang dilarang dibunuh berarti tidak boleh dimakan. An nahl: 69) Hewan yang Menjijikkan Diantara hewan yang haram yaitu hewan yang dianggap menjijikkan. Hewan yang Hidup di Dua Alam (Amphibi) 14 .

berhala. Menurut sebuah penelitian. selain bahaya yang diakibatkan oleh minuman beralkohol. kura-kura.Binatang yang dapat hidup di darat dan di air seperti kodok. tuak. vodka. Pertama kali yang dicanangkan Nabi Muhammad s. Rasulullah s. "Hai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya arak.w. betapapun merek dan nama yang dipergunakan oleh manusia. pernah ditanya tentang minuman yang terbuat dari madu. vermouth. atau dari gandum dan sya'ir yang diperas sehingga menjadi keras. Nasa’i (4355). dalam menjawab pertanyaan tersebut beliau sampaikan dengan kalimat yang pendek dan padat: 15 . Oleh sebab itu Bir dan sebagainya dapat dihukumi haram. yaitu memabukkan. kepiting . dan undian adalah kotor dari perbuatan syaitan. Kalau diadakan penyelidikan secara teliti di rumah-rumah sakit. Abu Daud (5269). Khamar Khamar adalah bahan yang mengandung alkohol yang memabukkan. tidak ada bahaya yang lebih parah yang diderita manusia. bahwa kebanyakan orang yang gila dan mendapat gangguan saraf adalah disebabkan oleh minuman keras.a. termasuk bir. Al-Hakim (4/410-411). yaitu beliau tidak memandangnya dari segi bahan yang dipakai untuk membuat arak itu. dan lain-lain. arak. Apakah kamu tidak mau berhenti?" (al-Maidah: 90-91) Khamar adalah berasal dari perbuatan syaitan. (HR Ahmad (3/453). ular hukumnya haram. Termasuk juga kebanyakan orang yang mengadukan dirinya karena diliputi oleh suasana kegelisahan. Justru itulah al-Qur’an menyerukan kepada umat Islam untuk menjauhi kedua perbuatan itu sebagai jalan untuk menuju kepada kebahagiaan. judi.w. lalu Rasulullah melarang membunuhnya. Utsman dan Ibnu Abbas bahwa seluruh bangkai laut hukumnya halal kecuali katak. dan bahan apapun yang dipakai. gin. Haramnya katak secara mutlak merupakan pendapat Imam Ahmad dan beberapa ulama lainnya serta pendapat yang shahih dari madzab Syafe’i. Namun.a. Al-Abdari menukil dari Abu Bakar AsShidiq. ada sebagian kecil ulama yang menghalalkannya. “Dari Abdur Rahman bin Utsman Al-Qurasyi bahwasanya seorang tabib pernah bertanya kepada Rasulullah tentang kodok/katak dijadikan obat. Baihaqi (9/258. Nabi Muhammad sesuai dengan sifatnya berbicara pendek tetapi padat.318) dan dishahihkan Ibnu Hajar dan Al-Albani). Oleh karena itu jauhilah dia supaya kamu bahagia. adalah disebabkan oleh minuman keras. Umar. buaya. tentang masalah arak. Kebanyakan orang yang bunuh diri ataupun yang membunuh kawannya adalah disebabkan minuman keras. tetapi beliau memandang dari segi pengaruh yang ditimbulkan. Syaitan hanya bermaksud untuk mendatangkan permusuhan dan kebencian di antara kamu disebabkan khamar dan judi. sedang syaitan hanya gemar berbuat yang tidak baik dan mungkar. orang yang membawa dirinya kepada lembah kebangkrutan dan menghabiskan hak miliknya. serta menghalangi kamu ingat kepada Allah dan sembahyang. Oleh karena itu bahan apapun yang nyatanyata memabukkan berarti dia itu arak.

Oleh karenanya. darah. Makanlah dari makanan yang baik-baik yang telah Kami berikan kepadamu. dan setiap arak adalah haram. dan binatang yang (ketika disembelih) disebut (nama) selain Allah. Semua itu hukumnya haram dengan kesepakatan ulama. obat-obatan terlarang termasuk narkoba dan berbagai macam jenisnya adalah haram hukumnya karena hanya akan menimbulkan rasa sakit dan kesengsaraan bagi penggunanya. maka hukum sembelihan tersebut adalah haram dengan kesepakatan ulama. Orangorang jahiliyah dulu biasa memakan hewan yang diterkam oleh binatang buas baik kambing. taghut. unta. maka hewan tersebut adalah halal karena telah disembelih secara halal. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. maka tidak ada dosa baginya. daging babi.sapi dsb. serigala atau anjing lalu dimakan sebagiannya kemudian mati karenanya. karena Allah mewajibkan agar setiap makhlukNya disembelih dengan nama-Nya yang mulia. Dan Kami naungi kamu dengan awan. apabila seorang tidak mengindahkan hal itu bahkan menyebut nama selain Allah baik patung. dan Kami turunkan kepadamu "manna" dan "salwa". (QS. Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai. (QS. Racun Racun hukumnya haram karena islam melarang umatnya untuk menganiaya diri sendiri maupun orang lain. Albaqarah: 173) Hewan yang Diterkam Binatang Buas Yakni hewan yang diterkam oleh harimau. Adapun hewan yang diterkam binatang buas apabila dijumpai masih hidup (bernyawa) seperti kalau tangan dan kakinya masih bergerak atau masih bernafas kemudian disembelih secara syar’i. Tetapi barangsiapa dalam keadaan terpaksa (memakannya) sedang dia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas." (Riwayat Muslim) Dan Umar pun mengumumkan pula dari atas mimbar Nabi. akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri. 16 . maka hukumnya adalah haram sekalipun darahnya mengalir dan bagian lehernya yang kena. "Bahwa yang dinamakan arak ialah apa-apa yang dapat menutupi fikiran. dan tidaklah mereka menganiaya Kami. Sembelihan Untuk Selain Allah Yakni setiap hewan yang disembelih dengan menyebut selain nama Allah hukumnya haram. Al Baqarah: 57) Racun di sini mengandung arti yang luas." (Riwayat Bukhari dan Muslim)."Semua yang memabukkan berarti arak. maka Allah mengharamkan hal itu bagi kaum mukminin. berhala dan lain sebagainya .

seperti kotoran. Janganlah makan makanan yang haram 3. Simpulan Makanan adalah segala sesuatu yang dimakan atau diminum manusia serta bahan yang digunakan dalam produksi makanan dan minuman. 3) Tidak menjijikkan. Kebalikannya. Hikmah dari penetapan halal dan haram adalah agar kita dapat terselamatkan dari makananmakanan yang merugikan kita baik secara fisik maupun psikis sehingga kita senantiasa dalam keadaan baik. Sudah diatur jelas hukum-hukum Allah melalui hadits dan Al-Qur’an. Hewan darat 2). juga yang menjijikkan. seperti darah dan bangkai. kencing dan kutu. insya Allah tubuh dan perilaku kita juga baik dan amal beribadah pun akan semakin baik. Hewan yang hidup di dua alam. hukumnya haram.sedangkan hewan darat ada yang halal dan ada pula yang haram. jauhilah makanan yang subhad agar engkau tidak terjerumus dalam hal-hal yang haram 4. Segala sesuatu yang dimakan dan diminum asal hukumnya adalah halal. Hewan air 3). Bumi dan seisinya diciptakan oleh Allah agar bisa dimanfaatkan demi kemaslahatan umat manusia. Begitu juga yang mengandung bahaya. seperti racun. Semua makanan yang haram bisa menjadi halal jika benar-benar terpaksa tidak ada makanan lain dan jika tidak makan itu dia akan mati. dengan tiga syarat: 1) Makanan itu suci.Binatang diklasifikasikan menjadi 3 yaitu: 1). 2) Tidak mengandung bahaya. B. Makanan ada yang halal dan ada yang haram. Jika makanan kita baik. Makanlah makanan yang halal lagi baik 2. Dan diantara halal dan haram ada perkara yang subhad. hukumnya haram. Saran 1. Diantara halal dan haram terdapat subhad.BAB III PENUTUP A. terutama makanan yang masih asing bagi kita Yang kita belum tahu betul asal-usulnya DAFTAR PUSTAKA 17 . Berhati-hatilah dalam memilih makanan. Semua hewan air hukumnya halal dan semua hewan yang hidup di dua alam. setiap makanaan yang najis.

Al Qur’an Rahman. Fiqh Islam.serambinews.org/2007/11/05/makananminuman-halal-dan-haram/ 18 . Tafsir seper sepuluh dari Al Qur'an Al Karim http://www. Sulaiman. Surabaya: Al-Hidayah Rasjid. 1976.com/news/makanan-dan-minuman-halal http://anggara. Jakarta: Attahiriyah. Hadis Arbain Annawawiyah. Tohir. M.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful

Master Your Semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master Your Semester with a Special Offer from Scribd & The New York Times

Cancel anytime.