Pelaksanaan Biosekuritas Pada Peternakan Ayam

Upik Kesumawati Hadi
Bagian Parasitologi dan Entomologi Kesehatan Departemen Ilmu Penyakit Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Fakultas Kedokteran Hewan IPB

Dalam

tata

laksana

usaha

peternakan

ayam

progam

biosekuritas

merupakan suatu hal penting yang harus dijalankan. Program biosekuritas sebenarnya relatif tidak mahal tetapi merupakan cara termurah dan efektif dalam mencegah dan mengendalikan penyakit pada ayam. Bahkan tidak satupun program pencegahan penyakit dapat bekerja dengan baik tanpa disertai program biosekuritas.

Apakah Biosekuritas? Asal kata biosekuritas adalah dari kata asing biosecurity yaitu bio artinya hidup dan security artinya perlindungan atau pengamanan. Jadi biosecurity adalah sejenis program yang dirancang untuk melindungi kehidupan. Dalam arti yang sederhana kalau untuk peternakan ayam adalah membuat kuman atau agen penyakit jauh dari tubuh ayam dan menjaga ayam jauh dari kuman. Menurut Winkel (1997) biosekuritas merupakan suatu sistem untuk mencegah penyakit baik klinis maupun subklinis, yang berarti sistem untuk mengoptimalkan produksi unggas secara keseluruhan, dan merupakan bagian untuk mensejahterakan hewan (animal welfare). Pada awalnya konsep biosekuritas diterapkan untuk menghasilkan unggas yang bebas penyakit tertentu ( spesific patogen free) untuk keperluan penelitian secara eksperimental. Tetapi saat ini telah diterapkan pada berbagai jenis peternakan sebagi upaya praktis untuk mencegah masuknya organisme penyebab penyakit (patogen) dari luar ke dalam peternakan. Bahkan diterapkan juga di negara-negara berdaulat sebagai upaya untuk melindungi industri peternakannya dari berbagai penyakit berbahaya yang tidak ditemukan di wilayahnya (penyakit eksotik). Aspek-aspek yang menjadi ruang lingkup program biosekuritas adalah upaya membebaskan adanya penyakit-penyakit tertentu, memberantas dan mengendalikan pengakit-penyakit tertentu, memberikan kondisi lingkungan yang

Aspek-aspek ini bagi industri peternakan ayam sangat dituntut mengingat cara pemeliharaannya yang dikandangkan. enteritidis. Masuknya ayam dari luar flok (transmisi horizontal) 4. Tertular melalui telur-telur dari flok-flok pembibit yang terinfeksi. dan bau yang kerap kali menimbulkan gangguan bagi penduduk sekitarnya. . Adanya penyakit terjadi dipengaruhi oleh tiga faktor yaitu agen penyakit. Oleh karena itu perhatian yang lebih sangat diperlukan dalam pelaksanaannya. bakteri.layak bagi kehidupan ayam. bakteri Samonella pullorum. mikroorganisme selalu berinteraksi dalam keadaan harmoni (seimbang) apabila tubuh ternak mempunyai daya tahan yang tinggi terhadap infeksi mikroorganisme tersebut. mengamankan resiko bagi konsumen. Apabila terjadi perubahan-perubahan yang menyebabkan ketidakseimbangan interaksi tersebut. juga perlakuan terhadap ayam mati. misalnya menguntungkan di sisi mikroorganisme. dan merugikan kondisi hewan ternak yang dipelihara. inang (ayam) dan lingkungan. S. maka terjadilah penyakit pada ternak dengan derajat yang bervariasi. 3. dan dipelihara dalam jumlah yang banyak. sehingga ayam rentan terhadap ancaman berbagai macam penyakit baik yang menular maupun tidak menular. Bagaimana agen pengakit masuk ke peternakan ayam? Agen penyakit bisa masuk ke dalam lingkungan peternakan ayam melalui berbagai macam cara seperti berikut ini: 1. Terbawa masuk ketika anak ayam (DOC) datang (transmisi vertikal) 2. Masuknya ayam sehat yang baru sembuh dari penyakit tetapi sekarang berperan sebagai pembawa (carrier). dan Mycoplasma serta Aspergillus. Agen penyakit apa saja yang terdapat di lingkungan? Agen penyakit adalah mikroorganisme yang terdapat di dalam lingkungan seperti virus. Di alam. fungi dan parasit baik yang di dalam (endoparasit) maupun yang diluar tubuh ayam (ektoparasit). Contoh agen penyakit yang ditularkan dari induk ke anak ayam adalah virus Egg Drop Syndrome dan virus Leukosis. kehadiran lalat. dan resiko bagi karyawan yang terlibat dalam tatalaksana usaha peternakan ayam. mengamankan keadaan produk yang dihasilkan.

7. 8. Psitakosis. Kumbang merupakan reservoar sejumlah besar infeksi termasuk penyakit Marek. Vaksin unggas terkontaminasi yang dibuat pada telur yang diperoleh dari peternakan yang tidak bebas patogen spesifik (non-SPF) dapat mengandung patogen antara lain adenovirus. . Egg Drop Syndrom. tungau dan serangga lain. Patogen juga dapat ditularkan diantara ternak akibat peralatan vaksinasi yang digunakan dalam pemberian vaksin atau petugas yang terkontaminasi. predator (kumbang). atau agen lain yang bertanggung jawab terhadap anemia dan retikuloendoteliosis. Gumboro. sedangkan Culicoides (agas atau mrutu) dapat menjadi vektor leucocytozoonosis yang cukup merugikan. 9. Kontaminasi bahan baku pakan atau pakan jadi dengan beberapa jenis patogen seperti Salmonella spp atau IBD/Gumboro dan paramyxovirus. caplak. kandang ayam. salmonellosis. Terbawa masuk melalui kaki (sepatu).5. tempat telur dll. tangan dan pakaian pengunjung atau karyawan yang bergerak dari flok ke flok. Terbawa oleh burung-burung liar. Burung liar merupakan reservoar bagi penyakit ND. Caplak Argas dapat menjadi vektor pembawa spirokhetosis. Terbawa melalui makanan yang tercemar mikroorganisme di pabriknya. Tertular melalui vaksin hidup atau kontaminasi vaksin. Menular lewat udara seperti virus velogenik ND dan ILT. Aflatoksin dapat menginfeksi kawanan unggas yang peka terhadap penyakit ini. misalnya berbagai penyakit virus dan bakteri (Salmonella. lalat. dan kotoran (manure) pada peralatan dan sarana lain seperti truk. IB. Escherichia coli) dan fungi (Aspergillus) 10. rodensia (tikus). Campylobacter) 6. Lalat dapat menularkan berbagai bakteri penyebab penyakit pencernaan ayam dan virus cacar ayam (fowl pox). Terbawa melalui debu. 11. Tungau Ornitonyssus bursa dapat menimbulkan gangguan produksi ayam dan kegatalan bagi karyawan. bulu-bulu atau sayap. Menular lewat air seperti berbagai jenis bakteri (Salmonella. Rodensia dapat menyebarkan berbagai ragam penyakit termasuk pasteurellosis dan salmonellosis. pasteurellosis dan koksidiosis. reovirus. influensa unggas dan Pasteurella spp.

Mikoplasmosis M. Pasteurella dan Mycoplasma dan beberapa jenis bakteri dapat juga hidup beberapa lama di luar tubuh. Tabel 1 Lama hidup agen penyebab penyakit di luar tubuh unggas Nama penyakit Lama hidup di luar Agen Penyakit tubuh unggas Virus avibirna Infectious bursal disease/ Gumboro Eimeria spp Virus duck plague Pasteurella multocida Haemophylis gallinarum Virus herpes onkogenik Virus paramyxo Koksidiosis Duck plague Kolera ayam Coryza (Snot) Marek ND Beberapa bulan Beberapa hari Beberapa minggu Beberapa jam-hari Beberapa bulan-tahun Beberapa hari-minggu Beberapa jam-hari Beberapa bulan Mycoplasma gallisepticum. Salmonella.Banyak mikroorganisme patogen yang akan menetap di luar tubuh inang ayam seperti Coccidia (berbagai jenis Eimeria). Virus-virus penyebab gangguan pernafasan cenderung lemah di luar tubuh inang meskipun dapat menempuh perjalanan paling tidak 5 mil di udara bila kondisinya memuaskan. (1978) Pemahaman terhadap mekanisme penularan penyakit pada peternakan ayam merupakan langkah awal di dalam upaya pelaksanaan program biosekuritas. terutama di dalam bahan organik. synoviae Salmonella spp Histomonas Aspergillus fumigatus Mycobacterium avium Salmonellosis Histomoniasis Aspergillosis Avian tuberculosis Beberapa bulan Beberapa bulan Beberapa bulan Beberapa tahun Jeffrey (1997). Histomonas. Keberhasilan program biosekuritas juga harus didukung oleh dana dan . Lebih jelasnya Tabel 1 berikut ini menggambarkan lamanyanya agen penyakit dapat bertahan di alam atau di luar tubuh inang. Hofstad et al. Aspergilus dan berbagai jenis virus dapat tahan dalam waktu yang cukup lama.

meskipun tidak efektif paling tidak dapat mengurangi resiko.komitmen yang konsisten bagi pemilik maupun karyawan. Kontrol lalu lintas Biosekuritas ini secara umum memberlakukan kontrol tehadap lalu lintas orang. tikus. Tangan orang bisa juga menyebabkan infeksi dan harus didesinfeksi sebelum masuk bangunan kandang atau meninggalkannya. Pada peternakan yang harus menjalankan biosekuritas dengan ketat (Grand parent stock) akan menerapkan prosedur dengan sangat ketat misalnya tamu yang akan masuk sebelumnya tidak boleh mengunjungi farm pada level dibawahnya (Parent stock. Kontrol lalu lintas tidak hanya berlaku untuk orang tetapi juga untuk hewan seperti burung-burung liar . burung. Kucing dan anjing seringkali dianggap sebagai pembawa penyakit yang potensial. harus segera disingkirkan agar tidak mengundang lalat berkembang biak . kumbang dan lainnya secara leluasa dapat memasukinya (rodent proof). dan manfaatnya dalam mengendalikan tikus cukup nyata dibandingkan kerugian yang ditimbulkannya. Bagaimana pelaksanaan program biosekuritas? 1. kumbang predator. Pada saat . Konstruksi bangunan yang terbuka sebaiknya diberi kawat pelindung untuk mencegah masuknya serangga terbang atau predator. baju penutup. tetapi bukti-bukti kurang mendukung. komersial. Limbah kotoran ayam dan sekam basah. Program pengendalian tikus dapat dibuat secara berkesinambungan. prosesing dll) paling sedikit tiga hari setelah kunjungan tersebut. seperti mengunci pintu dan melarang semua pengunjung. mandi semprot. Konstruksi kandang dan ruang penyimpan pakan dibuat yang tidak memungkinkan binatang-binatang seperti tikus. lalu memakai sepatu khusus. atau mengizinkan masuk orang tertentu dan personil yang dibutuhkan (profesional) setelah mereka didesinfeksi. dan topi khusus yang telah didesinfeksi. serta monitoring yang ketat. Kebersihan halaman dan teras dinding serta pemotongan rumput harus teratur. terjadwal dan berkelanjutan. serangga dan lainnya. dengan menempatkan kotak pengumpan di pinggir kandang dengan selang 15-20 meter. Umpan tikus perlu dimonitor dalam jangka waktu tetrtentu misalnya setiap 5 hari sekali dengan umpan yang disukai tikus.

Dengan demikian akan selalu ada kontrol lalu lintas baik barang. sekitar ban disemprot desinfektan dengan sprayer tekanan tinggi. doc. Di tempat ini ia harus mandi semprot untuk didesinfeksi. maka vaksinasi sebelum infeksi terjadi di dalam flok ayam menjadi pilihan utama untuk melindungi ayam . Kombinasi ini agak jarang oleh karena itu virus-virus terpilih harus memberikan reaksi yang kecil sekali dan menyebabkan kekebalan yang tinggi. begitu masuk kolam desinfeksi kendaraan harus berhenti. Lalu lintas kendaraan yang memasuki areal peternakan juga harus dimonitor secara ketat.musim lalat dilakukan pengendalian baik dengan insektisida untuk membunuh lalat dewasa atau larva. Beberapa vaksin memberikan kekebalan yang baik tetapi menimbulkan reaksi setelah diberikan yang lebih berbahaya dari penyakit itu sendiri. 2. Virus yang ideal untuk vaksin adalah yang tidak memberikan reaksi dan mempunyai kekebalan yang tinggi. reaksinya tidak terlihat tetapi tingkat perlindungannya sangat rendah. Pada peternakan pembibitan yang memerlukan biosekuritas lebih ketat. Beberapa vaksin untuk infeksi bakteri tertentu biasanya kurang efektif . Vaksin yang lain. ataupun peralatan kandang lainnya. Antibiotika digunakan untuk memberantas infeksi bakteri. Vaksin virus yang ideal terbuat dari suatu virus yang tidak menimbulkan penyakit. Sementara itu penumpangnya harus berjalan kaki lewat pintu khusus untuk lalu lintas orang. Di peternakan yang memerlukan biosekuritas sangat ketat terdapat pemisahan dan batas yang jelas mengenai daerah sanitasi kotor dengan atau daerah sanitasi semi bersih atau bersih. tetapi virus yang sangat tinggi imunogenesitasnya. kehebatan reaksi biasanya tidak berhubungan dengan tingkat kekebalan. Karena tidak ada obat yang dapat melawan infeksi virus. Kendaraan yang memasuki farm harus melewati kolam desinfeksi yang terdapat di belakang gerbang. Kendaraan yang bisa masuk ke areal peternakan adalah kendaraan pengangkut makanan. Tidak semua vaksin efektifitasnya sama. bahan ataupun manusia. lalu seluruh bagian mobil bagian bawah. Perusahaan vaksin mempunyai kombinasi faktor-faktor yang terbaik terhadap virus yang ada sesuai dengan yang diharapkan. Vaksinasi Aspek lain dari biosekuritas adalah mencegah penyakit melalui vaksinasi. Tetapi.

inhalasi. dan bila terdapat infeksi sekunder pada saat itu. yang pemberiannya harus disuntikkan. 4. ayam bibit. Reaksi yang paling umum adalah terjadinya pembentukan jendolan pada tempat penyuntikan (granuloma). dapat juga menimbulkan reaksi yang berasal dari zat pembawanya. ayam nenek. ayam kalkun. 3. Yang penting diingat adalah vaksinlah sesuai dengan keperluan. dan diberikan melalui injeksi. kualitas dan lamanya kekebalan. atau tetes mata. Vaksin bisa dalam bentuk hidup atau mati. karena vaksin virus dapat merangsang bagian-bagian kunci dari sistem kekebalan dengan lebih baik. dan burung. Mikroagen yang terdapat dalam vaksin hidup akan berkembang di dalam tubuh unggas. ayam petelur komersial. Laporan hasil pemeriksaan laboratorium harus disimpan bersamaan dengan data performans setiap flok atau kandang. Semua vaksin mati. Pencatatan Riwayat Flok Mencatat riwayat flok adalah cara yang mudah untuk menjaga kesehatan flok ayam. Keduanya memberikan reaksi. peternak harus menyadari bahwa peternakannya mengandung agen penyakit yang berasal dari vaksin. Ayam harus secara rutin diperiksa kesehatannya ke laboratorium. Vaksin hidup terdiri atas mikroorganisme hidup. Pencucian Kandang Ayam Pencucian kandang ayam merupakan kegiatan biosekuritas yang paling berat. Vaksin ini dapat diberikan pada umur lebih muda daripada vaksin mati. Kontaminasi vaksin harus dicegah karena dapat menimbulkan gangguan yang serius. Usia unggas pada saat vaksinasi terhadap penyakit tertentu dan kapan perlu diulang merupakan faktor penting yang mempengaruhi tingkat. Laporan ini sangat bermanfaat begitu masalah muncul. Ketika menggunakan vaksin hidup. Program-program vaksinasi bervariasi pada ayam broiler. air minum. Segera setelah flok ayam diafkir dan liter diangkat keluar kandang. tindakan berikutnya adalah pembersihan dan desinfeksi terhadap seluruh . dengan mengecek titer darahnya terhadap penyakit tertentu. dapat terjadi reaksi yang hebat. monitoring bakteriologis dan sampling lainnya.dari pada kebanyakan vaksin virus.

dibilas. Sapulah dengan bersih dari atas sampai dasar kandang atau lantai. Secara total artinya dilakukan terhadap seluruh kandang secara lengkap dari bagian atas sampai ke bawah. Peralatan seperti penggaruk. Cara pencucian secara menyeluruh bisa dilakukan sebagai berikut: a. tempat makan dan minum. Penyemprotan dilakukan pada tekanan minimum 200 psi (pounds per square inch) agar penetrasi berlangsung baik. dan peralatan lainnya. sekop. lalu rendam. partisi. Gumpalan liter harus diangkat dan sisa-sisa yang menempel harus disikat dan disemprot air. Berikut ini caracara pencucian kandang untuk kandang ayam broiler dan ayam petelur 4. sikat. Seluruh atap. tetapi hanya bagian bawah (lantai) dan sekitarnya. dan tutuplah rapat-rapat.kandang dan lingkungannya. Keluarkan peralatan seperti brooder guard. dan peralatan lainnya. Hal ini dilakukan paling tidak setahun sekali. b. dinding. Angkat liter keluar dari kandang sejauh mungkin. tidak mencemari jalan atau pintu masuk kandang. Pencucian kandang ayam broiler Pencucian kandang ayam broiler bisa dilakukan secara total atau menyeluruh. tempat makanan. dan lain-lain semuanya harus dibersihkan dan didesinfeksi setelah dipakai. Usahakan liter tidak berceceran. wadah-wadah pengankut kotoran (manure). Hati-hati jangan sampai semprotan mengenai . termasuk seluruh rangkaian kabel listrik. tempat makan. setelah dibersihkan debunya. lalu didesinfeksi dengan menggunakan desinfektan yang kuat dan larut dalam air seperti senyawa fenol dengan konsentrasi sesuai aturan yang terdapat pada label. Gosok. tempat minum. d. dari kandang. bersihkan dan desinfeksi sebelum dipakai lagi untuk flok ayam berikutnya. Pencucian bisa juga secara parsial biasanya dilakukan tidak menyeluruh. korden. atau paling tidak 100 yard. Lepaskan lampu-lampu bohlam bersihkan dan ganti yang sudah putus dengan yang baru. kipas angin. Peningkatan konsentrasi desinfektan tidak akan menutupi pekerjaan pencucian yang tidak sempurna. sikat dan bersihkan seluruh instalasi air. truk pengangkut. dan kisi-kisi jendela. disomprot dengan air sabun.1. c.

2. maka orang.bagian dalam motor listrik. 4. Bila terdapat banyak kumbang (Alphitobius spp). Setelah lantai kering dan bersih maka liter baru dan peralatan kandang untuk DOC yang baru dapat dipasang dan disebar merata. ternak ayam. f. Pencucian kandang ayam petelur Pencucian kandang dan desinfeksi secara menyeluruh dilakukan diantara setiap kelompok umur remaja sangat dianjurkan. Gunakan insektisida yang sesuai pada bagian atas liter baru bila terdapat masalah serangga. Liter umumnya berupa sekam atau tatal dengan ketebalan 10 cm (minimal 8cm). e. maka semprotlah dindingnya dengan insektisida. atau bisa juga dilepas dahulu motornya. Cara-cara yang dianjurkan dalam pencucian kandang petelur secara menyeluruh adalah sebagai berikut: . setelah selesai buka kembali. oleh karena itu harus diselubungi dahulu sebelum disemprot. lalu dinding dan terakhir lantai. Pencucian kandang secara parsial hanya dilakukan pada kandang petelur dan peralatannya setelah flok dipindahkan dari tempat awalnya ke tempat yang baru. Penyemprotan dilakukan dari belakang dan bekerja mulai dari atap bangunan pertama kali. Desinfektan merupakan racun. dan mahluk hidup lainnya dapat turut teracuni. g. Bagian luar kandang seperti teras. saluran air. atap dan halaman juga diperlakukan sama. Jika pencucian telah selesai. kawat. Sediakan pula baskom dekontaminasi untuk mencuci kandang. Bila desinfektan tidak dipakai dalam proporsi yang dianjurkan seperti pada label. Kandang petelur dan peralatan harus dibersihkan secara menyeluruh dari atas sampai bawah dan didesinfeksi setelah setiap flok dipindahkan dari kandang semula dan sebelum flok baru dimulai. dan pemakaian sesuai dengan aturan yang dianjurkan dalam label dapat menjamin terbunuhnya patogen yang ingin dibasmi. Gunakan desinfektan sesuai anjuran pabriknya. Sediakan bak dekontaminasi sepatu di depan pintu masuk kandang. perbaikan pada bagian-bagian kandang yang rusak dapat dilakukan.

Kontrol terhadap pakan Biosekuritas terhadap pakan harus dilakukan terutama ditingkat pabrik pengolahan. tidak terkena air. Penyemprotan dilakukan pada tekanan minimum 200 psi (pounds per square inch) agar penetrasi bahan kimia berlangsung baik. e. Upaya yang harus dilakukan untuk mengamankan pakan ayam adalah: . Usahakan liter tidak berceceran. Masa kosong kandang sekitar dua minggu (minimal 14 hari). Sediakan bak dekontaminasi sepatu di depan pintu masuk kandang. dinding. atau paling tidak 100 yard. lalu didesinfeksi dengan menggunakan desinfektan yang kuat dan larut dalam air seperti senyawa fenol dengan konsentrasi sesuai aturan yang terdapat pada label. Hal ini harus secara ketat dilakukan mengingat banyaknya agen penyakit dan toksin yang dapat mencemari makanan. dibilas dengan air bersih. c. 5. korden. maka persiapan datangnya flok baru bisa dilakukan. Sediakan pula baskom dekontaminasi untuk mencuci kandang. b. dan kisi-kisi jendela. Seluruh atap. kipas angin. tempat makan dan minum. Hati-hati jangan sampai semprotan mengenai bagian dalam motor listrik. Bila terdapat kerusakan kandang maka perbaikan dilakukan pada saat ini. Ketika kering. setelah selesai buka kembali atau motor dilepas dahulu. Sapulah dengan bersih dari atas sampai dasar kandang atau lantai. dibersihkan dengan air (air sabun). dan didesinfeksi. dan tutuplah rapat-rapat. Angkat liter keluar dari kandang sejauh mungkin. d. termasuk seluruh rangkaian kabel listrik. setelah dibersihkan debunya. Setelah selesai perbaikan. korden harus digulung dan biarkan udara mengalir dengan sempurna.a. dibilas dengan air bersih. partisi. oleh karena itu harus diselubungi dahulu sebelum disemprot. Seluruh korden atau penutup pada kedua sisi harus disemprot dengan air sabun. dan peralatan lainnya. Lepas lampu-lampu bohlam bersihkan dan ganti yang sudah putus dengan yang baru. tidak mencemari jalan atau pintu masuk kandang.

Kontrol Air Air merupakan sumber penularan penyakit yang utama selain melaui pakan dan udara. asam butirat. . b. Melakukan pemeriksaan air secara kultur paling tidak sebulan sekali untuk menguji tingkat higienitas air minum ayam (kwalitatif dan kwantitatif). 6. Menghilangkan atau mengurangi dampak resiko terjadinya kesalahan formulasi pakan seperi kelebihan garam dan lain-lain. b. Melakukan pemeriksaan kualitas air minimal sekali dalam satu tahun yang meliputi pemeriksaan kimiawi (kesadahan. c. kandungan pakan. tetapi saat ini sudah banyak produk komersial lain seperti pemberian asam organik. sampling terhadap kandungan mikroorganisma. f. metal.a. Kolibasilosis. mulai dari sumber air sampai ketempat minum ayam (drinker). mineral) dan bakteriologis. Umunya sanitasi dilakukan dengan cara klorinasi. kadar aflatoksin. Aspergillosis dan Egg Drop Syndrome. baik sebelum berangkat maupun setibanya di farm konsumen. seperti kadar air. Memperhatikan lama penyimpanan bahan baku ataupun penyimpanan pakan jadi. Melakukan sanitasi truk pengangkut pakan. e. d. Oleh karena itu monitoring untuk program biosekuritas air adalah: a. dan penambahan acidifier (asam format. Berbagai penyakit yang ditularkan melaluiair antara lain Salmonellosis. crumbelling/pelleting. uji ketengikan. asam laktat. asam proprionant. Melakukan upaya pencegahan berkembangnya toksin jamur dengan menambahkan toxin binder. Memenuhi permintaan konsumen misalnya konsumen dari breeding farm biasanya minta persayaratan pakan tertentu untuk mencegah terjadinya salmonellosis. c. suhu 65-90 O dan analisis proksimat untk mengetahui kualitas Pakan yang diinginkan melalui perlakuan panas (pada C) dan penambahan vitamin. Perlakuan sanitasi air minum ayam diperlukan tergantung dari tingkat pencemarannya. atau asam sitrat). Melakukan pengawasan atas kualitas bahan baku secara teratur. Pengujian dilakukan secara berurutan dari hulu ke hilir.

Limbah ini harus dijauhkan dan dimusnahkan sejauh mungkin sari areal produksi. Apabila tidak mungkin dibuang atau dimusnahkan di luar. Kontrol limbah (sisa-sisa) produksi dan ayam mati Dalam tatalaksana usaha peternakan ayam sisa-sisa produksi atau limbah sudah jelas akan dijumpai. Munculnya jonjot (semacam lendir) organik pada pipa-pipa air minum dapat mengakibatkan tersumbatnya pipa-pipa saluran tersebut. Perlakuan ini dilakukan mengingat seringnya peternak memberikan vitamin. Bila mungkin harus ada petugas khusus yang mengambil sisa produksi ini secara teratur untuk dibuang atau dimusnahkan di luar areal produksi. mineral ataupun antibiotik melalui air minum. Liter basah atau liter yang sudah menggumpal segera mungkin diangkat dan diangkut ke tempat yang telah di sediakan. 7. Sebagian orang pasti merasa heran atau risih dengan tulisan atau berbagai peraturan yang terpampang di pintu yang mengisyaratkan bahwa tamu dapat membahayakan peternakan. Bagaimanapun tamu harus mengerti tujuan dari prosedur perlakuan demikian. Secara teratur melakukan flushing (penggelontoran) air di instalasi air di dalam kandang minimal seminggu sekali. meskipun jumlah dan virulensinya rendah tetapi dapat menimbulkan efek yang serius. Disposal pit dapat dibuat dengan luasan dan kedalaman tertentu tergantung pada sisa produksi harian serta tersedianya lahan. Kesimpulan Tata laksana usaha peternakan ayam dalam skala besar juga merupakan surga bagi perkembangan berbagai agen penyakit. Bila setiap orang menjalankan berbagai upaya isolasi secara ketat. maka tindakan karantina tidak perlu dilakukan. tidak lain adalah untuk menghentikan penyebaran berbagai agen penyakit menular. .d. yang sekaligus berarti mencegah kerugian bagi orang lain. Ayam mati sesegera mungkin diambil dari kandang dan setelah dilakukan pemeriksaan bedah pasca mati maka secepatnya dibakar dan dibuang ke tempat lubang pembuangan (disposal pit) di dalam peternakan. maka harus dipilih di lokasi di dalam wilayah peternakan yang memungkinkan sisa-sisa produksi ini tidak mengganggu kegiatan produksi lainnya serta mencegah pencemaran lingkungan.

1998. Calnek.S.K. Virginia Cooperative Extension. Biosecurity in a small Island State. 2001. P. 1989. Wingkel. H.V. Poultry International. angin dan waktu atau musim. 1997. padahal mortalitas yang tinggi dan penampilan yang buruk biasanya lebih merugikan lagi bila terburu-buru untuk memasukkan flok ayam baru. Seringkali pemilik hanya memikirkan kerugian pendapatan ketika kandangnya kosong. Yoder. I. ia akan membantu pemilik peternakan dan lingkungan tetangganya keluar dari berbagai permasalahan. World Poultry 13(9): 101 Shane. American Soybean Association.W. pemilik peternakan harus memanfaatkan peristiwa alam sekitar seperti sinar matahari. Desember 260: 88-90.M. Poultry Indonesia.W.F. 1997. W. Daftar Pustaka Blackwell. (Terjemahan). panas. 7th Ed. Production Biosecurity. Diseases of Poultry. American Association of Avian Pathologist. Pengendalian penyakit merupakan bagian dari rasa tanggung jawab terhadap yang lain. D. Biosecurity rules for poultry flocks. C. August:50-53. Buku Pedoman Penyakit Ungas. Poultry International. Publication Number 408-310. S. November: 45-47.Biosekuritas tidak lain menyerupai etiket untuk berbuat baik. Penyakit tidak dapat dikendalikan dan diberantas dengan cara berdiam diri atau memberikan informasi yang salah. Clauer. Biosecurity in Poultry Production: Where are we and where do we go? Prosiding 11th International Congress of the World Poultry Association. B. J. Helmboldt.T. Jefrey.l. P.S.1978. kering. Griffith.. . Hadi. Ketika upaya untuk memberantas dan mengendalikan agen penyakit dilakukan. 1997.M. Oleh karena itu lebih baik menunggu sedikit lebih lama (sekitar dua minggu lebih) kandang dibiarkan dalam keaadaan istirahat dulu sebelum flok berikutnya masuk. Biosecurity for Poultry. M. Bila dipraktekkan. Reid. hujan. 1997. Hofstad. M.J. Biosekuritas Farm Pembibitan Ayam (1).

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful