_Indra Wibawa Dwi Sukma_0715041046_

EKSTRAKSI CAIR-CAIR

1. Pengertian Ekstraksi Ekstraksi adalah pemisahan satu atau beberapa bahan dari suatu padatan atau cairan dengan bantuan pelarut. Ekstraksi juga merupakan proses pemisahan satu atau lebih komponen dari suatu campuran homogen menggunakan pelarut cair (solven) sebagai separating agen. Pemisahan terjadi atas dasar kemampuan larut yang berbeda dari komponen-komponen dalam campuran. Contoh ekstraksi : pelarutan komponenkomponen kopi dengan menggunakan air panas dari biji kopi yang telah dibakar atau digiling. Pemisahan zat-zat terlarut antara dua cairan yang tidak saling mencampur antara lain menggunakan alat corong pisah. Ada suatu jenis pemisahan lainnya dimana pada satu fase dapat berulang-ulang dikontakkan dengan fase yang lain, misalnya ekstraksi berulang-ulang suatu larutan dalam pelarut air dan pelarut organik, dalam hal ini digunakan suatu alat yaitu ekstraktor sokshlet. Metode sokshlet merupakan metode ekstraksi dari padatan dengan solvent (pelarut) cair secara kontinu. Alatnya dinamakan sokshlet (ekstraktor sokshlet) yang digunakan untuk ekstraksi kontinu dari sejumlah kecil bahan Istilah-istilah berikut ini umumnya digunakan dalam teknik ekstraksi: 1. Bahan ekstraksi: Campuran bahan yang akan diekstraksi 2. Pelarut (media ekstraksi): Cairan yang digunakan untuk melangsungkan ekstraksi 3. Ekstrak: Bahan yang dipisahkan dari bahan ekstraksi 4. Larutan ekstrak: Pelarut setelah proses pengambilan ekstrak 5. Rafinat (residu ekstraksi): Bahan ekstraksi setelah diambil ekstraknya 6. Ekstraktor: Alat ekstraksi 7. Ekstraksi padat-cair: Ekstraksi dari bahan yang padat

Dengan cara difusi akan terjadi kesetimbangan konsentrasi antara larutan tersebut dengan larutan di luar bahan padat. sehingga semakin rendah tahanannya. Pada ekstraksi bahan padat. Ekstraksi dibagi menjadi dua. dan jumlah total pelarut yang dibutuhkan menjadi besar. yaitu ketika bahan ekstraksi dicampur dengan pelarut. semakin pendek jalan yang harus ditempuh pada perpindahan massa dengan cara difusi. Ekstraksi akan lebih menguntungkan jika dilaksanakan dalam jumlah tahap yang banyak. satu atau beberapa komponen yang dapat larut dipisahkan dari bahan padat dengan bantuan pelarut. tahanan semakin besar jika kapiler-kapiler bahan padat semakin halus dan jika ekstrak semakin terbungkus di dalam sel (misalnya pada bahan-bahan alami). Kecepatan alir pelarut sedapat mungkin besar dibandingkan dengan laju alir bahan ekstraksi. Larutan ekstrak dengan konsentrasi yang tinggi terbentuk di bagian dalam bahan ekstraksi. melainkan mula-mula hanya terjadi pengumpulan ekstrak dalam pelarut. maka pelarut menembus kapiler-kapiler dalam bahan padat dan melarutkan ekstrak.8. Setiap tahap menggunakan pelarut yang sedikit. yaitu: 1) Ekstraksi padat-cair Pada ekstraksi padat-cair. Karena perpindahan massa berlangsung pada bidang kontak antara fase padat dan fase cair. Pada ekstraksi. b. Ekstraksi cair-cair (ekstraksi dengan pelarut = solvent extraction): Ekstraksi dari bahan ekstraksi yang cair Pada ekstraksi tidak terjadi pemisahan segera dari bahan-bahan yang akan diperoleh (ekstrak). yaitu: a. Syarat-syarat yang harus dipenuhi untuk mencapai unjuk kerja ekstraksi atau kecepatan ekstraksi yang tinggi pada ekstraksi padat-cair. maka bahan itu perlu sekali memiliki permukaan yang seluas mungkin. Kerugiannya adalah konsentrasi larutan ekstrak makin lama makin rendah. Semakin kecil partikel dari bahan ekstraksi. sehingga untuk mendapatkan pelarut kembali biayanya menjadi mahal. .

Gaya dorong (driving force) yang menyebabkan terjadinya proses ekstraksi dapatditentukan dengan mengukur jarak system dari kondisi setimbang. berisi diluen dan sisa solut. Fase ekstrak = fase yang berisi solut dan solven. Suhu yang lebih tinggi (viskositas pelarut lebih rendah. 2. 2) Ekstraksi cair-cair Pada ekstraksi cair-cair. . kelarutan ekstrak lebih besar) pada umumnya menguntungkan unjuk kerja ekstraksi. jika dipisahkan terdapat 2 fase. Pada makalah ini akan dijelaskan lebih lanjut mengenai ekstraksi cair-cair. yaitu pencampuran secara intensif bahan ekstraksi dengan pelarut dan pemisahan kedua fase cair itu sesempurna mungkin. solvent extraction): solute dipisahkan dari cairan pembawa (diluen) menggunakan solven cair. bila pemisahan campuran dengan cara destilasi tidak mungkin dilakukan (misalnya karena pembentukan azeotrop atau karena kepekaannya terhadap panas) atau tidak ekonomis. ekstraksi cair-cair selalu terdiri dari sedikitnya dua tahap. tidak saling campur). Ekstraksi cair-cair terutama digunakan. Campuran diluen dan solven ini adalah heterogen ( immiscible. satu komponen bahan atau lebih dari suatu campuran dipisahkan dengan bantuan pelarut. yaitu fase diluen (rafinat) dan fase solven (ekstrak). Fase rafinat = fase residu. Perbedaan konsentrasi solute di dalam suatu fasadengan konsentrasi pada keadaan setimbang merupakan pendorong terjadinya pelarutan (pelepasan) solute dari larutanyang ada. Ektraksi Cair – Cair Ekstraksi cair-cair (liquid extraction.c. Seperti ekstraksi padat-cair.

maupun kaca Intip yang tersebar pada seluruh ketinggiannya). Dalam hal yang paling sederhana.atau bila hanya sekali-sekali dilakukan ekstraksi. bahan ekstraksi. Yang cair dicampur berulangkali dengan pelarut segar dalam sebuah tangki pengaduk (sebaiknya dengan saluran keluar di bagian bawah). Untuk Pemisahan . Larutan ekstrak yang dihasilkan setiap kali dipisahkan dengan cara penjernihan (pengaruh gaya berat). Yang konstruksinya lebih menguntungkan bagi proses pencampuran dan pernisahan adalah tangki yang bagian bawalmya runcing (yang dilengkapi dengan perkakas pengaduk. (a)Proses ekstraksi cair-cair dan (b) aplikasi ekstraksi cair-cair.(a) (b) Gambar 1. Alat tak kontinu yang sederhana seperti itu digunakan misalnya untuk mengolah bahan dalam jurnlah kecil. penyalur bawah.

Turbulensi pada saat mencampur tidak perlu terlalu besar. bila pemisahan campuran dengan cara destilasi tidak mungkin dilakukan (misalnya karena pembentukan aseotrop atau karena kepekaannya terhadap panas) atau tidak ekonomis. produk-produk minyak bumi dan garam-garam. satu komponen bahan atau lebih dari suatu campuran dipisahkan dengan bantuan pelarut. Proses ini pun digunakan untuk membersihkan air limbah dan larutan ekstrak hasil ekstraksi padat cair. sedikit-sedikitnya diperlukan sebuah kaca intip pada saluran keluar di bagian bawah tangki ekstraksi. Tentu saja pendistribusian initidak boleh terlalu jauh. Proses ini digunakan secara teknis dalam skala besar misalnya untuk memperoleh vitamin. yaitu pencampuran ekstraksi dengan pelarut. Untuk itu salah satu cairan distribusikan menjaditetes-tetes kecil (misalnya dengan bantuan perkakas pengaduk). Ekstraksi cair-cair terutama digunakan. ekstraksi cairsecara intensif bahan cair selalu terdiri atas sedikitnya dua tahap. Selain itu penurunan lapisan antar fasa seringkali dikontrol secara elektronik (dengan perantara alat ukur konduktivitas). Pada saat pencampuran terjadi perpindahan massa. saling melarut (atau hanyadalam daerah yang sempit). bahan ekstraksi dan pelarut tidak. Yang penting perbedaan konsentrasi sebagai gaya penggerak pada bidang batas tetap ada. Peralatan ini mudah digabungkan dengan komponen pemblokir dan perlengkapan alarm. Hal ini berarti bahwa bahan yang telah terlarutkan sedapat .Agar fasa ringan (yang kebanyakan terdiri atas pelarut organik) tidak masuk ke dalam saluran pembuangan air. yang akan menghentikan aliran keluar dan/atau memberikan alarm.secara optik (dengan bantuan detektor cahaya 289 hatas) atau secara mckanik (dengan pelampung atau benda apung). Seperti halnya pada proses ekstraksi padat-cair. Sebagai syarat ekstraksi ini.Yang dapat dipercaya antara fasa berat dan fasa ringan. bahan-bahan penyedap. segera setelah lapisan tersebut melampaui kedudukan tertentu. dan pemisahan kedua fasa cair itu sesempurna mungkin. logam. Pada ekstraksi cair-cair.pencegahan yang lebih baik dapat dilakukan dengan memasang bak penampung (bak penyangga) dibelakang ekstraktor. Agar terjadi perpindahan masa yang baik yang berarti p erformansi ekstraksi yang besar haruslah diusahakan agar terjadi bidang kontak yang seluasmungkin di antara kedua cairan tersebut. karena akan menyebabkan terbentuknya emulsi yang tidak dapat lagiatau sukar sekali dipisah. yaitu ekstrak meninggalkan pelarut yang pertarna (media pembawa) dan masuk ke dalam pelarut kedua (media ekstraksi). antibiotika.

campuran ini heterogen. 2. Untuk mencapai proses ekstraksi cair-cair yang baik.alat ekstraksi tak kontinu dan kontinu yang akan dibahas berikut ini seringkali merupakan bagian dari suatu instalasi lengkap. 5. b. Berdasarkan sifat diluen dan solven. Instalasi tersebut biasanya terdiri atas ekstraktor yang sebenarnya (dengan zone-zone pencampuran dan pemisahan) dan sebuah peralatan yangdihubungkan di belakangnya (misalnya alat penguap. sistem ekstraksi dibagi menjadi 2 sistem : a.2005): 1. jika dipisahkan akan terdapat fase . kemampuan tinggi melarutkan komponen zat terlarut di dalam campuran. pelarut dan larutan yang akan diekstraksi harus tidak mudah campur. 3. solven (S) dan diluen (D) tidak saling larut. 2004. solven (S) sedikit larut dalam diluen dan fase solven. meskipun demikian. tidak mudah bereaksi dengan zat yang akan diekstraksi. tidak beracun dan harganya relatif murah. Kuantitas pemisahan persatuan waktu dalam hal ini semakin besar jika permukaan lapisan antar fasa di dalam alat semakin luas. Pada saat pemisahan. perbedaan berat jenis antara ekstrk dan rafinat lebih besar. 7. cairan yang telah terdistribusi menjadi tetes-tetes hanis menyatu kembali menjadi sebuah fasa homogen dan berdasarkan perbedaan kerapatan yang cukup besar dapat dipisahkan dari cairan yang lain. partially miscible. Pertimbangan pemakaian proses ekstraksi sebagai proses pemisahan antara lain: (1) Komponen larutan sensitif terhadap pemanasan jika digunakan distilasi meskipun padakondisi vakum (2) Titik didih komponen-komponen dalam campuran berdekatan (3) Kemudahan menguap (volatility) komponen-komponen hampir sama. immiscible extraction. kolom rektifikasi) untuk mengisolasi ekstrak atau memekatkan larutan ekstrak dan mengambil kembali pelarut. Sama haInya seperti pada ekstraksi padat-cair. diluen (D) dan sebaliknya . tidak mudah terbakar. tidak merusak alat secara korosi. Kecepatan pembentukan fasa homogen yang diikuti dengan menentukan output sebuah ekstraktor cair-cair.mungkin segera disingkirkan dari bidang batas. kemampuan tinggi untuk diambil kembali. 4. 6. pelarut yang digunakan harus memenuhi kriteria sebagai berikut (Martunus & Helwani.

Packed bed extractor. Skema unit ekstraksi yang diikuti unit pemungutan solven. 2. seperti gambar di bawah ini: Gambar 3.Skema sistem itu : Gambar 2. Suatu unit ekstraksi. Ditinjau dari cara kontak kedua fase. maka ekstraktor dibagi menjadi 2 yaitu: 1. . mixer-settler. Kontak kontinyu ( continuous contactor) seperti Rotary Disc Contactor. selalu diikuti unit pemungutan solven agar dapat digunakan kembali ( solvent recovery unit). Skema sistem ekstraksi. Kontak bertingkat ( stage wise contactor) seperti menara plat/tray. spray tower.

sedangkan menara platsering disebut menara stage keseimbangan. (a)(b) Spray tower.(a) (b) (c) (d) (e) Gambar 4. Tujuan perancangan alat ekstraksi dengan kontak bertingkat adalah menentukan jumlah stage seimbang/ideal/teoritis yang dibutuhkan. Oleh karena itu. Menara kontak kontinyu sering disebut menara transfer massa. dan (e) Sieve tray extractor. . pada menara kontak kontinyuharus diperhatikan kecepatan perpindahan massa solut dari fase pembawa ke fase pelarut.Jumlah stage sesungguhnya merupakan rasio stage ideal dengan efisiensi alatnya. (c)(d) Baffle-plate coloumn.

harga β harus lebih besar dari satu. 5. yaitu kecepatan arus fluida umpan. komposisi. jenis solven yang akan digunakan. Jika nilai β =1 artinya kedua komponen tidak dapat dipisahkan. (3) Recoverability (kemampuan untuk dimurnikan) Pemisahan solute dari solvent biasanya dilakukan dengan cara distilasi. suhu dan tekanan alat. . Diameter menara. X Sebaiknya dipilih harga koefisien distribusi yang besar.Di dalam menganalisis alat ekstraksi. 9. sehingga diharapkan harga “relative volatility” dari campuran tersebut cukup tinggi. Pengaruh panas. dan tinggi menara. 8. Jumlah stage ideal. 7. Pertimbangan-pertimbangan dalam pemilihan pelarut yang digunakan adalah: (1) Selektifitas (factor pemisahan = β) β= fraksi massa solut dalam ekstrak/fraksimassa diluant dalam ekstrak fraksi massa solut dalam rafinat/fraksimassa diluent dalam rafinat Agar proses ekstraksi dapat berlangsung. 4. 3. seseorang harus mengetahui dan menentukan : 1. kecepatan arus solven minimum dan kecepatan arus solven operasi. aktual. (2) Koefisien distribusi K= konsentrasi solut dalam fasa ekstrak. 6. Y konsentrasi solut dalam fasa rafinat. kondisi bahan yang akan dipisahkan (umpan). Jenis alat kontak. sehingga jumlah solvent yangdibutuhkan lebih sedikit. 2. banyak solut yang harus dipisahkan.

X Y = konsentrasi solute dalam fasa ekstrak X = konsentrasi solute dalam fasa rafinat K = koefisien distribusi Neraca massa dan koefisian perpindahan massa Pada percobaan ini mendemonstrasikan bagaimana kelakuan neraca massa padakolom ekstraksi dan mengukur koefisien perpindahan massa dan variasinya terhadap laju . Perbedaan densitas ini akan berubah selama proses ekstraksi dan mempengaruhi laju perpindahan massa. (5) Tegangan antar muka (interfasia tension) Tegangan antar muka besar menyebabkan penggabungan (coalescence) lebih mudahnamun mempersulit proses pendispersian. Pada konsentrasi rendah. Kemudahan penggabungan lebih dipentingkansehingga dipilih pelarut yang memiliki tegangan antar muka yang besar. Koefisien distribusi Pada percobaan ini menentukan koefisien distribusi untuk system tri kloro etilenasamasetat-air. dan menunjukkan ketergantungannya terhadap konsentrasi.(4) Densitas Perbedaan densitas fasa solvent dan fasa diluent harus cukup besar agar mudah terpisah. (8) Pelarut tidak beracun dan tidak mudah terbakar. sehingga Y = K. (6) Chemical reactivity Pelarut merupakan senyawa yang stabil dan inert terhadap komponen-komponen dalamsystem dan material (bahan konstruksi). Pada campuran ketigazat ini dianggap bahwa fasa berada pada kesetimbangan. (7) Viskositas tekanan uap dan titik beku dianjurkan rendah untuk memudahkan penanganan dan penyimpanan. koefisiendistribusi tergantung pada konsentrasi.

Harga kesetimbangan ini didapatkan dari kurva koefisien distribusi . Symbol dan rumus-rumus yang digunakan dalam perhitungan ditunjukkan sebagai berikut.Efisiensi Ekstraksi Koef mass transfer = laju perpindahan massa/(volume packing X gaya dorong rata-rata) Log rata-rata gaya dorong = (ΔX1 – ΔX2)/ ln (ΔX1/ΔX2) ΔX1: gaya dorong pada puncak kolom = X2 – 0 ΔX2: gaya dorong pada dasar kolom = X1 – X1* X1*: konsentrasi asam di dalam fasa organic yang berkesetimbangan dengan konsentrasi Y1 di dalam fasa air.Neraca Massa Asam asetat yang terekstraksi dari fasa organic (rafinat) = Vo(X1-X2) Asam asetat yang terekstraksi dari fasa air (ekstrak) = Vw(Y1-0) Maka: Vo(X1-X2) = Vw(Y1-0) 2. Vw = Laju alir air (L/s) Vo = Laju alir TCE (L/s) X = konsentrasi asam asetat dalam fasa organic (kg/L) Y = konsentrasi asam asetat dalam fasa air (kg/L) Indeks 1: pada puncak kolom Indeks 2: pada dasar kolom 1. Untuk system tri kloro etilen-air-asam asetat.alir dengan fasa air sebagai media kontinu.

Dalam hal ini bahan ekstraksi berulang kali dicampur dengan pelarut atau larutan ekstrak dalam arah berlawanan yang konsentrasinya senantiasa meningkat. Waktu ekstraksi. Bahan ekstraksi dan pelarut terus menerus diumpankan ke dalam alat. sehingga konsumsi energy menjadi minimum. Senyawa organik lebih larut dalam pelarut air dibandingkan dalam pelarut organik (koefisien distribusi antara pelarut organik dan air kecil). karena tidak saja pelarut. 2. sedangkan rafinat dan larutan ekstrak dikeluarkan secara kontinu..di samping itu juga digunakan perangkat pencampur-pemisah (mixer settler). melainkan juga bahan ekstraksi cair secara mudah dapat dialirkan dengan bantuan pompa. Kenaikan jumlah pelarut (S/F) yang digunakan akan meningkatan hasil ekstraksi tetapi harus ditentukan titik (S/F) yang minimum agar proses ekstraksi menjadi lebih ekonomis.Ekstraktor yang paling sering digunakan adalah kolom-kolom ekstraksi. Untuk ekstraksi yang efisien maka pengadukan yang baik adalah yang memberikan hasil ekstraksi maksimum dengan kecepatan pengadukan minimum. Ekstraktor cair-cair kontinu Operasi kontinu pada ekstraksi cair-cair dapat dilaksanakan dengan sederhana. Martunus & Helwani. 2006): 1. Alat-alat ini terutama digunakan bila bahan ekstraksi yang harus dipisahkan berada dalam kuantitas yang besar. Ekstraksi yang efisien adalah maksimumnya pengambilan solut dengan waktu ekstraksi yang lebih cepat. Perbandingan pelarut-umpan (S/F). 2004. 2005. Ekstraksi senyawa dengan koefisien campuran rendah antara pelarut organik dan air biasanya memerlukan pelarut organik dalam jumlah yang banyak.Ada tiga faktor penting yang berpengaruh dalam peningkatan karakteristik hasil dalam ekstraksi cair-cair yaitu (Martunus dkk. Kecepatan pengadukan. 2006. Setiap kali kedua fasa dipisalikan dengan cara penjernihan. 3. Penggunaan pelarut yang besar ini bisa diatasi dengan ekstraksi kontinyu dimana hanya relative kecil volume pelarut yang dibutuhkan . atau bila bahan tersebut diperoleh dari proses-proses sebelumnya secara terus menerus.

Teknik ekstraksi cair-cair kontinyu. ekstraks organik kering dan komponen organik bebas dari pelarut . menunjukkan alat ekstraksi kontinyu menggunakan pelarut yang lebih encer dari air (ekstraktor yang lain dapat dirancang untuk pelarut yang lebih kental dari air). Ekstraksi cair-cair kontinyu ini membutuhkan waktu beberapa jam atau beberapa hari tetapi operator bebas beraktivitas dimana ekstraksi bekerja sendiri. Larutan yang diekstraksi ditem-patkan pada tabung panjang.Ketika pipa sempit itu diisi pelarut. pelarutnya dapat didaur ulang menjadi campuran yang mengandung air sehingga penyusunnya dapat diekstraksi dengan pelarut lain. Ekstraksi senyawa organik di atas dengan air akan keluar kembali pada botol penyulingan. Ketika ekstraksi sudah lengkap. (Ralph J. seperti ditunjukkan pada gambar. Alat ekstraksi cair-cair kontinyu Gambar 5. Gambar 5. dimana lebih banyak lagi pelarut yang didestilasi. Ketika pelarut didestilasi. gelembung-gelembung kecil pelarut naik melalui pipa dan keluar sebagai uap air. uap hasil kondensasi masuk pada pipa sempit yang ada dalam dasar tabung besar. Pelarut ditempatkan di labu destilasi. 1989 : 156). 1993 : 84). Fessenden.(vogel.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful