P. 1
Fusi Sel Tanaman

Fusi Sel Tanaman

|Views: 450|Likes:
Published by Dhana Sciffer
ok
ok

More info:

Categories:Book Excerpts
Published by: Dhana Sciffer on Sep 12, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/06/2015

pdf

text

original

Bioteknologi dengan Fusi Sel (teknologi hibridoma) - Fusi sel (teknologi hibridoma) merupakan proses peleburan atau penyatuan

dua sel dari jaringan atau spesies yang sama atau berbeda sehingga dihasilkan sel tunggal yang mengandung gen-gen dari kedua sel yang berbeda tersebut. Sel tunggal ini dinamakan hibridoma yang mempunyai sifat-sifat kedua sel. Contoh penggunaan teknologi hibridoma adalah produksi antibodi dalam skala besar. Antibodi adalah protein yang dihasilkan oleh sel limfosit B atau sel T yang bertugas melawan setiap benda asing (anti gen) yang masuk kedalam tubuh. Anti bodi tertentu akan melawan antigen tertentu pula. Dalam proses fusi sel, sel B atau sel T dijadikan sebagai sel sumber gen yang memiliki sifat yang diinginkan, yaitu mampu memproduksi anti bodi. Sedangkan, sel wadah atau sel target digunakan sel mieloma atau sel kanker yang mampu membelah diri dengan cepat dan tidak membahayakan manusia. Kemudian, sel B atau sel T difusikan dengan sel mieloma. Untuk mempercepat fusi sel, digunakan fusi gen (zat yang mempercepat terjadinya fusi). Contoh fusi gen adalah CSCl++, polietilenglikol (PEG), virus, dan NaNO3. Hasil fusi antara sel limfosit B dengan sel mieloma menghasilkan hibridoma yang memiliki gen penghasil antibodi seperti induknya (sel B) dan dapat membelah dengan cepat seperti sel mieloma. Manfaat teknologi hibridoma yang lain, misalnya dalam pemetaan genom manusia dan menyilangkan spesies secara genetik dalam sel eukariotik.

atau antargenus dari satu famili (inter-genus). ANUGRAH YUNIARTI SAID NURUL MUKHLISA FAHRU RAHMAN FEBRIYANTI HASDAN SALEH HAFIZHATI AZ-ZAHRA HAMDANA HARDIYANTI HARDIYANTI SYARIF JURUSAN FARMASI FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS ISLAM NEGERI ALAUDDIN MAKASSAR 2013 BAB I PENDAHULUAN A. 2. Latar Belakang Istilah protoplasma itu pertama kali diperkenalkan oleh Hanstein pada tahun 1880. Protoplas dapat dimanfaatkan untuk mendukung penelitian dasar biologi tanaman dan merupakan sarana penting di bidang rekayasa genetik.FUSI PROTOPLASMA OLEH KELOMPOK IV 1. Teknologi fusi protoplas juga dapat dilakukan untuk mendapatkan sifat-sifat tertentu seperti sifat ketahanan terhadap hama dan penyakit serta cekaman abiotik (Purwito 1999). 7. 8. misalnya untuk hibridisasi somatik untuk meningkatkan kualitas tanaman. 5. 3. 4. 6. . Fusi protoplas dapat dilakukan dengan cara menggabungkan seluruh genom dari spesies yang sama (intra-spesies). atau antarspesies dari genus yang sama (inter-spesies). yang dimaksud dengan istilah tersebut adalah sel tumbuhan yang telah dipisahkan dari dinding selnya atau sel tumbuhan telanjang tanpa dibungkus oleh dinding sel. Penggunaan fusi protoplas memungkinkan diperolehnya hibrida-hibrida dengan tingkat heterosigositas yang tinggi walaupun tingkat keberhasilannya sangat ditentukan oleh genotipenya (Mollers et al. 1992).

Oleh karena itu. untuk menghilangkan sifat-sifat yang tidak diinginkan tersebut maka perlu dilakukan silang balik (back cross) dengan tetua budi daya. Fusi Protoplasma Fusi protoplasma adalah usaha yang dilakukan manusia untuk menggabung protoplasma (isi sel) dari dua macam sel yang berbeda berasal dari tumbuhan tingkat tinggi secara alami maupun sengaja. Fusi sel tomat dan kentang menghasilakan tanaman baru Pomato (Potato-Tomato) yang berbuah tomat dan berumbi kentang. Terdapat kelemahan dari hibrida seksusal. Hibridoma adalah fusi sel pada organisme tingkat tinggi yang bertujuan untuk mendapat-kan gabungan sifat kedua sel induk. tanaman hasil fusi dapat berupa tanaman dengan sifat-sifat gabungan dari kedua tetuanya termasuk sifat-sifat yang tidak diharapkan terutama berasal dari spesies liar. Untuk menunjang keberhasilan teknik kultur dibutuhkan keahlian dan pengetahuan tentang teknik kultur protoplasma guna mendukung teknik pencarian varietas baru berbagai jenis tanaman. Tujuan fusi protoplas adalah untuk mendapatkan suatu hibrida somatik atau mengatasi kelemahan dari hibrida seksual.- Dengan demikian. BAB II PEMBAHASAN A. Pada fusi protoplas ini biasanya digunakan sel tubuh (sel somatis). yaitu: . kultur dan regenerasi protoplas menjadi tanaman. Kemajuan pesat dalam penelitian produksi hibrida somatik dan sibrida dalam transfer DNA tidak terlepas dari teknik isolasi. Contoh : Fusi sel manusia dan tikus untuk menghasilkan antibodi untuk pengobatan kanker.

1) 2) 3) 4) c. 2. Dalam proses pembuahan.a. akar.4 kali) untuk mencuci sisa sodium hipoklorit pada eksplan. pucuk. diiris halus dan dikupas eidermis serta dihilangkan urat daunnya dengan menggunakan mata skalpel runcing steril. Sitoplasma pada perkawinan seksual hanya berasal dari induk betina saja. seperti: a. Contoh campuran dan konsentrasi enzym yang digunakan untuk isolasi protoplasma beragam dan tergantung dari jenis jaringan yang digunakan sebagai eksplan.2 % macerozyme R10 0. tidak perlu membunuh tanamannya. koleoptil. tangkai daun. Enzym yang digunakan untuk mengancurkan dinding sel tumbuhan umumnya ada 3 yaitu: Cellulase untuk menghancurkan sellulose. Tahapan pengerjaan isolasi protoplasma 1. namun media untuk isolasi protoplasma dari jaringan ini lebih kompleks karena dinding selnya telah berlignin. b. ada juga yang menggunakan jaringan yang telah dewasa. dinding sel mudah terkelupas oleh enzim. karena: Bentuk selnya relatif seragam. Hemicellulase untuk menghancurkan hemisellulose. Sukar untuk mendapatkan suatu hibrida antar-spesies dan antar genera. gamet jantan hanya membawa inti saja dengan sedikit sitoplasma sebaliknya pada tetua betina selain inti juga sitoplasma. Medium enzim untuk jaringan Akar 1) 2 % rhozyme 2) 2 % meicellase 3) b. Diantara organ tersebut sel yang paling mudah dan bagus untuk diisolasi protoplasmanya adalah berasal dari jaringan mesofil daun.5 % Onozuka R10 cellulase . Isolasi protoplasma Jaringan tanaman steril. bibit. telah memiliki dinding sel primer dan dinding sel sekunder.30 menit tergantung jenis eksplan yang digunakan.5 % hemicellullase 11 % mannitol Medium enzim untuk Daun Tembakau: 0. pucuk adventif hasil pangkasan. Pectinase untuk menghancurkan pektin. 1) 0. seperti pucuk muda (seperti dari kecambah. embrio dan mikrospora. Persiapan Ekspaln Jaringan tanaman yang digunakan untuk isolasi protoplasma ini beragam.Protoplasma dari sel jaringan tersebut lebih mudah diisolasi protoplasmanya karena dinding selnya masih sederhana dan hanya terdiri dari dinding sel primer saja dan jaringannya masih memiliki sel-sel parenchyma (dindingnya belum berlignin). Untuk mendapat sitoplasma dari kedua tetua diadakan fusi antara sitoplasma. untuk lebih memudahkan isolasi protoplasmanya. umumnya jaringan yang lebih muda dan berasal dari tanaman yang mempunyai umur fisiologis muda. B. Bagian tanaman yang akan digunakan sebagai eksplan terlebih dahulu dicuci kemudian disterilakan. Eksplan tersebut selanjutnya dicuci dengan air steril (3 . Protoplasma yang telah berhasil diisolasi berasal dari organ-organ seperti: daun. plantlet). umumnya menggunakan sodium hypoklorit 1 -2 % selama 10 . Hibridisasi somatik dapat mengatasi hal tersebut.Selain itu.03 % macerozyme R10 Medium enzim untuk daun Serealia 2 % cellulysin 0. buah.

Larutan enzim biasanya ditamhkan senyawa osmoticum.2 mgl Fusi protoplasma pada tumbuhan melalui tahap-tahap: Peleburan protoplasma dari 2 genom yang berbeda dapat diperoleh baik secara spontan ataupun dengan teknik pemacuan peleburan. Biasanya terjadi pada protoplasma yang diisolasi dari kalus.5% sodium nitrat dalam larutan 10% sukrose dan kultur diinkubasikan dalam water bath bersuhu 35o C selama 5 menit selanjutnya disentrifuge dengan kecepatan 200 g selama 5 menit. Metode pemacuan peleburan Untuk mencapai peleburan protoplasma diperlukan adanya agensia untuk memacu terjadinya peleburan protoplasma (dikenal sebagai fusagen) yang berbeda jenis tanamannya. Pada beberapa saat protoplasma akan terjadi peleburan. KH2PO4 27. Metode peleburan spontan Peleburan protoplasma secara spontan biasanya terjadi karena membran protoplas yang sangat tipis dan lunak sehingga mudah sobek atau pecah yang dapat mengakibatkan peleburan protoplasma.0 Mannitol 4) pH 5. a. Caranya protoplasma yang telah diisolasi ditambahkan larutan fusagen berupa 0. Medium preplasmolisis untuk setiap jenis eksplan berbeda. selanjutnya eksplan direndam ke dalam 20 ml larutan media preplasmolisis selama 1-8 jam. Komponen Medium Isolasi Protoplasma (MIP) adalah sebagai berikut:  CaCl2. Gambar protoplast yang berhasil membentuk fusi b.5 M mannitol yang berisi 0. Perlakuan ion calsium padas pH tinggi . untuk tembakau medium preplasmolisis tersusun atas medium isolasi protoplasma ditambah 13% mannitol. Eksplan dipindah ke tabung steril dan dituangi medium enzim sebanyak 10 ml. Tabung berisi eksplan tersebut digoyang pada shaker dengan kecepatan 40 rpm selama semalam atau 4-16 jam. lalu tabung ditutup dengan aluminium foil steril dan diisolasi menggunakan parafilm atau plastik wrap. Subernatan dibuang dan pelet disimpan dalam water bath bersuhu 35o C selama 30 menit. Sorbitol. Fruktosa. Agregat ditiangkan secara hati-hati pada medium kultur yang telah ditambah 0.0 mg/l  Eksplan dipindahkan ke larutan medium enzim (komposisi media ini juga berbeda-beda untuk setiap jenis eksplan yang digunakan) untuk daun tembakau komponennya dapat dilihat di atas. Perleburan protoplasma dengan teknik ini biasanya terjadi pada protoplasma yang mempunyai asal tanaman yang sama sehingga tidak bernilai untuk perbaikan tanaman.1% NaNO3. Glukosa. Sukrosa.H2O 1480.8 Untuk mengurangi daya tarik menarik (adhesi) antara sitoplasma dengan dinding selnya. Galaktosa. Senyawa osmoticum yang dapat digunakan antara lain: Mannitol. Teknik ini telah digunakan pada protoplasma tembakau.2) 0.1 % Onozuka R10 macerozyme R10 3) 13.05 M   . Setelah dinding sel lepas. Larutan fusagen contohnya: Perlakuan dengan sodium nitrat: 5. Teknik ini akan dihasilkan dengan frekuensi rendah bila asal protoplasmanya dari mesofil daun.

2H2O pada pH 10. Suspensi protoplasma dilarutkan dalam larutan PEG: 1 ml suspensi protoplasmadalam medium kultur dicampur dengan 1 ml 28-56% PEG (1500-6000 MW). Hasil peleburan protoplasma ini berupa pembentukan heterokarion dengan frekuensi yang tinggi. BAB III PENUTUP Fusi protoplasma merupakan penggabungan dua protoplasma atau lebih menjadi satu individu baru yang sanggup tumbuh dan berkembangbiak. Perlakuan polyethelene glycol (PEG). metode ini yang yang berhasil dengan baik untuk melebur protoplasma. jika hanya sitoplasma yang mengalami fusi sedangkan informasi genetik dari salah satu induknya hilang. Selanjutnya tabung sentrifuge disimpan dalam water bathbersuhu 37o C selama 40-50 menit hingga protoplasma melebur. C. misalnya melihat aktivitas fotosintesisnya. Selanjutnya suspensi protoplasma tersebut dipindahkan dari larutan PEG dengan cara mencucinya menggunakan medium kultur sebanyak 2 kali. Dimana varietas tersebut diharapkan dapat mempertahankan ataupun meningkatkan jumlah metabolit sekunder dari tiap protoplasma yang diinduksi. Manfaat Fusi Protoplasma 1. jika nukleus dari kedua spesies tersebut betul-betul mengalami fusi (menyatu)  Cybrid (cytoplasmid hybrid ataru heteroplast).5 selanjutnya disentrifuge dengan kecepatan 50 g selama 3 menit. Fusi protoplas dapat menghasilkan dua macam kemungkinan produk:  Hibrid. Teknologi fusi protoplas juga dapat dilakukan untuk mendapatkan sifat-sifat tertentu seperti sifat ketahanan terhadap hama dan penyakit serta cekaman abiotik. Teknik fusi protoplas dapat digunakan untuk mencampur sifat genetik darispesies tanaman yang sama ataupun dari spesies yang berbeda. Dari sekian banyak metode peleburan protoplasma. Teknik ini menguntungkan untuk diterapkan dalam persilangan tanaman steril ataupun tanaman dengan siklus hidup yang panjang. Protoplasma yang didapat kemudian diuji viabilitasnya (aktivitas hidupnya) dengan cara melihat aktivitas organel. Hubungan metabolit sekunder dengan fusi protoplasma. Tabung digoyang selama 5 detik dan biarkan berhenti 10 menit. 2. . yaitu saat terjadi penggabungan antar protoplas akan menghasilkan varietas baru. CaCl2. sedangkan kebanyakan tipe sel sitoplasmik dengan pembentukan hetekarion binukleat rendah. 3.

. Endang G. misalnya melihat aktivitas fotosintesisnya.id. DAFTAR PUSTAKA Anonim. Hibridoma merupakan hasil fusi yang terjadi antara sel pembentuk antibody dan sel mieloma. Kultur Protoplasma Dan Fusi Protoplasma. Fusi Protoplas Intra Dan Interspesies Pada Tanaman Kentang. 2) Mengisolasi protoplasma sel dengan cara menghilangkan dinding selnya dengan menggunakan enzim kemudian dilakukan penyaringan dan sentrifugasi berkali-kali. Hapsari.unram.itb. Fusi protoplasma pada tumbuhan melalui tahap-tahap: 1) Menyiapkan protoplasma dari sel-sel yang masih muda karena dinding sel tipis serta protoplasma yang banyak dan utuh.) Wilczek) Dengan Perlakuan Awal Preplasmolisis.. Institut Pertanian Bogor. Novianti S.e-learning. Teknik Isolasi dan Kultur Protoplas Tanaman Padi http://biogen.ac. Teknik ini memiliki kelebihan dan kekurangan.id.go.bi.. D.digilib. Disertasi Program Pascasarjana. Tintin S. A. Diakses tanggal 28 Oktober 2008. 2003. Diakses tanggal 28 Oktober 2008. Pengaruh Jenis Gula Medium Terhadap Perkembangan Awal Protoplas Kacang Hijau ( Vigna radiata (l.litbang-deptan. Bogor .ac.id Diakses tanggal 28 Oktober 2008. 2007.  Kekurangan dari teknik ini adalah memerlukan biaya yang mahal serta butuh ketelitan yang lebih.. 3) Protoplasma yang didapat kemudian diuji viabilitasnya (aktivitas hidupnya) dengan cara melihat aktivitas organel. 1999. Sukmadjaja. http://www. http://www.  Kelebihan dari teknik ini adalah dapat menghasilkan tanaman dengan sifat tertentu dan dapat dilakukan dengan spesies yang berbeda. C. Ika R. 2007.Tujuan fusi protoplas adalah untuk mendapatkan suatu hibrida somatik atau mengatasi kelemahan dari hibrida seksual. Purwito.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->