P. 1
Skripsi Penerapan Metode Penemuan Terbimbing Berbantuan Alat Peraga Matematika Pada Materi Segitiga

Skripsi Penerapan Metode Penemuan Terbimbing Berbantuan Alat Peraga Matematika Pada Materi Segitiga

|Views: 1,323|Likes:
Skripsi, Pendidikan Matematika STAIN Mahmud Yunus Batusangkar
Skripsi, Pendidikan Matematika STAIN Mahmud Yunus Batusangkar

More info:

Categories:Types, Presentations
Published by: Muhammad Hasby Jamil on Sep 12, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial
List Price: $0.99 Buy Now

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
See more
See less

12/03/2015

$0.99

USD

pdf

text

original

1

S TA IN B A T U S A N G K A R

PENERAPAN METODE PENEMUAN TERBIMBING BERBANTUAN ALAT PERAGA MATEMATIKA PADA MATERI SEGITIGA DI KELAS VII SMPN 4 BATIPUH

SKRIPSI

Diajukan kepada Jurusan Tarbiyah untuk Memenuhi Syarat Guna Mencapai Gelar Sarjana Pendidikan Islam dalam Bidang Pendidikan Matematika

Oleh: MUSFARSYAH NIM.157 043

PROGRAM STUDI TADRIS MATEMATIKA JURUSAN TARBIYAH SEKOLAH TINGGI AGAMA ISALAM NEGRI (STAIN) BATUSANGKAR 2013

2 ABSTRAK Musfarsyah, NIM. 157 043, Judul Skripsi: “Penerapan Metode Penemuan Terbimbing Berbantuan Alat Peraga Matematika pada Materi Segitiga di Kelas VII SMPN 4 Batipuh”, Program Studi Tadris Matematika, Jurusan Tarbiyah, Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Batusangkar, 2013. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara, diperoleh data hasil belajar matematika siswa Kelas VII SMPN 4 Batipuh Tahun Ajaran 2012/2013 masih rendah. Hal ini dapat dilihat dari nilai rata-rata dan persentase ketuntasan siswa pada Mid Semester 2 Matematika. Pada saat terjadi proses pembelajaran, guru menjelaskan materi di depan kelas lalu dilanjutkan dengan pemberian contoh soal, sementara siswa diminta untuk mencatat dan mengerjakan latihan dengan harapan siswa lebih mengerti dengan materi yang dipelajari. Kebiasaan sebagian besar siswa hanya menanti pelajaran atau konsep dari guru daripada menemukan sendiri, sehingga fungsi guru tidak lagi sebagai motivator dan fasilitator melainkan sebagai subjek utama dalam pembelajaran. Salah satu metode pembelajaran yang dapat mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan menerapkan metode penemuan terbimbing berbantuan alat peraga matematika. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana aktivitas siswa selama penerapan metode penemuan terbimbing berbantuan alat peraga matematika pada siswa kelas VII SMPN 4 Batipuh dan apakah hasil belajar matematika siswa dengan penerapaan metode penemuan terbimbing berbantuan alat peraga matematika lebih baik daripada hasil belajar matematika siswa dengan menerapkan pembelajaran konvensional pada siswa kelas VII SMPN 4 Batipuh. Hipotesis dalam penelitian ini adalah hasil belajar matematika siswa dengan penerapan metode penemuan terbimbing berbantuan alat peraga matematika lebih baik daripada hasil belajar matematika siswa dengan menerapkan pembelajaran konvensional pada siswa kelas VII SMPN 4 Batipuh. Pertanyaan penelitiannya adalah “Bagaimana aktivitas siswa selama penerapan metode penemuan terbimbing berbantuan alat peraga matematika pada siswa kelas VII SMPN 4 Batipuh?. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas dan hasil belajar matematika siswa selama menerapkan metode penemuan terbimbing berbantuan alat peraga matematika. Jenis penelitian yang dilakukan yaitu penelitian eksperimen semu dan deskriptif, dengan rancangan penelitian Randomized Control Group Only Design . Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas VII SMPN 4 Batipuh yang terdaftar pada Tahun Ajaran 2012/2013. Pengambilan sampel dilakukan secara acak dengan teknik Simple Random Sampling, dan terpilih kelas VII.3 sebagai kelas eksperimen dan kelas VII.1 sebagai kelas kontrol. Data hasil belajar siswa diperoleh dari hasil tes akhir kedua kelas sampel. Pengolahan data aktivitas siswa dilakukan dengan menentukan persentase aktivitas siswa dengan melihat aktivitas siswa pada lembar observasi. Pengolahan datanya dilakukan secara analisis deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Dari hasil penelitian terlihat bahwa aktivitas siswa selama penerapanan metode penemuan terbimbing berbantuan alat peraga matematika meningkat dan hasil belajar matematika siswa dengan penerapan metode penemuan terbimbing berbantuan alat peraga matematika lebih baik daripada hasil belajar matematika siswa dengan pembelajaran konvensional.

3 KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum, Wr. Wb Alhamdulillah, puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya sehingga peneliti dapat menyelesaikan skripsi dengan judul: “ Penerapan Metode Penemuan Terbimbing Berbantuan Alat Peraga Matematika pada Materi Segitiga di Kelas VII SMPN 4 Batipuh”. Skripsi ini disusun untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Islam (S.Pd.I) pada Program Studi Tadris Matematika Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Batusangkar. Dalam penyelesaian skripsi ini, peneliti telah banyak mendapat bantuan, dorongan, petunjuk dan bimbingan dari berbagai pihak. Peneliti bersyukur kepada Allah dan ucapan terima kasih sedalam-dalamnya kepada Ibunda Farida, Ayahanda Syahrir, Kakanda Heri Kurniawan dan Hera Kurniati beserta sanak famili yang telah memberi dorongan baik moril maupun materil kepada peneliti. Selanjutnya ucapan terima kasih yang tak terhingga peneliti tujukan kepada: 1. 2. 3. Bapak Ridwal Trisoni, S.Ag, M. Pd dan Bapak M. Imamuddin, M.Pd, selaku dosen pembimbing skripsi atas waktu dan bimbingannya. Ibu Nola Nari, S.Si.,M.Pd dan Ibu Reny, S.Pd, selaku validator dan sekaligus konsultan, atas bantuan dan arahannya. Ibu Isra Nurmai Yenti, M.Pd, selaku Ketua Program studi Tadris Matematika Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Batusangkar, dosen penguji pada sidang munaqasyah skripsi sekaligus selaku penasehat akademik atas arahan dan nasehatnya. 4. 5. 6. Ibu Dra. Desmita, M.Si, selaku dosen penguji pada sidang munaqasyah skripsi atas bimbingan dan arahnnya. Bapak Prof. Dr. H. Hasan Zaini, M.A, selaku Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Batusangkar. Ibu Dr. Suswati Hendriani, M.Pd., M. Pd, selaku Ketua Jurusan Tarbiyah Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Batusangkar yang telah memberikan kesempatan kepada peneliti untuk menyelesaikan skripsi ini. 7. Bapak/Ibu staf pengajar Jurusan Tarbiyah Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Batusangkar yang telah membina peneliti dalam menyelesaikan perkuliahan ini.

Semua pihak yang tidak dapat peneliti sebutkan satu persatu yang telah membantu dalam penyelesaian skripsi ini. 9. M. Batusangkar.4 8. 157 043 . S.M selaku kepala sekolah SMPN 4 Batipuh yang telah memberi izin peneliti untuk melaksanakan penelitian dan kepada seluruh siswa/i SMPN 4 Batipuh terutama Kelas VII yang telah membantu menjadi responden dalam penelitian ini.Pd. demi kesempurnaan skripsi ini. Bapak Syafrizal. Terakhir peneliti mengharapkan kritik dan saran dari pembaca. serta rekan-rekan mahasiswa program studi tadris matematika angkatan 2007. 17 Juni 2013 Peneliti MUSFARSYAH NIM.

.... viii Daftar Lampiran ................................................................. 9 H.................................................................................................................................................................. Tujuan Penelitian.. Penelitian yang Relevan........... Identifikasi Masalah. 18 D.... Alat Peraga Matematika.... 13 B................................... Pembelajaran Konvensional..21 E. 26 H................................................................................................................... Metode Penemuan Terbimbing Berbantuan Alat Peraga Matematika .............. 8 F........................... 6 C........................... 11 BAB II KAJIAN TEORI A.............................................................................................................................................................................................. i Kata Pengantar . 30 ............................. 8 G.......................................................................................... Hasil Belajar.................................................... 1 B............. Metode Penemuan Terbimbing.................................................................................................................... Aktivitas Siswa Dalam Belajar............ vii Daftar Gambar ......... Pembelajaran Matematika..... Definisi Operasional...................................................................................................................... Latar Belakang Masalah...................... 7 D................... Pertanyaan Penelitian....... 11 I..................... 23 F............. Rumusan Masalah.................................... 7 E........5 DAFTAR ISI Halaman Judul Halaman Persembahan Halaman Persetujuan Pembimbing Abstrak .......... v Daftar Tabel ........................................................................................ iii Daftar Isi ................................................ Asumsi.................. 25 G.............. ix BAB I PENDAHULUAN A. Manfaat Penelitian.......................................................................................................... 28 I................................................................................................................................................................................................................................ Kerangka Konseptual........................ Batasan Masalah.............................................. 14 C.......

..............6 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A.............. 33 C..................... Saran.............. 70 DAFTAR PUSTAKA.. Data dan Sumber Data....................... Teknik Analisis Data.......................................................................... 34 D................................................................................................... 39 E.................................................................... 56 B........................ 50 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A............ 40 F....... Rancangan Penelitian............................................................. Kesimpulan..................................................................... Deskripsi Data.......................... Prosedur Penelitian.. 64 BAB V PENUTUP A............................... 43 G..................................................... Jenis Penelitian.... 60 C........................ Analisis Data.................................................................................................................... 32 B...................... Instrumen Penelitian..................................................... Variabel................................................................ 69 B..... Populasi dan Sampel............. Pembahasan...... 71 LAMPIRAN .....................................

....... 34 Rata-Rata...... Tabel 13................................ Tabel 3.... 62 Hasil Uji Homogenitas Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol................... 5 Rancangan Penelitian......... 59 Hasil Uji Normalitas Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol...... 33 Jumlah Siswa Kelas VII SMPN 4 Batipuh Tahun Ajaran 2012-2013........................ 58 Nilai Ketuntasan Siswa pada Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol...... 63 Hasil Uji Hipotesis Hasil Belajar Matematika Siswa........ 48 Jadwal Pelaksanaan Pembelajaran Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol ........................................... 38 Analisis Ragam Bagi Data Hasil Belajar Siswa Kelas Populasi............. 47 Hasil Indeks Kesukaran Soal Setelah dilakuka Uji Coba......... L0 dan Ltabel untuk Uji Normalitas Populasi terhadap Nilai Mid Semester 2 Matematika Kelas VII SMPN 4 Batipuh...... 41 Hasil Daya Pembeda Soal Setelah dilakuka Uji Coba.......... Tabel 5........................... Tabel 16............. Tabel 17. Tabel 4. Tabel 9. Tabel 2........... Simpangan Baku dan Variansi Kelas Sampel............................................................. Tabel 7...... 38 Kegiatan yang Dilakukan pada Kedua Kelas.................... Tabel 6............................................................. Tabel 8................. Tabel 12.................7 DAFTAR TABEL Tabel 1.... 57 Nilai Rata-rata. Tabel 11......................................... 36 Data Hasil Belajar Siswa Kelas Populasi...... Tabel 15.................................. Tabel 10.............. Tabel 14.................. 63 .............57 Frekuensi dan Persentase Perkembangan Aktivitas Siswa................ 4 Persentase Tuntas dan Tidak Tuntas Siswa pada Mid Semester 2 Kelas VII SMPN 4 Batipuh Tahun Ajaran 2012/2013................. Persentase Tuntas dan Tidak Tuntas Siswa pada Materi Segitiga Kelas VII SMPN 4 Batipuh Tahun Ajaran 2011/2012........

....... ............. 58 Grafik Persentase Perkembangan Aktivitas Siswa.................................. Tabel 3.... 58 Diagram Lingkaran Persentase Ketuntasan Siswa Kelas Kontrol....................... 59 .. Diagram Lingkaran Persentase Ketuntasan Siswa Kelas Eksperimen..........8 DAFTAR GAMBAR Tabel 1............ Tabel 2...........

.............................. 146 Tabel 17...... Uji Kesamaan Rata-rata Populasi......... Kisi-kisi Soal Uji Coba Tes Akhir..............................................................................Proporsi Jawaban Soal Uji Coba Tes Akhir................... 85 Tabel 6........................................................... 155 Tabel 21............Uji Normalitas Tes Akhir Kelas Sampel.....................................Perhitungan Reliabilitas Soal Uji Coba Tes Akhir.9 DAFTAR LAMPIRAN Tabel 1.... Lembar Observasi Aktivitas Siswa............................................................. 75 Tabel 3........ Lembar Kerja Siswa (LKS)...............................................Perhitungan Indeks Pembeda Soal Uji Coba Tes Akhir....................... 74 Tabel 2.............. Uji Homogenitas Kelas Populasi.................................................................... 80 Tabel 4... 149 Tabel 19................ 157 Lembar Validasi RPP Lembar Validasi Lembar Observasi Lembar Validasi Soal Uji Coba Surat Rekomendasi Penelitian Surat Keterangan Telah Melaksanakan Penelitian ... Soal Uji Coba Tes Akhir..... 137 Tabel 12............... 110 Tabel 7. 151 Tabel 20......... 156 Tabel 22.......Perhitungan Indeks Kesukaran Soal Uji Coba Tes Akhir.....................Pedoman Jawaban Soal Tes Akhir..................Lembar Observasi Penelitian................................. Nilai Mid Semester 2 Siswa Kelas VII SMPN 4 Batipuh ................. 144 Tabel 15..............................................................................Klasifikasi Soal Uji Coba Tes....... 83 Tabel 5....................................................................................... 138 Tabel 13...... 147 Tabel 18............. Uji Normalitas Kelas Populasi....................................................................................................Proporsi Nilai Tes Akhir Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas Sampel................................................ 141 Tabel 14..Uji Homogenitas Kelas Sampel....Soal Tes Akhir....... 131 Tabel 8................................ 145 Tabel 16................................ 133 Tabel 9............................Uji Hipotesis.................Pedoman Jawaban Soal Uji Coba Tes Akhir............ RPP Kelas Eksperimen............................................. 135 Tabel 11............. 134 Tabel 10....

Secara singkat dapat dikatakan bahwa hakekat matematika berkenaan dengan ideide. Untuk menanamkan satu konsep guru harus memberikan contoh-contoh yang berhubungan dengan suatu konsep. Siswa yang kreatif berarti paham tentang materi yang sedang dipelajari dan mendukung peningkatan pemahaman konsep matematika siswa. sehingga kreativitas tidak hanya dari guru saja tetapi siswa harus ikut dalam proses pembelajaran. Hamzah B. agar dapat meningkatkan rasa antusias siswa serta memberikan motivasi pada siswa. konsep merupakan bagian dasar untuk membangun pengetahuan yang baik. Konsep dapat dipelajari dari definisi atau pengamatan langsung seperti: melihat. struktur-struktur dan hubungan-hubunganya diatur menurut urutan yang logis. Latar Belakang Masalah Dalam pembelajaran matematika pemahaman konsep sangat diperlukan. mendiskusikan dan memikirkan tentang kebenaran contoh. mendengar. Konsep dalam matematika adalah ide atau gagasan yang memungkinkan kita untuk mengelompokkan benda (obyek) ke dalam contoh. Dalam proses pembelajaran matematika kreativitas siswa untuk melakukan percobaan dengan alat peraga yang disediakan oleh guru sangat diperlukan. Uno menyebutkan bahwa: “Motivasi terjadi apabila seseorang mempunyai . Dalam penyampaian materi pembelajaran matematika harus menarik perhatian siswa. Untuk membantu siswa dalam memahami pengembangan konsep-konsep dan prinsip-prinsip matematika yang bersifat abstrak. dimana benda ini dapat disebut sebagai alat peraga.10 BAB I PENDAHULUAN A. maka dalam proses pembelajaran matematika diperlukan bantuan penyajian materi yang berupa benda konkrit.

(Bandung: PT Rosdakarya Offset. bahkan dalam hal-hal tertentu akan menentukan keberhasilan proses pembelajaran itu sendiri. h. Di samping itu alat peraga dapat digunakan untuk menarik perhatian siswa dalam mempelajari matematika. (Bandung: PT Remaja Rosdakarya. sehingga akan melekat dalam pola pikir dan pola tindakannya.11 keinginan dan kemauan untuk melakukan suatu kegiatan atau tindakan dalam rangka mencapai tujuan tertentu”. Siswa akan mudah memahami konsep matematika dengan cara melihat dan memperagakan secara langsung maka pembelajaran akan lebih membekas pada diri siswa sehingga hasil belajar yang diharapkan dapat tercapai untuk mendapatkan hasil yang sempurna. Alat peraga matematika mempunyai peranan yang sangat penting dalam memahami konsep matematika. 2009). setiap konsep yang abstrak. yang baru dipahami siswa perlu segera diberi penguatan.1 Heruman menyebutkan dalam matematika. Adanya metode pembelajaran dengan alat peraga tersebut dapat membantu siswa dalam memamahami konsep-konsep yang abstrak agar mengendap dan bertahan lama dalam memori siswa. meningkatkan rasa antusias dan memberikan motivasi pada siswa. 2007) . Hal ini dapat dikatakan bahwa alat peraga merupakan media transfer pengetahuan dari guru kepada siswa.2 2 1 . 28 Heruman. sementara siswa diminta untuk mencatat dan mengerjakan latihan dengan harapan siswa Moh Uzer Usman. Menjadi Guru Profesional. guru menjelaskan materi di depan kelas lalu dilanjutkan dengan pemberian contoh soal. agar mengendap dan bertahan lama dalam memori siswa. Alat peraga matematika diperlukan bagi seorang guru dalam menyampaikan pelajaran matematika. Model Pembelajaran Matematika di Sekolah Dasar. Berdasarkan pengamatan yang peneliti lakukan pada hari Senin 3 Oktober 2012 di SMPN 4 Batipuh terungkap bahwa pada saat terjadi proses pembelajaran. h. 2 Untuk itu diperlukan sebuah metode yang tepat disertai alat peraga agar pembelajaran matematika dapat menarik perhatian siswa.

guru tersebut menyatakan bahwa penggunaan alat peraga sangat minim. Saat proses pembelajaran. Ketika siswa diberi soal maka mereka akan kesulitan dalam mengerjakannya.12 lebih mengerti dengan materi yang dipelajari. Berdasarkan wawancara yang peneliti lakukan dengan guru matematika SMPN 4 Batipuh. Suasana belajar seperti ini membuat pembelajaran menjadi kurang menarik dan bermakna. sehingga fungsi guru tidak lagi sebagai motivator dan fasilitator melainkan sebagai subjek utama dalam pembelajaran tersebut. Ketika siswa diberi soal maka mereka akan kesulitan dalam mengerjakannya. Hal ini disebabkan oleh kurangnya sarana dan prasarana yang mendukung. khususnya pada materi segitiga. Kenyataan yang peneliti temui di SMPN 4 Batipuh. interaksi yang menghendaki keterlibatan aktif guru dan siswa kurang terjadi. Selain hal di atas. . Akibatnya. ketika guru mengadakan ujian maka banyak siswa yang mendapat nilai yang rendah. karena hanya beberapa orang siswa yang aktif atau ikut berpartisipasi selama proses pembelajaran berlangsung. Hal ini juga terlihat dari nilai matematika siswa seperti pada Tabel 1. sehingga siswa kurang bisa mengenal objek matematika secara langsung tetapi hanya abstrak. Salah satu faktor yang membuat siswa tidak memahami konsep matematika itu sendiri adalah guru tidak menggunakan media ataupun alat peraga dalam menjelaskan materi. kebiasaan sebagian besar siswa hanya menanti pelajaran atau konsep dari guru daripada menemukan sendiri. guru kurang mengetahui sejauh mana topik yang sudah disampaikan terkuasai oleh siswa dan pada bagian mana dari topik tersebut yang belum dipahami oleh siswa. memperlihatkan bahwa sampai saat ini minat belajar siswa terhadap matematika masih rendah khususnya pada materi pokok segitiga. Oleh karena itu.

09 90. terlihat bahwa masih banyak siswa yang memperoleh nilai matematika di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang telah ditetapkan oleh pihak sekolah yaitu 71. Dengan menggunakan metode penemuan terbimbing ini. Selain itu.52 90. 2 18 1 17 5. dapat juga dilihat dari nilai Mid semester 2 siswa yang masih rendah pada Tabel 2.48 Sumber: Guru Mata Pelajaran Matematika SMPN 4 Batipuh Salah satu cara yang tepat untuk mengatasi permasalahan tersebut yaitu dengan menerapkan metode penemuan terbimbing berbantuan alat peraga matematika.52 90. tetapi kenyataan menunjukkan bahwa dalam proses pembelajaran belum sepenuhnya memanfaatkan alat peraga. Hal ini disebabkan .91 Sumber: Guru Mata Pelajaran Matematika SMPN 4 Batipuh Dari Tabel 1.91 3 VII. Seberapa jauh siswa dibimbing. peneliti juga menggunakan alat peraga matematika. Persentase Tuntas dan Tidak Tuntas Siswa pada Materi Segitiga Kelas VII SMPN 4 Batipuh Tahun Ajaran 2011/2012 Jumlah Tidak Persentase Persentase No Kelas Tuntas Siswa Tuntas Tuntas Tidak Tuntas 1 VII. Di samping menerapkan metode penemuan terbimbing. 3 21 2 19 9.54 95.09 90. Tabel 2.1 21 2 19 9. Persentase Tuntas dan Tidak Tuntas Siswa pada Mid Semester 2 Kelas VII SMPN 4 Batipuh Tahun Ajaran 2012/2013 Jumlah Tidak Persentase Persentase No Kelas Tuntas Siswa Tuntas Tuntas Tidak Tuntas 1 VII. Alat peraga dapat mempengaruhi keberhasilan siswa dalam pembelajaran matematika.46 2 VII.48 2 VII. tergantung pada kemampuannya dan materi yang sedang dipelajari. sehingga dapat menemukan konsep serta prinsip umum berdasarkan bahan yang telah disediakan guru. 2 23 2 21 9.13 Tabel 1.1 22 1 21 4.44 3 VII.56 94. siswa akan terdorong untuk berpikir dan menganalisa sendiri. Metode penemuan terbimbing ini melibatkan suatu interaksi antara siswa dan guru dimana siswa mencari kesimpulan yang diinginkan melalui suatu urutan pertanyaan yang diatur oleh guru. 3 22 2 20 9.

14 oleh kurangnya pengetahuan seorang guru akan pentingnya alat peraga, kurang biaya, waktu dan tenaga. Padahal siswa SMP pada umumnya masih berusia 11 sampai 16 tahun. Pada usia itu mereka belum memiliki daya analisa dan abstraksi yang sempurna. Mereka lebih mudah memahami benda-benda yang konkrit. Alat peraga dalam mengajar memegang peranan penting sebagai alat bantu untuk menciptakan proses pembelajaran yang efektif. Proses pembelajaran ditandai dengan adanya beberapa unsur antara lain tujuan, bahan, metode dan alat serta evaluasi. Unsur metode dan alat merupakan unsur yang tidak bisa dilepaskan dari unsur lainnya yang berfungsi sebagai cara atau teknik untuk mengantarkan bahan pelajaran agar sampai ke tujuan. Dengan adanya alat peraga ini bahan pelajaran dengan mudah dapat dipahami oleh siswa. Berdasarkan permasalahan yang dikemukakan di atas peneliti tertarik untuk melakukan penelitian yang berjudul: “Penerapan Metode Penemuan Terbimbing Berbantuan Alat Peraga Matematika pada Materi Segitiga di Kelas VII SMPN 4 Batipuh”.

B. Identifikasi Masalah Berdasarkan uraian latar belakang permasalahan di atas maka dapat diidentifikasi masalah-masalah sebagai berikut: 1. Matematika merupakan mata pelajaran yang dianggap sulit dan membosankan bagi sebahagian besar siswa. 2. 3. 4. Aktivitas siswa dalam proses pembelajaran matematika masih kurang. Pembelajaran yang dilakukan guru cendrung satu arah. Siswa kurang memahami konsep matematika.

15 5. Guru dalam menjelaskan materi pelajaran belum menerapkan metode pembelajaran dan alat peraga. 6. Hasil belajar matematika siswa masih di bawah KKM yang telah ditetapkan.

C. Batasan Masalah Mengingat berbagai keterbatasan yang peneliti miliki baik dari segi keterbatasan waktu, kemampuan dana maupun tenaga, maka masalah dalam penelitian ini dibatasi pada: 1. 2. Aktivitas siswa dalam proses pembelajaran matematika masih kurang. Guru dalam menjelaskan materi pelajaran belum menerapkan metode penemuan terbimbing dan alat peraga. 3. Hasil belajar matematika siswa masih dibawah KKM yang telah ditetapkan.

D. Rumusan Masalah Berdasarkan batasan masalah yang dikemukakan di atas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: 1. Bagaimana aktivitas siswa selama penerapan metode penemuan terbimbing berbantuan alat peraga matematika pada siswa kelas VII SMPN 4 Batipuh? 2. Apakah hasil belajar matematika siswa dengan penerapan metode penemuan terbimbing berbantuan alat peraga matematika lebih baik daripada hasil belajar matematika siswa dengan menerapkan pembelajaran konvensional pada siswa kelas VII SMPN 4 Batipuh?

16 E. Asumsi Penelitian ini dilakukan dengan beberapa asumsi yaitu: 1. Setiap siswa memiliki kesempatan belajar yang sama dalam proses pembelajaran matematika. 2. Guru mampu menerapkan metode penemuan terbimbing berbantuan alat peraga matematika dalam pembelajaran matematika. 3. Nilai yang diperoleh siswa setiap diadakan tes matematika diasumsikan sebagai kemampuan yang dimilikinya. 4. Hasil tes akhir menggambarkan hasil belajar siswa.

F. Pertanyaan Penelitian dan Hipotesis Pertanyaan penelitian dalam penelitian ini adalah “Bagaimana aktivitas siswa selama penerapan metode penemuan terbimbing berbantuan alat peraga matematika pada siswa kelas VII SMPN 4 Batipuh?”, sedangkan hipotesis dalam penelitian ini adalah “hasil belajar matematika siswa dengan penerapan metode penemuan terbimbing berbantuan alat peraga matematika lebih baik daripada hasil belajar matematika siswa dengan menggunakan pembelajaran konvensional pada siswa kelas VII SMPN 4 Batipuh”.

G. Definisi Operasional Untuk menghindari kesalahan dalam memahami variabel ini maka peneliti mencoba menjelaskan istilah-istilah berikut: Metode penemuan terbimbing berbantuan alat peraga adalah suatu cara

penyampaian topik matematika sehingga proses belajar memungkinkan siswa menemukan sendiri pola atau struktur matematika melalui serentetan pengalaman yang

9. 27 . Aktivitas siswa yang diamati dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. untuk melihat kebenaran hasil penemuan tersebut.3 Aktivitas yang dimaksud adalah kegiatan dan keaktifan siswa dalam proses pembelajaran matematika selama menggunakan metode penemuan terbimbing berbantuan alat peraga segitiga. 8. Guru memberikan penguatan mengenai permasalahan yang dipecahkan. Siswa menyusun hasil prakiraan dari hasil analisis yang dilakukannya. 6. Guru meminta siswa duduk berkelompok sesuai dengan kelompok yang di bentuk sebelumnya. 5. Guru memberikan LKS dan memerintahkan siswa menganalisis data yang berisi pertanyaan-pertanyaan yang ada dalam LKS. Guru memerintahkan siswa untuk menyelesaikan soal-soal yang ada dalam LKS. 1994). Keterampilan siswa dalam menggunakan alat peraga segitiga untuk menemukan rumus dan konsep matematika. (Jakarta: Pustaka Sinar Harapan. h. 4. 3. Guru memeriksa hasil prakiraan yang dibuat siswa tersebut.17 lampau yang berada dalam bimbingan guru yang bersangkutan disertai media pengajaran yang mengandung atau membawakan ciri-ciri dari konsep yang dipelajari. Adapun langkah-langkah pelaksanaan metode penemuan terbimbing berbantuan alat peraga matematika sebagai berikut: 1. Guru membimbing penyelidikan kelompok dan mendorong siswa untuk mengumpulkan informasi yang sesuai serta mengajukan pertanyaan kepada siswa. 7. Guru menunjuk salah satu kelompok untuk mempresentasikan hasil diskusinya. 2. Aktivitas adalah kegiatan. 3 Badudu dan Sutan Mohammad Zain. Guru meminta siswa memperhatikan alat peraga yang dibuat sebelumnya. 10. Guru merumuskan masalah yang akan diberikan kepada siswa. keaktifan. Kamus Besar Bahasa Indonesia.

Kemampuan siswa dalam mengerjakan soal-soal yang ada dalam LKS. h. sementara siswa mencatat dan mengerjakan latihan yang diberikan. Tujuan Penelitian Penelitian ini bertujuan: 1.4 Hasil belajar yang peneliti maksud adalah hasil ulangan harian yang diperoleh siswa setelah melakukan pembelajaran matematika dengan menggunakan metode penemuan terbimbing berbantuan alat peraga matematika yang berbentuk segitiga. Pembelajaran konvensional adalah pembelajaran yang berorientasi pada guru dimana siswa hanya menerima saja apa yang dikatakan guru tanpa berusaha sendiri. Pembelajaran konvensional yang peneliti maksud adalah guru menjelaskan materi pelajaran di depan kelas. H. dijadikan oleh usaha pikiran dalam memperoleh suatu ilmu pengetahuan atau keterampilan. 3. Hasil belajar adalah sesuatu yang diadakan. Manfaat Penelitian 4 Ibid. 4.18 2. dibuat. Untuk mengetahui aktivitas siswa selama pembelajaran yang menerapkan metode penemuan terbimbing berbantuan alat peraga matematika. kemudian dilanjutkan dengan pemberian contoh soal. I. 2. Kemampuan siswa dalam mengeluarkan pendapat dan berdiskusi dengan temannya. 13 . Untuk mengetahui hasil belajar matematika siswa yang menerapkan metode penemuan terbimbing berbantuan alat peraga matematika lebih baik daripada hasil belajar matematika siswa yang menggunakan pembelajaran konvensional. Melihat siswa yang serius dalam mengerjakan LKS.

diharapkan dapat mengoptimalkan kemampuan berfikir positif. Bagi Guru. 3. Bagi Peneliti. tanggung jawab dan keaktifan siswa dalam pembelajaran serta meningkatkan hasil belajar siswa. Bagi Sekolah. 4. 2. sebagai bekal pengetahuan dan pengalaman bagi peneliti yang nantinya bisa diterapkan dalam pembelajaran matematika di sekolah. BAB II .19 Manfaat atau guna dari penelitian ini adalah: 1. Bagi Siswa. kerja sama. sebagai sumbangan pemikiran dalam usaha peningkatan mutu pembelajaran matematika di masa yang akan datang. sebagai masukkan bagi para guru matematika khususnya dalam meningkatkan kualitas pembelajaran matematika.

Selain itu. 20 tahun 2003 tentang Sisdiknas yaitu: “Proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar”. James L. h. h. untuk membuat siswa belajar aktif. 2006). h. dan memperoleh sendiri”.8 Hal serupa juga dikemukakan oleh Dimyati dan Mudjiono dalam Syaiful Sagala bahwa pembelajaran adalah: Kegiatan guru secara terprogram dalam desain intruksional.6 Pembelajaran menurut UUD No. Di dalam interaksi inilah terjadi serangkaian pengalaman-pengalaman belajar.9 Menurut Nikson dalam Muliyardi “Pembelajaran matematika adalah upaya membantu siswa untuk mengkontruksi konsep-konsep atau prinsip-prinsip matematika 5 6 9 Oemar Hamalik.5 Pengertian ini menitikberatkan pada interaksi antara individu dengan lingkungan. 61 Ibid. yang menekankan pada penyediaan sumber belajar. Mursell dalam Syaiful Sagala mengemukakan: “Belajar adalah upaya yang dilakukan dengan mengalami sendiri. mengajar dilakukan oleh pihak guru sebagai pendidik sedangkan belajar dilakukan oleh peserta didik atau murid”. menelusuri. 62 . 13 7 Ramayulis. Metodologi Pendidikan Agama Islam. h. (Jakarta: PT Bumi Aksara. 2008).20 KAJIAN TEORI A. Konsep dan Makna Pembelajaran.7 Pembelajaran juga dapat diartikan sebagai suatu proses interaksi edukatif antara anak didik dan pendidik. 15 8 Ibid. “Pembelajaran merupakan proses komunikasi dua arah. Pembelajaran Matematika Belajar adalah suatu proses perubahan tingkah laku individu melalui interaksi dengan lingkungan. 28 Syaiful Sagala. h. 2006). menjelajahi. Proses Belajar Mengajar. Pembelajaran adalah membelajarkan siswa menggunakan asas pendidikan maupun teori belajar yang merupakan penentu utama keberhasilan pendidikan. Menurut Syaiful Sagala. (Bandung: Alfabeta. (Jakarta: Kalam Mulia. Pembelajaran sebagai proses belajar yang dibangun oleh guru untuk meningkatkan kemampuan siswa menerima pengetahuan baru sebagai upaya meningkatkan penguasaan yang baik terhadap materi pembelajaran.

Dalam belajar siswa dituntut dapat memahami dan menerapkan pengetahuan yang diperolehnya selama proses pembelajaran. menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan memberikan pengelaman kepada siswa tentang matematika.10 Jadi dalam pembelajaran matematika siswa lebih banyak berperan dalam membangun pengetahuannya. Mengingat pentingnya pembelajaran konstruktivis. berusaha dengan susah payah dengan ide-ide. h. guru hanya membimbing siswa. Pembelajaran dengan penemuan merupakan pembelajaran yang memberikan kesempatan siswa untuk aktif. menfasilitasi siswa dalam belajar. 3 10 . Salah satu metode yang dikembangkan adalah metode penemuan terbimbing. menemukan segala sesuatu untuk dirinya. Metode Penemuan Terbimbing Paradigma baru yang sedang berkembang saat ini adalah pembelajaran konstruktivis.21 dengan kemampuannya sendiri melalui proses internalisasi sehingga konsep atau prinsip itu terbangun kembali”. B. para ahli pendidikan telah banyak mengembangkan pendekatan. 1. sehingga pembelajaran dengan orientasi student centre dan kontruktivis dapat tercapai. maupun metode pembelajaran matematika yang berlandaskan teori belajar konstruktivis. Pada pembelajaran ini siswa harus menemukan sendiri dan mentransformasikan informasi kompleks. Strategi Pembelajaran Matematika. (Padang: Jurusan Matematika Universitas Negeri Padang. mereka harus bekerja memecahkan masalah. 2003). metode. mengecek informasi baru dengan aturan-aturan lama dan merevisinya apabila aturan itu tidak lagi sesuai. Pengertian Metode penemuan terbimbing Menurut Ahmad metode penemuan terbimbing adalah suatu cara penyampaian topik matematika sehingga proses belajar memungkinkan siswa menemukan sendiri pola atau struktur matematika melalui serentetan pengalaman Muliyardi.

Dengan metode ini siswa dihadapkan kepada situasi dimana ia bebas menyelidiki dan menarik kesimpulan.12 12 Rachmadi. d. Bimbingan ini sebaiknya mengarahkan siswa untuk melangkah ke arah yang hendak dituju. diantaranya sebagai berikut: a. 12 . h. (Jakarta: Quantum Teaching. konsep. h. mengorganisir. Pelaksanaan Pembelajaran dengan Metode Penemuan Terbimbing Agar pelaksanaan pembelajaran dengan metode penemuan terbimbing ini berjalan dengan efektif. Merumuskan masalah yang akan diberikan kepada siswa dengan data secukupnya. bimbingan guru dapat diberikan sejauh yang diperlukan saja.22 yang lampau yang berada dalam bimbingan guru yang bersangkutan. Guru bertindak sebagai petunjuk jalan. b. Bila dipandang perlu. perumusannya harus jelas. konjektur yang telah dibuat siswa tersebut di atas diperiksa oleh guru. Dari data yang diberikan guru. ada beberapa langkah yang harus ditempuh oleh guru matematika. Siswa menyusun konjektur (prakiraan) dari hasil analisis yang dilakukannya. Pengajuan pertanyaan yang tepat oleh guru akan meransang kreativitas siswa dan membantu mereka dalam menemukan pengetahuan yang baru tersebut. memproses. Di samping itu perlu diingat pula bahwa induksi tidak menjamin 100% kebenaran konjektur. siswa menyusun. dan keterampilan yang sudah mereka pelajari sebelumnya untuk mendapatkan pengetahuan yang baru. Dalam hal ini. Hal ini penting dilakukan untuk meyakinkan kebenaran prakiraan siswa. (Yogyakarta: Depertemen Pendidikan Nasional Pusat Pengembangan dan Penataran Guru Matematika. Model-Model Pembelajaran Matematika SMP. e. sehingga akan menuju arah yang hendak dicapai. Apabila telah diperoleh kepastian tentang kebenaran konjektur tersebut.12 2. c. hindari pernyataan yang menimbulkan salah tafsir sehingga arah yang ditempuh siswa tidak salah. 2004). Strategi Belajar Mengajar. maka verbalisasi konjektur sebaiknya diserahkan juga kepada siswa untuk menyusunya. 11 Ahmad Sabri. melalui pertanyaan-pertanyaan atau LKS. 11 Metode ini melibatkan suatu interaksi antara siswa dan guru dimana siswa mencari kesimpulan yang diinginkan melalui suatu urutan pertanyaan yang diatur oleh guru. ia membantu siswa agar mempergunakan ide. Pengetahuan yang baru akan melekat lebih lama apabila siswa dilibatkan secara lansung dalam proses pemahaman dan mengkonstruksi sendiri konsep atau pengetahuan tesebut. dan menganalisis data tersebut. 2005).

sebab mengalami sendiri proses menemukannya. Kepuasan batin ini mendorong ingin melakukan penemuan lagi sehingga minat belajarnya meningkat. Metode dan Strategi dalam Pembelajaran Matematika . dkk sebagai berikut: a. siswa mengikuti petunjuk dan menemukan sendiri penyelaseiannya. seperti yang dijelaskan oleh Al-Krismanto bahwa: Dalam menggunakan metode penemuan terbimbing peranan guru adalah: menyatakan persoalan. kemudian membimbing siswa untuk menemukan penyelesaian dari persoalan itu dengan perintah-perintah atau dengan lembar kerja. 2006). 16 14 Al Krismanto. Sesudah siswa menemukan apa yang dicari. terlihat bahwa pembelajaran dengan metode penemuan terbimbing terpusat pada siswa. Siswa aktif dalam kegiatan belajar.13 Peranan guru dalam pelaksanaan pembelajaran menggunakan metode penemuan terbimbing adalah menyatakan persoalan. struktur atau rumus yang telah ditemukan. Beberapa Teknik. kemudian membimbing siswa untuk menemukan penyelesaian dari persoalan tersebut dengan perintah-perintah atau lembar kerja siswa (LKS). Beberapa keunggulan metode penemuan diungkapkan oleh Suherman. Menemukan sendiri menimbulkan rasa puas. hendaknya guru menyediakan soal latihan atau soal tambahan untuk memeriksa apakah hasil penemuan itu benar. Selain dari itu hubungan dan keteraturan dari materi yang sedang dipelajari oleh siswa tersusun sistematis karena didukung oleh pertanyaan-pertanyaan yang diarahkan dalam LKS. Hal ini bertujuan agar potensi intelektual siswa berkembang dan siswa lebih mudah mengingat konsep. Sesuatu yang diperoleh dengan cara ini lebih lama diingat.14 Dari pendapat di atas. (Yogyakarta: 2003). h. c. Siswa memahami benar bahan pelajaran. (Yogyakarta: Departemen Pendidikan Nasional Pusat Pengembangan dan Penataran Guru Matematika. Model Pembelajaran Matematika dengan Pendekatan Penemuan Terbimbing . Markaban. sebab ia berpikir dan menggunakan kemampuan untuk menemukan hasil akhir. h. Lembar kerja siswa ini digunakan dalam memberikan bimbingan kepada siswa dalam menemukan konsep atau prinsip matematika.23 f. Metode penemuan ini memiliki kelebihan dan kekurangan. 5 13 . b.

Alat Peraga Matematika Sejalan dengan istilah media pembelajaran ada istilah alat peraga. 2 15 . (Batusangkar: STAIN Batusangkar. didengar. Bantuan guru dapat dimulai dengan mengajukan beberapa pertanyaan dan dengan memberikan informasi secara singkat.15 Selain memiliki beberapa keunggulan. 2001). misalnya: media cetak. Siswa yang memperoleh pengetahuan dengan metode penemuan akan lebih mampu mentransfer pengetahuannya ke berbagai konteks. 179 16 Abhanda Amra. Metode ini melatih siswa untuk lebih banyak belajar sendiri. Menurut National Education Association dalam Abhanda Amra menyatakan bahwa: Media adalah segala usaha yang dimanipulasikan. Media Pembelajaran untuk Sekolah dan Madrasah . 2010). Metode discovery (penemuan) yang mungkin dilaksanakan pada siswa SMP adalah metode penemuan terbimbing. metode discovery (penemuan) juga memiliki beberapa kelemahan.16 Erman Suherman. h.. Hal ini dikarenakan siswa SMP masih memerlukan bantuan guru sebelum menjadi penemu murni.24 d. media adalah segala alat fisik yang dapat menyajikan pesan yang merangsang yang sesuai untuk belajar. media elektronik (film. video). Sedangkan menurut Brigg. dkk. dilihat. dan dikatakan media jika merupakan bagian integral dari seluruh kegiatan belajar dan ada pembagian tanggung jawab antara guru dan sumber lain. Oleh sebab itu metode discovery (penemuan) yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah metode discovery (penemuan) terbimbing (guided discovery). (Bandung: Jurusan Pendidikan Matematika UPI Bandung. diantaranya membutuhkan waktu belajar yang lebih lama dibandingkan dengan belajar menerima. C. Untuk mengurangi kelemahan tersebut maka diperlukan bantuan guru. h. e. Common Texbook Strategi Pembelajaran Matematika Kontemporer. Suatu sumber belajar dikatakan alat peraga jika fungsinya hanya sebagai alat bantu saja. dibaca atau dibicarakan beserta instrument yang digunakan untuk kegiatan tersebut.

h. dipegang. 3 17 . Dari segi pengadaannya alat peraga dapat dikelompokkan sebagai alat peraga sederhana dan alat peraga buatan pabrik. maka perlu diketahui fungsi alat peraga. Secara umum fungsi alat peraga adalah sebagai: 1. 2. dan memanipulasi obyek atau alat peraga maka siswa mempunyai pengalamanpengalaman nyata dalam kehidupana tentang arti dari konsep. kursi. serta tujuan instruksional dapat dicapai dengan mudah. Penggunaan Alat Peraga dalam Pembelajaran Matematika SMP . Misalnya benda-benda di sekitar siswa yang berupa buku. Menurut DJoko Iswadji dalam Pujiati. Media Pembelajaran Matematika Sekolah Dasar. agar siswa mampu menangkap arti sebenarnya dari konsep tersebut. dihimpun atau disusun secara sengaja yang digunakan untuk membantu menanamkan konsep-konsep atau prinsip-prinsip dalam matematika. h.25 Dari definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran adalah sarana komunikasi dalam pembelajaran yang berupa perangkat keras maupun perangkat lunak untuk mencapai proses dan hasil instruksional secara efektif dan efisien. metode-metode bangun datar dan lainnya. meja. sedangkan alat peraga buatan pabrik pada umumnya berupa perangkat keras dan lunak yang pembuatannya memiliki ketelitian ukuran serta memerlukan biaya tinggi. 5 18 Sukayati. alat peraga matematika adalah seperangkat benda konkret yang dirancang. Pujiati. Fungsi utama alat peraga adalah untuk menurunkan keabstrakan dari konsep. (Yogyakarta: Departemen Pendidikan Nasional Direktorat Jendral Dasar dan Menengah PPPG Matematika.18 Agar dalam memilih dan menggunakan alat peraga sesuai dengan tujuan yang akan dicapai dalam pembelajaran. hal-hal yang abstrak dapat disajikan dalam bentuk metode-metode berupa benda yang dapat dilihat. meraba. 2003). diputarbalikkan sehingga dapat lebih mudah dipahami.17 Dengan alat peraga. 2004). Dengan melihat. Pembuatan alat peraga sederhana biasanya memanfaatkan lingkungan sekitar dan dibuat sendiri. (Yogyakarta: tim PPPG Matematika. Media dalam memantapkan pemahaman konsep. dibuat. Media dalam menanamkan konsep-konsep matematika.

Johan Wahyudi: “Pendidikan yang disertai media yang tepat. 4. Johan Wahyudi bahwa: “Metode yang tepat untuk bahan pelajaran tertentu dapat lebih efektif jika disertai dengan media pendidikan yang tepat pula”. 2013). dan melakukan juga menimbulkan motivasi yang lebih kuat ketimbang semata-mata dengan menggunakan kata-kata yang abstrak”. Memperjelas makna bahan pelajaran sehingga siswa lebih mudah memahaminya. menjadi konkrit.21 Pujiati. Metode mengajar akan lebih bervariasi sehingga siswa tidak akan mudah bosan . Johan Wahyudi.cit. materil. h. mudah dipahami. http://ristantocreative. hemat waktu dan tenaga.20 Dengan bantuan berbagai media atau alat bantu belajar maka pelajaran akan lebih menarik. mengerti. 2. Banyak waktu yang diperlukan untuk persiapan. Hal ini senada dengan yang diungkapkan M. 3.(Skripsi). (Palangkaraya: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Palangkaraya. 24 . selain memudahkan siswa dalam mengalami.19 Adapun kelebihan penggunaan alat peraga yaitu: 1. Menumbuhkan minat belajar siswa karena pelajaran menjadi lebih menarik. Perbedaan Hasil Belajar Matematika dengan Metode Penemuan Terbimbing Berbantuan LKS dan Blok Aljabar pada Materi Faktorisasi Aljabar di Kelas VIII MTsN 1 Model Palangka Raya. 2. h.26 3. 6 M. melakukan dan mendemonstrasikan dan sebagainya. dan hasil belajar lebih bermakna. Op. Perlu kesediaan berkorban secara D. Media untuk menunjukkan hubungan antara konsep matematika dengan kehidupan sehari-hari. memahami.wordpress. Membuat siswa lebih aktif melakukan kegiatan belajar seperti: mengamati. Metode Penemuan Terbimbing Berbantuan Alat Peraga Matematika Menurut Syaiful Sagala dalam M.com/articles-2/articles/ 20 21 19 Ibid. Kekurangan alat peraga yaitu: 1.

um. 3. Guru merumuskan masalah yang akan diberikan kepada siswa.ac. 2. Penyajian atau mempresentasikan hasil kegiatan. 2003). “Penggunaan metode penemuan terbimbing dengan bantuan peraga dan LKS dapat meningkatkan hasil belajar siswa”. Guru meminta siswa duduk berkelompok sesuai dengan kelompok yang di bentuk sebelumnya. sehingga siswa dapat memahaminya.23 Berdasarkan langkah-langkah pelaksanaan metode penemuan terbimbing. Untuk menumbuhkan keaktifan siswa dalam belajar dapat diterapkan metode penemuan terbimbing.php/pub/detail/meningkatkan-hasil-belajar-pecahan-senilaimelalui-pembelajaran-dengan-metoda-penemuan-terbimbing-pada-siswa-kelas-iv-sd-negeri-punten-1-batu-arifdjunaidi-56442. http://library.html 23 Erman Suherman.22 Langkah-langkah dalam penemuan terbimbing ini menurut Erman adalah: 1.27 Dalam belajar matematika siswa diharapkan dapat menemukan suatu konsep matematika yang dilakukan sendiri dengan diiringi oleh keaktifan. 4. Agar konsep matematika dapat dipahami siswa. sehingga dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Arif Djunaidi.id/free-contents/index. 2. Strategi Pembelajaran Matematika Kontemporer. Guru meminta siswa memperhatikan alat peraga yang dibuat sebelumnya. (Bandung: Universitas Pendidikan Indonesia. 3. Menurut Arif Djunaidi. maka dibantu dengan sebuah alat peraga. Meningkatkan Hasil Belajar Pecahan Senilai Melalui Pembelajaran Dengan Metoda Penemuan Terbimbing Pada Siswa Kelas IV SD Negeri Punten 1 Batu. Guru membimbing penyelidikan kelompok dan mendorong siswa untuk mengumpulkan informasi yang sesuai. 213 22 . melaksanakan eksperimen untuk mendapatkan penjelasan dan penjelasan masalah. (Skripsi). 4. maka peneliti mencoba memodifikasinya dengan alat peraga langkah sebagai berikut: 1. Guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok (kelompok telah dibentuk guru di rumah sebelumnya) dimana dalam kelompok tersebut terdapat siswa yang memiliki kemampuan lebih dari siswa yang lainnya. (Malang: Universitas Negeri Malang). h. Mengevaluasi kegiatan. Guru membimbing penyelidikan kelompok dan mendorong siswa untuk matematika dengan langkah- mengumpulkan informasi yang sesuai serta mengajukan pertanyaan kepada siswa.

Guru memberikan LKS dan memerintahkan siswa menganalisis data yang berisi pertanyaan-pertanyaan yang ada dalam LKS. 9. Dengan menggunakan metode penemuan terbimbing berbantuan alat peraga matematika. meniru. The Accelerated Learning (Hand Book). tanpa perhatian pada perasaan dan ikatan sosial dilingkungan pendidikan. E. tanpa usaha untuk mengajar murid cara berkreasi. 84 . Guru memeriksa hasil prakiraan yang dibuat siswa tersebut. 10. pembelajaran konvensional dapat disebut dengan pembelajaran yang dilaksanakan secara tradisional. Guru menunjuk salah satu kelompok untuk mempresentasikan hasil diskusinya. Guru memerintahkan siswa untuk menyelesaikan soal-soal yang ada dalam LKS. pembelajar sebagai pelajar yang patuh dan pasif. melatih siswa berfikir kritis dan kreatif serta dapat meningkatkan hasil belajar siswa. (Bandung: Kaifa. Menurut Nasution pembelajaran konvensional memiliki ciri-ciri sebagai berikut: 24 Dave Meier. 6. Pembelajaran Konvensional Berdasarkan kamus besar bahasa Indonesia (KBBI). untuk melihat kebenaran hasil penemuan tersebut. pembelajaran konvensional adalah pembelajaran yang berorientasi pada guru dimana siswa hanya menerima saja apa yang dikatakan guru tanpa berusaha sendiri untuk menemukan suatu konsep atau materi pelajaran. sistem yang digerakkan oleh semangat mempertahankan diri (takut akan kegagalan). Jadi. 8. guru sebagai pusat kekuasaan. 7. siswa akan mudah memahami dan menemukan konsep-konsep matematika yang abstrak. Dave Meier mengatakan bahwa: Pembelajaran tradisional diera industri cenderung menekankan fungsi reftil: belajar menghafal. 1999). Guru memberikan penguatan mengenai permasalahan yang dipecahkan.24 Jadi. h. konvensional berarti tradisional. mengikuti rutin dan contoh yang ditetapkan oleh hierarki. Siswa menyusun hasil prakiraan dari hasil analisis yang dilakukannya. memecahkan masalah dan berfikir sendiri.28 5.

kuliah. kemudian menutup pelajaran dengan memotivasi siswa dan memberi tugas. mencatat dan mengerjakan latihan-latihan saja. Ditambahkan dengan adanya usaha guru dengan siswa untuk merangkum materi. F. Tidak ada belajar kalau tidak ada aktivitas. Pengajar umumnya sebagai penyebab dan penyalur informasi utama. 2.25 Pembelajaran konvensional yang dimaksudkan dalam penelitian ini adalah pembelajaran yang biasa dilakukan oleh guru pada umumnya. Berorientasi pada kegiatan guru dan mengutamakan kegiatan belajar. Siswa biasanya mengikuti beberapa tes atau ulangan mengenai bahan yang dipelajari dan berdasarkan angka hasil tes atau ulangan. 4. Aktivitas Siswa dalam Belajar Pada prinsipnya. 7. Penguatan umumnya diberikan setelah dilakukannya ulangan atau ujian. dengan melakukan sesuatu kegiatan atau aktivitas.29 1. Berbagai Pendekatan dalam Proses Belajar Mengajar. Tujuan tidak dirumuskan secara spesifik ke dalam kelakuan yang dapat diukur. (Jakarta: Bumi Aksara. 25 Nasution. 3. tugas tertulis dan media lain menurut pertimbangan guru. salah satu prinsip atau asas yang sangat penting dalam interaksi belajar mengajar adalah adanya aktivitas. itulah nilai rapor yang diisikan. belajar adalah berbuat untuk mengubah tingkah laku. 9. 209 . 6. Oleh sebab itu. memberikan materi secara langsung (Teacher Oriented). Dalam proses pembelajaran matematika. Aktivitas yang dimaksud adalah aktivitas yang dilakukan siswa secara individu atau kelompok untuk menyelesaikan serta mendiskusikan suatu permasalahan matematika. Semua siswa harus belajar menurut kecepatan guru mengajar. 2000). h. 5. 8. aktivitas yang dilakukan oleh siswa tidak cukup hanya mendengarkan. Bahan pelajaran umumnya berbentuk ceramah. Siswa kebanyakan bersifat pasif mendengar uraian guru. yaitu membuka pelajaran. Bahan pelajaran diberikan kepada kelompok atau kelas secara keseluruhan tanpa memperhatikan siswa secara individual. dilanjutkan dengan pemberian contoh soal dan melakukan evaluasi ketercapaian siswa dalam belajar.

menyalin. metode mereparasi. pekerjaan orang lain. 6. bergairah. Mental activities Hal yang diamati adalah kemampuan siswa dalam mengerjakan soal-soal yang ada dalam LKS. angket. 3. laporan. Writing activities. merasa bosan. diagram. tenang. gembira. sebagai contoh misalnya: menanggapi. h. Listening activities. mengeluarkan pendapat. 3. Visual activities Hal yang diamati adalah keterampilan siswa dalam menggunakan alat peraga segitiga untuk menemukan rumus dan konsep matematika. 7. menganalisis. seperti misalnya menulis cerita. bersemangat. 8. mengingat. berternak. Diedrich dalam Sardiman mengemukakan berbagai aktivitas siswa antara lain sebagai berikut: 1. 2. karangan. 4. merumuskan. membuat konstruksi. mengambil keputusan. seperti: menyatakan. memperhatikan gambar demonstrasi. Drawing activities. bertanya. Writing activities Hal yang diamati adalah melihat siswa yang serius dalam mengerjakan LKS. 101 . gugup. seperti misalnya. 4. Oral activities. berkebun. (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. diskusi. diskusi. Interaksi Dan Motivasi Belajar Mengajar. membaca. misalnya: menggambar. peta. yang termasuk di dalamnya antara lain: melakukan percobaan. 2007). memberi saran. mengadakan wawancara. percakapan. Oral activities Hal yang diamati adalah kemampuan siswa dalam mengeluarkan pendapat dan berdiskusi dengan temannya. bermain. Visual activities. 26 Sardiman. interupsi. 5. Mental activities. 2. menaruh minat. musik pidato.26 Aktivitas siswa yang akan peneliti amati dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. sebagai contoh mendengarkan: uraian. membuat grafik. berani. yang termasuk didalamnya misalnya. Emotional activities. Motor activities. memecahkan soal.30 Menurut Paul B. melihat hubungan. percobaan.

dan ranah psikomotor. 2005). (d) sikap dan (e) keterampiln motoris. Faktor yang bersumber dari dalam diri manusia. analisis. (Bandung: Remaja Rosdakarya. Faktor biologis antara lain: usia. (Jakarta: Kencana. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. yakni pengetahuan atau ingatan. (b) pengetahuan dan pengertian. Wina Sanjaya. Seseorang dikatakan telah berhasil dalam belajar apabila terjadi perubahan tingkah laku dalam dirinya dan perubahan itu terjadi karena latihan dan pengalaman. (b) keterampilan intelektual. yakni (a) informasi verbal. afektif dan psikomotor. yaitu ranah kognitif. Ada enem aspek ranah psikomotor. Hasil belajar dikelompokkan dalam tiga kategori domain atau ranah. yakni penerimaan. (d) keharmonisan atau ketepatan. (c) strategi kognitif. Horward Kingsley membagi tiga macam hasil belajar. minat. pemahaman. kematangan. sintesis dan evaluasi. organisasi dan internalisasi. Ranah psikomotor berkenaan dengan hasil belajar keterampilan dan kemampuan bertindak. hasil belajar adalah prestasi yang dicapai seseorang setelah mengikuti proses pembelajaran. 27 28 Nana Sudjana. h.h. yakni ranah kognitif. penilaian. Hasil Belajar Pencapaian hasil belajar dalam pembelajaran dapat dilihat dari hasil belajar yang diperoleh siswa. Gagne membagi lima kategori hasil belajar. kesehatan dan lain-lain. Ketiga ranah tersebut menjadi objek penilaian hasil belajar. “Hasil belajar merupakan gambaran kemampuan siswa dalam memenuhi suatu tahapan pencapaian pengalaman belajar dalam suatu kompetensi dasar”.27 Jadi. ranah afektif. aplikasi. (e) gerakan keterampilan kompleks dan (f) gerakan ekspresif dan interpretatif. motivasi. jawaban atau reaksi. Ranah kognitif berkenaan dengan hasil belajar intelektual yang terdiri dari enam aspek. kebiasaan belajar dan lain-lain. Sedangkan faktor psikologis antara lain: kelelahan. faktor ini dapat diklasifikasikan menjadi dua yakni faktor biologis dan faktor psikologis. Benyamin Bloom secara garis besar mengklasifikasikan hasil belajar menjadi tiga ranah. yakni (a) keterampilan dan kebiasaan. Ranah afektif berkenaan dengan sikap yang terdiri dari lima aspek.31 G. (c) kemampuan perseptual. yakni (a) gerakan refleks. Sedangkan menurut Nana Sudjana: Hasil belajar adalah kemampuan-kemampuan yang dimiliki siswa setelah ia menerima pengalaman belajarnya”. suasana hati. Menurut Wina Sanjaya. (c) sikap dan cita-cita. Pembelajaran dalam Implementasi Kurikulum Berbasis Kompetensi. 22-23 27 . 2005). (b) keterampilan gerakan dasar.28 Secara garis besar faktor yang mempengaruhi hasil belajar dapat dibedakan menjadi dua jenis yaitu: 1.

30 Kesimpulan dari penelitian ini menyatakan bahwa minat dan keaktivan siswa dengan penerapan metode penemuan terbimbing dengan mengoptimalkan penggunaan lembar kerja siswa (LKS) meningkat. Penelitian Relevan Penelitian yang relevan dengan penelitian ini adalah penelitian yang dilakukan oleh Mike Trisnawati yang berjudul: ”Penerapan Metode Penemuan Terbimbing dengan Mengoptimalkan Penggunaan Lembar Kerja Siswa (LKS) dalam upaya Meningkatkan Minat dan Keaktivan Siswa”. Sedangkan pada ranah afektif.(Bandung: Remaja Rosdakarya.pdf 30 29 . faktor ini diklasifikasikan menjadi dua yakni faktor manusia dan faktor non manusia seperti: alam. 2001). Nana Sudjana. Penerapan Metode Penemuan Terbimbing dengan Mengoptimalkan Penggunaan Lembar Kerja Siswa (LKS) dalam upaya Meningkatkan Minat dan Keaktivan Siswa ”. 3 Mike Trisnawati.ac. (skripsi:2012). juga untuk mengetahui sampai dimana siswa dapat memahami materi pelajaran yang mereka terima dalam pembelajaran. h. Perbedaan penelitian ini dengan penelitian Mike Trisnawati adalah penelitian yang peneliti lakukan ini bertujuan untuk melihat aktivitas dan hasil belajar matematika siswa dalam pembelajaran matematika dengan penerapan metode penemuan terbimbing berbantuan alat peraga matematika pada materi segitiga di kelas VII SMPN 4 Batipuh. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Hasil belajar dapat digunakan sebagai alat untuk mengetahui sejauh mana siswa menguasai materi yang diajarkan pada setiap pertemuan dalam proses belajar mengajar matematika. Pada penelitian ini ranah penilaian yang dilakukan terhadap siswa adalah pada ranah kognitif yang berkenaan dengan hasil belajar intelektual siswa. http://etd.id/11653/3/BAB_I. hewan dan lingkungan fisik. H.ums.32 2.eprints. benda.29 Dengan memperhatikan faktor-faktor tersebut diharapkan dapat meningkatkan minat dan keaktifan siswa dalam mengikuti pembelajaran. Faktor-faktor yang bersumber dari luar diri manusia. Selain itu. peneliti hanya mengamati aktivitas siswa yang dilihat dengan menggunakan lembar observasi.

33 sedangkan penelitian yang dilakukan oleh Mike Trisnawati bertujuan untuk mengetahui minat dan keaktivan siswa. Perbedaan penelitian ini dengan penelitian Tegar Bayu Andhi Perdana adalah penelitian yang peneliti lakukan ini bertujuan untuk melihat aktivitas dan hasil belajar matematika siswa dalam pembelajaran matematika dengan penerapan metode penemuan terbimbing berbantuan alat peraga matematika pada materi segitiga di kelas VII SMPN 4 Batipuh.eprints.id/13035/1/2._CoverAbstrak_Bayu. sedangkan Tegar Bayu Andhi Perdana menggunakan penelitian tindakan kelas. Penelitian yang relevan selanjutnya adalah penelitian yang dilakukan oleh Tegar Bayu Andhi Perdana yang berjudul: ”Peningkatan Motivasi Belajar Matematika Melalui Strategi Penemuan Terbimbing Pokok Bahasan Lingkaran pada Siswa Kelas VIII Semester II SMPN 3 Colomadu Karanganyar tahun ajaran 2010/2011”. Selain itu. Kerangka Konseptual Tegar Bayu Andhi Perdana.31 Kesimpulan dari penelitian ini menyatakan bahwa motivasi belajar siswa dengan strategi penemuan terbimbing mengalami peningkatan. I. jenis penelitian yang peneliti lakukan adalah penelitian deskriptif dan eksperimen semu. http://etd.ums. (UMS: 2011). Selain itu. jenis penelitian yang peneliti lakukan adalah penelitian deskriptif dan eksperimen semu. sedangkan penelitian yang dilakukan oleh Tegar Bayu Andhi Perdana bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan peningkatan motivasi belajar matematika pada pokok bahasan lingkaran dalam pembelajaran matematika melalui strategi penemuan terbimbing.pdf 31 . Peningkatan Motivasi Belajar Matematika Melalui Strategi Penemuan Terbimbing Pokok Bahasan Lingkaran pada Siswa Kelas VIII Semester II SMPN 3 Colomadu Karanganyar tahun ajaran 2010 /2011 (Skripsi). sedangkan Mike Trisnawati menggunakan penelitian tindakan kelas.ac.

Akibatnya. Metode penemuan terbimbing berbantuan alat peraga matematika ini tidak hanya melatih siswa dalam keterampilan akademik dan aktivitas saja. Suasana belajar akan lebih bermakna dan tersimpan lama dalam pikiran siswa. Dalam proses diskusi dan kerja kelompok guru hanya berfungsi sebagai fasilitator.34 Banyak faktor yang mempengaruhi hasil belajar matematika siswa. realita yang terjadi dilapangan saat ini adalah aktivitas siswa belum dikembangkan secara maksimal dan pembelajaran lebih didominasi oleh guru sehingga membuat siswa cenderung pasif. motivator. inovator dan mengkoordinir proses pembelajaran. Banyak cara yang bisa dilakukan untuk meningkatkan hasil belajar siswa diantaranya menciptakan suasana belajar yang mendorong siswa terlibat aktif dalam proses pembelajaran. diantaranya adalah metode pembelajaran yang digunakan oleh guru. sehingga aktivitas dan hasil belajar siswa meningkat. rendahnya aktivitas siswa dan guru belum menggunakan alat peraga dalam menemukan konsep matematika. siswa merasa bosan dan menganggap bahwa matematika sebagai mata pelajaran yang sulit. Pembelajaran dengan menerapkan metode penemuan terbimbing berbantuan alat peraga matematika lebih banyak berpusat pada siswa. Berdasarkan uraian di atas. Salah satu cara untuk mengatasi masalah ini adalah dengan menerapkan metode penemuan terbimbing berbantuan alat peraga matematika pada materi segitiga. maka skema kerangka konseptual sebagai berikut: Siswa Kelas eksperimen Kelas Kontrol . tetapi juga dalam menemukan konsep matematika yang pada akhirnya hal ini akan berpengaruh terhadap hasil belajar siwa. siswa akan mudah memahami dan menemukan konsep-konsep matematika yang abstrak. Namun. melatih siswa berfikir kritis dan kreatif serta dapat meningkatkan hasil belajar siswa.

35 Penggunaan Metode Penemuan Terbimbing Berbantuan Alat Peraga Analisis tes akhir Aktivitas siswa Hasil belajar Pembelajaran konvensional Analisis tes akhir Hasil belajar Kesimpulan dari analisis aktivitas dan hasil belajar Skema kerangka konseptual BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Jenis Penelitian .

32 Eksperimen semu dapat diartikan sebagai penelitian yang mendekati eksperimen. 2005). Rineka Cipta. Metode Penelitian Pendidikan. Menurut Nana Syaodih Sukmadinata. (Jakarta: PT.33 Penelitian eksperimen ini bertujuan untuk menyelidiki kemungkinan adanya hubungan sebab akibat dengan cara memberikan perlakuan kepada satu atau lebih kelompok eksperimen dengan satu atau lebih kondisi perlakuan dan memperbandingkan hasilnya dengan satu atau lebih kelompok kontrol yang tidak dikenai kondisi perlakuan. 34 Analisis data penelitian deskriptif dilakukan terhadap kelas eksperimen secara kuantitatif dan kualitatif. 316 33 Suharsimi Arikunto. 2009). 234 32 . 2002). Caranya adalah dengan membandingkan satu atau dua kelompok eksperimen yang diberi perlakuan dengan satu atau lebih kelompok pembanding yang tidak menerima perlakuan. (Jakarta: Rineka Cipta. h. maka jenis penelitian ini adalah eksperimen semu (Quasi Experiment) dan penelitian deskriptif. Prosedur Penelitian. “Penelitian eksperimen semu adalah penelitian eksperimental yang penyamaan kelompok kontrol dengan kelompok eksperimen hanya dalam satu karakter saja dan minimal dilakukan dengan cara menjodohkan atau matching anggota kelompok”. Manajemen Penelitian. (Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Rancangan Penelitian Nana Syaodih Sukmadinata. yaitu keadaan gejala menurut apa adanya pada saat penelitian dilakukan”. Pemberian perlakuan pada kelas eksperimen dengan cara menggunakan metode penemuan terbimbing berbantuan alat peraga matematika dan memberikan perlakuan belajar secara konvensional pada kelas kontrol. Penelitian deskriptif adalah ”Penelitian yang dimaksudkan untuk mengumpulkan informasi mengenai status suatu gejala yang ada.36 Sesuai dengan masalah yang dikemukakan sebelumnya. 54 34 Suharsimi Arikunto. h. h. B.

104 . 35 Sumadi Suryabrata. (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Tabel 4. 2003). O = Pembelajaran dengan metode pembelajaran konvensional T = Tes akhir35 C. Populasi Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII SMPN 4 Batipuh yang berjumlah tiga kelas. Jumlah Siswa Kelas VII SMPN 4 Batipuh Tahun Ajaran 2012-2013 No Kelas Jumlah Siswa 1 VII. h. Populasi dan Sampel 1.1 21 Orang 2 VII. Sampel Sesuai dengan masalah yang diteliti dan metode penelitian yang digunakan. Bagan dari rancangan penelitian ini dapat digambarkan sebagai berikut: Tabel 3.37 Rancangan penelitian yang digunakan adalah Randomized Control Group Only Design. pada penelitian ini perlakuan yang diberikan pada kelas eksperimen adalah menggunakan metode penemuan terbimbing berbantuan alat peraga matematika. Tabel 4. Metode Penelitian Pendidikan. Pengambilan sampel dilakukan secara acak dengan teknik Simple Random Sampling.2 18 Orang 3 VII. Rancangan Penelitian Kelompok Tindakan Postest Kelas Eksperimen X T Kelas Kontrol O T Keterangan: X = Pembelajaran yang menggunakan metode penemuan terbimbing berbantuan alat peraga. sementara pada kelas kontrol menggunakan metode pembelajaran konvensional. maka dibutuhkan dua kelas sebagai sampel yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol.3 21 Orang Sumber: Tata Usaha SMPN 4 Batipuh 2.

Data ini dijadikan sebagai data awal dalam penelitian yang peneliti lakukan..zn yang ≤ zi n zi yang dinyatakan dengan S ( z i ) dengan menggunakan 5) Menghitung selisih antara F ( z i ) dengan S ( z i ) kemudian tentukan harga mutlaknya. Uji ini bertujuan untuk mengetahui apakah populasi berdistribusi normal atau tidak. disusun dari yang terkecil sampai yang terbesar. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Lampiran I halaman 73.. 6) Ambil harga mutlak yang terbesar dan harga mutlak selisih diberi symbol L0 . 2) Mencari skor baku dan skor mentah dengan rumus sebagai berikut: H0 : H1 : x − x zi = i s Keterangan: s x xi 3) Untuk tiap bilangan baku ini dengan menggunakan daftar dari distribusi normal baku dihitung peluang: F ( z i ) = P( z ≤ z i ) = Simpangan baku = Skor rata-rata = Skor dari tiap siswa 4) Menghitung jumlah proporsi skor baku z1 . L yang diperoleh dan daftar nilai kritis untuk .. Hipotesis yang diajukan adalah: Populasi berdistribusi normal Populasi tidak berdistribusi normal Langkah-langkah dalam menentukan uji normalitas ini yaitu: 1) Menyusun skor hasil belajar siswa dalam suatu tabel skor. maka pengambilan sampel dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut: a. b..38 Agar sampel yang diambil representatif artinya benar-benar mencerminkan populasi.. Hipotesis diterima jika L0 ≤ Ltabel . . yang lebih kecil atau sama rumus: S ( zi ) = banyaknya z1 . z 2 . z2 . Mengumpulkan nilai mid semester 2 matematika kelas VII SMPN 4 Batipuh tahun ajaran 2012/2013. yang ada pada tabel pada taraf nyata yang dipilih. Melakukan uji normalitas populasi terhadap nilai Mid semester 2 matematika kelas VII. z n . L0 = Maks F ( F ( z ) − S ( z )) i i 7) Kemudian bandingkan L0 dengan nilai kritis uji Liliefors pada taraf α yang dipilih..

Uji Bartlett dilakukan karena variansi populasinya lebih dari dua.1866 0. L0 dan Ltabel untuk Uji Normalitas Populasi terhadap Nilai Mid Semester 2 Matematika Kelas VII SMPN 4 Batipuh Kelas VII.n1) + . . nk dengan: N = ∑ ni i =1 k 2) Gabungkan semua ragam contoh sehingga menghasilkan dugaan gabungan: s2 p = (n ∑ i= 1 k i − 1)s 2 i N −k 3) Dari dugaan gabungan tentukan nilai peubah acak yang mempunyai sebaran Bartlett: b= [(s 2 i b ≤ bk ( α ... . H1 : Untuk menentukan uji homogenitas ini dilakukan dengan beberapa langkah: 1) Hitung k buah ragam contoh s1 .1866 Dari Tabel 5. Rata-rata... H 0 ditolak berarti data tidak homogen. H 0 diterima berarti data homogen Jika b < bk ( α . ...n1. E. terlihat bahwa populasi berdistribusi normal karena .nk ) bk ( α .3 Rata-rata 51. (Jakarta: PT Gramedia Pustaka.( s k ) nk −1 s2 p 2 ] 1 N −k [ n1bk ( α .n) . (Bandung: Tarsito. Walpole. n2 .33 L0 0.39 Kriteria pengujiannya : (1) Jika L0 < Ltabel berarti data sampel berdistribusi normal.nk ) = N 2 n 2 −1 ) ni −1 ... Hipotesis yang diajukan yakni: H 0 : σ 21 = σ 2 2 = σ 23 L0 < Ltabel Paling kurang ada satu pasang variansi yang tidak sama. c.2000 0. h..1 VII.95 52..nkbk ( α .0874 Ltabel 0. h.n1 .33 58. 391 . 2005).n2 ) + . (2) Jika L0 > Ltabel berarti data sampel tidak berdistribusi normal.37 α 36 37 Sudjana. . 466 Ronald.36 Berdasarkan uji normalitas terhadap populasi diperoleh data sebagai berikut: Tabel 5.. 1993).n).0735 0.n2bk ( α . Metoda Statistika. s2 . .( s 2 ) .nk ) ] Dengan kriteria pengujian sebagai berikut: Jika b ≥ bk ( .. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Lampiran II halaman 74. . n2 ..1312 0. Melakukan uji homogenitas variansi dengan uji Bartlett. sk dari contoh-contoh berukuran n1 . n 2 . Uji ini bertujuan untuk mengetahui apakah populasi tersebut mempunyai variansi yang homogen atau tidak.. Pengantar Statistika (Edisi Ketiga).2 VII.

x1n . Data Hasil Belajar Siswa Kelas Populasi Populasi 1 1 1 x11 x12 x11 x12 x11 x12 . n ) atau 0. d. . . x1n . Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Lampiran III halaman 79. Melakukan analisis variansi satu arah untuk melihat kesamaan rata-rata populasi. x1n Total Nilai tengah T1 x1 Total Nilai tenga h T1 x1 Total Nilai tenga h T1 x1 .40 Berdasarkan hasil uji homogenitas variansi yang telah dilakukan dengan cara uji Bartlett. dari ketiga kelas populasi diperoleh hasil analisisnya bahwa b ≥ bk (α. . Tentukan taraf nyatanya ( α ) Tentukan wilayah kritiknya dengan menggunakan rumus: f > f α [ k −1. . . Analisis ini bertujuan untuk melihat apakah populasi mempunyai kesamaan ratarata atau tidak. . N − k ] 4) Tentukan perhitungan dengan bantuan tabel yaitu: Tabel 6. Dengan demikian hipotesis nolnya diterima dengan kesimpulan bahwa populasi bersifat homogen (sama).907 ≥ 0.898. Uji ini menggunakan teknik anava satu arah dengan langkah sebagai berikut yaitu: Langkah-langkah untuk melihat kesamaan rata-rata populasi yaitu: 1) Tuliskan hipotesis statistik yang diajukan H 0 : µ1 = µ2 = µ3 H 1 : Sekurang-kurangnya dua pasang populasi yang memiliki rata-rata 2) 3) yang tidak sama.

Variabel Variabel dalam penelitian ini terdiri dari: 38 Ibid. j N i =1 j =1 Jumlah Kuadrat untuk nilai tengah kolom N Jumlah Kuadrat galat JKG = JKT − JKK Hasil perhitungannya masukan datanya dalam tabel berikut: Tabel 7. N − k ) .3 dan kelas yang terambil kedua adalah kelas yang ditetapkan sebagai kelas kontrol yaitu kelas VII. D.77 < 9. mempunyai variansi yang homogen serta memiliki kasamaan rata-rata. Data dan Sumber Data 1. Analisis Ragam Bagi Data Hasil Belajar Siswa Kelas Populasi Sumber Jumlah Derajat Kuadrat f hitung keragaman kuadrat bebas tengah JKK JKK k −1 Nilai tengah s12 = kolom k −1 s12 JKG N −k Galat JKT N −1 Total Keputusannya: Diterima H 0 jika f < f α ( k − 1. e.1.25 artinya ketiga kelas populasi memiliki rata-rata yang sama atau hipotesis nolnya diterima.41 Perhitungannya dengan mengunakan rumus: k ni T2 2 ( JKT ) = x − Jumlah Kuadrat Total ∑∑ i.383-391 . Karena populasi berdistribusi normal. N − k ) Tolak H 0 jika f < f α ( k − 1. Kelas yang terambil pertama adalah kelas ditetapkan sebagai kelas eksperimen yaitu kelas VII. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Lampiran IV halaman 82. N − k ) 38 2 s2 = ( JKK ) = ∑T i =1 k 2 i − T2 N JKG N −k 2 s2 Analisis variansi dilakukan dengan cara teknik Anava satu arah dengan f < f α ( k − 1. maka diambil sampel dua kelas secara lotting. dari hasil pengujian diperoleh hasil 1. Variabel. h.

42 a. Prosedur Penelitian Secara umum. Merancang dan memvalidasi rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP). b. Sumber data dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMPN 4 Batipuh sebagai data primer. Tahap Persiapan Hal-hal yang dilakukan pada tahap persiapan penelitian adalah: a. Data Data dalam penelitian ini terdiri atas: a. b. Menetapkan sampel penelitian yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol. prosedur penelitian ini dapat dibagi menjadi tiga bagian yaitu: 1. Dalam penelitian ini data sekundernya adalah data siswa yang menjadi populasi dan yang menjadi sampel serta persentase nilai mid semeseter 2 dalam mata pelajaran matematika kelas VII SMPN 4 Batipuh. Variabel bebas adalah perlakuan yang diberikan kepada kelas eksperimen dengan menggunakan metode penemuan terbimbing berbantuan alat peraga matematika. 2. LKS dan lembar observasi yang akan divalidasi oleh dosen atau guru yang berkompeten. Variabel terikatnya adalah hasil belajar matematika siswa setelah perlakuan diberikan. Menetapkan jadwal pelaksanaan penelitian. c. Dalam penelitian ini data primer meliputi aktivitas belajar matematika siswa yang diperoleh melalui lembar observasi dan hasil belajar siswa diperoleh dari nilai tes. Untuk data sekunder data diperoleh melalui bantuan guru bidang studi matematika SMPN 4 Batipuh. 3. b. E. RPP dan lembar observasi dalam penelitian ini divalidasi oleh satu orang dosen .

43 yaitu Ibu Nola Nari. Menyusun dan memantapkan instrumen penelitian seperti soal uji coba yang divalidasi oleh dosen dan guru yang berkompeten. membangkitkan ingatan siswa untuk membangkitkan tentang materi terdahulu.Si. dan menerapkan pembelajaran konvensional untuk kelas kontrol. S. Siswa memahami apa c. pembelajaran yang digunakan c.Pd. Guru meminta siswa yang disampaikan guru . Guru memberikan motivasi materi terdahulu. kepada siswa dengan cara b. Guru memberikan kepada siswa. Guru menyampaikan yaitu metode penemuan tujuan pembelajaran. Tahap Pelaksanaan Pada tahap pelaksanaan ini dilakukan perlakuan diantaranya dengan menerapkan metode penemuan terbimbing berbantuan alat peraga matematika untuk kelas eksperimen. 2.Pd dan satu orang guru matematika SMPN 4 Batipuh yaitu Ibu Reny.M. menyampaikan manfaat c. S. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Lampiran V halaman 84 sampai Lampiran VIII halaman 152. Menyelesaikan segala administrasi penelitian seperti surat izin penelitian dan lainlain. Kegiatan yang Dilakukan pada Kedua Kelas No Metode penemuan terbimbing Pembelajaran Konvensional berbantuan alat peraga 1 Kegiatan Pendahuluan Kegiatan Pendahuluan a. Guru memberikan apersepsi a. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dalam pembelajaran dan metode kehidupan sehari-hari. Guru merumuskan masalah yang a. ingatan siswa tentang b. 2 Kegiatan Inti Kegiatan Inti a. Guru menjelaskan materi akan diberikan kepada siswa. b. dan memberikan contoh b. e. dengan langkah-langkah sebagai berikut: Tabel 8. Guru meminta siswa duduk soal yang berhubungan berkelompok sesuai dengan dengan materi yang kelompok yang di bentuk dipelajari. sebelumnya.. d. Guru memberikan menyampaikan manfaat motivasi kepada siswa pembelajaran dalam kehidupan dengan cara sehari-hari. untuk apersepsi kepada siswa. terbimbing.

Tahap Akhir a. Guru memberikan LKS dan memerintahkan siswa menganalisis data yang berisi pertanyaan-pertanyaan yang ada dalam LKS e. c. Guru memeriksa hasil prakiraan yang dibuat siswa tersebut. . b. dalam bentuk mengerjakan soal-soal latihan yang diberikan. c. c. Guru memberikan penguatan kepada siswa tentang permasalahan yang diselesaikan. Guru memberikan pekerjaan rumah dan tugas baca untuk materi berikutnya kepada siswa. Guru bersama siswa memeriksa hasil kerja siswa yang ada pada LKS. untuk melihat kebenaran hasil penemuan tersebut. h. d. Mengolah data dari hasil tes akhir untuk menguji hipotesis. Siswa menyusun hasil prakiraan dari hasil analisis yang dilakukannya. b. Memberikan tes pada akhir pokok bahasan segitiga untuk melihat hasil belajar siswa. i. Guru memerintahkan siswa untuk menyelesaikan soal-soal yang ada dalam LKS. g. Guru menunjuk salah satu kelompok untuk mempresentasikan hasil diskusinya. Guru bersama siswa menyimpulkan materi pelajaran yang dipelajari. d. c. Guru mengadakan kuis untuk mengetahui pemahaman siswa tersebut. f. tes diberikan pada kelas kontrol dan kelas eksperimen. 3.44 memperhatikan alat peraga yang dibuat sebelumnya. Guru membagikan LKS dan siswa diberi tugas untuk mengerjakannya secara individual. Guru bersama siswa menyimpulkan materi yang telah dipelajari pada hari itu. 3 Kegiatan Penutup a. Kegiatan Penutup a. Guru mengadakan kuis. b. Menarik kesimpulan dari hasil yang didapat sesuai dengan teknik analisis data yang digunakan. Guru memberikan pekerjaan rumah dan tugas baca untuk materi berikutnya kepada siswa.

45 F. aktivitas siswa yang diamati dalam penelitian ini yaitu: a. Memvalidasi lembar observasi. Writing activities Hal yang diamati adalah melihat siswa yang serius dalam mengerjakan LKS. Lembar observasi ini diisi oleh seorang observer. b. d. Visual activities Hal yang diamati adalah keterampilan siswa dalam menggunakan alat peraga segitiga untuk menemukan rumus dan konsep matematika. Penyusunan lembar observasi mengikuti tahap-tahap sebagai berikut: a. Lembar Observasi Lembar observasi ini digunakan untuk mengetahui aktivitas belajar matematika siswa selama proses pembelajaran dengan menggunakan metode penemuan terbimbing berbantuan alat peraga matematika. Merancang lembar observasi. b. Instrumen Penelitian Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah: 1. Selanjutnya. c. Mental activities . Oral activities Hal yang diamati adalah kemampuan siswa dalam mengeluarkan pendapat dan berdiskusi dengan temannya. Menentukan komponen-komponen aktivitas yang akan di amati. c.

39 Asnelly Ilyas. 4) Menyusun butir-butir soal tes yang akan diujikan. Evaluasi Pendidikan. 5) Butir soal yang diujikan dalam bentuk soal essay. Kisi-kisi soal uji coba tes akhir dapat dilihat pada Lampiran IX halaman 161. (Batusangkar : STAIN Batusangkar Press. Untuk mendapat tes yang baik maka terlebih dahulu dilakukan uji coba soal dan hasilnya di analisis. 60 . ”Sebuah tes dapat dikatakan valid apabila tes tersebut dengan secara tepat. Tes yang diberikan berupa soal essay (uraian) yang disesuikan dengan pokok bahasan yang diberikan selama perlakuan berlangsung. 2) Membuat batasan terhadap bahan pelajaran yang akan diujikan. 3) Menyusun kisi-kisi soal tes hasil belajar. Tes Hasil Belajar Instrumen dalam penelitian ini adalah tes hasil belajar siswa yang disusun untuk menguji kemampuan siswa dalam bidang studi matematika. Langkah-langkah pembuatan tes adalah sebagai berikut: a. 2. benar dan shahih dapat mengukur apa yang seharusnya diukur”.39 Suatu tes dikatakan valid apabila: 1) Bahan yang akan diteskan harus sesuai dengan bahan pelajaran yang telah diberikan. 2) Bahan tes tersebut sesuai dengan kurikulum yang digunakan.46 Hal yang diamati adalah kemampuan siswa dalam mengerjakan soal-soal yang ada dalam LKS. h. b. Menyusun tes Langkah-langkah dalam menyusun tes adalah sebagai berikut: 1) Menentukan tujuan mengadakan tes yaitu untuk mendapatkan hasil belajar siswa. Validitas tes Menurut Suharsimi dalam Asnelly Ilyas. 2006).

Dalam penelitian ini soal diujicobakan pada siswa kelas VII.47 3) Bahan tes sesuai dengan pengalaman belajar siswa. tes perlu diujicobakan. Untuk menghitung indeks pembeda soal essay dilakukan dengan cara sebagai berikut: a) Data diurutkan dari nilai tertinggi sampai nilai rendah. c) Hitung degress of freedom ( df ) dengan rumus: df = ( nt − 1) + ( nr − 1) nt = n r = 27% × N = n d) Mencari daya pembeda soal dengan menggunakan rumus: Mt − Mr Ip = ∑ Xt2 + ∑ Xr2 n( n − 1) e) Keterangan: Ip =Indeks pembeda soal . b) Kemudian diambil 27% dari kelompok yang mendapat nilai tinggi dan 27% dari kelompok yang mandapat nilai rendah. c. maksudnya disini isi tes tersebut telah sesuai dengan kurikulum yang berlaku dan sesuai dengan materi yang diajarkan. Melaksanakan analisis item 1) Indeks Pembeda Daya pembeda soal digunakan untuk membedakan antar siswa yang berkemampuan tinggi (pandai) dengan siswa yang berkemampuan rendah (kurang pandai).2 yang sama-sama merupakan kelas binaan di SMPN 4 Batipuh. Hal ini bertujuan untuk melihat apakah soal yang telah disusun dapat digunakan atau perlu direvisi. Melakukan uji coba tes Sebelum tes dilaksanakan pada kelas eksperimen dan kelas kontrol. d. Alasan peneliti mengambil kelas ini sebagai kelas uji coba karena kelas tersebut memiliki kriteria yang relatif sama dengan kelas sampel. Daya pembeda soal ditentukan dengan mencari indeks pembeda soal. Dalam penelitian ini validitas yang digunakan adalah validitas isi.

h. Evaluasi Hasil Belajar Khusus Analisis Soal Bidang Studi Matematika . 11 40 . (Jakarta: Dirjen Dikti P2I. ”suatu soal mempunyai daya pembeda soal yang berarti (signifikan) jika I p hitung ≥ I p tabel pada df yang telah ditentukan”. dapat dilihat bahwa semua soal memiliki daya pembeda yang signifikan.48 2 Signifikan 10 .48 Mt ∑X ∑X Mr N 2 t 2 r n = 27% × N =Rata–rata skor kelompok tinggi =Rata-rata skor kelompok rendah =Banyak peserta tes kuadrat deviasi skor kelompok =Jumlah tinggi kuadrat deviasi skor kelompok =Jumlah rendah Menurut Prawironegoro. Hasil perhitungan analisis daya pembeda soal secara lengkap dapat dilihat pada Lampiran XIII halaman 160. Indeks pembeda soal adalah angka yang menunjukkan perbedaan kelompok tinggi dan kelompok rendah.01 didapat daya pembeda soal pada Tabel 9. Hasil Daya Pembeda Soal Setelah Dilakukan Uji Coba No Ip Keterangan 2 .40 Daya pembeda soal ditentukan dengan mencari indeks pembeda soal. 74 1 Signifikan 4. Pratiknyo Prawironegoro. 2) Indeks kesukaran soal Sebuah butiran atau item soal dikatakan baik apabila tingkat kesukarannya dapat diketahui tidak terlalu sukar dan tidak terlalu mudah.47 5 Signifikan Dari Tabel 9. 47 4 Signifikan 26. PTK. Setelah dilakukan uji coba dengan df = 8 dan I p tabel = 2. 1985). Tabel 9. 57 3 Signifikan 26 .

14 . dapat dilihat bahwa soal nomor satu memiliki indeks kesukaran mudah sedangkan untuk soal lainnya sedang.5%.41 Setelah dilakukan uji coba tes dan dilakukan perhitungan maka didapatkan indeks kesukaran soal pada Tabel 10. 4 Sedang 54 . c) Jika indeks kesukaran suatu soal adalah 73% < I k maka soal itu mudah. 3) Klasifikasi Soal Untuk menentukan soal yang akan dipakai pada penelitian ini. Tabel 10. 5 %. 2 Sedang 48%. Hasil Indeks Kesukaran Soal Setelah Dilakukan Uji Coba No Ik Keterangan 88 %.m. 1 Mudah 43%. 3 Sedang 54.n Keterangan: Ik = Indeks kesukaran Jumlah skor dari kelompok tinggi Ik = Dt = Dr = Jumlah skor dari kelompok rendah Skor setiap soal jika benar n = 27% × N N = Banyak peserta tes m= Klasifikasi kesukaran soal adalah sebagai berikut: a) Jika indeks kesukaran suatu soal adalah I k < 27% maka soal itu sukar. 5 Sedang Dari Tabel 10.49 Menurut Pratiknyo menyatakan bahwa untuk mengetahui kesukaran dapat digunakan rumus: Dt + Dr x100% 2. maka klasifikasi soal menurut Pratiknyo adalah: 41 Ibid. h. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Lampiran XIV halaman 163. b) Jika indeks kesukaran suatu soal adalah 27% ≤ I k ≤ 73% maka soal itu sedang.

50 a) Soal yang baik akan tetap dipakai jika item tersebut. 2 . untuk menentukan realibilitas suatu tes digunakan rumus alpha yaitu: 2  σ  n  ∑ i  r11 =   1 − 2   n − 1 σt    Dengan Variansi total 2 ( x) ∑ 2 ∑x − N 2 σt = N Keterangan: r11 = Realibilitas k = Banyak butir soal 2 ∑σ i = Jumlah variansi tiap butir soal σt = Jumlah variansi total N = Banyak peserta tes X = Jumlah skor tiap butir soal ∑ = Jumlah kuadrat skor butir soal ∑X 2 Dengan kriteria perhitungan: 42 43 Ibid. jika I p tidak signifikan dan I k = 100% atau I k = 0% . h. Menurut Pratiknyo.42 Berdasarkan hasil analisis soal uji coba terlihat bahwa semua soal memiliki daya pembeda yang signifikan dan indeks kesukaran soal mudah dan sedang.jika I p signifikan dan I k = 100% atau I k = 0% I p tidak signifikan dan 0% < I k < 100% c) Soal diganti. 4) Reliabilitas Tes Suatu tes dikatakan reliabel apabila tes tersebut dilakukan berulangulang kali akan memperoleh hasil yang tetap. ”Reliabilitas adalah ukuran ketetapan alat penelitian dalam mengukur sesuatu yang diukur”.43 Menurut Suharsimi. 16 Ibid. I p signifikan dan 0% < I k < 100% b) Soal diperbaiki . Hasil perhitungan analisis uji coba dapat dilihat secara lengkap pada Lampiran XV halaman 166. h.

20 : reliabilitas sangat tinggi : reliabitas tinggi : reabilitas sedang : reliabilitas rendah : reliabilitas sangat rendah44 Berdasarkan hasil tes uji coba soal. Observasi bertujuan untuk mengamati kegiatan siswa selama proses pembelajaran berlangsung. 130 .80 < r11 < 1.60 0.60 < r11 < 0. diperoleh perhitungan reliabilitas tes sebesar rhitung = 0.80 0. Teknik Analisis Data 1. Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan.45 Menurut Dimyati dan Mudjiono kriteria penilaian aktivitas belajar positif adalah sebagai berikut: 44 45 Suharsimi Arikunto. Nana Sudjana menjelaskan bahwa data aktivitas yang diperoleh melalui lembar observasi di analisis dengan menggunakan rumus persentase sebagai berikut: P= F ×100% N Keterangan: P% = Persentase aktivitas F = Frekuensi aktivitas yang dilakukan N = Jumlah siswa.00 0.40 0 < r11 < 0.51 0. (Bandung: Sinar Baru Algensido. h. Aktivitas belajar matematika Aktivitas siswa pada penelitian ini dilihat melalui lembar observasi.109 Nana Sudjana.71. (Jakarta: Bumi Aksara. Dapat dilihat pada Lampiran XVI halaman 167. h. 1990). soal tes tergolong kepada reliabilitas tinggi. 2004).40 < r11 < 0.20 < r11 < 0. Data aktivitas siswa diperoleh dengan menghitung siswa yang melakukan aktivitas sebagaimana panduan yang telah ada dalam lembar observasi. G. Penelitian dan Penilaian Pendidikan.

(b) Uji Liliefors.. Jika persentase penilaian aktivitas adalah 51% − 75% maka aktivitas banyak. 1994). 2. Sebelum melakukan uji hipotesis terlebih dahulu dilakukan uji normalitas dan uji homogenitas. Karyawan dan Peneliti Pemula . x 2 .. dengan menggunakan rumus sebagai berikut: zi = xi − x s H0 = Keterangan: s = Simpangan baku x = Skor rata-rata x i = Skor dari tiap siswa 3) Untuk tiap bilangan baku ini dengan menggunakan daftar dari distribusi normal baku di hitung peluang: 46 Dimyati dan Mudjiono. 2005). disusun dari yang terkecil sampai yang terbesar. x n . h..52 a.46 tergolong tergolong tergolong tergolong Hasil ini dilihat setiap kali pertemuan. Jika persentase penilaian aktivitas adalah 1% − 25% maka aktivitas sedikit sekali. b. z n . Jika persentase penilaian aktivitas adalah 76% − 100% maka aktivitas banyak sekali. c. yaitu (a) Uji Kertas Peluang Normal. Belajar Mudah Penelitian untuk Guru.. z 2 . a. Belajar dan Pembelajaran. kemudian dijadikan bilangan baku z1 . sehingga dapat diketahui bagaimana perkembangan aktivitas siswa dalam pembelajaran dengan penggunaan mode pembelajaran penemuan terbimbing berbantuan alat peraga matematika.. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan Uji Liliefors karena datanya berupa hasil belajar. (Jakarta: Rineka Cipta. x 3 . 125 Riduwan. 121 47 . Pengujian Normalitas Menurut Riduwan uji normalitas data dapat dilakukan dengan berbagai cara.. d. h. Jika persentase penilaian aktivitas adalah 26% − 50% maka aktivitas sedikit. 2) Pengamatan x1 . Hasil Belajar Matematika Tes hasil belajar dianalisis dengan menggunakan uji–t.. (c) Uji Chi Kuadrat.47 Hipotesis yang diajukan adalah: Sampel berdistribusi normal H 1 = Sampel berdistribusi tidak normal Langkah-langkah dalam menentukan uji normalitas ini yaitu: 1) Menyusun skor hasil belajar siswa dalam suatu tabel skor. (Bandung: Alfabeta..

Op. Hipotesis diterima jika L0 ≤ Ltabel . v 2 ). 6) Ambil harga mutlak yang terbesar dan harga mutlak selisih diberi symbol L0 . z 2 . L0 = Maks F ( F ( z i ) − S ( z i )) 7) Kemudian bandingkan L0 dengan nilai kritis L yang diperoleh dan daftar nilai kritis untuk uji Liliefors pada taraf α yang dipilih. Uji f dapat dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut: 1) Tulis H 0 dan H 1 yang diajukan 2 H 0 : s12 = s 2 2 H 1 : s12 ≠ s 2 2) Tentukan nilai sebaran F dengan v1 = n1 −1 . f > f α ( v1 ... v 2 ) dan 1− 2 2 2 2 5) Tentukan nilai f bagi pengujian H 0 : s1 = s 2 s12 2 s2 6) Keputusannya: f = H 0 diterima jika: f 1− α 2 ( v1 . z 2 .. 166 . Kriteria pengujiannya: (1) Jika L0 < Ltabel berarti data sampel berdistribusi normal.53 F ( z i ) = P( z ≤ z i ) 4) Menghitung jumlah proporsi z1 . . (2) Jika L0 > Ltabel berarti data sampel tidak berdistribusi normal.. H 0 ditolak jika: 48 Sudjana.. Uji ini dilakukan dengan cara uji dua variansi yang dikenal dengan uji kesamaan dua variansi atau uji-f. dan v 2 = n 2 − 1 3) Tetapkan taraf nyata α 2 4) Tentukan wilayah kritiknya jika H 1 : s12 ≠ s 2 maka wilayah kritiknya adalah: f < f α ( v1 . z n yang ≤ z i S ( zi ) = n 5) Menghitung selisih antara F ( z i ) dengan S ( z i ) kemudian tentukan harga mutlaknya.. yang lebih kecil atau sama z i . z n . v 2 ) < f < f α ( v1.48 b.. 2 berarti datanya homogen. Uji kesamaan dua variansi (homogenitas) Uji kesamaan dua variansi dilakukan untuk melihat apakah kedua data homogen atau tidak. h. cit. yang ada pada tabel pada taraf nyata yang dipilih. jika proporsi dinyatakan dengan S ( z i ) ) dengan menggunakan rumus maka: banyaknya z1 . v 2 ).

49 c. v 2 ). H 1 : x 1 > x 2 : Hasil belajar matematika siswa dengan penggunaan metode penemuan terbimbing lebih baik daripada hasil belajar matematika siswa dengan menerapkan pembelajaran konvensional. h. Uji Hipotesis Tes hasil belajar diberikan kepada kedua kelas sampel adalah untuk melihat perbandingan hasil belajar kedua kelas sampel.315 . op.54 f < f α 2 1− ( v1 . Keterangan: x 1 : Merupakan rata-rata hasil belajar matematika kelas eksperimen x 2 : Merupakan rata-rata hasil belajar matematika kelas kontrol.. cit. atau f > f α ( v1 . E. datanya tidak homogen. v 2 ) 2 . Walpole. Dengan hipotesis yaitu: H 0 : x 1 = x 2 : Hasil belajar matematika siswa dengan penggunaan metode penemuan terbimbing berbantuan alat peraga segitiga sama dengan hasil belajar matematika siswa dengan menerapkan pembelajaran konvensional. Berdasarkan uji normalitas dan uji homogenitas variansi didapat skor hasil belajar siswa berdistribusi normal dan data berasal dari sampel yang bervariansi homogen. maka rumus yang digunakan untuk menguji hipotesis adalah: a) Hipotesis yang diajukan adalah: H0 : x1 = x 2 H1 : x 1 > x 2 b) Tetapkan taraf nyatanya (α) c) Tentukan wilayah kritiknya yaitu: t > tα d) Tentukan rumus uji hipotesisnya yaitu: t= SP x1 − x 2 1 1 + n1 n2 dengan sp2= ( n1 − 1) s12 + ( n2 − 1) s 22 n1 + n 2 − 2 Dimana: 49 Ronald. 314.

Selain itu. peneliti Ibid.3 sebagai kelas eksperimen dan kelas VII. karena dalam penelitian ini diberikan gambaran tentang aktivitas siswa pada kelas eksperimen. 239 & 243 . dengan dk = n1 + n2 − 2 selain itu H0 ditolak.. penelitian ini juga tergolong penelitian deskriptif. Dengan rincian data mengenai aktivitas dan hasil belajar siswa sebagai berikut: 1.1 sebagai 50 kelas kontrol.55 Nilai rata-rata kelompok eksperimen x 2 : Nilai rata-rata kelompok kontrol n1 : Jumlah siswa kelompok eksperimen n 2 : Jumlah siswa kelompok kontrol s12 : Variansi hasil belajar kelompok eksperimen 2 s2 : Variansi hasil belajar kelompok kontrol e) Kriteria: Terima H0 jika t < t1−α . Sebelum kegiatan penelitian dilaksanakan. Deskripsi Data Deskripsi data adalah gambaran mengenai data yang diperoleh dari instrumen penelitian yang digunakan yaitu lembar observasi untuk melihat peningkatan aktivitas siswa selama diterapkannya metode penemuan terbimbing berbantuan alat peraga matematika pada materi segitiga pada kelas eksperimen dan tes akhir untuk melihat hasil belajar matematika siswa pada kelas sampel (kelas eksperimen dan kelas kontrol). Kegiatan penelitian ini dilaksanakan dari tanggal 15 April sampai 14 Mei 2013 pada siswa kelas VII.50 x1 : BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Pelaksanaan Pembelajaran Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu yang terdiri dari dua kelas yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol. h.

62 80.48 19 90.67 15 71.9 90. Pembelajaran yang dilaksanakan pada kelas eksperimen yaitu metode penemuan terbimbing berbantuan alat peraga matematika pada materi segitiga. S.96 84.43 C 18 85.24 85. Adapun jadwal pelaksanaan pembelajaran untuk kelas eksperimen dan kelas kontrol dapat dislihat pada Tabel 11.71 19 90. Pd (Guru Matematika SMPN 4 Batipuh).56 mempersiapkan instrumen penelitian. Materi yang dipilih adalah bangun datar segitiga. Frekuensi dan persentase perkembangan aktivitas belajar siswa dapat dilihat pada Tabel 12. Jadwal Kelas Kontrol Kegiatan Pertemuan ke-1 Pertemuan ke-2 Pertemuan ke-3 Pertemuan ke-4 Tes Akhir Pelaksanaan Pembelajaran Kelas Eksperimen dan Kelas Eksperimen Selasa /16 April 2013 Selasa /29 April 2013 Selasa /7 Mei 2013 Rabu /8 Mei 2013 Rabu /14 Mei 2013 Kelas Kontrol Rabu /17 April 2013 Rabu /30 April 2013 Jum’at/3 Mei 2013 Rabu /8 Mei 2013 Jum’at/10 Mei 2013 2. sedangkan pada kelas kontrol dilaksanakan pembelajaran konvensional. Frekuensi dan Persentase Perkembangan Aktivitas Belajar Siswa Pertemuan ke. Tabel 12.47 68 323.19 61 290.71 361.95 95. Tabel 11.62 14 66.67 16 76.48 D 12 57.10 Total Rata-rata 72.14 14 66. Data Aktivitas Siswa Instrumen yang digunakan untuk melihat peningkatan aktivitas siswa dalam pembelajaran adalah lembar observasi yang diisi oleh satu orang observer yaitu Ibu Reny. Lembar observasi diisi setiap kali pertemuan yaitu sebanyak empat kali pertemuan.(dalam %) Aktivitas Siswa I II III f f f % % % A 21 100 21 100 21 100 B 10 47.82 71 338. alasan peneliti memilih materi bangun datar segitiga karena karakteristik materi tersebut sesuai dengan metode pembelajaran yang digunakan.48 .53 Keterangan: IV f 21 17 20 18 76 % 100 80.

57 Keterampilan siswa dalam menggunakan alat peraga segitiga untuk menemukan rumus dan konsep matematika Kemampuan siswa dalam mengeluarkan pendapat dan B : berdiskusi dengan temannya C : Siswa yang serius dalam mengerjakan LKS Kemampuan siswa dalam mengerjakan soal-soal yang ada D : dalam LKS A : Berdasarkan perkembangan Tabel 12. 21 siswa kelas eksperimen dan 21 siswa kelas kontrol. Soal tes yang diberikan berupa tes uraian dengan jumlah soal 5 butir yang dikerjakan selama ± 70 menit pada pertemuan kelima..15 19. Simpangan Baku dan Variansi Kelas Sampel (s) x (s 2 ) N Kelas 67.38 395. Rata-rata yang diperoleh kelas eksperimen lebih tinggi dari kelas kontrol. Nilai Rata-Rata. Tabel 13.13 16. Dari hasil tes akhir dilakukan perhitungan sehingga diperoleh nilai rata-rata ( x ) . Tes diberikan kepada kedua kelas sampel dengan topik yang sama yaitu bagun datar segitiga. simpangan baku ( s ) dan variansi ( s 2 ) untuk kedua kelas sampel yang dinyatakan pada Tabel 13.878 Kontrol 21 Dari Tabel 13. Tes akhir ini diikuti oleh 42 orang siswa.67 259. terlihat bahwa terdapat perbedaan nilai rata-rata dan variansi antara kelas eksperimen dan kelas kontrol.098 Eksperimen 21 53. Jadi. hasil belajar matematika siswa kelas eksperimen lebih baik . sedangkan variansi kelas eksperimen lebih rendah dari kelas kontrol. 3. siswa terlihat dalam bahwa frekuensi dan persentase dengan aktivitas pembelajaran matematika penggunaan metode penemuan terbimbing berbantuan alat peraga matematika pada materi segitiga mengalami peningkatan. Data Tes Hasil Belajar Siswa Pengumpulan data tes akhir dalam penelitian ini diperoleh langsung dari kelas sampel berupa hasil belajar pada ranah kognitif.

Ketuntasan siswa dapat dilihat pada Tabel 14. terlihat bahwa persentase ketuntasan siswa kelas eksperimen lebih tinggi daripada kelas kontrol. Jadi. Persentase ketuntasan kedua kelas sampel dapat dilihat pada gambar di bawah ini: Gambar 1. Tabel 14.95 17 Kontrol 21 4 Berdasarkan Tabel 14. Nilai Ketuntasan Siswa pada Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol Tidak Tuntas Jumlah Ketuntasan (≥ 70) (< 70) Kelas Sampel Siswa Jumlah % Jumlah % 52 . Hal ini juga diperkuat oleh ketuntasan siswa dalam belajar. 38 47 . hasil belajar matematika dengan penerapan metode penemuan terbimbing berbantuan alat peraga matematika lebih baik dari pada hasil belajar matematika siswa dengan pembelajaran konvensional.58 daripada hasil belajar matematika siswa kelas kontrol. Diagram Lingkaran Persentase Ketuntasan Siswa Kelas Eksperimen Gambar 2.05 80.62 10 Eksperimen 21 11 19. Diagram Lingkaran Persentase Ketuntasan .

Analisis Data 1. keberhasilan siswa dengan penerapan metode penemuan terbimbing berbantuan alat peraga matematika telah banyak mencapai KKM yang ditentukan oleh guru dan sekolah. Perkembangan Aktivitas Siswa 150 100 50 A B C D a t n s r e p 0 1 2 3 4 Pertemuan Gambar 3. artinya tidak mengalami peningkatan ataupun penurunan. Berdasarkan . dapat dideskripsikan persentase perkembangan aktivitas siswa dalam pembelajaran matematika dengan penggunaan metode penemuan terbimbing berbantuan alat peraga matematika sebagai berikut: a. B. Data Aktivitas Siswa Dari Tabel 12. Selain itu. menjelaskan bahwa hasil belajar siswa setelah penerapan metode penemuan terbimbing berbantuan alat peraga matematika dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Grafik Persentase Perkembangan Aktivitas Siswa Berdasarkan Gambar 3. dapat digambarkan grafik persentase perkembangan aktivitas siswa seperti Gambar 3.59 Siswa Kelas Kontrol Perbandingan persentase ketuntasan siswa pada kedua kelas sampel di atas. Persentase aktivitas siswa berupa keterampilan siswa dalam menggunakan alat peraga segitiga untuk menemukan rumus dan konsep matematika bersifat konstan (100%).

aktivitas ini menurut Dimyati dan Mudjiono tergolong banyak. 2. Hasil Belajar Matematika Siswa (Tes Akhir) Data yang diperoleh dari hasil tes akhir belajar siswa dilakukan analisis data secara statistik.95%).24%). 0955 0. Hasil uji normalitas dapat dilihat pada Tabel 15. Pada pertemuan ketiga dan keempat terus meningkat (sebesar 85. Hasil Uji Normalitas Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol α Kelas N Lo Lt Distribusi 0.1886 Kontrol 21 Normal . Aktivitas ini tergolong banyak sekali.71%). Persentase aktivitas siswa berupa kemampuan siswa dalam mengerjakan soal-soal yang ada dalam LKS pertemuan pertama dan kedua (sebesar 57. Uji ini dilakukan kepada kedua kelas sampel yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol.05 Eksperimen Normal 21 0.14% dan 66. 05 0 . Persentase aktivitas siswa berupa siswa yang serius dalam mengerjakan LKS terus meningkat dari pertemuan pertama (sebesar 85. Persentase aktivitas siswa berupa kemampuan siswa dalam mengeluarkan pendapat dan berdiskusi dengan temannya terus meningkat dari pertemuan pertama (sebesar 47. Analisis data bertujuan untuk menarik kesimpulan tentang data yang telah diperoleh.60 kriteria yang ditetapkan Dimyati dan Mudjiono.62%) hingga pertemuan keempat (sebesar 80. b. Uji Normalitas Untuk menguji normalitas data hasil belajar matematika kelas sampel digunakan uji Liliefors. a. Aktivitas ini tergolong banyak. aktivitas ini tergolong banyak sekali sekali. Sebelum melakukan uji hipotesis. terlebih dahulu dilakukan uji normalitas dan uji homogenitas. Aktivitas ini tergolong banyak sekali sekali.0706 0.67).1886 0 . Tabel 15. d. c.71%) hingga pertemuan keempat (sebesar 95.

v2 ) = 0. Hasil uji homogenitas kedua kelas sampel dapat dilihat pada Tabel 16.12 0. c. Hasil pengujiannya dapat dilihat pada Tabel 17. v 2 ) f α ( v1 . b. v 2 ) f N Kelas Keterangan 1− 2 2 Eksperimen Kontrol 21 21 2. artinya kedua sampel memiliki variansi yang homogen. Uji Homogenitas Setelah dilakukan uji normalitas. Dengan kriteria pengujian jika f 1− α 2 ( v1 . terlihat bahwa f α ( v1 .12 2 f = 0. terlihat bahwa L0 kedua kelas sampel lebih kecil dari LTabel . Hasil Uji Hipotesis Hasil Belajar Matematika Siswa t hitung tα s x N Kelas 67. Tabel 16. Uji Hipotesis Setelah sampel berdistribusi normal dan memiliki variansi yang homogen maka dilanjutkan dengan uji hipotesis dengan cara menggunakan uji-t.645 Eksperimen . v 2 ) 2 maka kesimpulannya H 0 diterima.6558 Homogen α 2 Dari Tabel 16.6558. Tabel 17 .63 1. Hasil Uji Homogenitas Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol f α ( v1 .4717 0.098 2. f 1− ( v1 . v 2 ) = 2. Hal ini menunjukkan bahwa kedua kelas sampel berdistribusi normal. v2 ) < f < f α ( v1 . langkah selanjutnya adalah melakukan uji homogenitas.67 21 16.4717 dan . Uji homogenitas bertujuan untuk melihat apakah kedua kelas sampel mempunyai variansi yang homogen atau tidak. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Lampiran XXI halaman 177.61 Dari Tabel 15. Untuk lebih jelasnya perhitungan uji normalitas kelas sampel dapat dilihat pada Lampiran XX halaman 173.

. Untuk lebih jelasnya perhitungan uji hipotesis dapat dilihat pada Lampiran XXII halaman 178. b. Aktivitas dalam menggunakan alat peraga segitiga termasuk ke dalam visual activities. Aktivitas Siswa selama Penggunaan Metode Penemuan Terbimbing Berbantuan Alat Peraga Matematika pada Materi Segitiga Selama berlangsungnya proses pembelajaran yang dilaksanakan pada kelas VII3 sebagai kelas eksperimen. C. diperoleh t hitung = 2.38 21 19. Pembahasan 1.62 Kontrol 53. Aktivitas ini tergolong pada aktivitas banyak sekali. Keterampilan siswa dalam menggunakan alat peraga segitiga untuk menemukan rumus dan konsep matematika. Hal ini disebabkan alat peraga yang digunakan siswa dibuat sendiri oleh siswa sehingga siswa bisa menggunakannya dengan baik. Jadi. hasil belajar matematika siswa dengan penerapan metode penemuan terbimbing berbantuan alat peraga matematika lebih baik daripada hasil belajar matematika siswa dengan pembelajaran konvensional.878 Dari Tabel 17. a. dengan kriteria pengujian jika t hitung > tα maka H0 ditolak.63 dan tα = 1. secara umum menunjukkan bahwa aktivitas belajar siswa mengalami peningkatan untuk setiap pertemuan. Hal ini disebabkan adanya efek atau pengaruh dari metode pembelajaran yang dilaksanakan. Dari pertemuan pertama hingga pertemuan keempat aktifitas siswa tidak mengalami peningkatan ataupun penurunan(konstan). Kemampuan siswa dalam mengeluarkan pendapat dan berdiskusi dengan temannya.645 .

d. h.63 Aktivitas siswa dalam mengeluarkan pendapat dan berdiskusi dengan temannya termasuk ke dalam mental activities. Berdasarkan hasil observasi. Pada pertemuan pertama. Rata-rata persentasenya juga tergolong kepada aktivitas banyak sekali. maka semakin bisa siswa untuk menyesuaikan dirinya dengan kondisi yang ada dan siswa semakin bisa menempatkan dirinya dengan baik dalam pembelajaran. aktivitas ini tergolong kepada aktivitas banyak banyak sekali. Pada pertemuan pertama aktifitas ini tergolong sedikit Sedikitnya aktivitas ini disebabkan karena siswa belum terbiasa dengan kondisi pembelajaran yang baru. Berdasarkan konsep pembiasaan (conditioning) menurut Pavlov bahwa ”Agar siswa belajar dengan baik maka harus dibiasakan”. Pembelajaran seperti ini bagi siswa tentu membutuhkan waktu untuk penyesuaian. secara umum aktivitas siswa meningkat pada setiap pertemuan. Hal ini berarti semakin terbiasa siswa dengan kondisi pembelajaran yang dilaksanakan. Op. Siswa yang serius dalam menerjakan LKS Aktivitas Siswa yang serius dalam menerjakan LKS termasuk ke dalam writing activities. Kemampuan siswa dalam mengerjakan soal-soal yang ada dalam LKS 51 Erman Suherman dkk. 35 . c. Aktivitas ini di setiap pertemuan mengalami perubahan. bahwa siswa yang serius akan memperoleh nilai yang baik dan nilai setiap individu akan mempengaruhi nilai kelompok serta di setiap akhir pertemuan peneliti selalu mengadakan kuis dengan soal yang diambil dalam LKS.Cit.51 Konsep pembiasaan ini sangat terlihat karena dari waktu ke waktu aktivitas siswa terus meningkat dan mencapai rata-rata yang tergolong pada aktivitas banyak sekali. Hal ini disebabkan karena di awal pembelajaran peneliti selalu mengingatkan siswa.

Tujuan kognitif dalam pembelajaran berupa kemampuan siswa dalam menguasai konsep-konsep matematika yang dipelajari. hal ini dapat dilihat dari nilai tes hasil belajar yang diberikan. Hal ini disebabkan siswa diberi pengetahuan awal tentang materi pembelajaran yang akan dipelajari selanjutnya. h. Metode penemuan terbimbing berbantuan alat peraga matematika dapat meningkatkan hasil belajar matematika siswa hal ini disebabkan oleh: 1. 52 Wina Sanjaya. afektif ataupun psikomotor. dimana hasil belajar siswa sangat menentukan keberhasilan proses pembelajaran yang dilaksanakan. 2. Aktivitas ini meningkat setiap kali pertemuan. Hal ini ditegaskan oleh Wina Sanjaya bahwa: ”Aktivitas siswa secara optimal dapat memperoleh hasil belajar berupa perpaduan antara aspek kognitif. sebab ia berpikir dan menggunakan kemampuan untuk menemukan hasil akhir dari suatu persoalan dengan menggunakan alat peraga yang dimilikinya. 2007). Aktifitas ini terus meningkat hingga pertemuan keempat dan tergolong banyak sekali. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan . baik aspek kognitif. Penerapan metode penemuan terbimbing berbantuan alat peraga dapat meningkatkan keaktifan siswa dalam kegiatan belajar. Hasil Belajar Matematika Siswa Aktivitas siswa dalam belajar sangat menunjang tercapainya tujuan pembelajaran. Pada pertemuan pertama aktifitas ini tergolong banyak. (Jakarta: Kencana Prenada Media Group. 135 . afektif. Dengan menemukan sendiri suatu konsep akan menimbulkan rasa puas bagi siswa. 2. Kepuasan batin ini mendorong siswa untuk melakukan penemuan lagi sehingga menumbuhkan minat belajar siswa karena pelajaran menjadi lebih menarik.64 Aktivitas mengerjakan soal-soal yang ada dalam LKS termasuk ke dalam mental activities. dan psikomotor secara seimbang”52.

keberanian mengeluarkan pendapat. sehingga materi pembelajaran dirasakan bermakna dan materi yang dikuasai oleh siswa akan lebih lama ingatnya karena siswa itu sendiri yang menemukan. Perbedaan kecepatan berhitung siswa sehingga dalam kerja kelompok cukup menyita waktu. 4. menanggapi dan mengemukakan pendapat. Metode pembelajaran penemuan terbimbing berbantuan alat peraga merupakan pembelajaran yang menuntut agar siswa dapat mengkonstruksi pengetahuannya sendiri. menjelaskan dan mendengarkan pendapat teman. Berbagai kendala juga harus dihadapi selama kegiatan pembelajaran. Hal ini disebabkan karena peneliti belum cukup pengetahuan dalam mengelola kelas. b. c.konsep pelajaran. Kendala yang peneliti temukan adalah: a. . hal ini terjadi karena peneliti belum memiliki pengalaman yang cukup dalam mengajar. namun dalam pelaksanaannya tidak selalu berjalan dengan lancar. Cara belajar seperti ini bisa membuat siswa lebih memahami konsep. Dalam berdiskusi siswa mencoba untuk berpartisipasi dengan mengeluarkan ide-idenya. 5. Kesulitan dalam membimbing dan mengawasi siswa dalam kegiatan kelompok sehingga kelas kurang terkontrol dan agak sedikit gaduh pada saat diskusi kelompok. B. Dengan adanya diskusi kelompok siswa akan termotivasi untuk bertanya. Dengan adanya alat peraga matematika akan memudahkan siswa memahami materi pelajaran.65 3. Pada awal penelitian peneliti sedikit kesulitan dalam mengorganisasikan siswa ke dalam kelompoknya masing-masing. Kendala yang dihadapi Walaupun penelitian yang telah peneliti lakukan dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa.

diambil beberapa kesimpulan sebagai berikut: 1. B. BAB V PENUTUP A. Hasil belajar matematika siswa dengan penggunaan metode penemuan terbimbing berbantuan alat peraga matematika lebih baik daripada hasil belajar matematika siswa dengan pembelajaran konvensional di kelas VII SMPN 4 Batipuh. aktivitas siswa selama penerapan metode penemuan terbimbing berbantuan alat peraga matematika pada siswa kelas VII SMPN 4 Batipuh tergolong banyak sekali. Penerapan metode penemuan terbimbing berbantuan alat peraga matematika ini cukup memakan waktu lama sehingga sangat sulit sekali mengatur waktu. maka peneliti dapat mengemukakan saran-saran sebsagai berikut . Hal ini terlihat dari rata-rata persentase perkembangan aktivitas siswa selama pembelajaran dengan menggunakan metode penemuan terbimbing berbantuan alat peraga. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan dengan jenis penelitian eksperimen semu dan deskriptif dengan judul: “Penggunaan Metode Penemuan Terbimbing Berbantuan Alat Peraga Matematika pada Materi Segitiga di Kelas VII SMPN 4 Batipuh”. SARAN Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh.66 d. 2.

maka peneliti mencatat namanya dan mengurangi nilai kelompoknya. . Salah satu cara yang peneliti gunakan agar mudah mengorganisasikan siswa ke dalam kelompoknya adalah jika siswa belum duduk dalam kelompoknya saat peneliti sudah berada di dalam kelas.67 1. karena pembelajaran ini dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa khususnya pada materi segitiga. Diharapkan pada guru matematika SMPN 4 Batipuh agar dapat menggunaan metode penemuan terbimbing berbantuan alat peraga matematika. 2. Bagi peneliti-peneliti berikutnya yang tertarik dengan penggunaan metode penemuan terbimbing berbantuan alat peraga matematika agar dapat memperhatikan manajemen kelompok dan manajemen waktu pelaksanaan pembelajaran tersebut.

Jakarta: Rineka Cipta. The Accelerated Learning (Hand Book). Alat Peraga Matematika SMP. Model Pembelajaran Matematika di Sekolah Dasar. Jakarta: Erlanggga. 1994 Dave Meier. 2004 . Model dan Strategi dalam Pembelajaran Matematika . Beberapa Teknik. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Yogyakarta: 2003 Arif Djunaidi. Bandung: Universitas Pendidikan Indonesia. 1994 Erman Suherman. 2007 Markaban. Bandung: Kaifa. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan. Strategi Pembelajaran Matematika Kontemporer. Mengajar Matematika. 2006 Max A.68 DAFTAR KEPUSTAKAAN Abhanda Amra. Malang: Universitas Negeri Malang Asnelly Ilyas. Sobel. Batusangkar: STAIN Batusangkar. Yogyakarta: Departemen Pendidikan Nasional Pusat Pengembangan dan Penataran Guru Matematika. 1999 Dimyati dan Mudjiono. Meningkatkan Hasil Belajar Pecahan Senilai Melalui Pembelajaran Dengan Metoda Penemuan Terbimbing Pada Siswa Kelas IV SD Negeri Punten 1 Batu. Tersedia: http://Forumgurumatematikasmp12serang. Batusangkar : STAIN Batusangkar Press Badudu dan Sutan Mohammad Zain. Media Pembelajaran untuk Sekolah dan Madrasah. Model Pembelajaran Matematika dengan Pendekatan Penemuan Terbimbing. 2010 Al-Krismanto. Belajar dan Pembelajaran. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Evaluasi Pendidikan. com/2009/10/14/2 alat-peragamatematika-smp//14 oktober 2009 Heruman. 2003 Guru Matematika SMP 12 Serang.

69 Mike Trisnawati, Penerapan Metode Penemuan Terbimbing dengan Mengoptimalkan Penggunaan Lembar Kerja Siswa (LKS) dalam upaya Meningkatkan Minat dan Keaktivan Siswa”, (skripsi:2012) M Johan Wahyudi, Perbedaan Hasil Belajar Matematika dengan Metode Penemuan Terbimbing Berbantuan LKS dan Blok Aljabar pada Materi Faktorisasi Aljabar Di Kelas VIII MTsN 1 Model Palangka Raya, Palangkaraya: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Palangkaraya, 2013 Moh Uzer Usman, Menjadi Guru Profesional, Bandung: PT Rosdakarya Offset, 2009 Muliyardi, Strategi Pembelajaran Matematika, Padang: Jurusan Matematika Universitas Negeri Padang, 2003 Nana Sudjana, Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar, Bandung: Remaja Rosdakarya, 2005 , Penelitian dan Penilaian Pendidikan, Bandung: Sinar Baru Algensido, 2004 , Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar, Bandung: Remaja Rosdakarya, 2001 Nana Syaodih Sukmadinata, Metode Penelitian Pendidikan, Bandung: PT Rosdakarya, 2009 Remaja

Nasution, Berbagai Pendekatan dalam Proses Belajar Mengajar , Jakarta: Bumi Aksara, 2000 Oemar Hamalik, Proses Belajar Mengajar, Jakarta: PT Bumi Aksara, 2006 Pujiati, Penggunaan Alat Peraga dalam Pembelajaran Matematika SMP, Yogyakarta: Departemen Pendidikan Nasional Direktorat Jendral Dasar dan Menengah PPPG Matematika, 2004 Pratiknyo Prawironegoro, Evaluasi Hasil Belajar Khusus Analisis Soal Bidang Studi Matematika, Jakarta : CV. Fortuna , Evaluasi Hasil Belajar Khusus Analisis Soal Bidang Studi Matematika , Jakarta: Dirjen Dikti P2I. PTK, 1985 Rachmadi, Model-Model Pembelajaran Matematika SMP, Yogyakarta: Depertemen Pendidikan Nasional Pusat Pengembangan dan Penataran Guru Matematika, 2004 Ramayulis, Metodologi Pendidikan Agama Islam, Jakarta: Kalam Mulia, 2008 Riduwan, Belajar Mudah Penelitian untuk Guru, Karyawan dan Peneliti Pemula, Bandung: Alfabeta, 2005 Ronald, E. Walpole, Pengantar Statistika (Edisi Ketiga), Jakarta: PT Gramedia Pustaka, 1993 Sardiman, Interaksi Dan Motivasi Belajar Mengajar, Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2007

70

Sudjana, Metoda Statistika, Bandung: Tarsito, 2005 Sukayati, Media Pembelajaran Matematika Sekolah Dasar, Yogyakarta: Tim PPPG Matematika, 2003 Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian, Jakarta: Rineka Cipta, 2002 , Manajemen Penelitian, Jakarta: PT. Rineka Cipta, 2005 , Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan (edisi revisi), Jakarta : PT Rineka Cipta, 2005 , Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara, 1990 Sumadi Suryabrata, Metode Penelitian Pendidikan, Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2003 Syaiful Sagala, Konsep dan Makna Pembelajaran, Bandung: Alfabeta, 2006 Tegar Bayu Andhi Perdana, Peningkatan Motivasi Belajar Matematika Melalui Strategi Penemuan Terbimbing Pokok Bahasan Lingkaran pada Siswa Kelas VIII Semester II SMPN 3 Colomadu Karanganyar tahun ajaran 2010/2011 (Skripsi), (UMS: 2011), http://etd.eprints.ums.ac.id/13035/1/2._Cover-Abstrak_Bayu.pdf Tim PPPG Matematika Yogyakarta dalam Netti Herawati, Upaya Meningkatkan Aktifitas dan Hasil Belajar Matematika Siswa dengan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe TAI (Teams Assited Individualization) pada Siswa Kelas XI IS 4 SMA N 1 Sungai Tarab, Padang: UNP, 2008 Wina Sanjaya, Pembelajaran dalam Implementasi Kurikulum Berbasis Kompetensi, Jakarta: Kencana, 2005

71

LAMPIRAN I Nilai MID Semester 2 Siswa Kelas VII SMPN 4 Batipuh Tahun Pelajaran 2012/2013 KKM = 71 VII.1 VII.2 VII.3 27 33 40 30 40 43 30 40 48 33 43 50 37 50 50 40 53 50 43 53 53 47 53 53 50 53 53 53 53 57 53 55 57 53 55 59 56 55 60 57 58 60 60 58 65 65 63 65 67 63 68 67 73 68 70 70 73 78 80 78 1.091 951 1.225 51,95 52,83 58,33

x ∑

No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21

x

0336 n = 21 Siswa x= x1 + x 2 + .0438 0.9048 0.512 0.2236 0.0000 F ( zi ) − S ( zi ) 0.3707 0.0461 0.37 -1.3333 0.03 0.77 0. + x 21 = n 21 = 27 + 30 + 30 + 33 + 37 + .6772 0.19 -0.0130 0.0621 0.94 -0.1736 0. KELAS VII1 xi No 1 27 2 30 3 30 4 33 5 37 6 40 7 43 8 47 9 50 10 53 11 53 12 53 13 56 14 57 15 60 16 65 17 67 18 67 19 70 20 73 21 80 1.0564 0.15 0..4404 0.0562 0.6667 0.89 0..1905 0.8577 0.091 ∑ x 51.55 -1.0735 0.5871 0.0594 0.0461 0.0606 0..0968 0.26 1.512 0.72 LAMPIRAN II UJI NORMALITAS KELAS POPULASI 1.33 -0.95 . + x n x1 + x 2 + .0438 0.9524 1.03 0.2857 0.8133 0.281 0.7143 0.0118 0.83 F ( zi ) 0.28 0.0645 0.1429 0.9664 S ( zi ) 0.0594 0.0594 0..8962 0.091 = 21 = 51.1429 0. + 80 21 1.2381 0..89 1.6190 0..0319 0..8133 0.0371 0.117 0...0523 0.95 zi -1.8571 0.37 -1.4286 0.7794 0.5714 0.0471 0.0175 0.0476 0.6103 0.58 -0.8571 0.07 1...7619 0.46 0.5714 0..03 0.0968 0..22 0..3810 0.0103 0.5714 0..512 0..76 -0.

2.95) + .08 1.08 2..766 20 = 235.5556 0.30 0.5556 0.9444 1.0000 F ( zi ) − S ( zi ) s= s2 = 235.04 -0.7222 0. + 73 18 951 = 18 = 52.1043 0.4383 =15.36 -1.1312 0.83 .0968 0.1667 0.0476 0.9838 S ( zi ) 0.5080 0.23 0.1667 0.8599 0.23 0.55 1.83 F ( zi ) 0.7222 0.344 zi -2.02 0.02 0..0968 0.7222 0.5556 0.5080 0.2778 0.5556 0.0699 0.2222 0.0735.0476 0.02 0....7088 0.14 0.1245 0.0162 n = 18 Siswa x= x1 + x 2 + .5556 0.1312 0.5080 0..0476 0.1245 0.0556 0.0735 < 0.5080 0...73 s =∑ 2 i =1 20 ( xi − x ) 2 n −1 = 2 2 2 ( 27 − 51..02 0...5910 0.11 -1.0845 0.1 berdistribusi normal.95) + ( 30 − 51....9444 0..7088 0.8333 0.0730 0. apabila jumlah siswa 21 orang diperoleh Ltabel = 0.3821 0.5910 0.0382 0..02 0..36 -1.. Jika L0 < Ltabel atau 0.8599 0.5910 0.. + x n x1 + x 2 + ...5080 0..05..0476 0.95) = 20 4. + x18 = n 18 = 33 + 40 + 40 + 43 + ..708.1886 maka dapat disimpulkan bahwa Kelas VII.0174 0.55 0.8333 0...23 0.0845 0.0476 0.4383 Berdasarkan tabel di atas diperoleh L0 = maks F ( z i ) − S ( z i ) adalah 0.1492 0. + ( 80 − 51.1312 0.1866 dengan taraf nyata α = 0. KELAS VII2 xi No 1 33 2 40 3 40 4 43 5 50 6 53 7 53 8 53 9 53 10 53 11 55 12 55 13 55 14 58 15 58 16 63 17 63 18 73 951 ∑ x 52.0699 0.

.5238 0.8571 0..4483 0.2709 0.4286 0..2709 0.9929 0.06 0.0389 0..0148 0.8665 0.0952 0.80 -0.7619 0.5239 0. 420 Berdasarkan tabel di atas diperoleh L0 = maks F ( z i ) − S ( z i ) adalah 0..225 = 21 =58.0000 F ( zi ) − S ( zi ) 0.0475 0.6667 0..12 1.735 = 9.0023 0..2033 0..7642 0.80 -0. KELAS VII3 xi No 1 40 2 43 3 48 4 50 5 50 6 50 7 53 8 53 9 53 10 57 11 57 12 59 13 60 14 60 15 65 16 65 17 68 18 68 19 70 20 78 21 78 1.0968 0.1429 0.16 0..0476 0.51 -0..4286 0.735 = s= s 2 = 88.2709 0.0094 0.0244 0.99 -0.. apabila jumlah siswa 18 orang diperoleh Ltabel = 0.9929 S ( zi ) 0.0094 0.13 -0.50 17 =88.6667 0...0389 0.13 0.2857 0.0000 1.93 1.2857 0.4483 0.16 0.0755 0.508.1312.89 F ( zi ) 0.3897 0.83) 2 + ( 40 − 52.33 ..0446 0.8665 0.83) 2 + .2000 dengan taraf nyata α = 0.0755 0.51 -0.2857 0.0874 0.89 1.3897 0.3897 0.0071 n = 21 Siswa x= x1 + x 2 + ..1312 < 0.7619 0. Jika L0 < Ltabel atau 0..05..47 -0.2 berdistribusi normal..0604 0.5238 0.9048 1.0874 0.80 -0.7642 0.9292 0. 3.76 -1.0016 0.0148 0.5714 0.0476 0..74 s =∑ 2 i =1 20 ( xi − x ) 2 n −1 = ( 33 − 52.4286 0.93 0.0389 0. + ( 73 − 52.5793 0. + 78 21 1. + x 21 = n 21 = 40 + 43 + 48 + 50 + ..8571 0...83) 2 17 1.64 0.0071 0. maka dapat disimpulkan bahwa Kelas VII..0023 0.0148 0.33 zi -1.2000.5793 0.64 0. + x n x1 + x 2 + .51 -0....225 ∑ x 58.

3 berdistribusi normal.1866.408 Berdasarkan tabel di atas diperoleh L0 = maks F ( z i ) − S ( z i ) adalah 0. apabila jumlah siswa 21 orang diperoleh Ltabel = 0.05. ..33) 2 + ( 33......3333 s= s 2 = 108..33) 2 + .166..33 − 58.00 − 58..0874.75 s =∑ 2 i =1 21 ( xi − x ) 2 n −1 = = ( 33.. Jika L0 < Ltabel atau 0.33) 2 20 2.1866 dengan taraf nyata α = 0. maka dapat disimpulkan bahwa Kelas VII.0874 < 0.33 − 58.3333 =10.167 20 =108. + ( 80.

18)}] 60 60 [ 2{21( 0.05.n 2 ) + ..21) b3 ( 0.957 60 .18) = 0. Hipotesis yang diajukan yakni: 2 H 0 : σ 12 = σ 2 = σ 32 H 1 : Ada beberapa populasi mempunyai variansi yang tidak sama 2.. nk ) ] N b ≤ b3 ( 0.n2 bk (α . 21. Taraf nyatanya α = 0.76 LAMPIRAN III UJI HOMOGENITAS KELAS POPULASI Uji Homogenitas dilakukan dengan cara Uji Bartlett dengan langkah-langkah sebagai berikut: 1.05 3..21) ≅ ≅ ≅ [ 2{21b3 ( 0. Wilayah kritiknya n1 n2 n3 = = = k 21 18 21 N = ∑ ni = n1 + n2 + n3 i =1 = 21 + 18 + 21 = 60 k b ≤ bk (α.18..05.05..18..nk bk (α .n k ) = 3 bk (α ...05.926 +15..9030 b3 ( 0...05. n 2 ...8865 b3 ( 0.n1 ) + . 21. n 2 .n k ) = [ n1bk (α .n1 .21) = 0..9030)} + 1{18( 0.05.8865)}]] 37.21) = 0..05.21)} + 1{18b3 (0.9030 b3 ( 0..n1 .

77 ≅ 53.735)17 (108.907 ≥ 0.333) 147.448) + 17(88.08 =0.05.18) = 147.. Berdasarkan hasil analisis di atas dapat disimpulkan bahwa datanya memiliki variansi yang homogen. Kesimpulannya H 0 diterima karena b ≥ b3 ( 0.( s 2 k ) 1 nk −1 N − k s ] [ (235.448) b= (88.96 +1508.898 4.08 ( 6.08 = N −k 20( 235.( s ) 2 n2 2 −1 2 2 p .115 = 57 = 147.333) = 60 − 3 b= = [( s 2 1 ) n1i −1 . Perhitungan s12 = 235.898. 21 : 18 : 21) atau 0.08 20 1 20 57 ] 133.448 2 s2 = 88.414 147.76) ( 3.495 + 2166.735) + 20(108.735 2 s3 =108. .333 s 2 p = ∑n i =1 k i −1 si2 s2 p 4708.66 57 8384.907 5.81) ( 5..883 60 ≅ 0.

25 4. Tentukan perhitungan dengan bantuan tabel yaitu: Populasi VII.05 3.05 [ 3 − 1.78 LAMPIRAN IV UJI KESAMAAN RATA-RATA POPULASI Langkah-langkah untuk melihat kesamaan rata-rata populasi yaitu: 1. N − k ] f > f 0. Tentukan wilayah kritiknya dengan menggunakan rumus: f > f α [ k − 1.57] ≈ f > 9.2 VII. Tentukan taraf nyatanya α = 0.05 [ 2.3 27 33 40 30 40 43 30 40 48 33 43 50 37 50 50 40 53 50 43 53 53 47 53 53 50 53 53 53 53 57 53 55 57 53 55 59 56 55 60 57 58 60 60 58 65 65 63 65 67 63 68 67 73 68 70 70 73 78 80 78 Total 1.60 − 3] ≈ f > f 0 .1 VII.267 . Tuliskan hipotesis statistik yang diajukan H 0 : µ1 = µ2 = µ3 H 1 : Sekurang-kurangnya ada dua rata-rata yang tidak sama 2.225 3.091 951 1.

.7355 60 2 2 1. Jumlah Kuadrat untuk nilai tengah kolom (JKK) 2 Ti 2 T.85 (3.13 s = = 139.091) 2 (951) 2 (1225) 2 (3. JKK = ∑ − N i =1 N k JKK = = 56680.33 −177888.50 +71458. Keputusannya: 8384.79 Nilai tengah 51.13 8878.95 52. Jumlah Kuadrat galat (JKG) JKG = JKT − JKK =8878.85 f hitung 60 62 8384.72 =8384.267) 2 + + − 21 18 21 60 c.77 Terima H 0 karena f < f ∝ ( k −1.72 Nilai tengah 494. Jumlah Kuadrat Total (JKT) JKT = ∑∑ X i =1 j =1 k ni 2 i. N 2 JKT = 27 2 + 30 2 + . N − k ) atau 1.267) 2 60 b...36 2 kolom 2 Galat Total 5...15 =8878.25.83 58.33 163. .77 < 9.13 Hasil perhitungannya masukan datanya ke dalam tabel berikut: Sumber Jumlah Derajat Kuadrat tengah keragaman kuadrat bebas 494.72 s12 = = 247.85 −494. + 78 2 − =186767 −177888.15 = 494. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ketiga rata-rata populasi tersebut adalah sama.11 Perhitungannya dengan mengunakan rumus: a.72 (1..04 +50244... j T − ..

Siswa mampu menentukan jenis segitiga berdasarkan sifat-sifatnya. 2. Siswa dapat menjelaskan jenis-jenis segitiga berdasarkan sisi dan besar sudutnya. Menentukan jenis segitiga berdasarkan sifat-sifatnya. F. Kompetensi Dasar Mengidentifikasi sifat-sifat segitiga berdasarkan sisi dan sudutnya. E.80 LAMPIRAN V Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP 1) (Kelas Eksperimen) Nama Sekolah Mata Pelajaran Topik Kelas/semester Waktu Tahun Ajaran : SMPN 4 Batipuh : Matematika : Segitiga : VII / 2 (Dua) : 2 x 40 menit : 2012/2012 A. Menjelaskan jenis-jenis segitiga berdasarkan sisi dan besar sudutnya. Berdasarkan panjang sisinya segitiga dibagi menjadi: . Standar Kompetensi Memahami konsep segi empat dan segitiga serta menentukan ukurannya. Materi Ajar Jenis-Jenis Segitiga 1. 2. B. C. Tujuan Pembelajaran 1. Indikator 1.

C A B Gambar 1. Berdasarkan besar sudut-sudutnya segitiga di bagi menjadi: a. Segitiga sembarang 2. AC = BC. AB ≠ BC ≠ AC. Segitiga sembarang adalah segitiga yang ketiga sisinya tidak sama panjang. ∠ Q. Segitiga Lancip Segitiga lancip adalah segitiga yang ketiga sudutnya merupakan sudut lancip. Segitiga sama kaki c. Segitiga sama sisi adalah segitiga yang ketiga sisinya sama panjang. ∠ P.81 a. C B A Gambar 3. AB = BC = AC . Segitiga sama sisi b. Segitiga sama kaki adalah segitiga yang mempunyai dua buah sisi yang sama panjang. C A B Gambar 2. Segitiga lancip Q . ∠ R adalah sudut lancip R P Gambar 4.

A B A B . Segitiga Tumpul Segitiga tumpul adalah segitiga yang salah satu sudutnya merupakan sudut tumpul. ∆ACD siku-siku di C dan ∆ABD siku-siku di B. Segitiga siku-siku 3. maka akan terbentuk dua buah segitiga yang kongruen yaitu. AB = CD dan AD = BC Jika dibuat garis diagonal AD. A B C D Gambar 7. Berdasarkan sifat-sifatnya segitiga dibagi menjadi: a. ∠ R P Q Gambar 6. Segitiga siku-siku adalah segitiga yang salah satu sudutnya merupakan sudut sikuQ merupakan sudut siku-siku siku.82 b. Persegi panjang ∠A = ∠B = ∠C = ∠D = 90° . R Q P Gambar 5. Segitiga Siku-siku. Segitiga tumpul c. Segitiga siku-siku Menemukan sifat-sifat segitiga berdasarkan sifat persegi panjang yaitu memiliki empat buah sudut siku-siku dan sisi-sisi yang berhadapan sama panjang. ∠ P merupakan sudut tumpul.

Jadi. Segitiga sama kaki ∆ADC dan ∆BDC merupakan segitiga siku-siku yang kongruen. maka ∆ADC dan ∆BDC akan saling berimpit. Segitiga sama sisi. dua sudut yang sama besar dan memiliki 1 sumbu simetri. seperti pada gambar: C E D . ∆ADC dan ∆BDC simetri terhadap garis CD.” c. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa: ”Segitiga sama kaki memiliki dua sisi yang sama panjang. Menemukan sifat-sifat segitiga sama sisi dengan menemukan sumbu simetri. Jika ∆ ABC dilipat menurut garis CD. sifat-sifat segitiga siku-siku yaitu: ”Pada segitiga siku-siku salah satu sudutnya adalah 90˚” b. dimana jika dua buah segitga siku-siku yang kongruen diletakkan sehingga salah satu siku-sikunya berimpit. maka akan terbentuk segitiga sama kaki. Seperti gambar dibawah ini: I II C I II A D B Gambar 8.83 C (a) D C (b) D Jadi. Segitiga sama kaki Menemukan sifat segitiga sama kaki.

c. 2. Guru memberikan apersepsi dengan cara mengaitkan materi hari ini dengan materi sebelumnya yaitu tentang pengertian segitiga. ABC menurut garis CF . Segitiga sama sisi ABC menurut garis AD. Maka CF adalah sumbu simetri. Maka AD adalah sumbu simetri. b. Guru merumuskan masalah yang akan diberikan kepada siswa yaitu materi tentang jenis-jenis segitiga. Guru menyampaikan metode pembelajaran yang digunakan yaitu metode penemuan terbimbing berbantuan alat peraga matematika. (Elaborasi) c. d. Kegiatan Inti (60 Menit) Kegiatan a. ABC menurut garis BE . (Eksplorasi) b. Metode Pembelajaran Metode penemuan terbimbing berbantuan alat peraga matematika. Maka BE adalah sumbu simetri. Guru memotivasi siswa dengan memberikan penjelasan manfaat mempelajari jenis-jenis segitiga dalam kehidupan sehari-hari. Jadi dapat disimpulkan bahwa: ”Sisi-sisi setiap segitiga sama sisi sama panjang dan ketiga sudutnya sama besar.84 A B Gambar 9. ternyata ∆ACF dan ∆CBF 3) Lipatlah ∆ berimpit dengan tepat. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran. Skenario Pembelajaran 1. H. Guru membimbing penyelidikan kelompok dan mendorong 10 Menit 5 Menit Alokasi waktu 5 Menit 1 Menit 3 Menit 3 Menit Alokasi waktu 3 Menit . ternyata ∆ABD dan ∆ ACD 1) Lipatlah ∆ berimpit dengan tepat. Pendahuluan (10 Menit) Kegiatan a. ternyata ∆BAE dan ∆ BCE Δ 2) Lipatlah ∆ berimpit dengan tepat.” G. Guru meminta siswa duduk berkelompok sesuai dengan kelompok yang telah dibentuk sebelumnya.

Guru memberikan LKS dan memerintahkan siswa menganalisis data yang berisi pertanyaan-pertanyaan yang ada dalam LKS. (Konfirmasi) i. alat peraga segitiga dan spidol. (Elaborasi) d. Guru meminta siswa memperhatikan alat peraga yang dibuat oleh masing-masing siswa sebelumnya dan mengajukan pertanyaan kepada siswa. : : Papan tulis. Siswa menyusun hasil prakiraan dari hasil analisis yang dilakukannya. Penutup (10 Menit) Kegiatan d. Guru memeriksa hasil prakiraan yang dibuat siswa tersebut. Karangan: Sartono Wirodikromo. (Eksplorasi) f. (Konfirmasi) 3.85 siswa untuk mengumpulkan informasi tentang jenis-jenis segitiga. Guru memberikan penguatan mengenai permasalahan yang 5 Menit dipecahkan. untuk melihat kebenaran hasil penemuan tersebut. (Konfirmasi) j. hal. 1 Menit 7 Menit Alokasi waktu 2 Menit 5 Menit 5 Menit 5 Menit 10Menit 5 Menit 1. Guru bersama siswa menyimpulkan materi pelajaran tentang jenis-jenis segitiga. Guru memerintahkan siswa untuk menyelesaikan soal-soal yang ada dalam LKS. 10 Menit (Konfirmasi) h. Guru menunjuk salah satu kelompok untuk mempresentasikan hasil diskusinya. (Elaborasi) g. e. Guru memberikan kuis untuk mengetahui pemahaman siswa tersebut. H. (Eksplorasi) e. Buku Matematika SMP Kelas VII Semester 2. Guru meminta siswa untuk duduk pada kelompok pada pertemuan berikutnya. Alat dan Sumber Belajar Alat Sumber belajar 203-212. f. .

2. Bentuk Instrumen : Uraian Singkat. 03 Desember 2012 Peneliti MUSFARSYAH 157 043 . J.86 2. Kemampuan siswa dalam mengerjakan soal-soal yang ada dalam LKS. Buku matematika untuk SMP Kelas VII. skorperolehan ×100% skormaksimal Penskoran = Batipuh. c. I. Cholik Adinawan. Penerbit: Erlangga. a. Penilaian Hasil Belajar Teknik : Tugas kelompok (LKS). b. Penilaian hasil belajar berupa aspek kognitif dalam bentuk soal-soal uraian setelah pokok bahasan selesai. Kemampuan siswa dalam mengeluarkan pendapat dan berdiskusi dengan temannya. Kuiz. Karangan: M. Keterampilan siswa dalam menggunakan alat peraga segitiga untuk menemukan rumus dan konsep matematika. Prosedur penilaian selama proses pembelajaran berlangsung secara individual dan kelompok berupa tugas dan pengamatan. Penilaian 1. Contoh Instrumen : Jelaskan jenis-jenis segitiga berdasarkan sisinya dan beri contoh masing-masing dengan gambar.

Standar Kompetensi Memahami konsep segi empat dan segitiga serta menentukan ukurannya. 3. Indikator 1. 2. Materi Pembelajaran . Menunjukkan bahwa jumlah sudut-sudut segitiga adalah 180 0 . Menyelesaikan soal mengenai sudut dalam segitiga. Tujuan Pembelajaran 1. 3. Siswa dapat menunjukkan bahwa jumlah sudut-sudut segitiga adalah 180 0 . Siswa dapat menyelesaikan soal mengenai sudut dalam segitiga. Kompetensi Dasar Menghitung jumlah sudut-sudut dari segitiga C. Menggunakan hubungan sudut dalam dan sudut luar segitiga dalam pemecahan soal D. B. 2. Siswa dapat menggunakan hubungan sudut dalam dan sudut luar segitiga dalam pemecahan soal. E.87 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP 2) (Kelas Eksperimen) Nama Sekolah Mata Pelajaran Topik Kelas/semester Waktu Tahun Ajaran : SMPN 4 Batipuh : Matematika : Segitiga : VII / 2 (Dua) : 2 x 40 menit : 2012/2013 A.

G. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran. Guru membimbing penyelidikan kelompok dan mendorong siswa untuk mengumpulkan informasi tentang jenis-jenis segitiga. Skenario Pembelajaran 1. F. Guru menyampaikan metode pembelajaran yang digunakan yaitu metode penemuan terbimbing berbantuan alat peraga matematika. Guru meminta siswa memperhatikan alat peraga yang dibuat 10 Menit oleh masing-masing siswa sebelumnya dan mengajukan pertanyaan kepada siswa. Guru memberikan apersepsi dengan cara mengaitkan materi hari ini dengan materi sebelumnya yaitu tentang segitiga. b. ∠DBC = ∠A + ∠C. Guru merumuskan masalah yang akan diberikan kepada siswa yaitu materi tentang jumlah sudut segitiga. Metode Pembelajaran Metode penemuan terbimbing berbantuan alat peraga matematika. (Elaborasi) c. Besar sudut luar suatu segitiga sama dengan jumlah dua sudut dalam yang tidak berpelurus dengan sudut dalam itu. Pendahuluan (10 Menit) Kegiatan a. Guru memotivasi siswa dengan memberikan penjelasan manfaat mempelajari jumlah sudut segitiga dalam kehidupan sehari-hari. d. Guru memberikan LKS dan memerintahkan siswa menganalisis 5 Menit 5 Menit Alokasi waktu 5 Menit 1 Menit 3 Menit 3 Menit Alokasi waktu 3 Menit . 2. (Eksplorasi) d.88 Jumlah Sudut Segitiga C Sudut luar A B D Jumlah sudut segitiga: ∠A + ∠B + ∠C = 180°. (Eksplorasi) b. Kegiatan Inti (60 Menit) Kegiatan a. c.

Penilaian 1. Alat dan Sumber Belajar Bahan dan Alat : Penggaris. untuk melihat kebenaran hasil penemuan tersebut. Guru bersama siswa menyimpulkan materi pelajaran tentang jenis-jenis segitiga. (Konfirmasi) g. Keterampilan siswa dalam menggunakan alat peraga segitiga untuk menemukan rumus dan konsep matematika. pensil. (Konfirmasi) 3. (Eksplorasi) e. b. Cholik Adinawan dan Sugijono penerbit Erlangga. Guru menunjuk salah satu kelompok untuk mempresentasikan hasil diskusinya. Karangan: M. (Konfirmasi) h. Buku Matematika untuk SMP kelas VII semester II. kertas karton manila dan gunting Sumber belajar: 1. I. Kemampuan siswa dalam mengeluarkan pendapat dan berdiskusi dengan temannya. Bahan. jangka. Guru memeriksa hasil prakiraan yang dibuat siswa tersebut. b. Siswa menyusun hasil prakiraan dari hasil analisis yang dilakukannya. 2. a. Buku Matematika SMP Kelas VII Semester 2. (Elaborasi) f. (Konfirmasi) i. Guru memerintahkan siswa untuk menyelesaikan soal-soal yang 10 Menit ada dalam LKS. 8 Menit Alokasi waktu 2 Menit 5 Menit 5 Menit 5 Menit 10Menit . Karangan: Sartono Wirodikromo. Prosedur penilaian selama proses pembelajaran berlangsung secara individual dan kelompok berupa tugas dan pengamatan.89 data yang berisi pertanyaan-pertanyaan yang ada dalam LKS. H. Guru memberikan penguatan mengenai permasalahan yang dipecahkan. busur. Guru memberikan kuis untuk mengetahui pemahaman siswa tersebut. Penutup (10 Menit) Kegiatan a.

Kuiz. Penilaian Hasil Belajar Teknik Contoh Instrumen : Tugas kelompok (LKS). δ dan γ untuk masing-masing segitiga berikut! 1) α 2) 35˚ 65˚ 55˚ 42˚ 3) 4) 83˚ 16˚ 42˚ δ γ 2. 2. K. 1. Dalam ∆ ABC Tentukan: a. Penilaian hasil belajar berupa aspek kognitif dalam bentuk soal-soal uraian setelah pokok bahasan selesai. Sudut terkecil diketahui panjang AB =10cm.90 c. Tentukan nilai x pada gambar berikut ini! 4x˚ 6x˚ 5x˚ Penskoran = skorperolehan ×100% skormaksimal . Sudut terbesar b.5cm. 3. Kemampuan siswa dalam mengerjakan soal-soal yang ada dalam LKS. : β Bentuk Instrumen : Uraian Singkat. β. AC = 7cm dan BC = 8. Hitunglah besar sudut α.

Standar Kompetensi Memahami konsep segi empat dan segitiga serta menentukan ukurannya. Kompetensi Dasar Menghitung keliling dan luas bangun segitiga dan segi empat serta menggunakannya dalam pemecahan masalah. C. 03 Desember 2012 Peneliti MUSFARSYAH 157 043 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP 3) (Kelas Eksperimen) Nama Sekolah Mata Pelajaran Topik Kelas/semester Waktu Tahun Ajaran : SMPN 4 Batipuh : Matematika : Segitiga : VII / 2 (Dua) : 2 x 40 menit : 2012/2013 A. Indikator 1. B. D. Tujuan Pembelajaran 1. Siswa mampu menurunkan rumus luas bangun segitiga.91 Batipuh. E. Siswa mampu menemukan rumus keliling segitiga. Menurunkan rumus luas bangun segitiga. Materi Ajar . Menemukan rumus keliling segitiga. 2. 2.

b dan c adalah: A K = BC + AC + AB K = a +b +c B C 2. Keliling segitiga dengan panjang sisi a. Kemudian dibuat persegi panjang yang memuat ∆ ABC seperti gambar berikut: E C F A D B 1 × luas persegi panjang ADCE 2 1 Luas ∆ BDC = × luas persegi panjang DBFC 2 Luas ∆ ADC = Luas ∆ ABC = luas ∆ ADC + luas ∆ BDC = = 1 1 luas persegi panjang ADCE + luas persegi panjang DBFC 2 2 1 × luas persegi panjang ABFE 2 1 = × AB × BF 2 . Keliling segitiga Keliling segitiga adalah jumlah dari panjang sisi-sisi pembentuk segitiga.92 1. C t A D B Pada gambar ∆ ABC dibagi menjadi dua segitiga siku-siku yaitu ∆ ADC dan ∆ BDC. Luas segitiga Luas segitiga adalah luas daerah yang dibatasi oleh segitiga tersebut.

(Eksplorasi) b. (Elaborasi) c. Guru memberikan apersepsi dengan cara mengaitkan materi hari ini dengan materi sebelumnya yaitu tentang segitiga. d. Jadi. Pendahuluan (10 Menit) Kegiatan a. b. Guru menyampaikan metode pembelajaran yang digunakan yaitu metode penemuan terbimbing berbantuan alat peraga matematika. luas segitiga dengan alas a dan tinggi t adalah: Luas segitiga = alas × tinggi 2 1 × AB × CD(karena BF = CD) 2 Alas segitiga merupakan sisi dari segitiga tersebut. Tinggi segitiga adalah garis yang tegak lurus dengan alas yang sekawan dan melalui titik sudut yang berhadapan dengan alas. AB disebut alas dan CD disebut tinggi. Kegiatan Inti (60 Menit) Kegiatan a. 2. F.93 Luas ∆ ABC = Pada ∆ ABC. Metode Pembelajaran Metode penemuan terbimbing berbantuan alat peraga matematika. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran. Guru memotivasi siswa dengan memberikan penjelasan manfaat mempelajari kelilling dan luas segitiga dalam kehidupan seharihari. G. Guru meminta siswa memperhatikan alat peraga yang dibuat 10 Menit oleh masing-masing siswa sebelumnya dan mengajukan 5 Menit Alokasi waktu 5 Menit 1 Menit 3 Menit 3 Menit Alokasi waktu 3 Menit . Guru membimbing penyelidikan kelompok dan mendorong siswa untuk mengumpulkan informasi tentang jenis-jenis segitiga. Guru merumuskan masalah yang akan diberikan kepada siswa yaitu materi tentang kelilling dan luas segitiga. Skenario Pembelajaran 1. c.

(Konfirmasi) g. Guru bersama siswa menyimpulkan materi pelajaran tentang kelilling dan luas segitiga. Penutup (10 Menit) Kegiatan a. 8 Menit Alokasi waktu 2 Menit 5 Menit 5 Menit 10Menit 5 Menit . Cholik Adinawan dan Sugijono penerbit Erlangga. dkk. (Elaborasi) f. (Konfirmasi) 3. Sumber belajar: 1. Alat dan Sumber Belajar Bahan dan Alat : Penggaris. dkk. 3. Buku Matematika untuk SMP kelas VII semester II. (Eksplorasi) d. Karangan: Anna Yuni Astuti.94 pertanyaan kepada siswa. Guru memeriksa hasil prakiraan yang dibuat siswa tersebut. pensil. (Konfirmasi) h. H. Karangan: Drajat. J. Bahan. Guru memerintahkan siswa untuk menyelesaikan soal-soal yang 10 Menit ada dalam LKS. Buku Matematika untuk SMP dan MTs kelas VII. Guru memberikan penguatan mengenai permasalahan yang 5 Menit dipecahkan. (Konfirmasi) i. b. Prosedur penilaian selama proses pembelajaran berlangsung secara individual dan kelompok berupa tugas dan pengamatan. Guru menunjuk salah satu kelompok untuk mempresentasikan hasil diskusinya. kertas karton manila dan gunting. Karangan: M. 2. Buku Matematika untuk SMP dan MTs kelas VII semester 2. Penilaian 1. Guru memberikan kuis untuk mengetahui pemahaman siswa tersebut. untuk melihat kebenaran hasil penemuan tersebut. Siswa menyusun hasil prakiraan dari hasil analisis yang dilakukannya. Guru memberikan LKS dan memerintahkan siswa menganalisis data yang berisi pertanyaan-pertanyaan yang ada dalam LKS. (Eksplorasi) e.

03 Desember 2012 Peneliti MUSFARSYAH 157 043 . c. QR = 6cm dan K N L Diketahui: KM =12cm. Keterampilan siswa dalam menggunakan alat peraga segitiga untuk menemukan rumus dan konsep matematika. R P Q Hitung keliling segitiga PQR jika panjang sisi PR = 4cm.. Kemampuan siswa dalam mengeluarkan pendapat dan berdiskusi dengan temannya.. K. Bentuk Instrumen : Uraian Singkat. Perhatikan gambar segitiga berikut ini: M PQ =10cm.95 a. 2. 2. Penilaian hasil belajar berupa aspek kognitif dalam bentuk soal-soal uraian setelah pokok bahasan selesai.2cm dan ML = 9cm. Bentuk instrument: 1. Penilaian Hasil Belajar Teknik : Tugas kelompok (LKS). Kuiz. Panjang KL = . MN = 7. Kemampuan siswa dalam mengerjakan soal-soal yang ada dalam LKS. b. Penskoran = skorperolehan ×100% skormaksimal Batipuh.

Tujuan Pembelajaran . B. Standar Kompetensi Memahami konsep segi empat dan segitiga serta menentukan ukurannya.96 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP 4) (Kelas Eksperimen) Nama Sekolah Mata Pelajaran Topik Kelas/semester Waktu Tahun Ajaran : SMPN 4 Batipuh : Matematika : Segitiga : VII / 2 (Dua) : 2 x 40 menit : 2012/2013 A. D. garis tinggi. garis tinggi. C. garis berat dan garis sumbu. Kompetensi Dasar Melukis segitiga. garis berat dan garis sumbu. garis bagi. garis bagi. Indikator Melukis segitiga.

buatlah garis tinggi segitiga dari titik sudut A dan B. . Dengan cara yang sama. Buatlah busur lingkaran dengan jari-jari AC sehingga memotong sisi AB dititik A dan B '. Contoh: Garis BE adalah sebuah garis bagi dalam segitiga. Kedua busur tersebut berpotongan dititik P. Garis Bagi dalam Segitiga Garis bagi dalam segitiga adalah garis yg ditarik dari sudut dan membagi dua sisi didepanya. c. Garis tinggi segitiga Langkah-langkah melukis garis tinggi ∆ABC : a. garis berat dan garis sumbu. Gambar1. Diperoleh garis AE dan BF merupakan garis tinggi segitiga. d. Buatlah busur lingkaran di titik A dan B ' dengan jari-jari sama panjang. garis tinggi. garis bagi. Garis Tinggi dalam Segitiga Garis tinggi dalam segitiga adalah garis yang ditarik dari sebuah titik sudut dan tegak lurus dengan sisi didepan sudut tersebut. Materi Ajar 1. Hubungkan titik P dengan C sehingga memotong di titik D. Contoh: Garis CD adalah sebuah garis tinggi segitiga. b. 2.97 Siswa dapat melukis segitiga. Diperoleh garis CD ⊥ AB sehingga CD merupakan garis tinggi segitiga dari titik sudut C. E. e. f.

Garis Sumbu Segitiga Garis yang membagi salah satu sisi segtiga menjadi dua bagian sama panjang dan tegak lurus pada sisi tersebut. Hubungkan titik A dan Q sehingga memotong BC di titik G. Ketiga garis bagi berpotongan di satu titik yaitu titik pusat lingkaran dalam segitiga. sehingga memotong busur pertama di P dan Q. b. . Dengan cara yang sama.98 Gambar 2. Garis PQ merupakan garis sumbu sisi AB. Dari titik B ' dan C ' . e. buatlah busur lingkaran dari titik B. 4. 3. buatlah garis sumbu sisi AC dan BC yaitu RS dan TU . Garis Berat Segitiga Garis berat segitiga adalah garis yang ditarik dari titik sudut suatu segitiga dan membagi sisi dihadapannya menjadi dua bagian sama panjang Langkah-langkah melukis garis berat ∆ABC : a. c. Buatlah busur lingkaran dari titik A dengan jari-jari lebih dari 1 AB. Buatlah garis sumbu sisi BC sehingga memotong BC di titik K . Diperoleh AG adalah garis bagi sudut A. Dengan cara yang sama buatlah garis bagi sudut B dan C. d. Garis bagi segitiga Langkah-langkah melukis garis bagi ∆ABC : a. c. d. b. Buat busur lingkaran dengan pusat A dan jari-jari tertentu sehingga memotong AB di B ' dan memotong AC di C '. 2 Dengan jari-jari yang sama. masing-masing buatlah busur lingkaran dengan jari-jari yang sama sehingga berpotongan di titik Q. Langkah-langkah melukis garis sumbu ∆ABC : a.

sisi). Hubungkan titik A dan titik K . Melukis Segitiga a. dan Langkah-langkahnya sebagai berikut. sehingga memotong busur pertama di titik C . Langkah-langkahnya sebagai berikut: 1) Buat ruas garis DE dengan panjang 5cm. Melukis segitiga apabila diketahui satu sisi dan dua sudut pada kedua ujung sisi tersebut(sudut. . . Dengan cara yang sama. dan Misalnya melukis ∆DEF jika diketahui DE = 5cm.sudut.99 b. Garis AK merupakan garis berat dari sudut A. buatlah sudut yang besarnya 50° pada titik K .sisi. EDF = 50° . ∠ KLM = 75°. buatlah busur lingkaran dengan dengan jari-jari 4cm. 4) Hubungkan titik E dan F sehingga terbentuk ∆ c. terbentuk ∆ b. 2) Menggunakan busur derajat. Melukis segitiga apabila diketahui dua sisi dan sudut apit kedua sisi tersebut(sisi. buat busur lingkaran dengan panjang jari-jari 6cm sehingga memotong kaki sudut di titik F . Melukis segitiga apabila diketahui panjang ketiga sisinya (sisi. buatlah sudut yang besarnya 50° pada titik D. DEF . 2) Menggunakan busur derajat. buatlah garis berat BL dan CM . BC = 6cm. 5. ∠ Langkah-langkahnya sebagai berikut: 1) Buat ruas garis KL dengan panjang 5cm.sisi. 3) Kemudian dari titik D. 3) Kemudian dengan pusat titik B buatlah busur lingkaran dengan jari-jari 6cm. ∠ DF = 6cm. c. Melukis ∆KLM jika diketahui KL = 5cm. 1) Buat ruas garis AB dengan panjang 5cm.sudut) LKM = 50°.sisi) Misalnya melukis AC = 4cm. 2) Berpusat di titik A. ∆ ABC jika diketahui AB = 5cm. 4) Hubungkan titik A dengan titik C dan titik B dengan titik C sehingga ABC .

buatlah sudut yang besarnya 75° pada titik L. 2) Menggunakan busur derajat. 3) Dengan titik P sebagai pusat. Melukis segitiga apabila diketahui dua sisi dan satu sudut yang tidak diapit oleh kedua sisi tersebut. d. garis tinggi. 1) Buat ruas garis PQ dengan panjang 5cm. kedua kaki sudut berpotongan di titik M . Pendahuluan (10 Menit) Kegiatan a. garis bagi. PR = 4cm dan ∠ PQR = 40° . b.100 3) Menggunakan busur derajat. PQR dengan PQ = 5cm. Guru memotivasi siswa dengan memberikan penjelasan manfaat mempelajari melukis segitiga. 4) ∆KLM adalah segitiga yang dimaksud. Skenario Pembelajaran 1. bualah busur lingkaran dengn jari-jari 4cm sehingga memotong garis tersebut di titik R 1 dan R2 4) Hubungkan titik P dengan R dan titik P dengan R2 sehingga diperoleh: 1 ∆ PQR1 dan ∆ PQR2 ∆ PQR1 merupakan segitiga lancip ∆ PQR2 merupakan segitiga tumpul F. Guru memberikan apersepsi dengan cara mengaitkan materi hari ini dengan materi sebelumnya yaitu tentang segitiga. Metode Pembelajaran Metode penemuan terbimbing berbantuan alat peraga matematika. garis 3 Menit Alokasi waktu 3 Menit . G. Misalnya melukis ∆ Langkah-langkah sebagai berikut. buatlah sudut yang besarnya 40° pada titik Q.

(Elaborasi) f. (Konfirmasi) i. c. (Konfirmasi) g. 2. Guru memberikan LKS dan memerintahkan siswa menganalisis data yang berisi pertanyaan-pertanyaan yang ada dalam LKS. dan garis Alokasi waktu 2 Menit 5 Menit 5 Menit 5 Menit 5 Menit 10Menit 5 Menit 5 Menit Alokasi waktu 5 Menit 1 Menit 3 Menit . Guru bersama siswa menyimpulkan materi pelajaran tentang melukis segitiga. Guru menyampaikan metode pembelajaran yang digunakan yaitu metode penemuan terbimbing berbantuan alat peraga matematika. Siswa menyusun hasil prakiraan dari hasil analisis yang dilakukannya. (Eksplorasi) e. (Elaborasi) c. (Konfirmasi) 3. Guru membimbing penyelidikan kelompok dan mendorong siswa untuk mengumpulkan informasi tentang cara melukis segitiga. untuk melihat kebenaran hasil penemuan tersebut. Penutup (10 Menit) Kegiatan a. Guru meminta siswa memperhatikan alat peraga yang dibuat 10 Menit oleh masing-masing siswa sebelumnya dan mengajukan pertanyaan kepada siswa. Guru menunjuk salah satu kelompok untuk mempresentasikan hasil diskusinya. Kegiatan Inti (60 Menit) Kegiatan a. d. Guru memeriksa hasil prakiraan yang dibuat siswa tersebut. Guru merumuskan masalah yang akan diberikan kepada siswa yaitu materi tentang melukis segitiga dan garis tinggi. (Eksplorasi) b.101 berat. (Konfirmasi) h. garis bagi. (Eksplorasi) d. dan garis sumbu dalam kehidupan sehari-hari. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran. garis tinggi. garis berat. Guru memberikan penguatan mengenai permasalahan yang dipecahkan. Guru memerintahkan siswa untuk menyelesaikan soal-soal yang 10 Menit ada dalam LKS.

skorperolehan ×100% skormaksimal Penskoran = Batipuh. 03 Desember 2012 . 8 Menit J. Kemampuan siswa dalam mengeluarkan pendapat dan berdiskusi dengan temannya. Bahan. Penilaian hasil belajar berupa aspek kognitif dalam bentuk soal-soal uraian setelah pokok bahasan selesai. 2. Karangan: M. I. Karangan: Anna Yuni Astuti. c. a. H. Kuiz. Cholik Adinawan dan Sugijono penerbit Erlangga. Penilaian Hasil Belajar Teknik : Tugas kelompok (LKS).102 sumbu b. Kemampuan siswa dalam mengerjakan soal-soal yang ada dalam LKS. dkk. Guru memberikan kuis untuk mengetahui pemahaman siswa tersebut. 2. pensil. Alat dan Sumber Belajar Bahan dan Alat : Penggaris. dkk. Buku Matematika untuk SMP kelas VII semester II. 6cm dan 4cm. kertas karton manila dan gunting. b. Sumber belajar: 1. Penilaian 1. Bentuk instrument: Lukislah sebuah segitiga jika diketahui panjang sisi-sisinya 5cm. Keterampilan siswa dalam menggunakan alat peraga segitiga untuk menemukan rumus dan konsep matematika. Bentuk Instrumen : Uraian Singkat. Buku Matematika untuk SMP dan MTs kelas VII semester 2. 3. Buku Matematika untuk SMP dan MTs kelas VII. Karangan: Drajat. Prosedur penilaian selama proses pembelajaran berlangsung secara individual dan kelompok berupa tugas dan pengamatan.

: : . 3. KELAS KELOMPOK : 1.103 Peneliti MUSFARSYAH 157 043 LAMPIRAN VI NAMA 2. 5. 4.

.. besar sudut dan sifatnya.. Jawablah soal-soal yang ada pada LKS dan diskusikan. Pengertian Segitiga Segitiga adalah bidang datar yang dibatasi oleh tiga garis lurus dan membentuk tiga sudut.... Jenis Segitiga Berdasarkan Panjang Sisinya (Beri penjelasan) 1) . Siapkan diri ananda untuk menghadapi kuis di akhir pertemuan Nilai kelompok ananda ditentukan oleh nilai individu/anggota-anggota kelompok. Jangan akhiri diskusi sebelum ananda yakin semua anggota kelompok sudah memahami dan menguasai materi...... Jenis Jenis Segitiga a..... Diskusikan LKS dengan anggota kelompokmu........ Agar Ananda Berhasil !!!! Pahami LKS dengan cermat.... ..104 Materi: Jenis-jenis segitiga Tujuan Pembelajaran: Siswa mampu menentukan jenis-jenis segitiga berdasarkan panjang sisi. 2. 1..

. Besar sudut C =................ b............... Jenis-jenis Segitiga Berdasarkan Sifat-sifatnya 1) Segitiga Siku-siku Ukurlah besar tiap sudut berikut.................... c..... 3) ... Jenis Segitiga Berdasarkan Besar Sudutnya (Beri penjelasan) 1) ................................................................. B C B 3) ......... sehingga segitiga ABC disebut segitga… .......... 2) ... Segitiga ABC mempunyai satu sudut siku-siku yaitu…...... Besar sudut B =....105 A 2) ........ Besar sudut A =.....

...... segitiga ABC disebut........ .... .............. sisi AB dan sisi BC disebut P sisi ................sumbu simetri d) Segitiga sama kaki dapat menempati bingkainya secara tepat dengan....106 Ciri-ciri segitiga siku-siku A a) Memiliki satu sudut . ......... C S B sisi AC disebut sisi . SegitigaABC memiliki satu sumbu sietri yaitu sumbu......... = ............ AB dan AC disebut kaki segitiga dan BC disebut alas segitiga besar sudut ABC =..sisi sama panjang b) Segitiga sama kaki mempuyai.. ..sudut sama besar c) Segitiga sama kaki mempuyai.......... atau hipotenusa D 2) Segitiga Sama Kaki R Perhatikan gambar di samping Panjang AB = panjang..cara 3) Segitiga Sama Sisi Perhatikan gambar disamping Panjang PQ = panjang .. .... .. ( 90°) R U T sisi lain b) Dua sisi membentuk sudut siku-siku disebut sisi siku-siku. sedangkan disebut sisi . . Sifat-sifat segitiga sama kaki... atau hipotenusa Pada sigitiga ABC. oleh karena itu. a) Segitiga sama kaki mempuyai................

...................................................................... ................. ∠M = 63° c......................................... Perhatikan gambar di samping a............................. Sebutkan segitiga tumpul yang salah satu sisinya RS Jawab: ............................................... simetri putar Soal-soal Latihan 1.................................................. maka tentukanlah perbandingan panjang sisi terpanjang dengan sisi terpendek? 2... QR = 7 cm 3............. ................................................ Sebutkan segitiga lancip yang salah satu sisinya QR c........................................................................................................................................ ∆KLM dengan ∠K = 42°......................................... ........ mempunyai sumbu simetri yaitu sumbu PT.................107 sehingga segitiga PQR disebut ∠ PQR =......... ................. PR = 24 cm......................................................... XZ = 12 cm d.................................................... ..................................................................... .................................... ........ .............................................. c) ............................................... ∠L = 75°......................... R S ........................... ∆PQR dengan PQ = 25 cm.................................................. ∠ C = 45° a............................ YZ = 15 cm...... Tentukan jenis segitiga-segitiga berikut: ABC dengan ∠ A = 30° ............... ............................................................................... P b) ........................................................................................... Segitiga siku siku PQR siku-siku di titik Q.................................. d) .................. ∆ PQR ........................................ ................................................................................................................... .......................................................................................... ................................................................. dan Q Sifat-sifat segitiga sama sisi a) ...... =.......................................................................................................................................................................................... ∠ B =105° ............. Sebutkan segitiga tumpul yang salah satu sisinya PQ d.......................................................... .............................................................................................. ∆ b................................... ................................................................................................................................................................ ∆XYZ dengan XY = 12 cm................................... ................................................................ Jika PQ:QR = 3:4................................. Adakah segitiga siku-siku b.......................... ......................................................... ..................................................................................... ........................ e) Segitiga sama sisi mempnyai ..........................................................

.................................................................................................108 ........................................................................................ ...................................... 3........................................ .......................................................................................................................................................................... ................................................................................................. ...................................................................................................................................... ............................................................................ ................................................. ........................................... ...................................................................................... ................. ............................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................. .......................................................... : : ....................... ..................... ........ ....................... 4................................................................................. ........................................................................................................................................................................................ .................................................................................. .............................. ........................................................................................................ ........................................................................ .................................................................................................................... .................................................................................................................................. .................................................. NAMA 2..................................................................................................... ......................................................................................................................................................... 5..................................................................................................................................................................................................................... KELAS KELOMPOK : 1............ ..................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................... ........................................................................

3. 7. Susunlah ketiga titik sudut tersebut seperti gambar di samping! 8. Tempatkanlah ketiga titik sudut dari potongan-potongan kertas tadi pada P. Potong atau gunting pojok-pojok segitiga-segitiga seperti pada gambar di dibawah ini. Jangan akhiri diskusi sebelum ananda yakin semua anggota kelompok sudah memahami dan menguasai materi. Bandingkan hasilmu dengan hasil teman dalam kelompokmu untuk segitiga-segitiga yang berbeda. Kemudian gunting tiap-tiap gambar segitiga tersebut menurut sisi-sisinya. Jumlah Ukuran Sudut-sudut Segitiga Berapakah jumlah ukuran ketiga sudut dalam segitiga? Untuk mengetahuinya lakukan kegiatan berikut ini: 1. 4. berilah nomor pada tiap-tiap sudutnya. Gambarlah sebuah garis lurus g sesukamu. 1. 6. Pilih satu titik P pada garis g. Pada tiap-tiap segitiga yang kamu terima. Kesimpulan apa yang dapat ditarik dalam kelompokmu? . Diskusikan LKS dengan anggota kelompokmu.109 Materi: jumlah sudut-sudut segitiga Tujuan Pembelajaran: Siswa dapat menunjukkan bahwa jumlah sudut-sudut segitiga adalah Agar Ananda Berhasil !!!! Pahami LKS dengan cermat. 2. Gambar sebuah segitiga. 5. 9. Siapkan diri ananda untuk menghadapi kuis di akhir pertemuan Nilai kelompok ananda ditentukan oleh nilai individu/anggota-anggota kelompok. Jawablah soal-soal yang ada pada LKS dan diskusikan.

.............................................................................. Berapakah ukurannya ∆WXZ ? luar segitiga (∠WXZ) dan dua sudut dalam segitiga (∠XYZ dan ∠YZX)? c.................................................................................................................. ...... Kesimpulan apa yang dapat kamu peroleh tentang hubungan antara ∆WXZ dan ∆YXZ ? b............................ ..............................................∠ Z........................................... ................................. Kesimpulan apa yang dapat kamu peroleh tentang hubungan antara ukuran sudut d................................................................................................................................................................................ ................... Z P 2 1 1 c 2 Sudu t t a b Luar X Y g W Kesimpulan .............................................. Lakukan dengan cermat...........................∠ YXZ adalah sudut dalam ∆XYZ dan ∠ WXZ adalah sudut luar ΔYXZ a............................................. .................................................................................... 2........................................................................ 3 1 2 3 1 2 11.................................................... ...................... Berapa banyak sudut luar pada sebuah segitiga? Jawab: .............................................................. Periksalah ulang untuk meyakinkan kesimpulan yang kamu peroleh dengan mengukur 3 masing-masing sudut dalam segitiga menggunakan busur derajat..... .. Perhatikan ∆XYZ di samping! Sisi XY diperpanjang menjadi WY....................... ∠ Y......... Sudut Luar dan Sudut Dalam Suatu Segitiga Sudut luar segitiga adalah sudut yang dibentuk oleh sisi segitiga dan perpanjangan sisi lainnya dalam segitiga tersebut...................................110 10...........................

. ................................................................................................................................................................................................... ................................................................................................................................................... ....................................................................... .................................................................................................................................. ............................................................................................................................................................................ .................................................................................................................................................................. ................................................................... ............................ ....................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................... ....................................................................................................................................................................................................................... .................................................................................................. . ............................................................................................................................. .......................................................................................................................................................................... ...................................................... ................................................................................................................ ..................................................................................................................................................................................... ......................................................................................................................... .............................. .................................................................................... ................................................................................ .............................................. ............................................... ....................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................... ......................... ............................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................ ............................................................................................................................................................................................................................ ................................................... ........................................................... ..................................................... Soal-soal Latihan ................111 ................................................................................................ ................................................................................................................................... ...............

.................................................................................................................................. ...................................................y....... ........................................................................................................... Mungkinkah sebuah segitiga mempunyai dua sudut tumpul? Jelaskan............................................. ........... z......... C B G R 2................................................ Dengan melihat ukuran sudutsudutnya.............. Perhatikan gambar ΔFGH di samping.............. ..... (8x-1) 39 3...................................... Diketahui ΔPQR seperti pada gambar di samping................................. b........................................................................................... ∠ Q? c................................................................................................... ...... .... Hitung ukuran masing-masing sudut dalam ΔABC! C? Berapakah jumlah ukuran ∠ A dan ukuran ∠ Jelaskan! 5........................................................ ..................................................................................... ............. Hitung ukuran masing-masing sudut yang dinyatakan dengan x................................................................................ .............................................. a................................................................................................. ...... Segitiga apakah PQR itu? Jelaskan.......................................................................................... 2 1 a....... Apakah ukuran ∠ P sama dengan ukuran ∠ A (4x+7 ) Q Mengapa? 4....................................... ∠ Q? b.....................112 1.......... Mungkinkah sebuah segitiga mempunyai dua buah sudu siku-siku? Jelaskan........... Berapakah ukuran ∠ 65 F 2cm x y J 80 z 2cm H P...................... ................ Bagaimana menentukan ukuran ∠ QP ? d............ segitiga apakah FGH itu? Jawab: ........ P................................................... ...................

....................... ........................................................................................................................................................................................................................................................ .......................................................................................................................... ............................................................. ..................................................................................................................................................................... .................................................................................................................................................................................................................................. ....................................... ........................................................................................................................................................................................................................................................ .................................................................................................................................................................................................................................................................................... ..................................................................................................................................................................................... ................................................................................................................................................................................................................. .................................................................. ........................................................................................................................................................................................................ ................................................... ............................................ ................................................ ................................................................ ........................................................................................................................................................................................................................... ........... .....................................................................................................................113 ....................................................................................... ................................................ .......................................................... ........................................................................................................................................................................................................................... ....................................................... ................................................................... .................. ....................................................... ............................................................ ............................................................................................................................... .................................................................................................................................................................................................................................. ............................................................................... ........................................................... .......... ........... .............................. ................................................................................ .............. .............................................................................................................................................................................................................................................................................................. .............................................................................................................................................................................................................................

...... ........................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................... ............. 3...... .................................. NAMA 2........ : : ...............................................................................................................114 ........................................................ .............. KELAS KELOMPOK : 1....................... ............................................................................................................................................................. ............................... .................... 4.............. 6............................................................................................................................ 5.

..................... Menemukan Rumus Keliling dan Luas Segitiga Perhatikan gambar di bawah ini: a............ ............ ............................. Jawablah soal-soal yang ada pada LKS dan diskusikan..............................115 Kesimpulan: A B C ........... Kesimpulan apa yang dapat kamu peroleh? d..... Luas segitiga Cara 1: Luas segitiga adalah luas daerah yang dibatasi oleh segitiga tersebut............. A Materi: jenis-jenis segitiga B Tujuan Pembelajaran: Siswa mampu menemukan rumus keliling dan luas segitiga Agar Ananda Berhasil !!!! Pahami LKS dengan cermat.......................... Bagaimanakah caramu menghitung keliling ΔABC pada gambar di samping? Sebutkan! b..................................... Berapakah keliling ΔABC? c......... Diskusikan LKS dengan anggota kelompokmu............................................................................... Jangan akhiri diskusi sebelum ananda yakin semua anggota kelompok sudah memahami dan menguasai materi............................ ......... Siapkan diri ananda untuk menghadapi kuis di akhir pertemuan Nilai kelompok ananda ditentukan oleh nilai individu/anggota-anggota kelompok................ Dapatkah kamu rumuskan keliling ΔABC? 1.....

. c.. Bagilah segitiga yang kamu miliki menjadi dua segitiga siku-siku. + luas persegi panjang DBFC 2 2 1 × luas persegi panjang ABFE 2 1 ×. kita misalkan segitiga tersebut dengan ∆ ADC dan ∆ BDC. dan gunting. penggaris.. Potong atau gunting persegi panjang ABCD tersebut menurut sisi-sisinya. alas × tinggi 2 . ×CD (karena BF = CD) 2 Pada ∆ ABC.116 E C F A D Cara menemukan luas segitiga adalah: a. b.. Luas ∆ ABC = luas ∆ ADC + luas ∆ BDC = = = Luas ∆ ABC = 1 1 luas persegi panjang . a. Gambarlah persegi panjang ABCD pada kertas berpetak dengan ukuran panjang 12 kotak dan lebar 9 kotak... misalkan segitiga ABC B b.. Dari gambar tersebut akan didapat: Luas ∆ ADC = Luas ∆ BDC = 1 × luas persegi panjang ADCE 2 1 × luas persegi panjang 2 .. Kemudian buat persegi panjang yang memuat ∆ ABC. luas segitiga dengan alas a dan tinggi t adalah: Luas segitiga = Cara 2: Bahan: Kertas berpetak.. ×.. Perhatikan gambar di atas. Jadi.. AB disebut alas dan CD disebut tinggi. d. 2 1 ×...

.......... .............................. Bagaimanakah rumus luas daerah untuk masing-masing bangun yang kamu peroleh? 1................................................................................ 3................................. ......................................... ............ dan 9 cm b...... Gambar salah satu diagonal persegi panjang ABCD...........................................................................................................................................117 c......................... ................................................... f.................... Hitunglah keliling segitiga yang panjang sisinya: a......................... ........ Bangun apakah yang kamu peroleh? Apakah dua bagian yang kamu peroleh merupakan bangun yang berukuran sama? g....................................................... .......................................... ............................................ 8 cm............. .......................................................................... QR = 6cm dan PR = 4cm............................ ..................................................................................... Apakah kedua bangun yang kamu peroleh mempunyai luas yang sama? h................................................... 20 cm........................................................................................ ................ .................................................. ...................... Keliling sebuah segitiga adalah 68 cm dan panjang dua sisinya adalah 13 cm dan 25 cm...................... Berapakah luas daerah persegi panjang ABCD? d........................................................................................... Jawab: .................... 13cm....... dan 7 cm Jawab: ................................ ................................................................. 2....... 14 cm.......... Potong/gunting persegi panjang ABCD menurut diagonalnya (langkah 4) sehingga menjadi dua bagian............................................................................................................... Hitung keliling segitiga PQR jika panjang sisi PQ =10cm................................................................................................................... Hitunglah panjang sisi ketiganya! ... Berapakah luas daerah untuk masing-masing bangun yang kamu peroleh (langkah 7)? i........................... ....................................................................................................................................................................................... e.....................................................................................

................................. . ......................... Diketahui luas daerah ΔPQR adalah 16 cm2 dengan tinggi 4 cm................................................................................................... .............................................................................................. .. ............ ...................... ................................................................... ................................................................... ......... Perhatikan gambar segitiga berikut ini: M K Jawab: N L Diketahui KM =12cm............... .................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................. ............118 Jawab: .................... Bagaimanakah caramu menentukan panjang alas ΔPQR? Hitunglah alas ΔPQR tersebut! ................................................................................................................................................. 4............................................................................ ... ......................................................................................................................................................................... .. ................................................................................................................... ................................................................................................................................................................................................. MN = 7......................................................................................................................................... ........................................................................................................................... 5................................................................................................... ..................................... Panjang KL = ......................................................2cm dan ML = 9cm................................................................................................................................ ....... ............................................................................................................................................................... ................................................. .......................................................................................................................................................................................

................. 3. 5............. 6......119 ... : : ........................................... 4...... NAMA 2... KELAS KELOMPOK : 1............................

Jawablah soal-soal yang ada pada LKS dan diskusikan. Garis Bagi . 1. Hubungkan titik Q dan titik C sehingga memotong PR di titik S. Garis QS adalah garis tinggi sisi PR. Garis Tinggi Garis tinggi segitiga adalah garis yang ditarik dari sebuah titik sudut segitiga tegak lurus sisi di hadapannya. Lukislah busur lingkaran dari titik Q sehingga memotong PR di titik A dan B. masing-masing lukislah busur lingkaran dengan jari-jari yang sama sehingga berpotongan di titik C. garis berat dan garis sumbu Agar Ananda Berhasil !!!! Pahami LKS dengan cermat. Langkah-langkahnya sebagai berikut: a. Diskusikan LKS dengan anggota kelompokmu.120 Materi: Melukis segitiga. 2. garis bagi. Jangan akhiri diskusi sebelum ananda yakin semua anggota kelompok sudah memahami dan menguasai materi. Misalkan kita akan melukis garis tinggi ∆PQR di titik Q. c. garis berat dan garis sumbu Tujuan Pembelajaran: Siswa mampu melukis segitiga. garis bagi. Dari titik A dan B. garis tinggi. garis tinggi. b. Peragakanlah langkah-langkah di atas untuk melukis garis tinggi sisi PQ dan QR. Siapkan diri ananda untuk menghadapi kuis di akhir pertemuan Nilai kelompok ananda ditentukan oleh nilai individu/anggota-anggota kelompok.

121 Garis bagi segitiga adalah garis yang ditarik dari titik sudut segitiga dan membagi sudut menjadi dua sama besar. Karena ada tiga titik sudut segitiga, maka pada segitiga ada tiga garis bagi. Diketahui ∆ KLM siku-siku di K. Langkah-langkah untuk melukis garis bagi ∠ L pada ∆ KLM sebagai berikut. a. Lukislah busur lingkaran dari titik L sehingga memotong KL di titik A dan LM di titik B. b. Dari titik A dan B, masing-masing lukislah busur lingkaran dengan jari-jari yang sama sehingga saling berpotongan di titik C. c. Hubungkan titik L dan titik C sehingga memotong KM di titik D. LD adalah garis bagi sudut L. 3. Garis Sumbu Garis sumbu suatu segitiga adalah garis yang membagi sisi-sisi segitiga menjadi dua bagian sama panjang dan tegak lurus pada sisi-sisi tersebut. Misalkan diketahui ∆KLM. Langkah-langkah melukis garis sumbu sisi LM sebagai berikut: a. Lukislah busur lingkaran dari titik L dengan jari-jari lebih dari ½ LM. b. Kemudian dengan jari-jari yang sama lukislah busur lingkaran dari titik M, sehingga memotong busur pertama di titik P dan Q. c. Hubungkan titik P dan Q, sehingga terbentuk garis PQ. Garis PQ merupakan garis sumbu pada sisi LM. Sekarang, perhatikan langkah-langkah melukis garis sumbu sisi KM pada ∆ KLM berikut. Cermati, agar kalian paham cara melukis garis sumbu pada segitiga.

Langkah-langkah melukis garis sumbu sisi KM sebagai berikut. a. Lukislah busur lingkaran dari titik K dengan jari-jari lebih dari ½ KM. b. Kemudian, dengan jari-jari yang sama lukislah busur lingkaran dari titik M, sehingga memotong busur pertama di titik A dan B. c. Hubungkan titik A dan B, sehingga terbentuk garis AB. Garis AB merupakan garis sumbu sisi KM.

122 Peragakanlah langkah-langkah tersebut untuk melukis garis sumbu sisi KL pada ∆ KLM. 4. Garis Berat Garis berat suatu segitiga adalah garis yang ditarik dari titik sudut suatu segitiga dan membagi sisi di hadapannya menjadi dua bagian sama panjang. Misalkan diketahui ∆DEF sebarang seperti pada gambar di samping. Langkah-langkah untuk melukis garis berat ∠ F sebagai berikut. a. Lukislah garis sumbu pada sisi DE sehingga memotong DE di titik G. b. Hubungkan titik F dan titik G. Garis FG adalah garis berat ∠F. Peragakan garis berat untuk sudut yang lain. 5. Melukis Segitiga a. Melukis segitiga apabila diketahui panjang ketiga sisinya (sisi,sisi,sisi) Misalnya melukis ∆ ABC jika diketahui AB = 5cm, BC = 6cm, dan AC = 4cm. Langkah-langkahnya sebagai berikut. 5) Buat ruas garis AB dengan panjang 5cm. . 6) Berpusat di titik A, buatlah busur lingkaran dengan dengan jari-jari 4cm. 7) Kemudian dengan pusat titik B buatlah busur lingkaran dengan jari-jari 6cm, sehingga memotong busur pertama di titik C. 8) Hubungkan titik A dengan titik C dan titik B dengan titik C sehingga
ABC . terbentuk ∆

b. Melukis

segitiga

apabila

diketahui

dua sisi dan sudut apit

kedua

sisi

tersebut(sisi,sudut,sisi).
EDF = 50° , dan Misalnya melukis ∆DEF jika diketahui DE = 5cm, ∠

DF = 6cm.

Langkah-langkahnya sebagai berikut: 5) Buat ruas garis DE dengan panjang 5cm. 6) Menggunakan busur derajat, buatlah sudut yang besarnya 50° pada titik D. 7) Kemudian dari titik D, buat busur lingkaran dengan panjang jari-jari 6cm sehingga memotong kaki sudut di titik F .
DEF . 8) Hubungkan titik E dan F sehingga terbentuk ∆

123 c. Melukis segitiga apabila diketahui satu sisi dan dua sudut pada kedua ujung sisi tersebut(sudut,sisi,sudut)
LKM = 50°, ∠ KLM = 75°. Melukis ∆KLM jika diketahui KL = 5cm, ∠

Langkah-langkahnya sebagai berikut: 1) Buat ruas garis KL dengan panjang 5cm. 2) Menggunakan busur derajat, buatlah sudut yang besarnya 50° pada titik K . 3) Menggunakan busur derajat, buatlah sudut yang besarnya 75° pada titik L, kedua kaki sudut berpotongan di titik M . 4) ∆KLM adalah segitiga yang dimaksud. d. Melukis segitiga apabila diketahui dua sisi dan satu sudut yang tidak diapit oleh kedua sisi tersebut.
PQR dengan PQ = 5cm, PR = 4cm dan ∠ PQR = 40° . Misalnya melukis ∆

Langkah-langkah sebagai berikut. 1) Buat ruas garis PQ dengan panjang 5cm. 2) Menggunakan busur derajat, buatlah sudut yang besarnya 40° pada titik Q. 3) Dengan titik P sebagai pusat, bualah busur lingkaran dengn jari-jari 4cm sehingga memotong garis tersebut di titik R 1 dan R2 4) Hubungkan titik P dengan R dan titik P dengan R2 sehingga diperoleh:
1

∆ PQR1 dan ∆ PQR2 ∆ PQR1 merupakan segitiga lancip
∆ PQR2 merupakan segitiga tumpul

Jawab: ...................................................................................................................................... ...................................................................................................................................... ...................................................................................................................................... ...................................................................................................................................... LAMPIRAN VII

d. Keterampilan siswa dalam menggunakan alat peraga segitiga untuk menemukan rumus dan konsep matematika b. Kemampuan siswa dalam mengeluarkan pendapat dan berdiskusi dengan temannya. 3. c. 2.124 LEMBAR OBSERVASI Aktivitas Siswa Selama Pembelajaran yang Menggunakan Metode Penemuan Terbimbing Berbantuan Alat Peraga Matematika pada Materi Segitiga di Kelas VII SMPN 4 Batipuh Nama Observer Hari / Tanggal Tempat Kelas Waktu Pertemuan Ke Pokok Bahasan Petunjuk: 1. Persentase aktivitas ditentukan dengan rumus: P = Keterangan: F × 100% N : : : SMPN 4 Batipuh : VII. 3 : : : P = Persentase aktivitas F = Frekuensi aktivitas yang dilakukan N = Jumlah siswa Kelompok A B Nama Siswa Yus'airah Adiva Oki Febriani Hendrico Robi Yudinda Rais Dandi a Aktivitas Siswa b c d % Keterangan . Aspek yang dinilai dalam pembelajaran yang menggunakan metode penemuan terbimbing berbantuan alat peraga matematika adalah: a. Berilah tanda ceklis (√) pada kolom aspek yang dinilai apabila aktivitas tersebut terjadi. Amatilah aktivitas siswa selama proses pembelajaran berlangsung dari awal sampai akhir. Siswa yang serius dalam mengerjakan LKS. 4. Kemampuan siswa dalam mengerjakan soal-soal yang ada dalam LKS.

Pd LAMPIRAN VIII KISI-KISI SOAL UJI COBA TES AKHIR .125 Ica Nurul Sakila C Patri Ardi Indra Rizky Asral D Ramana Alvina Intan Riza Ahmad Ridho E Alif Khairul Naufal Persentase Batusangkar. Observer April 2013 Reny. S.

1 Mengidentifikasi sifat-sifat segitiga berdasarkan sisi dan sudutnya. Menentukan tinggi segitiga. siswa diminta menentukan tinggi segetiga tersebut. Melukis segitiga. Bentuk Uraian Uraian 3 4 5 Uraian Uraian Uraian .3 Melukis segitiga. dan garis sumbu Indikator Soal Siswa diminta menyebutkan sifat-sifat segitiga. garis bagi.2 Menghitung keliling dan luas bangun segitiga dan segi empat serta menggunakannya dalam pemecahan masalah 6. 6. garis bagi. Menentukan keliling dan luas segitiga. garis berat. Diketahui dua buah sudut pada segitiga. siswa diminta menentukan besar sudut yang lainnya? Diketahui panjang sisi segitiga. Memahami konsep segi empat dan segitiga serta menentukan ukurannya.126 Mata Pelajaran Kelas / Semester Materi Pokok Waktu Tahun Pelajaran : : : : : MATEMATIKA VII/ Dua (2) Segitiga 70 Menit 2012/ 2013 Standar Kompetensi : 6. Diketahui panjang sisi-sisi segitiga. siswa diminta menentukan keliling dan luasnya. Diketahui luas segitiga. garis tinggi. garis berat dan garis sumbu No 1 2 Indikator Menentukan sifat-sifat segitiga berdasarkan sisi dan sudutnya. garis tinggi. Kompetensi Dasar : 6. Menyelesaikan soal mengenai sudut dalam segitiga. siswa diminta melukis segitiga tersebut.

Kerjakanlah soal yang dianggap mudah terlebih dahulu. 4. 3. Tidak dibenarkan melihat catatan.127 LAMPIRAN IX NASKAH SOAL UJI COBA NAMA SEKOLAH : SMPN 4 Batipuh MATA PELAJARAN : MATEMATIKA KELAS / SEMESTER : VII / Dua (2) JUMLAH SOAL : 5 BUTIR WAKTU : 70 MENIT TAHUN : 2012/ 2013 PELAJARAN Petunjuk Ujian!!! 1. 6. 5. tepat. . Setelah selesai mengerjakan soal tutup dengan mengucapkan Alhamdulillah. Kerjakanlah soal dengan cermat. 2. Awali ujian dengan mengucapkan Basmallah. Kerjakanlah soal secara sendiri-sendiri.

DE = 16cm dan FG = 9cm Tentukan keliling dan luas segitiga DEF tersebut? F D ABC di samping adalah 10cm 2 . Sebutkan sifat-sifat segitiga sama kaki dan sama sisi! 2.7cm. Jika diketahui sudut XYZ = 43° dan XZY = 27° Tentukan besar sudut YXZ ? 3.146 1. Diketahui luas ∆ G E C tentukan tinggi segitiga tersebut? 9cm 5cm 6cm A B 5. Jika panjang DF = EF = 12cm .5cm. ###Percaya diri kunci sukses Ujian OK### . Perhatikan ∆XYZ di samping. Lukislah sebuah segitiga jika diketahui panjang sisinya 6cm. 4.

buatlah busur lingkaran dengan dengan jari-jari 7cm. Ketiga sisi sama panjang. 43° + 27° + ∠YXZ = 180° 70° + ∠YXZ = 180° ∠YXZ = 180° − 70° ∠YXZ = 110° 3.147 LAMPIRAN X No 1. Sifat-sifat segitiga sama sisi adalah: a. . . b. Luas segitiga = alas × tinggi 2 5 ×t 10 = 2 20 = 5 ×t 20 t= 5 =4 5. KUNCI JAWABAN SOAL TES UJI COBA Jawaban Sifat-sifat segitiga sama kaki adalah: a. 9) Buat ruas garis AB dengan panjang 6cm. b. Memiliki dua sudut yang sama besar. Jumlah Langkah-langkahnya sebagai berikut. DE = 16cm dan FG = 9cm Ditanya: Keliling dan luas? Jawab: K = DF + EF + DE K = 12 +12 +16 K = 40cm Luas segitiga = alas × tinggi 2 DE × FG = 2 12 ×9 = 2 108 = 2 = 54cm 4. Jumlah Diketahui: Besar sudut XYZ = 43° dan XZY = 27° Ditanya: Besar sudut YXZ ? Jawab: Jumlah sudut segitiga: ∠XYZ + ∠XZY + ∠YXZ = 180° Skor 4 4 4 4 4 20 2 2 4 4 4 2 2 20 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 Jumlah 20 3 5 5 5 2 20 5 5 2. Jumlah Diketahui: DF = EF = 12cm . Memiliki 1 sumbu simetri. Memiliki dua sisi yang sama panjang. c. 10) Berpusat di titik A. Ketiga sudutnya sama besar.

sehingga memotong busur pertama di titik C .148 11) Kemudian dengan pusat titik B buatlah busur lingkaran dengan jari-jari 5cm. terbentuk ∆ Jumlah Total skor Nilai = jumlah skor yang diperoleh ×100% skormaksimal 5 5 20 100 . Hubungkan titik A dengan titik C dan titik B dengan titik C sehingga ABC .

149 LAMPIRAN XI PROPORSI JAWABAN SOAL UJI COBA TES AKHIR Kelas Sekolah : VII : SMPN 4 Batipuh Nomor dan bobot soal No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 Siswa Aldi Remanda Fakhrul Rozi Yurfan Aziza Tunnisa Silvia Marina Alfi Rahmi Miftahul Riska Rivano Azizi Luci Akhila Azkiyatun Najmi Degi Wan Putra Ahmad Rusli Yoanda Z Sarah Fajar Cindi Afrianika Rahmat Hidayat Ade Putra Afriono x ∑ Skor total 5 20 20 20 1 5 20 2 20 20 20 20 1 1 1 20 20 1 1 1 194 363 6 52 39 20 20 45 25 91 100 100 100 33 20 25 81 72 20 45 24 912 62816 Kuadrat Skor Total 2704 1521 400 400 2025 625 8281 10000 10000 10000 1089 400 625 6561 5184 400 2025 576 62816 ∑x 2 1 20 20 16 16 8 20 20 20 20 20 20 20 16 20 20 20 16 12 20 324 603 2 2 20 10 1 1 1 2 1 20 20 20 20 1 1 1 1 1 1 1 1 104 1716 3 20 1 1 1 1 1 1 11 20 20 20 10 1 2 20 11 1 11 1 134 207 6 4 20 1 1 1 5 2 1 20 20 20 20 1 1 1 20 20 1 20 1 156 283 8 .

01 .80 25 = 4.8 76.8 = 2. Untuk soal nomor 2 Skor X −M t No Kelompok (Xt ) Tertinggi 3.2 = 4.8 Skor Kelompok Terendah 1 1 1 1 1 5 X −Mr (Xr ) 0 0 0 0 0 ( Xr )2 0 0 0 0 0 t = 81 = 16.04 ∑x n ∑( X ) t 2 = 288.2 − 1 288.84 0.8 4.8 20 4 − 15.48 3.44 14.2 5 1 x 81 ∑ Mt = ( Xt )2 14.64 51.8 0.64 0.2 288.8 −7.80 5( 5 − 1) = 4.8 25 = 15. maka soal signifikan jadi soal nomor 1 signifikan.86 ≈ 5 df = ( nt − 1) + ( nr − 1) = ( 5 −1) + ( 5 −1) =8 Untuk soal nomor 1 Skor X −M t No Kelompok (Xt ) Tertinggi 20 0 1 20 0 2 20 0 3 20 0 4 20 0 5 x ∑ ( Xt )2 0 0 0 0 0 Skor Kelompok Terendah 16 8 16 16 20 76 X −Mr (Xr ) ( X r )2 0.44 14.8 20 3 3.8 100 Mt = ∑x n ∑( X ) t 2 =0 t = 100 = 20 5 Mr = ∑x n ∑( X ) r 2 = 76.01 .75 Pada d f = 8 di peroleh I p tabel =2.74 1.04 0.8 + 0 5( 5 − 1) = 15.2 5 Mr = ∑x n ∑( X ) r 2 =0 r = 5 =1 5 Ip = Mt − Mr ∑X 2 t n(n − 1) + ∑ Xr 2 = 16.150 LAMPIRAN XII PERHITUNGAN INDEKS PEMBEDA SOAL UJI COBA TES AKHIR n = 27% × N = 27% ×18 = 4.8 20 1 3.01 .8 r = 76 = 15.2 0 + 76.01 . maka soal signifikan jadi soal nomor 2 signifikan.2 5 Ip = Mt − Mr ∑X 2 t n(n − 1) + ∑ Xr 2 = 20 − 15. jika Ip hitung ≥ Ip tabel atau 4.39 Pada d f = 8 di peroleh I p tabel =2. jika Ip hitung ≥ Ip tabel atau 2.2 0. Untuk soal nomor 3 .74 ≥ 2.64 23.44 14.44 231.48 ≥ 2.8 20 2 3.

2 5 Mr = ∑x n ∑( X ) r 2 =0 r = 5 =1 5 Ip = Mt − Mr ∑X 2 t n(n − 1) +∑ Xr 2 = 18.8 + 0 5( 5 − 1) = 17. jika Ip hitung ≥ Ip tabel atau 10.151 No 1 2 3 4 5 Skor Kelompok Tertinggi 11 20 20 20 20 91 X −M t (Xt ) (Xt ) 2 −7.64 0.2 64. maka soal signifikan jadi soal nomor 4 signifikan.64 10.2 1.8 51.8 5 Ip = Mt − Mr ∑X 2 t n(n − 1) + ∑ Xr 2 = 20 − 1.64 10.8 r = 9 = 1.2 12.2 ( X r )2 0.8 1.8 t = 91 = 18.01 .24 0.2 ( X r )2 0.8 5( 5 − 1) = 18.8 = 26.01 .57 1. Untuk soal nomor 5 No 1 2 3 4 Skor Kelompok Tertinggi 20 20 20 20 X −M t (Xt ) 0 0 0 0 ( Xt )2 0 0 0 0 Skor Kelompok Terendah 1 5 X −Mr (Xr ) 3. Untuk soal nomor 4 No Skor Kelompok Tertinggi 20 1 20 2 20 3 20 4 20 5 x 100 ∑ Mt = X −M t (Xt ) 0 0 0 0 0 ( Xt )2 0 0 0 0 0 ∑x n ∑( X ) t 2 =0 Skor Kelompok Terendah 1 5 1 1 1 9 X −Mr (Xr ) 3. 24 3.57 ≥ 2.01 .84 3.8 25 = 18.01 .8 − 0 . 24 3. 24 3.47 ≥ 2.2 = 10.64 − 0 .64 −0.8 1 1 .8 t = 100 = 20 5 Mr = ∑x n ∑( X ) r 2 = 12.8 −0. jika Ip hitung ≥ Ip tabel atau 26.8 − 0 .64 0.8 1.8 0 + 12.8 − 0 .8 1.24 0.47 0.64 0.2 − 1 64. maka soal signifikan jadi soal nomor 3 signifikan.8 −0.71 Pada d f = 8 di peroleh I p tabel =2.60 Pada d f = 8 di peroleh I p tabel =2. 24 x ∑ Mt = ∑x n ∑( X ) t Skor Kelompok Terendah 1 1 1 1 1 5 X −Mr (Xr ) 0 0 0 0 0 ( X r )2 0 0 0 0 0 2 = 64.8 25 = 17.

maka soal signifikan jadi soal nomor 5 signifikan.8 = 26.8 r = 9 = 1.8 5( 5 − 1) = 18.152 x ∑ 5 20 100 0 0 Mt = ∑x n ∑( X ) t 1 2 −0.8 25 = 18.8 0.64 =0 9 t = 100 = 20 5 Mr = ∑x n ∑( X ) r 2 = 12. LAMPIRAN XIII PERHITUNGAN INDEKS KESUKARAN SOAL UJI COBA TES N = 18 n = 27% × N = 27% ×18 = 4.47 ≥ 2.8 5 Ip = Mt − Mr ∑X 2 t n(n − 1) + ∑ Xr 2 = 20 − 1.47 0.01 .01 .8 0 + 12. jika Ip hitung ≥ Ip tabel atau 26.2 12.86 ≈ 5 Untuk soal nomor 1 .71 Pada d f =10 di peroleh I p tabel =2.

153 Diambil 5 orang, masing-masing dari kelompok tinggi dan kelompok rendah. Skor kelompok tinggi adalah 20,20,20,20,20 dan skor kelompok rendah adalah 16,8,16,16,20.
Dt = 20 + 20 + 20 + 20 + 20 = 100

Dr = 16 + 8 + 16 + 16 + 20 = 76
m = 20 n =5

Ik =
=

Dt + Dr × 100% 2.m.n

100 + 76 ×100% 2.20.5 176 = ×100% 200 = 88%

Karena I = 88%, maka tingkat kesukaran soal nomor adalah mudah. 1 k Untuk soal nomor 2 Diambil 5 orang, masing-masing dari kelompok tinggi dan kelompok rendah. Skor kelompok tinggi adalah 20,20,20,20,1 dan skor kelompok rendah adalah 1,1,1,1,1.
Dt = 20 + 20 + 20 + 20 + 1 = 81

Dr = 1 + 1 + 1 + 1 + 1 = 5
m = 20 n =5

Ik =

Dt + Dr × 100% 2.m.n

81 + 5 ×100% 2.20.5 86 = ×100% 200 = 43% =

Karena I = 43%, maka tingkat kesukaran soal nomor adalah sedang. 2 k Untuk soal nomor 3 Diambil 5 orang, masing-masing dari kelompok tinggi dan kelompok rendah. Skor kelompok tinggi adalah 11,20,20,20,20 dan skor kelompok rendah adalah 1,1,1,1,1.
Dt = 11 + 20 + 20 + 20 + 20 = 91

Dr = 1 + 1 + 1 + 1 + 1 = 5

154
m = 20 n =5

Ik =

Dt + Dr × 100% 2.m.n

91 + 5 ×100% 2.20.5 96 = ×100% 200 = 48% =

Karena I = 48%, maka tingkat kesukaran soal nomor 3 adalah sedang. k Untuk soal nomor 4 Diambil 5 orang, masing-masing dari kelompok tinggi dan kelompok rendah. Skor kelompok tinggi adalah 20,20,20,20,20 dan skor kelompok rendah adalah 1,5,1,1,1.
Dt = 20 + 20 + 20 + 20 + 20 = 100

Dr = 1 + 5 + 1 + 1 + 1 = 9
m = 20 n =5

Ik =
=

Dt + Dr × 100% 2.m.n

100 + 9 ×100% 2.20.5 109 = ×100% 200 = 54,5%

Karena I = 54,5%, maka tingkat kesukaran soal nomor adalah sedang. 4 k

Untuk soal nomor 5 Diambil 5 orang, masing-masing dari kelompok tinggi dan kelompok rendah. Skor kelompok tinggi adalah 20,20,20,20,20 dan skor kelompok rendah adalah 1,5,1,1,1.
Dt = 20 + 20 + 20 + 20 + 20 = 100

Dr = 1 + 5 + 1 + 1 + 1 = 9
m = 20 n =5

155
Ik =
=

Dt + Dr × 100% 2.m.n

100 + 9 ×100% 2.20.5 109 = ×100% 200 = 54,5%

Karena I = 54,5%, maka tingkat kesukaran soal nomor 5 adalah sedang. k

LAMPIRAN XIV KLASIFIKASI SOAL UJI COBA TES No Soal 1 2 3 4 5
Ip
2,74 4,48 10,57 26,47 26,47

Keterangan Signifikan Signifikan Signifikan Signifikan Signifikan

Ik

88% 43% 48%
54,5% 54,5%

Keterangan Mudah Sedang Sedang Sedang Sedang

Klasifikasi Dipakai Dipakai Dipakai Dipakai Dipakai

156 LAMPIRAN XVI NASKAH SOAL TES AKHIR NAMA SEKOLAH : MATA : PELAJARAN KELAS / : SEMESTER JUMLAH SOAL : WAKTU : TAHUN : PELAJARAN Petunjuk Ujian!!! SMPN 4 Batipuh MATEMATIKA VII / Dua (2) 5 BUTIR 70 MENIT 2012/ 2013 .

Setelah selesai mengerjakan soal tutup dengan Alhamdulillah.157 7. 9. 8. Kerjakanlah soal secara sendiri-sendiri. Kerjakanlah soal dengan cermat. 10. Awali ujian dengan mengucapkan Basmallah. mengucapkan . Tidak dibenarkan melihat catatan. tepat. 11. Kerjakanlah soal yang dianggap mudah terlebih dahulu. 12.

Perhatikan ∆XYZ di samping.158 1. Diketahui luas ∆ tentukan tinggi segitiga tersebut? 5cm 9cm B A 6cm 5. ###Percaya diri kunci sukses Ujian OK### . 4. Lukislah sebuah segitiga jika diketahui panjang sisinya 6cm.5cm. Jika panjang DF = EF = 12cm .7cm. Jika diketahui sudut XYZ = 43° dan XZY = 27° Tentukan besar sudut YXZ ? 3. Sebutkan sifat-sifat segitiga sama kaki dan sama sisi! 2. DE = 16cm dan FG = 9cm Tentukan keliling dan luas segitiga DEF tersebut? F D G E C ABC di samping adalah 10cm 2 .

Jumlah Diketahui: DF = EF = 12cm . Memiliki 1 sumbu simetri. Memiliki dua sisi yang sama panjang. Memiliki dua sudut yang sama besar. Jumlah 4. f. Diketahui: Besar sudut XYZ = 43° dan XZY = 27° Ditanya: Besar sudut YXZ ? Jawab: Jumlah sudut segitiga: ∠XYZ + ∠XZY + ∠YXZ = 180° Skor 4 4 4 4 4 20 2 2 4 4 4 2 2 43° + 27° + ∠YXZ = 180° 70° + ∠YXZ = 180° ∠YXZ = 180° − 70° ∠YXZ = 110° 3. Ketiga sisi sama panjang. DE = 16cm dan FG = 9cm Ditanya: Keliling dan luas? Jawab: K = DF + EF + DE K = 12 +12 +16 K = 40cm 20 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 20 Luas segitiga = alas × tinggi 2 DE × FG = 2 12 ×9 = 2 108 = 2 = 54cm Jumlah . Sifat-sifat segitiga sama kaki adalah: d. e. Sifat-sifat segitiga sama sisi adalah: c. d.159 LAMPIRAN XVII KUNCI JAWABAN SOAL TES AKHIR No Jawaban 3. Ketiga sudutnya sama besar.

Jumlah Langkah-langkahnya sebagai berikut. 13) Berpusat di titik A. buatlah busur lingkaran dengan dengan jari-jari 7cm. lingkaran dengan jari-jari sehingga memotong busur pertama di titik C . Luas segitiga = alas × tinggi 2 5 ×t 10 = 2 20 = 5 × t 20 t= 5 3 5 5 5 2 20 5 5 5 5 20 100 =4 5. dengan titik C sehingga terbentuk ∆ Jumlah Total skor Nilai = jumlah skor yang diperoleh ×100% skormaksimal LAMPIRAN XVIII . Hubungkan titik A dengan titik C dan titik B ABC .160 4. . 12) Buat ruas garis AB dengan panjang 6cm. 14) Kemudian dengan pusat titik B buatlah busur 5cm.

67 s 16.421 ∑ x 67.161 PROPORSI NILAI TES AKHIR HASIL BELAJAR SISWA KELAS SAMPEL KELAS EKSPERIMEN No Nilai 1 30 2 46 3 52 4 53 5 55 6 58 7 60 8 61 9 62 10 67 11 71 12 71 13 72 14 73 15 76 16 78 17 78 18 83 19 84 20 91 21 100 1.098 x max 100 x min 30 .

162 PROPORSI NILAI TES AKHIR HASIL BELAJAR SISWA KELAS SAMPEL KELAS KONTROL .

38 19.163 ∑ x No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 s x max x min Nilai 20 25 30 34 38 40 43 46 48 50 53 53 56 60 61 62 70 73 74 85 100 1.878 100 20 .121 53.

2148 0.21 0.1905 0.7143 0.6667 0.60 0.4762 0.0374 0.0067 -0.4286 0.0118 0.1814 0.3810 0.0952 0.33 0.3409 0.0091 -0.0078 0.0096 0.6190 0.2743 0.0401 -0.0476 0.0114 -0.21 0.484 0.34 0.5714 0.0885 0.5714 0.41 0.1660 0.0231 -0.3156 0.48 0.35 0.2381 0.97 0.0654 -0.0233 -0.52 0.0158 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 xi 30 46 52 53 55 58 60 61 62 67 71 71 72 73 76 .6064 0.0654 -0.6293 0.5832 0.35 0.5832 0.6985 0.0380 -1.0118 0.91 0.27 0.1429 0.2857 0.04 0.164 LAMPIRAN XIX UJI NORMALITAS KELAS SAMPEL KELAS EKSPERIMEN (VII3) zi F ( zi ) − S ( zi ) F ( zi ) S ( zi ) -2.3810 0.79 0.3632 0.0126 0.

..45 2...0706 0.64 0.7389 0. apabila jumlah siswa 21 orang diperoleh Ltabel = 0.8571 0.....0706..9265 0.1333 s= s2 = Berdasarkan tabel di atas diperoleh L0 = maks F ( z i ) − S ( z i ) 259.182.0000 0..1886 dengan taraf nyata α = 0.0706 < 0. + ( 88 − 65.098 adalah 0...095) 2 + ..8438 0.1333 =16..95 1.8095 0.67 5..421 = 21 = 67..0259 0.1886.9778 0.8289 0. + x n x1 + x 2 + ..0282 0.8095 0.165 ∑ x 16 17 18 19 20 21 78 78 83 84 91 100 1.. . maka dapat disimpulkan bahwa kelas VII...64 0.667 = 20 = 259.67 0..0610 0.. + x 21 = n 21 = s2 = ∑ i =1 21 ( xi − x ) 2 n −1 = ( 30 − 65. Jika L0 < Ltabel atau 0. +100 21 1..095) 2 20 30 + 46 + 52 + 53 + ..01 1.9524 1..01 0.7389 0.0706 0.9048 0.05.421 67.095) 2 + ( 37 − 65..0222 n = 21 Siswa x= x1 + x 2 + .3 berdistribusi normal.

0253 0.8571 1.9524 2.52 0.59 0.3936 0.68 0.0100 0.0011 0.0000 F ( zi ) − S ( zi ) 0.04 0.1905 -0.0350 0.1667 0.4960 0.166 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 xi 20 25 30 34 38 40 43 46 48 50 53 53 56 60 61 62 70 73 74 85 100 KELAS KONTROL (VII1) zi F ( zi ) S ( zi ) -1.5714 -0.8389 0.2206 0.4960 0.0465 0.02 0.99 0.8508 0.37 0.97 0.3557 0.4325 0.0540 0.0343 0.7619 0.9906 1.0437 0.13 0.3015 0.1429 -0.0083 0.67 0.9048 1.3333 -0.2857 -0.0476 -1.4286 -0.0754 0.0318 0.0955 0.8095 0.4762 -0.38 0.0673 0.0072 0.5517 0.0188 0.43 0.0238 0.0663 0.0094 .6293 0.2381 -0.6664 0.7143 0.6667 0.77 0.5714 0.0175 0.18 0.6190 0.0952 -1.0754 0.17 0.33 0.648 0.7995 0.43 0.27 0.2514 0.84 0.9441 0.0182 0.0374 0.35 0.0764 0.1357 0.3810 -0.02 0.

..878 Berdasarkan tabel di atas diperoleh L0 = maks F ( z i ) − S ( z i ) adalah 0..1476 s= s 2 = 395.. maka dapat disimpulkan bahwa kelas VII..... .05.0955 < 0...121 = 21 = 53..38 n = 21 Siswa x= x1 + x 2 + .429) 2 20 7.. + ( 80.121 53.0955.1 berdistribusi normal..952 = 20 = 395. Jika L0 < Ltabel atau 0.1476 =19.167 ∑ x 1.38 s2 = ∑ i =1 21 ( xi − x ) 2 n −1 = ( 33.429) 2 + ..1886 dengan taraf nyata α = 0.429) 2 + ( 33..33 − 51...902...1886...33 − 51. apabila jumlah siswa 21 orang diperoleh Ltabel = 0.00 − 51... + x 21 = n 21 = 20 + 25 + 30 + 34 + 38 + . + x n x1 + x 2 + .... +100 21 1.

Tulis H 1 dan H 0 yang diajukan yaitu: 2 H 0 : σ 12 = σ 2 2 H 1 : σ 12 ≠ σ 2 2.12 2 . f 0. 05 ( 20. dan. v 2 ).168 LAMPIRAN XX UJI KESAMAAN DUA VARIANSI (HOMOGENITAS ) SAMPEL Untuk melakukan uji homogenitas dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut: 1.20) = 2.10 4. dan v 2 = n2 − 1 v1 = 21 − 1 = 20 . Tetapkan taraf nyata α = 0.1 ( 20. Tentukan nilai sebaran F dengan v1 = n1 −1 . v 2 = 21 − 1 = 20 3. Tentukan wilayah kritiknya jika H 1 : σ 12 ≠ σ 22 maka wilayah kritiknya adalah: f < f 1− α 2 ( v1 . v 2 ) 2 f > f 0. dan f > f α ( v1 .20 ).

LAMPIRAN XXI UJI HIPOTESIS SAMPEL Apabila hasil belajar siswa berdistribusi normal dan data berasal dari sampel yang bervariansi homogen. 05 ≈ t < −1.1333 = = 0. Hipotesis yang diajukan adalah: H 0 : µ1 = µ2 2. s 2 = 395. Tentukan nilai f bagi pengujian H 0 : s12 = s 2 2 s12 = 259. maka hipotesis dapat diuji dengan langkahlangkah sebagai berikut: 1.4717 < 0.645 H 1 : µ1 > µ 2 4. Tentukan wilayah kritiknya yaitu: t < − tα atau t > tα maka t < −t 0 . v 2 ) < f < f α ( v1 .20) = 2 f 0 .20) = 1 1 = = 0.20) 2. v 2 ). 05 (20. Tetapkan taraf nyatanya (α = 0.12 2 5. 05 ≈ t < − t 0 . Tentukan rumus uji hipotesisnya yaitu: t= sP x1 − x 2 1 1 + n1 n2 dengan s 2 p 2 ( n1 − 1) s12 + ( n2 − 1) s 2 = n1 + n2 − 2 . v 2 ) 2 atau Berdasarkan analisis di atas dapat disimpulkan bahwa datanya memiliki variansi yang Homogen.4717 f 0 .1476 f = 6.05) 3.1333 .95 (20.6558 < 2. f 1−0.645 t > t 0.1476 s2 f H 0 diterima karena 0.12 1− α 2 ( v1 .6558 2 395. 05 ≈ t > t 0.1 (20. 05 ≈ t > 1. Keputusannya: s12 259.169 f < f 1− α 2 ( v1 .

3 : 08.29 = = 2. Amatilah aktivitas siswa selama proses pembelajaran berlangsung dari awal sampai akhir. n1 = 21 .67 . 3. atau 2.09 p = t= (67.38 .14 21 + 21 − 2 40 40 sp = s2 327.30 : I (Pertama) : Jenis-jenis segitiga Petunjuk: 1.1476) 5182.09(0.43 5.14 =18. s 2 = 395. Keputusannya: Tolak H0 karena t > tα .667 + 7902.085.952 13. Berilah tanda ceklis (√) pada kolom aspek yang dinilai apabila aktivitas tersebut terjadi.1333 2 x 2 = 53.170 2 x 1 = 67.09 1 1 + 21 21 = 11. berdasarkan analisis di atas ditolak H0 dapat disimpulkan bahwa: ”Hasil belajar matematika siswa dengan penggunaan metode penemuan terbimbing berbantuan alat peraga matematika lebih baik daripada hasil belajar matematika siswa yang menggunakan model pembelajaran konvensional”.Pd : Selasa / 16 April 2013 : SMPN 4 Batipuh : VII.38) 18.1333) + ( 21 − 1)(395.645 .30) 5. Aspek yang dinilai dalam pembelajaran yang menggunakan metode penemuan terbimbing berbantuan alat peraga matematika adalah: .67 − 53. 2. n 2 = 21 . S. s1 = 259.63 18.1476 ( 21 −1)( 259.619 s2 p = = = = 327.381 14. LAMPIRAN XXII LEMBAR OBSERVASI Aktivitas Siswa Selama Pembelajaran yang Menerapkan Metode Penemuan Terbimbing Berbantuan Alat Peraga Matematika pada Materi Segitiga di Kelas VII SMPN 4 Batipuh Nama Observer Hari / Tanggal Tempat Kelas Waktu Pertemuan Ke Pokok Bahasan : Reny.63 >1.10-09.

Siswa yang serius dalam mengerjakan LKS. Persentase aktivitas ditentukan dengan rumus: P = Keterangan: F × 100% N P = Persentase aktivitas F = Frekuensi aktivitas yang dilakukan N = Jumlah siswa Kelompok A Nama Siswa Yus'airah Adiva Oki Febriani Hendrico Robi Yudinda Rais Dandi Ica Nurul Sakila Patri Ardi Indra Rizky Asral Ramana Alvina A 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Aktivitas Siswa b c d 1 1 0 1 1 0 0 1 1 1 1 0 0 1 1 1 0 1 1 0 1 1 1 0 0 1 1 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 0 1 1 1 0 1 0 % 75 75 75 75 75 100 75 75 75 75 100 75 75 75 75 100 75 75 75 Keterangan Banyak Banyak Banyak Banyak Banyak Banyak sekali Banyak Banyak Banyak Banyak Banyak sekali Banyak Banyak Banyak Banyak Banyak sekali Banyak Banyak Banyak B C D . h. Kemampuan siswa dalam mengeluarkan pendapat dan berdiskusi dengan temannya.171 e. g. Kemampuan siswa dalam mengerjakan soal-soal yang ada dalam LKS. 4. Keterampilan siswa dalam menggunakan alat peraga segitiga untuk menemukan rumus dan konsep matematika f.

Amatilah aktivitas siswa selama proses pembelajaran berlangsung dari awal sampai akhir.10-09. 3 : 08. 2.Pd : Selasa / 29 April 2013 : SMPN 4 Batipuh : VII. 3. S. 16 April 2013 Observer Reny.30 : II (Kedua) : Jumlah ukuran sudut Petunjuk: 1. S.172 Intan Riza Ahmad Ridho E Alif Khairul Naufal Persentase 1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 0 1 0 1 1 1 0 1 0 1 1 1 0 1 1 1 1 75 75 75 75 75 75 75 Banyak Banyak Banyak Banyak Banyak Banyak Banyak Batusangkar. Berilah tanda ceklis (√) pada kolom aspek yang dinilai apabila aktivitas tersebut terjadi.Pd LEMBAR OBSERVASI Aktivitas Siswa Selama Pembelajaran yang Menerapkan Metode Penemuan Terbimbing Berbantuan Alat Peraga Matematika pada Materi Segitiga di Kelas VII SMPN 4 Batipuh Nama Observer Hari / Tanggal Tempat Kelas Waktu Pertemuan Ke Pokok Bahasan : Reny. Aspek yang dinilai dalam pembelajaran yang menggunakan metode penemuan terbimbing berbantuan alat peraga matematika adalah: .

Keterampilan siswa dalam menggunakan alat peraga segitiga untuk menemukan rumus dan konsep matematika b. d. c. Persentase aktivitas ditentukan dengan rumus: P = Keterangan: F × 100% N P = Persentase aktivitas F = Frekuensi aktivitas yang dilakukan N = Jumlah siswa Kelompok Nama Siswa Yus'airah Adiva A 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Aktivitas Siswa B c d 1 1 1 1 0 1 0 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 1 1 1 0 0 1 1 0 0 1 1 % 100 75 100 75 75 100 75 75 75 100 100 75 75 100 75 Keterangan Banyak sekali Banyak Banyak sekali Banyak Banyak Banyak sekali Banyak Banyak Banyak Banyak sekali Banyak sekali Banyak Banyak Banyak sekali Banyak A Oki Febriani Hendrico Robi Yudinda Rais Dandi Ica Nurul B C Sakila Patri Ardi Indra . Kemampuan siswa dalam mengerjakan soal-soal yang ada dalam LKS. Kemampuan siswa dalam mengeluarkan pendapat dan berdiskusi dengan temannya. 4.173 a. Siswa yang serius dalam mengerjakan LKS.

10-09. Aspek yang dinilai dalam pembelajaran yang menggunakan metode penemuan terbimbing berbantuan alat peraga matematika adalah: .30 : III (Ketiga) : Keliling dan luas segitiga Petunjuk: 1.Pd LEMBAR OBSERVASI Aktivitas Siswa Selama Pembelajaran yang Menerapkan Metode Penemuan Terbimbing Berbantuan Alat Peraga Matematika pada Materi Segitiga di Kelas VII SMPN 4 Batipuh Nama Observer Hari / Tanggal Tempat Kelas Waktu Pertemuan Ke Pokok Bahasan : Reny. S. 2. Berilah tanda ceklis (√) pada kolom aspek yang dinilai apabila aktivitas tersebut terjadi. 29 April 2013 Observer Reny.Pd : Selasa/ 07 Mei April 2013 : SMPN 4 Batipuh : VII. 3. 3 : 08. Amatilah aktivitas siswa selama proses pembelajaran berlangsung dari awal sampai akhir. S.174 Rizky D Asral Ramana Alvina Intan Riza Ahmad E Ridho Alif Khairul Naufal Persentase 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 0 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 100 100 75 75 75 75 100 75 75 75 100 Banyak sekali Banyak sekali Banyak Banyak Banyak Banyak Banyak sekali Banyak Banyak Banyak Banyak sekali Batusangkar.

Siswa yang serius dalam mengerjakan LKS. c. 4. Persentase aktivitas ditentukan dengan rumus: P = Keterangan: F × 100% N P = Persentase aktivitas F = Frekuensi aktivitas yang dilakukan N = Jumlah siswa Kelompok A B C D E Nama Siswa Yus'airah Adiva Oki Febriani Hendrico Robi Yudinda Rais Dandi Ica Nurul Sakila Patri Ardi Indra Rizky Asral Ramana Alvina Intan Riza A 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Aktivitas Siswa b c d 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 % 100 75 100 75 75 100 75 100 75 100 100 75 75 100 75 100 100 75 100 75 75 Keterangan Banyak sekali Banyak Banyak sekali Banyak Banyak Banyak sekali Banyak Banyak sekali Banyak Banyak sekali Banyak sekali Banyak Banyak Banyak sekali Banyak Banyak sekali Banyak sekali Banyak Banyak sekali Banyak Banyak .175 a. d. Kemampuan siswa dalam mengeluarkan pendapat dan berdiskusi dengan temannya. Kemampuan siswa dalam mengerjakan soal-soal yang ada dalam LKS. Keterampilan siswa dalam menggunakan alat peraga segitiga untuk menemukan rumus dan konsep matematika b.

07 Mei 2013 Observer Reny.30 : IV (Keempqt) : Garis tinggi.176 Ahmad Ridho Alif Khairul Naufal Persentase 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 1 1 1 1 1 1 100 75 100 75 100 Banyak sekali Banyak Banyak sekali Banyak Banyak sekali Batusangkar. Aspek yang dinilai dalam pembelajaran yang menggunakan metode penemuan terbimbing berbantuan alat peraga matematika adalah: . 3 : 08. S. 3. garis sumbu dan garis berat Petunjuk: 1. Amatilah aktivitas siswa selama proses pembelajaran berlangsung dari awal sampai akhir. garis bagi. Berilah tanda ceklis (√) pada kolom aspek yang dinilai apabila aktivitas tersebut terjadi. 2.10-09.Pd LEMBAR OBSERVASI Aktivitas Siswa Selama Pembelajaran yang Menerapkan Metode Penemuan Terbimbing Berbantuan Alat Peraga Matematika pada Materi Segitiga di Kelas VII SMPN 4 Batipuh Nama Observer Hari / Tanggal Tempat Kelas Waktu Pertemuan Ke Pokok Bahasan : Reny.Pd : Rabu/ 08 Mei April 2013 : SMPN 4 Batipuh : VII. S.

177 a. Kemampuan siswa dalam mengeluarkan pendapat dan berdiskusi dengan temannya. Siswa yang serius dalam mengerjakan LKS. c. Persentase aktivitas ditentukan dengan rumus: P = Keterangan: F × 100% N P = Persentase aktivitas F = Frekuensi aktivitas yang dilakukan N = Jumlah siswa Kelompok A B C D E Nama Siswa Yus'airah Adiva Oki Febriani Hendrico Robi Yudinda Rais Dandi Ica Nurul Sakila Patri Ardi Indra Rizky Asral Ramana Alvina Intan Riza A 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Aktivitas Siswa b c d 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 % 100 75 100 100 75 100 100 100 75 100 100 75 100 100 75 100 100 75 100 75 100 Keterangan Banyak sekali Banyak Banyak sekali Banyak sekali Banyak Banyak sekali Banyak sekali Banyak sekali Banyak Banyak sekali Banyak sekali Banyak Banyak sekali Banyak sekali Banyak Banyak sekali Banyak sekali Banyak Banyak sekali Banyak Banyak sekali . 4. Keterampilan siswa dalam menggunakan alat peraga segitiga untuk menemukan rumus dan konsep matematika b. d. Kemampuan siswa dalam mengerjakan soal-soal yang ada dalam LKS.

08 Mei 2013 Observer Reny. S.178 Ahmad Ridho Alif Khairul Naufal Persentase 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 100 75 100 100 100 Banyak sekali Banyak Banyak sekali Banyak sekali Banyak sekali Batusangkar.Pd .

179 .

180 .

181 .

182 .

183 .

184 .

185 .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->