KEDISIPLINAN

1. Pengertian Kedisiplinan
Kata kedisiplinan berasal dari bahasa Latin yaitu discipulus, yang berarti mengajari atau mengikuti yang dihormati. Menurut Kamus Besar Bahasa bahwa disiplin adalah: Indonesia (2007), menyatakan

a. Tata tertib (di sekolah, di kantor, kemiliteran, dan sebagainya). b. Ketaatan (kepatuhan) pada peraturan tata tertib. c. Bidang studi yang memiliki objek dan sistem tertentu.

Kedisiplinan adalah suatu kondisi yang tercipta dan terbentuk melalui proses dari serangkaian perilaku yang menunjukkan nilai-nilai ketaatan, kepatuhan, kesetiaan, keteraturan dan atau ketertiban. Karena sudah menyatu dengannya, maka sikap atau perbuatan yang dilakukan bukan lagi atau sama sekali tidak dirasakan sebagai beban, bahkan sebaliknya akan membebani dirinya bilamana ia tidak berbuat sebagaimana lazimnya (Prijodarminto, 1994). Menurut Ekosiswoyo dan Rachman (2000), kedisiplinan hakikatnya adalah sekumpulan tingkah laku individu maupun masyarakat yang mencerminkan rasa ketaatan, kepatuhan, yang didukung oleh kesadaran untuk menunaikan tugas dan kewajiban dalam rangka pencapaian tujuan. Menurut Ekosiswoyo dan Rachman (2000), kedisiplinan hakikatnya adalah

sekumpulan tingkah laku individu maupun masyarakat yang mencerminkan rasa ketaatan, kepatuhan, yang didukung oleh kesadaran untuk menunaikan tugas dan kewajiban dalam rangka pencapaian tujuan. Menurut Arikunto (1990), di dalam pembicaraan kedisiplinan dikenal dua istilah yang pengertiannya hampir sama tetapi pembentukannya secara berurutan. Kedua istilah itu adalah disiplin dan ketertiban, ada juga yang menggunakan istilah siasat dan ketertiban. Ketertiban menunjuk pada kepatuhan seseorang dalam mengikuti peraturan dan tata tertib karena didorong oleh sesuatu dari luar misalnya karena ingin mendapat pujian dari atasan. Selanjutnya pengertian disiplin atau siasat menunjuk pada

dan perbuatan yang sesuai dengan peraturan organisasi baik tertulis maupun tidak tertulis (Nit isemito. perilaku. 2000). baik yang tertulis maupun yang tidak tertulis. tata tertib. 2006). 1990).baik tertulis maupun yang tidak tertulis.perubahan ke arah yang lebih baik (Budiono. Kedisiplinan dibentuk serta berkembang melalui latihan dan pendidikan sehingga terbentuk kesadaran dan keyakinan dalam dirinya untuk berbuat tanpa paksaan. Menurut Durkeim (1995). 2. dapat disimpulkan bahwa kedisiplinan adalah suatu sikap dan perilaku yang mencerminkan ketaatan dan ketepatan terhadap peraturan. kedisiplinan mengembangkan suatu peraturan tertentu dalam tindak tanduk manusia dan memberinya suatu sasaran tertentu dan mempunyai tujuan ganda yaitu . Kedisiplinan adalah suatu sikap yang mencerminkan ketaatan dan ketepatan terhadap aturan (Moenir. misalnya disiplin dalam menyelesaikan pekerjaan berarti bekerja secara teratur. yaitu memberi kenyamanan pada para siswa dan staf (guru) serta menciptakan lingkungan yang kondusif untuk belajar. Kedisiplinan merupakan suatu sikap. Santoso (2004) menyatakan bahwa kedisiplinan adalah sesuatu yang teratur. Subari (1994) berpendapat bahwa kedisiplinan mempunyai tujuan untuk penurutan terhadap suatu peraturan dengan kesadaran sendiri untuk terciptanya peraturan itu. Tujuan kedisiplinan Gaustad (1992) mengemukakan bahwa kedisiplinan memiliki 2 (dua) tujuan. 1999). Kedisiplinan juga berarti suatu tuntutan bagi berlangsungnya kehidupan yang sama. 1999). Kedisiplinan dapat diartikan sebagai serangkaian aktivitas / latihan yang dirancang karena dianggap perlu dilaksanakan untuk dapat mencapai sasaran tertentu (Sukadji. Kedisiplinan berkenaan dengan kepatuhan dan ketaatan seseorang atau kelompok orang terhadap norma-norma dan peraturan-peraturan yang berlaku.norma-norma yang berlaku. Berdasarkan berbagai pendapat diatas. Kedisiplinan merupakan sikap atau perilaku yang menggambarkan kepatuhan kepada suatu aturan atau ketentuan. teratur dan tertib.yang dijadikan syarat mutlak bagi berlangsungnya suatu kemajuan dan perubahan.kepatuhan seseorang dalam mengikuti tata tertib karena didorong kesadaran yang ada pada kata hatinya (Arikunto.

dapat disimpulkan bahwa tujuan kedisiplinan adalah memberi kenyamanan pada para siswa/anak didik dan staf (guru) serta menciptakan lingkungan yang kondusif untuk belajar serta perkembangan dari pengembangan diri sendiri dan pengarahan diri sendiri tanpa pengaruh atau kendali dari luar. Oleh karena itu. sehingga tidak akan merugikan pihak lain dan hubungan dengan sesama menjadi baik dan lancar. Dari beberapa pendapat diatas.sekaligus membatasi cakrawalanya. b. Menata kehidupan bersama Kedisiplinan sekolah berguna untuk menyadarkan siswa bahwa dirinya perlu menghargai orang lain dengan cara menaati dan mematuhi peraturan yang berlaku. Disiplin yang diterapkan di masing-masing lingkungan tersebut memberi dampak bagi pertumbuhan kepribadian yang baik. . mematuhi aturan yang berlaku dan kebiasaan itu lama kelamaan masuk ke dalam dirinya serta berperan dalam membangun kepribadian yang baik. Dengan adanya kedisiplinan diharapkan anak didik mendisiplinkan diri dalam mentaati peraturan sekolah sehingga proses belajar mengajar berjalan dengan lancar dan memudahkan pencapaian tujuan pendidikan. 3. anak didik perlu dibimbing atau ditunjukkan mana perbuatan yang melanggar tata tertib dan mana perbuatan yang menunjang terlaksananya proses belajar mengajar dengan baik (Gordon. 1996). Membangun kepribadian Pertumbuhan kepribadian seseorang biasanya dipengaruhi oleh faktor lingkungan. tujuan kedisiplinan adalah perkembangan dari pengembangan diri sendiri dan pengarahan diri sendiri tanpa pengaruh atau kendali dari luar.Yahya (1992) berpendapat. dengan disiplin seseorang akan terbiasa mengikuti . Fungsi kedisiplinan Fungsi kedisiplinan menurut Tu’u (2004) adalah: a. Kedisiplinan adalah suatu latihan batin yang tercermin dalam tingkah laku yang bertujuan agar orang selalu patuh pada peraturan. Oleh karena itu.

Cara terbentuknya kedisiplinan Menurut Lembaga Ketahanan Nasional (1997). dikembangkan dan diterapkan dalam semua aspek menerapkan sanksi serta dengan bentuk ganjaran dan hukuman. Hukuman Tata tertib biasanya berisi hal-hal positif dan sanksi atau hukuman bagi yang melanggar tata tertib tersebut. teratur dan patuh perlu dibiasakan dan dilatih. perilaku dan pola kehidupan yang baik dan berdisiplin terbentuk melalui latihan. 4. b. terutama lingkungan sosial.c. Demikian juga dengan kepribadian yang tertib. Disiplin tidak terjadi dengan sendirinya. kedisiplinan dapat terjadi dengan cara: a. f. terpaksa harus mematuhi tata tertib yang ada di sekolah tersebut. Oleh karena itu. . e. misalnya ketika seorang siswa yang kurang disiplin masuk ke satu sekolah yang berdisiplin baik. Melatih kepribadian Sikap. d. melainkan harus ditumbuhkan. pembentukan disiplin tunduk pada kaidah-kaidah proses belajar. Menciptakan lingkungan yang kondusif Kedisiplinan berfungsi mendukung terlaksananya proses dan kegiatan pendidikan agar berjalan lancar dan memberi pengaruh bagi terciptanya sekolah sebagai lingkungan pendidikan yang kondusif bagi kegiatan pembelajaran. Pemaksaan Kedisiplinan dapat terjadi karena adanya pemaksaan dan tekanan dari luar. Disiplin seseorang adalah produk sosialisasi sebagai hasil interaksi dengan lingkungannya.

Oleh sebab itu. Sebaliknya. dan standar tadi merupakan syarat mutlak untuk mencapai keberhasilan (sukses). sikap kelakuan yang secara wajar menunjukkan kesungguhan hati. Anda tidak akan memiliki apa-apa!" Bila kita berdisiplin dalam menjalankan rencana-rencana. sehingga pemahaman tersebut menumbuhkan pengertian yang mendalam atau kesadaran. 6. Dalam membentuk disiplin. disiplin memiliki 3 (tiga) aspek. b. Disiplin adalah latihan yang menghasilkan pola perilaku yang diinginkan. dan sikap yang membawa pada keberhasilan dalam kehidupan. maka kita perlu memiliki beberapa hal di bawah ini : . pemahaman yang baik mengenai sistem peraturan perilaku. disiplin adalah suatu yang kita perlukan untuk membawa kita sampai kepada tujuan yang diinginkan. Aspek. bahwa ketaatan akan aturan. Norma. pengendalian pikiran dan pengendalian watak. kriteria. Menurut Paul J. Ketiga aspek tersebut adalah : a. c.aspek Kedisiplinan Menurut Prijodarminto (1994). sehingga ia bisa menerima apa yang diajarkan kepadanya. Disiplin adalah suatu kebiasaan untuk melakukan suatu tindakan tertentu. dan standar yang sedemikan rupa. kebiasaan yang diharapkan. penulis buku 24 Kunci Sukses. sikap mental (mental attitude) yang merupakan sikap taat dan tertib sebagai hasil atau pengembangan dari latihan. sebab : "Jika tidak memiliki disiplin. disiplin adalah suatu keharusan yang pantas kita miliki dalam kehidupan kita. maka rencana itu pasti dapat terwujud. sehingga mampu mempengaruhi tingkah laku pihak lain ke arah tingkah laku yang diinginkannya. Meyer. norma. Agar mampu mempertahankan dan memperkuat disiplin.c. ada pihak yang memiliki kekuasaan lebih besar. pihak lain memiliki ketergantungan pada pihak pertama. untuk mentaati segala hal secara cermat dan tertib.

3. tentu Anda akan berupaya dengan segenap hati untuk mendisiplinkan diri agar sasaran itu benar-benar dapat terwujud. Anda harus percaya segenap hati pada apa yang sedang Anda kerjakan. Oleh karena itu. Nilai Apa yang penting. Ingatlah : Anda dapat melakukan apa saja dan menjadi apa saja. Prioritas Sasaran harus direalisasikan agar terwujud. sehingga Anda akan berupaya untuk mendisiplinkan diri hingga tujuan terwujud. Bila Anda percaya. Dengan melakukan tindakan yang benar yang dilandasi dengan alasan yang benar. dan tindakanlah yang akan membuatsasaran itu tercapai. bila Anda tekun melakukannya. Ketekunan Ketekunan akan membuat Anda mampu untuk mencapai prestasi yang besar. akan muncul efek yang menguatkan. Anda akan mampu mempertahankan disiplin sehingga bisa mencapai sasaran itu. 4. 2. realistik. karena tindakan yang benar akan melahirkan hasil yang benar. Karena dengan ketekunan Anda bisa mempertahankan disiplin.1. spesifik dan Anda percayai. itulah yang akan dikerjakan. Namun Anda harus menetapkan prioritas yang jelas dalam setiap tindakan. . Sasaran Bila mempunyai sasaran yang sangat jelas.

2008.usu.pdf (diakses) pada 27 Oktober 2012.ac.5. Sumber : .id/bitstream/123456789/23401/4/Chapter%20II.andriewongso. (online) http://repository. Motivasi yang kuat untuk mengejar impian dengan sendirinya akan mendisiplinkan diri.http://www. Kedisiplinan dalam lingkungan sekolah.com/artikel/artikel_tetap/3729/Disiplin/ USU. .Dorongan hati Dorongan hati ini mampu membuat diri Anda termotivasi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful