P. 1
ASAM KARBOKSILAT

ASAM KARBOKSILAT

|Views: 653|Likes:
makalah kimia organik
makalah kimia organik

More info:

Published by: Riper Cyperus Rotundus on Sep 13, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/17/2015

pdf

text

original

MAKALAH KIMIA ORGANIK ASAM KARBOKSILAT

Disusun oleh:
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. Putri Utami Redita Pangestu P. Resha Firstiara Reski A. Ria Amalia Rini P. Riska Kusuma Ratih Rivaldi Eka Rizka Aditya Permana Rizka Nanda H.S Rizka Putri E. R Rosyita Shofwatul Mala Rulita Noor Syafira (1031211058) (1031211059) (1031211060) (1031211061) (1031211062) (1031211064) (1031211065) (1031211067) (1031211068) (1031211069) (1031211070) (1031211071) (1031211072)

SEKOLAH TINGGI ILMU FARMASI “YAYASAN PHARMASI” SEMARANG 2012 / 2013

I.

Pengertian = Asam Karboksilat = R-COOH = -COOH =

Nama Trivial (umum) Rumus Gugus Fungsi Rumus Bangun

Asam karboksilat adalah asam organik yang diidentikkan dengan gugus karboksil. Asam karboksilat merupakan asam Bronsted-Lowry (donor proton). Garam dan anion asam karboksilat dinamakan karboksilat. Asam karboksilat merupakan senyawa polar, dan membentuk ikatan hidrogen satu sama lain. Pada fasa gas, Asam karboksilat dalam bentuk dimer. Dalam larutan Asam karboksilat merupakan asam lemah yang sebagian molekulnya terdisosiasi menjadi H+ dan RCOO-. Contoh : pada temperatur kamar, hanya 0,02% dari molekul asam asetat yang terdisosiasi dalam air. Asam karboksilat alifatik rantai pendek (atom karbon <18) dibuat dengan karbonilasi alkohol dengan karbon monoksida. Untuk rantai panjang dibuat dengan hidrolisis trigliserida yang biasa terdapat pada minyak hewan dan tumbuhan. Asam karboksilat mengandung gugus karbonil dan gugus hidroksil. Walaupun gugus karboksilat merupakan gabungan gugus karbonil dan gugus hidroksil, tetapi sifat-sifat gugus tersebut tidak muncul dalam asam karboksilat karena menjadi satu kesatuan dengan ciri tersendiri. Ester adalah turunan dari asam karboksilat dengan mengganti gugus hidroksil oleh gugus alkoksi dari alkohol.

Semakin banyak atom C nya semakin lemah sifat keasamannya (asam alkanoat yang paling kuat keasamannya adalah asam format. Makin banyak atom C makin tinggi titik lelehnya. Bereaksi dengan basa membentuk garam.II. Wujud dari asam karboksilat tergantung dari jumlah atom C-nya. g. Semua merupakan asam lemah. Yang harus diperhatikan dari rumus umum. asam karboksilat sesuai dengan namanya bersifat asam. HCOOH). alkohol dan benzena). dan suku tinggi padat. b. c. suku tengah berwujud zat cair kental. Alkil. Semua asam karboksilat merupakan asam lemah dengan Ka= +-1×10-5. d. e. Bereaksi dengan alkanol membentuk alkil alkanoat (esterifikasi). . maka wujud zat tersebut adalah cair pada suhu kamar. Reaksi Substitusi OH dalam gugus COOH dengan halogen. Asam formiat dapat melepuhkan kulit. Senyawa organik yang memperlihatkan sifat keasaman dan sangat penting dalam kehidupan adalah senyawa yang memiliki gugus fungsi karboksilat (karboksilat termasuk gugus fungsi pembentuk asam amino). Asam karboksilat larut dalam pelarut organik (seperti eter. Sedangkan asam karboksilat yang memiliki panjang rantai C 10 atau lebih berwujud padat. sedangkan asam karboksilat dengan panjang rantai 5-6 sedikit larut dalam air dan asam karboksilat dengan panjang rantai lebih dari 6 tidak larut dalam air. Suku rendah berwujud zat cair encer. untuk senyawa asam karboksilat yang memiliki atom C kurang dari 10. alkunil. karena dapat membentuk ikatan hidrogen yang kuat. Asam karboksilat memiliki titik didih yang tinggi (lebih tinggi daripada alkohol). dimana R dapat berupa H. Gambaran umum : a. Rumus umum molekul senyawa karboksilat adalah RCOOH (CnH2nO2). f. meskipun terdapat OH yang merupakan penanda basa. Asam karboksilat dengan panjang rantai 1-4 larut sempurna dalam air. aril. h. alkenil.

b. Reaksi substitusi a. Reaksi penyabunan Bagan 12. Reaksi dehidrasi (penghilangan molekul H2O) akan menghasilkan anhidrida asam karboksilat.56). Reaksi dengan basa kuat. PX5 dan SOX2) akan menghasilkan suatu asilhalida (Bagan 12. Garam karboksilat hasil reaksi merupakan sabun.56.57. (Bagan 12. Reaksi ini sering disebut juga dengan reaksi penyabunan.55. lihat Gambar 12. Reaksi Asam karboksilat dengan basa kuat akan membentuk garam dan air. reaksi dengan alkohol akan menghasilkan suatu ester dan H2O. Bagan 12. reaksi dengan halida (PX3. Dehidrasi asam karboksilat menghasilkan anhidrida asam karboksilat . 3. Reaksi substitusi OH dengan halida Bagan 12. Reaksi Reduksi menggunakan katalis CaAlPH4akan menghasilkan alkohol primer.1. 4.55).57. 2.

Titik beku dan titik didih dari asam karboksilat ditunjukkan pada Tabel dibawah Titik Beku dan Titik Didih Asam Karboksilat Senyawa Titik Beku (°C) Titik Didih (°C) Format Asetat 8 16.Akibat kepolaran dan struktur dimer dari molekul asam karboksilat menimbulkan titik didih dan titik beku lebih tinggi dibandingkan alkohol dengan massa molekul yang relatif sama.6 100.5 118 141 164 187 205 225 251 269 287 Propionat –22 Butirat Valerat Kaproat Laurat Miristat –6 –34 –3 44 54 Palmitat 63 Stearat 70 .

Rantai lurus. Nama-nama ini biasanya diturunkan dari bahasa Latin yang menunjukkan asalnya. Jika nama umum yang digunakan lokasi substituen dilambangkan dengan huruf latin. Tabel 12. Karena tidak mengherankan jika banyak senyawa-senyawa asam mempunyai nama-nama biasa. dimulai dengan atom karbon α. Untuk memperoleh nama IUPAC suatu asam karboksilat (Tabel 12. Tatanama Karena banyak terdapat dialam. asam-asam karboksilat adalah golongan senyawa yang paling dulu dipelajari oleh kimiawan organik.8 memuat nama-nama asam berantai lurus beserta nama IUPAC-nya.8 kolom terakhir) diperlukan awalan kata asam da akhiran at. Asam-asam bersubstitusi diberi nama menurut dua cara.III. asam karboksilat tersaturasi Atom karbon Nama Trivial Nama IUPAC Rumus molekul Biasanya terdapat pada 1 Asam format Asam metanoat HCOOH Gigitan serangga 2 Asam asetat Asam etanoat CH3COOH Cuka 3 Asam propionat Asam propanoat CH3CH2COOH Pengawet pada gandum 4 Asam butirat Asam butanoat CH3(CH2)2COOH Mentega basi 5 Asam valerat Asam pentanoat CH3(CH2)3COOH Valerian . Dalam sisitem IUPAC. Banyak dari asam ini mula-mula dipisahkan dari lemak sehingga sering dinamakan sebagai asam-asam lemak (struktur lemak secara terinci dibahas dalam bab berikutnya). nomor rantai dimulai dari asam karbon pembawa gugus karboksil dan substituen diberi nomor lokasi.

14 Asam miristat Asam tetradekanoat CH3(CH2)12COOH Pala 16 Asam palmitat Asam heksadekanoat CH3(CH2)14COOH Minyak palem 18 Asam stearat Asam oktadekanoat CH3(CH2)16COOH Coklat. wax.6 Asam kaproat Asam heksanoat CH3(CH2)4COOH Lemak kambing 7 Asam enantoat Asam heptanoat CH3(CH2)5COOH 8 Asam kaprilat Asam oktanoat CH3(CH2)6COOH Kelapa dan air susu ibu 9 Asam pelargonoat Asam nonanoat CH3(CH2)7COOH Pelargonium 10 Asam kaprat Asam dekanoat CH3(CH2)8COOH 12 Asam laurat Asam dodekanoat CH3(CH2)10COOH Minyak kelapa dan sabun cuci tangan. sabun. dan minyak 20 Arachidic acid Icosanoic acid CH3(CH2)18COOH Peanut oil .

Penomoran atom C dimulai dari atom C gugus fungsi. Beberapa contoh diantaranya : Untuk senyawa-senyawa asam alkanoat yang mempunyai rumus struktur bercabang aturan penamaan IUPAC adalah sebagai berikut : 1. 2.ikatan gugus karboksilat dihubungkan dengan cincin. Tentukan rantai utama dengan memilih deretan C paling panjang dan mengandung gugus fungsi –COOH. metil Butanoat yang berlaku pada senyawa-senyawa hidrokarbon. akhiran karboksilat ditambahkan pada nama induk sikloalkana. : . Asam-asam aromatic juga diberi tambahan –at pada turunan hidrokarbon aromatiknya. sedang aturan selanjutnya sama dengan Contoh a) CH3–CH2–CH (CH3)–COOH Asam 2. kemudian diberi nama seperti pada tabel di atas.

Contoh Penamaan Asam Karboksilat Tuliskan nama untuk asam karboksilat berikut. penataan nama dimulai dari nama senyawa siklik diakhiri dengan nama karboksilat. .b) Untuk gugus karboksil yang terikat langsung pada gugus siklik. seperti ditunjukkan berikut ini.

dikenal sebagai dikarboksilat. asam malat. Penataan Nama Asam Dikarboksilat (Trivial dan IUPAC) Rumus Struktur HOOC – COOH HOOC – CH2– COOH HOOC –(CH2)2–COOH cis – HOOC – CH=CH – COOH Nama Trivial Nama IUPAC Asam oksalat Asam etanadioat Asam malonat Asam propanadioat Asam suksinat Asam butanadioat Asam maleat Asam cis–butenadioat trans – HOOC – CH=CH – COOH Asam fumarat Asam trans–butenadioat HOOC – (CH2)4– COOH Asam adipat Asam heksanadioat . adalah hasil samping fermentasi anggur. asam suksinat. Jadi. Senyawa-senyawa tersebut diisolasi dari bahan alam. Asam tartrat misalnya. Pada atom nomor 2 terikat gugus metil.Rantai induk mengandung enam atom karbon atau suatu heksanoat. dan pada atom nomor 4 terikat gugus etil. dan oksalo asetat adalah zat antara dalam metabolisme karbohidrat di dalam sistem sel. asam fumarat. Beberapa asam dikarboksilat ditunjukkan pada Tabel 6. nama asam karboksilat tersebut adalah IUPAC : asam 4–etil–2–metilheksanoat Trivial : asam γ–etil–α–metil–kaproat Suatu asam karboksilat dapat memiliki dua gugus fungsi CO2H.12.

Hidrolisis Nitril (Sianida Organik) Apabila alkil sianida (nitril) dididihkan dengan katalis asam atau basa akan terbentuk asam karboksilat. seperti natrium dikromat dalam asam sulfat pekat. Oksidasi Alkohol Primer Asam karboksilat biasanya diperoleh melalui oksidasi alkohol primer dengan suatu oksidator yang kuat.Beberapa asam trikarboksilat juga dikenal dan berperan penting dalam metabolisme karbohidrat. Persamaan kimianya: 30R–CH2OH + 2Cr2O72– + 16H+ → 3R–COOH + 4Cr3+ + 11H2O 2. Rumus strukturnya seperti berikut. Pembuatan Asam karboksilat dapat dibuat dengan cara oksidasi alkohol atau hidrolisis senyawa nitril. IV. Pada reaksi ini terbentuk amonia. Contoh senyawa kelompok ini adalah asam sitrat. 1. Persamaan kimianya: R–CN + 2H2O + HCl → R–COOH + NH3 + HCl .

Semakin panjang rantai karbonnya semakin lemah sifat asamnya. Sifat Asam Karboksilat Secara umum senyawa-senyawa asam alkanoat atau asam karboksilat mempunyai sifat-sifat sebagai berikut : 1. Asam alkanoat dapat bereaksi dengan basa menghasilkan garam. Titik didih asam alkanoat lebih tinggi dibandingkan titik didih alkohol yang memiliki jumlah atom C yang sama. 10–5 4. 2. Asam alkanoat pada umumnya merupakan asam lemah. 10–4 CH3COOH Ka = 1.V. . Reaksi ini dikenal dengan reaksi esterifikasi. Berdasarkan atom C a) Asam alkanoat yang mengandung C1 sampai C4 berbentuk cairan encer dan larut sempurna dalam air.3 . 10–5 CH3CH2COOH Ka = 1. a) CH3COOH + NaOH -------------> CH3COONa + H2O Asam Etanoat Natrium Etanoat 5. 3. b) Asam alkanoat dengan atom C5 sampai C9 berbentuk cairan kental dan sedikit larut dalam air c) Asam alkanoat suku tinggi dengan C10 atau lebih berbentuk padatan yang sukar larut dalam air.0 . Reaksi ini disebut reaksi penetralan. Contoh: HCOOH Ka = 1.8 . Asam alkanoat dapat bereaksi dengan alkohol menghasilkan senyawa ester.

bila suatu asam karboksilat bersifat asam kuat. asam karboksilat dapat membentuk garamnya. asam karboksilat dapat kembali menjadi bentuk asamnya. maka basa konjugasinya bersifat basa lemah. . dan faktor-faktor yang mengurangi kestabilan anion akan menyebabkan penurunan keasaman suatu asam karboksilat. Dan dengan adanya asam. seperti reaksi dibawah ini. Sama halnya dengan alcohol. Sehingga titik didih asam karboksilat lebih tinggi dari pada titik didih alcohol. Menurut teori asam-basa Bronsted Lowry. maka basa konjugasinya bersifat basa kuat. Sifat Fisika Jika dilihar dari strukturnya.a) CH3COOH + CH3–OH ------------------> CH3COOHCH3 + H2O Asam Etanoat Metanol Metil Etanoat b) CH3CH2COOH + CH3CH2–OH -------------> CH3CH2COOCH3 + H2O Asam Propanoat Etanol Etil Propanoat VI.  Pengaruh Subtituen Pada Keasaman Asam Karboksilat dan Kebasaan Garam Karboksilat Faktor-faktor yang dapat meningkatkan kestabilan anion berarti akan menaikkan keasaman. maka asam karboksilat dapat membentuk ikatan hidrogen intermolekuler dengan sesama asam karboksilat dalam bentuk dimer. yang karakter ikatannya jauh lebih kuat dari pada alcohol yang bersesuaian. senyawa asam karboksilat merupakan senyawa polar. Dalam suasana basa. sebaliknya bila suatu asam karboksilat bersifat asam lemah.

Gugus COOH dapat mengalami reaksi reduksi dan dekarboksilasi. 3. 4. terutama bila direaksikan dengan logam alkali dan logam-logam yang sangat elektropositif. Reaksi-reaksi pada asam Karboksilat Asam karboksilat dapat mengalami reaksi-reaksi kimia dalam beberapa cara sebagai berikut : 1. Beraksi dengan melepaskan atom H+ . Bentuk garam ammonium dan karboksilat dapat mengalami dehidratasi menghasilkan amida atau sianida. Garam natrium atau kalium dari asam karboksilat suku tinggi dikenal sebagai sabun. Sabun natrium disebut sabun keras. Reaksi Penetralan Asam karboksilat bereaksi dengan basa membentuk garam dan air. sedangkan sabun kalium disebut sabun lunak. 2. Reaksi pada gugus alkil yang dapat mengalami reaksi substitusi dan juga dapat teroksidasi. Sebagai . fosforil halide. Gugus OH dari karboksilat dapat bereaksi dengan alcohol. reaksi yang biasanya terjadi adalah: 1. tionil klorida dan dapat mengalami reaksi dehidratasi dengan menghasilkan anhidrida asam.

Maka didapatkan sebagai berikut pada sampel asam format warna larutan bening. setelah dipanaskan bau menyengat. karena menghasilkan bau yang sangat menyengat. Sampel asam asetat yang paling tidak bereaksi.contoh. pemanasan dilakukan untuk mempercepat reaksi yang berlangsung. Maka didapatkan sebagai berikut pada sampel asam format ada gelembung. ada gelembung. setelah dipanaskan bau menyengat. 2.5 ml etanol absolut lalu ditambahkan 0. Sampel asam propionat warna larutan bening. Asam format mempunyai Ka=1.5 ml asam asetat dan 3 tetes H2SO4 pekat Kemudian dikocok agar larutan homogen dan dipanaskan dalam penangas air selama 5 menit. Oleh karena itu. Reaksi Pengesteran Asam karboksilat bereaksi dengan alkohol membentuk ester. semakin lemah asamnya. ada 2 lapisan (atas bening. yaitu natrium stearat (NaC17H35COO) dan kalium stearat (KC17H35COO). Percobaan tersebut diketahui bahwa asam propionat lebih reaktif daripada sampel yang lain. semakin panjang rantai alkilnya. asam alkanoat yang paling kuat adalah asam format. bawah kuning) setelah .8x10-4. Reaksi ini disebut esterifikasi (pengesteran). Sampel asam propionat warna larutan bening. HCOOH. setelah dipanaskan tetap bau sangat menyengat.5 ml asam asetat dan 3 tetes H2SO4 pekat Kemudian dikocok agar larutan homogen dan dipanaskan dalam penangas air selama 5 menit. Asam alkanoat tergolong asam lemah. setelah dipanaskan bau menyengat. pemanasan dilakukan untuk mempercepat reaksi yang berlangsung. Jadi. Langkah kedua yang perlu dilakukan adalah dimasukkan ke dalam tabung reaksi 0.5 ml etanol 70% lalu ditambahkan 0. larutan garam natrium dan kaliumnya mengalami hidrolisis parsial dan bersifat basa. Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah dimasukkan ke dalam tabung reaksi 0. Sampel asam asetat warna larutan bening.

Sampel asam asetat warna larutan bening. Asam asetat paling tidak bereaksi. Hal ini disebabkan pada etanol 70% terdapat 30% air. Kemudian dipanaskan dalam penangas selama 2 menit. karena menghasilkan bau yang menyengat. setelah dipanaskan ada endapan merah bata. pemanasan dilakukan untuk mempercepat reaksi yang berlangsung. Reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut: . setelah dipanaskan bau tidak menyengat. kalor CH3CO2H + CH3CH2OH CH3CO2CH2CH3 + H2O Asam asetat etanol H2SO4 etil asetat Reaksi yang terjadi pada etanol 70% dan etanol absolut adalah sama seperti di atas. Sedangkan pada etanol absolut berbau balon (keton) saja. Gugus asam karboksilat teroksidasi sangat lambat. setelah dipanaskan tidak ada endapan. setelah dipanaskan ada endapan cokelat tua. Bedanya hanya pada bau yang dihasilkan. yang berfungsi sebagai pengikat air. sehingga ketika larutan dituangkan ke air menghasilkan bau yang menyengat.dipanaskan tetap bau menyengat.5 ml asam format dan ditambahkan 2 tetes KMnO4. kemudian warna larutan menjadi bening setelah ditambah sampel. Sampel asam asetat didapatkan warna ungu. Sampel asam propionat didapatkan warna merah kekuningan. CrO3. 3. Oksidasi dengan KMnO4 Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah memasukan ke dalam tabung reaksi 0. Percobaan tersebut diketahui bahwa asam propionat lebih reaktif dari pada sampel yang lain. panas. Maka didapatkan utnuk sampel asam format warna cokelat. Reaksi Oksidasi Reaksi terjadi pada pembakaran atau oleh reagen yang sangat kokoh dan kuat seperti asam sulfat. Etanol 70% baunya adalah bau balon dan sedikit bau asetat (menyengat). a. Reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut: + H . Hal tersebut menunjukkan bahwa asam asetat dan asam propionat lebih reaktif dari pada asam format dalam reaksi Oksidasi dengan KMnO4.

Oksidasi dengan pereaksi fehling Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah dimasukkan ke dalam tabung reaksi 0. lapisan atas berwarna biru tua dan lapisan bawah berwarna kuning kecoklatan. Pada sampel asam format larutan terdiri atas dua bagian. yakni larutan tetap berwarna biru muda.2CH2 + CO2 + H2O Asam propionat b. tidak terjadi perubahan secara fisik pada larutan.KMnO4HCOOH + O CO2+ H2O Asam format Kalor CH3COOH + KMnO4. Kemudian dipanaskan dalam penangas selama 2 menit pemanasan dilakukan untuk mempercepat reaksi yang berlangsung. Pada asam asetat.5 ml fehling A dan B. sehingga memiliki daya oksidasi yang lemah pula dan tidak dapat mereduksi larutan fehling.CH2 + CO2 + H2O Asam asetat Kalor CH2CH3COOH + KMnO4.5 ml asam format dan ditambahkan 0. setelah dilakukan pemanasan pada larutan. Hal ini menunjukkan bahwa asam asetat tidak bisa dioksidasi oleh reagen fehling disebabkan karena asam asetat tergolong asam lemah. Reaksi yang terjadi dapat dituliskan sebagai berikut: Fehling A dan B (Kalor) HCOOH + 2CuO CO2 + H2O + Cu2O Asam format Fehling A dan B (Kalor) .

dengan basa akan membentuk garam dan dengan alkohol menghasilkan eter.CH3COOH + 2CuO CH2CO2 + H2O + Cu2O Asam asetat Fehling A dan B (Kalor) CH2CH3COOH + 2CuO CH2CH2CO2 + H2O + Cu2O Asam Propionat 4. 1992). dan reagen organolitium (Wilbraham. oksidasi alkena. 1997). reaksi oksidasi. Pembuatannya antara lain melalui oksidasi alkohol primer. . reaksi Grignat (Fessenden. Pembentukan Asam Karboksilat Beberapa cara pembentukan asam karboksilat dengan jalan sintesa dapat dikelompokkan dalam 3 cara yaitu: reaksi hidrolisis turunan asam karboksilat. hidroilisa asil halida. oksidasi alkuna hidrolisa alkil sianida (suatu nitril) dengan HCl encer. hidrolisa ester dengan asam. Asam karboksilat. sehingga sering juga disebut asam lemak. Banyak dijumpai dalam lemak dan minyak. sekunder atau aldehida.

Kadar asam asetat yang terdapat dalam cuka makan sekitar 20-25%. alcohol dan eter. membentuk Kristal yang menterupai es atau kaca. Hal ini terjadi karena selain mengandung gugus asam. b. e. mudah larut dalam air. yang disebut asam asetat glasial.asam ini berbentuk padat. Kegunaan dan manfaat a. berwarna putih. Asam asetat dapat dibuat dari oksidasi etanol karena pengaruh berbagai jenis bakteri seperti acetobacter. Dalam kehidupan sehari hari terutama digunakan untuk membuat lilin. Sebagian besar asam asetat dibuat dengan mengalirkan uap etanol yang telah dicampur dengan udara melalui katalis. Asam Format mereduksi perak nitrat dalam suasana netral. Asam stearat. Berbeda dengan asam karboksilat yang lain. Bahan yang digunakan ialah anggur atau sari buah lain. H(COOH) dan (HCO)OH. membeku pada 16. mereduksi KMNO4 dalam suasana basa. Cara ini masih dipakai hingga kini (penerapan bioteknologi konvensional) untuk membuat asam asetat encer untuk cuka makan.VII.6 derajat Celsius. asam format dibuat dari CO dengan uap air yang dialirkan melalui katalis (oksida logam) pada suhu sekitar 200 derajat Celsius dan tekanan tinggi. Asam format banyak digunakan dalam industri tekstil. penyamakan kulit. Asam Asetat (asam cuka) Asam asetat adalah asam yang terdapat dalam cuka makan. dan perkebunan karet untuk menggumpalkan lateks (getah pohon karet). berbau sangat tajam. Asam metanoat . senyawa ini masih mempunyaii gugus aldehida. merupakan cairan bening tak berwarna. Asam sitrat biasanya digunakan untuk pengawet buah dalam kaleng. berbau tajam. asam format juga terdapat dalam keringat (penyebab keringat manusia bersifat asam dan mudah diuraikan oleh mikroorganisme sehingga timbulah bau badan). asam format mempunyai sifat mereduksi. Dalam Industri. Asam Format (asam semut) Asam format adalah cairan tak berwarna. d. Dalam jumlah kecil. Asam asetat murni. dan juga mereduksi H2SO4 yang pekat. c.

Asam metanoat atau asam asetat berbau menyengat. . asam butirat ditemukan dalam keringat manusia yang berbau tidak sedap. dan besi mudah berkarat. kayu menjadi lapuk. Asam ini dapat mengakibatkan kulit melepuh. Dengan bertambahnya panjang rantai. menggumpalkan getah karet (lateks). Asam metanoat digunakan untuk peracikan obat (aspirin). dan membasmi hama. bau asam karboksilat menjadi lebih tidak disukai. Contohnya.berwujud cair dan berbau tajam.

Wilbraham.web.http://kimiadahsyat. http://budisma. Dasar-dasatr Kimia Organik. dan Fessenden. Bandung. 1997.blogspot.html Fessenden.com/2009/06/senyawa-asam-karboksilat. ITB. Antony C.wikipedia.com/2011/04/bahas-tuntas-asam-karboksilatasam.blogspot. Pengantar Kimia Organik 1. Joan S. 1992.org/wiki/Asam_alkanoat .id/materi/sma/kimia-kelas-xii/gugus-fungsional-asam-karboksilat/ . Ralph J. Bina Aksara.DAFTAR PUSTAKA . Jakarta.http://fullerena.html#ixzz2Q8JQKSOq - http://id.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->