BAB I ADMINISTRASI DAN HUKUM ADMINISTRASI A.

Peristilahan

Penggunaan istilah Hukum Administrasi Negara (HAN) sedikit banyak dipengaruhi oleh Keputusan/Kesepakatan pengasuh mata kuliah Fakultas Hukum pada pertemuan di Cibulan tanggal 26-28 Maret 1973. Sebelum itu, dalam kurikulum minimal tahun 1972, istilah yang digunakan dalam SK Menteri P dan K tanggal 30 Desember 1972 No. 0198/U/1972 adalah Hukum Tata Pemerintahan. Meskipun istilah Hukum Tata Pemerintahan tercantum dalam SK tersebut diatas, namun dalam kenyataan penggunaan istilah itu oleh beberapa fakultas hukum – terutama fakultas hukum universitas negeri (yang kemudian diikuti juga oleh berbagai fakultas hukum universitas swasta) tidak seragam. Istilah-istilah yang beranekaragam itu adalah: Hukum Tata Pemerintahan, Hukum Tata Usaha Negara, Hukum Administrasi Negara. Soewarno Handayaningrat dalam bukunya Administrasi Pemerintahan Dalam Pembangunan Nasional antara lain menengahkan sebagai berikut: Administrasi Negara merupakan bagian dari administrasi umum. Ilmu Administrasi Negara merupakan cabang Ilmu Sosial dan (Ilmu Politik). Pada halaman 2 juga diketengahkan pendapat Leonard D.White bahwa administrasi negara terdiri atas semua kegiatan Negara dengan maksud untuk menunaikan dan melaksanakan kebijakan Negara. Pada halaman 3 diketengahkan pendapat Dimock dan Koening tentang administrasi negara dalam arti luas dan arti sempit. Dalam arti luas, administrasi negara adalah kegiatan negara dalam melaksanakan kekuasaan politiknya. Dalam arti sempit, administrasi negara adalah kegiatan eksekutif dalam penyelenggaraan pemerintahan. B. Pemerintahan

1. Definisi dan perumusan – perumusan Pengertian pemerintahan dapat difahami melalui dua pengertian: disatu pihak dalam arti “fungsi pemerintahan” (kegiatan memerintah), dilain pihak dalam arti “organisasi pemerintahan” (kumpulan dari kesatuan–kesatuan pemerintahan). Apa sebenarnya kandungan dari “fungsi pemerintahan” itu? Fungsi dari pemerintahan itu dapat ditentukan sedikit banyak dengan menempatkannya dalam hubungan dengan fungsi perundangundangan dan peradilan. Pemerintahan dapat dirumuskan secara negatif sebagai segala macam kegiatan penguasa yang tidak dapat disebutkan sebagai suatu kegiatan perundangundangan atau peradilan. Ada ahli hukum administrasi yang mengatakan bahwa pelaksanaan kekuasaan yang terdiri atas peraturan-peraturan perundang-undangan yang lebih lanjut (peraturan-peraturan umum tentang pemerintahan, peraturan-peraturan dari pihak penguasa yang lebih rendah), tidak dapat dikategorikan dalam hukum administrasi.

Donner (A.M Donner, Nederlands Bestuursrecht, jilid umum, Alphen aan den Rijn, Nederland, cetakan ulang kelima tahun 1987 hal. 15-17) mengutarakan empat macam bentuk dari penguasa : a). Pemelihara Ketertiban Pemeliharaan ketertiban pada tingkat pertama ialah pengawasan supaya dapat terlaksana secara teratur. Dapat terdiri dari penetapan peraturan bagi komunikasi timbal balik, yaitu diserahkan pada masyarakat untuk mengadukan sendiri pelanggaran atas hukum tadi dan membuatnya berlaku melalui suatu proses (seperti dalam hal lalu lintas). Suatu teknik lain pemeliharaan ketertiban ialah terikatnya beberapa kegiatan atau keadaan pada suatu perizinan, pengesahan, persetujuan atau suatu bentuk pemberian kuasa yang lain oleh karena kegiatan-kegiatan itu pada dasarnya adalah terlarang kecuali jika dilaporkan dan memperoleh izin. b). Pengelola Keuangan Melalui pajak, pungutan-pungutan lain, pendapatan sendiri umpamanya dari sumber bantuan kekayaan alam dan kredit luar negeri, pihak penguasa menjadi yang terkaya dan yang paling boleh dipercaya dalam negara. Dalam hal pemasukan uang pajak yang terutang, pihak pemerintah (melalui Kantor Inspeksi Pajak = sekarang Dit.Jen Pajak) memainkan peranan yang penting. Pendapatan pihak penguasa bertujuan untuk menutup kebutuhan-kebutuhan sendiri, namun juga mempunyai fungsi dalam hal pengaturan kembali pendapatan negara. Dengan demikian, penguasa memberi bantuan, menyediakan subsidi, memberi kredit dan jaminan atau memberi harta milik yang diinvestasikan oleh kelompok-kelompok tertentu atau masyarakat umum. c). Tuan tanah Sejak dahulu pihak penguasa merupakan tuan tanah. Banyak jalan dan sungai, pantai, bendungan dan tentu saja bahan-bahan mineral, adalah milik penguasa. Penguasa juga memiliki kesempatan-kesempatan juridis untuk merampas tanah ataupun menggunakan tanah itu dengan tujuan membatasi kepentingan umum dan pungutan pajak. d). Pengusaha Beberapa kegiatan hanya dapat dilaksanakan oleh pihak penguasa mengingat sifatnya atau karena diharuskan sesuai dengan undang-undang. Maka kita menyebutkan “jasa-jasa” pihak penguasa: seperti pertahanan, pekerjaan umum, polisi, pemadam kebakaran, peredaran mata uang, pendidikan, penyediaan air minum, energi dan saluran air, dll. Disamping keempat jasa yang diarahkan keluar (ekstern) itu, masih ada yang diarahkan fungsinya kedalam (intern) yakni pemerintahan sebagai badan organisasi

intern. Pemerintahan intern berbentuk segala macam aturan-aturan organisasi, keputusankeputusan pengangkatan dan pemberhentian, aturan-aturan dan keputusan-keputusan mengenai kedudukan hukum pegawai negeri, keputusan-keputusan tentang bidang pengawasan para pegawai yang kedudukannya lebih tinggi terhadap yang lebih rendah dan peraturan mengenai penyelesaian sengketa diantara para pegawai negeri. 2. Sejarah Pemerintahan di Indonesia Organisasi pemerintahan setelah penyerahan oleh Raffles adalah sebagai berikut: pemerintah pusat membentuk sebuah sekretariat yang dinamakan “Algemene Secretarie” di Bogor. Pimpinan urusan “oorlog en marine” diserahkan kepada sebuah departemen; urusan keuangan diserahkan kepada “Generale Directive van Financien”. Susunan pemerintahan yang sederhana itu baru dapat dikembangkan lebih luas pada masa Gubernur Jenderal Duymaer van Twist (1851-1856). Sesudah tahun 1904 susunan departemen adalah sebagai berikut: 1. Pertanian 2. Perusahaan Negara (gouvernements bedrijven) 3. Kehakiman (pertama kali didirikan tahun 1870) 4. Keuangan 5. Pemerintahan (binnenlands bestuur) 6. Pengajaran dan keagamaan (onderwijs en eeredienst) 7. Perekonomian 8. Perhubungan dan Pengairan (verkeer en waterstaat) 9. Peperangan (oorlog) 10. Angkatan Laut (marine) Pada tanggal 18 Agustus 1945 dibentuknya UUD Negara RI Tahun 1945, yang dapat dipandang sebagai akte kelahiran dari Negara Republik Indonesia. Selain itu juga diangkat Presiden dan Wakil Presiden. Pada tanggal 19 Agustus tahun 1945 oleh PPKI ditetapkan susunan kementrian negara dan pada tanggal 2 September 1945 Presiden mengangkat menteri-menteri Negara yang masing-masing mengepalai satu departemen, yaitu: Dalam negeri, Luar negeri, Kehakiman, Keuangan, Kemakmuran, Kesehatan, Pengajaran dan Pendidikan, Sosial, Pertahanan, Penerangan, Perhubungan dan Pekerjaan Umum.

Pada tanggal 23 Maret 1956 Presiden mengambil sumpah para anggota DPR di Istana Negara Jakarta dan pada tanggal 10 Nopember melantik anggota Konstituante di gedung Konstituante di Bandung. yaitu Republik Indonesia Serikat dengan konstitusinya disebut dengan Konstitusi RIS. Maka Belanda berusaha kembali untuk menguasai negara RI akhirnya melahirkan suatu Negara Serikat. Kabinet Kerja terdiri dari tiga kelompok Menteri. K. KKN. Keadaan ini dibonceng oleh PKI dan akhirnya meletus peristiwa G. KSAL. Dalam sidang istimewa. yaitu Kabinet Kerja.PKI tahun 1965.Pres No. Peristiwa ini sekaligus menarik garis pemisah masa pemerintahan sebelumnya dengan sebutan Orde Lama dan Orde Baru. . Ternyata hasil pemilu itu kemudian menimbulkan masalah dalam kehidupan ketatanegaraan Indonesia. Susunan Kabinet Kerja kemudian dilengkapi dengan Menko. Jaksa Agung. Idham Khalid selaku WAPERDAM II. Berhubung kabinet karya disandarkan kepada UUDS 1950 yang dinyatakan tidak berlaku melalui Dekrit Presiden 5 Juli 1959. dibawah UUDS tahun 1950 telah diselenggarakan Pemilu yang pertama kali tanggal 1 April 1954 hingga tanggal 16 Juli 1956. XIII/MPRS/1966 dibentuk Kabinet Ampera dengan Kep. Menteri Muda dan Menteri Ex Officio (KASAD. 163/1966. MPRS melalui TAP No. Hardi selaku WAPERDAM I. Namun pada tanggal 17 Agustus 1950 (kurang dari satu tahun masa RIS) bentuk negara kembali ke bentuk negara kesatuan dan lahirlah Undang-Undang Dasar Sementara tahun 1950. Berdasarkan ketetapan MPRS No. sistem pemerintahan belum dapat dilaksanakn secara penuh. pada tanggal 6 Juli 1959 kabinet Djoeanda mengembalikan mandat kepada Presiden. Dalam sidang umum MPRS V dengan TAP No. XLIV/MPRS/1968 Jenderal Soeharto diangkat sebagai Presiden RI. Struktur Kabinet pembangunan terdiri atas 18 menteri yang memimpin departemen dan 5 menteri Negara. Program Kabinet Ampera terkenal dengan nama Dwidharma Catur Karya. XXXIII/MPRS/1967 kekuasaan Presiden Soekarno ditarik/dicabut dan Jenderal Soeharto diangkat sebagai Pejabat Presiden. Ketua DPR dan MPRS menjadi Menko. yaitu: Menteri Inti. Pada tanggal 11 Oktober diadakan perubahan terhadap Kabinet Ampera. Djoeanda selaku PM.Karena saat itu. siding istimewa tahun 1967 dan sidang umum V tahun 1968. KSAU. Pelaksanaan pemerintahan dengan Demokrasi Terpimpin ternyata mengarah ke pemusatan kekuasaan di tangan presiden. Langkahlangkah pertama pemerintahan Orde Baru diawali dengan Supersemar tahun 1966. Pada tanggal 9 Juli Presiden membentuk Kabinet baru. Mr. langkah konstitusional ditempuh melalui siding-sidang umum MPRS pada tahun 1966. Melalui TAP No. Undang-undang. dan peraturan-peraturan lain dijalankan (Pasal 82). kabinet itu terkenal dengan nama Kabinet karya.XLI/MPRS/1968 telah ditetapkan pembentukan Kabinet Pembangunan. tugas pemerintah di bidang eksekutif adalah menyelenggarakan kesejahteraan Indonesia dan teristimewa berusaha supaya UUD. sedangkan wakil ketuanya menjadi menteri.30 S. Wakil Ketua DPA dan Ketua Dewan Nasional). Kemelut kabinet terus berlangsung dan akhirnya Presiden Soekarno telah memutuskan menunjuk dirinya sendiri sebagai Kepala Negara membentukk baru yang dilantik tanggal 9 April 1957 dipimpin oleh Ir.H. Untuk membentuk anggota DPR dan Dewan Konstituante.

Van . telekomunikasi b. Melindungi bangsa dan wilayah terhadap kerusuhan dari dalam (pembentukan dan pemeliharaan hukum. Hukum Tata Negara menyoroti negara dalam keadaan bergerak.Oppenheim mengetengahkan perbedaan terhadap tinjauan Negara oleh hukum tata negara dan oleh hukum administrasi. Dalam Negeri dan Kehakiman. Sebagai kelanjutannya ditemukan “tugas-tugas negara yang lebih klasik” dan “tugas-tugas negara yang lebih modern”. Pengembangan masyarakat C. Pendapat selanjutnya dijabarkan oleh C. polisi) Penagihan uang pajak dan pengelolaan dana tersebut untuk kepentingan pembiayaan tugas-tugas negara Kementerian-kementerian “lama” yang paling terkenal adalah: Departemen Luar Negeri dan Pertahanan. demikian pula Departemen Keuangan. industri e. planologi dan Perumahan rakyat d. Pemerintahan dalam zaman modern Ciri-ciri yang paling penting dari negara ialah pelaksanaan kekuasaan dalam arti menciptakan suatu ketertiban tertentu dalam kenyataan. angkutan. pos. Jalan. 5 tahun 1986 tentang Peradilan Tata Usaha Negara.perdagangan. Lingkungan.  Tugas-tugas Modern Pemerintah adalah: a. 3. Perekonomian. Melindungi bangsa dan wilayah terhadap serangan dari luar (pertahanan) b. Pemeliharaan kesehatan c. Jaminan sosial f. Lahirnya UU ini telah memberikan penghargaan tersendiri bagi hukum administrasi. pertanian dan perikanan. perhubungan. c. Urusan tenaga kerja. Definisi dan Deskripsi Hukum Administrasi Deskripsi dari J. Kebudayaan. sungai.  Tugas-tugas Klasik Negara adalah: a. Hukum Adminaistrasi Modern seringkali merupakan suatu akibat dari kesukaran dan kebutuhan yang berbagai macam yang kerapkali ada kaitan langsung dengan pertumbuhan penduduk. Pendidikan.Pada tanggal 29 Desember tahun 1986 telah disahkan dan diundangkan Undangundang No.

Yang dimaksudkan dengan lapangan hukum administrasi khusus adalah peraturanperaturan hukum yang berhubungan dengan bidang tertentu dari kebijaksanaan penguasa. 3. Hukum Administrasi Negara Heteronom. 1. TAP MPR. Elemen yang demikian itulah kemudian membentuk hukum administrasi umum. baik tinggi maupun rendah. dan terdiri dari dua tingkatan. D. Hukum Tata Negara adalah keseluruhan peraturan hukum yang membentuk alat-alat perlengkapan negara dan menentukan kewenangan alat-alat perlengkapan negara tersebut. Dari lapangan hukum administrasi khusus itulah kemudian dicari elemen-elemen umum yaitu elemen yang terdapat dalam tiap lapangan khusus tersebut. setelah alat-alat itu akan menggunakan kewenangan-kewenangan ketatanegaraan. bersumber pada UUD. Pada mulanya perkembangan hukum administrasi umum itu hanya merupakan suatu perkembangan dalam ilmu pengetahuan sendiri. Hukum administrasi adalah keseluruhan ketentuan yang mengingat alat-alat perlengkapan negara. . umpamanya dengan menetapkan keputusan-keputusan larangan tertentu atau dengan menerbitkan sistem-sistem perizinan. Prajudi Atmosudirdjo dalam bukunya Hukum Administrasi Negara merumuskan definisi kerja hukum administrasi Negara adalah hukum yang secara khas mengenai seluk beluk daripada administrasi Negara. dan UU adalah hukum yang mengatur seluk beluk organisasi dan fungsi administrasi Negara. Hukum Administrasi Negara Otonom. Perkembangan Hukum Administrasi Hukum administrasi telah berkembang dalam suasana manakala pihak pemerintah mulai menata masyarakat dan dalam kaitan itu menggunakan sarana hukum. adalah hukum operasional yang dicipta oleh Pemerintah dan Administrasi Negara sendiri. Perkembangan kedua yang penting dimulai dengan diperkenalkannya peradilan administrasi Negara. Sedangkan hukum administrasi umum adalah peraturan-peraturan hukum yang tidak terikat pada suatu bidang tertentu dari kebijaksanaan penguasa. Perkembangan hukum administrasi umum boleh dikatakan baru saja tumbuh sejak Perang Dunia Kedua Dapat dikatakan bahwa perkembangan hukum (pemerintahan) administrasi umum yang sedang giat dilaksanakan di banyak Negara. 2. bergerak dalam tiga taraf secara berturut-turut.Vollenhoven dalam definisi hukum tata negara dan definisi hukum administrasi. Lapangan Hukum Administrasi Khusus dan Hukum Administrasi Umum E. Perkembangan yang ketiga timbul manakala pembuat UU memutuskan dengan tujuan menyelaraskan tindakan-tindakan pemerintah untuk mengadakan “pembuatan UU umum”.

Hukum privat berisi norma-norma yang penegakkannya dapat diserahkan kepada pihak partikelir. Kedudukan Hukum Administrasi dalam Lapangan Hukum Hukum administrasi materiil terletak diantara hukum privat dan hukum pidana. Penelitian Lapangan Hukum Administrasi Khusus W. karena hukum administrasi merupakan “instrumenteel recht”. Hubungan antara hukum administrasi dengan hukum internasional tidak lepas dari hakekat hukum administrasi sendiri. Hukum tata negara dan hukum administrasi memuat aturan-aturan yang menguasai jalannya lingkaran politik dan pemerintahan. Prins mengemukakan bahwa perkembangan hukum administrasi bermula dari lapangan-lapangan khusus karena kebutuhan untuk mengatur lapangan-lapangan pekerjaan pemerintahan dalam bidang khusus tertentu. 2. yakni hubungan antara penguasa dan rakyat. Hukum Administrasi dan Ilmu Pemerintahan Lain . F. Penelitian Lapangan Hukum Administrasi Umum Untuk memperoleh gambaran dari keseluruhan aspek hukum administrasi umum itu kita menggunakan cara pemikiran yang berikut. artinya suatu perjanjian internasional hanya mengikat negara dan tidak mengikat rakyat. G. Pelaksanaan perjanjianperjanjian internasional oleh penguasa terhadap rakyat akan menyentuh lapangan hukum administrasi. Hukum administrasi juga berhubungan dengan hukum internasional. Hubungan antara pihak pemerintah dengan masyarakat pada masing-masing bidang urusan pemerintah ditandai oleh dua saluran kegiatan : pihak pemerintah mempengaruhi masyarakat umum dan masyarakat mempengaruhi kalangan pemerintah. Dalam hal ini sistem hukum kita menganut stelsel dualisme. Dengan demikian dapat dikembangkan bidang-bidang hukum administrasi yang menunjang pembangunan pertanian. perindustrian dan bidang-bidang lainnya. Beberapa keputusan pemerintah tertentu mengakibatkan hasil-hasil pemilihan tertentu yang kembali dapat berpengaruh pada timbulnya keputusan-keputusan pemerintah yang baru. Dalam mengadakan penelitian dan mengembangkan hukum administrasi disarankan agar dikembangkan bidang-bidang hukum administrasi yang menunjang Pembangunan Nasional sesuai dengan arah Pembangunan yang digariskan oleh Garis-Garis Besar Haluan Negara.1. Untuk dapat mengikat rakyat diperlukan suatu Undang-undang tersendiri. Hukum pidana berisi norma-norma yang begitu penting bagi kehidupan masyarakat sehingga penegakan norma-norma tersebut tidak diserahkan pada pihak partikelir tetapi harus dilakukan oleh penguasa. Diantara kedua bidang hukum itu terletak hukum administrasi (hukum antara).F. Pihak pemerintah mempunyai tugas-tugas tertentu terhadap masyarakat seperti melindungi masyarakat terhadap ancaman luar negeri atau melaksanakan suatu kebijaksanaan lingkungan.

Hukum administrasi jadinya hanya merupakan salah satu dari keseluruhan ilmuilmu pemerintahan. yang objeknya adalah pemerintahan Ilmu pemerintahan yang terpenting adalah: soal-soal keuangan negara. dan ilmu politik pemerintahan. sosiologi. dsb. maka sumber-sumber hukum kebanyakan itu adalah sumber-sumber hukum lain seperti hasil-hasil tulisan ilmu pengetahuan yang lama. dalam ilmu pemerintahan dapat ditemukan dua macam pendekatan: pendekatan empiris dan pendekatan normatif. sementara pendekatan normatif menelaah putusan-putusan normatif. Pengertian Sumber Hukum Hukum dapat ditinjau dari berbagai aspek. sosiologi pemerintahan. Perkembangan Pemerintahan Umum di Masa Depan Hukum Administrasi itu terlibat dengan perkembangan-perkembangan yang cepat. notulen dari sidang rapat. B. ilmu politik. perlu kiranya diingatkan bahwa hukum administrasi modern itu bergantung dari dua macam dorongan : a. pertumbuhan dan penyempurnaan hukum administrasi adalah suatu proses otonom yang dapat dicapai dengan bantuan ilmu pengetahuan. H. Ketika orang menulis suatu studi yang bersifat sejarah. Seseorang mampu menjelaskan hukum positif yang berlaku dan secara bersamaan mampu menjelaskan dengan tegas sumbersumber tempat hukum positif itu dikaji. yaitu bagian yang membahas aturan-aturan yang tertulis dan yang tek tertulis dari pemerintahan umum. hukum administrasi. yang termasuk ilmu pemerintahan ialah ilmu hukum. peradilan dan perundangundangan umum. Hukum administrasi tergantung dari apa yang dibayangkan oleh pihak politik sebagai tugas dari pemerintah. A. Tentu saja politik itu tidak mengambil keputusan secara otonom (mandiri) dalam tugas-tugas pemerintah. Pendekatan empiris bertujuan untuk menelaah pengaruh yang nyata dari pemerintahan umum. Dorongan dari sudut politik dan pemerintahan.Hukum administrasi bukan satu-satunya ilmu pengetahuan mengenai pemerintahan umum. Perubahan-perubahan dalam tugas-tugas pemerintah tercermin dalam hukum administrasi terutama dalam perubahan-perubahan pada bagian-bagian khusus dari hukum administrasi. Pancasila Sebagai Sumber Hukum . Sebelum membahas persoalan itu. Dengan tumbuhnya bagian-bagian khusus dari hukum administrasi kebutuhan juga meningkat. BAB II SUMBER-SUMBER HUKUM ADMINISTRASI b. Perkembangan dalam bidang hukum administrasi otonom.

Ketetapan MPR No. Soekarno. Dalam Tap MPRS No. Dekrit 5 Juli 1959 (Suatu keputusan Presiden RI. Inpres.) b. Dalam arti. bentuk wadah suatu badan pemerintahan tententu dapat meciptakan badan hukum. berarti UUD 1945. cita-cita moral mengenai kehidupan kemasyarakatan dan keagamaan sebagai pengejawantahan dari Budi Nurani Manusia. untuk dan atas nama Presiden/Panglima Tertinggi ABRI. V/MPR/1973 tentang Peninjauan Produk-Produk yang Berupa ketetapan-Ketetapan MPRS RI jo. diatur dalam MPRS No. Permen. kemerdekaan bangsa. keadilan sosial. cita-cita politik mengenai sifat. Sumber hukum dalam Arti Formal Sumber-sumber hukum dalam arti formal diperhitungkan terutama “bentuk tempat hukum itu dibuat menjadi positif oleh instansi Pemerintahan yang berwenang”. prikemanusiaan. Mentri/Panglima AD.) d. Keppres. batang Tubuh dan Penutup. Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 (Yang dimaksud adalah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia yang dibacakan oleh Ir. PP. .IX/MPR/1978 tentang perlunya penyempurnaan yang termaktub dalam pasal 3 Tap MPR No. XX/MPR/1966. serta Instruksi Mentri & Surat Mentri. yang isinya: a) Pembubaran Konstituante b) Berlakunya kembali UUD 1945 dan tidak berlakunya lagi UUDS 1950 c) Pembentukan MPRS dan DPAS) c. V/MPR/1973. Serat Perintah 11 Maret 1966. perdamaian nasional dan mondial. (Berisi perintah kepada Letnan Jendral Soeharto. UU & PP sebagai Pengganti UU (Perpu).XX/MPR/1966. bahwa Pancasila itu mewujudkan dirinya dalam: a. bentuk-bentuk dan tujuan negara. Yang artinya bahwa Pancasila adalah pandangan hidup.) C. Undang-Undang Dasar Proklamasi.Dalam Tap MPR No. dan (Adalah UUD 1945 yang terdiri dari Pembukaan / Preambule. kesadaran dan cita-cita hukum serta cita-cita mengenai kemerdekaan individu. Tap MPR. Pancasila Dinyatakan Sebagai Sumber Dari Segala Sumber Hukum”. Sumber Hukum (formal) di Indonesia.

Oleh karena itu. Bentuk Tap MPR ini pertama kali keluar pada 1960. Untuk itu. Garis-garis besar dalam bidang eksekutif yang dilaksanakan dengan Keputusan Presiden. 3. saat berlakunya Konstitusi RIS. Hal ini juga berarti. akhirnya ditetapkanlah UU Federal No. UU / Perpu . Garis-garis besar dalam bidang legislatif yang dilaksanakan dengan UU. karena mayoritas rakyat daerah-daerah bagian tidak menghendaki bentuk negara serikat. Namun Konstitusi RIS hanya berlaku selama 8 bulan. UUD ini berlaku hingga 27 Desember 1949. Ketetapan MPR di satu pihak dapat dilaksanakan dengan Keputusan Presiden. b. UUD 1945 UUD 1945 ditetapkan oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia pada tanggal 18 Agustus 1945. Meski UUD 1945 hanya terdiri dari 37 Pasal. Dan memiliki arti penting di bidang hukum.1/MPRS/1960 tentang Manifesto Politik RI sebagai GBHN. Setelah itu UUD 1945 hanya berlaku di negara bagian RI. Tap MPR Tap MPR ini merupakan putusan majelis yang yang mempunyai kekuatan hukum mengikat ke luar dan ke dalam MPR. tetapi didalamnya telah diatur hal-hal mendasar dalam berbagai bidang kehidupan.7 Tahun 1950. ia semacam “streefgrondwet”. Berdasarkan Tap MPRS No. yaitu Ketetapan MPRS RI No.XX/MPRS/1966 (lampiran) bentuk putusan (peraturan) MPR ini memuat: a.Skema Sumber Hukum Administrasi (dalam arti formal) (norma baerjenjang: gelede of getrapt normstelling) UUD 1945 Tap MPR UU / Perpu PP Keppres Peraturan pelaksanaan Bawahan lainnya Keputusan Tata Usaha Negara: norma penutup PENJELASAN 1. 2.

6. Instruksi Mentri dan Surat Mentri. Keppres ini memuat keputusan yang bersifat khusus (einmalig). PP memuat aturan-aturan yang sifatnya umum. Peraturan Mentri dan Surat Keputusan Mentri Adalah peraturan yang dikeluarkan oleh seorang Mentri. Peraturan Pelaksanaan Bawahan Lainnya Peraturan Pelaksanaan Bawahan lainnya. harus mendapat persetujuan dari DPR dalam persidangan. Namun. 5. Peraturan Daerah dan Keputusan Kepala Daerah . Namun. Surat Keputusan Bersama (dibuat oleh beberapa Mentri). sedang DPR tidak dilibatkan. Keppres yang berisi pemberian tunjangan kepada pejabat negara tertentu.XX/MPRS/1966. berbeda dengan PP. Seperti diatur dalam Tap MPR No. Keppres Keppres dikeluarkan oleh Presiden. Perpu itu harus dicabut dan akibat hukum yang timbul harus diatur.Undang-undang adalah produk legislatif presiden (pemerintah) bersama DPR. dalam prakteknya. b. Untuk Perpu. Keputusan Presiden yang mengatur hal-hal tertentu. seperti: a. yaitu: a. b. c. jika suatu Perpu tidak mendapat persetujuan DPR. Dan Perpu itu hanya dibuat jika negara dalam keadaan darurat saja. ditentukan bahwa PP dibuat dan dikeluarkan oleh Presiden untuk melaksankan UU. dalam hal-hal yang sifatnya memaksa. 4. Perbedaannya hanyalah bahw Perpu hanya dibuat oleh Presiden saja. Keppres yang berisi pengangklatan seseorang menjadi Mentri atau menjadi Duta Besar atau Guru Besar atau Dirjen suatu Departemen. dengan alasan kerena PP tersebut bertentangan dengan PP yang lebih tinggi. Selain itu masih ada Surat Keputusan Mentri (keputusan Mentri yang sifatnya khusus mengenai masalah tertentu di bidang tugasnya). MA dalam pemeriksaan tingkat kasasi berwenang untuk menyatakan tidak sah. Presiden berhak menetapkan Peraturan Pemerintah sebagai Pengganti Undang-Undang (Perpu) yang sama derajatnya dengan UU. yang berisikan ketentuan-ketentuan tentang bidang tugasnya. Inisiatif mengajukan usul Rancangan UU dapat berasal dari Presiden maupun DPR. PP Dalam Pasal 5 ayat (2) UUD 1945. ada tiga macam Keppres.

yaitu: . Perda dapat memuat Ketentuan tentang ancaman pidana kurungan selama-lamanya 6 bulan atau denda sebanyak-banyaknya lima puluh ribu rupiah. Hukum Tidak Tertulis Adalah hkum yang tidak dibentuk oleh sebuah badan legislatif (unstatutory law). Macam-macam faktor sosiologis. c.Indonesia merupakan Negara Kesatuan yang menganut sistem Desentralisasi. Singkatnya adalah “Hukum Adat” yang dipakai dalam ilmu pengetahuan hukum. d. yaitu antar negara-negara. D. Namun penelaahan sumber-sumber hukum juga dapat relevan bagi seseorang yang mempelajari hukum dalam sisi yang formal yang akhir-akhir ini sering dibandingkan dengan sumber-sumber sosiologis hukum. atau antar negara denga subyek hukum bukan negara satu sama lain. 8. Perda ditangani oleh Kepala Daerah dan ditanda tangani serta oleh Ketua Dewan Perwkilan Rakyat Daerah. Doktrin Adalah pendapat pendapat para pakar dalam bidangnya amsing-masing yang berpengaruh. hukum yang timbul karena putusan hakim. yang terbagi-nagi dalam daerah-daerah otonom. dengan atau tidak dengan merampas barang tertentu untuk negara. Sumber Hukum dalam Pengertian Sosiologis Sumber-sumber hukum dalam artian sosiologis merupakan lapangan pekerjaan bagi seorang sosiolog hukum. Adalah keseluruhan kaedah-kaedah dan asas-asas yang mengatur hubungan atau persoalan yang melintasi batas-batas negara. 7. Keputusan Tata Usaha Negara (administratieve beschikking): norma penutup Keputusan ini dibuat baik untuk menyelenggarakan hubungan dalam lingkungan alat-alat perlengkapan negara yang membuatnya dengan seorang partikelir. Pendapat ini sering digunakan sebagai sumber dalam pengambilan keputusan. dan hukum kebiasaan yang hidup di dalam masyarakat. Hukum Internasional. Selain itu ada juga Keputusan Kepala Daerah yang ditetapkan untuk melaksanakan Perda atau Urusan-urusan dalam rangka tugas pembantuan. terutama oleh para hakim. yaitu hukum yang hidup sebagai konvensi di badan-badan hukum negara.

buku-buku ilmiah. yaitu dokumen-dokumen resmi kuno. dan sebagainya terlihat dinamika/perubahan yang cukup besar.1. istilah sumber memiliki dua makna: 1) Sebagai sumber pengenal dari hukum yang berlaku pada suatu saat tertentu 2) Sebagai sumber tempat asal pembuat UU yang menggalinya dalam sistem suatu aturan menurut UU. Hubungan-hubungan politik dalam corak penting dalam menentukan apakah suatu tugas umum tertentu dilakukan oleh provinsi atau kota praja atau oleh pemerintah pusat atau badan-badan swasta. Menurut para sejarawan hukum. Dalam menciptakan tata tertib dalam banyaknya bentuk-bentuk organisasi itu dapat dilakukan paling baik dengan pndekatan pada struktur formal dari organisasi pemerintahan seperti yang diatur dalam peraturan perundang-undangan dengan cara pendekatan bersifat yuridis pemerintahan. Ada 4 macam pembedaan yang penting dalam hal ini. BUMN. Misalnya BUMN yang diswastakan atau perusahaan swasta yang dinasionalisasikan. Sumber Hukum dalam Pengertian Sejarah Dalam arti sejarah. . Perlu didapatkan suatu gambaran yang baik dalam berbagai macam kelembagaan pemerintah. BAB III SUSUNAN PEMERINTAH A. dsb. Karena di banyak negara orang melihat bahwa lembaga-lembaga pemerintah selalu berubah-ubah. Pembedaan antara Wewenang yang sifatnya Hukum Publik dengan Wewenang Hukum Perdata. Tinjauan Umum Dalam membuat struktur dalam dan hubungan pemerintahan umum mutlak bahwa yang digunakan adalah bahasa yang sama dan tingkat pengertian yang sama. Untuk badan-badan yang terpenting dari Pemerintah Pusat. majalah-majalah. penggajian. hubungan tenaga kerja. akan tetapi untuk badan-badan pemerintahan. Pendekatan yang bersifat yuridis pemerintahan menyangkut hal bahwa kita bertolak dari istilah-istila dan pertimbangan-pertimbangan yang bersifat yuridis. 2. yaitu : a. E. propinsipropinsi dan kotapraja-kotapraja umumnya cukup stabil (tidak berubah). Situasi sosial-ekonomis menetukan isi perundang-undangan dalam bidangbidang harga.. dll. hal yang paling penting adalah sumber pertama.

maka badan hkum itu memiliki wewenang yang tergolong organisasi pemrintah. Wewenang yang sifatnya hukum publik justru yang bersifat hukum perdata dapat dilaksanakan oleh para pegawai yang secara hirarkis masih pegawai rendahan yang memiliki wewenang sesuai dengan undang-undang atau yang disebut dekonsentrasi. Badan yang bersangkutan dapat berbentuk suatu badan yang didirikan oleh UU. Wewenang hukum publik hanya dapat dimiliki dan harus dimasukkan dalam golongan penguasa. tetapi dapat juga suatu badan pemerintahan dari yayasan/lembaga yang sifatnya hukum perdata yang memiliki wewenang hukum publik. Akan tetapi perlu dibuat suatu ukuran tambahan untuk menyaring lembaga-lembaga mana dengan wewenang hukum perdata yang harus digolongkan dalam pihak Pemerintah. kotapraja atau propinsi yang pendiriannya berdasarkan surat keputusan organisasi hukum publik. jika merupakan badan hukum sesuai dengan hukum perdata : negara. Pembedaan antara Surat Keputusan Pembentukan Badan yang bersifat Hukum Publik dengan yang bersifat Hukum Perdata. kotapraja. Selain itu suatu organisasi fungsional dapat didirikan dalam bentuk yayasan atau perseroan terbatas ini yang disebut badan hukum atas dasar surat keputusan pendirian menurut hukum perdata. mengambil kaputusankeputusan atau menetapkan suatu rencana dengan akibat-akibat hukum. Badan-abadan yang memiliki hukum publik dan dewan-dewan yang memiliki wewenang ini disebuta ” badan-badan pemerintahan administratif dan yang mengeluarkan aturan-aturan. Pembedaan antara para Pegawai dan Pejabat Negara. Jika pembentukn suatu organisasi/badan hukum terjadi sesuai atau menurut UU atau ditetapkan dalam suatu putusan organisasi yang bersifat hukum publik. badan-badan umum atau lembaga yang memiliki wewenang hukum secara eksplisit/nyata. Suatu lembaga pemerintahan hanya dapat melakukan wewenang hukum perdata. propinsi.” Wewenang hukum perdata dimiliki oleh orang-orang pribadi dan badan-badan hukum. masih saja harus ditentukan bahwa lembaga itu bagian dari organisasi pemerintahan. b.Wewenang hukum publik adalah wewenang untuk menimbulkan akibat-akibat hukum yang sifatnya hukum publik. harus digolongkan dalam desentralisasi fungsional. karena memang badan-badan swasta punya wewenang itu. seperti mengeluarkan aturan-aturan. Walau suatu kembaga yang demikian tidak memiliki wewenang hukum publik dan hanya memiliki wewenang hukum perdata. c. Akan tetapi ini tidak berlakuk bagi lembaga-lembaga yang punya wewenang hukum perdata. sehingga lembaga-lembaga dengan hukum perdata termasuk dalam desentralisasi (fungsional). Bentuk organisasi fungsional (badan hukum) yang tidak termasuk negara. Yang digolongkan dalam desentralisasi di Belanda adalah : .

4. 3. . Pengawasan Kualitas: kontrol atas kebolehan dan kualitas teknis pengambilan keputusan dan tindakan-tindakan aparat pemerintah yang lebih rendah. Kontrol) Pengawasan dilaksanakan oleh badan-badan Pemerintah yang bertingkat lebih tinggi terhadap badan-badan yang lebih rendah. sbb: 1. maka tanggung jawab pemerintah sudah ditandai dengan jelas. Hubungan Antara Tingkat-Tingkat Dalam Pemerintahan Mengenai hubungan diantara tingkat-tingkat dalam pemerintahan harus dibedakan diantara : a.• Provinsi dan Kota Praja • Badan-badan yang mewakili wewenang hukum publik • Badan-badan/Badan-badan hukum yang mewakili wewenang hukum perdata yang ditetapkan dengan atau berdasarkan UU • Lembaga pemerintahan yang menurut surat keputusan organisasi mereka memperoleh otonomi tertentu terhadap mentri Yang tidak tergolong dalam desentralisasi adalah pelaksanaan wewenang oleh para pegawai (dekonsentrasi) dan penggunaan bentuk yayasan dan perseroan terbatas oleh pihak pemerintah (jika perlu disebut juga sebagai desentralisasi fungsional yang sifatnya hukum perdata). konflik/perselisihan dari aparat Pengawasan Kebijaksanaan: disesuaikannya kebijaksanaan pemerintah yang lebih rendah terhadap yang lebih tinggi. Dengan membuat pembedaan antara badan-badan hukum yang didirikan dengan atau berdasarkan undang-undang dengan badan-badan hukum yang lain. misalnya diantara kotapraja-kotapraja. 5. Koordinasi: mencegah atau mencari penyelesaian kepentingan. B. Untuk pengawasan ada beberapa alasan. Perlindungan hak dan kepentingan warga: dalam situasi tertentu mungkin diperlukan suatu perlindungan khusus utnuk kepentingan dari seorang warga. Alasan-alasan Keuangan: peningkatan kebijaksanaan yang tepat dan seimbang dari aparat pemerintah yang lebih rendah. Hubungan Vertikal (Pengawasan. Berbeda dengan desentralisasi fungsional yang bersifat hukum perdata. pertanggungjawaban itu juga diuraikan dengan jelas dalam satu atau lebih perundang-undangan yang dapat diketahui oleh setiap orang. 2.

Pengawasan Preventif. yaitu pengawasan yang dilakukan sebelumnya.Beberapa bentuk pengawasan (kontrol): 1. Pengawasan Represif. 4. Asas-asas yang penting.Asas Kepercayaan b. sbb: Asas Legalitas (pelaksanaan pengawasan harus berdasarkan kewenangan menurut UU) . Perencanaan 10. Ada beberapa negara yang dapat ditemukan adanya kemungkinan kerjasama . 3. Pengangkatan untuk Kepentingan Pemerintah Pusat Aturan-aturan tentang pengawasan dalam Undang-Undang Tertulis. Konsultasi dan Perundingan 6. Dinas-Dinas Pemerintah yang didekonsentrasi 8. 2. misalnya yang terwujud dalam tuntutan bahwa suatu persetujuan hanya dapat ditolak dengan alasan-alasan tertentu dalam yurisprudensi di negeri Belanda ditemukan asas-asas pemerintahan yang baik yang tertulis. Hak Banding Administratif 7. yaitu pengawasan yang dilakukan kemudian. 5. Pengawasan Positif. Hubungan Horizontal (Kerjasama) Banyak tugas pemerintah hanya dapat dilaksanakan secara memuaskan melalui jalan kerjasama. Kewajiban untuk memberi tahu. Keuangan 9.Beberapa asas tentang prosedur seperti asas kecermatan .Asas Pengawasan Terbatas (pengawasan yang dibatasi pada sasaran yang telah dijadikan pedoman pada waktu kewenangan itu diberikan) Asas Motivasi (pengawasan harus dapat mendukung keputusan yang diambil berdasarkan pengawasan dan keputusan yang harus dimotivasi kepada masyarakat luas) .

Sebagai konsekuensi sistem desentralisasi yang dianut oleh NKRI. DPA. Badan/Lembaga untuk Bersama Lembaga ini hanya memiliki wewenang untuk melaksanakan wewenang yang sifatnya hukum publik. Susunan pemerintahan tingkat pusat diatur dalam UUD dan dalam bebagai peraturan perundang-undangan lainnya. Susunan Pemerintah Negara Indonesia (Umum) Susunan organisasi RI terdiri dari dua susunan utama.yang sifatnya hukum pubik diantara para pejabat instansi berdasarkan UU. Sedangkan kekuasaan mengubah UUD dikelompokkan sebagai wewenang.2. Susunan pemerintahan tingkat daerah diatur dalam UU dan terdiri dari berbagai tingkat seperti Daerah Tk. DPR. menetapkan GBHN. Berbagai urusan pemerintahan dapt diserahkan atau dilaksanakan atas bantuan satuansatuan pemerintahan yang lebih rendah dalam bentuk otonomi atau tugas pembantuan. Sedangkan urusan pemerintahan yang yang diserahkan kepada daerah. dan memilih serta mengangkat presiden dan wakil pesiden. BPK. tidak semua urusab pemerintahan diselenggarakan sendiri oleh pemerintah pusat. yaitu susunan organisasi negara tingkat pusat dan tingkat daerah. D. Lembaga-Lembaga Negara (1). yaitu suatu kotapraja yang merupakan suatu sentrum(pemusatan) yang besar. UndangUndang ini terdiri dari tiga macam kerjasama.1 dan Daerah TK. Badan-badan kenegaraan yang diatur dalam UUD 1945 yaitu MPR. Fungsi yang dipusatkan Beberapa wewenang dari kotapraja yang ikut ambil bagian. menjadi urusan rumah tangga daerah. Badan Hukum Untuk Bersama Suatu badan hukum menurut undang-undang hukum perdata dengan adanya lembaga-lembaga yang bersifat hukum publik. daerah mempunyai kebebasan untuk mengatur dan mengurus sendiri dengan pengawasan dari pemerintah pusat atau satuan pemerintahan yang lebih tinngi tingkatannya dari daerah yang bersangkutan. diserahkan/dikuasakan pada salah satu dari yang mengambil bagian. C. 3. 2.Selain . Presiden. dan MA. yaitu: 1. Dan terhadap urusan pemerintahan yang diserahkan itu. Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) MPR merupakan lembaga tertinggi negara yang tugasnya menetapkan UU.

(3). Mahkamah Agung (MA) Mahkamah Agung adalah lembaga negara yang menjalankan kekuasaan kehakiman teritinggi di negara RI serta penadilan negara tertinggi dari semua badan peradilan di Indonesia. Menurut Tap MPR No.mengubah UUD. (2). Tiap UU menghendaki persetujuan DPR. e. Menguji secaramateril peraturan perundang-undangan yang tingkatannya lebih rendah dari Undang-Undang.III/MPR/1978 (Tap MPR No. Presiden yang embentuk UUD dengan persetujuan DPR akan tetapi persetujuan DPR bukanlah menunjukkan bahwa presiden mempunyai kekuasaan lebih besar dari DPR dalam membentuk UU. Tugas umum lain DPR adalah mengawasi jalannya pemerintahan. c. DPA berkewajiban memberi jawaban atas pertanyaan presiden. DPR mempunyai hak inisiatif ntuk mengajukan Rancangan UU. c. Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Sistem ketatanegaraan RI memiiki 2 badan perwakilan tingkat pusat yaitu MPR dan DPR.VI/MPR/1973) menegaskan bahwa: a. (4). DPA adalah sebuah badan penasehat pemerintah b. Dewan Perwakilan Agung (DPA) Susunan DPA diatur dengan UUD sedangkan hak an kewajibannya adalah memberi jawaban atas pertanyaan presiden dan berhak mengajukan usul kepada pemerintah. . Memutuskan dalam tingkat pertama dan terakhir semua sengketa yang timbul d. Memberikan pertimbangan dalam bidang hukum baik diminta atau tidak diminta kepada lembaga tinggi negara lain. Memberikan nasehat hukum kepada presiden dalam rangka pemberian grasi. DPA berhak mengajukan usul dan wajib memberkn pertimbangan kepada pemerintah akan tetapi sifatnya tidak mengikat secara hukum. Wewenang Mahkamah Agung adalah : a. ketetapan MPR tersebut mementukan juga wewenang lain yang diatur secara tegas dalam UUD. Memeriksa dan memutuskan: b.

Melaksanakan pengawasan tertinggi terhadap peradilan. Wakil Presiden . amnesti. peringatan pada semua lingkungan peradilan. b. (2). ketentuan tak tertulis maupun berdasarkan kebebasabbertindak untuk mencapai tujuan pembentukan pemerintahan seperti diamanatkan oleh pembukaan UUD.  Peraturan pemerintah  Keputusan Presiden c. Penyelenggaraan Pemerintah Pusat (1). Dalam menjalankan pemerintahan negara.presiden menjalankan kekuasaan: a. kekuasaan dan tanggungjawab adalah di tangan presiden. Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) BPKadalah lembaga negara yang diadakan untuk memeriksa tanggungjawab tentang keuangan negara dan dalam menjalankan tugasnya. Presiden Presiden ialah penyelenggara pemerintah tertinggi dibawah majelis.f. baik yang ditentukan dalam peraturan perundang-undangan. menyelenggarakan pemerintahan sehari-hari. BPK harus terjamin lepas dari pengaruh dan campur tangan pemerintah termasuk dari seua unsur-unsur kekuasaan negara lain. meminta keterangan mengenai hal-hal teknis peradilan. (5). Penyelenggaraan pemerintahan sehari-hari mencakup semua lapangan administrasi negara. abolisi dan rehabilitasi. Kekuasaan di bidang kehakiman Presiden memberikan grasi. Sebagai pemegang kekuasaan pemerintahan (eksekutif) tertinggi. Kekuasaan Dalam Bidang Pemerintahan (Eksekutif) Presiden beserta seluruh unsur administrasi negara lainnya. E. Kekuasaan presiden di bidang perundang-undangan Kekuasaan ini terdiri dari berbagai bentuk :  Pembentukan Undang-Undang  Pembentukan peraturan pemerintah (sebagai) pengganti UU. memberi petunjuk.

Perbedaan penyebutan pimpinan c. Badan pemerintahan ini sama sebagai lembaga pemerintah non departemen. statistik. Badan pemerintahan ini berada dibawah dan bertanggungjawab langsung di bidang tertentu dan langsung kepada presiden dengan kedudukan yang lebih rendah dari departemen. Menteri dan Departemen Menteri adalah pembantu presiden dan memimpin departemen pemerintahan. perencanaan dsb. Badan Pusat Statistik (BPS) . (3). Lembaga Administrasi Negara (LAN). Perbedaan penamaan kelembagaan b. Badan Urusan Logistik (Bulog).Presiden dibantu oleh satu orang wakil presiden. Wakil presiden bisa dianggap sebagai yang membantu presiden. Keuangan e. Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). Wk. Badan Pertanahan Nasional (BPN). Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Perbedaan kewenangan dalam pengangkatan ejabat dalam lingkungan lembaga d. seperti pertahanan. Lembaga Sandi Negara. tugas dan tanggung jawab menyelenggarakan pemerintahan (eksekutif) di bidang-bidang tertentu. Badan Administrasi Kepegawaian Negara (BAKN). antara lain : Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan nasional (BAKORSURTANAL). Badan Pengkajian dan Penerapan Tekhnologi (BPP Tekhnologi). Susunan organisasi Departemen terdiri Menteri sebagai pimpinan Departemen (4).presiden bertanggngjawab kepada presiden tidak kepada MPR dimana presidenlah yang menentukan bidang tugas wakil Presiden. selain perbedaan dalam tugas dan fungsi terdapat juga perbedaan-perbedaan lain seperti : a. Arsip Nasional Republik Indonesia (Arsip Nasional). Badan Koordinasi Intelijen Negara (BAKIN). Susunan organisasi secara vertikal Lembaga Pemerintah Non Departemen. Badan Tenaga Atom Nasional (BATAN). Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Dewan Pertahanan Keamanan Nasional (Dewan Hankamnas). Lembaga Pemerintah Non Departemen Lembaga Pemerintah Non Departemen adalah badan pemerintahan tingkat pusat yang menjalankan wewenang. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Badan Pembinaan Pendidikan Pelaksanaan Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (BP7). Lembaga Penerbangan dan antariksa Nasional (LAPAN). Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS).

(1).F. akan tetapi penyerahan urusan pemerintahan dari pemerintah atau daerah tingkat atasnya kepada daerah menjadi urusan rumah tangganya. tidak hanya dihadapkan pada kenyataan wilayah RI yang luas dan beragam dan keinginan untuk memelihara kesatuan susunan ketatanegaraan RI tetapi didorong pula pertimbangan untuk membentuk pemeritahan di daerah yang didasarkan pada permusyawaratan dn perwakilan serta sistem pemerintahan. Dewasa ini. Ada 2 macam pemerintahan wilayah . Pemerintah Daerah Pemerintah daerah terdiri dari kepala daerah dan DPRD. sistem ketatanegaraan RI adalah Desentralisasi. Dekonsentrasi merupakan pelimpahan wewenang dari pemerintah atau kepala wilayah atau kepala instansi vertikal tinkat atasnya kepada pejabatpejabatnya di daerah. Penyelenggaraan Pemerintah Tingkat Daerah a.  Kepala Daerah  DPRD  Alat Perlengkapan Daerah lainnya  Keuangan Daerah  Pengawasan (umum. Daerah Otonom Tingkat I dan Tingkat II Negara Republik Indonesia merupakan negara kepulauan. Desentralisasi dan Dekonsentrasi Desentralisasi mengandung makna bahwa wewenang untuk mengatur dan mengurus urusan pemerintahan tidak semata-mata dilakukan oleh pemerintah pusat. Pemerintahan Wilayah Pemerintah wilayah adalah perwujudan asas dekonsentrasi yang merupakan salinan berjenjang dari pusat hingga ke daerah. Kepala daerah merupakan alat perlengkapan (unsur-unsur pemerintah daerah) yang berdiri sendiri disamping DPRD dimana kepala daerah sebagai pemegang kekuasaan eksekutif daerah. (2). preventif dan represif)  Kerjasama Antar daerah b. Maka penyelenggaraan pemerintahan yang sentralistik sangat dibatasi.

dll.Ciri Keputusan Tata Usaha Negara/Keputusan Administratif Keputusan administratif dalam praktiknya tampak dalam bentuk keputusankeputusan yang sangat berbeda namun memiliki ciri-ciri yang sama. Keputusan ini diperlukan untuk dapat mengenal dalam praktek keputusan-keputusan/tindakan-tindakan tertentu sebagai keputusan administratif karena hukum positif mengikatkan akibat-akibat hukum tertentu pada keputusan-keputusan tersebut. kabupaten/kotamadya dan kecamatan. Apabila kita melihat dampak suatu keputusan terhadap orang. Sistemnya adalah bahwa Undang-Undang melarang suatu tindakan tertentu atau tindakan-tindakan tertentu yang saling berhubungan. Sebagai contoh dapat dikemukakan tentang izin mendirikan bangunan.5 Thun 1979 dimana dalam UU ini menegaskan bahwa desa sebagai satuan pemerintahan terbawah yang mempunyai hak mengatur dan mengurus rumah tangga seniri atau desa sebagai daerah otonom disamping daerah otonom tingkat I dan II. keputusan tata usaha negara merupakan norma tertutup.yaitu pertama yang menjlankan fungsi-fungsi pemerintahan umum adalah provinsi. Dalam praktek pemerintahan di Indonesia bentuk keputusan tata usaha negara diantaranya : SK Pengangkatan pegawai. salah satunya adalah UU No. Dalam rangkaian norma hukum. Dispensasi berbicara tentang larangan dalam Undang-Undang yang bersangkutan memang secara tegas dimaksudkan sebagai larangan dan kekecualian saja yang dapat memberikan kebebasan. BAB IV KEPUTUSAN TATA USAHA NEGARA (BESCHIKKING) A. Ciri. Susunan pemerintahan daerah teriri dari kepala desa dan Lembaga Musyawarah Desa (LMD). Terdapat bentuk hukum dalam keputusan ini yaitu dispensasi dan konsesi. seseorang tidak dibenarkan mendirikan bangunan tanpa adanya izin. Pemerintahan Desa Pemerintahan desa yang asli diselenggarakan brdasarkan hukum adat akan tetapi saat ini pemerintahan desa diatur menurut undang-undang. Yeng kdua menjalankan fungsi-fungsi pemerintahan adalah kantor perwakilan departemen atau kantor perwakilan diretorat jenderal c. Surat Izin Mengemudi (SIM). contohnya suatu penyelesaian hukum melalui hakim tertentu. Dengan adanya perda tentang bangunan. Akte Kelahiran. . Konsesi berarti kepentingan umum justru menuntut kegiatan-kegiatan dari si penerima konsesi. maka kita dapat melakukan pembagian sebagai berikut : a) Keputusan dalam rangka ketentuan larangan atau perintah.

d) Keputusan yang bersifat perorangan dan yang bersifat kebendaan.dll. Selanjutnya Undang-Undang Tata Ruang Belanda dapat memberikan hak atas pemberian ganti rugi kepada orang yang menderita kerugian. c) Keputusan yang membebankan suatu kewajiban keuangan. orang-orang yang tidak dapat memenuhi kebutuhan hidup mereka. Delegasi. Sebagai contoh yang paling penting adalah penetapan pajak. . Misalnya. Mandat Atribusi adalah wewenang yang melekat pada suatu jabatan (pasal 1 angka 6 UU no. d) Keputusan yang memberikan suatu kedudukan. Ada juga pembagian-pembagian lain karena saling berkaitan antara akibat hukum tertentu dimana ada kewenangan untuk menarik kembali atau membuat peraturan.b) Keputusan yang menyediakan sejumlah uang. Delegasi dalam hal ada pemindahan atau pengalihan suatu kewenangan yang ada. Subsidi yang diberikan atau dikeluarkan oleh penguasa karena penguasa ingin melancarkan kegiatan-kegiatan masyarakat tertentu. berarti keputusan berdasarkan kewenangan itu tidak sah menurut hukum. mempunyai hak atas suatu pembayaran tunjangan berdasarkan Algemene Bijstandswet (Undang-Undang Bantuan Umum) juga berbagai asuransi sosial dan asuransi rakyat memberikan hak atas tunjangan dalam keadaan tertentu. antara lain : a) Keputusan yang bebas dan yang terikat. b) Keputusan yang memberi keuntungan dan yang memberi beban. Kompetensi : Atribusi. Diartikan sebagai keputusan-keputusan yang menyebabkan dapat diperlakukannya beberapa peraturan yang saling berkaitan bagi seseorang tertentu atau suatu denda tertentu. Contohnya di Belanda. pengangkatan seorang pegawai negeri dalam arti dari UndangUndang Kepegawaian. e) Keputusan penyitaan Suatu organ penguasa melalui jalan hukumpublik dapat menadakan penyitaan atas barang-barang dari warga atau untuk digunakan demi kepentingan umum. 5 Tahun 1986 menyebutnya: wewenang yang ada pada badan atau pejabat tata usaha negara yang dilawankan dengan wewenang yang dilimpahkan). c) Keputusan yang seketika akan berakhir dan yang berjalan lama. Apabila kewenangan itu kurang sempurna berarti bahwa keputusan yang berdasarkan kewenangan itu kurang sempurna. B.

Pemikiran negara hukum menyebabkan bahwa penguasa ingin meletakkan kewajiban kepada para warga maka kewenangan itu harus ditemukan dalam suatu Undang-Undang formal. Sedangkan mandat, tidak ada sama sekali pengakuan kewenangan atau pengalihan kewenangan. Disini menyangkut janji-janji kerja intern antara penguasa dan pegawai. C. Susunan Intern

Terdapat unsur-unsur yang sama dalam jenis-jenis keputusan, adalah sebagai berikut : a) Nama dari organ yang berwenang b) Nama dari yang di alamatkan dan nama dari suatu objek tertentu c) Kesempatan yang menimbulkan suatu keputusan d) Suatu ikhtisar dari peraturan perundang-undangan yang cocok e) Penetapan fakta-fakta yang relevan f) Pertimbangan-pertimbangan hukum g) Keputusan h) Motivasi dalam arti yang sempit i) Pemberitahuan-pemberitahuan lebih lanjut j) Penandatanganan oleh organ yang berwenang D. Keputusan menurut Wet AROB (Belanda)

Keputusan-keputusan disini masih ada yang secara lisan namun di kemudian hari dibuat suatu keputusan yang tertulis dan harus berasal dari suatu organ administratif. Pengertian organ administratif ada kaitannya dengan kekuasaan pemerintah jadi suatu keputusan secara definisi berasal dari suatu organ pemerintahan. Dalam hukum Belanda pada umumnya tidak terbuka banding yang langsung pada seorang hakim (administratif). Hal inidikarenakan sebagian hukumnya mempunyai dasardasar historis. Berdasakan ketentuan-ketentuan delegasi juga organ-organ penguasa seringkali berwenang untuk membuat peraturan perundang-undangan dalam arti material dan harus terbuka untuk hukum jabatan yang langsung. Akan tetapi kita harus menyadari, bahwa AROB tidak pernah hanya melangkah berdasarkan bentuk luar dari suatu keputusan namun merupakan sebagai suatu keputusan yang berdasarkan suatu keputusan yang bertujuan umum atau tindakan hukum menurut hukum perdata. Kebanyakan

keputusan itu sifatnya individual yang berarti bahwa ditujukan kepada satu oarang atau suatu kelompok tertentu. E. Keputusan Tata Usaha Negara menurut Undang-Undang No. 5 Tahun 1986

Berdasarkan ketentuan pasal 1 ayat 4 UU No. 5 Tahun 1986, bahwa sengketa Tata Usaha Negara adalah sengketa yang timbul dalam bidang Tata Usaha Negara antara orang atau badan hukum perdata dengan badan atau pejabat Tata Usah Negara , baik di pusat maupun di daerah, sebagai akibat dikeluarkannya Keputusan Tata Usaha Negara termasuk sengketa kepegawaian berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Jadi KTUN adalah suatu penetapan tertulis yang dikeluarkan oleh badan atau pejabat Tata Usaha Negara yang berisi tindakan hukum Tata Usaha Negara berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku, yang bersifat konkrit, individual dan final, yang menimbulkan akibat hukum bagi seseorang atau badan hukum perdata. Dalam kaitannya dengan KTUN, di samping keputusan pelaksanaan juga ada keputusan bebas. Di Belanda untuk keputusan terikat diatur dengan peraturan perundang-undangan hukum tertulis, namun untuk keputusan bebas dapat diatur dengan hukum tak tertulis. Hukum Tata Usaha Negara = Hukum Administrasi Hukum Administrasi = Hukum publik Tindakan Hukum TUN = Tindakan Hukum Publik Bagi pemerintah, dasar untuk melakukan perbuatan hukum publik adalah adanya kewenangan yang berkaitan dengan suatu jabatan. Jabatan memperoleh wewenang melalui 3 sumber yakni : atribusi, delegasi dan mandat akan melahirkan kewenangan. Sedangkan, dasar untuk melakukan perbuatan hukum privat adalah adanya kecakapan bertindak dari subyek hukum. Dengan perbedaan tersebut, tanggung gugat sehubungan dengan suatu hukum perbuatan dalam perbuatan hukum publik adalah pada para pejabat, sedangkan tanggung gugat sehubungan dengan suatu perbuatan hukum privat yang dilakukan pemerintah adalah badan hukum. F. Macam-Macam Keputusan Tata Negara Keputusan menurut pendapat Van der Wel, membedakan diantaranya : a) De rechtsvastellende beschikkingen b) De constitutieve beschikkingen, terdiri atas  Belastende Beschikkingen (keputusan yg memberi beban)  Begunstigende Beschikkingen (keputusan yg menguntungkan); Stasus Verleningen (penetapan status)

c) De Afwijzende Beschikkingen (keputusan penolakan) E. Utrecht membedakan ketetapan atas : a) Ketetapan positif dan negatif b) Ketetapan deklaratur dan ketetapan konstitutif c) Ketetapan kilat dan ketetapan yang tetap d) Dispensasi, izin, lisensi dan konsesi Dalam buku P. de Haan cs. “Bestuursrecht in de Sociale Rechstaat” terdapat pengelompokan “beschikking” atas : a) KTUN perorangan dan KTUN kebendaan. Sebagai contoh adalah SK pengangkatan seseorang dalam jabatan negara (KTUN perorangan), sedangkan sertifikat hak atas tanah (KTUN kebendaan). b) KTUN deklaratif dan KTUN konstitutif. Sebagai contoh yaitu akte kelahiran (KTUN deklaratif) dan sertifikat HGB (KTUN konstutif). c) KTUN terikat dan KTUN bebas. Misalnya ketentuan UU lalu lintas jalan menyatakan bahwa untuk memperoleh SIM A syarat usia minimum adalh 17 tahun (KTUN terikat) dan Gubernur melarang reklame dalam bahasa asing demi ketertiban umum (KTUN bebas). d) KTUN menguntungkan dan KTUN yg memberi beban. …………………..gambar…………………… e) KTUN kilat dan KTUN langgeng. Sebagai contoh adalah Dekrit Presiden 5 Juli 1959. Kerangka Keputusan (beschiking) Nama Jabatan (misal : WALIKOTAMADYA KDH ……....) Menimbang : a. bahwa ….. b. bahwa …..

Peraturan pemerintah.. . .Undang-undang + peraturan pemerintah pengganti undang-undang. …………… 2.Ketetapan MPR. Tap MPRS RI.UUD 1945. Peraturan Perundangan-undangan (Algemeen Verbindende Voorschriften) Dan Keputusan keputusan Tata Usaha Negara yang memuat Pengaturan bersifat Umum (Besluiten Van Algemen Strekking) Ketetapan Majelis Pemusyawaratan Rakyat Sementara (MPRS) RI Nomor XX/MPRS/1966 tentang memorandum DPR GR mengenai sumber tata tertib hukum republik Indonesia dan tata urutan peraturan peraturan perundangan RI menggunakan istilah peraturan perundang-undangan selaku penamaan bagi semua produk hukum tertulis yang dibuat dan diberlakukan oleh Negara berdasarkan tata urutan peraturan perundangan menurut UUD 1945. .Mengingat : 1.sebagai berikut: . …………… MEMUTUSKAN Menetapkan : Pertama : ………… Kedua : ………… Ditetapkan di ……………. Nomor XX/MPRS/1966 mengemukakan pelbagai bentuk peraturan perundangan-undangan menurut Undang-Undang Dasar 1945. Nama Pejabat BAB V SARANA TATA USAHA NEGARA II (SARANA-SARANA HUKUM LAINNYA) A. ttd. .

Keputusan yang dikeluraka oleh badan atau pejabat tata usaha negara (dalm arti beschiking) harus sesuai dengan peraturan perundangan undangan yang mendasari keputusan yang bersangkutan. . Nomor 5. surat keputusan bupati/KDH. dapat disimpulkan bahwa keputusan dari badan atau pejabat tata usaha negara yang merupakan penaturan yang bersifat umum (besluit van algemene strekking) termasuk peraturan perundang-undangan (algemen verbindende voorschriften).Peraturan menteri. serta semua keputusan adan atau pejabat tata usaha Negara. . Sebagaimana ternyata. keputusan gubernur sementara keputusan tata usaha negara dalm arti beschiking disebut dengan judul surat keputusan.Peraturan-peraturan pelaksanaan lainnya.seperti: . Pada umumnya. Peraturan _peraturan Kebijaksanaan (BeleidsregelsPolicy Ruler) . badan-badan tata usaha negara. Pasal 2 huruf (b) dari Undang-Undang. dan badan-badan pembuat peraturan pada pemerintahan daerah di tingakt I dan II.yang berarti bahwa terhadap poerbuatan badan atau pejabat tata usaha negara yang mengeluarkan keputusan yang merupakan pengautran yang bersifat umum tidak dapat digugat di hadapan hakim Pengadilan Tata Usaha Negara.Dan lain-lainnya.. Tahun 1986 merumuskan bahwa peraturan perundang-undangan adalah “semua peraturan yang bersifat mengikat secara umum yang dikeluarkan oleh badan perwakilan rakyat bersama pemerintah baik di tingkat pusat maupun di tingkat daerah. pemerintah pusat. yang juga mengikat secara umum”. seperti halnya keputusan menteri. Tahun 1986 secara tegas menentukan bahwa keputusan tata usaha negara yang merupakan pengautan yang bersifat umum (besluit van algemene strekking) tidak termasuk keputusan tata usaha negara dalam arti beschikking.Keputusan presiden . Dari rumusan tersebut. baik di tingkat pusat maupun di tingkat daerah. Penjelasan Pasal 1 angka 2. pemerintah daerah tingkat 1 dan tingkat II menetapkan bentuk tertentu yang membedakan keputusan tata usaha ngara dalam yang merupakan pengaturan yang bersifat umum disebut dengan judul keputusan seperti halnya keputusan menteri.Instruksi menteri. Undang-Undang. surat keputusan gubernur/KDH. keputusan direktur jenderal. seperti halnya departemen. Bentuk keputusan tata usaha negara (besluiten van algemene strekking) tidak merupakan bagian dari perbuatan keputusan (dalam arti beschikkingsdaad van de administratie).dst. tetapi termasuk perbuatan tata usaha negara di bidang pembuatan peraturan (regelend daad van de administratie).lembaga pemerintah non departemen. B. Nomor 5.tidak semua peraturan perundang-undangan dibuat badan kekuasaan legislatif.

Suatu peraturan kebijaksanaan pada hakekatnya merupakan produk dari perbuatan tata usaha negara yang bertujuan “naar buiten gebrachi schrifielijk beleid (menampakan keluar suatu kebijakan tertulis)” namun tanpa disertai kewenangan pembuatan peraturan dari badab atau pejabat tat usaha negra yang menciptakan peraturan kebijaksanaan tersebut. Peta perncanaan itu dapat dipandang sebagai suatu himpunan keputusan yang saling berlainan. pengumuman surat edaran dan mengumumkan kebijaksanaan itu. Pesturan peraturan kebijaksanaan jiga tidak mengikat hokum secar langsung namun mempunyai revelansi hikum. Bagi wilayah dari rencana itu dapat diberlakukan secara berulang kali. Rencana merupakan keseluruhan tindakan yang saling berkaitan dari tata usah negara yang mengupayakan terlaksnanya keadaan tertentu yang tertib (teratur) Suatu rencana perumusan terdiri dari bagian berikut ini: • Peta Perencanaan Disini terdapat peruntukan dari tanah dimaksud. Hal tersebut dengan sendirinya harus dikatiakan ndengan kewenangan pemrintahan atas dasr penggunaan discretionaire karena jika tidak demikian kan tidakada tempat bagi peraturan peraturan kebijaksanaan. polici rule). Rencana (Het Plan) Pada negara hukum kemasyarakatan mdren rencana selaku figure hukum dari hubungan hukum administrasi tidak dapat lagi dihilangkan dari pemikiran. Rencana rencana dijimpai pada pelbagai bidang kegiatan pemrintahan misalnya pengaturan tata ruang. pedoman. • Peta Berkenaan Dengan Penggunaan (Pemanfaatan) Peraturan berkenaan penggunaan (pemanfaatan) ini dapat dipanadang sebagai peraturan perundang undangan. Peraturan-peraturan kebijaksanaan dimaksud pada kenyataanya telah merupakan bagian dari kegiatan pemrintahan(bestuuren)dewasa ini. Badan yang mengeluarkan peraturan peraturan kebijaksanaan adalah in casu tidak memilki kewenangan pembuatan peraturan(wetgevende bevoegdheid). Peraturan peraturan kebijaksanaan memberi peluang bagaimana suatu badab suatu usah negara menjalankan kewenangan pemrintahan (beschikingbevoegdheid). yaitu badan atau pejabat tata usaha negara yang bersangkutan merumuskan kebijaksanaannya itu dalam berbagai bentuk “jurisdische regeis”. seperti halnya peraturan. . Produk semacam peraturan kebijaksanaan ini tidak terlepas dari kaitan penggunaan freies ermessen. C. pengurusan kesehatan dan pendidikan. Peraturan peraturan kebijaksanaan bukan praturan perundang undangan.Pelaksanaan pemerintahan sehari hari menunjukan btapa badan atau pejabat negara acapkali menempuh pelbagai langkah kebijaksanaan tertentu antara lain menciptakan apa yang kini sering dinamakan peraturan kebijaksaan (beleidsregels.

Eksploitasi simber daya alam baik yang sudah diperbaharui maupaun yang tidak diperbaharui c. sewa menyewa. Proses dan kegiatan yang hasilnya dapat mempengaruhi lingkungan social dan budaya. Adakalanya suatu rencana peruntukkan kepentingan umum dapat menyebabkan seseorang warga atau badan hukum perdata kehilangan hak atas tanahnya sendiri manakala hak tanah itu dicabut guna kepentingan umum. . Dikemukakan bahwa setiap rencana kegiatan yang diperkirakan mempunyai dampak terhadap lingkungan hidup wajib dibuatkan penyajian informasi lingkungan apabila kegiatan itu merupakan: a. Proses dan kegiatan yang secara potensial dapat menimbulkan pemborosan. Terdapat beberapa rencana pembangunan yang secara langsung menimbulkan akibat hukum bagi seorang warga atau badab hukum perdata. yakni : • Selaku pelaku hukum publik yang menjalankan kekuasaan public yang dijelmakan dalam kualitas penguasa sepeti badan badan tata usaha negara dan pelbagai jabatan yang diserahi wewenang penggunaan kekuasaan politik.Pada dasarnya rencana rencana pembangunan yang dibuat oleh badan badan tata usah negara didasarkan pada besarnya porsi belanja dan subsidi dalam anggaran pendapatan belanja negara(APBN) bagi kegiatan tiap sector dari departemen /non departemen dan jawaban yang bersangkutan. Penggunaan Sarana sarana privaatrecht/civil instruments) hukum keperdataan (Gebruik Van Badan hukum atau pejabat tata usaha negara bertindak melalui dua macam peranan. Besarnya anggaran pendap[atan dan belanja negara (APBN) dari tiap tahun anggaran ditetapkan dengan undang undang. • Selaku pelaku hukum publik badan atau pejabat tata usaha negara memiliki hak dan wewenang istimewa untuk menggunakan dan menjalankan kekuasaan public. Selaku pelaku hukum keperdataan yang melakukan pelbagai perbuatan hukum keperdataan seperti halnya mengikat perjanjian jual beli. Berdasarkan penggunaan kekuasaan public dimaksud badan atau pejabat tata usaha negara dapat secara sepihak menetapkan pelbagai peraturan dan keputuasn yang mengikat warga dan peletakkan hak dan kewajiban tertentu dank arena itu menimbulkan akibat hukum bagi mereka itu. Pengubahan bentuk lahan dan bentang alam b. kerusakan dan kemerosotan pemanfaatan sumber daya alam d. pemborosan dan sebagainya yang dijelmakan dalam kualitas badan hukum. D.

b. propinsi. hewan-hewan . Di Belanda. c. menurut ketentuan-ketentuan peraturan pemerintah (pasal 2 ayat 4). dan wilayah pengairan berbadan hukum berdasarkan hukum publik. adil dan makmur. menyewakan tanah. sekedar diperlukan dan tidak bertentangan dengan kepentingan nasional. menyewakan. Pelelangan Umum Pelelangan Terbatas Penujukan Langsung Pengadaan Langsung. kotapraja.UU No 5 Tahun 1986 menegaskan bahwa keputusan tata usaha negara yang merupakan perbuatan hukum perdata tidak termasuk keputusan tata usaha negara dalam arti beschikingyang dapat dibawakan ke hadapan hukum pengadilan tata usaha negara (pasal 2 butir b). berdaulat. pembuat undang-undang telah meletakkan kejelasan bagi sekelompok barang-barang umum. yakni jalan-jalan untuk selanjutnya kejelasan hanya terdapat pada patokan beberapa putusan hoge raad selaku hakim perdata. dan kemerdekaan dalam masyarakatdan negara hukum indonesia yang merdeka. nomor: kep-225/MK/V/4/1971 bertanggal 13 april 1971. barang-barang tidak bergerak 2. barang-barang bergerak 3. Pelaksanaan pemborongan untuk suatu proyek dan pembelian dalam jumlah barang tertentu atau jasa dilakukan melalui : a. Hak menguasai negara itu. sebagai berikut ini: 1. d. pelaksanaannya dapat dikuasakan kepada daerah swatantra dan masyarakat hukum adat. BAB VI BARANG-BARANG MILIK PEMERINTAH/NEGARA A. kesejahteraan. Wewenang yang bersumber pada hak mnguasai diri negara tersebut digunakan untuk mencapai kemakmuran rakyat yang sebesar-besarnya. seperti halnya negara. Dengan demikian merek memiliki hak milik dan hak-hak lainnya secara sama dan dibawah asas pembatasanpembatasan serta syarat-syarat serupa. Dalam arti kebangsaan. dimaksudkan menetapkan penggolongan barang-barang milik negara/ kekayaan negara. seperti halnya waraga dan badan-badan hukum publik dapat pula manjual. memanfaatkan tanah pekarangan. dan sebagainya. Milik Pribadi Pemerintah (Negara) dan Milik Publik Badan-badan yang bersifat publik. Surat Keputusan Menteri Keuangan.

termasuk kepentingan bangsa dan negara serta kepentingan bangsa dan negara serta kepentingan bersama dari dari rakyat. terdapat beberapa bentuk perusahaan negara yang diatur dalam peraturan produk pemerintah hindia belanda. perusahan garam dan soda negeri. demiian pula kepentingan pembangunan maka presiden dalam keadaan yang memaksa setelah mendegar menteri agraria. Pasal 1 dari pusat keputusan menteri keuangan. pasal 63 ayat 1 dari undangundang nomor 5 tahun 1974. perusahan percetakan negara. nomor: Kep-225/MK/V/4/1971 dimaksudkan melengkapi pelbagai lampiran yang memuat petunjuk-petunjuk pengisian daftar inventaris barang. ”Untuk kepentingan umum. maka yang dapat mencabut hakhak atas tanah dan benda-benda yang ada diatasnya hanya presidan RI pada pasal 1 dari undang-undang nomor 20 tahun 1961 ditetapkan bahwa. nomor 3 tahun 1971. tanpa disertai taksiran ganti rugi dari paniti penaksir dan jika pelu juga dengan tidak menunggu diterimanya pertimbangan kepala daerah (pasal 6 ayat 1). sebagaimana dimaksud dalam instruksi presiden.” Dalam keadaan yang sangat mendesak yang memerlukan penguasaan tanah dan atau benda-benda yang bersangkutan dengan segara. perusahan listrik negara dan air minum negara. C. mentri kehakiman. Pelbagai bentuk badan usaha milik negara lebih dikenal dengan perusahaan negara. Terdapat pula bank indutri negara. Seperti halnya jawatan penggadaian.4. Seperti halnya dengan pemerintah pusat maka pemerintah daerah juga memiliki barang dan kekayaan. nomor 20 tahun 1961 tenang pencabuta hak-hak atas tanah dan benda-benda yang ada diatasnya. Sebelum tahun 1960. jawatan kereta api. dan menteri yang bersangkutan dapat mencbut hak-hak atas dan benda-benda yang ada diatasnya. Berdasarkan ketentuan-undang-undang. B. Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Pemerintah seperti halnya dengan subyek hukum lainnya juga menginvestasikan sejumlah modal dalam bentuk usaha perniagaan. Yang dibentuk berdasarkan udang-undang darurat . atas permintaan yang berkepentingan kepala inspeksi agraria menyampaikan permintaan untuk melakukan pencabutan hak kepada menteri agraria. Hak-Hak Pemerintah (Tata Usaha Negara) Untuk Mengambil Dan Mengguakan Milik Pribadi Seseorang. Pada bagian penjelasan umum undang-undang nomor 20 tahun 1961 dikemukakan contoh-contoh yang dimaksudkan dari keadaan yang sangat mendesak itu yakni terjadi wabah atau bencana alam yang memerlukan penampungan para korbannya dengan segera. tentang pokok-pokok pemerintahan daerah memuat pengaturan dan penanganan terhadap barang milik daerah yang digunakan untuk memenuhi dan melayani kepentingan umum. barang-barang persediaan Surat Keputusan Menteri keUangan.

Persero bertujuan untuk memupuk keuntungan dan berusaha dibidang-bidang yang dapat mendorong berkembangnya sektor swasta dan atao koperasi diluar bidang usaha perjan dan perum. perusahaan (negara) persero (public/state company). bahwa sifat-sifat badan usaha negara adalah sebagai berikut:    perjan berusaha dibidang penyediaan jasa-jasa bagi msyarakat. lembaga pmerintahan nondepartemen diserahi wewenang dan tanggung jawb guna mengurus barang-barang publikyang terdpat didalam penguasaan departmen dan lembaga yang bersangkutan. nomor 17 tahun 1967.nomor lima tahun 1952.Diberlakukan pula peraturan pemerintah nomor 12 tahun 1969 tentang perusahaan perseroan. Karenanya pemda pun diserahi wewenang dan wewenang untuk mengurs barang-barang publik yang berada dilingkungan kekeuasan otonominya. pemerintah mengeluarkan instruksi presiden. Ketentuan instruksi presiden RI nomor 3 tahun 1971 tentang inventaris barangabarang milik negara atau kkeyaan negara yang memerintahkan pada tiap depatemen atau . perusahaan (negara) jawatan (departemen agency). yakni : 1. tentang pengarahan dan peyederhanaan perusahaan negara kedalam tiga bentuk pokok usaha negara. disingkat perjan 2. trdapat pula beberapa perusahaan negara yange mempunyai status khusus. Ditegaskan. Kemudian diberlakukan pula peraturan pemerintah nomor 3 tahun 1983 tentang tata cara pembinaan dan pengawasan perusahaan jawatan. lembaga negara. juga terdapat perisahan negara yang bebentuk perseroan terbatas. pengawasan. disingkat persero. Peraturan pemerintah nomor 12 tahun 1969 ini mengatur tentang penyetaraan modal negara dalam perseroan. termasuk pelayanan kepada masyarakat. perusahaan umum. Pada prinsipnya tiap departemen. BUMN & BUMD berwenang dan bertanggung jawab mengurus barang-barang publik yang menjadi bagian dari kegiatan perniagaannya selaku perusahaan negara atau peusahaan daerah. Dari tiga usaha negara dimaksudkan. pngelolaan. sperti halnya PN. Pada tahun 1967. Perum berusaha di bidang penyediaan pelayanan bagi kemanfaatan umum disamping mendapatkan keuntungan. dan perusahaan persero. Pertambangan timah belitung. Misalnya PT. Peraturan pemerintah ini secara khusus mengatur pembinaan. Perusahaan Barang Milik Publik D. dan biri tata usaha dari ketiga bentuk usaha negara. disingkat perum 3. Pertamina yang didirikan berdasarkan peraturan pemerintah nomor 27 tahun 1968 dan beberapa bank negara seperti bank indonesia berdasarkan undang-undang nomor 13 tahun 1968. perusahaan (negara) umum (public corporation).

dibebaskan untuk sementara waktu dari jabatan organiknya selama menjadi pejabat negara tanpa kehilangan statusnya sebagai pegawai negeri. BAB VII KEDUDUKAN HUKUM PARA PETUGAS PUBLIK (LEGAL POSITION OF PUBLIC SERVANTS) B.8 Tahun 1974 menetapkan bahwa seorang pegawai negeri yang diangkat menjadi pejabat negara. Salah satu barang milik publik yang berdaya guna dan menyangkut hajat hidup para warga negara masyarakat adalah jalan. termasu barang publik. Wakil Ketua. Gubernur 9. Undang-undang nomor 13 tahu 1980 tentang jalan mengemukakan bahwa jalan mempunyai peranan penting dalam bidang ekonomi. Para Pejabat Politik (Political Office Holders) Beberapa jabatan tertentu pada struktur pemerintahan RI merupakan jabatan politik. Pada bagian penjelasan Pasal 11 tersebut dikemukakan bahw ayang dimaksud pejabat negara ialah: 1. 4. serta digunakan untuk sebersar-besarnya kemakmuran rakyat. 5. Hampir semua warga masyarakat merupakan pemakai jasa jalan. 7. Pada pasal 11 UU No. Presiden Anggota MPR Anggota BPK Ketua.lembaga negara atau lembaga pemerintahan non departemen untuk melaksanakan invntaris fisik dan penyusunan daftar inventarisasi milik negara atau kekayaan negara menunjukkan betapa semakin pentingnya peranan pengurusan dan pengawasan termasuk terhadap barang-barang milik negara. Undang-Undang No. Ketua Muda dan Hakim MA Anggota DPA Menteri Kepala Perwakilan RI di luar negeri yang berkedudukan sebagai duta besar luar biasa dan berkuasa penuh 8. dikemukakan pula bahwa jalan merupakan kesatuan sistem jaringan jalan yang mengikat dan menghubungkan pusat-pusat pertumbuhan dengan wilayah yang berada didalam pengaruh pelayanannya dalam satu hubungan hirarki. 8 Tahun 1974 Tentang Pokok-pokok Kepegawaian tidak menggunakan istilah jabatan politik. 6. Pejabat lain yang ditetapkan dengan Peraturan Perundang-undangan . 3. politik sosial budaya dan pertahanan keamanan. Bupati / Walikotamadya 10. Jalan mempunyai peranan untk medorong pengembangan semua satuan wilayah didalam usaha mencapai tingkat perkembangan antar daerah yang semakin merata. 2. sosial. Menurut Sastra Djatmika (1964: 22) berpendapat bahwa istilah jabatan politik dimaksud “ sangat mungkin diartikan sama dengan para pejabat atau pegawai negara“. Peranan jalan selaku prasarana perhubungan darat sungguh pentig bagi upaya pembangunan.

Apabila pegawai negeri yang bersangkutan berhenti sebagi pejabat Negara maka ia akan kembali kepada departemen/lembaga yang bersangkutan. Melakukan hal-hal yang dapat menurunkan kehormatan atau martabat negara. Dalam hall penggajian dan pemberian pension bagi para pejabat Negara diatur secara tersendiri. berikut ini: 1. sebagai berikut: a. UU No. C. Para Pegawai Negeri (Civil Servants) Pada umumnya pejabat public berstatus pegawai negeri namun tidak semua pejabat public berstatus pegawai negeri. Wajib menyimpan rahasia jabatan dan hanya dapat mengemukakan rahasia jabatan kepada dan atas perintah pejabat yang berwajib atas kuasa UndangUndang (Pasal 6) Bagi para Pegawai Negeri Sipil diberlakukan larangan. seperti haknya pemegang jabatan dari suatu jabatan Negara. diangkat oleh pejabat yang berwenang dan diserahi tugas Negara lainnya yang ditetapkan berdasarkan sesuatu peraturan perundang-undangan dan dugaji menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku (Pasal 1 huruf a). dan taat sepenuhnya kepada Pancasila. Pegawai Negeri Sipil lain yang ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah. Negara dan Pemerintah (Pasal 4) 2. kesadaran dan tanggung jawab (Pasal 5) 3. Tanpa izin pemerintah menjadi pegawai atau bekerja untuk negara asing . Pegawai negeri sipil 2. UUD 1945. dalam Pasal 2 UU No. 8 Tahun 1974 bahwa pegawai negeri terdiri dari: 1. Kewajiban Pegawai Negeri ditetapkan. 8 Tahun 1974 tentang pokok-pokok Kepegawaian merumuskan bahwa pegawai negeri adalah mereka yang setelah memenuhi syarat-syarat yang ditentukan dalamperaturan perundang-undangan yang berlaku. Wajib menaati segala peraturan perundang-undangan yang berlaku dan melaksanakan tugas kedinasan yang dipercayakan denganpenuh pengabdian. pemerintah atau pegawai negeri sipil b. setia. Pegawai Negeri Sipil Pusat 2. misalnya penggajian dan pemberian pension bago Presiden dan Wakil Presiden diatur dalm UU No. Anggota Angkatan Bersenjata RI Pegawai Negeri sipil terdiri pula dari: 1.7 Tahun 1978 tentang hak keuangan/ administrative Presiden dan Wakil Presiden. Menyalahgunakan wewenangnya c. Pegawai Negeri Sipil Daerah 3. Wajib. Sebaliknya tidaklah setiap pegawai negeri merupakan pemegang jabatan public.

Melakukan kegiatan uasaha dagang. Bertindak sewenag-wenang terhadap bawahannya k. baik resmi maupun sambilan. Membocorkan dan atau memanfaatkan rahasia negara yang diketahui karena kedudukan jabatan untuk kepentingan pribadi. Undang-Undang No. Menerima hadiah atau sesuatu pemberian berupa apa saja dari siapapun juga yang diketahui atau patut dapat diduga bahwa pemberian itu bersangkutan dengan jabatan atau pekerjaan pegawai negeri sipil yang bersangkutan i. Memiliki. menjual.d. Mengahalangi jalanya tugas kedinasan m. atu pihak lain n. Memasuki tempat-tempat yang dapat mencerminkan kehormatan atau martabat pegawai negeri sipil kecuali untuk kepentingan jabatan j. ataupun meminjamkan barang-barang. atau pihak lain yang secara langsung atau tidak langsung merugikan negara g. Melakukan pungutan tidak sah dalam bentuk apapun juga dalam melaksanakan tugasnya untuk kepentingan pribadi. atau surat-surat berharga milik negara secara tidak sah f. golongan. dokumen. Bertindak selaku perantara bagi sesuatu pengusaha atau golongan untuk mendapatkan pekerjaan atau peranan dari kantor/ instansi pemerintahan o. golongan. Menyalahgunakan barang-barang. bawahn atau orang lain dialam maupun di luar lingkungan kerjanya dengan tujuan untuk keuntungan pribadi. golongan atau pihak lain. Memiliki saham/ modal dalamperusahaan yang kegiatan usahanya berada dala ruang lingkup kekuasaannya p. pimpinan atau komisaris perusahaan swata bagi yang berpangkat Pembina golongan ruang IV/a ke atas atau yang memangku jabatan eselon I r. Hak atas gaji yang layak sesuai dengan pekerjaan dan tanggungjawabnya (Pasal 7) 2. teman sejawat. Melakukan kegiatan bersama dengan atasan. menggadaikan. menjadi direksi. uang atau surat-surat berharga milik negara e. menyewakan. Hak atas cuti (Pasal 8) . Melakukan tindakan yang bersifat negatif dengan maksud membalas dendam terhadap bawahannya atau orang lain di dalam maupun di luar lingkungan kerjanya h. sebagai berikut: 1. 8 Tahun 1974 menetapkan hak bagi pegawai negeri sipil. Melakukan suatu tindakan atau sengaja tidak melakukan suatu tindakan yang dapat berakibat menghalangi atau mempersulit salah satu pihak yang dilayaninya sehingga mengakibatkan kerugian bagi pihak yang dilayani l. membeli. Memiliki saham suatu perusahaan yang kegiatan usahanya tidak berada dalam ruang lingkup kekuasaannya yang jumlah dan sifat pemilikan itu sedemikian rupa sehingga melalui pemilikan saham tersebut dapat langsung atau tidak langsung menentukan penyelenggaraanatau jalannya perusahaan q.

ijazah Spesialis II. 3 tahun 1980 bahwa pangkatpangkat yang dapat diberikan untuk pengangkatan pertama adalah: a. 6. Juru Golongan ruang I/c bagi mereka yang sekurang-kurangnya memiliki surat tanda tamat belajr Sekolah Menengah Kejuaruan Tingkat Pertama 4 Tahun d. Juru Muda tingkat I golongan ruang I/b bagi mereka yang sekurang-kurangnya memiliki surat tanda tamat belajar Sekolah Menengah Umum Tingkat Pertama atau surat tanda tamat belajar Sekolah Menengah Kejuruan Tingakt Pertama 3 Tahun c. ijazah Sekolah Guru Pendidikan Luar Biasa. Hak atas pensiun (Pasal 10) Pada Pasal 3 dalam Peraturan Pemerintah No. ijazah Spesialis I atau Akta IV. ijazah akademi. Pengatur Muda golongan ruang II/a bagi mereka yang sekurang-kurungnya memiliki Surat Tanda Tamat Belajar (STTB) Sekolah Menengah Umum Tingkat Atas. Juru Muda golongan ruang I/a bagi mereka yang sekurang-kurangnya memiliki surat tanda tamat belajar Sekolah Dasar b. Penata Muda Golongan ruang III/a bagi mereka yang sekurang-kurangnya memiliki ijazah sarjana. Pengatur Golongan ruang II/c bagi mereka yang sekurang-kurangnya memiliki Akta III g. atau Akta I. atau ijazah Diploma III Politeknik f. h. e. ijazah Diploma II. STTB Sekolah Menengah Kejuruan Tingkat atas Guru 3 Tahun. ijazah Apoteker. Kenaikan Pangkat Pegawai Negeri Sipil ditetapkan pada tanggal 1 April dan 1 Oktober tiap tahun. ijazah Bakaloreat. Hak memperoleh perawatan dikala ditimpa oleh sesuatu kecelakaan dalam dan karena menjalankan tugas kewajibannya (Pasal 9 ayat 1) 4. STTB Sekolah Kejuruan Tingkat atas Non Guru 4 Tahun. Peraturan Pemerintah No. Ijazah Diploma I. 3 Tahun 1980 mengenal berbagai macam kenaikan pangkat pegawai negeri sipil adalah: . ijazah dokter. Akta II. Hak memperoleh tunjangan dikala menderita cacat jasmani atu cacat rohani dalam dank arena menjalankan tugas kewajibannya yang mengakibatkan pegawai negeri yang bersangkutan tidak dapat bekerja lagi dalam jabatan apapun juga (Pasal 9 ayat 2) Hak memperoleh uang duka bagi keluarga dari pegawai negeri yang tewas yang tewas (Pasal 9 ayat 3) 5. ijazah Diploma III. Penata Muda Tingkat I golongan ruang III/b bagi mereka yang sekurangkurangnya memiliki ijazah Doktor.3. Akta V atau memperoleh gelar doktor dengan mempertahankan disertasi pada suatu perguruan tinggi negeri yang berwenang. ijazah Pasca Sarjana. STTB Sekolah Menengah Kejuaruan Tingkat atas Non Guru 3 tahun. Pengatur Muda Tingkat golongan ruang II/b bagi mereka yang sekurangkurangnya memiliki ijazah Sarjana Muda.

Kenaikan pangkat selama dalam penugasan 9. Kenaikan pangkat pilihan 3. Kenaikan pangkat lainnya Pada Pasal 23 ayat 1 dari UU No. sumpah atau janji jabatan negeri atau peraturan disiplin pegawai negeri sipil b. UU No. Kenaikan pangkat sebagai penyesuaian ijazah 11. Kenaikan pangkat selama menjalankan wajib militer 10. dihukum penjara berdasarkan keputusan pengadilan yang sudah mempunyai kekuatan hukum yang tetap karena dengan sengaja melakukan sesuatu tindak pidana kejahatan yang diancam dengan hukuman penjara setingi-tingginya 4 (empat) tahun atau diancam dengan hukuman yang lebihberat juga. Kenaikan pangkat pengabdian 5. Kenaikan pangkat anumerta 6. Pemberhentian karena adanya penyederhanaan organisasi . melangar sumpah atau janji pegawai negeri sipil. 8 tahun 1974 juga menetapkan bahwa pegawai negeri sipil dapat diberhentikan tidak dengan hormat karena: a. Kenaikanpangkat selama menjadi pejabat negara 8. pegawai negeri sipil diberhentikan tidak dengan hormat. atau terlibat kegiatan yang menentang negara dan atau pemerntah (Pasal 23 ayat 4) Peraturan Pemerintah No. Permintaan sendiri Telah mencapai usia pensiun Adanya penyederhanaan organisasi pemerintah Tidak cakap jasmani dan rohani sehingga tidak dapat menjalankan kewajibannya sebagai pegawai negeri sipil Pegawai negeri sipil yang meninggal dunia dengan sendirinya dianggap diberhentikan dengan hormat (Pasal 23 ayat 2). Pemberhentian karena mencapai batas usia pensiun 3.1. c. ternyata melakukan penyelewengan terhadap Ideologi Negara Pancasila. 32 Tahun 1979 mengenai pelbagai macam Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil. d. b. UndangUndang dasar 1945.8 tahun 1974 menetapkan bahwa Pegawai Negeri Sipil dapat diberhentikan dengan hormat karena: a. berikut ini: 1. karena: a. Pasal 23 ayat 3. Kenaikan pangkat reguler 2. dihukum penjara atau hukuman b. Kenaikan pangkat istimewa 4. Pemberhentian atas permitaan sendiri 2. Kenaikan pangkat dalam tugas belajar 7.

4. 2 Tahun 1986 menetapkan bahwa untuk dapat diangkat menjadi hakim pengadilan Negeri. Wakil Ketua. Bertaqwa kepada Tuhan YME c. 8 Tahun 1974 menetapkan bahwa hakim pada pengadilan negeri dan pengadilan tinggi dan lain-lain adalah termasuk pegawai negeri sipil pusat (Pasal 2 ayat 2 dan bagian penjelasannya). artinya terlepas dari pengaruh kekuasaan pemerintah. Setia kepada Pancasila dan UUD 1945 d. Sarjana Hukum g. Pembinaan dan pengawasan dimaksud tidak boleh mengurangi kebebasan Hakim dalam memeriksa perkara. 8 Tahun 1974 tentang pokok-pokok kepegawaian menetapkan bahwa Ketua. Selain itu juga dalam UU No. Warga Negara Indonesia b. Pemberhentian karena hal-hal lain (Pasal l5) C. dan berkelakuan tidak tercela . seorang calon harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut: a. jujur.30. Berumur serendah-rendahnya 25 tahun h. adil.9. Pemberhentian karena meninggal dunia atau hilang (Pasal 13) 8. Pemberhentian karena melakukan pelanggaran atau tindak pidana/penyelewengan (Pasal 8.s/pki” atau organisasi terlarang lainnya e. Pasal 24 UUD 1945 mengemukakan bahwa kekuasaan kehakiman dilakukan oleh sebuah mahkamah Agus dan lain0lain badan kehakiman menurut Undang-Undang Dasar 1945 ditegaskan bahwa Kekuasaan Kehakiman ialah Kekuasaan yang merdeka. Pegawai Negeri f. dan 10) 5. Pada Pasal 13 ayat 1 UU No 2 TAhun 1986 ditetapkan bahwa pembinaan dan pengawasan umum terhadap hakim sebagi pegawai negeri dilakukan oleh Menteri Kehakiman. ketua muda dan hakim Mahkamah Agung adalah pejabat Negara dan karena itu tidak termasuk pegawai negeri. termasuk organisasi masanya atau bukan seorang yang terlibat langsung dalam “gerakan kontra revolusi g. UU No. Hakim (Judges) Secara umum dapat disimpulkan bahwa hakim adalah hakim pengadilan di lingkungan peradilan yang melaksanakan tugas kekuasaan kehakiman. Pemberhentian karena tidak cakap jasmani atau rohani 6. Berwibawa. Pemberhentiaan karena meninggalkan tugas 7. Pasal 14 ayat 1 UU No. Bukan bekas anggota organisasi terlarang partai komunis indonesia.

manakala aturan-aturan tingkah laku itu tidak dapat dipaksakan oleh tata usaha Negara. mutlak harus atas dasar peraturan perundang-undangan yang tegas. Sanksi-Sanksi Pada Umumnya Sanksi-sanksi merupakan bagian penutup yang penting di dalam hokum. Pada umumnya tidak ada gunamya memasukkan kewajiban atau larangan-larangan bagi para warga di dalam peraturan perundang-undangan tata usaha Negara. Penarikan kembali suatu keputusan (ketetapan) yang menguntungkan tidak terlalu perlu didasarkan pada suatu peraturan perundang-undangan. syarat-syarat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 14 ayat 1 huruf a. subsidi) 3. tetapi juga terhadap tindakan-tindakan yang bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang dapat dikaitkan pada suatu izin. . antara lain : 1. Pengenaan denda administratif menyerupai penggunaan duatu sanksi pidana. Sanksi-sanksi lainnya lebih berperan secara tidak langsung.f dan h b.Sedangkan untuk menjadi Hakim Pengadilan Tinggi maka seorang calon harus memenuhi syarat-syarat.c. BAB VIII SANKSI-SANKSI A. berpengalaman sekurang-kurangnya 5 tahun sebagai ketua atau wakil ketua Pengadilan Negeri atau 15 tahun sebagi hakim Pengadilan Negeri (Pasal 15 ayat 1). sebagai berikut: a. Peran penting pada pemberian sanksi di dalam hukum administrasi memenuhi hukum pidana. Bagi pengenaan denda administratif dan uang paksa. Pelaksanaan suatu sanksi pemerintah berlaku sebagai suatu keputusan yang memberi beban.d. termasuk sanksi-sanksi hukum administrasi yang khas. berumur serendah-rendahnya 40 tahun c. pembayaran. Pengenaan uang paksa oleh pemerintah (dwangsom) Bestuursdwang dapat diuraikan sebagai tindakan-tindakan yang nayta dari penguasa guna mengakhiri suatu keadaan yang dilarang oleh suatu kaidah hokum administrasi atau melakukan apa yang seharusnya ditinggalkan oleh para warga karena bertentangan dengan undang-undang. Pengenaan denda administratif 4. Bestuursdwang (paksaan penerintah) 2. Bagi pembuat peraturan penting untuk tidak hanya melarang tindakantindakan yang tanpa disertai izin.e. juga dalam hukum administrasi. Penarikan kembali keputusan (ketetapan) yang menguntungkan (izin.b.

Perintah tertulis/peringatan tertulis harus memuat perintah yang jelas.Kewenangan memeriksa barang-barang dagangan dan mengambil contoh-contoh . Para warga melihat penguasa dengan sungguh-sungguh menegakkan peraturan perundang-undangan.Perbedaan antara sanksi adninistrasi dan sanksi pidana dapat dilihat dari tujuan pengenaan sanksi itu sendiri. Sanksi administrasi ditujukan untuk perbuatan pelanggarannya. sebagaimana berikut ini : • Peringatan itu tidak dapat di adakan secara tanpa ikatan. Badan pemerintah harus telah mempunyai niat yang tetap. sedangkan sanksi pidana ditujukan kepada si pelanggar dengan memberi hukuman berupa nestapa. sebagaimana berikut ini : .Kewenangan memeriksa buku-buku dan surat-surat arsip . Menghalangi seorang pegawai pengawas atau tidak memberikan bantuan senantiasa merupakan perbuatan pidana sendiri.Kewenangan menghentikan kendaraan dan memeriksa muatannya . Sekaligus menurut pengalaman dari pengawasan itu sendiri telah mendukung penegakan hukum.Kewenangan memasuki setiap tempat. • . Harus ditetapkan apa yang seharusnya dilakukan oleh warga yang mendapat surat pemberitahuan guna mencegah pemerintah mengambil tindakan-tindakan nyata. Yurisprudensi Hakim-AROB mengharuskan beberapa sayarat bagi peringatan tertulis/perintah tertulis. Kebanyakan peraturan perundang-undangan negeri Belanda memuat bagi para pegawai pengawas/pegawai pengusut satu atau lebih kewenangan. 1. kecuali rumah-rumah kediaman Kewenangan memasuki rumah-rumah kediaman dalam keadaan-keadaan luar biasa dengan suatu kuasa khusus . yang jika perlu melaksanakan suatu bestuursdwang.Kewenangan untuk meminta keterangan dan bantuan Bagi para pegawai pengusut berlaku ketentuan bahwa mereka di samping itu memiliki kewenangan berdasar Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (misalnya menyita barang-barang). Sanksi administrasi dimaksudkan agar perbuatan pelanggaran itu dihentikan. Pengawasan dan Pengusutan Pengawasan di dalam praktek merupakan syarat dimungkinkannya pengenaan sanksi.

Undang-undang Nomor 6. adalah suatu keputusan (ketetapan) baru yang menarik kembali (dan masyarakat tidak berlakunya lagi) keputusan yang terdahulu. maka ia berhak mengajukan banding administrasi atau menggunakan upaya hukum yang tersedia di dalam UndangUndang Nomor 5. atau pembayaran. Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan memberi penamaan terhadap sanksi dimaksud dengan penyebutan sederhana. . maka keputusan tersebut niscaya menimbulkan akibat hukum yang baru bagi seorang warga atau badan hukum perdata yang dikenakan keputusan (ketetapan) itu. Sanksi Administrasi Lainnya Sanksi lain yang untuk dikaji adalah sanksi administrasi yang dikenal dan (diberlakukan) dalam hokum perpajakan. • Harus ditentukan suatu jangka waktu perintah harus dilaksanakan. subsidi. Tahun 1986 tentang Peradilan Tata Usaha Negara. B. Sanksi administrasi dikenakan kepada wajib pajak yang terhutang setelah kepadanya dikeluarkan suatu Surat Ketetapan Pajak. Penarikan kembali atas suatu keputusan tidak lain. C. hingga apabila data itu diberikan secara benar atau lengkap maka keputusan akan berlainan. Penarikan kembali suatu keputusan (ketetapan) pada kenyataannya juga merupakan perbuatan keputusan/perbuatan ketetapan. • Perintah harus ditujukan pada yang berkepentingan yang menurut kenyataan memang juga mampu mengakhiri pelanggaran itu. subsidi. yakni dengan cara membawakan permasalahannya ke hadapan hakim (tata usaha Negara). b. syarat-syarat atau ketentuan peraturan perundang-undangan yang dikaitkan pada izin. Penerapan Kembali Keputusan-Keputusan (Ketetapan-Ketetapan Selaku Sanksi) keputusan (ketetapan) yang Terdapat dua hal yang terhadapnya suatu menguntungkan dapat ditarik kembali sebagai sanksi: a. yakni sanksi administrasi. Yang berkepentingan pada waktu mengajukan permohonan untuk mendapat izin. Sebagai suatu keputusan (ketetapan). • Eksplisit atau implisit harus nyata bahwa biaya-biaya dalam hal tata usaha Negara harus bertindak. Dalam hal seorang warga atau badan hukum perdata marasa dirugikan oleh akibat hukum yang timbul dari keputusan (ketetapan) penarikan kembali itu. akan dibebankan pada pelanggar. atau pembayaran telah memberikan data yang sedemikian tidak benar atau tidak lengkap. Yang berkepentingan tidak mematuhi pembatasan-pembatasan.• Surat perintah harus memuat ketentuan-ketentuan peraturan perundang-undangan man yang dilanggar.

-. 51 Tahun 1960 tentang Larangan Pemakaian Tanah Tanpa Izin yang Berhak atau Kuasanya (yang kemudian berdasar Undang-Undang Nomor 1. BAB IX KAIDAH-KAIDAH DAN ASAS-ASAS PEMBUATAN KEPUTUSAN TATA USAHA NEGARA (KTUN) . Adakalanya suatu ketentuan peraturan perundangundangan tidak hanya mengancam pelanggarnya dengan sanksi tapi juga pada saat yang sama mengancamnya dengan sanksi administrasi.5000. termasuk pada pelaksanaan tugas-tugas pemerintahan. Sanksi administrasi berupa kenaikan sebesar 100% dari jumlah kekurangan pajak juga dimuat dalam Surat Ketetapan Pajak Tambahan yang dikeluarkan oleh Direktur Jenderal Pajak. Sanksi-Sanksi Kumulasi Suatu kaidah peraturan perundang-undangan di bidang hukum administrasi sering tidak hanya memuat satu macam sanksi tetapi terdapat beberapa macam sanksi yang diberlakukan secara kumulasi. Tahun 1961 disahkan menjadi undangundang) tidak hanya mengancam seorng pemakai tanah tanpa izin dengan saqnksi pidana berupa pidana berupa kurungan selama-lamanya 3 bulan dan atau denda sebanyakbanyaknya Rp. E. Undang-Undang No. Suatu sanksi pidana tidak dapat dikenakan kepada pihak pelanggar dengan cara penggunaan bedtuursdwang. denda administrasi.Ditetapkan pula bahwa sanksi administrasi berupa bunga. D. Tak dapat disangkal bahwa pemberlakuan sanksi pidana turut berperan pada efektivitas penegakan dan pentaatan kaidah-kaidah hokum administrasi. Tapi pada saat yang sama memuat pula sanksi administrasi. yang memberi kewenangan kepada penguasa daerah untuk melaksanakan pengosongan tanah dengan disertai beban biaya dari pemakai tanah yang bersangkutan. dan kenaikan tidak dapat di kreditkan dari jumlah pajak yang terhutang. Sanksi Pidana Salah satu upaya pemaksaan hukum itu adalah melalui pemberlakuan sanksi pidana terhadap pihak pelanggar mengingat sanksi pidana membawa serta akibat hokum yang berpaut dengan kemerdekaan pribadi. Bagaimanapun juga pengenaan sanksi-sanksi yang kumulasi niscaya akan menimbulkan pula akibat hukum yang jamak bagi warga yang dikenakan sanksi-sanksi itu. Penegakan sanksi pidana dilaksanakan menurut “due process of law” yang telah ditentukan di dalam kaidah hukum acara pidana dan pengenaan sanksi itu hanya dapat dinyatakan dalam suatu putusan hakim pidana.

yang dilihat dari sudut rangka perundangan dapat diisi menurut lebih dari satu cara. Asas Persamaan . Asas-asas umum pemerintahan yang baik dapat di pandang sebagai aturan-aturan hukum tidak tertulis terutama untuk pengambilan KTUN dalam hal-hal pemerintahan memiliki ruang kebijaksanaan tidak ada pertentangan asasi antara ABBB (algemene beginselenn van behoorlijik bestuur) tidak tertulis dan hokum tertulis. pada dasarnya harus menghormati pilihan itu. harus di hormati oleh hakim. Tiap bidang mempunyai prosedur tersendiri. Namun ABBB dirumuskan sebagai asas-asas. Meskipun arti yang tepat dari ABBB bagi tiap keadaan tersendiri tidak selalu dapat di jabarkan dengan teliti. Dalam praktek hukum di Neaderland ABBB berikut ini telah mendapat tempat yang jelas : a. Baik ruang kebijaksanaan sebagai akibat wewenang bebas. Dengan demikian perlu study tersendiri untuk masing-masing bidang hukum administrasi khusus untuk dapat mamahami prosedur dan segala persyaratan yang di butuhkan.Aturan-aturan yang mengikat badan-badan pemerintahan dalam memberikan KTUN. Asas-Asas Pemerintahan Yang Baik (AUPB) di Belanda 1. Disini pembuat undangundang memberikan kepada administrasi satu ruang kebijaksanaan bebas. maupun yang timbul dari ruang penilaian yang di berikan kepada pemerintah. B. landasan demokrasi. landasan instrumental yaitu daya guna (efisiensi. Arti kongkretnya untuk tiap keadaan tersendiri tidak selalu dapat dilihat dengan mudah sebelumnya. Suatu prosedur yang baik hendaknya memenuhi 3 landasan utama hukum administrasi yaitu landasan Negara hukum. dan persyaratan tersendiri. doelmatigheid) dan hasil guna (efektif. Ini kita sebut wewenang menetapkan bebas. Tinjauan atas Asas-Asas Lambat laun telah diterima pendapat bahwa ABBB harus di pandang sebagai norma-norma hukum tidak tertulis yang senantiasa harus di taati oleh pemerintah. doeltrffenheid). Aturan-aturan itu dapat menyangkut acara atau isi. A. Dalam bidang perijinan saja masing-masing perijinan mempunyai tata cara dan persyaratan tersendiri. Para warga yang berkepentingan dan juga hakim. Dapat pula dikatakan bahwa ABBB adalah asas-asas hukum tidak tertulis dari mana untuk keadaan-keadaan tertentu dapat di tarik aturan-aturan hukum yang dapat di terapkan. Pengaturan dan praktek Pembuatan Keputusan Tata Usaha Negara di Indonesia Tidak ada ketentuan umum yang mengatur tentang tata cara pembuatan keputusan tata usaha Negara.

Tetapi asas persamaan pada dasarnya tidak memaksa badan pemerintah untuk mengulangi suatu KTUN yang salah atau mengulangi suatu kekeliruan. bahwa tidak cukup alasan mengapa tidak di anggap sama. Harus di ingat bahwa : . yang dalam rangka itu harus di ambil banyak sekali KTUN. Jika suatu badan pemerintah tidak memperhatikan hal ini atau bila penjelasan tidak meyakinkan. aturan-aturan kebijaksanaan dan bentuk-bentuk rencana (yang tidak diatur dengan perundangundangan). Asas kepercayaan tidak menghalangi pemerintah mengubah kebijaksanaan. maka itu disebut aturan. Asas ini dapat pula membawa serta bahwa pada perubahan kebijaksanaan yang merugikan harus diadakan masa peralihan yang pantas. Bila suatu badan pemerintah atau seorang pejabat yang berwenang bertindak atas nama pemerintahan itu memberikan janji kepada seorang warga.Asas persamaan memaksa pemerintah untuk menjalankan kebijaksanaan.aturan kebijaksanaan. tujuan aturan-aturan kebijaksanaan ialah menunjukan perwujudan asas perlakuan yang sama atau asas persamaan. b. Jadi pemikirannya ialah. Ini terutama disebabkan oleh karena dua atau lebih keadaan kongkret tidak pernah sepenuhnya sama satu sama lain. Maka pemerintah memerlukan aturan-aturan atau pedomanpedoman. Aspek hukum material berhubungan erat dengan asas kepercayaan. asas kepercayaan menuntut supaya badan pemerintahan itu (antara lain pada pelaksanaan suatu wewenang memberikan ketetapan) terikat pada janjinya. Penyimpangan yang merugikan yang berkepentingan hanya mungkin. bila tujuan suatu peraturan kebijaksanaan membenarkannya atau di dalam peraturan itu telah diadakan pengecualian yang jelas. Jadi. setidak-tidaknya tidak menyimpanginya untuk kerugian yang berkepentingan. keterangan-keterangan. Dalam peradilan kita lihat bahwa relatif jarang suatu pendalilan asas persamaan diterima. Bila pemerintahan di hadapkan pada tugas baru. Bila ia sendiri menyusun aturan-aturan (pedoman-pedoman) itu untuk memberi arah pada pelaksanaan (pada dasarnya) wewenang bebasnya. tetapi asas ini menghalangi perubahan kebijaksanaan di berlakikan surut. Asas kepercayaan juga masyarakat bahwa pemerintah harus pula memperhatikan aturan-aturan kebijaksanaan sendiri. tetapi karena bertentangan dengan asas pemberian alasan. Asas Kepastian Hukum Asas kepastian hikim mempunyai dua aspek yang satu lebih bersifat hukum materiil yang lain bersifat formil. c. Asas Kepercayaan Asas kepercayaan juga termasuk kedalam asas –asas hukum yang paling mendasar dalam hukum public dan hukum perdata. Asas ini terutama penting sebagai dasar bagi arti yuridis dari janji-janji. maka biasanya hakim tidak akan membatalkan karena bertentangan dengan asas persamaan.

   Sisi formal dari asas kepastian hukum membawa serta bahwa ketetapanketetapan yang memberatkan dan ketentuan-ketentuan yang terkait pada ketetapanketetapan yang menguntugkan (antara lain izin) haris di susun dengan kata-kata yang jelas. Kepitisan yang diambil berdasarkan surat keberatan atau banding senantiasa harus segera diiringi oleh pemberian alasan. Syarat bahwa suatu ketetapan harus di beri alasan. Asas Kecermatan Asas Kecermatan mengandung arti bahwa suatu keputusan harus di persiapkan dan di ambil dengan cermat. bila yang berkepentingan dengan memberikan keterangan yang tidak benar atau tidak lengkap. Asas Pemberian Alasan Asas Pemberian alasan berarti bahwa suatu keputusan harus dapat di dukung oleh alasan-alasan yang di jadikan dasarna. Dapat di bedakan tiga sub varian : (1). Demikian pula penarikan kembali atau perubahan mungkin. Jadi pemerintahan senantiasa haris dapat memberi alasan mengapa ia telah mengambil suatu ketetapan tertentu. Penarikan kembali atau perubahan juga mungkin bila ketetapan yang menguntungkan di dasarkan pada kekeliruan. asal saja kekeliruan itu dapat di ketahui oleh yang berkepentingan. Asas kepastian hukum memberi hak kepada yang berkepentingan untuk mengetahui dengan tepat apa yang di kehendaki dari padanya. Dalam hal ini dikatakan ada penarikan kembali sebagai sanksi. Asas kepastian hukum tidak menghalangi penarikan kembali atau perubahan suatu ketetapan. . Badan pemerintahan dalam memepersiapkan dan mengambil ketetapan dapat dengan berbagai cara melanggar asas ini. bila sudah sekian waktu di paksa oleh perubahan keadaan atau pendapat. Penarikan kembali atau perubahan mungkin bila syarat-syarat atau ketentuanketentuan yang di kaitakn pada suatu ketetapan yang menguntungkan tidak di tati. d. Yang berkepentingan berhak mengetahui alasan-alasan itu. e. telah ikut menyebabkan terjadinya ketetapan yang keliru. Dari Pemerintahan di harapkan suatu penyusunan yang rasional. Asas kecermatan mensyaratkan agar badan pemerintahan sebelum mengambil ketetapan meneliti semua fakta yang relevan dan memasukan pila semua kepentingan yang relevan ke dalam pertimbangannya.

sebab kedua asas itu tidak segera mengatakan sesuatu tentang isi dari keputusan yang akan diambil tetapi lebih tentang persiapannya. 2. Ketetapan harus memiliki dasar fakta yang teguh. Juga pertimbangan-pertimbangn hukum lainnya dari hakim dapat memuat petunjuk-petunjuk tentang tindakan-tindakan apa yang selanjutnya harus diambil. Alasan–alasan yang di kemukan harus cukup meyakinkan. Juga asas kepastian hukum menyagkut sisi formal. bahwa dalam hal ini biasanya juga terdapat cacat dalam kecermatan. Tetapi jika penolakan suatu izin di batalkan karena pelanggaran terhadap asas persamaan maka pada dasarnya konklusinya ialah bahwa yang berkepentingan haris mendapat izin. tetapi dari lain pertimbangan dapat diambil kesimpulan bagaiman seharusnya keputusan itu. 3. tetapi secara keseluruhan harus sesuai dan memiliki kekuatanb yang meyakinkan. tidak semestinya hanya memperhatikan dasar pembatalan yang di sebut oleh hakim. Asas-Asas Pemerintahan Yang Formal Dan Material Asas Kecermatan dan asas pemberian alasan di pandang sebagai asas-asas pemerintah yang baik yang lebih formal.karena banyak pemberian alasan yang mungkin kurang baik. Indonesia . Asas Larangan Detournment de Pouvoir (penyalahgunaan wewenang) sebagai asas umum pemerintahan yang layak di pandang pula aturan bahwa suatu wewenang tidak boleh di gunakan untukk tujuan lain selain untuk tujuan ia di berikan. Dewasa ini para hakim lebih condong pada kesimpulan terakhir. tetapi tidak menetukan isinya. Pemberian alasan tidak saja harus masuk akal. Perlu di catat. f. asas kepercayaan. Bagian dari asas pemberian alasan ini mengandung arti bahwa kelompok fakta yang menjadi titik tolak dari ketetapan harus benar. Asas persaman. Pada umumnya penyalahgunaan suatu wewenang juga akan bertentangan dengan suatu peratiran perundang-undangan. asas kepastian hukum dapat di pandang sebagai asas-asas material pemerinatah yang layak. Demikianlah biarpun ada pembatalan di sebabkan adanya cact pemberian alasan. Asas pemberian alasan menetapkan syarat-syarat pinggiran.(2). Tetapi sebagai penisbian perlu di ingat disini bahwa pemerintahan jika harus memikirkan apa yang harus atau boleh di lakukan setelah ada pembatalan. Bila ternyata bahwa fakta-fakta pokok berbeda dari apa yang di kemukakan atau diterima oleh badan pemerintahan maka dasar fakta yang teguh dari alasan-alasan tidak ada. (3). Pemberian alasan harus cukup dapat mendukung.

fungsi hak dasar. kebebasan mengeluarkan pendapat dan hak untuk berkumpul . Sebagai fungsi-fungsi penting dari keterbukaan di dalam kepustakaan masih di sebut : 1. keterbukaan sebagai alat bagi warga untuk ikut serta dalam proses pemerintahan secara mandiri 2. keterbukaan pada satu sisi sebagai alat bagi penguasa untuk memberi pertanggung jawaban di muka umum pada sisi lain sebagi alat bagi warga untuk mengawasi penguasa 3. Prof. keterbukaan dapat memajukan penggunaan hak-hak dasar seperti hak pilih. fungsi partisipasi. Kuntjoro purbopranoto mengetengahkan 13 asas yaitu : 1) Asas kepastian hukum 2) Asas keseimbangan 3) Asas kesamaan 4) Asas bertindak cermat 5) Asas motivasi untuk setiap keputusan pangreh 6) Asas jangan mencampuradukan kewenangan 7) Asas permainan yang layak 8) Asas keadilan atau kewajaran 9) Asas menanggapi penghargaan yang wajar 10) Asas meniadakan akibat-akibat suatu keputusan yang batal 11) Asas perlindungan atas pandangan hidup 12) Asas kebijaksanan 13) Asas penyelenggaraan kepentingan umum 4. fungsi pertanggung jawaban umum dan pengawasan. keputusan-keputusan penguasa tertentu yang menyagkut kedudukan hukum para warga demi kepentingan kepastian hukum harus dapat di ketahui jadi harus terbuka 4.Kepustakaan berbahasa Indonesia belum banyak membahas asas ini. fungsi kepastian hukum. Pengumuman Dokumen-Dokumen Dengan keterbukaan pemerintah para warga memperoleh lebih banyak pengertian tentang rencana-rencan kebijaksanan dan tentang kenyataan-kenyataan yang mendasari kebijaksanaan yang di jalankan.

hubungan neaderland dengan negar-negar lain e. Wajib informasi pasif. WOB berpangkal tolak bahwa informasi dari dokumen-dokumen penguasa pada dasrarnya harus dapat di ketahui oleh setiap orang. g. d. yakni kewajiban penguasa untuk memberikan informasi atas permintaan warga. b. Dasardasar pengecualian ini berlaku juga bagi wajib informasi aktif penguasa yaitu : a. b. pengusutan dan penuntutan tindak-tindak pidana. dapat membahayakan kesatuan mahkota atau. f. Pun tidak di lakukan bila dan sejauh kepentingannya tidak dapat melebihi kepentingan-kepentingan berikut. Suatu permintaan warga untuk memperoleh informasi harus di luluskan. Openbarheidswet nederland membedakan dua jenis wajib informasi : 1. bagi penguasa hanya ada kewajiban untuk mengumumkan. kontrol. data yang masih sedang di kerjakan atau yang tidak lengakap sehingga dengan demikian dapat memberi gambaran yang keliru pendapat-pendapat pribadi dari anggota-anggota pemerintahan. dapat merugikan keamanan negara juga tidak di lakukan bila mengenai c.Kewajiban keterbukaan umum bagi penguasa dirinci lebih lanjut dalam wet openbaarheid van bestuur dan besluit openbaarheid van bestuur. . hak tiap orang agar suasana hidup pribadi di hormati dan perlindungan hasil-hasilk pemeriksaan kedokteran dan psikologis yang menyangkut keadaan-keadaan tersendiri i. bila disyaratkan oleh suatu peraturan khusus. kepentingan ekonomis dan finansial negara dan badan-badan hukum piblik lain. menghindari terjadinya keuntungan atau kerugian yang tidak seimbang bagi manusia-manusia alami atau badan-badan hukum atau pihak ketiga yang terkait pada masalah bersangkutan. Sebelum itu. inspeksi. dan pengawasan oleh satu atau atas nama badan-badan penguasa h. Selain dasar-dasar pengecualian umum permohonan untuk memperoleh informasi demikian di luluskan terkecuali menyangkut : a. Wajib informasi akif dari penguasa yakni kewajiban penguasa untuk memberi informasi atas inisiatif sendiri 2. data usaha dan proses pabrik sejauh ini oleh manusia-manusia alami atau badan-badan hukum di beriatahukan kepada penguasa secara rahasia.pejabat mengenai kebijaksanaan. para pengurus atau pejabat.

B. memberi interpretasi sendiri atas kewenangannya sendiri. yang diterima oleh lapisan-lapisan masyarakat yang luas. Syarat-syarat untuk Suatu Peradilan yang Baik (Tinjauan atas Grodwet Belanda) Suatu negara menginginkan peradilan yang berkualitas baik. Menguji perundang-undangan yang lebih rendah terhadap yang lebih tinggi dengan kekecualian larangan UU dasar untuk menguji UU formal terhadap UU dasar. Ciri khas yang paling pokok dari kedudukan para hakim adalah ketidaktergasntungan (kebebasan) mereka. harus didasarkan UU dasar dan perundangundangan yang dijadikan dasar itu sejumlah jaminan.pemutusan dalam persengketaan itu dalam waktu yang wajar . Hal itu dPt ditambah dengan istilah hakim sebagai pengganti pemerintah. Hakim dan Pemerintah Pada dasawarsa terakhir kita melihat di Nederland penggeseran tekanan dari pemerintah ke hakim. dan dia tidak terikat pada hukum. sedangkan hakim tidak boleh menguji UU yang formal terhadap UU dasar. Apabila orang juga mengingat bahwa pembuat undang-undang tidak selalu mampu untuk menangani perkembangan-perkembangan social barumaka dapat dibayangkan bahwa dalam literature istilah pengganti pembuat undang-undang mulai tampil ke muka. Seleksi dan penggajian adalah penting sekali kemungkinan bagi si warga untuk selalu mempunyai jalan (minta bantuan) ke seorang hakim .” Untuk suatu peradilan yang baik selanjutnya dibutuhkan: . Kedua. Hakim memutuskan sendiri. seorang hakim hanya dapat mengambil keputusan-keputusan dalam perkarar-perkara yang konkrit. Untuk menjamin ketidaktergantungan dan ketidak-sepihakan telah diciptakan ketentuan-ketentuan barikut: “anggota-anggota dari kekuasaan kehakiman yang ditugaskan pada peradilan dan Jaksa Agung pada Mahkamah Agung diangkat untuk seumur hidup dengan penetapan raja. Setiap hakim dapat mengalami perubahan-perubahan. yang penting adalah bahwa hakim juga boleh mengambil jalan formal untuk menguji ketentuanketentuan perjanjian. maka dalam hal itu orang melihat betapa pentingnya tempat yang diduduki hakim itu dalam kmetatanegaraan. Pertama-tama.hakim-hakim yang berkualitas baik. hakim itu terbatas untuk pengujian menurut hukum. seorang hakim tidak pernah dapat mengambil keputusan-keputusan sendiri.BAB X TINJAUAN UMUM TENTANG PERLINDUNGAN HUKUM A. Ketiga. Namun istilah pengganti pembuat undang-undang sebagai penunjukan seorang hakim tidak menggambarkan perkara itu secara tepat.

Syarat-syarat untuk menjadi hakim dan pemberhentiannya juga akan diatur lebih lanjut Dalam penjelasan pasal 24 dan pasal 25 UUD 1945 dikemukakan bahwa “kekuasaan kehakiman ialah kekuasaan yang merdeka. Dalam UUD 1945 terdapat pula ketentuanketentuan tentang kekuasaan kehakiman yang diatur dalam Bab IX. Berhubungan dengan itu. harus diadakan jaminan dalam UU tentang kedudukan para hakim.- penetapansuatu hukum acara yang baik. yang mana dasar-dasar tata cara yang elementer (seperti didengar dan mendengarkan) telah ditentukan kemungkinan-kemungkinan naik banding dan atau kasasi untuk memperbaiki kesalahan-kesalahan yang mungkin ada dari hakim-hakim rendahan jaminan-jaminan bahwa keputusan-keputusan para hakim juga sungguh-sungguh dilaksanakan. Undang-undang Dasar 1945 dan Kekuasaan Kehakiman Undang-undang Dasar 1945 mengatur 3 hal yang bersifat pokok yaitu jaminan terhadap adanya hal-hal dan kewajiban-kewajiban asasi warganya. Susunan dan Kekuasaan Badan-badan Kehakiman itu akan diatur lebih lanjut c. yaitu: a. Pasal 24 dan pasal 25 UUD 1945. Kekuasaan Kehakiman (di Indonesia) Undang-undang yang mengatur secara umum tentang kekuasaan kehakiman Indonesia ialah UU No. C. Demi kepentingan Revolusi b.14 Tahun 1970 tentang ketentuan-ketentuan pokok kekuasaan kehakiman. susunan ketatanegaraan yang bersifat mendasar serta pembagian dan pembatasab tugas-tugas ketatanegaraan yang juga bersifat mendasar. Dalam kedua pasal UUD itu. Demi kehormatan Negara dan Bangsa . D. kita dapat menemukan adanya tiga kaidah hukum: a. Undang-undang ini dalam diktum pertamanya mencabut Undang-undang No. Ada tiga alasan yang tercantum dalam pasal 19 yang memungkinkan Presiden turun tangan atau campur tangan dalam soal-soal pengadilan.19 Tahun 1962 tentang Ketentuan-ketentuan Pokok Kekuasaan Kehakiman yang berisi ketentuan yang bertentangan dengan UUD 1945. Kekuasaan Kehakiman dilakukan oleh Badan-badan Kehakiman yang berpuncak pada sebuah Mahkamah Agung b. artinya terlepas dari pengaruh kekuasaan pemerintah.

Badan-badan Peradilan dan asas-asasnya c. Peradilan Agama c. Ketentuan umum b. Penutup E. Adapun pengaturan dalam bab-bab meliputi: a.7 tahun 1989 tentang Peradilan Agama PENJELASAN: .5 tahun 1986 tentang Peradilan Tata Usaha Negara d.14 Tahun 1970 diatur adanya 4 lingkungan peradilan yang meliputi: a. Undang-undang No. Undang-undang No. Peradilan Militer. Hakim dan kewajibannya e. Peradilan Umum b. Demi kepentingan masyarakat mendesak Undang-undang No.14 Tahun 1970 terdiri dari 8 Bab.14. Kedudukan pejabat peradilan (pengadilan) f. Bantuan hukum h. yang terbagi dalam 42 pasal. Undang-undang No. Badan-Badan Peradilan Sebagai pelaksanaan pasal 24 dan pasal 25 UUD 1945. tahun 1985 tentang Mahkamah Agung b. Pelaksanaan putusan pengadilan g.2 tahun 1986 tentang Peradilan Umum c. Peradilan Tata Usaha Negara Sesuai dengan ketentuan yang tercantum dalam Pasal 10 ayat (1) diatas telah dikeluarkan berturut-turut: a. dan d. Hubungan pengadilan dan lembaga negara lainnya d. dalam UU No. Undang-undang No.c.

yaitu. Peraturan tentang Peradilan Militer terdiri dari: a. 2 tahun 1988 . sedangkan Pengadilan Tinggi dibentuk dengan Undang-undang.2 tahun 1986 yang dimaksud dengan kehakiman di lingkungan peradilan umum adalah pengadilan negeri sebagai tingkat pertama dan pengadilan tinggi sebagai pengadilan tingkat dua atau banding.1. Undang-Undang No.14 tahun 1970 f. 2. Peradilan Militer Peradilan Militer ini mengadili pelanggaran terhadap Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. 19 tahun 1948 d. 7 tahun 1946 b. 3. Undang-Undang No. Peradilan ujmum itu berpuncak pada Mahkamah Agung sebagai Negara Tertinggi. Undang-Undang No. Kitab Undang-undang Hukum Pidana Mliter dan Kitab Undang-undang Hukum Disiplin Tentara. pembinaan teknis peradilan yang dilakukan oleh Mahkamah Agung dan Pembinaan Organisasi. Undang-Undang No.7 tahun 1989 tentang Peradilan Agama yang menjadi dasar hukum adanya pengadilan ini. 7 tahun 1947 c. Mahkamah Agung (MA) Mahkamah Agung sebagai Pengadilan Negara Tertinggi terdiri dari Pimpinan.14 tahun 1964 e. Panitera (griffier). administaasi dan keuangan pengadilan yang dilakukan oleh Menteri Kehakiman. Undang-Undang No. Peradilan Umum Dalam undang-Undang No. dan sekretaris Jenderal Mahkamah Agung. kekuasaan pengadilan pengadilan pengadilan Dalam undang-undang dikenal adanya dua macam pembinaan. Baik hakim Pengadilan Negeri maupun hakim Pengadilan Tinggi diangkat oleh Presiden dalam kedudukannya sebagai Kepala Negara atas usul Menteri Kehakiman berdasarkan persetujuan Ketua Mahkamah Agung sesuai dengan persyaratan yang ditentukan. 4. Undang-Undang No. Hakim Anggota. Pengadilan Negeri dibentuk dengan keputusan Presiden. Peradilan Agama Undang-undang baru yang mengatur Peradilan Agama adalah UU No.

Ombudsman juga berwenang untuk atau atas prakarsa sendiri mengadakan suatu pemeriksaan. Hakim perdata menganggap bahwa telah terjadi suatu tindakan yang melanggar hukum karena dia menganggap pengumuman suatu keputusan adalah melanggar hukum . Ombudsman Sejak 1 januari 1982 Negeri Belanda mengenal Obbudsman Naasional. Kekuasaan kehakiman di lingkungan Peradilan Tata Usaha Negara dilakukan oleh Pengadilan Tata Usaha Negara dan Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara. sejauh itu berkaitan dengan pelaksanaan tugas-tugas yang diwajibkan menurut Peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan Polisi.54 tahun 1986 tentang Peradilan Tata Usaha Negara. Negara RI sebagai negara hukum yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 bertujuan mewujudkan tata kehidupan negara dan bangsa yang sejahtera. aman. tentram. serta tertib. Secara kasar kita dapat membuat pembagian dalam kategori-kategori yang berikut: a. dan yang menjamin terpeliharanya hubungan yang serasi. kewenang-wenangannya dan cara kerjanya adalah berdasarkan UU Ombudsman National 1981. setiap orang mempunyai hak untuk meminta kepada Omudsman secara tertulis untuk memerikasa cazra suatu organ administrasi telah bertindak dalam suatu keadaan tertentu terhadap seseorang atau suatu badan hukm. Peradilan Tata Usaha Negara Peradilan Tata Usaha Negara diatur dengan Undang-Undang No. Para Konisaris dari Ratu di Provinsi dan para Walikota. Yang menjadi pertimbangan adanya Peradilan Tata Usaha Negara ini adalah: a. seimbang. Perbuatan Melanggar Hukum oleh Penguasa (Onrechtmatige Overheidsdaad) 1.5. Pendiriannya. b. perselisihan atau sengketa antara badan atau pejabat Tata Usaha Negara dengan warga masyarakat yang dapat merugikan atau menghambat jalannya pembangunan nasional. G. yang menjamin persamaan kedudukan warga masyarakat dalam hukum. Dalam rangka pemeriksaan itu Ombudsman memiliki kewenangan tertentu. F. serta selaras antara aparatur di bidang tata usaha negara dengan para warga masyarakat Adanya kemungkinan timbulnya benturan kepentingan. Di Belanda Dalam bidang tindakan penguasa yang melanggar hukum di negeri Belanda dalam tahhun-tahun terakhir telah terjadi banyak perkembangan. Sampai sekarang wewenang Ombudsman adalah terbatas pada tindakan menteri-menteri.

dinyatakan sebagai dasar ialah karena belum adanya peradilan tata usaha negara. masih menunjuk pasal 2 RO sebagai dasar hukum. yang pertama putusan Mahkamah Agung dalam perkara Kasum dan yang kedua dalam perkara Josopandojo. peradilan perdata tetap menyatakan dirinya kompeten menangani gugatan terhadap pemerintah. Ada tiga hal yang diketengahkan secara tidak konsisten. ketiga. 2. yang pertama melalui Surat Edaran Mahkamah Agung dan yang kedua melalui kegiatan lokakarya tentang Pembangunan Hukum melalui Peradilan. kedua. Hakim perdata menganggap bahwa telah terjadi suatu tindakan melanggar hukum karena dia menganggap pengumuman suatu undang-undang dalam arti materil adalah melanggar hukum d. Kepatutan yang harus diperhatikan oleh Penguasa . menyatakan sebagai dasar ialah yurisprudensi. 1.b. Pada masa setelah proklamasi kemerdekaan. Dasar Kompetensi Absolut Peradilan Umum Pada zaman Hindia Belanda. pengadilan perdata di Hindia Belanda dengan berpegang pada azas konkordansi. H. Undang-undang dan Peraturan Formal yang Berlaku Kriteria pertama “rechtmatigheid”tindakan penguasa menurut Mahkamah Agung adalah undang-undang dan peraturan-peraturan formal yang berlaku. Hakim perdata menganggap bahwa telah terjadi suatu tindakan melanggar hukum karena dia menganggap suatu tindakan nyata dari penguasa adalah melanggar hukum. yakni: pertama. Perbuatan Melanggar Hukum oleh Penguasa di Indonesia Tentang perbuatan melanggar hukum oleh penguasa akan dibahas dua aspek utama yhakni: dasar kompetensi absolut peradilan umum dan criteria perbuatan melanggar hukum oleh penguasa 3. dfitemukan dua putusan. Di samping itu terdapat dua langkah usaha Mahkamah Agung untuk menegaskan rumusan kriteria perbuatan melanggar hukumoleh penguasa. Hakim perdatamenganggap bahwa telah terjadi suatu tindakan melanggar hukum karena seorang pejabat telah membatalkan suatu keputusan c. Kriteria Perbuatan Melanggar Hukum oleh Penguasa menurut Mahkamah Agung Menelaah putusan-putusan Mahkamah Agung yang menyangkut criteria perbuatan melanggar hukum oleh penguasa. 2. Dari putusan-putusan pengadilan yang pernah ada ternyata ada beberapa dasar yang dijadikan dasar hukum oleh peradilan perdata untuk menyatakan kompetensinya.

Asas Pembuktian Bebas. Asas Keaktifan Hakim ( dominus litis ). dan PT TUN . Organisasi Peradilan Tata Usaha Negara ( PTUN ) Dalam kaitannya dengan organisasi. Karakteristik dan Prinsip-Prinsip Peradilan Tata Usaha Negara Ciri khas hukum acara peradilan tata usaha Negara terletak pada asas-asas hukum yang melandasinya. Hakim yang menetapkan beban pembuktian. Asas ini mengandung makna bahwa setiap tindakan penguasa selalu harus dianggap rechmatig sampai ada pembatalannya. pasal 55. d. B. ada baiknya kita tinjau struktur PTUN itu sendiri secara sepintas. BAB XI PERADILAN TATA USAHA NEGARA A. Sedangkan TUN adalah sengketa hukum publik. pengadilan tata usaha negara terdiri atas PTUN sebagai pengadilan tingkat pertama. b. yaitu : a. Asas Praduga Rechmatig ( vermoeden van rechtmatigheid= praesumptio iustae causa ). berdasarkan ketentuan Pasal 8 UU No 5 Tahun 1986. Dengan demikian putusan pengadilan TUN berlaku bagi siapa saja-tidak hanya bagi para pihak yang bersengketa. Peradilan Tata Usaha Negara pada dasarnya menegakkan hukum publik. Yaitu untuk mengimbangi kedudukan para pihak karena tergugat adalah pejabat tata usaha negara sedangkan penggugat adalah orang atau badan hukum perdata. dan pasal 67. Peradilan Tata Usaha Negara melalui UU No 5 Tahun 1986 tidak hanya melindungi hak individu tetapi juga melindungi hak masyarakat. c. Asas Putusan Pengadilan mempunyai kekuatan mengikat “erga omnes“. yakni hukum administrasi sebagaimana ditegakkan dalam Undang-Undang PTUN Pasal 47 bahwa sengketa yang termasuk lingkup kewenangan PTUN adalah sengketa tata usaha negara.Kriteria kedua adalah kepatutan yang harus diperhatikan oleh penguasa 3. pasal-pasal yang langsung menyangkut perlindungan hak-hak masyarakat adalah Pasal 49. Perbuatan Kebijaksanaan Penguasa Yang ketiga Mahkamah Agung menegaskan bahwa perbuatan kebijaksanaan penguasa tidak termasuk kompetensi pengadilan untuk menilainya.

Medan. Pengadilan tata usaha negara dibentuk dengan keputusan Presiden ( Pasal 9 UU No 5 Tahun 1986 ). maka sengketa tata usaha negara tersebut harus diselesaikan melalui upaya administratif yang tersedia. Surabaya. Mahkamah Agung Peradilan Umum Peradilan Agama Peradilan Militer Peradilan Tata Usaha Negara C. 2. dan Ujung Pandang. dan menyelesaikan sengketa tata usaha negara sebagaimana dimaksud dalam ayat 1. . Dalam hal ini penyelesaiannya dilakukan oleh instansi atasan atau instansi lain. Palembang. yaitu badan atau pejabat tata usaha negara yang mengeluarkan KTUN. Pada waktu pertama kali diterapkan UU No 5 Tahun 1986 melalui PP No 7 Tahun 1991 yang menyatakan bahwa PTUN mulai diterapkan tanggal 14 Januari 1991.( Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara ). pasal 48 UU No 5 Tahun 1986 menyatakan : 1. memutuskan. maka prosedur yang ditempuh disebut ” keberatan ”. telah dibentuk 5 pengadilan TUN melalui Kepres No 52 Tahun 1990 dan 3 pengadilan tinggi TUN melalui UU No 10 tahun 1990. jika seluruh upaya administratif yang bersangkutan telah digunakan. Lima pengadilan TUN tersebut adalah : PTUN Jakarta. Dalam hal penyelesaiannya dilakukan oleh instansi yang sama. struktur yang demikian mirip dengan struktur peradilan umum berdasarkan ketentuan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1986 ( vide Pasal 6 ). Sedangkan pengadilan tinggi tata usaha negara dibentuk dengan undangundang. namun alur perkara dalam lingkungan peradilann umum berbeda dengan lingkungan Peradilan Tata Usaha Negara. Dengan demikian keempat lingkungan peradilan kita berpuncak pada Mahkamah Agung ( sistem piramide ). Pengadilan baru wewenang memeriksa. maka prosedur ini disebut ” banding administratif ”. Sejalan dengan ketentuan pasal 10 ayat 2 UU No 14 tahun 1970. Dalam hal suatu badan atau pejabat tata usaha negara diberi wewenang oleh atau berdasarkan peraturan perundang-undangan untuk menyelesaikan secara administratif sengketa tata usaha negara tertentu. Ada 2 macam upaya administratif. kekuasaan kehakiman di lingkungan peradilan tata usaha negara berpuncak pada Mahkamah Agung sebagai pengadilan negara tertinggi. Upaya Administratif Terhadap KTUN ( KTUN ) mengenal adanya upaya administratif disyaratkan untuk menggunakan saluran peradilan tata usaha negara. Meskipun dengan struktur yang sama. yaitu ” banding administratif ” dan prosedur ” keberatan ”. Tentang hal ini. perbedaan itu disebabkan karena dalam jalur Peradilan Tata Usaha Negara terdapat saluran upaya administratif ( vide pasal 48 UU No 5 Tahun 1986 ).

tenggang waktu mengajukan gugatan adalah :  Bagi yang dituju dengan sebuah KTUN ( pihak II ) : 90hari sejak saat KTUN itu diterima. 250. Tenggang Waktu Menggugat Berdasarkan ketentuan pasal 55. Kompetensi Absolut Peradilan Tata Usaha Negara KTUN merupakan dasar lahirnya sengketa tata usaha negara.2. Tuntutan ganti rugi dibatasi jumlahnya. petitum pokok adalah KTUN tersebut dinyatakan tidak sah atau batal. Tidak setiap tindakan pejabat adalah tindakan hukum tata usaha negara. Sebagai petitum tambahan adalah ganti rugi dan rehabilitasi. Dalam hal rehabilitasi dapat dibebani suatu kewajiban kompensasi sebesar antara Rp.000.Orang atau badan hukum perdata .00.00 Rehabilitasi hanya berlaku untuk sengketa kepegawaian. Berdasarkan ketentuan PP no 43 tahun 1991 ganti rugi berkisar antara Rp. Hak Gugat Berdasarkan ketentuan pasal 53 ayat 1 yang dapat bertindak sebagai penggugat adalah : . E. .000.D. F. yang bersifat konkret. Petitum harus ada hubungan kausal antara KTUN dengan Berdasarkan ketentuan pasal 53 ayat 1.000. yang menimbulkan akibat hukum bagi seseorang atau badan hukum perdata. G. individual.5.  Bagi pihak II yang berkepentingan : 90 hari sejak saat KTUN itu diumumkan. Dalam pasal 1 angka 3 merumuskan KTUN adalah suatu penetapan tertulis yang dikeluarkan oleh badan atau pejabat tata usaha negara yang berisi tindakan hukum tata usaha negara yang berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Tindakan hukum tata usaha negara tidaklah sama maknanya dengan tindakan pejabat atau tindakan badan tata usaha negara.000.00-Rp.00-Rp.000.100.Yang berkepentingannya dirugikan oleh suatu KTUN Dengan demikian kerugian/kepentingan. dan final. yaitu pemulihan hak sebagai pegawai negeri.000.

(3). yakni : (1). KTUN yang digugat itu bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. dasar pengujian oleh pengadilan terhadap keputusan tata usaha negara yang digugat.. c. Badan atau pejabat tata usaha negara pada waktu mengeluarkan keputusan sebagaimana dimaksud dalam ayat ( 1 ) telah menggunakan wewenangnya untuk tujuan lain dari maksud diberikannya wewenang tersebut.untuk sahnya pembuktian diperlukan sekurang-kurangnya dua alat bukti berdasarkan keyakinan hakim. Bertentangan dengan ketentuan-ketentuan dalam peraturan perundangundangan yang bersifat material/substansial. b. Alat Bukti Pasal 100 UU No 5 Tahun 1986 menyebutkan alat-alat bukti :  Keterangan ahli  Keterangan saksi  Pengakuan para pihak  Pengetahuan hakim Ketentuan tersebut dikaitkan dengan pasal 107 :. Bertentangan dengan ketentuan-ketentuan dalam peraturan perundangundangan yang bersifat prosedural/formal. adalah : a. I. Badan atau pejabat tata usaha negara pada waktu mengeluarkan atau tidak mengeluarkan keputusan sebagaimana dimaksud dalam ayat ( 1 ) setelah mempertimbangkan semua kepentingan yang tersangkut dengan keputusan itu seharusnya tidak sampai pada pengambilan atau tidak pengambilan keputusan tersebut. Alasan Menggugat ( Beroepsgronden ) Berdasarkan ketentuan pasal 53 ayat 2. .H.. (2). Dikeluarkan oleh badan atau pejabat tata usaha negara yang tidak berwenang. Penjelasan undang-undang ini mengetengahkan 3 hal dalam pengertian bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Hukum Acara PTUN dibedakan atas : a. kepentinagn mendesak.3. dengan ciri : diawali dengan pemeriksaan persiapan dan majelis hakim 3 orang. misalnya prosedur perizinan. dengan ciri : tidak ada pemeriksaan persiapan. Hukum Acara Formal ( hukum acara dalam arti sempit ) berupa langkahlangkah atau tahapan yang terbagi atas : Acara biasa ( pasal 68 dst ).Keabsahan ( rechtmatigheid ) suatu KTUN diukur dengan peraturan perundangundangan dan /atau hukum tidak tertulis berupa asas-asas umum pemerintahan yang baik. Hukum Acara Materiil yang meliputi : .Prosedur .Hak gugat .Kompetensi absolut dan relatif . dan waktu dipercepat.Tenggang waktu menggugat .99 ).4 ) tidak untuk menyesaikan pokok sengketa. dan bentuk akhir penetapan.Alat bukti b.Substansi J. dengan ciri : perlawanan ( pasal 62 ayat 4 ) . penundaan pelaksanaan tun ( pasal 67 ayat 2.Alasan menggugat . Acara singkat/kortgeding. dan bentuk akhir putusan ( vonis ). karena dalam hukum acara TUN ada aspek contentieux dan ada aspek non contentieux berupa prosedur pemerintahan. menyelesaikan pokok sengketa.Wewenang . hakim tunggal. Acara cepat/versnelde behandeling ( pasal 98. Penyebutan hukum Acara PTUN untuk menunjukkan sifat contentieux. - . Hukum Acara Istilah hukum acara untuk PTUN hendaknya HUKUM ACARA PERADILAN TATA USAHA NEGARA dan bukan HUKUM ACARA TUN. aspek-aspek yang diukur adalah : .

Untuk itu dilakukan beberapa pentahapan dalam proses yang dilakukan oleh petugas pengadilan baik ketua.5 angka 6 jo Penjelasan pasal 53 ayat 1 ). dan atau badan hukum perdata. II. Pemeriksaan persiapan ( pasal 63 ) : tahap ini dimaksudkan untuk melengkapi gugatan yang kurang jelas. Pemeriksaan di sidang pengadilan ( pasal 68 dst ) * Acara Formal 1. Yang berhak mengajukan gugatan hanyalah orang. bahwa gugatan adalah : ”. Surat-surat harus ditandatangani ( atau cap jempol ) oleh penggugat atau kuasanya. sedangkan badan atau pejabat administrasi negara atau subyek hukum publik dilarang mengajukan gugatan ( pasal 1 angka 4. Dengan demikian maka surat-surat dapat ditandatangani atau cap jempol oleh : 1. Tindakan Sebelum Pemeriksaan di Sidang Pengadilan Tindakan ini dilakukan sebelum pemeriksaan di sidang pengadilan yang dinyatakn terbuka untuk umum. maupun administratif. Prosedur “ dismisal “ ( pasal 62 ) : pemeriksaan administratif untuk menetapkan apakah suatu gugatan dapat diterima atau tidak dapat diterima. karena itu penggugat berhak menentukan sipa yang akan digugat.. maupun majelis hakim dan panitera. ( para ) penggugat sendiri. . 2. Tahapan Penanganan Sengketa adalah : I. K.Dalam acara biasa. Tindakan-tindakan dalam pentahapan itu bersifat justisial.. III. Bilamana surat gugat itu ditandatangani oleh kuasanya maka harus disertai dengan surat kuasa yang sah.permohonan yang berisi tuntutan terhadap badan atau pejabat tata usaha negara dan diajukan ke pengadilan untuk mendapatkan putusan ” ( garis bawah penulis ). Acara Biasa Secara garis besar proses tertib beracara menurut acara biasa dapat dibagi atas tindakan sebelum pemeriksaan di sidang pengadilan dan pada pemeriksaan di muka sidang pengadilan dengan berbagai ragam pentahapan yang harus dilalui. atau subyek hukum perdata semata-mata. Pengajuan Gugatan ( Pasal 53 sampai dengan Pasal 56 ) Pasal 1 angka 5 menentukan.

Walaupun demikian adakalanya dibebaskan dari biaya perkara atau berperkara sevara prodeo ( pasal 60 dan pasal 61 ). L. 50. saksi. yaitu subyek hukum yang diberi kuasa khusus oleh para penggugat untuk membuat dan menandatangani surat-gugat. ternyata terdapat kewenangan pengadilan untuk melakukan semacam ” pemeriksaan pendahuluan ” itu dikemukakan. Sesuai SE Mahkamah Agung no 2 tahun 1991 tanggal 9 juli 1991 uang muka perkara ditaksir oleh panitera sekurang-kurangnya Rp. Pemeriksaan termaksud dapat berupa rapat permusyawaratan dan pemeriksaan persiapan. alih bahas. ( para ) kuasa penggugat. maupun imbalan jasa kepada para kuasanya yang memberikan bantuan hukum. M. Pencatatan Perkara dalam Daftar ( pasal 59 ayat 2 ) Perkara dicatat dalam daftar oleh panitera setelah penggugat membayar uang muka biaya perkara ( pasal 59 ayat 2 ). sebagai bukti bahwa gugatan sudah terdaftar dan uang muka sudah dibayar. Sebagai contoh yang termasuk ke dalam biaya perkara antara lain. Biaya Perkara Pada umumnya diperlukan biaya untuk berpekara yang harus dibayar ( pasal 59 ).2. dapat diketahui dari tanda bukti penerimaan uang yang mencantumkan juga nomor register perkara.000. 3. . gugatan diajukan karena para penggugat merasa kepentingannya dirugikan disebabkan tindakan-tindakan administrasi yang dituangkan dalam meputusan atau tidak mengeluarkan keputusan itu. Pemeriksaan Pendahuluan ( pasal 62 dan pasal 63 ) Sebelum hari persidangan ditentukan dan sengketa diperiksa di persidangan untuk diputuskan.N. Penggugat tidak diwajibkan membayar biaya perkara. Penggugat dalam mengajukan surat-gugatannya diwajibkan untuk membayar uang muka biaya perkara yang besarnya ditaksir oleh penitera. karena Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1986 tidak menyebutnya. materai. dab biaya pemeriksaan di tempat lain dari ruang sidang ( pasal 111 ). Umumnya bantuan hukum di sini dititikberatkan sebagai litigasi. dan disarankan sebaiknya dilakukan terus oleh para kuasanya untuk semua tingkatan peradilan tata usaha negara ( untuk menghindari pergantian kuasa dan berulangkali menceritakan judex facti yang serupa kepada kuasa baru oleh klien ). Uang muka biaya perkara ialah biaya yang dibayar terlebih dahulu sebagai uang panjar oleh pihak penggugat terhadap perkiraan biaya berperkara yang diperlukan dalam proses sengketa. seperti baiya-biaya kepaniteraan.

(1). Rapat Permusyawaratan ( prosedur dismisal ) Gugatan yang diajukan sebelum diperiksa dipersidangkan dapat dinyatakan tidak diterima atau tidak mempunyai dasar. waktu dan jarak antara tempat para pihak yang bersengketa dengan tempat persidangan. Hari persidangan ditetapkan selambat-lambatnya 30 (tiga puluh) hari seelah gugatan dicatat dalam daftar perkara. hakim wajib mengadakan persiapan untuk melengkapi gugatan yang kurang jelas ( pasal 63 ).  Gugatan diajukan sebelum waktunya atau telah kadaluarsa. 1. (2). Pemeriksaan Persiapan Sebelum pemeriksaan pokok sengketa dimulai. demi lengkapnya data yang diperlukan untuk gugatan. yang dalam hal ini demi kesempurnaan gugatan yang akal diperiksa dan diputuskan di persidangan.  Pemeriksaan persiapan ini merupakan pengkhususan dalam proses pemeriksaan sengketa administrasi dan di dalam kesempatan ini hakim dapat meminta penjelasan kepada badan atau pejabat administrasi negara yang bersangkutan.  Gugatan tersebut tidak didasarkan kepada alasan-alasan yang layak.  Apa yang dituntut dalam gugatan sebenarnya sudah terpenuhi oleh keputusan adnministrasi negara yang digugat.5 Penetapan Hari Sidang (Pasal 59 ayat 3 Pasal 64) Penetapan hari sidang selalu berhubungan dengan panggilan. Dalam hal ini hakim bertindak :  memberi nasihat kepada penggugat untuk memperbaiki gugatan dan melengkapi dengan data yang diperlukan dalam jangka waktu 30 hari. dapat diminta penjelasan kepada badan atau pejabat tata usaha negara yang bersangkutan. Hal itu disebabkan :  Pokok gugatan ( fakta yang dijadikan dasar gugatan ) itu nyata-nyata tidak termask wewenang pengadilan.  Syarat-syarat gugatan ( pasal 56 tidak dipenuhi oleh penggugat. . Penyederhanaan itu dimungkinkan karena pada hakikatnya kedua hal di atas itu termasuk dalam ” pemeriksaan pemdahuluan ” dan menunjuk kepada karakteristik hukum Acara Peradilan Tata Usaha Negara. sekalipun telah diberitahukan dan diperinagtkan.

2.2 Pemeriksaan di Sidang Pengadilan Setelah ”pemeriksaan pendahuluan” selesai. Kemudian kedua belah pihak atau para kuasanya dipanggil untuk mulai bersidang yang harus diperlakukan sama dan didengar. 4 Pasal 64 ayat 2.2 Pemeriksaan Berkas Semenjak oerkara itu dicatat di kepaniteraan pengadilan tata usaha negara. Pasal 65 dan Pasal 66) Pemanggilan kepada para pihak yang berperkara dilakukan setelah selesai pentahapan tindakan sebelum pemeriksaan di sidang pengadilan. Sifat terbuka sidang untuk umum itu merupakan syarat mutllak karena kalau tudak putusan hakim diancam batal menurut hukum.1 Intervensi Intervensi adalah ikut sertanya pihak lain ke dalam sengketa. Sedangkan atas prakarsa sendiri. baik pada waktu pemeriksaan di sidang pengadilan maupun dalam pelaksanaan putusan. intervensi perlu diatur karena sifat putusan pengadilan perdata hanya berlaku bagi para pihak yang berperkara. ialah bilamana pihak ketiga dengan jalan memasukkan permohonan sendiri untuk maksud mempertahankan hak dan kepentingannya jangan sampai dirugikan oleh putusan atas sengketa itu. Bilamana ada berkas yang dibawa keluar. maka ia akan memanggilnya dengan resmi sebagaimana mestinya.1. kecuali bila sengketa itu diperiksa berdasarkan acara cepat. Jangka waktu pemanggilan dan hari persidangan tidak boleh kurang dari 6 (enam) hari.6. Oleh karena itu dalam sengketa tata usaha negara. haruslah terlebih dahulu . Ketentuan intervensi menurut pasal 83 sangatlah dipengaruhi oleh ketentuan hukum acara perdata.1. dimungkinkan bagi para pihak untuk melakukan pemeriksaan dan mempelajari berkas-berkas sengketa termaksud serta membuat kutipankutipan seperlunya. Intervensi dalam taraf pemeriksaan di sidang pengadilan. Ini dapat dilakukan oleh seseorang atau badan hukum perdata. maka ditetapkanlah hari. dapat terjadi karena prakarsa administrasi itu masuk pihak ketiga. jam. Untuk keperluan pemeriksaan.6 Panggilan Para Pihak Yang Berperkara (Pasal 59 ayat 3. Sangatlah penting tertib acara dalam pemeriksaan berikut berita acaranya. 11. Hal ini berarti setelah gugatan dianggap cukup lengkap dan sempurna serta telah ditentukan majelis hakim. dan tempat persidangan. sampai proses sengketa itu selesai dilaksanakan. hakim ketua sidang membuka sidang dan menyatakannya terbuka untuk umum (Pasal 70 ayat 1). kecuali bila ditentukan lain (Pasal 17 ayat 1 dan 2 undang-undang nomor 14 tahun 1970). 2. Dalam hukum acara perdata. tertib acara pemeriksaan dan berita acaranya di pengadilan tata usaha negara (setelah berfungsi) pun merupakan salah satu hal yang penting dalam proses beracara. yang memeriksa dan memutus sengketa tata usaha negara itu.

12 Banding Arti banding yaitu merupakan pemeriksaan dalam instansi (tingkat) kedua oleh sebuah pengadilan atasan yang mengulangi seluruh pemeriksaan. karena terdapat kesalahan di dalamnya.6. yaitu yang amrnya berbunyi : ”Menghukum dan seterusnya. Putusan condemnatoir. Oleh karena itu kita dapat menyebut acara luar biasa untuk bukan acara biasa. 11.mendapat izin dari ketua pengadilan. Panitera bertanggung jawab sepenuhnya atas berkas-berkas perkara. amar atau diktum putusan itu dibedakab dalam 2 macam.. gugatan tidak diterima dan gugatan gugur. 2. ternyata hakim berwenang mengubah putusan-sela. atau meniadakan keadaan hukum baru.13 Kasasi Terhadap putusan tingkat terakhir pengadilan dapat dimohonkan pemeriksaan kasasi kepada Mahkamah Agung. maupun penerapan hukum atau undang-undang. Pemeriksaan kasasi untuk perkara yang diputus oleh Pengadilan di Lingkungan . Menurut sifatnya.2 Acara Luar Biasa Pemeriksaan perkara di pengadilan tata usaha negara (tingkat pertama) dapat dilakukan dengan acara biasa dan bukan acara biasa. Sebelum putusan itu dijatuhkan. 11. Permohonan pemeriksaan banding itu dapat dicabut oleh pemohon selama hal itu belum diputus. Adapun amar putusan itu seperti gugatan ditolak. gugatan dikabulkan. Dalam perkara perdata. tidak terkecuali untuk pengadilan tata usaha negara. yaitu : 1. 11. yaitu yang amarnya menimbulkan suatu keadaan hukum baru. sebagaimana telah diputuskan oleh Mahkamah Agung. Jika permohonan itu dicabut. termasuk titipan baik barang maupun uang dari pihak ketiga. yang diserahkan kepadanya dalam rangka yang dinamakan jurisdictio contentiosa. maka ia tidak boleh mengajukan lagi walaupun jangka waktu untuk mengajukan banding belum lampau.” 2. Apabila kedua acara itu dibandingkan ternyata masing-masing memiliki proses tersendiri yang berbeda terutama dilihat dari faktor waktu. Putusan yang konstitutif.3 Putusan Pengadilan Suatu putusan pengadilan diambil untuk memutuskan suatu perkara. baik yang mengenai faktafaktanya. terlebih dahulu majelis hakim bermusyawarah dalam ruangan tertutup untuk mempertimbangkan putusan perkara itu.

11. yaitu fakta-fakta atau keadaan-keadaan baru. Syaratsyaratnya ditetapkan dalam hukum acara pada umumnya.14 Peninjauan Kembali Peninjauan kembali putusan merupakan alat hukum yang istimewa dan pada galibnya baru dilakukan setelah alat-alat hukum lainnya telah dipergunakan tanpa hasil. tetapi sebagai pihak yang mandiri dengan kepentingannya sendiri. 11. 11. pejabat TUN hanya mungkin berkedudukan sebagai tergugat. 2 komentar 1. dan tidak mungkin sebagai penggugat. Caray 12 Februari 2009 08:12 sama-sama Poskan . yang pada waktu dilakukan peradilan yang dahulu.16 Peranan Pejabat/Badan TUN dalam Sengketa TUN Sebagai salah satu pihak yang bersengketa. tidak tampak atau memperoleh perhatian.Pengadilan Agama atau yang diputus oleh Pengadilan di Lingkungan Peradilan Tata Usaha Negara dilakukan menurut ketentuan undang-undang. terlebih dahulu salinan putusan tadi dikirimkan dengan surat tercatat oleh panitera pengadilan setempat atas perintah ketua pengadilan tata usaha negara yang mengadilinya selambat-lambatnya 14 hari terhitung sejak putusan tersebut memperoleh kekuatan hukum tetap. Sebagai intervenient mestinya tidak harus bergabung dengan salah satu pihak yang bersengketa. peninjauan kembali putusan hanya dapat dilakukan apabila terdapat nova. toraja 2 November 2008 22:05 makasih bnyak artikelnya :D 2.15 Pelaksanaan Putusan Pengadilan Hanya putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap yang dapat dilaksanakan. Dalam hal pejabat/badan TUN mempunyai kepentingan terkait dengan suatu sengketa TUN dia bisa bertindak sebagai intervenient yang mempertahankan/membela kepentingannya.