BAB I ADMINISTRASI DAN HUKUM ADMINISTRASI A.

Peristilahan

Penggunaan istilah Hukum Administrasi Negara (HAN) sedikit banyak dipengaruhi oleh Keputusan/Kesepakatan pengasuh mata kuliah Fakultas Hukum pada pertemuan di Cibulan tanggal 26-28 Maret 1973. Sebelum itu, dalam kurikulum minimal tahun 1972, istilah yang digunakan dalam SK Menteri P dan K tanggal 30 Desember 1972 No. 0198/U/1972 adalah Hukum Tata Pemerintahan. Meskipun istilah Hukum Tata Pemerintahan tercantum dalam SK tersebut diatas, namun dalam kenyataan penggunaan istilah itu oleh beberapa fakultas hukum – terutama fakultas hukum universitas negeri (yang kemudian diikuti juga oleh berbagai fakultas hukum universitas swasta) tidak seragam. Istilah-istilah yang beranekaragam itu adalah: Hukum Tata Pemerintahan, Hukum Tata Usaha Negara, Hukum Administrasi Negara. Soewarno Handayaningrat dalam bukunya Administrasi Pemerintahan Dalam Pembangunan Nasional antara lain menengahkan sebagai berikut: Administrasi Negara merupakan bagian dari administrasi umum. Ilmu Administrasi Negara merupakan cabang Ilmu Sosial dan (Ilmu Politik). Pada halaman 2 juga diketengahkan pendapat Leonard D.White bahwa administrasi negara terdiri atas semua kegiatan Negara dengan maksud untuk menunaikan dan melaksanakan kebijakan Negara. Pada halaman 3 diketengahkan pendapat Dimock dan Koening tentang administrasi negara dalam arti luas dan arti sempit. Dalam arti luas, administrasi negara adalah kegiatan negara dalam melaksanakan kekuasaan politiknya. Dalam arti sempit, administrasi negara adalah kegiatan eksekutif dalam penyelenggaraan pemerintahan. B. Pemerintahan

1. Definisi dan perumusan – perumusan Pengertian pemerintahan dapat difahami melalui dua pengertian: disatu pihak dalam arti “fungsi pemerintahan” (kegiatan memerintah), dilain pihak dalam arti “organisasi pemerintahan” (kumpulan dari kesatuan–kesatuan pemerintahan). Apa sebenarnya kandungan dari “fungsi pemerintahan” itu? Fungsi dari pemerintahan itu dapat ditentukan sedikit banyak dengan menempatkannya dalam hubungan dengan fungsi perundangundangan dan peradilan. Pemerintahan dapat dirumuskan secara negatif sebagai segala macam kegiatan penguasa yang tidak dapat disebutkan sebagai suatu kegiatan perundangundangan atau peradilan. Ada ahli hukum administrasi yang mengatakan bahwa pelaksanaan kekuasaan yang terdiri atas peraturan-peraturan perundang-undangan yang lebih lanjut (peraturan-peraturan umum tentang pemerintahan, peraturan-peraturan dari pihak penguasa yang lebih rendah), tidak dapat dikategorikan dalam hukum administrasi.

Donner (A.M Donner, Nederlands Bestuursrecht, jilid umum, Alphen aan den Rijn, Nederland, cetakan ulang kelima tahun 1987 hal. 15-17) mengutarakan empat macam bentuk dari penguasa : a). Pemelihara Ketertiban Pemeliharaan ketertiban pada tingkat pertama ialah pengawasan supaya dapat terlaksana secara teratur. Dapat terdiri dari penetapan peraturan bagi komunikasi timbal balik, yaitu diserahkan pada masyarakat untuk mengadukan sendiri pelanggaran atas hukum tadi dan membuatnya berlaku melalui suatu proses (seperti dalam hal lalu lintas). Suatu teknik lain pemeliharaan ketertiban ialah terikatnya beberapa kegiatan atau keadaan pada suatu perizinan, pengesahan, persetujuan atau suatu bentuk pemberian kuasa yang lain oleh karena kegiatan-kegiatan itu pada dasarnya adalah terlarang kecuali jika dilaporkan dan memperoleh izin. b). Pengelola Keuangan Melalui pajak, pungutan-pungutan lain, pendapatan sendiri umpamanya dari sumber bantuan kekayaan alam dan kredit luar negeri, pihak penguasa menjadi yang terkaya dan yang paling boleh dipercaya dalam negara. Dalam hal pemasukan uang pajak yang terutang, pihak pemerintah (melalui Kantor Inspeksi Pajak = sekarang Dit.Jen Pajak) memainkan peranan yang penting. Pendapatan pihak penguasa bertujuan untuk menutup kebutuhan-kebutuhan sendiri, namun juga mempunyai fungsi dalam hal pengaturan kembali pendapatan negara. Dengan demikian, penguasa memberi bantuan, menyediakan subsidi, memberi kredit dan jaminan atau memberi harta milik yang diinvestasikan oleh kelompok-kelompok tertentu atau masyarakat umum. c). Tuan tanah Sejak dahulu pihak penguasa merupakan tuan tanah. Banyak jalan dan sungai, pantai, bendungan dan tentu saja bahan-bahan mineral, adalah milik penguasa. Penguasa juga memiliki kesempatan-kesempatan juridis untuk merampas tanah ataupun menggunakan tanah itu dengan tujuan membatasi kepentingan umum dan pungutan pajak. d). Pengusaha Beberapa kegiatan hanya dapat dilaksanakan oleh pihak penguasa mengingat sifatnya atau karena diharuskan sesuai dengan undang-undang. Maka kita menyebutkan “jasa-jasa” pihak penguasa: seperti pertahanan, pekerjaan umum, polisi, pemadam kebakaran, peredaran mata uang, pendidikan, penyediaan air minum, energi dan saluran air, dll. Disamping keempat jasa yang diarahkan keluar (ekstern) itu, masih ada yang diarahkan fungsinya kedalam (intern) yakni pemerintahan sebagai badan organisasi

intern. Pemerintahan intern berbentuk segala macam aturan-aturan organisasi, keputusankeputusan pengangkatan dan pemberhentian, aturan-aturan dan keputusan-keputusan mengenai kedudukan hukum pegawai negeri, keputusan-keputusan tentang bidang pengawasan para pegawai yang kedudukannya lebih tinggi terhadap yang lebih rendah dan peraturan mengenai penyelesaian sengketa diantara para pegawai negeri. 2. Sejarah Pemerintahan di Indonesia Organisasi pemerintahan setelah penyerahan oleh Raffles adalah sebagai berikut: pemerintah pusat membentuk sebuah sekretariat yang dinamakan “Algemene Secretarie” di Bogor. Pimpinan urusan “oorlog en marine” diserahkan kepada sebuah departemen; urusan keuangan diserahkan kepada “Generale Directive van Financien”. Susunan pemerintahan yang sederhana itu baru dapat dikembangkan lebih luas pada masa Gubernur Jenderal Duymaer van Twist (1851-1856). Sesudah tahun 1904 susunan departemen adalah sebagai berikut: 1. Pertanian 2. Perusahaan Negara (gouvernements bedrijven) 3. Kehakiman (pertama kali didirikan tahun 1870) 4. Keuangan 5. Pemerintahan (binnenlands bestuur) 6. Pengajaran dan keagamaan (onderwijs en eeredienst) 7. Perekonomian 8. Perhubungan dan Pengairan (verkeer en waterstaat) 9. Peperangan (oorlog) 10. Angkatan Laut (marine) Pada tanggal 18 Agustus 1945 dibentuknya UUD Negara RI Tahun 1945, yang dapat dipandang sebagai akte kelahiran dari Negara Republik Indonesia. Selain itu juga diangkat Presiden dan Wakil Presiden. Pada tanggal 19 Agustus tahun 1945 oleh PPKI ditetapkan susunan kementrian negara dan pada tanggal 2 September 1945 Presiden mengangkat menteri-menteri Negara yang masing-masing mengepalai satu departemen, yaitu: Dalam negeri, Luar negeri, Kehakiman, Keuangan, Kemakmuran, Kesehatan, Pengajaran dan Pendidikan, Sosial, Pertahanan, Penerangan, Perhubungan dan Pekerjaan Umum.

Dalam sidang umum MPRS V dengan TAP No. Hardi selaku WAPERDAM I. KKN. K. sistem pemerintahan belum dapat dilaksanakn secara penuh. Pada tanggal 9 Juli Presiden membentuk Kabinet baru. KSAL. KSAU. pada tanggal 6 Juli 1959 kabinet Djoeanda mengembalikan mandat kepada Presiden. Untuk membentuk anggota DPR dan Dewan Konstituante. Undang-undang. dan peraturan-peraturan lain dijalankan (Pasal 82). XIII/MPRS/1966 dibentuk Kabinet Ampera dengan Kep. Keadaan ini dibonceng oleh PKI dan akhirnya meletus peristiwa G. Maka Belanda berusaha kembali untuk menguasai negara RI akhirnya melahirkan suatu Negara Serikat.Pres No. Melalui TAP No.30 S. . Peristiwa ini sekaligus menarik garis pemisah masa pemerintahan sebelumnya dengan sebutan Orde Lama dan Orde Baru. Berdasarkan ketetapan MPRS No. Ketua DPR dan MPRS menjadi Menko. langkah konstitusional ditempuh melalui siding-sidang umum MPRS pada tahun 1966. Wakil Ketua DPA dan Ketua Dewan Nasional). 163/1966. Menteri Muda dan Menteri Ex Officio (KASAD. Susunan Kabinet Kerja kemudian dilengkapi dengan Menko. Ternyata hasil pemilu itu kemudian menimbulkan masalah dalam kehidupan ketatanegaraan Indonesia. Djoeanda selaku PM. XLIV/MPRS/1968 Jenderal Soeharto diangkat sebagai Presiden RI. Namun pada tanggal 17 Agustus 1950 (kurang dari satu tahun masa RIS) bentuk negara kembali ke bentuk negara kesatuan dan lahirlah Undang-Undang Dasar Sementara tahun 1950. Pada tanggal 23 Maret 1956 Presiden mengambil sumpah para anggota DPR di Istana Negara Jakarta dan pada tanggal 10 Nopember melantik anggota Konstituante di gedung Konstituante di Bandung. yaitu Kabinet Kerja. kabinet itu terkenal dengan nama Kabinet karya. dibawah UUDS tahun 1950 telah diselenggarakan Pemilu yang pertama kali tanggal 1 April 1954 hingga tanggal 16 Juli 1956. MPRS melalui TAP No. yaitu: Menteri Inti. Dalam sidang istimewa. Berhubung kabinet karya disandarkan kepada UUDS 1950 yang dinyatakan tidak berlaku melalui Dekrit Presiden 5 Juli 1959. Kemelut kabinet terus berlangsung dan akhirnya Presiden Soekarno telah memutuskan menunjuk dirinya sendiri sebagai Kepala Negara membentukk baru yang dilantik tanggal 9 April 1957 dipimpin oleh Ir.H. Pelaksanaan pemerintahan dengan Demokrasi Terpimpin ternyata mengarah ke pemusatan kekuasaan di tangan presiden. sedangkan wakil ketuanya menjadi menteri. Struktur Kabinet pembangunan terdiri atas 18 menteri yang memimpin departemen dan 5 menteri Negara. Jaksa Agung. Idham Khalid selaku WAPERDAM II. Program Kabinet Ampera terkenal dengan nama Dwidharma Catur Karya.PKI tahun 1965.XLI/MPRS/1968 telah ditetapkan pembentukan Kabinet Pembangunan.Karena saat itu. yaitu Republik Indonesia Serikat dengan konstitusinya disebut dengan Konstitusi RIS. XXXIII/MPRS/1967 kekuasaan Presiden Soekarno ditarik/dicabut dan Jenderal Soeharto diangkat sebagai Pejabat Presiden. Pada tanggal 11 Oktober diadakan perubahan terhadap Kabinet Ampera. tugas pemerintah di bidang eksekutif adalah menyelenggarakan kesejahteraan Indonesia dan teristimewa berusaha supaya UUD. Mr. Langkahlangkah pertama pemerintahan Orde Baru diawali dengan Supersemar tahun 1966. siding istimewa tahun 1967 dan sidang umum V tahun 1968. Kabinet Kerja terdiri dari tiga kelompok Menteri.

Pendapat selanjutnya dijabarkan oleh C. angkutan. Kebudayaan. Hukum Tata Negara menyoroti negara dalam keadaan bergerak.Van .  Tugas-tugas Modern Pemerintah adalah: a. 3. pertanian dan perikanan. Perekonomian. Melindungi bangsa dan wilayah terhadap kerusuhan dari dalam (pembentukan dan pemeliharaan hukum. 5 tahun 1986 tentang Peradilan Tata Usaha Negara. Pendidikan. c. Sebagai kelanjutannya ditemukan “tugas-tugas negara yang lebih klasik” dan “tugas-tugas negara yang lebih modern”. sungai. perhubungan. Lingkungan.  Tugas-tugas Klasik Negara adalah: a. Jaminan sosial f.Oppenheim mengetengahkan perbedaan terhadap tinjauan Negara oleh hukum tata negara dan oleh hukum administrasi. Lahirnya UU ini telah memberikan penghargaan tersendiri bagi hukum administrasi. Urusan tenaga kerja. telekomunikasi b. Melindungi bangsa dan wilayah terhadap serangan dari luar (pertahanan) b. Pengembangan masyarakat C. demikian pula Departemen Keuangan. planologi dan Perumahan rakyat d. Pemeliharaan kesehatan c. industri e. Dalam Negeri dan Kehakiman. Pemerintahan dalam zaman modern Ciri-ciri yang paling penting dari negara ialah pelaksanaan kekuasaan dalam arti menciptakan suatu ketertiban tertentu dalam kenyataan.Pada tanggal 29 Desember tahun 1986 telah disahkan dan diundangkan Undangundang No. Jalan. Hukum Adminaistrasi Modern seringkali merupakan suatu akibat dari kesukaran dan kebutuhan yang berbagai macam yang kerapkali ada kaitan langsung dengan pertumbuhan penduduk. polisi) Penagihan uang pajak dan pengelolaan dana tersebut untuk kepentingan pembiayaan tugas-tugas negara Kementerian-kementerian “lama” yang paling terkenal adalah: Departemen Luar Negeri dan Pertahanan. pos.perdagangan. Definisi dan Deskripsi Hukum Administrasi Deskripsi dari J.

setelah alat-alat itu akan menggunakan kewenangan-kewenangan ketatanegaraan. dan terdiri dari dua tingkatan. 1. Perkembangan hukum administrasi umum boleh dikatakan baru saja tumbuh sejak Perang Dunia Kedua Dapat dikatakan bahwa perkembangan hukum (pemerintahan) administrasi umum yang sedang giat dilaksanakan di banyak Negara. bergerak dalam tiga taraf secara berturut-turut. baik tinggi maupun rendah. Yang dimaksudkan dengan lapangan hukum administrasi khusus adalah peraturanperaturan hukum yang berhubungan dengan bidang tertentu dari kebijaksanaan penguasa. Hukum Tata Negara adalah keseluruhan peraturan hukum yang membentuk alat-alat perlengkapan negara dan menentukan kewenangan alat-alat perlengkapan negara tersebut. Hukum Administrasi Negara Heteronom. Prajudi Atmosudirdjo dalam bukunya Hukum Administrasi Negara merumuskan definisi kerja hukum administrasi Negara adalah hukum yang secara khas mengenai seluk beluk daripada administrasi Negara. Perkembangan kedua yang penting dimulai dengan diperkenalkannya peradilan administrasi Negara. dan UU adalah hukum yang mengatur seluk beluk organisasi dan fungsi administrasi Negara. TAP MPR. Sedangkan hukum administrasi umum adalah peraturan-peraturan hukum yang tidak terikat pada suatu bidang tertentu dari kebijaksanaan penguasa. umpamanya dengan menetapkan keputusan-keputusan larangan tertentu atau dengan menerbitkan sistem-sistem perizinan. Hukum Administrasi Negara Otonom. Dari lapangan hukum administrasi khusus itulah kemudian dicari elemen-elemen umum yaitu elemen yang terdapat dalam tiap lapangan khusus tersebut.Vollenhoven dalam definisi hukum tata negara dan definisi hukum administrasi. D. 2. Elemen yang demikian itulah kemudian membentuk hukum administrasi umum. Hukum administrasi adalah keseluruhan ketentuan yang mengingat alat-alat perlengkapan negara. Perkembangan Hukum Administrasi Hukum administrasi telah berkembang dalam suasana manakala pihak pemerintah mulai menata masyarakat dan dalam kaitan itu menggunakan sarana hukum. 3. Lapangan Hukum Administrasi Khusus dan Hukum Administrasi Umum E. adalah hukum operasional yang dicipta oleh Pemerintah dan Administrasi Negara sendiri. . bersumber pada UUD. Perkembangan yang ketiga timbul manakala pembuat UU memutuskan dengan tujuan menyelaraskan tindakan-tindakan pemerintah untuk mengadakan “pembuatan UU umum”. Pada mulanya perkembangan hukum administrasi umum itu hanya merupakan suatu perkembangan dalam ilmu pengetahuan sendiri.

Hukum privat berisi norma-norma yang penegakkannya dapat diserahkan kepada pihak partikelir. 2. Dengan demikian dapat dikembangkan bidang-bidang hukum administrasi yang menunjang pembangunan pertanian. artinya suatu perjanjian internasional hanya mengikat negara dan tidak mengikat rakyat. perindustrian dan bidang-bidang lainnya. Diantara kedua bidang hukum itu terletak hukum administrasi (hukum antara). Penelitian Lapangan Hukum Administrasi Khusus W. Hukum pidana berisi norma-norma yang begitu penting bagi kehidupan masyarakat sehingga penegakan norma-norma tersebut tidak diserahkan pada pihak partikelir tetapi harus dilakukan oleh penguasa.F. F. Hubungan antara hukum administrasi dengan hukum internasional tidak lepas dari hakekat hukum administrasi sendiri. G. Prins mengemukakan bahwa perkembangan hukum administrasi bermula dari lapangan-lapangan khusus karena kebutuhan untuk mengatur lapangan-lapangan pekerjaan pemerintahan dalam bidang khusus tertentu. Dalam mengadakan penelitian dan mengembangkan hukum administrasi disarankan agar dikembangkan bidang-bidang hukum administrasi yang menunjang Pembangunan Nasional sesuai dengan arah Pembangunan yang digariskan oleh Garis-Garis Besar Haluan Negara. Hukum tata negara dan hukum administrasi memuat aturan-aturan yang menguasai jalannya lingkaran politik dan pemerintahan. Kedudukan Hukum Administrasi dalam Lapangan Hukum Hukum administrasi materiil terletak diantara hukum privat dan hukum pidana. Pelaksanaan perjanjianperjanjian internasional oleh penguasa terhadap rakyat akan menyentuh lapangan hukum administrasi. Dalam hal ini sistem hukum kita menganut stelsel dualisme. Beberapa keputusan pemerintah tertentu mengakibatkan hasil-hasil pemilihan tertentu yang kembali dapat berpengaruh pada timbulnya keputusan-keputusan pemerintah yang baru.1. Hukum administrasi juga berhubungan dengan hukum internasional. Pihak pemerintah mempunyai tugas-tugas tertentu terhadap masyarakat seperti melindungi masyarakat terhadap ancaman luar negeri atau melaksanakan suatu kebijaksanaan lingkungan. yakni hubungan antara penguasa dan rakyat. karena hukum administrasi merupakan “instrumenteel recht”. Hukum Administrasi dan Ilmu Pemerintahan Lain . Penelitian Lapangan Hukum Administrasi Umum Untuk memperoleh gambaran dari keseluruhan aspek hukum administrasi umum itu kita menggunakan cara pemikiran yang berikut. Untuk dapat mengikat rakyat diperlukan suatu Undang-undang tersendiri. Hubungan antara pihak pemerintah dengan masyarakat pada masing-masing bidang urusan pemerintah ditandai oleh dua saluran kegiatan : pihak pemerintah mempengaruhi masyarakat umum dan masyarakat mempengaruhi kalangan pemerintah.

pertumbuhan dan penyempurnaan hukum administrasi adalah suatu proses otonom yang dapat dicapai dengan bantuan ilmu pengetahuan. Pengertian Sumber Hukum Hukum dapat ditinjau dari berbagai aspek. H. B. dalam ilmu pemerintahan dapat ditemukan dua macam pendekatan: pendekatan empiris dan pendekatan normatif. Pendekatan empiris bertujuan untuk menelaah pengaruh yang nyata dari pemerintahan umum. Tentu saja politik itu tidak mengambil keputusan secara otonom (mandiri) dalam tugas-tugas pemerintah. sosiologi pemerintahan. Dorongan dari sudut politik dan pemerintahan.Hukum administrasi bukan satu-satunya ilmu pengetahuan mengenai pemerintahan umum. Perkembangan dalam bidang hukum administrasi otonom. dan ilmu politik pemerintahan. hukum administrasi. dsb. peradilan dan perundangundangan umum. Sebelum membahas persoalan itu. yaitu bagian yang membahas aturan-aturan yang tertulis dan yang tek tertulis dari pemerintahan umum. yang termasuk ilmu pemerintahan ialah ilmu hukum. Perubahan-perubahan dalam tugas-tugas pemerintah tercermin dalam hukum administrasi terutama dalam perubahan-perubahan pada bagian-bagian khusus dari hukum administrasi. Hukum administrasi tergantung dari apa yang dibayangkan oleh pihak politik sebagai tugas dari pemerintah. Hukum administrasi jadinya hanya merupakan salah satu dari keseluruhan ilmuilmu pemerintahan. Ketika orang menulis suatu studi yang bersifat sejarah. Pancasila Sebagai Sumber Hukum . yang objeknya adalah pemerintahan Ilmu pemerintahan yang terpenting adalah: soal-soal keuangan negara. sementara pendekatan normatif menelaah putusan-putusan normatif. BAB II SUMBER-SUMBER HUKUM ADMINISTRASI b. A. Seseorang mampu menjelaskan hukum positif yang berlaku dan secara bersamaan mampu menjelaskan dengan tegas sumbersumber tempat hukum positif itu dikaji. Dengan tumbuhnya bagian-bagian khusus dari hukum administrasi kebutuhan juga meningkat. maka sumber-sumber hukum kebanyakan itu adalah sumber-sumber hukum lain seperti hasil-hasil tulisan ilmu pengetahuan yang lama. perlu kiranya diingatkan bahwa hukum administrasi modern itu bergantung dari dua macam dorongan : a. Perkembangan Pemerintahan Umum di Masa Depan Hukum Administrasi itu terlibat dengan perkembangan-perkembangan yang cepat. sosiologi. ilmu politik. notulen dari sidang rapat.

Dalam arti. bentuk-bentuk dan tujuan negara. Sumber Hukum (formal) di Indonesia. dan (Adalah UUD 1945 yang terdiri dari Pembukaan / Preambule. Mentri/Panglima AD. Keppres. Serat Perintah 11 Maret 1966. bahwa Pancasila itu mewujudkan dirinya dalam: a. Pancasila Dinyatakan Sebagai Sumber Dari Segala Sumber Hukum”. Soekarno. diatur dalam MPRS No. PP.XX/MPR/1966. . bentuk wadah suatu badan pemerintahan tententu dapat meciptakan badan hukum. prikemanusiaan. kemerdekaan bangsa. Tap MPR. Ketetapan MPR No. serta Instruksi Mentri & Surat Mentri. berarti UUD 1945. (Berisi perintah kepada Letnan Jendral Soeharto. untuk dan atas nama Presiden/Panglima Tertinggi ABRI. Inpres.Dalam Tap MPR No. cita-cita politik mengenai sifat. V/MPR/1973 tentang Peninjauan Produk-Produk yang Berupa ketetapan-Ketetapan MPRS RI jo. yang isinya: a) Pembubaran Konstituante b) Berlakunya kembali UUD 1945 dan tidak berlakunya lagi UUDS 1950 c) Pembentukan MPRS dan DPAS) c.) C.) b. Undang-Undang Dasar Proklamasi. Sumber hukum dalam Arti Formal Sumber-sumber hukum dalam arti formal diperhitungkan terutama “bentuk tempat hukum itu dibuat menjadi positif oleh instansi Pemerintahan yang berwenang”. keadilan sosial. Yang artinya bahwa Pancasila adalah pandangan hidup. UU & PP sebagai Pengganti UU (Perpu). Dalam Tap MPRS No. V/MPR/1973.) d. perdamaian nasional dan mondial. Dekrit 5 Juli 1959 (Suatu keputusan Presiden RI. Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 (Yang dimaksud adalah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia yang dibacakan oleh Ir. Permen. cita-cita moral mengenai kehidupan kemasyarakatan dan keagamaan sebagai pengejawantahan dari Budi Nurani Manusia. XX/MPR/1966. batang Tubuh dan Penutup. kesadaran dan cita-cita hukum serta cita-cita mengenai kemerdekaan individu.IX/MPR/1978 tentang perlunya penyempurnaan yang termaktub dalam pasal 3 Tap MPR No.

akhirnya ditetapkanlah UU Federal No. Garis-garis besar dalam bidang legislatif yang dilaksanakan dengan UU. Dan memiliki arti penting di bidang hukum. tetapi didalamnya telah diatur hal-hal mendasar dalam berbagai bidang kehidupan. UUD 1945 UUD 1945 ditetapkan oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia pada tanggal 18 Agustus 1945. ia semacam “streefgrondwet”. Ketetapan MPR di satu pihak dapat dilaksanakan dengan Keputusan Presiden. Hal ini juga berarti. Garis-garis besar dalam bidang eksekutif yang dilaksanakan dengan Keputusan Presiden.Skema Sumber Hukum Administrasi (dalam arti formal) (norma baerjenjang: gelede of getrapt normstelling) UUD 1945 Tap MPR UU / Perpu PP Keppres Peraturan pelaksanaan Bawahan lainnya Keputusan Tata Usaha Negara: norma penutup PENJELASAN 1. Oleh karena itu. Bentuk Tap MPR ini pertama kali keluar pada 1960.1/MPRS/1960 tentang Manifesto Politik RI sebagai GBHN. Meski UUD 1945 hanya terdiri dari 37 Pasal. UUD ini berlaku hingga 27 Desember 1949.7 Tahun 1950. Setelah itu UUD 1945 hanya berlaku di negara bagian RI. b. 3. UU / Perpu . Untuk itu. saat berlakunya Konstitusi RIS.XX/MPRS/1966 (lampiran) bentuk putusan (peraturan) MPR ini memuat: a. karena mayoritas rakyat daerah-daerah bagian tidak menghendaki bentuk negara serikat. Namun Konstitusi RIS hanya berlaku selama 8 bulan. yaitu Ketetapan MPRS RI No. 2. Tap MPR Tap MPR ini merupakan putusan majelis yang yang mempunyai kekuatan hukum mengikat ke luar dan ke dalam MPR. Berdasarkan Tap MPRS No.

dalam prakteknya. PP memuat aturan-aturan yang sifatnya umum. sedang DPR tidak dilibatkan. jika suatu Perpu tidak mendapat persetujuan DPR. dengan alasan kerena PP tersebut bertentangan dengan PP yang lebih tinggi. PP Dalam Pasal 5 ayat (2) UUD 1945. yang berisikan ketentuan-ketentuan tentang bidang tugasnya. 5. Peraturan Mentri dan Surat Keputusan Mentri Adalah peraturan yang dikeluarkan oleh seorang Mentri. Keppres Keppres dikeluarkan oleh Presiden. c.XX/MPRS/1966. Instruksi Mentri dan Surat Mentri. Keppres ini memuat keputusan yang bersifat khusus (einmalig). harus mendapat persetujuan dari DPR dalam persidangan. Untuk Perpu. b. MA dalam pemeriksaan tingkat kasasi berwenang untuk menyatakan tidak sah. b. 4. Keputusan Presiden yang mengatur hal-hal tertentu. ditentukan bahwa PP dibuat dan dikeluarkan oleh Presiden untuk melaksankan UU. Peraturan Pelaksanaan Bawahan Lainnya Peraturan Pelaksanaan Bawahan lainnya. 6. Surat Keputusan Bersama (dibuat oleh beberapa Mentri). berbeda dengan PP. Perbedaannya hanyalah bahw Perpu hanya dibuat oleh Presiden saja. Namun. Keppres yang berisi pengangklatan seseorang menjadi Mentri atau menjadi Duta Besar atau Guru Besar atau Dirjen suatu Departemen. Perpu itu harus dicabut dan akibat hukum yang timbul harus diatur. seperti: a. Keppres yang berisi pemberian tunjangan kepada pejabat negara tertentu. Presiden berhak menetapkan Peraturan Pemerintah sebagai Pengganti Undang-Undang (Perpu) yang sama derajatnya dengan UU. ada tiga macam Keppres. Selain itu masih ada Surat Keputusan Mentri (keputusan Mentri yang sifatnya khusus mengenai masalah tertentu di bidang tugasnya). Dan Perpu itu hanya dibuat jika negara dalam keadaan darurat saja. Namun. dalam hal-hal yang sifatnya memaksa. Peraturan Daerah dan Keputusan Kepala Daerah . yaitu: a. Seperti diatur dalam Tap MPR No.Undang-undang adalah produk legislatif presiden (pemerintah) bersama DPR. Inisiatif mengajukan usul Rancangan UU dapat berasal dari Presiden maupun DPR.

Adalah keseluruhan kaedah-kaedah dan asas-asas yang mengatur hubungan atau persoalan yang melintasi batas-batas negara. D. Doktrin Adalah pendapat pendapat para pakar dalam bidangnya amsing-masing yang berpengaruh. c. Selain itu ada juga Keputusan Kepala Daerah yang ditetapkan untuk melaksanakan Perda atau Urusan-urusan dalam rangka tugas pembantuan. 8. yaitu antar negara-negara. yaitu: . dan hukum kebiasaan yang hidup di dalam masyarakat. Perda ditangani oleh Kepala Daerah dan ditanda tangani serta oleh Ketua Dewan Perwkilan Rakyat Daerah. Keputusan Tata Usaha Negara (administratieve beschikking): norma penutup Keputusan ini dibuat baik untuk menyelenggarakan hubungan dalam lingkungan alat-alat perlengkapan negara yang membuatnya dengan seorang partikelir. Pendapat ini sering digunakan sebagai sumber dalam pengambilan keputusan. Sumber Hukum dalam Pengertian Sosiologis Sumber-sumber hukum dalam artian sosiologis merupakan lapangan pekerjaan bagi seorang sosiolog hukum. Namun penelaahan sumber-sumber hukum juga dapat relevan bagi seseorang yang mempelajari hukum dalam sisi yang formal yang akhir-akhir ini sering dibandingkan dengan sumber-sumber sosiologis hukum. yang terbagi-nagi dalam daerah-daerah otonom. 7. d.Indonesia merupakan Negara Kesatuan yang menganut sistem Desentralisasi. Hukum Internasional. dengan atau tidak dengan merampas barang tertentu untuk negara. Singkatnya adalah “Hukum Adat” yang dipakai dalam ilmu pengetahuan hukum. Perda dapat memuat Ketentuan tentang ancaman pidana kurungan selama-lamanya 6 bulan atau denda sebanyak-banyaknya lima puluh ribu rupiah. Hukum Tidak Tertulis Adalah hkum yang tidak dibentuk oleh sebuah badan legislatif (unstatutory law). hukum yang timbul karena putusan hakim. yaitu hukum yang hidup sebagai konvensi di badan-badan hukum negara. terutama oleh para hakim. atau antar negara denga subyek hukum bukan negara satu sama lain. Macam-macam faktor sosiologis.

istilah sumber memiliki dua makna: 1) Sebagai sumber pengenal dari hukum yang berlaku pada suatu saat tertentu 2) Sebagai sumber tempat asal pembuat UU yang menggalinya dalam sistem suatu aturan menurut UU. Misalnya BUMN yang diswastakan atau perusahaan swasta yang dinasionalisasikan. buku-buku ilmiah.1. majalah-majalah. Karena di banyak negara orang melihat bahwa lembaga-lembaga pemerintah selalu berubah-ubah. . propinsipropinsi dan kotapraja-kotapraja umumnya cukup stabil (tidak berubah). dll. Sumber Hukum dalam Pengertian Sejarah Dalam arti sejarah. akan tetapi untuk badan-badan pemerintahan. Pendekatan yang bersifat yuridis pemerintahan menyangkut hal bahwa kita bertolak dari istilah-istila dan pertimbangan-pertimbangan yang bersifat yuridis. Dalam menciptakan tata tertib dalam banyaknya bentuk-bentuk organisasi itu dapat dilakukan paling baik dengan pndekatan pada struktur formal dari organisasi pemerintahan seperti yang diatur dalam peraturan perundang-undangan dengan cara pendekatan bersifat yuridis pemerintahan. Menurut para sejarawan hukum. dan sebagainya terlihat dinamika/perubahan yang cukup besar.. BUMN. Untuk badan-badan yang terpenting dari Pemerintah Pusat. hubungan tenaga kerja. Situasi sosial-ekonomis menetukan isi perundang-undangan dalam bidangbidang harga. hal yang paling penting adalah sumber pertama. E. dsb. yaitu : a. Pembedaan antara Wewenang yang sifatnya Hukum Publik dengan Wewenang Hukum Perdata. BAB III SUSUNAN PEMERINTAH A. yaitu dokumen-dokumen resmi kuno. penggajian. Perlu didapatkan suatu gambaran yang baik dalam berbagai macam kelembagaan pemerintah. Tinjauan Umum Dalam membuat struktur dalam dan hubungan pemerintahan umum mutlak bahwa yang digunakan adalah bahasa yang sama dan tingkat pengertian yang sama. Hubungan-hubungan politik dalam corak penting dalam menentukan apakah suatu tugas umum tertentu dilakukan oleh provinsi atau kota praja atau oleh pemerintah pusat atau badan-badan swasta. Ada 4 macam pembedaan yang penting dalam hal ini. 2.

Yang digolongkan dalam desentralisasi di Belanda adalah : . maka badan hkum itu memiliki wewenang yang tergolong organisasi pemrintah. Pembedaan antara Surat Keputusan Pembentukan Badan yang bersifat Hukum Publik dengan yang bersifat Hukum Perdata. Walau suatu kembaga yang demikian tidak memiliki wewenang hukum publik dan hanya memiliki wewenang hukum perdata. Badan yang bersangkutan dapat berbentuk suatu badan yang didirikan oleh UU. kotapraja. c. Selain itu suatu organisasi fungsional dapat didirikan dalam bentuk yayasan atau perseroan terbatas ini yang disebut badan hukum atas dasar surat keputusan pendirian menurut hukum perdata. Suatu lembaga pemerintahan hanya dapat melakukan wewenang hukum perdata. badan-badan umum atau lembaga yang memiliki wewenang hukum secara eksplisit/nyata. Wewenang yang sifatnya hukum publik justru yang bersifat hukum perdata dapat dilaksanakan oleh para pegawai yang secara hirarkis masih pegawai rendahan yang memiliki wewenang sesuai dengan undang-undang atau yang disebut dekonsentrasi. Bentuk organisasi fungsional (badan hukum) yang tidak termasuk negara. Pembedaan antara para Pegawai dan Pejabat Negara. b. tetapi dapat juga suatu badan pemerintahan dari yayasan/lembaga yang sifatnya hukum perdata yang memiliki wewenang hukum publik. masih saja harus ditentukan bahwa lembaga itu bagian dari organisasi pemerintahan.” Wewenang hukum perdata dimiliki oleh orang-orang pribadi dan badan-badan hukum. Akan tetapi ini tidak berlakuk bagi lembaga-lembaga yang punya wewenang hukum perdata. mengambil kaputusankeputusan atau menetapkan suatu rencana dengan akibat-akibat hukum. propinsi. Akan tetapi perlu dibuat suatu ukuran tambahan untuk menyaring lembaga-lembaga mana dengan wewenang hukum perdata yang harus digolongkan dalam pihak Pemerintah. Wewenang hukum publik hanya dapat dimiliki dan harus dimasukkan dalam golongan penguasa. seperti mengeluarkan aturan-aturan. harus digolongkan dalam desentralisasi fungsional. sehingga lembaga-lembaga dengan hukum perdata termasuk dalam desentralisasi (fungsional). kotapraja atau propinsi yang pendiriannya berdasarkan surat keputusan organisasi hukum publik. Badan-abadan yang memiliki hukum publik dan dewan-dewan yang memiliki wewenang ini disebuta ” badan-badan pemerintahan administratif dan yang mengeluarkan aturan-aturan. Jika pembentukn suatu organisasi/badan hukum terjadi sesuai atau menurut UU atau ditetapkan dalam suatu putusan organisasi yang bersifat hukum publik. jika merupakan badan hukum sesuai dengan hukum perdata : negara.Wewenang hukum publik adalah wewenang untuk menimbulkan akibat-akibat hukum yang sifatnya hukum publik. karena memang badan-badan swasta punya wewenang itu.

Berbeda dengan desentralisasi fungsional yang bersifat hukum perdata. 4.• Provinsi dan Kota Praja • Badan-badan yang mewakili wewenang hukum publik • Badan-badan/Badan-badan hukum yang mewakili wewenang hukum perdata yang ditetapkan dengan atau berdasarkan UU • Lembaga pemerintahan yang menurut surat keputusan organisasi mereka memperoleh otonomi tertentu terhadap mentri Yang tidak tergolong dalam desentralisasi adalah pelaksanaan wewenang oleh para pegawai (dekonsentrasi) dan penggunaan bentuk yayasan dan perseroan terbatas oleh pihak pemerintah (jika perlu disebut juga sebagai desentralisasi fungsional yang sifatnya hukum perdata). pertanggungjawaban itu juga diuraikan dengan jelas dalam satu atau lebih perundang-undangan yang dapat diketahui oleh setiap orang. 5. Dengan membuat pembedaan antara badan-badan hukum yang didirikan dengan atau berdasarkan undang-undang dengan badan-badan hukum yang lain. 3. Koordinasi: mencegah atau mencari penyelesaian kepentingan. misalnya diantara kotapraja-kotapraja. maka tanggung jawab pemerintah sudah ditandai dengan jelas. 2. B. Pengawasan Kualitas: kontrol atas kebolehan dan kualitas teknis pengambilan keputusan dan tindakan-tindakan aparat pemerintah yang lebih rendah. Perlindungan hak dan kepentingan warga: dalam situasi tertentu mungkin diperlukan suatu perlindungan khusus utnuk kepentingan dari seorang warga. Hubungan Antara Tingkat-Tingkat Dalam Pemerintahan Mengenai hubungan diantara tingkat-tingkat dalam pemerintahan harus dibedakan diantara : a. sbb: 1. Alasan-alasan Keuangan: peningkatan kebijaksanaan yang tepat dan seimbang dari aparat pemerintah yang lebih rendah. Hubungan Vertikal (Pengawasan. . Untuk pengawasan ada beberapa alasan. konflik/perselisihan dari aparat Pengawasan Kebijaksanaan: disesuaikannya kebijaksanaan pemerintah yang lebih rendah terhadap yang lebih tinggi. Kontrol) Pengawasan dilaksanakan oleh badan-badan Pemerintah yang bertingkat lebih tinggi terhadap badan-badan yang lebih rendah.

Konsultasi dan Perundingan 6. 3. Hak Banding Administratif 7. Perencanaan 10. Pengawasan Positif. sbb: Asas Legalitas (pelaksanaan pengawasan harus berdasarkan kewenangan menurut UU) . Dinas-Dinas Pemerintah yang didekonsentrasi 8. 2. Keuangan 9.Beberapa asas tentang prosedur seperti asas kecermatan . 5.Asas Kepercayaan b. misalnya yang terwujud dalam tuntutan bahwa suatu persetujuan hanya dapat ditolak dengan alasan-alasan tertentu dalam yurisprudensi di negeri Belanda ditemukan asas-asas pemerintahan yang baik yang tertulis. Pengawasan Preventif. Kewajiban untuk memberi tahu. yaitu pengawasan yang dilakukan kemudian. yaitu pengawasan yang dilakukan sebelumnya. Asas-asas yang penting. Ada beberapa negara yang dapat ditemukan adanya kemungkinan kerjasama . 4.Beberapa bentuk pengawasan (kontrol): 1. Pengangkatan untuk Kepentingan Pemerintah Pusat Aturan-aturan tentang pengawasan dalam Undang-Undang Tertulis. Hubungan Horizontal (Kerjasama) Banyak tugas pemerintah hanya dapat dilaksanakan secara memuaskan melalui jalan kerjasama.Asas Pengawasan Terbatas (pengawasan yang dibatasi pada sasaran yang telah dijadikan pedoman pada waktu kewenangan itu diberikan) Asas Motivasi (pengawasan harus dapat mendukung keputusan yang diambil berdasarkan pengawasan dan keputusan yang harus dimotivasi kepada masyarakat luas) . Pengawasan Represif.

tidak semua urusab pemerintahan diselenggarakan sendiri oleh pemerintah pusat. Badan Hukum Untuk Bersama Suatu badan hukum menurut undang-undang hukum perdata dengan adanya lembaga-lembaga yang bersifat hukum publik. dan MA. diserahkan/dikuasakan pada salah satu dari yang mengambil bagian. Sedangkan urusan pemerintahan yang yang diserahkan kepada daerah. Susunan pemerintahan tingkat daerah diatur dalam UU dan terdiri dari berbagai tingkat seperti Daerah Tk. Badan-badan kenegaraan yang diatur dalam UUD 1945 yaitu MPR. Sedangkan kekuasaan mengubah UUD dikelompokkan sebagai wewenang. DPR.1 dan Daerah TK.2. 2. dan memilih serta mengangkat presiden dan wakil pesiden. C.Selain . Badan/Lembaga untuk Bersama Lembaga ini hanya memiliki wewenang untuk melaksanakan wewenang yang sifatnya hukum publik. daerah mempunyai kebebasan untuk mengatur dan mengurus sendiri dengan pengawasan dari pemerintah pusat atau satuan pemerintahan yang lebih tinngi tingkatannya dari daerah yang bersangkutan. DPA. Lembaga-Lembaga Negara (1). yaitu susunan organisasi negara tingkat pusat dan tingkat daerah. Susunan pemerintahan tingkat pusat diatur dalam UUD dan dalam bebagai peraturan perundang-undangan lainnya. Susunan Pemerintah Negara Indonesia (Umum) Susunan organisasi RI terdiri dari dua susunan utama.yang sifatnya hukum pubik diantara para pejabat instansi berdasarkan UU. yaitu: 1. Fungsi yang dipusatkan Beberapa wewenang dari kotapraja yang ikut ambil bagian. Sebagai konsekuensi sistem desentralisasi yang dianut oleh NKRI. Presiden. Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) MPR merupakan lembaga tertinggi negara yang tugasnya menetapkan UU. D. UndangUndang ini terdiri dari tiga macam kerjasama. 3. menetapkan GBHN. yaitu suatu kotapraja yang merupakan suatu sentrum(pemusatan) yang besar. BPK. Berbagai urusan pemerintahan dapt diserahkan atau dilaksanakan atas bantuan satuansatuan pemerintahan yang lebih rendah dalam bentuk otonomi atau tugas pembantuan. Dan terhadap urusan pemerintahan yang diserahkan itu. menjadi urusan rumah tangga daerah.

DPR mempunyai hak inisiatif ntuk mengajukan Rancangan UU. Dewan Perwakilan Agung (DPA) Susunan DPA diatur dengan UUD sedangkan hak an kewajibannya adalah memberi jawaban atas pertanyaan presiden dan berhak mengajukan usul kepada pemerintah. c. Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Sistem ketatanegaraan RI memiiki 2 badan perwakilan tingkat pusat yaitu MPR dan DPR. Presiden yang embentuk UUD dengan persetujuan DPR akan tetapi persetujuan DPR bukanlah menunjukkan bahwa presiden mempunyai kekuasaan lebih besar dari DPR dalam membentuk UU. Menurut Tap MPR No. Mahkamah Agung (MA) Mahkamah Agung adalah lembaga negara yang menjalankan kekuasaan kehakiman teritinggi di negara RI serta penadilan negara tertinggi dari semua badan peradilan di Indonesia. ketetapan MPR tersebut mementukan juga wewenang lain yang diatur secara tegas dalam UUD. Wewenang Mahkamah Agung adalah : a. (2). Menguji secaramateril peraturan perundang-undangan yang tingkatannya lebih rendah dari Undang-Undang.III/MPR/1978 (Tap MPR No. Tiap UU menghendaki persetujuan DPR. . (4).mengubah UUD. DPA berkewajiban memberi jawaban atas pertanyaan presiden. Memeriksa dan memutuskan: b. Memutuskan dalam tingkat pertama dan terakhir semua sengketa yang timbul d. Memberikan nasehat hukum kepada presiden dalam rangka pemberian grasi. (3). Memberikan pertimbangan dalam bidang hukum baik diminta atau tidak diminta kepada lembaga tinggi negara lain. DPA adalah sebuah badan penasehat pemerintah b. e.VI/MPR/1973) menegaskan bahwa: a. DPA berhak mengajukan usul dan wajib memberkn pertimbangan kepada pemerintah akan tetapi sifatnya tidak mengikat secara hukum. Tugas umum lain DPR adalah mengawasi jalannya pemerintahan. c.

memberi petunjuk. abolisi dan rehabilitasi. Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) BPKadalah lembaga negara yang diadakan untuk memeriksa tanggungjawab tentang keuangan negara dan dalam menjalankan tugasnya. BPK harus terjamin lepas dari pengaruh dan campur tangan pemerintah termasuk dari seua unsur-unsur kekuasaan negara lain. Sebagai pemegang kekuasaan pemerintahan (eksekutif) tertinggi.f. Penyelenggaraan pemerintahan sehari-hari mencakup semua lapangan administrasi negara. E. Presiden Presiden ialah penyelenggara pemerintah tertinggi dibawah majelis. kekuasaan dan tanggungjawab adalah di tangan presiden. b. ketentuan tak tertulis maupun berdasarkan kebebasabbertindak untuk mencapai tujuan pembentukan pemerintahan seperti diamanatkan oleh pembukaan UUD. meminta keterangan mengenai hal-hal teknis peradilan. Melaksanakan pengawasan tertinggi terhadap peradilan. amnesti. peringatan pada semua lingkungan peradilan. (5). Kekuasaan Dalam Bidang Pemerintahan (Eksekutif) Presiden beserta seluruh unsur administrasi negara lainnya. Dalam menjalankan pemerintahan negara. menyelenggarakan pemerintahan sehari-hari. Kekuasaan di bidang kehakiman Presiden memberikan grasi.presiden menjalankan kekuasaan: a.  Peraturan pemerintah  Keputusan Presiden c. (2). Wakil Presiden . Kekuasaan presiden di bidang perundang-undangan Kekuasaan ini terdiri dari berbagai bentuk :  Pembentukan Undang-Undang  Pembentukan peraturan pemerintah (sebagai) pengganti UU. baik yang ditentukan dalam peraturan perundang-undangan. Penyelenggaraan Pemerintah Pusat (1).

Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). Keuangan e. antara lain : Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan nasional (BAKORSURTANAL). Arsip Nasional Republik Indonesia (Arsip Nasional). perencanaan dsb. (3). tugas dan tanggung jawab menyelenggarakan pemerintahan (eksekutif) di bidang-bidang tertentu. statistik. Perbedaan penamaan kelembagaan b. Badan Administrasi Kepegawaian Negara (BAKN). Badan Pusat Statistik (BPS) . Wakil presiden bisa dianggap sebagai yang membantu presiden. Wk. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Badan Pertanahan Nasional (BPN). seperti pertahanan. Badan pemerintahan ini berada dibawah dan bertanggungjawab langsung di bidang tertentu dan langsung kepada presiden dengan kedudukan yang lebih rendah dari departemen. Perbedaan penyebutan pimpinan c. Badan Tenaga Atom Nasional (BATAN). Perbedaan kewenangan dalam pengangkatan ejabat dalam lingkungan lembaga d. Badan Koordinasi Intelijen Negara (BAKIN). Dewan Pertahanan Keamanan Nasional (Dewan Hankamnas). selain perbedaan dalam tugas dan fungsi terdapat juga perbedaan-perbedaan lain seperti : a.Presiden dibantu oleh satu orang wakil presiden. Lembaga Pemerintah Non Departemen Lembaga Pemerintah Non Departemen adalah badan pemerintahan tingkat pusat yang menjalankan wewenang. Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Badan pemerintahan ini sama sebagai lembaga pemerintah non departemen. Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS).presiden bertanggngjawab kepada presiden tidak kepada MPR dimana presidenlah yang menentukan bidang tugas wakil Presiden. Badan Pembinaan Pendidikan Pelaksanaan Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (BP7). Lembaga Administrasi Negara (LAN). Lembaga Penerbangan dan antariksa Nasional (LAPAN). Susunan organisasi secara vertikal Lembaga Pemerintah Non Departemen. Badan Urusan Logistik (Bulog). Badan Pengkajian dan Penerapan Tekhnologi (BPP Tekhnologi). Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Susunan organisasi Departemen terdiri Menteri sebagai pimpinan Departemen (4). Lembaga Sandi Negara. Menteri dan Departemen Menteri adalah pembantu presiden dan memimpin departemen pemerintahan.

Pemerintah Daerah Pemerintah daerah terdiri dari kepala daerah dan DPRD. Daerah Otonom Tingkat I dan Tingkat II Negara Republik Indonesia merupakan negara kepulauan. Ada 2 macam pemerintahan wilayah . Kepala daerah merupakan alat perlengkapan (unsur-unsur pemerintah daerah) yang berdiri sendiri disamping DPRD dimana kepala daerah sebagai pemegang kekuasaan eksekutif daerah. Desentralisasi dan Dekonsentrasi Desentralisasi mengandung makna bahwa wewenang untuk mengatur dan mengurus urusan pemerintahan tidak semata-mata dilakukan oleh pemerintah pusat. (2). akan tetapi penyerahan urusan pemerintahan dari pemerintah atau daerah tingkat atasnya kepada daerah menjadi urusan rumah tangganya.F. sistem ketatanegaraan RI adalah Desentralisasi. Dewasa ini. Pemerintahan Wilayah Pemerintah wilayah adalah perwujudan asas dekonsentrasi yang merupakan salinan berjenjang dari pusat hingga ke daerah. preventif dan represif)  Kerjasama Antar daerah b. (1).  Kepala Daerah  DPRD  Alat Perlengkapan Daerah lainnya  Keuangan Daerah  Pengawasan (umum. Penyelenggaraan Pemerintah Tingkat Daerah a. Dekonsentrasi merupakan pelimpahan wewenang dari pemerintah atau kepala wilayah atau kepala instansi vertikal tinkat atasnya kepada pejabatpejabatnya di daerah. tidak hanya dihadapkan pada kenyataan wilayah RI yang luas dan beragam dan keinginan untuk memelihara kesatuan susunan ketatanegaraan RI tetapi didorong pula pertimbangan untuk membentuk pemeritahan di daerah yang didasarkan pada permusyawaratan dn perwakilan serta sistem pemerintahan. Maka penyelenggaraan pemerintahan yang sentralistik sangat dibatasi.

keputusan tata usaha negara merupakan norma tertutup. kabupaten/kotamadya dan kecamatan. Dengan adanya perda tentang bangunan. Sistemnya adalah bahwa Undang-Undang melarang suatu tindakan tertentu atau tindakan-tindakan tertentu yang saling berhubungan. Dalam rangkaian norma hukum. salah satunya adalah UU No. Pemerintahan Desa Pemerintahan desa yang asli diselenggarakan brdasarkan hukum adat akan tetapi saat ini pemerintahan desa diatur menurut undang-undang. Keputusan ini diperlukan untuk dapat mengenal dalam praktek keputusan-keputusan/tindakan-tindakan tertentu sebagai keputusan administratif karena hukum positif mengikatkan akibat-akibat hukum tertentu pada keputusan-keputusan tersebut. seseorang tidak dibenarkan mendirikan bangunan tanpa adanya izin. Akte Kelahiran. . Dalam praktek pemerintahan di Indonesia bentuk keputusan tata usaha negara diantaranya : SK Pengangkatan pegawai. Sebagai contoh dapat dikemukakan tentang izin mendirikan bangunan. Yeng kdua menjalankan fungsi-fungsi pemerintahan adalah kantor perwakilan departemen atau kantor perwakilan diretorat jenderal c. Apabila kita melihat dampak suatu keputusan terhadap orang. Surat Izin Mengemudi (SIM). maka kita dapat melakukan pembagian sebagai berikut : a) Keputusan dalam rangka ketentuan larangan atau perintah. Terdapat bentuk hukum dalam keputusan ini yaitu dispensasi dan konsesi. Ciri. Konsesi berarti kepentingan umum justru menuntut kegiatan-kegiatan dari si penerima konsesi. contohnya suatu penyelesaian hukum melalui hakim tertentu.dll.5 Thun 1979 dimana dalam UU ini menegaskan bahwa desa sebagai satuan pemerintahan terbawah yang mempunyai hak mengatur dan mengurus rumah tangga seniri atau desa sebagai daerah otonom disamping daerah otonom tingkat I dan II. Susunan pemerintahan daerah teriri dari kepala desa dan Lembaga Musyawarah Desa (LMD).Ciri Keputusan Tata Usaha Negara/Keputusan Administratif Keputusan administratif dalam praktiknya tampak dalam bentuk keputusankeputusan yang sangat berbeda namun memiliki ciri-ciri yang sama. BAB IV KEPUTUSAN TATA USAHA NEGARA (BESCHIKKING) A.yaitu pertama yang menjlankan fungsi-fungsi pemerintahan umum adalah provinsi. Dispensasi berbicara tentang larangan dalam Undang-Undang yang bersangkutan memang secara tegas dimaksudkan sebagai larangan dan kekecualian saja yang dapat memberikan kebebasan.

. orang-orang yang tidak dapat memenuhi kebutuhan hidup mereka. Sebagai contoh yang paling penting adalah penetapan pajak. Apabila kewenangan itu kurang sempurna berarti bahwa keputusan yang berdasarkan kewenangan itu kurang sempurna. B. d) Keputusan yang bersifat perorangan dan yang bersifat kebendaan. Contohnya di Belanda. berarti keputusan berdasarkan kewenangan itu tidak sah menurut hukum. Misalnya. Kompetensi : Atribusi. b) Keputusan yang memberi keuntungan dan yang memberi beban. Delegasi. d) Keputusan yang memberikan suatu kedudukan. Subsidi yang diberikan atau dikeluarkan oleh penguasa karena penguasa ingin melancarkan kegiatan-kegiatan masyarakat tertentu. c) Keputusan yang seketika akan berakhir dan yang berjalan lama. e) Keputusan penyitaan Suatu organ penguasa melalui jalan hukumpublik dapat menadakan penyitaan atas barang-barang dari warga atau untuk digunakan demi kepentingan umum. c) Keputusan yang membebankan suatu kewajiban keuangan. pengangkatan seorang pegawai negeri dalam arti dari UndangUndang Kepegawaian.dll. Mandat Atribusi adalah wewenang yang melekat pada suatu jabatan (pasal 1 angka 6 UU no.b) Keputusan yang menyediakan sejumlah uang. 5 Tahun 1986 menyebutnya: wewenang yang ada pada badan atau pejabat tata usaha negara yang dilawankan dengan wewenang yang dilimpahkan). Delegasi dalam hal ada pemindahan atau pengalihan suatu kewenangan yang ada. antara lain : a) Keputusan yang bebas dan yang terikat. Ada juga pembagian-pembagian lain karena saling berkaitan antara akibat hukum tertentu dimana ada kewenangan untuk menarik kembali atau membuat peraturan. Diartikan sebagai keputusan-keputusan yang menyebabkan dapat diperlakukannya beberapa peraturan yang saling berkaitan bagi seseorang tertentu atau suatu denda tertentu. Selanjutnya Undang-Undang Tata Ruang Belanda dapat memberikan hak atas pemberian ganti rugi kepada orang yang menderita kerugian. mempunyai hak atas suatu pembayaran tunjangan berdasarkan Algemene Bijstandswet (Undang-Undang Bantuan Umum) juga berbagai asuransi sosial dan asuransi rakyat memberikan hak atas tunjangan dalam keadaan tertentu.

Pemikiran negara hukum menyebabkan bahwa penguasa ingin meletakkan kewajiban kepada para warga maka kewenangan itu harus ditemukan dalam suatu Undang-Undang formal. Sedangkan mandat, tidak ada sama sekali pengakuan kewenangan atau pengalihan kewenangan. Disini menyangkut janji-janji kerja intern antara penguasa dan pegawai. C. Susunan Intern

Terdapat unsur-unsur yang sama dalam jenis-jenis keputusan, adalah sebagai berikut : a) Nama dari organ yang berwenang b) Nama dari yang di alamatkan dan nama dari suatu objek tertentu c) Kesempatan yang menimbulkan suatu keputusan d) Suatu ikhtisar dari peraturan perundang-undangan yang cocok e) Penetapan fakta-fakta yang relevan f) Pertimbangan-pertimbangan hukum g) Keputusan h) Motivasi dalam arti yang sempit i) Pemberitahuan-pemberitahuan lebih lanjut j) Penandatanganan oleh organ yang berwenang D. Keputusan menurut Wet AROB (Belanda)

Keputusan-keputusan disini masih ada yang secara lisan namun di kemudian hari dibuat suatu keputusan yang tertulis dan harus berasal dari suatu organ administratif. Pengertian organ administratif ada kaitannya dengan kekuasaan pemerintah jadi suatu keputusan secara definisi berasal dari suatu organ pemerintahan. Dalam hukum Belanda pada umumnya tidak terbuka banding yang langsung pada seorang hakim (administratif). Hal inidikarenakan sebagian hukumnya mempunyai dasardasar historis. Berdasakan ketentuan-ketentuan delegasi juga organ-organ penguasa seringkali berwenang untuk membuat peraturan perundang-undangan dalam arti material dan harus terbuka untuk hukum jabatan yang langsung. Akan tetapi kita harus menyadari, bahwa AROB tidak pernah hanya melangkah berdasarkan bentuk luar dari suatu keputusan namun merupakan sebagai suatu keputusan yang berdasarkan suatu keputusan yang bertujuan umum atau tindakan hukum menurut hukum perdata. Kebanyakan

keputusan itu sifatnya individual yang berarti bahwa ditujukan kepada satu oarang atau suatu kelompok tertentu. E. Keputusan Tata Usaha Negara menurut Undang-Undang No. 5 Tahun 1986

Berdasarkan ketentuan pasal 1 ayat 4 UU No. 5 Tahun 1986, bahwa sengketa Tata Usaha Negara adalah sengketa yang timbul dalam bidang Tata Usaha Negara antara orang atau badan hukum perdata dengan badan atau pejabat Tata Usah Negara , baik di pusat maupun di daerah, sebagai akibat dikeluarkannya Keputusan Tata Usaha Negara termasuk sengketa kepegawaian berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Jadi KTUN adalah suatu penetapan tertulis yang dikeluarkan oleh badan atau pejabat Tata Usaha Negara yang berisi tindakan hukum Tata Usaha Negara berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku, yang bersifat konkrit, individual dan final, yang menimbulkan akibat hukum bagi seseorang atau badan hukum perdata. Dalam kaitannya dengan KTUN, di samping keputusan pelaksanaan juga ada keputusan bebas. Di Belanda untuk keputusan terikat diatur dengan peraturan perundang-undangan hukum tertulis, namun untuk keputusan bebas dapat diatur dengan hukum tak tertulis. Hukum Tata Usaha Negara = Hukum Administrasi Hukum Administrasi = Hukum publik Tindakan Hukum TUN = Tindakan Hukum Publik Bagi pemerintah, dasar untuk melakukan perbuatan hukum publik adalah adanya kewenangan yang berkaitan dengan suatu jabatan. Jabatan memperoleh wewenang melalui 3 sumber yakni : atribusi, delegasi dan mandat akan melahirkan kewenangan. Sedangkan, dasar untuk melakukan perbuatan hukum privat adalah adanya kecakapan bertindak dari subyek hukum. Dengan perbedaan tersebut, tanggung gugat sehubungan dengan suatu hukum perbuatan dalam perbuatan hukum publik adalah pada para pejabat, sedangkan tanggung gugat sehubungan dengan suatu perbuatan hukum privat yang dilakukan pemerintah adalah badan hukum. F. Macam-Macam Keputusan Tata Negara Keputusan menurut pendapat Van der Wel, membedakan diantaranya : a) De rechtsvastellende beschikkingen b) De constitutieve beschikkingen, terdiri atas  Belastende Beschikkingen (keputusan yg memberi beban)  Begunstigende Beschikkingen (keputusan yg menguntungkan); Stasus Verleningen (penetapan status)

c) De Afwijzende Beschikkingen (keputusan penolakan) E. Utrecht membedakan ketetapan atas : a) Ketetapan positif dan negatif b) Ketetapan deklaratur dan ketetapan konstitutif c) Ketetapan kilat dan ketetapan yang tetap d) Dispensasi, izin, lisensi dan konsesi Dalam buku P. de Haan cs. “Bestuursrecht in de Sociale Rechstaat” terdapat pengelompokan “beschikking” atas : a) KTUN perorangan dan KTUN kebendaan. Sebagai contoh adalah SK pengangkatan seseorang dalam jabatan negara (KTUN perorangan), sedangkan sertifikat hak atas tanah (KTUN kebendaan). b) KTUN deklaratif dan KTUN konstitutif. Sebagai contoh yaitu akte kelahiran (KTUN deklaratif) dan sertifikat HGB (KTUN konstutif). c) KTUN terikat dan KTUN bebas. Misalnya ketentuan UU lalu lintas jalan menyatakan bahwa untuk memperoleh SIM A syarat usia minimum adalh 17 tahun (KTUN terikat) dan Gubernur melarang reklame dalam bahasa asing demi ketertiban umum (KTUN bebas). d) KTUN menguntungkan dan KTUN yg memberi beban. …………………..gambar…………………… e) KTUN kilat dan KTUN langgeng. Sebagai contoh adalah Dekrit Presiden 5 Juli 1959. Kerangka Keputusan (beschiking) Nama Jabatan (misal : WALIKOTAMADYA KDH ……....) Menimbang : a. bahwa ….. b. bahwa …..

Mengingat : 1.Undang-undang + peraturan pemerintah pengganti undang-undang. …………… 2. Nama Pejabat BAB V SARANA TATA USAHA NEGARA II (SARANA-SARANA HUKUM LAINNYA) A. …………… MEMUTUSKAN Menetapkan : Pertama : ………… Kedua : ………… Ditetapkan di …………….Peraturan pemerintah. Tap MPRS RI. ttd. Nomor XX/MPRS/1966 mengemukakan pelbagai bentuk peraturan perundangan-undangan menurut Undang-Undang Dasar 1945.Ketetapan MPR. .sebagai berikut: .. . . . Peraturan Perundangan-undangan (Algemeen Verbindende Voorschriften) Dan Keputusan keputusan Tata Usaha Negara yang memuat Pengaturan bersifat Umum (Besluiten Van Algemen Strekking) Ketetapan Majelis Pemusyawaratan Rakyat Sementara (MPRS) RI Nomor XX/MPRS/1966 tentang memorandum DPR GR mengenai sumber tata tertib hukum republik Indonesia dan tata urutan peraturan peraturan perundangan RI menggunakan istilah peraturan perundang-undangan selaku penamaan bagi semua produk hukum tertulis yang dibuat dan diberlakukan oleh Negara berdasarkan tata urutan peraturan perundangan menurut UUD 1945.UUD 1945.

Penjelasan Pasal 1 angka 2. dan badan-badan pembuat peraturan pada pemerintahan daerah di tingakt I dan II. surat keputusan bupati/KDH. pemerintah daerah tingkat 1 dan tingkat II menetapkan bentuk tertentu yang membedakan keputusan tata usaha ngara dalam yang merupakan pengaturan yang bersifat umum disebut dengan judul keputusan seperti halnya keputusan menteri. keputusan direktur jenderal. tetapi termasuk perbuatan tata usaha negara di bidang pembuatan peraturan (regelend daad van de administratie). Nomor 5. ..Instruksi menteri. keputusan gubernur sementara keputusan tata usaha negara dalm arti beschiking disebut dengan judul surat keputusan.tidak semua peraturan perundang-undangan dibuat badan kekuasaan legislatif. seperti halnya keputusan menteri. Peraturan _peraturan Kebijaksanaan (BeleidsregelsPolicy Ruler) . B. Nomor 5. Tahun 1986 merumuskan bahwa peraturan perundang-undangan adalah “semua peraturan yang bersifat mengikat secara umum yang dikeluarkan oleh badan perwakilan rakyat bersama pemerintah baik di tingkat pusat maupun di tingkat daerah.Peraturan-peraturan pelaksanaan lainnya. Undang-Undang. yang juga mengikat secara umum”. Keputusan yang dikeluraka oleh badan atau pejabat tata usaha negara (dalm arti beschiking) harus sesuai dengan peraturan perundangan undangan yang mendasari keputusan yang bersangkutan.Peraturan menteri. serta semua keputusan adan atau pejabat tata usaha Negara. Pada umumnya.yang berarti bahwa terhadap poerbuatan badan atau pejabat tata usaha negara yang mengeluarkan keputusan yang merupakan pengautran yang bersifat umum tidak dapat digugat di hadapan hakim Pengadilan Tata Usaha Negara. dapat disimpulkan bahwa keputusan dari badan atau pejabat tata usaha negara yang merupakan penaturan yang bersifat umum (besluit van algemene strekking) termasuk peraturan perundang-undangan (algemen verbindende voorschriften). pemerintah pusat. surat keputusan gubernur/KDH.dst. Bentuk keputusan tata usaha negara (besluiten van algemene strekking) tidak merupakan bagian dari perbuatan keputusan (dalam arti beschikkingsdaad van de administratie). Tahun 1986 secara tegas menentukan bahwa keputusan tata usaha negara yang merupakan pengautan yang bersifat umum (besluit van algemene strekking) tidak termasuk keputusan tata usaha negara dalam arti beschikking. Dari rumusan tersebut.lembaga pemerintah non departemen. badan-badan tata usaha negara. Sebagaimana ternyata.Keputusan presiden . baik di tingkat pusat maupun di tingkat daerah. seperti halnya departemen.seperti: .Dan lain-lainnya. . Pasal 2 huruf (b) dari Undang-Undang.

• Peta Berkenaan Dengan Penggunaan (Pemanfaatan) Peraturan berkenaan penggunaan (pemanfaatan) ini dapat dipanadang sebagai peraturan perundang undangan. Peraturan peraturan kebijaksanaan memberi peluang bagaimana suatu badab suatu usah negara menjalankan kewenangan pemrintahan (beschikingbevoegdheid). pengurusan kesehatan dan pendidikan. Peraturan-peraturan kebijaksanaan dimaksud pada kenyataanya telah merupakan bagian dari kegiatan pemrintahan(bestuuren)dewasa ini. Peta perncanaan itu dapat dipandang sebagai suatu himpunan keputusan yang saling berlainan. .Pelaksanaan pemerintahan sehari hari menunjukan btapa badan atau pejabat negara acapkali menempuh pelbagai langkah kebijaksanaan tertentu antara lain menciptakan apa yang kini sering dinamakan peraturan kebijaksaan (beleidsregels. C. seperti halnya peraturan. pengumuman surat edaran dan mengumumkan kebijaksanaan itu. Peraturan peraturan kebijaksanaan bukan praturan perundang undangan. Rencana (Het Plan) Pada negara hukum kemasyarakatan mdren rencana selaku figure hukum dari hubungan hukum administrasi tidak dapat lagi dihilangkan dari pemikiran. Hal tersebut dengan sendirinya harus dikatiakan ndengan kewenangan pemrintahan atas dasr penggunaan discretionaire karena jika tidak demikian kan tidakada tempat bagi peraturan peraturan kebijaksanaan. polici rule). Bagi wilayah dari rencana itu dapat diberlakukan secara berulang kali. Badan yang mengeluarkan peraturan peraturan kebijaksanaan adalah in casu tidak memilki kewenangan pembuatan peraturan(wetgevende bevoegdheid). pedoman. Pesturan peraturan kebijaksanaan jiga tidak mengikat hokum secar langsung namun mempunyai revelansi hikum. yaitu badan atau pejabat tata usaha negara yang bersangkutan merumuskan kebijaksanaannya itu dalam berbagai bentuk “jurisdische regeis”. Suatu peraturan kebijaksanaan pada hakekatnya merupakan produk dari perbuatan tata usaha negara yang bertujuan “naar buiten gebrachi schrifielijk beleid (menampakan keluar suatu kebijakan tertulis)” namun tanpa disertai kewenangan pembuatan peraturan dari badab atau pejabat tat usaha negra yang menciptakan peraturan kebijaksanaan tersebut. Produk semacam peraturan kebijaksanaan ini tidak terlepas dari kaitan penggunaan freies ermessen. Rencana rencana dijimpai pada pelbagai bidang kegiatan pemrintahan misalnya pengaturan tata ruang. Rencana merupakan keseluruhan tindakan yang saling berkaitan dari tata usah negara yang mengupayakan terlaksnanya keadaan tertentu yang tertib (teratur) Suatu rencana perumusan terdiri dari bagian berikut ini: • Peta Perencanaan Disini terdapat peruntukan dari tanah dimaksud.

pemborosan dan sebagainya yang dijelmakan dalam kualitas badan hukum. Proses dan kegiatan yang secara potensial dapat menimbulkan pemborosan. Penggunaan Sarana sarana privaatrecht/civil instruments) hukum keperdataan (Gebruik Van Badan hukum atau pejabat tata usaha negara bertindak melalui dua macam peranan. Berdasarkan penggunaan kekuasaan public dimaksud badan atau pejabat tata usaha negara dapat secara sepihak menetapkan pelbagai peraturan dan keputuasn yang mengikat warga dan peletakkan hak dan kewajiban tertentu dank arena itu menimbulkan akibat hukum bagi mereka itu. . yakni : • Selaku pelaku hukum publik yang menjalankan kekuasaan public yang dijelmakan dalam kualitas penguasa sepeti badan badan tata usaha negara dan pelbagai jabatan yang diserahi wewenang penggunaan kekuasaan politik. Eksploitasi simber daya alam baik yang sudah diperbaharui maupaun yang tidak diperbaharui c. Adakalanya suatu rencana peruntukkan kepentingan umum dapat menyebabkan seseorang warga atau badan hukum perdata kehilangan hak atas tanahnya sendiri manakala hak tanah itu dicabut guna kepentingan umum. Selaku pelaku hukum keperdataan yang melakukan pelbagai perbuatan hukum keperdataan seperti halnya mengikat perjanjian jual beli. D. • Selaku pelaku hukum publik badan atau pejabat tata usaha negara memiliki hak dan wewenang istimewa untuk menggunakan dan menjalankan kekuasaan public.Pada dasarnya rencana rencana pembangunan yang dibuat oleh badan badan tata usah negara didasarkan pada besarnya porsi belanja dan subsidi dalam anggaran pendapatan belanja negara(APBN) bagi kegiatan tiap sector dari departemen /non departemen dan jawaban yang bersangkutan. Terdapat beberapa rencana pembangunan yang secara langsung menimbulkan akibat hukum bagi seorang warga atau badab hukum perdata. sewa menyewa. Besarnya anggaran pendap[atan dan belanja negara (APBN) dari tiap tahun anggaran ditetapkan dengan undang undang. Dikemukakan bahwa setiap rencana kegiatan yang diperkirakan mempunyai dampak terhadap lingkungan hidup wajib dibuatkan penyajian informasi lingkungan apabila kegiatan itu merupakan: a. Pengubahan bentuk lahan dan bentang alam b. kerusakan dan kemerosotan pemanfaatan sumber daya alam d. Proses dan kegiatan yang hasilnya dapat mempengaruhi lingkungan social dan budaya.

seperti halnya negara. Di Belanda. kesejahteraan. dan sebagainya. b. menyewakan. menurut ketentuan-ketentuan peraturan pemerintah (pasal 2 ayat 4). sekedar diperlukan dan tidak bertentangan dengan kepentingan nasional. sebagai berikut ini: 1. kotapraja. d. propinsi. adil dan makmur. c. Surat Keputusan Menteri Keuangan. BAB VI BARANG-BARANG MILIK PEMERINTAH/NEGARA A. barang-barang bergerak 3. pelaksanaannya dapat dikuasakan kepada daerah swatantra dan masyarakat hukum adat. menyewakan tanah.UU No 5 Tahun 1986 menegaskan bahwa keputusan tata usaha negara yang merupakan perbuatan hukum perdata tidak termasuk keputusan tata usaha negara dalam arti beschikingyang dapat dibawakan ke hadapan hukum pengadilan tata usaha negara (pasal 2 butir b). Hak menguasai negara itu. Pelelangan Umum Pelelangan Terbatas Penujukan Langsung Pengadaan Langsung. Dalam arti kebangsaan. dan wilayah pengairan berbadan hukum berdasarkan hukum publik. Dengan demikian merek memiliki hak milik dan hak-hak lainnya secara sama dan dibawah asas pembatasanpembatasan serta syarat-syarat serupa. dimaksudkan menetapkan penggolongan barang-barang milik negara/ kekayaan negara. hewan-hewan . yakni jalan-jalan untuk selanjutnya kejelasan hanya terdapat pada patokan beberapa putusan hoge raad selaku hakim perdata. nomor: kep-225/MK/V/4/1971 bertanggal 13 april 1971. dan kemerdekaan dalam masyarakatdan negara hukum indonesia yang merdeka. Pelaksanaan pemborongan untuk suatu proyek dan pembelian dalam jumlah barang tertentu atau jasa dilakukan melalui : a. memanfaatkan tanah pekarangan. barang-barang tidak bergerak 2. seperti halnya waraga dan badan-badan hukum publik dapat pula manjual. berdaulat. Milik Pribadi Pemerintah (Negara) dan Milik Publik Badan-badan yang bersifat publik. Wewenang yang bersumber pada hak mnguasai diri negara tersebut digunakan untuk mencapai kemakmuran rakyat yang sebesar-besarnya. pembuat undang-undang telah meletakkan kejelasan bagi sekelompok barang-barang umum.

dan menteri yang bersangkutan dapat mencbut hak-hak atas dan benda-benda yang ada diatasnya. termasuk kepentingan bangsa dan negara serta kepentingan bangsa dan negara serta kepentingan bersama dari dari rakyat. tentang pokok-pokok pemerintahan daerah memuat pengaturan dan penanganan terhadap barang milik daerah yang digunakan untuk memenuhi dan melayani kepentingan umum. sebagaimana dimaksud dalam instruksi presiden. nomor 3 tahun 1971. Seperti halnya jawatan penggadaian. tanpa disertai taksiran ganti rugi dari paniti penaksir dan jika pelu juga dengan tidak menunggu diterimanya pertimbangan kepala daerah (pasal 6 ayat 1). demiian pula kepentingan pembangunan maka presiden dalam keadaan yang memaksa setelah mendegar menteri agraria. Pelbagai bentuk badan usaha milik negara lebih dikenal dengan perusahaan negara. B. maka yang dapat mencabut hakhak atas tanah dan benda-benda yang ada diatasnya hanya presidan RI pada pasal 1 dari undang-undang nomor 20 tahun 1961 ditetapkan bahwa. perusahan percetakan negara. Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Pemerintah seperti halnya dengan subyek hukum lainnya juga menginvestasikan sejumlah modal dalam bentuk usaha perniagaan. jawatan kereta api. C. Berdasarkan ketentuan-undang-undang. atas permintaan yang berkepentingan kepala inspeksi agraria menyampaikan permintaan untuk melakukan pencabutan hak kepada menteri agraria. Hak-Hak Pemerintah (Tata Usaha Negara) Untuk Mengambil Dan Mengguakan Milik Pribadi Seseorang. mentri kehakiman. ”Untuk kepentingan umum. perusahan listrik negara dan air minum negara. Sebelum tahun 1960. pasal 63 ayat 1 dari undangundang nomor 5 tahun 1974. terdapat beberapa bentuk perusahaan negara yang diatur dalam peraturan produk pemerintah hindia belanda. Yang dibentuk berdasarkan udang-undang darurat . Pasal 1 dari pusat keputusan menteri keuangan.4. nomor 20 tahun 1961 tenang pencabuta hak-hak atas tanah dan benda-benda yang ada diatasnya. Pada bagian penjelasan umum undang-undang nomor 20 tahun 1961 dikemukakan contoh-contoh yang dimaksudkan dari keadaan yang sangat mendesak itu yakni terjadi wabah atau bencana alam yang memerlukan penampungan para korbannya dengan segera. Seperti halnya dengan pemerintah pusat maka pemerintah daerah juga memiliki barang dan kekayaan.” Dalam keadaan yang sangat mendesak yang memerlukan penguasaan tanah dan atau benda-benda yang bersangkutan dengan segara. Terdapat pula bank indutri negara. barang-barang persediaan Surat Keputusan Menteri keUangan. perusahan garam dan soda negeri. nomor: Kep-225/MK/V/4/1971 dimaksudkan melengkapi pelbagai lampiran yang memuat petunjuk-petunjuk pengisian daftar inventaris barang.

lembaga negara.Diberlakukan pula peraturan pemerintah nomor 12 tahun 1969 tentang perusahaan perseroan. Dari tiga usaha negara dimaksudkan. perusahaan (negara) persero (public/state company). Kemudian diberlakukan pula peraturan pemerintah nomor 3 tahun 1983 tentang tata cara pembinaan dan pengawasan perusahaan jawatan. Pertambangan timah belitung. trdapat pula beberapa perusahaan negara yange mempunyai status khusus. Ketentuan instruksi presiden RI nomor 3 tahun 1971 tentang inventaris barangabarang milik negara atau kkeyaan negara yang memerintahkan pada tiap depatemen atau . Karenanya pemda pun diserahi wewenang dan wewenang untuk mengurs barang-barang publik yang berada dilingkungan kekeuasan otonominya. dan perusahaan persero. BUMN & BUMD berwenang dan bertanggung jawab mengurus barang-barang publik yang menjadi bagian dari kegiatan perniagaannya selaku perusahaan negara atau peusahaan daerah. nomor 17 tahun 1967. Ditegaskan. Pada prinsipnya tiap departemen. Pada tahun 1967. Perusahaan Barang Milik Publik D. bahwa sifat-sifat badan usaha negara adalah sebagai berikut:    perjan berusaha dibidang penyediaan jasa-jasa bagi msyarakat. Pertamina yang didirikan berdasarkan peraturan pemerintah nomor 27 tahun 1968 dan beberapa bank negara seperti bank indonesia berdasarkan undang-undang nomor 13 tahun 1968. disingkat perum 3. Persero bertujuan untuk memupuk keuntungan dan berusaha dibidang-bidang yang dapat mendorong berkembangnya sektor swasta dan atao koperasi diluar bidang usaha perjan dan perum. disingkat persero. lembaga pmerintahan nondepartemen diserahi wewenang dan tanggung jawb guna mengurus barang-barang publikyang terdpat didalam penguasaan departmen dan lembaga yang bersangkutan. Misalnya PT. termasuk pelayanan kepada masyarakat. pengawasan. perusahaan umum. perusahaan (negara) jawatan (departemen agency). pngelolaan. sperti halnya PN. tentang pengarahan dan peyederhanaan perusahaan negara kedalam tiga bentuk pokok usaha negara. juga terdapat perisahan negara yang bebentuk perseroan terbatas. Perum berusaha di bidang penyediaan pelayanan bagi kemanfaatan umum disamping mendapatkan keuntungan. yakni : 1.nomor lima tahun 1952. disingkat perjan 2. perusahaan (negara) umum (public corporation). Peraturan pemerintah ini secara khusus mengatur pembinaan. Peraturan pemerintah nomor 12 tahun 1969 ini mengatur tentang penyetaraan modal negara dalam perseroan. dan biri tata usaha dari ketiga bentuk usaha negara. pemerintah mengeluarkan instruksi presiden.

Undang-undang nomor 13 tahu 1980 tentang jalan mengemukakan bahwa jalan mempunyai peranan penting dalam bidang ekonomi. Undang-Undang No. serta digunakan untuk sebersar-besarnya kemakmuran rakyat. 4. Gubernur 9. Pada pasal 11 UU No. politik sosial budaya dan pertahanan keamanan. termasu barang publik. Pada bagian penjelasan Pasal 11 tersebut dikemukakan bahw ayang dimaksud pejabat negara ialah: 1. Para Pejabat Politik (Political Office Holders) Beberapa jabatan tertentu pada struktur pemerintahan RI merupakan jabatan politik. Hampir semua warga masyarakat merupakan pemakai jasa jalan. Jalan mempunyai peranan untk medorong pengembangan semua satuan wilayah didalam usaha mencapai tingkat perkembangan antar daerah yang semakin merata.lembaga negara atau lembaga pemerintahan non departemen untuk melaksanakan invntaris fisik dan penyusunan daftar inventarisasi milik negara atau kekayaan negara menunjukkan betapa semakin pentingnya peranan pengurusan dan pengawasan termasuk terhadap barang-barang milik negara. 6. Presiden Anggota MPR Anggota BPK Ketua.8 Tahun 1974 menetapkan bahwa seorang pegawai negeri yang diangkat menjadi pejabat negara. sosial. Bupati / Walikotamadya 10. 2. Menurut Sastra Djatmika (1964: 22) berpendapat bahwa istilah jabatan politik dimaksud “ sangat mungkin diartikan sama dengan para pejabat atau pegawai negara“. Ketua Muda dan Hakim MA Anggota DPA Menteri Kepala Perwakilan RI di luar negeri yang berkedudukan sebagai duta besar luar biasa dan berkuasa penuh 8. 8 Tahun 1974 Tentang Pokok-pokok Kepegawaian tidak menggunakan istilah jabatan politik. Wakil Ketua. Salah satu barang milik publik yang berdaya guna dan menyangkut hajat hidup para warga negara masyarakat adalah jalan. dibebaskan untuk sementara waktu dari jabatan organiknya selama menjadi pejabat negara tanpa kehilangan statusnya sebagai pegawai negeri. Pejabat lain yang ditetapkan dengan Peraturan Perundang-undangan . dikemukakan pula bahwa jalan merupakan kesatuan sistem jaringan jalan yang mengikat dan menghubungkan pusat-pusat pertumbuhan dengan wilayah yang berada didalam pengaruh pelayanannya dalam satu hubungan hirarki. 7. BAB VII KEDUDUKAN HUKUM PARA PETUGAS PUBLIK (LEGAL POSITION OF PUBLIC SERVANTS) B. Peranan jalan selaku prasarana perhubungan darat sungguh pentig bagi upaya pembangunan. 5. 3.

Anggota Angkatan Bersenjata RI Pegawai Negeri sipil terdiri pula dari: 1. 8 Tahun 1974 tentang pokok-pokok Kepegawaian merumuskan bahwa pegawai negeri adalah mereka yang setelah memenuhi syarat-syarat yang ditentukan dalamperaturan perundang-undangan yang berlaku. Melakukan hal-hal yang dapat menurunkan kehormatan atau martabat negara. setia. Pegawai Negeri Sipil Daerah 3.Apabila pegawai negeri yang bersangkutan berhenti sebagi pejabat Negara maka ia akan kembali kepada departemen/lembaga yang bersangkutan. berikut ini: 1. Para Pegawai Negeri (Civil Servants) Pada umumnya pejabat public berstatus pegawai negeri namun tidak semua pejabat public berstatus pegawai negeri. UU No. Wajib menyimpan rahasia jabatan dan hanya dapat mengemukakan rahasia jabatan kepada dan atas perintah pejabat yang berwajib atas kuasa UndangUndang (Pasal 6) Bagi para Pegawai Negeri Sipil diberlakukan larangan. dan taat sepenuhnya kepada Pancasila. Tanpa izin pemerintah menjadi pegawai atau bekerja untuk negara asing . C. kesadaran dan tanggung jawab (Pasal 5) 3. Sebaliknya tidaklah setiap pegawai negeri merupakan pemegang jabatan public. Pegawai Negeri Sipil lain yang ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah. dalam Pasal 2 UU No. UUD 1945. Dalam hall penggajian dan pemberian pension bagi para pejabat Negara diatur secara tersendiri. Menyalahgunakan wewenangnya c. Kewajiban Pegawai Negeri ditetapkan.7 Tahun 1978 tentang hak keuangan/ administrative Presiden dan Wakil Presiden. seperti haknya pemegang jabatan dari suatu jabatan Negara. sebagai berikut: a. Wajib. pemerintah atau pegawai negeri sipil b. Negara dan Pemerintah (Pasal 4) 2. Pegawai Negeri Sipil Pusat 2. diangkat oleh pejabat yang berwenang dan diserahi tugas Negara lainnya yang ditetapkan berdasarkan sesuatu peraturan perundang-undangan dan dugaji menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku (Pasal 1 huruf a). misalnya penggajian dan pemberian pension bago Presiden dan Wakil Presiden diatur dalm UU No. Wajib menaati segala peraturan perundang-undangan yang berlaku dan melaksanakan tugas kedinasan yang dipercayakan denganpenuh pengabdian. 8 Tahun 1974 bahwa pegawai negeri terdiri dari: 1. Pegawai negeri sipil 2.

Memiliki.d. membeli. bawahn atau orang lain dialam maupun di luar lingkungan kerjanya dengan tujuan untuk keuntungan pribadi. atau pihak lain yang secara langsung atau tidak langsung merugikan negara g. Memiliki saham/ modal dalamperusahaan yang kegiatan usahanya berada dala ruang lingkup kekuasaannya p. Melakukan kegiatan bersama dengan atasan. dokumen. atu pihak lain n. Melakukan pungutan tidak sah dalam bentuk apapun juga dalam melaksanakan tugasnya untuk kepentingan pribadi. Bertindak selaku perantara bagi sesuatu pengusaha atau golongan untuk mendapatkan pekerjaan atau peranan dari kantor/ instansi pemerintahan o. baik resmi maupun sambilan. golongan. menjadi direksi. pimpinan atau komisaris perusahaan swata bagi yang berpangkat Pembina golongan ruang IV/a ke atas atau yang memangku jabatan eselon I r. golongan atau pihak lain. 8 Tahun 1974 menetapkan hak bagi pegawai negeri sipil. Membocorkan dan atau memanfaatkan rahasia negara yang diketahui karena kedudukan jabatan untuk kepentingan pribadi. menggadaikan. Bertindak sewenag-wenang terhadap bawahannya k. ataupun meminjamkan barang-barang. Hak atas gaji yang layak sesuai dengan pekerjaan dan tanggungjawabnya (Pasal 7) 2. menjual. atau surat-surat berharga milik negara secara tidak sah f. uang atau surat-surat berharga milik negara e. Melakukan kegiatan uasaha dagang. teman sejawat. menyewakan. Mengahalangi jalanya tugas kedinasan m. Menerima hadiah atau sesuatu pemberian berupa apa saja dari siapapun juga yang diketahui atau patut dapat diduga bahwa pemberian itu bersangkutan dengan jabatan atau pekerjaan pegawai negeri sipil yang bersangkutan i. golongan. Melakukan suatu tindakan atau sengaja tidak melakukan suatu tindakan yang dapat berakibat menghalangi atau mempersulit salah satu pihak yang dilayaninya sehingga mengakibatkan kerugian bagi pihak yang dilayani l. Undang-Undang No. Memiliki saham suatu perusahaan yang kegiatan usahanya tidak berada dalam ruang lingkup kekuasaannya yang jumlah dan sifat pemilikan itu sedemikian rupa sehingga melalui pemilikan saham tersebut dapat langsung atau tidak langsung menentukan penyelenggaraanatau jalannya perusahaan q. Hak atas cuti (Pasal 8) . Melakukan tindakan yang bersifat negatif dengan maksud membalas dendam terhadap bawahannya atau orang lain di dalam maupun di luar lingkungan kerjanya h. Menyalahgunakan barang-barang. Memasuki tempat-tempat yang dapat mencerminkan kehormatan atau martabat pegawai negeri sipil kecuali untuk kepentingan jabatan j. sebagai berikut: 1.

3. ijazah Sekolah Guru Pendidikan Luar Biasa. Penata Muda Tingkat I golongan ruang III/b bagi mereka yang sekurangkurangnya memiliki ijazah Doktor. Penata Muda Golongan ruang III/a bagi mereka yang sekurang-kurangnya memiliki ijazah sarjana. Juru Golongan ruang I/c bagi mereka yang sekurang-kurangnya memiliki surat tanda tamat belajr Sekolah Menengah Kejuaruan Tingkat Pertama 4 Tahun d. Ijazah Diploma I. Hak atas pensiun (Pasal 10) Pada Pasal 3 dalam Peraturan Pemerintah No. ijazah Bakaloreat. ijazah Spesialis I atau Akta IV. Hak memperoleh tunjangan dikala menderita cacat jasmani atu cacat rohani dalam dank arena menjalankan tugas kewajibannya yang mengakibatkan pegawai negeri yang bersangkutan tidak dapat bekerja lagi dalam jabatan apapun juga (Pasal 9 ayat 2) Hak memperoleh uang duka bagi keluarga dari pegawai negeri yang tewas yang tewas (Pasal 9 ayat 3) 5. Akta II. ijazah akademi. ijazah Pasca Sarjana. Kenaikan Pangkat Pegawai Negeri Sipil ditetapkan pada tanggal 1 April dan 1 Oktober tiap tahun. Juru Muda tingkat I golongan ruang I/b bagi mereka yang sekurang-kurangnya memiliki surat tanda tamat belajar Sekolah Menengah Umum Tingkat Pertama atau surat tanda tamat belajar Sekolah Menengah Kejuruan Tingakt Pertama 3 Tahun c. Pengatur Muda golongan ruang II/a bagi mereka yang sekurang-kurungnya memiliki Surat Tanda Tamat Belajar (STTB) Sekolah Menengah Umum Tingkat Atas. STTB Sekolah Menengah Kejuruan Tingkat atas Guru 3 Tahun. ijazah Spesialis II. 3 tahun 1980 bahwa pangkatpangkat yang dapat diberikan untuk pengangkatan pertama adalah: a. Hak memperoleh perawatan dikala ditimpa oleh sesuatu kecelakaan dalam dan karena menjalankan tugas kewajibannya (Pasal 9 ayat 1) 4. e. ijazah Apoteker. Juru Muda golongan ruang I/a bagi mereka yang sekurang-kurangnya memiliki surat tanda tamat belajar Sekolah Dasar b. Pengatur Muda Tingkat golongan ruang II/b bagi mereka yang sekurangkurangnya memiliki ijazah Sarjana Muda. ijazah dokter. atau Akta I. 6. ijazah Diploma III. 3 Tahun 1980 mengenal berbagai macam kenaikan pangkat pegawai negeri sipil adalah: . Peraturan Pemerintah No. Akta V atau memperoleh gelar doktor dengan mempertahankan disertasi pada suatu perguruan tinggi negeri yang berwenang. ijazah Diploma II. STTB Sekolah Kejuruan Tingkat atas Non Guru 4 Tahun. Pengatur Golongan ruang II/c bagi mereka yang sekurang-kurangnya memiliki Akta III g. STTB Sekolah Menengah Kejuaruan Tingkat atas Non Guru 3 tahun. h. atau ijazah Diploma III Politeknik f.

1. pegawai negeri sipil diberhentikan tidak dengan hormat. Kenaikanpangkat selama menjadi pejabat negara 8. 8 tahun 1974 juga menetapkan bahwa pegawai negeri sipil dapat diberhentikan tidak dengan hormat karena: a. UndangUndang dasar 1945. Pemberhentian karena mencapai batas usia pensiun 3. melangar sumpah atau janji pegawai negeri sipil. sumpah atau janji jabatan negeri atau peraturan disiplin pegawai negeri sipil b. Kenaikan pangkat reguler 2. dihukum penjara atau hukuman b. berikut ini: 1. d. Pemberhentian atas permitaan sendiri 2. Kenaikan pangkat sebagai penyesuaian ijazah 11. atau terlibat kegiatan yang menentang negara dan atau pemerntah (Pasal 23 ayat 4) Peraturan Pemerintah No. dihukum penjara berdasarkan keputusan pengadilan yang sudah mempunyai kekuatan hukum yang tetap karena dengan sengaja melakukan sesuatu tindak pidana kejahatan yang diancam dengan hukuman penjara setingi-tingginya 4 (empat) tahun atau diancam dengan hukuman yang lebihberat juga. ternyata melakukan penyelewengan terhadap Ideologi Negara Pancasila. Kenaikan pangkat dalam tugas belajar 7.8 tahun 1974 menetapkan bahwa Pegawai Negeri Sipil dapat diberhentikan dengan hormat karena: a. Kenaikan pangkat istimewa 4. Kenaikan pangkat selama menjalankan wajib militer 10. karena: a. Kenaikan pangkat pengabdian 5. Kenaikan pangkat anumerta 6. Pasal 23 ayat 3. 32 Tahun 1979 mengenai pelbagai macam Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil. Kenaikan pangkat lainnya Pada Pasal 23 ayat 1 dari UU No. Permintaan sendiri Telah mencapai usia pensiun Adanya penyederhanaan organisasi pemerintah Tidak cakap jasmani dan rohani sehingga tidak dapat menjalankan kewajibannya sebagai pegawai negeri sipil Pegawai negeri sipil yang meninggal dunia dengan sendirinya dianggap diberhentikan dengan hormat (Pasal 23 ayat 2). b. c. Pemberhentian karena adanya penyederhanaan organisasi . UU No. Kenaikan pangkat selama dalam penugasan 9. Kenaikan pangkat pilihan 3.

Berumur serendah-rendahnya 25 tahun h. Pemberhentian karena tidak cakap jasmani atau rohani 6. 8 Tahun 1974 menetapkan bahwa hakim pada pengadilan negeri dan pengadilan tinggi dan lain-lain adalah termasuk pegawai negeri sipil pusat (Pasal 2 ayat 2 dan bagian penjelasannya).4. Pemberhentian karena melakukan pelanggaran atau tindak pidana/penyelewengan (Pasal 8. artinya terlepas dari pengaruh kekuasaan pemerintah. Wakil Ketua. 2 Tahun 1986 menetapkan bahwa untuk dapat diangkat menjadi hakim pengadilan Negeri. termasuk organisasi masanya atau bukan seorang yang terlibat langsung dalam “gerakan kontra revolusi g.30. adil. Pada Pasal 13 ayat 1 UU No 2 TAhun 1986 ditetapkan bahwa pembinaan dan pengawasan umum terhadap hakim sebagi pegawai negeri dilakukan oleh Menteri Kehakiman. Pasal 24 UUD 1945 mengemukakan bahwa kekuasaan kehakiman dilakukan oleh sebuah mahkamah Agus dan lain0lain badan kehakiman menurut Undang-Undang Dasar 1945 ditegaskan bahwa Kekuasaan Kehakiman ialah Kekuasaan yang merdeka. Pemberhentian karena meninggal dunia atau hilang (Pasal 13) 8. dan berkelakuan tidak tercela .9. Setia kepada Pancasila dan UUD 1945 d. 8 Tahun 1974 tentang pokok-pokok kepegawaian menetapkan bahwa Ketua. Bertaqwa kepada Tuhan YME c. Sarjana Hukum g.s/pki” atau organisasi terlarang lainnya e. Pemberhentian karena hal-hal lain (Pasal l5) C. Pegawai Negeri f. seorang calon harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut: a. Hakim (Judges) Secara umum dapat disimpulkan bahwa hakim adalah hakim pengadilan di lingkungan peradilan yang melaksanakan tugas kekuasaan kehakiman. Berwibawa. Pasal 14 ayat 1 UU No. ketua muda dan hakim Mahkamah Agung adalah pejabat Negara dan karena itu tidak termasuk pegawai negeri. Warga Negara Indonesia b. Pemberhentiaan karena meninggalkan tugas 7. Selain itu juga dalam UU No. dan 10) 5. UU No. Bukan bekas anggota organisasi terlarang partai komunis indonesia. jujur. Pembinaan dan pengawasan dimaksud tidak boleh mengurangi kebebasan Hakim dalam memeriksa perkara.

Sanksi-Sanksi Pada Umumnya Sanksi-sanksi merupakan bagian penutup yang penting di dalam hokum. Bestuursdwang (paksaan penerintah) 2. antara lain : 1. Peran penting pada pemberian sanksi di dalam hukum administrasi memenuhi hukum pidana. Pengenaan uang paksa oleh pemerintah (dwangsom) Bestuursdwang dapat diuraikan sebagai tindakan-tindakan yang nayta dari penguasa guna mengakhiri suatu keadaan yang dilarang oleh suatu kaidah hokum administrasi atau melakukan apa yang seharusnya ditinggalkan oleh para warga karena bertentangan dengan undang-undang.f dan h b. manakala aturan-aturan tingkah laku itu tidak dapat dipaksakan oleh tata usaha Negara. syarat-syarat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 14 ayat 1 huruf a. Pengenaan denda administratif menyerupai penggunaan duatu sanksi pidana. Penarikan kembali suatu keputusan (ketetapan) yang menguntungkan tidak terlalu perlu didasarkan pada suatu peraturan perundang-undangan.e. subsidi) 3. Pelaksanaan suatu sanksi pemerintah berlaku sebagai suatu keputusan yang memberi beban. Bagi pengenaan denda administratif dan uang paksa. Penarikan kembali keputusan (ketetapan) yang menguntungkan (izin. berumur serendah-rendahnya 40 tahun c. Bagi pembuat peraturan penting untuk tidak hanya melarang tindakantindakan yang tanpa disertai izin.c. termasuk sanksi-sanksi hukum administrasi yang khas. BAB VIII SANKSI-SANKSI A. sebagai berikut: a. Sanksi-sanksi lainnya lebih berperan secara tidak langsung. tetapi juga terhadap tindakan-tindakan yang bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang dapat dikaitkan pada suatu izin. Pengenaan denda administratif 4. berpengalaman sekurang-kurangnya 5 tahun sebagai ketua atau wakil ketua Pengadilan Negeri atau 15 tahun sebagi hakim Pengadilan Negeri (Pasal 15 ayat 1).Sedangkan untuk menjadi Hakim Pengadilan Tinggi maka seorang calon harus memenuhi syarat-syarat. . juga dalam hukum administrasi.d. Pada umumnya tidak ada gunamya memasukkan kewajiban atau larangan-larangan bagi para warga di dalam peraturan perundang-undangan tata usaha Negara. pembayaran. mutlak harus atas dasar peraturan perundang-undangan yang tegas.b.

Sanksi administrasi dimaksudkan agar perbuatan pelanggaran itu dihentikan. 1. sebagaimana berikut ini : • Peringatan itu tidak dapat di adakan secara tanpa ikatan. Yurisprudensi Hakim-AROB mengharuskan beberapa sayarat bagi peringatan tertulis/perintah tertulis. Kebanyakan peraturan perundang-undangan negeri Belanda memuat bagi para pegawai pengawas/pegawai pengusut satu atau lebih kewenangan.Kewenangan menghentikan kendaraan dan memeriksa muatannya . Perintah tertulis/peringatan tertulis harus memuat perintah yang jelas. sebagaimana berikut ini : .Kewenangan memeriksa barang-barang dagangan dan mengambil contoh-contoh .Perbedaan antara sanksi adninistrasi dan sanksi pidana dapat dilihat dari tujuan pengenaan sanksi itu sendiri. kecuali rumah-rumah kediaman Kewenangan memasuki rumah-rumah kediaman dalam keadaan-keadaan luar biasa dengan suatu kuasa khusus . Sekaligus menurut pengalaman dari pengawasan itu sendiri telah mendukung penegakan hukum. Pengawasan dan Pengusutan Pengawasan di dalam praktek merupakan syarat dimungkinkannya pengenaan sanksi. • .Kewenangan untuk meminta keterangan dan bantuan Bagi para pegawai pengusut berlaku ketentuan bahwa mereka di samping itu memiliki kewenangan berdasar Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (misalnya menyita barang-barang). yang jika perlu melaksanakan suatu bestuursdwang. Menghalangi seorang pegawai pengawas atau tidak memberikan bantuan senantiasa merupakan perbuatan pidana sendiri. Sanksi administrasi ditujukan untuk perbuatan pelanggarannya. sedangkan sanksi pidana ditujukan kepada si pelanggar dengan memberi hukuman berupa nestapa. Badan pemerintah harus telah mempunyai niat yang tetap. Para warga melihat penguasa dengan sungguh-sungguh menegakkan peraturan perundang-undangan. Harus ditetapkan apa yang seharusnya dilakukan oleh warga yang mendapat surat pemberitahuan guna mencegah pemerintah mengambil tindakan-tindakan nyata.Kewenangan memeriksa buku-buku dan surat-surat arsip .Kewenangan memasuki setiap tempat.

Yang berkepentingan tidak mematuhi pembatasan-pembatasan. subsidi. . hingga apabila data itu diberikan secara benar atau lengkap maka keputusan akan berlainan. Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan memberi penamaan terhadap sanksi dimaksud dengan penyebutan sederhana. • Harus ditentukan suatu jangka waktu perintah harus dilaksanakan. Sebagai suatu keputusan (ketetapan). Tahun 1986 tentang Peradilan Tata Usaha Negara. maka ia berhak mengajukan banding administrasi atau menggunakan upaya hukum yang tersedia di dalam UndangUndang Nomor 5. syarat-syarat atau ketentuan peraturan perundang-undangan yang dikaitkan pada izin. B. • Eksplisit atau implisit harus nyata bahwa biaya-biaya dalam hal tata usaha Negara harus bertindak. subsidi. b. adalah suatu keputusan (ketetapan) baru yang menarik kembali (dan masyarakat tidak berlakunya lagi) keputusan yang terdahulu. Dalam hal seorang warga atau badan hukum perdata marasa dirugikan oleh akibat hukum yang timbul dari keputusan (ketetapan) penarikan kembali itu. atau pembayaran telah memberikan data yang sedemikian tidak benar atau tidak lengkap. yakni dengan cara membawakan permasalahannya ke hadapan hakim (tata usaha Negara). yakni sanksi administrasi. Yang berkepentingan pada waktu mengajukan permohonan untuk mendapat izin. • Perintah harus ditujukan pada yang berkepentingan yang menurut kenyataan memang juga mampu mengakhiri pelanggaran itu. Sanksi administrasi dikenakan kepada wajib pajak yang terhutang setelah kepadanya dikeluarkan suatu Surat Ketetapan Pajak. Sanksi Administrasi Lainnya Sanksi lain yang untuk dikaji adalah sanksi administrasi yang dikenal dan (diberlakukan) dalam hokum perpajakan. Penarikan kembali suatu keputusan (ketetapan) pada kenyataannya juga merupakan perbuatan keputusan/perbuatan ketetapan. atau pembayaran. Penarikan kembali atas suatu keputusan tidak lain.• Surat perintah harus memuat ketentuan-ketentuan peraturan perundang-undangan man yang dilanggar. Undang-undang Nomor 6. C. maka keputusan tersebut niscaya menimbulkan akibat hukum yang baru bagi seorang warga atau badan hukum perdata yang dikenakan keputusan (ketetapan) itu. Penerapan Kembali Keputusan-Keputusan (Ketetapan-Ketetapan Selaku Sanksi) keputusan (ketetapan) yang Terdapat dua hal yang terhadapnya suatu menguntungkan dapat ditarik kembali sebagai sanksi: a. akan dibebankan pada pelanggar.

Bagaimanapun juga pengenaan sanksi-sanksi yang kumulasi niscaya akan menimbulkan pula akibat hukum yang jamak bagi warga yang dikenakan sanksi-sanksi itu. Adakalanya suatu ketentuan peraturan perundangundangan tidak hanya mengancam pelanggarnya dengan sanksi tapi juga pada saat yang sama mengancamnya dengan sanksi administrasi.5000. D. Undang-Undang No. Tahun 1961 disahkan menjadi undangundang) tidak hanya mengancam seorng pemakai tanah tanpa izin dengan saqnksi pidana berupa pidana berupa kurungan selama-lamanya 3 bulan dan atau denda sebanyakbanyaknya Rp. BAB IX KAIDAH-KAIDAH DAN ASAS-ASAS PEMBUATAN KEPUTUSAN TATA USAHA NEGARA (KTUN) . Tak dapat disangkal bahwa pemberlakuan sanksi pidana turut berperan pada efektivitas penegakan dan pentaatan kaidah-kaidah hokum administrasi. Sanksi Pidana Salah satu upaya pemaksaan hukum itu adalah melalui pemberlakuan sanksi pidana terhadap pihak pelanggar mengingat sanksi pidana membawa serta akibat hokum yang berpaut dengan kemerdekaan pribadi. E. Tapi pada saat yang sama memuat pula sanksi administrasi.-. yang memberi kewenangan kepada penguasa daerah untuk melaksanakan pengosongan tanah dengan disertai beban biaya dari pemakai tanah yang bersangkutan. Sanksi-Sanksi Kumulasi Suatu kaidah peraturan perundang-undangan di bidang hukum administrasi sering tidak hanya memuat satu macam sanksi tetapi terdapat beberapa macam sanksi yang diberlakukan secara kumulasi. Sanksi administrasi berupa kenaikan sebesar 100% dari jumlah kekurangan pajak juga dimuat dalam Surat Ketetapan Pajak Tambahan yang dikeluarkan oleh Direktur Jenderal Pajak. dan kenaikan tidak dapat di kreditkan dari jumlah pajak yang terhutang. Suatu sanksi pidana tidak dapat dikenakan kepada pihak pelanggar dengan cara penggunaan bedtuursdwang. 51 Tahun 1960 tentang Larangan Pemakaian Tanah Tanpa Izin yang Berhak atau Kuasanya (yang kemudian berdasar Undang-Undang Nomor 1. denda administrasi. Penegakan sanksi pidana dilaksanakan menurut “due process of law” yang telah ditentukan di dalam kaidah hukum acara pidana dan pengenaan sanksi itu hanya dapat dinyatakan dalam suatu putusan hakim pidana.Ditetapkan pula bahwa sanksi administrasi berupa bunga. termasuk pada pelaksanaan tugas-tugas pemerintahan.

A. Aturan-aturan itu dapat menyangkut acara atau isi. Dalam praktek hukum di Neaderland ABBB berikut ini telah mendapat tempat yang jelas : a. landasan demokrasi. Meskipun arti yang tepat dari ABBB bagi tiap keadaan tersendiri tidak selalu dapat di jabarkan dengan teliti. Dengan demikian perlu study tersendiri untuk masing-masing bidang hukum administrasi khusus untuk dapat mamahami prosedur dan segala persyaratan yang di butuhkan. Baik ruang kebijaksanaan sebagai akibat wewenang bebas. Ini kita sebut wewenang menetapkan bebas. Pengaturan dan praktek Pembuatan Keputusan Tata Usaha Negara di Indonesia Tidak ada ketentuan umum yang mengatur tentang tata cara pembuatan keputusan tata usaha Negara.Aturan-aturan yang mengikat badan-badan pemerintahan dalam memberikan KTUN. Disini pembuat undangundang memberikan kepada administrasi satu ruang kebijaksanaan bebas. Dalam bidang perijinan saja masing-masing perijinan mempunyai tata cara dan persyaratan tersendiri. Suatu prosedur yang baik hendaknya memenuhi 3 landasan utama hukum administrasi yaitu landasan Negara hukum. Namun ABBB dirumuskan sebagai asas-asas. Tiap bidang mempunyai prosedur tersendiri. B. dan persyaratan tersendiri. maupun yang timbul dari ruang penilaian yang di berikan kepada pemerintah. pada dasarnya harus menghormati pilihan itu. yang dilihat dari sudut rangka perundangan dapat diisi menurut lebih dari satu cara. doelmatigheid) dan hasil guna (efektif. Asas Persamaan . Arti kongkretnya untuk tiap keadaan tersendiri tidak selalu dapat dilihat dengan mudah sebelumnya. harus di hormati oleh hakim. Para warga yang berkepentingan dan juga hakim. Dapat pula dikatakan bahwa ABBB adalah asas-asas hukum tidak tertulis dari mana untuk keadaan-keadaan tertentu dapat di tarik aturan-aturan hukum yang dapat di terapkan. landasan instrumental yaitu daya guna (efisiensi. doeltrffenheid). Asas-Asas Pemerintahan Yang Baik (AUPB) di Belanda 1. Tinjauan atas Asas-Asas Lambat laun telah diterima pendapat bahwa ABBB harus di pandang sebagai norma-norma hukum tidak tertulis yang senantiasa harus di taati oleh pemerintah. Asas-asas umum pemerintahan yang baik dapat di pandang sebagai aturan-aturan hukum tidak tertulis terutama untuk pengambilan KTUN dalam hal-hal pemerintahan memiliki ruang kebijaksanaan tidak ada pertentangan asasi antara ABBB (algemene beginselenn van behoorlijik bestuur) tidak tertulis dan hokum tertulis.

Asas persamaan memaksa pemerintah untuk menjalankan kebijaksanaan. Dalam peradilan kita lihat bahwa relatif jarang suatu pendalilan asas persamaan diterima. asas kepercayaan menuntut supaya badan pemerintahan itu (antara lain pada pelaksanaan suatu wewenang memberikan ketetapan) terikat pada janjinya. Bila ia sendiri menyusun aturan-aturan (pedoman-pedoman) itu untuk memberi arah pada pelaksanaan (pada dasarnya) wewenang bebasnya. Aspek hukum material berhubungan erat dengan asas kepercayaan. b. maka biasanya hakim tidak akan membatalkan karena bertentangan dengan asas persamaan. Jadi pemikirannya ialah. Tetapi asas persamaan pada dasarnya tidak memaksa badan pemerintah untuk mengulangi suatu KTUN yang salah atau mengulangi suatu kekeliruan. Maka pemerintah memerlukan aturan-aturan atau pedomanpedoman. Asas kepercayaan juga masyarakat bahwa pemerintah harus pula memperhatikan aturan-aturan kebijaksanaan sendiri. Bila pemerintahan di hadapkan pada tugas baru. Asas ini dapat pula membawa serta bahwa pada perubahan kebijaksanaan yang merugikan harus diadakan masa peralihan yang pantas. maka itu disebut aturan. setidak-tidaknya tidak menyimpanginya untuk kerugian yang berkepentingan. tetapi karena bertentangan dengan asas pemberian alasan. aturan-aturan kebijaksanaan dan bentuk-bentuk rencana (yang tidak diatur dengan perundangundangan). Harus di ingat bahwa : . Bila suatu badan pemerintah atau seorang pejabat yang berwenang bertindak atas nama pemerintahan itu memberikan janji kepada seorang warga. Penyimpangan yang merugikan yang berkepentingan hanya mungkin. Jika suatu badan pemerintah tidak memperhatikan hal ini atau bila penjelasan tidak meyakinkan. Ini terutama disebabkan oleh karena dua atau lebih keadaan kongkret tidak pernah sepenuhnya sama satu sama lain. Asas kepercayaan tidak menghalangi pemerintah mengubah kebijaksanaan. bila tujuan suatu peraturan kebijaksanaan membenarkannya atau di dalam peraturan itu telah diadakan pengecualian yang jelas. yang dalam rangka itu harus di ambil banyak sekali KTUN. tetapi asas ini menghalangi perubahan kebijaksanaan di berlakikan surut.aturan kebijaksanaan. Asas Kepercayaan Asas kepercayaan juga termasuk kedalam asas –asas hukum yang paling mendasar dalam hukum public dan hukum perdata. keterangan-keterangan. tujuan aturan-aturan kebijaksanaan ialah menunjukan perwujudan asas perlakuan yang sama atau asas persamaan. Asas Kepastian Hukum Asas kepastian hikim mempunyai dua aspek yang satu lebih bersifat hukum materiil yang lain bersifat formil. Asas ini terutama penting sebagai dasar bagi arti yuridis dari janji-janji. bahwa tidak cukup alasan mengapa tidak di anggap sama. Jadi. c.

Asas Pemberian Alasan Asas Pemberian alasan berarti bahwa suatu keputusan harus dapat di dukung oleh alasan-alasan yang di jadikan dasarna. Jadi pemerintahan senantiasa haris dapat memberi alasan mengapa ia telah mengambil suatu ketetapan tertentu. telah ikut menyebabkan terjadinya ketetapan yang keliru. Yang berkepentingan berhak mengetahui alasan-alasan itu. bila yang berkepentingan dengan memberikan keterangan yang tidak benar atau tidak lengkap. Dalam hal ini dikatakan ada penarikan kembali sebagai sanksi. Penarikan kembali atau perubahan mungkin bila syarat-syarat atau ketentuanketentuan yang di kaitakn pada suatu ketetapan yang menguntungkan tidak di tati. Kepitisan yang diambil berdasarkan surat keberatan atau banding senantiasa harus segera diiringi oleh pemberian alasan. Badan pemerintahan dalam memepersiapkan dan mengambil ketetapan dapat dengan berbagai cara melanggar asas ini. Dapat di bedakan tiga sub varian : (1). Asas kepastian hukum memberi hak kepada yang berkepentingan untuk mengetahui dengan tepat apa yang di kehendaki dari padanya. bila sudah sekian waktu di paksa oleh perubahan keadaan atau pendapat. Asas Kecermatan Asas Kecermatan mengandung arti bahwa suatu keputusan harus di persiapkan dan di ambil dengan cermat. d. Syarat bahwa suatu ketetapan harus di beri alasan. Penarikan kembali atau perubahan juga mungkin bila ketetapan yang menguntungkan di dasarkan pada kekeliruan. Demikian pula penarikan kembali atau perubahan mungkin. . e. Asas kepastian hukum tidak menghalangi penarikan kembali atau perubahan suatu ketetapan. Dari Pemerintahan di harapkan suatu penyusunan yang rasional.    Sisi formal dari asas kepastian hukum membawa serta bahwa ketetapanketetapan yang memberatkan dan ketentuan-ketentuan yang terkait pada ketetapanketetapan yang menguntugkan (antara lain izin) haris di susun dengan kata-kata yang jelas. Asas kecermatan mensyaratkan agar badan pemerintahan sebelum mengambil ketetapan meneliti semua fakta yang relevan dan memasukan pila semua kepentingan yang relevan ke dalam pertimbangannya. asal saja kekeliruan itu dapat di ketahui oleh yang berkepentingan.

Dewasa ini para hakim lebih condong pada kesimpulan terakhir. Juga asas kepastian hukum menyagkut sisi formal. tetapi tidak menetukan isinya. Tetapi jika penolakan suatu izin di batalkan karena pelanggaran terhadap asas persamaan maka pada dasarnya konklusinya ialah bahwa yang berkepentingan haris mendapat izin. 3. Tetapi sebagai penisbian perlu di ingat disini bahwa pemerintahan jika harus memikirkan apa yang harus atau boleh di lakukan setelah ada pembatalan. (3). Asas Larangan Detournment de Pouvoir (penyalahgunaan wewenang) sebagai asas umum pemerintahan yang layak di pandang pula aturan bahwa suatu wewenang tidak boleh di gunakan untukk tujuan lain selain untuk tujuan ia di berikan. Asas persaman. Asas pemberian alasan menetapkan syarat-syarat pinggiran. Bagian dari asas pemberian alasan ini mengandung arti bahwa kelompok fakta yang menjadi titik tolak dari ketetapan harus benar. f. tetapi secara keseluruhan harus sesuai dan memiliki kekuatanb yang meyakinkan. Alasan–alasan yang di kemukan harus cukup meyakinkan. Pemberian alasan tidak saja harus masuk akal. Juga pertimbangan-pertimbangn hukum lainnya dari hakim dapat memuat petunjuk-petunjuk tentang tindakan-tindakan apa yang selanjutnya harus diambil. asas kepastian hukum dapat di pandang sebagai asas-asas material pemerinatah yang layak. Bila ternyata bahwa fakta-fakta pokok berbeda dari apa yang di kemukakan atau diterima oleh badan pemerintahan maka dasar fakta yang teguh dari alasan-alasan tidak ada. Asas-Asas Pemerintahan Yang Formal Dan Material Asas Kecermatan dan asas pemberian alasan di pandang sebagai asas-asas pemerintah yang baik yang lebih formal. Pemberian alasan harus cukup dapat mendukung. tetapi dari lain pertimbangan dapat diambil kesimpulan bagaiman seharusnya keputusan itu. Pada umumnya penyalahgunaan suatu wewenang juga akan bertentangan dengan suatu peratiran perundang-undangan. sebab kedua asas itu tidak segera mengatakan sesuatu tentang isi dari keputusan yang akan diambil tetapi lebih tentang persiapannya. Ketetapan harus memiliki dasar fakta yang teguh. Perlu di catat. 2.karena banyak pemberian alasan yang mungkin kurang baik. asas kepercayaan. tidak semestinya hanya memperhatikan dasar pembatalan yang di sebut oleh hakim. Demikianlah biarpun ada pembatalan di sebabkan adanya cact pemberian alasan. Indonesia . bahwa dalam hal ini biasanya juga terdapat cacat dalam kecermatan.(2).

fungsi kepastian hukum.Kepustakaan berbahasa Indonesia belum banyak membahas asas ini. fungsi hak dasar. Sebagai fungsi-fungsi penting dari keterbukaan di dalam kepustakaan masih di sebut : 1. fungsi partisipasi. keterbukaan pada satu sisi sebagai alat bagi penguasa untuk memberi pertanggung jawaban di muka umum pada sisi lain sebagi alat bagi warga untuk mengawasi penguasa 3. Prof. kebebasan mengeluarkan pendapat dan hak untuk berkumpul . Kuntjoro purbopranoto mengetengahkan 13 asas yaitu : 1) Asas kepastian hukum 2) Asas keseimbangan 3) Asas kesamaan 4) Asas bertindak cermat 5) Asas motivasi untuk setiap keputusan pangreh 6) Asas jangan mencampuradukan kewenangan 7) Asas permainan yang layak 8) Asas keadilan atau kewajaran 9) Asas menanggapi penghargaan yang wajar 10) Asas meniadakan akibat-akibat suatu keputusan yang batal 11) Asas perlindungan atas pandangan hidup 12) Asas kebijaksanan 13) Asas penyelenggaraan kepentingan umum 4. keputusan-keputusan penguasa tertentu yang menyagkut kedudukan hukum para warga demi kepentingan kepastian hukum harus dapat di ketahui jadi harus terbuka 4. fungsi pertanggung jawaban umum dan pengawasan. keterbukaan dapat memajukan penggunaan hak-hak dasar seperti hak pilih. Pengumuman Dokumen-Dokumen Dengan keterbukaan pemerintah para warga memperoleh lebih banyak pengertian tentang rencana-rencan kebijaksanan dan tentang kenyataan-kenyataan yang mendasari kebijaksanaan yang di jalankan. keterbukaan sebagai alat bagi warga untuk ikut serta dalam proses pemerintahan secara mandiri 2.

bila disyaratkan oleh suatu peraturan khusus. Openbarheidswet nederland membedakan dua jenis wajib informasi : 1. b. WOB berpangkal tolak bahwa informasi dari dokumen-dokumen penguasa pada dasrarnya harus dapat di ketahui oleh setiap orang.pejabat mengenai kebijaksanaan. Pun tidak di lakukan bila dan sejauh kepentingannya tidak dapat melebihi kepentingan-kepentingan berikut. hak tiap orang agar suasana hidup pribadi di hormati dan perlindungan hasil-hasilk pemeriksaan kedokteran dan psikologis yang menyangkut keadaan-keadaan tersendiri i. Dasardasar pengecualian ini berlaku juga bagi wajib informasi aktif penguasa yaitu : a. kontrol. . Selain dasar-dasar pengecualian umum permohonan untuk memperoleh informasi demikian di luluskan terkecuali menyangkut : a. para pengurus atau pejabat. hubungan neaderland dengan negar-negar lain e. dapat merugikan keamanan negara juga tidak di lakukan bila mengenai c. menghindari terjadinya keuntungan atau kerugian yang tidak seimbang bagi manusia-manusia alami atau badan-badan hukum atau pihak ketiga yang terkait pada masalah bersangkutan. f. dan pengawasan oleh satu atau atas nama badan-badan penguasa h. d. data yang masih sedang di kerjakan atau yang tidak lengakap sehingga dengan demikian dapat memberi gambaran yang keliru pendapat-pendapat pribadi dari anggota-anggota pemerintahan. pengusutan dan penuntutan tindak-tindak pidana. kepentingan ekonomis dan finansial negara dan badan-badan hukum piblik lain. data usaha dan proses pabrik sejauh ini oleh manusia-manusia alami atau badan-badan hukum di beriatahukan kepada penguasa secara rahasia.Kewajiban keterbukaan umum bagi penguasa dirinci lebih lanjut dalam wet openbaarheid van bestuur dan besluit openbaarheid van bestuur. yakni kewajiban penguasa untuk memberikan informasi atas permintaan warga. g. Wajib informasi pasif. inspeksi. bagi penguasa hanya ada kewajiban untuk mengumumkan. b. dapat membahayakan kesatuan mahkota atau. Sebelum itu. Suatu permintaan warga untuk memperoleh informasi harus di luluskan. Wajib informasi akif dari penguasa yakni kewajiban penguasa untuk memberi informasi atas inisiatif sendiri 2.

Hakim dan Pemerintah Pada dasawarsa terakhir kita melihat di Nederland penggeseran tekanan dari pemerintah ke hakim. Seleksi dan penggajian adalah penting sekali kemungkinan bagi si warga untuk selalu mempunyai jalan (minta bantuan) ke seorang hakim . hakim itu terbatas untuk pengujian menurut hukum.” Untuk suatu peradilan yang baik selanjutnya dibutuhkan: . yang penting adalah bahwa hakim juga boleh mengambil jalan formal untuk menguji ketentuanketentuan perjanjian. dan dia tidak terikat pada hukum.hakim-hakim yang berkualitas baik. Ciri khas yang paling pokok dari kedudukan para hakim adalah ketidaktergasntungan (kebebasan) mereka. B. Pertama-tama. harus didasarkan UU dasar dan perundangundangan yang dijadikan dasar itu sejumlah jaminan. maka dalam hal itu orang melihat betapa pentingnya tempat yang diduduki hakim itu dalam kmetatanegaraan. seorang hakim tidak pernah dapat mengambil keputusan-keputusan sendiri. sedangkan hakim tidak boleh menguji UU yang formal terhadap UU dasar. Kedua. Setiap hakim dapat mengalami perubahan-perubahan. Syarat-syarat untuk Suatu Peradilan yang Baik (Tinjauan atas Grodwet Belanda) Suatu negara menginginkan peradilan yang berkualitas baik. yang diterima oleh lapisan-lapisan masyarakat yang luas.BAB X TINJAUAN UMUM TENTANG PERLINDUNGAN HUKUM A. Hal itu dPt ditambah dengan istilah hakim sebagai pengganti pemerintah. Menguji perundang-undangan yang lebih rendah terhadap yang lebih tinggi dengan kekecualian larangan UU dasar untuk menguji UU formal terhadap UU dasar. Untuk menjamin ketidaktergantungan dan ketidak-sepihakan telah diciptakan ketentuan-ketentuan barikut: “anggota-anggota dari kekuasaan kehakiman yang ditugaskan pada peradilan dan Jaksa Agung pada Mahkamah Agung diangkat untuk seumur hidup dengan penetapan raja. Hakim memutuskan sendiri. Apabila orang juga mengingat bahwa pembuat undang-undang tidak selalu mampu untuk menangani perkembangan-perkembangan social barumaka dapat dibayangkan bahwa dalam literature istilah pengganti pembuat undang-undang mulai tampil ke muka. memberi interpretasi sendiri atas kewenangannya sendiri. Namun istilah pengganti pembuat undang-undang sebagai penunjukan seorang hakim tidak menggambarkan perkara itu secara tepat. seorang hakim hanya dapat mengambil keputusan-keputusan dalam perkarar-perkara yang konkrit.pemutusan dalam persengketaan itu dalam waktu yang wajar . Ketiga.

Dalam kedua pasal UUD itu. yang mana dasar-dasar tata cara yang elementer (seperti didengar dan mendengarkan) telah ditentukan kemungkinan-kemungkinan naik banding dan atau kasasi untuk memperbaiki kesalahan-kesalahan yang mungkin ada dari hakim-hakim rendahan jaminan-jaminan bahwa keputusan-keputusan para hakim juga sungguh-sungguh dilaksanakan. Pasal 24 dan pasal 25 UUD 1945.14 Tahun 1970 tentang ketentuan-ketentuan pokok kekuasaan kehakiman. susunan ketatanegaraan yang bersifat mendasar serta pembagian dan pembatasab tugas-tugas ketatanegaraan yang juga bersifat mendasar. Kekuasaan Kehakiman (di Indonesia) Undang-undang yang mengatur secara umum tentang kekuasaan kehakiman Indonesia ialah UU No. kita dapat menemukan adanya tiga kaidah hukum: a. D. C. Syarat-syarat untuk menjadi hakim dan pemberhentiannya juga akan diatur lebih lanjut Dalam penjelasan pasal 24 dan pasal 25 UUD 1945 dikemukakan bahwa “kekuasaan kehakiman ialah kekuasaan yang merdeka.19 Tahun 1962 tentang Ketentuan-ketentuan Pokok Kekuasaan Kehakiman yang berisi ketentuan yang bertentangan dengan UUD 1945. Kekuasaan Kehakiman dilakukan oleh Badan-badan Kehakiman yang berpuncak pada sebuah Mahkamah Agung b. Undang-undang ini dalam diktum pertamanya mencabut Undang-undang No.- penetapansuatu hukum acara yang baik. Demi kehormatan Negara dan Bangsa . Dalam UUD 1945 terdapat pula ketentuanketentuan tentang kekuasaan kehakiman yang diatur dalam Bab IX. harus diadakan jaminan dalam UU tentang kedudukan para hakim. Undang-undang Dasar 1945 dan Kekuasaan Kehakiman Undang-undang Dasar 1945 mengatur 3 hal yang bersifat pokok yaitu jaminan terhadap adanya hal-hal dan kewajiban-kewajiban asasi warganya. Berhubungan dengan itu. Ada tiga alasan yang tercantum dalam pasal 19 yang memungkinkan Presiden turun tangan atau campur tangan dalam soal-soal pengadilan. yaitu: a. Susunan dan Kekuasaan Badan-badan Kehakiman itu akan diatur lebih lanjut c. artinya terlepas dari pengaruh kekuasaan pemerintah. Demi kepentingan Revolusi b.

Pelaksanaan putusan pengadilan g. Badan-badan Peradilan dan asas-asasnya c.14 Tahun 1970 terdiri dari 8 Bab. Kedudukan pejabat peradilan (pengadilan) f. Peradilan Militer.5 tahun 1986 tentang Peradilan Tata Usaha Negara d. Bantuan hukum h. Peradilan Tata Usaha Negara Sesuai dengan ketentuan yang tercantum dalam Pasal 10 ayat (1) diatas telah dikeluarkan berturut-turut: a. Ketentuan umum b. Demi kepentingan masyarakat mendesak Undang-undang No.7 tahun 1989 tentang Peradilan Agama PENJELASAN: . Peradilan Umum b. dan d.c.2 tahun 1986 tentang Peradilan Umum c. Peradilan Agama c.14 Tahun 1970 diatur adanya 4 lingkungan peradilan yang meliputi: a. dalam UU No.14. Adapun pengaturan dalam bab-bab meliputi: a. Badan-Badan Peradilan Sebagai pelaksanaan pasal 24 dan pasal 25 UUD 1945. Undang-undang No. yang terbagi dalam 42 pasal. Penutup E. Hakim dan kewajibannya e. Undang-undang No. Hubungan pengadilan dan lembaga negara lainnya d. tahun 1985 tentang Mahkamah Agung b. Undang-undang No. Undang-undang No.

Peradilan Umum Dalam undang-Undang No. Peraturan tentang Peradilan Militer terdiri dari: a. 19 tahun 1948 d. Kitab Undang-undang Hukum Pidana Mliter dan Kitab Undang-undang Hukum Disiplin Tentara.7 tahun 1989 tentang Peradilan Agama yang menjadi dasar hukum adanya pengadilan ini. 7 tahun 1946 b. 2 tahun 1988 . Peradilan Agama Undang-undang baru yang mengatur Peradilan Agama adalah UU No. Hakim Anggota. yaitu. Mahkamah Agung (MA) Mahkamah Agung sebagai Pengadilan Negara Tertinggi terdiri dari Pimpinan. Baik hakim Pengadilan Negeri maupun hakim Pengadilan Tinggi diangkat oleh Presiden dalam kedudukannya sebagai Kepala Negara atas usul Menteri Kehakiman berdasarkan persetujuan Ketua Mahkamah Agung sesuai dengan persyaratan yang ditentukan. Undang-Undang No.2 tahun 1986 yang dimaksud dengan kehakiman di lingkungan peradilan umum adalah pengadilan negeri sebagai tingkat pertama dan pengadilan tinggi sebagai pengadilan tingkat dua atau banding. administaasi dan keuangan pengadilan yang dilakukan oleh Menteri Kehakiman. Peradilan Militer Peradilan Militer ini mengadili pelanggaran terhadap Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.14 tahun 1970 f. Undang-Undang No.1. pembinaan teknis peradilan yang dilakukan oleh Mahkamah Agung dan Pembinaan Organisasi. Undang-Undang No. 2. dan sekretaris Jenderal Mahkamah Agung. Undang-Undang No. Pengadilan Negeri dibentuk dengan keputusan Presiden. Panitera (griffier). Undang-Undang No. Undang-Undang No. kekuasaan pengadilan pengadilan pengadilan Dalam undang-undang dikenal adanya dua macam pembinaan. 4. 7 tahun 1947 c. 3.14 tahun 1964 e. sedangkan Pengadilan Tinggi dibentuk dengan Undang-undang. Peradilan ujmum itu berpuncak pada Mahkamah Agung sebagai Negara Tertinggi.

Di Belanda Dalam bidang tindakan penguasa yang melanggar hukum di negeri Belanda dalam tahhun-tahun terakhir telah terjadi banyak perkembangan. Perbuatan Melanggar Hukum oleh Penguasa (Onrechtmatige Overheidsdaad) 1. tentram. Dalam rangka pemeriksaan itu Ombudsman memiliki kewenangan tertentu. seimbang. Secara kasar kita dapat membuat pembagian dalam kategori-kategori yang berikut: a. Yang menjadi pertimbangan adanya Peradilan Tata Usaha Negara ini adalah: a. Negara RI sebagai negara hukum yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 bertujuan mewujudkan tata kehidupan negara dan bangsa yang sejahtera. b. Sampai sekarang wewenang Ombudsman adalah terbatas pada tindakan menteri-menteri. dan yang menjamin terpeliharanya hubungan yang serasi. perselisihan atau sengketa antara badan atau pejabat Tata Usaha Negara dengan warga masyarakat yang dapat merugikan atau menghambat jalannya pembangunan nasional.54 tahun 1986 tentang Peradilan Tata Usaha Negara. aman. sejauh itu berkaitan dengan pelaksanaan tugas-tugas yang diwajibkan menurut Peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan Polisi. G. setiap orang mempunyai hak untuk meminta kepada Omudsman secara tertulis untuk memerikasa cazra suatu organ administrasi telah bertindak dalam suatu keadaan tertentu terhadap seseorang atau suatu badan hukm. Pendiriannya. Ombudsman Sejak 1 januari 1982 Negeri Belanda mengenal Obbudsman Naasional. Hakim perdata menganggap bahwa telah terjadi suatu tindakan yang melanggar hukum karena dia menganggap pengumuman suatu keputusan adalah melanggar hukum . yang menjamin persamaan kedudukan warga masyarakat dalam hukum. serta tertib. Ombudsman juga berwenang untuk atau atas prakarsa sendiri mengadakan suatu pemeriksaan. Peradilan Tata Usaha Negara Peradilan Tata Usaha Negara diatur dengan Undang-Undang No. kewenang-wenangannya dan cara kerjanya adalah berdasarkan UU Ombudsman National 1981.5. serta selaras antara aparatur di bidang tata usaha negara dengan para warga masyarakat Adanya kemungkinan timbulnya benturan kepentingan. F. Kekuasaan kehakiman di lingkungan Peradilan Tata Usaha Negara dilakukan oleh Pengadilan Tata Usaha Negara dan Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara. Para Konisaris dari Ratu di Provinsi dan para Walikota.

Pada masa setelah proklamasi kemerdekaan. 1. Hakim perdata menganggap bahwa telah terjadi suatu tindakan melanggar hukum karena dia menganggap pengumuman suatu undang-undang dalam arti materil adalah melanggar hukum d. Ada tiga hal yang diketengahkan secara tidak konsisten. 2. menyatakan sebagai dasar ialah yurisprudensi. Kriteria Perbuatan Melanggar Hukum oleh Penguasa menurut Mahkamah Agung Menelaah putusan-putusan Mahkamah Agung yang menyangkut criteria perbuatan melanggar hukum oleh penguasa. Hakim perdatamenganggap bahwa telah terjadi suatu tindakan melanggar hukum karena seorang pejabat telah membatalkan suatu keputusan c. H. yakni: pertama. pengadilan perdata di Hindia Belanda dengan berpegang pada azas konkordansi. Dari putusan-putusan pengadilan yang pernah ada ternyata ada beberapa dasar yang dijadikan dasar hukum oleh peradilan perdata untuk menyatakan kompetensinya. ketiga. Hakim perdata menganggap bahwa telah terjadi suatu tindakan melanggar hukum karena dia menganggap suatu tindakan nyata dari penguasa adalah melanggar hukum. dfitemukan dua putusan. Undang-undang dan Peraturan Formal yang Berlaku Kriteria pertama “rechtmatigheid”tindakan penguasa menurut Mahkamah Agung adalah undang-undang dan peraturan-peraturan formal yang berlaku. masih menunjuk pasal 2 RO sebagai dasar hukum. peradilan perdata tetap menyatakan dirinya kompeten menangani gugatan terhadap pemerintah. yang pertama melalui Surat Edaran Mahkamah Agung dan yang kedua melalui kegiatan lokakarya tentang Pembangunan Hukum melalui Peradilan. dinyatakan sebagai dasar ialah karena belum adanya peradilan tata usaha negara. Perbuatan Melanggar Hukum oleh Penguasa di Indonesia Tentang perbuatan melanggar hukum oleh penguasa akan dibahas dua aspek utama yhakni: dasar kompetensi absolut peradilan umum dan criteria perbuatan melanggar hukum oleh penguasa 3. yang pertama putusan Mahkamah Agung dalam perkara Kasum dan yang kedua dalam perkara Josopandojo. kedua. Kepatutan yang harus diperhatikan oleh Penguasa .b. Dasar Kompetensi Absolut Peradilan Umum Pada zaman Hindia Belanda. Di samping itu terdapat dua langkah usaha Mahkamah Agung untuk menegaskan rumusan kriteria perbuatan melanggar hukumoleh penguasa. 2.

yakni hukum administrasi sebagaimana ditegakkan dalam Undang-Undang PTUN Pasal 47 bahwa sengketa yang termasuk lingkup kewenangan PTUN adalah sengketa tata usaha negara. Hakim yang menetapkan beban pembuktian. B. pasal 55. Organisasi Peradilan Tata Usaha Negara ( PTUN ) Dalam kaitannya dengan organisasi. BAB XI PERADILAN TATA USAHA NEGARA A. ada baiknya kita tinjau struktur PTUN itu sendiri secara sepintas. Peradilan Tata Usaha Negara pada dasarnya menegakkan hukum publik. Dengan demikian putusan pengadilan TUN berlaku bagi siapa saja-tidak hanya bagi para pihak yang bersengketa. yaitu : a. Asas Praduga Rechmatig ( vermoeden van rechtmatigheid= praesumptio iustae causa ). pasal-pasal yang langsung menyangkut perlindungan hak-hak masyarakat adalah Pasal 49. c. Asas ini mengandung makna bahwa setiap tindakan penguasa selalu harus dianggap rechmatig sampai ada pembatalannya. Peradilan Tata Usaha Negara melalui UU No 5 Tahun 1986 tidak hanya melindungi hak individu tetapi juga melindungi hak masyarakat. Asas Pembuktian Bebas. Karakteristik dan Prinsip-Prinsip Peradilan Tata Usaha Negara Ciri khas hukum acara peradilan tata usaha Negara terletak pada asas-asas hukum yang melandasinya. Asas Keaktifan Hakim ( dominus litis ). Sedangkan TUN adalah sengketa hukum publik. pengadilan tata usaha negara terdiri atas PTUN sebagai pengadilan tingkat pertama. dan PT TUN . b. Perbuatan Kebijaksanaan Penguasa Yang ketiga Mahkamah Agung menegaskan bahwa perbuatan kebijaksanaan penguasa tidak termasuk kompetensi pengadilan untuk menilainya. dan pasal 67.Kriteria kedua adalah kepatutan yang harus diperhatikan oleh penguasa 3. berdasarkan ketentuan Pasal 8 UU No 5 Tahun 1986. Yaitu untuk mengimbangi kedudukan para pihak karena tergugat adalah pejabat tata usaha negara sedangkan penggugat adalah orang atau badan hukum perdata. d. Asas Putusan Pengadilan mempunyai kekuatan mengikat “erga omnes“.

jika seluruh upaya administratif yang bersangkutan telah digunakan. Dengan demikian keempat lingkungan peradilan kita berpuncak pada Mahkamah Agung ( sistem piramide ). Dalam hal ini penyelesaiannya dilakukan oleh instansi atasan atau instansi lain.( Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara ). telah dibentuk 5 pengadilan TUN melalui Kepres No 52 Tahun 1990 dan 3 pengadilan tinggi TUN melalui UU No 10 tahun 1990. Dalam hal suatu badan atau pejabat tata usaha negara diberi wewenang oleh atau berdasarkan peraturan perundang-undangan untuk menyelesaikan secara administratif sengketa tata usaha negara tertentu. Pada waktu pertama kali diterapkan UU No 5 Tahun 1986 melalui PP No 7 Tahun 1991 yang menyatakan bahwa PTUN mulai diterapkan tanggal 14 Januari 1991. maka prosedur yang ditempuh disebut ” keberatan ”. Tentang hal ini. dan Ujung Pandang. perbedaan itu disebabkan karena dalam jalur Peradilan Tata Usaha Negara terdapat saluran upaya administratif ( vide pasal 48 UU No 5 Tahun 1986 ). Ada 2 macam upaya administratif. maka prosedur ini disebut ” banding administratif ”. Sedangkan pengadilan tinggi tata usaha negara dibentuk dengan undangundang. memutuskan. . Sejalan dengan ketentuan pasal 10 ayat 2 UU No 14 tahun 1970. dan menyelesaikan sengketa tata usaha negara sebagaimana dimaksud dalam ayat 1. Dalam hal penyelesaiannya dilakukan oleh instansi yang sama. 2. yaitu ” banding administratif ” dan prosedur ” keberatan ”. kekuasaan kehakiman di lingkungan peradilan tata usaha negara berpuncak pada Mahkamah Agung sebagai pengadilan negara tertinggi. pasal 48 UU No 5 Tahun 1986 menyatakan : 1. Meskipun dengan struktur yang sama. Medan. Surabaya. yaitu badan atau pejabat tata usaha negara yang mengeluarkan KTUN. Mahkamah Agung Peradilan Umum Peradilan Agama Peradilan Militer Peradilan Tata Usaha Negara C. maka sengketa tata usaha negara tersebut harus diselesaikan melalui upaya administratif yang tersedia. Pengadilan baru wewenang memeriksa. struktur yang demikian mirip dengan struktur peradilan umum berdasarkan ketentuan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1986 ( vide Pasal 6 ). Palembang. Upaya Administratif Terhadap KTUN ( KTUN ) mengenal adanya upaya administratif disyaratkan untuk menggunakan saluran peradilan tata usaha negara. namun alur perkara dalam lingkungan peradilann umum berbeda dengan lingkungan Peradilan Tata Usaha Negara. Pengadilan tata usaha negara dibentuk dengan keputusan Presiden ( Pasal 9 UU No 5 Tahun 1986 ). Lima pengadilan TUN tersebut adalah : PTUN Jakarta.

Berdasarkan ketentuan PP no 43 tahun 1991 ganti rugi berkisar antara Rp.00-Rp. Tenggang Waktu Menggugat Berdasarkan ketentuan pasal 55.000.000. Sebagai petitum tambahan adalah ganti rugi dan rehabilitasi. individual.00 Rehabilitasi hanya berlaku untuk sengketa kepegawaian.000. Tuntutan ganti rugi dibatasi jumlahnya. yaitu pemulihan hak sebagai pegawai negeri.2. 250. Kompetensi Absolut Peradilan Tata Usaha Negara KTUN merupakan dasar lahirnya sengketa tata usaha negara. yang menimbulkan akibat hukum bagi seseorang atau badan hukum perdata. Dalam pasal 1 angka 3 merumuskan KTUN adalah suatu penetapan tertulis yang dikeluarkan oleh badan atau pejabat tata usaha negara yang berisi tindakan hukum tata usaha negara yang berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.100.Orang atau badan hukum perdata . Dalam hal rehabilitasi dapat dibebani suatu kewajiban kompensasi sebesar antara Rp.Yang berkepentingannya dirugikan oleh suatu KTUN Dengan demikian kerugian/kepentingan. Hak Gugat Berdasarkan ketentuan pasal 53 ayat 1 yang dapat bertindak sebagai penggugat adalah : .000. .000.00.  Bagi pihak II yang berkepentingan : 90 hari sejak saat KTUN itu diumumkan. F. tenggang waktu mengajukan gugatan adalah :  Bagi yang dituju dengan sebuah KTUN ( pihak II ) : 90hari sejak saat KTUN itu diterima. Petitum harus ada hubungan kausal antara KTUN dengan Berdasarkan ketentuan pasal 53 ayat 1. yang bersifat konkret.5. petitum pokok adalah KTUN tersebut dinyatakan tidak sah atau batal. E. Tindakan hukum tata usaha negara tidaklah sama maknanya dengan tindakan pejabat atau tindakan badan tata usaha negara.D.00-Rp. Tidak setiap tindakan pejabat adalah tindakan hukum tata usaha negara. G. dan final.000.

.untuk sahnya pembuktian diperlukan sekurang-kurangnya dua alat bukti berdasarkan keyakinan hakim. yakni : (1). I.. c. Penjelasan undang-undang ini mengetengahkan 3 hal dalam pengertian bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.H. b. Dikeluarkan oleh badan atau pejabat tata usaha negara yang tidak berwenang. (2). Badan atau pejabat tata usaha negara pada waktu mengeluarkan atau tidak mengeluarkan keputusan sebagaimana dimaksud dalam ayat ( 1 ) setelah mempertimbangkan semua kepentingan yang tersangkut dengan keputusan itu seharusnya tidak sampai pada pengambilan atau tidak pengambilan keputusan tersebut. Badan atau pejabat tata usaha negara pada waktu mengeluarkan keputusan sebagaimana dimaksud dalam ayat ( 1 ) telah menggunakan wewenangnya untuk tujuan lain dari maksud diberikannya wewenang tersebut. Alat Bukti Pasal 100 UU No 5 Tahun 1986 menyebutkan alat-alat bukti :  Keterangan ahli  Keterangan saksi  Pengakuan para pihak  Pengetahuan hakim Ketentuan tersebut dikaitkan dengan pasal 107 :. dasar pengujian oleh pengadilan terhadap keputusan tata usaha negara yang digugat. adalah : a. Bertentangan dengan ketentuan-ketentuan dalam peraturan perundangundangan yang bersifat material/substansial. Bertentangan dengan ketentuan-ketentuan dalam peraturan perundangundangan yang bersifat prosedural/formal. KTUN yang digugat itu bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.. Alasan Menggugat ( Beroepsgronden ) Berdasarkan ketentuan pasal 53 ayat 2. (3).

menyelesaikan pokok sengketa.3.Wewenang . Hukum Acara Istilah hukum acara untuk PTUN hendaknya HUKUM ACARA PERADILAN TATA USAHA NEGARA dan bukan HUKUM ACARA TUN. Hukum Acara Materiil yang meliputi : . Acara cepat/versnelde behandeling ( pasal 98. Acara singkat/kortgeding.Keabsahan ( rechtmatigheid ) suatu KTUN diukur dengan peraturan perundangundangan dan /atau hukum tidak tertulis berupa asas-asas umum pemerintahan yang baik. - . aspek-aspek yang diukur adalah : . hakim tunggal.Alasan menggugat . kepentinagn mendesak.99 ).Alat bukti b. karena dalam hukum acara TUN ada aspek contentieux dan ada aspek non contentieux berupa prosedur pemerintahan.Hak gugat . penundaan pelaksanaan tun ( pasal 67 ayat 2. dengan ciri : perlawanan ( pasal 62 ayat 4 ) .Substansi J. misalnya prosedur perizinan. dan bentuk akhir putusan ( vonis ).Prosedur . Hukum Acara Formal ( hukum acara dalam arti sempit ) berupa langkahlangkah atau tahapan yang terbagi atas : Acara biasa ( pasal 68 dst ).Kompetensi absolut dan relatif . Penyebutan hukum Acara PTUN untuk menunjukkan sifat contentieux.Tenggang waktu menggugat . dengan ciri : tidak ada pemeriksaan persiapan. Hukum Acara PTUN dibedakan atas : a.4 ) tidak untuk menyesaikan pokok sengketa. dengan ciri : diawali dengan pemeriksaan persiapan dan majelis hakim 3 orang. dan waktu dipercepat. dan bentuk akhir penetapan.

karena itu penggugat berhak menentukan sipa yang akan digugat.. Surat-surat harus ditandatangani ( atau cap jempol ) oleh penggugat atau kuasanya.. maupun majelis hakim dan panitera. sedangkan badan atau pejabat administrasi negara atau subyek hukum publik dilarang mengajukan gugatan ( pasal 1 angka 4. Tindakan-tindakan dalam pentahapan itu bersifat justisial. II. bahwa gugatan adalah : ”. Yang berhak mengajukan gugatan hanyalah orang. Tahapan Penanganan Sengketa adalah : I. ( para ) penggugat sendiri. K.permohonan yang berisi tuntutan terhadap badan atau pejabat tata usaha negara dan diajukan ke pengadilan untuk mendapatkan putusan ” ( garis bawah penulis ). dan atau badan hukum perdata. III. Untuk itu dilakukan beberapa pentahapan dalam proses yang dilakukan oleh petugas pengadilan baik ketua. Pemeriksaan persiapan ( pasal 63 ) : tahap ini dimaksudkan untuk melengkapi gugatan yang kurang jelas. maupun administratif. Pemeriksaan di sidang pengadilan ( pasal 68 dst ) * Acara Formal 1. atau subyek hukum perdata semata-mata.Dalam acara biasa. Acara Biasa Secara garis besar proses tertib beracara menurut acara biasa dapat dibagi atas tindakan sebelum pemeriksaan di sidang pengadilan dan pada pemeriksaan di muka sidang pengadilan dengan berbagai ragam pentahapan yang harus dilalui. Tindakan Sebelum Pemeriksaan di Sidang Pengadilan Tindakan ini dilakukan sebelum pemeriksaan di sidang pengadilan yang dinyatakn terbuka untuk umum. Dengan demikian maka surat-surat dapat ditandatangani atau cap jempol oleh : 1. Bilamana surat gugat itu ditandatangani oleh kuasanya maka harus disertai dengan surat kuasa yang sah. Prosedur “ dismisal “ ( pasal 62 ) : pemeriksaan administratif untuk menetapkan apakah suatu gugatan dapat diterima atau tidak dapat diterima.5 angka 6 jo Penjelasan pasal 53 ayat 1 ). 2. . Pengajuan Gugatan ( Pasal 53 sampai dengan Pasal 56 ) Pasal 1 angka 5 menentukan.

( para ) kuasa penggugat. Penggugat tidak diwajibkan membayar biaya perkara. Pencatatan Perkara dalam Daftar ( pasal 59 ayat 2 ) Perkara dicatat dalam daftar oleh panitera setelah penggugat membayar uang muka biaya perkara ( pasal 59 ayat 2 ). Walaupun demikian adakalanya dibebaskan dari biaya perkara atau berperkara sevara prodeo ( pasal 60 dan pasal 61 ). maupun imbalan jasa kepada para kuasanya yang memberikan bantuan hukum. L. Uang muka biaya perkara ialah biaya yang dibayar terlebih dahulu sebagai uang panjar oleh pihak penggugat terhadap perkiraan biaya berperkara yang diperlukan dalam proses sengketa. sebagai bukti bahwa gugatan sudah terdaftar dan uang muka sudah dibayar. 3.2. yaitu subyek hukum yang diberi kuasa khusus oleh para penggugat untuk membuat dan menandatangani surat-gugat. Penggugat dalam mengajukan surat-gugatannya diwajibkan untuk membayar uang muka biaya perkara yang besarnya ditaksir oleh penitera. Sebagai contoh yang termasuk ke dalam biaya perkara antara lain. dapat diketahui dari tanda bukti penerimaan uang yang mencantumkan juga nomor register perkara. Sesuai SE Mahkamah Agung no 2 tahun 1991 tanggal 9 juli 1991 uang muka perkara ditaksir oleh panitera sekurang-kurangnya Rp. Pemeriksaan termaksud dapat berupa rapat permusyawaratan dan pemeriksaan persiapan. materai. karena Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1986 tidak menyebutnya. ternyata terdapat kewenangan pengadilan untuk melakukan semacam ” pemeriksaan pendahuluan ” itu dikemukakan. Pemeriksaan Pendahuluan ( pasal 62 dan pasal 63 ) Sebelum hari persidangan ditentukan dan sengketa diperiksa di persidangan untuk diputuskan. gugatan diajukan karena para penggugat merasa kepentingannya dirugikan disebabkan tindakan-tindakan administrasi yang dituangkan dalam meputusan atau tidak mengeluarkan keputusan itu. . dab biaya pemeriksaan di tempat lain dari ruang sidang ( pasal 111 ). Biaya Perkara Pada umumnya diperlukan biaya untuk berpekara yang harus dibayar ( pasal 59 ). dan disarankan sebaiknya dilakukan terus oleh para kuasanya untuk semua tingkatan peradilan tata usaha negara ( untuk menghindari pergantian kuasa dan berulangkali menceritakan judex facti yang serupa kepada kuasa baru oleh klien ).N. saksi. M. seperti baiya-biaya kepaniteraan.000. Umumnya bantuan hukum di sini dititikberatkan sebagai litigasi. 50. alih bahas.

sekalipun telah diberitahukan dan diperinagtkan. Penyederhanaan itu dimungkinkan karena pada hakikatnya kedua hal di atas itu termasuk dalam ” pemeriksaan pemdahuluan ” dan menunjuk kepada karakteristik hukum Acara Peradilan Tata Usaha Negara. Hari persidangan ditetapkan selambat-lambatnya 30 (tiga puluh) hari seelah gugatan dicatat dalam daftar perkara. . (2). demi lengkapnya data yang diperlukan untuk gugatan.  Gugatan diajukan sebelum waktunya atau telah kadaluarsa. hakim wajib mengadakan persiapan untuk melengkapi gugatan yang kurang jelas ( pasal 63 ). dapat diminta penjelasan kepada badan atau pejabat tata usaha negara yang bersangkutan. Pemeriksaan Persiapan Sebelum pemeriksaan pokok sengketa dimulai. Rapat Permusyawaratan ( prosedur dismisal ) Gugatan yang diajukan sebelum diperiksa dipersidangkan dapat dinyatakan tidak diterima atau tidak mempunyai dasar. waktu dan jarak antara tempat para pihak yang bersengketa dengan tempat persidangan.  Syarat-syarat gugatan ( pasal 56 tidak dipenuhi oleh penggugat.  Gugatan tersebut tidak didasarkan kepada alasan-alasan yang layak.(1). yang dalam hal ini demi kesempurnaan gugatan yang akal diperiksa dan diputuskan di persidangan. Hal itu disebabkan :  Pokok gugatan ( fakta yang dijadikan dasar gugatan ) itu nyata-nyata tidak termask wewenang pengadilan. Dalam hal ini hakim bertindak :  memberi nasihat kepada penggugat untuk memperbaiki gugatan dan melengkapi dengan data yang diperlukan dalam jangka waktu 30 hari. 1.  Apa yang dituntut dalam gugatan sebenarnya sudah terpenuhi oleh keputusan adnministrasi negara yang digugat.  Pemeriksaan persiapan ini merupakan pengkhususan dalam proses pemeriksaan sengketa administrasi dan di dalam kesempatan ini hakim dapat meminta penjelasan kepada badan atau pejabat administrasi negara yang bersangkutan.5 Penetapan Hari Sidang (Pasal 59 ayat 3 Pasal 64) Penetapan hari sidang selalu berhubungan dengan panggilan.

2 Pemeriksaan di Sidang Pengadilan Setelah ”pemeriksaan pendahuluan” selesai.1. maka ditetapkanlah hari.6. 4 Pasal 64 ayat 2. ialah bilamana pihak ketiga dengan jalan memasukkan permohonan sendiri untuk maksud mempertahankan hak dan kepentingannya jangan sampai dirugikan oleh putusan atas sengketa itu. Untuk keperluan pemeriksaan. Hal ini berarti setelah gugatan dianggap cukup lengkap dan sempurna serta telah ditentukan majelis hakim.1 Intervensi Intervensi adalah ikut sertanya pihak lain ke dalam sengketa. Dalam hukum acara perdata. kecuali bila ditentukan lain (Pasal 17 ayat 1 dan 2 undang-undang nomor 14 tahun 1970). 2. Bilamana ada berkas yang dibawa keluar. jam. kecuali bila sengketa itu diperiksa berdasarkan acara cepat. Sangatlah penting tertib acara dalam pemeriksaan berikut berita acaranya. yang memeriksa dan memutus sengketa tata usaha negara itu. Intervensi dalam taraf pemeriksaan di sidang pengadilan. Sedangkan atas prakarsa sendiri. Ini dapat dilakukan oleh seseorang atau badan hukum perdata. 11. tertib acara pemeriksaan dan berita acaranya di pengadilan tata usaha negara (setelah berfungsi) pun merupakan salah satu hal yang penting dalam proses beracara. Pasal 65 dan Pasal 66) Pemanggilan kepada para pihak yang berperkara dilakukan setelah selesai pentahapan tindakan sebelum pemeriksaan di sidang pengadilan. Kemudian kedua belah pihak atau para kuasanya dipanggil untuk mulai bersidang yang harus diperlakukan sama dan didengar. intervensi perlu diatur karena sifat putusan pengadilan perdata hanya berlaku bagi para pihak yang berperkara. Oleh karena itu dalam sengketa tata usaha negara. maka ia akan memanggilnya dengan resmi sebagaimana mestinya. hakim ketua sidang membuka sidang dan menyatakannya terbuka untuk umum (Pasal 70 ayat 1). sampai proses sengketa itu selesai dilaksanakan. dan tempat persidangan. dimungkinkan bagi para pihak untuk melakukan pemeriksaan dan mempelajari berkas-berkas sengketa termaksud serta membuat kutipankutipan seperlunya. Ketentuan intervensi menurut pasal 83 sangatlah dipengaruhi oleh ketentuan hukum acara perdata. Jangka waktu pemanggilan dan hari persidangan tidak boleh kurang dari 6 (enam) hari.1. Sifat terbuka sidang untuk umum itu merupakan syarat mutllak karena kalau tudak putusan hakim diancam batal menurut hukum.2 Pemeriksaan Berkas Semenjak oerkara itu dicatat di kepaniteraan pengadilan tata usaha negara. dapat terjadi karena prakarsa administrasi itu masuk pihak ketiga. haruslah terlebih dahulu . baik pada waktu pemeriksaan di sidang pengadilan maupun dalam pelaksanaan putusan.6 Panggilan Para Pihak Yang Berperkara (Pasal 59 ayat 3. 2.

mendapat izin dari ketua pengadilan. 2. karena terdapat kesalahan di dalamnya. 11. Putusan yang konstitutif. tidak terkecuali untuk pengadilan tata usaha negara. sebagaimana telah diputuskan oleh Mahkamah Agung. 11. Dalam perkara perdata. Permohonan pemeriksaan banding itu dapat dicabut oleh pemohon selama hal itu belum diputus. maupun penerapan hukum atau undang-undang. ternyata hakim berwenang mengubah putusan-sela. yang diserahkan kepadanya dalam rangka yang dinamakan jurisdictio contentiosa.12 Banding Arti banding yaitu merupakan pemeriksaan dalam instansi (tingkat) kedua oleh sebuah pengadilan atasan yang mengulangi seluruh pemeriksaan.13 Kasasi Terhadap putusan tingkat terakhir pengadilan dapat dimohonkan pemeriksaan kasasi kepada Mahkamah Agung. baik yang mengenai faktafaktanya. amar atau diktum putusan itu dibedakab dalam 2 macam. terlebih dahulu majelis hakim bermusyawarah dalam ruangan tertutup untuk mempertimbangkan putusan perkara itu. Jika permohonan itu dicabut.6. 11.” 2. termasuk titipan baik barang maupun uang dari pihak ketiga. gugatan tidak diterima dan gugatan gugur. maka ia tidak boleh mengajukan lagi walaupun jangka waktu untuk mengajukan banding belum lampau. Apabila kedua acara itu dibandingkan ternyata masing-masing memiliki proses tersendiri yang berbeda terutama dilihat dari faktor waktu. Panitera bertanggung jawab sepenuhnya atas berkas-berkas perkara. Putusan condemnatoir. yaitu yang amarnya menimbulkan suatu keadaan hukum baru. yaitu yang amrnya berbunyi : ”Menghukum dan seterusnya. Oleh karena itu kita dapat menyebut acara luar biasa untuk bukan acara biasa. Sebelum putusan itu dijatuhkan. atau meniadakan keadaan hukum baru. Adapun amar putusan itu seperti gugatan ditolak.3 Putusan Pengadilan Suatu putusan pengadilan diambil untuk memutuskan suatu perkara.2 Acara Luar Biasa Pemeriksaan perkara di pengadilan tata usaha negara (tingkat pertama) dapat dilakukan dengan acara biasa dan bukan acara biasa. yaitu : 1. Pemeriksaan kasasi untuk perkara yang diputus oleh Pengadilan di Lingkungan . gugatan dikabulkan.. Menurut sifatnya.

dan tidak mungkin sebagai penggugat. Sebagai intervenient mestinya tidak harus bergabung dengan salah satu pihak yang bersengketa. pejabat TUN hanya mungkin berkedudukan sebagai tergugat. yang pada waktu dilakukan peradilan yang dahulu. terlebih dahulu salinan putusan tadi dikirimkan dengan surat tercatat oleh panitera pengadilan setempat atas perintah ketua pengadilan tata usaha negara yang mengadilinya selambat-lambatnya 14 hari terhitung sejak putusan tersebut memperoleh kekuatan hukum tetap. 11. peninjauan kembali putusan hanya dapat dilakukan apabila terdapat nova. 11. 2 komentar 1. Syaratsyaratnya ditetapkan dalam hukum acara pada umumnya.16 Peranan Pejabat/Badan TUN dalam Sengketa TUN Sebagai salah satu pihak yang bersengketa. Caray 12 Februari 2009 08:12 sama-sama Poskan . tidak tampak atau memperoleh perhatian. 11. tetapi sebagai pihak yang mandiri dengan kepentingannya sendiri. yaitu fakta-fakta atau keadaan-keadaan baru.15 Pelaksanaan Putusan Pengadilan Hanya putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap yang dapat dilaksanakan.14 Peninjauan Kembali Peninjauan kembali putusan merupakan alat hukum yang istimewa dan pada galibnya baru dilakukan setelah alat-alat hukum lainnya telah dipergunakan tanpa hasil. Dalam hal pejabat/badan TUN mempunyai kepentingan terkait dengan suatu sengketa TUN dia bisa bertindak sebagai intervenient yang mempertahankan/membela kepentingannya.Pengadilan Agama atau yang diputus oleh Pengadilan di Lingkungan Peradilan Tata Usaha Negara dilakukan menurut ketentuan undang-undang. toraja 2 November 2008 22:05 makasih bnyak artikelnya :D 2.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful