BAB I ADMINISTRASI DAN HUKUM ADMINISTRASI A.

Peristilahan

Penggunaan istilah Hukum Administrasi Negara (HAN) sedikit banyak dipengaruhi oleh Keputusan/Kesepakatan pengasuh mata kuliah Fakultas Hukum pada pertemuan di Cibulan tanggal 26-28 Maret 1973. Sebelum itu, dalam kurikulum minimal tahun 1972, istilah yang digunakan dalam SK Menteri P dan K tanggal 30 Desember 1972 No. 0198/U/1972 adalah Hukum Tata Pemerintahan. Meskipun istilah Hukum Tata Pemerintahan tercantum dalam SK tersebut diatas, namun dalam kenyataan penggunaan istilah itu oleh beberapa fakultas hukum – terutama fakultas hukum universitas negeri (yang kemudian diikuti juga oleh berbagai fakultas hukum universitas swasta) tidak seragam. Istilah-istilah yang beranekaragam itu adalah: Hukum Tata Pemerintahan, Hukum Tata Usaha Negara, Hukum Administrasi Negara. Soewarno Handayaningrat dalam bukunya Administrasi Pemerintahan Dalam Pembangunan Nasional antara lain menengahkan sebagai berikut: Administrasi Negara merupakan bagian dari administrasi umum. Ilmu Administrasi Negara merupakan cabang Ilmu Sosial dan (Ilmu Politik). Pada halaman 2 juga diketengahkan pendapat Leonard D.White bahwa administrasi negara terdiri atas semua kegiatan Negara dengan maksud untuk menunaikan dan melaksanakan kebijakan Negara. Pada halaman 3 diketengahkan pendapat Dimock dan Koening tentang administrasi negara dalam arti luas dan arti sempit. Dalam arti luas, administrasi negara adalah kegiatan negara dalam melaksanakan kekuasaan politiknya. Dalam arti sempit, administrasi negara adalah kegiatan eksekutif dalam penyelenggaraan pemerintahan. B. Pemerintahan

1. Definisi dan perumusan – perumusan Pengertian pemerintahan dapat difahami melalui dua pengertian: disatu pihak dalam arti “fungsi pemerintahan” (kegiatan memerintah), dilain pihak dalam arti “organisasi pemerintahan” (kumpulan dari kesatuan–kesatuan pemerintahan). Apa sebenarnya kandungan dari “fungsi pemerintahan” itu? Fungsi dari pemerintahan itu dapat ditentukan sedikit banyak dengan menempatkannya dalam hubungan dengan fungsi perundangundangan dan peradilan. Pemerintahan dapat dirumuskan secara negatif sebagai segala macam kegiatan penguasa yang tidak dapat disebutkan sebagai suatu kegiatan perundangundangan atau peradilan. Ada ahli hukum administrasi yang mengatakan bahwa pelaksanaan kekuasaan yang terdiri atas peraturan-peraturan perundang-undangan yang lebih lanjut (peraturan-peraturan umum tentang pemerintahan, peraturan-peraturan dari pihak penguasa yang lebih rendah), tidak dapat dikategorikan dalam hukum administrasi.

Donner (A.M Donner, Nederlands Bestuursrecht, jilid umum, Alphen aan den Rijn, Nederland, cetakan ulang kelima tahun 1987 hal. 15-17) mengutarakan empat macam bentuk dari penguasa : a). Pemelihara Ketertiban Pemeliharaan ketertiban pada tingkat pertama ialah pengawasan supaya dapat terlaksana secara teratur. Dapat terdiri dari penetapan peraturan bagi komunikasi timbal balik, yaitu diserahkan pada masyarakat untuk mengadukan sendiri pelanggaran atas hukum tadi dan membuatnya berlaku melalui suatu proses (seperti dalam hal lalu lintas). Suatu teknik lain pemeliharaan ketertiban ialah terikatnya beberapa kegiatan atau keadaan pada suatu perizinan, pengesahan, persetujuan atau suatu bentuk pemberian kuasa yang lain oleh karena kegiatan-kegiatan itu pada dasarnya adalah terlarang kecuali jika dilaporkan dan memperoleh izin. b). Pengelola Keuangan Melalui pajak, pungutan-pungutan lain, pendapatan sendiri umpamanya dari sumber bantuan kekayaan alam dan kredit luar negeri, pihak penguasa menjadi yang terkaya dan yang paling boleh dipercaya dalam negara. Dalam hal pemasukan uang pajak yang terutang, pihak pemerintah (melalui Kantor Inspeksi Pajak = sekarang Dit.Jen Pajak) memainkan peranan yang penting. Pendapatan pihak penguasa bertujuan untuk menutup kebutuhan-kebutuhan sendiri, namun juga mempunyai fungsi dalam hal pengaturan kembali pendapatan negara. Dengan demikian, penguasa memberi bantuan, menyediakan subsidi, memberi kredit dan jaminan atau memberi harta milik yang diinvestasikan oleh kelompok-kelompok tertentu atau masyarakat umum. c). Tuan tanah Sejak dahulu pihak penguasa merupakan tuan tanah. Banyak jalan dan sungai, pantai, bendungan dan tentu saja bahan-bahan mineral, adalah milik penguasa. Penguasa juga memiliki kesempatan-kesempatan juridis untuk merampas tanah ataupun menggunakan tanah itu dengan tujuan membatasi kepentingan umum dan pungutan pajak. d). Pengusaha Beberapa kegiatan hanya dapat dilaksanakan oleh pihak penguasa mengingat sifatnya atau karena diharuskan sesuai dengan undang-undang. Maka kita menyebutkan “jasa-jasa” pihak penguasa: seperti pertahanan, pekerjaan umum, polisi, pemadam kebakaran, peredaran mata uang, pendidikan, penyediaan air minum, energi dan saluran air, dll. Disamping keempat jasa yang diarahkan keluar (ekstern) itu, masih ada yang diarahkan fungsinya kedalam (intern) yakni pemerintahan sebagai badan organisasi

intern. Pemerintahan intern berbentuk segala macam aturan-aturan organisasi, keputusankeputusan pengangkatan dan pemberhentian, aturan-aturan dan keputusan-keputusan mengenai kedudukan hukum pegawai negeri, keputusan-keputusan tentang bidang pengawasan para pegawai yang kedudukannya lebih tinggi terhadap yang lebih rendah dan peraturan mengenai penyelesaian sengketa diantara para pegawai negeri. 2. Sejarah Pemerintahan di Indonesia Organisasi pemerintahan setelah penyerahan oleh Raffles adalah sebagai berikut: pemerintah pusat membentuk sebuah sekretariat yang dinamakan “Algemene Secretarie” di Bogor. Pimpinan urusan “oorlog en marine” diserahkan kepada sebuah departemen; urusan keuangan diserahkan kepada “Generale Directive van Financien”. Susunan pemerintahan yang sederhana itu baru dapat dikembangkan lebih luas pada masa Gubernur Jenderal Duymaer van Twist (1851-1856). Sesudah tahun 1904 susunan departemen adalah sebagai berikut: 1. Pertanian 2. Perusahaan Negara (gouvernements bedrijven) 3. Kehakiman (pertama kali didirikan tahun 1870) 4. Keuangan 5. Pemerintahan (binnenlands bestuur) 6. Pengajaran dan keagamaan (onderwijs en eeredienst) 7. Perekonomian 8. Perhubungan dan Pengairan (verkeer en waterstaat) 9. Peperangan (oorlog) 10. Angkatan Laut (marine) Pada tanggal 18 Agustus 1945 dibentuknya UUD Negara RI Tahun 1945, yang dapat dipandang sebagai akte kelahiran dari Negara Republik Indonesia. Selain itu juga diangkat Presiden dan Wakil Presiden. Pada tanggal 19 Agustus tahun 1945 oleh PPKI ditetapkan susunan kementrian negara dan pada tanggal 2 September 1945 Presiden mengangkat menteri-menteri Negara yang masing-masing mengepalai satu departemen, yaitu: Dalam negeri, Luar negeri, Kehakiman, Keuangan, Kemakmuran, Kesehatan, Pengajaran dan Pendidikan, Sosial, Pertahanan, Penerangan, Perhubungan dan Pekerjaan Umum.

kabinet itu terkenal dengan nama Kabinet karya. MPRS melalui TAP No. XIII/MPRS/1966 dibentuk Kabinet Ampera dengan Kep. tugas pemerintah di bidang eksekutif adalah menyelenggarakan kesejahteraan Indonesia dan teristimewa berusaha supaya UUD. yaitu Republik Indonesia Serikat dengan konstitusinya disebut dengan Konstitusi RIS.PKI tahun 1965. KSAL. Hardi selaku WAPERDAM I. yaitu Kabinet Kerja. Jaksa Agung. KKN. Pelaksanaan pemerintahan dengan Demokrasi Terpimpin ternyata mengarah ke pemusatan kekuasaan di tangan presiden. dibawah UUDS tahun 1950 telah diselenggarakan Pemilu yang pertama kali tanggal 1 April 1954 hingga tanggal 16 Juli 1956. Kabinet Kerja terdiri dari tiga kelompok Menteri. Melalui TAP No.30 S. Keadaan ini dibonceng oleh PKI dan akhirnya meletus peristiwa G. Peristiwa ini sekaligus menarik garis pemisah masa pemerintahan sebelumnya dengan sebutan Orde Lama dan Orde Baru. Pada tanggal 9 Juli Presiden membentuk Kabinet baru. Berdasarkan ketetapan MPRS No.Karena saat itu. Berhubung kabinet karya disandarkan kepada UUDS 1950 yang dinyatakan tidak berlaku melalui Dekrit Presiden 5 Juli 1959.XLI/MPRS/1968 telah ditetapkan pembentukan Kabinet Pembangunan. Namun pada tanggal 17 Agustus 1950 (kurang dari satu tahun masa RIS) bentuk negara kembali ke bentuk negara kesatuan dan lahirlah Undang-Undang Dasar Sementara tahun 1950. Dalam sidang istimewa. Struktur Kabinet pembangunan terdiri atas 18 menteri yang memimpin departemen dan 5 menteri Negara. yaitu: Menteri Inti. Langkahlangkah pertama pemerintahan Orde Baru diawali dengan Supersemar tahun 1966. Untuk membentuk anggota DPR dan Dewan Konstituante. Mr. Ketua DPR dan MPRS menjadi Menko. Menteri Muda dan Menteri Ex Officio (KASAD. K. Dalam sidang umum MPRS V dengan TAP No. Maka Belanda berusaha kembali untuk menguasai negara RI akhirnya melahirkan suatu Negara Serikat. XLIV/MPRS/1968 Jenderal Soeharto diangkat sebagai Presiden RI. sistem pemerintahan belum dapat dilaksanakn secara penuh. Djoeanda selaku PM. Kemelut kabinet terus berlangsung dan akhirnya Presiden Soekarno telah memutuskan menunjuk dirinya sendiri sebagai Kepala Negara membentukk baru yang dilantik tanggal 9 April 1957 dipimpin oleh Ir. Pada tanggal 23 Maret 1956 Presiden mengambil sumpah para anggota DPR di Istana Negara Jakarta dan pada tanggal 10 Nopember melantik anggota Konstituante di gedung Konstituante di Bandung. . Undang-undang. 163/1966.H. Ternyata hasil pemilu itu kemudian menimbulkan masalah dalam kehidupan ketatanegaraan Indonesia. sedangkan wakil ketuanya menjadi menteri. Susunan Kabinet Kerja kemudian dilengkapi dengan Menko. Wakil Ketua DPA dan Ketua Dewan Nasional). Pada tanggal 11 Oktober diadakan perubahan terhadap Kabinet Ampera. Idham Khalid selaku WAPERDAM II. dan peraturan-peraturan lain dijalankan (Pasal 82). XXXIII/MPRS/1967 kekuasaan Presiden Soekarno ditarik/dicabut dan Jenderal Soeharto diangkat sebagai Pejabat Presiden.Pres No. KSAU. langkah konstitusional ditempuh melalui siding-sidang umum MPRS pada tahun 1966. pada tanggal 6 Juli 1959 kabinet Djoeanda mengembalikan mandat kepada Presiden. siding istimewa tahun 1967 dan sidang umum V tahun 1968. Program Kabinet Ampera terkenal dengan nama Dwidharma Catur Karya.

Lahirnya UU ini telah memberikan penghargaan tersendiri bagi hukum administrasi. Kebudayaan. Hukum Adminaistrasi Modern seringkali merupakan suatu akibat dari kesukaran dan kebutuhan yang berbagai macam yang kerapkali ada kaitan langsung dengan pertumbuhan penduduk. Jaminan sosial f. 5 tahun 1986 tentang Peradilan Tata Usaha Negara. Pengembangan masyarakat C. industri e.Pada tanggal 29 Desember tahun 1986 telah disahkan dan diundangkan Undangundang No. c. polisi) Penagihan uang pajak dan pengelolaan dana tersebut untuk kepentingan pembiayaan tugas-tugas negara Kementerian-kementerian “lama” yang paling terkenal adalah: Departemen Luar Negeri dan Pertahanan.perdagangan. angkutan.  Tugas-tugas Modern Pemerintah adalah: a.  Tugas-tugas Klasik Negara adalah: a. Pemeliharaan kesehatan c. Jalan. sungai.Van .Oppenheim mengetengahkan perbedaan terhadap tinjauan Negara oleh hukum tata negara dan oleh hukum administrasi. pos. Hukum Tata Negara menyoroti negara dalam keadaan bergerak. Pemerintahan dalam zaman modern Ciri-ciri yang paling penting dari negara ialah pelaksanaan kekuasaan dalam arti menciptakan suatu ketertiban tertentu dalam kenyataan. Dalam Negeri dan Kehakiman. Sebagai kelanjutannya ditemukan “tugas-tugas negara yang lebih klasik” dan “tugas-tugas negara yang lebih modern”. 3. Definisi dan Deskripsi Hukum Administrasi Deskripsi dari J. Pendidikan. Melindungi bangsa dan wilayah terhadap serangan dari luar (pertahanan) b. Pendapat selanjutnya dijabarkan oleh C. telekomunikasi b. Perekonomian. demikian pula Departemen Keuangan. planologi dan Perumahan rakyat d. Melindungi bangsa dan wilayah terhadap kerusuhan dari dalam (pembentukan dan pemeliharaan hukum. perhubungan. Lingkungan. Urusan tenaga kerja. pertanian dan perikanan.

bersumber pada UUD. TAP MPR.Vollenhoven dalam definisi hukum tata negara dan definisi hukum administrasi. Hukum Administrasi Negara Otonom. setelah alat-alat itu akan menggunakan kewenangan-kewenangan ketatanegaraan. umpamanya dengan menetapkan keputusan-keputusan larangan tertentu atau dengan menerbitkan sistem-sistem perizinan. Elemen yang demikian itulah kemudian membentuk hukum administrasi umum. adalah hukum operasional yang dicipta oleh Pemerintah dan Administrasi Negara sendiri. Pada mulanya perkembangan hukum administrasi umum itu hanya merupakan suatu perkembangan dalam ilmu pengetahuan sendiri. Perkembangan kedua yang penting dimulai dengan diperkenalkannya peradilan administrasi Negara. Yang dimaksudkan dengan lapangan hukum administrasi khusus adalah peraturanperaturan hukum yang berhubungan dengan bidang tertentu dari kebijaksanaan penguasa. Hukum Tata Negara adalah keseluruhan peraturan hukum yang membentuk alat-alat perlengkapan negara dan menentukan kewenangan alat-alat perlengkapan negara tersebut. Perkembangan Hukum Administrasi Hukum administrasi telah berkembang dalam suasana manakala pihak pemerintah mulai menata masyarakat dan dalam kaitan itu menggunakan sarana hukum. . Dari lapangan hukum administrasi khusus itulah kemudian dicari elemen-elemen umum yaitu elemen yang terdapat dalam tiap lapangan khusus tersebut. bergerak dalam tiga taraf secara berturut-turut. Prajudi Atmosudirdjo dalam bukunya Hukum Administrasi Negara merumuskan definisi kerja hukum administrasi Negara adalah hukum yang secara khas mengenai seluk beluk daripada administrasi Negara. Lapangan Hukum Administrasi Khusus dan Hukum Administrasi Umum E. 2. 3. Hukum Administrasi Negara Heteronom. dan UU adalah hukum yang mengatur seluk beluk organisasi dan fungsi administrasi Negara. baik tinggi maupun rendah. Perkembangan hukum administrasi umum boleh dikatakan baru saja tumbuh sejak Perang Dunia Kedua Dapat dikatakan bahwa perkembangan hukum (pemerintahan) administrasi umum yang sedang giat dilaksanakan di banyak Negara. Sedangkan hukum administrasi umum adalah peraturan-peraturan hukum yang tidak terikat pada suatu bidang tertentu dari kebijaksanaan penguasa. dan terdiri dari dua tingkatan. Perkembangan yang ketiga timbul manakala pembuat UU memutuskan dengan tujuan menyelaraskan tindakan-tindakan pemerintah untuk mengadakan “pembuatan UU umum”. 1. D. Hukum administrasi adalah keseluruhan ketentuan yang mengingat alat-alat perlengkapan negara.

karena hukum administrasi merupakan “instrumenteel recht”.1. Dengan demikian dapat dikembangkan bidang-bidang hukum administrasi yang menunjang pembangunan pertanian. Dalam hal ini sistem hukum kita menganut stelsel dualisme. artinya suatu perjanjian internasional hanya mengikat negara dan tidak mengikat rakyat. Dalam mengadakan penelitian dan mengembangkan hukum administrasi disarankan agar dikembangkan bidang-bidang hukum administrasi yang menunjang Pembangunan Nasional sesuai dengan arah Pembangunan yang digariskan oleh Garis-Garis Besar Haluan Negara. Hukum tata negara dan hukum administrasi memuat aturan-aturan yang menguasai jalannya lingkaran politik dan pemerintahan. Penelitian Lapangan Hukum Administrasi Umum Untuk memperoleh gambaran dari keseluruhan aspek hukum administrasi umum itu kita menggunakan cara pemikiran yang berikut. Hukum administrasi juga berhubungan dengan hukum internasional. Diantara kedua bidang hukum itu terletak hukum administrasi (hukum antara). Penelitian Lapangan Hukum Administrasi Khusus W. perindustrian dan bidang-bidang lainnya. Pelaksanaan perjanjianperjanjian internasional oleh penguasa terhadap rakyat akan menyentuh lapangan hukum administrasi. 2. Hukum Administrasi dan Ilmu Pemerintahan Lain . G.F. Hukum privat berisi norma-norma yang penegakkannya dapat diserahkan kepada pihak partikelir. Untuk dapat mengikat rakyat diperlukan suatu Undang-undang tersendiri. Beberapa keputusan pemerintah tertentu mengakibatkan hasil-hasil pemilihan tertentu yang kembali dapat berpengaruh pada timbulnya keputusan-keputusan pemerintah yang baru. Hukum pidana berisi norma-norma yang begitu penting bagi kehidupan masyarakat sehingga penegakan norma-norma tersebut tidak diserahkan pada pihak partikelir tetapi harus dilakukan oleh penguasa. yakni hubungan antara penguasa dan rakyat. Pihak pemerintah mempunyai tugas-tugas tertentu terhadap masyarakat seperti melindungi masyarakat terhadap ancaman luar negeri atau melaksanakan suatu kebijaksanaan lingkungan. Hubungan antara hukum administrasi dengan hukum internasional tidak lepas dari hakekat hukum administrasi sendiri. Hubungan antara pihak pemerintah dengan masyarakat pada masing-masing bidang urusan pemerintah ditandai oleh dua saluran kegiatan : pihak pemerintah mempengaruhi masyarakat umum dan masyarakat mempengaruhi kalangan pemerintah. Kedudukan Hukum Administrasi dalam Lapangan Hukum Hukum administrasi materiil terletak diantara hukum privat dan hukum pidana. Prins mengemukakan bahwa perkembangan hukum administrasi bermula dari lapangan-lapangan khusus karena kebutuhan untuk mengatur lapangan-lapangan pekerjaan pemerintahan dalam bidang khusus tertentu. F.

dalam ilmu pemerintahan dapat ditemukan dua macam pendekatan: pendekatan empiris dan pendekatan normatif. dan ilmu politik pemerintahan. notulen dari sidang rapat. sosiologi pemerintahan. dsb. Perubahan-perubahan dalam tugas-tugas pemerintah tercermin dalam hukum administrasi terutama dalam perubahan-perubahan pada bagian-bagian khusus dari hukum administrasi. sosiologi. yang termasuk ilmu pemerintahan ialah ilmu hukum. yang objeknya adalah pemerintahan Ilmu pemerintahan yang terpenting adalah: soal-soal keuangan negara. peradilan dan perundangundangan umum. Hukum administrasi tergantung dari apa yang dibayangkan oleh pihak politik sebagai tugas dari pemerintah. perlu kiranya diingatkan bahwa hukum administrasi modern itu bergantung dari dua macam dorongan : a. Dengan tumbuhnya bagian-bagian khusus dari hukum administrasi kebutuhan juga meningkat. sementara pendekatan normatif menelaah putusan-putusan normatif. yaitu bagian yang membahas aturan-aturan yang tertulis dan yang tek tertulis dari pemerintahan umum. BAB II SUMBER-SUMBER HUKUM ADMINISTRASI b. H. Perkembangan dalam bidang hukum administrasi otonom. Sebelum membahas persoalan itu. A. Dorongan dari sudut politik dan pemerintahan. Ketika orang menulis suatu studi yang bersifat sejarah. ilmu politik. Tentu saja politik itu tidak mengambil keputusan secara otonom (mandiri) dalam tugas-tugas pemerintah. pertumbuhan dan penyempurnaan hukum administrasi adalah suatu proses otonom yang dapat dicapai dengan bantuan ilmu pengetahuan. maka sumber-sumber hukum kebanyakan itu adalah sumber-sumber hukum lain seperti hasil-hasil tulisan ilmu pengetahuan yang lama. Pancasila Sebagai Sumber Hukum . Hukum administrasi jadinya hanya merupakan salah satu dari keseluruhan ilmuilmu pemerintahan. hukum administrasi. Seseorang mampu menjelaskan hukum positif yang berlaku dan secara bersamaan mampu menjelaskan dengan tegas sumbersumber tempat hukum positif itu dikaji. B. Perkembangan Pemerintahan Umum di Masa Depan Hukum Administrasi itu terlibat dengan perkembangan-perkembangan yang cepat.Hukum administrasi bukan satu-satunya ilmu pengetahuan mengenai pemerintahan umum. Pendekatan empiris bertujuan untuk menelaah pengaruh yang nyata dari pemerintahan umum. Pengertian Sumber Hukum Hukum dapat ditinjau dari berbagai aspek.

Dalam Tap MPR No. Dekrit 5 Juli 1959 (Suatu keputusan Presiden RI. keadilan sosial. PP. batang Tubuh dan Penutup. Soekarno. Sumber Hukum (formal) di Indonesia. Undang-Undang Dasar Proklamasi. Serat Perintah 11 Maret 1966. dan (Adalah UUD 1945 yang terdiri dari Pembukaan / Preambule.) b. XX/MPR/1966. UU & PP sebagai Pengganti UU (Perpu). Dalam arti. berarti UUD 1945. Dalam Tap MPRS No. cita-cita politik mengenai sifat. (Berisi perintah kepada Letnan Jendral Soeharto. serta Instruksi Mentri & Surat Mentri. Pancasila Dinyatakan Sebagai Sumber Dari Segala Sumber Hukum”. prikemanusiaan. . Yang artinya bahwa Pancasila adalah pandangan hidup. Ketetapan MPR No. untuk dan atas nama Presiden/Panglima Tertinggi ABRI. V/MPR/1973. yang isinya: a) Pembubaran Konstituante b) Berlakunya kembali UUD 1945 dan tidak berlakunya lagi UUDS 1950 c) Pembentukan MPRS dan DPAS) c. Sumber hukum dalam Arti Formal Sumber-sumber hukum dalam arti formal diperhitungkan terutama “bentuk tempat hukum itu dibuat menjadi positif oleh instansi Pemerintahan yang berwenang”. bentuk wadah suatu badan pemerintahan tententu dapat meciptakan badan hukum. Permen. bentuk-bentuk dan tujuan negara. kemerdekaan bangsa. Tap MPR. Mentri/Panglima AD.IX/MPR/1978 tentang perlunya penyempurnaan yang termaktub dalam pasal 3 Tap MPR No. perdamaian nasional dan mondial. Keppres. V/MPR/1973 tentang Peninjauan Produk-Produk yang Berupa ketetapan-Ketetapan MPRS RI jo. bahwa Pancasila itu mewujudkan dirinya dalam: a. Inpres. kesadaran dan cita-cita hukum serta cita-cita mengenai kemerdekaan individu. cita-cita moral mengenai kehidupan kemasyarakatan dan keagamaan sebagai pengejawantahan dari Budi Nurani Manusia. Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 (Yang dimaksud adalah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia yang dibacakan oleh Ir. diatur dalam MPRS No.XX/MPR/1966.) C.) d.

1/MPRS/1960 tentang Manifesto Politik RI sebagai GBHN. Oleh karena itu. Namun Konstitusi RIS hanya berlaku selama 8 bulan. Bentuk Tap MPR ini pertama kali keluar pada 1960. Setelah itu UUD 1945 hanya berlaku di negara bagian RI. Garis-garis besar dalam bidang eksekutif yang dilaksanakan dengan Keputusan Presiden. UUD ini berlaku hingga 27 Desember 1949.7 Tahun 1950.Skema Sumber Hukum Administrasi (dalam arti formal) (norma baerjenjang: gelede of getrapt normstelling) UUD 1945 Tap MPR UU / Perpu PP Keppres Peraturan pelaksanaan Bawahan lainnya Keputusan Tata Usaha Negara: norma penutup PENJELASAN 1. Garis-garis besar dalam bidang legislatif yang dilaksanakan dengan UU. yaitu Ketetapan MPRS RI No. saat berlakunya Konstitusi RIS. tetapi didalamnya telah diatur hal-hal mendasar dalam berbagai bidang kehidupan. Dan memiliki arti penting di bidang hukum. Meski UUD 1945 hanya terdiri dari 37 Pasal.XX/MPRS/1966 (lampiran) bentuk putusan (peraturan) MPR ini memuat: a. ia semacam “streefgrondwet”. Hal ini juga berarti. UU / Perpu . Tap MPR Tap MPR ini merupakan putusan majelis yang yang mempunyai kekuatan hukum mengikat ke luar dan ke dalam MPR. 2. akhirnya ditetapkanlah UU Federal No. 3. UUD 1945 UUD 1945 ditetapkan oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia pada tanggal 18 Agustus 1945. karena mayoritas rakyat daerah-daerah bagian tidak menghendaki bentuk negara serikat. Untuk itu. Berdasarkan Tap MPRS No. Ketetapan MPR di satu pihak dapat dilaksanakan dengan Keputusan Presiden. b.

yang berisikan ketentuan-ketentuan tentang bidang tugasnya.XX/MPRS/1966. Inisiatif mengajukan usul Rancangan UU dapat berasal dari Presiden maupun DPR. PP memuat aturan-aturan yang sifatnya umum. Seperti diatur dalam Tap MPR No. Namun. Untuk Perpu. PP Dalam Pasal 5 ayat (2) UUD 1945. Namun. jika suatu Perpu tidak mendapat persetujuan DPR. dalam prakteknya. Perbedaannya hanyalah bahw Perpu hanya dibuat oleh Presiden saja. Presiden berhak menetapkan Peraturan Pemerintah sebagai Pengganti Undang-Undang (Perpu) yang sama derajatnya dengan UU. Surat Keputusan Bersama (dibuat oleh beberapa Mentri). b. dalam hal-hal yang sifatnya memaksa. seperti: a. MA dalam pemeriksaan tingkat kasasi berwenang untuk menyatakan tidak sah. 4. b. harus mendapat persetujuan dari DPR dalam persidangan. 5. Keputusan Presiden yang mengatur hal-hal tertentu. yaitu: a. Peraturan Mentri dan Surat Keputusan Mentri Adalah peraturan yang dikeluarkan oleh seorang Mentri. Keppres Keppres dikeluarkan oleh Presiden. Keppres yang berisi pengangklatan seseorang menjadi Mentri atau menjadi Duta Besar atau Guru Besar atau Dirjen suatu Departemen. Peraturan Pelaksanaan Bawahan Lainnya Peraturan Pelaksanaan Bawahan lainnya. Keppres ini memuat keputusan yang bersifat khusus (einmalig). berbeda dengan PP. sedang DPR tidak dilibatkan. c. Keppres yang berisi pemberian tunjangan kepada pejabat negara tertentu. ditentukan bahwa PP dibuat dan dikeluarkan oleh Presiden untuk melaksankan UU. dengan alasan kerena PP tersebut bertentangan dengan PP yang lebih tinggi. Dan Perpu itu hanya dibuat jika negara dalam keadaan darurat saja. Selain itu masih ada Surat Keputusan Mentri (keputusan Mentri yang sifatnya khusus mengenai masalah tertentu di bidang tugasnya). Perpu itu harus dicabut dan akibat hukum yang timbul harus diatur. Instruksi Mentri dan Surat Mentri.Undang-undang adalah produk legislatif presiden (pemerintah) bersama DPR. 6. Peraturan Daerah dan Keputusan Kepala Daerah . ada tiga macam Keppres.

terutama oleh para hakim. atau antar negara denga subyek hukum bukan negara satu sama lain. Pendapat ini sering digunakan sebagai sumber dalam pengambilan keputusan. dan hukum kebiasaan yang hidup di dalam masyarakat. D. Keputusan Tata Usaha Negara (administratieve beschikking): norma penutup Keputusan ini dibuat baik untuk menyelenggarakan hubungan dalam lingkungan alat-alat perlengkapan negara yang membuatnya dengan seorang partikelir.Indonesia merupakan Negara Kesatuan yang menganut sistem Desentralisasi. Namun penelaahan sumber-sumber hukum juga dapat relevan bagi seseorang yang mempelajari hukum dalam sisi yang formal yang akhir-akhir ini sering dibandingkan dengan sumber-sumber sosiologis hukum. Singkatnya adalah “Hukum Adat” yang dipakai dalam ilmu pengetahuan hukum. 8. c. Hukum Tidak Tertulis Adalah hkum yang tidak dibentuk oleh sebuah badan legislatif (unstatutory law). Macam-macam faktor sosiologis. hukum yang timbul karena putusan hakim. dengan atau tidak dengan merampas barang tertentu untuk negara. yaitu: . 7. Sumber Hukum dalam Pengertian Sosiologis Sumber-sumber hukum dalam artian sosiologis merupakan lapangan pekerjaan bagi seorang sosiolog hukum. Hukum Internasional. Perda ditangani oleh Kepala Daerah dan ditanda tangani serta oleh Ketua Dewan Perwkilan Rakyat Daerah. Perda dapat memuat Ketentuan tentang ancaman pidana kurungan selama-lamanya 6 bulan atau denda sebanyak-banyaknya lima puluh ribu rupiah. Selain itu ada juga Keputusan Kepala Daerah yang ditetapkan untuk melaksanakan Perda atau Urusan-urusan dalam rangka tugas pembantuan. yang terbagi-nagi dalam daerah-daerah otonom. Adalah keseluruhan kaedah-kaedah dan asas-asas yang mengatur hubungan atau persoalan yang melintasi batas-batas negara. yaitu hukum yang hidup sebagai konvensi di badan-badan hukum negara. d. Doktrin Adalah pendapat pendapat para pakar dalam bidangnya amsing-masing yang berpengaruh. yaitu antar negara-negara.

BAB III SUSUNAN PEMERINTAH A. 2. Hubungan-hubungan politik dalam corak penting dalam menentukan apakah suatu tugas umum tertentu dilakukan oleh provinsi atau kota praja atau oleh pemerintah pusat atau badan-badan swasta. hal yang paling penting adalah sumber pertama. yaitu dokumen-dokumen resmi kuno. Untuk badan-badan yang terpenting dari Pemerintah Pusat.1. Dalam menciptakan tata tertib dalam banyaknya bentuk-bentuk organisasi itu dapat dilakukan paling baik dengan pndekatan pada struktur formal dari organisasi pemerintahan seperti yang diatur dalam peraturan perundang-undangan dengan cara pendekatan bersifat yuridis pemerintahan. Menurut para sejarawan hukum. hubungan tenaga kerja. istilah sumber memiliki dua makna: 1) Sebagai sumber pengenal dari hukum yang berlaku pada suatu saat tertentu 2) Sebagai sumber tempat asal pembuat UU yang menggalinya dalam sistem suatu aturan menurut UU. Misalnya BUMN yang diswastakan atau perusahaan swasta yang dinasionalisasikan. . Tinjauan Umum Dalam membuat struktur dalam dan hubungan pemerintahan umum mutlak bahwa yang digunakan adalah bahasa yang sama dan tingkat pengertian yang sama. Situasi sosial-ekonomis menetukan isi perundang-undangan dalam bidangbidang harga. E. propinsipropinsi dan kotapraja-kotapraja umumnya cukup stabil (tidak berubah). Ada 4 macam pembedaan yang penting dalam hal ini.. dll. yaitu : a. Sumber Hukum dalam Pengertian Sejarah Dalam arti sejarah. dsb. penggajian. akan tetapi untuk badan-badan pemerintahan. dan sebagainya terlihat dinamika/perubahan yang cukup besar. Perlu didapatkan suatu gambaran yang baik dalam berbagai macam kelembagaan pemerintah. Pendekatan yang bersifat yuridis pemerintahan menyangkut hal bahwa kita bertolak dari istilah-istila dan pertimbangan-pertimbangan yang bersifat yuridis. Karena di banyak negara orang melihat bahwa lembaga-lembaga pemerintah selalu berubah-ubah. Pembedaan antara Wewenang yang sifatnya Hukum Publik dengan Wewenang Hukum Perdata. buku-buku ilmiah. BUMN. majalah-majalah.

Walau suatu kembaga yang demikian tidak memiliki wewenang hukum publik dan hanya memiliki wewenang hukum perdata. kotapraja atau propinsi yang pendiriannya berdasarkan surat keputusan organisasi hukum publik. tetapi dapat juga suatu badan pemerintahan dari yayasan/lembaga yang sifatnya hukum perdata yang memiliki wewenang hukum publik. b. seperti mengeluarkan aturan-aturan. jika merupakan badan hukum sesuai dengan hukum perdata : negara. Badan-abadan yang memiliki hukum publik dan dewan-dewan yang memiliki wewenang ini disebuta ” badan-badan pemerintahan administratif dan yang mengeluarkan aturan-aturan. Wewenang yang sifatnya hukum publik justru yang bersifat hukum perdata dapat dilaksanakan oleh para pegawai yang secara hirarkis masih pegawai rendahan yang memiliki wewenang sesuai dengan undang-undang atau yang disebut dekonsentrasi.” Wewenang hukum perdata dimiliki oleh orang-orang pribadi dan badan-badan hukum. Selain itu suatu organisasi fungsional dapat didirikan dalam bentuk yayasan atau perseroan terbatas ini yang disebut badan hukum atas dasar surat keputusan pendirian menurut hukum perdata. Wewenang hukum publik hanya dapat dimiliki dan harus dimasukkan dalam golongan penguasa. Bentuk organisasi fungsional (badan hukum) yang tidak termasuk negara. Badan yang bersangkutan dapat berbentuk suatu badan yang didirikan oleh UU. sehingga lembaga-lembaga dengan hukum perdata termasuk dalam desentralisasi (fungsional). propinsi. Pembedaan antara Surat Keputusan Pembentukan Badan yang bersifat Hukum Publik dengan yang bersifat Hukum Perdata. harus digolongkan dalam desentralisasi fungsional.Wewenang hukum publik adalah wewenang untuk menimbulkan akibat-akibat hukum yang sifatnya hukum publik. badan-badan umum atau lembaga yang memiliki wewenang hukum secara eksplisit/nyata. masih saja harus ditentukan bahwa lembaga itu bagian dari organisasi pemerintahan. maka badan hkum itu memiliki wewenang yang tergolong organisasi pemrintah. Suatu lembaga pemerintahan hanya dapat melakukan wewenang hukum perdata. Jika pembentukn suatu organisasi/badan hukum terjadi sesuai atau menurut UU atau ditetapkan dalam suatu putusan organisasi yang bersifat hukum publik. Akan tetapi ini tidak berlakuk bagi lembaga-lembaga yang punya wewenang hukum perdata. mengambil kaputusankeputusan atau menetapkan suatu rencana dengan akibat-akibat hukum. kotapraja. karena memang badan-badan swasta punya wewenang itu. c. Yang digolongkan dalam desentralisasi di Belanda adalah : . Akan tetapi perlu dibuat suatu ukuran tambahan untuk menyaring lembaga-lembaga mana dengan wewenang hukum perdata yang harus digolongkan dalam pihak Pemerintah. Pembedaan antara para Pegawai dan Pejabat Negara.

pertanggungjawaban itu juga diuraikan dengan jelas dalam satu atau lebih perundang-undangan yang dapat diketahui oleh setiap orang. Pengawasan Kualitas: kontrol atas kebolehan dan kualitas teknis pengambilan keputusan dan tindakan-tindakan aparat pemerintah yang lebih rendah. B. sbb: 1. Hubungan Vertikal (Pengawasan. 5. misalnya diantara kotapraja-kotapraja. Kontrol) Pengawasan dilaksanakan oleh badan-badan Pemerintah yang bertingkat lebih tinggi terhadap badan-badan yang lebih rendah. Untuk pengawasan ada beberapa alasan. konflik/perselisihan dari aparat Pengawasan Kebijaksanaan: disesuaikannya kebijaksanaan pemerintah yang lebih rendah terhadap yang lebih tinggi. 2.• Provinsi dan Kota Praja • Badan-badan yang mewakili wewenang hukum publik • Badan-badan/Badan-badan hukum yang mewakili wewenang hukum perdata yang ditetapkan dengan atau berdasarkan UU • Lembaga pemerintahan yang menurut surat keputusan organisasi mereka memperoleh otonomi tertentu terhadap mentri Yang tidak tergolong dalam desentralisasi adalah pelaksanaan wewenang oleh para pegawai (dekonsentrasi) dan penggunaan bentuk yayasan dan perseroan terbatas oleh pihak pemerintah (jika perlu disebut juga sebagai desentralisasi fungsional yang sifatnya hukum perdata). Hubungan Antara Tingkat-Tingkat Dalam Pemerintahan Mengenai hubungan diantara tingkat-tingkat dalam pemerintahan harus dibedakan diantara : a. Dengan membuat pembedaan antara badan-badan hukum yang didirikan dengan atau berdasarkan undang-undang dengan badan-badan hukum yang lain. 3. Alasan-alasan Keuangan: peningkatan kebijaksanaan yang tepat dan seimbang dari aparat pemerintah yang lebih rendah. 4. . Perlindungan hak dan kepentingan warga: dalam situasi tertentu mungkin diperlukan suatu perlindungan khusus utnuk kepentingan dari seorang warga. Berbeda dengan desentralisasi fungsional yang bersifat hukum perdata. Koordinasi: mencegah atau mencari penyelesaian kepentingan. maka tanggung jawab pemerintah sudah ditandai dengan jelas.

Asas Kepercayaan b. Kewajiban untuk memberi tahu. 4.Asas Pengawasan Terbatas (pengawasan yang dibatasi pada sasaran yang telah dijadikan pedoman pada waktu kewenangan itu diberikan) Asas Motivasi (pengawasan harus dapat mendukung keputusan yang diambil berdasarkan pengawasan dan keputusan yang harus dimotivasi kepada masyarakat luas) . Konsultasi dan Perundingan 6. Dinas-Dinas Pemerintah yang didekonsentrasi 8. Hak Banding Administratif 7. sbb: Asas Legalitas (pelaksanaan pengawasan harus berdasarkan kewenangan menurut UU) . Perencanaan 10. Pengawasan Positif. Pengawasan Represif. 3. Keuangan 9.Beberapa asas tentang prosedur seperti asas kecermatan . yaitu pengawasan yang dilakukan sebelumnya. 2.Beberapa bentuk pengawasan (kontrol): 1. Asas-asas yang penting. Pengangkatan untuk Kepentingan Pemerintah Pusat Aturan-aturan tentang pengawasan dalam Undang-Undang Tertulis. Pengawasan Preventif. Hubungan Horizontal (Kerjasama) Banyak tugas pemerintah hanya dapat dilaksanakan secara memuaskan melalui jalan kerjasama. misalnya yang terwujud dalam tuntutan bahwa suatu persetujuan hanya dapat ditolak dengan alasan-alasan tertentu dalam yurisprudensi di negeri Belanda ditemukan asas-asas pemerintahan yang baik yang tertulis. Ada beberapa negara yang dapat ditemukan adanya kemungkinan kerjasama . 5. yaitu pengawasan yang dilakukan kemudian.

3.yang sifatnya hukum pubik diantara para pejabat instansi berdasarkan UU. C. Presiden. menetapkan GBHN. Badan Hukum Untuk Bersama Suatu badan hukum menurut undang-undang hukum perdata dengan adanya lembaga-lembaga yang bersifat hukum publik. dan MA. Sedangkan kekuasaan mengubah UUD dikelompokkan sebagai wewenang. Berbagai urusan pemerintahan dapt diserahkan atau dilaksanakan atas bantuan satuansatuan pemerintahan yang lebih rendah dalam bentuk otonomi atau tugas pembantuan. yaitu susunan organisasi negara tingkat pusat dan tingkat daerah. Fungsi yang dipusatkan Beberapa wewenang dari kotapraja yang ikut ambil bagian. Sebagai konsekuensi sistem desentralisasi yang dianut oleh NKRI. diserahkan/dikuasakan pada salah satu dari yang mengambil bagian. yaitu suatu kotapraja yang merupakan suatu sentrum(pemusatan) yang besar. Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) MPR merupakan lembaga tertinggi negara yang tugasnya menetapkan UU. Sedangkan urusan pemerintahan yang yang diserahkan kepada daerah. D. 2. Susunan pemerintahan tingkat pusat diatur dalam UUD dan dalam bebagai peraturan perundang-undangan lainnya.1 dan Daerah TK. BPK. dan memilih serta mengangkat presiden dan wakil pesiden. menjadi urusan rumah tangga daerah. daerah mempunyai kebebasan untuk mengatur dan mengurus sendiri dengan pengawasan dari pemerintah pusat atau satuan pemerintahan yang lebih tinngi tingkatannya dari daerah yang bersangkutan. UndangUndang ini terdiri dari tiga macam kerjasama. Badan/Lembaga untuk Bersama Lembaga ini hanya memiliki wewenang untuk melaksanakan wewenang yang sifatnya hukum publik.2. Susunan Pemerintah Negara Indonesia (Umum) Susunan organisasi RI terdiri dari dua susunan utama. Lembaga-Lembaga Negara (1). DPR.Selain . DPA. Dan terhadap urusan pemerintahan yang diserahkan itu. tidak semua urusab pemerintahan diselenggarakan sendiri oleh pemerintah pusat. yaitu: 1. Badan-badan kenegaraan yang diatur dalam UUD 1945 yaitu MPR. Susunan pemerintahan tingkat daerah diatur dalam UU dan terdiri dari berbagai tingkat seperti Daerah Tk.

Tiap UU menghendaki persetujuan DPR. Menguji secaramateril peraturan perundang-undangan yang tingkatannya lebih rendah dari Undang-Undang. DPR mempunyai hak inisiatif ntuk mengajukan Rancangan UU. Memberikan nasehat hukum kepada presiden dalam rangka pemberian grasi. c. . Presiden yang embentuk UUD dengan persetujuan DPR akan tetapi persetujuan DPR bukanlah menunjukkan bahwa presiden mempunyai kekuasaan lebih besar dari DPR dalam membentuk UU. Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Sistem ketatanegaraan RI memiiki 2 badan perwakilan tingkat pusat yaitu MPR dan DPR. Dewan Perwakilan Agung (DPA) Susunan DPA diatur dengan UUD sedangkan hak an kewajibannya adalah memberi jawaban atas pertanyaan presiden dan berhak mengajukan usul kepada pemerintah. (3). ketetapan MPR tersebut mementukan juga wewenang lain yang diatur secara tegas dalam UUD. (2). Tugas umum lain DPR adalah mengawasi jalannya pemerintahan. Memeriksa dan memutuskan: b. Memberikan pertimbangan dalam bidang hukum baik diminta atau tidak diminta kepada lembaga tinggi negara lain. DPA berhak mengajukan usul dan wajib memberkn pertimbangan kepada pemerintah akan tetapi sifatnya tidak mengikat secara hukum. Menurut Tap MPR No.mengubah UUD. Mahkamah Agung (MA) Mahkamah Agung adalah lembaga negara yang menjalankan kekuasaan kehakiman teritinggi di negara RI serta penadilan negara tertinggi dari semua badan peradilan di Indonesia. Wewenang Mahkamah Agung adalah : a. (4). DPA berkewajiban memberi jawaban atas pertanyaan presiden. e. c.VI/MPR/1973) menegaskan bahwa: a. DPA adalah sebuah badan penasehat pemerintah b. Memutuskan dalam tingkat pertama dan terakhir semua sengketa yang timbul d.III/MPR/1978 (Tap MPR No.

f. Penyelenggaraan Pemerintah Pusat (1). (2). memberi petunjuk. Sebagai pemegang kekuasaan pemerintahan (eksekutif) tertinggi.  Peraturan pemerintah  Keputusan Presiden c. b. ketentuan tak tertulis maupun berdasarkan kebebasabbertindak untuk mencapai tujuan pembentukan pemerintahan seperti diamanatkan oleh pembukaan UUD. E. BPK harus terjamin lepas dari pengaruh dan campur tangan pemerintah termasuk dari seua unsur-unsur kekuasaan negara lain. Dalam menjalankan pemerintahan negara. Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) BPKadalah lembaga negara yang diadakan untuk memeriksa tanggungjawab tentang keuangan negara dan dalam menjalankan tugasnya. baik yang ditentukan dalam peraturan perundang-undangan. peringatan pada semua lingkungan peradilan. Kekuasaan presiden di bidang perundang-undangan Kekuasaan ini terdiri dari berbagai bentuk :  Pembentukan Undang-Undang  Pembentukan peraturan pemerintah (sebagai) pengganti UU.presiden menjalankan kekuasaan: a. kekuasaan dan tanggungjawab adalah di tangan presiden. (5). amnesti. Kekuasaan Dalam Bidang Pemerintahan (Eksekutif) Presiden beserta seluruh unsur administrasi negara lainnya. abolisi dan rehabilitasi. Wakil Presiden . meminta keterangan mengenai hal-hal teknis peradilan. Kekuasaan di bidang kehakiman Presiden memberikan grasi. menyelenggarakan pemerintahan sehari-hari. Melaksanakan pengawasan tertinggi terhadap peradilan. Presiden Presiden ialah penyelenggara pemerintah tertinggi dibawah majelis. Penyelenggaraan pemerintahan sehari-hari mencakup semua lapangan administrasi negara.

Perbedaan penamaan kelembagaan b.presiden bertanggngjawab kepada presiden tidak kepada MPR dimana presidenlah yang menentukan bidang tugas wakil Presiden. Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). Susunan organisasi Departemen terdiri Menteri sebagai pimpinan Departemen (4). Perbedaan penyebutan pimpinan c. perencanaan dsb. Badan pemerintahan ini sama sebagai lembaga pemerintah non departemen. Badan Pertanahan Nasional (BPN). Perbedaan kewenangan dalam pengangkatan ejabat dalam lingkungan lembaga d. Keuangan e. Lembaga Sandi Negara. Lembaga Pemerintah Non Departemen Lembaga Pemerintah Non Departemen adalah badan pemerintahan tingkat pusat yang menjalankan wewenang. Wk. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS).Presiden dibantu oleh satu orang wakil presiden. Badan Pembinaan Pendidikan Pelaksanaan Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (BP7). Susunan organisasi secara vertikal Lembaga Pemerintah Non Departemen. Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Badan Tenaga Atom Nasional (BATAN). Arsip Nasional Republik Indonesia (Arsip Nasional). Badan Pusat Statistik (BPS) . Lembaga Administrasi Negara (LAN). Badan Administrasi Kepegawaian Negara (BAKN). antara lain : Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan nasional (BAKORSURTANAL). statistik. Dewan Pertahanan Keamanan Nasional (Dewan Hankamnas). Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Badan Urusan Logistik (Bulog). Menteri dan Departemen Menteri adalah pembantu presiden dan memimpin departemen pemerintahan. Wakil presiden bisa dianggap sebagai yang membantu presiden. selain perbedaan dalam tugas dan fungsi terdapat juga perbedaan-perbedaan lain seperti : a. (3). Badan Koordinasi Intelijen Negara (BAKIN). seperti pertahanan. Badan Pengkajian dan Penerapan Tekhnologi (BPP Tekhnologi). tugas dan tanggung jawab menyelenggarakan pemerintahan (eksekutif) di bidang-bidang tertentu. Badan pemerintahan ini berada dibawah dan bertanggungjawab langsung di bidang tertentu dan langsung kepada presiden dengan kedudukan yang lebih rendah dari departemen. Lembaga Penerbangan dan antariksa Nasional (LAPAN).

(2).F. Kepala daerah merupakan alat perlengkapan (unsur-unsur pemerintah daerah) yang berdiri sendiri disamping DPRD dimana kepala daerah sebagai pemegang kekuasaan eksekutif daerah. akan tetapi penyerahan urusan pemerintahan dari pemerintah atau daerah tingkat atasnya kepada daerah menjadi urusan rumah tangganya. Ada 2 macam pemerintahan wilayah . sistem ketatanegaraan RI adalah Desentralisasi. preventif dan represif)  Kerjasama Antar daerah b.  Kepala Daerah  DPRD  Alat Perlengkapan Daerah lainnya  Keuangan Daerah  Pengawasan (umum. Pemerintahan Wilayah Pemerintah wilayah adalah perwujudan asas dekonsentrasi yang merupakan salinan berjenjang dari pusat hingga ke daerah. Daerah Otonom Tingkat I dan Tingkat II Negara Republik Indonesia merupakan negara kepulauan. Dewasa ini. Dekonsentrasi merupakan pelimpahan wewenang dari pemerintah atau kepala wilayah atau kepala instansi vertikal tinkat atasnya kepada pejabatpejabatnya di daerah. Maka penyelenggaraan pemerintahan yang sentralistik sangat dibatasi. Desentralisasi dan Dekonsentrasi Desentralisasi mengandung makna bahwa wewenang untuk mengatur dan mengurus urusan pemerintahan tidak semata-mata dilakukan oleh pemerintah pusat. Pemerintah Daerah Pemerintah daerah terdiri dari kepala daerah dan DPRD. Penyelenggaraan Pemerintah Tingkat Daerah a. tidak hanya dihadapkan pada kenyataan wilayah RI yang luas dan beragam dan keinginan untuk memelihara kesatuan susunan ketatanegaraan RI tetapi didorong pula pertimbangan untuk membentuk pemeritahan di daerah yang didasarkan pada permusyawaratan dn perwakilan serta sistem pemerintahan. (1).

seseorang tidak dibenarkan mendirikan bangunan tanpa adanya izin. Akte Kelahiran.5 Thun 1979 dimana dalam UU ini menegaskan bahwa desa sebagai satuan pemerintahan terbawah yang mempunyai hak mengatur dan mengurus rumah tangga seniri atau desa sebagai daerah otonom disamping daerah otonom tingkat I dan II. Sebagai contoh dapat dikemukakan tentang izin mendirikan bangunan. salah satunya adalah UU No. Terdapat bentuk hukum dalam keputusan ini yaitu dispensasi dan konsesi.yaitu pertama yang menjlankan fungsi-fungsi pemerintahan umum adalah provinsi. Ciri. Dispensasi berbicara tentang larangan dalam Undang-Undang yang bersangkutan memang secara tegas dimaksudkan sebagai larangan dan kekecualian saja yang dapat memberikan kebebasan. Dalam praktek pemerintahan di Indonesia bentuk keputusan tata usaha negara diantaranya : SK Pengangkatan pegawai. contohnya suatu penyelesaian hukum melalui hakim tertentu. Apabila kita melihat dampak suatu keputusan terhadap orang. Susunan pemerintahan daerah teriri dari kepala desa dan Lembaga Musyawarah Desa (LMD). . keputusan tata usaha negara merupakan norma tertutup. Pemerintahan Desa Pemerintahan desa yang asli diselenggarakan brdasarkan hukum adat akan tetapi saat ini pemerintahan desa diatur menurut undang-undang. BAB IV KEPUTUSAN TATA USAHA NEGARA (BESCHIKKING) A. Dengan adanya perda tentang bangunan. Yeng kdua menjalankan fungsi-fungsi pemerintahan adalah kantor perwakilan departemen atau kantor perwakilan diretorat jenderal c. Sistemnya adalah bahwa Undang-Undang melarang suatu tindakan tertentu atau tindakan-tindakan tertentu yang saling berhubungan.Ciri Keputusan Tata Usaha Negara/Keputusan Administratif Keputusan administratif dalam praktiknya tampak dalam bentuk keputusankeputusan yang sangat berbeda namun memiliki ciri-ciri yang sama.dll. Dalam rangkaian norma hukum. kabupaten/kotamadya dan kecamatan. maka kita dapat melakukan pembagian sebagai berikut : a) Keputusan dalam rangka ketentuan larangan atau perintah. Surat Izin Mengemudi (SIM). Keputusan ini diperlukan untuk dapat mengenal dalam praktek keputusan-keputusan/tindakan-tindakan tertentu sebagai keputusan administratif karena hukum positif mengikatkan akibat-akibat hukum tertentu pada keputusan-keputusan tersebut. Konsesi berarti kepentingan umum justru menuntut kegiatan-kegiatan dari si penerima konsesi.

e) Keputusan penyitaan Suatu organ penguasa melalui jalan hukumpublik dapat menadakan penyitaan atas barang-barang dari warga atau untuk digunakan demi kepentingan umum. pengangkatan seorang pegawai negeri dalam arti dari UndangUndang Kepegawaian. B. berarti keputusan berdasarkan kewenangan itu tidak sah menurut hukum. Contohnya di Belanda. Selanjutnya Undang-Undang Tata Ruang Belanda dapat memberikan hak atas pemberian ganti rugi kepada orang yang menderita kerugian. d) Keputusan yang memberikan suatu kedudukan. Sebagai contoh yang paling penting adalah penetapan pajak.dll. Subsidi yang diberikan atau dikeluarkan oleh penguasa karena penguasa ingin melancarkan kegiatan-kegiatan masyarakat tertentu. antara lain : a) Keputusan yang bebas dan yang terikat. Kompetensi : Atribusi. 5 Tahun 1986 menyebutnya: wewenang yang ada pada badan atau pejabat tata usaha negara yang dilawankan dengan wewenang yang dilimpahkan). Delegasi dalam hal ada pemindahan atau pengalihan suatu kewenangan yang ada. . Delegasi. Mandat Atribusi adalah wewenang yang melekat pada suatu jabatan (pasal 1 angka 6 UU no. mempunyai hak atas suatu pembayaran tunjangan berdasarkan Algemene Bijstandswet (Undang-Undang Bantuan Umum) juga berbagai asuransi sosial dan asuransi rakyat memberikan hak atas tunjangan dalam keadaan tertentu.b) Keputusan yang menyediakan sejumlah uang. c) Keputusan yang membebankan suatu kewajiban keuangan. Apabila kewenangan itu kurang sempurna berarti bahwa keputusan yang berdasarkan kewenangan itu kurang sempurna. Diartikan sebagai keputusan-keputusan yang menyebabkan dapat diperlakukannya beberapa peraturan yang saling berkaitan bagi seseorang tertentu atau suatu denda tertentu. c) Keputusan yang seketika akan berakhir dan yang berjalan lama. Misalnya. Ada juga pembagian-pembagian lain karena saling berkaitan antara akibat hukum tertentu dimana ada kewenangan untuk menarik kembali atau membuat peraturan. b) Keputusan yang memberi keuntungan dan yang memberi beban. orang-orang yang tidak dapat memenuhi kebutuhan hidup mereka. d) Keputusan yang bersifat perorangan dan yang bersifat kebendaan.

Pemikiran negara hukum menyebabkan bahwa penguasa ingin meletakkan kewajiban kepada para warga maka kewenangan itu harus ditemukan dalam suatu Undang-Undang formal. Sedangkan mandat, tidak ada sama sekali pengakuan kewenangan atau pengalihan kewenangan. Disini menyangkut janji-janji kerja intern antara penguasa dan pegawai. C. Susunan Intern

Terdapat unsur-unsur yang sama dalam jenis-jenis keputusan, adalah sebagai berikut : a) Nama dari organ yang berwenang b) Nama dari yang di alamatkan dan nama dari suatu objek tertentu c) Kesempatan yang menimbulkan suatu keputusan d) Suatu ikhtisar dari peraturan perundang-undangan yang cocok e) Penetapan fakta-fakta yang relevan f) Pertimbangan-pertimbangan hukum g) Keputusan h) Motivasi dalam arti yang sempit i) Pemberitahuan-pemberitahuan lebih lanjut j) Penandatanganan oleh organ yang berwenang D. Keputusan menurut Wet AROB (Belanda)

Keputusan-keputusan disini masih ada yang secara lisan namun di kemudian hari dibuat suatu keputusan yang tertulis dan harus berasal dari suatu organ administratif. Pengertian organ administratif ada kaitannya dengan kekuasaan pemerintah jadi suatu keputusan secara definisi berasal dari suatu organ pemerintahan. Dalam hukum Belanda pada umumnya tidak terbuka banding yang langsung pada seorang hakim (administratif). Hal inidikarenakan sebagian hukumnya mempunyai dasardasar historis. Berdasakan ketentuan-ketentuan delegasi juga organ-organ penguasa seringkali berwenang untuk membuat peraturan perundang-undangan dalam arti material dan harus terbuka untuk hukum jabatan yang langsung. Akan tetapi kita harus menyadari, bahwa AROB tidak pernah hanya melangkah berdasarkan bentuk luar dari suatu keputusan namun merupakan sebagai suatu keputusan yang berdasarkan suatu keputusan yang bertujuan umum atau tindakan hukum menurut hukum perdata. Kebanyakan

keputusan itu sifatnya individual yang berarti bahwa ditujukan kepada satu oarang atau suatu kelompok tertentu. E. Keputusan Tata Usaha Negara menurut Undang-Undang No. 5 Tahun 1986

Berdasarkan ketentuan pasal 1 ayat 4 UU No. 5 Tahun 1986, bahwa sengketa Tata Usaha Negara adalah sengketa yang timbul dalam bidang Tata Usaha Negara antara orang atau badan hukum perdata dengan badan atau pejabat Tata Usah Negara , baik di pusat maupun di daerah, sebagai akibat dikeluarkannya Keputusan Tata Usaha Negara termasuk sengketa kepegawaian berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Jadi KTUN adalah suatu penetapan tertulis yang dikeluarkan oleh badan atau pejabat Tata Usaha Negara yang berisi tindakan hukum Tata Usaha Negara berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku, yang bersifat konkrit, individual dan final, yang menimbulkan akibat hukum bagi seseorang atau badan hukum perdata. Dalam kaitannya dengan KTUN, di samping keputusan pelaksanaan juga ada keputusan bebas. Di Belanda untuk keputusan terikat diatur dengan peraturan perundang-undangan hukum tertulis, namun untuk keputusan bebas dapat diatur dengan hukum tak tertulis. Hukum Tata Usaha Negara = Hukum Administrasi Hukum Administrasi = Hukum publik Tindakan Hukum TUN = Tindakan Hukum Publik Bagi pemerintah, dasar untuk melakukan perbuatan hukum publik adalah adanya kewenangan yang berkaitan dengan suatu jabatan. Jabatan memperoleh wewenang melalui 3 sumber yakni : atribusi, delegasi dan mandat akan melahirkan kewenangan. Sedangkan, dasar untuk melakukan perbuatan hukum privat adalah adanya kecakapan bertindak dari subyek hukum. Dengan perbedaan tersebut, tanggung gugat sehubungan dengan suatu hukum perbuatan dalam perbuatan hukum publik adalah pada para pejabat, sedangkan tanggung gugat sehubungan dengan suatu perbuatan hukum privat yang dilakukan pemerintah adalah badan hukum. F. Macam-Macam Keputusan Tata Negara Keputusan menurut pendapat Van der Wel, membedakan diantaranya : a) De rechtsvastellende beschikkingen b) De constitutieve beschikkingen, terdiri atas  Belastende Beschikkingen (keputusan yg memberi beban)  Begunstigende Beschikkingen (keputusan yg menguntungkan); Stasus Verleningen (penetapan status)

c) De Afwijzende Beschikkingen (keputusan penolakan) E. Utrecht membedakan ketetapan atas : a) Ketetapan positif dan negatif b) Ketetapan deklaratur dan ketetapan konstitutif c) Ketetapan kilat dan ketetapan yang tetap d) Dispensasi, izin, lisensi dan konsesi Dalam buku P. de Haan cs. “Bestuursrecht in de Sociale Rechstaat” terdapat pengelompokan “beschikking” atas : a) KTUN perorangan dan KTUN kebendaan. Sebagai contoh adalah SK pengangkatan seseorang dalam jabatan negara (KTUN perorangan), sedangkan sertifikat hak atas tanah (KTUN kebendaan). b) KTUN deklaratif dan KTUN konstitutif. Sebagai contoh yaitu akte kelahiran (KTUN deklaratif) dan sertifikat HGB (KTUN konstutif). c) KTUN terikat dan KTUN bebas. Misalnya ketentuan UU lalu lintas jalan menyatakan bahwa untuk memperoleh SIM A syarat usia minimum adalh 17 tahun (KTUN terikat) dan Gubernur melarang reklame dalam bahasa asing demi ketertiban umum (KTUN bebas). d) KTUN menguntungkan dan KTUN yg memberi beban. …………………..gambar…………………… e) KTUN kilat dan KTUN langgeng. Sebagai contoh adalah Dekrit Presiden 5 Juli 1959. Kerangka Keputusan (beschiking) Nama Jabatan (misal : WALIKOTAMADYA KDH ……....) Menimbang : a. bahwa ….. b. bahwa …..

. …………… 2. ttd.Peraturan pemerintah. . Tap MPRS RI. . Peraturan Perundangan-undangan (Algemeen Verbindende Voorschriften) Dan Keputusan keputusan Tata Usaha Negara yang memuat Pengaturan bersifat Umum (Besluiten Van Algemen Strekking) Ketetapan Majelis Pemusyawaratan Rakyat Sementara (MPRS) RI Nomor XX/MPRS/1966 tentang memorandum DPR GR mengenai sumber tata tertib hukum republik Indonesia dan tata urutan peraturan peraturan perundangan RI menggunakan istilah peraturan perundang-undangan selaku penamaan bagi semua produk hukum tertulis yang dibuat dan diberlakukan oleh Negara berdasarkan tata urutan peraturan perundangan menurut UUD 1945.Undang-undang + peraturan pemerintah pengganti undang-undang.UUD 1945..sebagai berikut: . Nama Pejabat BAB V SARANA TATA USAHA NEGARA II (SARANA-SARANA HUKUM LAINNYA) A.Mengingat : 1.Ketetapan MPR. …………… MEMUTUSKAN Menetapkan : Pertama : ………… Kedua : ………… Ditetapkan di ……………. Nomor XX/MPRS/1966 mengemukakan pelbagai bentuk peraturan perundangan-undangan menurut Undang-Undang Dasar 1945. .

pemerintah daerah tingkat 1 dan tingkat II menetapkan bentuk tertentu yang membedakan keputusan tata usaha ngara dalam yang merupakan pengaturan yang bersifat umum disebut dengan judul keputusan seperti halnya keputusan menteri. . keputusan direktur jenderal. Dari rumusan tersebut. B. Bentuk keputusan tata usaha negara (besluiten van algemene strekking) tidak merupakan bagian dari perbuatan keputusan (dalam arti beschikkingsdaad van de administratie). dapat disimpulkan bahwa keputusan dari badan atau pejabat tata usaha negara yang merupakan penaturan yang bersifat umum (besluit van algemene strekking) termasuk peraturan perundang-undangan (algemen verbindende voorschriften). serta semua keputusan adan atau pejabat tata usaha Negara. pemerintah pusat. Tahun 1986 merumuskan bahwa peraturan perundang-undangan adalah “semua peraturan yang bersifat mengikat secara umum yang dikeluarkan oleh badan perwakilan rakyat bersama pemerintah baik di tingkat pusat maupun di tingkat daerah.tidak semua peraturan perundang-undangan dibuat badan kekuasaan legislatif. badan-badan tata usaha negara.dst. surat keputusan gubernur/KDH. Tahun 1986 secara tegas menentukan bahwa keputusan tata usaha negara yang merupakan pengautan yang bersifat umum (besluit van algemene strekking) tidak termasuk keputusan tata usaha negara dalam arti beschikking. Keputusan yang dikeluraka oleh badan atau pejabat tata usaha negara (dalm arti beschiking) harus sesuai dengan peraturan perundangan undangan yang mendasari keputusan yang bersangkutan. Pada umumnya. seperti halnya keputusan menteri. Peraturan _peraturan Kebijaksanaan (BeleidsregelsPolicy Ruler) . keputusan gubernur sementara keputusan tata usaha negara dalm arti beschiking disebut dengan judul surat keputusan. Pasal 2 huruf (b) dari Undang-Undang. .seperti: .. Nomor 5. Nomor 5.Dan lain-lainnya. Sebagaimana ternyata. baik di tingkat pusat maupun di tingkat daerah. yang juga mengikat secara umum”. dan badan-badan pembuat peraturan pada pemerintahan daerah di tingakt I dan II. surat keputusan bupati/KDH. tetapi termasuk perbuatan tata usaha negara di bidang pembuatan peraturan (regelend daad van de administratie).Instruksi menteri. Penjelasan Pasal 1 angka 2.lembaga pemerintah non departemen.Peraturan menteri.Keputusan presiden .Peraturan-peraturan pelaksanaan lainnya. seperti halnya departemen. Undang-Undang.yang berarti bahwa terhadap poerbuatan badan atau pejabat tata usaha negara yang mengeluarkan keputusan yang merupakan pengautran yang bersifat umum tidak dapat digugat di hadapan hakim Pengadilan Tata Usaha Negara.

Peta perncanaan itu dapat dipandang sebagai suatu himpunan keputusan yang saling berlainan. • Peta Berkenaan Dengan Penggunaan (Pemanfaatan) Peraturan berkenaan penggunaan (pemanfaatan) ini dapat dipanadang sebagai peraturan perundang undangan. Rencana merupakan keseluruhan tindakan yang saling berkaitan dari tata usah negara yang mengupayakan terlaksnanya keadaan tertentu yang tertib (teratur) Suatu rencana perumusan terdiri dari bagian berikut ini: • Peta Perencanaan Disini terdapat peruntukan dari tanah dimaksud. Bagi wilayah dari rencana itu dapat diberlakukan secara berulang kali. C. Pesturan peraturan kebijaksanaan jiga tidak mengikat hokum secar langsung namun mempunyai revelansi hikum. pedoman. Rencana (Het Plan) Pada negara hukum kemasyarakatan mdren rencana selaku figure hukum dari hubungan hukum administrasi tidak dapat lagi dihilangkan dari pemikiran. . pengumuman surat edaran dan mengumumkan kebijaksanaan itu. Peraturan peraturan kebijaksanaan bukan praturan perundang undangan. Produk semacam peraturan kebijaksanaan ini tidak terlepas dari kaitan penggunaan freies ermessen. polici rule). Hal tersebut dengan sendirinya harus dikatiakan ndengan kewenangan pemrintahan atas dasr penggunaan discretionaire karena jika tidak demikian kan tidakada tempat bagi peraturan peraturan kebijaksanaan. yaitu badan atau pejabat tata usaha negara yang bersangkutan merumuskan kebijaksanaannya itu dalam berbagai bentuk “jurisdische regeis”. Peraturan-peraturan kebijaksanaan dimaksud pada kenyataanya telah merupakan bagian dari kegiatan pemrintahan(bestuuren)dewasa ini. Peraturan peraturan kebijaksanaan memberi peluang bagaimana suatu badab suatu usah negara menjalankan kewenangan pemrintahan (beschikingbevoegdheid). seperti halnya peraturan. pengurusan kesehatan dan pendidikan. Rencana rencana dijimpai pada pelbagai bidang kegiatan pemrintahan misalnya pengaturan tata ruang. Badan yang mengeluarkan peraturan peraturan kebijaksanaan adalah in casu tidak memilki kewenangan pembuatan peraturan(wetgevende bevoegdheid).Pelaksanaan pemerintahan sehari hari menunjukan btapa badan atau pejabat negara acapkali menempuh pelbagai langkah kebijaksanaan tertentu antara lain menciptakan apa yang kini sering dinamakan peraturan kebijaksaan (beleidsregels. Suatu peraturan kebijaksanaan pada hakekatnya merupakan produk dari perbuatan tata usaha negara yang bertujuan “naar buiten gebrachi schrifielijk beleid (menampakan keluar suatu kebijakan tertulis)” namun tanpa disertai kewenangan pembuatan peraturan dari badab atau pejabat tat usaha negra yang menciptakan peraturan kebijaksanaan tersebut.

pemborosan dan sebagainya yang dijelmakan dalam kualitas badan hukum. kerusakan dan kemerosotan pemanfaatan sumber daya alam d. Terdapat beberapa rencana pembangunan yang secara langsung menimbulkan akibat hukum bagi seorang warga atau badab hukum perdata. Berdasarkan penggunaan kekuasaan public dimaksud badan atau pejabat tata usaha negara dapat secara sepihak menetapkan pelbagai peraturan dan keputuasn yang mengikat warga dan peletakkan hak dan kewajiban tertentu dank arena itu menimbulkan akibat hukum bagi mereka itu. Proses dan kegiatan yang hasilnya dapat mempengaruhi lingkungan social dan budaya.Pada dasarnya rencana rencana pembangunan yang dibuat oleh badan badan tata usah negara didasarkan pada besarnya porsi belanja dan subsidi dalam anggaran pendapatan belanja negara(APBN) bagi kegiatan tiap sector dari departemen /non departemen dan jawaban yang bersangkutan. . • Selaku pelaku hukum publik badan atau pejabat tata usaha negara memiliki hak dan wewenang istimewa untuk menggunakan dan menjalankan kekuasaan public. Proses dan kegiatan yang secara potensial dapat menimbulkan pemborosan. Pengubahan bentuk lahan dan bentang alam b. Eksploitasi simber daya alam baik yang sudah diperbaharui maupaun yang tidak diperbaharui c. yakni : • Selaku pelaku hukum publik yang menjalankan kekuasaan public yang dijelmakan dalam kualitas penguasa sepeti badan badan tata usaha negara dan pelbagai jabatan yang diserahi wewenang penggunaan kekuasaan politik. Penggunaan Sarana sarana privaatrecht/civil instruments) hukum keperdataan (Gebruik Van Badan hukum atau pejabat tata usaha negara bertindak melalui dua macam peranan. Adakalanya suatu rencana peruntukkan kepentingan umum dapat menyebabkan seseorang warga atau badan hukum perdata kehilangan hak atas tanahnya sendiri manakala hak tanah itu dicabut guna kepentingan umum. Besarnya anggaran pendap[atan dan belanja negara (APBN) dari tiap tahun anggaran ditetapkan dengan undang undang. Dikemukakan bahwa setiap rencana kegiatan yang diperkirakan mempunyai dampak terhadap lingkungan hidup wajib dibuatkan penyajian informasi lingkungan apabila kegiatan itu merupakan: a. D. sewa menyewa. Selaku pelaku hukum keperdataan yang melakukan pelbagai perbuatan hukum keperdataan seperti halnya mengikat perjanjian jual beli.

memanfaatkan tanah pekarangan. adil dan makmur. dimaksudkan menetapkan penggolongan barang-barang milik negara/ kekayaan negara. d. Dengan demikian merek memiliki hak milik dan hak-hak lainnya secara sama dan dibawah asas pembatasanpembatasan serta syarat-syarat serupa. sekedar diperlukan dan tidak bertentangan dengan kepentingan nasional. Wewenang yang bersumber pada hak mnguasai diri negara tersebut digunakan untuk mencapai kemakmuran rakyat yang sebesar-besarnya. Di Belanda. b. hewan-hewan . seperti halnya negara.UU No 5 Tahun 1986 menegaskan bahwa keputusan tata usaha negara yang merupakan perbuatan hukum perdata tidak termasuk keputusan tata usaha negara dalam arti beschikingyang dapat dibawakan ke hadapan hukum pengadilan tata usaha negara (pasal 2 butir b). barang-barang bergerak 3. nomor: kep-225/MK/V/4/1971 bertanggal 13 april 1971. Surat Keputusan Menteri Keuangan. menyewakan tanah. propinsi. menyewakan. Hak menguasai negara itu. dan kemerdekaan dalam masyarakatdan negara hukum indonesia yang merdeka. c. sebagai berikut ini: 1. Pelaksanaan pemborongan untuk suatu proyek dan pembelian dalam jumlah barang tertentu atau jasa dilakukan melalui : a. Pelelangan Umum Pelelangan Terbatas Penujukan Langsung Pengadaan Langsung. pembuat undang-undang telah meletakkan kejelasan bagi sekelompok barang-barang umum. menurut ketentuan-ketentuan peraturan pemerintah (pasal 2 ayat 4). dan wilayah pengairan berbadan hukum berdasarkan hukum publik. barang-barang tidak bergerak 2. berdaulat. seperti halnya waraga dan badan-badan hukum publik dapat pula manjual. dan sebagainya. BAB VI BARANG-BARANG MILIK PEMERINTAH/NEGARA A. Dalam arti kebangsaan. Milik Pribadi Pemerintah (Negara) dan Milik Publik Badan-badan yang bersifat publik. kotapraja. kesejahteraan. yakni jalan-jalan untuk selanjutnya kejelasan hanya terdapat pada patokan beberapa putusan hoge raad selaku hakim perdata. pelaksanaannya dapat dikuasakan kepada daerah swatantra dan masyarakat hukum adat.

Berdasarkan ketentuan-undang-undang. ”Untuk kepentingan umum. perusahan garam dan soda negeri.” Dalam keadaan yang sangat mendesak yang memerlukan penguasaan tanah dan atau benda-benda yang bersangkutan dengan segara. Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Pemerintah seperti halnya dengan subyek hukum lainnya juga menginvestasikan sejumlah modal dalam bentuk usaha perniagaan. B. Seperti halnya dengan pemerintah pusat maka pemerintah daerah juga memiliki barang dan kekayaan. jawatan kereta api. maka yang dapat mencabut hakhak atas tanah dan benda-benda yang ada diatasnya hanya presidan RI pada pasal 1 dari undang-undang nomor 20 tahun 1961 ditetapkan bahwa. dan menteri yang bersangkutan dapat mencbut hak-hak atas dan benda-benda yang ada diatasnya. perusahan listrik negara dan air minum negara. Pasal 1 dari pusat keputusan menteri keuangan. atas permintaan yang berkepentingan kepala inspeksi agraria menyampaikan permintaan untuk melakukan pencabutan hak kepada menteri agraria. barang-barang persediaan Surat Keputusan Menteri keUangan. Yang dibentuk berdasarkan udang-undang darurat . nomor 20 tahun 1961 tenang pencabuta hak-hak atas tanah dan benda-benda yang ada diatasnya. demiian pula kepentingan pembangunan maka presiden dalam keadaan yang memaksa setelah mendegar menteri agraria. nomor: Kep-225/MK/V/4/1971 dimaksudkan melengkapi pelbagai lampiran yang memuat petunjuk-petunjuk pengisian daftar inventaris barang. Sebelum tahun 1960. perusahan percetakan negara. mentri kehakiman.4. Pelbagai bentuk badan usaha milik negara lebih dikenal dengan perusahaan negara. Hak-Hak Pemerintah (Tata Usaha Negara) Untuk Mengambil Dan Mengguakan Milik Pribadi Seseorang. Terdapat pula bank indutri negara. sebagaimana dimaksud dalam instruksi presiden. tanpa disertai taksiran ganti rugi dari paniti penaksir dan jika pelu juga dengan tidak menunggu diterimanya pertimbangan kepala daerah (pasal 6 ayat 1). terdapat beberapa bentuk perusahaan negara yang diatur dalam peraturan produk pemerintah hindia belanda. C. termasuk kepentingan bangsa dan negara serta kepentingan bangsa dan negara serta kepentingan bersama dari dari rakyat. nomor 3 tahun 1971. pasal 63 ayat 1 dari undangundang nomor 5 tahun 1974. Pada bagian penjelasan umum undang-undang nomor 20 tahun 1961 dikemukakan contoh-contoh yang dimaksudkan dari keadaan yang sangat mendesak itu yakni terjadi wabah atau bencana alam yang memerlukan penampungan para korbannya dengan segera. Seperti halnya jawatan penggadaian. tentang pokok-pokok pemerintahan daerah memuat pengaturan dan penanganan terhadap barang milik daerah yang digunakan untuk memenuhi dan melayani kepentingan umum.

Pada prinsipnya tiap departemen. Perum berusaha di bidang penyediaan pelayanan bagi kemanfaatan umum disamping mendapatkan keuntungan. tentang pengarahan dan peyederhanaan perusahaan negara kedalam tiga bentuk pokok usaha negara. Misalnya PT. disingkat perjan 2. bahwa sifat-sifat badan usaha negara adalah sebagai berikut:    perjan berusaha dibidang penyediaan jasa-jasa bagi msyarakat. Peraturan pemerintah ini secara khusus mengatur pembinaan.Diberlakukan pula peraturan pemerintah nomor 12 tahun 1969 tentang perusahaan perseroan. disingkat persero. Karenanya pemda pun diserahi wewenang dan wewenang untuk mengurs barang-barang publik yang berada dilingkungan kekeuasan otonominya.nomor lima tahun 1952. dan perusahaan persero. Perusahaan Barang Milik Publik D. pengawasan. Pertamina yang didirikan berdasarkan peraturan pemerintah nomor 27 tahun 1968 dan beberapa bank negara seperti bank indonesia berdasarkan undang-undang nomor 13 tahun 1968. Ketentuan instruksi presiden RI nomor 3 tahun 1971 tentang inventaris barangabarang milik negara atau kkeyaan negara yang memerintahkan pada tiap depatemen atau . Ditegaskan. pngelolaan. yakni : 1. nomor 17 tahun 1967. dan biri tata usaha dari ketiga bentuk usaha negara. Kemudian diberlakukan pula peraturan pemerintah nomor 3 tahun 1983 tentang tata cara pembinaan dan pengawasan perusahaan jawatan. lembaga negara. juga terdapat perisahan negara yang bebentuk perseroan terbatas. perusahaan (negara) persero (public/state company). Persero bertujuan untuk memupuk keuntungan dan berusaha dibidang-bidang yang dapat mendorong berkembangnya sektor swasta dan atao koperasi diluar bidang usaha perjan dan perum. perusahaan (negara) umum (public corporation). Pertambangan timah belitung. sperti halnya PN. lembaga pmerintahan nondepartemen diserahi wewenang dan tanggung jawb guna mengurus barang-barang publikyang terdpat didalam penguasaan departmen dan lembaga yang bersangkutan. Pada tahun 1967. BUMN & BUMD berwenang dan bertanggung jawab mengurus barang-barang publik yang menjadi bagian dari kegiatan perniagaannya selaku perusahaan negara atau peusahaan daerah. disingkat perum 3. Peraturan pemerintah nomor 12 tahun 1969 ini mengatur tentang penyetaraan modal negara dalam perseroan. pemerintah mengeluarkan instruksi presiden. perusahaan (negara) jawatan (departemen agency). Dari tiga usaha negara dimaksudkan. termasuk pelayanan kepada masyarakat. perusahaan umum. trdapat pula beberapa perusahaan negara yange mempunyai status khusus.

Jalan mempunyai peranan untk medorong pengembangan semua satuan wilayah didalam usaha mencapai tingkat perkembangan antar daerah yang semakin merata. Menurut Sastra Djatmika (1964: 22) berpendapat bahwa istilah jabatan politik dimaksud “ sangat mungkin diartikan sama dengan para pejabat atau pegawai negara“. BAB VII KEDUDUKAN HUKUM PARA PETUGAS PUBLIK (LEGAL POSITION OF PUBLIC SERVANTS) B. Bupati / Walikotamadya 10. serta digunakan untuk sebersar-besarnya kemakmuran rakyat.lembaga negara atau lembaga pemerintahan non departemen untuk melaksanakan invntaris fisik dan penyusunan daftar inventarisasi milik negara atau kekayaan negara menunjukkan betapa semakin pentingnya peranan pengurusan dan pengawasan termasuk terhadap barang-barang milik negara. sosial. Para Pejabat Politik (Political Office Holders) Beberapa jabatan tertentu pada struktur pemerintahan RI merupakan jabatan politik. Wakil Ketua. Pada pasal 11 UU No. 8 Tahun 1974 Tentang Pokok-pokok Kepegawaian tidak menggunakan istilah jabatan politik.8 Tahun 1974 menetapkan bahwa seorang pegawai negeri yang diangkat menjadi pejabat negara. 4. termasu barang publik. Presiden Anggota MPR Anggota BPK Ketua. 2. 7. Undang-Undang No. Undang-undang nomor 13 tahu 1980 tentang jalan mengemukakan bahwa jalan mempunyai peranan penting dalam bidang ekonomi. Salah satu barang milik publik yang berdaya guna dan menyangkut hajat hidup para warga negara masyarakat adalah jalan. Hampir semua warga masyarakat merupakan pemakai jasa jalan. 5. Pejabat lain yang ditetapkan dengan Peraturan Perundang-undangan . Pada bagian penjelasan Pasal 11 tersebut dikemukakan bahw ayang dimaksud pejabat negara ialah: 1. 6. Gubernur 9. Ketua Muda dan Hakim MA Anggota DPA Menteri Kepala Perwakilan RI di luar negeri yang berkedudukan sebagai duta besar luar biasa dan berkuasa penuh 8. 3. politik sosial budaya dan pertahanan keamanan. dikemukakan pula bahwa jalan merupakan kesatuan sistem jaringan jalan yang mengikat dan menghubungkan pusat-pusat pertumbuhan dengan wilayah yang berada didalam pengaruh pelayanannya dalam satu hubungan hirarki. Peranan jalan selaku prasarana perhubungan darat sungguh pentig bagi upaya pembangunan. dibebaskan untuk sementara waktu dari jabatan organiknya selama menjadi pejabat negara tanpa kehilangan statusnya sebagai pegawai negeri.

Dalam hall penggajian dan pemberian pension bagi para pejabat Negara diatur secara tersendiri. Pegawai Negeri Sipil Daerah 3. setia. pemerintah atau pegawai negeri sipil b. Pegawai Negeri Sipil lain yang ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah. misalnya penggajian dan pemberian pension bago Presiden dan Wakil Presiden diatur dalm UU No.Apabila pegawai negeri yang bersangkutan berhenti sebagi pejabat Negara maka ia akan kembali kepada departemen/lembaga yang bersangkutan. C. UU No.7 Tahun 1978 tentang hak keuangan/ administrative Presiden dan Wakil Presiden. Tanpa izin pemerintah menjadi pegawai atau bekerja untuk negara asing . dalam Pasal 2 UU No. UUD 1945. berikut ini: 1. seperti haknya pemegang jabatan dari suatu jabatan Negara. 8 Tahun 1974 bahwa pegawai negeri terdiri dari: 1. Wajib. Wajib menaati segala peraturan perundang-undangan yang berlaku dan melaksanakan tugas kedinasan yang dipercayakan denganpenuh pengabdian. kesadaran dan tanggung jawab (Pasal 5) 3. dan taat sepenuhnya kepada Pancasila. Pegawai negeri sipil 2. Menyalahgunakan wewenangnya c. Anggota Angkatan Bersenjata RI Pegawai Negeri sipil terdiri pula dari: 1. Melakukan hal-hal yang dapat menurunkan kehormatan atau martabat negara. diangkat oleh pejabat yang berwenang dan diserahi tugas Negara lainnya yang ditetapkan berdasarkan sesuatu peraturan perundang-undangan dan dugaji menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku (Pasal 1 huruf a). sebagai berikut: a. Wajib menyimpan rahasia jabatan dan hanya dapat mengemukakan rahasia jabatan kepada dan atas perintah pejabat yang berwajib atas kuasa UndangUndang (Pasal 6) Bagi para Pegawai Negeri Sipil diberlakukan larangan. Negara dan Pemerintah (Pasal 4) 2. Pegawai Negeri Sipil Pusat 2. Kewajiban Pegawai Negeri ditetapkan. Sebaliknya tidaklah setiap pegawai negeri merupakan pemegang jabatan public. Para Pegawai Negeri (Civil Servants) Pada umumnya pejabat public berstatus pegawai negeri namun tidak semua pejabat public berstatus pegawai negeri. 8 Tahun 1974 tentang pokok-pokok Kepegawaian merumuskan bahwa pegawai negeri adalah mereka yang setelah memenuhi syarat-syarat yang ditentukan dalamperaturan perundang-undangan yang berlaku.

Melakukan kegiatan bersama dengan atasan. menjadi direksi. atau pihak lain yang secara langsung atau tidak langsung merugikan negara g. Membocorkan dan atau memanfaatkan rahasia negara yang diketahui karena kedudukan jabatan untuk kepentingan pribadi. Hak atas gaji yang layak sesuai dengan pekerjaan dan tanggungjawabnya (Pasal 7) 2. atau surat-surat berharga milik negara secara tidak sah f. dokumen. 8 Tahun 1974 menetapkan hak bagi pegawai negeri sipil. Menerima hadiah atau sesuatu pemberian berupa apa saja dari siapapun juga yang diketahui atau patut dapat diduga bahwa pemberian itu bersangkutan dengan jabatan atau pekerjaan pegawai negeri sipil yang bersangkutan i. golongan. golongan atau pihak lain. Melakukan suatu tindakan atau sengaja tidak melakukan suatu tindakan yang dapat berakibat menghalangi atau mempersulit salah satu pihak yang dilayaninya sehingga mengakibatkan kerugian bagi pihak yang dilayani l. Melakukan kegiatan uasaha dagang. Bertindak sewenag-wenang terhadap bawahannya k. uang atau surat-surat berharga milik negara e. menyewakan. pimpinan atau komisaris perusahaan swata bagi yang berpangkat Pembina golongan ruang IV/a ke atas atau yang memangku jabatan eselon I r. menjual. sebagai berikut: 1. Undang-Undang No.d. Memiliki saham/ modal dalamperusahaan yang kegiatan usahanya berada dala ruang lingkup kekuasaannya p. Memiliki. teman sejawat. Hak atas cuti (Pasal 8) . Memiliki saham suatu perusahaan yang kegiatan usahanya tidak berada dalam ruang lingkup kekuasaannya yang jumlah dan sifat pemilikan itu sedemikian rupa sehingga melalui pemilikan saham tersebut dapat langsung atau tidak langsung menentukan penyelenggaraanatau jalannya perusahaan q. Mengahalangi jalanya tugas kedinasan m. baik resmi maupun sambilan. ataupun meminjamkan barang-barang. Memasuki tempat-tempat yang dapat mencerminkan kehormatan atau martabat pegawai negeri sipil kecuali untuk kepentingan jabatan j. atu pihak lain n. Melakukan tindakan yang bersifat negatif dengan maksud membalas dendam terhadap bawahannya atau orang lain di dalam maupun di luar lingkungan kerjanya h. Menyalahgunakan barang-barang. bawahn atau orang lain dialam maupun di luar lingkungan kerjanya dengan tujuan untuk keuntungan pribadi. membeli. Bertindak selaku perantara bagi sesuatu pengusaha atau golongan untuk mendapatkan pekerjaan atau peranan dari kantor/ instansi pemerintahan o. menggadaikan. golongan. Melakukan pungutan tidak sah dalam bentuk apapun juga dalam melaksanakan tugasnya untuk kepentingan pribadi.

STTB Sekolah Menengah Kejuaruan Tingkat atas Non Guru 3 tahun. ijazah Diploma II. Juru Muda golongan ruang I/a bagi mereka yang sekurang-kurangnya memiliki surat tanda tamat belajar Sekolah Dasar b. ijazah Bakaloreat. ijazah akademi. Pengatur Golongan ruang II/c bagi mereka yang sekurang-kurangnya memiliki Akta III g. ijazah Sekolah Guru Pendidikan Luar Biasa. ijazah Spesialis I atau Akta IV. Juru Golongan ruang I/c bagi mereka yang sekurang-kurangnya memiliki surat tanda tamat belajr Sekolah Menengah Kejuaruan Tingkat Pertama 4 Tahun d. Akta II. 3 Tahun 1980 mengenal berbagai macam kenaikan pangkat pegawai negeri sipil adalah: . Juru Muda tingkat I golongan ruang I/b bagi mereka yang sekurang-kurangnya memiliki surat tanda tamat belajar Sekolah Menengah Umum Tingkat Pertama atau surat tanda tamat belajar Sekolah Menengah Kejuruan Tingakt Pertama 3 Tahun c. h. Pengatur Muda golongan ruang II/a bagi mereka yang sekurang-kurungnya memiliki Surat Tanda Tamat Belajar (STTB) Sekolah Menengah Umum Tingkat Atas. Peraturan Pemerintah No. atau Akta I. Akta V atau memperoleh gelar doktor dengan mempertahankan disertasi pada suatu perguruan tinggi negeri yang berwenang. STTB Sekolah Kejuruan Tingkat atas Non Guru 4 Tahun. 6. ijazah Apoteker.3. e. atau ijazah Diploma III Politeknik f. ijazah Pasca Sarjana. Ijazah Diploma I. Penata Muda Golongan ruang III/a bagi mereka yang sekurang-kurangnya memiliki ijazah sarjana. ijazah dokter. ijazah Diploma III. Hak atas pensiun (Pasal 10) Pada Pasal 3 dalam Peraturan Pemerintah No. 3 tahun 1980 bahwa pangkatpangkat yang dapat diberikan untuk pengangkatan pertama adalah: a. Hak memperoleh tunjangan dikala menderita cacat jasmani atu cacat rohani dalam dank arena menjalankan tugas kewajibannya yang mengakibatkan pegawai negeri yang bersangkutan tidak dapat bekerja lagi dalam jabatan apapun juga (Pasal 9 ayat 2) Hak memperoleh uang duka bagi keluarga dari pegawai negeri yang tewas yang tewas (Pasal 9 ayat 3) 5. Hak memperoleh perawatan dikala ditimpa oleh sesuatu kecelakaan dalam dan karena menjalankan tugas kewajibannya (Pasal 9 ayat 1) 4. ijazah Spesialis II. Pengatur Muda Tingkat golongan ruang II/b bagi mereka yang sekurangkurangnya memiliki ijazah Sarjana Muda. Kenaikan Pangkat Pegawai Negeri Sipil ditetapkan pada tanggal 1 April dan 1 Oktober tiap tahun. STTB Sekolah Menengah Kejuruan Tingkat atas Guru 3 Tahun. Penata Muda Tingkat I golongan ruang III/b bagi mereka yang sekurangkurangnya memiliki ijazah Doktor.

d. dihukum penjara berdasarkan keputusan pengadilan yang sudah mempunyai kekuatan hukum yang tetap karena dengan sengaja melakukan sesuatu tindak pidana kejahatan yang diancam dengan hukuman penjara setingi-tingginya 4 (empat) tahun atau diancam dengan hukuman yang lebihberat juga. Kenaikan pangkat lainnya Pada Pasal 23 ayat 1 dari UU No. berikut ini: 1. Kenaikan pangkat pilihan 3. atau terlibat kegiatan yang menentang negara dan atau pemerntah (Pasal 23 ayat 4) Peraturan Pemerintah No. UndangUndang dasar 1945. pegawai negeri sipil diberhentikan tidak dengan hormat. Pemberhentian karena adanya penyederhanaan organisasi . Kenaikan pangkat reguler 2. Kenaikan pangkat istimewa 4. Kenaikan pangkat pengabdian 5. Pasal 23 ayat 3.8 tahun 1974 menetapkan bahwa Pegawai Negeri Sipil dapat diberhentikan dengan hormat karena: a. Kenaikan pangkat sebagai penyesuaian ijazah 11. Kenaikan pangkat selama dalam penugasan 9. Kenaikan pangkat dalam tugas belajar 7. Pemberhentian karena mencapai batas usia pensiun 3. 8 tahun 1974 juga menetapkan bahwa pegawai negeri sipil dapat diberhentikan tidak dengan hormat karena: a. Permintaan sendiri Telah mencapai usia pensiun Adanya penyederhanaan organisasi pemerintah Tidak cakap jasmani dan rohani sehingga tidak dapat menjalankan kewajibannya sebagai pegawai negeri sipil Pegawai negeri sipil yang meninggal dunia dengan sendirinya dianggap diberhentikan dengan hormat (Pasal 23 ayat 2). UU No.1. c. Kenaikan pangkat selama menjalankan wajib militer 10. melangar sumpah atau janji pegawai negeri sipil. Kenaikan pangkat anumerta 6. ternyata melakukan penyelewengan terhadap Ideologi Negara Pancasila. sumpah atau janji jabatan negeri atau peraturan disiplin pegawai negeri sipil b. Pemberhentian atas permitaan sendiri 2. karena: a. 32 Tahun 1979 mengenai pelbagai macam Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil. b. dihukum penjara atau hukuman b. Kenaikanpangkat selama menjadi pejabat negara 8.

Bukan bekas anggota organisasi terlarang partai komunis indonesia.s/pki” atau organisasi terlarang lainnya e. Pada Pasal 13 ayat 1 UU No 2 TAhun 1986 ditetapkan bahwa pembinaan dan pengawasan umum terhadap hakim sebagi pegawai negeri dilakukan oleh Menteri Kehakiman. Pemberhentian karena melakukan pelanggaran atau tindak pidana/penyelewengan (Pasal 8. dan 10) 5. Warga Negara Indonesia b. 8 Tahun 1974 tentang pokok-pokok kepegawaian menetapkan bahwa Ketua. Berwibawa. Bertaqwa kepada Tuhan YME c. termasuk organisasi masanya atau bukan seorang yang terlibat langsung dalam “gerakan kontra revolusi g.30. Selain itu juga dalam UU No. artinya terlepas dari pengaruh kekuasaan pemerintah.9. Setia kepada Pancasila dan UUD 1945 d. Hakim (Judges) Secara umum dapat disimpulkan bahwa hakim adalah hakim pengadilan di lingkungan peradilan yang melaksanakan tugas kekuasaan kehakiman. dan berkelakuan tidak tercela . jujur. Pembinaan dan pengawasan dimaksud tidak boleh mengurangi kebebasan Hakim dalam memeriksa perkara. Berumur serendah-rendahnya 25 tahun h. Pemberhentian karena meninggal dunia atau hilang (Pasal 13) 8. ketua muda dan hakim Mahkamah Agung adalah pejabat Negara dan karena itu tidak termasuk pegawai negeri. adil. Pemberhentiaan karena meninggalkan tugas 7.4. Pemberhentian karena tidak cakap jasmani atau rohani 6. Wakil Ketua. 2 Tahun 1986 menetapkan bahwa untuk dapat diangkat menjadi hakim pengadilan Negeri. Pasal 14 ayat 1 UU No. seorang calon harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut: a. Pasal 24 UUD 1945 mengemukakan bahwa kekuasaan kehakiman dilakukan oleh sebuah mahkamah Agus dan lain0lain badan kehakiman menurut Undang-Undang Dasar 1945 ditegaskan bahwa Kekuasaan Kehakiman ialah Kekuasaan yang merdeka. 8 Tahun 1974 menetapkan bahwa hakim pada pengadilan negeri dan pengadilan tinggi dan lain-lain adalah termasuk pegawai negeri sipil pusat (Pasal 2 ayat 2 dan bagian penjelasannya). Pemberhentian karena hal-hal lain (Pasal l5) C. Pegawai Negeri f. UU No. Sarjana Hukum g.

juga dalam hukum administrasi. Penarikan kembali keputusan (ketetapan) yang menguntungkan (izin. Bestuursdwang (paksaan penerintah) 2. mutlak harus atas dasar peraturan perundang-undangan yang tegas. berpengalaman sekurang-kurangnya 5 tahun sebagai ketua atau wakil ketua Pengadilan Negeri atau 15 tahun sebagi hakim Pengadilan Negeri (Pasal 15 ayat 1). BAB VIII SANKSI-SANKSI A. pembayaran.d. Peran penting pada pemberian sanksi di dalam hukum administrasi memenuhi hukum pidana.e.c. Pelaksanaan suatu sanksi pemerintah berlaku sebagai suatu keputusan yang memberi beban. Sanksi-sanksi lainnya lebih berperan secara tidak langsung. Pada umumnya tidak ada gunamya memasukkan kewajiban atau larangan-larangan bagi para warga di dalam peraturan perundang-undangan tata usaha Negara. subsidi) 3. . Bagi pembuat peraturan penting untuk tidak hanya melarang tindakantindakan yang tanpa disertai izin. manakala aturan-aturan tingkah laku itu tidak dapat dipaksakan oleh tata usaha Negara.b.f dan h b. Bagi pengenaan denda administratif dan uang paksa. Pengenaan denda administratif menyerupai penggunaan duatu sanksi pidana. sebagai berikut: a. antara lain : 1. Sanksi-Sanksi Pada Umumnya Sanksi-sanksi merupakan bagian penutup yang penting di dalam hokum. Pengenaan uang paksa oleh pemerintah (dwangsom) Bestuursdwang dapat diuraikan sebagai tindakan-tindakan yang nayta dari penguasa guna mengakhiri suatu keadaan yang dilarang oleh suatu kaidah hokum administrasi atau melakukan apa yang seharusnya ditinggalkan oleh para warga karena bertentangan dengan undang-undang.Sedangkan untuk menjadi Hakim Pengadilan Tinggi maka seorang calon harus memenuhi syarat-syarat. tetapi juga terhadap tindakan-tindakan yang bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang dapat dikaitkan pada suatu izin. Penarikan kembali suatu keputusan (ketetapan) yang menguntungkan tidak terlalu perlu didasarkan pada suatu peraturan perundang-undangan. termasuk sanksi-sanksi hukum administrasi yang khas. syarat-syarat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 14 ayat 1 huruf a. Pengenaan denda administratif 4. berumur serendah-rendahnya 40 tahun c.

Badan pemerintah harus telah mempunyai niat yang tetap.Kewenangan memasuki setiap tempat. Pengawasan dan Pengusutan Pengawasan di dalam praktek merupakan syarat dimungkinkannya pengenaan sanksi. Harus ditetapkan apa yang seharusnya dilakukan oleh warga yang mendapat surat pemberitahuan guna mencegah pemerintah mengambil tindakan-tindakan nyata.Kewenangan untuk meminta keterangan dan bantuan Bagi para pegawai pengusut berlaku ketentuan bahwa mereka di samping itu memiliki kewenangan berdasar Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (misalnya menyita barang-barang). Perintah tertulis/peringatan tertulis harus memuat perintah yang jelas. sebagaimana berikut ini : • Peringatan itu tidak dapat di adakan secara tanpa ikatan. sebagaimana berikut ini : . Kebanyakan peraturan perundang-undangan negeri Belanda memuat bagi para pegawai pengawas/pegawai pengusut satu atau lebih kewenangan. • . Yurisprudensi Hakim-AROB mengharuskan beberapa sayarat bagi peringatan tertulis/perintah tertulis.Perbedaan antara sanksi adninistrasi dan sanksi pidana dapat dilihat dari tujuan pengenaan sanksi itu sendiri. Sekaligus menurut pengalaman dari pengawasan itu sendiri telah mendukung penegakan hukum. yang jika perlu melaksanakan suatu bestuursdwang. Menghalangi seorang pegawai pengawas atau tidak memberikan bantuan senantiasa merupakan perbuatan pidana sendiri. kecuali rumah-rumah kediaman Kewenangan memasuki rumah-rumah kediaman dalam keadaan-keadaan luar biasa dengan suatu kuasa khusus . Para warga melihat penguasa dengan sungguh-sungguh menegakkan peraturan perundang-undangan. Sanksi administrasi dimaksudkan agar perbuatan pelanggaran itu dihentikan. sedangkan sanksi pidana ditujukan kepada si pelanggar dengan memberi hukuman berupa nestapa.Kewenangan memeriksa barang-barang dagangan dan mengambil contoh-contoh .Kewenangan memeriksa buku-buku dan surat-surat arsip . 1. Sanksi administrasi ditujukan untuk perbuatan pelanggarannya.Kewenangan menghentikan kendaraan dan memeriksa muatannya .

subsidi. Penerapan Kembali Keputusan-Keputusan (Ketetapan-Ketetapan Selaku Sanksi) keputusan (ketetapan) yang Terdapat dua hal yang terhadapnya suatu menguntungkan dapat ditarik kembali sebagai sanksi: a. Sanksi administrasi dikenakan kepada wajib pajak yang terhutang setelah kepadanya dikeluarkan suatu Surat Ketetapan Pajak. Penarikan kembali atas suatu keputusan tidak lain. Yang berkepentingan pada waktu mengajukan permohonan untuk mendapat izin. Yang berkepentingan tidak mematuhi pembatasan-pembatasan.• Surat perintah harus memuat ketentuan-ketentuan peraturan perundang-undangan man yang dilanggar. Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan memberi penamaan terhadap sanksi dimaksud dengan penyebutan sederhana. Sebagai suatu keputusan (ketetapan). C. Dalam hal seorang warga atau badan hukum perdata marasa dirugikan oleh akibat hukum yang timbul dari keputusan (ketetapan) penarikan kembali itu. Sanksi Administrasi Lainnya Sanksi lain yang untuk dikaji adalah sanksi administrasi yang dikenal dan (diberlakukan) dalam hokum perpajakan. Penarikan kembali suatu keputusan (ketetapan) pada kenyataannya juga merupakan perbuatan keputusan/perbuatan ketetapan. subsidi. • Harus ditentukan suatu jangka waktu perintah harus dilaksanakan. atau pembayaran. • Eksplisit atau implisit harus nyata bahwa biaya-biaya dalam hal tata usaha Negara harus bertindak. akan dibebankan pada pelanggar. Tahun 1986 tentang Peradilan Tata Usaha Negara. hingga apabila data itu diberikan secara benar atau lengkap maka keputusan akan berlainan. yakni sanksi administrasi. adalah suatu keputusan (ketetapan) baru yang menarik kembali (dan masyarakat tidak berlakunya lagi) keputusan yang terdahulu. • Perintah harus ditujukan pada yang berkepentingan yang menurut kenyataan memang juga mampu mengakhiri pelanggaran itu. syarat-syarat atau ketentuan peraturan perundang-undangan yang dikaitkan pada izin. maka keputusan tersebut niscaya menimbulkan akibat hukum yang baru bagi seorang warga atau badan hukum perdata yang dikenakan keputusan (ketetapan) itu. . Undang-undang Nomor 6. B. maka ia berhak mengajukan banding administrasi atau menggunakan upaya hukum yang tersedia di dalam UndangUndang Nomor 5. b. atau pembayaran telah memberikan data yang sedemikian tidak benar atau tidak lengkap. yakni dengan cara membawakan permasalahannya ke hadapan hakim (tata usaha Negara).

Adakalanya suatu ketentuan peraturan perundangundangan tidak hanya mengancam pelanggarnya dengan sanksi tapi juga pada saat yang sama mengancamnya dengan sanksi administrasi.5000. Penegakan sanksi pidana dilaksanakan menurut “due process of law” yang telah ditentukan di dalam kaidah hukum acara pidana dan pengenaan sanksi itu hanya dapat dinyatakan dalam suatu putusan hakim pidana. BAB IX KAIDAH-KAIDAH DAN ASAS-ASAS PEMBUATAN KEPUTUSAN TATA USAHA NEGARA (KTUN) . termasuk pada pelaksanaan tugas-tugas pemerintahan. Tahun 1961 disahkan menjadi undangundang) tidak hanya mengancam seorng pemakai tanah tanpa izin dengan saqnksi pidana berupa pidana berupa kurungan selama-lamanya 3 bulan dan atau denda sebanyakbanyaknya Rp.-. denda administrasi. E. Sanksi Pidana Salah satu upaya pemaksaan hukum itu adalah melalui pemberlakuan sanksi pidana terhadap pihak pelanggar mengingat sanksi pidana membawa serta akibat hokum yang berpaut dengan kemerdekaan pribadi. yang memberi kewenangan kepada penguasa daerah untuk melaksanakan pengosongan tanah dengan disertai beban biaya dari pemakai tanah yang bersangkutan. D.Ditetapkan pula bahwa sanksi administrasi berupa bunga. Sanksi-Sanksi Kumulasi Suatu kaidah peraturan perundang-undangan di bidang hukum administrasi sering tidak hanya memuat satu macam sanksi tetapi terdapat beberapa macam sanksi yang diberlakukan secara kumulasi. Tak dapat disangkal bahwa pemberlakuan sanksi pidana turut berperan pada efektivitas penegakan dan pentaatan kaidah-kaidah hokum administrasi. Tapi pada saat yang sama memuat pula sanksi administrasi. 51 Tahun 1960 tentang Larangan Pemakaian Tanah Tanpa Izin yang Berhak atau Kuasanya (yang kemudian berdasar Undang-Undang Nomor 1. Bagaimanapun juga pengenaan sanksi-sanksi yang kumulasi niscaya akan menimbulkan pula akibat hukum yang jamak bagi warga yang dikenakan sanksi-sanksi itu. Sanksi administrasi berupa kenaikan sebesar 100% dari jumlah kekurangan pajak juga dimuat dalam Surat Ketetapan Pajak Tambahan yang dikeluarkan oleh Direktur Jenderal Pajak. Suatu sanksi pidana tidak dapat dikenakan kepada pihak pelanggar dengan cara penggunaan bedtuursdwang. Undang-Undang No. dan kenaikan tidak dapat di kreditkan dari jumlah pajak yang terhutang.

doelmatigheid) dan hasil guna (efektif. Suatu prosedur yang baik hendaknya memenuhi 3 landasan utama hukum administrasi yaitu landasan Negara hukum. landasan instrumental yaitu daya guna (efisiensi. Disini pembuat undangundang memberikan kepada administrasi satu ruang kebijaksanaan bebas. yang dilihat dari sudut rangka perundangan dapat diisi menurut lebih dari satu cara. harus di hormati oleh hakim. Dalam bidang perijinan saja masing-masing perijinan mempunyai tata cara dan persyaratan tersendiri. Dapat pula dikatakan bahwa ABBB adalah asas-asas hukum tidak tertulis dari mana untuk keadaan-keadaan tertentu dapat di tarik aturan-aturan hukum yang dapat di terapkan. landasan demokrasi. Tiap bidang mempunyai prosedur tersendiri. maupun yang timbul dari ruang penilaian yang di berikan kepada pemerintah. Dalam praktek hukum di Neaderland ABBB berikut ini telah mendapat tempat yang jelas : a. Namun ABBB dirumuskan sebagai asas-asas. Ini kita sebut wewenang menetapkan bebas. Arti kongkretnya untuk tiap keadaan tersendiri tidak selalu dapat dilihat dengan mudah sebelumnya. B. Aturan-aturan itu dapat menyangkut acara atau isi. pada dasarnya harus menghormati pilihan itu. Tinjauan atas Asas-Asas Lambat laun telah diterima pendapat bahwa ABBB harus di pandang sebagai norma-norma hukum tidak tertulis yang senantiasa harus di taati oleh pemerintah. Asas-asas umum pemerintahan yang baik dapat di pandang sebagai aturan-aturan hukum tidak tertulis terutama untuk pengambilan KTUN dalam hal-hal pemerintahan memiliki ruang kebijaksanaan tidak ada pertentangan asasi antara ABBB (algemene beginselenn van behoorlijik bestuur) tidak tertulis dan hokum tertulis. A. Dengan demikian perlu study tersendiri untuk masing-masing bidang hukum administrasi khusus untuk dapat mamahami prosedur dan segala persyaratan yang di butuhkan. Para warga yang berkepentingan dan juga hakim. Asas Persamaan . Baik ruang kebijaksanaan sebagai akibat wewenang bebas. doeltrffenheid). Asas-Asas Pemerintahan Yang Baik (AUPB) di Belanda 1. Meskipun arti yang tepat dari ABBB bagi tiap keadaan tersendiri tidak selalu dapat di jabarkan dengan teliti. dan persyaratan tersendiri. Pengaturan dan praktek Pembuatan Keputusan Tata Usaha Negara di Indonesia Tidak ada ketentuan umum yang mengatur tentang tata cara pembuatan keputusan tata usaha Negara.Aturan-aturan yang mengikat badan-badan pemerintahan dalam memberikan KTUN.

yang dalam rangka itu harus di ambil banyak sekali KTUN. asas kepercayaan menuntut supaya badan pemerintahan itu (antara lain pada pelaksanaan suatu wewenang memberikan ketetapan) terikat pada janjinya. Dalam peradilan kita lihat bahwa relatif jarang suatu pendalilan asas persamaan diterima. Asas ini dapat pula membawa serta bahwa pada perubahan kebijaksanaan yang merugikan harus diadakan masa peralihan yang pantas. Penyimpangan yang merugikan yang berkepentingan hanya mungkin. Asas kepercayaan juga masyarakat bahwa pemerintah harus pula memperhatikan aturan-aturan kebijaksanaan sendiri. Bila suatu badan pemerintah atau seorang pejabat yang berwenang bertindak atas nama pemerintahan itu memberikan janji kepada seorang warga. tujuan aturan-aturan kebijaksanaan ialah menunjukan perwujudan asas perlakuan yang sama atau asas persamaan. maka itu disebut aturan. Aspek hukum material berhubungan erat dengan asas kepercayaan. Jika suatu badan pemerintah tidak memperhatikan hal ini atau bila penjelasan tidak meyakinkan. maka biasanya hakim tidak akan membatalkan karena bertentangan dengan asas persamaan. b.aturan kebijaksanaan. Maka pemerintah memerlukan aturan-aturan atau pedomanpedoman. Bila ia sendiri menyusun aturan-aturan (pedoman-pedoman) itu untuk memberi arah pada pelaksanaan (pada dasarnya) wewenang bebasnya. Asas Kepercayaan Asas kepercayaan juga termasuk kedalam asas –asas hukum yang paling mendasar dalam hukum public dan hukum perdata. bahwa tidak cukup alasan mengapa tidak di anggap sama. Tetapi asas persamaan pada dasarnya tidak memaksa badan pemerintah untuk mengulangi suatu KTUN yang salah atau mengulangi suatu kekeliruan. c. Ini terutama disebabkan oleh karena dua atau lebih keadaan kongkret tidak pernah sepenuhnya sama satu sama lain. Harus di ingat bahwa : . Jadi pemikirannya ialah. tetapi karena bertentangan dengan asas pemberian alasan. Jadi. bila tujuan suatu peraturan kebijaksanaan membenarkannya atau di dalam peraturan itu telah diadakan pengecualian yang jelas. keterangan-keterangan. aturan-aturan kebijaksanaan dan bentuk-bentuk rencana (yang tidak diatur dengan perundangundangan). Asas kepercayaan tidak menghalangi pemerintah mengubah kebijaksanaan. Asas ini terutama penting sebagai dasar bagi arti yuridis dari janji-janji. Asas Kepastian Hukum Asas kepastian hikim mempunyai dua aspek yang satu lebih bersifat hukum materiil yang lain bersifat formil. setidak-tidaknya tidak menyimpanginya untuk kerugian yang berkepentingan. Bila pemerintahan di hadapkan pada tugas baru. tetapi asas ini menghalangi perubahan kebijaksanaan di berlakikan surut.Asas persamaan memaksa pemerintah untuk menjalankan kebijaksanaan.

Demikian pula penarikan kembali atau perubahan mungkin. e. Asas kecermatan mensyaratkan agar badan pemerintahan sebelum mengambil ketetapan meneliti semua fakta yang relevan dan memasukan pila semua kepentingan yang relevan ke dalam pertimbangannya. asal saja kekeliruan itu dapat di ketahui oleh yang berkepentingan. telah ikut menyebabkan terjadinya ketetapan yang keliru. Badan pemerintahan dalam memepersiapkan dan mengambil ketetapan dapat dengan berbagai cara melanggar asas ini. Dalam hal ini dikatakan ada penarikan kembali sebagai sanksi. Penarikan kembali atau perubahan juga mungkin bila ketetapan yang menguntungkan di dasarkan pada kekeliruan. Asas Pemberian Alasan Asas Pemberian alasan berarti bahwa suatu keputusan harus dapat di dukung oleh alasan-alasan yang di jadikan dasarna. Kepitisan yang diambil berdasarkan surat keberatan atau banding senantiasa harus segera diiringi oleh pemberian alasan. bila sudah sekian waktu di paksa oleh perubahan keadaan atau pendapat. Penarikan kembali atau perubahan mungkin bila syarat-syarat atau ketentuanketentuan yang di kaitakn pada suatu ketetapan yang menguntungkan tidak di tati. Asas kepastian hukum tidak menghalangi penarikan kembali atau perubahan suatu ketetapan. Dari Pemerintahan di harapkan suatu penyusunan yang rasional. Yang berkepentingan berhak mengetahui alasan-alasan itu. bila yang berkepentingan dengan memberikan keterangan yang tidak benar atau tidak lengkap. Syarat bahwa suatu ketetapan harus di beri alasan. Jadi pemerintahan senantiasa haris dapat memberi alasan mengapa ia telah mengambil suatu ketetapan tertentu. Asas Kecermatan Asas Kecermatan mengandung arti bahwa suatu keputusan harus di persiapkan dan di ambil dengan cermat. Dapat di bedakan tiga sub varian : (1). d. .    Sisi formal dari asas kepastian hukum membawa serta bahwa ketetapanketetapan yang memberatkan dan ketentuan-ketentuan yang terkait pada ketetapanketetapan yang menguntugkan (antara lain izin) haris di susun dengan kata-kata yang jelas. Asas kepastian hukum memberi hak kepada yang berkepentingan untuk mengetahui dengan tepat apa yang di kehendaki dari padanya.

Pada umumnya penyalahgunaan suatu wewenang juga akan bertentangan dengan suatu peratiran perundang-undangan. Perlu di catat. tetapi dari lain pertimbangan dapat diambil kesimpulan bagaiman seharusnya keputusan itu. tidak semestinya hanya memperhatikan dasar pembatalan yang di sebut oleh hakim. sebab kedua asas itu tidak segera mengatakan sesuatu tentang isi dari keputusan yang akan diambil tetapi lebih tentang persiapannya. Asas pemberian alasan menetapkan syarat-syarat pinggiran. tetapi tidak menetukan isinya. 3. Demikianlah biarpun ada pembatalan di sebabkan adanya cact pemberian alasan. asas kepastian hukum dapat di pandang sebagai asas-asas material pemerinatah yang layak.(2). Juga asas kepastian hukum menyagkut sisi formal. asas kepercayaan. Bagian dari asas pemberian alasan ini mengandung arti bahwa kelompok fakta yang menjadi titik tolak dari ketetapan harus benar. f. Alasan–alasan yang di kemukan harus cukup meyakinkan. Dewasa ini para hakim lebih condong pada kesimpulan terakhir. Asas-Asas Pemerintahan Yang Formal Dan Material Asas Kecermatan dan asas pemberian alasan di pandang sebagai asas-asas pemerintah yang baik yang lebih formal. Juga pertimbangan-pertimbangn hukum lainnya dari hakim dapat memuat petunjuk-petunjuk tentang tindakan-tindakan apa yang selanjutnya harus diambil. bahwa dalam hal ini biasanya juga terdapat cacat dalam kecermatan. Pemberian alasan tidak saja harus masuk akal. Tetapi jika penolakan suatu izin di batalkan karena pelanggaran terhadap asas persamaan maka pada dasarnya konklusinya ialah bahwa yang berkepentingan haris mendapat izin. Bila ternyata bahwa fakta-fakta pokok berbeda dari apa yang di kemukakan atau diterima oleh badan pemerintahan maka dasar fakta yang teguh dari alasan-alasan tidak ada. Pemberian alasan harus cukup dapat mendukung. Indonesia . 2. Asas Larangan Detournment de Pouvoir (penyalahgunaan wewenang) sebagai asas umum pemerintahan yang layak di pandang pula aturan bahwa suatu wewenang tidak boleh di gunakan untukk tujuan lain selain untuk tujuan ia di berikan. tetapi secara keseluruhan harus sesuai dan memiliki kekuatanb yang meyakinkan.karena banyak pemberian alasan yang mungkin kurang baik. (3). Asas persaman. Ketetapan harus memiliki dasar fakta yang teguh. Tetapi sebagai penisbian perlu di ingat disini bahwa pemerintahan jika harus memikirkan apa yang harus atau boleh di lakukan setelah ada pembatalan.

Kuntjoro purbopranoto mengetengahkan 13 asas yaitu : 1) Asas kepastian hukum 2) Asas keseimbangan 3) Asas kesamaan 4) Asas bertindak cermat 5) Asas motivasi untuk setiap keputusan pangreh 6) Asas jangan mencampuradukan kewenangan 7) Asas permainan yang layak 8) Asas keadilan atau kewajaran 9) Asas menanggapi penghargaan yang wajar 10) Asas meniadakan akibat-akibat suatu keputusan yang batal 11) Asas perlindungan atas pandangan hidup 12) Asas kebijaksanan 13) Asas penyelenggaraan kepentingan umum 4. keputusan-keputusan penguasa tertentu yang menyagkut kedudukan hukum para warga demi kepentingan kepastian hukum harus dapat di ketahui jadi harus terbuka 4. keterbukaan dapat memajukan penggunaan hak-hak dasar seperti hak pilih. fungsi kepastian hukum.Kepustakaan berbahasa Indonesia belum banyak membahas asas ini. keterbukaan pada satu sisi sebagai alat bagi penguasa untuk memberi pertanggung jawaban di muka umum pada sisi lain sebagi alat bagi warga untuk mengawasi penguasa 3. fungsi hak dasar. Pengumuman Dokumen-Dokumen Dengan keterbukaan pemerintah para warga memperoleh lebih banyak pengertian tentang rencana-rencan kebijaksanan dan tentang kenyataan-kenyataan yang mendasari kebijaksanaan yang di jalankan. Prof. fungsi pertanggung jawaban umum dan pengawasan. fungsi partisipasi. kebebasan mengeluarkan pendapat dan hak untuk berkumpul . Sebagai fungsi-fungsi penting dari keterbukaan di dalam kepustakaan masih di sebut : 1. keterbukaan sebagai alat bagi warga untuk ikut serta dalam proses pemerintahan secara mandiri 2.

data yang masih sedang di kerjakan atau yang tidak lengakap sehingga dengan demikian dapat memberi gambaran yang keliru pendapat-pendapat pribadi dari anggota-anggota pemerintahan. kontrol. Openbarheidswet nederland membedakan dua jenis wajib informasi : 1. hak tiap orang agar suasana hidup pribadi di hormati dan perlindungan hasil-hasilk pemeriksaan kedokteran dan psikologis yang menyangkut keadaan-keadaan tersendiri i. pengusutan dan penuntutan tindak-tindak pidana. b.Kewajiban keterbukaan umum bagi penguasa dirinci lebih lanjut dalam wet openbaarheid van bestuur dan besluit openbaarheid van bestuur. dan pengawasan oleh satu atau atas nama badan-badan penguasa h. WOB berpangkal tolak bahwa informasi dari dokumen-dokumen penguasa pada dasrarnya harus dapat di ketahui oleh setiap orang. menghindari terjadinya keuntungan atau kerugian yang tidak seimbang bagi manusia-manusia alami atau badan-badan hukum atau pihak ketiga yang terkait pada masalah bersangkutan. Selain dasar-dasar pengecualian umum permohonan untuk memperoleh informasi demikian di luluskan terkecuali menyangkut : a. Sebelum itu. Suatu permintaan warga untuk memperoleh informasi harus di luluskan. dapat membahayakan kesatuan mahkota atau. d. data usaha dan proses pabrik sejauh ini oleh manusia-manusia alami atau badan-badan hukum di beriatahukan kepada penguasa secara rahasia.pejabat mengenai kebijaksanaan. dapat merugikan keamanan negara juga tidak di lakukan bila mengenai c. Pun tidak di lakukan bila dan sejauh kepentingannya tidak dapat melebihi kepentingan-kepentingan berikut. Wajib informasi pasif. yakni kewajiban penguasa untuk memberikan informasi atas permintaan warga. . bila disyaratkan oleh suatu peraturan khusus. hubungan neaderland dengan negar-negar lain e. Dasardasar pengecualian ini berlaku juga bagi wajib informasi aktif penguasa yaitu : a. f. para pengurus atau pejabat. kepentingan ekonomis dan finansial negara dan badan-badan hukum piblik lain. g. bagi penguasa hanya ada kewajiban untuk mengumumkan. inspeksi. b. Wajib informasi akif dari penguasa yakni kewajiban penguasa untuk memberi informasi atas inisiatif sendiri 2.

yang diterima oleh lapisan-lapisan masyarakat yang luas. Untuk menjamin ketidaktergantungan dan ketidak-sepihakan telah diciptakan ketentuan-ketentuan barikut: “anggota-anggota dari kekuasaan kehakiman yang ditugaskan pada peradilan dan Jaksa Agung pada Mahkamah Agung diangkat untuk seumur hidup dengan penetapan raja. Hal itu dPt ditambah dengan istilah hakim sebagai pengganti pemerintah. hakim itu terbatas untuk pengujian menurut hukum. seorang hakim hanya dapat mengambil keputusan-keputusan dalam perkarar-perkara yang konkrit. Pertama-tama. Seleksi dan penggajian adalah penting sekali kemungkinan bagi si warga untuk selalu mempunyai jalan (minta bantuan) ke seorang hakim .” Untuk suatu peradilan yang baik selanjutnya dibutuhkan: . Hakim memutuskan sendiri. memberi interpretasi sendiri atas kewenangannya sendiri. Namun istilah pengganti pembuat undang-undang sebagai penunjukan seorang hakim tidak menggambarkan perkara itu secara tepat. Ketiga. dan dia tidak terikat pada hukum. sedangkan hakim tidak boleh menguji UU yang formal terhadap UU dasar.pemutusan dalam persengketaan itu dalam waktu yang wajar . Syarat-syarat untuk Suatu Peradilan yang Baik (Tinjauan atas Grodwet Belanda) Suatu negara menginginkan peradilan yang berkualitas baik. Ciri khas yang paling pokok dari kedudukan para hakim adalah ketidaktergasntungan (kebebasan) mereka. Menguji perundang-undangan yang lebih rendah terhadap yang lebih tinggi dengan kekecualian larangan UU dasar untuk menguji UU formal terhadap UU dasar. Hakim dan Pemerintah Pada dasawarsa terakhir kita melihat di Nederland penggeseran tekanan dari pemerintah ke hakim. B. seorang hakim tidak pernah dapat mengambil keputusan-keputusan sendiri. harus didasarkan UU dasar dan perundangundangan yang dijadikan dasar itu sejumlah jaminan.hakim-hakim yang berkualitas baik. yang penting adalah bahwa hakim juga boleh mengambil jalan formal untuk menguji ketentuanketentuan perjanjian.BAB X TINJAUAN UMUM TENTANG PERLINDUNGAN HUKUM A. Kedua. Setiap hakim dapat mengalami perubahan-perubahan. Apabila orang juga mengingat bahwa pembuat undang-undang tidak selalu mampu untuk menangani perkembangan-perkembangan social barumaka dapat dibayangkan bahwa dalam literature istilah pengganti pembuat undang-undang mulai tampil ke muka. maka dalam hal itu orang melihat betapa pentingnya tempat yang diduduki hakim itu dalam kmetatanegaraan.

Susunan dan Kekuasaan Badan-badan Kehakiman itu akan diatur lebih lanjut c. yang mana dasar-dasar tata cara yang elementer (seperti didengar dan mendengarkan) telah ditentukan kemungkinan-kemungkinan naik banding dan atau kasasi untuk memperbaiki kesalahan-kesalahan yang mungkin ada dari hakim-hakim rendahan jaminan-jaminan bahwa keputusan-keputusan para hakim juga sungguh-sungguh dilaksanakan.- penetapansuatu hukum acara yang baik. Kekuasaan Kehakiman dilakukan oleh Badan-badan Kehakiman yang berpuncak pada sebuah Mahkamah Agung b.14 Tahun 1970 tentang ketentuan-ketentuan pokok kekuasaan kehakiman. Demi kepentingan Revolusi b. yaitu: a. Syarat-syarat untuk menjadi hakim dan pemberhentiannya juga akan diatur lebih lanjut Dalam penjelasan pasal 24 dan pasal 25 UUD 1945 dikemukakan bahwa “kekuasaan kehakiman ialah kekuasaan yang merdeka. Dalam UUD 1945 terdapat pula ketentuanketentuan tentang kekuasaan kehakiman yang diatur dalam Bab IX. Ada tiga alasan yang tercantum dalam pasal 19 yang memungkinkan Presiden turun tangan atau campur tangan dalam soal-soal pengadilan. C. Berhubungan dengan itu. harus diadakan jaminan dalam UU tentang kedudukan para hakim. Kekuasaan Kehakiman (di Indonesia) Undang-undang yang mengatur secara umum tentang kekuasaan kehakiman Indonesia ialah UU No. Undang-undang Dasar 1945 dan Kekuasaan Kehakiman Undang-undang Dasar 1945 mengatur 3 hal yang bersifat pokok yaitu jaminan terhadap adanya hal-hal dan kewajiban-kewajiban asasi warganya. Dalam kedua pasal UUD itu. Pasal 24 dan pasal 25 UUD 1945. D. kita dapat menemukan adanya tiga kaidah hukum: a. artinya terlepas dari pengaruh kekuasaan pemerintah. Undang-undang ini dalam diktum pertamanya mencabut Undang-undang No.19 Tahun 1962 tentang Ketentuan-ketentuan Pokok Kekuasaan Kehakiman yang berisi ketentuan yang bertentangan dengan UUD 1945. Demi kehormatan Negara dan Bangsa . susunan ketatanegaraan yang bersifat mendasar serta pembagian dan pembatasab tugas-tugas ketatanegaraan yang juga bersifat mendasar.

14. dalam UU No.c. tahun 1985 tentang Mahkamah Agung b.14 Tahun 1970 terdiri dari 8 Bab. Peradilan Agama c. Peradilan Militer. Penutup E.2 tahun 1986 tentang Peradilan Umum c. Undang-undang No. Hakim dan kewajibannya e.5 tahun 1986 tentang Peradilan Tata Usaha Negara d. Undang-undang No. Badan-Badan Peradilan Sebagai pelaksanaan pasal 24 dan pasal 25 UUD 1945. Kedudukan pejabat peradilan (pengadilan) f. Demi kepentingan masyarakat mendesak Undang-undang No. Peradilan Umum b. Adapun pengaturan dalam bab-bab meliputi: a. Badan-badan Peradilan dan asas-asasnya c. Hubungan pengadilan dan lembaga negara lainnya d. yang terbagi dalam 42 pasal. dan d.7 tahun 1989 tentang Peradilan Agama PENJELASAN: . Undang-undang No. Bantuan hukum h. Pelaksanaan putusan pengadilan g. Peradilan Tata Usaha Negara Sesuai dengan ketentuan yang tercantum dalam Pasal 10 ayat (1) diatas telah dikeluarkan berturut-turut: a. Ketentuan umum b. Undang-undang No.14 Tahun 1970 diatur adanya 4 lingkungan peradilan yang meliputi: a.

4. 3. Undang-Undang No. yaitu. Baik hakim Pengadilan Negeri maupun hakim Pengadilan Tinggi diangkat oleh Presiden dalam kedudukannya sebagai Kepala Negara atas usul Menteri Kehakiman berdasarkan persetujuan Ketua Mahkamah Agung sesuai dengan persyaratan yang ditentukan. Undang-Undang No. sedangkan Pengadilan Tinggi dibentuk dengan Undang-undang. Pengadilan Negeri dibentuk dengan keputusan Presiden.14 tahun 1970 f. Undang-Undang No. Peradilan Agama Undang-undang baru yang mengatur Peradilan Agama adalah UU No. Undang-Undang No. kekuasaan pengadilan pengadilan pengadilan Dalam undang-undang dikenal adanya dua macam pembinaan. 19 tahun 1948 d. 7 tahun 1947 c.7 tahun 1989 tentang Peradilan Agama yang menjadi dasar hukum adanya pengadilan ini. Peradilan Militer Peradilan Militer ini mengadili pelanggaran terhadap Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.2 tahun 1986 yang dimaksud dengan kehakiman di lingkungan peradilan umum adalah pengadilan negeri sebagai tingkat pertama dan pengadilan tinggi sebagai pengadilan tingkat dua atau banding. Kitab Undang-undang Hukum Pidana Mliter dan Kitab Undang-undang Hukum Disiplin Tentara. Undang-Undang No. Peradilan ujmum itu berpuncak pada Mahkamah Agung sebagai Negara Tertinggi. Mahkamah Agung (MA) Mahkamah Agung sebagai Pengadilan Negara Tertinggi terdiri dari Pimpinan. Peraturan tentang Peradilan Militer terdiri dari: a. 2.14 tahun 1964 e.1. Hakim Anggota. Undang-Undang No. 2 tahun 1988 . Panitera (griffier). pembinaan teknis peradilan yang dilakukan oleh Mahkamah Agung dan Pembinaan Organisasi. Peradilan Umum Dalam undang-Undang No. 7 tahun 1946 b. administaasi dan keuangan pengadilan yang dilakukan oleh Menteri Kehakiman. dan sekretaris Jenderal Mahkamah Agung.

setiap orang mempunyai hak untuk meminta kepada Omudsman secara tertulis untuk memerikasa cazra suatu organ administrasi telah bertindak dalam suatu keadaan tertentu terhadap seseorang atau suatu badan hukm. perselisihan atau sengketa antara badan atau pejabat Tata Usaha Negara dengan warga masyarakat yang dapat merugikan atau menghambat jalannya pembangunan nasional. sejauh itu berkaitan dengan pelaksanaan tugas-tugas yang diwajibkan menurut Peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan Polisi. seimbang. Sampai sekarang wewenang Ombudsman adalah terbatas pada tindakan menteri-menteri. serta tertib.54 tahun 1986 tentang Peradilan Tata Usaha Negara. Di Belanda Dalam bidang tindakan penguasa yang melanggar hukum di negeri Belanda dalam tahhun-tahun terakhir telah terjadi banyak perkembangan. Perbuatan Melanggar Hukum oleh Penguasa (Onrechtmatige Overheidsdaad) 1. serta selaras antara aparatur di bidang tata usaha negara dengan para warga masyarakat Adanya kemungkinan timbulnya benturan kepentingan. Kekuasaan kehakiman di lingkungan Peradilan Tata Usaha Negara dilakukan oleh Pengadilan Tata Usaha Negara dan Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara. Yang menjadi pertimbangan adanya Peradilan Tata Usaha Negara ini adalah: a. b. Peradilan Tata Usaha Negara Peradilan Tata Usaha Negara diatur dengan Undang-Undang No. Ombudsman Sejak 1 januari 1982 Negeri Belanda mengenal Obbudsman Naasional. Dalam rangka pemeriksaan itu Ombudsman memiliki kewenangan tertentu. Negara RI sebagai negara hukum yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 bertujuan mewujudkan tata kehidupan negara dan bangsa yang sejahtera. Secara kasar kita dapat membuat pembagian dalam kategori-kategori yang berikut: a. F. tentram. Ombudsman juga berwenang untuk atau atas prakarsa sendiri mengadakan suatu pemeriksaan. Para Konisaris dari Ratu di Provinsi dan para Walikota. Pendiriannya. dan yang menjamin terpeliharanya hubungan yang serasi. Hakim perdata menganggap bahwa telah terjadi suatu tindakan yang melanggar hukum karena dia menganggap pengumuman suatu keputusan adalah melanggar hukum . kewenang-wenangannya dan cara kerjanya adalah berdasarkan UU Ombudsman National 1981. G. yang menjamin persamaan kedudukan warga masyarakat dalam hukum.5. aman.

Ada tiga hal yang diketengahkan secara tidak konsisten. kedua. dinyatakan sebagai dasar ialah karena belum adanya peradilan tata usaha negara. 2. yang pertama putusan Mahkamah Agung dalam perkara Kasum dan yang kedua dalam perkara Josopandojo. H. Kriteria Perbuatan Melanggar Hukum oleh Penguasa menurut Mahkamah Agung Menelaah putusan-putusan Mahkamah Agung yang menyangkut criteria perbuatan melanggar hukum oleh penguasa. 1. menyatakan sebagai dasar ialah yurisprudensi. 2. pengadilan perdata di Hindia Belanda dengan berpegang pada azas konkordansi. Hakim perdata menganggap bahwa telah terjadi suatu tindakan melanggar hukum karena dia menganggap suatu tindakan nyata dari penguasa adalah melanggar hukum. Undang-undang dan Peraturan Formal yang Berlaku Kriteria pertama “rechtmatigheid”tindakan penguasa menurut Mahkamah Agung adalah undang-undang dan peraturan-peraturan formal yang berlaku. ketiga. Perbuatan Melanggar Hukum oleh Penguasa di Indonesia Tentang perbuatan melanggar hukum oleh penguasa akan dibahas dua aspek utama yhakni: dasar kompetensi absolut peradilan umum dan criteria perbuatan melanggar hukum oleh penguasa 3.b. peradilan perdata tetap menyatakan dirinya kompeten menangani gugatan terhadap pemerintah. Hakim perdata menganggap bahwa telah terjadi suatu tindakan melanggar hukum karena dia menganggap pengumuman suatu undang-undang dalam arti materil adalah melanggar hukum d. masih menunjuk pasal 2 RO sebagai dasar hukum. Hakim perdatamenganggap bahwa telah terjadi suatu tindakan melanggar hukum karena seorang pejabat telah membatalkan suatu keputusan c. Dari putusan-putusan pengadilan yang pernah ada ternyata ada beberapa dasar yang dijadikan dasar hukum oleh peradilan perdata untuk menyatakan kompetensinya. Dasar Kompetensi Absolut Peradilan Umum Pada zaman Hindia Belanda. yakni: pertama. dfitemukan dua putusan. Kepatutan yang harus diperhatikan oleh Penguasa . Pada masa setelah proklamasi kemerdekaan. Di samping itu terdapat dua langkah usaha Mahkamah Agung untuk menegaskan rumusan kriteria perbuatan melanggar hukumoleh penguasa. yang pertama melalui Surat Edaran Mahkamah Agung dan yang kedua melalui kegiatan lokakarya tentang Pembangunan Hukum melalui Peradilan.

Perbuatan Kebijaksanaan Penguasa Yang ketiga Mahkamah Agung menegaskan bahwa perbuatan kebijaksanaan penguasa tidak termasuk kompetensi pengadilan untuk menilainya. B. yaitu : a. pengadilan tata usaha negara terdiri atas PTUN sebagai pengadilan tingkat pertama. Organisasi Peradilan Tata Usaha Negara ( PTUN ) Dalam kaitannya dengan organisasi. Asas Keaktifan Hakim ( dominus litis ). Asas Praduga Rechmatig ( vermoeden van rechtmatigheid= praesumptio iustae causa ). Peradilan Tata Usaha Negara pada dasarnya menegakkan hukum publik. berdasarkan ketentuan Pasal 8 UU No 5 Tahun 1986. Hakim yang menetapkan beban pembuktian. Sedangkan TUN adalah sengketa hukum publik. pasal-pasal yang langsung menyangkut perlindungan hak-hak masyarakat adalah Pasal 49. Karakteristik dan Prinsip-Prinsip Peradilan Tata Usaha Negara Ciri khas hukum acara peradilan tata usaha Negara terletak pada asas-asas hukum yang melandasinya. Asas Putusan Pengadilan mempunyai kekuatan mengikat “erga omnes“.Kriteria kedua adalah kepatutan yang harus diperhatikan oleh penguasa 3. b. ada baiknya kita tinjau struktur PTUN itu sendiri secara sepintas. d. yakni hukum administrasi sebagaimana ditegakkan dalam Undang-Undang PTUN Pasal 47 bahwa sengketa yang termasuk lingkup kewenangan PTUN adalah sengketa tata usaha negara. pasal 55. Asas ini mengandung makna bahwa setiap tindakan penguasa selalu harus dianggap rechmatig sampai ada pembatalannya. dan pasal 67. Peradilan Tata Usaha Negara melalui UU No 5 Tahun 1986 tidak hanya melindungi hak individu tetapi juga melindungi hak masyarakat. c. Asas Pembuktian Bebas. BAB XI PERADILAN TATA USAHA NEGARA A. Yaitu untuk mengimbangi kedudukan para pihak karena tergugat adalah pejabat tata usaha negara sedangkan penggugat adalah orang atau badan hukum perdata. dan PT TUN . Dengan demikian putusan pengadilan TUN berlaku bagi siapa saja-tidak hanya bagi para pihak yang bersengketa.

maka sengketa tata usaha negara tersebut harus diselesaikan melalui upaya administratif yang tersedia. Tentang hal ini. 2. . perbedaan itu disebabkan karena dalam jalur Peradilan Tata Usaha Negara terdapat saluran upaya administratif ( vide pasal 48 UU No 5 Tahun 1986 ). telah dibentuk 5 pengadilan TUN melalui Kepres No 52 Tahun 1990 dan 3 pengadilan tinggi TUN melalui UU No 10 tahun 1990. Dalam hal suatu badan atau pejabat tata usaha negara diberi wewenang oleh atau berdasarkan peraturan perundang-undangan untuk menyelesaikan secara administratif sengketa tata usaha negara tertentu. pasal 48 UU No 5 Tahun 1986 menyatakan : 1. yaitu badan atau pejabat tata usaha negara yang mengeluarkan KTUN. yaitu ” banding administratif ” dan prosedur ” keberatan ”. jika seluruh upaya administratif yang bersangkutan telah digunakan.( Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara ). Medan. maka prosedur yang ditempuh disebut ” keberatan ”. Meskipun dengan struktur yang sama. Surabaya. Ada 2 macam upaya administratif. Dalam hal ini penyelesaiannya dilakukan oleh instansi atasan atau instansi lain. memutuskan. maka prosedur ini disebut ” banding administratif ”. dan Ujung Pandang. Sejalan dengan ketentuan pasal 10 ayat 2 UU No 14 tahun 1970. struktur yang demikian mirip dengan struktur peradilan umum berdasarkan ketentuan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1986 ( vide Pasal 6 ). namun alur perkara dalam lingkungan peradilann umum berbeda dengan lingkungan Peradilan Tata Usaha Negara. Palembang. dan menyelesaikan sengketa tata usaha negara sebagaimana dimaksud dalam ayat 1. Pengadilan baru wewenang memeriksa. Pengadilan tata usaha negara dibentuk dengan keputusan Presiden ( Pasal 9 UU No 5 Tahun 1986 ). Upaya Administratif Terhadap KTUN ( KTUN ) mengenal adanya upaya administratif disyaratkan untuk menggunakan saluran peradilan tata usaha negara. Mahkamah Agung Peradilan Umum Peradilan Agama Peradilan Militer Peradilan Tata Usaha Negara C. kekuasaan kehakiman di lingkungan peradilan tata usaha negara berpuncak pada Mahkamah Agung sebagai pengadilan negara tertinggi. Dalam hal penyelesaiannya dilakukan oleh instansi yang sama. Lima pengadilan TUN tersebut adalah : PTUN Jakarta. Pada waktu pertama kali diterapkan UU No 5 Tahun 1986 melalui PP No 7 Tahun 1991 yang menyatakan bahwa PTUN mulai diterapkan tanggal 14 Januari 1991. Dengan demikian keempat lingkungan peradilan kita berpuncak pada Mahkamah Agung ( sistem piramide ). Sedangkan pengadilan tinggi tata usaha negara dibentuk dengan undangundang.

yaitu pemulihan hak sebagai pegawai negeri. Hak Gugat Berdasarkan ketentuan pasal 53 ayat 1 yang dapat bertindak sebagai penggugat adalah : .2. G.000. petitum pokok adalah KTUN tersebut dinyatakan tidak sah atau batal. Berdasarkan ketentuan PP no 43 tahun 1991 ganti rugi berkisar antara Rp.D. E.00 Rehabilitasi hanya berlaku untuk sengketa kepegawaian. dan final.Yang berkepentingannya dirugikan oleh suatu KTUN Dengan demikian kerugian/kepentingan.00-Rp. Petitum harus ada hubungan kausal antara KTUN dengan Berdasarkan ketentuan pasal 53 ayat 1.Orang atau badan hukum perdata . Dalam hal rehabilitasi dapat dibebani suatu kewajiban kompensasi sebesar antara Rp.100.00-Rp.000. yang menimbulkan akibat hukum bagi seseorang atau badan hukum perdata. Tenggang Waktu Menggugat Berdasarkan ketentuan pasal 55. F.000. Tuntutan ganti rugi dibatasi jumlahnya. individual.000. Sebagai petitum tambahan adalah ganti rugi dan rehabilitasi. Tindakan hukum tata usaha negara tidaklah sama maknanya dengan tindakan pejabat atau tindakan badan tata usaha negara. .  Bagi pihak II yang berkepentingan : 90 hari sejak saat KTUN itu diumumkan. Dalam pasal 1 angka 3 merumuskan KTUN adalah suatu penetapan tertulis yang dikeluarkan oleh badan atau pejabat tata usaha negara yang berisi tindakan hukum tata usaha negara yang berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.000. tenggang waktu mengajukan gugatan adalah :  Bagi yang dituju dengan sebuah KTUN ( pihak II ) : 90hari sejak saat KTUN itu diterima. Tidak setiap tindakan pejabat adalah tindakan hukum tata usaha negara. Kompetensi Absolut Peradilan Tata Usaha Negara KTUN merupakan dasar lahirnya sengketa tata usaha negara.000. yang bersifat konkret.00.5. 250.

Dikeluarkan oleh badan atau pejabat tata usaha negara yang tidak berwenang. . Bertentangan dengan ketentuan-ketentuan dalam peraturan perundangundangan yang bersifat prosedural/formal. Bertentangan dengan ketentuan-ketentuan dalam peraturan perundangundangan yang bersifat material/substansial. Badan atau pejabat tata usaha negara pada waktu mengeluarkan keputusan sebagaimana dimaksud dalam ayat ( 1 ) telah menggunakan wewenangnya untuk tujuan lain dari maksud diberikannya wewenang tersebut. b. (2). adalah : a.H. dasar pengujian oleh pengadilan terhadap keputusan tata usaha negara yang digugat.. KTUN yang digugat itu bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. I. yakni : (1). Alasan Menggugat ( Beroepsgronden ) Berdasarkan ketentuan pasal 53 ayat 2.untuk sahnya pembuktian diperlukan sekurang-kurangnya dua alat bukti berdasarkan keyakinan hakim. Alat Bukti Pasal 100 UU No 5 Tahun 1986 menyebutkan alat-alat bukti :  Keterangan ahli  Keterangan saksi  Pengakuan para pihak  Pengetahuan hakim Ketentuan tersebut dikaitkan dengan pasal 107 :. c.. Badan atau pejabat tata usaha negara pada waktu mengeluarkan atau tidak mengeluarkan keputusan sebagaimana dimaksud dalam ayat ( 1 ) setelah mempertimbangkan semua kepentingan yang tersangkut dengan keputusan itu seharusnya tidak sampai pada pengambilan atau tidak pengambilan keputusan tersebut. Penjelasan undang-undang ini mengetengahkan 3 hal dalam pengertian bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. (3).

Alat bukti b. karena dalam hukum acara TUN ada aspek contentieux dan ada aspek non contentieux berupa prosedur pemerintahan.3.Kompetensi absolut dan relatif . dengan ciri : tidak ada pemeriksaan persiapan. Acara singkat/kortgeding.Wewenang .Hak gugat . aspek-aspek yang diukur adalah : . Penyebutan hukum Acara PTUN untuk menunjukkan sifat contentieux. dengan ciri : diawali dengan pemeriksaan persiapan dan majelis hakim 3 orang. Hukum Acara Materiil yang meliputi : . Acara cepat/versnelde behandeling ( pasal 98.Substansi J. menyelesaikan pokok sengketa. dengan ciri : perlawanan ( pasal 62 ayat 4 ) . hakim tunggal. dan waktu dipercepat. Hukum Acara Formal ( hukum acara dalam arti sempit ) berupa langkahlangkah atau tahapan yang terbagi atas : Acara biasa ( pasal 68 dst ). - . dan bentuk akhir putusan ( vonis ). kepentinagn mendesak. Hukum Acara PTUN dibedakan atas : a. penundaan pelaksanaan tun ( pasal 67 ayat 2. Hukum Acara Istilah hukum acara untuk PTUN hendaknya HUKUM ACARA PERADILAN TATA USAHA NEGARA dan bukan HUKUM ACARA TUN.4 ) tidak untuk menyesaikan pokok sengketa.99 ).Alasan menggugat .Keabsahan ( rechtmatigheid ) suatu KTUN diukur dengan peraturan perundangundangan dan /atau hukum tidak tertulis berupa asas-asas umum pemerintahan yang baik.Tenggang waktu menggugat . dan bentuk akhir penetapan. misalnya prosedur perizinan.Prosedur .

Surat-surat harus ditandatangani ( atau cap jempol ) oleh penggugat atau kuasanya. sedangkan badan atau pejabat administrasi negara atau subyek hukum publik dilarang mengajukan gugatan ( pasal 1 angka 4. Pemeriksaan di sidang pengadilan ( pasal 68 dst ) * Acara Formal 1. Tahapan Penanganan Sengketa adalah : I. K. Tindakan Sebelum Pemeriksaan di Sidang Pengadilan Tindakan ini dilakukan sebelum pemeriksaan di sidang pengadilan yang dinyatakn terbuka untuk umum. maupun administratif. bahwa gugatan adalah : ”.5 angka 6 jo Penjelasan pasal 53 ayat 1 ). ( para ) penggugat sendiri. karena itu penggugat berhak menentukan sipa yang akan digugat.Dalam acara biasa..permohonan yang berisi tuntutan terhadap badan atau pejabat tata usaha negara dan diajukan ke pengadilan untuk mendapatkan putusan ” ( garis bawah penulis ). Prosedur “ dismisal “ ( pasal 62 ) : pemeriksaan administratif untuk menetapkan apakah suatu gugatan dapat diterima atau tidak dapat diterima. Bilamana surat gugat itu ditandatangani oleh kuasanya maka harus disertai dengan surat kuasa yang sah. Untuk itu dilakukan beberapa pentahapan dalam proses yang dilakukan oleh petugas pengadilan baik ketua. II. maupun majelis hakim dan panitera. Acara Biasa Secara garis besar proses tertib beracara menurut acara biasa dapat dibagi atas tindakan sebelum pemeriksaan di sidang pengadilan dan pada pemeriksaan di muka sidang pengadilan dengan berbagai ragam pentahapan yang harus dilalui. Dengan demikian maka surat-surat dapat ditandatangani atau cap jempol oleh : 1.. Yang berhak mengajukan gugatan hanyalah orang. dan atau badan hukum perdata. III. Pemeriksaan persiapan ( pasal 63 ) : tahap ini dimaksudkan untuk melengkapi gugatan yang kurang jelas. Pengajuan Gugatan ( Pasal 53 sampai dengan Pasal 56 ) Pasal 1 angka 5 menentukan. Tindakan-tindakan dalam pentahapan itu bersifat justisial. 2. . atau subyek hukum perdata semata-mata.

Sesuai SE Mahkamah Agung no 2 tahun 1991 tanggal 9 juli 1991 uang muka perkara ditaksir oleh panitera sekurang-kurangnya Rp. sebagai bukti bahwa gugatan sudah terdaftar dan uang muka sudah dibayar. karena Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1986 tidak menyebutnya. Biaya Perkara Pada umumnya diperlukan biaya untuk berpekara yang harus dibayar ( pasal 59 ). Sebagai contoh yang termasuk ke dalam biaya perkara antara lain. saksi. Umumnya bantuan hukum di sini dititikberatkan sebagai litigasi. materai. Pencatatan Perkara dalam Daftar ( pasal 59 ayat 2 ) Perkara dicatat dalam daftar oleh panitera setelah penggugat membayar uang muka biaya perkara ( pasal 59 ayat 2 ). yaitu subyek hukum yang diberi kuasa khusus oleh para penggugat untuk membuat dan menandatangani surat-gugat. maupun imbalan jasa kepada para kuasanya yang memberikan bantuan hukum.N. dan disarankan sebaiknya dilakukan terus oleh para kuasanya untuk semua tingkatan peradilan tata usaha negara ( untuk menghindari pergantian kuasa dan berulangkali menceritakan judex facti yang serupa kepada kuasa baru oleh klien ). L. ternyata terdapat kewenangan pengadilan untuk melakukan semacam ” pemeriksaan pendahuluan ” itu dikemukakan. Penggugat dalam mengajukan surat-gugatannya diwajibkan untuk membayar uang muka biaya perkara yang besarnya ditaksir oleh penitera. Pemeriksaan termaksud dapat berupa rapat permusyawaratan dan pemeriksaan persiapan.2. 50.000. ( para ) kuasa penggugat. Uang muka biaya perkara ialah biaya yang dibayar terlebih dahulu sebagai uang panjar oleh pihak penggugat terhadap perkiraan biaya berperkara yang diperlukan dalam proses sengketa. Penggugat tidak diwajibkan membayar biaya perkara. alih bahas. Walaupun demikian adakalanya dibebaskan dari biaya perkara atau berperkara sevara prodeo ( pasal 60 dan pasal 61 ). seperti baiya-biaya kepaniteraan. gugatan diajukan karena para penggugat merasa kepentingannya dirugikan disebabkan tindakan-tindakan administrasi yang dituangkan dalam meputusan atau tidak mengeluarkan keputusan itu. Pemeriksaan Pendahuluan ( pasal 62 dan pasal 63 ) Sebelum hari persidangan ditentukan dan sengketa diperiksa di persidangan untuk diputuskan. 3. dapat diketahui dari tanda bukti penerimaan uang yang mencantumkan juga nomor register perkara. dab biaya pemeriksaan di tempat lain dari ruang sidang ( pasal 111 ). M. .

 Gugatan diajukan sebelum waktunya atau telah kadaluarsa. Pemeriksaan Persiapan Sebelum pemeriksaan pokok sengketa dimulai.(1). yang dalam hal ini demi kesempurnaan gugatan yang akal diperiksa dan diputuskan di persidangan. . Penyederhanaan itu dimungkinkan karena pada hakikatnya kedua hal di atas itu termasuk dalam ” pemeriksaan pemdahuluan ” dan menunjuk kepada karakteristik hukum Acara Peradilan Tata Usaha Negara. sekalipun telah diberitahukan dan diperinagtkan. 1.  Apa yang dituntut dalam gugatan sebenarnya sudah terpenuhi oleh keputusan adnministrasi negara yang digugat. Rapat Permusyawaratan ( prosedur dismisal ) Gugatan yang diajukan sebelum diperiksa dipersidangkan dapat dinyatakan tidak diterima atau tidak mempunyai dasar. (2). Hal itu disebabkan :  Pokok gugatan ( fakta yang dijadikan dasar gugatan ) itu nyata-nyata tidak termask wewenang pengadilan. dapat diminta penjelasan kepada badan atau pejabat tata usaha negara yang bersangkutan.  Syarat-syarat gugatan ( pasal 56 tidak dipenuhi oleh penggugat. waktu dan jarak antara tempat para pihak yang bersengketa dengan tempat persidangan. hakim wajib mengadakan persiapan untuk melengkapi gugatan yang kurang jelas ( pasal 63 ). demi lengkapnya data yang diperlukan untuk gugatan. Dalam hal ini hakim bertindak :  memberi nasihat kepada penggugat untuk memperbaiki gugatan dan melengkapi dengan data yang diperlukan dalam jangka waktu 30 hari. Hari persidangan ditetapkan selambat-lambatnya 30 (tiga puluh) hari seelah gugatan dicatat dalam daftar perkara.5 Penetapan Hari Sidang (Pasal 59 ayat 3 Pasal 64) Penetapan hari sidang selalu berhubungan dengan panggilan.  Pemeriksaan persiapan ini merupakan pengkhususan dalam proses pemeriksaan sengketa administrasi dan di dalam kesempatan ini hakim dapat meminta penjelasan kepada badan atau pejabat administrasi negara yang bersangkutan.  Gugatan tersebut tidak didasarkan kepada alasan-alasan yang layak.

maka ia akan memanggilnya dengan resmi sebagaimana mestinya. jam. 4 Pasal 64 ayat 2. Bilamana ada berkas yang dibawa keluar. intervensi perlu diatur karena sifat putusan pengadilan perdata hanya berlaku bagi para pihak yang berperkara.1. Jangka waktu pemanggilan dan hari persidangan tidak boleh kurang dari 6 (enam) hari. Hal ini berarti setelah gugatan dianggap cukup lengkap dan sempurna serta telah ditentukan majelis hakim. Sangatlah penting tertib acara dalam pemeriksaan berikut berita acaranya. Ketentuan intervensi menurut pasal 83 sangatlah dipengaruhi oleh ketentuan hukum acara perdata. Sifat terbuka sidang untuk umum itu merupakan syarat mutllak karena kalau tudak putusan hakim diancam batal menurut hukum. dapat terjadi karena prakarsa administrasi itu masuk pihak ketiga. kecuali bila sengketa itu diperiksa berdasarkan acara cepat.1 Intervensi Intervensi adalah ikut sertanya pihak lain ke dalam sengketa.2 Pemeriksaan di Sidang Pengadilan Setelah ”pemeriksaan pendahuluan” selesai.6 Panggilan Para Pihak Yang Berperkara (Pasal 59 ayat 3. Intervensi dalam taraf pemeriksaan di sidang pengadilan. Kemudian kedua belah pihak atau para kuasanya dipanggil untuk mulai bersidang yang harus diperlakukan sama dan didengar. 2.1. sampai proses sengketa itu selesai dilaksanakan. 11. Sedangkan atas prakarsa sendiri. dimungkinkan bagi para pihak untuk melakukan pemeriksaan dan mempelajari berkas-berkas sengketa termaksud serta membuat kutipankutipan seperlunya. Untuk keperluan pemeriksaan. Oleh karena itu dalam sengketa tata usaha negara. baik pada waktu pemeriksaan di sidang pengadilan maupun dalam pelaksanaan putusan.6.2 Pemeriksaan Berkas Semenjak oerkara itu dicatat di kepaniteraan pengadilan tata usaha negara. maka ditetapkanlah hari. ialah bilamana pihak ketiga dengan jalan memasukkan permohonan sendiri untuk maksud mempertahankan hak dan kepentingannya jangan sampai dirugikan oleh putusan atas sengketa itu. yang memeriksa dan memutus sengketa tata usaha negara itu. Pasal 65 dan Pasal 66) Pemanggilan kepada para pihak yang berperkara dilakukan setelah selesai pentahapan tindakan sebelum pemeriksaan di sidang pengadilan. Dalam hukum acara perdata. Ini dapat dilakukan oleh seseorang atau badan hukum perdata. haruslah terlebih dahulu . dan tempat persidangan. 2. kecuali bila ditentukan lain (Pasal 17 ayat 1 dan 2 undang-undang nomor 14 tahun 1970). hakim ketua sidang membuka sidang dan menyatakannya terbuka untuk umum (Pasal 70 ayat 1). tertib acara pemeriksaan dan berita acaranya di pengadilan tata usaha negara (setelah berfungsi) pun merupakan salah satu hal yang penting dalam proses beracara.

Dalam perkara perdata. Panitera bertanggung jawab sepenuhnya atas berkas-berkas perkara.” 2. baik yang mengenai faktafaktanya. Apabila kedua acara itu dibandingkan ternyata masing-masing memiliki proses tersendiri yang berbeda terutama dilihat dari faktor waktu. maka ia tidak boleh mengajukan lagi walaupun jangka waktu untuk mengajukan banding belum lampau. yaitu yang amarnya menimbulkan suatu keadaan hukum baru. 11. yang diserahkan kepadanya dalam rangka yang dinamakan jurisdictio contentiosa.2 Acara Luar Biasa Pemeriksaan perkara di pengadilan tata usaha negara (tingkat pertama) dapat dilakukan dengan acara biasa dan bukan acara biasa. 11. Pemeriksaan kasasi untuk perkara yang diputus oleh Pengadilan di Lingkungan . ternyata hakim berwenang mengubah putusan-sela. sebagaimana telah diputuskan oleh Mahkamah Agung. Menurut sifatnya..3 Putusan Pengadilan Suatu putusan pengadilan diambil untuk memutuskan suatu perkara. amar atau diktum putusan itu dibedakab dalam 2 macam. Permohonan pemeriksaan banding itu dapat dicabut oleh pemohon selama hal itu belum diputus.12 Banding Arti banding yaitu merupakan pemeriksaan dalam instansi (tingkat) kedua oleh sebuah pengadilan atasan yang mengulangi seluruh pemeriksaan. karena terdapat kesalahan di dalamnya. Sebelum putusan itu dijatuhkan. termasuk titipan baik barang maupun uang dari pihak ketiga. yaitu : 1.13 Kasasi Terhadap putusan tingkat terakhir pengadilan dapat dimohonkan pemeriksaan kasasi kepada Mahkamah Agung. 11. Putusan condemnatoir. terlebih dahulu majelis hakim bermusyawarah dalam ruangan tertutup untuk mempertimbangkan putusan perkara itu.mendapat izin dari ketua pengadilan.6. Jika permohonan itu dicabut. atau meniadakan keadaan hukum baru. tidak terkecuali untuk pengadilan tata usaha negara. gugatan dikabulkan. gugatan tidak diterima dan gugatan gugur. Putusan yang konstitutif. 2. Oleh karena itu kita dapat menyebut acara luar biasa untuk bukan acara biasa. yaitu yang amrnya berbunyi : ”Menghukum dan seterusnya. maupun penerapan hukum atau undang-undang. Adapun amar putusan itu seperti gugatan ditolak.

11. yaitu fakta-fakta atau keadaan-keadaan baru. tetapi sebagai pihak yang mandiri dengan kepentingannya sendiri.Pengadilan Agama atau yang diputus oleh Pengadilan di Lingkungan Peradilan Tata Usaha Negara dilakukan menurut ketentuan undang-undang. pejabat TUN hanya mungkin berkedudukan sebagai tergugat. tidak tampak atau memperoleh perhatian. Caray 12 Februari 2009 08:12 sama-sama Poskan .14 Peninjauan Kembali Peninjauan kembali putusan merupakan alat hukum yang istimewa dan pada galibnya baru dilakukan setelah alat-alat hukum lainnya telah dipergunakan tanpa hasil. 2 komentar 1. peninjauan kembali putusan hanya dapat dilakukan apabila terdapat nova. Dalam hal pejabat/badan TUN mempunyai kepentingan terkait dengan suatu sengketa TUN dia bisa bertindak sebagai intervenient yang mempertahankan/membela kepentingannya. yang pada waktu dilakukan peradilan yang dahulu. 11. Syaratsyaratnya ditetapkan dalam hukum acara pada umumnya.16 Peranan Pejabat/Badan TUN dalam Sengketa TUN Sebagai salah satu pihak yang bersengketa.15 Pelaksanaan Putusan Pengadilan Hanya putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap yang dapat dilaksanakan. dan tidak mungkin sebagai penggugat. toraja 2 November 2008 22:05 makasih bnyak artikelnya :D 2. terlebih dahulu salinan putusan tadi dikirimkan dengan surat tercatat oleh panitera pengadilan setempat atas perintah ketua pengadilan tata usaha negara yang mengadilinya selambat-lambatnya 14 hari terhitung sejak putusan tersebut memperoleh kekuatan hukum tetap. Sebagai intervenient mestinya tidak harus bergabung dengan salah satu pihak yang bersengketa. 11.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful