P. 1
Sikap Dan Cara Merawat Pasien

Sikap Dan Cara Merawat Pasien

|Views: 143|Likes:
Published by Laili Akrami
...
...

More info:

Published by: Laili Akrami on Sep 15, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/23/2013

pdf

text

original

sikap dan cara merawat pasien

Diposkan oleh ramlan n' arie di 23:37 Label: KEPERAWATAN Sikap / Cara Perawat Pada Pasien Bentuk pekerjaan yang spesifik di sarana kesehatan adalah mengangkat dan memindahkan pasien, pekerjaan ini sebagian besar dilakukan oleh pekerja wanita yang sering harus mengangkat pasien yang kadang-kadang mempunyai berat yang lebih berat dari badannya sendiri (Depkes RI, 1990). Di Rumah Sakit banyak pekerjaan angkat-mengangkat pasien yang tidak dapat diremehkan. Cidera yang disebabkan oleh cara mengangkat dan menggotong pasien yang salah telah mengakibatkan banyak absen sakit dikalangan perawat dan tenaga kesehatan lainnya (Kuswadji, 1996). Cidera pada penggotong terjadi akibat berbagai hal yang belum jelas benar menurut : 1. Kuswadji (1996) beberapa hal berikut merupakan faktor yang menyebabkan perawat tidak melakukan tindakan keselamatan : Beban¬ terlalu berat Beban terlalu¬ berat serta terjadi ketidakseimbangan dalam jangka lama Berdiri terlalu jauh dari beban¬ Kesukaran mencapai pasien sehingga¬ posisi penggotong terhambat ¬ Pakaian penggotong terlalu ketat sehingga pergerakan paha terhambat baik oleh celana atau gerakan tidak bebas. Metode kinetik dari pedoman penanganan harus dipakai yang¬ didasarkan pada dua prinsip : 1. Otot lengan lebih banyak digunakan dari pada otot punggung 2. Untuk memulai gerakan horizontal maka digunakan momentum berat badan. Metoda ini termasuk 5 faktor dasar : o Posisi kaki yang benar o Punggung kuat dan kekar o Posisi lengan dekat dengan tubuh o Mengangkat dengan benar o Menggunakan berat badan (www.depkes.go.id). 2. Suma’mur (1992) ada beberapa faktor yang mempengaruhi kegiatan mengangkat dan mengangkut, yaitu : Beban yang diperkenankan, jarak angkut dan intensitas pembebanan. Kondisi lingkungan kerja yaitu keadaan medan yang licin, kasar, naik turun dan lainlain Keterampilan kerja Peralatan bekerja beserta keamanannya 3. Teori (brief survey) posisi yang benar pada saat mengangkat pasien sebagai berikut : Gerakan siku tidak dilakukan secara menyeluruh secara menyeluruh dari posisi lurus sampai dengan membentuk sudut 450. Tangan tidak berada pada belakang tubuh dalam waktu yang cukup lama pada saat mulai atau sedang mengangkat pasien. Posisi bahu lurus tidak terlalu mencondong ke depan. Tidak berdiri dengan satu kaki dalam waktu yang lama. Posisi kaki tidak ditekuk sehingga memerlukan tenaga yang cukup besar pada bagian kaki dan paha. Posisi punggung dalam keadaan lurus tidak membungkuk dan membelok. (Applied ErgonomicsTraining Manual, 1995).

Bila dilakukan secara benar gerakan ini tidak akan mengganggu pernafasan normal dan tidak akan menaikan tekanan darah dan denyut nadi. seluruh tulang belakang diluruskan. dimana perut bawah dikontraksikan dengan mengangkat kearah atas dan menuju sisi pinggang. Beban diusahakan berada sedekat mungkin← terhadap garis vertikal yang melalui pusat gravitasi tubuh. ← Punggung harus diluruskan. Menahan tubuh penggotong bisa dicapai dengan jalan sedikit mengangkat kepala penggotong dan menunjangkan punggung penggotong seperti yang dilakukan untuk penahan perut secara dinamis. cara-cara mengangkat dan mengangkut yang baik harus memenuhi dua prinsip kinetis. b) Menahan bagian lain dari tubuh yang terkait dengan penggotongan termasuk mengencangkan bagian tubuh anda dan pasien. Kaki kedua ditempatkan sedemikian rupa sehingga membantu mendorong tubuh pada gerakan pertama. Dagu← ditarik segera setelah kepala bisa ditegakkan lagi seperti pada permulaan gerakan. Menurut Suma’mur (1992). Dengan posisi kepala dan dagu yang tepat. Fleksi pada lengan untuk mengangkut dan mengangkat menyebabkan ketegangan otot statis yang melelahkan. ← Posisi kaki dibuat sedemikian rupa sehingga mampu untuk mengimbangi momentum yang terjadi dalam posisi mengangkat. yaitu : a) Beban diusahakan menekan pada otot tungkai yang kuat dan sebanyak mungkin otot tulang belakang yang lebih lemah dibebaskan dari pembebanan b) Momentum gerak badan dimanfaatkan untuk mengawali gerakan untuk menerapkan kedua prinsip kinetis itu setiap kegiatan mengangkat dan mengangkut harus dilakukan sebagai berikut : Pegangan harus tepat. Satu kaki ditempatkan kearah jurusan gerak yang dituju. Perut bagian bawah menjadi lebih datar namun pinggang menjadi lebih besar ke samping. Teori (brief survey) posisi yang benar pada saat mendorong tempat tidur adalah sebagai berikut : * Genggaman tangan tidak terlalu keras pada saat memegang tempat tidur * Gerakan siku tidak secara menyeluruh * Tangan tidak berada pada belakang tubuh dalam waktu yang cukup lama pada saat mulai atau sedang mendorong tempat tidur * Pada bahu tidak terlalu mencondong ke depan * Posisi leher tegak lurus * Pinggang dalam keadaan lurus * Posisi punggung tegak lurus * Tidak berdiri dengan satu kaki dalam waktu yang lama dan posisi kaki tidak membentuk sudut 450 sehingga memerlukan tenaga besar pada lutut . Ada dua hal penting pada saat mempertahankan punggung ini : a) Menahan punggung bawah dilakukan dengan suatu gerakan yang disebut dengan penahanan perut secara dinamis. Tindakan ini mirip dengan pemasangan korset. Lengan harus← berada sedekat-dekatnya pada badan dan dalam posisi lurus.Menurut Kuswadji (1996) menahan punggung merupakan bagian utama untuk memelihara posisi yang benar pada saat mengangkat sesuatu. Peran komando ini bertujuan agar setiap orang yang melakukan penggotongan pasien mempunyai persepsi yang sama dalam kesiapan mengangkat dan menggotong pasien sehingga teknik mengangkat dan menggotong dapat dilakukan benar. Memegang← diusahakan dengan tangan penuh dan memegang dengan hanya beberapa jari yang dapat menyebabkan ketegangan statis lokal pada jari tersebut dihindarkan. Berat badan dimanfaatkan untuk menarik← dan mendorong serta gaya untuk gerakan perimbangan. Selanjutnya dikatakan oleh Kuswadji (1996) bahwa dalam proses mengangkat dan menggotong pasien yang baik harus ada seorang komando yang bertugas.

Functions Fungsi .html di akses tgl 11 September 2011 Page 1 LIFTING AND HANDLING LIFTING DAN PENANGANAN Page 2 Halaman 2 _____________________________________________________________________ _____________ _____________________________________________________________________ _____________ Lifting and Handling Mengangkat dan Penanganan 22 CONTENTS ISI • STRUCTURE AND FUNCTION OF THE BACK • STRUKTUR DAN FUNGSI KEMBALI ATAS • CAUSES AND CLASSIFICATION OF BACK PAIN • PENYEBAB DAN KLASIFIKASI BACK PAIN • POSTURE • POSTUR • EXERCISES • LATIHAN • LIFTING TECHNIQUES • LIFTING TEKNIK • REFERENCES • REFERENSI Page 3 Halaman 3 _____________________________________________________________________ _____________ _____________________________________________________________________ _____________ Lifting and Handling Mengangkat dan Penanganan 33 STRUCTURE AND FUNCTION OF THE BACK STRUKTUR DAN FUNGSI KEMBALI ATAS The spine Tulang belakang • The spine is made up of 33 bones (vertebrae) • Tulang belakang terdiri dari 33 tulang (vertebrae) • 12 thoracic vertebrae • vertebra toraks 12 • 5 lumbar vertebrae • vertebra lumbal 5 • 5 sacral vertebrae fused together forming the sacrum • 5 vertebra sakral menyatu membentuk sakrum • 4 coccygeal vertebrae fused together forming the coccyx. Posisi leher tegak lurus Pinggang dalam keadaan lurus Posisi punggung tegak lurus Tidak berdiri dengan satu kaki dalam waktu yang lama dan posisi kaki tidak membentuk sudut 450 sehingga memerlukan tenaga besar pada lutut.blogspot. Source : http://ramlannarie.com/2010/02/sikap-dan-caramerawat-pasien. • 4 coccygeal vertebra menyatu bersama-sama membentuk tulang ekor.Posisi yang benar pada saat memasang infus adalah sebagai berikut : Posisi telunjuk dan ibu jari pada saat memegang alat dengan rileks (santai) tidak memerlukan tenaga yang cukup keras Posisi jari tidak menekan terlalu kuat Posisi tangan tidak digerakkan secara menyeluruh atau lebih dari posisi normal Posisi bahu tegak lurus dan tidak terlalu mencondong ke depan dalam waktu yang lama.

Stability Stabilitas 3. The abdominal muscles The otot perut These muscles all provide Otot-otot ini semuanya memberikan 1. c) Menjaga vertebra terpisah. • titik lampiran dari tulang rusuk. yang menentukan berbagai movement possible. 1. b) Membiarkan gerakan tulang belakang. Muscles Otot There are three groups of muscles.• protection of the spinal cord • perlindungan dari sumsum tulang belakang • central support of the body • pusat dukungan dari tubuh • movement • Gerakan • point of attachment of the ribs. mungkin gerakan. The muscle of the spine themselves Otot tulang belakang sendiri 2. 2. kolom. which act upon the spine Ada tiga kelompok otot. 1. 2. Front) . Can withstand stress and load Dapat menahan stres dan beban Page 4 Halaman 4 _____________________________________________________________________ _____________ _____________________________________________________________________ _____________ Lifting and Handling Mengangkat dan Penanganan 44 Ligaments are damaged by Ligamen yang rusak oleh 1. which takes the load. Provide control of the spine Memberikan kontrol tulang belakang 3. 2. c) Keeping the vertebra apart. muscles and girdle. b) Allowing movement of the spine. The muscles of the thigh and hip Otot-otot paha dan pinggul 3.yang dibentuk oleh tubuh. 3. 3. Excessive load Beban berlebihan 2. 3. c) Each vertebra has a facet and an intervertebral joint. 1. 2. Load applied at high speed Beban yang diterapkan pada kecepatan tinggi CAUSES AND CLASSIFICATION OF BACK PAIN PENYEBAB DAN KLASIFIKASI BACK PAIN Type Jenis Cause Menyebabkan Lumbago Sakit pinggang (Strained muscle/ligaments) (Otot tegang / ligamen) Bad posture Postur yang buruk Repetitive bending Berulang-ulang membungkuk Twisting of the spine while lifting and moving Memutar tulang belakang saat mengangkat dan memindahkan Obesity Kegemukan Fatigue Kelelahan Lack of fitness Kurangnya kebugaran History of injury Sejarah cedera . Between each vertebra there is the intervertebral disc Antara setiap tulang belakang ada cakram intervertebralis a) Acting as a shock absorber. Each vertebra is designed for a specific job within the spinal Setiap ruas dirancang untuk pekerjaan tertentu dalam tulang belakang column. Load in abnormal direction Beban arah normal 3. Postural support Postural dukungan 2. yang bertindak atas tulang belakang 1. memberikan lampiran untuk ligamen dan otot. yang mengambil beban. 3. Provide stability Memberikan stabilitas 2. a) Bertindak sebagai shock absorber. 1. a) Front – formed by the body.dibentuk oleh tulang proyeksi ke rumah sumsum tulang belakang providing attachments for ligaments and muscles. which determines the range of c) Setiap ruas memiliki facet dan sendi intervertebralis. b) Back – formed by bony projections to house the spinal cord b) Kembali . otot dan korset. Power of movement Kekuatan gerakan Ligaments Ligamen 1.

bawah paha pasien. Both nurses press one hand on the bed and shoulder Kedua perawat tekan satu tangan di tempat tidur dan bahu against patient and move the patient up or down. HELPING PATIENT FROM SITTING TO LYING MEMBANTU PASIEN DARI DUDUK UNTUK BERBOHONG Stand on the patient's right side. angkat ". One nurse should command “1-2-3. terhadap pasien dan memindahkan pasien atas atau bawah. From under the patient's thighs the nurses Dari bawah paha pasien perawat should take a wrist grip.) Kecelakaan (jatuh dll) Excessive physical work over a long period of time Berlebihan fisik bekerja selama jangka waktu yang panjang Degenerative disc disease Penyakit degeneratif disk Ageing Penuaan Child bearing Anak bantalan House work Rumah kerja Heavy physical work over a long period of time Kerja fisik terlalu berat selama jangka waktu yang panjang Diseases Penyakit Ankylosis Spondilitis Ankilosis spondilitis Arthritis Radang sendi Calcium loss leading to Osteoporosis Kalsium Osteoporosis menyebabkan hilangnya Page 5 Halaman 5 _____________________________________________________________________ _____________ _____________________________________________________________________ _____________ Lifting and Handling Mengangkat dan Penanganan 55 TECHNIQUES TEKNIK 1. selama satu kiri.Slipped discs Menyelinap disc Aggravation of the above Kejengkelan di atas Accidents (falling etc. When possible cross patient's right foot Ketika kaki kanan silang pasien mungkin itu over the left one. MOVING AND LIFTING A PATIENT UP AND DOWN THE BED PINDAH DAN MENGANGKAT PASIEN Sebuah UP DAN BAWAH TEMPAT TIDUR YANG Shoulder lift (two nurses) Bahu angkat (dua perawat) Each nurse puts one shoulder behind the patient and the hand Setiap perawat menempatkan salah satu bahu belakang pasien dan tangan under patient's thighs. 1. harus mengambil pegangan pergelangan tangan. dengan lengan kiri di sekitar patient's shoulder. terlihat di gambar). The other hand presses on the bed (as Menekan sisi lain di tempat tidur (sebagai seen on picture). Using a draw sheet (two nurses) Menggunakan lembar imbang (dua perawat) When using the draw sheet lift we avoid unnecessary abrasion and friction on the patient’s Bila menggunakan lift lembar menarik kita menghindari abrasi perlu dan gesekan pada pasien skin. bahu pasien. Membantu pasien di tempat tidur. kulit.Satu perawat harus perintah "1-2-3 lift”. 2. Page 6 Halaman 6 _____________________________________________________________________ _____________ _____________________________________________________________________ _____________ Lifting and Handling Mengangkat dan Penanganan 66 2. Bend your knees and put right hand under Tekuk lutut dan letakkan tangan kanan di bawah patient's legs. Move to the other side of Pindah ke sisi lain dari . with left arm around Berdiri di sisi kanan pasien. Help patient in bed. kaki pasien.

Squat down slightly and on the command of “1. Make sure Pastikan to block patient's knees from slipping forward and untuk memblokir lutut pasien dari tergelincir ke depan dan bending. di tempat tidur. kaki pasien menentang tempat tidur. ⇐⇐ THROUGH ARM WRIST CROSSED OVER MELALUI pergelangan ARM menyeberang GRIP GRIP ⇑⇑ THUMB-THROUGH GRIP THUMB-MELALUI GRIP ⇐⇐ SHOULDER BLADE GRIP BAHU BLADE GRIP Page 8 Halaman 8 _____________________________________________________________________ _____________ _____________________________________________________________________ _____________ Lifting and Handling Mengangkat dan Penanganan . membungkuk. 3. On the command of “1-2-3-lift” nurse one Pada perintah perawat "1-2-3-angkat" satu straightens supporting leg and shifts weight over bent knee.Seorang perawat berdiri di belakang kursi dengan lutut di samping tempat tidur on bed. The Para second nurse straightens his knees and together they lift patient Perawat kedua luruskan lutut dan bersama-sama mereka mengangkat pasien to bed. ke tempat tidur. Page 7 Halaman 7 _____________________________________________________________________ _____________ _____________________________________________________________________ _____________ Lifting and Handling Mengangkat dan Penanganan 77 One nurse – Take patient in a shoulder blade grip and Satu perawat . Slightly bends other knee and takes the patient in a Sedikit menekuk lutut lainnya dan mengambil pasien di through arm wrist crossed over grip.One nurse stands behind chair with bedside knee Dua perawat . Make sure of balance and together with patient Pastikan keseimbangan dan bersama-sama dengan pasien pivot around (you can use a rotating disc). di bawah tumit. putari (Anda dapat menggunakan disk berputar).Jongkok sedikit dan pada perintah "1 2-3-stand” straighten up so that the patient is now 2-3-berdiri "meluruskan sehingga pasien sekarang standing. Make sure Pastikan patient's legs are against the bed.Ambil pasien dalam pegangan pisau bahu dan position feet in a 'ten to two' standing position. sliding one hand under patient's thighs and the other hand geser satu tangan di bawah paha pasien dan pihak lain under heels. Selalu membantu pasien dari sisi lemah. put forearms under patient's waist and thighs and tempat tidur. Para squats perawat lain. luruskan kaki dan mendukung menggeser berat badan di atas lutut ditekuk. Put one hand on the Letakkan satu tangan pada front of patient's hip and push forward to help patient sit depan pinggul pasien dan mendorong maju untuk membantu pasien duduk on bed. Always assist patient from weaker side. MOVING AND LIFTING A PATIENT FROM CHAIR TO BED PINDAH DAN MENGANGKAT PASIEN DARI KURSI KE TEMPAT TIDUR Two nurses . di tempat tidur. posisi kaki dalam posisi '01:50' berdiri. berdiri. tarik pasien ke tengah tempat tidur. melalui pergelangan lengan menyeberang pegangan. The other nurse squats. 3. menempatkan lengan bawah pinggang pasien dan paha dan pull patient to the middle of the bed.the bed.

Put brakes on. pergi. Put brakes on. Page 9 Page 9 _____________________________________________________________________ _____________ _____________________________________________________________________ _____________ Lifting and Handling Mengangkat dan Penanganan 99 6. pasien paha dan pergelangan tangan kait satu sama lain. armrests removed and foot plates swung Masukan rem pada. Masukan mengerem. Make sure the back of the patient's knees are against the Pastikan bagian belakang lutut pasien yang melawan chair before sitting. LIFTING A PATIENT FROM FLOOR TO CHAIR MENGANGKAT PASIEN DARI LANTAI KE KURSI Park wheelchair behind the patient. membantu pasien untuk berdiri dan pivot. It is advisable for heavy Disarankan untuk berat patients to use hoists.88 4. Crank hoist until patient is Crank hoist sampai pasien clear off bed. pasien tangan kanan dan memegang siku kanan pasien dengan tangan kiri. Taman kursi roda belakang pasien. ke posisi duduk menggunakan ibu-melalui pegangan dan pegangan belikat. Allow patient to take weight on left hand and Memungkinkan pasien untuk mengambil berat badan di tangan kiri dan assist patient to stand and pivot. Assist patient to Membantu pasien untuk edge of bed until his feet are on the floor. Dua perawat setengah berlutut di kedua sisi pasien. With the other hand pushing on the knee and Dengan sisi lain mendorong pada lutut dan pressing into the patient's chest firmly lift patient up to chair. Remove slings. lengan kursi dan piring dihapus mengayunkan kaki away. 5. Assist the patient Membantu pasien into sitting position using thumb-through grip and shoulder blade grip. Move the hoist so that patient is above chair. yang jelas dari tempat tidur. sandaran kaki. Lower patient into chair. HELPING A PATIENT FROM CHAIR TO TOILET MEMBANTU PASIEN DARI KURSI KE TOILET Park chair facing toilet with brakes on and footplates Kursi taman menghadap toilet dengan rem dan footplates . menekan ke dada pasien tegas mengangkat pasien ke kursi. Put one hand under Taruh satu tangan di bawah patient's thighs and clasp each other's wrist. tepi ranjang sampai kakinya berada di lantai. Pindahkan hoist sehingga pasien yang berada di atas kursi. 7. Remove the armrest close to the bed and swing away Hapus dekat sandaran tangan ke tempat tidur dan ayunan menjauh footrest. MOVING AND LIFTING A PATIENT FROM BED TO CHAIR PINDAH DAN MENGANGKAT PASIEN DARI BED UNTUK KURSI Park chair at 45 Taman kursi di 45 oo to bed. 5. MOVING AND LIFTING A PATIENT FROM BED TO CHAIR USING A PINDAH DAN MENGANGKAT PASIEN DARI BED KURSI UNTUK MENGGUNAKAN MOBILE HOIST MOBILE Hoist Position slings under the patient and attach to hooks of hoist. Hapus sling. Push Mendorong patient's hips in the chair before touching. Two nurses half kneel on either side of patient. menghadapi kursi roda. 6. 4. Turunkan pasien ke kursi. facing wheelchair. The nurse stands on the right side of the patient taking a thumb-through grip with Perawat berdiri di sisi kanan pasien mengambil pegangan jempol-melalui dengan patient's right hand and holding the patient's right elbow with left hand. kursi sebelum duduk. Posisi sling di bawah pasien dan melampirkan kait hoist. ke tempat tidur. pasien untuk menggunakan kerekan. pasien pinggul di kursi sebelum menyentuh. 7.

• Two nurses on stretcher side and the third nurse stay on the other side of the bed. Page 10 Halaman 10 _____________________________________________________________________ _____________ _____________________________________________________________________ _____________ Lifting and Handling Mengangkat dan Penanganan 10 10 8. 8. While patient pushes Sementara pasien mendorong on armrest. assist patient to stand and grasp the rail. pada sandaran tangan. • Move unnecessary equipment or furniture.pasien dapat tidak sadar atau tak berdaya . Pivot Poros patient until legs are against toilet. pasien sampai kaki menentang toilet. • Posisi paralel tandu ke tempat tidur . pegangan. • The first nurse should reach across the stretcher and grasp drawsheet at the head and • Perawat pertama harus mencapai seluruh tandu dan drawsheet pegang di bagian kepala dan chest areas of patient. • Angkat tempat tidur dengan tinggi yang sama tandu. • Tiga perawat yang dibutuhkan untuk mentransfer pasien. • Tempat menarik lembar di bawah pasien. daerah dada pasien.swung away. • Patient is moved on the side of bed besides stretcher. 1. TRANSFERING PATIENT FROM STRETCHER TO BED USING THE Mentransfer PASIEN DARI STRETCHER KE TEMPAT TIDUR MENGGUNAKAN BODY LENGTH SLIDING BOARD BODY PANJANG Sliding DEWAN • Explain procedure to the patient. • Menjelaskan prosedur kepada pasien. Put left hand under patient's arm. • Pasien dipindahkan di sisi tempat tidur di samping tandu. Atur pakaian. • Posisi paralel tandu ke tempat tidur .maka perawat tambahan needed to support the extremities and the head. • Position stretcher parallel to bed – lock wheels of stretcher and bed. berayun. • Dua perawat di samping tandu dan perawat ketiga tinggal di sisi lain tempat tidur. 1. . sekarang bisa duduk di toilet sambil memegang rel. • Move unnecessary equipment or furniture. • Menjelaskan prosedur kepada pasien. Patient Pasien can now sit down on toilet while holding the rail.kunci roda tandu dan tempat tidur. dibutuhkan untuk mendukung ekstremitas dan kepala. • Angkat tempat tidur dengan tinggi yang sama tandu. • Three nurses are needed to transfer patient. • Place draw sheet under the patient. daerah paha. MOVING AND LIFTING A PATIENT FROM BED TO STRETCHER PINDAH DAN MENGANGKAT PASIEN DARI BED UNTUK STRETCHER • Assess patient – patient can be unconscious or helpless – hence additional nurses are • Menilai pasien . • Two nurses are needed to transfer patient. • Place draw sheet under the patient. • Explain procedure to the patient. • Pindahkan peralatan yang tidak perlu atau furnitur. Arrange clothing. • Raise bed to the same height of the stretcher. • Pindahkan peralatan yang tidak perlu atau furnitur.kunci roda tandu dan tempat tidur. • Raise bed to the same height of the stretcher. membantu pasien untuk berdiri dan memahami rel. • The second nurse should reach across the stretcher and grasp the drawsheet at waist and • Perawat kedua harus mencapai seluruh tandu dan memahami drawsheet di pinggang dan thigh areas. • Position stretcher parallel to bed – lock wheels of stretcher and bed. Letakkan tangan kiri di bawah lengan pasien. • Tempat menarik lembar di bawah pasien. • Dua perawat yang diperlukan untuk mentransfer pasien. Stand on the right of the patient and grasp the Berdiri di sebelah kanan pasien dan memahami patient's right hand in your right hand using a thumb-through tangan kanan pasien di tangan kanan Anda dengan menggunakan ibu jari-melalui grip.

secara bersamaan ke arah dada mereka. • Dewan geser dihapus dan pasien dibuat nyaman.kepala. . • Seorang perawat miring sedikit pasien menggunakan drawsheet kendur. dada. Page 12 Halaman 12 _____________________________________________________________________ _____________ _____________________________________________________________________ _____________ Lifting and Handling Mengangkat dan Penanganan 12 12 3. Lock wheels of bed and stretcher. tempat tidur dan tandu. • Ketiga perawat . dengan right foot slightly forward. all nurses roll patient Lengan Geser • bawah pasien dan untuk sinyal oleh perawat pertama. • The nurses should now step back together.• One nurse tilts the patient slightly using the loosened drawsheet. turn around to stretcher and on a third signal • Para perawat sekarang harus mundur bersama-sama. Kunci roda tempat tidur dan tandu. beristirahat papan sebagian pada the bed and stretcher. • Pertama perawat . • Prepare yourselves for the lift by flexing your knees and separating your feet. • Third nurse – thighs and legs. • Second nurse – hips. • Pasien diposisikan nyaman. • Tempatkan tandu di sudut kanan ke kaki tempat tidur. tidur dengan tinggi tandu. semua perawat gulungan pasien simultaneously towards their chest. 2. • Patient is positioned comfortably. pasien ke tandu. bahu dan dada.pinggul. Page 11 Page 11 _____________________________________________________________________ _____________ _____________________________________________________________________ _____________ Lifting and Handling Mengangkat dan Penanganan 11 11 2. • Menjelaskan prosedur kepada pasien. THE PATIENT HANDLING SLING Sling PENANGANAN PASIEN The patient-handling sling is a flexible sheet of a polymer-based material 205mm wide. lebih rendah pasien untuk tandu. TRANSFERING PATIENT FROM BED TO STRETCHER USING THE Mentransfer PASIEN DARI BED UNTUK MENGGUNAKAN STRETCHER THREE-CARRIER LIFT TIGA PERUSAHAAN LIFT • Explain procedure to the patient. • First nurse – head.paha dan kaki. Raise Menaikkan bed to the height of the stretcher. • Kedua perawat . • Slide arms under patient and to a signal by the first nurse. 3. • The second nurse slides the sliding board under drawsheet. • The receiving nurse grasps the drawsheet at the thoracic and mid-femoral level and slides • Perawat menerima menggenggam drawsheet di tingkat thoraks dan pertengahan-femoralis dan slide the patient on to the stretcher. resting the board partially on • Perawat slide kedua papan geser di bawah drawsheet. with the • Siapkan dirimu untuk mengangkat dengan meregangkan lutut dan memisahkan kaki Anda. • Setiap perawat harus mendukung satu bagian dari tubuh pasien. • Place stretcher at right angles to foot of bed. Selempang penanganan pasien adalah lembaran fleksibel dari 205mm polimer berbasis bahan lebar. • To a second signal all nurses should stand up with the patient held steadily against their • Untuk sinyal kedua semua perawat harus berdiri dengan pasien diadakan terus melawan mereka chest. • The sliding board is removed and the patient is made comfortable. berbalik untuk tandu dan pada sinyal ketiga lower patient to the stretcher. shoulders and chest. • Each nurse should support one section of the patient's body. kaki kanan sedikit ke depan.

listrik perangkat yang digunakan dalam mengangkat pasien. 510mm panjang dan tebal 3mm. can select the correct obesitas pasien dan posisi di mana pasien berada. with two handholds at each end. strain melanggar sekitar 1500kgs. Hollis Margaret (1991) Safer lifting for patient care Blackwell Scientific Publication. The sling's surfaces Selempang itu permukaan are not alike – one is more slippery than the other is – the appropriate side should be tidak sama . The handholds are moulded Para pegangan dicetak to allow a comfortable grip. Ini mungkin diselenggarakan dengan baik di bawah pegang atau pegang atas.510mm long and 3mm thick. It may be held with either an under grasp or an over grasp. Page 13 Halaman 13 _____________________________________________________________________ _____________ _____________________________________________________________________ _____________ Lifting and Handling Mengangkat dan Penanganan 13 13 5. 4. untuk memungkinkan pegangan yang nyaman. mengambil berat badan pasien dan nyaman. The lifting capacity of Kapasitas pencabutan hoists varies from 127 – 250kgs. The sling has Selempang telah a breaking strain of approximately 1500kgs. The slings in The sling di which the patient is lifted must be capable of mana pasien diangkat harus mampu taking the patient's weight and be comfortable. Hospital Activity Analysis (1995) Department of Health Information. Hutchinson Martin – Rogers Rosemary (1991) Moving and lifting for carers Woodhead – Hutchinson Martin . dengan dua pegangan pada setiap akhir.sisi yang tepat harus selected – the least slippery side is best put against the patient's body. REFERENCES REFERENSI Caring for your back (1995) Notes adapted by Tonio Agius.250kgs. Rumah Sakit Kegiatan Analisis (1995) Departemen Informasi Kesehatan. di interest of patients and to avoid lifting risks for kepentingan pasien dan menghindari risiko untuk mengangkat carers. Margaret Hollis (1991) mengangkat Aman untuk perawatan pasien Publikasi Ilmiah Blackwell. 4. The Para hoists are stable when loaded and have bases that kerekan stabil saat dimuat dan memiliki basis yang are adjustable in width. The lifter in relation to his/her own height and arm length. THE MOBILE HOIST THE MOBILE Hoist The mobile hoist is a mechanical. Merawat punggung (1995) Catatan disesuaikan dengan Tonio Agius. obesity of the patient and the position in which the patient is situated. penjaga.satu lebih licin dari yang lain adalah .Rosemary Rogers (1991) Memindahkan dan mengangkat untuk Woodhead wali Faulkner Faulkner . Manufacturer's instructions should be followed Instruksi manufaktur harus diikuti with precautions when using a hoist. dipilih . in the dengan tindakan pencegahan ketika menggunakan hoist. Chilman Thomas Mengangkat Memahami Perawatan. It is important to make Hal ini penting untuk membuat sure that the sling is exposed equally on both sides of the patient before lifting. Pastikan bahwa selempang yang terkena sama pada kedua sisi pasien sebelum mengangkatnya. the Pengangkat dalam kaitannya dengan tinggi / nya sendiri dan panjang lengan. yang dapat disesuaikan dengan lebar. dapat memilih yang benar handholds. hydraulic or Mobile hoist adalah. mekanik hidrolik atau electrical device used in lifting patients. 5. pegangan. Chilman Thomas Lifting Understanding Nursing Care.sisi paling licin yang terbaik adalah meletakkan terhadap tubuh pasien. kerekan bervariasi dari 127 .

perlu meminta bantuan orang lain. Marshall Cavendish (1981) Kembali sakit punggung dan Jawaban Dokter. Dissertation Disertasi (unpublished) IHC University of Malta. Exercises for chronic lumbar strain Geigy.vincesaliba. pertahankan kesejajaran yang baik dari kepala dan leher dengan tulang belakang. LANGKAH: 1. 2. 91. Pelosi Tony – Gleeson Margaret (1988) Illustrated Transfer Techniques for Disabled Pelosi Tony . Posisi berat: berat yang akan diangkat harus sedekat mungkin dengan pengangkat. untuk mengurangi . Tanti Dennis (1992) Back Pain as an occupational hazard in nursing BSc. (Tidak diterbitkan) IHC University of Malta Source : http://www. 91. Posisi badan: pengangkat harus berposisi bokongnya lurus sehigga kelompok otot multiple bekerja bersama-sama 4. Norwich Otoritas Kesehatan Menjaga punggung Anda. 3.com/EN_Conversion_Course/preceptors/Lifting_an d_Handling. Berdiri dekat objek yang akan dipindahkan sehingga pusat pengangkat gaya gravitasinya lebih dekat dengan objek. Churchill Livingstone orang. Norwich Health Authority Looking after your back. Perawatan Waktu (1995) Pengembangan Profesional Lifting dan Penanganan Vol. 3. Cara ini meningkatkan keseimbangan tubuh dan memugkinkan keklompok otot untuk bekerja bersama secara sinkron. turunkan pusat gravitasi anda terhadap objek yang akan diangkat. jika perawat merasa bahwa objek tersebut terlalu berat atau terlalu besar. Netter F. Berat maksimal: objek terlalu berat jika besar lebih dari 25-30% dari tubuh pengangkat. F. Nursing Times (1995) Professional Development Lifting and Handling Vol. Ketingginan objek: objek yang paling tinggi untuk diangkat secara vertical adalah ketinggian 15-20 cm dibawah ukuran pinggang orang yang mengangkat objek. Posisi ini menempatkan objek yang akan diangkat dalam level yang sama dengan pengangkat. perbesar dasar penyokong dengan menempatkan kaki secara terpisah. Tanti Dennis (1992) Kembali Sakit sebagai bahaya pekerjaan dalam keperawatan BSc. Selain itu.Gleeson Margaret (1988) Teknik transfer Bergambar untuk penyandang cacat People Churchill Livingstone. Latihan netter untuk jenis virus kronis Geigy lumbalis.Marshall Cavendish (1981) Back and backache Doctor's Answers.pdf diakses tgl 11 September 2011 pkul 07:48 Konsep Dasar Mengangkat Posted on 19 Juni 2009 by andaners EMPAT DASAR MENGANGKAT Sebelum mengangkat objek. jaga agar bokong tetap lurus. 4. 2. perawat harus mengkaji motivasi klien dan kemampuannya dalam membantu untuk pemindahan atau perubahan posisi. 1. perawat harus memutuskan bahwa objek tersebut dapat diangkat oleh satu orang secara aman. Cara ini mempertahankan keseimbangan tubuh dengan lebih baik dan mengurangi resiko jatuh.

com/2009/06/19/konsep-dasar-mengangkat/ diakses tgl 11 September 2011 . kemudian masukkan tangan anda ke bawah tubuh pasien 6.risiko cedera vertebra lumbal dan kelompok otot (Owens. Prosedur : 1. Atur posisi pasien. Pengertian: Adalah memindahkan pasien yang mengalami ketidakmampuan. dan pasang pengaman. perawat kedua meletakkan tangan di bawah pinggang dan panggul pasien. 7. Potter. Tekuk lutut anda . Peterson. Buku Saku Praktikum KDM Source : http://andaners. 1. Alat dan Bahan : 1. Dua atau tiga orang perawat menghadap ke tempat tidur/pasien 4. Ikuti protokol standar 2. Potter. Buku Saku Keterampilan dan Prosedur Dasar) Source : http://andaners. Atur brankar dalam posisi terkunci dengan sudut 90 derajat terhadap tempat tidur 3. 1999 dalam Perry Potter) (Sumber. Welden.Kp. Peterson. Tujuan: memindahkan pasien antar ruangan untuk tujuan tertentu (misalnya pemeriksaan diagnostik.) 1. Buku Saku Keterampilan dan Prosedur Dasar Azis Alimul Hidayat. Brankar 2. keterbatasan. Pada hitungan ketiga. dan Kane.com/2009/06/19/konsep-dasar-mengangkat/ diakses tgl 11 September 2011 pkl 08:53 MEMINDAHKAN PASIEN DARI TEMPAT TIDUR KE BRANGKAR Posted on 19 Juni 2009 by andaners MEMINDAHKAN PASIEN DARI TEMPAT TIDUR KE BRANGKAR 1. angkat pasien bersama-sama dan pindahkan ke brankar 8. Perry. S.wordpress. pindah ruangan.wordpress. atau tidak sadar dari tempat tidur ke brankar yang dilakukan oleh dua atau tiga orang perawat. Perawat pertama meletakkan tangan dibawah leher/bahu dan bawah pinggang. dll. Lengkapi akhir protokol Sumber. Silangkan tangan pasien ke depan dada 5. sedangkan perawat ketiga meletakkan tangan dibawah pinggul dan kaki. Perry. 9. Bantal bila perlu 1. tidak boleh melakkukan sendiri.

html diakses tgl 11 September 2011 . Namun ada prinsipnya. Tujuan : • 1. Pemindahan ini dapat dari tempat tidur atau ke brankart atau dari satu tempat tidur ke tempat tidur yang lain. Hal yang perlu disiapkan sama dengan pemindahan pasien ke tempat tidur ke kursi roda. • Aktivitas ini memungkinkan memerlukan alat seperti kruk dan tongkat. Perawat mengkaji beberapa toleransi pasien terhadap aktivitas. melatih otot skelet mencegah kontraktur 2. • Tujuan : 1. adanya nyeri dan keseimbangan pasien untuk menentukan jumlah bantuan yang diperlukan paien. Memulihkan kembali toleransi aktivitas 2. Memindahkan pasien untuk pemeriksaan (diagnosa. membantu pasien berjalan memerlukan persiapan. Memindahkan pasien oleh dua atau tiga perawat • Pada tindakan ini pemindahan pasien dilakukan oleh dua sampai tiga orang perawat.2. perawat dapat melakukan aktivitas ini meskipun tanpa menggunakan alat. Pemindahan ini biasanya dilakukan pada pasien yang tidak dapat atau tidak boleh melakukan pemindahan sendiri. Mencegah terjadinya kontraktur sendi Source : http://dr-suparyanto.com/2011/08/mobilisasi-dini-ibupost-partum. • Tujuan : Memindahkan pasien dari rungan satu ke ruangan yang lain untuk tujuan tertentu (pemeriksaan diagnostik atau pindah ruangan) 4. kekuatan. Membantu pasien berjalan • Seperti halnya tindakan lain. mempertahankan kontrol diri pasien 4. fisik) 3. Mempertahankan kenyamanan pasien 3.blogspot. Memindahkan pasien dari tempat tidur satu ke kursi roda • Aktivitas ini dilakukan pada pasien yang membutuhkan bantuan untuk berpindah dari tempat tidur ke kursi roda.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->