PENYEBAB PENINGKATAN TEKANAN INTRAKRANIAL DAN PENANGANANNYA

March 6th, 2012 | Posted by Ilham Arif in Bedah | KEDOKTERAN

PENYEBAB-PENYEBAB PENINGKATAN TEKANAN INTRA KRANIAL DAN PENANGANANNYA PENDAHULUAN Tekanan intrakranial adalah tekanan yang berada di dalam rongga kranialis yang di dalamnya terdapat jaringan otak dan cairan serebrospinal. Tubuh memiliki mekanisme yang beragam untuk menjaga agar ICP tetap dalam kondisi stabil. Perubahan pada ICP bergantung pada perubahan volume dari satu atau lebih komponen yang terdapat di dalam kranium.(1,2) Peningkatan tekanan intracranial adalah peningkatan tekanan otak normal. Peningkatan tekanan intracranial dapat disebabkan oleh peningkatan tekanan cairan serebrospinal. Juga dapat disebabkan oleh peningkatan tekanan dalam masalah otak yang disebabkan oleh lesi (seperti tumor) atau pembengkakan di dalam materi otak itu sendiri. Setiap bagian menempati suatu volume tertentu yang menghasilkan suatu tekanan intrakranial normal sebesar 50 – 200 mmH2O atau 4 – 15 mmHg. Dalam keadaan normal, ICP dipengaruhi oleh aktivitas sehari-hari dan dapat meningkat sementara waktu sampai tingkat yang jauh lebih tinggi dari normal. (1,2) Lebih dari separuh kematian karena trauma kepala disebabkan oleh hipertensi intrakranial. Kenaikan tekanan intrakranial (TIK) dihubungkan dengan penurunan tekanan perfusi dan aliran darah serebral (CBF) dibawah tingkat kritis (60 mmHg) yang berakibat kerusakan otak iskemik.Pengendalian TIK yang berhasil mampu meningkatkan outcome yang signifikan.Telah dikembangkan pemantauan TIK tapi belum ditemukan metode yang lebih akurat dan non invasive. Pemantauan TIK yang berkesinambungan bisa menunjukkan indikasi yang tepat untuk mulai terapi dan mengefektifkan terapi, serta menentukan prognosis.(3) Volume tekanan Intrakranial • TIK yang normal: 5-15 mmHg • TIK Ringan : 15 – 25 mmHg • TIK sedang : 25-40 mmHg • TIK berat : > 40 mmHg (1,2) ANATOMI A. Kulit Kepala Kulit kepala terdiri dari 5 lapisan yang disebut scalp yaitu; skin atau kulit, connective tissue atau jaringan penyambung, aponeurosis atau galea aponeurotika, loose conective tissue atau jaringan penunjang longgar dan perikranium. Tepat di atas tengkorak terletak galea aponeurotika, yaitu jaringan fibrosa, padat, dapat digerakkan dengan bebas, yang membantu menyerap kekuatan trauma eksternal. Di antara kulit dan galea terdapat suatu lapisan lemak dan lapisan membran dalam yang mengandung pembuluh-pembuluh darah besar. (1,2) Tulang tengkorak terdiri dari kubah (kalvaria) dan basis kranii. Tulang tengkorak terdiri dari beberapa tulang yaitu frontal, parietal, temporal dan oksipital. Kalvaria khususnya di regio temporal adalah tipis, namun disini dilapisi oleh otot temporalis. Basis cranii berbentuk tidak rata sehingga dapat melukai bagian dasar otak saat bergerak akibat proses akselerasi dan deselerasi. Rongga tengkorak dasar dibagi atas 3 fosa yaitu : fosa anterior tempat lobus frontalis, fosa media

Duramater Duramater merupakan selaput yang keras. Di antara lapisan luar dura dan tulang tengkorak terdapat jaringan ikat yang mengandung kapiler-kapiler halus yang mengisi suatu ruangan disebut ruang epidural. Sinus sagitalis superior mengalirkan darah vena ke sinus transversus dan sinus sigmoideus. Selaput Arakhnoid Selaput arakhnoid merupakan lapisan yang tipis dan tembus pandang.tempat temporalis dan fosa posterior ruang bagi bagian bawah batang otak dan serebelum. Karena tidak melekat pada selaput arachnoid di bawahnya. disebut spatium subdural dan dari pia mater oleh spatium subarakhnoid yang terisi oleh cairan serebrospinalis (CSF).2. Selaput ini dipisahkan dari dura mater oleh ruang potensial.4) 2. Otak Otak merupakan suatu struktur gelatin yang mana berat pada orang dewasa sekitar 1400 gr.2. (1. dengan bobot yang lebih ringan. Membrana ini membungkus saraf otak dan menyatu dengan epineuriumnya. (1. Piameter merupakan selaput tipis yang melekat pada permukaan otak yang mengikuti setiap lekukan-lekukan pada sulkus-sulkus dan fisura-fisura.2) C. terus ke kaudal sampai ke ujung medula spinalis setinggi korpus vertebra. Sisterna ini berhubungan dengan sisterna interpedunkularis melalui sisterna ambiens. Selaput arakhnoid terletak antara pia mater sebelah dalam dan dura mater sebelah luar yang meliputi otak. yang berisi cairan serebrospinal dan pembuluh-pembuluh darah. juga melekat pada permukaan batang otak dan medula spinalis. Laserasi dari sinus-sinus ini dapat mengakibatkan perdarahan hebat. Tabula interna mengandung alur-alur yang berisi arteri meningea anterior.4) Arteri-arteri meningea terletak antara dura mater dan permukaan dalam dari kranium (ruang epidural). Perdarahan subarakhnoid umumnya disebabkan akibat cedera kepala. Adanya fraktur dari tulang kepala dapat menyebabkan laserasi pada arteri-arteri ini dan menyebabkan perdarahan epidural.(1. Yang paling sering mengalami cedera adalah arteri meningea media yang terletak pada fossa temporalis (fossa media).(1. Ruang subarakhnoid spinal yang merupakan lanjutan dari sisterna magna dan sisterna pontis merupakan selubung dari medula spinalis sampai setinggi S2. media. Diantara arakhnoid dan piameter disebut ruang subarakhnoid. Arteri-arteri yang masuk kedalam substansi otak juga diliputi oleh piamater. Meningen Meningen adalah selaput otak yang merupakan bagian dari susunan saraf yang bersifat non neural.2) Pada cedera otak. Dinding luar disebut tabula eksterna. dan posterior. dapat mengalami robekan dan menyebabkan perdarahan subdural. Piamater Piamater melekat erat pada permukaan korteks serebri.(1. Tulang tengkorak terdiri dari dua dinding atau tabula yang dipisahkan oleh tulang berongga.(1.2. dan dinding bagian dalam disebut tabula interna.4) 3. terdiri atas jaringan ikat fibrosa yang melekat erat pada permukaan dalam dari kranium.2) B. Pada sudut antara serebelum dan lamina quadrigemina terdapat sisterna vena magna serebri.2) 1. Struktur demikian memungkinkan kekuatan dan isolasi yang lebih besar. Otak terdiri dari beberapa bagian yaitu.(1. Proensefalon (otak depan) terdiri dari serebrum dan . maka terdapat suatu ruang potensial (ruang subdura) yang terletak antara dura mater dan arachnoid. dimana sering dijumpai perdarahan subdural. pembuluh-pembuluh vena yang berjalan pada permukaan otak menuju sinus sagitalis superior di garis tengah atau disebut Bridging Veins.

4. masing-masing ventrikel terdiri dari 5 bagian yaitu kornu anterior. letaknya di tengah kepala.5) Pembentukan CSF melalui 2 tahap. thalamus dan dinding hipothalanus. kornu posterior.4) . Ventrikel Sistem ventrikel terdiri dari 2 buah ventrikel lateral. Bila fungsi katub rusak atau jika tekanan sinus vena meningkat. diatas sela tursica. maka absorpsi CSF menurun. sisanya dihasilkan oleh jaringan otak dan dialirkan langsung ke rongga sub arachnoid lalu diabsorpsi lewat vili arachnoid ke sagitalis. Absorpsi CSF secara langsung dipengaruhi oleh kenaikan TIK.2. (1.2. Ventrikel III adalah suatu rongga sempit di garis tengah yang berbentuk corong unilokuler. cairan serebrospinal (sekitar 75 ml). Serebellum bertanggungjawab dalam fungsi koordinasi dan keseimbangan. (1.5 cc/menit (450-500 cc/hari). Obstruksi terutama terjadi di aquaductus Sylvii dan cisterna basalis. Mesensefalon dan pons bagian atas berisi sistem aktivasi retikular yang berfungsi dalam kesadaran dan kewapadaan. terletak di sebelah ventral serebrum dan dorsal dari pons dan medula oblongata. yang pertama terbentuknya ultrafiltrat plasma di luar kapiler oleh karena tekanan hidrostatik dan kemudian ultrafiltrasi diubah menjadi sekresi pada epitel khoroid melalui proses metabolik aktif. Lobus frontal berkaitan dengan fungsi emosi. kelenjar hipofisa dan otak tengah dan diantara hemisfer serebri.5) Ruangan intrakranial adalah suatu ruangan kaku yang terisi penuh sesuai kapasitasnya dengan komponen yang tidak dapat ditekan : Otak (1400 g).diensefalon. mesensefalon (otak tengah) dan rhombensefalon (otak belakang) terdiri dari pons. Pengikatan atau penghilangan pleksus choroidalis akan menurunkan CSF 60%. Produksi CSF 0. dan darah (sekitar 75 ml). Karena hanya ada volume 150cc CSF di otak dewasa. ditengah korpus kalosum dan bagian korpus unilokuler ventrikel lateral. badan dan atrium.(2.4) E.3 – 0. (1. Ventrikel IV merupakan suatu rongga berbentuk kompleks. Produksi CSF bersifat konstan dan tidak tergantung tekanan. Lobus temporal mengatur fungsi memori tertentu. Hal ini akan menarik ion-ion bermuatan negatif.4) FISIOLOGI Cairan Serebrospinal Sebagian besar CSF diproduksi oleh pleksus choroidalis dari ventrikulus lateralis. ventrikel III dan ventrikel IV. jadi ada 3 kali penggantian CSF selama sehari. terutama clorida ke dalam CSF. Lobus oksipital bertanggungjawab dalam proses penglihatan.2. Di sebelah anteropeoterior berhubungan dengan ventrikel IV melalui aquaductus sylvii.2) Fisura membagi otak menjadi beberapa lobus. Mekanisme sekresi CSF oleh pleksus khoroideus adalah sebagai berikut: Natrium dipompa/disekresikan secara aktif oleh epitel kuboid pleksus khoroideus sehingga menimbulkan muatan positif di dalam CSF.(2. medula oblongata dan serebellum. Lobus parietal berhubungan dengan fungsi sensorik dan orientasi ruang. Tempat vili arachnoidalis (merupakan suatu katub yangutama penyerapan CSF diatur oleh tekanan). maka terjadilah peningkatan CSF. (1. fungsi motorik dan pusat ekspresi bicara. Pada medula oblongata terdapat pusat kardiorespiratorik. kornu inferior. Akibatnya terjadi kelebihan ion di dalam cairan neuron sehingga meningkatkan tekanan somotik cairan ventrikel sekitar 160 mmHg lebih tinggi dari pada dalam plasma.Variasi pada TIK tidak mempengaruhi laju produksi CSF. Ventrikel lateral terdapat di bagian dalam serebrum.4. Peningkatan volume pada salah satu dari ketiga komponen utama ini mengakibatkan desakan ruang yang ditempati oleh komponen lainnya dan meningkatkan tekanan intrakranial.

Setiap 24 jam otak membutuhkan 1000 liter darah dan 100 gr glukosa.4. yaitu : (10) 1. (1. Otak hanya 2% dari berat total tubuh. CBF) pada otak yang normal. perdarahan . CPP).(4. Struktur kapiler di otak berbeda dengan kapiler yang terletak di bagian tubuh lainnya.9) Mekanisme kompensasi yang berpotensi mengakibatkan kematian adalah penurunan aliran darah ke otak dan pergeseran otak ke arah bawah atau horizontal (herniasi) bila ICP makin meningkat. mekanisme kompensasi tidak efektif dan peningkatan tekanan dapat menyebabkan kematian neuronal. CSF bukan hanya ultrafiltrat dari serum saja tapi pembentukannya dikontrol oleh proses enzimatik. • tekanan oksigen pada arteri (PaO2).4.7) ETIOLOGI Penyebab terjadinya peningkatan ICP dapat diklasifikasikan berdasarkan mekanisme terjadinya. Pada otak. CSF mengalir perlahan menuju sisterna basalis. CSF mengisi rongga subarakhnoid sekeliling medula spinalis sampai batas sekitar S2. terdapat sel endothelial yang saling dihubungkan oleh ikatan yang erat yang kemudian bersatu dengan lapisan membran luar dari sel. CBF akan tetap konstan melalui peranan berbagai tekanan arteri dalam darah (antara 60 sampai 150 mm hg) dan apabila tekanan arteri rata-rata meningkat di luar 150 mm Hg. Tiga buah lubang dalam ventrikel IV yang terdiri dari 2 foramen ventrikel lateral (foramen luschka) yang berlokasi pada atap resesus lateral ventrikel IV dan foramen ventrikuler medial (foramen magendi) yang berada di bagian tengah atap ventrikel III memungkinkan CSF keluar dari sistem ventrikel masuk ke dalam rongga subarakhnoid.6) Ada lima faktor fisiologis yang mempengaruhi aliran darah otak (cerebral blood flow. sisterna ambiens. Rata-rata pembentukan CSF 20 ml/jam. kontusio. selanjutnya melalui aquaductus sylvii masuk ke dalam ventrikel IV. Dua mekanisme terakhir dapat berakibat langsung pada fungsi saraf.2. Diperkirakan CSF yang dihasilkan oleh ventrikel lateral sekitar 95%. (2. Apabila peningkatan ICP berat dan menetap. yang kedua (lebih sedikit) terdapat di atap ventrikel III dan IV. Dari daerah medula spinalis dan dasar otak. akan terjadi peningkatan aliran darah. Mekanisme kompensasi ini dapat mempertahan kan ICP dalam keadaan normal untuk perubahan volume yang sekitar 100 – 120 ml. Kelima faktor tersebut adalah • autoregulasi dan tekanan perfusi otak (cerebral perfusion pressure. Dinding kapiler yang terdapat pada bagian tubuh selain otak memiliki celah yang dapat dimasuki sehingga memungkinkan semua zat untuk masuk ke dalam kapiler tersebut.4. Aliran darah otak (CBF) Otak memiliki kebutuhan yang besar terhadap homeostasis dan perlindungan yang baik terhadap ketidakseimbangan kimiawi. kekuatan hidrodinamik aliran darah dan perubahan dalam tekanan osmotik darah. Yang mempengaruhi alirannya adalah: metabolisme otak. melalui apertura tentorial dan berakhir dipermukaan atas dan samping serebri dimana sebagian besar CSF akan diabsorpsi melalui villi arakhnoid (granula Pacchioni) pada dinding sinus sagitalis superior.8) 1. (1. CSF dari ventrikel lateral melalui foramen interventrikular monroe masuk ke dalam ventrikel III.5.Ada 2 kelompok pleksus yang utama menghasilkan CSF: yang pertama dan terbanyak terletak di dasar tiap ventrikel lateral. infark disertai edema. juga mengisi keliling jaringan otak. namun otak memerlukan 15% aliran darah dari output jantung dalam kondisi istirahat dan menggunakan 20% jumlah total oksigen yang dikonsumsi. • kebutuhan metabolik regional dan sistem saraf otonom. • tekanan karbondioksida pada arteri (PaCO2).2. Efek dari adanya massa seperti tumor otak.

Edema ini bisa menyeluruh atau setempat. 5. • Perdarahan diantara lapisan selaput otak (meningen) disebut perdarahan subdural • Perdarahan diantara otak dan rongga subaraknoid disebut perdarahan subaraknoid Perdarahan subaraknoid adalah perdarahan tiba-tiba ke dalam rongga diantara otak dan selaput otak (ronggasubaraknoid). 1. • Edema vasogenik terjadi oleh karena adanya kebocoran besar dari cairan melalui kapiler jaringan otak yang rusak atau melalui kapiler yang tidak kompeten. sedangkan massa kelabu. Peningkatan produksi dari CSF yang bisa terjadi pada meningitis. gagal jantung atau obstruksi dari vena jugular superior dan vena mediastinalis superior. 2. penyakit pada meningen. Obstruksi dari aliran CSF dan/atau gangguan pada absorpsi yang dapat muncul pada hidrosephalus. Kraniosinostosis. Setiap perdarahan akan menimbulkan kerusakan pada sel-sel otak. seperti implantasi metastatic dan abses. atau tumor pleksus koroid. Ruang di dalam tulang tengkorak sangat terbatas. Sering terjadi mual. 3. yang bisa timbul dalam beberapa menit. Edema ini bersifat ekstrasellar dan terdapat di dalam massa putih (white matter).dan hiperkarbia. Perdarahan bisa terjadi di dalam otak atau di sekeliling otak: • Perdarahan yang terjadi di dalam otak disebut perdarahan intraserebral Perdarahan intraserebral merupakan salah satu jenis stroke. PERDARAHAN INTRAKRANIAL Perdarahan Intrakranial adalah perdarahan di dalam tulang tengkorak. Edema otak yang luas dapat muncul pada kondisi iskemik-anoksia. pseudotumor cerebri. atau bostruksi pada sinus sagitalis superior. sehingga perdarahan dengan cepat akan menyebabkan bertambahnya tekanan dan hal ini sangat berbahaya. HYDROCEPHALUS Hidrosefalus adalah jenis penyakit yang terjadi akibat gangguan aliran cairan di dalam otak (cairan serebro spinal). Thrombosis sinus venosus otak 8. 6. EDEMA OTAK Ada dua macam edema otak yang sering ditemukan. kelumpuhan. khususnya pusat-pusat saraf yang vital.4. Mungkin hal ini disebabkan oleh karena kapiler-kapiler yang baru terbentuk dan tidak mempunyai fungsi sawar darah otak. kejang dan penurunan kesadaran. Idiopatik (idiopathic intracranial hypertension) 7. secara nyata tidak terkena. atau abses yang kesemuanya dapat menambah ukuran dari otak. 3. perdarahan subarakhnoid. gangguan penglihatan dan kebingungan). hipertensi ensefalopati. Gangguan itu menyebabkan cairan tersebut bertambah banyak yang selanjutnya akan menekan jaringan otak di sekitarnya. 4. muntah.subdural atau epidural. Perdarahan intraserebral terjadi secara tiba-tiba.(1. • Perdarahan diantara tulang tengkorak dan selaput otak disebut perdarahan epidural. yang diikuti oleh tanda-tanda kelainan neurologis (misalnya kelemahan. gangguan berbicara. Sumber dari perdarahan adalah pecahnya dinding pembuluh darah yang lemah (apakah suatu malformasi arteriovenosa ataupun suatu aneurisma) secara tiba-tiba. 2. mati rasa. yang disebabkan oleh adanya perdarahan ke dalam jaringan otak. Kondisi ini dapat menyebabkan menurunnya tekanan perfusi otak tapi dengan pendorongan minimal terhadap jaringan. dimulai dengan sakit kepala. Peningkatan tekanan pada vena akibat dari trombosis sinus venosus.7) . tetapi sifatnya yang khas adalah tampak di sekitar lesi yang besar dan seringkali terdapat di sekitar lesi yang menunjukkan banyak proliferasi kapiler.

Hernia subfalksin (hernia singulatus) terjadi bila gyrus singulus mengalami herniasi di bawah falks cerebri11 2.Kemudian. yaitu : (11) 1. Tidak jarang bahwa kedua jenis edema terjadi bersamaan.Volume tambahan dalam rongga otak akan dikompensasi dengan menggeser CSF ke kantung duralspinalis (70%) dan penurunan vena serebralis (30%). Amerika Serikat-ada tiga jenis. contoh: tumor ganas di sel-sel yang memproduksicairanotak. mula-mula CSF dan darah keluar dari rongga tengkorak. bila ada cairan nanah (meningitis atau infeksi selaput otak) atau darah . TUMOR OTAK PATOFISIOLOGI Tengkorak merupakan kotak kaku yang membatasi pergerakan bebas maupun pengembangan otak. Pembesaran setempat dari ruangan manapun akan mendorong jaringan otak ke sebelahnya. disusul dengan apneu dan kematian. • Aliran cairan otak tidak tersumbat. Sehingga otomatis. Keadaan demikian menyebabkan penekanan pada batang otak dan pusat pernapasan. tetapi ada gangguan dalam proses penyerapan cairan ke pembuluh darah balik. misalnya. yakni y • Gangguan aliran adanya hambatan sirkulasi. hernia transtentorial). Jika salah satu komponen meningkat maka terjadi penurunan komponen lain (Hukum Monroe-Kelly). Bila massa otak meningkat. jumlah cairan akan meningkat pula. Ini dinamakan herniasi otak. Falks cerebri memisahkan kedua hemisfer otak besar dan temtorium cerebella memisahkan kedua hemisfer otak kecil dari kutub oksipital pada hemisfer otak besar.8) 4. Pendorongan ini meregangkan saraf kranial okulomotorius (N. 3. bila tidak diatasi. Hernia unsinatus (hernia unkal. yang bisa bergeser CSF + darah.• Edema sitotoksik adalah penimbunan cairan yang berlebihan di dalm sel. otak memiliki volumenya konstan. Bila massa otak semakin meningkat maka mekanisme kompensasi tidak efektif dan TIK meningkat. akan menimbulkan gangguan pernapasan. Rongga cranium dibagi menjadi beberapa ruangan oleh lipatan duramater. contoh tumor otak yang terdapat di dalam ventrikel akan menyumbat aliran cairan otak.(7. Setelah itu sedikit saja penambahan volume akan meningkatkan tekanan. akan menimbulkan gangguan pernapasan berupa pernapasan yang tidak teratur.III) sehinggaa menyebabkan dilatasi pupil yang khas pada sisi yang sama dengan lesi hernia. Ada tiga bentuk herniasi otak. Misalnya. 5. • Bila cairan otak yang mengalir jumlahnya normal dan tidak ada sumbatan. Hal ini diakibatkan oleh proses-proses seperti iskemia atau keracunan yang mengganggu fungsi membrane sel atau pompa ion. akibatnya cairan otak bertambah banyak. merusak keseimbangan osmotic dari sel. Diantara ketiga komponen. Pada obstruksi foramen magnum tidak ada peran duralspinalis sehingga mekanisme kompensasi menurun. HERNIASI OTAK Herniasi otak merupakan salah satu komplikasi yang paling buruk pada penderita dengan kelainan setempat yang menduduki ruangan intrakranial (focal space-occupying lesions) atau pembengkakan otak yang merata. pada ensefalopati iskemik. yang lebih sering menyerang massa kelabu daripada massa putih. bila tidak diatasi. sebaliknya cairan itu diproduksi berlebihan. unkus dari lobus temporalis terdorong kearah medial bawah melalui celah tentorium. dan akhirnya menyebabkan masuknya sejumlah besar air dan molekul lainnya ke dalam sel. Gangguan aliran cairan otak-berdasarkan riset dari lembaga National Institute of Neurological Disorders and Stroke (NINDS). Hernia tonsilaris adalah pendorongan tentorium cerebellum melalui foramen magnum.

Tumor-tumor yang sering memberikan gejala TTIK tanpa gejala-gejala fokal maupun lateralisasi adalah meduloblatoma. kemudian menekan jaringan otak sekitarnya. akan menyebabkan kematian pada jaringan otak. TUMOR OTAK • -Berupa keluhan nyeri kepala di daerah frontal dan oksipital yang timbul pada pagi hari dan malam hari. fleksi telapak kaki & fleksi ekstremitas atas.8. Pada umumnya.(8. dan tekanan darah sistemik meningkat. menurunnya pernapasan mengakibatkan retensi CO2 dan mengakibatkan vasodilatasi otak yang membantu menaikkan tekanan intrakranial. Mekanisme kompensasi ini dikenal sebagai refleks Cushing. Tulang tengkorak bayi di bawah dua tahun yang belum menutup akan memungkinkan kepala bayi membesar. berupa keterlambatan respon verbal. (1. (1. kejadian ini didahului oleh tekanan darah arteri yang cepat menurun. Akan tetapi. NON TRAUMA 1. rotasi keluar ekstremitas atas & telapak kaki.(akibat trauma) di sekitar tempat penyerapan. • Flasiditas ekstremitas & tidak ada refleks. PERDARAHAN INTRAKRANIAL • Penurunan kesadaran • Tanda dini : letargi. terjadi rotasi internal. Rangsangan pada pusat inhibisi jantung mengakibatkan bradikardia dan pernapasan menjadi lebih lambat. • Deserebrasi. • Pada pemeriksaan diketemukan papil udem. Iskemia yang terjadi merangsang pusat vasomotor. Pembesaran kepala merupakan salah satu petunjuk klinis yang penting untuk mendeteksi hidrosefalus. Keadaan ini perlu tindakan segera karena setiap saat dapat timbul ancaman herniasi. walaupun akhirnya dicapai suatu titik ketika ICP melebihi tekanan arteri dan sirkulasi otak berhenti yang mengakibatkan kematian otak.4. • Respon motorik abnormal • Dekortikasi. Tekanan darah sistemik akan terus meningkat sebanding dengan peningkatan ICP. Ketidakseimbangan antara produksi dan penyerapan. edema sering terjadi dalam 36 hingga 48 jam hingga mencapai maksimum. membantu mempertahankan aliran darah otak. Jika gagal. menyebabkan ventrikel-ventrikel tersebut melebar.9) Kenaikan TIK ke tingkat tekanan arteri sistemik akan menghentikan aliran darah otak (CBF) yang akan kembali hanya jika tekanan arteri meningkat. Setelah cedera kepala. Banyak pasien dengan tumor intrakranial yang jinak atau hidrosefalus obstruktif menunjukkan sedikit atau tidak ada efek yang buruk. CBF). dapat perlahan atau progresif.4. . Selain itu dapat dijumpai parese N.8. • Hanya bereaksi terhadap stimulus nyeri & suara keras.VI oleh TTIK. • Tiba-tiba gelisah. haemangioblastoma serebelum dan craniopharingioma.9) Pada trauma kepala. spendimoma dari ventrikel III.VI akibat teregangnya N.9) GEJALA KLINIS TRAUMA 1. konfusi dan mengantuk. Hal ini mungkin disebabkan oleh karena otak itu sendiri dalam kondisi normal dan autoregulasi berjalan dengan baik. umumnya ICP akan meningkat secara bertahap. • Muntah proyektil dan Penurunan kesadaran. Peningkatan ICP hingga 33 mmHg (45 mm H2O) menurunkan secara bermakna aliran darah ke otak (cerebral blood flow.

dapat ditemukan disc optik yang kabur.4. Sebagai hasil dari edema pada bagian depan dari nervus optikus. Dilatasi dari pembuluh darah. bagian tertentu dari sistem ini memiliki peranan secara langsung untuk perhatian terhadap beberapa aktivitas mental.7) Perubahan apapun pada batang otak sebagai hasil dari peningkatan ICP akan mengakibatkan muntah.Kebingungan. jantung dan frekuensi pernapasan meningkat. disertai dengan pelebaran pada vena retina dengan tidak adanya pulsasi. Muntah. dimana strukturstruktur ini kaya akan innervasi sensoris.4.14) d. Stimulasi pada bagian batang otak yang terdapat RAS akan menghasilkan aktivasi pada seluruh otak.4. HYDROCEPHALUS • Nyeri kepala kepala diikuti dengan muntah-muntah • Pupil oedema. Nyeri Kepala Nyeri kepala pada pagi hari dihubungkan dengan terjadinya peningkatan ICP sebagai hasil dari pergerakan yang cepat bola mata (REM) saat tidur. peningkatan ICP akan dihantarkan ke sepanjang N. terjadi pergerakkan tangan dan jari-jari. (1. Heart lambat. Gangguan respirasi • Kejang.4) Struktur pada intrakranial yang sensitive terhadap nyeri adalah arteri meningea media dan percabangannya.optikus.4) . Apatis. pembuluh darah otak akan berdilatasi dengan tujuan untuk memberikan suplai darah yang adekuat ke otak. Saat terjadi peningkatan ICP. maka afferen-nya akan melalui jalur yang pendek sehingga muntah akan terjadi tanpa disertai rasa mual—sebagai hasilnya terjadi muntah yang proyektil. Strabismus • Peningkatan tekanan darah. Nyeri kepala ini tidak selamanya muncul pada lokasi tertentu sesuai dengan lesi spesifiknya akan tetapi muncul pada bagian frontal dan oksipital. Sering kali inkoheren • Kebutaaan a. Lesu. Apabila situasi ini terus berlanjut. Apabila lesi yang terjadi langsung mempengaruhi mekanisme muntah.(1.2. (1. Muntah Daerah pusat vagal motorik juga memediasi motilitas pada traktus gastrointestinal (menyebabkan pengosongan lambung yang lambat yang sering dihubungkan dengan peningkatan ICP). Edema papil mungkin akan terlambat untuk ditemukan pada peningkatan ICP dan mungkin saja tidak terjadi pada semua pasien dengan peningkatan ICP. Reticular Activating System (RAS) merupakan sistem yang secara menyeluruh mengendalikan siklus tidur/bangun dan sistem ini berada dari batang otak hingga ke korteks serebri. Letargi. Tanda-tanda ekstrapiramidal/ ataksia • Lekas marah. (1. sinus venosus dan arteri besar dan dura pada dasar otak. (1. (1.7) c. Oleh karena itu. Rasa Kantuk Rasa kantuk adalah tanda yang penting dari peningkatan ICP. stimulasi pada bagian talamus akan menyebabkan aktivasi secara menyeluruh pada serebellum. Edema papil Ruang subdural dan subarachnoid terdapat di sepanjang N. traksi pada bridging vein dan penarikan pada arteri di dasar otak dan kompresi pada dura yang sensitive terhadap nyeri pada dasar tengkorak akan menimbulkan nyeri kepala. atrofi pada bagian depan dari nervus akan terjadi dan disertai dengan penurunan pada visus yang bisa berlanjut pada kebutaan. Selama REM (paradoxical) saat tidur. Peningkatan ICP menyebabkan kerusakan pada reticular activating system yang akan mengakibatkan timbulnya rasa kantuk. dan pergerakkan tubuh yang lain yang melibatkan seluruh tubuh. hal ini akan berlanjut pada koma dan kematian apabila peningkatan ICP ini tidak dihilangkan.4) b.optikus.

Oklulomotorius menyebabkan penekanan ke bawah. Sedangkan melalui pemeriksaan fisik neurologik mungkin ditemukan adanya gejala seperti edema papil dan deficit lapangan pandang. perubahan pernafasan ini normalnya akan diikuti dengan penurunan level dari kesadaran. Pernapasan Pada saat kesadaran menurun. Reaksi pupil yang lebih lambat dari normalnya dapat ditemukan pada kondisi yang menyebabkan penekanan pada nervus okulomotorius. pernafasan irregular dan meningkatnya serangan apneu sering terjadiantara gejalagejala awal dari peningkatan ICP yang cepat dan dapat berkembang dengan cepat ke respiratory arrest. Dengan terjadinya peningkatan ICP. PEMERIKSAAN PENUNJANG • Elektroensefalografi (EEG) • Foto polos kepala • Arteriografi . Normalnya. Sebagai hasil dari respon Cushing. Misalnya ada tidaknya nyeri kepala. muntah dan kejang. (1. terutama pada anak-anak.14) e.4) b. dengan meningkatnya tekanan darah. okulomotorius (III) berfungsi untuk mengendalikan fungsi pupil. kedua pupil harus memiliki ukuran yang sama.Okkulomotorius di antara tentorium dan herniasi dari lobus temporal yang mengakibatkan dilatasi pupil yang permanen. (1. Bradikardi merupakan mekanisme kompensasi yang mungkin terjadi untuk mensuplai darah ke otak dan mekanisme ini dikontrol oleh tekanan pada mekanisme reflex vagal yang terdapat di medulla. bentuk dan kesimetrisannya dimana ketika dibandingkan antara kiri dan kanan.4. seperti edema otak atau lesi pada otak. (4.4) DIAGNOSIS Untuk menegakkan diagnosis pada penderita yaitu melalui anamnesis dan pemeriksaan fisik neurologik yang teliti.8) d. maka tekanan darah akan mulai turun . Pupil harus diperiksa ukuran.7) c.4.Perubahan pada pola pernafasan adalah hasil dari tekanan langsung pada batang otak. Dari anamnesis kita dapat mengetahui gejala-gejala yang dirasakan oleh penderita yang mungkin sesuai dengan gejala-gejala yang telah diuraikan di atas. suhu tubuh akan tetap stabil. peningktan suhu tubuh akan muncul akibta dari disfungsi dari hipotalamus atau edema pada traktus yang menghubungkannya. Apabila tekanan ini tidak dihilangkan. maka denut nadi akan menjadi lambat dan irregular dan akhirnya berhenti. Apabila kondisi ini terus berlangsung.Perubahan Tanda Vital a. akan terjadi penurunan dari denyut nadi disertai dengan perubahan pada pola pernafasan. tekanan darah akan meningkat sebagai mekanisme kompensasi. Pada bayi. Suhu Tubuh Selama mekanisme kompensasi dari peningkatan ICP berlangsung. terutama pada anak-anak. menjepit n. (1. Tekanan Darah Tekanan darah dan denyut nadi relatif stabil selama stadium awal dari peningkatan ICP. korteks serebri akan lebih tertekan daripada batang otak dan pada pasien dewasa. Ketika mekanisme dekompensasi berubah. Denyut Nadi Denyaut nadi relatif stabil selama stadium awal dari peningkatan ICP. N. (1. Penekanan pada n. Reaksi Pupil Serabut saraf simpatis menyebabkan otot pupil berdilatasi. konstriksi pupil akan terjadi dengan cepat.

14) Hati-hati dalam memperhatikan gizi. .14) Hipoksia sistemik. dan hematoma.• Computerized Tomografi (CT Scan) • Magnetic Resonance Imaging (MRI) PENATALAKSANAAN Penanganan yang terbaik untuk peningkatan ICP adalah pengangkatan dari lesi penyebabnya seperti tumor. 4. tapi dengan efek samping yang juga cukup besar. perdarahan subaraknoid. (9. Berikut merupakan tindakan yang dapat dilakukan. gamma hidroksibutirat. hiperbarik O2 2. Pemberian analgesia yang memadai harus diberikan walaupun pasien dalam kondisi di bawah sadar. Penggunaan fenitoin sebagai profilaksis pada pasein dengan tumor otak dapat menghasilkan penurunan resiko untuk terjadinya kejang. Hipotermi 5. Agen anestesi – Barbiturat. elektrolit. Pasien harus diposisikan dengan kepala menghadap lurus ke depan karena apabila kepala pasien menghadap ke salah satu sisinya dan disertai dengan fleksi pada leher akan meynebabkan penekanan pada vena jugularis interna dan memperlambat aliran balik vena. perdarahan intrakranial. gliserol. Penanganan Sekunder 1. urea 3. Sehingga banyak praktisi kesehatan yang kemudian menggunakan terapi profilaksis fenitoin. (12. gangguan hemodinamik dan gangguan pada autoregulasi yang kemudian disertai dengan kejang dapat membahayakan kondisi pasien dengan peningkatan ICP.14) Posisi kepala pasien juga harus diperhatikan. Peningkatan ICP pasca operasi jarang terjadi harihari ini dengan meningkatnya penggunaan mikroskop dan teknik khusus untuk menghindari pengangkatan otak. Sudut yang dianjurkan dan umumnya digunakan untuk elevasi pada kepala adalah 30o. Pengobatan yang tepat untuk infeksi berupa pemberian antibiotik harus dilaksanakan dengan segera. hidrosefalus. terutama pada pasien dengan cedera kepala.13. Pasien dengan skor GCS kurang dari 8 harus diintubasi untuk melindungi airway. Pemberian koagulopati 6. Osmoterapi – Pemberian manitol. fungsi kandung kemih dan usus.14) TRAUMA 1. Peningkatan ICP adalah sebuah fenomena sementara yang berlangsung untuk waktu yang singkat kecuali ada cedera sekunder segar karena hipoksia. Etomidate. ICP klinis dan pemantauan akan membantu. Penanganan Primer Tindakan utama untuk peningkatan ICP adalah untuk mengamankan ABCDE (primary survey) pada pasien.14) 2. (9. Pengobatan ditujukan untuk mencegah peristiwa sekunder. dan kondisi yang lainnya. Bedah dekompresi. bekuan atau gangguan elektrolit.(9. Induced vasokonstriksi serebral – Hiperventilasi. Banyak pasien dengan peningkatan ICP memerlukan intubasi. Yang menjadi perhatian utama pada pemasangan intubasi ini adalah intubasi ini mampu memberikan ventilasi tekanan positif yang kemudian dapat meningkatkan tekanan vena sentral yang kemudian akan menghasilkan inhibisi aliran balik vena sehingga akan meningkatkan ICP. Elevasi pada kepala dapat menurunkan ICP pada komdisi normal dan pada pasien dengan cedera kepala melalui mekanisme penurunan tekanan hidrostatis CSF yang akan menghasilkan aliran balik vena. (9.

Ketikaa ada pemburukan klinis seperti dilatasi pupil atau tekanan nadi melebar. Dosis 10 mg / kg pemuatan lebih dari 30 menit dan 1-3mg/kg setiap jam secara luas digunakan. PaCO2 yang rendah dapat menyebabkan vasokonstriksi. Osmotherapi berguna dalam tahap edema sitotoksik. Hiperventilasi digunakan pada pasien dengan skor GCS yang lebih dari 5. Diuretik seperti furosemid. (9. Hiperventilasi yang berkepanjangan harus dihindari dan menjadi tidak efektif setelah sekitar 24 jam. Mereka pada dasarnya menyebabkan vasokonstriksi serebral dan mengurangi volume darah otak dan ICP. Fenomena rebound adalah karena pembalikan gradien osmoICP sebagai akibat kebocoran progresif dari agen osmotik melintasi penghalang darah otak rusak. Ketika dosis berulang diperlukan.14) a. yang menurunkan viskositas darah dan menyebabkan vasokonstriksi yang mengurangi volume darah otak dan menurunkan ICP dan dapat mengurangi produksi CSF oleh pleksus choroideus. Efek diuretik terutama di sekitar lesi. Manitol tidak inert dan tidak berbahaya. atau karena ICP yang meningkat kembali. dengan meningkatkan osmolalitas serum.14 c. sehingga mengurangi overload sirkulasi.4. persyaratan metabolisme otak dan dengan demikian volume darah otak yang berkurang mengakibatkan penurunan ICP. Dalam dosis kecil dapat melindungi otak dari iskemik karena fleksibilitas eritrosit meningkat. bahwa furosemid manitol dapat meningkatkan output. Beberapa mengklaim. baik sendiri atau bersama dengan bantuan manitol untuk mempercepat ekskresi dan mengurangi osmolalitas serum awal sebelum dosis berikutnya. Fenobarbital yang paling banyak digunakan. Lesi intraaxial merespon lebih baik dari lesi ekstra aksial. Gliserol dan urea merupak golongan yang jarang digunakan hari ini. Pembuluh darah otak merespon dengan cepat pada perubahan PaCO2. hipotermia masih dalam tahap percobaan. Hiperventilasi bertujuan menjaga agar PaCO2 berada pada level 25 – 30 mm Hg sehingga CBF akan turun dan volume darah otak berkurang dan dengan demikian mengurangi ICP.14) 2. terutama di Jepang. Penggunaan lebih lanjut tidak efektif dan cenderung menimbulkan gagal ginjal.14) 3. yang kemudian akan mengurangi komponen darah dalam volume intrakranial. (9. Beberapa memberikan furosemid sebelum manitol.1. Manitol masih merupakan obat yang baik untuk mengurangi ICP. Teori lain adalah. tetapi hanya jika digunakan dengan benar: itu adalah diuretik osmotik yang paling umum digunakan. dimana peningkatan PaCO2 menyebabkan vasodilatasi.14) b. ketika permeabilitas kapiler yang masih baik. penggunaan garis dasar osmolalitas serum meningkat secara bertahap dan saat ini melebihi 330 mosm / 1 terapi manitol harus dihentikan. Hal ini juga dapat bertindak sebagai scavenger radikal bebas. manitol dengan menarik air di ependyma dari ventrikel dengan cara analog dengan yang dihasilkan oleh drainase ventrikel. Dosis tradisional adalah 1 gm/kg/24 jam 20% sampai 25% iv baik sebagai bolus atau lebih umum secara bertahap. Tidak ada peran untuk dehidrasi. Beberapa teori telah dikemukakan mengenai mekanisme yang mengurangi ICP. Kecenderungannya adalah untuk menjaga ventilasi normal dengan PaCO2 di kisaran 30 – 35 mmHg dan PaO2 dari 120-140 mmHg. (1. Mereka menghambat peroksidasi lipid dimediasi radikal bebas dan menekan metabolisme serebral. Dosis yang benar adalah dosis terkecil yang akan berpengaruh cukup terhadap ICP. Efek Manitol pada ICP maksimal adalah 1 / 2 jam setelah infus dan berlangsung selama 3 atau 4 jam sebagai sebuah aturan. (9. Barbiturat dapat menurunkan ICP ketika tindakan-tindakan lain gagal. hiperventilasi dapat dilakukan (sebaiknya dengan Ambu bag) sampai ICP turun. 9. Hyper barik O2. Fasilitas untuk memantau dekat ICP dan ketidakstabilan hemodinamik harus menemani setiap . tetapi tidak memiliki nilai profilaksis. 9. Dengan meningkatkan fleksibilitas eritrosit. di mana integritas sawar darah otak terganggu dan tidak ada pengaruh yang signifikan pada otak normal.

Dosis tinggi terapi steroid sangat populer beberapa tahun yang lalu dan masih digunakan oleh beberapa ahli.(14. memperbaiki malformasi arteri vena. (9. atau biopsi. Sindroma klinis didiagnosa dengan adanya pemanjangan PT dan aktivasi sebagian dari nilai APTT. Drainase ICP melalui punksi lumbal dapat digunakan sebagai suatu tindakan pengobatan. dan penurunan jumlah platelet. (1. (9. untuk mengontrol perdarahan. 9. Penggunaan Koagulopati. Kranioektomi adalah suatu tindakan radikal yang dilakukan sebagai penanganan untuk peningkatan tekanan intrakranial. Komplikasi dari metode hipotermia ini meliputi depresi jantung pada suhu di bawah 32°C. Bagian dari tulang tengkorak kepala yang diangkat ini desebut dengan bone flap. Kadar Fibrinogen di bawah 150 mg/dL memerlukan penanganan berupa pemberian krioprecipitate. Penggunaan metode ini hanya direkomendasikan pada ahli yang berpengalaman yang benar-benar mengerti perubahan fisiologi yang berhubungan dengan hipotermia dan mampu merespon dengan cepat perubahan tersebut..15) Kraniotomi adalah suatu tindakan yang dilakukan untuk mengeluarkan hematom di di dalam ruangan intrakranial dan untuk mengurangi tekanan intrakranial dari bagian otak dengan cara membuat suatu lubang pada tulang tengkorak kepala. Kerusakan parenkim otak yang berat dapat terjadi karena adanya pelepasan thromboplastin pada jaringan diamana hal ini akan mengaktivasi faktor instrinsik. Intervensi bedah Tekanan intrakranial (intracranial pressure. Metode terapi hipotermia selama 48 jam atau kurang dapat dipertimbangkan pada pasien dengan TCB.15) Kraniotomi Kraniotomi adalah salah satu bentuk dari operasi pada otak.14) 7. dan peningkatan insiden komplikasi berupa infeksi seperti pneumonia telah dilaporkan pada metode terapi ini.000/ml bila waktu perdarahan memanjang. Bone flap ini dapat disimpan pada perut pasien dan dapat dipasang kembali ketika penyebab dari peningkatan ICP tersebut telah disingkirkan. penurunan level fibrinogen. Drain tipe ini dikenal dengan EVD (ekstraventicular drain). Pada situasi yang jarang terjadi dimana CSf dalam jumlah sedikit dapat dikeluarkan untuk mengurangi ICP. aneurisma otak. (15) .terapi obat tidur. Metode ini dapat mungkin menurunkan ICP dengan menurunkan metabolisme dari otak. Ini mengembalikan integritas dinding sel dan membantu dalam pemulihan dan mengurangi edema. Kateter dapat dimasukkan ke dlam entrikel lateral dan dapat digunakan untuk mengeluarkan CSF dengan tujuan untuk mengurangi ICP. (9. Material sintetik digunakan sebagai pengganti dari bagian tulang tengkorak yang diangkat.14) 6. abses otak. APTT yang memanjang ditangani dengan memberikan fresh frozen plasma. mengurangi tekanan intrakranial.14) 5. Barbiturat dan agen anestesi lain mengurangi tekanan CBF dan arteri sehingga mengurangi ICP.14) 4. Operasi ini paling banyak digunakan dalam operasi untuk mengangkat tumor pada otak. (14. Operasi ini juga sering digunakan untuk mengangkat bekuan darah (hematom). Selain itu mengurangi metabolisme otak dan permintaan energi yang memfasilitasi penyembuhan lebih baik. peningkatan level fibrin. Metode terapi ini selama 8 jam atau lebih dapat dipertimbangkan untuk terapi pada peningkatan ICP. Temperatur tubuh dibuat menjadi lebih rendah dari temperature tubuh yang normal yaitu sekitar 32°C – 34 °C. Pemberian platelet harus dilakukan untuk mengobati nyeri kepala pada pasien dengan jumlah platelet yang kurang dari 100. dimana dilakukan pengangkatan bagian tertentu dari tulang tengkorak kepala dan duramater dibebaskan agar otak dapat membesar tanpa adanya herniasi. Hipotermi dapat digunakan sebagai terapi adjuvant terhadap terapi yang lain. ICP) dapat diukur secara kontinu dengan menggunakan transduser intrakranial.4. Tindakan pemasangan material sintetik ini dkenal ddengan cranioplasty.

Insisi dilakukan hingga sejauh membran tipis yang membungkus tulang tengkorak kepala. Holter (1952). kelainannya dipotong kemudian disambung kembali dengan pembuluh darah yang normal. ada sayatan kecil di daerah kepala dan dilakukan pembukaan tulang tengkorak . kulit. (14. Hal itu penting karena selang pintasan itu ditanam di jaringan otak. ahli bedah harus menutup pembuluh darah kecil sebanyak mungkin.Sebagai tambahan. (14. Occipital atau insisi melengkung yang dibuat di bagian depan telinga yang melengkung ke atas mata. Apabila lesinya adalah suatu aneurisma. edema. Hal ini akan memberikan akses ke dalam kraium dan memudahkan untuk melakukan operasi di dalam otak. Untuk kelainan malformasi arteri vena. Selama insisi dilakukan. dan infeksi setelah operasi. Tindakan dilakukan terhadap penderita yang telah dibius total.15) Scalp ditarik ke belakang agar tulang dapat terlihat. aspirin dan golongan NSAID memiliki hubungan dengan meningkatnya bekuan darah yang terjadi pasca operasi. Cara mekanik ini terus berkembang. Obata-obatan seperti heparin.15) Ada dua metode yang umumnya digunakan untuk membuka tengkorak. Dengan menggunakan bor kecepatan tinggi. dilakukan pengeboran mengikuti pola lubang dan lakukan pemotongan mengikuti pola lubang yang telah ada hingga bone flap dapat diangkat. dan Anthony J Raimondi (1972) memperkenalkan pintasan ke arah ruang jantung atria (ventrikulo-atrial) dan ke rongga perut (ventrikuloperitoneal) yang alirannya searah dengan menggunakan katup pengaman. dan kulit dijahit dalam posisinya. sebanyak mungkin bagian dari tumor ini diangkat. dan rongga perut dalam waktu yang lama bahkan seumur hidup penderita sehingga perlu dihindarkan efek reaksi penolakan oleh tubuh. tulang dikembalikan ke posisi semula dengan menggunakan kawat halus. maka arteri yang terlibat diklem. Pasien tidak boleh makan dan minum 6-8 jam sebelum operasi dan kepala pasien harus dicukur sesaat sebelum operasi dimulai.15) • CT scan • MRI • Arteriogram Pasien yang akan dilakuakn tindakan kraniotomi dpat diberikan pengobatan terlebih dahulu untuk mengurangi rasa cemas dan mengurangi resiko terjadinya kejang. Membran. Selanjutnya. Obat-obatan ini harus disuntikkan 7 hari sebelum operasi agar efeknya hilang sebelum operasi dilakukan. Neuroimaging yang dapat dilakukan adalah : (14. seperti Matson (1951) menciptakan pintasan dari rongga ventrikel ke saluran kencing (ventrikulo ureter). (14.Teknologi pintasan terus berkembang dengan ditemukan bahan-bahan yang inert seperti silikon yang sebelumnya menggunakan bahan polietilen. Apabila lesinya adalah tumor. terlebih dahulu harus dilakukan pemeriksaan penunjang untuk memastikan penyebab dan lokasi dari lesi di otak. dibutuhkan pemeriksaan laboratorium yang rutin atau yang khusus sesuai dengan kebutuhan. Setelah mengangkat lesi di dalam otak atau setelah prosedur yang lainnya selesai. Oleh karena itu dilakuakn neuroimaging.15) HYDROSEPHALUS Tindakan bedah pada hidrosefalus sesungguhnya telah dirintis sejak beberapa abad yang silam oleh Ferguson pada tahun 1898 berupa membuat shunt atau pintasan untuk mengalirkan cairan otak di ruang tengkorak yang tersumbat ke tempat lain dengan menggunakan alat sejenis kateter berdiameter kecil. Scott (1955). Ransohoff (1954) mengembangkan pintasan dari rongga ventrikel ke rongga dada (ventrikulo-pleural). Insisi dibuat pada daerah leher di sekitar os. otot.Sebelum melakukan tindakan kraniotomi. Hal ini dikarenakan scalp merupakan daerah yang kaya akan suplai darah.

[cited Juni. 301–14 . 108. 5th Edition. Edisi 4. 2004. 109. Newell DW.wikipedia. 15th 2011] Available from: URL: http://en. [online]. 27–39. Edisi 6. p. [online].htm.Raised Intracranial Pressure. hal. Eccher M. Cedera Kepala..(16) DAFTAR PUSTAKA 1. Edinburgh : ChurchillLivingstone. 2007. Paediatric Neurosurgery. 8. USA : Lippincott Williams & Wilkins. In : Kaye AH. 2008. Gulli LF. [online]. Wim de Jong. 2007. Neurosurgery. [cited January. ed. Essential Neurosurgery. [cited January. [online]. Callander R. eds. Buku Ajar Patologi II. [cited January. Raised Intracranial Pressure and Hydrocephalus. 7. 10. Hydrocephalus Neurosurgery. [online]. In : Lindsay KW. Dalam : Robbins SL. hal. NMS Surgery. 500–28 . Weinand M. 15th 2011] Available from: URL: http:// Craniotomy. Meyer FB. May L. 4. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC. 99. Bone I. In : Moore AJ. 2001. Netter FH. 47–90.html 16. 1995. 6.Dr. ed. Callander R. p. London : Whurr Publisher. [cited January. Anatomy and Physiology. 3rd Edition.Available from: URL: http://www. 2010. 2006. 2. In : Suarez JI. 11. Critical Care Neurology and Neurosurgery. Meninges and Brain. 2008. 5. Edisi 2. 9. eds. disusul kemudian dibuat sayatan kecil di daerah perut. Anonym. 1167–82. Neurosurgery : Principles and Practice. USA : Blackwell Publishing. eds. p.Craniotomy. Suarez JI. Cerebral Edema and Intracranial Dynamics. Philadelphia : Saunders – Elsevier Inc. 2001. Bone I. [online]. Dalam : Sjamsuhidajat R. 2005.org/wiki/Intracranial_pressure 12. 1–25.html 3. In : May L. Hamilton AJ. 15. Sistem Saraf. Available from: URL: http://www. eds. 815 – 22. In : Netter FH. 15th 2011].com/intracranial_pressure. Widjoseno. Cerebral Blood Flow: Physiology and Measurement Techniques. 15th 2011] Available from: URL: http://tinjauan-pustaka-anatomi-dan-fisiologi. Morris JH. Kumar V. [cited January. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC. p. 139. Kaye AH. 2005. hal. Intracranial Pressure. 72–80 . Taufik M. Mallory N. p. Japardi I.thamburaj. Cairan Serebrospinal. Otak. Wilson LM. Ramirez R. Anderson RE. 2010. New Jersey : Humana Press. 2004. Cedera Sistem Saraf Pusat. 1997. 2006. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC. Gardjito. Rosmini. 13. 3rd Edition. 102. 474–510 . Atlas of Human Anatomy. Thamburaj AV. Intracranial Pressure. 15th 2011]. ed. London : Springer-Verlag. Neurology and Neurosurgery Ilustrated. Friedman JA. dibuka rongga perut lalu ditanam selang pintasan rongga perut antara kedua ujung selang tersebut dihubungkan dengan sebuah selang pintasan yang ditanam di bawah kulit sehingga tidak terlihat dari luar. Volume 2. ed. 15th 2011] Available from: USU digital library. Dalam : Price SA.dan selaput otak yang selanjutnya selang pintasan ventrikel di pasang. P. eds. Carabasi RA. eds. 14. In : Jarrell BE. Lindsay KW.com Hydrocephalus Neurosurgery /. Buku Ajar Ilmu Bedah. Patofisiologi : Konsep Klinis Proses-Proses Penyakit. Lombardo MC.htm . p.thamburaj. 4rd Edition. Khurana VG.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful