KEBIJAKAN DAN HUKUM LINGKUNGAN

Oleh: Winardi Dwi Nugraha

ETIKA LINGKUNGAN
Semester V Tahun Ajaran 2013 / 2014

Krisis dan Bencana Lingkungan Hidup Global (1)
1.

2. 3.

4.

Kerusakan: hutan, tanah, lapisan ozon, terumbu karang Pencemaran: udara, air, tanah, laut Kepunahan: sumber daya enerji dan mineral, keanekaragaman hayati (darat, laut, udara), mata air Perubahan iklim global dan bencana lingkungan: banjir, longsor, kekeringan, badai, kenaikan permukaan laut

serius dan nyata terhadap kehidupan. kekerasan. kelaparan. konflik sosial. pelanggaran hak asasi manusia. ketidakadilan. penyakit. kematian    Bencana lingkungan global: ancaman sangat besar. Bencana lingkungan = ancaman kehidupan Bencana lingkungan bukan lagi sekedar ramalan para ahli dan provokasi LSM .Krisis dan Bencana LH (2)  Masalah sosial terkait: kemiskinan.

crime against life . tapi sekarang. nyata telah kita hadapi Bencana lingkungan adalah soal to be or not to be. selamat atau mati bersama INI BENCANA KEHIDUPAN Ini tanggung jawab multi dan lintas sektor Kejahatan lingkungan = crime against humanity.Krisis dan Bencana LH (3)      Bencana lingkungan bukan lagi soal besok.

Akar Masalahnya dan Solusinya  Akar masalah:  Perilaku manusia. alam. pola hidup manusia  Cara pandangan manusia: krisis lingkungan hidup global bersumber pd kesalahan fundamental-filosofis dalam pemahaman manusia mengenai dirinya. dan tempat manusia dlm keseluruhan ekosistem Solusinya:  Perubahan radikal pd cara pandang dan perilaku man  .

ANTROPOSENTRISME (1)        Kesalahan cara pandang bersumber dari etika antroposentrisme Manusia: pusat dari seluruh alam semesta Hanya man yg mempunyai nilai Man dn kepentingannya dianggap yg paling menentukan dlm tatanan ekosistem dn dalam kebijakan yg terkait dgn alam Alam dan segala isinya tdk punya nilai pd dirinya sendiri Hanya punya nilai instrumental bg pemenuhan kepentingan man (ekonomi) lingkungan diperhatikan sejauh memenuhi kepentingan manusia (yg utama adalah kepentingan (ekonomi) .

perilaku yg eksploitatif Manusia jadi tidak peduli dan hormat pd alam yg dianggapnya tdk bernilai pd dirinya sendiri Kesalahan dasar antroposentrisme: etika hanya berlaku pd komunitas sosial man .ANTROPOSENTRISME (3)    Cara pandang ini melahirkan perilaku yg tdk ramah lingkungan.

Etika Antroposentris      Nilai dn norma moral dibatasi hanya berlaku bagi man Etika dan moral tdk berlaku bagi makhluk lain di luar man Perilaku moral hanya relevan bagi interaksi di antara sesama man Maka: tdk ada yg salah secara moral pd perilaku man ketika man tdk peduli. merusak dan mencemari alam Ide mengenai perlunya perilaku man yg baik. hormat. dan menghargai alam dianggap tdk relevan dn tdk pd tempatnya .

BIOSENTRISME (1)      Mendobrak cara pandang antroposentrisme Tdk benar hanya man yg bernilai pd dirinya sendiri Alam juga mempunyai nilai pd dirinya sendiri lepas dr kepentingan man Ciri utamanya: biocentric: setiap kehidupan dan makhluk hidup mempunyai nilai dan berharga pd dirinya sendiri dan krn itu pantas mendpt pertimbangan dan kepedulian moral Alam hrs diperlakukan secara bermoral lepas dr apakah ia bernilai bagi man atau tdk justru krn ada kehidupan di dlmnya .

BIOSENTRISME (2)    Memperluas keberlakuan etika: etika tdk hanya berlaku dlm komunitas sosial. entah kehidupan pd man atau pd makhluk hidup lainnya Krn itu berlaku prinsip moral: setiap kehidupan di alam semesta ini mempunyai nilai moral yg sama sehingga hrs dilindungi dn . melainkan juga dlm komunitas biotis Kewajiban dan tanggung jawab moral man berlaku dan dituntut juga untuk kehidupan pd umumnya.

berlaku prinsip moral yg .BIOSENTRISME (3)  Etika biosentrisme bersifat antispesiesisme:  di antara semua spesies yg ada berlaku prinsip moral yg sama Konsistensi moral: perlakuan moral yg berlaku pd kehidupan man hrs sama juga utk semua kehidupan lainnya Krn binatang juga merasa sakit sperti man.

Biosentrisme Berdasar Manusia anggota komunitas kehidupan di bumi Spesies manusia dan juga spesilain adalah bagian dari sistem yang saling bergantung Semua organisme adalah pusat kehidupan yang mempunyai tujuan sendiri  unik dalam mengejar kepentingan sendiri Manusia tidak lebih unggul dari makhluk hidup lainnya. .

kewajiban u/ membiarkan organisme berkembang Kesetiaan  janji u/ tidak merusak Kewajiban restitutif  manusia memulihkan alam pada kondisi semula .Kewajiban Biosentrisme     Tidak melakukan sesuatu yang merugikan alam dan isinya Tidak mencampuri (tidak membatasi dan menghambat kebebasan organisme untuk berkembang dan hidup dg leluasa .

lepas dari kepentingan manusia Setiap kehidupan dan makhluk mempunyai nilai dan berharga pada dirinya sendiri  pantas mendapat pertimbangan dan kepedulian moral. Alam perlu diperlakukan secara moral. terlepas apakah bernilai bagi manusia atau tidak harus dilindungi dan diselamatkan .BIOSENTRISME    Alam juga mempunyai nilai pada dirinya sendiri .

tetapi lebih luas pada komunitas ekologis Manusia dan kepentingannya bukan lagi jadi ukuran Prinsip etika lingkungan harus jadi tindakan nyata Salah satu versi Ekosentrisme : Deep Ecology .EKOSENTRISME       Kelanjutan biosentrisme Mendobrak keberlakuan etika hanya pada komunitas manusia Diperluas tidak hanya etika pada sesuatu yang hidup.

Deep Ecology (1)   Menuntut suatu etika baru yg tdk hanya berpusat pd man tp kehidupan pd umumnya. bahkan pd kepentingan seluruh komunitas ekologis (seluruh biosphere) Dirancang sbg sebuah etika praktis yg menuntut perubahan perilaku dan gaya hidup seluruh masyarakat:  Utk punya sikap dn keyakinan yg sama ttg pentingnya ekosistem  Mendukung gaya hidup yg selaras dgn alam: simple in means but rich in ends. high standard of living tja  Sama2 memperjuangkan isu lingkungan hidup sbg sebuah perjuangan politik . high quality of life yes.

baik secara pribadi maupun budaya. yg pd akhirnya mempengaruhi struktur kebijakan ekonomi dn politik Beberapa prinsip:  Biospheric egalitarianism: pd dasarnya semua organisme dn makhluk hidup adalah anggota yg sama statusnya dr keseluruhan yg terkait  Non-antroposentrisme: man bagian dr alam  Pengakuan dn penghargaan akan keanekaragaman dn kompleksitas ekologis .Deep Ecology (2)   Yg dibutuhkan adalah sebuah perubahan fundamental dn revolusioner menyangkut transformasi cara pandang dan nilai.

EKOFEMINISME    Kerusakan lingkungan karena cara pandang keliru manusia thd dirinya. alam. hubungan manusia-alam Mendobrak cara pandang lama serta menawarkan cara pandang dan perilaku baru Menggugah kesadaran manusia terutama kaum perempuan akan potensinya untuk melakukan revolusi ekologis  menyelamatkan lingkungan hidup .

budak. ras kulit berwarna tdk) Etika II:  Etika berlaku pd komunitas sosial man  Etika berlaku bg semua man tanpa terkecuali  Berpuncak pd Deklarasi Universal Hak Asasi Man .PERLUASAN ETIKA (1)   Etika I:  Etika hanya berlaku pd komunitas sosial man  Etika hanya berlaku pd man yg bebas dr rasional (perempuan.

PERLUASAN ETIKA (2)  Etika III:  Konsekuensi dr biosentrisme dan ekosentrisme  Etika berlaku bagi komunias biotis dan ekologis seluruhnya  Etika berlaku juga bagi semua makhluk hidup dan ekosistem seluruhnya  Alasan dasar: kehidupan itu bernilai pd dirinya sendiri dan ekosistem menunjang kehidupan  Hak asasi alam/makhluk hidup hrs diterima sbg konsekuensi logis .

PERLUASAN ETIKA (3)   Argumen kewajiban timbal balik hrs ditolak: krn janin. orang gila pun tdk punya kewajiban balik kpd pelaku moral tp tetap hrs diperlakukan secara bermoral Argumen kesadaran moral juga hrs ditolak dgn alasan yg sama . pasien koma.

PRINSIP ETIKA LINGKUNGAN HIDUP         Sikap hormat pada alam Prinsip tanggung jawab Solidaritas kosmis Prinsip kasih sayang dan kepedulian terhadap alam Prinsip “No Harm” Prinsip hidup sederhana dan selaras dengan alam Prinsip keadilan Prinsip demokrasi .

kalau kita tdk ingin bunuh diri bersama karena kolapsnya lingkungan hidup .   Krisis dan bencana lingkungan global mengancam kehidupan Menyelamatkan lingkungan berarti menyelamatkan kehidupan Dibutuhkan perubahan perilaku sekarang ini juga.

TERIMA KASIH .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful