P. 1
Sejarah Kota Mataram

Sejarah Kota Mataram

|Views: 96|Likes:
Published by Yusril
mataram NTB
mataram NTB

More info:

Published by: Yusril on Sep 15, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/10/2014

pdf

text

original

Sections

  • A.Asal Usul PenamaanMataram
  • B. Penduduk Mataram: Sejarah Sosial Keagamaan
  • BAB III TERBENTUKNYA KOTA MATARAM
  • A.Sejarah Awal: Terbentuknya Kota Administratif Mataram
  • C.Perubahan Struktur Pemerintahan
  • D.Kota Mataram dari1993-Sekarang
  • E.Pertumbuhan danPerkembangan Kota Mataram13
  • BAB IV KESIMPULAN

LAPORAN AKHIR PENYUSUNAN SEJARAH KOTA MATARAM

TIM PENYUSUN DR.JAMALUDIN,MA L.PRIMA WIRAPUTRA DRS.H.JALALUDIN ARZAKI BQ.RATNA MULHIMMAH,MH L.SATRIA WANGSA.SH DRS ABDUL HAFIZ,MSI

KERJASAMA

BADAN PERENCANA PEMBANGUNAN DAERAH (BAPPEDA) KOTA MATARAM
DENGAN

CV.ALAM MANIK 2011

i

KATA PENGANTAR Sepatutnya penulis mengucapkan rasa syukur alhamdulillah kehadirat Allah SWT yang senantiasa melimpahkan taufiq, hidayah, dan nikmat-Nya, terutama nikmat kesehatan dan kesempatan, sehingga penelitian ini terselesaikan tepat waktu Penelitian ini mengangkat tema Sejarah Kota Mataram, sebuah penelitian yang sungguh tidak mudah, karena keterbatasan waktu yang tersedia, dan keharusan untuk menemukan data-data yang banyak, dan banyak di antaranya yang sulit untuk diakses. Namun demikian ini tidak boleh terhenti, ini adalah kebutuhan yang sangat mendesak. Kami bersukur akhirnya penelitian ini terselesaikan dengan baik, semua ini karena keterlibatan banyak pihak, kerja sama antar peneliti, dan dukungan banyak pihak untuk memberikan data-datanya kepada kami. Untuk itu kami ingin mengucapkan terima kasih kepada Lalu Mujitahid, Kepala Bapeda Kota Mataram Lalu Anggawa, Sekretaris Bapeda Kota Mataram Lalu Martawang, Mantan Kabid Penelitian Bapeda Kota Mataram alm. Hj. Sarkiyah. Dan banyak lagi informan yang tidak mungkin disebutkan satu persatu, mereka telah memberikan informasi yang berharga dan data-data yang kami butuhkan. Kepada mereka semua kami ucapkan terima kasih. Kepada Allah jua kami penulis panjatkan rasa syukur dan doa serta, dan semoga Allah berkenan memberikan balasan yang sesuai dengan pengorbanannya dan untuk kita semua. Amin. Tem Penulis

ii

KATA PENGANTAR Alhamdulillah puji sukur kehadirat Tuhan yang Maha Berkehendak atas hambanya. Karena dengan kehendak-Nya penulisan Sejarah Kota Mataram dapat diselesaikan dengan sesuai harapan. Sejak awal saya agak sedikit pesimis dengan penelitian ini akan terselesaikan sesuai dengan yang kami inginkan. Karena beban yang kami berikan agak sedikit lebih berat, karena ini adalah penelitian sejarah. Akan tetapi semua di luar dugaan kami, bahwa penelitian ini melebihi dari yang kami harapkan. Kami sangat puas dengan apa yang dihasilkan, lebih-lebih setelah diseminarkan, semua menjadi lebih tampak apa yang selama ini masih samar-samar, sekali lagi kami sangat puas. Ini bisa menjadi tonggak awal dari perjalanan sejarah khususnya kota Mataram. Oleh karena itu kami ingin mengucapkan terima kasih kepada para peneliti Dr. Jamaluddin, MA, Drs. H. Jalaluddin Arzaki, Lalu Satria Wangsa, SH. L.Prima Wiraputra, Baiq Ratna Mulhimmah, MH. Drs. Abdul Hafiz, MSi. Dan banyak pihak yang tidak mungkin disebutkan satu persatu, yang terlibat baik secara langsung maupun tidak langsung yang membantu, sehingga penelitian ini selesai dengan baik. Kepada mereka semua kami ucapkan terima kasih. Kepala Bapeda Kota Mataram

Drs. H.Lalu Anggawa Nuraksi

............................................... Penduduk Mataram: Sejarah Sosial Keagamaan ....... Latar Belakang Masalah ......................... Pertumbuhan dan perkembangan Kota Mataram............................................................................................................................................... B......................... C............. Sejarah Politik dan Pemerintahan ... Permasalahan ................................... DAFTAR ISI ......................... Metodologi Penelitian .................................... iii ................. Tokoh-Tokoh Pemikir terbentuknya Kota Mataram... E....... B..................................................... Tujuan Penelitian .......................................................................... Kota Mataram dari 1993-sekarang....................................... Perubahan Struktur Pemerintahan............. Asal-Usul penamaan Mataram.. Manfaat/Signifikansi Penelitian....... A.................................................. A....................... C.............................. C........................................ POLITIK DAN KEAGAMAAN .................................................................. i iii 1 1 2 3 3 4 5 BAB II : MATARAM SEBELUM 1978: SEJARAH SOSIAL........... BAB IV: KESIMPULAN ............................................................... BAB I : PENDAHULUAN ............................. F............................................... D........................................................................................................ 6 6 11 19 45 45 54 58 65 80 BAB III: TERBENTUKNYA KOTA MATARAM ......... D............................................................. B............ A...........DAFTAR ISI KATA PENGANTAR ................... Sistematika Penulisan.........................................................................................................................................................

Mentaram. Mataram sesungguhnya telah ada sebelum provinsi yang bernama Nusa Tenggara Barat terbentuk.1 BAB I PENDAHULUAN A. et al. ras dan agama. Ini menunjukkan Mataram memiliki makna dan nilai kesejarahan yang melebihi nama yang dimilikinya. Bahkan ketika Nusa Tenggara Barat sebagai sebuah provinsi Mataram sebagai ibukotanya. Oleh karena itu ketika ada pertanyaan kapan atau berapa umur Kota Mataram. Latar Belakang Mataram sebagai ibukota Kodya Mataram sesungguhnya dapat dikatakan baru. tidak lebih dari 18 tahun dari sejak resmi dijadikan sebagai kodya Mataram pada tahun 1993. mungkin untuk memberikan makna pejoratip terhadap Mataram. ada yang menyebut Mataram. tentu tidak mudah memberikan jawaban yang pasti. Metaram. Selain itu. bahkan ada juga yang menyebutnya Mataharam. Dirgahayu IX Kota Mataram. Nama Mataram. dimana terdiri dari banyak suku.1 Dalam kenyataan sejarah Mataram adalah sebuah kota tua yang melebihi masa waktu dia dikenal sebagai ibukota Kodya Mataram. juga karena yang berkaitan dengan data-data historis belum terdokumentasikan secara baik. 1 . Mataram sebagai sebuah kota yang memiliki masyarakat hetrogen. Bondan Wisnujati. Selain belum ada kesepakatan dari mana menghitung kapan Mataram itu ada. h. (Mataram: Kantor Informasi dan Komunikasi. 11. Sehingga untuk menjalin keharmonisan kehidupan masyarakat kota yang plural maka diperlukan referensi yang dapat menjelaskan asal usul serta peran sosialnya dari setiap unsur suku bangsa penduduk Kota Mataram. 2002). namun tidak semua jawaban dapat memuaskan pertanyaan tersebut. Setiap jawaban yang diberikan tentu memiliki alasan tersendiri. dalam masyarakat NTB khususnya orang-orang Lombok menyebutnya beragam.

antara lain: pertama. sehingga visi Mataram: maju. Berangkat dari latar belakang dan beberapa kajian di atas. waktu sebelum 1978 sampai sekarang. akan menumbuhkan rasa cinta pada Kota Mataram karena di dalamnya mengungkap tentang sejarah pembangunan Kota Mataram yang menampilkan perubahan fisik kota dari masa ke masa. Ketiga untuk memacu semangat juang dalam mengisi pembangunan dan pembentukan karakter kepahlawanan. karena di dalamnya menginformasikan tentang tokoh-tokoh pembangunan Kota Mataram di segala bidang pembangunan khususnya mental. Kedua akan dapat menumbuhkan rasa bangga menjadi warga Kota Mataram. dan objek penelitian. Sejarah Sosial Kota menjadi objek penelitian. yang mampu merevitalisasi kearifan lokal dan mendorong optimalisasi lokal genius dan khasanah budaya. ruang. Pembatasan Masalah .1. religius dan berbudaya dapat terwujud. Dengan menentukan judul “Sejarah Sosial Kota Mataram” sesungguhnya pembatasan kajian sejarah sudah dilakukan. B. Dan yang terakhir adalah untuk membentuk jati diri (Wahyat Jatmika) masyarakat Kota Mataram. Tentunya dengan kehadiran tulisan tersebut diharapkan beberapa hal.2 Atas dasar berbagai pertimbangan di atas tuntutan untuk menghadirkan tulisan tentang sejarah Kota Mataram dalam bentuk sejarah sosial menjadi kebutuhan yang sangat mendesak. maka dipandang perlu untuk melakukan pembatasan masalah dalam penelitian ini. B. Permasalahan Karena keterbatasan waktu dan juga katerbatasan dana. spiritual. karena di dalamnya terdapat informasi mengenai prestasi yang telah diraih dari masa ke masa dan menjadi pendorong semangat dalam memberikan pengabdian terbaik bagi Kota Mataram. maka penelitian ini. Mataram merupakan pembatasan ruang. mengangkat judul: “Sejarah Sosial Kota Mataram” dan laik untuk dilakukan. Dalam kajian sejarah pembatasan masalah paling tidak terdiri dari pembatasan waktu.

dimulai dari sebelum tahun 1978. dapat ditelusuri ke belakang. 2. 1. Karena ini adalah sejarah sosial. karena sebelum tahun 1978. Dan bagi lembaga-lembaga peneliti swasta maupun pemerintah akan sangat berguna bagi pengembangan penelitian selanjutnya. maka menemukan konteks historis dari kehidupan sosial atau berbagai aspek sosiologis masyarakat kota Mataram menjadi sebuah keharusan. tahun di mana merupakan era yang menjadi kontinuitas sejarah dari proses terbentuknya kota Mataram. Manfaat Dan Kegunaan Penelitian Manfaat dan kegunaan dari penelitian ini adalah sebagai berikut. atau penentuan kebijakankebijakan tertentu.3 Pembatasan waktu atau periodesasi dalam penelitian ini. B. Perumusan Masalah Berangkat dari permasalahan di atas maka rumusan masalah yang akan diangkat dalam tulisan ini adalah bagaimanakah kota Mataram dalam catatan sejarah ? C. dan dari sini Mataram bisa ditemukan. .2. karena itu tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengungkap Kota Mataram dalam catatan-catatan sejarah. Hasil penelitian ini selain untuk dapat memberikan Khazanah intelektual juga diharapkan dapat memberikan sumbangan bagi pengembangan sejarah lokal khususnya dan sejarah Nasional pada umumnya. Tujuan Tujuan dari penelitian ini adalah jawaban dari rumusan masalah yang diajukan di atas. D.

Logos Wacana Ilmu. Wacana Vol. Teknik pengumpulan sumber lisan dilakukan dengan wawancara atau interview. 54-71.. mereka yang terlibat dan menjabat selama atau sejak berdirinya kota mataram-sampai sekarang. Sumber-sumber yang dapat disebutkan di sini sebagai sumber primer adalah berupa naskah-naskah atau manuskrip. Kedua. Historiografi. yang disebut dengan heuristik: merupakan suatu teknik mencari dan mengumpulkan sumbersumber sejarah. 55. Penelitian tentang kota mataram ini merupakan penelitian sejarah. Sedangkan sumber-sumber tulisan dikumpulkan dengan cara menyalin atau menggandakannya. merupakan fase terakhir dalam metode sejarah. yaitu heuristik. (Jakarta. baik tulisan maupun lisan. maka dalam menganalisa sejumlah fakta-fakta sejarah. yang meliputi cara penulisan. h. 9 No. 3 2 Tjandrasasmita. 1999). Dudung Abdurrahman. interpretasi.3 penggunaan naskah sebagai sumber sejarah dapat dilakukan dua cara.. 2006).2 Pengumpulan sumber adalah langkah pertama yang dilakukan. yaitu. h. . yaitu yang menjadi pelopor atau penggagas. pemaparan atau pelaporan hasil penelitian sejarah yang telah dilakukan. Arsip-arsip. Kajian Naskah Klasik dan Penerapannya Bagi Kajian Sejarah Islam di Indonesia. dan historiografi. Interpretasi atau penafsiran sejarah atau disebut juga analisis sejarah. kritik sumber. h. Metodologi Penelitian Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan penelitian sejarah. Juga. h. pertama peneliti sejarah dapat langsung mengakses naskah yang aslinya. Lihat juga Uka Tjandrasasmita. Mereka yang diinterview adalah mereka para pelaku sejarah. Pelaku yang terlibat di dalam proses terbentuknya kota mataram. 32. Analisis berarti menguraikan dan menjelaskan. Untuk menjaga keotentisitasan dan kredibilitasan data yang diperoleh maka kritik sumber akan tetap dilakukan terhadap setiap sumber sejarah yang terkumpul. dapat mengakses naskah yang sudah dikaji oleh para filolog.. Puslitbang Lektur Keagamaan Badan litbang dan Diklat Departemen Agama RI.. Dalam penelitian ini ada empat langkah atau tahapan yang akan dilakukan. peneliti menggunakan analisis sejarah sosial. 38.4 E. 2 Oktober 2007. Menurut Tjandrasasmita. Kajian Naskah. Metode Penelitian Sejarah. (Jakarta.

merupakan bab kesimpulan yang merupakan jawaban dari pertanyaan penelitian yang diajukan pada bab satu. Bab ketiga. Karenanya peneliti membaginya menjadi empat bab. Perubahan Struktur Pemerintahan. Asal-Usul Penamaan Mataram. Pertumbuhan dan perkembangan Kota Mataram (Pendidikan. . maka diperlukan satu sistematika tertentu. Politik.5 F. permasalahan yang ingin dijawab dan dijelaskan tertuang dalam rumusan masalah. kemudian dilanjutkan dengan tujuan dan kegunaan penelitian yang mencakup orientasi dan arah dari penelitian ini. Berikutnya sebagai pedoman dan arahan yang akan menjadi parameter dan sekaligus acuan dalam penelitian ini diperlukan satu metodologi dan pendekatan yang digunakan. Budaya. Perubahan Sistem pemerintahan. Pada bab pertama mengungkap akar persoalan yang melatar belakangi peneliti mengangkat tema ini. Ekonomi. Bab kedua. menguraikan tentang gambaran masa lalu sebelum menjadi kota Mataram. agar tidak terjadi kerancuan dalam penguraian. Sedangkan bab empat. Kota Mataram dari 1993-sekarang. Sejarah Politik dan Keagamaan. Struktur Sosial Masyarakat Kota Mataram. Asal-Usul Penduduk Mataram. Agama). struktur Sosial. menguraikan tokoh-tokoh pemikir terbentuknya kota Mataram. Sistematika Penulisan Untuk lebih terfokusnya penelitian ini.

........................................................ Kota Administratif Mataram .................................................... POLITIK DAN KEAGAMAAN ..................................................................................3 E......6 A............ Sistematika Penulisan ....... Perubahan Struktur Pemerintahan........................... Manfaat/Signifikansi Penelitian ...66 BAB IV: KESIMPULAN ................... Metodologi Penelitian .6 B.................................................................................................................5 Bab II : MATARAM SEBELUM 1978: SEJARAH SOSIAL...46 C...........................19 BAB III: TERBENTUKNYA KOTA MATARAM A...........3 D....................................2 C............60 E....................................................................................... Pertumbuhan dan perkembangan Kota Mataram...... Tujuan Penelitian ..................................4 F.......................11 C....................................81 .............................. Permasalahan................................... Kota Mataram dari 1993-sekarang........................56 D........................................................6 DAFTAR ISI Kata Pengantar Daftar Isi BAB I : PENDAHULUAN........................................ Penduduk Mataram: Sejarah Sosial Keagamaan........................................................1 A........................ Latar Bela kang Masalah...........................................................................................................................1 B.................... Sejarah Awal terbentuknya Kota Administratif .................45 B. Asal-Usul penamaan Mataram........................................................ Sejarah Politik dan Pemerintahan ...

7 .

Matawis bahkan secara pejoratif ada yang mengatakan berasal dari kata Mata-haram. 1998). (Mataram: Yayasan Sumurmas. Mentarum. Mata juga berarti mata. Mozaik Budaya Orang Mataram. paningal. 2004). Cikal-bakalnya adalah suatu tempat yang kini bernama Majeluk dan berkembang ke sekitarnya daerah dimana pada awalnya ditempati oleh penduduk yang merupakan percampuran orang Sasak dan 1 Fath Zakaria. Lalu Gde Suparman. Matta yang berarti ibu negeri dan ramya yang berarti ramai. 2 . (Mataram: Komunitas Pengkaji Dinamika Mataram. POLITIK DAN KEAGAMAAN) A.6 BAB II MATARAM SEBELUM 1978 (SEJARAH SOSIAL. netra. Ada yang menyebut berasal dari kata Mentaram. h. Asal Usul Penamaan Mataram. Kata Mataram juga bisa berasal dari kata matta yang berarti gembira atau gairah dan aram berarti hiburan. Jadi matta-aram atau mataram berarti pembangunan kerajaan atau kota ini adalah sebagai lambang pernyataan kegembiran sebagai hiburan dan sekaligus lambang kegairahan hidup untuk membangun tanah harapan yang menjanjikan masa depan yang lebih cerah. Dalam ilmu sekarang (Tembang) kata Mataram dapat berubah menjadi Matarum untuk mendapatkan irama (guru lagu) “dung” dan dapat menjadi matawis untuk mendapatkan irama “ding”. atau indah. 11 Tahun Kota Mataram Membangun Kota Berbasis Dan Berwawasan Religius.2 Letak Mataram pada masa lalu adalah daerah yang kini berada di sekitar kantor Gubernur NTB pada radius yang terbatas. Secara ilmu bahasa kata Mataram yang pertamanya diterapkan bagi nama kerajaan Mataram Yogyakarta dahulu adalah dari bahasa sanskerta. Kata Matta yang bermakna ibu. 76.1 Banyak orang berdebat dalam menafsir etimologi (sejarah Kata) Kota Mataram. Mataram berarti hiburan untuk ibu atau persembahan untuk ibu pertiwi. Kata Mataram berasal dari bahasa Sansekerta dari kata mata yang berarti ibu dan kata aram berarti hiburan. sampai hari ini masih dipakai dalam kosakata bahasa Urdu India. bagus.

Ratu Madura dan Sumenep. 3 4 Wawancara dengan R. Joko Prayitno.. September 2011 Joko Prayitno. Mantaram sendiri dipimpin oleh seorang yang disebut Patih Mentaram. Adipati Semarang. .7 Jawa. Gresik. Sumenep. Adipati Surabaya. Pendapat ini diperkuat oleh beberapa sumber. Di Lombok setelah berhasil mengislamkan raja Lombok Prabu Rangkesari. Patih Ki Jaya Lengkara. Besuki Gembong. Surabaya. Candi. Kedatangan imigran dari Jawa pada abad ke 15 berawal dari ketika di Jawa terjadi banyak ketegangan sosial akibat pertentangan politik di Majapahit sepeninggal Hayam Wuruk. dengan berbasis di kotaraja Lombok di teluk Lombok itu ekspedisi dipecah-pecah menjadi rombongan-rombongan yang dikirim ke seluruh penjuru pulau Lombok. antara lain: Bahwa sekitar abad ke 15 M sekelompok penduduk Sasak yang tinggal terpencar di sekitar Majeluk sekarang mengalami percampuran dengan imigran yang berasal dari Jawa. Madura. Betawi dan lainnya yang dipimpin oleh pemukanya masing-masing seperti Arya Majalengka. wawancara. Mereka kemudian membangun sebuah pemukiman dan menamakan tempat tersebut dengan Mataram. Raden Kusuma Betawi dan lainnya. Majalengka. Salah satu tokoh yaitu Patih Mataram sangat banyak berperan dalam misi ini.3 Merekalah yang diyakini pertamakalinya menamakan tempat tersebut dengan nama Mataram menurut asal daerah mereka yang dari Jawa atau sebagai bentuk ungkapan kegembiraan atas tempatnya yang baru tersebut.4 Namun demikian data-data primer tentang imigran yang datang sebagai akibat dari konflik politik tersebut belum ditemukan.. Salah satu peran penting patih Mataram adalah mendapat tugas memimpin mengislamkan semua orang di utara gunung dari Samulya (Sambelia). Semarang. Dalam Babad Lombok ditemukan bahwa dalam ekspedisi mengislamkan wilayah Nusa Tenggara Sunan Prapen berangkat bersama para mubalig dan armadanya didukung oleh puluhan kapal dengan tidak kurang dari 10 ribu pasukan yang berasal dari daerah-daerah di Pulau Jawa yakni dari Mataram.

Dengan demikian untuk itu beberapa dari anggota misi yang berasal dari Mataram Jawa dan Lombok di tempat untuk membina masyarakat di sekitarnya terlebih masih ada daerah yang belum Islam seperti Pejarakan. sembari mengislamkan pedukuhan-pedukuhan yang dilewatinya.5 Selesai misi di utara gunung Laskar Mataram nampaknya melanjutkan misi ke wilayah selatan gunung melewati jalur yang biasa dilewati yang masih ada hingga sekarang yaitu Pusuk atau mengitari ujung barat pulau lewat pinggir laut.8 Bayan hingga Sokong. Inilah menjadi cikal bakal pedukuhan yang mana orang-orang dari Mataram ini menamakan tempat tersebut dengan nama Mataram sesuai dengan nama daerah asalnya untuk pertamakali. Tempat ini kemudian dikenal dengan Sesela (Penamaan ini nampaknya erat hubungannya dengan daerah Sesela (GroboganSelatan Demak) daerah tempat berkuasanya Ki Ageng Sesela yang merupakan kakek Ki Gede Pamanahan pendiri dinasti Mataram-Yogya). Setelah dari Mataram laskar Mataram ini melanjutkan misinya ke arah Selatan dan Tenggara. Perjalanan dilanjutkan ke arah selatan dan mereka mendapati suatu tempat lagi untuk beristirahat dan membangun pemukiman baik dengan pertimbangan topografi atau pertimbangan taktis bina territorial sebagaimana lazimnya sebuah misi. 1994) 5 . di Lembah Selatan kaki gunung mereka menemukan lokasi yang baik dan strategis topografinya suatu tempat subur yang diapit oleh dua buah sungai. Di Pujut salah seorang dari Lihat Babad Lombok (Jakarta:Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Bersamanya tidak hanya pasukan dari Jawa Mataram dan laskar kerajaan Lombok tetapi turut pula para muballig dan para cerdik pandai. Beberapa waktu setelah melakukan Islamisasi di Sesela perjalanan dilanjutkan lurus ke arah selatan sampai di daerah yang sekarang dikenal sebagai Rembiga. Di sini ditempatkan beberapa orang laskar Lombok dan Jawa untuk membina wilayah sekitarnya dan menjadi cikalbakal penduduk setempat. kemudian mereka masuk di Pujut. Di tempat ini juga mereka menempatkan beberapa orang anggota rombongan ekspedisi.

Kelompok ini terdiri dari laskar Kerajaan Lombok dan Jawa termasuk Laskar Mataram yang dipimpin oleh Ratu Madura dan Ratu Sumenep bersama para mubaligh. Lihat Babad Lombok. Pujut yang semula menolak masuk Islam wilayahnya diblokir dan jalan ke semua mata air terutama mata air utama yang disebut Bun Kerok di kaki sebelah barat Gunung Pujut dijaga ketat oleh laskar Patih Babas Mataram selama berhari-hari.6 Sementara itu rombongan lain dalam tim ekspedisi yang dikirim ke penjuru Pulau Lombok ini adalah yang bertugas mengislamkan Negara Sasak yang berkuasa atas sebagian besar wilayah Lombok bagian barat (mungkin juga sebagian Lombok Tengah bagian barat sekarang) sehingga wilayah ini disebut dengan Negeri Sasak. maka kemudian Pujut menyerah. 1977). Kerajaan Sasak berhasil diislamkan kecuali Pejarakan masih tetap memeluk agama Budha. Bisa saja dua rombongan ekspedisi ini yang mana yang satu datang dari utara di bawah pimpinan Patih Mataram dan yang datang dari timur di bawah pimpinan Ratu Madura dan Sumenep kemudian bertemu di Mataram ini. Sumber lain menyebutkan bahwa pada awal abad ke 17 setelah terbukanya Ampenan menjadi Bandar laut datang sekelompok pedagang yang berasal dari Jawa 6 7 Lihat Tem.9 pimpinan rombongan dikenal dengan sebutan Patih Babas Mataram.7 Untuk membina wilayah yang telah diislamkan ini maka beberapa dari Laskar Lombok dan mubaligh Jawa yang turut dalam misi ini ditempatkan di sekitar ibukota kerajaan Sasak ini sembari menggarap lahan yang subur dan relatif masih kosong ini dan mereka menamakan pemukimannya yakni Pajang dan Mataram. . Karena masyarakat setempat kesulitan dalam menghadapi kondisi kekurangan air dan makanan. Monografi Daerah NTB (Jakarta: Dirjen Kebudayaan Depdikbud RI. Tercatat dalam Piagam Pujut bahwa pada saat Ratna Putri Tanauran menjadi Ratu Pujut datanglah Patih Babas Mataram dengan balatentaranya dari tanah Jawa untuk mengislamkan raja-raja yang masih Budha di Pulau Lombok.

Dua ratus tahun setelah Islam masuk di Lombok. Beberapa waktu pada pertengahan abad 19 Metaram pernah menjadi pusat Kepangeranan Metaram. Pada tahun 1895 M Belanda yang menempatkan Lombok sebagai daerah Gubernement atau berada dalam pemerintahan langsung Pemerintah Kolonial Belanda dari sebelumnya berstatus Zelfbestuurder (berpemerintahan sendiri) Mataram dijadikan secara resmi pertamakali oleh Belanda untuk menyebut ibukota pemerintahannya. 1992) 8 . sebagaimana sebagian kalangan mengidentifikasi diri dengan kebesaran Majapahit atau kemaharajaan Islam Bagdad atau kekaisaran Turki Usmani dan sebagainya. Tanggal 31 Agustus 1895 Mataram menjadi ibukota Onder Afdeling Lombok Barat kemudian Identifikasi diri ini bisa berhubungan dengan daerah asalnya memang dari wilayah Mataram atau wilayah kekuasaan Mataram mengingat bahwa sejak tahun 1639 dengan berhasil dikuasainya Blambangan oleh Mataram berarti hampir seluruh Jawa Tengah dan Jawa timur dikuasai oleh kerajaan Mataram dibawah Sultan Agung. Mereka membangun pemukiman di daratan negeri Sasak.10 Mataram pertama kali diperkenalkan secara formal oleh Belanda. Tempat tinggal yang baru tersebut mereka namakan Mataram.8 Disini mereka bercampur dengan penduduk setempat sehingga ada yang memilih untuk menetap. mereka menemukan lokasi yang cocok menurut tradisi Jawa yaitu suatu dataran yang diapit oleh dua buah sungai yang dalam. Irwan Prasetya. atau identifikasi diri ini berhubungan dengan spirit keagungan kala itu yaitu kebesaran Kerajaan Mataram meski dia tidak persis berasal dari daerah itu. maka datanglah berduyunduyun orang-orang dari Bali terutama dari Karangasem dan sekitarnya. Untuk itu mereka mencari tempat yang bagus untuk pemukiman. Tidak jauh dari pelabuhan Ampenan ke arah timur. Kupu-Kupu Kuning Yang Terbang Di Selat Lombok (Denpasar: Upada Sastra. 9 Wawancara dengan M. Salah satu pemukiman yang ditempati oleh pemukimpemukim dari Karangasem ini adalah wilayah Mataram tadi dengan membangun pemukiman lebih ke barat sedikit dari Majeluk yakni sekitar Kantor Gubernur sekarang dan menyebut pemukimannya dengan nama Metaram. 25 September 2011.9 Namun demikian bukti kuat dari informasi ini belum ditemukan. 10 Lihat AA Ketut Agung.10 yang mengidentifikasi diri dengan Mataram. sebutan wilayah Lombok bagian barat pada masa kuno.

Dengan demikian Sasak berarti “yang satu”. 2002 Lihat Sejarah Revolusi Kemerdekaan Daerah Nusa Tenggara Barat (1945-1949)(Jakarta: Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan RI. “yang utama” atau “yang sulung”. Pada Tanggal 15 Oktober 1945 Mataram menjadi ibukota Daerah Lombok dan Ibukota Pemerintahan Setempat Lombok Barat.11 belakangan pertanggal 11 Maret 1898 menjadi ibukota Afdeling Lombok setelah dipindah dari Ampenan. 1980) 13 Lihat Sejarah Daerah NTB. 2002 14 Lihat Kota Mataram Ibadah Yang Maju dan Religius. Sejak 18 Agustus 1945 Mataram menjadi ibukota pemerintah Lombok.14 B. Kantor Infokom Kota Mataram.12 Bulan Mei tahun itu juga Jepang mengambil alih pemerintahan dan menetapkan Mataram sebagai ibukota Ken Lombok dan Bun Ken Lombok Barat.13 dan pada tahun 1978 Mataram sekaligus menjadi ibukota Kota Administratif Mataram. Penduduk pribumi di wilayah Mataram ini awalnya dahulu adalah orangorang Sasak. Penduduk Mataram: Sejarah Sosial Keagamaan. “sulung”. Pada tahun 1965 dengan perubahan nama Daerah Swatantra Tk I menjadi Propinsi dan Daerah Swatantra TK II menjadi kabupaten maka Mataram menjadi ibukota Propinsi Nusa Tenggara Barat dan Kabupten Lombok Barat. Depdikbud. Depdikbud. Orang Sasak atau dalam bahasa asli Dengan Sasak (orang Bali menyebutnya I Sasak sedang orang Jawa menyebutnya Wong Sasak) adalah sebutan penduduk asli Pulau Lombok yang selanjutnya dikenal dengan suku Sasak. Secara etimologi kata Sasak berasal dari bahasa Sasak yakni Sa’ yang berarti ”yang” dan Sak yang berarti “satu’. “utama”. “yang pertama”. Sejak tanggal 14 Agustus 1958 Mataram menjadi ibukota Daerah Swatantra Tingkat I Nusa Tenggara Barat dan sekaligus ibukota Daerah Swatantra Tingkat II Lombok Barat. Lihat Sejarah Daerah NTB.11 Pada bulan Februari 1942 Mataram menjadi pusat pemerintahan Negara Republik Lombok dan pusat pemerintahan Lombok Barat. “pertama”. 2004 12 11 .

R. Basis keyakinan monotheis ini yang menyebabkan orang Sasak umumnya –besar kemungkinan. sebagai simbol Sasak. L Jelenga. Nenek adalah terminologi orang Sasak untuk menyebut Tuhan yang tunggal itu. Makna yang ketiga dari kata Sa’ Sak atau yang satu adalah secara religiusitas sejak awal orang Sasak telah meyakini adanya Tuhan yang satu. Penemuan-penemuan arkeologis menunjukkan bahwa sejak ribuan tahun lalu banyak tempat di pulau ini telah dihuni penduduk dengan berbagai ragam kebudayaan. 2000) 17 Lihat Babad Selaparang.17 Dalam sebuah naskah kuno mengisahkan tentang keberadaan seorang Pangeran Kerajaan Lombok bernama Pangeran Hame Mas Bele Batang dikisahkan “megingsir ring jawe turun tibe Hamengkubuwana”. Sah berarti pergi. Bali. saka berarti asal. Bahwa jauh sebelum datangnya agama-agama besar orang Sasak telah mempunyai agama asli yang monotheis yang mengakui adanya hanya satu Tuhan. Keris Di Lombok (Mataram: Yayasan Pusaka Selaparang. Goris menguraikan arti kata Sasak dari segi etimologis bahwa Sasak berasal dari bahasa Sanskerta dari kata Sahsaka. 15 16 Lihat Babad Lombok Lihat H. Sulawesi Selatan. Dengan basis keyakinan itu pula agama Islam dapat diterima dengan mudah. 1979) 18 Lihat Babad Suwung .16 bahkan Kalimantan. (Jakarta: Depdikbud.12 Dari makna kata ini ada beberapa pengertian antara lain: Orang-orang Sasak adalah asal muasalnya dari satu pasang manusia dahulunya yang merupakan penduduk pertama dan menjadi leluhur orang Sasak di Pulau Lombok15 dan menjadi leluhur sebagian penduduk atau klan di pulau-pulau sekitarnya atau bahkan negeri yang lebih jauh seperti Sumbawa.tidak pernah memeluk agama Polytheis atau agama dengan keyakinan Tuhan yang tidak tunggal. cepat dan meluas nantinya untuk kemudian dipegang teguh. yang artinya berpindah ke Jawa dan nantinya menjadi leluhur penguasa-penguasa Jawa.18 Pengertian lain dari terminologi kata Sa’ Sak dalam arti “yang utama” adalah orang-orang Sasak melihat dirinya sebagai insan yang utama dan lebih sulung atau lebih tua dari yang lain karena lebih dahulu mengenal peradaban yang mana salah satu peradaban ini pernah berkembang di beberapa tempat di Asia Tenggara.

Disana mereka memulai kehidupan barunya dengan cara hidup yang sangat sederhana seraya belajar dari alam. Babad Lombok merunut leluhur nenek moyang orang Sasak yang paling awal berasal dari sepasang umatnya Nabi Nuh persisnya salah seorang putri Nabi Nuh dengan pasangannya seorang insinyur pembuat bahtera. Langko. Perpindahan penduduk dari desa Laeq ini dikarenakan adanya serangan suatu wabah endemik. dan sebagian membangun desa baru yang berkembang menjadi kerajaan Pamatan yang nantinya menjadi cikal bakal kerajaan Lombok. Bayan. Setelah ribuan tahun (bapuluh hatus warsa artinya berpuluh ratus tahun) pemukiman semakin padat dan makanan makin terbatas karena jumlah penduduk kian berkembang maka mereka membangun sebuah tempat baru yang bernama Desa Laeq. sampailah di Pulau Lombok tepatnya di lokasi yang bernama Ujung Bayan.19 Memperhatikan peristiwa tersebut. Dari desa Laeq ini kemudian pada suatu waktu sebagian penduduknya secara serempak menyebar ke berbagai tempat di pulau Lombok diantaranya ke negeri Sasak atau pulau Lombok bagian barat. yakni sewaktu mulai tumbuhnya agama Islam di negeri Arab artinya perpindahan penduduk dari desa Laeq ini ke penjuru Lombok termasuk ke Lombok bagian barat terjadi pada abad ke-7 M.13 Jadi orang Sasak adalah orang yang pergi dari negeri asalnya dengan memakai rakit sebagai kendaraan kemudian berdiam di pulau Lombok. Babad Lombok menganggap wabah itu berasal dari rombongan pelaut pelarian dari Negeri Yaman atau Talpaman ketika awal proses Islamisasi di negeri Arab. Pengantap. Setelah banyak yang mati dan kewalahan sebagian penduduk desa Laeq mengungsi ke berbagai tempat seperti Sasak. Pendapat Goris ini sejalan dengan informasi yang terdapat dalam Babad Lombok tentang asal-usul penduduk Lombok yang paling awal. Tebango. Pejanggik. 19 Lihat Babad Lombok . Laeq kemudian tumbuh menjadi desa yang makmur. yang dalam pengembaraannya mencari bumi baru atas perintah ayahnya setelah terkatungkatung dilautan dan melewati banyak negeri selama bertahun-tahun.

Beberapa desa nantinya terkonsolidasi menjadi kedatuan-kedatuan atau kerajaan kecil. Setelah sekian lamanya penduduk ini kemudian membentuk pedukuhan-pedukuhan yang nantinya berkembang menjadi desa-desa. Dalam naskah-naskah kuno yang disebut sebagai Negareng Sasak atau negeri Sasak dahulunya adalah Pulau Lombok bagian barat menurut nama sebuah kerajaan besar yaitu kerajaan Sasak yang berpusat di wilayah Mataram sekarang yang pernah menguasai wilayah Pulau Lombok bagian barat. Yang bertugas mengislamkan Negara Sasak adalah dari laskar Kerajaan Lombok dibantu laskar Jawa termasuk Laskar Mataram yang . Kerajaan Sasak ini bahkan mungkin pernah mempunyai pengaruh di seluruh Pulau Lombok sehingga penduduk pulau ini dikenal dengan orang Sasak atau suku Sasak. sedang sebutan negeri Lombok dahulunya adalah untuk menyebut Pulau Lombok di ujung bagian timur menurut nama kerajaan besar yang pernah eksis di sana yang ibukotanya di Teluk Lombok sekarang. Kitab Negara Kertagama atau Decawarnana mencatat: “Muwah tang Gurun Sanusa ri Lombok Mirah lawantikang Sasak Adi nikalun kehayian kabeh muwah tanah I bantayan Pramuka Bantayan len Luwuk teken Udamakatrayadhi nikayang sanusa pupul”. Dari sana ekspedisi-ekspedisi disebar ke seluruh penjuru Pulau Lombok. Gelombang selanjutnya yang nantinya menjadi penduduk wilayah Mataram adalah berasal dari anggota rombongan ekspedisi pengislaman Negeri Sasak. Ekspedisi ini adalah kelanjutan dari tahapan pengislaman pulau Lombok yang dipimpin oleh Sunan Prapen sekitar tahun 1545 M yang berbasis di ibukota Kerajaan Lombok di teluk Lombok –Lombok Timur. yang ketika itu mereka masih beragama Budha.14 Orang-orang dari desa Laeq yang menyingkir ke negeri Sasak ini nampaknya menjadi cikal-bakal penduduk awal pulau Lombok bagian barat termasuk di wilayah Mataram sekarang. Hingga datangnya Islam pada awal abad ke 16 di wilayah Mataram terdapat dua entitas Sasak yakni Kedatuan Pejarakan dan sebuah kota pemerintahan pusat kerajaan Sasak di wilayah Cakranegara sekarang. Kemasyhuran dua kerajaan ini membuatnya termasuk yang menjadi target Majapahit untuk ditundukkan.

Untuk memantapkan posisi ini nantinya Selaparang sebagai penerus kerajaan Lombok juga menempatkan kerabat-kerabatnya memimpin komunitas-komunitas yang mulai tumbuh dan berkembang tersebut. Perigi. Mereka ini menjadi embrio pemukimanpemukiman Selaparang di wilayah ini. Selaparang juga membangun desa pelabuhan diujung barat yakni Ampenan. Kampung Jawa/Mataram. Karang Genteng. Kedatangan mereka dipimpin oleh seorang mubaligh yang . Rembige. Dasan Agung. Sakra. Kedatangan pertama pemukim Sekarbela diperkirakan mulai pada sekitar 1025 H atau Tahun 1603 M. Pajang dan pemukiman lain sepanjang kali ancar. Masbagik. Jerowaru. Jumlah pemukim awal ini terdiri atas 41 orang berasal dari Selaparang. Termasuk dalam gelombang migrasi era ini adalah penduduk yang nantinya menjadi Desa Sekarbela dan sekarang menjadi sebuah nama salah satu kecamatan di Kota Mataram. Langkah ini nampaknya menjadi bagian dari strategi Kerajaan Lombok (yang nantinya menjadi kerajaan Selaparang) dalam rangka klaim sebagai wilayah pengaruhnya atas wilayah-wilayah yang telah diislamkan sekaligus meneruskan misi untuk mengislamkan Pejarakan yang masih memeluk agama Budha. Secara berangsur-angsur mereka didorong oleh pihak kerajaan juga mengajak keluarga dari desa asal untuk membangun perkampungan di wilayah yang mereka tempati yang nantinya menjadi cikal-bakal desa-desa Sasak di wilayah Mataram seperti Parigi. Gubug Mamben dan lain-lain tempat yang penduduknya berbahasa Sasak dialek NgenoNgeni menggunakan dialek Selaparang. Untuk membina wilayah yang telah diislamkan ini maka beberapa dari Laskar Lombok dan mubaligh Jawa yang turut dalam misi ini memilih atau atas perintah kerajaan untuk tinggal di wilayah Mataram sembari menggarap lahan yang subur dan relatif masih kosong ini. Kerajaan Sasak berhasil diislamkan kecuali Pejarakan masih tetap Budha kala itu. orang-orang Jawa dan beberapa daerah di Lombok bagian selatan.15 dipimpin oleh Ratu Madura dan Ratu Sumenep bersama para muballigh. Pemukimpemukim ini menempati beberapa tempat yang nantinya berkembang menjadi pedukuhan-pedukuhan seperti Ampenan. Pagutan.

22 Pengertian ini ada kaitan dengan keperwiraan mengingat sebagian di antara mereka adalah turunan senopati Selaparang yang turut berperang melawan Gelgel di laut Selat Lombok pada tahun 1616 M. Generasi kedua dari pemukim pertama ini ada yang kemudian berpindah ke Pagutan Presak dan berkembang keturunannya di sana. .. Selain itu sebagai ungkapan rasa syukur sebab memperolah kemudahan dalam mengembangkan ajaran Islam. Satu pendapat mengatakan Sekarbela berasal dari kata bahasa Arab yakni Assyukru dan billah yang kalau digabung menjadi assyukru billah yang artinya bersyukur kepada Allah.21 Pendapat lain mengatakan bahwa Sekarbela berasal dari akar kata Sekar yang berarti bunga atau kusuma bangsa yang berbudi dan Bela yang berarti pembela atau pelindung sehingga Sekarbela diartikan dengan kusuma pembela bangsa atau Pahlawan. dan 1624 M. 22 Wawancara dengan Abdul Hanan M Noor. Selain yang bertempat di Sekarbela. 2011.16 dikenal dengan Wali Padang Reyak nama anumerta sesuai dengan nama tempat makamnya yang hingga kini dikeramatkan. prajurit-prajurit Selaparang juga mendirikan pedukuhan Sukamulia yang kemudian 20 21 Lihat Iskandar. Mengenal. Mengenal Sekarbela Lebih Dekat (Yogyakarta: Mahkota Kata.20 Mengenai makna yang tersirat dari nama Sekarbela ini ada beberapa pendapat. 2011) Iskandar.. Dalam era perang melawan Gelgel ini dan sesudahnya sebagai sebuah strategi pertahanan untuk mengamankan sisi barat wilayahnya Selaparang dan Pejanggik kali ini lebih banyak menempatkan prajurit dari pada petani yang biasanya dipimpin oleh orang dari keluarga kerajaan. Beberapa diantara yang ditokohkan dan menjadi pimpinan mereka diyakini turunan dari senopati atau pepatih kerajaan Selaparang. Agustus. Daerah yang ditempati pertama oleh pemukim ini adalah di daerah sekitar mesjid Bengaq (Masjid al-Raisiyah sekarang) yang kini masuk dalam lingkungan Pande Mas. Terminologi yang berasal dari bahasa Arab ini kemungkinan berkaitan dengan aspek religious dan sosial masyarakat setempat seperti: sebagai ungkapan rasa syukur karena di daerah baru ini mereka mendapat kemudahan hidup sebab alamnya yang subur dan serta mendapat kecukupan rezeki.

24 Selain desa-desa tersebut. Kediri dan Sengkongo. Pagutan. Selain petani banyak dari mereka itu adalah orang-orang yang memilki keahlian professional seperti ahli perundagian.25 Sejak permulaan abad ke XVIII secara bergelombang ratusan keluarga bermigrasi dari Bali terutama Karangasem berdatangan menuju Lombok. Puri Mataram dibangun tahun 1740 M-1744 M. hingga permulaan abad ke XVIII distrik Sasak yang terkemuka di wilayah Mataram ini adalah Ampenan. Karang Tatah. Getap. Singasari Mataram. 25 Lihat Babad Lombok 26 Babad Selaparang. Pupuh 35 27 Lihat AA. Karang Bedil. Dari tahun 1721 M itu gelombang migrasi ini membangun desa-desa di Lombok Barat yang terdiri dari kumpulan beberapa keluarga.17 berkembang menjadi pemukiman Sasak di Pagutan. Karang Mas-mas. Karang Sukun. di Singasari (Cakranegara sekarang) dibangun Pura Meru sebagai tempat pemujaan dan pemersatu seluruh keluarga Karangasem dan masyarakat Hindu di Pulau Lombok. Ktut Agung . Semua desa-desa ini tetap berinduk ke Karangasem namun sebagai koordinator mereka di wilayah baru ini adalah Singasari. Wawancara dengan Sahnan. Babad Selaparang mencatat kedatangan pertamakali orang-orang Bali ini dan mendarat di Ampenan pada Isaka sepaha kawan dasa tiga atau 1643 Saka26 atau 1721M. Pejarakan dan Cariding. disebut Puri Kanginan Metaram. Desa-desa baru tersebut antara lain: Pagesangan. kerajinan dan sebagainya yang nantinya membangun perkampungan seperti Karang Kelok.23 Selain itu prajurit-prajurit dari Selaparang dan Pejanggik juga memperkuat desa Dasan Agung dan berketurunan di sana. September 2011.27 Setelah itu dengan semakin berkembangnya desa-desa di wilayah Mataram ini menjadi kota-kota yang mandiri baik secara sosial. ekonomi maupun politik menarik minat penduduk-penduduk dari Lombok Tengah dan Lombok Timur untuk datang ke wilayah Mataram. sedang naskah Bali mencatat 1720. Untuk memperkuat rasa persatuan mereka maka pada tahun 1744 M. 23 24 Lihat Fath Zakaria. Kamasan.

juga dari desa Sukaraja (sekarang termasuk kecamatan Jerowaru) yang nantinya membangun kampung yang menjadi cikal desa Sukaraja Ampenan. Mangkung Lombok Tengah dan Gerung banyak mengisi lokasi yang kini dikenal sebagai Punia Jamak. dan sebagainya. Darek dan Ranggagate nantinya membuat perkampungan Petemon. Sesuai dengan namanya Ampenan berasal dari kata ampen yang berarti benang pancing ditambah akhiran an. Seganteng. Penduduk Kedemungan Tempit Truwai Lombok tengah mengisi tempat yang bernama sama yaitu Tempit di Ampenan.18 Karang Kemong. Ketika peperangan melawan Gelgel awal abad 17 Pejanggik menempatkan prajurit yang sebagian besar berasal dari Kedemungan Tempit dan membangun pedukuhan Tempit. Penduduk dari desa Sintung Pringgarata membangun kampung Sintung. Jadi Ampenan adalah tempat pemancingan atau tempat mencari ikan yang cukup baik. Seperti orang Jawa. Pemukiman orang Sasak pertama disini adalah Otak Desa atau pusat desa dan kebon Roweq. Sri Muhlisin W. asal Kateng Praya Barat bermukim di Punia Karang Kateng sedang dari Pademara Lombok Timur. Karang Tapen. Melayu. Krekok di Dusun Krekok Rembiga. Agustus 2011 . Mereka membangun kampung Karang Panas. Selain itu perkembangan Ampenan menarik orang-orang dan para pedagangpedagang dari Nusantara dan mancanegara untuk datang. Arab bahkan orang-orang Eropa. Penduduk dari Kelayu Lombok timur nantinya bermukim di Punia Karang Kelayu. dari Saba di Punia Saba. Beberapa keluarga dari Ungga. Banjar. dari Marong membangun dusun Marong Karang Baru. Ampenan semula adalah desa nelayan kecil. Begitu juga. Bugis. Dengan semakin berkembangnya Pelabuhan Ampenan nampaknya mengundang juga kelompok-kelompok pemukim dari berbagai tempat di pulau Lombok. Sebagian dari mereka kemudian menetap dan membangun pemukiman dan memberikan nama sesuai dengan asal-usul 28 Wawancara dengan L.28 Termasuk dari Taliwang Sumbawa membangun Desa Taliwang. Berangsur-angsur selain dari bekas wilayah Selaparang datang juga penduduk dari wilayah Pejanggik dan Lombok bagian tengah pada umumnya.

Lihat Sejarah Daerah NTB. kampung Banjar. Pusat Kedatuan Pejarakan berada di kampung Pejarakan sekarang yang kini termasuk dalam wilayah Kelurahan Pejarakan Karya kecamatan Ampenan. yang berkuasa atas pulau Lombok bagian timur) sehingga penduduk pribumi Pulau Lombok dikenal dengan suku Sasak dan Pulau Lombok dikenal pula sebagai Nusa Sasak. kampung Bugis. Kerajaan Sasak diperkirakan eksis 29 30 Lihat Sugiano Sasridiwiryo. Nampaknya setelah pindah dari desa Laeq sampai di dataran Pulau Lombok bagian barat ini mereka membangun pemukiman yang terpencar-pencar. . Kerajaan Sasak sendiri menurut Sugianto Sastrodiwirya berpusat di sekitar Cakranegara sekarang. kampung Melayu dan lainnya. De Roo De La Faille memperkirakan pusat Kerajaan Sasak ini berada di barat daya Pulau Lombok30. Beberapa desa terkonsolidasi menjadi kedatuan-kedatuan atau kerajaan kecil. Kerajaan kecil (Kedatuan) yang kuat nantinya mempersatukan kedatuankedatuan lainnya menjadi sebuah kerajaan.19 mereka seperti kampung Arab. Bahkan kemungkinan besar Kerajaan Sasak ini pernah berkuasa atas seluruh Pulau Lombok (sebelum munculnya kerajaan Lombok di ujung timur pada abad ke 13 M. Di wilayah kota Mataram sekarang ini dahulunya pernah eksis dua entitas politik yakni Kedatuan Pejarakan dan Kerajaan Sasak. Pemukimanpemukiman ini selama hampir dua abad seiring dengan bertambahnya penduduk berkembang menjadi pedukuhan-pedukuhan dan selanjutnya berkembang menjadi desa-desa. C. Sejarah Politik dan Pemerintahan. Nampaknya Kerajaan Sasak yang berpusat di sekitar wilayah Cakranegara sekarang ini pada abad ke IX telah mendapatkan supremasi dari kerajaan-kerajaan lainnya terutama di Lombok bagian barat sehingga nantinya wilayah barat ini dikenal dengan Negareng Sasak atau Negeri Sasak.29 Sedang P.

Kerajaan Warmadewa telah menjalin hubungan diplomatik dengan Kerajaan Sasak sejak awal. Kaesari dianggap sebagai generasi pertama dari dinasti Warmadewa sampai keruntuhannya dinasti ini akibat invasi Majapahit 1343 M. Besar kemungkinan yang dimaksud oleh piagam tersebut adalah bantuan militer dari kerajaan Sasak kepada kerajaan Warmadewa untuk menghadapi orang-orang Bali Aga sehingga tercapai kemenangan. Selain bantuan militer dari Sasak. Menurut Sugianto Sastridiwiryo kemungkinan raja itu adalah salah seorang anggota keluarga Warmadewa yang 31 32 Monografi Daerah NTB. h. 13. Lihat Babad Lombok . Dalam prasasti Blanjong di Sanur berangka tahun 913 M. maka untuk membangun kembali keseimbangan dan keharmonisan akibat hubungan yang sempat retak tersebut diperlukan sentuhan religius dan kebijaksanaan seorang Resi maka pada tahun 1009 M raja Warmadewa mendatangkan Mpu Kuturan dari Daha di tanah Jawa untuk menjembatani perbedaan-perbedaan yang menjadi pemicu pertentangan tersebut. Menurut Pandhit Sasri raja ini kemungkinan seorang raja asing yang membawa ekspedisi militer dan menaklukkan penduduk setempat (Pandit Sashri). Di Bali eksistensi Kerajaan Sasak ini diabadikan dalam dalam sebuah kentongan perunggu yang kini tersimpan di Pujungan Tabanan Bali dengan tulisan yang berbunyi “Sasak dana prihan. Piagam tersebut berasal dari Abad XI. Pada abad ke XI Kerajaan Sasak pernah berperan penting dalam hubungannya dengan Bali. Jawa maupun di Lombok sendiri. srih jayanira”.32 Eksistensi kerajaan Sasak dapat kita temukan dalam berbagai sumber baik sumber Bali.20 sejak abad ke IX31 hingga Abad ke XVIII. pada masa itu di Bali terjadi kemelut di mana Kerajaan Warmadewa yang dipimpin oleh Dharmodayana dan Istrinya Sri Gunapriya Dharmapatni sedang menghadapi tantangan dari orang-orang Bali Aga. bahkan kuat dugaan raja-raja kerajaan Warmadewa memiliki satu silsilah dengan kerajaan Sasak. yang menyebutkan nama seorang raja yaitu Kaesari Warmadewa yang lokasinya di sekitar Sanur. artinya: “Atas bantuan Negara Sasak sehingga tercapai kemenangan”.

21 berkuasa di Kamboja. Piagam kentongan Perunggu menjadi pengiling-iling peristiwa monumental tersebut. sedang dalam silsilah Raja-Raja Selaparang tertera nama Pangeran Kaesari yaitu saudara dari Prabu Turunan atau dikenal dengan Demung Mumbul atau Batara Mumbul menurut tempatnya bertahta di Karang Mumbul di Lombok. Cita-cita besar itu dikenal dengan Sumpah Palapa yang termaktub dalam Kitab Negara Kertagama atau Decawarnana. Agustus 2011. Kini kentongan tersebuat dianggap mempunyai kesaktian dan lambang kejayaan. 34 33 .36 Pada abad ke XIV ketika Majapahit dipimpin oleh Hayam Wuruk dengan Mahapatih Gajahmada bercita-cita besar untuk menaklukkan kerajaan-kerajaan di seluruh Nusantara. Hal ini nampaknya sejalan dengan pendapat seorang budayawan ahli sastra Kawi (Jawa Kuno) yang juga dan seorang tokoh pedalangan Sasak yaitu Ki Sadarudin mengartikan juga kata-kata di kentongan tersebut dengan: benda ini adalah pemberian dari Negara Sasak pada masa kejayaannya. Lukman.33 Namun menurut penulis menghubungkan Kaesari dengan Kamboja adalah terlalu jauh dan dipaksakan. 35 Penggunaan kembali nama orang dari generasi terdahulu oleh orang dari generasi sesudahnya dalam satu garis kekerabatan adalah hal yang lazim dalam masyarakat Sasak sejak dahulu hingga kini. Kemashuran dan kebesaran dua kerajaan ini diakui oleh Majapahit sehingga dalam Kitab Negara Kertagama Kerajaan Sasak dijuluki Sasak Adi artinya “Sasak yang Lihat Sugianto Lihat L. Di antara kerajaan-kerajaan yang dicita-citakan untuk ditaklukkan adalah Kerajaan Lombok dan Kerajaan Sasak. 36 Wawancara dengan Ki Sadarudin. nama yang sama nantinya dipakai kembali oleh Raja Lombok yang pertama masuk Islam atau raja pertama Selaparang yaitu Prabu Kaesari atau Prabu Rangkesari.34 Jadi yang kuat dugaan raja Kaesari Warmadewa tersebut adalah Pangeran Kaesari saudara Batara Lombok.35 Jadi ketika terjadi peristiwa Bali Age awal abad ke XI di atas yang mana pada saat tersebut dinasti Warmadewa ini baru berumur 90 tahun maka hubungan kekerabatannya dengan Sasak tentu masih sangat kuat (baru pada tingkat generasi keempat) sehingga Sasak memiliki tanggungjawab moril untuk membantu Warmadewa.

sehingga akan lebih baik kerajaan Sasak dibuat sebagai mitra dalam membangun kekuatan dan menguasai perdagangan di wilayah timur pulau Jawa. sedang Kerajaan Lombok dijuluki Lombok Mirah untuk menunjukkan keindahan dan kekayaan alamnnya. Dalam semangat sebagai pewaris tradisi Majapahit setelah Majapahit runtuh dan sebagian besar wilayahnya satu persatu diislamkan oleh Demak dilanjutkan oleh Pajang dan selanjutnya Mataram. Gelgel kemudian tumbuh menjadi kerajaan yang merdeka dan merasa sebagai pemegang tanggungjawab atas amanat 37 Lihat. Saat konflik Sasak-Gelgel ini terjadi di Kerajaan Sasak sedang memerintah Sri Aji Krahengan sedang di Gelgel memerintah Dalem Weturenggong generasi ketiga dinasti Kepakisan. Untuk merealisasikan cita-citanya sekitar tahun 1344 M Majapahit menyerang Kerajaan Lombok yang menyebabkan kotaraja Lombok mengalami kerusakan hebat dan keluarga raja sempat mengungsi ke dalam hutan tetapi tidak terdapat bukti Majapahit menyerang Kerajaan Sasak kecuali mengirim Pendeta Gurendah untuk menyebarkan agama Weratsari di sana. Setelah hampir dua abad kemudian yakni awal abad ke XVI Kerajaan Sasak mengalami ketegangan dan konflik selama hampir sepuluh tahun dengan Gelgel Bali sekitar tahun 1520 M hingga 1530 M. . Sugianto.. Kerajaan Gelgel adalah pengganti kerajaan Warmadewa berkuasa atas seluruh Bali setelah Majapahit mengalahkan Ratna Bumi Banten Raja Bali dari dinasti Warmadewa terakhir pada invasi tahun 1340 M.37 Serangan ini adalah bagian dari langkah defensive ekspansif yang coba ditempuh oleh Gelgel. Konflik ini bermula ketika raja Dalem Waturenggong mencoba menyerang Kerajaan Sasak dalam sebuah ekspedisi militer pada tahun 1520M. dan memiliki pengaruh yang besar. Majapahit kemudian menempatkan Sri Kresna Kepakisan yang berasal dari desa Pakis di Majapahit sebagai penguasa Bali pada tahun 1352 M dengan status Adipati Majapahit.22 besar”. Tentu Majapahit mempunyai pertimbangan taktis tertentu misalnya kondisi kerajaan Sasak saat itu yang sedang maju. Serangan ini gagal total...

Kondisi ini lalu disampaikan oleh Weturenggong kepada Danghyang Nirartha sang pendeta tertinggi kerajaan (Baghawanta) Gelgel atau dikenal dengan nama Mpu Dwijendra atau Pedanda Sakti Wawu Rawuh yang waktu itu telah berusia cukup lanjut yakni sekitar 80 tahun. Dalam tahun-tahun berikutnya kerajaan Sasak membalas dengan menyerang posisi-posisi Gelgel di sepanjang pantai timur Bali. Tekanan-tekanan Sasak semakin intensif dan memuncak pada tahun 1530. Dengan ekspedisi militer ke kerajaan Sasak tahun 1520 M itu hubungan Gelgel dengan Sasak menjadi memburuk. Karena hampir terus menerus mengalami kekalahan Gelgel menjadi resah terlebih ada rasa gentar karena Gelgel menganggap Sri Aji Krahengan Raja Sasak itu adalah sosok yang sangat sakti. Dalam semangat itu Gelgel mulai cemas dengan semakin tinginya intensitas islamisasi yang sudah hampir mencapai ujung timur pulau Jawa dan gerakan yang sama diperkirakan akan muncul pula dari sebelah timur di pulau Lombok dengan mulai munculnya Islam disana meski secara keseluruhan saat itu Lombok masih memeluk agama Hindu. dapat berubah-rubah bentuk dan mampu terbang. Untuk mengamankan sayap barat maka Gelgel menguasai Blambangan sedang untuk mengamankan sisi timurnya pada tahun 1520 M Gelgel berusaha menguasai pulau Lombok dengan menyerang Kerajaan Sasak. Untuk itu Gelgel mencoba mengatur kembali siasatnya. Dalam penyerangan tersebut Blambangan berhasil dikuasai tapi gagal di Lombok. Nirartha mengusulkan ditempuhnya jalan perdamaian dan untuk itu dengan mempertimbangkan sangat gentingnya permasalahan ini dan kapasitas raja Sasak yang bernama Sri Aji Krahengan itu maka ia sendiri bersedia sebagai utusan untuk menjalankan misi ini. Setelah dilakukan pembicaraan yang cukup panjang dan mendalam di istana Gelgel. Setibanya perahu Dang Hyang Nirartha mencapai dan mendarat di Ampenan ia bergerak beberapa kilometer ke arah Timur dan Nirartha tiba di pusat kerajaan .23 itu. Belajar dari peristiwa di Jawa sejak jatuhnya Majapahit oleh Kerajaan Islam Demak dan seterusnya itu maka untuk menjamin eksistensi dirinya Gelgel menjalankan strategi buffer state atau negara penyangga yakni pola dengan jalan mencoba menguasai Negara-negara di sekitarnya yang dianggap satu tradisi.

38 39 Lihat. sambil memberikan contoh-contoh peristiwa betapa kini keadaan di Jawa telah mengalami kehancuran di pusat-pusatnya karena para raja itu saling memusuhi. Sebagaimana lazimnya penyambutan terhadap seorang brahmana tinggi dan utusan raja. Pada saat Sri Aji Krahengan menjadi raja Sasak pada saat yang sama di kerajaan Lombok yang berpusat di Lombok timur dipimpin oleh Prabu Rangkesari. . Krahengan menjemput dan memperlakukan sang Brahmana dengan semestinya..38 Sejak itu Sasak dan Gelgel berdamai. diantaranya: 1.. Momentum penting pertemuan diplomatik membangun persahabatan yang membuahkan perdamamain antara Gelgel yang diwakili oleh Danghyang Nirartha dan Sasak diwakili langsung oleh Sri Aji Krahengan atau perjanjian persahabatan Bali-Sasak ini terjadi pada bulan Kartika 1452 Saka/ Oktober 1530 M39 dan karena peristiwa ini memiliki nilai sejarah yang penting maka patut diabadikan dengan sebutan “Perjanjian Aji Krahengan”. Perdamaian ini nampaknya bertahan untuk jangka waktu yang sangat lama hingga hampir satu abad. Momentum raja Krahengan kedatangan misi diplomatik dari Gelgel yang dipimpin oleh Danghyang Niratha pada bulan oktober 1530 M dalam tulisan di atas memberikan gambaran. perang terus berlanjut.24 dimana Sri Krahengan bertahta yaitu sekitar Cakranegara sekarang. Sugianto.. Nirartha menekankan pentingnya persahabatan antara kedua raja ini. Dalam pembicaraan. Krahengan raja Sasak ini dapat memahami permasalahan ini meski ada satu syarat yang ia tolak keras. Sugianto. Baru kemudian tahun 1616 dan 1624 Gelgel dan Selaparang yang saat itu berkuasa atas sebagian besar Pulau Lombok terlibat dalam perang besar. Hal ini menunjukkan Kerajaan Sasak di bawah pemerintahan Sri Aji Krahengan adalah berpusat di Cakranegara sekarang ini.. bahkan setelah Sasak tidak lama setelah itu memeluk Islam.

Awalnya keputusan Raja Rangkesari memeluk Islam ini ditentang oleh raja-raja bawahannya namun dengan sedikit tekanan akhirnya mereka menerima Islam. Bali telah berkuasa atas Lombok dan Sumbawa. bahwa sejak tahun 1520 M. Peristiwa yang di muat dalam naskah kuno Dwijendra Tatwa dan Babad Dalem (keduanya naskah Bali) ini menepis klaim sepihak dari berbagai tulisan baik di Bali yang kemudian dijadikan acuan oleh penulis-penulis asing. Dengan mudah Negara Sasak dapat dislamkan kecuali Pejarakan yang masih tetap memeluk agama Budha kala ini. Di Kerajaan Lombok ia berhasil mengislamkan Prabu Rangkesari dengan langkah-langkah persuasif dan Rangkesari mendapatkan tanggungjawab untuk mengislamkan raja-raja yang lain. Untuk mengislamkan Negara Sasak dan wilayah pengaruhnya bersama para mubaligh didukung oleh Laskar Lombok dan Jawa di bawah komando Ratu Madura dan Ratu Sumenep yang mendapat tugas. Berbasis di sini misi-misi pengislaman diteruskan ke kerajaan-kerajaan lain di pulau Lombok dan pulau Sumbawa bahkan ke Gelgel Bali. Raja-raja beserta pengikutnya dari seluruh pulau Lombok yang telah memeluk Islam seperti Paroa. Langko. Bayan. nasional termasuk penulis lokal.25 2. Dalam Babad Lombok terdapat keterangan bahwa pada tahun 1545 M Pangeran Prapen beserta rombongan ekspedisinya telah mendarat di timur laut Pulau Lombok di Salut dan Sambelia kemudian terus ke Kerajaan Lombok di teluk Lombok. Saat itu kerajaan Sasak masih tegak sebagai kerajaan merdeka dan disegani terbukti dengan terdesaknya Gelgel dalam banyak pertempuran dan Gelgel menurunkan sang Baghawantha (pendeta tertinggi kerajaan) Dang Hyang Nirartha yang bukanlah orang sembarangan yang mendekati Krahengan untuk menawarkan perdamaian. Pejanggik. Sokong termasuk Raja Sasak dan lainnya selanjutnya berkumpul di ibukota Lombok untuk mendapat . Karenanya selain diikuti para mubaligh ekspedisi ini didukung oleh laskar Lombok dan Jawa yang terbukti nantinya berguna di banyak tempat yang menolak masuk Islam dengan cara persuasif.

41 Setelah keikusertaannya dalam musyawarah besar pembentukan kerajaan Selaparang ini kita belum menemukan lagi khabar mengenai kerajaan Sasak ini termasuk bagaimana berakhirnya. Nampaknya setelah itu Kerajaan Sasak perlahan-lahan mengalami kemunduran besar mungkin akibat pertikaian internal 40 41 Babad Lombok. Dipilhlah suatu tempat yang lebih strategis arah barat daya teluk Lombok suatu tempat yang subur banyak air dan sumber makanan dan berada di ketinggian sehingga dari sini dengan cepat dapat melihat musuh.26 pendalaman ajaran Islam dari Pangeran Prapen selama 4 bulan lamanya. Untuk meneguhkan era kesatuan agama dan politik ini Raja Rangkesari setelah bermusyawarah dengan para punggawanya beserta raja-raja lainnya seperti: Sasak. Kemudian kota ini diberi nama Selaparang yang dalam perkembangannya menjadi kerajaan besar. Untuk itu mereka bersepakat menunjuk Kerajaan Lombok dengan Rajanya Prabu Rangkesari sebagai pemimpin di antara mereka dengan status primus inter pares (yang terkemuka dalam kesedarajatan). Langko. . sebuah tempat yaitu Watuparang. yang pasti Sasak selanjutnya menjadi penyebutan etnis yang mendiami pulau Lombok. sebagian Budha telah berganti menjadi agama Islam kecuali Tebango. agama baru mereka. Bayan.40 Setelah itu Pangeran Prapen melanjutkan misi ke Pulau Sumbawa. Sebuah fenomena monumental baru saja terjadi dan Lombok mulai menapaki zaman baru. Agama Hindu yang sebelumnya dominan dipeluk oleh penduduk Lombok. Parwa. Pejanggik dan lainnya akhirnya memutuskan untuk membuat ibukota baru. Pejarakan. pupuh 819 Lihat Babad Lombok. Sokong. Untuk pertamakalinya dalam perjalanan sejarahnya Pulau Lombok mengalami unifikasi agama dan politik. Nampaknya selama berada di Kotaraja Lombok raja-raja tersebut telah berhasil membangun komitmen bersama untuk membentuk sebuah entitas politik supra kerajaan dalam bentuk kuasa federasi yang longgar sebagai payung untuk menjamin kepentingan bersama dalam spirit agama Islam. Ganjar dan Pengantap (dua dari desa ini yaitu Tebango dan Ganjar hingga kini masih memeluk agama Budha).

Sedangkan Cariding nampaknya hancur sama sekali dan diduduki oleh Karangasem. selanjutnya menyerang Pejarakan dan dilanjutkan dengan serangan ke Cariding. Menjelang kedatangan Karangasem di wilayah Mataram masih berdiri Kerajaan Pejarakan dan Cariding42 dan desa-desa yang berinduk ke Selaparang. Nantinya Ampenan tetap berkembang menjadi pelabuhan yang ramai. Pada tahun 1721 M orang-orang Karangasem mendarat di Ampenan. Di Gerung bahkan Selaparang menempatkan kerabatnya dengan status Demung yang dikenal dengan Demung Dodokan. di awal abad ke 17 dibangun oleh Selaparang menjadi pangkalan untuk keperluan militer di wilayah barat. Ampenan yang awalnya sebuah pedukuhan nelayan kecil yang di sana telah ada embrio pemukiman Selaparang. Setelah itu Ampenan mulai berkembang menjadi pelabuhan dagang. Hal ini dilakukan Selaparang untuk merespon kondisi karena pada tahun 1616 M Gelgel menyerang Selaparang. Perebutan ketiga distrik ini diperkirakan memakan waktu berbulan-bulan lamanya. sehingga hilang dari peta sejarah dan di sana Karangasem mendirikan kotabaru yang 42 Babad Lombok . Peperangan ini berakhir dengan perdamaian. Pejarakan rusak berat hingga hanya tinggal menjadi kampung kecil yang tak berarti. Nantinya di kawasan bekas ibukotanya ditemui sebuah kota bernama Cariding. Pagutan.27 yang serius yang mengakibatkan kehancurannya. Kediri. Seusai perang sebagian laskar Selaparang memilih tinggal di wilayah ini sekaligus menjaga wilayahnya. Dasan Agung. Mulai dari bagian selatan terus ke utara seperti Gerung. Di selat Lombok dua armada militer yaitu Gelgel dan Selaparang bertempur dengan dahsyat membela negara dan kehormatannya masing-masing. Sekarbela. Setelah persiapan selama 6 tahun dan merasa cukup siap dari pangkalan ini Selaparang menyerang balik Gelgel pada tahun 1624 M. Mengisi kemunduran Kerajaan Sasak ini Selaparang menempatkan rakyatnya di hampir semua bagian bekas wilayah ini. Rembiga sampai di Sesela (Gunungsari sekarang). mereka lalu menyerang kota.

Belakangan kota Karangasem-Sasak Singasari atau biasa disingkat dengan Singasari pada tengah abad ke 19 berganti nama menjadi Cakranegara hingga saat ini.28 diberi nama Karangasem-Sasak Singasari. Beberapa tahun kemudian di internal kedua Kerajaan besar ini mengalami masalah yang serius. Puri Singasari selesai dibangun pada tahun 1728 M yang secara resmi disebut Puri Karangasem-Sasak Singasari dan Puri Metaram dibangun tahun 1740M selesai tahun 1744M dan disebut Puri Kanginan Metaram. Sejak itu Pemban Meraja Mas Kerthabumi atau Prabu Kerthabumi maharaja Selaparang memutus hubungan diplomatik dan kekerabatan dengan Pejanggik yang saat itu dipimpin oleh Pemban Mas Meraja Kusuma atau Prabu Dewa Kusuma. Prabu Kontala selain kurang cakap statusnya sebagai keluarga raja Selaparang terdahulu dari garis perempuan juga menimbulkan 43 Lihat AA Ktut Agung . Perpecahan ini timbul karena beberapa tahun sebelumnya Pejanggik memberikan perlindungan politik kepada seorang senapati yang paling dicari oleh Selaparang yang telah dijatuhi hukuman karena suatu kesalahan. Di Selaparang sepeninggal Prabu Anom menantu dan pengganti Prabu Kerthabumi berlangsung konflik laten akibat pengangkatan Prabu Kontala adik raja Seran sebagai Pemangku Raja karena putra Prabu Anom masih kecil-kecil.43 Kedatangan orang-orang dari Karangasem ini memanfaatkan momentum perpecahan di antara kerajaan-kerajaan di Lombok terutama antara Selaparang dengan Pejanggik yang notabene dua entitas yang masih satu keturunan dan keduanya sedang memegang hegemoni di hampir seluruh pulau Lombok. Untuk mempertebal rasa persatuan mereka maka di tahun 1744 di Singasari dibangun Pura Meru sebagai tempat pemujaan dan pemersatu seluruh keluarga Karangasem dan masyarakat Hindu umumnya di pulau Lombok. Kata Sasak dalam nama kota baru ini tentu dimaksudkan untuk mengenang bahwa disekitar tempat tersebut dahulunya merupakan ibukota kerajaan Sasak atau bahwa kota tersebut berada di negeri Sasak.

Tidak adanya kekuatan yang dominan menyebabkan tidak adanya unifikasi politik di pulau Lombok. Keruntuhan dua kerajaan Sasak terbesar yang telah berusia ratusan tahun ini menimbulkan revolusi sosial dan politik yang kedua di pulau Lombok. era yang berlangsung setidaknya untuk satu abad ke depan ketika Lombok masuk dalam hegemoni Belanda. 44 .29 delegitimasi bagi kedudukannya. masing-masing entitas adalah institusi yang independen sehingga dalam perjalanannya terjadi dinamika yang sedikit rumit. Peluang ini dimanfaatkan dengan cerdik oleh Bali yang memang telah lama menginginkan menguasai Lombok. Sesungguhnya Prabu Kontala adalah pilihan logis Selaparang karena neneknya dari Selaparang dan setelah figure dari garis keluarga yang lebih dekat tidak bisa dipilih baik karena usia yang masih dibawah umur seperti Raden Riyadi putra Prabu Anom atau karena sudah terputusnya hubungan kekerabatan seperti dengan Pejanggik. Lombok kini memasuki era baru. Beberapa kerajaan kecil yang dahulunya berada di bawah Selaparang dan Pejanggik mendapat kesempatan untuk eksis kembali setelah mereka mampu melakukan konsolidasi-konsolidasi dan membangun konsesi-konsesi dengan kekuatan-kekuatan lain. independen dan otonom. Sumbawa dan Goa yang menyebut adanya pengaruh politik Goa atas Selaparang. Era ini ditandai tumbuhnya kekuatan-kekuatan baru dan munculnya dinastidinasti politik baru. Hampir sama dengan era pra Selaparang di mana era ini pulau Lombok tidak ada kekuatan yang dominan di mana Lombok terbagi menjadi entitas-entitas politik yang terpecah-pecah. Dalam kemelut politik yang cukup panjang selama duapuluh tahun yakni dimulai dari tahun 1721 M akhirnya berpuncak dengan runtuhnya Pejanggik sekitar tahun 1736 M dan kemudian Selaparang pada sekitar tahun 1740 M. Tatanan yang telah terbangun selama 200 tahun atau dua abad pada era Selaparang kini hancur. Tidak pernah ada tanda-tanda atau informasi dari naskah di Lombok. Dinasti-dinasti penguasa lama ada yang bertahan tapi lebih banyak yang tersapu atau tercerai-berai oleh gelombang revolusi ini.44 Di Pejanggik perpecahan ini muncul menjadi perang terbuka dipicu pemberontakan Sang Senopati terhadap Raja Pejanggik Pemban Mas Meraja Kusuma dan Sang Senopati meminta dukungan Bali. Dinamika-dinamika yang berlangsung terus menerus hampir satu abad Sebagian pengamat secara keliru menganggap Prabu Kontala ini adalah wakil yang ditempatkan oleh Goa.

Di wilayah Mataram dengan kemajuan yang diperolehnya dengan mana setelah mereka dapat membawahi beberapa desa. distrik-distrik Bali yang otonom. Pada tahun 1803 M. dan Rajanya I Gusti Bagus Karang melarikan diri ke Rembige. Pada masa itu distrik-distrik Karangasem ini meski berstatus otonom masih berinduk ke Karangasem Bali. Kopang. distrik-distrik Sasak yang otonom dan desa-desa Sasak yang otonom. Kalijaga. Hal ini dimanfaatkan oleh Singasari untuk melakukan konsolidasi antar distrik-distrik Karangasem di wilayah Lombok. Rarang. Era ini berlangsung hampir seratus tahun atau satu abad. desa-desa Karangasem seperti Mataram. Sokong. masyarakat Sasak membangun konsolidasi untuk merebut kembali wilayah-wilayah . Pagutan dan Pagesangan kemudian berkembang menjadi distrikdistrik yang otonom. Sasak dengan Bali juga antar distrik-distrik Bali tersebut. Pringgabaya dan lainnya. Memanfaatkan momentum konflik politik di internal keluarga Karangasem. Bayan. Sejak awal abad ke XIX ketika Karangasem sedang disibukkan dengan peperanganpeperangan dengan kerajaan lain di Bali. Singasari semakin berani dan dengan agresif mencaplok Pagesangan tahun 1830 M. Baik antar Kerajaankerajaan Sasak. Desa-desa Sasak di wilayah Mataram yang sebelumnya bagian dari Selaparang seperti Sekarbela dan Dasan Agung dengan runtuhnya Selaparang nampaknya kini menjadi desa-desa yang otonom.. Entitas-entitas ini terus tumbuh dan saling bersaing. Setelah Karangasem jatuh ke tangan Buleleng tahun 1824 M. Dengan itu Singasari kini meningkat statusnya dari distrik menjadi kerajaan kecil. Hingga akhir era ini beberapa Kerajaan Sasak yang menonjol yaitu: Kuripan. Singasari mengambil-alih distrik Sengkongo dan mencaplok distrik Kediri tahun 1804 M. Peperangan-peperangan sebab kemartabatan atau perebutan wilayah kerap terjadi.30 (1740-1840) terutama 3 dekade awal dan 3 dekade akhir membuahkan konsolidasi konsolidasi politik menjadi kerajaan-kerajaan kecil Sasak (Kedatuan). Masbagek. Kerajaankerajaan Sasak ini nantinya seringkali ikut campur bahkan terlibat jauh dalam perselisihan-perselisihan dan konsolidasi-konsolidasi politik yang terjadi di wilayah Mataram. Singasari. Praya. Batukliang. Sakra.

sejak itu Mataram menjadi sebuah kerajaan yang membawahi semua entitas Bali yang ada di Lombok Barat dan terlepas dari Karangasem. Pada peperangan tersebut pemimpin Pagutan terbunuh. Rarang. Singasari kini terjepit dan ia mendapat perlawanan yang berat karena Mataram bersekutu dengan Pagutan. Dengan kemenangan ini. Tahun 1838 M sengketa ini pecah menjadi perang terbuka. Sakra dan Kuripan muncul menjadi wilayah yang merdeka. Praya. Pagesangan dan Kerajaan-kerajaan Sasak.46 Dua tahun kemudian. dan mulai diperhitungkan di Pulau Lombok.45 Desa-desa tersebut kemudian dibagi antara distrik-distrik Bali tersebut yang belakangan sering menjadi pemicu konflik antara mereka. Pagutan. Kopang. tapi gagal. Dengan ini Belanda mengikat 45 46 Lihat Babad Sakra Lihat AA Ktut Agung . Demikian juga Belanda dalam rangka menguatkan klaim mereka secara internasional bahwa seluruh Nusantara merupakan wilayah kekuasaanya. maka negaranegara kolonial berlomba-lomba memperkuat klaim mereka atas suatu wilayah tertentu. Wilayah yang paling luas didapat oleh dua bersaudara putra Raja Kuripan yakni Deneq Laki Batu dan Deneq Laki Galiran dengan mendapatkan sebagian besar bekas wilayah Singasari. Mataram menyerang Pagutan. Dalam persaingan memperebutkan pengaruh dan wilayah. popularitas semakin meningkat dengan wilayah-wilayah yang semakin luas. Pada tahun 1824 M Sakra yang saat itu di bawah pimpinan Raden Suryajaya yang diperkuat oleh seorang putri bangsawan terkemuka keturunan Raja Pejanggik yaitu Deneq Bini Ringgit dan suaminya Karaeng Manajai beserta putranya Dewa Mas Panji Komala mencoba merebut desa-desa yang dikuasai Karangasem. yaitu dengan rechtitel atau kedudukan hukum yang sah. Peperangan ini akhirnya dimenangkan pihak koalisi Mataram-Sasak meski dengan harga yang mahal yakni gugurnya Bendesa Mataram. yaitu tahun 1840 M. Mataram. Bahkan Sakra banyak kehilangan sebagian desa-desa wilayahnya.31 yang sudah dikuasai oleh Bali.

Perjanjian-Panjang biasanya dimulai dengan Akte van Verband yaitu pernyataan pengakuan dari penguasa setempat bahwa wilayahnya adalah bagian dari Hindia Belanda dengan demikian ia tunduk atasnya. sedang Korte Verklaring sebaliknya diperuntukkan bagi kerajaan-kerajaan yang dianggap kurang penting dari segi politik maupun ekonomi. Dalam kondisi ini Belanda akan membiarkan konflik tersebut berlanjut hingga masingmasing menjadi lemah bahkan hancur untuk kemudian pada saatnya Belanda akan tampil seolah sebagai Pahlawan yang menyelamatkan keadaan. Dengan cara itu Belanda menancapkan kuku-kuku kekuasannya di Nusantara. Dengan itu Belanda . Berdasarkan itu Belanda akan membuat Akte van Bevestiging (akta penetapan). yaitu pengakuan terhadap penguasa tersebut sebagai penguasa atas suatu wilayah tertentu. dan akan dipertahankan sepanjang ia taat kepada Akte van Verband yang dibuatnya atau sepanjang ia masih dianggap masih berguna bagi Belanda. Perjanjian atau pengakuan ini terdiri dari dua bentuk yaitu Politiek Contrak (Perjanjian Panjang) dan Korte Verklaring (Pernyataan Pandek) karena terdiri dari beberapa pasal saja. Status ini dapat berubah sesuai dengan perkembangan keadaan. bahkan dalam keadaan tertentu kerajaan tersebut dihapus sama sekali untuk kemudian dijadikan wilayah Gubernment atau yang diperintah oleh pamong praja Belanda. Di sisi lain meski banyak dari penguasa itu yang melakukannya dengan terpaksa banyak pula yang membutuhkan Belanda untuk alat legitimasi menghadapi pesaing-pesaing internal atau tetangganya.32 perjanjian atau pengakuan dari penguasa setempat. Untuk Pernyataan Pendek biasanya dibuat lebih ringkas dengan tetap memuat dua substansi yaitu pengakuan dan penetapan dalam satu naskah. Dengan usaha yang sedikit Belanda mendapat banyak keuntungan seperti keuntungan politis dan ekonomis. sehingga tidak dapat diambil alih atau digugat oleh kekuatan asing lain. Perjanjian Panjang biasanya diperuntukkan bagi kerajaankerajaan yang dianggap penting baik secara politik maupun ekonomi. Mereka tidak menyadari bahwa bila ada pertentangan terhadap adanya Akta tersebut maka yang akan menjadi sasaran adalah pihak penguasa tersebut bukan pihak Belanda.

Sebagai daerah yang beberapa tahun sebelumnya diklaim termasuk sebagai wilayah kekuasaanya dan dimasukkan secara sepihak dalam Karesiden Bali Lombok. Belanda merasa terganggu dengan aktifitas mereka karena dapat mementahkan klaim Belanda atas wilayah tersebut dan dapat merugikan kepentingan ekonomi dan perdaganag Belanda. 47 Seusai perang di Lombok.33 dapat dengan leluasa mengambilalih kekuasaan untuk kemudian wilayah tersebut ditempatkan langsung di bawah pemerintahannya. Tapi tidak demikian dengan Mataram. Maka dia menanti dengan sabar akhir dari perang saudara tersebut tanpa perlu turun tangan meski Singasari sebelumnya pernah meminta bantuannya. Untuk ini Belanda mengirim bebarapa kali tim pemantau.P. Strategi tersebut yang diterapkan Belanda di Lombok. Edeling dan pada Desember 1839 mengirim utusan resmi Huskus Koopman. pecah dan kuasai itu. kerajaan-kerajaan Sasak juga Mataram yang baru saja memenangkan perang atas pesaing-pesaing Balinya. C. King dari Inggris yang dengan bebas berhubungan dengan penguasa-penguasa setempat. Kerajaan-kerajaan Sasak nampaknya melakukan penolakan karena menyadari itu berarti tunduk kepada pemerintahan asing yang tidak difahami sementara saat itu mereka tengah berdaulat di atas negerinya sendiri. Mataram yang merasa sebagai entitas asing di bumi Lombok harus terus mewaspadai kekuatan lain di bumi Lombok ini. Perkembangan perkembangan di Lombok ini sejak perang Singasari menghadapi Mataram dan Sasak diikuti dengan cermat oleh Belanda. beberapa bulan kemudian mengirim Kapten A. yang pertama pada Mei 1838 yaitu Mayor Wetter. 47 Lihat AA Ketut Agung . Penyelidikan di Lombok ini kaitan pula Belanda mulai mewaspadai kegiatan-kegiatan orang Eropa lain yang makin agresif seperti Mads Lange dari Denmark dan G. Namun ia belum memiliki kekuasaan yang nyata di Lombok karenanya dia memerlukan rechtitel atas Lombok sebagai alas yang sah bagi kekuasaannya. Inilah satu sisi dari Devide et Impera atau strategi adu. maka Belanda mendekati kerajaan-kerajaan di Lombok.

karena Mataram diikat dan dibebani dengan berbagai syarat ketentuan yang tentu saja menguntungkan Belanda. yang ditandatangani oleh Raja Mataram serta beberapa orang Punggawa di Puri Kanginan Mataram dan Huskus Koopman sebagai wakil resmi Pemerintah Hindia Belanda.34 Kerajaan-kerajaan Sasak itu yang sewaktu-waku dapat membinasakannya. Untuk ini tawaran pengikatan oleh Belanda adalah solusi yang menarik. . tetapi sekaligus juga menjadi pintu menuju kehancurannya. Bahkan terdapat ketentuan bahwa Belanda dapat mengambil alih langsung pemerintahan di negeri tersebut apabila Mataram tidak setia dan tidak dapat menjalankan syarat dan ketentuan yang telah dibuat. Tidak disadarinya ia sedang diadu domba dengan sesama pribuminya dan akta tersebut menjadi alat adu domba yang efektif hingga pada saatnya Belanda dengan mudah menguasai mereka semua. Selain itu Mataram ingin diakui eksistensinya sebagai kerajaan yang independen terlepas dari Bali. Naskah Kore Verklaring Mataram dan Belanda tahun 1843. Mataram memberikan pengakuan resmi bahwa seluruh Pulau Lombok adalah milik Belanda. Dalam Korte Verklaring tersebut. Di satu sisi akta tersebut menjadi kekuatan politik Mataram terutama terhadap pesaing-pesaingnya Kerajaan-kerajaan Sasak itu. Mataram telah memasukan diri pada sebuah jebakan politik yang serius. Konsesi-konsesi ini tentu tidak gratis. Terbukti bagaimana mereka dengan mudah hanya dalam beberapa hari dapat menghancurkan Singasari yang awalnya perkasa itu. 48 Lihat Alvons Vander Kraan.48 Karena tindakan gegabah Mataram ini sejak itu secara de jure pulau Lombok berada dalam genggaman Belanda dan Mataram ditempatkan sebagai bawahan atau kepanjangan tangan Belanda di Lombok. bahwa Belanda berkuasa atas seluruh pulau Lombok dan Lombok adalah bahagian dari Hindia Belanda. Dengan demikian dalam akta yang sama Belanda mengakui penguasa Mataram sebagai penguasa sebagian wilayah Pulau Lombok tersebut (mungkin maksudnya Lombok Barat). Maka melalui Korte Verklaring atau “pernyataan pendek” pada tanggal 7 Juli 1843 M.

akan tetapi tidak banyak membuahkan hasil. Belanda menunggu kesempatan yang tepat untuk masuk ke daerah yang sedang berkonflik ini. Beberapa tahun sebelumnya Belanda memang 49 50 Lihat Alvons Vander Kraan. Sebagai orang yang berkepentingan di Lombok. kejatuhannya hanya persoalan waktu. ekonomi dan perdagangan tidak stabil. Pada tanggal 7 Agustus 1891. pembunuhan-pembunuhan politik dengan tipudaya yang terencana bahkan ada yang berkembang menjadi perang terbuka. Pada 22 September 1891 kekuasaan Mataram telah diruntuhkan hampir seluruhnya. ingatan suram menorehkan luka mendalam membentuk gumpalan bola api yang menunggu saatnya untuk meletus. yang dimotori oleh Praya. mengadu domba antar kerajaan Sasak. korbankorban berjatuhan.49 Beberapa tahun kemudian Mataram melakukan serangan balasan ke Lombok bagian timur. perkembangannya selalu diikuti oleh Belanda. penyerangan pertama dilakukan dilakukan oleh orang-orang Sasak. Pada waktu yang bersamaan yaitu pada Juni 1893 Sekarbela mulai membangun kedudukan pertahanan50 dan menyatakan perang terhadap Mataram. mereka menyebutnya Perang Sabil. Pertentangan-pertentangan yang terjadi antara masyarakat Sasak dengan kerajaan Mataram di Lombok. Ibid . Dari tahun ke tahun peristiwa-peristiwa politik ini terus menerus berlangsung. Selama empat tahun pergolakan ini mengakibatkan semua pihak di Lombok dalam keadaan tidak menentu. Dan ketika saat itu tiba Mataram tak kuasa membendungnya. Turut terlibat di dalamnya adalah seorang pemuka Tariqat Naqsabandy Tuan Guru Ali Batu hingga kemudian berkembang menjadi perang sipil meluas.35 Dengan Korte Verklaring ditangannya Mataram terus melakukan langkahlangkah politik untuk menghancurkan sesamanya baik dengan muslihat-muslihat. Meski awalnya kurang mendapat dukungan dari beberapa pemimpin Sasak lainnya akhirnya inisiatif ini menginspirasi mereka semua terutama setelah mereka membangun komitmen dalam sebuah Musyawarah akbar tokoh-tokoh Sasak. hal ini semakin memperlemah Mataram.

F. memperkuat dugaan bahwa Lombok kaya dan terdapat mineral emas. Belanda baru datang mencoba mengendalikan situasi. Lefrinck. dan sangat strategis dalam jalur perdagangan dunia. Menyadari bahwa untuk memperoleh kerjasama dari Pemimpin-pemimpin Sasak Timur adalah perlu membuat konsesikonsesi politik52 maka skema jalan tengah diluncurkan.53 Namun hal yang paling mengecewakan bahwa ia harus melepaskan wilayah-wilayah di Lombok Barat untuk mereka berdiri sendiri membuat Mataram merasa dicampakkan. Belanda terpojok dan mulai menyadari kondisi sebenarnya dan ke mana bandul itu mesti bergerak. Surat-surat permakluman dari pemimpin-pemimpin Sasak sebab musabab timbulnya perang tidak menggoyahkannya. Ketika tahun 1894 situasi sudah demikian parah dan tak berdaya akibat perang. . Alvon Vander Kraan. hingga gelap mata dan melakukan kecerobohan. membela Mataram. Belanda kini memilih berada di tengah.A. Mataram semakin melemah dan Sasak semakin kuat.36 sudah ingin kekuasaan yang lebih nyata di Lombok dengan rencana menempatkan wakilnya di sini karena sejak awal tahun 1880-an mereka mengetahui Lombok adalah daerah yang kaya. Kedudukan pasukan Belanda yang berkemah di 51 52 Ibid Lihat Vander Kraan 53 Lihat naskah Perjanjian 1894. Malah kemudian pemimpin-pemimpin Sasak memberikan tekanan politik yang kuat kepada Belanda untuk segera memutuskan hubungannya dengan Mataram karena perilakuperilakunya yang tidak terpuji. Untuk itu ia mengusulkan agar Lombok dijadikan daerah pemerintahan langsung Belanda dengan menempatkan pejabat colonial disana. Hal ini adalah tanggungjawab politik Belanda karena dialah yang mengesahkan Mataram dengan Korte Verklaring tahun 1843 itu. Tekanan politik Belanda kepada pemuka Sasak dengan mengirim pasukan dalam jumlah besar ternyata tidak menggentarkan mereka.51 Kebijakan baru ini belum dijalankan sampai dimulainya pergolakan di Lombok 1891 karenanya ia menunggu ujung pergolakan ini. Dalam laporannya pada 30 Desember 1886.

37 lapangan depan Puri Cakranegara yang sebenarnya dimaksudkanuntuk melindungi Puri tempat tinggal raja itu dari serangan pasukan Sasak. No 185 Tahun 1895 dengan sebutan Afdeling van Lombok. Maka berdasarkan ketentuan pasal 7 Korte Verklaring Mataram 1843 Belanda menganggap cukup syarat untuk mengakhiri perjanjian dengan Mataram. Serangan militer Belanda pada akhir 1894 melumpuhkan Mataram dan berakhir untuk selamanya. Peluang Belanda untuk pijakan politiknya yang lebih kokoh di Lombok kini terbuka lebar. alasannya serangan Mataram atas pasukan Belanda itu. Tanggal 16 Mei 1895 Residen Dannenbargh membuat keputusan memisahkan pembagian Onder Afdeling Lombok Barat menjadi 4 Distrik yaitu dengan Staatblad No. Peluang untuk menempatkan Lombok sebagai wilayah Gubernment (Pemerintahan langsung Belanda) tidak lagi melalui tangan Mataram (Zelfbesrudeerswapraja) kini mendapatkan momentum. Dalam struktur pemerintahan yang baru ini pulau Lombok diberikan status sebagai wilayah Afdeling yang diatur dengan Staatsblad. pada tengah malam diserang yang menyebabkan banyak anggota pasukan dan beberapa perwira terbunuh. Pasca berakhir kekuasaan Mataram ini. Kedistrikan Ampenan dan sekitarnya . Dengan Staatsblad N0 185 tahun 1895 itu pula ditetapkan bahwa Afdeling Lombok dibagi menjadi dua wilayah Onder Afdeling yaitu Onder Afdeling van Oost Lombok (Lombok Timur) dengan ibukota di Sisiq (Labuhan Haji) dan Onder Afdeling van West Lombok (Lombok Barat) dengan ibukota Mataram. Ketentuan ini ditetapkan dengan Staatsblaad (Lembaran Negara) No 181 tahun 1895 tertanggal 31 Agustus 1895. Onder Afdeling dikepalai oleh seorang Controleur. sebagai gantinya Pemerintah Hindia Belanda di daerah ditegakkan. Afdeling dikepalai oleh seorang asisten residen ibukotanya di Ampenan. 185/1895 yakni: Onder Afdeling van west Lombok terdiri dari: 1. Afdeling Lombok termasuk bagian dari Residentie van bali en Lombok (Karesidenaan Bali dan Lombok) dengan ibukotanya di Singaraja Bali.

Tanggal 30 Juni 1897 Tim Survey yang ditunjuk Residen Liefrink merumuskan pembentukan 36 desa di Lombok Barat dan menunjuk kepada Desa (Pemusungan Kliang). Selain itu Liefrink mengangkat satu dari Punggawa paling terkemuka sebagai kepala penduduk Bali Lombok dengan gelar “pepatih”. antara lain: 1. Tanggal 2 Juli 1897 Liefrink melangsungkan pertemuan dimana pemerintahan atas penduduk Bali Lombok dibentuk. Untuk memenuhi sebanyak mungkin hasrat para punggawa maka ia membentuk dan mengangkat 12 punggawa.38 2. Kedistrikan Bayan. 6. 5. 2. ibukota Afdeling Lombok dipindah dari Ampenan ke Mataram menjadi satu dengan ibukota Onder Afdeling Lombok Barat dan ibukota Afdeling Lombok Timur dipindah dari Sisiq ke Selong. 11. 4. 7. 9. 3. Karena Belanda yang selalu ingin menghemat keuangan berangsur-ansur mengurangi jumlah Punggawa . 12. Kedistrikan Gerung 3. Kedistrikan Tanjung 4. Cakranegara Utara Cakranegara Timur Laut Cakranegara Timur Cakranegara Tenggara Cakra Selatan Cakranegara Barat Daya Cakranegara Barat Cakranegara Barat Laut Pagutan Pagesangan Mataram Pemenang Dengan Stb No 105 /1898 tertanggal 11 Maret 1898. 8. 10.

Pejabatpejabat pemerintah Belanda sibuk mengurus keselamatan diri dan keluarganya.39 dalam tahun tahun berikutnya. Hingga tahun 1942 hanya ada satu kepala Distrik Bali yaitu Punggawa Cakranegara. 1970/1980) 55 54 . (Jakarta: Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan RI Tahun. sedangkan Kepala Sekretariat (Sekretaris Negara) dijabat oleh Lalu Srinata dan I Gusti Bagus Ngurah. Sejarah Revolusi Kemerdekaan Daerah Nusa Tenggara Barat 1945-1949.54 Dengan jatuhnya Bali (sebagai pusat Karesidenan Bali Lombok) ke tangan Jepang pada tanggal 19 Februari 1942 Jepang tidak langsung mendarat di Lombok. Atas kesepakatan tokoh-tokoh Sasak maka diadakan sebuah pertemuan (konfrensi) yang dihadiri oleh semua kepala distrik di pulau Lombok di bawah koordinasi Mamiq Mustiarep bertempat di Selebung Mantang. Pertemuan (Konfrensi) tersebut menetapkan: Pendirian sebuah Republik yaitu Negara Lombok yang dipimpin oleh seorang Presiden. Pertemuan diikuti pula oleh pemuka-pemuka Sasak lainnya. Maka mengambil momentum itu di Lombok terjadi sebuah peristiwa politik yang penting yang selama terlewatkan dari perhatian sejarah yakni Lombok berkesempatan memerdekakan diri. mereka tidak menghiraukan urusan pemerintahan lagi. Tiga bulan berikutnya baru Jepang masuk di Lombok. Lombok Tengah dijabat oleh Lalu Wirentanus dan Lombok Barat dijabat oleh Lalu Darwisah. Untuk Presiden Lombok yang pertama dijabat oleh Mamiq Wiranom. Lihat. Konsentrasi perhatiannya dicurahkan sepenuhnya terhadap usaha penaklukan pulau Jawa.55 Lihat Alvons Vander Kraan. Selain itu diputuskan bahwa tiap Onder Afdeling diperintah oleh seorang Kepala Pemerintahan dan ditetapkan Lombok Timur dijabat oleh Mamiq Mustiarep. Selama itu di pulau Lombok seolah-olah terdapat vakum kekuasaan. Untuk mengisi kekosongan pemerintahan itu pejabat-pejabat pribumi mengambil alih pemerintahan.

40

Ketika pendaratan Jepang di Lombok pemimpin pemerintahan sudah berada ditangan pejabat-pejabat pribumi yang otonom. Namun nampaknya eksistensi Negara Lombok ini tidak berlangsung lama. Pada tanggal 8 Mei 1942 Angkatan Laut Jepang mendarat di Ampenan dan Angkatan Daratnya mendarat di Labuhan Haji pada tanggal 12 Mei 1942. Kedatangannya disambut dan dielu-elukan oleh beberapa Pejabat Pemerintah dan rakyat banyak. Antusiasme sebagian rakyat Lombok menyambut kedatangan Jepang ini dipengaruhi oleh propaganda Jepang sebagai pelindung Asia yang dengan perang Asia Timur Raya bertujuan membebaskan rakyat Asia dari penindasan bangsa Barat. Sekalian dengan itu orang-orang Belanda ditangkap dan dikumpulkan di Mataram. Lombok dan Sumbawa ditempatkan di bawah kekuasaan Kaigun, Armada Selatan Kedua. Jepang dengan segera mengambilalih Pemerintahan. Sesuai dengan UU No 1 Pasal 1 tanggal 7 Maret 1942 yang dikeluarkan oleh Panglima Tentara Keenambelas yang antara lain berbunyi: “Balatentara Nippon melangsungkan Pemerintahan Militer untuk sementara waktu di daerah yang ditempatinya agar supaya mendatangkan keamanan yang senantiasa yang sentausa dengan segera”. Tentara pendudukan Jepang segera melakukan langkah-langkah penertiban. Semua orang Belanda ditahan dan dibawa keluar Lombok. Struktur organisasi pemerintahan mulai disusun yang pada hakekatnya tidak banyak perubahan kecuali nama-namanya saja. Pejabat-pejabat pribumi yang setia kepada Jepang diijinkan tetap bekerja.56 Maka Struktur organisasi pemerintahannya segera disusun. Bentuknya hampir sama dengan struktur organisasi pemerintahan di Zaman Belanda hanya berganti nama. Pemerintahan Lombok disebut Lombok Ken yang dijabat oleh seorang Ken Kanrikang yang berkedudukan di Mataram. Lombok Ken dibagi menjadi 3 Bun Ken yaitu Lombok Barat, Lombok Tengah dan Lombok Timur. Tiaptiap Bun Ken termasuk Bun Ken Lombok Barat terbagi menjadi Gun (Distrik) dan Son (Desa). Untuk menjalankan pemerintahannya di Pulau Lombok sebagai Ken
Lihat Sejarah Kebangkitan Nasional Daerah NTB (Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1991)
56

41

Kanrikang Lombok dan 3 Bun Ken se Pulau Lombok ditempatkan orang-orang dari luar yaitu dari pulau Bali. Sementara untuk Gun dan Son masih dijabat orang pribumi Lombok yang lama. Sejak pecahnya Perang Dunia II komunikasi dengan pulau Jawa hampir terputus sama sekali tertama bagi masyarakat umum. Berita kekalahan Jepang dan Proklamasi 17 Agustus 1945 tidak seorangpun yang dapat mengetahui tepat pada waktunya. Beberapa peristiwa penting seperti penyerahan urusan pemerintahan kepada pejabat-pejabat Bumiputra oleh Jepang sama sekali tidak memberi kesan bahwa situasi politik yang terpenting sudah terjadi. Di Pulau Lombok Jepang menyerahkan urusan pemerintahan kepada anggota-anggota Syukai Gi In (Badan Persiapan Kemerdekaan Tingkat Daerah) yang berpengaruh di masyarakat pada tanggal 18 Agustus 1945. Jabatan Ken Kanrikan Lombok diserahkan kepada Raden Nuna Nuraksa, Bun Kenkanrikan Lombok Timur kepada Mamiq Fadelah, Lombok Tengah kepada Lalu Srinata dan Lombok Barat kepada I Gusti Bagus Ngurah.57 Berita mengenai Proklamsi 17 Agustus 1945 pertamakali diketahui di NTB pada awal September 1945 dari pemuda-pemuda pelajar Bima, M. Nur Husain dkk yang datang dari Singaraja Kedatangan mereka ke Lombok dan pulau Sumbawa diutus oleh Ida Bagus Manuaba Ketua KNI Sunda Kecil di Singaraja membawa surat kepada Pemimpin Pemerintahan setempat dan kepada semua anggota Syukai Gi In asal NTB. Berita ini segera tersebar luas di kalangan pemimpin dan pemuda dan segera mendesak pemerintah agar segera mengambil langkah kongkrit. Menindaklanjuti hal tersebut berangkatlah Raden Nuna Nuraksa menghadap Gubernur Sunda Kecil di Singaraja. Gubernur Sunda Kecil menetapkan struktur dan organisasi pemerintah yang baru di Pulau Lombok dan mengangkat pejabatpejabatnya, yang sebenarnya tidak berbeda dari sebelumnya kecuali perubahan nama dari Bunkenkanrikang menjadi Kepala Daerah.
57

Lihat Sejarah RevolusiKemerdekaan

42

Pada akhir September 1945 Pemerintah Lombok menyelenggarakan rapat di Mardibekso Mataram yang dihadiri oleh wakil-wakil seluruh masyarakat. Rapat menetapkan dan bertekad menyelamatkan RI dan mendesak pemerintah agar segera membentuk Badan-Badan Perjuangan. Pada tanggal 15 oktober 1945 penyerahan kekuasaan pemerintahan secara resmi dari tangan Jepang kepada bangsa Indonesia dilaksanakan di Mardibekso Mataram. Bendera kebangsaan dikibarkan pada hari itu dan Lombok menyatakan diri masuk ke dalam wilayah Republik Indonesia.58 Pada hari itu Merah Putih dikibarkan dengan resmi dan Lombok masuk wilayah Republik Indonesia. Semua pimpinan pemerintahan dipegang oleh putra daerah, masingmasing: Kepala daerah Lombok Raden Nuna Nuraksa, Kepala Pemerintahan Lombok Timur mamiq Fadelah, Kepala Pemerintah Lombok Tengah Lalu Srinata, Kepala Pemerintah Lombok Barat I Gusti Bagus Ngurah. 59 Pada tanggal 16 Juli 1946 van Mook menyelenggarakan konfrensi Malino yang dilanjutkan dengan konfrensi Denpasar yang berlangsung tanggal 7-18 Desember 1946. Konferensi Denpasar ini menghasilkan NIT yang terbentuk tanggal 24 Desember 1946. Sejak itu Lombok termasuk Sumbawa masuk menjadi bagian NIT. Kedua pulau ini dinyatakan sebagai daerah otonom dan tiap-tiap pulau ini diadakan Eiland Raad yang anggotanya ditunjuk dan diangkat oleh Kepala Pemerintahan di daerah setempat. Pulau Lombok dibagi menjadi tiga resort afdeeling. NIT terdiri dari 13 Daerah Bagian termasuk Daerah Lombok. Status Lombok yang di zaman Belanda adalah Onder Rechtsteeks Bestuur (Di bawah pemerintahan langsung) maka di masa NIT dengan UU No. 44/1947 Daerah Lombok mendapat status Neo Zelfbestuur, yang disamakan kedudukannya dengan 13 Daerah bagian di dalam NIT. Di setiap daerah didirikan sebuah Dewan yang anggotanya ditunjuk oleh Kepala daerah atas persetujuan Asisten Residen dan Controleur. Kepala Daerah Lombok waktu itu dijabat R. Nune Nurakse, Kepala Pemerintah Setempat (KPS)
58 59

Ibid. Lihat Sejarah Daerah NTB.

Mataram dan Cakranegara yang diresmikan oleh Menteri Dalam Negeri ketika itu H.43 Lombok Timur Lalu Mahnep. 21 Tahun 1978 Kota Administratif Mataram dengan wilayah terdiri dari 3 Kecamatan yaitu : Ampenan. Pada masa H. 20/1/12 dipecah menjadi Ampenan Barat di Dasan Agung dan Ampenan Timur di Narmada. 288. L Anggrat menjadi Bupati Lombok Barat (1960-1965) Kepunggawaan Cakranegara dirubah statusnya menjadi Kedistrikan Cakranegara. Seiring dengan perubahan wilayah Kabupaten Lombok Barat maka Kedistrikan Ampenan sendiri dengan SK. KoTa Mataram. 69 tahun 1958 tentang Pembentukan Daerah Tingkat I Bali. Karena dalam sidang Parlemen NIT R.61 Selama ini tidak banyak perubahan strukur wilayah di mana Mataram tetap menjadi ibukota Daerah Lombok dan Pemerintah Setempat Lombok Barat. NTB dan NTT serta Daerah Tingkat II. Dan sebagai 60 61 Lihat Lalu Lukman Lihat Sejarah Daerah NTB 62 Lihat. 156/Pem. Secara administratif Mataram adalah sebuah Desa yang termasuk di Kedistrikan Ampenan yang beribukota di Dasan Agung. N Nurakse berbicara sangat berapi-api yang dianggap oleh NICA terlalu condong ke arah Republik maka setelah kembali ke Lombok tidak lama kemudian dicopot sebagai Kepala Daerah Lombok diganti dengan Mamiq Mustiarep. Gubernur Daerah Tingkat I NTB No. KPS Lombok Tengah Lalu Wirentanus dan KPS Lobar Lalu Darwisah. Ibadah yang maju dan Religius. Pem. 64 dan UU No. Amir Mahmud.60 Pada tahun 1950 DPRD Lombok berhasil mengeluarkan pernyataan politik keluar dari NIT dan bergabung dengan RI Yogyakarta pada tahun 1950.62 Dengan semakin berkembangnya wilayah Mataram dari segala sisi maka dibentuklah dengan PP No. Pada 4 Agustus 1958 diundangkan UU No. termasuk Daerah Tingkat II Lombok Barat. . Pada tahun 1967 dengan SK Gubernur KDH TK I NTB No. 7/2/266 tanggal 30 Mei 1969 dibentuklah Kecamatan Mataram dengan mengambil beberapa Desa dari Kecamatan Ampenan dan Cakranegara.

Mujitahid yang dilantik oleh H.44 Walikota Pertama Kotif Mataram diangkat H. R Wasita Kusumah yang menjabat Gubernur KDH Tk I NTB ketika itu. 63 63 Ibid .

Kota Mataram sebagai sebuah ibu kota Nusa tenggara Barat dan Lombok Barat. dan atas saran pertimbangan pembantu-pembantu gubernur. Mataram sebagai ibu kota dari dua buah pemerintahan. sedangkan Cakranegara sebagai pusat perdagangan dan perekonomian. yang pada saat itu sedang memangku jabatan sebagai Kepala Urusan Pegawai (UP) Sekretariat Daerah Nusa Tenggara. terdiri dari 3 bagian kota yaitu Ampenan. Saat itu Mataram juga menjadi ibu kota Dati II Lombok Barat. Sejarah Awal: Terbentuknya Kota Administratif Mataram Setelah secara resmi Nusa Tenggara Barat lahir menjadi salah satu daerah Swatantra Tingkat I dari pemekaran provinsi Sunda Kecil. Demikian juga kebutuhan jaringan transportasi dan tempat pemukiman menjadi lebih luas.45 BAB III TERBENTUKNYA KOTA MATARAM A. dan Cakranegara. selain Dati 1 Bali dan Nusa Tenggara Timur. karena itu pemerintah Dati NTB. Mataram menjadi pusat pemerintahan dan pendidikan. Ampenan merupakan kota pelabuhan. maka dilakukan persiapan-persiapan administratif untuk sementara dalam persiapan menuju Kota Administratif. yang saat itu Gubernurnya dijabat oleh Kolonel Raden Wasita Kusama. ditunjukkan pejabat Sementara (PjS) Wali kota Administratif Mataram. Setelah usulan pemda tingkat II NTB disetujui oleh Departemen Dalam Negeri. Pada tanggal 17 Desember 1958 ditetapkanlah Mataram sebagai pusat pemerintahan dan sekaligus sebagai ibu kotanya. Mataram. perkembangan kota semakin bertambah maju. agar kota Mataram dimekarkan menjadi kota Administratif yang untuk sementara masih berada dalam kendali Dati II Lombok Barat. diusulkan ke pemerintah pusat cq. Sebagai pejabat sementara Drs Iswarto ditugaskan mengurus dan menyelesaikan . yaitu Drs Iswarto. Kebutuhan sarana prasarana dan fasilitas umum menjadi semakin besar. Departemen Dalam Negeri.

Laporan Lima Tahun Kota Mataram 1978/1983. Diperkuat oleh Drs Abdul Kadir. Pejabat-pejabat administratif sekretariat daerah yang lain. 3. Abu Bakar Achmad. P. 6.1 B. Malada. Keberhasilan terwujudnya Kota Mataram dalam waktu yang relatif singkat dan peran dari beberapa pejabat dan pembantu gubernur R. Abidin Ishak Bapak-bapak pembantu gubernur. I Gusti Ngurah. ‘MUARA NUSA”. (Mataram-Lombok. 1 . Abdul Kadir. dia dibantu oleh seorang sekretaris Wali Kota yang dijabat oleh Drs. syukri. Wenas. Sekretaris Daerah (sekda). yaitu: Messakh. Drs. L.46 proses terwujudnya Kota Administratif Mataram. 7. Wayan Langkir. 2 Pemerintah Kota Administratif Mataram. Drs. Drs. Wawancara dengan Drs. Azhar. setelah kurang lebih satu tahun melaksanakan tugas sebagai PjS Wali Kota. Kamis. wawancara Sabtu. Nanang Muhammad. Kt. H. 5. seperti: Drs. Samiono Kepala Direktorat Pemerintahan. Drs. Kota Administratif (Kotif) Mataram 2 Melihat perkembangan dan kemajuan Kota Mataram baik pisik maupun sosial dan mengingat pula fungsinya sebagai Ibu Kota Lombok Barat sekaligus sebagai Kota Provinsi Tk. Nanang Muhammad. 1983)24-30. Lalu Sri Gde Kepala Administratif Pemerintahan. Drs. Drs.I Nusa Tenggara Barat maka untuk perencanaan pengembangan di masa yang akan datang perlu ditangani secara khusus maka ditingkatkan statusnya menjadi Kota Administratif. 2. Iswarto. 24 Nopember 2011.T. Diro Suprobo Kepala Inspektorat. keluarlah surat keputusan resmi Kota Mataram pada tanggal 29 Agustus 1978. BA Gubernur Muda. 4. I. Drs. Drs. 26 Nopember 2011. Dalam tugasnya sebagai PjS Wali Kota Adinistratif. Ginantra. L. H. Yusuf Tayib Nafis. Wasita Kusumah yaitu antara lain: 1.

I/3/386 guna melengkapai data dan lain-lain dalam persiapan untuk bahan-bahan usul pembentukan Kota Administratif. dengan susunan personalia sebagai berikut: 1. No. Siahaan BM UE. 131/2/Pem. Satriawangsa BA. Soenanto F. 4.M. Tanggal 9 Oktober 1976. 1 Nopember 1975 No. 2. No. Gubernur Kepala Daerah Tingkat I NTB melanjutkan usul tersebut kepada Menteri dalam Negeri dengan surat tanggal.H Dewa Gde Thustarena Drs. 5. II Lombok Barat. Pem. 10 Maret 1977. : Drs. A/4. Abu Masyunin Drs. 3/ Pernya/DPRD/1976 yang mengusulkan pembentukan Kota Administratif Mataram kepada Menteri Dalam Negeri melalui Gubernur Kepala Daerah Tk. Ketua Wakil Ketua Sekretaris Bendahara Anggota-Anggota Lalu Ratnadi S.G. No. : Badrun : .47 Usaha-usaha yang ditempuh dalam meningkatkan Pemerintahan Kota Administratif Mataram adalah : 1.B. I Nusa Tenggara Barat. 3. Dengan surat Bupati Kepala Daerah TK. Eko Riyanto Katiman : I. Bupati membentuk Team Persiapan Kota Administratif Mataram dengan Surat Keputusan Tanggal. Maryadi Idris Drs. Pem I/3/56 dan dilampiri Surat Pernyataaan Pendapat DPRD Kabupaten Daerah TK.II Lombok Barat tanggal. Lalu Mudjitahid :Drs. 8 maret 1977. 2. 6.

dicantumkan mengenai Tujuan Pembentukan. Fungsi dan Tugas Pemerintahan Kota Administratif Mataram: a. II Lombok Barat dalam rangka pembinaan. b. a. dan pengarahan pembangunan Kota Administratif Mataram. Tentang pengaturan lebih lanjut dari peraturan Pemerintah No.9/1978.48 Team tersebut bertugas : Menghimpun data yang diperlukan dalam rangka persiapan pembentukan Kota Administartif Mataram. Pemerintah Administratif Kota Mataram bertanggung jawab kepada Pemerintah Daerah TK II Lombok Barat. Kota Administratif Mataram adalah bagian dari Kabupaten Lombok Barat. luas dan pembagian wilayah dari Kota Administratif Mataram. c. Dalam hal statusnya sebagai Kota Administratif dibina langsung oleh Gubernur Kepala Daerah Tigkat I Nusa Tenggara Barat sesuai dengan . dikeluarkan Instruksi Mendagri No. fungsi. 21/th. pengawasan. 1978. Sedang mengenai Pola Organisasi Pemerintahan Wilayah Kota Administratif Mataram diatur dalam peraturan Menturan Menteri dalam Negeri No. 20 tahun 1978. pembentukan Pemerintah Kota Administratif Mataram disyahkan dan diresmikan oleh Menteri Dalam Negeri pada Tanggal. b. mengenai Personalia dan struktur organisasi . Kedudukan. Dengan dikeluarkannya Peraturan Pemerintah Nomor: 21/th. Dalam Peraturan Pemerintah No.1978. Membanti dan memberikan pertimbangan kepada Bupati Kepala Daerah Tk. 29 Agustus 1978. keuangan. Kedudukan. c. 21/1978 yaitu tentang peresmian dan pelantikan Walikota.

b. Kepala Wilayah. bertanggung jawab kepada Gubernur melalui Bupati Kepala Daerah TK II Lombok Barat. Gubernur Kepala Daerah Tk. 21/1978. I Nusa tenggara Barat terhadap Instansi vertikal propinsi yang berkedudukan di Kota Admnistratif Mataram. II Lombok Barat. Pemerintah Kota Administratif Mataram mempunyai tugas pokok untuk menyelenggarakan kegiatan pemerintahan dalam rangka meningkatkan dan mengarahkan pembangunan guna perkembangan dan pengembangan kehidupan masyarakat Kota yang bersangkutan serta merangsang pertumbuhan dan perkembangan wilayah sekitarnya. terhadap Instansi Vertikal tingkat kabupaten yang berkedudukan di Kota Admnistratif Mataram. terhadap instansi vertikal yang berwilayah di Kota Administratip Mataram. . d.49 Peraturan Pemerintah No. Bupati Kepala Daerah Tk. c. Hubungan kerja dengan instansi vertikal Kota bertindak atas nama: a.

Perekonomian. 3 Pemerintah Kota Administratif Mataram. h. Kecamatan : Mataram. Suku Dinas-Suku Dinas: PU.164 . Sub. Kesehatan. Pembangunan. Pajak dan Pendapatan. Bagian : Administrasi Umum. Laporan Lima Tahun Kota Mataram 1978/1983.50 Struktur dan Nama-nama Staf Sekretariat /Suku Dinas Walikota Mataram:3 LAMPIRAN PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR 9 TAHUN 1978 TENTANG POLA ORGANISASI PEMERINTAH WILAYAH KOTA ADMINISTRATIP MATARAM WALIKOTA SEKRETARIS KOTA SEKSI-SEKSI SUBAG-SUBAG SUKU DINAS KECAMATAN KECAMATAN KECAMATAN Keterangan: Seksi-Seksi : Pemerintahan. Ampenan.15-21. Keuangan. Hukum dan Kepegawaian. Cakranegara. Pertanian.

1983. H./Keamanan Kasi Pembangunan Kasi Perekonomian : Drs.1983 . Kasubag.Hk. : Anwar Basri. : H.1978-1979 . Munahar Munayadi. Mudjitahid. Kepala Unit Pemadam Kebakaran 1982 –Sekarang : Dewe Gde Bratha Suta.Kamardin. Nurpiah Safi’i. Bc. Akmal BA. SH : L. Kasubag Administrasi Umum : .1980. BmuE.1978-1980) .51 Walikota Mataram Sekretaris Kota Kasi Pem. I Gst Kt Tulus.1978-1980 .sekarang : Lalu Kertayogi. . : L.1979.sekarang : Mahsar Malaca. Cawit. BA.1980 – sekarang : L. Keuangan : . : I Wyn Brata Kepala Unit Kebersihan 1982 – sekarang: L. : I Made Lile SH. Kasubag Hukum dan Kepegawaian : . : Lalu Wirata BA. : Drs.

: Kali Midang : Batas wilayah administrasi Desa Selagalas dan Bertais Sebelah Selatan : Batas wilayah administrasi Desa Dasan Cermen (Kokoq Kotor. Secara umum topografi Kota Mataram merupakan daerah dataran yang mempermudah untuk melakukan penataan wilayah. Batas –batas wilayah pemerintahan sebagai berikut: Sebelah Barat Sebelah Utara Sebelah Timur : Pantai Laut Selat Lombok. Daerah terendah adalah sebelah barat karena merupakan daerah pantai yang melandai. Akil Bahrudin. Magaretha Cephas. Keadaan Topografi Kemiringan dataran Kota Mataram 0-5%. pembangunan fasilitas dan sistem drainasenya.52 Kepala Dinas Kota Administratif Mataram 1) Kasudin Pajak & Pendapatan II (1982-Sekarang) : H. 2) Kasudin Pertanian (1980-sekarang): Anwar Asdam. terletak didalam wilayah Kabupaten Lombok Barat dengan posisi di ujung barat Pulau Lombok. 4) Kasudin Pekerjaan Umum (1980 – Sekarang: I Made Sedana Yoga. Telabah Tengaq dan Telabah Taman). 3) Kasudin Kesehatan (1980-sekarang): dr. b.136.887 hektar terletak pada 166 derajat 07’ (Bujur Timur) dan 8 derajat 42’ L. Keadaan Geografi.67 DPA. daerah yang agak tinggi dan berombak adalah Kecamatan Cakranegara bagian Utara dengan kemiringan sekitar 10-15% dan ketinggian mencapai 56. Data Wilayah Kota Administratif Mataram Thn 1978 S/D 1983 a.L. .S (Lintang Selatan). Luas wilayah Kota Administratif Mataram adalah 6.

Menurut data BMG bahwa temperatur udara di Kota Mataram berkisar antara 25 Derajat Celcius s/d 27 Derajat Celcius. Hal ini menadakan bahwa Kota Mataram beriklim tropis dengan rata-rata jatuhnya sinar matahari berkisar 6290%. Keadaan Klimatologi. . dimana angin tersebut menyebabkan musim kemarau.53 c. Sungai Ancar dan Sungai Pesongoran. Sungai Jangkok. Sungai Midang. Pada bulan April samapai dengan Oktober bertiup angin yang kering dari arah tenggara. d. Temperatur terpansa terjadi sekitar bulan Agustus – September. Keadaan Hidrologi Hampir semua daratan Kota Mataram tertutup dengan bahan pasai tupa dan batu apung yang merupakan lapisan mengandung air yang baik sehingga muka air tanah di seluruh wilayah Kota Mataram tidak dalam. dengan kelembaban udara ratarata berkisar anatara 77 – 82 mm pertahun. Musim kemarau biasanya berlangsung antara bulan April samapai dengan Oktober dan musim hujan berlangsung Bulan Nopember sampai dengan Maret. Pada setiap tahun pada waktu-waktu ertentu terjadi dua kali perubahan arah angin yang disebut dengan angin musim. Sumber air yang berpotensi besar di Kota Mataram ada lima buah yaitu: Sungai Meninting. Untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi warga Kota Mataram maka dialirkan dari Mata Air sarasuta di Kawasan Kecamatan Lingsar Kabupaten Lombok Barat dengan sistem gravitasi dan mempunyai kapasitas 400liter/detik. Sedangkan pada bulan Nopember sampai dengan bulan Maret bertiup angin yang mengandung uap air dari arah Barat Laut yang menimbulkan terjadinya musim hujan.

250 Ha 203.541 Ha . Wilayah Kecamatan Cakranagera terdiri dari 9 buah desa masing-masing: 1. Wilayah Kecamatan dan Desa Kota Administratif Mataram meliputi 3 kecamatan dengan 23 buah desa yaitu: e. Desa Cakranegara Barat 2. Desa Karang Baru 5. Desa Babakan 7.871 Ha 179. Desa Dasan Cermen 8.1. Desa Cakranegara Timur 4. Desa Bertais Luas Luas Luas Luas Luas Luas Luas Luas Luas 198.260 Ha 256.2. Desa Cakranegara Selatan 5. Desa Monjok 6. Desa Dasan Agung Luas Luas Luas Luas Luas Luas luas 150.275 Ha 473. Desa Cakranegara Utara 3.260 Ha 677. Wilayah Kecamatan Mataram terdiri dari 7 buah desa masing-masing.54 e. Desa Selagalas 9.065 Ha 170. Desa Pagesangan 7. Desa Sayang-sayang 6.380 Ha 330.866 Ha 229. Desa Mataram Timur 3. Desa Mataram Barat 2. 1.500 Ha 155.580 Ha 141.309 Ha 346.680 Ha e. Desa Rembiga 4.806 Ha 167.250 Ha 174.410 Ha 186.

5 tahun 1979 tentang Pokok-Pokok Pemerintahan Desa/Kelurahan ditingkatkan statusnya menjadi Pemerintahan Kelurahan yang diresmikan pada tanggal.600 Ha 243.55 e.033 Ha 185. Desa Ampenan Selatan 4. Peningkatan produktifias warga Kota.D. Desa Ampenan Utara 2.390 Ha 493. 5. Penataan fisik kota dan perbaikan kampung. Desa karang Pule 5. maka Mataram sebagai Ibu Kota Propinsi Nusa Tenggara Barat juga termasuk yang akan ditingkatkan statusnya.000 Ha 38. Wilayah Kecamatan Ampenan terdiri dari 7 buah desa masing-masing: 1. Desa Pejeruk 6. .000 Ha 290. 2. Desa Tanjung Karang 7.3.240 Ha 450. Sesuai dengan kebijaksanaan umum dari Departemen Dalam Negeri yang menentukan bahwa tiap-tiap Ibu Kota Daerah Tingkat I harus merupakan Kota Madya.H Tk. Pembinaan/pendayagunaan aparatur pemerintah kota dan peningkatan pelayanan kepada masyarakat. 4. Desa Pagutan Luas Luas Luas Luas Luas Luas Luas 400.000 Ha Desa-desa di wilayah Kota Administratif Mataram dengan berlakunya Undang-Undang No.Desa Ampenan Tengah 3. Pembinaan kebersihan dan keindahan kota. 29 Juni 1981 di Mataram oleh Bapak Gubernur K. Panca Program Kotip Mataram 1.I. 3. Pembinaan keamanan dan ketertiban umum.I NTB atas nama Menteri dalam Negeri R.

2. berdasarkan Undang-Undang No. Periode Kedua.56 C. Kedistrikan Ampenan Barat di dasan Agung. 3. yang merupakan pemekaran Kecamatan Ampenan dan cakranegara. Periode Keempat. (1. a.Periode Pertama. daerah otonom terbagi dalam 3 wilayah administrasi pemerintahan setempat. sejak berlakunya Undang-undang No. 18 tahun 1965. berlangsung selama berdirinya Negara Indoensia Timur. 4 Thn. 6) Kedistrikan Gondang di Gondang) ditambah satu Wilayah Kepunggawaan yakni Kepunggawaan Cakranegara di Mayura. terdiri dari 6 kedistrikan. Yogi S Memet) meresmikan Kotamadya Dati II Mataram. 4 tahun Kotamadya Mataram Membangun ( Humas Pemda Kodya Dati II Mataram. Perubahan Struktur Pemerintahan. berlangsung ketika terbentuknya Daerah Swatantra Tingkat I Nusa Tenggara Barat ( 17 Desember 1959) yang terdiri dari 6 Daerah Swatanra Tingkat II. Perode Kelima. Sejarah perkembangan Kota Mataram berlangsung dalam 6 periode4. Kedistrikan Bayan di bayan Beleq. ketiga kecamatan tersebut tergabung menjadi satu yaitu Kota Mataram. dimana Daerah Tingkat II Lombok Barat dikembangkan menjadi bebrapa kecamatan diantaraya Kecamatan Mataram. Periode Ketiga. 1997)2-4. yang meliputi 3 kecamatan yaitu Kecamatan Ampenan. Perkembangan Kota Mataram. Kecamatan Mataram dan Kecamatan Cakranegara. 4. Kedistrikan Ampenan Timur di Narmada. Kedistrikan Tanjung di Tanjung. Sejak Tanggal 29 Agustus 1978. berlangsung sebelum terbentuknya Negara Indoensia Timur dimana Lombok merupakan bagian dari Residensi Bali-Lombok. peningkatan status Kota Administratif Mataram menjadi Kotamadya Dati II Mataram. Kedistrikan Gerung di Gerung. 4 . sejak dikeluarkannya Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 1978 tentang pembentukan Kota Administratif Mataram. Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia ( Moch. 5. 1993. Wilayah Pemerintahan Lombok Barat sama seperti waktu sebelum terbentuknya Negara Indonesia Timur. Periode keenam. diantaranya DASWATI II LOMBOK BARAT.

T. Dukungan Administrasi berupa kesiapan dari pemerintah Daerah sendiri untuk menyiapkan peningkatan status tersebut dalam bentuk penyerahan kewenengan dan bagian dari sumber pendapatan Daerah Tingkat II secara Pemerintah Kota Administratif Mataram.57 perubahan tersebut pada tanggal. ‘MUARA NUSA”. Evaluasi secara umum tentang perkembangan kota-kota administratif diseluruh Indonesia. 1983) 182-190 5 . Selanjutnya pada tanggal 15 Maret 1982 samapi dengan tanggal 17 Maret 1982 Team dimaksud di atas datang ke Mataram yaitu 2 orang staf Dirjen Pemerintahan Umum dan Otonomi Daerah Depdagri. 31 Agustus 1993. Ditegaskan lebih lanjut bahwa sebagai syarat peningkatan status dari Kotip Mataram menjadi Kota Madya harus dipenuhi 3 (tiga) hal sebagai berikut: 1. Penjajakan kemungkinan dan persiapan –persiapan untuk pengusulan peningkatan status beberapa Ibu Kota Propinsi yang berstatus Kota Administratif menjadi Kota Madya. P. Dari team tersebut diperoleh penjelasan tentang maksud kunjungan kerja/tugas mereka adalah: a. b. Laporan Lima Tahun Kota Mataram 1978/1983. 2. Menjelang Pembentukan Kodya5 Sehubungan dengan kebijakan tersebut Direktorat Jendaral Pemerintahan Umum dan Otonomi Daerah Departemen Dalam Negeri dengan suratnya tanggal 26 Oktober 1981 Nomor: 135/3747/POUD yang maksudnya pemberitahuan tentang akan dikirimknya Team Evaluasi ke berapa Kota Administratip antara lain Kotip Mataram. Mengenai potensi dan perkembangan Pemerintah Kota Administrasi itu sendiri. b. (Mataram-Lombok. yang wilayahnya meliputi Kecamatan Mataram. termasuk didalamnya Kota Mataram. mengenai hal ini sudah dipenuhi dengan pengisian quitionary. Ampenan dan Kecamatan Cakranegara.

c. Hal ini dinyatakan dalam bentuk surat usul dari Pemerintah Dati II Lombok Barat kepada Menteri Dalam Negeri melalui Gubernur Kepala Daerah Tingkat I NTB yang selanjutnya berdasarkan surat usul tersebut Gubernur Kdh. Keuangan Daerah. I NTB melanjutkan usul tersebut keepada Menteri Dalam Negeri. 4/D. Lambang Daerah Kota Mataram Peraturan Daerah yang mengatur tentang lambang daerah kota madya daerah tk Ii mataram. sehingga lebih mampu berfungsi sebagai Ibi Kota Propinsi sekaligus sebagai pusat pertumbuhan.58 bertahap kepada Pemerintah Kota Administratif agar pada waktunya mampu untuk berdiri sendiri. Tk. hambatan dan tantanagan baik yang datang dari luar dan dari dalam. 3.6 Arti Lambang: a. baik yang bersifat internal maupun external.I dan Tk. Untuk mempercepat penyelesaian persyaratan itu telah datang pula team yang ke 2 dari beberapa Direktorat di Lingkungan Depdagri a. Dukungan politis berupa keputusan dari DPRD TK.l. Perisai: Melambagkan ketangguhan dalam menghadapai setiap ancaman. Dengan peningkatan status tersebut diharapkan fungsi kota itu dapat secara seimbang melayani keperluan pengembangan nya. 4 tahun Kotamadya Mataram Membangun ( Humas Pemda Kodya Dati II Mataram. dasar negara dan peandangan hidup bangsa Indonesia.II yang merupakan pernyataan kehendak rakyat yang bersangkutan untuk jelasnya lihat Lampiran No. adalah peraturan daerah nomor 2 tahun 1995 yang memuat hal berikut. Perisai segi lima ini merupakan manipestasi dari Pancasila sebagai ideologi negara. . gangguan. dari Dit. 6 Kotamadya Dati II Mataram. 3/D dan No. 1997)4-6.

Biru Tua: Kesetiaan. berbangsa dan bernegara. c. kesetiakawanan dan dinamis. 8 buah kapas melambangkan bulan agustus yang menunjukkan bulan Agustus yang menunjukkan hari lahirnya Kotamadya Mataram seutas tali pengikat tersimpul tiga melambangkan ikatan yang erat antara manusia dengan Tuhan. e. g. Rangkaian padi: melambangkan keadilan sosial. f. manusia dengan manusia dan manusia dengan lingkungan. c. Burung Koak-Kaok: Termasul salah satu satwa langka khas daerah Nusa Tenggara Barat yang dilindungi oleh Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumberdaya Alam dan Ekosistemnya. b. Biru Muda: Berarti cita-cita yang tidak pernah kering dari seluruh warga Kotmadya Mataram dan berusaha dengan penuh semangat untuk mewudkannya. Burung ini melambanakan disiplin. Merah Jingga: Melambangkan ketangguhan dalam menyongsong masa depan untuk kebenaran dan keadilan. Kubah: Melambangkan kehidupan masyaralkat daerah yang senantiasa beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.59 b. Rantai: Tujuan Mata rantai yang bersambung melambangkan keanekaragaman masyarakat yang menjunjung tinggi nilai persatuan dan kesatuan dalam kehidupan masyarakat. Arti Warna Lambang Daerah a. hemat. d. yang berarti menjunjung tinggi Panca sila dan Undang-Undang Dasar 1945 serta setia pada pemerintah Republik Indonesia. . etos berbentuk lumbung kerja yang tinggi. dan kapas 31 bulir padi melambangkan tanggal 31. Bintang : Bersudut lima melambangkan Ketuhanan Yang Maha esa. Pintu Gerbang: Melambangkan keterbukaan. hemat dan menunjukkan sikap hidup gotong royong.

Walikota Mataram dari Priode ke Priode7 Kepala Daerah Kota Mataram: 1. f.R. Yogie S. Mujitahid. hal 10-12. Kuning: Kejayaan. Pelantikan Oleh Gubernur Propinsi NTB. Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1993. g. h. Msi.60 d. Sekertaris Kota: I Made Lile SH. . Djaswad. Walikota : Drs. Putih Kesucian. keberanian berjuang atas dasar kesucian.Moh Ruslan. Ahyar Abduh. Memet. Status Wilayah : Kota Mataram. Abunakar Achmad. Sekda Kota Mataram : Drs. Moh. Kantor Informasi dan Komunikasi Kota Mataram 9 tahun Dirgahayu IX Kota Mataram 2002. e. Periode 1978 s/d 1989. SH. Sekda Kota Mataram: Ir. Abu-abu: Warna yan mempunyai sifat netral dn dinamis dalam era globalisaasi. H. Sekwilda Kodya Daerah TK. SH dan Wakil Wali Kota : H.Ruslan. Hijau: Kemakmuran. D. Wali Kota : H. H. Kejujuran. II Mataram: Drs. Periode 2005 s/d 2010. Pelantikan oleh Gubernur KDH TK I Propinsi NTB : H. Wasita Kusuma.Kota Mataram dari 1993-Sekarang a. Hitam: Melambangkan kabadian dan kemantapan untuk meraih harapan. 2. 4. berdasar UndangUndang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah. keluhuran rakyatnya yang senantiasa bertakwa kepada Tuhan yang maha esa. kesejukan adalah merupakan cita-cita dari seluruh masyarakat Kotamadya Mataram. Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 21 Tahun 1978. Harun Al-Rasyid. berdasar. SH. berdasar . . Walikota: H. 3. Status Wilayah: Kota Mataram. Status Wilayah: Kota Administratip Mataram.L. Pelantikan oleh Menteri Dalam Negeri : Moh. Lalu Mas’ud. Wali Kota : H. Status Wilayah : Kota Madya Dati II Mataram. Periode 1989 s/d 1999. Drs. 7 . Periode 1999 s/d 2004.

L.61 H. Pelantikan oleh Gubernur Propinsi NTB. MM. MISI. L. Drs. MM.  MAJU dalam arti luas yang menyentuh berbagai aspek kehidupan.1. Memberdayakan Ekonomi Rakyat dan menigkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Aman. Ahyar Abduh dan Wakil Walikota : H. Meningkatkan kualitas SDM serta menggali dan memanfaatkan potensi SDM berdasarkan prinsip kelestarian lingkungan hidup. Visi Kota Mataram 1999-2009:8 VISI: “Terwujudnya Masyarakat Kota Mataram IBADAH yang Maju dan Religius. Bersih. H. yaitu penjabaran dari Visi yang meliputi:     Melestarikan dan meningkatkan Kamtibmas. Pelantikan oleh Gubernur Propinsi NTB.  RELIGIUS dalam arti seleuruh gerak dan dinamika kehidupan masyarakat berdasarkan pada kehidupan yang agamis dan berkaitan dengan hubungan manusia dengan manusia lainnya (Hubungan Horizontal). Makmur Said. Mohan Roliskana. Visi dan Misi Kota Mataram b. Periode 2010 s/d 2015. Damai dan Harmonis. baik sosial ekonomi. Status Wilayah: Kota Mataram. 5. Lalu Srinata. budaya.  IBADAH singkatan dari Indah. Sekda Kota Mataram: Ir. politik dan perilaku masyarakat. Makmur Said. 8 Kantor Informasi dan Komunikasi Kota Mataram 9 tahun Dirgahayu IX Kota Mataram 2002. Menyelenggarakan kembali semangat KOTA IBADAH yang dijiwai oleh Agama dan Budaya. Hal 2. Zainul Majdi. . b. H. TGH. Wali Kota : H.

 Berbudaya diartikan sebagai terciptanya keseimbangan antara kemajuan dan relegiusitas yang saling berterima dalam kemajuan dan kemajemukan. Religius dan Bebudaya”  Maju ditujukan untuk mewujudkan masyarakat kota yang menguasai illmuu pengetahuan dan tekhnologi. 9 Humas dan Protokol Setda Kota Mataram. bermartabat dan berkesadaran hukum berdasarkan nilai-nili dan norma-nirma. MISI: 5 Misi dalam mewujudkan visi mewujudkan Kota Mataram yang MAJU.RELIGIUS dan BERBUDAYA. Visi Kota Mataram 2011-2015: 9 Walikota Mataram Periode 2010-2015 VISI: “Mewujudkan Kota Mataram yang Maju. menguatkan jati diri serta mantapnya budaya lokal yang ditandai dengan masyarakat yang bermoral.  Religius diartikan terciptanya masyarakat kota yang mejunjung tinggi nilai-ilai ketuhanan. Meningkatkan pembangunan. pemeliharaan dan pengembangan fasilitasfasilitas publik. adat istiadat serta peraturan yang berlaku dalam bingkai masyarakat Madani. . Meningkatkan upaya penanggulangan masalah-masalah sosial. termasuk didalamnya seni dan sosial budaya sehingga kemajuan yang dicapai dengan landasan budaya dan nilai-nilai kearifan lokal manyarakat Mentaram dan memiliki kebanggaan sebagai WARGA GUMI MENTARAM. mengedepankan muammalah serta toleransi yang tingi antar ummat beragama dala susanaharmonis dalam kerangka penciptaan masyarakat MADANI.62    Memantapkan koordinasi dan kemitraan.

dinamis dan harmonis. . Meningkatkan kualiatas dan kuantitassarana dan sarana perkotaan. Program Unggulan: a. Pengembangan wilayah dalam rangka pemberdayaan ekonomi rakyat berbasis potensi lokal. Peningkatan pertumbuhan esktor perdagangan dan jasa. e. Pemberdayaan ekonomi rakyat berbasis potensi ekonomi lokal. Meningkatkan lkualitas pelayanan publik dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat berdasarkan prinsip-prinsip tata pemerintahan yang baik (Good Governance) 5. Penataan kawasan pemukiman & Pelestaraian lingkungan hidup. Meninggalkan kualitas Sumber Daya Manusia yang handal untuk mendorong daya saing daerah. Penataan dan pembinaan kependudukan. f. Peningkatan kualitas sumberdaya manusia. Terwujudnya prinsip-prinsip tata pemerintahan yang baik. Penataan supra struktur dan infra struktur pemerintahan. Peningkatan kwalitas sumberdsaya manusia dalam rangka peningkatan daya saing daerah. Program Pembangunan : a. Mewujudkan masyarakat perkotaan yang AMAN ditunjukkan dengan kehidupan masyarakat yang kondusif. d. 3. c. Penyediaan dan peningkatan sarana dan prasarana perkotaaan i. 2. 4. g.63 1. Pembinaan dan penegakan kesadaran hukum masyarakat. j. b. h. Peningkitan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kantibmas) b. Memberdayakan ekonomi rakyat berbasis potensi lokal yang berkelanjutan.

Pagesangan Rembiga 6 Mataram Barat 6 8 9 Pagesangan timur Pagutan Pagutan Timur KELURAHAN 6 7 8 9 10 4 5 Ampenan Utara Taman Sari Pejeruk Kebun Sari Pejarakan Karya Karang Pule Jempong baru 10 11 Bahan 14 tahun –hal 16-18 /16 (hal22) tahun Kota Mataram. Nomor : 3 Tahun 2007. Permai Tanjung Karang Pejanggik Punia Pagesangan Brt. Kr. Bahan Sosialisasi Peraturan Daerah Kota Mataram. . 17 tahun Kota Mataram). c. Tentang Pemekaran Kecamatan Dan Kelurahan Di Kota Mataram ( Bagian Pemerintahan Setda Kota Mataram. Peningkatan daya dukung infrastrukur perkotaan dalam rangka pencapaian peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pemberdayaan ekonomi rakyat. Nomor : 3 Tahun 2007. 2007) 12 Pemerintah Kota Mataram. 15 Tahun Kota Mataram 1993-2008 (Kantor Informasi Dan Komunikasi Kota Mataram) 20-22.Tengah Banjar Kekalik Jaya Tj.64 c. Tentang Pemekaran Kecamatan dan Kelurahan di Kota Mataram maka kecamatan yang belumnya berjumlah 3 (tiga) kecamatan dimekarkan menjadi 6 (enam) dengan 50 ( limapuluh) kelurahan dan 298 lingkungan. Kondisi Geografi dan Administrasi Kota Mataram10 Berdasar Peraturan Daerah Kota Mataram.11 Nama Kecamatan/Kelurahan di Kota Mataram setelah Pemekaran12 KECAMATAN 1 Ampenan 1 2 3 4 5 2 Sekarbela 1 2 3 3 Mataram 1 3 4 5 4 Selaparang 1 Bintaro Ampenan Utara Dayan Peken Amp.

65

2 3 4 5 5 Cakranegara 1 2 3 4 5 6 Sandubaya 1 2 3 4

Karang Baru Monjok timur Monjok Monjok Barat Cakranegara Barat Cilinaya Sapta Marga Mayura Cakranegara Timur Selagalas Bertais Mandalika Babakan

7 8 9

Gomong Dasan Agung Dasan Agung Baru

6 7 8 9 10 5 6 7

Cakranegara Selatan Cakrangra Sltn Baru Cakranegara Utara Karang taliwang Sayang Sayang Turida Abian Tubuh Baru Dasan Cermen

Luas kecamatan kota mataram tahun 2008 No 1 2 3 4 5 6 kecamatan Ampenan Mataram Ibu Kota Kecamatan Ampenan Mataram Luas Wilayah(Km2) 9,46 10,76 9,67 10,32 10,32 10,76 Prosentase(%) 15,4 17,5 15,8 16,8 16,8 17,5

Cakranegara Cakranegara Sandubaya Sekarbela Selaparang Sandubaya Sekarbela Selaparang

66

JUMLAH

61,3

100

IbuKota Kecamatan, Jumlah Kelurahan dan Lingkungan Tahun 2007 Capital , Number of Villages and Sub Villagein 2007 Kecamatan /District Ampenan Sekarbela Mataram Selaparang Cakranegara Sandubaya IbuKota Capital Ampenan Sekarbela Mataram Selaparang Cakranegara Sandubaya Jumlah Jumlah of Villages 10 5 8 10 10 7 50 Jumlah of SubVillages 53 26 53 60 71 34 297 Kecamatan/District Kelurahan/Number Lingkungan/Number

E.Pertumbuhan dan Perkembangan Kota Mataram 13 a. Tata Ruang Dalam lingkup regional, Kota Mataram merupakan Pusat Kegiatan Nasional (PKN) dan mempunyai hirarki pelayanan regional Provinsi NTB. Kebijakan umum tata ruang yang dimiliki oleh Kota Mataram, terkait dengan fungsi, peran dan kedudukannya adalah Kota Mataram sebagai pusat pemerintahan:   Kota Mataram sebagai pusat koleksi,distribusi barang dan jasa; Kota Mataram sebagai pusat pelayanan umum, seperti pendidikan, kesehatan, dan kebudayaan;
13

Pemerintah Kota Mataram, 15 Tahun Kota Mataram 1993-2008 (Kantor Informasi Dan Komunikasi Kota Mataram)31-67.

67

      

Kota Mataram sebagai pintu gerbang bagian barat; Kota Mataram sebagai pusat pelayanan pariwisata. Melaksanakan penataan ruang untuk mewujudkan keserasian dan keterpaduan pembangunan (fisik, sosial, dan ekonomi) antar kawasan di kota mataram; Mendayagunakan potensi sumber daya manusia, alam dan buatan dalam pengaturan ruang yang berwawasan lingkungan; Mengendalikan pemanfaatan ruang di kota Mataram menuju tertib penggunaan tanah dan bangunan; Memadukan kebijakan Tata Ruang Nasional dan Daerah (Provinsi, Kabupaten/ Kota) dalam satu satuan pengembangan wilayah; Menumbuhkan partisipasi dan peran serta masyarakat dalam pemanfaatan ruang. Arah pengembangan tata ruang Kota Mataram berdasarkan RTRW Kota

Misi penataan ruang kota Mataram berdasarkan RT/RW Kota Mataram adalah:

Mataram Tahun 2006 adalah:          Kawasan permukiman Kawasan perdagangan dan jasa Kawasan kesehatan Kawasan pendidikan tinggi Kawasan perkantoran dan pelayanan umum Kawasan terminal Kawasan industri dan peti kemas Kawasan ruang terbuka hijau Kawasan pariwisata Pola perwilayahan pembangunan diarahkan untuk meningkatkan pemerataan pembangunan sesuai dengan potensi lahan dan kecenderungan perkembangan yang

perkantoran. Kota Mataram di bagi dalam 3 (tiga) wilayah pengembangan yaitu: 1. pertanian. bandara dan pertanian. pengendalian pemanfaatan tata ruang . pendidikan/pendidikan tinggi. Oleh karena itu.seimbang.402 Ha) dari tahun 2005 ke tahun 2006 tidak di ikuti penggunaan lahan untuk kawasan perumahan. meliputi kecamatan Cakranegara dan Sandubaya dengan fungsi utama kawasan adalah untuk kawasan pemukiman. Hal tersebut terkait dengan semakin pesatnya perkembangan dan pertumbuhan kota yang membutuhkan ruang. 2.30%). pergerakan ekonomi. selaras. perdagangan. pelayanan publik dan lain lain. Yang paling menonjol adalah semakin berkurangnya ruang terbuka hijau dimana sekitar 20 – 25 Ha pertahun lahan persawahan berubah fungsi menjadi kawasan pemukiman. industri dan terminal regional. dan terintegrasi dalam sistem kota. meliputi pola pemanfaatan kawasan lindung dan pola pemanfaatan budi daya. Dalam pemanfaatan ruang ini telah terjadi penyimpangan penyimpangan peruntukan seperti yang telah di gariskan dalam rencana tata ruang wilayah. Berdasarkan hal itu. Wilayah pengembangan dua (WP II) bagian tengah Kota Mataram. meliputi Kecamatan Mataram dan Selaparang dengan fungsi utama kawasan adalah kawasan pemerintahan. Penggunaan lahan pertanian yang cukup besar (± 318. 3. meliputi Kecamatan Ampenan dan Sekarbela dengan fungsi utama kawasan adalah untuk kawasan pemukiman. perdagangan/komersial. Penggunaan lahan di Kota Mataram sampai tahun 2006 di dominasi oleh kawasan perumahan (37.68 serasi. jasa.53%) dan pertanian (47.perdagangan dan jasa serta kawasan lindung. Pola pemanfaatan ruang. serta perubahan sikap dan perilaku masyarakat. Wilayah Pengembangan satu (WP I) bagian barat Kota Mataram. Wilayah pengembangan tiga (WP III) bagian timur Kota Mataram. Perkembangan dan pertumbuhan fisik kota telah memberi dampak yang cukup luas berupa perubahan pemanfaatan fungsi lahan. pendidikan serta untuk peretokoan yang terus mengalami peningkatan.

35 349 332 368 185 74 84 109 157 194 73 25 264 349 352 368 Ijin mendirikan bngunan 202 27 73 117 84 176 157 Ijin lokasi 32 108 44 874 264 445 352 2006 Ijin mendirikan bngunan 83 28 187 Ijin lokasi 45 266 2007 Ijin mendirikan bngunan 421 b. pada tahun 2007 berhasil menerbitkan sertifikat hak atas tanah sejumlah 6816. Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Mataram.sebagian besar berupa hak milik sebesar 3511 sertifikat atau sebesar 51.30 .51%. Pendidikan . dari jumlah sertifikat tersebut . Jumlah Ijin Lokasi dan Ijin Mendirikan Bangunan per Kecamatan di Kota Mataram Tahun 2007 2005 Kecamatan Ijin lokasi Ampenan Sekarbela Mataram Selaparang Cakranegara Sandubaya JUMLAH 2006 2005 2004 109 115 194 112 44 . meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mentaati peruntukan tata guna lahan serta menerapkan sanksi sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.69 sesuai dengan peruntukannya mutlak di lakukan melalui sosialisasi.

Pada tahun 2007 untuk jumlah rumah sakit sebesar 15 buah. SMP/MTs sebanyak 53. Namun demikian perlu di perhatikan bahwa pada tahun 2007 terdapat beberapa siswa yang tidak lulus. dan 27 pedagangan farmasi menurut dinas kesehatan.75 %.39 %.70 Dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat dilakukan melalui penigkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) yang terdapat hampir di seluruh wilayah kecamatan. Tersedianya fasilitas kesehatan yang memadai sangat di perlukan dalam upaya penigkatan status kesehatan dan gizi masyarakat. Hal ini akan terwujud apabila adanya dukungan pemerintah dan swasta sekaligus. Pada tahun 2007 di Mataram terdapat 69 apotik. Penigkatan status kesehatam dan gizi dalam suatu masyarakat sangat penting dalam upaya peningkatan kualitas manusia dalam aspek lainnya. Dalam bidang pendidikan.25 dengan tidak terdapat nilai mata pelajaran di bawah 4.25.072 siswa (8. Pada2007 terdapat sebanyak 57 buahPuskesmas di Mataram. Tercapainya kualitas kesehatan dan gizi yang baik tidak hanya penting untuk generasi sekarang tetapi juga bagi generasi berikutnya. dan SMA/MA/SMK sebanyak 45 sekolah. merupakan sarana penyedia obat yang mudah di jangkau oleh masyarakat. Untuk . dan tingkat SMA/MA/SMK sebesar 52.21 %.488 siswa (91. Peningkatan kualitas SDM di bidang pendidikan selama tahun 2007 dapat di lihat pada pencapaian Angka Pencapaian Kasar (APK) yamg masing-masing terdiri dari: tingkat SD/MI sebesar 105.25. Hal ini terjadi karena kriteria kelulusan ujian nasional selalu menigkat dari rata-rata lima (5) dengan tidak terdapat nilai mata pelajaran di bawah 4. toko obat. Daya tampung SD/MI sekolah swasta mampu menampung 3. sedangkan sekolah negeri menampung 40.62 %). tingkat SMP/MTs sebesar 96. seperti pendidikan dan produktivitas tenaga kerja. dan perdagangan farmasi yang tersebar di seluruh kecamatan. Fasilitas kesehatan lainnya adalah apotik. 21 toko obat. menjadi rata-rata nilai mata pelajaran 5.83 %). jumlah saran pendidikan di Kota Mataram baiksekolah negeri maupun swasta tercatat: untuk jenjang pendidikan SD/MI sebanyak 166 sekolah.

00.-(sebelas miliar tujuh ratus tiga puluh sembilan juta rupiah). Sedangkan pada tahap kedua .000.499 (29.01 %). dan cukup besarnya jumlah penduduk/keluarga miskin. penigkatan jumlah penduduk miskin tersebut terjadi karena menurunnya daya beli masyarakat akibat situasi perekonomian makro yang tidak menguntungkan. adanya penyandang tuna susila. sekolah swasta menampung 5. dengan demikian pada tahap II RTM ang mendapatkan BLT adalah sebanyak 21.600. Gambaran tersebut menunjukkan bahwa peran sekolah sw asta cukup signifikan berpartisipasi dalam meningkatkan angka partisipasi sekolah. sedangkan jumlah Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama ada 23 buah juga.311 Rumah Tangga Miskin (RTM).982 (14. 5. Keluarga miskin yang mendapatKartu Kompensasi BBM (KKB) tahap pertama dalam rangka Bantuan Langsung Tunai (BLT) di relisasikan sebanyak 17.223.739. Sosial Kota Mataram ssebagai Ibukota Provinsi Nusa Tenggara menghadapi persoalan yang cukup kompleks berkenaan dengan penduduk yang menyandang status kesejahteraan sosial. dengan jumlah realisasi bantuan sebesar Rp.(lima milyar dua ratus dua puluh tiga juta enam ratus ribu rupiah). bekas bekas narapidana. Pada tahun 2006 jumlah penduduk miskin berdasarkan hasil pendataan BPS tercatat sebesar 21. sedangkan sekolah negeri sebanyak (85. Hal ini ditandai dengan fenomena dimana gelandangan dan pengemis ada di berbagai tempat keramaian. Selanjutnya pencairan dana Tahap III dan Tahap IV . terdapat penambahan keluarga miskin yang mendapatkan KKB sebanyak 4.99 %) dan sekolah negeri sebanyak 12.421 KK. jumlah Sekolah Dasar di Kota Mataram sebanyak 148 buah.. tuna wisma.718 KK.23 %). Jumlah sekolah jumlah Sekolah Menengah Atas (SMA) sebesar 23 buah . dengan realisasi bantuan bantuan sebesar Rp.71 SMP/MTs jumlah siswa yang di tampung pada sekolah swasta sebanyak 2.840 (70. Untuk SMA/MA/SMK.77 %). 11.000.433 (jumlah penerima Tahap I + tambahan Tahap II). c.723 RTM dengan jumlah jiwa 80.

769. Salah satu fenomena kemiskinan kota adalh adanya golongan yang kurang beruntung seprti gelandangan.0-(dua puluh empat miliar tujuh ratus enam puluh sembilan juta delapan ratus ribu rupiah).0 –(enam miliar lima ratus lima belas jtua empat ratus ribu rupiah). penyandang masalah kesejahteraan sosial (pengemis dan gelandangan) untuk penduduk lanjut usia. Fenomena era krisis yang menjadikan sebagian masyarakat rentan sebagai penyandang status bermasalah dalam kesejahteraan sosial merupakan salah satu kendala yang dihadapi sebab ketika ada yang mampu dientaskan maka ada pula yang masuk dalam kelompok penyandang kesejahteraan sosial karena berbagai sebab. yatim piatu. tuna susila. hal ini dapat di lihat dari semakin beragamnya fasilitas sosial yang tersedia serta semakin terlibatnya masyarakat dalam penyediaan fasilitas sosial bagi penduduk yang membutuhkan. dengan demikian total Bantuan Langsung Tunai(BLT) yang telah di cairkan dari tahap I s/d IV adalah sebesar Rp. anak jalanan. Walaupun di tengarai mereka berasal dari daerah lain tetapi pada kenyataannya berada di wilayah Kota Mataram dan menjadi pemandangan yang menimbulkan kesan kurang baik.72 masing-masing sebesar Rp.515. Disamping itu juga tersedia balai-balai pengobatan yang di selenggarakan Yayasan-yayasan Sosial dengan maksud untuk . anak terlantar.000. 24. 6. Gambaran tersebut menunjukkan bahwa masalah kesejahteraan sosial penduduk di Kota Mataram merupakan masalah yang perlu mendapat perhatian dari pemerintah dan masyarakat. Rumah sakit di samping untuk tujuan komersial juga membawa misi untuk membantu masyarakat yang kurang mampu dengan cara menyediakan ruangan khusus pengabdian. Bentuk-bentuk fasilitas sosial yang ada di Kota Mataram mencakup untuk kesehatan. pengemis. ssebab selama ini walaupun upaya penanganan terhadap mereka sudah dilakukan dan melibatkan banyak pihak namun masalah tersebut ssecara empiris belum memberikan hasil yang memadai.800. Perkembangan fasilitas sosial yang tersedia di Kota Mataram semakin baik. pendidikan. dan tuna wisma. mantan narapidana.4000. dan lain-lain yang di kategorikan sebagi penyandang masalah sosial – PMKS.

Pekerja Imigran 2. serta pendidikan. pelatihan. Anak Terlantar 3. Panti Werda. Anak Nakal 5. Di samping itu juga terdapat pondok-pondok singgah yang di selenggarakan yayasan-yayasan sosial dengan maksud dan tujuannya adalah untuk membantu anak dan remaja penyandang tuna wisma (pengemis dan gelandangan) yang dalam kegiatannya bermaksud memberi fasilitas singgah atau menginap. Perempuan Rawan Sosial Ekonomi 7. Anak Jalanan 6. Yayasan Sosial Sugiopranoto. Perempuan Korban 70 550 54 65 51 80 525 560 78 396 3055 860 11 575 320 820 19 425 825 2233 67 842 675 6155 97 170 1365 150 362 135 2. Anak Korban Tiras/perlakuan salah 4.73 memberi pelayanan kesehatan bagi penyandang masalah kesejahteraan sosial. Banyak Panti Asuhan dan Anak Asuh Menurut Jenis Kelamin Dirinci per Kecamatan Tahun2007 Kecamatan Ampenan Sekarbela Mataram Selaparang Cakranegara Sandubaya Kota Mataram 1.694 140 5. Balai Pengobatan dan Panti Asuhan muhammadiyah.552 190 7551 182 6534 967 24056 . dan perlindungan kepada mereka sebab di antara mereka tidak sedikit yang masuk dalam usia anak-anak/remaja. Serta Yayasan-yayasan lainnya yang bernaung di bawah organisasi kemasyarakatan keagamaan adalah beberapa contoh aktivitas dan keterlibatan masyarakat dalam pelayanan untuk kebutuhan kesejahteraan sosial.

Keluarga Berumah Tidak Layak Huni 17. Masyarakat Yang Tinggal Di Daerah Rawan Bencana 18. Penyandang Cacat 10. Gelandangan 13. Korban Bencana Alam dan 914 286 24 5 5 1234 75 20 95 246 562 117 303 380 402 2010 11741 12062 87 70 85 75 13240 37043 89 84 490 45 37 50 35 18 30 14 20 15 26 60 52 57 55 16 25 56 19 42 47 36 250 48 17 20 328 99 163 190 175 200 185 190 199 1139 6952 5.Lanjut Usia Terlantar 9. Bekas Narapidana 14. Korban Penyalah Gunaan Narkotika 15. Keluarga Fakir Miskin 16.358 4673 16983 .74 Tiras/perlakuan salah 8. Tuna Susila 12. Penyandang Cacat Bekas Penyandang 11.

Anak Nakal 5. Anak Jalanan 6. Anak Terlantar 3. Penyandang 190 60 175 52 200 57 185 55 190 56 1139 328 6952 5. Korban Bencana Sosial 3075 1705 56 3 64 4930 Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) Pada Kantor Sosial Tahun 2007 Kecamatan 1. Pekerja Imigran 2.75 19. Perempuan Rawan Sosial Ekonomi 7. Anak Korban Tiras/perlakuan salah 4.Mata.Selapa. Penyandang Cacat 10.Sekar.358 4673 16983 70 51 80 396 550 54 65 525 560 3055 860 11 575 320 820 19 425 825 2233 67 6155 97 170 1365 150 362 135 2.552 190 7551 967 24056 Ampe.Lanjut Usia Terlantar 9.694 140 5. Perempuan Korban Tiras/perlakuan salah 8.Cakranan bela ram rang Kota negara Mataram .

dan sirsak yang tingkat produksinya di atas 5000 kuintal adalah mangga dan nangka. . berkurang 75 kuintal/ha dibanding produktivitas tahun sebelumnya. Luas panen tanaman jagung naik sebesar 480 persen. produktivitas padi sekitar 50. jeruk. Produksi beberapa jenis sayuran (petai. sawo. sebesar 164 persen. dan kangkung) selama tahun 2004 – 2007 mengalami fluktuasi. produktivitasnya hanya naik sebesar 10 persen. bayam.28 kuintal per hektar. jambu biji. kacang panjang. mangga. duku. Sementara luas panen padi naik sebesar 4 persen. masing-masing. Jumlah produksi padi tahun2007 naik menjadi 18.03 kuintal per hektar. Produktivitas padi di kecamatan Ampenan adalah tertinggi antara produktivitas padi di kecamatan lain. Secara rinci kenaikan produksi sayuran pada tahun 2007 dialami kacang panjang dan bayam. pepaya pisang. ketimun.716 ton atau naik sekitar 6 persen di banding jumlah produksi padi pada tahun sebelumnya. sedangkan tingkat produksinya naik sebesar 550 persen di banding tahun sebelumnya. jambu air. Sementara produksi kangkung mengalami penurunan. cabe. Pertanian Pada tahun 2007. yakni sekitar 53. rambutan. 683 persen. nenas nangka. Produksi beberapa jenis buah-buahan seperti alpokat .76 Cacat Bekas Penyandang d. durian.

yang terdiri dari sebnyak 77.67 % pura dan sisanya berupa gereja. langgar.675 1. seperti masjid.27 331. Banyak tempat peribadatan di Mataram pada tahun 2007.20 1.77 Luas Lahan Sawah Menurut Jenis Pengairan Dirinci per Kecamatan di Kota Mataram Tahun 2007 Kecamatan Irigasi Ampenan Sekarbela Mataram Selaparang Cakranegara Sandubaya Kota Mataram 2006 2005 2004 e. Hal ini terlihat dari tempat-tempat peribadatan yang ada di sekitar warga. 361.702 1.68 692.00 217. vihara dan kelenteng.85 807 809 809 Jenis pengairan Irigasi setengah 534. dan musholla.702 .83 % masjid. mencapai 600 buah. gereja. Agama Kehidupan beragama yang harmonis sangat didambakan oleh masyarakat.17 202.41 954.62 300 320 320 Pasang surut 19.00 568 572 572 Lahan Sawah Sementara Tidak di Usahakan 12. dan lainnya. sebanyak 18.94 19.

041 Bhuda 652 382 137 131 1.219 56.434 32.057 237 10.346 42.141 .322 68.887 Jumlah 72.825 5.78 Jumlah Sarana peribadatan Dirinci per Kecamatan tahun 2007 Kecamatan Masjid Langgar Musholla Gereja Pura Vihara Kelenteng Ampenan Sekarbela Mataram Selaparang Cakranegara Sandubaya Jumlah 86 73 51 210 35 64 51 150 36 33 31 107 8 6 3 17 25 25 62 112 1 2 3 1 1 Penduduk Menurut Agama dan Kecamatan di Kota Mataram Tahun 2007 Kecamatan Ampenan Sekarbela Mataram Selaparang Cakranegara Sandubaya Kota Mataram Islam 66.456 1.119 3.027 Katolik 869 507 614 588 489 373 344 Hindu 4.746 Protestan 797 466 751 719 734 560 4.636 356.246 65.602 12.365 288.439 42.064 38.144 46.919 10.467 1.598 55.354 61.

Struktur Sosial Masyarakat Kota Mataram Dalam masyarakat muslim umumnya masyarakat dibagi ke dalam dua golongan besar. seperti pemimpim tokoh Alawi dan pemimpin keturunan Bani Hasim. 15 Akram Diya’ al-Umri. qadi. kusir.15 terdapat dua golongan masyarakat.79 f. yaitu al-khawa>s (golongan khusus). Sejarah Sosial Keagamaan Tanah Suci: Makkah dan Madinah (Jakarta: Logos Wacana Ilmu. 1999). pengawal khalifah. dan sebagainya. Jadi kalau bukan dari kalangan orang-orang kaya. pedagang. Struktur tersebut didasarkan pada kekuatan pengaruhnya dalam masyarakat. pedagang kecil. 16 Jamaluddin. Pertama. 21. Jadi secara ekonomi memiliki pengaruh kuat. kuli. Badri Yatim. Sedangkan yang termasuk dalam golongan al-’awa>m adalah yang tidak termasuk dalam golongan al-khawa>s. 1994). dan al-’awa>m (golongan umum). penulis. Sebagaimana dikemukakan oleh Badri Yatim yang mengkaji tentang penduduk Hijaz. Persepsi dan Sikap Masyarakat Sasak Terhadap Tuan Guru (Yogyakarta: CRCS-Sekolah Pascasarjana UGM-Depag RI. atau bahkan pemerintah sekalipun.17 Umumnya mereka yang menjadi tuan guru adalah dari kalangan orang yang ekonomi menengah ke atas. 90. atau secara geneologi juga demikian. Tuan guru dalam masyarakat Sasak melebihi popularitas siapapun. dan tokoh-tokoh masyarakat. pekerja atau buruh. 2011). tuan guru. pedagang besar. ulama. pembantu. yaitu terdiri dari para petani. bangsawan keturunan raja. 2007).14 memiliki pendapat yang sama dengan Diya’ al-Umri. Qiya>m al-Mujtama’ al-Isla>mi min Manzu>r al-Tari>khi (Qatar: Da>r al-Akhba>r al-Yaum. gubernur. panglima. Termasuk golongan al-khawa>s adalah para khalifah dan selanjutnya sultan-sultan. yang jelas umumnya mereka tuan guru jarang dari kalangan ekonomi menengah ke bawah. maka tuan guru tersebut memiliki garis keluarga yang memang sebagai tuan guru. 79-81. ilmuan. Sejarah Sosial Islam di Lombok Tahun 1740-1935 (Studi Kasus Terhadap Tuan Guru) (Jakarta: Lektur Balitbang Kemenag RI. Menurut Jamaluddin16 setidaknya ada tiga struktur yang cukup kuat dan sedang berjalan pada kebanyakan masyarakat di Lombok.. 134-135. tukang kayu. penjahit. 14 . nelayan. 17 Jamaluddin. atau yang sederajat.

pegawai. pemilik lahan. Persepsi. Tuan haji adalah sebutan para haji. Tuan haji adalah kelompok kedua yang mendapat perlakuan spesial dalam masyarakat.80 Kedua. 21. mereka yang memiliki kekuatan ekonomi yang juga cukup kuat. buruh atau yang menjalankan usaha orang lain (pesuruh). kelompok tuan haji. termasuk dalam kelompok ini adalah mereka yang menjadi petani penggarap. Termasuk dalam kelompok ini adalah mereka para pejabat. Ketiga. Persepsi.18 Bagi yang memiliki kemampuan secara ekonomis. Umumnya mereka ini adalah kelompok yang secara ekonomis adalah orang-orang yang bergantung atau menggantungkan hidup mereka kepada kelompok kedua atau kepada kelompok pertama. dapat mempercepat keberangkatannya ke Tanah Suci. sebagai Kiai Desa (lih. pemilik modal. . kelompok non haji. Jamaluddin. pedagang. Kelompok ketiga ini dapat naik statusnya apabila dia mampu menjadi tuan haji atau menunaikan ibadah haji.19 18 19 Jamaluddin. Setelah kembali dari Tanah Suci. 21. penjelasan di atas). mereka akan diangkat sebagai imam masjid.

sebagai berikut: Kata Mataram berasal dari bahasa Sansekerta dari kata mata yang berarti ibu dan kata aram berarti hiburan. Mataram menjadi ibukota Lombok Barat. Pada tahun 1965 dengan perubahan nama Daerah Swatantra Tk I menjadi Propinsi dan Daerah Swatantra TK II menjadi kabupaten maka Mataram menjadi ibukota Propinsi Nusa Tenggara Barat dan Kabupten Lombok Barat. Pada bulan Februari 1942 Mataram menjadi pusat pemerintahan Negara Republik Lombok dan pusat pemerintahan Lombok Barat. namun secara adminitratif. Mataram berarti hiburan untuk ibu atau persembahan untuk ibu pertiwi. pembentukan Pemerintah Kota Administratif Mataram . nama Mataram telah dikenal di Lombok lebih dari empat abad yang lalu. Kata Mataram juga bisa berasal dari kata matta yang berarti gembira atau gairah dan aram berarti hiburan. Dalam catatan sejarah. Pada tahun 1978 Mataram dikeluarkannya Peraturan Pemerintah Nomor: 21/th. Pada tanggal 14 Agustus 1958 Mataram menjadi ibukota Daerah Swatantra Tingkat I Nusa Tenggara Barat dan sekaligus ibukota Daerah Swatantra Tingkat II Lombok Barat. dan secara resmi oleh Belanda dijadikan ibukota adalah tanggal 31 Agustus 1895. dan pada tanggal 11 Maret 1898 menjadi ibukota Lombok (yang sebelumnya Ampenan). Pada Tanggal 15 Oktober 1945 Mataram menjadi ibukota Daerah Lombok dan Ibukota Pemerintahan Setempat Lombok Barat. Sejak 18 Agustus 1945 Mataram menjadi ibukota pemerintah Lombok. Jadi matta-aram atau mataram berarti pembangunan kerajaan atau kota ini adalah sebagai lambang pernyataan kegembiran sebagai hiburan dan sekaligus lambang kegairahan hidup untuk membangun tanah harapan yang menjanjikan masa depan yang lebih cerah. 1978. Bulan Mei tahun itu juga Jepang mengambil alih pemerintahan dan menetapkan Mataram sebagai ibukota Ken Lombok dan Bun Ken Lombok Barat.81 BAB IV KESIMPULAN Berangkat dari rumusan masalah dan uraian pada bab-bab sebelumnya maka ada beberapa hal yang dapat ditarik sebagai kesimpulan.

Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia (Moch. Semua pimpinan pemerintahan dipegang oleh putra daerah. Yogi S Memet) meresmikan perubahan tersebut pada tanggal. yang wilayahnya meliputi Kecamatan Mataram. masing-masing: Kepala daerah Lombok Raden Nuna Nuraksa. . 31 Agustus 1993. Bendera kebangsaan dikibarkan pada hari itu dan Lombok menyatakan diri masuk ke dalam wilayah Republik Indonesia. pertemuan diplomatik antara Gelgel yang diwakili oleh Danghyang Nirartha dan Sasak diwakili langsung oleh Sri Aji Krahengan atau perjanjian persahabatan Bali-Sasak ini terjadi pada bulan Kartika 1452 Saka (Oktober 1530 M) dan peristiwa ini diabadikan dengan sebutan “Perjanjian Aji Krahengan”. Lombok Tengah kepada Lalu Srinata dan Lombok Barat kepada I Gusti Bagus Ngurah. Pada tanggal 15 oktober 1945 penyerahan kekuasaan pemerintahan secara resmi dari tangan Jepang kepada bangsa Indonesia dilaksanakan di Mardibekso Mataram. Ampenan dan Kecamatan Cakranegara. Kepala Pemerintahan Lombok Timur mamiq Fadelah. Bun Kenkanrikan Lombok Timur kepada Mamiq Fadelah. 29 Agustus 1978. Kepala Pemerintah Lombok Barat I Gusti Bagus Ngurah. Beberapa kejadian penting yang pernah terjadi di Mataram. Rapat menetapkan dan bertekad menyelamatkan RI dan mendesak pemerintah agar segera membentuk Badan-Badan Perjuangan. Peningkatan status Kota Administratif Mataram menjadi Kotamadya Dati II Mataram. Jabatan Ken Kanrikan Lombok diserahkan kepada Raden Nuna Nuraksa. di antaranya. Pada tanggal 18 Agustus 1945 di Pulau Lombok Jepang menyerahkan urusan pemerintahan kepada anggota-anggota Syukai Gi In (Badan Persiapan Kemerdekaan Tingkat Daerah) yang berpengaruh di masyarakat. Kepala Pemerintah Lombok Tengah Lalu Srinata. berdasarkan Undang-Undang No.82 disyahkan dan diresmikan oleh Menteri Dalam Negeri pada Tanggal. 1993. Pada akhir September 1945 Pemerintah Lombok menyelenggarakan rapat di Mardibekso Mataram yang dihadiri oleh wakil-wakil seluruh masyarakat. 4 Thn. Pada hari itu Merah Putih dikibarkan dengan resmi dan Lombok masuk wilayah Republik Indonesia.

R Wasita Kusumah yang menjabat Gubernur KDH Tk I NTB ketika itu. 20/1/12 dipecah menjadi Ampenan Barat di Dasan Agung dan Ampenan Timur di Narmada. Seiring dengan perubahan wilayah Kabupaten Lombok Barat maka Kedistrikan Ampenan sendiri dengan SK. 7/2/266 tanggal 30 Mei 1969 dibentuklah Kecamatan Mataram dengan mengambil beberapa Desa dari Kecamatan Ampenan dan Cakranegara. 288. Pem. 64 dan UU No. Dengan semakin berkembangnya wilayah Mataram dari segala sisi maka dibentuklah dengan PP No. 69 tahun 1958 tentang Pembentukan Daerah Tingkat I Bali. NTB dan NTT serta Daerah Tingkat II. Mujitahid yang dilantik oleh H. Pada tahun 1967 dengan SK Gubernur KDH TK I NTB No. 156/Pem. L Anggrat menjadi Bupati Lombok Barat (1960-1965) Kepunggawaan Cakranegara dirubah statusnya menjadi Kedistrikan Cakranegara. Pada masa H. Gubernur Daerah Tingkat I NTB No. Amir Mahmud. .83 Pada 4 Agustus 1958 diundangkan UU No. 21 Tahun 1978 Kota Administratif Mataram dengan wilayah terdiri dari 3 Kecamatan yaitu: Ampenan. Dan sebagai Walikota Pertama Kotif Mataram diangkat H. termasuk Daerah Tingkat II Lombok Barat. Mataram dan Cakranegara yang diresmikan oleh Menteri Dalam Negeri ketika itu H.

84 REKOMENDASI Kesimpulan besar dari penelitian ini adalah Bahwa Mataram pertama kali dijadikan oleh Belanda secara resmi menjadi Ibukota Lombok Barat adalah tanggal 31 Agustus 1895. Menjadikan tanggal 31 Agustus 1895 M. Berdasarkan hasil kesimpulan tersebut maka kami merekomendasikan hal-hal sebagai berikut: 1. 2. Mataram 29 Nopember 2011 ttd Tim Peneliti . Segera mensosialisasikan tanggal 31 Agustus sebagai Hari Ulang Tahun Kota Mataram. Mendesak agar segera diperdakan bahwa tanggal 31 Agustus 1895 M sebagai Hari Ulang Tahun Kota Mataram. sebagai Hari Ulang Tahun Kota Mataram. 3. dan pada tanggal 11 Maret 1898 menjadi ibukota Lombok.

BP 1999) DR.2003).DEPDIKBUD. Sejarah Daerah NTB.1980) Kota Mataram Ibadah Yang Maju dan Religius.1983) .Gde Suparman.2004 H. Babad Lombok (Jakarta:Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. 2.Keris Di Lombok(Mataram:Yayasan Pusaka Selaparang.Kantor INFOKOM Kota Mataram. 9. 6.Muara Nusa. 10.Budaya Lombok (Mataram.) Monografi Daerah NTB (Jakarta :Dirjen Kebudayaan Depdikbud RI. 15. 3.DAFTAR PUSTAKA 1. Babad Suwung Iskandar. Pemerintah Kotif Mataram.L Jelenga.Yayasan Sumurmas Al Hamidy.DEPDIKBUD .Soegianto Sastrodiwiryo.Kupu-Kupu Kuning Yang Terbang Di Selat Lombok(Denpasar:Upada Sastra.Lalu Lukman. 5.Mozaik Budaya orang Mataram (Mataram.2004).1979.Ibadah yang maju dan Religius.(Mataram .Laporan Lima Tahun Kota Mataram 1978/1983(Mataram-Lombok.Spd.Sejarah.1994.Lombok Penaklukan. 12.PT. 7. 17. 14.2011).Edisi ke XI (Kantor Infokom Kota Mataram) DR.1977) AA Ktut Agung. L.Alvons van der Kraan. 18.1998) H.11 Tahun Kota Mataram Membangun Kota berbasis dan berwawasan Religius.1991) KoTa Mataram.Masyarakat .Perjalanan Danghyang Nirartha-Sebuah Dharmayatra (1478-1560) dari Daha sampai Tambora (Denpasar:PT. 4. 11.Penjajahan dan keterbelakangan 1870-1940 (Mataram.2000) Babad Selaparang.Lengge.2009) Fath Zakaria. 16.Komunitas Pengkaji Dinamika Mataram. 13. 8.1992).2002 Sejarah Revolusi Kemerdekaan Daerah Nusa Tenggara Barat (19451949)( Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan Ri . Sejarah Kebangkitan Nasional Daerah NTB (Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.Mengenal Sekarbela Lebih Dekat (Yogyakarta:Mahkota Kata.

19. 24. 2007) Pemerintah Kota Mataram.4 tahun Kotamadya Mataram Membangun (HumasPemda Kodya dati II Mataram. 20. 27. 23. Sejarah Sosial Keagamaan Tanah Suci :Makkah dan Madinah (Jakarta.1997).2011) Jamaludin.2007) .19994) Jamaludin.Logos Wacana Ilmu. Kotamadya Dati II Mataram. 26. 25. Tentang Pemekaran Kecamatan dan Kelurahan di Kota Mataram ( Bagian Setda Kota Mataram.Qiyam al-Mujtama’ al-Islami min Manzur al Tarikhi (Qatar:Dar al-Akhbar al-Yaum. 21.1999) Akram Diya’al Umri.Persepsi dan Sikap Masyarakat Sasak Terhadap Tuan Guru (Yogyakarta: CRCS-Sekolah Pasca Sarjana UGM-Depag RI. Kantor Informasi dan Komunikasi Kota Mataram. 28.15 Tahun Kota Mataram 1993-2008 (Kantor Infokom Kota Mataram) Badri Yatim. 22.9 Tahun Dirgahayu IX Kota Mataram 2002 Bahan 14 Tahun Kota Mataram Bahan 17 Tahun Kota Mataram Bahan Sosialisasi Perda Kota Mataram No:3 Tahun 2007.Sejarah Sosial Islam di Lombok Tahun 1740-1935 (Studi kasus terhadap Tuan Guru) (Jakarta:Lektur Balitbang Kemenag RI.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->