RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

TINGKAT SEMENJANA MATA PELAJARAN : PENDIDIKAN KEWARGANAGARAAN KELAS/ SEMESTER: XI/ 1

Di susun oleh : Nama Nama Sekolah Alamat Sekolah No. Telepon : Dedeh, S.Pd : SMK Binamitra : Jl. Citarik Raya No. 123 Cikarang Timur, Bekasi : (021) 89143120

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Nama Sekolah
Mata Pelajaran Kelas/Semester Pertemuan KeAlokasi Waktu

: SMK BINAMITRA
: Pendidikan Kewarganegaraan : XI/ 1 (satu) : 1 (satu) : 2x 45’

Standar Kompetensi: 1. Menganalisis budaya budaya politik di Indonesia Kompotensi Dasar : 1.1 Mendeskripsikan pengertian budaya politik Indikator :    Mendeskripsikan pengertian budaya politik Mengidentifikasikan ciri-ciri budaya politik Membudayakan sikap warga negara terhadap peranannya sebagai subjek politik

I. Tujuan  Setelah proses pembelajaran ini siswa dapat mendeskripsikan pengertian budaya politik  Setelah proses pembelajaran ini siswa dapat mengidentifikasikan ciri-ciri budaya politik  Siswa dapat membudayakan sikap warga negara terhadap peranannya sebagai subjek politik II. Materi Ajar  Budaya Politik  Pengertian budaya, politik dan budaya Politik
1

Pendidikan Kewarganegaraan XI SMK BINAMITRA

Ciri-ciri budaya politik

III. Metode Pembelajaran Ceramah, Peta konsep, dan tanya jawab. IV. Langkah-langkah Pembelajaran Kegiatan Kegiatan awal (10 menit) Alokasi waktu 5 menit Indikator Metode Ceramah Proses pembelajaran

5 menit

Kegiatan inti (70 menit)

15 menit

 Mendeskripsikan pengertian budaya politik  Mengidentifikasikan ciri-ciri budaya politik

45 menit  Membudayakan sikap warga negara terhadap peranannya sebagai subjek politik

Menginformasikan kompetensi, dan indikator yang akan dicapai dalam pembelajaran. Apersepsi :  Mengkondisikan siswa untuk memulai pembelajaran  Memotifasi siswa dan penjajakan kesiapan belajar Ceramah siswa melalui beberapa pertanyan, seperti: Budaya berasal dari kata apa? Apa arti budaya? Peta konsep  Siswa menyimak peta konsep (budaya, politik dan Dan budaya Politik,orientasi dan objek politik) yang ceramah disajikan guru.  Siswa mencermati bagan peta konsep dan menjelaskan konsep-konsep inti yang ada dalam peta konsep tersebut Peta konsep  Siswa mencermati tugas yang diberikan oleh guru dan dan masing-masing siswa mengerjakan tugas tanya jawab menjodohkan mengenai Orientasi warga Negara terhadap objek politik.
2

Pendidikan Kewarganegaraan XI SMK BINAMITRA

10 menit Kegiatan akhir (10 menit) 5 menit

Ceramah Ceramah

5 menit

Tanya jawab

 Dengan bimbingan guru, Siswa berperan secara aktif dalam kegiatan tanya jawab, serta aktif dalam memberikan tanggapan. Guru menjelaskan dan menambahkan materi yang belum disinggung oleh siswa. Siswa dengan bimbingan dan difasilitasi guru membuat rangkuman materi tentang pentingnya kehidupan demokrasi dalam masyarakat. Siswa memcatat tugas-tugas kegiatan yang diberikan guru.

V. Alat/ Bahan/ Sumber bahan  Buku Pendidikan Kewarganegaraan yang relefan Arya Duta, Tiga serangkai, Yudistira dan LKS.  Buku Ilmu politik VI. Penilaian Penilaian dilakukan sebelum, selama dan sesudah proses pembelajaran melalui kegiatan tanya jawab. Soal-soal: 1. Jelaskan pengertian budaya politik yang anda ketahui? 2. Sebutkan ciri-ciri budaya politik? 3. Bagaimana sikap anda melihat budaya politik yang berkembang di Indonesia? Jawaban: 1. Menurut Gabriel Almond dan Sidney Verba: suatu sikap orientasi yang khas warga Negara terhadap system politik dan aneka ragam bagianya dan sikap terhadap peranan warga Negara yang ada di dalam system itu. Sedangkan Kay Lawson: terdapatnya suatu prangkat yang meliputi seluruh nilai-nilai politik yang terdapat di seluruh bangsa.
3

Pendidikan Kewarganegaraan XI SMK BINAMITRA

2. Ciri-ciri budaya politik:  Merupakan keseluruhan pandangan politik, seperti norma-norma, pola-pola orientasi terhadap politik, dan pandangan hidup pada umumnya.  Mengutamakan dimensi psikologis dari suatu system politik, yaitu sikap-sikap, system-sistem, kepercayaan, symbolsimbol yang dimilki individu, beroprasi di dalam seluruh masyarakat, sarta harapan-harapannya.Mencerdaskan kehidupan bangsa 3. Pendapat masing-masing

Bekasi, Agustus 2010 Mengetahui , Kepala Sekolah

Guru mata pelajaran

Drs. Tatang Surahman, M.Pd GNTY. 200405001

Dedeh, S. Pd

4

Pendidikan Kewarganegaraan XI SMK BINAMITRA

LAMPIRAN Petunjuk: 1. 2. 3. 4. Lembaran ini wajib dikumpulkan lagi dan jangan ada coretan Tulislah dibuku latihan dan jawablah dengan benar Bacalah dengan teliti sebelum mengisi Jodohkanlah pertanyaan di bawah ini dengan menggunakan tanda panah a. Ada berapa partai politik yang ikut dalam pemilu 2010? b. Orientasi kognitif warga Negara terhadap objek politik output c. Orientasi afektif warga Negara terhadap objek politik input d. Apa pendapat anda dengan adanya pemilihan presiden secara lansung? e. Orientasi kognitif warga Negara terhadap objek politik umum f. Orientasi evalutif warga Negara terhadap objek politik output g. Orientasi afektif warga Negara terhadap objek politik umum h. Orientasi evaluatif warga Negara terhadap objek politik input i. Apakah warga masyarakat senang jika pendididkan untuk anak SD dan SMP di gratiskan?

1. Berapa lama masa jabatan presiden? 2. Orientasi afektif warga Negara terhadap objek politik output 3. Percayakah anda bahwa kenaikan BBM akan meringankanbeban Negara? 4. Setujukah anda jika presiden di Indonesia dipilih langsung oleh rakyat? 5. Orientasi evaluatif warga Negara terhadap objek politik umum 6. Apa anda setuju bila sekarang ini banyak warga yang menuntut dengan cara mendemo? 7. Bagaimana pendapat anda dengan kebebasan pers sekarang ini? 8. Baik atau burukah jika pemerintang mengimpor beras, padahal para petani sedang mengalami panen? 9. Orientasi kognitif warga Negara terhadap objek politik input

5

Pendidikan Kewarganegaraan XI SMK BINAMITRA

JAWABAN 1. Berapa lama masa jabatan presiden? 2. Orientasi afektif warga Negara terhadap objek politik output 3. Percayakah anda bahwa kenaikan BBM akan meringankanbeban Negara? 4. Setujukah anda jika presiden di Indonesia dipilih langsung oleh rakyat? 5. Orientasi evaluatif warga Negara terhadap objek politik umum 6. Apa anda setuju bila sekarang ini banyak warga yang menuntut dengan cara mendemo? 7. Bagaimana pendapat anda dengan kebebasan pers sekarang ini? 8. Baik atau burukah jika pemerintang mengimpor beras, padahal para petani sedang mengalami panen? 9. Orientasi kognitif warga Negara terhadap objek politik input a. Ada berapa partai politik yang ikut dalam pemilu 2010? b. Orientasi kognitif warga Negara terhadap objek politik output c. Orientasi afektif warga Negara terhadap objek politik input d. Apa pendapat anda dengan adanya pemilihan presiden secara lansung? e. Orientasi kognitif warga Negara terhadap objek politik umum f. Orientasi evalutif warga Negara terhadap objek politik output g. Orientasi afektif warga Negara terhadap objek politik umum h. Orientasi evaluatif warga Negara terhadap objek politik input i. Apakah warga masyarakat senang jika pendididkan untuk anak SD dan SMP di gratiskan?

6

Pendidikan Kewarganegaraan XI SMK BINAMITRA

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Nama Sekolah
Mata Pelajaran Kelas/Semester Pertemuan KeAlokasi Waktu

: SMK BINAMITRA
: Pendidikan Kewarganegaraan : XI/ 1 (satu) : 2 (dua) : 2x 45’

Standar Kompetensi: 1. Menganalisis budaya budaya politik di Indonesia Kompotensi Dasar : 1.2 Menganalisis tipe-tipe budaya politik yang berkembang dalam masyarakat Indonesia Indikator :     Mendeskripsikan tipe-tipe budaya politik Menganalisis tipe-tipe budaya politik Mendeskripsikan tipe budaya politik yang berkembang dalam masyarakat Indonesia Membiasakan berbudaya politk partisipan dalam kehidupan sehari-hari baik di lingkungan sekolah maupun lingkungan masyarakat.

I. Tujuan  Setelah proses pembelajaran ini siswa dapat mendeskripsikan tipe-tipe budaya politik  Setelah proses pembelajaran ini siswa dapat menganalisis tipe-tipe budaya politik  Siswa dapat mendeskripsikan tipe budaya politik yang berkembang dalam masyarakat Indonesia  Setelah proses pembelajaran ini siswa dapat membiasakan berbudaya politk partisipan dalam kehidupan sehari-hari baik di lingkungan sekolah maupun lingkungan masyarakat.
7

Pendidikan Kewarganegaraan XI SMK BINAMITRA

II. Materi Ajar  Tipe-tipe budaya politik :  parochial  kaula  partisipan  perkambangan tipe budaya politik di Indonesia III. Metode Pembelajaran Ceramah, Peta konsep, dan tanya jawab. IV. Langkah-langkah Pembelajaran Kegiatan Kegiatan awal (10 menit) Alokasi waktu 5 menit Indikator Metode Ceramah Proses pembelajaran

5 menit  Mendeskripsikan tipe-tipe budaya politik  Menganalisis tipe-tipe budaya politik  Mendeskripsikan tipe budaya politik yang berkembang dalam masyarakat Indonesia  Membiasakan berbudaya

Kegiatan inti (70 menit)

15 menit

45 menit

Menginformasikan kompetensi, dan indikator yang akan dicapai dalam pembelajaran. Apersepsi :  Mengkondisikan siswa untuk memulai pembelajaran Ceramah  Mengaitkan materi sebelumnya dengan materi yang akan dibahas. Peta konsep  Siswa menyimak bagan (Tipe-tipe budaya politik) Dan yang disajikan guru. ceramah  Siswa mencermati bagan peta konsep dan menjelaskan konsep-konsep inti yang ada dalam peta konsep tersebut Peta konsep  Siswa mencermati tugas yang diberikan oleh guru dan dan masing-masing siswa mengerjakan tugas dengan tanya jawab mendeskripsikan tipe-tope budaya politik
8

Pendidikan Kewarganegaraan XI SMK BINAMITRA

politk partisipan dalam kehidupan sehari-hari baik di lingkungan sekolah maupun lingkungan masyarakat. 10 menit Kegiatan akhir (10 menit) 5 menit Ceramah Ceramah

 Dengan bimbingan guru, Siswa berperan secara aktif dalam kegiatan tanya jawab, serta aktif dalam memberikan tanggapan. Guru menjelaskan dan menambahkan materi yang belum disinggung oleh siswa. Siswa dengan bimbingan dan difasilitasi guru membuat rangkuman materi tentang pentingnya kehidupan demokrasi dalam masyarakat. Siswa memcatat tugas-tugas kegiatan yang diberikan guru.

5 menit

Tanya jawab

V. Alat/ Bahan/ Sumber bahan  Buku Pendidikan Kewarganegaraan yang relefan Arya Duta, Tiga serangkai, Yudistira dan LKS.  Buku Ilmu politik VI. Penilaian Penilaian dilakukan sebelum, selama dan sesudah proses pembelajaran melalui kegiatan tanya jawab. Bekasi, Agustus 2010 Mengetahui , Kepala Sekolah

Guru mata pelajaran

Drs. Tatang Surahman, M.Pd GNTY. 200405001

Dedeh, S. Pd

9

Pendidikan Kewarganegaraan XI SMK BINAMITRA

BAGAN

Tipe budaya politik Tipe budaya politik Parochial Subjek Partisipan Objek politik umum input output 0 0 0 1 0 1 1 1 1 Sikap terhadap pribadinya 0 0 1

Penjelasannya: 1. Budaya politik parochial Dalam budaya politik porokial, orientasi politik warga Negara terhadap keseluruhan objek politik baik umum, input, output serta pribadinya mendekati nol atau dapat dikatakan rendah. 2. Budaya politik subjek/kaula Dalam Budaya politik subjek/kaula, orientasi politik warga Negara terhadap subjek politik umum dan objek politik output adalah mendekati satu atau dapat dikatakan orientasinya tinggi. Sebaliknya orientasi warga Negara terhadap objek politik input dan perananya sendiri adalah nol atau dapat dikatakan rendah. 3. Budaya politik partisipan Dalam budaya politik partisipan, orientassi politik warga Negara terhadap keseluruhan objek politik, baik umum, input dan output ataupun pribadinya mendekati satu atau dapat dikatakan tinggi.

10

Pendidikan Kewarganegaraan XI SMK BINAMITRA

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Nama Sekolah
Mata Pelajaran Kelas/Semester Pertemuan KeAlokasi Waktu

: SMK BINAMITRA
: Pendidikan Kewarganegaraan : XI/ 1 (satu) : 3 (tiga) : 2x 45’

Standar Kompetensi: 1. Menganalisis budaya budaya politik di Indonesia Kompotensi Dasar : 1.3 Mendeskripsikan pentingnya sosialisasi pengembangan budaya politik Indikator :     Menjelaskan sosialisasi politik Menguraikan agen sosialisasi politik Menganalisis pentingnya sosialisasi politik dalam perkembangan budaya politik Menunjukan sikap sadar akan berbudaya politik dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

I. Tujuan  Siswa dapat menjelaskan sosialisasi politik  Setelah pembelajaran ini siswa dapat menguraikan agen sosialisasi politik  Siswa dapat menganalisis pentingnya sosialisasi politik dalam perkembangan budaya politik  Setelah proses pembelajaran ini siswa dapat menunjukan sikap sadar akan berbudaya politik dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
11

Pendidikan Kewarganegaraan XI SMK BINAMITRA

II. Materi Ajar  Sosialisasi politik  Agen sosialisasi politik  Fungsi dan peran partai politik  Mekanisme sosialisasi budaya politik III. Metode Pembelajaran Ceramah, pata konsep, tanya jawab, Media games “Word Square”. IV. Langkah-langkah Pembelajaran Kegiatan Kegiatan awal (10 menit) Alokasi waktu 5 menit Indikator Metode Ceramah Proses pembelajaran

5 menit  Menjelaskan sosialisasi politik  Menguraikan agen sosialisasi politik

Kegiatan inti (70 menit) 5 menit

20 menit

 Menganalisis pentingnya

Menginformasikan kompetensi, dan indikator yang akan dicapai dalam pembelajaran. Apersepsi : Ceramah  Mengkondisikan siswa untuk memulai pembelajaran  Mengaitkan materi sebelumnya dengan materi yang akan dibahas.  Siswa menyimak bagan (Agen sosialisasi politik) yang disajikan guru.  Siswa mencermati bagan peta konsep dan menjelaskan konsep-konsep inti yang ada dalam peta konsep tersebut pata konsep Guru bersama siswa membahas bersama hasil temuan dari seluruh siswa  Siswa dibagi kedalam kelompok kecil antara 2-3 orang (satu bangku)  Siswa menyimak penjelasan dari guru mengenani Media Media games games “Word Square”.
12

Pendidikan Kewarganegaraan XI SMK BINAMITRA

sosialisasi politik dalam perkembangan budaya politik  Menunjukan sikap sadar akan berbudaya politik dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. 5 menit Kegiatan akhir (10 menit) 5 menit

“Word Square”.

Ceramah Ceramah

5 menit Ceramah V. Alat/ Bahan/ Sumber bahan  Buku Pendidikan Kewarganegaraan yang relefan Arya Duta, Tiga serangkai, Yudistira dan LKS.  Buku Ilmu politik VI. Penilaian Penilaian dilakukan sebelum, selama dan sesudah proses pembelajaran melalui kegiatan tanya jawab dan diskusi.

 Siswa diberi kesempatan untuk menemukan kata-kata atau konsep  Bagi yang dapat menemukan kata dapat menggaris kata tersebut pada bagan besar yang tersedia di papan tulis  Siswa berperan secara aktif dalam kegiatan tanya jawab, serta aktif dalam memberikan tanggapan.  Melalui Media games “Word Square” siswa dapat membudayakan sikap positif terhadap patriotisme Indonesia dalam kehidapan sehari-hari Guru menjelaskan dan menambahkan materi yang belum disinggung oleh siswa. Siswa dengan bimbingan dan difasilitasi guru membuat rangkuman materi tentang pentingnya kehidupan demokrasi dalam masyarakat. Siswa memcatat tugas-tugas kegiatan yang diberikan guru.

Bekasi, Agustus 2010 Mengetahui Kepala Sekolah

Guru mata pelajaran

Drs. Tatang Surahman, M.Pd GNTY. 200405001 Pendidikan Kewarganegaraan XI SMK BINAMITRA

Dedeh, S. Pd
13

Lampiran Pertanyaan Temukalah 20 kata dalam kotak dibawah ini dan berikan tanda dengan stabilo
G E O P O L I A N T I S I P A T O R I I H Q R A R Q E R I Q A Q W Q E E R D Q T O B I H I M I T A S I P W P N R I F W R B U E D E E Q Y Y E D A E E D T E G E E E D N F N R P U T R M T R N O P N N D A A A T N T T A I K T E R A D D U T J W Q S Y A E A Y T O E O S I L O I S A S I A C A S G S U R P L U U M B D K O S L P S O P I O I I O A U I B O I I A P I M A D R O A T K O N R A O K N T K N L E N R F P L F I O S A T R P U I R A P K V B T G U I E A G P M A G A N G A N C J A V A H S T K T N E E I A L T L S P L H L C I J A I T I I K I P U A U J E O I G U X I V C K I O T T O O R S E K O L A H A Z G O T G F N I A V L A D A G W I I D T W H T W F V U F T N I L F L F F T K S I F T I R D C A E O C T I G E D D I C Z F G S N L M O D M E D I A M A S A K T E R N A G L S X S M P E K E R J A A N T E R N A S

Jawaban: 1. Budaya politik 2. Orientasi afektif 3. Orientasi kognitif 4. Orientasi evaluatif 5. Partai politik 6. Pend politik 7. Partai 8. Negosiasi 9. Magang 10. Imitasi 11. Sekolah 12. Antisipatori 13. Pekerjaan 14. Media masa 15. Keluarga
14

Pendidikan Kewarganegaraan XI SMK BINAMITRA

G E O P O L I A N T I S I P A T O R I I

H Q R A R Q E R I Q A Q W Q E E R D Q T

O B I H I M I T A S I P W P N R I F W R

B U E D E E Q Y Y E D A E E D T E G E E

E D N F N R P U T R M T R N O P N N D A

A A T N T T A I K T E R A D D U T J W Q

S Y A E A Y T O E O S I L O I S A S I A

C A S G S U R P L U U M B D K O S L P S

O P I O I I O A U I B O I I A P I M A D

R O A T K O N R A O K N T K N L E N R F

P L F I O S A T R P U I R A P K V B T G

U I E A G P M A G A N G A N C J A V A H

S T K T N E E I A L T L S P L H L C I J

A I T I I K I P U A U J E O I G U X I V

C K I O T T O O R S E K O L A H A Z G O

T G F N I A V L A D A G W I I D T W H T

W F V U F T N I L F L F F T K S I F T I

R D C A E O C T I G E D D I C Z F G S N

L M O D M E D I A M A S A K T E R N A G

L S X S M P E K E R J A A N T E R N A S

15

Pendidikan Kewarganegaraan XI SMK BINAMITRA

PETA KONSEP
Secara tidak langsung Tipe sosialisasi politik

Hubungan pribadi Magang Generalisasi

Peniruan/ imitasi Secara langsung Antisipatori/yg diidealkan Pendidikan politik Pengalaman politik Keluarga

Sosialisasi politik

Agen sosialisasi politik

Kelompok teman Sekolah Pekerjaan Media masa Kontrak langsung 16

Pendidikan Kewarganegaraan XI SMK BINAMITRA

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Nama Sekolah
Mata Pelajaran Kelas/Semester Pertemuan KeAlokasi Waktu

: SMK BINAMITRA
: Pendidikan Kewarganegaraan : XI/ 1 (satu) : 4 (empat) : 2x 45’

Standar Kompetensi: 1. Menganalisis budaya budaya politik di Indonesia Kompotensi Dasar : 1.4 Menampilkan peran serta budaya politik partisipan Indikator :    I. Mendeskripsikan peran serta budaya politik partisipan. Menunjukan prilaku politik warga negara sebagai perwujudan dari budaya politik partisipan. Membudayakan sikap positif budaya politik partisipan dalam kehidupan bermasyarakat,berbangsa dan bernegara.

Tujuan  Siswa dapat mendeskripsikan peran serta budaya politik partisipan  Setelah pembelajaran ini siswa dapat m enunjukan prilaku politik warga negara sebagai perwujudan dari budaya politik partisipan.  Setelah proses pembelajaran ini siswa dapat m embudayakan sikap positif budaya politik partisipan dalam kehidupan bermasyarakat,berbangsa dan bernegara.
17

Pendidikan Kewarganegaraan XI SMK BINAMITRA

II.

Materi Ajar  peran serta budaya politik partisipan  contoh prilaku politik warga negara sebagai perwujudan dari budaya politik partisipan.  Bentuk-bentuk partisipasi politik III. Metode Pembelajaran Ceramah, diskusi, tanya jawab, dan analisis gambar. IV. Langkah-langkah Pembelajaran Kegiatan Kegiatan awal (10 menit) Alokasi waktu 5 menit Indikator Metode Ceramah Proses pembelajaran Menginformasikan kompetensi, dan indikator yang akan dicapai dalam pembelajaran. Apersepsi :  Mengkondisikan siswa untuk memulai pembelajaran  Mengaitkan materi sebelumnya dengan materi yang akan dibahas.  Menanyakan tugas yang diberikan minggu kemarin.  Siswa diberikan arahan dalam diskusi kelas mengenai penyajian, pertanyaan, jawaban dan tanggapan dalam menganalisis sebuah gambar.  Siswa membaca dan memahami tugas yang telah dibagikan oleh guru dan memberikan tanggapan.  Siswa mendeskripsikan gambar yang di tempel di papan tulis.  Siswa diberikan kesempatan untuk maju ke depan dan memaparkan analisisnya  Siswa berperan aktif dalam menganalisis gambar tersebut
18

5 menit

Ceramah

Kegiatan inti (70 menit)

5 menit  Mendeskripsikan peran serta budaya politik partisipan. 20 menit

Ceramah

Analisis kasus

Pendidikan Kewarganegaraan XI SMK BINAMITRA

 Menunjukan prilaku politik warga negara sebagai perwujudan dari budaya politik partisipan. 35 menit  Membudayakan sikap positif budaya politik partisipan dalam kehidupan bermasyarakat,berbangsa dan bernegara. 10 menit Kegiatan akhir (10 menit) 5 menit 5 menit

Diskusi dan tanya jawab.

 Siswa berperan secara aktif dalam kegiatan tanya jawab, serta aktif dalam memberikan tanggapan jika penyajian siswa lain tidak sesuai dengan pendapatnya  Melalui diskusi siswa dapat membudayakan prilaku politik warga negara sebagai perwujudan dari budaya politik partisipan. Guru menjelaskan dan menambahkan materi yang belum disinggung oleh siswa. Siswa dengan bimbingan dan difasilitasi guru membuat rangkuman materi tentang pentingnya kehidupan demokrasi dalam masyarakat. Siswa memcatat tugas kegiatan yang diberikan guru.

Ceramah Ceramah Ceramah

V. Alat/ Bahan/ Sumber bahan  Buku Pendidikan Kewarganegaraan yang relefan Arya Duta, Tiga serangkai, Yudistira dan LKS.  Media gambar VI. Penilaian Penilaian dilakukan sebelum, selama dan sesudah proses pembelajaran melalui kegiatan tanya jawab dan diskusi. Bekasi, Agustus 2010 Mengetahui Kepala Sekolah

Guru mata pelajaran

Drs. Tatang Surahman, M.Pd GNTY. 200405001 Pendidikan Kewarganegaraan XI SMK BINAMITRA

Dedeh, S. Pd
19

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Nama Sekolah
Mata Pelajaran Kelas/Semester Pertemuan KeAlokasi Waktu

: SMK BINAMITRA
: Pendidikan Kewarganegaraan : XI/ 1 (satu) : 5 (lima) : 2x 45’

Standar Kompetensi: 2. Menganalisis budaya demokrasi menuju masyarakat madani Kompotensi Dasar : 2.1 Mendeskripsikan pengertian dan prinsip-prinsip budaya demokrasi Indikator :     I. Menjelaskan pengertian demokrasi Mendeskripsikan prinsip-prinsip budaya demokrasi Menjelaskan makna budaya demokrasi Menjelaskan perbedaan antara demokrasi leberal, komunis dan demokrasi Pancasila

Tujuan  Setelah proses pembelajaran ini siswa dapat menjelaskan pengertian demokrasi  Setelah proses pembelajaran ini siswa dapat mendeskripsikan prinsip-prinsip budaya demokrasi  Siswa dapat menjelaskan makna budaya demokrasi  Setelah proses pembelajaran ini siswa menjelaskan perbedaan antara demokrasi leberal, komunis dan demokrasi Pancasila

20

Pendidikan Kewarganegaraan XI SMK BINAMITRA

II. Materi Ajar  Pengertian dan prinsip-prinsip budaya demokrasi  Macam-macam demokrasi (demokrasi leberal, komunis dan demokrasi Pancasila)  Pengertian budaya demokrasi  Prinsip-prinsip budaya demokrasi III. Metode Pembelajaran Ceramah, Peta konsep, dan tanya jawab. IV. Langkah-langkah Pembelajaran Kegiatan Kegiatan awal (10 menit) Alokasi waktu 5 menit Indikator Metode Ceramah Proses pembelajaran

5 menit

Kegiatan inti (70 menit)

15 menit

 Menjelaskan pengertian demokrasi  Mendeskripsikan prinsipprinsip budaya demokrasi

Menginformasikan kompetensi, dan indikator yang akan dicapai dalam pembelajaran. Apersepsi :  Mengkondisikan siswa untuk memulai pembelajaran  Mengaitkan materi sebelumnya dengan materi yang akan dibahas. Ceramah  Memotifasi siswa dan penjajakan kesiapan belajar siswa melalui beberapa pertanyan, seperti: Demokrasi berasal dari kata apa? Apakah kalian sudah berbudaya demokrasi? Peta konsep  Siswa menyimak peta konsep (pengertian dan prinsipDan prinsip budaya demokrasi) yang disajikan guru. ceramah  Siswa mencermati bagan peta konsep dan menjelaskan konsep-konsep inti yang ada dalam peta
21

Pendidikan Kewarganegaraan XI SMK BINAMITRA

45 menit  Menjelaskan makna budaya demokrasi  Menjelaskan perbedaan antara demokrasi leberal, komunis dan demokrasi Pancasila

10 menit Kegiatan akhir (10 menit) 5 menit

5 menit

konsep tersebut Peta konsep  Siswa mencermati bagan peta konsep dan dan menjelaskan konsep-konsep inti yang ada dalam peta tanya jawab konsep tersebut.  Siswa berperan aktif dalam menganalisis antara demokrasi liberal, komunis dan demokrasi Pancasila  Dengan bimbingan guru, Siswa berperan secara aktif dalam kegiatan tanya jawab, serta aktif dalam memberikan tanggapan. Guru menjelaskan dan menambahkan materi yang belum Ceramah disinggung oleh siswa. Ceramah Siswa dengan bimbingan dan difasilitasi guru membuat rangkuman materi tentang pentingnya kehidupan demokrasi dalam masyarakat. Tanya Siswa memcatat tugas-tugas kegiatan yang diberikan jawab guru.

V. Alat/ Bahan/ Sumber bahan  Buku Pendidikan Kewarganegaraan yang relefan Arya Duta, Tiga serangkai, Yudistira dan LKS.  Buku ilmu negara  UUD 1945 VI. Penilaian Penilaian dilakukan sebelum, selama dan sesudah proses pembelajaran melalui kegiatan tanya jawab.

22

Pendidikan Kewarganegaraan XI SMK BINAMITRA

Soal-soal: Pertanyaan: 1. Jelaskan pengertian demokrasi? 2. Sebutkan prinsip-perinsip demokrasi? 3. Jelaskan perbedaan demokrasi liberal, komunis dan demokrasi Pancasila? Jawaban: 1. Demokrasi berasal dari kata demos dan kratos, demos artinya rakyat sedangkan kratos atau kratien artinya pemerintahan, secara singkat pengertian demokrasi adalah pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat. 2. Prinsip-perinsip demokrasi: Akuntabilitas, rotasi kekuasaan perekrutan politik yang terbuka, pemilihan umum, dan menikmati hak-hak dasar. 3. Perbedaan demokrasi liberal, komunis dan demokrasi Pancasila
Pancasila monotheis HAM dilindungi tanpa melupakan kewajiaban asasi Nasionalisme dijunjung tinggi Keputusan melalui musyawarah, mufakat dan pungutan suara Tidak ada domonasi Ada oposisi dengan alasan Ada perbedaan pendapat Kepentingan seluruh rakyat Liberalis sekuler HAM dijunjung secara mutlak Nasionalisme diabaikan Keputusan melalui voting Dominasi mayoritas Ada oposisi Ada perbedaan pendapat Kepentingan mayoritas komunis Atheis HAM diabaikan Nasionalisme ditolak Keputusan ditangan pimpinan partai Dominasi partai Tidak ada oposisi Tidak ada perbedaan pendapat Kepentingan negara

Bekasi, September 2010 Mengetahui , Kepala Sekolah

Guru mata pelajaran

Drs. Tatang Surahman, M.Pd GNTY. 200405001 Pendidikan Kewarganegaraan XI SMK BINAMITRA

Dedeh, S. Pd
23

Lampiran Peta konsep

Budaya

Demokrasi Budaya demokrasi pancasila

Akuntabilitas
Asal kata

Rotasi kekuasaan
Macam-macam

Perekrutan politik yang terbuka Pemilihan umum Menikmati hak-hak dasar
Prinsip-prinsip demokrasi

Budaya demokrasi

Budaya demokrasi pancasila

Budaya demokrasi pancasila

24

Pendidikan Kewarganegaraan XI SMK BINAMITRA

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Nama Sekolah
Mata Pelajaran Kelas/Semester Pertemuan KeAlokasi Waktu

: SMK BINAMITRA
: Pendidikan Kewarganegaraan : XI/ 1 (satu) : 6 (enam) : 2x 45’

Standar Kompetensi: 2. Menganalisis budaya demokrasi menuju masyarakat madani Kompotensi Dasar : 2. 2 Mengidentifikasi ciri-ciri masyarakat madani Indikator :      Mendeskripsikan pengertian masyarakat madani Mengidentifikasi ciri-ciri masyarakat madani Menjelaskan proses menuju masyarakat madani Menguraikan kendala yang dihadapi bangsa Indonesia dalam mewujudkan masyarakat madani Menjelaskan upaya mengatasi kendala yang dihadapi bangsa Indonesia dalam mewujudkan masyarakat madani

I. Tujuan  Setelah proses pembelajaran ini siswa dapat mendeskripsikan pengertian masyarakat madani  Setelah proses pembelajaran ini siswa dapat mengidentifikasi ciri-ciri masyarakat madani  Siswa dapat menjelaskan proses menuju masyarakat madani
25

Pendidikan Kewarganegaraan XI SMK BINAMITRA

 Setelah proses pembelajaran ini siswa menguraikan kendala yang dihadapi bangsa Indonesia dalam mewujudkan masyarakat madani  Setelah proses pembelajaran ini siswa menjelaskan upaya mengatasi kendala yang dihadapi bangsa Indonesia dalam mewujudkan masyarakat madani II. Materi Ajar  Masyarakat madani  Pengertian masyarakat madani (civil society)  Ciri-ciri masyarakat madani  Proses menuju masyarakat madani  Kendala yang dihadapi dan upaya mengatasinya bangsa Indonesia dalam mewujudkan masyarakat madani III. Metode Pembelajaran Ceramah, diskusi, dan studi inquiri IV. Langkah-langkah Pembelajaran Kegiatan Kegiatan awal (10 menit) Alokasi waktu Indikator Metode Ceramah dan Tanya jawab Ceramah Menguraikan kendala yang Studi Proses pembelajaran Apersepsi :  Mengkondisikan siswa untuk memulai pembelajaran  Mengaitkan materi sebelumnya dengan materi yang akan dibahas. Menginformasikan kompetensi, dan indikator yang akan dicapai dalam pembelajaran.  Melakukan studi inquiri mengenai Kendala yang
26

5 menit

5 menit Kegiatan 40 menit 

Pendidikan Kewarganegaraan XI SMK BINAMITRA

inti (70 menit) 

dihadapi bangsa Indonesia dalam mewujudkan masyarakat madani Menjelaskan upaya mengatasi kendala yang dihadapi bangsa Indonesia dalam mewujudkan masyarakat madani Mendeskripsikan pengertian masyarakat madani Mengidentifikasi ciri-ciri masyarakat madani Menjelaskan proses menuju masyarakat madani

inquiri

  30 menit 

Ceramah

dihadapi dan upaya mengatasinya bangsa Indonesia dalam mewujudkan masyarakat madani  Perwakilan siswa diberi tugas untuk menemukan kendala apa saja yang di hadapi bangasa Indonesia dalam mewujudkan masyarakat madani.  Dengan bimbingan guru, Siswa berperan secara aktif dalam kegiatan tanya jawab, serta aktif dalam memberikan tanggapan.  Guru menjelaskan hasil pengertian masyarakat madani, ciri-ciri masyarakat madani  Siswa berperan secara aktif dalam kegiatan tanya jawab  Guru menjelaskan dan menambahkan materi yang belum disinggung oleh siswa. Siswa dengan bimbingan dan difasilitasi guru membuat rangkuman materi tentang kedudukan manusia sebagai makhluk individu dan makhluk sosial, pengertian, unsurunsur terbentuknya bangsa dan Negara. Siswa memcatat tugas-tugas kegiatan yang diberikan guru.

Kegiatan akhir (10 menit)

5 menit

Ceramah dan tanya jawab Ceramah

5 menit

V. Alat/ Bahan/ Sumber bahan Buku Pendidikan Kewarganegaraan yang relefan Arya Duta, Tiga serangkai, Yudistira dan LKS. VI. Penilaian Penilaian dilakukan sebelum, selama dan sesudah proses pembelajaran melalui kegiatan tanya jawab dan diskusi.

27

Pendidikan Kewarganegaraan XI SMK BINAMITRA

Bahan diskusi Sekarang ini demokrasi di Indonesia diartikan sebagai kebebasan. Akibatnya, dengan mengatasnamakan demokrasi, masyarakat seakan berbuat bebas, bias berbuat apa saja. Perbedaan pendapat kecil bias berakibat pertengkaran bahkan pertikaian berdarah. Banyak terjadi perkelahian, pembakaran, dan amuk masa yang bermula dari masalah sepele. Pertanyaan: 1. Mengapa sekarang ini orang berbuat demikian? 2. Deskripsikan apakah ada kasus yang pernah terjadi di lingkungan masyarakat dan bagaimana cara mereka menyelesaikannya? 3. Usulan apa yang akan anda sampaikan agar masyarakat Indonesia menjadi masyarakat madani?

Bekasi, September 2010

Mengetahui, Kepala Sekolah

Guru mata pelajaran

Drs. Tatang Surahman, M.Pd GNTY. 200405001

Dedeh, S. Pd

28

Pendidikan Kewarganegaraan XI SMK BINAMITRA

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Nama Sekolah
Mata Pelajaran Kelas/Semester Pertemuan KeAlokasi Waktu

: SMK BINAMITRA
: Pendidikan Kewarganegaraan : XI/ 1 (satu) : 7 (tujuh) : 2x 45’

Standar Kompetensi: 2. Menganalisis budaya demokrasi menuju masyarakat madani Kompotensi Dasar : 2. 3 Menganalisis pelaksanaan demokrasi di Indonesia sejak orde lama, orde baru, dan reformasi Indikator :     Menjelaskan pelaksanaan demokrasi di Indonesia. Membandingkan demokrasi yang diterapkan di Indonesia pada masa orla, orba dan orde reformasi Mengidentifikasikan pelaksanaan pemilu pada masa orba dan reformasi Menilai pelaksanaan pemilihan kepala daerah di daeranya

I. Tujuan  Siswa dapat menjelaskan pelaksanaan demokrasi di Indonesia.  Setelah pembelajaran ini siswa dapat membandingkan demokrasi yang diterapkan di Indonesia pada masa orla, orba dan orde reformasi  Siswa dapat m engidentifikasikan pelaksanaan pemilu pada masa orba dan reformasi  Setelah proses pembelajaran ini siswa dapat menilai pelaksanaan pemilihan kepala daerah di daeranya
29

Pendidikan Kewarganegaraan XI SMK BINAMITRA

II. Materi Ajar  Pelaksanaan demokrasi di Indonesia sejak orde lama (demokrasi liberal dan demokrasi terpimpin), orde baru, transisi dan reformasi  Pemilihan Umum (Pemilu) III. Metode Pembelajaran Ceramah, diskusi, dan tanya jawab IV. Langkah-langkah Pembelajaran Kegiatan Kegiatan awal (10 menit) Alokasi waktu 5 menit Indikator Metode Ceramah Proses pembelajaran Menginformasikan kompetensi, dan indikator yang akan dicapai dalam pembelajaran. Apersepsi :  Mengkondisikan siswa untuk memulai pembelajaran  Mengaitkan materi sebelumnya dengan materi yang akan dibahas.  Menanyakan tugas yang diberikan minggu kemarin. Siswa diberikan arahan dalam dalam diskusi kelas mengenai penyajian, pertanyaan, jawaban dan tanggapan.  Guru membagi siswa kedalam kelompok diskusi, masing-masing kelompok maksimal 6 orang.  Masing-masing keompok membahas satu lembaga dan disampaikan di depan kelas. (demokrasi liberal dan demokrasi terpimpin, orde baru, transisi dan reformasi)  Siswa secara aktif berdiskusi kelompok.  kelompok yang menprentasikan diberiakn waktu 5 menit untuk menyajikan.  Masing-masing keompok bertanya minimal 2
30

5 menit

Ceramah

Kegiatan inti (70 menit)

5 menit  Menjelaskan pelaksanaan demokrasi di Indonesia. 20 menit

Ceramah

Diskusi

30 menit

 Membandingkan

Diskusi dan tanya

Pendidikan Kewarganegaraan XI SMK BINAMITRA

demokrasi yang diterapkan di Indonesia pada masa orla, orba dan orde reformasi  

jawab.

15 menit

Mengidentifikasikan pelaksanaan pemilu pada masa orba dan reformasi Menilai pelaksanaan pemilihan kepala daerah di daeranya

Ceramah

pertanyaan pada kelompok yang menyajikan materi.  Siswa berperan secara aktif dalam kegiatan tanya jawab, serta aktif dalam memberikan tanggapan.  Melalui diskusi siswa dapat membudayakan sikap positif terhadap peran lembaga negara sebagai pelaksana kedaulatan rakyat, dalam kehidupan sekolah.  Guru menjelaskan dan menambahkan materi yang belum disinggung oleh siswa.  Siswa diberi kesempatan umtuk bertanya, menjawab dan member tanggapan.

Kegiatan akhir (10 menit)

5 menit 5 menit

Ceramah Ceramah

Siswa dengan bimbingan dan difasilitasi guru membuat rangkuman materi tentang pentingnya kehidupan demokrasi dalam masyarakat. Siswa memcatat tugas-tugas kegiatan yang diberikan guru.

V. Alat/ Bahan/ Sumber bahan Buku Pendidikan Kewarganegaraan yang relefan Arya Duta, Tiga serangkai, Yudistira dan LKS. VI. Penilaian Penilaian dilakukan sebelum, selama dan sesudah proses pembelajaran melalui kegiatan tanya jawab dan diskusi. Bekasi, Oktober 2010 Mengetahui, Kepala Sekolah Guru mata pelajaran

Drs. Tatang Surahman, M.Pd GNTY. 200405001 Pendidikan Kewarganegaraan XI SMK BINAMITRA

Dedeh, S. Pd
31

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Nama Sekolah
Mata Pelajaran Kelas/Semester Pertemuan KeAlokasi Waktu

: SMK BINAMITRA
: Pendidikan Kewarganegaraan : XI/ 1 (satu) : 8 (delapan) : 2x 45’

Standar Kompetensi: 2. Menganalisis budaya demokrasi menuju masyarakat madani Kompotensi Dasar : 2. 4 Menampilkan perilaku budaya demokrasi dalam kehidupan sehari-hari Indikator :    I. Mendeskripsikan perilaku budaya demokrasi Menunjukan prilaku budaya demokrasi dalam kehidupan sehari-hari. Membudayakan sikap positif budaya budaya demokrasi dalam kehidupan bermasyarakat,berbangsa dan bernegara.

Tujuan  Siswa dapat mendeskripsikan perilaku budaya demokrasi  Setelah pembelajaran ini siswa dapat m enunjukan prilaku budaya demokrasi dalam kehidupan sehari-hari.  Setelah proses pembelajaran ini siswa dapat membudayakan sikap positif budaya budaya demokrasi dalam kehidupan bermasyarakat,berbangsa dan bernegara.

32

Pendidikan Kewarganegaraan XI SMK BINAMITRA

II. Materi Ajar Pelaksanaan budaya demokrasi dalam kehidupan sehari-hari III. Metode Pembelajaran Ceramah, diskusi, tanya jawab, dan analisis kasus. IV. Langkah-langkah Pembelajaran Kegiatan Kegiatan awal (10 menit) Alokasi waktu 5 menit Indikator Metode Ceramah Proses pembelajaran Menginformasikan kompetensi, dan indikator yang akan dicapai dalam pembelajaran. Apersepsi :  Mengkondisikan siswa untuk memulai pembelajaran  Mengaitkan materi sebelumnya dengan materi yang akan dibahas.  Menanyakan tugas yang diberikan minggu kemarin.  Siswa diberikan arahan dalam diskusi kelas mengenai penyajian, pertanyaan, jawaban dan tanggapan dalam menganalisis sebuah kasus.  Siswa membaca dan memahami tugas yang telah dibagikan oleh guru dan memberikan tanggapan.  Siswa menjawab berbagai pertanyaan mengenai Guru Tidak Masanya Bersikap Otoriter (studi kasus yang diambil dari media massa sebagai media pembelajaran) yang diberikan oleh guru.  Siswa berperan aktif dalam menganalisis kasus tersebut  Guru memberikan kesempatan kepada beberapa siswa untuk menganalisis kasus tersebut di depan
33

5 menit

Ceramah

Kegiatan inti (70 menit)

5 menit  20 menit 

Ceramah

Mendeskripsikan perilaku budaya demokrasi Menunjukan prilaku budaya demokrasi dalam kehidupan sehari-hari. Membudayakan sikap positif budaya budaya demokrasi

Analisis kasus

35 menit

Diskusi dan tanya

Pendidikan Kewarganegaraan XI SMK BINAMITRA

dalam kehidupan bermasyarakat,berbangsa dan bernegara.

jawab.

10 menit Kegiatan akhir (10 menit) 5 menit 5 menit

Ceramah Ceramah Ceramah

kelas.  Siswa berperan secara aktif dalam kegiatan tanya jawab, serta aktif dalam memberikan tanggapan.  Melalui diskusi siswa dapat Menampilkan perilaku budaya demokrasi dalam kehidupan sehari-hari Guru menjelaskan dan menambahkan materi yang belum disinggung oleh siswa. Siswa dengan bimbingan dan difasilitasi guru membuat rangkuman materi tentang pentingnya kehidupan demokrasi dalam masyarakat. Siswa memcatat tugas-tugas kegiatan yang diberikan guru.

V. Alat/ Bahan/ Sumber bahan  Buku Pendidikan Kewarganegaraan yang relefan Arya Duta, Tiga serangkai, Yudistira dan LKS.  http://id.www. Detikcom VI. Penilaian Penilaian dilakukan sebelum, selama dan sesudah proses pembelajaran melalui kegiatan tanya jawab dan diskusi. Pertanyaan-pertanyaan A. 1. 2. 3. Tugas kelompok Apa tema utama dari bacaan di atas? Guru yang bagaimanakah yang dicita-citakan saat ini menurut bacaan di atas? Apakah cita-cita itu sudah terpenuhi disekolahmu? Mengapa!

34

Pendidikan Kewarganegaraan XI SMK BINAMITRA

1. 2. 3. B.

1.

2.

Jawaban: Pentingnya demokrasi di sekolah Guru yang demokratis, yang tidak hanya mendidiksecara kognitif (rasio), tapi juga afektif (emosi), behavioristik (prilaku) siswa kearah positif. Selain itu harus jadi pembimbing dalam memecahkan problem yang dihadapi anak didik. (Pendapat siswa) Tugas individu 1. Sebutkan beberapa tanda atau ciri-ciri masyarakat yang menerapkan budaya demokrasi dalam kehidupan sehara-hari? 2. Coba sebutkan sikap demokrasi di dalam kehidupan: a. Keluarga b. Sekolah c. Masyarakat d. Politik e. Ekonomi Jawaban: Ciri-ciri masyarakat yang menerapkan budaya demokrasi dalam kehidupan sehara-hari diantaranya:  Tumbuhnya semangat silaturahmi  Persaudaraan semakin erat  Peka terhadap lingkungan  Tumbuhnya sikap saling menghargai hak dan kewajiban antara anggota masyarakat.  Menekan terjadinya sikap dan perbuatan negatif seperti intimidasi (ancaman atau tindakan menakut-nakuti), sewenangwenang, monopoli,dsb. Sikap demokrasi di dalam kehidupan:  Keluarga: Menghargai keputusan anak, menghormati orang tua/yang dituakan.  Sekolah : Terbiasa dalam musyawarah osis, aktif dalam berbagai kegiatan sekolah.  Masyarakat:
35

Pendidikan Kewarganegaraan XI SMK BINAMITRA

Gotong royong dalam dalam kegiatan desa, menghargai pendapat orang lain saat musyawarah desa. Politik: Berani mengemukakan ide-ide atau gagasan untuk kebenaran dan keadilan, menghargai harkat dan derajat manusia, mendukung suatu perkumpulan remaja atau karang taruna. Ekonomi: Tidak memonopoli dalam perusahaan, ikut dalam kegiatan koprasi.

Bekasi, Oktober 2010 Mengetahui, Kepala Sekolah

Guru mata pelajaran

Drs. Tatang Surahman, M.Pd GNTY. 200405001 Pendidikan Kewarganegaraan XI SMK BINAMITRA

Dedeh, S. Pd
36

Lampiran Guru Tidak Masanya Bersikap Otoriter
Jakarta: guru tidak masanya bersikap otoriter yang sering mengkritik murid tanpa data dan tujuan jelas. Guru juga harus demokratis, dan sebagai pembimbing perlu ikut memecahkan problem yang dihadapi anak didik. Pendapat itu dikemukakan oleh Drs. Dian Budiargo, Msi dalam seminar tatantangn pendidikan dalam mengembangkan warga negara yang Cerdas Menuju Masyarakat Berbasis Ilmu Pengetahuan, Senin (21/1) di Universitas Terbuka (UT), Pondok cabe, Jakarta Selatan. Dian yang membawakan makalh Pendidikan dalam Era Pascareformasi mengatakan, guru jangan hanya mendidik secara kognitif (rasio), tapi juga harus mengembangkan daya efektif (emosi) serta behavioristik (prilaku) siswa kearah positif. Dihadapan 1.500 guru yang menjadi peserta seminar, ketua jurusan Komunikasi Fisip UT ini mengatakan, para guru sering lupa kalau sedang marahmengeluarkan kata-kata kasar, sehingga menyakitkan hati murid. Mengutip hasil penelitian Jack Canfield terhadap 100 anak berusia enem hingga delapan tahunyang rata-rata menerima 460 komentar negatif dan 75 komentar positif, Dian mengatakan marah-marah atau komentar negatif terhadap anak telah melahirkan generasi kurang percaya diri dan penuh keraguan. Ia juga mengutif Bobbi DePorter dan Mike Hernacki dalam buku Quantum Learning yang mengatakan komentar negatif akan melahirkan emosi sakit pada anak-anak, “Emosi sakit menurut kedua pakar itu, menghambat proses terciptanya belajar-mengajar”, kata Dian. Sementara itu, pembicara lain Kusnadi, S.Pd. yang membawakan makalh pendidikan demokrasi di sekolah menilai, masyarakat baru dapat menuntut keterbukaan, kebebasan, atau keadilan, tetapi belum dapat bertindak demokratis. “para elit juga belum bisa memberi contoh berjiwa demokratis sehingga menjauhkan negeri ini dari bangsa yang demokratis. Semua pihak saat ini lebih banyakmerasa benar sendiri”, kata Staf pengajar UT ini. Dengan mengutif pemikiran demokrasi dan pendidikan John Dewey, Kusnadi memaparkan, sikap demokratis bisa memulai dengan menghargai, atau mau mendengar pendapat orang lainserta mengakui perbedaan dalam berbagai hal. Selanjutnya, katanya, demokrasi harus diajarkan melalui pendidikan. Penyelenggaraan pendidikan demokrasi, menurut Kusnadi, harus dimulai dengan mereformasi dunia pendidikan itu sendiri. Misalnya, dengan menghilangkan kontrol dan pengruh yang bersifat indoktrinatif dari luar sekolah. Pada gilirannya, otonomi sekolah 37

Pendidikan Kewarganegaraan XI SMK BINAMITRA

harus benar-benar diwujudkan. Sekolah sebagai hierarki terendah dalam dunia pendidikan, harus diberi kebebasan berekspresi dan berekperimen dengan tetap tidak keluar dari kebijakan umum dunia pendidikan yang digariskan GBHN. Selain pendidikan demokrasi, untuk melahirkan sikap demokratis di dunia pendidikan, Kusnadi menilai, pendidikan kebhinekaan perlu diajarkan disekolah-sekolah. “pendidikan kebhinekaan akan menghargai dan mengakomodasi perbedaan latar belakang siswa menyangkut nilai, budaya, sosial, ekonomi, bahkan perbedaan kemampuan. Jadi generalisasi dalam dunia pendidikan adalah hantu di siang bolong”. Ujarnya. Penulis ketiga Drs. Ojat Darojat M Bus menilai, generalisasi akan menemukan jalan buntu dalam pembelajarn kognisi (rasiao). Ojat yang membawakan makalh Kontruktivisme dalam pembelajaran di sekolah menguraikan pendapat pkar psikologi asal Swiss, Piaget tentang kognitif depelopmen (perkembangan kognisi). Lebih lanjut ketua jurusan FKIP UT ini mengatakan, manusia secara keseluruhan tidak bisa diberikan informasimendalam dan segera memahaminya, kemudian digunakan dalam kehidupannya. Karena manusia harus mengkontruksi dulu pengetahuannya berdasarkan pengalaman. Dari pengalaman itu, lanjut Ojat barulah manusia membentuk mental struktures (kerangka pengetahuan). Kerangka pengetahuan itu sendiri selalu berubah, meluas serta semakin kompleks dan canggih melalui proses asimilasi dan akomodasi. “jadi, pendidikan yang demokratis tidak mengandaikan setiap orang punya daya asimilasi dan akomodasi yang sama, “ kata Ojat. Sumber: http://www.smu-net.com,

38

Pendidikan Kewarganegaraan XI SMK BINAMITRA

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Nama Sekolah
Mata Pelajaran Kelas/Semester Pertemuan KeAlokasi Waktu

: SMK BINAMITRA
: Pendidikan Kewarganegaraan : XI/ 1 (satu) : 9 (sembilan) : 2x 45’

Standar Kompetensi: 3. Menampilkan sikap keterbukaan dan keadilan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara Kompotensi Dasar : 3.1 Mendeskripsikan pengertian dan pentingnya keterbukaan dan keadilan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara Indikator :  Menjelaskan pengertian keterbukaan dan keadilan  Mengidentifikasikan macam-macam keadilan  Menidentifikasikan ciri-ciri keterbukaan  Menganalisis pentingnya keterbukaan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara I. Tujuan  Setelah proses pembelajaran ini siswa dapat menjelaskan pengertian keterbukaan dan keadilan  Setelah proses pembelajaran ini siswa dapat mendeskripsikan macam-macam keadilan  Siswa dapat menidentifikasikan ciri-ciri keterbukaan  Setelah proses pembelajaran ini siswa menganalisis pentingnya keterbukaan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara
39

Pendidikan Kewarganegaraan XI SMK BINAMITRA

II. Materi Ajar  pengertian keterbukaan dan keadilan  Macam-macam keadilan  Ciri-ciri keterbukaan III. Metode Pembelajaran Ceramah, Peta konsep, dan tanya jawab. IV. Langkah-langkah Pembelajaran Kegiatan Kegiatan awal (10 menit) Alokasi waktu 5 menit Indikator Metode Ceramah Proses pembelajaran Menginformasikan kompetensi, dan indikator yang akan dicapai dalam pembelajaran. Apersepsi :  Mengkondisikan siswa untuk memulai pembelajaran  Mengaitkan materi sebelumnya dengan materi yang akan dibahas.  Memotifasi siswa dan penjajakan kesiapan belajar siswa melalui beberapa pertanyan, seperti: Sila ke berapa dalam pancasila yang menerangkan tentang keadilan? Apa arti adil?  Siswa menyimak penjelasan dari guru.  Siswa mencermati bagan peta konsep dan menjelaskan konsep-konsep inti yang ada dalam peta
40

5 menit

Ceramah

Kegiatan inti (70 menit)

15 menit

 Menjelaskan pengertian keterbukaan dan keadilan

Ceramah

30 menit

 Mengidentifikasikan macam- Peta konsep macam keadilan dan

Pendidikan Kewarganegaraan XI SMK BINAMITRA

 Menidentifikasikan keterbukaan

ciri-ciri tanya jawab

25 menit

 Menganalisis pentingnya keterbukaan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara

Analisis

Kegiatan akhir (10 menit)

5 menit

Ceramah

5 menit

Tanya jawab

konsep tersebut.  Siswa berperan aktif dalam Mengidentifikasikan macam-macam keadilan  Dengan bimbingan guru, Siswa berperan secara aktif dalam kegiatan tanya jawab, serta aktif dalam memberikan tanggapan.  Siswa menganalisis tentang pernyataan-pernyataan yang disajikan guru dalam bentuk bagan.  Dengan bimbingan guru, Siswa berperan secara aktif dalam kegiatan tanya jawab, serta aktif dalam memberikan alasanya.  Guru menjelaskan dan menambahkan materi yang belum disinggung oleh siswa. Siswa dengan bimbingan dan difasilitasi guru membuat rangkuman materi tentang pentingnya kehidupan demokrasi dalam masyarakat. Siswa memcatat tugas-tugas kegiatan yang diberikan guru.

V. Alat/ Bahan/ Sumber bahan  Buku Pendidikan Kewarganegaraan yang relefan Arya Duta, Tiga serangkai, Yudistira dan LKS.  Buku ilmu negara  UUD 1945 VI. Penilaian Penilaian dilakukan sebelum, selama dan sesudah proses pembelajaran melalui kegiatan tanya jawab.

41

Pendidikan Kewarganegaraan XI SMK BINAMITRA

Petunjuk: berilah tanda cek (v) pada kolom yang sesuai dengan pendapat kalian dan berikanlah alasannya. No 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Uraian Kebebasan pers adalah awal terjadinya konflik Pengadilan adalah perpanjangan tangan pemerintah Pemilu adalah pelaksanaan sikap keterbukan adan keadilan Bersikap adil dalam kehidupan bernegara tiada lain adalah bersifat kekeluargaan Keterbukaan terhadap akses informasi negara akan membehayakan stabilitas nasional Budaya demokrasi dewasa ini merupakan sikap keterbukaan dan keadilan Keberpihakan pengadilan dan lembaga negara kepada pemerintah merupakan sebuah keharusan dalam menjamin kepentinyan nasional Gerakan pengacau kemanan merupakan gerakan sparatis jauh dari sikap keadilan Negara yang tranparan terhadap rakyat akan memberi kepercayaan terhadap kebijaksanaan yang di keluarkan oleh pemrintah Otonomi daerah merupakan tindakan keadilan bagi seluruh daerah di Indonesia Mengetahui , Kepala Sekolah SS S KS TS Alasan

8. 9.

10.

Bekasi, November 2010

Guru mata pelajaran

Drs. Tatang Surahman, M.Pd GNTY. 200405001

Dedeh, S. Pd

42

Pendidikan Kewarganegaraan XI SMK BINAMITRA

PETA KONSEP

KEADILAN DISTRIBUTIF

KEADILAN KONVENSIONAL

KEADILAN KOMUTATIF

KEADILAN KODRAT ALAM

KEADILAN TEORI KEBAIKAN

KEADILAN

KEADILAN KODRAT ALAM

KEADILAN KODRAT ALAM

43

Pendidikan Kewarganegaraan XI SMK BINAMITRA

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Nama Sekolah
Mata Pelajaran Kelas/Semester Pertemuan KeAlokasi Waktu

: SMK BINAMITRA3
: Pendidikan Kewarganegaraan : XI/ 1 (satu) : 10 dan 11 (sepuluh dan sebelas) : 2x 45’

Standar Kompetensi: 3. Menampilkan sikap keterbukaan dan keadilan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara Kompotensi Dasar : 3.2 Menganalisis dampak penyelenggaraan pemerintahan yang tidak transparan Indikator :    Mendeskripsikan sebab-sebab penyelenggaraan pemerintahan yang tidak transparan Menganalisis dampak penyelenggaraan pemerintahan yang tidak transparan Membendingkan penyelenggaraan pemerintahan pada era orde baru dan repformasi tentang transparasi terhadap masyarakat

I. Tujuan  Siswa dapat mendeskripsikan sebab-sebab penyelenggaraan pemerintahan yang tidak transparan  Setelah pembelajaran ini siswa dapat menganalisis dampak penyelenggaraan pemerintahan yang tidak transparan  Setelah proses pembelajaran ini siswa dapat membendingkan penyelenggaraan pemerintahan pada era orde baru dan repformasi tentang transparasi terhadap masyarakat II. Materi Ajar  Penyebab penyelenggaraan pemerintahan yang tidak transparan
44

Pendidikan Kewarganegaraan XI SMK BINAMITRA

 Dampak penyelenggaraan pemerintahan yang tidak transparan III. Metode Pembelajaran Ceramah, diskusi, dan tanya jawab IV. Langkah-langkah Pembelajaran ke-10 Kegiatan Kegiatan awal (10 menit) Alokasi waktu 5 menit Indikator Metode Ceramah Proses pembelajaran Menginformasikan kompetensi, dan indikator yang akan dicapai dalam pembelajaran. Apersepsi :  Mengkondisikan siswa untuk memulai pembelajaran  Mengaitkan materi sebelumnya dengan materi yang akan dibahas. Siswa diberikan arahan dalam dalam diskusi kelas mengenai penyajian, pertanyaan, jawaban dan tanggapan.  Siswa berkelompok berdiskusi dan menyiapkan berbagai pertanyaan materi yng minggu lalu telah ditugaskan.  Guru membagi siswa kedalam 4 kelompok diskusi, masing-masing kelompok maksimal 8-9 orang.  Masing-masing kelompok membahas tentang: Kelompok: 1. sebab-sebab penyelenggaraan pemerintahan yang tidak transparan 2. dampak penyelenggaraan pemerintahan yang tidak transparan
45

5 menit

Ceramah

Kegiatan inti (70 menit)

5 menit  Mendeskripsikan sebab-sebab penyelenggaraan pemerintahan yang tidak transparan  Menganalisis dampak 35 menit penyelenggaraan pemerintahan yang tidak transparan

Ceramah

Diskusi

Pendidikan Kewarganegaraan XI SMK BINAMITRA

20 menit  Menganalisis dampak penyelenggaraan 10 menit pemerintahan yang tidak transparan Kegiatan akhir (10 menit) 5 menit 5 menit Langkah-langkah Pembelajaran ke-11 Kegiatan Kegiatan awal (10 menit) Alokasi waktu 5 menit Indikator

Tanya jawab.

Ceramah

3. penyelenggaraan pemerintahan pada era orde tentang transparasi terhadap masyarakat 4. penyelenggaraan pemerintahan pada era repformasi tentang transparasi terhadap masyarakat  kelompok yang menprentasikan diberiakn waktu 10 menit untuk menyajikan.  Masing-masing keompok bertanya minimal 2 pertanyaan pada kelompok yang menyajikan materi.  Siswa berperan secara aktif dalam kegiatan tanya jawab, serta aktif dalam memberikan tanggapan. Guru menjelaskan dan menambahkan materi yang belum disinggung oleh siswa.

Ceramah Ceramah

Siswa dengan bimbingan dan difasilitasi guru membuat rangkuman materi tentang pentingnya kehidupan demokrasi dalam masyarakat. Siswa memcatat tugas-tugas kegiatan yang diberikan guru.

Metode Ceramah Ceramah

Proses pembelajaran Menginformasikan kompetensi, dan indikator yang akan dicapai dalam pembelajaran. Apersepsi :  Mengkondisikan siswa untuk memulai pembelajaran  Mengaitkan materi sebelumnya dengan materi yang
46

5 menit

Pendidikan Kewarganegaraan XI SMK BINAMITRA

Kegiatan inti (70 menit)

5 menit  Membendingkan penyelenggaraan pemerintahan pada era orde baru dan repformasi tentang transparasi terhadap masyarakat

Ceramah

35 menit

Diskusi

20 menit  Menganalisis dampak penyelenggaraan 10 menit pemerintahan yang tidak transparan 5 menit

Tanya jawab.

Ceramah Ceramah

akan dibahas. Siswa diberikan arahan dalam dalam diskusi kelas mengenai penyajian, pertanyaan, jawaban dan tanggapan.  Siswa berkelompok berdiskusi dan menyiapkan berbagai pertanyaan materi yng minggu lalu telah ditugaskan.  Guru membagi siswa kedalam 4 kelompok diskusi, masing-masing kelompok maksimal 8-9 orang.  Masing-masing kelompok membahas tentang: Kelompok: 1. sebab-sebab penyelenggaraan pemerintahan yang tidak transparan 2. dampak penyelenggaraan pemerintahan yang tidak transparan 3. penyelenggaraan pemerintahan pada era orde tentang transparasi terhadap masyarakat 4. penyelenggaraan pemerintahan pada era repformasi tentang transparasi terhadap masyarakat  kelompok yang menprentasikan diberiakn waktu 10 menit untuk menyajikan.  Masing-masing keompok bertanya minimal 2 pertanyaan pada kelompok yang menyajikan materi.  Siswa berperan secara aktif dalam kegiatan tanya jawab, serta aktif dalam memberikan tanggapan. Guru menjelaskan dan menambahkan materi yang belum disinggung oleh siswa.

Kegiatan

Siswa dengan bimbingan dan difasilitasi guru membuat
47

Pendidikan Kewarganegaraan XI SMK BINAMITRA

akhir (10 menit) 5 menit Ceramah

rangkuman materi tentang pentingnya kehidupan demokrasi dalam masyarakat. Siswa memcatat tugas-tugas kegiatan yang diberikan guru.

V. Alat/ Bahan/ Sumber bahan  Buku Pendidikan Kewarganegaraan yang relefan Arya Duta, Tiga serangkai, Yudistira dan LKS (sakti). VI. Penilaian Penilaian dilakukan sebelum, selama dan sesudah proses pembelajaran melalui kegiatan tanya jawab dan diskusi.

Bekasi, November 2010 Mengetahui, Kepala Sekolah

Guru mata pelajaran

Drs. Tatang Surahman, M.Pd GNTY. 200405001

Dedeh, S. Pd

48

Pendidikan Kewarganegaraan XI SMK BINAMITRA

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Nama Sekolah
Mata Pelajaran Kelas/Semester Pertemuan KeAlokasi Waktu

: SMK BINAMITRA
: Pendidikan Kewarganegaraan : XI/ 1 (satu) : 12 (dua belas) : 2x 45’

Standar Kompetensi: 3. Menampilkan sikap keterbukaan dan keadilan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara Kompotensi Dasar : 3.3 Menunjukkan sikap keterbukaan dan keadilan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara Indikator :    Mendeskrisikan sikap keterbukaan dan keadilan Menunjukkan contoh sikap keterbukaan dan keadilan di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat Memberikan penilaian tentang sikap positif terhadap keterbukaan dan keadilan dalam kehidupan berbangsa dan bemegara.

I. Tujuan  Setelah proses pembelajaran ini siswa dapat mendeskrisikan sikap keterbukaan dan keadilan  Setelah proses pembelajaran ini siswa dapat menunjukkan contoh sikap positif terhadap keterbukaan dan keadilan di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat  Siswa dapat memberikan penilaian tentang sikap keterbukaan dan keadilan dalam kehidupan berbangsa dan bemegara II. Materi Ajar  Sikap positif terhadap keterbukaan dan keadilan di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat serta bangsa dan Negara.
49

Pendidikan Kewarganegaraan XI SMK BINAMITRA

III. Metode Pembelajaran Ceramah, Tanya jawab dan permainan. VII. Langkah-langkah Pembelajaran Alokasi waktu 5 menit Indikator Metode Ceramah Proses pembelajaran Menginformasikan kompetensi, dan indikator yang akan dicapai dalam pembelajaran. Apersepsi :  Mengkondisikan siswa untuk memulai pembelajaran  Mengaitkan materi sebelumnya dengan materi yang akan dibahas.  Menanyakan tugas yang diberikan minggu kemarin.  Menginformasikan secara singkat mengenai Sikap positif terhadap keterbukaan dan keadilan di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat serta bangsa dan Negara.  Siswa diberikan arahan dalam permainan ini, siswa yang ditanya berkewajiban menjawab dan berhak menunjuk teman untuk pertanyaan selanjutnya.  Bagi siswa yang tidak dapat menjawab maka akan di hokum dengan coretan di tangan oleh yang memberikan pertanyaan.  Dengan bimbingan guru siswa berperan secara aktif dalam kegiatan tanya jawab, serta aktif dalam memberikan tanggapan  Melalui permainan ini juga siswa dapat memberikan
50

Kegiatan Kegiatan awal (10 menit)

5 menit

Ceramah

Kegiatan inti (60 menit)

 Mendeskrisikan sikap keterbukaan dan keadilan 15 menit  Menunjukkan contoh sikap keterbukaan dan keadilan di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat  Memberikan penilaian 35 menit tentang sikap positif terhadap keterbukaan dan keadilan dalam kehidupan berbangsa dan bemegara.

Ceramah

Permainan

Pendidikan Kewarganegaraan XI SMK BINAMITRA

5 menit Kegiatan akhir (10 menit)

Ceramah

contoh prilaku keterbukaan dan keadilan di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat  Guru menjelaskan dan menambahkan materi yang belum disinggung oleh siswa. Siswa dengan bimbingan dan difasilitasi guru membuat rangkuman materi tentang pentingnya kehidupan demokrasi dalam masyarakat. Siswa memcatat tugas-tugas kegiatan yang diberikan guru.

5 menit 5 menit

Ceramah Ceramah

IV. Alat/ Bahan/ Sumber bahan  Buku Pendidikan Kewarganegaraan yang relefan Arya Duta, Tiga serangkai, Yudistira dan LKS.  UUD 1945 V. Penilaian Penilaian dilakukan sebelum, selama dan sesudah proses pembelajaran melalui kegiatan tanya jawab.

Bekasi, Desember 2010 Mengetahui , Kepala Sekolah

Guru mata pelajaran

Drs. Tatang Surahman, M.Pd GNTY. 200405001 Pendidikan Kewarganegaraan XI SMK BINAMITRA

Dedeh, S. Pd
51

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful