LATAR BELAKANG LAHIRNYA ORDE BARU

Orde baru merupakan sebuah istilah yang digunakan untuk memisahkan antara kekuasaan masa Sukarno(Orde Lama) dengan masa Suharto. Sebagai masa yang menandai sebuah masa baru setelah pemberontakan PKI tahun 1965. Orde baru lahir sebagai upaya untuk : Mengoreksi total penyimpangan yang dilakukan pada masa Orde Lama. Penataan kembali seluruh aspek kehidupan rakyat, bangsa, dan negara Indonesia. Melaksanakan Pancasila dan UUD 1945 secara murni dan konsekuen. Menyusun kembali kekuatan bangsa untuk menumbuhkan stabilitas nasional guna mempercepat proses pembangunan bangsa. Latar belakang lahirnya Orde Baru : 1. 2. Terjadinya peristiwa Gerakan 30 September 1965. Keadaan politik dan keamanan negara menjadi kacau karena peristiwa Gerakan 30 September 1965 ditambah adanya konflik di angkatan darat yang sudah berlangsung lama. 3. Keadaan perekonomian semakin memburuk dimana inflasi mencapai 600% sedangkan upaya pemerintah melakukan devaluasi rupiah dan kenaikan harga bahan bakar menyebabkan timbulnya keresahan masyarakat. 4. Reaksi keras dan meluas dari masyarakat yang mengutuk peristiwa pembunuhan besar-besaran yang dilakukan oleh PKI. Rakyat melakukan demonstrasi menuntut agar PKI berserta Organisasi Masanya dibubarkan serta tokohtokohnya diadili. 5. Kesatuan aksi (KAMI,KAPI,KAPPI,KASI,dsb) yang ada di masyarakat bergabung membentuk Kesatuan Aksi berupa “Front Pancasila” yang selanjutnya lebih dikenal dengan “Angkatan 66” untuk menghacurkan tokoh yang terlibat dalam Gerakan 30 September 1965. 6. Kesatuan Aksi “Front Pancasila” pada 10 Januari 1966 di depan gedung DPR-GR mengajukan tuntutan”TRITURA”(Tri Tuntutan Rakyat) yang berisi : ü ü ü 7. Pembubaran PKI berserta Organisasi Massanya Pembersihan Kabinet Dwikora Penurunan Harga-harga barang.

Upaya reshuffle kabinet Dwikora pada 21 Februari 1966 dan Pembentukan Kabinet Seratus Menteri tidak juga memuaskan rakyat sebab rakyat menganggap di kabinet tersebut duduk tokoh-tokoh yang terlibat dalam peristiwa Gerakan 30 September 1965.

Konflik Dualisme inilah yang membawa Suharto mencapai puncak kekuasaannya karena akhirnya Sukarno mengundurkan diri dan menyerahkan kekuasaan pemerintahan kepada Suharto. 12 Maret 1967 Jendral Suharto dilantik sebagai Pejabat Presiden Republik Indonesia. Pada tanggal 23 Februari 1967. . Peristiwa ini menandai berakhirnya kekuasaan Orde Lama dan dimulainya kekuasaan Orde Baru. XXXIII/1967 MPRS mencabut kekuasaan pemerintahan negara dan menarik kembali mandat MPRS dari Presiden Sukarno . 9. Orde Baru hadir dengan semangat "koreksi total" atas penyimpangan yang dilakukan oleh Soekarno pada masa Orde Lama. Wibawa dan kekuasaan presiden Sukarno semakin menurun setelah upaya untuk mengadili tokoh-tokoh yang terlibat dalam peristiwa Gerakan 30 September 1965 tidak berhasil dilakukan meskipun telah dibentuk Mahkamah Militer Luar Biasa(Mahmilub). Dengan Tap MPRS No.8. Munculnya konflik dualisme kepemimpinan nasional di Indonesia. Dikeluarkannya Supersemar berdampak semakin besarnya kepercayaan rakyat kepada pemerintah karena Suharto berhasil memulihkan keamanan dan membubarkan PKI. Sidang Paripurna kabinet dalam rangka mencari solusi dari masalah yang sedang bergejolak tak juga berhasil. Orde Baru menggantikan Orde Lama yang merujuk kepada era pemerintahan Soekarno. Upaya menuju pemerintahan Orde Baru : Setelah dikelurkan Supersemar maka mulailah dilakukan penataan pada kehidupan berbangsa dan bernegara sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945. Hal ini disebabkan karena saat itu Soekarno masih berkuasa sebagai presiden sementara Soeharto menjadi pelaksana pemerintahan. MPRS menyelenggarakan sidang istimewa untuk mengukuhkan pengunduran diri Presiden Sukarno dan mengangkat Suharto sebagai pejabat Presiden RI. Orde Baru adalah sebutan bagi masa pemerintahan Presiden Soeharto di Indonesia. Penataan dilakukan di dalam lingkungan lembaga tertinggi negara dan pemerintahan. Pada Sidang Umum bulan Maret 1968 MPRS mengangkat Jendral Suharto sebagai Presiden Republik Indonesia. Maka Presiden mengeluarkan Surat Perintah Sebelas Maret 1966 (SUPERSEMAR) yang ditujukan bagi Letjen Suharto guna mengambil langkah yang dianggap perlu untuk mengatasi keadaan negara yang semakin kacau dan sulit dikendalikan.

Presiden Soeharto memulai "Orde Baru" dalam dunia politik Indonesia dan secara dramatis mengubah kebijakan luar negeri dan dalam negeri dari jalan yang ditempuh Soekarno pada akhir masa jabatannya. Pengucilan politik . Pembagian PAD juga kurang adil karena 70% dari PAD tiap provinsi tiap tahunnya harus disetor kepada Jakarta.[rujukan?] Pada tahap awal. Anggotanya bahkan seringkali dipilih dari kalangan militer. dan 1998. bisa tercapainya stabilitas politik pada satu sisi dan pertumbuhan ekonomi di pihak lain.dilakukan terhadap orang-orang yang terkait dengan Partai Komunis Indonesia. Indonesia pada tanggal 19 September 1966 mengumumkan bahwa Indonesia "bermaksud untuk melanjutkan kerjasama dengan PBB dan melanjutkan partisipasi dalam kegiatan-kegiatan PBB". Selain itu. khususnya mereka yang dekat dengan Cendana. Sanksi kriminal dilakukan dengan menggelar Mahkamah Militer Luar Biasa untuk mengadili pihak yang dikonstruksikan Soeharto sebagai pemberontak. dan dia kemudian dilantik kembali secara berturut-turut pada tahun 1973. 1993.[rujukan?] Soeharto siap dengan konsep pembangunan yang diadopsi dari seminar Seskoad II 1966 dan konsep akselerasi pembangunan II yang diusung Ali Moertopo. kesenjangan antara rakyat yang kaya dan miskin juga semakin melebar. 1988. TNI. 1983.[rujukan?] Pada 1968.[rujukan?] Hal ini mengakibatkan aspirasi rakyat sering kurang didengar oleh pusat. MPR secara resmi melantik Soeharto untuk masa jabatan 5 tahun sebagai presiden. DPR dan MPR tidak berfungsi secara efektif. Pengadilan digelar dan sebagian dari mereka yang terlibat "dibuang" ke Pulau Buru. Sanksi nonkriminal diberlakukan dengan pengucilan politik melalui pembuatan aturan administratif. dan menjadi anggota PBB kembali pada tanggal 28 September 1966. Soeharto menarik garis yang sangat tegas.[rujukan?] Orde Baru memilih perbaikan dan perkembangan ekonomi sebagai tujuan utamanya dan menempuh kebijakannya melalui struktur administratif yang didominasi militer. Orde Lama atau Orde Baru. Dengan ditopang kekuatan Golkar. ekonomi Indonesia berkembang pesat meskipun hal ini terjadi bersamaan dengan praktik korupsi yang merajalela di negara ini. KTP ditandai ET (eks tapol). tepat 16 tahun setelah Indonesia diterima pertama kalinya. Soeharto mampu menciptakan sistem politik dengan tingkat kestabilan politik yang tinggi. 1978. Instrumen penelitian khusus diterapkan untuk menyeleksi kekuatan lama ikut dalam gerbong Orde Baru.[rujukan?] Soeharto merestrukturisasi politik dan ekonomi dengan dwi tujuan.di Eropa Timur sering disebut lustrasi . sehingga melebarkan jurang pembangunan antara pusat dan daerah. . dan lembaga pemikir serta dukungan kapital internasional. Dalam jangka waktu tersebut.[rujukan?] Salah satu kebijakan pertama yang dilakukannya adalah mendaftarkan Indonesia menjadi anggota PBB lagi.Orde Baru berlangsung dari tahun 1966 hingga 1998.

[rujukan?] Polarisasi Dari Wikipedia bahasa Indonesia. dan arah rambatan ke atas .Eksploitasi sumber daya Selama masa pemerintahannya. dan pengeksploitasian sumber daya alam secara besar-besaran menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang besar namun tidak merata di Indonesia. jumlah orang yang kelaparan dikurangi dengan besar pada tahun 1970-an dan 1980-an. Contohnya. ensiklopedia bebas Belum Diperiksa Langsung ke: navigasi. cari Jenis polarisasi melingkar dari gelombang cahaya. dengan medan E (hijau) dan medan H (merah). kebijakan-kebijakan ini.

polarisasi melingkar. E dan juga merupakan medan magnet. polarisasi ellips. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangk . berbeda dengan gelombang cahaya. Beberapa macam / jenis polarisasi: polarisasi linear. maka cahaya ini mempunyai medan listrik. H yang keduanya saling beroscilasi dan saling tegak lurus satu sama lain. Polarisasi linear terjadi ketika cahaya merambat hanya dengan satu arah yang tegak lurus terhadap arah rambatan atau bidang medan listriknya. Gelombang dengan polarisasi melingkar dan polarisasi ellips dapat diuraikan menjadi 2 gelombang dengan polarisasi tegak lurus. tidak dapat terpolarisasi sehingga dia bukan gelombang transversal. Arah polarisasi gelombang ini dicirikan oleh arah vektor bidang medan listrik gelombang tersebut serta arah vektor bidang medan magnetnya. serta tegak lurus terhadap arah rambatan (lihat gambar). Karena cahaya termasuk gelombang elektromagnetik. Artikel bertopik fisika ini adalah sebuah rintisan. Cahaya juga dikategorikan sebagai gelombang transversal.Polarisasi cahaya atau polarisasi optik adalah salah satu sifat cahaya yang bergerak secara osillasi dan menuju arah tertentu. Gelombang bunyi. Adapun syaratnya adalah bahwa gelombang tersebut mempunyai arah osilasi tegak lurus terhadap bidang rambatannya. yang berarti bahwa cahaya merambat tegak lurus terhadap arah osilasinya. Suatu cahaya dikatakan terpolarisasi apabila cahaya itu bergerak merambat ke arah tertentu.

Jika kemudian tali di titik A digetarkan berputar. Ide polarisasi gelombang dengan mudah dapat kita pahami dengan memperhatikan secara seksama suatu gelombang transversal pada tali ketika melewati sebuah celah. Gelombang tali. Untuk mengamati polarisasi ini. kemudian getarkan ujung tali di A sehingga gelombang transversal yang merambat dari A dapat menembus celah. dan sampai di titik O. disebut cahaya terpolarisasi linear. gelombang permukaan air (dua dimensi). dan gelombang cahaya adalah gelombang transversal. sedang cahaya yang melewati polaroid hanya memiliki getaran pada satu arah saja.Polarisasi Gelombang dan Aktivitas Optik by Anindya • POLARISASI GELOMBANG • CARA MEMBUAT GELOMBANG TERPOLARISASI • BIAS RANGKAP • AKTIVITAS OPTIC • BIAS RANGKAP DALAM KRISTAL Pemantulan. dan interferensi dapat terjadi pada gelombang tali (satu dimensi). Arah ini disebut arah polarisasi. Jadi. Read the rest of this entry » Uncategorized No Comments » A. kemudian masukkan ujung tali lain. yaitu polarisasi. Polarisasi Cahaya . getaran horizontal diserap sedang getaran vertikal diserap sebagian. gelombang bunyi dan gelombang cahaya (tiga dimensi). pembiasan. marilah kita ikat seutas tali pada titik O di dinding. sedangkan gelombang bunyi adalah gelombang longitudinal. Cahaya alami yang getarannya ke segala arah di sebut cahaya tak terpolarisasi. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa gelombang vertikal tidak dapat menembus celah (tampak tidak ada gelombang diantara celah dan titik O). Ubahlah posisi celah menjadi horisontal. misalnya pada gelombang bunyi. gelombang permukaan air. polarisasi gelombang tidak dapat terjadi pada gelombang longitudinal. yaitu ujung A ke sebuah celah. artinya digetarkan ke segala arah dan celah dipasang vertikal. difraksi. Dari penjelasan sebelumnya dapat kita nyatakan bahwa suatu gelombang terpolarisasi linear bila getaran dari gelombang tersebut selalu terjadi dalam satu arah saja. Dalam fenomena polarisasi cahaya. gelombang dapat menembus celah dengan arah getaran gelombang yang sama dengan arah posisi celah. yaitu arah vertikal. apa yang terjadi? Ternyata. Pasang celah dalam posisi vertikal. Fenomena polarisasi cahaya ditemukan oleh Erasmus Bhartolinus pada tahun 1969. Ada satu sifat gelombang yang hanya dapat terjadi pada gelombang transversal. kemudian getarkan kembali ujung tali A secara vertikal. cahaya alami yang getarannya ke segala arah tetapi tegak lurus terhadap arah merambatnya (gelombang transversal) ketika melewati filter polarisasi. yaitu arah vertikal.

Polarisasi cahaya dapat disebabkan oleh empat cara. sedangkan ip adalah sudut pantul yang merupakan sudut terpolarisasi. Polarisasi karena refleksi . berlaku ip + r = 90° atau r = 90° – ip . berlaku pula Jadi. Dengan demikian. Persamaan di atas merupakan bentuk matematis dari Hukum Brewster. Polarisasi karena refleksi Pemantulan akan menghasilkan cahaya terpolarisasi jika sinar pantul dan sinar biasnya membentuk sudut 90o. cahaya dapat mengalami polarisasi. diperoleh persamaan Dengan n2 adalah indeks bias medium tempat cahaya datang n1 adalah medium tempat cahaya terbiaskan.Versi Bahasa Inggris (klik disini) Sebagai gelombang transversal. yaitu refleksi (pemantulan). Arah getar sinar pantul yang terpolarisasi akan sejajar dengan bidang pantul. pembiasan (refraksi) ganda dan hamburan. absorbsi (penyerapan). Gambar 1. 1. Oleh karena itu sinar pantul tegak lurus sinar bias.

Selanjutnya cahaya terpolarisasi menuju analisator. Hanya cahaya dengan orientasi sejajar sumbu polarisasi polaroid yang diteruskan. Polarisasi jenis ini dapat terjadi dengan bantuan kristal polaroid. Di analisator. Dua buah polaroid. semua komponen E yang tegak lurus sumbu transmisi analisator diserap. polaroid pertama disebut polarisator dan polaroid kedua disebut analisator dengan sumbu transmisi membentuk sudut θ Seberkas cahaya alami menuju ke polarisator. Gambar 3.2. maka cahaya terpolarisasi yang melewati polarisator adalah: I1 = ½ I 0 . Cahaya yang diteruskan adalah cahaya yang arah getarnya sejajar dengan sumbu polarisasi polaroid. Bahan polaroid bersifat meneruskan cahaya dengan arah getar tertentu dan menyerap cahaya dengan arah getar yang lain. Sehingga kuat medan listrik yang diteruskan analisator menjadi: E2 = E cos θ Jika cahaya alami tidak terpolarisasi yang jatuh pada polaroid pertama (polarisator) memiliki intensitas I0. hanya komponen E yang sejajar sumbu analisator diteruskan. Di sini cahaya dipolarisasi secara vertikal yaitu hanya komponen medan listrik E yang sejajar sumbu transmisi. Polarisasi karena absorbsi selektif Gambar 2. Skema polarisasi selektif menggunakan filter polaroid.

Polarisasi karena hamburan Jika cahaya dilewatkan pada suatu medium. indeks biasnya hanya memiliki satu nilai. kelajuan cahaya yang keluar akan sama ke segala arah. sedangkan sebagian yang lain tidak memenuhi hukum Snellius (disebut berkas sinar istimewa). Cahaya yang melalui bahan dengan indeks bias ganda akan mengalami pembiasan dalam dua arah yang berbeda. cahaya yang panjang gelombangnya lebih pendek cenderung mengalami hamburan dengan intensitas yang besar. Pada peristiwa hamburan. kelajuan cahaya di dalamnya tidak seragam karena bahan-bahan itu memiliki dua nilai indeks bias (birefringence). Hal ini karena kaca bersifat homogen.Cahaya dengan intensitas I1 ini kemudian menuju analisator dan akan keluar dengan intensitas menjadi: I2 = I1 cos2θ = ½ I0 cos2θ 3. partikel-partikel medium akan menyerap dan memancarkan kembali sebagian cahaya itu. pada bahan-bahan kristal tertentu misalnya kalsit dan kuarsa. Polarisasi karena pembiasan ganda Jika berkas kaca dilewatkan pada kaca. Namun. Hamburan ini dapat diamati pada warna biru yang ada di langit kita. Gambar 4. Penyerapan dan pemancaran kembali cahaya oleh partikel-partikel medium ini dikenal sebagai fenomena hamburan. 4. Sebagian berkas akan memenuhi hukum Snellius (disebut berkas sinar biasa). . Skema polarisasi akibat pembiasan ganda.

yang terdiri dari dua buah polaroid. Suatu berkas cahaya monokromatis tak terpolarisasi dating pada bidang batas udara-kaca dengan indeks bias relative 1. Oleh karena cahaya biru memiliki panjang gelombang lebih pendek daripada cahaya merah. 3. Jika : a) Melalui sudut berapakah salah satu polaroid harus diputar untuk mengurangi amplitudo getaran medan listrik yang diamati menjadi setengah dari nilainya semula. Ketika cahaya dating dari udara ke kaca. berapakah besar sudut polarisasi untuk bidang batas yang sama tetapi cahaya dari kaca ke udara? . sudut polarisasi adalah 57 o.Gambar 5. jika kedua sudut antara kedua sumbu transmisi adalah 30o! (kunci jawaban) 2. cahaya matahari telah melalui partikel-partikel udara di atmosfer sehingga mengalami hamburan oleh partikel-partikel di atmosfer itu. Suatu sumber cahaya terang dipandang melalui dua lembar polaroid yang arah sumbu polarisasinya mula-mula sejajar. Soal: 1. Hitung sinus sudut dating yang menghasilkan sinar pantul terpolarisasi linier! 4. maka cahaya itulah yang lebih banyak dihamburkan dan warna itulah yang sampai ke mata kita. Suatu cahaya tak terpolarisasi mengenai polaroid pertama dengan intensitas I0. c) Melalui sudut berapakah salah satu polaroid harus diputar untuk mengurangi intensitas cahaya yang diteruskan menjadi setengah dari nilainya semula. Warna biru langit akibat fenomena polarisasi karena hamburan Sebelum sampai ke bumi. Tentukan intensitas cahaya yang keluar dari sistem polaroid.50. b) Apakah pengaruh sudut salah satu polaroid terhadap intensitas cahaya yang diteruskan.

Polarisator akan menyebabkan sinar yang tak terpolarisasi menjadi sinar yang terpolarisasi. Pada umumnya. Apabila tali digetarkan searah dengan celah maka gelombang pada tali dapat melewati celah tersebut. Apabila cermin II diputar sehingga arah bidang getar antara cermin I dan cermin II saling tegak lurus. Gejala polarisasi dapat digambarkan dengan gelombang yang terjadi pada tali yang dilewatkan pada celah. Cahaya yang berasal dari cermin I adalah cahaya terpolarisasi akan dipantulkan ke cermin. pembiasan. Polarisasi karena Pemantulan Cahaya yang datang ke cermin dengan sudut datang sebesar 57o. Suatu gelombang yang mempunyai banyak arah getar disebut gelombang tak terpolarisasi. maka sinar yang terpantul akan merupakan cahaya yang terpolarisasi. sedangkan cermin II disebut analisator. maka tidak akan ada cahaya yang dipantulkan oleh cermin II. Sebaliknya jika tali digetarkan dengan arah tegak lurus celah maka gelombang pada tali tidak bisa melewati celah tersebut. sedangkan gelombang yang memilki satu arah getar disebut gelombang terpolarisasi. Cahaya dapat mengalami polarisasi dengan berbagai cara. Gejala polarisasi hanya dapat dialami oleh gelombang transversal saja. antara lain karena peristiwa pemantulan.Polarisasi Cahaya Written By Taufiqullah_Neutron on Kamis. sedangkan analisator akan menganalisis sinar tersebut merupakan sinar terpolarisasi atau tidak. absorbsi selektif. Peristiwa ini menunjukkan terjadinya peristiwa polarisasi. 20 Mei 2010 | 12.40 Polarisasi adalah peristiwa penyerapan arah bidang getar dari gelombang. Sinar alami seperti sinar Matahari pada umumnya adalah sinar yang tak terpolarisasi. gelombang cahaya mempunyai banyak arah getar. Cermin I disebut polarisator. sedangkan gelombang longitudinal tidak mengalami gejala polarisasi. 1. Fakta bahwa cahaya dapat mengalami polarisasi menunjukkan bahwa cahaya merupakan gelombang transversal. bias kembar. dan hamburan. .

sedangkan sinar bias merupakan sinar terpolarisasi sebagian. Sudut datang seperti ini dinamakan sudut polarisasi (ip) atau sudut Brewster.2. Polarisasi karena Pemantulan dan Pembiasan Berdasarkan hasil eksperimen yang dilakukan para ilmuwan Fisika menunjukkan bahwa polarisasi karena pemantulan dan pembiasan dapat terjadi apabila cahaya yang dipantulkan dengan cahaya yang dibiaskan saling tegak lurus atau membentuk sudut 90o. Pada saat sinar pantul dan sinar bias saling tegak lurus (membentuk sudut 90o) akan berlaku ketentuan bahwa : i' + r = 90o atau r = 90o i Dari hukum Snellius tentang pembiasan berlaku bahwa : . Di mana cahaya yang dipantulkan merupakan cahaya yang terpolarisasi sempurna. Sudut datang sinar yang dapat menimbulkan cahaya yang dipantulkan dengan cahaya yang dibiaskan merupakan sinar yang terpolarisasi.

3. Sedangkan cahaya yang dibelokkan disebut cahaya istimewa karena tidak memenuhi hukum Snellius dan cahaya ini adalah cahaya yang terpolarisasi. yang memenuhi hukum Snellius dan cahaya ini tidak terpolarisasi. Polarisasi karena Absorbsi Selektif Polaroid adalah suatu bahan yang dapat menyerap arah bidang getar gelombang cahaya dan hanya melewatkan salah satu bidang getar. Polarisasi karena Bias Kembar (Pembiasan Ganda) Polarisasi karena bias kembar dapat terjadi apabila cahaya melewati suatu bahan yang mempunyai indeks bias ganda atau lebih dari satu. Cahaya yang lurus disebut cahaya biasa. . misalnya pada kristal kalsit. 4. Seberkas sinar yang telah melewati polaroid hanya akan memiliki satu bidang getar saja sehingga sinar yang telah melewati polaroid adalah sinar yang terpolarisasi.

6. misalnya larutan gula pasir. antara lain untuk pelindung pada kacamata dari sinar matahari (kacamata sun glasses) dan polaroid untuk kamera. Cahaya terpolarisasi melewati zat optik aktif. maka arah polarisasinya dapat berputar. Cahaya matahari yang terhambur oleh partikel debu dapat terpolarisasi. Pemutaran Bidang Polarisasi Seberkas cahaya tak terpolarisasi melewati sebuah polarisator sehingga cahaya yang diteruskan terpolarisasi. Polaroid banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Itulah sebabnya pada hari yang cerah langit kelihatan berwarna biru. 5. . Hal itu disebabkan oleh warna cahaya biru dihamburkan paling efektif dibandingkan dengan cahaya-cahaya warna yang lainnya. Polarisasi karena Hamburan Polarisasi cahaya karena peristiwa hamburan dapat terjadi pada peristiwa terhamburnya cahaya matahari oleh partikel-partikel debu di atmosfer yang menyelubungi Bumi.Peristiwa polarisasi ini disebut polarisasi karena absorbsi selektif.

Akibatnya Pancasila dipandang sebagai produk penguasa yang hanya manjadi alat legitimasi dan justifikasi segala tindakannya. Kondisi ini diperparah dengan tidak adanya lagi pendidikan Pancasila disemua jenjang pendidikan. Pancasila sebagai akibat dari penyimpangan yang dilakukan oleh penguasa tadi menjadi dijauhi oleh masyarakat Indonesia dan tidak mewujud secara substansial pada perikehidupan sehari-hari masyarakatnya. Akhir-akhir ini terasa pamor Pancasila. negara hidup seperti anak ayam yang kehilangan induknya. Ya. Sosialisasi Pancasila di masa lalu. empat function paradigm Person harus terus dilaksanakan masyarakat Indonesia agar dapat hidup dan berkembang. Sebuah negara bangsa membutuhkan landasan filosofis. sebagai ideologi negara kebangsaan Indonesia. misi dan tujuan negara. kemunduran dan kebangkitan kembali suatu ideologi. Pancasila. Tampaknya sejak awal proses reformasi 1998 hingga saat ini sedang terjadi kemunduran pamor ideologi Pancasila seiring meningkatnya liberalisasi dan demokrastisasi dunia. Pancasila perlu disosialisasikan agar dipahami oleh dunia sebagai landasan filosofis bangsa Indonesia dalam mempertahankan esistensi dan mengembangkan dirinya menjadi bangsa yang sejahtera. . Pancasila harus menjadi sebuah ideologi yang bertipikal dalam menciptakan dan menemukan datarandataran baru bagi upaya memahami realitas kebangsaan kita secara lebih menyeluruh (utuh). yang kita sama-sama tahu kalau pada tanggal 1 Juni merupakan hari lahirnya Pancasila. Dan sekarang sekaligus memperingati hari lahirnya Pancasila. serta demokratis. yang terjadi adalah kemunculan. Kerangka sistematiknya termanifestasikan (terkristalisasi) dalam Pancasila yang merupakan landasan filosofis bangsa Indonesia. yang merupakan ideologi bangsa kita. atau juga dapat dikatakan Pancasila adalah landasan filosofi bangsa Indonesia. berkeadilan. Ideologi itu tidak pernah mati. Tanpa itu. Dalam perspektif negara bangsa. tanpa pedoman. sedang menurun. Celakanya pula. dengan tafsirannya yang monolitik dan hegemonik oleh strukutur penguasa yang ada telah mencederai dan mengkerdilkan Pancasila.Pamor Pancasila sebagai Ideologi Negara Kebangsaan Indonesia Lusa adalah tanggal 1 Juni. Atas dasar filosofis itulah disusunlah visi.

Saat itulah Pancasila berpotensi untuk diterima oleh bangsa-bangsa lain di dunia. berkeadilan dan demokratis bangsa Indonesia dapat menjadi salah satu negara yang disegani di dunia. Indonesia pun akkhirnya dapat berperan sentral dalam kehidupan internasional . sejahtera.Hanya dengan mencapai kondisi bangsa yang maju.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful