1. Memahami dan Menjelaskan Puskesmas 1.1.

Definisi Puskesmas (Pusat Kesehatan Masyarakat) adalah suatu organisasi kesehatan fungsional yang merupakan pusat pengembangan kesehatan masyarakat yang juga membina peran serta masyarakat di samping memberikan pelayanan secara menyeluruh dan terpadu kepada masyarakat di wilayah kerjanya dalam bentuk kegiatan pokok. Menurut Depkes RI (2004) puskesmas merupakan unit pelaksana teknis dinas kesehatan kabupaten/kota yang bertanggung jawab menyelenggarakan pembangunan kesehatan di wilayah kerja (Effendi, 2009) 1.2. Program Pokok Puskesmas Mengenai Kesehatan Ibu, Anak, dan Remaja Kesehatan dasar BASIC SIX atau 6 program pokok puskesmas yaitu: • • • • • • Promosi kesehatan. Kesehatan lingkungan. Pencegahan Pemberantasan Penyakit Menular Kesehatan Keluarga dan Reproduksi Perbaikan Gizi masyarakat Penyembuhan Penyakit dan Pelayanan Kesehatan

Promosi Kesehatan
A. Pengertian Penyuluhan Kesehatan Masyarakat adalah upaya untuk memberikan pengalaman belajar atau menciptakan kondisi bagi perorangan, kelompok dan masyarakat, dalam berbagai tatanan, dengan membuka jalur komunikasi, menyediakan informasi, dan melakukan edukasi, untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan prilaku, dengan melakukan advokasi, pembinaan suasana dan gerakan pemberdayaan masyarakat untuk mengenali, menjaga/memelihara, meningkatkan dan melindungi kesehatannya. B. Tujuan Tercapainya perubahan prilaku individu, keluarga dan masyarakat dalam membina dan memelihara prilaku sehat, serta berperan aktif dalam upaya mewujudkan derajat kesehatan yang optimal. C. Sasaran a. Pelaksanaan posyandu dan Pembinaan kader b. Penyuluhan Kesehatan - Penyuluhan dalam gedung - Penyuluhan luar gedung Penyuluhan kelompok :

1|Astiandra Mendolita (1102020039)

- Kelompok posyandu - Penyuluhan masyarakat - Anak sekolah Penyuluhan perorangan : PHN c. Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) d. Advokasi program kesehatan dan program prioritas. Kampanye program prioritas antara lain : vitamin A, narkoba, P2M DBD, HIV, malaria, diare Promosi tentang kepesertaan jamkesmas Pembinaan dana sehat/jamkesmas

e. Promosi kesehatan tentang narkoba f. g.

Kesehatan Keluarga dan Reproduksi
A. Pengertian Kesehatan Keluarga adalah wujud keluarga sehat, kecil bahagia dan sejahtra dari suami istri, anak dan anggota keluarga lainnya (UU RI no 23 th 1992) Kesehatan Reproduksi adalah kesejahteraan fisik, mental dan sosial yang utuh. Bukan hanya bebas dari penyakit dan kecacatan, dalam segala aspek yang berhubungan dengan sistem reproduksi, fungsi serta prosesnya.(WHO) B. Tujuan Tujuan Umum Meningkatkan kesadaran kemandirian wanita dan keluarganya dalam mengatur biologik keluarga termasuk fungsi reproduksinya serta berperan serta aktif dalam mencegah dan menyelesaikan masalah kesehatan keluarga serta meningkatkan kualitas hidup keluarga Tujuan Khusus 1. Peran serta aktif wanita dan keluarganya dalam mencegah dan memecahkan masalah kesehatan keluarga dan masalah reproduksi 2. Memberikan informasi, edukasi terpadu mengenai seksualitas dan kesehatan reproduksi, manfaat dan resiko dari: obat, alat, perawatan, tindakan serta kemampuan memilih kontrasepsi dengan tepat 3. Melaksanakan pelayanan kesehatan reproduksi yang berkualitas 4. Melaksanakan pelayanan kontrasepsi yang aman dan efektif 5. Kehamilan dap persalinan yang direncanakan dan aman 6. Pencegahan dan penanganan engguguran kandungan yang tidak dikehendaki 7. Pelayanan infertilitas 8. Informasi secara menyeluruh tentang pengaruh defisiensi hormon di usia lanjut pada usia lanjut penapisan masalah malignasi C. Kebijaksanaan Penyelenggaraan Pembinaan Kesehatan Keluarga dan Reproduksi.

2|Astiandra Mendolita (1102020039)

Sesuai dengan intervensi nasional penanggulangan masalah kesehatan reproduksi di indonesia berdasarkan rekomendasi strategi regional WHO untuk negara-negara Asia Tenggara, maka kegiatan pelayanan reproduksi adalah: 1) Kesehatan Ibu Dan Anak 2) Kesehatan Anak Usia Sekolah 3) Kesehatan Remaja, termasuk pencegahan serta penanganan PMS (Penyakit Menular akibat Hubungan Seks, HIV/AIDS) 4) Keluarga Berencana 5) Kesehatan Usia Lanjut (Program Pengembangan Puskesmas) D. Indikator keberhasilan Indikator keberhasilan program di wilayah kerja dinilai dari: a. Angka Kematian Bayi b. Angka Kematian Ibu c. Prosentase Ibu Hamil Yang Mempunyai Berat Badan Dan Tinggi Yang Normal d. Prosentase Ibu Hamil Dengan Anemia e. Prosentase Balita Dengan Berat Badan Dan Tinggi Sesuai Umur

Kesehatan Ibu dan Anak
Pemantauan Wilayah Setempat Kesehatan Ibu dan Anak (PWS KIA) adalah alat manajemen untuk melakukan pemantauan program KIA disuatu wilayah kerja secara terus menerus, agar dapat dilakukan tindak lanjut yang cepat dan tepat. Program KIA yang dimaksud meliputi pelayanan ibu hamil, ibu bersalin, ibu nifas, ibu dengan komplikasi kebidanan, keluarga berencana, bayi baru lahir, bayi baru lahir dengan komplikasi, bayi, dan balita. Dengan manajemen PWS KIA diharapkan cakupan pelayanan dapat menjangkau seluruh sasaran di suatu wilayah kerja sehingga kasus dengan risiko/komplikasi kebidanan dapat ditemukan sedini mungkin untuk dapat memperoleh penanganan yang memadai. Penyajian PWS KIA juga dapat dipakai sebagai alat motivasi, informasi dan komunikasi kepada sektor terkait, khususnya aparat setempat yang berperan dalam pendataan dan penggerakan sasaran maupun membantu dalam memecahkan masalah non teknis misalnya: bumil KEK, rujukan kasus dengan risiko. Pelaksanaan PWS KIA baru berarti bila dilengkapi dengan tindak lanjut berupa perbaikan dalam pelaksanaan pelayanan KIA. PWS KIA dikembangkan untuk intensifikasi manajemen program. Walaupun demikian, hasil rekapitulasinya di tingkat puskesmas dan kabupaten dapat dipakai untuk menentukan puskesmas dan desa/kelurahan yang rawan. Demikian pula rekapitulasi PWS KIA di tingkat propinsi dapat dipakai untuk menentukan kabupaten yang rawan. Tujuan :

3|Astiandra Mendolita (1102020039)

pertolongan persalinan dan pelayanan nifas serta perawatan bayi baru lahir. Tujuan Tujuan Umum Terciptanya pelayanan berkualitas denagn partisipasi penuh pengguna jasa dan keluarganya dalam mewujudkan bahwa setiap ibu mempunyai kesempatan yang terbaik dalam hal waktu dan jarak antar kehamilan. Memantau cangkupan pelayanan kebidanan dasar dan penagganan kedaruratan kebidanan neonatal d. b. Pelayanan KIA Puskesmas terdiri dari 1. Meningkatkan kualitas pelayanan KIA secara berkelanjutan e.  Pelayanan deteksi dan stimulasi dini tumbuh kembang balita Melaksanakan Rujukan masalah kesehatan ibu dan anak serta pelayanan Akseptor KB dengan masalahnya A. Pelayanan kesehatan asuhan kebidanan di wilayah Puskesmas 2. Berupaya menurunkan angka kematian ibu bersalin. Melaksanakan pemeliharaan kesehatan kepada seluruh balita dan anak pra sekolah yang meliputi perawatn bayi baru lahir. menjaga bayi tetap hangat. pengembangan dan perlindungan bayi. denagn asuhan antenatal yang ade kuat. Memberikan pelayanan kesehatan neonatal esensial seluruh bayi baru lahir yang meliputi usaha pernafasan spontan. Tujuan Khusus a. anak bawah lima tahun (BALITA) dan anak usia pra sekolah dalam proses tumbuh kembang. Prioritas pelayanan KIA dewasa ini adalah meningkatkan derajat kesehatan ibbu dan anak dalam rangka menurunkan angka kematian ibu dan anak. pemeriksaan kesehatan rutin pemberian imunisasi dan upaya perbaikan gizi 4|Astiandra Mendolita (1102020039) . Pelayanan kesehatan bagi bayi. Pengertian Adalah upaya kesehatan primer yang menyangkut pelayanan dan pemeliharaan kesehatan ibu dalam menjalankan fungsi reproduksi yang berkualitas serta upaya kelangsungan hidup. dengan gizi serta persiapan menyusui yang baik. menyusui dini dan eksklusif. Memberikan pertolongan pertama penanganan kedaruratan kebidanan dan neonatal serta merujuk ke fasilitas rujukan primer (RS Dati II) sesuai kebutuhan c. K4 serta persalinan Nakes serta imunisasi pada bayi. mengoptimalkan dan memelihara peran serta masyarakat dalam upaya KIA f. Menumbuhkan. Memberikan pelayanan kebidanan dasar dan KIE kepada ibu hamil termasuk KB berupa pelayanan antenatal. melahirkan bayi sehat yang aman dalam lingkungan yang kondusif sehat. balita dan anak pra sekolah B. mencegah interaksi serta tata laksana neonatal sakit g. angka kematian bayi dan angka kematian balita dengan meningkatkan cakupan K1.

Menurunnya angka kehamilan dikalangan remaja c. bayi.h. Remaja berusia 10-19 tahun dan belum kawin dalam institusi pendidikan formal dan non formal di wilayah Puskesmas ii. PMI Remaja. Sasaran Remaja i. Menurunnya angka kejadian Penyakit akibat hubungan seksual(PHS) di kalangan remaja e. guna membina kesehatan diri dan lingkungannya dalam rangka meningkatkan ketahanan diri. Tujuan Tujuan Umum Meningkatnya kemampuan hidup sehat remaja sebagai unsur kesehatan keluarga. Pramuka. penilaian. Kesehatan Remaja A. Sasaran Adalah ibu. dengan dukungan kerjasama lintas program dan lintas sektoral. Remaja berusia 10-19 tahun dan belum kawin dalam kelompok pekerja iii. B. Remaja berusia 10-19 tahun dalam kelompok masyarakat (Olahraga. Meningkatkan pengetahuan remaja tentang perkembangan biologik yang terjadi pada dirinya b. Melaksanakan secara dini pelayanan program dan stimulasi tumbuh kembang pada seluruh balita dan anak pra sekolah yang melipui perkembangan motorik. Melaksanakan management terpadu balita sakit yang datang berobat ke fasilitas rawat jalan termasuk pelayanan pra rujukan dan tindak lanjutnya C. prestasi dan peran aktifnya dalam pembangunan nasional Tujuan Khusus a. kemampuan berbicara dan kognitif serta sosialisasi dan kemandirian anak i. C. pembimbingan dan pengendalian segala upaya untuk meningkatkan status kesehatan remaja dan peningkatan peran serta aktif remaja dalam perawatan kesehatan diri dan kesehaatan keluarga. Menurunnya angka kematian bayi dan ibu akibat kehamilan remaja d. anak usia pra sekolah dan keluarga yang tinggal dan berada di wilayah kerja Puskesmas serta yang berkunjung ke Puskesmas. Karang Taruna) 5|Astiandra Mendolita (1102020039) . balita. Sasaran Sasaran untuk wilayah Puskesmas a. Kesenian. Meningkatnya peran serta aktif keluarga dan masyarakat dalam upaya pembinaan kesehatan remaja. Pengertian Adalah pembinaan yang meliputi perencanaan.

Terselenggaranya pelayanan medik yang berkualitas serta melibatkan partisipasi keluarga terhadap perawatan untuk: i. Meningkatkan kemampuan dan peran serta masyarakat. Tujuan Tujuan Umum Tujuan pelayanan medik rawat jalan adalah terwujudnya pengguna jasa dan keluarganya yang partisipatif. untuk menyelesaikan masalah kesehatan dan menyembuhkan penyakit yang ditemukan dari pengguna jasa pelayanan kesehatan. Sasaran Pembina Remaja i. psikis dan sosial d. Pelayanan Medik Rawat Jalan A. Petugas Pelayanan Kesehatan Penyembuhan Penyakit dan Pelayanan Kesehatan 1. B. 2. keluarga dan seluruh anggotanya untuk mengatasi masalah kesehatannya sendiri.b. Pimpinan kelompok pekerja/industri yang beranggotakan remaja c. sehat sejahtera. dan tidak membedakan strata sosial. Perkumpulan orang tua murid ii. trutama melalui peningkatan kesehatan dasar dan pencegahan penyakit b. Pimpinan pengelola program/upaya pelayanan kesehatana. C. dengan tidak memandang umur dan jenis kelamin. Menurunnya angka morbidilitas penyakit di wilayah kerja Puskesmas. Pengertian Adalah pelayanan medik yang dilakukan oleh pelaksana pelayanan (dokter) baik secara sendiri ataupun atas koordinasi bersama dengan sesama profesi maupun pelaksana penunjang pelayanan kesehatan lain sesuai dengan wewenangnya. Memulihkan kesehatan fisik. jiwa. Mengurangi penderitaan karena sakit ii. Meningkatkan kesehatan ‘pengguna jasa pelayanan. Mencegah timbul dan berkembangnya penyakit ke arah kecacatan iii. Pengertian 6|Astiandra Mendolita (1102020039) . Sasaran Pengelola Kegiatan i. Pelayanan Kedaruratan Medik A. yang dapat diselenggarakan pada ruang praktek. dan sosial yang memungkinkan setiap anggota keluarga hidup produktif secara sosial dan ekonomi dengan baik Tujuan Khusus a. Sasaran Sasaran pelayanan medik rawat jalan yang diselenggarakan Puskesmas adalah semua anggota masyarakat dengan tidak memandang umur. dan komunikasi yang dilayani oleh Puskesmas c. badan. Pimpinan/supervisor/pembimbing kegiatan remaja iii. ii.

ii. Pengertian Adalah pelayanan gigi dan mulut yang dilakukan oleh pelaksana pelayanan medik ataupun kesehatan yang berwenang dalam bidang kesehatan gigi dan mulut. pengobatan dan pemulihan masalah kesehatan gigi dan mulut serta pelayanan asuhan sistemik kesehatan gigi dan mulut. Tujuan 7|Astiandra Mendolita (1102020039) .Adalah pelayanan medik terdepan yang merupakan penatalaksanaan kecelakaan dan keadaan kedaruratan medik berkenaan dengan perubahan keadaan baik fisiologik. iv. yaitu : i. yang dapat dilaksanakan dalam prosedur pelayanan di kamar praktek dan dengan pembinaan kesehatan wilayah setempat. yang tindakan mengatasinya harus segera dilaksanakan di mulai dari tempat kejadian sampai dengan pelayanan medik untuk menyelamatkan kehidupan. Prinsip Kerja Pelayanan kedaruratan medik mempunyai prinsip-prinsip kerja khusus yang harus dilaksanakan. gguna mengantisifasi proses penyakit gigi dan mulut dan permasalahannya secara keseluruhan. Pertolongan harus cepat dan tepat b. Menstabilkan kondisi medik untuk evakuasi ke tempat rujukan Memperbaiki jalan nafas dan pernafasan spontan. yang dilaksanakan sendiri atau bersama menurut fungsinya masingmasing. Pelayanan Kesehatan Gigi dan Mulut A. iii. Memberikan informed consent kepada keluarga penderita 3. B. Pelayanan kesehatan gigi dan mulut meliputi: a. B. v. Pelayanan kesehatan gigi dasar paripurna yang terintegrasi dengan program-program lain di Puskesmas adalah pelayanan kesehatan gigi esensial yang terbanyak di butuhkan oleh masyarakat dengan mengutamakan upaya peningkatan dan pencegahan penyakit gigi. Tujuan Tujuan pelayanan kecelakaan dan kedaruratan medik adalah memberikan pertolongan medik segera dengan menyelesaikan masalah kritis yang ditemukan untuk mengambil fungsi vital tubbuh serta meringankan penderitaaan dari pengguna pelayanan. yang terjadi mendadak. Pertolongan harus memenuhi standar pelayanan tingkat primer. C. agar terjaminnya oksigenasi yang adekuat ke seluruh tubuh terutama otak Memperbaiki sirkulasi darah Menghilangkan dan mengurangi rasa nyeri Melakukan tindakan invasif medik yang diperlukan c. yaitu: a. Pelayanan kesehatan gigi khusus adalah upaya perlindungan khusus. anatomik dan mental psikologikal dari pengguna jasa pelayanan. tindakan. b.

Mencegah timbul dan berkembangnya penyakit ke arah kecacatan d. keluarga dan komunikasinya c. Memberikan pelayanan rujukan medis serta surat-surat yang berhubungan dengan hasil pemeriksaan kesehatan c. Sasaran Kelompok rentan untuk mendapatkan pelayanan asuhan kesehatan gigi dan mulut yaitu: a. kelompok ibu hamil dan menyusui c. sikap dan prilaku masyarakat dalam kemampuan pemeliharaan diri di bilang kesehatan gigi dan mulut dalam mencari pertolongan sedini mungkin b. Tugas Pokok Dokter Puskesmas TUGAS POKOK DAN FUNGSI DOKTER UMUM Jabatan Fungsi Pokok : DOKTER UMUM : Membantu Kepala Puskesmas dalam melaksanakan Upaya Kesehatan Perorangan (UKP) dan Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) di wilayah kerja Puskesmas : a. Kelompok masyarakat lain berpenghasilam rendah e. Anak pra sekolah d. Menghentikan perjalanan penyakit gigi dan mulut yang diderita ii. Melakukan pemeriksaan dan pengobatan serta konsultasi medis pada pasien di Puskesmas b. Anak sekolah dasar (upaya kesehatan gigi sekolah) b. Terselenggaranya pelayanan medik gigi dan mulut yang berkualitas serta melibatkan partisipasi keluarga terhadap perawatan untuk: i.3. Terhindarnya/berkurangnya gangguan fungsi kunyah akibat kerusakan gigi dan mulut iii. Meningkatnya kesadaran. Mengurangi penderita karena sakit Memulihkan kesehatan gigi dan mulut iv. Bertanggung jawab dan melaporkan kegiatan pelayanan 8|Astiandra Mendolita (1102020039) Tugas Pokok . Lansia 1.Tujuan Umum Tujuan pelayanan kesehatan gigi dan mulut adalah meningkatkannya partisipasi anggota masyarakat dan keluarganya untuk bersama-sama mewujudkan tercapainya derajat kesehatan gigi dan mulut masyarakat yang optimal Tujuan Khusus a. Menurunnya prevelensi penyakit gigi dan mulut yang banyak diderita masyarakat terutama pada kelompok masyarakat yang rawan C. v. Meningkatkan kesehatan gigi pengguna jasa pelayanan.

lansia dan kelompok masyarakat Meningkatkan upaya kesehatan dilingkungan sekolah dengan jalan penyuluhan. bebas debu) Berkoordinasi lintas program dan lintas sektor serta menghadiri pertemuan-pertemuan kedinasan yang diperintahkan atasan Mengikuti seminar profesi atau kursus atau pelatihan dalam rangka peningkatan mutu SDM. Audit maternal perinatal adalah proses penelaahan bersama kasus kesakitan dan kematian ibu dan perinatal serta penatalaksanaannya. dokter kecil. kesehatan yang dilaksanakan kepada Kepala Puskesmas. f. untuk mendapatkan masukan mengenai intervensi yang paling tepat dilakukan dalam upaya peningkatan kualitas pelayanan KIA disuatu wilayah. bebas sampah. 2.d. i. profil kesehatan puskesmas. Bersama dengan Kepala Puskesmas melaksanakan fungsi manajemen Puskesmas Membina pengelolaan yang berkaitan dengan obat-obatan Melaksanakan UKM di posyandu balita. Penelusuran ini memungkinkan tenaga kesehatan menentukan hubungan antara faktor penyebab yang dapat dicegah dan kesakitan/kematian yang terjadi. h. l. Dengan kata lain. bebas semak. Membantu menyusun laporan tahunan. g. k. istilah audit maternal perinatal merupakan kegiatan death and case follow up. Memahami dan Menjelaskan Sistem Audit Kematian Maternal Perinatal Pelaksanaan Audit Maternal-Perinatal (AMP) merupakan salah satu upaya pencegahan sekaligus penerapan aturan untuk menurunkan resiko kematian ibu dan bayinya. Tujuan • Tujuan Umum Tujuan umum audit maternal perinatal adalah meningkatkan mutu pelayanan KIA di seluruh wilayah kabupaten/kota dalam rangka mempercepat penurunan angka kematian ibu dan perinatal • Tujuan khusus Tujuan khusus audit maternal adalah : 9|Astiandra Mendolita (1102020039) . e. Audit maternal perinatal merupakan suatu kegiatan untuk menelusuri sebab kesakitan dan kematian ibu dan perinatal dengan maksud mencegah kesakitan dan kematian dimasa yang akan datang. Melaksanakan tugas lainnya yang diberikan atasan sesuai ketentuan perundangan yang berlaku. j. Berperan serta dan bertanggung jawab dalam program 5 bebas (bebas asap rokok. pembinaan kader UKS. sekolah sehat. bebas air tergenang.. dengan menggunakan berbagai informasi dan pengalaman dari suatu kelompok terdekat.

berlangsung sekitar 2 jam. yang dilakukan oleh dinas kesehatan kabupaten/kota. Audit yang dilaksanakan lebih bersifat mengkaji riwayat penanganan kasus sejak dari: Timbulnya gejala pertama dan penanganan oleh keluarga/tenaga kesehatan dirumah Siapa saja yang memberikan pertolongan dan apa saja yang telah dilakukan Sampai kemudian meninggal atau dapat dipertahankan hidup. pemantauan dan evaluasi terhadap intervensi yang disepakati. tergantung dimana kasus ditangani 2. pelaksanaan. notulen hasil pertemuan dan rencana tindak lanjut yang akan disampaikan dan dibahas dalam pertemuan tim AMP yang akan datang 6. Dalam tiap pertemuan dibuat daftar hadir. puskesmas. demikian pula kasus kesakitan yang menarik dan dapat diambil pelajaran darinya 3. Metode AMP 1. Hal ini memberi gambaran kepada pengelola program KIA dalam menentukan apa yang perlu dilakukan untuk mencegah kesakitan/kematian ibu/perinatal yang tidak perlu terjadi. Semua kasus ibu/perinatal yang meninggal di RS kab/kota/puskesmas hendaknya di audit. Menetukan intervensi dan pembinaan untuk masing-masing pihak yang di perlukan untuk mengatasi masalah-masalah yang ditemukan dalam pembahasan kasus c. rumah bersalin (RB). rumah sakit pemerintah atau swasta dan puskesmas. rumah sakit bersalin dan BPS dalam perencanaan. Kasus yang dibahas dapat berasal dari kab/kota atau puskesmas. Penyelenggaraan pertemuan dilakukan teratur sesuai kebutuhan oleh dinas kesehatan kab/kota bersama dengan RS kab/kota. Pertemuan sebaiknya dilakukan di RS kab/kota dan kadinkes/direktur RS memimpin acara tetapi moderator pembahasan klinik adalah dokter ahli. Presentasi kasus dilakukan oleh dokter/bidan RS kab/kota atau puskesmas terkait. RS kab/kota dan puskesmas membuat laporan bulanan kasus ibu perinatal ke dinas kab/kota dengan memakai format yang disepakati Langkah-langkah dan kegiatan audit AMP ditingkat kabupaten/kota sebagai berikut : 10 | A s t i a n d r a M e n d o l i t a ( 1 1 0 2 0 2 0 0 3 9 ) . Mengembangkan mekanisme koordinasi antara dinas kesehatan kabupaten/kota. Pertemuan ini bersifat pertemuan penyelesaian masalah dan tidak bertujuan untuk menyalahkan atau memberi sanksi salah satu pihak 5. Kesimpulan hasil dicatat dalam from MA untuk kemudian disampaikan dan dibahas oleh tim AMP dalam merencanakan kegiatan tindak lanjut secara nyata 4. Dari pengkajian tersebut diperoleh indiksai dimana letak kesalahan/kelemahan dalam penanganan kasus. rumah sakit pemerintah / swasta. bidan praktek swasta atau BPS di wilayah kabupaten/kota dan dilintas batas kabupaten/kota provinsi b.a. Menerapkan pembahasan analitik mengenai kasus kebidanan dan perinatal secara teratur dan berkesinambungan.

1. 4. Pengisiannya dapat dilakukan oleh perawat 2. Form MP (formulir maternal dan perinatal) form ini mencatat semua data dasar ibu bersalin/nifas dan perinatal yang masuk ke RS. 1. Pembentukan tim AMP Penyebarluasan informasi dan petunjuk teknis pelaksanaan AMP Menyusun rencana kegiatan (POA) AMP Orientasi pengelola program KIA dalam pelaksanaan AMP Pelaksanaan kegiatan AMP Persiapan pelaksanaan o kasus yg menarik o lokasi ditentukan AMP o format pencatat & pelaporan  Pencatatan Dalam melaksanakan AMP ini diperlukan mekanisme pencatatan yang akurat baik ditingkat puskesmas maupun di tingkat RS kab/kota. Form OM dan OP (formulir otopsi Verbal maternal dan perinatal) form OM digunakan untuk otopsi verbal ibu hamil/bersalin/nifas dan perinatal yang meninggal. Form MA (formulir Medical Audit) form ini dipakai untuk menulis hasil/kesimpulan dari audit maternal maupun perinatal. yang mengisi format ini adalah dokter yang bertugas di bagian kebidanan dan kandungan (untuk kasus ibu) atau bagian anak (untuk kasus perinatal)  Pelaporan Pelaporan hasil kegiatan dilakukan secara berjenjang yaitu: 11 | A s t i a n d r a M e n d o l i t a ( 1 1 0 2 0 2 0 0 3 9 ) . sedangkan form OP untuk otopsi verbal perinatal yang meninggal. 5. 3. ditambahkan pula. Untuk mengisi formulir tersebut dilakukan wawancara terhadap keluarga yang meninggal oleh tenaga puskesmas RS kabupaten/kota Formulir yang dipakai adalah 1. Pencatatan yang diperlukan adalah sebagai berikut: Tingkat puskesmas Selain menggunakan rekam medis yang suadah ada di puskesmas. 2. Form R (formulir Rujukan Maternal dan Perinatal) 2.

Jika audit dilakukan secara benar maka semua permasalahan akan terungkap. Peserta audit harus mengerti atas keadaannya dan harus berani mengungkapkan kenyataan yang ada. Laporan dari RS kab/kota ke dinkes (LAP RS) laporan bulanan ini berisi informasi mengenai kesakitan dan kematian (serta sebab kematian) ibu dan bayi baru lahir bagian kebidanan dan penyakit kandungan serta bagian anak. semua aktifitas yang berhubungan dengan dokter diembel-embeli kata medik. 3. 7. pada tahap awal.1. Kritis diperlukan review oleh peergroup. Laporan jumlah persalinan normal & patologis. 12 | A s t i a n d r a M e n d o l i t a ( 1 1 0 2 0 2 0 0 3 9 ) . Audit harus lebih menonjolkan fakta (evidence) ketimbang ideologi atau opini seorang ahli sekalipun. audit dilakukan secra ilmiah seperti penelitian klinik. Sistematis harus secara sistematis karena tidak semua kegiatan dapat di audit secara bersamaan. Siapa saja yang ikut audit tidak boleh merasa terancam karena kesalahan bukan semata kesalahan perseorangan tetapi kesalahan sistem. Subjek yang akan di audit harus dipelajari secara cermat. rujukan & kematian. Di bidang perinatal misalnya bidan-perawat istilah menjadi audit klinik. jenis kasus yang dilaporkan adalah komplikasi yang paling sering terjadi pada ibu maternal dan perinatal. Laporan dari puskesmas ke dinas kesehatan kab/kota (LAP PUSK) 3. 2. pelaporan komplikasi yang paling sering trjd pd ibu & BBL 2. 6. puskesmas dan unit pelayanan KIA lainnyaserta tingkat kematian dari tiap jenis komplikasi. Laporan dari dinkes kab/kota ke tingkat dinkes propinsi (LAP KAB/KOTA) laporan triwulan ini berisi informasi mengenai kasus ibu dan perinatal yang ditangani oleh RS kab/kota. Semua aktifitas medik dapat di audit. Audit Medik yaitu komponen penting dalam quality assurance dan merupakan bagian dasar dalam proses pengelolaan. Kasus yang sifatnya sangat pribadi dapat dilakukan audit tersendiri. Laporan ini merupakan rekapitulasi dari form MP dan form R yang hendaknya diusahakan agar tidak terjadi duplikasi pelaporan untuk kasus yang dirujuk ke RS. Pada satu audit diperlukan dua atau lebih dokter spesialis senior agar audit mendengarkan pula pendapat para senior. Penyusunan rencana tindak lanjut terhadap temuan dari kegiatan audit maternal oleh dinas kesehatan kabupaten/kota bekerjasama dengan RS Pemantauan dan evaluasi Tiga persyaratan Audit Medik yang perlu dipenuhi : 1.

1. 2. yang disebabkan karena kehamilannya atau pengelolaannya. dan bukan karena sebab-sebab lain. Angka Kematian Ibu (AKI) • Definisi Angka Kematian Ibu (AKI) adalah banyaknya kematian perempuan pada saat hamil atau selama 42 hari sejak terminasi kehamilan tanpa memandang lama dan tempat persalinan.000 bayi lahir hidup. per 100. dengan membagi angka kematian dengan angka fertilitas umum. • Cara Menghitung Kemudian kematian ibu dapat diubah menjadi rasio kematian ibu dan dinyatakan per 100.000 kelahiran hidup. penyiapan keluarga dan suami siaga dalam menyongsong kelahiran. di daerah tertentu. Kegunaan Angka Kematian Bayi untuk pengembangan perencanaan berbeda antara kematian neo-natal dan kematian bayi yang lain. Infant Mortality Rate (IMR) • Definisi Angka Kematian Bayi (AKB) adalah banyaknya kematian bayi berusia dibawah satu tahun.2. pada tahun tertentu.2. per 1000 kelahiran hidup pada satu tahun tertentu.000 kelahiran • Rumus AKI = Banyaknya kematian ibu yang berkaitan dengan kehamilan. penyiapan sistim rujukan dalam penanganan komplikasi kehamilan. persalinan sampai 42 hari setelah melahirkan. • Kegunaan Angka Kematian Bayi dan Balita Angka Kematian Bayi menggambarkan keadaan sosial ekonomi masyarakat dimana angka kematian itu dihitung. Dengan cara ini diperoleh rasio kematian ibu kematian maternal per 100. Karena kematian neo-natal disebabkan oleh faktor endogen yang berhubungan dengan kehamilan maka program-program untuk mengurangi angka 13 | A s t i a n d r a M e n d o l i t a ( 1 1 0 2 0 2 0 0 3 9 ) .  Konstanta = 100. persalinan dan masa nifas pada tahun tertentu Jumlah kelahiran hidup pada periode yang sama X 100 000 Dimana:  Jumlah Kematian Ibu yang dimaksud adalah banyaknya kematian ibu yang disebabkan karena kehamilan. • Kegunaan Informasi mengenai tingginya MMR akan bermanfaat untuk pengembangan program peningkatan kesehatan reproduksi.  Jumlah kelahiran Hidup adalah banyaknya bayi yang lahir hidup pada tahun tertentu. terutama pelayanan kehamilan dan membuat kehamilan yang aman bebas risiko tinggi (making pregnancy safer). program peningkatan jumlah kelahiran yang dibantu oleh tenaga kesehatan. yang semuanya bertujuan untuk mengurangi Angka Kematian Ibu dan meningkatkan derajat kesehatan reproduksi.000 kelahiran hidup. di daerah tertentu.

Primipara tanpa komplikasi --. program penerangan tentang gisi dan pemberian makanan sehat untuk anak dibawah usia 5 tahun • Cara Menghitung Dimana:  AKB = Angka Kematian Bayi / Infant Mortality Rate (IMR)  K = 1000 3. Faktor ini dianggap nantinya akan mempengaruhi kondisi ibu dan janin. antara lain adanya anemia pada ibu hamil. FAKTOR PENYEBAB KEHAMILAN RESIKO Kehamilan risiko rendah 1. umur kehamilan 36 minggu dan kepala sudah masuk PAP. 132). misalnya program pemberian pil besi dan suntikan anti tetanus. persalinan ataupun nifas bila dibandingkan dengan kehamilan. persalinan dan nifas normal. Risiko golongan ibu hamil menurut Muslihatun (2009. Memahami dan Menjelaskan Faktor Kehamilan Resiko Tinggi Definisi Kehamilan risiko tinggi adalah kehamilan yang menyebabkan terjadinya bahaya dan komplikasi yang lebih besar terhadap ibu maupun janin yang dikandungnya selama kehamilan. kepala masuk PAP minggu ke-36. Misalnya. serta memungkinkan terjadinya penyulit pada waktu persalinan. Sedangkan Angka Kematian Post-NeoNatal dan Angka Kematian Anak serta Kematian Balita dapat berguna untuk mengembangkan program imunisasi. tinggi badan kurang dari 145 cm dan lain-lain. meliputi: IBU HAMIL RESIKO RENDAH Ibu hamil dengan kondisi kesehatan dalam keadaan baik dan tidak memiliki faktor-faktor risiko berdasarkan klasifikasi risiko sedang dan risiko tinggi. misalnya ibu yang usia kurang dari 20 tahun atau lebih dari 35 tahun. baik dirinya maupun janin yang dikandungnya.Primipara adalah wanita yang pernah 1 kali melahirkan bayi yang telah mencapai tahap mampu hidup (viable). ibu hamil primipara tanpa komplikasi. Kehamilan dengan presentase kepala. 14 | A s t i a n d r a M e n d o l i t a ( 1 1 0 2 0 2 0 0 3 9 ) . serta program-program pencegahan penyakit menular terutama pada anak-anak. 2).kematian neo-natal adalah yang bersangkutan dengan program pelayanan kesehatan Ibu hamil. IBU HAMIL RESIKO TINGGI (RESTI) Ibu hamil yang memiliki satu atau lebih dari satu faktor-faktor risiko tinggi. Faktor risiko ini dianggap akan menimbulkan komplikasi dan mengancam keselamatan ibu dan janin baik pada saat hamil maupun persalinan nanti. IBU HAMIL RESIKO SEDANG Ibu hamil yang memiliki satu atau lebih dari satu faktor risiko tingkat sedang. p.

gerak janinnya makin berkurang dan kadang-kadang berhenti sama sekali. perlu diwaspadai kemungkinan terjadinya persalinan lama. Ginekoid: paling ideal. perdarahan dan risiko cacat bawaan. 105-106). Multipara tanpa komplikasi adalah wanita yang telah melahirkan 2 janin viabel atau lebih. Android: panggul pria. dalam keadaan seperti itu perlu diwaspadai adanya panggul sempit karena dapat mengalami kesulitan dalam melahirkan. anemis. bentuk bulat: 45 ℅ 2. Persalinan spontan dengan kehamilan prematur dan bayi hidup --. Ibu dengan tinggi badan kurang dari 145 cm Pada ibu hamil yang memiliki tinggi badan kurang dari 145 cm. Jarak kehamilan terlalu dekat (< 2 tahun) Bila jarak anak terlalu dekat. pada keadaan ini perlu diwaspadai kemungkinan pertumbuhan janin kurang baik. gunakanlah salah satu alat/obat kontrasepsi untuk menunda kehamilan anak pertama sampai usia yang ideal untuk hamil Menurut Caldwell dan Moloy ada 4 bentuk pokok jenis panggul: 1. 2008. 3.Persalinan spontan yang terjadi pada kehamilan kurang dari 37 minggu. biologis sudah siap tetapi psikologis belum matang. Umur ibu terlalu tua (> 35 tahun) Pada usia ini kemungkinan terjadi problem kesehatan seperti hipertensi. Jumlah anak terlalu banyak (> 4 anak) Ibu yang memiliki anak lebih dari 4. Kehamilan lebih bulan (serotinus) Kehamilan yang melewati waktu 42 minggu belum terjadi persalinan. Sebaiknya tidak hamil pada usia di bawah 20 tahun. Platipelloid: menyempit arah muka belakang: 5 % (Prawirohardjo. diabetes mellitus. maka rahim dan kesehatan ibu belum pulih dengan baik. bentuk segitiga: 15 ℅ 3. 15 | A s t i a n d r a M e n d o l i t a ( 1 1 0 2 0 2 0 0 3 9 ) . rahim ibu makin melemah. karena semakin banyak anak. atau perdarahan. Apabila telah menikah pada usia di bawah 20 tahun.2. Kehamilan risiko sedang Kehamilan yang masuk ke dalam kategori “4 terlalu”: Umur ibu terlalu muda (< 20 tahun) Pada usia ini rahim dan panggul ibu belum berkembang dengan baik dan relatif masih kecil. dihitung berdasarkan rumus Naegele. saat persalinan terjadi persalinan lama. p. Gejala dan tanda: Kehamilan belum lahir setelah melewati waktu 42 minggu. tetapi berat badan lahir melebihi 2500 gram. apabila terjadi hamil lagi. persalinan lama. air ketuban terasa berkurang. kerentanan akan stres. Antropoid: agak lonjong seperti telur: 35 % 4.

kelainan panggul. nadi cepat. 2003. partus prematurus. Bila hasil positif. Bila keadaan janin baik maka tunda pengakhiran kehamilan selama 1 minggu dengan menilai gerakan janin dan tes tanpa tekanan 3 hari. pemberian kalori 300 kalori/hari dan suplemen besi sebanyak 60 mg/hari kiranya cukup mencegah anemia Malaria Malaria adalah infeksi yang disebabkan oleh kuman (plasmodium) dapat mengakibatkan anemia dan dapat menyebabkan keguguran. p. kematian janin. Penanganan: Ibu hamil dengan proses aktif.5 g % pada trimester 2. hendaknya jangan dicampurkan dengan wanita hamil lainnya pada pemeriksaan antenatal. Bahaya: Bisa terjadi infeksi. sehingga dapat menyebabkan perubahan pada sistem pernafasan. perut kembung dan edema alat genital. Gejala dan tanda: Batuk menahun. batuk darah dan kurus kering. sementara tensi masih dalam batas normal perlu dicurigai anemia defisiensi. kelainan kekuatan his dan mengejan. TBC paru Tuberkulosis adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh infeksi mycobacterium tuberculosis.Penanganan: Persalinan anjuran atau induksi persalinan. fetal distres dan ruptur uteri. Kehamilan risiko tinggi Penyakit pada ibu hamil Anemia Anemia Adalah kekurangan darah yang dapat menganggu kesehatan ibu pada saat proses persalinan (BKKBN. Penanganan: Dengan pemberian obat kemoprofiksis jenis klorokuin dengan dosis 300 mg/minggu. Kondisi ibu hamil dengan kadar Hemoglobin kurang dari 11 g% pada trimester 1 dan 3 dan <10. Sebagian besar kuman tuberkulosis menyerang paru. segera lakukan seksio sesarea Persalinan lama Partus lama adalah partus yang berlangsung lebih dari 24 jam untuk primigravida dan 18 jam bagi multigravida. kulit pucat. kelelahan. Secara klinik dapat dilihat tubuh yang malnutrisi dan pucat Penanganan umum: Kekurangan darah merah ini harus dipenuhi dengan mengkonsumsi makanan bergizi dan diberi suplemen zat besi. edema paru akut dan malaria berat lainnya. respirasi cepat. anemia. Penderita dengan proses aktif. Gejala dan tanda: KU lemah. seperti infeksi. Anemia dapat menimbulkan dampak buruk terhadap ibu maupun janin. Penyebabnya adalah kelainan letak janin. apalagi 16 | A s t i a n d r a M e n d o l i t a ( 1 1 0 2 0 2 0 0 3 9 ) . mudah pingsan. hipoglikemia.24). rasa lemah. memberikan perlindungan antibiotika-antipiretika. Penanganan: Memberikan rehidrasi dan infus cairan pengganti. dehidrasi. abortus. cacat bawaan Gejala dan tanda: Pusing. Gejala dan tanda: Demam.

2. serotinus. panggul sempit. yang penularannya terutama melalui hubungan seksual dengan pasangan yang menderita penyakit tersebut Riwayat obstetrik buruk 1. komplikasi berat atau masih stabil). hipoglikemia (kadar gula darah kurang dari normal). Gejala dan tanda: Pada masa awal kehamilan. jantungnya berdebar-debar. 17 | A s t i a n d r a M e n d o l i t a ( 1 1 0 2 0 2 0 0 3 9 ) . Penanganan: Lakukan penilaian awal untuk segera menentukan kondisi pasien (gawat darurat.lain. misalnya ibu hamil dengan KPD. virus. Pada kondisi gawat darurat. parasit atau jamur. yang berfungsi mensuplai glukosa dari darah ke sel-sel tubuh untuk dipergunakan sebagai bahan bakar tubuh. (b) Sectio Caesaria merupakan tindakan untuk melahirkan bayi melalui abdomen dengan membuka dinding uterus dengan cara mengiris dinding perut dan dinding uterus. sesak napas apabila disertai sianosis (kebiruan). dan gangguan kesehatan lainnya seperti gawat napas. dan mengeluh tentang bertambah besarnya rahim yang tidak sesuai. segera upayakan stabilisasi pasien sebelum melakukan tindakan lanjutan (evaluasi medik atau merujuk) Pre eklamsi Pre eklamsi adalah suatu keadaan dengan timbulnya hipertensi disertai proteinuria dan edema akibat kehamilan setelah usia kehamilan 20 minggu atau segera setelah lahir. tubuh kurang mampu menggunakan insulin secara maksimal. Diabetes mellitus Diabetes merupakan suatu penyakit dimana tubuh tidak menghasilkan insulin dalam jumlah cukup. pre eklamsia. dan sakit kuning. berolahraga secara teratur. atau sebaliknya. Penanganan: Menjaga agar kadar glukosa darah tetap normal. lahir mati. ibu hamil harus memperhatikan makanan. Pernah gagal kehamilan (keguguran) Abortus adalah berakhirnya suatu kehamilan pada usia kurang dari 20 minggu (berat janin kurang dari 500 gram) atau buah kehamilan belum mampu untuk hidup diluar kandungan. Penyakit jantung Bila ibu hamil mempunyai penyakit jantung harus ekstra hati-hati.dengan batuk darah. Infeksi menular seksual pada kehamilan Infeksi yang disebabkan oleh bakteri. Dilakukan tindakan ini karena adanya komplikasi pada ibu maupun janin. Gejala dan tanda: Cepat merasa lelah. Tindakan ini dilakukan karena ada komplikasi pada kehamilan. misalnya plasenta previa totalis. untuk menjamin istirahat dan makanan yang cukup. Gejala dan tanda: Perdarahan bercak hingga derajat sedang dan perdarahan hebat pada kehamilan muda. letak lintang. Gunanya untuk mencegah penularan. sebaiknya dirawat di rumah sakit dalam kamar isolasi. Insulin adalah hormon yang dihasilkan oleh pankreas. dapat mengakibatkan bayi mengalami cacat bawaan. Persalinan dengan tindakan: (a) Induksi persalinan yaitu tindakan ibu hamil untuk merangsang timbulnya kontraksi rahim agar terjadi persalinan. serta pengobatan yang intensif dan teratur. sudah pernah SC dua kali. dan lain. Jangan sampai terlalu kecapaian dan jaga kenaikan berat badan agar beban kerja jantung bisa berkurang. serta menjalani pengobatan sesuai kondisi penyakit pada penderita penyakit ini. edema tungkai atau terasa berat pada kehamilan muda. berat badan berlebihan.

Kehamilan dengan kelainan letak 1. gemeli dan lain-lain. uterus terasa lebih cepat membesar. terdengar 2 denyut jantung janin. diet tinggi protein. obat antihipertensi dan dirawat di rumah sakit bila ada kecendrungan menjadi eklamsia. Gejala dan tanda: Perut lebih buncit dari semestinya sesuai dengan umur tuanya kehamilan. prematuritas. tanpa nyeri. kadang-kadang perdarahan terjadi pada pagi hari sewaktu bangun tidur.Gejala dan tanda: Edema terlihat sebagai peningkatan berat badan. Gejala dan tanda: Eklamsia ditandai oleh gejala-gejala pre eklamsia berat dan kejang atau koma. Penanganan: Pengobatan tetap isolasi ketat di rumah sakit. Penanganan umum: Istirahat (tirah baring).Plasenta previa adalah keadaan dimana plasenta berimplantasi pada tempat abnormal. Eklamsia Eklamsia merupakan kelanjutan dari “pre eklamsia berat” ditambah dengan kejang atau koma yang dapat berlangsung mendadak. sifat perdarahannya tanpa sebab. teraba ada 3 bagian besar janin. dan berulang. sakit kepala hebat. belum inpartu.3 g/l dalam air kencing 24 jam. yaitu pada segmen bawah uterus sehingga dapat menutupi sebagian atau seluruh pembukaan jalan lahir. tekanan darah lebih dari 140/90 mmHg. Penanganan: Menurut Eastman bahwa tiap perdarahan trimester ketiga yang lebih dari show (perdarahan inisial). atau berat badan janin dibawah 2500 gr.Janin terletak memanjang dengan kepala di fundus uteri dan bokong di bagian bawah kavum uteri. teraba ada 2 bollatmen. Hb.Letak lintang adalah keadaan sumbu memanjang janin kira-kira tegak lurus dengan sumbu memanjang tubuh ibu. plasenta previa. pembengkakan kaki. Penyebabnya: Prematuritas. baik rektal maupun vaginal. proteinuria sebanyak 0. Etiologi: Kelemahan dinding perut/uterus karena multiparitas. 18 | A s t i a n d r a M e n d o l i t a ( 1 1 0 2 0 2 0 0 3 9 ) . Apabila pada penilaian baik. kesempitan panggul. harus dikirim ke rumah sakit tanpa dilakukan manipulasi apapun. periksa darah lengkap. dan golongan darah.obatan dan observasilah dengan teliti. gemeli. pada palpasi bagian kecil teraba lebih banyak. Plasenta previa --.lain. Gejala dan tanda: Perdarahan pada kehamilan setelah 28 minggu atau pada kehamilan lanjut. plasenta previa dan lain. perdarahan sedikit. diet rendah garam. gerakan janin dirasakan lebih banyak. Penanganan dalam kehamilan: Perawatan prenatal yang baik untuk mengenal kehamilan kembar dan mencegah komplikasi yang timbul. multiparitas. Hindari kejang yang dapat menimbulkan penyulit yang lebih berat. 2. janin masih hidup. Kejadian kehamilan ganda dipengaruhi oleh faktor keturunan. Letak sungsang --. Letak lintang --. maka kehamilan dapat dipertahankan istirahat dan pemberian obat. magnesium. Hamil kembar (gemelli) Kehamilan ganda adalah kehamilan dengan dua janin atau lebih. suplemen kalsium. kehamilan belum cukup 37 minggu. Perdarahan dalam kehamilan 1. jari tangan dan muka. umur dan paritas.

kelainan letak pada hamil tua.≥ 2 kali partus prematur . Faktor Risiko 19 | A s t i a n d r a M e n d o l i t a ( 1 1 0 2 0 2 0 0 3 9 ) .≥ 2 kali abortus . kelainan medis.Kehamilan mola . dapat terjadi gangguan pembekuan darah. auskultasi jantung janin dapat terjadi asfiksia ringan dan sedang.Pernah inersia uteri • Disproporsi sefalo pelvik. persalinan terakhir ≥ 5 tahun. hamil dengan tumor (mioma atau kista ovarii). Rochyati. pre-eklampsi dan eklampsi. kehamilan pada infertilitas. dan lain-lain. postmaturitas.grandemulti. terlepas dari perlekatannya sebelum janin lahir. kelainan letak. diabetes melitus. riwayat persalinan yang buruk. Komplikasi Obstetrik : • Umur (≤19 tahun atau > 35 tahun) • Paritas (primigravida atau para lebih dari 6) • Riwayat kehamilan yang lalu : .Kematian janin dalam kandungan atau kematian perinatal .Perdarahan paska persalinan . hamil serotinus. hipertensi.Pernah ditolong secara obstetri operatif . perut terasa tegang. Gejala dan tanda: Perdarahan dengan rasa sakit. palpasi bagian janin sulit diraba. bekas seksio sesaria. gerak janin berkurang. penyakit hati. perdarahan antepartum. Solusio plasenta --.Pernah operasi ginekologik . inkompetensi serviks.2. dkk mengemukakan kriteria KRT adalah: primimuda. primitua. namun dengan tujuan yang sama mencoba mengelompokkan kasus-kasus risiko tinggi.Pre-eklampsi dan eklampsi . Kriteria yang dikemukakan oleh peneliti-peneliti dari berbagai institut berbeda. kehamilan ganda. Daely (Medan) memakai kriteria kehamilan risiko tinggi terbagi berdasarkan: a. Komplikasi medis Anemia. dismaturitas. b. uji serologis lues positif. umur 35 tahun atau lebih. pre-eklampsia. penyakit paru dan penyakit-penyakit lain dalam kehamilan. Penanganan: Perdarahan yang berhenti dan keadaan baik pada kehamilan prematur dilakukan perawatan inap dan pada plasenta tingkat sedang dan berat penanganannya dilakukan di rumah sakit Menentukan Kehamilan Risiko Tinggi Cara penentuan KRT dapat dengan memakai kriteria dan juga dikelompokkan berdasarkan skoring atau nilai. hidramnion. penyakit saluran kencing. perdarahan antepartum. penyakit jantung. obesitas. tinggi badan kurang dari 145 cm.Suatu keadaan dimana plasenta yang letaknya normal.

fasilitas dan sarana kesehatan yang serba kekurangan. penghasilan. berdosa dan malu pada remaja yang mengalaminya. 3. Reproduksi sehat untuk hamil dan melahirkan adalah usia 20-30 tahun. 4. 5. yaitu: 1. dan lain-lain. Pengertian Kehamilan Usia Muda Menurut Monks (1999) dalam Nasution (2007) batasan usia secara global berlangsung antara umur 12 dan 21 tahun dengan pembagian 12-15 tahun masa muda awal. Faktor non medis antara lain adalah kemiskinan. dan lainlain. paritas dan tinggi badan 2. komplikasi persalinan. Masa kehamilan dimulai dari pembuahan sampai lahirnya janin. kebersihan lingkungan. Faktor medis antara lain adalah penyakit-penyakit ibu dan janin. kelainan obstetri. dan lain-lain. lingkungan atau psikososial. Dimasukkan pula dalam faktor non medis adalah sosial ekonomi rendah. Menurut Backett faktor risiko itu bisa bersifat biologis. Kehamilan yang terjadi diusia muda merupakan salah satu resiko seks pranikah atau sesk bebas (kehamilan yang tidak diharapkan (KTD). gangguan plasenta. seperti penyakit jantung dan malaria. tradisi. jika terjadi kehamilan di bawah atau di atas usia tersebut maka akan dikatakan beresiko akan menyebabkan terjadinya kematian 2-4x lebih tinggi dari reproduksi sehat. yang berdasarkan penelitian ternyata sangat mempengaruhi morbiditas dan mortalitas. ditambah lagi dengan adanya sangsi sosial dari masyarakat terhadap kehamilan dan kelahiran anak tanpa ikatan pernikahan. Faktor riwayat obstetri: abortus habitualis. Hal ini banyak terjadi terutama pada negara berkembang. Faktor sosioekonomi budaya : pendidikan. Menurut Hurlock (2003) menyatakan secara tradisional masa muda dianggap sebagai “badai dan tekanan” yaitu suatu masa dimana ketegangan emosi meninggi sebagai akibat dari perubahan fisik dan kelenjar. 18-21 tahun masa muda akhir. SC. penyakit endemis. Menurut Kartono (1996) kehamilan pranikah adalah kehamilan yang pada umumnya tidak direncanakan dan menimbulkan perasaan bersalah. 2010). adat. Namun dalam kesehatan reproduksi kita dapat membaginya secara lebih spesifik. persalinan dan nifas akan memberikan ancaman pada kesehatan dan jiwa ibu maupun janin yang dikandungnya. Seharusnya faktor risiko dikenali oleh ibu hamil serta keluarga sehingga ibu-ibu dengan kehamilan risiko tinggi mendapat pertolongan yang semestinya. lamanya 280 hari (40 mgg atau 9 bulan 7 hari) dihitung dari hari pertama haid terakhir (Manuaba. kelangkaan air bersih. kepercayaan. Faktor demografi: umur. IBG. kesadaran memeriksakan kehamilan secara teratur. penyakit neonatus dan kelainan genetik. Keadaan dan kondisi tersebut bisa digolongkan sebagai faktor medis dan non medis. Faktor medis biologis: underlying disease. 4. gangguan tali pusat. genetika. Faktor lingkungan: polusi udara. Memahami dan Menjelaskan Kehamilan Usia Muda A. 15-18 tahun masa muda pertengahan.Faktor risiko merupakan situasi dan kondisi serta keadaan umum ibu selama kehamilan. 20 | A s t i a n d r a M e n d o l i t a ( 1 1 0 2 0 2 0 0 3 9 ) . ketidak tahuan.

dkk. status janda lebih baik daripada perawan tua. Adat Istiadat atau Pandangan Masyarakat Adanya anggapan lingkungan dan adat istiadat jika anak gadis belum menikah di anggap sebagai aib keluarga. Sehingga perkawinan usia muda adalah perkawinan yang dilakukan pada laki-laki yang berusia kurang dari 21 tahun dan perempuan berusia kurang 19 tahun (Widyastuti. makin mendorong cepatnya perkawinan usia muda b. menikah diisyaratkan oleh beberapa pemeluknya dianggap sesuatu yang harus disegerakan agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan yaitu wanita umur 16 tahu dan pria umur 19 tahun. Dorongan Biologis 21 | A s t i a n d r a M e n d o l i t a ( 1 1 0 2 0 2 0 0 3 9 ) . Ekonomi Apabila anak perempuan telah menikah. Pengetahuan tentang kesehatan reproduksi Kurangnya pengetahuan atau mempunyai konsep yang salah tentang kesehatan reproduksi pada remaja dapat disebabkan karena masyarakat tempat remaja tumbuh memberikan gambaran sempit tentang kesehatan reproduksi sebagai hubungan seksual. untuk perkawinan diizinkan pada usia 21 tahun bagi laki-laki dan perempuan berumur 19 tahun. Biasanya topik terkait reproduksi dianggap tabu dibicarakan dengan anak (remaja).2009). f. S.B.10 tahun1992 yang menyebutkan bahwa Pemerintah menetapkan kebijakan upaya penyelenggaraan Keluarga Berencana. Banyak faktor yang dapat mempengaruhi remaja untuk menikah di usia muda. Karena kemiskinan ini. bekerja lebih dari 12 jam sehari. Hukum atau Peraturan Dalam agama Islam. Sehingga saluran informasi yang benar tentang kesehatan reproduksi menjadi sangat kurang d. berarti orang tua bebas dari tanggung jawab sehingga secara ekonomi mengurangi beban dengan kata lain sebagai jalan keluar dari berbagai kesulitan (Romauli. yang selanjutnya akan hamil dan melahirkan diusia muda antara lain : a. bekerja di perumahan tanpa di bayar hanya diberi makan danpakaian. kedewasaan seseorang dinilai dari status perkawinan. Banyak resiko kehamilan yang akan dihadapi pada usia muda. remaja putri terpaksa bekerja. Tingkat Pendidikan Makin rendah tingkat pendidikan. Namun Pemerintah mempunyai kebijakan tentang prilaku reproduksi manusia yang ditegaskan dalam UU No. Namun sering kali mereka tereksploitasi. Kemiskinan mendorong terbukanya kesempatan bagi remaja khususnya wanita untuk melakukan hubungan seksual pra nikah. e. Dari segi lain makin mudah orang bercerai dalam suatu masyarakat makin banyak perkawinan usia muda (UU. Pernikahan tahun1974).2009). dkk. Banyak di daerah ditemukan pandangan dan kepercayaan yang salah. bahkan beberapa mengalami kekerasan seksual c. Faktor yang Memengaruhi Perkawinan Usia Muda Menurut Undang-Undang Perkawinan No.1 tahun 1974 Pasal 7 bahwa perkawinan diizinkan bila laki-laki berumur 19 tahun dan wanita berumur 16 tahun.

remaja sangat mudah mengakses gambar tersebut melalui telepon genggam dan akan selalu di bawa dalam setiap langkah remaja g. sedangkan remaja akhir cenderung melakukan tingkah laku seksual jika telah ada ikatan dan saling pengertian dengan pasangan. Seks sering dijadikan sarana untuk berkomunikasi dengan pasangan C. Terbukanya kesempatan pada remaja untuk melakukan hubungan seks didukung oleh kesibukan orang tua yang menyebabkan kurangnya perhatian pada remaja. maka beresiko terhadap tindakan aborsi yang tidak aman dan resiko infeksi atau kematian perdarahan. karena bila tidak ada kesempatan baik ruang maupun waktu maka hubungan seks pra nikah tidak akan terjadi. sifilis.Selain itu pemberian fasilitas (termasuk uang) pada remaja secara berlebihan seperti hotel / motel. Bila kehamilan diteruskan. misalnya dengan membaca buku atau melihat film/ majalah yang menanpilkan gambar–gambar yang membangkitkan erotisme. Pandangan terhadap Konsep Cinta Menyalahartikan atau kebingungan dalam mengartikan konsep cinta. Kepatuhan Terhadap Orang Tua Perkawinan dapat berlangsung karena adanya kepatuhan remaja terhadap orang tua atau sifat menentang h. Kerugian Remaja Melakukan Seks Pra Nikah Kerugian remaja bila melakukan hubungan seksual pra nikah adalah sebagai berikut : a) Resiko menderita penyakit menular seksual. dll. Ketidakmampuan Mengendalikan Dorongan Biologis Kemampuan mengendalikan dorongan biologis dipengaruhi oleh nilai–nilai moral dan keimanan seseorang. j. HIV/ AIDS. Di era teknologi informasi yang tinggi sekarang ini. b) Remaja putri berisiko mengalami kehamilan yang tidak diinginkan. dan tingkah laku seksual sehingga remaja awal cenderung berfikir bahwa seks adalah cara untuk mendapatkan pasangan. maka beresiko melahirkan bayi yang kurang/ tidak sehat. keintiman. night club. Dorongan dapat meningkat karena pengaruh dari luar. Remaja yang memiliki keimanan kuat tidak akan melakukan seks pra nikah. Adanya Kesempatan Melakukan Hubungan Seks Pra Nikah Faktor kesempatan melakukan hubungan seks pra nikah sangat penting untuk dipertimbangkan. karena mengingat ini adalah dosa besar yang harus dipertanggung jawabkan dihadapan Tuhan Yang Maha Esa. herpes genitalis dan lain sebagainya.Adanya dorongan biologis untuk melakukan hubungan seksual merupakan insting alamiah dari berfungsinya organ sistem reproduksi dan kerja hormon. Namun keimanan ini dapat sirna tanpa tersisa bila remaja dipengaruhi obat–obatan misalnya psikotropika. Herpes simplek. Tuntutan kebutuhan hidup sering menjadi alasan suami istri bekerja di luar rumah dan menghabiskan hari–harinya dengan kesibukan masing – masing sehingga perhatian terhadap anak remajanya terabaikan. 22 | A s t i a n d r a M e n d o l i t a ( 1 1 0 2 0 2 0 0 3 9 ) . Obat ini akan mempengarui pikiran remaja sehingga pelanggaran terhadap nilai–nilai agama dan moral dinikmati dengan tanpa rasa bersalah i. Bila ini terjadi. misalnya gonorhoe.

Dampak yang Terjadi Pada Kehamilan Usia Muda Perkawinan dan kehamilan yang dilangsungkan pada usia muda (remaja) umumnya akan menimbulkan masalah–masalah sebagai berikut : a) Masalah Kesehatan Reproduksi Remaja yang akan menikah kelak akan menjadi orang tua sebaiknya mempunyai kesehatan reproduksi yang sehat sehingga dapat menurunkan generasi penerus yang sehat. dan rasa berdosa karena berzina). BBLR dan cacat bawaan. Abortus yang dilakukan oleh tenaga non-profesional dapat menimbulkan tingginya angka kematian dan infeksi alat reproduksi yang pada akhirnya dapat menimbulkan kemandulan. kemungkinan untuk kematangan dalam bidang sosial ekonomi juga akan makin nyata. c) Masalah Sosial Ekonomi Makin bertambahnya umur seseorang. terlebih lagi masyarakat belum dapat menerima anak yang orang tuanya belum jelas. terlebih pada kala nifas. Pada umumnya dengan bertambahnya umur akan makin kuatlah dorongan mencari nafkah sebagai penopang.rasa rendah diri. Anemia Kehamilan 5. Kekurangan berbagai zat yang dibutuhkan saat pertumbuhan dapat mengakibatkan tingginya prematur. d) Dampak kebidanan yang terjadi pada kehamilan usia muda adalah: 1. 2. d) Remaja putri yang hamil berisiko kehilangan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan D. tingkat sosial ekonomi yang rendah dan stres memudahkan terjadinya infeksi saat hamil. 3. Untuk itu memerlukan perhatian karena belum siapnya alat reproduksi untuk menerima kehamilan yang akhirnya akan menimbulkan berbagai bentuk komplikasi. Keracunan Kehamilan (Gestosis). Ketergantungan sosial ekonomi pada keluarga menimbulkan stress (tekanan batin). Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) dan Kelainan Bawaan. Selain itu kematian maternal pada wanita hamil dan melahirkan pada usia di bawah 20 tahun ternyata 2–5 kali lebih tinggi dari pada kematian maternal yang terjadi pada usia 20-29 tahun. Mudah Terinfeksi. menyesal. Abortus (Keguguran) Keguguran sebagian dilakukan dengan sengaja untuk menghilangkan kehamilan remaja yang tidak dikehendaki. kecewa. sehingga masih lebih dalam menghadapi masalah yang timbul dalam perkawinan. Tetapi untuk remaja yang hamil di luar nikah menghadapi masalah psikologi seperti rasa takut. 4. Dampak yang dapat terjadi seperti perceraian. rendah diri dan lain-lain. 23 | A s t i a n d r a M e n d o l i t a ( 1 1 0 2 0 2 0 0 3 9 ) . Persalinan Prematur.c) Trauma kejiwaan (depresi. Keadaan gizi yang buruk. b) Masalah Psikologis Umumnya para pasangan muda keadaan psikologisnya masih belum matang. karena kawin cerai biasanya terjadi pada pasangan yang umurnya pada waktu kawin relatif masih muda.

Penyebabnya. calon ibu terlambat menyadari kehamilan. perdarahan. Sel telur yang dihasilkan indung telur belum sempurna. bahkan berkembang menjadi eklampsia yang mengancam jiwa ibu dan janin. Bahaya yang mengintai adalah: keguguran. kemungkinannya 3 kali lebih tinggi dibanding mereka yang hamil di usia usia 25 tahun. perdarahan. tetapi angka pasti tidak diketahui. tubuh ibu muda belum kuat menanggung proses kehamilan sehingga metabolisme tubuh mudah terganggu. Pada banyak kasus kehamilan muda. Organ reproduksi seperti rahim. 4. Penyebab kematian ibu dikenal dengan trias klasik yaitu perdarahan. persalinan prematur. Namun. Dimana keracunan kehamilan merupakan penyebab kematian ibu yang terbesar ketiga. Gejala tekanan darah tinggi umumnya belum terdeteksi pada awal kehamilan. peluruhan dinding rahim setiap periode menstruasi masih belum sempurna. calon ibu muda mungkin saja tetap melakoni gaya hidup kurang sehat seperti: diet ketat. bahkan ruptur atau melorotnya organ panggul. Kehamilan tidak disadari. Faktor Resiko Kehamilan Usia Muda Diluar Nikah • Dinding rahim atau endometrium belum kuat benar. Ini kurang kondusif bagi proses nidasi atau menempelnya embrio ke dinding rahim. belum matang dan belum kuat. Apabila sel telur hasil “belajar” itu dibuahi. bisa tiba-tiba mengalami kejang. Kematian Ibu yang Tinggi Remaja yang stres pada kehamilannya sering mengambil jalan yang pintas untuk melakukan abortus oleh tenaga non-profesional. mulut rahim dan otot-otot ligamen di panggul. 24 | A s t i a n d r a M e n d o l i t a ( 1 1 0 2 0 2 0 0 3 9 ) • • • • • . Angka kematian abortus yang dilakukan oleh dukun cukup tinggi. Risiko berikutnya adalah pertumbuhan janin yang kurang sehat atau Intrauterine Growth Restriction (IUGR). Risiko tekanan darah tinggi dan pre eklampsia. Karena kehamilan tidak disadari. Indung telur milik perempuan muda juga masih belajar memproduksi sel telur berkualitas. prolaps organ panggul. Bunda muda juga terancam luka serius saat melahirkan.1. sehingga belum siap untuk berfungsi semestinya dalam menunjang kehamilan dan persalinan. juga akibat pola makan minim zat besi karena wanita muda cenderung sering berdiet. Kematian ibu terutama karena perdarahan dan infeksi. Bahaya anemia. Penyebabnya adalah metabolisme tubuh ibu yang belum sempurna saat mendapat tambahan volume darah akibat kehamilan. sehingga diterjemahkan sebagai kondisi biasa. infeksi dan gestosis.Merupakan kombinasi keadaan alat reproduksi yang belum siap hamil dan anemia makin meningkatkan terjadinya keracunan saat hamil dalam bemtuk eklampsi dan pre eklampsi sehingga dapat menimbulkan kematian. lantaran sebelum hamil siklus haidnya memang belum teratur. Ini alasan mengapa ibu muda yang hamil wajib menjalani tes darah guna mendeteksi anemia dan thalassemia. tidak ada yang bisa menjamin kualitas embrio yang dihasilkan! Rahim dan organ panggul belum kuat menampung janin. di tengah masa kehamilan. dan menjadi bakal manusia. Risiko yang mengintai adalah: janin mudah keguguran. Mengintai dan dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan dan perkembangan janin. 6. 4 kali lebih tinggi.

Menurut Monks (2002: 263) pubertas adalah berasal dari kata puber yaitu pubescere yang artinya mendapat pubes atau rambut kemaluan. Menurut Prawirohardjo (1999: 127) pubertas merupakan masa peralihan antara masa kanak-kanak dan masa dewasa. berdasarkan kematangan psikososial dan seksual. 3. dan kematian ibu serta janin 5. Menurut Root dalam Hurlock (2004) Pubertas merupakan suatu tahap dalam perkembangan dimana terjadi kematangan alat–alat seksual dan tercapai kemampuan reproduksi Pubertas : periode terjadinya perubahan fisik. • Risiko kanker leher rahim dan penyakit kelamin. Terjadi pada usia 11/12 dan 15/16 Definisi Remaja berdasarkan usia : Tahapan perkembangan masa remaja : Tumbuh kembangnya menuju dewasa. seperti Human Papilloma Virus penyebab kanker leher rahim. paparan rokok. Wanita yang melakukan hubungan seksual secara aktif pada usia di bawah 20 tahun. Memahami dan menjelaskan perilaku kesehatan remaja Beberapa pengertian mengenai pubertas yaitu: 1. di antaranya Chlamydia yang dapat menyebabkan infeksi mata dan pneumonia pada bayi. yaitu suatu tanda kelamin sekunder yang menunjukkan perkembangan seksual.fisiologis serta kematangan seksual secara pesat terutama pada masa awal remaja. atau sifilis yang bisa mengakibatkan kebutaan pada bayi. juga serangan penyakit kelamin seksual. 4. semua remaja akan melewati tahapan berikut : 25 | A s t i a n d r a M e n d o l i t a ( 1 1 0 2 0 2 0 0 3 9 ) . 2. sehingga memicu persalinan prematur atau bayi lahir dengan berat badan rendah (BBLR). Menurut Soetjiningsih (2004: 134) pubertas adalah suatu periode perubahan dari tidak matang menjadi matang.konsumsi alkohol. memiliki risiko lebih tinggi untuk terjangkit infeksi virus yang pada organ reproduksi.yang dapat mengganggu kehamilan dan pertumbuhan janin.

Remaja percaya bahwa ia mengetahui segalagalanya dan dapat melakukan sesuatu tanpa salah. lebih selektif dalam mencari teman sebaya. 2. Remaja mengembangkan kesadaran akan identitas personal. yang menjadi dasar bagi pemahaman dirinya dan diri orang lain. Karena kesedihan dan kekhawatiran yang dialaminya. pengungkapan kebebasan diri. berkhayal tentang seksual. mempunyai citra jasmani dirinya.Dengan ciri khas : mencari identitas diri. telah mendorong remaja untuk menerima kembali sebagian otoritas orang tuanya. Tahapan Perkembangan Identitas Tahap Diferentiation Usia 12-14 Karakteristik Remaja menyadari bahwa ia berbeda secara sikologis dari orang tuanya. kadang mereka menantang dan kadang berdamai dan bekerjasama dengan orang tua mereka. Masa remaja lanjut (late adolescence) : umur 17 – 20 tahun. Komitmennya terhadap teman-teman juga bertambah. namun di sisi lain ia akan mendongkol ketika orang tuanya selalu mengontrol membatasi gerak-gerik dan akitvitasnya diluar rumah. mempunyai rasa cinta yang mendalam. lebih dekat dengan teman sebaya. dapat mewujudkan rasa cinta. sekalipun nilai-nilai dan nasihat tersebut masuk akal. Ia menyangkal kebutuhan akan peringatan atau nasihat dan menantang orang tuanya pada setiap kesempatan. Masa remaja pertengahan (middle adolescence) : umur 14 – 16 tahun. tetapi dengan bersyarat. 3. Di satu sisi ia menerima tanggung jawab di sekitar rumah. Tingkah lakunya sering silih berganti antara eksperimentasi dan penyesuaian. mulai berfikir abstrak dan lebih banyak memperhatikan keadaan tubuhnya.Dengan ciri khas : ingin bebas. Kesadaran ini sering membuatnya mempertanyakan dan menolak nilai-nilai dan nasihat-nasihat orang tuanya. serta 26 | A s t i a n d r a M e n d o l i t a ( 1 1 0 2 0 2 0 0 3 9 ) Practice 14-15 Rapprochment 15-18 Consolidation 18-21 . timbul keinginan untuk berkencan.1.Dengan ciri khas : mampu berfikir abstrak. Masa remaja awal/dini (early adolescence) : umur 11 – 13 tahun.

1992). dsb • • • • • •         Perkembangan sosial Pengaruh teman sebaya sangat kuat Terbentuknya pengelompokan sosial (nge-gank. 1998) Mulai meninggalkan masa kecil yang tenang menuju masa dewasa yang penuh persoalan Belajar untuk membuat keputusan sendiri dan sering bertentangan dengan orang tua Biasanya gampang tersinggung dan sulit dimengerti Mulai ada privasi dan menjalin hubungan dengan lawan jenis. bagaimana remaja mendeskripsi diri secara terorganisir. menerima dan mencapai perilaku bertanggungjawab secara sosial Mencapai kemandirian secara emosional Mempersiapkan untuk karir ekonomi Mempersiapkan untuk menikah dan berkeluarga Memperoleh set nilai dan sistem etis untuk mengarahkan perilaku PERILAKU BERESIKO 27 | A s t i a n d r a M e n d o l i t a ( 1 1 0 2 0 2 0 0 3 9 ) .untuk mempertahankan perasaan otonomi. Perkembangan Biologis Remaja • Perubahan hormonal ditandai dengan cepatnya pertumbuhan fisik – laki-laki: perkembangan dada yang semakin bidang dan tubuh yang semakin berotot – Perempuan: pinggulnya membesar dan munculnya lemak • Perempuan dua tahun lebih cepat dibandingkan dengan anak laki laki Perkembangan Psikologis Remaja • • Perkembangan identitas diri. dsb) Tugas perkembangan masa remaja dan pubertas : Mencari relasi yang lebih matang dengan teman seusia (laki-perempuan) Mencapai peran sosial feminim atau maskulin Menerima fisik dan menggunakan tubuhnya secara efektif Meminta. merupakan ekspansi dari rasa harga diri (Berk. Identitas diri: adalah pikiran pikiran dan perasaan yang dimiliki mengenai diri (Gardner. independen dan individualitas.

narkoba. tawuran  Berisiko terhadap masa depan: putus sekolah.Definisi Perilaku beresiko : Perilaku yang dapat membahayakan aspek-aspek psikososial sehingga remaja sulit berhasil dalam melalui masa perkembangannya. Perilaku berisiko dilakukan remaja dengan tujuan tertentu yaitu untuk dapat memenuhi perkembangan psikologisnya. bukti kemandirian dari orang tua Akibat perilaku beresiko :  Berisiko terhadap kesehatan: Merokok. konsep diri yang tidak adekuat.  Berisiko terhadap lingkungan sosialnya: bermasalah dengan hokum dan Pengangguran Faktor Faktor yang berpengaruh terhadap Perilaku beresiko : 28 | A s t i a n d r a M e n d o l i t a ( 1 1 0 2 0 2 0 0 3 9 ) . minum alkohol. kehamilan. Contoh : Merokok. penggunaan narkoba agar diterima teman sebayanya.

Meningkatnya kemandirian remaja dalam memutuskan peran dan fungsi reproduksinya 29 | A s t i a n d r a M e n d o l i t a ( 1 1 0 2 0 2 0 0 3 9 )  . Diperlukan landasan psikis yang kuat dan memadai à dimulai sejak bayi 3.Definisi Kesehatan Reproduksi Remaja Kesehatan reproduksi à kesejahteraan fisik. Dapat melewati masa hamil dengan aman Tujuan Kespro :  Utama à meningkatkan kesadaran kemandirian wanita remaja dalam mengatur fungsi dan proses reproduksinya. sehingga hakhak reproduksinya dapat terpenuhi à peningkatan kualitas hidup Khusus: 1. mental dan sosial yang utuh bukan hanya bebas dari penyakit atau kecacatan. fungsi serta prosesnya (WHO). Prasyarat reproduksi sehat : 1. memiliki kelenjar penghasil hormon reproduksi yang sehat à DIPERLUKAN GIZI YANG ADEKUAT 2. Terbebas dari penyakit organ reproduksi 4. termasuk kehidupan seksualitasnya. Supaya tidak terjadi kelainan anatomis – fisiologis à perempuan harus memiliki ronggga pinggul yang cukup besar untuk mempermudah persalinan. dalam segala aspek yang berhubungan dengan sistem reproduksi.

Faktor biologis Pengetahuan yang diperlukan remaja : 1. Meningkatnya peran dan tanggungjawab sosial remaja (pria) terhadap akibat dari perilaku seksual dan fertilitasnya kepada kesehatan dan kesejahteraan pasangan dean anak2nya 4. Dukungan yang menunjang remaja untuk membuat keputusan yang berkaitan dengan proses reproduksinya Faktor yang mempengaruhi Kespro : 1. Faktor psikologis 4. "Janganlah disetubuhi (dikawini) seorang wanita hamil (karena zina)"  Nabi SAW bersabda." (HR Abu Daud dan Tirmizy) ABORSI ‫ما‬ ً‫ظمي ا‬ ِ‫ع مي‬ َ‫با ظ‬ ً‫ذبا ا‬ َ‫ع ظ‬ َ‫ه ظ‬ ُ ‫ل ع‬ َ‫د ظ‬ َّ ‫ع‬ َ‫أ ظ‬ َ‫وظ‬ َ‫ه ظ‬ ُ ‫ن ع‬ َ‫ع ظ‬ َ‫ل ظ‬ َ‫وظ‬ َ‫ه ظ‬ ِ‫مي مي‬ ْ‫لِه‬ َ‫عظ‬ َ‫لل ظ‬ ّ‫ب با ُه‬ َ‫ض ظ‬ ِ‫غ مي‬ َ‫و ظ‬ َ‫ها ظ‬ َ‫فمي ظ‬ ِ‫دبا مي‬ ً‫ل ا‬ ِ‫خامي‬ َ‫م ظ‬ ُ ‫ن ع‬ َّ ‫ه‬ َ‫ج ظ‬ َ‫ه ظ‬ ُ ‫ؤ ع‬ ُ ‫زؤآ ع‬ َ‫ج ظ‬ َ‫ف ظ‬ َ‫دبا ظ‬ ً‫م ا‬ ِّ‫ع د‬ َ‫ت ظ‬ َ‫م ظ‬ ّ‫نا ُه‬ ً‫م ا‬ ِ‫ؤ مي‬ ْ‫م ِه‬ ُ ‫ل ع‬ ْ‫ت ِه‬ ُ ‫ق ع‬ ْ‫ي ِه‬ َ‫م ن ظ‬ َ‫و ظ‬ َ‫ظ‬ 30 | A s t i a n d r a M e n d o l i t a ( 1 1 0 2 0 2 0 0 3 9 ) . "Tidak halal bagi seorang muslim yang beriman kepada Allah dan hari akhir untuk menyiramkan airnya pada tanaman orang lain. Dalilnya adalah beberapa nash berikut ini:  Nabi SAW bersabda. Kekerasan seksual dan bagaimana menghindarinya 7. Memahami dan Menjelaskan Aborsi dan Kehamilan Usia Muda Diluar Nikah Dalam Islam HAMIL DILUAR NIKAH Haram hukumnya seorang laki-laki menikahi seorang wanita yang sedang mengandung anak dari orang lain.2. Hak2 reproduksi 5. proses dan fungsi alat reproduksi 2. Faktor budaya dan lingkungan 3. Karena hal itu akan mengakibatkan rancunya nasab anak tersebut. Mengapa remaja perlu mendewasakan usia perkawinan dan merencanakan kehamilan agar sesuai dengan keinginan 3. Bahaya narkoba dan miras pada kespro 5. Penyakit menular seksual dan HIV / AIDS dan dampaknyan terhadap kespro 4. Pengaruh sosial dan media terhadap perilaku seksual 6. Meningkatnya hak dan tanggungjawab sosial remaja (wanita) dalam menentukan kapan hamil. Pengenalan masalah sistem reproduksi. Faktor sosio-ekonomi dan demografi 2. jumlah dan jarak kehamilan 3. Mengembangkan kemampuan berkomunikasi termasuk memperkuat kepercayaan diri agar mampu menangkal hal2 negatif 8.

para ulama berselisih tentang hukumnya dan terbagi menjadi tiga pendapat : Pendapat Pertama : Menggugurkan janin sebelum peniupan roh hukumnya boleh. Syafi’I. Pendapat ini dianut oleh Ahmad Dardir . Imam Ghozali dan Ibnu Jauzi ( Syareh Kabir : 2/ 267. yaitu yang dilakukan karena alasan yang bukan medis dan melanggar hukum yang berlaku. sebagaimana yang telah dijelaskan di atas. maka merusak wujud ini adalah tindakan kejahatan . Sehingga bisa dikatakan bahwa menggugurkan kandungan dalam fase ini tidak dikatagorikan pembunuhan. pembahasan ini bisa dibagi menjadi dua bagian sebagai berikut : 1. Inshof : 1/386) Adapun status janin yang gugur sebelum ditiup rohnya (empat bulan) . demi untuk kehati-hatian . dikafani ataupun disholati. telah dianggap benda mati. yaitu jika bertujuan untuk kepentingan medis dan terapi serta pengobatan. Dan jika sampai pada waktu peniupan ruh. dan dia kekal di dalamnya. para ulama telah sepakat bahwa menggugurkan janin setelah peniupan roh hukumnya haram. 2. Dalilnya bahwa air mani sudah tertanam dalam rahim dan telah bercampur dengan ovum wanita sehingga siap menerima kehidupan. atau dalam istilah medis adalah salah satu bentuk Abortus Profocatus Therapeuticum. ( Hasyiat Al Qalyubi : 3/159 ). Pendapat kedua : Menggugurkan janin sebelum peniupan roh hukumnya makruh. dan Hambali. yaitu jika di dalamnya ada kemaslahatan. maka hukumnya menjadi haram. maka tidak boleh menggugurkan janin jika telah mendekati waktu peniupan ruh .dan Allah murka kepadanya dan melaknatnya serta menyediakan baginya adzab yang besar( Qs An Nisa’ : 93 ) Maka.( Syareh Fathul Qadir : 2/495 ). Menggugurkan Janin Setelah Peniupan Roh Secara umum. Ketentuan ini berdasarkan hadist Ibnu Mas’ud di atas. tapi hanya dianggap merusak sesuatu yang bermanfaat. roh belum ditiup ke janin dan penciptaan belum sempurna. Pendapat ini dianut oleh sebagian ulama madzhab Hanafi dan Imam Romli salah seorang ulama dari madzhab Syafi’I . Pendapat ini dianut oleh para ulama dari madzhab Hanafi.“ Dan barang siapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja. Janin yang sudah ditiupkan roh 31 | A s t i a n d r a M e n d o l i t a ( 1 1 0 2 0 2 0 0 3 9 ) . Peniupan roh terjadi ketika janin sudah berumur empat bulan dalam perut ibu. Ketiga pendapat ulama di atas tentunya dalam batas-batas tertentu. Dan bukan dalam katagori Abortus Profocatus Criminalis. Menggugurkan Janin Sebelum Peniupan Roh Dalam hal ini. serta dianggap benda mati. Nihayatul Muhtaj : 7/416 ) Pendapat ketiga : Menggugurkan janin sebelum peniupan roh hukumnya haram. Dalilnya bahwa waktu peniupan ruh tidak diketahui secara pasti. untuk mempermudah pemahaman. maka balasannya adalah neraka Jahanam. ( Hasyiyah Ibnu Abidin : 6/591. sehingga boleh digugurkan. Mereka berdalil dengan hadist Ibnu Mas’ud di atas yang menunjukkan bahwa sebelum empat bulan. Bahkan sebagian dari ulama membolehkan menggugurkan janin tersebut dengan obat. Ihya Ulumuddin : 2/53. Tetapi kebolehan ini disyaratkan adanya ijin dari kedua orang tuanya. maka tidak perlu dimandikan.

( Hasyiyah Ibnu Abidin : 1/602 ). mereka memberikan permitsalan bahwa jika sebuah perahu akan tenggelam. Adapun aborsi yang masih diperselisihkan oleh para ulama adalah Abortus Profocatus Therapeuticum. yaitu aborsi yang bertujuan untuk penyelamatan jiwa. Wallahu A’lam. Al-Ijhâdh at-Tilqâ’i atau al-‘Afwi ( Abortus spontanea) yaitu proses alami yang dilakukan rahim untuk mengeluarkan janin yang tidak mungkin sempurna unsur-unsur kehidupan 32 | A s t i a n d r a M e n d o l i t a ( 1 1 0 2 0 2 0 0 3 9 ) . sehingga haram untuk dibunuh. para ulama berbeda pendapat: Pendapat Pertama : Menyatakan bahwa menggugurkan janin setelah peniupan roh hukumnya tetap haram.dalam dirinya. karena kehidupan ibu lebih dahulu dan ada secara yakin.”. bisa diambil kesimpulan bahwa para ulama sepakat bahwa Abortus Profocatus Criminalis. Selain itu. seperti jika sang janin nantinya akan membahayakan ibunya jika lahir nanti. maka hal itu juga tidak dibolehkan. Pendapat Kedua : Dibolehkan menggugurkan janin walaupun sudah ditiupkan roh kepadanya.S.( Mausu’ah Fiqhiyah : 2/57 ) Prediksi tentang keselamatan Ibu dan janin bisa dikembalikan kepada ilmu kedokteran. sedangkan kehidupan janin belum yakin dan keberadaannya terakhir. maka sesuai dengan kaidah fiqhiyah : “ Bahwa sesuatu yang yakin tidak boleh dihilanngkan dengan sesuatu yang masih ragu. Dalilnya adalah firman Allah swt : ِّ‫ح د‬ ‫ق‬ َ‫بال ظ‬ ِ‫ال مي‬ َّ ‫إ‬ ِ‫لل مي‬ ّ‫م با ُه‬ َ‫ر ظ‬ َّ ‫ح‬ َ‫ت ي ظ‬ ِ‫ل مي‬ َّ ‫س با‬ َ‫ف ظ‬ ْ‫ن ِه‬ َّ ‫با بال‬ ْ‫لاو ِه‬ ُ ‫تع‬ ُ ‫ق ع‬ ْ‫ت ِه‬ َ‫ال ظ‬ َ‫و ظ‬ َ‫ظ‬ “ Dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya). Namun jika disana ada sebab-sebab darurat. secara otomatis pada saat itu. yaitu tidak boleh membunuh janin yang sudah ditiup rohnya yang merupakan sesuatu yang pasti . walaupun diperkirakan bahwa janin tersebut akan membahayakan keselamatan ibu yang mengandungnya. yaitu aborsi kriminal yang menggugurkan kandungan setelah ditiupkan roh ke dalam janin tanpa suatu alasan syar’I hukumnya adalah haram dan termasuk katagori membunuh jiwa yang diharamkan Allah swt. Karena menjaga kehidupan ibu lebih diutamakan dari pada menjaga kehidupan janin. sedangkan keselamatan semua perahu tersebut bisa terjadi jika sebagian penumpangnya dilempar ke laut. khususnya janin yang belum ditiupkan roh di dalamnya. Dari keterangan di atas. jika hal itu merupakan satu-satunya jalan untuk menyelamatkan ibu dari kematian. “ ( Q. Al Israa’: 33 ) Kelompok ini juga mengatakan bahwa kematian ibu masih diragukan. hanya karena kawatir dengan kematian ibunya yang merupakan sesuatu yang masih diragukan. KLASIFIKASI ABORTUS. Pendapat ini dianut oleh Mayoritas Ulama. maka dalam hal ini. Keguguran atau abortus (al-Ijhâdh) dapat diklasifikasikan dalam tiga jenis: 1. Hukum ini berlaku jika pengguguran tersebut dilakukan tanpa ada sebab yang darurat. sedang keberadaan janin merupakan sesuatu yang pasti dan yakin. walaupun hal itu tidak mutlak benarnya. dia telah menjadi seorang manusia. melainkan dengan suatu (alasan) yang benar.

2. 3.html 33 | A s t i a n d r a M e n d o l i t a ( 1 1 0 2 0 2 0 0 3 9 ) . Al-Ijhâdh al-Ijtimâ–’i dinamakan juga al-Ijhâdh al-Jinâ`i atau al-Ijrâmi (Abortus Provokatus Kriminalis) adalah aborsi yang sengaja dilakukan tanpa adanya indikasi medik (ilegal). Sumber http://www. Al-Ijhâdh al-‘Ilâji (Abortus Provokatus Medisinalis/Artificialis/Therapeuticus) adalah abortus (keguguran) yang sengaja dilakukan para medis (dokter) demi menyelamatkan nyawa ibu yang dalam keadaan sangat jarang bahwa kehamilannya dapat berlanjut dengan selamat.co.cc/2011/01/audit-maternal-perinatal-amp. Tujuannya hanya untuk tidak melahirkan bayi atau untuk menjaga penampilan atau menutupi aib dan sejenisnya. Bisa jadi ini terjadi dengan sebab kecacatan besar yang menimpanya karena akibat sakitnya sang ibu yang terkena penyakit beragam seperti diabetes atau lainnya.padanya. Biasanya pengguguran dilakukan dengan menggunakan berbagai cara termasuk dengan alat-alat atau obat-obat tertentu.bango73284ng.

Tipta GD. Universitas Riau. 306 – 1 Zahtamal. Tridjja B.com/read/karya-tulis/258/ 34 | A s t i a n d r a M e n d o l i t a ( 1 1 0 2 0 2 0 0 3 9 ) . Kosim MS. Hendro TW. Bayi berat lahir rendah.ahmadzain.Sarosa GI. 2005. Haksari EL. Firmando D. dkk. Usman A. penyuntingStandart Pelayanan Medis Kesehatan Anak edisi ke – 1. Jakarta : IDAI.Kosium MS. Indarso F. http://www. Analisis Faktor Determinan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) Serta Permasalahan Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak Di Provinsi Riau. 2009. Rusmil K. Hadinegoro SR. Dalam : Pusponegoro HD. Pudjiadi AH.