P. 1
FOTOSINTESIS

FOTOSINTESIS

|Views: 291|Likes:
dasar teori morfistum
dasar teori morfistum

More info:

Published by: Riper Cyperus Rotundus on Sep 17, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/29/2015

pdf

text

original

FOTOSINTESIS INGENHOUSZ PENDAHULUAN 1.

1 Latar Belakang Dalam beberapa aspek fisiologi tumbuhan berbeda dengan fisiologi hewan atau fisiologi sel. Tumbuhan dan hewan pada dasarnya telah berkembang melalui pola atau kebiasaan yang berbeda. Tumbuhan dapat tumbuh dan berkembang melalui pola atau kebiasaan yang berbeda. Tumbuhan dapat tumbuh dan berkembang sepanjang hidupnya. Kebanyakan tumbuhan tidak berpindah, memproduksi makanannya sendiri, menggantungkan diri pada apa yang diperolehnya dari lingkungannya sampai batasbatas yang tersedia. Hewan sebagian besar harus bergerak, harus mencari makan, ukuran tubuhnya terbatas pada ukuran tertentu dan harus menjaga integritas mekaniknya unntuk hidup dan pertumbuhan. Suatu ciri hidup yang hanya dimiliki khusus oleh tumbuhan hijau adalah kemampuan dalam menggunakan zat karbon dari udara untuk diubah menjadi bahan organik serta diasimilasi dalam tubuh tumbuhan. Tumbuhan tingkat tinggi pada umumnya tergolong pada organisme autotrof, yaitu makhluk hidup yang dapat mensintesis sendiri senyawa organik yang dibutuhkannya. Senyawa organik yang baku adalah rantai karbon yang dibentuk oleh tumbuhan hijau dari proses fotosintesis. Fotosintesis atau asimilasi karbon adalah proses pengoubahan zatzat anorganik H2O dan CO2 oleh klorofil menjadi zat organik karbohidrat dengan bantuan cahaya. Proses fotosintesis hanya bisa dilakukan oleh tumbuhan yang mempunyai klorofil. Proses ini hanya akan terjadi jika ada cahaya dan melalui perantara pigmen hijau daun yaitu klorofil yang terdapat dalam kloroplas. Kalau fotosintesis adalah suatu proses penyusunan (anabolisme atau asimilasi) di mana energi diperoleh dari sumber cahaya dan disimpan sebagai zat kimia, maka proses respirasi adalah suatu proses pembongkaran (katabolisme atau disasimilasi) di mana energi yang tersimpan dibongkar kembali untuk menyelenggarakan proses – proses kehidupan. 1.2 Tujuan Percobaan Tujuan praktikum ini adalah untuk membuktikan bahwa dalam fotosintesis dihasilkan oksigen (O2) dan untuk mengamati pengaruh cahaya dan CO2 terhadap pembentukan oksigen pada proses fotosintesis; untuk mengetahui ada tidaknya simpanan amilum dalam jaringan daun yang diberi perlakuan cahaya matahari berbeda. BAB II TINJAUAN PUSTAKA Tumbuhan terutama tumbuhan tingkat tinggi, untuk memperoleh makanan sebagai kebutuhan pokoknya agar tetap bertahan hidup, tumbuhan tersebut harus melakukan suatu proses yang dinamakan proses sintesis karbohidrat yang

terjadi dibagian daun satu tumbuhan yang memiliki kloropil, dengan menggunakan cahaya matahari. Cahaya matahari merupakan sumber energi yang diperlukan tumbuhan untuk proses tersebut. Tanpa adanya cahaya matahari tumbuhan tidak akan mampu melakukan proses fotosintesis, hal ini disebabkan kloropil yang berada didalam daun tidak dapat menggunakan cahaya matahari karena kloropil hanya akan berfungsi bila ada cahaya matahari (Dwidjoseputro, 1986) Karbohidrat merupakan senyawa karbon yang terdapat di alam sebagai molekul yang kompleks dan besar. Karbohidrat sangat beraneka ragam contohnya seperti sukrosa, monosakarida, dan polisakarida. Monosakarida adalah karbohidrat yang paling sederhana. Monosakarida dapat diikat secara bersamasama untuk membentuk dimer, trimer dan lain-lain. Dimer merupakan gabungan antara dua monosakarida dan trimer terdiri dari tiga monosakarida (Kimball, 2002). Fotosintesis berasal dari kata foton yang berarti cahaya dan sintesis yang berarti penyusunan. Jadi fotosintesis adalah proses penyusunan dari zat organic H2O dan CO2menjadi senyawa organik yang kompleks yang memerlukan cahaya. Fotosintesis hanya dapat terjadi pada tumbuhan yang mempunyai klorofil, yaitu pigmen yang berfungsi sebagai penangkap energi cahaya matahari (Kimball, 2002). Energi foton yang digunakan untuk menggerakkan elektron melawanan gradient panas di dalam fotosistem I dari sebuah agen dengan tenaga reduksi kuat, yang secara termodinamis mampu mereduksi CO2 di dalam fotosistem II dari air dengan pelepasan O2, jika sebuah molekul pigmen menyerap sebuah foton masuk ke dalam sebuah keadaan tereksitasi, karena satu elektronnya pada keadaan dasar pindah ke orbit (Anwar, 1984). Orang yang pertama kali menemukan fotosintesis adalah Jan Ingenhousz. Fotosintesis merupakan suatu proses yang penting bagi organisme di bumi, dengan fotosintesis ini tumbuhan menyediakan bagi organisme lain baik secara langsung maupun tidak langsung. Jan Ingenhosz melakukan percobaan dengan memasukkan tumbuhan Hydrilla verticillata ke dalam bejana yang berisi air. Bejana gelas itu ditutup dengan corong terbalik dan diatasnya diberi tabung reaksi yang diisi air hingga penuh, kemudian bejana itu diletakkan di terik matahari. Tak lama kemudian muncul gelembung udara dari tumbuhan air itu yang menandakan adanya oksigen (Kimball, 1993). Pada tahun 1860, Sach membuktikan bahwa fotosintesis menghasilkan amilum. Dalam percobaannya tersebut ia mengguanakan daun segar yang sebagian dibungkus dengan kertas timah kemudian daun tersebut direbus, dimasukkan kedalam alkoholdan ditetesi dengan iodium. Ia menyimpulkan bahwa warna biru kehitaman pada daun yang tidak ditutupi kertas timah menandakan adanya amilum (Malcome, 1990).

c.Fotosistem ada dua macam. maka jumlah mol Co2 yang dilepaskan dan jumlah mol O2 yang diperlukan tidak selalu sama. yaitu : 1. BAB III METODE PRAKTIKUM 3. Persamaan reaksi kimia respirasi merupakan kebalikan dari reaksi kimia fotosintesis (Syamsuri. merupakan pengikatan CO2 oleh RPB untuk membentuk molekul PGA. Reduksi .1 Waktu dan Tempat Praktikum ini dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 21 November 2007 dari pukul 08. PGA (3C) direduksi oleh NADPH menjadi PGAL (3C). pembentukan kembali RBP.00 – 10. Reaksi gelap Reaksi gelap fotosintesis merupakan reaksi pengikatan CO2 oleh molekul RBP (Ribolosa Bifosfat) untuk mensintesis gula yang berlangsung distroma. 3. 2. Pada fotosistem II perbandingan klorofil a dan klorofil b yaitu 1:2 dan tereksitasi secara maksimum oleh cahaya pada panjang gelombang 680 nm (Syamsuri. Bertempat di Laboratorium Dasar Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Lambung Mangkurat Banjarbaru. Fotosintesis . 2000). Dalam proses ini energi radiasi diubah menjadi energi kimia dalam bentuk ATP dan NADPH + H yang selanjutnya akan digunakan untuk mereduksi CO2 menjadi glukosa. Fotosistem merupakan unit yang mampu menangkap energi cahay matahari dalam rantai transfor elektron pada fotosintesis. 2000). Reaksi Terang Reaksi terang fotosintesis merupakan reaksi pengikatan energi cahaya oleh klorofil yang berlangsung digrana yang dilaksanakan oleh fotosistem. Tersusun atas kompleks antene pusat reaksi dan akseptor elektrona (Saimbolon. Regenerasi . yaitu fotosistem I dan fotosistem II. b. Maka persamaan reaksinya dapat dituliskan : Kloropil 6CO2 + 6H2O C6H12O6 + 6O2 + Energi Sinar matahari Tergantung pada bahan yang digunakan.00 Wita. Karboksilasi. Fotosintesis merupakan proses sintesis senyawa organik (glukosa) dari zat anorganik (CO2 dan H2O) dengan bantuan energi cahaya matahari. reaksi gelap meliputi 3 hal penting. yaitu: a. Fotosintesis berlangsung dalam 2 tahap. 1989).2 Alat dan Bahan 1. Fotosistem I tersusun oleh klorifil a dan klorifil b dengan perbandingan 12:1 dan tereksitasi secara maksimum oleh cahaya pada panjang gelombang 700 nm.

C = medium air dan diletakkan diluar ruangan. Ø Menutup bagian atas corong dengan tabung reaksi yang diusahakan berisi sebagian besar medium.25 % dengan posisi corong menghadap ke bawah. yang mana keterangannya sebagai berikut : A = medium air dan diletakan ditempat terang dalam ruangan(intensitas cahaya I). Ø Mengamati timbulnya gelembung-gelembung gas yang muncul dari potongan cabang / ranting yang terjadi selama 15’ . cawan petri. ditempat ysng terbuka (intensutas cahaya III). Ø Hasil pengamatan / data yang diperoleh ditampilkan dalam bentuk grafik.Alat yang digunakan dalam percobaan ini adalah beaker gelas. B. Bahan yang diperlukan adalah Hydrilla verticillata. Buatlah pembahasan dan kesimpulannya. 3. 2. tabung reaksi. corong kaca.3 Prosedur Kerja 1. Bahan yang digunakan adalah daun tumbuhan segar. B = medium air dan diletakkan di luar ruangan dibawah pohon (intensitas cahaya II ). air dan kertas karbon/aluminium foil. lampu spiritus/ kompor. D. di mana setiap 100 ml air ditambahkan 2 ml NaHCO3 0. Diletakkan diluar ruangan dibawah pohon (intensitas cahaya II).30’ dan 45’. air kolam dan larutan 0. Ø Memasukkan corong kaca (1) ke dalam beaker gelas yang berisi medium. C. diletakkan ditempat terang dalam ruangan (intensitas cahaya I) E = medium air + larutan NaCO3. Perhitungan dilakukan sebanyak 3 kali dan diambil rata-ratanya. Banyaknya gelembung per satuan waktu dapat digunakan sebagai petunjuk laju fotosintesis. kaki tiga dan penjepit. larutan JKJ. F = medium air + larutan NaHCO3. E dan F. D = medium air + larutan NaHCO3. Ø Menandai masing-masing perlakuan dengan label A. 2. Pembentukan Karbohidrat Pada Fotosintesis . kawat dan cutter.25 % NaHCO3. dalam keadaan terbalik ( di dalam bak yang berisi air). Fotosintesis Ø Memasukkan beberapa cabang Hydrilla verticillata yang sehat sepanjang kirakira 15 cm ke dalam corong kaca. alkohol 95 %. Pembentukan karbohidrat pada fotosintesis Alat yang digunakan pada praktikum ini adalah beaker gelas. diletakkan dilur ruangan terbuka (intensitas cahayaa III).

kemudian ke dalam alkohol panas (5 menit). Dengan medium air ditempat terang Ø Data hasil pengamatan dengan medium air di tempat yang gelap. Ø Mencuci daun (4) tersebut dengan air panas dan masukkan ke dalam larutan JKJ selama beberapa menit. Ø Memasukkan daun tumbuhan yang akan diuji ke dalam air panas (5 menit) sampai layu. Pembentukan karbohidrat pada fotosintesis No. Ø Mencuci daun dengan air kemudian bentangkan dan amatilah perubahan yang terjadi. Perlakuan Gambar Keterangan Bekas tertutup aluminium Daun berwarna 1 foil hijau tua . Ø Merebus air dalam beaker gelas sampai mendidih pada lampu spiritus atau panci berisi air mendidih di atas kompor. Waktu Jumlah gelembung Air + NaHCO3 5 Menit 0 0 10 Menit 0 0 15 Menit 2 0 Tabel 2. Ø Mengulangi percobaan ini dengan daun yang lain yang tidak diberi perlakuan air panas. Dengan medium air diluar ruangan dibawah pohon 2. Ø Memanaskan alkohol di dalam beaker gelas kecil pada air mendidih(2).Ø Menutup daun tumbuhan yang belum kena sinar matahari sebagiannya dengan aluminium foil / kertas karbon dan jepit selama 2 x 24 jam. Fotosintesis Ø Data hasil pengamatan dengan medium air di tempat yang terang.1 Hasil Hasil yang didapatkan setelah melakukan percobaan adalah : 1. Waktu Jumlah gelembung Air + NaHCO3 5 menit 0 9 10 menit 14 16 15 menit 17 21 Tabel 1. BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4. (Ingatlah amilum + JKJ memberikan warna biru sampai kehitamhitaman).

Berdasarkan hasil pengamatan jumlah gelembung udara yang dihasilkan pada perlakuan A dalam medium air di tempat terang dalam ruangan lebih sedikit dibandingkan dengan perlakuan B yang ditempatkan diluar ruangan ditempat terbuka dengan intensitas cahaya II walaupun waktu yang digunakan sama. Hal ini membuktikan Daun menjadi layu Warna daun bekas ditutup aluminium foil lebih muda daripada yang tidak tertutup. 10 menit. Gelembung udara yang dihasilkan menandakan bahwa proses fotosintesis padaHydrilla verticilata menghasilkan oksigen.2 Direndam di dalam air mendidih 3 Direndam dalam alkohol mendidh Setelah direndam larutan 4 JKJ 4. Reaksi yang terjadi saat fotosintesis adalah : CO2 + H2O C6H12O6 + O2 + Energi panas Dari reaksi tersebut kita dapat memperkirakan bahwa pada fotosintesis terbentuk oksigen. Percobaan pertama mencoba membuktikan hal tersebut. dan penentuan karbohidrat pada daun tumbuhan.Tempat yang dipilih adalah didalam ruangan dan diluar ruangan dengan cahaya yang maksimum dengan lama pengamatan bervariasi dari 5 menit. Fotosintesis adalah suatu proses biologi yang kompleks. kemudian dimasukkan air yakinkan pada saat air memenuhi gelas beaker dan masuk kedalam gelas kimia tidak terdapat gelembung udara dari luar. Fotosintesis selain memerlukan cahaya matahari sebagai bahan bakar juga memerlukan karbondioksida dan air sebagai bahan anorganik yang akan diproses untuk menghasilkan karbohidrat dan melepaskan oksigen. Hydrilla dimasukkan ke dalam gelas beaker yang terlebih dahulu telah dilengkapi dengan corong penutup dan gelas kimia.2 Pembahasan Pada praktikum kali ini ada terdapat tiga percobaan yang akan dibahas yaitu tentang fotosintesis. Daun yang tidak tertutup aluminium foil berwarna biru kehitaman . Gelas beaker yang berisi air ini diletakkan di 2 tempat yang berbeda kadar cahaya yang bertujuan untuk memperoleh hasil gelembung yang berbeda pula jumlahnya sehingga didapatkan hubungan antara jumlah gelembung dengan kadar cahaya yang ada. proses ini menggunakan energi matahari yang dapat dimanfaatkan oleh kloropil yang terdapat dalam kloroplas. dan 15 menit.

Warna cokelat tua menandakan bahwa telah terjadi proses fotosintesis yang telah terbentuk amilum yang berwarna cokelat jika bereaksi dengan larutan iod (larutan JKJ). Secara garis besar dapat dikatakan stomata akan berperan sebagai pengatur penguapan dalam peristiwa fotosintesis. juga terdapat faktor lain yang mempengaruhi proses fotosintesis adalah temperatur. kadar 02. Hal ini menandakan bahwa cahaya sangat berperan dalam peristiwa fotosintesis. Intensitas cahaya yang optimum sangat baik untuk proses fotosintesis. dimana cahaya yang diterima dengan bebas tanpa adanya suatu penghalang. Percobaan ini dilakukan pada daun yang segar dan dibungkus dengan kertas karbon kurang lebih 24 jam. Setelah direbus kemudian daun dimasukkan kedalam larutan alkohol agar klorofil pada daun tersebut larut sehingga warna daun berubah menjadi pucat.bahwa intensitas cahaya sangat mempengaruhi proses fotosintesis.1 Kesimpulan Kesimpulan yang dapat diambil dari praktikum kali ini adalah: 1) Fotosintesis adalah proses pembentukan bahan organik dari bahan anorganikdengan bantuan cahaya dan kloroplas. Laju pembentukan oksigen dapat digunakan sebagai suatu petunjuk untuk laju fotosintesis yang dilakukan oleh tumbuhan. 2) Selain klorofil fotosintesis juga memerlukan CO2 dan cahaya matahari. Selain intensitas cahaya dan kadar CO2. BAB V PENUTUP 5. kadar air dan unsur mineral yang ada. daun yang telah dimasukkan kedalam alkohol tadi kemudian dimasukkan kembali ke dalam air panas dan selanjutnya kedalam larutan JKJ dan kemudian diangkat. maka akan membuat perubahan pada daun. Percobaan kedua yaitu penentuan karbohidrat pada fotosintesis pada daun tumbuhan berupa daun mangga. Dari hasil pengamatan di peroleh bahwa warna daun setelah diberi perlakuan seperti diatas berubah menjadi pucat untuk bagian yang tertutup dengan kertas aluminium foil dan bagian yang tidak ditutup menjadi berwarna cokelat tua. kemudian daun tersebut dimasukkan kedalam air panas setelah dilepas dari pohonnya yang bertujuan untuk mematikan sel-sel yang ada.Hal ini disebabkan karena intensitas cahaya dan larutan NaHCO3 yang terurai menjadi NaOH dan CO2. . sebaliknya dengan intensitas cahaya yang terlalu rendah atau terlalu tinggi dapat menghambat berlangsungnya proses fotosintesis. Sedangkan perlakuan C yang menggunakan medium air ditambah larutanNaHCO3 yang diletakkan ditempat terang dalam ruangan menghasilkan jumlah gelembung udara yang lebih sedikit dibandingkan dengan perlakukan D yang diletakkan di luar ruangan (ditempat terbuka) yang mengunakan medium tambahan yaitu NaHO3.

2 Saran Percobaan seperti ini memerlukan pengamatan yang harus benar-benar diperhatikan. W. Biologi Umum. 5.W. Syamsuri. Kimball. Fisiologi Tumbuhan. J. Erlangga. Erlangga. Erlangga. 1989. Hubu dkk. Jakarta. A. Bandung. Dwidjoseputro. Jakarta. 1984. Ringkasan Biologi. 1986. . Jakarta. Fisiologi Tanaman. DAFTAR PUSTAKA Anwar. 2002. Simbolon. B. Erlangga. 2000. Kimball. Jakarta. J. Malcome. Biologi. Ganeca Exact. terlebih lagi saat memperhatikan gelembung udara yang dihasilkan dari proses fotosintesis.Agar proses pembuktian adanya karbohidrat pada daun yang melakukan fotosintesis. Bandung. Biologi Jilid 3. Erlangga. Bumi Aksara. 4) Hasil dari fotosintesis adalah glukosa dan oksigen. 1993. 1990.3) Semakin besar intensitas cahaya dan konsentrasi CO2 maka proses fotosintesisberlangsung semakin cepat. Biologi. W. Jakarta. I.

Klorofil dapat dibedakan menjadi klorofil a dan klorofil b. sifatnya hidrofil (suka akan air). terdapat suatu rangkaian yang disebut fitil yang dapat terlepas menjadi fitol C2H39OH. . ganggang hijau dan beberapa bakteri autotrof. Fotosintesis terjadi di dalam kloroplas. Cahaya. Klorofil b banyak terdapat pada tumbuhan. Klorofil a ini sangat berperan dalam reaksi gelap fotosintesis. jika kena air (hidrolisis) dan pengaruh enzim klorofilase. Jadi fotosintesis adalah proses penyusunan dari zat organik H2O dan CO2 menjadi senyawa organik yang kompleks yang memerlukan cahaya. Kloroplas merupakan organel plastid yang mengandung pigmen hijau daun (klorofil). Pada klorofil.Laporan tentang Praktikum Fotosintesis ( Sachs ) BAB I PENDAHULUAN 1. Pada tanaman tinggi ada dua macam klorofil. Nitrogen Magnesium. Rumus bangun ini hamper serupa dengan rumus bangun haemin (zat darah). Klorofil terdapat sebagai butir-butir hijau di dalam kloroplas. sedang butir-butir yang terkandung di dalamnya disebut grana. Oksigen 4. Faktor-faktor yang berpengaruh dalam pembentukan klorofil: 1. berwarna hijau tua klorofil-b : C55H70O6N4Mg. yaitu pigmen yang berfungsi sebagai penangkap energi cahaya matahari . yaitu sel-sel jaringan tiang (palisade) dan sel-sel jaringan bunga karang (spons). 2. 5. sedangkan biasanya disebut rangka porfin. Karbohidrat. Fotosintesis hanya dapat terjadi pada tumbuhan yang mempunyai klorofil. yaitu: klorofil-a : C55H72O5N4Mg. Pada umumnya kloroplas itu berbentuk oval. di mana intinya bukan Mg melainkan Fe. Di dalam kloroplas terdapat klorofil pada protein integral membrane tilakoid. bahan dasarnya disebut stroma. berwarna hijau muda Rumus bangunnya berupa suatu cincin yang terdiri atas 4 pirol dengan Mg sebagai inti. 3.1 Latar Belakang Fotosintesis berasal dari kata foton yang berarti cahaya dan sintesis yang berarti penyusunan. Fitol itu lipofil (suka asam lemak). Klorofil b merupakan pigmen hijaukebiruan yang mampu menyerap cahaya biru dan merah kejinggaan. klorofil a merupakan hijau rumput (green grass pigment) yang mampu menyerap cahaya merah dan biru-keunguan. Faktor pembawaan. Sel yang mengandung kloroplas terdapat pada mesofil daun tanaman.

Air. Cu.6. A daun yang sebagian tertutup x. Reduksi . sedang daerah sekitarnya berwarna hitam yang menunjukkan adanya amilum. amilum dengan yodium memberikan warna hitam. Unsur-unsur Mn. Zn dan lain-lain 8. Dalam percobaannya tersebut ia menggunakan daun segar yang sebagian dibungkus dengan kertas timah kemudian daun tersebut direbus. pembentukan kembali RBP Pada tahun 1962. Pada percobaaan Sachs. 7. Pada tahun 1860. Temperatur Berikut adalah beberapa faktor utama yang menentukan laju fotosintesis: Intensitas cahaya Konsentrasi karbon dioksida Suhu Kadar air Kadar fotosintat (hasil fotosintesis) Tahap pertumbuhan Fotosintesis berlangsung dalam 2 tahap. Adanya amilum dapat dibuktikan dengan pengujian dengan yodium. merupakan pengikatan CO2 oleh RPB untuk membentuk molekul PGA. B daun tersebut setelah dipetik. Bagian yang tertutup tampak putih (berarti tanpa amilum). membuktikan bahwa pada fotosintesis terbentuk karbohidrat amilum. PGA (3C) direduksi oleh NADPH menjadi PGAL (3C). Sachs membuktikan bahwa fotosintesis menghasilkan amilum. Gustav Julius Von Sachs. Ia menyimpulkan bahwa warna biru kehitaman pada daun yang tidak ditutupi kertas timah menandakan adanya amilum. direbus. Karboksilasi. yaitu: a. c. terkena sinar sepanjang hari. . Reaksi gelap Reaksi gelap fotosintesis merupakan reaksi pengikatan CO2 oleh molekul RBP (Ribolosa Bifosfat) untuk mensintesis gula yang berlangsung distroma. Regenerasi . Tersusun atas kompleks antene pusat reaksi dan akseptor elektron 2. direndam dalam alcohol untuk melarutkan klorofilnya dan setelah itu dicelup dalam larutan yodium. Amilum hanya terdapat pada bagian daun yang hijau dan terkena sinar. Fotosistem merupakan unit yang mampu menangkap energi cahay matahari dalam rantai transfor elektron pada fotosintesis. dimasukkan kedalam alkoholdan ditetesi dengan iodium. yaitu : 1. reaksi gelap meliputi 3 hal penting. Reaksi Terang Reaksi terang fotosintesis merupakan reaksi pengikatan energi cahaya oleh klorofil yang berlangsung digrana yang dilaksanakan oleh fotosistem. b.

7. 8. 2. pemanas. Kaki tiga 5.2 Tujuan Penelitian Mengetahui peran cahaya dan hasil dari proses fotosintesis Dan Mengetahui bahwa hasil fotosintesis adalah glukosa berupa bahan organik yang disimpan dalam bentuk amilum . Masukantabung reaksi yang berisi alcohol ke dalam beaker gelas yang direbus Setelah mendidih air Ambil dan cucilah daun-daun itu dengan air Tetesi daun-daun tersebut dengan iodium atau lugol. . Pada sore hari. Pinset 4. Buka kertas alumunium yang ada pada daun Masukkan daun-daun tersebut ke tabung reaksi Masukkan ke dalam alcohol (supaya klorofilnya larut). Percobaan dimulai sebelum matahari terbit. Letakkan tanaman ditempat yang mendapat cukup cahaya matahari. 6. 2.1. Penjepit kertas (klip) Bahan: 1.1 Alat: 1. Daun 5. dan yang lain dibiarkan terbuka. Yod KI/lugol 4. Air/aquades 3. petiklah daun-daun tanaman tersebut. Beker gelas 2. pinset. penjepit kertas (klip). Kertas timah 2. BAB II METODE PRAKTIKUM Alat dan Bahan Alat: 2. Amati perubahan yang terjadi . Alkohol 70 % 2. 9.2 1. 4. Yod KI/lugol. 10. Cara Kerja Tutuplah sebagian daun-daun pada suatu tanaman daun ketela dengan kertas alumunium. Adapun alat dan bahan yang digunakan diantaranya adalah beker gelas 500 ml. air/aquades. 3. 5.3 Pembahasan Penelitian Pada uji Sachs ini bertujuan melakukan uji apakah tanpa cahaya daun tidak berfotosintesis. alkohol 70 %. Kompor Spitritus 3. beker gelas 250 ml.

Setelah terdedah cahaya matahari selama 2-3 jam. sedangkan pada bagian daun yang ditutupi kertas timah tidak terdapat amilum. Daun yang digunakan kelompok untuk percobaan sulit larut klorofilnya. Sehingga dapat dikatakan bahwa pada bagian daun yang tidak ditutupi kertas timah terdapat amilum. Hal ini terbukti melalui terjadinya perubahan warna pada daun yang telah direbus dalam air panas setelah ditetesi iodium. Setelah beberapa menit. Seharusnya semakin tebal daun maka semakin keras pelarutnya. Jika terdapat amilum maka pada bagian daun yang ditetesi lugol akan berubah warna menjadi biru kehitaman. Pada saat daun ditetesi dengan iodin bagian yang sebelumnya tertutup oleh kertas timah tetap pucat. dan dijepit dengan sebuah klip. Daun dimasukkan dalam alcohol agar klorofil larut sehingga daun menjadi pucat. Daun tersebut lalu ditetesi dengan larutan Yod-KI atau lugol sehingga terjadi perubahan warna seperti yang terlihat pada gambar berikut: Pada percobaan digunakan larutan lugol yang bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya amilum pada daun tersebut. sebagian daun tanaman yang sehat ditutup dengan kertas timah.tanaman berdaun lebar. Daun yang digunakan kelompok tersebut adalah daun tanaman pacar air. daun itu kemudian dipetik. Pada pagi hari sebelum praktikum. Kemudian daun dimasukkan dalam pada beker gelas yang berisi larutan alcohol 100ml-150 ml yang dipanaskan di alat pemanas di sekitar air yang mendidih selama beberapa saat (5menit). dan kertas timah. benar-benar terbukti bahwa dalam peristiwa fotosintesis dihasilkan amilum (karbohidrat) sebagaimana percobaan penelitian yang telah dilakukan sebelumnya oleh Sachs pada tahun 1980. Bagian daun yang tidak ditutupi berubah warna menjadi hitam setelah ditetesi iodium dan hal ini membuktikan bahwa pada bagian daun itu terdapat amilum sebagai hasil dari peristiwa fotosintesis yang terjadi sebelum percobaan dilakukan. . Bab III Penutup 3. Maka data percobaan menggunakan data kelas. contoh pelarut yang keras adalah aseton. karena ketika proses fotosintesis terjadi.dan sebaliknya pada bagian daun yang ditutupi akan berwarna putih setelah ditetesi iodium dan hal ini membuktikan bahwa pada bagian daun itu tidak terdapat amilum (karbohidrat). sedangkan yang tidak tertutup warnanya menjadi biru kehitaman. bagian daun tersebut tidak mengalami fotosintesis karena tidak mendapat sinar matahari yang cukup dan tidak dapat memperoleh karbondioksida dari udara karena bagian daun tersebut tertutup rapat oleh kertas timah. daun tersebut ditiriskan dan ditempatkan pada sebuah cawan. Hal ini disebabkan ketebalan daun dan larutan yang digunakan hanya alcohol yang kadarnya kurang keras untuk dapat melarutkan klorofil pada daun yang tebal. karena hanya ada satu kelompok yang berhasil dalam percobaan ini.1 Kesimpulan Pada percobaan yang telah lita lakukan ini.

Proses ini hanya akan terjadi jika ada cahaya dan melalui perantara pigmen hijau daun yaitu klorofil yang terdapat dalam kloroplas. Tumbuhan tingkat tinggi pada umumnya tergolong pada organisme autotrof. Kalau fotosintesis adalah suatu proses penyusunan (anabolisme atau asimilasi) di mana energi diperoleh dari sumber cahaya dan disimpan sebagai zat kimia. 1. Tumbuhan dapat tumbuh dan berkembang sepanjang hidupnya. Kebanyakan tumbuhan tidak berpindah. Hewan sebagian besar harus bergerak. harus mencari makan. maka proses respirasi adalah suatu proses pembongkaran (katabolisme atau disimilasi) dimana energi yang tersimpan dibongkar kembali untuk menyelenggarakan proses–proses kehidupan.2 Tujuan Percobaan Tujuan praktikum ini adalah untuk untuk mengukur jumlah CO2 yang dibebaskan selama respirasi dan menghitung respiratory quotient (RQ) nya. Dalam respirasi aerobik ini diperlukan oksigen dan dihasilkan karbondioksida serta energi. ukuran tubuhnya terbatas pada ukuran tertentu dan harus menjaga integritas mekaniknya untuk hidup dan pertumbuhan. Suatu ciri hidup yang hanya dimiliki khusus oleh tumbuhan hijau adalah kemampuan dalam menggunakan zat karbon dari udara untuk diubah menjadi bahan organik serta diasimilasi dalam tubuh tumbuhan. Senyawa organik yang baku adalah rantai karbon yang dibentuk oleh tumbuhan hijau dari proses fotosintesis. BAB II . Tumbuhan dapat tumbuh dan berkembang melalui pola atau kebiasaan yang berbeda.RESPIRASI PADA TUMBUHAN PENDAHULUAN 1. yaitu makhluk hidup yang dapat mensintesis sendiri senyawa organik yang dibutuhkannya. memproduksi makanannya sendiri.1 Latar Belakang Dalam beberapa aspek fisiologi tumbuhan berbeda dengan fisiologi hewan atau fisiologi sel. Proses fotosintesis hanya bisa dilakukan oleh tumbuhan yang mempunyai klorofil. Respirasi merupakan proses oksidasi bahan organik yang terjadi di dalam sel. Tumbuhan dan hewan pada dasarnya telah berkembang melalui pola atau kebiasaan yang berbeda. menggantungkan diri pada apa yang diperolehnya dari lingkungannya sampai batas-batas yang tersedia. berlangsung secara aerobik maupun anaerobik. Fotosintesis atau asimilasi karbon adalah proses pengubahan zatzat anorganik H2O dan CO2 oleh klorofil menjadi zat organik karbohidrat dengan bantuan cahaya. Sedangkan dalam proses respirasi secara anaerob dimana oksigen tidak atau kurang tersedia dan dihasilkan senyawa lain karbondioksida.

asetaldehida atau asam asetat dan sedikit energi (Lovelles. untuk memperoleh makanan sebagai kebutuhan pokoknya agar tetap bertahan hidup. Tanpa adanya cahaya matahari tumbuhan tidak akan mampu melakukan proses fotosintesis. Fotosintesis juga terjadi proses metabolisme lain yang disebut respirasi. Monosakarida dapat diikat secara bersama-sama untuk membentuk dimer. Sedangkan dalam respirasi anaerob dimana oksigen tidak atau kurang tersedia dan dihasilkan senyawa selain karbondiokasida. Persamaan reaksi kimia respirasi merupakan kebalikan dari reaksi kimia fotosintesis (Syamsuri. Respirasi sebagai proses oksidasi bahan organik yang terjadi didalam sel dan berlangsung secara aerobik maupun anaerobik. Maka persamaan reaksinya dapat dituliskan : Kloropil 6CO2 + 6H2O C6H12O6 + 6O2 + Energi Sinar matahari Tergantung pada bahan yang digunakan. 1986). trimer dan lain-lain. Monosakarida adalah karbohidrat yang paling sederhana. Karbohidrat sangat beraneka ragam contohnya seperti sukrosa. Dalam proses ini energi radiasi diubah menjadi energi kimia dalam bentuk ATP dan NADPH + H yang selanjutnya akan digunakan untuk mereduksi CO2 menjadi glukosa. Dimer merupakan gabungan antara dua monosakarida dan trimer terdiri dari tiga monosakarida (Kimball. . tumbuhan tersebut harus melakukan suatu proses yang dinamakan proses sintesis karbohidrat yang terjadi di bagian daun satu tumbuhan yang memiliki kloropil. Fotosintesis merupakan proses sintesis senyawa organik (glukosa) dari zat anorganik (CO2 dan H2O) dengan bantuan energi cahaya matahari. 2002). hal ini disebabkan kloropil yang berada di dalam daun tidak dapat menggunakan cahaya matahari karena kloropil hanya akan berfungsi bila ada cahaya matahari (Dwidjoseputro. Cahaya matahari merupakan sumber energi yang diperlukan tumbuhan untuk proses tersebut. Perbedaan antara jumlah CO2 yang dilepaskan dan jumlah O2 yang digunakan biasa dikenal dengan Respiratory Ratio atau Respiratory Quotient dan disingkat RQ. dengan menggunakan cahaya matahari. 1989). 2000). dan polisakarida. maka jumlah mol Co2 yang dilepaskan dan jumlah mol O2 yang diperlukan tidak selalu sama. Nilai RQ ini tergantung pada bahan atau subtrat untuk respirasi dan sempurna atau tidaknya proses respirasi tersebut dengan kondisi lainnya (Simbolon.TINJAUAN PUSTAKA Tumbuhan terutama tumbuhan tingkat tinggi. seperti alkohol. monosakarida. 1997). Karbohidrat merupakan senyawa karbon yang terdapat di alam sebagai molekul yang kompleks dan besar. Dalam respirasi aerob diperlukan oksigen dan dihasilkan karbondioksida serta energi. Respirasi merupakan proses katabolisme atau penguraian senyawa organik menjadi senyawa anorganik.

4. Menyiapkan alat dan bahan. Mengamati perubahan permukaan air di dalam pipa. corong gelas dan penunjuk waktu. larutan KOH 10 %. akuades dan vaselin. Diketahui nilai RQ untuk karbohidrat = 1. Nilai RQ ini tergantung pada bahan atau subtrat untuk respirasi dan sempuran tidaknya proses respirasi dan kondisi lainnya (Krisdianto dkk. 3. 6.1 Waktu dan Tempat Praktikum ini dilaksanakan pada hari Rabu.1 Hasil Pengamatan .2 Alat dan Bahan Alat-alat yang digunakan adalah respirometer ganong dan statif. BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4. Bahan-bahan yang diperlukan adalah kecambah kacang hijau (segar). Mengatur permukaan air dalam pipa pada skala 20 dengan jalan menaikkan dan menurunkan pipa. bertempat di Laboratorium Dasar Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Lambung Mangkurat Banjarbaru. 2005). BAB III METODE PRAKTIKUM 3. Memasukkan akuades ke dalam pipa respirometer dan memasukkan kecambah (No. 2. Mengoleskan sumbat dengan vaselin.00. kemudian putar sehingga udara di dalam tabung respirometer terpisah dari udara luar. lemak <1 (= 0.7) dan asam organik > 1 (1. 3. menimbang 10 gram kecambah kacang hijau.9). Membiarkan selama 30 menit.3 Prosedur Kerja 1. Mengulangi kegiatan 1-5 dengan menggunakan KOH 10 %. 5.1) ke dalam tabung respirometer dan memutar kedua sumbunya sampai kedua lubang berhadapan. protein < 1 (= 0. Jika permukaan airnya turun maka nilainya positif dan jika permukaan air naik maka nilainya negatif. maka jumlah mol Co2 yang dilepaskan dan jumlah mol O2 yang diperlukan tidak selalu sama. 3.33).8 – 0. 5 Desember 2007 pukul 08.Bahan organik yang dioksidasi adalah glukosa (C6H12O6) maka persamaan reaksi dapat dituliskan sebagai berikut: C6H12O6 + 6 O2 6 CO2 + 6H2O + Energi Tergantung pada bahan yang digunakan.00–11.

Kecambah melakukan pernapasan untuk mendapatkan energi yang dilakukan dengan melibatkan gas oksigen (O2) sebagai bahan yang diserap/diperlukan dan menghasilkan gas karbondioksida (CO2). hal ini terbukti dari hasil percobaan yang telah diamati dimana kecambah kacang hijau sebagai bahan percobaan mampu melakukan respirasi. karena tumbuhan ini merupakan suatu organisme yang walaupun ia masih belum berkembang dengan sempurna tetapi sudah bisa melakukan pernapasan.2 Pembahasan Pada praktikum ini kita telah mengamati proses respirasi pada kecambah kacang hijau. Akuades 160 4. Alasan mengapa bahan yang digunakan adalah kecambah kacang hijau. Pada dasarnya. Perlakuan Respiratory Quotient 1. maka makin besar pula kebutuhannya akan energi sehingga dalam respirasinya memerlukan oksigen yang banyak pula. Kapas yang sudah dibasahi larutan KOH 10% ini akan mengikat oksigen yang ada di dalam . alat ini berfungsi untuk mengukur jumlah oksigen yang diperlukan dalam respirasi. KOH 200 2. proses respirasi bertujuan untuk mendapatkan energi yang digunakan dalam metabolisme dan proses pertumbuhan serta perkembangan untuk menjadi sebuah tanaman dewasa. air (H2O) dan sejumlah energi. Semakin besar suatu tanaman. Di dalam tabung respirometer diletakkan kapas yang sudah dibasahi larutan KOH 10% dan ada juga yang dibasahi dengan aquadest di bawah kecambah kacang hijau.Tabel hasil respirasi pada tumbuhan No. Pada pengamatan ini digunakan alat yang disebut respirometer.

Sedangkan respirasi anaerob berarti respirasi dengan kadar oksigen yang kurang atau tidak dan dihasilkan senyawa selain karbodioksida seperti alkohol. ukuran organisme itu sendiri.tabung respirometer. Respirasi aerob pada pengukuran respirasi kecambah berarti diperlukan oksigen dan dihasilkan karbodioksida serta energi. tetapi jika tidak ada uap air itu artinya kecambah kacang hijau tidak berespirasi. Adapun persamaan reaksi dari respirasi + KOH adalah : C6H12O6 + KOH 2C2H5OH + 2CO2 + K + Energi Respirasi aerob pada pengukuran respirasi kecambah berarti diperlukan oksigen dan dihasilkan karbodioksida serta energi. bobot dari kegiatan yang dilakukan. Faktor-faktor yang mempengaruhi proses respirasi suatu organisme antara lain: umur/usia organisme tersebut. Praktikum kali ini mengamati respirasi yang terjadi pada kecambah kacang hijau segar. Sedangkan respirasi anaerob berarti respirasi dengan kadar oksigen yang kurang atau tidak dan dihasilkan senyawa selain karbodioksida seperti alkohol. permukaan air pada respirometer ganong menjadi naik berarti nilainya negatif karena terdapat KOH yang apabila bereaksi dengan CO2 akan menghambat respirasi pada kecambah. Dalam pengamatan ini kita harus teliti dalam mengoleskan vaselin pada sumbat. Pada kapas yang dibasahi dengan akuades. sehingga di dalam tabung respirometer terjadi perebutan oksigen antara larutan KOH 10% dengan kecambah kacang hijau. kapas dibasahi dengan larutan KOH 10%. Masuknya oksigen dari luar ini ditandai dengan naiknya larutan eosin yang dimasukkan dalam pipa kaca. jangan sampai ada rongga udara yang masih terbuka karena hal ini bisa mengganggu pengamatan. Jika kecambah kacang hijau dalam tabung berespirasi maka kita akan menemukan uap air yang menempel dalam tabung respirometer. Sedangkan pada perlakuan kedua. Adanya uap air dijadikan indikator respirasi karena dalam proses respirasi akan dilepaskan karbon dioksida dan uap air. keadaan lingkungan sekitar. bukan oksigen yang terikat sehingga lama-kelamaan oksigen yang ada di dalam tabung respirometer habis dan akhirnya oksigen dari luar akan tertarik masuk ke dalam tabung respirometer melalui selang karet. yang dilakukan sebanyak dua kali dengan memberi perlakuan yang berbeda. serta cahaya juga mempengaruhi rata-rata pernapasan. Untuk mengetahui bahwa kecambah kacang hijau melakukan respirasi atau tidak. kapas dibasahi dengan akuades. terlihat permukaan air pada alat respirometer ganong menjadi turun maka nilainya positif karena adanya O2 yang merupakan penguraian dari H2O selain H2. Hal ini dapat terjadi karena KOH lebih bersifat basa jika dibandingkan dengan aquades. yang membantu kecambah dalam respirasi. Dan pada perlakuan kedua. Kecambah kacang hijau tidak bisa mengikat oksigen yang dibebaskan oleh larutan KOH 10% karena yang diperlukan kecambah kacang hijau adalah oksigen bebas. maka kita dapat mengamati tabung respirometer. asetildehida atau asam asetat dengan sedikit energi. Pada perlakuan yang pertama. asetildehida atau asam asetat dengan .

2005. Simbolon. yaitu tahap kenaikan 160 pada skala respirometer dengan menggunakan KOH 10 %.2 Saran Percobaan seperti ini memerlukan pengamatan yang harus benar-benar diperhatikan. Jakarta. 1989. 2000. PT Gramedia. dan kawan-kawan. Fisiologi Tumbuhan. 2002. dan sejumlah energi. Kimball.Banjarbaru. 1997. Erlangga. Penuntun Praktikum Biologi Umum.sedikit energi. 2. R.1 Kesimpulan Kesimpulan yang dapat diambil dari praktikum kali ini adalah: 1. Sedangkan pada tahap kedua. Pada respirasi kecambah bernilai positif dengan akuades 160 sedangkan dengan KOH bernilai negatif 200. Krisdianto. terlebih lagi saat memperhatikan gelembung udara yang dihasilkan dari proses fotosintesis. Biologi Jilid 3. Kenaikan ini terjadi. sedangkan banyaknya oksigen yang diperlukan selama proses respirasi dapat diketahui dari sejauh mana eosin naik. Tahap pertama adalah kenaikan eosin secara lambat. Hubu dkk. A. Jakarta. Lovelles. Jakarta. Biologi. Prinsip-prinsip Biologi Tumbuhan untuk daerah Tropik. 1986. Laju respirasi dapat diketahui dari waktu yang digunakan kecambah kacang hijau untuk menarik eosin. Jakarta. air. Erlangga. Kecambah kacang hijau menarik eosin dalam dua tahap. Erlangga.Agar proses pembuktian adanya karbohidrat pada daun yang melakukan fotosintesis DAFTAR PUSTAKA Dwidjoseputro. Pada peristiwa respirasi menghasilkan karbondioksida. BAB V PENUTUP 5. I. 5. FMIPAUniversitas Lambung Mangkurat. J. sejauh 200 pada skala respirometer dengan menggunakan akuades. Syamsuri. Erlangga.W. Jakarta . Biologi.

3.Bab I Pendahuluan 1. Ia juga menemukan bahwa tumbuhan juga 'mengotori udara' pada keadaan gelap sehingga ia lalu menyarankan agar tumbuhan dikeluarkan dari rumah pada malam hari untuk mencegah kemungkinan meracuni penghuninya. Pada tahun 1778. mengulangi eksperimen Priestley. Rumusan Masalah Bagaimana proses terjadinya fotosintesis ? Bagaimana pengaruh cahaya tampak pada proses fotosintesis ? Bagaimana keadaan lingkungan setelah proses fotosintesis terjadi? 1.1 Latar Belakang Fotosintesis adalah peristiwa penyusunan (sintesis) zat organik (gula) dari zat anorganik (air dan karbon dioksida) dengan bantuan energi cahaya (foton) matahari. 2. Mengetahui bagaimana proses fotosintesis terjadi. dokter kerajaan Austria. dihasilkan glukosa (karbohidrat) dan oksigen. Hampir semua makhluk hidup bergantung pada hasil fotosintesis. 3. Mengetahui faktor-faktor pendukung proses fotosistesis. 2. 1. Ia memperlihatkan bahwa cahaya matahari berpengaruh pada tumbuhan sehingga dapat "memulihkan" udara yang "rusak".3 1. Sehingga fotosintesis menjadi sangat penting bagi kehidupan di bumi. Organisme yang mampu menyusun senyawa organik dari senyawa anorganik dinamakan organisme autrotof.2 1. . Jan Ingenhousz. Tujuan Penelitian Mengetahui pengertian fotosintesis. Dalam fotosintesis.

2.4.4 1. Bab II . Manfaat Menambah informasi tentang terjadinya proses fotosintesis Memberikan informasi tentang bagaimana proses penelitian tentang fotosintesis 1. Mengetahui berapa hasil Oksigen dari hasil fotosintesis. 1.5 Hipotesis Hipotesis dalam penelitian tentang fotosintesis adalah kami berpendapatbahwa cahaya sangat dibutuhkan selama proses fotosintesis dan dalam proses tersebut terjadi pembentukan oksigen dengan adanya gelembung.

Akibatnya fotosintesis menjadi sangat penting bagi kehidupan di bumi. Helmont menyimpulkan bahwa massa tumbuhan bertambah hanya karena pemberian air. yang dilakukan oleh sejumlah bakteri belerang. Dari penelitiannya. Pada saat itu belum diketahui bahwa udara mengandung unsur gas yang berlainan. Cara lain yang ditempuh organisme untuk mengasimilasi karbon adalah melalui kemosintesis. alga. Joseph Priestley. dan air serta dibutuhkan bantuan energi cahaya matahari. melakukan percobaan untuk mengetahui faktor apa yang menyebabkan massa tumbuhan bertambah dari waktu ke waktu. Pada tahun 1771. Fotosintesis merupakan salah satu cara asimilasi karbon karena dalam fotosintesis karbon bebas dari CO2 diikat (difiksasi) menjadi gula sebagai molekul penyimpan energi.Jan van Helmont. dan beberapa jenis bakteri dengan menggunakan zat hara. karbondioksida.2 Sejarah Fotosintesis Meskipun masih ada langkah-langkah dalam fotosintesis yang belum dipahami.1 Pengertian Fotosintesis Fotosintesis adalah suatu proses biokimia pembentukan zat makanan atau energi yaitu glukosa yang dilakukan tumbuhan. Namun. Ia mengemukakan bahwa sebagian makanan tumbuhan berasal dari atmosfer dan cahaya yang terlibat dalam proses tertentu. seorang Flandria (sekarang bagian dari Belgia).Stephen Hales berhipotesis bahwa pasti ada faktor lain selain air yang berperan. persamaan umum fotosintesis telah diketahui sejak tahun 1800-an. Pada awal tahun 1600-an. Fotosintesis juga berjasa menghasilkan sebagian besar oksigen yang terdapat di atmosfer bumi. menemukan bahwa ketika ia menutup sebuah lilin menyala dengan sebuah toples terbalik.Landasan Teori 2. Hampir semua makhluk hidup bergantung dari energi yang dihasilkan dalam fotosintesis. seorang dokter dan ahli kimia. seorang ahli kimia dan pendeta berkebangsaan Inggris. ahli botani Inggris. Organisme yang menghasilkan energi melalui fotosintesis (photosberarti cahaya) disebut sebagai fototrof. 2. pada tahun 1727. nyalanya akan mati sebelum lilinnya habis .

Hal ini dapat terjadi karena perbedaan energi yang dihasilkan oleh setiapspektrum cahaya. tetapi hanya pada sel yang mengandung pigmen fotosintetik. Ia juga menunjukkan bahwa tikus dapat tetap hidup dalam toples tertutup asalkan di dalamnya juga terdapat tumbuhan. Tidak lama kemudian. menunjukkan bahwa udara yang “dipulihkan” dan “merusak” itu adalah karbon dioksida yang diserap oleh tumbuhan dalam fotosintesis. Pada tahun 1778. Di samping adanya perbedaan energi tersebut. Ia kemudian menemukan bila ia meletakkan tikus dalam toples terbalik bersama lilin. Akhirnya di tahun 1782. Ia menemukan bahwa peningkatan massa tumbuhan bukan hanya karena penyerapan karbon dioksida.Jean Senebier. tetapi juga oleh pemberian air. Pada percobaan Jan Ingenhousz. faktor lain yang menjadi pembeda adalah kemampuan daun dalam menyerap berbagai spektrum cahaya yang berbeda tersebut. Ia juga menemukan bahwa tumbuhan juga 'mengotori udara' pada keadaan gelap sehingga ia lalu menyarankan agar tumbuhan dikeluarkan dari rumah pada malam hari untuk mencegah kemungkinan meracuni penghuninya.3 Pigmen Proses fotosintesis tidak dapat berlangsung pada setiapsel. Melalui serangkaian eksperimen inilah akhirnya para ahli berhasil menggambarkan persamaan umum dari fotosintesis yang menghasilkan makanan (seperti glukosa). Ia memperlihatkan bahwa cahaya matahari berpengaruh pada tumbuhan sehingga dapat "memulihkan" udara yang "rusak". seorang pastor Perancis. mengulangi eksperimen Priestley. Jan Ingenhousz. Sel yang tidak mempunyai pigmen fotosintetik ini tidak mampu melakukan proses fotosintesis. dokter kerajaan Austria. 2. dapat diketahui bahwa intensitas cahaya mempengaruhi laju fotosintesis pada tumbuhan. Ia kemudian menunjukkan bahwa udara yang telah “dirusak” oleh lilin tersebut dapat “dipulihkan” oleh tumbuhan. Dari kedua percobaan itu. tikus itu akan mati lemas. Perbedaan kemampuan daun dalam menyerap berbagai spektrum cahaya tersebut disebabkan adanya perbedaan jenis pigmen yang terkandung padajaringan daun. Priestley menyimpulkan bahwa nyala lilin telah "merusak" udara dalam toples itu dan menyebabkan matinya tikus. Theodore de Saussure berhasil menunjukkan hubungan antara hipotesis Stephen Haledengan percobaan-percobaan "pemulihan" udara. .terbakar.

Secara keseluruhan. DNA.4 Kloroplas Kloroplas terdapat pada semua bagian tumbuhan yang berwarna hijau. Semua alga . Sedangkan. pengubahan energi cahaya menjadi energi kimia berlangsung dalam tilakoid dengan produk akhir berupa glukosa yang dibentuk di dalam stroma. gula fosfat. Pigmen fotosintetik terdapat pada membran tilakoid. karetonoid. Kloroplas mempunyai bentuk seperti cakram dengan ruang yang disebut stroma. Meskipun alga tidak memiliki struktur sekompleks tumbuhan darat. RNA. Pigmen ini merupakan salah satu dari pigmen fotosintesis yang berperan penting dalammenyerap energi matahari. Granum sendiri terdiri atas membran tilakoid yang merupakan tempat terjadinya reaksi terang dan ruang tilakoid yang merupakan ruang di antara membran tilakoid. yang didalamnya terdapat ruangruang antar membran yang disebut lokuli. besi (Fe). termasuk batang dan buah yang belum matang. Di dalam kloroplas terdapat pigmen klorofil yang berperan dalam proses fotosintesis. Di dalam stroma juga terdapat lamela-lamela yang bertumpuk-tumpuk membentuk grana (kumpulan granum). Pada kedua jaringan ini. terdapatkloroplas yang mengandung pigmen hijau klorofil. vitamin-vitamin. 2. Stroma ini dibungkus oleh dua lapisan membran. Hanya saja karena alga memiliki berbagai jenis pigmen dalam kloroplasnya. klorofil b. maupun perak (Cu). enzim. Klorofil sendiri sebenarnya hanya merupakan sebagian dari perangkat dalam fotosintesis yang dikenal sebagai fotosistem. Membran stroma ini disebut tilakoid.Di dalam daun terdapat mesofil yang terdiri atas jaringanbunga karang dan jaringan pagar. Bila sebuah granum disayat maka akan dijumpai beberapa komponen sepertiprotein. ribosom. 2. maka panjang gelombang cahaya yang diserapnya pun lebih bervariasi. dan lipid. fotosintesis pada keduanya terjadi dengan cara yang sama.5 Fotosintesis pada Alga dan Bakteri Alga terdiri dari alga multiseluler seperti ganggang hingga algamikroskopik yang hanya terdiri dari satu sel. stroma berisi protein. klorofil a. dan juga ion-ion logam seperti mangan (Mn).

Pada dasarnya. 2. Kuning: 550–600 nm. berikut perkiraan batas warna-warna spektrum : Ungu: 380–450 nm. ganggang dan beberapa bakteri memanfaatkan cahaya matahari untuk menghasilkan makanan. Hijau: 500–550 nm. Hanya sebagian kecil saja yang bersifat heterotrof yang berarti bergantung pada materi yang dihasilkan oleh organisme lain. sedangkan reaksi gelap terjadi di dalam stroma. Biru: 450–500 nm. . rangkaian reaksi fotosintesis dapat dibagi menjadi dua bagian utama: reaksi terang (karena memerlukan cahaya) dan reaksi gelap (tidak memerlukan cahaya tetapi memerlukan karbon dioksida) Reaksi terang terjadi pada grana (tunggal: granum).menghasilkan oksigen dan kebanyakan bersifat autotrof. bergantung pada warnanya. Panjang gelombang cahaya tampak bervariasi. Jingga: 600–650 nm. Meskipun spektrum optik tidak ada batas yang jelas antara satu warna dengan warna lainnya.6 Cahaya tampak Cahaya tampak sebagai radiasi elektromagnetik yang paling dikenal oleh kita dapat didefinisikan sebagai bagian dari spektrum gelombang elektromagnetik yang dapat dideteksi oleh mata manusia. Merah: 650–750 nm Fotosintesis adalah suatu proses biokimia penting dimana tanaman.

Fotosintesis akan menghasilkan lebih banyak energi pada gelombang cahaya dengan panjang tertentu. Hal ini karena panjang gelombang yang pendek menyimpan lebih banyak energi. Beberapa H+diakumulasikan dalam kompartemen tilakoid. Transfer Elektron Setiap elektron diangkut melalui rantai panjang oleh molekul akseptor\ elektron didalam membran tilakoid. Reaksi ini memerlukan molekul air. sementara itu proton tilakoid diangkut melawan gradien konsentrasi ke dalam tilakoid. pemecahan air. Energi yang dilepaskan digunakan untuk sintesis ATP ATP Reaksi gelap berenergi berebergi lebih tinggi tinggi ADP+ CO2 direduksi emnjadi senyawa karbon kompleks RUBP. Elektorn.REAKSI PROSES KOMPONEN PRODUK Reaksi terang dan sintesis ATP dan P680 Energi tinggi digunakan untuk memecah air. Pigmen klorofil menyerap lebih banyak cahaya terlihat pada warna biru (400-450 nanometer) dan merah (650-700 nanometer) dibandingkan hijau (500-600 nanometer). reduksi NADP Cahaya dengan panjang gelombang tertentu dan klorofil p700 Reaksi energi cahaya Elektron Elektron dari molekul akseptor pada klorofil Protein. NADPH Senyum karbon bernenergi Membran H+gradien ADP dan P Reaksi terang Reaksi terang adalah proses untuk menghasilkan ATP dan reduksi NADPH2. klorofil dan cahaya dikeluarkan dan diterima oleh aseptor elektron. reduksi NADP+. H2O dan NADP+ NADPH+O2+H++e- Setiap H+ dipompa menyebrangi membran tilakoid. Cahaya hijau ini akan dipantulkan dan ditangkap oleh mata kita sehingga menimbulkan sensasi bahwa daun berwarna hijau. CO2. Proses diawali dengan penangkapan foton oleh pigmen sebagai antena. . ATP.

melepaskan elektron yang ditransfer sepanjang rantai transpor elektron yang akhirnya mereduksi NADP menjadi NADPH. Tumbuhan memiliki dua jenis pigmen yang berfungsi aktif sebagai pusat reaksi atau fotosistem yaitu fotosistem II dan fotosistem I. Bakteri fotosintetik. Pada tumbuhan dan alga. sedangkan fotosistem I 700 nanometer. Fotosistem II terdiri dari molekul klorofil yang menyerap cahaya dengan panjang gelombang 680 nanometer. cahaya juga mengionisasi fotosistem I. Energi dari elektron ini digunakan untuk fotofosforilasi yang menghasilkan ATP. Reaksi ini menyebabkan fotosistem II mengalami defisit atau kekurangan elektron yang harus segera diganti.Di dalam daun. Fotosintesis dimulai ketika cahaya mengionisasi molekul klorofil pada fotosistem II. satuan pertukaran energi dalam sel. bukan dari karbon dioksida. Pada saat yang sama dengan ionisasi fotosistem II. Pada tumbuhan proses biokimia yang terpicu adalah siklus Calvin yang mengikat karbon dioksida untuk membentuk ribulosa (dan kemudian menjadi gula seperti glukosa). van Neil yang mempelajari bakteri fotosintetik pada tahun 1930-an. membuatnya melepaskan elektron yang akan ditransfer sepanjang rantai transpor elektron. selain sianobakteri. Reaksi ini disebut reaksi gelap karena tidak bergantung . Reaksi gelap ATP dan NADPH yang dihasilkan dalam proses fotosintesis memicu berbagai proses biokimia. menggunakan tidak menghasilkan oksigen karena menggunakan ionisasi sulfida atau hidrogen. cahaya akan diserap oleh molekul klorofil untuk dikumpulkan pada pusat-pusat reaksi. Kedua fotosistem ini akan bekerja secara simultan dalamfotosintesis. seperti dua baterai dalam senter yang bekerja saling memperkuat. Oksigen dari proses fotosintesis hanya dihasilkan dari air. kekurangan elektron ini dipenuhi oleh elektron dari hasil ionisasi air yang terjadi bersamaan dengan ionisasi klorofil. Pendapat ini pertama kali diungkapkan oleh C.B. Hasil ionisasi air ini adalah elektron dan oksigen.

Kadarfotosintat(hasilfotosintesis) Jika kadar fotosintat seperti karbohidrat berkurang. Bila kadar fotosintat bertambah atau bahkan sampai jenuh. menghambat penyerapan karbon dioksida sehingga mengurangi laju fotosintesis.pada ada tidaknya cahaya sehingga dapat terjadi meskipun dalam keadaan gelap (tanpa cahaya). umur daun. Kadarair Kekurangan air atau kekeringan menyebabkan stomata menutup. serta ketersediaan nutrisimempengaruhi fungsi organ yang penting pada fotosintesis sehingga secara tidak langsung ikut mempengaruhi laju fotosintesis Berikut adalah beberapa faktor utama yang menentukan laju fotosintesis : 1. . makin banyak jumlah bahan yang dapt digunakan tumbuhan untuk melangsungkan fotosintesis. Selain itu. Konsentrasikarbondioksida Semakin banyak karbon dioksida di udara. 3. Suhu Enzim-enzim yang bekerja dalam proses fotosintesis hanya dapat bekerja pada suhu optimalnya. faktor-faktor seperti translokasi karbohidrat. 2. Umumnya laju fotosintensis meningkat seiring dengan meningkatnya suhu hingga batas toleransi enzim. Intensitascahaya Laju fotosintesis maksimum ketika banyak cahaya. 4. laju fotosintesis akan naik. 30: 2004) Faktor pembatas tersebut dapat mencegah laju fotosintesis mencapai kondisioptimum meskipun kondisi lain untuk fotosintesis telah ditingkatkan. 5. (Hardianto. laju fotosintesis akan berkurang. inilah sebabnya faktor-faktor pembatas tersebut sangat mempengaruhi laju fotosintesis yaitu dengan mengendalikan laju optimum fotosintesis.

Hal ini mungkin dikarenakan tumbuhan berkecambah memerlukan lebih banyak energi dan makanan untuk tumbuh. Reaksi terang menggunakan sinar matahri dan reaksi gelap hanya melibatkan proses kimiawi 3. Tahappertumbuhan Penelitian menunjukkan bahwa laju fotosintesis jauh lebih tinggi pada tumbuhan yang sedang berkecambah ketimbang tumbuhan dewasa.6.1 Kesimpulan Berdasarkan hasil pengamata proses fotosintesis dan penjelasan singkatnya diatas dapat disimpulkan beberapa hal sebagai berikut. Fotosintesis melibatkan sinar matahari untuk memperoleh hasil yang sempurna 2. 1. Bab V Penutup 5. yaitu reaksi terang dan reaksi gelap. Hydrilla verticillata digunakan sebagai objek pengamatan karena tumbuhan ini adalah tumbuhan air yang berhubungan langsung dengan air . Proses fotosintesis melalui dua tahap.

2002 Biologi Edisi Kelima Jilid 1.4. suhu Daftar Pustaka Campbell dan Reece. Guttman. Understanding Biology. New York : D. Plant Physiology Third Edition. 1995. enzim. New York : Harcourt Brace Jovanovich. Burton S. bahan yang diperlukan adalah CO2 dan H2O. Hal ini dikarenakan reaksi yang terang berhubungan lansung dengan sinar matahari sehingga jumlah gelembung (O2) lebih banyak dihasilkan. http//:www. Pengantar Fisiologi Tumbuhan . jumlah gelembung yang dihasilkan lebih banyak daripada reaksi gelap. Hopkins. Robert M. yang diperlukan ü Dala proses fotosintesa. substrat. 1975.wikipedia/fotosintesis . Van Nostrand. D. 1983. Devlin. FOTOSINTESIS dapat disimpulkan bahwa dalam proses fotosintesa. W. Pengantar Fisiologi Tanaman. Inc. 1983. Jakarta : Gramedia. ü Produk yang dihasilkan dari proses ini adalah glukosa dan O2 ü Proses fotosintesa dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu. Pada reaksi terang. Jakarta : Erlangga. Dwijoseputro. Darmawan dan Baharsjah. Jakarta : PT Gramedia. cahaya. Dan and John. Dwijoseputro. Fisiologi Tumbuhan Jilid 2. Jakarta : Gramedia. 1994.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->