P. 1
Tabloid Aviasi Edisi Februari 2013

Tabloid Aviasi Edisi Februari 2013

5.0

|Views: 273|Likes:
Published by RedaksiAviasi
AVIATION IS OUR PASSION
AVIATION IS OUR PASSION

More info:

Published by: RedaksiAviasi on Sep 17, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/14/2015

pdf

text

original

AVIASI

A V I A T I O N O F I N D O N E S I A
www.tabloidaviasi.com
Edisi 56 Thn V - Februari 2013 Rp 10.000 (Luar Pulau Jawa Rp 12.000)

HEADLINES
Cessna Citation Mustang, Pesawat Mini Berkemampuan Maksi Hal 18

Kelaikan Terbang dan Usia Pesawat Hal 19

TERGELINCIR!
Musim hujan, banyak pesawat tergelincir. Ada yang tidak beres dengan sistem di pesawat, atau landasan di bandar udara yang tidak memadai?

75 Tahun Air Canada Mengudara Hal 20

Malaysia Bukan Hanya Menara Kembar Hal 30

30
BatalkanTiket Penumpang, AirAsiaWajib Bayar Rp 50 juta, Mabuk di Pesawat Penumpang Mencoba Mencekik LeherWanita, “You Killed My Father“ Bikin Heboh Penerbangan Qantas
Lintas Aviasi Hal 4-5

Gong Xi Fa Cai ala Accor, Gara-Gara A330, Batavia Air Diajukan Pailit, AmbisiTerbesar Dunia ala AirAsia, Karangan Bunga BuatTuris Pertama
Bisnis Aviasi Hal 6-7

Avirianto, Pilot yang Berjasa Memajukan Kalimarau, Si SuperjumboTerbang 5Tahun
Seremonia Hal 8-10

China Siap Berjaya dengan C919, Melupakan Airbus dan Boeing
New Fleet Hal 11

Gerbang Udara Bumi Sriwijaya, Kearifan Lokal "Wong Kito Galo"
Bandar Udara Hal 22-23

www.apgaviationacademy.com

+6221 729 2218, +6221 729 2212, Fax: +6221 729 2209
Email: info@apgaviationacademy.com, apgaviationacademy@gmail.com

+62 811 877 6262 +62 812 880 444 70

ADMIS

OPEN

SIONS

Aviasi l Februari 2013 l 3

AVIASI
A V I A T I O N O F I N D O N E S I A

PENERBIT

TREND MEDIA GLOBAL

Dari Redaksi

Jl. Pulau Putri Raya LS No. 31 Kota Modern, Tangerang TEL I 021-68903778, 55780849 FAX I 021-55780849
EMAIL ENQUIRIES REDAKSI

ALAMAT REDAKSI

Tatkala Pesawat Terpeleset
SAAT tabloid kesayangan Anda ini terbit, musim hujan disertai angin kencang sesekali masih melanda sejumlah wilayah di Indonesia. Cuaca seperti ini, sedikit banyak, bisa mengganggu jadwal penerbangan, bahkan membuat kecelakaan pesawat. Tapi, Anda tidak perlu khawatir, sebab semua itu sudah dipersiapkan oleh pihakpihak terkait, meskipun belakangan ini di beberapa bandara, muncul kasus adanya pesawat yang tergelincir. Mengapa pesawat bisa tergelincir? Apakah semata-mata karena faktor cuaca, human error, atau ada sesuatu yang tidak beres di tubuh pesawat, atau di ada human error di bagian menara pengawas (ATC)? Mengapa hanya di bandar udara tertentu terjadi banyak kasus pesawat tergelincir? Jawaban atas pertanyaan itulah yang coba kami sajikan kepada Anda dalam Laporan Utama Tabloid edisi Februari ini. Lewat sajian ini, kami berharap Anda dapat mengetahui duduk perkaranya. Di samping itu, lewat edisi ini, kami tetap menghadirkan informasi-informasi dunia penerbangan lain yang penting dan perlu untuk Anda ketahui. Sayang jika Anda lewatkan. Akhirnya, kami mengucapkan selamat membaca dan menikmati dunia aviasi bersama dengan kami.

marketing@tabloidaviasi.com WEBSITE I www.tabloidaviasi.com

ADVERTISING & MARKETING

I redaksi@tabloidaviasi.com I

CORPORATE
DIREKTUR UTAMA PEMIMPIN UMUM

I Venita Pardede I Andi Gultom

PENASIHAT I Prof. DR. H. K. Martono, SH, L.L.M Prof. Dr. H. Priyatna Abdurrasyid,SH,Ph.D Capt. Sonny M. Sasono Capt. Hasfrinsyah Hasan

EDITORIAL

Foto Cover: Garuda Indonesia Boeing 737-800NG di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta Foto: Tom

Redaksi
AVIATION OF INDONESIA

I Andi Gultom I Tom Maruli STAF REDAKSI I Ir. Haryono
PEMIMPIN REDAKSI REDAKTUR

Tjuk Sudarsono Danang Prihantoro, S.Pd KEUANGAN/SEKRETARIS I Nita MANAGER IKLAN/SIRKULASI I Yunita Pardede, S.Psi MARKETING I Antonio Ester Ida Berliana, SE Martin P. Gultom SIRKULASI I Susanto DESAIN GRAFIS I Alex HB Anto WEBSITE I Ian Nugroho PERWAKILAN I Agung (Kota Kinabalu) Sukardiansyah (Balikpapan) Sonoib (Medan) Kifli (Makassar) Bona (Semarang) Otto (Yogyakarta) Mantang (Tanjung Karang) Wuryanto (Surabaya) Haryono N (Bandung) Palang (Lombok)

Dari Pembaca

Siapa Bertanggung Jawab?
BELUM lama ini saya naik sebuah pesawat milik maskapai swasta dari Medan ke Jakarta. Tujuan akhir saya memang tidak Jakarta, tapi masih melanjutkan penerbangan ke kota lain. Sesampainya di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, saya diharuskan pindah pesawat dan berganti ke terminal lain. Namun, saya ditelantarkan begitu saja dan tidak ada yang memandu saya. Banyak orang/petugas yang saya Tanya, tapi mereka tidak tahu. Dalam soal seperti ini, saya tidak tahu, ini menjadi tanggung jawab siapa, pengelola bandara atau maskapai? Saya mohon semua pihak peduli dengan kepentingan penumpang. Saya, kok, seolaholah dipingpong ke sana kemari. Terimakasih atas dimuatnya surat ini. Veronica Hartati Gejayan, Yogyakarta Catatan Redaksi Silakan Anda baca Aviasi edisi Februari ini, kami menyajikan informasi tips tentang transit dan transfer penumpang. Semoga bermanfaat.

Liputan Bandar Udara
Untuk saran, kritik dan komentar kirim email ke: redaksi@tabloidaviasi.com

SAYA pembaca setia Aviasi. Saya senang dengan liputan Aviasi tentang bandar udara di Indonesia, karena informasinya lumayan lengkap. Lewat surat ini saya usul, sebaiknya Aviasi juga menulis tentang bandar udara di daerah terpencil, seperti apa kondisinya sekarang, mengapa bandar udara itu dibangun, bagaimana sejarahnya. Saya kira informasi ini menarik buat pembaca. Terima kasih jika usulan saya ini ditindaklanjuti oleh redaksi Aviasi. Slamet Hadi Perumahan Joyogran Malang Catatan Redaksi Terima kasih. Usulan Anda akan kami tindaklanjuti.

Wartawan Aviasi tidak diperkenankan menerima atau meminta imbalan dalam bentuk apa pun dari nara sumber. Wartawan Aviasi dilengkapi kartu pengenal atau surat keterangan tugas. Redaksi menerima tulisan atau artikel dan foto yang berkaitan dengan dunia penerbangan. Setiap artikel atau tulisan yang dikirim ke redaksi diketik 2 spasi dan maksimum 3.000 karakter. Alamat pengiriman: redaksi@tabloidaviasi.com

PEMBERITAHUAN Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, kepada instansi yang akan mengundang Aviasi guna liputan/wawancara, undangan­mohon ditujukan kepada Redaksi Aviasi melalui e-mail: redaksi@tabloidaviasi.com, atau Fax nomor. 021 5578 0849, atau bisa menghubungi melalui telepon atau SMS ke 0812 88 737 747. ­

4 l Aviasi l Februari 2013
Lintas Aviasi

Batalkan Tiket Penumpang, AirAsia Wajib Bayar Rp 50 Juta

“You Killed My Father” Bikin Heboh Penerbangan Qantas

(Foto: medianet.multimediarelease.com.au)

I

AirAsia Indonesia membayar Rp 50 juta kepada salah satu pelanggannya, akibat tiket Jakarta-Yogyakarta dibatalkan secara sepihak oleh maskapai. (Foto: Tom)

I

NI pelajaran berharga buat maskapai. Mahkamah Agung memerintahkan PT AirAsia Indonesia untuk membayar Rp 50 juta (US$ 5.181) kepada pelanggan Boedi Wibowo. Pasalnya, maskapai itu secara sepihak membatalkan tiketnya sehari sebelum tanggal keberangkatan pada 2008. Majelis hakim, yang terdiri dari Abdurrahman, Sofyan Sitompul dan Habiburrahman, menolak naik banding AirAsia. MA memerintahkan maskapai penerbangan untuk membayar denda, demikian pernyataan di website Mah-

kamah Agung yang dimuat pada awal pekan Januari lalu. Juru bicara AirAsia Audrey Progastama mengatakan pengacara perusahaan masih membahas putusan MA tersebut. “Intinya, kami akan mematuhi hukum yang berlaku,” katanya. Kasus ini terjadi ketika Boedi, seorang dosen sebuah perguruan tinggi, terlambat untuk hadir dalam sebuah seminar di Yogyakarta karena tiketnya dari Jakarta ke Yogyakarta telah dibatalkan secara sepihak oleh maskapai penerbangan sehari sebelum

keberangkatannya pada Desember 2008. Boedi, yang merasa reputasinya telah ternoda karena keterlambatannya, memutuskan untuk mengajukan gugatan terhadap AirAsia. Pengadilan Negeri Tangerang sebelumnya memutuskan bahwa pembatalan sepihak telah melanggar peraturan Kementerian Perhubungan dan Perlindungan Konsumen hukum. Air Asia lalu mengajukan banding. (*)

Mabuk di Pesawat Penumpang Coba Mencekik Leher Wanita
minuman keras duty free miliknya dalam penerbangan dari Islandia ke JFK,” kata seorang penumpang, Andy Ellwood asal News York, Sabtu, 5 Januari lalu. Selain mencoba mencekik leher seorang wanita, dia juga meludah ke beberapa penumpang lainnya dan menjerit-jerit bahwa pesawat akan jatuh. Pria itu sempat dibawa ke rumah sakit di Queens setelah dikawal turun dari pesawat. Pria yang tidak disebutkan namanya itu kemudian berubah kasar. Menurut saksi mata, pria tersebut mulai bertingkah gila ketika pesawat telah mengudara selama empat jam. Pesawat tersebut harus menempuh waktu 6 jam untuk tiba di New York. Pria berumur 46 tahun itu pun ditangkap begitu pesawat mendarat di JFK. Namun para jaksa penuntut tak akan memperkarakan pria tersebut. Alasannya, banyak penumpang yang enggan untuk membahas insiden ini kepada otoritas. (*)

Pesawat inilah yang dinaiki penumpang mabuk. (Foto: vtm.e15.cz)

I

NILAH sebabnya mengapa orang dilarang mabuk. Seorang penum­ pang mabuk berat di dalam pesawat tujuan New York, Amerika Serikat. Dia bahkan mencoba mencekik leher seorang penumpang wanita yang duduk di sebelahnya. Tak ayal, pria itu pun diamankan oleh para penumpang. Dia diikat di kursinya dengan lakban

sehingga dirinya benar-benar tak berkutik. Insiden ini terjadi dalam penerbang­ an maskapai IcelandAir yang bertolak dari Islandia menuju Bandar Udara Internasional John F. Kennedy (JFK) di New York, AS pada Kamis, 3 Januari lalu waktu setempat. “Penumpang itu meminum semua

NI pesan penting untuk traveler: hati-hati dengan baju yang Anda pakai saat naik pesawat. Kalau baju Anda membuat orang lain salah paham, lebih baik pakai baju yang lain. Kejadian pada penerbangan Qantas ini bisa jadi pelajaran. Siapa yang ingat dengan film jadul 1987 berjudul The Princess Bride? Film itu mengisahkan seorang ksatria yang membalas dendam kematian ayahnya sekaligus meraih cinta seorang putri yang cantik. Sudah banyak yang lupa, tapi tidak dengan Wynand Mullins. Mullins yang sepertinya penggemar film lama itu memakai kaus bertema The Princess Bride dalam penerbangan dari Australia ke New Zealand. Yang menjadi masalah adalah tulisan di T Shirt-nya itu. “Hello, My Name Is Inigo Montoya … you killed my father… prepare to die”. Demikian tulisan pada kaos Mullins yang sebenarnya merupakan dialog terkenal -pada masa itu- dari sang tokoh utama dari filmnya. Masalahnya, tidak semua pe­ numpang tahu dan mereka merasa diintimidasi oleh Mullins. Penumpang mengadu ke pramugari dan pramugari pun bicara kepada Mullins. “Pramugari bilang ke saya, bisa nggak bajunya diganti, karena beberapa penumpang terganggu. Menurut saya itu konyol, karena penumpang di sebelah saya tertawa-tawa karena tahu filmnya,” kata Mullins seperti diberitakan News Australia, Kamis 24 Januari lalu. Karena Mullins tidak membawa baju lain di kabin, dia tetap memakai baju itu. Jubir Qantas mengatakan, kejadian tersebut tidak sampai membuat keributan besar di pesawat. Namun Qantas meminta pe­ numpang tidak memakai baju bertuliskan sesuatu yang ofensif atau mengancam. T Shirt lucu menurut Anda, belum tentu lucu untuk orang lain. Dalam beberapa kasus, penumpang terpaksa berurusan dengan pramugari, karena T Shirt yang dia pakai. (*)

Aviasi l Februari 2013 l 5

‘Drama Udara’ di Dalam Pesawat Merpati
memberikan penghargaan kepada pramugari dan salah seorang penumpang yang telah membantu proses persalinan penumpangnya tersebut. Para pramugari mendapatkan piagam penghargaan dan paket wisata ke salah satu dari 12 exotic destination Merpati. Capt Asep Ekanugraha menjelaskan, sebelum terbang, seluruh crew pesawat Merpati di darat sudah melakukan prosedur sebagaimana lazimnya. Crew Merpati sudah mendapatkan keterangan dari suami serta Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas III Biak, Wilayah Kerja Bandar Udara Internasi­ onal Mozes Kilangin yang menyatakan bahwa usia kehamilan Harmani baru 27 minggu. Usia kehamilan tersebut aman untuk melakukan perjalanan termasuk perjalanan udara. Siapa sangka, ternyata bayi yang dikandungnya lahir sebelum waktunya. Dan, siapa sangka pula, Tuhan berkehendak lain. Bayi yang belum sempat diberi nama itu meninggal, karena belakangan diketahui men­ derita hipotermia. “Dia meninggal pukul 22.30 Wita malam, Senin, 7 Januari lalu,” kata dr Robert yang merawat bayi di sebuah rumah sakit di Makassar. Sebelum meninggal, sang bayi sempat dirawat di dalam inkubator. Keluarga Harmani sudah membawa bayi ke rumahnya di Bantimurung, Sulawesi Selatan untuk dikuburkan. Beberapa praktisi dan pengamat penerbangan menyayangkan kenapa pesawat tidak kembali ke Timika, setelah mengudara 15 menit, diban­ dingkan melanjutkan penerbangan menuju Makassar? (*)

Peluru di Kursi Penumpang China Airlines

E

Inilah awak pesawat Merpati yang membantu proses kelahiran salah seorang penumpang (Foto: Dok. Mna)

P

ERISTIWA di dalam pesawat Merpati Nusantara, pekan pertama Januari lalu jarang terjadi. Para pramugari tersebut berhasil menolong Harmani (33), salah seorang penumpang, yang melahirkan putri ketiganya ketika pesawat sedang mengudara dalam perjalanan dari Timika menuju Makassar, Sulawesi Selatan di ketinggian 10.000 meter. Sayang, sehari kemudian, bayi yang dilahirkan di pesawat itu meninggal dunia setelah mendapat perawatan di rumah sakit. Harmani melahirkan anak ketiganya secara prematur, sebab usia kandung­ annya baru 27 – 28 minggu atau 7 (tujuh) bulan. Direktur Operasional Merpati, Capt. Asep Ekanugraha kepada pers di Jakarta menjelaskan, pesawat dengan nomor penerbangan MZ 845 itu membawa Harmani beserta suami serta 150-an penumpang yang dipimpin oleh Capt. Firman Hutapea dan Capt. M Yasin. Sementara crew pesawat atau Flight Atten­

dant (FA) terdiri dari Sherly J, Rahma S, Musyarofatul dan Anisah A. Saat itu para pramugari belum yakin kalau ibu Harmani akan melahirkan, meskipun sudah mendapatkan informasi, mengingat saat itu usia kehamil­ annya baru 27 minggu. Para pramugari sudah mendapatkan informasi bahwa dalam penerbang­ an itu ada wanita hamil. Salah seorang FA Sherly segera menyiapkan alas. “Setelah itu pramugari kami memberikan pe­ ngumuman apakah ada perawat atau dokter di dalam penumpang ini. Tidak ada yang menjawab,” papar Asep meng­ utip penjelasan Sherly. Kemudian tiga orang pramugari segera menolong penumpang yang akan melahirkan tersebut. Di belakang kursi Harmani duduk seorang penumpang berstatus mahasiswa di salah satu akademi keperawatan di kota Timika. Anti (20), mahasiswi itu langsung membantu persalinan. Manajemen Merpati Nusantara pun

MPAT butir peluru ditemukan di dalam pesawat milik maskapai China Airlines (CAL). Saat pesawat tersebut mendarat di Taiwan setelah terbang dari Amerika Serikat (AS). Kantor Kepolisian bandar udara setempat menuturkan, empat peluru tersebut ditemukan di dalam pesawat dengan nomor penerbangan CI-005 pada Senin, 14 Januari lalu. Saat itu, pesawat ini baru mendarat di Bandar Udara Internasional Taoyuan, Taiwan. Pendaratan dilakukan dengan baik tanpa insiden apa pun. Pesawat ini lepas landas dari Bandar Udara Internasional Los Angeles pada Minggu, 13 Januari lalu sekitar pukul 21.54 waktu setempat. Menurut polisi setempat, peluru tersebut pertama kali ditemukan oleh petugas kebersihan pesawat. Peluru ditemukan di kantong tempat duduk penumpang pada kabin kelas ekonomi. (*)

Pipis di Karpet, Aktor “Twilight Saga” Ditangkap

(Foto: ning.com)

I

Penerbangan Terpendek di Dunia, Cuma 47 Detik
daripada perjalanan pesawat itu sendiri. Maskapai Skotlandia itu terbang dari dan ke Westray dan Papa Westray di Provinsi Orkney. Kedua bandar udara tersebut berjarak hanya 2,8 km, namun terpisahkan oleh lautan. Karenanya butuh pesawat untuk menghubungkan kedua tempat ini. Durasi penerbangannya kurang dari 2 menit, bahkan bisa lebih cepat yakni 47 detik, tergantung kecepatan dan arah angin. Kontrak untuk rute penerbangan ini senilai US$ 6 miliar. Layanan penerbangan di Provinsi Orkey sudah beroperasi sejak 1967. Namun, penerbangan rute pendek baru ada sejak 2011, karena banyaknya wisatawan yang tertarik untuk meng­ eksplorasi Provinsi Orkney. Penulis travel terkenal, Bill Bryson menjadikan Papa Westray sebagai tempat favoritnya di seantero Britania Raya. (*)

Pesawat flybe DHC6-310 (Foto: Planez.cz)

B

AYANGKAN Anda naik pesawat, lepas landas, dan tak sampai satu menit kemudian sudah mendarat lagi di bandar udara tujuan. Inilah penerbangan dengan rute terpendek

di dunia milik Longanair, maskapai asal Skotlandia. Kalau mencoba rute penerbangan ini, tampaknya traveler lebih banyak menghabiskan waktu booking tiket

NI sih benar-benar keterlaluan. Aktor muda di film Twilight, Bronson Pelletier, kepergok berbuat tak etis, sengaja pipis di karpet lobi sebuah maskapai penerbangan di Bandar Udara Internasional Los Angeles, Amerika Serikat (AS). Rupanya kesadaran aktor berusia 26 tahun itu tengah dipengaruhi alkohol sehingga ia mabuk berat. Aksi itu tere­ kam kamera dan disaksikan banyak orang pada 17 Desember 2012. Saat terekam kamera video, Pelletier berada di lobi memakai atasan lengan panjang kasual warna putih dan celana jeans. Rekaman video aksinya ini berdurasi satu menit 11 detik dan membuat sejumlah calon penumpang maskapai penerbangan kaget dan terheranheran. Dalam rekaman video terlihat seorang staf yang me­ ngenakan jaket warna merah itu juga berusaha me­ nenangkan aktor muda tersebut yang setengah sadar. Usai pipis, Bronson langsung diamankan dua petugas keamanan bandara. Bronson Pelletier dipaksa telungkup di karpet, kemudian dua t­ angannya diborgol. Pelletier sempat berteriak meronta karena tidak menerima tangannya diborgol. Bronson Pelletier harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di pengadilan. Dia bisa masuk bui selama enam bulan. (*)

6 l Aviasi l Februari 2013
Bisnis Aviasi

A

Gong Xi Fa Cai ala Accor

Gara-Gara A330, Batavia Air Diajukan Pailit
yang telah jatuh waktu dan dapat ditagih kepada Sierra Leasing Limited, sebuah badan hukum yang didirikan berdasarkan hukum negara Bermuda,” ungkap pemohon. Pada permohonannya, leasing yang berkedudukan di Los Angeles tersebut menegaskan telah beberapa kali memperingatkan Batavia Air untuk membayar utangnya, akan tetapi hingga permohonan pailit diajukan, pihak Batavia tidak menanggapi somasi, apalagi membayar utang.

CCOR kembali menawarkan program menarik bagi Anda yang akan menikmati liburan menyambut Tahun Baru Imlek bulan ini. Grup hotel berbintang ini mengajak Anda mengucapkan selamat tinggal pada tahun naga dan menyambut tahun ular. Dalam periode terbatas, raihlah kesempatan menginap dengan meng­ hemat biaya hingga 25 persen dan sarapan gratis serta dapatkan poin Le Club Accorhotels tiga kali lipat di lebih dari 240 hotel Accor di Asia dan Australia untuk periode menginap selama Februari. Anda ingin mengunjungi kerabat atau keluarga di China? Pilihlah dari 115 hotel di seluruh China, termasuk Novotel Hong Kong Nathan Road dan Sofitel Beijing Wanda. Berencana untuk menjelajah Asia? Tinggallah di pusat keramaian di Hotel Muse Bangkok Langsuan, raihlah berbagai peng­ alaman menginap di Sofitel Legend Metropole Hanoi yang legendaris atau mengobrol dan bersantai di Pullman Bali Legian Nirwana. Atau mungkin Anda siap untuk melakukan perjalanan impian ke Australia? Meneguk wine di Barossa Valley, belanja sampai puas di Melbourne atau menonton ikan paus di Bunker Bay? Dengan Promo Tahun Baru Imlek dari Accor, pilihan ada di tangan Anda! Para anggota program loyalitas Accor, Le Club Accorhotels mendapatkan prioritas untuk penawaran yang berlaku mulai dari 8 Januari dan juga akan mendapatkan poin tiga kali lipat untuk setiap kali menginap bagi anggota yang memesan kamar hotel dari promo ini. Untuk menjadi anggota Le Club Accorhotels secara gratis, silakan kunjungi www.accorhotels. com <http://www.accorhotels.com> sekarang juga. Selain beragam keuntungan di atas, para anggota program Accor Advantage Plus - yang memegang kartu Le Club Accorhotels silver - dapat menikmati hidangan eksklusif dan diskon pemesanan kamar di hotel dan resor Accor di seluruh Asia Pasifik, dan mereka juga akan mendapatkan diskon tambahan sebesar 10 persen. Hotel-hotel yang berpartisipasi, di antaranya Novotel Hong Kong Nathan Road, Grand Mercure Shanghai Hongqiao, Mercure Suzhou Park, Pullman Bali Legian Nirwana, Novotel Seoul Gangnam, Sofitel Legend Metropole Hanoi, Hotel Muse Bangkok Langsuan, Novotel Singapore Clarke Quay, Novotel Twin Waters dan Fair­ mont Resort Blue Mountains. Tanggal pemesanan tersedia dalam periode terbatas, mulai dari Kamis, 10 Januari hingga Selasa 15 Januari 2013 dengan periode menginap berlaku mulai dari 1 - 28 Februari 2013. Untuk pemesanan, silakan kunjungi www.accorhotels.com <http:// www.accorhotels.com> . (*)

P

Batavia Air diajukan pailit oleh International Lease Finance Corporation asal Los Angeles, terkait dengan leasing Airbus A330. (Foto: istimewa)

T Metro Batavia, operator Batavia Air yang beroperasi pada 5 Januari 2002, tengah diajukan pailit oleh International Lease Finance Cor­ poration (ILFC), perusahaan leasing (sewa guna) pesawat. Pemohon (ILFC) dan termohon (Batavia Air) terikat perjanjian Aircraft Lease Agreement pada 20 Desember 2009. Lewat perjanjian itu, Batavia menyewa Airbus A330 dengan nomor serial pabrikan 205 dengan dua mesin General Electric. ILFC meminta majelis hakim pada Pengadilan Niaga Jakarta Pusat agar menyatakan maskapai tersebut dalam pailit dengan segala akibat hukumnya. Menurut pemohon, kegagalan termohon sebagai penyewa untuk melakukan kewajiban pembayaran dalam cara dan pada tanggal yang ditentukan dalam kesepakatan dan kegagalan untuk memperbaikinya dianggap sebagai “kegagalan atas kewajiban untuk membayar”. Permohonan kebangkrutan ini di­ ajukan IFLC pada 22 Desember. Sidang pertama dipimpin hakim ketua Agus Iskandar pada 7 Januari lalu. ILFC, dalam berkas permohonan yang diajukan ke pengadilan, menyatakan Batavia Air mempunyai utang yang jatuh tempo 13 Desember 2012. Utang itu berasal dari kewajiban pembayaran sewa, cadangan

(reserves) serta bunga keterlambatan. Menurut kuasa hukum termohon Raden Catur Wibowo, yang hadir dalam persidangan perdana di Pengadilan Niaga Jakarta Pusat, “kami hormati proses hukum ini dan akan melakukan pendekatan persuasif dengan pemohon. Kami akan lakukan pendekatan kekeluargaan untuk menyelesaikan persoalan.” “Jangka waktu sewa adalah 6 tahun dimulai sejak penyerahan pesawat pada 28 Desember 2009 sampai deng­ an 27 Desember 2015,” demikian salah satu informasi yang ada di dalam berkas permohonan yang ditandatangani dua kuasa hukum pemohon, Nafis Adwani dan Immanuel A. Indrawan dari kantor pengacara Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro. Selain dalil adanya utang jatuh waktu dan dapat ditagih, pemohon juga mendalilkan adanya kreditur lain sebagaimana dipersyaratkan dalam UU No. 37 tahun 2004 tentang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang. “Termohon juga memiliki utang Informasi A330 Family
Jenis Pesawat A330-200 A330-300 Kapasitas 1 Kelas 2 Kelas 294 253 335 295 3 kelas -

Pada awalnya, dua pesawat produk Airbus tersebut disewa Batavia Air untuk melayani penerbangan haji. Tetapi, maskapai ini kalah tender di Kemen­ terian Agama untuk menjadi maskapai resmi angkutan haji tahun lalu. Batavia tengah digugat pihak lessor International Lease Finance Corporation untuk sewa dua unit A330 yang kontraknya sampai 6 tahun, demikian pernyataan Direktur Komersil Batavia Air, Sukirno Sukarna. Manajemen maskapai dengan tagline Trust Us To Fly ini tengah meng­ upayakan negosiasi dengan ILFC. Sementara Elly Simanjuntak, Manager Humas Batavia Air menegaskan gugatan pailit dari lessor ini tidak mengganggu bisnis perusahaan dan beroperasi se­ perti biasa. (Sat) Kewajiban Batavia Air untuk membayar sewa Airbus A330
Periode Tahun Pertama Tahun Kedua Tahun Ketiga dan Keempat Tahun Kelima dan Keenam Harga Sewa US$ 440.000 US$ 470.000 US$ 500.000 US$ 520.000

Gagal Angkut Haji

Produksi Tahun 1998-sekarang 1993-sekarang

Harga US$ 140.000.000 US$ 165.000.000

Sumber: Aircraft Compare

A

Ambisi Terbesar Dunia ala AirAsia
yang terdiri dari 264 A320neo dan 211 A320ceo. Airbus telah mengirim lebih 100 pesawat telah diserahkan ke AirAsia untuk basis di Bangkok, Kuala Lumpur, Rencana Pengiriman
Periode 2013 2014 2015 2016 2018 2019 2020 2021 Jumlah Pesawat 2 4 22 8 14 15 14 13

IRASIA, maskapai berbiaya hemat kembali memesan 100 pesawat A320 dari Airbus. Ke100 pesawat itu, masing-masing adalah 64 pesawat A320neo dan 36 pesawat A320ceo. Aksi borong psawat itu diumumkan pada saat PM Inggris David Cameron berkunjung ke fasilitas pembuatan sayap Airbus di Broughton, Inggris, bulan lalu. PM Inggris menyaksikan pe­ nandatanganan dokumen antara, Group CEO AirAsia Tan Sri Tony Fernandes dan Presiden & CEO Airbus ­Fabrice Bregier. Kontrak ini memperkuat posisi Air­ Asia sebagai pelanggan A320 terbesar di dunia. Total maskapai berwarna dominan merah ini telah memesan 475 pesawat lorong tunggal ke Airbus

Jakarta, Manila, dan Tokyo. “Kami memiliki tiga tambang emas di Malaysia, Thailand dan Indonesia, selain itu, Filipina dan Jepang juga memiliki potensi pertumbuhan yang sangat

besar. Penambahan pesawat-pesawat ini sejalan dengan strategi kami untuk membangun lebih jauh lagi jaringan kami yang luas melalui penambahan rute dan frekuensi, serta memastikan posisi AirAsia sebagai pemimpin pasar,” kata Tony Fernandes, dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta 17 Desember 2012. Presiden & CEO Airbus Fabrice Brégier menjelaskan bahwa AirAsia merupakan salah satu cerita sukses besar di dunia penerbangan dewasa ini. Armada A320 AirAsia saat ini terbang ke kurang lebih 70 tujuan dalam jaringan rute yang membentang sebanyak 20 negara di Asia. Sebagai tambahan, afiliasinya, AirAsia X, mengoperasikan A330-300 Widebody untuk penerbangan jarak jauh dari Kuala Lumpur ke Asia Utara dan Australia. (*)

Aviasi l Februari 2013 l 7

Antonov Ukraina Siap Kolaborasi dengan Indonesia
pesawat di Indonesia, karena banyak tetapi mengerucut untuk AN-38,” tampraktisi teknik yang lari ke luar negeri,” bah Anang. jelas Anang. Menurut Condro, setelah Antonov Perbandingan AN-38 dengan Pesawat Sekelasnya
Jenis Pesawat Pabrikan Kapasitas penumpang Maksimum muatan (kg) Mesin Kecepatan maksimum/jam Panjang landasan pacu yang diperlukan (meter) Perubahan kargo selama beroperasi (cargo convertation) AN-38-100 Antonov, Ukraina 27 2.500 Garret TPE331-14GR-801E 2х1500 405 900 Ya (30 min) Shorts 330-200 Shorts Brothers, Inggris 30 2.550 Pratt&Whitney PT6A-45R 2х1200 350 1.150 Tidak C-212 CASA, Spanyol dan Indonesia 26 2.320 Garret TPE331-10R 2х910 350 900 Tidak

Sumber: Antonov Company Pabrikan pesawat asal Ukraina ini telah menunjuk perwakilan resmi di Indonesia melalui Indotech. Pesawat Antonov An-38. (Foto: Istimewa)

A

NTONOV adalah salah satu ma­ nufaktur pesawat yang didirikan pada 31 Mei 1946. Namanya memang terasa asing. Di Indonesia sendiri, belum begitu banyak maskapai yang mengoperasikan pesawat produksi Antonov. Banyak yang salah kaprah, menduga pabrik ini berlokasi di Rusia, padahal sebenarnya ada di Ukraina. “Sebelumnya, Antonov terkenal dengan pesawat kargo, tetapi belakang­ an pabrik pesawat ini mulai merintis untuk memproduksi pesawat komersial (penumpang). Indonesia pernah mengoperasikan pesawat Antonov jenis AN-26 dengan sistem sewa guna untuk mengangkut barang di Papua. Mulai tahun ini, kami resmi ditunjuk sebagai perwakilan Antonov untuk Indonesia bahkan Asia Pasifik melalui PT Indotech Ina Engineering,” kata Anang

Eddy Poerwanto, President Director Indotech Ina Engineering kepada Aviasi. Sementara, St. Condro BP, International Business Development Indotech menegaskan, memang Antonov sudah ada di Indonesia, tetapi penyewanya baru sebatas dengan pengusaha yang membeli pesawat Antonov, seperti Armenia atau Georgia, bukan langsung dari Antonov-nya. Bakal Dibuat di Indonesia Indotech yang ditunjuk sebagai keagenan tunggal, tidak hanya untuk pengembangan pasar domestik dan regional, tetapi juga masalah pelatihan serta perawatan pesawat. “Kami berlatar belakang enginee­ ring, sepakat dengan obsesi dalam memajukan industri penerbangan tanah air. Kami ingin membuat pabrikan

Dalam kesempatan ini, Indotech sudah urun rembuk dengan Antonov maupun PT Dirgantara Indonesia. “Beberapa pembicaraan terakhir, bahwa perakitan pesawat untuk tipe tertentu, Data dan Fakta Antonov Company

merakit minimal lima pesawat, selanjutnya akan ditentukan komponenkomponen mana saja yang bisa dibuat di Indonesia. (Dnn)

Kiprah perusahaan 66 tahun Produksi Lebih 22.000 pesawat Pesawat Lebih 100 tipe pesawat Negara yang sudah mengoperasikan (76 Negara) Amerika Utara dan Amerika USA, Mexico, Cuba, Colombia, Venezuela, Nicaragua, Peru, Selatan Argentina, Suriname Libya, Afrika Selatan, Sudan, Mali, Equatorial Guinea, Ethiopia, Djibouti, Angola, Tanzania, Guinea, Mozambique, Congo, Afrika DRC, Gabon, Burundi, Mesir, Namibia, Rwanda Sierra-Leone, Madagascar, Africa Tengah (CAR, Republic Central Africa), San Tome and Principe, Swaziland Commonwealth of Independent Ukraina, Rusia, Belarus, Azerbaijan, Armenia, Georgia, Kazakhstan, States (CIS), Persemakmuran Uzbekistan, Kyrgyzstan, Turkmenistan, Tajikistan, Moldova Negara-Negara Merdeka Bulgaria, Hungaria, Jerman, Polandia, Ceko, Slovakia, Serbia, Eropa Bosnia, Croatia, Romania, Macedonia Latvia, Lithuania, Estonia China, India, Iran, Iraq, Syria, Yemen, U.A.E., Mongolia, Vietnam, Laos, Cambodia, Turkey, N. Korea, Sri Lanka, Bangladesh, Asia Afghanistan, Singapura, Saudi Arabia, Thailand, Jordan, dan Indonesia
Sumber: Antonov Company

Loket Berjalan dan Rute Baru dari Citilink
pada publik. Layanan ini nantinya akan dibuka di seluruh kota. Ini merupakan salah satu strategi kanal distribusi baru serta aktivasi brand kami. Secara khusus kami memberikan nama program layanan ini: Citilink Kiosk on the Road,’’ papar Arif. Menurut Arif, karena sifatnya yang mobile, Loket Berjalan ini akan ditempatkan di lokasi parkir atau ruang terbuka agar mudah dilihat dan dikunjungi Citilinkers dan pengguna transportasi udara umumnya. Selain area penempatan yang bervariasi, Arif menegaskan, ‘’Waktu beroperasi juga disesuaikan dengan karakter konsumen, misalnya hari kerja di kawasan perkantoran dan kampus, sedangkan akhir pekan dan hari libur di wilayah pertokoan dan perbelanjaan, serta arena pameran.’’ Manfaat Kios Berjalan
No. 1. 2. 3. 4. Keuntungan Lebih cepat mendapatkan tiket Kemudahan dalam jangkauan Fleksibelitas waktu operasi Fasilitas harga khusus dan program tertentu

(Foto: ghiboo.com)

C

ITILINK, maskapai penerbangan berbiaya murah (LCC), memperkenalkan inovasi terbaru yang memudahkan Citilinkers dan pengguna jasa transportasi udara umumnya meng­ akses layanan yang tersedia. Inovasi baru berupa kios berjalan itu diluncurkan pada 13 Januari lalu. Chief Executive Officer (CEO) PT Citilink Indonesia, Arif Wibowo, menjelaskan, ‘’Loket Berjalan adalah nama layanan yang menjadi prakarsa Citilink untuk lebih mendekatkan diri

Rute Baru dan Frekuensi Baru Sejalan dengan ekspansinya ke wilayah domestik, pada 16 Januari lalu, Citilink membuka rute baru BatamPalembang pulang pergi (PP) dua kali setiap hari. Hal ini guna meng­ akomodasi tingginya lalu-lintas penumpang yang datang dan pergi ke Batam, se­ bagai salah satu pintu terdekat Indonesia ke negara tetangga, Singapura. “Palembang adalah kota tujuan terbaru Citilink. Selama ini kami telah mengoperasikan penerbangan rute Batam dari dan ke Jakarta, Surabaya, Medan dan Padang. Rute baru BatamPalembang dan penambahan dua kali
Rute

penerbangan PP Batam-Padang membuktikan Citilink sudah menjadi LCC pilihan pengguna transportasi udara dari dan ke Batam,’’ demikian keterang­ an Chief Executive Officer (CEO) PT Citi­ link Indonesia, Arif Wibowo dalam siaran persnya. Dengan penambahan rute BatamPalembang, Citilink telah melayani 106 frekuensi penerbangan ke ber­ bagai kota di wilayah Indonesia setiap harinya. Berikut jadwal penerbangan rute baru dan frekuensi baru Citilink, serta harga tiket untuk periode terbang 5 Februari 2012: (Dnn)
Kedatangan 08.30 WIB 14.40 WIB 10.00 WIB 16.10 WIB 11.35 WIB 17.45 WIB 13:10 WIB 19:20 WIB Harga Tiket Rp 320.000 Rp 320.000 Rp 320.000 Rp 320.000 Rp 230.000 Rp 230.000 Rp 230.000 Rp 230.000

No. Keberangkatan Penerbangan QG 931 07.30 WIB Batam-Palembang QG 933 13.40 WIB QG 930 09.00 WIB Palembang-Batam QG 932 15.10 WIB Frekuensi penerbangan tambahan sejak 10 Januari lalu QG 914 10:30 WIB Batam-Padang QG 912 16.40 WIB QG 915 12.05 WIB Padang-Batam QG 913 18.15 WIB
Sumber: Citilink dan Citilink.co.id

8 l Aviasi l Februari 2013
Seremonia

Avirianto, Pilot yang Berjasa Memajukan Kalimarau

Si Superjumbo Sudah Terbang 5 Tahun
Menurut Archie Ardian, Public Relations Airbus di Jakarta, Singapore Airlines adalah maskapai yang meng­ operasikan paling pertama. Untuk perayaannya, ditawarkan harga tiket spesial, hadiah souvenir A380 untuk pelanggan dan kompetisi yang hadiahnya perjalananan ke pabrik Airbus di Toulouse, Perancis. Saat ini, Singapore Airlines meng­ operasikan 19 armada pesawat A380 ke 10 tujuan penerbangan di dunia, yaitu Frankfurt, Hong Kong, London, Los Angeles, Melbourne, New York, Paris, Sydney, Tokyo dan Zurich. Selama lima tahun terakhir, Singapore Airlines telah menerbangkan lebih dari 9 juta pelanggan melalui 24.000 penerbangan pesawat A380 dan telah mengumpulkan kurang lebih 240.000 jam terbang. Singapore Airlines tetap melihat adanya permintaan yang kuat untuk produk-produk kabin pesawat A380 dan telah menerima banyak penghargaan dari para pelanggan yang menikmati kelapangan, ketenangan dan kenyamanan yang ditawarkan oleh pesawat superjumbo ini. (Dnn)
Jumlah 1 1 1 1 1 5 1 1 1 1 1 8 1 1 2 1 1 2 1 1 2 1 1 1 1 4 1 1 2

Bandar Udara Berau (Foto: files.wordpress.com)

S

ederet nama menjadi catatan emas hadirnya Bandara Kalimarau seperti sekarang ini, mulai saat landasan pacu masih terbuat dari plat baja, hingga saat ini pesawat Boeing bisa mendarat. Nama John Tamrin memang tak bisa lepas dari kegiatan Kalimarau yang saat itu masih berstatus perintis. Peralatan pada saat itu apa adanya. Penumpang yang diangkut setiap hari belum seberapa terbatas. Menumpang pesawat menjadi peristiwa langka, apalagi yang ingin berangkat mendadak. Banyak nama yang menjadi orang nomor satu di Bandar Udara Kalimarau. Para komandan di gerbang udara ini, tak mampu berbuat banyak, selain karena status perintis, juga karena pertimbangan sedikitnya penumpang, maupun jenis pesawat yang beroperasi. Bupati Berau Makmur harus “me­ ngemis” untuk bisa mendapatkan tempat duduk saat akan bertugas ke luar kota. ”Saya paham betul bagaimana sulitnya mendapatkan tiket, ketika akan berangkat dalam situasi mendadak,” kata Makmur mengenang. Ketika telah menjadi bupati, yang dipikirkan Makmur, pertama-tama adalah bagaimana membangun Bandar Udara Kalimarau agar lebih baik. Ia bersyukur, kebetulan yang mendapat kepercayaan memimpin bandara adalah seorang pilot bernama Avirianto. Di bawah kepemimpinannya­ lah banyak terobosan dilakukan. Bahkan, ide yang “tidak mungkin”, juga muncul dari pemikiran Avirianto. Yakni, bagaimana jika pesawat berbadan lebar bisa mendarat di landasan pacu Kalimarau. Yang dibutuhkan memang tidak sekadar memimpin. Tapi, bagaimana melakukan kreasi dan terobosan serta koordinasi. Ini yang diwujudkan Avirianto, sehingga banyak fasilitas melengkapi Bandar Udara Kalimarau. Salah satunya, center light di run way bandar udara yang hanya ada di Berau setelah Cengkareng. Secara pribadi Bupati memberikan apreasiasi dan penghargaan kepada Avirianto, yang dianggap berjasa memberikan warna bagi perkembang­ an di Kalimarau. Sekarang Kalimarau memiliki terminal baru. Terminal yang dibangun sepenuhnya oleh Pemkab. Hampir tak ada daerah kabupaten yang membangun bandar udara selengkap yang dibangun Kabupaten Berau. (*)

Pesawat penumpang terbesar di dunia ini telah memasuki usia lima tahun (Foto: Istimewa)

T

IDAK terasa, A380 sejak diperkenalkan pada 2007 telah menunjukkan kebolehannya mengudara untuk melayani penumpang bisnis maupun di saat para pelanggannya tengah berliburan. Hitung-hitung sudah lima tahun A380 memberikan kenyamanan dan keandalan, terutama di maskapai Singapore Airlines. Menurut Airbus, The double-deck A380 adalah pesawat komersial terbesar di dunia saat ini yang terbang deng­ an kapasitas 525 penumpang dalam konfigurasi tiga kelas yang nyaman, dan 853 penumpang dalam konfigurasi single-class, dan menyediakan kursi yang lebih luas daripada pesaing. Secara keseluruhan, super jumbo ini menawarkan 50 persen permukaan lantai lebih unggul daripada pesawat berkapasitas banyak lainnya. Dengan jangkauan 8.300 mil laut, A380 merupakan solusi ideal untuk mengurangi kemacetan lalu lintas di bandar udara sibuk. Ia memiliki dua tingkat penumpang full-length dengan dimensi wide­ body yang mudah dihubungkan deng­ an tangga tetap depan dan belakang. “Singapore Airlines mencatat tonggak sejarah baru hari ini saat maskapai tersebut merayakan ulang tahun kelima pengoperasian pesawat Airbus A380.

Singapore Airlines telah mengoperasikan pesawat komersial terbesar di dunia tersebut sejak 25 Oktober 2007,” demikian pernyataan Singapore Airlines dalam siaran persnya. Daftar Pengiriman A380
No. Maskapai

1.

Singapore Airlines

Pengiriman 12 Januari 2012 8 Februari 2012 2 April 2012 31 Juli 2012 6 September 2012 24 Februari 2012 30 Juli 2012 29 Agustus 2012 1 Oktober 2012 12 Oktober 2012 9 November 2012 30 November 2012 28 Februari 2012 13 Septermber 2012 2 Mei 2012 5 Juni 2012 14 Mei 2012 13 Juni 2012 29 Mei 2012 27 Juli 2012 26 Oktober 2012 31 Oktober 2012 26 September 2012 28 November 2012 Total

2.

Emirates

Total Total Total Total

3. 4. 5.

China Southern Airlines Air France Lufthansa

6.

Malaysia Airlines

Sumber: Airbus

Total

7. Total

Thai Airways

(Sumber: Airbus)

Karangan Bunga buat Turis Pertama

P

AGI itu, setibanya di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng, Claire Harris dan sembilan orang bule lainnya semringah. Mereka menebar senyum. Tanpa diduga, ke-10 turis ­ asing itu mendapat kalungan bunga dan mendapat cen­ deramata dari pengelola bandar udara setibanya me­ reka di pintu internasional itu pada Selasa, 1 Januari lalu. Seremonia sederhana itu sudah biasa dilakukan PT Angkasa Pura II selaku pengelola bandar udara sebagai bentuk apresiasi terhadap turis asing, sekaligus memperkenalkan budaya Indonesia ke mancanegara di awal 2013. Claire Harris adalah satu dari 10 turis asing itu. Turis asal Inggris ini tercatat

sebagai wisatawan pertama pada 2013 yang menginjakkan kaki di Indonesia melalui Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta yang berlokasi di Tangerang, Banten. Mereka tiba pukul 08:38 WIB dengan menggunakan pesawat Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA-089 dari Amsterdam, Belanda. Claire dan wisatawan lainnya meng­ aku terkejut, namun terkagum dengan sambutan itu, apalagi sambil disugu­ hi tarian tradisional Jaipong, musik kesenian asal Jawa Barat. Claire meng­ atakan, dia baru pertama kali datang ke Indonesia. Ia berencana berlibur ke Bali bersama sahabatnya. Bram Baroto Ciptadi, Kepala Cabang

Angkasa Pura II, menjelaskan, kegiatan penyambutan turis di awal tahun ini sudah menjadi tradisi AP II selaku pe­ ngelola bandar udara. Ini untuk memberi kesan kepada turis yang datang pertama kali ke Indonesia tentang keramahtamahan warga Indonesia, sehingga mereka bisa senang berada dan berlibur ke Indonesia. Bram menjelaskan sepanjang 2012 penumpang di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta mencapai 57 juta orang, naik 12 persen dibanding tahun sebelumnya. Sedangkan untuk wisatawan asing yang melalui bandar udara ini mencapai delapan juta penumpang. (Dni)

Aviasi l Februari 2013 l 9

Berusia 65 Tahun, Shadrach Nababan Masuk MURI
ada masalah teknis cuaca, itu dukanya. Tapi saya bersyukur semua bisa ditanggulangi dengan baik,” terangnya. Dia juga menyatakan, tidak meng­ alami kesulitan meski selalu ada pesawat baru yang harus diterbangkannya. Justru, menurut dia, saat ini banyak pesawat yang dilengkapi dengan alat bantu, sehingga dapat memudahkan pilot. “Berbeda dengan pesawat F28 dan F27, ketika itu masih sangat sederhana, sehingga pilot harus menghitung. Saat ini sangat canggih, karena dilengkapi dengan computerized,” terangnya. Ditanya setelah pensiun, apa yang
Sadrach Nababan (berkalung bunga) berfoto bersama dengan rekan-rekannya (Foto-foto: Anto zq)

akan dilakukannya, dia mengatakan, akan tetap mengabdi untuk menjadi pengajar generasi muda Indonesia. “Saya tidak tertarik bekerja kepada pe­ nerbangan asing. Saya ingin mengajar agar minimal pilot Indonesia setara dengan pliot asing,” katanya. (*)

U

NTUK pertama kalinya, Indonesia mencatat pilot yang batas usianya maksimal sampai 65 tahun. Pilot yang berhasil memecahkan rekor tersebut adalah pilot maskapai Garuda Indonesia, yakni Capt. Shadrach M Nababan. Selain (Last Flight), hari terakhir dia bertugas sebagai pilot in command, Kamis, 10 Januari lalu merupakan hari ulang tahunnya. Itu merupakan kado terindah dalam hidupnya. Di last flight  itu,  Shadrach sempat menerbangkan pesawat Airbus 330 rute Melbourne ke Jakarta. Ketika lan­ ding di Bandar Udara Internasional Soe­ karno-Hatta, Tangerang, ia langsung mendapat sambutan dari keluarga, teman-teman sesama pilot dari perusahaan tempat dia mengabdi selama ini. Begitu landing, Shadrach Nababan diboyong ke kantor Garuda City di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta untuk mendapat pengakuan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) setelah mendapat kalungan bunga dari Garuda Indonesia. Capt. Shadrach lahir di Butar, Tapa­ nuli pada 10 Januari 1948 . Ia memulai kariernya di dunia penerbangan pada 29 Oktober 1971. Sampai pada Kamis, 10 Januari lalu dia tercatat telah menerbangkan pesawat dengan jam terbang mencapai 16.807 kali. Hampir seluruh pesawat telah diterbangkan olehnya. “Penghargaan juga sudah pernah dia dapatkan dalam kategori 10.000 jam terbang. Ini merupakan yang pertama kali di Indonesia, makanya tercatat di MURI,” ujar Senior Manager Public Relation Garuda Indonesia, Ikhsan Rosan. Shadrach mengatakan, peristiwa  ini harap dimaknai sebagai tonggak bang­ kitnya penerbangan Indonesia. “Kami para pilot Indonesia setara dengan orang asing. Saya berterimakasih kepada perusahaan dan terutama keluarga saya yang sudah memberikan pengertian terhadap pekerjaan ini,” ujarnya. Dia juga mengatakan, selama berkarier sebagai pilot di Garuda Indonesia lebih banyak suka daripada dukanya. “Sukanya pesawatnya baru terus, artinya setiap akan terbang pesawatnya ganti, awaknya pun sama selalu berganti, rute berbeda, selalu banyak yang baru, sehingga membuat kita enjoy,” ujarnya. Sedangkan dukanya, menurut dia jika ada permasalahan teknis. “Kalau

MOU Citilink dan BPA (Foto: Dok. Citilink)

“Your First Choice”
in Timika, Papua

Office:

Jl. Yos Sudarso. No. 133 Timika. Telp : +62 901 322629 or 321284 Fax : +62 901 322394 Email : hotel@grand-tembaga.com Website: www.grand-tembaga.com

Breakfast, Restaurant, Meeting Room, Lounge, Live Music, Bactun, Karaoke, Internet Wi-Fi, Laundry, Parking

10 l Aviasi l Februari 2013

10 Maskapai Pertama di Dunia
perusahaan penerbangan perintis pertama di dunia yang didirikan PierreGeorges Latécoère pada 1918. Bermarkas di Toulouse, Perancis. Saat itu didirikan guna menunjang transportasi untuk koloni Perancis di Afrika dan Amerika Utara. Dalam industri aviasi Perancis, nama resminya Compagnie Générale Aeropostale kemudian sebagai Société des lignes Latécoère, juga sebagai Lignes Aeriennes Latécoère atau hanya “The Line” (La ligne). Pada 25 Desember 1918, perusahaan ini memulai rute pertama antara Toulouse dan Barcelona di Spanyol. Pada Februari 1919 jalur ini diperpanjang hingga Casablanca. Sekitar 1920, setiap penerbangan adalah petualangan yang berbahaya, dan kadang-kadang fatal. Periode ini dijelaskan oleh penulis Perancis Antoine de Saint-Exupéry - dia seorang pilot Aeropostale - dalam novelnya Vol de Nuit (“Night Flight”) yang menggambarkan penerbangan pos melalui langit dari Amerika Selatan. Berikut Pilot Legenda Penerbangan dalam Aeropostale
No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Nama Pilot Jean Mermoz Antoine de Saint-Exupéry Henri Guillaumet Marcel Reine Emile Lécrivain Pierre deley Henri Larrieu

(Foto: academic.ru)

B

ANYAK perusahaan penerbangan di dunia yang lahir kemarin sore, tapi lusa sudah tiada. Namun, di luar itu, banyak maskapai yang eksis, bahkan menjadi yang pertama. Berikut adalah 10 maskapai perintis industri penerbangan dunia.

militer Airco DH.4 A Biplanes. Pada 15 Juli 1919, pesawatnya sukses me­ nerbangai Selat Inggris. Perusahaan ini selanjutnya menjadi cikal bakal Bri­ tish Airways.

3. Deutsche Luft-Reederei (DLR)

1. Delag

Didirikan pada 16 November 1909, diakui sebagai maskapai pertama yang berkedudukan di Frankfurt, Jerman. Delag (Deutsche Luftschiffahrts- Aktiengesellschaft) pada mulanya adalah perusahaan Airship Perjalanan Negara Jerman. Terbang perdana dengan menggunakan Zeppelin Airships dari pabrikan Luftschiffbau Zeppelin Corporation. Airships dikenal sebagai pesawat atau balon jenis aerostat atau “lebih ringan dari pesawat udara” yang dapat dikemudikan dan didorong melalui udara, menggunakan kemudi dan baling-baling. Mengutip Hindenburg | Airships. net, perusahaan ini selanjutnya meng­ operasikan pesawat LZ 7 sebagai Deutschland pada 1910 guna menerbangi Frankfurt ke Baden-Baden dan Düsseldorf.

Didirikan pada 13 Desember 1917, mendapatkan izin terbang dari Departemen Udara Jerman sebagai penerbangan sipil pada Januari 1919. Seperti yang dikutip dari Europe Airlines, innaugural flight DLR dimulai pada 8 Januari 1919, tetapi hanya untuk pengiriman surat kabar dan pos antara Berlin dan Weimar, Jerman. Maskapai ini terbang dengan semboyan ‘...from Berlin (Johannisthal) and return without a landing back to Berlin…’,. DLR awalnya bermodal AEG J II Biplane dan The LVG CV Biplane yang dapat menempuh jarak 250 km. Deutsche Luft-Reederei juga anggota pendiri International Air Transport Association (IATA) yang diresmikan di Havana, Kuba pada April 1945. Selanjutnya pada 1923 bergabung dengan Aero Lloyd AG, kemudian menjadi bagian dari Deutsche Luft Hansa di 1926, sehingga menggunakan logo crane (logo Lufthansa).

Pertama kali dirintis oleh Oskar Bider dan Fritz Rihner di Zurich pada Juli 1919 dengan nama Schweizerische Gesellschaft für Lufttourismus. Meng­ utip dari laman Das Zürichhorn und die Zivilaviatik bahwa penerbangan ini direncanakan dari situs maupun danau di Zürichhorn dekat Zürich dan di Je­ newa, Interlaken/ Thun, Locarno, Lugano, Lucerne, Lausanne-Ouchy, Romanshorn serta St Moritz untuk pesawat amfibi, sehingga tidak ada bandar udara yang harus dibangun. Oskar Bider tewas dalam kecelakaan sebelum proyek ambisius diwujudkan. Awalnya menggunakan Junkers F.13, Comte dan Mittelholzer, melakukan penerbangan di atas pegunungan Alpen, Ticino, Matterhorn pada akhir musim panas 1919. Pada 11 September 1919, maskapai ini berhasil terbang persimpangan dari Mont Blanc (4.807 meter). Seperti yang dilansir dari Ad Astra Aero: Geschichte pada adastra-aero. com bahwa pada 31 Desember 1930, maskapai ini merger dengan Air Basel AG (Balair), sesuai keputusan Majelis Umum pada 17 Maret 1931 karena si­ tuasi keuangan yang buruk. Pemerintah Swiss akhirnya membentuk maskapai penerbangan Swiss baru, Swissair, yang menjadi Direktur Teknik Walter Mittelholzer.

8. Ad Astra Aero

6. Danish Air Lines

9. Avianca SA

Ini merupakan maskapai pembawa Denmark pertama, didirikan pada 29 Oktober 1918, dengan nama Det Danske Luftfartselskab A / S atau DDL. Penerbangan perdana dimulai pada 7 Agustus 1920. Danish menggunakan pesawat pertama Flugzeugbau Friedrichshafen 49C yang disewa dari Deutsche LuftReederei (DLR) di Jerman. Pada 1946, memulai codeshare dengan Det Norske Luftfartselskap dan Svensk Interkontinental Lufttrafik dalam Perjanjian SAS.

7. Det Norske Luftfartsrederi

Maskapai ini dilahirkan di Inggris setelah Perang Dunia I pada 5 Oktober 1916. Pemrakarsanya adalah George Holt Thomas, seorang pioner industri aviasi di Eropa. Ia juga pendiri Aircraft Manufacturing Company Limited yang lebih dikenal dengan Airco. AT&T dalam sejarahnya telah menciptakan penerbangan internasional pertama rute London dan Paris. Untuk pertama kalinya menggunakan armada Armada yang dimiliki
No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8.
Sumber: Wikipedia

2. Aircraft Transport and Travel

4. Chalk’s International Airlines

Jenis pesawat Airco DH.4 Airco DH.4A Airco DH.6 Airco DH.9 Airco DH.9A Airco DH.9B de Havilland DH.16 de Havilland DH.18

Terbang pertama pada 1917, se­ bagai Red Arrow Flying Service, sebuah perusahaan charter. Didirikan oleh Arthur Chalk “Pappy”, dikenal sebagai Chalk’s Ocean Airways yang berpusat di Miami. Kemudian pada 1926 membangun terminal baru di Pulau Watson, dengan konsep pesawat bisa dioperasikan dari pulau itu untuk 75 tahun ke depan. Dari sinilah diperkenalkan pesawat yang mampu take off dan landing di air (sea­ plane). CIA tutup operasi pada Maret 2007, dengan armada lima Mallards dan dua Saab 340A, demikian seperti yang dilansir dari Directory: World Airlines, Flight International.

5. Aéropostale

Didirikan pada 1918 dengan nama Aktieselskapet Det Norske Luftfartsrederi atau DNL. Diawali atas dasar per­ temuan dewan di Norsk Aero Klubb (disebut Norsk Luftseilandsforening) pada 27 Februari 1918. Pertama beroperasi di Norwegia untuk penerbangan komersil. Pada 1920 menerbangi layanan Bergen, Haugesund dan Stavanger. Kemudian membuka rute terjadwal ke Inggris, Denmark dan Perancis. Dalam kutipan The first airline companies in Norway, pada 1918, per­ usahaan mengajukan permohonan hibah pemerintah sebesar NOK 1,3 juta untuk rute pos antara Oslo dan Kristiansand dan rute internasional dari Oslo melalui Gothenburg ke Kopenhagen. Pada 28 Agustus 1919, DNL adalah salah satu dari tujuh maskapai penerbangan yang didirikan IATA pada pertemuan di Den Haag.

Perusahaan ini dibentuk sebagai Aerovías Nacionales de Colombia SA (National Airways Colombia) adalah maskapai dari Colombia yang didirikan sejak 5 Desember1919 yang awalnya terdaftar atas nama SCADTA. Penerbangan pertama antara Barranquilla dan Puerto Colombia dengan Junkers F.13, saat itu mengangkut 57 surat. Pesawat dikemudikan oleh Jerman Helmuth von Krohn. Mengingat karakteristik topografi negara dan kurangnya bandar udara pada saat itu, Avianca mendatangkan dua pesawat amfibi yang disesuaikan dengan Jun­ kers, agar mampu mendarat di sungaisungai.

10. Compagnie des Messageries Aériennes

Maskapai perintis pertama di Perancis yang didirikan pada 1919. Kemudian bergabung dengan Aériens Grands Ekspres untuk membentuk Uni Air. Perusahaan ini dipelopori oleh LouisCharles Breguet, Louis Blériot,Louis Renault dan René Caudron. Compagnie des Messageries Aériennes menggarap rute komersial pertama dengan layanan pesan barang antara Bandar Udara Le Bourget, Paris dan Bandar udaraLesquin, Lille dimulai 18 April 1919 dengan menggunakan pesawat militer Breguet 14s. (Dnn) Armada yang dioperasikan
Jenis Pesawat Breguet 14 Farman F.60 Goliat Blériot-SPAD S.27 Blériot-SPAD S.33 Kapasitas 2 penumpang 12 penumpang 2 penumpang 5 penumpang

Perusahaan ini dikenal sebagai

Aviasi l Februari 2013 l 11

China Siap Berjaya dengan C919 Melupakan Airbus dan Boeing

New Fleet

Commercial Aircraft Corp (COMAC), sebuah perusahaan asal China akan memproduksi pesawat jet komersial untuk  short-medium range C919. Pesawat ini akan bersaing Boeing 737 Next Generation dan Airbus A320. (Foto: dok. COMAC)

P

ESAWAT sejenis A320, A380 dan Boeing 737 NG yang lambat laun bakal dilupakan banyak maskapai di dunia, setidaknya di Negeri China. Nama C919 mengadopsi abjad awal sang produsen, COMAC dan negara yang melahirkannya, China. Seperti dikutip dari LA Times, China merupakan pasar transportasi udara yang memiliki pertumbuhan terpesat di dunia. Diperkirakan, dalam 20 tahun ke depan, negara tersebut membutuhkan lebih dari 4.000 pesawat terbang. Sehingga kehadiran C919, diprediksikan akan mampu menghentikan duopoli Boeing dan Airbus di pasar pesawat dalam negeri China maupun dunia. Untuk memproduksi C919, China mendapat dukungan dari sejumlah perusahaan teknologi penerbangan terkemuka, termasuk Honeywell, GE Aviation, Eaton Corp, Parker Aerospace, CFM International dan sejumlah produsen lain. Pesawat single aisle (satu lorong cabin) ini diproyeksikan mampu meng­ angkut 130 hingga 200 penumpang. COMAC mengklaim bahwa biaya operasional pesawat ini 10-15 persen lebih hemat jika dibandingkan dengan Boeing 737 dan Airbus 320, walau sebenarnya kedua varian tersebut terus melakukan pengembangan, terutama pada bagian mesin. COMAC sendiri menargetkan pencapaian penjualan 2.000 unit dalam kurun waktu 20 tahun. Ke depan, C919 akan menjadi pesawat komersial terbesar yang dirancang dan dibangun di China sejak Shanghai Y-10 dihentikan. Penerbang­ an pertama diperkirakan pada 2014, dengan pengiriman dijadwalkan dimulai pada 2016.

Perkembangan China 919

Pada 8 September 2009 tepatnya saat Asian Aerospace 2009, COMAC meluncurkan prototype C919. Pada saat yang sama COMAC menyatakan bahwa pemasok mesin akan dipilih dan ditentukan pada akhir 2009. Sedangkan konstruksi bagian hidung pesawat dimulai pada 2 September 2009.

Pada akhirnya CFM International dipercaya untuk membekali pesawat ini dengan engine versi LEAP-X engine yaitu LEAP-1C. Sebelumnya CFM International yang bermarkas di Amerika ini merupakan pemasok mesin untuk pesawat Boeing 737 Family dan A320 Family. LEAP-1C adalah generasi penerus serupa yang digunakan oleh A320neo (LEAP-1A engine) dan B737 MAX (LEAP-1B). Pada proses desain dan manufaktur COMAC sementara bergantung pada kerja sama perusahaan asing. Namun Wu Guanghui, Vice President (VP) of Commercial Aircraft Corporation of China, Ltd berkomitmen untuk mengembangkan produksi manufaktur di dalam negeri. “Kami memang akan memilih produk manufaktur asing, seperti mesin, tetapi kami juga akan melakukan penelitian dan pekerjaan manufaktur secara independen pada saat yang sama,” kata Wu. Sebagian besar anak perusahaan COMAC dipercaya untuk megerjakan beberapa bagian dari C919. AVIC didaulat untuk mengerjakan bagian dari aerostructure pesawat tersebut. Xi’an bertanggung jawab terhadap bagian badan pesawat (empenage) dan bidang kerja kritis dari badan pesawat yang terkandung pada wingbox bagian tengah, wingbox luar, panel sayap, flaps, spoiler dan ailerons. Jalur perakitan akhir C919 akan berlokasi dekat Bandar Udara Internasional Shanghai Pudong dan diharapkan akan mampu menghasilkan 20 unit C919 per tahun pada 2016. Bahan-bahan yang paling mungkin digunakan adalah metallic fuselage dan sayap sebagian besar komposit, meskipun masih ada spekulasi menggunakan bahan lain. Berkaitan dengan kerangka kerja, tahun lalu COMAC dan Bombardier menandatangani perjanjian yang mencakup program gabungan antara C919 dan CSeries. Lebih khusus lagi, keduanya telah sepakat untuk bekerja sama pada empat proyek: cockpit human-machine in­

lithium, bidang pelayanan pelanggan dalam hal publikasi teknis dan co-lokasi tim. Keempat proyek diharapkan akan selesai selama 12 bulan ke depan dan erat hubungannya deng­ an proses pengembangan C919. Untuk sertifikasi dan uji kelayakan, China tampaknya akan menggunakan badan otoritas tuan rumah, Civil Aviation Administration of China (CAAC) yang diklaim telah menyerupai Fe­ deration Aviation Authorithy (FAA) dari Amerika. FAA sendiri menanggapinya santai. Hal ini akan menjadi tantangan tersendiri bagi China untuk membujuk pelanggan bahwa C919 dapat diandalkan dan akan didukung dalam pe­­­­­la­ yanan yang aman. Pasar pesawat global begitu kompetitif menuntun adanya sesuatu yang istimewa, unggul dan menjadi unsur pembeda pada C919. (Indra Furwita)

terfaces; sistem listrik, pengem­ bangan standar dan spesifikasi aluminiumPerusahaan Pemesan C919
Perusahaan ABC Financial Leasing Air China BOC Aviation BOCOMM Leasing CCB Financial Leasing CDB Leasing Company China Aircraft Leasing Company (CALC) China Eastern Airlines Corp China Southern Airlines GECAS (General Electric Capital Aviation Services) Hainan Airlines Hebei Airlines ICBC Leasing Joy Air Sichuan Airlines Total
Sumber: COMAC

Pesanan pesawat (unit) 45 20 20 30 50 10 20 20 20 20 20 20 45 20 20 380

C919 Spesification
Length Wingspan Height Maximum Cabin Width Fuselage Width Passenger Range (Standard) (Extended Range) Cruising Speed Approach Speed Takeoff Field Length Landing Field Length Maximum Payload MTOW Maximum Landing Weight (MLW) Maximum Fuel Weight (MFW) Maximum Passenger Payload Operating Empty Weight (OEW) Engines 38.9 m 35.8 m 11.95 m 2.25 m 3.96 m 168 (1-class) 158 (2-class) 4,075 km 5,555 km M0.785 135 knots 2,000 m (Standard) 1,600 m 20,400 kg 72,500 kg (Standard) 77,300 kg (ER) 66,600 kg 19,560 kg 16,120 kg 42,100 kg 127.6 ft 117.5 ft 39.2 ft 7.4 feet 13-feet 2,200 nm 3,000 nm

2,200 m (Extended Range) 45,000 lb 159,835 lb (Standard) 170,417 lb (ER) 146,828 lb 43,122 lb 35,539 lb 92,815 lb

2 × CFM International LEAP-1C Turbofan

Source: Comac, obtained by Aspire Aviation at Asian Aerospace 2011 in Hong Kong.

Tabel Harga C919 dengan sekelasnya
Jenis Pesawat C919 A320 Boeing 737-800NG Pabrikan Comac Airbus Boeing Kapasitas Kursi 150-180 180 189 Harga US$ 70.000.000 US$ 70.000.000 US$ 50.500.000-79.000.000

Sumber: English Caixin dan Aircraft Compare

LaporanUtama

12 l Aviasi l Februari 2013

Salahsartu pesawat Sriwijaya Air yang tergelincir Boeing 737-300 tergelincir di Bandar Udara Depati Amir Pangkal Pinang 18 April 2008. (Foto: KNKT)

Berbagai Kasus dan Penyebab Pesawat Terpeleset
B
EBERAPA peristiwa yang dialami pesawat udara yang mendarat dan tidak berhenti di landasan (runway) secara normal, sering diistilahkan sebagai pesawat yang tergelincir. Kasus di Indonesia sudah abnormal, kata seorang pilot senior.

Skid off dan Overrun

Pesawat disebut tergelincir jika berhenti pada posisi luar dari runway. Selain di kiri atau kanan (skid off), dapat pula di luar akhir runway (overrun). Peristiwa tergelincirnya pesawat tidak bisa dianggap sepele. Ada beberapa peristiwa yang mengakibatkan kerugian, baik materi, maupun me­ nimbulkan korban manusia, mulai dari yang fatal sampai traumatik. Kerugian dari sisi materi, misalnya terganggunya operasional penerbang­ an di bandar udara, jadwal penerbang­ an yang kacau sampai rusaknya pesawat yang tergelincir. Dampak psikologis bagi awak pesawat dan penumpang juga perlu di evaluasi oleh regulator dan ahli kesehatan. Bagaimana dengan kasus tergelincirnya pesawat di Indonesia? Memprihatinkah? Sony Sasono, mantan kapten pilot senior yang menggeluti bidang keselamatan penerbangan, mengatakan bahwa kasus yang terjadi di Indonesia sudah abnormal. Sony tentu tidak asal menyimpulkan “abnormal”, sebab peristiwa pesawat tergelincir di Indonesia dalam kurun

waktu berapa tahun terakhir lumayan sering. Lazimnya, pesawat terbang tergelincir pada saat musim hujan atau salju (di Eropa). Saat ini curah hujan di ber­ bagai bandar udara cukup tinggi. Maka berbagai pihak perlu mengantisipasi dan meningkatkan kewaspadaan untuk mengurangi risiko. Faktor penyebab yang bisa membuat pesawat tergelincir juga perlu dikenali lebih jauh.

Kasus-Kasus

Pesawat tergelincir diakibatkan berbagai faktor, yaitu nonteknis dan teknis atau gabungan dari kedua hal tersebut. Faktor alam yang terjadi di sekitar kita tentu di luar kemampuan kita untuk mengubah, misalnya kuatnya hembusan angin, hujan yang deras dan fenomena alam lainnya. Faktor lain yang dapat kita cari solusi dan cara untuk mengantisipasinya adalah kecanggihan pesawat terbang, keandalan pilot, fasilitas bandar udara, dan yang tidak kalah penting adalah kebijakan perusahaan penerbangan dalam sistem manajemen keselamatan penerbangan. Sebagai contoh, peristiwa tergelincirnya pesawat di Bandar Udara Stord pada 2006 dialami pesawat jenis Bae 146-200, yang dioperasikan oleh Atlantic Airways. Pihak otoritas penyelidik kecelakan Norwegia bahkan menggunakan istilah “unacceptable combina­ tion” untuk menggambarkan kombinasi

bandar udara, pesawat, operasional sebagai faktor penyebab kescelakaan tersebut. Peristiwa ini merenggut nyawa tiga orang penumpang dan awak pesawat, serta korban luka. Tergelincirnya pesawat udara dialami­oleh berbagai maskapai di berbagai tempat di Indonesia. Fenomena cuaca, kendala infrastruktur, ditambah faktor manusia ditengarai menjadi penyebab. Perhitungan berat pesawat, batasan barang maupun penumpang yang akan diangkut merupakan kewajiban di dalam unit operasional perusahaan penerbangan. Bila perhitungan berat

pesawat dikalkulasikan dengan tepat oleh seorang FOO (Flight Operations Officers), maka pendaratanpun akan berlangsung aman tanpa gangguan. Mirisnya masih banyak oknum dalam perusahaan penerbangan yang nakal, menyerah pada sisi komersial tanpa memperhitungkan keselamatan penumpang dan kru pesawat. Aksi nakal ini bisa berupa pengangkutan jumlah barang berlebih walaupun berat pesawat sudah melebihi batasan performa pesawat itu sendiri untuk melakukan lepas landas maupun mendarat. (Tom)

Pesawat Lion Air Boeing 737-400 Registrasi PK-LIQ tergelincir di Bandar Udara Internasional Supadio, Pontianak, Kalimantan Barat 2 November 2010. (Foto: KNKT)

LaporanUtama

Aviasi l Februari 2013 l 13

Waspadai Hydroplaning dan Rubber Deposit di Landasan
membersihkan rubber deposit. Teknik pengompresan angin panas dapat digunakan pada semua landasan yang dikeraskan dengan semen dan landasan pacu beton aspal. Teknik menggunakan gas temperatur tinggi digunakan untuk membakar habis rub­ ber deposit yang ditinggalkan oleh ban pesawat. Bahan kimia yang baik juga digunakan untuk menghilangkan rubber de­ posit yang terdapat di landasan beton dan aspal, sebagian dari bahan kimia ini mempunyai bahan dasar cresylic acid (suatu derifativ cairan pengawet kayu) dan suatu campuran benzene dengan synthetic detergent untuk memisahkan air dari removal rubber pada landasan beton, sedangkan pada landasan aspal digunakan bahan kimia yang bersifat alkaline. Operator bandar udara diharapkan melakukan penjadwalan untuk perbaikan friksi roda pesawat dengan landasan secara berkala sesuai dengan jumlah frekuensi pendaratan pesawat seperti dalam tabel berikut: Frekuensi pembersihan Endapan Karet (Rubber Deposit)
Frekuensi pesawat per hari yang mendarat di landasan ≤ 15 16 – 30 31 – 90 91 – 150 151 – 210 ≥ 210 Frekuensi pembersihan yang diusulkan 2 tahun 1 tahun 6 bulan 4 bulan 3 bulan 2 bulan

Ancaman tergelincir saat lepas landas maupun mendarat yang dikenal dengan istilah hydroplaning, di mana air/cairan lain yang tergenang di landasan tidak bisa dialirkan keluar melalui tread atau bunga ban, yang mengakibatkan ban tidak mencengkeram pada landasan dengan sempurna. Singapore Airlines Boeing 777-212ER (Foto: Tom)

B

ANDAR udara dengan kondisi landasan yang kurang baik saat pesawat melakukan pendaratan menjadi faktor ancaman bagi pilot, terutama saat musim hujan dan salju. Di antara beberapa faktor yang signifikan adalah bahaya genangan air atau salju dan endapan karet dari ban pesawat yang menyentuh landasan saat pesawat mendarat.

Hydroplaning

Pesawat memiliki ancaman tergelincir saat lepas landas maupun mendarat yang dikenal dengan istilah hydroplaning, di mana air/cairan lain yang tergenang di landasan tidak bisa dialirkan keluar melalui tread atau bunga ban, yang mengakibatkan ban tidak mencengkeram landasan dengan sempurna, tapi mengambang di atas air, sehingga dapat mengancam keselamatan, terutama saat mendarat. “Pendaratan merupakan rangkaian Beberapa tipe Hydroplaning
Jenis Keterangan

“Terjadinya hydroplaning sang­ at tergantung dari seberapa besar tekanan air atau cairan yang berada di bawah roda pesawat sehingga mampu mengangkat berat pesawat. Besarnya tekanan cairan ini dipengaruhi juga oleh tekanan roda pesawat, ketebalan cairan di landasan, kekentalan cairan tersebut, tekstur permukaan landasan, kedalaman alur ban pesawat dan yang utama adalah kecepatan pesawat itu sendiri,” paparnya. Sementara menurut Capt. Asep Ekanugraha, Direktur Operasi Merpati Nusantara, sebagai akibat dari tidak menyentuhnya roda pesawat dengan landasan, maka tidak terjadi gaya gesek/friksi yang baik antara roda dan landasan. Padahal, gaya gesek inilah yang memungkinkan pesawat terjadi deselerasi/perlambatan saat dilakukan pengereman. Hal ini yang umumnya menyebabkan pesawat tergelincir keluar landasan atau overrun.

landasan, pesawat dapat kehilangan koefisien gesek,” kata Asep.

Membersihkan Rubber Deposit

Salah satu yang menyebabkan pesawat udara tergelincir adalah rub­ ber deposit di landasan. Sesuai dengan SKEP No. 77-VI-2005, angka kekesatan/ skid resitance yang direkomendasikan untuk operasional pesawat di permukaan landasan yang dikeraskan diukur dengan alat Grip Tester, adalah 0,74 – 053 (Annex14 –Aerodromes, hal. 193). Beberapa cara digunakan untuk

BRAKING ACTION

Viscous Hydroplaning

Terjadi sebagai akibat dari sifat kekentalan dari cairan yang ada di atas landasan. Hydroplaning ini terjadi pada permukaan landasan yang licin karena pengecetan (markings), seperti threshold landasan (piano key lines), touch down point markings 1000 kaki dari threshold, terlebih di daerah pendaratan setelah threshold Terjadi ketika roda pesawat mengunci saat proses pengereman dan berhenti berputar (locked up) dan dapat terjadi pada kecepatan berapapun. Biasanya hydroplaning ini merupakan kelanjutan dari viscous hydroplaning yang diikuti dengan menguncinya roda sehingga tidak berputar.

Steam Hydroplaning

akhir dari suatu misi penerbangan dari hampir 90 persen seluruh rangkaian kegiatan penerbangan yang cukup menyita konsentrasi pilot,” kata Toto Soebandoro, Director Safety and Qua­ lity Sriwijaya Air. Menurut dia, dalam kondisi seperti itu, dibutuhkan konsentrasi tinggi pada saat landasan tergenang air, karena kemungkinan pesawat bisa selip, yaitu pesawat seolah mengambang antara air yang tergenang dengan permukaan landasan.

Di saat landasan dalam keadaan basah (wet runway), pesawat dalam kondisi normal melaksanankan prosedur mendarat dengan kebutuhan penambahan 15 persen dari panjang landasan dibandingkan dengan saat keadaan landasan kering (dry runway). Umumnya peristiwa hydroplaning terjadi pada saat pesawat masih dalam proses pengereman namun terkena sisa karet di sepertiga ujung landasan. Di posisi tersebut rubber deposited yang sudah melebihi batasan di atas

BRAKING action sebagai satuan daya gesek yang menentukan laju perlambatan sebuah pesawat, sehingga dapat berhenti saat pengereman di suatu permukaan landasan. Jika ban karet tertinggal di landasan, maka harus dilakukan pembersihan bekas karet ban yang menempel di landasan secara periodik. Permasalahan yang sering terjadi adalah pembersihan memang dilakukan secara periodik, namun sering rubber deposited yang menumpuk sudah melebihi batas. Menurut Capt. Novianto Herupratomo, VP Operation Garuda Indonesia, program removal rubber deposit dilaksanakan setelah jumlah pendaratan mencapai angka tertentu pada suatu landasan. Pada removal rubber deposit, biasanya dilakukan dengan menyiramkan cairan kimia tertentu pada permukaan landasan, kemudian dilakukan penyikatan sekitar empat jam terakhir setelah dilakukan penyemprotan dengan air. “Secara operasional ICAO merekomendasikan agar setiap landasan yang tergenang air, pihak bandara melalui petugas ATC melaporkan ke pilot yang pesawatnya akan mendarat di landasan tersebut. Pilot pun direkomendasikan untuk melaporkan ke ATC jika dirasakan saat pendaratan braking action sudah tidak se­ suai dengan performance pesawatnya melalui PIREP (Pilot Report),” jelasnya. “Pilot idealnya mendapat laporan dari ATC yang telah mendapat laporan dari pihak bandara mengenai braking action suatu landasan, di mana pihak bandara dengan menggunakan suatu alat semacam decelerometer dapat menentukan kate­gori braking action suatu landasan,” papar Novianto. “Jika suatu landasan mengalami braking action di bawah kategori Good, ICAO merekomendasikan pihak ATC untuk melaporkannya ke pilot, baik secara langsung ataupun melalui ATIS, demi keselamatan setiap pilot,” pungkasnya. Pabrik pesawat pada umumnya telah mengeluarkan referensi dalam FCOM (Flight Crew Operating Manual) jika suatu pesawat akan mendarat di suatu landasan. Dalam referensi ini setiap pesawat yang mendarat akan dapat diperkirakan panjang landasan yang dibutuhkan dengan mengalkulasikan berat pesawat dan kondisi braking action suatu landasan yang dibagi menjadi tiga, yaitu, Good, Medium atau Poor dan disesuaikan dengan pengaturan autobrake yang dipilih pilotnya. (Frans)

14 l Aviasi l Februari 2013

LaporanUtama

Pendaratan pesawat yang baik di­mulai dari fase mendekati bandar udara (approach). Kecepatan pesawat pada fase approach yang biasa disebut approach speed tidak dapat disepelekan. (Foto: Anto zq)

Agar Pesawat Mulus Mendarat
S
EMUA prosedur pendaratan dapat ditemukan pada Flight Crew Trai­ ning Manuals, yaitu buku pedoman pelatihan awak pesawat yang diterbitkan oleh masing-masing manufaktur pesawat. Penyimpangan dari penerapan dari prosedur, baik sengaja maupun tidak sengaja, akan dicatat oleh maskapai penerbangan yang memantau setiap penerbangan melalui sebuah sistem. Dalam hal cuaca yang kurang mendukung ataupun terdapat masalah pada pesawat dan infrastruktur landasan, maka dapat berimbas pada pilot yang akan mengalami kesulitan untuk mendaratkan pesawatnya dengan baik, yang pada akhirnya dapat menyebabkan pesawat keluar landasan (skid off/ overrun) pendaratan kecepatannya sesuai deng­ an prosedur. Selama approach, pesawat diposisikan oleh pilot untuk mendarat di area pendaratan di landasan (touch down zone). Ketika pesawat melintas di atas awal landasan (threshold) diupayakan berada pada ketinggian dan kecepatan yang tepat. Manakala semua berjalan baik, maka pesawat akan melintasi awal landasan (threshold) pada ketinggian kurang lebih 50 kaki. Menjelang pesawat menyentuh landasan, daya dorong pesawat diminimumkan (idle thrust) serta mengurangi descend rate ke kurang lebih 300 kaki/ menit dengan melakukan sebuah manuver flare, yaitu mengangkat hi­ dung pesawat. Segera setelah roda utama (main gear) pesawat menyentuh sasaran pendaratan (touchdown zone), maka ground spoiler-nya akan aktif secara manual atau otomatis (auto spoiler). Reverse thrust umumnya diaktifkan deng­ an manual oleh pilot dan setelah itu barulah bagian depan (nose wheel) pesawat diturunkan, sehingga menyentuh landasan pacu. Pada fase rollout, yaitu fase perge­ rakan pesawat pada landasan pacu, pilot melakukan pengereman, baik secara manual maupun otomatis (auto brake). Tindakan ini semua dilakukan sesuai dengan standar operasi prosedur yang ada. Jika saat menyentuh landasan tidak pada touch down area, jarak yang dibutuhkan untuk menghentikan pesawat (landing distance) akan lebih panjang. Hal lain yang diperhitungkan saat pendaratan adalah arah angin, adanya genangan-genangan air pada landasan dan endapan karet (rubber deposit). Genangan air cukup berbahaya karena bisa terjadi hydroplaning, yaitu hilang­ nya efektivitas pada pengereman karena air yang menutupi landasan.

Stabilized Approach

Approach speed, flare dan rollout

Maskapai penerbangan juga mengeluarkan kebijakan untuk membantu pilot dalam pengambilan keputusan sebelum mendarat dengan mencantumkan kriteria Stabilized Ap­ proach. Ini diterapkan diberbagai situasi pendaratan. Maskapai AirAsia, menurut Sony Sasono, Director of Safety and Environment, menetapkan 1.000 feet (kaki) atau sekitar 300 meter di atas permu-

kaan tanah untuk kriteria Stabilized Ap­ proach. Pada ketinggian tersebut, pesawat sudah dalam konfigurasi siap mendarat hingga mencapai batas penentuan jadi tidaknya mendarat (minimum decision altitude). Misalnya saja, sudut pendaratan yang masih tinggi, kecepatan pesawat di atas batas, posisi pesawat yang belum lurus dengan landasan, semua hal tersebut akan mengakibatkan kemungkinan pesawat berhenti di sisi luar, atau bahkan melewati landasan. Jika kriteria Stabilized Approach tidak terpenuhi, maka pilot tidak direkomendasikan melakukan pen­ daratan dan harus go arround (memutar ulang). Hal ini dilakukan demi keselamatan penerbangan dan menghindari kemungkinan buruk saat mendarat. (Tom)

Pendaratan pesawat yang baik di­ mulai dari fase mendekati bandar udara (approach). Kecepatan pesawat pada fase approach yang biasa disebut ap­ proach speed tidak dapat disepelekan. Pada saat melewati ketinggian 10.000 kaki, maka kecepatan pesawat akan mulai dikurangi hingga ketika pesawat memasuki approach area. Ketika ATC (Air Traffic Controller) menginstruksikan untuk meneruskan prosedur approach untuk pendaratan, maka di posisi FAF (Final Approach Fix) kecepatan pesawat akan dikurangi kembali. Kecepatan pesawat pada fase approach ditentukan oleh berbagai faktor, pilot mengatur kecepatan agar pada setiap fase menjelang sasaran

LANDING ON WET or SLIPPERY RUNWAY • The approach must be flown according the normal technique. • The threshold must be crossed at the correct height and speed. • Avoid a long float and make a positive landing. • Check that the auto speedbrake deploys immediately. • Immediately lower the nose wheel. • Immediately apply reverse thrust. • If the aircraft deviates from the centerline ; • Bring the aircraft heading to the runway centerline. • Disarm the autobrake. select idle reverse thrust, regain runway centerline. • Use rudder pedal steering and differential braking as required to align the aircraft with runway centerline. • If aircraft under control, resume steady braking and reverse thrust as required. • Do not attempt to turn off with airspeed higher than the taxi speed anticipated for expected taxiway condition.

LaporanUtama
waspadai terjadinya Asymmetry Re­ verse, yaitu salah satu sistem Reverse tidak terbuka. Anti Skid adalah perangkat sistem yang menjaga agar rem pesawat dapat bekerja secara serasi antara roda kiri dan kanan dengan mengatur jumlah tekanan hidrolik kepada rem pesawat agar tidak terkunci dan menimbulkan slip. Prinsip kerjanya mirip seperti lazimnya di mobil yang dikenal dengan ABS (anti lock braking system). Dalam mengoperasikan pesawat, setiap pilot melewati beberapa tahapan pelatihan untuk memahami dan menguasai tipe pesawat yang diterbangkan. Di dalam Flight Crew Operating Manual dicantumkan berbagai perhitungan yang menyangkut batasan kemampuan pesawat tersebut menahan angin yang bertiup saat mendarat. Angin yang berhembus kuat dari samping (cross wind) dan angin dari buritan (tail wind) memberi dampak yang tidak menguntungkan saat mendarat, apalagi saat landasan licin dan basah. Panjang landasan yang dibutuhkan dengan berat tertentu juga harus dihitung dengan cermat, khususnya saat landasan licin. Semakin berat pesawat, maka dibutuhkan

Aviasi l Februari 2013 l 15

Mengenal Teknis dan Operasional Saat Mendarat
Ground Spoiler yang terdapat di bagian atas sayap pesawat akan bekerja otomatis saat roda pesawat menyentuh tanah (ground). Sayap Lion Air Boeing 737-900ER (Foto: Anto zq)

P

ABRIK pembuat pesawat udara melengkapi berbagai perangkat (devices) untuk dipakai secara optimum dalam setiap peng­ operasian di berbagai cuaca, tidak terkecuali saat pesawat melakukan pendaratan dengan kondisi hujan yang mengakibatkan landasan tergenang air. Beberapa pesawat komersial dilengkapi dengan Ground Spoiler, Engine Reverse, Auto Brake, Anti Skid. Semua perangkat tersebut diharapkan bekerja optimum saat mendarat di landasan yang basah, licin, bahkan tergenang air. Ground Spoiler yang terdapat di bagian atas sayap pesawat akan bekerja otomatis saat roda pesawat menyentuh tanah (ground). Fungsinya adalah menghilangkan daya angkat pesawat agar beban pe-

sawat seluruhnya ada di tanah. Selanjutnya sisitem pengereman akan bekerja secara maksimal deng­ an cara otomatis (auto barake) atau manual oleh pilot. Optimumnya pengereman juga sangat tergantung dari permukaan landasan dan banyaknya air yang menggenangi landasan tersebut. Mesin pesawat juga dimanfaatkan saat mendarat, suara mesin yang menderu saat tinggal landas adalah bunyi dari mesin yang dipakai untuk mengerem pesawat tersebut, alih-alih untuk menambah tenaga dorong malah dipakai sebaliknya menahan laju pesawat. Engine Reverse harus dipakai secara hati-hati, mengingat jika roda pesawat tidak optimum di permukaan landasan, maka bisa menjadi kendala bagi pilot, juga perlu di-

jarak lebih panjang untuk mengerem pesawat tersebut berhenti. Maskapai tidak merekomendasikan pesawat untuk terbang ke bandar udara yang memiliki landasan yang genangan airnya terlalu tinggi (di atas 3 mm), karena dapat membahayakan pesawat saat mendarat. Pelatihan keterampilan pilot diberikan saat di simulator maupun saat terbang dengan instruktur. Pemahaman terhadap fenomena cuaca dan teknik take off maupun landing dengan landasan licin dan basah harus dikuasai pilot. Cuaca yang buruk akan lebih menyulitkan pilot melakukan take off maupun landing. Jarak pandang yang cukup sangat dibutuhkan untuk memastikan pilot dapat membawa pesawat menuju area pendaratan (touch down zone) di landasan dengan tepat. Hal yang terpenting setelah memiliki pengetahuan tentang pesawat, cuaca dan kondisi landasan adalah pengambilan keputusan oleh pilot (decision making). Seorang Pilot In Command di dalam penerbangan, diharapkan meng­ ambil keputusan yang tepat sebelum dan saat melakukan pen­ daratan. (Tom)

JAKARTA PILOT SCHOOL “The Center Of Excellent Pilot”
• bang sebanyak 125 jam terbang. PPL Course ditempuh dalam 6 bulan (24 minggu) dengan biaya persiswa USD 21.000. CPL/IR Coruse ditempuh dalam 8 bulan (32 minggu) dengan biaya persiswa USD 43.000.

Fasilitas Terbaik dan Unggul

S

aatnya Anda bergabung bersama kami. Bergegaslah daftarkan diri Anda untuk menjadi pilot handal berdedikasi tinggi bagi kejayaan Negeri... Kini, dengan manajemen yang baru, Jakarta Pilot School (JPS) membuka kesempatan bagi pemuda/pemudi untuk dididik menjadi pilot yang profesional.

Ground School dilaksanakan di classroom yang nyaman Halim Perdana­ kusuma, Jakarta • PPL Ground School, mencakup 266 jam pelajaran ditempuh dalam 8 minggu. • CPL/IR Ground School, mencakup 288 jam pelajaran, ditempuh dalam 10 minggu

Simulator Red Bird
• •

LIVE YOUR DREAM TO BE A PILOT A WAY TO FLY

Paket yang ditawarkan

PPL Course: Private Pilot License, untuk mendapatkan rating dan sertifikat PPL, single engine. Siswa akan dilatih terbang dengan pesawat Cessna 172P sebanyak 45 jam terbang. CPL/IR Course: Commercial Pilot License/Instrument Rating, merupakan kelanjutan dari PPL Course, sekaligus merupakan starting point siswa untuk dilatih menjadi Pilot Commercial. Siswa akan dilatih ter-

PPL course, mencakup 10 jam terbang di simulator CPL/IR Coruse, mencakup 35 jam terbang di simulator Dilaksanakan di Palembang, Sumatera Selatan, dimana siswa akan diasramakan. Didukung Flight Instructor yang profesional, handal, berdedikasi tinggi, siap melatih para siswa mewujudkan mimpi menjadi pilot yang cakap.

Flight Training
• •

Musi Aviation Training Halim Perdanakusuma Airport Lt No. B 34

Tel. +62 21 8088 6402 Fax. +62 21 8002217

16 l Aviasi l Februari 2013

LaporanUtama

Bersih-Bersih Landasan Bandar Udara

T

ERKAIT dengan adanya rubber deposit, pihak bandar udara harus giat membersihkannya. Mengapa demikian? Menurut Syarief Usmulyani Alqa­ drie, Operation Service Manager Bandar Udara Internasional Supadio Pontianak, ketika ban pesawat menyentuh landasan itulah rubber deposit akan terjadi, dengan kecepatan pesawat tertentu. Ada lapisan karet (rubber) roda pesawat yang tertinggal menempel di landasan. Dengan demikian, jika semua pilot ”selalu tepat” menyentuh touch down point, lambat laun bagian landasan itu akan kian menebal. Inilah yang dinamakan rubber deposit. “Rubber deposit ini salah satu elemen dari sekian elemen yang dapat menyebabkan pesawat tergelincir,” paparnya. “Sampai saat ini rubber deposit di
Ada lapisan karet (rubber) roda pesawat yang tertinggal menempel di landasan. Untuk itu, harus dibersihkan. (Foto: istimewa)

Supadio memiliki tingkat kekesatan di atas ambang dari ketentuan yang ditetapkan, yaitu 0,068 yang diukur dengan alat MU Meter, artinya masih bagus,” jelasnya. Sementara di Pekanbaru, H. Hasturman Dt. Tan Patiah, Kepala Divisi Pelayan Operasi Bandar Udara Internasional Sultan Syarief Kasim II Pekanbaru, Riau menjelaskan hal serupa. Katanya, ban yang menyentuh landasan itu berbekas. Apabila dibiarkan, maka akan mengakibatkan licin, dan dapat mengganggu keselamatan penerbangan. Cara yang dilakukan untuk menghilangkannya adalah dengan bahan kimia tertentu, sebelum penerbangan dimulai pada pagi dan seusai penerbangan. Semuanya harus dicek ulang. (Dnn)

Terbang Bersama Kami, Menjadi Nyata!

A

PG International Aviation Academy Inc (APG IAA Inc), terkemuka sebagai pusat pelatihan penerbangan terbaik dan terbesar di Filipina. Siap mencetak pilot profesional untuk memenuhi kekurangan tenaga penerbang saat ini. APG IAA Inc telah mengantongi sertifikat Otoritas Penerbangan Sipil Filipina (CAAP) dan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Indonesia. Menawarkan lisensi pilot komersial yang disesuaikan instrumen penilaian siswa yang memenuhi syarat untuk menyelesaikan pendidikan hanya 10-12 bulan. Sebagai satu-satunya sekolah pe­ nerbangan yang bersertifikat, berbasis dan beroperasi di bandar udara internasional. Sarana dan prasarana terlengkap sehingga memenuhi standar internasional. Kondisi cuaca dan medan yang tepat sangat baik untuk latihan penerbangan. APG IAA Inc berlokasi di Teluk Subic Freeport Zone, Filipina. Daerah ini merupakan salah satu tujuan favorit dari penjuru dunia, The Subic Bay/ Olong­ apo merupakan wilayah wisata utama dengan jumlah tamu domestik dan internasional yang terus menggeliat. Di Subic Bay, memiliki daya tarik wisata hutan, olahraga air, scuba div-

ing, wisata sejarah, dan budaya serta berbagai kehidupan malam, ditunjang akomodsi memadai. Misalnya, wisatawan mancanegara telah mendorong pertumbuhan Subic Bay. Tak kalah pentingnya, jumlah pergerakan pesawat dengan tujuan Subic International Airport telah membuka peluang besar tamu-tamu dari berbagai belahan dunia untuk kawasan ini. APG IAA Inc kini memiliki 19 armada pelatihan, yang terdiri:
Jenis Pesawat Cessna 150 Cessna 152 Cessna 172 Piper Seneca Beechcraft Barron Jumlah 3 8 4 1 3

nomor atau angka yang menunjukkan penomoran landas pacu dan arah kemiringan landas pacu tersebut. Ini merupakan data yang telah ditetapkan sejak awal perencanaan dan pembangunan bandar udara. Bagian berikutnya adalah dimensi landas pacu yang meliputi panjang dan lebar landas pacu. Panjang landas pacu dipengaruhi oleh pesawat kritis yang dilayani, temperatur udara sekitar, ketinggian lokasi, kelembaban bandar udara, kemiringan landas pacu, dan karakteristik permukaan landas pacu. Fasilitas Landas Pacu mempunyai Pengelompokan Bandar Udara dan Golongan Pesawat Berdasarkan Kode Referensi Bandar Udara.
Kelompok Bandar Udara A (Unttended) B (AVIS) Kode Angka 1 2 3 C (ADC) 4
Sumber: SKEP No. 77-VI-2005

B

Mengukur Kualitas Landasan Pacu

ANDAR udara sangat berperan terhadap pergerakan penum­ pang, kargo dan pesawat. Menurut Bambang Tjahjono, Direktur Bandar Udara Kementerian Perhubungan, salah satu hal yang menjadi indikator keselamatan penerbangan adalah landasan pacu. Dalam penyusunan standar teknis operasional fasilitas sisi udara ini, dibuat pengelompokan berdasarkan penggolongan pesawat dan kelas bandar udara di Indonesia. Dalam KM 47 tahun 2002 tentang Sertifikasi Operasi Bandar Udara disebutkan item-item fasilitas-fasilitas yang ada pada sisi udara meliputi:

ARFL (Aeroplane reference field length) < 800 m 800 m < P < 1200 m 1200 m < P < 1800 m ≥ 1800 m

Kode Huruf A B C D E F

Bentang Sayap < 15 m 15 m < l < 24 m 24 m < l < 36 m 36 m < l < 52 m 52 m < l < 65 m 65 m < l < 80 m

Flight Simulator menggunakan Cirrus yang telah disetujui oleh FAA (USA), JAA (Eropa), CAA (Inggris), CASA (Australia), CAAP (Filipina) dan Sertifikasi oleh Direktorat jenderal Perhubungan Udara Indonesia. Saat ini, APG IAA Inc memiliki dan mendidik calon pilot yang berasal dari Indonesia, Arab Saudi, Bahrain, Mesir, Jepang, Amerika Serikat, Turki, India, Nepal, Korea, Hong Kong, Brunei dan Jerman, yang telah menikmati karir menjadi penerbang handal. (*)

Fasilitas Landas Pacu (Runway). Ini adalah faslitas yang berupa suatu perkerasan yang disiapkan untuk pesawat melakukan kegiatan pendaratan dan tinggal landas. Elemen dasar runway meliputi perkerasan yang secara struktural cukup untuk mendukung beban pesawat yang dilayaninya, bahu runway, runway strip, landas pacu buangan panas mesin (blast pad), runway end safety area (RESA) stop­ way, clearway. Kelengkapan data yang merupakan aspek penilaian meliputi runway designation/ number/azimuth yang merupakan

beberapa bagian yang masing-masingnya mempunyai persyaratan tersendiri. • Runway Shoulder/ bahu landas pacu adalah area pembatas pada akhir tepi perkerasan runway yang dipersiapkan menahan erosi hembusan jet dan menampung peralatan untuk pemeliharaan dan keadaan darurat serta untuk penyediaan daerah peralihan antara bagian perkerasan dan runway strip. • Overrun mempunyai bagian meliputi clearway dan stopway. Clearway adalah suatu daerah tertentu pada akhir landas pacu

LaporanUtama
Hubungan Nilai IRI dengan kondisi permukaan perkerasan
Nilai IRI 0,0 – 3,6 3,6 – 6,6 6,6 – 10,9 10,9 – 17,6 > 17,6 Kategori Kondisi Permukaan Sangat baik Baik Sedang Jelek Sangat jelek

Aviasi l Februari 2013 l 17

menunjukan besaran nilai SFC (side force coefisien), lalu hubungan antara nilai kekesatan/SFC dengan kondisi permukaan perkerasan versi GG.Giles adalah :
Nilai SFC > 0,60 Risiko yang terjadi Kemungkinan kecelakaan sangat kecil, permukaan perkerasan dapat dikatakan kasar. Kemungkinan kecelakaan akan mulai terjadi, permukaan perkerasan masih dalam kondisi kasar. Kecelakaan terjadi dan resikoko fatal, terjadi dalam bentuk slip

Aspek yang diperhatikan dalam penilaian kelayakan operasional meliputi dimension (panjang dan lebar), kemiringan memanjang (Longitudinal slope), kemiringan melintang (Transverse Slope), jenis perkerasan (Surface Type), dan kekuatan (Strength). (Foto: istimewa)

Kualitas Landasan Pacu

tinggal landas yang terdapat di permukaan tanah maupun permukaan air dibawah peng­ aturan operator bandar udara, yang dipilih dan diseleksi sebagai daerah yang aman bagi pesawat saat mencapai ketinggian tertentu yang merupakan daerah bebas yang disediakan terbuka di luar blast pad dan untuk melindungi pesawat saat melakukan manuver pendaratan maupun lepas landas. Stopway adalah suatu area tertentu yang berbentuk segi empat yang ada di permukaan tanah terletak di akhir landas pacu bagian tinggal landas yang dipersiapkan sebagai tempat berhenti pesawat saat terjadi pembatalan kegiatan tinggal landas.

Kekesatan Permukaan Perkerasan/Skid Resistance.

1. MU-Meter. Lebih lanjut menurut Bambangda-

lam keterangan tertulisnya, Kekesatan diukur dengan cara meng­ ukur friksi antara roda dan permukaan perkerasan dan dilakukan pada permukaan perkerasan dalam kondisi basah (membasahi permukaan) dengan alat MUMeter. Selanjutnya pengujian kekesatan dilakukan dengan cepat dan menerus yang hasilnya berupa grafik serta

0,55 – 0,60 0,40 – 0,55

Angka Skid resistance yang direkomendasikan untuk operasional permukaan perkerasan adalah > 0,6 dengan alat MU – meter. (Dnn)

Terkait dengan kualitas landasan pacu, menurut SKEP No. 77-VI-2005 bahwa permukaan landas pacu (run­ way) harus memenuhi standar/nilai keandalan (performance) agar pengoperasian suatu fasilitas teknik bandar udara dapat dipenuhi unsur keselamatan penerbangan, yaitu: a. Pavement Clasification Index (PCI) Penelitian dilaksanakan secara visual pada permukaan perkerasan lentur (flexibel) maupun perkerasan kaku (rigid), diawali dengan membagi bidang landasan menjadi bidang pias dengan panjang dan lebar yang telah ditentukan. PCI = 100-CDV Satu sampel nilai CDV < IDV diambil nilai terbesar yang dipakai Corrected Deduct Value (CDV) Individual Deduct Value (IDV) 100% - 85% = Sempurna 85% - 70% = Sangat baik 70% - 55% = Baik 55% - 40% = Cukup < 40% = Buruk Persyaratan kondisi permukaan perkerasan untuk operasi adalah > 45 %. b. Kerataan (IRI/Integrated Rouhg­ nes Index) Biasanya dilakukan pada daerah yang selalu dilewati oleh roda pesawat (alat yang dipakai NAASRA) di mana alat ini akan menunjukkan bilangan atau angka kerataan suatu perkerasan secara maksimal. Diambil nilai 6,6 – 10,9 (kondisi sedang) untuk minimal operasi permukaan perkerasan.

18 l Aviasi l Februari 2013
Kupas

Informasi Citation Mustang
Produksi tahun Industri Harga Kapasitas Avionics Mesin Maksimum kecepatan jelajah Tinggi kabin Panjang kabin Panjang eksterior Lebar sayap Kapasitas tangki bahan bakar Minimum take off distante Minimun landing distance 2007-sekarang Kansas, Amerika US$ 2.760.000 5 penumpang Garmin G1000 Glass Cockpit 2 X Pratt Whitney PW615F 630.00 km per jam , 391.48 mph 1.37 m 1.40 m 12.37 m 13.16 m 100.00 gallon 947.93 m 725.42 m

Teknologi canggih pada VLJ bisa ditengok dari avionik, mesin, airframe hingga material yang dipakai untuk membentuk pesawat ini. (Fotofoto: dok. Cessna)

Cessna Citation Mustang Pesawat Mini Berkemampuan Maksi

Sumber: Cessna dan Aircraft Compare

V

LJ atau Very Light Jet adalah pesawat jet penumpang ber­ kapasitas antara empat sampai sembil­ an orang. Berat pesawat ini kurang dari lima ton. Meski berukuran mungil, dari sisi teknologi, VLJ tidak kalah dengan jet penumpang komersial lainnya. Dari sekian banyak tipe, Cessna Citation Mustang bisa dibilang salah satu yang cukup fenomenal. Bagaimana tidak, pesawat mungil buatan Cessna Aircraft Company asal Kansas, Amerika Serikat ini telah mengantongi banyak pesanan dari berbagai negara. Para pengguna pesawat itu, mulai dari perusahaan charter, taksi udara (air-taxi), sekolah penerbangan, hingga per­ orangan. Lalu apa yang membuat jet kecil ini diburu banyak orang? Pertama, pesawat ini memiliki jangkauan terbang yang lumayan jauh (mencapai 2.130 km) berikut kemudahan dalam pengoperasian. Kedua, biaya peng­ operasian relatif rendah, lantaran Mustang hemat bahan bakar. Terakhir, dari segi harga, VLJ lebih murah ketimbang harga rata-rata sebuah bizjet pada umumnya. Pesawat

terkecil dari keluarga Citation ini dijual dengan harga 2,7 juta dollar AS. Deng­ an harga sebesar itu, pembeli sudah mendapatkan sebuah pesawat jet kecil yang menawarkan banyak kelebihan dan keunggulan. Pada bagian kokpit tersuguh teknologi glass cockpit penuh dengan tebaran tiga layar datar besar (flat-panel display) berwarna yang tertanam pada panel instrument. Ketiga layar terdiri dari dua layar 10 inci dan satu layar 15 inci yang semuanya mampu menyajikan semua data penerbangan dan mengurangi beban kerja pilot. Seluruh data yang disajikan ini merupakan hasil kerja sistem avionik Garmin G1000. Pilot dan kopilot juga dimanjakan dengan ukuran ruang kokpit yang lapang, sehingga mampu memberikan kenyamanan ruang gerak bagi pilot dan kopilot di dalam kokpit. Sebagai pesawat bisnis, kabin Mustang memiliki desain unik. Di dalam kabin pesawat terdapat satu tempat duduk cadangan berwujud kotak persegi. Nah, tempat duduk cadangan inilah yang unik, karena bila diangkat ternyata terdapat toilet mini di bagian bawahnya. Bila ingin memakainya,

praktis tinggal menarik sekat penutupnya. Daya tarik lain dari Mustang adalah ruang bagasi yang luas pada hidung dan bagian belakang pesawat. Ada pula kemudahan dalam membuka dan menutup pintu pesawat. Mustang yang beroperasi sejak April 2007 ini ditenagai sepasang mesin Pratt & Whitney PW 615F. Masing-masing mesin mampu menghasilkan daya dorong 1.350 pon. Mesin sudah menggunakan sistem kontrol digital penuh atau FADEC (Full Authority Digital  En­

gine Control) yang memastikan efisiensi bahan bakar pesawat. Seperti umumnya mesin pada pesawat VLJ, kedudukan kedua mesin Mustang terletak di belakang dalam posisi mengapit kedua badan pesawat. Mustang dirancang memiliki kemampuan terbang pada ketinggian 41.000 kaki dengan kecepatan jelajah 340 knot (630 km/jam). Untuk take off dan landing, pesawat hanya membutuhkan landasan pendek sepanjang 3.120 kaki atau sekitar 951 meter. (Yudi Supriyono)

Pada bagian kokpit tersuguh teknologi glass cockpit penuh dengan tebaran tiga layar datar besar (flat-panel display) berwarna yang tertanam pada panel instrument.

Dalam konfigurasi standar, Mustang memiliki kapasitas empat tempat duduk. Kapasitasnya bisa ditingkatkan hingga lima tempat duduk.

Aviasi l Februari 2013 l 19

MRO

Kelaikan Terbang dan Usia Pesawat
standar pertama sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a, pesawat udara harus: • Memiliki sertifikat pendaftaran yang berlaku; • Melaksanakan proses produksi dari rancang bangun, pembuatan komponen, pengetesan komponen, perakitan, pemeriksaan kualitas, dan pengujian terbang yang memenuhi standar dan sesuai dengan kategori tipe pesawat udara; • Telah diperiksa dan dinyatakan sesuai dengan sertifikat tipe atau sertifikat validasi tipe atau sertifikat tambahan validasi Indonesia; dan • Memenuhi persyaratan standar kebisingan dan standar emisi gas buang. Masih pada asal tersebut, ayat (3) mengatur, untuk memperoleh sertifikat kelaikudaraan standar lanjutan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b, pesawat udara harus: • Memiliki sertifikat pendaftaran yang masih berlaku; • Memiliki sertifikat kelaikudaraan yang masih berlaku; • Melaksanakan perawatan sesuai dengan standar perawatan yang telah ditetapkan; • Telah memenuhi instruksi kelaikudaraan yang diwajibkan (airworthi­ ness directive); • Memiliki sertifikat tipe tambahan apabila terdapat penambahan kemampuan pesawat udara; • Memenuhi ketentuan pengoperasian; dan • Memenuhi ketentuan standar kebisingan dan standar emisi gas buang. Masih banyak peraturan lain dalam UU tersebut yang mengharuskan maskapai peduli dengan kelaikan pesawat yang dipakai untuk mengangkut penumpang. Oleh sebab itu, bisa dipahami jika belakangan ini banyak maskapai yang berlomba-lomba membeli pesawat baru untuk kemudian mengandangkan pesawat-pesawat lama.(Dni)

UU No 1 Tahun 1999 tentang Penerbangan telah mengatur soal penggunaan pesawat dan kelaikannya. Lewat UU ini, semua pihak berkepentingan bahwa keselamatan penerbangan adalah di atas segalagalanya. (Foto-foto: Anto zq)

B

ANYAK kasus kecelakaan udara, penyebabnya antara lain, karena usia pesawat yang sudah uzur alias tua. Seorang pilot senior kepada Aviasi pernah mengungkapkan, dari sekian banyak pesawat yang sekarang dioperasikan di Indonesia, sebagian besar sudah berusia tua. Berdasarkan data 2010, usia ratarata pesawat yang masih dioperasikan adalah 16 tahun. Apakah usia pesawat seperti itu tetap layak terbang? Jawabnya tergantung dari perawatan atas pesawat-pesawat tersebut. Namun yang pasti, UU No 1 Tahun 1999 tentang Penerbangan telah mengatur soal penggunaan pesawat dan kelaikannya. Lewat UU ini, semua pihak berkepentingan bahwa keselamatan penerbangan adalah di atas segalagalanya. Pasal 3 UU itu mengatur bahwa penerbangan diselenggarakan dengan tujuan, antara lain mewujudkan penye­ lenggaraan penerbangan yang tertib, teratur, selamat, aman, nyaman, deng­ an harga yang wajar, dan menghindari praktik persaingan usaha yang tidak sehat. Setiap pesawat yang akan diterbangkan – apalagi jika pesawat itu digunakan untuk mengangkut penumpang – harus disertifikasi. Bagian Kedua UU No 1 Tahun 1999 Pasal 19 ayat (1) mengatur setiap badan hukum Indonesia yang melakukan kegiatan produksi dan/atau perakitan pesawat udara, mesin pesawat udara, dan/atau balingbaling pesawat terbang wajib memiliki sertifikat produksi. Ayat (2) pasal itu mengatur lebih jauh bahwa untuk memperoleh sertifikat produksi sebagaimana dimaksud pada ayat (1), badan hukum Indonesia harus memenuhi persyaratan:

Memiliki sertifikat tipe (type certifi­ cate) atau memiliki lisensi produksi pembuatan berdasarkan perjanjian dengan pihak lain; • Fasilitas dan peralatan produksi; • Struktur organisasi sekurang-kurangnya memiliki bidang produksi dan kendali mutu; • Personel produksi dan kendali mutu yang kompeten; • Sistem jaminan kendali mutu; dan • Sistem pemeriksaan produk dan pengujian produksi. Ayat (3) menyebutkan: ”Sertifikat produksi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diberikan setelah dilakukan pemeriksaan dan pengujian yang hasilnya memenuhi standar kelaikudaraan.” Mengacu pada pasal dan ayat-ayat tersebut, maka usia pesawat mau tidak mau memang layak diperhitungkan. Soal-soal seperti ini diatur dalam UU tersebut yang berjudul ”Kelaikudaraan Pesawat Udara”. Pasal 34 ayat (1) mengatakan: ”Setiap pesawat udara yang dioperasikan wajib memenuhi standar kelaikudaraan.” Sedangkan ayat (2), ”Pesawat udara yang telah memenuhi standar kelaikudaraan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diberi sertifikat kelaikudaraan setelah lulus pemeriksaan dan pengujian kelaikudaraan.” Pasal 35 menyebutkan: ”Sertifikat Kelaikudaraan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 34 ayat (2) terdiri atas: • Sertifikat kelaikudaraan standar; dan • Sertifikat kelaikudaraan khusus.” Pasal 36 menjelaskan, sertifikat kelaikudaraan standar diberikan untuk pesawat terbang kategori transpor, normal, kegunaan (utility), aerobatik, komuter, helikopter kategori normal dan transpor, serta kapal udara dan balon •

berpenumpang. Pasal 37 ayat (1) menyebutkan: ”Sertifikat kelaikudaraan standar sebagaimana dimaksud dalam Pasal 36 terdiri atas: • Sertifikat kelaikudaraan standar pertama (initial airworthiness certifi­ cate) yang diberikan untuk pesawat udara pertama kali dioperasikan oleh setiap orang; dan • Sertifikat kelaikudaraan standar lanjutan (continous airworthiness certificate) yang diberikan untuk pesawat udara setelah sertifikat kelaikudaraan standar pertama dan akan dioperasikan secara terus menerus. Ayat (2) pasal itu mengatur untuk memperoleh sertifikat kelaikudaraan

Beberapa petugas sedang merawat pesawat.

20 l Aviasi l Februari 2013
Profil

75 Tahun
(Foto-foto: dok. Air Canada)

Air Canada Mengudara
Air Canada adalah anggota pendiri Star Alliance, menyediakan jaringan udara paling komprehensif di dunia. Pada 2011, Air Canada bersamasama dengan Air Canada Express mitra regional telah membawa lebih dari 33 juta penumpang, menawarkan layanan penumpang langsung ke lebih dari 175 tujuan di lima benua.

A

IR Canada adalah maskapai pe­ nerbangan terbesar di Kanada. Maskapai itu selama ini dikenal sebagai penyedia layanan penum­ pang terjadwal di pasar domestik, lintas batas Amerika Serikat dan di pasar internasional ke serta dari negara berslog­ an “Dari Laut ke Laut” ini. Air Canada dikelola Trans-Canada Air Lines (TCA). Pesawat perdananya terbang pertama kali pada 1 September 1937. Hitung-hitung sudah 75 tahun, Air Canada mengangkasa. Guna memperingati hari terbangnya yang ke-75, maskapai itu belum lama ini mengenang kembali peristiwa pe­ nerbangan selama 50 menit meng­ gunakan Lockheed L-10A membawa dua penumpang dan surat antara Vancouver dan Seattle. Pada 1964, TCA telah tumbuh menjadi perusahaan nasional Kanada dan berubah nama menjadi Air Canada. Maskapai ini menjadi sepenuhnya diprivatisasi pada 1989. Saham airlines ini

Informasi Air Canada
Kode IATA/ICAO Kota Penghubung Harian keberangkatan Jumlah karyawan Frequent Flyer Penghargaan terakhir
Sumber: Star Alliance dan Air Canada

AC/ACA Bandar Udara Internasional Calgary Bandar Udara Internasional Montréal-Pierre Elliott Trudeau Bandar Udara Internasional Toronto Pearson Bandar Udara Internasional Vancouver 1.530 26.000 Aeroplan Best International Airline in North America (2012) Skytrax Best Flight Experience to Canada (2012) Magazine Traveller Favourite Airline” and “Favourite Tour Operato (Baxter Travel Media) Air Canada improved its ratings in the 2012 (Business Traveller)

diperdagangkan di Bursa Efek Toronto (TSX) di bawah simbol “AC-B.TO”.

Modernisasi dan Jaringan Penerbangan

Pada Januari 2001 Air Canada meng­ akuisisi operator kedua terbesar di Kanada, Canadian Airlines, sehingga menjadi maskapai ke 12 terbesar di dunia dalam dekade pertama abad ke-21. Tetapi periode salanjutnya justru meng­ alami kebangkrutan dan memutuskan untuk merestrukturisasi perusahaan.

Sejalan dengan perubahan manajemen, Air Canada melakukan peremaja­ an terhadap armadanya. Pada 31 Oktober 2004 Boeing 747 mendarat di Toronto dari Frankfurt dengan nomor penerbangan AC873, mengakhiri 33 tahun dari layanan 747. Seperti yang dilansir dari Air Canada Unveils New Look pada 19 Oktober 2005, Air Canada meluncurkan skema warna pesawat dan seragam baru. Sebuah Boeing 767-300ER dicat dalam warna silver-biru baru dan ekor hijau

Aviasi l Februari 2013 l 21

transatlantik dalam konfigurasi dua kelas pilihan rouge, dengan ruang kaki yang lega dan premium rouge. Sementara dua Airbus A319 untuk penerbang­ an Amerika Utara dalam konfigurasi kelas ekonomi. Michael Friisdahl, President dan Chief Executive Officer Grup Leisure Air Canada menjelaskan, “Air Canada Rouge akan menggabungkan tarif terjangkau, layanan besar dan tujuan pilihan rekreasi dengan manfaat yang ditawarkan oleh Air Canada dan Air Canada Vacations. Kami berharap dapat memberikan sambutan hangat saat onboard dengan stylish Kanada.” Air Canada Jetz, menyediakan premium perjalanan udara dengan tampilan semua kelas bisnis. Menawarkan kenyamanan duduk dan layanan pribadi untuk tim olahraga profesional, wisatawan, perusahaan dan kelompok eksekutif.

Go Far ini juga memperkenalkan tempat tidur datar pertama dari Amerika Utara. Layanan ini hanya ada di kelas bisnis di seluruh rute internasional. Ada pula Air Canada Enroute Inflight Entertainment, yaitu sistem yang diciptakan untuk membuat penerbang­ an para pelanggan menyenangkan dan lebih santai. Menurut laman aircanada. com, maskapai ini telah menggandakan sejumlah film dan meningkatkan konten TV. Film-film terbaru, yang telah dirilis teater kontemporer klasik setiap genre, avant garde (dalam Bahasa Perancis berarti karya inovatif terhadap seni dan kultur), dengan film yang tersedia di lebih dari 20 bahasa, siap menemani penumpang.

Meal and Beverage

Layanan di Pesawat

Air Canada menawarkan interior kabin baru, dengan kursi baru, hiburan di setiap kursi. Maskapai dengan tagline Kelas Penerbangan
Air Canada memberikan pelayanan untuk makanan dan minuman selama penerbangan, baik domestik maupun internasional. Apalagi Kanada dikenal sebagai penghasil anggur terbesar di dunia.

Air Canada memberikan pelayanan untuk makanan dan minuman selama penerbangan, baik domestik maupun internsional. Apalagi Kanada dikenal sebagai penghasil anggur terbaik, sehingga setiap pelanggan dapat menikmati kualitas minuman dan makanan. (Dnn)
Keunggulan kenyamanan dan kemudahan dengan tempat tidur datar, akses lorong luas dan banyak fasilitas mewah. Untuk rute internasional ke Eropa, Asia, Australia dan Amerika Nyaman dengan hiburan di setiap kursi. Untuk rute Amerika Utara dan Karibia Bersantai dengan kursi biasa dan menikmati hiburan dengan TV layar pribadi sentuh. Untuk rute internasional, Amerika Utara dan Karibia

Kelas Executive First Service

Konfigurasi 1–1–1 (Boeing 767-300ER dan A330-300s),1–2–1 (Boeing 777300ER dan Boeing 777-200LR) 3–3–3 (Boeing 777), 2–4–2 (A330) 2–3–2 (Boeing 767) 3–3 (Airbus 320 family), 2–2 (Embraer)

diganti dengan versi baru dari daun maple yang dikenal sebagai ‘Frosted Leaf. “ Armada Air Canada
Air Canada Boeing 777-300ER Boeing 777-200LR Boeing 787 Boeing 767-300 Airbus A330-300 Airbus A321 Airbus A320 Airbus A319 Embraer 190 Embraer 175 TOTAL Pesanan Pesawat 2 37 30 8 10 41 38 45 15 205

dan hotel, check-in secara online 24 jam sebelum keberangkatan, verifikasi status online, pembayaran biaya tambahan.
Air Canada Express CRJ-100/200 CRJ-705 Dash 8-100 Dash 8-300 Dash 8-400 Beech 1900 Yang dioperasikan saat ini 34 16 34 26 20 17

Executive Class Economy Class

Yang dioperasikan saat ini 12 6

Sumber: Cabin Comfort Air Canada

Layanan Executive Class

Rute Amerika Utara, Karibia dan internasional Amerika Utara, Karibia dan internasional

OnBoard Café

Sajian dan Pilihan Wine expert, Ken Chase. bir, minuman keras dan minuman, jus, minuman ringan, kopi dan teh berbagai item camilan penerbangan antara 90 menit dan 2 jam dan pilihan segar makanan pada penerbangan 2 jam atau lebih

Sumber: Inflight Service Air Canada

39

147

Sumber: Air Canada Fleet Information

Air Canada juga akan memesan pesawat-pesawat ketika usianya telah menginjak 75 tahun. Pengiriman pertama dari 37 pesawat Boeing 787 direncanakan akan dimulai pada 2014. Dua Boeing 777-300 akan bergabung pada tahun ini. Air Canada menyelesaikan program perbaikan fleetwide di 2009 untuk menawarkan produk onboard yang konsisten pada setiap pesawat. Wikinews memberitakan bahwa Boeing menerima US$11 miliar dari kontrak pembelian pesawat. Pada 24 April 2007, Air Canada mengumumkan dengan total 60 pesawat Dreamliner. Hal ini membuat Air Canada sebagai pelanggan terbesar dari Dreamliner di Amerika Utara dan terbesar ketiga di dunia setelah Qantas dan All Nippon Airways.

Yang Terbaru dari Kanada

World-wide aircanada.com, website yang tersedia di 24 negara dalam tujuh bahasa, menawarkan produk Air Canada akses ke layanan lokal dalam mata uang lokal. Laman tersebut mampu memberikan pelanggan lebih, seperti untuk self-service, pemesanan online untuk penerbangan, penyewaan mobil

Air Canada Mobile, menawarkan layanan bagi pengguna ponsel pintar dari mobile.aircanada.com, yang memungkinkan pelanggan untuk mengelola perjalanan sendiri. Selain menjadi maskapai pertama di Amerika Utara untuk merilis sebuah aplikasi Apple iPhone dan BlackBerry, Air Canada terus menambahkan fitur yang memungkinkan calon penumpang untuk upgrade, membayar layanan, check-in, memverifikasi status penerbangan me­ reka, pilih kursi dan informasi jadwal. Aplikasi ini juga menyediakan akses ke Air Canada Vacations dan Air Canada Cargo. Sejak September 2011, pelanggan dapat memesan penerbang­ an menggunakan aplikasi Air Canada untuk perangkat iPhone, iPad dan iPod. Tahun ini, boarding pass elektronik Air Canada menjadi Passbook juga telah diaktifkan. Air Canada Rouge adalah anak perusahaan yang fokus pada perjalanan wisata terpadu dengan menggabungkan bisnis tur dengan sebuah maskapai penerbangan baru yang akan dimulai Juli 2013. Tahap awal mengoperasikan dua Boeing 767-300ER untuk penerbangan

Penumpang bisa menikmati TV layar sentuh di kursi, memilih hiburan lebih dari 600 jam on-demand, termasuk film, acara TV, 100 album musik dan 12 radio satelit.

22 l Aviasi l Februari 2013
Bandar Udara

Bandar Udara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II dikenal sebagai kebanggaan milik bersama, mengedepankan segi kualitas dan pelayanan. Inilah Palembang, dan berharap banyak orang yang terus ingin ke kota dengan icon Jembatan Ampera ini, walaupun pintu masuk daerah lainnya sama. (Foto-foto: Anto zq)

Gerbang Udara Bumi Sriwijaya, Kearifan Lokal “Wong Kito Galo”
perkebunan yang diberikan Palembang Maatschappij (Palembang MIJ) atau NV Palembang Maskapai. Perusahaan ini menyediakan sebidang lahan untuk diserahkan sebagai lapangan terbang pertama di kota terbesar kedua di Sumatra ini. Karena letaknya di Talang Betutu, maka diberi nama Lapangan Talang Betutu. Pada 1945-1950, saat Belanda masih berkuasa di Indonesia, areal Pelabuhan Udara Talang Betutu diperluas untuk keperluan pengembangan sebagaimana tercantum dalam gambar situasi lapangan terbang yang dibuat oleh Dinas PU (Pekerjaan Umum) pada 1953.

Tamzil Yunus, Kepala Divisi Teknik Bandar Udara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II

Bandar Udara ini telah menjadi tuan rumah saat ajang bergengsi PON XVI 2004 dan SEA GAMES yang digelar pada 2011.

P

ERJALANAN udara menuju Palembang, ibukota Sumatra Selatan, rupanya membawa kesan tersendiri buat para penumpang, baik mereka yang akan berwisata, maupun untuk urusan bisnis. Sebelum pesawat mendarat, beberapa penumpang membicarakan tentang bandar udara baru di kota Palembang yang disebut-sebut apik dan elok. Benar. Gerbang udara itu kokoh dan cantik. Bandar udara ini didirikan pada 1 Januari 1920, atas jasa Jan Pieterszoon Coen, penerbang asal Belanda yang menerbangkan Fokker dari Eropa ke wilayah Hindia Belanda. Pada mulanya, bandar udara itu ada setelah adanya konsesi tanah

Atas Nama Sultan dan Angkasa Pura II

Pada 1950-1963 statusnya adalah Pangkalan Udara (TNI–AU) berdasarkan Surat Keputusan Kepala Staf Angkatan Perang No.023/P/KSTF/50 Tanggal 25 Mei 1950. Tahun yang sama tepat pada usianya yang ke-30, Talang Betutu menjadi bandar udara bersama, baik untuk sipil, maupun militer. Tepat pada 1 Januari 1970, bandar udara ini resmi dikelola PT (Persero) Angkasa Pura II. Pada 21 Agustus 1975 status­ nya menjadi bandar udara sipil. Pada 3 April 1985 Bandar Udara Talang Betutu menjadi Pelabuhan Udara Sultan Mahmud Badaruddin II berdasarkan SKEP. MENHUB No. KM. 76/AU.104/PHB85 Tanggal 3 April 1985.

Pada 1 September 1985 istilah pelabuhan udara diubah menjadi bandar udara (sesuai telex sekjen Dephub) No. 378/TLX/DEPHUB/VII/85 Tanggal 22 Agustus 1985. Selanjutnya pada 1 April 1991 statusnya menjadi Cabang Perum Angkasa Pura II Bandar Udara Sultan Mahmud Badaruddin II (PP.10 Tahun 1991). Pada 2 Januari 1992 menjadi Cabang PT (Persero) Angkasa Pura II Bandar Udara Sultan Mahmud Badaruddin II (PP 14 Tahun 1992). Pada 27 September 2005 Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono meresmikan Bandar Udara Sultan Mahmud Badaruddin II menjadi Bandar Udara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II. Sultan Mahmud Badaruddin II adalah sosok pemimpin kesultanan Palem-

bang-Darussalam selama dua p ­ eriode (1803-1813, 1818-1821). Sebelum menjadi Sultan, namanya adalah Raden Hasan Pangeran Ratu.

Inilah “Wong Kito Galo”

“Kita semua adalah satu dan bersaudara.” Begitulah semangat kota empekempek ini. Budayanya diterapkan di seluruh lingkungan kerja Bandar Udara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II. “Kita ingin memberi kesan terbaik. Inilah Palembang, dan kami berharap banyak orang yang terus ingin ke kota kami, walaupun pintu masuk daerah lainnya sama. Nah, di sini akan tampak pada ornamen, desain-desain dari kota kami,” kata Tamzil Yunus, Kepala Divisi Teknik Bandar Udara Sultan Mahmud

Aviasi l Februari 2013 l 23

Bandar udara yang pertama kali dan satu-satunya menerapkan pola edukasi, sistem wali wilayah dan karpet merah. Semuanya itu dihadiahkan untuk masyarakat Sumsel dan Indonesia pada umumnya.

tama kali naik pesawat terus meningkat,” kata Yanthi Haryanthi K.P, Manajer Keuangan, Administrasi dan Komersial Bandar Udara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II. Yanthi menjelaskan setiap hari ada dua karyawan yang selalu menyambut para penumpang. Mereka tentunya siap memberikan informasi yang jelas kepada para calon pengguna jasa bandar udara. Lingkungan pintu udara ini sangat bersih dan tertata rapi. ”Menteri BUMN Dahlan Iskan pun menuturkan demikian, sangat tercermin di setiap sisi bangunan, tidak kumuh dan semramwut,” tutur Tamzil. Menurutnya, semua pihak diwajibkan menjaga kebersihan. “Kami memiliki program ”Wali Wilayah”, diterapkan sejak General Manager sebelumnya Amran Alinuddin. ”Konsep tersebut berarti seorang pejabat diberi tugas dengan wilayah/ daerah untuk mengatur kebersihan

yang ditetapkan, selanjutnya terus memantau, mengunjungi wilayah tersebut, mulai dari perencanaan hingga evaluasi kebersihan. Pihak pengelola sangat pantang mengecewakan penumpang dan semua pihak. Pertama kali dan satusatunya bandar udara yang menggelar ”karpet merah” khusus pengguna jasa. Sebuah lantai yang dicat khusus merah, layaknya karpet menyambut tamu agung. Agus Maulana S, Kepala Divisi Operasional Sultan Mahmud Badaruddin II menegaskan, “ini cara kami menghormati penumpang, mereka itu tetap berhak mendapatkan pelayanan sekecil apa pun, kalau di garbarata memang ada karpet merah, tapi bagi yang turun dan masuk pintu kedatangan dari bawah, mereka juga tetap merasakan karpet merah. Kami yang mempelopori ide seperti ini.”. (Dnn)

Agus Maulana S, Kepala Divisi Operasional Bandar Udara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II

Badaruddin II Saat Anda berada di lingkungan pintu masuk bandar udara terbesar di Sumsel ini, sentuhan-sentuhan kota ini akan Anda dapati. Menurut Tamzil, coraknya terletak pada:
Bentuk Bangunan dan Motif 9 cungkup pada atap. Jembatan Ampera pada pintu masuk. Songket pada dinding. Tiang penyangga.

2004 dan SEA GAMES digelar pada 2011, keramahtamahan dan kekhasannya sangat terasa. Sejalan dengan perkembangannya, pemerintah dan Angkasa Pura II sukses mengubah tampilan, citra, nuasa dan fasilitas-fasilitasnya,” tambahnya. Tulisan dan gambar-gambar penyam­ butan pesta olahraga pada 2011 lalu masih terpatri, menjadi sejarah bahwa Palembang telah mampu menerima dan melepas semua peserta maupun pendukungnya. Bandar udara ini telah resmi bertaraf internasional dan bisa didarati pesawat yang berbadan besar. Pengembangan dilakukan pada 1 Januari 1990 dengan total biaya Rp 366,7 miliar yang berasal dari Japan International Bank Corporation, Rp 251,9 miliar dan dana pendamping dari APBN sebesar Rp 114,8 miliar. Hasil pengembangan ini membuat Bandar Udara Internasional Sultan Mah-

Karpet Merah

Terminal Kargo

Pola Edukasi Kepada Penumpang

Informasi Bandar Udara Internasional SMB II
Kode IATA/ICAO Waktu Operasional Luas terminal penumpang Gedung tower Jumlah kursi (buah) Luas Kargo Parkir 14.000 m2 Parkir inap 1.140 m2 Jumlah toilet PLM/ 06.00-24.00 Fasilitas Bangunan 26.530 m2 346 m2 Domestik Internasional Check-in 2.020 m2 Kapasitas mobil Kapasitas motor Kapasitas bus Kapasitas taksi Kapasitas mobil Pria Wanita Penyandang cacat Fasilitas Landasan 5 buah 3.000 m x 45 m 6.000 m x 7.50 m 2.328,50 m x 30 m 410 m x 133 m 8 pesawat Fasilitas Lainnya (luas) 657 m2 268 m2 1.194 m2 64 m2 122 m2 868 m2 700 m2 670 m2

Arti Limas bangunan khas Palembang. 9 Anak Sungai Musi yang disebut Batanghari 9. Replika jembatan terbesar. Tenun khas Palembang, motif lepus, durian pecah, bunga betabur, pucuk rebung. Kekokohan yang dilandasi kebersamaan.

Logo bandar udara di banyak kota umumnya kurang begitu ditonjolkan. Tetapi logo Bandar Udara Sultan Mahmmud Badaruddin II Palembang justru ditimbulkan. Logonya adalah Jembatan Ampera yang merupakan simbol Palembang. Ide kreatif ini diciptakan oleh Amran Alinuddin selaku general manager sebelumnya bersama Muhammad Hendra Suryadarma, pemilik CV Dana Glass Advertising dengan nama akrab Daglass Advertising. Logo ini merupakan suatu kebanggan dan kehormatan bagi para pejuang nasional. Semua ini dihadiahkan untuk masyarakat Indonesia khususnya Palembang. Untuk melekatkan katakata yang indah di dalam ucapan dan hati bersama kita menyebutnya “Bandar Udara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II, ...Kebanggaan Wong Kito... “ ”Pintu udara ini telah menjadi tuan rumah saat ajang bergengsi PON XVI

mud Badaruddin II dapat didarati Airbus A330 dan sejenisnya serta Boeing 747 guna menerbangkan jemaah haji, sebagai debarkasi dan embarkasi haji. Selain itu, arus penumpang diproyeksikan akan naik dari 7.720 penumpang menjadi 16.560 penumpang. ”Yang membanggakan lagi, SMB II ini masuk nominasi perlombaan bandar udara yang diselenggarakan ACI (Airport Council International), semoga kami menjadi yang terbaik,” tutur Tamzil.

309 97 18 400 200 10 60 40 14 14 7

Pertama dan Satu-satunya

Bandar udara ini pertama kali dan satu-satunya menerapkan pola edukasi kepada semua pengguna jasa penerbangan. ”Konsep edukasi ini kita terapkan, karena masih banyak masyarakat yang belum mengetahui tata cara di bandar udara, hingga perjalanan deng­ an pesawat terbang. Apalagi orang yang bepergian, apalagi yang baru per-

Garbarata Landasan 11-29 Paved shoulder Paralel Taxiway Apron Maksimum parkir Main power house Medical center Airport Maintenance Sewage treatment Incenerator PKP-PK GSE Workshop Anex building
Sumber: data Bandar Udara SMB II

Aviasi l Februari 2013 l 25

Fokus

Dreamliner pun Dilarang Terbang

B

OEING 787 Dreamliner merupakan salah satu debut pabrikan asal Amerika. Selain sebagai pesawat jet yang sanggup membawa penumpang dan kargo lebih banyak, 787 menyediakan penerbangan deng­ an efisiensi bahan bakar yang tak tertandingi, sehingga sangat mendukung kinerja ramah lingkungan. Pesawat menggunakan bahan bakar 20 persen lebih sedikit dari pesawat terbang lainnya yang berukuran hampir sama. Di samping itu, pesawat ini bisa melakukan perjalanan dengan daya tempuh tercepat, sehingga airlines akan menikmati keuntungan lebih besar. Alhasil, mulai 26 Oktober 2011 Dreamliner sukses di pasaran. Banyak maskapai yang mengincarnya. Indonesia melalui Lion Air dikabarkan sudah memesan jenis ini untuk Batik Air, akankah terus belanjut?

Kerusakan Beruntun

Namun, belum lama ini, dunia dikejutkan dengan kejadian di dalam badan si tangguh ini. Pada 16 Januari lalu, Boeing 787 milik All Nippon Airways (ANA) mendarat darurat. Pesawat dengan nomor penerbangan NH 692 itu bertolak menuju Yamaguchi Ube ke Haneda di Tokyo. ANA meninggalkan Yamaguchi Ube di Jepang barat pada pukul 08.10 waktu setempat (06.10 WIB) dan terpaksa mendarat pada pukul 08.47 di Bandar Udara Takamatsu. ANA mengatakan,

ada pesan kerusakan di kokpit yang menyatakan baterai tidak berfungsi. Pilot memutuskan mendarat darurat setelah panel indikator di kokpit menunjukkan ada masalah pada salah satu baterai pesawat. Selain itu, dalam TBS TV menyatakan bahwa pilot dan sebagian penumpang mencium bau hangus, seperti karet atau plastik terbakar. “Seperti praktik standar dalam industri, masih terlalu dini untuk membahas rincian pada tahap ini, sementara penyelidikan sedang berlangsung. Boeing bekerja sama dengan NTSB (US National Transportation Safety Board) dalam penyelidikan insiden ini. Sebelum memberikan lebih detail, kami akan memberikan waktu yang dibutuhkan tim teknis untuk melakukan pekerjaan menyeluruh dan memastikan kita berhadapan dengan fakta, bukan spekulasi,” demikian pernyataan Boeing melalui siaran persnya yang disampaikan Lori Gunter, 787 Communication. Menanggapi keseriusan terhadap Boeing 787 Dreamliner, Badan Penerbangan Federal Amerika Serikat (FAA) pada 16 Januari lalu menegaskan la­ rangan terbang pesawat tersebut sampai masalah terselesaikan, apalagi disusul kebocoran pada baterai. Keputusan ini awalnya hanya berlaku di regional Paman Sam saja. Namun, beberapa otoritas penerbangan sipil Jepang, India dan Eropa mengeluarkan instruksi melarang terbang si 787. LAN Airlines, Qatar Airways

dan Ethiopian Airlines menyusul mengdari FAA tersebut harus berlaku bagi hentikan operasi sementara pesawat setiap maskapai penerbangan yang ini. menggunakan jenis pesawat tersebut, EASA, Badan Keselamatan Penertanpa terkecuali. (Dnn) bangan Eropa menyatakan keputusan Serangkaian insiden yang dialami oleh beberapa maskapai dengan pesawat serupa, di antaranya
2012 6 Februari 23 Juli 28 Juli 29 Juli 31 Juli 5 September 4 Oktober 4 Desember 5 Desember 13 Desember 17 Desember 2013 7 Januari 8 Januari 9 Januari Muncul percikan api di 787 Dreamliner milik JAL (Japan Airlines) di Boston Japan Airlines penerbangan ke Tokyo alami penundaan menyusul tumpahan bahan bakar. ANA membatalkan penerbangan karena masalah rem. Regulator AS mengumumkan kajian mendalam Dreamliner setelah serentetan insiden yang terjadi. Sebuah celah (retak) muncul di dasar glass cockpit ANA setelah penerbangan domestik di Jepang. Disusul, masih milik ANA pada penerbangan domestik Jepang, mengalami penundaan karena adanya kebocoran minyak. Japan Airlines (JAL) mengalami tumpahan bahan bakar untuk kedua kalinya dalam seminggu. Kementerian Transportasi Jepang mengatakan telah mulai memeriksa Dreamliner yang mengalami dua kali kebocoran bahan bakar dalam waktu kurang dari seminggu. Ditemukan kesalahan manufaktur yang memerlukan perbaikan di bagian badan pesawat dari beberapa 787 Dreamliner ANA mengatakan lima jet Dreamliner rusak/cacat pada mesin Rolls-Royce . 787 alami kegagalan mesin selama pengujian di South Carolina. Satu mesin mendadak mati ketika akan dilakukan uji terbang pertama. Badan Regulator Keamanan AS mengumumkan penyelidikan kegagalan mesin GE pada Dreamliner selama pengujian di South Carolina. ANA batal lepas landas setelah ada asap putih terlihat mengepul dari mesin sebelah kiri pesawat, diyakini disebabkan oleh kesalahan sistem hidrolik. General Electric (GE) merekomendasikan pemeriksaan mesin GEnx-nya, digunakan pada beberapa pesawat Boeing 747 dan 787, menyusul kegagalan mesin pada 747 yang dioperasikan oleh Air Cargo Bridge di Shanghai pada 11 September 2011. United Airlines terpaksa melakukan pendaratan darurat setelah mengalami masalah listrik. Federal Aviation Administration inspeksi dari semua 787 Dreamliner di seluruh dunia menyusul laporan kebocoran bahan bakar. Qatar grounded 787 setelah menemukan masalah listrik. United Airlines mengkonfirmasi masalah listrik pada pesawat kedua.

11 Januari

13 Januari 14 Januari

Sumber: Boeing, Reuters dan Telegraph

Baterai Bocor Hentikan Pengiriman 787 Dreamliner

P

IHAK AS dan pejabat penerbangan keselamatan Jepang setelah selesai melakukan penyelidikan awal, ternyata mendapati baterai rusak parah dari Boeing 787 Dreamliner jet pada 18 Januari lalu. Boeing mengatakan pihaknya menghentikan pengiriman sampai masalah baterai diselesaikan. Ray LaHood, Menteri Transportasi Amerika Serikat dalam siaran persnya, mengatakan awalnya Dreamliner tidak diizinkan kembali terbang sampai otoritas yakin 100 persen kondisinya aman dan layak untuk terbang. Menurut Boeing, setahun yang lalu, 787 telah menye­ lesaikan proses sertifikasi yang paling kuat dan ketat dalam sejarah FAA. Boeing tetap sepenuhnya percaya diri dalam desain pesawat dan sistem produksi. Ulasan program reguler dan kema-

juan teknis merupakan bagian penting dari validasi dan proses pengawasan yang telah menciptakan pesawat yang aman dan efisien saat ini. Boeing, melalui John Dern, Boeing Corporate dan Marc Birtel, Boeing Commercial Airplanes pada 16 Januari lalu menjelaskan, “Boeing berkomitmen untuk mendukung FAA dan menemukan jawaban secepat mungkin terhadap masalah ini.” Untuk itu, pihaknya tetap bekerja sama sepanjang waktu dengan pelanggan dan pihak yang berwenang dalam hal investigasi. “Kami akan menyediakan seluruh sumber daya yang ada di perusahaan Boeing untuk membantu,” kata Dern. “Kami yakin 787 tersebut aman dan kami berdiri di belakang integritas secara keseluruhan. Kami akan mengambil setiap langkah yang diper-

lukan dalam beberapa hari mendatang untuk memastikan pelanggan kami dan masyarakat yang bepergian dengan 787 tetap peduli dengan keselamatan,” tambahnya. Masalah Serius Sebuah tim internasional perusahaan kedirgantaraan sukses membangun pesawat ini, yang dipimpin oleh Boeing di perusahaan Everett, Washing­ ton dekat Seattle. Menurut Boeing, lahirnya 787 Family ini karena menanggapi preferensi yang luar biasa dari maskapai penerbangan di seluruh dunia. Boeing Commercial Airplanes ‘meluncurkan 787 Dreamliner, sebuah pesawat super efisien. Pesawat komersil pertama yang menggunakan bodi komposit guna mengurangi beban pesawat dan menghemat bahan bakar. Dalam hal ini, Boeing menggunakan baterai jenis

lithium-ion, sejenis yang difungsikan pada mobil listrik maupun telepon seluler. Profesor Teknik Penerbangan dari Universitas St Louis Paul Czysz mengungkapkan apa yang dilakukan Boeing untuk mengurangi berat pesawat kini mengalami masalah serius. Badan Regulator Amerika Serikat mengutarakan masalah keamanan terbesar berpusat pada lithium-ion, baterai yang lebih ringan dari baterai konvensional, mengandung energi lebih besar, lebih cepat untuk mengisi ulang, tetapi juga berpotensi mudah terbakar. Pada konferensi pers, Jepang Transport Safety Board (JTSB) mengatakan baterai hangus dan sistem sekitarnya akan dikirim ke Tokyo untuk pemeriksaan lebih lanjut. Dikatakan, ada kesamaan deng­ an kasus sebelumnya baterai pada 787 Japan Airlines di Boston Logan.

Penyelidikan awal oleh Kementerian Transportasi Jepang, bahwa baterai bocor. Cairan elektrolit dalam bateri itu, bersifat sangat korosif dan mudah terbakar. Jika bocor dan meluber ke luar dari tempat penyimpanan di bawah kokpit ke bagian dekat kulit luar pesawat dapat merusak komponen lainnya dan kabelkabel. Cairan tersebut mampu mengantarkan energi listrik, sehingga kemungkinan menyebabkan hubungan arus listrik pendek dan akibatnya terjadi kebakaran. Kevin Hiatt, Presiden Flight Safety Foundation Virginia, Amerika Serikat menegaskan, kebocoran ba­ terai merupakan masalah vital dan harus segera ditangani. GS Yuasa Corp, perusahaan Jepang yang membuat baterai untuk Dreamliner, mengatakan telah mengirim insinyur untuk membantu penyelidikan. (Sat)

26 l Aviasi l Februari 2013
Fokus

Ketika Jepang-AS Mengambil Jalan Kompromi

Negeri yang terkenal sebagai Macan Asia ini paling banyak mengoperasikan Boeing 787 Dreamliner. Tetapi setelah beberapa kejadian, maskapai itu mengharuskan untuk menghentikan layanannya. (Foto: mshcdn.com)

H

UBUNGAN Jepang-Boeing pada mulanya didorong oleh diplomasi perdagangan ketika Jepang menjadi sasaran kemarahan setelah melakukan kebijakan proteksi. Hubungan dagang keduanya, selalu menguntungkan Jepang. Untuk keseimbangan, Jepang pun membeli 747 jet jumbo, sehingga dapat membantu keseimbangan hubungan dagang antara kedua negara. Sebelumnya flag carrier Japan Airlines Co Ltd tidak pernah membeli pesawat Airbus, dan ANA adalah yang pertama terbang dengan 787. ANA juga pelanggan Boeing 777 dan merupakan operator internasional terbesar dari jet penumpang pabrikan AS Boeing 767. Boeing menyatakan pesawat ini telah memiliki 50.000 jam terbang dan lebih dari 150 penerbangan setiap hari. In-service setara dengan pengenalan industri terbaik yang pernah masuk ke layanan dunia seperti Boeing 777. Pada 15 bulan layanan, Boeing melihat keandalan armada 787 jauh di atas 90 persen. Informasi Boeing 787 Family
Pesanan (2012) Kapasitas Lorong kabin Jangkauan Wing span Panjang Tinggi Kecepatan jelajah Kapasitas kargo Harga
Sumber: Boeing

Industri Menjadi Terancam

Dampak lainnya, selain batalnya ratusan jadwal penerbangan, juga terhadap perekonomian Jepang yang tengah mengalami resesi. Banyak yang tidak menyangka ternyata Jepang turut andil dalam produksi berteknologi mutakhir ini. Keputusan larangan terbang langsung berimbas pada saham di berbagai perusahaan yang memproduksi 787 tersebut. Perusahaan-perusahaan di Negeri Sakura ini memasok lebih dari sepertiga dari suku cadang yang digunakan dalam Boeing Co untuk 787 Dreamliner. Lebih dari lima puluh perusahaan Jepang adalah pemasok untuk divisi Boeing sipil dan militer, menyediakan 22.000 tenaga kerja, atau sekitar 40 persen dari industri kedirgantaraan Jepang. Setiap akan beralih ke Airbus, menjadi berita buruk bagi Jepang Inc, kata seorang pejabat di salah satu pemasok Boeing di Jepang. “Perusahaanperusahaan Jepang tidak memiliki peran banyak dalam rantai pasokan Airbus,” katanya kepada Reuters. (Dnn)
787-9 Dreamliner 325 250-290 penumpang Twin aisle (dua lorong) 8.000 hingga 8.500 mil laut (14.800 sampai 15.750 kilometer) 197 kaki (60 meter) 206 kaki (63 meter) 56 kaki (17 meter) Mach 0,85 5.400 kubik US$ 243.6 juta

Maskapai yang mengoperasikan Dreamliner
Total Pengiriman (2012) All Nippon Airways Japan Airlines United Airlines Air India Qatar Airways Ethiopian Airlines LAN Airlines LOT Polish Airlines
Sumber: Boeing dan Reuters

50 pesawat Jepang Jepang Amerika Serikat India Doha, Qatar UAE Ethiopia, Afrika Santiago, Cile Warsawa, Polandia

17 pesawat 7 pesawat 6 pesawat 6 pesawat 5 pesawat 5 pesawat 3 pesawat 2 pesawat

Pada 18 Januari lalu tercatat penurunan saham pada:
Perusahaan Mitsubisi Heavy Industries Fuji heavy Industries GS Yuasa Corp Toray Industries Inc
Sumber: Reuters

Saham turun (persen) 3.32 2.87 4.46 4.13

Perusahaan Pemasok Suku Cadang Dreamliner
No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. Perusahaan Mitsubishi Heavy Industries Ltd Kawasaki Heavy Industries Ltd Toray Industries Inc Fuji Heavy Industries Ltd Panasonic Corp Bridgestone Corp Jamco Corp GS Yuasa Corp Nabtesco Corp IHI Corp Daido Steel Co Ltd Sumitomo Precision Products Toho Titanium Co Ltd Osaka Titanium Technologies Co Ltd Sumitomo Chemical Co Ltd ShinMaywa Industries Ltd Tamagawa Seiki Co Ltd

787-8 Dreamliner 523 210-250 penumpang Twin aisle (dua lorong) 7.650 hingga 8.200 mil laut (14.200 sampai 15.200 kilometer) 197 kaki (60 meter) 186 kaki (57 meter) 56 kaki (17 meter) Mach 0,85 4,400 kubik US$ 206.8 juta

Komponen Wings forward fuselage, main landing gear wheel well carbon fibre composite material centre wing box in-flight entertainment system Tyres toilets, galley, flight deck interior lithium-ion batteries power distribution equipment engine shaft and low pressure turbines material for engine shaft heat exchanger for auxiliary power unit, and heat exchanger for engines Titanium Titanium polyethersulfone, an engineering plastic main wing spar cockpit components

Sumber: Reuters, Laporan Yoshiyuki Osada, Maki Shiraki, Teppei Kasai, Kentaro Sugiyama, Yuka Obayashi dan Mari Saito

Aviasi l Februari 2013 l 27

Safety

Pengoperasian “Aircraft Ground De-/Anti-icing”
lindungi oleh cairan tersebut. Tipe cairan serta konsentrasi yang digunakan sangat penting diketahui karena mempengaruhi holdover time. Makin besar konsentrasi cairan, makin lama holdover time dan makin banyak salju yang turun maka holdover time-nya semakin singkat. Pilot akan melakukan walk around check terlebih dahulu sebelum menghubungi ground staff untuk meminta pesawat disemprot cairan. Kemudian akan datang beberapa truk khusus untuk melakukan proses de-/anti-icing. Pilot akan melakukan prosedur de-/ anti-ice sebelum dilakukan penyemprotan. Segera setelah proses selesai dilaksanakan, engineer akan melakukan re-check dan memberikan informasi ke pilot bahwa pesawat siap untuk lepas landas. Beberapa area kritikal pesawat yang biasanya diperlukan penyemprotan cairan de-/anti-ice antara lain fuselage, wings and horizontal stabilizers, vertical surfaces, landing gear and wheel bays, engine/APUs, dan instrument sen­ sors.

De-icing merupakan proses menghilangkan kontaminan es, salju, lumpur salju, atau bunga es dari permukaan pesawat. Proses ini menggunakan cairan glikol yang dipanaskan lalu disemprotkan dengan tekanan tinggi untuk menghancurkan es dan menghilangkan dari badan pesawat. (Foto: istimewa)

kecuali yang diperbolehkan di manual, dapat mempengaruhi performa pesawat, di antaranya mengurangi aero­ dinamika dan meningkatkan daya hambat pesawat dikarenakan aliran udara yang terganggu. Selain itu, hal tersebut juga dapat mengakibatkan flight control surface dan mekanisme flap terganggu. Oleh karena itu, sebelum lepas landas pesawat harus dipastikan “bersih” dari es, salju, lumpur salju, maupun bunga es.

nakan, serta holdover time.

Cairan De-icing dan Anti-icing

Definisi De-icing dan Anti-icing
Capt. Novianto Herupratomo EVP. Operation PT Garuda Indonesia (Persero)

G

A 885 bersiap lepas landas dari Bandar Udara Internasional Narita, Tokyo, pada siang hari deng­ an cuaca yang cukup cerah dan sedikit hujan salju. Pilot melakukan walk around check untuk melihat apakah ada es yang menempel. Di pesawat A330200 itu ternyata ketebalan lapisan bu­ nga es di bagian sayapnya mencapai 7 mm. Setelah selesai check, pilot segera melapor ke ground handling agar salju yang menempel pesawat segera dihilangkan agar tidak menghambat aliran udara yang melewati sayap (airfoil). Setelah melakukan proses “de-icing” dan “anti-icing”, pesawat kemudian lepas landas dengan sempurna menuju Jakarta. Suatu pesawat tidak diperbolehkan untuk lepas landas dalam kondisi cuaca di mana es, salju, lumpur salju, atau bunga es muncul atau menempel di sayap, baling-baling, flight control, engine inlet, atau permukaan kritikal pesawat lainnya. Hal ini dinamakan dengan “Clean Aircraft Concept”. Tumpukan benda-benda tersebut,

De-icing merupakan proses menghilangkan kontaminan es, salju, lumpur salju, atau bunga es dari permukaan pesawat. Proses ini menggunakan cairan glikol yang dipanaskan lalu disemprotkan dengan tekanan tinggi untuk menghancurkan es dan menghilangkan dari badan pesawat. Se­ dangkan, anti-icing merupakan prosedur pencegahan/perlindungan permukaan pesawat dari pembentukan kontaminan es, salju, lumpur salju, atau bunga es dalam jangka waktu tertentu. Untuk menghilangkan es terkadang hanya de-ice yang perlu dilakukan atau terkadang keduanya (de-ice dan anti-ice). Keputusan melakukan kedua proses ini tergantung dari keadaan cuaca yang ada. Prosedur de-ice dan anti-ice dapat dilakukan dengan satu atau dua tahap. One step process apabila hanya dilakukan proses de-ice pada permukaan pesawat. Two steps process, dilakukan dengan dua langkah yaitu de-ice terlebih dahulu, kemudian anti-ice menggunakan cairan yang terpisah. Hal ini dilakukan untuk melindungi permukaan pesawat yang cukup kritikal secara maksimum. Ketentuan apakah harus one- atau two-steps tergantung dari kondisi setempat, seperti cuaca, ketersediaan alat atau cairan yang digu-

Terdapat beberapa jenis cairan yang digunakan pada proses ini, yaitu Tipe I, II, III, dan IV. Tipe I mengandung konsentrasi glikol yang tinggi dan harus dipanaskan terlebih dahulu untuk memperoleh hasil de-ice yang efektif. Tipe II dan IV mengandung glikol dan campurannya adalah air, pengental, wetting agent, cairan anti korosi, dan terkadang pewarna. Tipe II dan IV biasa digunakan untuk pesawat turbojet, yang lepas landas pada kecepatan sekitar 100 knots. Sedangkan Tipe III merupakan hasil pengenceran dari Tipe II atau IV dan biasa digunakan untuk pesawat baling-baling yang lepas landas pada kecepatan kurang dari 100 knots. Untuk proses anti-ice, cairan tidak perlu dipanaskan dan tidak perlu tekanan tinggi untuk menyemprotkannya. Karena beberapa cairan jenis ini cukup beracun dan agar tidak mencemari lingkungan, maka hanya petugas yang berlisensi saja yang dapat melakukannya.

Peran dan Tanggung Jawab Personel

Di beberapa tempat/negara lain, proses de-/anti-ice dapat dilakukan di parking stand. Proses ini lebih mudah karena dilakukan sebelum taxi-out sehingga prosedurnya lebih mudah. Kekurangannya yaitu holdover time-nya dapat habis pada saat taxi-out menuju landasan. Namun ada juga yang melakukan proses ini pada saat di teng­ ah jalan menuju landasan sehingga holdover time-nya tidak terlampaui. Holdover time didefinisikan sebagai perkiraan waktu dari cairan anti-ice dapat mencegah pembentukan es/ bunga es dan akumulasi salju/lumpur salju di permukaan pesawat yang ter-

Proses De-icing dan Anti-icing

Proses de-/anti-icing secara teknis merupakan bagian dari pengoperasian pesawat terbang. Setiap personel yang terlibat dalam proses ini bertanggung jawab terhadap prosedur yang berlaku serta melakukan verifikasi dari hasil proses tersebut. Selain itu, pemberian informasi mengenai proses tersebut kepada flight deck juga merupakan salah satu bagian “technical airworthiness” pada pengoperasian pesawat terbang. Seorang Pilot In Command (PIC) bertanggungjawab dalam memastikan proses tersebut memenuhi kriteria ”Clean Aircraft Concept”. Petugas darat (ground handling) juga bertanggung jawab dalam mempersiapkan pesawat yang memenuhi konsep tersebut. PIC harus mengawasi kondisi pesawat secara terus-menerus setelah proses de-/ anti-icing selesai dilakukan dan telah sesuai dengan “Clean Aircraft Concept” untuk kemudian lepas landas. Meskipun seorang PIC memiliki wewenang penuh untuk menentukan bahwa pesawat layak terbang atau tidak, tanggung jawab dalam meng­ identifikasi apakah proses ground de-/ anti-icing diperlukan atau telah dilakukan secara benar dan sesuai terdapat pada licensed engineer, PIC, serta operator alat de-/anti-ice yang digunakan. Oleh karena itu, program de-/anti-icing harus disusun secara tepat, baik dari segi SDM, alat, maupun training yang dibutuhkan, dan diterapkan dengan baik agar tercipta koordinasi kerja yang baik. Keselamatan penerbangan adalah sebuah tanggungjawab bersama oleh karena itu dibutuhkan peran aktif semua pihak guna mencapai tujuan yang sama, yaitu keselamatan penerbangan. (*)

28 l Aviasi l Februari 2013
Tokoh Penerbangan

Tjilik Riwut: Antara Wartawan dan Angkatan Udara

Meskipun namanya Tjilik (dalam Bahasa Jawa berarti kecil), ia sosok laki-laki gagah perkasa dan berkarakter luar biasa.

Pada 1957-an, ketika Palangkaraya masih dibangun, Tjilik Riwut telah mempunyai gambaran bahwa di Palangkaraya nantinya akan dibangun dua bandar udara. Satu untuk melayani rute dalam negeri dan satu lagi bertaraf internasional. Bahkan Presiden Soekarno pun menjadikan kota ini sebagai model ibukota Indonesia. (Foto-foto: Istimewa)

N

AMANYA unik, Tjilik Riwut. Tokoh penerbangan yang satu ini punya semangat baja dalam memperjuangkan dan mempertahan­ kan kemerdekaan Republik Indonesia melalui angkatan udara. Pengabdiannya yang besar untuk Kalimantan Tengah, kini masih terpatri dan bergaung. Tjilik Riwut dilahirkan di Katunen, Kasongan, Kalimantan Tengah pada 2 Februari 1918. Beberapa sumber menyebutkan bahwa Tjilik Riwut adalah seorang yang mencintai alam, mempunyai pendirian yang kuat dan dapat melihat sekitarnya dengan dasar yang kokoh, terutama mengenai budaya Dayak.

pers, Tjilik Riwut secara langsung telah menyumbangkan tenaga, pikiran dan kemampuannya dalam berjuang di dalam arus pergerakan nasional. Lewat koran yang dikelolanya, Tjilik Riwut menyebarkan berbagai berita seputar pergerakan nasional di Jawa, Sumatra dan Kalimantan. Pada 17 Agustus 1945, setelah Proklamasi, Tjilik Riwut kembali ke Kalimantan guna menyebarkan berita kemenangan Indonesia. Kemudian ia menggalang “Sumpah Setia Masyarakat Suku-Suku Dayak sampai Pedalaman Rimba Raya Kalimantan” kepada Pemerintah Republik Indonesia pada awal kemerdekaan.

teori terjun dan melipat payung. Meng­ utip dari laman pelita.or.id, ketika bertugas sebagai Komandan Pasukan MN 1001 Mobiele Brigade, Tjilik Riwut menorehkan prestasi yang membanggakan karena sukses bertindak sebagai komando Penerjun Payung Pertama Angkatan Udara Republik Indonesia. Terjun payung tersebut menggunakan Dakota RI-002 yang terbang dari Pangkalan Udara Maguwo Yogyakarta, dengan awak pesawat:
Nama Robert Earl Freeberg Opsir Udara III Makmur Suhodo Mayor Tjilik Riwut Opsir Muda Udara III Amir Hamzah Jabatan Pilot Copilot Petunjuk Jalan Jumping Master

Mengawali di Dunia Jurnalistik

Saat menginjak usia remaja ia bertekad untuk merantau ke Banjarmasin dan akhirnya mengatarkannya ke Pulau Jawa untuk menuntut ilmu sebagai perawat bersama beberapa pemuda militan sebagai pelaksana misi pemerintah Republik Indonesia. Di Jawa, selain sekolah perawat, Tjilik Riwut juga bekerja sebagai peng­ antar koran. Dari sanalah ia mulai bersentuhan dengan dunia jurnalistik dari Sanusi Pane dan M. Tabrani. Untuk meningkatkan citra Dayak, bersama rekan-rekannya, Tjilik Riwut menerbitkan majalah Pakat Dayak bersama Suara Pakat pada 1940. Di penerbitan ini, ia menjadi pempimpin redaksi. Selain itu ia menrangkap sebagai koresponden Harian Pemandangan, pimpinan M. Tabrani serta koresponden Harian Pembangunan, pimpinan Sanusi Pane, seorang sastrawan Indonesia angkatan pujangga baru. ­ Berawal dari minatnya di dunia

Pemimpin Pasukan Terjun Payung Pertama
Tjilik Riwut kemudian memutuskan untuk menekuni di bidang militer, dipercaya sebagai pimpinan Rombongan II Utusan Pemerintah RI Yogyakarta ke Kalimantan yang bertujuan meng­ himpun badan perjuangan, memberi penerangan kepada masyarakat Dayak di Kalimantan tentang makna kemerdekaan. Ia juga membentuk satu kekuatan bersenjata berbentuk pasukan MN 1001 yang wilayah operasinya membentang di Kalimantan bagian Tengah hingga Selatan, salah satunya dengan menggelar aksi terjun payung. Saat pemerintah RI masih di Yogyakarta, Tjilik Riwut menjabat sebagai Mayor TNI. Tjilik Riwut yang meniti karier di kemiliteran hingga mempunyai pangkat terakhir Marsekal Pertama Kehormatan TNI-AU mulai masuk ke ranah politik. Pasukan Tjilik Riwut tidak mendapatkan latihan khusus hanya sebatas

Sumber: mail-archive

Ingin Memiliki Bandar Udara Internasional

Tjilik Riwut merupakan sosok yang ingin daerahnya maju. Ia menjadikan Kalimantan merupakan wilayah yang strategis dan mewujudkan dengan

pembangunan Desa Pahundut, pusat perdagangan yang kemudian dikenal sebagai ibukota Kalimantan Tengah, yaitu Palangkaraya. Mengutip dari mail-archive.com, bahwa pembangunan Palangkaraya adalah salah satu obsesi Tjilik Riwut yang telah tercapai. Yang lebih memukau seperti diceritakan oleh J.J. Kusni, adalah membangun bandar udara internasional di Kalimantan Tengah. “Lapangan terbang internasional yang kurancangkan diberi nama lapangan terbang Panarung (fighter),” demikian kata Tjilik Riwut kepada keponakannya seperti yang dilansir dari mail-archive.com. Tetapi cita-cita Tjilik Riwut untuk mendirikan bandar udara kelas internasional belum terwujud. Sekarang Bumi Tambun Bungai ini memiliki pintu gerbang udara dengan taraf nasional dengan nama Bandar Udara Tjilik Riwut. Di samping itu, namanya juga meng­ udara di salah satu armada Sriwijaya Air PK-CJJ dengan nama Tjilik Riwut. (Dnn)

Tjilik Riwut dalam kehidupan dan prestasinya sangat erat dengan angka 17, di antaranya
Periode dan Peristiwa 17 Agustus 1945 17 Desember 1946 17 Oktober 1947 Desa ke 17 17 Juli 1957 Provinsi ke 17 Kabinet ke 17 17 Agustus 1987
Dari berbagai sumber

Keterangan Proklamasi Kemerdekaan, menyebarkan berita ke Kalimantan Pelaksanaan Sumpah Setia 142 Suku di Pedalaman Kalimantan yang ia wakili kepada pemerintah RI secara adat dihadapan Presiden Soekarno di Gedung Agung, Yogyakarta Menorehkan terjun payung pertama di Indonesia Desa Pahandut sebagai cikal bakal dari ibukota Kalimantan Tengah, dihitung dari Sungai Kahayan Peletakkan batu pertama kota Palangkaraya Sebagai gubernur pertama Kalimantan Tengah Kelahiran Kalimantan Tengah pada masa pemerintahan kabinet tersebut Tutup usia di RS Suaka Insan, Banjarmasin, Kalimantan Selatan

Aviasi l Februari 2013 l 29

Iptek

P

Fasilitas Self Check-In Mempermudah Penumpang Saat Berpergian
penerbangan (Sales Office, Travel Agent) maupun pada media reservasi online (Online Web Booking, Mobile Booking) dengan berbagai kanal check in maskapai yang tersedia di bandar udara. ASYST juga memberikan pelayanan end to end di sisi infrastruktur network, termasuk aplikasi-aplikasi berbasis net­ work, tenaga ahli untuk memantau secara rutin setiap network yang tersedia dan data center. PT Aero Systems Indonesia (ASYST) adalah salah satu anak perusahaan dari PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk dan PT Aerowisata. ASYST merupakan penyedia layanan konsultasi dan sistem Teknologi Informasi yang melayani industri transportasi khususnya penerbangan dan industri travel. Informasi lebih lanjut mengenai ASYST dapat di­ lihat melalui situs www.asyst.co.id.

ernahkah Anda menunggu lama hanya untuk melakukan checkin pada saat di bandar udara? Check in secara umum dapat dilakukan kurang lebih dua jam sebelum waktu keberangkatan pada gerai check in di dalam bandar udara. Dengan semakin bertambahnya jumlah penumpang pesawat saat ini, gerai check in menjadi area dengan antrian yang panjang. Masalah antrian ini menjadi pemandangan yang sudah tidak asing pada saat kita tiba di gerai check in di bandar udara di manapun. Antrian ini antara lain dipengaruhi oleh padatnya jadwal penerbangan dan masalah kebiasaan penumpang yang terbiasa melakukan check in berdekatan dengan waktu keberangkatan. Hal lain seperti adanya masalah pada perangkat keras dan lunak yang digunakan oleh petugas juga menjadi penyebab antrian pada gerai check in.

Apa yang dimaksud dengan fasilitas self check in?
Fasilitas self check in adalah fasilitas yang memudahkan penumpang sebelum berpergian dengan pesawat, di mana penumpang dapat melakukan proses check in sendiri pada mesin kios yang tersedia di area bandar udara. Saat ini beberapa maskapai penerbangan sudah membuka mesin kios self check in baik untuk tujuan keberangkatan domestik maupun internasional. Fasilitas ini menawarkan kenyamanan kepada penumpang karena penumpang dapat menghemat waktu serta penggunaan yang mudah dan praktis karena mesin kios yang digunakan untuk menggunakan layanan ini menyerupai mesin ATM. Dengan mesin ini penumpang bisa melakukan check in, memilih nomor kursi yang tersedia di dalam pesawat dan mendapatkan boarding pass. Untuk menggunakan fasilitas ini calon penumpang harus sudah memegang tiket atau e-ticket dengan status reservasi yang sudah terkonfirmasi dan langsung mendatangi mesin kios self check in di bandar udara.

Beberapa jasa penerbangan sudah menyediakan fasilitas self check in yang memudahkan penumpang pada saat hendak berpergian tanpa harus antri panjang di gerai check in.

Apa saja tahapan pada self check in di bandar udara?

Berikut adalah langkah-langkah untuk melakukan self check in melalui mesin kios check in di bandar udara: 1. Siapkan lembaran booking flight (bukti pembelian tiket atau e-ticket) yang telah dipesan. 2. Beri tanda setuju pada halaman yang menampilkan peraturan di layar sentuh mesin kios, kemudian tekan next. 3. Masukkan nomor reservasi yang terdapat di lembaran booking flight, kemudian tekan next. 4. Pilih nama penumpang yang tercetak pada booking flight. 5. Pilih tempat duduk yang tersedia melalui denah tempat duduk yang ditampilkan di layar mesin.

6. Masukkan dan lengkapi nomor eticket, kemudian tekan next. 7. Lembar boarding pass akan tercetak dan keluar dari mesin kios. 8. Ambil boarding pass dan cek kembali apakah tiket dan boarding pass Anda telah sesuai. Perlu diketahui bahwa langkahlangkah melakukan self check in tersebut bisa saja berbeda antara satu maskapai dengan maskapai penerbangan lainnya namun pada sistem self check in, semua database penumpang tersimpan di dalamnya sesuai dengan reservasi yang telah dilakukan oleh penumpang. Di Indonesia, fasilitas self check in sementara ini belum dilengkapi deng­ an fasilitas bag drop atau kios khusus untuk tas/koper sehingga penumpang yang membawa tas/koper tetap perlu mendatangi gerai check in umum atau gerai khusus penitipan tas/koper untuk mendaftarkan tas/koper yang dibawa selama perjalanan tersebut pada sistem maskapai penerbangan yang dibantu

oleh petugas. PT Aero Systems Indonesia (ASYST) sebagai perusahaan IT terdepan dan berpengalaman di industri transportasi dan travel di Indonesia, men­ dukung layanan self check in ini untuk kebutuh­ an maskapai penerbangan di Indonesia. Dengan sumber daya manusia yang sudah terbukti dan berpengalaman di bidang Teknologi Informasi penerbang­ an, ASYST mengembangkan aplikasi untuk menghubungkan Sistem Pelayan­ an Penumpang maskapai deng­ an berbagai layanan seperti Internet Booking Engine dan fasilitas self checkin. Selain mendukung fasilitas self check in di bandar udara, ASYST juga menyediakan Sistem Pelayanan Penumpang (Passenger Service System) yang terbaru dan dikenal dengan PSS release 15. Sistem tersebut mengintegrasikan dan memperlancar jalannya sistem ke berbagai kanal reservasi milik maskapai

Dengan kemudahan kios self check in ini, penumpang dapat menghemat waktu dan tenaga diban­ dingkan dengan mengantri di gerai check in umum.

Untuk informasi lebih lanjut, hubungi: PT Aero Systems Indonesia (ASYST), Ratu Plaza Office Tower Lt.28-30 Jl Jend Sudirman Kav 9 Jakarta 10270 Indonesia Telepon: +62 21 7255660 (hunting) Fax: +62 21 7256250 Website: www.asyst.co.id Twitter: @ASYST_ID Facebook: PT Aero Systems Indonesia

30 l Aviasi l Februari 2013

Destinasi

MalaysiaBukanHanyaMenaraKembar
tercanggih di dunia. Teater ini bernama Istana Budaya yang merupakan panggung teater pertama di Asia yang dilengkapi dengan peralatan pentas termodern. Kecanggihan Istana Budaya membuatnya sebanding dengan panggung teater terkemuka di dunia Royal Albert Hall yang ada di London. Istana Budaya kerap mengadakan pelbagai persembahan kebudayaan dan musik antarbangsa serta konser dan tarian balet. Namun Anda harus memiliki jadwal tahunan acara Istana Budaya untuk dapat menikmati sajian pertunjukan di gedung ini. Ingin berwisata alam? Datanglah ke Lake Gardens yang merupakan taman tertua dan paling populer di Kuala Lumpur. Letaknya berada di pinggir jalan raya Kuala Lumpur. Konon taman ini adalah tempat di mana warga Inggris mendirikan rumah kediaman mereka. Daya tarik utama taman ini ialah danaunya yang dikelilingi pohon-pohon berwarna hijau cerah, yang pada akhirnya membentuk kawasan taman seluas 92 hektar ini menjadi lokasi yang nyaman menghabiskan sore hari di Kuala Lumpur. Di dalam taman ini terdapat Taman Burung, Anda juga bisa menikmati keindahan Taman Rusa dan Taman Orchild. Dari taman ini, Anda dapat me­ ngunjungi berbagai objek wisata lainnya, seperti Tugu Negara, Planetarium dan Museum Kesenian Islam Antar Bangsa. (Fadly Molana)

Tujuan utama wisatawan ke Malaysia adalah ke Kuala Lumpur yang menjadi ibu kota sekaligus kota terbesar di Malaysia.

W

ALAUPUN sering berselisih, banyak orang Indonesia yang berkunjung ke Malaysia. Harap maklum, sebab ongkos perjalanan ke negri jiran itu relatif murah diban­ dingkan dengan biaya perjalanan ke tempat wisata Indonesia bagian timur. Kebanyakan mereka yang ke Kuala Lumpur datang untuk melihat kemegahan menara kembar (Menara Petronas). Namun, apakah hanya itu wisata yang ada di sana? Dengan wilayah seluas 244 km², Kuala Lumpur masih memiliki objek wisata yang tak kalah menarik dengan Menara Petronas. Berikut adalah wisata lain yang ada di Kuala Lumpur: Bukit Bintang. Bukit Bintang berada di segitiga emas Kuala Lumpur, dekat dengan Menara Petronas, China Town dan Central Market. Kawasan ini cukup terkenal sebagai tempat berwisata belanja. Deretan mal dan pusat per­ belanjaan lainnya dapat dengan mudah ditemui di Bukit Bintang. Jika Anda ke Bukit Bintang, Anda dengan mudah dapat bertemu dengan warga Indonesia yang sedang berbelanja. Bukit Bintang memang destinasi favorit wisatawan asal Indonesia. Namun tidak haya wisata belanja, Bukit Bintang juga menyediakan wisata kuliner yang sangat beragam. Anda bisa menikmati makanan Anda yang dihidangkan secara tradisi­ onal dengan suasana tempat terbuka, dengan kursi dan meja yang ditata di sepanjang pinggir jalan. Lelah berbelanja dan puas makan di Bukit Bintang, saatnya memanjakan tubuh untuk dipijat. Tempat seperti itu banyak ditemui di Bukit Bintang. Anda bisa menikmati pijat tubuh, kaki, bahkan spa di tempat-tempat pijat refleksiologi yang berada di sepanjang jalan

Bukit Bintang. Tempat pijat ini biasanya buka hingga larut malam. Di Bukit Bintang juga banyak hotel dengan berbagai kelas, dari yang murah hingga yang berbintang lima, dari yang harga per malamnya Rp 200.000 hingga jutaan seperti The Grand Millenium, JW Marriott, RitzCarlton, Royale Bintang, Novotel dan Federal Hotel. Bukit Bintang memang tempat untuk orang borjuis (begitulah kira-kira), karena menawarkan berbagai macam wisata belanja dengan harga yang relatif mahal. Jika Anda ingin berbelanja, namun dengan harga yang masih masuk di akal, kunjungi kawasan China Town, khususnya Petaling Street. Di sana Anda bisa menemukan berbagai macam barang dengan harga yang jauh lebih murah, dan masih bisa Anda tawar. Di Petaling Street juga Anda bisa berwisata sejarah. Di ujung jalan terdapat sebuah toko bernama Chan See Shu Yuen yang mulai beroperasi sejak tahun 1906. Bagian dalam toko ini mempunyai space halaman yang terbuka dan terdapat lukisan serta ukiran yang indah. Arca-arca tembikar disusun di bagian luar toko, sementara di bagian dinding luar dan bumbung toko terdapat ukiran yang halus dan menarik. Tidak jauh dari Petaling Street, terdapat Kuil India Selatan yang dinamakan Sri Maha Mariamman. Lokasi tepatnya berada di Jalan Tun H.S. Lee. Kuil yang dibangun pada tahun 1873 merupakan kuil Hindu yang paling cantik jika dibandingkan dengan kuil lain yang ada di Malaysia. Banyak arca yang menghiasi kuil ini termasuk ukiran dewa-dewa Hindu, hiasan emas, batu permata dan corak-

corak yang dilukis tangan. Di dalamnya terdapat sebuah kereta kuda berbalut material perak yang seringkali digunakan untuk arak-arakan keagamaan di jalan raya. Puas berbelanja, saatnya menikmati sajian di salah satu panggung teater

Salah satu lokasi yang menjajakan makanan di kawasan Bukit Bintang adalah Jalan Alor. Jalan ini memang dibuat untuk memfasilitasi para penjaja makanan dengan cita rasa lokal, mulai dari masakan China, India, Indonesia, Thailand, Malaysia dan bahkan perpaduan di antaranya. (Foto: applehotels.com)

Berbagai macam barang dengan harga yang jauh lebih murah ada di Malaysia. (Foto: files.wordpress.com)

Aviasi l Februari 2013 l 31

Destinasi
modern. Kamar-kamar tersebut dilengkapi dengan akses wifi, peralatan kamar yang lengkap, perangkat keamanan, layanan kamar dan kamar mandi. Bagi tamu yang gemar kuliner, hotel ini menyediakan sebuah restoran kontemporer dengan pemandangan The Piazza dalam suasana yang nyaman dan menyenangkan untuk acara makan sehari-hari Anda. Restoran ini menawarkan sarapan prasmanan termasuk berbagai hidangan ala internasional dan lokal khas Malaysia yang akan memenuhi selera setiap tamunya. Ingin bersantai sambil menikmati minuman yang disajikan secara khusus? Tersedia sebuah bar modern yang menawarkan koktail, minuman panas maupun dingin. ibis Styles Kuala Lumpur Cheras juga menyediakan ruang pertemuan untuk seminar yang dapat menampung hingga 100 orang dengan dukungan tenaga profesional dan peralatan yang lengkap, sehingga dapat menjadikan setiap acara Anda lebih bermakna dan berkelas. Fasilitas lainnya yang disediakan hotel, antara lain pelayanan bagi orang cacat, parkir yang luas, info layanan bisnis, layanan bagi anak-anak, pusat belanja dan peralatan keamanan yang canggih.

Semaraknya Pilihan Bermalam di ibis Styles di Negeri Jiran
Ibis Styles Kuala Lumpur Fraser Business Park dan Ibis Styles Kuala Lumpur Cheras merupakan hotel ekonomi premium internasional di Malaysia
LCD, brankas, kamar mandi dengan shower berdiri terpisah. ibis Styles di kawasan Fraser Business Park ini menawarkan cita rasa khas hidangan Malaysia yang disajikan dengan konsep prasmanan dengan dapur terbuka, sehingga dapat memenuhi selera Anda dengan berbagai pilihan masakan lokal dan internasional yang disajikan langsung oleh chef hotel. Anda juga dapat mengunjungi bar di lantai 4 untuk bersantai sambil menikmati berbagai minuman dan camilan dengan harga terjangkau. Bagi tamu yang gemar berolahraga, hotel ini menyediakan pusat kebugaran untuk membantu mengembalikan kesegaran tubuh Anda setelah beraktivitas. Selain itu, tersedia pula fasilitas bisnis, belanja, parkir yang luas, layanan kamar 24 jam dan perangkat keamanan. Bagi Anda yang ingin menggelar acara dan seminar, ibis Styles Kuala Lumpur Fraser Business Park menyediakan kebutuhan tersebut dengan didukung dan ditangani oleh tim profesional. Kapasitas ruang­ an mulai dari 20 orang hingga 100 orang. Alamat hotel Kompleks Metro Pudu No. 1, Jalan Metro Pudu 2 Fraser Business Park 55200 KUALA LUMPUR, MALAYSIA Telp. (+60)3/92328688 Faks. (+60)3/92328699 Email: H8552@accor.com

i

bis Styles Kuala Lumpur merupakan brand ekonomi premium hotel internasional di Malaysia Melakukan perjalanan dengan pesawat udara ke luar negeri baik untuk tujuan wisata maupun bisnis sudah menjadi tren belakangan ini. Meski perjalanan yang ditempuh hanya sebatas ke Ne­ geri Jiran Malaysia, itu juga harus memiliki perencanaan yang matang, mulai dari memilih maskapai penerbangan hingga akomodasi terbaik. Accor, sebagai operator hotel internasional terkemuka menjawab segala kebutuhan Anda dengan menyediakan pilihan hotel terbaik selama berada di Kuala Lumpur, Malaysia.

ibis Styles Kuala Lumpur Fraser Business Park
Hotel dengan desain modern ini terletak di persimpangan jalan Tun Razak & Jalan Loke Yew, berjarak hanya 5 menit dari pusat bisnis dan hiburan yang ramai di Kuala Lumpur. Hotel ini dapat ditempuh hanya 45 menit dari Bandar Udara Internasional Kuala Lumpur. Ibis Styles Kuala lumpur Fraser Business Park ini berlokasi di Kompleks Metro Pudu dan dapat ditempuh dengan berjalan kaki dari stasiun LTR Chan Sow Lin. Hotel yang merupakan brand ekonomi premium ini memiliki 500 kamar luas dengan suasana yang hangat, ceria dan modern. Tipe kamar yang tersedia, yaitu Standard Room dengan berbagai pilihan yang dilengkapi dengan akses internet, minibar, TV

ibis Styles Kuala Lumpur Cheras

ibis Styles Kuala Lumpur Cheras merupakan brand ekonomi premium hotel internasional di Malaysia. Berlokasi strategis di selatan jantung kota Kuala Lumpur yang dapat ditempuh hanya 25 menit dari Golden Triangle City dan 30 menit dari Bandar Udara Internasional Kuala Lumpur. Berjarak hanya 2 menit dari AEON Cheras Selatan Shopping Complex dengan berjalan kaki. Hotel ini memiliki 156 kamar yang nyaman dan

Alamat hotel Jalan C180/1 Dataran C 180 43200 CHERAS, MALAYSIA Telp. (+60)3/90868888 Faks. (+60)3/90868889 Email: H8001-RE1@accor.com

32 l Aviasi l Februari 2013
Medika

Terbang Nyaman dan Aman Saat Hamil
form) 1 dan MEDIF 2. Medif 1 diisi oleh petugas tiket, sedangkan Medif 2 diisi oleh dokter yang bersangkutan yang kemudian disetujui atau tidaknya untuk terbang oleh dokter penerbangan (Flight Surgeon/FS) maskapai yang bersangkutan. Untuk usia kehamilan kurang dari 32 minggu tanpa komplikasi lainnya tidak perlu menggunakan Medif, sedangkan kehamilan diatas 36 minggu dilarang untuk bepergian dengan pesawat terbang. Namun, ada satu sumber yang tercantum dalam lembaran Medif (the gui­ ding principle) dinyatakan bahwa pada wanita hamil dengan usia kehamilan 36 minggu diperbolehkan menggunakan pesawat sebatas jarak tempuhnya kurang dari dua jam atau penerbangan jarak pendek (short flight). Jika dalam pesawat terdapat wanita hamil dan perlu melahirkan segera, maka cabin crew berkompeten untuk membantu kelahiran, karena awak kabin atau pramugari/ra juga mendapatkan training/pelatihan melakukan per­ tolongan pertama pada penumpang emergency dan juga membantu proses kelahiran. Namun, jika wanita hamil melahir­ kan dengan komplikasi atau permasalahan lainnya, maka cabin crew belum tentu dapat mengatasinya karena keterbatasan ilmu dan skillnya, sehingga tetap penting diperhatikan umur kehamilan berapa yang nyaman dan aman untuk mengadakan traveling dengan pesawat terbang, sehingga dapat terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan. (*)

dr.Yuliana Takia, Flight Surgeon

Penumpang hamil didalam pesawat, perlu ekstra hati-hati. (Foto: davlerstatic.com)

S

EORANG ibu hamil belum lama ini melahirkan di dalam pesawat terbang Merpati dalam perjalanan dari Timika menuju Makassar. Sayang, bayi yang dilahirkan secara prematur itu cuma berusia sehari dan meninggal dunia setelah mendapat perawatan di rumah sakit. Bepergian dengan pesawat terbang belakangan ini menjadi pilihan bagi banyak orang, karena lebih efisien dan cepat sampai tujuan. Namun, tidak semua penumpang bisa leluasa naik pesawat. Penumpang yang perlu mendapatkan perhatian khusus untuk melakukan tra­ veling dengan pesawat terbang adalah

wanita hamil. Tidak ada kontra indikasi atau larangan untuk bepergian dengan pesawat pada wanita hamil kecuali hamil trimester pertama dan trimester ketiga. Pasalnya, pada trimester pertama sering didapatkan adanya morning sickness atau mual (muntah), terutama pada pagi hari atau rasa yang kurang nyaman, terutama pada kehamilan anak pertama (primigravida). Larangan bepergian bagi wanita hamil pada trimester ketiga dengan alas­ an dikhawatirkan yang bersangkutan akan melahirkan di dalam pesawat. Selain itu pada wanita hamil dalam

melakukan perjalanan panjang (lebih 4 jam) dan duduk di ruang duduk yang sempit/kelas ekonomi dapat menye­ babkan pembengkakan kedua kaki/ edema extremitas, thromboplebetis dan deep vein Trombosis. Semua penyakit itu dapat membahayakan janin dan sang ibu. Salah satu maskapai besar di Indonesia mempunyai kebijaksanaan yang mengadoptasi dari IATA (International Air Transport Association). Wanita hamil dengan usia kehamilan antara 32-36 minggu yang ingin bepergian dengan pesawat terbang diwajibkan untuk mengisi Medif (medical information

Lengkapi Koleksi Bacaan Bermutu Anda Lengkapi Koleksi BacaanAviasi Bermutu Anda dengan Berlangganan Sekarang *) dengan Berlangganan Aviasi Sekarang *)

Formulir Berlangganan
Nama Lengkap Alamat Telepon Pekerjaan Email Mulai berlangganan

Data Pribadi

: ________________________________________ : ________________________________________ Kota: __________________ Kode Pos:_________ : _________Fax: ________Handphone: _________ : ________________________________________ : ________________________________________ : _______________Edisi : ____________________

Pemesanan & Pembayaran
Ketik : Nama, Alamat, Jumlah Edisi dan Nomor Bukti Pembayaran Kirim melalui SMS ke 0812 88 737 747 atau email ke marketing@tabloidaviasi.com. Pembayaran : BCA a/c : 6580408115 Mandiri a/c : 1550004570084 KCP Modernland a/n Venita Pardede

Tarif Berlangganan + Ongkos Kirim
  Harga / Eksemplar 12 Edisi Diskon 20% Ongkos kirim Harga Total JABODETABEK Rp 10.000 Rp 120.000 Rp 96.000 Rp 60.000 Rp 156.000 JAWA Rp 10.000 Rp 120.000 Rp 96.000 Rp 120.000 Rp 216.000 SUMATERA Rp 12.000 Rp 144.000 Rp 115.200 Rp 156.000 Rp 271.200 BALI - NUSA TENGGARA Rp 12.000 Rp 144.000 Rp 115.200 Rp 180.000 Rp 295.200 KALIMANTAN SULAWESI MALUKU Rp 12.000 Rp 144.000 Rp 115.200 Rp 180.000 Rp 295.200 PAPUA Rp 12.000 Rp 144.000 Rp 115.200 Rp 276.000 Rp 391.200

Aviasi l Februari 2013 l 33

Hukum & Regulasi

Tanggung Jawab Penyelenggara Navigasi Penerbangan (2 habis)
(Foto: Anto zq)

P
Prof. DR. H. K. Martono, SH, LL. McSc

Jika Anda berminat silakan hubungi: Sugiarto (085695583553)

engalaman membuktikan kematian runway light di Yogyakarta, yang sekarang terulang lagi, beberapa waktu yang lalu, semua perusahaan pe­ nerbangan yang mengalami kerugian, kecuali perusahaan penerbangan plat merah, telah menuntut ganti rugi kepada operator bandar udara berdasarkan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 sebagai akibat pesawat udara tidak dapat mendarat dan/atau tinggal landas karena runway light tidak dapat ber­ operasi sampai pagi hari berikutnya. Pengalaman membuktikan pada 28 September 1985 pada saat shadow operation di Soekarno-Hatta, sumber daya listrik meledak mengakibatkan semua pesawat udara penerbangan domestik maupun internasional tidak dapat melakukan pendaratan dan/atau tinggal landas yang terpaksa divert ke berbagai bandar udara dalam negeri maupun luar negeri yang menimbulkan kerugian bagi perusahaan penerbang­ an, disusul dengan terganggunya komputer di Soekarno-Hatta beberapa tahun yang lalu yang mengakibatkan kerugian perusahaan penerbangan tidak kurang dari belasan miliar, tetapi peristiwa tersebut sebelum lahirnya Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 sehingga tidak ada dasar hukum perusahaan penerbangan menggugat peng­ usaha bandar udara. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 tersebut tidak hanya mengatur tanggung jawab penyelenggara navigasi penerbangan terhadap pe-

rusahaan pe­ nerbangan, tetapi juga mengatur tanggung jawab perusaha­ an penerbang­ an terhadap operator bandar udara. Dalam Pasal 241 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009, menyatakan bahwa perusahaan penerbangan bertanggung jawab terhadap kerusakan fasilitas bandar udara akibat kecelakaan pesawat udara. Kecelakaan pesawat udara yang mengganggu/memblokir landas-pacu sehingga menghalangi pendaratan dan/atau tinggal landas wajib segera disingkirkan oleh pengusaha bandar udara atas beban perusaha­ an penerbangan sebagai pe­ nanggungjawab. Pengalaman membuktikan, beberapa waktu yang lalu pesawat udara milik perusahaan penerbangan memblokir landasan pacu di Surabaya, yang meng­ akibatkan kerugian pengusaha bandar udara rugi tidak kurang dari Rp 7 miliar, tetapi kejadian tersebut sebelum lahir­ nya Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009, sehingga belum ada dasar hukum untuk mengajukan gugatan terhadap perusahaan penerbangan yang ber­ sangkutan. Tanggung jawab (liability) tersebut tidak hanya dibebankan kepada peng­ usaha bandar udara, tetapi juga terhadap perusahaan penerbangan. Dalam Pasal 241 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009, perusahaan pe­ nerbangan bertanggungjawab terhadap tindakannya yang menimbulkan kerugian terhadap pengusaha bandar udara. Kecelakaan pesawat udara yang

merusak fasilitas navigasi penerbang­ an, perusahaan penerbangan wajib mengganti kerugian kepada pengusaha bandar udara. Dalam hal pesawat udara mengalami kecelakaan di bandar udara yang mengganggu pendaratan dan/ atau tinggal landas, bandar udara wajib memindahkan dengan segera atas biaya perusahaan penerbangan yang ber­sangkutan. Tanggung jawab (liability) tidak hanya mengatur tanggung jawab antara pengusaha bandar udara deng­ an perusahaan penerbangan, tetapi juga mengatur tanggung jawab antara pengusaha bandar udara dengan peng­ usaha yang bergerak di bandar udara. Siapapun pengusaha di bandar udara yang menimbulkan kerusakan fasilitas bandar udara wajib memberi rugi kepada penyelenggara bandar udara. Siapapun juga yang berusaha di bandar udara yang menimbulkan kerusakan fasilitas bandar udara harus bertanggung jawab memberi ganti kerugian kepada pengusaha bandar udara. Peng­ usaha bandar udara juga bertanggung jawab terhadap penumpang pesawat udara yang mengalami ke­ rugian yang dialami oleh penumpang pesawat udara, dalam statusnya sebagai pengguna bandar udara, yang me­ ninggal dunia atau luka fisik yang terjadi di bandar udara sebagaimana diatur di dalam Pasal 241 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009. (*)

34 l Aviasi l Februari 2013

Perubahan Logo, Tampilan, Semangat dan Identitas Baru

Airline

S

ALAH satu cara pelanggan untuk mengenali suatu maskapai penerbangan adalah dari logo maupun tampilan di badan pesawat. Sementara banyak perusahaan yang mulai melakukan perubahaan logo yang dimaksudkan untuk memperkuat merk dagang. American Airlines adalah maskapai kebanggaan Amerika Serikat. Namun sejak 1968 belum memberikan sesuatu yang anyar. Maskapai itu baru berubah setelah memasuki 2013 dengan meng­ ubah tampilan logo dan livery (corak) pada pesawat flagship Boeing 777300ER. Penerbangan resmi dengan logo baru ini dimulai pada 31 Januari lalu.

Tom Horton, Chairman dan CEO American Airlines dalam siaran persnya. “Logo baru kami dan corak yang kami rancang untuk mencerminkan semangat kemajuan dan semangat lompatan yang unik dari Amerika,” kata Vahidi Virasb, Kepala Komersial American Airlines. Maskapai-maskapai sebelumnya telah sukses meluncurkan perubahan logo dan livery perusahaan selama 2012, adalah sebagai berikut: (Sat)
American Airlines berubah setelah memasuki 2013 dengan mengubah tampilan logo dan livery (corak) pada pesawat flagship. (Foto: dok. American Airlines)

untuk pertama kalinya setelah maskapai ini berusia 40 tahun lebih.

Maskapai Iberia

Negara Spanyol

Strategi dalam Restrukturisasi American Airlines
Didirikan pada Jumlah pesawat saat ini Jumlah pesanan pesawat Tagline (slogan) Arti livery dan logo baru Pada Ekor Elang Merah, putih, biru Inovasi lainnya
Sumber: American Airlines

1930 550 60 termasuk Boeing 777-300 ER Becoming A New American Garis-garis mencerminkan kebanggaan terbang Berani dan nama Amerika Mengasosiasikan Amerika, termasuk “A” dan Bintang Semangat lebih hidup dan ramah interior dan eksterior pesawat, seragam baru, dan platform teknologi seperti AA.com dan aplikasi mobile American Airlines

Air Pacific menjadi Fiji Airways

Kepulauan Fiji

Royal Brunei Airlines

Brunei Darussalam

Menurut airlines ini, perubahan tampilan itu menandai kemajuan pen­ ting dalam perjalanan sejarah maskapai ini. Perubahan logo ini dilakukan baru

“Sejak menempatkan pesanan sejumlah pesawat pada Juli 2011, kami telah membangun dan mempersiapkan pesawat kami sedemikian rupa,” kata

Malaysia Airlines Germanwings

Malaysia Jerman

Periode, Logo dan Livery 16 Januari 2013. ditampilkan dalam New Yorker dengan mahkota indah, warna kuning, oranye dan merah. Sebagai identitas Spanyol yang bijaksana dan indah. Pada 15 Oktober 2012. Re-branding, yang mencakup semua-baru tempat duduk A330, dirancang oleh Aerospace Zodiac / Weber. Sebuah simbol ‘Teteva’ dirancang oleh seniman Fiji Masi Makereta Matemosi, mewakili “keramahan Fiji dan sifat peduli mereka yang mendalam” 31 Oktober 2012. Re-painting pada A319. Ekor dengan swash kuning, lebih modern pada logo asli. Simbolisasi visual Royalty. Sebagai ikat pinggang sutra kerajaan yang dikenakan oleh keluarga Ulasan Royal di seluruh dunia. 26 Juni 2012. Pada A380 pertamanya. Eksterior campuran tradisional “Wau” sebagai warisan dengan warna lebih kontemporer 9 Desember 2012. Pada A320nya. livery Euro-putih ‘Direct 4 U’, bagian logo ‘W’ dari Germanwings

Sumber: Dari masing-masing airlines.

M

Kalstar dan Citilink Bakal Operasikan “Baling-Baling Terbaru”
Saat pengajuan proposal, perusahaan dengan kode QG ini mewajibkan peserta tender, yaitu ATR dan Bombardier untuk menyediakan pilot. “Akhirnya ATR sepakat dengan permintaan kami, mungkin Citilink akan mempekerjakan pilot asing selama dua hingga tiga tahun pertama sampai pilot-pilot lokal milik Citilink menyelesaikan pelatihan ab initio di sekolah penerbangan dan kemudian memiliki type-rating seri pesawat ATR 72-600,” jelas Arif. “Sebenarnya terdapat tiga pokok kunci dalam memilih jenis pesawat, yaitu faktor harga pesawat, sistem pembayaran dan performa (tampilan) pesawat. Tiga hal tersebut yang menjadi target Citilink agar menjadi perusahaan yang kompetitif. Di samping itu, Citi­ link mendapat tawaran dari ATR untuk mendapatkan bantuan dari lembaga kredit ekspor Eropa, ini juga menjadi salah satu pertimbangan lebih memilih ATR 72-600,” pungkas Arif.

ASKAPAI swasta nasional Kalstar Aviation akan me­ nerbangkan ATR 72-600. Ini dilakukan seiring dengan terus meningkatnya jumlah penumpang yang selama ini dilayani maskapai itu. Pesawat baru tersebut didatangkan dari Air Lease Corporation. Kalstar Aviation mengumumkan, dua ATR 72600s telah dipesan, akan disewa untuk jangka panjang. Armada terbaru ini, rencananya akan dikirimkan pada kuartal kedua dan ketiga 2013. “Kalstar adalah sebuah maskapai penerbangan besar di Indonesia yang melayani wilayah yang tergolong tumbuh cepat di Kalimantan (Borneo),” kata Yan Chi, Wakil Presiden Air Lease Corporation.

Pesawat ATR 72-600 tengah mengangkasa(Foto: dok. ATR Aircraft)

Pesan 25 Pesawat

Citilink, salah satu maskapai berbaiaya murah juga telah memutuskan memesan 25 ATR 72-600, dengan opsi (pilihan) pembelian sebanyak 25 pesawat tambahan. Rencananya pengiriman pesawat pertama dilakukan pada September tahun ini. Dari 25 pesawat yang dipesan, lima pesawat pertama akan dikirim pada 2013. Sementara 20 pesawat sisanya akan dikirimkan hingga 2015. “Jika opsi pembelian 25 armada ini diubah menjadi pesanan oleh kami, maka jadwal

pengirimannya sampai 2017,” kata Arif Wibowo, CEO Citilink Indonesia kepada pers. Alasan memilih pesawat turboprop ini, setelah pabrikan asal Eropa ini bersedia menyediakan pilot asing dan teknisi untuk perawatan pesawat. Sebelumnya rencana Citilink juga dilirik Pengiriman ATR
Jenis Pesawat ATR 42 ATR 72 Lainnya Total
Sumber: ATR

Bombardier Q400 dari Kanada. Banyak pengamat penerbangan menduga, maskapai dengan logo hijau ini akan mengikuti induknya Garuda Indonesia yang juga untuk feedernya menggunakan produk Bombardier.
Kapasitas 1 Kelas 50 50 74 72 78 56

Perbandingan Turboprop ATR dan Bombardier
Jenis Pesawat 2 Kelas 68 50 Produksi Tahun 1985-sekarang 2010-sekarang 1989-sekarang 2010-sekarang 1989-sekarang 1989-sekarang Harga US$ 12.100.000 US$ 15.000.000 US$ 14.400.000 US$ 19.000.000 US$ 27.000.000 US$ 17.000.000

Jumlah Pengiriman 419 576 12 1007

ATR 42-500 ATR 42-600 ATR 72-500 ATR 72-600 Bombardier Q400 Bombardier Q300
Sumber: Aircraft Compare

Aviasi l Februari 2013 l 35

Sriwijaya Air Kandangkan Boeing 737-200
Hanya penggunaan yang sebelumnya setiap hari, sekarang sudah tidak lagi. “Saat ini kami fokus dengan mendatangkan pesawat Boeing 737-800NG dan Boeing 737-500W. Tahun ini, kami bakal menerima lagi dua seri 500W sehingga menjadi 12 pesawat dan seri 800NG menjadi enam pesawat,” pungkasnya. Armada Sriwijaya Air
Tipe Pesawat Boeing 737-200 Boeing 737-300 Boeing 737-400 Boeing 737-500W Boeing 737-800NG
Sumber: Sriwijaya Air

Jumlah 4 (stand by) 12 6 10 4

Sriwijaya merupakan airlines pertama di Indonesia yang menggunakan Boeing 737-500 Winglets. Bentuknya mirip seperti Boeing 737-800NG atau Boeing 737-900ER, tetapi lebih mungil dengan satu emergency window. Pesawat tersebut untuk menggantikan Boeing 737-200 yang sudah tidak dioperasikan lagi. (Foto: Anto zq)

P

T Sriwijaya Airlines, perusahaan yang berusia 9 tahun ini terus berkomitmen menggeliatkan pasar penerbangan dalam negeri, regional, bahkan internasional. Maskapai ini terus mendatangkan pesawat baru guna membuka rute baru dan meningkatan jaringan yang sudah ada. Airlines dengan tagline Your Flying Partner ini pada 15 Januari lalu memutuskan untuk menghentikan peng­ operasian Boeing 737-200. “Kami terus melakukan peremajaan terhadap armada Sriwijaya Air saat ini, kenapa kami tidak menggunakan seri 200 tersebut,

karena pesawat itu boros bahan bakar,” kata Capt. Toto Soebandoro, Director Quality and Safety Sriwijaya Air. Untuk mengganti jenis tersebut, pihak Sriwijaya Air lebih memantapkan dengan Boeing 737-500 Winglets (lekukan pada ujung sayap). “Kami juga memiliki master plan untuk penambahan armada yang ada. Selain itu, kami juga harus menyesuaikan dengan SDM, seperti pilot maupun awak kabin, sehingga operasi penerbangan dapat berjalan dengan pencapaian hasil maksimal,” tambahnya. Menurut Capt Toto, status Boeing

737-200 yang dimiliki Sriwijaya Air ada empat. Namun, semuanya tidak dihilangkan begitu saja. Pesawat lama ini hanya digunakan sebagai cadangan. Informasi Boeing 737-500
Diperkenalkan pertama Penerbangan pertama Maskapai pertama Maskapai kedua Produksi ke 389 Total produksi Kapasitas Harga
Sumber: Boeing dan Deagel

Menurut Boeing, panjang Boeing 737-500 mirip dengan 737-200. Pesawat ini merupakan penggabungan atau upgrade seri 737 Classic. Ini lebih modern dibandingkan 737-200, juga memungkinkan dengan penumpang sedikit menjadi lebih ekonomis diban­ dingkan dengan 737-300. (Dnn)

1987 30 Juni 1989 Southwest Airlines dengan 20 pesawat Nordavia, Rossiya Airlines, S7 Airlines, Sky Express, Transaero, Yamal Airlines, Aerolíneas Argentinas 26 Juli 1999 untuk ANA 3.000 pesawat 132 penumpang US$ 30.000.000

Agar Kabin Pesawat Lebih Asyik buat Penumpang
maskapai ini meng-upgrade sepuluh pesawat Boeing 777-200ER khusus penerbangan jarak jauh. Kursi kelas bisnis dapat diubah menjadi tempat tidur full-flat. Layar hiburan di depan kursi dibesar, baik di Kelas Bisnis maupun Kelas Ekonomi. Pesawat B777-200ER pertama yang telah di-upgrade dengan produkproduk kabin terbaru tersebut mulai beroperasi pada rute Singapura - Amsterdam pada 13 Januari lalu. Sementara itu pesawat-pesawat B777-200ER lain yang juga telah di-upgrade akan diopera­ sikan pada destinasi-destinasi lain di Eropa, serta beberapa kota di India, Afrika Selatan, Australia dan Selandia Baru. Upgrade Kabin Singapore Airlines
No. 1. 2. 3. 4. 5. Kelas Bisnis Kursi dapat disandarkan hingga 125 derajat. Kursi dapat dibuka menjadi tempat tidur full-flat berukuran 76-inci. Bagian depan konfigurasi 1-2-1 layar LCD sebesar 15.4 inci Beragam pilihan program audio dan video.

Kursi dirancang khusus, menyediakan penumpang dengan lebih banyak ruang, headrest tiga inci, sehingga penumpang bisa merebahkan kepala dengan nyaman saat duduk sambil berbaring di kabin utama. (Foto: bizclassdeals.com)

T

AMPILAN kabin bagi banyak maskapai ternyata penting. Oleh sebab itu, mengubah tampilan dalam pesawat merupakan suatu hal yang perlu dilakukan oleh maskapai. Hal tersebut dilakukan tak lain guna memberikan pelayanan dan kenyamanan, sehingga penumpang semakin betah berada di dalam pesawat. Bebe­ rapa airlines tengah mengubah kabin pesawatnya, di antaranya: 1. Alaska Airlines. Kabin pesawat 737-900ER miliknya dipermak dengan sky interior Boeing, sehingga memiliki overhead lebih besar. Suasana pencahaya­ an dirancang sedemikian

rupa untuk memberikan kesan kabin yang lebih luas. ”Sky interior Boeing dan kursi baru, kami rancang secara khusus. Tujuan kami untuk membuat penumpang terbang lebih nyaman,” kata Brad Tilden, Presiden dan CEO Alaska Airlines kepada Airnation. Kursi itu didesain oleh Recaro, perancang kursi. Di pesawat itu ada 165 kursi di kabin utama dan 16 kursi di kelas satu. Tempat duduk ini tentunya menawarkan nilai tambah untuk Alaska Airlines dan pelanggannya. 2. Singapore Airlines. Dengan investasi senilai hampir S$95 juta,

pada semua pesawat Boeing 747-400. Selain tempat tidur di Business Elite, maskapai ini juga memperbaiki kabin, termasuk meng-upgrade kursi di kabin Ekonomi dengan menyediakan saluran hiburan pribadi di setiap kursi. Pesawat tersebut telah memasuki layanan terjadwal pekan lalu dalam penerbangan antara Singapura dan Tokyo, kemudian dilanjutkan ke Atlanta. Delta sebelumnya menyelesaikan instalasi dari modifikasi kursi pada Boeing 777 dan 767-400ER. Sampai saat ini, 13 pesawat 767-300ER telah dimodifikasi dan tiga lagi selesai pada akhir bulan lalu. Total, sekitar 50 persen dari widebody Delta untuk armada internasional telah di-upgrade.
Kelas Ekonomi layar LCD personal akan diperbesar menjadi 9 inci. Penutup kursi hasil rancangan Givenchy, juga akan menampilkan warna-warna yang menenangkan. -

Sumber: Singapore Airlines

3. Delta Airlines. Maskapai terbesar di dunia ini telah menyelesaikan instalasi penuh pada kursi yang dapat menjadi tempat tidur di kabin Business Elite

Selain itu, Delta mengoperasikan armada Wi-Fi-enabled terbesar di dunia yang telah diperbarui Club Delta Sky. (Danang)

36 l Aviasi l Februari 2013
Tips

Ketika Harus Transit dan Transfer
5. Ikuti petunjuk awak kabin
Saat pesawat mendarat, pramugari atau pramugara yang bertugas akan mengumumkan, penumpang yang akan melanjutkan penerbangan agar melapor ke petugas bandar udara atau tinggal di pesawat. Biasanya jika harus tinggal di pesawat, maka petugas yang akan memeriksa ke kabin.

7. Perhatikan nomor penerbangan dan jadwal

Nama pesawat, nomor penerbang­ an dan jadwal keberangkatan harus Anda ingat. Jika ragu-ragu segera menanyakan kepada petugas bandar udara. Pintu keberangkatan pun harus sesuai, agar tidak tertukar pesawat.

6. Segera lapor
(Foto: Anto zq)

8. Tetap patuhi aturan

S

AAT kita hendak ke suatu tujuan dengan menggunakan pesawat udara, terkadang tidak melakukan penerbangan langsung, tetapi harus transit atau transfer di suatu bandar udara. Beberapa airlines mengatur jadwal regulernya, beberapa di antaranya harus transit atau transfer. Guna menegakkan faktor keamanan dan keselamatan penerbangan seka­ ligus meningkatkan pelayanan, Peme­ rintah telah mengeluarkan Surat Edaran Direktorat Jenderal Perhubungan Udara No. SE/02/I/2010 tertanggal 21 Januari 2010 tentang Prosedur Keamanan Pe­ numpang Transit dan Transfer. Transit dalam istilah penerbangan itu maksudnya turun dari pesawat menuju ruang tunggu bandar udara untuk beberapa saat, kemudian melanjutkan penerbangan dengan pesawat yang sama. Sedangkan transfer pada dasarnya sama, namun berganti deng­ an pesawat lain dalam satu maskapai atau beda airlines. Agar perjalanan udara tetap menye­ nangkan, maka perhatikan kiat-kiat berikut ini:

check in yang mudah terbaca. Barangbarang berharga sebaiknya dibawa ke kabin pesawat.

Jika harus melapor ke terminal (petugas transit atau transfer), maka segera melapor, tunjukkan boarding pass Anda dan jangan sampai tertinggal.

Apabila sewaktu transit di bandar udara, penumpang keluar dari ruang tunggu atau daerah steril lainnya, maka Anda wajib mematuhi ketentuan untuk diperiksa ketika akan kembali ke daerah steril seperti halnya calon penumpang nontransit lainnya. (Dnn)

1. Saat beli tiket pesawat

Pada saat membeli tiket, tanyakan dengan jelas status penerbangannya, langsung atau transit terlebih dahulu. Jika harus transit, dan Anda pertama kali mengalaminya, mintalah gambaran prosedur transit.

2. Perhatikan koneksi penerbang­ an
Saat tiba di bandar udara, perhatikan penerbangan lanjutannya sesuai yang tertera dalam boarding pass. Anda tetap harus memperhatikan waktu singgahnya. Mintalah keterangan pesawat yang akan digunakan selanjutnya.

3. Ganti terminal

Jika harus pindah terminal, maka segera minta petunjuk ke terminal yang sesuai dengan tujuan akhir, berikut pintu keberangkatannya. Apabila disediakan bus oleh airlines, maka ikutilah. Jika tidak disediakan, maka keluarlah melalui pintu kedatangan dan lanjut menggunakan shutle bandar udara, seperti di Soekarno-Hatta.

4. Perhatikan barang bawaan

Saat barang bawaan Anda harus diletakkan di bagasi pesawat, maka berilah tanda pengenal dengan jelas, kunci dan minta label kepada petugas

Aviasi l Februari 2013 l 37

Tips

Menikmati Tidur dalam Penerbangan
pada penerbangan siang hari. Atau bawalah masker Anda sendiri. Tentu sebaiknya, gunakan pakaian longgar yang membuat Anda nyaman selama penerbangan, dan Anda akan terlelap dalam waktu singkat. Apabila penumpang di sekitar Anda gaduh atau mengajak curhat, sebaiknya katakanlah dengan sopan bahwa Anda sedang mencoba untuk tidur.

Bersikap Lebih Sopan

Saat Mabuk Udara

Bagi yang sering muntah-muntah selama penerbangan, salah satu kuncinya adalah tidur. Bawalah obat sesuai petunjuk dokter dan banyak minur air putih. Guna mengurasi rasa mual, selalu sediakan permen.
(Foto: letsflycheaper.com)

Kencangkan Sabuk Pengaman Anda

Selalu mengencangkan sabuk peng­ aman Anda selama perjalanan udara. Karena jika Anda tidak menggunakannya, maka seorang pramugari atau pramugara akan membangunkan Anda untuk memeriksa apakah Anda telah menggunakannya dengan aman. (*)

S

AAT bepergian dengan menggunakan pesawat udara, di waktu tertentu kita perlu istirahat, terutama saat melakukan penerbangan jauh. Bagaimana sebaiknya kita menikmati perjalanan dengan tidur? Berikut tips untuk Anda:

Jangan minum kopi atau alkohol

Menurut beberapa dokter, kafein dapat bertahan di dalam tubuh Anda selama delapan jam, dan akan membuat Anda terjaga meskipun Anda tidak menginginkannya. Demikian juga dengan alkohol yang harus dihindari, karena bisa menyebabkan dehidrasi akibat sakit kepala, yang akan menjadi musuh terburuk Anda jika Anda berusaha untuk tidur.

Menghindari Kebisingan

Suara bayi menangis, penumpang di samping kita bercerita atau ngobrol dapat menimbulkan kebisingan. Agar dapat menikmati waktu tidur, maka atasi gangguan tersebut dengan menggunakan penyumbat telinga. Selain itu pergunakan headphone peredam suara.

Memilih Kursi

Sebaiknya, Anda cermat dalam memilih tempat duduk di pesawat, karena posisi Anda di kabin dapat menjadi faktor penentu apakah Anda akan menghabiskan penerbangan sambil tertidur atau tidak. Sebaliknya, carilah kursi di bagian tengah pesawat, daerah dekat sayap pesawat biasanya merupakan bagian paling stabil dari pesawat. Tempat duduk yang dekat dengan jendela akan menjadi suatu keuntungan, karena Anda dapat bersandar di jendela dan tidak harus terbangun karena ada orang yang melintas.

Prioritas Utama

Berada di kelas premium atau bisnis merupakan faktor juga dalam menentukan kenyamanan selama penerbang­ an. Karena kursi yang lega dengan sandaran yang empuk, apalagi kursi dapat dijadikan tempat tidur.

Masker Mata

Mintalah kepada awak kabin masker mata untuk mengurangi pencahayaan

38 l Aviasi l Februari 2013

H

Pramugari Kartini yang Hobi Fotografi
OBI atau menggemari dunia fotografi, bukan monopoli kaum lakilaki. Menenteng kamera ke sana ke sini, bukan hanya dilakukan oleh mereka yang menyandang fotografer atau wartawan foto. Seorang pramugari, seperti halnya Kartini pun siap dan rela melakukannya. Pasalnya, perempuan yang sehari-hari bertugas sebagai awak kabin Sky Aviation ini punya hobi fotografi. Ia tak malu menenteng kamera di pundaknya. Kartini mengaku tertarik dengan fotografi belum lama. Setelah menjadi pramugari dan sering terbang, ketertarikannya dengan fotografi semakin kuat. Di matanya, birunya langit dan pemandangan kota yang selalu dikunjungi, “sayang jika tidak diabadikan,” katanya suatu hari kepada Aviasi saat dia day off. Lewat kamera, ia ingin berekspresi. Keinginan untuk berekspresi itu tentu mudah diwujudkannya manakala ia sedang tidak bertugas (day off). Akee – begitu Kartini biasa disapa -- mengaku awalnya tertarik fotografer hanya karena ikut-ikutan. Waktu itu dia sering melihat anak-anak muda yang ke sana kemari membawa kamera ukuran besar, lalu jepret sana jepret sini. “Saya tidak mau kalah, langsung nabung untuk beli kamera. Modal saya juga tanya sana sini, ya akhirnya memutuskan pilihan pada Canon EOS 550D, kira-kira dua tahun yang lalu,” jelasnya. Flight Attendant yang satu ini menjelsakan, karena niatnya hanya ikutikutan, kamera miliknya hanya dibawa-bawa saja. Karena belum tahu teori dan teknik menggunakan kamera, “akhirnya kamera itu hanya buat gayagaya saja,” katanya. Namun, belakangan ia mulai serius memanfaatkan kamera yang lumayan canggih tersebut. Saat day off, ia berketetapan hati meluangkan waktu untuk hunting ke berbagai tempat. “Saya ada libur dua hari. Hari pertama saya sering ke tempat-tempat wisata. ini bisa seharian, ya cari-cari moment yang unik, menarik dan beda. , Hari kedua saya biasanya ke pusat kota, seperti ke Bundaran Hotel Indonesia dan daerah-daerah yang padat transportasinya, seperti di Pasar Senen atau Pasar Rebo, atau bahkan ke luar kota Jakarta,” paparnya. Minggu kedua Januari lalu, Aviasi mengikuti petualangan dara kelahiran 21 April 1982 ini ke kawasan Tangerang. “Saya baru pertama kalinya fotofoto di daerah ini, ternyata bagus-bagus sekali pemandangan alam dan la­ ngitnya. Kondisi seperti ini yang saya harapkan guna mengasah kemampuan saya,” jelas Akee Setelah pemotretan di Tangerang, dia mengisi day off-nya ke Kuburan Belanda di Tanah Abang. Lagi-lagi di sini, ia jepret sana jepret sini. Setelah dari lokasi pemotretan, masih day off, ia melanjutkan dengan browsing tentang fotografi dan membaca majalah-majalah yang berkaitan dengan kamera. “Amazing sekali lihat gambar-gambar yang bisa diciptakan oleh kamera, inilah yang juga harus saya lakukan dengan kamera saya ini,” tambahnya saat dijumpai Aviasi. Saat libur, Akee juga bergabung dengan salah satu sekolah fotografer di Jakarta. Ia menuturkan, hasil pengambilan gambarnya diperlihatkan ke tutor, kritikan maupun saran dari fotografer profesional sangat membantunya lebih giat belajar tentang teknik foto yang tepat dan benar. Di sela-sela waktu liburnya, ia juga kerap mengunjungi pameran foto dan tentu ikut komunitas orang-orang yang punya hobi sama. “Jadi, tak ada kata gagal,” katanya.(Dnn)

Day Off

(Foto-foto: Pedro Tololiu Photography

cs GA-EY Jakpost 270x380mm.ai

11/30/12

5:09:48 PM

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->