P. 1
Imunisasi teori

Imunisasi teori

|Views: 69|Likes:
Published by rudyalfiyansah

More info:

Published by: rudyalfiyansah on Sep 17, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/18/2014

pdf

text

original

2.3 Imunisasi 2.3.

1 Pengertian Imunisasi Imunisasi adalah suatu cara untuk meningkatkan kekebalan seseorang secara aktif terhadap antigen, sehingga bila kelak ia terpajan pada antigen-antigen serupa tidak terjadi penyakit (Nakita, 2006). Imunisasi dasar adalah suatu cara atau usaha memberikan kekebalan pada bayi dan akan kebal terhadap penyakit tertentu (Stephanie, 2003).

2.3.2 Manfaat Imunisasi Manfaat dari imunisasi diantaranya: 1) Untuk anak Mencegah penderitaan yang disebabkan oleh penyakit, dan kemungkinan cacat atau kematian. 2) Untuk Keluarga Menghilangkan kecemasan dan psikologis pengobatan bila anak sakit. 3) Untuk Negara Memperbaiki tingkat kesehatan, menciptakan bangsa yang kuat dan berakal untuk melanjutkan pembangunan Negara.

14

1 Jadwal Pemberian Imunisasi Wajib Pada Anak Usia Infant (0-1 Tahun) Menurut Markum (2002) VAKSIN BCG DPT Polio Campak PEMBERIAN 1x 3x 4x 1x 4 Minggu (minimal) 4 Minggu (minimal) 1 dan 6 Bulan dari suntikan INTERVAL UMUR (bln) 0 – 11 bulan 2 – 11 bulan 0 . Tabel 2.3. 2) Imunisasi Pasif Adalah dimana tubuh tidak membuat sendiri kekebalan terhadap penyakit tetapi mendapatkannya dari orang lain.11 bulan 9 – 11 bulan KETERANGAN Minimal tidak ada batasan lengkapi sebelum umur 1 tahun Hepatitis B 3x 0 – 11 bulan pertama Tabel 2.2 Jadwal Pemberian Imunisasi Wajib Pada Anak Usia Infant (0-1 Tahun) Sesuai Umur .15 2.3 Macam-Macam Imunisasi Imunisasi dibagi menjadi 2 macam yaitu: 1) Imunisasi Aktif Adalah dimana tubuh akan membuat sendiri kekebalan terhadap penyakit setelah suntikan antigen (bahan yang dapat menimbulkan kekebalan) dan dapat bertahan selama bertahun-tahun. Misalnya kolostrum (ASI yang pertama keluar berwarna kekuning-kuningan) yang diberikan oleh ibu pada bayi yang dapat melindungi bayi dari diare dan penyakit infeksi lainnya.

4. 2002). Efek proteksi timbul 8-12 minggu setelah penyuntikan.1 BCG (Bacillus Calmette Guerin) Bacillus Calmette Guerin adalah vaksin yang hidup dibuat dari Mycobacterium bovis yang dibiakkan selama 1-3 tahun sehingga didapat basil yang tidak virulen yang tidak dapat menimbulkan virus penyakit tetapi masih mempunyai imunogenitas. 1) Cara Pemberian Imunisasi BCG Pemberian imunisasi BCG sebaiknya diberikan ketika bayi baru lahir sampai berumur 12 bulan. Vaksin BCG tidak mencegah infeksi tuberkolosis tetapi mengurangi resiko tuberkolosisi berat seperti meningitis tuberkolosisi dan tuberkulosis millier. Vaksin BCG ini berisi suspensi Mycobacterium Bovis hidup yang sudah dilemahkan.4 Jenis Imunisasi Di Indonesia 2. Vaksinasi BCG menimbulkan sensitivitas terhadap tuberculin (Markum. Polio 2 3 bulan DPT/HB 2.3. tetapi sebaiknya pada umur 0-2 bulan. 2008) 2.3. 2002). Polio 1 2 bulan DPT/HB 1.16 UMUR VAKSIN 0 bulan Hepatitis B (HB) 0 1 bulan BCG. Hasil yang memuaskan terlihat apabila diberikan menjelang umur 2 bulan. Polio 3 4 bulan DPT/HB 3. Efek proteksi bervariasi antara 0-80% (Markum. Imunisasi BCG . Polio 4 9 bulan Campak (Puskesmas Cimanggung.

. TBC tulang atau TBC selaput otak yang dapat mengakibatkan cacat seumur hidup dan membahayakan jiwa anak anda (Markum. 2002).70% kasus tuberculosisi berat (meningitis) ternyata mempunyai parut BCG. Dosis BCG yang diberikan untuk bayi kurang dari 1 tahun adalah 0. Pada anak yang berumur lebih dari 2 bulan. mengingat: . BCG ulang tidak dianjurkan karena manfaatnya diragukan. dianjurkan untuk melakukan uji mantoux sebelum imunisasi BCG. Seandainya bayi yang telah mendapatkan imunisasi terjangkit juga penyakit TBC. 2) Kekebalan Jaminan imunisasi tidaklah mutlak 100% bahwa anak anda akan terhindar sama sekali dari penyakit TBC.Efektivitas perlindungan rata-rata hanya sekitar 40%. Seandainya hasil uji mantoux positif. maka anak tidak mendapatkan imunisasi BCG. maka ia akan menderita penyakit TBC dalam bentuk yang ringan. seperti TBC paru yang parah. Gunanya untuk mengetahui apabila ia telah terjangkit penyakit TBC. 3) Reaksi Imunisasi BCG . . 2003).05 ml.17 cukup diberikan hanya satu kali saja.Kasus dewasa dengan BTA dahak (Basil Tahan Asam) positif di Indonesia cukup tinggi (25-36%) walaupun telah mendapatkan BCG pada masa kanakkanak (Stephanie. dan akan terhindar dari kemungkinan mendapat TBC yang berat. imunisasi diberikan intrakutan di daerah inserti muskulus deltoideus kanan.

Pemberian obat anti tuberculosis sistemik tidak efektif. pembengkakan kelenjar terdapat di ketiak (Limfadenitis supuratif di aksila) atau di Leher bagian bawah itupun kadang-kadang dijumpai. Luka yang biasanya tertutup krusta akan sembuh dalam 2-3 bulan dan meninggalkan parut bulat dalam diameter 4-8 mm. Bila ia demam setelah imunisasi BCG umumnya disebabkan oleh keadaan lain. 2002). Biasanya setelah suntikan BCG bayi akan menderita demam. yaitu penyuntikan terlalu dalam (Markum. Apabila limfadenitis melekat pada kulit atau timbul luka/nanah maka dapat dibersihkan (dilakukan drainage) dan diberikan obat anti tuberkulosisi oral. Untuk hal ini dianjurkan agar segera berkonsultasi dengan dokter (Nakita. Bila suntikan BCG dilakukan dilengan atas. 2006). Mungkin terjadi pembengkakan kelenjar getah bening setempat yang terbatas dan biasanya menyembuhkan sendiri walau lambat.18 Penyuntikan BCG secara intraderma yang benar akan menimbulkan luka local yang superficial 3 minggu setelah penyuntikan. Suntukan dipaha dapat menimbulkan kelenjar ini biasanya disebabkan karena teknik penyuntikan yang kurang tepat. 5) Kontra Indikasi BCG . 4) Efek Samping Pemberian BCG Umumnya pada imunisasi BCG jarang dijumpai efek samping.

kecuali pada anak yang berpenyakit TBC akan menunjukkan uji Mantoux positif. namun sering menyebabkan hepatitis yang kronik. Menderita infeksi kulit yang luas f. baik terhadap pengidap. Sedang menderita demam tinggi e. organ tubuh bahan transplantasi.4. Hepatitis B juga dapat berkembang menjadi bentuk fulminan. donor darah (skrining). 2003). Dapat pula dengan pemberian kekebalan melalui imunisasi pasif maupun aktif (Markum. Pencegahan Pencegahan dilakukan dengan mencegah kontak virus. maupun alatalatkedokteran. Pernah sakit tuberkulosisi g. 2002). Menderita infeksi HIV atau dengan resiko tinggi infeksi HIV c.19 Tidak ada larangan untuk melakukan imunisasi BCG. 2002). Reaksi uji tuberculosis > 5 mm b. . dengan angka kematian tinggi (Stephanie. Anak menderita gizi buruk d.3. a. yang dalam kurun waktu 10-20 tahun dapat sering menjadi hepatitis akut. a. atau dengan ada reaksi seperti: (Biofarma. Kehamilan 2.2 Hepatitis B Penyakit hepatitis B adalah penyakit yang disebabkan oleh virus hepatitis B pada anak sering menimbulkan gejala minimal bahkan sering terjadi sub-klinik.

Efek Samping Efek samping yang terjadi pada umumnya ringan. f. intramuscular. Dosis Dosis maksimal 0. Kontra Indikasi Hepatitis B . 2002). bengkak. g. Cara Pemberian Imunisasi Hepatitis B Pemberian imunisasi hepatitis B yaitu imunisasi dasar 4 kali dengan masa antara suntikan satu ke suntikan ke dua 1 bulan. 2002). suntikan ke dua ke suntikan ke tiga dan ke empat 5 bulan (Biofarma.20 b. yaitu mungkin disertai dengan timbulnya rasa panas atau pembengkakan. Reaksi ini akan menghilang dalam waktu 2 hari. 2002). diulang 1 bulan kemudian (Biofarma. e. berkisar antara 94-96% (Markum. Reaksi lain yang mungkin terjadi ialah demam ringan (Markum. Kekebalan Daya proteksi vaksin hepatitis B cukup tinggi. harus diberikan dalam jangka waktu 24 jam. d. Reaksi Imunisasi Hepatitis B Reaksi imunisasi yang terjadi biasanya berupa nyeri pada tempat suntikan. 2002). berupa nyeri.5 ml. panas mual nyeri sendi maupun otot. c.

Ledakan kasus pertusis pertama kali terjadi sekitar abad 16. Produksi toksin terjadi hanya bila kuman tersebut mengalami lisogenisasi oleh bakteriofag yang mengandung informase genetic toksin (Stephanie. imunisasi tidak dapat diberikan kepada anak yang menderita sakit keras (Nakita. Bakteri ini ditemukan pertama kali pada membrane penderita difteri tahun 1883 oleh klebs. 2) Pertusis Partusis atau batuk rejan/ batuk seratus hari adalah suatu penyakit akut yang disebabakan oleh bakteri Borditella Pertussis. Penyakit ini disebutkan pertama kali oleh Hypocrates pada abad ke 5 SM dan epidemic pertama dikenal pada abad ke 6 oleh Aetius.21 Sampai saat ini masih belum dipastikan adanya kontra indikasi absolute terhadap pemberian imunisasi hepatitis B. Sebelum ditemukannya vaksin pertusis. Difteri adalah suatu hasil gram positif. .4.3 DPT (Difteri. 2. Pertusis dan Tetanus) 1) Difteri Difteri adalah suatu penyakit akut yang bersifat toxin mediated diseases dan disebabkan oleh kuman Corynebacterium diphateriae nama kuman ini berasal dari Yunani Dipthera yang berarti Leather hide. 2006). menurut laporan Guillaume De Bailluo pada tahun 1578 di Paris dan kuman itu sendiri baru dapat diisolasi pada tahun 1906 oleh Jules Bordet dan Octave Gengoy.3. 2003). Antitoksin ditemukan pertama kali pada akhir abad ke 19 sedang toksin dibuat sekitar tahun 1920.

2002). . c. a. yaitu sebesar 90-95%. 2002). dan daya proteksi vaksin tetanus sangat baik. Cara Pemberian Imunisasi DPT Pemberian imunisasi DPT yaitu imunisasi dasar 2-11 bulan. yang biasanya disebabkan oleh unsur pertusis. b. imunisasi dasar harus diberikan sebanyak 3 kali pemberian dengan interval 8 minggu. Cara penyuntikan intramuskuler atau subkutan dalam dibagian luar paha (Biofarma. 2002). Kekebalan Daya proteksi vaksin difteri cukup baik. 3) Tetanus Tetanus adalah suatu penyakit akut yang sering bersifat fatal yang disebabkan oleh eksotoksin produksi kuman Clostridium tetani (Ranuh. yaitu sebesar 80-95%. Sedangkan daya proteksi vaksin pertusis masih rendah.5 cc imunisasi dimulai pada usia 2 bulan. Bila hanya diberikan DT (Difteri dan Tetanus) tidak menimbulkan akibat efek samping demikan (Markum. seperti demam tinggi atau kejang. 2002). minimal 4 minggu. Efek Samping Kadang-kadang terdapat akibat efek samping yang lebih berat. yaitu 50-60% (Markum.22 penyakit ini merupakan penyakit tersering yang menyerang anak-anak dan merupakan penyebab utama kematian. pembengkakan dan rasa nyeri ditempat suntikan selama satu sampai dua hari (Markum. Reaksi Imunisasi Reaksi yang mungkin terjadi biasanya demam ringan. d. dosis 0. 2002).

Penyakit ini disebabkan oleh virus poliomyelitis pada medulla spinalis yang secara klasik menimbulkan kelumpuhan. famili Picomaviridae. 2002).4. formal dehid. pilek.4 Polio Kata Polio (abu-abu) dan Myelon (sumsum). bukan merupakan kontra indikasi yang mutlak. sedangkan anak anda sedang menderita sakit ringan (Nakita.23 e. P2 dan P3. berasal dari bahasa latin yang berarti Medulla Spinalis. virus ini menjadi tidak aktif apabila terkena panas. Bila ada suntikan DPT pertama terjadi reaksi yang berat maka sebaiknya suntikan berikut jangan diberikan lagi melainkan DT saja (tanpa P).3. 2006). 1) Etiologi Virus polio termasuk dalam kelompok (sub-grup) enteri virus. demam komplek. Sakit batuk. Dikenal 3 macam serotype virus polio yaitu P1. Juga tidak boleh diberikan kepada anak dengan batuk yang diduga mungkin sedang menderita batuk rejan dalam tahap awal atau pada penyakit gangguan kekebalan. Kontra Indikasi Imunisasi DPT tidak boleh diberikan kepada anak yang sakit parah dan anak yang menderita kejang. 2) Cara Pemberian Vaksin Polio . 2003). demam atau diare yang sifatnya ringan. 2. klorin dan sinar ultraviolet (Biofarma. Poliomyelitis adalah penyakit infeksi akut yang disebabkan oleh virus polio (Stephanie.

Imunisasi ulangan diberikan bersamaan dengan DPT.24 Di Indonesia dipakai vaksin sabin yang diberikan melalui mulut. imunisasi ditunda. Kontra Indikasi Polio Penyakit akut atau demam (Temp >38 C). Bagi bayi yang sedang menetek maka ASI dapat diberikan seperti biasa karena ASI tidak berpengaruh terhadap vaksin polio. Imunisasi dasar diberikan sejak anak baru lahir atau berumur beberapa hari. b. Pemberian vaksin polio dapat dilakukan bersama dengan BCG. yaitu sebesar 96-100%. 2002). dan selanjutnya setiap 4-6 minggu. ditunda. 2002). Sedang dalam pengobatan kortikosteroid atau suntikan. 3) Kekebalan Daya proteksi vaksin polio sangat baik. 5) Efek Samping Pada kasus polio hampir tidak ada efek samping. mungkin pada bayi akan terdapat bercak-bercak ringan. 4) Reaksi Imunisasi Polio Biasanya tidak ada. Vaksin Hepatitis B. Dosis 1 diberikan saat anak berusia 0-2 bulan (Biofarma. Muntah atau diare berat. c. mungkin berupa kelumpuhan anggota gerak seperti pada penyakit polio sebenarnya (Markum. 6) a. Bila ada. imunisasi harus . dan DPT. juga pengobatan radiasi umum (termasuk kontak pasien).

Komplikasi campak yang berbahaya adalah radang otak. radang paru-paru radang saluran kemih dan menurunnya keadaan gizi anak (Markum. Penyakit ini sangat mudah menular. misalnya pada hipo. Gejala yang khas pada campak adalah timbulnya bercak-bercak merah di kulit (eksantem) 3-5 hari setelah anak menderita demam. (esenfalitis atau ensefalopati). Vaksin yang berasal dari virus campak. batuk atau pilek. Menderita infeksi HIV atau anggota keluarga sebagai kontak.gamaglobulinemia.25 d. yang hidup dan dilemahkan (tipe Endomonston B). leukeumia dan penyakit Hodgkin) dan anak dengan mekanisme imunologik yang terganggu. b. 2002). kuman penyebabnya adalah sejenis virus yang termasuk ke dalam golonggan paramiksovirus. 2. . Keganasan (untuk pasien dan kontak) yang berhubungan dengan system retikuloendotelial (seperti limfoma. 1) Vaksin Vaksin campak dibagi 2 bagian yaitu: a. Vaksin yang berasal dari virus campak yang dimatikan (Virus campak yang berbeda dalam larutan formalin yang dicampur dengan garam aluminium) (Keputusan Menkes RI No 1059/Menkes/SK/IX/2004).5 Campak Istilah asing untuk penyakit campak ialah morbilli (latin) measles (Inggris).4.3. e.

2002). Menurut WHO (1973) imunisasi campak cukup dilakukan hanya 1 kali suntikan setelah bayi berumur 9 bulan. Menurut penelitian. lebih baik lagi setelah ia berumur lebih dari1 tahun. 3) Kekebalan Daya proteksi imunisasi campak sangat tinggi yaitu 96-99%. Karena kekebalan yang diperoleh berlangsung seumur hidup.26 2) Cara Pemberian Imunisasi Campak Bayi baru lahir biasanya telah mendapatkan kekebalan pasif terhadap penyakit campak dari ibunya ketika ia dalam kandungan. sama langgengnya dengan kekebalan yang diperoleh bila anak terjangkit campak secara alamiah. Mungkin terjadi demam ringan dan tampak sedikit bercak merah pada pipi dibawah telinga pada hari ke-7– 8 setelah penyuntikan. Mungkin pula terdapat pembengkakan pada tempat suntikan. 4) Reaksi Imunisasi Campak Biasanya tidak terdapat reaksi akibat imunisasi. maka makin berkurang kekebalan pasif. . Makin berlanjut umur bayi. Dengan adanya kekebalan pasif inilah jarang seorang bayi menderita campak pada umur 6 bulan (Markum. kekebalan yang diperoleh ini berlangsung seumur hidup. maka tidak diperlukan revaksinasi (imunisasi ulang) (Markum. 2002).

Abdurrahmat. Bandung: Biofarma. Dasar Dasar Keperawatan Kesehatan Masyarakat. 1998. 2008. Jakarta: Rineka Cipta. Suharsimi. 2006. Jakarta: EGC Effendi. Arikunto. 2002. Koeswara. Azrul. 1999. Selain itu dapat terjadi radang otak berupa ensefalopati dalam waktu 30 hari setelah imunisasi (Markum. Biofarma. 2001. Metode Penelitian Keperawatan dan Teknik Analisa Data (Cetakan Ke-2). mungkin terjadi kejang yang ringan dan tidak berbahaya pada hari ke 10-12 setelah penyuntikan. Azwar. Jakarta: Binarupa Aksara. Jakarta: EGC Fathoni.27 5) Efek Samping Sangat jarang. E. Eko. Budiarto. yang menderita TBC tanpa pengobatan. Hidayat. Bandung: Angkasa . 2006. 1995. 2002). Vademecum. Motivasi Teori dan Penelitiannya. Nasrul. A. Pengantar Epidemiologi Edisi Revisi. Jakarta: Salemba Medika. 6) Kontra Indikasi Campak Kontra indikasi hanya berlaku terhadap anak yang sakit parah. atau yang menderita kurang gizi dalam derajat berat pada anak yang pernah menderita kejang (Keputusan Menkes RI No 1059/Menkes/SK/IX/2004). Metodologi Penelitian dan Teknik Penyusunan Skripsi. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik Edisi Revisi VI (Cetakan Ke-13). Jakarta: Rineka Cipta. Biostatistik Untuk Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat . Aziz Alimul.

Tesis dan Instrumen Penelitian Keperawatan. Jakarta: Rineka Cipta Nursalam. Sastroasmoro. 2007. Sururi dan Suharto. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Jakarta: Rineka Cipta. Soedigdo. Jakarta: EGC. 2005. N. . Teori Motivasi dan Aplikasinya (Cetakan ke-3). Konsep dan Penerapan Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan: Pedoman Skripsi. Soekidjo. Bandung. Pengantar Profesi dan Praktik Keperawatan Profesional. Ilmu Kebidanan. Bandung: Dewa Ruchi. Metodologi Penelitian Kesehatan. Penyakit Kandungan dan Keluarga Berancana Untuk Pendidikan Bidan. Notoatmodjo. 2007. 2006. Belajar SPSS For Windows Untuk Mengelola Data Penelitian. Imunisasi Edisi Kedua (Cetak Ulang). Edisi Revisi (Cetakan Ke-3). STIKes Bhakti Kencana. IPS Terpadu Untuk Kelas VIII Jilid 2A . Stephanie Cave MD & Deborah Mitchell. Dasar-Dasar Metodologi Penelitian Kesehatan Edisi Ke-2. Jakarta: Erlangga. 1998. 2004. 2003. Jakarta: Rineka Cipta. Heri. Pengantar Perilaku Manusia Untuk Keperawatan. Promosi Keehatan dan Ilmu Perilaku. Ulistio. Siagian. Jakarta: Rineka Cipta. Jakarta: CV. Ida Bagus Gde. Promosi Kesehatan Teori dan Aplikasi . Yang Orang Tua Harus Tahu Tentang Vaksinasi Pada Anak. dkk. 2003. Sofyan Ismael. Jakarta: Salemba Medika. Manuaba. Hasan Budi. Jakarta: EGC.28 Kusnanto. 2007. 1999. 2005. 2003. 2002. Jakarta: Sarana Kinasih Satya Sejati. 2009. Jakarta: FKUI Nakita. Jakarta: EGC Markum. Panduan Pennyusunan Karya Tulis Ilmiah/Skripsi. . Panduan Imunisasi. Sagung Seto. 2002. . Sondang P. Purwanto.

[http://ridwanamiruddin. Zainun.[http://syehaceh.Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 1457/Menkes/SK/X/2003 tentang Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan di Kabupaten/Kota. Manajemen dan Motivasi Edisi Revisi (Cetakan Ke-7). 2004. Dinas Kesehatan Kabupaten Sumedang.wordpress. . Jakarta: Balai Aksara .php? mod=pubDataStatistik&idMenuKiri=31&idKategori=1 <12 Mei 2009>]. .jabarprov.go. Puskesmas Kecamatan Cimanggung.29 Uno.id/index. Profil Kesehatan Kabupaten Sumedang Tahun 2008 . Jakarta: PT. . . Teori Motivasi dan Pengukurannya Analisis di Bidang Pendidikan (Cetakan Ke-4). Puskesmas Kecamatan Cimanggung (tidak diterbitkan). Bumi Aksara.diskes.com/2008/05/12/Imunisasi dan Faktor Yang Mempengaruhinya <15 September 2008>].com/2007/05/05/capaiankesehatan-indonesia/ <12 Mei 2009>]. . Data Cakupan Imunisasi tahun 2007 dan 2008. . Profil Kesehatan Kecamatan Cimanggung Tahun 2008 . 2008. Buchari.[http://www. Keputusan Menkes RI No 1059/Menkes/SK/IX/2004 tentang Pedoman Penyelenggaraan Imunisasi.wordpress. . . Hamzah B.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->