P. 1
40859121 Mekanisme Kerja Hormon

40859121 Mekanisme Kerja Hormon

|Views: 32|Likes:
Published by Anastasia W. Nelson

More info:

Published by: Anastasia W. Nelson on Sep 17, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/16/2014

pdf

text

original

HORMON

Hormon (dari bahasa Yunani, όρμή: horman - "yang menggerakkan") adalah pembawa pesan kimiawi antarsel atau antarkelompok sel. Semua organisme multiselular, termasuk tumbuhan (lihat artikel hormon tumbuhan), memproduksi hormon.Hormon beredar di dalam sirkulasi darah dan fluida sell untuk mencari sel target. Ketika hormon menemukan sel target, hormon akan mengikat protein reseptor tertentu pada permukaan sel tersebut dan mengirimkan sinyal. Reseptor protein akan menerima sinyal tersebut dan bereaksi baik dengan mempengaruhi ekspresi genetik sel atau mengubah aktivitas protein selular, termasuk di antaranya adalah perangsangan atau penghambatan pertumbuhan serta apoptosis (kematian sel terprogram), pengaktifan atau penonaktifan sistem kekebalan, pengaturan metabolisme dan persiapan aktivitas baru (misalnya terbang, kawin, dan perawatan anak), atau fase kehidupan (misalnya pubertas dan menopause). Pada banyak kasus, satu hormon dapat mengatur produksi dan pelepasan hormon lainnya. Hormon juga mengatur siklus reproduksi pada hampir semua organisme multiselular. Ciri- cirri Hormon  Bahan kimia yang dihasilkan oleh kelenjar endokrin ( & organ-organ tertentu badan)  Merangsang menghalang kegiatan sesuatu tisu / organ bagian badan  Setengah hormon menguasai kelenjar otot lain. Setengah mengawal menyelaras kegiatan badan seperti tumbesaran & perkembangan.  Hormon juga membantu sistem saraf menyelaras aktiviti badan Pada prinsipnya pengaturan produksi hormon dilakukan oleh hipotalamus (bagian dari otak). Hipotalamus mengontrol sekresi banyak kelenjar yang lain, terutama melalui kelenjar pituitari, yang juga mengontrol kelenjar-kelenjar lain.

Hipotalamus akan memerintahkan kelenjar pituitari untu mensekresikan hormonnya dengan mengirim faktor regulasi ke lobus anteriornya dan mengirim impuls saraf ke posteriornya dan mengirim impuls saraf ke lobus posteriornya.

1.1 Kelenjardan Hormon KELENJAR DAN HORMON No. 1. 2. 3. 4. 5. KELENJAR Pituitari Tyroid Adrenal Pankreas Gonad a. Teste b. Ovari CONTOH HORMON Adh, lh, fsh Tiroksin Adrenalin Insulin a. Testostron b. Estrogen & progestron

1.2 Hormon Pada Manusia Hormon adalah zat kimiawi yang dihasilkan tubuh secara alami. Begitu dikeluakan, hormon akan dialirkan oleh dara menuju berbagai jaringan sel dan menimbulkan efek tertentu sesuai dengan fungsinya masing-masing. Contoh efek hormon pada tubuh manusia:

Perubahan Fisik yang ditandai dengan tumbuhnya rambut di daerah tertentu dan bentuk tubuh yang khas pada pria dan wanita (payudara membesar, lekuk tubuh feminin pada wanita dan bentuk tubuh maskulin pada pria). Perubahan Psikologis: Perilaku feminin dan maskulin, sensivitas,

mood/suasana hati.  Perubahan Sistem Reproduksi: Pematangan organ reproduksi, produksi organ seksual (estrogen oleh ovarium dan testosteron oleh testis). Di balik fungsinya yang mengagumkan, hormon kadang jadi biang keladi berbagai masalah. Misalnya siklus haid yang tidak teratur atau jerawat yang tumbuh membabi buta di wajah. Hormon pula yang kadang membuat kita senang atau malah sedih tanpa sebab. Semua orang pasti pernah mengalami hal ini, terutama saat pubertas.Yang pasti, setiap hormon memiliki fungsi yang sangat spesifik pada masing-masing sel sasarannya. Tak heran, satu macam hormon bisa memiliki aksi yang berbeda-beda sesuai sel yang menerimanya saat dialirkan oleh darah. Pada dasarnya hormon bisa dibagi menurut komposisi kandungannya yang berbeda-beda sebagai berikut:  Hormon yang mengandung asam amino (epinefrin, norepinefrin, tiroksin dan triodtironin).  Hormon yang mengandung lipid (testosteron, progesteron, estrogen, aldosteron, dan kortisol).  Hormon yang mengandung protein (insulin, prolaktin, vasopresin, oksitosin, hormon pertumbuhan (growth hormone), FSH, LH, TSH). Hormon-hormon ini bisa dibuat secara sintetis. Di antaranya adalah hormon wanita yaitu estrogen dan progesteron yang dibuat dalam bentuk pil. Pil ini merupakan bentuk utama kontrasepsi yang digunakan wanita seluruh dunia untuk memudahkan mereka menentukan saat yang tepat: kapan harus mempunyai anak dan jarak usia tiap anak.

Berikut ini adalah peran ketiga hormon utama wanita:  Hormon Estrogen: Mempertahankan fungsi otak. Pada wanita. .  Testosteron dan Dehidroepiandrosteron. Efek Hormon Terhadap Wanita Hormon-hormon pada tubuh wanita berperan penting dalam perjalanan hidupnya termasuk pada keindahan kulit. Begitu pula sebaliknya. Hormon ini dibutuhkan oleh wanita karena berhubungan dengan daya tahan tubuh dan libido (gairah seksual).  Hormon progesteron. Selain androstenidion. Hormon seksual pria antara lain androstenidion dan testosteron (androgen). Hormon seksual wanita antara lain progesteron dan estrogen.  Estrogen Estrogen merupakan bentukan dari androstenidion (hormon seksual pria yang utama) yang dihasilkan ovarium. Hanya kadarnya yang berbeda. tapi dalam jumlah yang sedikit. Baik pria maupun wanita. pada dasarnya memiliki jenis hormon yang relatif sama. hormon seksual kewanitaannya lebih banyak ketimbang pria.Hormon Wanita dan Priya Hormon wanita terutama dibentuk di ovarium (hormon pria dibentuk di testis). Hormon ini merupakan bentukan dari pregnenolon yang dihasilkan oleh kelenjar dan berasal dari kolesterol darah. ovarium juga mengeluarkan testosteron dan dehidroepiandrosteron. Hormon ini yang juga diproduksi oleh ovarium tetapi dalam jumlah yang sangat sedikit.

Hormon ini cukup berpengaruh pada penampilan kulit dan pertumbuhan rambut.- Mencegah gejala menopause (seperti hot flushes) dan gangguan mood. Menyiapkan rahim pada waktu kehamilan. Kelenjar sebum menghasilkan sekresi lemak atau minyak yang berfungsi melumasi rambut dan kulit. Produksi sel pigmen kulit. dan pembuluh darah). Estrogen juga mempengaruhi sirkulasi darah pada kulit. Merangsang pembentukan otot. organ seksual dan sel darah merah. menjaga kolagen kulit agar terpelihara dan kencang serta mampu menahan air. Pola distribusi lemah di bawah kulit sehingga membentuk tubuh wanita yang feminin. tulang. mempertahankan struktur normal kulit agar tetap lentur. yaitu. Melindungi wanita pasca menopause terhadap kanker endometrium. vagina. Fungsi utama hormon progesteron lebih pada sistem reproduksi wanita. Mengembangkan jaringan payudara. Mengatur siklus haid. Meningkatkan pertumbuhan dan elastisitas serta sebagai pelumas sel jaringan (kulit. yaitu dengan menstimulasi akar rambut dan kelenjar sebum (kelenjar minyak) yang terletak di bagian atas akar rambut. kulit.  Hormon Progesteron Sebenarnya hormon ini tidak terlalu berhubungan langsung dengan keadan kulit tetapi sedikit banyak ada pengaruhnya karena merupakan pengembangan estrogen dan kompetitor androgen.  Hormon Androgen: Hormon ini berfungsi untuk Merangsang dorongan seksual. Tetapi bila berlebihan minyak ini akan . saluran kemih.

hormon steroid dari kolesterol. semakin banyak pula sekresi yang dihasilkan kelenjar ini.memicu tumbunya akne atau jerawat. ketidakseimbangan hormon Androgen (hormonal imbalance) bisa menyebabkan hirsutisme di mana rambut tumbuh berlebihan di daerah-daerah yang tidak semestinya. maka komunikasi intraseluler dimulai. hormon peptida dari protein. Efek kerja kelenjar sebum mulai berkurang pada wanita sesaat menjelang menopause. Hormon-hormon ini bekerjasama dengan sistem saraf pusat sebagai fungsi pengatur dalam berbagai kejadian dan metabolisme dalam tubuh. Tak heran kulit wajah pria tampak lebih berminyak dibanding wanita. Sebaliknya pada wanita. SEKRESI DAN MEKANISME KERJA HORMON Hormon diturunkan dari unsur-unsur penting . sehingga mengganggu keindahan penampilan kulit. Jika hormon sudah berinteraksi dengan reseptor di dalam atau pada sel-sel protein target. Aktivitas kelenjar sebum sangat dipengaruhi hormon androgen. pengikatan dengan transpor. dan hormon tiroid serta katekolamin dari asam amino. BIOSINTESIS. terutama pada pria. Hiper-androgen pada wanita dengan ciri-ciri aktivitas hormon androgen melebihi normal ternyata merupakan masalah yang cukup umum terjadi walaupun belum diketahui penyebabnya dan mempengaruhi 10-20% wanita usia reproduktif. pengikatan dengan reseptor kemampuan untuk didegradasi dan dibersihkan agar tidak memberikan dampak metabolisme yang berkepanjangan. . Gangguan kelenjar sebum juga bisa mengakibatkan alopesia androgenika (kebotakan). Sekresi kelenjar sebum pada pria lebih tinggi secara signifikan ketimbang pada wanita. Kerja kelenjar ini memuncak pada saat seseorang mencapai masa pubertas. dan Untuk itu perlu diketahui mengenai proses pengaturan sekresi hormon . Semakin tinggi tingkat kerjanya.

dari lintasan yang diatur terkemas dengan protein sekretorik hingga konsentrasi sangat tinggi. Vesikel bergerak ke dan berfusi dengan aparatus Golgi. sel sekretorik mampu untuk melepaskannya dalam periode yang pendek dengan kecepatan melebihi kemampuan sintesis sel. kelenjar para-tiroid. dan plasenta. dan melepaskannya sebagai respons terhadap rangsangan. Dengan menyimpan produk ini.2) Hormon-hormon terhadap rangsangan Sebagian besar sel-sel endokrin (hipofisis. dilipat. dengan demikian. Vesikel dari dua lintasan ini berbeda. Gerakan dari vesikel-vesikel ke permukaan terjadi sepanjang jalur dilepaskan dari sel sebagai respons mikrotubulus (1. yang akhirnya mencapai vesikel sekretorik. protein disisipkan ke dalam retikulum endoplasmik. Vesikel ini ditutupi oleh suatu lapisan protein yang memungkinkan untuk berikatan dengan membran aparatus Golgi . Akhirnya. Untuk sekresi .• Peptida Hormon peptida merupakan protein dengan beragam ukuran. hati. hanya menggunakan lintasan tetap. termasuk protein pengikat GTP (dan hidrolisis GTF). Namun. vesikel ke luar dari jaringan trans-Golgi dan diangkut ke permukaan sel. Protein yang disintesis disisipkan ke dalam vesikel untuk sekresi. Pelipatan ditentukan oleh rangkaian primer protein maupun oleh protein tambahan. dan dapat diproses melalui proteolisis atau modifikasi lain. dan kelenjar hipofisis. Hal ini merupakan kasus pada pulau Langerhans pankreas. Vesikel ini kemudian berfusi yang memerlukan hidrolisis ATP dan protein lain. pankreas) menggunakan lintasan sekretorik yang diatur. dimodifikasi sebelum bergerak melalui suatu seri dilepaskan . Setelah transpor protein kedalam retikulum endoplasmik. berfusi dengan membran untuk menyampaikan isinya ke luar sel. memberikan densitas sangat tinggi dalam mikrografi elektron. mereka menyimpan hormon peptida dalam granula sekretorik. yang melepaskan angiotensin. protein kompartemen khusus . Granula ini ber-akumulasi dalam sel tanpa adanya suatu rangsangan sekretorik . paratiroid. yang melepaskan CG dan laktogen plasenta (korionik somatomamatropin).

Berbagai hormon juga dapat diproses pada tempat yang berbeda. dilepaskan dari prekursor menjadi vasopresin dan oksitosin. Neurofisin. prorenin menjadi renin. aktivator dari saluran Ca2+ dan fosfolipase C akan meningkatkan sekresi. maka membrana granula berfusi dengan membran sel. Jika kandungan granula sekretorik dilepaskan sebagai respons terhadap suatu stimulus. Obat-obatan yang merangsang pelepasan hormon polipeptida dan katekolamin merangsang influks Ca 2+ ke dalam sitoplasma melalui saluran Ca2+ spesifik. pembelahan dari "prohormon" di dalam sel menghasilkan hormon akhir. beberapa peptida (contohnya. Dengan demikian. dan POMC menjadi peptidanya merupakan contoh-contohnya. Ca2+ penting untuk proses-proses ini. kandungan dari granula kemudian dilepaskan melalui eksositosis. Beberapa peptida mengalami sedikit modifikasi lanjutan. seperti halnya dengan GH dan PRL. Sebagian besar protein diproses dalam granula sekretorik padat dari lintasan sekresi yang diatur.hingga menyebabkan pelepasan dari kandungannya melalui fusi dengan membrana sel. suatu protein asam amino-39. hormon juga disekresikan bersama protein lain. ACTH. kadar glukosa yang tinggi meningkatkan kadar ATP intraselular yang pada gilirannya menghambat efluks K+melalui saluran membran . sementara yang lain diproses dalam akson dan terminal (prekursor GnRH). mengikat hormon-hormon ini dan menyertai mereka dari tempat sintesis dalam hipotalamus ke tempat sintesis mereka pada hipofisis anterior. TRH) diproses dalam perikarya neuronal. Pembelahan dari proinsulin menjadi insulin. Dalam sel B pankreas. menimbulkan depolarisasi membran dan pembukaan dari saluran Ca 2+. Contohnya proinsulin diubah menjadi insulin dengan pengangkatan rangkaian peptida C. Pada kasus lain. Hal ini memicu fusi dari vesikel sekretorik dengan membran dan pelepasan dari hormon yang disimpan. Pada beberapa kasus. meninggalkan rantai A dan B yang melekat melalui ikatan disulfida. Dalam susunan saraf pusat. Peningkatan Ca2+ kemudian . betalipoprotein) dilepaskan secara proteolitik dari protein yang lebih besar propriomelanokortin (POMC) dalam hipofisis anterior . dan beberapa peptida lainnya (Fragmen terminal-N.

Sel kelenjar tiroid tersusun dalam folikel-folikel yang mengelilingi bahan koloidal. tiroglobulin. dihasilkan dalam jaringan perifer melalui deiodinasi dari tiroksin. walaupun sekitar 70% dari hormon steroid aktif yang utama. kelenjar melepaskan T4dan T3 dalam rasio sekitar 10:1. cAMP juga dapat merangsang sekresi hormon melalui suatu fosforilase yang dirangsang-kinase serta aktivasi dari saluran Ca2+ . • Hormon Tiroid Hormon tiroid hanya disintesis dalam kelenjar tiroid. Sel-sel kelenjar tiroid mengkonsentrasikan iodium untuk sintesis hormon tiroid melalui transpor aktif. menimbulkan repolarisasi membran dan dengan demikian mengakhiri rangsangan sekresi. dan menghasilkan suatu glikoprotein yang besar. Organifikasi dan perangkaian dikatalisir oleh peroksidase tiroid pada permukaan apeks sel dalam mikrovili yang meluas ke dalam ruang koloid. dan bertindak sebagai suatu cadangan bagi hormon. Dalam keadaan normal. kemungkinan melalui suatu mekanisme transpor aktif (1. menghasilkan berbagai tironin. Iodium dioksidasi dengan cepat dan disatukan dengan cincin aromatik tirosin pada tiroglobulin (organifikasi). T3. T 4. Tiroglobulin dilepaskan -bersama dengan tironin yang melekat padanya.membuka saluran K+.3) .ke dalam folikel.2. Residu tirosin kemudian dirangkai bersama untuk menghasilkan tironin. Hormon tiroid dibentuk oleh ambilan balik dari tiroglobulin melalui endositosis dan pencernaan proteolitik oleh hidrolase lisosoma dan peroksidase tiroid.

Gambar 1 . Rute melalui sel untuk protein yang disekresikan. berbagai kompartemen dan konstituen selular. . Yang diperlihatkan adalah gambaran skematis. dan panah menunjukkan berbagai lintasan.

dan pada tingkat tertentu di jaringan perifer . NADPH.2. plasenta. dan sejumlah kolesterol tambahan dihasilkan melalui stimulasi sintesis kolesterol oleh kelenjar. LH. ovarium. Steroid berasal dari kolesterol yang dihasilkan melalui sintesis de novo atau melalui ambilan dari LDL melalui reseptor LDL. FSH. Terdapat sejumlah cadangan kolesterol dalam ester kolesterol sel-sel steroi-dogenik. Kelenjar-kelenjar ini mempunyai konsentrasi reseptor LDL yang tinggi yang akan lebih meningkat oleh rangsangan steroidogenik seperti hormon tropik. kolesterol ini dibebaskan melalui stimulasi dan esterase kolesterol. ambilan kolesterol yang ditingkatkan merupakan mekanisme yang utama untuk meningkatkan steroidogenesis. Kolesterol dihidroksilasi pada C22 dan kemudian pada CZp dan produk ini dibelah untuk menghasilkan pregnenolon ditambah isokapraldehid. . dengan berjalannya waktu. Produksi steroid selelah rangsangan seperti ini dapat sepuluh kali lebih banyak dari produksi basal (1. dan oksigen.• Steroid Hormon steroid dihasilkan adrenal. Hal ini sebagian besar disebabkan oleh habisnya kolesterol intraselular Penurunan ini juga meningkatkan sintesis kolesterol. Gerakan prekursor seperti ini antara mitokondria dan retikulum endoplasmik dapat dipermudah oleh protein karier sterol atau gerakan pada permukaan membrana. Aktivitas langkah ini diatur oleh rangsang tropik utama (ACTH. Jika kelenjar penghasil steroid dirangsang.4) Langkah yang membatasi kecepatan dalam produksi hormon steroid adalah pembelahan dari kolesterol untuk membentuk pregnenolon melalui pembelah sisi kolesterolP450 sitokrom (P450scc) kerja dari suatu enzim yang terletak pada membrana mitokondrial bagian dalam. CG) pada seluruh jaringan steroidogenik. Namun. yang akan mengalami serangkaian modifikasi. Enzim ini menggunakan suatu flavoprotein suatu protein sulfur besi. yang selanjutnya mempermudah steroidogenesis. Kemudian pregnenolon bergerak ke luar dari mitokondria ke retikulum endoplasmik. testis.

pregnenolon secara berturutan diubah menjadi 17-OH-pregnenolone (oleh sitokrom P450c17). produk akhir yang aktif. yang tidak menghasilkan kortisol atau aldosteron .0 menjadi -4. 17P-OH-progesteron (oleh kompleks 3hidroksisteroid dehidrogenase-4.6 dilestarikan. Enzim ini tidak ditemukan dalam gonad.Dalam zona fasikulata adrenokortikal dan zona retikularis enzim . Kemudian 11 – deoksikertisal mengalir kembali ke dalam mitokondria di mana kertisol. dan 11-deoksikortisol (oleh sitokrom P 450 c21). Produksi 17-OH-pregnerolon dari pregnenolon disebut sebagai lintasan  5 karena ikatan ganda-5. dibentuk melaiui 11--hidroksilasi melalui kerja sitokrom P-150c11. yang mengubah ikatan ganda 5.5-isomerase.5-).

2.3) . Hal ini disebut lintasan 4.5 isomerase .Glomerulosa adrenal menghasilkan progesteron dari pregnenolon meIalui kerja dari 3-hidroksisteroid dehidrogenase 4. Granulosa tidak memiliki sitokrom P 4 50c17 dan secara unik mengandung suatu P450c deaksikortikosteron menghasilkan (DOC) 11AS dan yang (oksidase metil kartikosteron C11 I). menjadi aldosteron penambahan dari suatu gugusan aldehid pada posisi 18 melaui aktivitas dari P45011AS (1. Progesteron dihidroksilasi pada C21oleh P450c21 untk menghasilkan 11oleh P450c11AS diubah pada untuk melalui kortikosteron.

Gambar 2. Kolesterol diturunkan dari asetat dengan sintesis dari partikel lipoprotein. Lintasan sintesis kelas-kelas utama hormon steroid. .

terjadi di dalam gonad tetapi hanya dalam jumlah yang kecil di adrenal (2.20-liase (terkandung dalam sitokrom P45Oc17) untuk masingmasing menghasilkan dehidroepiandrosteron (DHEA) dan androstenedion. Langkah selanjutnya.Untuk produksi androgen dan estrogen . rantai samping pada posisi 17 dari 17OH-pregnenolon atau 17-OH-progesteron diangkat oleh aktivitas C17. Produksi DHEA merupakan lintasan utama dalam adrenal maupun gonad dan melebihi produksi dari androstenedion.3) . yang menimbulkan produksi dari estrogen estradiol utama dan androgen testosteron.

androstenedioi testosteron melalui kerja 17-hidroksisteroid dehidrogenase. .Lintasan utama untuk produksi testosteron dalam testis adalah sel-sel Leydig melalui menjadi lintasan 5dari dan DHEA pregnenolon menjadi menjadi DHEA dan dan kemudian androstenediol.androstenedion testosteron. dan P 450c 21 dan karena itu sebagian besar menghasilkan progesteron. adanya aromatase. yang mengubahnya menjadi androstenedion. sel-sel granulosa tidak mempunyai sitokrom P450c11. Banyak kerja androgen diperantarai oleh dehidro-testosteron. Estron dan estradiol dapat juga dihasilkan dari DHEA dan androstenedion dalam jaringan perifer seperti jaringan adiposa karena adanya aroma tase. Enzim ini juga mengubah testosteron menjadi estradiol. konsentrasi dari aromatase dalam sel granulosa sedemikian rupa sehingga hampir semua testosteron diubah menjadi estradiol dan dilepaskan sedikit testosteron. yang kemudian kembali ke sel granulosa. dan sangat sedikit sekali yang dibuat di testis. Dalam ovarium . di mana ia diubah menjadi estron oleh kerja dari aromatase. P450c17. steroid ini sebagian besar dihasilkan dalam jaringan target melalui aktivitas dari 5-reduktase. Progesteron ini kemudian diambil oleh sel-sel teka yang berdekatan. sebelum steroid ini diubah menjadi derivat 4.

dan pelepasan steroid yang meningkat selalu mencerminkan peningkatan sintesis. di mana PNMT mengubah norepinefrin menjadi epinefrin. Namun. dan DOPA diubah menjadi dopamin dalam sitoplasma dalam membran granula.Jika sudah disintesis. dalam medula adrenal dan hanya beberapa lokasi lain. • ini Katekolamin Katekolamin disintesis dari jaringan saraf medula adrenal. ditemukan feniletanolamin-O-metiltransferase (PNMT). Tirosin diubah menjadi disintesis dari tirosin dan kemudian disimpan dalam granula yang analog dengan granula dihidroksifenilalanin (DOPA) oleh hidroksilase tirosin. pada kasus-kasus ini. yang oleh dekarboksilase asam amino-L menjadi norepinefrin (oleh aromatik. terdapat sedikit cadangan steroid oleh kelenjar. steroid yang baru disintesis dilepaskan dengan cepat. Katekolamin disimpan dalam granula ini dengan kromogranin A dan ATP dan dilepaskan dengan unsur-unsur ini. Dopamin kemudian diambiI oleh suatu pengangkut katekolamin ke diubah hidroksilase dopamin). . yang diambil oleh granula untuk sekresi. Kelenjar meru-pakan sumber utama dari epinefrin dalam sirkulasi. norepinefrin meninggalkan vesikel untuk kembali ke sitoplasma. Tidak seperti pada kelas hormon lain. Katekolamin yang mensekresi hormon polipeptida. produk akhir yang dilepaskan oleh sebagian besar sel penghasil katekolamin tubuh.

yang merupakan prekursor tromboksan. PGG2. Metabolisme asam arakidonat oleh 5-lipoksigenase menimbulkan produksi leukotrien.• Eikosanoid Asam arakidonat merupakan prekursor paling penting dan melimpah dari berbagai eikosanoid pada manusia dan membatasi kecepatan sintesis eikosanoid . indometasin. dan obat-obatan anti-inflamasi non-steroid lainnya. . yang prevalen pada sel endotelial dan otot polos. Asam arakidonat dapat juga dioksigenasi oleh monoksigenase sitokrom P450 menjadi berbagai produk oksidasi omega dan epoksida dan turunan yang dapat memiliki aktivitas biologik. yang dengan cepat direduksi menjadi PGH2. trombosan A2 [TXA2]). fibroblas. cadangan prekursor asam arakidonat ditemukan dalam membran lipid darimana ia dilepaskan sebagai respons terhadap berbagai rangsangan melalui kerja dari fosfolipase. dan metabolisme oleh 12-lipoksigenase menghasilkan 12HPETE (hidroksi-peroksieikosatetraenoat) yang diubah menjadi HETE. Asam arakidonat dibentuk dari asam linoleat (suatu asam amino esensial) pada sebagian besar kasus melalui desaturasi dan pemanjangan dengan asam homo--linoleat dan diikuti desaturasi selanjutnya. dan tromboksan (contohnya. Untuk sintetase sintesis endoperok-sidase) terhadap prostaglandin. PGD2. Tergantung pada jaringan. PGE2. dan makrofag. PGH2 dapat diubah menjadi prostaglandin lain (contohnya. dan prostaglandin. prostasiklin. Sementara eikosanoid tidak disimpan dalam sel-sel. PGI2) dalam reaksi yang melibatkan sintetase prostasiklin. prostasiklin (contohnya. Asam arakidonat dapat diubah menjadi prostaglandin endoperoksida H2. PGF2 [via PGE2]) dalam reaksi yang melibatkan sintetase prostaglandin. Siklooksigenase didistribusikan secara luas di seluruh tubuh (kecuali untuk eritrosit dan limfosit) dan diinhibisi oleh aspirin. mengubah siklooksigenase asam (juga disebut menjadi arakidonat endoperoksidase yang tak stabil. yang lebih banyak dalam platelet dan makrofag.

PGG2. PGH2. tromboksan. Lintasan utama sintesis kelas-kelas utama eikosanoid: prostaglandin.prostasiklin.Gambar 3. asam hidroksieikosatetraenoat. prostaglandin H2) . prostaglandin G2. dan leukotrien. (HETE.

sehingga pada kadar yang lebih tinggi proporsi yang lebih besar dari hormon dapat bebas.04% dari T4 dan 0.TRANSPOR HORMON Hormon beredar bebas dan terikat dengan protein plasma. Sekitar 68% dari T 4 dan 80% dari T3terikat oleh globulin pengikat-glikoprotein hormon tiroid (TBG).pengikatan berafinitas tinggi dengan globulin spesifik dan secara relatif berafinitas rendah dan ikatan nonspesifik dengan protein seperti albumin. • Hormon Tiroid Hormon tiroid beredar terikat dengan protein plasma sedemikian rupa sehingga 0. Ada perbedaan besar antara berbagai hormon dalam luasnya keterkaitan mereka dengan protein plasma. yang mengikat testosteron dan estradiol (testosteron lebih ketat ketimbang estradiol). kortisol maupun progesteron. Protein pengikat utama adaIah transkortin). Protein ini ditemukan dalam konsentrasi yang cukup sehingga lebih dari 90% kortisol total dan sekitar 98% dari testosteron dan estradiol terikat. dengan akibat bahwa hanya sekitar 50% dari aldosteron plasma yang terikat. dengan plasma adalah melalui interaksi non-kovalen. walaupun kolesterol dianggap terikat melalui ikatan ester dengan fosfatidilkolin. yang mengikat globulin pengikat-kortikosteroid (CBG.4% dari T 3 adalah bebas. Sekitar 11% dari T4 dan 9% dari T3 terikat dengan transtiretrin (prealbumin . pengikatan hormor. dengan kortisol. dan globulin pengikat hormon seks (SHBG). Aldosteron tidak berikatan dengan suatu protein spesifik. Tingkat kemampuan mengikat pada beberapa kasus hanya sedikit melebihi konsentrasi normal dari steroid. • Hormon Steroid Semua hormon steroid berikatan dengan protein plasma hingga tingkat tertentu . Contohnya. kapasitas CBG untuk kortisoi adalah sekitar 25 g/dL (690 ng/dL). Pada umumnya.

Pengecualian termasuk beberapa protein pengikat-1-IGF yang mengikat IGF-1. Kadar SHBG meningkat oleh hormon tiroid. Vasopresin dan oksitosin berikatan dengan neurofisin. (1) hormon bebaslah yang aktif. kadar CBG. atau perubahan ini dapat menutupi kelebihan hormon patologik atau keadaan defisiensi. walaupun terdapat pengecualian. pengikatan plasma dapat meningkatkan waktu- .pengikat-hormon tiroid. Dengan hormon ini. Pada hormon polipeptida. suatu hormon yang bebas akan disekuestrasi secara lengkap pada saat darah mengalir melalui bagian proksimal dari jaringan. Tampak bahwa protein transpor dapat mempermudah suatu pengiriman yang merata dari hormon ke jaringan target. Dalam jaringan seperti hati. Contohnya. • Pengaturan Protein Pengikat Plasma Kadar protein pengikat plasma dapat bervariasi dengan keadaan penyakit dan terapi obat. faktorfaktor yang mempenga-ruhi kadar protein pengikat plasma dapat meningkatkan atau menekan kadar hormon total. dan (4) keadaan klinik berkorelasi baik dengan kadar bebas hormon. (2) kadar bebas hormon merupakan penyebab dari umpan balik dan pengaruh pengaturan terkait yang mengendalikan pelepasan hormon (3) kadar bebas dari hormon berhu-bungan dengan kecepatan bersihannya. Hormon pertumbuhan berikatan dnegan suatu protein yang identik dengan bagian pengikat-hormon dari reseptor hormon pertumbuhan. contohnya. • Hormon Polipeptida Sebagian besar hormon polipeptida beredar pada konsentrasi rendah tak terikat dengan protein lain. dan kadar SHBG dan TBG menurun oleh androgen. • Peranan Pengikatan Plasma Pada sebagian besar kasus. TBPA). dan TBG meningkat oleh estrogen. Sisanya terikat dengan albumin. SHBG. maka hormon bebas akan disekuestrasi pada bagian proksimal dan sementara bagian distal terdapat tambahan melalui disosiasi hormon terikat plasma . sementara jika hormon sebagian besar terikat.

7) Distribusi dari reseptor hormon memperlihatkan variabilitas yang besar sekali. molekul yang berpartisipasi dalam peristiwa pascareseptor juga penting. . Namun. Reseptor untuk beberapa hormon. estrogen).paruh hormon dalam sirkulasi. seperti insulin dan glukokortikoid. ke MEKANISME KERJA HORMON • Reseptor Hormon Hormon perubahan bekerja melalui pengikatan dengan reseptor rupa spesifik sehingga . dengan reseptor sitoplasmik. Hormon yang berikatan dengan permukaan sel kemudian tampaknya berikatan dengan reseptor. hal ini tidak saja menentukan apakah jaringan akan memberikan respon terhadap hormon itu tetapi juga kekhasan dari respon itu. • Interaksi Hormon-Reseptor Hormon menemukan permukaan dari sel melalui kelarutannya serta disosiasi mereka dari protein pengikat plasma.Pengikatan dari hormon ke reseptor ini pada umumnya memicu suatu penyesuaian pada reseptor sedemikian menyampaikan informasi kepada unsur spesifik lain dari sel. Interaksi permukaan hormon reseptor memberikan sinyal pembentukan dari "mesenger kedua" Interaksi hormon-reseptor ini menimbulkan pengaruh pada ekspresi gen (3. terdistribusi secara luas. Hal yang terakhir ini memungkinkan hormon yang sama memiliki respon yang berbeda dalam jaringan yang berbeda. kasus Hormon steroid mempenetrasi membrana plasma sel secara bebas dan berikatan (contohnya. Reseptor ini terletak pada permukaan sel atau intraselular. juga dapat mempermudah pengirimannya dalam jaringan target. sementara reseptor untuk sebagian besar hormon mempunyai distribusi yang lebih terbatas. Pada beberapa hormon juga perlu untuk mempenetrasi int i sel (kemungkinan melalui poripori dalam membrana inti) untuk berikatan dengan reseptor inti-setempat. Adanya reseptor merupakan determinan (penentu) pertama apakah jaringan akan memberikan respon terhadap hormon.

yang sangat tergantung pada jarak. dan masingmasing protein perantara atau enzin yang diaktivasi oleh komplekskompleks hormon reseptor dapat mempengaruhi satu atau lebih fungsi efektor. Lintasan yang mungkin untuk transmis sinyal hormon. masing-masing kompleks hormon-reseptor dapat bekerja melalui satu atau lebih mediator protein (baik protein G atau mekanisme pensinyalan lainnya). Masing-masing hormon dapat bekerja melalui satu atau lebih reseptor. gugusan bermuatan komplementer pada hormon dan reseptor mempermudah interaksi. dapat menyumbang efek daya tarik terhadap ikatan. Kedua. daya van der Waals. Dan ketiga. interaksi hormon-reseptor lebih kompleks. Hal ini sebagian besar terjadi jika hormon yang berinteraksi dengan suatu kompleks reseptor dengan subunit yang majemuk dan di mana pengikatan dari hormon dengan .6).Kasus pada hormon tiroid tidak jelas. Pertama. Gambaran 4 . Pengaruh ini penting untuk mencocokkan hormon ke dalam reseptor. Pada beberapa kasus. terdapat pengaruh hidrofobik pada hormon dan reseptor berinteraksi satu sama lain dengan pilihan air. Ikatan ini disebabkan tiga jenis kekuatan. Umumnya hormon berikatan secara reversibel dan non-kovalen dengan reseptornya. masih belum jelas bagaimana mereka mempenetrasi membrana inti (3. Bukti-bukti mendukung pendapat bahwa hormon-hormon ini memasuki sel melalui mekanisme transpor.

asalkan ia ditemukan dalam konsentrasi yang cukup untuk memblokir pengikatan agonis. Artifak eksperimental dan adanya dua kelas independen dari tempat juga dapat menghasilkan plot Scatchard non-linier. enzim yang terlibat dalam metabolisme atau sintesis dari steroid. antagonis. Dengan cara ini. sehingga walaupun reseptor diduduki secara penuh oleh agonis parsial. Suatu agonis sepenuhnya menginduksi reseptor untuk memicu peristiwa pas-careseptor. interaksi reseptor-insulin pada beberapa keadaan dapat merupakan suatu pengecualian. Hal ini dapat meningkat (kerjasama positif) atau menurun (kerjasama negatif) afinitas dari hormon untuk reseptor itu. Antagonis dan Agonis Parsial Zat-zat yang berinteraksi dengan tempat pengikatan-hormon dari reseptor dapat memiliki aktivitas agonis. ikatan kerjasama jarang diamati pada interaksi hormon-reseptor. antagonis berikatan dengan tempat yang sama pada reseptor seperti agonis .subunit pertama mengubah afinitas dari subunit lain untuk hormon. Dalam hal ini termasuk protein pengikat plasma dan molekul seperti alat transpor lainnya yang lazim ditemukan dalam jaringan perifer. (2. namun pada beberapa keadaan. Suatu agonis parsial (antagonis parsial) merupakan suatu perantara. respon hormon akan tidak sepenuhnya. antagonis dapat berikatan dengan reseptor pada tempat yang berbeda dan memblokir pengikatan agonis melalui perubahan alosterik dalam reseptor. Pada umumnya. Yang merupakan kejutan. dan protein lain yang belum diidentifikasi hingga .5) • Pengikatan Hormon Non-Reseptor Reseptor bukan merupakan satu-satunya protein yang mengikat hormon- banyak protein lain juga mengikatnya. Kerjasama positif menghasilkan suatu plot Scatchard yang konveks dan kerjasama negatif menghasilkan suatu plot yang konkaf . atau agonis parsial (juga disebut antagonis parsial). tetapi tidak memicu respon pascareseptor. • Hormon Agonis. ia tidak menimbulkan suatu respons tetapi memblokir respons terhadap agonis. ia berikatan dengan reseptor tetapi hanya menimbulkan suatu perubahan parsial . Suatu antagonis mampu untuk berikatan dengan reseptor dan memblokir pengikatan dari agonis.

secara tepat.sekarang. Reseptor akan mampu untuk mentransfer responsivitas hormon dengan eksperimen transfer gen. contohnya. secretion. Hormone biosynthesis. bukan reseptor tetapi LDL yang mengambil protein. mereka berbeda dari reseptor di mana mereka tidak mentransmisikan informasi dari pengikatan ke dalam peristiwa pascareseptor. Yang paling diteliti secara luas adalah "reseptor" lipoprotein berdensitas-rendah (LDL) yang mengikat partikel LDL pembawa-kolesterol dan menginternalisasinya . 2nd ed. Dengan demikian. namun. In: Endocrinology and Metabolism. DAFTAR PUSTAKA Gill G: Biosynthesis. Satu kelas molekul khusus mengikat hormon atau kompleks hormon pada permukaan sel dan berpartisipasi dalam internalisasinya. and metabolism of hormones . reseptor IDL. dalam sel-sel dari adrenal untuk biosintesis steroid dan dalam hati untuk membersihkan plasma dari kotesterol. kolesterol yang dilepaskan dari partikel menghambat umpan balik sistesis kolesterol. 1987. Fritz MA. Cacat genetik reseptor ini menimbulkan hiperkolesterolemia. Reseptor ini penting untuk pengambilan kolesterol. Partikel LDL yang diinternalisasi dapat memberikan kolesterol untuk sintesis steroid atau penyisipan ke dalam membran sel. 11 – 32 Speroff L. Protein ini dapat mengikat hormon seketat atau tebih ketat ketimbang reseptor. Molekul reseptor dan non-reseptor pengikat hormon biasanya dibedakan melalui sifat-sifat pengikatannya serta kemampuan untuk memperantarai respon pascareseptor. Di samping itu. McGraw-Hill. metabolism and mechanism of .

Seven Ed. Smith D. Lippincot Williams & Wilkins.9:295. Malbon CC: Agonist regulation of gene expression of adrenergic receptors and G proteins.htm . 2005 . Toft DO: Steroid receptors and their associated proteins. Mol Endocrinol 1993. J Neurochem 1993.240:889.com/layananebook/hormon. 25 – 96. Philadelphia. Miller WL: Molecular biology of steroid hormone synthesis. Science 1988. Nishizuka Y: Intracellular signaling by hydrolysis of phospholipids and activation of protein kinase C.258:607. In Clinical Gynecologic endocrinology and infertility.tripod. Science 1992.7:4 sumber: http://members.60:1.action. Endocr Rev 1988. Hadcock JR. Evans RM: The steroid and thyroid hormone receptor superfamily.

Zat-zat yang tidak dipergunakan oleh tubuh larut dalam air dan dikeluarkan berupa urin (air kemih). Sistem perkemihan atau biasa juga disebut Urinary System adalah suatu system kerjasama tubuh yang memiliki tujuan utama mempertahankan .2. adalah suatu sistem dimana terjadinya proses penyaringan darah sehingga darah bebas dari zat-zat yang tidak dipergunakan oleh tubuh dan menyerap zat-zat yang masih di pergunakan oleh tubuh.1 Pengertian Sistem Urinaria Sistem perkemihan atau sistem urinaria.

2 Susunan Sistem Perkemihan . Fungsi lainnya adalah untuk membuang produk-produk yang tidak dibutuhkan oleh tubuh dan bayak fungsi lainnya yang akan dijelaskan kemudian. 2.keseimbangan internal atau Homeostatis.

Keterangan gambar : 1. Inferior vena cava 10. usus besar 14. Ginjal 3. Uretra 7. Ureter 5. Kelenjar adrenal 8. Hati 13. Ginjal . kandung kemih 6. Renal arteri dan vena 12.Kemih sistem Manusia 2. Pelvis 1. pelvis ginjal 4. Abdominal aorta 11. Renal artery and vein 9.

Ginjal dipertahankan dalam posisi tersebut oleh bantalan lemak yang tebal. kuadratus lumborum dan psoas mayor.Ginjal terletak dibagian belakang abdomen atas. sedangkan dianterior dilindungi oleh bantaan usus . dibelakang peritonium. di depan dua kosta terakhir dan tiga otot-otot besar transversus abdominalis. Disebelah posterior dilindungi oleh kosta dan otot-otot yang meliputi kosta.

Ada beberapa struktur yang masuk atau keluar dari ginjal melalui hilus antara lain arteri dan vena renalis. lebarnya 6 cm dan beratnya antara 120-150 gram. Pada orang dewasa ginjal panjangnya 12-13 cm. .yang tebal. Ukurannya tidak berbeda menurut bentuk dan ukuran tubuh. yang beriktan longgar dengan jaringan dibawahnya dan dapat dilepaskan dengan mudah dari permukaan ginjal. Perbedaan panjang dari kedua ginjal lebih dari 1.5 cm atau perubahan bentuk merupakan tanda yang penting karena kebanyakan penyakit ginjal dimanifestasikan dengan perubahan struktur. saraf dan pembuluh getah bening. 95 % orang dewasa memiliki jarak antara katup ginjal antara 11-15 cm. Permukaan anterior dan posterior katup atas dan bawah serta pinggir lateral ginjal berbentuk konveks sedangkan pinggir medialnya berbentuk konkaf karena adanya hilus. Ginjal diliputi oleh suatu kapsula tribosa tipis mengkilat.

yaitu bagian kulit (korteks). sumsum ginjal (medula). Bagian – Bagian Ginjal Bila sebuh ginjal kita iris memanjang. dan bagian rongga ginjal (pelvis renalis).a. maka aka tampak bahwa ginjal terdiri dari tiga bagian. .

dan gabungan antara glomerolus dengan simpai bownman disebut badan malphigi Penyaringan darah terjadi pada badan malphigi. Dengan dasarnya menghadap korteks dan puncaknya disebut apeks atau papila renis. Satu piramid dengan jaringan korteks di dalamnya disebut lobus ginjal. Tiap glomerolus dikelilingi oleh simpai bownman. Sumsum Ginjal (Medula) Sumsum ginjal terdiri beberapa badan berbentuk kerucut yang disebut piramid renal.1. Zat – zat yang terlarut dalam darah akan masuk kedalam simpai bownman. Di dalam pembuluh halus ini terangkut urine yang merupakan hasil penyaringan darah dalam badan malphigi. yaitu diantara glomerolus dan simpai bownman. Kulit Ginjal (Korteks) Pada kulit ginjal terdapat bagian yang bertugas melaksanakan penyaringan darah yang disebut nefron. Diantara pyramid terdapat jaringan korteks yang disebut dengan kolumna renal. Pada tempat penyarinagn darah ini banyak mengandung kapiler – kapiler darah yang tersusun bergumpal – gumpal disebut glomerolus. setelah mengalami berbagai proses. . Pada bagian ini berkumpul ribuan pembuluh halus yang merupakan lanjutan dari simpai bownman. Dari sini maka zat – zat tersebut akan menuju ke pembuluh yang merupakan lanjutan dari simpai bownman yang terdapat di dalam sumsum ginjal. mengarah ke bagian dalam ginjal. Piramid antara 8 hingga 18 buah tampak bergaris – garis karena terdiri atas berkas saluran paralel (tubuli dan duktus koligentes). 2.

Rongga Ginjal (Pelvis Renalis) Pelvis Renalis adalah ujung ureter yang berpangkal di ginjal. . pelvis renalis bercabang dua atau tiga disebut kaliks mayor.3. Sabelum berbatasan dengan jaringan ginjal. urine masuk ke kaliks mayor. hingga di tampung dalam kandung kemih (vesikula urinaria). berbentuk corong lebar. Dari Kaliks minor. ke pelvis renis ke ureter. Kliks minor ini menampung urine yang terus kleuar dari papila. yang masing – masing bercabang membentuk beberapa kaliks minor yang langsung menutupi papila renis dari piramid.

.

Ca dan fosfat ) . muntah ) ginjal akan meningkatkan eksresi ion – ion yangpenting ( mis.Mengatur keseimbangan osmotic dan mempertahankan keseimbangan ion yang optimal dalam plasma ( keseimbangan elektrolit ). 2.Mengatur volume air ( cairan ) dalam tubuh .Kelebihan air dalam tubuh akan dieksresikan oleh ginjal sebagai urine ( kemih ) yang encer dalam jumlah besar. Na . Fungsi Ginjal: Ginjal berfungsi sebagai berikut : 1.b. K . kekurangan air ( kelebihan keringat ) menyebabkan urine yang di eksresi berkurang dan konsentrasinya lebih pekat sehingga susunan dan volume cairan tubuh dapat dipertahankan relative normal. Bila terjadi pemasukan / pengeluaran yang abnormal ion –ion akibat pemasukan garam yang berlebihan / penyakit perdarahan ( diare . Cl .

obat – obatan .Mengatur keseimbangan asam basa cairan tubuh bergantung pada apa yang dimakan. urine akan bersifat basa. hasil metabolisme hemoglobin dan bahan kimia asing (pestisida ). campuran makanan menghasilkan urine yang bersifat agak asam .Eksresi sisa hasil metabolisme ( ureum . pH kurang dari 6 ini disebabkan hasil akhir metabolisme protein . kreatinin ) zat – zat toksik . Peredaran Darah dan Persyarafan Ginjal . 4. Apabila banyak makan sayur – sayuran . Fungsi hormonal dan metabolisme .2 .3. asam urat . Ginjal menyekresi hormone renin yang mempunyai peranan penting mengatur tekanan darah (system renin angiotensin aldesteron ) membentuk eritropoiesis mempunyai peranan penting untuk memproses pembentukan sel darah merah (eritropoiesis ). 8 – 8. pH urine bervariasi antara 4 . Ginjal menyekreksi urine sesuai dengan perubahan pH darah. 5.

Anak ginjal (kelenjar suprarenal) terdapat di atas ginjal yang merupakan senuah kelenjar buntu yang menghasilkan 2(dua) macam hormon yaitu hormone adrenalin dan hormn kortison. Persarafan ginjal : Ginjal mendapat persarafan dari fleksus renalis (vasomotor).Cabang Anterior dan Posterior Arteri Renalis membentuk Arteri-arteri . . SUPLAI DARAH . yang berpasangan kiri dan kanan dan bercabang menjadi arteria interlobaris kemudian menjadi arteri akuata. arteria interlobularis yang berada di tepi ginjal bercabang menjadi kapiler membentuk gumpalan yang disebut dengan glomerolus dan dikelilingi leh alat yang disebut dengan simpai bowman.Peredaran Darah Ginjal mendapat darah dari aorta abdominalis yang mempunyai percabangan arteria renalis. didalamnya terjadi penyadangan pertama dan kapilerdarah yang meninggalkan simpai bowman kemudian menjadi vena renalis masuk ke vena kava inferior. saraf inibarjalan bersamaan dengan pembuluh darah yang masuk ke ginjal. Aorta abdominalis → ginjal ↓ Arteria renalis ↓ Arteri arkuata ↓↑ Arteria interlobaris → glomerulus → simpai bowmen → vena renalis → vena kava inferior Persyarafan Ginjal Ginjal mendapat persyarafan dari fleksus renalis (vasomotor) saraf ini berfungsi untuk mengatur jumlah darah yang masuk ke dalam ginjal.Arteri Renalis ð Percabangan Aorta Abdomen yang mensuplai masing-masing ginjal dan masuk ke Hilus melalui cabang Anterior dan Posterior.

Interiobaris yang mengalir diantara Piramida Ginjal. - Arteri Arkuarta ð Berasal dari Arteri Interlobaris pada area pertemuan antara Korteks dan Medula. - Arteri Interlobaris ð Merupakan percabangan arteri arkuarta di sudut kanan dan melewati Korteks. - Arteriol Aferen ð Berasal dari Arteri Interlobaris yang membentuk Glomerulus. - Kapiler Peritubular ð Yang mengelilingi Tubulus Proksimal dan Distal untuk memberi Nutrien pada Tubulus. - Kapiler Peritubuler mengalir kedalam Vena Korteks yang kemudian membentuk Vena Interlobaris.

NEFRON

Unit fungsional ginjal adalah nefron. Pada manusia setiap ginjal mengandung 11,5 juta nefron yang pada dasarnya mempunyai struktur dan fungsi yang sama. Dapat dibedakan dua jenis nefron:

1. Nefron kortikalis yaitu nefron yang glomerulinya terletak pada bagian luar dari korteks dengan lingkungan henle yang pendek dan tetap berada pada korteks atau mengadakan penetrasi hanya sampai ke zona luar dari medula. 2. Nefron juxtamedullaris yaitu nefron yang glomerulinya terletak pada bagian dalam dari korteks dekat dengan cortex-medulla dengan lengkung henle yang panjang dan turun jauh ke dalam zona dalam dari medula, sebelum berbalik dan kembali ke cortex.

Bagian-bagian nefron: a. Glomerolus

sedangkan bagian atas yang lebih tebal disebut segmen tebal. Bagian bawah dari lengkung henle mempunyai dinding yang sangat tipis sehingga disebut segmen tipis. c. Berfungsi sebagai tempat filtrasi sebagian air dan zat yang terlarut dari darah yang melewatinya. berperan penting dalam mekanisme konsentrasi dan dilusi urin. Selain itu.Suatu jaringan kapiler berbentuk bola yang berasal dari arteriol afferent yang kemudian bersatu menuju arteriol efferent. 3.Lengkung Henle Lengkung henle membentuk lengkungan tajam berbentuk U. Duktus pengumpul (duktus kolektifus) . terbagi menjadi 3 yaitu: 1. Kapsula Bowman Bagian dari tubulus yang melingkupi glomerolus untuk mengumpulkan cairan yang difiltrasi oleh kapiler glomerolus. 2.Tubulus proksimal Tubulus proksimal berfungsi mengadakan reabsorbsi bahan-bahan dari cairan tubuli dan mensekresikan bahan-bahan ke dalam cairan tubuli. b.Tubulus distal Berfungsi dalam reabsorbsi dan sekresi zat-zat tertentu. dan pars ascendens yaitu bagian yang naik kembali ke korteks. Tubulus. Terdiri dari pars descendens yaitu bagian yang menurun terbenam dari korteks ke medula. Lengkung henle berfungsi reabsorbsi bahan-bahan dari cairan tubulus dan sekresi bahan-bahan ke dalam cairan tubulus. d.

Satu duktus pengumpul mungkin menerima cairan dari delapan nefron yang berlainan. 2. Tanpa bantuan hormon tersebut. 3. Renin – yaitu hormon yang terkait dengan tekanan darah. Setiap duktus pengumpul terbenam ke dalam medula untuk mengosongkan cairan isinya (urin) ke dalam pelvis ginjal. Calcitriol – yaitu hormon yang membantu tubuh menyerap kalsium pada makanan. Ada 3 hormon utama yang diproduksi oleh ginjal. Penderita gagal ginjal biasanya kekurangan sel darah merah (anemia) yang menyebabkan keletihan serta dapat merusak hati. sehingga penderita biasanya membutuhkan injeksi erythropoetin. tubuh akan . Erythropoetin – yaitu hormon yang membantu pembuatan sel darah merah. yaitu : 1.

pelvic junction – tempat penyilangan ureter dengan vassa iliaca sama dengan flexura marginalis – muara ureter ke dalam vesica urinaria Terdiri dari 2 saluran pipa masing – masing bersambung dari ginjal ke kandung kemih (vesika urinaria) panjangnya ± 25 – 30 cm dengan penampang ± 0. Gerakan peristaltik mendorong urin melalui ureter yang dieskresikan oleh ginjal dan disemprotkan dalam bentuk pancaran. Dinding luar jaringan ikat (jaringan fibrosa) b. Ureter merupakan lanjutan pelvis renis. Panjangnya 25 – 30 cm. Ureter Ureter adalah tabung/saluran yang menghubungkan ginjal dengan kandung kemih. Ureter berjalan hampir vertikal ke bawah sepanjang fasia muskulus psoas . Persarafan ureter oleh plexus hypogastricus inferior T11.L2 melalui neuron² simpatis.5 cm. melalui osteum uretralis masuk ke dalam kandung kemih. Lapisan tengah otot polos c. Ureter sebagian terletak dalam rongga abdomen dan sebagian terletak dalam rongga pelvis. Terdiri dari dua bagian : – pars abdominalis – pars pelvina Tiga tempat penyempitan pada ureter : – uretero. menuju distal & bermuara pada vesica urinaria. 2.mengambil kalsium dari tulang yang mana untuk jangka panjang hal tersebut dapat menyebabkan penyakit tulang. Lapisan sebelah dalam lapisan mukosa Lapisan dinding ureter menimbulkan gerakan – gerakan peristaltik tiap 5 menit sekali yang akan mendorong air kemih masuk ke dalam kandung kemih (vesika urinaria). Lapisan dinding ureter terdiri dari : a.

Selanjutnya ureter berjalan oblique sepanjang 2 cm di dalam dinding vesika urinarai pada sudut lateral dari trigonum vesika. pembuluh darah. saraf dan pembuluh sekitarnya mempunyai saraf sensorik. Ureter pada wanita terdapat di belakang fossa ovarika dan berjalan ke bagian medial ddan ke dapan bagian lateral serviks uteri bagian atas . Penyempitan ureter terjadi pada tempat ureter terjadi pada tempat ureter meninggalkan pelvis renalis. dinding atas dan dinding bawah ureter akan tertutup dan pada waktu vesika urinaria penuh akan membentuk katup (valvula) dan mencegah pengambilan urine dan vesika urinaria. vagina .dan dilapisi oleh pedtodinium. Sewaktu menembus vesika urineria. Ureter pada laki – laki dan perempuan Ureter pada pria terdapat di dalam visura seminalis atas dan disilang oleh duktus deferens dan dikelilingi oleh leksus vesikalis.

Arteri spermatika interna c.400 cc). Vesica urinaria merupakan kantung berongga yang dapat diregangkan dasn volumenya dapat disesuaikan dengan mengubah status kontraktil otot polos di dindingnya. Apabila kosong seperti limas. Pembuluh darah ureter: a. Vesica Urinaria Disebut juga bladder/ kandung kemih.untuk mencapai fundus vesika urinaria. Bentuk bila penuh seperti telur ( ovoid ). Apex ( puncak ) vesica urinaria terletak di belakang symphysis pubis. ureter didampingi oleh arteri iterina sepanjang 2. Secara berkala urin dikososngkan dari kandung kemih ke luar tubuh melalui ureter.dan nervuus vagus mempunyai rantai eferens untuk ureter . . Arteri hipogastrika d. Dalam perjalanannya.5 cm dan sellanjutnya arteri ini menyilang ureter dan mmenuju ke atas di antara lapisan ligamentum. Organ ini mempunyai fungsi sebagai reservoir urine (200 . Ureter mempuunyai 2 cm dari sisi. nervus lumbalis ke-1. 3. fleksus spermatikus. Letaknya di belakang os pubis. Dindingnya mempunyai lapisan otot yang kuat. Arteri vesikalis inferior Persarafan Ureter Persarafan ureter merupakan cabang dari pleksus mesenterikus inferior. dan pleksus pelvis sepertiga dari nervus vagus rantai eferens dan nervus vagus rantai eferens dari nervus torakali ke-11 dan ke-12. Arteri renalis b.

4 melalui N.3. S2. splancnicus menuju SSP • Serabut-serabut afferen mengikuti serabut simpatis pada plexus hypogastricus menuju medulla spinalis L1-2. splancnicus & plexus hypogastricus inferior mencapai dinding vesica urinaria. Disini terjadi sinapsis dengan serabut-serabut post ganglioner. . • Serabut-serabut preganglioner parasimpatis N. Bagian ini tertutup peritoneum dan berbatasan dengan ileum & colon sigmoideum • Corpus • Fundus Vesica urinaria dipersarafi oleh cabang-cabang plexus hypogastricus inferior yaitu: • Serabut-serabut post ganglioner simpatis glandula para vertebralis L1-2. • Serabut-serabut sensoris visceral afferent: N.Bagian Vesica Urinaria : • Apex: Dihubungkan ke cranial oleh urachus (sisa kantong allantois ) sampai ke umbilicus membentuk ligamentum vesico umbilicale mediale.

Berjalan melalui nervus pelvikus ini adalah serat saraf motoik. Serat ini berakhir pada sel ganglion yang terletak dalam dinding kandung kemih.Fungsi vesica urinaria: (1) Sebagai tempat penyimpanan urine. Persarafan utama kandung kemih ialah nervus pelvikus. Serat sensorik mendeteksi derajat regangan pada dinding kandung kemih. Tanda – tanda regangan dari uretra posterior bersifat sangat kuat dan terutama bertanggung jawab untuk mencetuskan refleks yang menyebabkan kandung kemih. terdapat dua tipe persarafan lain yang penting untuk fungsi kandumg kemih. • PERSARAFAN KANDUNG KEMIH. Yang terpenting adalah serat otot lurik yang . Saraf motorik yang menjalar dalam nervus pelvikus adalah serat para simpatis. yang berhubungan dengan medulla spinalis melalui pleksus sakralis. terutama berhunbungan dengan medulla spinalis segmen S2 dan S3. dan (2) mendorong urine keluar dari tubuh. Selain nervus pelvikus. saraf postganglion pendek kemudian mempersarafi otot detrusor.

berjalan melalui nervus pudendal menuju sfingter eksternus kandung kemih. ureter. Beberapa serat saraf sensorik juga berjalan melalui saraf simpatis dan mungkin penting dalam menimbulkan sensai rasa penuh dan pada beberapa keadaan rasa nyeri. . 4. Selain itu kandung kemih juga menerima saraf simpatis dari rangkaian simpatis melalui nervus hipogastrikus. terutama hubungan dengan segmen L2 medula spinalis. Serat simpatis ini mungkin terutama merangsang pembuluh darah dan sedikit mempengaruhi kontraksi kandung kemih. Uretra adalah saluran sempit yang berpangkal pada kandung kemih yang berfungsi menyalurkan air kemih keluar. vesica urinaria. Pada laki. Urethra Merupakan saluran keluar dari urin yang diekskresikan oleh tubuh melalui ginjal. yang mempersarafi dan mengontrol otot lurik pada sfingter.laki uretra bewrjalan berkelok – kelok melalui tengah – tengah prostat kemudian menembus lapisan fibrosa yang menembus tulang pubis kebagia penis panjangnya ± 20 cm.

Uretra pada laki – laki terdiri dari : 1.Muara uretra pada wanita terletak di sebelah atas vagina (antara klitoris dan vagina) dan uretra di sini hanya sebagai saluran ekskresi. Uretra membranosa 3. Lapisan uretra pada wanita terdiri dari Tunika muskularis (sebelah luar). Uretra kavernosa Lapisan uretra laki – laki terdiri dari lapisan mukosa (lapisan paling dalam). Uretra Prostaria 2. dan lapisan submukosa. panjangnya ± 3 – 4 cm. Uretra pada wanita terletak dibelakang simfisis pubisberjalan miring sedikit kearah atas. . lapisan spongeosa merupakan pleksus dari vena – vena. dan lapisan mukosa (lapisan sebelah dalam).

Urin mengalir dari duktus koligentes masuk ke kaliks renalis. Normalnya ureter berjalan secara oblique sepanjang .2. Seperti hanya otot polos pada organ viscera yang lain. Dinding ureter terdiri dari otot polos dan dipersafari oleh saraf simpatis dan parasimpatis seperti juga neuron-neuron pada pleksus intramular dan serat-saraf yang meluas diseluruh panjang ureter. yang kemudian mencetuskan kontraksi peristaltik yang menyebar ke pelvis renalis dan kemudian turun sepanjang ureter dangan demikian mendorong urin dari pelvis renalis ke arah kandung kemih. tidak ada perubahan yang berarti pada komposisi urin tersebut sejak mengalir melalui kaliks renalis dan ureter sampai kandung kemih. Ureter memasuki kandung kemih menembus otot detrusor di daerah trigonum kandung kemih.3 Transpor urin dari ginjal melalui ureter dan masuk ke dalam kandungan kemih Urin yang keluar dari kandungan kemih mempunyai komposisi utama yang sama dengan cairan yang keluar dari duktus koligentes. kontraksi perislaltik pada ureter ditingkatkan oleh perangsangan parasimpatis dan dihambat oleh perangsangan simpatis. meregangkan kaliks renalis dan meningkatkan aktivitas pacemakernya.

Punak tekanan dapat meningkat hanya beberapa sentimeter air. Panjang ureter yang menembus kandung kemih kurang dari normal.4 Pengisian kandung kemih dan tonus dinding kandung kemih : Sistometrogram Perubahan tekanan intravesikular sewaktu kandung kemih terisi dengan urin.nilai tekanan yang konstan ini di sebabkan oleh tonus intrinsic pada dinding kandung kemih sendii.tetapi setela terisi urin sebanyak 30 sampai 50 mililiter. 2.puncak tekanan ini disebut gelombang mikturisi . sejumlah urin dalam kandung kemih terdorong kembali ke dalam ureter ini disebut refluks vesikoureteral.tekanan intravesikuler.akan menyebabkan peningkatan tekanan secara cepat.bila urin yang terkumpul di dalam kandung kemih lebih banyak dari 300 sampai 400 mililiter.tekanan meningkat menjadi 5sampai 10 sentimeter air. Tonus normal dari otot detrusor pada dinding kandung kemih cenderung menekan ureter. sehingga kontraksi kandung kemih tidak selalu menimbulkan penutupan ureter secara sempurna. Refluks semacam ini dapat menyebabkan pembesaran ureter dan jika parah dapat meningkatkan tekanan kaliks renalis dan struktur – struktur dan di medula renalis. Akibatnya.beberapa sentimeter menembus kandung kemih. dengan demikian mencegah aliran balik urin dari kandung kemih waktu tekanan di kandung kemih.atau mungkin meningkat hingga lebih dari 100 sentimeter air.sekitar 0.pada saat tidak ada urin di dalam kandung kemih .tambahan urin sebanyak 200 sampai 300 mililiter hanya sedikit menambah peningkatan tekanan. Setiap gelombang peristaltic yang terjadi sepanjang ureter akan meningkatkan tekanan dalam ureter sehingga bagian yang menembus kandung kemih membuka dan memberi kesempatan kandung urin mengalir ke dalam kandung kemih. mengakibatkan kerusakan daerah ini.

oleh air kemih akan merangsang stres reseptor yang terdapat pada dinding kandung kemih dengan jumlah ± 250 cc sudah cukup untuk merangsang berkemih (proses miksi).2. Jadi. vena membentuk anyaman dibawah kandung kemih. dan pada saat yang sama terjadi relaksasi spinser internus. Pembuluh darah Arteri vesikalis superior berpangkal dari umbilikalis bagian distal.reflex mikturisi merupakan sebuah sikus yang lengkap yang terdiri dari: 1. dan akhirnya terjadi pengosongan kandung kemih. Peritoneum dapat digerakkan membentuk lapisan dan menjadi lurus apabila kandung kemih terisi penuh. Persarafan dan peredaran darah vesika urinaria. Distensi kandung kemih. Bila terjadi kerusakan pada saraf – saraf tersebut maka akan terjadi inkontinensia urin (kencing keluar terus – menerus tanpa disadari) dan retensi urine (kencing tertahan). Akibatnya akan terjadi reflek kontraksi dinding kandung kemih. kontrol volunter ini hanya dapat terjadi bila saraf – saraf yang menangani kandung kemih uretra medula spinalis dan otak masih utuh. diatur oleh torako lumbar dan kranial dari sistem persarafan otonom. Periode tekanan menetap . Rangsangan yang menyebabkan kontraksi kandung kemih dan relaksasi spinter interus dihantarkan melalui serabut – serabut para simpatis. Peritonium melapis kandung kemih sampai kira – kira perbatasan ureter masuk kandung kemih. diikuti oleh relaksasi spinter eksternus. Kenaikan tekanan secara cepat dan progresif 2. Pembuluh limfe berjalan menuju duktus limfatilis sepanjang arteri umbilikalis. Torako lumbar berfungsi untuk relaksasi lapisan otot dan kontraksi spinter interna. Kontraksi sfinger eksternus secara volunter bertujuan untuk mencegah atau menghentikan miksi.5 Proses Miksi (Rangsangan Berkemih).

. 3. yang meningkatkan tekanan dalam kandung kemih dan mengakibatkan urin ekstra memasuki leher kandung kemih dan uretra posterior di bawah tekanan. 2. terutama terletak di ponds.3. apusat yang lebih tinggi dapat mecegah berkemih. Pusat perangsang dan penghambat kuat dalam batang otak. bahkan jika refleks berkemih timbul.6 Perangsangan atau penghambatan otak. dan 2. dengan membuat kontraksi tonik terus menerus pada sfingter eksternus kandung kemih sampai mendapatkan waktu yang baik untuk berkemih. beberapa pusat yang terletak korteks serebral yang terutama bekerja penghambat tetapi dapat menjadi perangsang. Refleks berkemih merupakan dasar penyebab terjadinya berkemih. Jika tiba waktu berkemih. Berkemih di bawah keinginan biasanya tercetus dengan cara berikut: Pertama. pusat kortikal dapat merangsang pusat berkemih sacral untuk membantu untuk mencetuskan refleks berkemih dan dalam waktu bersamaan menghambat sfingter eksternus kandung kemih sehingga peristiwa berkemih dapat terjadi. tetapi pusat yang lebih tinggi normalnya memegang peranan sebagai pengendali akhir dari berkenmih sebangai berikut: 1. Kembalinya tekanan kandung kemih ke nilai tonus basal. sehingga meregangkan dindingnya. 2. Pusat yang lebih tinggi menjaga secara parsial penghambatan refleks berkemih kecuali jika peristiwa berkemih dikehendaki. Pusat – pusat ini antara lain: berkemih oleh 1. seseorang secara sadar mengkontraksikan otot – otot abdomennya.

1.Baerat jenis 1. misal glukosa. reaksinya sedikit asam terhadap lakmus dengan pH rata-rata 6. diet obat – obatan dan sebagainya. Urin terdiri dari air dengan bahan terlarut berupa sisa metabolisme (seperti urea).Warna kuning terantung dari kepekatan. . Namun. garam terlarut. tergantung pada diet (sayur menyebabkan reaksi alkalis dan protein memberi reaksi asam). ada juga beberapa spesies yang menggunakan urin sebagai sarana komunikasi olfaktori.Jumlah eksresi dalam 24 jam ± 1. baunya tajam. dan materi organik.Reaksi asam bila terlalu lama akan menjadi alkalis. Cairan dan materi pembentuk urin berasal dari darah atau cairan interstisial. pucat tanpa endapan. Eksreksi urin diperlukan untuk membuang molekul-molekul sisa dalam darah yang disaring oleh ginjal dan untuk menjaga homeostasis cairan tubuh. Urin disaring di dalam ginjal. akhirnya dibuang keluar tubuh melalui uretra. tetapi berbeda sesuai dengan jumlah cairan yang masuk. Sifat – sifat air kemih .015 – 1. .Bau khas air kemih bila dibiarkan terlalu lama maka akan berbau amoniak. Rata-rata dalam satu hari 1-2 liter.7 Urine (Air Kemih) Mikturisi ( berkemih ) merupakan refleks yang dapat dikendalikan dan dapat ditahan oleh pusat persarafan yang lebih tinggi dari manusia. Gerakannya oleh kontraksi otot abdominal yang menambah tekanan di dalam rongga dan berbagai organ yang menekan kandung kemih membantu mengosongkannya. Warnanya bening oranye. . . Komposisi urin berubah sepanjang proses reabsorpsi ketika molekul yang penting bagi tubuh. . diserap .Warna bening muda dan bila dibiarkan akan menjadi keruh. 2.020. Komposisi air kemih Urin atau air seni atau air kencing adalah cairan sisa yang diekskresikan oleh ginjal yang kemudian akan dikeluarkan dari dalam tubuh melalui proses urinasi. dibawa melalui ureter menuju kandung kemih.500 cc tergantung dari masuknya (intake) cairan serta faktor lainnya.2.

klorida. Proses filtrasi Terjadi di glomerolus. bikarbonat.Toksin .Elektrolit. klorida. Komposisi air kemih : . bikarbonat dll.Pigmen (bilirubin. amoniak dan kreatinin . sedangkan sebagian yang tersaring adalah bagian cairan darah kecuali protein. natrium. fosfat dan sulfat . b. sulfat. cairan yang tersaring ditampung oleh simpai bowman yang terdiri dari glukosa.kembali ke dalam tubuh melalui molekul pembawa. Cairan yang tersisa mengandung urea dalam kadar yang tinggi dan berbagai senyawa yang berlebih atau berpotensi racun yang akan dibuang keluar tubuh. air. Proses reabsorpsi Terjadi penyerapan kembali sebagian besar dari glukosa. sodium. NH3. kalsium. Setiap harinyadapat terbentuk 150 – 180L filtart. Tahap – tahap Pembentukan Urine a. Diabetes adalah suatu penyakit yang dapat dideteksi melalui urin. Mekanisme Pembentukan Urine Dari sekitar 1200ml darah yang melalui glomerolus setiap menit terbentuk 120 – 125ml filtrat (cairan yang telah melewati celah filtrasi). Urin seorang penderita diabetes akan mengandung gula yang tidak akan ditemukan dalam urin orang yang sehat. urobilin) . Materi yang terkandung di dalam urin dapat diketahui melalui urinalisis.Hormon 3. sodium. dan sebagian diserap kembali. Urea yang dikandung oleh urin dapat menjadi sumber nitrogen yang baik untuk tumbuhan dan dapat digunakan untuk mempercepat pembentukan kompos.Air kemih terdiri dari kira – kira 95 % air . . 4. proses ini terjadi karena permukaan aferent lebih besar dari permukaan aferent maka terjadi penyerapan darah. Namun dari jumlah ini hanya sekitar 1% (1.5 L) yang akhirnya keluar sebagai kemih. diteruskan ke seluruh ginja.Zat – zat sisa nitrogen dari hasil metabolisme protein asam urea.

urine yang dibawa ke pelvis renalis lalu di bawa ke ureter. Sedangkan pada tubulus ginjal bagian bawah terjadi kembali penyerapan dan sodium dan ion karbonat. Augmentasi (Pengumpulan) Proses ini terjadi dari sebagian tubulus kontortus distal sampai tubulus pengumpul. urine dialirkan menuju vesika urinaria (kandung kemih) yang merupakan tempat penyimpanan urine sementara. Dari tubulus pengumpul. Cl-. urine dikeluarkan dari tubuh melalui uretra.fosfat dan beberapa ion karbonat. dan urea sehingga terbentuklah urine sesungguhnya. penyerapannya terjadi secara aktif dikienal dengan reabsorpsi fakultatif dan sisanya dialirkan pada pupila renalis. Prosesnya terjadi secara pasif yang dikenal dengan obligator reabsorpsi terjadi pada tubulus atas. bila diperlukan akan diserap kembali kedalam tubulus bagian bawah. Dari ureter. Pada tubulus pengumpul masih terjadi penyerapan ion Na+. Ketika kandung kemih sudah penuh. . c.

8 Ciri-Ciri Urin Normal 1. Baunya tajam. 4. Warnanya bening oranye tanpa ada endapan.2. 2. Reaksinya sedikit asam terhadap lakmus dengan pH rata-rata . Rata-rata dalam satu hari 1-2 liter. tapi berbeda-beda sesuai dengan jumlah cairan yang masuk. 3.

meliputi ginjal dan saluran keluarnya yang berfungsi untuk membersihkan tubuh dari zat-zatyang tidak diperlukan. Zat yang diolah oleh sistem ini selalu berupa sesuatu yang larut dalam air.1 Kesimpulan Sistem urinal (urinary tract) adalah sistem saluran dalam tubuh manusia.BAB III PENUTUP 3.kidney) dengan saluran keluar urine berupa ureter dari setiap ginjal. Sistem ini terdiri dari sepasang ginjal (ren. Ureter itu bermuara pada sebuah kandung .

2003 . Evelyn C. Anatomi Dan Fisiologi Untuk Paramedis . vesica urinaria) di perut bagian bawah di belakang tulang kemaluan (pubic bone).Atlas Anatomi Manusia Ed. DAFTAR PUSTAKA Pearce . Sobotta. Patologi Anatomi .kemih (urinary bladder. . 3. Jakarta : EGC. Urine selanjutnya dialihkan keluar melalui sebuah urethra. Mochamad Aleq . 2004.2006. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama. Anatomi Fisiologi Untuk Mahasiswa Keperawatan. harapan kami semoga dapat memahami betul sehingga penyakit – penyakit yang berhubungan dengan system perkemihan ini dapat di hindari. Sander .Jakarta : EGC.1. Jakarta : Rajawali Pers. Syaifuddin .2 Saran Kepada yang membaca makalah sederhana ini.

Daniel S .html http://zakirroshan.com/2009/02/traktus-urinarius. http://totonrofiunsri.com/2010/05/urinaria.blogspot.blogspot.com/2009/01/28/anatomi-dan-fisiologisistem-perkemihan/ http://nurad1k.wordpress. Anatomi Tubuh Manusia .blogspot.html http://bertousman.com/2009/02/tugas-kuliah-sistemperkemihan.Wibowo .html . Jakarta : Gramedia Widiasarana Indonesia. 2005 .html http://tutorialkuliah.com/2010/02/anatomi-fisiologi-sistemperkemihan.blogspot.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->