P. 1
Biji Dan Plantula

Biji Dan Plantula

|Views: 119|Likes:
Published by Nisa Atifah

More info:

Published by: Nisa Atifah on Sep 17, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/30/2013

pdf

text

original

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Illahi Rabbi, karena atas limpahan rahmat dan karunia-Nya kami kelompok 8 dapat menyelesaikan tugas kelompok kami tepat pada waktunya. Dasar Ilmu Tanaman merupakan mata kuliah dasar yang diberikan di Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran yang didalamnya terdapat beberapa ilmu penting yang harus dipelajari dalam dunia pertanian. Semen (biji) termasuk ke dalam organa reproduktiva. Semen berasal dari ovulum (bakal biji) yang tumbuh membesar. Pembentukan biji bisa melalui amphimixis (fertilisasi) atau

apomixis (tanpa fertilisasi). Setelah pembuahan ovulum tumbuh dan berkembang serta mengalami perubahan-perubahan yang cepat menjadi biji. Di dalam biji akan terbentuk endosperm, embrio dan jaringan kulit biji yang kompleks. Tentunya makalah yang kelompok kami susun masih jauh dari kesempurnaan, oleh karena itu besar harapan kami agar bapak/ibu dosen pada khususnya dan pembaca pada umumnya untuk memberikan saran atau komentar perbaikan demi terciptanya suatu karya yang lebih baik di masa yang akan datang. Amin.

Jatinangor, 4 November 2010

Kelompok 8

1

Dasar Ilmu Tanaman – Biji dan Perkecambahan

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR .................................................................................................................................. 1 DAFTAR ISI................................................................................................................................................. 2 1.1.Latar belakang ..................................................................................................................................... 3 1.2.Tujuan ................................................................................................................................................. 3 1.3.Materi pembelajaran ........................................................................................................................... 3 1.4.Pertanyaan ........................................................................................................................................... 4 BAB II........................................................................................................................................................... 5 BIJI DAN PLANTULA ................................................................................................................................ 5 2.1.Definisi Biji......................................................................................................................................... 5 2.2.Bagian-Bagian Biji.............................................................................................................................. 6 2.3.Amphimixis Dan Apomixis .............................................................................................................. 11 2.4.Definisi Plantula................................................................................................................................ 13 2.5.Tahapan Proses Perkecambahan ....................................................................................................... 16 2.6.Faktor-Faktor Yang Berpengaruh Terhadap Perkacambahan ........................................................... 17 BAB III ....................................................................................................................................................... 21 PEMBAHASAN PERTANYAAN ............................................................................................................. 21 DAFTAR PUSTAKA ................................................................................................................................. 29

2

Dasar Ilmu Tanaman – Biji dan Perkecambahan

BAB I PENDAHULUAN

1.1.Latar belakang Semen (biji) termasuk ke dalam organa reproduktiva. Semen berasal dari ovulum (bakal biji) yang tumbuh membesar. Pembentukan biji bisa melalui amphimixis (fertilisasi) atau

apomixis (tanpa fertilisasi). Setelah pembuahan ovulum tumbuh dan berkembang serta mengalami perubahan-perubahan yang cepat menjadi biji. Di dalam biji akan terbentuk endosperm, embrio dan jaringan kulit biji yang kompleks. Sebuah biji umumnya terdiri dari tiga bagian yaitu : tangkai biji (funikulus), spermodermis (kulit biji) dan nukleus seminis (isi biji).Plantula (kecambah) adalah tanaman yang masih muda, yang tumbuh langsung dari biji. Plantula sudah memiliki organ utama yaitu akar, batang dan daun. Selama proses perkecambahan embrio dalam biji menggunakan zat-zat makanan yang ada dalam jaringan cadangan makanan. Dalam proses perkecambahan berlangsung tahapan : imbibisi, perombakan cadangan makanan, translokasi, asimilasi, respirasi dan pertumbuhan.

1.2.Tujuan Setelah

mahasiswa membahas materi pembelajaran tentang Biji dan Plantula,

mahasiswa diharapkan mampu : memahami dan menjelaskan definisi biji dan plantula, fungsi biji dan plantula, bagian-bagian biji, amphimixis dan apomixis, tahapan proses perkecambahan serta faktor-faktor yang mempengaruhi perkecambahan dalam kaitannya dengan produksi tanaman.

1.3.Materi pembelajaran Untuk mencapai kompetensi yang diharapkan, maka mahasiswa difasilitasi materi pembelajaran tentang biji dan plantula dengan sub materinya sebagai berikut : Definisi biji Bagian-bagian biji
3

Dasar Ilmu Tanaman – Biji dan Perkecambahan

-

Amphimixis dan apomixis Definisi Plantula Tahapan proses perkecambahan Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap perkecambahan

1.4.Pertanyaan Berikut

ini

pertanyaan-pertanyaan

yang

harus

dikuasai

oleh

mahasiswa per

kelompok agar dapat menjawab soal-soal yang akan diberikan, dan harus dijawab serta dikomentari pada saat tatap muka. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Jelaskan apa yang disebut funikulus Jelaskan apa yang disebut arillus, berikan contohnya Jelaskan apa yang disebut spermodermis, Sebutkan alat-alat tambahan yang sering terdapat pada biji Jelaskan apa yang disebut nukleus seminis Jelaskan apa yang disebut amphimixis dan apomixis Jelaskan tahapan-tahapan proses perkecambahan Jelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi perkecambahan biji

4

Dasar Ilmu Tanaman – Biji dan Perkecambahan

BAB II BIJI DAN PLANTULA

2.1.Definisi Biji Biji (bahasa Latin:semen) adalah bakal biji (ovulum) dari tumbuhan berbunga yang telah masak. Biji dapat terlindung oleh organ lain (buah, pada Angiospermae atau Magnoliophyta) atau tidak (pada Gymnospermae). Dari sudut pandang evolusi, biji merupakan embrio atau tumbuhan kecil yang termodifikasi sehingga dapat bertahan lebih lama pada kondisi kurang sesuai untuk pertumbuhan. Biji merupakan struktur yang efisien untuk perkembangbiakan dan perbanyakan. Biji berasal dari bakal biji yang berkembang setelah mengalami pembuahan. Ada beberapa macam tipe bakal biji, yaitu orthotropous bila mikropil terletak di bagian atas, sedangkan hilumnya di bagian bawah; amphitropous, yaitu bakal biji yang tangkai bijinya membengkok sehingga ujung bakal biji dan tangkai dasarnya berdekatan satu sama lain. Anatropous, yaitu bakal biji yang mempunyai mikropil membengkok sekitar 180o, dan campylotropous, yaitu bakal biji yang membengkok 90o sehingga tali pusar tampak melekat pada bagian samping bakal biji.Biji mempunyai bentuk yang bermacam-macam, misalnya menyudut, ginjal, bulat, memanjang, bulat telur dan lain-lain. Bentuk biji yang unik dijumpai pada genjer yang mempunyai biji, seperti ladam, dan senggani yang mempunyai bentuk biji, seperti rumah siput. Permukaan kulit luar biji bermacam-macam, ada yang halus, kasar, berkutil, berduri dan sebagainya. Ini dapat dijumpai pada tumbuh-tumbuhan yang tergolong gulma. Bagian-bagian biji terdiri atas kulit biji, inti biji, dan tali pusar. Kulit biji pada tumbuhan ada yang terdiri atas dua lapis, ada juga yang tiga lapis. Inti biji terdiri atas embrio dan cadangan makanan. Tali pusar merupakan bagian yang menghubungkan biji dengan plasenta. Pada kulit biji dapat dijumpai bagian-bagian, seperti sayap, bulu, salut biji, pusar biji, liang biji, berkas pembuluh pengangkut, tulang biji, carunle, dan strophiole.
5

Dasar Ilmu Tanaman – Biji dan Perkecambahan

Fungsi biji:   Menyimpan cadangan makanan. Alat pemencaran tumbuhan.

2.2.Bagian-Bagian Biji A. Funiculus (tangkai Biji) Tangkai yang melekatkan biji pada placenta (papan biji) yang ada pada dinding ovarium. Kadang-kadang tangkai biji ini tumbuh menyelimuti seluruh atau sebagian besar permukaan besar. Pertumbuhan tangkai biji yang melebar ini disebut arillus. • Hilum - Bekas melekatnya funiculus pada pusat biji - Terlihat jelas pada biji tanaman fabaceae - melebar, berbentuk cakram - lap. Luar : palisade kulit biji - di tengah palisade : celah sempit  udara masuk - celah adalah sel-sel trakheid berbentuk Merupakan katup higroskopis - Kelembaban rendah : terbuka - Kelembaban tinggi : tertutup - Mengatur kondisi biji selama proses pematangan biji • batang : ”Trakheid bar”

Arillus Selimut pembungkus biji/selaput biji.

-

Funiculus yang tumbuh melebar, meluas Menyelimuti seluruh/sebagian besar permukaan biji
6

Dasar Ilmu Tanaman – Biji dan Perkecambahan

-

Berwarna dan berair. Mendaging, manis, berbau khas, dapat dimakan Contoh : - Durian (Durio zibethinus) : bombacaceae - Rambutan (Nephelium lappaccum) - Kapulasan (Nephelium mutabile) - Lengkeng (Nephelium longans) - Litchi (Litchi sinensis) - Manggis (Garcia mangostana) : Guttiferaceae - Duku (Lansium domesticum) : Meliaceae - Menteng (Bacaurea racemosa) - Kepudung besar (Bacaurea dulcis) - Malaka (Phyllantus emblica) - Mendaging, kering - Pala (Myristica fragnans)  rempah-rempah.

• -

Arillodium arillus semu, selaput biji palsu Pinggiran microphyl (= caruncula) yang tumbuh melebar Menyelimuti seluruh/sebagian besar permukaan biji Arillum + Arillodium  Macas  pala

B. Spermodermis (testa=kulit biji) Spermodermis (kulit biji) umumnya berasal dari integumentum (selaput bakal biji). Pada golongan Angiospermae spermodermis terdiri dari dua lapisan yaitu: 1. Testa (luar) : tipis, kaku, keras, dll , pelindung bagian dalam biji. 2. Tegmen (dalam) : tipis (selaput)

Pada Gymnospermae : 1. sarcotesta (lapisan luar) : tebal mendaging. Muda : hijau ; Tua : kuning – merah.
7

Dasar Ilmu Tanaman – Biji dan Perkecambahan

2. Sclerotesta (lapisan tengah) : kuat, keras, berkayu. 3. Endotesta (lapisan dalam) : tipis (selaput), melekat erat pada inti biji.

Alat-alat tambahan pada spermodermis 1. Ala (sayap)               Memudahkan biji disebarkan oleh angin spatodea (Spathodea campanulata) kelor (Moringa oleifera) damar (Agatis alba) Coma (bulu) Memudahkan biji disebarkan oleh angin Memudahkan biji dapat air Merupakan penonjolan berupa rambut halus dari sel-sel kulit luar biji. Contoh :biji kapas (Gossypium sp.)

2. Arillus (selimut/selaput biji) Merupakan tempat makanan cadangan Funiculus tumbuh melebar, menyelimuti permukaan biji (lihat funiculus) Arillodium (selimut/selaput biji palsu) Merupakan tempat makanan cadangan Pinggiran microphyl (caruncula) yang tumbuh melebar, menyelimuti permukaan biji (lihat funiculus) 3. Hillus (hillum = pusat biji)     Tempat melekatnya funiculus pada spermodermis Contoh : - biji kacang panjang (Vigna sinensis) biji kacang merah (Phaseolus vulgaris)

4. Microphyl (lubang biji) Tempat pertukaran gas/zat bekas jalan masuknya buluh tepung sari ke dalam ovulum waktu fertilisasi. 5. Caruncula’  Pinggiran microphyl yang berkembang membesar
8

Dasar Ilmu Tanaman – Biji dan Perkecambahan

  

Menonjol ke luar dari spermodermis Contoh : biji jarak (Ricinus communis)

6. Chalaza Berkas-berkas pembuluh yang terletak pada pertemuan integumentum dengan pangkal nucellus. Contoh biji anggur (Vitis vinifera) 7. Raphe (tulang biji)  Terusan funiculus pada biji. Contoh biji jarak (Ricinus communis)

C. Nukleus seminis ( inti biji ) Nukleus seminis ( inti biji ) adalah semua bagian biji yang terletak di sebelah dalam spermodermis. Inti biji terdiri dari : 1. Embryo ( lembaga ), merupakan bakal tanaman baru. 2. Albumen ( putih lembaga ), jaringan makanan cadangan. Embryo (lembaga ) Embryo ( lembaga ) adalah bakal tanaman baru, umumnya terjadi karena adanya proses peleburan antara inti sel telur dengan inti sperma dari buluh tepungsari ( pollen tube ). Hasil peleburan ini disebut zigot yang selanjutnya akan mengadakan mitosis dan perkembangan.dari zigot akan berkembang berbentuk bundar atau lonjong yang disebut fase globular. Pada golongan Dicotyledoneae dari fase globural akan menjadi bentuk menjadi bentuk jantung yang disebut bentuk hati ( heart-shaped ) dan dari heart-shaped itu akan menjadi bentuk torpedo ( torpedo-shaped ). Fase tersebut sering disebut juga pro-embryo. Pro-embryo memiliki semacam tangkai yang disebut suspensor dan suspensor ini pada pangkalnya berhubungan dengan sel yang disebut sel basal. Dari proembryo maka terjadi embryo ( lembaga ). Lembaga di dalam biji telah memperlihatkann adanya diferensiasi dalam tiga bagian, yaitu: 1) Radicula ( akar lembaga ) yaitu calon akar yang nantinya akan menjadi radix

primaria ( akar tunggang ). Radicula tumbuh menembus kulit biji melalui micropyl. Pada golongan Monocotyledoneae radicula itu berada suatu selaput yang menyelebungi radicula dan disebut coleorhiza.

9

Dasar Ilmu Tanaman – Biji dan Perkecambahan

2) Cauliculus ( batang lembaga ) yaitu calon batang utama yang akan menjadi caulis ( batang ). 3) Cotyledon ( daun lembaga ) merupakan daun pertama suatu tanaman. Daun lembaga mempunyai fungsi antara lain : o Tempat makanan cadangan : daun lembaga ini menjadi tebal sehingga sering disebut keping biji, yang sebenarnya tidak dapat. o Tempat fotosintesis : daun lembaga ini pada waktu berkecambah menjadi hijau baru jatuh pada waktu yang agak lama. o Sebagai penghisap zat makanan dari pituh lembaga dan tidak langsung tampak dari luar serta memperlihatkan keeping biji. Cauliculus berikut daun lembaga ( cotyledo ) sering disebut plumulae (pucuk lembaga ). Plumulae dari embryo ada yang jelas dan ada juga yang tidak jelas karena hanya berupa titik tumbuh pada cauliculus. Pada golongan Monocotyledoneae plumulae mempunyai selaput yang disebut coleoptilum. Coleoptilum berfungsi melindungi plumulae. Daun lembag ( cotyledo ) pada golongan Monocotyledoneae terdiri dari satu cotyledo, yang disebut scutelum. Scutelum ini berfungsi untuk menghisap zat-zat makanan yang telah larut dibagian putih lembaga ( endosperm ). Daun lembaga (cotyledo ) pada golongan Dicotyledoneae terdiri dari dua cotyledo, sehingga terlihat jelas dalam biji ada dua keping biji. Dalam pembentukan

embryonya melalui fase jantung dan fase torpedo. Sedangkan pada golongan Gymnospermae terdiri dari banyak cotyledo ( lebih dari dua ), biasanya sampai 15 cotyledo. Albumen ( putih lembaga ) Merupakan jaringan tempat menyimpan cadangan makanan bagi embryo. Berdasarkan asalnya, albumen dibedakan dua macam : 1. Endosperm yaitu albumen yang terjadi dari inti kandung lembaga sekunder dalam saccus embryonalis, yang disebut juga albumen dalam. 2. Perisperm yaitu albumen yang terjadi di luarsaccus embryonalis, misalnya berasal dari nucellus atau integument dan sering albumen luar.
10

Dasar Ilmu Tanaman – Biji dan Perkecambahan

Biji yang sebagian besar terdiri dari endosperm, misalnya terdapat pada biji jagung dan rumput-rumputan, sedangkan biji yang sebagian besar terdiri dari perisperm, misalnya terdapat pada biji lada ( Piper nigrum ). Ada pula biji yang mempunyai endosperm dan perisperm bersama-sama, misalnya pada biji pala ( Myristica fragrans ).

2.3.Amphimixis Dan Apomixis Apomiksis adalah suatu bentuk reproduksi non-seksual pada tumbuhan melalui biji. Pada apomiksis, kecambah(-kecambah) muncul dari biji tetapi bukan berasal dari embrio (lembaga), melainkan dari jaringan maternal (asal tetua betina). Akibatnya, secara genetik tumbuhan-tumbuhan baru yang muncul adalah identik dengan tetua betinanya (klon). Walaupun demikian, sekarang ditemukan kasus "apomiksis jantan" yang terjadi pada sejenis sipres (Cupressus dupreziana).

11

Dasar Ilmu Tanaman – Biji dan Perkecambahan

Kasus apomiksis banyak terjadi pada tumbuhan tropika. Beberapa varietas manggis dan kerabatnya (marga Garcinia) dapat memperbanyak hanya melalui apomiksis. Contoh tumbuhan lain yang diketahui memiliki perilaku ini adalah berbagai jenis jeruk dan duku. Apomiksis :     terdapat pada 400 species terutama Angiospermae. monokotil dan dikotil 40 famili 75% of apomictic species pada Asteraceae, Rosaceae, dan Poaceae.

Jenis Apomiksis berasal dari sel telur : 1. Partenogenesis : perkembangan embrio yang berasal dari sel telur atau gamet jantan.

12

Dasar Ilmu Tanaman – Biji dan Perkecambahan

Contoh tanaman apomiksis partenogenesis haploid normal : terung (Solanum nigrum L.). Contoh tanaman apomiksis partenogensisyang memiliki gamet jantan (partenogenesis diploid) : Nicotiana spp. 2. Apogami: Embrio dihasilkan dari sel sinergid danantipodal. Sel sinergid dan antipodal dapat haploiddan diploid. Embrio yang dihasilkan dari sel sinergiddan antipodal haploid disebut Apogami haploid,sedangkan embrio yang berasal dari sinergid dan antipodal diploid disebut apogami diploid. Jenis Apomiksis: 1. Obligat apomiks adalah tanamanyang menghasilkan semua bijiapomiks. 2. Fakultatif apomiks tanaman yangmenghasilkan sebagian biji apomik dan sebagian biji normal. - Siklus normal seksual (Amphimiksis). Melibatkan 2 proses: 1. Miosis: pembelahan sel sporofitik diploid 4 sel haploid. 2. Fertilisasi (syngami): fusi gamet jantan dan gamet betina

Apomiksis disebut aseksual (aseksual, Agamim) adalah berkembang biak. apomiksis dalam kasus biji, atau biji tanpa fertilisasi dapat didefinisikan sebagai formasi. Penggunaan istilah ini untuk pertama kalinya apomiksis Winkler (1908), menurut apomiksisde meiosis dan singami (penggabungan inti) tidak. portakallarda ini adalah metode yang paling umum reproduksi.. Apomiksis dan amfimiksis dapat terjadi bersamaan, maka akan terbentuk lebih dari satu embrio dalam satu biji, disebut poliembrioni. Peristiwa ini sering dijumpai pada nangka, jeruk dan mangga.

2.4.Definisi Plantula Plantula adalah Tumbuhan kecil yang baru keluar dari biji yang masih tergantung pada persediaan makanan pada biji. Perkembangan yaitu perubahan pada makhluk hidup menuju kedewasaan. Perkembangan menyangkut aspek kualitatif kelengkapan organ tubuh menjadi makhluk yang sempurna dan dewasa . Perkembangan berlangsung bersamaan dengan
13

Dasar Ilmu Tanaman – Biji dan Perkecambahan

pertumbuhan. Misalnya jagung yang tumbuh juga mengalami perkembangan sehingga terbentuk struktur yang dewasa (bunga, buah dan biji). Pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan dimualai dengan perkecambahan biji. Biji akan berkembang menjadi tumbuhan kecil atau kecambah (planula). Kecambah akan berkembang menjadi tumbuhan kecil yang sempurna, yang kemudian tumbuh membesar. Setelah mencapai masa tertentu, tumbuhan akan berbunga dan menghasilkan buah serta biji. Dalam proses pertumbuhan dan perkembangan terjadi pembelahan sel, pemanjangan sel dan diferensiasi sel. Perkecambahan sering dianggap sebagai permulaan kehidupan tumbuhan. Perkecambahan etrjadi karena pertumbuhan radikula (calon akar) dan pertumbuhan plumula (calon batang). radikula tumbuh kebawah menjadi akar sedangkan plumula tumbuh keatas menjadi batang. Perkecambahan ditandai dengan munculnya kecambah, yaitu tumbuhan kecil dan masih hidup dari persediaan makanan yang berada dalam biji. Ada empat bagian penting pada biji yang berkecambah, yaitu batang lembaga (kaulikulus), akar embrionik (akar lembaga) atau radikula) , Kotiledon (daun lembaga), dan pucuk lembaga (plumula). Kotiledon merupakan cadangan mkanan pada kecambah karena pada saat

perkecambahan, tumbuhan belum bisa melakukan fotosintesis. Air merupakan kebutuhan mutlak bagi perkecambahan. Tahap pertama perkecambahan adalah penyerapan air dengancepat secara imbibisi. air yang berimbibisi menyebabkan biji mengembang dan memecahkan kulit pembungkusnya dan juga memicu perubahan metabolik pada embrio sehingga biji melanjutkan pertumbuhan. Enzim-enzim akan mulai mencerna bahan-bahan yang disimpan pada kotiledon, dan nutrien-nutriennya dipindahkan kebagian embrio yang sedang tumbuh. Enzim yang berperan dalam pencernaan cadangan makanan adalah enzim amilase, beta-amilase dan protease. Hormon giberelin berperan penting untuk aktivasi dan mensintesis enzim-enzim tersebut. Perkecambahan biji ada dua macam, yaitu perkecambahan epigeal dan hypogeal. Kecambah dibedakan menjadi : 1. Perkecambahan di atas tanah (epigaeis)

14

Dasar Ilmu Tanaman – Biji dan Perkecambahan

Perkecambah epigeal, yaitu perkecambahan yang ditandai dengan hipokotil tumbuh melengkung ke atas sehingga mendorong kotiledon ke permukaan tanah dengan adanya rangsang cahaya. Terjadi pembentangan ruas batang di bawah daun lembaga, sehingga lembaganya terangkat ke atas, muncul di atas tanah. contoh : kacang hijau (Phaseolus radiatus L.)

15

Dasar Ilmu Tanaman – Biji dan Perkecambahan

2. Perkecambahan di bawah tanah (hypogaeis)

Perkecambahan hipogeal, yaitu perkecambahan yang ditandai dengan epikotil tumbuh memanjang sehingga plumula menembus ke permukaan tanah sedang kotiledon tetap di dalam tanah. Bila daun lembaga tetap tinggal di dalam kulit biji dan tetap di dalam tanah. contoh : kacang kapri (Pisum sativum L.)

2.5.Tahapan Proses Perkecambahan 1. Imbibisi Yaitu proses penyerapan air oleh benih sehingga kulit benih melunak dan terjadinya hidrasi dari protoplasma. 2. Perombakan cadangan makanan di dalam endosperm. 3. Perombakan bahan-bahan makanan yang dilakukan oleh enzym.( amilase, protease, lipase) • Karbohidrat dirombak menjadi glukosa
16

Dasar Ilmu Tanaman – Biji dan Perkecambahan

• •

Protein dirombak menjadi asam amino Lemak dirombak menjadi asam lemak dan gliserol.

4. Translokasi makanan ke titik tumbuh Setelah penguraian bahan-bahan karbohidrat, protein, dan lemak menjadi bentukbentuk yang terlarut kemudian ditranslokasikan ke titik tumbuih. 5. Pembelahan dan pembesaran sel Assimilasi dari bahan-bahan yang telah diuraikan tadi di daerah meristematik menghasilkan energi bagi kegiatan pembentukan komponen dan pertumbuhan sel-sel baru. 6. Munculnya radikel dan plumula Akhirnya radikel dan plumula muncul dari kulit benih. Keluarnya calon akar (radikel) dari biji sampai keluarnya ujung kecambah (plumula) ke permukaan tanah (yang disebut dengan perkecambahan) akan dilanjutkan dengan pertumbuhan bibit sampai terjadinya penyempurnaan fungsi masing-masing organ tanaman. Seterusnya radikel segera menyempurnakan diri menjadi akar dan akar siap melakukan berbagai fungsinya. Plumula berkembang menjadi batang dan daun. Panjang fase muda ini bervariasi tergantung dari spesies tanaman, keadaan luar, dan pemeliharaan. Pada umumnya pada fase ini terjadi laju tumbuh yang terbesar (tumbuh secara exponensiil). Merupakan fase yang peka terhadap persaingan. Pertumbuhan secara exponensiil dimaksudkan untuk memenangkan persaingan dan menunjang perkembangan tanaman selanjutnya (apabila fase vegetatif kurus, maka akan berpengaruh terhadap produksi). Pada beberapa tanaman mempunyai tanda bagi pengenalan fase juvenil, misalnya pada Citrus sp. adanya duri merupakan petunjuk fase juvenil. Kalau sudah berbunga tidak ada durinya lagi.

2.6.Faktor-Faktor Yang Berpengaruh Terhadap Perkacambahan  Faktor Eksternal: 1. Air Perkecambahan biji diawali dengan penyerapan air dari lingkungan sekitar biji, baik tanah, udara, maupun media lainnya. Perubahan yang teramati adalah
17

Dasar Ilmu Tanaman – Biji dan Perkecambahan

membesarnya ukuran biji yang disebut tahap imbibisi. Biji menyerap air dari lingkungan sekelilingnya, baik dari tanah maupun udara (dalam bentuk embun atau uap air. Efek yang terjadi adalah membesarnya ukuran biji karena sel-sel embrio membesar) dan biji melunak. Proses ini murni fisik. Kehadiran air di dalam sel mengaktifkan sejumlah hormon perkecambahan awal. Fitohormon asam absisat menurun kadarnya, sementara giberelin meningkat. Selain itu masuknya air pada biji juga menyebabkan enzim aktif bekerja. Bekerjanya enzim merupakan proses kimia. Enzim amilase bekerja memecah tepung menjadi maltosa, selanjutnya maltosa dihidrolisis oleh maltase menjadi glukosa. Protein juga dipecah menjadi asam – asam amino. Senyawa glukosa masuk ke dalam proses metabolisme dan dipecah menjadi energi dan senyawa karbohidrat yang menyusun struktur tubuh Asam – asam amino dirangkaikan menjadi protein yang berfungsi menyusun struktur sel dan enzim – enzim baru. Asam – asam lemak terutama dipakai untuk menyusun membran sel. Berdasarkan kajian ekspresi gen pada tumbuhan model Arabidopsis thaliana diketahui bahwa pada perkecambahan lokus-lokus yang mengatur pemasakan embrio, seperti ABSCISIC ACID INSENSITIVE 3 (ABI3), FUSCA 3 (FUS3), dan LEAFY COTYLEDON 1 (LEC1) menurun perannya (downregulated) dan sebaliknya lokuslokus yang mendorong perkecambahan meningkat perannya (upregulated), seperti GIBBERELIC ACID 1 (GA1), GA2, GA3, GAI, ERA1, PKL, SPY, dan SLY. Diketahui pula bahwa dalam proses perkecambahan yang normal sekelompok faktor transkripsi yang mengatur auksin (disebut Auxin Response Factors, ARFs) diredam oleh miRNA. Perubahan pengendalian ini merangsang pembelahan sel di bagian yang aktif melakukan mitosis, seperti di bagian ujung radikula. Akibatnya ukuran radikula makin besar dan kulit atau cangkang biji terdesak dari dalam, yang pada akhirnya pecah. Pada tahap ini diperlukan prasyarat bahwa cangkang biji cukup lunak bagi embrio untuk dipecah.

18

Dasar Ilmu Tanaman – Biji dan Perkecambahan

2.

Suhu Proses perkecambahan memerlukan temperatur yang cocok, karena temperatur

sangat berpengaruh terhadap absorpsi air dan difusi oksigen. Air dan oksigen sangat berpengaruh terhadap reaksi-reaksi enzimatis pada respirasi. Tiap jenis benih memiliki kisaran temperatur yang berlainan. Umumnya benih memiliki batas temperatur maksimum dan minimum yang luas, tetapi memiliki temperatur optimum yang sempit, yaitu berkisar antara 18-30 derajat celcius. Temperatur optimumnya biasanya mendekati temperatur maksimumnya. 3. Oksigen

Oksigen memang berpengaruh terhadap perkecambahan, akan tetapi efeknya tidak terlalu besar seperti halnya ketersediaan air. Oksigen diperlukan oleh tanaman pada awal masa pertumbuhannya karena belum memiliki organ yang lengkap. Oksigen diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan awal tanaman. Setelah tanaman tumbuh dewasa dan organnya lengkap, maka tanaman akan ebih banyak menggunakan karbon dioksida untuk melakukan metabolismenya, sedangkan oksigen hanya digunakan pada waktu – waktu tertentu saja misalnya pada malam hari.

4. Kelembapan

Semakin lembab keadaan tanahnya maka pertumbuhan kacang hijau akan semakin cepat sehingga cepat dewasa.

5. Cahaya

Cahaya memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap perkecambahan. Berikut ini Penjelasan mengenai pengaruh cahaya terhadap perkecambahan. Jika ditanam di tempat gelap, maka tanaman Kecambah akan tumbuh lebih panjang daripada normalnya. Peristiwa itu terjadi karena pengaruh fitohormon, terutama hormon auksin. Fungsi utama hormon auksin adalah sebagai pengatur pembesaran
19

Dasar Ilmu Tanaman – Biji dan Perkecambahan

sel dan memacu pemanjanga sel di daerah belakang meristem ujung. Hormon auksin ini sangat peka terhadap cahaya matahari. Bila terkena cahaya matahari, hormon ini akan terurai dan rusak. Pada keadaan yang gelap, hormon auksin ini tidak terurai sehingga akan terus memacu pemanjangan batang. Akibatnya, batang tanaman akan lebih panjang jika ditanam di tempat yang gelap, tetapi dengan kondisi fisik tanaman yang kurang sehat, akar yang banyak dan lebat, warna batang dan daun pucat serta kekurangan klorofil. Peristiwa ini disebut ”etiolasi” Jika ditanam di tempat terang, maka kecambah akan tumbuh lebih pendek daripada yang ditanam di tempat gelap. Peristiwa itu juga terjadi karena pengaruh fitohormon, terutama hormon auksin. Seperti yang telah dijelaskan di atas, hormon auksin ini akan terurai dan rusak sehingga laju pertambahan tinggi tanaman tidak terlalu cepat. Akibatnya, batang tanaman akan lebih pendek, tetapi dengan kondisi fisik tanaman yang sehat, jagur, subur daun terlihat segar serta memiliki cukup klorofil.  Faktor internal 1. Enzim 2. Hormon.

20

Dasar Ilmu Tanaman – Biji dan Perkecambahan

BAB III PEMBAHASAN PERTANYAAN

1. Jelaskan apa yang disebut funikulus!

Jawab: Funiculus,merupakan bagian yang menghubungkan biji dengan papan biji (plasenta). Disebut juga dengan tali pusat. Tali pusar merupakan bagian yang menghubungkan biji dengan tembuni, jadi merupakan tangkainya biji. Jika biji masak, biasanya bijii terlepas dari tali pusarnya (tangkai biji), dan pada biji hanya tampak bekasnya yang dikenal sebagai pusar biji (lihat perihal kulit biji).

2. Jelaskan apa yang disebut arillus, beikan contohnya!

Jawab: Bagian tali pusar yang berubah menjadi selaput. Salut biji ada yang : Berdaging atau berair, dan seringkali dapat dimakan, misalnya pada biji durian ( Durio zibethinus Murr), biji rambutan (Nephelium lappaceum L.). dll. Menyerupai kulit dan hanya menutupi sebagian biji, misalnya pada biji pala (Myristica fragrans Houtt). Salut biji pala dinamakan marcis, yang seperti bijinya sendiri digunakan pula sebagai bumbu masak dan berbagai macam keperluan lainnya, antara lain sebagai bahan obat. contoh : arillus pada biji pala (Myristica fragrans Houts)

3. Jelaskan apa yang disebut spermodermis!

Jawab:
21

Dasar Ilmu Tanaman – Biji dan Perkecambahan

Kulit biji yang berasal dari selaput bakal biji (integumentum). Oleh sebab itu biasanya kulit biji (dari tumbuhan biji tertutup (Angiospermae) terdiri aras dua lapisan, yaitu : 1. Lapisan Kulit Luar (testa), ada yang tipis, ada yang kaku seperti kulit, ada yang keras seperti kayu atau batu. Bagian ini merupakan pelindung utama bagian biji yang di dalam. Lapisan luar ini dapat memperlihatkan warna dan gambaran yang berbeda-beda: merah, biru, perang, kehijau-hijauan, ada yang licin rata, mempunyai permukaan keriput. 2. Lapisan Kulit Dalam (tegmen), tipis seperti selaput, dinamakan juga kulit ari. Pada pembentukan kulit biji dapat pula ikut serta bagian bakal biji yang lebih dalam daripada integumentumnya, misalnya lain bagian jaringan nuselus yang terluar. Biji yang kulitnya terdiri atas dua lapisan itu umumnya adalah biji tumbuhan biji tertutup (Angiospermae). Pada tumbuhan biji talanjang (Gymnospermae), biji malahan mempunyai tiga lapisan seperti pada biji belinjo (Gnetum gnemon K), padahal bakal biji tumbuhan biji telanjang umumnya hanya mempunyai satu integementum saja. Ketiga lapisan kulit biji seperti pada melinjo itu masing-masing dinamakan : 1. Kulit luar (sarcotesta), biasanya tebal berdaging, pada waktu masih muda berwarna hijau, kemudian berubah menjadi kuning, dan akhirnya merah. 2. Kulit tengah (sclerotesta), suatu lapisan yang kuat dan keras, berkayu, menyerupai kulit dalam (endocarpium) pada buah batu. 3. Kulit dalam (endotesta), biasanya tipis seperti selaput, serigkali melekat erat pada inti biji

4. Sebutkan alat-alat tambahan yang sering terdapat pada biji? Jawab: 1. Ala (sayap) -Memudahkan biji disebarkan oleh angin - spatodea (Spathodea campanulata) - kelor (Moringa oleifera) - damar (Agatis alba) 2. Coma (bulu) - memudahkan biji disebarkan oleh angin
22

Dasar Ilmu Tanaman – Biji dan Perkecambahan

- memudahkan biji dapat air - merupakan penonjolan berupa rambut halus dari sel-sel kulit luar biji. Contoh :biji kapas (Gossypium sp.) 3. Arillus (selimut/selaput biji) - merupakan tempat makanan cadangan - funiculus tumbuh melebar, menyelimuti permukaan biji (lihat funiculus) 4. Arillodium (selimut/selaput biji palsu) - merupakan tempat makanan cadangan - pinggiran microphyl (caruncula) yang tumbuh melebar, menyelimuti permukaan biji (lihat funiculus) 5. Hillus (hillum = pusat biji) Tempat melekatnya funiculus pada spermodermis Contoh : - biji kacang panjang (Vigna sinensis) - biji kacang merah (Phaseolus vulgaris) 6. Microphyl (lubang biji) Tempat pertukaran gas/zat bekas jalan masuknya buluh tepung sari ke dalam ovulum waktu fertilisasi. 7. Caruncula’ Pinggiran microphyl yang berkembang membesar Menonjol ke luar dari spermodermis Contoh : biji jarak (Ricinus communis) 8. Chalaza Berkas-berkas pembuluh yang terletak pada pertemuan integumentum dengan pangkal nucellus. Contoh biji anggur (Vitis vinifera) 9. Raphe (tulang biji) Terusan funiculus pada biji. Contoh biji jarak (Ricinus communis)

5. Jelaskan apa yang disebut nukleus seminis! Jawab: Nucleus seminis (inti biji/isi biji), merupakan bagian biji yang terdalam yang terdiri dari : embrio (lembaga) yang akan dapat menjadi akar lembaga (radikula), kotiledon (daun
23

Dasar Ilmu Tanaman – Biji dan Perkecambahan

lembaga) dan pucuk lembaga (plumulae). Selain itu terdapat pula endosperm (putih lembaga/cadangan makanan). Pada Golongan Leguminoceae, endpspermnya berada dalam daun .

6. Apa yang disebut amphimixis dan apomixis!

Jawab: Amphimixis adalah pembentukan biji yang embrionya terjadi kerena adanya peleburan atau perkawinan antara inti generative (inti sperma) dari buluh tepung sari (pollen tube) dengan inti ovum dari ovum dalam saccus embrionalis. Apomiksis adalah suatu bentuk reproduksi non-seksual pada tumbuhan melalui biji. Pada apomiksis, kecambah(-kecambah) muncul dari biji tetapi bukan berasal dari embrio (lembaga), melainkan dari jaringan maternal (asal tetua betina). Akibatnya, secara genetik tumbuhan-tumbuhan baru yang muncul adalah identik dengan tetua betinanya (klon). Walaupun demikian, sekarang ditemukan kasus "apomiksis jantan" yang terjadi pada sejenis sipres (Cupressus dupreziana). Apomiksis disebut aseksual (aseksual, Agamim) adalah berkembang biak. apomiksis dalam kasus biji, atau biji tanpa fertilisasi dapat didefinisikan sebagai formasi. Apomiksis dan amfimiksis dapat terjadi bersamaan, maka akan terbentuk lebih dari satu embrio dalam satu biji, disebut poliembrioni. Peristiwa ini sering dijumpai pada nangka, jeruk dan mangga.

7. Jelaskan tahapan-tahapan proses perkecambahan!

Jawab: 1. Imbibisi Yaitu proses penyerapan air oleh benih sehingga kulit benih melunak dan terjadinya hidrasi dari protoplasma. 2. Perombakan cadangan makanan di dalam endosperm

24

Dasar Ilmu Tanaman – Biji dan Perkecambahan

3. Perombakan bahan-bahan makanan yang dilakukan oleh enzym.( amilase, protease, lipase) a. Karbohidrat dirombak menjadi glukosa b. Protein dirombak menjadi asam amino c. Lemak dirombak menjadi asam lemak dan gliserol.

4. Translokasi makanan ke titik tumbuh Setelah penguraian bahan-bahan karbohidrat, protein, dan lemak menjadi bentukbentuk yang terlarut kemudian ditranslokasikan ke titik tumbuih

5. Pembelahan dan pembesaran sel Assimilasi dari bahan-bahan yang telah diuraikan tadi di daerah meristematik menghasilkan energi bagi kegiatan pembentukan komponen dan pertumbuhan sel-sel baru.

6. Munculnya radikel dan plumula Akhirnya radikel dan plumula muncul dari kulit benih. Keluarnya calon akar (radikel) dari biji sampai keluarnya ujung kecambah (plumula) ke permukaan tanah (yang disebut dengan perkecambahan) akan dilanjutkan dengan pertumbuhan bibit sampai terjadinya penyempurnaan fungsi masing-masing organ tanaman. Seterusnya radikel segera menyempurnakan diri menjadi akar dan akar siap melakukan berbagai fungsinya. Plumula berkembang menjadi batang dan daun. Panjang fase muda ini bervariasi tergantung dari spesies tanaman, keadaan luar, dan pemeliharaan. Pada umumnya pada fase ini terjadi laju tumbuh yang terbesar (tumbuh secara exponensiil). Merupakan fase yang peka terhadap persaingan. Pertumbuhan secara exponensiil dimaksudkan untuk memenangkan persaingan dan menunjang perkembangan tanaman selanjutnya (apabila fase vegetatif kurus, maka akan berpengaruh terhadap produksi). Pada beberapa tanaman mempunyai tanda bagi pengenalan fase juvenil, misalnya pada Citrus sp. adanya duri merupakan petunjuk fase juvenil. Kalau sudah berbunga tidak ada durinya lagi. 8. Jelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi perkecambahan biji!
25

Dasar Ilmu Tanaman – Biji dan Perkecambahan

Jawab:  Faktor Eksternal: 1. Air

Perkecambahan biji diawali dengan penyerapan air dari lingkungan sekitar biji, baik tanah, udara, maupun media lainnya. Perubahan yang teramati adalah membesarnya ukuran biji yang disebut tahap imbibisi. Biji menyerap air dari lingkungan sekelilingnya, baik dari tanah maupun udara (dalam bentuk embun atau uap air. Efek yang terjadi adalah membesarnya ukuran biji karena sel-sel embrio membesar) dan biji melunak. Proses ini murni fisik. Kehadiran air di dalam sel mengaktifkan sejumlah hormon perkecambahan awal. Fitohormon asam absisat menurun kadarnya, sementara giberelin meningkat. Selain itu masuknya air pada biji juga menyebabkan enzim aktif bekerja. Bekerjanya enzim merupakan proses kimia. Enzim amilase bekerja memecah tepung menjadi maltosa, selanjutnya maltosa dihidrolisis oleh maltase menjadi glukosa. Protein juga dipecah menjadi asam – asam amino. Senyawa glukosa masuk ke dalam proses metabolisme dan dipecah menjadi energi dan senyawa karbohidrat yang menyusun struktur tubuh Asam – asam amino dirangkaikan menjadi protein yang berfungsi menyusun struktur sel dan enzim – enzim baru. Asam – asam lemak terutama dipakai untuk menyusun membran sel. Berdasarkan kajian ekspresi gen pada tumbuhan model Arabidopsis thaliana diketahui bahwa pada perkecambahan lokus-lokus yang mengatur pemasakan embrio, seperti ABSCISIC ACID INSENSITIVE 3 (ABI3), FUSCA 3 (FUS3), dan LEAFY COTYLEDON 1 (LEC1) menurun perannya (downregulated) dan sebaliknya lokuslokus yang mendorong perkecambahan meningkat perannya (upregulated), seperti GIBBERELIC ACID 1 (GA1), GA2, GA3, GAI, ERA1, PKL, SPY, dan SLY. Diketahui pula bahwa dalam proses perkecambahan yang normal sekelompok faktor transkripsi yang mengatur auksin (disebut Auxin Response Factors, ARFs) diredam oleh miRNA. Perubahan pengendalian ini merangsang pembelahan sel di bagian yang aktif melakukan mitosis, seperti di bagian ujung radikula. Akibatnya ukuran radikula makin
26

Dasar Ilmu Tanaman – Biji dan Perkecambahan

besar dan kulit atau cangkang biji terdesak dari dalam, yang pada akhirnya pecah. Pada tahap ini diperlukan prasyarat bahwa cangkang biji cukup lunak bagi embrio untuk dipecah. 2. Suhu Proses perkecambahan memerlukan temperatur yang cocok, karena temperatur sangat berpengaruh terhadap absorpsi air dan difusi oksigen. Air dan oksigen sangat berpengaruh terhadap reaksi-reaksi enzimatis pada respirasi. Tiap jenis benih memiliki kisaran temperatur yang berlainan. Umumnya benih memiliki batas temperatur maksimum dan minimum yang luas, tetapi memiliki temperatur optimum yang sempit, yaitu berkisar antara 18-30 derajat celcius. Temperatur optimumnya biasanya mendekati temperatur maksimumnya 3. Oksigen Oksigen memang berpengaruh terhadap perkecambahan, akan tetapi efeknya tidak terlalu besar seperti halnya ketersediaan air. Oksigen diperlukan oleh tanaman pada awal masa pertumbuhannya karena belum memiliki organ yang lengkap. Oksigen diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan awal tanaman. Setelah tanaman tumbuh dewasa dan organnya lengkap, maka tanaman akan ebih banyak menggunakan karbon dioksida untuk melakukan metabolismenya, sedangkan oksigen hanya digunakan pada waktu – waktu tertentu saja misalnya pada malam hari. 4. Kelembapan Semakin lembab keadaan tanahnya maka pertumbuhan kacang hijau akan semakin cepat sehingga cepat dewasa. 5. Cahaya Cahaya memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap perkecambahan. Berikut ini Penjelasan mengenai pengaruh cahaya terhadap perkecambahan. Jika ditanam di tempat gelap, maka tanaman Kecambah akan tumbuh lebih panjang daripada normalnya. Peristiwa itu terjadi karena pengaruh fitohormon, terutama hormon auksin. Fungsi utama hormon auksin adalah sebagai pengatur pembesaran sel dan memacu pemanjanga sel di daerah belakang meristem ujung. Hormon auksin ini sangat peka terhadap cahaya matahari. Bila terkena cahaya matahari, hormon ini
27

Dasar Ilmu Tanaman – Biji dan Perkecambahan

akan terurai dan rusak. Pada keadaan yang gelap, hormon auksin ini tidak terurai sehingga akan terus memacu pemanjangan batang. Akibatnya, batang tanaman akan lebih panjang jika ditanam di tempat yang gelap, tetapi dengan kondisi fisik tanaman yang kurang sehat, akar yang banyak dan lebat, warna batang dan daun pucat serta kekurangan klorofil. Peristiwa ini disebut ”etiolasi” Jika ditanam di tempat terang, maka kecambah akan tumbuh lebih pendek daripada yang ditanam di tempat gelap. Peristiwa itu juga terjadi karena pengaruh fitohormon, terutama hormon auksin. Seperti yang telah dijelaskan di atas, hormon auksin ini akan terurai dan rusak sehingga laju pertambahan tinggi tanaman tidak terlalu cepat. Akibatnya, batang tanaman akan lebih pendek, tetapi dengan kondisi fisik tanaman yang sehat, jagur, subur daun terlihat segar serta memiliki cukup klorofil.  Faktor internal 1. Enzim 2. Hormon.

28

Dasar Ilmu Tanaman – Biji dan Perkecambahan

DAFTAR PUSTAKA

Ade Salimah, Komariah dan Mira Ariyanti. 2007. Organ Tanaman. Hand Out Mata Kuliah Botani. Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran. H. Andi A.S. Sumirat. 2007. Penuntun Praktikum Mata Kuliah Botani. Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran. Anne Nuraini. 2007. Biji dan Plantula. Dalam Komariah, H. Andi A.S. Sumirat, Denny Sobardini, Anne Nuraini, Intan Ratna Dewi, dan M. Arief Sholeh. Hand Out Mata Kuliah Botani. Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran.. Yayan Sutrian. 1997. Biologi Tanaman. Program Diploma III Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran. www.google.com www.wikipedia.com

29

Dasar Ilmu Tanaman – Biji dan Perkecambahan

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->