P. 1
Referat Diabetes Melitus ARIF.docx

Referat Diabetes Melitus ARIF.docx

|Views: 27|Likes:
Published by Arif Endotel
ryruyt
ryruyt

More info:

Published by: Arif Endotel on Sep 17, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/30/2014

pdf

text

original

BAB 1 PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Pengaruh diabetes pada jaringan periodonsium telah diamati secara keseluruhan. Meskipun sukar untuk membuat kesimpulan yang definitive tentang efek spesifik diabetes pada jaringan periodonsium, variasi perubahan telah dijelaskan termasuk tendensi pembesaran gingival, terbentuknya gingival polip, proliferasi gingival polipoid, terbentuknya abses, periodontitis dan kehilangan gigi. Perubahan yang paling parah pada diabetes yang tidak terkontrol adalah berkurangnya perlawanan terhadap dan meningkatnya kerentanan terhadap infeksi yang menyebabkan kerusakan pada jaringan periodontal. Sejumlah perubahan oral yang dijelaskan pada diabetes, termasuk cheilosis, mukosa kering dan pecah- pecah, rasa terbakar pada mulut dan lidah, berkurangnya aliran saliva, dengan spesies yang dominant yaitu Candida albicans, streptococcus hemolitikus, dan stafilokokus. Rasio meningkatnya karies gigi juga diamati pada diabetes yang tidak terkontrol. Harus diingat bahwa perubahan tidak selalu terlihat, tidak spesifik, dan tidak patognomonik untuk diabetes. Selain itu, perubahan yang diamati juga pada diabetes yang terkontrol. Individu dengan diabetes yang terkontrol memiliki respon terhadap jaringan yang normal, perkembangan gigi-geligi yang normal, dan perlawanan terhadap infeksi yang normal pula, dan tidak ada peningkatan insiden karies gigi. Literature untuk pernyataan ini dan pengaruh secara keseluruhan terhadap fakta tentang adanya penyakit periodontal pada diabetes mellitus tidak konsisten atau merupakan pola yang nyata. Inflamasi gingival tingkat lanjut, poket periodontal yang sangat dalam, kehilangan tulang yang cepat, dan abses periodontal sering terdapat pada pasien diabetes mellitus yang memiliki oral hygiene yang buruk (lihat gambar 12-1). Anak-anak dengan diabetes mellitus tipe I cenderung memiliki destruksi yang lebih parah di sekitar M1 dan insisivus daripada di sekitar gigi yang lain, tetapi destruksi ini menjadi lebih luas seiring dengan meningkatnya umur. Pada juvenile diabetic, destruksi periodontal yang luas sering terjadi sehubungan dengan umur pasien.

1

Perbedaan derajat diabetes pada penderita dan control pada penderita dan keparahan penyakit mengindikasikan sample pasien bertanggung jawab terhadap kurangnya konsistensi ini. Penelitian terbaru menyatakan bahwa diabetes yang tidak terkontrol atau kurang berhubungan dengan meningkatnya kerentanan dan keparahan terhadap infeksi termasuk periodontitis. dan meningkatnya mobilitas gigi ( gambar 12-1). Lihat penjelasan berikut ini tentang perubahan metebolisme kolagen pada diabetes.Peneliti yang lain telah melaporkan adanya rasio destruksi periodontal yang terlihat sama pada pasien diabetes atau tanpa diabetes. sampai usia 30 tahun. Resiko berkembangnya periodontitis destruktif meningkat sebanyak 3 kali lipat pada individu ini. Hal ini dapat dihubungkan dengan adanya penyakit destruktif pada saat itu. meningkatnya bleeding on probing. A dan B). terdapat derajat destruksi yang lebih parah pada pasien diabetes. Diabetes tidak menyebabkan gingivitis atau poket periodontal. sebanyak 15% peningkatan pada edentulous. Pasien diabetes yang berumur lebih dari10 tahun menunjukkan destruksi yang lebih parah pada struktur periodontal daripada pasien dengan riwayat diabetes kurang dari10 tahun. Penemuan termasuk loss of attachment yang lebih parah. tetapi terdapat indikasi bahwa dia dapat merubah respon jaringan periodontal terhadap factor local (lihat gambar 12-1. dengan factor local yang sama. Perbandingan antara individu dengan atau tanpa diabetes pada suku bangsa Native Amerika menunjukkan peningkatan yang nyata pada prevalensi destruktif periodontitis. Setelah usia 30 tahun. Sekitar 40% orang dewasa Pima India pada daerah Arizona menderita diabetes tipe 2. Abses periodontal yang sering terjadi merupakan gejala penyakit periodontal yang terlihat pada penderita diabetes. pada individu dengan diabetes. mempercepat bone loss dan memperlambat penyembuhan setelah pembedahan pada jaringan periodontal. 2 . Meskipun beberapa penelitian belun menemukan hubungan antara stadium diabetic dengan kondisi periodontal. Hal ini juga berhubungan dengan berkurangnya integritas jaringan yang memburuk seiring dengan waktu. studi yang terkontrol menunjukkan prevalensi yang lebih tinggi dan keparahan penyakit periodontal pada penderita diabetes daripada yang tidak menderita diabetes.

c) Agar tenaga kesehatan dapat melakukan edukasi pada masyarakat bahwa penyakit diabetes mellitus dapat terjadi pada siapa saja serta kesehatan dan kebersihan mulut sangat berperanan untuk mencegah terjadinya komplikasi diabetes mellitus.4 Manfaat Manfaat yang diperoleh dari penulisan referat ini: a) Informasi yang diperoleh akan menambah pengetahuan tenaga kesehatan.2 Rumusan Masalah Bagaimanakah manifestasi di rongga mulut pada penyakit diabetes mellitus? 1. terutama kedokteran gigi. 3 .3 Tujuan Menjelaskan manifestasi di rongga mulut pada penyakit diabetes mellitus. b) Maka dokter gigi maupun dokter penyakit dalam yang merawatnya dapat merencanakan perawatan penyakit mulut tersebut bersama. 1.1.

diabetes adalah penyakit yang paling dipersalahkan sebagai agen risiko penyakit periodontal dan kelainan patologis di rongga mulut lainnya. Sebagai tambahan.insulin-dependent diabetes mellitus (IDDM) • Tipe II . Oleh karena itu.1 Definisi dan Klasifikasi Diabetes Mellitus Diabetes mellitus ditandai dengan adanya peningkatan kadar glukosa dalam darah dan abnormalitas metabolisme lipid protein yang terinduksi oleh kadar insulin yang berkurang ataupun tidak ada sama sekali. obatobatan) 3. implikasi sistemik dan temuan di rongga mulut terkait diabetes lainnya.non-insulin-dependent diabetes mellitus (NIDDM) • Tipe III (diabetes tipe lain) • Penyakit pancreas • Penyakit hormonal • Obat-obatan ± diuretik golongan tiazida. semua dokter gigi sebaiknya mempunyai pemahaman dasar mengenai insidensi. garam litium • Lain-lain 2. Dari semua penyakit sistemik yang telah diketahui.BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2. Potential abnormalities of glucose tolerance (pot-AGT) 4 . Gestational diabetes mellitus (GDM) 4. Impaired glucose tolerance (IGT) 5. The National Diabetes Data Group pada tahun 1979 mengklasifikasikan diabetes sebagai berikut : 1. terutama ginjal dan mata. aspek vaskuler diabetes mellitus yang berkaitan dengan atherosklerosis dan mikroangiopati. penyakit hormonal. etiologi. Diabetes Mellitus • Tipe I . Impaired glucose tolerance (IGT) • Non Obese IGT • Obese IGT • IGT terkait kondisi lainnya (penyakit pankreas.

Kategori baru Impaired Fasting Glycemia (IFG) diusulkan jika nilainya di atas normal tetapi di bawah kadar penggal diagnostik untuk diabetes. Menggunakan istilah tipe 1 dan tipe 2 daripada insulin-dependentcation (IDDM) dan non-insulin-dependent (NIDDM) untuk merujuk pada dua tipe utama diabetes mellitus. 5 . Menggunakan penentuan dua glukosa plasma puasa (fasting plasma glucose/ FPG) c. GDM dan tipe lain yang penyebabnya tidak diketahui. dengan kerusakan sel-beta. 2. b. Semua perubahan ini dipertimbangkan untuk adopsi oleh WHO. Hal ini mengakibatkan kadar glukosa di dalam darah akan berlebihan ( disebut hiperglikemia ) dan sel jaringan tubuh kekurangan glukosa.Bila terjadi cacat pada sel β pankreas . sehingga glukosa yang tertimbun didalam darah makin lama makin bertambah banyak. maka insulin tidak dihasilkan secara normal. The American Diabetes Association Expert Committee pada tahun 1997 dan 1998 telah merevisi kriteria diagnostik diabetes dan mengimplementasikan perubahan klasifikasi pada tahun 1979 sebagai berikut: a. akibatnya sebagian besar glukosa didalam darah tidak dapat masuk kedalam sel jaringan tubuh untuk proses metabolisme.Klasifikasi ini diadopsi World Health Organization (WHO) pada tahun 1980 dan sedikit dimodifikasi pada tahun 1985. Tipe 1 termasuk autoimun dan non-autoimun. Kadar FPG yang lebih rendah (126 mg/dL) untuk mendiagnosis diabetes (kadar FPG ini ekivalen dengan 200 mg/dL tes toleransi glukosa oral (Oral Glucose Tolerance Test/ OGTT). seperti endokrinopati.2 Mekanisme Terjadinya Diabetes Mellitus Penyebab terjadinya diabetes mellitus adalah ketidakmampuan sel β pulau langerhans pada pankreas untuk memproduksi hormon insulin ( dalam jumlah cukup ) yang mengakibatkan kuantitas dan kualitas insulin yang diproduksi tidak sesuai dengan kebutuhan metabolisme glukosa. karena glukosa darah berlebihan maka sebagian glukosa akan dikeluarkan bersama urin. Tipe 2 diperluas dengan melibatkan derajat variasi resistensi insulin dan hiposekresi insulin.

juga terjadi perubahan flora normal dari plak gigi yaitu berupa peningkatan jumlah bakteri-bakteri patogen yang menyebabkan terjadinya penyakit gusi (gingivitis / periodontitis). Ciri utama manifestasi penyakit Diabetes Mellitus (DM) di rongga mulut adalah adanya peradangan gusi yang berlebihan. 6 . maka yang disebut diabetes mellitus adalah penyakit kronis yang biasanya herediter ( dapat menurun ) yang ditandai dengan adanya glukosa didalam urin. periodontium dan gigi sebagai akibat dari diabetes meliitus disebut Oral diabetik / Diabetik Oral manifestation. Selain itu. gingiva . Perubahan – perubahan patologis yang dapat dijumpai dalam mulut penderita diabetes mellitus adalah pada penderita diabetes mellitus yang tidak terawat dengan baik seringkali timbul hiposalivasi atau sekresi ludah berkurang. pembesaran kelenjar liur (sialosis). lidah . Penurunan fungsi dari salah satu sel darah putih (Poly Morpho Nuclear cell / PMN) yang terjadi pada penderita DM juga diperkirakan dapat memperparah penyakit gusi yang ada. penurunan produksi liur (xerostomia) sehingga mulut menjadi kering. dan adanya pertumbuhan jamur di rongga mulut (Candidiasis). Selain penyakit gusi. Selain karena perubahan pada kelenjar parotis .3 Manifestasi Oral Diabetik Segala manifestasi didalam rongga mulut yang meliputi saliva. Hal ini disebabkan karena pada penderita DM ditemukan pembengkakan lapisan epitel dari pembuluh darah gusi yang dapat menghalangi difusi oksigen.Atas dasar uraian diatas . xerostomia diabetik ini juga disebabkan karena poliuria yang berat. 2. mukosa . Penderita DM yang tidak terkontrol pada umumnya mudah mengalami luka atau perdarahan pada saat menyikat gigi atau sedang menggunakan benang gigi. Ludah menjadi lebih kental dan mulut terasa kering yang disebut xerostomia diabetik. Efek xerostomia diabetik antara lain adalah meningkatnya prevalensi karies dan memudahkan timbulnya infeksi didalan rongga mulut. DM juga menyebabkan bau mulut (acetone breath).

Mukosa mulut terasa terbakar atau parestesia akibat nueropati diabetik. Perubahan pola erupsi g. cheilosis (luka di sudut bibir) b. otot lidah lebih lunak. sehingga mengganggu nafsu makan penderita diabetes mellitus. tetapi belum didapatkan kesatuan pendapat mengenai hubungan tersebut. maka pertumbuhan jamur tinggi)  Hemolytic streptococcus  Staphylococcus f. Perubahan flora bakteri di rongga mulut  Candida albicans ( jika gula tinggi. mudah timbul kandidiasis dan liken planus karena resistensi terhadap infeksi menurun. kadang – kadang terasa kering seperti terbakar atau timbul ganngguan pengecapan pada lidah. Bibir kering dan pecah-pecah c. Pada Uncontrolled DM a. Lidah tampak membesar . Manifestasi Oral dari DM: 1. Insidens kariesnya tinggi j. Pada penderita yang parah mulutnya akan tercium bau aseton 2. Pada koronanya emailnya ada bercak-bercak putih karena ada hipoplasi enamel i. hampir semua normal Penelitian mengenai hubungan diabetes mellitus dengan adanya kelainan pada jaringan periodontal sudah sering dilakukan. Pada controlled DM Respon jaringan normal. Mukosa rongga mulut tampak merah tua. hiperemi. Gigi sensitif terhadap perkusi h. 7 . Penderita diabetes mellitus tidak terkontrol dijumpai adanya peradangan gingival mulai dari gingivitis marginalis sampai periodontitis supuratif akut. rasa sakit pada perkusi gigi. Rasa panas dan terbakar pada oral mucosa (burning sensation) d. gigi goyang .Lidah penderita diabetes mellitus terasa tebal . Penurunan aliran saliva. resorpsi tulang alveolar yang cepat dan abses gingival multiple. saliva kental sehingga mulut terasa kering e.

juga lebih berat dan berjalan lebih cepat dibandingkan dengan penderita non diabetes. apabila plak ini tidak segera dihilangkan akan terus menyebar ke jaringan periodontal dan prosesus alveolaris. pada penderita diabetes dijumpai adanya peningkatan prevalensi dan keparahan penyakit periodonta. maka gigi penderita diabetes mellitus tampak menonjol keluar dari soket. Terutama pada penderita diabetes mellitus dengan kebersihan mulut yang jelek.Sedang pada penderita diabetes terkontrol didapatkan bahwa gejala – gejala tersebut menurun keparahannya dan bahkan ada kalanya hilang sama sekali. Prevalensi penyakit periodontal pada diabetes mellitus selain lebih tinggi. Supurasi gingiva ini dapat ditemukan secara palpasi yang dilaksanakan dengan halus dan pelan. Penderita diabetes dijumpai peningkatan keparahan penyakit periodontal. Menurunnya resistensi gingiva pada oral diabetik ini antara lain disebabkan oleh karena perubahan komposisi kolagen pada jaringan ikat gingiva. dan agak nyeri bila ditekan bahkan kadang terdapat nanah pada marginal gingival dan interdental papil karena adanya infeksi rekuren. Penyakit periodontal biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri yang progresif dan kronik. Resorbsi tersebut ada hubungannya dengan lamanya seseorang menderita diabetes. Apabila keadaan ini tidak dirawat terjadilah periodontitis diabetik yang manifestasinya klininiknya dapat berupa mobilitas. turun . Penyakit tersebut juga dipengaruhi oleh adanya peningkatan iritasi lkal pada gingival. bakteri gram negatif dan aerobik akan membentuk plak. Sejak sebelum tahun 1920 dilaporkan bahwa hampir semua penderita Diabetes mellitus yang tidak terkontrol disertai radang periodontioum yang berat dengan gingivitis dan resorbsi prosesus alveolaris yang disertai dengan adanya pus. 8 . migrasi dan lepasnya gigi disertai dengan keroposnya tulang alveolaris. Penderita diabetes terkontrol menunjukkan resorpsi tulang alveolar yang lebih lambat dibandingkan penderita diabetes yang tidak terkontrol. Pada jaringan periodontal. periodontium merupakan tempat manifestasi oral dibetik yang paling penting dan prevalensinya nomor dua sesudah karies. Akibat gingiva turun. poket periodontal yang dalam dan abses periodontal sering terjadi pada penderita diabetes mellitus. Selain itu juga gingiva tampak merah tua. Peradangan gingival yang sangat parah .

Selanjutnya akibat kekurangan oksigen pertumbuhan bakteri anaerob akan meningkat. akibatnya akan terjadi kerusakan jaringan periodontal. antara lain insulin meningkatkan uptake asam amino dan sintesis kolagen oleh sel 9 . Pada penderita diabetes mellitus dengan kelainan periodontal selalu diikuti dengan factor iritasi lokal. Dengan adanya infeksi bakteri anaerob pada diabetes mellitus akan menyebabkan pertahanan dan perfusi jaringan menurun dan mengakibatkan hipoksia jaringan sehingga bakteri anaerob yang terdapat pada plak subgingiva menjadi berkembang dan lebih pathogen serta menimbulkan infeksi pada jaringan periodontal. Pada neuropati diabetes mellitus yang mengenai syaraf otonom yang menginervasi kelenjar saliva. ternyata penyakit diabetes mellitus berpengaruh aktif terhadap kerusakan jaringan. Mobilitasgigi pada diabetes mellitus tidak selalu merupakan indikasi untuk ekstraksi gigi. Kalkulus subgingiva merupakan salah satu faktor yang dapat merusak jaringan periodontium . Disebutkan bahwa diabetes mellitus merupakan factor predisposisi yang dapat mempercepat kerusakan jaringan periodontal yang dimulai oleh agen microbial. perlu diketahui bahwa insulin dan regulasi diabetes mellitus mempunyai pengaruh pada metabolisme tulang. mobilitas gigi dan lepasnya gigi ataupun kalkulus. akan mengakibatkan produksi saliva berkurang dan terjadi xerostom Menurunnya kepadatan tulang seringkali mempunyai kaitan dengan diabetes mellitus. perubahan vaskuler pada penderita diabetes dapat mengenai pembuluh darah besar dan kecil. Akibat adanya angiopati pada penderita diabetes mellitus .Sehubungan dengan adanya periodontopati diabetika terjadi peningkatan prevalensi destruksi.4 Mekanisme Terjadinya Penyakit Periodontal Pada Penderita DM Setelah etiologi penyakit periodontal pada penderita dengan penyakit diabetes mellitus dievaluasi. Sehubungan dengan kejadian ini. Oleh karena itu perlu diketahui sifat penyakit diabetes tersebut terhadap struktur periodontal dan tindakan apa yang harus dilakukan untuk mencegah berbagai perubahan yang merugikan. Perubahan pada pembuluh darah kecil dapat dijumpai pada arteriol. pada jaringan periodontal akan mengalami kekurangan suplai darah dan terjadi kekurangan oksigen. kapiler dan venula pada bermacam – macam organ serta jaringan. 2.

yang penting untuk formasi tulang oleh osteoblast. Diabetes mellitus merupakan salah satu penyakit yang sangat berpengaruh terhadap kesehatan jaringan periodontal. meliputi perubahan kualitatif bakteri yang berpengaruh terhadap keparahan dari penyakit periodontal. Ada beberapa hal yang terjadi pada pasien diabetes sehingga penyakit ini cenderung untuk memperparah kesehatan dari jaringan periodontal : Bacterial Pathogens Kandungan glukosa yang terdapat di dalam cairan gusi dan darah pada pasien diabetes dapat mengubah lingkungan dari mikroflora. adherence. Hal ini dihipotesiskan sebagai akibat dari polymorphonuclear leukocyte deficiencies yang menyebabkan gangguan chemotaxis. Selain itu juga akan merangsang makrofag untuk sintesis beberapa sitokin yang akan meningkatkanresorbsi tulang. Semua pengaruh diabetes mellitus pada tulang inilah yang menyebabkan adanya hubungan antara diabetes mellitus dengan penurunan kepadatan tulang. Regulasi jelek diabetes mellitus menyebabkan hipokalsemia yang akan menimbulkan peningkatan hormon paratiroid (resorbsi tulang akan meningkat) regulasi jelek diabetes mellitus juga mengganggu metabolisme vitamin D3 dengan kemungkinan menurunnya absorbsi kalsium di usus.tulang. Pada pasien dengan diabetes yang tidak terkontrol terjadi pula gangguan pada fungsi PMN (polymorphonuclear leukocytes) dan monocytes/macrophage yang berperan sebagai pertahanan terhadap bakteri patogen. Polymorphonuclear Leukocyte Function Penderita diabetes rentan terhadap terjadinya infeksi. dan defek phagocytosis. 10 .

Lebih lanjut dilaporkan dengan berkurangnya beberapa mineral seperti keselurhan isi mineral dalam dentin sebagai akibat tingginya kadar sucrose pada gigi molar tikus percobaan. 2. Beberapa protein tubuh pada diabetes mellitus dengan hiperglikemia akan mengalami glikosilasi. regulasi diabetes mellitus dan hygiene mulut. Dilaporkan bahwa ada korelasi antara kadar glukosa darah dengan prevalensi keparahan keradangan gingival . Kolagen yang terdapat di dalam jaringan cenderung lebih mudah mengalami kerusakan akibat infeksi periodontal. Respon 11 . Oleh karena itu sucrose dapat menyebabkan perubahan pada metabolisme kalsium juga dapat berpengaruh pada pembentukan mineral lain di jaringan . resorbsi tulang alveolar dan kedlaman poket.Altered Collagen Metabolism Pada pasien diabetes yang tidak terkontrol yang mengalami hiperglikemi kronis terjadi pula perubahan metabolisme kolagen. Dan didapatkan perbedaan ukuran dari ketebalan pembentukan dentin selama penelitian. Diet yang kaya sucrose dapat menyebabkan hiperinsulinemia. karena komposisi tulang dan dentin serta proses pembentukan sangat mirip. dentin . Pada keadaan hiperglikemia dan mengalami glikosilasi akan menurunkan afinitas antibody IgG terhadap antigen. dengan akibat meningkatnya jumlah IgG terglikasi. sehingga penderita diabetes mellitus mudah terserang infeksi . disebabkan karena adanya perubahan komposisi kolagen. Penelitian dentin akibat diet tinggi sukrosse melaporkan bahwa sucrose dapat mengurangi pembentukan dentin termasuk perputaran metabolisme kalsium. Resistensi jaringan gigngiva dan jaringan peridontal penderita diabetes mellitus menurun . Hal ini mempengaruhi integritas jaringan tersebut.5 Pengaruh Glukosa Terhadap Jaringan Periodontal Pada diabetes mellitus dapat timbul sejumlah komplikasi yang disebabkan kadar glukosa darah tinggi ( hiperglikemia ). dimana terjadi peningkatan aktivitas collagenase dan penurunan collagen synthesis. Beberapa pengurangan pembentukan dentin juga ditemikan pada kelompok pembanding diet sucrose. insulin resistance dan peningkatan glukosa plasma. periodontal .

sehingga tindakan sekecil apapun yang melukai organ atau jaringan dapat menimbulkan resiko infeksi.Dalam susunan darah . Faktor metabolik : o Glikogen dihati menurun o Dehidrasi sering terjadi pada penderita diabetes mellitus sebagai akibat dari hiperglikemia dan poliurea. Beberapa faktor yang memudahkan terjadinya infeksi : 1. Faktor imunologik :  Sifat fagositosis dari leukosit menurun. 2. Pada dasarnya penderita diabetes mellitus lebih mudah mengalami infeksi . Disfungsi endotel dan agregasi trombosit yang meningkat merupakan penyebabnya 12 . Pembentukan dentin selama periode penelitian adalah dentin primer . yaitu : angiopati yang terjadi pada kapiler dan arteriol.dari dalam ini dapat berubah oleh karena sucrose selama terjadinya proses kariogenik. oleh karena itu pengaturan dari dentinogenesis oleh tes diet menunjukkan adanya hasil. trauma atau menghalangi fungsi normal dari odontoblast. Pada penderita diabetes mellitus kadar glukosa dalam darah tinggi. Faktor angiopati diabetika  Mikroangiopati –diabetika . sehingga merupakan media yang cocok bagi perkembangan kuman pada daerah luka tersebut7.  Pembentukan antibodi menurun  Turunnya daya tahan tubuh. 2. Pembentukan dentin primer menjadi lebih lambat oleh karena efek racun dari metabolisme bakteri selama proses karies lesi pada dentin . 3. Hal ini diakibatkan oleh ganngguan terhadap mekanisme pertahanan imun.6 Infeksi dan Kesulitan Regenerasi Pada Penderita Diabetes Penyakit diabetes mellitus sangat erat hubungannya dengan turunnya kekebalan tubuh terhadap suatu infeksi. kapasitas fagositosis berkurang yang menyebabkan tidak efisiennya pembunuhan kuman sehingga penderita mudah terserang infeksi yang serius.

lidah . timbullah kebocoran. mukosa . periodontium dan gigi sebagai akibat dari diabetes mellitus.7 Komplikasi Komplikasi diabetes mellitus dalam rongga mulut sangat kompleks melibatkan banyak struktur dari gigi sampai kelenjar ludah yang disebut oral diabetic meliputi saliva. Faktor neuropati-diabetika Menyebabkan turunnya reflek saraf otonom . menurunnya kapasitas sintesa kolagen. meningkatnya kadar glikoprotein di membran basalis . 4. gingival .turunnya kadar GAG ( glycoaminoglycans) di membrane basalis yang penting untuk mengatur metabolisme lipoprotein dan karena kadarnya menurun maka akanmudah timbul pengendapan lipoprotein di jaringan. hialinisasi menyebabkan pembulu darah menjadi kaku dan mudah pecah. Kebocoran ini mengakibatkan keluarnya protein dan butir – butir darah yang berakibat menurunnya pertahanan jaringan setempat karena keluarnya butir – butir darah seperti lekosit dan berkurangnya pasokan nutrisi dan oksigen ke jaringan sehingga menghambat penyembuhan luka. antara lain: berkurangnya multiplikasi fibroblast. sehingga timbul rasa parestesi. karena terjadinya proses sclerosis pada arteriolnya. panas mukosa mulut kering dan gerak – gerak otot jadi lamban. Perubahan – perubahan patoligis yang dapat dijumpai dalam mulut penderita diabetes mellitus adalah sebagai berikut : 13 . Makroangiopati –diabetika. yaitu : penebalan basement membrane. Berkurangnya multiplikasi fibroblast mengakibatkan terhambatnya jaringan granulasi dan menurunnya kemampuan daya regenerasi jaringan. sensorik dan motorik. Kesulitan regenerasi dan mudahnya infeksi pada penderita dibetes mellitus disebabkan terjadinya kelainan pada membrane basalis.Elastisitas pembuluh darah hilang dan penebalan berupa priliferasi . pengendapan fibrin pada dinding pembuluh darah dan hilangnyaelastisitas dinding arteri. sehingga terjadi penyempitan pembuluh darah arteriol. 2.

Penyakit periodontal biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri yang progresif dan kronik. Menurunnya resistensi gingival pada oral diabetic ini antara lain disebabkan oleh karena perubahan kolagen pada jaringan ikat gingiva. bakteri gram negative dan anaerobic akan membentuk plak. hingga timbul ganngguan pengecapan pada lidah. mulut kering (xerostomia) .hiposaliva sehingga ludah mudah kental .. Mukosa mulut terasa terbakar dan mudah timbul kandidiasis dan liken planus. Pada jaringan periodontal terjadi radang periodontal disertai dengan keroposnya tulang alveolaris. 14 . Gingiva turun terasa nyeri bila ditekan bahkan kadang terdapat nanah. apabila ini tidak segera dihilangkan akan terus menyebar ke jaringan periodontal dan terus menuju ke akar gigi yang mengakibatkan meningkatnya mobilitas. prevalensi karies meningkat dan mudah timbul infeksi didalam rongga mulut Lidah terasa tebal / hiperemi. Akibat gingival turun . Terutama pada penderita diabetes mellitus dengan kebersihan mulut yang jelek . maka gigi penderita diabetes mellitus tampak menonjol keluar dari soket. lepasnya gigi.

sebaiknya hindari perawatan gigi bila kadar gula darah sedang tinggi. Pemakai gigi tiruan harus melepas gigi tiruan sebelum tidur dan dibersihkan dengan seksama agar meminimalkan kemungkinan terjadinya infeksi jamur karena kebersihan yang tidak terjaga 15 .  Jaga kebersihan gigi dan mulut sebaik mungkin.  Jangan lupa informasikan mengenai kondisi diabetes bila berkunjung ke dokter gigi.  Kecuali sangat mendesak. Radang gusi (gingivitis) dan radang jaringan periodontal (periodontitis).1 Kesimpulan Diabetes mellitus yang dikenal dengan istilah kencing manis merupakan penyakit yang disebabkan kurangnya insulin didalam tubuh sehingga terjadi ganngguan primer berupa ganngguan metabolisme glukosa yang ditandai dengan meningkatnya kadar glukosa dalam darah melebihi nilai normal.  Pemakaian alat-alat seperti gigi tiruan atau kawat orthodontik perlu mendapat perhatian khusus. Penderita Diabetes Mellitus rentan terhadap masalah-masalah dalam rongga mulut seperti:     Mulut kering (xerostomia). Normalkan dahulu kadar gula darah. baru kunjungi dokter gigi kembali. gingivitis. Luka sukar sembuh. terutama bila hendak mencabut gigi.BAB III PENUTUP 3. Hal-hal yang harus diperhatikan mengenai kesehatan gigi dan mulut pada penderita diabetes adalah :  Jaga kadar gula darah sedekat mungkin dengan kadar gula darah normal. terutama dengan cara menerapkan gaya hidup sehat. agar memperkecil resiko terjadinya karies. Masalah yang terjadi di rongga mulut penderita diabetes dapat mengarah ke penyakit lain. ataupun periodontitis. Oral thrush.

Jakarta.76-81. Cohen DW.606-7. Tjokroprawiro A 2000 Diabetes mellitus klasifikasi. 3. 10.1990.19 – 1 2.65-66. Edisi ke-17 . Fisiologi Kedokteran . 8.2003. pp 331 -13. Tjokroprawiro A 1996.B. Hlm.1995. Airlangga University Press: hlm. 4. Fisiologi Kedokteran.1992. Tjokroprawiro A 1998. Jones JH. London W. J Periodontal 41: hlm 709. 6. Carranza FA . Ltd. Infeksi Jaringan Lunak mulut pada Penderita Diabetes Mellitus . Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam . 11.B2.15-6. Marwati E. terapi.Oates : Diabetes Mellitus and Periodontal Disease : J Periodontal . et al .485.B.Eke -9.1996. W. 7.1-7 5. hlm. 10th. Donoseputro M. 16 . 2006 : 8 . 391. Edisi ke-3 Jakarta. Edisi ke-3 Jakarta. Philadelphia. Penerjemah : Setiawan I. Brian L. Diabetes Mellitus dan Macam – macam Diit Diabetes Mellitus B. Kumpulan makalah Basic Mol Biology course on Mitochondrial.EGC Penerbit Buku Kedokteran :hlm 183-6. 9. 461-65.Ltd: pp 309 -41.August. Oral Manifestation of Sistemic Disease.No 11 hlm. Jakarta. Majalah Ilmu Kedokteran Gigi FKG USAKTI . 1980. Diagnosis.Edisi ke -10 Surabaya. 2006 : Clinical Periodontology .1-9.Penerjemah: Widjajakusuma D. B1.32837. Mason DK. Gaya Baru: hlm.DAFTAR PUSTAKA 1. Saunders Co. Ed. Guyton A. 8.349-50.Mealey and Thomas W. Saunders Co.Penerbit Buku Kedokteran .654-65. Ganong WF. Diabetes Mellitus and Periodontal Disease.EGC .1221-34.B3 .Gramedia Pustaka Utama : hlm 8.PT. 841 – 5.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->