TUGAS BELAJAR DAN PEMBELAJARAN tentang PENGERTIAN BELAJAR DAN PEMBELAJARAN MENURUT BEBERAPA TEORI

DISUSUN OLEH: GINA SRI WAHYUNI (1105645) TERIA NOFEBRI (1105653) NOVIA HENITA (11056 )

PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS NEGERI PADANG 2012

Pada prinsipnya tidaklah penting taksonomi mana yang akan kita ikuti. (Behavioristik). Ada yang le-bih mementingkan proses belajar. humanistik. kognitif. . dibagian akhir dari bab ini akan disajikan ringkasan isi/rangkuman dari pembahasan teori belajar yang akan dijelaskan berikut ini. Secara umum semua teori belajar dapat kita kelompokan menjadi enam go-longan atau aliran. Aliran behavioristik (tingkah laku) menekankan kepada proses belajar aliran humanistik menekankan kepada isi “atau apa yang dipelajari aliran psikologi gestal menekankan kepada pemahaman menyeluruh yang berstruktur bukan terpisah–pisah sedangkan Aliran sibernetik menekankan kepada “sistem in-formasi” yang dipelajari. ada pula yang lebih mementingkan sistem informasi yang diolah dalam proses belajar. gestalt. tidak ada teori belajar yang secara ekstrim khusus menekankan kepada aspek siswa. ada pula yang mengelompokkannya menurut titik fokus dari teori–teori tersebut. dan sosial. Konsekwensi lain. teori dengan sifat de-mikian ini hampir dipastikan tidak pernah mempunyai sifat ekstrim. Namun faktor–faktor lain di luar titik fokus itu selalu diperhatikan dan diperlukan untuk menjelaskan seluruh persoalan belajar yang dibahas. taksonomi (penggolongan) teori–teori tentang belajar sering kali bervariasi antara petrgnulis satu dengan lainnya. kurikulum saja. semuanya aliran di atas menekankan kepada proses belajar iru sendiri. yang penting kita menyadari bahwa sebuah taksonomi adalah tak lebih dari suatu usaha untuk menyederhanakan permasalahan serta mempermudah pembahasannya. yaitu aliran tingkah laku. Aliran sibernetik menekankan kepada “sistem informasi” yang dipelajari. Untuk mempermudah pemahaman kita. Sibernetik. ada yang mengelompokkan teori belajar menurut berbagai aliran psikologi yang mempengaruhi teori–teori tersebut. un-tuk memahami lebih jauh marilah kita kaji teori ini satu persatu.PENGERTIAN BELAJAR DAN PEMBELAJARAN MENURUT BEBERAPA TEORI: Teori belajar adalah teori yang pragmatik dan eklektif. guru. bahkan ada juga yang menggolong–golongkan teori belajar menurut nama–nama ahli yang mengembangkan teori–teori itu. Dalam ringkasan tersebut diberikan deskripsi tentang aplikasi setiap teori di dalam kegiatan pembelajaran di dalam kelas. Titik fokus yang menjadi pusat perhatian suatu teori selalu ada.

THORNDIKE. Berikut ini kita kaji hasil karya dari beberapa penganut aliran ini yang paling penting yaitu THORNDIKE. stimulus dan respon. pera-saan atau gerakan) dan respon (bisa berbentuk pikiran. Mereka berpendapat tingkah laku manusia itu dikendalikan oleh ganjaran (reward) atau penguatan (Reinforcement) dari lingkungan. teori Thorndike ini disebut sebagai aliran koneksionis (Connectionisme). Meskipun Thorndike tidak menjelaskan bagaimana cara mengukur berbagai tingkah laku yang non konkrit itu ( pengukuran adalah suatu hal yang menjadi obsesi semua penganut aliran tingkah laku) tetapi teori Thorndike ini telah banyak memberikan insprirasi kepada pakar lain yang datang sesudahnya. Meskipun semua penganut ini setuju dalam premis dasar namum mereka berbeda pendapat dalam beberapa hal penting. pelopor lain yang datang sesudah Thorndike. Aliran Behavioristik/Tingkah Laku. salah satu pendiri aliran tingkah laku. perubahan tingkah laku itu berupa wujud sesuatu yang kongkrit (dapat diamati) atau yang non konkret (tidak bisa diamati). Mereka ini sering Contemporasi behavioristik yang dikenal dengan S— R Psikologis. WATSON. Jadi belajar menurut teori ini adalah perubahan dalam tingkah laku sebagai akibat dari interaksi antara Stimulus dan Respon atau lebih tepat perubahan yang diala-mi siswa dalam hal kemampuannya untuk bertingkah laku dengan cara baru se-bagai hasil interaksi antara stimulus dan respon.Pengertian Belajar Menurut Teori: A. dan Guthris. 1. Menurut Thorndike. perasaan atau gerakan. Watson mengabaikan berbagai perubahan mental yang mungkin terjadi dalam belajar dan . Watson. Perkembangan teori ini dipelopori oleh Thorndike. 2. Beberapa teori belajar dari psikologi behavioristik dikemukakan oleh beberapa pakar psikologi behavioristik. Menurut Watson. Ivand Povlov. WATSON. jelasnya menurut Thorndike. HUL. belajar adalah proses interaksi antara Stimulus dan Respon (mungkin berupa pikiran. GUTHRIE dan SKINNER. tersebut harus berbentuk tingkah laku yang bisa diamati (observable) dengan kata lain.

meskipun respon mungkin bermacam – macam bentuknya. SKINNER. terutama setelah SKINNER memperkenalkan teori ternyata tidak banyak dipakai dalam dunia praktis. Untuk men-jelaskan teori – teori mereka. Bagi Hull. faktor – faktor terse-but tidak bisa menjelaskan apakah proses belajar sudah terjadi atau belum. Karena itu diperlukan pemberian stimu-lus yang sering agar hubungan ini menjadi labih langsung.menggabungnya sebagai faktor yang tak perlu diketahui. 3. Ketiga pakar terakhir ini menggunakan variabel S-R. EDWIN GUTHRIE. . stimulus tidak berbentuk kebutuhan biologis. Charles Darwin. Teori ini. Hanya dengan asumsi demikian. Menurut Edwin Guthrie. seperti dalam teori evolusi semua fungsi tingkah laku bermanfaat teru-tama untuk menjaga kelangsungan hidup. dan hanya dengan demikianlah psikologi dan ilmu tentang belajar dapat disejajarkan dengan ilmu – ilmu lainnya seperti fi-sika. Clark Hull sangat terpengaruh oleh teori evolusinya. karena itu dalam teori Hull kebutu-han biologis dan pemuasan kebutuhan biologis menempati posisi sentral sti-mulus hampir selalu dikaitkan dengan kebutuhan biologis ini. EDWIN GUTHRIE dan B. Penganut aliran tingkah laku lebih suka memilih untuk tidak memikirkan hal-hal yang bisa diukur.F. teori watson ini juga disebut sebagai aliran tingkah laku (behaviorism) Tiga pakar lainnya adalah CLARK HULL. CLARK HULL. semua itu penting tapi. meskipun tiga pakar ini disebut tokoh Behavi-oristik namun pendapat mereka satu sama lainnya secara prinsip tetap berbeda. meskipun mereka tetap mengakui bahwa semua itu pent-ing. kata watson kita bisa meramalkan perubahan yang bakal terjadi pada siswa. atau biologi yang sangat berorientasi kepada alam empirik. 4. Selain itu. meskipun sering digunakan dalam berba-gai bidang eksperimen dalam laboratorium. Bukan berarti semua perubahan mental yang mungkin terjadi dalam benak siswa tidak penting. bahwa hubungan antara stimulus dan respon cenderung bersifat sementara. suatu respon berhubungan dengan bermacam stimulus. yang terpenting dalam teori Guthrie adalah.

Karena itu. tetapi juga dengan stimulus lainnya (seperti minum kopi. mempunyai pendapat lain. Sebab pada dasarnya setiap stimulus yang diberi-kan berintegrasi satu sama lainnya. yang ternyata mempumyai pamor teori – teori.F. dan interaksi itu akhirnya mempengaruhi respon yang dihasilkan dengan berbagai konsekwen. memahami respon itu sendiri. Faktor hukuman ini tidak lagi dominan dalam teori – teori tingkah laku. teh. deskripsi hubungan antara Stimulus dan Respon untuk me-nyelesaikan perubahan tingkah laku (dalam hubungannya dengan lingkungan) menurut versi Watson deskripsi belum lengkap. Guthrie percaya bahwa “hukuman” memegang peranan penting dalam proses balajar. B. Hal ini mungkin karena kemampuan Skinner dalam “menyederhanakan kerumitan teorinya serta menjelaskan konsep – konsep yang ada dalam teorinya itu.untuk tujuan yang tepat. dan berbagai konsekwen yang diakibatkan oleh respon ter-sebut. stimulus (kenikmatan menorok). perbuatan merokok tidak hanya berhubungan dengan satu macam. B. Skinner adalah tokoh yang datang kemudian. Menurut Skinner. yang pada gilirannya akan mempengaruhi tingkah laku siswa. akan mampu merobah kebiasaan seseorang dima-sa yang akan datang. Seringkali terjadi. SKINNER. sulit ditinggalkan. dan lain – lain.Contohnya kenapa kebiasaan merokok. terutama setelah SKINNER yakni mempopulerkan ide ten-tang “penguatan” (Reinforcement). Hull dan Guthrie. 5. Menurut Guthrie suatu hukuman yang diberikan pada saat yang te-pat.F. Skinner juga menjelaskan bahwa menggunakan perubahan–perubahan mental sebagai alat untuk menjelaskan tingkah laku hanya akan membuat segala se-suatunya menjadi bertambah . ingin nampak ga-gah dan lain–lain). Maka setiap kali salah satu atau lebih stumulus itu muncul maka segera pula keinginan merokok itu muncul. kalau respon yang diberikan oleh siswa sederhana sekali. berkumpul dengan temanteman. untuk memahami tingkah laku siswa secara tuntas kita harus me-mahami hubungan antar satu stimulus dengan stimulus lainnya.

Menurut teori ini. begitu seterusnya. Dinamika interaksi organisme dengan lingkungan itu sama. mungkin teori Skinnerlah yang pal-ing besar pengaruhnya terhadap perkembangan teori belajar. Namun lambat laun. B. ilmu pengetahuan dibangun dalam diri seseorang individu me-lalui proses interaksi yang berkesinambungan dengan lingkungan. proses ini tidak berjalan terpatah–patah. SKINNER ini. perhatian ini mulai bergeser. SKINNER adalah: 1. Belajar itu adalah TL 2. belajar melibatkan proses ber-pikir yang sangat komplek. TL. .Aliran Kognitif Teori kognitif. sebaliknya lebih mementingkan proses belajar dari pada hasil bela-jar itu sendiri. dan faktor penguat (REINFORCEMENT) adalah sebagian contoh program yang memanfaatkan teori. lebih dari itu. bila kita mengatakan bahwa” seseorang siswa yang berprestasi rendah/buruk mungkin ia sedang mengalami frustasi “akan menun-tut kita akan menjelaskan” apa itu frustasi “ dan penjelasan frustasi itu besar kemungkinan akan memerlukan penjelasan lain.rumit. Pada masa–masa awal mulai diperkenalkannya teori ini. Beberapa program pembelajaran seperti TEACHING Mach INE” Mathetic” atau program– rogram lain yang memakai konsep stimulus– respon. para ahli mencoba men-jelaskan bagaimana siswa mengolah stimulus dan bagaimana siswa tersebut bisa sampai ke respon tertentu (pengaruh aliran tingkah laku masih terlihat disini). saat ini perhatian mereka terpu-sat pada proses bagaimana suatu ilmu yang baru berasimilasi dengan ilmu yang sebelumnya telah dikuasai oleh siswa. Organisme secara individu merupakan sumber data yang cocok 6. sebab alat itu akhirnya juga harus dije-laskan lagi. Perubahan TL (belajar) secara fungsional berkaitan dengan adanya peru-bahan dalam kejadian dilingkungan. Dari semua pendukung teori tingkah laku.H. Misalnya. teori ini sangat erat hubungannya dengan teori siber-nitik. Hubungan antara TL dengan hukum lingkungan 4. Ada enam solusi yang melandasai teori kondisioning operand B. 3. Bagi penganut aliran ini belajar itu tidak sekedar melibatkan hu-bungan antara stimulus dan respon. TL merupakan sumber informasi 5.

orang ini tidak memakai not–not balok yang terpampang di partitur sebagai informasi yang saling lepas berdiri sendiri. tetapi merupakan satu kesatuan yang secara utuh masuk kepikiran dan perasaannya. Menurut Jean Piaget proses belajar sebenarnya terdiri dari tiga tahap yakni asimilasi. AUSUBEL dan BRUNER. maka proses Pengintegrasian an-tara prinsip penjumlahan (yang sudah ada dibenak siswa) dengan prinsip perkalian (sebagai informasi baru) disebut proses asimilasi. jika gurunya memperkenalkan prinsip perkalian. ini berarti pema-kaian (aplikasi) prinsip perkalian tersebut terjadi dalam situasi yang baru dan spesifik. semuanya itu seolah-olah menjadi satu. Agar siswa tersebut dapat berkembang dan menambah ilmunya. di dalam situasi belajar individu harus terlibat langsung yang pada akhirnya ini akan memperoleh insight untuk memecahkan masalah. Suatu contoh. Para penganut aliran kognitif ini adalah PIAGET . Equalibrasi adalah penyesuaian berkesenam-bungan antara asimilasi dengan akomodasi. Jadi menurut aliran Kognitif ini tingkah laku individu senantiasa didasarkan ke-pada kognisi. Proses penyeimbangan antara “dunia luar” dengan “dunia dalam” tanpa proses ini perkembangan . paragraf. yaitu tindakan mengenal atau memikirkan situasi dimana tingkah laku itu terjadi. kestruktur kognitif yang sudah ada dalam benak siswa. harus tetap menjaga stabilitas mental dalam dirinya diperlukan proses penyeimbangan. Akomodasi adalah penyesuaian struktur kog-nitif kedalam situasi yang baru. Seperti ketika anda membaca tulisan ini. tetapi adalah kata. JEAN PIAGET. mengalir. equilibrasi (penyambungan). teori ini antara lain terwujud dalam tahap–tahap perkembangan yang diusulkan oleh Jean Peaget “belajar ber-maknanya” Ausubel dan belajar penemuan yang bebas” (Free discovery learning) oleh Jerome Bruner. Dalam praktek.tetapi melalui proses yang mengalir. kalimat. menyerbu secara total bersamaan. seorang siswa yang sdah mengetahui prinsip penjumlahan. bukan alfa-bet– alfabet yang terpisah–pisah yang anda serap dan kunyah dalam pikiran. jika siswa diberi sebuah soal perkalian. Proses asimilasi adalah proses penyatuan (pengintegrasian) informasi baru. maka situasi ini disebut akomodasi. 1. menyeluruh ibarat seseorang yang memainkan musik. bersambung-sambung. proses inilah yang disebut equalibrasi. akomudasi.

dan logis. tidak logis. jernih. Menurut Piaget proses belajar harus disesuaikan dengan tahap perkembangan kognitif yang dialami siswa. AUSUBEL Menurut Ausubel siswa akan belajar dengan baik jika apa yang disebut “pen-gatur kemajuan balajar (Advance Organizeis). mampu membantu siswa untuk memahami bahan belajar secara lebih mu-dah. Sedangkan rekannya yang tidak me-miliki kemampuan equilibrasi sebaik itu cenderung menyimpan semua in-formasi yang ada secara kurang teratur.5–2 tahun. pengatur kemajuan balajar adalah konsep atau informasi umum yang mewadahi (mencakup) semua isi pelajaran yang akan diajarkan kepada siswa. maka guru seyogyanya memahami tahap–tahap perkembangan anak di-diknya serta memberikan meteri pelajaran dalam jumlah dan jenis yang sesuai dengan tahap–tahap tersebut. Oleh karena itu semakin tinggi tingkat kognitif semakin teratur cara berfikir-nya. Dalam hal ini Piaget membagi empat tahap yaitu tahap sensoris motor ketika anak berumur 1. . Guru yang mengajar tetapi tidak menghiraukan tahapan – tahapan perkembangan anak didiknya ini akan cenderung menyulitkan para siswa. tahap operasi konkrit 7/8–12/14 tahun dan tahap operasi formal 14 tahun keatas.kognitif seseo-rang akan tersendat–sendat dan berjalan tak teratur (Dis Organizet). tahap pra operasional 2/3–7/8 tahun. begitu juga pada ta-hap–tahap berikutnya. 2. Dua orang yang mempunyai jumlah informasi yang sama di otaknya mungkin mempunyai kemampuan equilibrasi yang baik yang berbeda. 2. Seseorang dengan kemampuan equilibrasi dan baik akan mampu menata informasi da-lam urutan yang baik. dan berbelit–belit.Proses belajar yang dialamai seorang anak pada tahap sensoris motor tentu lain yang dialami seorang anak yang sudah tahap kedua. dapat berfungsi sebagai jembatan yang menghubungkan antara apa yang sedang dipelajari olah siswa “saat itu” dengan apa yang “akan” dipelajari siswa sedemikian rupa sehingga 3. karena itu orang ini cendrung mem-punyai alur berfikir ruwet. dapat menyediakan suatu kerangka konseptual untuk materi belajar yang akan dipelajari oleh siswa. didefenisikan dan dipresentasi-kan dengan baik dan tepat kepada siswa. Ausubel percaya bahwa “advance Organizers” dapat memberikan tiga macam manfaat yakni : 1.

3. Kooffka. dan dari contoh – contoh itulah siswa dibimbing untuk mendefinisikan kata kejujuran. siswa di sodori sebuah informasi umum dan diminta untuk menjelaskan informasi ini melalui contoh–contoh konkrit. siswa dibimbing secara induktif untuk memahami suatu ke-banaran umum. Lawan pendekatan ini disebut “balajar ekspositori” (belajar dengan cara men-jelaskan). proses belajar akan berjalan dengan baik dan kreatif jika guru memberi kesempatan kepada siswa untuk menemukan suatu aturan (termasuk konsep. meskipun hasil gejala tersebut adalah . Dengan kata lain. proses belajar ini berjalan secara deduktif. tenpat memiliki logika berfikir yang baik. serta mengurutkan materi demi meteri itu kedalam struktur urutan logis serta mudah dipahami. oleh ka-rena melahirkan gejala penghayatan yang berbeda dengan unsur – unsur yang membentuknya. untuk memahami konsep “kejujuran” misalnya siswa tidak pertama – tama menghafal definisi kata itu. tetapi mempelajari contoh – con-toh konkrit tentang kejujuran. Selain itu logika berpikir guru juga dituntut sebaik mung-kin. Gejala tersebut tidak dapat dijelaskan melalui analisis atas unsun-unsur. umum dan inklusif “yang mewadahi apa yang akan diajarkan itu. dan sebagainya) melalui contoh – contoh yang menggambarkan (mewakili) aturan yang menjadi sumbernya.Untuk itu pengetahuan guru terhadap isi pelajaran harus sangat baik. 3. Wertheimer den-gan gejala “phi-phenomenom-nya” merupakan penemuan yang penting. BRUNER. Dalam con-toh–contoh di atas maka siswa pertama–tama diberi definisi tentang kejujuran dan dari definisi itulah siswa diminta untuk mencari contoh– contoh konkrit yang dapat mengambarkan makna kata tersebut. Bruner mengusulkan teorinya disebut Free Discovery Learning. merumuskannya dalam rumusan yang singkat dan padat. definisi. teori. maka guru akan kesulitan me-milah–milah materi pelajaran. Aliran Psikologi GESTALT Tokoh Psikologi Gestalt adalah Wertheimer. Kohler. Menurut teori ini. yang me-nurut Ausubel sangat abstrak. dalam hal ini. hanya dengan demikian sorang guru akan mampu menemukan informasi.

bahwa pengalaman itu berstruktur yang terbentuk dalam suatu keseluruhan yang terorganisir. teori ini bersifat eklektik. Menurut gestalt. tingkat kejelasan atau keberartian dari apa yang diamati dalam situasi belajar adalah lebih mening-katkan belajar seseorang dari pada dengan hukuman dan jajaran. dalam bentuknya yang paling ideal. Gestalt mengatakan bahwa organisme menambahkan sesuatu pa-da penghayatan yang tidak terdapat didalam pengindraannya. Dalam praktek. . antara bagian atau keseluruhan. Dari sumber lain dengan gaya bahasa yang berbeda dapat dibaca pendapat gestalt sebagai berikut.dari unsur-unsur bagian tersebut. Jadi penghayatan psikologis adalah hasil bentukan dari unsur – unsur pengindraan. teori Ausubel ini juga dimasukkan kedalam aliran kognitif). 4. proses belajar harus berhulu dan bermuara pada manusia itu sendiri. teori apapun dapat dimanfaatkan asal tujuannya untuk memuliakan kemanusiaan ma-nusia (mencapai aktualisasi dan sebagainya) itu dapat tercapai. bukan dalam bagian – bagian yang terpisah. teori ini antara lain terwujud dalam pendekatan yang diusulkan oleh Ausubel yang disebut “belajar bermakna” atau meaningfull learning (sebagai catatan. Dengan kata lain. Teori ini menekankan kepada pentingnya “isi” dari proses belajar dalam kenyataan teori ini lebih banyak berbicara tentang pendidikan dan proses belajar. ia berbeda antar pengalaman phenomenologis dengan pengalaman pengindraan yang membentuknya. maka sesuatu ada-lah organisme. Teori ini juga terwujud dalam teori Bloom dan Krathwohl dalam bentuk taksonomi Bloom yang terkenal itu. Honey dan Mumford serta Habermas. semua kegiatan belajar menggunakan insight atau pemahaman terhadap hubungan – hubungan. Aliran Humanistik Bagi penganut teori ini. selain itu empat tokoh lain yang termasuk kedalam kubu teori ini adalah Kolb. teori humanistik inilah yang paling abstrak yang paling mendekati dunia filsafat dari pada dunia pendidikan. Dari beberapa teori belajar.

ide. serta dapat diukur dari beberapa taksonomi belajar. Selain itu teori bloom ini bayak dipakai untuk membuat kisi – kisi soal ujian. d. 1. setia kepada nilai–nilai tertentu). Psikomotor terdiri dari lima tingkatan a. Pengorganisasian (menghubung–hubungkan nilai-nilai yang dipercayai) e. bahkan telah banyak membantu praktisi pendidikan untuk memformulasikan tujuan – tujuan belajar dalam bahasa yang mudah dipahami. menghafal) b. operasional. menunjukan apa yang mungkin dikuasai (dipelajari) oleh siswa yang tercakup dalam tiga kawasan yaitu: kawasan kognitif. dan sebagainya) 2. pemahaman (menginterpretasikan) c. Kognitif ada enam tingkatan a. analisis (menjabarkan suatu konsep) e. evaluasi (membandingkan nilai–nilai. penghargaan (menerima nilai–nilai. affek-tif. Pengamalan (menjadikan nilai–nilai sebagai bagian dari pola hidup) 3. aplikasi (penggunaan konsep untuk memecahkan suatu masalah) d. pengetahuan (mengingat. metode. sintesis (menggabungkan bagian–bagian konsep menjadi suatu konsep yang untuh) f. perangkaian (melakukan beberapa gerakan sekaligus dengan benar) e. peniruan (menirukan gerak) b. BLOOM DAN KRATHWOHL Bloom dan krathwohl. Affektif terdiri dari lima tingkatan a. merespon (aktif berpartisipasi) c. Mungkin bloom ini yang paling populer khususnya di Indonesia.1. psikomotor. penggunaan (menggunakan konsep untuk melakukan gerak) c. sadar akan adanya sesuatu) b. ketetapan (melakukan gerak dengan benar) d. pengenalan (ingin menerima. . naturalisasi (melakukan gerak secara wajar) Taksonomi Bloom ini telah berhasil memberikan inspirasi kepada banyak pakar lain untuk menyumbangkan teori–teori belajar dan pembelajaran pada tingkat praktis.

Pada tahap kedua siswa tersebut lambat laun mampu mengadakan observasi aktif terhadap kejadian itu. Pada tahap ini siswa diharapkan mampu untuk membuat aturan – aturan umum (generalisasi) dari berbagai contoh ke-jadian yang meskipun tampak berbeda – beda. meskipun dalam teorinya kita mampu membuat garis tegas antar tahap satu dengan tahap lainnya. “siswa tidak banyak memami kami asal usul” sebuah rumus. Pada tahap ketiga. inilah yang terjadi pada tahap pertama proses balajar. ada empat macam atau tipe siswa. dia belum memahami hakikat ke-jadian tersebut. . Honey dan Mumford mebuat penggolongan siswa. HONEY DAN MUMFORD Berdasarkan teori Kolb. tetapi mempunyai landasan aturan yang sama. Dalam dunia matematika misal-nya. siklus belajar semacam ini terjadi secara berkenambungan dan berlangsung diluar kesadarn sipelajar. serta mulai berusaha memikirkan dan memahami. Menurut mereka. Kolb membagi tahapan belajar menjadi empat tahap yaitu : 1) pengalaman konkrit 2) pengamatan aktif dan replektif 3) konseptualisasi 4) ekspermentasi aktif Pada tahap yang paling dini dalam proses belajar. inilah yang sering terjadi pada tahap pengamatan aktif dan replektif. 3. Menurut Kolb. namun dalam praktek peralihan dari satu tahap ke ta-hap lainnya itu sering terjadi begitu saja. Pada tahap terakhir (ekspermentasi aktif) siswa sudah mampu mengaplikasi-kan suatu akurat umum kesituasi yang baru. teoris. yakni aktivis. siswa mulai belajar untuk membuat abstrak atau teori ten-tang suatu hal yang pernah diamati. reflektor. tetapi ia juga nampu memakai rumus tersebut untuk memecahkan suatu masalah yang belum pernah ia temui sebelumnya. seorang siswa hanya mam-pu sekedar ikut mengalami suatu kejadian. Dia belum mengerti bagaimana dan mengapa suatu kejadian harus terjadi seperti itu. KOLB. sulit kita tentukan kapan berakhir-nya.2. pragmatis.

senang menganalisis dan menyukai pendapat atau penilaian yang sifatnya subjektif bagi mereka. Belajar emansifatoris (emancifatory learning) Dalam belajar teknis. dalam proses pengambilan keputusan. sebaliknya. seperti Brain Stroming. 4. biasanya sangat kritis. pemahaman siswa terhadap alam tidak berhenti sebagai suatu pemahaman yang . namun siswa semacam ini biasanya kurang skeptis menghadap se-suatu. siswa juga belajar berinteraksi. teori memang penting.Siswa tepe pragmatis menaruh perhatian besar pada aspek aspek dari segala hal. Belajar teknis (technical Learning) 2). mereka cenderung berfikiran terbuka dan mudah diajak berdialog. tetapi pada tahap ini lebih dipentingkan adalah interaksi dia dengan orang – orang sekelilingnya. siswa belajar bagaimana berinteraksi dengan alam se-kelilingnya. problem Solving. Siswa tipe refleksi. dalam proses balajar mereka menyukai metode yang mampu mendorong seseorang menemukan hal – hal baru. sesuatu dikatakan ada gunanya dan baik hanya jika bisa dipraktekan. siswa seperti ini cenderung konservatif. cenderung sangat hati-hati mengambil langkah. kata mereka.hal yang bersifat spekulatif. dengan asumsi ini. tetapi mereka cepat me-rasa bosan dengan hal-hal yang memerlukan waktu lama dalam Inflementasi. Kadang kala indentik dengan sifat mudah percaya. berfikir secara rasional adalah sesuatu yang sangat penting mereka biasanya juga sangat se-lektif dan tidak menyukai hal.Siswa tipe aktivis adalah mereka yang suka melibatkan diri pada pengalaman–pengalaman baru. untuk apa ? mereka tidak bisa betele-tele. pada tahap ini. dia membagi tipe belajar menjadi tiga macam yaitu : 1). namun bila teori tak bisa dipraktek-kan. Belajar praktis (practical learning) 3).Siswa tipe teoris. Dalam belajar praktis. HABERMAS Habermas percaya bahwa belajar sangat dipengaruhi oleh interaksi baik den-gan lingkungan maupun dengan sesama manusia. mereka berusaha menguasai dan mengelola alam dengan cara mempelajari keterampilan dan pengetahuan yang dibutuhkan untuk itu. dalam arti mereka lebih suka menimbang-nimbang secara cermat baik buruk suatu keputusan.

DAFTAR PUSTAKA . pemahaman dan kesadaran terhadap transformasi kultural ini dianggap tahap belajar yang paling tinggi. siswa berusaha mencapai pemaha-man dan kesadaran yang sebaik mungkin tentang perubahan (transformasi) kultural dari suatu lingkungan. Bagi Habermas. Sedangkan dalam belajar emansipatoris. tetapi pe-mahaman terhadap alam itu justru relevan jika berkaitan dengan kepentingan manusia.kurang dan terlepas kaitannya dengan manusia.

P.Buku III-C Dep-dikbud Proyek Pengembangan Institusi Pendidikan Tinggi 1981 Jakar-ta.dkk. Gredler M. Motivasi dan Keterampilan Mengajar Romiszowski A. London.Modul 1-6 PGSM (Dirjen pendidi-kan dasar dan menengah proyek peningkatan Mutu Guru SLTP Setara D III 1994/95 Jakarta Departemen Pendidikan dan kebudayaan. dalam jurnal Educational Recearher No.J.3 (6) Hal 3-10-1974 E. Macmilan Pub-lishing Company. Belajar dan Membelajarkan seri Pustaka Teknologi Pendidikan No. Learning and Instruction : Theory Into Practice.11 Universitas terbuka Rajawali Pers (1991) Jakarta Uzim. 1986. Prasetya Irawan (1995) dalam : Teori Belajar. New York. Cal and Interaktive Vedio Kogan Page. The Place of Theory in Educational Research. UNP:FIP Bel – Gredler. dikutip oleh Dr. Teknologi Instruksional. . 1986 Suppos. ME. Developing Auto Instructional Materials : From Programmed Texts.Bahan Ajar Belajar dan Belajaran.Nirwana. Winata Putra : Belajar dan pembelajaran. Herman. S. Bell.2005.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful