P. 1
Delegasi n Supervisi

Delegasi n Supervisi

|Views: 11|Likes:
Published by Agus Triantoo
sipp
sipp

More info:

Categories:Types, Presentations
Published by: Agus Triantoo on Sep 17, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/20/2014

pdf

text

original

DELEGASI DAN SUPERVISI

DWI ARIANI SULISTYOWATI., MKEP ( Perum Sumber Asri Blok C3, Mojosongo, Surakarta )

DELEGASI
Penyelesaian pekerjaan melalui orang lain atau pelimpahan suatu tugas kepada seseorang atau kelompok dalam menyelesaikan tujuan organisasi. ( Marquis dan Haston, 1998)

Tiga Konsep Utama Delegasi yang baik

1. Tanggung jawab ( Responsibility)

2. Kemampuan (Accountability)
3. Wewenang (Authority)

Delegasi wewenang merupakan istilah hukum, yang penerapannya menimbulkan akibat hukum, yaitu akibat yang diatur oleh hukum. Pelayanan kesehatan merupakan perbuatan hukum, yaitu perbuatan oleh dua pihak (pemberi dan penerima jasa layanan kesehatan) yang menimbulkan akibat hukum.

Delegasi 3.Cara Memperoleh Wewenang Wewenang dalam bidang pemerintahan diperoleh dengan 3 (tiga) cara. yaitu: 1. . Atribusi. Mandat. 2.

. Atribusi Wewenang untuk membuat keputusan (besluit) yang langsung bersumber kepada undang-undang dalam arti materiil. Yang telah ditentukan sesuai perundangan. Melalui atribusi dapat dilakukan pembentukan wewenang tertentu dan pemberiannya kepada organ-organ tertentu.1.

. Delegasi Pelimpahan wewenang pemerintahan dari satu organ pemerintah kepada organ pemerintahan lainnya. Dalam konteks pela-yanan kesehatan wewenang melakukan tugas medis.2. dari dokter dilimpahkan kepada perawat.

Harus berdasarkan per UU. . Syarat-syarat delegasi adalah: a.Pemberi wewenang disebut delegans. Penerima wewenang disebut delegataris. b. Harus definitive. artinya delegans tidak dapat lagi menggunakan sendiri yang telah dilimpahkan itu. artinya delegasi hanya mungkin kalau ada ketentuan untuk itu dalam peraturan perundangan.

c. Delegasi tidak kepada bawahan. . artinya dalam hubungan kepegawaian tidak diperlukan adanya delegasi. Kewajiban memberikan penjelasan/keterangan. d. artinya delegans berwe-nang untuk meminta penjelasan tentang pelaksanaan wewenang tersebut.

Peraturan kebijaksanaan (beleidsregel) artinya delegans memberi instruksi/petunjuk tentang penggunaan wewenang .e.

Mandat terjadi ketika pemilik wewenang. mengizinkan wewenangnya dijalankan oleh orang/petugas lain. karena mandat merupakan hal rutin dalam hubungan intern-hierarkis. baik berdasar atribusi maupun delegasi.Mandat Pelimpahan wewenang kepada bawahan. Tidak perlu peraturan perundangan yang melandasinya. .

.Hambatan Delegasi : Hambatan Pada Delegator Kemampuan yang diragukan oleh dirinya sendiri Meyakini bahwa seseorang “mengetahui semua rincian” “Saya dapat melakukannya lebih baik oleh diri saya sendiri” buah pikiran yang keliru.

Kurangnya pengalaman dalam pekerjaan atau dalam mendelegasikan Rasa tidak aman Takut tidak disukai Penolakan untuk mengakui kesalahan .

Kurangnya kepercayaan pada bawahan Kesempurnaan. menyebabkan kontrol yang berlebihan Kurangnya ketrampilan organisasional dalam menyeimbangkan beban kerja .

. Keseganan untuk mengembangkan bawahan Kegagalan untuk menetapkan kontrol dan tindak lanjut yang efektif.Kegagalan untuk mendelegasikan kewenangan yang sepadan dengan tanggung jawab.

Hambatan Pada yang Diberi Delegasi Kurangnya pengalaman Kurangnya kompetensi Menghindari tanggung jawab Sangat tergantung dengan boss Kekacauan [disorganization] Kelebihan beban kerja Terlalu memperhatikan hal hal yang kurang bermanfaat .

Hambatan Dalam Situasi Kebijakan tertuju pada satu orang Tidak ada toleransi kesalahan Kekritisan keputusan Urgensi. Kekurangan tenaga . tidak ada waktu untuk menjelaskan [krisis manajemen] Kebingungan dalam tanggung jawab dan kewenangan.

Yang memungkinkan gagalnya delegasi. Atasan tidak ingin ambil resiko kalau saja bawahannya salah ataupun gagal dalam menjalankan wewenangnya. yaitu: Atasan merasa lebih jika mereka tetap mempertahankan hak pembuatan keputusan. .

Atasan takut apabila seorang bawahannya melakukan tugas dengan sangat baik dan efektif.Atasannya kurang atau tidak percaya kepada bawahannya. Bawahan tidak menerima dengan alasan dapat menambah tanggung jawab yang sudah diterima. . sehingga dapat mengancam posisinya sebagai atasan.

. Bawahan merasa tertekan apabila dilimpahkan tanggung jawab yang lebih besar.Bawahan takut tidak dapat menjalankan tugas – tugas dengan benar dan dikatakan gagal.

Under delegasi. . kesalahan pada waktu pemberian tugas limpah. Over Delegasi. 3. pelimpahan terlalu sedikit 2.Ketidak efektifan dalam Pendelegasian 1. pelimpahan terlalu banyak. Pelimpahan yang tidak tepat.

Delegasi bukan suatu sistem untuk mengurangi tanggung jawab. Tanggung jawab dan otoritas harus didelegasikan secara seimbang .5 konsep dasar yang mendasari efektifitas pendelegasian 1. tatapi suatu cara untuk membuat tanggung jawab menjadi bermakna 2.

mengembangkan wewenang dan kemampuan dalan dalam mencapai tujuan organisasi 4. Konsep tentang dukungan perlu diberikan kpd semua peserta. Proses pelimpahan membuat seseorang melaksanakan tanggungjawabnya.3. 5. Penerima tugas limpah harus aktif . menciptakan suasana yang ASSERTIF.

Pedoman pelimpahan wewenang yang efektif 1. Pelaksana tindakan keperawatan . Tujuan spesifik 2. Target waktu 3.

Lakukan supervisi yang tepat .Cara pendelegasian 1. Seleksi dan susun tugas 2. Berikan arahan dan motivasi kepada staff 4. Seleksi orang yang tepat 3.

Tugas rutin 2. Peningkatan Kemampuan 5. Penyelesaian masalah 4.Tempat dan waktu pendelegasian 1. Tugas yang tidak mencukupi waktunya 3. Pendelegasian tidak diperlukan .

Jenis tugas limpah yang harus hati-hati untuk didelegasikan 1. tugas yang berhubungan dengan kepercayaan atau kerahasiaan untuk didelegasikan . tugas yang terlalu tehnis 2.

Ketersediaan sumber dan sarana 3. Pelaporan kemajuan tugas limpah . Monitoring 4.Keberhasilan pelimpahan 1. Komunikasi yang jelas dan lengkap 2.

SUPERVISI .

Memberikan pengarahan dan petunjuk yang jelas. nasehat dan bantuan kepada staf/pelaksana keperawatan 3. Memberikan saran. Memberikan motivasi untuk meningkatkan semangat kerja staf dan pelaskanaan keperawatan . sehingga dapat dimengerti oleh staf dan pelaksana keperawatan. 2.Seorang supervisor harus memiliki kemampuan dalam : 1.

4. . Proses kelompok (dinamika kelompok) 5. Mengadakan pengawasan agar asuhan keperawatan lebih baik. Memberikan latihan dan bimbingan yang diperlukan oleh staf dan pelaksanaan keperawatan 6. Melakukan penilaian terhadap penampilan kinerja perawat 7.

Dalam keperawatan fungsi supervisi adalah untuk mengatur dan mengorganisir proses pemberian pelayanan keperawatan yang menyangkut pelaksanaan kebijakan pelayanan keperawatan tentang standar asuhan yang telah disepakati .FUNGSI 1.

. Memberikan perasaan aman pada staf dan pelaksanaan keperawatan 5.Membentuk suatu kerjasama yang demokratis antara supervisor dan staf dan pelaksana keperawatan. Bersifat edukatif. Harus objektif dan sanggup mengadakan “self evaluation”. Konstruktif dan kreatif dalam mengembangkan diri disesuaikan dengan kebutuhan.PRINSIP Prinsip-prinsip supervisi dalam keperawatan adalah : 1. 6. 8. fleksibel dan dapat mengembangkan kelebihan masing-masing. supporting dan informal 4. Didasarkan atas hubungan profesional dan bukan pribadi 2. 7. Kegiatan yang direncanakan secara matang 3. inovatif. Harus progresif.

Kegiatan yang berkesinambungan yang teratur atau berkala . Mencerminkan kegiatan asuhan keprawatan yang sesungguhnya 2.KARAKTERISTIK Dalam keperawatan. supervisi yang baik apabila memiliki karekteristik : 1. Mencerminkan pola organisasi/struktur organisasi keperawatan yang ada 3.

5.4. . Menunjukkan kepada kegiatan perbaikan dan peningkatan kualitas asuhan keperawatan. Dilaksanakan oleh atasan langsung (Kepala unit/Kepala Ruangan atau penanggung jawab yang ditunjuk).

CARA SUPERVISI Langsung Cara memberikan pengarahan yang efektif adalah : • • • • • • • • Pengarahan harus lengkap Mudah dipahami Menggunakan kata-kata yang tepat Berbicara dengan jelas dan lambat Berikan arahan yang logis Hindari memberikan banyak arahan pada satu saat Pastikan bahwa arahan dipahami Yakinkan bahwa arahan anda dilaksanakan atau perlu tindak lanjut .

Umpan balik dapat diberikan secara tertulis. . sehingga mungkin terjadi kesenjangan fakta.Tidak langsung Supervisi dilakukan melalui laporan baik tertulis maupun lisan. Supervisor tidak melihat langsung kejadian di lapangan.

KEGIATAN RUTIN SUPERVISOR Tugas-tugas rutin yang harus dilakukan oleh supervisor setiap harinya adalah sebagai berikut: 1. Sebelum pertukaran shift (15-30 menit) 2. Mengecek kecukupan fasilitas/peralatan/sarana untuk hari itu 3. Pada waktu mulai shift (15-30 menit) . Mengecek jadwal kerja 4.

Menganalisa keseimbangan personil dan pekerjaan 7.5. Mengecek personil yang ada 6. Mengidentifikasi kendala yang muncul 9. Mencari jalan supaya pekerjaan dapat diselesaikan. . Mengatur pekerjaan 8.

dapat mengarahkan. 12. mengoreksi atau memberikan latihan sesuai kebutuhannya. Sepanjang hari dinas (6-7 jam): 11. instruksi. Mengecek kemajuan pekerjaan dari personil sehingga dapat segera membantu apabila diperlukan . Mengecek pekerjaan setiap personil.10.

Mengecek pekerjaan rumah tangga Mengecek kembali pekerjaan personil dan kenyamanan kerja. terutama untuk personil baru. Berjaga-jaga di tempat apabila ada pertanyaan. Mengatur jam istirahat personil . permintaan bantuan atau halhal yang terkait.

Mencatat fasilitas/sarana yang rusak kemudian melaporkannya Mengecek adanya kejadian kecelakaan kerja Menyiapkan dan melaporkan secara rutin mengenai pekerjaan. . Mengecek kembali kecukupan alat/fasilitas/sarana sesuai kondisi opra. Mendeteksi dan mencatat problem yang muncul pada saat itu dan mencari cara memudahkannya.

Sekali dalam sehari (15-30 menit) Mengobservasi satu personil atau area kerja secara kontinu untuk 15 menit. kesulitan pekerjaan dan lain sebagainya. . Melihat dengan seksama hal-hal yang mungkin terjadi seperti : Keterlambatan pekerjaan. lamanya mengambil barang.

. kecukupan material dan peralatannya. Pikirkan pekerjaan yang telah dilakukan sepanjang hari dengan mengecek hasilnya.Sebelum pulang Membuat daftar masalah yang belum terselesaikan dan berusaha untuk memecahkan persoalan tersebut keesokan harinya.

.Lengkapi laporan harian sebelum pulang Membuat daftar pekerjaan untuk harinya. membawa pulang memperlajari di rumah sebelum pergi bekerja kembali.

THANKS .

SEMANGAT PAGI .Sekian. terima kasih.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->