P. 1
Orang Yang Beriman Disebut Dengan Mukmin Dan Orang Islam Disebut Dengan Muslim

Orang Yang Beriman Disebut Dengan Mukmin Dan Orang Islam Disebut Dengan Muslim

|Views: 15|Likes:
Published by Helmon Chan
Orang Yang Beriman Disebut Dengan Mukmin Dan Orang Islam Disebut Dengan Muslim
Orang Yang Beriman Disebut Dengan Mukmin Dan Orang Islam Disebut Dengan Muslim

More info:

Published by: Helmon Chan on Sep 18, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/09/2014

pdf

text

original

Orang yang beriman disebut dengan mukmin dan orang Islam disebut dengan muslim

Orang yang beriman disebut dengan mukmin dan orang Islam disebut dengan muslim. Seorang muslim belum tentu seorang mukmin, akan tetapi seorang mukmin pasti seorang muslim, hal ini karena belum tentu iman sudah masuk ke dalam hati. 1. Taqwa. Taqwa adalah menjaga diri dari segala perbuatan dosa dengan melaksanakan segala apa yang diperintah oleh Allah swt dan juga meninggalkan apa yang telah dilarang-Nya. “Hai manusia, sesungguhnya kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu di sisiAllah ialah orang yang paling bertaqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal” (QS AIHujurat[49]:13). “Hai orang-orang yang beriman, jika kamu bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan kepadamu furqan dan menghapuskan segala kesalahan-kesalahanmu dan mengampuni (dosa-dosa) mu. Dan Allah mempunyai karunia yang besar“. (QS Al Furqan [25]:29). “Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan Mengadakan baginyajalan keluar, dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangkasangkanya“. (QS At Thalaq [65]: 2-3). “dan barang siapa yang beriakwa kepada Allah, niscaya Allah akan menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya“. (QS At Thalaq [65]:4).

Adz-Zariyaat [51]: 15: ” Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa berada didalam tamantaman (surga) dan di mata air-mata air“.

2. Malu. rasa malu yang harus kita tanam sebagai orang yang beriman yaitu malu jika kita tidak melakukan perbuatan atau hal-hal yang telah dibenarkan oleh Allah swt dan Rasul-Nya. Bila malu tidak ada pada jiwa seseorang yang mengaku beriman, pada hakikatnya dia tidak beriman. Haya’ (rasa malu) terdapat dua macam yaitu: Malu naluri (haya’ nafsaniy), yaitu rasa malu yang dikaruniakan Allah kepada setiap diri manusia, seperti rasa malu kelihatan auratnya atau ma!u bersenggama di depan orang lain Malu imani (haya’imaniy), ialah rasa ma!u yang bisa mencegah seseorang dari melakukan perbuatan maksiat karena takut kepada Allah swt. Setiap muslim haruslah memiliki sifat malu kepada Allah yang sebenar-benarnya, malu yang ditunjukkan dimana saja, kapan saja, dan dalam situasi serta kondisi yang bagaimanapun juga.

3. Syukur. Syukur berarti “berterima kasih kepada Allah swt”. Dalam arti lain, syukur ialah memanfaatkan nikmat yang diberikan Allah swt kepada kita sesuai dengan kehendak yang memberikannya. “Sesunguhnya jika kamu bersyukur, pasti kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku) maka sesungguhnya azab-Ku sangatlah pedih” (QS Ibrahim [14]:7). Ada tiga macam cara kita bersyukur kepada Allah swt: 1. Bersyukur dengan hati, yakni mengakui dan menyadari bahwa nikmat yang diperolehnya berasal dari Allah swt. 2. Bersyukur dengan lisan, yaitu dengan mengucapkan “Alhamdulillah” yang berarti segala puji bagi Allah. 3. Bersyukur dengan perbuatan, seperti melakukan perbuatan yang baik, sesuai dengan tuntutan agama. Sabar sabar yaitu menahan diri dari bersikap, berbicara, dan bertingkah laku yang tidak dibenarkan oleh Allah swt.

“sabar terhadap sesuatu yang engkau benci merupakan kebajikan yang besar” (HR. AtTirmidzi). Tanda-tanda Lemah Iman 1. Terus menerus melakukan dosa dan tidak merasa bersalah 2. Berhati keras dan tidak berminat untuk membaca Al-Qur'an 3. Berlambat-lambat dalam melakukan kebaikan, seperti terlambat untuk melakukan shalat 4. Meninggalkan sunnah 5. Memiliki suasana hati yang goyah, seperti bosan dalam kebaikan dan sering gelisah 6. Tidak merasakan apapun ketika mendengarkan ayat Al-Qur'an dibacakan, seperti ketika Allah mengingatkan tentang hukumanNya dan janji-janjiNya tentang kabar baik. 7. Kesulitan dalam berdzikir dan mengingat Allah 8. Tidak merasa risau ketika keadaan berjalan bertentangan dengan syari'ah 9. Menginginkan jabatan dan kekayaan 10. Kikir dan bakhil, tidak mau membagi rezeki yang dikaruniakan oleh Allah 11. Memerintahkan orang lain untuk berbuat kebaikan, sementara dirinya sendiri tidak melakukannya. 12. Merasa senang ketika urusan orang lain tidak berjalan semestinya 13. Hanya memperhatikan yang halal dan yang haram, dan tidak menghindari yang makruh 14. Mengolok-olok orang yang berbuat kebaikan kecil, seperti membersihkan masjid 15. Tidak mau memperhatikan kondisi kaum muslimin 16. Tidak merasa bertanggung jawab untuk melakukan sesuatu demi kemajuan Islam 17. Tidak mampu menerima musibah yang menimpanya, seperti menangis dan meratapratap di kuburan 18. Suka membantah, hanya untuk berbantah-bantahan, tanpa memiliki bukti 19. Merasa asyik dan sangat tertarik dengan dunia, kehidupn duniawi, seperti merasa resah hanya ketika kehilangan sesuatu materi kebendaan 20. Merasa asyik (ujub) dan terobsesi pada diri sendiri

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->