P. 1
Serealia Dan Kacang-Kacangan

Serealia Dan Kacang-Kacangan

|Views: 3,209|Likes:
Published by berrystrawbery
Pengolahan bahan pangan setengah siap saji.
Pengolahan bahan pangan setengah siap saji.

More info:

Published by: berrystrawbery on Sep 18, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/09/2014

pdf

text

original

BAB II PEMBAHASAN

A. Serealia dan Kacang-Kacangan 1. Pengertian Serealia dan Kacang-kacangan

Serealia ditanam untuk

merupakan dipanen

sekelompok

tanaman sebagai

yang sumber

bijinya/bulirnya

karbohidrat/pati. Pengertian lain dari serealia adalah bahan makanan yang mengandung pati, namun berupa bulilr/biji. Sehingga, bahan makanan lain yang mengandung pati seperti singkong dan kentang tidak termasuk dalam serealia karena kedua jenis bahan makanan pokok tersebut tidak memiliki biji/bulir yang dapat dipanen. Serealia berasal dari famili rumput-rumputan (gramineae). Kacang adalah istilah non-botani yang biasa dipakai untuk menyebut biji sejumlah tumbuhan polongpolongan.Kacang biasanya mengandung protein dan/atau lemak yang cukup tinggi, sehingga banyak yang dihargai sebagai bahan pangan yang penting.Biji legum kering yang besar dan mengandung banyak tepung biasanya tidak disebut "kacang", melainkan "kara" atau "koro".

2. Jenis-jenis Serealia dan Kacang-kacangan

Beberapa bahan makanan yang tergolong serealia antara lain : Padi, gandum, sorgum, barley, dan jagung.
1

Beberapa bahan makanan yang tergolong Kacang-kacangan antara lain : Kacang kedelai, kacang hijau, kacang tanah, kacang merah, Almond, dan Hazelnut.

B. Pengertian Bahan Makanan

Bahan makanan adalah segala sesuatu yang berasal dari hayati dan air, yang diolah maupun yang tidak diolah yang diperuntukkan sebagai makanan atau minuman manusia termasuk bahan baku pangan dan bahan yang lain yang digunakan dalam proses penyiapan, pengolahan dan pemanfaatan makanan dan minuman.

C. Pengertian Bahan Setengah Jadi

Pengolahan bahan pangan adalah suatu kegiatan merubah bahan mentah menjadi bahan siap saji ataupun bahan setengah siap saji. Tidak semua makanan di konsumsi dalam bentuk segar. Sebagian besar makanan di konsumsi setelah terlebih dahulu diolah menjadi berbagai makanan siap saji/setengah siap saji dalam berbagai jenis. Bahan mentah hasil panen kalau dibiarkan begitu saja lama-kelamaan akan mengalami kerusakan akibat pengaruhpengaruh fisiologik, mekanik, fisik, kimiawi, parasitik atau mikrobiologik. Perubahan-perubahan tersebut ada yang menguntungkan, ada pula yang merugikan. Karena itu diperlukan suatu kegiatan pengolahan bahan pangan yang bisa memastikan agar bahan pangan tersebut tidak terbuang percuma dan bisa di konsumsi di kemudian hari. Bahan setengah jadi adalah suatu bahan yang mengalami proses pengolahan namun membutuhkan proses pengolahan
2

selanjutnya untuk bisa di konsumsi. Bahan setengah jadi dari serealia dan kacang-kacangan adalah serealia atau kacangkacangan yang sudah mengalami proses pengolahan namun membutuhkan proses selanjutnya supaya dapat dikonsumsi. Serealia dan kacang-kacangan juga membutuhkan proses selanjutnya supaya dapat bertahan lama dengan suatu cara atau teknik penyimpanan yang baik. Dengan teknik penyimpanan tersebut dapat menguntungkan para konsumen.

D. Tujuan Pengolahan Bahan Setengah Jadi

Tujuan Pengolahan bahan pangan adalah untuk meningkatkan kualitas dan memperpajang masa simpan bahan pangan. Pengolahan bahan pangan identik dengan proses pengawetan. Baik pengawetan secara kimia, fisik ataupun mikrobiologi. Dalam pengolahan bahan pangan, perubahan-perubahan yang terjadi pada bahan pangan yang bersifat menguntungkan dengan sengaja diadakan, digiatkan, dibantu, dipercepat dan diatur. Sedangkan perubahan-perubahan yang bersifat merugikan dihambat, dicegah, dihindarkan dan di hentikan. Segala sesuatu yeng menyangkut perlakuan yang terjadi dalam langkah mengolah bahan pangan dikenal dengan istilah Teknologi makanan.

E. Macam – Macam Produk Setengah Jadi dari Serealia dan Kacang – Kacangan

Produk atau bahan makanan setengah jadi dari serealia dan kacang – kacangan antara lain : 1. Serealia : Tepung Beras Bihun Tepung Terigu Mie Instan Tepung Maizena
3

dan gabah. 4 . Beras digiling dengan penggiling hammer mill sehingga menjadi tepung.  Pembuatan tepung beras: 1. sekam. Kacang-kacangan : Tempe Tahu Kembang Tahu Tepun Kedelai atau Bubuk Kedelai Tepung Hunkwe F. Tepung beras Tepung beras merupakan produk pengolah beras yang paling mudah pembuatannya. Dasar Pengolahan Bahan Pangan Serealia Dan KacangKacangan Menjadi Produk Setengah Jadi 1.2. Prosedur kerja : Ayak beras dari kotoran bersih cuci beras hingga rendam dengan larutan Na2SO3 1 ppm selama 6 jam tiriskan rendam dengan hammer mill hingga kadar air > 14% dikeringkan a) Beras diayak atau ditampi untuk menghilangkan kotoran seperti kerikil. Alat : beras : hammer mill 80 mesh 3. Bahan 2. Beras a.

b) Beras yang sudah bersih. kemudian digiling sampai halus dengan menggunakan penggiling hammer mill yang berpenyaring 80 mesh. Bihun dapat pula diproduksi daritepung komposit. 2) Setelah itu beras ditiriskan dan dikeringkan sehingga dihasilkan beras lembab. 2009)  Pembuatan Bihun 1. IR (26 36). tepung beras perlu dijemur atau dikeringkan sampai kadar air dibawah 14%. Semeru. Bahan: o Beras Beras pera dengan kadar amilosa tinggi paling cocok untuk bihun. kemudian direndam di dalam air yang mengandung natrium bisulfit. (Ali. 1) Beras dapat dicuci terlebih dahulu sampai bersih. Dalam pembuatan bihun. Beras lembab ini lebih mudah dihaluskan sehingga penggilingannya lebih cepat dan hemat energi. beras yang digunakan sebagai bahan baku sebaiknya beras giling yang baru dipanen agar bihun tidak mudah tengik. Asahan.Bihun umumnya diproduksi dari beras berkadar amilosa tinggi ataumempunyai tekstur masak yang keras. 3) Setelah digiling. beras Birma. beras Siram dan beras Hongkong. b. 42). Beras yang rendah kadar amilosanya akan menghasilkan bihun yang lembek. Beras pera misalnya beras PB (5. o Air 5 . 1 ppm (1 g natrium bisulfit di dalam 1 m 3 air ) selama 6 jam. Selanjutnya beras lembab ini digiling sampai halus. Bihun Bihun merupakan suatu bahan makanan yang dibuat dari tepung beras denganatau tanpa bahan tambahan dan berbentuk benang-benang. 36.

o Penyaring. Alat: o Penggiling : Alat ini digunakan untuk menggiling beras menjadi tepeng basah. o Pengering : Alat ini digunakan untuk mengeringkan bihun basah. kemudian membentuknya menjadi pelet seperti silinder dengan panjang 5 cm dan diameter 0. 2. o Sodium Bisulfit Sodium bisulfit digunakan dalam pembuatan bisulfit untuk meminimalkan jumlah mikroba dan menjaga agar warna tetap putih. Prosedur Kerja: a) Beras diayak untuk membuang kotoran-kotoran seperti kerikil. Setelah itu beras disosoh sampai putih mengkilat.05 cm. Pengayak dapat berupa nyiru atau mesin pengayak. o Wadah perendam : Alat ini digunakan untuk merendam beras menjadi lunak. o Screw Extruder : Alat ini digunakan untuk menggiling cake menjadi rata.Air bersih digunakan untuk mencuci dan merendam butir-butir keras sehingga menjadi bersih dan lunak dan mudah digiling. sekam dan gabah. o Pengukus : Alat ini digunakan untuk mengukus pelet menjadi masak. o Penyosok : Alat ini digunakan untuk menyosok beras sehingga menjadi lebih putih dan mengkilat. 3. dan gabah. o Pengayak : Alat ini digunakan untuk mengayak beras sehingga beras bebas dari kotoran seperti kerikil. o Filter Press : Alat ini digunakan untuk memeras bubur beras sehingga menghasilkan padatan basah seperti cake. : Alat ini digunakan untuk menyaring tepung sehingga diperoleh tepung dengan kehalusan 100 mesh. 6 .

bihun disimpan dalam ruang penyimpanan dengan penerangan yang redup untuk mencegah kenaikan suku ruang penyimpanan. Pengukusan berlangsung pada suhu diatas 100o C selama 45 menit. Hasil pengepresan berupa cake yang masih basah dan mengandung air sekitar 40%. Hasil pengepresan ini dilakukan selama 24 jam. Setelah perendaman.b) Beras dimasukkan ke tangki pencuci. e) Cake digiling menjadi lebih halus dengan menggunakan screw extruder. beras ditiriskan. bihun basah dijemur sampai kering atau dikeringkan dengan alat pengering. Setelah dikemas. Selama perendaman air diganti berulang-ulang. Selanjutnya rak dimasukkan ke ruang pengukusan. Tempat pengeluaran pada extruder berupa lobang-lobang kecil sehingga bahan keluar dari extruder berupa benang yang disebut bihun basah.5 kuintal yang dipasang pada sebuah bilik kayu. Bihun yang kering bersifat rapuh sehingga mudah dipatahkan. Pengepresan tradisional menggunakan beton dengan bobot 1 – 2. 7 . d) Bubur beras diperas dengan alat filter press untuk mengeluarkan air bubur. i) Setelah pengukusan. Pengepresan ini dilakukan selama 24 jam.5 cm. Jumlah air adalah 4 liter untuk 1 kg beras. bihun siap kemas dengan plastik HDPE berkapasitas 5 kg dan 10 kg. j) Setelah kering dengan kadar air sekitar 12%. Ukuran pelet ini tergantung kepada disain tempat pengeluaran bahan extruder. Hasil penggilingan cake ini adalah pelet dengan panjang 5 cm dan diameter 0. Setelah itu beras direndam dengan air yang telah diberi sodium bisulfit 1 ppm (1 gram sodium bisulfit untuk 1 m ³ air). f) Pelet dikukus dengan menggunakan uap pada suhu 100o C selama 1 jam sehingga diperoleh pelet matang. Hasil penggilingan adalah bubur beras encer. Pencucian dilakukan berulang-ulang sampai air pencuci jernih. c) Beras digiling dengan mesin penggiling sambil ditambah air. kemudian disusun diatas rak-rak dalam keadaan tergantung. Hasil pemerasan berupa padatan basah yang dinamakan cake. g) Pelet matang digiling kembali dengan menggunakan screw extruder. Lama perendaman adalah 4 jam. h) Bihun basah dipotong.

kulit gandum. Kontaminan kecil memerlukan perlakuan khusus untuk memisahkannya dari gandum. Penggunaan ayakan kasar dan magnet dapat memisahkan benda-benda asing dan substansi logam yang terdapat pada gandum. gandum dibersihkan dari kotoran-kotoran seperti debu. Proses dampening tergantung pada kandungan air dari gandum. endosperma dihancurkan menjadi partikel-partikel dalam ukuran yang seragam dalam bentuk bubuk seukuran tepung. Kontaminan-kontaminan tersebut harus dipisahkan dari gandum sebelum proses penggilingan. Tahap penggilingan 8 . Diawali dengan proses breaking. Pada tahap cleaning. 2) Tahap penggilingan (milling) Tahap selanjutnya adalah tahap penggilingan (milling) yang meliputi proses breaking. batang gandum. kerikil. reduction. batu-batuan. Gandum a. dampening (pelembapan). Beberapa tahap proses pengolahan tersebut adalah : 1) Tahap persiapan Tahap persiapan meliputi proses cleaning (pembersihan). Tepung terigu Tepung terigu merupakan salah satu tepung yang banyak digunakan dalam pangan untuk membuat aneka produk.Gandum yang telah dibersihkan mengalami proses selanjutnya yaitu proses dampening dan conditioning. Tahap ini bertujuan untuk membuat kulit gandum menjadi liat sehingga tidak hancur pada saat digiling dan dapat mencapai kadar air tepung terigu yang diinginkan serta memudahkan endosperma terlepas dari kulit dan melunakkan endosperma. dan tailing. biji-biji lain selain gandum (seperti biji jagung. dan lain-lain. Prinsip proses penggilingan adalah memisahkan endosperma dari lapisan sel aleuron atau lapisan kulit.2. dan kekerasan biji gandum. Setelah melalui proses dampening selanjutnya gandum mengalami conditioning dengan menambahkan air pada gandum dan didiamkan selama waktu tertentu agar air benar-benar meresap. sizing. kedelai). logam. Tepung terigu diperoleh dari hasil penggilingan biji gandum yang mengalami beberapa tahap pengolahan. kepadatan. dan conditioning (pengondisian). Proses dampening adalah proses penambahan air agar campuran gandum memiliki kadar air yang diinginkan.

selanjutnya adalah proses reduction. Tujuan dari tahap penggilingan ini untuk memperoleh hasil ekstraksi yang tinggi dengan kualitas tepung yang baik. pellet. o Tepung Tapioka Tepung tapioka adalah granula pati yang banyak tedapat didalam sel umbi ketela pohon. pollard. dan tepung industri. Proses tepung yang baik umumnya menghasilkan 74-84% tepung terigu sedangkan bran dan pollard kira-kira 20-26%. Penggunaan tepung jenis ini disukai oleh pengolah makanan karena tidak mudah menggumpal. untuk selanjutnya diayak untuk dipisahkan dari bran dan pollard. Mie Instan Mie Instan adalah mie yang telah mengalami proses gelatinisasi. daan suhu gelatinisasinya rendah. Bahan : o Tepung Terigu Sampai saat ini tidak ada bahan lain yang biasa digunakan untuk menggantikan gandum sebagai bahan dasar pembuatan terigu. Selama proses penggilingan dihasilkan produkproduk samping seperti dedak. tidak mudah pecah atau rusak. memiliki daya perekat yang tinggi sehingga pemakaianya dapat dihemat.mempunyai sifat elastis seperti karet dan kerangka pembuatan mie. Tepung terigu bisa juga dikirim secara curah (bulk loading) langsung ke industri makanan berbasis terigu.  Pembuatan Mie Instan 1. b. Tahap-tahap tersebut yaitu pengukusan. karena gandum adalah satusatunya jenis biji-bijian yang mengandung gluten. yaitu endosperma yang sudah dihancurkan diperkecil lagi menjadi tepung terigu. Mie instan biasanya mengacu pada produk-produk yang dikukus dan digoreng dalam minyak Mie ini dibuat dengan penambahan beberapa proses setelah menjadi mie segar. yaitu protein yang tidak larut dalam air. o Minyak Goreng 9 . Tepung terigu yang telah siap kemudian dikemas dan disimpan di gudang. Kadar air mie instan umunya mencapai 5-8% sehingga memiliki daya simpan yang relatif lama. sehingga untuk menghidangkannya cukup dengan di rebus dengan air mendidih. pembentukan dan pengeringan.

pewarna tartazine CI 19140. Untuk itu ditambahkan pewarna tambahan pada produk-produk makanan tersebut. o Air Alkali Air yang digunakan dalam pembuatan mie instan adalah air alkali dimana fungsi dari air alkali itu sendiri adalah untuk mempercepat terjadinya gelatinisasi. enak dan bertekstur sangat baik. pengemulsi.membantu reaksi gluten dan karbohidrat dalam mengikat air. Umumnya air yang ditambahkan dalam pembuatan mie antara 30-35%. akan tetap kurang peminatnya jika memiliki penampakkan yang kurang menarik atau memiliki warna yang kurang enak dipandang serta untuk menghindari kesan yang menyimpang dari warna yang seharusnya dari makanan tersebut. o Air Penambahan air dalam adonan berfungsi untuk membentuk konsistensi adonan yang diinginkan. Gum yang sebagian besar terdapat pada bahan alami dibutuhkan sebagai bahan tambahan yang berfungsi sebagai pengental. poliphosfot. dan pembentuk lapisan tipis selain itu juga berfungsi sebagi pembentuk suspensi. Disamping itu penambahan minyak goreng yang memiliki kandungan lemak juga berfungsi untuk menambah kolestrol serta memperbaiki takstur dan cita rasa dari bahan pangan. o Garam Dapur Penambahan garam dapur(NaCl) disamping memberikan rasa pada mie juga untuk memperkuat tekstur. potassium karbonat dan sodium karbonat. Komposisi dari air alkali yaitu terdiri dari garam. pembentuk gel. Garam dapur juga dapat menghambat aktifitas enzim protease dan amilase sehingga mie tidak bersifat lengket dan mengembang secara berlebihan (Astawan 2003). o Pewarna Suatu bahan yang bernilai gizi tinggi. pemantap emulsi. 10 . o Pemantap Emulsi dan Pengental Secara umum bahan-bahan pengental dan pembentuk gel yang larut dalam air disebut gum.Minyak goreng pada proses pembuataan mie digunakan sebagai media penghantar panas.

4) Pengukusan Setelah pembentukan mie dilakukan proses pengukusan. Pasta yang dipress sebaiknya tidak bersuhu rendah yaitu kurang dari 25 o C. sehingga rantai ikatan kompleks pati dan gluten lebih rapat. Suhu minyak yang tinggi menyebabkan air menguap dengan cepat dan menghasilkan pori-pori halus pada permukaan mie. 5) Penggorengan Pada proses selanjutnya. Tebal akhir pasta sekitar 1. dan suhu adonan (24-40 oC).2 – 2 mm. waktu pengadukan (15-25 menit). lembar adonan yang tipis dipotong memenjang selebar 1 – 2 mm dengan rool pemotong mie. Cara Pembuatan Mie 1) Mixing Tahap pencampuran bertujuan agar hidrasi tepung dengan air berlangsung secara merata dan menarik serat-serat gluten. mie digoreng dengan minyak pada suhu 140 – 150 oC selama 60 sampai 120 detik. Tujuannya agar terjadi dehidrasi lebih sempurna sehingga kadar airnya menjadi 3 – 5 %.2. Hal ini disebabkan oleh putusnya ikatan hidrogen. Pada proses ini terjadi gelatinisasi pati dan koagulasi gluten sehingga dengan terjadinya dehidrasi air dari gluten akan menyebabkan timbulnya kekenyalan mie. 2) Pelempengan/pemipihan Proses roll press (pembentukan lembaran) bertujuan untuk menghaluskan serat-serat gluten dan membuat lembaran adonan. dan selanjutnya dipotong melintang pada panjang tertentu. tetapi setelah dikukus menjadi keras dan kuat. Untuk mendapatkan adonan yang baik harus diperhatikan jumlah penambahan air (28 – 38 %). Pada waktu sebelum dikukus. ikatan bersifat lunak dan fleksibel. 3) Pencetakkan Di akhir proses pembentukan lembaran. Mutu lembaran pasta yang demikian akan menghasilkan mie yang mudah patah. sehingga waktu rehidrasi 11 . karena pada suhu tersebut menyebabkan lembaran pasta pecah-pecah dan kasar. sehingga dalam keadaan kering menghasilkan berat standar.

karena jika uap air berkondensasi akan menyebabkan tumbuhnya jamur. Pengeringan dapat juga dilakukan o menggunakan oven bersuhu 60 C sebagai pengganti proses penggorengan. makanan bayi dan digunakan dalam industri farmasi. kerikil. fisis. Teknik tersebut biasa dipakai dalam pembuatan mie instan. mie ditiriskan dengan cepat hingga suhu 40 oC dengan kipas angin yang kuat pada ban berjalan. serta beracun. 3. khemis maupun biologis juga mudah pada proses pengemasanya dan menyebabkan perubahan warna.Larutan H2SO3 0. 2) Perendaman dan pengupasan 12 . Proses tersebut bertujuan agar minyak memadat dan menempel pada mie.  Pembuatan tepung Maizena 1) Bahan: . pasir atau potongan tongkol. Pembersihan dapat dilakukan dengan penyedotan atau penyaringan. 7) Pengemasan Persyaratan dari bahan pengemasan antara lain harus mampu menghindari kerusakan mikrobiologis. Tepung Maizena Maizena dapat diperoleh dengan cara ekstraksi basah biji jagung. cita rasa maupun perubahan lainya terhadap produk.dipersingkat. 6) Pendinginan Setelah digoreng. Pendinginan harus dilakukan sempurna. Jagung a. mekanis.15% .Larutan NaOH 0.Jagung . Maizena dapat digunankan sebagai bahan pembuat roti.1% 2) Cara pembuatan : 1) Pembersihan Jagung dibersihkan dari debu. biskuit. Selain itu juga membuat tekstur mie menjadi keras. kue kering.

Butir jagung kasar kemudian dikeringkan untuk membuat maizena. sehingga memudahkan pemisahan kulit dan lembaga tanpa banyak kehilangan pati. Selama perendaman dilakukan pengadukan beberapa kali.1% untuk menghilangkan protein. air dalam tangki diberi sedikit SO2 0. Tepung jagung direndam dalam larutan NaOH 0. Penggunaan SO2 bertujuan untuk membantu pelepasan pati dari endosperm dengan melonggarkan ikatan matriks protein. Perendaman dilakukan pada tangki/bak berlapis porselin. atau stainless steel. Selain itu perendaman dapat mereduksi kegiatan bakteri yang akan memasuki proses penggilingan dan dapat menghilangkan bagian yang larut pada biji. Bagian yang berat akan mengendap dan oleh screw conveyor didorong keluar melalui lubang bawah. yaitu cara kering dan basah. Suhu perendaman antara 45-50oC untuk menghindarkan terbentuknya alkohol karena proses fermentasi oleh khamir. Cara kering dilakukan dengan cara jagung pipilan yang telah dikeringkan digiling hingga menjadi tepung. Pedal yang berputar. jagung menjadi lunak dan selanjutnya kulitnya dapat dikupas dengan mudah.5% .Perendaman bertujuan untuk melunakkan biji jagung. berfungsi menumpahkan kearah luar dari lembaga dan beberapa serat kulit yang mengapung. 4) Ekstraksi pati Ekstraksi pati dapat dilakukan dengan dua cara. Setelah perendaman tersebut. Alat tersebut bekerja dengan screw conveyor dan pedal yang berputar pada bagian atas tangki. Campuran dibiarkan pada suhu ruang sampai patinya mengendap (±3 jam) dan cairannya merupakan larutan protein dalam NaOH. Lamanya perendaman sekitar 30-40 jam. 3) Pemisahan lembaga Pemisahan lembaga menggunakan alat pemisah lembaga dari butir jagung (germ separator).1-0. Cairan selanjutnya 13 . sedangkan lembaganya dibuat minyak jagung. Pada proses perendaman.

Pati didalam air saringan dibiarkan mengendap seperti pada pembuatan tapioka. selanjutnya dikeringkan hingga kadar air sekitar 14%. berupa bongkahan atau gumpalan pati basah. Alat penggilingan dilengkapi dengan alat pengayakan yang berukuran 80-100 mesh. kemudian pati yang masih kasar digiling lagi begitu seterusnya hingga diperoleh maizena halus. 14 . 7) Pengemasan dan penyimpanan Tepung maizena yang telah benar-benar kering harus segera dikemas dan ditutup rapat sebelum sempat menyerap air dari udara. Sebelum masuk proses pengayakan. jagung yang sudah dipisahkan dari kulit dan lembaganya langsung digiling sehingga dihasilkan bubur jagung. Alat penggiling dan alat pengayak digerakkan oleh mesin diesel sehingga pati halus akan terpisah dari yang masih kasar. 6) Penggilingan dan pengayakan Penggilingan dan pengayakan bertujuan untuk menghaluskan bongkahan pati jagung kasar menjadi pati halus. Cara basah.dipisahkan dari butir-butir pati dan pati dicuci dengan air untuk menghilangkan sisa NaOH dimana protein yang masih melekat. Cairan selanjutnya dipisahkan dari butir-butir pati dan pati dicuci dengan air dari sisasisa NaOH dan protein. Plastic Sealer merupakan salah satu alat yang dapat digunakan untuk menutup rapat kantong plastik pengemas tepung maizena. atau langsung direndam di dalam larutan NaOH 0.1 % sambil diaduk-aduk dan dibiarkan mengendap. Penggilingan pati dilakukan 2 s/d 4 kali. jagung yang telah digiling halus perlu diturunkan suhunya agar memudahkan dalam pengayakan. 5) Pengeringan Hasil ekstraksi berupa endapan pati yang keras. Endapan tersebut lalu diambil. Bubur jagung disaring dengan saringan mesh 80 untuk memisahkan butir-butir pati dari bagian yang masih terlalu kasar.

Kacang Kedelai a. Tempe Beberapa hal yang perlu diperhatikan pada proses pengolahan tempe agar diperoleh hasil yang baik ialah: Kedelai harus dipilih yang baik (tidak busuk) dan tidak kotor. Air harus jernih. tidak berbau dan tidak mengandung kuman penyakit.4.  Pembuatan Tempe 1) Bahan o Kedelai o Ragi tempe o Air 2) Alat o Tampah besar o Ember o Keranjang o Rak bambu o Cetakan o Pengaduk kayu o Dandang o Karung goni 15 . Bibit tempe (ragi tempe) harus dipilih yang masih aktif (bila diremas membentuk butiran halus atau tidak menggumpal). Cara pengerjaannya harus bersih.

agar udara dapat diatur dengan membuka atau menutup jendela tersebut. dapat menggunakan mesin pengupas kedelai. kukus dalam dandang selama 1 jam. dicampur sebanyak 20 gram. Di waktu musim hujan ruangan ini perlu diberi lampu agar suhu ruangan tidak terlalu dingin. d) Setelah dingin. Catatan: Ruangan untuk membuat tempe harus bersih dan tidak harus terbuat dari tembok. c) Setelah dikupas dan dicuci bersih. Bila ada. h) Keluarkan tempe dari cetakannya. Daun atau plastik dilubangi agar jamur tempe mendapat udara dan dapat tumbuh dengan baik. g) Ambil cetakan-cetakan tersebut dan letakkan diatas rak. Tempe mudah busuk setelah disimpan 2 ½ hari dalam keadaan terbungkus. Setelah 1 malam jamur mulai tumbuh dan keluar panas. Ruangan untuk pemeraman diberi jendela. Kemudian angkaat dan dinginkan dalam tampah besar. oleh karena itu perlu diawetkan secara kering dengan cara sebagai berikut : 16 - . dengan ragi tempe e) Masukkan campuran tersebut dalam cetakan yang dialasi plastik atau dibungkus dengan daun pisang.o Tungku atau kompor o Daun pisang atau plastik 3) Cara pembuatan a) Bersihkan kedelai kemudian rendam satu malam supaya kulitnya mudah lepas. f) Tumpuk cetakan dan tutup dengan karung goni supaya menjadi hangat. berjajar satu lapis dan biarkan selama 1 malam. b) Kupas kulit arinya dengan cara diinjak-injak.

Langkah pertama adalah memasukan kedelai ke dalam karung plastik kemudian diikat dan direndam selama kurang lebih 3 jam (untuk 1 karung berisi 15 kg biji kedelai). keringkan dalam oven pada suhu 75 0 C selama 55 menit. 2. kedelai direndam dalam sebuah bak perendam. Cara Pembuatan : a) Perendaman Pada tahapan perendaman ini. b. Tahu  Pembuatan Tahu 1. Zat antigizi yang ada dalam kedelai ini dapat mengurangi daya cerna protein pada produk tahu sehingga perlu diturunkan kadarnya. Selain itu. b) Pencucian kedelai Proses pencucian merupakan proses lanjutan setelah perendaman. Sebelum dilakukan proses 17 . intinya kedelai harus terendam semua. Jumlah air yang dibutuhkan tergantung dari jumlah kedelai.Iris tempe dengan ketebalan ± ½ mm. Tujuan dari tahapan perendaman ini adalah untuk mempermudah proses penggilingan sehingga dihasilkan bubur kedelai yang kental. Dengan cara pengawetan seperti ini produk tempe awetan yang dihasilkan tahan disimpan selama 3 sampai 5 minggu. Bahan : Kedelai Air Asam Cuka : berfungsi untuk mengedapkan atau memisahkan air dengan konsentrat tahu. perendaman juga dapat membantu mengurangi jumlah zat antigizi (Antitripsin) yang ada pada kedelai.

c) Penggilingan Proses penggilingan dilakukan dengan menggunakan mesin penggiling biji kedelai dengan tenaga penggerak dari motor lisrik. kedelai yang di dalam karung dikeluarkan dari bak pencucian. dibuka. Titik akhir perebusan ditandai dengan timbulnya gelembung-gelembung panas dan mengentalnya larutan/bubur kedelai. d) Perebusan/Pemasakan Proses perebusan ini dilakukan di sebuah bak berbentuk bundar yang dibuat dari semen yang di bagian bawahnya terdapat pemanas uap. kedelai ditiriskan dalam saringan bambu berukuran besar. Pada proses penyaringan ini bubur kedelai yang telah mendidih dan sedikit mengental. Setelah selesai proses pencucian. e) Penyaringan Setelah bubur kedelai direbus dan mengental. Tujuan penggilingan yaitu untuk memperoleh bubur kedelai yang kemudian dimasak sampai mendidih. dilakukan proses penyaringan dengan menggunakan kain saring. Tujuan dari tahapan pencucian ini adalah membersihkan biji-biji kedelai dari kotoran-kotoran supaya tidak mengganggu proses penggilingan dan agar kotorankotoran tidak tercampur ke dalam adonan tahu. Tujuan dari proses penyaringan ini adalah memisahkan antara ampas atau limbah padat dari bubur kedelai dengan filtrat yang diinginkan. Saat proses penggilingan sebaiknya dialiri air untuk didapatkan kekentalan bubur yang diinginkan. Tujuan perebusan adalah untuk mendenaturasi protein dari kedelai sehingga protein mudah terkoagulasi saat penambahan asam. 18 . dan dimasukan ke dalam ember-ember plastik untuk kemudian dicuci dengan air mengalir.pencucian.5 kg kedelai. Uap panas berasal dari ketel uap yang ada di bagian belakang lokasi proses pembuatan tahu yang dialirkan melalui pipa besi. Kapasitas bak perebusan adalah sekitar 7.

Endapan tersebut yang merupakan bahan utama yang akan dicetak menjadi tahu. Ampas tersebut dimanfaatkan untuk makanan ternak ataupun dijual untuk bahan dasar pembuatan tempe gembus/bongkrek. Ampas hasil penyaringan disebut ampas yang kering. Lapisan atas (whey) yang berupa limbah cair merupakan bahan dasar yang akan diolah menjadi Nata De Soya. Saat penyaringan secara terus-menerus dilakukan penambahan air dengan cara menuangkan pada bagian tepi saringan agar tidak ada padatan yang tersisa di saringan. Penuangan air diakhiri ketika filtrat yang dihasilkan sudah mencukupi. Filtrat yang didapat kemudian ditambahkan asam cuka dalam jumlah tertentu. Setelah ditambahkan asam cuka terbentuk dua lapisan yaitu lapisan atas (whey) dan lapisan bawah (filtrat/endapan tahu). Setelah seluruh bubur yang ada di bak pemanas habis lalu dimulai proses penyaringan. Fungsi penambahan asam cuka adalah mengendapkan dan menggumpalkan protein tahu sehingga terjadi pemisahan antara whey dengan gumpalan tahu. f) Pengendapan dan Penambahan Asam Cuka Dari proses penyaringan diperoleh filtrat putih seperti susu yang kemudian akan diproses lebih lanjut. Cetakan yang digunakan adalah terbuat dari kayu berukuran 70x70cm yang diberi lubang berukuran kecil di 19 .selanjutnya dialirkan melalui kran yang ada di bagian bawah bak pemanas. ampas tersebut dipindahkan ke dalam karung. Kemudian saringan yang berisi ampas diperas sampai benarbenar kering. g) Pencetakan dan Pengepresan Proses pencetakan dan pengepresan merupakan tahap akhir pembuatan tahu. Endapan tersebut terjadi karena adanya koagulasi protein yang disebabkan adanya reaksi antara protein dan asam yang ditambahkan. Bubur tersebut dialirkan melewati kain saring yang ada diatas bak penampung.

tahu siap dikeluarkan dari cetakan apabila tahu tersebut sudah cukup keras dan tidak hancur bila digoyang.90 decel sehingga membentuk suatu lapisan tipis (film) secara berlahan-lahan pada permukaan susu kedelai. Pemotongan dilakukan di dalam air dan dilakukan secara cepat agar tahu tidak hancur. Setelah itu tahu dipindahkan ke dalam bak yang berisi air agar tahu tidak hancur. umumnya pembuatan kembang tahu masih dilakukan dengan cara tradisional. Waktu untuk proses pengepresan ini tidak ditentukan secara tepat. Lubang tersebut bertujuan untuk memudahkan air keluar saat proses pengepresan. Kembang Tahu Kembang tahu atau dikenal dengan nama yuba dibuat dari susu kedelai yang dipanaskan pada suhu 80 . Sebelum siap dipasarkan tahu terlebih dahulu dipotong sesuai ukuran. c. Di Indonesia. Setelah itu. HongKong dan taiwan adalah 2 negara yang 20 . Sebelum proses pencetakan yang harus dilakukan adalah memasang kain saring tipis di permukaan cetakan. Kembang tahu bisa dibuat dengan menggunakan cara tradisional dan cara modern. Setelah itu. h) Pemotongan tahu Setelah proses pencetakan selesai.sekelilingnya. endapan yang telah dihasilkan pada tahap sebelumnya dipindahkan dengan menggunakan alat semacam wajan secara pelanpelan. bagian atas cetakan diberi beban untuk membantu mempercepat proses pengepresan tahu. tahu yang sudah jadi dikeluarkan dari cetakan dengan cara membalik cetakan dan kemudian membuka kain saring yang melapisi tahu. Selanjutnya kain saring ditutup rapat dan kemudian diletakkan kayu yang berukuran hampir sama dengan cetakan di bagian atasnya.

21 .memproduksi kembang tahu secara besar-besaran dengan pabrik yang menggunakan mesin-mesin modern.6.0.5 . protein 2.90 decel samapi terbentuk lapisan tipis di permukaannya. e) Pengangkatan Angkat lapisan tipis tersebut dengan hati-hati kemudian tiriskan sebentar lalu keringkan f) Ulangi langkah pada nomer d) dan e) sampai sekitar 8x hingga tidak terbentuk lapisan tipis pada permukaan susu kedelai. Kacang kedelai harus menyerap air sebanyak 100% dari berat kedelai itu sendiri sehingga akan menghasilkan rendemen susu kedelai yang maksimum dan mudah menghilangkan kulit serta senyawa penyebab bau langu b) Penggilingan dan penambahan air. Karena pH susu kedelai secara normal adalah 6. Tempatkan susu kedelai kedalam wadah yang permukaannya luas dan dangkal d) Pemanasan Panaskan susu kedelai pada suhu 80 . Syarat susu kedelai yang baik untuk pembuatan kembang tahu ialah kandungan total padatan terlarut 5. Penggilingan kacang kedelai sebaiknya dilakukan dengan menggunakan air mendidih agar menghasilkan susu kedelai yang bebas bau langu dan menghasilkan rendemen susu kedelai yang tinggi.6%.8%.7 maka saat membuat susu kedelai pH nya harus dinaikkan terlebih dahulu sebelum dibuat kembang tahu.8.4 2. dan pH 7. Peningkatan pH dapat dilakukan dengan penambahan larutan NaOH setetes demi setetes.  Pembuatan Kembang Tahu a) Perendaman Rendam kacang kedelai selama semalaman.0 .2 . Perbandingan air dan kedelai mencapai 8:1 c) Penyaringan Penyaringan ini bertujuan untuk mendapatkan susu kedelai.5.

 Pembuatan Tepung Kedelai atau Bubuk Kedelai 1) Bahan : Kedelai 2) Alat : • • • • • • • Alat penumbuk Tampah (nyiru) Ember plastik Ayakan halus Kompor Alat penggorengan (wajan tanah) Stoples 3) Cara Pembuatan Ada dua macam cara pembuatan yaitu : A. Penggorengan Sangrai Langsung (tanpa minyak) 1. karena mempunyai nilai gizi yang sangat tinggi. Tepung Kedelai atau Bubuk Kedelai Bubuk kedelai digunakan sebagai minuman segar. maka bubuk kedelai dapat digunakan untuk mengganti susu (milk). kemudian dihalus sampai menjadi bubuk. Kadar protein bubuk kedelai lebih tinggi daripada whole milk maupun skimmed milk. Dibuat dengan cara menggoreng kedelai tanpa minyak (sangrai). Bersihkan kedelai. Panaskan wajan tanah selama 15 menit untuk mendapatkan panas yang merata. Apabila ditinjau dari kadar protein saja. 2. Kemudian goreng kedelai tersebut di atas wajan tanah sambil diaduk terus-menerus. Lakukan selama 15 menit (sampai pecah kulitnya).d. 22 .

4. Setelah kering goreng di atas wajan tanah yang telah dipanaskan dulu selama 15 menit. Angkat dan dinginkan selama 5~10 menit lalu tampi untuk menghilangkan abu dan kulit yang telah terpisah dari biji. lalu ayak. Bersihkan kedelai. 3. Selanjutnya tumbuk sampai halus dalam lesung kayu dan ayak. dan warna. 8. 5. rendam selama 4 jam sampai kulitnya pecah sehingga getah yang terdapat antara kulit dan bijinya keluar. Kemudian tampi untuk memisahkan kulit yang masih ada.3. 6. lalu tampi lagi sampai tidak ada kulitnya. 7. Kemudian tumbuk sampai halus. Angkat dan pindahkan ke dalam tampah untuk didinginkan dalam keadaan terbuka selama 15 menit. 5. Catatan : Bubuk kedelai harus disimpan dalam tempat yang tertutup rapat karena mudah menyerap air dari udara bebas. Jemur di bawah sinar matahari selama 1 hari sampai kering betul di atas tampah. 2. 6. Tumbuk kasar untuk memisahkan kulit dan biji. setelah itu tiriskan selama 15 menit. rasa. Simpan bubuk kedelai dalam stoples atau kaleng yang dapat ditutup rapat. Pisahkan lembaga-lembaga yang hangus. Penggorengan Sangrai dengan Perendaman 1. karena akan mempengaruhi warna dan rasa bubuk kedelai yang dihasilkan. kemudian cuci kedelai yang telah terkupas dengan air. Simpan bubuk kedelai dalam stoples. dan juga untuk mencegah tumbuhnya jamur (kapang) yang dapat merubah bau. B. Remas-remas dengan tangan untuk memisahkan kulitnya. 23 . 4.

Kacang Hijau a. Hasil dari gilingan lalu disaring dengan saringan halus yang berputar sambil disemprot dengan air sehingga ampas dari biji kacang hijau terpisah dengan sarinya dan sari kacang hijau diambil untuk diproses lebih lanjut. Tepung hunkwe  Pembuatan Tepung Hunkwe: a) Pilihlah kacang hijau yang baik sebagai bahan baku. maka endapan tersebut dicuci kembali dengan air bersih kemudian disaring dengan menggunakan kain yang berpori-pori sangat rapat kemudian direndam kembali sampai keesokan hari. b) Biji kacang hijau yang halus tersebut kemudian direndam ke dalam air. biji kacang hijau tersebut diangkat dari air lalu dicuci dengan air bersih dan dibuang kulitnya. cairan tersebut dibuang dan endapannya dicuci dengan air bersih. Setelah mendapat bahan baku. biji kacang hijau dimasukkan ke dalam mesin pemecah. e) Setelah kurang lebih dua jam.2. c) Kacang yang sudah bersih kemudian digiling dengan alat penggilingan yang berbatu amaril. Hasil pecahan biji kacang hijau tersebut kemudian disaring untuk dipisahkan antara biji yang halus dengan yang kasar. Kemudian endapan tersebut disaring dengan kain yang berpori-pori besar lalu direndam kembali selama kurang lebih dua jam. d) Sari kacang hijau yang diambil kemudian direndam di dalam bak selama kurang lebih dua jam. Pada keesokan paginya. Endapan yang telah dicuci lalu disaring dengan kain yang berpori-pori setengah rapat lalu direndam kembali selama kurang lebih dua jam. Jika endapan yang telah disaring dengan kain yang berpori-pori setengah rapat telah direndam selama kurang lebih dua jam. 24 . Setelah endapan kacang hijau dengan cairan terpisah. endapan tersebut dicuci kembali dengan air bersih dan cairan yang di atasnya dibuang.

Selama penyimpanan proses perubahan biokimia dan serangan agen-agen perusak dapat menyebabkan susut dan menghasilkan metabolit yang berbahaya bagi kesehatan. Apabila cuaca mendung. Kadar air yang aman dari gangguan kerusakan mikroorganisme sebesar 11-12% dengan aw sebesar 25 . endapan dicuci dengan air bersih. Setelah dicuci. Oleh karena itu. endapan tersebut siap dijemur. Penyimpanan Serealia dan Kacang-kancangan Penyimpanan hasil pertanian merupakan bagian yang penting dalam penanganan pasca panen.f) Keesokan harinya. beberapa jenis hasil pertanian sangat rentan terhadap kerusakan selama penyimpanan. Faktor-faktor yang mempengaruhi penyimpanan pada Serealia dan Kacang-kancangan Karakteristik Serealia dan Kacang-kancangan yang erat kaitannya dengan penyimpanan adalah : 1. apalagi jika sistem penyimpanan yang ditetapkan kurang atau tidak memenuhi persyaratan penyimpanan yang baik. densitas 4. Dalam hal ini. sifat-sifat fisik 1) Kadar Air Kadar air yang aman untuk menyimpan serealia dan kacangkancangan adalah 13-14%. tepung hunkwe sudah siap untuk dibungkus. perlu dilakukan penyimpanan yang baik dan benar. perlu dilakukan kontrol terhadap faktor-faktor lingkungan yang berperan dalam penyimpanan serta kontrol terhadap agen-agen yang dapat menimbulkan kerugian. maka pengeringannya menggunakan oven. Setelah dijemur. G. aktivitas respirasi 3. kadar air 2.

Pindah panas yang terjadi dalam penyimpanan serealia dan kacang-kancangan berlangsung secara konduksi Lingkungan penyimpanan Lingkungan penyimpanan dipengaruhi oleh 3 faktor : 1) Faktor abiotik Faktor abiotik meliputi faktor lingkungan penyimpanan yaitu : • Masa udara masa udara menuju ke keadaan setimbang dengan suhu dan tekanan udara biji-bijian. meliputi respirasi. Pada penyimpanan bentuk curah. masa udara intergranulasi menempati 40% volume penyimpanan masa udara intergranulasi adalah volume udara yang berada di antara butiran-butiran yang satu dengan lainnya suhu dan tekanan udara intergranulasi sama besar dengan suhu dan tekanan udara dalam serealia dan kacangkancangan • Kelembaban udara kelembaban udara akan mempengaruhi kadar air 2) Faktor biotik Faktor biotik meliputi : • Aktivitas metabolisme biji-bijian. 2) Aktivitas Repirasi Repirasi biji-bijian menghasilkan panas. Laju respirasi berkurang setengahnya setiap penurunan suhu 10oC 3) Sifat-Sifat Fisik Sifat fisik serealia dan kacang-kancangan meliputi panas yang dihasilkan dan pindah panas. aktifitas fermentasi dan perkecambahan • Serangga/kutu • Binatang pengerat • Mikroorganisme 3) Pindah panas dan migrasi air • Sumber panas dihasilkan oleh : sumber internal : dari biji-bijian sendiri (respirasi) 26 . sehingga panas yang dihasilkan tidak langsung dihantarkan oleh biji-bijian dalam jumlah yang besar. uap air dan CO 2. oksidasi. Kecepatan respirasi masing-masing jenis biji berbeda-beda tergantung dari komposisi kimianya. Pada kadar air ini serealia dan kacang-kancangan yang digunakan untuk stok perbenihan mempunyai mutu terbaik. Serealia dan kacang-kancangan bukan merupakan konduktor/penghantar panas yang baik.0.62.

dengan cara ini dapat mencampurkan biji yang kering dengan biji yang lembab.pembersihan . yaitu pada kadar air 13-14% Prosedur sebelum penyimpanan : . Penyimpanan Vakum 4.dapat mengeluarkan kelebihan uap air 1-2% .bentuk curah . perubahan suhu lingkungan Respirasi biji-bijian menghasilkan panas 26.pemberian desinfektan Penyimpanan dapat dilakukan dalam bentuk : . .• • sumber eksternal : aktivitas serangga.prinsipnya adalah : memindahkan biji-bijian dari satu tempat ke tempat lain sehingga terjadi efek pendinginan . Penyimpanana pada Kadar Air Tinggi 3.100 KJ/kg bahan. kayu) .bentuk karung (goni) Terdapat 4 teknik penyimpanan pada kadar air normal : a) ventilasi alami .pengeringan .prinsipnya adalah : pengeluaran uap air melalui 2 jalan yaitu melalui difusi uap air dari biji ke ventilator dan pergerakan udara di antara biji-bijian. Penyimpanan pada Kadar Air Normal 2. Pindah panas terjadi oleh karena pergerakan air yang terbawa oleh pergerakan intergranulasi secara konveksi Teknik penyimpanan Terdapat 4 teknik penyimpanan : 1.bentuk silo (metal. silo besar dan elevator . maupun yang dingin dengan yang panas 27 .ventilasi cara ini tidak efektif jika kelembaban udara terlalu tinggi b) ventilasi mekanik .banyak digunakan pada gudang besar. jasad renik.dapat digunakan untuk mengontrol migrasi uap air dengan cara mendinginkan bijibijian c) pergerakan atau perpindahan . Penyimpanan dengan Modifikasi Atmosfer 1) Penyimpanan pada Kadar Air Normal Kadar air dikatakan normal jika biji-bijian tersebut dapat disimpan dengan aman.

2) Penyimpanana pada Kadar Air Tinggi • Dilakukan di daerah tropis.dengan penambahan asam-asam organik dan berbagai garam .dapat dilakukan untuk penyimpanan biji-bijian dengan kadar air tinggi. asam benzoat.diperlukan peralatan khusus dengan mahal sehingga kurang efisien biaya 28 .prinsip : penyimpanan dilakukan pada kadar oksigen sangat rendah .aw o. tetapi paling efektif untuk biji dengan kadar air rendah d) penyimpanan pada suhu rendah . .8 dilakukan apabila dikehendaki terjadinya proses fermentasi laktik • Dengan teknik ini biji yang baru dipanen dapat langsung disimpan tanpa proses pengeringan yang memadai • Terdapat 4 teknik penyimpanan pada kadar air tinggi : a) stabilitas kimia .6-0. sehingga tidak efisien b) iradiasi dengan sinar gama . Asam-asam ini bersifat folatil sehingga terbatas daya hambat mikrobanya.prinsipnya adalah : pemanasan udara sampai 5-10% dari suhu awal sehingga kelembaban relatif turun 30% dan air keluar dari dalam biji.dosis yang diijinkan WHO 1000 Krad sehingga c) anaerob ketat .asam-asam organik meliputi asam propionat.menyebabkan terjadinya pengkaratan. asam asetat maupun campuran dari asam-asam tersebut.memerlukan peralatan canggih penggunaannya terbatas .- perlakuan beberapa kali dapat mempertahankan pada kadar air normal d) pengeringan artifisial .6 (batas kritis kadar air minimal pada biji-bijian) .aw 0. sebab keadaan udara basah dengan aw 0. menyebabkan biji kering.8 (ambang bawah dari proses fermentasi) • Dengan aw diatas 0.dilakukan pada suhu di bawah 10oC . asam format.metode ini dilakukan jika kondisi area tidak cocok untuk dilakukan pengeringan secara alami .8 .

Karung bersifat antiair .produk tetap dalam kondisi kering 4) Penyimpanan dengan Modifikasi Atmosfer • Prinsipnya hampir sama dengan penyimpanan vakum • Modifikasi yang dilakukan dengan menambahkan gas karbon.Bebas dari cahaya 29 .Terlindungi dari tikus dan burung . . dengan disertai penurunan kadar oksigen • Pada penyimpanan metode ini dapat bertahan hingga 10 bulan dengan mutu tetap dipertahankan.3) Penyimpanan Vakum • Adalah penyimpanan dalam suatu wadah yang dapat melindungi produk di dalamnya dari pertukaran gas atau air dari luar • Digunakan untuk menyimpan biji dengan kadar air 1214% • Keuntungan penyimpanan vakum : . 2) Penyimpanan Komersial • Penyimpanan sistem komersial dapat dilakukan dengan : a) sistem karung sak (goni) . nitrogen atau dengan campuran CO2 dengan nitrogen.Bin kayu Bin kayu dibuat dari kayu meranti.mencegah masuknya serangga dan binatang kecil lainnya .Bebas dari debu dan kotoran .menyebabkan kerusakan serangga dan binatang kecil lainnya pada saat penyimpanan . biasa dilakukan di Kalimantan dan Jawa.Bin bambu Bin bambu banyak dijumpai di Sumatra dan Sulawesi Selatan dengan kapasitas penyimpanan sekitar 250 kg – 4 ton. Bentuk penyimpanan Bentuk penyimpanan dibedakan menjadi 2 : 1) Penyimpanan Domestik/Tradisional • Penyimpanan domestik bertujuan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi hingga waktu panen berikutnya dan untuk penyimpanan benih • Wadah yang digunakan pada bentuk penyimpanan domestik/tradisional : .Ventilasi ruangan cukup .mencegah kerusakan kapang dan timbulnya panas .

penanganan cepat .fleksibel .tidak fleksibel .- Diletakkan pada pondasi dengan ketinggian 0.biaya investasi rendah .kerusakan oleh tikus rendah .penanganan lambat .75 m di atas tanah b) sistem curah (bulk).biaya operasi tinggi biaya operasi rendah .lebih banyak kurang/lebih rendah .kerusakan oleh tikus tinggi 30 .biaya investasi tinggi . Keuntungan dan kekurangan sistem karung/sak dan sistem curah : Sistem karungSak Sistem Curah .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->