BAB II PEMBAHASAN

A. Serealia dan Kacang-Kacangan 1. Pengertian Serealia dan Kacang-kacangan

Serealia ditanam untuk

merupakan dipanen

sekelompok

tanaman sebagai

yang sumber

bijinya/bulirnya

karbohidrat/pati. Pengertian lain dari serealia adalah bahan makanan yang mengandung pati, namun berupa bulilr/biji. Sehingga, bahan makanan lain yang mengandung pati seperti singkong dan kentang tidak termasuk dalam serealia karena kedua jenis bahan makanan pokok tersebut tidak memiliki biji/bulir yang dapat dipanen. Serealia berasal dari famili rumput-rumputan (gramineae). Kacang adalah istilah non-botani yang biasa dipakai untuk menyebut biji sejumlah tumbuhan polongpolongan.Kacang biasanya mengandung protein dan/atau lemak yang cukup tinggi, sehingga banyak yang dihargai sebagai bahan pangan yang penting.Biji legum kering yang besar dan mengandung banyak tepung biasanya tidak disebut "kacang", melainkan "kara" atau "koro".

2. Jenis-jenis Serealia dan Kacang-kacangan

Beberapa bahan makanan yang tergolong serealia antara lain : Padi, gandum, sorgum, barley, dan jagung.
1

Beberapa bahan makanan yang tergolong Kacang-kacangan antara lain : Kacang kedelai, kacang hijau, kacang tanah, kacang merah, Almond, dan Hazelnut.

B. Pengertian Bahan Makanan

Bahan makanan adalah segala sesuatu yang berasal dari hayati dan air, yang diolah maupun yang tidak diolah yang diperuntukkan sebagai makanan atau minuman manusia termasuk bahan baku pangan dan bahan yang lain yang digunakan dalam proses penyiapan, pengolahan dan pemanfaatan makanan dan minuman.

C. Pengertian Bahan Setengah Jadi

Pengolahan bahan pangan adalah suatu kegiatan merubah bahan mentah menjadi bahan siap saji ataupun bahan setengah siap saji. Tidak semua makanan di konsumsi dalam bentuk segar. Sebagian besar makanan di konsumsi setelah terlebih dahulu diolah menjadi berbagai makanan siap saji/setengah siap saji dalam berbagai jenis. Bahan mentah hasil panen kalau dibiarkan begitu saja lama-kelamaan akan mengalami kerusakan akibat pengaruhpengaruh fisiologik, mekanik, fisik, kimiawi, parasitik atau mikrobiologik. Perubahan-perubahan tersebut ada yang menguntungkan, ada pula yang merugikan. Karena itu diperlukan suatu kegiatan pengolahan bahan pangan yang bisa memastikan agar bahan pangan tersebut tidak terbuang percuma dan bisa di konsumsi di kemudian hari. Bahan setengah jadi adalah suatu bahan yang mengalami proses pengolahan namun membutuhkan proses pengolahan
2

selanjutnya untuk bisa di konsumsi. Bahan setengah jadi dari serealia dan kacang-kacangan adalah serealia atau kacangkacangan yang sudah mengalami proses pengolahan namun membutuhkan proses selanjutnya supaya dapat dikonsumsi. Serealia dan kacang-kacangan juga membutuhkan proses selanjutnya supaya dapat bertahan lama dengan suatu cara atau teknik penyimpanan yang baik. Dengan teknik penyimpanan tersebut dapat menguntungkan para konsumen.

D. Tujuan Pengolahan Bahan Setengah Jadi

Tujuan Pengolahan bahan pangan adalah untuk meningkatkan kualitas dan memperpajang masa simpan bahan pangan. Pengolahan bahan pangan identik dengan proses pengawetan. Baik pengawetan secara kimia, fisik ataupun mikrobiologi. Dalam pengolahan bahan pangan, perubahan-perubahan yang terjadi pada bahan pangan yang bersifat menguntungkan dengan sengaja diadakan, digiatkan, dibantu, dipercepat dan diatur. Sedangkan perubahan-perubahan yang bersifat merugikan dihambat, dicegah, dihindarkan dan di hentikan. Segala sesuatu yeng menyangkut perlakuan yang terjadi dalam langkah mengolah bahan pangan dikenal dengan istilah Teknologi makanan.

E. Macam – Macam Produk Setengah Jadi dari Serealia dan Kacang – Kacangan

Produk atau bahan makanan setengah jadi dari serealia dan kacang – kacangan antara lain : 1. Serealia : Tepung Beras Bihun Tepung Terigu Mie Instan Tepung Maizena
3

Bahan 2. dan gabah. sekam. Dasar Pengolahan Bahan Pangan Serealia Dan KacangKacangan Menjadi Produk Setengah Jadi 1. Alat : beras : hammer mill 80 mesh 3. Kacang-kacangan : Tempe Tahu Kembang Tahu Tepun Kedelai atau Bubuk Kedelai Tepung Hunkwe F.  Pembuatan tepung beras: 1. 4 . Tepung beras Tepung beras merupakan produk pengolah beras yang paling mudah pembuatannya.2. Prosedur kerja : Ayak beras dari kotoran bersih cuci beras hingga rendam dengan larutan Na2SO3 1 ppm selama 6 jam tiriskan rendam dengan hammer mill hingga kadar air > 14% dikeringkan a) Beras diayak atau ditampi untuk menghilangkan kotoran seperti kerikil. Beras digiling dengan penggiling hammer mill sehingga menjadi tepung. Beras a.

kemudian digiling sampai halus dengan menggunakan penggiling hammer mill yang berpenyaring 80 mesh. 2) Setelah itu beras ditiriskan dan dikeringkan sehingga dihasilkan beras lembab. beras Siram dan beras Hongkong. 42). o Air 5 . Bahan: o Beras Beras pera dengan kadar amilosa tinggi paling cocok untuk bihun. IR (26 36). Asahan. Bihun Bihun merupakan suatu bahan makanan yang dibuat dari tepung beras denganatau tanpa bahan tambahan dan berbentuk benang-benang. 36. Beras yang rendah kadar amilosanya akan menghasilkan bihun yang lembek. Bihun dapat pula diproduksi daritepung komposit. Selanjutnya beras lembab ini digiling sampai halus. beras yang digunakan sebagai bahan baku sebaiknya beras giling yang baru dipanen agar bihun tidak mudah tengik. Semeru. (Ali. 3) Setelah digiling. Beras pera misalnya beras PB (5. b. tepung beras perlu dijemur atau dikeringkan sampai kadar air dibawah 14%. Dalam pembuatan bihun. 1 ppm (1 g natrium bisulfit di dalam 1 m 3 air ) selama 6 jam.b) Beras yang sudah bersih. 2009)  Pembuatan Bihun 1. beras Birma. 1) Beras dapat dicuci terlebih dahulu sampai bersih. Beras lembab ini lebih mudah dihaluskan sehingga penggilingannya lebih cepat dan hemat energi.Bihun umumnya diproduksi dari beras berkadar amilosa tinggi ataumempunyai tekstur masak yang keras. kemudian direndam di dalam air yang mengandung natrium bisulfit.

3.Air bersih digunakan untuk mencuci dan merendam butir-butir keras sehingga menjadi bersih dan lunak dan mudah digiling. o Penyosok : Alat ini digunakan untuk menyosok beras sehingga menjadi lebih putih dan mengkilat. kemudian membentuknya menjadi pelet seperti silinder dengan panjang 5 cm dan diameter 0. Setelah itu beras disosoh sampai putih mengkilat. o Pengukus : Alat ini digunakan untuk mengukus pelet menjadi masak. o Screw Extruder : Alat ini digunakan untuk menggiling cake menjadi rata. Prosedur Kerja: a) Beras diayak untuk membuang kotoran-kotoran seperti kerikil. : Alat ini digunakan untuk menyaring tepung sehingga diperoleh tepung dengan kehalusan 100 mesh. o Wadah perendam : Alat ini digunakan untuk merendam beras menjadi lunak. o Pengayak : Alat ini digunakan untuk mengayak beras sehingga beras bebas dari kotoran seperti kerikil. o Pengering : Alat ini digunakan untuk mengeringkan bihun basah. Alat: o Penggiling : Alat ini digunakan untuk menggiling beras menjadi tepeng basah. 6 . 2.05 cm. sekam dan gabah. Pengayak dapat berupa nyiru atau mesin pengayak. o Filter Press : Alat ini digunakan untuk memeras bubur beras sehingga menghasilkan padatan basah seperti cake. o Penyaring. o Sodium Bisulfit Sodium bisulfit digunakan dalam pembuatan bisulfit untuk meminimalkan jumlah mikroba dan menjaga agar warna tetap putih. dan gabah.

Ukuran pelet ini tergantung kepada disain tempat pengeluaran bahan extruder. j) Setelah kering dengan kadar air sekitar 12%.b) Beras dimasukkan ke tangki pencuci. Setelah dikemas. d) Bubur beras diperas dengan alat filter press untuk mengeluarkan air bubur. bihun disimpan dalam ruang penyimpanan dengan penerangan yang redup untuk mencegah kenaikan suku ruang penyimpanan. Setelah itu beras direndam dengan air yang telah diberi sodium bisulfit 1 ppm (1 gram sodium bisulfit untuk 1 m ³ air). i) Setelah pengukusan. kemudian disusun diatas rak-rak dalam keadaan tergantung. bihun basah dijemur sampai kering atau dikeringkan dengan alat pengering. Hasil penggilingan cake ini adalah pelet dengan panjang 5 cm dan diameter 0. Pengepresan tradisional menggunakan beton dengan bobot 1 – 2. Jumlah air adalah 4 liter untuk 1 kg beras. h) Bihun basah dipotong. Pencucian dilakukan berulang-ulang sampai air pencuci jernih.5 kuintal yang dipasang pada sebuah bilik kayu. bihun siap kemas dengan plastik HDPE berkapasitas 5 kg dan 10 kg. beras ditiriskan. c) Beras digiling dengan mesin penggiling sambil ditambah air. Bihun yang kering bersifat rapuh sehingga mudah dipatahkan. Hasil penggilingan adalah bubur beras encer. e) Cake digiling menjadi lebih halus dengan menggunakan screw extruder. Setelah perendaman. Tempat pengeluaran pada extruder berupa lobang-lobang kecil sehingga bahan keluar dari extruder berupa benang yang disebut bihun basah. Selama perendaman air diganti berulang-ulang. 7 . f) Pelet dikukus dengan menggunakan uap pada suhu 100o C selama 1 jam sehingga diperoleh pelet matang.5 cm. Hasil pengepresan ini dilakukan selama 24 jam. Lama perendaman adalah 4 jam. Pengukusan berlangsung pada suhu diatas 100o C selama 45 menit. Hasil pengepresan berupa cake yang masih basah dan mengandung air sekitar 40%. Selanjutnya rak dimasukkan ke ruang pengukusan. g) Pelet matang digiling kembali dengan menggunakan screw extruder. Pengepresan ini dilakukan selama 24 jam. Hasil pemerasan berupa padatan basah yang dinamakan cake.

Tahap penggilingan 8 . dan conditioning (pengondisian). sizing. kedelai). dampening (pelembapan). batu-batuan. Beberapa tahap proses pengolahan tersebut adalah : 1) Tahap persiapan Tahap persiapan meliputi proses cleaning (pembersihan). biji-biji lain selain gandum (seperti biji jagung. Diawali dengan proses breaking. logam. batang gandum. dan kekerasan biji gandum. dan tailing. kulit gandum. 2) Tahap penggilingan (milling) Tahap selanjutnya adalah tahap penggilingan (milling) yang meliputi proses breaking. Kontaminan-kontaminan tersebut harus dipisahkan dari gandum sebelum proses penggilingan. kepadatan. Proses dampening tergantung pada kandungan air dari gandum. Prinsip proses penggilingan adalah memisahkan endosperma dari lapisan sel aleuron atau lapisan kulit. Gandum a. endosperma dihancurkan menjadi partikel-partikel dalam ukuran yang seragam dalam bentuk bubuk seukuran tepung. gandum dibersihkan dari kotoran-kotoran seperti debu. Kontaminan kecil memerlukan perlakuan khusus untuk memisahkannya dari gandum. Tahap ini bertujuan untuk membuat kulit gandum menjadi liat sehingga tidak hancur pada saat digiling dan dapat mencapai kadar air tepung terigu yang diinginkan serta memudahkan endosperma terlepas dari kulit dan melunakkan endosperma. kerikil. Proses dampening adalah proses penambahan air agar campuran gandum memiliki kadar air yang diinginkan. reduction. Pada tahap cleaning. Tepung terigu Tepung terigu merupakan salah satu tepung yang banyak digunakan dalam pangan untuk membuat aneka produk. Penggunaan ayakan kasar dan magnet dapat memisahkan benda-benda asing dan substansi logam yang terdapat pada gandum.2. dan lain-lain. Setelah melalui proses dampening selanjutnya gandum mengalami conditioning dengan menambahkan air pada gandum dan didiamkan selama waktu tertentu agar air benar-benar meresap.Gandum yang telah dibersihkan mengalami proses selanjutnya yaitu proses dampening dan conditioning. Tepung terigu diperoleh dari hasil penggilingan biji gandum yang mengalami beberapa tahap pengolahan.

daan suhu gelatinisasinya rendah. pellet. untuk selanjutnya diayak untuk dipisahkan dari bran dan pollard. o Tepung Tapioka Tepung tapioka adalah granula pati yang banyak tedapat didalam sel umbi ketela pohon. karena gandum adalah satusatunya jenis biji-bijian yang mengandung gluten.selanjutnya adalah proses reduction. Selama proses penggilingan dihasilkan produkproduk samping seperti dedak. yaitu protein yang tidak larut dalam air. Mie instan biasanya mengacu pada produk-produk yang dikukus dan digoreng dalam minyak Mie ini dibuat dengan penambahan beberapa proses setelah menjadi mie segar. memiliki daya perekat yang tinggi sehingga pemakaianya dapat dihemat. b. tidak mudah pecah atau rusak.mempunyai sifat elastis seperti karet dan kerangka pembuatan mie. sehingga untuk menghidangkannya cukup dengan di rebus dengan air mendidih. pembentukan dan pengeringan. Tepung terigu bisa juga dikirim secara curah (bulk loading) langsung ke industri makanan berbasis terigu. Mie Instan Mie Instan adalah mie yang telah mengalami proses gelatinisasi. Tahap-tahap tersebut yaitu pengukusan. o Minyak Goreng 9 . dan tepung industri.  Pembuatan Mie Instan 1. Kadar air mie instan umunya mencapai 5-8% sehingga memiliki daya simpan yang relatif lama. Proses tepung yang baik umumnya menghasilkan 74-84% tepung terigu sedangkan bran dan pollard kira-kira 20-26%. pollard. yaitu endosperma yang sudah dihancurkan diperkecil lagi menjadi tepung terigu. Bahan : o Tepung Terigu Sampai saat ini tidak ada bahan lain yang biasa digunakan untuk menggantikan gandum sebagai bahan dasar pembuatan terigu. Tujuan dari tahap penggilingan ini untuk memperoleh hasil ekstraksi yang tinggi dengan kualitas tepung yang baik. Penggunaan tepung jenis ini disukai oleh pengolah makanan karena tidak mudah menggumpal. Tepung terigu yang telah siap kemudian dikemas dan disimpan di gudang.

Disamping itu penambahan minyak goreng yang memiliki kandungan lemak juga berfungsi untuk menambah kolestrol serta memperbaiki takstur dan cita rasa dari bahan pangan. poliphosfot. dan pembentuk lapisan tipis selain itu juga berfungsi sebagi pembentuk suspensi. 10 . Gum yang sebagian besar terdapat pada bahan alami dibutuhkan sebagai bahan tambahan yang berfungsi sebagai pengental. akan tetap kurang peminatnya jika memiliki penampakkan yang kurang menarik atau memiliki warna yang kurang enak dipandang serta untuk menghindari kesan yang menyimpang dari warna yang seharusnya dari makanan tersebut. o Air Alkali Air yang digunakan dalam pembuatan mie instan adalah air alkali dimana fungsi dari air alkali itu sendiri adalah untuk mempercepat terjadinya gelatinisasi. pemantap emulsi. pengemulsi. Komposisi dari air alkali yaitu terdiri dari garam.membantu reaksi gluten dan karbohidrat dalam mengikat air. pembentuk gel. Untuk itu ditambahkan pewarna tambahan pada produk-produk makanan tersebut. potassium karbonat dan sodium karbonat. pewarna tartazine CI 19140. o Pemantap Emulsi dan Pengental Secara umum bahan-bahan pengental dan pembentuk gel yang larut dalam air disebut gum. o Garam Dapur Penambahan garam dapur(NaCl) disamping memberikan rasa pada mie juga untuk memperkuat tekstur.Minyak goreng pada proses pembuataan mie digunakan sebagai media penghantar panas. Umumnya air yang ditambahkan dalam pembuatan mie antara 30-35%. Garam dapur juga dapat menghambat aktifitas enzim protease dan amilase sehingga mie tidak bersifat lengket dan mengembang secara berlebihan (Astawan 2003). o Pewarna Suatu bahan yang bernilai gizi tinggi. enak dan bertekstur sangat baik. o Air Penambahan air dalam adonan berfungsi untuk membentuk konsistensi adonan yang diinginkan.

2 – 2 mm. waktu pengadukan (15-25 menit). lembar adonan yang tipis dipotong memenjang selebar 1 – 2 mm dengan rool pemotong mie. sehingga rantai ikatan kompleks pati dan gluten lebih rapat. dan suhu adonan (24-40 oC). Pada proses ini terjadi gelatinisasi pati dan koagulasi gluten sehingga dengan terjadinya dehidrasi air dari gluten akan menyebabkan timbulnya kekenyalan mie. sehingga dalam keadaan kering menghasilkan berat standar. karena pada suhu tersebut menyebabkan lembaran pasta pecah-pecah dan kasar.2. 4) Pengukusan Setelah pembentukan mie dilakukan proses pengukusan. Pasta yang dipress sebaiknya tidak bersuhu rendah yaitu kurang dari 25 o C. Pada waktu sebelum dikukus. mie digoreng dengan minyak pada suhu 140 – 150 oC selama 60 sampai 120 detik. 5) Penggorengan Pada proses selanjutnya. tetapi setelah dikukus menjadi keras dan kuat. Hal ini disebabkan oleh putusnya ikatan hidrogen. ikatan bersifat lunak dan fleksibel. dan selanjutnya dipotong melintang pada panjang tertentu. sehingga waktu rehidrasi 11 . Untuk mendapatkan adonan yang baik harus diperhatikan jumlah penambahan air (28 – 38 %). Mutu lembaran pasta yang demikian akan menghasilkan mie yang mudah patah. Tujuannya agar terjadi dehidrasi lebih sempurna sehingga kadar airnya menjadi 3 – 5 %. Cara Pembuatan Mie 1) Mixing Tahap pencampuran bertujuan agar hidrasi tepung dengan air berlangsung secara merata dan menarik serat-serat gluten. Tebal akhir pasta sekitar 1. Suhu minyak yang tinggi menyebabkan air menguap dengan cepat dan menghasilkan pori-pori halus pada permukaan mie. 3) Pencetakkan Di akhir proses pembentukan lembaran. 2) Pelempengan/pemipihan Proses roll press (pembentukan lembaran) bertujuan untuk menghaluskan serat-serat gluten dan membuat lembaran adonan.

Maizena dapat digunankan sebagai bahan pembuat roti. pasir atau potongan tongkol.dipersingkat. 6) Pendinginan Setelah digoreng. Pendinginan harus dilakukan sempurna. Selain itu juga membuat tekstur mie menjadi keras. 2) Perendaman dan pengupasan 12 . kue kering. Proses tersebut bertujuan agar minyak memadat dan menempel pada mie. kerikil.Larutan H2SO3 0. fisis. khemis maupun biologis juga mudah pada proses pengemasanya dan menyebabkan perubahan warna.  Pembuatan tepung Maizena 1) Bahan: . Pengeringan dapat juga dilakukan o menggunakan oven bersuhu 60 C sebagai pengganti proses penggorengan. Pembersihan dapat dilakukan dengan penyedotan atau penyaringan.1% 2) Cara pembuatan : 1) Pembersihan Jagung dibersihkan dari debu.Larutan NaOH 0.15% . 3. Tepung Maizena Maizena dapat diperoleh dengan cara ekstraksi basah biji jagung. biskuit. makanan bayi dan digunakan dalam industri farmasi. cita rasa maupun perubahan lainya terhadap produk. serta beracun. mekanis.Jagung . Teknik tersebut biasa dipakai dalam pembuatan mie instan. Jagung a. karena jika uap air berkondensasi akan menyebabkan tumbuhnya jamur. 7) Pengemasan Persyaratan dari bahan pengemasan antara lain harus mampu menghindari kerusakan mikrobiologis. mie ditiriskan dengan cepat hingga suhu 40 oC dengan kipas angin yang kuat pada ban berjalan.

Butir jagung kasar kemudian dikeringkan untuk membuat maizena. Selain itu perendaman dapat mereduksi kegiatan bakteri yang akan memasuki proses penggilingan dan dapat menghilangkan bagian yang larut pada biji. Suhu perendaman antara 45-50oC untuk menghindarkan terbentuknya alkohol karena proses fermentasi oleh khamir.1% untuk menghilangkan protein. sedangkan lembaganya dibuat minyak jagung. Penggunaan SO2 bertujuan untuk membantu pelepasan pati dari endosperm dengan melonggarkan ikatan matriks protein. Alat tersebut bekerja dengan screw conveyor dan pedal yang berputar pada bagian atas tangki.Perendaman bertujuan untuk melunakkan biji jagung. Selama perendaman dilakukan pengadukan beberapa kali. Pedal yang berputar. atau stainless steel. jagung menjadi lunak dan selanjutnya kulitnya dapat dikupas dengan mudah. Bagian yang berat akan mengendap dan oleh screw conveyor didorong keluar melalui lubang bawah. 3) Pemisahan lembaga Pemisahan lembaga menggunakan alat pemisah lembaga dari butir jagung (germ separator). air dalam tangki diberi sedikit SO2 0. berfungsi menumpahkan kearah luar dari lembaga dan beberapa serat kulit yang mengapung. Perendaman dilakukan pada tangki/bak berlapis porselin. Tepung jagung direndam dalam larutan NaOH 0. Pada proses perendaman. 4) Ekstraksi pati Ekstraksi pati dapat dilakukan dengan dua cara. Lamanya perendaman sekitar 30-40 jam. sehingga memudahkan pemisahan kulit dan lembaga tanpa banyak kehilangan pati. yaitu cara kering dan basah. Setelah perendaman tersebut. Campuran dibiarkan pada suhu ruang sampai patinya mengendap (±3 jam) dan cairannya merupakan larutan protein dalam NaOH. Cara kering dilakukan dengan cara jagung pipilan yang telah dikeringkan digiling hingga menjadi tepung. Cairan selanjutnya 13 .1-0.5% .

selanjutnya dikeringkan hingga kadar air sekitar 14%. Bubur jagung disaring dengan saringan mesh 80 untuk memisahkan butir-butir pati dari bagian yang masih terlalu kasar. Alat penggilingan dilengkapi dengan alat pengayakan yang berukuran 80-100 mesh. Penggilingan pati dilakukan 2 s/d 4 kali. Plastic Sealer merupakan salah satu alat yang dapat digunakan untuk menutup rapat kantong plastik pengemas tepung maizena. Alat penggiling dan alat pengayak digerakkan oleh mesin diesel sehingga pati halus akan terpisah dari yang masih kasar. Endapan tersebut lalu diambil. Pati didalam air saringan dibiarkan mengendap seperti pada pembuatan tapioka. 5) Pengeringan Hasil ekstraksi berupa endapan pati yang keras. 6) Penggilingan dan pengayakan Penggilingan dan pengayakan bertujuan untuk menghaluskan bongkahan pati jagung kasar menjadi pati halus. Cairan selanjutnya dipisahkan dari butir-butir pati dan pati dicuci dengan air dari sisasisa NaOH dan protein. berupa bongkahan atau gumpalan pati basah. kemudian pati yang masih kasar digiling lagi begitu seterusnya hingga diperoleh maizena halus.1 % sambil diaduk-aduk dan dibiarkan mengendap. jagung yang telah digiling halus perlu diturunkan suhunya agar memudahkan dalam pengayakan. 14 .dipisahkan dari butir-butir pati dan pati dicuci dengan air untuk menghilangkan sisa NaOH dimana protein yang masih melekat. 7) Pengemasan dan penyimpanan Tepung maizena yang telah benar-benar kering harus segera dikemas dan ditutup rapat sebelum sempat menyerap air dari udara. Cara basah. jagung yang sudah dipisahkan dari kulit dan lembaganya langsung digiling sehingga dihasilkan bubur jagung. Sebelum masuk proses pengayakan. atau langsung direndam di dalam larutan NaOH 0.

 Pembuatan Tempe 1) Bahan o Kedelai o Ragi tempe o Air 2) Alat o Tampah besar o Ember o Keranjang o Rak bambu o Cetakan o Pengaduk kayu o Dandang o Karung goni 15 . Air harus jernih. Tempe Beberapa hal yang perlu diperhatikan pada proses pengolahan tempe agar diperoleh hasil yang baik ialah: Kedelai harus dipilih yang baik (tidak busuk) dan tidak kotor.4. Bibit tempe (ragi tempe) harus dipilih yang masih aktif (bila diremas membentuk butiran halus atau tidak menggumpal). Cara pengerjaannya harus bersih. Kacang Kedelai a. tidak berbau dan tidak mengandung kuman penyakit.

Ruangan untuk pemeraman diberi jendela. kukus dalam dandang selama 1 jam. c) Setelah dikupas dan dicuci bersih. h) Keluarkan tempe dari cetakannya. Setelah 1 malam jamur mulai tumbuh dan keluar panas. Tempe mudah busuk setelah disimpan 2 ½ hari dalam keadaan terbungkus. Di waktu musim hujan ruangan ini perlu diberi lampu agar suhu ruangan tidak terlalu dingin. berjajar satu lapis dan biarkan selama 1 malam.o Tungku atau kompor o Daun pisang atau plastik 3) Cara pembuatan a) Bersihkan kedelai kemudian rendam satu malam supaya kulitnya mudah lepas. d) Setelah dingin. f) Tumpuk cetakan dan tutup dengan karung goni supaya menjadi hangat. Bila ada. g) Ambil cetakan-cetakan tersebut dan letakkan diatas rak. dapat menggunakan mesin pengupas kedelai. Kemudian angkaat dan dinginkan dalam tampah besar. Catatan: Ruangan untuk membuat tempe harus bersih dan tidak harus terbuat dari tembok. agar udara dapat diatur dengan membuka atau menutup jendela tersebut. oleh karena itu perlu diawetkan secara kering dengan cara sebagai berikut : 16 - . b) Kupas kulit arinya dengan cara diinjak-injak. dengan ragi tempe e) Masukkan campuran tersebut dalam cetakan yang dialasi plastik atau dibungkus dengan daun pisang. Daun atau plastik dilubangi agar jamur tempe mendapat udara dan dapat tumbuh dengan baik. dicampur sebanyak 20 gram.

b. Bahan : Kedelai Air Asam Cuka : berfungsi untuk mengedapkan atau memisahkan air dengan konsentrat tahu. keringkan dalam oven pada suhu 75 0 C selama 55 menit. Jumlah air yang dibutuhkan tergantung dari jumlah kedelai. Cara Pembuatan : a) Perendaman Pada tahapan perendaman ini. b) Pencucian kedelai Proses pencucian merupakan proses lanjutan setelah perendaman. 2. Langkah pertama adalah memasukan kedelai ke dalam karung plastik kemudian diikat dan direndam selama kurang lebih 3 jam (untuk 1 karung berisi 15 kg biji kedelai). Zat antigizi yang ada dalam kedelai ini dapat mengurangi daya cerna protein pada produk tahu sehingga perlu diturunkan kadarnya. Dengan cara pengawetan seperti ini produk tempe awetan yang dihasilkan tahan disimpan selama 3 sampai 5 minggu. Tujuan dari tahapan perendaman ini adalah untuk mempermudah proses penggilingan sehingga dihasilkan bubur kedelai yang kental. intinya kedelai harus terendam semua. kedelai direndam dalam sebuah bak perendam. perendaman juga dapat membantu mengurangi jumlah zat antigizi (Antitripsin) yang ada pada kedelai. Sebelum dilakukan proses 17 . Selain itu.Iris tempe dengan ketebalan ± ½ mm. Tahu  Pembuatan Tahu 1.

d) Perebusan/Pemasakan Proses perebusan ini dilakukan di sebuah bak berbentuk bundar yang dibuat dari semen yang di bagian bawahnya terdapat pemanas uap. dibuka. Saat proses penggilingan sebaiknya dialiri air untuk didapatkan kekentalan bubur yang diinginkan. Uap panas berasal dari ketel uap yang ada di bagian belakang lokasi proses pembuatan tahu yang dialirkan melalui pipa besi. Pada proses penyaringan ini bubur kedelai yang telah mendidih dan sedikit mengental. dilakukan proses penyaringan dengan menggunakan kain saring. Setelah selesai proses pencucian. dan dimasukan ke dalam ember-ember plastik untuk kemudian dicuci dengan air mengalir.pencucian. Tujuan perebusan adalah untuk mendenaturasi protein dari kedelai sehingga protein mudah terkoagulasi saat penambahan asam. kedelai yang di dalam karung dikeluarkan dari bak pencucian. Kapasitas bak perebusan adalah sekitar 7. Tujuan dari tahapan pencucian ini adalah membersihkan biji-biji kedelai dari kotoran-kotoran supaya tidak mengganggu proses penggilingan dan agar kotorankotoran tidak tercampur ke dalam adonan tahu. kedelai ditiriskan dalam saringan bambu berukuran besar. Tujuan penggilingan yaitu untuk memperoleh bubur kedelai yang kemudian dimasak sampai mendidih. 18 . c) Penggilingan Proses penggilingan dilakukan dengan menggunakan mesin penggiling biji kedelai dengan tenaga penggerak dari motor lisrik. e) Penyaringan Setelah bubur kedelai direbus dan mengental. Tujuan dari proses penyaringan ini adalah memisahkan antara ampas atau limbah padat dari bubur kedelai dengan filtrat yang diinginkan.5 kg kedelai. Titik akhir perebusan ditandai dengan timbulnya gelembung-gelembung panas dan mengentalnya larutan/bubur kedelai.

selanjutnya dialirkan melalui kran yang ada di bagian bawah bak pemanas. Ampas hasil penyaringan disebut ampas yang kering. Setelah seluruh bubur yang ada di bak pemanas habis lalu dimulai proses penyaringan. f) Pengendapan dan Penambahan Asam Cuka Dari proses penyaringan diperoleh filtrat putih seperti susu yang kemudian akan diproses lebih lanjut. Lapisan atas (whey) yang berupa limbah cair merupakan bahan dasar yang akan diolah menjadi Nata De Soya. Saat penyaringan secara terus-menerus dilakukan penambahan air dengan cara menuangkan pada bagian tepi saringan agar tidak ada padatan yang tersisa di saringan. Kemudian saringan yang berisi ampas diperas sampai benarbenar kering. Fungsi penambahan asam cuka adalah mengendapkan dan menggumpalkan protein tahu sehingga terjadi pemisahan antara whey dengan gumpalan tahu. g) Pencetakan dan Pengepresan Proses pencetakan dan pengepresan merupakan tahap akhir pembuatan tahu. Cetakan yang digunakan adalah terbuat dari kayu berukuran 70x70cm yang diberi lubang berukuran kecil di 19 . Endapan tersebut yang merupakan bahan utama yang akan dicetak menjadi tahu. Penuangan air diakhiri ketika filtrat yang dihasilkan sudah mencukupi. Bubur tersebut dialirkan melewati kain saring yang ada diatas bak penampung. Setelah ditambahkan asam cuka terbentuk dua lapisan yaitu lapisan atas (whey) dan lapisan bawah (filtrat/endapan tahu). Ampas tersebut dimanfaatkan untuk makanan ternak ataupun dijual untuk bahan dasar pembuatan tempe gembus/bongkrek. Endapan tersebut terjadi karena adanya koagulasi protein yang disebabkan adanya reaksi antara protein dan asam yang ditambahkan. ampas tersebut dipindahkan ke dalam karung. Filtrat yang didapat kemudian ditambahkan asam cuka dalam jumlah tertentu.

Setelah itu.sekelilingnya. Waktu untuk proses pengepresan ini tidak ditentukan secara tepat.90 decel sehingga membentuk suatu lapisan tipis (film) secara berlahan-lahan pada permukaan susu kedelai. Kembang Tahu Kembang tahu atau dikenal dengan nama yuba dibuat dari susu kedelai yang dipanaskan pada suhu 80 . Sebelum siap dipasarkan tahu terlebih dahulu dipotong sesuai ukuran. Kembang tahu bisa dibuat dengan menggunakan cara tradisional dan cara modern. bagian atas cetakan diberi beban untuk membantu mempercepat proses pengepresan tahu. Pemotongan dilakukan di dalam air dan dilakukan secara cepat agar tahu tidak hancur. umumnya pembuatan kembang tahu masih dilakukan dengan cara tradisional. tahu yang sudah jadi dikeluarkan dari cetakan dengan cara membalik cetakan dan kemudian membuka kain saring yang melapisi tahu. c. tahu siap dikeluarkan dari cetakan apabila tahu tersebut sudah cukup keras dan tidak hancur bila digoyang. Lubang tersebut bertujuan untuk memudahkan air keluar saat proses pengepresan. Selanjutnya kain saring ditutup rapat dan kemudian diletakkan kayu yang berukuran hampir sama dengan cetakan di bagian atasnya. Sebelum proses pencetakan yang harus dilakukan adalah memasang kain saring tipis di permukaan cetakan. Setelah itu. endapan yang telah dihasilkan pada tahap sebelumnya dipindahkan dengan menggunakan alat semacam wajan secara pelanpelan. HongKong dan taiwan adalah 2 negara yang 20 . Setelah itu tahu dipindahkan ke dalam bak yang berisi air agar tahu tidak hancur. h) Pemotongan tahu Setelah proses pencetakan selesai. Di Indonesia.

6. Karena pH susu kedelai secara normal adalah 6.0.2 . Peningkatan pH dapat dilakukan dengan penambahan larutan NaOH setetes demi setetes.memproduksi kembang tahu secara besar-besaran dengan pabrik yang menggunakan mesin-mesin modern.8%. Kacang kedelai harus menyerap air sebanyak 100% dari berat kedelai itu sendiri sehingga akan menghasilkan rendemen susu kedelai yang maksimum dan mudah menghilangkan kulit serta senyawa penyebab bau langu b) Penggilingan dan penambahan air.4 2.0 . e) Pengangkatan Angkat lapisan tipis tersebut dengan hati-hati kemudian tiriskan sebentar lalu keringkan f) Ulangi langkah pada nomer d) dan e) sampai sekitar 8x hingga tidak terbentuk lapisan tipis pada permukaan susu kedelai.8. dan pH 7.5. Tempatkan susu kedelai kedalam wadah yang permukaannya luas dan dangkal d) Pemanasan Panaskan susu kedelai pada suhu 80 .90 decel samapi terbentuk lapisan tipis di permukaannya.  Pembuatan Kembang Tahu a) Perendaman Rendam kacang kedelai selama semalaman. Penggilingan kacang kedelai sebaiknya dilakukan dengan menggunakan air mendidih agar menghasilkan susu kedelai yang bebas bau langu dan menghasilkan rendemen susu kedelai yang tinggi. Syarat susu kedelai yang baik untuk pembuatan kembang tahu ialah kandungan total padatan terlarut 5.6%. 21 . protein 2.5 .7 maka saat membuat susu kedelai pH nya harus dinaikkan terlebih dahulu sebelum dibuat kembang tahu. Perbandingan air dan kedelai mencapai 8:1 c) Penyaringan Penyaringan ini bertujuan untuk mendapatkan susu kedelai.

Dibuat dengan cara menggoreng kedelai tanpa minyak (sangrai). Penggorengan Sangrai Langsung (tanpa minyak) 1. Kadar protein bubuk kedelai lebih tinggi daripada whole milk maupun skimmed milk. Apabila ditinjau dari kadar protein saja. Tepung Kedelai atau Bubuk Kedelai Bubuk kedelai digunakan sebagai minuman segar. maka bubuk kedelai dapat digunakan untuk mengganti susu (milk). Kemudian goreng kedelai tersebut di atas wajan tanah sambil diaduk terus-menerus.d. 22 . kemudian dihalus sampai menjadi bubuk. Panaskan wajan tanah selama 15 menit untuk mendapatkan panas yang merata. Bersihkan kedelai.  Pembuatan Tepung Kedelai atau Bubuk Kedelai 1) Bahan : Kedelai 2) Alat : • • • • • • • Alat penumbuk Tampah (nyiru) Ember plastik Ayakan halus Kompor Alat penggorengan (wajan tanah) Stoples 3) Cara Pembuatan Ada dua macam cara pembuatan yaitu : A. karena mempunyai nilai gizi yang sangat tinggi. Lakukan selama 15 menit (sampai pecah kulitnya). 2.

Selanjutnya tumbuk sampai halus dalam lesung kayu dan ayak. B. Kemudian tampi untuk memisahkan kulit yang masih ada.3. 4. Angkat dan pindahkan ke dalam tampah untuk didinginkan dalam keadaan terbuka selama 15 menit. dan juga untuk mencegah tumbuhnya jamur (kapang) yang dapat merubah bau. kemudian cuci kedelai yang telah terkupas dengan air. Simpan bubuk kedelai dalam stoples atau kaleng yang dapat ditutup rapat. rasa. Simpan bubuk kedelai dalam stoples. 5. Pisahkan lembaga-lembaga yang hangus. 6. Setelah kering goreng di atas wajan tanah yang telah dipanaskan dulu selama 15 menit. 7. lalu tampi lagi sampai tidak ada kulitnya. setelah itu tiriskan selama 15 menit. Angkat dan dinginkan selama 5~10 menit lalu tampi untuk menghilangkan abu dan kulit yang telah terpisah dari biji. Tumbuk kasar untuk memisahkan kulit dan biji. Catatan : Bubuk kedelai harus disimpan dalam tempat yang tertutup rapat karena mudah menyerap air dari udara bebas. 3. lalu ayak. Bersihkan kedelai. dan warna. 8. rendam selama 4 jam sampai kulitnya pecah sehingga getah yang terdapat antara kulit dan bijinya keluar. 23 . karena akan mempengaruhi warna dan rasa bubuk kedelai yang dihasilkan. Jemur di bawah sinar matahari selama 1 hari sampai kering betul di atas tampah. 2. 4. Penggorengan Sangrai dengan Perendaman 1. Kemudian tumbuk sampai halus. 6. Remas-remas dengan tangan untuk memisahkan kulitnya. 5.

Pada keesokan paginya. cairan tersebut dibuang dan endapannya dicuci dengan air bersih. Endapan yang telah dicuci lalu disaring dengan kain yang berpori-pori setengah rapat lalu direndam kembali selama kurang lebih dua jam. maka endapan tersebut dicuci kembali dengan air bersih kemudian disaring dengan menggunakan kain yang berpori-pori sangat rapat kemudian direndam kembali sampai keesokan hari. Hasil pecahan biji kacang hijau tersebut kemudian disaring untuk dipisahkan antara biji yang halus dengan yang kasar. 24 . d) Sari kacang hijau yang diambil kemudian direndam di dalam bak selama kurang lebih dua jam. Jika endapan yang telah disaring dengan kain yang berpori-pori setengah rapat telah direndam selama kurang lebih dua jam. biji kacang hijau tersebut diangkat dari air lalu dicuci dengan air bersih dan dibuang kulitnya. b) Biji kacang hijau yang halus tersebut kemudian direndam ke dalam air. Setelah mendapat bahan baku. c) Kacang yang sudah bersih kemudian digiling dengan alat penggilingan yang berbatu amaril. Tepung hunkwe  Pembuatan Tepung Hunkwe: a) Pilihlah kacang hijau yang baik sebagai bahan baku. endapan tersebut dicuci kembali dengan air bersih dan cairan yang di atasnya dibuang.2. Kacang Hijau a. e) Setelah kurang lebih dua jam. Kemudian endapan tersebut disaring dengan kain yang berpori-pori besar lalu direndam kembali selama kurang lebih dua jam. Setelah endapan kacang hijau dengan cairan terpisah. Hasil dari gilingan lalu disaring dengan saringan halus yang berputar sambil disemprot dengan air sehingga ampas dari biji kacang hijau terpisah dengan sarinya dan sari kacang hijau diambil untuk diproses lebih lanjut. biji kacang hijau dimasukkan ke dalam mesin pemecah.

Selama penyimpanan proses perubahan biokimia dan serangan agen-agen perusak dapat menyebabkan susut dan menghasilkan metabolit yang berbahaya bagi kesehatan. G. Setelah dijemur. Faktor-faktor yang mempengaruhi penyimpanan pada Serealia dan Kacang-kancangan Karakteristik Serealia dan Kacang-kancangan yang erat kaitannya dengan penyimpanan adalah : 1. endapan dicuci dengan air bersih. kadar air 2. Apabila cuaca mendung. apalagi jika sistem penyimpanan yang ditetapkan kurang atau tidak memenuhi persyaratan penyimpanan yang baik. endapan tersebut siap dijemur. perlu dilakukan kontrol terhadap faktor-faktor lingkungan yang berperan dalam penyimpanan serta kontrol terhadap agen-agen yang dapat menimbulkan kerugian. Oleh karena itu. Dalam hal ini. aktivitas respirasi 3. tepung hunkwe sudah siap untuk dibungkus. perlu dilakukan penyimpanan yang baik dan benar. maka pengeringannya menggunakan oven. Setelah dicuci. sifat-sifat fisik 1) Kadar Air Kadar air yang aman untuk menyimpan serealia dan kacangkancangan adalah 13-14%. beberapa jenis hasil pertanian sangat rentan terhadap kerusakan selama penyimpanan. Penyimpanan Serealia dan Kacang-kancangan Penyimpanan hasil pertanian merupakan bagian yang penting dalam penanganan pasca panen.f) Keesokan harinya. densitas 4. Kadar air yang aman dari gangguan kerusakan mikroorganisme sebesar 11-12% dengan aw sebesar 25 .

sehingga panas yang dihasilkan tidak langsung dihantarkan oleh biji-bijian dalam jumlah yang besar.62. uap air dan CO 2.0. aktifitas fermentasi dan perkecambahan • Serangga/kutu • Binatang pengerat • Mikroorganisme 3) Pindah panas dan migrasi air • Sumber panas dihasilkan oleh : sumber internal : dari biji-bijian sendiri (respirasi) 26 . Serealia dan kacang-kancangan bukan merupakan konduktor/penghantar panas yang baik. Pindah panas yang terjadi dalam penyimpanan serealia dan kacang-kancangan berlangsung secara konduksi Lingkungan penyimpanan Lingkungan penyimpanan dipengaruhi oleh 3 faktor : 1) Faktor abiotik Faktor abiotik meliputi faktor lingkungan penyimpanan yaitu : • Masa udara masa udara menuju ke keadaan setimbang dengan suhu dan tekanan udara biji-bijian. meliputi respirasi. 2) Aktivitas Repirasi Repirasi biji-bijian menghasilkan panas. masa udara intergranulasi menempati 40% volume penyimpanan masa udara intergranulasi adalah volume udara yang berada di antara butiran-butiran yang satu dengan lainnya suhu dan tekanan udara intergranulasi sama besar dengan suhu dan tekanan udara dalam serealia dan kacangkancangan • Kelembaban udara kelembaban udara akan mempengaruhi kadar air 2) Faktor biotik Faktor biotik meliputi : • Aktivitas metabolisme biji-bijian. Pada kadar air ini serealia dan kacang-kancangan yang digunakan untuk stok perbenihan mempunyai mutu terbaik. oksidasi. Pada penyimpanan bentuk curah. Kecepatan respirasi masing-masing jenis biji berbeda-beda tergantung dari komposisi kimianya. Laju respirasi berkurang setengahnya setiap penurunan suhu 10oC 3) Sifat-Sifat Fisik Sifat fisik serealia dan kacang-kancangan meliputi panas yang dihasilkan dan pindah panas.

jasad renik.banyak digunakan pada gudang besar.prinsipnya adalah : memindahkan biji-bijian dari satu tempat ke tempat lain sehingga terjadi efek pendinginan .dapat digunakan untuk mengontrol migrasi uap air dengan cara mendinginkan bijibijian c) pergerakan atau perpindahan . Pindah panas terjadi oleh karena pergerakan air yang terbawa oleh pergerakan intergranulasi secara konveksi Teknik penyimpanan Terdapat 4 teknik penyimpanan : 1. Penyimpanan pada Kadar Air Normal 2. . kayu) .bentuk silo (metal. Penyimpanan Vakum 4.bentuk curah .prinsipnya adalah : pengeluaran uap air melalui 2 jalan yaitu melalui difusi uap air dari biji ke ventilator dan pergerakan udara di antara biji-bijian. silo besar dan elevator . perubahan suhu lingkungan Respirasi biji-bijian menghasilkan panas 26.ventilasi cara ini tidak efektif jika kelembaban udara terlalu tinggi b) ventilasi mekanik . yaitu pada kadar air 13-14% Prosedur sebelum penyimpanan : . Penyimpanana pada Kadar Air Tinggi 3. Penyimpanan dengan Modifikasi Atmosfer 1) Penyimpanan pada Kadar Air Normal Kadar air dikatakan normal jika biji-bijian tersebut dapat disimpan dengan aman.• • sumber eksternal : aktivitas serangga.dapat mengeluarkan kelebihan uap air 1-2% .dengan cara ini dapat mencampurkan biji yang kering dengan biji yang lembab. maupun yang dingin dengan yang panas 27 .bentuk karung (goni) Terdapat 4 teknik penyimpanan pada kadar air normal : a) ventilasi alami .100 KJ/kg bahan.pembersihan .pengeringan .pemberian desinfektan Penyimpanan dapat dilakukan dalam bentuk : .

.prinsip : penyimpanan dilakukan pada kadar oksigen sangat rendah .metode ini dilakukan jika kondisi area tidak cocok untuk dilakukan pengeringan secara alami .menyebabkan terjadinya pengkaratan.6-0. tetapi paling efektif untuk biji dengan kadar air rendah d) penyimpanan pada suhu rendah .8 (ambang bawah dari proses fermentasi) • Dengan aw diatas 0.dapat dilakukan untuk penyimpanan biji-bijian dengan kadar air tinggi.8 .diperlukan peralatan khusus dengan mahal sehingga kurang efisien biaya 28 .8 dilakukan apabila dikehendaki terjadinya proses fermentasi laktik • Dengan teknik ini biji yang baru dipanen dapat langsung disimpan tanpa proses pengeringan yang memadai • Terdapat 4 teknik penyimpanan pada kadar air tinggi : a) stabilitas kimia . sehingga tidak efisien b) iradiasi dengan sinar gama .dilakukan pada suhu di bawah 10oC .prinsipnya adalah : pemanasan udara sampai 5-10% dari suhu awal sehingga kelembaban relatif turun 30% dan air keluar dari dalam biji. asam benzoat.asam-asam organik meliputi asam propionat.aw 0.6 (batas kritis kadar air minimal pada biji-bijian) .dosis yang diijinkan WHO 1000 Krad sehingga c) anaerob ketat . asam asetat maupun campuran dari asam-asam tersebut. asam format. menyebabkan biji kering.- perlakuan beberapa kali dapat mempertahankan pada kadar air normal d) pengeringan artifisial .aw o. Asam-asam ini bersifat folatil sehingga terbatas daya hambat mikrobanya.memerlukan peralatan canggih penggunaannya terbatas .dengan penambahan asam-asam organik dan berbagai garam . 2) Penyimpanana pada Kadar Air Tinggi • Dilakukan di daerah tropis. sebab keadaan udara basah dengan aw 0.

3) Penyimpanan Vakum • Adalah penyimpanan dalam suatu wadah yang dapat melindungi produk di dalamnya dari pertukaran gas atau air dari luar • Digunakan untuk menyimpan biji dengan kadar air 1214% • Keuntungan penyimpanan vakum : .Bebas dari debu dan kotoran .Bebas dari cahaya 29 .mencegah masuknya serangga dan binatang kecil lainnya . Bentuk penyimpanan Bentuk penyimpanan dibedakan menjadi 2 : 1) Penyimpanan Domestik/Tradisional • Penyimpanan domestik bertujuan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi hingga waktu panen berikutnya dan untuk penyimpanan benih • Wadah yang digunakan pada bentuk penyimpanan domestik/tradisional : . 2) Penyimpanan Komersial • Penyimpanan sistem komersial dapat dilakukan dengan : a) sistem karung sak (goni) .produk tetap dalam kondisi kering 4) Penyimpanan dengan Modifikasi Atmosfer • Prinsipnya hampir sama dengan penyimpanan vakum • Modifikasi yang dilakukan dengan menambahkan gas karbon.Bin kayu Bin kayu dibuat dari kayu meranti.Karung bersifat antiair .menyebabkan kerusakan serangga dan binatang kecil lainnya pada saat penyimpanan .mencegah kerusakan kapang dan timbulnya panas .Ventilasi ruangan cukup . nitrogen atau dengan campuran CO2 dengan nitrogen. biasa dilakukan di Kalimantan dan Jawa. dengan disertai penurunan kadar oksigen • Pada penyimpanan metode ini dapat bertahan hingga 10 bulan dengan mutu tetap dipertahankan. .Terlindungi dari tikus dan burung .Bin bambu Bin bambu banyak dijumpai di Sumatra dan Sulawesi Selatan dengan kapasitas penyimpanan sekitar 250 kg – 4 ton.

kerusakan oleh tikus rendah .lebih banyak kurang/lebih rendah . Keuntungan dan kekurangan sistem karung/sak dan sistem curah : Sistem karungSak Sistem Curah .tidak fleksibel .biaya investasi tinggi .penanganan lambat .biaya investasi rendah .75 m di atas tanah b) sistem curah (bulk).fleksibel .- Diletakkan pada pondasi dengan ketinggian 0.kerusakan oleh tikus tinggi 30 .biaya operasi tinggi biaya operasi rendah .penanganan cepat .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful