P. 1
metode seismik

metode seismik

|Views: 42|Likes:
Published by Zella Navtalia

More info:

Published by: Zella Navtalia on Sep 18, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/20/2014

pdf

text

original

A. seismic Darat Berikut gambaran umum pekerjaan survey seismik.

TOPOGRAFI Dalam survey seismik posisi koordintat SP (shot point) dan TR (trace) sangat penting sekali diperhatikan, karena hal ini menyangkut dengan kualitas data yang akan dihasilkan. Departemen Topografi melakukan pengeplotan /pematokan koordinat-koordinat SP dan TR teoritik yang telah didesain. Dalam membuat desain survei seismik terdapat beberapa parameter lapangan yang harus diperhatikan : 1. Trace interval : Jarak antara tiap trace 2. Shot point interval: jarak antara satu SP dengan SP yang lainnya 3. Far Offset: Jarak antara sumber seismik dengan trace terjauh terjauh 4. Near Offset: Jarak antara sumber seismik dengan trace terdekat 5. Jumlah shot point: Banyaknya SP yang digunakan dalam satu lintasan 6. Jumlah Trace: Banyaknya trace yang digunakan dalam satu SP 7. Record length lamanya merekam gelombang seismik 8. fold coverage: Jumlah atau seringnya suatu titik di subsurfece terekam oleh geophone di permukaan Program kerja yang dilakukan oleh departemen Topografi antara lain: Survey Lokasi • Posisi Lokasi Survey • Kondisi Daerah Survey • Akses kelokasi survey • Perencanaan Pekerjaan • Pembuatan peta kerja Pengukuran Titik Kontrol Langkah pertama dalam pembuatan titik kontrol adalah mendistribusikan pilar-pilar GPS pada seluruh area. Kemudian BM GPS ini dipasang pada area survai sesuai dengan distribusi dimana pilar tersebut dipasang. Titik BM yang telah diketahui digunakan untuk menentukan koordinat-koordinat lain yang belum diketahui, misalnya koordinat shoot point atau koordinat receiver.Pada dasarnya pengukuran GPS selalu diikatkan dengan titik dari Bakosurtanal yang bertujuan untuk mengikatkan titik koordinat secara global sehingga titik koordinat tersebut dapat dikorelasikan dengan titik koordinat peta yang lain.

parit. sungai atau rawa Sehingga mengefektifkan waktu dan kerja crew baik drilling maupun recording. . • Pembuatan Titian dan Rintisan Titian dibuat untuk mempermudah dan memperlancar kerja ketika survey menemukan lokasi yang tidak bisa dilewati sepeti: irigasi.Pengukuran Lintasan Seismik • Pengukuran Lintasan Seismik & Pemasangan patok SP dan TR Pengukuran lintasan seismik yang meliputi pengukuran titik tembak (SP) dan titik rekam (TR) dilakukan dengan menggunakan peralatan total station.

Penentuan kedalaman lubang bor ini berdasarkan test percobaan yang dilakukan sebelumnya. Di dalam tabung ini dinamit diisi dengan detenator atau ‘cap’ . Kedalaman lubang bor biasanya 30 m dengan diameternya sekitar 11 cm. dan airgun digunakan khusus untuk daerah survey di dalam air. Kedalaman ini terletak di bawah lapisan lapuk (weathering zone).Pengukuran Lintasan DRILLING DAN PRELOADING Pemboran dangkal pada survey Seismik bertujuan untuk membuat tempat penanaman dinamit sebagai sumber energi (source) pada perekaman. Drilling PRELOADING Pada survey seismik digunakan sumber energi dinamit untuk di darat. Dinamit yang digunakan bermerk Power Gel ini terbungkus dalam tabung plastik dan dapat disambung-sambung sesuai dengan berat yang diinginkan untuk ditanam.

sebagai sumber ledakan pertama. serta dipasang pula anchor agar dinamit tertancap kuat di dalam tanah. dengan tujuan untuk menghindari efek pendangkalan dan runtuhan di dalam lubang. Pengisian dinamit dilakukan oleh regu loader yang dipimpin oleh seorang shooter yang telah mempunyai pengetahuan keamanan yang berhubungan dengan bahan peledak dan telah memiliki lisensi tertulis dari MIGAS. Pemasangan dinamit (preloading) dilakukan langsung setelah pemboran selesai. Preloading .

yang memegang kendali adalah observer dengan memakai perlengkapan alat recording yang disebut LABO. Sebelum melakukan perekaman kabel dibentangkan sesuai dengan posisi dan lintasannya berdasarkan desain survey 2D. . yaitu merekam data seismik ke dalam pita magnetik (tape) yang nantinya akan diproses oleh pusat pengolahan data (processing centre). Pada saat perekaman.RECORDING Perekaman merupakan pekerjaan akhir dari akuisisi data seismik.

frekuensi rendah • Line Cut : kabel terputus saat shooting • Parity Error : instrumen problem • No CTB : no confirmation time break • Loss Hole : lubang dinamit tidak ditemukan • Reverse Polaritty : polaritas terbalik • Bad/No Up Hole : UpHole jelek atau tidak ada (pada monitor record atau blaster) • Dead Trace : trace mati • Noise Trace : terdapat noise pada trace . 2. Penembakan (Shooting) Saat peledakan dan perekaman tidak semua data terekam sempurna. SU (Stasiun Unit): Pengubah sinyal analog dari trace ke dalam digital yang akan ditransfer ke LABO. 4. 3. beberapa istilah misfire yang sering digunakan di lapangan: • Cap Only : dinamit tidak meledak.Persiapan Peralatan Peralatan yang digunakan dalam proses recording antara lain: 1. dsb. Geophone: Penerima getaran dari gelombang sumber yang berupa sinyal analog. PSU (Power Stasiun Unit): Berfungsi memberikan energi pada SU 70 A / 16 Volt. banyak noise. Kejadian ini disebut misfire. dinamit tidak meledak • Loss wire : kabel deto tidak ditemukan • Weak Shot : tembakan lemah. Up Hole tidak terekam dengan baik. detenator meledak • Dead Cap : hubungan pendek. Kabel Trace: Kabel penghubung antar trace. kadang-kadang dinamit tidak meledak.

Langkahlangkah yang umum dilakukan dalam memproses data seismic di lapangan adalah sebagai berikut: Loading Tape Data sesimik dalam teknologi masa ini selalu disimpan dalam pita magnetik dalam format tertentu. wrong spread dsb. Perhatian utama di field processing adalah pada geometri penembakan dimana jika ada penembakan terdapat wrong ID. terutama koheren noise.FIELD PROCESSING Field processing adalah proses yang dilakukan di lapangan sebelum dilakukan proses selanjutnya di pusat. atau trace yang mati. offset terhadap shot-point. Trace Editing Proses editing dan mute bertujuan untuk merubah atau memperbaiki trace atau record dari hal-hal yang tidak diinginkan yang diperoleh dari perekaman data di lapangan. pertama membuat trace-trace yang tidak diinginkan tersebut menjadi berharga nol (EDIT) dan atau membuang / memotong bagianbagian trace pada zona yang harus didefinisikan (MUTE). Geometri Up Date Adalah proses pendefinisian identitas setiap trace yang berhubungan dengan shotpoint. dapat diketahui dan segera dikonfirmasikan ke Field Seismologist dan TOPO untuk dilakukan perbaikan. Editing dapat dilakukan pada sebagian trace yang jelek akibat dari adanya noise. wrong coordinate. Hal-hal yang perlu diedit dari suatu data dapat diperoleh dari catatan pengamatan di lapangan (observer report) maupun dengan pengamatan dari display raw recordnya. Pelaksanaan pengeditan dapat dilakukan dengan 2 cara yaitu.Z di permukaan. Proses pengolahan data seismik di lapangan biasanya hanya dilakukan sampai pada tahapan final stacktergantung dari permintaan client. SEG (Society of Ekploration Geophysics) telah menetukan suatu standar format penulisan data pada pita magnetic. . polariti yang terbalik. Pita magnetik yang memuat data lapangan ini disebut field tape.Y. misfire. koordinat X. dan sebagainya. kumpulan CDP.

Suatu reflector yang datar (flat) akan terganggu oleh adanya kondisi static yang disebabkan adanya efek permukaan (near surface efects). sehingga nilai amplitudo relatif stabil dare time break hingga kedalaman target. tebal lapisan lapuk dan variasi kecepatan pada lapisan lapuk. tampak bahwa . maka bentuk energi seismik (wavelet) yang tadinya tajam dan tinggi amplitudonya di dalam kawasan waktu (time domain). Koreksi ini dilakukan untuk menghilangkan pengaruh dari variasi topografi. Secara garis besar koreksi static ini dapat dibagi menjadi dua bagian koreksi : .Peredaman karena melewati batuan yang kurang elastik sehingga mengabsorbsi energi gelombang. sedemikian rupa sehingga pada setiap trace dikalikan dengan besaran tertentu.Raw Data Koreksi Statik Tujuan koreksi statik ini adalah untuk memperoleh arrival time bila penembakan dilakukan dengan titik tembak dan group geophone yang terletak pada bidang horizontal dan tanpa adanya lapisan lapuk.Adanya penyebaran energi kesegala arah (spherical spreading atau spherical divergence).Koreksi Lapisan Lapuk (weathering layer) .Koreksi Ketinggian Amplitudo Recovery (Proses Pemulihan Amplitudo) Proses ini bertujuan memulihkan kembali nilai amplitudo yang berkurang yang hilang akibat perambatan gelombang seismic dari sumber sampai kepenerima (geophone). Kalau ditinjau dalam kawasan frekuensi. . Akibat efek filter bumi. Deconvolution Energi getaran yang dikirim kedalam bumi mengalami proses konvolusi (filtering) bumi bersikap sebagai filter terhadap energi seismik tersebut. Pengurangan intensitas gelombang seismic ini disebabkan karena hal-hal sebagai berikut: .

maka di dalam format CDP gather setiap refleksi menjadi horizontal dan noise-noisenya tidak horizontal. Pada prinsipnya perhitungan residual static didasarkan pada korelasi data seismik yang telah terkoreksi NMO dengan suatu model. Residual static Kesalahan perkiraan penentuan kecepatan dan kedalaman pada weathering layer saat melakukan koreksi statik dan adanya sisa deviasi static pada data seismik serta Data Upholedan First break yang sangat buruk juga dapat mempengaruhi kelurusan reflektor pada CDP gather sehingga saat stacking akan menghasilkan data yang buruk. Analisa Kecepatan Analisa kecepatan (velocity analysis) adalah metode yang dipakai untuk mendapatkan stacking velocity dari data seismik yang dilakukan dengan menggunakan Interactive Velocity Analisis diperoleh dari kecepatan NMO dengan asumsi bahwa kurva NMO adalah hiperbolik. Dengan kata lain migrasi diperlukan karena rumusan pemantulan pemantulan pada CMP yang diturunkan berasumsi pada model lapisan datar. berarti di dalam kawasan waktu bentuk wavelet dipertajam kembali. Analisis kecepatan ini dilakukan dalam CDP gather. Migrasi Migrasi dilakukan setelah proses stacking. Kecepatan yang dipakai dalam proses stacking ini adalah stacking velocity. seperti ground roll dan multiple. apabila lapisannya miring maka letak titik-titik CMP / reflektornya akan . Dimana model ini diperoleh melalui suatu Picking Autostatic Horizon yang mendefinisikan besar pergeseran time shift yang dinyatakan sebagai statik sisa yang akan diproses. Dengan demikian apabila trace-trace refleksi yang datar tersebut disuperposisikan (distack) dalam setiap CDP-nya. atau di dalam kawasan frekuensi spektrum amplitudonya diratakan dan spektrum fase dinolkan atau diminimumkan. maka diperoleh sinyal refleksi yang akan saling memperkuat dan noise akan saling meredam sehingga S/N ratio naik.Stacking velocity adalah kecepatan yang diukur oleh hiperbola NMO. Didalam CDP gather titik reflektor pada offset yang berbeda akan berupa garis lurus (setelah koreksi NMO). karena dengan analisa kecepatan ini akan diperoleh nilai kecepatan yang cukup akurat untuk menetukan kedalaman. Dekonvolusi adalah suatu proses untuk kompensasi efek filter bumi. seluruh trace dengan koordinat midpoint yang sama dijumlahkan menjadi satu trace. migrasi merupakan tahap akhir dalam metode Post Stack Time Migration yang bertujuan untuk memindahkan event-event data pada section seismic ke posisi yang sebenarnya.spektrum amplitudonya menjadi lebih sempit karena amplitudonya frekuensi tinggi diredam oleh bumi dan spektrum fasenya berubah tidak rata. Hal tersebut dikarenakan koreksi dinamik hanya untuk reflektor-reflektornya saja. Analisa kecepatan ini sangat penting. harga kontur semblance analisis sebagai fungsi dari kecepatan NMO dan CDP gather stack dengan kecepatan NMO yang akan diperoleh pada waktu analisa kecepatan. ketebalan. Stacking Proses stacking adalah menjumlahkan seluruh komponen dalam suatu CDP gather. kemiringan dari suatu reflektor. Setelah semua trace dikoreksi statik dan dinamik.

.bergeser. Untuk mengembalikan titik-titik reflektor tersebut keposisi yang sebenarnya dilakukan proses migrasi.

ditarik oleh kapal dan posisinyaa “melayang” ( tidak berada di dasar laut) . Namun karena kita tidak mengetahui dimana kandungan minyak bumi itu berada. dibentangkan di dasar laut. .Survei Seismik berada pada daerah dengan kedalaman 0-10 meter. dan getaran ditangkap kembali oleh hidrophone sebagai perekam getaran. Apa saja metode dalam Survei Seismik Laut ? a.Kabel Streamer yang berisi Hidrophone ( perekam getaran ). Seismik Laut Seismik laut adalah suatu pekerjaan untuk mencari kandungan minyak dan gas bumi yang ada di lapisan bawah bumi tepatnya di daerah laut. ( Laut dalam ) . sehingga diperlukan pemetaan terhadap lapisan bawah bumi.Low Cost dan Waktu Pengukuran relatif lebih cepat. perlu adanya sumber getaran (Air gun ) .”Bagaimana cara memetakan lapisan bawah bumi?” jawabanny adalah dengan melakukan Survei Seismik laut dimana wahana yg digunakan adalah kapal seismik .High Cost dan Waktu Pengukuran relatif lebih lama. setelah sampai di dasar laut kemudian getaran tersebut dipantulkan . Syarat untuk dapat memetakan lapisan bawah bumi ada 2 hal : Pertama. Prinsipnya : getaran dalam bentuk gelombang udara ( airgun) ditembakkan ke dasar laut. b. (Daerah dangkal) . Transition Zone ( Ocean Bottom Cable/ OBC ) Ciri Khasnya: . . Marine Seismic Ciri Khasnya: . Yang jadi pertanyaan .B. Perlu adanya alat perekam yang dapat menerima sumber getaran (Hidrophone ).Kabel Streamer yang berisi Hidrophone ( perekam getaran ). : Kedua.Survei Seismik berada pada daerah dengan kedalaman > 10 meter.

Lalu. tersebar di berbagai kota diantaranya Singapura. Streamer ini berisi Hidrophone( alat perekam getaran).“Apa sih DGPS itu?”. jalur kapal. Total panjang dari streamer biasanya mencapai 3 km . GPS C-Nav ( DGPS method ) Setiap pengukuran yang dilakukan di daerah laut. Peralatan utama apa saja yang dipergunakan ? a. Nah GPS C-Nav yang dibawa kapal berfungsi sebagai Rover dan menerima koreksi dari setiap base station di kota terdekat. dapat dilakukan secara 2 dimensi maupun 3 Dimensi. GPS yang dijadikan sebagai base station. dapat dipastikan menggunakan peralatan GPS C-NAV menggunakan metode pengukuran DGPS. Jadi konsepnya hampir sama seperti GPS CORS. dan bird (berperan untuk mengatur posisi dan kedalaman streamer).. akan dibahas di blog selanjutnya. Pada DGPS. Streamer Streamer bentuknya seperti kabel yang dibentangkan kemudian ditarik oleh kapal ( untuk marine seismic).Ketelitian bisa sampai level desimeter b. c. namun kelemahan nya. ADC (Analog to digital converter). air gun ). DGPS memiliki kepanjangan Differensial Global Positioning System. ( nantinya akan berbeda konfigurasi Streamer. Gyro Compass ( Gyroscope ) Alat ini hampir memiliki fungsi yang sama dengan kompas yaitu menunjukkan arah utara. Australia. dll.ϑCatatan : Survei seismik baik menggunakan metode Marine Seismik maupun Transition Zone. alat ini baru dapat menunjukkan arah utara setelah 3 jam. Balikpapan. ( mis: Singapura). Hanya saja arah utara yang ditunjukkan oleh Gyro Compass adalah arah utara Geografis ( arah utara sebenarnya ).

Air gun memiliki kekuatan tekanan mencapai 2000 psi atau sekitar 200 kali tekanan ban motor. Processing Line ( untuk mendapatkan koordinat jalur kapal yang sudah dilakukan Adjustment/ perataan . Navigasi arah kapal dengan memperhatikan arus laut dan cuaca. Survei Batimetri. AirGun Airgun berfungsi sebagai sumber getaran. Siapa saja Kru kapal yang terlibat dalam Survei Seismik Laut? a. Tenaga yang digunakan adalah tekanan dari udara bebas dan tidak akan merusak karang yang ada di bawah kapal. Navigator: Posisi ini biasanya ditempati oleh orang dengan background Sarjana Teknik Geodesi. Job Desk yang dilakukan adalah melakukan Pengukuran Pasang surut ( Untuk keperluan praktis biasanya 30 hari ).d. Design rencana awal line seismik.

dll. Jobdesk yang dilakukan adalah setiap kali 1 garis seismik telah selesai ditembak. harus memiliki tekanan sebesar 2000 psi. d. Jika data penembakan terhadap 1 line terbilang buruk. Jika kurang. maka kapal harus melakukan penembakan ulang di garis seismik tersebut ( istilahnya : infill/ reshooting ) . Job desk yang dilakukan adalah melakukan montoring terhadap kedalaman dari streamer ( biasanya 5 meter ).b. Gun Mechanic : Posisi ini biasanya ditempati oleh orang dengan background Sarjana Teknik Mesin. Observer : Posisi ini biasanya ditempati oleh orang dengan background Sarjana Teknik Geofisika/ Geologi. level ambient noise. maka Gun Mechanik harus menambah kekuatan kompresor untuk menstabilkan tekanan sehingga besar tekanan tidak kurang ataupun tidak lebih. Jobdesk yang dilakukan adalah memastikan bahwa Air Gun di setiap tembakannya ( Shooting). tekanan air gun ( apakah kurang/ lebih ). maka ahli geophisics ini melakukan field prosesing untuk memastikan apakah data tersebut terbilang bagus atau buruk. Geophisic : Posisi ini biasanya ditempati oleh orang dengan background Sarjana Teknik Geofosika. c. Kecepatan kapal ( Perlu dipercepat/ diperlambat ).

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->