P. 1
Teori Akuntansi Positif

Teori Akuntansi Positif

|Views: 112|Likes:
jjjj
jjjj

More info:

Published by: Muhamad Hadi Santoso on Sep 19, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/02/2014

pdf

text

original

Teori Akuntansi Positif Teori akuntansi adalah adalah cabang akuntansi yang

MUHAMAD HADI SANTOSO 105020307111026

terdiri dari pernyataan sistematik tentang prinsip dan metodologi yang membedakan dengan praktik. Definisi lain teori akuntansi merupakan suatu susunan konsep, definisi, dan dalil yang menyajikan secure sistematis

gambaran fenomena akuntansi serta menjelaskan hubungan antar variabel dalam struktur akuntansi dengan maksud untuk dapat memprediksi fenomena yang muncul. Fungsi Teori akuntansi adalah : 1. Sebagai pedoman bagi lembaga penyusun standar akuntansi 2. Memberikan kerangka acuan dalam menyelesaikan masalah akuntansi yang tidak ada standar resmi 3. Meningkatkan pemahaman dan keyakinan pembaca terhadap informasi yang disajikan dalam laporan keuangan 4. Agar laporan keuangan dapat diperbandingkan 5. Memberikan kerangka acuan dalam menilai prosedur dan praktik akuntansi Teori ekonomi positif menjelaskan fenomena ekonomi dan bisnis melalui spesifikasi variabel yang saling terkait. Teori yang dikemukakan Friedman (1953) ini merupakan sekumpulan proposisi (penjelasan sifat dan realita) yang terdiri dari konstruk yang didefinisikan secara luas dan menghubungkan berbagai unsur yang terdapat dalam proposisi tersebut. Teori ekonomi positif, menurut Friedman (1953), pada hakekatnya terbebas dari ikatan berbagai aspek etika, sebagaimana dikemukakan Keynes. Dia lebih mengacu ke istilah “apa adanya” (what it is) daripada ke istilah “seharusnya demikian” (it should be. Dengan demikian, fungsinya harus dinilai berdasarkan ketepatan (precision), bidang kajian (scope), dan kesesuaian peramalan berdasarkan pada pengalaman. Ringkasnya, ekonomi positif adalah, atau dapat dikategorikan sebagai ilmu pengetahuan yang objektif (objective science), seperti halnya ilmu fisika. Teori akuntansi positif merupakan varian dari teori ekonomi positif. Teori ini berkembang seiring dengan kebutuhan untuk menjelaskan dan memprediksi realitas praktik-praktik akuntansi yang ada di masyarakat, what it is (Watts dan Zimmerman, 1986). Teori ini memiliki pijakan yang berbeda dibandingkan dengan akuntansi normatif, yang lebih menjelaskan praktik-praktik akuntansi yang seharusnya berlaku, it should be. Teori ini bertujuan menjelaskan meramalkan, dan memberi jawaban atas praktik akuntansi. Di samping itu, teori ini juga meramalkan berbagai fenomena akuntansi dan menggambarkan bagaimana interaksi antar-variabel akuntansi dalam dunia nyata. Validitas teori akuntansi positif dinilai atas dasar kesesuaian teori dengan fakta atau apa yang nyatanya terjadi (what it is). Untuk lebih mudah dipahami contoh teori akuntansi positif adalah praktik akuntansi yang saat ini sering kita dengar antara lain creative accounting, earning management, big bath, dan income smoothing. Pada dasarnya praktik akuntansi ini sudah dilakukan cukup lama, tetapi praktik ini semakin mencuat diantaranya pada kasus ENRON, dan Worldcom yang terjadi pada tahun 2000. Kasus ini mengakibatkan krisis kepercayaan publik terhadap auditor. Kasus ini telah meruntuhkan KAP Arthur Andersen, tidak saja keluar

dari The big five. Kasus inilah yang menjadi titik tolak bagi para auditor dan lembaganya untuk meningkatkan kembali jaminan terhadap hasil audit mereka. Badan ini adalah Financial Accounting Standards Board (FASB) yang tidak berada di bawah AICPA melainkan di bawah Financial Accounting Foundation (FAF). Selanjutnya. Ide utama dari pendekatan positif adalah untuk mengembangkan hipotesis atau faktor-faktor yang mempengaruhi dunia praktek akuntansi dan untuk menguji validitas dari hipotesis ini secara empiris: . mengapa akuntan melakukan apa yang mereka lakukan. Teori positif didasarkan pada adanya dalil bahwa manajer. Berbeda dengan di Indonesia. SAK yang ada sekarang dikeluarkan oleh IAI melalui suatu organ yang kita kenal dengan Dewan Standar Akuntansi Keuangan (DSAK). bahkan sampai pencabutan ijin usaha. Dorongan terbesar dari pendekatan positif dalam akuntansi adalah untuk menjelaskan dan meramalkan pilihan standar manajemen melalui analisis atas biaya dan manfaat dari pengungkapan keuangan tertentu dalam hubungannya dengan berbagai individu dan pengalokasian sumber daya ekonomi. dan apa pengaruh yang dimiliki fenomena terhadap penggunaan orang dan sumber daya. Bila telah diperoleh masukan. bila tidak ada masalah lagi. pemegang saham. Salah satu bagian kecil dari PABU adalah SAK atau standar akuntansi Keuangan. Jensen selanjutnya meminta akan adanya “perkembangan suatu teori akuntansi positif yang akan menjelaskan mengapa akuntansi seperti apa adanya ia. maka IAI akan mengesahkan standar tersebut dan diberlakukan secara efektif.. dilakukan sosialisasi (public hearing) untuk memperoleh masukan lebih banyak lagi dari masyarakat luas (pemakai laporan keuangan). dan aparat pengatur/polisi adalah rasional dan bahwa mereka berusaha untuk memaksimalkan kegunaan mereka yang secara langsung berhubungan dengan kompensasi mereka. Dewan ini bertugas untuk menyusun draft standar akuntansi keuangan yang akan diberlakukan. Draft tersebut terlebih dahulu didiskusikan dengan Dewan Konsultatif Standar Akuntansi Keuangan (DKSAK) untuk kemudian dikeluarkan draft-nya. Aturan tersebut dikenal dengan nama Praktik Akuntansi Berterima Umum (PABU) atau GAAP. Badan ini berwenang penuh dalam menentukan standar akuntansi yang akan ditetapkan. Sedangkan akuntansi normatif adalah praktik akuntansi yang dilaksanakan sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan. dan oleh karena itu kesejahteraan mereka pula. Tuntunan atas adanya suatu pendekatan positif terhadap akuntansi terjadi ketika Jensen menyatakan bahwa “penelitian dalam akuntansi (dengan satu atau dua pengecualian yang dapat di catat) tidak bersifat ilmiah. karena fokus penelitian ini telah sangat normatif dan terdefinisi”. Amerika Serikat mendirikan badan penyusun standar akuntansi yang berada di luar asosiasi profesi. Pesan mendasar yang kemudian dikenal sebagai “Kelompok Akuntansi Rochester” adalah bahwa hampir semua teori akuntansi tidak bersifat ilmiah karena mereka bersifat normatif dan seharusnya diganti dengan teori positif yang menjelaskan praktek akuntansi aktual dilihat dari segi pilihan manajemen secara sukarela terhadap prosedur akuntansi dan bagaimana standar peraturan telah berubah dari waktu ke waktu. Pilihan atas suatu kebijakan akuntansi oleh beberapa kelompok tersebut bergantung pada perbandingan relatif biaya dan manfaat dari prosedur akuntansi alternatif dengan cara demikian untuk memaksimalkan kegunaan mereka.

Biaya informasi (contoh biaya untuk memperoleh informasi) 4. Hal ini mungkin meminta perjanjian pemberian pinjaman untuk mendefinisikan aturan perhitungan guna menghitung angkaangka akuntansi dengan tujuan perjanjian yang terbatas. teori biaya kontrak melihat peran informasi akuntansi sebagai pengamat dan penegak atas kontrak-kontrak ini untuk menurunkan biaya agensi dari konflik kepentingan tertentu. biaya obligasi. Farma memperluas pandangan “penghubung kontrak” ini dengan mencakup baik pasar modal maupun pasr untuk tenaga kerja manajerial. Lebih jauh lagi pada pasar yang efisien dua perusahaan dengan distribusi arus kas yang sama akan dinilai sama tanpa memperhatikan perbedaan penggunaan prosedur akuntansi. Teori ini berubah menjadi suatu pandangan atas perusahaan sebagai suatu “penghubung (nexus)kontrak” melalui pernyataan Jensen dan Macklin yang menyatakan bahwa perusahaan adalah cerita fiksi legal yang berfungsi sebagai penghubung atas serangkaian hubungan kontrak antara individu. teori positif dalam akuntansi berasumsi bahwa harga saham bergantung pada arus kas dan bukannya laba yang dilaporkan. 2. dan kemudian fungsi kegunaan manajemen untuk memperoleh suatu wawasan atas faktor yang mempengaruhi pilihan manajer terhadap prosedur akuntansi. Dalam kejadian seperti ini keputusan yang menguntungkan pemegang saham tidaklah harus selalu keputusan yang terbaik bagi kepentingan pemegang obligasi. Biaya kontrak ini mencakup: 1. Biaya kepailitan (contoh biaya hukum untuk memailitkan dan biaya keputusan yang disfungsional) . Satu konflik yang mungkin muncul adalah konflik kepentingan antara pemegang obligasi dan pemegang saham dari perusahaan terhadap utang yang ada. Teori agensi berawal dengan adanya penekanan pada kontrak sukarela yang timbul di antara berbagai pihak organisasi sebagai suatu solusi yang efisien terhadap konflik kepentingan tersebut. 2. Biaya transaksi (contoh biaya komisi perantara) 2.1. Biaya negosiasi ulang (misalnya biaya penulisan kembali kontrak yang ada ketika kontrak dianggap telah tidak sesuai dengan beberapa peristiwa yang tidak dapat diperkirakan) 5. Biaya agensi (contoh biaya pemantauan. Resolusi dari masalah ini di pandu oleh asumsi-asumsi teoritis berikut ini: 1. dan kerugian sisa akibat keputusan yang disfungsional) 3. Untuk meningkatkan keandalan dari peramalan berdasarkan atas pengamatan perataan serangkaian angka akuntansi sejalan dengan suatu kecenderungan yang dianggap terbaik atau normal oleh manajemen. Masalah utama dalam teori positif adalah untuk menentukan bagaiman prosedur akuntansi mempengaruhi arus kas. Sejauh mana pilihan akuntansi mempengaruhi kesejahteraan kontrak bergantung pada besaran relatif dari biaya kontrak. Tidak seperti hipotesis perataan laba. Dengan adanya perspektif “penghubung kontrak” terhadap perusahaan ini. Untuk menurunkan tingkat ketidakpastian yang dihasilkan dari fluktuasi angka pendapatan secara umum dan penurunan risiko sistematis khususnya dengan menurunkan kovarians pengembalian perusahaan dengan pengembalian pasar.

kontrak utang. Dasar pemikirannya adalah bahwa tindakan seperti itu mungkin akan meningkatkan persentase nilai bonus jika tidak terdapat penyesuaian terhadap metode terpilih. Penjelasan dan prediksi dalam PAT didasarkan pada proses kontrak (contracting process) atau hubungan keagenan (agency relationship) antara manajer dengan kelompok lain seperti investor.Pilihan akuntansi tergantung pada variabel-variabel yang mencerminkan intensif manajemen dalam memilih metode akuntansi berdasarkan rencana bonus. Teori akuntansi positif berusaha untuk menjelaskan fenomena akuntansi yiang diamati berdasarkan pada alas an-alasan yang menyebabkan terjadinya suatu peristiwa. Hipotesis tersebut adalah sebagai berikut: 1. Dengan kata lain. Hipotesis rencana bonus berpendapat bahwa manajer perusahaan dengan rencana bonus kemungkinan besar menggunakan metode akuntansi yang meningkatkan laporan laba periode di periode berjalan. Hal ini dapat dilihat dalam pernyataan mereka sebagai berikut : . dan proses politik. Hipotesis ini secara umum dinyatakan dalam bentuk perilaku oportunistis dari para manajer. dan hipotesis biaya politis. Sebagai hasilnya ada tiga hipotesis yang dihasilkan. teori positif didasarkan pada premis bahwa individu selalu bertindak atasdasar motivasi pribadi (self seeking motives) dan berusaha memaksimumkan keuntungan pribadi. Tidak seperti teori normative yang didasarkan pada prems bahwa manajer akan memaksimumkan laba atau kemakmuran untuk kepentingan perusahaan . maka semakin besar kemungkinan bahwa para manajer menggunakan metode-metode akuntansi yang meningkatkan laba. Positive Accounting Theory (PAT) dimaksudkan untuk menjelaskan dan memprediksi konsekuensi yang terjadi jika manajer menentukan pilihan tertentu. 1986). Hipotesis biaya politis berpendapat bahwa perusahaan besar dan bukannya perusahaan kecil kemungkinan besar akan memilih akuntansi untuk menurunkan laporan laba. PAT lebih bersifat deskriptif bukan preskiptif. pihak pengelola pasar modal dan institusi pemerintah (Watts dan Zimmerman. Watts dan Zimmerman berpendapat bahwa perumusan teori harus betul-betul bebas pertimbangan nilai dan menekankan pada kebutuhan akan penekatan baru. 3. kreditor. Kritik utama mereka terhadap teori normative adalah teori tersebut didasarkan pada pertimbangan nilai (value judgment). Hipotesis ekuitas utang berpendapat bahwa semakin tinggi hutang/ekuitas perusahaan yaitu sama dengan semakin dekatnya (semakin ketatnya) perusahaan terhadap batasan-batasan yang terdapat di dalam perjanjian hutang dan semakin besar kesempatan atas pelanggaran perjanjian dan terjadinya biaya kegagalan teknis. hipotesis rencana bonus. auditor. Pesan dasar yang selanjutnya menjadi dikenal sebagai “Kelompok Akuntansi Rochester” adalah hampir semua teori akuntansi tidak bersifat keilmuan karena ia bersifat “normatif” dan harus diganti dengan teori “positif” yang menjelaskan praktek akuntansi aktual dalam bentuk pilihan bebas manajemen terhadap prosedur akuntansi dan bagaimana standar peraturan telah berubah dari waktu ke waktu. Teori akuntansi positif berkembang seiring kbutuhan untuk menjelaskan dan memprediksi realitas praktekpraktek akuntansi yang ada di dalam masyarakat. hipotesis modal hutang. Watts dan Zimmerman berpendapat bahwa premis maksimisasi laba dalam konteks teori normatif tidak terbukti dan jauh dari bukti empiris. 2.

peneliti akan menguji sikap manajer terhadap manfaat metode atau teknik akuntansi tertentu. Pilihan tersebut diharapkan dapat meningkatkan nilai sekarang bonus yang akan diterima seandainya komite kompensasi dari dewan direktur tidak menyesuaikan dengan metode yang dipilih (Watts dan Zimmerman. Pendekatan positif atau empiric berkaitan dengan usaha menguji atau menghubungkan kembali hipotesis atau teori dengan pengalaman atau fakta-fakta dunia nyata. Penjelasan berarti memberikan alas an-alasan terhadap praktek yang diamamti. Makin tinggi rasio hutang atau ekuitas makin dekat . manajer bank atau akuntan terhadap tugas atau kasus tertentu yang dibuat peneliti (misalnya prediksi kebangkrutan. dll). teori akntansi positif berusaha menjelaskan mengapa perusahaan tetap menggunakan akuntansicost histories dan mengapa perusahaan tertentu mengubah taktik akuntansi mereka. Atas dasar pernyataan dan asumsi tersebut teori akuntansi positif berusaha menguji tiga hipotesis sebagai berikut : o Hipotesis Rencana Bonus (Bonus Plan Hypothesis) Manajer perusahaan dengan bonus tertentu cenderung lebih menyukai metode yang meningkatkan laba periode berjalan. Pendekatan khusu dapat dilakukan dengan cara mensurvey pendapatanpendapatan analisis keuangan. Misalnya. 1990) o Hipotesis hutang atau ekuitas (Debt/Equity Hypothesis) Makin tinggi rasio hutang atau ekuitas perusahaan mkin besar kemungkinan bagi manajer untuk memilih metode akuntansi yang dapat menaikkan laba. keputusan membeli atau menjual saham. investor. Misalnya dengan menggunakan kuesioner dan teknik survey lainnya. o Manajer mengambil tindakan yang memaksimumkan nilai perusahaan. dan individu lain bersifat rasional dan berusaha memaksimumkan kepuasan. Dengan demikian teori akuntansi positif memiliki focus ekonomi dan berusaha menjawab pernyataan seperti : o o o Apakah biaya yang dikeluarkan untuk memeilih metode akuntansi sesuai dengan manfaat yang diperoleh? Apakah biaya regulasi da proses penentuan standar akuntansi sesuai dengan manfaatnya? Apakah laporan keuangan berpengaruh terhadap saham? Untuk menjawab pernyataan tersebut teori akuntansi positif menggunakan asumsi sebagai berikut : o o Manajer. Predisi terhadap praktik akuntansi berarti teori berusaha memprediksi fenomena yang belum diamati. kreditor. Manajer memiliki kebebasan untuk memilih metode akuntansi yang memaksimumkan kepuasan mereka atau mengubah kebijakan produksi. investasi dan pendanaan perusahaan untuk memaksimukan kepuasan mereka.Tujuan dari teori akuntansi positif adalah untuk menjelaskan dan memprediksikan praktek akuntans. Penelitina kauntansi positif difokuskan pada pengujian empiric terhadap asumsi-asumsi yag dibuat oleh teori akuntansi normative. Pendekatan lain yang dapat digunakan adalah dengan menguji arti penting output akuntansi di pasar.

o Hipotesis Cost Politik (Political Cost Hypothesis) Perusahaan besar cenderung menggunakan metode akuntansi yang dapat mengurangi laba periodik disbanding perusahaan kecil. Mendorong riset yang relevan dengan akuntansi dengan menekankan pada prediksi dan penjelasan terhadap fenomena akuntansi. Dengan demikian unsur bias. jelas menunjukkan perwujudan orientasi dari peneliti tersebut. Tiga hipotesis di atas menunjukkan bahwa PAT mengakui adanya tiga hubungan keagenan : 1. Dengan demikian individu yang rasional cenderuang memiliki untuk tidak mengetahui informasi yang lengkap. Menjelaskan mengapa akuntansi dijelaskan dan memberikan kerangka dalam memprediksi pilihanpilihan akuntansi. manajer memiliki insentif untuk memiliki laba akuntansi tertentu dalam proses politik tersebut (Watts dan Zimmerman. Manajer akan memiliki metode akuntansi yang dapat menaikkan laba sehingga dapat mengendurkan batasan kredit dan mengurangi biaya kesalahan teknis (Watts dan Zimmerman. dan pihak yang lain yang berperan dalam kegiatan pasar modal dan ekonomi. Ukuran perusahaan merupakan ukuran variable proksi (proxsy) dan aspek politik. Manjemen dengan pemilik 2. Memberikan kerangka yang jelas dalam memahami akuntansi. Makin tinggi batasan krdit makin besar kemungkinan penyimpangan perjanjian kredit dan pengeluaran biaya. Peneliti tidak dapat menghindari unsur bias dalam semua penelitian yang dilakukan. 1982). Artinya. sangatlah mahal bagi individu untuk melaksanakan kontrak dengan pihak lain dalam proses politik dalam rangka menegakkan aturan hokum dan regulasi. Proses politik tidak beda jauh dengan proses pasar. Yang mendasari hipotesi ini adalah asumsi bahwa sangat mahalnya nilai informasi bagi individu untuk menentukan apakah laba akuntansi betul-betul menunjukkan monopoli laba. Hal ini disebabkan pertimbangan nilai yang bersifat implicit seringkali melandasi atau mempengaruhi bentuk dan isi penelitian yang dilakukan. Manajemen dengan pemerintah Kehadiran pendekatan positif telah memeberikan sumbangan yang berari bagi pengembangan akuntansi. Manajemen dengan kreditor 3. Di samping itu. perusahaan. Pada saat sekarang teori positif menekankan pada penjelasan alasan-alasan terhadap praktek berjalan dan prediksi terhadap peranan akuntansi dan informasi terkait dalam kepuaan-kepuasan ekonomi individu. 1990). Meskipun demikian. 1990). Atas dasar cost informasi dan cost monitoring tersebut.perusahaan dengan batas perjanjian atau peraturan kredit (Kalay. Menurut Watts dan Zimmerman (1990) PAT telah memberikan konstribusi pengembangan akuntansi misalnya : o o o o o Menghasilkan pola sistematik dalam pilihan akuntansi dan membrikan penjelasan spesifik terhadap pola tersebut. yang dapat meningkatkan kesejahteraan mereka. asumsi yang melandasi proyek penelitian positif tersebut banyak dikritik karena pendukung teori positif menggunakan penolakan alternative alias pemikiran yang lain. Menunjukkan peran utama contracting cost dalam teori akuntansi. . yeori positif tidak bebas dari pertimbangan nilai atau implikasi preskriptif.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->