P. 1
Peraturan Perusahaan

Peraturan Perusahaan

|Views: 101|Likes:
Published by Sri Ambarwati
Contoh peraturan perusahaan
Contoh peraturan perusahaan

More info:

Published by: Sri Ambarwati on Sep 20, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/24/2013

pdf

text

original

PENDAHULUAN

Tujuan Utama dibuatnya Peraturan Perusahaan ini adalah untuk mengatur dan menjalankan hak-hak serta kewajiban pengusaha maupun karyawan-karyawati sebagaimana tercipta ketenangan kerja dan kelangsungan berusaha, demi meningkatkan produktivitas dimana masing-masing pihak memiliki kepentingan. Pimpinan perusahaan akan memberikan kesempatan seluas luasnya kepada setiap karyawan/karyawati untuk maju, tanpa membedakan golongan, agama, ideology dan suku bangsa. Para karyawan/karyawati diharapkan untuk memberikan daya kerja yang layak, sehingga tercipta rasa ikut memiliki, memelihara dan mempertahankan kelangsungan perusahaan. Dengan demikian antara pengusaha dan karyawan/karyawati dalam lingkungan perusahaan dapat terwujud dengan baik, sehingga tidak menimbulkan rasa tidak puas/kesalahpahaman.

Bandung,

Agustus 2013

Pimpinan Perusahaan

DAFTAR ISI

HALAMAN 1. PENDAHULUAN 2. DAFTAR ISI 3. UMUM 4. WAKTU KERJA DAN ISTIRAHAT 5. KERJA LEMBUR 6. PEMBEBASAN DARI KEWAJIBAN UNTUK BEKERJA 7. PENERIMAAN DAN PENGANGKATAN KARYAWAN/TI 8. PENGGAJIAN/PENGUPAHAN SERTA IMBALAN JASA 9. PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA 10. JAMINAN SOSIAL 11. SYARAT-SYARAT KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA 12. TATA TERTIB KERJA 13. KELUH KESAH KARYAWAN 14. PELANGGARAN TERHADAP TATA TERTIB DAN PERATURAN PERUSAHAAN 15. REHABILITASI 16. SERIKAT PEKERJA 17. KELUARGA BERENCANA 18. LAIN – LAIN 19. P E N U T U P 18 18 18 19 20 i ii 1 2 2 4 6 7 9 11 12 13 15 15

. Pasal 2 Peraturan perusahaan ini berlaku bagi semua karyawan/karyawati yang bekerja pada perusahaan ini. PERUSAHAAN DIREKSI PIMPINAN KARYAWAN/TI : CV. e.UMUM Pasal 1 Yang disebut karyawan/ti dalam peraturan perusahaan ini adalah mereka yang mengikatkan diri kepada perusahaan untuk mengerjakan pekerjaan dengan menerima upah/gaji. Pasal 3 Setiap karywan/ti harus memenuhi dan mentaati peraturan perusahaan ini dengan segala ketentuannya. d. b. BINTANG ASRI ARTHAULY : Pimpinan perusahaan yang terdiri dari Direktur : Penanggung Jawab : Mereka yang diangkat dan dipekerjakan oleh perusahaan JABATAN : Kedudukan yang dipercayakan oleh perusahaan sesuai dengan tugas dan fungsi yang kepada karyawan/ti berdasarkan kepada struktur dari organisasi perusahaan. Pasal 4 Tujuan dari peraturan ini ialah untuk menjelaskan hak dan kewajiban pengusaha maupun karyawan/ti agar dapat melakukan pekerjaannya dengan tenang dan adanya kepastian hukum bagi pengusaha maupun karyawan/ti. c. Pasal 5 Pengertian Istilah : a.

Pasal 7 Didalam jam kerja termasuk didalamnya waktu untuk membersihkan mesin/ alat/ ruang kerja. maka kelebihan jam kerja tersebut (kalau ada) dihitung sebagai jam kerja lembur. Pasal 8 Setelah bekerja selama 4 jam terus menerus. istirahat dilaksanakan dilingkungan perusahaan. Pasal 10 Kerja lembur hanya dapat dilakukan.WAKTU KERJA DAN ISTIRAHAT Pasal 6 Ketentuan hari kerja dan jam kerja adalah : 6 hari kerja. KERJA LEMBUR Pasal 9 Bila karyawan telah bekerja lebih dari jam kerja yang telah ditentukan. Pasal 11 Pimpinan Perusahaan cq. agar pada saat digunakan dalam keadaan bersih dan pada saat pelaksanaannya tetap memperhatikan segala aspek efisiensi dan produktivitas. . 7 jam sehari dan 40 jam seminggu. Atasan masing-masing bagian akan memberiktahukan kepada karyawan/ti terlebih dahulu apabila akan dilaksanakan lembur. apabila pada waktu tertentu pekerjaan tertimbun dan apabila tidak diselesaikan akan mengakibatkan kerugian bagi semua pihak. maka karyawan diberi waktu istirahat selama 1 jam.

Cara perhitungan upah lembur untuk pada hari istirahat mingguan atau libur resmi untuk waktu kerja 6 (enam) hari kerja 40 (empat puluh) jam seminggu : a. Pembayaran Upah lembur sesuai dengan Kepmen 102/2004 diatur sbb : Pada hari biasa : a. b. Untuk jam kerja lembur pertama harus dibayar upah sebesar 1. jam kesembilan dibayar 3 (tiga) kali upah sejam dan jam kesepuluh dan kesebelas 4 (empat) kali upah sejam. jam keenam 3 (tiga) kali upah sejam dan jam lembur ketujuh dan kedelapan 4 (empat) kali upah sejam.5 (satu setengah) kali upah sejam. Untuk setiap jam kerja lembur berikutnya harus dibayarkan upah sebesar 2 (dua) kali upah sejam. Apabila hari libur resmi jatuh pada hari kerja terpendek perhitungan upah lembur 5 (lima) jam pertama dibayar 2 (dua) kali upah sejam. maka perhitungan upah kerja lembut untuk 8 (delapan) jam pertama dibayar 2(dua) kali upah sejam. Perhitungan upah lembur untuk 7 jam pertama dibayar 2 (dua) kali upah sejam dan jam kedelapan dibayar 3 (tiga) kali upah sejam dan jam lembur kesembilan dan kesepuluh 4 (empat) kali upah sejam. Apabila kerja lembur dilakukan pada hari istirahat mingguan dan atau hari libur resmi ungtuk waktu kerja 5 (lima hari kerja) dan 40 (empat puluh) jam seminggu. b. upah lemburnya tidak dibayar. Cara perhitungan lembur 1/173 x upah sebulan. . Pasal 13 Perhitungan Upah Lembur : Apabila perusahaan memerlukan maka pekerja bersedia untuk melakukan kerja lembur. c.Pasal 12 Karyawan yang bekerja lembur tanpa sepengetahuan atau perintah atasannya/perusahaan.

Setelah saatnya melahirkan anak. maka cuti tahunan tersebut diberikan setelah habis cuti melahirkannya dengan upah penuh. b. Cuti tahunan yang jatuh temponya bersamaan dengan cuti melahirkan. Karyawan/ti berhak atas cuti tahunan. Pasal 16 Cuti Haid : Karyawati apabila waktu haid merasakan sakit dan memberitahukan. dapat dibebaskan bekerja pada hari pertama dan kedua haid dengan upah di bayar penuh. Izin pribadi diluar cuti tahunan apabila akan digunakan oleh yang bersangkutan harus memberitahukan kepada atasannya dan kepada personalia 1 minggu sebelumnya. setelah mempunyai masa kerja 12 bulan berturut – turut dan lamanya cuti tahunan adalah 12 hari kerja dan berhak mendapatkan upah penuh. dapat diperpanjang lagi selama-lamanya 3 bulan. jika menurut keterangan dokter dinyatakan hak untuk itu perlu untuk kesehatannya. setelah karyawan/ti bekerja seminggu. Pasal 18 . c. Pemberian cuti tahunan diberikan setelah Hari Raya Idul Fitri secara masala tau mengingat kepentingan yang diajukan oleh karyawan.PEMBEBASAN DARI KEWAJIBAN UNTUK BEKERJA Pasal 14 Istirahat Mingguan. Pasal 17 Cuti Hamil : Karyawati diberi Cuti Hamil selama 1 ½ bulan sebelum dan 1 ½ bulan sesudah1 ½ bulan melahirkan anak dengan upah dibayar penuh. Pasal 15 Cuti Tahunan : a. d. maka diberikan istirahat 1 hari dengan mendapat upah penuh.

2 hari kerja g. Istri / Anak.Cuti Karena Sakit a.... Bagi karyawan/ti yang tidak dapat menjalankan pekerjaan tersebut karena sakit. c. Pasal 20 Izin tidak masuk kerja dengan/tanpa mendapat upah : 1. maka pembayaran upahnya berdasarkan pada ketentuan yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.2 hari kerja e. Pernikahan anak ……………………………………………………………2 hari kerja c. Pada dasarnya cuti karena sakit hanya dapat diberikan berdasarkan surat keterangan dokter perusahaan yang disampaikan ke bagian personalia selambat – lambatnya 1 hari setelah ketidakhadiran. Pernikahan karyawan/ti pertama kali ………………………………………3 hari kerja b. Anggota keluarga dalam satu rumah meninggal…………………………. Dengan mendapat upah : a.Pada hari-hari Raya Resmi yang ditentukan oleh pemerintah perusahaan ditutup dan kepada pekerja di beri upah penuh.…………………………………………2 hari kerja d...dilihat perkasus 2. Mengkhitan anak karyawan………………………………………………. Dengan alasan mendesak yang dapat diterima oleh perusahaan. Mertua/orang tua/ saudara kandung meninggal dunia…………………….. Suami meninggal dunia………………………………………2 hari kerja f.1 hari kerja h. karyawan/ti dapat mengajukan izin karena sakit maximum 2 hari melalui surat pribadi dan harus disampaikan ke Bagian Personalia selambat-lambatnya 1 hari ketidakhadiran. b. Pasal 19 Hari Libur Resmi. Istri sah karyawan melahirkan…. Tidak mendapat upah: . Karyawan yang mendapat musibah………………………………….

perusahaan. yang dinyatakan oleh dokter.Pengusaha dapat mempertimbangkan untuk memberikan izin kepada karyawan/ti meninggalkan pekerjaannya tanpa upah (diluar izin tersebut diatas). Berbadan sehat. Memenuhi syarat-syarat lain yang ditentukan perusahaan sesuai dengan jabatan yang dipegangnya g. dengan calon – calon yang memenuhi persyaratan kerja. Lulus Ujian yang diselenggarakan oleh perusahaan f. Pasal 21 Syarat-syarat pengangkatan : a. Memiliki ijazah sekurang-kurangnya sekolah dasar c. agama dan lain-lain. suku. golongan. tanpa ada diskriminasi mengenai jenis kelamin. Bersedia menandatangani surat perjanjian kerja i. Berumur sekurang-kurangnya 18 tahun b. Ijin Orang Tua / Suami Pasal 22 . Surat referensi dari RT/RW setempat j. d. Surat Keterangan berkelakuan bak dari kepolisian e. Surat Referensi bagi mereka yang telah bekerja h. PENERIMAAN DAN PENGANGKATAN KARYAWAN Pada dasarnya penerimaan karyawan/ti disesuaikan dengan keperluan/kebutuhan tenaga kerja untuk Operasional Perusahaan. ras.

dengan memperoleh hak-hak/kewajiban sebagaimana diatur dalam peraturan perusahaan dan masa kerjanya dihitung sejak mulai menjalani masa percobaan. Motivasi. Pasal 24 Karyawan/ti yang berhasil dalam masa percobaan dengan baik dan memuaskan akan diangkat menjadi karyawan tetap perusahaan. Pasal 23 Selama berlakunya percobaan baginya berlaku semua peraturan atau hak seperti yang berlaku bagi karyawan tetap. serta kondite kerja karyawan tersebut. Kepribadian. Pasal 25 Promosi sedapat mungkin diusahakan dari dalam perusahaan dengan memperhatikan Prestasi. Pasal 27 . Kemampuan. Pasal 26 Perusahaan sewaktu – waktu minimal 1 (satu) tahun sekali dapat meminta kepada karyawan/ti untuk pemeriksaan badan atau psycology.Calon yang memenuhi persyaratan tersebut diatas diterima sebagai karyawan dengan masa percobaan 3 bulan.

ruang lingkup serta tanggung jawab tugas perusahaan Kecakapan dan kemampuan kerja karyawan Kepemimpinan untuk jabatan tertentu Pasaran tenaga kerja Loyalitas. Kebijaksanaan atau pengusaha/pimpinan perusahaan. Pengusaha/perusahaan mengatur penempatan dan penunjukan pekerjaan serta pemindahan karyawan untuk kepentingan. Pasal 29 . orang tua – anak. atau saudara kandung maka mereka akan ditempatkan di bagian yang berlainan sesuai dengan kepentingan perusahaan. Pemindahan tidak mengurangi upah/gaji karyawan c. PENGGAJIAN / PENGUPAHAN SERTA IMBALAN JASA Pasal 28 Penetapan besarnya upah/gaji permulaan karyawan/ti adalah sepenuhnya wewenang dari pengusaha dengan memperhatikan : Pengalaman dan masa kerja. kelancaran jalannya produktivitas perusahaan ataupun dengan alasan : Bertambahnya pekerjaan di suatu bagian/tempat Karena Kekurangan pekerjaan bagi seorang karyawan Karena menelantarkan pekerjaan b.Penempatan dan Pemindahan a. penilaian lain yang ditentukan oleh Upah terendah diberikan kepada karyawan/ti dengan mengacu kepada ketentuan Upah Minimum Kota / Kabupaten yang berlaku. Bila ada sesama karyawan yang mempunyai hubungan sebagai suami istri. pendidikan.

kesetiaan/kejujuran serta pendidikan dan pengalaman Ketentuan Pemerintah Kemampuan Perusahaan PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA (PHK) .Sistem penggajian didasarkan atas sistim “ Clean Wages” dimana gaji didasarkan atas prestasi kerja. kecuali untuk pembayaran pajak dan pengambilan persekot gaji. Pasal 31 Diluar gaji/upah yang diterima tidak boleh kurang dari 75% setelah dikurangi potongan. dan bukan atas dasar anggota keluarga. kerajinan. Pasal 33 Dasar yang digunakan untuk kenaikan upah/gaji oleh perusahaan adalah sebagai berikut : Masa kerja Pekerjaan dan tanggung jawab terhadap perusahaan Kegiatan. kecakapan. Pasal 30 Gaji Karyawan/ti bulanan akan diberikan pada hari kerja terakhir dalam bulan yang bersangkutan. sedangkan upah karyawan/ti harian diberikan pada setiap hari sabtu atau sehari sebelumnya bila hari tersebut hari libur da berdasarkan ketentuan dari pemerintah. prestasi.

Besarnya uang penghargaan masa kerja ditetapkan sebagai berikut : .. Besarnya uang pesangon ditetapkan sekurang-kurangnya sebagai berikut : • • Masa kerja kurang dari 1 tahun ……………………………1 bulan upah Masa kerja 1 tahun atau lebh tetapi Kurang dari 2 tahun ………………………………………. bagi karyawan/karyawati yang diputuskan hubungan kerja berlaku uang pesangon. (3) dan (4) Undang-undang Nomor 13 Tahun 2003.. (2).Pasal 34 Dalam hal terjadinya Pemutusan Hubungan Kerja.………………………………9 bulan upah b.2 bulan upah • Masa kerja 2 tahun atau lebih tetapi Kurang dari 3 tahun ………………………………………. a. sesuai dengan pasal 156 Ayat (1).3 bulan upah • Masa kerja 3 tahun atau lebih tetapi Kurang dari 4 tahun…………………………………………4 bulan upah • Masa kerja 4 tahun atau lebih tetapi Kurang dari 5 tahun …………………………………………5 bulan upah • Masa kerja 5 tahun atau lebih tetapi Kurang dari 6 tahun …………………………………………6 bulan upah • Masa kerja 6 tahun atau lebih tetapi Kurang dari 7 tahun …………………………………………7 bulan upah • Masa kerja 7 tahun atau lebih tetapi Kurang dari 8 tahun …………………………………………8 bulan upah • Masa kerja 8 tahun atau lebih .

Hal-hal lain yang ditetapkan dalam perjanjian kerja.5 bulan upah • Masa kerja 15 tahun atau lebih tetapi Kurang dari 18 tahun……………………………………….8 bulan upah • Masa kerja 24 tahun atau lebih…………………………..….4 bulan upah • Masa kerja 12 tahun atau lebih tetapi Kurang dari 15 tahun……………………………………….. Penggantian perumahan serta pengobatan dan perawatan ditetapkan sebesar 15% (lima belas perseratus) dari uang pesangon dan atau uang penghargaan masa kerja apabila masa kerjanya telah memenuhi syarat untuk mendapatkan uang perhargaan masa kerja.. • .6 bulan upah • Masa kerja 18 tahun atau lebih tetapi Kurang dari 21 tahun……………………………………….• Masa kerja 3 tahun atau lebih tetapi Kurang dari 6 tahun…………………………………………2 bulan upah • Masa kerja 6 tahun atau lebih tetapi Kurang dari 9 tahun…………………………………………3 bulan upah • Masa kerja 9 tahun atau lebih tetapi Kurang dari 12 tahun………………………………………. Ganti keugian lainnya meliputi : • • • Ganti kerugian untuk istirahat tahunan yang belum diambil dan belum gugur Biaya atau ongkos pulang untuk karyawan dan keluarganya ke tempat dimana karyawan/ti diterima bekerja.7 bulan upah • Masa kerja 21 tahun atau lebih tetapi Kurang dari 24 tahun………………………………………...10 bulan upah c. peraturan perusahaan atau perjanjian kerjasama.

JAMINAN SOSIAL Pasal 36 Jaminan Sosial Tenaga Kerja : Seluruh karyawan/ti diikutsertakan dalam program Jaminan Sosial Tenaga Kerja (JAMSOSTEK). menurut keterangan dokter gajinya dibayar sesuai dengan undang – undang No.d. 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Jaminan Hari Tua (JHT). Perubahan perhitungan uang pesangon. . 13 tahun 2003 Pasal 93 ayat 3 : 4 (empat) bulan pertama dibayar ………………………………100% 4 (empat) bulan kedua dibayar …………………………………75% 4 (empat) bulan ketiga dibayar …………………………………50% Bulan selanjutnya dibayar ………………………………………25% sebelum PHK dilakukan Perusahaan. dan Jaminan Pemeliharaan Kesehatan (JPK). Pasal 35 Tunjangan Sakit : Karyawan/ti yang tidak masuk kerja karena sakit. perhitungan uang penghargaan masa kerja dan uang penggantian hak sebagaimana dimaksud dalam point (a). Jaminan Kematian (JK). Ruang lingkup Jaminan Sosial Tenaga Kerja termaksud.14/1993. (b) an (c) ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah. 3 tahun 1992 Jo Peraturan Pemerintah No. Dan apabila karyawan yang bersangkutan setelah melebihi 12 bulan masih belum mampu untuk bekerja kembali berdasarkan keterangan dokter yang merawat maka perusahaan dapat memutuskan hubungan kerja dan dilaksanakan sesuai Undang – Undang No. kepada Badan Penyelenggara PT. JAMSOSTEK (PERSERO) sesuai dengan Undang – Undang No. meliputi Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK).

Diluar hubungan kerja. . Dan apabila karyawan yang mengundurkan diri atas kemauan sendiri memperoleh uang penggantian hak sesuai dengan Undang – Undang No. 13 Tahun 2003 Pasal 156 ayat 4.Pasal 37 Jaminan Beribadat : Pengusaha memberikan kesempatan secukupnya kepada karyawan untuk melakukan ibadat sesuai dengan agama dan keyakinan yang dianut oleh masing – masing karywan/ti. Pasal 38 Karyawan/ti tidk berhak atas ganti rugi apabila : a. Tanpa alasan yang sah menolak pertolongan dokter yang akan memeriksanya c. Kecelakaan terjadi karena disengaja b. Pasal 39 Pengunduran diri : Apabila karyawan akan mengundurkan diri dari pekerjaannya maka ia harus mengajukan pemberitahuan tertulis kepada pimpinan perusahaan satu bulan sebelumnya.

Pasal 42 Setiap karyawan /ti diwajibkan menjaga kebersihan. Pasal 45 Setiap karyawan/ti berhak menyatakan keberatan pada suatu pekerjaan persyaratan keselamatan kerjanya diragukan atau tidak disediakan oleh pengusaha. kecuali dalam hal khusus ditentukan lain oleh pegawai pengawas (Dinas Tenaga Kerja). Pasal 41 Semua karyawan/ti diwajibkan melakukan tugasnya dengan memakai alat-alat pelindung diri yang telah disediakan oleh perusahaan sesuai dengan undang-undang keselamatan kerja No. bimbingan dan peningkatan mengenai seluk beluk keselamatan kerja. 1 tahun 1970. Pasal 44 Setiap karyawan/ti berhak mendapatkan penyuluhan /pembinaan. . teman sekerja maupun keadaan sekitarnya karena keselamatan dan kesehatan ditempat kerja sangat penting dalam rangka menunjang semua kegiatan perusahaan.SYARAT – SYARAT KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA Pasal 40 Para karyawan/ti diwajibkan melakukan tugasnya sesuai dengan peraturan perusahaan dan peraturan keselamatan kerja yang ditetapkan untuk menjaga keselamatan dirinya sendiri. dimana batas-batas perindungannya masih dalam/masih dapat dipertanggungjawabkan. kerapihan dan ketertiban tempat kerjanya dengan sebaik-baiknya.

Dalam melaksanakan tugas tersebut diatas karyawan/ti wajib mematuhi semua petunjuk atau perintah yang diberikanoleh atasannya/pimpinannya atau pejabat yang diberi wewenang untuk itu c. kematian anak dan sebagainya ke bagian personalia. jangan sampai menimbulkan kerugian bagi pihak perusahaan. Setiap karyawan/ti harus membaca dan mematuhi pengumuman yang ditempelkan di tempat kerja h. k. Karyawan/ti yang meninggalkan pekerjaannya untuk suatu keperluan harus mendapat izin dari atasannya . Selama jam kerja karyawan/ti tidak dibenarkan untuk tidur di tempat kerja. Karyawan/ti dilarang membawa alat-alat kerja apapun milik perusahaan keluar area perusahaan. kecuali ada izin dari atasannya. mempunyai pengaruh yang tidak baik terhadap pendirian ataupun sikap yang sehat dari karyawan dalam tindakannya untuk kepentingan perusahaan atau secara tidak wajar mengurangi efesiensi karyawan dalam melakukan kewajibannya untuk perusahaan atau dengan kata lain merugikan atau menyulitkan kedudukan perusahaan. wajib menjadi karyawan/ti yang produktif sejauh tugas pekerjaan tersebut sesuai dengan kemampuan karyawan/ti dan ada sangkut pautnya dengan perusahaan. berjualan dan lain – lain. b. kegiatan dan pengaruh dari luar. Karyawan/ti harus bebas dari kepentingan. Setiap karyawan/ti wajib menjaga dan memelihara dengan baik peralatan kerja. e. f. Setiap karyawan/ti wajib melaksanakan tugasnya secara baik dan berkualitas tinggi. kelahiran anak. ngobrol. pindah alamat.TATA TERTIB KERJA Pasal 46 a. pakaian kerja dan alat apapun yang menjadi kepunyaan perusahaan/inventaris perusahaan yang ada di tempat kerja karyawan/ti. Karyawan/ti dilarang merokok ditempat kerja atau ditempat yang berbahaya i. g. termasuk bercanda. perceraian. d. Hilang atau rusaknya barang milik perusahaan harus segera dilaporkan oleh karyawan/ti yang mengetahui adanya kehilangan atau kerusakan barang tersebut. j. Segera apabila ada perubahan status diri dari karyawan/ti wajib memberitahukan pihak perusahaan. misalnya mengenai perkawinan.

kontrak dengan leveransiratau pembeli. Setiap karyawan/ti tidak dibenarkan : 1. barang maupun jasa lainnya yang dapat mengakibatkan kerugian perusahaan. Apabila dianggap perlu karyawan/ti berhak digeledah oleh atasannya atau petugas keamanan perusahaan. p. sistim-sistim. Karyawan/ti dilarang menyalah gunakan kepercayaan perusahaan dengan menerima uang. r. karyawan/ti dilarang bekerja sambilan atau secara penuh di perusahaan lain m. Tanpa persetujuan pengusaha. Pasal 47 a. Menolak untuk menjalani pemeriksaan kesehatan s. Setiap karyawan/ti pada waktu masuk kerja harus berpakaian yang rapih. Karyawan/ti tidak diperkenankan menyimpan dan memperlihatkan kepada orang ketiga atau membawa keluar dari area Perusahaan turunan-turunan atau catatan-catatan yg ada .l. Karyawan/ti diwajibkan untuk merahasiakan semua urusan Perusahaan diantaranya hal hal yang berhubungan dengan metoda pekerjaan. pembukuan dan lain-lain. Apabila pada saat-saat tertentu dimana pekerjaan dari seorang karyawan/ti atau kelompoknya berkurang. bahan produksi. b. maka diwajibkan untuk membantu bagian lain yang pengaturannya di tentukan oleh kepala bagiannya masing-masing. Berulang kali dating terlambat ke tempat kerja 2. Berulang kali meninggalkan tempat kerja tanpa alasan yang tepat 3. Setiap karyawan/ti wajib untuk memberitahukan dan menyerahkan kepada pihak perusahaan suatu penemuan/karya baru yang diperoleh/ditemukan selama karyawan/ti bekerja pada perusahaan CV. o. peralatan. Setiap karyawan/ti harus menjunjung tinggi etiket dan citra Perusahaan t. n. Bintang Asri Arthauli dan membuat dokumen-dokumen yang mungkin perlu untuk menyelesaikan penyerahan tersebut atau permohonan patent. Setiap karyawan/ti tidak diperkenankan menjalankan kendaraan bermotor/peralatan milik perusahaan tanpa izin dari Pimpinan ataupun Perusahaan q.

KELUH KESAH KARYAWAN Pasal 48 Adanya keluhan yang diajukan oleh karyawan secara lisan ataupun tertulis akan ditampung dan diselesaikan sebagai berikut : a. c.hubungannya dengan surat menyurat/dokumentasi. termasuksegala fasilitas yang telah dipinjamkan oleh Perusahaan. . maka atasannya yang lebih tinggi harus menyelesaikan persoalan tersebut. tanpa persetujuan khusus dari Perusahaan. Pada waktu terjadi PHK. catatan. setelah konsultasi dengan Pihak Disnaker dan seijin PHI. dalam hal ini atasannya tersebut wajib melaporkan kejadian tersebut kepada Pimpinan b. dapat diajukan kepada PHI melalui Dinas Tenaga Kerja Kota Bandung. maka Pengusaha akan mengambil tindakan sesuai dengan besar kecilnya pelanggaran yang dilakukannya. PELANGGARAN TERHADAP TATA TERTIB DAN PERATURAN PERUSAHAAN Pasal 49 Jika karyawan/ti melanggar ketentuan Tata Tertib Kerja Peraturan Perusahaan atau Perjanjian Kerja. sampai akhirnya kepada tingkat Pimpinan Perusahaan c. atau dokumentasi harus diserahkan oleh karyawan/ti langsung kepada atasannya tanpa diminta. Keluhan/pengaduan pada tingkat pertama harus disampaikan kepada atasannya langsung untuk mendapatkan penyelesaian secara musyawarah. Persoalan yang tidak terselesaikan juga dengan Pimpinan Perusahaan. Pengusaha/Perusahaan dapat memutuskan hubungan Kerjanya. Bila keluhan/pengaduan tersebut tidak dapat diselesaikan pada tingkat pertama. semua surat.

sifat dan besarnya pelanggaran. Selama schorsing. c. ayat 3 Undang-undang No. Pengusaha tidak wajib membayar upah. maka kepada yang bersangkutan dikenakan schorsing. Dalam hal pekerja/buruh ditahan yang berwajib karena diduga melakukan tindakan Pidana.Pasal 50 Sanksi – sanksi atas tindakan indisipliner dapat berupa : a. tergantung jenis. Setiap karyawan yang ditahan pihak yang berwajib karena alasan apapun akan dischor dari pekerjaannya sampai menunggu penyelesaian perkaranya. kemudian masih melakukan hal yang sama dalam jangka waktu 3 bulan . b. Karyawan/ti yang telah 3 kali mendapat surat peringatan atas pelanggaran yang dilakukannya 2. kepada karyawan/ti hanya diberikan upah/gaji Pasal 153. Schorsing / pemberhentian sementara dan rehabilitasi : 1. d. . maka perusahaan dapat memberikan peringatan sebanyak 3 kali. tetapi wajib member bantuan kepada keluarga pekerja/buruh : 1 (satu) orang tanggungan 2 (dua ) orang tanggungan 3 (tiga) orang tanggungan 4 (empat) orang tanggungan : 25 % dari upah : 35% dari upah : 45 % dari upah : 50 % dari upah 3. Peringatan Setiap pelanggaran yang dilakukan oleh seorang karyawan/ti terhadap ketentuan yang tercantum dalam peraturan perusahaan ini yang dianggap merugikan perusahaan dan dipandang sebagai kelalaian kewajibannya. Pemberian sanksi tidak harus melalui tingkatan. Ganti Kerugian : Karyawan/ti akan diminta pertanggung jawabannya berupa ganti rugi terhadap kerusakan-kerusakan yang diakibatkan karena tidak taatnya karyawan/ti seperti yang tertuang dalam Peraturan Perusahaan ini maupun Perjanjian lainnya. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.

e. Melalaikan kewajiban melapor/absensi berarti hilangnya hak atas uang tunggu untuk hari berikutnya. Sekiranya akan dilakukan pemutusan hubunga kerja. karyawan/ti diwajibkan dtang ketempat pekerjaan untuk menandatangani buku presensi. maka kepada karyawan/ti diberikan uang pesangon sesuai dengan peraturan/Undang-undang pemerintah yang berlaku. 7. Aturan uamh tunggu mulai berjalan pada hari setelah karyawan/ti dan organisasi buruh diberitahukan tentang tidak da pekerjaan. kecuali ada alasan yang kuat/surat keterangan yang sah. Jika sewaktu-waktu (Insidentil) terjadi penungguan yang memakan waktu kurang dari 7 jam sehari. hendaknya diadakan musyawarah antara pengusaha dan karyawan/ti. Pemutusan Hubungan Kerja. (Pasal 156 Undang-Undang No. maka kepada buruh dibayar upah penuh. 13 Tahun 203 tentang Ketenagakerjaan) Karyawan/ti dapat diputuskan hubungan kerjanya. 4. 6. Karyawan/ti tidak berhak atas pembayaran upah selama menunggu. apabila nyata-nyata telah melanggar hukum atau merugikan perusahaan dalam hal-hal sebagai berikut : . Uang Tunggu 1. untuk menentukan apakah masa penungguan itu akan dilanjutkan atau tidak 5. 3. bilamana pada saat pekerjaan akan dimulai lagi tidak ada tempat pekerjaannya/sudah meninggalkan pabrik secara tidk syah. Bila terjadi karyawan/ti tidak diberi kesempatan bekerja oleh karena kesalahan pengusaha sendiri atau karena keadaan termasuk dalam tanggungan perusahaan (Bedrifrisiko) akan diberikan peraturan uang tunggu yang mewajibkan pengusaha membayar kerugian buruh sesuai dengan ketentuan pemerintah. 2. Dalam masa satu minggu yang pertama menunggu pekerjaan. Pada saatnya penungguan mengunjak minggu yang keempat. satu hari diantaranya jatuh pada hari bayaran. termasuk gangguan listrik dari dalam maupun dari luar. f. Untuk minggu kedua dan ketiga dn seterusnya kewajiban melaporkan diri ditetapkan 2 kali dalam seminggu .

Melalaikan kewajiban secara serampangan. Pencurian dan penggelapan 2. Mengancam pengusaha. keluarga pengusaha. Membongkar rahasia perusahaan atau rahasia rumah tangga perusahaan 7. Penganiayaan terhadap pengusaha. 6 bulan Surat Peringatan III ……………………………6 bulan o Berulang-ulang datang terlambat ketempat kerja walaupun telah diperingatkan kemungkinan dapat diputuskan hubungan kerja o Berkali-kali tidak masuk kerja tanpa alasan yang dapat diterima o Menolak melakukan pemeriksaan kesehatan o Berkali-kali mengabaikan peraturan keselamatan kerja dan kesehatan kerja o Menolak melakukan pemeriksaan kesehatan o Berkali – kali mengabaikan peraturan keselamatan kerja dan kesehatan kerja . keluarga pengusaha atau teman sekerja 6. teman atau teman sekerja. Menolak perintah yang layak walau telah diperintahkan 12. Memberi keterangan palsu 5. o Melakukan kesalahan-kesalahan dengan diberi peringatan    Surat Peringatan I ……………………………. 3. Berjudi di tempat kerja 9. 6 bulan Surat Peringatan II ……………………………. Memikat pengusaha. keluarga pengusaha dan teman sekerja. Merusak dengan sengaja atau kecerobohan milik perusahaan 4. Menghina secara kasar kepada pengusaha atau teman sekerja 10.- Melakukan kesalahan-kesalahan besar dengan tidak diberikan surat peringatan peringatan terlebih dahulu : 1. 11. Mabuk ditempat kerja 8.

karyawan/ti itu akan diberhentikan tanpa pemberian uang pesangon SERIKAT PEKERJA . keluarganya atau teman sekerjanya untuk bertindak melawan hukum atau susila o Tidak cakap melakukan pekerjaanwalaupun telah dicoba dimana-mana o Sebelum tindakan tersebut diambil perusahaan akan memberitahukan karyawan/ti yang o Sebelum tindakan tersebut diambil perusahaan akan memberitahukan karyawan/ti yang bersangkutan tentang tindakan yang akan diambil dan karyawan/ti itu akan diberi kesempatan untuk memperbaiki. pimpinan berpendapat perlu diambil tindakan terhadap karyawan/ti secara tertulis dan tembusannya disampaikan kepada Dinas Tenaga Kerja Kota Bandung. Jika sudah ada penjelasan dari yang bersangkutan.o Membujuk pengusaha. REHABILITASI Pasal 51 Bilamana seorang karyawan/ti yag dischorsing ternyata tidak bersalah atau tuduhan yang menyebabkan ia dischorsing. Apabila seorang karywan/ti dihukum karena melakukan tindkan criminal menurut Undang-Undang yang berlaku.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->