BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Puskesmas adalah unit pelaksana teknis dinas kesehatan kabupaten/kota yang bertanggungjawab menyelenggarakan pembangunan kesehatan di suatu wilayah kerja. Untuk mengatasi keterbatasan sumberdaya serta diperolehnya hasil yang optimal, penyelenggaraan setiap upaya puskesmas harus diselenggarakan secara terpadu, jika mungkin sejak dari tahap perencanaan. Ada dua macam keterpaduan yang perlu diperhatikan, yaitu keterpaduan lintas program dan keterpaduan lintas sektor. Keterpaduan lintas program adalah upaya memadukan penyelenggaraan berbagai upaya kesehatan yang menjadi tanggungjawab puskesmas. Keterpaduan lintas sektor adalah upaya memadukan penyelenggaraan upaya puskesmas (wajib, pengembangan dan inovasi) dengan berbagai program dari sektor terkait tingkat kecamatan, termasuk organisasi kemasyarakatan dan dunia usaha. Puskesmas Andalas sebagai salah satu Puskesmas yang berada di kota Padang memiliki program yang terus menerus berjalan, namun masih mendapatkan beberapa masalah. Dari laporan tahunan Puskesmas Andalas tahun 2012 didapatkan masih rendahnya angka cakupan d/s dan masih meningkatnya angka kejadian hipertensi. Di bulan Maret 2013, ditemukan 3 penderita gizi buruk. Dimana 2 diantara balita tersebut telah mendapat tindak lanjut dari puskesmas, dan 1 dari mereka meninggal dunia. Masalah kesehatan masyarakat merupakan masalah kita bersama. Kegiatankegiatan yang dilakukan di Puskesmas yang sejalan antar masing-masing program, baik P2M, surveilans, kesehatang lingkungan, promosi kesehatan dan lain-lainnya perlu bekerjasama. Selain itu, bukan hanya sektor kesehatan semata, namun juga melibatkan sektor lain baik dari pemerintah, swasta atau pun LSM. Hal inilah yang 1

mendasari penulis membahas tentang pelaksananaan kerja sama lintas sektor dan lintas program di wilayah kerja Puskesmas 1.2. Batasan Masalah
Makalah ini membahas tentang kerja sama lintas sektor dan lintas program serta integrasi program khususnya yang ada di Puskesmas Andalas

1.3. Tujuan Penulisan a. Tujuan Umum Makalah ini bertujuan untuk menambah pengetahuan dan pemahaman mengenai kerjasama lintas sektor dan lintas program secara umum. b. Tujuan Khusus Mengetahui dan memahami pelaksananaan kerja sama lintas sektor dan lintas program di wilayah kerja Puskesmas Andalas 1.4. Metode Penulisan Metode penulisan makalah ini berupa tinjauan pustaka yang merujuk pada berbagai literatur, laporan tahunan Puskesmas Andalas 2012, dan diskusi dengan pemegang program kerja serta kepala puskesmas

2

sebelah timur : Kecamatan Padang Utara. 3. Kelurahan Sawahan Kelurahan Jati Baru Kelurahan Jati Kelurahan Sawahan Timur Kelurahan Simpang Haru Kelurahan Andalas Kelurahan Kubu Marapalam Kelurahan Kubu Dalam Parak Karakah Kelurahan Parak Gadang Timur 10. Tamrin dengan 6 orang pegawai yang terdiri dari 1 orang bidan. sehingga pegawai Puskesmas Andalas juga bertambah menjadi 15 orang. 2. 6. 1 orang pembantu bidan. 2. Pauh Puskesmas Andalas meliputi 10 kelurahan sebagai wilayah kerjanya. 1 orang pembantu perawat dan 1 orang tenaga tata usaha dengan 11 program pokok. 7. Sejarah Puskesmas Puskesmas Andalas didirikan pada tahun 1975.sebelah utara . 1 orang tenaga sanitasi. Wilayah kerja Puskesmas Andalas setelah pemekaran kota Padang menjadi 11 kecamatan. Pertama kali dipimpin oleh Dr. Kuranji : Kecamatan Padang Selatan : Kecamatan Padang Barat : Kecamatan Lubuk Begalung. 4. Keadaan Geografis Puskesmas Andalas terletak di kelurahan Andalas dengan luas 8. Kelurahan Ganting Parak Gadang 3 .2. 1 orang perawat. 5. Alai masuk ke Padang Utara dan 3 buah Pustu di bawah Puskesmas Alai menjadi milik Puskesmas Andalas. 8. Kesepuluh kelurahan tersebut adalah 1.sebelah barat .150 km2 dengan batas-batas sebagai berikut: .1. 9.BAB II ANALISIS SITUASI 2.sebelah selatan .

Distribusi Penduduk menurut Kelurahan Tahun 20127 NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 KELURAHAN Kelurahan Sawahan Kelurahan Jati Baru Kelurahan Jati Kelurahan Sawahan Timur Kelurahan Simpang Haru Kelurahan Andalas Kelurahan Kubu Marapalam Kelurahan Kubu Dalam Parak Karakah Kelurahan Parak Gadang Timur Kelurahan Ganting Parak Gadang JUMLAH 6387 6707 10134 5360 5835 8980 6309 10134 7594 10132 4 . Peta wilayah kerja Puskesmas Andalas 2.3. Keadaan Demografis Data kependudukan Kecamatan Padang Timur sebagai wilayah kerja Puskesmas Andalas adalah: Tabel 1.Gambar 1.

Puskesmas Pembantu Andalas Barat Puskesmas Pembantu Parak Karakah Puskesmas Pembantu Tarandam 5 .4.2. 3. yaitu : 1. 2.572 Tabel .1. Puskesmas Andalas memiliki 1 buah Puskesmas induk. Sarana dan Prasarana Kesehatan Wilayah Kerja Puskesmas Andalas sangat luas. oleh karena itu untuk melayani masyarakat.Jumlah Sumber : Laporan Tahunan Puskesmas Andalas tahun 2012 77. Karakah Parak Gadang Timur Simpang Haru Ganting Parak Gadang Jumlah Bayi 153 161 250 128 152 221 250 188 141 251 1895 Balita Bumil 749 786 1223 629 741 1081 1226 922 689 1229 9275 168 177 275 142 167 243 275 207 155 276 2085 Bufa s 160 169 262 135 160 232 263 198 148 263 1990 Buteki 306 322 500 256 304 442 500 376 282 502 3790 WUS 1571 1650 2567 1321 1560 2268 2572 1934 1446 2579 19468 PUS 1076 1130 1758 904 1069 1554 1762 1325 991 1766 13335 Lansia 531 558 868 446 527 766 869 653 489 871 6578 Sumber : Laporan Tahunan Puskesmas Andalas tahun 2012 2. dan 8 buah Puskesmas pembantu dan 3 buah Poskeskel yang tersebar di wilayah kerja Puskesmas Andalas.4. Daftar Sasaran Kesehatan Puskesmas Andalas Tahun 2012 Kelurahan Sawahan Jati Baru Jati Sawahan Timur Kubu Marapalam Andalas Kubu Dalam Pr. Sarana dan Prasarana 2.

Poskeskel Sawahan Timur 11. 7. 5.4.2. Puskesmas Pembantu Ganting Selatan Puskesmas Pembantu Jati Gaung Puskesmas Pembantu Sarang Gagak Puskesmas Pembantu Kubu Dalam Puskesmas Pembantu Kampung Durian Poskeskel Kubu Marapalam 10. Poskeskel Kubu Dalam Parak Karakah Untuk kelancaran tugas pelayanan terhadap masyarakat. 8.4. 9. Puskesmas Andalas mempunyai: • 1 buah kendaraan roda empat (Puskel) • 5 buah kendaraan roda dua Sarana kesehatan lain yang ada di wilayah kerja Puskesmas Andalas yaitu: • Rumah Sakit Pemerintah • Rumah Sakit Swasta • Klinik Swasta • Dokter Praktek Umum • Dokter Praktek Spesialis • Bidan Praktek Swasta • Dukun Terlatih • Kader aktif • Pos KB • Posyandu Balita • Posyandu Lansia • Pos BINDU 2. 6. Sarana dan Prasarana Umum Sarana dan prasarana umum di wilayah kerja Puskesmas Andalas: : 3 buah : 6 buah : 6 buah : 51 orang : 15 orang : 30 orang : 2 orang : 352 orang : 12 pos : 88 buah : 11 buah : 1 buah 6 .

Tenaga Kesehatan dan Struktur Organisasi Puskesmas Andalas mempunyai 63 tenaga kesehatan yang bertugas di dalam gedung induk dan Puskesmas Pembantu. 13. 2. 3. Komposisi Ketenagaan yang ada di Puskesmas Andalas NO 1. Keadaan ekonomi penduduk sebagian besar menengah ke bawah. 7 orang tenaga PTT. beragama Kristen 2%. 9. JENIS KETENAGAAN Dokter Umum Dokter Gigi SKM Pengatur Gizi / AKZI Perawat Bidan Perawat Gigi Sanitarian Asisten Apoteker Analis SMU Jumlah PNS 4 4 1 1 14 14 1 1 3 2 5 50 PTT HONOR JML 4 4 1 2 15 21 1 1 3 3 7 62 7 1 1 7 7 1 2 5 . 6. 5 orang tenaga volunteer/honor. 10.         Taman kanak-kanak (TK) SD Negeri SD Swasta SMP/MTsN SMA/ SMK Perguruan tinggi Tempat ibadah Salon/ pangkas rambut Pasar : 34 buah : 35 buah : 13 buah : 11 buah : 15 buah : 4 buah : 112 buah : 34 buah : 2 buah 2. 7.5.6. 8. 11. Kondisi Sosial. 12. Budaya dan Ekonomi Sebagian besar penduduk wilayah kerja Puskesmas Andalas beragama Islam yaitu sekitar 96%. Tabel 3. Hindu 1% dan Budha 1 %. dengan rincian: 51 orang PNS. 2.

1.Sumber : Laporan Tahunan Puskesmas Andalas tahun 2012 BAB III TINJAUAN PUSTAKA 3. Tujuan khusus kerja sama lintas program 8 . Pengertian Kerja sama lintas program merupakan kerja sama yang dilakukan antara beberapa program dalam bidang yang sama untuk mencapai tujuan yang sama. Kerja sama lintas program yang diterapkan di puskesmas berarti melibatkan beberapa program terkait yang ada di puskesmas.

adalah untuk menggalang kerja sama dalam tim dan selanjutnya menggalang kerja sama lintas sektoral. pengumpulan. Pengendalian melalui manajemen lingkungan memerlukan kejelasan yang efektif antara sektor klinis. (Renstra Depkes 2005-2009) 9 . (WHO. dan masyarakat setempat. menuntut adanya penggalangan kemitraan lintas sektor dan segenap potensi. 1998) Untuk pembangunan mengoptimalkan berwawasan pencapaian yang tujuan pembangunan kesehatan tujuan diperlukan kerja sama lintas sektor yang mantap. Untuk itu upaya sosialisasi masalah-masalah dan upaya pembangunan kesehatan kepada sektor lain perlu dilakukan secara intensif dan berkesinambungan. dibentuk untuk mengambil tindakan pada suatu masalah agar hasil yang tercapai dengan cara yang lebih efektif. Kerja sama lintas sektor harus dilakukan sejak perencanaan dan penganggaran. peraturan. institusi akademis. komitmen.1998) Kerja sama lintas sektor melibatkan dinas dan orang-orang di luar sektor kesehatan yang merupakan usaha bersama mempengaruhi faktor yang secara langsung atau tidak langsung terhadap kesehatan manusia. Kebijakan dan pelaksanaan pembangunan sektor lain perlu memperhatikan dampak dan mendukung keberhasilan program kesehatan. berkelanjutan atau efisien dibanding sektor kesehatan bertindak sendiri. perencanaan pemukiman. dan interpretasi informasi serta mengevaluasi. Kerja sama tidak hanya dalam proposal pengesahan. kesehatan lingkungan. peran. Prinsip kerja sama lintas sektor melalui pertalian dengan program di dalam dan di luar sektor kesehatan untuk mencapai kesadaran yang lebih besar terhadap konsekuensi kesehatan dari keputusan kebijakan dan praktek organisasi sektor-sektor yang berbeda. dan tanggung jawab. Masalah anggaran sering membuat beberapa institusi membentu kerja sama. sampai pada pengawasan dan penilaiannya (Renstra Depkes 2005-2009). pelaksanaan dan pengendalian. Demikian pula optimalisasi kesehatan mendukung tercapainya pembangunan kesehatan. Lintas sektor kesehatan merupakan hubungan yang dikenali antara bagian atau bagian-bagian dari sektor yang berbeda. Terdapat faktor-faktor yang mempengaruhi kerjsasama lintas sektor penganggulangan yang meliputi anggaran. prioritas kebutuhan. tetapi juga ikut serta mendefinisikan masalah. komunikasi. (WHO.

Kemitraan 3. Ada berbagai pengertian kemitraan secara umum (Promkes Depkes RI) meliputi : a. mengambil dan melaksanakan serta membagi tugas. Peran dan tanggung jawab menunjuk masalah siapa yang akan melakukan keseluruhan kerja sama. lembaga pemerintah atau non-pemerintah untuk bekerja sama mencapai tujuan bersama berdasarkan atas kesepakatan. kemitraan adalah suatu kerja sama formal antara individuindividu. kelompok atau organisasi untuk bekerjasama mencapai tujuan. c. Kemitraan adalah upaya melibatkan berbagai komponen baik sektor. prinsip. Semua kerja sama memerlukan struktur dan proses untuk memperjelas tanggung jawab dan bagaimana tanggung jawab tersebut dikerjakan. menanggung bersama baik yang berupa resiko maupun keuntungan.Komitmen memerlukan pembagian visi dan tujuan serta penetapan kepercayaan yang lebih tinggi dan tanggung jawab timbal balik untuk tujuan bersama. Menurut Notoatmodjo (2003). Kemitraan adalah suatu kesepakatan dimana seseorang. minimal antara dua pihak atau lebih dimana masing-masing pihak merupakan ”mitra” atau 10 . kelompok-kelompok atau organisasi-organisasi untuk mencapai suatu tugas atau tujuan tertentu. dan peran masing-masing. Kemitraan adalah proses pencarian/perwujudan bentuk-bentuk kebersamaan yang saling menguntungkan dan saling mendidik secara sukarela untuk mencapai kepentingan bersama. b.2. kelompok masyarakat.1. Pengertian Kemitraan Kemitraan pada esensinya adalah dikenal dengan istilah gotong royong atau kerjasama dari berbagai pihak. baik secara individual maupun kelompok. (Renstra Depkes 2005-2009) 3. Kemitraan mengandung pengertian adanya interaksi ”partner”.2.

organisasi atau institusi yang telah bersedia menjalin kemitraan harus merasa sama atau sejajar kedudukannya dengan yang lain dalam mencapai tujuan yang disepakati. 3.meninjau ulang hubungan masingmasing secara teratur dan memperbaiki kembali kesepakatan bila diperlukan. Keterbukaan ada sejak awal dijalinnya kemitraan sampai berakhirnya kegiatan. 2004) 1. Dengan saling keterbukaan ini akan menimbulkan saling melengkapi dan saling membantu diantara golongan (mitra). Prinsip Azas manfaat bersama (mutual benefit) Individu. 3.2. Semua itu harus diketahui oleh anggota lain. 2. Prinsip Kemitraan Terdapat 3 prinsip kunci yang perlu dipahami dalam membangun suatu kemitraan oleh masing masing anggota kemitraan yaitu: (Ditjen P2L & PM.2. Ruang Lingkup dan Jenis Kemitraan Ruang lingkup kemitraan secara umum meliputi pemerintah. serta kelompok profesional.3. Departemen Kesehatan RI secara lengkap menggambarkan ruang lingkup kemitraan dengan diagram sebagai berikut: (Notoadmojo. 2004) 3.(Ditjen P2L & PM. LSM/ORMAS. Prinsip Keterbukaan Keterbukaan terhadap kekurangan atau kelemahan masing-masing anggota serta berbagai sumber daya yang dimiliki. dunia usaha. 2007) Gambar 2. organisasi atau institusi yang telah menjalin kemitraan memperoleh manfaat dari kemitraan yang terjalin sesuai dengan kontribusi.1 Diagram Ruang Lingkup Kemitraan 11 . Prinsip Kesetaraan (Equity) Individu.2.

Complementary Partnership Nascent Partnership Pada kemitraan ini pelaku kemitraan adalah partner tetapi efisiensi kemitraan 12 . tidak maksimal c. b. Potential Partnership Pada jenis kemitraan ini pelaku kemitraan saling peduli satu sama lain tetapi belum bekerja bersama secara lebih dekat.Keterangan: : saling bekerjasama Sektor : sektor-sektor dalam pemerintah P : Program-program dalam sektor (Notoatmodjo. 2007) Ada empat jenis atau tipe kemitraan yaitu: a.

Pokja . Faktor-faktor tersebut akan mempengaruhi kepuasaan danpeningkatan keefektifan komitmen serta keberhasilan aktivitas atau kegiatan.Forum Komunikasi .2. Bentuk-bentuk/tipe kemitraan menurut Pusat Promosi Kesehatan Departemen Kesehatan RI yaitu terdiri dari aliansi.Kontrak Kerja/perjanjian kerja 3. 2000). faktor organisasional. partner/mitra mendapat keuntungan dan pertambahan pengaruh melalui perhatian yang besar pada ruang lingkup aktivitas yang tetap dan relatif terbatas seperti program delivery dan resource mobilization.faktor kekuasaan. hambatan dalam pengorganisasian. Konflik dalam organisasi biasanya terbentuk dari rangkaian konflik-konflik sebelumnya.4. (Anshori.Pada kemitraan ini. 2001) 3.SK bersama .2. danfaktor lainnya. kooperasi dan sponsorship. Synergistic Partnership Kemitraan jenis ini memberikan mitra keuntungan dan pengaruh dengan masalah pengembangan sistemik melalui penambahan ruang lingkup aktivitas baru seperti advokasi dan penelitian. Faktor Pendukung Kemitraan Menurut Phillips El Ansori (2001). Konflik dalam Kemitraan Wujudnya bisa berupa ketidak-setujuan kecil sampai ke perkelahian (Purnama. konsorsium. d.MOU . Bentuk-bentuk kemitraan tersebut dapat tertuang dalam: .5. adanya hambatan dari personal. Konflik kecil yang muncul dan diabaikan oleh manajemen merupakan potensi munculnya konflik yang lebih besar dan melibatkan 13 . jejaring. dalam peningkatan dampak kemitraan agar lebih baik dipengaruhi oleh faktor personal. koalisi.

Indikator Input Tolak ukur keberhasilan input dapat diukur dari tiga indikator. realistis dan tepat waktu.2. lokakarya.6. 4) pencapaian tujuan organisasi. Faktor-faktor yang bisa mendorong konflik adalah (Daft: 1992) : 1) perubahan lingkungan eksternal. dapat diukur. yaitu: a. kesepakata n Tebentuk jaringan kerja. dapat dicapai. Sedangkan pengembangan indikator melalui pendekatan manajemen program yaitu: (Kuswidanti. seminar. b. Terbentuknya tim wadah atau sekretariat yang ditandai dengan adanya kesepakatan bersama dalam kemitraan. 3. tersusun program Indikator kesehatan membaik 1. 14 . dan 5) struktur organisasi. 2008) Input Proses Output Outcome Mitra yang terlibat SDM Pertemuan. 3) perkembangan teknologi.kelompok-kelompok dalam organisasi. Indikator Keberhasilan Kemitraan Untuk dapat mengetahui keberhasilan pengembangan kemitraan diperlukan adanya indikator yang dapat diukur. Adanya sumber dana/biaya yang memang diperuntukkan bagi pengembangan kemitraan. Dalam penentuan indikator sebaiknya dipahami prinsip-prinsip indikator yaitu: spesifik. 2) perubahan ukuran perusahaan sebagai akibat tuntutan persaingan.

Hasil evaluasi terhadap proses nilai berhasil. dan lingkungannya Pemerintah bertugas menggerakkan peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan dan pembiayaan kesehatan. pasal 71 dan pasal 72. keluarga.c. 23 tahun 1992 pasal 5.berikut ini penjelasannya: Tabel 2. pasal 66. 2. 3. 4. apabila tolok ukur tersebut terbukti adanya yang dilengkapi dengan agenda pertemuan.1 Pasal-pasal dalam UU No. Kemitraan Kesehatan Lintas Sektor dan Organisasi Landasan hukum pelaksanaan kemitraan kesehatan adalah Undang-undang No.7. 23/1992 yang Terkait dengan Kemitraan Pasal Uraian Pasal Uraian 5 Setiap orang berkewajiban untuk ikut serta dalam memelihara dan meningkatkan 8 derajat kesehatan perseorangan.2. 3. Indikator Proses Tolak ukur keberhasilan proses dapat diukur dari indikator sebagai frekuensi dan kualiatas pertemuan tim atau secretariat sesuai kebutuhan. Indikator Output Tolok ukur keberhasilan output dapat diukur dari indikator sebagai berikut: Jumlah kegiatan yang dikerjakan oleh institusi terkait sesuai dengan kesepakatan peran masing-masing institusi. Indikator Outcome Tolok ukur keberhasilan outcome adalah menurunnya angka kesakitan dan kematian karena penyakit. Adanya dokumen perencanaan yang telah disepakati oleh institusi terkait. daftar hadir dan notulen hasil pertemuan. Hasil evaluasi terhadap input dinilai berhasil apabila ketiga tolok ukur tersebut terbukti ada. apabila tolok ukur tersebut diatas terbukti ada. dengan memperhatikan fungsi sosial sehingga pelayanan keschatan bagi masyarakat yang 15 . pasal 65. pasal 8. Hasil evaluasi terhadap output dinilai berhasil.

65 kurang mampu tetap terjamin. yang beranggotakan tokoh masyarakat dan pakar lainnya. 2008) 1. (1) Penyelenggaraan upaya kesehatan dibiayai olch pemerintah dan atau masyarakat (2) Pemerintah membantu upaya kesehatan yang diselenggarakan olehmasyarakat sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. tugas pokok. (3) Ketentuan mengenai syarat dan tata cara peran serla masyarakat di bidang keschatan ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah. fungsi. mendorong. (2) Ketentuan mengenai pembentukan. Saling memahami kedudukan. yaitu meningkatkan kesehatan masyarakat yang didasarkan atas kesepakatan tentang peranan dan prinsip masing-masing pihak. 72 Kemitraan dalam upaya kesehatan (partnership for health) adalah kebersamaan dari sejumlah pelaku untuk mencapai tujuan yang sama.terutama upaya kesehatan bagi masyarakat rentan 71 (1) Masyarakat memiliki kesempatan untuk berperan serta dalam penyelenggaraan upaya kesehatan beserta sumber dayanya. dan tata kerja Badan Pertimbangan Kesehatan Nasional ditetapkan dengan Keputusan Presiden. tugas dan fungsi masing-masing 16 . 1998) Setiap kemitraan dalam upaya kesehatan perlu menerapkan prinsip-prinsip sebagai berikut: (Kuswidanti. (1) Peran serta masyarakat untuk memberikan pertimbangan dalam ikut menentukan kebijaksanaan pemerintah pada penyelenggaraan keschatan dapat dilakukan mclalui Badan Pertimbangan Kesehatan Nasional. (WHO. dan menggerakkan swadaya masyarakat yang bergerak di bidang keschatan agar dapat lebih berdayaguna dan berhasilguna. (2) Pemerintah membina.

pendidikan. PJB Menurut Notoadmodjo (2007). yaitu: 1. dalam pengembangan kemitraan di bidang kesehatan terdapat tiga institusi kunci organisasi atau unsur pokok yang terlibat di dalamnya. Saling menghargai (reward) Sifat Kemitraan (Kuswidanti. Saling memahami kemampuan masing-masing (capacity) 4. skreening anak sekolah (Juli-Agt)  Jangka panjang : pelaksanaan program tertentu misalnya imunisasi. pertanian. industriawan.2. 2. agama. Saling sedia membantu dan dibantu (opennse) 7. yaitu dari kalangan pengusaha. posyandu. dan sebagainya. antara lain. tahap kedua kemitraan lintas sektor di lingkungan institusi pemerintah dan 17 . Saling mendorong (sinergy) 8. yang terdiri dari berbagai sektor pemerintah yang terkait dengan kesehatan. 3. Saling menghubungi dan berkomunikasi (linkage) 5. (struktur) 3. Unsur pemerintah. misalnya Safari KB (Manunggal-KB-Kes)  Jangka pendek : pelaksanaan proyek dalam kurun waktu tertentu. kehutanan. meliputi dua unsur penting yaitu Lembaga swadaya Masyarakat (LSM) dan Organisasi Masyarakat (ORMAS) termasuk yayasan di bidang kesehatan. Saling mendekati (proximity) 6. Pengembangan kemitraan di bidang kesehatan secara konsep terdiri 3 tahap yaitu tahap pertama adalah kemitraan lintas program di lingkungan sektor kesehatan sendiri. industri dan perdagangan. kesehatan sebagai sektor kunci. 2008)  Insidental : sifat kerja sesuai dengan kebutuhan sesaat. dan para pemimpin berbagai perusahaan. pemberantasan TB paru. Unsur organisasi non-pemerintah atau non-government organization (NGO). Unsur swasta atau dunia usaha ( private sector) atau kalangan bisnis. lingkungan hidup.

Kerja sama lintas sektor harus dilakukan sejak perencanaan dan penganggaran. 1998). 2004) a. pelaksanaan dan pengendalian. Contoh keterpaduan lintasprogram antara lain: 18 . jika mungkin sejak dari tahap perencanaan. Untuk itu upaya sosialisasi masalah-masalah dan upaya pembangunan kesehatan kepada sektor lain perlu dilakukan secara intensif dan berkesinambungan. Untuk mengatasi keterbatasan sumberdaya serta diperolehnya hasil yang optimal. Kebijakan dan pelaksanaan pembangunan sektor lain perlu memperhatikan dampak dan mendukung keberhasilan pembangunan kesehatan. sampai pada pengawasan dan penilaiannya (Renstra Depkes 20052009). yakni: (Kepmenkes. tujuan diperlukan kerja sama lintas sektor yang mantap. Lintas sektor kesehatan merupakan hubungan yang dikenali antara bagian atau bagian-bagian dari sektorsektor berbeda. pengumpulan dan interpretasi informasi. tetapi juga ikut serta mendefinisikan masalah.yang tahap ketiga adalah membangun kemitraan yang lebih luas. lintas program. lintas sektor (Promkes Depkes RI). Lintas sektor melibatkan dinas dan orang-orang di luar sektor kesehatan merupakan usaha bersama mempengaruhi faktor yang secara langsung atau tidak langsung terhadap kesehatan manusia. Ada dua macam keterpaduan yang perlu diperhatikan. Untuk pembangunan mengoptimalkan berwawasan pencapaian yang tujuan pembangunan kesehatan. menuntut adanya penggalangan kemitraan lintas sektor dan segenap potensi bangsa. Demikian pula optimalisasi kesehatan mendukung tercapainya pembangunan kesehatan. serta mengevaluasi. penyelenggaraan setiap upaya puskesmas harus diselenggarakan secara terpadu. Kerjasama tidak hanya dalam proposal pengesahan. dibentuk untuk mengambil tindakan pada suatu masalah agar hasil atau hasil antara kesehatan tercapai dengan cara yang lebih efektif. prioritas kebutuhan. Keterpaduan lintas program Keterpaduan lintas program adalah upaya memadukan penyelenggaraan berbagai upaya kesehatan yang menjadi tanggungjawab puskesmas. berkelanjutan atau efisien dibanding sektor kesehatan bertindak sendiri (WHO.

pengobatan. Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS): keterpaduan KIA dengan P2M. Posyandu: keterpaduan KIA dengan KB. pendidikan. promosi kesehatan b. aparat pemerintah setempat. serta perusahaan-perusahaan swasta) 1. pertanian BAB IV PEMBAHASAN Di Puskesmas Andalas. gizi. lurah/kepala desa. Puskesmas keliling: keterpaduan pengobatan dengan KIA/KB. Upaya Kesehatan Sekolah (UKS): keterpaduan kesehatan lingkungan dengan promosi kesehatan. Gizi 19 .1. Contoh keterpaduan lintas sektor antara lain: 1. Upaya promosi kesehatan: keterpaduan sektor kesehatan dengan camat. pengobatan 2. kesehatan gigi. gizi. promosi kesehatan. kesehatan gigi 4. pengembangan dan inovasi) dengan berbagai program dari sektor terkait tingkat kecamatan. lurah/kepala desa. gizi P2M. termasuk organisasi kemasyarakatan dan dunia usaha. Keterpaduan lintas sektor Keterpaduan lintas sektor adalah upaya memadukan penyelenggaraan upaya puskesmas (wajib. dilakukan kerja sama antara lintas program (kerja sama dengan program puskesmas lainnya) dan lintas sektor (kerja sama dengan berbagai dinas terkait. agama. promosi kesehatan. Upaya Kesehatan Sekolah: keterpaduan sektor kesehatan dengan camat. pendidikan. kesehatan reproduksi remaja dan kesehatan jiwa 3. untuk menyukseskan program basic six maupun program tambahan. agama 2. kesehatan jiwa.

ditemukannya 3 gizi buruk pada bulan Maret 2103 merupakan masalah yang sedang dihadapi puskesmas untuk saat ini. Pada tahun 2012. juga ditemukan 3 kasus gizi buruk dengan rincian sebagai berikut : Kelurahan Ganting Parak Gadang Simpang Haru Total Jumlah 2 1 3 Keterangan Meninggal Membaik Bentuk kerja sama pada program gizi antara lain : 20 .Selain masih belum mencapai target pada d/s dan n/d pada Puskesmas Andalas tahun 2012.

Promkes Lintas sektor   Dinas Pertanian : untuk stok pangan  Dinas Pendidikan : untuk meningkatkan pengetahuan melalui sekolahsekolah  Departemen Agama : penyuluhan  Perusahaan : PT Nestle dalam menyediakan PMT untuk anak kurang gizi 2. b.a. Lintas program  KIA ibu dan anak. KB dan KIA Ibu 21 .

KIA anak 10 Penyakit Terbanyak Pada Balita Puskesmas Andalas Th 2012 NO PENYAKIT 0-28 Hari 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1-11 Bln 593 128 39 0 1 7 3 2 92 14 1-5 Tahun 2366 609 205 84 88 35 74 52 336 83 Jumlah 2959 737 244 84 89 42 77 54 428 97 1 ISPA 2 P. Lintas program  Deteksi bumil. bufas dengan komplikasi bekerja sama dengan Promkes dan Gizi b. Lintas sektor   BKKBN : dalam penyediaan alat KB  PKK 3. bulin.Bentuk kerja sama pada program KIA ibu antara lain : a. Kulit 3 Diare 4 Cacingan 5 Gigi dan Mulut 6 Pneumonia 7 Penyakit Telinga 8 Scabies 9 Demam 10 Cacar Air 22 .

sanitasi industri termasuk sanitasi rumah tangga dan pemantauan jentik. hotel. Kerjasama Lintas Program antara Kesling dan Sanitasi Memberi arahan bahwa H-2 sebelum fogging PSN harus dilaksanakan di tempat umum dan industri. Gizi d. Dan 23 . P2M (Pemberantasan Penyakit Menular) Kejadian DBD Tahun 2012 Kerja sama yang dilakukan antara lain : a. Lintas program  Kesling. Pemeriksaan sanitasi tempat wisata. Lintas program 1. Lintas sektor   Lurah/ camat setempat : untuk menggiatkan warga mengikuti posyandu  PKK  Dinas Pendidikan 4.Bentuk kerja sama pada program KIA anak antara lain : c.

. monitoring.  Dinas Pendidikan mengintegrasikan pendidikan anak sekolah dengan kegiatan P2 DBD sehingga pelaksanaan program berjalan dengan baik  PKK  .Membantu pemenuhan pelayanan sarana dan prasarana kesehatan (pengadaan Abate) . 2.Berperan aktif dalam penyelenggaraan program P2 DBD 24 . inspeksi bersama ke sekolah.Memberikan dukungan dalam upaya meningkatkan Puskesmas  Lurah  .memberikan bubuk Abete masing-masing 2 bungkus kepada pemilik rumah atau sejumlah bak/penampungan air yang ada di rumah warga. Lintas sektor  Camat  . . Kerjasama Lintas Program antara Promkes dan Surveilance Penyuluhan kepada masyarakat mengenai PHBS yang didalamnya ada indikator kebersihan lingkungan rumah termasuk bebas jentik. sarana dan dana untuk penyelenggaraan program P2 DBD. b.Memberikan dukungan kebijakan. 3.Mengkoordinasikan penggerakan masyarakat untuk dapat ikut dalam penyuluhan tentang program DBD. Dan diadakannya pertemuan.Bimbingan tenaga teknis kesehatan dengan rutin.Mengkoordinasikan hasil kegiatan dan tindak lanjut kegiatan P2 DBD . Kerjasama Lintas Program antara Promkes dan P2M DBD PSN anak sekolah dan pertemuan koordinasi.Menindaklanjuti hasil kegiatan program P2 DBD  Dinas Kesehatan  . dan evaluasi ke lapangan dari tingkat kota sampai kelurahan dalam program PHBS.

Surveilans Lintas sektor  camat. Balai Pengobatan (Penyakit Tidak Menular) 4. Labor.Penyuluhan didalam maupun diluar gedung. ketika ada ditemukan suspek flu burung Dinas Kesehatan dan Dinas Peternakan langsung turun ke lapangan.Berperan aktif sebagai sukarelawan dalam pelaksanaan program P2 DBD 5. Lintas program  Gizi.Memberikan dukungan sarana dan dana untuk pelaksanaan kegiatan program P2 DBD .Penggerakkan peran serta masyarakat dalam kegiatan P2 DBD . lurah.771 797 764 499 HIPERTENSI RHEUMATIK ARTRITIS DM ASMA PJK Kerja sama yang dilakukan adalah : a. Promkes.078 2. PKK Program lainnya a) Penanggulangan dan Pencegahan Kasus Flu Burung Bekerjasama dengan Dinas Peternakan. Tenaga kesehatan langsung menanggulangi penderita. sedangkan Dinas Peternakan mengamati dan menangani unggas yang sakit dan mati yang dicurigai terkena flu burung 25 .. 6. b.  Swasta / Dunia usaha  .

c) Imunisasi Puskesmas bekerja sama dengan Departemen Agama khusus untuk imunisasi calon pengantin. Kemudian diberikan vaksin rabies jika memenuhi syarat-syarat yang berlaku. Selanjutnya puskesmas melapor ke Dinas Peternakan dan dari laporan kasus Dinas Peternakan yang memberikan vaksin kepada hewan.b) Penanggulangan dan Pencegahan Kasus Rabies 30 25 20 e l t T s i x A 15 10 5 0 Series1 kasus gigitan 28 diberi VAR 18 observasi 10 Puskesmas bekerjasama dengan Dinas Peternakan. dengan persyaratan surat nikah tidak ada jika catin belum imunisasi. Untuk imunisasi anak sekolah bekerjasama dengan Dinas Pendidikan dengan program yang bernama BIAS untuk program ini sudah berjalan di wilayah kerja Andalas 26 . Untuk jamaah haji. data peserta haji dari Departemen Agama selanjutnya imunisasi diberikan kepada calon jamaah haji. jika ada kasus masyarakat yang digigit anjing maka masyarakat langsung melapor ke puskesmas. selain imunisasi pemeriksaan kesehatan secara rutin dilakukan 6-8 minggu sebelum keberangkatan haji. dan untuk pemberantasan hewan yang dicurigai rabies bekerjasama dengan tenaga kesehatan.

 Adanya follow up secara berkala terhadap pelaksanaan kerja sama lintas sektor tersebut dalam rapat lintas sektor setiap tiga bulan yang sudah ditetapkan dinas kesehatan kota. Namun pada kerja sama dengan lintas sektor masih belum optimal. Saran  Diharapkan komitmen terhadap kehadiran rapat lintas sektor.2. Hal ini disebabkan pada 3 bulan terakhir. Kesimpulan  Kerja sama dengan lintas program maupun lintas sektor di Puskesmas Andalas sudah berjalan. maupun rapat triwulan dan partisipasi dalam bentuk lainnya untuk membantu pelaksanaan program puskesmas yang sasarannya melibatkan daerah ataupun kepentingan dari sektor terkait.  Meningkatkan partisipasi kader 27 . sehingga kurangnya aksi mereka untuk membantu pihak puskesmas 5.BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5. pihak Puskesmas tidak lagi diikutsertakan dalam rapat bulanan dengan camat ataupun lurah sehingga pihak Puskesmas tidak punya kesempatan memberitahu ataupun berdiskusi dengan camat atau lurah tentang masalah kesehatan di wilayah kerja Puskesmas Andalas  Kader tidak mendapat insentif.1.

28 . Ilmu Kesehatan Masyarakat. Diunduh dari : www. Laporan Dirjen PPM_PL Depkes 2004.id Diakses tanggal 6 April 2013. 8. 3. 6. S.lontar. 2007. Jakarta : Rineka Cipta Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 128/Menkes/Sk/Ii/2004 Tanggal 10 Februari 2004 7. 5. Gambaran Kemitraan dan Organisasi di Bidang Kesehatan.ac. 2. Kuswidanti.ui. Rencana Strategis Departemen Kesehatan RI Tahun 2005-2009 WHO 1998 Health Promotion Notoadmojo. 4. Promkes Depkes RI Laporan Tahunan Puskesmas Andalas Tahun 2012.DAFTAR PUSTAKA 1.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful