FORMAT PENGKAJIAN FISIK SEDERHANA

Posted on Maret 9, 2008 by harnawatiaj A. PENGKAJIAN 1.Identitas a.Nama :…………………………………………………………… b.Usia :…………………………………………………………… c.Jenis kelamin :…………………………………………………………… d.Tinggi badan :…………………………………………………………… e.Berat badan :…………………………………………………………… f.Agama :…………………………………………………………… g.Suku :…………………………………………………………… h.Pendidikan :…………………………………………………………… i.Pekerjaan :…………………………………………………………… j.Alamat :…………………………………………………………… 2.Pengkajian fisik a.Tingkat kesadaran : b.Tanda – tanda vital : TD : N: P: S: Posisi ( duduk, berdiri, berbaring) c.Keadaan umum : Penampilan Posisi saat dikaji Postur tubuh Ekspresi wajah Bahasa tubuh d.Sistem integumen Warna kulit Warna rambut Kuku Turgor kulit Tekstir kulit Integritas kulit e.Kepala : Bentuk Kesimetrisan Nervus V & VII Keadaan rambut Kondisi kulit kepala Massa

Nyeri tekan f.Mata : Persebaran alis Warna alis Bentuk alis Bulu mata Kelopak mata Sklera Konjungtiva Iris Kornea Pupil Kelenjar lakrimalis Alat bantu penglihatan g.Telinga : Daun telinga Kesimetrisan Lubang telinga Membran timpani Status pendengaran h.Hidung dan penciuman : Ukuran dan bentuk Septum Mukosa nasal Patensi jalan napas Nervus olfaktory Status penciuman i.Mulut dan orofaring : Bibir Gigi Bunyi napas Gusi Nervus VII & IX Lidah Nervus XIII Mukosa Palatum Uvula Faring Tonsil Pergerakan mandibular j.Leher : Penamapakan luar Tiroid Trakea Nodus limfe

k.Thoraks dan paru-paru : Pernafasan Thorax posterior Auskultasi paru l.Payudara dan axilla : Ukuran payudara Puting Axilla Nodus limfe m.Jantung dan pembuluh darah : Tekanan darah Nadi karotis Nadi apikal Nadi perifer n.Abdomen : Bentuk Kulit Bunyi peristaltik o.Sistem muskuloskeletal : Punggung Tulang vertebra Sendi Pergerakan Ekstremitas atas Ekstremitas bawah p.Sistem igenitourinaria dan rektum : Rektum Genetalia wanita Genetalia pria q.Sistem neurologi : keseimbangan Nervus XI Refleks Kordinasi Nervus kranial r.Status mental : Status kesadaran Orientasi Memori Bahasa dan pembicaraan Respon Filed under: C. PENGKAJIAN FISIK | 2 Komentar »

CT SCAN

Bila klien ada riwayat alergi atau dalam pemeriksaan ditemukan adanya alergi maka pemberian zat kontras iodine harus distop pemberiannya.PENGERTIAN CT Scan adalah suatu prosedur yang digunakan untuk mendapatkan gambaran dari berbagai sudut kecil dari tulang tengkorak dan otak. 3. Hal ini dipertimbangkan dengan tingkat kekuatan scanner. hematoma dan abses. hal ini dimaksudkan untuk memberikan pengertian kepada pasien dengan demikian menguragi stress sebelum waktu prosedur dilakukan. Berat badan klien yang dapat dilakukan pemeriksaan CT Scan adalah klien dengan berat badan dibawah 145 kg.Brain contusion.Perubahan vaskuler : malformasi. c. Test awal yang dilakukan meliputi : . Harus dilakukan pengkajian terhadap klien sebelum dilakukan pemeriksaan untuk menentukan apakah klien bebas dari alergi iodine. Maka ginjal klien harus dalam keadaan normal. d. naik turunnya vaskularisasi dan infark. 10 dan jam 02 dengan memakai waktu 4. sebab pada klien yang akan dilakukan pemeriksaan CT Scan disuntik dengan zat kontras berupa iodine based kontras material sebanyak 30 ml. harus dilakukan test apakah klien mempunyai kesanggupan untuk diam tanpa mengadakan perubahan selama 20-25 menit. Bila perlu dengan menggunakan kaset video atau poster. e. b. 2.Brain atrofi. Pasien diberi gambaran tentang alat yang akan digunakan.Gambaran lesi dari tumor. Pencatatan dilakukan dengan mengkombinasikan tiga pesawat detektor. Pemeriksaan ini dimaksudkan untuk memperjelas adanya dugaan yang kuat antara suatu kelainan.Inflamasi. Karena eliminasi zat kontras sudah harus terjadi dalam 24 jam. f.PRINSIP KERJA Film yang menerima proyeksi sinar diganti dengan alat detektor yang dapat mencatat semua sinar secara berdispensiasi. PENATALAKSAAN PERSIAPAN PASIEN Pasien dan keluarga sebaiknya diberi penjelasan tentang prosedur yang akan dilakukan. karena hal ini berhubungan dengan lamanya pemeriksaan yang dibutuhkan. dua diantaranya menerima sinar yang telah menembus tubuh dan yang satu berfungsi sebagai detektor aferen yang mengukur intensitas sinar rontgen yang telah menembus tubuh dan penyinaran dilakukan menurut proteksi dari tiga tititk. menurut posisi jam 12. yaitu : a.TUJUAN Menemukan patologi otak dan medulla spinalis dengan teknik scanning/pemeriksaan tanpa radioisotop 3.5 menit. Berat badan klien merupakan suatu hal yang harus dipertimbangkan.Posted on Maret 9. 2008 by harnawatiaj PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK CT SCAN (Computerized Axial Tomografi) 1.Hydrocephalus. Sebelum dilakukan pemeriksaan CT scan pada klien.

Selama prosedur berlangsung perawat harus menemani pasien dari luar dengan memakai protektif lead approan. Bila terjadi alergi dapat diberikan deladryl 50 mg.Sesudah pengambilan gambar pasien dirapihkan. tetapi pengalaman klinis menunjukkan bahwa adakalanya timbul reaksi autoimunitas. 2008 by harnawatiaj TEORI AUTOIMUNITAS A. memerlukan koreksi yang cepat oleh seorang perawat dan dokter. c. DIAGNOSTIK ZONE | 3 Komentar » TEORI AUTOIMUNITAS Posted on Maret 9. sedang antibody yang dibentuk disebut autoantibody.PROSEDUR a. Pada orang normal . c.Posisi terlentang dengan tangan terkendali. sistem imun dapat membedakan antigen tubuh sendiri dari antigen asing. g.Pendahuluan Dalam keadaan normal. Reaksi autoimiunitas adalah reaksi system imun terhadaap antigen sel jaringan sendiri. Penjelasan kepada klien bahwa setelah melakukan injeksi zat kontaras maka wajah akan nampak merah dan terasa agak panas pada seluruh badan.Kekuatan untuk diam ditempat ( dimeja scanner ) selama 45 menit. karena tubuh mempunyai toleransi terhadap self antigen. Rambut tidak boleh dikepang dan tidak boleh memakai wig.HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN a. Antigen tersebut disebut autoantigen. Hal ini merupakan tindak lanjut setelah pemberian zat kontras yang eliminasinya selama 24 jam. Apabila pasien merasakan adanya rasa sakit berikan analgetik dan bila pasien merasa cemas dapat diberikan minor tranguilizer. b. b.Dilakukan pemantauan melalui komputer dan pengambilan gambar dari beberapa sudut yang dicurigai adanya kelainan. disebut sel limfosit reaktif (SLR). Sel autoreaktif adalah limfosit yang mempunyai reseptor untik autoantigen. Bersihkan rambut pasien dari jelly atau obat-obatan. 5. dan hal ini merupakan hal yang normal dari reaksi obat tersebut. e.Ukur ntake dan out put. meskipun . Filed under: A.Pengambilan gambar dilakukan dari berbagai posisi dengan pengaturan komputer.Observasi keadaan alergiterhadap zat kontras yang disuntikan. 4. Mengikuti aturan untuk memudahkan injeksi zat kontras. Perhatikan keadaan klinis klien apakah pasien mengalami alergi terhadap iodine. f. d. Melakukan pernapasan dengan aba – aba ( untuk keperluan bila ada permintaan untuk melakukannya ) saat dilakukan pemeriksaan. Oliguri merupakan gejala gangguan fungsi ginjal.Meja elektronik masuk ke dalam alat scanner. Bila sel tersebut memberikan respons autoimun.Selama prosedur berlangsung pasien harus diam absolut selama 20-45 menit.Mobilisasi secepatnya karena pasien mungkin kelelahan selama prosedur berlangsung.

Reaksi silang dengan mikroorganisme Kerusakan jantung pada demam reumatik anak diduga terjadi kaibat produksi antigen terhadap streptokok A yang bereaksi silang dengan miokard penderita 5. Pada umumnya kadar autoantibody disini terlalu rendah untuk dapat menimbulkan penyakit autoimmun.Teori defesiensi immun Hilangnya self tolerance mungkin disebabkan oleh karena adanya gangguan system limfoid. Reaksi autoantibody dan autoantigen yang menimbulkan kerusakan jaringan dan gejala-gejala klinis disebut penyakit autoimun. dapat pula ditemukan autoantibody terhadap antigen jaringan dalam kadar gula yang rendah C. Kadang-kadang tidak jelas apakah autoantibody tersebut merupakan penyebab atau timbul sekunder akibat suatu penyakit.Teori-teori autoimunitas 1.Autoantibodi dibentuk sekunder akibat kerusakan jaringan Autoantibodi terhadap jantung ditemukan pada jantung infark. Burnett mengajukan teori forbidden clones. Contoh autoantibody yang timbul akibat hal tersebut ialah factor rematoid (FR). Bila sawar tersebut rusak. tidak selalu terjadi respon autoimun. Penyakit autoimmune sering ditemukan bersamaan dengan defesiensi imun. Autoantibody dapat dibentuk pula terhadap antigen mitokondria pada kerusakan hati atau jantung. lensa mata. dan saraf pusat. sedangkan bila tidak disertai gejala klinis disebut fenomena autoimun.Teori sequestered antigen atau hidden antigen Sequestered aatau hidden antigen adalah antigen yang karena sawar anatomic tek pernah berhubungan dengna system imu n misalnya antigen sperma. yang menyatakan bahwa tubuh menjadi toleran terhadap jaringannya sendiri oleh karena sel-sel yang autoreaktif selama perkembangan embriologiknya akan musnah. karena ada system yang mengontrol reaksi autoimun. misalnya pada lanjut usia 3. Oleh karena itu harus dibedakan antara fenomena autoimun dengan penyakit autoimu. FR dibentuk terhadap determinan antigen yang terdapat pada immunoglobulin 4. B.SLR berpasangan dengan autoantigen. Pada tuberculosis dan tripanosomiasis yang menimbulkan kerusakan luas pada berbagai jaringan. dapat timbul penyakit autoimmun 2.Determinan antigen baru Pembentukan autoantibody dapat dicetuskan oleh karena timbul deterrminan antigen baru pada protein normal.Pembagian Penyakit Autoimmun Penyakit autoimmun dapat dibagi menajdi 2 golongan yaitu organ spesifik dan non spesifik Organ spesifik Non organ spesifik Tiroiditis hasimoto Miksidema primer Tirotoksotosis Anemia pernesiosa Gastritis kronik autoimun .Virus sebagai pencetus autoimunitas Virus yang terutama mengginfeksi system limfoid dapat tmempengaruhi mekanisme kontrol imunologik sehingga terjadi autoimunitas 6.

usus.Penyakit Addison Menopause premature Disbetes juvenile Sindorm goodpasture Miastenia gravis Infertilitas pada pria Pemfigus vulgaris Pemfigoid Oftalmia simpatis Uveitis vagogenik Sclerosis multiple Anemia hemolitik autoimun Purpura trombositopenik idiopatik Leucopenia idiopatik Sirosis bilier primer Hepatitis kronik aktif dengan HBsAg negative Sirosis kriptogenik Colitis ulseratif Sindrom Sjögren Arthritis rematoid Dermatomiositis Scleroderma LE discoid Lupus eritermatosus sistemik (SLE) D. paru.Penyakit dapat dipindahkan dari satu binatang ke binatang yang lain melalui serum atau limfosit yang hidup Filed under: 9. ginjal dan kelenjar gondok. jantung. juga pada parenkim organ dalam terutama esophagus. IMUNOLOGY ZONE | 5 Komentar » PENYAKIT AUTOIMMUN Posted on Maret 9.Penyakit timbul akibat adanya respons autoimun 2.Penyakit dpat ditimbulkan oleh bahan yang diduga merupakan antigen 4. dan arteri .Defenisi Sklerosis sistemik adalah panyakit jaringan ikat yang ditandai oleh fibrosis dan perubahan degeneratif pada kulit.Epidemiologi Sclerosis sistemik merupakan penyakit yang terdapat diseluruh dunia dan dijumpai pada semua .Kriteria Penyakit Autoimun Kriteria untuk menegakkan diagnosis penyakit autoimmun adalah sebagai berikut : 1.Ditemukan autoantibody 3. 2008 by harnawatiaj A. sinovium. Penyakit ini dikenal juga dengan nama skleroderma 2.Sklerosis Sistemik 1.

Biasanya dimulai pada usis 20-50 tahun. b. dan kulit menjadi tegang. sangat berguna sebagai gejala diagnostic.Saluran pencernaan Hipomotilitas asofagus merupakan manifestasi paling sering dari terlibatnya organ dalam. yangmenyebabkan kerusakan endotel dan membrane basal. Diduga patogenesisnya berdasarkan kelainan vascular. terjadi striktur esophagus yang memerlukan dilatasi mekanis. Jari-jari mengalami fleksi kontraktur.Paru Scleroderma paru yang klasik ditandai dengan fibrosis intestinal yang klasik ditandai dengan fibrosis interstitial difus. Frekwensi pada wakita 3 kali frekwensi pria 3. fibroblast kulit mensintesis koleagen lebih banyak dengan fibroblast kulit normal Peningkatan produksi kolagen yang dideposit pada jaringan ikat disekitar tunika adventisia akan mengekang arteri kecil/arteriol yang bersangkutan. kelenjar keringat. Terdapat pembengkakan dan ketegangan lengan bawah dan tangan yang difus dan simetris. Klien tidak dapat dicubit. Terdapat daerah-daerah dengan pegmentasi dan vitiligo. ternyata pada scleroderma.Gejala klinis dan konplikasi a. Kelainan ini ditandai dengan terbentuknya kantong-kantong bermulut lebar pada dinding kolon. kelenjer lemak di epidermis.Kulit Pada kasus yang khas trias terdiri atas penipisan epidermis. Dapat juga terjadi anemia karena telangiektasis di saluran pencernaan mengalami perdarahan. Sering timbul dini dan dirasakan swebagai rasa penuh di substernal. gangguan metabolisme kolagen pada fibroblast dapat menerangkan baik manifestasi vascular maupun manifestasi fibrosis pada sclerosis sistemik progresif 4. keringat berkurang.Patogenensis dan patofisiologi Etiologi dan patogenesis yang pasti belum diketahui. aehingga kontraktilitas dan vasodilatasi arteri kecil dan arteriol terganggu. Dugaan ini timbul karena sebelum terjadi perubahan pada dermis dan epidermis. atau antara trombosit dan leukosit.bangsa. Fibrosis menyebabkan kulit melekat pada struktur dibawahnya. Keluhan akan lebih berat jika terjadi esofagitis atau striktur Pada keadaaan lanjut. Kulit tampak kering dan retak-retak. Kemudian terjadi adhesi antara trombosit dan kolagen. Kolagen ini dapat melekat pada endotel pembuluh darah. Peristiea ini akan diikuti oleh fibrosis reaktif berupa proliferasi intima yang sangat menoniol pada aklerosis sistemik progresif Penipisan tunika intima media mungkin terjadinya sekunder terhadap perubahan distensibilitas struktur mikrovaskular yang terjepit diantara materi fibrotik yang terdapat pada intima dan adventisia. Reaksi peradangan dan perubahan vascular subkutan ini akan menyebabkan hilangnya kapiler-kapiler kulit (devaskularisasi) yang selanjutnya mengakibatkan atrofi epidermis dan penebalan dermis Hipotesis yang diajukan berdasarkan hasil observasi pada biakan jaringan. Ditemukan juga kelainan kolon yang dianggap diagnostic. Epidermis mudah terkelupas karena tipis. Dengan demikian. telah ada reaksi peradangan vascular dan perivaskular pada jaringan subkutan. Karena timbul dini. Biasanya kalainan ini asimptomatik c. Sklerodaktili ialah keadaaan kakunya kulit bagian distal dari sendi interfalangeal proksimal. Akibatnya timbul gangguan vasomotor seperti yang terlihat pada syndrome raynaud dan sclerosis sistemik progresif. hilangnya alat-alat seperti rambut. Dilatasi dan hipoosmolalitas duodenum dan jejunum menyebabkan malabsorbsi sehingga mengakibatkan berat badan menurun. rambut dan lemak menghilang. Keluhan mungkin baru timbul lama setelah terdapat gangguan fungsi . jarang pada anak-anak.

Foto rongten gigi : pelebaran membran periodontal g. d.Jantung Kelainan jantung pada scleroderma ada 3 macam : 1)Sclerosis koroner : merupakan kelainan yang paling tidak spesifik. Jarang timbul angina atau infark jantung 2)Fibrosis miokard 3)Kelainan perikard : berupa epikarditis akut. proteinuria > 1+. suatu obat alfa adrenergic. Jarang ditemukan jari clubbing.Diagnosis Sulit untuk menegakkan diagnosis scleroderma sebelum timbul kelaianan kulit yang khas.Arteriogram perifer : penyumbatan pembuluh darah h. kerjanya menurunkan depot katekolamin. Dimulai dengan dosis rendah sampai mencapai dosis 2 g/hari . Factor presipitasi untuk timbulnya gangguan ini adalah berhurangnya volume darah sehingga aliran darah ginjal terganggu. dan uremia. kemudian menjadimerah dan nyeri pada waktu sirkulasi kembali normal. perdarahan.paru dan kelainan pada gambaran radiologist. misalnya dyspnea d‘effort atau nafas pendek.Foto rongten toraks : fibrosis interstitial difus di paru-paru d. pemeriksaaan radiologik yang biasanya dilakukan adalah : a. ini penting karena pada kebanyakan penderita telah terdapat hipertensi paru sebelum timbul keluhan pada paru. 10-40 mg/hari b)Guanetidin dengan dosis 40 mg. kalsifikasi subkutan c. sekali sehari c)Metildopa.Foto rongten oesophagus maag duodenum (OMD) : tampak hipoosmolalitas esophagus b. Kelainan ginjal sering timbul akut.Foto rongten kolon : gambaran kantong-kantong pada kolon f. Biasanya timbul akibat pengaruh udara dingin atau ketegangan emosi. Scleroderma harus dipikirkan jika pada seorang wamnita berumur 20-50 tahun terdapt syndrome raynaud dan pembengkakan tangan. efusi perikard tanpa gejala yang berlangsung lambat tapi progresif Gejala gangguan jantung sering sukar dibedakan dengan gejala gangguan paru.Ginjal Tanda-tanda klinis kelainan ginjal yaitu hipertensi ( tekanan darah lebih dari 140/90 mmHg). mulamula pucat dan sianosis (karena vasokontriksi). 5. diberikan peroral. Syndrome raynaud ini tampak pada jari-jari tangan .Foto rongten usus halus : dilatasi jejenum . Pemerisaan radiologik banyak membantu dalam menegakkan diagnosis scleroderma . Pengawasan terhadap perkembangan hipertensi paru dapat dilakukan dengan memperhatikan peningklatan intensitas komponen pulmonal pada bunyi jantung 2 dan derajat pecahnya (splitting bunyi jantung 2. EKG/ekokardiografi dan kateterisasi jantung e. Untuk ini kadang-kadang diperlukan pemeriksaan penunjang lain seperti foto rongten/analisis jantung.Penatalaksanaan a.Medikamentosa 1)Obat vasoaktif a)Fenoksibenzamin.Foto rongten tangan/lengan : tampak resorpsi falang. ileum e. pemakaian diuretic yang berlebihan.Arteriogram ginjal disertai pemeriksaan aliran darah korteks ginjal Gambaran histopatologik kulit menunjukkan adanya penebalan epidermis disertai menghilangnya organ-organ epidermis dan tampak pula bertambahnya jaringan kolagen dalam dermis 6. misalnya karene operasi besar.

ginjal. dehidrasi. Latihan range of motion aktif/pasif. 7-10 mg/minggu. dosis 0. diberikan jika terdapat tanda-tanda peradangan pada awal penyakit c)Potassium para-aminobenzoat 12-16 g/hari. dan sebagainya e. Artritis rematoid juga bisa menyebabkan sejumlah gejala di seluruh tubuh. Dianjurkan pemberian dosis rendah sacara intra arteri untuk menghindari pengaruh sistemik dan mencapai pengaruh maksimal pada arteri perifer. malnutrisi.Pengobatan khusus Bergantung pada organ/system yang terkene misalnya esophagus. Mengurangai sekresi proklagen oleh fibroblast d)D. jantung. Pemberian 0. pemanasan.penisilamin. nyeri dan seringkali akhirnya menyebabkan kerusakan bagian dalam sendi. memerlukan bimbingan fisioterapi yang ketat. Penyakit ini terjadi pada sekitar 1% dari jumlah penduduk. . Efek sampingnya terhadap saluran pencernaan serta timbulnya reaksi alergi di kulit menyulitkan pemberian jangka lama d)Antimalaria 3)Lain-lain a)Rheomacrodex b)Imunosupresif misalnya klorambusil c)Colchicines.Aspek psikososial Perlu penjelasan mengenai penyakit disertai sokongan penderita maupun keluarganya.d)Reserpin. terutama untuk atralgia dan mialgia. tidak berlangsung lama Rekontruksi d. Keduanya bermanfaat untuk memperbaiki peredaran darah dankontraktur yang disebabkan oleh fibrosis pada sendi dan kulit Pencegahan vasokonstriksi karena dingin dan usaha mempertahankan pembuluh darah dalam keadaan sedikit vasodilatasi dilakukan misalnya dengan melindungi tubuh terhadap dingin dan melakukan latihanjasmani bertahap c. paru. juga merupakan penghambat simpatis. Biasanya pertama kali muncul pada usia 25-50 tahun.0 g/hari b. muntah. Dosis mungkin mencapai 4-5 g/hari b)Kortikosteroid. dan wanita 2-3 kali lebih sering dibandingkan pria.5 mg menghasilkan perlindungan terhadap vasokonstriksi perifer selama ± 6 bulan 2)Obat-obat antiinflamasi a)Asam asetilsilat.Tindakan operatif Tindakan operatif terutama ditujukan terhadap : Ulserasi : debridement dan sebagainya Simpatektomi : hasilnya hanya bersifat sementara.Perawatan di Rumah sakit Perawatan di Rumah sakit perlu silakukan apabila ditemukan kegagalan kardiopulmonal.Defenisi Artritis Rematoid adalah suatu penyakit autoimun dimana persendian (biasanya sendi tangan dan kaki) secara simetris mengalami peradangan. tetapi bisa terjadi pada usia berapapun. B. gangguan saluran pencernaan yang berat berupa diare. usus halus.Fisioterapi Fisioterapi merupakan hal yang tak boleh dilupakan pada penatalaksanaan scleroderma.Arthritis Reumatoid 1. dan persiapan operasi f.5-2. kegagalan ginjal. sehingga terjadi pembengkakan.

Gejala Artritis rematoid bisa muncul secara tiba-tiba. terutama menjelang sore hari. Beberapa penderita merasa lelah dan lemah. Penyakit Still merupakan variasi dari artritis rematoid dimana yang pertama muncul adalah deman tinggi dan gejala umum lainnya. sindroma Sjögren atau peradangan mata. Peradangan pada selaput di sekitar paru-paru (pleuritis) atau pada kantong di sekitar jantung (perikarditis) atau peradangan dan pembentukan jaringan parut pada paru-paru bisa menyebabkan nyeri dada. Enzim-enzim ini akan memecah kolagen sehingga terjadi edema. Pada proses fagositosis menghasilkan enzim-enzim dalam sendi. Akibatnya adalah menghilangnya permukaan sendi yang akan menganggu gerak sendi. Akhirnya ligament dan tendon ikut meradang. Hal ini akan menyebabkan nyeri yang sangat hebat dan deformitas. kaki. Bisa terjadi demam ringan dan kadang terjadi peradangan pembuluh darah (vaskulitis) yang menyebabkan kerusakan saraf atau luka (ulkus) di tungkai. terutama pada saat bangun tidur atau setelah lama tidak melakukan aktivitas. dimana pada saat yang sama banyak sendi yang mengalami peradangan. pergelangan tangan. jari kaki. peradangan berlangsung terus menerus dan menyebar ke struktur-struktur sendi disekitarnya termasuk tulang rawansendi dan kapsul fibrosa sendi. maka sendi yang sama di sisi kanan tubuh juga akan meradang. Sendi bisa terhenti dalam satu posisi (kontraktur) sehingga tidak dapat diregangkanataudibukasepenuhnya. Pada p[eradangan kronik. Yang pertama kali meradang adalah sendi-sendi kecil di jari tangan. yang biasanya terletak di daerah sekitar timbulnya penyakit ini.Diagnosa . Di belakang lutut yang terkena. membrane sinovium mengalami hipertropi dan menebal sehingga terjadi hambatan aliran darah yang menyebabkan nekrosis sel dan respon peradangan berlanjut. jika suatu sendi pada sisi kiri tubuh terkena. Sendi yang terkena akan membesar dan segera terjadi kelainan bentuk. 5. sikut dan pergelangan kaki. Penderita lainnya menunjukkan pembengkakan kelenjar getah bening. bisa terbentuk kista. Jari-jari pada kedua tangan cenderung membengkok ke arah kelingking. gangguan pernafasan dan kelainan fungsi jantung. tetapi berbagai faktor (termasuk kecenderungan genetik) bisa mempengaruhi reaksi autoimun.2.Patofisiologi Pada AR. Pembengkakan pergelangan tangan bisa mengakibatkan terjadinya sindromaterowongankarpal. Sekitar 30-40% penderita memiliki benjolan keras (nodul) tepat dibawah kulit. yang apabila pecah bisa menyebabkan nyeri dan pembengkakan pada tungkai sebelahbawah. Pannus akan menghancurkan tulang rawan dan meniombulkan erosi tulang.Penyebab Penyebab yang pasti tidak diketahui. reaksi autoimun terutama terjadi dalam jaringan sinovial. tangan. Otot akan ikut terkena karena serabut otot akan mengalami perubahan degeneratif dengan menghilangnya elastisitas otot dan kekuatan kontraksi otot. Sinovium yang menebal inilah yang dilapisi oleh jaringan granuler disebut sebagai pannus seeperti yang disebutkan sebelumnya. Biasanya peradangan bersifat simetris. sehingga tendon pada jari jari tangan bergeser dari tempatnya. Pannus ini dapat menyebar ke seluruh sendi dan merangsang proses peradangan dan pembentukan jaringan parut dan secara lambat akan merusak sendi. 4. proliferasi membrane sinovial dan akhirnya pembentukan pannus. 3. Pada AR. Sindroma Felty terjadi jika pada penderita artritis rematoid ditemukan pembesaran limpa dan penurunan jumlah sel darah putih. Sendi yang meradang biasanya menimbulkan nyeri dan menjadi kaku.

Pseudogout i. 4. Artritispsoriatik f. Seseorang yang memiliki 4 dari 5 gejala berikut. Obat anti peradangan non-steroid.kadang jumlah sel darah putih berkurang . biasanya semakin tinggi kadar faktor rematoid dalam darah.Peradangan (artritis) pada 3 atau lebih sendi (selama minimal 6 minggu) 3. obat slow-acting. 3. tetapi untuk memperkuat diagnosis perlu dilakukan: 1. perlu dilakukan beberapa pergerakan sendi yang sistematis. obat yang lebih baru memiliki lebih sedikit efek samping tetapi harganya lebih mahal.Membedakan artritis rematoid dari berbagai keadaan lainnya yang bisa menyebabkan artritis. Keadaan-keadaaan yang menyerupai artritis rematoid adalah: a. semakin kuat obatnya. Biasanya. Yang paling banyak digunakan adalah aspirin dan ibuprofen.Biopsi nodul.sehingga diperlukan pemantauan ketat. 2. Spondilitisankilosing g. Pembidaian bisa digunakan untuk imobilisasi dan mengistirahatkan satu atau beberapa sendi.Pengobatan Prinsip dasar dari pengobatan artrtitis rematoid adalah mengistirahatkan sendi yang terkena. Obat-obatan utama yang digunakan untuk mengobati artritis rematoid adalah obat anti peradangan non-steroid. bisa menunjukkan adanya perubahan khas pada sendi.Pemeriksaan cairan sendi.Perubahan yang khas pada foto rontgen.Kekakuan di pagi hari yang berlangsung lebih dari 1 jam (selama minimal 6 minggu) 2. pergelangan tangan atau jari tanan (selama minimal 6 minggu) 4. Demamrematik b.7 dari 10 penderita memiliki antibodi yang disebut faktor rematoid.Artritis pada persendian tangan. Mengistirahatkan sendi secara rutin seringkali membantu mengurangi nyeri.sebagian besar menderita anemia . Obat ini mengurangi pembengkakan pada sendi yang terkena dan meringankan rasa nyeri.Pemeriksaan darah . SindromaReiter e. Mengenali artritis rematoid. Kadar antibodi ini bisa menurun jika peradangan sendi berkurang dan akan meningkat jika terjadi serangan. Aspirin merupakan obat tradisional untuk artritis rematoid. tetapi untuk mencegah kekakuan.Rontgen. PenyakitLyme d. maka semakin hebat potensi efek sampingnya. karena pemakaian sendi yang terkena akan memperburuk peradangan. Osteoartritis. 6. kortikosteroid dan obat imunosupresif. kemungkinan menderita artritis rematoid: 1. Artritisgonokokal c. Pola gejalanya sangat khas.9 dari 10 penderita memiliki laju endap eritrosit yang meningkat .Faktor rematoid di dalam darah 5. . Gout h. maka semakin berat penyakitnya dan semakin jelek prognosisnya. tidaklah mudah.

yang merupakan efek samping dari dosis yang terlalu tinggi. maka pemberian obat ini dihentikan. 2. Obat ini juga bisa menyebabkan miastenia gravis. Suntikan mingguan diberikan sampai tercapai dosis total 1 gram atau sampai timbulnya efek samping atau terjadinya perbaikan yang berarti. meskipun perbaikan memerlukan waktu beberapa bulan dan efek sampingnya berbahaya. karena itu obat ini tidak diberikan kepada penderita penyakit hati atau ginjal yang berat atau penyakit darah tertentu. dilakukan pemeriksaan darah dan air kemih. Misoprostol bisa membantu mencegah erosi lapisan lambung dan pembentukan ulkus gastrikum. Yang sekarang ini digunakan adalah senyawa emas. yaitu berupa ruam kulit. Jika obat ini efektif. 1. Obat slow-acting. Jika . gatal dan berkurangnya sejumlah sel darah. tetapi obat ini juga menyebabkan diare dan tidak mencegah terjadinya mual atau nyeri perut karena aspirin atau obat anti peradangan non-steroid lainnya. Jika terjadi efek samping yang serius. Efek sampingnya adalah penekanan terhadap pembentukan sel darah di dalam sumsum tulang. dilakukan pemeriksaan darah dan air kemih setiap 2-4 minggu sekali. Biasanya diberikan sebagai suntikan mingguan.Penisilamin. maka pemakaian obat harus dihentikan. Digunakan untuk mengobati artritis rematoid yang tidak terlalu berat. Tetapi beberapa kelainan mata bisa menetap. sakit otot dan kelainan mata. Jika setelah 6 bulan tidak menunjukkan perbaikan. ruam kulit dan rasa tidak enak di mulut. Efek sampingnya biasanya ringan. bisa dicegah dengan memakan makanan atau antasid atau obat lainnya pada saat meminum aspirin.Dosis awal adalah 4 kali 2 tablet (325 mgram)/hari. penisilamin. Senyawa emas berfungsi memperlambat terjadinya kelainan bentuk tulang. sehingga penderita yang mendapatkan obat ini harus memeriksakan matanya sebelum dilakukan pengobatan dan setiap 6 bulan selama pengobatan berlangsung. penyakit otot.Senyawa emas. Selama pengobatan berlangsung. 3. Obat slow-acting kadang merubah perjalanan penyakit. maka pemakaiannya segera dihentikan. Gangguan pencernaan dan ulkus peptikum. Senyawa emas bisa menimbulkan efek samping pada beberapa organ. hydroxycloroquinine dan sulfasalazine. Telinga berdenging merupakan efek samping yang menunjukkan bahwa dosisnya terlalu tinggi.Hydroxycloroquine. dosisnya dikurangi secara bertahap. kelainan ginjal. Kadang perbaikan dicapai setelah diberikannya dosis pemeliharaan selama beberapa tahun. Efek sampingnya berupa ruam kulit. Efeknya menyerupai senyawa emas dan bisa digunakan jika senyawa emas tidak efektif atau menyebabkan efek samping yang tidak dapat ditoleransi. Sebelum pengobatan dimulai dan setiap seminggu sekali selama pengobatan berlangsung. sindroma Goodpasture dan sindroma yang menyerupai lupus. Pemakaiannyaharusdipantausecaraketat. Jika terjadi efek samping tersebut. Dosisnya secara bertahap dinaikkan sampai terjadinya perbaikan. Obat ini biasanya ditambahkan jika obat anti peradangan non-steroid terbukti tidak efektif setelah diberikan selama 2-3 bulan atau diberikan segera jika penyakitnya berkembang dengan cepat.

kelainan hati. dilakukan latihan yang intensif dan kadang digunakan pembidaian untuk meregangkan sendi secara perlahan. kelainan sel darah dan ruam kulit. pemanasan pada sendi yang meradang dan kadang pembedahan. Terapi lainnya. terutama jika sendi yang terkena digunakan secara berlebihan sehingga mempercepat terjadinya kerusakan sendi. Untuk mengobati persendian yang kaku. 4. Bersamaan dengan pemberian obat untuk mengurangi peradangan sendi. biasanya dilakukan pembedahan untuk . mudah terkena infeksi.Sulfasalazine. bisa dilakukan latihanlatihan. mungkin perlu dilakukan pembedahan. osteoporosis. Kortikosteroid biasanya tidak memperlambat perjalanan penyakit ini dan pemakaian jangka panjang menyebabkan berbagai efek samping. seperti peradangan selaput paru-paru (pleuritis) atau peradangan kantong jantung (perikarditis). azatioprin dan cyclophosphamide) efektif untuk mengatasi artritis rematoid yang berat. peradangan paru-paru. maka hampir selalu digunakan dosis efektif terendah. Kortikosteroid efektif pada pemakaian jangka pendek dan cenderung kurang efektif jika digunakan dalam jangka panjang. Kortikosteroid juga digunakan untuk mengobati peradangan diluar sendi. Biasanya latihan akan lebih mudah jika dilakukan di dalam air. Obat imunosupresif. tekanan darah tinggi. yang melibatkan hampirsetiaporgan. Obat ini semakin banyak digunakan untuk mengobati artritis rematoid.terjadi perbaikan. Selain itu azatioprine dan siklofosfamid bisa meningkatkan resiko terjadinya kanker. Metotreksat diberikan per-oral (ditelan) 1 kali/minggu. Sendi yang meradang harus dilatih secara halus sehingga tidak terjadi kekakuan. Obat imunosupresif (contohnya metotreksat. Efek samping yang sering terjadi adalah penipisan kulit. bisa dilakukan latihan aktif yang rutin. Setelah peradangan mereda. digunakan untuk mengobati arthritis rematoid stadium awal. Jika pemberian obat tidak membantu. tetapi jangan sampai terlalu lelah. Kortikosteroid (misalnya prednison) merupakan obat paling efektif untuk mengurangi peradangan di bagian tubuh manapun. Dosisnya dinaikkan secara bertahap dan perbaikan biasanya terjadi dalam 3 bulan. terapi fisik. Untuk mengembalikan pergerakan dan fungsinya. Karena itu obat ini biasanya digunakan untuk mengatasi kekambuhan yang mengenai beberapa sendi atau jika obat lainnya tidak efektif. tetapi bisa menyebabkan kerusakan jangka panjang. Obat ini bisa disuntikkan langsung ke dalam sendi. padahal artritis rematoid adalah penyakit yang biasanya aktif selama bertahun-tahun. Sulfasalazine bisa menyebabkan gangguan pencernaan. Untuk menghindari resiko terjadinya efek samping. penekanan terhadap pembentukan sel darah di sumsum tulang dan perdarahan kandung kemih (karena siklofosfamid). kadar gula darah yang tinggi dan katarak. pemakaian obat ini bisa dilanjutkan sesuai dengan kebutuhan. Efek sampingnya berupa penyakit hati. Obat ini menekan peradangan sehingga pemakaian kortikosteroid bisa dihindari atau diberikan kortikosteroid dosis rendah. Siklosporin bisa digunakan untuk mengobati artritis yang berat jika obat lainnya tidak efektif. memar. Kortikosteroid.

2.Hilangnya rasa ditungkai.Penurunan berat badan .Anoreksia . Jika kekurangan salah satu darinya. hidroksiurea. Ibu jari bisa dilebur sehingga penderita bisa menggenggam dan tulang belakang di ujung leher yang tidak stabil bisa dilebur untuk mencegah penekanan terhadap urat saraf tulang belakang.Lidah licin . Penderita yang menjadi cacat karena artritis rematoid bisa menggunakan beberapa alat bantu untuk menyelesaikan tugas sehari-harinya. Selain zat besi.Linglung .Luka terbuka di lidah atau lidah seperti terbakar . Persendian juga bisa diangkat atau dilebur (terutama pada kaki).Gejala Selain mengurangai pembentukan sel darah merah. Selain zat besi. sumsum tulang memerlukan vitamin B12 dan asam folat untuk menghasilkan sel darah merah.Sel darah putih dan trombosit juga biasanya abnormal.Pucat .Buta warna tertentu. Sel darah putih dan trombosit juga biasanya abnormal. sumsum tulang memerlukan vitamin B12 dan asam folat untuk menghasilkan sel darah merah. hidroksiurea. sumsum tulang menghasilkan sel darah merah yang besar dan abnormal (megaloblas). kekurangan vitamin B12 juga mempengaruhi sistem saraf dan menyebabkan: . bisa terjadi anemia megaloblastik.Pergerakanyangkaku. Pada anemia jenis ini.termasuk warna kuning dan biru .Defenisi Anemia Karena Kekurangan Vitamin B12 (anemia pernisiosa) adalah anemia megaloblastik yang disebabkan oleh kekurangan vitamin B12. Anemia megaloblastik paling sering disebabkan oleh kekurangan vitamin B12 dan asam folat dalam makanan atau ketidakmampuan untuk menyerap vitamin tersebut. Anemia megaloblastik paling sering disebabkan oleh kekurangan vitamin B12 dan asam folat dalam makanan atau ketidakmampuan untuk menyerap vitamin tersebut. 3. Kadang anemia ini disebabkan oleh obat-obat tertentu yang digunakan untuk mengobati kanker (misalnya metotreksat. Gejala lainnya adalah: .Kesemutan ditangan dan kaki .mengganti sendi lutut atau sendi panggul dengan sendi buatan.Anemia Pernesiosa 1. fluorourasil dan sitarabin).Warna kulit menjadi lebih gelap . sumsum tulang menghasilkan sel darah merah yang besar dan abnormal (megaloblas). Kadang anemia ini disebabkan oleh obat-obat tertentu yang digunakan untuk mengobati kanker (misalnya metotreksat. Jika kekurangan salah satu darinya. C. Pada anemia jenis ini. supaya kaki tidak terlalu nyeri ketika digunakan untuk berjalan. fluorourasil dan sitarabin). bisa terjadi anemia megaloblastik.Penyebab Anemia Karena Kekurangan Vitamin B12 (anemia pernisiosa) adalah anemia megaloblastik yang disebabkan oleh kekurangan vitamin B12. Contohnya adalah sepatu ortopedik khusus atau sepatu atletik khusus. kaki dan tangan .

tetapi tidak diserap tanpa faktor intrinsik. lalu penyerapannya diukur kembali. kekurangan vitamin B12 terdiagnosis pada pemeriksaan darah rutin untuk anemia. tampak megaloblas (sel darah merah berukuran besar). bisa dilakukan pemeriksaan untuk menentukan penyebabnya. bisa dilakukan tes Schilling. 2008 by harnawatiaj .Pencegahan Jika penyebabnya adalah asupan yang kurang. maka anemia ini bisa dicegah melalui pola makanan yang seimbang. 2. Filed under: 9.Contoh darah diambil untuk memeriksa adanya antibodi terhadap faktor intrinsik. maka diagnosisnya pasti anemia pernisiosa. Jika vitamin B12 diserap dengan faktor intrinsik. selama beberapa minggu sampai kadar vitamin B12 dalam darah kembali normal. IMUNOLOGY ZONE | 2 Komentar » SKIN GRAFT Posted on Maret 9. Penderita harus mengkonsumsi tambahan vitamin B12 sepanjang hidupnya. Sebagian besar penderita tidak dapat menyerap vitamin B12 per-oral (ditelan).Diagnosa Biasanya. MCV ≥ 100fmol/l.Pemeriksaan yang lebih spesifik. sehingga menyebabkan aklorhidria. Lalu disuntikkan pentagastrin (hormon yang merangasang pelepasan faktor intrinsik) ke dalam sebuah vena. Biasanya antibodi ini ditemukan pada 60-90% penderita anemia pernisiosa. neutrofilo hiperpigmentsi. melewati tenggorokan dan masuk ke dalam lambung. Sering ditemukan dengan gastritis atrofi (dalam jangka waktu lama dikaitkan dengan peningkatan risiko karsinoma gaster). Diberikan sejumlah kecil vitamin B12 radioaktif per-oral (ditelan) dan diukur penyerapannya.karena itu diberikan melalui suntikan. Kemudian diberikan faktor intrinsik dan vitamin B12. Gambaran sum-sum tulang megaloblastik.Depresi .. Jika sudah pasti terjadi kekurangan vitamin B12. Juga dapat dilihat perubahan sel darah putih dan trombosit. Selanjutnya suntikan diberikan 1 kali/bulan. 4. Kadar vitamin B12 serum kurang dari 100 pg/ml 6. Selanjutnya diambil contoh cairan lambung dan diperiksa untuk menemukan adanya faktor intrinsik. terutama jika penderita telah menderita anemia dalam jangka waktu yang lama. Jika penyebabnya masih belum pasti. maka dilakukan pengukuran kadar vitamin B12 dalamdarah.Penurunan fungsi intelektual. Pada awalnya suntikan diberikan setiap hari atau setiap minggu. 7.yaitu analisa lambung. 5.Pengobatan Pengobatan kekurangan vitamin B 12 atau anemia pernisiosa adalah pemberian vitamin B12. Biasanya pemeriksaan dipusatkan kepada faktor intrinsik: 1.Pemeriksaan penunjang Sel darah merah besar-besar (makrositik). Dimasukkan sebuah selang kecil (selang nasogastrik) melalui hidung. Pada contoh darah yang diperiksa dibawah mikroskop. Jika diduga terjadi kekurangan.

Memperbaiki defek yang terjadi akibat eksisi tumor kulit e.Tujuan umum : Untuk memperbaiki kecacatan atau kelainan yang timbul akibat kecelakaan.Sheet skin graft Skin graft pada daerah wajah . pantat. pisau graft kulit.2007) 2. b. namun lazimnya berasal dari daerah paha.1. tangan dan kaki 2. Skin graft merupakan pencangkokan lapisan epidermis kulit yang dapat dipindahkan secara bebas.Berdasarkan sumber donornya a.Mengurangi lamanya perawatan d.Berdasarkan ketebalannya a.Autograft Yaitu skin graft yang donornya adalah jaringan yang diperoleh dari kulit pasien sendiri b.Allograft Yaitu skin graft yang donornya adalah jaringan yang diperoleh dari spesies yang sama c. atau drum dermatome.KLASIFIKASI SKIN GRAFT 1. seperti .Menutup daerah kulit yang terkelupas dan menutup luka dimana kulit sekitarnya tidak cukup menutupinya 3. Kulit yang digunakan dapat berasal dari bagian mana saja dari tubuh.Tujuan khusus : a.Mencegah kontraktur c. 2.Full thickness yaitu tergantung dari banyaknya dermis yang ikut dalam spesimen. leher.Meshed skin graft Skin graft pada daerah mata dan lubang b.Split thickness yaiu skin graft yang tipis. punggung atau perut. Cangkokan kulit diperoleh dari lokasi donor atau ―host‖ dan dipasangkan pada lokasi yang dikehendaki yang disebut lokasi ―resipien‖ atau ―graft bed‖. 4.TUJUAN Tujuan dilakukan skin graft adalah : 1. sedang atau tebal. Skin graft adalah suatu tindakan atau tehnik memindahkan kulit yang sehat dan menempelkan ke bagian kulit yang luka. dermatom bertenaga listrik atau udara.PENGERTIAN Skin graft ( pencangkokan kulit ) merupakan tehnik untuk melepaskan potongan kulit dari suplai darahnya sendiri dan kemudian memindahkannya sebagai jaringan bebas ke lokasi yang jauh ( resipien ).PEMASANGAN GRAFT Graft atau cangkokan diperoleh dengan berbagai unstrumen seperti pisau tipis seperti silet ( rasa blades ). Kulit yang digunakan untuk graft dapat berasal dari bagian bagian tubuh yang lain .Zenograft atau heterograft Yaitu skin graft yang donornya adalah jaringan yang diperoleh dari spesies yang lain / berbeda 3. (yudini.Mempercepat penyembuhan luka b.Berdasarkan letak a.

Cankokan harus terfiksasi kuat (terimmobilisasi) sehingga posisinya dipertahankan pada lokasi resipien.Cangkokan ini bisa dipotong dan dibentangkan seperti jala agar menutupi suatu daerah yang lebar. tidak ada infeksi dan keadaan umum penderita.Mendapatkan cangkokan kulit yang setebal mungkin tanpa mengganggu kesembuhan luka pada lokasi donor.cangkokan kulit dapat dijahitkan atau tidak pada lokasi tersebut. d. c.punggung. Pada pemasangan di lokasi resipien. b.Mempertimbangkan efek kosmetik pada lokasi donor setelah kesembuhan terjadi sehingga lokasi ini sebaiknya dipilih dari tempat yang tersembunyi.Daerah pencangkokan harus bebas dari infeksi.Proses revaskularisasi (pembentukan kembali pasokan darah) dan perlekatan kembali cangkokan kulit pada dasar lokasi resipien. Permukaan kulit dapat dioerluas dengan membuat irisan yang bila direnggang akan membentuk jala. sehingga luasnya mencapai 1. b.Mencapai kecocokan warna sedekat mungkin dengan memperhatikan jumlah cangkokan kulit yang diperlukan.Mencocokkan tekstur dan kualitas kulit untuk membawa rambut. Agar cangkokan kulit dapat hidup dan efektif. Flap yang dipindahkan akan membentuk perdarahan baru ditempat resipien.5 kali sampai 6-9 kali luas semula.Cangkokan harus melekat rapat dengan dasar (bed) lokasi resipien (untuk menghindari penumpukan darah atau cairan). d.Lokasi resipien harus memiliki pasokan darah yang adekuat sehingga fungsi fisiologi yang normal dapat berlangsung kembali. Tehnik cangkok jala ini disebut ―mesh‖ dan biasanya digunakan pada skin loss yang luas/parah.beberapa persayaratannya : a. c. Flap adalah cangkok jaringan kulit beserta jaringan lunak dibawahnya yang diangkat dari tempat asalnya tetapi tetap mempunyai hubungan perdarahan dengan tempat asal.PERAWATAN PRE OPERASI SKIN GRAFT 1. Kriteria pemilihan lokasi donor yaitu harus dipertimbangkan : a. perdarahan pada daerah resipien harus baik.untuk mendapatkan hasil yang maksimal maka diperlukan beberapa pensyaratan antara lain. Setelah cangkokan kulit terpasang pada tempatnya.cangkokan ini dapat dibiarkan terbuka (pada daerah yang tidak mungkin diimmobilisai) atau ditutup dengan kasa pembalut tipis atau pembalut tekan manurut daerahnya.Pengkajian Keadaan umum Vital sign Status nutrisi Pola eliminasi Pola istirahat dan tidur Persepsi pasien Hasil laboratorium . 5.

Keadan umum b.Luka pada bagian donor tidak boleh tergeser dan boleh bergerak bebes b.Amati tanda-tanda infeksi. 3) Perawatan luka pada donor a.Luka donor yang hanya diberi sufratulle.PERAWATAN SKIN GRAFT .Skin graft pada tangan dan kaki. nyeri tekan.Tutup dengan menggunakan gaas steril. hati-hatie.Perdarahan post op c.Bila luka bersih.Persiapan fisik Puasakan pasien 8 jam Cukur daerah donor Cairan / nutrisi parenteral selama puasa Laboratorium Thoraks foto EKG Concern form Kaji tingkat kecemasan Penjelasan tentang skin graft 6. bengkak.9% (normal salin).lepaskan alloask dan berikan sufratulle dan zalf AB kemudian tutup gaas steril. d. 2) Urutan perawatan luka a.PERAWATAN POST OPERASI 1) Hal yang perlu diperhatikan : a.2. rawat luka 2 hari sekali.Bila menggunakan Bioskin (alloask) buka pada hari ketiga. c. c.Gangguan sirkulasi (ada spalak) d. bila ada bau busuk. e.Buka balutan dengan pemberian NaCl bila balutan kering / lengket. buka balutan setelah 2 minggu post op.Luka dicuci dengan cairan savlon 1% kemudian dibilas NaCl 0. b. 7.Beri zalk silver sulfadiazine (ssp) pada luka (0.Keringkan dengan kasa steril d.Jika bioskin kering bersihkan dengan savlon 1% dan biarkan bioskin tetap enempel dan tutup dengan gaas steril. sokong bantal di bawahnya untuk mencegah edema.Skin graft (immobilisasi) sampai menempel dengan baik bila memindahkan pasien. rawat setiap hari.5 cm) e.

e. b. kelompok dan masyarakat baik .BUN / Kreatinin : dapat meningkat akibat cedera jaringan k.bengkak.pus).Tutup dengan gaas steril dan elastis verban.Bersihkan skin graft dengan savlon 1%. f. d. g. 8.Jika ncairan terkumpul di bawah graft. dan organisme penyebab l.Jika terjadi perdarahan tekan daerah tersebut sampai perdarahan berhenti dan laporkan jika berlanjut. kecuali ada tanda infeksi segera buka.Reaksi tubuh : tidak magnetis. 1untuk menekan dan yang lainnya untuk melepaskan.Ganti verban setiap hari.Tekanan O2 Transkutaneus : memberi peta area perfusi paling besar dan paling kecil dalam keterlibatan ekstremitas f. tidak menghantar listrik I.Hitung darah lengkap/diferensial : peninggian dan ―perpindahan kekiri‖ diduga proses infeksi c.Kering atau lengket basahi NaCl jangan dipaksakan.KOMPLIKASI a. c. h.Reaksi penolakan/alergi c.Infeksi b. PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK a. tekan skin graft agar tetap menempel gunakan 2 buah pinset.Albumin serum : rasio albumin/globulin mungkin terbalik sehubungan dengan kehilangan protein pada edema cairan j.Elektrolit serum : Kalium dapat meningkat pada awal sehubungan dengan cedera jaringan.SDP : Leukositosis dapat terjadi sehubungan dengan kehilangan sel pada sisi luka dan respon inflamasi terhadap cedera g.Fotografi area luka : catatan untuk penyembuhan luka/ skin loss KONSEP ASUHAN KEPERAWATAN Keperawatan adalah suatu bentuk pelayanan profesional yang merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan didasarkan pada kiat keperawatan berbentuk pelayanan bio-psiko-sosial dan spiritual yang komprehensif ditujukan kepada individu.Pletismografi : mengukur TD segmental bawah terhadap ekstremitas bawah mengevaluasi aliran darah arterial d. kerusakan SDM dan penurunan fungsi ginjal h.Buka balutan harus sangat hati-hati. buatlah gulungan gaas steril dan gulung perlahan-lahan gulungan gaas ke arah tepi.bau. j. keluarga.Kultur luka : mengidentifikasi adanya infeksi .Glukosa Serum : Peningkatan menunjukkan respon terhadap stress i.Bila ada tanda infeksi (merah.a. jika ada stepler dibuka pada hari ketujuh dan buka jahitan pada hari ke 14.Bagian skin graft tidak boleh dibuka sebelum hari kelima.Perhatikan jika terjadi hipertropi jaringan (pemakaian elastis verban). i.Pus bersihkan dengan bethadine.Ultrasound Dropler : untuk mengkaji dan mengukur aliran darah e.Rehabilitasi/ latihan setelah skin graft benar-benar lengket.LED : Peningkatan mengindikasikan respon inflamasi b.

analgesik narkotik.)Resiko tinggi terhadap disfungsi perifer berhubungan dengan penurunan/interupsi aliran darah. gangguan massa otot.gejala : masalah tentang keintiman hubungan f. diagnosa keperawatan utama dapat mencakup yang berikut : 1. Asuhan keperawatan dilakukan dengan menggunakan proses keperawatan untuk meningkatkan. reaksi orang lain. penurunan nadi perifer distal pada ekstremitas yang cedera c. 1990) 1. cepat dan pernafasan keras Tanda : batuk. perencanaan.)Nyeri berhubungan dengan cedera pada jaringan lunak. 5.)Resiko tinggi terhadap kerusakan integritas kulit/jaringan donor berhubungan dengan skin graf dan mobilisasi. mencegah dan memulihkan kesehatan melalui 4 tahap proses keperawatan yang terdiri dari pengkajian. keterbatasan rentang gerak pada area yang sakit.Aktifitas / istirahat : Gejala : keterbatasan aktual Tanda : penurunan kekuatan.)Resiko tinggi terhadap gangguan pertukaran gas berhubungan dengan perubahan aliran darah/emboli lemak.Integritas ego : Gejala : masalah tentang keluarga. menangis. menyangkal. marah. masalah dengan citra tubuh j. imobilisasi. kecacatan Tanda : ansietas. ketidak mampuan menelan. nyeri).Pernafasan : Gejala : takipnea. edema berlebihan. gerakan udara dan perubahan suhu Tanda : melindungi area yang sakit. berteriak.Neurosensori : Tanda : perubahan orientasi.)Gangguan mobilitas berhubungan dengan nyeri 6. 4. diteka. pelaksanaan dan evaluasi yang memerlukan kecakapan dan keterampilan profesional tenaga keperawatan (Budi Keliat. cedera vaskuler langsung. 2. steroid 2.yang sehat maupun yang sakit yang mencakup seluruh proses kehidupan. mengi. sensitif untuk disentuh. stress. sekresi oral i. . pembentukan trombus.Sirkulasi e. perubahan tonus b. takikardi ( syok. ketergantungan.Nyeri/ kenyamanan Gejala : berbagai tingkat nyeri. keuangan . efek prilaku.)Resiko tinggi terhadap infeksi berhubungan dengan inkontuinitas jaringan (kehilangan integritas jaringan).Pengkajian Pada pengkajian keperawatan pasien dengan skin graft meliputi : a.Penyuluhan/pembelajaran: Pengobatan sekarang misalnya ‗ anti-inflamasi. menarik diri. dangkal . 3. penurunan refleks g. pekerjaan.sirkulasi Tanda : hipotensi. ansietas. meringis. tahanan. masalah tentang peran fungsi. d. menangis h. hipovolemia. perubahan membran alveolar/kapiler.Interaksi sosial : Gejala : masalah sehubungan dengan penyakit/ kondisi. ansietas.Diagnosa Keperawatan Brdasarkan pada pengkajian.

7.)Kurang pengetahuan tentang kondisi, prognosis, dan kebutuhan pengobatan berhubungan dengan salah informasi/tidak mengenal sumber informasi. 8.)Gangguan pemenuhan ADL ; berhubungan dengan immobilisasi. 9.)Gangguan konsep diri (body image) berhubungan dengan skin loss/ skin graf 10.)Kecemasan berhubungan dengan perubahan status kesehatan. Perencanaan Setelah merumuskan diagnosa keperawatan, maka intervensi dan aktivitas keperawatan perlu ditetapkan untuk mengurangi, menghilangkan dan mencegah masalah keperawatan klien, maka langkah selanjutnya adalah memenuhi kebutuhan tersebut melalui suatu perencanaan yang baik. a.)Resiko tinggi terhadap infeksi berhubungan dengan inkontuinitas jaringan (kehilangan integritas jaringan).. (1.)Tujuan Mencegah terjadinya infeksi untuk mencapai penyembuhan luka sesuai waktu, bebas drainase purulen atau eritema dan demam. (2.)Intervensi (a.)Pantau TTV dan Tanda – tanda infeksi. Rasional : Perubahan tanda vital mengindikasikan ada infeksi. (b.)Kaji nilai-nilai Lab terutama LED. Rasional : Untuk mengetahui adanya tingkat infeksi (c.)Observasi luka untuk pembentukan bula, krepitasi perubahan warna kulit kecoklatan, bau drainage yang tak sedap atau asam. Rasional : Tanda perkiraan infeksi gas gangren. (d.)Pertahankan tindakan isolasi dgn teknik isolasi. Rasional : Mencegah penyebaran kuman / mikroorganisme agar tidak terjadi infeksi silang. (e.)Rawat luka dengan cara aseptic steril.. Rasional : Meminimalkan Infeksi. (f.)Berikan obat sesuai indikasi, contoh antibiotik IV/topikal. Rasional : Antibiotik spektrum luas dapat digunakan secara profilaktik atau dapat ditujukan pada mikroorganisme. (g.)Pantau adanya sepsis, demam, Takhipnoe. Rasional :Sepsis, demam, takhipnoe menandakan Infeksi (h.)Ciptakan lingkungan yg tidak memungkinkan pertumbuhan bakteri Rasional :Infeksi Mencegah infeksi bertambah parah dan mencegah infeksi silang b.)Nyeri berhubungan dengan cedera jaringan lunak, imobilisasi, stress, ansietas (1.)Tujuan : Menyatakan nyeri hilang atau berkurang Menunjukkan tindakan santai ; mampu berpartisipasi dalam aktivitas/tidur/istirahat dengan cepat. Menunjukkan penggunaan keterampilan relaksasi. (2.)Intervensi : a.tutup luka sesering mungkin Rasional : Perubahan suhu dan paparan udara dapat menyebabkan nyeri hebat pada pemajanan ujung syaraf b.Tinggikan ektrimitas secara periodik

Rasional : Setelah perubahan posisi dan peninggian menurunkan ketidak nyamanan serta resiko kontraktur c.Kaji keluhan nyeri, perhatikan lokasi / karakter dan intensitas ( skala 0 – 10 ) Rasional : Perubahan lokasi / karakter dan intensitas nyeri dapat mengindikasikan terjadinya komplikasi d.Dorong ekspresi perasaan tentang nyeri Rasional : Pernyataan memungkinkan pengungkapan emosi dan dapat meningkatkan mekanisme koping e.Dorong penggunaan tehnik manajemen stress, contoh relaksasi progresif, nafas dalam, bimbingan imajinasi dan visualisasi Rasional : Memfokuskan kembali perhatian, meningkatkan relaksasi dapat menurunkan ketergantungan farmakologis f.Tingkatkan periode tidur tanpa gangguan Rasional : Kurang tidur dapat meningkatkan persepsi nyeri / kemampuan koping menurun. c.). Resiko tinggi terhadap disfungsi perifer berhubungan dengan penurunan/interupsi aliran darah, cedera vaskuler langsung, edema berlebihan, pembentukan trombus, hipovolemia. (1.)Tujuan : Mempertahankan perfusi jaringan. (2.)Intervensi : (a.)Kaji aliran kapiler, warna kulit dan kehangatan distal pada fraktur. Rasional : Kembalinya warna cepat (3 – 5 detik), warna kulit putih menunjukkan gangguan arterial, sianosis diduga ada gangguan vena. (b.)Lakukan pengkajian neuromuskuler, perhatikan fungsi motorik/sensori. Rasional : Gangguan perasaan bebas, kesemutan, peningkatan/ penyebaran nyeri terjadi bila sirkulasi syaraf tidak adekuat atau syaraf rusak. (c.)Tes sensasi syaraf perifer dengan menusuk pada kedua selaput antara ibu jari pertama dan kedua dan kaji kemampuan untuk dorsofleksi ibu jari bila diindikasikan. Rasional : Panjang dan posisi syaraf parineal meningkatkan resiko cedera pada adanya fraktur kaki, edema/sindrom kompartement, atau melapisi alat traksi. (d.)Kaji keseluruhan panjang ekstremitas yang cedera untuk pembengkakan/pembentukan edema. Ukur ekstremitas yang cedera dan bandingkan dengan yang tak cedera. Rasional : Peningkatan lingkar ekstremitas yang cedera dapat diduga ada pembengkakan jaringan/edema umum tetapi menunjukkan perdarahan. (e.)Awasi tanda vital, perhatikan tanda-tanda pucat, cyanosis, kulit dingin. Rasional : Ketidakadekuatan volume sirkulasi akan mempengaruhi sistem perfusi jaringan. (f.)Berikan kompres es sekitar fraktur sesuai indikasi. Rasional : Menurunkan edema/pembentukan hematoma yang dapat mengganggu sirkulasi. (g.)Awasi Hb/Ht, pemeriksaan koagulasi.

Rasional : Membantu dalam kalkulasi kehilangan darah dan membutuhkan keefektifan terapi penggantian. d.)Resiko tinggi terhadap gangguan pertukaran gas berhubungan dengan perubahan aliran darah/emboli lemak. (1.)Tujuan : Mempertahankan fungsi pernafasan yang adekuat. (2.)Intervensi : (a.)Awasi frekuensi pernafasan. Rasional : Takipnea, dispnea dan insufisiensi pernafasan. (b.)Auskultasi bunyi nafas perhatikan terjadinya ketidaksamaan bunyi hiperesonan, juga adanya gemericik, ronchi, mengi, dan inspeksi mengorok/sesak nafas. Rasional : Perubahan dalam/adanya bunyi adventisius menunjukkan terjadinya komplikasi pernafasan. (c.)Observasi sputum untuk tanda adanya darah. Rasional : Hemodialisa dapat terjadi dengan emboli paru. (d.)Inspeksi kulit untuk petekie di atas garis puting pada aksilla meluas ke abdomen/tubuh, mukosa mulut kantong konjungtiva dan retina. Rasional : Ini adalah karakteristik yang paling nyata dari tanda emboli lemak,. Yang tampak dalam 2 – 3 hari setelah cedera. (e.)Berikan tambahan oksigen bila diindikasikan. Rasional : Meningkatkan sediaan O2 untuk oksigenasi optimal jaringan. (f.)Berikan obat sesuai indikasi, heparin dosis rendah. Rasional : Blok siklus pembekuan dan mencegah bertambahnya pembekuan pada adanya tromboplebitis. e.)Gangguan mobilitas berhubungan dengan nyeri (1.)Tujuan Meningkatkan/mempertahankan mobilitas pada tingkat paling tinggi yang mungkin mempertahankan posisi fungsional. (2.)Intervensi (a.)Kaji derajat imobilitas yang dihasilkan oleh cedera/pengobatan dan perhatikan persepsi pasien terhadap mobilitas. Rasional : Pasien mungkin dibatasi oleh pandangan/persepsi diri tentang keterbatasan fisik aktual memerlukan intervensi/informasi untuk meningkatkan kemajuan kesehatan. (b.)Dorong penggunaan latihan isometrik mulai dengan tungkai yang tidak sakit. Rasional : kontraksi otot isometrik tanpa menekuk sendi atau menggerakkan tungkai dan membantu mempertahankan kekuatan massa otot. (c.)Pertahankan posisi tubuh tepat dengan dukungan. Rasional : Meningkatkan posisi fungsiinal pada extremita dan mencegah kontraktur. (d.)lakukan latihan rentang gerak secara konsisten, di awali dgn pasif kemudian aktif. Rasional : Mencegah secara progresif mengencangkan jaringan parut dan kontraktur, meningkatkan pemeliharaan fungsi otot sendi dan menurunkan kehilangan kalsium dari tulang (e.)Berikan diet tinggi protein, karbohidrat, vitamin dan mineral, pertahankan penurunan kandungan protein sampai setelah defekasi pertama. Rasional : pada cedera muskuloskeletal, nutrisi yang diperlukan untuk penyembuhan berkurang

prognosis dan harapan yang akan datang. Rasional : Untuk mengurangi tekanan pada area yang sama dan meminimalkan resiko kerusakan kulit. tonus dan kekuatan. contoh : nyeri berat. perdarahan. (e.)Gunakan plester traksu kulit dengan memanjang pada posisi tungkai yang sakit. prognosis. Pertahankan posisi yang diinginkan. (d. Rasional : Membatasi risiko pemisahan graft. kontraktur dan kelelahan otot meningkatkan kembalinya aktivitas sehari-hari.)Tinggikan area graft bila mungkin/tepat.. kemerahan. (c.)Kaji ulang perawatan pen/luka yang tepat.)Letakkan bantalan pelindung di bawah kaki dan di atas tonjolan tulang. (2. benda asing. Rasional : Berikan informasi tentang sirkulasi kulit dan masalah yang mungkin disebabkan oleh alat dan atau pemasangan gips/beban/traksi.)Konsul dengan ahli terapi fisik/okupasi dan atau rehabiltasi spesialis. (b. Rasional : Memberikan dasar pengetahuan dimana pasien dapat membuat pilihan informasi. (1. dan kebutuhan pengobatan berhubungan dengan salah informasi.)Tujuan Menyatakan pemahaman kondisi.)Intervensi (a. (c.)Beri penguatan metode mobilitas dan ambulasi sesuai instruksi dengan terapis fisik bila diindikasikan. Sering mengakibatkan penurunan BB.dengan cepat. f. Rasional : Untuk membuat aktivitas individual/program latihan pasien dapat memerlukan bantuan jangka panjang dengan gerakan. (1. (f. Rasional : Plester traksi melingkari tungkai dapat mempengaruhi pada sirkulasi. Rasional : Menurunkan resiko infeksi (f.)Kaji kulit untuk luka. Gerakan jaringan di bawah graft dapat mengubah posisi yang mempengaruhi penyembuhan optimal. g. perubahan warna.)Resiko tinggi terhadap kerusakan integritas kulit/jaringan donor berhubungan dengan skin graf dan mobilisasi. (d. penggunaan trapeze dapat menurunkan abrasi pada siku/tumit. selama traksi tulang ini dapat mempengaruhi massa otot.)Ubah posisi dengan sering.)Kurang pengetahuan tentang kondisi.)Tujuan Mencapai penyembuhan luka sesuai waktu. dorong penggunaan trapeze bila mungkin.)Kaji ulang patologi. Rasional : perlambatan penyembuhan dapat terjadi terhadap ketidaktepatan penggunaan alat ambulasi. (2.)Identifikasi tanda dan gejala yang memerlukan evaluasi medik.)Dorong pasien untuk melanjutkan latihan aktif untuk sendi yang sehat Rasional : Mencegah kekakuan sendi. Rasional : Penyusunan aktivitas sekitar kebutuhan yang dapat bantuan. Rasional : meminimalkan tekanan pada area ini. (e.)Intervensi (a. demam . (b. prognosis dan pengobatan.)Buat daftar aktivitas di mana pasien dapat melakukannya secara mandiri dan yang memerlukan bantuan. kekuatan dan aktivitas yang mengandalkan BB.

Rasional : Mengetahui sejauh mana kemampuan klien dalam merawat dirinya.)Gangguan pemenuhan ADL . (d. (b.)Berikan informasi yang dapat dipercaya dan konsisten. j. h. Rasional : Untuk memotivasi agar mematuhi program rehabilitasi secara kontinyu. Rasional : Perawatan ini membantu memelihara harga diri dan kembali untuk hidup tanpa tergantung kepada orang lain. (1.)Tujuan Kebutuhan rawat diri terpenuhi. Rasional : Dibutuhkan pada masalah ini untuk membantu adaptasi lanjut yang optimal dan rehabilitasi.)Berikan informasi akurat dan konsisten mengenai prognosis.)Intervensi (a. bau tak enak. berhubungan dengan immobilisasi. Rasional : Membantu pasien untuk merasa diterima pada kondisi sekarang tanpa perasaan dihakimi dan meningkatkan perasaan harga diri dan kontrol. (2. Rasional : Dapat mengurangi kecemasan dan ketidakmampuan pasien untuk membuat keputusan/pilihan berdasarkan realita.)Gangguan konsep diri (body image) berhubungan dengan skin loss/ skin graft (1. juga dukungan untuk orang terdekat.)Bantu klien memenuhi kebutuhan sehari-harinya dan anjurkan klien agar dapat mengerjakan sebanyak mungkin untuk dirinya (memandikan klien). Rasional : Dukungan yang cukup dari orang terdekat dan teman dapat membantu proses rehabilitasi.)Kaji derajat dukungan yang ada untuk pasien. . (b. (c.)Kecemasan berhubungan dengan perubahan status kesehatan. (c. membicarakan diri tentang hal negatif. i. penggunaan penyangkalan atau terus menerus melihat perubahan nyata/yang diterima.tinggi. (1. (2.)Perhatikan prilaku menarik diri.)Tujuan Mewujudkan kemampuan untuk mengatasi masalah. Rasional : Membantu mengartikan masalah sehubungan dengan pola hidup sebelumnya dan membantu pemecahan masalah. (b. Rasional : Intervensi cepat menurunkan beratnya komplikasi seperti infeksi/gangguan sirkulasi.)Intervensi (a. Rasional : Mengurangi frustasi yang sering menyertai kesulitan yang dihadapi bila belajar.)Diskusikan persepsi pasien tentang diri dan hubungannya dengan perubahan dan bagaimana pasien melihat dirinya dalam pola/peran fungsi yang biasanya.)Berikan lingkungan terbuka di mana pasien akan merasa aman untuk mendiskusikan perasaan atau menahan diri untuk berbicara.)Sediakan waktu klien dalam melakukan aktivitas dengan segenap kemampuannya.)Kaji tingkat kemampuan klien dalam merawat dirinya. (c.)Berikan pujian terhadap kemampuan yang dicapai oleh klien dalam menolong dirinya. (2.)Intervensi (a.)Tujuan Klien dapat melakukan interaksi dengan orang lain tanpa merasa rendah diri.

Kemampuan perseorangan dan keahlian/keterampilan dari perawat. yaitu dari luar ke dalam lapisan kulit yang terdiri dari kutis dan sub cutis.Mendokumentasikan/mengevaluasi pelaksanaan tindakan keperawatan dan respon pasien. lemak sub cutan dan fasia superfisialis ( Fasia scarpa ). m. Dasar dari tindakan. Dinding perut membentuk rongga perut yang melindung isi di dalamnya. Otot di bagian depan tengah terdiri dari sepasang otot rectus abdominis dengan fasianya yang di garis tengah dipisahkan oleh linea alba. lemak peritoneal dan peritoneum. Faktor-faktor yang perlu diperhatikan : Kebutuhan klien. tranfersus abdominis dan ahirnya lapis preperitoneum. oblikus abdominis internus. Adapun evaluasi klien dengan post skin graft dilakukan berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan sebelumnya dan asuhan keperawatan dikatakan berhasil apabila dalam evaluasi terlihat pencapaian kriteria tujuan perencanaan yang diberikan pada klien dengan post skin graft. Di bagian bawah melekat pada tulang panggul. Kemudian ketiga otot dinding perut. Peritoneum. Evaluasi adalah merupakan pengukuran dari keberhasilan rencana keperawatan dalam memenuhi kebutuhan klien. Integritas lapisan . melekat pada iga. 3. yang meliputi 3 hal : a. Sumber-sumber dari keluarga dan klien sendiri. Filed under: 9. struktur ini melekat pada tulang belakang. m.Melaksanakan tindakan keperawatan dengan memperhatikan kode etik dengan standar praktek dan sumber-sumber yang ada. Dalam melaksanakan proses keperawatan harus kerjasama dengan tim kesehatan-kesehatan yang lain keluarga klien dan dengan klien sendiri. c. m. Disebelah atas.)Libatkan orang terdekat sesuai petunjuk pada pengambilan keputusan bersifat mayor. Dinding perut ini terdiri dari berbagai lapis. Evaluasi.Pelaksanaan Pelaksanaan adalah perwujudan dari rencana keperawatan yang meliputi tindakan-tindakan yang direncakan oleh perawat.Mengidentifikasi respon klien.Konsep Dasar Dinding perut mengandung struktur muskulo aponeuresis yang kompleks. yaitu fasia tranversalis.Rasional : menciptakan interaksi interpersonal yang lebih baik dan menurunkan ansietas dan rasa takut. Rasional : Menjamin adanya sistem pendamping bagi pasien dan memberikan kesempatan orang terdekat untuk berpartisipasi dalam kehidupan pasien. DERMATOLOGY ZONE | 5 Komentar » OMPHALOCELE / GASTROSCHISIS Posted on Maret 9. oblikus abdominis externus. Sumber-sumber dari instansi. b. tahap evaluasi merupakan kunci keberhasilan dalam menggunakan proses keperawatan. 2008 by harnawatiaj I. Dibagian belakang. (d.

Pada usia 10 minggu terjadi pengembangan lumen abdomen sehingga usus dari extra peritoneum akanmasuk ke rongga perut. Pada gastroschisis operasi koreksi untuk menempatkan usus ke dalam rongga perut dan menutup lobang harus dikerjakan secepat mungkin sebab tidak ada perlindungan infeksi. Persyarafan dinding perut dilayani secara segmental oleh n. Epitelisasi ini membutuhkan waktu 3 – 4 bulan. fasia dan kulit. Tindakan yang dapat dilakukan ialah dengan melindungi kantong omfalokel dengan cairan anti septik misalnya betadin dan menutupnya dengan kain dakron agar tidak tercemar. Jika dipaksakan maka karena regangan dinding perut diafragma terdorong ke atas dan terjadi gangguan pernafasan. Intercostalis VI s/d XII dan a epigastrika superior. isi kantong dimasukkan ke dalam rongga perut. Dari kranio dorsal diperoleh pendarahan dari cabang aa. keadaan ini disebut gastroschisis. dapatan maupun iatogenik. dan buang air besar dengan meninggikan tekanan intra abdomen. Kekayaan vaskularisasi ini memungkinkan sayatan perut horisontal maupun vertical tanpa menimbulkan gangguan pendarahan. juga pada saat berkemih. iliaka sirkum fleksa superfisialis. Dari kaudal terdapat a. kemudian lubang ditutup dengan peritoneum.Pengobatan Paliatif Besarnya kantong. Dengan demikian ada kesempatan terjadinya epitelisasi dari tepi sehingga seluruh kantong tertutup epitel dan terbentuk hernia ventralis yang besar. keadaan ini disebut omfalokel. Fungsi lain otot dinding perut adalah pada waktu pernafasan. a pudenta externa dan a epigastrika inferior. lambung kadang hati. usus akan berada di luar rongga perut tanpa dibungkus peritoneum dan amnion.muskulo aponeuresis sangat penting untuk mencegah terjadinya hernia bawaan. II. Bila proses ini terhambat maka akan terjadi kantong di pangkal umbilikus yang berisi usus. Dinding kantong dibuang. Tetapi omfalokel biasanya terlalu besar dan rongga perut terlalu kecil sehingga isi kantong tidak bisa dimasukkan ke dalam rongga perut. lumbalis I. Bila usus keluar dari titik terlemah di kanan umbilikus. Vaskularisasi dinding perut berasal dari beberapa arah. Dindingnya tipis terdiri dari lapisan peritoneum dan lapisan amnion yang keduanya bening sehingga isi kantong tengah tampak dari luar. Bila kantong omfalokel kecil. Komplikasi Komplikasi dini merupakan infeksi pada kantong yang mudah terjadi pada permukaan yang . luasnya cacat dinding perut dan ada tidaknya hati di dalam kantong akan menentukan cara pengobatan. Tambahan lagi makin ditunda operasi makin sukar karena usus akan udem. Diagnosis Pada omfalokel tampak kantong yang berisi usus dengan atau tanpa hati di garis tengah pada bayi yang baru lahir. Pada gastro schisis usus berada di luar rongga perut tanpa adanya kantong. torakalis VI s/d XII dan n. Obstruksi vena cava inferior juga dapat terjadi karena penekanan tersebut. Patofisiologi Kelainan kongenital Omfalokel dan Gastrischisis Embriogenesis Pada janin usia 5 – 6 minggu isi abdomen terletak di luar embrio di rongga selom. Kemudian operasi koreksi hernia ventralis tersebut dapat dikerjakan setelah anak berusia 5 – 10 tahun. dapat dilakukan operasi satu tahap.

Shigella. Adeno virus. Tonsilopharingitis dan sebagainya.Iritasi langsung pada saluran pencernaan oleh makanan. Bukan faktor infeksi 6.Alergi makanan : susu dan protein. Etiologi Faktor Infeksi 1. Yersenia dan Acromonas. 11. peningkatan isi rongga usus merangsang usus untuk mengeluarkannya.Penyakit usus seperti Colitis ulserative. Rota virus dan Astrovirus. Ecserchia coli. Kelainan kongenital dinding perut ini mungkin disertai kelainan bawaan lain yang memperburuk prognosis. II. Keadaan ini terutama pada bayi dan anak dibawah 2 tahun. sepertiOtitis Media Akut. III. 3. hal ini menyebabkan isi rongga usus berlebihan sehingga merangsang usus mengeluarkannya (diare). crohn disease dan enterocolitis. 2. Gangguan sekresi Toxin pada dinding usus meningkatkan sekresi air dan lektrolit kedalam usus.Infeksi bakteri : Vibrio coma. PEDIATRIK ZONE | 1 Komentar » DIARE PADA ANAK Posted on Maret 9. Coxechasi dan Poliomyelitis). 2008 by harnawatiaj I.Obstruksi usus. 4. 10. yaitu infeksi dibagian tubuh lain diluar alatpencernaan. 5. protozoa dan jamur. C. 7.Infeksi parental. 9.Infeksi virus : Entero virus (Virus echo. 8. Compilobacter.Infeksi parasit : Cacing.telanjang.Faktor psikologis : rasa tahut dan cemas. Patofisiologi A. Pengertian Diare adalah keadaan kekerapan dan keenceran buang air besar dimana frekuensinya lebih dari tiga kaliper hari dan banyaknya lebih dari 200 – 250 gram.Infeksi enternal yaitu infeksi saluran pencernaan yang merupakan penyebab utama diare pada anak. Gangguan motalitas usus Hyperperistaltik menyebabkan berkurangnya kesempatan usus untuk menyerap makanan. Gangguan osmotik Makanan atau zat yang tidak dapat diserap menyebabkan tekanan osmotik dalam rongga usus meninggi sehingga terjadi pergeseran air dan elektrolit kedalam rongga usus.Gangguan metabolik atau malabsorbsi. Filed under: 1. Salmonella.Obat-obatan seperti antibiotik. Atau peristaltik yang menurun menyebabkan bakteri tumbuh berlebihan menyebabkan peradangan . 12.

Anorexia. c.Hipokalsemi 4. konvulsi. d. Komplikasi Komplikasi yang sering terjadi pada anak yang menderita diare adalah : 1.Terjadi perubahan tingkah laku seperti rewel.Hipokalemi.Hiponatremi.Vomiting. lemah. 2.Syok hipovolemik 7. namun secara umum tanda dan gejala yang sering terjadi adalah : a.Dehidrasi sedang : dimana berat badan menurun 6 – 9 % dengan volume cairan yang hilang kurang dari 50 – 90 ml/kgBB. V. 6. kulit kering.Sering buang air besar lebih dari 3 kali dan dengan jumlah 200 – 250 gr. f. pucat. Mikroorganisme patogen Zat – zat sulit diserap Infeksi Peningkatan tekanan osmotik Peningkatan sekresi aktif cairan Menarik air dan garam ke dalam usus Peningkatan motilitas usus Peristaltik meningkat Diare IV. Klasifikasi diare Tahapan dehidrasi menurut Ashwill dan Droske (1977) : 1. Gejala Klinik Gejal klinik yang timbul tergantung dari intensitas dan tipe diare. VI.Dehidrasi berat : dimana berat badan menurun lebih dari 10 % dengan volume cairan yang hilang sama dengan atau lebih dari 100 ml/kgBB.Dehidrasi 2.Feces encer dan terjadi perubahan warna dalam beberapa hari. turgor kulit jelek. e. flasiddity dan merasa nyeri pada saat buang air besar. b. terdapat fontanel dan mata yang cekung serta terjadi penurunan tekanan darah.Respirasi cepat dan dalam.Kehilangan cairan/dehidrasi dimana jumlah urine menurun.pada rongga usus sehingga sekresi air dan elektrolit meningkat hal ini menyebabkan absorsi rongga usus menurun sehingga terjadilah diare.Asidosis. 3. iritabel. .Cardiac disrythmias 5. g.Dehidrasi ringan : dimana berat badan menurun 3 – 5 % dengan volume cairan yang hilang kurang dari 50 ml/kgBB. 3.

Untuk umur 1 tahun lebih . Disamping itu dikenal pula tetanolysin yang hemolisis.5 milimikro yang berbentuk spora selama diluar tubuh manusia. Organisme multiple membentuk dua toksin yaitu tetanuspasmin yang merupakan toksin kuat dan . 2008 by harnawatiaj A. penderita harus dirawat di RS. 2. Toksin ini labil pada pemanasan. luka yang kotor dan pada bayi dapat melalui tali pusat. Penatalaksanaan Dasar-dasar penatalaksanaan diare pada anak adalah : (5 D) 1.ASI/susu yang sesuai c.Defisiensi disakarida 5.Definisi Penyakit tetanus adalah penyakit infeksi yang diakibatkan toksin kuman Clostridium tetani. yang peranannya kurang berarti dalam proses penyakit.Kurang dari 1 tahun LLM dengan takaran 1/3. bermanifestasi dengan kejang otot secara proksimal dan diikuti kekakuan otot seluruh badan.VII. Kuman mengeluarkan toksin yang bersifat neurotoksik. penderita tidak perlu dirawat dan diberikan : a. biskuit.Patofisiologi Penyakit tetanus terjadi karena adanya luka pada tubuh seperti luka tertusuk paku. ramping. luka tembak.Seperti pengobatan dehidrasi ringan b. Pada dehidrasi berat.Dehidrasi. 2/3 penuh ditambah oralit. 4. Filed under: 1.Drugs Pada dehidrasi ringan diberikan : a. sedangkan antibiotika atau obat lain hanya diberikan bila ada indikasi yang jelas. pada suhu 65 C akan hancur dalam lima menit. 2.4-0. BB 7 kg lebih : teh.Oralit + cairan b.Etologi Clostridium tetani adalah kuman berbentuk batang. tersebar luas di tanah dan mengeluarkan toksin bila dalam kondisi baik. atau kaleng.Diet. pecahan kaca. bubur dan seterusnya selain oralit. Formula susu dihentikan dan baru dimulai lagi secara realimentasi setalh makan nasi. Kekuatan tonus otot massater dan otot-otot rangka. B.Antibiotika (hanya kalau perlu saja) Pada dehidrasi sedang. kalori dan elektrolit yang bisa berupa larutan oralit (garam diare) guna mencegah terjadinya dehidrasi berat.Diagnosis. PEDIATRIK ZONE | 1 Komentar » TETANUS Posted on Maret 9. berukuran 2-5 x 0. Spasmolitika dan obstipansia pada diare tidak diberikan karena tidak bermanfaat bahkan dapat memberatkan penyakit. Pengobatan diare lebih mengutamakan pemberian cairan.Termasuk golongan gram positif dan hidupnya anaerob. Toksin ini (tetanuspasmin) mula-mula akan menyebabkan kejang otot dan saraf perifer setempat. luka baker. C.Bila tidak minum ASI : 1. 3.

yaitu badan kaku dengan epistotonus. D. Spasme mula-mula intermitten diselingi periode relaksasi. Gejala itu dapat menetap dalam beberapa minggu dan menhilang tanpa sekuele. menimbulkan aduksi lengan dan ekstensi ekstremitas bagian bawah.Ketegangan otot dinding perut (harus dibedakan dengan abdomen akut) 4.Gejala klinis Masa tunas biasanya 5 – 14 hari. Penyakit ini biasanya terjadi mendadak dengan ketegangan otot yang makin bertambah terutama pada rahang dan leher. timbul mendadak dengan kaku kuduk. ekstremitas inferior dalam keadaan ekstensi. toksin diabsorbsi oleh susunan limfatik. 3. 8. 5. 7.sudut mulut tertarik ke luar dan ke bawah. Retensi urine dapat terjadi karena spasme otot urethral.Kaku kuduk sampai epistotonus (karena ketegangan otot-otot erector trunki) 3. lalu timbul rebiditas dan spasme pada bagian paroksimal luak. mudah terangsang.Asfiksia dan sianosis terjadi akibat serangan pada otot pernapasan dan laring. nyeri anggota badan sering marupakan gejala dini.Tetanus segal : varian tetanus local yang jarang terjadi masa inkubasi 1-2 hari terjadi sesudah .atau neurotropik yang dapat menyebabkan ketegangan dan spasme otot. Fraktur kolumna vertebralis dapat pula terjadi karena kontraksi otot yang sangat kuat. dan mempengaruhi sistem saraf pusat. yaitu: 1. bibir tertekan kuat pada gigi. Anak tetap sadar. trismus.Kejang tonik terutama bila dirangsang karena toksin terdapat di kornu anterior.Tetanus general merupakan bentuk paling sering. Eksotoksin yang dihasilkan akan mencapai pada sistem saraf pusat dengan melewati akson neuron atau sistem vaskuler. masuk kedalam sirkulasi darah arteri kemudian masuk kedalam susunan saraf pusat. Dalam waktu 48 jam penyakit ini menjadi nyata dengan : 1. Dalam waktu singkat konstruksi otot somatik — meluas. tetapi kadang-kadang sampai beberapa minggu pada infeksi ringan atau kalau terjadi modifikasi penyakit oleh antiserum. 2. 2.Panas biasanya tidak tinggi dan terdapat pada stadium akhir. mudah tersinggung dan sakit kepala merupakan manifestasi awal.Kesukaran menelan. gelisah. Masa inkubasi 2 hari sampai 2 bulan dan rata-rata 10 hari. Toksin bereaksi pada myoneural junction yang menghasilkan otot-otot manjadi kejang mudah sekali terangsang. Kemudian tidak jelas lagi dan serangan tersebut disertai rasa nyeri.Risus sardonikus karena spasme otot muka (alis tertarik ke atas). Timbul kejang tetanik bermacam grup otot.Biasanya terdapat leukositosis ringan dan kadang-kadang peninggian tekanan cairan otak. 10. Pada mulanya spasme berlangsuang beberapa detik sampai beberapa menit dan terpisah oleh periode relaksasi. Kadang-kadang terjadi perdarahan intramusculus karena kontraksi yang kuat.Trismus (kesukaran membuka mulut) karena spasme otot-otot mastikatoris. 9. Ada 3 bentuk klinik dari tetanus. lengan kaku dan tangan mengepal kuat. 6. Kedua.tetanus local : otot terasa sakit.Spasme yang khas . Kuman ini menjadi terikat pada satu saraf atau jaringan saraf dan tidak dapat lagi dinetralkan oleh antitoksin spesifik. Hipotesa cara absorbsi dan bekerjanya toksin adalah pertama toksin diabsorbsi pada ujung saraf motorik dan melalui aksis silindrik dibawah ke korno anterior susunan saraf pusat.gelisah. Namun toksin yang bebas dalam peredaran darah sangat mudah dinetralkan oleh aritititoksin.

abses retrofaringeal.000-12. VII. Paling menonjol adalah disfungsi saraf III. pembesaran getah bening leher. 2. F. 3.Antitoksin .Penatalaksanaan a.Komplikasi 1. E. Kejang pada meningitis dapat dibedakan dengan kelainan cairan serebropinalis. Anamnesis terdapat luka dan ketegangan otot yang khas terutama pada rahang sangat membantu. b. ~ Pemeriksaan darah : leukosit 8.Atelektaksis karena obstruksi secret 4. bila disertai frekuensi kejang yang tinggi.otitis media atau luka kepala dan muka. Trismus dapat pula terjadi pada argina yang berat. usia yang sangat mudah (neunatus) dan usia lanjut.Diagnosis Biasanya tidak sukar. H. I. IV. miositis leher.Spame otot faring yang menyebabkan terkumpulnya air liur (saripa) di dalam rongga mulut dan hal ini memungkinkan terjadinya aspirasi sehingga dapat terjadi pneumonia aspirasi. Kuduk baku juga dapat terjadi pada meningitis (pada tetanus kesadaran tidak menurun).Trismur (1 cm) dengan kejang torik umum spontan. Mortalitas di Amerika Serikat dilaporkan 62 % (masih tinggi) J.Pemeriksaan diagnostic ~ Pemeriksaan fisik : adanya luka dan ketegangan otot yang khas terutama pada rahang.Secara Umum ~ Merawat dan memebersihkan luka sebaik-baiknya.Diagnosis banding Spasme yang disebabkan oleh striknin jarang menyebabkan spasme otot rahang tetapi didiagnosis dengan pemeriksaan darah (kalsium dan fospat).Trismur (3 cm atau lebih kecil) dengan kejang torik umum bila dirangsang. G. pengobatan yang terlambat.000 ca.Asfiksia 3. 2.Fraktura kompresi.Prognosis Dipengaruhi oleh beberapa factor dan akan buruk pada masa tunas yang pendek (kurang dari 7 hari). period of onsed yang pendek (jarak antara trismus dan timbulnya kejang) dan adanya kompikasi terutama spame otot pernafasan dan obstruksi saluran pernafasan. ~ Diet TKTP pemberian tergantung kemampuan menelan bila trismus makanan diberi pada sonde parenteral. Pada rabies terdapat anamnesis gigitan anjing dan kucing disertai gejala spasme laring dan faring yang terus menerus dengan pleiositosis tetapi tanpa trismus. ~ Mengatur cairan dan elektrolit. kenaikan suhu tubuh yang tinggi. mastoiditis. ~ Isolasi pada ruang yang tenang bebas dari rangsangan luar. spondilitis leher.Trismus (3 cm) tanpa kejang-lorik umum meskipun dirangsang. Menurut berat gejala dapat dibedakan 3 stadium : 1. IX dan XI tersering adalah saraf otak VII diikuti tetanus umum.Obat-obatan 1. abses gigi yang hebat. ~ Oksigen pernafasan butan dan trakeotomi bila perlu. preumonia lobaris atas.

m/5 hari. II.0 mg/kg BB/1.Klasifikasi etiologi 1)Etiologi yang diketahui penyebabnya (a)Hepatitis virus B & C (b)Alkohol (c)Metabolik (d)Kolestasis kronik/sirosis siliar sekunder intra dan ekstrahepatik .Etiologi B.Bila mendapat luka : ~ Perawatan luka yang baik : luka tusuk harus di eksplorasi dan dicuci dengan H2O2. yang diberikan sebagai dapat paad usia 3.M. Booster diberikan 1 tahun kemudian selanjutnya tiap 2-3 tahun.000 iu/1. Pemberian baru dilaksanakan setelah dipastikan tidak ada reaksi hipersensitivitas. 2. 200 mg/hari).V Dapat memusnakan oleh tetani tetapi tidak mempengaruhi proses neurologiknya.Pengertian Sirosis hepatis adalah penyakit yang ditandai oleh adanya peradangan difus dan kronik pada hati. juta 1.Anti kejang/Antikonvulsan ~ Fenobarbital (luminal) 3 x 100 mg/1. untuk anak diberikan mula-mula 60-100 mg/1. 2. INFEKSION ZONE | Leave a Comment » SIROSIS HEPATIS Posted on Maret 9.M/hari untuk anak-anak mula-mula 4-6 mg/kg BB. degenerasi dan regenerasi.Imunisasi aktif toksoid tetanus.Fungsional Uraian : A.4 dan 5 bulan.M/4 jam. ~ Tetanus toksoid sebagai boster bagi yang telah mendapat imunisasi dasar. sehingga timbul kerusakan dalam susunan parenkim hati. ~ Bila luka berta berikan pp selama 2-3 hari (50. ~ Klorpromasin 3 x 25 mg/1.u/hari atau tetrasiflin 1 gr/hari/1.Etiologi & Klasifikasi Sirosis hepatis diklasifikasikan berdasarkan atas : A.Antibiotik Penizilin prokain 1. 2008 by harnawatiaj I.Pencegahan 1.5-1.000 iu/kg BB/hari). 4. dll.Morfologi C. Filed under: 9. diikuti proliferasi jaringan ikat. K.M lalu dilanjutkan 6 x 30 mg hari (max. ~ Pemberian ATS 1500 iu secepatnya. ~ Diazepam 0.Antitoksin 20.

sirosis campuran umumnya sirosis hati adalah jenis campuran ini.Klasifikasi Fungsional Secara fungsi.sirosis dini) dekompensasi (aktif.sirosis mikronodular : ditandai dengan terbentuknya septa tebal teratur. danfoetor hepatik. mengandung nodul yang besarnya juga bervariasi ada nodul besar didalamnya ada daerah luas dengan parenkim yang masih baik atau terjadi regenerasi parenkim. sirosis hati dibagi atas : kompensasi baik (laten. edema pretibial. subfebris. 2)Etiologi tanpa diketahui penyebabnya. mual. sirosis makronodula ditandai dengan terbentuknya septa dengan ketebalan bervariasi. sedangkan sirosis makronodular ada yang berubah menjadi makronodular sehingga dijumpai campuran mikro dan makronodular. .makronodular 3. dll Spider nevi/angiomata pada kulit tubuh bagian atas. metildopa (h)Operasi pintas usus halus pada obesitas (i)Malnutrisi.mikronodular 2. Klasifikasi Morfologi Secara makroskopik sirosis dibagi atas: 1. muka dan lengan atas. B. Ensefalopati hepatik. infeksi seperti malaria. gembung. di dalam septa parenkim hati mengandung nodul halus dan kecil merata tersebut seluruh lobul. C. disertai kegagalan hati dan hipertensi portal) 1. gangguan koagulasi darah/defisiensi protrombin.campuran Uraian : 1. bicara gagok/slurred speech.(e)Obstruksi aliran vena hepatik Penyakit vena oklusif Sindrom budd chiari Perikarditis konstriktiva Payah jantung kanan (f)Gangguan imunologis Hepatitis lupoid. sirkulasi hiperkenetik. Sirosis mikronodular besar nodulnya sampai 3 mm. berat badan menurun. flapping tremor akibat amonia dan produksi nitrogen (akibat hpertensi portal dan kegagalan hati) Hipoalbuminemia.kegagalan hati/hepatoselular : dapat timbul keluhan subjektif berupa lemah. Sirosis yang tidak diketahui penyebabnya dinamakan sirosis kriptogenik/heterogenous. Eritema palmaris Asites Pertumbuhan rambut berkurang Atrofi testis dan ginekomastia pada pria Sebagai tambahan dapat timbul : Ikterus/jaundice. 2. hepatitis kronik aktif (g)Toksik & obat INH. 3.

Patognesis: Adanya faktor etilogi menyebabkan peradangan dan kerusakan inekrosis meliputi daerah yang luas (hapatoseluler) . regresif. dan ini menyebabkan distorsi percabangan pembuluh hepatik dan gangguan aliran daerah portal dan menimbulkan hipertensi portal. biokimia darah.2. Peningkatan tekanan prehepatik bisa juga diakibatkan meningkatnya aliran splanknik karena fistula atriovenosa atau mielofibrosis limfa. Beberapa sel tumbuh kembali dan membentuk nodul dengan berbagai ukuran . III. Biasa yang dominan adalah peningkatan resistensi. biasa kongenital. Kolagen ada 4 tipe dengan lokasi sebagai berikut: Tipe 1: lokasi daerah sentral Tipe 2: sinusoid Tipe 3: jaringan retikulin (sinusoid portal) Tipe 4: membram basal Pada semua sirosis terdapat peningkatan pertumbuhan semua jenis kologen tersebut.Bisa disebabkan satu faktor saja.hipertensi portal : bisa terjadi pertama akibat meningkatnya reistensi portal dan splanknik karena mengurangnya sirkulasi akibat fibrosis. terjadi fibrogenesis dan septa aktif jaringan kologen berubah dari reversibel menjadi irrevensibel bila telah terbentuk septa permanen yang aseluler pada daerah portal dan parenkhim hati sel limfosit T dan makrofag menghasilkan limfokin dan monokin sebagai mediator fibrinogen.terjadi kolaps lobulus hati dan ini memacu timbulnya jaringan parut disertai terbentuknya septa fibrosa difus dan modul sel hati . Tekanan splanknik meningkat tetapi tekanan portal intra hepatik normal. Tahap berikutnya terjadi peradangan dan nekrosis pada sel duktules . trombosis vena porta waktu lahir. dan kedua akibat meningkatnya aliran portal karena transmisi dari tekanan arteri hepatikke sistem portal akibat distorsi arsitektur hati. misalnya peningkatan resistensi atau aliran corta atau keduanya. d)Posthepatik karena perikarditis konstriktiva. histologi jaringan dan dibagi atas progresif. Intrahepatik a)Presinusoidal b)Sinusoinal(sirosis hati) c)Post-sinusoidal (veno oklusif). Lokasi peningkatan resistensi bisa : prehepatik. insufisiensi trikuspidal. Aktivitas sirosis hati dapat dinilai dari aspek klinis. jaringan parut ini dapats menghubungkan daerah portal yang satu dengan yang lain atau portal dengan sentral (bridging neerosis).biasa terdapat lokasi obstruksi campuran. Gambaran klinis.retikulo endotel. dan status quo (stasioner).sinusoid.septa bisa dibenyuk dari sel retikulum penyangga kolaps dan berubah menjadi parut . pengobatan dan prognosis pasien sirosis hati tergantung pada 2 komplikasi.septal aktif ini berasal dari portal menyebar keparenkim hati. yakni kegagalan hati. dan hipertensi portal. Mekanisme terjadinya sirosis hati bisa secara: -mekanik -imunologis -campuran . Pembentukan jaringan kologen diransang oleh nekrosis hepatoseluluer dan asidosis laktat merupakan faktor perangsang.

anemia normokrom normositer. Ikterus dengan eir kemih berwarna seperti air kemih yang pekat mungkin disebabkan oleh penyakit yang berlanjut atau transformasi ke arah keganasan hati. IV. Keluhan pasien sirosis hati tergantung pada fase penyakitnya. nekrosis luas dan pembentukan jaringan ikat yang luas disertai pembentukan jaringan ikat yang luas disrtai pembentukan nodul regenerasi oleh sel parenkim hati. V. perasaan perut gembung. Darah : bisa dijumpai HB rendah. SGPT tidak merupakan petunjuk tentang berat dan . spider nevy. gangguan siklus haid.Dalam hal mekanisme terjadinya sirosis secara mekanik dimulai dari kejadian hepatitis viral akut. Pada kasus lain. Bisa juga pasien datang dengan gangguan pembentukan darah seperti perdarahan gusi. sirosis datang dengan gangguan kesadran berupa ensefalopati. Jadi fibrosis pasca nekrotik adalah dasar timbulnya sirosis hati. Gejala kegagalan hati ditimbulkan oleh keaktifan proses hepatitis kronik yang masih berjalan bersamaan dengan sirosis hati yang telah terjadi dalam proses penyakit hati yang berlanjut sulit dibedakan hepatitis kronik aktif yang berat dengan permulaan sirosis yang terjadi (sirosis dini ). bisa akibat kegagalan hati pada sirosis hati fase lanjut atau akibat perdarahan varises esofagus. Perkembangan sirosis dengan cara ini memerlukan waktu sekitars 4 tahun sels yang nengandung virus ini merupakan sumber rangsangan terjadinya proses imunologis yang berlangsung terus menerus sampai terjadi kerusakan hati. hipokrom mikrositer. laboratorium. Pada mekanisme terjadinya sirosis secara imunologis dimulai dengan kejadian hepatitis viral akut yang menimbulkan peradangan sel hati . atau hipokrom makrositer.Pemeriksaan Penunjang 1. Anemia bisa akibat hipersplenisme dengan leukopenia dan trombositopenia. edema pretibial dan asites. vena kolateral pada dinding perut. hematemesis dan melena. timbul peradangan luas. hipokrom normositer. kadang mencret atau konstipasi berat badan menurun. Fase dekompensasi Pada sirosis hati dalam fase ini sudah dapat ditegakkan diagnosisnya dengan bantuan pemeriksaan klinis. haid berhenti.nekrosis /nekrosis bridging dengan melalui hepatitis kronik agresif diikuti timbulnya sirosis hati. Sebagian pasien datang dengan gejala hematemesis. ikterus. Terutama bila timbul komplikasi kegagalan hati dan hipertensi portal dengan manifestasi seperti: eritema palmaris. yang masih baik. epistaksis. Kolesterol darah yang selalu rendah mempunyai prognosis yang kurang baik. Kadang-kadang pasien sering mendapat flu akibat infeksi sekunder atau keadaan aktivitas sirosis itu sendiri. pengurangan masa otot terutama pengurangannya masa daerah pektoralis mayor.Pemeriksaan Laboratorium Perlu diingat bahwa tidak ada pemeriksaan uji biokimia hati yang dapat menjadi pegangan dalam menegakkan diagnosis sirosis hati. Perdarahan bisa masif dan menyebabkan pasien jatuh ke dalam renjatan. dimana tumor akan menekan saluran empedu atau terbentuknya trombus saluran empedu intra hepatik.Manifestasi klinis 1. Kenaikan kadar enzim transaminase/SGOT. 2. atau melena saja akibat perdarahan farises esofagus. Fase kompensasi sempurna pada fase ini tidak mengeluh sama sekali atu bisa juga keluhan samar-samar tidak khas seperti pasien merasa tidak bugar/ fit merasa kurang kemampuan kerja selera makan berkurang. mual. dan pemeriksaan penunjang lainnya.

Bisa juga dijumpai hemoroid. Kenaikan kadarnya dalam serum timbul akibat kebocoran dari sel yang mengalami kerusakan.Hacket : bila limpa membesar ke arah bawah saja (HI-V). mempunyai prognosis yang jelek. Pada sirosis hati. biasa hati membesar pada awal sirosis. dan tubuh bagian bawah. pinggang. Pemeriksaan laboratorium bilirubin. Pemeriksaan kadar elektrolit penting dalam penggunaan diuretik dan pembatasan garam dalam diet. kadar CHE akan turun. Perlu diperhatikan adanya eritema palmaris. Perut & ekstra abdomen : pada perut diperhatikan vena kolateral dan ascites. Bila terjadi kerusakan sel hati.mol/dl0 50 Alb. dada. ini lebih sensitif tetapi kurang spesifik. konsistensi hati biasanya kenyal/firm. kadar Na 500-1000. Besar hati normal selebar telapak tangannya sendiri (7-10 cm). prognosis kurang baik. pada perbaikan terjadi kenaikan CHE menuju nilai normal.luasnya kerusakan parenkim hati. ginekomastia. mempunyai nilai diagnostik suatu kanker hati primer. Peninggian kadar gamma GT sama dengan transaminase. dan atrofi testis pada pria. leher. Penurunan kadar albumin dan peningkatan kadar globulin merupakan tanda kurangnya daya tahan hati dalam menghadapi stress seperti : tindakan operasi. Klasifikasi Child Pasien Sirosis Dati Dalam Terminologi Derajat kerusakan Minimal sedang Berat Bil. Albumin : kadar albumin yang merendah merupakan cerminan kemampuan sel hati yang kurang.serum (mu. transaminase dan gamma GT tidak meningkat pada sirosis inaktif.Schuffner : hati membesar ke medial dan kebawah menuju umbilikus (SI-IV) dan dari umbilikus ke SIAS kanan (SV-VIII). Dalam hal ensefalopati. Limpa : pembesaran limpa diukur dengan 2 cara : a. b. bila hati mengecil artinya. Manifestasi diluar perut : perhatikan adanya spider navy pada tubuh bagian atas. Pemeriksaan CHE (kolinesterase) : penting dalam menilai sel hati. Nilai CHE yang bertahan dibawah nilai normal.serum(gr/dl) >35 30-35 <30 Asites Nihil Mudah dikontrol Susah Pse/ensefalopati Nihil Minimal Berat/koma . caput medussae. pinggir hati biasanya tumpul dan ada sakit pada perabaan hati. 2.Pemeriksaan Jasmani Hati : perkiraan besar hati. bahu.

red whale marking. kultur cairan dan pemeriksaan kadar protein. Diperlukan pengalaman seorang sonografis karena banyak faktor subyektif. tandatanda yang mengarah akan kemungkinan terjadinya perdarahan berupa cherry red spot. prognosis dan pengobatan tergantung pada 2 kelompok besar komplikasi : 1. Tomografi komputerisasi : walaupun mahal sangat berguna untuk mendiagnosis kelainan fokal. ikterus. Juga dapat dilihat besar.nutrisi Sempurna Baik Kurang/kurus Pemeriksaan Penunjang Lainnya : Radiologi : dengan barium swallow dapat dilihat adanya varises esofagus untuk konfirmasi hepertensi portal. hemoroid. Sonografi bisa mendukung diagnosis sirosis hati terutama stadium dekompensata. Pada sirosis hati dan kelainan difus parenkim terlihat pengambilan radionukleid secara bertumpuk-tumpu (patchty) dan difus. limpa. vena kolateral dinding perut. bentuk dan homogenitas hati. Selain tanda tersebut. hepatoma/tumor. kista. eritema palmaris. dll. Akelebihan endoskopi ialah dapat melihat langsung sumber perdarahan varises esofagus. permukaan. gambaran vena hepatika. selia gastrik atau splenotofografi terutama pengukuran tekanan vena porta.Kegagalan hati (hepatoseluler) . splenomegali. sel tumor. 2. VI. ikterus obstruktif batu kandung empedu dan saluran empedu. maka gambaran klinis. Angiografi : angiografi selektif. homogenitas. atrofi testis. pembesaran. Bisa dijumpai tanda-tanda infeksi (peritonitis bakterial spontan). ginekomastia. dilakukan pemeriksaan mikroskopis. Ultrasonografi : pada saat pemeriksaan USG sudah mulai dilakukan sebagai alat pemeriksaa rutin pada penyakit hati. Esofagoskopi : dapat dilihat varises esofagus sebagai komplikasi sirosis hati/hipertensi portal. Bisa dilihatbesar dan bentuk hati.Komplikasi Bila penyakit sirosis hati berlanjut progresif. E R C P : digunakan untuk menyingkirkan adanya obstruksi ekstrahepatik. timbul spider nevi. Yang dilihat pinggir hati. caput medusae. asites. ensefalopati. seperti tumor atau kista hidatid. kelainan tumor hati. amilase dan lipase. filling defek. dapat dievaluasi besar dan panjang varises serta kemungkinan terjadi perdarahan yang lebih besar. Pada beberapa kasus. Bila penyakit berlanjut maka dari kedua komplikasi tersebut dapat timbul komplikasi dan berupa : . daerah hipo atau hiperekoik atau adanya SOL (space occupyin lesion0. vena porta. prosedur ini sangat berguna untuk melihat keadaan sirkulasi portal sebelum operasi pintas dan mendeteksi tumopr atau kista. pelebaran saluran empedu/HBD. perdarahan dan eksudat. dll. pemekaran pembuluh vena esofagus/cardia. Sidikan hati : radionukleid yang disuntikkan secara intravena akan diambil oleh parenkim hati. kemungkinan perdarahan yang lebih besar akan terjadi bila dijumpai tanda diffus redness.Hipertensi portal : dapat menimbulkan splenomegali. Pemeriksaan penunjang lainnya adalah pemeriksaan cairan asites dengan melakukan pungsi asites. sel retikuloendotel dan limpa.

pemberian neomisin per oral.Ensefalopati 5. Bila tersedia fasilitas dapat dilakukan foto koagulasi dengan laser dan heat probe. Spirolakton dimulai dengan dosis awal 4×25 mg/hr dinaikkan sampai total dosis 800 mg sehari. Dapat dilakukan skleroterapi sesudah dilakukan endoskopi kalau ternyata perdarahan berasal dari pecahnya varises. d)Terapi yang diberikan berupa antibiotik seperti sefotaksim 2 g/8 jam i. disamping melakukan aspirasi cairan lambung. Pengobatan Terapi & prognosis sirosis hati tergantung pada derajat komplikasi kegagalan hati dan hipertensi portal.v. b)Perdarahan varises esofagus. terapinya adalah imbangan air dan garam diatur dengan ketat. dihentikan pemakaian preparat yang mengandung besi atau terapi kelasi (desferioxamine).Sindrom hepatorenal 7.Transformasi ke arah kanker hati primer (hepatoma) VII. istirahat yang cukup.Pasien dalam keadaan kompensasi hati yang baik cukup dilakukan kontrol yang teratur. dicoba melakukan parasentesis abdominal . 1.Peritonitis bakterial spontan 6.Pasien sirosis hatidengan sebab yang diketahui.9 g% dilakukan pemberian IVFD dengan pemberian dekstrosa/salin dan transfusi darah secukupnya. 0.bila perlu dikombinasi dengan furosemid. Bila perdarahan banyak. diberikan diet rendah garam 0. amokisilin.3. Operasi pintas dilakukan pada Child AB atau dilakukan transeksi esofagus (operasi Tanners0.Asites 4. dilakukan klisma. susunan diet TKTP. Pada saat ini sudah mulai dikembangkan transplantasi hati dengan menggunakan bahan cadaveric liver. 2. tekanan sistolik 100 x/mnt atau Hb . diberikan D-penicilamine 20 mg/kgBB/hari yang akan mengikat kelebihan cuprum. protein dikurangi. Pada hepatitis kronik autoimun diberikan kortikosteroid Pada keadaan lain dilakukan terapi terhadap komplikasi yang timbul a)Untuk asites. untuk mencegah rebleeding dapatdiberikan propanolol. lemak secukupnya. atasi infeksi dengan pemberian antiobiotik. dan menambah ekskresi melalui urin. Bila tidak tersedia fasilitas diatas. seperti : Alkohol & obat-obat lain dianjurkan menghentikan penggunaannya.5 l/hr. aspirasi cairan lambung bagi pasien yang mengalami perdarahan pada varises. Pertama melakukan pemasangan NG tube. Pada penyakit wilson (penyakit metabolik yang diturunkan). Diberikan vasopresin 2 amp. Dilakukan venaseksi 2x seminggu sebanyak 500 cc selama setahun. e)Sindrom haptorenal/nefropati hepatik. Dilakukan pemasangan SB tube untuk menghentikan perdarahan varises. Psien dirawat di RS sebagai kasus perdarahan saluran cerna. Bila timbul ensefalopati.1 g dalam 500 cc cairan d 5 % atau salin pemberian selama 4 jam dapat dulang 3 kali.5 g/hr dan total cairan 1. Dengan kontrol pasien yang teratur pada fase dini akan dapat dipertahankan keadaan kompensasi dalam jangka panjang dan kita dapat memperpanjang timbulnya komplikasi. Hemokromatosis. c)U ntuk ensefalopati dilakukan koreksi faktor pencetus seperti pemberian KCL pada hipokalemia. Alkohol akan mengurangi pemasukan protein ke dalam tubuh. aminoglikosida.

Natrium mmol/L 135 – 150. SGPT (ALT) U/L < 36. Filed under: 9. 60 – 400 (L).< 15 (L.org Darah Ukuran Satuan Nilai Rujukan.0 (P).5 (L). 80 – 316 (L). Tel: (021) 7279 7007 Fax: (021) 726-9521. Trigliserid mmol/L 0. Jl.0.dengan ekstra hati-hati untuk memperbaiki aliran vena kava.6 – 5. usia < 50). 50.0 – 18.0. Protein total g/L 66.0 – 1.0. Segmen1 % 50. MCHC/KHER g/dL 32. sehingga timbul perbaikan pada curah jantung dan fungsi ginjal. MCV/VER fl 82.0 – 40.0 – 4.0 persen Fungsi Hati (LFT) Ukuran Satuan Nilai Rujukan.0 – 1.0.0 – 31. Amilase U/L < 125. yang ditunjukkan pada kolum ‗Nilai Rujukan‘ atau ‗Nilai Normal‘ pada laporan laboratorium.5 Profil Lipid Kolesterol total mmol/L 3. Laju endap darah (LED) mm < 25 (P. < 20 (L. SGOT (AST) U/L < 35.9 (P).0 – 3. Eosinofil % 1.0. 92. 40.aidsinfonet. Albumin g/L 38 – 57 Fungsi Ginjal Kreatinin U/L 40 – 150 (P). Monosit % 2.Bilirubin langsung mg/dL 0. Alkalin fosfatase U/L 64 – 306 (P).0 Trombosit 103/μl 150 – 400 Catatan: 1. INTERNIS ZONE | 4 Komentar » HASIL TES LAB NORMAL Posted on Maret 9.0 (L) Hitung Jenis Basofil % 0.4. Asam Urat mmol/L 54 – 42 CATATAN PENTING: Setiap laboratorium menentukan nilai ‗normal‘.0 (P).0 –. Nilai ini tergantung pada alat yang dipakai dan .15 Lain Glukosa mmol/L 3. dengan nilai rujukan.0 MCH/HER pg 27. 2008 by harnawatiaj HASIL TES LAB NORMAL Diterbitkan oleh Yayasan Spiritia. Bilirubin total mg/dL 0. Batang dan segmen adalah jenis neutrofil.6 – 5.0 – 48.0. Lembaran Informasi ini berdasarkan terbitan New Mexico AIDS InfoNet. < 30 (P. HDL mmol/L < 4.0 – 6.0 – 6.9. Urea mg/dL 8 – 25. Hemoglobin (Hb) g/dL 12. Kadang kala dilaporkan persentase neutrofil saja. usia 50) Leukosit (sel darah putih) 103/μl 5. Radio IV/10.11 – 2.1. Batang1 % 2.0. Hematokrit % 39.0.5 – 5. usia < 50). 13.0 (L). Jakarta 12130. Eritrosit (sel darah merah) juta/μl 4.0 – 70.0 – 8.0 – 45.0 – 87. usia 50) .0. 4. Klorid mmol/L 95 – 108.0 – 0.0 – 75. Kalium mmol/L 3.2.0 – 10.0 – 16. Lihat http:// www.0 – 36. Limfosit % 20.0.

perbedaannya terletak pada penurunan surfaktan akibat dari kerusakan paru. Keadaan yang langsung : Menghirup racun iritan Infeksi diffusi alveolar Darah yang beracun. Jenis ketidakstabilan akut. post traumatic paruparu. bukan dengan nilai rujukan pada lembaran ini. angka ini diambil terutama dari laboratorium RSCM. hemorrhagic. nilai laboratorium lain dapat berbeda. Kliennya umumnya masih muda yang sebelumnya dia sehat. Tidak ada standar nilai rujukan. Aspirasi virus pneumonia. DIAGNOSTIK ZONE | 2 Komentar » ADULT RESPIRATORY DISTRESS SYNDROM Posted on Maret 9. post infusion paru. dan ventilasi paru. tenggelam. pneumonia septic) . Hampir tenggelam dan trauma dada. O2 konsentrasi meningkat. kimia corrosive. Filed under: A. ethylene glycol) Inhalasi racun (rokok. hydrocarbon. Menyerupai perubahan pada IRDS. bacterial. Jadi angka pada laporan kita harus dibandingkan dengan nilai rujukan pada laporan. Kondisi akut paru-paru yang mengakibatkan macam-macam perubahan patofisiologi dalam paru. 2008 by harnawatiaj ARDS Sering merupakan kelanjutan dari shock paru-paru. kongesti atelektasis. amniotic fluid embolic. baik langsung atau tidak langsung berperan dalam menimbulkan syndrom. Keadaan yang tidak langsung : Trauma dan shock karena pembedahan Sepsis dengan pelepasan endotoksin Pembekuan darah intravaskuler Transfusi darah massive Reaksi transudasi Penyakit Yang Dapat Menyebabkan ARDS : Pulmonary : Virus pneumonia Fungi pneumonia Pneumocystis carinii Military tuberculosis Legionaire‘s pneumonia Radiation pneumonitis Contusio paru Cairan aspirasi (gastric. Jakarta.cara pemakaiannya. Non pulmonary : Shock (traumatic.

Banyak teori yang menerangkan patogenesis dari syndrom yang berhubungan dengan kerusakan awal paru-paru yang terjadi dimembran kapiler alveolar. methadone barbiturat). keadaan abnormal ventrikel kiri. pada orang muda yang biasa mempunyai riwayat sakit paru-paru. Cairan juga masuk dalam alveoli dan mengakibatkan oedema paru. Kriteria untuk diagnosa ARDS : Klinik Keadaan katastropik : paru atau bukan paru Eksklusi : Penyakit paru kronis. Plasma dan sel darah merah keluar dari kapiler-kapiler yang rusak. susah bernafas. oleh karena itu mungkin perdarahan merupakan manifestasi patologi yang umum.Emboli lemak Trauma kepala Trauma non thoraks Pancreatitis Uremia Drug overdose (heroin. Adanya peningkatan permeabilitas kapiler dan akibat masuknya cairan ke dalam ruang interstitial. Akibatnya terjadi tanda-tanda atelektasis. seolah-olah dipengaruhi oleh aktifitas surfaktan. Massive blood transfusion Reaksi transfusi Pembekuan darah intravaskuler By pass cardiopulmonary Penambahan tekanan intrakranial Cairan overload Eclampsia Gejala defisiensi autoimmune Patofisiologi. Distress pernafasan : Tachypnea > 20 x/menit. Tanda-tanda utama manifestasi klinik: Dyspnea Tachicardia . Radiografi Difusi pulmonal menyebar Infiltrasi interstitial (awal) Infiltrasi alveoli (lanjut/akhir) Fisiologi Hipoksemia refractory. Pa O2 60 % Kompliance paru rendah 1000 gr) Congestive atelektasis Membran hyaline Fibrosis PENGKAJIAN Gejala terjadi tiba-tiba dalam 2 – 3 hari sesudah trauma atau kesakitan.

shunt friction kurang atau sama dengan 20 % Jalan napas tetap.Kurangnya cardiac output berhubungan dengan tingginya PEEP (Positive mengetahui atau berguna untuk memenuhiEnd Expiratory Pressure) kebutuhan ventilasi paru. 2.Perubahan membran mukosa mulut berhubungan dengan jalan napas buatan. 10. 3. PaO2 lebih dari atau sama dengan 60 mmHg. Hemodinamic parameter (CO. 8. HR) stabil. Pencegahan dengan meminimalkan komplikasi dan stressor untuk klien dan keluarganya merupakan hal yang penting.Kerusakan mobilitas fisik berhubungan dengan kelumpuhan dan bedrest.Tidak efektifnya koping keluarga berhubungan dengan mengatasi stress dan kecemasan dalam kondisi kritis. Perencanaan Dan Pelaksanaan Perawatan klien dengan ARDS perencanaannya yaitu perbaikan pola napas dan kestabilan hemodinamic. 11.Tidak efektifnya pola napas berhubungan dengan kurangnya complain paru dan kecemasan.Perubahan nutrisi. Diagnosa Keperawatan 1. Hypotensia/bradicardia atau hipertension/tachicardia. O2 C Hypoksimia. 6.Kerusakan komunikasi verbal berhubungan dengan jalan napas buatan dan kelumpuhan. lebih dari pada intake berhubungan dengan perubahan metabolisme dan ketidakmampuan intake makanan melalui oral. 14.Tidak efektifnya jalan napas berhubungan dengan immobilisasi dan jalan napas buatan.Potensial injury berhubungan dengan barotrauma atau tidak aktifnya aliran ventilator. . Dysritmia Tanda-tanda adanya asidosis metabolic dan respiratorik  menegakkan diagnosis: adanya kesulitan memperoleh pemenuhan ventilasiStatus klinik klien yang adekuat (sehingga penurunan pemenuhan ventilasi yang meningkatkan menurunkan kapasitas vital paru-paru infiltrasikekakuan paru-paru) alveolar.Kelebihan volume cairan berhubungan dengan penambahan (peningkatan) permiabilitas membran pulmonal dan kelebihan sekresi ADH. kurang dari atau sama dengan 40 % Fi O2. BP.Gangguan pola tidur berhubungan dengan lingkungan yang kritis dan kebutuhan akan bantuan perawat. 7. 5.Gangguan integritas kulit berhubungan dengan perfusi dan immobilisasi. Tekanan maximum jalan napas 50 – 70 mmHg.Kerusakan pertukaran gas berhubungan dengan penambahan shunt dan ventilasi – perfusi terganggu.Kelemahan berhubungan dengan ketergantungan dalam pemakaian alat.Cyanosis dengan atau tanpa retraksi intercostals refractory hypoxemia. Kriteria tujuan untuk klien: Stabil dan sinkronnya antara pernapasan dengan ventilator dengan slow rate yang cukup dalam level yang normal ventilasi Pa CO2 35 – 45 mmHg. 13. 9. 12. 4.

 . TKTP diberikan.Nutrisi: resiko terjadi malnutrisi. Pelaksanaan 1. untuk mempertahankan tekanan O2 arteri sekitar 20 mmHg (William. Perawat harus memonitor perfusi pada organ vital : CNS : Tingkat kesadaran Pergerakan Sensasi Ginjal : Urine output Blood urine nitrogen (BUN) Serum kreatinin Myocardium : Heart rate Rhytm 2. PEEP kemungkinan besar menurunkan cardiac output karena lemahnya aliran denyut nadi dan tekanan darah harusdarah vena yang kembali ke jantung sering dimonitor. alat monitor khususKetepatan pemeriksaan gas darah. Komunikasi nonverbal dapat diartikan. utuh. Integritas kulit baik. Kemungkinan kecenderungan terjadi retensi cairan dan edema paru selama ventilasi (intake dan output).Kegagalan mempertahankan O2 Meningkatkan keperluan O2 dengan mempertahankan suhu klien pada tingkat normal. Berat badan stabil. Mempertahankan tekanan jalan napas di atas tekanan atmosfer melalui siklus respirasi. 1982) tingkat rasa nyaman. Jika keadaan ini tidak terpenuhi paru-paru akan kolaps.Mempertahankan oksigenasi secara adekuat. Membran mukosa mulut baik. Kelemahan dan penyakit respirasi merupakan indikasi untuk menggunakan ventilasi mekanic. terpenuhinyaBerguna untuk memenuhi kebutuhan ventilasi paru kebutuhan ventilasi paru ditandai dengan adanya elastisitas paru dan dada.Tekanan kapiler paru normal. Oksigenasi jaringan secara adekuat dilakukan dengan pemberian O2 konsentrasi tinggi. Keseimbangan intake dan output. Karena peningkatanKlien dengan ARDS metabolisme dan gangguan oral intake. PEEP (Positive End Expiratory Pressure) Digunakan untuk memberi tekanan inflasi yang tinggi. Keefektifan dari PEEP dimonitor dengan seringnya analisa gas darah. atau swan-Ganz cateter). Vena bercampur (mengalir dari kiri ke kanan) dan hypoxemia dikurangi. Mempertinggi distribusi O2 ke seluruh paru-paru dengan mempertahankan expansi alveoli. cardiac output (CVP. mengurangi rasa nyeri dan menjaga ketenangan klien.

virus. Bagian sisa dari saluran gastrointestinal terletak di dalam rongga peritoneal. lambung dan usus sampai anus. Selang yang dapat mengempis ini. Lingkungan sekitar klien harus tenang dan rileks. Filed under: 5. B. Kortikosteroid Mungkin juga meningkatkan kontraktilitas jantung dan perfusi sirkulasi periferal serta organorgan vital. anterior terhadap tulang punggung dan posterior terhadap trakea dan jantung. 1996 ). Pemberian albumin dan dextran dengan molekul tinggi Mungkin juga mengurangi permeabilitas kapiler Untuk menjaga paru tetap kering Antibiotik Mencegah infeksi bakteri. kardia.Individu dan family coping.Anatomi fisiologi Saluran gastrointestinal yang berjalan dari mulut melalui esofagus. yang panjangnya kirakira 25 cm (10 inchi) menjadi distensi bila makanan melewatinya. 1999 : 501). 2008 by harnawatiaj A. dan pathogen parasitic. Istilah ini menjadi acuan bahwa terjadi proses inflamasi dalam lambung dan usus Diare adalah buang air besar (defekasi) dengan jumlah tinja yang lebih banyak dari biasanya (normal 100 – 200 ml per jam tinja). Gastroenteritis (diare akut) adalah inflamasi lambung dan usus yang disebabkan oleh berbagai bakteri . RESPIRATORY ZONE | 1 Komentar » GASTROENTERITIS Posted on Maret 9.Pengertian Gastroenteritis atau diare akut adalah kekerapan dan keenceran BAB dimana frekuensinya lebih dari 3 kali perhari dan banyaknya lebih dari 200 – 250 gram (Syaiful Noer. Sekresi sebaiknya dihisap dengan suction sesuai kebutuhan Posisi pasien sering diubah-ubah dan pentingnya dilakukan gerakan/latihan pasif. tepat di bawah diafragma kiri.Pencegahan cedera paru berlanjut. dengan tinja berbentuk cairan atau setengah cair (setengah padat) dapat pula disertai frekuensi yang meningkat (Arif Mansjoer. Diare adalah defekasi yang tidak normal baik frekuensi maupun konsistensinya. Lambung adalah suatu kantung yang dapat berdistensi dengan kapasitas kira-kira ± 1500 ml. 4. fundus. menurun-kanUntuk mengurangi peradangan dari membran alveoli permeabilitas kapiler paru-paru. Lambung ditempatkan dibagian atas abdomen sebelah kiri dari garis tengah tubuh. Pemberian O2.3. frekuensi diare lebih dari 4 kali sehari. Esofagus terletak di mediastinum rongga torakal. kortikosteroid. Istilah gastroenteritis digunakan secara luas untuk menguraikan pasien yang mengalami perkembangan diare dan/ atau munmtah akut. Lambung dapat dibagi ke dalam empat bagian anatomis. korpus dan .

coli infasif (EIEC). bakteri. coli. Yang berfungsi untuk mengontrol isi usus ke dalam usus besar.6 – 2. astrovirus. dan yersinia enterocolitica. shigelloides. c. ialah bvakteri non invasive dan bakteri invasive. Pada sat ini telah dapat diidentifikasi tidak kurang dari 25 jenis mikroorganisme yang dapat menyebabkan diare pada anak dan bayi.Etiologi Faktor infeksi a. clostridium perfringens. Rektum berlanjut pada anus. Yang termauk dalam golongan bakteri non invasive adalah : vibrio cholera. plesiomonas. Yang mana fungsinya mengabsorbsi air dan elektrolit yang sudah hampir lengkap pada kolon.Infeksi internal. yaitu saluran pencernaan yang merupakan penyebab utama diare. Sedangkan golongan bakteri invasiv adalah salmonella spp. cryptosporidium. strongiloides stercoralis. entamoeba histolitica. segmen transversum yang memanjang dari abdomen atas kanan ke kiri dan segmen desenden pada sisi kiri abdomen. Untuk sekresi dan absorbsi. Usus halus adalah segmen paling panjang dari saluran gastrointestinal. Sedangkan penyebab gastroenteritis (diare akut) oleh parasit adalah balantidium coli. sarcocystis suihominis. Penyebab itu dapat digolongkan lagi kedalam penyakit yang ditimbulkan adanya virus. bacillus cereus. bagian tengah disebut yeyunum. isospora billi. minirotavirus dan virus bulat kecil. giarsia lamblia. clostridium defficile. menyebutkan bahwa angka kesakitan diare diindonesia saat ini adalah 230-330 per 1000 pendududk intuk semua golongan umur dan 1. D. Bila jumlah ini dilampaui. Bagian ujung dari usus besar terdiri dua bagian. E. coronavirus. cGMP (cyclic guaniosin monophospate). Diare karena bakteri invasive dan non ihnvasiv terjadi melalui suatu mekanisme yang berhubungan dengan pengaturan transport ion di dalam sel-sel usus berikut ini : cAMP (cyclic adenosine monophospate). Ca-dependent dan pengaturan ulang sitoskeleton. Penyebab utama oleh virus yang terutama ialah rotavirus (40-60%) sedangkan virus lainnya ialah virus Norwalk. capillaria philippinensis. dan parasit usus.2 episode diare .pilorus. dan sebagainya. dan trichuris trichuria. yang jumlah panjangnya kira-kira dua pertiga dari panjang total saluran. Kolon sigmoid dan rektum kolon sigmoid berfungsi menampung massa faeces yang sudah dehidrasi sampai defekasi berlangsung.Infeksi parenteral. shigella spp. calcivirus. Pertemuan antara usus halus dan usus besar terletak dibagian bawah kanan duodenum. yaitu infeksi di bagian tubuh lain di luar alat pencernaan seperti : otitis media akut tonsilopharingitis.Insiden Data departemen kesehatan RI. E. vibrio cholerae. E. coli hemorrhagic (EHEC) dan camphylobcter. Ini disebut sekum pada pertemuan ini yaitu katup ileosekal. usus halus dibagi dalam 3 bagian yaitu bagian atas disebut duodenum. C. staphylococcus aureus. salmonella spp. b. E. jalan keluar anal diatur oleh jaringan otot lurik yang membentuk baik sfingter internal dan eksternal. Usus besar terdiri dari segmen asenden pada sisi kanan abdomen. dan mencegah refluks bakteri ke dalam usus halus. fasiolapsis buski. coli pathogen (EPEC. Kolon mengabsorbsi sekitar 600 ml air perhari sedangkan usus halus mengabsorbsi sekitar 8000 ml kapasitas absorbsi usus besar adalah 2000 ml perhari.EIEC). campylobacter jejuni.Bakteri penyebab gastroenteritis (diare akut) dibagi dalam dua golongan besar. Bakteri-bakteri yang dapat menyebabkan penyakit itu adalah aeromonashidrophilia. bagian bawah disebut ileum. misalnya adalah karena adanya kiriman yang berlebihan dari ileum maka akan terjadi diare.ETEC. Pada tempat ini terdapat apendiks veriformis.

S. Sebagai akibat adanya rangsangan sekresi cairan dan hambatan absorbsi cairan tersebut. cAMP berkhasiat merangsang sekresi cairan usus di bagian kripta vili dan menghambat absorbsi cairan di bagian kripta vili. rotavirus). tanpa menimbulkan kerusakan sel epitel tersebut. tetapi bila jumlah tersebut melampaui kapasitasnya menyerap. S. motilitas lambung. sub unit B melekat di dalam membrane dari sub unit A dan akan bersentuhan dengan membrane sel serta mengeluarkan cAMP (cyclic Adenosin Monophospate). Angka kematian diare golongan umur balita adalah sekitar 4 per 1000 balita.1%. soetomo pada tahun 1996 didapatkan 871 penderita diare yang dirawat dengan dehidrasi ringan 5%.56 %) penderita yangmeninggal karena dehidrasi. imunitas juga mencakup lingkungan mikroflora usus. Enteriditis. masih belum terjadi diare. Faktor penyebab yang mempengaruhi patogenesis antara lain daya penetrasi. tetapi tentu saja ada batasannya. Hal ini disebabkan masukan minuman atau makanan yang terkontaminasi tinja ditambah dengan ekskresi yang buruk. didalam lambung bakteri akan dibunuh oleh asam lambung. bahkan yang disajikan tanpa dimasak penularannya transmisi orang ke orang melalui aerosolisasi (Norwalk. Yersinia dan Perfringens tipe C. yaitu faktor daya tahan tubuh atau lingkungan lumen saluran cerna. yang merusak sel mukosa. seperti keasaman lambung. 2. atau melalui aktivitas seksual.tahun 2000 terdapat 1160 penderita diare yang dirawat dengan 227 (19. Dalam keadaan normal usus besar akan meningkatkan kemampuannya untuk menyerap cairan yang bertambah banyak. Di laboratorium kesehatan anak RSUD Dr. E.Bakteri enteroinvasif Diare menyebabkan kerusakan dinding usus berupa nekrosis dan ulserasi. dehidrasi sedang 7. S. makanan yang tidak matang. Choleraesuis. Paratyphi B.Bakteri noninvasif (enterotoksigenik) Bakteri masuk kedalam makanan atau minuman yang tercemar oleh bakteri tersebut. . maka akan terjadi diare. Kuman tersebut membentuk koloni-koloni yang dapat menginduksi diare patogenesis diare disebabkan infeksi bakteri terbagi dua yaitu : 1. Cairan ini akan menyebabkan dinding usus menggelembung dan tegang dan sebagai reaksi dinding usus akan megadakan kontraksi sehingga terjadi hipermotilitas atau hiperperistaltik untuk mengalirkan cairan ke baeah atau ke usus besar. Bakteri yang termasuk dalam golongan ini adalah Enteroinvasif E. Shigela.setiap tahunnya untukgolongan umur balita. Bila jumlah cairan meningkat sampai dengan 4500 ml (4. dan bersifat sekretorik eksudatif. Di dalam duodenum bakteri akan berkembang biak sehingga jumlahnya mencapai 100 juta koloni atau lebih per ml cairan usus. Faktor penentu terjadinya diare akut adalah faktor penyebab (agent) dan faktor penjamu (host). Di dalam membrane bakteri mengeluarkan toksin yang disebut sub unit A dan sub unit B.Patogenesis Diare akut akibat infeksi( gastro enteritis) terutama dilakukan secara fekal oral. tangan yang terkontaminasi (clostridium difficille). S.5 liter). Bakteri kemudian tertelan dan masuk kedalam lambung. Cairan diare dapat bercampur lendir dan darah. kemampuan memproduksi toksin yang mempengaruhi sekresi cairan di usus serta daya lekat kuman. Faktor penjamu adalah kemampuan pertahanan tubuh terhadap mikroorganisme. Coli (EIEC). dan dehidrasi berat 23 %. volume cairan didalam lumen usus akan bertambah banyak. namun bila jumlah bakteri terlalu banyak maka akan ada yang lolos kedalam usus 12 jari (duodenum). Denan memproduksi enzim muicinase bakteri berhasil mencairkan lapisan lendir yang menutupi permukaan sel epitel usus sehingga bakteri dapat masuk ke dalam membrane (dinding sel epitel). Typhimurium.

G. V. Selain itu terjadi pula kerusakan enzim-enzim disakarida yang menyebabkan intoleransi yang akhirnya memperlama diare. sehingga mengganggu absorpsi air. cholarae Virus : Mikroskop elektron. nyeri perut sampai kejang perut. kekurangan kalium dapat menimbulkan aritmia jantung. Biakan : kuman aerob dan anaerob.Tes Diagnostik BAHAN PEMERIKSAAN Tinja Tinja Darah Cairan duadenum Biakan : Siggela. . Histolytica) kerusakan vili yang penting menyerap air. pasien gelisah. muka pucat. gangguan biokimiawi seperti asidosis metabolik akan menyebabkan frekuensi pernafasan lebih cepat dan dalam (pernafasan kusmaul). F. tulang pipi menonjol. Secara klinis dianggap diare karena infeksi akut dibagi menjadi dua golongan pertama. dengan diare yang terutama terdiri atas cairan saja. Sebaliknya sel-sel kripti akan berpoliferasi dan menyebabkan bertambahnya sekresi cairan ke dalam lumen usus. turgor kulit menurun. sehingga bila kekurangan cairan tak segera diatasi dapat timbul penulit berupa nekrosis tubular akut. demam dan diare terjadi renjatan hipovolemik harus dihindari kekurangan cairan menyebabkan pasien akan merasa haus. salmonella. elektrolit dan zat makanan (lamdia) patofisologi kandida menyebabkan gastroenteritis belum jelas. lidah kering. serta suara menjadi serak. Mekanisme yang dilakukan virus masih belum jelas kemungkinan dengan merusak sel epitel mukosa walaupun hanya superfisial. E. Perfusi ginjal dapat menurun sehingga timbul anuria. Kedua disentriform. coli. pada saat diare didapatkan lendir kental dan kadang-kadang darah. ujung ekstremitas dingin dan kadang sianosis. dan elektrolit. mungkin karena superinfeksi dengan jasad renik lain.Gejala Klinik Pasien dengan diare akibat infeksi sering mengalami nausea. muntah. kolerifrom. seperti parasit menyebabkan kerusakan berupa usus besar (E.Penyebab diare lainnya. Bila terjadi renjatan hipovolemik berat maka denyut nadi cepat (lebih dari 120 kali/menit) tekanan darah menurun tak terukur. elisa Parasit : Pemeriksaan mikroskopika PH dan uji reduksi Lemak (pewarna sudam III) Elektrolit dan osmolalitas Darah tepi lengkap Asam folat serum dan eritrosit Mikroskopik : glordia dorstring dan loides.

H. 125 ml/kg BB/hari.Pemberian cairan pada pasien diare dengan memperhatikan derajat dehidrasinya dan keadaan umum. berat badan 3 – 10 kg. atau 3 tetes/ kgBB/m. Belum ada dehidrasi Peroral sebanyak anak mau minum atau 1 gelas tiap defekasi.Dietetik. 7 jam berikutnya : 12 ml /kg BB/jam = 33 tetes / kg BB/ m atau 4 tetes / kg BB/menit.Pemberian cairan : jenis cairan. 2). atau 10 tetes/kgBB/menit. 8 tetes/kgBB/ menit. 20 jam berikutnya 150 ml /kg BB /20 jam = 2 tetes/kgBB/ menit.Untuk bayi baru lahir (neonatus) dengan BB 2 – 3 kg. Formula lengkap sering disebut juga oralit. Selanjutnya : 125 ml/kg BB /hari. Dehidrasi ringan 1 jam pertama : 25 – 50 ml/kg BB per oral (intragastrik). teruskan dengan intravena 2 tetes/. Ketiga dasar pengobatan tersebut dijelaskan sebagai berikut : 1. atau 2 ½ tetes/kgBB/menit. cara memberikan dan jumlah cairan.Untuk anak umur 1 bulan – 2 tahun. Dehidrasi sedang 1 jam pertama : 50 – 100 ml/kg BB peroral /intragastrik (sonde).Penatalaksanaan Dasar pengobatan diare adalah : 1. Bila anak tidak mau minum dapat diteruskan dengan DG aa intravena 2 tetes/kgBB/m. 3). 3. b. Kebutuhan cairan : 125 ml + 100 ml + 25 ml = 250 ml /kg bb /24 jam. atau air tajin yang diberi garam dan gula untuk pengobatan sementara sebelum di bawah berobat ke rumah sakit pelayanan kesehatan untuk mencegah dehidrasi lebih jauh. (c). Bila anak tidak mau minum. 16 jam berikutnya : 125 ml /kg BB oralit peroral atau intragastrik. Dehidrasi berat (a).kg BB/menit atau 3 tetes/kgBB/menit. 16 jam berikutnya : 125 ml/kg BB oralit peroral atau intragastrik. 7 jam berikutnya : 10 ml /kg BB /jam = 3 tetes/kgBB/ menit.Untuk anak lebih dari 25 tahun dengan BB 10 – 15 kg : 1 jam pertama : 30 ml /kg BB/jam = 8 tetes/kgBB/menit. Jenis cairan a. Jenis cairan 4 : 1 (4 bagian glukosa 5 % + 1 bagian NaHCO3 1 %) dengan kecepatan 4 jam pertama = 25 ml / kg BB /jam atau 6 tetes/kgBB/menit. 2. Selanjutnya . Cairan sederhana yang dapat dibuat sendiri (formula tidak lengkap)hanya mengandung garam dan gula (NaCl dan sukrosa). atau 4 tetes/kgBB/menit. 4).. Cairan parenteral : 1). yaitu 1 jam pertama : 40 ml/kg BB / jam = 10 tetes / kg BB /menit (set infus berukuran 1 ml = 15 tetes) atau 13 tetes / kg BB /menit (set infus 1 ml : 20 tetes). Cairan peroral : Pada pasien dengan dehidrasi ringan dan sedang atau tanpa dehidrasi dan bila anak mau minum serta kesadaran baik diberikan peroral berupa cairan yang berisi NaCl dan NaHCO3. KCI dan glukosa.Pengobatan dietetik Untuk anak dibawah 1 tahun dan anak di atas 1 tahun dengan BB kurang dari 7 kg jenis makanan : . 2. (b).Obat-obatan.

b.Dimulainya pemberian cairan peroral secara perlahan – lahan untuk kmenentukan kemampuan menerima cairan f.Sucrose hanya ditambahkan jika feces mulai berbentuk Dehidrasi ringan. c. Hari kedua – keempat : ASI /susu formula rendah laktosa penuh.Obat-obatan a.Obat anti sekresi : dosis 25 mg /tahun dengan dosis minimum 30 mg. Hari kelima : bila tidak ada kelainan pasien dipulangkan. c. c.Susu khusus yang disesuaikan dengan kelainan yang ditemukan.a.Hari pertama : setelah dehidrasi segera diberikan makanan peroral.4 % natrium bikarbonat dengan penilaian kembali status asam basa d. Makanan setengah padat (bubur) atau makanan padat (nasi tim).Jika suatu elektrolit dan cairan telah dikoreksi. Bayi dalamkedaan sakit parah dengan kegagalan sirkulasi : a. Dehidrasi ringan .Infuse intravena dengan larutan yang sesuai dan masukan cairan dengan peningkatan yang seksama b. 3.Dihentikannya pemberian susu yang diganti dengan campuran glucose elektrolit (dioralite).Setelah 24 jam pemberian susu dimulai kembali. 1997). ada kemungkinan lebih disukai untuk merawat anak di rumah. b. secara berangsur-angsur susu diberikan kembali seperti yang diuraikan untuk dehidrasi ringan . Antibiotik (Ngastiyah.Prinsip Pengobatan Dan Managemen Perawatan 1. c.Dengan ditingkatkannya pemberian susu.Infuse plasma untukmenggantikan penurunan volume plasma c. dilanjutkan selama 24 jam c. gambaran klinik ditegakkan secara baik danbayi mulai dirawat : a.Pemeriksaan biokimia dan obsevasi klinis untuk menentukan status elektrolit e.Susu (ASI dan atau susu formula yang mengandung laktosa rendah dan asam lemak tak jenuh). Pergantian dapat dilakukan baik peroral atau intravena dan akan tergantung pada kehilangan air dan elektrolit melalui diare. jika diberikan jumlah kecil (15 ml susu krim separuh) setiap 4 jam dengan salin antara waktu makan d. Obat spasmolitik.Cairan harus diberikan setiap 2 jam pada siang hari dan setiap 4 jam selama malam hari.Koreksi asidosis merabolik dengan pemberian secara intravena 8.Dihentikannya pemberian susu b. a.Perawatan bayi dengan terapi intra vena d.angan berat badanterakhir.Penimbangan berat badan harian dan pengumpilan urin harian Dehidrasi parah.Penggantian deficit cairan danelektrolit serta koreksi gangguan asam basa. b.Pengobatan tergantung pada derajat dehidrasi. b. Bila diberi ASI/susu formula tapi masih diare diberikan oralit selang-seling.5 – 1 mg /kg bb /hari. Cara memberikannya : a. Ini didasarkan pada penilaian klinis. asal diberikan perawatan medis tang efesien. Pada kasus ini. I. Klorpromazin dosis 0. Kembali susu atau makanan biasa. atau pada rekaman kehi. jumlah campuran glucose elektrolit diturunkan secara berimbang e.Dimulainya pemberian susu secara berangsur-angsur seperti yangdiuraikanuntuk dehidrasi ringan g.

Membran semi permeabel Lapisan yang sangat tipis dan memiliki lubang-lubang submikroskopik (pori) Ginjal buatan/ dialyzer (halofiber/artificial kidney) Alat yang digunakan untuk mengeluarkan sampah metabolisme tubuh atau zat toksik lain dari dalam tubuh.Isolasi bayi dan pengertian akan proses infeksi silang serta pencegahannya. jika muntah parah. c. Terdiri dari campuran air dan elektrolit dengan konsentrasi hampir sama dengan serum darah normal. Dialisat Cairan yang digunakan untuk proses hemodialisis. Jika terdapat bukti tidak adanya pengertian dalam hal perawatan anak.Persiapan pulang ke rumah. obat-obatan yang sesuai.Selama fase akut.e. d. Diberikan oksigen dan bayi diobservasi secara seksama. Meninggalkan bokong dalam kedaan terpapar merupakan cara yang terbaik untuk mendorong terjadinya penyembuhan.Perawatan rutin a. dan orang tua tidak boleh disalahkan karena keadaan ini. dapat diberikan secara parenteral b.Pemberian obat-obatan. maka anak dizinkan pulang. Walaupun demikian.Dukungan bagi orang tua. karena penurunan kadar kalium serum menimbulkan perubahan aktivitas jantung. Segera setelah petunjuk pemberian makanan mencapai tingkat sesuai umur dan kebutuhan anak. harus diingat bahwa banyak bayi yangmenderita gastroenteritis kendatipun perawatan bayi yang bhaik. Feces yang encer akan menyebabkan kemerahan dan ekskoriasi kulit. . Bayi tidak boleh ditinggal berbaring dengan popok yang basah dan kotor. DIGESTIVE ZONE | 3 Komentar » TEHNIK DAN PROSEDUR HD Posted on Maret 9. Orang tua diminta untuk datang ke unit rawat jalan untuk mengubungi dokter umum untuk menilai kemajuan bayi.Inspeksi dan perawatan mulit bayi e. dan jika terjadi pertambahan berat badan anak yang memuaskan dan tidak terdapat muntah atau feces yang encer. Area popok dibasuh secara lebih dan diberikan krim pelindung. Perawatan dapat diawasi dan diberikan bantuan. seperti kloramfenikol atau streptomisin. dan peningkatan kadar kalium secara cepat membawa resiko henti jantung. bayi dirawat dalam incubator. bila fungsi ginjal sudah tidak memadai lagi. f. Blood lines Pipa-pipa atau selang-selang yang mengalirkan darah dari tubuh menuju dialyzerdan yang dari dialyzer ke tubuh. Filed under: 9. Dimana didalamnya mempunyai 2 kompartemen dialisat yang dibatasi selaput semipermeabel. 2.ibu harusdidorong untuk tinggal bersama anak. terutama antibiotika untuk mengatasu kuman infeksi . 2008 by harnawatiaj Hemodialisis berasal dari kata : Hemo : darah Dialisis : memisahkan dari yang lain Hemodialisis Proses pemisahan zat-zat tertentu dari darah melaui suatu membran semi permeabel.Perawatan bokong anak.

Hal-hal yang membatasi kemungkinan tersebut antara lain : tekanan darah. venous blood line/ outlet/ VBL. Meninggalkan tekanan dialisat berarti menambah daya hisap dari cairan dialisat sehingga cairan darah berpindah ke dialisat dan ultrafiltrasi meninggi Faktor-faktor yang mempengaruhi hemodialisis 1. menimbulkan borosnya pemakaian cairan. Priming : pengisian cairan yang pertama kali dalam sirkulasi darah (ABL+Dialyzer+VBL) ……NaCl Conductivity : kemampuan suatu larutan untuk menghantarkan aliran listrik.Aliran darah Secara teori seharusnya aliran darah secepat mungkin. Bubble trap/ air trap Suatu ruangan pada ABL dan VBL yang bertugas menahan/ mengamankan gelembung udara dalam sirkulasi darah. Terlalu besar aliran darah bisa menyebabkan syok pada penderita. pada bubble trap disebut juga arterial pressure. Temperatur suhu dialisat Temperature dialisat tidak boleh kurang dari 360C karena bisa terjadi spasme dari vena sehingga . Blood pump/ pompa darah Alat yang menyebabkan darah mengalir dalam sirkulasi darah. Tekanan Positif/ Positive Pressure : pada inlet dimonitoring sesudah blood pump. Tekanan Negative/ Negative Pressure/ Dialisat Pressure : pada inlet dimonitoring sebelum blood pump.Terdiri dari : arteri blood line/ inlet/ ABL. terjadi bila ada tekanan pada dialyzer (misalnya: ada bekuan dalam dialyzer). misalnya karena : Jarum kecil Posisi jarum kurang baik Vasokonstriksi dari vena Trans Membrane Pressure/ TMP : adalah perbedaan tekanan antara kompartemen darah dan kompartemen dialisat melalaui membrane. Bersifat ganda yaitu menarik dan mendorong. aliran darah yang keluar kurang. Segment pump : Bagian dari ABL yang ditempatkan pada Blood pump. Tekanan positif pada outlet dimonitoring pada bubble trap dari outlet disebut juga venous pressure. 2. terjadi bila ada hambatan dari arteri.Aliran dialisat Semakin cepat aliran dialisat semakin efisien proses hemodialisis. Qb : kecepatan aliran darah dalam sirkulasi darah (ml/m) Qd : kecepatan aliran dialisat dalam sirkulasi dialisat (ml/m) Qf : ultrafiltration rate (ml/m) yaitu jumlah air yang keluar dari kompartemen darah ke kompartemen dialisat melalui membran semi permeabel yang disebabkan karena perbedaan tekanan. jarum.Luas selaput/ membran yang dipakai Yang biasa dipakai : 1-1.5 cm2 Tergantung dari besar badan/ berat badan 3. disebut juga fistula pressure. Terjadi karena hambatan pada jalan masuk darah ke tubuh.

Peralatan kesehatan dan obat-obatan. kassa. 5cc. Temperatur dialisat tidak boleh lebih dari 420C karena bisa menyebabkan hemolisis.Mesin hemodialisis/ pengelola air Mesin pengelola air : Water softener Revense osmosis 3.5cc. Peralatan kedokteran : Tensi meter + stetoskop Timbangan BB Tabung oksigen lengkap Alat EKG Slym zuiger Tromol (duk. 30/50cc Conductivity meter .aliran darah melambat dan penderita menggigil. 10cc. nierbekken Mat kan/ gelas ukuran Zeil + karet alat untuk alas tangan Sarung tangan Kassa/ gaas Plester/ band aid Verband Alat-alat khusus : Dialyzer Blood lines (ABL/ VBL) AV fistula/ Abocath no G14 s/d G16 Dialisat pekat Infuse set Micro drip Spuit : insulin 2. klem) Bak spuit dan kom kecil Korentang dan tempatnya Klem-klem (besar dan kecil) Gunting Bengkok. Untuk menjalankan hemodialisis perlu : 1.Sarana ruangan Tempat tidur Penerangan yang cukup Wastafel dan kran Kran-kran untuk sarana hubungan dengan mesin hemodialisis Saluran pembuangan Alat pendingin ruangan/ AC Tempat sampah Meja suntik Stop kontak 2.

batch sistim) Persiapan peralatan + obat-obatan Dialyzer/ Ginjal buatan (GB) AV Blood line AV fistula/abocath Infuse set Spuit : 50 cc.Obat-obatan : Lidocain.90 % Kain kasa/ Gaas steril Duk steril Sarung tangan steril Bak kecil steril Mangkuk kecil steril Klem Plester Desinfektan (alcohol + bethadine) Gelas ukur (mat kan) Timbangan BB Formulir hemodialisis Sirkulasi darah . protamin Sodium bicarbonat 7 % (meylon) Obat-obat penyelamat hidup Yang perlu selain yang diatas adalah : Surat izin dialysis Formulir dialysis Traveling dialsis Formulir laboratorium Formulir radiologi Filed under: D. bethadine Heparin. insulin Heparin inj Xylocain (anestesi local) NaCl 0. HD ZONE | 4 Komentar » PERAWATAN HEMODIALISA Posted on Maret 9.PERAWATAN SEBELUM HEMODIALISIS (PRA HD) Persiapan mesin Listrik Air (sudah melalui pengolahan) Saluran pembuangan Dialisat (proportioning sistim. 5 cc. 2008 by harnawatiaj 1. Novocain Alcohol. dll .

Cuci tangan Letakkan GB pada holder. tekanan vena. biru diatas Gantungkan NaCl 0. ujung biru VBL dihubungkan dengan alat penampung/ mat-kan Letakkan posisi GB terbalik. masukkan ke dalam tabung gelas. yaitu yang tanda merah dibawah. klem tetap dilepas Masukkan heparin dalam sirkulasi darah sebanyak 1500-2000 U Ganti kolf NaCl dengan yang baru yang telah diberi heparin 500 U dan klem infus dibuka Jalankan sirkulasi darah + soaking (melembabkan GB) selama 10-15 menit sebelu dihubungkan dengan sirkulasi sistemik (pasien) CATATAN !!!! PERSIAPAN SIRKULASI Rinsing/Membilas GB + VBL + ABL Priming/ mengisi GB + VBL + ABL Soaking/ melembabkan GB. Volume priming : darah yang berada dalam sirkulasi (ABL + GB + VBL ) Cara menghitung volume priming : Σ NaCl yang dipakai membilas dikurangi jumlah NaCl yang ada didalam mat kan (gelas tampung/ ukur) Contoh : ∑ NaCl yang dipakai membilas : 1000 cc ∑ NaCl yang ada didalam mat kan : 750 cc Jadi volume priming : 1000 cc – 750 cc = 250 cc Cara melembabkan (soaking) GB Yaitu dengan menghubungkan GB dengan sirkulasi dialisat Bila mempergunakan dialyzer reuse / pemakaian GB ulang : Buang formalin dari kompartemen darah dan kompartemen dialisat Hubungkan dialyzer dengan selang dialisat 15 menit pada posisi rinseBiarkan Test formalin dengan tablet clinitest : Tampung cairan yang keluar dari dialyzer atau drain 10 tts (1/2 cc). VBL dan infus set 100 ml/mJalankan Qb dengan kecepatan Udara yang ada dalam GB harus hilang (sampai bebeas udara) dengan cara menekan-nekan VBL Air trap/Bubble trap diisi 2/3-3/4 bagian Setiap kolf NaCl sesudah/ hendak mengganti kolf baru Qb dimatikan Setelah udara dalam GB habis. masukkanAmbil cairan 1 tablet clinitest ke dalam tabung gelas yang sudah berisi cairan Lihat reaksi : Warna biru : – / negatif . pemberian obat-obatan) Buka klem ujung dari ABL.9 % (2-3 kolf) Pasang infus set pada kolf NaCl Hubungkan ujung infus set dengan ujung merah ABL atau tempat khusus Tutup semua klem yang ada pada slang ABL. dengan posisi merah diatas Hubungkan ujung putih pada ABL dengan GB ujung merah Hubungkan ujung putih VBL dengan GB ujung biru. (untuk hubungan tekanan arteri. VBL. hubungkan ujung ABL dengan ujung VBL.

Semua klem dibuka.Ujung VBL line dihubungkan dengan punksi outlet 3.16/ abocath.PERAWATAN SELAMA HEMODIALISIS (INTRA HD) Pasien Sarana hubungan sirkulasi/ akses sirkulasi : Dengan internal A-V shunt/ fistula cimino Pasien sebelumnya dianjurkan cuci lengan & tangan Teknik aseptic + antiseptic : bethadine + alcohol Anestesi local (lidocain inj.14 s/d G.Persiapan fisik :Timbang BB.Persiapan mental 2.Pompa darah (blood pump stop.Izin hemodialisis 3.Jalankan pompa darah (blood pump) dengan Qb sirkulasi darah terisi darah semua. fiksasi. kecuali klem infus set 100 ml/m. Dengan AV fistula no G. Observasi KU (ukur TTV) 2. Bolus heparin inj (dosis awal) Fiksasi.Warna hijau : + / positif Warna kuning : + / positif Warna coklat : +/ positif Selanjutnya mengisi GB sesuai dengan cara mengisi GB baru Persiapan pasien 1. biasanya di lengan). tutup kassa steril Punksi inlet (vena/ arteri femoralis) Raba arteri femoralis Tekan arteri femoralis 0. sampai4. 5. Posisi. tutup dengan kasa steril Berikan bolus heparin inj (dosis awal) Punksi inlet (fistula).Ujung ABL line dihubungkan dengan punksi inlet 2.5 – 1 cm ke arah medialVena femoralis Anestesi lokal (infiltrasi anetesi) Vena femoralis dipunksi setelah anestesi lokal 3-5 menit Fiksasi Tutup dengan kassa steril Memulai hemodialisis 1. tutup dengan kassa steril Dengan eksternal A-V shunt (Schibner) Desinfektan Klem kanula arteri & vena Bolus heparin inj (dosis awal) Tanpa 1 & 2 (femora dll) Desinfektan Anestesi local Punksi outlet/ vena (salah satu vena yang besar. procain inj) Punksi vena (outlet). fiksasi. sambungkan ujung dari VBL dengan punksi outlet .

untuk menghindari terjadi perdarahan dari tempat punksi. arteri pressure. UFR 5. Heparinisasi Dosis heparin : Dosis awal : 25 – 50 U/kg BB Dosis selanjutnya (maintenance) = 500 – 1000 U/kg BB Cara memberikan Kontinus Intermiten (biasa diberikan tiap 1 jam sampai 1 jam terakhir sebelum HD selesai) Heparinisasi umum Kontinus : Dosis awal : ……. Bila keadaan pasien tidak baik/ lemah lakukan mengukur TD. P. keluhan selama HD.cairan priming diampung di gelas ukur dan jumlahnya dicatat (cairan dikeluarkan sesuai kebutuhan).Qb : 200 – 300 ml/m 2. Umur.Fiksasi ABL & VBL (sehingga pasien tidak sulit untuk bergerak) 7. CATATAN !!!! 1. makan/minum.Jalankan pompa darah dengan Qb = 100 ml/m. BB.Tempat-tempat punksi harus harus sering dikontrol.Hubungkan selang-selang untuk monitor : venous pressure.Heparinisasi Tekanan (+) /venous pressure Trans Membran Pressure / TMP Tekanan (-) / dialysate pressure Tekanan (+) + tekanan (-) Tekanan / pressure : Arterial pressure / tekanan arteri : banyaknya darah yang keluar dari tubuh Venous pressure / tekanan vena : lancar/ tidak darah yang masuk ke dalam.TMP. Nadi setiap 1 jam. Cairan priming yang masuk.Temperatur : 36-400C 4. masalah selama HD. S. 2. N.Isi formulir HD antara lain : Nama. hidupkan air/ blood leak detector 10. 12.6. lebih sering.Pada waktu menghubungkan venous line dengan punksi outlet. N. setelah 15 menit bisa dinaikkan sampai 300 ml/m (dilihat dari keadaan pasien) 9. 8.Permulaan HD posisi dialyzer terbalik setelah dialyzer bebas udara posisi kembalikan ke posisi sebenarnya. Tipe GB.Semua sambungan dikencangkan 4. Heparin dilarutkan dengan NaCl 11. Mesin Memprogram mesin hemodialisis : 1. udara harus diamankan lebih dulu 3. U Dosis selanjutnya : …… U .Pompa heparin dijalankan (dosis heparin sesuai keperluan). TD.Qd : 300 – 500 ml/m 3.Ukur TD.

MONITOR SELAMA HEMODIALISA 1. pend hipotensi berat) : Efedrin 1 ampul + 10 cc aquadest kmd disuntik 2 ml/IV . Bilas dengan NaCl setiap : ½ – 1 jam Banyaknya NaCl yang masuk harus dihitung Jumlahnya NaCl yang masuk harus dikeluarkan dari tubuh. venous. Heparinisasi minimal Syarat-syarat : Dialyzer khusus (kalau ada). UFR Air leak & Blood leak Heparinisasi Sirkulasi ekstra corporeal Sambungan-sambungan CATATAN : Obat menaikkan TD ( tu.Intermitten : Dosis awal : …… U Dosis selanjutnya : …….. bisa dimasukkan ke dalam program ultrafiltrasi CATATAN Dosis awal : diberikan pada waktu punksi : sirkulasi sistem Dosis selanjutnya: diberikan dengan sirkulasi (maintenance) ekstra korporeal. U Protamin : …. Protamin diberikan/ dipasang pada selang sebelum masuk ke tubuh/ VBL. PENGAMATAN OBSERVASI. U Heparinisasi regional Dosis awal : …… U Dosis selanjutnya : ….MESIN & PERALATAN Qb Qd Temperature Koduktiviti Pressure/ tekanan : arterial. outlet Keluhan/ komplikasi hemodialisis 2. Qb tinggi (250 – 300 ml/m) Dosis heparin : 500 U (pada sirkulasi darah). U Heparin : protamin = 100 U : 1 mg Heparin & protamin dilarutkan dengan NaCl.PASIEN KU pasien TTV Perdarahan Tempat punksi inlet. Heparin diberikan/ dipasang pada selang sebelum dializer. dialysate.

setelah perdarahan berhenti.Penekanan bekas punksi dengan 3 jari sekitar 10 menit 3.Bekas punksi arteri penekanan harus tepat.3. nadi 3.Ujung ABL diklem.Ukur TTV : TD. lebih lama 5. bekas punksi inlet ditekan dengan kassa steril yang diberi betadine. 5. N.Hubungkan ujung abl dengan infus set 6. ditekan kembali dengan bantal pasir 4.Cairan pendorong/ pembilas (NaCl) sesuai dengan kebutuhan .Memakai teknik aseptik dan antiseptik SCRIBNER 1.PERAWATAN SESUDAH HEMODIALISIS (POST HD) Mengakhiri HD Persiapan alat : Kain kasa/ gaas steril Plester Verband gulung Alkohol/ bethadine Antibiotik powder (nebacetin/ cicatrin) Bantal pasir (1-1/2 keram) : pada punksi femoral Cara bekerja 1.Darah dimasukkan ke dalam tubuh dengan do dorong dengan nacl sambil qb 50 – 100 cc) 100 ml/m (NaCl masuk : dijalankan 7.Lepas klem pada kedua kanula 6. 8.Bekas punksi femoral lebih lama.Bila perdarahan pada punksi sudah berhenti.Setelah darah masuk ke tubuh Blood pump stop.Pakai sarung tangan 2.kanula arteri & vena dibilas dengan NaCl yang diberi 2500 U – 300 U heparin inj 4.Timbang BB (kalau memungkinkan) 12.Kedua sisi kanula dihubungkan kembali dengan konektor 5.Jarum outlet dicabut. 10.Blood pump stop 4. jarum inlet dicabut .Isi formulir hemodialisis CATATAN : 1.Ukur TD. ujun VBL diklem.Sebelum ABL & VBL dilepas dari kanula maka kanula arteri & kanula vena harus diklem lebih dulu 3.Fiksasi . lalu tutup dengan kain kassa/band aid lalu pasang verband. S. kalau perlu di dorong dengan udara ( harus hati-hati) 2. P 11. bubuhi bekas punksi inlet & outlet dengan antibiotik powder.5 menit sebelum hemodialisis berakhir Qb diturunkan sekitar 100cc/m UFR = 0 2. bekas punksi inlet & outlet ditekan dengan kassa steril yang diberi bethadine 9.

Pada saat itu pasien menunggu di ruang tunggu. Disamping itu beberapa pasien telah dapat melaporkan pada perawat apabila ada ketidakberesan pada mesin atau akses vaskular. meyediakan alatalat. mengukur suhu badan. perawatan cimino.7. memasang alat pada mesin sampai mesin tersebut dipakai. membuka klem venous dan arteri blood line. venous pressure. pemberian anestesi lokal (kalau perlu). program penurunan BB . Setelah penghentian hemodialisis. sirkulasi cairan NaCl pada mesin.Pada tahap persiapan Persiapan alat dan mesin Selama ini pasien dipersilahkan masuk ke ruangan HD dalam keadaan mesin sudah siap pakai karena perawat sudah menyiapkannya. Menimbang BB . mengukur tekanan darah dan menciptakan suasana ruangan untuk mengisi kegiatan pasien selama hemodialisis berlangsung. Sebenarnya bagi pasien yang memungkinkan bisa dilibatkan sejak awal. untuk mengetahui ada bekuan atau tidak. kecepatan aliran heparin dan UFR. mengawasi penimbangan berat badan. pemasukan heparin (bolus). dari mulai menghidupkan mesin. memasang alat pada mesin. BB sebelum dan sesudah HD. Intervensi keperawatan yang dilakukan mengarah kepada pemberian bantuan sepenuhnya. mengganti gaas bethadine dan fiksasi dengan plester. Data psikososial yang dikaji sebatas pada adanya rasa cemas dan bosan. Pembuatan rencana perawatan pasien sudah berjalan dimana dalam pengkajian meliputi data fisik dan psikososial. kegiatan perawatan meliputi : menghidupkan mesin. monitoring pernafasan. mencabut jarum inlet dan menekan bekas tusukan sambil menunggu sampai aliran darah pada venous blood line habis. hal-hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan selama hemodialisis dan efek dari hemodialisis. selanjutnya menyambung jarum pada arteri blood line. pengaturan posisi tubuh. Pada tahap penghentian hemodialisis meliputi : penghentian aliran darah. ASUHAN KEPERAWATAN PASIEN HEMODIALISIS Pada pasien yang baru pertama kali hemodialisis. setelah mencoba mengatasi sendiri. mengukur tekanan darah dan menghitung denyut nadi. membereskan alat-alat dan dilanjutkan dengan desinfeksi alat. penusukan jarum. Selain itu pasien diberikan penjelasan ringkas tentang prosedur yang akan dijalankan. mempersiapkan alat-alat. Langkah selanjutnya adalah mencabut jarum out line dan menekan bekas tusukan. Pada tahap pemasangan alat dan selama pemasangan. waktu pelaksanaan. makan dan minum. memprogram penurunan berat badan. mengukur suhu. kegiatannya meliputi : desinfeksi daerah penusukan. pasien diorientasikan pada ruangan paviliun II dan alat-alat yang ada. mengawasi penimbangan berat badan pasien. jika kondisi pasien memungkinkan. diet. dilakukan pengukuran tekanan darah. Hal ini dapat terlihat dari kegiatan : a. pembatasan cairan. Semua kegiatan baik pada tahap pre hemodialisis selama pemasangan dan penghentian hemodialisis dilakukan oleh perawat kecuali penimbangan berat badan dan minum yang pada beberapa pasien dilakukan sendiri. Kemudian menghubungkan heparin contnous ke sirkulasi. priming dan keluhan pasien setelah HD. dosis heparin. monitoring alat-alat dan kelancaran sirkulasi darah.Pasang balutan dengan sedikit kanula bisa dilihat dari luar. Lalu menekan tombol BFR. prinsip hemodialisis. Pada pre hemodialisis. Sistem pencatatan dan pelaporan yang dijalankan dalam bentuk lembaran observasi pasien yang berisi tentang : TTV sebelum atau selama dan sesudah HD.

namun tetap dalam pengawasan perawat.Penimbangan BB bagi pasien yang mampu memang sudah dilakukan sendiri oleh pasien begitu mereka masuk ruangan. b. Mengukur suhu badan. mulai dari hal-hal yang sedrhana tapi dapat menarik minat untuk belajar. Dalam hal ini pasien dapat diberi kesempatan untuk mencatat Bbnya sendiri. Pasien menyebutkan berapa BBnya dan perawat mencatatnya dalam lembaran observasi. HD ZONE | 8 Komentar » « Halaman Sebelumnya — Halaman Berikutnya » . tekanan darah dan menghitung denyut nadi Kegiatan-kegiatan ini semuanya masih dilakukan oleh perawat. Sebenarnya dapat mulai dikenalkan kepada pasien mengenai alat-alat dan cara pengukurannya.Pada tahap pelaksanaan c.Pada tahap penghentian Filed under: D.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful