FORMAT PENGKAJIAN FISIK SEDERHANA

Posted on Maret 9, 2008 by harnawatiaj A. PENGKAJIAN 1.Identitas a.Nama :…………………………………………………………… b.Usia :…………………………………………………………… c.Jenis kelamin :…………………………………………………………… d.Tinggi badan :…………………………………………………………… e.Berat badan :…………………………………………………………… f.Agama :…………………………………………………………… g.Suku :…………………………………………………………… h.Pendidikan :…………………………………………………………… i.Pekerjaan :…………………………………………………………… j.Alamat :…………………………………………………………… 2.Pengkajian fisik a.Tingkat kesadaran : b.Tanda – tanda vital : TD : N: P: S: Posisi ( duduk, berdiri, berbaring) c.Keadaan umum : Penampilan Posisi saat dikaji Postur tubuh Ekspresi wajah Bahasa tubuh d.Sistem integumen Warna kulit Warna rambut Kuku Turgor kulit Tekstir kulit Integritas kulit e.Kepala : Bentuk Kesimetrisan Nervus V & VII Keadaan rambut Kondisi kulit kepala Massa

Nyeri tekan f.Mata : Persebaran alis Warna alis Bentuk alis Bulu mata Kelopak mata Sklera Konjungtiva Iris Kornea Pupil Kelenjar lakrimalis Alat bantu penglihatan g.Telinga : Daun telinga Kesimetrisan Lubang telinga Membran timpani Status pendengaran h.Hidung dan penciuman : Ukuran dan bentuk Septum Mukosa nasal Patensi jalan napas Nervus olfaktory Status penciuman i.Mulut dan orofaring : Bibir Gigi Bunyi napas Gusi Nervus VII & IX Lidah Nervus XIII Mukosa Palatum Uvula Faring Tonsil Pergerakan mandibular j.Leher : Penamapakan luar Tiroid Trakea Nodus limfe

k.Thoraks dan paru-paru : Pernafasan Thorax posterior Auskultasi paru l.Payudara dan axilla : Ukuran payudara Puting Axilla Nodus limfe m.Jantung dan pembuluh darah : Tekanan darah Nadi karotis Nadi apikal Nadi perifer n.Abdomen : Bentuk Kulit Bunyi peristaltik o.Sistem muskuloskeletal : Punggung Tulang vertebra Sendi Pergerakan Ekstremitas atas Ekstremitas bawah p.Sistem igenitourinaria dan rektum : Rektum Genetalia wanita Genetalia pria q.Sistem neurologi : keseimbangan Nervus XI Refleks Kordinasi Nervus kranial r.Status mental : Status kesadaran Orientasi Memori Bahasa dan pembicaraan Respon Filed under: C. PENGKAJIAN FISIK | 2 Komentar »

CT SCAN

Pemeriksaan ini dimaksudkan untuk memperjelas adanya dugaan yang kuat antara suatu kelainan. PENATALAKSAAN PERSIAPAN PASIEN Pasien dan keluarga sebaiknya diberi penjelasan tentang prosedur yang akan dilakukan.Brain atrofi. harus dilakukan test apakah klien mempunyai kesanggupan untuk diam tanpa mengadakan perubahan selama 20-25 menit. sebab pada klien yang akan dilakukan pemeriksaan CT Scan disuntik dengan zat kontras berupa iodine based kontras material sebanyak 30 ml.Perubahan vaskuler : malformasi. hematoma dan abses. Bila perlu dengan menggunakan kaset video atau poster.5 menit.Brain contusion. yaitu : a. 2. Harus dilakukan pengkajian terhadap klien sebelum dilakukan pemeriksaan untuk menentukan apakah klien bebas dari alergi iodine. 3.Inflamasi.PRINSIP KERJA Film yang menerima proyeksi sinar diganti dengan alat detektor yang dapat mencatat semua sinar secara berdispensiasi. c. dua diantaranya menerima sinar yang telah menembus tubuh dan yang satu berfungsi sebagai detektor aferen yang mengukur intensitas sinar rontgen yang telah menembus tubuh dan penyinaran dilakukan menurut proteksi dari tiga tititk. menurut posisi jam 12. f. Berat badan klien yang dapat dilakukan pemeriksaan CT Scan adalah klien dengan berat badan dibawah 145 kg. Pasien diberi gambaran tentang alat yang akan digunakan. d.PENGERTIAN CT Scan adalah suatu prosedur yang digunakan untuk mendapatkan gambaran dari berbagai sudut kecil dari tulang tengkorak dan otak. b.TUJUAN Menemukan patologi otak dan medulla spinalis dengan teknik scanning/pemeriksaan tanpa radioisotop 3.Hydrocephalus. Maka ginjal klien harus dalam keadaan normal. Karena eliminasi zat kontras sudah harus terjadi dalam 24 jam.Gambaran lesi dari tumor.Posted on Maret 9. Berat badan klien merupakan suatu hal yang harus dipertimbangkan. Bila klien ada riwayat alergi atau dalam pemeriksaan ditemukan adanya alergi maka pemberian zat kontras iodine harus distop pemberiannya. Hal ini dipertimbangkan dengan tingkat kekuatan scanner. 10 dan jam 02 dengan memakai waktu 4. Test awal yang dilakukan meliputi : . karena hal ini berhubungan dengan lamanya pemeriksaan yang dibutuhkan. hal ini dimaksudkan untuk memberikan pengertian kepada pasien dengan demikian menguragi stress sebelum waktu prosedur dilakukan. 2008 by harnawatiaj PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK CT SCAN (Computerized Axial Tomografi) 1. Sebelum dilakukan pemeriksaan CT scan pada klien. e. Pencatatan dilakukan dengan mengkombinasikan tiga pesawat detektor. naik turunnya vaskularisasi dan infark.

sistem imun dapat membedakan antigen tubuh sendiri dari antigen asing. Oliguri merupakan gejala gangguan fungsi ginjal. c. Pada orang normal . 4. Bila terjadi alergi dapat diberikan deladryl 50 mg. Apabila pasien merasakan adanya rasa sakit berikan analgetik dan bila pasien merasa cemas dapat diberikan minor tranguilizer. disebut sel limfosit reaktif (SLR). g. DIAGNOSTIK ZONE | 3 Komentar » TEORI AUTOIMUNITAS Posted on Maret 9. f. meskipun . b.Posisi terlentang dengan tangan terkendali. b. Antigen tersebut disebut autoantigen.Mobilisasi secepatnya karena pasien mungkin kelelahan selama prosedur berlangsung. Reaksi autoimiunitas adalah reaksi system imun terhadaap antigen sel jaringan sendiri.PROSEDUR a. dan hal ini merupakan hal yang normal dari reaksi obat tersebut. Hal ini merupakan tindak lanjut setelah pemberian zat kontras yang eliminasinya selama 24 jam. Bersihkan rambut pasien dari jelly atau obat-obatan. Sel autoreaktif adalah limfosit yang mempunyai reseptor untik autoantigen.Meja elektronik masuk ke dalam alat scanner. Rambut tidak boleh dikepang dan tidak boleh memakai wig. c. Penjelasan kepada klien bahwa setelah melakukan injeksi zat kontaras maka wajah akan nampak merah dan terasa agak panas pada seluruh badan.Selama prosedur berlangsung pasien harus diam absolut selama 20-45 menit. d. tetapi pengalaman klinis menunjukkan bahwa adakalanya timbul reaksi autoimunitas. Mengikuti aturan untuk memudahkan injeksi zat kontras. Bila sel tersebut memberikan respons autoimun.Dilakukan pemantauan melalui komputer dan pengambilan gambar dari beberapa sudut yang dicurigai adanya kelainan. sedang antibody yang dibentuk disebut autoantibody.Sesudah pengambilan gambar pasien dirapihkan.Ukur ntake dan out put. Melakukan pernapasan dengan aba – aba ( untuk keperluan bila ada permintaan untuk melakukannya ) saat dilakukan pemeriksaan. e.Kekuatan untuk diam ditempat ( dimeja scanner ) selama 45 menit. karena tubuh mempunyai toleransi terhadap self antigen. Filed under: A.Observasi keadaan alergiterhadap zat kontras yang disuntikan. 2008 by harnawatiaj TEORI AUTOIMUNITAS A.Pendahuluan Dalam keadaan normal.HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN a.Pengambilan gambar dilakukan dari berbagai posisi dengan pengaturan komputer. 5. memerlukan koreksi yang cepat oleh seorang perawat dan dokter.Selama prosedur berlangsung perawat harus menemani pasien dari luar dengan memakai protektif lead approan. Perhatikan keadaan klinis klien apakah pasien mengalami alergi terhadap iodine.

SLR berpasangan dengan autoantigen.Reaksi silang dengan mikroorganisme Kerusakan jantung pada demam reumatik anak diduga terjadi kaibat produksi antigen terhadap streptokok A yang bereaksi silang dengan miokard penderita 5. Kadang-kadang tidak jelas apakah autoantibody tersebut merupakan penyebab atau timbul sekunder akibat suatu penyakit. yang menyatakan bahwa tubuh menjadi toleran terhadap jaringannya sendiri oleh karena sel-sel yang autoreaktif selama perkembangan embriologiknya akan musnah. Pada tuberculosis dan tripanosomiasis yang menimbulkan kerusakan luas pada berbagai jaringan. sedangkan bila tidak disertai gejala klinis disebut fenomena autoimun. lensa mata.Teori defesiensi immun Hilangnya self tolerance mungkin disebabkan oleh karena adanya gangguan system limfoid. dapat pula ditemukan autoantibody terhadap antigen jaringan dalam kadar gula yang rendah C. B. tidak selalu terjadi respon autoimun. Autoantibody dapat dibentuk pula terhadap antigen mitokondria pada kerusakan hati atau jantung. FR dibentuk terhadap determinan antigen yang terdapat pada immunoglobulin 4. misalnya pada lanjut usia 3. Oleh karena itu harus dibedakan antara fenomena autoimun dengan penyakit autoimu. Burnett mengajukan teori forbidden clones. dan saraf pusat.Pembagian Penyakit Autoimmun Penyakit autoimmun dapat dibagi menajdi 2 golongan yaitu organ spesifik dan non spesifik Organ spesifik Non organ spesifik Tiroiditis hasimoto Miksidema primer Tirotoksotosis Anemia pernesiosa Gastritis kronik autoimun . Bila sawar tersebut rusak.Determinan antigen baru Pembentukan autoantibody dapat dicetuskan oleh karena timbul deterrminan antigen baru pada protein normal.Teori sequestered antigen atau hidden antigen Sequestered aatau hidden antigen adalah antigen yang karena sawar anatomic tek pernah berhubungan dengna system imu n misalnya antigen sperma.Virus sebagai pencetus autoimunitas Virus yang terutama mengginfeksi system limfoid dapat tmempengaruhi mekanisme kontrol imunologik sehingga terjadi autoimunitas 6. Penyakit autoimmune sering ditemukan bersamaan dengan defesiensi imun. Reaksi autoantibody dan autoantigen yang menimbulkan kerusakan jaringan dan gejala-gejala klinis disebut penyakit autoimun. Pada umumnya kadar autoantibody disini terlalu rendah untuk dapat menimbulkan penyakit autoimmun. dapat timbul penyakit autoimmun 2. karena ada system yang mengontrol reaksi autoimun. Contoh autoantibody yang timbul akibat hal tersebut ialah factor rematoid (FR).Autoantibodi dibentuk sekunder akibat kerusakan jaringan Autoantibodi terhadap jantung ditemukan pada jantung infark.Teori-teori autoimunitas 1.

juga pada parenkim organ dalam terutama esophagus.Penyakit timbul akibat adanya respons autoimun 2. 2008 by harnawatiaj A. sinovium. paru. jantung.Penyakit dapat dipindahkan dari satu binatang ke binatang yang lain melalui serum atau limfosit yang hidup Filed under: 9.Defenisi Sklerosis sistemik adalah panyakit jaringan ikat yang ditandai oleh fibrosis dan perubahan degeneratif pada kulit.Penyakit dpat ditimbulkan oleh bahan yang diduga merupakan antigen 4.Kriteria Penyakit Autoimun Kriteria untuk menegakkan diagnosis penyakit autoimmun adalah sebagai berikut : 1. ginjal dan kelenjar gondok. Penyakit ini dikenal juga dengan nama skleroderma 2.Ditemukan autoantibody 3.Epidemiologi Sclerosis sistemik merupakan penyakit yang terdapat diseluruh dunia dan dijumpai pada semua .Penyakit Addison Menopause premature Disbetes juvenile Sindorm goodpasture Miastenia gravis Infertilitas pada pria Pemfigus vulgaris Pemfigoid Oftalmia simpatis Uveitis vagogenik Sclerosis multiple Anemia hemolitik autoimun Purpura trombositopenik idiopatik Leucopenia idiopatik Sirosis bilier primer Hepatitis kronik aktif dengan HBsAg negative Sirosis kriptogenik Colitis ulseratif Sindrom Sjögren Arthritis rematoid Dermatomiositis Scleroderma LE discoid Lupus eritermatosus sistemik (SLE) D.Sklerosis Sistemik 1. usus. dan arteri . IMUNOLOGY ZONE | 5 Komentar » PENYAKIT AUTOIMMUN Posted on Maret 9.

b. Kolagen ini dapat melekat pada endotel pembuluh darah. ternyata pada scleroderma. kelenjer lemak di epidermis. Terdapat daerah-daerah dengan pegmentasi dan vitiligo. Kulit tampak kering dan retak-retak. keringat berkurang. atau antara trombosit dan leukosit. Dengan demikian. Biasanya dimulai pada usis 20-50 tahun. Klien tidak dapat dicubit.Saluran pencernaan Hipomotilitas asofagus merupakan manifestasi paling sering dari terlibatnya organ dalam. Akibatnya timbul gangguan vasomotor seperti yang terlihat pada syndrome raynaud dan sclerosis sistemik progresif. dan kulit menjadi tegang. Jari-jari mengalami fleksi kontraktur. Kemudian terjadi adhesi antara trombosit dan kolagen. Kelainan ini ditandai dengan terbentuknya kantong-kantong bermulut lebar pada dinding kolon. Peristiea ini akan diikuti oleh fibrosis reaktif berupa proliferasi intima yang sangat menoniol pada aklerosis sistemik progresif Penipisan tunika intima media mungkin terjadinya sekunder terhadap perubahan distensibilitas struktur mikrovaskular yang terjepit diantara materi fibrotik yang terdapat pada intima dan adventisia. Dapat juga terjadi anemia karena telangiektasis di saluran pencernaan mengalami perdarahan. Terdapat pembengkakan dan ketegangan lengan bawah dan tangan yang difus dan simetris. Diduga patogenesisnya berdasarkan kelainan vascular. Dugaan ini timbul karena sebelum terjadi perubahan pada dermis dan epidermis. Dilatasi dan hipoosmolalitas duodenum dan jejunum menyebabkan malabsorbsi sehingga mengakibatkan berat badan menurun. fibroblast kulit mensintesis koleagen lebih banyak dengan fibroblast kulit normal Peningkatan produksi kolagen yang dideposit pada jaringan ikat disekitar tunika adventisia akan mengekang arteri kecil/arteriol yang bersangkutan. terjadi striktur esophagus yang memerlukan dilatasi mekanis. jarang pada anak-anak. Epidermis mudah terkelupas karena tipis. hilangnya alat-alat seperti rambut.Kulit Pada kasus yang khas trias terdiri atas penipisan epidermis. Keluhan mungkin baru timbul lama setelah terdapat gangguan fungsi . sangat berguna sebagai gejala diagnostic. Keluhan akan lebih berat jika terjadi esofagitis atau striktur Pada keadaaan lanjut. Frekwensi pada wakita 3 kali frekwensi pria 3. Karena timbul dini.Paru Scleroderma paru yang klasik ditandai dengan fibrosis intestinal yang klasik ditandai dengan fibrosis interstitial difus.bangsa.Patogenensis dan patofisiologi Etiologi dan patogenesis yang pasti belum diketahui. Ditemukan juga kelainan kolon yang dianggap diagnostic. Fibrosis menyebabkan kulit melekat pada struktur dibawahnya.Gejala klinis dan konplikasi a. yangmenyebabkan kerusakan endotel dan membrane basal. telah ada reaksi peradangan vascular dan perivaskular pada jaringan subkutan. Sklerodaktili ialah keadaaan kakunya kulit bagian distal dari sendi interfalangeal proksimal. Reaksi peradangan dan perubahan vascular subkutan ini akan menyebabkan hilangnya kapiler-kapiler kulit (devaskularisasi) yang selanjutnya mengakibatkan atrofi epidermis dan penebalan dermis Hipotesis yang diajukan berdasarkan hasil observasi pada biakan jaringan. kelenjar keringat. Biasanya kalainan ini asimptomatik c. gangguan metabolisme kolagen pada fibroblast dapat menerangkan baik manifestasi vascular maupun manifestasi fibrosis pada sclerosis sistemik progresif 4. Sering timbul dini dan dirasakan swebagai rasa penuh di substernal. rambut dan lemak menghilang. aehingga kontraktilitas dan vasodilatasi arteri kecil dan arteriol terganggu.

Biasanya timbul akibat pengaruh udara dingin atau ketegangan emosi. d. mulamula pucat dan sianosis (karena vasokontriksi). Jarang ditemukan jari clubbing.Foto rongten usus halus : dilatasi jejenum . Kelainan ginjal sering timbul akut.Foto rongten oesophagus maag duodenum (OMD) : tampak hipoosmolalitas esophagus b.Jantung Kelainan jantung pada scleroderma ada 3 macam : 1)Sclerosis koroner : merupakan kelainan yang paling tidak spesifik. misalnya dyspnea d‘effort atau nafas pendek. Syndrome raynaud ini tampak pada jari-jari tangan .Foto rongten tangan/lengan : tampak resorpsi falang. ileum e. sekali sehari c)Metildopa. pemakaian diuretic yang berlebihan. ini penting karena pada kebanyakan penderita telah terdapat hipertensi paru sebelum timbul keluhan pada paru. perdarahan. 5. Pengawasan terhadap perkembangan hipertensi paru dapat dilakukan dengan memperhatikan peningklatan intensitas komponen pulmonal pada bunyi jantung 2 dan derajat pecahnya (splitting bunyi jantung 2.paru dan kelainan pada gambaran radiologist. Pemerisaan radiologik banyak membantu dalam menegakkan diagnosis scleroderma . 10-40 mg/hari b)Guanetidin dengan dosis 40 mg. Untuk ini kadang-kadang diperlukan pemeriksaan penunjang lain seperti foto rongten/analisis jantung. Jarang timbul angina atau infark jantung 2)Fibrosis miokard 3)Kelainan perikard : berupa epikarditis akut.Ginjal Tanda-tanda klinis kelainan ginjal yaitu hipertensi ( tekanan darah lebih dari 140/90 mmHg). EKG/ekokardiografi dan kateterisasi jantung e.Foto rongten kolon : gambaran kantong-kantong pada kolon f. kemudian menjadimerah dan nyeri pada waktu sirkulasi kembali normal. proteinuria > 1+.Arteriogram ginjal disertai pemeriksaan aliran darah korteks ginjal Gambaran histopatologik kulit menunjukkan adanya penebalan epidermis disertai menghilangnya organ-organ epidermis dan tampak pula bertambahnya jaringan kolagen dalam dermis 6. suatu obat alfa adrenergic. Dimulai dengan dosis rendah sampai mencapai dosis 2 g/hari . diberikan peroral. Scleroderma harus dipikirkan jika pada seorang wamnita berumur 20-50 tahun terdapt syndrome raynaud dan pembengkakan tangan.Foto rongten gigi : pelebaran membran periodontal g. Factor presipitasi untuk timbulnya gangguan ini adalah berhurangnya volume darah sehingga aliran darah ginjal terganggu.Arteriogram perifer : penyumbatan pembuluh darah h. efusi perikard tanpa gejala yang berlangsung lambat tapi progresif Gejala gangguan jantung sering sukar dibedakan dengan gejala gangguan paru. misalnya karene operasi besar.Penatalaksanaan a. kalsifikasi subkutan c.Medikamentosa 1)Obat vasoaktif a)Fenoksibenzamin.Foto rongten toraks : fibrosis interstitial difus di paru-paru d. pemeriksaaan radiologik yang biasanya dilakukan adalah : a.Diagnosis Sulit untuk menegakkan diagnosis scleroderma sebelum timbul kelaianan kulit yang khas. dan uremia. kerjanya menurunkan depot katekolamin.

ginjal.d)Reserpin. juga merupakan penghambat simpatis. dosis 0. pemanasan. kegagalan ginjal. dan sebagainya e. 7-10 mg/minggu.5-2. dan wanita 2-3 kali lebih sering dibandingkan pria. dan persiapan operasi f. muntah.Tindakan operatif Tindakan operatif terutama ditujukan terhadap : Ulserasi : debridement dan sebagainya Simpatektomi : hasilnya hanya bersifat sementara. terutama untuk atralgia dan mialgia.Arthritis Reumatoid 1. Dianjurkan pemberian dosis rendah sacara intra arteri untuk menghindari pengaruh sistemik dan mencapai pengaruh maksimal pada arteri perifer. Penyakit ini terjadi pada sekitar 1% dari jumlah penduduk. diberikan jika terdapat tanda-tanda peradangan pada awal penyakit c)Potassium para-aminobenzoat 12-16 g/hari.Defenisi Artritis Rematoid adalah suatu penyakit autoimun dimana persendian (biasanya sendi tangan dan kaki) secara simetris mengalami peradangan. Dosis mungkin mencapai 4-5 g/hari b)Kortikosteroid. gangguan saluran pencernaan yang berat berupa diare.5 mg menghasilkan perlindungan terhadap vasokonstriksi perifer selama ± 6 bulan 2)Obat-obat antiinflamasi a)Asam asetilsilat. memerlukan bimbingan fisioterapi yang ketat. Keduanya bermanfaat untuk memperbaiki peredaran darah dankontraktur yang disebabkan oleh fibrosis pada sendi dan kulit Pencegahan vasokonstriksi karena dingin dan usaha mempertahankan pembuluh darah dalam keadaan sedikit vasodilatasi dilakukan misalnya dengan melindungi tubuh terhadap dingin dan melakukan latihanjasmani bertahap c. nyeri dan seringkali akhirnya menyebabkan kerusakan bagian dalam sendi. tetapi bisa terjadi pada usia berapapun. tidak berlangsung lama Rekontruksi d.Aspek psikososial Perlu penjelasan mengenai penyakit disertai sokongan penderita maupun keluarganya. Artritis rematoid juga bisa menyebabkan sejumlah gejala di seluruh tubuh. .0 g/hari b. dehidrasi.Perawatan di Rumah sakit Perawatan di Rumah sakit perlu silakukan apabila ditemukan kegagalan kardiopulmonal. sehingga terjadi pembengkakan. Pemberian 0. Latihan range of motion aktif/pasif.Fisioterapi Fisioterapi merupakan hal yang tak boleh dilupakan pada penatalaksanaan scleroderma. Biasanya pertama kali muncul pada usia 25-50 tahun. Mengurangai sekresi proklagen oleh fibroblast d)D. B.Pengobatan khusus Bergantung pada organ/system yang terkene misalnya esophagus. malnutrisi. usus halus. jantung. paru.penisilamin. Efek sampingnya terhadap saluran pencernaan serta timbulnya reaksi alergi di kulit menyulitkan pemberian jangka lama d)Antimalaria 3)Lain-lain a)Rheomacrodex b)Imunosupresif misalnya klorambusil c)Colchicines.

proliferasi membrane sinovial dan akhirnya pembentukan pannus. Pannus ini dapat menyebar ke seluruh sendi dan merangsang proses peradangan dan pembentukan jaringan parut dan secara lambat akan merusak sendi. Bisa terjadi demam ringan dan kadang terjadi peradangan pembuluh darah (vaskulitis) yang menyebabkan kerusakan saraf atau luka (ulkus) di tungkai. dimana pada saat yang sama banyak sendi yang mengalami peradangan.Gejala Artritis rematoid bisa muncul secara tiba-tiba. Pembengkakan pergelangan tangan bisa mengakibatkan terjadinya sindromaterowongankarpal. Sendi yang meradang biasanya menimbulkan nyeri dan menjadi kaku. jika suatu sendi pada sisi kiri tubuh terkena. Hal ini akan menyebabkan nyeri yang sangat hebat dan deformitas. yang biasanya terletak di daerah sekitar timbulnya penyakit ini.Diagnosa . Beberapa penderita merasa lelah dan lemah. sikut dan pergelangan kaki. Akibatnya adalah menghilangnya permukaan sendi yang akan menganggu gerak sendi. 5.Patofisiologi Pada AR. jari kaki. sehingga tendon pada jari jari tangan bergeser dari tempatnya. Sendi bisa terhenti dalam satu posisi (kontraktur) sehingga tidak dapat diregangkanataudibukasepenuhnya. terutama menjelang sore hari. pergelangan tangan. Pada p[eradangan kronik. Pada proses fagositosis menghasilkan enzim-enzim dalam sendi. reaksi autoimun terutama terjadi dalam jaringan sinovial. Biasanya peradangan bersifat simetris. Penyakit Still merupakan variasi dari artritis rematoid dimana yang pertama muncul adalah deman tinggi dan gejala umum lainnya. Sinovium yang menebal inilah yang dilapisi oleh jaringan granuler disebut sebagai pannus seeperti yang disebutkan sebelumnya. Sekitar 30-40% penderita memiliki benjolan keras (nodul) tepat dibawah kulit. Di belakang lutut yang terkena. Otot akan ikut terkena karena serabut otot akan mengalami perubahan degeneratif dengan menghilangnya elastisitas otot dan kekuatan kontraksi otot. yang apabila pecah bisa menyebabkan nyeri dan pembengkakan pada tungkai sebelahbawah. sindroma Sjögren atau peradangan mata. 4. maka sendi yang sama di sisi kanan tubuh juga akan meradang. tetapi berbagai faktor (termasuk kecenderungan genetik) bisa mempengaruhi reaksi autoimun.Penyebab Penyebab yang pasti tidak diketahui. Yang pertama kali meradang adalah sendi-sendi kecil di jari tangan. Penderita lainnya menunjukkan pembengkakan kelenjar getah bening. Peradangan pada selaput di sekitar paru-paru (pleuritis) atau pada kantong di sekitar jantung (perikarditis) atau peradangan dan pembentukan jaringan parut pada paru-paru bisa menyebabkan nyeri dada.2. Jari-jari pada kedua tangan cenderung membengkok ke arah kelingking. membrane sinovium mengalami hipertropi dan menebal sehingga terjadi hambatan aliran darah yang menyebabkan nekrosis sel dan respon peradangan berlanjut. terutama pada saat bangun tidur atau setelah lama tidak melakukan aktivitas. Sindroma Felty terjadi jika pada penderita artritis rematoid ditemukan pembesaran limpa dan penurunan jumlah sel darah putih. gangguan pernafasan dan kelainan fungsi jantung. Pada AR. Sendi yang terkena akan membesar dan segera terjadi kelainan bentuk. peradangan berlangsung terus menerus dan menyebar ke struktur-struktur sendi disekitarnya termasuk tulang rawansendi dan kapsul fibrosa sendi. Akhirnya ligament dan tendon ikut meradang. tangan. Enzim-enzim ini akan memecah kolagen sehingga terjadi edema. kaki. Pannus akan menghancurkan tulang rawan dan meniombulkan erosi tulang. 3. bisa terbentuk kista.

Aspirin merupakan obat tradisional untuk artritis rematoid. bisa menunjukkan adanya perubahan khas pada sendi. Keadaan-keadaaan yang menyerupai artritis rematoid adalah: a. Obat ini mengurangi pembengkakan pada sendi yang terkena dan meringankan rasa nyeri. Seseorang yang memiliki 4 dari 5 gejala berikut. maka semakin berat penyakitnya dan semakin jelek prognosisnya. 6. Pola gejalanya sangat khas.Perubahan yang khas pada foto rontgen. 2. Artritisgonokokal c. semakin kuat obatnya. Biasanya. Demamrematik b. tetapi untuk mencegah kekakuan.sebagian besar menderita anemia . obat slow-acting.Kekakuan di pagi hari yang berlangsung lebih dari 1 jam (selama minimal 6 minggu) 2.7 dari 10 penderita memiliki antibodi yang disebut faktor rematoid. obat yang lebih baru memiliki lebih sedikit efek samping tetapi harganya lebih mahal. Kadar antibodi ini bisa menurun jika peradangan sendi berkurang dan akan meningkat jika terjadi serangan.Biopsi nodul.Pemeriksaan darah . 4.sehingga diperlukan pemantauan ketat.Artritis pada persendian tangan. Gout h. Obat-obatan utama yang digunakan untuk mengobati artritis rematoid adalah obat anti peradangan non-steroid. karena pemakaian sendi yang terkena akan memperburuk peradangan. SindromaReiter e.9 dari 10 penderita memiliki laju endap eritrosit yang meningkat . . Yang paling banyak digunakan adalah aspirin dan ibuprofen. tidaklah mudah.Pemeriksaan cairan sendi.Membedakan artritis rematoid dari berbagai keadaan lainnya yang bisa menyebabkan artritis. Mengistirahatkan sendi secara rutin seringkali membantu mengurangi nyeri. pergelangan tangan atau jari tanan (selama minimal 6 minggu) 4. Obat anti peradangan non-steroid. PenyakitLyme d. 3.kadang jumlah sel darah putih berkurang .Rontgen.Pengobatan Prinsip dasar dari pengobatan artrtitis rematoid adalah mengistirahatkan sendi yang terkena. Spondilitisankilosing g. Mengenali artritis rematoid.Faktor rematoid di dalam darah 5. tetapi untuk memperkuat diagnosis perlu dilakukan: 1.Peradangan (artritis) pada 3 atau lebih sendi (selama minimal 6 minggu) 3. biasanya semakin tinggi kadar faktor rematoid dalam darah. kortikosteroid dan obat imunosupresif. maka semakin hebat potensi efek sampingnya. Artritispsoriatik f. kemungkinan menderita artritis rematoid: 1. perlu dilakukan beberapa pergerakan sendi yang sistematis. Osteoartritis. Pseudogout i. Pembidaian bisa digunakan untuk imobilisasi dan mengistirahatkan satu atau beberapa sendi.

Kadang perbaikan dicapai setelah diberikannya dosis pemeliharaan selama beberapa tahun.Penisilamin. bisa dicegah dengan memakan makanan atau antasid atau obat lainnya pada saat meminum aspirin. Digunakan untuk mengobati artritis rematoid yang tidak terlalu berat. kelainan ginjal. Senyawa emas bisa menimbulkan efek samping pada beberapa organ. Sebelum pengobatan dimulai dan setiap seminggu sekali selama pengobatan berlangsung. gatal dan berkurangnya sejumlah sel darah. yaitu berupa ruam kulit. Selama pengobatan berlangsung. maka pemakaian obat harus dihentikan. sindroma Goodpasture dan sindroma yang menyerupai lupus. Jika terjadi efek samping tersebut. Obat ini biasanya ditambahkan jika obat anti peradangan non-steroid terbukti tidak efektif setelah diberikan selama 2-3 bulan atau diberikan segera jika penyakitnya berkembang dengan cepat. 2. 1. Misoprostol bisa membantu mencegah erosi lapisan lambung dan pembentukan ulkus gastrikum. ruam kulit dan rasa tidak enak di mulut. Efek sampingnya berupa ruam kulit. Telinga berdenging merupakan efek samping yang menunjukkan bahwa dosisnya terlalu tinggi. meskipun perbaikan memerlukan waktu beberapa bulan dan efek sampingnya berbahaya. 3. Dosisnya secara bertahap dinaikkan sampai terjadinya perbaikan. dosisnya dikurangi secara bertahap. Jika obat ini efektif. Efek sampingnya biasanya ringan. tetapi obat ini juga menyebabkan diare dan tidak mencegah terjadinya mual atau nyeri perut karena aspirin atau obat anti peradangan non-steroid lainnya. Yang sekarang ini digunakan adalah senyawa emas. Obat slow-acting kadang merubah perjalanan penyakit. dilakukan pemeriksaan darah dan air kemih. Obat ini juga bisa menyebabkan miastenia gravis. sakit otot dan kelainan mata. Jika terjadi efek samping yang serius. Efek sampingnya adalah penekanan terhadap pembentukan sel darah di dalam sumsum tulang. Jika setelah 6 bulan tidak menunjukkan perbaikan. Gangguan pencernaan dan ulkus peptikum. penyakit otot. maka pemberian obat ini dihentikan. Obat slow-acting. Biasanya diberikan sebagai suntikan mingguan. Senyawa emas berfungsi memperlambat terjadinya kelainan bentuk tulang. hydroxycloroquinine dan sulfasalazine. karena itu obat ini tidak diberikan kepada penderita penyakit hati atau ginjal yang berat atau penyakit darah tertentu. maka pemakaiannya segera dihentikan.Dosis awal adalah 4 kali 2 tablet (325 mgram)/hari. dilakukan pemeriksaan darah dan air kemih setiap 2-4 minggu sekali. penisilamin. Suntikan mingguan diberikan sampai tercapai dosis total 1 gram atau sampai timbulnya efek samping atau terjadinya perbaikan yang berarti. yang merupakan efek samping dari dosis yang terlalu tinggi. Tetapi beberapa kelainan mata bisa menetap. Efeknya menyerupai senyawa emas dan bisa digunakan jika senyawa emas tidak efektif atau menyebabkan efek samping yang tidak dapat ditoleransi.Hydroxycloroquine. sehingga penderita yang mendapatkan obat ini harus memeriksakan matanya sebelum dilakukan pengobatan dan setiap 6 bulan selama pengobatan berlangsung.Senyawa emas. Jika . Pemakaiannyaharusdipantausecaraketat.

yang melibatkan hampirsetiaporgan. pemanasan pada sendi yang meradang dan kadang pembedahan. Obat ini bisa disuntikkan langsung ke dalam sendi. Obat imunosupresif.Sulfasalazine. Biasanya latihan akan lebih mudah jika dilakukan di dalam air. mungkin perlu dilakukan pembedahan. dilakukan latihan yang intensif dan kadang digunakan pembidaian untuk meregangkan sendi secara perlahan. padahal artritis rematoid adalah penyakit yang biasanya aktif selama bertahun-tahun. Kortikosteroid efektif pada pemakaian jangka pendek dan cenderung kurang efektif jika digunakan dalam jangka panjang. kadar gula darah yang tinggi dan katarak. Efek sampingnya berupa penyakit hati. kelainan hati. terapi fisik. Selain itu azatioprine dan siklofosfamid bisa meningkatkan resiko terjadinya kanker. Obat imunosupresif (contohnya metotreksat. Kortikosteroid juga digunakan untuk mengobati peradangan diluar sendi. Dosisnya dinaikkan secara bertahap dan perbaikan biasanya terjadi dalam 3 bulan. Terapi lainnya. tetapi jangan sampai terlalu lelah. tekanan darah tinggi.terjadi perbaikan. osteoporosis. Bersamaan dengan pemberian obat untuk mengurangi peradangan sendi. Kortikosteroid biasanya tidak memperlambat perjalanan penyakit ini dan pemakaian jangka panjang menyebabkan berbagai efek samping. Sendi yang meradang harus dilatih secara halus sehingga tidak terjadi kekakuan. Kortikosteroid. Jika pemberian obat tidak membantu. Obat ini semakin banyak digunakan untuk mengobati artritis rematoid. Siklosporin bisa digunakan untuk mengobati artritis yang berat jika obat lainnya tidak efektif. kelainan sel darah dan ruam kulit. Untuk mengobati persendian yang kaku. penekanan terhadap pembentukan sel darah di sumsum tulang dan perdarahan kandung kemih (karena siklofosfamid). seperti peradangan selaput paru-paru (pleuritis) atau peradangan kantong jantung (perikarditis). biasanya dilakukan pembedahan untuk . tetapi bisa menyebabkan kerusakan jangka panjang. 4. Setelah peradangan mereda. pemakaian obat ini bisa dilanjutkan sesuai dengan kebutuhan. maka hampir selalu digunakan dosis efektif terendah. Kortikosteroid (misalnya prednison) merupakan obat paling efektif untuk mengurangi peradangan di bagian tubuh manapun. Obat ini menekan peradangan sehingga pemakaian kortikosteroid bisa dihindari atau diberikan kortikosteroid dosis rendah. peradangan paru-paru. Untuk mengembalikan pergerakan dan fungsinya. Sulfasalazine bisa menyebabkan gangguan pencernaan. Metotreksat diberikan per-oral (ditelan) 1 kali/minggu. bisa dilakukan latihanlatihan. bisa dilakukan latihan aktif yang rutin. Efek samping yang sering terjadi adalah penipisan kulit. Untuk menghindari resiko terjadinya efek samping. digunakan untuk mengobati arthritis rematoid stadium awal. azatioprin dan cyclophosphamide) efektif untuk mengatasi artritis rematoid yang berat. mudah terkena infeksi. memar. Karena itu obat ini biasanya digunakan untuk mengatasi kekambuhan yang mengenai beberapa sendi atau jika obat lainnya tidak efektif. terutama jika sendi yang terkena digunakan secara berlebihan sehingga mempercepat terjadinya kerusakan sendi.

Linglung . kaki dan tangan .Pergerakanyangkaku. Gejala lainnya adalah: .Defenisi Anemia Karena Kekurangan Vitamin B12 (anemia pernisiosa) adalah anemia megaloblastik yang disebabkan oleh kekurangan vitamin B12.Pucat . Pada anemia jenis ini.Hilangnya rasa ditungkai. Contohnya adalah sepatu ortopedik khusus atau sepatu atletik khusus. fluorourasil dan sitarabin). hidroksiurea. 3. C.Anoreksia . sumsum tulang menghasilkan sel darah merah yang besar dan abnormal (megaloblas).Luka terbuka di lidah atau lidah seperti terbakar . Persendian juga bisa diangkat atau dilebur (terutama pada kaki). Anemia megaloblastik paling sering disebabkan oleh kekurangan vitamin B12 dan asam folat dalam makanan atau ketidakmampuan untuk menyerap vitamin tersebut.Gejala Selain mengurangai pembentukan sel darah merah. hidroksiurea. Selain zat besi. bisa terjadi anemia megaloblastik.Sel darah putih dan trombosit juga biasanya abnormal. Jika kekurangan salah satu darinya. Kadang anemia ini disebabkan oleh obat-obat tertentu yang digunakan untuk mengobati kanker (misalnya metotreksat.Warna kulit menjadi lebih gelap . sumsum tulang memerlukan vitamin B12 dan asam folat untuk menghasilkan sel darah merah. Pada anemia jenis ini.Anemia Pernesiosa 1.Lidah licin .Penyebab Anemia Karena Kekurangan Vitamin B12 (anemia pernisiosa) adalah anemia megaloblastik yang disebabkan oleh kekurangan vitamin B12.mengganti sendi lutut atau sendi panggul dengan sendi buatan.termasuk warna kuning dan biru .Buta warna tertentu. sumsum tulang memerlukan vitamin B12 dan asam folat untuk menghasilkan sel darah merah. 2. Anemia megaloblastik paling sering disebabkan oleh kekurangan vitamin B12 dan asam folat dalam makanan atau ketidakmampuan untuk menyerap vitamin tersebut. bisa terjadi anemia megaloblastik. Jika kekurangan salah satu darinya.Kesemutan ditangan dan kaki .Penurunan berat badan . Sel darah putih dan trombosit juga biasanya abnormal. fluorourasil dan sitarabin). supaya kaki tidak terlalu nyeri ketika digunakan untuk berjalan. kekurangan vitamin B12 juga mempengaruhi sistem saraf dan menyebabkan: . Selain zat besi. Penderita yang menjadi cacat karena artritis rematoid bisa menggunakan beberapa alat bantu untuk menyelesaikan tugas sehari-harinya. sumsum tulang menghasilkan sel darah merah yang besar dan abnormal (megaloblas). Ibu jari bisa dilebur sehingga penderita bisa menggenggam dan tulang belakang di ujung leher yang tidak stabil bisa dilebur untuk mencegah penekanan terhadap urat saraf tulang belakang. Kadang anemia ini disebabkan oleh obat-obat tertentu yang digunakan untuk mengobati kanker (misalnya metotreksat.

Jika vitamin B12 diserap dengan faktor intrinsik. Kadar vitamin B12 serum kurang dari 100 pg/ml 6.Contoh darah diambil untuk memeriksa adanya antibodi terhadap faktor intrinsik. tampak megaloblas (sel darah merah berukuran besar). Diberikan sejumlah kecil vitamin B12 radioaktif per-oral (ditelan) dan diukur penyerapannya. 4. lalu penyerapannya diukur kembali. Selanjutnya suntikan diberikan 1 kali/bulan.Pengobatan Pengobatan kekurangan vitamin B 12 atau anemia pernisiosa adalah pemberian vitamin B12. 2008 by harnawatiaj . tetapi tidak diserap tanpa faktor intrinsik. 2. Filed under: 9. Biasanya pemeriksaan dipusatkan kepada faktor intrinsik: 1.Pencegahan Jika penyebabnya adalah asupan yang kurang. kekurangan vitamin B12 terdiagnosis pada pemeriksaan darah rutin untuk anemia.yaitu analisa lambung. Pada awalnya suntikan diberikan setiap hari atau setiap minggu. Juga dapat dilihat perubahan sel darah putih dan trombosit. Sering ditemukan dengan gastritis atrofi (dalam jangka waktu lama dikaitkan dengan peningkatan risiko karsinoma gaster).karena itu diberikan melalui suntikan.Penurunan fungsi intelektual. Selanjutnya diambil contoh cairan lambung dan diperiksa untuk menemukan adanya faktor intrinsik. IMUNOLOGY ZONE | 2 Komentar » SKIN GRAFT Posted on Maret 9. maka dilakukan pengukuran kadar vitamin B12 dalamdarah. 7. Kemudian diberikan faktor intrinsik dan vitamin B12.. sehingga menyebabkan aklorhidria. terutama jika penderita telah menderita anemia dalam jangka waktu yang lama.Diagnosa Biasanya. Penderita harus mengkonsumsi tambahan vitamin B12 sepanjang hidupnya. Dimasukkan sebuah selang kecil (selang nasogastrik) melalui hidung.Pemeriksaan yang lebih spesifik. Jika diduga terjadi kekurangan.Depresi . bisa dilakukan pemeriksaan untuk menentukan penyebabnya. Sebagian besar penderita tidak dapat menyerap vitamin B12 per-oral (ditelan). 5. maka anemia ini bisa dicegah melalui pola makanan yang seimbang. neutrofilo hiperpigmentsi. melewati tenggorokan dan masuk ke dalam lambung. Jika penyebabnya masih belum pasti. Jika sudah pasti terjadi kekurangan vitamin B12. Gambaran sum-sum tulang megaloblastik.Pemeriksaan penunjang Sel darah merah besar-besar (makrositik). Lalu disuntikkan pentagastrin (hormon yang merangasang pelepasan faktor intrinsik) ke dalam sebuah vena. selama beberapa minggu sampai kadar vitamin B12 dalam darah kembali normal. Pada contoh darah yang diperiksa dibawah mikroskop. MCV ≥ 100fmol/l. maka diagnosisnya pasti anemia pernisiosa. Biasanya antibodi ini ditemukan pada 60-90% penderita anemia pernisiosa. bisa dilakukan tes Schilling.

leher. tangan dan kaki 2. Skin graft merupakan pencangkokan lapisan epidermis kulit yang dapat dipindahkan secara bebas. atau drum dermatome.PENGERTIAN Skin graft ( pencangkokan kulit ) merupakan tehnik untuk melepaskan potongan kulit dari suplai darahnya sendiri dan kemudian memindahkannya sebagai jaringan bebas ke lokasi yang jauh ( resipien ).Mempercepat penyembuhan luka b. Kulit yang digunakan dapat berasal dari bagian mana saja dari tubuh. pantat.Memperbaiki defek yang terjadi akibat eksisi tumor kulit e.Tujuan khusus : a. Kulit yang digunakan untuk graft dapat berasal dari bagian bagian tubuh yang lain .Full thickness yaitu tergantung dari banyaknya dermis yang ikut dalam spesimen.Meshed skin graft Skin graft pada daerah mata dan lubang b.Split thickness yaiu skin graft yang tipis. sedang atau tebal. dermatom bertenaga listrik atau udara.Berdasarkan sumber donornya a. 4. Cangkokan kulit diperoleh dari lokasi donor atau ―host‖ dan dipasangkan pada lokasi yang dikehendaki yang disebut lokasi ―resipien‖ atau ―graft bed‖.Mengurangi lamanya perawatan d. namun lazimnya berasal dari daerah paha.2007) 2.Autograft Yaitu skin graft yang donornya adalah jaringan yang diperoleh dari kulit pasien sendiri b.Sheet skin graft Skin graft pada daerah wajah . seperti .Mencegah kontraktur c.1.Berdasarkan ketebalannya a.Tujuan umum : Untuk memperbaiki kecacatan atau kelainan yang timbul akibat kecelakaan.Zenograft atau heterograft Yaitu skin graft yang donornya adalah jaringan yang diperoleh dari spesies yang lain / berbeda 3.PEMASANGAN GRAFT Graft atau cangkokan diperoleh dengan berbagai unstrumen seperti pisau tipis seperti silet ( rasa blades ).Berdasarkan letak a. (yudini. pisau graft kulit.KLASIFIKASI SKIN GRAFT 1. punggung atau perut.Menutup daerah kulit yang terkelupas dan menutup luka dimana kulit sekitarnya tidak cukup menutupinya 3. Skin graft adalah suatu tindakan atau tehnik memindahkan kulit yang sehat dan menempelkan ke bagian kulit yang luka. b. 2.TUJUAN Tujuan dilakukan skin graft adalah : 1.Allograft Yaitu skin graft yang donornya adalah jaringan yang diperoleh dari spesies yang sama c.

Pengkajian Keadaan umum Vital sign Status nutrisi Pola eliminasi Pola istirahat dan tidur Persepsi pasien Hasil laboratorium .untuk mendapatkan hasil yang maksimal maka diperlukan beberapa pensyaratan antara lain.PERAWATAN PRE OPERASI SKIN GRAFT 1. Flap adalah cangkok jaringan kulit beserta jaringan lunak dibawahnya yang diangkat dari tempat asalnya tetapi tetap mempunyai hubungan perdarahan dengan tempat asal.Cankokan harus terfiksasi kuat (terimmobilisasi) sehingga posisinya dipertahankan pada lokasi resipien. Pada pemasangan di lokasi resipien. Agar cangkokan kulit dapat hidup dan efektif.Proses revaskularisasi (pembentukan kembali pasokan darah) dan perlekatan kembali cangkokan kulit pada dasar lokasi resipien.punggung. d. 5.Daerah pencangkokan harus bebas dari infeksi. b. perdarahan pada daerah resipien harus baik. d. Flap yang dipindahkan akan membentuk perdarahan baru ditempat resipien. Permukaan kulit dapat dioerluas dengan membuat irisan yang bila direnggang akan membentuk jala. c. Tehnik cangkok jala ini disebut ―mesh‖ dan biasanya digunakan pada skin loss yang luas/parah. Setelah cangkokan kulit terpasang pada tempatnya.Cangkokan harus melekat rapat dengan dasar (bed) lokasi resipien (untuk menghindari penumpukan darah atau cairan).Mendapatkan cangkokan kulit yang setebal mungkin tanpa mengganggu kesembuhan luka pada lokasi donor.cangkokan kulit dapat dijahitkan atau tidak pada lokasi tersebut. tidak ada infeksi dan keadaan umum penderita. sehingga luasnya mencapai 1. c.Mencocokkan tekstur dan kualitas kulit untuk membawa rambut.Mempertimbangkan efek kosmetik pada lokasi donor setelah kesembuhan terjadi sehingga lokasi ini sebaiknya dipilih dari tempat yang tersembunyi. Kriteria pemilihan lokasi donor yaitu harus dipertimbangkan : a.beberapa persayaratannya : a.Mencapai kecocokan warna sedekat mungkin dengan memperhatikan jumlah cangkokan kulit yang diperlukan. b.cangkokan ini dapat dibiarkan terbuka (pada daerah yang tidak mungkin diimmobilisai) atau ditutup dengan kasa pembalut tipis atau pembalut tekan manurut daerahnya.5 kali sampai 6-9 kali luas semula.Cangkokan ini bisa dipotong dan dibentangkan seperti jala agar menutupi suatu daerah yang lebar.Lokasi resipien harus memiliki pasokan darah yang adekuat sehingga fungsi fisiologi yang normal dapat berlangsung kembali.

9% (normal salin). sokong bantal di bawahnya untuk mencegah edema. bila ada bau busuk. c. 2) Urutan perawatan luka a.2.Persiapan fisik Puasakan pasien 8 jam Cukur daerah donor Cairan / nutrisi parenteral selama puasa Laboratorium Thoraks foto EKG Concern form Kaji tingkat kecemasan Penjelasan tentang skin graft 6.Luka dicuci dengan cairan savlon 1% kemudian dibilas NaCl 0. rawat setiap hari.Bila menggunakan Bioskin (alloask) buka pada hari ketiga.Beri zalk silver sulfadiazine (ssp) pada luka (0.Skin graft (immobilisasi) sampai menempel dengan baik bila memindahkan pasien. d. hati-hatie.Luka pada bagian donor tidak boleh tergeser dan boleh bergerak bebes b. buka balutan setelah 2 minggu post op. e.Tutup dengan menggunakan gaas steril.Luka donor yang hanya diberi sufratulle.PERAWATAN POST OPERASI 1) Hal yang perlu diperhatikan : a. nyeri tekan. c.Keadan umum b. 3) Perawatan luka pada donor a.5 cm) e. rawat luka 2 hari sekali. 7.Perdarahan post op c.Keringkan dengan kasa steril d. b.PERAWATAN SKIN GRAFT .Jika bioskin kering bersihkan dengan savlon 1% dan biarkan bioskin tetap enempel dan tutup dengan gaas steril.lepaskan alloask dan berikan sufratulle dan zalf AB kemudian tutup gaas steril.Skin graft pada tangan dan kaki.Gangguan sirkulasi (ada spalak) d. bengkak.Amati tanda-tanda infeksi.Buka balutan dengan pemberian NaCl bila balutan kering / lengket.Bila luka bersih.

d.Bila ada tanda infeksi (merah.SDP : Leukositosis dapat terjadi sehubungan dengan kehilangan sel pada sisi luka dan respon inflamasi terhadap cedera g.Tutup dengan gaas steril dan elastis verban. kelompok dan masyarakat baik . buatlah gulungan gaas steril dan gulung perlahan-lahan gulungan gaas ke arah tepi.LED : Peningkatan mengindikasikan respon inflamasi b.Glukosa Serum : Peningkatan menunjukkan respon terhadap stress i. dan organisme penyebab l. tidak menghantar listrik I.a.Ultrasound Dropler : untuk mengkaji dan mengukur aliran darah e.bengkak. kecuali ada tanda infeksi segera buka.pus).Jika terjadi perdarahan tekan daerah tersebut sampai perdarahan berhenti dan laporkan jika berlanjut.Albumin serum : rasio albumin/globulin mungkin terbalik sehubungan dengan kehilangan protein pada edema cairan j. 1untuk menekan dan yang lainnya untuk melepaskan.Reaksi penolakan/alergi c. b. i. jika ada stepler dibuka pada hari ketujuh dan buka jahitan pada hari ke 14.Infeksi b. tekan skin graft agar tetap menempel gunakan 2 buah pinset. c. PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK a. 8.Pletismografi : mengukur TD segmental bawah terhadap ekstremitas bawah mengevaluasi aliran darah arterial d.Pus bersihkan dengan bethadine.Rehabilitasi/ latihan setelah skin graft benar-benar lengket.Elektrolit serum : Kalium dapat meningkat pada awal sehubungan dengan cedera jaringan. e. kerusakan SDM dan penurunan fungsi ginjal h. keluarga.BUN / Kreatinin : dapat meningkat akibat cedera jaringan k.Jika ncairan terkumpul di bawah graft.Tekanan O2 Transkutaneus : memberi peta area perfusi paling besar dan paling kecil dalam keterlibatan ekstremitas f.Fotografi area luka : catatan untuk penyembuhan luka/ skin loss KONSEP ASUHAN KEPERAWATAN Keperawatan adalah suatu bentuk pelayanan profesional yang merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan didasarkan pada kiat keperawatan berbentuk pelayanan bio-psiko-sosial dan spiritual yang komprehensif ditujukan kepada individu.Perhatikan jika terjadi hipertropi jaringan (pemakaian elastis verban). g.KOMPLIKASI a.Kultur luka : mengidentifikasi adanya infeksi .Bersihkan skin graft dengan savlon 1%.Ganti verban setiap hari. j.Hitung darah lengkap/diferensial : peninggian dan ―perpindahan kekiri‖ diduga proses infeksi c. f.Bagian skin graft tidak boleh dibuka sebelum hari kelima.bau. h.Reaksi tubuh : tidak magnetis.Kering atau lengket basahi NaCl jangan dipaksakan.Buka balutan harus sangat hati-hati.

menyangkal. analgesik narkotik.)Nyeri berhubungan dengan cedera pada jaringan lunak. pekerjaan. nyeri). cepat dan pernafasan keras Tanda : batuk. reaksi orang lain. mencegah dan memulihkan kesehatan melalui 4 tahap proses keperawatan yang terdiri dari pengkajian.)Gangguan mobilitas berhubungan dengan nyeri 6. 5.Neurosensori : Tanda : perubahan orientasi. stress. perencanaan. keterbatasan rentang gerak pada area yang sakit.Diagnosa Keperawatan Brdasarkan pada pengkajian. ansietas. .Nyeri/ kenyamanan Gejala : berbagai tingkat nyeri. meringis. mengi. menarik diri. perubahan membran alveolar/kapiler.gejala : masalah tentang keintiman hubungan f.Pernafasan : Gejala : takipnea. ketergantungan. pembentukan trombus.Interaksi sosial : Gejala : masalah sehubungan dengan penyakit/ kondisi. ketidak mampuan menelan. masalah tentang peran fungsi.Aktifitas / istirahat : Gejala : keterbatasan aktual Tanda : penurunan kekuatan. takikardi ( syok. 2. menangis. perubahan tonus b.Sirkulasi e.)Resiko tinggi terhadap infeksi berhubungan dengan inkontuinitas jaringan (kehilangan integritas jaringan). gangguan massa otot.)Resiko tinggi terhadap gangguan pertukaran gas berhubungan dengan perubahan aliran darah/emboli lemak. 3. d.Pengkajian Pada pengkajian keperawatan pasien dengan skin graft meliputi : a. masalah dengan citra tubuh j. efek prilaku. berteriak.Integritas ego : Gejala : masalah tentang keluarga. sekresi oral i. penurunan nadi perifer distal pada ekstremitas yang cedera c. sensitif untuk disentuh.)Resiko tinggi terhadap disfungsi perifer berhubungan dengan penurunan/interupsi aliran darah. marah. imobilisasi. 1990) 1.)Resiko tinggi terhadap kerusakan integritas kulit/jaringan donor berhubungan dengan skin graf dan mobilisasi. menangis h. cedera vaskuler langsung. dangkal . diagnosa keperawatan utama dapat mencakup yang berikut : 1.Penyuluhan/pembelajaran: Pengobatan sekarang misalnya ‗ anti-inflamasi. Asuhan keperawatan dilakukan dengan menggunakan proses keperawatan untuk meningkatkan. diteka. steroid 2. ansietas. gerakan udara dan perubahan suhu Tanda : melindungi area yang sakit. tahanan. pelaksanaan dan evaluasi yang memerlukan kecakapan dan keterampilan profesional tenaga keperawatan (Budi Keliat.sirkulasi Tanda : hipotensi.yang sehat maupun yang sakit yang mencakup seluruh proses kehidupan. kecacatan Tanda : ansietas. 4. edema berlebihan. penurunan refleks g. hipovolemia. keuangan .

7.)Kurang pengetahuan tentang kondisi, prognosis, dan kebutuhan pengobatan berhubungan dengan salah informasi/tidak mengenal sumber informasi. 8.)Gangguan pemenuhan ADL ; berhubungan dengan immobilisasi. 9.)Gangguan konsep diri (body image) berhubungan dengan skin loss/ skin graf 10.)Kecemasan berhubungan dengan perubahan status kesehatan. Perencanaan Setelah merumuskan diagnosa keperawatan, maka intervensi dan aktivitas keperawatan perlu ditetapkan untuk mengurangi, menghilangkan dan mencegah masalah keperawatan klien, maka langkah selanjutnya adalah memenuhi kebutuhan tersebut melalui suatu perencanaan yang baik. a.)Resiko tinggi terhadap infeksi berhubungan dengan inkontuinitas jaringan (kehilangan integritas jaringan).. (1.)Tujuan Mencegah terjadinya infeksi untuk mencapai penyembuhan luka sesuai waktu, bebas drainase purulen atau eritema dan demam. (2.)Intervensi (a.)Pantau TTV dan Tanda – tanda infeksi. Rasional : Perubahan tanda vital mengindikasikan ada infeksi. (b.)Kaji nilai-nilai Lab terutama LED. Rasional : Untuk mengetahui adanya tingkat infeksi (c.)Observasi luka untuk pembentukan bula, krepitasi perubahan warna kulit kecoklatan, bau drainage yang tak sedap atau asam. Rasional : Tanda perkiraan infeksi gas gangren. (d.)Pertahankan tindakan isolasi dgn teknik isolasi. Rasional : Mencegah penyebaran kuman / mikroorganisme agar tidak terjadi infeksi silang. (e.)Rawat luka dengan cara aseptic steril.. Rasional : Meminimalkan Infeksi. (f.)Berikan obat sesuai indikasi, contoh antibiotik IV/topikal. Rasional : Antibiotik spektrum luas dapat digunakan secara profilaktik atau dapat ditujukan pada mikroorganisme. (g.)Pantau adanya sepsis, demam, Takhipnoe. Rasional :Sepsis, demam, takhipnoe menandakan Infeksi (h.)Ciptakan lingkungan yg tidak memungkinkan pertumbuhan bakteri Rasional :Infeksi Mencegah infeksi bertambah parah dan mencegah infeksi silang b.)Nyeri berhubungan dengan cedera jaringan lunak, imobilisasi, stress, ansietas (1.)Tujuan : Menyatakan nyeri hilang atau berkurang Menunjukkan tindakan santai ; mampu berpartisipasi dalam aktivitas/tidur/istirahat dengan cepat. Menunjukkan penggunaan keterampilan relaksasi. (2.)Intervensi : a.tutup luka sesering mungkin Rasional : Perubahan suhu dan paparan udara dapat menyebabkan nyeri hebat pada pemajanan ujung syaraf b.Tinggikan ektrimitas secara periodik

Rasional : Setelah perubahan posisi dan peninggian menurunkan ketidak nyamanan serta resiko kontraktur c.Kaji keluhan nyeri, perhatikan lokasi / karakter dan intensitas ( skala 0 – 10 ) Rasional : Perubahan lokasi / karakter dan intensitas nyeri dapat mengindikasikan terjadinya komplikasi d.Dorong ekspresi perasaan tentang nyeri Rasional : Pernyataan memungkinkan pengungkapan emosi dan dapat meningkatkan mekanisme koping e.Dorong penggunaan tehnik manajemen stress, contoh relaksasi progresif, nafas dalam, bimbingan imajinasi dan visualisasi Rasional : Memfokuskan kembali perhatian, meningkatkan relaksasi dapat menurunkan ketergantungan farmakologis f.Tingkatkan periode tidur tanpa gangguan Rasional : Kurang tidur dapat meningkatkan persepsi nyeri / kemampuan koping menurun. c.). Resiko tinggi terhadap disfungsi perifer berhubungan dengan penurunan/interupsi aliran darah, cedera vaskuler langsung, edema berlebihan, pembentukan trombus, hipovolemia. (1.)Tujuan : Mempertahankan perfusi jaringan. (2.)Intervensi : (a.)Kaji aliran kapiler, warna kulit dan kehangatan distal pada fraktur. Rasional : Kembalinya warna cepat (3 – 5 detik), warna kulit putih menunjukkan gangguan arterial, sianosis diduga ada gangguan vena. (b.)Lakukan pengkajian neuromuskuler, perhatikan fungsi motorik/sensori. Rasional : Gangguan perasaan bebas, kesemutan, peningkatan/ penyebaran nyeri terjadi bila sirkulasi syaraf tidak adekuat atau syaraf rusak. (c.)Tes sensasi syaraf perifer dengan menusuk pada kedua selaput antara ibu jari pertama dan kedua dan kaji kemampuan untuk dorsofleksi ibu jari bila diindikasikan. Rasional : Panjang dan posisi syaraf parineal meningkatkan resiko cedera pada adanya fraktur kaki, edema/sindrom kompartement, atau melapisi alat traksi. (d.)Kaji keseluruhan panjang ekstremitas yang cedera untuk pembengkakan/pembentukan edema. Ukur ekstremitas yang cedera dan bandingkan dengan yang tak cedera. Rasional : Peningkatan lingkar ekstremitas yang cedera dapat diduga ada pembengkakan jaringan/edema umum tetapi menunjukkan perdarahan. (e.)Awasi tanda vital, perhatikan tanda-tanda pucat, cyanosis, kulit dingin. Rasional : Ketidakadekuatan volume sirkulasi akan mempengaruhi sistem perfusi jaringan. (f.)Berikan kompres es sekitar fraktur sesuai indikasi. Rasional : Menurunkan edema/pembentukan hematoma yang dapat mengganggu sirkulasi. (g.)Awasi Hb/Ht, pemeriksaan koagulasi.

Rasional : Membantu dalam kalkulasi kehilangan darah dan membutuhkan keefektifan terapi penggantian. d.)Resiko tinggi terhadap gangguan pertukaran gas berhubungan dengan perubahan aliran darah/emboli lemak. (1.)Tujuan : Mempertahankan fungsi pernafasan yang adekuat. (2.)Intervensi : (a.)Awasi frekuensi pernafasan. Rasional : Takipnea, dispnea dan insufisiensi pernafasan. (b.)Auskultasi bunyi nafas perhatikan terjadinya ketidaksamaan bunyi hiperesonan, juga adanya gemericik, ronchi, mengi, dan inspeksi mengorok/sesak nafas. Rasional : Perubahan dalam/adanya bunyi adventisius menunjukkan terjadinya komplikasi pernafasan. (c.)Observasi sputum untuk tanda adanya darah. Rasional : Hemodialisa dapat terjadi dengan emboli paru. (d.)Inspeksi kulit untuk petekie di atas garis puting pada aksilla meluas ke abdomen/tubuh, mukosa mulut kantong konjungtiva dan retina. Rasional : Ini adalah karakteristik yang paling nyata dari tanda emboli lemak,. Yang tampak dalam 2 – 3 hari setelah cedera. (e.)Berikan tambahan oksigen bila diindikasikan. Rasional : Meningkatkan sediaan O2 untuk oksigenasi optimal jaringan. (f.)Berikan obat sesuai indikasi, heparin dosis rendah. Rasional : Blok siklus pembekuan dan mencegah bertambahnya pembekuan pada adanya tromboplebitis. e.)Gangguan mobilitas berhubungan dengan nyeri (1.)Tujuan Meningkatkan/mempertahankan mobilitas pada tingkat paling tinggi yang mungkin mempertahankan posisi fungsional. (2.)Intervensi (a.)Kaji derajat imobilitas yang dihasilkan oleh cedera/pengobatan dan perhatikan persepsi pasien terhadap mobilitas. Rasional : Pasien mungkin dibatasi oleh pandangan/persepsi diri tentang keterbatasan fisik aktual memerlukan intervensi/informasi untuk meningkatkan kemajuan kesehatan. (b.)Dorong penggunaan latihan isometrik mulai dengan tungkai yang tidak sakit. Rasional : kontraksi otot isometrik tanpa menekuk sendi atau menggerakkan tungkai dan membantu mempertahankan kekuatan massa otot. (c.)Pertahankan posisi tubuh tepat dengan dukungan. Rasional : Meningkatkan posisi fungsiinal pada extremita dan mencegah kontraktur. (d.)lakukan latihan rentang gerak secara konsisten, di awali dgn pasif kemudian aktif. Rasional : Mencegah secara progresif mengencangkan jaringan parut dan kontraktur, meningkatkan pemeliharaan fungsi otot sendi dan menurunkan kehilangan kalsium dari tulang (e.)Berikan diet tinggi protein, karbohidrat, vitamin dan mineral, pertahankan penurunan kandungan protein sampai setelah defekasi pertama. Rasional : pada cedera muskuloskeletal, nutrisi yang diperlukan untuk penyembuhan berkurang

Rasional : Untuk mengurangi tekanan pada area yang sama dan meminimalkan resiko kerusakan kulit.)Gunakan plester traksu kulit dengan memanjang pada posisi tungkai yang sakit. perubahan warna.)Beri penguatan metode mobilitas dan ambulasi sesuai instruksi dengan terapis fisik bila diindikasikan.. selama traksi tulang ini dapat mempengaruhi massa otot. dan kebutuhan pengobatan berhubungan dengan salah informasi.)Identifikasi tanda dan gejala yang memerlukan evaluasi medik. (1. (b. (2. (f. f. Rasional : meminimalkan tekanan pada area ini. kontraktur dan kelelahan otot meningkatkan kembalinya aktivitas sehari-hari.)Resiko tinggi terhadap kerusakan integritas kulit/jaringan donor berhubungan dengan skin graf dan mobilisasi. Rasional : perlambatan penyembuhan dapat terjadi terhadap ketidaktepatan penggunaan alat ambulasi.)Ubah posisi dengan sering. kekuatan dan aktivitas yang mengandalkan BB.)Kaji ulang patologi. Pertahankan posisi yang diinginkan. Rasional : Memberikan dasar pengetahuan dimana pasien dapat membuat pilihan informasi. kemerahan.)Buat daftar aktivitas di mana pasien dapat melakukannya secara mandiri dan yang memerlukan bantuan. (1. (e. demam . (c.)Kaji kulit untuk luka.)Konsul dengan ahli terapi fisik/okupasi dan atau rehabiltasi spesialis. Rasional : Untuk membuat aktivitas individual/program latihan pasien dapat memerlukan bantuan jangka panjang dengan gerakan. (d. tonus dan kekuatan.dengan cepat.)Intervensi (a. benda asing. prognosis. (b. Rasional : Menurunkan resiko infeksi (f. (c. Rasional : Membatasi risiko pemisahan graft.)Letakkan bantalan pelindung di bawah kaki dan di atas tonjolan tulang. Rasional : Berikan informasi tentang sirkulasi kulit dan masalah yang mungkin disebabkan oleh alat dan atau pemasangan gips/beban/traksi.)Tujuan Mencapai penyembuhan luka sesuai waktu. Rasional : Penyusunan aktivitas sekitar kebutuhan yang dapat bantuan. (d. dorong penggunaan trapeze bila mungkin. Sering mengakibatkan penurunan BB.)Dorong pasien untuk melanjutkan latihan aktif untuk sendi yang sehat Rasional : Mencegah kekakuan sendi.)Kurang pengetahuan tentang kondisi.)Tujuan Menyatakan pemahaman kondisi. Rasional : Plester traksi melingkari tungkai dapat mempengaruhi pada sirkulasi. penggunaan trapeze dapat menurunkan abrasi pada siku/tumit. perdarahan. prognosis dan harapan yang akan datang. g. Gerakan jaringan di bawah graft dapat mengubah posisi yang mempengaruhi penyembuhan optimal.)Intervensi (a.)Kaji ulang perawatan pen/luka yang tepat.)Tinggikan area graft bila mungkin/tepat. prognosis dan pengobatan. (2. contoh : nyeri berat. (e.

(b. (c. penggunaan penyangkalan atau terus menerus melihat perubahan nyata/yang diterima.)Berikan lingkungan terbuka di mana pasien akan merasa aman untuk mendiskusikan perasaan atau menahan diri untuk berbicara. Rasional : Dukungan yang cukup dari orang terdekat dan teman dapat membantu proses rehabilitasi. . Rasional : Perawatan ini membantu memelihara harga diri dan kembali untuk hidup tanpa tergantung kepada orang lain. Rasional : Membantu mengartikan masalah sehubungan dengan pola hidup sebelumnya dan membantu pemecahan masalah. Rasional : Membantu pasien untuk merasa diterima pada kondisi sekarang tanpa perasaan dihakimi dan meningkatkan perasaan harga diri dan kontrol. (2. (2. (d. (1.)Bantu klien memenuhi kebutuhan sehari-harinya dan anjurkan klien agar dapat mengerjakan sebanyak mungkin untuk dirinya (memandikan klien). i. berhubungan dengan immobilisasi.)Berikan pujian terhadap kemampuan yang dicapai oleh klien dalam menolong dirinya.)Gangguan pemenuhan ADL . (c.)Intervensi (a.)Intervensi (a.)Tujuan Klien dapat melakukan interaksi dengan orang lain tanpa merasa rendah diri.)Tujuan Kebutuhan rawat diri terpenuhi.)Kecemasan berhubungan dengan perubahan status kesehatan. Rasional : Intervensi cepat menurunkan beratnya komplikasi seperti infeksi/gangguan sirkulasi. Rasional : Mengetahui sejauh mana kemampuan klien dalam merawat dirinya. (1.)Tujuan Mewujudkan kemampuan untuk mengatasi masalah. (2. (b.)Intervensi (a. Rasional : Dibutuhkan pada masalah ini untuk membantu adaptasi lanjut yang optimal dan rehabilitasi.)Kaji tingkat kemampuan klien dalam merawat dirinya. Rasional : Untuk memotivasi agar mematuhi program rehabilitasi secara kontinyu.)Berikan informasi akurat dan konsisten mengenai prognosis. juga dukungan untuk orang terdekat.)Diskusikan persepsi pasien tentang diri dan hubungannya dengan perubahan dan bagaimana pasien melihat dirinya dalam pola/peran fungsi yang biasanya.)Kaji derajat dukungan yang ada untuk pasien.)Perhatikan prilaku menarik diri. bau tak enak.)Gangguan konsep diri (body image) berhubungan dengan skin loss/ skin graft (1.tinggi. h. Rasional : Mengurangi frustasi yang sering menyertai kesulitan yang dihadapi bila belajar.)Sediakan waktu klien dalam melakukan aktivitas dengan segenap kemampuannya.)Berikan informasi yang dapat dipercaya dan konsisten. (c. Rasional : Dapat mengurangi kecemasan dan ketidakmampuan pasien untuk membuat keputusan/pilihan berdasarkan realita. (b. membicarakan diri tentang hal negatif. j.

m. oblikus abdominis internus. Filed under: 9. c. Di bagian bawah melekat pada tulang panggul. tahap evaluasi merupakan kunci keberhasilan dalam menggunakan proses keperawatan. yang meliputi 3 hal : a. 3. Faktor-faktor yang perlu diperhatikan : Kebutuhan klien.Mendokumentasikan/mengevaluasi pelaksanaan tindakan keperawatan dan respon pasien. Dalam melaksanakan proses keperawatan harus kerjasama dengan tim kesehatan-kesehatan yang lain keluarga klien dan dengan klien sendiri. Dibagian belakang.Rasional : menciptakan interaksi interpersonal yang lebih baik dan menurunkan ansietas dan rasa takut. Dinding perut membentuk rongga perut yang melindung isi di dalamnya. Sumber-sumber dari instansi. Kemudian ketiga otot dinding perut. Dinding perut ini terdiri dari berbagai lapis.Melaksanakan tindakan keperawatan dengan memperhatikan kode etik dengan standar praktek dan sumber-sumber yang ada. Disebelah atas. (d. Integritas lapisan . lemak sub cutan dan fasia superfisialis ( Fasia scarpa ). Evaluasi adalah merupakan pengukuran dari keberhasilan rencana keperawatan dalam memenuhi kebutuhan klien.Konsep Dasar Dinding perut mengandung struktur muskulo aponeuresis yang kompleks.Mengidentifikasi respon klien. m. Evaluasi. yaitu fasia tranversalis. lemak peritoneal dan peritoneum. Kemampuan perseorangan dan keahlian/keterampilan dari perawat. DERMATOLOGY ZONE | 5 Komentar » OMPHALOCELE / GASTROSCHISIS Posted on Maret 9. b. Rasional : Menjamin adanya sistem pendamping bagi pasien dan memberikan kesempatan orang terdekat untuk berpartisipasi dalam kehidupan pasien. tranfersus abdominis dan ahirnya lapis preperitoneum.Pelaksanaan Pelaksanaan adalah perwujudan dari rencana keperawatan yang meliputi tindakan-tindakan yang direncakan oleh perawat. struktur ini melekat pada tulang belakang. Adapun evaluasi klien dengan post skin graft dilakukan berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan sebelumnya dan asuhan keperawatan dikatakan berhasil apabila dalam evaluasi terlihat pencapaian kriteria tujuan perencanaan yang diberikan pada klien dengan post skin graft. yaitu dari luar ke dalam lapisan kulit yang terdiri dari kutis dan sub cutis. Dasar dari tindakan. 2008 by harnawatiaj I. Sumber-sumber dari keluarga dan klien sendiri. Otot di bagian depan tengah terdiri dari sepasang otot rectus abdominis dengan fasianya yang di garis tengah dipisahkan oleh linea alba. Peritoneum.)Libatkan orang terdekat sesuai petunjuk pada pengambilan keputusan bersifat mayor. oblikus abdominis externus. melekat pada iga. m.

isi kantong dimasukkan ke dalam rongga perut. Pada gastroschisis operasi koreksi untuk menempatkan usus ke dalam rongga perut dan menutup lobang harus dikerjakan secepat mungkin sebab tidak ada perlindungan infeksi. Epitelisasi ini membutuhkan waktu 3 – 4 bulan. Bila proses ini terhambat maka akan terjadi kantong di pangkal umbilikus yang berisi usus. dapat dilakukan operasi satu tahap. dan buang air besar dengan meninggikan tekanan intra abdomen. fasia dan kulit. Diagnosis Pada omfalokel tampak kantong yang berisi usus dengan atau tanpa hati di garis tengah pada bayi yang baru lahir. Dinding kantong dibuang. Bila kantong omfalokel kecil. Tambahan lagi makin ditunda operasi makin sukar karena usus akan udem. a pudenta externa dan a epigastrika inferior. kemudian lubang ditutup dengan peritoneum. Persyarafan dinding perut dilayani secara segmental oleh n. Bila usus keluar dari titik terlemah di kanan umbilikus. usus akan berada di luar rongga perut tanpa dibungkus peritoneum dan amnion. luasnya cacat dinding perut dan ada tidaknya hati di dalam kantong akan menentukan cara pengobatan.Pengobatan Paliatif Besarnya kantong. Kemudian operasi koreksi hernia ventralis tersebut dapat dikerjakan setelah anak berusia 5 – 10 tahun. Vaskularisasi dinding perut berasal dari beberapa arah. Tindakan yang dapat dilakukan ialah dengan melindungi kantong omfalokel dengan cairan anti septik misalnya betadin dan menutupnya dengan kain dakron agar tidak tercemar. juga pada saat berkemih. Fungsi lain otot dinding perut adalah pada waktu pernafasan. II. Komplikasi Komplikasi dini merupakan infeksi pada kantong yang mudah terjadi pada permukaan yang . iliaka sirkum fleksa superfisialis. Pada usia 10 minggu terjadi pengembangan lumen abdomen sehingga usus dari extra peritoneum akanmasuk ke rongga perut. dapatan maupun iatogenik. Dengan demikian ada kesempatan terjadinya epitelisasi dari tepi sehingga seluruh kantong tertutup epitel dan terbentuk hernia ventralis yang besar. Intercostalis VI s/d XII dan a epigastrika superior. Obstruksi vena cava inferior juga dapat terjadi karena penekanan tersebut. Patofisiologi Kelainan kongenital Omfalokel dan Gastrischisis Embriogenesis Pada janin usia 5 – 6 minggu isi abdomen terletak di luar embrio di rongga selom. Tetapi omfalokel biasanya terlalu besar dan rongga perut terlalu kecil sehingga isi kantong tidak bisa dimasukkan ke dalam rongga perut.muskulo aponeuresis sangat penting untuk mencegah terjadinya hernia bawaan. Dari kaudal terdapat a. lumbalis I. keadaan ini disebut gastroschisis. Dari kranio dorsal diperoleh pendarahan dari cabang aa. keadaan ini disebut omfalokel. lambung kadang hati. Kekayaan vaskularisasi ini memungkinkan sayatan perut horisontal maupun vertical tanpa menimbulkan gangguan pendarahan. torakalis VI s/d XII dan n. Dindingnya tipis terdiri dari lapisan peritoneum dan lapisan amnion yang keduanya bening sehingga isi kantong tengah tampak dari luar. Pada gastro schisis usus berada di luar rongga perut tanpa adanya kantong. Jika dipaksakan maka karena regangan dinding perut diafragma terdorong ke atas dan terjadi gangguan pernafasan.

11.Infeksi bakteri : Vibrio coma. Shigella.Infeksi parental. Bukan faktor infeksi 6. Compilobacter. 4. PEDIATRIK ZONE | 1 Komentar » DIARE PADA ANAK Posted on Maret 9.Infeksi virus : Entero virus (Virus echo. 2. 2008 by harnawatiaj I. sepertiOtitis Media Akut. Rota virus dan Astrovirus. 3.Obat-obatan seperti antibiotik. III. Adeno virus.telanjang. 8. peningkatan isi rongga usus merangsang usus untuk mengeluarkannya. crohn disease dan enterocolitis.Penyakit usus seperti Colitis ulserative. Keadaan ini terutama pada bayi dan anak dibawah 2 tahun.Alergi makanan : susu dan protein. Ecserchia coli. Filed under: 1. II.Iritasi langsung pada saluran pencernaan oleh makanan. 9. Yersenia dan Acromonas.Infeksi parasit : Cacing. Coxechasi dan Poliomyelitis). hal ini menyebabkan isi rongga usus berlebihan sehingga merangsang usus mengeluarkannya (diare). Etiologi Faktor Infeksi 1.Infeksi enternal yaitu infeksi saluran pencernaan yang merupakan penyebab utama diare pada anak. Patofisiologi A.Gangguan metabolik atau malabsorbsi. Gangguan osmotik Makanan atau zat yang tidak dapat diserap menyebabkan tekanan osmotik dalam rongga usus meninggi sehingga terjadi pergeseran air dan elektrolit kedalam rongga usus.Obstruksi usus. Gangguan sekresi Toxin pada dinding usus meningkatkan sekresi air dan lektrolit kedalam usus. Salmonella. 5. 10. 12.Faktor psikologis : rasa tahut dan cemas. Tonsilopharingitis dan sebagainya. Atau peristaltik yang menurun menyebabkan bakteri tumbuh berlebihan menyebabkan peradangan . 7. Pengertian Diare adalah keadaan kekerapan dan keenceran buang air besar dimana frekuensinya lebih dari tiga kaliper hari dan banyaknya lebih dari 200 – 250 gram. Gangguan motalitas usus Hyperperistaltik menyebabkan berkurangnya kesempatan usus untuk menyerap makanan. protozoa dan jamur. C. yaitu infeksi dibagian tubuh lain diluar alatpencernaan. Kelainan kongenital dinding perut ini mungkin disertai kelainan bawaan lain yang memperburuk prognosis.

Dehidrasi ringan : dimana berat badan menurun 3 – 5 % dengan volume cairan yang hilang kurang dari 50 ml/kgBB. lemah. V. 2.Hipokalsemi 4. g. . konvulsi.Vomiting. d. 3.Feces encer dan terjadi perubahan warna dalam beberapa hari. b.Sering buang air besar lebih dari 3 kali dan dengan jumlah 200 – 250 gr. terdapat fontanel dan mata yang cekung serta terjadi penurunan tekanan darah.Dehidrasi berat : dimana berat badan menurun lebih dari 10 % dengan volume cairan yang hilang sama dengan atau lebih dari 100 ml/kgBB. flasiddity dan merasa nyeri pada saat buang air besar. Gejala Klinik Gejal klinik yang timbul tergantung dari intensitas dan tipe diare. e.Respirasi cepat dan dalam. Komplikasi Komplikasi yang sering terjadi pada anak yang menderita diare adalah : 1.Syok hipovolemik 7.Hipokalemi.Hiponatremi. kulit kering.pada rongga usus sehingga sekresi air dan elektrolit meningkat hal ini menyebabkan absorsi rongga usus menurun sehingga terjadilah diare. VI.Dehidrasi 2. 6. iritabel. Mikroorganisme patogen Zat – zat sulit diserap Infeksi Peningkatan tekanan osmotik Peningkatan sekresi aktif cairan Menarik air dan garam ke dalam usus Peningkatan motilitas usus Peristaltik meningkat Diare IV.Dehidrasi sedang : dimana berat badan menurun 6 – 9 % dengan volume cairan yang hilang kurang dari 50 – 90 ml/kgBB. pucat.Terjadi perubahan tingkah laku seperti rewel.Asidosis.Kehilangan cairan/dehidrasi dimana jumlah urine menurun.Cardiac disrythmias 5. Klasifikasi diare Tahapan dehidrasi menurut Ashwill dan Droske (1977) : 1. namun secara umum tanda dan gejala yang sering terjadi adalah : a. 3.Anorexia. f. c. turgor kulit jelek.

Dehidrasi.Diet.Seperti pengobatan dehidrasi ringan b.Bila tidak minum ASI : 1.Antibiotika (hanya kalau perlu saja) Pada dehidrasi sedang. 2008 by harnawatiaj A. luka tembak.Kurang dari 1 tahun LLM dengan takaran 1/3.Definisi Penyakit tetanus adalah penyakit infeksi yang diakibatkan toksin kuman Clostridium tetani. penderita harus dirawat di RS. yang peranannya kurang berarti dalam proses penyakit. Kuman mengeluarkan toksin yang bersifat neurotoksik.Defisiensi disakarida 5. ramping. Toksin ini labil pada pemanasan.Diagnosis. 4. Disamping itu dikenal pula tetanolysin yang hemolisis.Termasuk golongan gram positif dan hidupnya anaerob. Spasmolitika dan obstipansia pada diare tidak diberikan karena tidak bermanfaat bahkan dapat memberatkan penyakit.4-0. atau kaleng. bermanifestasi dengan kejang otot secara proksimal dan diikuti kekakuan otot seluruh badan. Toksin ini (tetanuspasmin) mula-mula akan menyebabkan kejang otot dan saraf perifer setempat. 2.ASI/susu yang sesuai c. PEDIATRIK ZONE | 1 Komentar » TETANUS Posted on Maret 9.5 milimikro yang berbentuk spora selama diluar tubuh manusia. sedangkan antibiotika atau obat lain hanya diberikan bila ada indikasi yang jelas. Pada dehidrasi berat.Etologi Clostridium tetani adalah kuman berbentuk batang. Penatalaksanaan Dasar-dasar penatalaksanaan diare pada anak adalah : (5 D) 1. Formula susu dihentikan dan baru dimulai lagi secara realimentasi setalh makan nasi. 2/3 penuh ditambah oralit. Pengobatan diare lebih mengutamakan pemberian cairan. penderita tidak perlu dirawat dan diberikan : a.Drugs Pada dehidrasi ringan diberikan : a. luka yang kotor dan pada bayi dapat melalui tali pusat. C.Oralit + cairan b. pecahan kaca. kalori dan elektrolit yang bisa berupa larutan oralit (garam diare) guna mencegah terjadinya dehidrasi berat. bubur dan seterusnya selain oralit.Untuk umur 1 tahun lebih . Filed under: 1. berukuran 2-5 x 0. Kekuatan tonus otot massater dan otot-otot rangka. BB 7 kg lebih : teh. pada suhu 65 C akan hancur dalam lima menit.Patofisiologi Penyakit tetanus terjadi karena adanya luka pada tubuh seperti luka tertusuk paku. luka baker. B. 2.VII. 3. tersebar luas di tanah dan mengeluarkan toksin bila dalam kondisi baik. Organisme multiple membentuk dua toksin yaitu tetanuspasmin yang merupakan toksin kuat dan . biskuit.

D. tetapi kadang-kadang sampai beberapa minggu pada infeksi ringan atau kalau terjadi modifikasi penyakit oleh antiserum.Gejala klinis Masa tunas biasanya 5 – 14 hari. timbul mendadak dengan kaku kuduk.Kesukaran menelan. menimbulkan aduksi lengan dan ekstensi ekstremitas bagian bawah. 8.tetanus local : otot terasa sakit. masuk kedalam sirkulasi darah arteri kemudian masuk kedalam susunan saraf pusat. Ada 3 bentuk klinik dari tetanus. mudah tersinggung dan sakit kepala merupakan manifestasi awal.Tetanus general merupakan bentuk paling sering. lengan kaku dan tangan mengepal kuat.Trismus (kesukaran membuka mulut) karena spasme otot-otot mastikatoris. Dalam waktu 48 jam penyakit ini menjadi nyata dengan : 1.Ketegangan otot dinding perut (harus dibedakan dengan abdomen akut) 4.Kejang tonik terutama bila dirangsang karena toksin terdapat di kornu anterior. Dalam waktu singkat konstruksi otot somatik — meluas. Retensi urine dapat terjadi karena spasme otot urethral.Asfiksia dan sianosis terjadi akibat serangan pada otot pernapasan dan laring.Spasme yang khas . yaitu badan kaku dengan epistotonus. ekstremitas inferior dalam keadaan ekstensi.Biasanya terdapat leukositosis ringan dan kadang-kadang peninggian tekanan cairan otak. Spasme mula-mula intermitten diselingi periode relaksasi. dan mempengaruhi sistem saraf pusat. Masa inkubasi 2 hari sampai 2 bulan dan rata-rata 10 hari. nyeri anggota badan sering marupakan gejala dini. Kedua. 10. yaitu: 1. Anak tetap sadar. Kuman ini menjadi terikat pada satu saraf atau jaringan saraf dan tidak dapat lagi dinetralkan oleh antitoksin spesifik. Pada mulanya spasme berlangsuang beberapa detik sampai beberapa menit dan terpisah oleh periode relaksasi.Kaku kuduk sampai epistotonus (karena ketegangan otot-otot erector trunki) 3. bibir tertekan kuat pada gigi. Penyakit ini biasanya terjadi mendadak dengan ketegangan otot yang makin bertambah terutama pada rahang dan leher.Risus sardonikus karena spasme otot muka (alis tertarik ke atas).sudut mulut tertarik ke luar dan ke bawah. Kemudian tidak jelas lagi dan serangan tersebut disertai rasa nyeri. 6. mudah terangsang. Kadang-kadang terjadi perdarahan intramusculus karena kontraksi yang kuat. Timbul kejang tetanik bermacam grup otot. toksin diabsorbsi oleh susunan limfatik. lalu timbul rebiditas dan spasme pada bagian paroksimal luak.Panas biasanya tidak tinggi dan terdapat pada stadium akhir. 2. 9.Tetanus segal : varian tetanus local yang jarang terjadi masa inkubasi 1-2 hari terjadi sesudah . 2. 7.atau neurotropik yang dapat menyebabkan ketegangan dan spasme otot. Gejala itu dapat menetap dalam beberapa minggu dan menhilang tanpa sekuele. gelisah. Hipotesa cara absorbsi dan bekerjanya toksin adalah pertama toksin diabsorbsi pada ujung saraf motorik dan melalui aksis silindrik dibawah ke korno anterior susunan saraf pusat. Toksin bereaksi pada myoneural junction yang menghasilkan otot-otot manjadi kejang mudah sekali terangsang. Eksotoksin yang dihasilkan akan mencapai pada sistem saraf pusat dengan melewati akson neuron atau sistem vaskuler. 5. Namun toksin yang bebas dalam peredaran darah sangat mudah dinetralkan oleh aritititoksin. trismus. 3.gelisah. Fraktur kolumna vertebralis dapat pula terjadi karena kontraksi otot yang sangat kuat.

Pada rabies terdapat anamnesis gigitan anjing dan kucing disertai gejala spasme laring dan faring yang terus menerus dengan pleiositosis tetapi tanpa trismus. Paling menonjol adalah disfungsi saraf III. Kuduk baku juga dapat terjadi pada meningitis (pada tetanus kesadaran tidak menurun). spondilitis leher. miositis leher.otitis media atau luka kepala dan muka. preumonia lobaris atas.Diagnosis banding Spasme yang disebabkan oleh striknin jarang menyebabkan spasme otot rahang tetapi didiagnosis dengan pemeriksaan darah (kalsium dan fospat).Antitoksin . ~ Mengatur cairan dan elektrolit. ~ Pemeriksaan darah : leukosit 8.Trismus (3 cm) tanpa kejang-lorik umum meskipun dirangsang.Prognosis Dipengaruhi oleh beberapa factor dan akan buruk pada masa tunas yang pendek (kurang dari 7 hari). abses retrofaringeal.Diagnosis Biasanya tidak sukar. abses gigi yang hebat. kenaikan suhu tubuh yang tinggi. ~ Diet TKTP pemberian tergantung kemampuan menelan bila trismus makanan diberi pada sonde parenteral. b. Menurut berat gejala dapat dibedakan 3 stadium : 1.Penatalaksanaan a.000 ca.Obat-obatan 1. usia yang sangat mudah (neunatus) dan usia lanjut. 3. pengobatan yang terlambat. ~ Isolasi pada ruang yang tenang bebas dari rangsangan luar. 2. I. mastoiditis.Trismur (3 cm atau lebih kecil) dengan kejang torik umum bila dirangsang. IX dan XI tersering adalah saraf otak VII diikuti tetanus umum. Mortalitas di Amerika Serikat dilaporkan 62 % (masih tinggi) J.Atelektaksis karena obstruksi secret 4. G. F. E.Spame otot faring yang menyebabkan terkumpulnya air liur (saripa) di dalam rongga mulut dan hal ini memungkinkan terjadinya aspirasi sehingga dapat terjadi pneumonia aspirasi. bila disertai frekuensi kejang yang tinggi.Secara Umum ~ Merawat dan memebersihkan luka sebaik-baiknya. ~ Oksigen pernafasan butan dan trakeotomi bila perlu. IV. Trismus dapat pula terjadi pada argina yang berat. VII.000-12. period of onsed yang pendek (jarak antara trismus dan timbulnya kejang) dan adanya kompikasi terutama spame otot pernafasan dan obstruksi saluran pernafasan.Asfiksia 3.Trismur (1 cm) dengan kejang torik umum spontan. 2. Anamnesis terdapat luka dan ketegangan otot yang khas terutama pada rahang sangat membantu.Pemeriksaan diagnostic ~ Pemeriksaan fisik : adanya luka dan ketegangan otot yang khas terutama pada rahang.Komplikasi 1.Fraktura kompresi. Kejang pada meningitis dapat dibedakan dengan kelainan cairan serebropinalis. pembesaran getah bening leher. H.

4.4 dan 5 bulan. degenerasi dan regenerasi. sehingga timbul kerusakan dalam susunan parenkim hati. dll. 2008 by harnawatiaj I.0 mg/kg BB/1. ~ Tetanus toksoid sebagai boster bagi yang telah mendapat imunisasi dasar.u/hari atau tetrasiflin 1 gr/hari/1.m/5 hari.Bila mendapat luka : ~ Perawatan luka yang baik : luka tusuk harus di eksplorasi dan dicuci dengan H2O2.Antibiotik Penizilin prokain 1. 2. INFEKSION ZONE | Leave a Comment » SIROSIS HEPATIS Posted on Maret 9. Booster diberikan 1 tahun kemudian selanjutnya tiap 2-3 tahun. ~ Klorpromasin 3 x 25 mg/1. yang diberikan sebagai dapat paad usia 3. K.Klasifikasi etiologi 1)Etiologi yang diketahui penyebabnya (a)Hepatitis virus B & C (b)Alkohol (c)Metabolik (d)Kolestasis kronik/sirosis siliar sekunder intra dan ekstrahepatik .Pengertian Sirosis hepatis adalah penyakit yang ditandai oleh adanya peradangan difus dan kronik pada hati. 2.M/hari untuk anak-anak mula-mula 4-6 mg/kg BB.Etiologi & Klasifikasi Sirosis hepatis diklasifikasikan berdasarkan atas : A. juta 1.Fungsional Uraian : A.000 iu/1.V Dapat memusnakan oleh tetani tetapi tidak mempengaruhi proses neurologiknya. ~ Bila luka berta berikan pp selama 2-3 hari (50. ~ Pemberian ATS 1500 iu secepatnya. II. untuk anak diberikan mula-mula 60-100 mg/1. Filed under: 9.Imunisasi aktif toksoid tetanus. 200 mg/hari).M lalu dilanjutkan 6 x 30 mg hari (max.M/4 jam. diikuti proliferasi jaringan ikat.Antitoksin 20.000 iu/kg BB/hari).M. Pemberian baru dilaksanakan setelah dipastikan tidak ada reaksi hipersensitivitas.5-1.Pencegahan 1.Anti kejang/Antikonvulsan ~ Fenobarbital (luminal) 3 x 100 mg/1.Morfologi C. ~ Diazepam 0.Etiologi B.

sirosis hati dibagi atas : kompensasi baik (laten. sirosis campuran umumnya sirosis hati adalah jenis campuran ini. sirkulasi hiperkenetik. sirosis makronodula ditandai dengan terbentuknya septa dengan ketebalan bervariasi. disertai kegagalan hati dan hipertensi portal) 1. di dalam septa parenkim hati mengandung nodul halus dan kecil merata tersebut seluruh lobul. Sirosis yang tidak diketahui penyebabnya dinamakan sirosis kriptogenik/heterogenous.kegagalan hati/hepatoselular : dapat timbul keluhan subjektif berupa lemah. bicara gagok/slurred speech. Eritema palmaris Asites Pertumbuhan rambut berkurang Atrofi testis dan ginekomastia pada pria Sebagai tambahan dapat timbul : Ikterus/jaundice. mengandung nodul yang besarnya juga bervariasi ada nodul besar didalamnya ada daerah luas dengan parenkim yang masih baik atau terjadi regenerasi parenkim. gangguan koagulasi darah/defisiensi protrombin. edema pretibial. gembung. 2. . 2)Etiologi tanpa diketahui penyebabnya. B. 3.sirosis mikronodular : ditandai dengan terbentuknya septa tebal teratur. Sirosis mikronodular besar nodulnya sampai 3 mm. dll Spider nevi/angiomata pada kulit tubuh bagian atas.mikronodular 2. flapping tremor akibat amonia dan produksi nitrogen (akibat hpertensi portal dan kegagalan hati) Hipoalbuminemia.makronodular 3.sirosis dini) dekompensasi (aktif. danfoetor hepatik. infeksi seperti malaria. Ensefalopati hepatik. muka dan lengan atas. C. sedangkan sirosis makronodular ada yang berubah menjadi makronodular sehingga dijumpai campuran mikro dan makronodular. hepatitis kronik aktif (g)Toksik & obat INH.campuran Uraian : 1. mual. metildopa (h)Operasi pintas usus halus pada obesitas (i)Malnutrisi.(e)Obstruksi aliran vena hepatik Penyakit vena oklusif Sindrom budd chiari Perikarditis konstriktiva Payah jantung kanan (f)Gangguan imunologis Hepatitis lupoid.Klasifikasi Fungsional Secara fungsi. Klasifikasi Morfologi Secara makroskopik sirosis dibagi atas: 1. subfebris. berat badan menurun.

Aktivitas sirosis hati dapat dinilai dari aspek klinis. dan kedua akibat meningkatnya aliran portal karena transmisi dari tekanan arteri hepatikke sistem portal akibat distorsi arsitektur hati. dan ini menyebabkan distorsi percabangan pembuluh hepatik dan gangguan aliran daerah portal dan menimbulkan hipertensi portal. Tekanan splanknik meningkat tetapi tekanan portal intra hepatik normal. Pembentukan jaringan kologen diransang oleh nekrosis hepatoseluluer dan asidosis laktat merupakan faktor perangsang. Tahap berikutnya terjadi peradangan dan nekrosis pada sel duktules . biasa kongenital. d)Posthepatik karena perikarditis konstriktiva. III.biasa terdapat lokasi obstruksi campuran. biokimia darah.2. dan hipertensi portal. dan status quo (stasioner).Patognesis: Adanya faktor etilogi menyebabkan peradangan dan kerusakan inekrosis meliputi daerah yang luas (hapatoseluler) . Beberapa sel tumbuh kembali dan membentuk nodul dengan berbagai ukuran . Lokasi peningkatan resistensi bisa : prehepatik.hipertensi portal : bisa terjadi pertama akibat meningkatnya reistensi portal dan splanknik karena mengurangnya sirkulasi akibat fibrosis. pengobatan dan prognosis pasien sirosis hati tergantung pada 2 komplikasi. Biasa yang dominan adalah peningkatan resistensi. insufisiensi trikuspidal. Peningkatan tekanan prehepatik bisa juga diakibatkan meningkatnya aliran splanknik karena fistula atriovenosa atau mielofibrosis limfa.Bisa disebabkan satu faktor saja. regresif.septal aktif ini berasal dari portal menyebar keparenkim hati.terjadi kolaps lobulus hati dan ini memacu timbulnya jaringan parut disertai terbentuknya septa fibrosa difus dan modul sel hati . terjadi fibrogenesis dan septa aktif jaringan kologen berubah dari reversibel menjadi irrevensibel bila telah terbentuk septa permanen yang aseluler pada daerah portal dan parenkhim hati sel limfosit T dan makrofag menghasilkan limfokin dan monokin sebagai mediator fibrinogen. trombosis vena porta waktu lahir. Gambaran klinis. Kolagen ada 4 tipe dengan lokasi sebagai berikut: Tipe 1: lokasi daerah sentral Tipe 2: sinusoid Tipe 3: jaringan retikulin (sinusoid portal) Tipe 4: membram basal Pada semua sirosis terdapat peningkatan pertumbuhan semua jenis kologen tersebut.septa bisa dibenyuk dari sel retikulum penyangga kolaps dan berubah menjadi parut . histologi jaringan dan dibagi atas progresif. yakni kegagalan hati. Mekanisme terjadinya sirosis hati bisa secara: -mekanik -imunologis -campuran .sinusoid. misalnya peningkatan resistensi atau aliran corta atau keduanya.retikulo endotel. jaringan parut ini dapats menghubungkan daerah portal yang satu dengan yang lain atau portal dengan sentral (bridging neerosis). Intrahepatik a)Presinusoidal b)Sinusoinal(sirosis hati) c)Post-sinusoidal (veno oklusif).

hipokrom normositer. Anemia bisa akibat hipersplenisme dengan leukopenia dan trombositopenia. bisa akibat kegagalan hati pada sirosis hati fase lanjut atau akibat perdarahan varises esofagus. atau hipokrom makrositer. Ikterus dengan eir kemih berwarna seperti air kemih yang pekat mungkin disebabkan oleh penyakit yang berlanjut atau transformasi ke arah keganasan hati. Perdarahan bisa masif dan menyebabkan pasien jatuh ke dalam renjatan. anemia normokrom normositer. IV. V. Pada kasus lain. dimana tumor akan menekan saluran empedu atau terbentuknya trombus saluran empedu intra hepatik. mual. SGPT tidak merupakan petunjuk tentang berat dan . nekrosis luas dan pembentukan jaringan ikat yang luas disertai pembentukan jaringan ikat yang luas disrtai pembentukan nodul regenerasi oleh sel parenkim hati.Pemeriksaan Penunjang 1.Manifestasi klinis 1. Kadang-kadang pasien sering mendapat flu akibat infeksi sekunder atau keadaan aktivitas sirosis itu sendiri. Kenaikan kadar enzim transaminase/SGOT. edema pretibial dan asites. perasaan perut gembung. sirosis datang dengan gangguan kesadran berupa ensefalopati. 2. Jadi fibrosis pasca nekrotik adalah dasar timbulnya sirosis hati. Darah : bisa dijumpai HB rendah. timbul peradangan luas. Sebagian pasien datang dengan gejala hematemesis. epistaksis. Fase kompensasi sempurna pada fase ini tidak mengeluh sama sekali atu bisa juga keluhan samar-samar tidak khas seperti pasien merasa tidak bugar/ fit merasa kurang kemampuan kerja selera makan berkurang. Pada mekanisme terjadinya sirosis secara imunologis dimulai dengan kejadian hepatitis viral akut yang menimbulkan peradangan sel hati . Bisa juga pasien datang dengan gangguan pembentukan darah seperti perdarahan gusi. yang masih baik. Fase dekompensasi Pada sirosis hati dalam fase ini sudah dapat ditegakkan diagnosisnya dengan bantuan pemeriksaan klinis. kadang mencret atau konstipasi berat badan menurun. Perkembangan sirosis dengan cara ini memerlukan waktu sekitars 4 tahun sels yang nengandung virus ini merupakan sumber rangsangan terjadinya proses imunologis yang berlangsung terus menerus sampai terjadi kerusakan hati. dan pemeriksaan penunjang lainnya. laboratorium. Terutama bila timbul komplikasi kegagalan hati dan hipertensi portal dengan manifestasi seperti: eritema palmaris. atau melena saja akibat perdarahan farises esofagus. hematemesis dan melena. Keluhan pasien sirosis hati tergantung pada fase penyakitnya.Pemeriksaan Laboratorium Perlu diingat bahwa tidak ada pemeriksaan uji biokimia hati yang dapat menjadi pegangan dalam menegakkan diagnosis sirosis hati. gangguan siklus haid. vena kolateral pada dinding perut. Kolesterol darah yang selalu rendah mempunyai prognosis yang kurang baik.Dalam hal mekanisme terjadinya sirosis secara mekanik dimulai dari kejadian hepatitis viral akut. haid berhenti. pengurangan masa otot terutama pengurangannya masa daerah pektoralis mayor.nekrosis /nekrosis bridging dengan melalui hepatitis kronik agresif diikuti timbulnya sirosis hati. ikterus. Gejala kegagalan hati ditimbulkan oleh keaktifan proses hepatitis kronik yang masih berjalan bersamaan dengan sirosis hati yang telah terjadi dalam proses penyakit hati yang berlanjut sulit dibedakan hepatitis kronik aktif yang berat dengan permulaan sirosis yang terjadi (sirosis dini ). hipokrom mikrositer. spider nevy.

Bisa juga dijumpai hemoroid.Pemeriksaan Jasmani Hati : perkiraan besar hati. Pada sirosis hati. ini lebih sensitif tetapi kurang spesifik. 2. leher. dada. Klasifikasi Child Pasien Sirosis Dati Dalam Terminologi Derajat kerusakan Minimal sedang Berat Bil. Pemeriksaan laboratorium bilirubin. Nilai CHE yang bertahan dibawah nilai normal. b. mempunyai nilai diagnostik suatu kanker hati primer.Schuffner : hati membesar ke medial dan kebawah menuju umbilikus (SI-IV) dan dari umbilikus ke SIAS kanan (SV-VIII). prognosis kurang baik. dan atrofi testis pada pria.serum(gr/dl) >35 30-35 <30 Asites Nihil Mudah dikontrol Susah Pse/ensefalopati Nihil Minimal Berat/koma . Bila terjadi kerusakan sel hati. kadar Na 500-1000. Limpa : pembesaran limpa diukur dengan 2 cara : a. caput medussae. Penurunan kadar albumin dan peningkatan kadar globulin merupakan tanda kurangnya daya tahan hati dalam menghadapi stress seperti : tindakan operasi. Pemeriksaan kadar elektrolit penting dalam penggunaan diuretik dan pembatasan garam dalam diet. pada perbaikan terjadi kenaikan CHE menuju nilai normal. dan tubuh bagian bawah. Dalam hal ensefalopati. bila hati mengecil artinya. kadar CHE akan turun. Albumin : kadar albumin yang merendah merupakan cerminan kemampuan sel hati yang kurang. bahu. mempunyai prognosis yang jelek. Pemeriksaan CHE (kolinesterase) : penting dalam menilai sel hati. pinggang. Besar hati normal selebar telapak tangannya sendiri (7-10 cm).mol/dl0 50 Alb.serum (mu.Hacket : bila limpa membesar ke arah bawah saja (HI-V). pinggir hati biasanya tumpul dan ada sakit pada perabaan hati. Peninggian kadar gamma GT sama dengan transaminase. konsistensi hati biasanya kenyal/firm. ginekomastia.luasnya kerusakan parenkim hati. Perlu diperhatikan adanya eritema palmaris. Kenaikan kadarnya dalam serum timbul akibat kebocoran dari sel yang mengalami kerusakan. transaminase dan gamma GT tidak meningkat pada sirosis inaktif. Manifestasi diluar perut : perhatikan adanya spider navy pada tubuh bagian atas. Perut & ekstra abdomen : pada perut diperhatikan vena kolateral dan ascites. biasa hati membesar pada awal sirosis.

dll. daerah hipo atau hiperekoik atau adanya SOL (space occupyin lesion0. pelebaran saluran empedu/HBD. ensefalopati. Bila penyakit berlanjut maka dari kedua komplikasi tersebut dapat timbul komplikasi dan berupa : . perdarahan dan eksudat. Pemeriksaan penunjang lainnya adalah pemeriksaan cairan asites dengan melakukan pungsi asites. Tomografi komputerisasi : walaupun mahal sangat berguna untuk mendiagnosis kelainan fokal. Bisa dijumpai tanda-tanda infeksi (peritonitis bakterial spontan). Akelebihan endoskopi ialah dapat melihat langsung sumber perdarahan varises esofagus. limpa. seperti tumor atau kista hidatid. Pada sirosis hati dan kelainan difus parenkim terlihat pengambilan radionukleid secara bertumpuk-tumpu (patchty) dan difus.Kegagalan hati (hepatoseluler) . Esofagoskopi : dapat dilihat varises esofagus sebagai komplikasi sirosis hati/hipertensi portal. Pada beberapa kasus. vena porta. Angiografi : angiografi selektif. hemoroid. homogenitas. selia gastrik atau splenotofografi terutama pengukuran tekanan vena porta. permukaan. dapat dievaluasi besar dan panjang varises serta kemungkinan terjadi perdarahan yang lebih besar. Sonografi bisa mendukung diagnosis sirosis hati terutama stadium dekompensata. tandatanda yang mengarah akan kemungkinan terjadinya perdarahan berupa cherry red spot. pembesaran. Juga dapat dilihat besar. prognosis dan pengobatan tergantung pada 2 kelompok besar komplikasi : 1. kemungkinan perdarahan yang lebih besar akan terjadi bila dijumpai tanda diffus redness. Sidikan hati : radionukleid yang disuntikkan secara intravena akan diambil oleh parenkim hati. Bisa dilihatbesar dan bentuk hati.Hipertensi portal : dapat menimbulkan splenomegali. dilakukan pemeriksaan mikroskopis. Diperlukan pengalaman seorang sonografis karena banyak faktor subyektif. sel retikuloendotel dan limpa. red whale marking. caput medusae. pemekaran pembuluh vena esofagus/cardia.Komplikasi Bila penyakit sirosis hati berlanjut progresif. ginekomastia. ikterus. E R C P : digunakan untuk menyingkirkan adanya obstruksi ekstrahepatik. kultur cairan dan pemeriksaan kadar protein. ikterus obstruktif batu kandung empedu dan saluran empedu. vena kolateral dinding perut. VI. splenomegali. gambaran vena hepatika. hepatoma/tumor. Ultrasonografi : pada saat pemeriksaan USG sudah mulai dilakukan sebagai alat pemeriksaa rutin pada penyakit hati. atrofi testis. Selain tanda tersebut. eritema palmaris. filling defek. Yang dilihat pinggir hati. prosedur ini sangat berguna untuk melihat keadaan sirkulasi portal sebelum operasi pintas dan mendeteksi tumopr atau kista. timbul spider nevi. maka gambaran klinis. dll. asites. sel tumor. bentuk dan homogenitas hati. amilase dan lipase. kista. 2.nutrisi Sempurna Baik Kurang/kurus Pemeriksaan Penunjang Lainnya : Radiologi : dengan barium swallow dapat dilihat adanya varises esofagus untuk konfirmasi hepertensi portal. kelainan tumor hati.

Peritonitis bakterial spontan 6.v. Dilakukan pemasangan SB tube untuk menghentikan perdarahan varises. istirahat yang cukup. susunan diet TKTP.Asites 4. Dapat dilakukan skleroterapi sesudah dilakukan endoskopi kalau ternyata perdarahan berasal dari pecahnya varises. Pada penyakit wilson (penyakit metabolik yang diturunkan). aminoglikosida. Pengobatan Terapi & prognosis sirosis hati tergantung pada derajat komplikasi kegagalan hati dan hipertensi portal.Sindrom hepatorenal 7. Bila perdarahan banyak. Spirolakton dimulai dengan dosis awal 4×25 mg/hr dinaikkan sampai total dosis 800 mg sehari. Dilakukan venaseksi 2x seminggu sebanyak 500 cc selama setahun. untuk mencegah rebleeding dapatdiberikan propanolol. dihentikan pemakaian preparat yang mengandung besi atau terapi kelasi (desferioxamine). Psien dirawat di RS sebagai kasus perdarahan saluran cerna. b)Perdarahan varises esofagus. 1. Bila timbul ensefalopati.5 g/hr dan total cairan 1. amokisilin. atasi infeksi dengan pemberian antiobiotik.Pasien dalam keadaan kompensasi hati yang baik cukup dilakukan kontrol yang teratur. dan menambah ekskresi melalui urin. d)Terapi yang diberikan berupa antibiotik seperti sefotaksim 2 g/8 jam i. e)Sindrom haptorenal/nefropati hepatik. disamping melakukan aspirasi cairan lambung. dilakukan klisma. Pertama melakukan pemasangan NG tube.bila perlu dikombinasi dengan furosemid.1 g dalam 500 cc cairan d 5 % atau salin pemberian selama 4 jam dapat dulang 3 kali. lemak secukupnya. Operasi pintas dilakukan pada Child AB atau dilakukan transeksi esofagus (operasi Tanners0. Bila tersedia fasilitas dapat dilakukan foto koagulasi dengan laser dan heat probe. terapinya adalah imbangan air dan garam diatur dengan ketat. pemberian neomisin per oral.Transformasi ke arah kanker hati primer (hepatoma) VII. seperti : Alkohol & obat-obat lain dianjurkan menghentikan penggunaannya. dicoba melakukan parasentesis abdominal .9 g% dilakukan pemberian IVFD dengan pemberian dekstrosa/salin dan transfusi darah secukupnya.3. protein dikurangi. Bila tidak tersedia fasilitas diatas. Pada hepatitis kronik autoimun diberikan kortikosteroid Pada keadaan lain dilakukan terapi terhadap komplikasi yang timbul a)Untuk asites. tekanan sistolik 100 x/mnt atau Hb .5 l/hr.Pasien sirosis hatidengan sebab yang diketahui. c)U ntuk ensefalopati dilakukan koreksi faktor pencetus seperti pemberian KCL pada hipokalemia.Ensefalopati 5. 0. 2. Dengan kontrol pasien yang teratur pada fase dini akan dapat dipertahankan keadaan kompensasi dalam jangka panjang dan kita dapat memperpanjang timbulnya komplikasi. aspirasi cairan lambung bagi pasien yang mengalami perdarahan pada varises. Pada saat ini sudah mulai dikembangkan transplantasi hati dengan menggunakan bahan cadaveric liver. diberikan diet rendah garam 0. Alkohol akan mengurangi pemasukan protein ke dalam tubuh. Diberikan vasopresin 2 amp. diberikan D-penicilamine 20 mg/kgBB/hari yang akan mengikat kelebihan cuprum. Hemokromatosis.

0. Batang1 % 2.0 – 31. Lembaran Informasi ini berdasarkan terbitan New Mexico AIDS InfoNet. < 20 (L. Lihat http:// www. Batang dan segmen adalah jenis neutrofil. MCV/VER fl 82. 92. 40.org Darah Ukuran Satuan Nilai Rujukan.0 MCH/HER pg 27.0 – 6.0 – 70. Albumin g/L 38 – 57 Fungsi Ginjal Kreatinin U/L 40 – 150 (P). < 30 (P. Monosit % 2.6 – 5.5 (L).0 (P).2.0 – 8.0 – 40. usia 50) .aidsinfonet. Eritrosit (sel darah merah) juta/μl 4.6 – 5.0.9 (P). Eosinofil % 1. Natrium mmol/L 135 – 150. Radio IV/10.0.9.0 – 87. 60 – 400 (L). usia < 50).0 – 0.0 – 4.0 – 45. Kalium mmol/L 3. Asam Urat mmol/L 54 – 42 CATATAN PENTING: Setiap laboratorium menentukan nilai ‗normal‘. SGPT (ALT) U/L < 36. Nilai ini tergantung pada alat yang dipakai dan . Limfosit % 20.0.< 15 (L.15 Lain Glukosa mmol/L 3. Urea mg/dL 8 – 25.0 (L) Hitung Jenis Basofil % 0.0 – 1. usia < 50).0 – 48. INTERNIS ZONE | 4 Komentar » HASIL TES LAB NORMAL Posted on Maret 9.0.11 – 2.0 – 1. Hemoglobin (Hb) g/dL 12. Alkalin fosfatase U/L 64 – 306 (P). MCHC/KHER g/dL 32.0.0 – 16.0 – 36.5 Profil Lipid Kolesterol total mmol/L 3.0 persen Fungsi Hati (LFT) Ukuran Satuan Nilai Rujukan. dengan nilai rujukan. Bilirubin total mg/dL 0. Klorid mmol/L 95 – 108. Jl. usia 50) Leukosit (sel darah putih) 103/μl 5.0 –. Segmen1 % 50. Amilase U/L < 125. Jakarta 12130. 50.0 (L). SGOT (AST) U/L < 35. Tel: (021) 7279 7007 Fax: (021) 726-9521. 2008 by harnawatiaj HASIL TES LAB NORMAL Diterbitkan oleh Yayasan Spiritia.4. 4.0.0 – 10.0 – 18.0 (P). yang ditunjukkan pada kolum ‗Nilai Rujukan‘ atau ‗Nilai Normal‘ pada laporan laboratorium.0.0 – 3.0. HDL mmol/L < 4.0 – 75. 80 – 316 (L). 13.5 – 5.0 Trombosit 103/μl 150 – 400 Catatan: 1. Protein total g/L 66.dengan ekstra hati-hati untuk memperbaiki aliran vena kava. Laju endap darah (LED) mm < 25 (P. Trigliserid mmol/L 0.1. Kadang kala dilaporkan persentase neutrofil saja.0.Bilirubin langsung mg/dL 0. Hematokrit % 39. Filed under: 9.0 – 6. sehingga timbul perbaikan pada curah jantung dan fungsi ginjal.

O2 konsentrasi meningkat. dan ventilasi paru. bukan dengan nilai rujukan pada lembaran ini. Jakarta. perbedaannya terletak pada penurunan surfaktan akibat dari kerusakan paru. Jadi angka pada laporan kita harus dibandingkan dengan nilai rujukan pada laporan. Aspirasi virus pneumonia. Keadaan yang tidak langsung : Trauma dan shock karena pembedahan Sepsis dengan pelepasan endotoksin Pembekuan darah intravaskuler Transfusi darah massive Reaksi transudasi Penyakit Yang Dapat Menyebabkan ARDS : Pulmonary : Virus pneumonia Fungi pneumonia Pneumocystis carinii Military tuberculosis Legionaire‘s pneumonia Radiation pneumonitis Contusio paru Cairan aspirasi (gastric. hemorrhagic. Keadaan yang langsung : Menghirup racun iritan Infeksi diffusi alveolar Darah yang beracun. amniotic fluid embolic. Filed under: A. nilai laboratorium lain dapat berbeda. Kondisi akut paru-paru yang mengakibatkan macam-macam perubahan patofisiologi dalam paru.cara pemakaiannya. kimia corrosive. baik langsung atau tidak langsung berperan dalam menimbulkan syndrom. Jenis ketidakstabilan akut. Tidak ada standar nilai rujukan. post traumatic paruparu. DIAGNOSTIK ZONE | 2 Komentar » ADULT RESPIRATORY DISTRESS SYNDROM Posted on Maret 9. Kliennya umumnya masih muda yang sebelumnya dia sehat. ethylene glycol) Inhalasi racun (rokok. 2008 by harnawatiaj ARDS Sering merupakan kelanjutan dari shock paru-paru. angka ini diambil terutama dari laboratorium RSCM. tenggelam. Non pulmonary : Shock (traumatic. bacterial. kongesti atelektasis. pneumonia septic) . Hampir tenggelam dan trauma dada. post infusion paru. hydrocarbon. Menyerupai perubahan pada IRDS.

Banyak teori yang menerangkan patogenesis dari syndrom yang berhubungan dengan kerusakan awal paru-paru yang terjadi dimembran kapiler alveolar. Cairan juga masuk dalam alveoli dan mengakibatkan oedema paru. Adanya peningkatan permeabilitas kapiler dan akibat masuknya cairan ke dalam ruang interstitial. oleh karena itu mungkin perdarahan merupakan manifestasi patologi yang umum. Akibatnya terjadi tanda-tanda atelektasis. keadaan abnormal ventrikel kiri. Kriteria untuk diagnosa ARDS : Klinik Keadaan katastropik : paru atau bukan paru Eksklusi : Penyakit paru kronis. Massive blood transfusion Reaksi transfusi Pembekuan darah intravaskuler By pass cardiopulmonary Penambahan tekanan intrakranial Cairan overload Eclampsia Gejala defisiensi autoimmune Patofisiologi. methadone barbiturat). Plasma dan sel darah merah keluar dari kapiler-kapiler yang rusak. pada orang muda yang biasa mempunyai riwayat sakit paru-paru. Distress pernafasan : Tachypnea > 20 x/menit. Pa O2 60 % Kompliance paru rendah 1000 gr) Congestive atelektasis Membran hyaline Fibrosis PENGKAJIAN Gejala terjadi tiba-tiba dalam 2 – 3 hari sesudah trauma atau kesakitan.Emboli lemak Trauma kepala Trauma non thoraks Pancreatitis Uremia Drug overdose (heroin. Radiografi Difusi pulmonal menyebar Infiltrasi interstitial (awal) Infiltrasi alveoli (lanjut/akhir) Fisiologi Hipoksemia refractory. susah bernafas. seolah-olah dipengaruhi oleh aktifitas surfaktan. Tanda-tanda utama manifestasi klinik: Dyspnea Tachicardia .

4. 6. 9. shunt friction kurang atau sama dengan 20 % Jalan napas tetap. 7.Perubahan membran mukosa mulut berhubungan dengan jalan napas buatan. 12.Kerusakan komunikasi verbal berhubungan dengan jalan napas buatan dan kelumpuhan.Tidak efektifnya pola napas berhubungan dengan kurangnya complain paru dan kecemasan. Pencegahan dengan meminimalkan komplikasi dan stressor untuk klien dan keluarganya merupakan hal yang penting.Cyanosis dengan atau tanpa retraksi intercostals refractory hypoxemia. 8.Kerusakan mobilitas fisik berhubungan dengan kelumpuhan dan bedrest. Kriteria tujuan untuk klien: Stabil dan sinkronnya antara pernapasan dengan ventilator dengan slow rate yang cukup dalam level yang normal ventilasi Pa CO2 35 – 45 mmHg. Dysritmia Tanda-tanda adanya asidosis metabolic dan respiratorik  menegakkan diagnosis: adanya kesulitan memperoleh pemenuhan ventilasiStatus klinik klien yang adekuat (sehingga penurunan pemenuhan ventilasi yang meningkatkan menurunkan kapasitas vital paru-paru infiltrasikekakuan paru-paru) alveolar.Perubahan nutrisi. Hemodinamic parameter (CO. Perencanaan Dan Pelaksanaan Perawatan klien dengan ARDS perencanaannya yaitu perbaikan pola napas dan kestabilan hemodinamic. 5. O2 C Hypoksimia.Kerusakan pertukaran gas berhubungan dengan penambahan shunt dan ventilasi – perfusi terganggu.Gangguan pola tidur berhubungan dengan lingkungan yang kritis dan kebutuhan akan bantuan perawat. BP.Kelemahan berhubungan dengan ketergantungan dalam pemakaian alat.Tidak efektifnya jalan napas berhubungan dengan immobilisasi dan jalan napas buatan. . Tekanan maximum jalan napas 50 – 70 mmHg. PaO2 lebih dari atau sama dengan 60 mmHg.Potensial injury berhubungan dengan barotrauma atau tidak aktifnya aliran ventilator. 2. 13. 3.Kurangnya cardiac output berhubungan dengan tingginya PEEP (Positive mengetahui atau berguna untuk memenuhiEnd Expiratory Pressure) kebutuhan ventilasi paru.Gangguan integritas kulit berhubungan dengan perfusi dan immobilisasi. Hypotensia/bradicardia atau hipertension/tachicardia. lebih dari pada intake berhubungan dengan perubahan metabolisme dan ketidakmampuan intake makanan melalui oral.Tidak efektifnya koping keluarga berhubungan dengan mengatasi stress dan kecemasan dalam kondisi kritis. 11. Diagnosa Keperawatan 1. HR) stabil. kurang dari atau sama dengan 40 % Fi O2. 10.Kelebihan volume cairan berhubungan dengan penambahan (peningkatan) permiabilitas membran pulmonal dan kelebihan sekresi ADH. 14.

untuk mempertahankan tekanan O2 arteri sekitar 20 mmHg (William. utuh. Keefektifan dari PEEP dimonitor dengan seringnya analisa gas darah. Mempertinggi distribusi O2 ke seluruh paru-paru dengan mempertahankan expansi alveoli. PEEP kemungkinan besar menurunkan cardiac output karena lemahnya aliran denyut nadi dan tekanan darah harusdarah vena yang kembali ke jantung sering dimonitor.Mempertahankan oksigenasi secara adekuat. alat monitor khususKetepatan pemeriksaan gas darah. Integritas kulit baik. Keseimbangan intake dan output. Jika keadaan ini tidak terpenuhi paru-paru akan kolaps. 1982) tingkat rasa nyaman. Komunikasi nonverbal dapat diartikan. Mempertahankan tekanan jalan napas di atas tekanan atmosfer melalui siklus respirasi. Perawat harus memonitor perfusi pada organ vital : CNS : Tingkat kesadaran Pergerakan Sensasi Ginjal : Urine output Blood urine nitrogen (BUN) Serum kreatinin Myocardium : Heart rate Rhytm 2. terpenuhinyaBerguna untuk memenuhi kebutuhan ventilasi paru kebutuhan ventilasi paru ditandai dengan adanya elastisitas paru dan dada.Tekanan kapiler paru normal. Membran mukosa mulut baik.Kegagalan mempertahankan O2 Meningkatkan keperluan O2 dengan mempertahankan suhu klien pada tingkat normal. atau swan-Ganz cateter). Berat badan stabil. Kemungkinan kecenderungan terjadi retensi cairan dan edema paru selama ventilasi (intake dan output). Karena peningkatanKlien dengan ARDS metabolisme dan gangguan oral intake. Pelaksanaan 1. mengurangi rasa nyeri dan menjaga ketenangan klien. TKTP diberikan. . Vena bercampur (mengalir dari kiri ke kanan) dan hypoxemia dikurangi. Oksigenasi jaringan secara adekuat dilakukan dengan pemberian O2 konsentrasi tinggi. PEEP (Positive End Expiratory Pressure) Digunakan untuk memberi tekanan inflasi yang tinggi. Kelemahan dan penyakit respirasi merupakan indikasi untuk menggunakan ventilasi mekanic. cardiac output (CVP.Nutrisi: resiko terjadi malnutrisi.

1996 ). 1999 : 501). Pemberian albumin dan dextran dengan molekul tinggi Mungkin juga mengurangi permeabilitas kapiler Untuk menjaga paru tetap kering Antibiotik Mencegah infeksi bakteri. Diare adalah defekasi yang tidak normal baik frekuensi maupun konsistensinya. Filed under: 5. virus. korpus dan . Lambung adalah suatu kantung yang dapat berdistensi dengan kapasitas kira-kira ± 1500 ml. Bagian sisa dari saluran gastrointestinal terletak di dalam rongga peritoneal. kardia.Individu dan family coping. Gastroenteritis (diare akut) adalah inflamasi lambung dan usus yang disebabkan oleh berbagai bakteri . B. kortikosteroid.Anatomi fisiologi Saluran gastrointestinal yang berjalan dari mulut melalui esofagus. dan pathogen parasitic. Istilah gastroenteritis digunakan secara luas untuk menguraikan pasien yang mengalami perkembangan diare dan/ atau munmtah akut. 2008 by harnawatiaj A. Lambung dapat dibagi ke dalam empat bagian anatomis. Kortikosteroid Mungkin juga meningkatkan kontraktilitas jantung dan perfusi sirkulasi periferal serta organorgan vital. Pemberian O2. tepat di bawah diafragma kiri. menurun-kanUntuk mengurangi peradangan dari membran alveoli permeabilitas kapiler paru-paru.3. fundus.Pencegahan cedera paru berlanjut. Esofagus terletak di mediastinum rongga torakal. anterior terhadap tulang punggung dan posterior terhadap trakea dan jantung.Pengertian Gastroenteritis atau diare akut adalah kekerapan dan keenceran BAB dimana frekuensinya lebih dari 3 kali perhari dan banyaknya lebih dari 200 – 250 gram (Syaiful Noer. frekuensi diare lebih dari 4 kali sehari. RESPIRATORY ZONE | 1 Komentar » GASTROENTERITIS Posted on Maret 9. Selang yang dapat mengempis ini. lambung dan usus sampai anus. 4. dengan tinja berbentuk cairan atau setengah cair (setengah padat) dapat pula disertai frekuensi yang meningkat (Arif Mansjoer. Sekresi sebaiknya dihisap dengan suction sesuai kebutuhan Posisi pasien sering diubah-ubah dan pentingnya dilakukan gerakan/latihan pasif. Lingkungan sekitar klien harus tenang dan rileks. Istilah ini menjadi acuan bahwa terjadi proses inflamasi dalam lambung dan usus Diare adalah buang air besar (defekasi) dengan jumlah tinja yang lebih banyak dari biasanya (normal 100 – 200 ml per jam tinja). yang panjangnya kirakira 25 cm (10 inchi) menjadi distensi bila makanan melewatinya. Lambung ditempatkan dibagian atas abdomen sebelah kiri dari garis tengah tubuh.

bagian tengah disebut yeyunum. usus halus dibagi dalam 3 bagian yaitu bagian atas disebut duodenum. Penyebab itu dapat digolongkan lagi kedalam penyakit yang ditimbulkan adanya virus. shigella spp. plesiomonas. jalan keluar anal diatur oleh jaringan otot lurik yang membentuk baik sfingter internal dan eksternal. Sedangkan golongan bakteri invasiv adalah salmonella spp.pilorus. coli hemorrhagic (EHEC) dan camphylobcter. astrovirus. Kolon mengabsorbsi sekitar 600 ml air perhari sedangkan usus halus mengabsorbsi sekitar 8000 ml kapasitas absorbsi usus besar adalah 2000 ml perhari. Yang berfungsi untuk mengontrol isi usus ke dalam usus besar. menyebutkan bahwa angka kesakitan diare diindonesia saat ini adalah 230-330 per 1000 pendududk intuk semua golongan umur dan 1. b.Infeksi parenteral. c. staphylococcus aureus. vibrio cholerae. Bila jumlah ini dilampaui. fasiolapsis buski. Yang mana fungsinya mengabsorbsi air dan elektrolit yang sudah hampir lengkap pada kolon.ETEC.2 episode diare . bacillus cereus.6 – 2. dan trichuris trichuria. Yang termauk dalam golongan bakteri non invasive adalah : vibrio cholera. Penyebab utama oleh virus yang terutama ialah rotavirus (40-60%) sedangkan virus lainnya ialah virus Norwalk. Pada sat ini telah dapat diidentifikasi tidak kurang dari 25 jenis mikroorganisme yang dapat menyebabkan diare pada anak dan bayi. E. Untuk sekresi dan absorbsi. isospora billi. Pada tempat ini terdapat apendiks veriformis. Usus halus adalah segmen paling panjang dari saluran gastrointestinal. cryptosporidium. Bakteri-bakteri yang dapat menyebabkan penyakit itu adalah aeromonashidrophilia. cGMP (cyclic guaniosin monophospate). calcivirus. ialah bvakteri non invasive dan bakteri invasive. Kolon sigmoid dan rektum kolon sigmoid berfungsi menampung massa faeces yang sudah dehidrasi sampai defekasi berlangsung. coli. C. campylobacter jejuni. dan yersinia enterocolitica. segmen transversum yang memanjang dari abdomen atas kanan ke kiri dan segmen desenden pada sisi kiri abdomen. yang jumlah panjangnya kira-kira dua pertiga dari panjang total saluran. sarcocystis suihominis. Bagian ujung dari usus besar terdiri dua bagian.EIEC). shigelloides. coronavirus. Diare karena bakteri invasive dan non ihnvasiv terjadi melalui suatu mekanisme yang berhubungan dengan pengaturan transport ion di dalam sel-sel usus berikut ini : cAMP (cyclic adenosine monophospate). dan sebagainya.Bakteri penyebab gastroenteritis (diare akut) dibagi dalam dua golongan besar. E. Usus besar terdiri dari segmen asenden pada sisi kanan abdomen. clostridium defficile. yaitu infeksi di bagian tubuh lain di luar alat pencernaan seperti : otitis media akut tonsilopharingitis. yaitu saluran pencernaan yang merupakan penyebab utama diare.Etiologi Faktor infeksi a. Rektum berlanjut pada anus. salmonella spp. coli infasif (EIEC). clostridium perfringens. entamoeba histolitica. giarsia lamblia. dan parasit usus. strongiloides stercoralis. minirotavirus dan virus bulat kecil. D. Sedangkan penyebab gastroenteritis (diare akut) oleh parasit adalah balantidium coli. bagian bawah disebut ileum. dan mencegah refluks bakteri ke dalam usus halus. bakteri. Ca-dependent dan pengaturan ulang sitoskeleton. E. capillaria philippinensis. Pertemuan antara usus halus dan usus besar terletak dibagian bawah kanan duodenum. Ini disebut sekum pada pertemuan ini yaitu katup ileosekal.Infeksi internal. coli pathogen (EPEC. misalnya adalah karena adanya kiriman yang berlebihan dari ileum maka akan terjadi diare. E.Insiden Data departemen kesehatan RI.

bahkan yang disajikan tanpa dimasak penularannya transmisi orang ke orang melalui aerosolisasi (Norwalk. S. Cairan ini akan menyebabkan dinding usus menggelembung dan tegang dan sebagai reaksi dinding usus akan megadakan kontraksi sehingga terjadi hipermotilitas atau hiperperistaltik untuk mengalirkan cairan ke baeah atau ke usus besar. atau melalui aktivitas seksual. Yersinia dan Perfringens tipe C.1%. Typhimurium. 2. Di laboratorium kesehatan anak RSUD Dr. rotavirus). Bakteri kemudian tertelan dan masuk kedalam lambung. Faktor penjamu adalah kemampuan pertahanan tubuh terhadap mikroorganisme. . S. namun bila jumlah bakteri terlalu banyak maka akan ada yang lolos kedalam usus 12 jari (duodenum). Enteriditis. imunitas juga mencakup lingkungan mikroflora usus. dan bersifat sekretorik eksudatif. yaitu faktor daya tahan tubuh atau lingkungan lumen saluran cerna. sub unit B melekat di dalam membrane dari sub unit A dan akan bersentuhan dengan membrane sel serta mengeluarkan cAMP (cyclic Adenosin Monophospate). Denan memproduksi enzim muicinase bakteri berhasil mencairkan lapisan lendir yang menutupi permukaan sel epitel usus sehingga bakteri dapat masuk ke dalam membrane (dinding sel epitel). tetapi tentu saja ada batasannya. kemampuan memproduksi toksin yang mempengaruhi sekresi cairan di usus serta daya lekat kuman.Patogenesis Diare akut akibat infeksi( gastro enteritis) terutama dilakukan secara fekal oral. yang merusak sel mukosa. volume cairan didalam lumen usus akan bertambah banyak. Kuman tersebut membentuk koloni-koloni yang dapat menginduksi diare patogenesis diare disebabkan infeksi bakteri terbagi dua yaitu : 1. Faktor penentu terjadinya diare akut adalah faktor penyebab (agent) dan faktor penjamu (host). seperti keasaman lambung.5 liter).Bakteri enteroinvasif Diare menyebabkan kerusakan dinding usus berupa nekrosis dan ulserasi. didalam lambung bakteri akan dibunuh oleh asam lambung. Bakteri yang termasuk dalam golongan ini adalah Enteroinvasif E. S. masih belum terjadi diare. Shigela. S.Bakteri noninvasif (enterotoksigenik) Bakteri masuk kedalam makanan atau minuman yang tercemar oleh bakteri tersebut. Sebagai akibat adanya rangsangan sekresi cairan dan hambatan absorbsi cairan tersebut. Di dalam duodenum bakteri akan berkembang biak sehingga jumlahnya mencapai 100 juta koloni atau lebih per ml cairan usus. Coli (EIEC). Di dalam membrane bakteri mengeluarkan toksin yang disebut sub unit A dan sub unit B. soetomo pada tahun 1996 didapatkan 871 penderita diare yang dirawat dengan dehidrasi ringan 5%. Angka kematian diare golongan umur balita adalah sekitar 4 per 1000 balita.setiap tahunnya untukgolongan umur balita. dehidrasi sedang 7. E. Hal ini disebabkan masukan minuman atau makanan yang terkontaminasi tinja ditambah dengan ekskresi yang buruk.56 %) penderita yangmeninggal karena dehidrasi. cAMP berkhasiat merangsang sekresi cairan usus di bagian kripta vili dan menghambat absorbsi cairan di bagian kripta vili. Choleraesuis. Cairan diare dapat bercampur lendir dan darah. Faktor penyebab yang mempengaruhi patogenesis antara lain daya penetrasi. Bila jumlah cairan meningkat sampai dengan 4500 ml (4. makanan yang tidak matang. maka akan terjadi diare. Paratyphi B. dan dehidrasi berat 23 %. tanpa menimbulkan kerusakan sel epitel tersebut. Dalam keadaan normal usus besar akan meningkatkan kemampuannya untuk menyerap cairan yang bertambah banyak. motilitas lambung. tetapi bila jumlah tersebut melampaui kapasitasnya menyerap.tahun 2000 terdapat 1160 penderita diare yang dirawat dengan 227 (19. tangan yang terkontaminasi (clostridium difficille).

cholarae Virus : Mikroskop elektron. coli. Sebaliknya sel-sel kripti akan berpoliferasi dan menyebabkan bertambahnya sekresi cairan ke dalam lumen usus. gangguan biokimiawi seperti asidosis metabolik akan menyebabkan frekuensi pernafasan lebih cepat dan dalam (pernafasan kusmaul). Histolytica) kerusakan vili yang penting menyerap air. elektrolit dan zat makanan (lamdia) patofisologi kandida menyebabkan gastroenteritis belum jelas.Tes Diagnostik BAHAN PEMERIKSAAN Tinja Tinja Darah Cairan duadenum Biakan : Siggela. Bila terjadi renjatan hipovolemik berat maka denyut nadi cepat (lebih dari 120 kali/menit) tekanan darah menurun tak terukur. F. elisa Parasit : Pemeriksaan mikroskopika PH dan uji reduksi Lemak (pewarna sudam III) Elektrolit dan osmolalitas Darah tepi lengkap Asam folat serum dan eritrosit Mikroskopik : glordia dorstring dan loides. sehingga mengganggu absorpsi air. lidah kering.Penyebab diare lainnya. dengan diare yang terutama terdiri atas cairan saja. seperti parasit menyebabkan kerusakan berupa usus besar (E. dan elektrolit. pada saat diare didapatkan lendir kental dan kadang-kadang darah. kekurangan kalium dapat menimbulkan aritmia jantung. demam dan diare terjadi renjatan hipovolemik harus dihindari kekurangan cairan menyebabkan pasien akan merasa haus. serta suara menjadi serak. E.Gejala Klinik Pasien dengan diare akibat infeksi sering mengalami nausea. turgor kulit menurun. nyeri perut sampai kejang perut. Kedua disentriform. muka pucat. salmonella. . muntah. pasien gelisah. Mekanisme yang dilakukan virus masih belum jelas kemungkinan dengan merusak sel epitel mukosa walaupun hanya superfisial. mungkin karena superinfeksi dengan jasad renik lain. sehingga bila kekurangan cairan tak segera diatasi dapat timbul penulit berupa nekrosis tubular akut. Perfusi ginjal dapat menurun sehingga timbul anuria. kolerifrom. Secara klinis dianggap diare karena infeksi akut dibagi menjadi dua golongan pertama. Selain itu terjadi pula kerusakan enzim-enzim disakarida yang menyebabkan intoleransi yang akhirnya memperlama diare. V. ujung ekstremitas dingin dan kadang sianosis. tulang pipi menonjol. G. Biakan : kuman aerob dan anaerob.

Dehidrasi berat (a). 7 jam berikutnya : 12 ml /kg BB/jam = 33 tetes / kg BB/ m atau 4 tetes / kg BB/menit. Ketiga dasar pengobatan tersebut dijelaskan sebagai berikut : 1. Dehidrasi sedang 1 jam pertama : 50 – 100 ml/kg BB peroral /intragastrik (sonde). atau 4 tetes/kgBB/menit. Jenis cairan 4 : 1 (4 bagian glukosa 5 % + 1 bagian NaHCO3 1 %) dengan kecepatan 4 jam pertama = 25 ml / kg BB /jam atau 6 tetes/kgBB/menit. Bila anak tidak mau minum dapat diteruskan dengan DG aa intravena 2 tetes/kgBB/m. KCI dan glukosa. Cairan sederhana yang dapat dibuat sendiri (formula tidak lengkap)hanya mengandung garam dan gula (NaCl dan sukrosa). Dehidrasi ringan 1 jam pertama : 25 – 50 ml/kg BB per oral (intragastrik). atau 2 ½ tetes/kgBB/menit. Cairan peroral : Pada pasien dengan dehidrasi ringan dan sedang atau tanpa dehidrasi dan bila anak mau minum serta kesadaran baik diberikan peroral berupa cairan yang berisi NaCl dan NaHCO3. 7 jam berikutnya : 10 ml /kg BB /jam = 3 tetes/kgBB/ menit. Formula lengkap sering disebut juga oralit. 125 ml/kg BB/hari. 3).Untuk bayi baru lahir (neonatus) dengan BB 2 – 3 kg. 16 jam berikutnya : 125 ml /kg BB oralit peroral atau intragastrik. 3. atau 3 tetes/ kgBB/m.Penatalaksanaan Dasar pengobatan diare adalah : 1. 2. (b). 4)..Untuk anak lebih dari 25 tahun dengan BB 10 – 15 kg : 1 jam pertama : 30 ml /kg BB/jam = 8 tetes/kgBB/menit.Dietetik.Obat-obatan. Selanjutnya : 125 ml/kg BB /hari. 2). b. 16 jam berikutnya : 125 ml/kg BB oralit peroral atau intragastrik. yaitu 1 jam pertama : 40 ml/kg BB / jam = 10 tetes / kg BB /menit (set infus berukuran 1 ml = 15 tetes) atau 13 tetes / kg BB /menit (set infus 1 ml : 20 tetes). Belum ada dehidrasi Peroral sebanyak anak mau minum atau 1 gelas tiap defekasi.Pengobatan dietetik Untuk anak dibawah 1 tahun dan anak di atas 1 tahun dengan BB kurang dari 7 kg jenis makanan : . Selanjutnya .H. 20 jam berikutnya 150 ml /kg BB /20 jam = 2 tetes/kgBB/ menit. cara memberikan dan jumlah cairan. 8 tetes/kgBB/ menit. (c).Pemberian cairan : jenis cairan. atau 10 tetes/kgBB/menit. Bila anak tidak mau minum. atau air tajin yang diberi garam dan gula untuk pengobatan sementara sebelum di bawah berobat ke rumah sakit pelayanan kesehatan untuk mencegah dehidrasi lebih jauh. Jenis cairan a.Untuk anak umur 1 bulan – 2 tahun. 2.kg BB/menit atau 3 tetes/kgBB/menit. teruskan dengan intravena 2 tetes/. Kebutuhan cairan : 125 ml + 100 ml + 25 ml = 250 ml /kg bb /24 jam.Pemberian cairan pada pasien diare dengan memperhatikan derajat dehidrasinya dan keadaan umum. berat badan 3 – 10 kg. Cairan parenteral : 1).

Jika suatu elektrolit dan cairan telah dikoreksi. jika diberikan jumlah kecil (15 ml susu krim separuh) setiap 4 jam dengan salin antara waktu makan d.5 – 1 mg /kg bb /hari. atau pada rekaman kehi. I. Pergantian dapat dilakukan baik peroral atau intravena dan akan tergantung pada kehilangan air dan elektrolit melalui diare. c.Pemeriksaan biokimia dan obsevasi klinis untuk menentukan status elektrolit e. Antibiotik (Ngastiyah. Cara memberikannya : a.Penggantian deficit cairan danelektrolit serta koreksi gangguan asam basa.Susu (ASI dan atau susu formula yang mengandung laktosa rendah dan asam lemak tak jenuh). a.Prinsip Pengobatan Dan Managemen Perawatan 1. Klorpromazin dosis 0.Hari pertama : setelah dehidrasi segera diberikan makanan peroral. c. b.Penimbangan berat badan harian dan pengumpilan urin harian Dehidrasi parah. Bila diberi ASI/susu formula tapi masih diare diberikan oralit selang-seling.Koreksi asidosis merabolik dengan pemberian secara intravena 8.Pengobatan tergantung pada derajat dehidrasi. gambaran klinik ditegakkan secara baik danbayi mulai dirawat : a.Dihentikannya pemberian susu yang diganti dengan campuran glucose elektrolit (dioralite).Setelah 24 jam pemberian susu dimulai kembali.Cairan harus diberikan setiap 2 jam pada siang hari dan setiap 4 jam selama malam hari. 3. c. Ini didasarkan pada penilaian klinis.Dihentikannya pemberian susu b. ada kemungkinan lebih disukai untuk merawat anak di rumah.Infuse intravena dengan larutan yang sesuai dan masukan cairan dengan peningkatan yang seksama b.Dimulainya pemberian cairan peroral secara perlahan – lahan untuk kmenentukan kemampuan menerima cairan f. Hari kelima : bila tidak ada kelainan pasien dipulangkan. b.Obat-obatan a.4 % natrium bikarbonat dengan penilaian kembali status asam basa d.Dengan ditingkatkannya pemberian susu.Infuse plasma untukmenggantikan penurunan volume plasma c.a.Sucrose hanya ditambahkan jika feces mulai berbentuk Dehidrasi ringan.angan berat badanterakhir. c. Dehidrasi ringan . Obat spasmolitik.Dimulainya pemberian susu secara berangsur-angsur seperti yangdiuraikanuntuk dehidrasi ringan g. b. secara berangsur-angsur susu diberikan kembali seperti yang diuraikan untuk dehidrasi ringan . dilanjutkan selama 24 jam c. Makanan setengah padat (bubur) atau makanan padat (nasi tim). jumlah campuran glucose elektrolit diturunkan secara berimbang e. Bayi dalamkedaan sakit parah dengan kegagalan sirkulasi : a. asal diberikan perawatan medis tang efesien. b.Obat anti sekresi : dosis 25 mg /tahun dengan dosis minimum 30 mg. Kembali susu atau makanan biasa.Susu khusus yang disesuaikan dengan kelainan yang ditemukan.Perawatan bayi dengan terapi intra vena d. 1997). Hari kedua – keempat : ASI /susu formula rendah laktosa penuh. Pada kasus ini.

Pemberian obat-obatan. DIGESTIVE ZONE | 3 Komentar » TEHNIK DAN PROSEDUR HD Posted on Maret 9. Area popok dibasuh secara lebih dan diberikan krim pelindung. Feces yang encer akan menyebabkan kemerahan dan ekskoriasi kulit. Diberikan oksigen dan bayi diobservasi secara seksama.Persiapan pulang ke rumah. dan jika terjadi pertambahan berat badan anak yang memuaskan dan tidak terdapat muntah atau feces yang encer. seperti kloramfenikol atau streptomisin.e.Selama fase akut. Walaupun demikian. Meninggalkan bokong dalam kedaan terpapar merupakan cara yang terbaik untuk mendorong terjadinya penyembuhan. Dialisat Cairan yang digunakan untuk proses hemodialisis. dan peningkatan kadar kalium secara cepat membawa resiko henti jantung.ibu harusdidorong untuk tinggal bersama anak.Dukungan bagi orang tua. bayi dirawat dalam incubator. Filed under: 9. terutama antibiotika untuk mengatasu kuman infeksi . Dimana didalamnya mempunyai 2 kompartemen dialisat yang dibatasi selaput semipermeabel. karena penurunan kadar kalium serum menimbulkan perubahan aktivitas jantung. dapat diberikan secara parenteral b. Jika terdapat bukti tidak adanya pengertian dalam hal perawatan anak. Membran semi permeabel Lapisan yang sangat tipis dan memiliki lubang-lubang submikroskopik (pori) Ginjal buatan/ dialyzer (halofiber/artificial kidney) Alat yang digunakan untuk mengeluarkan sampah metabolisme tubuh atau zat toksik lain dari dalam tubuh. harus diingat bahwa banyak bayi yangmenderita gastroenteritis kendatipun perawatan bayi yang bhaik. dan orang tua tidak boleh disalahkan karena keadaan ini. 2008 by harnawatiaj Hemodialisis berasal dari kata : Hemo : darah Dialisis : memisahkan dari yang lain Hemodialisis Proses pemisahan zat-zat tertentu dari darah melaui suatu membran semi permeabel. Perawatan dapat diawasi dan diberikan bantuan. Segera setelah petunjuk pemberian makanan mencapai tingkat sesuai umur dan kebutuhan anak. . jika muntah parah.Perawatan bokong anak. f.Inspeksi dan perawatan mulit bayi e. d.Isolasi bayi dan pengertian akan proses infeksi silang serta pencegahannya. Blood lines Pipa-pipa atau selang-selang yang mengalirkan darah dari tubuh menuju dialyzerdan yang dari dialyzer ke tubuh. 2. Terdiri dari campuran air dan elektrolit dengan konsentrasi hampir sama dengan serum darah normal. c. maka anak dizinkan pulang. obat-obatan yang sesuai.Perawatan rutin a. bila fungsi ginjal sudah tidak memadai lagi. Orang tua diminta untuk datang ke unit rawat jalan untuk mengubungi dokter umum untuk menilai kemajuan bayi. Bayi tidak boleh ditinggal berbaring dengan popok yang basah dan kotor.

Blood pump/ pompa darah Alat yang menyebabkan darah mengalir dalam sirkulasi darah. terjadi bila ada hambatan dari arteri. Priming : pengisian cairan yang pertama kali dalam sirkulasi darah (ABL+Dialyzer+VBL) ……NaCl Conductivity : kemampuan suatu larutan untuk menghantarkan aliran listrik.Luas selaput/ membran yang dipakai Yang biasa dipakai : 1-1. Tekanan Positif/ Positive Pressure : pada inlet dimonitoring sesudah blood pump. Terjadi karena hambatan pada jalan masuk darah ke tubuh. jarum.5 cm2 Tergantung dari besar badan/ berat badan 3. Qb : kecepatan aliran darah dalam sirkulasi darah (ml/m) Qd : kecepatan aliran dialisat dalam sirkulasi dialisat (ml/m) Qf : ultrafiltration rate (ml/m) yaitu jumlah air yang keluar dari kompartemen darah ke kompartemen dialisat melalui membran semi permeabel yang disebabkan karena perbedaan tekanan. Bubble trap/ air trap Suatu ruangan pada ABL dan VBL yang bertugas menahan/ mengamankan gelembung udara dalam sirkulasi darah. pada bubble trap disebut juga arterial pressure. Tekanan positif pada outlet dimonitoring pada bubble trap dari outlet disebut juga venous pressure. Segment pump : Bagian dari ABL yang ditempatkan pada Blood pump. venous blood line/ outlet/ VBL. misalnya karena : Jarum kecil Posisi jarum kurang baik Vasokonstriksi dari vena Trans Membrane Pressure/ TMP : adalah perbedaan tekanan antara kompartemen darah dan kompartemen dialisat melalaui membrane. Meninggalkan tekanan dialisat berarti menambah daya hisap dari cairan dialisat sehingga cairan darah berpindah ke dialisat dan ultrafiltrasi meninggi Faktor-faktor yang mempengaruhi hemodialisis 1.Terdiri dari : arteri blood line/ inlet/ ABL. Hal-hal yang membatasi kemungkinan tersebut antara lain : tekanan darah.Aliran dialisat Semakin cepat aliran dialisat semakin efisien proses hemodialisis. Terlalu besar aliran darah bisa menyebabkan syok pada penderita. terjadi bila ada tekanan pada dialyzer (misalnya: ada bekuan dalam dialyzer).Aliran darah Secara teori seharusnya aliran darah secepat mungkin. 2. disebut juga fistula pressure. Temperatur suhu dialisat Temperature dialisat tidak boleh kurang dari 360C karena bisa terjadi spasme dari vena sehingga . Bersifat ganda yaitu menarik dan mendorong. aliran darah yang keluar kurang. Tekanan Negative/ Negative Pressure/ Dialisat Pressure : pada inlet dimonitoring sebelum blood pump. menimbulkan borosnya pemakaian cairan.

Mesin hemodialisis/ pengelola air Mesin pengelola air : Water softener Revense osmosis 3. kassa.aliran darah melambat dan penderita menggigil. 5cc.5cc. 10cc. Untuk menjalankan hemodialisis perlu : 1. 30/50cc Conductivity meter . Peralatan kedokteran : Tensi meter + stetoskop Timbangan BB Tabung oksigen lengkap Alat EKG Slym zuiger Tromol (duk. klem) Bak spuit dan kom kecil Korentang dan tempatnya Klem-klem (besar dan kecil) Gunting Bengkok.Sarana ruangan Tempat tidur Penerangan yang cukup Wastafel dan kran Kran-kran untuk sarana hubungan dengan mesin hemodialisis Saluran pembuangan Alat pendingin ruangan/ AC Tempat sampah Meja suntik Stop kontak 2.Peralatan kesehatan dan obat-obatan. nierbekken Mat kan/ gelas ukuran Zeil + karet alat untuk alas tangan Sarung tangan Kassa/ gaas Plester/ band aid Verband Alat-alat khusus : Dialyzer Blood lines (ABL/ VBL) AV fistula/ Abocath no G14 s/d G16 Dialisat pekat Infuse set Micro drip Spuit : insulin 2. Temperatur dialisat tidak boleh lebih dari 420C karena bisa menyebabkan hemolisis.

protamin Sodium bicarbonat 7 % (meylon) Obat-obat penyelamat hidup Yang perlu selain yang diatas adalah : Surat izin dialysis Formulir dialysis Traveling dialsis Formulir laboratorium Formulir radiologi Filed under: D. dll . 2008 by harnawatiaj 1.PERAWATAN SEBELUM HEMODIALISIS (PRA HD) Persiapan mesin Listrik Air (sudah melalui pengolahan) Saluran pembuangan Dialisat (proportioning sistim.90 % Kain kasa/ Gaas steril Duk steril Sarung tangan steril Bak kecil steril Mangkuk kecil steril Klem Plester Desinfektan (alcohol + bethadine) Gelas ukur (mat kan) Timbangan BB Formulir hemodialisis Sirkulasi darah . 5 cc.Obat-obatan : Lidocain. HD ZONE | 4 Komentar » PERAWATAN HEMODIALISA Posted on Maret 9. insulin Heparin inj Xylocain (anestesi local) NaCl 0. Novocain Alcohol. batch sistim) Persiapan peralatan + obat-obatan Dialyzer/ Ginjal buatan (GB) AV Blood line AV fistula/abocath Infuse set Spuit : 50 cc. bethadine Heparin.

masukkanAmbil cairan 1 tablet clinitest ke dalam tabung gelas yang sudah berisi cairan Lihat reaksi : Warna biru : – / negatif . masukkan ke dalam tabung gelas.9 % (2-3 kolf) Pasang infus set pada kolf NaCl Hubungkan ujung infus set dengan ujung merah ABL atau tempat khusus Tutup semua klem yang ada pada slang ABL. (untuk hubungan tekanan arteri. pemberian obat-obatan) Buka klem ujung dari ABL. ujung biru VBL dihubungkan dengan alat penampung/ mat-kan Letakkan posisi GB terbalik. yaitu yang tanda merah dibawah.Cuci tangan Letakkan GB pada holder. VBL. Volume priming : darah yang berada dalam sirkulasi (ABL + GB + VBL ) Cara menghitung volume priming : Σ NaCl yang dipakai membilas dikurangi jumlah NaCl yang ada didalam mat kan (gelas tampung/ ukur) Contoh : ∑ NaCl yang dipakai membilas : 1000 cc ∑ NaCl yang ada didalam mat kan : 750 cc Jadi volume priming : 1000 cc – 750 cc = 250 cc Cara melembabkan (soaking) GB Yaitu dengan menghubungkan GB dengan sirkulasi dialisat Bila mempergunakan dialyzer reuse / pemakaian GB ulang : Buang formalin dari kompartemen darah dan kompartemen dialisat Hubungkan dialyzer dengan selang dialisat 15 menit pada posisi rinseBiarkan Test formalin dengan tablet clinitest : Tampung cairan yang keluar dari dialyzer atau drain 10 tts (1/2 cc). VBL dan infus set 100 ml/mJalankan Qb dengan kecepatan Udara yang ada dalam GB harus hilang (sampai bebeas udara) dengan cara menekan-nekan VBL Air trap/Bubble trap diisi 2/3-3/4 bagian Setiap kolf NaCl sesudah/ hendak mengganti kolf baru Qb dimatikan Setelah udara dalam GB habis. dengan posisi merah diatas Hubungkan ujung putih pada ABL dengan GB ujung merah Hubungkan ujung putih VBL dengan GB ujung biru. klem tetap dilepas Masukkan heparin dalam sirkulasi darah sebanyak 1500-2000 U Ganti kolf NaCl dengan yang baru yang telah diberi heparin 500 U dan klem infus dibuka Jalankan sirkulasi darah + soaking (melembabkan GB) selama 10-15 menit sebelu dihubungkan dengan sirkulasi sistemik (pasien) CATATAN !!!! PERSIAPAN SIRKULASI Rinsing/Membilas GB + VBL + ABL Priming/ mengisi GB + VBL + ABL Soaking/ melembabkan GB. biru diatas Gantungkan NaCl 0. hubungkan ujung ABL dengan ujung VBL. tekanan vena.

procain inj) Punksi vena (outlet).Persiapan fisik :Timbang BB.Pompa darah (blood pump stop. Observasi KU (ukur TTV) 2.16/ abocath.Warna hijau : + / positif Warna kuning : + / positif Warna coklat : +/ positif Selanjutnya mengisi GB sesuai dengan cara mengisi GB baru Persiapan pasien 1. sambungkan ujung dari VBL dengan punksi outlet . Bolus heparin inj (dosis awal) Fiksasi. fiksasi. Posisi. tutup dengan kasa steril Berikan bolus heparin inj (dosis awal) Punksi inlet (fistula).Izin hemodialisis 3. tutup dengan kassa steril Dengan eksternal A-V shunt (Schibner) Desinfektan Klem kanula arteri & vena Bolus heparin inj (dosis awal) Tanpa 1 & 2 (femora dll) Desinfektan Anestesi local Punksi outlet/ vena (salah satu vena yang besar.Semua klem dibuka.PERAWATAN SELAMA HEMODIALISIS (INTRA HD) Pasien Sarana hubungan sirkulasi/ akses sirkulasi : Dengan internal A-V shunt/ fistula cimino Pasien sebelumnya dianjurkan cuci lengan & tangan Teknik aseptic + antiseptic : bethadine + alcohol Anestesi local (lidocain inj.Persiapan mental 2.5 – 1 cm ke arah medialVena femoralis Anestesi lokal (infiltrasi anetesi) Vena femoralis dipunksi setelah anestesi lokal 3-5 menit Fiksasi Tutup dengan kassa steril Memulai hemodialisis 1. sampai4. fiksasi.Jalankan pompa darah (blood pump) dengan Qb sirkulasi darah terisi darah semua. 5. Dengan AV fistula no G. tutup kassa steril Punksi inlet (vena/ arteri femoralis) Raba arteri femoralis Tekan arteri femoralis 0.Ujung ABL line dihubungkan dengan punksi inlet 2. biasanya di lengan).Ujung VBL line dihubungkan dengan punksi outlet 3. kecuali klem infus set 100 ml/m.14 s/d G.

lebih sering. Umur.Tempat-tempat punksi harus harus sering dikontrol. Nadi setiap 1 jam. Heparinisasi Dosis heparin : Dosis awal : 25 – 50 U/kg BB Dosis selanjutnya (maintenance) = 500 – 1000 U/kg BB Cara memberikan Kontinus Intermiten (biasa diberikan tiap 1 jam sampai 1 jam terakhir sebelum HD selesai) Heparinisasi umum Kontinus : Dosis awal : ……. UFR 5. udara harus diamankan lebih dulu 3. masalah selama HD. makan/minum. BB.Semua sambungan dikencangkan 4.Pada waktu menghubungkan venous line dengan punksi outlet. 2.Hubungkan selang-selang untuk monitor : venous pressure.Jalankan pompa darah dengan Qb = 100 ml/m. Bila keadaan pasien tidak baik/ lemah lakukan mengukur TD.Temperatur : 36-400C 4. Tipe GB.Pompa heparin dijalankan (dosis heparin sesuai keperluan). untuk menghindari terjadi perdarahan dari tempat punksi. hidupkan air/ blood leak detector 10. CATATAN !!!! 1. S.Heparinisasi Tekanan (+) /venous pressure Trans Membran Pressure / TMP Tekanan (-) / dialysate pressure Tekanan (+) + tekanan (-) Tekanan / pressure : Arterial pressure / tekanan arteri : banyaknya darah yang keluar dari tubuh Venous pressure / tekanan vena : lancar/ tidak darah yang masuk ke dalam. 12. keluhan selama HD. N.Isi formulir HD antara lain : Nama. setelah 15 menit bisa dinaikkan sampai 300 ml/m (dilihat dari keadaan pasien) 9. TD.cairan priming diampung di gelas ukur dan jumlahnya dicatat (cairan dikeluarkan sesuai kebutuhan). Mesin Memprogram mesin hemodialisis : 1.6. U Dosis selanjutnya : …… U .TMP. N. P.Ukur TD. Heparin dilarutkan dengan NaCl 11. 8.Permulaan HD posisi dialyzer terbalik setelah dialyzer bebas udara posisi kembalikan ke posisi sebenarnya.Fiksasi ABL & VBL (sehingga pasien tidak sulit untuk bergerak) 7. arteri pressure.Qb : 200 – 300 ml/m 2.Qd : 300 – 500 ml/m 3. Cairan priming yang masuk.

U Protamin : ….. pend hipotensi berat) : Efedrin 1 ampul + 10 cc aquadest kmd disuntik 2 ml/IV .MESIN & PERALATAN Qb Qd Temperature Koduktiviti Pressure/ tekanan : arterial. outlet Keluhan/ komplikasi hemodialisis 2. Qb tinggi (250 – 300 ml/m) Dosis heparin : 500 U (pada sirkulasi darah).Intermitten : Dosis awal : …… U Dosis selanjutnya : …….PASIEN KU pasien TTV Perdarahan Tempat punksi inlet. Heparinisasi minimal Syarat-syarat : Dialyzer khusus (kalau ada). U Heparin : protamin = 100 U : 1 mg Heparin & protamin dilarutkan dengan NaCl. MONITOR SELAMA HEMODIALISA 1. Bilas dengan NaCl setiap : ½ – 1 jam Banyaknya NaCl yang masuk harus dihitung Jumlahnya NaCl yang masuk harus dikeluarkan dari tubuh. UFR Air leak & Blood leak Heparinisasi Sirkulasi ekstra corporeal Sambungan-sambungan CATATAN : Obat menaikkan TD ( tu. PENGAMATAN OBSERVASI. Protamin diberikan/ dipasang pada selang sebelum masuk ke tubuh/ VBL. dialysate. venous. Heparin diberikan/ dipasang pada selang sebelum dializer. bisa dimasukkan ke dalam program ultrafiltrasi CATATAN Dosis awal : diberikan pada waktu punksi : sirkulasi sistem Dosis selanjutnya: diberikan dengan sirkulasi (maintenance) ekstra korporeal. U Heparinisasi regional Dosis awal : …… U Dosis selanjutnya : ….

Ukur TTV : TD. lebih lama 5.Darah dimasukkan ke dalam tubuh dengan do dorong dengan nacl sambil qb 50 – 100 cc) 100 ml/m (NaCl masuk : dijalankan 7. 5. jarum inlet dicabut . nadi 3. 10.Cairan pendorong/ pembilas (NaCl) sesuai dengan kebutuhan . lalu tutup dengan kain kassa/band aid lalu pasang verband.Ujung ABL diklem.Bekas punksi femoral lebih lama. ujun VBL diklem. S.Penekanan bekas punksi dengan 3 jari sekitar 10 menit 3. bekas punksi inlet ditekan dengan kassa steril yang diberi betadine.Isi formulir hemodialisis CATATAN : 1.3.kanula arteri & vena dibilas dengan NaCl yang diberi 2500 U – 300 U heparin inj 4.Bila perdarahan pada punksi sudah berhenti.Blood pump stop 4. bekas punksi inlet & outlet ditekan dengan kassa steril yang diberi bethadine 9. P 11.Kedua sisi kanula dihubungkan kembali dengan konektor 5.PERAWATAN SESUDAH HEMODIALISIS (POST HD) Mengakhiri HD Persiapan alat : Kain kasa/ gaas steril Plester Verband gulung Alkohol/ bethadine Antibiotik powder (nebacetin/ cicatrin) Bantal pasir (1-1/2 keram) : pada punksi femoral Cara bekerja 1.Timbang BB (kalau memungkinkan) 12. ditekan kembali dengan bantal pasir 4.Sebelum ABL & VBL dilepas dari kanula maka kanula arteri & kanula vena harus diklem lebih dulu 3.Ukur TD. 8.Jarum outlet dicabut. kalau perlu di dorong dengan udara ( harus hati-hati) 2.5 menit sebelum hemodialisis berakhir Qb diturunkan sekitar 100cc/m UFR = 0 2. setelah perdarahan berhenti.Bekas punksi arteri penekanan harus tepat.Memakai teknik aseptik dan antiseptik SCRIBNER 1.Fiksasi .Setelah darah masuk ke tubuh Blood pump stop.Pakai sarung tangan 2. bubuhi bekas punksi inlet & outlet dengan antibiotik powder.Hubungkan ujung abl dengan infus set 6. N.Lepas klem pada kedua kanula 6.

hal-hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan selama hemodialisis dan efek dari hemodialisis. mengawasi penimbangan berat badan. Disamping itu beberapa pasien telah dapat melaporkan pada perawat apabila ada ketidakberesan pada mesin atau akses vaskular. mencabut jarum inlet dan menekan bekas tusukan sambil menunggu sampai aliran darah pada venous blood line habis. Pada tahap pemasangan alat dan selama pemasangan. ASUHAN KEPERAWATAN PASIEN HEMODIALISIS Pada pasien yang baru pertama kali hemodialisis. perawatan cimino. mempersiapkan alat-alat. makan dan minum. Hal ini dapat terlihat dari kegiatan : a. Kemudian menghubungkan heparin contnous ke sirkulasi. Pada pre hemodialisis. mengawasi penimbangan berat badan pasien. penusukan jarum. Selain itu pasien diberikan penjelasan ringkas tentang prosedur yang akan dijalankan. dilakukan pengukuran tekanan darah. setelah mencoba mengatasi sendiri.Pasang balutan dengan sedikit kanula bisa dilihat dari luar. Langkah selanjutnya adalah mencabut jarum out line dan menekan bekas tusukan. mengukur tekanan darah dan menghitung denyut nadi. priming dan keluhan pasien setelah HD. Semua kegiatan baik pada tahap pre hemodialisis selama pemasangan dan penghentian hemodialisis dilakukan oleh perawat kecuali penimbangan berat badan dan minum yang pada beberapa pasien dilakukan sendiri. mengganti gaas bethadine dan fiksasi dengan plester. pengaturan posisi tubuh. waktu pelaksanaan. membereskan alat-alat dan dilanjutkan dengan desinfeksi alat. kegiatan perawatan meliputi : menghidupkan mesin. membuka klem venous dan arteri blood line. mengukur suhu. sirkulasi cairan NaCl pada mesin. Intervensi keperawatan yang dilakukan mengarah kepada pemberian bantuan sepenuhnya. Pembuatan rencana perawatan pasien sudah berjalan dimana dalam pengkajian meliputi data fisik dan psikososial. mengukur tekanan darah dan menciptakan suasana ruangan untuk mengisi kegiatan pasien selama hemodialisis berlangsung. mengukur suhu badan. pemberian anestesi lokal (kalau perlu). Sebenarnya bagi pasien yang memungkinkan bisa dilibatkan sejak awal. venous pressure. monitoring alat-alat dan kelancaran sirkulasi darah. memasang alat pada mesin. kecepatan aliran heparin dan UFR.7. meyediakan alatalat. prinsip hemodialisis. selanjutnya menyambung jarum pada arteri blood line. monitoring pernafasan. Menimbang BB . Lalu menekan tombol BFR. memprogram penurunan berat badan. memasang alat pada mesin sampai mesin tersebut dipakai. Pada tahap penghentian hemodialisis meliputi : penghentian aliran darah. Data psikososial yang dikaji sebatas pada adanya rasa cemas dan bosan. program penurunan BB . pemasukan heparin (bolus). untuk mengetahui ada bekuan atau tidak. pembatasan cairan. dosis heparin. diet. dari mulai menghidupkan mesin. Pada saat itu pasien menunggu di ruang tunggu. pasien diorientasikan pada ruangan paviliun II dan alat-alat yang ada.Pada tahap persiapan Persiapan alat dan mesin Selama ini pasien dipersilahkan masuk ke ruangan HD dalam keadaan mesin sudah siap pakai karena perawat sudah menyiapkannya. jika kondisi pasien memungkinkan. Sistem pencatatan dan pelaporan yang dijalankan dalam bentuk lembaran observasi pasien yang berisi tentang : TTV sebelum atau selama dan sesudah HD. kegiatannya meliputi : desinfeksi daerah penusukan. BB sebelum dan sesudah HD. Setelah penghentian hemodialisis.

b. mulai dari hal-hal yang sedrhana tapi dapat menarik minat untuk belajar. Pasien menyebutkan berapa BBnya dan perawat mencatatnya dalam lembaran observasi.Pada tahap penghentian Filed under: D. Sebenarnya dapat mulai dikenalkan kepada pasien mengenai alat-alat dan cara pengukurannya. tekanan darah dan menghitung denyut nadi Kegiatan-kegiatan ini semuanya masih dilakukan oleh perawat. HD ZONE | 8 Komentar » « Halaman Sebelumnya — Halaman Berikutnya » . Dalam hal ini pasien dapat diberi kesempatan untuk mencatat Bbnya sendiri. Mengukur suhu badan.Penimbangan BB bagi pasien yang mampu memang sudah dilakukan sendiri oleh pasien begitu mereka masuk ruangan. namun tetap dalam pengawasan perawat.Pada tahap pelaksanaan c.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful