P. 1
Makalah sejarah

Makalah sejarah

|Views: 255|Likes:
Published by mee2an
makalah
makalah

More info:

Published by: mee2an on Sep 21, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/23/2015

pdf

text

original

Makalah sejarah Kerajaan di Indonesia bercorak hindu-buddha

Di susun oleh : Firman ahmadi (xi ips 2 ) Sma negeri senduro lumajang 2013-2014

kerajaan kutai Kerajaan Kutai (Kutai Martadipura) adalah kerajaan bercorak hindu yang terletak di muara Kaman, Kalimantan Timur, tepatnya di hulu Sungai Mahakam. Kerajaan Kutai berdiri sekitar abad ke-4. Nama kerajaan ini disesuaikan dengan nama daerah tempat penemuan prasasti, yaitu daerah Kutai. Hal ini disebabkan, karena setiap prasasti yang ditemukan tidak ada yang menyebutkan nama dari kerajaan tersebut. Wilayah Kerajaan Kutai mencakup wilayah yang cukup luas, yaitu hampir menguasai seluruh wilayah Kalimantan Timur. Bahkan pada masa kejayaannya Kerajaan Kutai hampir manguasai sebagian wilayah Kalimantan. a. Sumber Sejarah Sumber yang mengatakan bahwa di Kalimantan telah berdiri dan berkembang Kerajaan Kutai yang bercorak Hindu adalah beberapa penemuan peninggalan berupa tulisan (prasasti). Tulisan itu ada pada tujuh tiang batu yang disebut yupa. Yupa tersebut adalah tugu batu yang berfungsi sebagai tiang untuk menambat hewan yang akan dikorbankan. Dari salah satu yupa tersebut diketahui Raja Mulawarman yang memerintah Kerajaan Kutai pada saat itu. Nama Mulawarman dicatat dalam yupa karena kedermawanannya menyedekahkan 20.000 ekor sapi pada Kaum Brahmana.

b. Kehidupan Politik Sejak muncul dan berkembangnya pengaruh hindu (India) di Kalimantan Timur, terjadi perubahan dalam kepemerintahan, yaitu dari pemerintahan suku dengan kepala suku yang memerintah menjadi kerajaan dengan seorang raja sebagai kepala pemerintahan. Berikut beberapa raja yang pernah memerintah Kerajaan Kutai: - Raja Kudungga Adalah raja pertama yang berkuasa di kerajaan kutai. Dapat kita lihat, nama raja tersebut masih menggunakan nama lokal sehingga para ahli berpendapat bahwa pada masa pemerintahan Raja Kudungga pengaruh Hindu baru masuk ke wilayahnya. Kedudukan Raja Kudungga pada awalnya adalah kepala suku. Dengan masuknya pengaruh Hindu, ia mengubah struktur pemerintahannya menjadi kerajaan dan mengangkat dirinya sebagai raja, sehingga penggantian raja dilakukan secara turun temurun. - Raja Aswawarman Prasasti yupa menceritakan bahwa Raja Aswawarman adalah raja yang cakap dan kuat. Pada masa pemerintahannya, wilayah kekuasaan Kutai diperluas lagi. Hal ini dibuktikan dengan dilakukannya Upacara Asmawedha pada masanya. Upacara-upacara ini pernah dilakukan di India pada masa pemerintahan Raja Samudragupta ketika ingin memperluas wilayahnya. Dalam upacara itu dilaksanakan pelepasan kuda dengan tujuan untuk menentukan batas kekuasaan Kerajaan Kutai ( ditentukan dengan tapak kaki kuda yang nampak pada tanah hingga tapak yang terakhir nampak disitulah batas kekuasaan Kerajaan Kutai ). Pelepasan kuda-kuda itu diikuti oleh prajurit Kerajaan Kutai.

-Raja Mulawarman Raja Mulawarman merupakan anak dari Raja Aswawarman yang menjadi penerusnya. Raja Mulawarman adalah raja terbesar dari Kerajaan Kutai. Di bawah pemerintahannya, Kerajaan Kutai mengalami masa kejayaannya. Rakyat-rakyatnya hidup tentram dan sejahtera hingga Raja Mulawarman mengadakan upacara kurban emas yang amat banyak.

c. Runtuhnya Kerajaan Kutai Kerajaan Kutai runtuh saat raja Kerajaan Kutai terakhir yang bernama Maharaja Dharma Setia tewas di tangan Raja Kutai Kartanegara ke-13, Aji Pangeran Anum Panji Mendapa. Kerajaan Kutai Kartanegara selanjutnya menjadi Kerajaan Islam yang bernama Kesultanan Kutai Kartanegara. Peta Kecamatan Muara Kaman 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. Maharaja Kundungga, gelar anumerta Dewawarman Maharaja Asmawarman (anak Kundungga) Maharaja Mulawarman Maharaja Marawijaya Warman Maharaja Gajayana Warman Maharaja Tungga Warman Maharaja Jayanaga Warman Maharaja Nalasinga Warman Maharaja Nala Parana Tungga Maharaja Gadingga Warman Dewa Maharaja Indra Warman Dewa Maharaja Sangga Warman Dewa Maharaja Candrawarman Maharaja Sri Langka Dewa Maharaja Guna Parana Dewa Maharaja Wijaya Warman Maharaja Sri Aji Dewa Maharaja Mulia Putera Maharaja Nala Pandita Maharaja Indra Paruta Dewa Maharaja Dharma Setia

Kehidupan Ekonomi Kehidupan ekonomi di Kutai, tidak diketahui secara pasti, kecuali disebutkan dalam salah satu prasasti bahwa Raja Mulawarman telah mengadakan upacara korban emas dan tidak menghadiahkan sebanyak 20.000 ekor sapi untuk golongan Brahmana. Tidak diketahui secara pasti asal emas dan sapi tersebut diperoleh. Apabila emas dan sapi tersebut didatangkan dari tempat lain, bisa disimpulkan bahwa kerajaan Kutai telah melakukan kegiatan dagang. Kehidupan Budaya Dalam kehidupan budaya dapat dikatakan kerajaan Kutai sudah maju. Hal ini dibuktikan melalui upacara penghinduan (pemberkatan memeluk agama Hindu) yang disebut Vratyastoma. Vratyastoma dilaksanakan sejak pemerintahan Aswawarman karena Kudungga masih mempertahankan ciri-ciri keIndonesiaannya, sedangkan yang memimpin upacara tersebut, menurut para ahli, dipastikan adalah para pendeta (Brahmana) dari India. Tetapi pada masa Mulawarman kemungkinan sekali upacara penghinduan tersebut dipimpin oleh pendeta/kaum Brahmana dari orang Indonesia asli. Adanya kaum Brahmana asli orang Indonesia membuktikan bahwa kemampuan intelektualnya tinggi, terutama penguasaan terhadap bahasa Sansekerta yang pada dasarnya bukanlah bahasa rakyat India sehari-hari, melainkan lebih merupakan bahasa resmi kaum Brahmana untuk masalah keagamaan.

Maharaja Purnawarman adalah raja Kerajaan Tarumanegara yang ketiga (395-434 m). Ditinjau dari segi ini. Dalam masa pemerintahan Candrawarman (515-535 M). maka Suryawarman melakukan hal yang sama sebagai lanjutan politik ayahnya. Selesai penggalian. Ia sendiri seorang maharesi dari salankayana di India yang mengungsi ke nusantara karena daerahnya diserang dan ditaklukkan maharaja samudragupta dari kerajaan magada. yang kemudian digantikan oleh putranya. Pada tahun 417 ia memerintahkan penggalian Sungai Gomati dan Candrabaga sepanjang 6112 tombak (sekitar 11 km). kerajaan Tarumanegara adalah kerajaan hindu beraliran wisnu. maka salakanagara berubah status menjadi kerajaan daerah. Kota ini sampai tahun 362 menjadi pusat pemerintahan raja-raja Dewawarman (dari Dewawarman I VIII). melainkan juga mengalihkan perhatiannya ke daerah bagian timur. Perkembangan daerah timur menjadi lebih Berkembang Ketika Cicit Manikmaya Mendirikan Kerajaan Galuh Dalam Tahun 612 M. sang prabu mengadakan selamatan dengan menyedekahkan 1. yang disebut argyre oleh ptolemeus dalam tahun 150 M. Kerajaan Tarumanegara didirikan oleh Rajadirajaguru Jayasingawarman pada tahun 358. Garut. Jayasingawarman pendiri Kerajaan Tarumanegara adalah menantu raja Dewawarman VIII. ayah Suryawarman. Dalam catatan. banyak penguasa daerah yang menerima kembali kekuasaan pemerintahan atas daerahnya sebagai hadiah atas kesetiaannya terhadap Kerajaan Tarumanegara.561 M) raja Kerajaan Tarumanegara ke-7. sedangkan putranya di tepi kali Candrabaga. Dharmayawarman (382-395).Kerajaan tarumanegara kerajaan Tarumanegara atau Taruma adalah sebuah kerajaan yang pernah berkuasa di wilayah pulau Jawa bagian barat pada abad ke-4 hingga abad ke-7 m. . Jayasingawarman dipusarakan di tepi kali gomati. Hal ini berarti. merupakan gejala bahwa ibukota sundapura telah berubah status menjadi sebuah kerajaan daerah.000 ekor sapi kepada kaum Brahmana. yang memberitakan raja Sunda dalam tahun 536 M. menantu Suryawarman. Suryawarman tidak hanya melanjutkan kebijakan politik ayahnya yang memberikan kepercayaan lebih banyak kepada raja daerah untuk mengurus pemerintahan sendiri. mendirikan kerajaan baru di Kendan. Prasasti Pasir Muara yang menyebutkan peristiwa pengembalian pemerintahan kepada raja Sunda itu dibuat tahun 536 M. Kota itu diberi nama Sundapura pertama kalinya nama Sunda digunakan. Dalam tahun tersebut yang menjadi penguasa Kerajaan Tarumanegara adalah Suryawarman (535 . Dalam tahun 526 M Manikmaya. Ia membangun ibukota kerajaan baru pada tahun 397 yang terletak lebih dekat ke pantai. Ketika pusat pemerintahan beralih dari rajatapura ke Tarumanegara. Putera tokoh manikmaya ini tinggal bersama kakeknya di ibukota tarumangara dan kemudian menjadi panglima angkatan perang Kerajaan Tarumanegara. pusat pemerintahan Kerajaan Tarumanegara telah bergeser ke tempat lain. Kehadiran prasasti Purnawarman di pasir muara. daerah Nagreg antara Bandung dan Limbangan. Contoh serupa dapat dilihat dari kedudukaan rajatapura atau salakanagara (kota perak). yang merupakan salah satu kerajaan tertua di nusantara yang diketahui.

Kehidupan Ekonomi Prasasti tugu menyatakan bahwavraja Purnawarman memerintahkan rakyatnya untuk membuat sebuah terusan sepanjang 6122 tombak. 2. Kehidupan Sosial Kehidupan sosial Kerajaan Tarumanegara sudah teratur rapi. 4. Pembangunan terusan ini mempunyai arti ekonomis yang besar nagi masyarakat. dapat diketahui bahwa tingkat kebudayaan masyarakat pada saat itu sudah tinggi. Tarusbawa. Raja Purnawarman juga sangat memperhatikan kedudukan kaum brahmana yang dianggap penting dalam melaksanakan setiap upacara korban yang dilaksanakan di kerajaan sebagai tanda penghormatan kepada para dewa. Akibatnya. hal ini terlihat dari upaya raja Purnawarman yang terus berusaha untuk meningkatkan kesejahteraan kehidupan rakyatnya. Hal ini dibuktikan dari prasasti Tugu yang menyatakan raja Purnawarman telah memerintah untuk menggali sebuah kali. Kehidupan Budaya Dilihat dari teknik dan cara penulisan huruf-huruf dari prasasti-prasasti yang ditemukan sebagai bukti kebesaran Kerajaan Tarumanegara. raja Tarumanagara terakhir. B. Linggawarman sendiri mempunyai dua orang puteri. Juga perdagangan dengan daera-daerah di sekitarnya. Penggalian sebuah kali ini sangat besar artinya. Pada tahun 669 M. KEHIDUPAN DI KERAJAAN TARUMANEGARA 1. 3. keberadaan prasasti-prasasti tersebut menunjukkan telah berkembangnya kebudayaan tulis menulis di kerajaan Tarumanegara. kehidupan perekonomian masyarakat Kerajaan Tarumanegara sudah berjalan teratur. Karena dapat dipergunakan sebagai sarana untuk mencegah banjir serta sarana lalu-lintas pelayaran perdagangan antardaerah di Kerajaan Tarumanegara dengan dunia luar. digantikan menantunya. Selain sebagai peninggalan budaya. Linggawarman. Kehidupan Politik Raja Purnawarman adalah raja besar yang telah berhasil meningkatkan kehidupan rakyatnya. yang sulung bernama Manasih menjadi istri Tarusbawa dari Sunda dan yang kedua bernama Sobakancana menjadi isteri .Gambar : Peta Letak Prasasti Kerajaan Tarumanegara A. RAJA-RAJA DI KERAJAAN TARUMANEGARA Tarumanagara sendiri hanya mengalami masa pemerintahan 12 orang raja. karena pembuatan kali ini merupakan pembuatan saluran irigasi untuk memperlancar pengairan sawah-sawah pertanian rakyat.

Cap telapak kaki melambangkan kekuasaan raja atas daerah tersebut (tempat ditemukannya prasasti tersebut).Dapuntahyang Sri Jayanasa pendiri Kerajaan Sriwijaya. karena Tarusbawa pribadi lebih menginginkan untuk kembali ke kerajaannya sendiri. Jayasingawarman 358-382 M Dharmayawarman 382-395 M Purnawarman 395-434 M Wisnuwarman 434-455 M Indrawarman 455-515 M Candrawarman 515-535 M Suryawarman 535-561 M Kertawarman 561-628 M Sudhawarman 628-639 M Hariwangsawarman 639-640 M Nagajayawarman 640-666 M Linggawarman 666-669 M C. . 5. 6. Cap telapak kaki melambangkan kekuasaan dan eksistensi seseorang (biasanya penguasa) sekaligus penghormatan sebagai dewa. dekat muara sungai Cisadane Bogor prasasti tersebut menggunakan huruf Pallawa dan bahasa Sansekerta yang terdiri dari 4 baris disusun ke dalam bentuk Sloka dengan metrum Anustubh. 7. 9. Kekuasaan Tarumanagara berakhir dengan beralihnya tahta kepada Tarusbawa. PRASASTI-PRASASTI KERAJAAN TARUMANEGARA 1. 12. Prasasti Ciaruteun Prasasti Ciaruteun atau prasasti Ciampea ditemukan ditepi sungai Ciarunteun. 10. Secara otomatis. 11. b. hanya Galuh yang tidak sepakat dan memutuskan untuk berpisah dari Sunda yang mewarisi wilayah Tarumanagara. Atas pengalihan kekuasaan ke Sunda ini. Di samping itu terdapat lukisan semacam laba-laba serta sepasang telapak kaki Raja Purnawarman. Hal ini berarti menegaskan kedudukan Purnawarman yang diibaratkan dewa Wisnu maka dianggap sebagai penguasa sekaligus pelindung rakyat. Gambar telapak kaki pada prasasti Ciarunteun mempunyai 2 arti yaitu: a. yaitu Tarusbawa. tahta kekuasaan Tarumanagara jatuh kepada menantunya dari putri sulungnya. yaitu Sunda yang sebelumnya berada dalam kekuasaan Tarumanagara. 2. Raja-raja Tarumanegara: 1. 4. 8. 3.

29” BB (dari Jakarta) dan 6°32‟27. ditemukan di bukit Koleangkak di perkebunan jambu. Bojong Honje-Sukamakmur Bogor. Prasasti Pasir Awi Prasasti Pasir Awi berada di daerah 0°10‟37.2. sekitar 30 km sebelah barat Bogor. . yaitu gajah tunggangan dewa Wisnu. prasasti ini juga menggunakan bahwa Sansekerta dan huruf Pallawa serta terdapat gambar telapak kaki yang isinya memuji pemerintahan raja Mulawarman. Prasasti Kebon Kopi Prasasti Kebon Kopi ditemukan di kampung Muara Hilir kecamatan Cibungbulang Bogor . tepat berada di puncak perbukitan Pasir Awi (600 m dpl). Prasasti Jambu Prasasti Jambu atau prasasti Pasir Koleangkak. Yang menarik dari prasasti ini adalah adanya lukisan tapak kaki gajah. tertulis dalam aksara ikal yang belum dapat dibaca. 3.57”. ditemukan di Bogor. yang disamakan dengan tapak kaki gajah Airawata. Prasasti Muara Cianten Prasasti Muara Cianten. Di samping tulisan terdapat lukisan telapak kaki. 5. 4.

Prasasti Tugu juga menyebutkan anasir penanggalan walaupun tidak lengkap dengan angka tahunnya yang disebutkan adalah bulan phalguna dan caitra yang diduga sama dengan bulan Februari dan April. Prasasti Tugu Prasasti Tugu di temukan di daerah Tugu. juga menceritakan bahwa tahun 666 dan 669 telah datang utusaan dari To-lo-mo. Dari prasasti-prasasti ini diketahui bahwa kerajaan dipimpin oleh Rajadirajaguru Jayasingawarman pada tahun 358 M dan beliau memerintah sampai tahun 382 M. kecamatan Cilincing Jakarta Utara. ditemukan di kampung lebak di tepi sungai Cidanghiang. D. Isi prasasti tersebut mengagungkan keberanian raja Purnawarman. menceritakan bahwa tahun 528 dan 535 telah datang utusan dari Tolo-mo yang terletak di sebelah selatan. Berita Fa-Hsien. Hal-hal yang dapat diketahui dari prasasti Tugu adalah: a. sehingga ada beberapa hal yang dapat diketahui dari prasasti tersebut. tahun 414 M dalam bukunya yang berjudul Fa-Kao-Chi menceritakan bahwa di Ye-po-ti hanya sedikit dijumpai orang-orang yang beragama Buddha. 2. c. kecamatan Munjul kabupaten Pandeglang Banten. Prasasti Cidanghiyang Prasasti Cidanghiyang atau prasasti Lebak. Kerajaan Tarumanegara ialah kelanjutan dari Kerajaan Salakanagara. Sedangkan sumber-sumber dari luar negeri yang berasal dari berita Tiongkok antara lain: 1. satu di Jakarta dan satu di Lebak Banten. Prasasti Tugu yang menyebutkan dilaksanakannya upacara selamatan oleh Brahmana disertai dengan seribu ekor sapi yang dihadiahkan raja. b. SUMBER-SUMBER SEJARAH Bukti keberadaan Kerajaan Taruma diketahui melalui sumber-sumber yang berasal dari dalam maupun luar negeri. . Prasasti ini dipahatkan pada sebuah batu bulat panjang melingkar dan isinya paling panjang dibanding dengan prasasti Tarumanegara yang lain. yang banyak adalah orang-orang yang beragama Hindu dan sebagian masih animisme. Sumber dari dalam negeri berupa tujuh buah prasasti batu yang ditemukan empat di Bogor. Makam Rajadirajaguru Jayasingawarman ada di sekitar sungai Gomati (wilayah Bekasi). Prasasti ini baru ditemukan tahun 1947 dan berisi 2 baris kalimat berbentuk puisi dengan huruf Pallawa dan bahasa Sansekerta. 7. Sehingga secara Etimologi (ilmu yang mempelajari tentang istilah) sungai Chandrabaga diartikan sebagai kali Bekasi. Berita Dinasti Tang. 3.6. Berita Dinasti Sui. Dengan adanya keterangan dua buah sungai tersebut menimbulkan tafsiran dari para sarjana salah satunya menurut Poerbatjaraka. Prasasti Tugu menyebutkan nama dua buah sungai yang terkenal di Punjab yaitu sungai Chandrabaga dan Gomati.

Berdasarkan prasast-prasati tersebut diketahui raja yang memerintah pada waktu itu adalah Purnawarman.Berdasarkan tiga berita di atas para ahli menyimpulkan bahwa istilah To-lo-mo secara fonetis penyesuaian kata-katanya sama dengan Tarumanegara. meliputi hampir seluruh Jawa Barat yang membentang dari Banten. Kerajaan Tarumanegara diperkirakan berkembang antara tahun 400-600 M. . Wilayah kekuasaan Purnawarman menurut prasasti Tugu. Maka berdasarkan sumber-sumber yang telah dijelaskan sebelumnya maka dapat diketahui beberapa aspek kehidupan tentang kerajaan Tarumanegara. Bogor dan Cirebon. Jakarta.

Raja tersebut bernama Ta-shih. Kisah legenda ini bercerita mengenai Ratu Shima yang mendidik rakyatnya agar selalu berlaku jujur dan menindak keras kejahatan pencurian. akan tetapi kemudian berita-berita Cina dari Dinasti T‟ang (618-906 M) menyebut Jawa dengan sebutan Ho-ling sampai tahun 818. bahkan barang-barang yang terjatuh tidak ada yang berani untuk mengambilnya. Dia terlebih dulu mencoba mengamati situasi Kerajaan Ho-ling dengan cara meletakkan pundi-pundi uang emas di tengah jalan. para menteri juga memohon ampun lagi sehingga hanya jari-jari kakinya saja yang dipotong. Ada sebuah kisah yang menceritakan tentang ketat dan disiplinnya pemerintahan di Kerajaan Ho-ling. Ia menerapkan hukuman yang keras yaitu pemotongan tangan bagi siapa saja yang mencuri. Sebelum perluasan ini. tetapi para menteri mohon ampun padanya dan keputusan diubah dengan memotong kakinya. kemungkinan berada di suatu tempat antara Kabupaten Pekalongan dan Kabupaten Jepara sekarang. kebanyakan diperoleh dari sumber catatan China. akan dipotong tangannya. Ada seorang raja yang bermaksud untuk menyerang Ho-ling. dan naskah Carita Parahyangan yang disusun berabad-abad kemudian pada abad ke-16 menyinggung secara singkat mengenai Ratu Shima dan kaitannya dengan Kerajaan Galuh. Letak pusat kerajaan ini belumlah jelas. Sumber sejarah kerajaan ini masih belum jelas dan kabur. Kerajaan ini pernah diperintah oleh Ratu Shima. Asal Mula penyebutan Ho-ling Nama Ho-ling sebenarnya muncul ketika terjadi perubahan dengan mulai meluasnya kekuasaan Wangsa Sailendra. Konon warga Ho-ling terkenal dengan kejujurannya. tradisi kisah setempat. Kalingga telah ada pada abad ke-6 Masehi dan keberadaannya diketahui dari sumber-sumber Tiongkok. yang dikenal memiliki peraturan barang siapa yang mencuri. Namun penyebutan Jawa dengan She-p‟o kembali muncul pada 820-856 M Catatan dari sumber lokal Kisah lokal Terdapat kisah yang berkembang di Jawa Tengah utara mengenai seorang Maharani legendaris yang menjunjung tinggi prinsip keadilan dan kebenaran dengan keras tanpa pandang bulu. raja Ta-shih mengurungkan niatnya utnuk menyerang Kerajaan Ho-ling. Mengetahui hal itu. berita Cina dari Dinasti Sung Awal (420470 M) menyebut Jawa dengan sebutan She-p‟o. Kalingga atau Ho-ling (sebutan dari sumber Tiongkok) adalah sebuah kerajaan bercorak Hindu yang muncul di Jawa Tengah sekitar abad ke-6 masehi. Selama 3 tahun barang tersebut aman di jalan dan secara tidak sengaja putra mahkota menginjak barang tersebut. . Tak berhenti sampai di situ saja.Kerajaan Kalingga / Holing Peta yang menggambarkan letak pusat kerajaan Kalingga. karena kakinya yang bersalah. Maka ratu memerintahkan untuk menghukum mati putra mahkota.

menikah dengan putera mahkota Kerajaan Galuh yang bernama Mandiminyak. Pada abad ke-5 muncul Kerajaan Ho-ling (atau Kalingga) yang diperkirakan terletak di utara Jawa Tengah. Kemudian Raja Sanjaya menikahi Sudiwara puteri Dewasinga. Parwati. Sanjaya menggantikan buyutnya dan menjadi raja Kerajaan Kalingga Utara yang kemudian disebut Bumi Mataram. Ketiga kerajaan tersebut menjadi pesaing kuat jaringan perdagangan Sriwijaya-Buddha. Berita Cina Berita keberadaan Ho-ling juga dapat diperoleh dari berita yang berasal dari zaman Dinasti Tang dan catatan I-Tsing. Raja Kalingga Selatan atau Bumi Sambara. Kerajaan Ho-ling menjadi wilayah taklukan Sriwijaya dikarenakan kerajaan ini menjadi bagian jaringan perdagangan Hindu. Sanaha dan Bratasenawa memiliki anak yang bernama Sanjaya yang kelak menjadi raja Kerajaan Sunda dan Kerajaan Galuh (723-732 M). Pada tahun 752. Setelah Maharani Shima meninggal di tahun 732 M. Maharani Shima memiliki cucu yang bernama Sanaha yang menikah dengan raja ketiga dari Kerajaan Galuh. dan kemudian mendirikan Dinasti/Wangsa Sanjaya di Kerajaan Mataram Kuno. bersama Malayu dan Tarumanagara yang sebelumnya telah ditaklukan Sriwijaya. yaitu Tamperan Barmawijaya alias Rakeyan Panaraban. putri Maharani Shima. yaitu Brantasenawa. Keterangan tentang Kerajaan Ho-ling didapat dari prasasti dan catatan dari negeri Cina.Ratu Shima Carita Parahyangan Berdasarkan naskah Carita Parahyangan yang berasal dari abad ke-16. Kekuasaan di Jawa Barat diserahkannya kepada putranya dari Tejakencana. . dan memiliki putra yaitu Rakai Panangkaran. yang kemudian menjadi raja kedua dari Kerajaan Galuh.

kendi. Kecamatan Grabag. Penduduk Kerajaan Ho-ling sudah pandai membuat minuman keras dari bunga kelapa Daerah Ho-ling menghasilkan kulit penyu. Ia adalah seorang ratu yang sangat adil dan bijaksana. sedangkan istrinya bernama Sampula. beratap daun palem. Dapunta Selendra. Desa Lebak. Drs. Di sebelah utaranya terletak Ta Hen La (Kamboja). kelasangka. Raja tinggal di suatu bangunan besar bertingkat. . di sebelah timurnya terletak Po-Li (Pulau Bali) dan di sebelah barat terletak Pulau Sumatera. Magelang di Jawa Tengah. perak. ibunya bernama Bhadrawati. cakra dan bunga teratai yang merupakan lambang keeratan hubungan manusia dengan dewa-dewa Hindu. Catatan dari berita Cina ini juga menyebutkan bahwa sejak tahun 674. Kabupaten Batang.Catatan dari zaman Dinasti Tang Cerita Cina pada zaman Dinasti Tang (618 M . Kecamatan Reban. tepatnya di Dusun Dakawu. dan singgasananya terbuat dari gading. Sungai yang mengalir dari sumber air tersebut disamakan dengan Sungai Gangga di India. Kitab terjemahan itu antara lain memuat cerita tentang Nirwana. emas. Pada masa pemerintahannya Kerajaan Ho-ling sangat aman dan tentram. Pada prasasti itu ada gambar-gambar seperti trisula. Prasasti ini bersifat keagamaan Siwais. yaitu ayahnya bernama Santanu. Prasasti ini ditemukan di ditemukan di lereng barat Gunung Merapi. Prasasti menyebutkan tentang mata air yang bersih dan jernih. Ia bekerjasama dengan pendeta Jawa bernama Janabadra.906 M) memberikan tentang keterangan Holing sebagai berikut. ditemukan Prasasti Sojomerto. Di Ho-ling ada pendeta Cina bernama Hwining. rakyat Ho-ling diperintah oleh Ratu Hsi-mo (Shima). Catatan I-Tsing Catatan I-Tsing (tahun 664/665 M) menyebutkan bahwa pada abad ke-7 tanah Jawa telah menjadi salah satu pusat pengetahuan agama Buddha Hinayana. kapak. Prasasti Prasasti peninggalan Kerajaan Ho-ling adalah Prasasti Tukmas. tetapi cerita ini berbeda dengan cerita Nirwana dalam agama Buddha Hinayana. cula badak dan gading gajah. Prasasti ini beraksara Kawi dan berbahasa Melayu Kuna dan berasal dari sekitar abad ke-7 masehi. Jawa Tengah.      Ho-ling atau disebut Jawa terletak di Lautan Selatan. Prasasti bertuliskan huruf Pallawa yang berbahasa Sanskerta. Isi prasasti memuat keluarga dari tokoh utamanya. Prasasti Tukmas Sementara di Desa Sojomerto. Ibukota Ho-ling dikelilingi oleh tembok yang terbuat dari tonggak kayu. yang menerjemahkan salah satu kitab agama Buddha ke dalam Bahasa Cina. Boechari berpendapat bahwa tokoh yang bernama Dapunta Selendra adalah cikal-bakal raja-raja keturunan Wangsa Sailendra yang berkuasa di Kerajaan Mataram Hindu. Prof.

pendeta Budha Cina bernama Hwuning dengan pembantunya Yun-ki datang ke Ho-ling. terbukti bahwa terjemahan yang diterjemahkan HwuNing dengan Yun-ki bersama dengan Njnanabhdra itu adalah kitab Nirwana bagian akhir yang menceritakan tentang pembakaran jenazah sang Budha. cula badak dan gading. Prasasti Sojomerto Mata pencaharian Kerajaan Ho-ling mempunyai hasil bumiberupa kulit penyu. burung kakatua. Kaisar amat berkenan hatinya sehingga memberikan gelar kehormatan kepada utusan tersebut. dengan sisa tulang yang tidak habis terbakar dikumpulkan untuk dijadikan relik suci. Keagamaan Salah satu sumber yang berbicara tentang keagamaan Kerajaan Ho-ling adalah sumber Cina yang berasal dari catatan perjalanan I-tsing. Dengan demikian jelas bahwa Ho-ling tidak menganut agama Budha aliran Mahayana. Kronik Dinasti Sung juga menyebutkan bahwa yang memimpin dan mentahbiskan Yun-ki menjadi pendeta Budha adalah Njnanabhadra. tetapi menganut agama Budha Hinayana aliran Mulasarastiwada. Terjemahan inilah yang dibawa pulang ke Cina. Di sana kedua pendeta tersebut bersamasama dengan Joh-na po-t‟o-lo menerjemahkan Kitab Budha bagian Nirwana. emas dan perak. Dikatakan bahwa pada 664-667 M. Hubungan dengan negeri luar Pada masa Chen-kuang (627-649 M) raja Ho-ling bersama dengan raja To-ho-lo To-p‟o-teng. Ada sebuah gua yang selalu mengeluarkan air garam yang disebut sebagai bledug. Ho-ling masih mengirim utusan ke negeri Cina dengan membawa “hadiah” berupa empat orang budak Sen-ki. Menurut I-tsing. menyerahkan upeti ke Cina.Kedua temuan prasasti ini menunjukkan bahwa kawasan pantai utara Jawa Tengah dahulu berkembang kerajaan yang bercorak Hindu Siwais. seorang pendeta agama Budha dari Cina dan kronik Dinasti Sung. Penduduk menghasilkan garam dengan memanfaatkan sumber air garam yang disebut sebagai bledug tersebut. Utusan yang datang pada 813 M (atau 815 M) datang dengan mempersembahkan empat budak sheng-chih (jenggi). Sampai dengan tahun 813 M. Menurut catatan Dinasti Sung yang memerintah setelah Dinasti T‟ang. Utusan itu mohon supaya gelar tersebut diberikan saja kepada adiknya. Kaisar Cina mengirimkan balasan yang dengan dibubuhi cap kerajaan dan raja To-ho-lo meminta kuda-kuda yang terbaik dan dikabulkan oleh kaisar Cina. Catatan ini menunjukkan kemungkinan adanya hubungan dengan Wangsa Sailendra atau kerajaan Medang yang berkembang kemudian di Jawa Tengah Selatan. dan sejumlah jenis burung lainnya. 767 M dan 768 M. dan burung p‟in-chiat (?) dan benda-benda lainnya. . Kitab suci Budha yang diterjemahkan tersebut sangat berbeda dengan kitab Suci Budha Mahayana. burung kakatua. Kemudian Kerajaan Ho-ling mengirimkan utusan (upeti lagi) pada 666 M. Kaisar amat terkesan dengan sikap itu dan memberikan gelar kehormatan kepada keduanya.

Dan di akhir masa kerajaan ini takluk di bawah kerajaan Majapahit. Pembentukan dan Pertumbuhan Kerajaaan Sriwijaya Kerajaan Sriwijaya menjadi pusat perdagangan dan merupakan negara maritim.300 mil di barat. Wilayah hulu sungai Musi kaya akan berbagai komoditas yg berharga utk pedagang Tiongkok Ibukota diperintah secara langsung oleh penguasa sementara daerah pendukung tetap diperintah oleh datu setempat. Kerajaan ini terdiri atas tiga zona utama daerah ibukota muara yg berpusatkan Palembang lembah Sungai Musi yg berfungsi sebagai daerah pendukung dan daerah-daerah muara saingan yg mampu menjadi pusat kekuasan saingan. Kemunduran pengaruh Sriwijaya terhadap daerah bawahan mulai menyusut dikarenakan beberapa peperangandiantara serangan dari raja Dharmawangsa dari Jawa ditahun 990 dan tahun 1025 serangan Rajendra Coladewa dari Koromandel selanjut tahun 1183 Sriwijaya dibawah kendali kerajaan Dharmasraya. Ekspansi kerajaan ini ke Jawa dan Semenanjung Malaya menjadikan Sriwijaya mengontrol dua pusat perdagangan utama di Asia Tenggara. Sekitar tahun 500 akar Sriwijaya mulai berkembang di wilayah sekitar Palembang Sumatera. seorang pendeta Tiongkok I-tsing menulis bahwa ia mengunjungi Sriwijaya tahun 671 dan tinggal selama 6 bulan.Sementara dari peta Ptolemaeus ditemukan keterangan tentang ada 3 pulau Sabadeibei yg berkaitan dgn Sriwijaya. Sriwijaya disebut dgn berbagai macam nama. Pada abad ke-20 kedua kerajaan tersebut menjadi referensi olehkaum nasionalis utk menunjukkan bahwa Indonesia merupakan satu kesatuan negara sebelelum kolonialisme Belanda. Di abad ke-7 pelabuhan Cham di sebelah timur Indochina mulai mengalihkan banyak pedagang dari Sriwijaya. Berdasarkan observasi ditemukan reruntuhan candi-candi Sriwijaya di Thailand dan Kamboja. Negara ini tak memperluas kekuasaan diluar wilayah kepulauan Asia Tenggara dgn pengecualian berkontribusi utk populasi Madagaskar sejauh 3. Untuk mencegah hal tersebut Maharaja Dharmasetu melancarkan beberapa serangan ke kota-kota pantai di . Orang Tionghoa menyebut Shih-li-fo-shih atau San-fo-ts‟i atau San Fo Qi. Bukti awal mengenai keberadaan kerajaan ini berasal dari abad ke-7. Dalam bahasa Sansekerta dan Pali kerajaan Sriwijaya disebut Yavadesh dan Javadeh. Sriwijaya (Srivijaya) adl kerajaan maritim yg kuat di pulau Sumatera dan berpengaruh di Nusantara daerah kekuasaan Sriwijaya meliputi Kamboja Thailand Semenanjung Malaya Sumatera Jawa Kalimantan dan Sulawesi. Sekitar tahun 1992 hingga 1993 Pierre-Yves Manguin membuktikan bahwa pusat Sriwijaya berada di Sungai Musi antara Bukit Seguntang dan Sabokingking (terletak di provinsi Sumatra Selatan Indonesia).Kerajaan Sriwijaya Dalam bahasa Sansekertasri berarti “bercahaya” danwijaya berarti “kemenangan”. Bangsa Arab menyebut Zabaj dan Khmer menyebut Malayu. Eksistensi Sriwijaya diketahui secara resmi tahun 1918 oleh sejarawan Perancis George Cœdès dari École française d‟Extrême-Orient. Namun Soekmono berpendapat bahwa pusat Sriwijaya terletak di provinsi Jambi sekarang yaitu pada kawasan sehiliran Batang Hari antara Muara Sabak sampai ke Muara Tembesi. Sriwijaya menjadi simbol kebesaran Sumatera awal dan kerajaan besar Nusantara selain Majapahit di Jawa Timur. Prasasti paling tua mengenai Sriwijaya juga berada pada abad ke-7 yaitu Prasasti Kedukan Bukit di Palembang bertarikh 682.

Antara lain pendeta dari Tiongkok I-tsing yg melakukan kunjungan ke Sumatera dalam perjalanan studi di Universitas Nalanda India pada tahun 671 dan 695 serta di abad ke-11 Atisha seorang sarjana Budha asal Benggala yg berperan dalam mengembangkan Budha Vajrayana di Tibet. Di akhir abad ke-8 beberapa kerajaan di Jawa antara lain Tarumanegara dan Holing berada di bawah kekuasaan Sriwijaya.Indochina. Dominasi atas Selat Malaka dan Selat Sunda menjadikan Sriwijaya sebagai pengendali rute perdagangan rempah dan perdagangan lokal yg mengenakan biaya atas tiap kapal yg lewat. Sriwijaya meneruskan dominasi atas Kamboja sampai raja Khmer Jayawarman II pendiri imperium Khmer memutuskan hubungan dgn kerajaan di abad yg sama. Selama masa kepemimpinan ia membangun candi Borobudur di Jawa Tengah yg selesai pada tahun 825. Penguasaan atas Malayu yg kaya emas telah meningkatkan prestise kerajaan. Prasasti ini juga menyebutkan bahwa Jayanasa telah melancarkan ekspedisi militer utk menghukum Bhumi Jawa yg tak berbakti kepada Sriwijaya peristiwa ini bersamaan dgn runtuh Tarumanagara di Jawa Barat dan Holing (Kalingga) di Jawa Tengah yg kemungkinan besar akibat serangan Sriwijaya. Pengunjung yg datang ke pulau ini menyebutkan bahwa koin emas telah digunakan di pesisir kerajaan. Budha Vajrayana di Kerajaan Sriwijaya Sebagaipusat pengajaran Budha Vajrayana Sriwijaya menarik banyak peziarah dan sarjana dari negara-negara di Asia. Di masa berikut Pan Pan dan Trambralinga yg terletak di sebelah utara Langkasuka juga berada di bawah pengaruh Sriwijaya. Menurut catatan pada masa ini pula wangsa Melayu-Budha Sailendra bermigrasi ke Jawa Tengah dan berkuasa disana. DariPrasasti Kedukan Bukit pada tahun 682 di bawah kepemimpinan Dapunta Hyang Jayanasa Kerajaan Minanga takluk di bawah imperium Sriwijaya. BerdasarkanPrasasti Kota Kapur yg yg berangka tahun 682 dan ditemukan di pulau Bangka Pada akhir abad ke-7 kemaharajaan ini telah menguasai bagian selatan Sumatera pulau Bangka dan Belitung hingga Lampung. . Dengan penguasaan tersebut kerajaan Sriwijaya menjadi kerajaan maritim yg hebat hingga abad ke-13. Sriwijaya tumbuh dan berhasil mengendalikan jalur perdagangan maritim di Selat Malaka Selat Sunda Laut China Selatan Laut Jawa dan Selat Karimata. Di abad ke-9 wilayah kemaharajaan Sriwijaya meliputi Sumatera Sri Lanka Semenanjung Malaya Jawa Barat Sulawesi Maluku Kalimantan dan Filipina. Setelah Dharmasetu Samaratungga menjadi penerus kerajaan. I-tsing melaporkan bahwa Sriwijaya menjadi rumah bagi ribuan sarjana Budha sehingga menjadi pusat pembelajaran agama Buddha. Kota Indrapura di tepi sungai Mekong di awal abad ke-8 berada di bawah kendali Sriwijaya. Tidak seperti Dharmasetu yg ekspansionis Samaratungga tak melakukan ekspansi militer tetapi lbh memilih utk memperkuat penguasaan Sriwijaya di Jawa. Sriwijaya mengakumulasi kekayaan sebagai pelabuhan dan gudang perdagangan yg melayani pasar Tiongkok dan India. Di abad ini pula Langkasuka di semenanjung Melayu menjadi bagian kerajaan. Abad ke-7 orang Tionghoa mencatat bahwa terdapat dua kerajaan di Sumatera yaitu Malayu dan Kedah dan tiga kerajaan di Jawa menjadi bagian kemaharajaan Sriwijaya. Relasi Kerajaan Sriwijaya dgn Kekuatan Regional Dari catatan sejarah danbukti arkeologi dinyatakan bahwa pada abad ke-9 Sriwijaya telah melakukan kolonisasi di hampir seluruh kerajaan-kerajaan Asia Tenggara antara lain Sumatera Jawa Semenanjung Malaya Kamboja dan Vietnam Selatan . Ia berkuasa pada periode 792 sampai 835. Ajaran Buddha aliran Buddha Hinayana dan Buddha Mahayana juga turut berkembang di Sriwijaya.

Pada masa awalKerajaan Khmer juga menjadi daerah jajahan Sriwijaya. Dalam berita Cina yg berjudul Sung Hui Yao disebutkan bahwa kerajaan San-fo-tsi pada tahun 1082 mengirim utusan dimana pada masa itu Cina di bawah pemerintahan Kaisar Yuan Fong. Dari literatur Tiongkok utusan itu mempunyai nama Arab hal ini memberikan informasi bahwa pada masa-masa itu Sriwijaya sudah berhubungan dgn Arab yg memungkinkan Sriwijaya sudah masuk pengaruh Islam di dalam kerajaan. Sriwijaya juga berhubungan dekat dgn kerajaan Pala di Benggala dan sebuah prasasti berangka 860 mencatat bahwa raja Balaputra mendedikasikan seorang biara kepada Universitas Nalada Pala. Kemudian Kerajaan Chola meneruskan penyerangan dan berhasil penaklukan Sriwijaya selama beberapa dekade berikut keseluruh imperium Sriwijaya berada dalam pengaruh Rajendra Coladewa. Keruntuhan Kerajaan Sriwijaya Rajendra Coladewa pada tahun 1025 raja Chola dari Koromandel India selatan menaklukkan Kedah dan merampas dari Sriwijaya. Relasi dgn dinasti Chola di India selatan cukup baik dan kemudian menjadi buruk setelah Rajendra Coladewa naik tahta dan melakukan penyerangan di abad ke11. Setelah invasi tersebut akhir mengakibatkan melemah hegemoni Sriwijaya dan kemudian beberapa daerah bawahan membentuk kerajaan sendiri dan kemudian muncul Kerajaan Dharmasraya sebagai kekuatan baru dan kemudian mencaplok kawasan semenanjung malaya dan sumatera termasuk Sriwijaya itu sendiri. Antara tahun 1079 . Daerah urban kerajaan meliputi Palembang (khusus Bukit Seguntang) Muara Jambi dan Kedah. Setelah kejatuhan Sriwijaya Chaiya terbagi menjadi tiga kota yakni (Mueang) Chaiya Thatong (Kanchanadit) dan Khirirat Nikhom. Dua tahun kemudian raja terakhir dinasti Tang menganugerahkan gelar kepada utusan Sriwijaya. Masa Kejayaan Kerajaan Sriwijaya Pada paruh pertama abad ke-10 diantara kejatuhan dinasti Tang dan naik dinasti Song perdagangan dgn luar negeri cukup marak terutama Fujian kerajaan Min dan negeri kaya Guangdong kerajaan Nan Han. Tak diragukan lagi Sriwijaya mendapatkan keuntungan dari perdagangan ini. Banyak sejarawan mengklaim bahwa Chaiya di propinsi Surat Thani Thailand Selatan sebagai ibu kota terakhir kerajaan tersebut pengaruh Sriwijaya nampak pada bangunan pagoda Borom That yg bergaya Sriwijaya. Dan kemudian dilanjutkan dgn pengiriman utusan selanjut di tahun 1088. Pada tahun 903 penulis Muslim Ibnu Batutah sangat terkesan dgn kemakmuran Sriwijaya.1088 kronik Tionghoa masih mencatat bahwaSan-fo-ts‟i masih mengirimkan utusan dari Jambi dan Palembang. Kerajaan Melayu ini memiliki pertambangan emas sebagai sumber ekonomi dan kata Swarnnadwipa (pulau emas) mungkin merujuk pada hal ini. Istilah San-fo-tsi terutama pada tahun 1225 tak lagi identik dgn Sriwijaya melainkan telah identik dgn Dharmasraya dimana pusat pemerintahan dari San-fo-tsi telah berpindah jadi dari daftar 15 negeri bawahan San-fo-tsi tersebut merupakan daftar jajahan kerajaan Dharmasraya yg sebelum merupakan daerah bawahan dari Sriwijaya dan berbalik menguasai Sriwijaya beserta daerah jajahan lainnya. Dan kemudian Kedah juga takluk dan menjadi daerah bawahan. Di tahun 902 Sriwijaya mengirimkan upeti ke China. Duta besar tersebut menyampaikan surat dari raja Kien-pi bawahan San-fo-tsi yg merupakan surat dari putri raja yg diserahi urusan negara San-fo-tsi serta menyerahkan pula 227 tahil perhiasan rumbia dan 13 potong pakaian. Minanga merupakan kekuatan pertama yg menjadi pesaing Sriwijaya yg akhir dapat ditaklukkan pada abad ke-7. . Meskipun demikian Rajendra Coladewa tetap memberikan peluang kepada raja-raja yg ditaklukan utk tetap berkuasa selama tetap tunduk kepadanya.

Orang Arab mencatat bahwa Sriwijaya memiliki aneka komoditi seperti kamper kayu gaharu cengkeh pala kepulaga gading emas dan timah yg membuat raja Sriwijaya sekaya raja-raja di India. Pong-fong (Pahang) Tong-ya-nong (Terengganu) Ling-ya-sikia (Langkasuka) Kilantan (Kelantan) Fo-lo-an (muara sungai Dungun daerah Terengganu sekarang) Ji-lo-t‟ing (Cherating pantai timur semenanjung malaya) Ts‟ien-mai (Semawe pantai timur semenanjung malaya) Pa-t‟a (Sungai Paka pantai timur semenanjung malaya) Tan-maling (Tambralingga Ligor selatan Thailand) Kia-lo-hi (Grahi Chaiya sekarang selatan Thailand) Pa-lin-fong (Palembang) Kien-pi (Jambi) Sin-t‟o (Sunda) Lan-wu-li (Lamuri di Aceh) and Si-lan (Kamboja). Perdagangan Kerjaaan Sriwijaya Dalam perdagangan Sriwijaya menjadi pengendali jalur perdagangan antara India dan Tiongkok yakni dgn penguasaan atas selat Malaka dan selat Sunda. Sangat dimungkinkan bahwa Sriwijaya yg termahsyur sebagai bandar pusat perdagangan di Asia Tenggara sekaligus sebagai pusat pembelajaran agama Budha juga ramai dikunjungi pendatang dari Timur Tengah dan mulai dipengaruhi oleh pedagang dan ulama muslim.C. Pada tahun 1275 Singhasari penerus kerajaan Kediri di Jawa melakukan suatu ekspedisi dalam Pararaton disebut semacam ekspansi dan menaklukan bhumi malayu yg dikenal dgn nama Ekspedisi Pamalayu yg kemudian Kertanagara raja Singhasari menghadiahkan Arca Amoghapasa kepada Srimat Tribhuwanaraja Mauli Warmadewa raja Melayu di Dharmasraya seperti yg tersebut dalam Prasasti Padang Roco. Pengaruh Budaya dan Agama Islam Kerajaan Sriwijaya banyak dipengaruhi budaya India pertama oleh budaya Hindu dan kemudian diikuti pula oleh agama Buddha. Sehingga beberapa kerajaan yg semula merupakan bagian dari Sriwijaya kemudian tumbuh . Di Jawa dia menemukan bahwa rakyat memeluk agama Budha dan Hindu sedangkan rakyat San-fo-ts‟i memeluk Budha dan memiliki 15 daerah bawahan yg meliputi. Sehingga secara langsung turut serta mengembangkan bahasa Melayu dan kebudayaan Melayu di Nusantara. Dan kemudian pada tahun 1347 Adityawarman memproklamirkan diri menjadi raja di Malayapura sesuai dgn manuskrip yg terdapat pada bagian belakang Arca Amoghapasa. C.Berdasarkan sumber Tiongkok pada buku Chu-fan-chi yg ditulis pada tahun 1178 Chou-JuKua menerangkan bahwa di kepulauan Asia Tenggara terdapat dua kerajaan yg sangat kuat dan kaya yakni San-fo-ts‟i dan Cho-po (Jawa). Berg menganggap identik dgn Adityawarman. Kemudian dari Kitab Undang-Undang Tanjung Tanah yg kemungkinan ditulis sebelum pada tahun 1377 juga terdapat kata-kata bumi palimbang. Kekayaan yg melimpah ini telah memungkinkan Sriwijaya membeli kesetiaan dari vassal-vassal di seluruh Asia Tenggara. Sriwijaya merupakan pusat terpenting agama Buddha Mahayana. DalamKidung Pamacangah dan Babad Arya Tabanan juga disebut „Arya Damar‟ sebagai bupati Palembang yg berjasa membantu Gajah Mada dalam menaklukkan Bali pada tahun 1343 Prof. Agama Buddha diperkenalkan di Sriwijaya pada tahun 425 Masehi. Dan selanjut pada tahun 1293 muncul Majapahit sebagai pengganti Singhasari dan setelah Ratu Tribhuwana Wijayatunggadewi naik tahta memberikan tanggung jawab kepada Adityawarman seorang peranakan Melayu dan Jawa utk kembali menaklukkan Swarnnabhumi pada tahun 1339. Raja-raja Sriwijaya menguasai kepulauan Melayu melalui perdagangan dan penaklukkan dari kurun abad ke-7 hingga abad ke-9. Dan dimasa itu nama Sriwijaya sudah tak ada disebut lagi tapi telah diganti dgn nama Palembang hal ini sesuai dgn Nagarakretagama yg menguraikan tentang daerah jajahan Majapahit.

Hal yg sama juga berlaku bagi masyarakat Thailand Selatan yg menciptakan kembali tarian Sevichai (Sriwijaya) yg berdasarkan pada keanggunan seni budaya Sriwijaya.Universitas Sriwijaya yg didirikan tahun 1960 di Palembang dinamakan berdasarkan kedatuan Sriwijaya. Tercatat beberapa kali raja Sriwijaya berkirim surat ke khalifah Islam di Suriah. .Kegemilangan Sriwijaya telah menjadi sumber kebanggaan nasional dan identitas daerah khusus bagi penduduk kota Palembang provinsi Sumatera Selatan dan segenap bangsa Melayu. Pengaruh orang muslim Arab yg banyak berkunjung di Sriwijaya raja Sriwijaya yg bernama Sri Indrawarman masuk Islam pada tahun 718. Bagi penduduk Palembang keluhuran Sriwijaya telah menjadi inspirasi seni budaya seperti lagu dan tarian tradisional Gending Sriwijaya. Di samping Majapahit kaum nasionalis Indonesia juga mengagungkan Sriwijaya sebagai sumber kebanggaan dan bukti kejayaan masa lampau Indonesia. Sehingga sangat dimungkinkan kehidupan sosial Sriwijaya adl masyarakat sosial yg di dalam terdapat masyarakat Budha dan Muslim sekaligus. Warisan Sejarah Kemaharajaan Sriwijaya Berdasarkan Hikayat Melayu pendiri Kesultanan Malaka mengaku sebagai pangeran Palembang keturunan keluarga bangsawan Palembang dari trah Sriwijaya. Hal ini menunjukkan bahwa pada abad ke-15 keagungan gengsi dan prestise Sriwijaya tetap dihormati dan dijadikan sebagai sumber legitimasi politik bagi penguasa di kawasan ini. Nama Sriwijaya telah digunakan dan diabadikan sebagai nama jalan di berbagai kota dan nama ini telah melekat dgn kota Palembang dan Sumatera Selatan. Bahkan disalah satu naskah surat adl ditujukan kepada khalifah Umar bin Abdul Aziz (717720M) dgn permintaan agar khalifah sudi mengirimkan da‟i ke istana Sriwijaya.menjadi cikal-bakal kerajaan-kerajaan Islam di Sumatera kelak disaat melemah pengaruh Sriwijaya. Demikian pulaKodam Sriwijaya (unit komando militer) PT Pupuk Sriwijaya (Perusahaan Pupuk di Sumatera Selatan)Sriwijaya Post (Surat kabar harian di Palembang) Sriwijaya TV Sriwijaya Air (maskapai penerbangan) Stadion Gelora Sriwijaya dan Sriwijaya Football Club (Klab sepak bola Palembang) semua dinamakan demikian utk menghormati memuliakan dan merayakan kegemilangan kemaharajaan Sriwijaya.

Raja Sanjaya telah menyelamatkan Kerajaan Mataram Kuno dari kehancuran setelah Raja Sanna wafat. Kerajaan Mataram di Jawa Tengah Kerajaan Mataram Kuno yang berpusat di Jawa Tengah terdiri dari dua wangsa (keluarga). dan Candi Plaosan. Peninggalan bangunan suci dari keduanya antara lain ialah Candi Geding Songo. Para raja keturunan wangsa Sanjaya seperti Sri Maharaja Rakai Panangkaran. Sri Maharaja Rakai Panunggalan. Candi Mendut. dan Sri Maharaja Rakai Garung merupakan raja bawahan dari wangsa Sailendra. Sri Maharaja Rakai Warak. merupakan peninggalan candi Hindu pada masa Kerajaan Mataram Kuno. SUmatra dan menjadi raja Sriwijaya. Samaratungga (raja wangsa Sailendra) menyerahkan anak perempuannya. adik Pramodawarddhani. . Setelah Raha Sanjaya wafat. Ia menggantikan raja sebelumnya. kerjaan ini berpusat di Jawa Tengah. dan kompleks Candi Prambanan yang berlatar belakang Hindu. pada abad ke-10 pusat Kerajaan Mataram Kuno pindah ke Jawa Timur. kekuasaan Kerajaan Mataram Kuno dipegang oleh Dapunta Sailendra. Kerajaan Mataram Kuno diperkirakan berdiri sejak awal abad ke-8. Oleh Karena adanya perlawanan yang dilakukan oleh keturunan Raja Sanjaya. Komplek Candi Dieng di Wonosobo. Balaputeradewa kemudian melarikan diri ke P. Konon. Berdasarkan catatan yang terdapat pada prasassti yang ditemukan. yaitu wangsa Sanjaya dan Sailendraa. Candi Sewu. Pendiri wangsa Sanjaya adalah Raja Sanjaya. Melihat keadaan ini. Kerajaan Mataram Kuno bermula sejak pemerintahan Raja Sanjaya yang bergelar Rakai Mataram Sang Ratu Sanjaya. Pada awal berdirinya. Candi Borobudur. Ia memerintah Kerajaan Mataram Kuno hingga 732M. yaitu Rakai Pikatan (wangsa Sanjaya). Kerajaan Mataram Kuno mempunyai dua latar belakang keagamaan yang berbedaa. untuk dikawinkan dengan anak Rakai Patapan. Akan tetapi. yakni agama Hindu dan Buddha. yakni Raja Sanna.Kerajaan mataran Kuno Kerajaan Mataram Kuno (abad ke-8) adalah kerajaan Hindu di Jawa (Jawa Tengah dan Jawa Timur). Jawa Tengah. kompleks Candi Dieng. Adapun yang berlatar belakang agama Buddha antara lain ialah Candi Kalasan. yaitu Balaputeradewa. mengadakan perlawanan namun kalah dalam peperangan. Rakai Pikatan kemudian menduduki takhta Kerajaan Mataram Kuno. Pramodawarddhani. pendiri wangsa Sailendra.

Jawa Timur. Perpindahan kerajaan ke Jawa Timur tidak disertai dengan penaklukan karena sejak masa Dyah Balitung. Sampai pada masa ini Kerajaan Mataram Kuno masih menjadi saatu kerajaan yang utuh. Pada abad ke-10. Akan tetapi. Setelah masa pemerintahan Mpu Sindok terdapat masa gelap sampai masa pemerintahan Dharmawangsa Airlangga (1020). membangun kembali kerajaan ini di Watugaluh (wilayah antara G. Dengan demikian Mpu Sindok dianggap sebagai cikal bakal wangsa baru.Pada masa Sri Maharaja Rakai Watukura Dyah Balitung Dharmodaya Mahasambu berkuasa. yaitu wangsa Isana. Magelang. Diduga kehancuran kerajaan ini akibat bencana alam karena letusan G. kerajaan ini berakhir dengan tiba-tiba. Mpu Sindok. yaitu Kerajaan Pangjalu dan Janggala. Kerajaan Mataram di Jawa Timur Setelah terjadinya bencana alam yang dianggap sebagai peristiwa pralaya. . Kerajaan yang didirikan Mpu SIndok ini tetap bernama Mataram. kekuasaan Kerajaan Mataram Kuno telah meluass hingga ke Jawa Timur. Jawa Tengah. Mpu Sindok naik takhta kerajaan pada 929 dan berkuasa hingga 948. maka sesuai dengan landasan kosmologis harus dibangun kerajaan baru dengan wangsa yang baru pula. untuk menghindari perang saudara. Wilis). Airlangga membagi kerajaan menjadi dua. Merapi. cucu Sri Maharaja Daksa. Ketika Sri Maharaja Rakai Sumba Dyah Wawa berkuasa. terjadi perebutan kekuasaan di antara para pangeran Kerajaan Mataram Kuno. Semeru dan G.

Coedes. baik yang di jawa maupun yang di sriwijaya. dia mengemukakan pendapat bahwa Wangsa Syailendra itu berasal dari India Selatan. lebih-lebih setelah J. J Przyluzki mengatakan bahwa Coedes itu dilakukan atas dasar tafsir yang meragukan dari satu bait didalam prasasti Kuk Prah Kot. tetapi pada tahun 983 M melarikan diri ke Jawa karena serangan dari Sriwijaya. menimbulkan berbagai teori tentang asal usul jawa. G.Yang amat menarik perhatian ialah bahwa istilah Sailendrawangsa itu muncul pula di luar Jawa. Didalam prasasti Abhayagiriwihara dari bukti Ratu Baka tahun 714 Saka (792 M).L. yaitu raja gunung. yaitu di dalam prasasti Ligor B. kecuali prasasti Kayumwunga menggunakan huruf siddham. Menurut pendapat ejaan Fu-nan dalam berita Cina berasal dari kata KhamerKuna vnan atau benyam yang berarti gunung. bukan uruf Pallawa atau huruf Jawa-Kuna sebagaimana umumnya prasasti. Prasasti-prasati tersebut semuanya menggunakan bahasa Sansekerta. Diantara pendapat diatas yang kemudian banyak dianut adalah pendapat G.Kerajaan syailendra Istilah sailendra wangsa dijumpai pertama kali di Indonesia dalam prasasti Kalasan tahun 700 Saka (778 M). dengan mengunakan nama wangsa syailendra. Ini merupakan sebutan bagi shiwa sama dengan girisa. dan tiga di antaranya . Menurut luzky istilah saylendra wangsa menunjukkan bahwa raja-raja berasal syailendra yang brarti raja gunung. Setelah kerajaan Fu-nan itu runtuh sekitar tahun 620 M.Di dalam prasasti kayumwungan than 743 Saka (824 M).Dia sendiri mengajukan pendapat bahwa wangsa Syailendra di Jawa itu berasal dari daerah Pandya di India selatan. berasal dari kalingga di selatan jawa. dan dia mengidentifikasikan waranara itu dengan waranara nagara atau na-fu-na didalam berita- . R. De Casparis dapat menemukan istilah Waranarahdhirajaraja didalam prasasti dari candi plaosan lor. juga prasasti Kelurak. Ini merupakan petunjuk baginya bahwa istilah Syailendra asli Indonesia. Raja Fu-nan disebut parwatabhupala yang berarti raja gunung sama dengan kata syailendra. Dengan kata lain raja-raja wangsa syailendra di Jawa menganggap leluhurnya ada diatas gunung. dalam bahasa khamer sekarang Phnom. Moen dalam salah satu karangannya yang menarik perhatian.Yang semula berasal di sekitar Palembang. Kenyataan ini di tambah dengan kenyataan bahwa ada beberapa naman wangsa di india dan dratan Asia Tenggara yang sama artinya dengan syailendra.G.C Majundar beranggapan bahwa wangsa sailendra di Indonesia.prasasti di Jawa. Pendapat tersebut diatas telah dibahas oleh Nilakanta Sastri. maka anggota wangsa raja-raja Funan itu yg menyingkir ke jawa dan muncul sebagai penguasa disini pada pertengahan abad VIII M.Dan akhirnya J.kemudian istilah ini muncul pula di dalam prasasti dari desa Kelurak tahun 704 Saka (782 M). Coedes lebih condong pada anggapan bahwa wangsa sailendra di Indonesia itu berasal dari Fu-nan atau kamboja. Nalanda dan Leyden plates.

Nama Rahyangta Panaraban diidentifikasikannya dengan Rakai P anangkaran. dan dalam berbagai kesempatan pembangunan candi-candi membantu raja wangsa Sailendra dengan memberikan tanah-tanah sebagai sima bagi candicandi itu. yaitu fihak raja sailendra .K.Dan kini disimpan dalam koleksi pribadi Adam Malik. yaitu wangsa Sanjaya yang beragama siwa. Sanjaya dan keturunannya adalah raja-raja dari wangsa Sailendra.Demikan pula istilah . Selanjutnya de Casparis mencoba mengadakan rekontruksi jalanya sejarah keadaan mataram sampai pada abad 9 M. Poerbatjaraka. yaitu puat kerajaan Fu-nan setelah berpindah dari Wiyadhapura atau te-mu setelah mendapat serangan dari Chenla di bawah pimpinan Bhawawarman dan Citra sena pada pertengahan kedua abad 6 M selanjutnya De Casparis mengatakan bahwa setelah pindah ke na-fu-na yang biasa dilokasikan didekat Angkorborai ada diantara raja-raja itu yang pergi ke jawa dan berhasil mengalahkan raja yang berkuasa disana. tetapi setelah kedatangan raja dari Na-fu-na itu yang behrasil menaklukkannya. Jadi menurut de Casparis di Jawa mula mula berkuasa wangsa raja raja yangberagama Siwa. yang berbahasa sangskerta ada dua pihak. yang hanya disebut sebagai permata sailendra tanpa nama. mungkin sekali memperkuat anggapan Poerbatjaraka. tetapi sejak Rakai Panangkaran berpindah agama menjadi penganut Buddha Mahayana.Van Nearssen. raja bawahanya dari wngsa Sanjaya. Menurut Poerbatjaraka. Pendapat de Caparis itu diilhami oleh F. yaitu sanjaya dan keturunannya. Pendapat bahwa bangsa sailendra berasal dari luar Indonesia (india atau Kamboja) ditentang oleh R. dan penganut agama budha Mahayana. ia merasa amat tersinggung membaca teori tersebut.D.berita China. yang antara lain memuat keterangan bahwat Rahyang Sanjaya telah menganjurkan anaknya Rahyangta Panaraban untuk meninggalakn agama yang dianutnya. Masih ada tokoh lagi yang disebut didalam prasasti ini yang sayang sekali namanya tidak terbaca namanya.Pendapat de Casparis ini dikembangkan lagi oleh F. maka di jawa tengah terdapat dua wangsa raja raja. yaitu wangsa Sailendra yang berasal dari Fu-nan. dan para pendtang itu yang kemudian menamakan dirinya sebagai wangsa sailendra yang beragama budha . dan rakai panangkaran. Bosch disana-sini. Raja raja wangsa Sanjaya itu. yang melihat bahwa didalam prasasti Kalasan tahun 778 M. sejak rakai Panangkaran hanya berkuasa sebagai raja bawahan. asli Indonesia yang mulunya menganut agama siwa. Dengan landasan anggaan bahwa sejak abad pertengahan 8 ada dua wangsa raja raja yang berkuasa.H. Prasati dari Sojomerto itu menyebutkan Dapunta Sailendra nama ayah dan ibunya yaitu Santanu dan Bradawati dan istrinya Sampula. yang berhasil menaklukan raja raja dari wangsa Sanjayaang beragama Siwa. seolah-olah bangsandonesia sejak dulu hanyalah mampu diperintah oleh bangsa asing. kab.Pekalongan dan batu berbhasa yang tidak diketahui debngan jelas asalnya. Sebagai salah satu alas an dia untuk menunjuk pada kitab carita parahyangan. Penemuan baru berupa prasasti batu berbahasa melayu kuno di desa Sojomerto. karena ia ditakut oleh semua orang.Ng.

yang menunjukan hubungan antara tokoh ini dengan Dapunta Sailendra. Prasasti yang kedua adlah prasti camggal. Pertama-tama disebutkan disini prssati di desa lebak. mungkin sekali berasal dari Sumatera maka sesuai dengan asal usul nama-nama wansa yang lain itu daptlah disini disimpulkan bahwa Sailendra wangsa itu berpangkal kepada Dapunta. Lima bait selanjunya berisi pujian terhadap dewa Siwa. Hal ini menunukan kepada dewa Siwa bahwa ini bagaikan air suci dan bahwa didekatnya tentu ada pengolahan sumber air yang dikelola oleh para pendeta. kapak. guntin. tentunya Sailendrawangsa berpangkal kepada seoran leluhur yang gelarnya mengandung unsur Sailendra. Bait ke tuju memji pulau Jawa yang subur dan banyak menghasilkan gandum (atau . Kenyataan bahwa ia menggunakan bahasa melayu kuno didalam prasastinya menunjukan bahwa ia orang Indonesia asli. Kapn dan apa sebabnya raja-raja wangsa Sailendra itu mulai menganut agama Buddha mungkin dapat diketahui dari prasasti milik Adam Malik. Didalam Prasasti Sojomerto itu dijumpai nama Dapunta Sailendra yang jelas merupakan ejaan Indonesia dari kata sansekerta sailendra karena di Sumatera dijumpai lebih banuaSailendra.Hurufnya Pallawa yang tergolong muda dan bahasanya Sansekerta. yang terdiri dari tiga bait berisi bahwa raja Sanjaya tela mendirikan lingga diatas bukit pada tangggal 6 oktober tahun 732 M.Ru Rakai mataram sang ratu sanjaya Sebelum perpindahan pusat kerajaan terdapat berbagai sumber prasasti di mas seelum perpindahan itu. kecamatan Grabag (Magelang) Pasasti Tuk Mas. yang untuk sementara kita sebut dengan nama Prasasti Sankara. dolkmes dan empat bunga Padma.Prasati ini di pahat pada sebuah batu alam yang besar yang dekat dengan mata air. Menurut analisa Paleoogafis dari krom prassti ini berasal pada abad pertengahan yang isinya pujian kepada suatu mata air yang keluar dari gunung hal ini disamakan dengan air yang mengalirkan airnya yang dingin dan bersih melalui pasi yang berbatu bagaikan sungai Gangga. kudi. Dari pahatan tulisan tersebut terdapat suatu laksana dan ala-alat upacara antar lain cakra. trisula.Jadi mungkin sekali tokoh yang telah dipendewakan dan dianggap sebagai leluhur Dapunta Sailendra. Dari prasati Sojomerto itu jelas bawa Dapunda Sailendra ialah penganut wangsa Siwa. yang berasal dai halaman pecandian diastase gunung Wukir kecamatan Salam (Magelang). tidak terbaca keseluhan. Prasasti ini mengunakan Huruf Palawa dan bahasa Sansekerta. Sebagaimana Isanawangsa berpangkal pada Mpu Sindok yang bergelar Sri Isanawikramadarmmottunggadewa dan Raja Sawangsa berpangkal pada Ken Arok yang bergelar Sri Rajasa. dan Wisnu denagan catatan bahwa untuk Siwa sendi tersedia tiga bait. sanka. Prasati ini berbhasa sansekerta tetapi sayang yang ditemukan hanya bagian akhir.Tokoh ini diberi pedikat Hiyang. Brahma. kundi.

raja sanjaya yang jelas adalah beragama Siwa yang telah mendirikan lingga di atas bukit.Kemungkuna bangunan lingga itu ilah cand yang hingga saa ini masih ada sisa-sisanya di atas gungng wukir. perlu dibangun ibukota baru. Sanna. dan Sanjaya kemunkinna sekali adalah keturunnan-keturunna Dapunta Sailendra.Mungkin sekali ibukota kerajaan juga di serbu dan ijrah. dengan menduga yang dimaksudkan sunai gangga adalah sungai kali Progo. antara lain sungai gangga bagunan tersebut terletak di Kunjarakunja. Selain itu ada suatu ketertarikan yang lain bahwa di pulau jawa ada bangunnan yang suci untuk pemujaan dewa Siwa di daerah Kunjarakunja yang dikelilingi oleh sungaisungai suci.Yang telah dikatakan oleh prasasti diatas. Hal ini dikarnakan dari sebuah prassti dari daftar raja-raja yang disebutkan di dalam prasasti Matyasih di medang.padi) da kaya akan tambang emas. atau Sima anatara Sanna masih ada seorang raja lagi yan hingga kini belum dapat ditemukan dari sumber sejarah. Menurut de Casparis Bhanu itu seorang raja wangsa sailendra mengiggat bahwa terdapat lagi sebuah prasasti Ligor B ada nama raja Wisnu dan didalam prasasti Kelurak ada . Dan perdapat tersebut telah diragukan karena mnaman didalam prasti ke tiga sekarang ditambah denagan dua batu lagi batu sima yang membuat nama daerah itu harus dibaca wanua ing alas I Salaimar. berdasarkan arti kata yaitu hutan gajah dan adanya wanua ing alas i Saliman. dengan istana yang baru yang disertai dengan pembangunnan candi untk pemujaan lingga kerajaan. Dari prasasi yang diatas kiata dapat mengetahui bahwa pada tahun 723 M. Siwa yan amat indah untk kesejahtraan dunia ang dikelilingi oleh sungai-sungai yang suci. Kerena hal itu ak Sanjay dinobatkan sebagai raja. Sahanna. Kemungknnan hali ini berhubngnna dengan kepercayaan bahwa istananyang telah diserbu oleh musuh yang kehilangna yuannya. raja Sanna telah diserang oleh musuh dan telah gugur pada pertempuran tersebut. sehinggga mereka masuk kedalam wangsa Sailendra. yang terutama di antaranya adalah sungai gangga. Seperti halnya telah yang disimpulkan bagunnan candi yang dimasud adalah parsati canggal itucandi banon dekat candi mendut yang arca-arcanya saja yang besar dan bercorak Klasik?Letak candi ini memeng di daerah progo dan sungai Elo. Raja sanjaya adlah raja yang pertama yang brkedudukan di Medang. Lagi pula kata kunjarakunla dapat juaga berate hutan fikus Religiosa atau huatan pohon Bodhi dan sejenisnya karena kata kunjara tidak berarti juga gajah tetapi nama beberapa jenis tanaman. mengingat bahwa prastinya memmang berasal dari dari halaman percandian. Ia kemudiaan disusul oleh rakai panankaran yang di antara Dapunta Sailendra dan Sima. Dan nama Kunjarakunja itu poerbatjarka pernah mengemukkakan perdapat bahwa daerah yang dimaksud saat itu yang saat ini menjadi daerah Sleman. ini sesuai denagan pemeriaan denagan prassti.

dapat diduga bahwa Dapunta Selendra adalah salah seorang pembesar dari Sumatera Selatan yang menyingkir ke pantai utara Jawa di sekitar Pekalongan. Pendapat dari Poerbatjaraka yang didasarkan atas Carita Parahiyangan kemudian diperkuat dengan sebuah temuan prasasti di wilayah Kabupaten Batang. Panaraban atau R. Gelar ini ditemukan juga pada Prasasti Kedukan Bukit pada nama Dapunta Hiyaŋ. Sanjaya dan keturunan-keturunannya itu ialah rajaraja dari keluarga Śailendra. Dan ia berpendapat bahwa Bhanu itu tentu penganut agama Budha karena Isa merupakan nama lain dari sang Budha. nama ibunya (Bhadrawati). Di dalam prasasti yang dikenal dengan nama Prasasti Sojomerto itu disebutkan nama Dapunta Selendra. Karena terjadi kerusuhan yang mengakibatkan runtuhnya Kerajaan Funan. Moens menganggap bahwa keluarga Śailendra berasal dari India yang menetap di Palembang sebelum kedatangan Dapunta Hiyaŋ.Pada tahun 683 Masehi.nama raja indra. Pernyataan yang hampir senada dengan Moens dikemukakan oleh Slametmulyana. raja-raja di Matarām menjadi penganut agama Buddha Mahāyāna juga. keluarga ini melarikan diri ke Jawa karena terdesak oleh Dapunta Hiyaŋ dengan bala tentaranya.Tamperan untuk berpindah agama karena agama yang dianutnya ditakuti oleh semua orang. baik di Śrīwijaya (Sumatera) maupun di Mdaŋ (Jawa) berasal dari Kalingga (India Selatan). asli Nusantara yang menganut agama Śiva. Menurut Poerbatjaraka. nama ayahnya (Santanū). Prasasti Sojomerto dan Prasasti Kedukan Bukit merupakan prasasti yang berbahasa Melayu Kuno. Sañjaya menyuruh anaknya R. Teori India Majumdar beranggapan bahwa keluarga Śailendra di Nusantara. Karena asal bahasa Melayu Kuno itu dari Sumatera dan adanya politik perluasan wilayah dari Kadātuan Śrīwijaya pada sekitar tahun 680-an Masehi. kemudian keluarga kerajaan ini menyingkir ke Jawa.Pendapatnya itu didasarkan atas Carita Parahiyangan yang menyebutkan bahwa R.Ia mengemukakan gagasannya itu didasarkan atas sebutan gelar dapunta pada Prasasti Sojomerto. Tetapi sejak Paņamkaran berpindah agama menjadi penganut Buddha Mahāyāna. Teori Jawa Pendapat bahwa keluarga Śailendra berasal dari Nusantara (Jawa) dikemukakan oleh Poerbatjaraka. dan muncul sebagai penguasa di Mdaŋ (Matarām) pada pertengahan abad ke-8 Masehi dengan menggunakan nama keluarga Śailendra. Teori Funan Coedes lebih condong kepada anggapan bahwa Śailendra yang ada di Nusantara itu berasal dari Funan (Kamboja). Pendapat yang sama dikemukakan juga oleh Nilakanta Sastri dan Moens. dan nama istrinya (Sampūla) (da pū nta selendra namah santanū nāma nda bapa nda bhadrawati nāma nda aya nda sampūla nāma nda .Pada waktu itu Śrīwijaya pusatnya ada di Semenanjung Tanah Melayu.

R. dan Mandimiñak diganti oleh Sang Sena yang memerintah 7 tahun..Sañjaya (717-746 Masehi). Sanna. Kerajaan Mataram Kuno diperintah oleh dua wangsa yaitu Wangsa Syailendra yang beragama Buddha dan Wangsa Sanjaya yang beragama Hindu Syiwa.Ratu ini memerintah dengan baik.Di sebutkan pula bahwa Sañjaya memerintah Jawa menggantikan Sanna. dan Sañjaya.Hal ini bererti untuk sampai kepada Dapunta Selendra (pertengahan abad ke-7 Masehi) masih ada sisa sekitar 60 tahun. maka diperolehi urutan raja-raja yang memerintah di Mdaŋ.Pada awal era Mataram Kuno.Jika demikian.Berdasarkan paleografinya. Raja Sanna mempunyai saudara perempuan bernama Sanaha yang kemudian dikawininya dan melahirkan Sañjaya.Dalam Carita Parahiyangan disebutkan bahawa Raja Mandimiñak mendapat putra Sang Sena (Sanna).Sanna (710-717 Masehi). dan Rakai Paņamkaran (746-784 Masehi). Mandimiñak (703-710 Masehi). Ratu Simo (674-703 Masehi). kalau keluarga Śailendra berasal dari India Selatan tentunya mereka memakai bahasa Sanskrit di dalam prasasti-prasastinya. Wangsa Sanjaya awalnya berada dibawah pengaruh kekuasaan Wangsa Syailendra.Dari Carita Parahiyangan dapat diketahui bahwa Sena (Raja Sanna) berkuasa selama 7 tahun. tokoh yang bernama Dapunta Selendra adalah bakal raja-raja keturunan Śailendra yang berkuasa di Mdaŋ.Dengan ditemukannya Prasasti Sojomerto telah diketahui asal keluarga Śailendra dengan pendirinya Dapunta Selendra. Pada tahun 674 Masehi rakyat kerajaan itu menobatkan seorang wanita sebagai ratu.Menurut para ahli sejarah.. yaitu Dapunta Selendra (?674 Masehi). Dari Prasasti Sojomerto dan Prasasti Canggal telah diketahui nama tiga orang penguasa di Mdaŋ (Matarām).). maka Sanna naik takhta sekitar tahun 710 Masehi. Raja Sañjaya mulai berkuasa di Mdaŋ pada tahun 717 Masehi. Mengenai . Nama “Dapunta Selendra” jelas merupakan ejaan Indonesia dari kata Sanskrit “Śailendra” karena di dalam prasasti menggunakan bahasa Melayu Kuno. yaitu Hsi-mo (Ratu Simo). dapat diduga bahwa Mandimiñak mulai berkuasa sejak tahun 703 Masehi. maka setidak-tidaknya masih ada 2 penguasa lagi untuk sampai kepada Dapunta Selendra. yaitu Dapunta Selendra. R. Berita Tionghoa yang berasal dari masa Dinasti T‟ang memberitakan tentang Kerajaan Ho-ling yang disebut She-po (=Jawa).Kalau Sañjaya naik takhta pada tahun 717 Masehi.Kalau seorang penguasa memerintah lamanya kira-kira 25 tahun.Ini berarti masih ada 1 orang lagi yang berkuasa sebelum Mandimiñak. Prasasti Sojomerto berasal dari sekitar pertengahan abad ke-7 Masehi. dan seterusnya. Dari urutan raja-raja yang memerintah itu. Prasasti Canggal menyebutkan bahwa Sañjaya mendirikan sebuah lingga di bukit Sthīrańga untuk tujuan dan keselamatan rakyatnya.Ia memegang pemerintahan selama 7 tahun. Wangsa Syailendra cukup dominan di Jawa Tengah.Mungkinkah ratu ini merupakan pewaris takhta dari Dapunta Selendra? Apabila ya. Menurut Boechari.

putera bernama Balaputradewa. yang waktu itu menjadi pangeran Wangsa Sanjaya. Raja-raja yang berkuasa dari keluarga Syailendra tertera dalam prasasti Ligor. Pramodhawardhani. kemudian sempat berkuasa di sana selama beberapa tahun.Rakai Pikatan bahkan menyerang Balaputradewa. menggantikan agama Buddha. dinikahkan dengan Dewi Tara. sedangkan raja-raja dari keluarga Sanjaya tertera dalam prasasti Canggal dan prasasti Mantyasih. juga mengadakan hubungan yang erat dengan kerajaan Sriwijaya di Sumatera. puteri raja Sriwijaya. Candi Borobudur selesai dibangun pada masa pemerintahan raja Samaratungga (812-833). dan kini menjadi salah satu kebanggaan bangsa Indonesia.Berdasarkan candi-candi. prasasti Nalanda maupun prasasti Klurak. . yaitu ketika Balaputradewa melarikan diri ke Sriwijaya yang merupakan negeri asal ibunya.Samaratungga memiliki puteri bernama Pramodhawardhani dan dari hasil pernikahannya dengan Dewi Tara. akan tetapi kedua-duanya samasama berkuasa di Jawa Tengah.persaingan kekuasaan tersebut tidak diketahui secara pasti.Borobudur merupakan monumen Buddha terbesar di dunia. Wangsa Syailendra pada saat berkuasa.Prasasti yang ditemukan tidak jauh dari Candi Kalasan memberikan penjelasan bahwa candi tersebut dibangun untuk menghormati Tara sebagai Bodhisattva wanita.Sejak itu pengaruh Sanjaya yang bercorak Hindu mulai dominan di Mataram. Samaratungga. puteri raja Samaratungga menikah dengan Rakai Pikatan. sedangkan yang bercorak Hindu (Sanjaya) umumnya terletak di Jawa Tengah bagian utara.Pada masa pemerintahan raja Indra (782-812). yang merupakan saudara Pramodhawardhani. Sejarah Wangsa Syailendra berakhir pada tahun 850. peninggalan kerajaan Mataram Kuno dari abad ke-8 dan ke-9 yang bercorak Buddha (Syailendra) umumnya terletak di Jawa Tengah bagian selatan. Pada tahun 790. puteranya. Syailendra menyerang dan mengalahkan Chenla (Kamboja).

pendiri Dinasti Isana. setelah Mataram hancur karena letusan Gunung Merapi. Namun. Namanya Mpu Sindhok.KERAJAAN MEDANG KAMULAN Kerajaan ini seringkali disebut dengan nama Medang Kamulan dapat dikatakan sebagai kelanjutan Mataram karena ia tak lain adalah ibukota Mataram. Nama kamulan bisa dianggap sebagai perubahan kata “kamulyaan” atau “kemulian”. Kerajaan Medang menjadi Kerajaan tersendiri sejak Mpu sindok membentuk Dinasti Baru yaitu Isyana. Letak Kerajaan berada di wilayah Jawa Timur. Sumber Sejarah  · Prasasti Mpu Sindok Prasasti ini menyebutkan beberapa tulisan tentang usaha-usaha yang dilakukan Mpu Sindok ketika memerintah di Kerajaaan Medang   · Prasasti Calcuta Prasasti ini menyebutkan tentang silsilah raja-raja yang memerintah di Dinasti Isyana (Mpu Sindok) sampai masa masa pemerintahan Raja Air Langga. sebagian ahli berpendapat. 1. Dinasti Isana ini memerintah Medang Kamulan selama satu abad sejak 929 M. 2. . Medang Kahuripan ini dibangun oleh keturunan raja Mataram. Letak Geografis Kerajaan Medang kamulan merupakan Kerajaan lanjutan dari Mataram Lama di Jawa Tengah. Adapula yang menyebutnya Kerajaan Kahuripan. Pergeseran peta kekuasaan ini pada perkembangannya sangat menentukan sejarah perpolitikan di Jawa khususnya. Medang Kamulan adalah ibukota Kediri atau Jenggala. Pada masa Medang Kamulan (Kahuripan) inilah terjadi perpindahan kekuasaan politik dari Jawa Tengah ke Jawa Timur.

Mpu Sindok memerintah dengan bijaksana. Mpu Sindok Mpu Sindok merupakan Raja pertama di Kerajaan Medang Kamulan. Dharmawangsa mengirimkan tentaranya untuk merebut pusat perdagangan di Selat Malaka dari kekuasaan Sriwijaya. c. Atas bantuan Narattoma berhasil melarikan diri ke hutan. Saat memerintah. Hasil gubahan berupa kitab Sang Hyang Kamahayanikan. Mpu Sindok memerintah selama 20 tahun. Selama di pengasingan. Air Langga lolos dari pembunuhan. Secara berturut-turut Air Langga berhasil menaklukan raja-raja bawahan (vassal) Sriwijaya seperti Bisaprabhawa ditaklukan tahun 1029 M. Ia dibantu oleh permaisurinya bernama Sri wardhani Pu Kbin . Pada waktu pesta pernikahan. Karena perdagangan di kawasan perairan jawa dan Sumatera masih dikuasai Kerajaan Sriwijaya. Ini membuktikan antara agama Hindu dan Buddha bisa hidup saling berdampingan. Serangan tersebut ternyata tidak berhasil. Air langga (Erlangga) Air langga adalah putera Raja Bali bernama Udaya yang menikah dengan Mahendradatta saudari raja Dharmawangsa. Dharmawangsa Teguh Setelah Mpu Sindok. Akhir Langga berusaha memulihkan kewibawaan Kerajaan Medang. Bahkan Sriwijaya membalas melalui serangan kerajaan Wura Wuri (kerajaan bawahan atau vassal Sriwijaya). Berbagai usaha yang dilakukan untuk memakmurkan rakyat. Medang Kamulan diteruskan oleh Dharma Teguh yang juga merupakan cucu dari Mpu Sindok. Akibat serangan tersebut Kerajaan Medang mengalami kehancuran. Perkembangan Pemerintahan a.3. Air Langga dinikahkan oleh Dharmawangsa. Air Langga mendapat gemblengan dari para Brahmana dan dinobatan menjadi raja. Dalam bidang agama. antara lain membangun bendungan atau waduk untuk pengairan. Larangan ini bertujuan untuk melestarikan sumber daya alam. Raja Mpu sindok melarang rakyat untuk menangkap ikan di bendungan tersebut. . pada tahun 1003 M. Air Langga memindahkan ibukota kerajaan Medang ke Kahuripan. Mpu Sindok bergelar Sri Maharaja Raka i Hino Sri Isyana Wikrama Dharmatunggadwea. Mpu Sindok meskipun agama Hindu. Raja Adhamapanuda tahun 1031 M termasuk Wura Wuri tahun 1035. dan perdagangan.Ketika terjadi peristiwa tersebut. Peristiwa kehancuran yang menewaskan Dharmawangsa disebut dengan Pralaya. Akan usaha untuk meningkatkan perdagangan mengalami kesulitan. b. Selama memerintah. secara tiba-tiba datang serangan dari kerajaan Wura Wuri (kerajaan bawahan Sriwijaya) yang menewaskan Dhramawangsa dan keluarga. Usaha tersebut antara lain dengan meningkatkan pertanian.Dalam rangka mematahkan pengaruh Sriwijaya. raja Wijayawarman dari Wengker tahun 1034. Setelah berhasil memulihkan kewibawaan kerajaan. ia berusaha meningkatkan kesejahteraan rakyatnya. sangat memperhatikan usaha penggubahan Kitab Buddha Mahayana.

Namun karena ia memilih menjadi pertapa. maka tahta beralih pada putera Air Langga yang lahir dari Selir. telah mendorong Kerajaan Medang Kamulan kepuncak kejayaan dan kemakmuran. Kamboja dan Champa berkunjung kedua tempat itu. Pewaris tahta kerajaan seharusnya seorang puteri (sri Sanggramawijaya) yang lahir dari permaisuri. 2. Membangun waduk waringin sapta untuk mencegah banjir musiman. Air Langga membagi dua kerajaan. Maka dengan demikian berakhirlah kerajaan Medang Kamulan sekaligus Dinasti Isyana Medang Kamulan – Kerajaan Pertama Di Jawa. Kapal-kapal dari India. Air Langga meninggal pada tahun 1049 M.Usaha yang dilakukan Air Langga dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Medang. Atas keberhasilan raja Air Langga tersebut dalam membangun kerajaan maka pengalaman hidupnya dikisahkan dalam sebuah kitab bernama Arjuna wiwaha yang digubah oleh Mpu Kanwa. yaitu Jenggala dan Panjalu. Membangun jalan-jalan yang menghubungkan pesisir ke pusat kerajaan. Pelabuhan Hujung Galuh dan Tuban menjadi bender dagang yang ramai. di muara Kali Brantas. Pembagian dibantu oleh Mpu Bharada. Memperbaiki pelabuhan Hujung Galuh. Untuk menghindari dari perang saudara. Birma. Di penghujung akhir hayatnya. Air Langga memutuskan mundur dari kerajaan dan menjadi memutuskan untuk menjadi pertapa dengan sebutan resi Gentayu. Jenazahnya disemayamkan di lereng gunung Pananggungan dalam candi Belahan. Air Langga pun sangat memperhatikan para Brahmana yang telah menggembleng ketika di hutan Bentuk perhatian Air Langga terhadap para Brahmana adalah dengan mendirikan bangunan suci di daerah Peucangan.Selain usaha dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat.Usaha-usaha yang dilakukan Air Langga. . 3. Batas kedua kerajaan dibatasi oleh sungai Brantas. antara lain : 1.

Di posting saya terdahulu tentang perjalanan sejarah kerajaan kuno di indonesia. Cerita pewayangan versi Jawa menyebutkan bahwa Medang Kamulan adalah tempat bertahtanya Batara Guru. Medang Kamulan adalah negeri tempat berkuasanya Prabu Dewata Cengkar yang lalim. Kerajaan ini dikatakan “setengah mitologis” karena tidak pernah ditemukan bukti-bukti fisik keberadaannya. Medang Kamulan dikuasai oleh Prabu Gilingwesi. Sumber-sumber mengenai kerajaan ini hanya berasal dari cerita-cerita rakyat (misalnya dalam Legenda Loro Jonggrang) dan penyebutan oleh beberapa naskah kuno. Medang Kamulan adalah wilayah atau kerajaan setengah mitologis yang dianggap pernah berdiri di Jawa Tengah dan mendahului Kerajaan Medang (kamulan berarti “permulaan”. meskipun tidak dikatakan bahwa itu adalah kerajaan. yang dikatakan mendahului Kerajaan Sunda Galuh Kerajaan Medang Kamulan . Kerajaan Medang Kamulan menempati posisi pertama sebagai kerajaan pertama yang ada di Jawa. bahwa Medang Kamulan dapat dinisbatkan kepada “Hasin-Medang-Kuwu-lang-pi-ya” yang diajukan van Orsoy. Legenda Aji Saka sendiri menyebutkan bahwa Bledug Kuwu di Kabupaten Grobogan adalah tempat munculnya Jaka Linglung setelah menaklukkan Prabu Dewata Cengkar. Van der Meulen menduga. Hal ini membuka kemungkinan bahwa Medang Kamulan barangkali memang pernah ada. Baris ke-782 dan 783 dari naskah kedua Perjalanan Bujangga Manik dari abad ke-15 menyebutkan bahwa setelah ia (Bujangga Manik) meninggalkan Pulutan (sekarang desa di barat kota Purwodadi) ia tiba di “Medang Kamulan”. dikatakan pula bahwa setelah ia menyeberang Sungai Wuluyu tibalah ia di “Gegelang” (Madiun selatan). Dalam legenda Aji Saka. Naskah inilah yang pertama kali menyebut bahwa memang ada tempat bernama Medang Kamulan. Selanjutnya. Cerita rakyat lain (di antaranya termasuk legenda Loro Jonggrang dan berdirinya Madura) menyatakan. jadi “Medang Kamulan” berarti “pra-Medang”). di selatan “Medang Kamulan”. walaupun ia sendiri tidak yakin. dalam artikelnya tentang Kerajaan “Ho-Ling” yang disebut catatan Tiongkok. Masyarakat Sunda diketahui mengenal legenda mengenai kerajaan ini.

setelah ia memindahkan pusat pemerintahannya dari Jawa Tengah ke Jawa Timur. dan Malang di sebelah selatan. setelah Mpu Sindok turun tahta. Berita Prasasti Beberapa prasasti yang mengungkapkan Kerajaan Medang Kamulan antara lain: • Prasasti dari Mpu Sindok. Mpu Sindok adalah peletak dasar Kerajaan Medang Kamulan di Jawa Timur. Dalam perkembang-an selanjutnya. Pada tahun 992 M. • Prasasti Mpu Sindok dari Lor (dekat Nganjuk) tahun 939 M menyatakan bahwa Raja Mpu Sindok memerintah pembuatan candi yang bernama Jayamrata dan Jayastambho (tugu kemenangan) di Desa Anyok Lodang. Namun. Raja Mpu Sindok termasuk keturunan Raja Dinasti Sanjaya (Mataram) di Jawa Tengah. Sumber Sejarah Sumber sejarah Kerajaan Medang Kamulan berasal dari berita asing dan prasasti-prasasti. Dari gelar Mpu Sindok itulah diambil nama Dinasti Isyana. a. tahun 992 M tercatat pada catatan-catatan negeri Cina tentang datangnya duta persahabatan dari Jawa. c. wilayah kekuasaan Kerajaan Medang Kamulan mencakup hampir seluruh wilayah Jawa Timur. Di samping itu. • Prasasti Mpu Sindok dari daerah Bangil menyatakan bahwa Raja Mpu Sindok memerintah pembuatan satu candi sebagai tempat pendharmaan ayahnya dari permaisurinya yang bernama Rakryan Bawang. karena tidak adanya prasasti-prasasti yang menceritakan kondisi Jawa Timur. Raja-raja tersebut adalah sebagai berikut. Raja Mpu Sindok Raja Mpu Sindok memerintah Kerajaan Medang Kamulan dengan gelar Mpu Sindok Sri Isyanatunggadewa.Berdasarkan penemuan beberapa prasasti. Oleh karena kondisi Jawa Tengah tidak memungkinkan bertahtanya Dinasti Sanjaya akibat desakan Kerajaan Sriwijaya. Bahkan dalam prasasti terakhir. maka Mpu Sindok memindahkan pusat pemerintahannya dari Jawa Tengah ke Jawa Timur. Surabaya di sebelah utara. • Prasasti Calcuta. Berita Cina berasal dari catatan-catatan yang ditulis pada zaman Dinasti Sung. Kerajaan itu didirikan oleh Mpu Sindok. terdapat beberapa raja yang diketahui memerintah kerajaan ini. Berita Asing Berita asing tentang keberadaan Kerajaan Medang Kamulan di Jawa Timur dapat diketahui melalui berita dari India dan Cina. dari Desa Tangeran (daerah Jombang) tahun 933 M menyatakan bahwa Raja Mpu Sindok memerintah bersama permaisurinya Sri Wardhani Pu Kbin. prasasti dari Raja Airlangga yang menyebutkan silsilah keturunan dari Raja Mpu Sindok. Wilayah kekuasaan Kerajaan Medang Kamulan pada masa pemerintahan Mpu Sindok mencakup Nganjuk di sebelah barat. Catatancatatan Kerajaan Sung itu menyatakan bahwa antara kerajaan yang berada di Jawa dan Kerajaan Sriwijaya sedang terjadi permusuhan. sehingga ketika Duta Sriwijaya pulang dari Cina (tahun 990 M). b. dapat diketahui bahwa Kerajaan Medang Kamulan terletak di muara Sungai Brantas. Berita dari India mengatakan bahwa Kerajaan Sriwijaya menjalin hubungan persahabatan dengan Kerajaan Chola untuk membendung dan menghalangi kemajuan Kerajaan Medang Kamulan pada masa pemerintahan Raja Dharmawangsa. Kehidupan Politik Sejak berdiri dan berkembangnya Kerajaan Medang Kamulan. pasukan dari Jawa telah meninggalkan Sriwijaya dan Kerajaan Medang Kamulan dapat memajukan pelayaran dan perdagangan. Baru setelah Airlangga naik tahta muncul prasasti-prasasti yang dijadikan sumber untuk mengetahui keberadaan Kerajaan Medang Kamulan di Jawa Timur. terpaksa harus tinggal dulu di Campa sampai peperangan itu reda. . Pasuruan di sebelah timur. keadaan Jawa Timur dapat dikatakan suram. Ibukotanya bernama Watan Mas.

Selanjutnya. Airlangga digembleng baik lahir maupun batin di hutan Wonogiri. Airlangga Dalam prasasti Calcuta disebutkan bahwa Raja Airlangga masih termasuk keturunan Raja Mpu Sindok dari pihak ibunya yang bernama Mahendradata (Gunapria Dharmapatni) yang menikah dengan Raja Udayana. Namun Airlangga dapat melarikan diri bersama pengikutnya yang setia. Di tengah hutan Airlangga hidup seperti seorang pertapa dengan menanggalkan pakaian kebesarannya. Kemudian. Serangan dari Kerajaan Wurawari itulah yang mengakibatkan hancurnya Kerajaan Medang Kamulan (1016 M). Oleh karena itu. Dalam waktu singkat Kerajaan Medang Kamulan berhasil meningkatkan kesejahteraannya. keadaan masyarakatnya stabil. Pada saat upacara pernikahan itulah terjadi serangan dari Kerajaan Wurawari. Dalam serangan itu. Raja Dharmawangsa mengerahkan seluruh angkatan lautnya untuk menduduki dan menguasai Kerajaan Sriwijaya. Tahta kerajaan diserahkan kepada seorang putrinya yang terlahir dari permaisuri. pada tahun 1019 M Airlangga bersedia dinobatkan menjadi raja untuk meneruskan tradisi Dinasti Isyana. Setelah Airlangga berhasil mengalahkan musuh-musuhnya. yaitu Narottama ke dalam hutan. tetapi putrinya telah memilih menjadi seorang pertapa dengan gelar Ratu Giri Putri. Akan tetapi. Airlangga berhasil melarikan diri bersama pengikutnya yang setia. Serangan itu terjadi ketika Raja Dharmawangsa melaksanakan upacara pernikahan putrinya dengan Airlangga (dari Bali). . Selama tiga tahun (1016-1019 M). Raja Dharmawangsa beserta kerabat istana tewas. dengan gelar Rakai Halu Sri Lakeswara Dharmawangsa Airlangga Teguh Ananta Wirakramatunggadewa. yaitu Narottama. antara tahun 1028-1035 M. selang beberapa tahun kemudian. ia mulai membangun kerajaan di segala bidang kehidupan untuk kemakmuran rakyatnya. Setelah tercapai kestabilan dan kesejahteraan kerajaan. maka tahta kerajaan diserahkan kepada kedua orang putra yang terlahir dari selir Airlangga. pada tahun 1042 M Raja Airlangga memasuki masa kependetaan. Peperangan menghadapi Rangda Indirah ini diceritakan melalui cerita yang berjudul Calon Arang. atas tuntutan dari rakyatnya. Kerajaan Wengker. yaitu Kerajaan Jenggala dan Kerajaan Kediri (Panjalu). yang mengakibatkan hancurnya Kerajaan Medang Kamulan. untuk menghindari perang saudara. Dengan persiapan yang cukup. Sriwijaya bangkit dan mengadakan pembalasan terhadap Kerajaan Medang Kamulan yang masih diperintah oleh Dharmawangsa. Airlangga berjuang untuk mengembalikan kewibawaan kerajaan. Dalam usaha menundukkan Kerajaan Medang Kamulan. Seperti sudah disebut. Antara tahun 1019-1028 M. Kerajaan Medang Kamulan terbagi dua. Kerajaan Sriwijaya mengadakan hubungan dengan kerajaan kecil yang ada di Jawa. dan Raja Futri dari selatan yang bernama Rangda Indirah. Kebesaran Dharmawangsa tampak jelas pada politik luar negerinya.Dharmawangsa Raja Dharmawangsa dikenal sebagai salah seorang raja yang memiliki pandangan politik yang tajam. Raja Dharmawangsa percaya bahwa kedudukan ekonomi Kerajaan Sriwijaya yang kuat merupakan ancaman bagi perkembangan Kerajaan Medang Kamulan. Airlangga menghadapi lawan-lawan yang cukup kuat seperti Kerajaan Wurawari. yaitu dengan Kerajaan Wurawari. Airlangga berusaha mempersiapkan diri agar dapat menghadapi lawan-lawan kerajaannya. Ketika Airlangga berusia 16 tahun ia dinikahkan dengan putri Dharmawangsa.

Raja Mpu sindok melarang rakyat untuk menangkap ikan di bendungan tersebut. Air Langga mendapat gemblengan dari para Brahmana dan dinobatan menjadi raja. Selama pemerintahannya. Letak GeografisKerajaan Medang kamulan merupakan Kerajaan kelanjutan dari Mataram Lama di Jawa Tengah. Kerajaan Medang menjadi Kerajaan tersendiri sejak Mpu sindok membentuk Dinasti Baru yaitu Isyana. Pada waktu pesta pernikahan. antara lain membangun bendungan atau waduk untuk pengairan. Peristiwa kehancuran yang menewaskan Dharmawangsa disebut dengan Pralaya. Berbagai usaha yang dilakukan untuk memakmurkan rakyat. Air Langga dinikahkan oleh Dharmawangsa. Mpu Sindok bergelas Sri Maharaja Raka i Hino Sri Isyana Wikrama Dharmatunggadwea. sangat memperhatikan usaha penggubahan Kitab Buddha Mahayana. secara tiba-tiba datang serangan dari kerajaan Wura Wuri (kerajaan bawahan Sriwijaya) yang menewaskan Dhramawangsa dan keluarga. Usaha tersebut antara lain dengan meningkatkan pertanian. Akhir Langga berusaha memulihkan kewibawaan Kerajaan Medang. Akan usaha untuk meningkatkan perdagangan mengalami kesulitan. Hasil gubahan berupa kitab Sang Hyang Kamahayanikan. Air langga (Erlangga) Air langga adalah putera Raja Bali bernama Udaya yang menikah dengan Mahendradatta saudari raja Dharmawangsa. Saat memerintah. Atas bantuan Narattoma berhasil melarikan diri ke hutan. Larangan ini bertujuan untuk melestarikan sumber daya alam. ia berusaha meningkatkan kesejahteraan rakyatnya. Perkembangan Pemerintahan a. Secara berturut-turut Air Langga berhasil menaklukan rajaraja bawahan (vassal) Sriwijaya seperti Bisaprabhawa ditaklukan tahun 1029 M. c. Selama memerintah. Ketika terjadi peristiwa tersebut. Medangkamulan 1. 2. Raja Adhamapanuda tahun 1031 M termasuk Wura . dan perdagangan. Akibat serangan tersebut Kerajaan Medang mengalami kehancuran. Serangan tersebut ternyata tidak berhasil. Karena perdagangan di kawasan perairan jawa dan Sumatera masih dikuasai Kerajaan Sriwijaya. Bahkan Sriwijaya membalas melalui serangan kerajaan Wura Wuri (kerajaan bawahan atau vassalSriwijaya). Mpu Sindok memerintah selama 20 tahun. b. Mpu Sindok meskipun agama Hindu. Letak Kerajaan berada di wilayah Jawa Timur. Dalam rangka mematahkan pengaruh Sriwijaya. Mpu Sindok memerintah dengan bijaksana. pada tahun 1003 M. Dharmawangsa Teguh Setelah Mpu Sindok.sejarah tentang kerajaan di Indonesia. Dharmawangsa mengirimkan tentaranya untuk merebut pusat perdagangan di Selat Malaka dari kekuasaan Sriwijaya. Selama di pengasingan. raja Wijayawarman dari Wengker tahun 1034. Air Langga lolos dari pembunuhan. ia dibantu oleh oleh permaisurinya bernama Sri wardhani Pu Kbin . 3. Sumber Sejarah • Prasasti Mpu Sindok Prasasti ini menyebutkan beberapa tulisan tentang usaha-usaha yang dilakukan Mpu Sindok ketika memerintah di Kerajaaan Medang • Prasasti Calcuta Prasasti ini menyebutkan tentang silsilah raja-raja yang memerintah di Dinasti Isyana (Mpu Sindok) sampai masa masa pemerintahan Raja Air Langga. Mpu Sindok Mpu Sindok merupakan Raja pertama di Kerajaan Medang Kamulan. Medang Kamulan diteruskan oleh Dharma Teguh yang juga merupakan cucu dari Mpu Sindok. Perhatian membuktikan antara agama Hindu dan Buddha bisa hidup saling berdampingan. Dalam bidang agama .

Membangun waduk waringin sapta untuk mencegah banjir musiman 3. Kudungga adalah pembesar dari Kerajaan Campa (Kamboja) yang datang ke Indonesia. [sunting]Aswawarman Aswawarman mungkin adalah raja pertama Kerajaan Kutai yang bercorak Hindu. Air Langga membagi dua kerajaan. Air Langga meninggal pada tahun 1049 M. Air Langga memindahkan ibukota kerajaan Medang keKahuripan. Pembagian dibantu oleh Mpu Bharada. [sunting]Mulawarman Mulawarman adalah anak Aswawarman dan cucu Kudungga. Air Langga pun sangat memperhatikan para Brahmana yang telah menggembleng ketika di hutan Bentuk perhatian Air Langga terhadap para Brahmana adalah dengan mendirikan bangunan suci di daerah Peucangan. Setelah berhasil memulihkan kewibawaan kerajaan. Ada tujuh buah yupa yang menjadi sumber utama bagi para ahli dalam menginterpretasikan sejarah Kerajaan Kutai. Membangun jalan-jalan yang menghubungkan pesisir ke pusat kerajaan Pelabuhan Hujung Galuh dan Tuban menjadi bender dagang yang ramai. Memperbaiki pelabuhan Hujung Galuh. di muara Kali Brantas. antara lain : 1. Dari salah satu yupa tersebut diketahui bahwa raja yang memerintah kerajaan Kutai saat itu adalah Mulawarman. Namanya dicatat dalam yupa karena kedermawanannya menyedekahkan 20. Di penghujung akhir hayatnya. Karena memang sangat sedikit informasi yang dapat diperoleh akibat kurangnya sumber sejarah. Namun karena ia memilih menjadi pertapa. Maka dengan demikian berakhirlah kerajaan Medang Kamulan sekaligus Dinasti Isyana. Nama Kutai diberikan oleh para ahli karena tidak ada prasasti yang secara jelas menyebutkan nama kerajaan ini. Kerajaan ini terletak di Muara Kaman. Atas keberhasilan raja Air Langga tersebut dalam membangun kerajaan maka pengalaman hidupnya dikisahkan dalam sebuah kitab bernama Arjuna wiwaha yang digubah oleh Mpu Kanwa. Birma. Usaha-usaha yang dilakukan Air Langga. Kapal-kapal dari India. Jenazahnya disemayamkan di lereng gunung Pananggungan dalamcandi Belahan. Kalimantan Timur. Kudungga sendiri diduga belum menganut agama Budha. Kamboja dan Champa berkunjung kedua tempat itu. Selain usaha dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat. telah mendorong Kerajaan Medang Kamulan kepuncak kejayaan dan kemakmuran. Kerajaan kutai Kutai Martadipura adalah kerajaan tertua bercorak Hindu di Nusantara dan seluruh Asia Tenggara. Usaha yang dilakukan Air Langga dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Medang. Nama Kutai diambil dari nama tempat ditemukannya prasasti yang menggambarkan kerajaan tersebut. Nama Mulawarman dan Aswawarman sangat kental dengan pengaruh bahasa Sanskerta bila dilihat dari cara penulisannya. yaitu Jenggala dan Panjalu.000 ekor sapi kepada kaum brahmana. [sunting]Sejarah [sunting]Yupa Informasi yang ada diperoleh dari Yupa / prasasti dalam upacara pengorbanan yang berasal dari abad ke-4. tepatnya di hulu sungai Mahakam.Wuri tahun 1035. Ia juga . Air Langga memutuskan mundur dari kerajaan dan menjadi memutuskan untuk menjadi pertapa dengan sebutan resi Gentayu. maka tahta beralih pada putera Air Langga yang lahir dari Selir. Untuk menghindari dari perang saudara. Batas kedua kerajaan dibatasi oleh sungai Brantas. Pewaris tahta kerajaan seharusnya seorang puteri (sri Sanggramawijaya) yang lahir dari permaisuri. 2.

Desa Tugu. yang artinya pembentuk keluarga. Dari yupa diketahui bahwa pada masa pemerintahan Mulawarman. Bogor 2. Dalam catatan sejarah dan peninggalan artefak di sekitar lokasi kerajaan. Kerajaan Tarumanegara ialah kelanjutan dari Kerajaan Salakanagara. Kutai Kartanegara inilah. [sunting]Berakhir Kerajaan Kutai berakhir saat Raja Kutai yang bernama Maharaja Dharma Setia tewas dalam peperangan di tangan Raja Kutai Kartanegara ke-13. yang disebutkan dalam sastra JawaNegarakertagama. Rakyat Kutai hidup sejahtera dan makmur. Prasasti Cidanghiyang atau Prasasti Munjul. terlihat bahwa pada saat itu Kerajaan Taruma adalah kerajaan Hindu beraliran Wisnu. Kerajaan Kutai mengalami masa keemasan. ditemukan di perkebunan kopi milik Jonathan Rig. tidak ada penjelasan atau catatan yang pasti mengenai siapakah yang pertama kalinya mendirikan kerajaan Tarumanegara. Kecamatan Munjul. Ciampea. dan salah satunya adalah Mulawarman. Kerajaan Kutai seakan-akan tak tampak lagi oleh dunia luar karena kurangnya komunikasi dengan pihak asing. Prasasti tersebut isinya menerangkan penggalian Sungai Candrabaga oleh Rajadirajaguru dan penggalian Sungai Gomati oleh Purnawarman pada tahun ke-22 masa pemerintahannya. Kecamatan Tarumajaya. Pada tahun417 ia memerintahkan penggalian Sungai Gomati dan Candrabaga (Kali Bekasi) sepanjang 6112 tombak (sekitar 11 km). Banten. hingga sangat sedikit yang mendengar namanya. Aji Pangeran Anum Panji Mendapa. [sunting]Prasasti yang ditemukan 1.000 ekor sapi kepada kaum brahmana. Perlu diingat bahwa Kutai ini (Kutai Martadipura) berbeda dengan Kerajaan Kutai Kartanegara yang ibukotanya pertama kali berada di Kutai Lama (Tanjung Kute). Sumber Sejarah Bila menilik dari catatan sejarah ataupun prasasti yang ada. Tarumanegara Tarumanagara atau Kerajaan Taruma adalah sebuah kerajaan yang pernah berkuasa di wilayah barat pulau Jawa pada abad ke-4 hingga abad ke-7 M. 3. dan kekeringan yang terjadi pada musim kemarau. Bukti keberadaan Kerajaan Taruma diketahui melalui sumber-sumber yang berasal dari dalam maupun luar negeri. Makam Rajadirajaguru Jayasingawarman ada di sekitar sungai Gomati (wilayah Bekasi). satu diJakarta dan satu di Lebak Banten. dibuat sekitar 400 M (H Kern 1917). Raja yang pernah berkuasa dan sangat terkenal dalam catatan sejarah adalah Purnawarman. di tahun 1365. Prasasti Kebon Kopi. Kabupaten Pandeglang. Selesai penggalian. Prasasti Tugu. berisi pujian kepada Raja Purnawarman. Kutai Kartanegara selanjutnya menjadi kerajaan Islam yang disebut Kesultanan Kutai Kartanegara. ditemukan di Kampung Batutumbu. Putra Aswawarman adalah Mulawarman. ditemukan di aliran Sungai Cidanghiang yang mengalir di Desa Lebak. sang prabu mengadakan selamatan dengan menyedekahkan 1. Taruma merupakan salah satu kerajaan tertua di Nusantara yang meninggalkan catatan sejarah.Penggalian sungai tersebut merupakan gagasan untuk menghindari bencana alam berupa banjir yang sering terjadi pada masa pemerintahan Purnawarman. . sekarang disimpan di museum di Jakarta. Dari prasasti-prasasti ini diketahui bahwa kerajaan dipimpin oleh Rajadirajaguru Jayasingawarman pada tahun 358 M dan beliau memerintah sampai tahun 382 M. Kabupaten Bekasi. Aswawarman memiliki 3 orang putera.diketahui sebagai pendiri dinasti Kerajaan Kutai sehingga diberi gelar Wangsakerta. Sumber dari dalam negeri berupa tujuh buah prasasti batu yang ditemukan empat di Bogor. Wilayah kekuasaannya meliputi hampir seluruh wilayah Kalimantan Timur.

Ciampea. Bogor 5. Nanggung.4. Prasasti Ciaruteun. Bogor 6. Citeureup. Ciampea. Prasasti Jambu. Bogor . Bogor 7. Prasasti Pasir Awi. Prasasti Muara Cianten.

Sampai abad ke-19 jalur sungai itu masih digunakan untuk angkutan hasil perkebunan kopi. Sampai abad ke-19. yang mengacu pada model aksara Kamboja dengan beberapa cirinya yang masih melekat. aksara tersebut belum mencapai taraf modifikasi bentuk khasnya sebagaimana yang digunakan naskah-naskah (lontar) abad ke16. Karena angka tahunnya bercorak “sangkala” yang mengikuti ketentuan “angkanam vamato gatih” (angka dibaca dari kanan). di antara bawahan Tarumanagara pada masa pemerintahan Purnawarman terdapat nama “Rajamandala” (raja daerah) Pasir Muhara. di tepi sawah. Cianten dan Ciaruteun. Sekarang termasuk wilayah Kecamatan Cibungbulang. maka prasasti tersebut dibuat dalam tahun 458 Saka atau 536 Masehi. seratus meter dari pertemuan sungai tersebut dengan Ci Sadane. sarga 3. dahulu merupakan sebuah “kota pelabuhan sungai” yang bandarnya terletak di tepi pertemuan Cisadane dengan Cianten. Selain itu. yang pada awalnya merupakan perkembangan dari aksara tipe Pallawa Lanjut. Dalam prasasti itu dituliskan : ini sabdakalanda rakryan juru panga-mbat i kawihaji panyca pasagi marsa-n desa barpulihkan haji su-nda Terjemahannya menurut Bosch: Ini tanda ucapan Rakryan Juru Pengambat dalam tahun (Saka) kawihaji (8) panca (5) pasagi (4). tidak jauh dari prasasti Telapak Gajah peninggalan Purnawarman. Kehadiran prasasti Purnawarman di kampung itu menunjukkan bahwa daerah itu termasuk kawasan kekuasaannya. [sunting]Prasasti Telapak Gajah Prasasti Telapak Gajah bergambar sepasang telapak kaki gajah yang diberi keterangan satu baris berbentuk puisi berbunyi: jayavi s halasya tarumendrsaya hastinah airavatabhasya vibhatidam padadavayam Terjemahannya: Kedua jejak telapak kaki adalah jejak kaki gajah yang cemerlang seperti Airawata kepunyaan . Kampung Muara tempat prasasti Ciaruteun dan Telapak Gajah ditemukan. namun pada tahun1981 diangkat dan diletakkan di dalam cungkup. Prasasti ini peninggalan Purnawarman. Menurut Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara parwa II. pemerintahan begara dikembalikan kepada raja Sunda. yang berbunyi: vikkrantasyavanipateh shrimatah purnavarmmanah tarumanagararendrasya vishnoriva padadvayam Terjemahannya menurut Vogel: Kedua (jejak) telapak kaki yang seperti (telapak kaki) Wisnu ini kepunyaan raja dunia yang gagah berani yang termashur Purnawarman penguasa Tarumanagara. Sekarang masih digunakan oleh pedagang bambu untuk mengangkut barang dagangannya ke daerah hilir. Isinya adalah puisi empat baris. berbahasa Sansekerta. Prasasti itu kini tak berada ditempat asalnya. [sunting]Prasasti Ciaruteun Prasasti Ciaruteun ditemukan pada aliran Ci Aruteun. halaman 161. Prasasti pada zaman ini menggunakan aksara Sunda kuno. tempat itu masih dilaporkan dengan nama Pasir Muara. Pada zaman ini. Dahulu termasuk bagian tanah swasta Ciampea. ada pula gambar sepasang “pandatala” (jejak kaki). prasasti ditemukan di Pasir Muara. [sunting]Prasasti Pasir Muara Di Bogor.Lahan tempat prasasti itu ditemukan berbentuk bukit rendah berpermukaan datar dan diapit tiga batang sungai: Cisadane. beraksara Palawa. yang menunjukkan tanda kekuasaan &mdash& fungsinya seperti “tanda tangan” pada zaman sekarang.

Maka berdasarkan sumber-sumber yang telah dijelaskan sebelumnya maka dapat diketahui beberapa aspek kehidupan tentang Taruma. Menurut Pustaka Parawatwan i Bhumi Jawadwipa parwa I. Ukiran bendera dan sepasang lebah itu dengan jelas ditatahkan pada prasasti Ciaruteun yang telah memancing perdebatan mengasyikkan di antara para ahli sejarah mengenai makna dan nilai perlambangannya. Demikian pula mahkota yang dikenakan Purnawarman berukiran sepasang lebah. masih ada satu lagi prasasti lainnya yaitu prasasti batu peninggalan Tarumanagara yang terletak di puncak Bukit Koleangkak. Terjemahannya menurut Vogel: Yang termashur serta setia kepada tugasnya ialah raja yang tiada taranya bernama Sri Purnawarman yang memerintah Taruma serta baju perisainya tidak dapat ditembus oleh panah musuh-musuhnya. Desa Pasir Gintung. juga menceritakan bahwa tahun 666 dan 669 telah datang utusan dari To-lo-mo. bendera Kerajaan Tarumanagara berlukiskan rangkaian bunga teratai di atas kepala gajah. Menurut mitologi Hindu. Kecamatan Leuwiliang. . Dari tiga berita di atas para ahli menyimpulkan bahwa istilah To-lo-mo secara fonetis penyesuaian kata-katanya sama dengan Tarumanegara. Berita Fa Hien. Prasasti inipun berukiran sepasang telapak kaki dan diberi keterangan berbentuk puisi dua baris: shriman data kertajnyo narapatir – asamo yah pura tarumayam nama shri purnnavarmma pracurarupucara fedyavikyatavammo tasyedam – padavimbadavyam arnagarotsadane nityadksham bhaktanam yangdripanam – bhavati sukhahakaram shalyabhutam ripunam. matahari kembar atau kombinasi surya-candra (matahari dan bulan).penguasa Tarumanagara yang jaya dan berkuasa. kepunyaannyalah kedua jejak telapak kaki ini. Bahkan diberitakan juga. 2. Berdasarkan prasast-prasati tersebut diketahui raja yang memerintah pada waktu itu adalah Purnawarman. Berita Dinasti Tang. Kerajaan Tarumanegara diperkirakan berkembang antara tahun 400-600 M. [sunting]Prasasti Jambu Di daerah Bogor. menceritakan bahwa tahun 528 dan 535 telah datang utusan dari To-lomo (“Taruma”) yang terletak di sebelah selatan. [sunting]Sumber berita dari luar negeri Sumber-sumber dari luar negeri semuanya berasal dari berita Tiongkok. Pada bukit ini mengalir (sungai) Cikasungka. tahun 414M dalam bukunya yang berjudul Fa Kao Chi menceritakan bahwa di Ye-po-ti (“Jawadwipa”) hanya sedikit dijumpai orang-orang yang beragama Buddha. 1. 3. Ukiran kepala gajah bermahkota teratai ini oleh para ahli diduga sebagai “huruf ikal” yang masih belum terpecahkan bacaaanya sampai sekarang. yang selalu menghadiahkan jamuan kehormatan (kepada mereka yang setia kepadanya). gajah perang Purnawarman diberi nama Airawata seperti nama gajah tunggangan Indra. sarga 1. yang banyak adalah orang-orang yang beragama Hindu dan “beragama kotor” (maksudnya animisme). tetapi merupakan duri bagi musuh-musuhnya. Berita Dinasti Sui. yang selalu berhasil menghancurkan benteng musuh. Keterangan pustaka dari Cirebon tentang bendera Taruma dan ukiran sepasang “bhramara” (lebah) sebagai cap pada mahkota Purnawarman dalam segala “kemudaan” nilainya sebagai sumber sejarah harus diakui kecocokannya dengan lukisan yang terdapat pada prasasti Ciaruteun. Airawata adalah nama gajah tunggangan Batara Indra dewa perang dan penguawa Guntur. Demikian pula tentang ukiran sepasang tanda di depan telapak kaki ada yang menduganya sebagai lambang labah-labah.

[2] Legenda Aji Saka sendiri menyebutkan bahwa Bledug Kuwu di Kabupaten Grobogan adalah tempat munculnya Jaka Linglung setelah menaklukkan Prabu Dewata Cengkar. Selanjutnya. misalnya dalam legenda Loro Jonggrang. Hal ini didasarkan pada fakta lapangan bahwa di sekitar desa Kadisaba. dapat diperkirakan bahwa daerah itu pada jaman dahulu merupakan tempat pemukiman.[4] dalam artikelnya tentang Kerajaan “Ho-Ling” yang disebut catatan Tiongkok. bahwa Medang Kamulan dapat dinisbahkan kepada “Hasin-Medang-Kuwu-lang-pi-ya” yang diajukan van Orsoy. dan penyebutan oleh beberapa naskah kuno. di sekitar desa Kepitu tersebut tidak terdapat desa Kanem atau Kewolu. Dari beberapa sisa bangunan yang telah diketemukan. Bukankan dalam prasasti Medang disebut terletak di Poh Pitu.[5] Naskah inilah yang pertama kali menyebutkan bahwa memang ada tempat bernama Medang Kamulan. Medang Kamulan adalah negeri tempat berkuasanya Prabu Dewata Cengkar yang zalim. tibalah ia di Gegelang yang terletak di sebelah selatan Medang Kamulan. Pendapat ini dilengkapi dengan terdapatnya desa kepitu di selatan Medari. Sumber-sumber mengenai kerajaan ini hanya berasal dari cerita-cerita rakyat. menyatakan bahwa Medang Kamulan dikuasai oleh Prabu Gilingwesi.[3] Van der Meulen menduga. sehingga “Medang Kamulan” dapat diartikan sebagai “pra-Medang”. Jakarta. Dugaan pusat Kerajaan Mataram di Medari itu bisa juga dirunut dari kalimat “ri medang ri” yang lama-kelamaan dibaca sebagai “medari”. Dalam prasasti. Cerita rakyat lain. Sleman ditemukan bekas Wihara Budha. Bogor dan Cirebon. dikatakan pula bahwa setelah menyeberangi Sungai Wuluyu. Rupanya daerah ini pernah mengalami musibah dilanda lahar panas. di antaranya termasuk legenda Loro Jonggrang dan berdirinya Madura. Di daerah Medarintotex (GKBI Medari) pernah diketemukan bekas-bekas peninggalan purbakala berupa fondasi bangunan dan sisa-sisa tembok keliling yang terbuat dari batu andesit. . Poh Pitu ini pada jaman sekarang berubah menjadi desa Kepitu. meliputi hapir seluruh Jawa Barat yang membentang dari Banten. Kerajaan ini dikatakan setengah mitologis karena tidak pernah ditemukan bukti-bukti fisik keberadaannya. Cerita pewayangan versi Jawa menyebutkan bahwa Medang Kamulan adalah tempat bertahtanya Batara Guru[1]. Dan tampaknya di wilayah ini banyak bangunan sekolahan jaman kuno (Wihara). Hal ini membuka kemungkinan bahwa Medang Kamulan barangkali memang pernah ada. kraton Sanjaya dikatakan terletak di Medang di Poh Pitu (ri mdang ri poh pitu). Budayawan Linus Suryadi AG (almarhum) juga mempunyai pandangan serupa. Dimana letak Poh Pitu itu hingga kini belum dapat ditentukan. Sleman. Medang Kamulan adalah wilayah atau kerajaan setengah mitologis yang dianggap pernah berdiri di Jawa Tengah dan mendahului Kerajaan Medang. walaupun ia sendiri tidak yakin. Uniknya. Dalam legenda Aji Saka.Wilayah kekuasaan Purnawarman menurut prasasti Tugu. meskipun tidak dikatakan bahwa itu adalah kerajaan. terutama yang jelas berupa bekas-bekas sebuah tembok keliling. Salah satu tempat yang diperkirakan sebagai pusat Kerajaan Mataram itu terletak di Medari. Jawa Tengah) ia tiba di “Medang Kamulan”. “Kamulan” berarti “permulaan”. Baris ke-782 dan 783 dari naskah kedua Perjalanan Bujangga Manik dari abad ke-15 menyebutkan bahwa setelah Bujangga Manik meninggalkan Pulutan (sekarang adalah desa di sebelah barat Purwodadi. Penggalian purbakala yang dilakukan disana terpaksa dihentikan karena terbentur bekuan batuan lahar yang sangat keras pada kedalaman satu meter dari permukaan tanah sekarang.

Kusen (Almarhum) sampai pada kesimpulan bahwa salah satu pusat Kerajaan Medang berada di Randusari. Letak Tamwlang mungkin di daerah Jombang dimana masih ada desa Tambelang. Kraton Medang ternyata tidak hanya di Poh Pitu saja. Wonoboyo dekat dengan Randusari. Raja Rakai Panangkaran memindahkan pusat kerajaannya dari daerah Kedu ke lembah di lereng Gunung Merapi. Rupa-rupanya Kerajaan itu tetap bernama Mataram. Ibukotanya bernama Tamwlang.” Candi merupakan petunjuk terdapatnya aktivitas manusia masa Hindu. Karena itu maka Mpu Sindok membangun kembali kerajaannya di Jawa Timur. Mungkin di daerah Sragen di sebelah timur Sungai Bengawan Solo atau daerah Purwodadi/Grobogan. Menurut prasasti Harinjing (726 Masehi). Letaknya terbenam sedalam lima meter dibawah permukaan tanah sekarang. Banyak pihak tentu akan berpendapat bahwa Kraton Medang terletak di daerah Prambanan. “Kraton Medang kemungkinan terletak di dalam radius tertentu dari candi Gunung Wukir. Desa ini terletak sekitar 3 Km di sebelah timur Candi Prambanan. Memang. sehingga dalam anggapan para pujangga hal itu dianggap sebagai kehancuran dunia pada akhir masa Kaliyuga. Maka letak istananya kemungkinan terletak di sekitar candi tersebut. Watugaluh terletak di Jawa Timur. Prambanan merupakan daerah yang sangat kaya peninggalan monumen dari jaman Mataram kuno. Tidak jauh dari Medari di desa Morangan dalam bulan September 1965 pernah diketemukan sebuah candi. Kesimpulan yang dibuat oleh Drs. Memindahkan pusat kerajaannya ke timur. Menurutnya. Berarti candi-candi itu sempat terkubur lahar Merapi. Martinus Maria Soekarto kartoatmojo (Almarhum) di daerah Candi Borobudur. Candi ini diberi nama Candi Batumiring. . Di sekitar daerah Salam atau Salaman. yaitu di daerah Gunung Wukir di Salam. kemungkinan besar pusat kerajaan juga berada di sekitar tempat itu. Raja Rakai Kayuwangi pernah menempatkan kratonnya di Mammratipura (medang i mamratipura). Bahkan sekarang sudah ditimbun tanah lagi oleh pemilik pekarangan. “tambah Joko Dwiyanto. Jika candi tersebut merupakan sebuah kumpulan yang luas. Sayang sekali. juga dilakukan oleh Drs. Magelang. “kata Joko Dwiyanto. Pendapat ini sangat beralasan. Maka harus dibangun kerajaan baru dengan wangsa yang baru pula. Kerajaan Mataram di Jawa Tengah mengalami kehancuran karena letusan Gunung Merapi yang maha dahsyat. Wonoboyo merupakan pemukiman bangsawan yang terletak di pusat Kerajaan. Kusen (Almarhum) terhadap lokasi Candi Prambana. Candi ini tidak bisa ditampakkan kembali. “Dalam sebuah penelitian yang dilakukan Drs.Pusat kerajan Rakai Watukura Dyah Balitung berpusat di daerah Kedu Selatan mengingat gelar rakainya. Keadaan ini sama seperti yang dialami candi Sambisari di daerah Kalasan yang juga diketemukan di kedalaman enam meter di bawah permukaan tanah sekarang. Banyaknya candi yang sudah diketemukan memberi indikasi bahwa daerah ini pernah menjadi pusat kegiatan masyarakat. “Temuan emas di Wonoboyo semakin menguatkan pedapatnya itu.Candi yang didirikan Sanjaya diketahui letaknya. Apalagi Candi Prambanan dan Candi Sewu yang bisa dipastikan sebagai candi kerajaan terdapat disini.

Tentang hal ini banyak pakar berbeda pendapat. Namun ada dugaan lain. dari wilayah Kedu selatan sampai di Sleman.Yang masih menjadi pertanyaan kemudian adalah kaitan antara bekas Kraton Boko dengan Candi Prambanan. kemudian ke timur dan setelah menjadi Mataram mungkin di sebelah timur laut kota Yogyakarta. . Sebab di bekas Kraton Boko itu terdapat replika Candi Prambanan sebagai tempat berdoa atau „caos sesaji‟. Namun dari bukti-bukti lapangan dan referensi pustaka bisa dikaji kemungkinan letak Mataram Hindu. Dari paparan tadi bisa jadi ada pergeseran pusat pemerintahan Mataram Kuno. Kraton Boko hanya tempat peristirahatan dan benteng terakhir.

Pemindahan pusat kerajaan ini terjadi tahun 899-911 Masehi. Jawa Tengah. yang pertama-tama. . dan Mijel. Keterangan tentang adanya gua yang selalu mengeluarkan air garam memang cocok dengan keadan di Purwodadi. Lokasi daerah ini sesuai pula dengan keterangan yang ditulis oleh sumber-sumber Cina dari jaman Dinasti Tang (618-906 Masehi). “Pendapat tersebut dikemukakan oleh Boechari (almarhum). Sedangkan Kalingga sebenarnya hanya ada dalam cerita rakyat.”ungkap Joko Dwiyanto”. Orang di situ membuat garam dari air yang mengalir dari kawah tersebut. Kurang lebih ada sepuluh arca. Belum lagi arca-arca yang dibawa secara ilegal. Dikatakan bahwa Ho-ling adalah kerajaan yang makmur.Di tempat itu diketemukan 77 buah cincin. Jawa Tengah. Ho-ling ini sering disamakan dengan Kalingga dalam cerita tutur rakyat Jawa Tengah. Tidak ada bukti sejarah yang yang mendukumg keberadaannya. Jumlah cincin emas yang pernah diketemukan dan kini disimpan di Museum Nasional Jakarta sebagian besar berasal dari Dieng dan sekitar Gunung Ungaran. Di sekitar wilayah itu juga diketemukan peninggalan di Pendem. Yang terbanyak ialah antara Purwodadi/Grobogan dan Blora. Tempat yang dimaksud adalah desa Bergas Lor dan Bergas Kidul. Ada sebuah gua yang selalu mengeluarkan air garam (bledug). Jawa Timur. Dari candi ini banyak patung yang telah dipindahkan ke Museum Nasional Jakarta. Karangjati. Jawa Tengah sampai di dekat Madiun. Karena Boechari menempatkan kronologi Ho-ling lebih tua dari Medang. Di tempat itu terdapat Candi Sikunir. maka masyarakat menempatkan Medang Kamulan di daerah Grobogan tersebut. yang mula-mula. Berita Cina selanjutnya menyebutkan bahwa Ki-yen telah memindahkan ibukota Ho-ling ke timur. “tambah Joko Dwiyanto”. Beliau menempatkan kronologi kerajaan Ho-ling ini sebelum Medang.MELACAK „PETILASAN MATARAM KUNO‟ ANTARA SEMARANG – YOGYAKARTA : KRATON MEDANG KAMULAN BERKIBLAT MERAPI ( TULISAN KEDUA ) Desa Medang dijumpai mulai dari daerah Bagelen di Purworejo. Bekas-bekas pemandian juga diketemukan di Kali Taman dan Sindang Beji. Sumber ini menyebut Jawa sebagai Ho-ling. “Kamulan berarti asal. Kedua desa ini terletak beberapa kilometer di selatan kota Ungaran. Di desa Kuwu di daerah Purwodadi terdapat kawah yang selalu menyemburkan air garam. Jadi Medang Kamulan berarti letak Medang yang pertama atau asal mula medang . Penduduk setempat menyebutnya Bledug Kuwu. Van Der Meulen memperkirakan perpindahan itu terjadi dari sekitar Pegunungan Dieng ke kaki sebelah timur Gunung Ungaran. yang dianggapnya terletak di Grobogan.

di Dieng sudah ada kegiatan manusia dari tahun 500 Masehi. Dugaan ini diperkuat dengan banyaknya candi yang dibangun di wilayah ini. Agus Pudjoarianto dari Fakultas Biologi UGM.Dari penelitian Dr. Dari asumsi ini bisa diduga bahwa awal Kerajaan Medang dari Jawa Barat kemudian berkembang di Jawa Tengah antara lain di Dieng. Dari telaah serbuk sari juga didapat bukti adanya lumpur vulkanik yang tebal yang menutupi kegiatan sebelumnya. . Dari telaahan serbuk sari yang dilakukan kegiatan yang dilakukan manusia berkelompok ini bisa jadi merupakan sebuah komunitas masyarakat kerajaan. Menurutnya terdapat kemiripan tumbuhan yang di tanam di Dieng dengan beberapa bagian di Jawa Barat. Diperkuat dengan nama candi-candi yang ada di Dieng yang diambil dari nama wayang bisa jadi di lereng Gunung Sindoro ini pernah lahir kerajaan. Kota Dieng yang selalu berkabut dalam bahasa Jawa disebut “Kamulan”. Temuan ini memperkuat asumsi hancurnya Kerajaan Medang oleh abu dahsyat Merapi. Bahkan dari kisah wayang Lahirnya Abimanyu yang mandi di Sungai Serayu (sir rahayu) terlihat adanya pemahaman akan adanya sosialitas masyarakat kerajaan.

Tentang nama Kunjarakunja itu. Kedua prasasti yang dibuat oleh Dyah Balitung itu berisi daftar raja-raja yang pernah berkuasa di Kerajaan Mataram Kuno. Medang adalah embrio Mataram.MELACAK „PETILASAN MATARAM KUNO‟ ANTARA SEMARANG – YOGYAKARTA : KRATON MEDANG KAMULAN BERKIBLAT MERAPI Jika kita melinta s di jalan raya Yogyakarta – Magelang. Nama Sanjaya semakin jelas posisinya dalam sejarah Mataram Kuno dengan diketemukannya prasasti Mantyasih (907 Masehi) dan Wanua Tengah III (908 Masehi). Jadi. Disini untuk pertama kalinya nama Medang disebut. Di Gunung Gendol ini pula babak baru Kerajaan Mataram Kuno dimulai. seorang ahli geologi. Karena itu setelah Sanjaya dinobatkan mejadi raja. banyak dari kita tidak tahu bahwa bukit itu menyimpan sejarah masa lalu yang penting. Candi ini terletak di salah satu puncak Gunung Gendol. Peristiwanya tercatat dalam prasasti Canggal yang diketemukan di halaman Candi Gunung Wukir.” kata Drs. berdasarkan arti kata itu. kerajaan Medang sama dengan kerajaan Mataram. demikian penduduk setempat menyebutnya. Poerbatjaraka pernah mengemukakan pendapat bahwa yang yang dimaksud dengan daerah itu adalah daerah Sleman. Lapisan tanah bergeser ke arah barat daya. letusan Merapi yang terhebat dalam sejarahnya itu menyebabkan sebagian besar puncaknya lenyap. sehingga terjadi lipatan. Urutan pertama raja-raja tersebut ditempati oleh Rakai Mataram Sang Ratu Sanjaya (prasasti Mantyasih) dan Rahyangta ri Medang dapat disamakan dengan Rakai Mataram Sang Ratu Sanjaya. yaitu hutan Gajah dan adanya daerah wana ing alas i Saliman. “Medang adalah nama kerajaan sebelum bernama Mataram. Perpindahan Kerajaan Medang . perlu dibangun ibukota baru dengan istana baru disertai pembangunan candi untuk pemujaan lingga kerajaan. Ibukota kerajaan diserbu dan dijarah. raja yang berkuasa sebelum Sanjaya. Pendirian lingga untuk memperingati bahwa Sanjaya telah dapat membangun kembali Kerajaan dan bertahta setelah menaklukkan musuh-musuhnya. Joko Dwiyanto-Dosen Fakultas Arkeologi UGM. Sayang. Hal ini berhubungan dengan kepercayaan bahwa istana yang telah diserbu musuh sudah kehilangan tuahnya. tepatnya di daerah kecamatan Salam secara tidak sengaja kita akan menengok ke selatan jalan. Yogyakarta sekarang. Bangunan suci yang didirikan Sanjaya terletak di wilayah Kunjarakunja. Gerakan tanah ini membentur Pegunungan Menoreh dan membentuk Gunung Gendol. Lingga itu ialah Candi Gunung Wukir yang hingga kini masih ada sisa-sisanya. Kata Saliman diartikan sebagai daerah Sleman sekarang. Gunung Gendol. Prasasti Mantyasih dibuat untuk menghormati leluhur yang telah diperdewakan di Medang di Poh Pitu. Pusat kerajaan Sanna dihancurkan. Musuh-musuh itu telah menyerang Sanna. Kuburan-kuburan Cina yang terletak di lereng bukit menjadi penyebabnya. Lebih tepatnya. Prasasti ini menulis bahwa Raja sanjaya telah mendirikan lingga diatas Bukit Sthirangga untuk keselamatan rakyatnya pada hari Senin tanggal 13 paro terang bulan Kartika 654 Saka atau 732 Masehi. pernah menjadi saksi meletusnya Gunung Merapi sepuluh abad silam. Menurut Van Bemmelen.

dan cerita pertikaian antar kasta juga diterbitkan dalam waktu hamper bersamaan. Istilah Kerajaan Medang dipakai untuk menyebut nama kerajaan pada periode Jawa Timur. dan sangat toleran terhadap pemeluk agama Budha Mahayana . Kadang untuk membedakannya dengan Kerajaan Mataram Islam yang berdiri pada abad ke-16. Sebuah kitav agama Hindu Syiwa Brahmanapurana yang berisikan Kosmologi. Nama Mataram merujuk pada nama ibu kota kerajaan ini.serta Sang Hyang Kamahaniyanikan berhasil digubah kedalam Bahasa Jawa Kuno dari Bahasa Sanksekerta. biasa pula disebut dengan nama Kerajaan Mataram Hindu. Kadang untuk membedakannya dengan Kerajaan Mataram Islam yang berdiri pada abad ke-16. nama yang lazim dipakai untuk menyebut Kerajaan Medang periode TengahKerajaan Mataram. dibantu oleh pati sekaligus menantunya. Pada kerajaan di Jawa Tengah . Kerajaan Medang periode Jawa Tengah biasa pula disebut dengan nama Kerajaan Mataram Kuno atau Kerajaan Mataram Hindu. Wawa digantikan Mpu Sindok (929-947) yang dikenal sebagai raja berjiwa prajurid.Kosmogoni. yaitu periode Jawa Tengah. yaitu merujuk kepada salah daerah ibu kota kerajaan ini. Kitap ini memuat cerita tentang dewadewa yang mirip dengan relief yang ada di candi Borobudur. Kerajaan Medang mengalami beberapa masa perpindahan yang cukup siknifikan yaitu : a) b) c) d) e) f) g) Medang i Bhumi Mataram (zaman Sanjaya) Medang i Mamrati (zaman Rakai Pikatan) Medang i Poh Pitu (zama n Dyah Balitung) Medang i Bhumi Mataram (zaman Dyah Wawa) Medang i Tamwlang (zaman Mpu Sindok) Medang i Watugaluh (zaman Mpu Sindok) Medang i Wwatan (zaman Dharmawangsa Teguh) . Sementara itu.raja Wawa(924-929)serta merta tampil sebagai penguasa di jawa tengah. Mpu Sindok.Pada umumnya sebutan Mataram Kuno lazim dipakai untuk menyebut nama Kerajaan ini pada periode Jawa Tengah. Namun berdasarkan prasasti-prasasti yang telah ditemukan sebetulnya nama Medang sudah dikenal sejak periode sebelumnya. sejarah para resi.

Tetapi seiring adanya pindahnya kerajaan Mataram kuno ke Jawa Timur disebabkan letusan Gunung Merapi . dll) dan Budha (Borobudur. diantaranya Kakawin Mahabrata. Memang dari prasasti Sojomerto dan beberapaprasasti lain yang hingga kini belum dapat dibaca. tempat baru tersebut adalah watugaluh. dll) membuktikan pada masa bersamaan di Jawa terdapat dua agama besar yang bertoleransi. yang diterjemahkan kedalam Bahasa Jawa Kuna dari kitap Mahabrata India. Kerajaan baru ini tudak lagi disebut Mataram. yang terletak disungai Brantas. Nama Mataram mungkin baru dipakai sejak Sanjaya. yang ditemukan di daerah Pekalongan. Dharmawangsa menyerang Sriwijaya untuk merebut bagian selatan wilayahnya agar dapat menguasai selat sunda yang sangat penting bagi perdagangan(992). sedangkan Syailendra (Budha Mahayana) berkuasa dikawasan selatan (Bagelan dan Mataram ).Menurut catatan sejarah.Pada abad ke-8 kerajaan Pra Mataram Islam (Mataram Kuno) memerintah di Jawa Tengah. Cerita Parahyangan menyebutkan nama kerajaan Sanna dan Sanjaya itu Galuh. demikian pula nama Medang sebagai pusat kerajaan. mungkin sekali pusat kerajaan wangsa Sailendra itu mula-mula di daerah Pekalongan sekarang. Dharmawangsa menikah dengan cucu Isyanatunggawiyaya yang lain dan mewarisi tahta mertuanya (991-1016). Besarnya pengaruh Kerajaan Mataram Kuno semakin terdesak ke wilayah timur. Setelah Sri Isyanatunggawijaya meninggal maka kerajaan medang di pimpin oleh Raja Sri Dharmawangsa teguh Anantawikramatunggadewa yaitu anaknya Sri Isyanatunggawijaya dari perkawinannya dengan Raja Lokapala. ia bergelar rakai Mataram. tetapi jelas menggunakan hurug Pallawa. sekarang kira-kira adalah wilayah Kabupaten Jombang. Mendut Kalasan. Meskipun demikian.dengan Sanjaya (Syiwaistik) berkuasa di Kawasan Utara (kedu). beberapa literature masih menyebutkan sebagai Mataram II. Selama pemerintahannya telah diterbitkan berbagai karya. Prambanan. Selain itu sebab pemerintahan Kerajaan Mataram kuno juga sempat berpindah ke Jawa Timur disebabkan selama abad ke-7 sampai ke-9 terjadi serangan-serangan dari Sriwijaya ke Kerajaan Mataram Kuno. . namun Medang. Mpu sindok pada tahun 929 memindahkan pusat kerajaan Mataram dari Jawa Tengah ke Jawa Timur. Candi –candi Hindu (Dieng.seperti yang telah diketahui sekarang tidak diketahui nama kerajaan di JawaTengah ini sebelum masa pemerintahan Sanjaya. Jawa Timur.

memilih menjadi pertapa dari pada mengganti Airlangga. tumpas-tapis. Airlangga memperlebar pengaruh Kahuripan seiring dengan melemahnya Sriwijaya. menjadi pusat perdagangan yang penting untuk pertama kalinya. dapat menyingkir ke pegunungan Wonogiri. yang wilayahnya membentang dari pasuruan di timur hingga Madiun dibarat. namun Airlanggadan pengiring setianya Narottama. Setelah kerajaan Medang berpindah menjadi Kahuripan. keponakannya. Pada tahun 1045. Sri dan Airlangga(16 tahun). Airlangga sendiri menjadi pertapa dan meninggal pada tahun 1049. Airlangga dimakamkan di candi Belahan dengan perluhuran sebagai wisnu naik burung Garuda. Setelah beberapa tahun kemudian berada di hutan. tentunya berpotensi memproduksi ancaman dari lawan.kerajaan Janggala tidak mampu berkembang menjadi Negara besar sehingga lenyapdari percaturan politik sedangkan kerajaan Panjalu atau Kediri semakin berkembang. Airlangga untuk menduduki tahta kerajaan. Airlangga mengawini seorang putri Sriwijaya. memanfaatkan situasi vacuum of power di Jawa Timur ketika tentara pendudukan Wurawari disana terpaksa ditarik kembali ke. Serangan terjadi sewaktu pesta perkawinan agung antara putri Dharmawangsa. Raja dan Para pembesar Negara gugur. Dharmawangsa Teguh. Mereka hidup bersama. Dengan pemecahan Kerajaan Kahuripan itu maka Pecahan kerajaan Medang berakhir.Sriwijaya dibantu Raja Wurawuri dari semenanjung Melayu membalas serangan Dharmawangsa Teguh(1016). Sumber-sumber Sejarah Kerajaan Medang . Airlangga memperluaswilayahnya kerajaan hingga ke Jawa Tengah dan Bali. membangun kembali kerajaan. Setelah dikukuhkan sebagai pewaris tahta mertuanya. semenanjung melayu yang tengah diserang colomandala dari india selatan.Dharmawangsa. Pada tahun 1025. Pantai Utara Jawa terutama Surabaya dan Tuban. Kerajaan baru ini dikenal dengan kerajaan Kahuripan .pewarisan itu yaitu Sanggrammawijaya. dan berdamai dengan Sriwijay.sama para pendeta Hindu dan biksu Budha selama dua tahun.akhirnya pada tahun 1019. Airlangga membagi Kahuripan menjadi dua kerajaan untuk putranya yaitu Jenggala dan Kediri (penjulu). dangan memiliki kekuasaan sampai perairan Indonesia bagian barat dan timur dengan raja Jayabaya. airlangga berhasil mempersatukan wilayah kerajaan Medang yang telah terpecah. Airlangga mengganti nama kerajaan Medang Kamulan menjadi Kahuripan dengan ibukota Wulan Mas (1037). raja Airlangga berhadapa dengan masalah pewarisan tahtanya sebagai raja.

keduanya pernah memimpin Hindia Belanda ketika Britania Raya menguasai Belanda pada dasawarsa kedua abad ke-19. juga menyebut tentang pendirian bangunan suci Siwagreha. sedang dibagian atas dan bagian bawah ditemukan di Desa Merjosari. yang diterjemahkan sebagai Candi Siwa. atas dukungan ibunya. Sanjaya kemudian tampil menjadi raja. yaitu Mataram. Jawa Tengah. mungkin sekali prasasti Dinoyo ini asalnya justru dari Merjosari. Sri Maharaja Rakai Pangkaja Dyah Wawa Sri Wijayalokanamottungga (Dyah Wawa). . yang memangternyata menghasilkan sisa-sisa bangunan.Sumber-sumber sejarah yang menyebutkan keberadaan kerajaan Medang. pendapat ini mungin kurang dapat diterima karena Kejuron mungkin justru merupakan pusat kerajaan. Klaten. negara menjadi kacau. sebagai pengganti ibu kota yang lama. Kerajaan Mataram/Medang juga membangun banyak candi. Mengingat kasus di gunung Wukir dan prasasti Canggal. b) Prasasti Sanggurah merupakan prasasti berangka tahun 982 Masehi yang ditemukan di daerah Malang dan menyebut nama penguasa daerah itu. Sepeninggal Sanna. Mpu Manuku membangun ibu kota baru di desa Mamrati sehingga ia pun dijuluki sebagai Rakai Mamrati. Bagian yang tengah di temukan di Desa Dinoyo. Prasasti berbentuk tablet ini disebut juga Prasasti Minto karena dihadiahkan oleh Raffles kepada Lord Minto. sedang prasasti tentulah tidak didirikan dipusat kerajaan. c) Prasasti dinoyo yaitu prasasti yang ditemukan terputus menjadi tiga bagian. De casparis menduga bahwa batu prasasti itu berasal dari Desa Kejuron. d) Prasasti Wantil. baik itu yang bercorak Hindu maupun Buddha. Istana baru itu bernama Mamratipura. namun tidak menyebut dengan jelas apa nama kerajaannya. Ia hanya memberitakan adanya raja lain yang memerintah pulau Jawa sebelum dirinya. menunjukkan kekayaan dan kehalusan seni budaya kerajaan Mataram. Selain meninggalkan bukti sejarah berupa prasasti-prasasti yang tersebar di Jawa Tengah dan Jawa Timur. tetapi di dekat candinya. Sanjaya sendiri mengeluarkan prasasti Canggal tahun 732. Prasasti ini selain menyebut pendirian istana Mamratipura.Prasasti Wantil disebut juga prasasti Siwagreha yang dikeluarkan pada tanggal 12 November856. kira-kira 2 Km disebelah barat Dinoyo. Temuan Wonoboyo berupa artifak emas yang ditemukan tahun 1990 di Wonoboyo. sumber-sumber ini dalam bentuk candi dan prasasti antara lain a) Prasasti Mantyasih yaitu Prasasti Mantyasih tahun 907 atas nama Dyah Balitung menyebutkan dengan jelas bahwa raja pertama Kerajaan Medang (Rahyang ta rumuhun ri Medang ri Poh Pitu) adalah Rakai Mataram Sang Ratu Sanjaya. yaitu Sannaha saudara perempuan Sanna. bernama Sanna.

Saying sekali hingga sekarang belum jelas apa tugas seorang mula dalam masyarakat jawa kuno. Didalam prasasti Mantyasih tersebut tertulis daftar raja-raja Medang yang telah berkuasa dalam setiap masa pemerintahannya. Candi Sewu. Candi Kalasan. Berdasarkan itu semua dapat disimpulkan disini bahwa Desa Bhumisambhara itu ialah sima kamulan karena dianugrahkan kepada pejabat mula. Candi Pawon. Sanjaya.sebagai penganut budha mahaya" dinasti berpindah agama dari leluhurnya yang hindu syiwa")membangun juga candi Kalasan . yaitu ketua para pandai besi. awal berkuasanya Wangsa Sailendra(Membangun Candi Borobudur. Candi megah yang dibangun oleh Sailendrawangsa ini telah ditetapkan UNESCO (PBB) sebagai salah satu warisan budaya dunia. karena menjadi pokok pembicaraan dalam prasasti itu ialah tempat penyeberangan. didalam prasasti Sangguran disebut sima kajurugusalyan di Mananjung. Candi Prambanan. Rakai Garung alias Samaratungga Sri Maharaja Samarottungga. karena ada jabatan juru gusali. pendiri Kerajaan Medang (Karya Candi Canggal / Penganut Hindu Syiwa) Rakai Panangkaran. Candi Plaosan. Sistem Pemerintahan Kerajaan Medang Didalam prasasti Mantyasih . dan tentu saja yang paling kolosal adalah Candi Borobudur. Candi Mendut. karena semula Desa Balingawan itu selalu diganggu oleh penjahat sehingga penduduk sering membayar denda atas pembunuhan gelap dan perkelahian gelap yang mengakibatkan seseorang menderita luka-luka. didalam prasasti Balingawan disebut sima kamulan. Desa Mantyasih disebut sima kapatiihan karena yang mendapat anugrah adalah lima orang patih di Mantyasih. Didalam prasasti telang ada istilah kamulan dan rumah kamulan yang jelas tidak ada hubungan dengan tempat pemujaan cikal bakal Desa telang.daftar raja-raja tersebut sebagai berikut: 1. 2.Candi-candi peninggalan Kerajaan Medang antara lain. Rakai Warak alias Samaragrawira Ayah dari Balaputradewa raja Sriwijaya Wirawairimathana (penumpas musuh perwira) 5. 3. . Rakai Panunggalan alias Dharanindra Menaklukkan Sriwijaya bahkan sampai ke kamboja dan campa berjuluk Wirawairimathana (penumpas musuh perwira) 4. sebagai pengormatan leluhur").

adalah raja SriwijayaWangsa Syailendra yang memerintah pada tahun 792 – 835. Akan tetapi. pada prasasti Tulang Air tahun 850 Mpu Manuku kembali bergelar Rakai Patapan. 6. putri Dharmasetu. Dari pernikahan itu Samaratungga memiliki seorang putra pewaris tahta. 7. dan Pramodhawardhani yang menikah dengan Rakai Pikatan. meskipun saat itu ia sudah menjadi maharaja. raja kelima Kerajaan Medang.Atau kadang ditulis Samaratungga. Pengangkatan putra bungsu sebagai raja ini didasarkan pada jasa kepahlawanan Dyah Lokapala dalam menumpas musuh ayahnya. (Pusat kerajaan tidak lagi di mataram tapi di mamratipu 8. Dyah Lokapala naik takhta menggantikan ayahnya. Tradisi seperti ini memang berlaku dalam sejarah Kerajaan Medang di mana seorang raja mencantumkan pula gelar lamanya sebagai kepala daerah. Rakai Kayuwangi alias Dyah Lokapala Menurut prasasti Wantil atau prasasti Siwagerha tanggal 12 November 856. Sriwijaya lebih mengedepankan pengembangan agama dan budaya. Pada tahun 825. Tidak seperti pendahulunya yang ekspansionis. Mungkin saat itu Mpu Manuku sudah pindah jabatan menjadi Rakai Pikatan. putra Sri Maharaja Rakai Garung. pada masa pemerintahannya. Samaratungga menikahi Dewi Tara. Kiranya daerah Patapan kembali menjadi tanggung jawab Mpu Manuku. Rakai Watuhumalang . Untuk memperkuat aliansi antara wangsa Syailendra dengan penguasa Sriwijaya terdahulu. Awal kebangkitan Wangsa Sanjaya (Candi Prambanan) Rakai Pikatan terdapat dalam daftar para raja versi prasasti Mantyasih. Mpu Palar telah meninggal sebelum tahun 832. yang bermarkas di timbunan batu di atas bukit Ratu Baka. yaitu Sang Jatiningrat (gelar Rakai Pikatan sebagai brahmana). dia menyelesaikan pembangunan candi Borobudur yang menjadi kebanggaan Indonesia. Sedangkan menurut prasasti Gondosuli. Kemudian pada prasasti Kayumwungan tahun 824 jabatan Rakai Patapan dipegang oleh Mpu Palar. Balaputradewa. Nama aslinya menurut prasasti Argapura adalah Mpu Manuku. misalnya Maharaja Rakai Watukura Dyah Balitung. Rakai Pikatan suami Pramodawardhani. Pada prasasti Munduan tahun 807 diketahui Mpu Manuku menjabat sebagai Rakai Patapan.

bahkan naik takhta menggantikan mertuanya. jadi tidak mungkin sama dengan Dyah Tulodhong. memindahkan pusat pemerintahan kerajaan medang dari mamratipura ke pohpitu(sekitar kedu) 10.Rakai Pikatan memiliki beberapa orang anak. 12. Rakai Sumba Dyah Wawa . Ditinjau dari ciri-cirinya. Mungkin Rakryan Layang adalah putri Mpu Daksa. Hubungan kekerabatan ini berdasarkan bukti bahwa Daksa sering disebut namanya bersamaan dengan istri Balitung dalam beberapa prasasti. Rakai Watukura Dyah Balitung Rakai Watuhumalang memiliki putra bernama Mpu Daksa (prasasti Telahap) dan menantu bernama Dyah Balitung (prasasti Mantyasih). Kiranya pemerintahan Dyah Balitung berakhir oleh kudeta yang dilakukan kedua tokoh tersebut. yaitu Mpu Daksa. Dalam prasasti Ritihang yang dikeluarkan oleh Mpu Daksa terdapat tokoh Rakryan Layang namun nama aslinya tidak terbaca. Mpu Daksa Mpu Daksa naik takhta menggantikan Dyah Balitung yang merupakan saudara iparnya. Rakai Layang Dyah Tulodong Dyah Tulodhong dianggap naik takhta menggantikan Mpu Daksa. yang artinya “Daksa. antara lain Rakai Gurunwangi (prasasti Plaosan) dan Rakai Kayuwangi (prasasti Argapura). Selain itu juga diperkuat dengan analisis sejarawan Boechari terhadap berita Cina dari Dinasti TangTat So Kan Hiung. Dyah Balitung inilah yang mungkin berhasil menjadi pahlawan dalam menaklukkan Rakai Gurunwangi dan Rakai Limus sehingga takhta pun jatuh kepadanya sepeninggal Rakai Watukura. Dalam prasasti Lintakan Dyah Tulodhong disebut sebagai putra dari seseorang yang dimakamkan di Turu Mangambil. tokoh Rakryan Layang ini seorang wanita berkedudukan tinggi. Pada akhir pemerintahan Dyah Balitung terjadi persekutuan antara Mpu Daksa dengan Rakai Gurunwangi (prasasti Taji Gunung). saudara raja yang gagah berani” 11. Dyah Tulodhong berhasil menikahinya sehingga ia pun ikut mendapatkan gelar Rakai Layang. akhir periode rakai pikatan terjadi perpecahan di Kerajaan Medang akibat perebutan kuasa antara Gurunwangi dan kayuwangi namun sepeninggal kayuwangi Watuhumalang yang menduduki tahta. Sedangkan Rakai Watuhumalang mungkin juga putra Rakai Pikatan atau mungkin menantunya. 9.

Prasasti pembaharuan ini disebut dengan istilah prasasti tinulad. Misalnya. ditemukan kalimat berbunyi Kita prasiddha mangraksa kadatwan rahyangta i Bhumi Mataram i Watugaluh. Mpu Sindok kemudian memindahkan istana Medang ke wilayah Jawa Timur sekarang. Suaminya yang bernama Sri Lokapala merupakan seorang bangsawan dari pulau Bali. prasasti Gedangan ini merupakan prasasti tiruan yang dikeluarkan pada zaman Kerajaan Majapahit untuk mengganti prasasti asli yang sudah rusak. 15. Prasasti atau piagam dianggap sebagai benda pusaka yang diwariskan secara turuntemurun. Tidak diketahui dengan pasti kapan pemerintahan Sri Lokapala dan Sri Isyana Tunggawijaya berakhir. Menurut prasasti Pucangan. yaitu ipar Rakai Kayuwangi yang melakukan penculikan dalam peristiwa Wuatan Tija. pada masa pemerintahan Dyah Balitung sudah pindah lagi ke Poh Pitu (masih di sekitar Kedu). Mpu Sindok. 14. Makuthawangsawardhana . awal periode Jawa Timur Istana Kerajaan Medang pada awal berdirinya diperkirakan terletak di daerah Mataram (dekat Yogyakarta sekarang). Dalam beberapa prasastinya. Apabila prasasti tersebut mengalami kerusakan. Dyah Wawa mengaku sebagai anak Kryan Landheyan sang Lumah ri Alas (putra Kryan Landheyan yang dimakamkan di hutan).Dalam prasasti Wulakan tanggal 14 Februari 928. ahli waris biasanya memohon kepada raja yang sedang berkuasa untuk memperbaharuinya. yang menjadi raja selanjutnya adalah putra mereka yang bernama Sri Makuthawangsawardhana. Tidak banyak diketahui tentang masa pemerintahannya. Namun. 13. Kemudian pada zaman Dyah Wawa diperkirakan kembali ke daerah Mataram. Kemudian pada masa pemerintahan Rakai Pikatan dipindah ke Mamrati (daerah Kedu). Lalu. yaitu raja yang telah memindahkan istana Kerajaan Medang dari Jawa Tengah menuju Jawa Timur. Nama ayahnya ini mirip dengan Rakryan Landhayan. Peninggalan sejarah Sri Lokapala berupa prasasti Gedangan tahun 950 yang berisi tentang anugerah desa Bungur Lor dan desa Asana kepada para pendeta Buddha di Bodhinimba. Sri Lokapala suami Sri Isanatunggawijaya Sri Isyana Tunggawijaya merupakan putri dari Mpu Sindok. ia menyebut kalau kerajaannya merupakan kelanjutan dari Kerajaan Medang di Jawa Tengah.

Jalannya pemerintahan Makutawangsawardhana tidak diketahui dengan pasti. Namanya hanya ditemukan dalam prasasti Pucangan sebagai kakek Airlangga. Disebutkan bahwa, Makutawangsawardhana adalah putra pasangan Sri Lokapala dan Sri Isana Tunggawijaya putri Mpu Sindok. Prasasti Pucangan juga menyebut Makutawangsawardhana memiliki putri bernama Mahendradatta, yaitu ibu dari Airlangga. Dalam prasasti itu juga disebut adanya nama seorang raja bernama Dharmawangsa, namun hubungannya dengan Makutawangsawardhana tidak dijelaskan. 16. Dharmawangsa Teguh, Kerajaan Medang berakhir Prasasti Pucangan tahun 1041 dikeluarkan oleh raja bernama Airlangga yang menyebut dirinya sebagai anggota keluarga Dharmawangsa Teguh. Disebutkan pula bahwa Airlangga adalah putra pasangan Mahendradatta dengan Udayana raja Bali. Adapun Mahendradatta adalah putri Makuthawangsawardhana dari Wangsa Isana. Airlangga sendiri kemudian menjadi menantu Dharmawangsa.

Keadaan masyarakat Didalam struktur pemerintahan kerajaan-kerajaan kuno, raja(sri maharaja) ialah penguasa tertinggi.sesuai dengan landasan kosmogonis,raja ialah penjelmaan dewa di dunia. Hal itu ternyata dari gelar abhiseka dan pujian-pujian kepada raja didalam berbagai prasasti dan kitab-kitap susastra Jawa kuno sejak raja Airlangga. Dari zaman Mataram kuno hanya ada dua orang raja yang bergelar abhiseka dengan unsure tunggadewa, yaitu Bhujayotunggadewa didalam prasasti dari Candi Plaosan Lor dan Rakai Layang Dyah Tulodong Sri Sajjanasanmatanuragatungadewa. Didalam kerajaan Mataram secara khusus menganut suatu landasan kosmogonis yaitu kepercayaan akan arus adanya suatu keserasian antara dunia manusia ini ( mikrokosmos) dengan alam semesta (mikrokosmos).

Disini akan disajikan gambaran besarnya saja dalam garis besarnya saja, dimulai dengaan golongan elite ditingkat pusat. Di ibu kota kerajaan, yang menurut berita-berita cina dikelilingi oleh dinding, baik dari batu bata maupun dari batang-batang kayu, terdapat istana raja yang juga dikelilingi oleh dinding. Didalam istana itulah berdiam raja dan keluarganya, yaitu permaisuri, selir selir, dan anak-anaknya yang belum dewasa, dan para hamba istana(hulun haji, watek I jro). Diluar istana, masih didalam lingkungan dindinga kota, terdapat kediaman putra mahkota (rake hino), dan tiga orang adiknya (rakai hulu, rakai sirikan dan rakai wra), dan kediaman para pejabat tinggi kerajaan. Dilingkungan tembok ibu kota kerajaan tinggal kelompok elite dan non-elite, raja dan keluarganya mengmbil tempat tersendiri. Hungungan antara raja secara langsung dengan kelompok non-elite sulit terlaksana, sedang dengan kelompok elite birokrasi saja hubungan itu henya terjadi secara formal. Didalam landasan Kosmogonis masyarakat yaitu menurut kepercayaan ini manusia selalu berada dibawah pengaruah kekuatan-kekuatan yang terpancar dari bintang-bintang dan planet-planet. Kekuatan itu dapat membawa kebahagian , kesejahteraan , dan perdamaian atau bencana kepada manusia, tergantung dari dapat atau tidaknya individu , kelompok-kelompok sosial, terutama kerajaan,menyerasikan hidup dan semua kegiatannya dengan gerak alam semesta. Agama resmi Kerajaan Medang pada masa pemerintahan Sanjaya adalah Hindu aliran Siwa. Ketika Sailendrawangsa berkuasa, agama resmi kerajaan berganti menjadi Buddha aliran Mahayana. Kemudian pada saat Rakai Pikatan dari Sanjayawangsa berkuasa, agama Hindu dan Buddha tetap hidup berdampingan dengan penuh toleransi. Didalam stratifikasi sosialnya masyarakat didalam kerajaan Medang masih menggunakan kasta-kasta didalam agama Hindu baik kedudukannya didalam struktur birokrasi maupun kedudukannya berdasarkan kekayaan materill. Menurut ajaran agama Hindu , alam ini terdiri atas suatu benua pusat berbentuk lingkaran, yang bernama jambudwipa. Benua ini dilingkari oleh tujuh lautan dan tujuh daratan, dan semua itu di batasi oleh suatu pegunungan yang tinggi. Ditengah –tengah Jambudwipa berdiri gunung Meru sebagai pusat alam semesta. Matahari , bulan , dan bintangbintang bergerak mengililingi Gunung Meru itu. Di Puncaknya terdapat kota dewa-dewa, yang di kelilingai oleh tempat tinggal ke delapan dewa penjaga mata angin (Lokapala).

Dengan singkat dapat dikatakan bahwa seorang raja harus berpegang teguh kepada dharma, bersikap adil, menghukum yang bersalah dan memberikan anugrah kepada mereka yang berjasa( wnang wgraha anugraha), bijaksana, tidak boleh sewenang-wenangnya. Waspada terhadapgejolak dikalangan rakyatnya, berusaha agar rakyat senantiasa memperoleh rasa tentram dan bahagia, dan dapat memperlihatkan wibawanya dengan kekuatan angkatan perang dan harta kekayaannya. Di bidang ekonomi penduduk Medang sejak periode Bhumi Mataram sampai periode Wwatan pada umumnya bekerja sebagai petani. Kerajaan Medang memangterkenal sebagai negara agraris, sedangkan saingannya, yaitu Kerajaan Sriwijaya merupakan negara maritim. Dibeberapa prasasti telah memberi keterangan akan adanya masyarakat yang mengenel ekonomi di wilayah kerajaan,di pedesaan pertama-tama sudah mengenal hasil bumi seperti beras, buah-buahan, sirih pinah, dan buah mengkudu. Juga hasil industry rumah tangga, seperti alat perkakas dari besi dan tembaga, pakaian, paying keeranjang dan barang-barang anyaman , kejang kepis, gula, arang, dan kapur sirih. Binatang ternak seperti kerbau, sapi, kambing , itik dan ayam serta telurnya juga diperjualbelikan. Prasasti tidak menyebutkan komoditas ekspor, dan hanya ada satu barang yang mungkin diimpor yaitu kain buatan India (wdihan buat kling). Akan tetapi, data tentang masalah ekspor-impor itu diperoleh darr berita-berita Cina. Ekspor dari pelabuhan –pelabuhan di Jawa terdiri atas hasil bumi dan hutan Pulau Jawa sendiri dan dari Pulau-pulau yang lain, terutama dari Kaliimantan dan Indonesian bagian timur. Komoditas ekspor itu anatara lain garam yang di hasilkan dipantai utara PUlau Jawa, terutama didaerah Kembang dan Tuban , kain Katun dan Kapuk, Sutra tipis dan Sutra kuning, damas, kain brokat berwarna-warni, kulit penyu, pinang, pisang raja, gula tebu, kemukus, cula badak, mutiara, belerang, gaharu, kayu sepang, kayu cendana.,cengkeh, pala, marica, dammar, kapur barus dan lain-lainnya.

sedangkan Kerajaan Jenggala semakin tenggelam. Pusat kerajaanya terletak di tepi S. Airlangga terpaksa membelah wilayah kerajaannya karena kedua putranya bersaing memperebutkan takhta. Brantas yang pada masa itu telah menjadi jalur pelayaran yang ramai. Hasil karya sastra tersebut adalah kitab Kakawin Bharatayudha yang ditulis Mpu Sedah dan Mpu Panuluh yang menceritakan tentang kemenangan Kediri/Panjalu atas Jenggala. Pada akhir November 1042. Diatas bekas Kerajaan Kediri inilah Ken Arok kemudian mendirikan Kerajaan Singasari. terjadilah pergolakan di dalam kerajaan. Berdasarkan prasasti-prasasti yang ditemukan masing-masing kerajaan saling merasa berhak atas seluruh tahta Airlangga sehingga terjadilah peperangan. kitab Negarakertagama (1365 M). sedangkan Panjalu kemudian dikenal dengan nama Kediri meliputi Kediri. Tujuan pembagian kerajaan menjadi dua agar tidak terjadi pertikaian. Ketika Singasari berada di bawah pemerintahan Kertanegara (1268 1292). Panjalu dapat dikuasai Jenggala dan diabadikanlah nama Raja Mapanji Garasakan (1042 – 1052 M) dalam prasasti Malenga. Putra yang bernama Sri Samarawijaya mendapatkan kerajaan barat bernama Panjalu yang berpusat di kota baru. Pembagian kerajaan tersebut dilakukan oleh seorang Brahmana yang terkenal akan kesaktiannya yaitu Mpu Bharada. dan serat Calon Arang (1540 M). yaitu Kahuripan. Pada awalnya perang saudara tersebut. dimenangkan oleh Jenggala tetapi pada perkembangan selanjutnya Panjalu/Kediri yang memenangkan peperangan dan menguasai seluruh tahta Airlangga. Rembang. Pada tahun 1041 atau 963 M Raja Airlangga memerintahkan membagi kerajaan menjadi dua bagian. Keadaan ini dimanfaatkan oleh Akuwu Tumapel Tunggul Ametung. Sedangkan putra yang bernama Mapanji Garasakan mendapatkan kerajaan timur bernama Jenggala yang berpusat di kota lama. Kejayaan Kerajaan Kediri sempat jatuh ketika Raja Kertajaya (1185-1222) berselisih dengan golongan pendeta. . Kedua kerajaan tersebut dikenal dengan Kahuripan menjadi Jenggala (Kahuripan) dan Panjalu (Kediri) yang dibatasi oleh gunung Kawi dan sungai Brantas dikisahkan dalam prasasti Mahaksubya (1289 M). dan Kediri berada di bawah kekuasaan Singasari. Kerajaan Jenggala meliputi daerah Malang dan delta sungai Brantas dengan pelabuhannya Surabaya. dan Pasuruhan. raja Kediri yang selama ini tunduk kepada Singasari bergabung dengan Bupati Sumenep (Madura) untuk menjatuhkan Kertanegara. Dalam perkembangannya Kerajaan Kediri yang beribukota Daha tumbuh menjadi besar. Madiun. yaitu Daha. Jayakatwang.Kerajaan Kediri Kerajaan Kediri adalah sebuah kerajaan besar di Jawa Timur yang berdiri pada abad ke-12. dan ibu kotanya Daha. Diduga Kerajaan Jenggala ditaklukkan oleh Kediri. Dengan demikian di Jawa Timur berdirilah kerajaan Kediri dimana bukti-bukti yang menjelaskan kerajaan tersebut. selain ditemukannya prasasti-prasasti juga melalui kitab-kitab sastra yang banyak menjelaskan tentang kerajaan Kediri. Namun kemudian kedudukannya direbut oleh Ken Arok. Kerajaan ini merupakan bagian dari Kerajaan Mataram Kuno. Akhirnya pada tahun 1292 Jayakatwang berhasil mengalahkan Kertanegara dan membangun kembali kejayaan Kerajaan Kediri. Akan tetapi hilangnya jejak Jenggala mungkin juga disebabkan oleh tidak adanya prasasti yang ditinggalkan atau belum ditemukannya prasasti yang ditinggalkan Kerajaan Jenggala. ibu kotanya Kahuripan.

Berkat jerih payahnya . Pada masa itu ibu kota Panjalu telah dipindahkan dari Daha ke Kediri sehingga kerajaan ini lebih dikenal dengan nama Kerajaan Kediri. Pertempuran yang terus menerus antara Jenggala dan Panjalu menyebabkan selama 60 tahun tidak ada berita yang jelas mengenai kedua kerajaan tersebut hingga munculnya nama Raja Bameswara (1116 – 1135 M) dari Kediri. ia digantikan Jayabaya yang dalam masa pemerintahannya itu berhasil mengalahkan Jenggala. tahta beralih pada putra Airlangga yang lahir dari selir. di bawah pemerintahannya Kediri mencapai kejayaan. Airlangga meninggal pada tahun 1049 M. Berturut-turut raja-raja Kediri sejak Jayabaya sebagai berikut. penuh kemunafikan dan pembunuhan berlangsung terhadap pangeran dan raja – raja antar kedua negara. Ia menamakan dirinya sebagai titisan Wisnu. Ramalan–ramalan itu dikumpulkan dalam satu kitab . Pada tahun 1019 M Airlangga dinobatkan menjadi raja Medang Kamulan. Airlangga memutuskan untuk mundur dari pemerintahan dan menjadi pertapa dengan sebutan Resi Gentayu. Namun perseteruan ini berakhir dengan kekalahan Jenggala. Medang Kamulan mencapai kejayaan dan kemakmuran. Tetapi upaya tersebut mengalami kegagalan. Lencana kerajaanya adalah tengkorak yang bertaring disebut Candrakapala. Adapun raja – raja yang pernah berkuasa pada masa kerajaan Kediri adalah: Shri Jayawarsa Digjaya Shastraprabhu. Hal ini dapat terlihat hingga abad ke 12 .Raja Kediri pertama Mapanji Garasakan memerintah tidak lama. Dengan prasastinya pada tahun 1181. Hal itu menjadikan suasana gelap. dan kerajaan Kediri (Panjalu) dengan ibu kota Dhaha. Dalam masa pemerintahannya Mpu Darmaja telah mengubah kitab Smaradhana. Ia digantikan Raja Mapanji Alanjung (1052 – 1059 M). dan ibukotanya yang keindahannya dikagumi seluruh dunia bernama Dahana. setelah kewibawaan kerajaan berhasil dipulihkan. Menjelang akhir hayatnya . Raja Bameswara menggunakan lencana kerajaan berupa tengkorak bertaring di atas bulan sabit yang biasa disebut Candrakapala. Dalam kitab ini sang raja di puji–puji sebagai titisan dewa Kama. yang berasal dari Janggala. Pewaris tahta kerajaan Medang Kamulan seharusnya seorang putri yaitu Sri Sanggramawijaya yang lahir dari seorang permaisuri. Untuk menghindari perang saudara. Keahlian sebagai pemimpin politik yang ulung Jayabaya termasyur dengan ramalannya. Jayawarsa adalah raja pertama kerajaan Kediri dengan prasastinya yang berangka tahun 1104.bayangi Jenggala yang berada dalam posisi yang lebih lemah. kerajaan kembali dipersatukandi bawah kekuasaan Kediri. Setelah Bameswara turun takhta. dimana Kediri tetap menjadi kerajaan yang subur dan makmur namun tetap tidak damai sepenuhnya dikarenakan dibayang. Airlangga memindahkan pusat pemerintahan dari Medang Kamulan ke Kahuripan. Medang Kamulan dibagi menjadi dua yaitu kerajaan Jenggala dengan ibu kota Kahuripan. Mapanji Alanjung kemudian diganti lagi oleh Sri Maharaja Samarotsaha. Prabu Jayabaya adalah raja Kediri yang paling terkenal. Namun karena memilih menjadi pertapa. Kameshwara Raja ke dua kerajaan Kediri yang bergelar Sri Maharajarake Sirikan Shri Kameshwara Sakalabhuwanatushtikarana Sarwwaniwaryyawiryya Parakrama Digjayottunggadewa. Airlangga berusaha memulihkan kembali kewibawaan Medang Kamulan. yang lebih dikenal sebagai Kameshwara I (1115 – 1130 ). Permaisurinya bernama Shri Kirana. Jayabaya Raja Kediri ketiga yang bergelar Shri Maharaja Shri Kroncarryadipa Handabhuwanapalaka Parakramanindita Digjayotunggadewanama Shri Gandra.

Dalam pertempuran itu Ken Arok dapat mengalahkan Kertajaya. Karena perilakunya yang baik. beliau mengendalikan diri dari pemerintahannya dengan prinsip . Prasasti Banjaran yang berangka tahun 1052 M menjelaskan kemenangan Panjalu atau Kadiri atas Jenggala 2. Dukungan spiritual dan material dari Prabu Jayabaya dan hal budaya dan kesusastraan tidak tanggung–tanggung.Dan dari Prasasti tersebut dapat di ketahui kalau Raja Jayabhaya adalah raja yang berhasil mengalahkan Janggala dan mempersatukannya kembali dengan Kediri. sang prabu memang senantiasa berbuat adil pada masyarakatnya. akuwu Tumapel. yaitu pemanunggalan jiwatma dengan paramatma.mada (mabuk). . Kerajaan Kediri bangkit kembali di bawah pemerintahan Jayakatwang. Keenam itu adalah kroda (marah). kama. Runtuhnya kerajaan Kediri dikarenakan pada masa pemerintahan Kertajaya . Perseteruan memuncak menjadi pertempuran di desa Ganter. Prasasti pada Jaman Kerajaan Kediri antara lain: 1. moksa. Prasasti ini dikeluarkan sebagai piagam pengesahan anugerah untuk penduduk Desa Ngantang yang setia pada Kadiri selama perang dengan Jenggala. raja yang taat beragama dan budaya. Tujuan hidup manusia menurut prabu Sarwaswera yang terakhir adalah moksa. Jayakatwang memperbolehkan Raden Wijaya untuk membuka Hutan Tarik sebagai daerah tempat tinggalnya. Sikap merakyat dan visinya yang jauh kedepan menjadikan prabu Jayabaya layak dikenang. dikaulah (semua) itu . Raden Wijaya. Pada tahun 1293.Pada prasasti ini terdapat semboyan Panjalu Jayati yang artinya Panjalu Menang. semua makhluk adalah engkau . Setelah itu tidak ada lagi berita tentang Kerajaan Kediri. segala sesuatu yang menghalangi kesatuan adalah tidak benar. . Jalan yang benar adalah sesuatu yang menuju kearah kesatuan . pada masa itu menandai berakhirnya kerajaan Kediri. Pemerintahan Kertajaya Raja terakhir pada masa Kediri. kama (hawa nafsu). Keadaan ini dimanfaatkan Raden Wijaya untuk menyerang Jayakatwang. terjadi pertentangan dengan kaum Brahmana. masarya (iri hati). Kertajaya dikenal dengan catur marganya yang berarti empat jalan yaitu darma. Kemudian kaum Brahmana meminta perlindungan Ken Arok . Srengga Kertajaya Srengga Kertajaya tak henti–hentinya bekerja keras demi bangsa negaranya. Masyarakat yang aman dan tentram sangat dia harapkan. yakni enam macam musuh dalam diri manusia. Salah seorang pemimpin pasukan Singasari. datang tentara Mongol yang dikirim oleh Kaisar Kubilai Khan untuk membalas dendam terhadap Kertanegara. Setelah berhasil mengalahkan Kertanegara. Mereka menggangap Kertajaya telah melanggar agama dan memaksa mereka untuk menyembahnya sebagai dewa.yang berjudul jongko Joyoboyo. prabu Sarwaswera memegang teguh prinsip tat wam asi yang artinya Dikaulah itu. berhasil meloloskan diri ke Madura. Dalam perang tersebut pasukan Jayakatwang mudah dikalahkan. sad kama murka. Prabu Kroncharyadipa Namanya yang berarti benteng kebenaran. Sebagai pemeluk agama yang taat. moha (kebingungan). Prasasti Hantang tahun 1135 atau 1052 M menjelaskan Panjalu atau Kadiri pada masa Raja Jayabaya. Prabu Sarwaswera. Ia bekerjasama dengan tentara Mongol dan pasukan Madura di bawah pimpinan Arya Wiraraja untuk menggempur Kediri. Prinsip kesucian prabu Srengga menurut para dalang wayang dilukiskan oleh Prapanca. Kertajaya raja yang mulia serta sangat peduli dengan rakyat.loba (rakus). pada tahun 1222 M. arta.

Kemudian pada zaman pemerintahan Kertajaya terdapat pujangga bernama Mpu Monaguna yang menulis Sumanasantaka dan Mpu Triguna yang menulis Kresnayana. Kitab ini bersumber dari Mahabharata yang berisi kemenangan Pandawa atas Korawa. . Prasasti Jepun 1144 M 4. Terdapat pula pujangga zaman pemerintahan Sri Kameswara bernama Mpu Dharmaja yang menulis Kakawin Smaradahana. Seni sastra mendapat banyak perhatian pada zaman Kerajaan Panjalu-Kadiri. Mpu Panuluh juga menulis Kakawin Hariwangsa dan Gatotkacasraya. Selain itu. Pada tahun 1157 Kakawin Bharatayuddha ditulis oleh Mpu Sedah dan diselesaikan Mpu Panuluh.Prasasti Hantang 3.kemenangan. Prasasti Talan 1136 M Seni sastra juga mendapat banyak perhatian pada zaman Kerajaan Kadiri. sebagai kiasan. Pada tahun 1157 Kakawin Bharatayuddha ditulis oleh Mpu Sedah dan diselesaikan Mpu Panuluh. sebagai kiasan kemenangan Sri Jayabhaya atas Jenggala. Kitab ini bersumber dari Mahabharata yang berisi kemenangan Pandawa atas Kurawa.

Ken Arok berkedudukan sebagai Akuwu (Bupati) di Tumapel menggantikan Tunggul Ametung yang dibunuhnya. sehingga Kertajaya mengalami kekalahan pada pertempuran di desa Ganter. Ken Arok dibunuh oleh seorang suruhan Anusapati (anak tiri Ken Arok). maka tahun 1222 M /1144 C Ken Arok menyerang Kediri. Anusapati tidak banyak melakukan pembaharuan- . Terakhir adalah Kertanagara (1254–1292 M). Sebelum menjadi raja.Kerajaan Singasari Kerajaan Singasari adalah sebuah kerajaan Hindu Buddha di Jawa Timur yang didirikan oleh Ken Arok pada tahun 1222 M. Keberadaan Kerajaan Singosari dibuktikan melalui candi-candi yang banyak ditemukan di Jawa Timur yaitu daerah Singosari sampai Malang. Kerajaan ini beribu kota di Tumapel yang terletak di kawasan bernama Kutaraja. Kitab Pararaton isinya sebagian besar adalah mitos atau dongeng tetapi dari kitab Pararatonlah asal usul Ken Arok menjadi raja dapat diketahui. Dalam jangka waktu pemerintahaannya yang lama. Selanjutnya ia berkeinginan melepaskan Tumapel dari kekuasaan kerajaan Kadiri yang diperintah oleh Kertajaya. Ken Arok hanya memerintah selama lima tahun (1222–1227 M). Anusapati (1227–1248 M) Dengan meninggalnya Ken Arok maka takhta Kerajaan Singasari jatuh ke tangan Anusapati. Lokasi kerajaan ini sekarang diperkirakan di daerah Singosari. Kerajaan Singasari hanya sempat bertahan 70 tahun sebelum mengalami keruntuhan. yang dilanjutkan Wisnuwardhana (1248–1254 M). Anusapati diganti oleh Tohjaya (1249–1250 M). Malang. Sementara pada versi Negarakretagama. Ken Arok yang mengangkat dirinya sebagai raja Tumapel bergelar Sri Rajasa Sang Amurwabhumi. Keinginannya terpenuhi setelah kaum Brahmana Kadiri meminta perlindungannya. juga melalui kitab sastra peninggalan zaman Majapahit yang berjudul Negarakertagama karangan Mpu Prapanca yang menjelaskan tentang raja-raja yang memerintah di Singosari serta kitab Pararaton yang juga menceritakan riwayat Ken Arok yang penuh keajaiban. Pada tahun 1227 M. Tumapel hanyalah sebuah wilayah kabupaten yang berada dibawah kekuasaan Kerajaan Kadiri dengan bupati bernama Tunggul Ametung. karena tertarik pada Ken Dedes istri Tunggul Ametung. Terakhir adalah Kertanegara yang memerintah sejak 1272 hingga 1292 M. Dengan alasan tersebut. SISTEM PEMERINTAHAN KERAJAAN SINGASARI Ada dua versi yang menyebutkan silsilah kerajaan Singasari alias Tumapel ini. 2. Pada awalnya. Pararaton menyebutkan Ken Arok adalah pendiri Kerajaan Singasari yang digantikan oleh Anusapati (1247–1249 M). Data ini didapat dari prasasti Mula Malurung. Versi pertama adalah versi Pararaton yang informasinya didapat dari Prasasti Kudadu. Ken Arok (1222–1227 M) Pendiri Kerajaan Singasari adalah Ken Arok yang sekaligus juga menjadi Raja Singasari yang pertama dengan gelar Sri Ranggah Rajasa Sang Amurwabumi. Munculnya Ken Arok sebagai raja pertama Singasari menandai munculnya suatu dinasti baru. yakni Dinasti Rajasa (Rajasawangsa) atau Girindra (Girindrawangsa). A. yang diteruskan oleh Ranggawuni alias Wisnuwardhana (1250–1272 M). Selanjutnya adalah Anusapati. 1. Tunggul Ametung dibunuh oleh Ken Arok yang merupakan pengawalnya. raja pertama Kerajaan Singasari adalah Rangga Rajasa Sang Girinathapura (1222–1227 M). Ken Arok dimakamkan di Kegenengan dalam bangunan Siwa–Buddha.

Ranggawuni berhasil menggulingkan Tohjoyo dan kemudian menduduki singgasana. Dengan demikian. Pada saat Anusapati asyik menyaksikan aduan ayamnya. Namun.pembaharuan karena larut dengan kesenangannya menyabung ayam. Peristiwa kematian Ken Arok akhirnya terbongkar dan sampai juga ke Tohjoyo (putra Ken Arok dengan Ken Umang). Gambar: Candi Kidal 3. Pada tahun 1268 Wisnuwardanameninggal dunia dan didharmakan di Jajaghu atau Candi Jago sebagai Buddha Amogapasa dan di Candi Waleri sebagai Siwa. Pada tahun 1254 M Wisnuwardana mengangkat putranya yang bernama Kertanegara sebagai yuwaraja (raja muda) dengan maksud mempersiapkannya menjadi raja besar di Kerajaan Singasari. secara tiba-tiba Tohjoyo menyabut keris buatan Empu Gandring yang dibawanya dan langsung menusuk Anusapati. . Dengan bantuan Mahesa Cempaka dan para pengikutnya. Tohjoyo mengetahui bahwa Anusapati gemar menyabung ayam sehingga diundangnya Anusapati ke Gedong Jiwa (tempat kediamanan Tohjoyo) untuk mengadakan pesta sabung ayam. Tohjoyo (1248 M) Dengan meninggalnya Anusapati maka tahta Kerajaan Singasari dipegang oleh Tohjoyo. meninggallah Anusapati yang didharmakan di Candi Kidal. Ranggawuni (1248–1268 M) Ranggawuni naik takhta Kerajaan Singasari pada tahun 1248 M dengan gelar Sri Jaya Wisnuwardana oleh Mahesa Cempaka (anak dari Mahesa Wongateleng) yang diberi kedudukan sebagai ratu angabhaya dengan gelar Narasinghamurti. Tohjoyo memerintah Kerajaan Singasari tidak lama sebab anak Anusapati yang bernama Ranggawuni berusaha membalas kematian ayahnya. Ppemerintahan Ranggawuni membawa ketenteraman dan kesejahteran rakyat Singasari. 4.

seperti Patih Raganata digantikan oleh Patih Aragani. Kertanegara mengirimkan utusan ke Melayu yang dikenal dengan nama Ekspedisi Pamalayu 1275 yang berhasil menguasai Kerajaan Melayu. dan mahamenteri i sirikan. dan Gurun (Maluku). Kertanegara (1268-1292 M) Kertanegara adalah Raja Singasari terakhir dan terbesar karena mempunyai cita-cita untuk menyatukan seluruh Nusantara. Hal ini ditandai dengan pengirimkan Arca Amoghapasa ke Dharmasraya atas perintah Raja Kertanegara. kemudian perhatian ditujukan ke daerah lain.Gambar: Candi Jago 5. Gambar: Arca Amoghapasa Selain menguasai Melayu. Sunda. Bakulapura (Kalimantan Barat). ia dibantu oleh tiga orang mahamentri. Banyak Wide dijadikan Bupati di Sumenep (Madura) dengan gelar Aria Wiaraja. mahamentri i halu. ia mengganti pejabat-pejabat yang kolot dengan yang baru. Ia naik takhta pada tahun 1268 dengan gelar Sri Maharajadiraja Sri Kertanegara. Kertanegara juga menjalin hubungan persahabatan dengan raja . yaitu mahamentri i hino. Untuk dapat mewujudkan gagasan penyatuan Nusantara. Setelah Jawa dapat diselesaikan. Dalam pemerintahannya. Singasari juga menaklukan Pahang. Bali.

Namun pada pemerintahan Anusapati. Dan pada masa Kertanegara. Pasukan Kediri dari arah selatan dipimpin langsung oleh Jayakatwang dan berhasil masuk istana dan menemukan Kertanagera berpesta pora dengan para pembesar istana. Atas bantuan Aria Wiraraja. Raden Wijaya mendapat pengampunan dan mengabdi kepada Jayakatwang. Dengan gugurnya Kertanegara maka Kerajaan Singasari dikuasai oleh Jayakatwang. Pada masa Wisnuwardhana kehidupan sosial masyarakatnya mulai diatur rapi. sedangkan Raden Wijaya berhasil menyelamatkan diri dan menuju Madura dengan maksud minta perlindungan dan bantuan kepada Aria Wiraraja. Ardharaja berbalik memihak kepada ayahnya (Jayakatwang). Tindakan Kertanegara ini membuat Kubilai Khan marah besar dan bermaksud menghukumnya dengan mengirimkan pasukannya ke Jawa. dia berusaha meningkatkan kehidupan masyarakatnya. . kehidupan sosial masyarakat kurang mendapat perhatian karena ia larut dalam kegemarannya menyabung ayam.Champa. Ketika Ken Arok menjadi Akuwu di Tumapel. ia meningkatkan taraf kehidupan masyarakatnya. Banyak daerah-daerah yang bergabung dengan Tumapel. Sesuai dengan agama yang dianutnya. Ini berarti berakhirnya kekuasan Kerajaan Singasari. Gambar: Candi Singasari B.dengan tujuan untuk menahan perluasaan kekuasaan Kubilai Khan dari Dinasti Mongol. Kertanaga beserta pembesar-pembesar istana tewas dalam serangan tersebut. Mengetahui sebagian besar pasukan Singasari dikirim untuk menghadapi serangan Mongol maka Jayakatwang (Kediri) menggunakan kesempatan untuk menyerangnya. Kertanegara menolak dengan melukai muka utusannya yang bernama Mengki. Kertanegara kemudian didharmakan sebagai Siwa––Buddha (Bairawa) di Candi Singasari. Kubilai Khan menuntut raja-raja di daerah selatan termasuk Indonesia mengakuinya sebagai yang dipertuan. Serangan dilancarakan dari dua arah. KEHIDUPAN DI KERAJAAN SINGASARI Dari segi sosial. kehidupan masyarakat Singasari mengalami masa naik turun. Raden Wijaya diberi sebidang tanah yang bernama Tanah Tarik oleh Jayakatwang untuk ditempati. Upaya yang ditempuh Raja Kertanegara dapat dilihat dari pelaksanaan politik dalam negeri dan luar negeri. Arca perwujudannya dikenal dengan nama Joko Dolog yang sekarang berada di Taman Simpang. Surabaya. yakni dari arah utara merupakan pasukan pancingan dan dari arah selatan merupakan pasukan inti.

Hal ini terkait dengan adanya sengketa yang terjadi dilingkup istana kerajaan yang kental dengan nuansa perebutan kekuasaan. Menguasai Bali. cucu Narasingamurti yang menjadi menantu Kertanegara lolos dari maut. Menguasai Jawa Barat. perjalanan kerajaan Singasari bisa dikatakan berlangsung singkat. Setelah Kadiri runtuh. Pada tahun 1293 datang pasukan Mongol yang dipimpin Ike Mese untuk menaklukkan Jawa. D. Raden Wijaya kemudian mendirikan Kerajaan Majapahit sebagai kelanjutan Singasari. ditemukan candi-candi dan patung-patung diantaranya candi Kidal. ia kemudian diampuni oleh Jayakatwang dan diberi hak mendirikan desa Majapahit. candi Jago. Pada saat itu Kerajaan Singasari sibuk mengirimkan angkatan perangnya ke luar Jawa. Nagarakretagama dan prasasti Kudadu mengisahkan Raden Wijaya. Mereka dimanfaatkan Raden Wijaya untuk mengalahkan Jayakatwang di Kadiri. Berdasarkan segi budaya. sekaligus besan dari Kertanegara sendiri. Jayakatwang menjadi raja dan membangun ibu kota baru di Kediri. HUBUNGAN KERAJAAN SINGASARI DENGAN MAJAPAHIT Pararaton. 2. Akhirnya Kerajaan Singasari mengalami keropos di bagian dalam. Setelah runtuhnya Singasari. yang merupakan sepupu. Riwayat Kerajaan Tumapel-Singasari pun berakhir. Memperkuat angkatan perang. 3.Politik Dalam Negeri: 1. Politik Luar Negeri: 1. Dalam serangan itu Kertanegara mati terbunuh. yaitu dinasti yang didirikan oleh Ken Arok. sekaligus ipar. Mengadakan pergeseran pembantu-pembantunya seperti Mahapatih Raganata digantikan oleh Aragani. dan menyatakan dirinya sebagai anggota Wangsa Rajasa. dan patung Amoghapasa juga merupakan perwujudan Kertanegara (kedua patung kertanegara baik patung Joko Dolog maupun Amoghapasa menyatakan bahwa Kertanegara menganut agama Buddha beraliran Tantrayana). Sedangkan patung-patung yang ditemukan adalah patung Ken Dedes sebagai Dewa Prajnaparamita lambing kesempurnaan ilmu. Menguasai Malaka dan Kalimantan. . Berkat bantuan Aria Wiararaja (penentang politik Kertanagara). dan candi Singasari. Raden Wijaya dengan siasat cerdik ganti mengusir tentara Mongol keluar dari tanah Jawa. C. RUNTUHNYA KERAJAAN SINGASARI Sebagai sebuah kerajaan. patung Kertanegara dalam wujud patung Joko Dolog. Pada tahun 1292 terjadi pemberontakan Jayakatwang bupati Gelang-Gelang. dll. 3. Berbuat baik terhadap lawan-lawan politiknya seperti mengangkat putra Jayakatwang (Raja Kediri) yang bernama Ardharaja menjadi menantunya. 2. 4. Melaksanakan Ekspedisi Pamalayu untuk menguasai Kerajaan melayu serta melemahkan posisi Kerajaan Sriwijaya di Selat Malaka.

Nagarakertagama merupakan puisi Jawa Kuno yang ditulis pada masa keemasan Majapahit di bawah pemerintahan Hayam Wuruk. Atas saran Aria Wiraraja. Keakuratan semua naskah berbahasa Jawa tersebut dipertentangkan. . Borneo. Wijaya bersekutu dengan pasukan Mongol untuk bertempur melawan Jayakatwang. Kublai Khan marah dan lalu memberangkatkan ekspedisi besar ke Jawa tahun 1293. hal yang terjadi tidaklah jelas. Kertanagara.Kekuasaannya terbentang di Jawa. Ketika itu. tetapi memiliki arti supernatural dalam hal dapat mengetahui masa depan. Kepulauan Sulu.[11][12] Saat itu juga merupakan kesempatan terakhir mereka untuk menangkap angin muson agar dapat pulang. Semenanjung Malaya. Sementara itu. Beberapa sarjana seperti C. adipati Kediri. Ia membuka hutan itu dan membangun desa baru. yang datang menyerahkan diri. Berg menganggap semua naskah tersebut bukan catatan masa lalu. hingga Indonesia timur. Kerajaan Majapahit adalah kerajaan Hindu-Buddha terakhir yang menguasai Semenanjung Malaya dan dianggap sebagai salah satu dari negara terbesar dalam sejarah Indonesia. penguasa Dinasti Yuan di Tiongkok. Sumatra. terdapat beberapa prasasti dalam bahasa Jawa Kuno maupun catatan sejarah dari Tiongkok dan negara-negara lain. khususnya daftar penguasa dan keadaan kerajaan yang tampak cukup pasti. Ia mengirim utusan yang bernama Meng Chi[9] ke Singhasari yang menuntut upeti. Tidak dapat disangkal bahwa sumber-sumber itu memuat unsur non-historis dan mitos.C. sudah membunuh Kertanagara. dan rasa "pahit" dari buah tersebut. Singhasari menjadi kerajaan paling kuat di wilayah tersebut. Raden Wijaya berbalik menyerang sekutu Mongolnya sehingga memaksa mereka menarik pulang kembali pasukannya secara kalang-kabut karena mereka berada di teritori asing. meskipun wilayah kekuasaannya masih diperdebatkan. Desa itu dinamai Majapahit. Raden Wijaya kemudian diberi hutan Tarik. menantu Kertanegara. banyak pula sarjana yang beranggapan bahwa garis besar sumber-sumber tersebut dapat diterima karena sejalan dengan catatan sejarah dari Tiongkok. Pararaton terutama menceritakan Ken Arok (pendiri Kerajaan Singhasari) namun juga memuat beberapa bagian pendek mengenai terbentuknya Majapahit. Jayakatwang memberikan pengampunan kepada Raden Wijaya. yang berkuasa dari tahun 1350 hingga 1389. penguasa kerajaan Singhasari yang terakhir menolak untuk membayar upeti dan mempermalukan utusan tersebut dengan merusak wajahnya dan memotong telinganya. Historiografi Hanya terdapat sedikit bukti fisik sisa-sisa Majapahit. Sejarah Berdirinya Majapahit Sesudah Singhasari mengusir Sriwijaya dari Jawa secara keseluruhan pada tahun 1290. Kerajaan ini mencapai puncak kejayaannya pada masa kekuasaan Hayam Wuruk. Namun demikian. Manila (Saludung).Kerajaan majapahit Majapahit adalah sebuah kerajaan kuno di Indonesia yang pernah berdiri dari sekitar tahun 1293 hingga 1500 M. yang namanya diambil dari buah maja. Setelah masa itu. Ketika pasukan Mongol tiba. Jayakatwang. Sumber utama yang digunakan oleh para sejarawan adalah Pararaton ('Kitab Raja-raja') dalam bahasa Kawi dan Nagarakretagama dalam bahasa Jawa Kuno. Hal ini menjadi perhatian Kubilai Khan. dan sejarahnya tidak jelas. atau mereka harus terpaksa menunggu enam bulan lagi di pulau yang asing. Selain itu.

Pada tahun 1377. memerintah Majapahit dari tahun 1350 hingga 1389. dan Italia (Pigafetta) mengindikasikan bahwa telah terjadi perpindahan kekuasaan Majapahit dari tangan penguasa Hindu ke tangan Adipati Unus. kepulauan Nusa Tenggara. penguasa dari Kesultanan Demak. Anak dan penerus Wijaya. agar ia dapat mencapai posisi tertinggi dalam pemerintahan. Pada masanya Majapahit mencapai puncak kejayaannya dengan bantuan mahapatihnya. kerajaan Majapahit berkembang menjadi lebih besar dan terkenal di daerah tersebut.[2] menyebabkan runtuhnya sisa-sisa kerajaan Sriwijaya Menurut Kakawin Nagarakretagama pupuh XIII-XV. Hayam Wuruk. yaitu pada tanggal 10 November 1293. Jayanegara. Kerajaan ini menghadapi masalah. pengaruh Majapahit di seluruh Nusantara mulai berkurang. Selama kekuasaan Tribhuwana. Catatan sejarah dari Tiongkok. adalah penguasa yang jahat dan amoral. Halayudha ditangkap dan dipenjara. Tanca. dan sebagian kepulauan Filipina[13]. Tribhuwana menguasai Majapahit sampai kematian ibunya pada tahun 1350. daerah kekuasaan Majapahit meliputi Sumatra. Namun demikian. Sora. yaitu tahun 1400 Saka. semenanjung Malaya. . Borneo.Tanggal pasti yang digunakan sebagai tanggal kelahiran kerajaan Majapahit adalah hari penobatan Raden Wijaya sebagai raja. sebuah kerajaan perdagangan baru yang berdasarkan Islam. Siam. meskipun pemberontakan tersebut tidak berhasil. Sengkala ini konon adalah tahun berakhirnya Majapahit dan harus dibaca sebagai 0041. Demikian pula telah terjadi pergantian raja yang dipertengkarkan pada tahun 1450-an. Jayanegara dibunuh oleh tabibnya. Ia diteruskan oleh putranya. Namun demikian yang sebenarnya digambarkan oleh candrasengkala tersebut adalah gugurnya Bre Kertabumi. termasuk Ranggalawe. juga disebut Rajasanagara. Birma bagian selatan. Ketika Majapahit didirikan. Di bawah perintah Gajah Mada (1313-1364). dan bahkan mengirim duta-dutanya ke Tiongkok Jatuhnya Majapahit Sesudah mencapai puncaknya pada abad ke-14. Rajapatni menunjuk anak perempuannya Tribhuwana Wijayatunggadewi untuk menjadi ratu Majapahit. dan Vietnam. Portugis (Tome Pires). raja ke-11 Majapahit. beberapa tahun setelah kematian Gajah Mada. Namun setelah kematian pemberontak terakhir (Kuti). yaitu Kesultanan Malaka.[12] Wijaya meninggal dunia pada tahun 1309. Arti sengkala ini adalah “sirna hilanglah kemakmuran bumi”. tetapi terhubungkan satu sama lain oleh perdagangan yang mungkin berupa monopoli oleh raja[14]. Majapahit melancarkan serangan laut ke Palembang. Ia dinobatkan dengan nama resmi Kertarajasa Jayawardhana. akan tetapi Rajapatni memilih mengundurkan diri dari istana dan menjadi pendeta wanita. Sulawesi. Papua. Beberapa orang terpercaya Kertarajasa. Majapahit menguasai lebih banyak wilayah. oleh Girindrawardhana. Pada akhir abad ke-14 dan awal abad ke-15. Pada tahun 1328. yang berarti "penjahat lemah". Ia digelari Kala Gemet. Gajah Mada. antara Wirabhumi melawan Wikramawardhana. dan Nambi memberontak melawannya. Majapahit juga memiliki hubungan dengan Campa. atau 1478 Masehi. Dalam tradisi Jawa ada sebuah kronogram atau candrasengkala yang berbunyi sirna ilang kretaning bumi. mulai muncul di bagian barat Nusantara. Slamet Muljana menduga bahwa mahapatih Halayudha lah yang melakukan konspirasi untuk menjatuhkan semua orang terpercaya raja. batasan alam dan ekonomi menunjukkan bahwa daerah-daerah kekuasaan tersebut tampaknya tidaklah berada di bawah kekuasaan terpusat Majapahit. Tampaknya terjadi perang saudara (Perang Paregreg) pada tahun 1405-1406. Kamboja. dan lalu dihukum mati. Kejayaan Majapahit Hayam Wuruk. antara tahun 1518 dan 1521 M. pedagang Muslim dan para penyebar agama sudah mulai memasuki Nusantara. kekuasaan Majapahit berangsur-angsur melemah. Maluku. dan pemberontakan besar yang dilancarkan oleh seorang bangsawan pada tahun 1468. Ibu tirinya yaitu Gayatri Rajapatni seharusnya menggantikannya. Pada saat bersamaan.

bergelar Kertarajasa Jayawardhana (1293 . bergelar Brawijaya IV (1466 . Girindrawardhana. bergelar Brawijaya I (1447 . bergelar Brawijaya III (1456 . Sri Gitarja. Perhatikan bahwa terdapat periode kekosongan antara pemerintahan Rajasawardhana (penguasa ke-8) dan Girishawardhana yang mungkin diakibatkan oleh krisis suksesi yang memecahkan keluarga kerajaan Majapahit menjadi dua kelompok. bergelar Sri Jayanagara (1309 . bergelar Brawijaya II (1451 .1498) 13. 1. Raden Wijaya. bergelar Brawijaya VI (1478 . bergelar Brawijaya VII (1498-1518).1466) 10. Wikramawardhana (1389 .1447) 7. Bhre Pandansalas. bergelar Tribhuwana Wijayatunggadewi (1328 . bergelar Brawijaya V (1468 . Bhre Kertabumi.1328) 3. Kalagamet. Hudhara.Raja-raja Majapahit Berikut adalah daftar penguasa Majapahit. .1451) 8. bergelar Sri Rajasanagara (1350 . Suhita (1429 .1309) 2. atau Suraprabhawa.1429) 6.1350) 4.1453) 9.1468) 11. Rajasawardhana.1478) 12.1389) 5. Kertawijaya. Hayam Wuruk. Purwawisesa atau Girishawardhana.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->