Makalah sejarah Kerajaan di Indonesia bercorak hindu-buddha

Di susun oleh : Firman ahmadi (xi ips 2 ) Sma negeri senduro lumajang 2013-2014

kerajaan kutai Kerajaan Kutai (Kutai Martadipura) adalah kerajaan bercorak hindu yang terletak di muara Kaman, Kalimantan Timur, tepatnya di hulu Sungai Mahakam. Kerajaan Kutai berdiri sekitar abad ke-4. Nama kerajaan ini disesuaikan dengan nama daerah tempat penemuan prasasti, yaitu daerah Kutai. Hal ini disebabkan, karena setiap prasasti yang ditemukan tidak ada yang menyebutkan nama dari kerajaan tersebut. Wilayah Kerajaan Kutai mencakup wilayah yang cukup luas, yaitu hampir menguasai seluruh wilayah Kalimantan Timur. Bahkan pada masa kejayaannya Kerajaan Kutai hampir manguasai sebagian wilayah Kalimantan. a. Sumber Sejarah Sumber yang mengatakan bahwa di Kalimantan telah berdiri dan berkembang Kerajaan Kutai yang bercorak Hindu adalah beberapa penemuan peninggalan berupa tulisan (prasasti). Tulisan itu ada pada tujuh tiang batu yang disebut yupa. Yupa tersebut adalah tugu batu yang berfungsi sebagai tiang untuk menambat hewan yang akan dikorbankan. Dari salah satu yupa tersebut diketahui Raja Mulawarman yang memerintah Kerajaan Kutai pada saat itu. Nama Mulawarman dicatat dalam yupa karena kedermawanannya menyedekahkan 20.000 ekor sapi pada Kaum Brahmana.

b. Kehidupan Politik Sejak muncul dan berkembangnya pengaruh hindu (India) di Kalimantan Timur, terjadi perubahan dalam kepemerintahan, yaitu dari pemerintahan suku dengan kepala suku yang memerintah menjadi kerajaan dengan seorang raja sebagai kepala pemerintahan. Berikut beberapa raja yang pernah memerintah Kerajaan Kutai: - Raja Kudungga Adalah raja pertama yang berkuasa di kerajaan kutai. Dapat kita lihat, nama raja tersebut masih menggunakan nama lokal sehingga para ahli berpendapat bahwa pada masa pemerintahan Raja Kudungga pengaruh Hindu baru masuk ke wilayahnya. Kedudukan Raja Kudungga pada awalnya adalah kepala suku. Dengan masuknya pengaruh Hindu, ia mengubah struktur pemerintahannya menjadi kerajaan dan mengangkat dirinya sebagai raja, sehingga penggantian raja dilakukan secara turun temurun. - Raja Aswawarman Prasasti yupa menceritakan bahwa Raja Aswawarman adalah raja yang cakap dan kuat. Pada masa pemerintahannya, wilayah kekuasaan Kutai diperluas lagi. Hal ini dibuktikan dengan dilakukannya Upacara Asmawedha pada masanya. Upacara-upacara ini pernah dilakukan di India pada masa pemerintahan Raja Samudragupta ketika ingin memperluas wilayahnya. Dalam upacara itu dilaksanakan pelepasan kuda dengan tujuan untuk menentukan batas kekuasaan Kerajaan Kutai ( ditentukan dengan tapak kaki kuda yang nampak pada tanah hingga tapak yang terakhir nampak disitulah batas kekuasaan Kerajaan Kutai ). Pelepasan kuda-kuda itu diikuti oleh prajurit Kerajaan Kutai.

-Raja Mulawarman Raja Mulawarman merupakan anak dari Raja Aswawarman yang menjadi penerusnya. Raja Mulawarman adalah raja terbesar dari Kerajaan Kutai. Di bawah pemerintahannya, Kerajaan Kutai mengalami masa kejayaannya. Rakyat-rakyatnya hidup tentram dan sejahtera hingga Raja Mulawarman mengadakan upacara kurban emas yang amat banyak.

c. Runtuhnya Kerajaan Kutai Kerajaan Kutai runtuh saat raja Kerajaan Kutai terakhir yang bernama Maharaja Dharma Setia tewas di tangan Raja Kutai Kartanegara ke-13, Aji Pangeran Anum Panji Mendapa. Kerajaan Kutai Kartanegara selanjutnya menjadi Kerajaan Islam yang bernama Kesultanan Kutai Kartanegara. Peta Kecamatan Muara Kaman 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. Maharaja Kundungga, gelar anumerta Dewawarman Maharaja Asmawarman (anak Kundungga) Maharaja Mulawarman Maharaja Marawijaya Warman Maharaja Gajayana Warman Maharaja Tungga Warman Maharaja Jayanaga Warman Maharaja Nalasinga Warman Maharaja Nala Parana Tungga Maharaja Gadingga Warman Dewa Maharaja Indra Warman Dewa Maharaja Sangga Warman Dewa Maharaja Candrawarman Maharaja Sri Langka Dewa Maharaja Guna Parana Dewa Maharaja Wijaya Warman Maharaja Sri Aji Dewa Maharaja Mulia Putera Maharaja Nala Pandita Maharaja Indra Paruta Dewa Maharaja Dharma Setia

Kehidupan Ekonomi Kehidupan ekonomi di Kutai, tidak diketahui secara pasti, kecuali disebutkan dalam salah satu prasasti bahwa Raja Mulawarman telah mengadakan upacara korban emas dan tidak menghadiahkan sebanyak 20.000 ekor sapi untuk golongan Brahmana. Tidak diketahui secara pasti asal emas dan sapi tersebut diperoleh. Apabila emas dan sapi tersebut didatangkan dari tempat lain, bisa disimpulkan bahwa kerajaan Kutai telah melakukan kegiatan dagang. Kehidupan Budaya Dalam kehidupan budaya dapat dikatakan kerajaan Kutai sudah maju. Hal ini dibuktikan melalui upacara penghinduan (pemberkatan memeluk agama Hindu) yang disebut Vratyastoma. Vratyastoma dilaksanakan sejak pemerintahan Aswawarman karena Kudungga masih mempertahankan ciri-ciri keIndonesiaannya, sedangkan yang memimpin upacara tersebut, menurut para ahli, dipastikan adalah para pendeta (Brahmana) dari India. Tetapi pada masa Mulawarman kemungkinan sekali upacara penghinduan tersebut dipimpin oleh pendeta/kaum Brahmana dari orang Indonesia asli. Adanya kaum Brahmana asli orang Indonesia membuktikan bahwa kemampuan intelektualnya tinggi, terutama penguasaan terhadap bahasa Sansekerta yang pada dasarnya bukanlah bahasa rakyat India sehari-hari, melainkan lebih merupakan bahasa resmi kaum Brahmana untuk masalah keagamaan.

yang memberitakan raja Sunda dalam tahun 536 M. yang merupakan salah satu kerajaan tertua di nusantara yang diketahui. Ia sendiri seorang maharesi dari salankayana di India yang mengungsi ke nusantara karena daerahnya diserang dan ditaklukkan maharaja samudragupta dari kerajaan magada. Putera tokoh manikmaya ini tinggal bersama kakeknya di ibukota tarumangara dan kemudian menjadi panglima angkatan perang Kerajaan Tarumanegara. Dalam catatan. yang kemudian digantikan oleh putranya. Kerajaan Tarumanegara didirikan oleh Rajadirajaguru Jayasingawarman pada tahun 358. sedangkan putranya di tepi kali Candrabaga. maka Suryawarman melakukan hal yang sama sebagai lanjutan politik ayahnya. Dalam tahun tersebut yang menjadi penguasa Kerajaan Tarumanegara adalah Suryawarman (535 . Ketika pusat pemerintahan beralih dari rajatapura ke Tarumanegara. Kota itu diberi nama Sundapura pertama kalinya nama Sunda digunakan. Pada tahun 417 ia memerintahkan penggalian Sungai Gomati dan Candrabaga sepanjang 6112 tombak (sekitar 11 km). Dalam tahun 526 M Manikmaya. maka salakanagara berubah status menjadi kerajaan daerah. ayah Suryawarman. Kehadiran prasasti Purnawarman di pasir muara. daerah Nagreg antara Bandung dan Limbangan. Suryawarman tidak hanya melanjutkan kebijakan politik ayahnya yang memberikan kepercayaan lebih banyak kepada raja daerah untuk mengurus pemerintahan sendiri.000 ekor sapi kepada kaum Brahmana. Jayasingawarman pendiri Kerajaan Tarumanegara adalah menantu raja Dewawarman VIII. melainkan juga mengalihkan perhatiannya ke daerah bagian timur. Dharmayawarman (382-395). sang prabu mengadakan selamatan dengan menyedekahkan 1. Ditinjau dari segi ini.561 M) raja Kerajaan Tarumanegara ke-7. merupakan gejala bahwa ibukota sundapura telah berubah status menjadi sebuah kerajaan daerah. Jayasingawarman dipusarakan di tepi kali gomati. yang disebut argyre oleh ptolemeus dalam tahun 150 M.Kerajaan tarumanegara kerajaan Tarumanegara atau Taruma adalah sebuah kerajaan yang pernah berkuasa di wilayah pulau Jawa bagian barat pada abad ke-4 hingga abad ke-7 m. . Hal ini berarti. Garut. Contoh serupa dapat dilihat dari kedudukaan rajatapura atau salakanagara (kota perak). banyak penguasa daerah yang menerima kembali kekuasaan pemerintahan atas daerahnya sebagai hadiah atas kesetiaannya terhadap Kerajaan Tarumanegara. menantu Suryawarman. Dalam masa pemerintahan Candrawarman (515-535 M). pusat pemerintahan Kerajaan Tarumanegara telah bergeser ke tempat lain. Maharaja Purnawarman adalah raja Kerajaan Tarumanegara yang ketiga (395-434 m). Kota ini sampai tahun 362 menjadi pusat pemerintahan raja-raja Dewawarman (dari Dewawarman I VIII). Perkembangan daerah timur menjadi lebih Berkembang Ketika Cicit Manikmaya Mendirikan Kerajaan Galuh Dalam Tahun 612 M. kerajaan Tarumanegara adalah kerajaan hindu beraliran wisnu. mendirikan kerajaan baru di Kendan. Prasasti Pasir Muara yang menyebutkan peristiwa pengembalian pemerintahan kepada raja Sunda itu dibuat tahun 536 M. Ia membangun ibukota kerajaan baru pada tahun 397 yang terletak lebih dekat ke pantai. Selesai penggalian.

Tarusbawa. 2. kehidupan perekonomian masyarakat Kerajaan Tarumanegara sudah berjalan teratur.Gambar : Peta Letak Prasasti Kerajaan Tarumanegara A. B. 3. hal ini terlihat dari upaya raja Purnawarman yang terus berusaha untuk meningkatkan kesejahteraan kehidupan rakyatnya. Kehidupan Budaya Dilihat dari teknik dan cara penulisan huruf-huruf dari prasasti-prasasti yang ditemukan sebagai bukti kebesaran Kerajaan Tarumanegara. Kehidupan Sosial Kehidupan sosial Kerajaan Tarumanegara sudah teratur rapi. keberadaan prasasti-prasasti tersebut menunjukkan telah berkembangnya kebudayaan tulis menulis di kerajaan Tarumanegara. Raja Purnawarman juga sangat memperhatikan kedudukan kaum brahmana yang dianggap penting dalam melaksanakan setiap upacara korban yang dilaksanakan di kerajaan sebagai tanda penghormatan kepada para dewa. Pembangunan terusan ini mempunyai arti ekonomis yang besar nagi masyarakat. Linggawarman. yang sulung bernama Manasih menjadi istri Tarusbawa dari Sunda dan yang kedua bernama Sobakancana menjadi isteri . digantikan menantunya. Kehidupan Politik Raja Purnawarman adalah raja besar yang telah berhasil meningkatkan kehidupan rakyatnya. Linggawarman sendiri mempunyai dua orang puteri. karena pembuatan kali ini merupakan pembuatan saluran irigasi untuk memperlancar pengairan sawah-sawah pertanian rakyat. raja Tarumanagara terakhir. 4. Akibatnya. Penggalian sebuah kali ini sangat besar artinya. Karena dapat dipergunakan sebagai sarana untuk mencegah banjir serta sarana lalu-lintas pelayaran perdagangan antardaerah di Kerajaan Tarumanegara dengan dunia luar. dapat diketahui bahwa tingkat kebudayaan masyarakat pada saat itu sudah tinggi. Juga perdagangan dengan daera-daerah di sekitarnya. RAJA-RAJA DI KERAJAAN TARUMANEGARA Tarumanagara sendiri hanya mengalami masa pemerintahan 12 orang raja. Kehidupan Ekonomi Prasasti tugu menyatakan bahwavraja Purnawarman memerintahkan rakyatnya untuk membuat sebuah terusan sepanjang 6122 tombak. Hal ini dibuktikan dari prasasti Tugu yang menyatakan raja Purnawarman telah memerintah untuk menggali sebuah kali. KEHIDUPAN DI KERAJAAN TARUMANEGARA 1. Pada tahun 669 M. Selain sebagai peninggalan budaya.

10. Gambar telapak kaki pada prasasti Ciarunteun mempunyai 2 arti yaitu: a. 6.Dapuntahyang Sri Jayanasa pendiri Kerajaan Sriwijaya. PRASASTI-PRASASTI KERAJAAN TARUMANEGARA 1. Kekuasaan Tarumanagara berakhir dengan beralihnya tahta kepada Tarusbawa. 9. Cap telapak kaki melambangkan kekuasaan dan eksistensi seseorang (biasanya penguasa) sekaligus penghormatan sebagai dewa. 5. 11. Jayasingawarman 358-382 M Dharmayawarman 382-395 M Purnawarman 395-434 M Wisnuwarman 434-455 M Indrawarman 455-515 M Candrawarman 515-535 M Suryawarman 535-561 M Kertawarman 561-628 M Sudhawarman 628-639 M Hariwangsawarman 639-640 M Nagajayawarman 640-666 M Linggawarman 666-669 M C. yaitu Sunda yang sebelumnya berada dalam kekuasaan Tarumanagara. yaitu Tarusbawa. tahta kekuasaan Tarumanagara jatuh kepada menantunya dari putri sulungnya. 12. 7. 8. dekat muara sungai Cisadane Bogor prasasti tersebut menggunakan huruf Pallawa dan bahasa Sansekerta yang terdiri dari 4 baris disusun ke dalam bentuk Sloka dengan metrum Anustubh. Raja-raja Tarumanegara: 1. 4. hanya Galuh yang tidak sepakat dan memutuskan untuk berpisah dari Sunda yang mewarisi wilayah Tarumanagara. Hal ini berarti menegaskan kedudukan Purnawarman yang diibaratkan dewa Wisnu maka dianggap sebagai penguasa sekaligus pelindung rakyat. Prasasti Ciaruteun Prasasti Ciaruteun atau prasasti Ciampea ditemukan ditepi sungai Ciarunteun. Cap telapak kaki melambangkan kekuasaan raja atas daerah tersebut (tempat ditemukannya prasasti tersebut). . 3. b. karena Tarusbawa pribadi lebih menginginkan untuk kembali ke kerajaannya sendiri. Secara otomatis. Atas pengalihan kekuasaan ke Sunda ini. 2. Di samping itu terdapat lukisan semacam laba-laba serta sepasang telapak kaki Raja Purnawarman.

sekitar 30 km sebelah barat Bogor. Prasasti Muara Cianten Prasasti Muara Cianten. ditemukan di bukit Koleangkak di perkebunan jambu. Bojong Honje-Sukamakmur Bogor. tertulis dalam aksara ikal yang belum dapat dibaca.57”. tepat berada di puncak perbukitan Pasir Awi (600 m dpl).29” BB (dari Jakarta) dan 6°32‟27. . 5. Prasasti Kebon Kopi Prasasti Kebon Kopi ditemukan di kampung Muara Hilir kecamatan Cibungbulang Bogor . prasasti ini juga menggunakan bahwa Sansekerta dan huruf Pallawa serta terdapat gambar telapak kaki yang isinya memuji pemerintahan raja Mulawarman. Yang menarik dari prasasti ini adalah adanya lukisan tapak kaki gajah.2. ditemukan di Bogor. 3. Di samping tulisan terdapat lukisan telapak kaki. yang disamakan dengan tapak kaki gajah Airawata. 4. yaitu gajah tunggangan dewa Wisnu. Prasasti Jambu Prasasti Jambu atau prasasti Pasir Koleangkak. Prasasti Pasir Awi Prasasti Pasir Awi berada di daerah 0°10‟37.

Berita Dinasti Tang. 2. Dari prasasti-prasasti ini diketahui bahwa kerajaan dipimpin oleh Rajadirajaguru Jayasingawarman pada tahun 358 M dan beliau memerintah sampai tahun 382 M. Sumber dari dalam negeri berupa tujuh buah prasasti batu yang ditemukan empat di Bogor. Berita Dinasti Sui. menceritakan bahwa tahun 528 dan 535 telah datang utusan dari Tolo-mo yang terletak di sebelah selatan. Dengan adanya keterangan dua buah sungai tersebut menimbulkan tafsiran dari para sarjana salah satunya menurut Poerbatjaraka. juga menceritakan bahwa tahun 666 dan 669 telah datang utusaan dari To-lo-mo. Prasasti Tugu juga menyebutkan anasir penanggalan walaupun tidak lengkap dengan angka tahunnya yang disebutkan adalah bulan phalguna dan caitra yang diduga sama dengan bulan Februari dan April. Prasasti Tugu yang menyebutkan dilaksanakannya upacara selamatan oleh Brahmana disertai dengan seribu ekor sapi yang dihadiahkan raja. 7.6. yang banyak adalah orang-orang yang beragama Hindu dan sebagian masih animisme. Berita Fa-Hsien. Makam Rajadirajaguru Jayasingawarman ada di sekitar sungai Gomati (wilayah Bekasi). satu di Jakarta dan satu di Lebak Banten. kecamatan Munjul kabupaten Pandeglang Banten. Sedangkan sumber-sumber dari luar negeri yang berasal dari berita Tiongkok antara lain: 1. . kecamatan Cilincing Jakarta Utara. Prasasti ini baru ditemukan tahun 1947 dan berisi 2 baris kalimat berbentuk puisi dengan huruf Pallawa dan bahasa Sansekerta. c. D. tahun 414 M dalam bukunya yang berjudul Fa-Kao-Chi menceritakan bahwa di Ye-po-ti hanya sedikit dijumpai orang-orang yang beragama Buddha. Prasasti Tugu menyebutkan nama dua buah sungai yang terkenal di Punjab yaitu sungai Chandrabaga dan Gomati. Prasasti ini dipahatkan pada sebuah batu bulat panjang melingkar dan isinya paling panjang dibanding dengan prasasti Tarumanegara yang lain. b. Kerajaan Tarumanegara ialah kelanjutan dari Kerajaan Salakanagara. sehingga ada beberapa hal yang dapat diketahui dari prasasti tersebut. SUMBER-SUMBER SEJARAH Bukti keberadaan Kerajaan Taruma diketahui melalui sumber-sumber yang berasal dari dalam maupun luar negeri. ditemukan di kampung lebak di tepi sungai Cidanghiang. Prasasti Cidanghiyang Prasasti Cidanghiyang atau prasasti Lebak. Hal-hal yang dapat diketahui dari prasasti Tugu adalah: a. Sehingga secara Etimologi (ilmu yang mempelajari tentang istilah) sungai Chandrabaga diartikan sebagai kali Bekasi. Isi prasasti tersebut mengagungkan keberanian raja Purnawarman. 3. Prasasti Tugu Prasasti Tugu di temukan di daerah Tugu.

meliputi hampir seluruh Jawa Barat yang membentang dari Banten. Kerajaan Tarumanegara diperkirakan berkembang antara tahun 400-600 M. Bogor dan Cirebon. Maka berdasarkan sumber-sumber yang telah dijelaskan sebelumnya maka dapat diketahui beberapa aspek kehidupan tentang kerajaan Tarumanegara. Berdasarkan prasast-prasati tersebut diketahui raja yang memerintah pada waktu itu adalah Purnawarman. .Berdasarkan tiga berita di atas para ahli menyimpulkan bahwa istilah To-lo-mo secara fonetis penyesuaian kata-katanya sama dengan Tarumanegara. Jakarta. Wilayah kekuasaan Purnawarman menurut prasasti Tugu.

Kerajaan ini pernah diperintah oleh Ratu Shima. Ia menerapkan hukuman yang keras yaitu pemotongan tangan bagi siapa saja yang mencuri. . raja Ta-shih mengurungkan niatnya utnuk menyerang Kerajaan Ho-ling.Kerajaan Kalingga / Holing Peta yang menggambarkan letak pusat kerajaan Kalingga. Ada sebuah kisah yang menceritakan tentang ketat dan disiplinnya pemerintahan di Kerajaan Ho-ling. Kisah legenda ini bercerita mengenai Ratu Shima yang mendidik rakyatnya agar selalu berlaku jujur dan menindak keras kejahatan pencurian. karena kakinya yang bersalah. para menteri juga memohon ampun lagi sehingga hanya jari-jari kakinya saja yang dipotong. Raja tersebut bernama Ta-shih. Mengetahui hal itu. Ada seorang raja yang bermaksud untuk menyerang Ho-ling. berita Cina dari Dinasti Sung Awal (420470 M) menyebut Jawa dengan sebutan She-p‟o. Kalingga telah ada pada abad ke-6 Masehi dan keberadaannya diketahui dari sumber-sumber Tiongkok. tradisi kisah setempat. Dia terlebih dulu mencoba mengamati situasi Kerajaan Ho-ling dengan cara meletakkan pundi-pundi uang emas di tengah jalan. Tak berhenti sampai di situ saja. yang dikenal memiliki peraturan barang siapa yang mencuri. tetapi para menteri mohon ampun padanya dan keputusan diubah dengan memotong kakinya. kebanyakan diperoleh dari sumber catatan China. Konon warga Ho-ling terkenal dengan kejujurannya. Maka ratu memerintahkan untuk menghukum mati putra mahkota. Sebelum perluasan ini. akan tetapi kemudian berita-berita Cina dari Dinasti T‟ang (618-906 M) menyebut Jawa dengan sebutan Ho-ling sampai tahun 818. kemungkinan berada di suatu tempat antara Kabupaten Pekalongan dan Kabupaten Jepara sekarang. Selama 3 tahun barang tersebut aman di jalan dan secara tidak sengaja putra mahkota menginjak barang tersebut. akan dipotong tangannya. Asal Mula penyebutan Ho-ling Nama Ho-ling sebenarnya muncul ketika terjadi perubahan dengan mulai meluasnya kekuasaan Wangsa Sailendra. Letak pusat kerajaan ini belumlah jelas. Namun penyebutan Jawa dengan She-p‟o kembali muncul pada 820-856 M Catatan dari sumber lokal Kisah lokal Terdapat kisah yang berkembang di Jawa Tengah utara mengenai seorang Maharani legendaris yang menjunjung tinggi prinsip keadilan dan kebenaran dengan keras tanpa pandang bulu. dan naskah Carita Parahyangan yang disusun berabad-abad kemudian pada abad ke-16 menyinggung secara singkat mengenai Ratu Shima dan kaitannya dengan Kerajaan Galuh. Sumber sejarah kerajaan ini masih belum jelas dan kabur. Kalingga atau Ho-ling (sebutan dari sumber Tiongkok) adalah sebuah kerajaan bercorak Hindu yang muncul di Jawa Tengah sekitar abad ke-6 masehi. bahkan barang-barang yang terjatuh tidak ada yang berani untuk mengambilnya.

. Keterangan tentang Kerajaan Ho-ling didapat dari prasasti dan catatan dari negeri Cina. Pada tahun 752. menikah dengan putera mahkota Kerajaan Galuh yang bernama Mandiminyak. dan memiliki putra yaitu Rakai Panangkaran. dan kemudian mendirikan Dinasti/Wangsa Sanjaya di Kerajaan Mataram Kuno. Kekuasaan di Jawa Barat diserahkannya kepada putranya dari Tejakencana. Sanjaya menggantikan buyutnya dan menjadi raja Kerajaan Kalingga Utara yang kemudian disebut Bumi Mataram. Pada abad ke-5 muncul Kerajaan Ho-ling (atau Kalingga) yang diperkirakan terletak di utara Jawa Tengah. bersama Malayu dan Tarumanagara yang sebelumnya telah ditaklukan Sriwijaya. Berita Cina Berita keberadaan Ho-ling juga dapat diperoleh dari berita yang berasal dari zaman Dinasti Tang dan catatan I-Tsing. Setelah Maharani Shima meninggal di tahun 732 M. Sanaha dan Bratasenawa memiliki anak yang bernama Sanjaya yang kelak menjadi raja Kerajaan Sunda dan Kerajaan Galuh (723-732 M). Maharani Shima memiliki cucu yang bernama Sanaha yang menikah dengan raja ketiga dari Kerajaan Galuh. Raja Kalingga Selatan atau Bumi Sambara. yaitu Tamperan Barmawijaya alias Rakeyan Panaraban. putri Maharani Shima. yaitu Brantasenawa. Ketiga kerajaan tersebut menjadi pesaing kuat jaringan perdagangan Sriwijaya-Buddha. Kemudian Raja Sanjaya menikahi Sudiwara puteri Dewasinga. Parwati. Kerajaan Ho-ling menjadi wilayah taklukan Sriwijaya dikarenakan kerajaan ini menjadi bagian jaringan perdagangan Hindu.Ratu Shima Carita Parahyangan Berdasarkan naskah Carita Parahyangan yang berasal dari abad ke-16. yang kemudian menjadi raja kedua dari Kerajaan Galuh.

Catatan dari zaman Dinasti Tang Cerita Cina pada zaman Dinasti Tang (618 M . yaitu ayahnya bernama Santanu. Isi prasasti memuat keluarga dari tokoh utamanya. tepatnya di Dusun Dakawu. Pada masa pemerintahannya Kerajaan Ho-ling sangat aman dan tentram. Drs. dan singgasananya terbuat dari gading. Magelang di Jawa Tengah.      Ho-ling atau disebut Jawa terletak di Lautan Selatan. beratap daun palem. Sungai yang mengalir dari sumber air tersebut disamakan dengan Sungai Gangga di India. tetapi cerita ini berbeda dengan cerita Nirwana dalam agama Buddha Hinayana. perak. Ibukota Ho-ling dikelilingi oleh tembok yang terbuat dari tonggak kayu. Prasasti menyebutkan tentang mata air yang bersih dan jernih. kapak. rakyat Ho-ling diperintah oleh Ratu Hsi-mo (Shima).906 M) memberikan tentang keterangan Holing sebagai berikut. ibunya bernama Bhadrawati. Ia adalah seorang ratu yang sangat adil dan bijaksana. Prasasti ini ditemukan di ditemukan di lereng barat Gunung Merapi. Penduduk Kerajaan Ho-ling sudah pandai membuat minuman keras dari bunga kelapa Daerah Ho-ling menghasilkan kulit penyu. Prasasti Prasasti peninggalan Kerajaan Ho-ling adalah Prasasti Tukmas. Ia bekerjasama dengan pendeta Jawa bernama Janabadra. Dapunta Selendra. Di sebelah utaranya terletak Ta Hen La (Kamboja). Catatan I-Tsing Catatan I-Tsing (tahun 664/665 M) menyebutkan bahwa pada abad ke-7 tanah Jawa telah menjadi salah satu pusat pengetahuan agama Buddha Hinayana. ditemukan Prasasti Sojomerto. Kabupaten Batang. Prasasti bertuliskan huruf Pallawa yang berbahasa Sanskerta. kendi. sedangkan istrinya bernama Sampula. Pada prasasti itu ada gambar-gambar seperti trisula. cakra dan bunga teratai yang merupakan lambang keeratan hubungan manusia dengan dewa-dewa Hindu. Boechari berpendapat bahwa tokoh yang bernama Dapunta Selendra adalah cikal-bakal raja-raja keturunan Wangsa Sailendra yang berkuasa di Kerajaan Mataram Hindu. Catatan dari berita Cina ini juga menyebutkan bahwa sejak tahun 674. Kitab terjemahan itu antara lain memuat cerita tentang Nirwana. Jawa Tengah. . Prof. di sebelah timurnya terletak Po-Li (Pulau Bali) dan di sebelah barat terletak Pulau Sumatera. Prasasti Tukmas Sementara di Desa Sojomerto. Prasasti ini beraksara Kawi dan berbahasa Melayu Kuna dan berasal dari sekitar abad ke-7 masehi. Kecamatan Grabag. cula badak dan gading gajah. kelasangka. Kecamatan Reban. Prasasti ini bersifat keagamaan Siwais. emas. yang menerjemahkan salah satu kitab agama Buddha ke dalam Bahasa Cina. Desa Lebak. Di Ho-ling ada pendeta Cina bernama Hwining. Raja tinggal di suatu bangunan besar bertingkat.

cula badak dan gading. Kemudian Kerajaan Ho-ling mengirimkan utusan (upeti lagi) pada 666 M. Utusan itu mohon supaya gelar tersebut diberikan saja kepada adiknya.Kedua temuan prasasti ini menunjukkan bahwa kawasan pantai utara Jawa Tengah dahulu berkembang kerajaan yang bercorak Hindu Siwais. dan burung p‟in-chiat (?) dan benda-benda lainnya. seorang pendeta agama Budha dari Cina dan kronik Dinasti Sung. menyerahkan upeti ke Cina. Hubungan dengan negeri luar Pada masa Chen-kuang (627-649 M) raja Ho-ling bersama dengan raja To-ho-lo To-p‟o-teng. . Keagamaan Salah satu sumber yang berbicara tentang keagamaan Kerajaan Ho-ling adalah sumber Cina yang berasal dari catatan perjalanan I-tsing. tetapi menganut agama Budha Hinayana aliran Mulasarastiwada. Di sana kedua pendeta tersebut bersamasama dengan Joh-na po-t‟o-lo menerjemahkan Kitab Budha bagian Nirwana. Kaisar amat terkesan dengan sikap itu dan memberikan gelar kehormatan kepada keduanya. Prasasti Sojomerto Mata pencaharian Kerajaan Ho-ling mempunyai hasil bumiberupa kulit penyu. Dikatakan bahwa pada 664-667 M. burung kakatua. dengan sisa tulang yang tidak habis terbakar dikumpulkan untuk dijadikan relik suci. Ada sebuah gua yang selalu mengeluarkan air garam yang disebut sebagai bledug. emas dan perak. Kaisar Cina mengirimkan balasan yang dengan dibubuhi cap kerajaan dan raja To-ho-lo meminta kuda-kuda yang terbaik dan dikabulkan oleh kaisar Cina. Dengan demikian jelas bahwa Ho-ling tidak menganut agama Budha aliran Mahayana. terbukti bahwa terjemahan yang diterjemahkan HwuNing dengan Yun-ki bersama dengan Njnanabhdra itu adalah kitab Nirwana bagian akhir yang menceritakan tentang pembakaran jenazah sang Budha. 767 M dan 768 M. Kitab suci Budha yang diterjemahkan tersebut sangat berbeda dengan kitab Suci Budha Mahayana. Kaisar amat berkenan hatinya sehingga memberikan gelar kehormatan kepada utusan tersebut. Penduduk menghasilkan garam dengan memanfaatkan sumber air garam yang disebut sebagai bledug tersebut. Catatan ini menunjukkan kemungkinan adanya hubungan dengan Wangsa Sailendra atau kerajaan Medang yang berkembang kemudian di Jawa Tengah Selatan. dan sejumlah jenis burung lainnya. pendeta Budha Cina bernama Hwuning dengan pembantunya Yun-ki datang ke Ho-ling. Sampai dengan tahun 813 M. Ho-ling masih mengirim utusan ke negeri Cina dengan membawa “hadiah” berupa empat orang budak Sen-ki. Menurut I-tsing. burung kakatua. Menurut catatan Dinasti Sung yang memerintah setelah Dinasti T‟ang. Kronik Dinasti Sung juga menyebutkan bahwa yang memimpin dan mentahbiskan Yun-ki menjadi pendeta Budha adalah Njnanabhadra. Terjemahan inilah yang dibawa pulang ke Cina. Utusan yang datang pada 813 M (atau 815 M) datang dengan mempersembahkan empat budak sheng-chih (jenggi).

Wilayah hulu sungai Musi kaya akan berbagai komoditas yg berharga utk pedagang Tiongkok Ibukota diperintah secara langsung oleh penguasa sementara daerah pendukung tetap diperintah oleh datu setempat. Dan di akhir masa kerajaan ini takluk di bawah kerajaan Majapahit. Sekitar tahun 500 akar Sriwijaya mulai berkembang di wilayah sekitar Palembang Sumatera. Ekspansi kerajaan ini ke Jawa dan Semenanjung Malaya menjadikan Sriwijaya mengontrol dua pusat perdagangan utama di Asia Tenggara. Sriwijaya (Srivijaya) adl kerajaan maritim yg kuat di pulau Sumatera dan berpengaruh di Nusantara daerah kekuasaan Sriwijaya meliputi Kamboja Thailand Semenanjung Malaya Sumatera Jawa Kalimantan dan Sulawesi. Pada abad ke-20 kedua kerajaan tersebut menjadi referensi olehkaum nasionalis utk menunjukkan bahwa Indonesia merupakan satu kesatuan negara sebelelum kolonialisme Belanda. Kerajaan ini terdiri atas tiga zona utama daerah ibukota muara yg berpusatkan Palembang lembah Sungai Musi yg berfungsi sebagai daerah pendukung dan daerah-daerah muara saingan yg mampu menjadi pusat kekuasan saingan. Negara ini tak memperluas kekuasaan diluar wilayah kepulauan Asia Tenggara dgn pengecualian berkontribusi utk populasi Madagaskar sejauh 3. Berdasarkan observasi ditemukan reruntuhan candi-candi Sriwijaya di Thailand dan Kamboja. seorang pendeta Tiongkok I-tsing menulis bahwa ia mengunjungi Sriwijaya tahun 671 dan tinggal selama 6 bulan. Sriwijaya disebut dgn berbagai macam nama. Bangsa Arab menyebut Zabaj dan Khmer menyebut Malayu. Kemunduran pengaruh Sriwijaya terhadap daerah bawahan mulai menyusut dikarenakan beberapa peperangandiantara serangan dari raja Dharmawangsa dari Jawa ditahun 990 dan tahun 1025 serangan Rajendra Coladewa dari Koromandel selanjut tahun 1183 Sriwijaya dibawah kendali kerajaan Dharmasraya. Prasasti paling tua mengenai Sriwijaya juga berada pada abad ke-7 yaitu Prasasti Kedukan Bukit di Palembang bertarikh 682. Eksistensi Sriwijaya diketahui secara resmi tahun 1918 oleh sejarawan Perancis George Cœdès dari École française d‟Extrême-Orient. Di abad ke-7 pelabuhan Cham di sebelah timur Indochina mulai mengalihkan banyak pedagang dari Sriwijaya. Pembentukan dan Pertumbuhan Kerajaaan Sriwijaya Kerajaan Sriwijaya menjadi pusat perdagangan dan merupakan negara maritim.300 mil di barat.Sementara dari peta Ptolemaeus ditemukan keterangan tentang ada 3 pulau Sabadeibei yg berkaitan dgn Sriwijaya. Sriwijaya menjadi simbol kebesaran Sumatera awal dan kerajaan besar Nusantara selain Majapahit di Jawa Timur. Sekitar tahun 1992 hingga 1993 Pierre-Yves Manguin membuktikan bahwa pusat Sriwijaya berada di Sungai Musi antara Bukit Seguntang dan Sabokingking (terletak di provinsi Sumatra Selatan Indonesia). Untuk mencegah hal tersebut Maharaja Dharmasetu melancarkan beberapa serangan ke kota-kota pantai di . Orang Tionghoa menyebut Shih-li-fo-shih atau San-fo-ts‟i atau San Fo Qi. Namun Soekmono berpendapat bahwa pusat Sriwijaya terletak di provinsi Jambi sekarang yaitu pada kawasan sehiliran Batang Hari antara Muara Sabak sampai ke Muara Tembesi. Bukti awal mengenai keberadaan kerajaan ini berasal dari abad ke-7. Dalam bahasa Sansekerta dan Pali kerajaan Sriwijaya disebut Yavadesh dan Javadeh.Kerajaan Sriwijaya Dalam bahasa Sansekertasri berarti “bercahaya” danwijaya berarti “kemenangan”.

Penguasaan atas Malayu yg kaya emas telah meningkatkan prestise kerajaan. Ajaran Buddha aliran Buddha Hinayana dan Buddha Mahayana juga turut berkembang di Sriwijaya. Sriwijaya meneruskan dominasi atas Kamboja sampai raja Khmer Jayawarman II pendiri imperium Khmer memutuskan hubungan dgn kerajaan di abad yg sama. . Menurut catatan pada masa ini pula wangsa Melayu-Budha Sailendra bermigrasi ke Jawa Tengah dan berkuasa disana. Pengunjung yg datang ke pulau ini menyebutkan bahwa koin emas telah digunakan di pesisir kerajaan. Dengan penguasaan tersebut kerajaan Sriwijaya menjadi kerajaan maritim yg hebat hingga abad ke-13. Antara lain pendeta dari Tiongkok I-tsing yg melakukan kunjungan ke Sumatera dalam perjalanan studi di Universitas Nalanda India pada tahun 671 dan 695 serta di abad ke-11 Atisha seorang sarjana Budha asal Benggala yg berperan dalam mengembangkan Budha Vajrayana di Tibet. Di masa berikut Pan Pan dan Trambralinga yg terletak di sebelah utara Langkasuka juga berada di bawah pengaruh Sriwijaya. Sriwijaya mengakumulasi kekayaan sebagai pelabuhan dan gudang perdagangan yg melayani pasar Tiongkok dan India. Di abad ke-9 wilayah kemaharajaan Sriwijaya meliputi Sumatera Sri Lanka Semenanjung Malaya Jawa Barat Sulawesi Maluku Kalimantan dan Filipina. I-tsing melaporkan bahwa Sriwijaya menjadi rumah bagi ribuan sarjana Budha sehingga menjadi pusat pembelajaran agama Buddha. Abad ke-7 orang Tionghoa mencatat bahwa terdapat dua kerajaan di Sumatera yaitu Malayu dan Kedah dan tiga kerajaan di Jawa menjadi bagian kemaharajaan Sriwijaya. Budha Vajrayana di Kerajaan Sriwijaya Sebagaipusat pengajaran Budha Vajrayana Sriwijaya menarik banyak peziarah dan sarjana dari negara-negara di Asia. Prasasti ini juga menyebutkan bahwa Jayanasa telah melancarkan ekspedisi militer utk menghukum Bhumi Jawa yg tak berbakti kepada Sriwijaya peristiwa ini bersamaan dgn runtuh Tarumanagara di Jawa Barat dan Holing (Kalingga) di Jawa Tengah yg kemungkinan besar akibat serangan Sriwijaya. Kota Indrapura di tepi sungai Mekong di awal abad ke-8 berada di bawah kendali Sriwijaya. DariPrasasti Kedukan Bukit pada tahun 682 di bawah kepemimpinan Dapunta Hyang Jayanasa Kerajaan Minanga takluk di bawah imperium Sriwijaya. Di abad ini pula Langkasuka di semenanjung Melayu menjadi bagian kerajaan. Tidak seperti Dharmasetu yg ekspansionis Samaratungga tak melakukan ekspansi militer tetapi lbh memilih utk memperkuat penguasaan Sriwijaya di Jawa. Di akhir abad ke-8 beberapa kerajaan di Jawa antara lain Tarumanegara dan Holing berada di bawah kekuasaan Sriwijaya. BerdasarkanPrasasti Kota Kapur yg yg berangka tahun 682 dan ditemukan di pulau Bangka Pada akhir abad ke-7 kemaharajaan ini telah menguasai bagian selatan Sumatera pulau Bangka dan Belitung hingga Lampung. Selama masa kepemimpinan ia membangun candi Borobudur di Jawa Tengah yg selesai pada tahun 825. Setelah Dharmasetu Samaratungga menjadi penerus kerajaan. Ia berkuasa pada periode 792 sampai 835.Indochina. Dominasi atas Selat Malaka dan Selat Sunda menjadikan Sriwijaya sebagai pengendali rute perdagangan rempah dan perdagangan lokal yg mengenakan biaya atas tiap kapal yg lewat. Sriwijaya tumbuh dan berhasil mengendalikan jalur perdagangan maritim di Selat Malaka Selat Sunda Laut China Selatan Laut Jawa dan Selat Karimata. Relasi Kerajaan Sriwijaya dgn Kekuatan Regional Dari catatan sejarah danbukti arkeologi dinyatakan bahwa pada abad ke-9 Sriwijaya telah melakukan kolonisasi di hampir seluruh kerajaan-kerajaan Asia Tenggara antara lain Sumatera Jawa Semenanjung Malaya Kamboja dan Vietnam Selatan .

Dari literatur Tiongkok utusan itu mempunyai nama Arab hal ini memberikan informasi bahwa pada masa-masa itu Sriwijaya sudah berhubungan dgn Arab yg memungkinkan Sriwijaya sudah masuk pengaruh Islam di dalam kerajaan. Dan kemudian dilanjutkan dgn pengiriman utusan selanjut di tahun 1088. Masa Kejayaan Kerajaan Sriwijaya Pada paruh pertama abad ke-10 diantara kejatuhan dinasti Tang dan naik dinasti Song perdagangan dgn luar negeri cukup marak terutama Fujian kerajaan Min dan negeri kaya Guangdong kerajaan Nan Han.Pada masa awalKerajaan Khmer juga menjadi daerah jajahan Sriwijaya. Setelah invasi tersebut akhir mengakibatkan melemah hegemoni Sriwijaya dan kemudian beberapa daerah bawahan membentuk kerajaan sendiri dan kemudian muncul Kerajaan Dharmasraya sebagai kekuatan baru dan kemudian mencaplok kawasan semenanjung malaya dan sumatera termasuk Sriwijaya itu sendiri. Dalam berita Cina yg berjudul Sung Hui Yao disebutkan bahwa kerajaan San-fo-tsi pada tahun 1082 mengirim utusan dimana pada masa itu Cina di bawah pemerintahan Kaisar Yuan Fong. Kerajaan Melayu ini memiliki pertambangan emas sebagai sumber ekonomi dan kata Swarnnadwipa (pulau emas) mungkin merujuk pada hal ini. Duta besar tersebut menyampaikan surat dari raja Kien-pi bawahan San-fo-tsi yg merupakan surat dari putri raja yg diserahi urusan negara San-fo-tsi serta menyerahkan pula 227 tahil perhiasan rumbia dan 13 potong pakaian. Dua tahun kemudian raja terakhir dinasti Tang menganugerahkan gelar kepada utusan Sriwijaya. Kemudian Kerajaan Chola meneruskan penyerangan dan berhasil penaklukan Sriwijaya selama beberapa dekade berikut keseluruh imperium Sriwijaya berada dalam pengaruh Rajendra Coladewa. Pada tahun 903 penulis Muslim Ibnu Batutah sangat terkesan dgn kemakmuran Sriwijaya. Di tahun 902 Sriwijaya mengirimkan upeti ke China. Antara tahun 1079 . Tak diragukan lagi Sriwijaya mendapatkan keuntungan dari perdagangan ini. . Keruntuhan Kerajaan Sriwijaya Rajendra Coladewa pada tahun 1025 raja Chola dari Koromandel India selatan menaklukkan Kedah dan merampas dari Sriwijaya.1088 kronik Tionghoa masih mencatat bahwaSan-fo-ts‟i masih mengirimkan utusan dari Jambi dan Palembang. Banyak sejarawan mengklaim bahwa Chaiya di propinsi Surat Thani Thailand Selatan sebagai ibu kota terakhir kerajaan tersebut pengaruh Sriwijaya nampak pada bangunan pagoda Borom That yg bergaya Sriwijaya. Sriwijaya juga berhubungan dekat dgn kerajaan Pala di Benggala dan sebuah prasasti berangka 860 mencatat bahwa raja Balaputra mendedikasikan seorang biara kepada Universitas Nalada Pala. Setelah kejatuhan Sriwijaya Chaiya terbagi menjadi tiga kota yakni (Mueang) Chaiya Thatong (Kanchanadit) dan Khirirat Nikhom. Istilah San-fo-tsi terutama pada tahun 1225 tak lagi identik dgn Sriwijaya melainkan telah identik dgn Dharmasraya dimana pusat pemerintahan dari San-fo-tsi telah berpindah jadi dari daftar 15 negeri bawahan San-fo-tsi tersebut merupakan daftar jajahan kerajaan Dharmasraya yg sebelum merupakan daerah bawahan dari Sriwijaya dan berbalik menguasai Sriwijaya beserta daerah jajahan lainnya. Dan kemudian Kedah juga takluk dan menjadi daerah bawahan. Relasi dgn dinasti Chola di India selatan cukup baik dan kemudian menjadi buruk setelah Rajendra Coladewa naik tahta dan melakukan penyerangan di abad ke11. Meskipun demikian Rajendra Coladewa tetap memberikan peluang kepada raja-raja yg ditaklukan utk tetap berkuasa selama tetap tunduk kepadanya. Daerah urban kerajaan meliputi Palembang (khusus Bukit Seguntang) Muara Jambi dan Kedah. Minanga merupakan kekuatan pertama yg menjadi pesaing Sriwijaya yg akhir dapat ditaklukkan pada abad ke-7.

Raja-raja Sriwijaya menguasai kepulauan Melayu melalui perdagangan dan penaklukkan dari kurun abad ke-7 hingga abad ke-9. Berg menganggap identik dgn Adityawarman. Pada tahun 1275 Singhasari penerus kerajaan Kediri di Jawa melakukan suatu ekspedisi dalam Pararaton disebut semacam ekspansi dan menaklukan bhumi malayu yg dikenal dgn nama Ekspedisi Pamalayu yg kemudian Kertanagara raja Singhasari menghadiahkan Arca Amoghapasa kepada Srimat Tribhuwanaraja Mauli Warmadewa raja Melayu di Dharmasraya seperti yg tersebut dalam Prasasti Padang Roco. DalamKidung Pamacangah dan Babad Arya Tabanan juga disebut „Arya Damar‟ sebagai bupati Palembang yg berjasa membantu Gajah Mada dalam menaklukkan Bali pada tahun 1343 Prof. C. Pong-fong (Pahang) Tong-ya-nong (Terengganu) Ling-ya-sikia (Langkasuka) Kilantan (Kelantan) Fo-lo-an (muara sungai Dungun daerah Terengganu sekarang) Ji-lo-t‟ing (Cherating pantai timur semenanjung malaya) Ts‟ien-mai (Semawe pantai timur semenanjung malaya) Pa-t‟a (Sungai Paka pantai timur semenanjung malaya) Tan-maling (Tambralingga Ligor selatan Thailand) Kia-lo-hi (Grahi Chaiya sekarang selatan Thailand) Pa-lin-fong (Palembang) Kien-pi (Jambi) Sin-t‟o (Sunda) Lan-wu-li (Lamuri di Aceh) and Si-lan (Kamboja). Dan selanjut pada tahun 1293 muncul Majapahit sebagai pengganti Singhasari dan setelah Ratu Tribhuwana Wijayatunggadewi naik tahta memberikan tanggung jawab kepada Adityawarman seorang peranakan Melayu dan Jawa utk kembali menaklukkan Swarnnabhumi pada tahun 1339. Sangat dimungkinkan bahwa Sriwijaya yg termahsyur sebagai bandar pusat perdagangan di Asia Tenggara sekaligus sebagai pusat pembelajaran agama Budha juga ramai dikunjungi pendatang dari Timur Tengah dan mulai dipengaruhi oleh pedagang dan ulama muslim. Sriwijaya merupakan pusat terpenting agama Buddha Mahayana. Di Jawa dia menemukan bahwa rakyat memeluk agama Budha dan Hindu sedangkan rakyat San-fo-ts‟i memeluk Budha dan memiliki 15 daerah bawahan yg meliputi. Dan dimasa itu nama Sriwijaya sudah tak ada disebut lagi tapi telah diganti dgn nama Palembang hal ini sesuai dgn Nagarakretagama yg menguraikan tentang daerah jajahan Majapahit. Orang Arab mencatat bahwa Sriwijaya memiliki aneka komoditi seperti kamper kayu gaharu cengkeh pala kepulaga gading emas dan timah yg membuat raja Sriwijaya sekaya raja-raja di India. Dan kemudian pada tahun 1347 Adityawarman memproklamirkan diri menjadi raja di Malayapura sesuai dgn manuskrip yg terdapat pada bagian belakang Arca Amoghapasa. Pengaruh Budaya dan Agama Islam Kerajaan Sriwijaya banyak dipengaruhi budaya India pertama oleh budaya Hindu dan kemudian diikuti pula oleh agama Buddha. Kekayaan yg melimpah ini telah memungkinkan Sriwijaya membeli kesetiaan dari vassal-vassal di seluruh Asia Tenggara. Perdagangan Kerjaaan Sriwijaya Dalam perdagangan Sriwijaya menjadi pengendali jalur perdagangan antara India dan Tiongkok yakni dgn penguasaan atas selat Malaka dan selat Sunda. Kemudian dari Kitab Undang-Undang Tanjung Tanah yg kemungkinan ditulis sebelum pada tahun 1377 juga terdapat kata-kata bumi palimbang. Sehingga beberapa kerajaan yg semula merupakan bagian dari Sriwijaya kemudian tumbuh .Berdasarkan sumber Tiongkok pada buku Chu-fan-chi yg ditulis pada tahun 1178 Chou-JuKua menerangkan bahwa di kepulauan Asia Tenggara terdapat dua kerajaan yg sangat kuat dan kaya yakni San-fo-ts‟i dan Cho-po (Jawa). Agama Buddha diperkenalkan di Sriwijaya pada tahun 425 Masehi.C. Sehingga secara langsung turut serta mengembangkan bahasa Melayu dan kebudayaan Melayu di Nusantara.

Hal ini menunjukkan bahwa pada abad ke-15 keagungan gengsi dan prestise Sriwijaya tetap dihormati dan dijadikan sebagai sumber legitimasi politik bagi penguasa di kawasan ini. Pengaruh orang muslim Arab yg banyak berkunjung di Sriwijaya raja Sriwijaya yg bernama Sri Indrawarman masuk Islam pada tahun 718. Demikian pulaKodam Sriwijaya (unit komando militer) PT Pupuk Sriwijaya (Perusahaan Pupuk di Sumatera Selatan)Sriwijaya Post (Surat kabar harian di Palembang) Sriwijaya TV Sriwijaya Air (maskapai penerbangan) Stadion Gelora Sriwijaya dan Sriwijaya Football Club (Klab sepak bola Palembang) semua dinamakan demikian utk menghormati memuliakan dan merayakan kegemilangan kemaharajaan Sriwijaya.Universitas Sriwijaya yg didirikan tahun 1960 di Palembang dinamakan berdasarkan kedatuan Sriwijaya. Nama Sriwijaya telah digunakan dan diabadikan sebagai nama jalan di berbagai kota dan nama ini telah melekat dgn kota Palembang dan Sumatera Selatan. Warisan Sejarah Kemaharajaan Sriwijaya Berdasarkan Hikayat Melayu pendiri Kesultanan Malaka mengaku sebagai pangeran Palembang keturunan keluarga bangsawan Palembang dari trah Sriwijaya.menjadi cikal-bakal kerajaan-kerajaan Islam di Sumatera kelak disaat melemah pengaruh Sriwijaya. Bahkan disalah satu naskah surat adl ditujukan kepada khalifah Umar bin Abdul Aziz (717720M) dgn permintaan agar khalifah sudi mengirimkan da‟i ke istana Sriwijaya. . Hal yg sama juga berlaku bagi masyarakat Thailand Selatan yg menciptakan kembali tarian Sevichai (Sriwijaya) yg berdasarkan pada keanggunan seni budaya Sriwijaya. Tercatat beberapa kali raja Sriwijaya berkirim surat ke khalifah Islam di Suriah. Sehingga sangat dimungkinkan kehidupan sosial Sriwijaya adl masyarakat sosial yg di dalam terdapat masyarakat Budha dan Muslim sekaligus. Di samping Majapahit kaum nasionalis Indonesia juga mengagungkan Sriwijaya sebagai sumber kebanggaan dan bukti kejayaan masa lampau Indonesia.Kegemilangan Sriwijaya telah menjadi sumber kebanggaan nasional dan identitas daerah khusus bagi penduduk kota Palembang provinsi Sumatera Selatan dan segenap bangsa Melayu. Bagi penduduk Palembang keluhuran Sriwijaya telah menjadi inspirasi seni budaya seperti lagu dan tarian tradisional Gending Sriwijaya.

Candi Sewu. Balaputeradewa kemudian melarikan diri ke P. kerjaan ini berpusat di Jawa Tengah. Komplek Candi Dieng di Wonosobo. Oleh Karena adanya perlawanan yang dilakukan oleh keturunan Raja Sanjaya. merupakan peninggalan candi Hindu pada masa Kerajaan Mataram Kuno. untuk dikawinkan dengan anak Rakai Patapan. Candi Borobudur. Pramodawarddhani. Ia menggantikan raja sebelumnya. Sri Maharaja Rakai Warak. Para raja keturunan wangsa Sanjaya seperti Sri Maharaja Rakai Panangkaran. Adapun yang berlatar belakang agama Buddha antara lain ialah Candi Kalasan. Ia memerintah Kerajaan Mataram Kuno hingga 732M. yakni Raja Sanna. Samaratungga (raja wangsa Sailendra) menyerahkan anak perempuannya. Jawa Tengah. dan kompleks Candi Prambanan yang berlatar belakang Hindu. Sri Maharaja Rakai Panunggalan. Pendiri wangsa Sanjaya adalah Raja Sanjaya.Kerajaan mataran Kuno Kerajaan Mataram Kuno (abad ke-8) adalah kerajaan Hindu di Jawa (Jawa Tengah dan Jawa Timur). kompleks Candi Dieng. adik Pramodawarddhani. Kerajaan Mataram Kuno mempunyai dua latar belakang keagamaan yang berbedaa. Kerajaan Mataram Kuno bermula sejak pemerintahan Raja Sanjaya yang bergelar Rakai Mataram Sang Ratu Sanjaya. Raja Sanjaya telah menyelamatkan Kerajaan Mataram Kuno dari kehancuran setelah Raja Sanna wafat. Kerajaan Mataram Kuno diperkirakan berdiri sejak awal abad ke-8. Konon. Candi Mendut. Kerajaan Mataram di Jawa Tengah Kerajaan Mataram Kuno yang berpusat di Jawa Tengah terdiri dari dua wangsa (keluarga). Berdasarkan catatan yang terdapat pada prasassti yang ditemukan. mengadakan perlawanan namun kalah dalam peperangan. pada abad ke-10 pusat Kerajaan Mataram Kuno pindah ke Jawa Timur. dan Sri Maharaja Rakai Garung merupakan raja bawahan dari wangsa Sailendra. . Pada awal berdirinya. yaitu Rakai Pikatan (wangsa Sanjaya). Melihat keadaan ini. Peninggalan bangunan suci dari keduanya antara lain ialah Candi Geding Songo. yaitu Balaputeradewa. Rakai Pikatan kemudian menduduki takhta Kerajaan Mataram Kuno. pendiri wangsa Sailendra. yakni agama Hindu dan Buddha. kekuasaan Kerajaan Mataram Kuno dipegang oleh Dapunta Sailendra. yaitu wangsa Sanjaya dan Sailendraa. dan Candi Plaosan. Setelah Raha Sanjaya wafat. SUmatra dan menjadi raja Sriwijaya. Akan tetapi.

Sampai pada masa ini Kerajaan Mataram Kuno masih menjadi saatu kerajaan yang utuh. Magelang. Dengan demikian Mpu Sindok dianggap sebagai cikal bakal wangsa baru. Akan tetapi. Pada abad ke-10. kekuasaan Kerajaan Mataram Kuno telah meluass hingga ke Jawa Timur. . Airlangga membagi kerajaan menjadi dua. yaitu Kerajaan Pangjalu dan Janggala. Wilis). Mpu Sindok naik takhta kerajaan pada 929 dan berkuasa hingga 948. Diduga kehancuran kerajaan ini akibat bencana alam karena letusan G. maka sesuai dengan landasan kosmologis harus dibangun kerajaan baru dengan wangsa yang baru pula. terjadi perebutan kekuasaan di antara para pangeran Kerajaan Mataram Kuno. yaitu wangsa Isana.Pada masa Sri Maharaja Rakai Watukura Dyah Balitung Dharmodaya Mahasambu berkuasa. cucu Sri Maharaja Daksa. membangun kembali kerajaan ini di Watugaluh (wilayah antara G. Setelah masa pemerintahan Mpu Sindok terdapat masa gelap sampai masa pemerintahan Dharmawangsa Airlangga (1020). Ketika Sri Maharaja Rakai Sumba Dyah Wawa berkuasa. Kerajaan Mataram di Jawa Timur Setelah terjadinya bencana alam yang dianggap sebagai peristiwa pralaya. kerajaan ini berakhir dengan tiba-tiba. Semeru dan G. Jawa Tengah. Jawa Timur. Merapi. Mpu Sindok. untuk menghindari perang saudara. Perpindahan kerajaan ke Jawa Timur tidak disertai dengan penaklukan karena sejak masa Dyah Balitung. Kerajaan yang didirikan Mpu SIndok ini tetap bernama Mataram.

Dan akhirnya J.Di dalam prasasti kayumwungan than 743 Saka (824 M). Moen dalam salah satu karangannya yang menarik perhatian.Dia sendiri mengajukan pendapat bahwa wangsa Syailendra di Jawa itu berasal dari daerah Pandya di India selatan. maka anggota wangsa raja-raja Funan itu yg menyingkir ke jawa dan muncul sebagai penguasa disini pada pertengahan abad VIII M.L. dan tiga di antaranya . tetapi pada tahun 983 M melarikan diri ke Jawa karena serangan dari Sriwijaya. Setelah kerajaan Fu-nan itu runtuh sekitar tahun 620 M. lebih-lebih setelah J. dalam bahasa khamer sekarang Phnom. Prasasti-prasati tersebut semuanya menggunakan bahasa Sansekerta. Dengan kata lain raja-raja wangsa syailendra di Jawa menganggap leluhurnya ada diatas gunung.G. berasal dari kalingga di selatan jawa. Didalam prasasti Abhayagiriwihara dari bukti Ratu Baka tahun 714 Saka (792 M). R. Coedes lebih condong pada anggapan bahwa wangsa sailendra di Indonesia itu berasal dari Fu-nan atau kamboja. G.prasasti di Jawa.kemudian istilah ini muncul pula di dalam prasasti dari desa Kelurak tahun 704 Saka (782 M). bukan uruf Pallawa atau huruf Jawa-Kuna sebagaimana umumnya prasasti. Ini merupakan petunjuk baginya bahwa istilah Syailendra asli Indonesia. Raja Fu-nan disebut parwatabhupala yang berarti raja gunung sama dengan kata syailendra. Pendapat tersebut diatas telah dibahas oleh Nilakanta Sastri. kecuali prasasti Kayumwunga menggunakan huruf siddham. Kenyataan ini di tambah dengan kenyataan bahwa ada beberapa naman wangsa di india dan dratan Asia Tenggara yang sama artinya dengan syailendra. Diantara pendapat diatas yang kemudian banyak dianut adalah pendapat G.Coedes.Kerajaan syailendra Istilah sailendra wangsa dijumpai pertama kali di Indonesia dalam prasasti Kalasan tahun 700 Saka (778 M). J Przyluzki mengatakan bahwa Coedes itu dilakukan atas dasar tafsir yang meragukan dari satu bait didalam prasasti Kuk Prah Kot.Yang amat menarik perhatian ialah bahwa istilah Sailendrawangsa itu muncul pula di luar Jawa. dan dia mengidentifikasikan waranara itu dengan waranara nagara atau na-fu-na didalam berita- . juga prasasti Kelurak. menimbulkan berbagai teori tentang asal usul jawa. dia mengemukakan pendapat bahwa Wangsa Syailendra itu berasal dari India Selatan.Yang semula berasal di sekitar Palembang. dengan mengunakan nama wangsa syailendra. yaitu raja gunung.C Majundar beranggapan bahwa wangsa sailendra di Indonesia. Nalanda dan Leyden plates. baik yang di jawa maupun yang di sriwijaya. Menurut pendapat ejaan Fu-nan dalam berita Cina berasal dari kata KhamerKuna vnan atau benyam yang berarti gunung. Ini merupakan sebutan bagi shiwa sama dengan girisa. yaitu di dalam prasasti Ligor B. Menurut luzky istilah saylendra wangsa menunjukkan bahwa raja-raja berasal syailendra yang brarti raja gunung. De Casparis dapat menemukan istilah Waranarahdhirajaraja didalam prasasti dari candi plaosan lor.

Poerbatjaraka. yaitu wangsa Sailendra yang berasal dari Fu-nan. tetapi sejak Rakai Panangkaran berpindah agama menjadi penganut Buddha Mahayana. Penemuan baru berupa prasasti batu berbahasa melayu kuno di desa Sojomerto. Sebagai salah satu alas an dia untuk menunjuk pada kitab carita parahyangan. dan para pendtang itu yang kemudian menamakan dirinya sebagai wangsa sailendra yang beragama budha .H. Prasati dari Sojomerto itu menyebutkan Dapunta Sailendra nama ayah dan ibunya yaitu Santanu dan Bradawati dan istrinya Sampula. kab. yaitu fihak raja sailendra . Menurut Poerbatjaraka.Pekalongan dan batu berbhasa yang tidak diketahui debngan jelas asalnya.berita China. Nama Rahyangta Panaraban diidentifikasikannya dengan Rakai P anangkaran. karena ia ditakut oleh semua orang. Masih ada tokoh lagi yang disebut didalam prasasti ini yang sayang sekali namanya tidak terbaca namanya. raja bawahanya dari wngsa Sanjaya. yaitu wangsa Sanjaya yang beragama siwa. yaitu puat kerajaan Fu-nan setelah berpindah dari Wiyadhapura atau te-mu setelah mendapat serangan dari Chenla di bawah pimpinan Bhawawarman dan Citra sena pada pertengahan kedua abad 6 M selanjutnya De Casparis mengatakan bahwa setelah pindah ke na-fu-na yang biasa dilokasikan didekat Angkorborai ada diantara raja-raja itu yang pergi ke jawa dan berhasil mengalahkan raja yang berkuasa disana. yang hanya disebut sebagai permata sailendra tanpa nama. Pendapat de Caparis itu diilhami oleh F. dan rakai panangkaran. asli Indonesia yang mulunya menganut agama siwa. Bosch disana-sini. Raja raja wangsa Sanjaya itu. Sanjaya dan keturunannya adalah raja-raja dari wangsa Sailendra.Dan kini disimpan dalam koleksi pribadi Adam Malik.Pendapat de Casparis ini dikembangkan lagi oleh F. maka di jawa tengah terdapat dua wangsa raja raja. tetapi setelah kedatangan raja dari Na-fu-na itu yang behrasil menaklukkannya. ia merasa amat tersinggung membaca teori tersebut. sejak rakai Panangkaran hanya berkuasa sebagai raja bawahan. Selanjutnya de Casparis mencoba mengadakan rekontruksi jalanya sejarah keadaan mataram sampai pada abad 9 M. dan penganut agama budha Mahayana. yang antara lain memuat keterangan bahwat Rahyang Sanjaya telah menganjurkan anaknya Rahyangta Panaraban untuk meninggalakn agama yang dianutnya. Dengan landasan anggaan bahwa sejak abad pertengahan 8 ada dua wangsa raja raja yang berkuasa. yang melihat bahwa didalam prasasti Kalasan tahun 778 M. Pendapat bahwa bangsa sailendra berasal dari luar Indonesia (india atau Kamboja) ditentang oleh R. mungkin sekali memperkuat anggapan Poerbatjaraka.D.Demikan pula istilah . yaitu sanjaya dan keturunannya. seolah-olah bangsandonesia sejak dulu hanyalah mampu diperintah oleh bangsa asing. yang berhasil menaklukan raja raja dari wangsa Sanjayaang beragama Siwa. Jadi menurut de Casparis di Jawa mula mula berkuasa wangsa raja raja yangberagama Siwa. dan dalam berbagai kesempatan pembangunan candi-candi membantu raja wangsa Sailendra dengan memberikan tanah-tanah sebagai sima bagi candicandi itu.Van Nearssen.K. yang berbahasa sangskerta ada dua pihak.Ng.

dan Wisnu denagan catatan bahwa untuk Siwa sendi tersedia tiga bait. guntin. dolkmes dan empat bunga Padma. sanka.Jadi mungkin sekali tokoh yang telah dipendewakan dan dianggap sebagai leluhur Dapunta Sailendra. kapak. Pertama-tama disebutkan disini prssati di desa lebak. Prasasti ini mengunakan Huruf Palawa dan bahasa Sansekerta. Prasati ini berbhasa sansekerta tetapi sayang yang ditemukan hanya bagian akhir. kundi. kudi. Sebagaimana Isanawangsa berpangkal pada Mpu Sindok yang bergelar Sri Isanawikramadarmmottunggadewa dan Raja Sawangsa berpangkal pada Ken Arok yang bergelar Sri Rajasa. yang berasal dai halaman pecandian diastase gunung Wukir kecamatan Salam (Magelang). Brahma. Kenyataan bahwa ia menggunakan bahasa melayu kuno didalam prasastinya menunjukan bahwa ia orang Indonesia asli. trisula. Prasasti yang kedua adlah prasti camggal.yang menunjukan hubungan antara tokoh ini dengan Dapunta Sailendra. Dari pahatan tulisan tersebut terdapat suatu laksana dan ala-alat upacara antar lain cakra.Ru Rakai mataram sang ratu sanjaya Sebelum perpindahan pusat kerajaan terdapat berbagai sumber prasasti di mas seelum perpindahan itu. Hal ini menunukan kepada dewa Siwa bahwa ini bagaikan air suci dan bahwa didekatnya tentu ada pengolahan sumber air yang dikelola oleh para pendeta. mungkin sekali berasal dari Sumatera maka sesuai dengan asal usul nama-nama wansa yang lain itu daptlah disini disimpulkan bahwa Sailendra wangsa itu berpangkal kepada Dapunta. yang untuk sementara kita sebut dengan nama Prasasti Sankara. Lima bait selanjunya berisi pujian terhadap dewa Siwa.Hurufnya Pallawa yang tergolong muda dan bahasanya Sansekerta. tentunya Sailendrawangsa berpangkal kepada seoran leluhur yang gelarnya mengandung unsur Sailendra. yang terdiri dari tiga bait berisi bahwa raja Sanjaya tela mendirikan lingga diatas bukit pada tangggal 6 oktober tahun 732 M.Prasati ini di pahat pada sebuah batu alam yang besar yang dekat dengan mata air. Didalam Prasasti Sojomerto itu dijumpai nama Dapunta Sailendra yang jelas merupakan ejaan Indonesia dari kata sansekerta sailendra karena di Sumatera dijumpai lebih banuaSailendra. Bait ke tuju memji pulau Jawa yang subur dan banyak menghasilkan gandum (atau . Kapn dan apa sebabnya raja-raja wangsa Sailendra itu mulai menganut agama Buddha mungkin dapat diketahui dari prasasti milik Adam Malik. Menurut analisa Paleoogafis dari krom prassti ini berasal pada abad pertengahan yang isinya pujian kepada suatu mata air yang keluar dari gunung hal ini disamakan dengan air yang mengalirkan airnya yang dingin dan bersih melalui pasi yang berbatu bagaikan sungai Gangga. tidak terbaca keseluhan.Tokoh ini diberi pedikat Hiyang. Dari prasati Sojomerto itu jelas bawa Dapunda Sailendra ialah penganut wangsa Siwa. kecamatan Grabag (Magelang) Pasasti Tuk Mas.

dengan menduga yang dimaksudkan sunai gangga adalah sungai kali Progo. Sahanna. Dari prasasi yang diatas kiata dapat mengetahui bahwa pada tahun 723 M. Siwa yan amat indah untk kesejahtraan dunia ang dikelilingi oleh sungai-sungai yang suci. dengan istana yang baru yang disertai dengan pembangunnan candi untk pemujaan lingga kerajaan. Selain itu ada suatu ketertarikan yang lain bahwa di pulau jawa ada bangunnan yang suci untuk pemujaan dewa Siwa di daerah Kunjarakunja yang dikelilingi oleh sungaisungai suci. Menurut de Casparis Bhanu itu seorang raja wangsa sailendra mengiggat bahwa terdapat lagi sebuah prasasti Ligor B ada nama raja Wisnu dan didalam prasasti Kelurak ada .Yang telah dikatakan oleh prasasti diatas.Mungkin sekali ibukota kerajaan juga di serbu dan ijrah. raja sanjaya yang jelas adalah beragama Siwa yang telah mendirikan lingga di atas bukit.padi) da kaya akan tambang emas. dan Sanjaya kemunkinna sekali adalah keturunnan-keturunna Dapunta Sailendra. Kemungknnan hali ini berhubngnna dengan kepercayaan bahwa istananyang telah diserbu oleh musuh yang kehilangna yuannya. Raja sanjaya adlah raja yang pertama yang brkedudukan di Medang. antara lain sungai gangga bagunan tersebut terletak di Kunjarakunja. Sanna. Hal ini dikarnakan dari sebuah prassti dari daftar raja-raja yang disebutkan di dalam prasasti Matyasih di medang. Kerena hal itu ak Sanjay dinobatkan sebagai raja. Dan perdapat tersebut telah diragukan karena mnaman didalam prasti ke tiga sekarang ditambah denagan dua batu lagi batu sima yang membuat nama daerah itu harus dibaca wanua ing alas I Salaimar. mengingat bahwa prastinya memmang berasal dari dari halaman percandian. Seperti halnya telah yang disimpulkan bagunnan candi yang dimasud adalah parsati canggal itucandi banon dekat candi mendut yang arca-arcanya saja yang besar dan bercorak Klasik?Letak candi ini memeng di daerah progo dan sungai Elo. yang terutama di antaranya adalah sungai gangga. Lagi pula kata kunjarakunla dapat juaga berate hutan fikus Religiosa atau huatan pohon Bodhi dan sejenisnya karena kata kunjara tidak berarti juga gajah tetapi nama beberapa jenis tanaman. sehinggga mereka masuk kedalam wangsa Sailendra. ini sesuai denagan pemeriaan denagan prassti. Ia kemudiaan disusul oleh rakai panankaran yang di antara Dapunta Sailendra dan Sima. raja Sanna telah diserang oleh musuh dan telah gugur pada pertempuran tersebut. Dan nama Kunjarakunja itu poerbatjarka pernah mengemukkakan perdapat bahwa daerah yang dimaksud saat itu yang saat ini menjadi daerah Sleman. atau Sima anatara Sanna masih ada seorang raja lagi yan hingga kini belum dapat ditemukan dari sumber sejarah.Kemungkuna bangunan lingga itu ilah cand yang hingga saa ini masih ada sisa-sisanya di atas gungng wukir. berdasarkan arti kata yaitu hutan gajah dan adanya wanua ing alas i Saliman. perlu dibangun ibukota baru.

kemudian keluarga kerajaan ini menyingkir ke Jawa. dan nama istrinya (Sampūla) (da pū nta selendra namah santanū nāma nda bapa nda bhadrawati nāma nda aya nda sampūla nāma nda . Pendapat yang sama dikemukakan juga oleh Nilakanta Sastri dan Moens. keluarga ini melarikan diri ke Jawa karena terdesak oleh Dapunta Hiyaŋ dengan bala tentaranya.Tamperan untuk berpindah agama karena agama yang dianutnya ditakuti oleh semua orang. Tetapi sejak Paņamkaran berpindah agama menjadi penganut Buddha Mahāyāna. nama ayahnya (Santanū).Pada waktu itu Śrīwijaya pusatnya ada di Semenanjung Tanah Melayu. Teori India Majumdar beranggapan bahwa keluarga Śailendra di Nusantara.Pada tahun 683 Masehi. Di dalam prasasti yang dikenal dengan nama Prasasti Sojomerto itu disebutkan nama Dapunta Selendra.Ia mengemukakan gagasannya itu didasarkan atas sebutan gelar dapunta pada Prasasti Sojomerto. dapat diduga bahwa Dapunta Selendra adalah salah seorang pembesar dari Sumatera Selatan yang menyingkir ke pantai utara Jawa di sekitar Pekalongan. asli Nusantara yang menganut agama Śiva. Pernyataan yang hampir senada dengan Moens dikemukakan oleh Slametmulyana.nama raja indra. Teori Funan Coedes lebih condong kepada anggapan bahwa Śailendra yang ada di Nusantara itu berasal dari Funan (Kamboja). raja-raja di Matarām menjadi penganut agama Buddha Mahāyāna juga. Prasasti Sojomerto dan Prasasti Kedukan Bukit merupakan prasasti yang berbahasa Melayu Kuno.Pendapatnya itu didasarkan atas Carita Parahiyangan yang menyebutkan bahwa R. dan muncul sebagai penguasa di Mdaŋ (Matarām) pada pertengahan abad ke-8 Masehi dengan menggunakan nama keluarga Śailendra. Sanjaya dan keturunan-keturunannya itu ialah rajaraja dari keluarga Śailendra. Karena asal bahasa Melayu Kuno itu dari Sumatera dan adanya politik perluasan wilayah dari Kadātuan Śrīwijaya pada sekitar tahun 680-an Masehi. nama ibunya (Bhadrawati). Panaraban atau R. Karena terjadi kerusuhan yang mengakibatkan runtuhnya Kerajaan Funan. Teori Jawa Pendapat bahwa keluarga Śailendra berasal dari Nusantara (Jawa) dikemukakan oleh Poerbatjaraka. Dan ia berpendapat bahwa Bhanu itu tentu penganut agama Budha karena Isa merupakan nama lain dari sang Budha. Moens menganggap bahwa keluarga Śailendra berasal dari India yang menetap di Palembang sebelum kedatangan Dapunta Hiyaŋ. baik di Śrīwijaya (Sumatera) maupun di Mdaŋ (Jawa) berasal dari Kalingga (India Selatan). Pendapat dari Poerbatjaraka yang didasarkan atas Carita Parahiyangan kemudian diperkuat dengan sebuah temuan prasasti di wilayah Kabupaten Batang. Menurut Poerbatjaraka. Gelar ini ditemukan juga pada Prasasti Kedukan Bukit pada nama Dapunta Hiyaŋ. Sañjaya menyuruh anaknya R.

Pada awal era Mataram Kuno. maka Sanna naik takhta sekitar tahun 710 Masehi.Kalau seorang penguasa memerintah lamanya kira-kira 25 tahun. Mandimiñak (703-710 Masehi). dan seterusnya. Wangsa Syailendra cukup dominan di Jawa Tengah. Raja Sanna mempunyai saudara perempuan bernama Sanaha yang kemudian dikawininya dan melahirkan Sañjaya.). yaitu Dapunta Selendra (?674 Masehi). Prasasti Canggal menyebutkan bahwa Sañjaya mendirikan sebuah lingga di bukit Sthīrańga untuk tujuan dan keselamatan rakyatnya. Ratu Simo (674-703 Masehi).Sañjaya (717-746 Masehi). dan Rakai Paņamkaran (746-784 Masehi). Mengenai . Prasasti Sojomerto berasal dari sekitar pertengahan abad ke-7 Masehi. Raja Sañjaya mulai berkuasa di Mdaŋ pada tahun 717 Masehi. Wangsa Sanjaya awalnya berada dibawah pengaruh kekuasaan Wangsa Syailendra.Dalam Carita Parahiyangan disebutkan bahawa Raja Mandimiñak mendapat putra Sang Sena (Sanna). kalau keluarga Śailendra berasal dari India Selatan tentunya mereka memakai bahasa Sanskrit di dalam prasasti-prasastinya. Kerajaan Mataram Kuno diperintah oleh dua wangsa yaitu Wangsa Syailendra yang beragama Buddha dan Wangsa Sanjaya yang beragama Hindu Syiwa.Dengan ditemukannya Prasasti Sojomerto telah diketahui asal keluarga Śailendra dengan pendirinya Dapunta Selendra. Dari Prasasti Sojomerto dan Prasasti Canggal telah diketahui nama tiga orang penguasa di Mdaŋ (Matarām).. dan Sañjaya.Menurut para ahli sejarah..Hal ini bererti untuk sampai kepada Dapunta Selendra (pertengahan abad ke-7 Masehi) masih ada sisa sekitar 60 tahun. dapat diduga bahwa Mandimiñak mulai berkuasa sejak tahun 703 Masehi. tokoh yang bernama Dapunta Selendra adalah bakal raja-raja keturunan Śailendra yang berkuasa di Mdaŋ.Ia memegang pemerintahan selama 7 tahun.Dari Carita Parahiyangan dapat diketahui bahwa Sena (Raja Sanna) berkuasa selama 7 tahun. Berita Tionghoa yang berasal dari masa Dinasti T‟ang memberitakan tentang Kerajaan Ho-ling yang disebut She-po (=Jawa).Ini berarti masih ada 1 orang lagi yang berkuasa sebelum Mandimiñak.Jika demikian. dan Mandimiñak diganti oleh Sang Sena yang memerintah 7 tahun. Sanna. yaitu Hsi-mo (Ratu Simo).Sanna (710-717 Masehi).Di sebutkan pula bahwa Sañjaya memerintah Jawa menggantikan Sanna. R. R. Nama “Dapunta Selendra” jelas merupakan ejaan Indonesia dari kata Sanskrit “Śailendra” karena di dalam prasasti menggunakan bahasa Melayu Kuno.Kalau Sañjaya naik takhta pada tahun 717 Masehi. maka setidak-tidaknya masih ada 2 penguasa lagi untuk sampai kepada Dapunta Selendra.Ratu ini memerintah dengan baik. Menurut Boechari. Pada tahun 674 Masehi rakyat kerajaan itu menobatkan seorang wanita sebagai ratu.Mungkinkah ratu ini merupakan pewaris takhta dari Dapunta Selendra? Apabila ya. maka diperolehi urutan raja-raja yang memerintah di Mdaŋ. Dari urutan raja-raja yang memerintah itu. yaitu Dapunta Selendra.Berdasarkan paleografinya.

menggantikan agama Buddha. puteranya. Wangsa Syailendra pada saat berkuasa. Sejarah Wangsa Syailendra berakhir pada tahun 850. . yang merupakan saudara Pramodhawardhani. sedangkan raja-raja dari keluarga Sanjaya tertera dalam prasasti Canggal dan prasasti Mantyasih.persaingan kekuasaan tersebut tidak diketahui secara pasti. puteri raja Samaratungga menikah dengan Rakai Pikatan. Samaratungga. Pramodhawardhani. kemudian sempat berkuasa di sana selama beberapa tahun.Berdasarkan candi-candi.Samaratungga memiliki puteri bernama Pramodhawardhani dan dari hasil pernikahannya dengan Dewi Tara. juga mengadakan hubungan yang erat dengan kerajaan Sriwijaya di Sumatera. dan kini menjadi salah satu kebanggaan bangsa Indonesia. Syailendra menyerang dan mengalahkan Chenla (Kamboja). prasasti Nalanda maupun prasasti Klurak.Prasasti yang ditemukan tidak jauh dari Candi Kalasan memberikan penjelasan bahwa candi tersebut dibangun untuk menghormati Tara sebagai Bodhisattva wanita.Rakai Pikatan bahkan menyerang Balaputradewa. Candi Borobudur selesai dibangun pada masa pemerintahan raja Samaratungga (812-833). dinikahkan dengan Dewi Tara. akan tetapi kedua-duanya samasama berkuasa di Jawa Tengah.Pada masa pemerintahan raja Indra (782-812).Sejak itu pengaruh Sanjaya yang bercorak Hindu mulai dominan di Mataram. putera bernama Balaputradewa. yang waktu itu menjadi pangeran Wangsa Sanjaya.Borobudur merupakan monumen Buddha terbesar di dunia. Raja-raja yang berkuasa dari keluarga Syailendra tertera dalam prasasti Ligor. peninggalan kerajaan Mataram Kuno dari abad ke-8 dan ke-9 yang bercorak Buddha (Syailendra) umumnya terletak di Jawa Tengah bagian selatan. sedangkan yang bercorak Hindu (Sanjaya) umumnya terletak di Jawa Tengah bagian utara. yaitu ketika Balaputradewa melarikan diri ke Sriwijaya yang merupakan negeri asal ibunya. puteri raja Sriwijaya. Pada tahun 790.

2. Namanya Mpu Sindhok. Medang Kamulan adalah ibukota Kediri atau Jenggala. Kerajaan Medang menjadi Kerajaan tersendiri sejak Mpu sindok membentuk Dinasti Baru yaitu Isyana. Medang Kahuripan ini dibangun oleh keturunan raja Mataram. sebagian ahli berpendapat. setelah Mataram hancur karena letusan Gunung Merapi. Nama kamulan bisa dianggap sebagai perubahan kata “kamulyaan” atau “kemulian”. 1. Pada masa Medang Kamulan (Kahuripan) inilah terjadi perpindahan kekuasaan politik dari Jawa Tengah ke Jawa Timur. Dinasti Isana ini memerintah Medang Kamulan selama satu abad sejak 929 M. Letak Geografis Kerajaan Medang kamulan merupakan Kerajaan lanjutan dari Mataram Lama di Jawa Tengah. Letak Kerajaan berada di wilayah Jawa Timur. . Namun. Adapula yang menyebutnya Kerajaan Kahuripan. Sumber Sejarah  · Prasasti Mpu Sindok Prasasti ini menyebutkan beberapa tulisan tentang usaha-usaha yang dilakukan Mpu Sindok ketika memerintah di Kerajaaan Medang   · Prasasti Calcuta Prasasti ini menyebutkan tentang silsilah raja-raja yang memerintah di Dinasti Isyana (Mpu Sindok) sampai masa masa pemerintahan Raja Air Langga. Pergeseran peta kekuasaan ini pada perkembangannya sangat menentukan sejarah perpolitikan di Jawa khususnya.KERAJAAN MEDANG KAMULAN Kerajaan ini seringkali disebut dengan nama Medang Kamulan dapat dikatakan sebagai kelanjutan Mataram karena ia tak lain adalah ibukota Mataram. pendiri Dinasti Isana.

raja Wijayawarman dari Wengker tahun 1034. Perkembangan Pemerintahan a. Usaha tersebut antara lain dengan meningkatkan pertanian. sangat memperhatikan usaha penggubahan Kitab Buddha Mahayana. Atas bantuan Narattoma berhasil melarikan diri ke hutan. . Saat memerintah. Medang Kamulan diteruskan oleh Dharma Teguh yang juga merupakan cucu dari Mpu Sindok. Ia dibantu oleh permaisurinya bernama Sri wardhani Pu Kbin . ia berusaha meningkatkan kesejahteraan rakyatnya. Bahkan Sriwijaya membalas melalui serangan kerajaan Wura Wuri (kerajaan bawahan atau vassal Sriwijaya). Serangan tersebut ternyata tidak berhasil. Dalam bidang agama.3. b. dan perdagangan. Mpu Sindok meskipun agama Hindu. Raja Adhamapanuda tahun 1031 M termasuk Wura Wuri tahun 1035. Mpu Sindok Mpu Sindok merupakan Raja pertama di Kerajaan Medang Kamulan. Larangan ini bertujuan untuk melestarikan sumber daya alam. Mpu Sindok memerintah selama 20 tahun.Ketika terjadi peristiwa tersebut. Raja Mpu sindok melarang rakyat untuk menangkap ikan di bendungan tersebut. Akibat serangan tersebut Kerajaan Medang mengalami kehancuran. Secara berturut-turut Air Langga berhasil menaklukan raja-raja bawahan (vassal) Sriwijaya seperti Bisaprabhawa ditaklukan tahun 1029 M.Dalam rangka mematahkan pengaruh Sriwijaya. c. Hasil gubahan berupa kitab Sang Hyang Kamahayanikan. Akhir Langga berusaha memulihkan kewibawaan Kerajaan Medang. Dharmawangsa mengirimkan tentaranya untuk merebut pusat perdagangan di Selat Malaka dari kekuasaan Sriwijaya. antara lain membangun bendungan atau waduk untuk pengairan. Air Langga mendapat gemblengan dari para Brahmana dan dinobatan menjadi raja. Air Langga dinikahkan oleh Dharmawangsa. Ini membuktikan antara agama Hindu dan Buddha bisa hidup saling berdampingan. Air Langga memindahkan ibukota kerajaan Medang ke Kahuripan. secara tiba-tiba datang serangan dari kerajaan Wura Wuri (kerajaan bawahan Sriwijaya) yang menewaskan Dhramawangsa dan keluarga. Akan usaha untuk meningkatkan perdagangan mengalami kesulitan. Selama di pengasingan. Peristiwa kehancuran yang menewaskan Dharmawangsa disebut dengan Pralaya. Setelah berhasil memulihkan kewibawaan kerajaan. Mpu Sindok bergelar Sri Maharaja Raka i Hino Sri Isyana Wikrama Dharmatunggadwea. pada tahun 1003 M. Air langga (Erlangga) Air langga adalah putera Raja Bali bernama Udaya yang menikah dengan Mahendradatta saudari raja Dharmawangsa. Karena perdagangan di kawasan perairan jawa dan Sumatera masih dikuasai Kerajaan Sriwijaya. Pada waktu pesta pernikahan. Dharmawangsa Teguh Setelah Mpu Sindok. Berbagai usaha yang dilakukan untuk memakmurkan rakyat. Mpu Sindok memerintah dengan bijaksana. Air Langga lolos dari pembunuhan. Selama memerintah.

Air Langga pun sangat memperhatikan para Brahmana yang telah menggembleng ketika di hutan Bentuk perhatian Air Langga terhadap para Brahmana adalah dengan mendirikan bangunan suci di daerah Peucangan. Birma. Membangun waduk waringin sapta untuk mencegah banjir musiman. Atas keberhasilan raja Air Langga tersebut dalam membangun kerajaan maka pengalaman hidupnya dikisahkan dalam sebuah kitab bernama Arjuna wiwaha yang digubah oleh Mpu Kanwa. Jenazahnya disemayamkan di lereng gunung Pananggungan dalam candi Belahan.Usaha yang dilakukan Air Langga dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Medang. Memperbaiki pelabuhan Hujung Galuh. Untuk menghindari dari perang saudara. maka tahta beralih pada putera Air Langga yang lahir dari Selir. yaitu Jenggala dan Panjalu. telah mendorong Kerajaan Medang Kamulan kepuncak kejayaan dan kemakmuran. Pembagian dibantu oleh Mpu Bharada. Air Langga meninggal pada tahun 1049 M. Batas kedua kerajaan dibatasi oleh sungai Brantas. antara lain : 1. di muara Kali Brantas. Maka dengan demikian berakhirlah kerajaan Medang Kamulan sekaligus Dinasti Isyana Medang Kamulan – Kerajaan Pertama Di Jawa.Usaha-usaha yang dilakukan Air Langga. Air Langga membagi dua kerajaan. Namun karena ia memilih menjadi pertapa. Pelabuhan Hujung Galuh dan Tuban menjadi bender dagang yang ramai. Di penghujung akhir hayatnya. 3. Kapal-kapal dari India.Selain usaha dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat. Kamboja dan Champa berkunjung kedua tempat itu. 2. Membangun jalan-jalan yang menghubungkan pesisir ke pusat kerajaan. . Air Langga memutuskan mundur dari kerajaan dan menjadi memutuskan untuk menjadi pertapa dengan sebutan resi Gentayu. Pewaris tahta kerajaan seharusnya seorang puteri (sri Sanggramawijaya) yang lahir dari permaisuri.

Selanjutnya. Baris ke-782 dan 783 dari naskah kedua Perjalanan Bujangga Manik dari abad ke-15 menyebutkan bahwa setelah ia (Bujangga Manik) meninggalkan Pulutan (sekarang desa di barat kota Purwodadi) ia tiba di “Medang Kamulan”. Naskah inilah yang pertama kali menyebut bahwa memang ada tempat bernama Medang Kamulan. Dalam legenda Aji Saka. Medang Kamulan adalah wilayah atau kerajaan setengah mitologis yang dianggap pernah berdiri di Jawa Tengah dan mendahului Kerajaan Medang (kamulan berarti “permulaan”. Medang Kamulan adalah negeri tempat berkuasanya Prabu Dewata Cengkar yang lalim.Di posting saya terdahulu tentang perjalanan sejarah kerajaan kuno di indonesia. bahwa Medang Kamulan dapat dinisbatkan kepada “Hasin-Medang-Kuwu-lang-pi-ya” yang diajukan van Orsoy. dalam artikelnya tentang Kerajaan “Ho-Ling” yang disebut catatan Tiongkok. yang dikatakan mendahului Kerajaan Sunda Galuh Kerajaan Medang Kamulan . Cerita rakyat lain (di antaranya termasuk legenda Loro Jonggrang dan berdirinya Madura) menyatakan. Hal ini membuka kemungkinan bahwa Medang Kamulan barangkali memang pernah ada. Legenda Aji Saka sendiri menyebutkan bahwa Bledug Kuwu di Kabupaten Grobogan adalah tempat munculnya Jaka Linglung setelah menaklukkan Prabu Dewata Cengkar. Masyarakat Sunda diketahui mengenal legenda mengenai kerajaan ini. Medang Kamulan dikuasai oleh Prabu Gilingwesi. di selatan “Medang Kamulan”. jadi “Medang Kamulan” berarti “pra-Medang”). Kerajaan ini dikatakan “setengah mitologis” karena tidak pernah ditemukan bukti-bukti fisik keberadaannya. walaupun ia sendiri tidak yakin. meskipun tidak dikatakan bahwa itu adalah kerajaan. Cerita pewayangan versi Jawa menyebutkan bahwa Medang Kamulan adalah tempat bertahtanya Batara Guru. Kerajaan Medang Kamulan menempati posisi pertama sebagai kerajaan pertama yang ada di Jawa. Van der Meulen menduga. Sumber-sumber mengenai kerajaan ini hanya berasal dari cerita-cerita rakyat (misalnya dalam Legenda Loro Jonggrang) dan penyebutan oleh beberapa naskah kuno. dikatakan pula bahwa setelah ia menyeberang Sungai Wuluyu tibalah ia di “Gegelang” (Madiun selatan).

Berita Prasasti Beberapa prasasti yang mengungkapkan Kerajaan Medang Kamulan antara lain: • Prasasti dari Mpu Sindok.Berdasarkan penemuan beberapa prasasti. Berita Cina berasal dari catatan-catatan yang ditulis pada zaman Dinasti Sung. . Catatancatatan Kerajaan Sung itu menyatakan bahwa antara kerajaan yang berada di Jawa dan Kerajaan Sriwijaya sedang terjadi permusuhan. c. b. Kehidupan Politik Sejak berdiri dan berkembangnya Kerajaan Medang Kamulan. Berita dari India mengatakan bahwa Kerajaan Sriwijaya menjalin hubungan persahabatan dengan Kerajaan Chola untuk membendung dan menghalangi kemajuan Kerajaan Medang Kamulan pada masa pemerintahan Raja Dharmawangsa. terdapat beberapa raja yang diketahui memerintah kerajaan ini. Oleh karena kondisi Jawa Tengah tidak memungkinkan bertahtanya Dinasti Sanjaya akibat desakan Kerajaan Sriwijaya. Kerajaan itu didirikan oleh Mpu Sindok. keadaan Jawa Timur dapat dikatakan suram. wilayah kekuasaan Kerajaan Medang Kamulan mencakup hampir seluruh wilayah Jawa Timur. Raja Mpu Sindok Raja Mpu Sindok memerintah Kerajaan Medang Kamulan dengan gelar Mpu Sindok Sri Isyanatunggadewa. Raja Mpu Sindok termasuk keturunan Raja Dinasti Sanjaya (Mataram) di Jawa Tengah. setelah Mpu Sindok turun tahta. Pasuruan di sebelah timur. maka Mpu Sindok memindahkan pusat pemerintahannya dari Jawa Tengah ke Jawa Timur. pasukan dari Jawa telah meninggalkan Sriwijaya dan Kerajaan Medang Kamulan dapat memajukan pelayaran dan perdagangan. sehingga ketika Duta Sriwijaya pulang dari Cina (tahun 990 M). Namun. Dalam perkembang-an selanjutnya. Wilayah kekuasaan Kerajaan Medang Kamulan pada masa pemerintahan Mpu Sindok mencakup Nganjuk di sebelah barat. Bahkan dalam prasasti terakhir. Baru setelah Airlangga naik tahta muncul prasasti-prasasti yang dijadikan sumber untuk mengetahui keberadaan Kerajaan Medang Kamulan di Jawa Timur. prasasti dari Raja Airlangga yang menyebutkan silsilah keturunan dari Raja Mpu Sindok. Ibukotanya bernama Watan Mas. • Prasasti Calcuta. Berita Asing Berita asing tentang keberadaan Kerajaan Medang Kamulan di Jawa Timur dapat diketahui melalui berita dari India dan Cina. tahun 992 M tercatat pada catatan-catatan negeri Cina tentang datangnya duta persahabatan dari Jawa. • Prasasti Mpu Sindok dari daerah Bangil menyatakan bahwa Raja Mpu Sindok memerintah pembuatan satu candi sebagai tempat pendharmaan ayahnya dari permaisurinya yang bernama Rakryan Bawang. Dari gelar Mpu Sindok itulah diambil nama Dinasti Isyana. dari Desa Tangeran (daerah Jombang) tahun 933 M menyatakan bahwa Raja Mpu Sindok memerintah bersama permaisurinya Sri Wardhani Pu Kbin. Sumber Sejarah Sumber sejarah Kerajaan Medang Kamulan berasal dari berita asing dan prasasti-prasasti. Raja-raja tersebut adalah sebagai berikut. dan Malang di sebelah selatan. Di samping itu. Pada tahun 992 M. Mpu Sindok adalah peletak dasar Kerajaan Medang Kamulan di Jawa Timur. terpaksa harus tinggal dulu di Campa sampai peperangan itu reda. Surabaya di sebelah utara. • Prasasti Mpu Sindok dari Lor (dekat Nganjuk) tahun 939 M menyatakan bahwa Raja Mpu Sindok memerintah pembuatan candi yang bernama Jayamrata dan Jayastambho (tugu kemenangan) di Desa Anyok Lodang. dapat diketahui bahwa Kerajaan Medang Kamulan terletak di muara Sungai Brantas. setelah ia memindahkan pusat pemerintahannya dari Jawa Tengah ke Jawa Timur. karena tidak adanya prasasti-prasasti yang menceritakan kondisi Jawa Timur. a.

Ketika Airlangga berusia 16 tahun ia dinikahkan dengan putri Dharmawangsa. Airlangga berhasil melarikan diri bersama pengikutnya yang setia. Namun Airlangga dapat melarikan diri bersama pengikutnya yang setia. Selama tiga tahun (1016-1019 M).Dharmawangsa Raja Dharmawangsa dikenal sebagai salah seorang raja yang memiliki pandangan politik yang tajam. Airlangga menghadapi lawan-lawan yang cukup kuat seperti Kerajaan Wurawari. dengan gelar Rakai Halu Sri Lakeswara Dharmawangsa Airlangga Teguh Ananta Wirakramatunggadewa. Airlangga berusaha mempersiapkan diri agar dapat menghadapi lawan-lawan kerajaannya. Kemudian. atas tuntutan dari rakyatnya. Pada saat upacara pernikahan itulah terjadi serangan dari Kerajaan Wurawari. Raja Dharmawangsa mengerahkan seluruh angkatan lautnya untuk menduduki dan menguasai Kerajaan Sriwijaya. untuk menghindari perang saudara. Setelah Airlangga berhasil mengalahkan musuh-musuhnya. Kerajaan Medang Kamulan terbagi dua. Dalam waktu singkat Kerajaan Medang Kamulan berhasil meningkatkan kesejahteraannya. Kerajaan Wengker. yaitu Narottama ke dalam hutan. yaitu dengan Kerajaan Wurawari. Kerajaan Sriwijaya mengadakan hubungan dengan kerajaan kecil yang ada di Jawa. Raja Dharmawangsa percaya bahwa kedudukan ekonomi Kerajaan Sriwijaya yang kuat merupakan ancaman bagi perkembangan Kerajaan Medang Kamulan. Dalam serangan itu. Airlangga digembleng baik lahir maupun batin di hutan Wonogiri. Tahta kerajaan diserahkan kepada seorang putrinya yang terlahir dari permaisuri. Peperangan menghadapi Rangda Indirah ini diceritakan melalui cerita yang berjudul Calon Arang. Kebesaran Dharmawangsa tampak jelas pada politik luar negerinya. tetapi putrinya telah memilih menjadi seorang pertapa dengan gelar Ratu Giri Putri. yaitu Narottama. pada tahun 1019 M Airlangga bersedia dinobatkan menjadi raja untuk meneruskan tradisi Dinasti Isyana. Selanjutnya. yaitu Kerajaan Jenggala dan Kerajaan Kediri (Panjalu). Raja Dharmawangsa beserta kerabat istana tewas. Di tengah hutan Airlangga hidup seperti seorang pertapa dengan menanggalkan pakaian kebesarannya. . selang beberapa tahun kemudian. keadaan masyarakatnya stabil. Airlangga Dalam prasasti Calcuta disebutkan bahwa Raja Airlangga masih termasuk keturunan Raja Mpu Sindok dari pihak ibunya yang bernama Mahendradata (Gunapria Dharmapatni) yang menikah dengan Raja Udayana. pada tahun 1042 M Raja Airlangga memasuki masa kependetaan. Antara tahun 1019-1028 M. Airlangga berjuang untuk mengembalikan kewibawaan kerajaan. Setelah tercapai kestabilan dan kesejahteraan kerajaan. Dalam usaha menundukkan Kerajaan Medang Kamulan. Serangan itu terjadi ketika Raja Dharmawangsa melaksanakan upacara pernikahan putrinya dengan Airlangga (dari Bali). dan Raja Futri dari selatan yang bernama Rangda Indirah. Seperti sudah disebut. maka tahta kerajaan diserahkan kepada kedua orang putra yang terlahir dari selir Airlangga. yang mengakibatkan hancurnya Kerajaan Medang Kamulan. Serangan dari Kerajaan Wurawari itulah yang mengakibatkan hancurnya Kerajaan Medang Kamulan (1016 M). Dengan persiapan yang cukup. ia mulai membangun kerajaan di segala bidang kehidupan untuk kemakmuran rakyatnya. Sriwijaya bangkit dan mengadakan pembalasan terhadap Kerajaan Medang Kamulan yang masih diperintah oleh Dharmawangsa. antara tahun 1028-1035 M. Akan tetapi. Oleh karena itu.

Berbagai usaha yang dilakukan untuk memakmurkan rakyat. dan perdagangan. Larangan ini bertujuan untuk melestarikan sumber daya alam. Kerajaan Medang menjadi Kerajaan tersendiri sejak Mpu sindok membentuk Dinasti Baru yaitu Isyana. Air Langga lolos dari pembunuhan. antara lain membangun bendungan atau waduk untuk pengairan. b. c. ia dibantu oleh oleh permaisurinya bernama Sri wardhani Pu Kbin . Letak GeografisKerajaan Medang kamulan merupakan Kerajaan kelanjutan dari Mataram Lama di Jawa Tengah. Mpu Sindok bergelas Sri Maharaja Raka i Hino Sri Isyana Wikrama Dharmatunggadwea. Saat memerintah. Mpu Sindok memerintah selama 20 tahun. Dharmawangsa Teguh Setelah Mpu Sindok.sejarah tentang kerajaan di Indonesia. Sumber Sejarah • Prasasti Mpu Sindok Prasasti ini menyebutkan beberapa tulisan tentang usaha-usaha yang dilakukan Mpu Sindok ketika memerintah di Kerajaaan Medang • Prasasti Calcuta Prasasti ini menyebutkan tentang silsilah raja-raja yang memerintah di Dinasti Isyana (Mpu Sindok) sampai masa masa pemerintahan Raja Air Langga. 3. Raja Adhamapanuda tahun 1031 M termasuk Wura . Medang Kamulan diteruskan oleh Dharma Teguh yang juga merupakan cucu dari Mpu Sindok. Akibat serangan tersebut Kerajaan Medang mengalami kehancuran. Letak Kerajaan berada di wilayah Jawa Timur. Bahkan Sriwijaya membalas melalui serangan kerajaan Wura Wuri (kerajaan bawahan atau vassalSriwijaya). Dalam bidang agama . Usaha tersebut antara lain dengan meningkatkan pertanian. Serangan tersebut ternyata tidak berhasil. Pada waktu pesta pernikahan. Air langga (Erlangga) Air langga adalah putera Raja Bali bernama Udaya yang menikah dengan Mahendradatta saudari raja Dharmawangsa. Perhatian membuktikan antara agama Hindu dan Buddha bisa hidup saling berdampingan. 2. Mpu Sindok Mpu Sindok merupakan Raja pertama di Kerajaan Medang Kamulan. Selama memerintah. Akan usaha untuk meningkatkan perdagangan mengalami kesulitan. Mpu Sindok meskipun agama Hindu. Air Langga dinikahkan oleh Dharmawangsa. Dharmawangsa mengirimkan tentaranya untuk merebut pusat perdagangan di Selat Malaka dari kekuasaan Sriwijaya. Raja Mpu sindok melarang rakyat untuk menangkap ikan di bendungan tersebut. Peristiwa kehancuran yang menewaskan Dharmawangsa disebut dengan Pralaya. Secara berturut-turut Air Langga berhasil menaklukan rajaraja bawahan (vassal) Sriwijaya seperti Bisaprabhawa ditaklukan tahun 1029 M. Mpu Sindok memerintah dengan bijaksana. Karena perdagangan di kawasan perairan jawa dan Sumatera masih dikuasai Kerajaan Sriwijaya. sangat memperhatikan usaha penggubahan Kitab Buddha Mahayana. Perkembangan Pemerintahan a. secara tiba-tiba datang serangan dari kerajaan Wura Wuri (kerajaan bawahan Sriwijaya) yang menewaskan Dhramawangsa dan keluarga. Air Langga mendapat gemblengan dari para Brahmana dan dinobatan menjadi raja. Akhir Langga berusaha memulihkan kewibawaan Kerajaan Medang. Selama di pengasingan. Selama pemerintahannya. Medangkamulan 1. Dalam rangka mematahkan pengaruh Sriwijaya. Hasil gubahan berupa kitab Sang Hyang Kamahayanikan. raja Wijayawarman dari Wengker tahun 1034. Atas bantuan Narattoma berhasil melarikan diri ke hutan. ia berusaha meningkatkan kesejahteraan rakyatnya. pada tahun 1003 M. Ketika terjadi peristiwa tersebut.

Namanya dicatat dalam yupa karena kedermawanannya menyedekahkan 20. di muara Kali Brantas. Namun karena ia memilih menjadi pertapa. Ia juga . Karena memang sangat sedikit informasi yang dapat diperoleh akibat kurangnya sumber sejarah. Jenazahnya disemayamkan di lereng gunung Pananggungan dalamcandi Belahan. Untuk menghindari dari perang saudara. Kudungga adalah pembesar dari Kerajaan Campa (Kamboja) yang datang ke Indonesia. Membangun jalan-jalan yang menghubungkan pesisir ke pusat kerajaan Pelabuhan Hujung Galuh dan Tuban menjadi bender dagang yang ramai. Kerajaan kutai Kutai Martadipura adalah kerajaan tertua bercorak Hindu di Nusantara dan seluruh Asia Tenggara. Nama Kutai diberikan oleh para ahli karena tidak ada prasasti yang secara jelas menyebutkan nama kerajaan ini. Membangun waduk waringin sapta untuk mencegah banjir musiman 3. Usaha-usaha yang dilakukan Air Langga.Wuri tahun 1035. antara lain : 1. Air Langga memindahkan ibukota kerajaan Medang keKahuripan. Batas kedua kerajaan dibatasi oleh sungai Brantas. [sunting]Mulawarman Mulawarman adalah anak Aswawarman dan cucu Kudungga. Kapal-kapal dari India. [sunting]Aswawarman Aswawarman mungkin adalah raja pertama Kerajaan Kutai yang bercorak Hindu. maka tahta beralih pada putera Air Langga yang lahir dari Selir. yaitu Jenggala dan Panjalu. Kamboja dan Champa berkunjung kedua tempat itu. Setelah berhasil memulihkan kewibawaan kerajaan. Nama Kutai diambil dari nama tempat ditemukannya prasasti yang menggambarkan kerajaan tersebut. Kerajaan ini terletak di Muara Kaman. Air Langga meninggal pada tahun 1049 M. Maka dengan demikian berakhirlah kerajaan Medang Kamulan sekaligus Dinasti Isyana. Dari salah satu yupa tersebut diketahui bahwa raja yang memerintah kerajaan Kutai saat itu adalah Mulawarman. [sunting]Sejarah [sunting]Yupa Informasi yang ada diperoleh dari Yupa / prasasti dalam upacara pengorbanan yang berasal dari abad ke-4. Di penghujung akhir hayatnya. Selain usaha dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat. Kudungga sendiri diduga belum menganut agama Budha. Air Langga memutuskan mundur dari kerajaan dan menjadi memutuskan untuk menjadi pertapa dengan sebutan resi Gentayu. 2. Nama Mulawarman dan Aswawarman sangat kental dengan pengaruh bahasa Sanskerta bila dilihat dari cara penulisannya. Pewaris tahta kerajaan seharusnya seorang puteri (sri Sanggramawijaya) yang lahir dari permaisuri. Pembagian dibantu oleh Mpu Bharada. Memperbaiki pelabuhan Hujung Galuh. Kalimantan Timur. Air Langga pun sangat memperhatikan para Brahmana yang telah menggembleng ketika di hutan Bentuk perhatian Air Langga terhadap para Brahmana adalah dengan mendirikan bangunan suci di daerah Peucangan.000 ekor sapi kepada kaum brahmana. Birma. Air Langga membagi dua kerajaan. telah mendorong Kerajaan Medang Kamulan kepuncak kejayaan dan kemakmuran. Atas keberhasilan raja Air Langga tersebut dalam membangun kerajaan maka pengalaman hidupnya dikisahkan dalam sebuah kitab bernama Arjuna wiwaha yang digubah oleh Mpu Kanwa. Ada tujuh buah yupa yang menjadi sumber utama bagi para ahli dalam menginterpretasikan sejarah Kerajaan Kutai. Usaha yang dilakukan Air Langga dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Medang. tepatnya di hulu sungai Mahakam.

000 ekor sapi kepada kaum brahmana. Wilayah kekuasaannya meliputi hampir seluruh wilayah Kalimantan Timur. satu diJakarta dan satu di Lebak Banten. di tahun 1365. sekarang disimpan di museum di Jakarta. dan kekeringan yang terjadi pada musim kemarau. Sumber Sejarah Bila menilik dari catatan sejarah ataupun prasasti yang ada. berisi pujian kepada Raja Purnawarman.Penggalian sungai tersebut merupakan gagasan untuk menghindari bencana alam berupa banjir yang sering terjadi pada masa pemerintahan Purnawarman. Kutai Kartanegara selanjutnya menjadi kerajaan Islam yang disebut Kesultanan Kutai Kartanegara. Prasasti Cidanghiyang atau Prasasti Munjul. . Kerajaan Kutai seakan-akan tak tampak lagi oleh dunia luar karena kurangnya komunikasi dengan pihak asing. Dalam catatan sejarah dan peninggalan artefak di sekitar lokasi kerajaan. Kecamatan Munjul. Kecamatan Tarumajaya. ditemukan di Kampung Batutumbu. Aswawarman memiliki 3 orang putera. yang disebutkan dalam sastra JawaNegarakertagama. Kabupaten Bekasi. Selesai penggalian. ditemukan di aliran Sungai Cidanghiang yang mengalir di Desa Lebak. Bukti keberadaan Kerajaan Taruma diketahui melalui sumber-sumber yang berasal dari dalam maupun luar negeri. Kerajaan Kutai mengalami masa keemasan. [sunting]Berakhir Kerajaan Kutai berakhir saat Raja Kutai yang bernama Maharaja Dharma Setia tewas dalam peperangan di tangan Raja Kutai Kartanegara ke-13. yang artinya pembentuk keluarga. Prasasti Kebon Kopi. [sunting]Prasasti yang ditemukan 1. Raja yang pernah berkuasa dan sangat terkenal dalam catatan sejarah adalah Purnawarman. tidak ada penjelasan atau catatan yang pasti mengenai siapakah yang pertama kalinya mendirikan kerajaan Tarumanegara. Kerajaan Tarumanegara ialah kelanjutan dari Kerajaan Salakanagara. dibuat sekitar 400 M (H Kern 1917). Pada tahun417 ia memerintahkan penggalian Sungai Gomati dan Candrabaga (Kali Bekasi) sepanjang 6112 tombak (sekitar 11 km). hingga sangat sedikit yang mendengar namanya. Dari prasasti-prasasti ini diketahui bahwa kerajaan dipimpin oleh Rajadirajaguru Jayasingawarman pada tahun 358 M dan beliau memerintah sampai tahun 382 M. Kutai Kartanegara inilah. Sumber dari dalam negeri berupa tujuh buah prasasti batu yang ditemukan empat di Bogor. Kabupaten Pandeglang. Prasasti Tugu. Desa Tugu. Rakyat Kutai hidup sejahtera dan makmur. 3. dan salah satunya adalah Mulawarman. Banten. Tarumanegara Tarumanagara atau Kerajaan Taruma adalah sebuah kerajaan yang pernah berkuasa di wilayah barat pulau Jawa pada abad ke-4 hingga abad ke-7 M. Bogor 2. Makam Rajadirajaguru Jayasingawarman ada di sekitar sungai Gomati (wilayah Bekasi). Perlu diingat bahwa Kutai ini (Kutai Martadipura) berbeda dengan Kerajaan Kutai Kartanegara yang ibukotanya pertama kali berada di Kutai Lama (Tanjung Kute). Prasasti tersebut isinya menerangkan penggalian Sungai Candrabaga oleh Rajadirajaguru dan penggalian Sungai Gomati oleh Purnawarman pada tahun ke-22 masa pemerintahannya. ditemukan di perkebunan kopi milik Jonathan Rig.diketahui sebagai pendiri dinasti Kerajaan Kutai sehingga diberi gelar Wangsakerta. sang prabu mengadakan selamatan dengan menyedekahkan 1. Aji Pangeran Anum Panji Mendapa. Ciampea. Taruma merupakan salah satu kerajaan tertua di Nusantara yang meninggalkan catatan sejarah. Putra Aswawarman adalah Mulawarman. Dari yupa diketahui bahwa pada masa pemerintahan Mulawarman. terlihat bahwa pada saat itu Kerajaan Taruma adalah kerajaan Hindu beraliran Wisnu.

Bogor 7. Prasasti Jambu. Ciampea. Citeureup. Nanggung. Bogor 6. Prasasti Ciaruteun. Bogor .4. Prasasti Pasir Awi. Bogor 5. Ciampea. Prasasti Muara Cianten.

Selain itu. [sunting]Prasasti Pasir Muara Di Bogor. Sekarang termasuk wilayah Kecamatan Cibungbulang. Prasasti ini peninggalan Purnawarman. yang pada awalnya merupakan perkembangan dari aksara tipe Pallawa Lanjut.Lahan tempat prasasti itu ditemukan berbentuk bukit rendah berpermukaan datar dan diapit tiga batang sungai: Cisadane. di antara bawahan Tarumanagara pada masa pemerintahan Purnawarman terdapat nama “Rajamandala” (raja daerah) Pasir Muhara. Pada zaman ini. Sampai abad ke-19 jalur sungai itu masih digunakan untuk angkutan hasil perkebunan kopi. sarga 3. [sunting]Prasasti Ciaruteun Prasasti Ciaruteun ditemukan pada aliran Ci Aruteun. namun pada tahun1981 diangkat dan diletakkan di dalam cungkup. Kehadiran prasasti Purnawarman di kampung itu menunjukkan bahwa daerah itu termasuk kawasan kekuasaannya. seratus meter dari pertemuan sungai tersebut dengan Ci Sadane. Dalam prasasti itu dituliskan : ini sabdakalanda rakryan juru panga-mbat i kawihaji panyca pasagi marsa-n desa barpulihkan haji su-nda Terjemahannya menurut Bosch: Ini tanda ucapan Rakryan Juru Pengambat dalam tahun (Saka) kawihaji (8) panca (5) pasagi (4). Isinya adalah puisi empat baris. yang menunjukkan tanda kekuasaan &mdash& fungsinya seperti “tanda tangan” pada zaman sekarang. yang mengacu pada model aksara Kamboja dengan beberapa cirinya yang masih melekat. Menurut Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara parwa II. Karena angka tahunnya bercorak “sangkala” yang mengikuti ketentuan “angkanam vamato gatih” (angka dibaca dari kanan). berbahasa Sansekerta. ada pula gambar sepasang “pandatala” (jejak kaki). prasasti ditemukan di Pasir Muara. tidak jauh dari prasasti Telapak Gajah peninggalan Purnawarman. Sekarang masih digunakan oleh pedagang bambu untuk mengangkut barang dagangannya ke daerah hilir. maka prasasti tersebut dibuat dalam tahun 458 Saka atau 536 Masehi. aksara tersebut belum mencapai taraf modifikasi bentuk khasnya sebagaimana yang digunakan naskah-naskah (lontar) abad ke16. Dahulu termasuk bagian tanah swasta Ciampea. yang berbunyi: vikkrantasyavanipateh shrimatah purnavarmmanah tarumanagararendrasya vishnoriva padadvayam Terjemahannya menurut Vogel: Kedua (jejak) telapak kaki yang seperti (telapak kaki) Wisnu ini kepunyaan raja dunia yang gagah berani yang termashur Purnawarman penguasa Tarumanagara. tempat itu masih dilaporkan dengan nama Pasir Muara. beraksara Palawa. pemerintahan begara dikembalikan kepada raja Sunda. Cianten dan Ciaruteun. [sunting]Prasasti Telapak Gajah Prasasti Telapak Gajah bergambar sepasang telapak kaki gajah yang diberi keterangan satu baris berbentuk puisi berbunyi: jayavi s halasya tarumendrsaya hastinah airavatabhasya vibhatidam padadavayam Terjemahannya: Kedua jejak telapak kaki adalah jejak kaki gajah yang cemerlang seperti Airawata kepunyaan . dahulu merupakan sebuah “kota pelabuhan sungai” yang bandarnya terletak di tepi pertemuan Cisadane dengan Cianten. Sampai abad ke-19. di tepi sawah. Prasasti pada zaman ini menggunakan aksara Sunda kuno. Prasasti itu kini tak berada ditempat asalnya. halaman 161. Kampung Muara tempat prasasti Ciaruteun dan Telapak Gajah ditemukan.

tetapi merupakan duri bagi musuh-musuhnya. 3. Maka berdasarkan sumber-sumber yang telah dijelaskan sebelumnya maka dapat diketahui beberapa aspek kehidupan tentang Taruma. Terjemahannya menurut Vogel: Yang termashur serta setia kepada tugasnya ialah raja yang tiada taranya bernama Sri Purnawarman yang memerintah Taruma serta baju perisainya tidak dapat ditembus oleh panah musuh-musuhnya. Berdasarkan prasast-prasati tersebut diketahui raja yang memerintah pada waktu itu adalah Purnawarman. Kerajaan Tarumanegara diperkirakan berkembang antara tahun 400-600 M. Ukiran kepala gajah bermahkota teratai ini oleh para ahli diduga sebagai “huruf ikal” yang masih belum terpecahkan bacaaanya sampai sekarang. matahari kembar atau kombinasi surya-candra (matahari dan bulan). Dari tiga berita di atas para ahli menyimpulkan bahwa istilah To-lo-mo secara fonetis penyesuaian kata-katanya sama dengan Tarumanegara. menceritakan bahwa tahun 528 dan 535 telah datang utusan dari To-lomo (“Taruma”) yang terletak di sebelah selatan. bendera Kerajaan Tarumanagara berlukiskan rangkaian bunga teratai di atas kepala gajah. Berita Dinasti Tang. gajah perang Purnawarman diberi nama Airawata seperti nama gajah tunggangan Indra. yang banyak adalah orang-orang yang beragama Hindu dan “beragama kotor” (maksudnya animisme). Bahkan diberitakan juga. yang selalu berhasil menghancurkan benteng musuh. Berita Fa Hien. Kecamatan Leuwiliang. Berita Dinasti Sui. Airawata adalah nama gajah tunggangan Batara Indra dewa perang dan penguawa Guntur. Menurut Pustaka Parawatwan i Bhumi Jawadwipa parwa I. . Desa Pasir Gintung. 1.penguasa Tarumanagara yang jaya dan berkuasa. Demikian pula tentang ukiran sepasang tanda di depan telapak kaki ada yang menduganya sebagai lambang labah-labah. juga menceritakan bahwa tahun 666 dan 669 telah datang utusan dari To-lo-mo. Demikian pula mahkota yang dikenakan Purnawarman berukiran sepasang lebah. Ukiran bendera dan sepasang lebah itu dengan jelas ditatahkan pada prasasti Ciaruteun yang telah memancing perdebatan mengasyikkan di antara para ahli sejarah mengenai makna dan nilai perlambangannya. [sunting]Sumber berita dari luar negeri Sumber-sumber dari luar negeri semuanya berasal dari berita Tiongkok. yang selalu menghadiahkan jamuan kehormatan (kepada mereka yang setia kepadanya). masih ada satu lagi prasasti lainnya yaitu prasasti batu peninggalan Tarumanagara yang terletak di puncak Bukit Koleangkak. Menurut mitologi Hindu. kepunyaannyalah kedua jejak telapak kaki ini. sarga 1. [sunting]Prasasti Jambu Di daerah Bogor. Keterangan pustaka dari Cirebon tentang bendera Taruma dan ukiran sepasang “bhramara” (lebah) sebagai cap pada mahkota Purnawarman dalam segala “kemudaan” nilainya sebagai sumber sejarah harus diakui kecocokannya dengan lukisan yang terdapat pada prasasti Ciaruteun. tahun 414M dalam bukunya yang berjudul Fa Kao Chi menceritakan bahwa di Ye-po-ti (“Jawadwipa”) hanya sedikit dijumpai orang-orang yang beragama Buddha. Prasasti inipun berukiran sepasang telapak kaki dan diberi keterangan berbentuk puisi dua baris: shriman data kertajnyo narapatir – asamo yah pura tarumayam nama shri purnnavarmma pracurarupucara fedyavikyatavammo tasyedam – padavimbadavyam arnagarotsadane nityadksham bhaktanam yangdripanam – bhavati sukhahakaram shalyabhutam ripunam. Pada bukit ini mengalir (sungai) Cikasungka. 2.

meliputi hapir seluruh Jawa Barat yang membentang dari Banten.[5] Naskah inilah yang pertama kali menyebutkan bahwa memang ada tempat bernama Medang Kamulan. Hal ini didasarkan pada fakta lapangan bahwa di sekitar desa Kadisaba. Sleman. Baris ke-782 dan 783 dari naskah kedua Perjalanan Bujangga Manik dari abad ke-15 menyebutkan bahwa setelah Bujangga Manik meninggalkan Pulutan (sekarang adalah desa di sebelah barat Purwodadi. bahwa Medang Kamulan dapat dinisbahkan kepada “Hasin-Medang-Kuwu-lang-pi-ya” yang diajukan van Orsoy.[3] Van der Meulen menduga. Jawa Tengah) ia tiba di “Medang Kamulan”. menyatakan bahwa Medang Kamulan dikuasai oleh Prabu Gilingwesi. kraton Sanjaya dikatakan terletak di Medang di Poh Pitu (ri mdang ri poh pitu). Di daerah Medarintotex (GKBI Medari) pernah diketemukan bekas-bekas peninggalan purbakala berupa fondasi bangunan dan sisa-sisa tembok keliling yang terbuat dari batu andesit. Sumber-sumber mengenai kerajaan ini hanya berasal dari cerita-cerita rakyat. Dalam legenda Aji Saka. terutama yang jelas berupa bekas-bekas sebuah tembok keliling. Cerita pewayangan versi Jawa menyebutkan bahwa Medang Kamulan adalah tempat bertahtanya Batara Guru[1]. Budayawan Linus Suryadi AG (almarhum) juga mempunyai pandangan serupa. . Penggalian purbakala yang dilakukan disana terpaksa dihentikan karena terbentur bekuan batuan lahar yang sangat keras pada kedalaman satu meter dari permukaan tanah sekarang.Wilayah kekuasaan Purnawarman menurut prasasti Tugu. Sleman ditemukan bekas Wihara Budha. dikatakan pula bahwa setelah menyeberangi Sungai Wuluyu. Dimana letak Poh Pitu itu hingga kini belum dapat ditentukan.[4] dalam artikelnya tentang Kerajaan “Ho-Ling” yang disebut catatan Tiongkok. Uniknya. Bukankan dalam prasasti Medang disebut terletak di Poh Pitu. Medang Kamulan adalah wilayah atau kerajaan setengah mitologis yang dianggap pernah berdiri di Jawa Tengah dan mendahului Kerajaan Medang. Dan tampaknya di wilayah ini banyak bangunan sekolahan jaman kuno (Wihara). Medang Kamulan adalah negeri tempat berkuasanya Prabu Dewata Cengkar yang zalim. Dalam prasasti. dan penyebutan oleh beberapa naskah kuno. tibalah ia di Gegelang yang terletak di sebelah selatan Medang Kamulan. walaupun ia sendiri tidak yakin. di antaranya termasuk legenda Loro Jonggrang dan berdirinya Madura. Salah satu tempat yang diperkirakan sebagai pusat Kerajaan Mataram itu terletak di Medari. dapat diperkirakan bahwa daerah itu pada jaman dahulu merupakan tempat pemukiman. Hal ini membuka kemungkinan bahwa Medang Kamulan barangkali memang pernah ada.[2] Legenda Aji Saka sendiri menyebutkan bahwa Bledug Kuwu di Kabupaten Grobogan adalah tempat munculnya Jaka Linglung setelah menaklukkan Prabu Dewata Cengkar. Pendapat ini dilengkapi dengan terdapatnya desa kepitu di selatan Medari. Dugaan pusat Kerajaan Mataram di Medari itu bisa juga dirunut dari kalimat “ri medang ri” yang lama-kelamaan dibaca sebagai “medari”. meskipun tidak dikatakan bahwa itu adalah kerajaan. misalnya dalam legenda Loro Jonggrang. Poh Pitu ini pada jaman sekarang berubah menjadi desa Kepitu. Dari beberapa sisa bangunan yang telah diketemukan. Bogor dan Cirebon. Kerajaan ini dikatakan setengah mitologis karena tidak pernah ditemukan bukti-bukti fisik keberadaannya. Cerita rakyat lain. “Kamulan” berarti “permulaan”. Jakarta. Rupanya daerah ini pernah mengalami musibah dilanda lahar panas. Selanjutnya. di sekitar desa Kepitu tersebut tidak terdapat desa Kanem atau Kewolu. sehingga “Medang Kamulan” dapat diartikan sebagai “pra-Medang”.

Kusen (Almarhum) terhadap lokasi Candi Prambana. Memang. Berarti candi-candi itu sempat terkubur lahar Merapi. yaitu di daerah Gunung Wukir di Salam. Kesimpulan yang dibuat oleh Drs. Sayang sekali. Jika candi tersebut merupakan sebuah kumpulan yang luas. Candi ini diberi nama Candi Batumiring. “kata Joko Dwiyanto. sehingga dalam anggapan para pujangga hal itu dianggap sebagai kehancuran dunia pada akhir masa Kaliyuga. Maka harus dibangun kerajaan baru dengan wangsa yang baru pula. Apalagi Candi Prambanan dan Candi Sewu yang bisa dipastikan sebagai candi kerajaan terdapat disini. Keadaan ini sama seperti yang dialami candi Sambisari di daerah Kalasan yang juga diketemukan di kedalaman enam meter di bawah permukaan tanah sekarang. Letaknya terbenam sedalam lima meter dibawah permukaan tanah sekarang. Prambanan merupakan daerah yang sangat kaya peninggalan monumen dari jaman Mataram kuno. Kusen (Almarhum) sampai pada kesimpulan bahwa salah satu pusat Kerajaan Medang berada di Randusari. Menurut prasasti Harinjing (726 Masehi).” Candi merupakan petunjuk terdapatnya aktivitas manusia masa Hindu. Letak Tamwlang mungkin di daerah Jombang dimana masih ada desa Tambelang. Pendapat ini sangat beralasan. Raja Rakai Panangkaran memindahkan pusat kerajaannya dari daerah Kedu ke lembah di lereng Gunung Merapi. .Pusat kerajan Rakai Watukura Dyah Balitung berpusat di daerah Kedu Selatan mengingat gelar rakainya. “tambah Joko Dwiyanto. Wonoboyo merupakan pemukiman bangsawan yang terletak di pusat Kerajaan. kemungkinan besar pusat kerajaan juga berada di sekitar tempat itu. Tidak jauh dari Medari di desa Morangan dalam bulan September 1965 pernah diketemukan sebuah candi. Rupa-rupanya Kerajaan itu tetap bernama Mataram. Wonoboyo dekat dengan Randusari. Raja Rakai Kayuwangi pernah menempatkan kratonnya di Mammratipura (medang i mamratipura). Banyaknya candi yang sudah diketemukan memberi indikasi bahwa daerah ini pernah menjadi pusat kegiatan masyarakat. “Temuan emas di Wonoboyo semakin menguatkan pedapatnya itu. Karena itu maka Mpu Sindok membangun kembali kerajaannya di Jawa Timur. Desa ini terletak sekitar 3 Km di sebelah timur Candi Prambanan. “Kraton Medang kemungkinan terletak di dalam radius tertentu dari candi Gunung Wukir. Mungkin di daerah Sragen di sebelah timur Sungai Bengawan Solo atau daerah Purwodadi/Grobogan. Menurutnya. Candi ini tidak bisa ditampakkan kembali. “Dalam sebuah penelitian yang dilakukan Drs. Magelang. juga dilakukan oleh Drs. Maka letak istananya kemungkinan terletak di sekitar candi tersebut. Kraton Medang ternyata tidak hanya di Poh Pitu saja. Di sekitar daerah Salam atau Salaman.Candi yang didirikan Sanjaya diketahui letaknya. Bahkan sekarang sudah ditimbun tanah lagi oleh pemilik pekarangan. Memindahkan pusat kerajaannya ke timur. Ibukotanya bernama Tamwlang. Watugaluh terletak di Jawa Timur. Kerajaan Mataram di Jawa Tengah mengalami kehancuran karena letusan Gunung Merapi yang maha dahsyat. Banyak pihak tentu akan berpendapat bahwa Kraton Medang terletak di daerah Prambanan. Martinus Maria Soekarto kartoatmojo (Almarhum) di daerah Candi Borobudur.

Namun dari bukti-bukti lapangan dan referensi pustaka bisa dikaji kemungkinan letak Mataram Hindu. . Sebab di bekas Kraton Boko itu terdapat replika Candi Prambanan sebagai tempat berdoa atau „caos sesaji‟. Kraton Boko hanya tempat peristirahatan dan benteng terakhir. dari wilayah Kedu selatan sampai di Sleman.Yang masih menjadi pertanyaan kemudian adalah kaitan antara bekas Kraton Boko dengan Candi Prambanan. Namun ada dugaan lain. Dari paparan tadi bisa jadi ada pergeseran pusat pemerintahan Mataram Kuno. Tentang hal ini banyak pakar berbeda pendapat. kemudian ke timur dan setelah menjadi Mataram mungkin di sebelah timur laut kota Yogyakarta.

Jawa Tengah. Penduduk setempat menyebutnya Bledug Kuwu. Jawa Tengah. Di sekitar wilayah itu juga diketemukan peninggalan di Pendem. Jawa Tengah sampai di dekat Madiun. yang mula-mula. Beliau menempatkan kronologi kerajaan Ho-ling ini sebelum Medang. Yang terbanyak ialah antara Purwodadi/Grobogan dan Blora. yang pertama-tama. Karangjati. Karena Boechari menempatkan kronologi Ho-ling lebih tua dari Medang. Kedua desa ini terletak beberapa kilometer di selatan kota Ungaran. Di desa Kuwu di daerah Purwodadi terdapat kawah yang selalu menyemburkan air garam. “tambah Joko Dwiyanto”. Di tempat itu terdapat Candi Sikunir. Sumber ini menyebut Jawa sebagai Ho-ling. Ada sebuah gua yang selalu mengeluarkan air garam (bledug). maka masyarakat menempatkan Medang Kamulan di daerah Grobogan tersebut. Sedangkan Kalingga sebenarnya hanya ada dalam cerita rakyat. Belum lagi arca-arca yang dibawa secara ilegal.”ungkap Joko Dwiyanto”. Dikatakan bahwa Ho-ling adalah kerajaan yang makmur. Keterangan tentang adanya gua yang selalu mengeluarkan air garam memang cocok dengan keadan di Purwodadi. Jawa Timur. . “Kamulan berarti asal. Berita Cina selanjutnya menyebutkan bahwa Ki-yen telah memindahkan ibukota Ho-ling ke timur. Kurang lebih ada sepuluh arca.MELACAK „PETILASAN MATARAM KUNO‟ ANTARA SEMARANG – YOGYAKARTA : KRATON MEDANG KAMULAN BERKIBLAT MERAPI ( TULISAN KEDUA ) Desa Medang dijumpai mulai dari daerah Bagelen di Purworejo. dan Mijel. “Pendapat tersebut dikemukakan oleh Boechari (almarhum). Dari candi ini banyak patung yang telah dipindahkan ke Museum Nasional Jakarta. Jadi Medang Kamulan berarti letak Medang yang pertama atau asal mula medang . Lokasi daerah ini sesuai pula dengan keterangan yang ditulis oleh sumber-sumber Cina dari jaman Dinasti Tang (618-906 Masehi). yang dianggapnya terletak di Grobogan. Van Der Meulen memperkirakan perpindahan itu terjadi dari sekitar Pegunungan Dieng ke kaki sebelah timur Gunung Ungaran. Tidak ada bukti sejarah yang yang mendukumg keberadaannya. Orang di situ membuat garam dari air yang mengalir dari kawah tersebut. Ho-ling ini sering disamakan dengan Kalingga dalam cerita tutur rakyat Jawa Tengah.Di tempat itu diketemukan 77 buah cincin. Pemindahan pusat kerajaan ini terjadi tahun 899-911 Masehi. Jumlah cincin emas yang pernah diketemukan dan kini disimpan di Museum Nasional Jakarta sebagian besar berasal dari Dieng dan sekitar Gunung Ungaran. Tempat yang dimaksud adalah desa Bergas Lor dan Bergas Kidul. Bekas-bekas pemandian juga diketemukan di Kali Taman dan Sindang Beji.

Kota Dieng yang selalu berkabut dalam bahasa Jawa disebut “Kamulan”. Menurutnya terdapat kemiripan tumbuhan yang di tanam di Dieng dengan beberapa bagian di Jawa Barat.Dari penelitian Dr. Agus Pudjoarianto dari Fakultas Biologi UGM. Dugaan ini diperkuat dengan banyaknya candi yang dibangun di wilayah ini. Dari telaah serbuk sari juga didapat bukti adanya lumpur vulkanik yang tebal yang menutupi kegiatan sebelumnya. Dari asumsi ini bisa diduga bahwa awal Kerajaan Medang dari Jawa Barat kemudian berkembang di Jawa Tengah antara lain di Dieng. Dari telaahan serbuk sari yang dilakukan kegiatan yang dilakukan manusia berkelompok ini bisa jadi merupakan sebuah komunitas masyarakat kerajaan. . di Dieng sudah ada kegiatan manusia dari tahun 500 Masehi. Diperkuat dengan nama candi-candi yang ada di Dieng yang diambil dari nama wayang bisa jadi di lereng Gunung Sindoro ini pernah lahir kerajaan. Bahkan dari kisah wayang Lahirnya Abimanyu yang mandi di Sungai Serayu (sir rahayu) terlihat adanya pemahaman akan adanya sosialitas masyarakat kerajaan. Temuan ini memperkuat asumsi hancurnya Kerajaan Medang oleh abu dahsyat Merapi.

raja yang berkuasa sebelum Sanjaya. Hal ini berhubungan dengan kepercayaan bahwa istana yang telah diserbu musuh sudah kehilangan tuahnya.” kata Drs. berdasarkan arti kata itu. Sayang. Medang adalah embrio Mataram. kerajaan Medang sama dengan kerajaan Mataram. Joko Dwiyanto-Dosen Fakultas Arkeologi UGM.MELACAK „PETILASAN MATARAM KUNO‟ ANTARA SEMARANG – YOGYAKARTA : KRATON MEDANG KAMULAN BERKIBLAT MERAPI Jika kita melinta s di jalan raya Yogyakarta – Magelang. perlu dibangun ibukota baru dengan istana baru disertai pembangunan candi untuk pemujaan lingga kerajaan. Peristiwanya tercatat dalam prasasti Canggal yang diketemukan di halaman Candi Gunung Wukir. Candi ini terletak di salah satu puncak Gunung Gendol. tepatnya di daerah kecamatan Salam secara tidak sengaja kita akan menengok ke selatan jalan. Kedua prasasti yang dibuat oleh Dyah Balitung itu berisi daftar raja-raja yang pernah berkuasa di Kerajaan Mataram Kuno. Lebih tepatnya. Pusat kerajaan Sanna dihancurkan. letusan Merapi yang terhebat dalam sejarahnya itu menyebabkan sebagian besar puncaknya lenyap. Perpindahan Kerajaan Medang . Kuburan-kuburan Cina yang terletak di lereng bukit menjadi penyebabnya. Karena itu setelah Sanjaya dinobatkan mejadi raja. pernah menjadi saksi meletusnya Gunung Merapi sepuluh abad silam. Tentang nama Kunjarakunja itu. Gunung Gendol. demikian penduduk setempat menyebutnya. Urutan pertama raja-raja tersebut ditempati oleh Rakai Mataram Sang Ratu Sanjaya (prasasti Mantyasih) dan Rahyangta ri Medang dapat disamakan dengan Rakai Mataram Sang Ratu Sanjaya. Di Gunung Gendol ini pula babak baru Kerajaan Mataram Kuno dimulai. Yogyakarta sekarang. “Medang adalah nama kerajaan sebelum bernama Mataram. Ibukota kerajaan diserbu dan dijarah. banyak dari kita tidak tahu bahwa bukit itu menyimpan sejarah masa lalu yang penting. Disini untuk pertama kalinya nama Medang disebut. Lingga itu ialah Candi Gunung Wukir yang hingga kini masih ada sisa-sisanya. Gerakan tanah ini membentur Pegunungan Menoreh dan membentuk Gunung Gendol. Jadi. yaitu hutan Gajah dan adanya daerah wana ing alas i Saliman. Poerbatjaraka pernah mengemukakan pendapat bahwa yang yang dimaksud dengan daerah itu adalah daerah Sleman. Prasasti ini menulis bahwa Raja sanjaya telah mendirikan lingga diatas Bukit Sthirangga untuk keselamatan rakyatnya pada hari Senin tanggal 13 paro terang bulan Kartika 654 Saka atau 732 Masehi. sehingga terjadi lipatan. Musuh-musuh itu telah menyerang Sanna. Kata Saliman diartikan sebagai daerah Sleman sekarang. Lapisan tanah bergeser ke arah barat daya. Menurut Van Bemmelen. Bangunan suci yang didirikan Sanjaya terletak di wilayah Kunjarakunja. Prasasti Mantyasih dibuat untuk menghormati leluhur yang telah diperdewakan di Medang di Poh Pitu. seorang ahli geologi. Pendirian lingga untuk memperingati bahwa Sanjaya telah dapat membangun kembali Kerajaan dan bertahta setelah menaklukkan musuh-musuhnya. Nama Sanjaya semakin jelas posisinya dalam sejarah Mataram Kuno dengan diketemukannya prasasti Mantyasih (907 Masehi) dan Wanua Tengah III (908 Masehi).

Kosmogoni. Pada kerajaan di Jawa Tengah . yaitu merujuk kepada salah daerah ibu kota kerajaan ini. nama yang lazim dipakai untuk menyebut Kerajaan Medang periode TengahKerajaan Mataram. dan cerita pertikaian antar kasta juga diterbitkan dalam waktu hamper bersamaan. Kerajaan Medang periode Jawa Tengah biasa pula disebut dengan nama Kerajaan Mataram Kuno atau Kerajaan Mataram Hindu. Sebuah kitav agama Hindu Syiwa Brahmanapurana yang berisikan Kosmologi. sejarah para resi. yaitu periode Jawa Tengah. Kerajaan Medang mengalami beberapa masa perpindahan yang cukup siknifikan yaitu : a) b) c) d) e) f) g) Medang i Bhumi Mataram (zaman Sanjaya) Medang i Mamrati (zaman Rakai Pikatan) Medang i Poh Pitu (zama n Dyah Balitung) Medang i Bhumi Mataram (zaman Dyah Wawa) Medang i Tamwlang (zaman Mpu Sindok) Medang i Watugaluh (zaman Mpu Sindok) Medang i Wwatan (zaman Dharmawangsa Teguh) . Nama Mataram merujuk pada nama ibu kota kerajaan ini. dibantu oleh pati sekaligus menantunya. dan sangat toleran terhadap pemeluk agama Budha Mahayana . Kitap ini memuat cerita tentang dewadewa yang mirip dengan relief yang ada di candi Borobudur. Mpu Sindok. Kadang untuk membedakannya dengan Kerajaan Mataram Islam yang berdiri pada abad ke-16. Sementara itu. Kadang untuk membedakannya dengan Kerajaan Mataram Islam yang berdiri pada abad ke-16.serta Sang Hyang Kamahaniyanikan berhasil digubah kedalam Bahasa Jawa Kuno dari Bahasa Sanksekerta. Namun berdasarkan prasasti-prasasti yang telah ditemukan sebetulnya nama Medang sudah dikenal sejak periode sebelumnya. Wawa digantikan Mpu Sindok (929-947) yang dikenal sebagai raja berjiwa prajurid. biasa pula disebut dengan nama Kerajaan Mataram Hindu.raja Wawa(924-929)serta merta tampil sebagai penguasa di jawa tengah. Istilah Kerajaan Medang dipakai untuk menyebut nama kerajaan pada periode Jawa Timur.Pada umumnya sebutan Mataram Kuno lazim dipakai untuk menyebut nama Kerajaan ini pada periode Jawa Tengah.

yang diterjemahkan kedalam Bahasa Jawa Kuna dari kitap Mahabrata India. Tetapi seiring adanya pindahnya kerajaan Mataram kuno ke Jawa Timur disebabkan letusan Gunung Merapi . Cerita Parahyangan menyebutkan nama kerajaan Sanna dan Sanjaya itu Galuh. Dharmawangsa menikah dengan cucu Isyanatunggawiyaya yang lain dan mewarisi tahta mertuanya (991-1016). ia bergelar rakai Mataram. Candi –candi Hindu (Dieng. Besarnya pengaruh Kerajaan Mataram Kuno semakin terdesak ke wilayah timur. sekarang kira-kira adalah wilayah Kabupaten Jombang. beberapa literature masih menyebutkan sebagai Mataram II. diantaranya Kakawin Mahabrata. tempat baru tersebut adalah watugaluh.Pada abad ke-8 kerajaan Pra Mataram Islam (Mataram Kuno) memerintah di Jawa Tengah. Prambanan. Setelah Sri Isyanatunggawijaya meninggal maka kerajaan medang di pimpin oleh Raja Sri Dharmawangsa teguh Anantawikramatunggadewa yaitu anaknya Sri Isyanatunggawijaya dari perkawinannya dengan Raja Lokapala.seperti yang telah diketahui sekarang tidak diketahui nama kerajaan di JawaTengah ini sebelum masa pemerintahan Sanjaya. demikian pula nama Medang sebagai pusat kerajaan. Nama Mataram mungkin baru dipakai sejak Sanjaya. Selain itu sebab pemerintahan Kerajaan Mataram kuno juga sempat berpindah ke Jawa Timur disebabkan selama abad ke-7 sampai ke-9 terjadi serangan-serangan dari Sriwijaya ke Kerajaan Mataram Kuno. mungkin sekali pusat kerajaan wangsa Sailendra itu mula-mula di daerah Pekalongan sekarang. Dharmawangsa menyerang Sriwijaya untuk merebut bagian selatan wilayahnya agar dapat menguasai selat sunda yang sangat penting bagi perdagangan(992). tetapi jelas menggunakan hurug Pallawa. Selama pemerintahannya telah diterbitkan berbagai karya. Mendut Kalasan. Jawa Timur. . yang ditemukan di daerah Pekalongan.dengan Sanjaya (Syiwaistik) berkuasa di Kawasan Utara (kedu). Meskipun demikian. Kerajaan baru ini tudak lagi disebut Mataram. yang terletak disungai Brantas. Mpu sindok pada tahun 929 memindahkan pusat kerajaan Mataram dari Jawa Tengah ke Jawa Timur. Memang dari prasasti Sojomerto dan beberapaprasasti lain yang hingga kini belum dapat dibaca. sedangkan Syailendra (Budha Mahayana) berkuasa dikawasan selatan (Bagelan dan Mataram ). namun Medang.Menurut catatan sejarah. dll) membuktikan pada masa bersamaan di Jawa terdapat dua agama besar yang bertoleransi. dll) dan Budha (Borobudur.

memanfaatkan situasi vacuum of power di Jawa Timur ketika tentara pendudukan Wurawari disana terpaksa ditarik kembali ke. Raja dan Para pembesar Negara gugur. Airlangga mengawini seorang putri Sriwijaya. namun Airlanggadan pengiring setianya Narottama. Sri dan Airlangga(16 tahun). Serangan terjadi sewaktu pesta perkawinan agung antara putri Dharmawangsa.Dharmawangsa. keponakannya. Airlangga dimakamkan di candi Belahan dengan perluhuran sebagai wisnu naik burung Garuda. Pada tahun 1045. Mereka hidup bersama. memilih menjadi pertapa dari pada mengganti Airlangga. Airlangga sendiri menjadi pertapa dan meninggal pada tahun 1049. Airlangga mengganti nama kerajaan Medang Kamulan menjadi Kahuripan dengan ibukota Wulan Mas (1037). dapat menyingkir ke pegunungan Wonogiri.sama para pendeta Hindu dan biksu Budha selama dua tahun. membangun kembali kerajaan.Sriwijaya dibantu Raja Wurawuri dari semenanjung Melayu membalas serangan Dharmawangsa Teguh(1016). Kerajaan baru ini dikenal dengan kerajaan Kahuripan . menjadi pusat perdagangan yang penting untuk pertama kalinya. Dengan pemecahan Kerajaan Kahuripan itu maka Pecahan kerajaan Medang berakhir. Airlangga untuk menduduki tahta kerajaan. airlangga berhasil mempersatukan wilayah kerajaan Medang yang telah terpecah. Setelah dikukuhkan sebagai pewaris tahta mertuanya. raja Airlangga berhadapa dengan masalah pewarisan tahtanya sebagai raja. Setelah beberapa tahun kemudian berada di hutan. dan berdamai dengan Sriwijay. Airlangga memperlebar pengaruh Kahuripan seiring dengan melemahnya Sriwijaya. Setelah kerajaan Medang berpindah menjadi Kahuripan.kerajaan Janggala tidak mampu berkembang menjadi Negara besar sehingga lenyapdari percaturan politik sedangkan kerajaan Panjalu atau Kediri semakin berkembang. dangan memiliki kekuasaan sampai perairan Indonesia bagian barat dan timur dengan raja Jayabaya. yang wilayahnya membentang dari pasuruan di timur hingga Madiun dibarat. Pantai Utara Jawa terutama Surabaya dan Tuban. Dharmawangsa Teguh.pewarisan itu yaitu Sanggrammawijaya. tumpas-tapis. Sumber-sumber Sejarah Kerajaan Medang . tentunya berpotensi memproduksi ancaman dari lawan.akhirnya pada tahun 1019. semenanjung melayu yang tengah diserang colomandala dari india selatan. Airlangga membagi Kahuripan menjadi dua kerajaan untuk putranya yaitu Jenggala dan Kediri (penjulu). Pada tahun 1025. Airlangga memperluaswilayahnya kerajaan hingga ke Jawa Tengah dan Bali.

. bernama Sanna.Prasasti Wantil disebut juga prasasti Siwagreha yang dikeluarkan pada tanggal 12 November856. sedang prasasti tentulah tidak didirikan dipusat kerajaan. juga menyebut tentang pendirian bangunan suci Siwagreha. yang diterjemahkan sebagai Candi Siwa. Sanjaya kemudian tampil menjadi raja. Prasasti ini selain menyebut pendirian istana Mamratipura. Jawa Tengah. negara menjadi kacau. Ia hanya memberitakan adanya raja lain yang memerintah pulau Jawa sebelum dirinya. Sanjaya sendiri mengeluarkan prasasti Canggal tahun 732. Sri Maharaja Rakai Pangkaja Dyah Wawa Sri Wijayalokanamottungga (Dyah Wawa). yaitu Sannaha saudara perempuan Sanna. namun tidak menyebut dengan jelas apa nama kerajaannya.Sumber-sumber sejarah yang menyebutkan keberadaan kerajaan Medang. yaitu Mataram. Temuan Wonoboyo berupa artifak emas yang ditemukan tahun 1990 di Wonoboyo. b) Prasasti Sanggurah merupakan prasasti berangka tahun 982 Masehi yang ditemukan di daerah Malang dan menyebut nama penguasa daerah itu. De casparis menduga bahwa batu prasasti itu berasal dari Desa Kejuron. keduanya pernah memimpin Hindia Belanda ketika Britania Raya menguasai Belanda pada dasawarsa kedua abad ke-19. Mpu Manuku membangun ibu kota baru di desa Mamrati sehingga ia pun dijuluki sebagai Rakai Mamrati. Kerajaan Mataram/Medang juga membangun banyak candi. Mengingat kasus di gunung Wukir dan prasasti Canggal. baik itu yang bercorak Hindu maupun Buddha. atas dukungan ibunya. d) Prasasti Wantil. Klaten. mungkin sekali prasasti Dinoyo ini asalnya justru dari Merjosari. Prasasti berbentuk tablet ini disebut juga Prasasti Minto karena dihadiahkan oleh Raffles kepada Lord Minto. pendapat ini mungin kurang dapat diterima karena Kejuron mungkin justru merupakan pusat kerajaan. Istana baru itu bernama Mamratipura. sumber-sumber ini dalam bentuk candi dan prasasti antara lain a) Prasasti Mantyasih yaitu Prasasti Mantyasih tahun 907 atas nama Dyah Balitung menyebutkan dengan jelas bahwa raja pertama Kerajaan Medang (Rahyang ta rumuhun ri Medang ri Poh Pitu) adalah Rakai Mataram Sang Ratu Sanjaya. menunjukkan kekayaan dan kehalusan seni budaya kerajaan Mataram. kira-kira 2 Km disebelah barat Dinoyo. yang memangternyata menghasilkan sisa-sisa bangunan. tetapi di dekat candinya. Selain meninggalkan bukti sejarah berupa prasasti-prasasti yang tersebar di Jawa Tengah dan Jawa Timur. sedang dibagian atas dan bagian bawah ditemukan di Desa Merjosari. sebagai pengganti ibu kota yang lama. Bagian yang tengah di temukan di Desa Dinoyo. Sepeninggal Sanna. c) Prasasti dinoyo yaitu prasasti yang ditemukan terputus menjadi tiga bagian.

karena ada jabatan juru gusali. Didalam prasasti telang ada istilah kamulan dan rumah kamulan yang jelas tidak ada hubungan dengan tempat pemujaan cikal bakal Desa telang. Rakai Panunggalan alias Dharanindra Menaklukkan Sriwijaya bahkan sampai ke kamboja dan campa berjuluk Wirawairimathana (penumpas musuh perwira) 4. karena menjadi pokok pembicaraan dalam prasasti itu ialah tempat penyeberangan.Candi-candi peninggalan Kerajaan Medang antara lain.sebagai penganut budha mahaya" dinasti berpindah agama dari leluhurnya yang hindu syiwa")membangun juga candi Kalasan . Berdasarkan itu semua dapat disimpulkan disini bahwa Desa Bhumisambhara itu ialah sima kamulan karena dianugrahkan kepada pejabat mula. Candi megah yang dibangun oleh Sailendrawangsa ini telah ditetapkan UNESCO (PBB) sebagai salah satu warisan budaya dunia. Candi Mendut. Sistem Pemerintahan Kerajaan Medang Didalam prasasti Mantyasih . 3. awal berkuasanya Wangsa Sailendra(Membangun Candi Borobudur. . Sanjaya.daftar raja-raja tersebut sebagai berikut: 1. Candi Sewu. dan tentu saja yang paling kolosal adalah Candi Borobudur. didalam prasasti Balingawan disebut sima kamulan. yaitu ketua para pandai besi. Rakai Garung alias Samaratungga Sri Maharaja Samarottungga. Candi Prambanan. Rakai Warak alias Samaragrawira Ayah dari Balaputradewa raja Sriwijaya Wirawairimathana (penumpas musuh perwira) 5. didalam prasasti Sangguran disebut sima kajurugusalyan di Mananjung. pendiri Kerajaan Medang (Karya Candi Canggal / Penganut Hindu Syiwa) Rakai Panangkaran. 2. sebagai pengormatan leluhur"). Candi Kalasan. Saying sekali hingga sekarang belum jelas apa tugas seorang mula dalam masyarakat jawa kuno. Didalam prasasti Mantyasih tersebut tertulis daftar raja-raja Medang yang telah berkuasa dalam setiap masa pemerintahannya. karena semula Desa Balingawan itu selalu diganggu oleh penjahat sehingga penduduk sering membayar denda atas pembunuhan gelap dan perkelahian gelap yang mengakibatkan seseorang menderita luka-luka. Desa Mantyasih disebut sima kapatiihan karena yang mendapat anugrah adalah lima orang patih di Mantyasih. Candi Pawon. Candi Plaosan.

7. Rakai Watuhumalang . Balaputradewa.Atau kadang ditulis Samaratungga. meskipun saat itu ia sudah menjadi maharaja. Untuk memperkuat aliansi antara wangsa Syailendra dengan penguasa Sriwijaya terdahulu. raja kelima Kerajaan Medang. dan Pramodhawardhani yang menikah dengan Rakai Pikatan. pada prasasti Tulang Air tahun 850 Mpu Manuku kembali bergelar Rakai Patapan. Tidak seperti pendahulunya yang ekspansionis. Akan tetapi. Kemudian pada prasasti Kayumwungan tahun 824 jabatan Rakai Patapan dipegang oleh Mpu Palar. Mungkin saat itu Mpu Manuku sudah pindah jabatan menjadi Rakai Pikatan. misalnya Maharaja Rakai Watukura Dyah Balitung. Mpu Palar telah meninggal sebelum tahun 832. Tradisi seperti ini memang berlaku dalam sejarah Kerajaan Medang di mana seorang raja mencantumkan pula gelar lamanya sebagai kepala daerah. Dyah Lokapala naik takhta menggantikan ayahnya. Pada prasasti Munduan tahun 807 diketahui Mpu Manuku menjabat sebagai Rakai Patapan. Nama aslinya menurut prasasti Argapura adalah Mpu Manuku. Samaratungga menikahi Dewi Tara. adalah raja SriwijayaWangsa Syailendra yang memerintah pada tahun 792 – 835. Pengangkatan putra bungsu sebagai raja ini didasarkan pada jasa kepahlawanan Dyah Lokapala dalam menumpas musuh ayahnya. pada masa pemerintahannya. putri Dharmasetu. Kiranya daerah Patapan kembali menjadi tanggung jawab Mpu Manuku. (Pusat kerajaan tidak lagi di mataram tapi di mamratipu 8. Rakai Kayuwangi alias Dyah Lokapala Menurut prasasti Wantil atau prasasti Siwagerha tanggal 12 November 856. yang bermarkas di timbunan batu di atas bukit Ratu Baka. Sedangkan menurut prasasti Gondosuli. Pada tahun 825. Rakai Pikatan suami Pramodawardhani. Dari pernikahan itu Samaratungga memiliki seorang putra pewaris tahta. 6. putra Sri Maharaja Rakai Garung. Awal kebangkitan Wangsa Sanjaya (Candi Prambanan) Rakai Pikatan terdapat dalam daftar para raja versi prasasti Mantyasih. yaitu Sang Jatiningrat (gelar Rakai Pikatan sebagai brahmana). dia menyelesaikan pembangunan candi Borobudur yang menjadi kebanggaan Indonesia. Sriwijaya lebih mengedepankan pengembangan agama dan budaya.

yang artinya “Daksa. antara lain Rakai Gurunwangi (prasasti Plaosan) dan Rakai Kayuwangi (prasasti Argapura). Mpu Daksa Mpu Daksa naik takhta menggantikan Dyah Balitung yang merupakan saudara iparnya.Rakai Pikatan memiliki beberapa orang anak. 12. Dyah Balitung inilah yang mungkin berhasil menjadi pahlawan dalam menaklukkan Rakai Gurunwangi dan Rakai Limus sehingga takhta pun jatuh kepadanya sepeninggal Rakai Watukura. Sedangkan Rakai Watuhumalang mungkin juga putra Rakai Pikatan atau mungkin menantunya. Kiranya pemerintahan Dyah Balitung berakhir oleh kudeta yang dilakukan kedua tokoh tersebut. akhir periode rakai pikatan terjadi perpecahan di Kerajaan Medang akibat perebutan kuasa antara Gurunwangi dan kayuwangi namun sepeninggal kayuwangi Watuhumalang yang menduduki tahta. jadi tidak mungkin sama dengan Dyah Tulodhong. Ditinjau dari ciri-cirinya. Dalam prasasti Lintakan Dyah Tulodhong disebut sebagai putra dari seseorang yang dimakamkan di Turu Mangambil. Mungkin Rakryan Layang adalah putri Mpu Daksa. tokoh Rakryan Layang ini seorang wanita berkedudukan tinggi. Rakai Sumba Dyah Wawa . Rakai Layang Dyah Tulodong Dyah Tulodhong dianggap naik takhta menggantikan Mpu Daksa. memindahkan pusat pemerintahan kerajaan medang dari mamratipura ke pohpitu(sekitar kedu) 10. Selain itu juga diperkuat dengan analisis sejarawan Boechari terhadap berita Cina dari Dinasti TangTat So Kan Hiung. Dyah Tulodhong berhasil menikahinya sehingga ia pun ikut mendapatkan gelar Rakai Layang. Dalam prasasti Ritihang yang dikeluarkan oleh Mpu Daksa terdapat tokoh Rakryan Layang namun nama aslinya tidak terbaca. Hubungan kekerabatan ini berdasarkan bukti bahwa Daksa sering disebut namanya bersamaan dengan istri Balitung dalam beberapa prasasti. saudara raja yang gagah berani” 11. bahkan naik takhta menggantikan mertuanya. 9. Pada akhir pemerintahan Dyah Balitung terjadi persekutuan antara Mpu Daksa dengan Rakai Gurunwangi (prasasti Taji Gunung). Rakai Watukura Dyah Balitung Rakai Watuhumalang memiliki putra bernama Mpu Daksa (prasasti Telahap) dan menantu bernama Dyah Balitung (prasasti Mantyasih). yaitu Mpu Daksa.

yaitu ipar Rakai Kayuwangi yang melakukan penculikan dalam peristiwa Wuatan Tija. Sri Lokapala suami Sri Isanatunggawijaya Sri Isyana Tunggawijaya merupakan putri dari Mpu Sindok. Nama ayahnya ini mirip dengan Rakryan Landhayan. Menurut prasasti Pucangan. 14. yang menjadi raja selanjutnya adalah putra mereka yang bernama Sri Makuthawangsawardhana. Mpu Sindok.Dalam prasasti Wulakan tanggal 14 Februari 928. 15. Prasasti pembaharuan ini disebut dengan istilah prasasti tinulad. Dalam beberapa prasastinya. Prasasti atau piagam dianggap sebagai benda pusaka yang diwariskan secara turuntemurun. ahli waris biasanya memohon kepada raja yang sedang berkuasa untuk memperbaharuinya. Kemudian pada masa pemerintahan Rakai Pikatan dipindah ke Mamrati (daerah Kedu). Makuthawangsawardhana . ditemukan kalimat berbunyi Kita prasiddha mangraksa kadatwan rahyangta i Bhumi Mataram i Watugaluh. ia menyebut kalau kerajaannya merupakan kelanjutan dari Kerajaan Medang di Jawa Tengah. pada masa pemerintahan Dyah Balitung sudah pindah lagi ke Poh Pitu (masih di sekitar Kedu). Tidak banyak diketahui tentang masa pemerintahannya. Misalnya. Lalu. Apabila prasasti tersebut mengalami kerusakan. yaitu raja yang telah memindahkan istana Kerajaan Medang dari Jawa Tengah menuju Jawa Timur. Peninggalan sejarah Sri Lokapala berupa prasasti Gedangan tahun 950 yang berisi tentang anugerah desa Bungur Lor dan desa Asana kepada para pendeta Buddha di Bodhinimba. prasasti Gedangan ini merupakan prasasti tiruan yang dikeluarkan pada zaman Kerajaan Majapahit untuk mengganti prasasti asli yang sudah rusak. Namun. Suaminya yang bernama Sri Lokapala merupakan seorang bangsawan dari pulau Bali. awal periode Jawa Timur Istana Kerajaan Medang pada awal berdirinya diperkirakan terletak di daerah Mataram (dekat Yogyakarta sekarang). 13. Dyah Wawa mengaku sebagai anak Kryan Landheyan sang Lumah ri Alas (putra Kryan Landheyan yang dimakamkan di hutan). Mpu Sindok kemudian memindahkan istana Medang ke wilayah Jawa Timur sekarang. Tidak diketahui dengan pasti kapan pemerintahan Sri Lokapala dan Sri Isyana Tunggawijaya berakhir. Kemudian pada zaman Dyah Wawa diperkirakan kembali ke daerah Mataram.

Jalannya pemerintahan Makutawangsawardhana tidak diketahui dengan pasti. Namanya hanya ditemukan dalam prasasti Pucangan sebagai kakek Airlangga. Disebutkan bahwa, Makutawangsawardhana adalah putra pasangan Sri Lokapala dan Sri Isana Tunggawijaya putri Mpu Sindok. Prasasti Pucangan juga menyebut Makutawangsawardhana memiliki putri bernama Mahendradatta, yaitu ibu dari Airlangga. Dalam prasasti itu juga disebut adanya nama seorang raja bernama Dharmawangsa, namun hubungannya dengan Makutawangsawardhana tidak dijelaskan. 16. Dharmawangsa Teguh, Kerajaan Medang berakhir Prasasti Pucangan tahun 1041 dikeluarkan oleh raja bernama Airlangga yang menyebut dirinya sebagai anggota keluarga Dharmawangsa Teguh. Disebutkan pula bahwa Airlangga adalah putra pasangan Mahendradatta dengan Udayana raja Bali. Adapun Mahendradatta adalah putri Makuthawangsawardhana dari Wangsa Isana. Airlangga sendiri kemudian menjadi menantu Dharmawangsa.

Keadaan masyarakat Didalam struktur pemerintahan kerajaan-kerajaan kuno, raja(sri maharaja) ialah penguasa tertinggi.sesuai dengan landasan kosmogonis,raja ialah penjelmaan dewa di dunia. Hal itu ternyata dari gelar abhiseka dan pujian-pujian kepada raja didalam berbagai prasasti dan kitab-kitap susastra Jawa kuno sejak raja Airlangga. Dari zaman Mataram kuno hanya ada dua orang raja yang bergelar abhiseka dengan unsure tunggadewa, yaitu Bhujayotunggadewa didalam prasasti dari Candi Plaosan Lor dan Rakai Layang Dyah Tulodong Sri Sajjanasanmatanuragatungadewa. Didalam kerajaan Mataram secara khusus menganut suatu landasan kosmogonis yaitu kepercayaan akan arus adanya suatu keserasian antara dunia manusia ini ( mikrokosmos) dengan alam semesta (mikrokosmos).

Disini akan disajikan gambaran besarnya saja dalam garis besarnya saja, dimulai dengaan golongan elite ditingkat pusat. Di ibu kota kerajaan, yang menurut berita-berita cina dikelilingi oleh dinding, baik dari batu bata maupun dari batang-batang kayu, terdapat istana raja yang juga dikelilingi oleh dinding. Didalam istana itulah berdiam raja dan keluarganya, yaitu permaisuri, selir selir, dan anak-anaknya yang belum dewasa, dan para hamba istana(hulun haji, watek I jro). Diluar istana, masih didalam lingkungan dindinga kota, terdapat kediaman putra mahkota (rake hino), dan tiga orang adiknya (rakai hulu, rakai sirikan dan rakai wra), dan kediaman para pejabat tinggi kerajaan. Dilingkungan tembok ibu kota kerajaan tinggal kelompok elite dan non-elite, raja dan keluarganya mengmbil tempat tersendiri. Hungungan antara raja secara langsung dengan kelompok non-elite sulit terlaksana, sedang dengan kelompok elite birokrasi saja hubungan itu henya terjadi secara formal. Didalam landasan Kosmogonis masyarakat yaitu menurut kepercayaan ini manusia selalu berada dibawah pengaruah kekuatan-kekuatan yang terpancar dari bintang-bintang dan planet-planet. Kekuatan itu dapat membawa kebahagian , kesejahteraan , dan perdamaian atau bencana kepada manusia, tergantung dari dapat atau tidaknya individu , kelompok-kelompok sosial, terutama kerajaan,menyerasikan hidup dan semua kegiatannya dengan gerak alam semesta. Agama resmi Kerajaan Medang pada masa pemerintahan Sanjaya adalah Hindu aliran Siwa. Ketika Sailendrawangsa berkuasa, agama resmi kerajaan berganti menjadi Buddha aliran Mahayana. Kemudian pada saat Rakai Pikatan dari Sanjayawangsa berkuasa, agama Hindu dan Buddha tetap hidup berdampingan dengan penuh toleransi. Didalam stratifikasi sosialnya masyarakat didalam kerajaan Medang masih menggunakan kasta-kasta didalam agama Hindu baik kedudukannya didalam struktur birokrasi maupun kedudukannya berdasarkan kekayaan materill. Menurut ajaran agama Hindu , alam ini terdiri atas suatu benua pusat berbentuk lingkaran, yang bernama jambudwipa. Benua ini dilingkari oleh tujuh lautan dan tujuh daratan, dan semua itu di batasi oleh suatu pegunungan yang tinggi. Ditengah –tengah Jambudwipa berdiri gunung Meru sebagai pusat alam semesta. Matahari , bulan , dan bintangbintang bergerak mengililingi Gunung Meru itu. Di Puncaknya terdapat kota dewa-dewa, yang di kelilingai oleh tempat tinggal ke delapan dewa penjaga mata angin (Lokapala).

Dengan singkat dapat dikatakan bahwa seorang raja harus berpegang teguh kepada dharma, bersikap adil, menghukum yang bersalah dan memberikan anugrah kepada mereka yang berjasa( wnang wgraha anugraha), bijaksana, tidak boleh sewenang-wenangnya. Waspada terhadapgejolak dikalangan rakyatnya, berusaha agar rakyat senantiasa memperoleh rasa tentram dan bahagia, dan dapat memperlihatkan wibawanya dengan kekuatan angkatan perang dan harta kekayaannya. Di bidang ekonomi penduduk Medang sejak periode Bhumi Mataram sampai periode Wwatan pada umumnya bekerja sebagai petani. Kerajaan Medang memangterkenal sebagai negara agraris, sedangkan saingannya, yaitu Kerajaan Sriwijaya merupakan negara maritim. Dibeberapa prasasti telah memberi keterangan akan adanya masyarakat yang mengenel ekonomi di wilayah kerajaan,di pedesaan pertama-tama sudah mengenal hasil bumi seperti beras, buah-buahan, sirih pinah, dan buah mengkudu. Juga hasil industry rumah tangga, seperti alat perkakas dari besi dan tembaga, pakaian, paying keeranjang dan barang-barang anyaman , kejang kepis, gula, arang, dan kapur sirih. Binatang ternak seperti kerbau, sapi, kambing , itik dan ayam serta telurnya juga diperjualbelikan. Prasasti tidak menyebutkan komoditas ekspor, dan hanya ada satu barang yang mungkin diimpor yaitu kain buatan India (wdihan buat kling). Akan tetapi, data tentang masalah ekspor-impor itu diperoleh darr berita-berita Cina. Ekspor dari pelabuhan –pelabuhan di Jawa terdiri atas hasil bumi dan hutan Pulau Jawa sendiri dan dari Pulau-pulau yang lain, terutama dari Kaliimantan dan Indonesian bagian timur. Komoditas ekspor itu anatara lain garam yang di hasilkan dipantai utara PUlau Jawa, terutama didaerah Kembang dan Tuban , kain Katun dan Kapuk, Sutra tipis dan Sutra kuning, damas, kain brokat berwarna-warni, kulit penyu, pinang, pisang raja, gula tebu, kemukus, cula badak, mutiara, belerang, gaharu, kayu sepang, kayu cendana.,cengkeh, pala, marica, dammar, kapur barus dan lain-lainnya.

dan Pasuruhan. Diduga Kerajaan Jenggala ditaklukkan oleh Kediri. yaitu Daha. dimenangkan oleh Jenggala tetapi pada perkembangan selanjutnya Panjalu/Kediri yang memenangkan peperangan dan menguasai seluruh tahta Airlangga. Tujuan pembagian kerajaan menjadi dua agar tidak terjadi pertikaian. Pada akhir November 1042. Sedangkan putra yang bernama Mapanji Garasakan mendapatkan kerajaan timur bernama Jenggala yang berpusat di kota lama. Rembang. Panjalu dapat dikuasai Jenggala dan diabadikanlah nama Raja Mapanji Garasakan (1042 – 1052 M) dalam prasasti Malenga. Putra yang bernama Sri Samarawijaya mendapatkan kerajaan barat bernama Panjalu yang berpusat di kota baru. dan serat Calon Arang (1540 M). dan ibu kotanya Daha. Berdasarkan prasasti-prasasti yang ditemukan masing-masing kerajaan saling merasa berhak atas seluruh tahta Airlangga sehingga terjadilah peperangan. Akhirnya pada tahun 1292 Jayakatwang berhasil mengalahkan Kertanegara dan membangun kembali kejayaan Kerajaan Kediri. Dalam perkembangannya Kerajaan Kediri yang beribukota Daha tumbuh menjadi besar. Kejayaan Kerajaan Kediri sempat jatuh ketika Raja Kertajaya (1185-1222) berselisih dengan golongan pendeta. sedangkan Panjalu kemudian dikenal dengan nama Kediri meliputi Kediri. ibu kotanya Kahuripan. Kerajaan Jenggala meliputi daerah Malang dan delta sungai Brantas dengan pelabuhannya Surabaya. Namun kemudian kedudukannya direbut oleh Ken Arok. Madiun. Hasil karya sastra tersebut adalah kitab Kakawin Bharatayudha yang ditulis Mpu Sedah dan Mpu Panuluh yang menceritakan tentang kemenangan Kediri/Panjalu atas Jenggala. Airlangga terpaksa membelah wilayah kerajaannya karena kedua putranya bersaing memperebutkan takhta. raja Kediri yang selama ini tunduk kepada Singasari bergabung dengan Bupati Sumenep (Madura) untuk menjatuhkan Kertanegara. Jayakatwang. Brantas yang pada masa itu telah menjadi jalur pelayaran yang ramai. sedangkan Kerajaan Jenggala semakin tenggelam. yaitu Kahuripan. selain ditemukannya prasasti-prasasti juga melalui kitab-kitab sastra yang banyak menjelaskan tentang kerajaan Kediri.Kerajaan Kediri Kerajaan Kediri adalah sebuah kerajaan besar di Jawa Timur yang berdiri pada abad ke-12. Ketika Singasari berada di bawah pemerintahan Kertanegara (1268 1292). Pada tahun 1041 atau 963 M Raja Airlangga memerintahkan membagi kerajaan menjadi dua bagian. terjadilah pergolakan di dalam kerajaan. Keadaan ini dimanfaatkan oleh Akuwu Tumapel Tunggul Ametung. Diatas bekas Kerajaan Kediri inilah Ken Arok kemudian mendirikan Kerajaan Singasari. Kerajaan ini merupakan bagian dari Kerajaan Mataram Kuno. Kedua kerajaan tersebut dikenal dengan Kahuripan menjadi Jenggala (Kahuripan) dan Panjalu (Kediri) yang dibatasi oleh gunung Kawi dan sungai Brantas dikisahkan dalam prasasti Mahaksubya (1289 M). Dengan demikian di Jawa Timur berdirilah kerajaan Kediri dimana bukti-bukti yang menjelaskan kerajaan tersebut. Pusat kerajaanya terletak di tepi S. kitab Negarakertagama (1365 M). Pembagian kerajaan tersebut dilakukan oleh seorang Brahmana yang terkenal akan kesaktiannya yaitu Mpu Bharada. . Akan tetapi hilangnya jejak Jenggala mungkin juga disebabkan oleh tidak adanya prasasti yang ditinggalkan atau belum ditemukannya prasasti yang ditinggalkan Kerajaan Jenggala. Pada awalnya perang saudara tersebut. dan Kediri berada di bawah kekuasaan Singasari.

Namun karena memilih menjadi pertapa. yang berasal dari Janggala. Kameshwara Raja ke dua kerajaan Kediri yang bergelar Sri Maharajarake Sirikan Shri Kameshwara Sakalabhuwanatushtikarana Sarwwaniwaryyawiryya Parakrama Digjayottunggadewa. Adapun raja – raja yang pernah berkuasa pada masa kerajaan Kediri adalah: Shri Jayawarsa Digjaya Shastraprabhu. Berturut-turut raja-raja Kediri sejak Jayabaya sebagai berikut.bayangi Jenggala yang berada dalam posisi yang lebih lemah. Airlangga meninggal pada tahun 1049 M. Jayawarsa adalah raja pertama kerajaan Kediri dengan prasastinya yang berangka tahun 1104. kerajaan kembali dipersatukandi bawah kekuasaan Kediri. ia digantikan Jayabaya yang dalam masa pemerintahannya itu berhasil mengalahkan Jenggala. Airlangga berusaha memulihkan kembali kewibawaan Medang Kamulan. Ramalan–ramalan itu dikumpulkan dalam satu kitab . tahta beralih pada putra Airlangga yang lahir dari selir. di bawah pemerintahannya Kediri mencapai kejayaan. yang lebih dikenal sebagai Kameshwara I (1115 – 1130 ). Medang Kamulan dibagi menjadi dua yaitu kerajaan Jenggala dengan ibu kota Kahuripan. setelah kewibawaan kerajaan berhasil dipulihkan. Untuk menghindari perang saudara. penuh kemunafikan dan pembunuhan berlangsung terhadap pangeran dan raja – raja antar kedua negara. Permaisurinya bernama Shri Kirana. Prabu Jayabaya adalah raja Kediri yang paling terkenal. Pada tahun 1019 M Airlangga dinobatkan menjadi raja Medang Kamulan. Airlangga memindahkan pusat pemerintahan dari Medang Kamulan ke Kahuripan. Medang Kamulan mencapai kejayaan dan kemakmuran. Berkat jerih payahnya . dimana Kediri tetap menjadi kerajaan yang subur dan makmur namun tetap tidak damai sepenuhnya dikarenakan dibayang. Dalam masa pemerintahannya Mpu Darmaja telah mengubah kitab Smaradhana. Pertempuran yang terus menerus antara Jenggala dan Panjalu menyebabkan selama 60 tahun tidak ada berita yang jelas mengenai kedua kerajaan tersebut hingga munculnya nama Raja Bameswara (1116 – 1135 M) dari Kediri. Menjelang akhir hayatnya . Hal itu menjadikan suasana gelap. Lencana kerajaanya adalah tengkorak yang bertaring disebut Candrakapala.Raja Kediri pertama Mapanji Garasakan memerintah tidak lama. Dalam kitab ini sang raja di puji–puji sebagai titisan dewa Kama. Ia digantikan Raja Mapanji Alanjung (1052 – 1059 M). Airlangga memutuskan untuk mundur dari pemerintahan dan menjadi pertapa dengan sebutan Resi Gentayu. Dengan prasastinya pada tahun 1181. Tetapi upaya tersebut mengalami kegagalan. Hal ini dapat terlihat hingga abad ke 12 . Mapanji Alanjung kemudian diganti lagi oleh Sri Maharaja Samarotsaha. Namun perseteruan ini berakhir dengan kekalahan Jenggala. dan ibukotanya yang keindahannya dikagumi seluruh dunia bernama Dahana. Pewaris tahta kerajaan Medang Kamulan seharusnya seorang putri yaitu Sri Sanggramawijaya yang lahir dari seorang permaisuri. Jayabaya Raja Kediri ketiga yang bergelar Shri Maharaja Shri Kroncarryadipa Handabhuwanapalaka Parakramanindita Digjayotunggadewanama Shri Gandra. Ia menamakan dirinya sebagai titisan Wisnu. Keahlian sebagai pemimpin politik yang ulung Jayabaya termasyur dengan ramalannya. Raja Bameswara menggunakan lencana kerajaan berupa tengkorak bertaring di atas bulan sabit yang biasa disebut Candrakapala. Pada masa itu ibu kota Panjalu telah dipindahkan dari Daha ke Kediri sehingga kerajaan ini lebih dikenal dengan nama Kerajaan Kediri. dan kerajaan Kediri (Panjalu) dengan ibu kota Dhaha. Setelah Bameswara turun takhta.

Salah seorang pemimpin pasukan Singasari. raja yang taat beragama dan budaya. moha (kebingungan).Pada prasasti ini terdapat semboyan Panjalu Jayati yang artinya Panjalu Menang. Jayakatwang memperbolehkan Raden Wijaya untuk membuka Hutan Tarik sebagai daerah tempat tinggalnya. Prasasti ini dikeluarkan sebagai piagam pengesahan anugerah untuk penduduk Desa Ngantang yang setia pada Kadiri selama perang dengan Jenggala. arta. yaitu pemanunggalan jiwatma dengan paramatma. Karena perilakunya yang baik. Dalam pertempuran itu Ken Arok dapat mengalahkan Kertajaya. . beliau mengendalikan diri dari pemerintahannya dengan prinsip . Tujuan hidup manusia menurut prabu Sarwaswera yang terakhir adalah moksa. pada masa itu menandai berakhirnya kerajaan Kediri. Setelah itu tidak ada lagi berita tentang Kerajaan Kediri.loba (rakus). Sikap merakyat dan visinya yang jauh kedepan menjadikan prabu Jayabaya layak dikenang.yang berjudul jongko Joyoboyo. segala sesuatu yang menghalangi kesatuan adalah tidak benar. Keenam itu adalah kroda (marah). Ia bekerjasama dengan tentara Mongol dan pasukan Madura di bawah pimpinan Arya Wiraraja untuk menggempur Kediri. Kerajaan Kediri bangkit kembali di bawah pemerintahan Jayakatwang. Pemerintahan Kertajaya Raja terakhir pada masa Kediri. . Kertajaya dikenal dengan catur marganya yang berarti empat jalan yaitu darma. prabu Sarwaswera memegang teguh prinsip tat wam asi yang artinya Dikaulah itu. akuwu Tumapel. Dukungan spiritual dan material dari Prabu Jayabaya dan hal budaya dan kesusastraan tidak tanggung–tanggung. berhasil meloloskan diri ke Madura. Setelah berhasil mengalahkan Kertanegara. Prasasti pada Jaman Kerajaan Kediri antara lain: 1. Prasasti Hantang tahun 1135 atau 1052 M menjelaskan Panjalu atau Kadiri pada masa Raja Jayabaya. Prabu Kroncharyadipa Namanya yang berarti benteng kebenaran. Kemudian kaum Brahmana meminta perlindungan Ken Arok . sad kama murka. pada tahun 1222 M. terjadi pertentangan dengan kaum Brahmana. Raden Wijaya. Runtuhnya kerajaan Kediri dikarenakan pada masa pemerintahan Kertajaya .Dan dari Prasasti tersebut dapat di ketahui kalau Raja Jayabhaya adalah raja yang berhasil mengalahkan Janggala dan mempersatukannya kembali dengan Kediri. Pada tahun 1293. moksa. Srengga Kertajaya Srengga Kertajaya tak henti–hentinya bekerja keras demi bangsa negaranya. Prasasti Banjaran yang berangka tahun 1052 M menjelaskan kemenangan Panjalu atau Kadiri atas Jenggala 2. yakni enam macam musuh dalam diri manusia. Prinsip kesucian prabu Srengga menurut para dalang wayang dilukiskan oleh Prapanca. Jalan yang benar adalah sesuatu yang menuju kearah kesatuan . sang prabu memang senantiasa berbuat adil pada masyarakatnya.mada (mabuk). dikaulah (semua) itu . Dalam perang tersebut pasukan Jayakatwang mudah dikalahkan. datang tentara Mongol yang dikirim oleh Kaisar Kubilai Khan untuk membalas dendam terhadap Kertanegara. Perseteruan memuncak menjadi pertempuran di desa Ganter. Masyarakat yang aman dan tentram sangat dia harapkan. masarya (iri hati). Sebagai pemeluk agama yang taat. Prabu Sarwaswera. kama (hawa nafsu). Mereka menggangap Kertajaya telah melanggar agama dan memaksa mereka untuk menyembahnya sebagai dewa. Keadaan ini dimanfaatkan Raden Wijaya untuk menyerang Jayakatwang. kama. Kertajaya raja yang mulia serta sangat peduli dengan rakyat. semua makhluk adalah engkau .

Seni sastra mendapat banyak perhatian pada zaman Kerajaan Panjalu-Kadiri. Kemudian pada zaman pemerintahan Kertajaya terdapat pujangga bernama Mpu Monaguna yang menulis Sumanasantaka dan Mpu Triguna yang menulis Kresnayana. sebagai kiasan kemenangan Sri Jayabhaya atas Jenggala.Prasasti Hantang 3. Mpu Panuluh juga menulis Kakawin Hariwangsa dan Gatotkacasraya. Prasasti Talan 1136 M Seni sastra juga mendapat banyak perhatian pada zaman Kerajaan Kadiri. . Kitab ini bersumber dari Mahabharata yang berisi kemenangan Pandawa atas Kurawa. Terdapat pula pujangga zaman pemerintahan Sri Kameswara bernama Mpu Dharmaja yang menulis Kakawin Smaradahana. Selain itu. Pada tahun 1157 Kakawin Bharatayuddha ditulis oleh Mpu Sedah dan diselesaikan Mpu Panuluh. Prasasti Jepun 1144 M 4. sebagai kiasan.kemenangan. Kitab ini bersumber dari Mahabharata yang berisi kemenangan Pandawa atas Korawa. Pada tahun 1157 Kakawin Bharatayuddha ditulis oleh Mpu Sedah dan diselesaikan Mpu Panuluh.

Data ini didapat dari prasasti Mula Malurung. Anusapati (1227–1248 M) Dengan meninggalnya Ken Arok maka takhta Kerajaan Singasari jatuh ke tangan Anusapati. Dengan alasan tersebut. Dalam jangka waktu pemerintahaannya yang lama. Ken Arok berkedudukan sebagai Akuwu (Bupati) di Tumapel menggantikan Tunggul Ametung yang dibunuhnya. Terakhir adalah Kertanagara (1254–1292 M). karena tertarik pada Ken Dedes istri Tunggul Ametung. 1. Sementara pada versi Negarakretagama. yang diteruskan oleh Ranggawuni alias Wisnuwardhana (1250–1272 M).Kerajaan Singasari Kerajaan Singasari adalah sebuah kerajaan Hindu Buddha di Jawa Timur yang didirikan oleh Ken Arok pada tahun 1222 M. Anusapati diganti oleh Tohjaya (1249–1250 M). Versi pertama adalah versi Pararaton yang informasinya didapat dari Prasasti Kudadu. Tumapel hanyalah sebuah wilayah kabupaten yang berada dibawah kekuasaan Kerajaan Kadiri dengan bupati bernama Tunggul Ametung. Keberadaan Kerajaan Singosari dibuktikan melalui candi-candi yang banyak ditemukan di Jawa Timur yaitu daerah Singosari sampai Malang. Selanjutnya ia berkeinginan melepaskan Tumapel dari kekuasaan kerajaan Kadiri yang diperintah oleh Kertajaya. 2. Kerajaan ini beribu kota di Tumapel yang terletak di kawasan bernama Kutaraja. Anusapati tidak banyak melakukan pembaharuan- . Malang. SISTEM PEMERINTAHAN KERAJAAN SINGASARI Ada dua versi yang menyebutkan silsilah kerajaan Singasari alias Tumapel ini. Ken Arok hanya memerintah selama lima tahun (1222–1227 M). A. raja pertama Kerajaan Singasari adalah Rangga Rajasa Sang Girinathapura (1222–1227 M). Keinginannya terpenuhi setelah kaum Brahmana Kadiri meminta perlindungannya. Sebelum menjadi raja. Lokasi kerajaan ini sekarang diperkirakan di daerah Singosari. Kitab Pararaton isinya sebagian besar adalah mitos atau dongeng tetapi dari kitab Pararatonlah asal usul Ken Arok menjadi raja dapat diketahui. Kerajaan Singasari hanya sempat bertahan 70 tahun sebelum mengalami keruntuhan. Ken Arok yang mengangkat dirinya sebagai raja Tumapel bergelar Sri Rajasa Sang Amurwabhumi. Pada tahun 1227 M. Ken Arok dimakamkan di Kegenengan dalam bangunan Siwa–Buddha. Tunggul Ametung dibunuh oleh Ken Arok yang merupakan pengawalnya. Pararaton menyebutkan Ken Arok adalah pendiri Kerajaan Singasari yang digantikan oleh Anusapati (1247–1249 M). juga melalui kitab sastra peninggalan zaman Majapahit yang berjudul Negarakertagama karangan Mpu Prapanca yang menjelaskan tentang raja-raja yang memerintah di Singosari serta kitab Pararaton yang juga menceritakan riwayat Ken Arok yang penuh keajaiban. Ken Arok (1222–1227 M) Pendiri Kerajaan Singasari adalah Ken Arok yang sekaligus juga menjadi Raja Singasari yang pertama dengan gelar Sri Ranggah Rajasa Sang Amurwabumi. Pada awalnya. Terakhir adalah Kertanegara yang memerintah sejak 1272 hingga 1292 M. Ken Arok dibunuh oleh seorang suruhan Anusapati (anak tiri Ken Arok). maka tahun 1222 M /1144 C Ken Arok menyerang Kediri. sehingga Kertajaya mengalami kekalahan pada pertempuran di desa Ganter. yang dilanjutkan Wisnuwardhana (1248–1254 M). Selanjutnya adalah Anusapati. yakni Dinasti Rajasa (Rajasawangsa) atau Girindra (Girindrawangsa). Munculnya Ken Arok sebagai raja pertama Singasari menandai munculnya suatu dinasti baru.

Tohjoyo memerintah Kerajaan Singasari tidak lama sebab anak Anusapati yang bernama Ranggawuni berusaha membalas kematian ayahnya. Pada saat Anusapati asyik menyaksikan aduan ayamnya.pembaharuan karena larut dengan kesenangannya menyabung ayam. Ranggawuni (1248–1268 M) Ranggawuni naik takhta Kerajaan Singasari pada tahun 1248 M dengan gelar Sri Jaya Wisnuwardana oleh Mahesa Cempaka (anak dari Mahesa Wongateleng) yang diberi kedudukan sebagai ratu angabhaya dengan gelar Narasinghamurti. 4. meninggallah Anusapati yang didharmakan di Candi Kidal. Gambar: Candi Kidal 3. Namun. Tohjoyo (1248 M) Dengan meninggalnya Anusapati maka tahta Kerajaan Singasari dipegang oleh Tohjoyo. Peristiwa kematian Ken Arok akhirnya terbongkar dan sampai juga ke Tohjoyo (putra Ken Arok dengan Ken Umang). Pada tahun 1254 M Wisnuwardana mengangkat putranya yang bernama Kertanegara sebagai yuwaraja (raja muda) dengan maksud mempersiapkannya menjadi raja besar di Kerajaan Singasari. secara tiba-tiba Tohjoyo menyabut keris buatan Empu Gandring yang dibawanya dan langsung menusuk Anusapati. Pada tahun 1268 Wisnuwardanameninggal dunia dan didharmakan di Jajaghu atau Candi Jago sebagai Buddha Amogapasa dan di Candi Waleri sebagai Siwa. . Dengan bantuan Mahesa Cempaka dan para pengikutnya. Ranggawuni berhasil menggulingkan Tohjoyo dan kemudian menduduki singgasana. Dengan demikian. Ppemerintahan Ranggawuni membawa ketenteraman dan kesejahteran rakyat Singasari. Tohjoyo mengetahui bahwa Anusapati gemar menyabung ayam sehingga diundangnya Anusapati ke Gedong Jiwa (tempat kediamanan Tohjoyo) untuk mengadakan pesta sabung ayam.

Kertanegara (1268-1292 M) Kertanegara adalah Raja Singasari terakhir dan terbesar karena mempunyai cita-cita untuk menyatukan seluruh Nusantara. yaitu mahamentri i hino. Untuk dapat mewujudkan gagasan penyatuan Nusantara. seperti Patih Raganata digantikan oleh Patih Aragani.Gambar: Candi Jago 5. Ia naik takhta pada tahun 1268 dengan gelar Sri Maharajadiraja Sri Kertanegara. Singasari juga menaklukan Pahang. Banyak Wide dijadikan Bupati di Sumenep (Madura) dengan gelar Aria Wiaraja. kemudian perhatian ditujukan ke daerah lain. ia mengganti pejabat-pejabat yang kolot dengan yang baru. Kertanegara juga menjalin hubungan persahabatan dengan raja . dan mahamenteri i sirikan. Sunda. ia dibantu oleh tiga orang mahamentri. Hal ini ditandai dengan pengirimkan Arca Amoghapasa ke Dharmasraya atas perintah Raja Kertanegara. dan Gurun (Maluku). mahamentri i halu. Kertanegara mengirimkan utusan ke Melayu yang dikenal dengan nama Ekspedisi Pamalayu 1275 yang berhasil menguasai Kerajaan Melayu. Bali. Gambar: Arca Amoghapasa Selain menguasai Melayu. Bakulapura (Kalimantan Barat). Setelah Jawa dapat diselesaikan. Dalam pemerintahannya.

KEHIDUPAN DI KERAJAAN SINGASARI Dari segi sosial. Atas bantuan Aria Wiraraja. Surabaya. Banyak daerah-daerah yang bergabung dengan Tumapel. Pada masa Wisnuwardhana kehidupan sosial masyarakatnya mulai diatur rapi. Serangan dilancarakan dari dua arah. Kertanegara menolak dengan melukai muka utusannya yang bernama Mengki. Ardharaja berbalik memihak kepada ayahnya (Jayakatwang). Tindakan Kertanegara ini membuat Kubilai Khan marah besar dan bermaksud menghukumnya dengan mengirimkan pasukannya ke Jawa. Ini berarti berakhirnya kekuasan Kerajaan Singasari.Champa. Pasukan Kediri dari arah selatan dipimpin langsung oleh Jayakatwang dan berhasil masuk istana dan menemukan Kertanagera berpesta pora dengan para pembesar istana. . sedangkan Raden Wijaya berhasil menyelamatkan diri dan menuju Madura dengan maksud minta perlindungan dan bantuan kepada Aria Wiraraja. Mengetahui sebagian besar pasukan Singasari dikirim untuk menghadapi serangan Mongol maka Jayakatwang (Kediri) menggunakan kesempatan untuk menyerangnya. Kertanegara kemudian didharmakan sebagai Siwa––Buddha (Bairawa) di Candi Singasari. Dengan gugurnya Kertanegara maka Kerajaan Singasari dikuasai oleh Jayakatwang. dia berusaha meningkatkan kehidupan masyarakatnya. Ketika Ken Arok menjadi Akuwu di Tumapel. Kertanaga beserta pembesar-pembesar istana tewas dalam serangan tersebut. Upaya yang ditempuh Raja Kertanegara dapat dilihat dari pelaksanaan politik dalam negeri dan luar negeri. ia meningkatkan taraf kehidupan masyarakatnya. kehidupan masyarakat Singasari mengalami masa naik turun. Raden Wijaya diberi sebidang tanah yang bernama Tanah Tarik oleh Jayakatwang untuk ditempati. Sesuai dengan agama yang dianutnya. Raden Wijaya mendapat pengampunan dan mengabdi kepada Jayakatwang. Kubilai Khan menuntut raja-raja di daerah selatan termasuk Indonesia mengakuinya sebagai yang dipertuan. Arca perwujudannya dikenal dengan nama Joko Dolog yang sekarang berada di Taman Simpang. Dan pada masa Kertanegara. yakni dari arah utara merupakan pasukan pancingan dan dari arah selatan merupakan pasukan inti. kehidupan sosial masyarakat kurang mendapat perhatian karena ia larut dalam kegemarannya menyabung ayam.dengan tujuan untuk menahan perluasaan kekuasaan Kubilai Khan dari Dinasti Mongol. Gambar: Candi Singasari B. Namun pada pemerintahan Anusapati.

Setelah runtuhnya Singasari. Jayakatwang menjadi raja dan membangun ibu kota baru di Kediri. 4. dan candi Singasari. Pada saat itu Kerajaan Singasari sibuk mengirimkan angkatan perangnya ke luar Jawa. 3. ditemukan candi-candi dan patung-patung diantaranya candi Kidal. Memperkuat angkatan perang. Politik Luar Negeri: 1. ia kemudian diampuni oleh Jayakatwang dan diberi hak mendirikan desa Majapahit. sekaligus besan dari Kertanegara sendiri. Berkat bantuan Aria Wiararaja (penentang politik Kertanagara). Mereka dimanfaatkan Raden Wijaya untuk mengalahkan Jayakatwang di Kadiri. dan patung Amoghapasa juga merupakan perwujudan Kertanegara (kedua patung kertanegara baik patung Joko Dolog maupun Amoghapasa menyatakan bahwa Kertanegara menganut agama Buddha beraliran Tantrayana). C. dan menyatakan dirinya sebagai anggota Wangsa Rajasa. Setelah Kadiri runtuh. Melaksanakan Ekspedisi Pamalayu untuk menguasai Kerajaan melayu serta melemahkan posisi Kerajaan Sriwijaya di Selat Malaka. D. Akhirnya Kerajaan Singasari mengalami keropos di bagian dalam. Berbuat baik terhadap lawan-lawan politiknya seperti mengangkat putra Jayakatwang (Raja Kediri) yang bernama Ardharaja menjadi menantunya. Mengadakan pergeseran pembantu-pembantunya seperti Mahapatih Raganata digantikan oleh Aragani. Raden Wijaya dengan siasat cerdik ganti mengusir tentara Mongol keluar dari tanah Jawa. dll. Dalam serangan itu Kertanegara mati terbunuh. 2. Nagarakretagama dan prasasti Kudadu mengisahkan Raden Wijaya. Menguasai Malaka dan Kalimantan. Sedangkan patung-patung yang ditemukan adalah patung Ken Dedes sebagai Dewa Prajnaparamita lambing kesempurnaan ilmu. 3. Menguasai Jawa Barat. Raden Wijaya kemudian mendirikan Kerajaan Majapahit sebagai kelanjutan Singasari.Politik Dalam Negeri: 1. perjalanan kerajaan Singasari bisa dikatakan berlangsung singkat. Pada tahun 1293 datang pasukan Mongol yang dipimpin Ike Mese untuk menaklukkan Jawa. HUBUNGAN KERAJAAN SINGASARI DENGAN MAJAPAHIT Pararaton. sekaligus ipar. Berdasarkan segi budaya. Hal ini terkait dengan adanya sengketa yang terjadi dilingkup istana kerajaan yang kental dengan nuansa perebutan kekuasaan. 2. Pada tahun 1292 terjadi pemberontakan Jayakatwang bupati Gelang-Gelang. RUNTUHNYA KERAJAAN SINGASARI Sebagai sebuah kerajaan. . yang merupakan sepupu. candi Jago. cucu Narasingamurti yang menjadi menantu Kertanegara lolos dari maut. Riwayat Kerajaan Tumapel-Singasari pun berakhir. yaitu dinasti yang didirikan oleh Ken Arok. Menguasai Bali. patung Kertanegara dalam wujud patung Joko Dolog.

Kerajaan Majapahit adalah kerajaan Hindu-Buddha terakhir yang menguasai Semenanjung Malaya dan dianggap sebagai salah satu dari negara terbesar dalam sejarah Indonesia. khususnya daftar penguasa dan keadaan kerajaan yang tampak cukup pasti. menantu Kertanegara. Pararaton terutama menceritakan Ken Arok (pendiri Kerajaan Singhasari) namun juga memuat beberapa bagian pendek mengenai terbentuknya Majapahit. Ketika itu. Beberapa sarjana seperti C. Raden Wijaya berbalik menyerang sekutu Mongolnya sehingga memaksa mereka menarik pulang kembali pasukannya secara kalang-kabut karena mereka berada di teritori asing. meskipun wilayah kekuasaannya masih diperdebatkan. Desa itu dinamai Majapahit. banyak pula sarjana yang beranggapan bahwa garis besar sumber-sumber tersebut dapat diterima karena sejalan dengan catatan sejarah dari Tiongkok. Sementara itu. Borneo.[11][12] Saat itu juga merupakan kesempatan terakhir mereka untuk menangkap angin muson agar dapat pulang. dan rasa "pahit" dari buah tersebut.C. yang datang menyerahkan diri. Kertanagara. Atas saran Aria Wiraraja. adipati Kediri.Kerajaan majapahit Majapahit adalah sebuah kerajaan kuno di Indonesia yang pernah berdiri dari sekitar tahun 1293 hingga 1500 M. hal yang terjadi tidaklah jelas. Raden Wijaya kemudian diberi hutan Tarik. sudah membunuh Kertanagara. Selain itu. terdapat beberapa prasasti dalam bahasa Jawa Kuno maupun catatan sejarah dari Tiongkok dan negara-negara lain. yang berkuasa dari tahun 1350 hingga 1389. Wijaya bersekutu dengan pasukan Mongol untuk bertempur melawan Jayakatwang. Berg menganggap semua naskah tersebut bukan catatan masa lalu. Jayakatwang. Sumatra. Ketika pasukan Mongol tiba. Sejarah Berdirinya Majapahit Sesudah Singhasari mengusir Sriwijaya dari Jawa secara keseluruhan pada tahun 1290. Singhasari menjadi kerajaan paling kuat di wilayah tersebut. Semenanjung Malaya. Kublai Khan marah dan lalu memberangkatkan ekspedisi besar ke Jawa tahun 1293. Jayakatwang memberikan pengampunan kepada Raden Wijaya. hingga Indonesia timur. Manila (Saludung). . Tidak dapat disangkal bahwa sumber-sumber itu memuat unsur non-historis dan mitos. yang namanya diambil dari buah maja. penguasa Dinasti Yuan di Tiongkok. Nagarakertagama merupakan puisi Jawa Kuno yang ditulis pada masa keemasan Majapahit di bawah pemerintahan Hayam Wuruk. Setelah masa itu. atau mereka harus terpaksa menunggu enam bulan lagi di pulau yang asing.Kekuasaannya terbentang di Jawa. dan sejarahnya tidak jelas. Historiografi Hanya terdapat sedikit bukti fisik sisa-sisa Majapahit. Kepulauan Sulu. Sumber utama yang digunakan oleh para sejarawan adalah Pararaton ('Kitab Raja-raja') dalam bahasa Kawi dan Nagarakretagama dalam bahasa Jawa Kuno. Kerajaan ini mencapai puncak kejayaannya pada masa kekuasaan Hayam Wuruk. Hal ini menjadi perhatian Kubilai Khan. tetapi memiliki arti supernatural dalam hal dapat mengetahui masa depan. Keakuratan semua naskah berbahasa Jawa tersebut dipertentangkan. penguasa kerajaan Singhasari yang terakhir menolak untuk membayar upeti dan mempermalukan utusan tersebut dengan merusak wajahnya dan memotong telinganya. Namun demikian. Ia mengirim utusan yang bernama Meng Chi[9] ke Singhasari yang menuntut upeti. Ia membuka hutan itu dan membangun desa baru.

dan bahkan mengirim duta-dutanya ke Tiongkok Jatuhnya Majapahit Sesudah mencapai puncaknya pada abad ke-14. mulai muncul di bagian barat Nusantara. memerintah Majapahit dari tahun 1350 hingga 1389. Namun setelah kematian pemberontak terakhir (Kuti). Ia digelari Kala Gemet. Tanca. Namun demikian yang sebenarnya digambarkan oleh candrasengkala tersebut adalah gugurnya Bre Kertabumi. Pada saat bersamaan. Kerajaan ini menghadapi masalah. Demikian pula telah terjadi pergantian raja yang dipertengkarkan pada tahun 1450-an. Majapahit menguasai lebih banyak wilayah. Anak dan penerus Wijaya. Rajapatni menunjuk anak perempuannya Tribhuwana Wijayatunggadewi untuk menjadi ratu Majapahit.Tanggal pasti yang digunakan sebagai tanggal kelahiran kerajaan Majapahit adalah hari penobatan Raden Wijaya sebagai raja. Birma bagian selatan. Tribhuwana menguasai Majapahit sampai kematian ibunya pada tahun 1350. sebuah kerajaan perdagangan baru yang berdasarkan Islam. Ketika Majapahit didirikan. dan Italia (Pigafetta) mengindikasikan bahwa telah terjadi perpindahan kekuasaan Majapahit dari tangan penguasa Hindu ke tangan Adipati Unus. batasan alam dan ekonomi menunjukkan bahwa daerah-daerah kekuasaan tersebut tampaknya tidaklah berada di bawah kekuasaan terpusat Majapahit. kepulauan Nusa Tenggara. juga disebut Rajasanagara. Catatan sejarah dari Tiongkok. Jayanegara. Ia diteruskan oleh putranya. beberapa tahun setelah kematian Gajah Mada. dan sebagian kepulauan Filipina[13]. raja ke-11 Majapahit. Gajah Mada. Pada tahun 1328. agar ia dapat mencapai posisi tertinggi dalam pemerintahan. termasuk Ranggalawe. meskipun pemberontakan tersebut tidak berhasil. penguasa dari Kesultanan Demak. dan Nambi memberontak melawannya. yaitu Kesultanan Malaka. Beberapa orang terpercaya Kertarajasa. yaitu pada tanggal 10 November 1293. Dalam tradisi Jawa ada sebuah kronogram atau candrasengkala yang berbunyi sirna ilang kretaning bumi. Ia dinobatkan dengan nama resmi Kertarajasa Jayawardhana. semenanjung Malaya. Sengkala ini konon adalah tahun berakhirnya Majapahit dan harus dibaca sebagai 0041. Pada masanya Majapahit mencapai puncak kejayaannya dengan bantuan mahapatihnya.[12] Wijaya meninggal dunia pada tahun 1309. Kamboja. yaitu tahun 1400 Saka. Halayudha ditangkap dan dipenjara. Sulawesi.[2] menyebabkan runtuhnya sisa-sisa kerajaan Sriwijaya Menurut Kakawin Nagarakretagama pupuh XIII-XV. . Papua. Arti sengkala ini adalah “sirna hilanglah kemakmuran bumi”. oleh Girindrawardhana. Majapahit juga memiliki hubungan dengan Campa. Jayanegara dibunuh oleh tabibnya. antara tahun 1518 dan 1521 M. Portugis (Tome Pires). kekuasaan Majapahit berangsur-angsur melemah. dan lalu dihukum mati. tetapi terhubungkan satu sama lain oleh perdagangan yang mungkin berupa monopoli oleh raja[14]. Selama kekuasaan Tribhuwana. Ibu tirinya yaitu Gayatri Rajapatni seharusnya menggantikannya. Di bawah perintah Gajah Mada (1313-1364). Pada akhir abad ke-14 dan awal abad ke-15. Pada tahun 1377. pedagang Muslim dan para penyebar agama sudah mulai memasuki Nusantara. Majapahit melancarkan serangan laut ke Palembang. antara Wirabhumi melawan Wikramawardhana. daerah kekuasaan Majapahit meliputi Sumatra. Maluku. dan pemberontakan besar yang dilancarkan oleh seorang bangsawan pada tahun 1468. atau 1478 Masehi. yang berarti "penjahat lemah". Namun demikian. kerajaan Majapahit berkembang menjadi lebih besar dan terkenal di daerah tersebut. pengaruh Majapahit di seluruh Nusantara mulai berkurang. Hayam Wuruk. Borneo. Kejayaan Majapahit Hayam Wuruk. Sora. Siam. dan Vietnam. akan tetapi Rajapatni memilih mengundurkan diri dari istana dan menjadi pendeta wanita. Tampaknya terjadi perang saudara (Perang Paregreg) pada tahun 1405-1406. Slamet Muljana menduga bahwa mahapatih Halayudha lah yang melakukan konspirasi untuk menjatuhkan semua orang terpercaya raja. adalah penguasa yang jahat dan amoral.

Purwawisesa atau Girishawardhana. Sri Gitarja. . Suhita (1429 . bergelar Brawijaya I (1447 . bergelar Brawijaya V (1468 . bergelar Brawijaya IV (1466 .1447) 7.1350) 4. Girindrawardhana.1451) 8.1453) 9.1309) 2. atau Suraprabhawa.1389) 5. Hudhara.1328) 3. Bhre Pandansalas. Perhatikan bahwa terdapat periode kekosongan antara pemerintahan Rajasawardhana (penguasa ke-8) dan Girishawardhana yang mungkin diakibatkan oleh krisis suksesi yang memecahkan keluarga kerajaan Majapahit menjadi dua kelompok. 1. Wikramawardhana (1389 .Raja-raja Majapahit Berikut adalah daftar penguasa Majapahit.1466) 10. Bhre Kertabumi. Raden Wijaya. Kertawijaya.1478) 12. bergelar Sri Jayanagara (1309 . bergelar Brawijaya VI (1478 .1498) 13. bergelar Tribhuwana Wijayatunggadewi (1328 . bergelar Sri Rajasanagara (1350 . bergelar Brawijaya II (1451 . bergelar Brawijaya III (1456 . bergelar Brawijaya VII (1498-1518). Kalagamet.1468) 11. Hayam Wuruk. bergelar Kertarajasa Jayawardhana (1293 . Rajasawardhana.1429) 6.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful