Makalah sejarah Kerajaan di Indonesia bercorak hindu-buddha

Di susun oleh : Firman ahmadi (xi ips 2 ) Sma negeri senduro lumajang 2013-2014

kerajaan kutai Kerajaan Kutai (Kutai Martadipura) adalah kerajaan bercorak hindu yang terletak di muara Kaman, Kalimantan Timur, tepatnya di hulu Sungai Mahakam. Kerajaan Kutai berdiri sekitar abad ke-4. Nama kerajaan ini disesuaikan dengan nama daerah tempat penemuan prasasti, yaitu daerah Kutai. Hal ini disebabkan, karena setiap prasasti yang ditemukan tidak ada yang menyebutkan nama dari kerajaan tersebut. Wilayah Kerajaan Kutai mencakup wilayah yang cukup luas, yaitu hampir menguasai seluruh wilayah Kalimantan Timur. Bahkan pada masa kejayaannya Kerajaan Kutai hampir manguasai sebagian wilayah Kalimantan. a. Sumber Sejarah Sumber yang mengatakan bahwa di Kalimantan telah berdiri dan berkembang Kerajaan Kutai yang bercorak Hindu adalah beberapa penemuan peninggalan berupa tulisan (prasasti). Tulisan itu ada pada tujuh tiang batu yang disebut yupa. Yupa tersebut adalah tugu batu yang berfungsi sebagai tiang untuk menambat hewan yang akan dikorbankan. Dari salah satu yupa tersebut diketahui Raja Mulawarman yang memerintah Kerajaan Kutai pada saat itu. Nama Mulawarman dicatat dalam yupa karena kedermawanannya menyedekahkan 20.000 ekor sapi pada Kaum Brahmana.

b. Kehidupan Politik Sejak muncul dan berkembangnya pengaruh hindu (India) di Kalimantan Timur, terjadi perubahan dalam kepemerintahan, yaitu dari pemerintahan suku dengan kepala suku yang memerintah menjadi kerajaan dengan seorang raja sebagai kepala pemerintahan. Berikut beberapa raja yang pernah memerintah Kerajaan Kutai: - Raja Kudungga Adalah raja pertama yang berkuasa di kerajaan kutai. Dapat kita lihat, nama raja tersebut masih menggunakan nama lokal sehingga para ahli berpendapat bahwa pada masa pemerintahan Raja Kudungga pengaruh Hindu baru masuk ke wilayahnya. Kedudukan Raja Kudungga pada awalnya adalah kepala suku. Dengan masuknya pengaruh Hindu, ia mengubah struktur pemerintahannya menjadi kerajaan dan mengangkat dirinya sebagai raja, sehingga penggantian raja dilakukan secara turun temurun. - Raja Aswawarman Prasasti yupa menceritakan bahwa Raja Aswawarman adalah raja yang cakap dan kuat. Pada masa pemerintahannya, wilayah kekuasaan Kutai diperluas lagi. Hal ini dibuktikan dengan dilakukannya Upacara Asmawedha pada masanya. Upacara-upacara ini pernah dilakukan di India pada masa pemerintahan Raja Samudragupta ketika ingin memperluas wilayahnya. Dalam upacara itu dilaksanakan pelepasan kuda dengan tujuan untuk menentukan batas kekuasaan Kerajaan Kutai ( ditentukan dengan tapak kaki kuda yang nampak pada tanah hingga tapak yang terakhir nampak disitulah batas kekuasaan Kerajaan Kutai ). Pelepasan kuda-kuda itu diikuti oleh prajurit Kerajaan Kutai.

-Raja Mulawarman Raja Mulawarman merupakan anak dari Raja Aswawarman yang menjadi penerusnya. Raja Mulawarman adalah raja terbesar dari Kerajaan Kutai. Di bawah pemerintahannya, Kerajaan Kutai mengalami masa kejayaannya. Rakyat-rakyatnya hidup tentram dan sejahtera hingga Raja Mulawarman mengadakan upacara kurban emas yang amat banyak.

c. Runtuhnya Kerajaan Kutai Kerajaan Kutai runtuh saat raja Kerajaan Kutai terakhir yang bernama Maharaja Dharma Setia tewas di tangan Raja Kutai Kartanegara ke-13, Aji Pangeran Anum Panji Mendapa. Kerajaan Kutai Kartanegara selanjutnya menjadi Kerajaan Islam yang bernama Kesultanan Kutai Kartanegara. Peta Kecamatan Muara Kaman 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. Maharaja Kundungga, gelar anumerta Dewawarman Maharaja Asmawarman (anak Kundungga) Maharaja Mulawarman Maharaja Marawijaya Warman Maharaja Gajayana Warman Maharaja Tungga Warman Maharaja Jayanaga Warman Maharaja Nalasinga Warman Maharaja Nala Parana Tungga Maharaja Gadingga Warman Dewa Maharaja Indra Warman Dewa Maharaja Sangga Warman Dewa Maharaja Candrawarman Maharaja Sri Langka Dewa Maharaja Guna Parana Dewa Maharaja Wijaya Warman Maharaja Sri Aji Dewa Maharaja Mulia Putera Maharaja Nala Pandita Maharaja Indra Paruta Dewa Maharaja Dharma Setia

Kehidupan Ekonomi Kehidupan ekonomi di Kutai, tidak diketahui secara pasti, kecuali disebutkan dalam salah satu prasasti bahwa Raja Mulawarman telah mengadakan upacara korban emas dan tidak menghadiahkan sebanyak 20.000 ekor sapi untuk golongan Brahmana. Tidak diketahui secara pasti asal emas dan sapi tersebut diperoleh. Apabila emas dan sapi tersebut didatangkan dari tempat lain, bisa disimpulkan bahwa kerajaan Kutai telah melakukan kegiatan dagang. Kehidupan Budaya Dalam kehidupan budaya dapat dikatakan kerajaan Kutai sudah maju. Hal ini dibuktikan melalui upacara penghinduan (pemberkatan memeluk agama Hindu) yang disebut Vratyastoma. Vratyastoma dilaksanakan sejak pemerintahan Aswawarman karena Kudungga masih mempertahankan ciri-ciri keIndonesiaannya, sedangkan yang memimpin upacara tersebut, menurut para ahli, dipastikan adalah para pendeta (Brahmana) dari India. Tetapi pada masa Mulawarman kemungkinan sekali upacara penghinduan tersebut dipimpin oleh pendeta/kaum Brahmana dari orang Indonesia asli. Adanya kaum Brahmana asli orang Indonesia membuktikan bahwa kemampuan intelektualnya tinggi, terutama penguasaan terhadap bahasa Sansekerta yang pada dasarnya bukanlah bahasa rakyat India sehari-hari, melainkan lebih merupakan bahasa resmi kaum Brahmana untuk masalah keagamaan.

Kehadiran prasasti Purnawarman di pasir muara. Dalam masa pemerintahan Candrawarman (515-535 M). Prasasti Pasir Muara yang menyebutkan peristiwa pengembalian pemerintahan kepada raja Sunda itu dibuat tahun 536 M.000 ekor sapi kepada kaum Brahmana. Kerajaan Tarumanegara didirikan oleh Rajadirajaguru Jayasingawarman pada tahun 358. Kota ini sampai tahun 362 menjadi pusat pemerintahan raja-raja Dewawarman (dari Dewawarman I VIII).Kerajaan tarumanegara kerajaan Tarumanegara atau Taruma adalah sebuah kerajaan yang pernah berkuasa di wilayah pulau Jawa bagian barat pada abad ke-4 hingga abad ke-7 m. banyak penguasa daerah yang menerima kembali kekuasaan pemerintahan atas daerahnya sebagai hadiah atas kesetiaannya terhadap Kerajaan Tarumanegara. ayah Suryawarman. yang disebut argyre oleh ptolemeus dalam tahun 150 M. Jayasingawarman dipusarakan di tepi kali gomati. Ketika pusat pemerintahan beralih dari rajatapura ke Tarumanegara. melainkan juga mengalihkan perhatiannya ke daerah bagian timur.561 M) raja Kerajaan Tarumanegara ke-7. maka salakanagara berubah status menjadi kerajaan daerah. kerajaan Tarumanegara adalah kerajaan hindu beraliran wisnu. Dalam tahun tersebut yang menjadi penguasa Kerajaan Tarumanegara adalah Suryawarman (535 . Dharmayawarman (382-395). yang memberitakan raja Sunda dalam tahun 536 M. yang merupakan salah satu kerajaan tertua di nusantara yang diketahui. Jayasingawarman pendiri Kerajaan Tarumanegara adalah menantu raja Dewawarman VIII. merupakan gejala bahwa ibukota sundapura telah berubah status menjadi sebuah kerajaan daerah. Ia sendiri seorang maharesi dari salankayana di India yang mengungsi ke nusantara karena daerahnya diserang dan ditaklukkan maharaja samudragupta dari kerajaan magada. Ia membangun ibukota kerajaan baru pada tahun 397 yang terletak lebih dekat ke pantai. pusat pemerintahan Kerajaan Tarumanegara telah bergeser ke tempat lain. menantu Suryawarman. Kota itu diberi nama Sundapura pertama kalinya nama Sunda digunakan. Garut. Dalam catatan. Pada tahun 417 ia memerintahkan penggalian Sungai Gomati dan Candrabaga sepanjang 6112 tombak (sekitar 11 km). yang kemudian digantikan oleh putranya. Perkembangan daerah timur menjadi lebih Berkembang Ketika Cicit Manikmaya Mendirikan Kerajaan Galuh Dalam Tahun 612 M. sang prabu mengadakan selamatan dengan menyedekahkan 1. mendirikan kerajaan baru di Kendan. Maharaja Purnawarman adalah raja Kerajaan Tarumanegara yang ketiga (395-434 m). . Hal ini berarti. Selesai penggalian. Putera tokoh manikmaya ini tinggal bersama kakeknya di ibukota tarumangara dan kemudian menjadi panglima angkatan perang Kerajaan Tarumanegara. Dalam tahun 526 M Manikmaya. Suryawarman tidak hanya melanjutkan kebijakan politik ayahnya yang memberikan kepercayaan lebih banyak kepada raja daerah untuk mengurus pemerintahan sendiri. Contoh serupa dapat dilihat dari kedudukaan rajatapura atau salakanagara (kota perak). sedangkan putranya di tepi kali Candrabaga. Ditinjau dari segi ini. maka Suryawarman melakukan hal yang sama sebagai lanjutan politik ayahnya. daerah Nagreg antara Bandung dan Limbangan.

Pembangunan terusan ini mempunyai arti ekonomis yang besar nagi masyarakat. 3. karena pembuatan kali ini merupakan pembuatan saluran irigasi untuk memperlancar pengairan sawah-sawah pertanian rakyat. Kehidupan Sosial Kehidupan sosial Kerajaan Tarumanegara sudah teratur rapi. RAJA-RAJA DI KERAJAAN TARUMANEGARA Tarumanagara sendiri hanya mengalami masa pemerintahan 12 orang raja. Penggalian sebuah kali ini sangat besar artinya. Karena dapat dipergunakan sebagai sarana untuk mencegah banjir serta sarana lalu-lintas pelayaran perdagangan antardaerah di Kerajaan Tarumanegara dengan dunia luar. Hal ini dibuktikan dari prasasti Tugu yang menyatakan raja Purnawarman telah memerintah untuk menggali sebuah kali. digantikan menantunya. 2. keberadaan prasasti-prasasti tersebut menunjukkan telah berkembangnya kebudayaan tulis menulis di kerajaan Tarumanegara. B.Gambar : Peta Letak Prasasti Kerajaan Tarumanegara A. Linggawarman. 4. Kehidupan Ekonomi Prasasti tugu menyatakan bahwavraja Purnawarman memerintahkan rakyatnya untuk membuat sebuah terusan sepanjang 6122 tombak. Juga perdagangan dengan daera-daerah di sekitarnya. Kehidupan Politik Raja Purnawarman adalah raja besar yang telah berhasil meningkatkan kehidupan rakyatnya. yang sulung bernama Manasih menjadi istri Tarusbawa dari Sunda dan yang kedua bernama Sobakancana menjadi isteri . Raja Purnawarman juga sangat memperhatikan kedudukan kaum brahmana yang dianggap penting dalam melaksanakan setiap upacara korban yang dilaksanakan di kerajaan sebagai tanda penghormatan kepada para dewa. Tarusbawa. Pada tahun 669 M. Linggawarman sendiri mempunyai dua orang puteri. Akibatnya. Selain sebagai peninggalan budaya. hal ini terlihat dari upaya raja Purnawarman yang terus berusaha untuk meningkatkan kesejahteraan kehidupan rakyatnya. KEHIDUPAN DI KERAJAAN TARUMANEGARA 1. kehidupan perekonomian masyarakat Kerajaan Tarumanegara sudah berjalan teratur. Kehidupan Budaya Dilihat dari teknik dan cara penulisan huruf-huruf dari prasasti-prasasti yang ditemukan sebagai bukti kebesaran Kerajaan Tarumanegara. raja Tarumanagara terakhir. dapat diketahui bahwa tingkat kebudayaan masyarakat pada saat itu sudah tinggi.

6. karena Tarusbawa pribadi lebih menginginkan untuk kembali ke kerajaannya sendiri. 2. Raja-raja Tarumanegara: 1. Di samping itu terdapat lukisan semacam laba-laba serta sepasang telapak kaki Raja Purnawarman. 11.Dapuntahyang Sri Jayanasa pendiri Kerajaan Sriwijaya. b. PRASASTI-PRASASTI KERAJAAN TARUMANEGARA 1. Jayasingawarman 358-382 M Dharmayawarman 382-395 M Purnawarman 395-434 M Wisnuwarman 434-455 M Indrawarman 455-515 M Candrawarman 515-535 M Suryawarman 535-561 M Kertawarman 561-628 M Sudhawarman 628-639 M Hariwangsawarman 639-640 M Nagajayawarman 640-666 M Linggawarman 666-669 M C. 10. yaitu Tarusbawa. 8. 12. 4. yaitu Sunda yang sebelumnya berada dalam kekuasaan Tarumanagara. dekat muara sungai Cisadane Bogor prasasti tersebut menggunakan huruf Pallawa dan bahasa Sansekerta yang terdiri dari 4 baris disusun ke dalam bentuk Sloka dengan metrum Anustubh. Gambar telapak kaki pada prasasti Ciarunteun mempunyai 2 arti yaitu: a. Secara otomatis. tahta kekuasaan Tarumanagara jatuh kepada menantunya dari putri sulungnya. Cap telapak kaki melambangkan kekuasaan dan eksistensi seseorang (biasanya penguasa) sekaligus penghormatan sebagai dewa. 9. . Atas pengalihan kekuasaan ke Sunda ini. Kekuasaan Tarumanagara berakhir dengan beralihnya tahta kepada Tarusbawa. 7. Hal ini berarti menegaskan kedudukan Purnawarman yang diibaratkan dewa Wisnu maka dianggap sebagai penguasa sekaligus pelindung rakyat. 3. hanya Galuh yang tidak sepakat dan memutuskan untuk berpisah dari Sunda yang mewarisi wilayah Tarumanagara. Prasasti Ciaruteun Prasasti Ciaruteun atau prasasti Ciampea ditemukan ditepi sungai Ciarunteun. Cap telapak kaki melambangkan kekuasaan raja atas daerah tersebut (tempat ditemukannya prasasti tersebut). 5.

Di samping tulisan terdapat lukisan telapak kaki. . yang disamakan dengan tapak kaki gajah Airawata. prasasti ini juga menggunakan bahwa Sansekerta dan huruf Pallawa serta terdapat gambar telapak kaki yang isinya memuji pemerintahan raja Mulawarman. ditemukan di Bogor. 3. tertulis dalam aksara ikal yang belum dapat dibaca. 5. Prasasti Pasir Awi Prasasti Pasir Awi berada di daerah 0°10‟37.2. sekitar 30 km sebelah barat Bogor. Yang menarik dari prasasti ini adalah adanya lukisan tapak kaki gajah. ditemukan di bukit Koleangkak di perkebunan jambu. Bojong Honje-Sukamakmur Bogor.57”. Prasasti Jambu Prasasti Jambu atau prasasti Pasir Koleangkak. 4. yaitu gajah tunggangan dewa Wisnu. Prasasti Muara Cianten Prasasti Muara Cianten. tepat berada di puncak perbukitan Pasir Awi (600 m dpl). Prasasti Kebon Kopi Prasasti Kebon Kopi ditemukan di kampung Muara Hilir kecamatan Cibungbulang Bogor .29” BB (dari Jakarta) dan 6°32‟27.

tahun 414 M dalam bukunya yang berjudul Fa-Kao-Chi menceritakan bahwa di Ye-po-ti hanya sedikit dijumpai orang-orang yang beragama Buddha. Prasasti ini baru ditemukan tahun 1947 dan berisi 2 baris kalimat berbentuk puisi dengan huruf Pallawa dan bahasa Sansekerta. Dari prasasti-prasasti ini diketahui bahwa kerajaan dipimpin oleh Rajadirajaguru Jayasingawarman pada tahun 358 M dan beliau memerintah sampai tahun 382 M. Kerajaan Tarumanegara ialah kelanjutan dari Kerajaan Salakanagara. Prasasti Tugu yang menyebutkan dilaksanakannya upacara selamatan oleh Brahmana disertai dengan seribu ekor sapi yang dihadiahkan raja. juga menceritakan bahwa tahun 666 dan 669 telah datang utusaan dari To-lo-mo. Prasasti Tugu Prasasti Tugu di temukan di daerah Tugu. Sehingga secara Etimologi (ilmu yang mempelajari tentang istilah) sungai Chandrabaga diartikan sebagai kali Bekasi. c. Dengan adanya keterangan dua buah sungai tersebut menimbulkan tafsiran dari para sarjana salah satunya menurut Poerbatjaraka. ditemukan di kampung lebak di tepi sungai Cidanghiang. Isi prasasti tersebut mengagungkan keberanian raja Purnawarman. Prasasti Tugu juga menyebutkan anasir penanggalan walaupun tidak lengkap dengan angka tahunnya yang disebutkan adalah bulan phalguna dan caitra yang diduga sama dengan bulan Februari dan April.6. 2. kecamatan Cilincing Jakarta Utara. yang banyak adalah orang-orang yang beragama Hindu dan sebagian masih animisme. kecamatan Munjul kabupaten Pandeglang Banten. Prasasti Cidanghiyang Prasasti Cidanghiyang atau prasasti Lebak. Prasasti ini dipahatkan pada sebuah batu bulat panjang melingkar dan isinya paling panjang dibanding dengan prasasti Tarumanegara yang lain. b. Makam Rajadirajaguru Jayasingawarman ada di sekitar sungai Gomati (wilayah Bekasi). Prasasti Tugu menyebutkan nama dua buah sungai yang terkenal di Punjab yaitu sungai Chandrabaga dan Gomati. menceritakan bahwa tahun 528 dan 535 telah datang utusan dari Tolo-mo yang terletak di sebelah selatan. Berita Dinasti Sui. sehingga ada beberapa hal yang dapat diketahui dari prasasti tersebut. 3. Sedangkan sumber-sumber dari luar negeri yang berasal dari berita Tiongkok antara lain: 1. Sumber dari dalam negeri berupa tujuh buah prasasti batu yang ditemukan empat di Bogor. D. SUMBER-SUMBER SEJARAH Bukti keberadaan Kerajaan Taruma diketahui melalui sumber-sumber yang berasal dari dalam maupun luar negeri. Berita Fa-Hsien. satu di Jakarta dan satu di Lebak Banten. . Berita Dinasti Tang. Hal-hal yang dapat diketahui dari prasasti Tugu adalah: a. 7.

Jakarta. Berdasarkan prasast-prasati tersebut diketahui raja yang memerintah pada waktu itu adalah Purnawarman. Wilayah kekuasaan Purnawarman menurut prasasti Tugu. Bogor dan Cirebon. . Maka berdasarkan sumber-sumber yang telah dijelaskan sebelumnya maka dapat diketahui beberapa aspek kehidupan tentang kerajaan Tarumanegara.Berdasarkan tiga berita di atas para ahli menyimpulkan bahwa istilah To-lo-mo secara fonetis penyesuaian kata-katanya sama dengan Tarumanegara. meliputi hampir seluruh Jawa Barat yang membentang dari Banten. Kerajaan Tarumanegara diperkirakan berkembang antara tahun 400-600 M.

yang dikenal memiliki peraturan barang siapa yang mencuri. Dia terlebih dulu mencoba mengamati situasi Kerajaan Ho-ling dengan cara meletakkan pundi-pundi uang emas di tengah jalan.Kerajaan Kalingga / Holing Peta yang menggambarkan letak pusat kerajaan Kalingga. Maka ratu memerintahkan untuk menghukum mati putra mahkota. . berita Cina dari Dinasti Sung Awal (420470 M) menyebut Jawa dengan sebutan She-p‟o. kebanyakan diperoleh dari sumber catatan China. Sebelum perluasan ini. Tak berhenti sampai di situ saja. dan naskah Carita Parahyangan yang disusun berabad-abad kemudian pada abad ke-16 menyinggung secara singkat mengenai Ratu Shima dan kaitannya dengan Kerajaan Galuh. Kisah legenda ini bercerita mengenai Ratu Shima yang mendidik rakyatnya agar selalu berlaku jujur dan menindak keras kejahatan pencurian. tetapi para menteri mohon ampun padanya dan keputusan diubah dengan memotong kakinya. Namun penyebutan Jawa dengan She-p‟o kembali muncul pada 820-856 M Catatan dari sumber lokal Kisah lokal Terdapat kisah yang berkembang di Jawa Tengah utara mengenai seorang Maharani legendaris yang menjunjung tinggi prinsip keadilan dan kebenaran dengan keras tanpa pandang bulu. Raja tersebut bernama Ta-shih. Sumber sejarah kerajaan ini masih belum jelas dan kabur. Kalingga telah ada pada abad ke-6 Masehi dan keberadaannya diketahui dari sumber-sumber Tiongkok. bahkan barang-barang yang terjatuh tidak ada yang berani untuk mengambilnya. para menteri juga memohon ampun lagi sehingga hanya jari-jari kakinya saja yang dipotong. akan tetapi kemudian berita-berita Cina dari Dinasti T‟ang (618-906 M) menyebut Jawa dengan sebutan Ho-ling sampai tahun 818. kemungkinan berada di suatu tempat antara Kabupaten Pekalongan dan Kabupaten Jepara sekarang. Mengetahui hal itu. Ada seorang raja yang bermaksud untuk menyerang Ho-ling. raja Ta-shih mengurungkan niatnya utnuk menyerang Kerajaan Ho-ling. Ia menerapkan hukuman yang keras yaitu pemotongan tangan bagi siapa saja yang mencuri. Selama 3 tahun barang tersebut aman di jalan dan secara tidak sengaja putra mahkota menginjak barang tersebut. Kalingga atau Ho-ling (sebutan dari sumber Tiongkok) adalah sebuah kerajaan bercorak Hindu yang muncul di Jawa Tengah sekitar abad ke-6 masehi. Konon warga Ho-ling terkenal dengan kejujurannya. Ada sebuah kisah yang menceritakan tentang ketat dan disiplinnya pemerintahan di Kerajaan Ho-ling. tradisi kisah setempat. Kerajaan ini pernah diperintah oleh Ratu Shima. akan dipotong tangannya. karena kakinya yang bersalah. Asal Mula penyebutan Ho-ling Nama Ho-ling sebenarnya muncul ketika terjadi perubahan dengan mulai meluasnya kekuasaan Wangsa Sailendra. Letak pusat kerajaan ini belumlah jelas.

Sanaha dan Bratasenawa memiliki anak yang bernama Sanjaya yang kelak menjadi raja Kerajaan Sunda dan Kerajaan Galuh (723-732 M). . Raja Kalingga Selatan atau Bumi Sambara.Ratu Shima Carita Parahyangan Berdasarkan naskah Carita Parahyangan yang berasal dari abad ke-16. yaitu Brantasenawa. putri Maharani Shima. Keterangan tentang Kerajaan Ho-ling didapat dari prasasti dan catatan dari negeri Cina. dan memiliki putra yaitu Rakai Panangkaran. Kemudian Raja Sanjaya menikahi Sudiwara puteri Dewasinga. bersama Malayu dan Tarumanagara yang sebelumnya telah ditaklukan Sriwijaya. Ketiga kerajaan tersebut menjadi pesaing kuat jaringan perdagangan Sriwijaya-Buddha. Maharani Shima memiliki cucu yang bernama Sanaha yang menikah dengan raja ketiga dari Kerajaan Galuh. Pada abad ke-5 muncul Kerajaan Ho-ling (atau Kalingga) yang diperkirakan terletak di utara Jawa Tengah. Setelah Maharani Shima meninggal di tahun 732 M. Kerajaan Ho-ling menjadi wilayah taklukan Sriwijaya dikarenakan kerajaan ini menjadi bagian jaringan perdagangan Hindu. Pada tahun 752. Berita Cina Berita keberadaan Ho-ling juga dapat diperoleh dari berita yang berasal dari zaman Dinasti Tang dan catatan I-Tsing. yang kemudian menjadi raja kedua dari Kerajaan Galuh. Parwati. Sanjaya menggantikan buyutnya dan menjadi raja Kerajaan Kalingga Utara yang kemudian disebut Bumi Mataram. dan kemudian mendirikan Dinasti/Wangsa Sanjaya di Kerajaan Mataram Kuno. yaitu Tamperan Barmawijaya alias Rakeyan Panaraban. Kekuasaan di Jawa Barat diserahkannya kepada putranya dari Tejakencana. menikah dengan putera mahkota Kerajaan Galuh yang bernama Mandiminyak.

Kitab terjemahan itu antara lain memuat cerita tentang Nirwana. Prasasti bertuliskan huruf Pallawa yang berbahasa Sanskerta. ibunya bernama Bhadrawati. yaitu ayahnya bernama Santanu. Prasasti Tukmas Sementara di Desa Sojomerto.906 M) memberikan tentang keterangan Holing sebagai berikut. Prasasti Prasasti peninggalan Kerajaan Ho-ling adalah Prasasti Tukmas.Catatan dari zaman Dinasti Tang Cerita Cina pada zaman Dinasti Tang (618 M . perak. Catatan dari berita Cina ini juga menyebutkan bahwa sejak tahun 674. Catatan I-Tsing Catatan I-Tsing (tahun 664/665 M) menyebutkan bahwa pada abad ke-7 tanah Jawa telah menjadi salah satu pusat pengetahuan agama Buddha Hinayana. Prof. Ia adalah seorang ratu yang sangat adil dan bijaksana. cakra dan bunga teratai yang merupakan lambang keeratan hubungan manusia dengan dewa-dewa Hindu. Prasasti ini ditemukan di ditemukan di lereng barat Gunung Merapi. Prasasti ini bersifat keagamaan Siwais. beratap daun palem. Magelang di Jawa Tengah. cula badak dan gading gajah. rakyat Ho-ling diperintah oleh Ratu Hsi-mo (Shima). Sungai yang mengalir dari sumber air tersebut disamakan dengan Sungai Gangga di India.      Ho-ling atau disebut Jawa terletak di Lautan Selatan. di sebelah timurnya terletak Po-Li (Pulau Bali) dan di sebelah barat terletak Pulau Sumatera. tetapi cerita ini berbeda dengan cerita Nirwana dalam agama Buddha Hinayana. Desa Lebak. Isi prasasti memuat keluarga dari tokoh utamanya. Pada masa pemerintahannya Kerajaan Ho-ling sangat aman dan tentram. tepatnya di Dusun Dakawu. yang menerjemahkan salah satu kitab agama Buddha ke dalam Bahasa Cina. sedangkan istrinya bernama Sampula. Drs. Prasasti menyebutkan tentang mata air yang bersih dan jernih. Di sebelah utaranya terletak Ta Hen La (Kamboja). emas. ditemukan Prasasti Sojomerto. Prasasti ini beraksara Kawi dan berbahasa Melayu Kuna dan berasal dari sekitar abad ke-7 masehi. Raja tinggal di suatu bangunan besar bertingkat. Jawa Tengah. Kabupaten Batang. kelasangka. Boechari berpendapat bahwa tokoh yang bernama Dapunta Selendra adalah cikal-bakal raja-raja keturunan Wangsa Sailendra yang berkuasa di Kerajaan Mataram Hindu. Ibukota Ho-ling dikelilingi oleh tembok yang terbuat dari tonggak kayu. Kecamatan Reban. Penduduk Kerajaan Ho-ling sudah pandai membuat minuman keras dari bunga kelapa Daerah Ho-ling menghasilkan kulit penyu. Ia bekerjasama dengan pendeta Jawa bernama Janabadra. dan singgasananya terbuat dari gading. . kapak. Pada prasasti itu ada gambar-gambar seperti trisula. kendi. Di Ho-ling ada pendeta Cina bernama Hwining. Dapunta Selendra. Kecamatan Grabag.

Sampai dengan tahun 813 M. Utusan yang datang pada 813 M (atau 815 M) datang dengan mempersembahkan empat budak sheng-chih (jenggi). 767 M dan 768 M. Dikatakan bahwa pada 664-667 M. Terjemahan inilah yang dibawa pulang ke Cina. cula badak dan gading. Kitab suci Budha yang diterjemahkan tersebut sangat berbeda dengan kitab Suci Budha Mahayana. Catatan ini menunjukkan kemungkinan adanya hubungan dengan Wangsa Sailendra atau kerajaan Medang yang berkembang kemudian di Jawa Tengah Selatan. dan burung p‟in-chiat (?) dan benda-benda lainnya. terbukti bahwa terjemahan yang diterjemahkan HwuNing dengan Yun-ki bersama dengan Njnanabhdra itu adalah kitab Nirwana bagian akhir yang menceritakan tentang pembakaran jenazah sang Budha. Prasasti Sojomerto Mata pencaharian Kerajaan Ho-ling mempunyai hasil bumiberupa kulit penyu. menyerahkan upeti ke Cina. Menurut I-tsing. Ho-ling masih mengirim utusan ke negeri Cina dengan membawa “hadiah” berupa empat orang budak Sen-ki. pendeta Budha Cina bernama Hwuning dengan pembantunya Yun-ki datang ke Ho-ling. Kronik Dinasti Sung juga menyebutkan bahwa yang memimpin dan mentahbiskan Yun-ki menjadi pendeta Budha adalah Njnanabhadra. Kaisar amat berkenan hatinya sehingga memberikan gelar kehormatan kepada utusan tersebut. Kaisar Cina mengirimkan balasan yang dengan dibubuhi cap kerajaan dan raja To-ho-lo meminta kuda-kuda yang terbaik dan dikabulkan oleh kaisar Cina. emas dan perak. dengan sisa tulang yang tidak habis terbakar dikumpulkan untuk dijadikan relik suci. burung kakatua. Utusan itu mohon supaya gelar tersebut diberikan saja kepada adiknya. tetapi menganut agama Budha Hinayana aliran Mulasarastiwada. dan sejumlah jenis burung lainnya. Kaisar amat terkesan dengan sikap itu dan memberikan gelar kehormatan kepada keduanya. Dengan demikian jelas bahwa Ho-ling tidak menganut agama Budha aliran Mahayana. Keagamaan Salah satu sumber yang berbicara tentang keagamaan Kerajaan Ho-ling adalah sumber Cina yang berasal dari catatan perjalanan I-tsing. burung kakatua. Ada sebuah gua yang selalu mengeluarkan air garam yang disebut sebagai bledug. seorang pendeta agama Budha dari Cina dan kronik Dinasti Sung. . Kemudian Kerajaan Ho-ling mengirimkan utusan (upeti lagi) pada 666 M.Kedua temuan prasasti ini menunjukkan bahwa kawasan pantai utara Jawa Tengah dahulu berkembang kerajaan yang bercorak Hindu Siwais. Di sana kedua pendeta tersebut bersamasama dengan Joh-na po-t‟o-lo menerjemahkan Kitab Budha bagian Nirwana. Hubungan dengan negeri luar Pada masa Chen-kuang (627-649 M) raja Ho-ling bersama dengan raja To-ho-lo To-p‟o-teng. Menurut catatan Dinasti Sung yang memerintah setelah Dinasti T‟ang. Penduduk menghasilkan garam dengan memanfaatkan sumber air garam yang disebut sebagai bledug tersebut.

Untuk mencegah hal tersebut Maharaja Dharmasetu melancarkan beberapa serangan ke kota-kota pantai di . Berdasarkan observasi ditemukan reruntuhan candi-candi Sriwijaya di Thailand dan Kamboja.Kerajaan Sriwijaya Dalam bahasa Sansekertasri berarti “bercahaya” danwijaya berarti “kemenangan”. Wilayah hulu sungai Musi kaya akan berbagai komoditas yg berharga utk pedagang Tiongkok Ibukota diperintah secara langsung oleh penguasa sementara daerah pendukung tetap diperintah oleh datu setempat. Kemunduran pengaruh Sriwijaya terhadap daerah bawahan mulai menyusut dikarenakan beberapa peperangandiantara serangan dari raja Dharmawangsa dari Jawa ditahun 990 dan tahun 1025 serangan Rajendra Coladewa dari Koromandel selanjut tahun 1183 Sriwijaya dibawah kendali kerajaan Dharmasraya. Sriwijaya (Srivijaya) adl kerajaan maritim yg kuat di pulau Sumatera dan berpengaruh di Nusantara daerah kekuasaan Sriwijaya meliputi Kamboja Thailand Semenanjung Malaya Sumatera Jawa Kalimantan dan Sulawesi. Di abad ke-7 pelabuhan Cham di sebelah timur Indochina mulai mengalihkan banyak pedagang dari Sriwijaya. Prasasti paling tua mengenai Sriwijaya juga berada pada abad ke-7 yaitu Prasasti Kedukan Bukit di Palembang bertarikh 682. seorang pendeta Tiongkok I-tsing menulis bahwa ia mengunjungi Sriwijaya tahun 671 dan tinggal selama 6 bulan.Sementara dari peta Ptolemaeus ditemukan keterangan tentang ada 3 pulau Sabadeibei yg berkaitan dgn Sriwijaya. Namun Soekmono berpendapat bahwa pusat Sriwijaya terletak di provinsi Jambi sekarang yaitu pada kawasan sehiliran Batang Hari antara Muara Sabak sampai ke Muara Tembesi. Negara ini tak memperluas kekuasaan diluar wilayah kepulauan Asia Tenggara dgn pengecualian berkontribusi utk populasi Madagaskar sejauh 3. Kerajaan ini terdiri atas tiga zona utama daerah ibukota muara yg berpusatkan Palembang lembah Sungai Musi yg berfungsi sebagai daerah pendukung dan daerah-daerah muara saingan yg mampu menjadi pusat kekuasan saingan. Bukti awal mengenai keberadaan kerajaan ini berasal dari abad ke-7. Dan di akhir masa kerajaan ini takluk di bawah kerajaan Majapahit. Dalam bahasa Sansekerta dan Pali kerajaan Sriwijaya disebut Yavadesh dan Javadeh. Sriwijaya disebut dgn berbagai macam nama. Sekitar tahun 1992 hingga 1993 Pierre-Yves Manguin membuktikan bahwa pusat Sriwijaya berada di Sungai Musi antara Bukit Seguntang dan Sabokingking (terletak di provinsi Sumatra Selatan Indonesia). Bangsa Arab menyebut Zabaj dan Khmer menyebut Malayu. Eksistensi Sriwijaya diketahui secara resmi tahun 1918 oleh sejarawan Perancis George Cœdès dari École française d‟Extrême-Orient.300 mil di barat. Pembentukan dan Pertumbuhan Kerajaaan Sriwijaya Kerajaan Sriwijaya menjadi pusat perdagangan dan merupakan negara maritim. Ekspansi kerajaan ini ke Jawa dan Semenanjung Malaya menjadikan Sriwijaya mengontrol dua pusat perdagangan utama di Asia Tenggara. Orang Tionghoa menyebut Shih-li-fo-shih atau San-fo-ts‟i atau San Fo Qi. Sekitar tahun 500 akar Sriwijaya mulai berkembang di wilayah sekitar Palembang Sumatera. Sriwijaya menjadi simbol kebesaran Sumatera awal dan kerajaan besar Nusantara selain Majapahit di Jawa Timur. Pada abad ke-20 kedua kerajaan tersebut menjadi referensi olehkaum nasionalis utk menunjukkan bahwa Indonesia merupakan satu kesatuan negara sebelelum kolonialisme Belanda.

Kota Indrapura di tepi sungai Mekong di awal abad ke-8 berada di bawah kendali Sriwijaya. Ia berkuasa pada periode 792 sampai 835. Penguasaan atas Malayu yg kaya emas telah meningkatkan prestise kerajaan. Setelah Dharmasetu Samaratungga menjadi penerus kerajaan.Indochina. Dengan penguasaan tersebut kerajaan Sriwijaya menjadi kerajaan maritim yg hebat hingga abad ke-13. DariPrasasti Kedukan Bukit pada tahun 682 di bawah kepemimpinan Dapunta Hyang Jayanasa Kerajaan Minanga takluk di bawah imperium Sriwijaya. Sriwijaya meneruskan dominasi atas Kamboja sampai raja Khmer Jayawarman II pendiri imperium Khmer memutuskan hubungan dgn kerajaan di abad yg sama. I-tsing melaporkan bahwa Sriwijaya menjadi rumah bagi ribuan sarjana Budha sehingga menjadi pusat pembelajaran agama Buddha. Antara lain pendeta dari Tiongkok I-tsing yg melakukan kunjungan ke Sumatera dalam perjalanan studi di Universitas Nalanda India pada tahun 671 dan 695 serta di abad ke-11 Atisha seorang sarjana Budha asal Benggala yg berperan dalam mengembangkan Budha Vajrayana di Tibet. Prasasti ini juga menyebutkan bahwa Jayanasa telah melancarkan ekspedisi militer utk menghukum Bhumi Jawa yg tak berbakti kepada Sriwijaya peristiwa ini bersamaan dgn runtuh Tarumanagara di Jawa Barat dan Holing (Kalingga) di Jawa Tengah yg kemungkinan besar akibat serangan Sriwijaya. Di akhir abad ke-8 beberapa kerajaan di Jawa antara lain Tarumanegara dan Holing berada di bawah kekuasaan Sriwijaya. . Di abad ke-9 wilayah kemaharajaan Sriwijaya meliputi Sumatera Sri Lanka Semenanjung Malaya Jawa Barat Sulawesi Maluku Kalimantan dan Filipina. BerdasarkanPrasasti Kota Kapur yg yg berangka tahun 682 dan ditemukan di pulau Bangka Pada akhir abad ke-7 kemaharajaan ini telah menguasai bagian selatan Sumatera pulau Bangka dan Belitung hingga Lampung. Sriwijaya mengakumulasi kekayaan sebagai pelabuhan dan gudang perdagangan yg melayani pasar Tiongkok dan India. Relasi Kerajaan Sriwijaya dgn Kekuatan Regional Dari catatan sejarah danbukti arkeologi dinyatakan bahwa pada abad ke-9 Sriwijaya telah melakukan kolonisasi di hampir seluruh kerajaan-kerajaan Asia Tenggara antara lain Sumatera Jawa Semenanjung Malaya Kamboja dan Vietnam Selatan . Pengunjung yg datang ke pulau ini menyebutkan bahwa koin emas telah digunakan di pesisir kerajaan. Budha Vajrayana di Kerajaan Sriwijaya Sebagaipusat pengajaran Budha Vajrayana Sriwijaya menarik banyak peziarah dan sarjana dari negara-negara di Asia. Menurut catatan pada masa ini pula wangsa Melayu-Budha Sailendra bermigrasi ke Jawa Tengah dan berkuasa disana. Abad ke-7 orang Tionghoa mencatat bahwa terdapat dua kerajaan di Sumatera yaitu Malayu dan Kedah dan tiga kerajaan di Jawa menjadi bagian kemaharajaan Sriwijaya. Tidak seperti Dharmasetu yg ekspansionis Samaratungga tak melakukan ekspansi militer tetapi lbh memilih utk memperkuat penguasaan Sriwijaya di Jawa. Ajaran Buddha aliran Buddha Hinayana dan Buddha Mahayana juga turut berkembang di Sriwijaya. Di abad ini pula Langkasuka di semenanjung Melayu menjadi bagian kerajaan. Di masa berikut Pan Pan dan Trambralinga yg terletak di sebelah utara Langkasuka juga berada di bawah pengaruh Sriwijaya. Dominasi atas Selat Malaka dan Selat Sunda menjadikan Sriwijaya sebagai pengendali rute perdagangan rempah dan perdagangan lokal yg mengenakan biaya atas tiap kapal yg lewat. Selama masa kepemimpinan ia membangun candi Borobudur di Jawa Tengah yg selesai pada tahun 825. Sriwijaya tumbuh dan berhasil mengendalikan jalur perdagangan maritim di Selat Malaka Selat Sunda Laut China Selatan Laut Jawa dan Selat Karimata.

Tak diragukan lagi Sriwijaya mendapatkan keuntungan dari perdagangan ini. Di tahun 902 Sriwijaya mengirimkan upeti ke China.1088 kronik Tionghoa masih mencatat bahwaSan-fo-ts‟i masih mengirimkan utusan dari Jambi dan Palembang. Dan kemudian dilanjutkan dgn pengiriman utusan selanjut di tahun 1088. Dan kemudian Kedah juga takluk dan menjadi daerah bawahan. Minanga merupakan kekuatan pertama yg menjadi pesaing Sriwijaya yg akhir dapat ditaklukkan pada abad ke-7. Dalam berita Cina yg berjudul Sung Hui Yao disebutkan bahwa kerajaan San-fo-tsi pada tahun 1082 mengirim utusan dimana pada masa itu Cina di bawah pemerintahan Kaisar Yuan Fong. Sriwijaya juga berhubungan dekat dgn kerajaan Pala di Benggala dan sebuah prasasti berangka 860 mencatat bahwa raja Balaputra mendedikasikan seorang biara kepada Universitas Nalada Pala. Setelah kejatuhan Sriwijaya Chaiya terbagi menjadi tiga kota yakni (Mueang) Chaiya Thatong (Kanchanadit) dan Khirirat Nikhom. Kemudian Kerajaan Chola meneruskan penyerangan dan berhasil penaklukan Sriwijaya selama beberapa dekade berikut keseluruh imperium Sriwijaya berada dalam pengaruh Rajendra Coladewa. Kerajaan Melayu ini memiliki pertambangan emas sebagai sumber ekonomi dan kata Swarnnadwipa (pulau emas) mungkin merujuk pada hal ini. . Dua tahun kemudian raja terakhir dinasti Tang menganugerahkan gelar kepada utusan Sriwijaya. Keruntuhan Kerajaan Sriwijaya Rajendra Coladewa pada tahun 1025 raja Chola dari Koromandel India selatan menaklukkan Kedah dan merampas dari Sriwijaya. Relasi dgn dinasti Chola di India selatan cukup baik dan kemudian menjadi buruk setelah Rajendra Coladewa naik tahta dan melakukan penyerangan di abad ke11.Pada masa awalKerajaan Khmer juga menjadi daerah jajahan Sriwijaya. Istilah San-fo-tsi terutama pada tahun 1225 tak lagi identik dgn Sriwijaya melainkan telah identik dgn Dharmasraya dimana pusat pemerintahan dari San-fo-tsi telah berpindah jadi dari daftar 15 negeri bawahan San-fo-tsi tersebut merupakan daftar jajahan kerajaan Dharmasraya yg sebelum merupakan daerah bawahan dari Sriwijaya dan berbalik menguasai Sriwijaya beserta daerah jajahan lainnya. Setelah invasi tersebut akhir mengakibatkan melemah hegemoni Sriwijaya dan kemudian beberapa daerah bawahan membentuk kerajaan sendiri dan kemudian muncul Kerajaan Dharmasraya sebagai kekuatan baru dan kemudian mencaplok kawasan semenanjung malaya dan sumatera termasuk Sriwijaya itu sendiri. Duta besar tersebut menyampaikan surat dari raja Kien-pi bawahan San-fo-tsi yg merupakan surat dari putri raja yg diserahi urusan negara San-fo-tsi serta menyerahkan pula 227 tahil perhiasan rumbia dan 13 potong pakaian. Masa Kejayaan Kerajaan Sriwijaya Pada paruh pertama abad ke-10 diantara kejatuhan dinasti Tang dan naik dinasti Song perdagangan dgn luar negeri cukup marak terutama Fujian kerajaan Min dan negeri kaya Guangdong kerajaan Nan Han. Daerah urban kerajaan meliputi Palembang (khusus Bukit Seguntang) Muara Jambi dan Kedah. Banyak sejarawan mengklaim bahwa Chaiya di propinsi Surat Thani Thailand Selatan sebagai ibu kota terakhir kerajaan tersebut pengaruh Sriwijaya nampak pada bangunan pagoda Borom That yg bergaya Sriwijaya. Meskipun demikian Rajendra Coladewa tetap memberikan peluang kepada raja-raja yg ditaklukan utk tetap berkuasa selama tetap tunduk kepadanya. Pada tahun 903 penulis Muslim Ibnu Batutah sangat terkesan dgn kemakmuran Sriwijaya. Dari literatur Tiongkok utusan itu mempunyai nama Arab hal ini memberikan informasi bahwa pada masa-masa itu Sriwijaya sudah berhubungan dgn Arab yg memungkinkan Sriwijaya sudah masuk pengaruh Islam di dalam kerajaan. Antara tahun 1079 .

Berg menganggap identik dgn Adityawarman. Kemudian dari Kitab Undang-Undang Tanjung Tanah yg kemungkinan ditulis sebelum pada tahun 1377 juga terdapat kata-kata bumi palimbang. Pada tahun 1275 Singhasari penerus kerajaan Kediri di Jawa melakukan suatu ekspedisi dalam Pararaton disebut semacam ekspansi dan menaklukan bhumi malayu yg dikenal dgn nama Ekspedisi Pamalayu yg kemudian Kertanagara raja Singhasari menghadiahkan Arca Amoghapasa kepada Srimat Tribhuwanaraja Mauli Warmadewa raja Melayu di Dharmasraya seperti yg tersebut dalam Prasasti Padang Roco. Sangat dimungkinkan bahwa Sriwijaya yg termahsyur sebagai bandar pusat perdagangan di Asia Tenggara sekaligus sebagai pusat pembelajaran agama Budha juga ramai dikunjungi pendatang dari Timur Tengah dan mulai dipengaruhi oleh pedagang dan ulama muslim. C. Kekayaan yg melimpah ini telah memungkinkan Sriwijaya membeli kesetiaan dari vassal-vassal di seluruh Asia Tenggara. Perdagangan Kerjaaan Sriwijaya Dalam perdagangan Sriwijaya menjadi pengendali jalur perdagangan antara India dan Tiongkok yakni dgn penguasaan atas selat Malaka dan selat Sunda. Dan kemudian pada tahun 1347 Adityawarman memproklamirkan diri menjadi raja di Malayapura sesuai dgn manuskrip yg terdapat pada bagian belakang Arca Amoghapasa. Pong-fong (Pahang) Tong-ya-nong (Terengganu) Ling-ya-sikia (Langkasuka) Kilantan (Kelantan) Fo-lo-an (muara sungai Dungun daerah Terengganu sekarang) Ji-lo-t‟ing (Cherating pantai timur semenanjung malaya) Ts‟ien-mai (Semawe pantai timur semenanjung malaya) Pa-t‟a (Sungai Paka pantai timur semenanjung malaya) Tan-maling (Tambralingga Ligor selatan Thailand) Kia-lo-hi (Grahi Chaiya sekarang selatan Thailand) Pa-lin-fong (Palembang) Kien-pi (Jambi) Sin-t‟o (Sunda) Lan-wu-li (Lamuri di Aceh) and Si-lan (Kamboja). Dan dimasa itu nama Sriwijaya sudah tak ada disebut lagi tapi telah diganti dgn nama Palembang hal ini sesuai dgn Nagarakretagama yg menguraikan tentang daerah jajahan Majapahit. Agama Buddha diperkenalkan di Sriwijaya pada tahun 425 Masehi. Di Jawa dia menemukan bahwa rakyat memeluk agama Budha dan Hindu sedangkan rakyat San-fo-ts‟i memeluk Budha dan memiliki 15 daerah bawahan yg meliputi.C. Raja-raja Sriwijaya menguasai kepulauan Melayu melalui perdagangan dan penaklukkan dari kurun abad ke-7 hingga abad ke-9. Orang Arab mencatat bahwa Sriwijaya memiliki aneka komoditi seperti kamper kayu gaharu cengkeh pala kepulaga gading emas dan timah yg membuat raja Sriwijaya sekaya raja-raja di India. Sehingga secara langsung turut serta mengembangkan bahasa Melayu dan kebudayaan Melayu di Nusantara. DalamKidung Pamacangah dan Babad Arya Tabanan juga disebut „Arya Damar‟ sebagai bupati Palembang yg berjasa membantu Gajah Mada dalam menaklukkan Bali pada tahun 1343 Prof.Berdasarkan sumber Tiongkok pada buku Chu-fan-chi yg ditulis pada tahun 1178 Chou-JuKua menerangkan bahwa di kepulauan Asia Tenggara terdapat dua kerajaan yg sangat kuat dan kaya yakni San-fo-ts‟i dan Cho-po (Jawa). Dan selanjut pada tahun 1293 muncul Majapahit sebagai pengganti Singhasari dan setelah Ratu Tribhuwana Wijayatunggadewi naik tahta memberikan tanggung jawab kepada Adityawarman seorang peranakan Melayu dan Jawa utk kembali menaklukkan Swarnnabhumi pada tahun 1339. Sehingga beberapa kerajaan yg semula merupakan bagian dari Sriwijaya kemudian tumbuh . Pengaruh Budaya dan Agama Islam Kerajaan Sriwijaya banyak dipengaruhi budaya India pertama oleh budaya Hindu dan kemudian diikuti pula oleh agama Buddha. Sriwijaya merupakan pusat terpenting agama Buddha Mahayana.

Hal yg sama juga berlaku bagi masyarakat Thailand Selatan yg menciptakan kembali tarian Sevichai (Sriwijaya) yg berdasarkan pada keanggunan seni budaya Sriwijaya. Bahkan disalah satu naskah surat adl ditujukan kepada khalifah Umar bin Abdul Aziz (717720M) dgn permintaan agar khalifah sudi mengirimkan da‟i ke istana Sriwijaya. Demikian pulaKodam Sriwijaya (unit komando militer) PT Pupuk Sriwijaya (Perusahaan Pupuk di Sumatera Selatan)Sriwijaya Post (Surat kabar harian di Palembang) Sriwijaya TV Sriwijaya Air (maskapai penerbangan) Stadion Gelora Sriwijaya dan Sriwijaya Football Club (Klab sepak bola Palembang) semua dinamakan demikian utk menghormati memuliakan dan merayakan kegemilangan kemaharajaan Sriwijaya. Sehingga sangat dimungkinkan kehidupan sosial Sriwijaya adl masyarakat sosial yg di dalam terdapat masyarakat Budha dan Muslim sekaligus. Tercatat beberapa kali raja Sriwijaya berkirim surat ke khalifah Islam di Suriah.menjadi cikal-bakal kerajaan-kerajaan Islam di Sumatera kelak disaat melemah pengaruh Sriwijaya. Di samping Majapahit kaum nasionalis Indonesia juga mengagungkan Sriwijaya sebagai sumber kebanggaan dan bukti kejayaan masa lampau Indonesia. Nama Sriwijaya telah digunakan dan diabadikan sebagai nama jalan di berbagai kota dan nama ini telah melekat dgn kota Palembang dan Sumatera Selatan.Kegemilangan Sriwijaya telah menjadi sumber kebanggaan nasional dan identitas daerah khusus bagi penduduk kota Palembang provinsi Sumatera Selatan dan segenap bangsa Melayu. . Warisan Sejarah Kemaharajaan Sriwijaya Berdasarkan Hikayat Melayu pendiri Kesultanan Malaka mengaku sebagai pangeran Palembang keturunan keluarga bangsawan Palembang dari trah Sriwijaya. Bagi penduduk Palembang keluhuran Sriwijaya telah menjadi inspirasi seni budaya seperti lagu dan tarian tradisional Gending Sriwijaya.Universitas Sriwijaya yg didirikan tahun 1960 di Palembang dinamakan berdasarkan kedatuan Sriwijaya. Pengaruh orang muslim Arab yg banyak berkunjung di Sriwijaya raja Sriwijaya yg bernama Sri Indrawarman masuk Islam pada tahun 718. Hal ini menunjukkan bahwa pada abad ke-15 keagungan gengsi dan prestise Sriwijaya tetap dihormati dan dijadikan sebagai sumber legitimasi politik bagi penguasa di kawasan ini.

SUmatra dan menjadi raja Sriwijaya. Pendiri wangsa Sanjaya adalah Raja Sanjaya. Adapun yang berlatar belakang agama Buddha antara lain ialah Candi Kalasan. Para raja keturunan wangsa Sanjaya seperti Sri Maharaja Rakai Panangkaran. Oleh Karena adanya perlawanan yang dilakukan oleh keturunan Raja Sanjaya. Jawa Tengah. Komplek Candi Dieng di Wonosobo. Pramodawarddhani. . pada abad ke-10 pusat Kerajaan Mataram Kuno pindah ke Jawa Timur. Akan tetapi. Candi Sewu. Candi Borobudur. Samaratungga (raja wangsa Sailendra) menyerahkan anak perempuannya. Balaputeradewa kemudian melarikan diri ke P. kekuasaan Kerajaan Mataram Kuno dipegang oleh Dapunta Sailendra. kerjaan ini berpusat di Jawa Tengah. Melihat keadaan ini. Kerajaan Mataram Kuno diperkirakan berdiri sejak awal abad ke-8. Kerajaan Mataram Kuno mempunyai dua latar belakang keagamaan yang berbedaa. untuk dikawinkan dengan anak Rakai Patapan. yaitu wangsa Sanjaya dan Sailendraa. Berdasarkan catatan yang terdapat pada prasassti yang ditemukan. dan kompleks Candi Prambanan yang berlatar belakang Hindu. Rakai Pikatan kemudian menduduki takhta Kerajaan Mataram Kuno. Kerajaan Mataram di Jawa Tengah Kerajaan Mataram Kuno yang berpusat di Jawa Tengah terdiri dari dua wangsa (keluarga). Konon. kompleks Candi Dieng. dan Candi Plaosan. yaitu Rakai Pikatan (wangsa Sanjaya). yakni Raja Sanna. yakni agama Hindu dan Buddha. Raja Sanjaya telah menyelamatkan Kerajaan Mataram Kuno dari kehancuran setelah Raja Sanna wafat. Sri Maharaja Rakai Warak. Sri Maharaja Rakai Panunggalan. Ia menggantikan raja sebelumnya. Setelah Raha Sanjaya wafat. Pada awal berdirinya. Ia memerintah Kerajaan Mataram Kuno hingga 732M. dan Sri Maharaja Rakai Garung merupakan raja bawahan dari wangsa Sailendra. merupakan peninggalan candi Hindu pada masa Kerajaan Mataram Kuno. Kerajaan Mataram Kuno bermula sejak pemerintahan Raja Sanjaya yang bergelar Rakai Mataram Sang Ratu Sanjaya. Peninggalan bangunan suci dari keduanya antara lain ialah Candi Geding Songo.Kerajaan mataran Kuno Kerajaan Mataram Kuno (abad ke-8) adalah kerajaan Hindu di Jawa (Jawa Tengah dan Jawa Timur). mengadakan perlawanan namun kalah dalam peperangan. pendiri wangsa Sailendra. Candi Mendut. yaitu Balaputeradewa. adik Pramodawarddhani.

Ketika Sri Maharaja Rakai Sumba Dyah Wawa berkuasa. Wilis). cucu Sri Maharaja Daksa. Semeru dan G. Airlangga membagi kerajaan menjadi dua. Mpu Sindok. Merapi. yaitu wangsa Isana. maka sesuai dengan landasan kosmologis harus dibangun kerajaan baru dengan wangsa yang baru pula. Kerajaan yang didirikan Mpu SIndok ini tetap bernama Mataram. Perpindahan kerajaan ke Jawa Timur tidak disertai dengan penaklukan karena sejak masa Dyah Balitung.Pada masa Sri Maharaja Rakai Watukura Dyah Balitung Dharmodaya Mahasambu berkuasa. . Magelang. Sampai pada masa ini Kerajaan Mataram Kuno masih menjadi saatu kerajaan yang utuh. Dengan demikian Mpu Sindok dianggap sebagai cikal bakal wangsa baru. Setelah masa pemerintahan Mpu Sindok terdapat masa gelap sampai masa pemerintahan Dharmawangsa Airlangga (1020). Pada abad ke-10. kekuasaan Kerajaan Mataram Kuno telah meluass hingga ke Jawa Timur. membangun kembali kerajaan ini di Watugaluh (wilayah antara G. yaitu Kerajaan Pangjalu dan Janggala. Mpu Sindok naik takhta kerajaan pada 929 dan berkuasa hingga 948. Kerajaan Mataram di Jawa Timur Setelah terjadinya bencana alam yang dianggap sebagai peristiwa pralaya. terjadi perebutan kekuasaan di antara para pangeran Kerajaan Mataram Kuno. Diduga kehancuran kerajaan ini akibat bencana alam karena letusan G. kerajaan ini berakhir dengan tiba-tiba. untuk menghindari perang saudara. Jawa Timur. Jawa Tengah. Akan tetapi.

Coedes. Coedes lebih condong pada anggapan bahwa wangsa sailendra di Indonesia itu berasal dari Fu-nan atau kamboja.Yang amat menarik perhatian ialah bahwa istilah Sailendrawangsa itu muncul pula di luar Jawa. Didalam prasasti Abhayagiriwihara dari bukti Ratu Baka tahun 714 Saka (792 M). Ini merupakan sebutan bagi shiwa sama dengan girisa. Dengan kata lain raja-raja wangsa syailendra di Jawa menganggap leluhurnya ada diatas gunung. lebih-lebih setelah J. G. menimbulkan berbagai teori tentang asal usul jawa. berasal dari kalingga di selatan jawa. bukan uruf Pallawa atau huruf Jawa-Kuna sebagaimana umumnya prasasti. Prasasti-prasati tersebut semuanya menggunakan bahasa Sansekerta. dan tiga di antaranya . J Przyluzki mengatakan bahwa Coedes itu dilakukan atas dasar tafsir yang meragukan dari satu bait didalam prasasti Kuk Prah Kot. yaitu di dalam prasasti Ligor B. De Casparis dapat menemukan istilah Waranarahdhirajaraja didalam prasasti dari candi plaosan lor. Menurut pendapat ejaan Fu-nan dalam berita Cina berasal dari kata KhamerKuna vnan atau benyam yang berarti gunung. R.kemudian istilah ini muncul pula di dalam prasasti dari desa Kelurak tahun 704 Saka (782 M). Diantara pendapat diatas yang kemudian banyak dianut adalah pendapat G. maka anggota wangsa raja-raja Funan itu yg menyingkir ke jawa dan muncul sebagai penguasa disini pada pertengahan abad VIII M.G. dia mengemukakan pendapat bahwa Wangsa Syailendra itu berasal dari India Selatan. baik yang di jawa maupun yang di sriwijaya. yaitu raja gunung. juga prasasti Kelurak.C Majundar beranggapan bahwa wangsa sailendra di Indonesia.Dan akhirnya J. Nalanda dan Leyden plates.prasasti di Jawa. kecuali prasasti Kayumwunga menggunakan huruf siddham. Moen dalam salah satu karangannya yang menarik perhatian. Kenyataan ini di tambah dengan kenyataan bahwa ada beberapa naman wangsa di india dan dratan Asia Tenggara yang sama artinya dengan syailendra. Raja Fu-nan disebut parwatabhupala yang berarti raja gunung sama dengan kata syailendra. tetapi pada tahun 983 M melarikan diri ke Jawa karena serangan dari Sriwijaya. Ini merupakan petunjuk baginya bahwa istilah Syailendra asli Indonesia. Setelah kerajaan Fu-nan itu runtuh sekitar tahun 620 M. Pendapat tersebut diatas telah dibahas oleh Nilakanta Sastri.Di dalam prasasti kayumwungan than 743 Saka (824 M).Kerajaan syailendra Istilah sailendra wangsa dijumpai pertama kali di Indonesia dalam prasasti Kalasan tahun 700 Saka (778 M).L.Dia sendiri mengajukan pendapat bahwa wangsa Syailendra di Jawa itu berasal dari daerah Pandya di India selatan. dengan mengunakan nama wangsa syailendra.Yang semula berasal di sekitar Palembang. Menurut luzky istilah saylendra wangsa menunjukkan bahwa raja-raja berasal syailendra yang brarti raja gunung. dalam bahasa khamer sekarang Phnom. dan dia mengidentifikasikan waranara itu dengan waranara nagara atau na-fu-na didalam berita- .

sejak rakai Panangkaran hanya berkuasa sebagai raja bawahan. Dengan landasan anggaan bahwa sejak abad pertengahan 8 ada dua wangsa raja raja yang berkuasa. Raja raja wangsa Sanjaya itu. maka di jawa tengah terdapat dua wangsa raja raja. Sanjaya dan keturunannya adalah raja-raja dari wangsa Sailendra. Sebagai salah satu alas an dia untuk menunjuk pada kitab carita parahyangan. yang melihat bahwa didalam prasasti Kalasan tahun 778 M.Van Nearssen. Bosch disana-sini. ia merasa amat tersinggung membaca teori tersebut. yang berbahasa sangskerta ada dua pihak. yaitu puat kerajaan Fu-nan setelah berpindah dari Wiyadhapura atau te-mu setelah mendapat serangan dari Chenla di bawah pimpinan Bhawawarman dan Citra sena pada pertengahan kedua abad 6 M selanjutnya De Casparis mengatakan bahwa setelah pindah ke na-fu-na yang biasa dilokasikan didekat Angkorborai ada diantara raja-raja itu yang pergi ke jawa dan berhasil mengalahkan raja yang berkuasa disana. Selanjutnya de Casparis mencoba mengadakan rekontruksi jalanya sejarah keadaan mataram sampai pada abad 9 M. tetapi sejak Rakai Panangkaran berpindah agama menjadi penganut Buddha Mahayana. yaitu fihak raja sailendra . Prasati dari Sojomerto itu menyebutkan Dapunta Sailendra nama ayah dan ibunya yaitu Santanu dan Bradawati dan istrinya Sampula. seolah-olah bangsandonesia sejak dulu hanyalah mampu diperintah oleh bangsa asing. Pendapat bahwa bangsa sailendra berasal dari luar Indonesia (india atau Kamboja) ditentang oleh R. yaitu wangsa Sailendra yang berasal dari Fu-nan. yang hanya disebut sebagai permata sailendra tanpa nama. dan para pendtang itu yang kemudian menamakan dirinya sebagai wangsa sailendra yang beragama budha . yaitu sanjaya dan keturunannya. dan rakai panangkaran. dan penganut agama budha Mahayana. raja bawahanya dari wngsa Sanjaya. karena ia ditakut oleh semua orang. dan dalam berbagai kesempatan pembangunan candi-candi membantu raja wangsa Sailendra dengan memberikan tanah-tanah sebagai sima bagi candicandi itu. yang berhasil menaklukan raja raja dari wangsa Sanjayaang beragama Siwa. Jadi menurut de Casparis di Jawa mula mula berkuasa wangsa raja raja yangberagama Siwa. kab. Penemuan baru berupa prasasti batu berbahasa melayu kuno di desa Sojomerto. yaitu wangsa Sanjaya yang beragama siwa. tetapi setelah kedatangan raja dari Na-fu-na itu yang behrasil menaklukkannya.Ng.Dan kini disimpan dalam koleksi pribadi Adam Malik.K.D.berita China.Pendapat de Casparis ini dikembangkan lagi oleh F. asli Indonesia yang mulunya menganut agama siwa. Nama Rahyangta Panaraban diidentifikasikannya dengan Rakai P anangkaran.Pekalongan dan batu berbhasa yang tidak diketahui debngan jelas asalnya.Demikan pula istilah . yang antara lain memuat keterangan bahwat Rahyang Sanjaya telah menganjurkan anaknya Rahyangta Panaraban untuk meninggalakn agama yang dianutnya. Poerbatjaraka. mungkin sekali memperkuat anggapan Poerbatjaraka. Menurut Poerbatjaraka. Masih ada tokoh lagi yang disebut didalam prasasti ini yang sayang sekali namanya tidak terbaca namanya. Pendapat de Caparis itu diilhami oleh F.H.

Brahma. Didalam Prasasti Sojomerto itu dijumpai nama Dapunta Sailendra yang jelas merupakan ejaan Indonesia dari kata sansekerta sailendra karena di Sumatera dijumpai lebih banuaSailendra. yang terdiri dari tiga bait berisi bahwa raja Sanjaya tela mendirikan lingga diatas bukit pada tangggal 6 oktober tahun 732 M. Prasasti ini mengunakan Huruf Palawa dan bahasa Sansekerta. trisula. kudi. Pertama-tama disebutkan disini prssati di desa lebak. yang berasal dai halaman pecandian diastase gunung Wukir kecamatan Salam (Magelang). dolkmes dan empat bunga Padma. Prasati ini berbhasa sansekerta tetapi sayang yang ditemukan hanya bagian akhir. Sebagaimana Isanawangsa berpangkal pada Mpu Sindok yang bergelar Sri Isanawikramadarmmottunggadewa dan Raja Sawangsa berpangkal pada Ken Arok yang bergelar Sri Rajasa. Dari pahatan tulisan tersebut terdapat suatu laksana dan ala-alat upacara antar lain cakra. Menurut analisa Paleoogafis dari krom prassti ini berasal pada abad pertengahan yang isinya pujian kepada suatu mata air yang keluar dari gunung hal ini disamakan dengan air yang mengalirkan airnya yang dingin dan bersih melalui pasi yang berbatu bagaikan sungai Gangga. tidak terbaca keseluhan. Hal ini menunukan kepada dewa Siwa bahwa ini bagaikan air suci dan bahwa didekatnya tentu ada pengolahan sumber air yang dikelola oleh para pendeta. sanka.Hurufnya Pallawa yang tergolong muda dan bahasanya Sansekerta. Dari prasati Sojomerto itu jelas bawa Dapunda Sailendra ialah penganut wangsa Siwa. kundi. mungkin sekali berasal dari Sumatera maka sesuai dengan asal usul nama-nama wansa yang lain itu daptlah disini disimpulkan bahwa Sailendra wangsa itu berpangkal kepada Dapunta. Prasasti yang kedua adlah prasti camggal. Kenyataan bahwa ia menggunakan bahasa melayu kuno didalam prasastinya menunjukan bahwa ia orang Indonesia asli.yang menunjukan hubungan antara tokoh ini dengan Dapunta Sailendra. kapak.Jadi mungkin sekali tokoh yang telah dipendewakan dan dianggap sebagai leluhur Dapunta Sailendra.Prasati ini di pahat pada sebuah batu alam yang besar yang dekat dengan mata air. Bait ke tuju memji pulau Jawa yang subur dan banyak menghasilkan gandum (atau . dan Wisnu denagan catatan bahwa untuk Siwa sendi tersedia tiga bait. Kapn dan apa sebabnya raja-raja wangsa Sailendra itu mulai menganut agama Buddha mungkin dapat diketahui dari prasasti milik Adam Malik.Tokoh ini diberi pedikat Hiyang.Ru Rakai mataram sang ratu sanjaya Sebelum perpindahan pusat kerajaan terdapat berbagai sumber prasasti di mas seelum perpindahan itu. guntin. yang untuk sementara kita sebut dengan nama Prasasti Sankara. kecamatan Grabag (Magelang) Pasasti Tuk Mas. tentunya Sailendrawangsa berpangkal kepada seoran leluhur yang gelarnya mengandung unsur Sailendra. Lima bait selanjunya berisi pujian terhadap dewa Siwa.

Kemungkuna bangunan lingga itu ilah cand yang hingga saa ini masih ada sisa-sisanya di atas gungng wukir. Seperti halnya telah yang disimpulkan bagunnan candi yang dimasud adalah parsati canggal itucandi banon dekat candi mendut yang arca-arcanya saja yang besar dan bercorak Klasik?Letak candi ini memeng di daerah progo dan sungai Elo. perlu dibangun ibukota baru. sehinggga mereka masuk kedalam wangsa Sailendra. dan Sanjaya kemunkinna sekali adalah keturunnan-keturunna Dapunta Sailendra. mengingat bahwa prastinya memmang berasal dari dari halaman percandian. Sanna. dengan istana yang baru yang disertai dengan pembangunnan candi untk pemujaan lingga kerajaan. Siwa yan amat indah untk kesejahtraan dunia ang dikelilingi oleh sungai-sungai yang suci. dengan menduga yang dimaksudkan sunai gangga adalah sungai kali Progo. antara lain sungai gangga bagunan tersebut terletak di Kunjarakunja. Raja sanjaya adlah raja yang pertama yang brkedudukan di Medang. raja Sanna telah diserang oleh musuh dan telah gugur pada pertempuran tersebut. Dari prasasi yang diatas kiata dapat mengetahui bahwa pada tahun 723 M. Kemungknnan hali ini berhubngnna dengan kepercayaan bahwa istananyang telah diserbu oleh musuh yang kehilangna yuannya.Yang telah dikatakan oleh prasasti diatas. Hal ini dikarnakan dari sebuah prassti dari daftar raja-raja yang disebutkan di dalam prasasti Matyasih di medang. Dan perdapat tersebut telah diragukan karena mnaman didalam prasti ke tiga sekarang ditambah denagan dua batu lagi batu sima yang membuat nama daerah itu harus dibaca wanua ing alas I Salaimar. berdasarkan arti kata yaitu hutan gajah dan adanya wanua ing alas i Saliman. yang terutama di antaranya adalah sungai gangga. Menurut de Casparis Bhanu itu seorang raja wangsa sailendra mengiggat bahwa terdapat lagi sebuah prasasti Ligor B ada nama raja Wisnu dan didalam prasasti Kelurak ada . Selain itu ada suatu ketertarikan yang lain bahwa di pulau jawa ada bangunnan yang suci untuk pemujaan dewa Siwa di daerah Kunjarakunja yang dikelilingi oleh sungaisungai suci. Lagi pula kata kunjarakunla dapat juaga berate hutan fikus Religiosa atau huatan pohon Bodhi dan sejenisnya karena kata kunjara tidak berarti juga gajah tetapi nama beberapa jenis tanaman. Sahanna. atau Sima anatara Sanna masih ada seorang raja lagi yan hingga kini belum dapat ditemukan dari sumber sejarah. Kerena hal itu ak Sanjay dinobatkan sebagai raja. Dan nama Kunjarakunja itu poerbatjarka pernah mengemukkakan perdapat bahwa daerah yang dimaksud saat itu yang saat ini menjadi daerah Sleman. Ia kemudiaan disusul oleh rakai panankaran yang di antara Dapunta Sailendra dan Sima.Mungkin sekali ibukota kerajaan juga di serbu dan ijrah. raja sanjaya yang jelas adalah beragama Siwa yang telah mendirikan lingga di atas bukit. ini sesuai denagan pemeriaan denagan prassti.padi) da kaya akan tambang emas.

raja-raja di Matarām menjadi penganut agama Buddha Mahāyāna juga.Tamperan untuk berpindah agama karena agama yang dianutnya ditakuti oleh semua orang. Tetapi sejak Paņamkaran berpindah agama menjadi penganut Buddha Mahāyāna. kemudian keluarga kerajaan ini menyingkir ke Jawa. Pendapat yang sama dikemukakan juga oleh Nilakanta Sastri dan Moens. Dan ia berpendapat bahwa Bhanu itu tentu penganut agama Budha karena Isa merupakan nama lain dari sang Budha. Karena terjadi kerusuhan yang mengakibatkan runtuhnya Kerajaan Funan. nama ayahnya (Santanū). Teori India Majumdar beranggapan bahwa keluarga Śailendra di Nusantara. Teori Funan Coedes lebih condong kepada anggapan bahwa Śailendra yang ada di Nusantara itu berasal dari Funan (Kamboja). dan nama istrinya (Sampūla) (da pū nta selendra namah santanū nāma nda bapa nda bhadrawati nāma nda aya nda sampūla nāma nda . Prasasti Sojomerto dan Prasasti Kedukan Bukit merupakan prasasti yang berbahasa Melayu Kuno. Sanjaya dan keturunan-keturunannya itu ialah rajaraja dari keluarga Śailendra.nama raja indra. dapat diduga bahwa Dapunta Selendra adalah salah seorang pembesar dari Sumatera Selatan yang menyingkir ke pantai utara Jawa di sekitar Pekalongan.Pendapatnya itu didasarkan atas Carita Parahiyangan yang menyebutkan bahwa R.Pada tahun 683 Masehi. baik di Śrīwijaya (Sumatera) maupun di Mdaŋ (Jawa) berasal dari Kalingga (India Selatan). Sañjaya menyuruh anaknya R. Menurut Poerbatjaraka. keluarga ini melarikan diri ke Jawa karena terdesak oleh Dapunta Hiyaŋ dengan bala tentaranya. Di dalam prasasti yang dikenal dengan nama Prasasti Sojomerto itu disebutkan nama Dapunta Selendra. dan muncul sebagai penguasa di Mdaŋ (Matarām) pada pertengahan abad ke-8 Masehi dengan menggunakan nama keluarga Śailendra.Ia mengemukakan gagasannya itu didasarkan atas sebutan gelar dapunta pada Prasasti Sojomerto.Pada waktu itu Śrīwijaya pusatnya ada di Semenanjung Tanah Melayu. Pernyataan yang hampir senada dengan Moens dikemukakan oleh Slametmulyana. Gelar ini ditemukan juga pada Prasasti Kedukan Bukit pada nama Dapunta Hiyaŋ. asli Nusantara yang menganut agama Śiva. Panaraban atau R. Moens menganggap bahwa keluarga Śailendra berasal dari India yang menetap di Palembang sebelum kedatangan Dapunta Hiyaŋ. nama ibunya (Bhadrawati). Karena asal bahasa Melayu Kuno itu dari Sumatera dan adanya politik perluasan wilayah dari Kadātuan Śrīwijaya pada sekitar tahun 680-an Masehi. Pendapat dari Poerbatjaraka yang didasarkan atas Carita Parahiyangan kemudian diperkuat dengan sebuah temuan prasasti di wilayah Kabupaten Batang. Teori Jawa Pendapat bahwa keluarga Śailendra berasal dari Nusantara (Jawa) dikemukakan oleh Poerbatjaraka.

. kalau keluarga Śailendra berasal dari India Selatan tentunya mereka memakai bahasa Sanskrit di dalam prasasti-prasastinya.. Raja Sañjaya mulai berkuasa di Mdaŋ pada tahun 717 Masehi. Menurut Boechari. tokoh yang bernama Dapunta Selendra adalah bakal raja-raja keturunan Śailendra yang berkuasa di Mdaŋ.Dengan ditemukannya Prasasti Sojomerto telah diketahui asal keluarga Śailendra dengan pendirinya Dapunta Selendra. Mandimiñak (703-710 Masehi).Ratu ini memerintah dengan baik.Dalam Carita Parahiyangan disebutkan bahawa Raja Mandimiñak mendapat putra Sang Sena (Sanna). Raja Sanna mempunyai saudara perempuan bernama Sanaha yang kemudian dikawininya dan melahirkan Sañjaya.Sañjaya (717-746 Masehi). R. Mengenai .). Pada tahun 674 Masehi rakyat kerajaan itu menobatkan seorang wanita sebagai ratu. Nama “Dapunta Selendra” jelas merupakan ejaan Indonesia dari kata Sanskrit “Śailendra” karena di dalam prasasti menggunakan bahasa Melayu Kuno.Mungkinkah ratu ini merupakan pewaris takhta dari Dapunta Selendra? Apabila ya. Dari urutan raja-raja yang memerintah itu. yaitu Hsi-mo (Ratu Simo). Prasasti Canggal menyebutkan bahwa Sañjaya mendirikan sebuah lingga di bukit Sthīrańga untuk tujuan dan keselamatan rakyatnya. Berita Tionghoa yang berasal dari masa Dinasti T‟ang memberitakan tentang Kerajaan Ho-ling yang disebut She-po (=Jawa). Wangsa Syailendra cukup dominan di Jawa Tengah.Sanna (710-717 Masehi). dapat diduga bahwa Mandimiñak mulai berkuasa sejak tahun 703 Masehi.Hal ini bererti untuk sampai kepada Dapunta Selendra (pertengahan abad ke-7 Masehi) masih ada sisa sekitar 60 tahun. maka diperolehi urutan raja-raja yang memerintah di Mdaŋ. yaitu Dapunta Selendra (?674 Masehi).Ia memegang pemerintahan selama 7 tahun. yaitu Dapunta Selendra.Kalau Sañjaya naik takhta pada tahun 717 Masehi.Dari Carita Parahiyangan dapat diketahui bahwa Sena (Raja Sanna) berkuasa selama 7 tahun. dan seterusnya. maka Sanna naik takhta sekitar tahun 710 Masehi.Ini berarti masih ada 1 orang lagi yang berkuasa sebelum Mandimiñak.Pada awal era Mataram Kuno.Menurut para ahli sejarah. R. maka setidak-tidaknya masih ada 2 penguasa lagi untuk sampai kepada Dapunta Selendra.Di sebutkan pula bahwa Sañjaya memerintah Jawa menggantikan Sanna. Sanna.Berdasarkan paleografinya. Prasasti Sojomerto berasal dari sekitar pertengahan abad ke-7 Masehi.Kalau seorang penguasa memerintah lamanya kira-kira 25 tahun. Wangsa Sanjaya awalnya berada dibawah pengaruh kekuasaan Wangsa Syailendra. Kerajaan Mataram Kuno diperintah oleh dua wangsa yaitu Wangsa Syailendra yang beragama Buddha dan Wangsa Sanjaya yang beragama Hindu Syiwa. Ratu Simo (674-703 Masehi). dan Rakai Paņamkaran (746-784 Masehi). dan Mandimiñak diganti oleh Sang Sena yang memerintah 7 tahun. Dari Prasasti Sojomerto dan Prasasti Canggal telah diketahui nama tiga orang penguasa di Mdaŋ (Matarām). dan Sañjaya.Jika demikian.

Syailendra menyerang dan mengalahkan Chenla (Kamboja). yang waktu itu menjadi pangeran Wangsa Sanjaya. Pada tahun 790. juga mengadakan hubungan yang erat dengan kerajaan Sriwijaya di Sumatera.Pada masa pemerintahan raja Indra (782-812). Samaratungga. putera bernama Balaputradewa.Rakai Pikatan bahkan menyerang Balaputradewa. peninggalan kerajaan Mataram Kuno dari abad ke-8 dan ke-9 yang bercorak Buddha (Syailendra) umumnya terletak di Jawa Tengah bagian selatan. akan tetapi kedua-duanya samasama berkuasa di Jawa Tengah.Samaratungga memiliki puteri bernama Pramodhawardhani dan dari hasil pernikahannya dengan Dewi Tara. Sejarah Wangsa Syailendra berakhir pada tahun 850. menggantikan agama Buddha. dinikahkan dengan Dewi Tara. puteranya.Berdasarkan candi-candi.Borobudur merupakan monumen Buddha terbesar di dunia.Prasasti yang ditemukan tidak jauh dari Candi Kalasan memberikan penjelasan bahwa candi tersebut dibangun untuk menghormati Tara sebagai Bodhisattva wanita. yaitu ketika Balaputradewa melarikan diri ke Sriwijaya yang merupakan negeri asal ibunya. Wangsa Syailendra pada saat berkuasa.Sejak itu pengaruh Sanjaya yang bercorak Hindu mulai dominan di Mataram.persaingan kekuasaan tersebut tidak diketahui secara pasti. yang merupakan saudara Pramodhawardhani. Pramodhawardhani. . kemudian sempat berkuasa di sana selama beberapa tahun. prasasti Nalanda maupun prasasti Klurak. sedangkan raja-raja dari keluarga Sanjaya tertera dalam prasasti Canggal dan prasasti Mantyasih. sedangkan yang bercorak Hindu (Sanjaya) umumnya terletak di Jawa Tengah bagian utara. Candi Borobudur selesai dibangun pada masa pemerintahan raja Samaratungga (812-833). puteri raja Sriwijaya. Raja-raja yang berkuasa dari keluarga Syailendra tertera dalam prasasti Ligor. dan kini menjadi salah satu kebanggaan bangsa Indonesia. puteri raja Samaratungga menikah dengan Rakai Pikatan.

Letak Kerajaan berada di wilayah Jawa Timur. 1. . Sumber Sejarah  · Prasasti Mpu Sindok Prasasti ini menyebutkan beberapa tulisan tentang usaha-usaha yang dilakukan Mpu Sindok ketika memerintah di Kerajaaan Medang   · Prasasti Calcuta Prasasti ini menyebutkan tentang silsilah raja-raja yang memerintah di Dinasti Isyana (Mpu Sindok) sampai masa masa pemerintahan Raja Air Langga. Adapula yang menyebutnya Kerajaan Kahuripan. pendiri Dinasti Isana. Namanya Mpu Sindhok. Kerajaan Medang menjadi Kerajaan tersendiri sejak Mpu sindok membentuk Dinasti Baru yaitu Isyana. Namun. Dinasti Isana ini memerintah Medang Kamulan selama satu abad sejak 929 M. Medang Kahuripan ini dibangun oleh keturunan raja Mataram.KERAJAAN MEDANG KAMULAN Kerajaan ini seringkali disebut dengan nama Medang Kamulan dapat dikatakan sebagai kelanjutan Mataram karena ia tak lain adalah ibukota Mataram. 2. Letak Geografis Kerajaan Medang kamulan merupakan Kerajaan lanjutan dari Mataram Lama di Jawa Tengah. Pada masa Medang Kamulan (Kahuripan) inilah terjadi perpindahan kekuasaan politik dari Jawa Tengah ke Jawa Timur. Nama kamulan bisa dianggap sebagai perubahan kata “kamulyaan” atau “kemulian”. Pergeseran peta kekuasaan ini pada perkembangannya sangat menentukan sejarah perpolitikan di Jawa khususnya. sebagian ahli berpendapat. setelah Mataram hancur karena letusan Gunung Merapi. Medang Kamulan adalah ibukota Kediri atau Jenggala.

dan perdagangan. Atas bantuan Narattoma berhasil melarikan diri ke hutan. Bahkan Sriwijaya membalas melalui serangan kerajaan Wura Wuri (kerajaan bawahan atau vassal Sriwijaya). Selama di pengasingan. c. Mpu Sindok Mpu Sindok merupakan Raja pertama di Kerajaan Medang Kamulan. Medang Kamulan diteruskan oleh Dharma Teguh yang juga merupakan cucu dari Mpu Sindok. Mpu Sindok memerintah dengan bijaksana. Air Langga lolos dari pembunuhan.3. Ia dibantu oleh permaisurinya bernama Sri wardhani Pu Kbin . ia berusaha meningkatkan kesejahteraan rakyatnya. Mpu Sindok memerintah selama 20 tahun. . Karena perdagangan di kawasan perairan jawa dan Sumatera masih dikuasai Kerajaan Sriwijaya. Air Langga dinikahkan oleh Dharmawangsa. Pada waktu pesta pernikahan. pada tahun 1003 M. Air langga (Erlangga) Air langga adalah putera Raja Bali bernama Udaya yang menikah dengan Mahendradatta saudari raja Dharmawangsa. Berbagai usaha yang dilakukan untuk memakmurkan rakyat. Air Langga memindahkan ibukota kerajaan Medang ke Kahuripan. Saat memerintah. Larangan ini bertujuan untuk melestarikan sumber daya alam. secara tiba-tiba datang serangan dari kerajaan Wura Wuri (kerajaan bawahan Sriwijaya) yang menewaskan Dhramawangsa dan keluarga. sangat memperhatikan usaha penggubahan Kitab Buddha Mahayana. Setelah berhasil memulihkan kewibawaan kerajaan. Raja Mpu sindok melarang rakyat untuk menangkap ikan di bendungan tersebut. Akhir Langga berusaha memulihkan kewibawaan Kerajaan Medang. Secara berturut-turut Air Langga berhasil menaklukan raja-raja bawahan (vassal) Sriwijaya seperti Bisaprabhawa ditaklukan tahun 1029 M. Hasil gubahan berupa kitab Sang Hyang Kamahayanikan. Peristiwa kehancuran yang menewaskan Dharmawangsa disebut dengan Pralaya. Dharmawangsa Teguh Setelah Mpu Sindok. raja Wijayawarman dari Wengker tahun 1034. Raja Adhamapanuda tahun 1031 M termasuk Wura Wuri tahun 1035. Serangan tersebut ternyata tidak berhasil. Dharmawangsa mengirimkan tentaranya untuk merebut pusat perdagangan di Selat Malaka dari kekuasaan Sriwijaya. Mpu Sindok meskipun agama Hindu. Akan usaha untuk meningkatkan perdagangan mengalami kesulitan. Dalam bidang agama. Mpu Sindok bergelar Sri Maharaja Raka i Hino Sri Isyana Wikrama Dharmatunggadwea. Selama memerintah. Ini membuktikan antara agama Hindu dan Buddha bisa hidup saling berdampingan. Air Langga mendapat gemblengan dari para Brahmana dan dinobatan menjadi raja. b.Dalam rangka mematahkan pengaruh Sriwijaya. Akibat serangan tersebut Kerajaan Medang mengalami kehancuran. antara lain membangun bendungan atau waduk untuk pengairan. Usaha tersebut antara lain dengan meningkatkan pertanian.Ketika terjadi peristiwa tersebut. Perkembangan Pemerintahan a.

Selain usaha dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat. Kapal-kapal dari India. Air Langga pun sangat memperhatikan para Brahmana yang telah menggembleng ketika di hutan Bentuk perhatian Air Langga terhadap para Brahmana adalah dengan mendirikan bangunan suci di daerah Peucangan. Atas keberhasilan raja Air Langga tersebut dalam membangun kerajaan maka pengalaman hidupnya dikisahkan dalam sebuah kitab bernama Arjuna wiwaha yang digubah oleh Mpu Kanwa. Pelabuhan Hujung Galuh dan Tuban menjadi bender dagang yang ramai. telah mendorong Kerajaan Medang Kamulan kepuncak kejayaan dan kemakmuran. . Membangun waduk waringin sapta untuk mencegah banjir musiman. Membangun jalan-jalan yang menghubungkan pesisir ke pusat kerajaan. Untuk menghindari dari perang saudara. Pewaris tahta kerajaan seharusnya seorang puteri (sri Sanggramawijaya) yang lahir dari permaisuri. Birma. 3. Air Langga meninggal pada tahun 1049 M. Kamboja dan Champa berkunjung kedua tempat itu. Pembagian dibantu oleh Mpu Bharada. Di penghujung akhir hayatnya. Jenazahnya disemayamkan di lereng gunung Pananggungan dalam candi Belahan. antara lain : 1. Namun karena ia memilih menjadi pertapa. yaitu Jenggala dan Panjalu. Air Langga membagi dua kerajaan. Memperbaiki pelabuhan Hujung Galuh. 2. Batas kedua kerajaan dibatasi oleh sungai Brantas.Usaha yang dilakukan Air Langga dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Medang. Maka dengan demikian berakhirlah kerajaan Medang Kamulan sekaligus Dinasti Isyana Medang Kamulan – Kerajaan Pertama Di Jawa. maka tahta beralih pada putera Air Langga yang lahir dari Selir. di muara Kali Brantas.Usaha-usaha yang dilakukan Air Langga. Air Langga memutuskan mundur dari kerajaan dan menjadi memutuskan untuk menjadi pertapa dengan sebutan resi Gentayu.

Medang Kamulan adalah negeri tempat berkuasanya Prabu Dewata Cengkar yang lalim. Selanjutnya. Kerajaan Medang Kamulan menempati posisi pertama sebagai kerajaan pertama yang ada di Jawa. dikatakan pula bahwa setelah ia menyeberang Sungai Wuluyu tibalah ia di “Gegelang” (Madiun selatan). Legenda Aji Saka sendiri menyebutkan bahwa Bledug Kuwu di Kabupaten Grobogan adalah tempat munculnya Jaka Linglung setelah menaklukkan Prabu Dewata Cengkar. Cerita pewayangan versi Jawa menyebutkan bahwa Medang Kamulan adalah tempat bertahtanya Batara Guru. Dalam legenda Aji Saka.Di posting saya terdahulu tentang perjalanan sejarah kerajaan kuno di indonesia. walaupun ia sendiri tidak yakin. Masyarakat Sunda diketahui mengenal legenda mengenai kerajaan ini. Medang Kamulan dikuasai oleh Prabu Gilingwesi. Van der Meulen menduga. Medang Kamulan adalah wilayah atau kerajaan setengah mitologis yang dianggap pernah berdiri di Jawa Tengah dan mendahului Kerajaan Medang (kamulan berarti “permulaan”. dalam artikelnya tentang Kerajaan “Ho-Ling” yang disebut catatan Tiongkok. yang dikatakan mendahului Kerajaan Sunda Galuh Kerajaan Medang Kamulan . Hal ini membuka kemungkinan bahwa Medang Kamulan barangkali memang pernah ada. Sumber-sumber mengenai kerajaan ini hanya berasal dari cerita-cerita rakyat (misalnya dalam Legenda Loro Jonggrang) dan penyebutan oleh beberapa naskah kuno. Naskah inilah yang pertama kali menyebut bahwa memang ada tempat bernama Medang Kamulan. Cerita rakyat lain (di antaranya termasuk legenda Loro Jonggrang dan berdirinya Madura) menyatakan. Baris ke-782 dan 783 dari naskah kedua Perjalanan Bujangga Manik dari abad ke-15 menyebutkan bahwa setelah ia (Bujangga Manik) meninggalkan Pulutan (sekarang desa di barat kota Purwodadi) ia tiba di “Medang Kamulan”. Kerajaan ini dikatakan “setengah mitologis” karena tidak pernah ditemukan bukti-bukti fisik keberadaannya. di selatan “Medang Kamulan”. bahwa Medang Kamulan dapat dinisbatkan kepada “Hasin-Medang-Kuwu-lang-pi-ya” yang diajukan van Orsoy. meskipun tidak dikatakan bahwa itu adalah kerajaan. jadi “Medang Kamulan” berarti “pra-Medang”).

Bahkan dalam prasasti terakhir. terdapat beberapa raja yang diketahui memerintah kerajaan ini. c. terpaksa harus tinggal dulu di Campa sampai peperangan itu reda. b. • Prasasti Calcuta. • Prasasti Mpu Sindok dari daerah Bangil menyatakan bahwa Raja Mpu Sindok memerintah pembuatan satu candi sebagai tempat pendharmaan ayahnya dari permaisurinya yang bernama Rakryan Bawang. dan Malang di sebelah selatan. Pada tahun 992 M. dari Desa Tangeran (daerah Jombang) tahun 933 M menyatakan bahwa Raja Mpu Sindok memerintah bersama permaisurinya Sri Wardhani Pu Kbin. prasasti dari Raja Airlangga yang menyebutkan silsilah keturunan dari Raja Mpu Sindok. Mpu Sindok adalah peletak dasar Kerajaan Medang Kamulan di Jawa Timur. Dari gelar Mpu Sindok itulah diambil nama Dinasti Isyana. Oleh karena kondisi Jawa Tengah tidak memungkinkan bertahtanya Dinasti Sanjaya akibat desakan Kerajaan Sriwijaya. dapat diketahui bahwa Kerajaan Medang Kamulan terletak di muara Sungai Brantas. pasukan dari Jawa telah meninggalkan Sriwijaya dan Kerajaan Medang Kamulan dapat memajukan pelayaran dan perdagangan. a. • Prasasti Mpu Sindok dari Lor (dekat Nganjuk) tahun 939 M menyatakan bahwa Raja Mpu Sindok memerintah pembuatan candi yang bernama Jayamrata dan Jayastambho (tugu kemenangan) di Desa Anyok Lodang. setelah ia memindahkan pusat pemerintahannya dari Jawa Tengah ke Jawa Timur. Pasuruan di sebelah timur. . Raja Mpu Sindok termasuk keturunan Raja Dinasti Sanjaya (Mataram) di Jawa Tengah. Sumber Sejarah Sumber sejarah Kerajaan Medang Kamulan berasal dari berita asing dan prasasti-prasasti. Dalam perkembang-an selanjutnya. setelah Mpu Sindok turun tahta. Berita dari India mengatakan bahwa Kerajaan Sriwijaya menjalin hubungan persahabatan dengan Kerajaan Chola untuk membendung dan menghalangi kemajuan Kerajaan Medang Kamulan pada masa pemerintahan Raja Dharmawangsa. keadaan Jawa Timur dapat dikatakan suram. Berita Cina berasal dari catatan-catatan yang ditulis pada zaman Dinasti Sung. sehingga ketika Duta Sriwijaya pulang dari Cina (tahun 990 M). Berita Prasasti Beberapa prasasti yang mengungkapkan Kerajaan Medang Kamulan antara lain: • Prasasti dari Mpu Sindok. Berita Asing Berita asing tentang keberadaan Kerajaan Medang Kamulan di Jawa Timur dapat diketahui melalui berita dari India dan Cina. Ibukotanya bernama Watan Mas. Surabaya di sebelah utara.Berdasarkan penemuan beberapa prasasti. Kehidupan Politik Sejak berdiri dan berkembangnya Kerajaan Medang Kamulan. Namun. Di samping itu. wilayah kekuasaan Kerajaan Medang Kamulan mencakup hampir seluruh wilayah Jawa Timur. maka Mpu Sindok memindahkan pusat pemerintahannya dari Jawa Tengah ke Jawa Timur. Baru setelah Airlangga naik tahta muncul prasasti-prasasti yang dijadikan sumber untuk mengetahui keberadaan Kerajaan Medang Kamulan di Jawa Timur. Wilayah kekuasaan Kerajaan Medang Kamulan pada masa pemerintahan Mpu Sindok mencakup Nganjuk di sebelah barat. tahun 992 M tercatat pada catatan-catatan negeri Cina tentang datangnya duta persahabatan dari Jawa. Raja Mpu Sindok Raja Mpu Sindok memerintah Kerajaan Medang Kamulan dengan gelar Mpu Sindok Sri Isyanatunggadewa. Raja-raja tersebut adalah sebagai berikut. Kerajaan itu didirikan oleh Mpu Sindok. karena tidak adanya prasasti-prasasti yang menceritakan kondisi Jawa Timur. Catatancatatan Kerajaan Sung itu menyatakan bahwa antara kerajaan yang berada di Jawa dan Kerajaan Sriwijaya sedang terjadi permusuhan.

Kemudian. Oleh karena itu. yaitu Kerajaan Jenggala dan Kerajaan Kediri (Panjalu). yaitu Narottama. maka tahta kerajaan diserahkan kepada kedua orang putra yang terlahir dari selir Airlangga. dengan gelar Rakai Halu Sri Lakeswara Dharmawangsa Airlangga Teguh Ananta Wirakramatunggadewa. Airlangga berusaha mempersiapkan diri agar dapat menghadapi lawan-lawan kerajaannya. Airlangga menghadapi lawan-lawan yang cukup kuat seperti Kerajaan Wurawari. tetapi putrinya telah memilih menjadi seorang pertapa dengan gelar Ratu Giri Putri. Kerajaan Medang Kamulan terbagi dua. Namun Airlangga dapat melarikan diri bersama pengikutnya yang setia. Sriwijaya bangkit dan mengadakan pembalasan terhadap Kerajaan Medang Kamulan yang masih diperintah oleh Dharmawangsa. Airlangga Dalam prasasti Calcuta disebutkan bahwa Raja Airlangga masih termasuk keturunan Raja Mpu Sindok dari pihak ibunya yang bernama Mahendradata (Gunapria Dharmapatni) yang menikah dengan Raja Udayana. untuk menghindari perang saudara. atas tuntutan dari rakyatnya. yaitu Narottama ke dalam hutan. Tahta kerajaan diserahkan kepada seorang putrinya yang terlahir dari permaisuri. Peperangan menghadapi Rangda Indirah ini diceritakan melalui cerita yang berjudul Calon Arang. Setelah tercapai kestabilan dan kesejahteraan kerajaan. pada tahun 1019 M Airlangga bersedia dinobatkan menjadi raja untuk meneruskan tradisi Dinasti Isyana. Dalam usaha menundukkan Kerajaan Medang Kamulan. antara tahun 1028-1035 M. pada tahun 1042 M Raja Airlangga memasuki masa kependetaan. Kerajaan Wengker. Airlangga berjuang untuk mengembalikan kewibawaan kerajaan. Raja Dharmawangsa mengerahkan seluruh angkatan lautnya untuk menduduki dan menguasai Kerajaan Sriwijaya. Ketika Airlangga berusia 16 tahun ia dinikahkan dengan putri Dharmawangsa. Serangan itu terjadi ketika Raja Dharmawangsa melaksanakan upacara pernikahan putrinya dengan Airlangga (dari Bali). Akan tetapi. Setelah Airlangga berhasil mengalahkan musuh-musuhnya. Kebesaran Dharmawangsa tampak jelas pada politik luar negerinya. Di tengah hutan Airlangga hidup seperti seorang pertapa dengan menanggalkan pakaian kebesarannya. Kerajaan Sriwijaya mengadakan hubungan dengan kerajaan kecil yang ada di Jawa. . keadaan masyarakatnya stabil. Seperti sudah disebut. ia mulai membangun kerajaan di segala bidang kehidupan untuk kemakmuran rakyatnya. Dengan persiapan yang cukup. selang beberapa tahun kemudian. Antara tahun 1019-1028 M. dan Raja Futri dari selatan yang bernama Rangda Indirah. Serangan dari Kerajaan Wurawari itulah yang mengakibatkan hancurnya Kerajaan Medang Kamulan (1016 M). Airlangga berhasil melarikan diri bersama pengikutnya yang setia. Raja Dharmawangsa percaya bahwa kedudukan ekonomi Kerajaan Sriwijaya yang kuat merupakan ancaman bagi perkembangan Kerajaan Medang Kamulan. yaitu dengan Kerajaan Wurawari.Dharmawangsa Raja Dharmawangsa dikenal sebagai salah seorang raja yang memiliki pandangan politik yang tajam. Pada saat upacara pernikahan itulah terjadi serangan dari Kerajaan Wurawari. Selanjutnya. Dalam serangan itu. Airlangga digembleng baik lahir maupun batin di hutan Wonogiri. Raja Dharmawangsa beserta kerabat istana tewas. Selama tiga tahun (1016-1019 M). yang mengakibatkan hancurnya Kerajaan Medang Kamulan. Dalam waktu singkat Kerajaan Medang Kamulan berhasil meningkatkan kesejahteraannya.

secara tiba-tiba datang serangan dari kerajaan Wura Wuri (kerajaan bawahan Sriwijaya) yang menewaskan Dhramawangsa dan keluarga. Selama memerintah. Mpu Sindok memerintah dengan bijaksana. Selama di pengasingan. Air langga (Erlangga) Air langga adalah putera Raja Bali bernama Udaya yang menikah dengan Mahendradatta saudari raja Dharmawangsa. Saat memerintah. Dharmawangsa mengirimkan tentaranya untuk merebut pusat perdagangan di Selat Malaka dari kekuasaan Sriwijaya. Mpu Sindok Mpu Sindok merupakan Raja pertama di Kerajaan Medang Kamulan. Perkembangan Pemerintahan a.sejarah tentang kerajaan di Indonesia. Usaha tersebut antara lain dengan meningkatkan pertanian. Bahkan Sriwijaya membalas melalui serangan kerajaan Wura Wuri (kerajaan bawahan atau vassalSriwijaya). c. Letak GeografisKerajaan Medang kamulan merupakan Kerajaan kelanjutan dari Mataram Lama di Jawa Tengah. Akhir Langga berusaha memulihkan kewibawaan Kerajaan Medang. Mpu Sindok bergelas Sri Maharaja Raka i Hino Sri Isyana Wikrama Dharmatunggadwea. Dalam rangka mematahkan pengaruh Sriwijaya. Ketika terjadi peristiwa tersebut. Serangan tersebut ternyata tidak berhasil. antara lain membangun bendungan atau waduk untuk pengairan. Dalam bidang agama . ia dibantu oleh oleh permaisurinya bernama Sri wardhani Pu Kbin . Mpu Sindok memerintah selama 20 tahun. Pada waktu pesta pernikahan. Mpu Sindok meskipun agama Hindu. sangat memperhatikan usaha penggubahan Kitab Buddha Mahayana. Secara berturut-turut Air Langga berhasil menaklukan rajaraja bawahan (vassal) Sriwijaya seperti Bisaprabhawa ditaklukan tahun 1029 M. Akibat serangan tersebut Kerajaan Medang mengalami kehancuran. Kerajaan Medang menjadi Kerajaan tersendiri sejak Mpu sindok membentuk Dinasti Baru yaitu Isyana. Larangan ini bertujuan untuk melestarikan sumber daya alam. Dharmawangsa Teguh Setelah Mpu Sindok. Air Langga dinikahkan oleh Dharmawangsa. pada tahun 1003 M. raja Wijayawarman dari Wengker tahun 1034. Medangkamulan 1. Akan usaha untuk meningkatkan perdagangan mengalami kesulitan. Sumber Sejarah • Prasasti Mpu Sindok Prasasti ini menyebutkan beberapa tulisan tentang usaha-usaha yang dilakukan Mpu Sindok ketika memerintah di Kerajaaan Medang • Prasasti Calcuta Prasasti ini menyebutkan tentang silsilah raja-raja yang memerintah di Dinasti Isyana (Mpu Sindok) sampai masa masa pemerintahan Raja Air Langga. b. 2. Raja Adhamapanuda tahun 1031 M termasuk Wura . Atas bantuan Narattoma berhasil melarikan diri ke hutan. Letak Kerajaan berada di wilayah Jawa Timur. ia berusaha meningkatkan kesejahteraan rakyatnya. dan perdagangan. Hasil gubahan berupa kitab Sang Hyang Kamahayanikan. 3. Peristiwa kehancuran yang menewaskan Dharmawangsa disebut dengan Pralaya. Selama pemerintahannya. Karena perdagangan di kawasan perairan jawa dan Sumatera masih dikuasai Kerajaan Sriwijaya. Perhatian membuktikan antara agama Hindu dan Buddha bisa hidup saling berdampingan. Medang Kamulan diteruskan oleh Dharma Teguh yang juga merupakan cucu dari Mpu Sindok. Air Langga lolos dari pembunuhan. Air Langga mendapat gemblengan dari para Brahmana dan dinobatan menjadi raja. Berbagai usaha yang dilakukan untuk memakmurkan rakyat. Raja Mpu sindok melarang rakyat untuk menangkap ikan di bendungan tersebut.

Namanya dicatat dalam yupa karena kedermawanannya menyedekahkan 20. Membangun jalan-jalan yang menghubungkan pesisir ke pusat kerajaan Pelabuhan Hujung Galuh dan Tuban menjadi bender dagang yang ramai. Ada tujuh buah yupa yang menjadi sumber utama bagi para ahli dalam menginterpretasikan sejarah Kerajaan Kutai. tepatnya di hulu sungai Mahakam. maka tahta beralih pada putera Air Langga yang lahir dari Selir. Kerajaan kutai Kutai Martadipura adalah kerajaan tertua bercorak Hindu di Nusantara dan seluruh Asia Tenggara. yaitu Jenggala dan Panjalu. Air Langga memindahkan ibukota kerajaan Medang keKahuripan. [sunting]Sejarah [sunting]Yupa Informasi yang ada diperoleh dari Yupa / prasasti dalam upacara pengorbanan yang berasal dari abad ke-4. telah mendorong Kerajaan Medang Kamulan kepuncak kejayaan dan kemakmuran. Pembagian dibantu oleh Mpu Bharada. Atas keberhasilan raja Air Langga tersebut dalam membangun kerajaan maka pengalaman hidupnya dikisahkan dalam sebuah kitab bernama Arjuna wiwaha yang digubah oleh Mpu Kanwa. Namun karena ia memilih menjadi pertapa. Kudungga adalah pembesar dari Kerajaan Campa (Kamboja) yang datang ke Indonesia. 2. di muara Kali Brantas. Untuk menghindari dari perang saudara. Pewaris tahta kerajaan seharusnya seorang puteri (sri Sanggramawijaya) yang lahir dari permaisuri. Nama Mulawarman dan Aswawarman sangat kental dengan pengaruh bahasa Sanskerta bila dilihat dari cara penulisannya. Kalimantan Timur. Usaha yang dilakukan Air Langga dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Medang. Air Langga meninggal pada tahun 1049 M. Memperbaiki pelabuhan Hujung Galuh. Setelah berhasil memulihkan kewibawaan kerajaan. Batas kedua kerajaan dibatasi oleh sungai Brantas. Selain usaha dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat. Kerajaan ini terletak di Muara Kaman. Birma. Karena memang sangat sedikit informasi yang dapat diperoleh akibat kurangnya sumber sejarah. Nama Kutai diberikan oleh para ahli karena tidak ada prasasti yang secara jelas menyebutkan nama kerajaan ini. Usaha-usaha yang dilakukan Air Langga. Membangun waduk waringin sapta untuk mencegah banjir musiman 3. Air Langga pun sangat memperhatikan para Brahmana yang telah menggembleng ketika di hutan Bentuk perhatian Air Langga terhadap para Brahmana adalah dengan mendirikan bangunan suci di daerah Peucangan. Dari salah satu yupa tersebut diketahui bahwa raja yang memerintah kerajaan Kutai saat itu adalah Mulawarman. Kudungga sendiri diduga belum menganut agama Budha. Di penghujung akhir hayatnya. Maka dengan demikian berakhirlah kerajaan Medang Kamulan sekaligus Dinasti Isyana. [sunting]Mulawarman Mulawarman adalah anak Aswawarman dan cucu Kudungga. Ia juga . [sunting]Aswawarman Aswawarman mungkin adalah raja pertama Kerajaan Kutai yang bercorak Hindu. Kapal-kapal dari India. Kamboja dan Champa berkunjung kedua tempat itu.Wuri tahun 1035. Jenazahnya disemayamkan di lereng gunung Pananggungan dalamcandi Belahan. Air Langga memutuskan mundur dari kerajaan dan menjadi memutuskan untuk menjadi pertapa dengan sebutan resi Gentayu. Nama Kutai diambil dari nama tempat ditemukannya prasasti yang menggambarkan kerajaan tersebut. Air Langga membagi dua kerajaan. antara lain : 1.000 ekor sapi kepada kaum brahmana.

Kabupaten Pandeglang. sang prabu mengadakan selamatan dengan menyedekahkan 1. ditemukan di perkebunan kopi milik Jonathan Rig. yang disebutkan dalam sastra JawaNegarakertagama. Kutai Kartanegara inilah. Raja yang pernah berkuasa dan sangat terkenal dalam catatan sejarah adalah Purnawarman. dibuat sekitar 400 M (H Kern 1917). Dalam catatan sejarah dan peninggalan artefak di sekitar lokasi kerajaan. hingga sangat sedikit yang mendengar namanya. Selesai penggalian. terlihat bahwa pada saat itu Kerajaan Taruma adalah kerajaan Hindu beraliran Wisnu.diketahui sebagai pendiri dinasti Kerajaan Kutai sehingga diberi gelar Wangsakerta. Desa Tugu. Tarumanegara Tarumanagara atau Kerajaan Taruma adalah sebuah kerajaan yang pernah berkuasa di wilayah barat pulau Jawa pada abad ke-4 hingga abad ke-7 M. ditemukan di Kampung Batutumbu. dan salah satunya adalah Mulawarman. Kerajaan Kutai seakan-akan tak tampak lagi oleh dunia luar karena kurangnya komunikasi dengan pihak asing. Wilayah kekuasaannya meliputi hampir seluruh wilayah Kalimantan Timur. Pada tahun417 ia memerintahkan penggalian Sungai Gomati dan Candrabaga (Kali Bekasi) sepanjang 6112 tombak (sekitar 11 km).Penggalian sungai tersebut merupakan gagasan untuk menghindari bencana alam berupa banjir yang sering terjadi pada masa pemerintahan Purnawarman. satu diJakarta dan satu di Lebak Banten. Aji Pangeran Anum Panji Mendapa. Dari prasasti-prasasti ini diketahui bahwa kerajaan dipimpin oleh Rajadirajaguru Jayasingawarman pada tahun 358 M dan beliau memerintah sampai tahun 382 M. di tahun 1365. Rakyat Kutai hidup sejahtera dan makmur. Kerajaan Kutai mengalami masa keemasan. Bogor 2. Kabupaten Bekasi. dan kekeringan yang terjadi pada musim kemarau. Kutai Kartanegara selanjutnya menjadi kerajaan Islam yang disebut Kesultanan Kutai Kartanegara. Prasasti tersebut isinya menerangkan penggalian Sungai Candrabaga oleh Rajadirajaguru dan penggalian Sungai Gomati oleh Purnawarman pada tahun ke-22 masa pemerintahannya. yang artinya pembentuk keluarga. Aswawarman memiliki 3 orang putera. Sumber dari dalam negeri berupa tujuh buah prasasti batu yang ditemukan empat di Bogor. . sekarang disimpan di museum di Jakarta. Sumber Sejarah Bila menilik dari catatan sejarah ataupun prasasti yang ada. Kecamatan Tarumajaya. Bukti keberadaan Kerajaan Taruma diketahui melalui sumber-sumber yang berasal dari dalam maupun luar negeri. Putra Aswawarman adalah Mulawarman. Perlu diingat bahwa Kutai ini (Kutai Martadipura) berbeda dengan Kerajaan Kutai Kartanegara yang ibukotanya pertama kali berada di Kutai Lama (Tanjung Kute). Dari yupa diketahui bahwa pada masa pemerintahan Mulawarman. [sunting]Prasasti yang ditemukan 1. [sunting]Berakhir Kerajaan Kutai berakhir saat Raja Kutai yang bernama Maharaja Dharma Setia tewas dalam peperangan di tangan Raja Kutai Kartanegara ke-13. ditemukan di aliran Sungai Cidanghiang yang mengalir di Desa Lebak. berisi pujian kepada Raja Purnawarman. Kerajaan Tarumanegara ialah kelanjutan dari Kerajaan Salakanagara. Banten.000 ekor sapi kepada kaum brahmana. 3. tidak ada penjelasan atau catatan yang pasti mengenai siapakah yang pertama kalinya mendirikan kerajaan Tarumanegara. Prasasti Tugu. Ciampea. Prasasti Cidanghiyang atau Prasasti Munjul. Taruma merupakan salah satu kerajaan tertua di Nusantara yang meninggalkan catatan sejarah. Prasasti Kebon Kopi. Makam Rajadirajaguru Jayasingawarman ada di sekitar sungai Gomati (wilayah Bekasi). Kecamatan Munjul.

Nanggung. Prasasti Jambu. Prasasti Pasir Awi. Ciampea. Ciampea. Prasasti Muara Cianten. Citeureup. Bogor 5. Prasasti Ciaruteun.4. Bogor . Bogor 7. Bogor 6.

Sampai abad ke-19. prasasti ditemukan di Pasir Muara. beraksara Palawa. di tepi sawah. [sunting]Prasasti Telapak Gajah Prasasti Telapak Gajah bergambar sepasang telapak kaki gajah yang diberi keterangan satu baris berbentuk puisi berbunyi: jayavi s halasya tarumendrsaya hastinah airavatabhasya vibhatidam padadavayam Terjemahannya: Kedua jejak telapak kaki adalah jejak kaki gajah yang cemerlang seperti Airawata kepunyaan . aksara tersebut belum mencapai taraf modifikasi bentuk khasnya sebagaimana yang digunakan naskah-naskah (lontar) abad ke16. yang berbunyi: vikkrantasyavanipateh shrimatah purnavarmmanah tarumanagararendrasya vishnoriva padadvayam Terjemahannya menurut Vogel: Kedua (jejak) telapak kaki yang seperti (telapak kaki) Wisnu ini kepunyaan raja dunia yang gagah berani yang termashur Purnawarman penguasa Tarumanagara. Dalam prasasti itu dituliskan : ini sabdakalanda rakryan juru panga-mbat i kawihaji panyca pasagi marsa-n desa barpulihkan haji su-nda Terjemahannya menurut Bosch: Ini tanda ucapan Rakryan Juru Pengambat dalam tahun (Saka) kawihaji (8) panca (5) pasagi (4). Menurut Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara parwa II. Selain itu. halaman 161. di antara bawahan Tarumanagara pada masa pemerintahan Purnawarman terdapat nama “Rajamandala” (raja daerah) Pasir Muhara. Prasasti itu kini tak berada ditempat asalnya. namun pada tahun1981 diangkat dan diletakkan di dalam cungkup. Sekarang masih digunakan oleh pedagang bambu untuk mengangkut barang dagangannya ke daerah hilir. Prasasti pada zaman ini menggunakan aksara Sunda kuno. Kampung Muara tempat prasasti Ciaruteun dan Telapak Gajah ditemukan. [sunting]Prasasti Pasir Muara Di Bogor. [sunting]Prasasti Ciaruteun Prasasti Ciaruteun ditemukan pada aliran Ci Aruteun. Cianten dan Ciaruteun.Lahan tempat prasasti itu ditemukan berbentuk bukit rendah berpermukaan datar dan diapit tiga batang sungai: Cisadane. tidak jauh dari prasasti Telapak Gajah peninggalan Purnawarman. Sekarang termasuk wilayah Kecamatan Cibungbulang. Pada zaman ini. yang mengacu pada model aksara Kamboja dengan beberapa cirinya yang masih melekat. Isinya adalah puisi empat baris. Kehadiran prasasti Purnawarman di kampung itu menunjukkan bahwa daerah itu termasuk kawasan kekuasaannya. sarga 3. Karena angka tahunnya bercorak “sangkala” yang mengikuti ketentuan “angkanam vamato gatih” (angka dibaca dari kanan). yang pada awalnya merupakan perkembangan dari aksara tipe Pallawa Lanjut. dahulu merupakan sebuah “kota pelabuhan sungai” yang bandarnya terletak di tepi pertemuan Cisadane dengan Cianten. ada pula gambar sepasang “pandatala” (jejak kaki). maka prasasti tersebut dibuat dalam tahun 458 Saka atau 536 Masehi. Prasasti ini peninggalan Purnawarman. berbahasa Sansekerta. seratus meter dari pertemuan sungai tersebut dengan Ci Sadane. tempat itu masih dilaporkan dengan nama Pasir Muara. Dahulu termasuk bagian tanah swasta Ciampea. Sampai abad ke-19 jalur sungai itu masih digunakan untuk angkutan hasil perkebunan kopi. yang menunjukkan tanda kekuasaan &mdash& fungsinya seperti “tanda tangan” pada zaman sekarang. pemerintahan begara dikembalikan kepada raja Sunda.

Airawata adalah nama gajah tunggangan Batara Indra dewa perang dan penguawa Guntur. . juga menceritakan bahwa tahun 666 dan 669 telah datang utusan dari To-lo-mo. Berita Dinasti Tang. Maka berdasarkan sumber-sumber yang telah dijelaskan sebelumnya maka dapat diketahui beberapa aspek kehidupan tentang Taruma. Dari tiga berita di atas para ahli menyimpulkan bahwa istilah To-lo-mo secara fonetis penyesuaian kata-katanya sama dengan Tarumanegara. menceritakan bahwa tahun 528 dan 535 telah datang utusan dari To-lomo (“Taruma”) yang terletak di sebelah selatan. Ukiran bendera dan sepasang lebah itu dengan jelas ditatahkan pada prasasti Ciaruteun yang telah memancing perdebatan mengasyikkan di antara para ahli sejarah mengenai makna dan nilai perlambangannya. Berita Fa Hien. masih ada satu lagi prasasti lainnya yaitu prasasti batu peninggalan Tarumanagara yang terletak di puncak Bukit Koleangkak. tahun 414M dalam bukunya yang berjudul Fa Kao Chi menceritakan bahwa di Ye-po-ti (“Jawadwipa”) hanya sedikit dijumpai orang-orang yang beragama Buddha. Keterangan pustaka dari Cirebon tentang bendera Taruma dan ukiran sepasang “bhramara” (lebah) sebagai cap pada mahkota Purnawarman dalam segala “kemudaan” nilainya sebagai sumber sejarah harus diakui kecocokannya dengan lukisan yang terdapat pada prasasti Ciaruteun. Terjemahannya menurut Vogel: Yang termashur serta setia kepada tugasnya ialah raja yang tiada taranya bernama Sri Purnawarman yang memerintah Taruma serta baju perisainya tidak dapat ditembus oleh panah musuh-musuhnya. matahari kembar atau kombinasi surya-candra (matahari dan bulan). yang banyak adalah orang-orang yang beragama Hindu dan “beragama kotor” (maksudnya animisme). tetapi merupakan duri bagi musuh-musuhnya. Menurut Pustaka Parawatwan i Bhumi Jawadwipa parwa I. [sunting]Prasasti Jambu Di daerah Bogor. 2. 1.penguasa Tarumanagara yang jaya dan berkuasa. 3. yang selalu berhasil menghancurkan benteng musuh. Kecamatan Leuwiliang. kepunyaannyalah kedua jejak telapak kaki ini. sarga 1. Pada bukit ini mengalir (sungai) Cikasungka. Demikian pula tentang ukiran sepasang tanda di depan telapak kaki ada yang menduganya sebagai lambang labah-labah. Berdasarkan prasast-prasati tersebut diketahui raja yang memerintah pada waktu itu adalah Purnawarman. yang selalu menghadiahkan jamuan kehormatan (kepada mereka yang setia kepadanya). Prasasti inipun berukiran sepasang telapak kaki dan diberi keterangan berbentuk puisi dua baris: shriman data kertajnyo narapatir – asamo yah pura tarumayam nama shri purnnavarmma pracurarupucara fedyavikyatavammo tasyedam – padavimbadavyam arnagarotsadane nityadksham bhaktanam yangdripanam – bhavati sukhahakaram shalyabhutam ripunam. Bahkan diberitakan juga. Berita Dinasti Sui. Demikian pula mahkota yang dikenakan Purnawarman berukiran sepasang lebah. Ukiran kepala gajah bermahkota teratai ini oleh para ahli diduga sebagai “huruf ikal” yang masih belum terpecahkan bacaaanya sampai sekarang. gajah perang Purnawarman diberi nama Airawata seperti nama gajah tunggangan Indra. Kerajaan Tarumanegara diperkirakan berkembang antara tahun 400-600 M. bendera Kerajaan Tarumanagara berlukiskan rangkaian bunga teratai di atas kepala gajah. [sunting]Sumber berita dari luar negeri Sumber-sumber dari luar negeri semuanya berasal dari berita Tiongkok. Desa Pasir Gintung. Menurut mitologi Hindu.

[3] Van der Meulen menduga. Dugaan pusat Kerajaan Mataram di Medari itu bisa juga dirunut dari kalimat “ri medang ri” yang lama-kelamaan dibaca sebagai “medari”. Medang Kamulan adalah negeri tempat berkuasanya Prabu Dewata Cengkar yang zalim. . Cerita rakyat lain. Uniknya. Hal ini didasarkan pada fakta lapangan bahwa di sekitar desa Kadisaba. Rupanya daerah ini pernah mengalami musibah dilanda lahar panas. Sleman. Hal ini membuka kemungkinan bahwa Medang Kamulan barangkali memang pernah ada. walaupun ia sendiri tidak yakin. menyatakan bahwa Medang Kamulan dikuasai oleh Prabu Gilingwesi. Jakarta. sehingga “Medang Kamulan” dapat diartikan sebagai “pra-Medang”. meliputi hapir seluruh Jawa Barat yang membentang dari Banten. dapat diperkirakan bahwa daerah itu pada jaman dahulu merupakan tempat pemukiman. di antaranya termasuk legenda Loro Jonggrang dan berdirinya Madura. Budayawan Linus Suryadi AG (almarhum) juga mempunyai pandangan serupa. Baris ke-782 dan 783 dari naskah kedua Perjalanan Bujangga Manik dari abad ke-15 menyebutkan bahwa setelah Bujangga Manik meninggalkan Pulutan (sekarang adalah desa di sebelah barat Purwodadi. Dari beberapa sisa bangunan yang telah diketemukan. terutama yang jelas berupa bekas-bekas sebuah tembok keliling. kraton Sanjaya dikatakan terletak di Medang di Poh Pitu (ri mdang ri poh pitu). dikatakan pula bahwa setelah menyeberangi Sungai Wuluyu. Cerita pewayangan versi Jawa menyebutkan bahwa Medang Kamulan adalah tempat bertahtanya Batara Guru[1]. Dalam prasasti. Jawa Tengah) ia tiba di “Medang Kamulan”. Dalam legenda Aji Saka. Sleman ditemukan bekas Wihara Budha. Di daerah Medarintotex (GKBI Medari) pernah diketemukan bekas-bekas peninggalan purbakala berupa fondasi bangunan dan sisa-sisa tembok keliling yang terbuat dari batu andesit. di sekitar desa Kepitu tersebut tidak terdapat desa Kanem atau Kewolu. Kerajaan ini dikatakan setengah mitologis karena tidak pernah ditemukan bukti-bukti fisik keberadaannya. Dimana letak Poh Pitu itu hingga kini belum dapat ditentukan. Pendapat ini dilengkapi dengan terdapatnya desa kepitu di selatan Medari.[5] Naskah inilah yang pertama kali menyebutkan bahwa memang ada tempat bernama Medang Kamulan. Selanjutnya. Dan tampaknya di wilayah ini banyak bangunan sekolahan jaman kuno (Wihara). Poh Pitu ini pada jaman sekarang berubah menjadi desa Kepitu. Bogor dan Cirebon.[4] dalam artikelnya tentang Kerajaan “Ho-Ling” yang disebut catatan Tiongkok. dan penyebutan oleh beberapa naskah kuno. Penggalian purbakala yang dilakukan disana terpaksa dihentikan karena terbentur bekuan batuan lahar yang sangat keras pada kedalaman satu meter dari permukaan tanah sekarang. Sumber-sumber mengenai kerajaan ini hanya berasal dari cerita-cerita rakyat.[2] Legenda Aji Saka sendiri menyebutkan bahwa Bledug Kuwu di Kabupaten Grobogan adalah tempat munculnya Jaka Linglung setelah menaklukkan Prabu Dewata Cengkar. tibalah ia di Gegelang yang terletak di sebelah selatan Medang Kamulan. Bukankan dalam prasasti Medang disebut terletak di Poh Pitu.Wilayah kekuasaan Purnawarman menurut prasasti Tugu. meskipun tidak dikatakan bahwa itu adalah kerajaan. Salah satu tempat yang diperkirakan sebagai pusat Kerajaan Mataram itu terletak di Medari. Medang Kamulan adalah wilayah atau kerajaan setengah mitologis yang dianggap pernah berdiri di Jawa Tengah dan mendahului Kerajaan Medang. misalnya dalam legenda Loro Jonggrang. bahwa Medang Kamulan dapat dinisbahkan kepada “Hasin-Medang-Kuwu-lang-pi-ya” yang diajukan van Orsoy. “Kamulan” berarti “permulaan”.

Tidak jauh dari Medari di desa Morangan dalam bulan September 1965 pernah diketemukan sebuah candi. Apalagi Candi Prambanan dan Candi Sewu yang bisa dipastikan sebagai candi kerajaan terdapat disini. Keadaan ini sama seperti yang dialami candi Sambisari di daerah Kalasan yang juga diketemukan di kedalaman enam meter di bawah permukaan tanah sekarang. Kusen (Almarhum) terhadap lokasi Candi Prambana. Letak Tamwlang mungkin di daerah Jombang dimana masih ada desa Tambelang. Kusen (Almarhum) sampai pada kesimpulan bahwa salah satu pusat Kerajaan Medang berada di Randusari. “tambah Joko Dwiyanto. “Temuan emas di Wonoboyo semakin menguatkan pedapatnya itu. Menurutnya.Candi yang didirikan Sanjaya diketahui letaknya. Memang. Desa ini terletak sekitar 3 Km di sebelah timur Candi Prambanan. Martinus Maria Soekarto kartoatmojo (Almarhum) di daerah Candi Borobudur. “Dalam sebuah penelitian yang dilakukan Drs. yaitu di daerah Gunung Wukir di Salam. Letaknya terbenam sedalam lima meter dibawah permukaan tanah sekarang.” Candi merupakan petunjuk terdapatnya aktivitas manusia masa Hindu. Memindahkan pusat kerajaannya ke timur. Prambanan merupakan daerah yang sangat kaya peninggalan monumen dari jaman Mataram kuno. kemungkinan besar pusat kerajaan juga berada di sekitar tempat itu. Karena itu maka Mpu Sindok membangun kembali kerajaannya di Jawa Timur. Sayang sekali. sehingga dalam anggapan para pujangga hal itu dianggap sebagai kehancuran dunia pada akhir masa Kaliyuga.Pusat kerajan Rakai Watukura Dyah Balitung berpusat di daerah Kedu Selatan mengingat gelar rakainya. Menurut prasasti Harinjing (726 Masehi). Pendapat ini sangat beralasan. Jika candi tersebut merupakan sebuah kumpulan yang luas. . Di sekitar daerah Salam atau Salaman. Candi ini diberi nama Candi Batumiring. Magelang. Kraton Medang ternyata tidak hanya di Poh Pitu saja. Maka harus dibangun kerajaan baru dengan wangsa yang baru pula. Bahkan sekarang sudah ditimbun tanah lagi oleh pemilik pekarangan. Kesimpulan yang dibuat oleh Drs. Maka letak istananya kemungkinan terletak di sekitar candi tersebut. Mungkin di daerah Sragen di sebelah timur Sungai Bengawan Solo atau daerah Purwodadi/Grobogan. Candi ini tidak bisa ditampakkan kembali. Rupa-rupanya Kerajaan itu tetap bernama Mataram. Raja Rakai Kayuwangi pernah menempatkan kratonnya di Mammratipura (medang i mamratipura). juga dilakukan oleh Drs. “Kraton Medang kemungkinan terletak di dalam radius tertentu dari candi Gunung Wukir. Watugaluh terletak di Jawa Timur. Wonoboyo dekat dengan Randusari. Raja Rakai Panangkaran memindahkan pusat kerajaannya dari daerah Kedu ke lembah di lereng Gunung Merapi. Berarti candi-candi itu sempat terkubur lahar Merapi. Kerajaan Mataram di Jawa Tengah mengalami kehancuran karena letusan Gunung Merapi yang maha dahsyat. Banyak pihak tentu akan berpendapat bahwa Kraton Medang terletak di daerah Prambanan. Wonoboyo merupakan pemukiman bangsawan yang terletak di pusat Kerajaan. Ibukotanya bernama Tamwlang. Banyaknya candi yang sudah diketemukan memberi indikasi bahwa daerah ini pernah menjadi pusat kegiatan masyarakat. “kata Joko Dwiyanto.

Yang masih menjadi pertanyaan kemudian adalah kaitan antara bekas Kraton Boko dengan Candi Prambanan. Tentang hal ini banyak pakar berbeda pendapat. Sebab di bekas Kraton Boko itu terdapat replika Candi Prambanan sebagai tempat berdoa atau „caos sesaji‟. dari wilayah Kedu selatan sampai di Sleman. Kraton Boko hanya tempat peristirahatan dan benteng terakhir. kemudian ke timur dan setelah menjadi Mataram mungkin di sebelah timur laut kota Yogyakarta. Namun ada dugaan lain. Namun dari bukti-bukti lapangan dan referensi pustaka bisa dikaji kemungkinan letak Mataram Hindu. . Dari paparan tadi bisa jadi ada pergeseran pusat pemerintahan Mataram Kuno.

Jumlah cincin emas yang pernah diketemukan dan kini disimpan di Museum Nasional Jakarta sebagian besar berasal dari Dieng dan sekitar Gunung Ungaran. Sumber ini menyebut Jawa sebagai Ho-ling. Lokasi daerah ini sesuai pula dengan keterangan yang ditulis oleh sumber-sumber Cina dari jaman Dinasti Tang (618-906 Masehi). Sedangkan Kalingga sebenarnya hanya ada dalam cerita rakyat. Jawa Tengah. Penduduk setempat menyebutnya Bledug Kuwu. Ada sebuah gua yang selalu mengeluarkan air garam (bledug). Jawa Tengah. Di desa Kuwu di daerah Purwodadi terdapat kawah yang selalu menyemburkan air garam. Karangjati.Di tempat itu diketemukan 77 buah cincin. “Kamulan berarti asal. Jadi Medang Kamulan berarti letak Medang yang pertama atau asal mula medang . dan Mijel. Ho-ling ini sering disamakan dengan Kalingga dalam cerita tutur rakyat Jawa Tengah. Yang terbanyak ialah antara Purwodadi/Grobogan dan Blora. Kurang lebih ada sepuluh arca. Orang di situ membuat garam dari air yang mengalir dari kawah tersebut. Dikatakan bahwa Ho-ling adalah kerajaan yang makmur. Tidak ada bukti sejarah yang yang mendukumg keberadaannya. “tambah Joko Dwiyanto”. yang pertama-tama. Karena Boechari menempatkan kronologi Ho-ling lebih tua dari Medang. yang mula-mula. . maka masyarakat menempatkan Medang Kamulan di daerah Grobogan tersebut. Jawa Tengah sampai di dekat Madiun.”ungkap Joko Dwiyanto”. Tempat yang dimaksud adalah desa Bergas Lor dan Bergas Kidul. “Pendapat tersebut dikemukakan oleh Boechari (almarhum).MELACAK „PETILASAN MATARAM KUNO‟ ANTARA SEMARANG – YOGYAKARTA : KRATON MEDANG KAMULAN BERKIBLAT MERAPI ( TULISAN KEDUA ) Desa Medang dijumpai mulai dari daerah Bagelen di Purworejo. Berita Cina selanjutnya menyebutkan bahwa Ki-yen telah memindahkan ibukota Ho-ling ke timur. Jawa Timur. Pemindahan pusat kerajaan ini terjadi tahun 899-911 Masehi. Di sekitar wilayah itu juga diketemukan peninggalan di Pendem. Beliau menempatkan kronologi kerajaan Ho-ling ini sebelum Medang. Di tempat itu terdapat Candi Sikunir. yang dianggapnya terletak di Grobogan. Dari candi ini banyak patung yang telah dipindahkan ke Museum Nasional Jakarta. Keterangan tentang adanya gua yang selalu mengeluarkan air garam memang cocok dengan keadan di Purwodadi. Bekas-bekas pemandian juga diketemukan di Kali Taman dan Sindang Beji. Van Der Meulen memperkirakan perpindahan itu terjadi dari sekitar Pegunungan Dieng ke kaki sebelah timur Gunung Ungaran. Belum lagi arca-arca yang dibawa secara ilegal. Kedua desa ini terletak beberapa kilometer di selatan kota Ungaran.

Dari telaah serbuk sari juga didapat bukti adanya lumpur vulkanik yang tebal yang menutupi kegiatan sebelumnya. Temuan ini memperkuat asumsi hancurnya Kerajaan Medang oleh abu dahsyat Merapi. . Dari asumsi ini bisa diduga bahwa awal Kerajaan Medang dari Jawa Barat kemudian berkembang di Jawa Tengah antara lain di Dieng. Menurutnya terdapat kemiripan tumbuhan yang di tanam di Dieng dengan beberapa bagian di Jawa Barat. Dari telaahan serbuk sari yang dilakukan kegiatan yang dilakukan manusia berkelompok ini bisa jadi merupakan sebuah komunitas masyarakat kerajaan. di Dieng sudah ada kegiatan manusia dari tahun 500 Masehi. Bahkan dari kisah wayang Lahirnya Abimanyu yang mandi di Sungai Serayu (sir rahayu) terlihat adanya pemahaman akan adanya sosialitas masyarakat kerajaan. Dugaan ini diperkuat dengan banyaknya candi yang dibangun di wilayah ini. Diperkuat dengan nama candi-candi yang ada di Dieng yang diambil dari nama wayang bisa jadi di lereng Gunung Sindoro ini pernah lahir kerajaan. Kota Dieng yang selalu berkabut dalam bahasa Jawa disebut “Kamulan”. Agus Pudjoarianto dari Fakultas Biologi UGM.Dari penelitian Dr.

berdasarkan arti kata itu. seorang ahli geologi. Prasasti ini menulis bahwa Raja sanjaya telah mendirikan lingga diatas Bukit Sthirangga untuk keselamatan rakyatnya pada hari Senin tanggal 13 paro terang bulan Kartika 654 Saka atau 732 Masehi.” kata Drs. Prasasti Mantyasih dibuat untuk menghormati leluhur yang telah diperdewakan di Medang di Poh Pitu. banyak dari kita tidak tahu bahwa bukit itu menyimpan sejarah masa lalu yang penting. Poerbatjaraka pernah mengemukakan pendapat bahwa yang yang dimaksud dengan daerah itu adalah daerah Sleman. Menurut Van Bemmelen. Bangunan suci yang didirikan Sanjaya terletak di wilayah Kunjarakunja. Gunung Gendol. tepatnya di daerah kecamatan Salam secara tidak sengaja kita akan menengok ke selatan jalan. sehingga terjadi lipatan. Musuh-musuh itu telah menyerang Sanna. Karena itu setelah Sanjaya dinobatkan mejadi raja. Di Gunung Gendol ini pula babak baru Kerajaan Mataram Kuno dimulai. perlu dibangun ibukota baru dengan istana baru disertai pembangunan candi untuk pemujaan lingga kerajaan. Kuburan-kuburan Cina yang terletak di lereng bukit menjadi penyebabnya. Pendirian lingga untuk memperingati bahwa Sanjaya telah dapat membangun kembali Kerajaan dan bertahta setelah menaklukkan musuh-musuhnya. yaitu hutan Gajah dan adanya daerah wana ing alas i Saliman. Yogyakarta sekarang. Kata Saliman diartikan sebagai daerah Sleman sekarang. Jadi. Joko Dwiyanto-Dosen Fakultas Arkeologi UGM. Disini untuk pertama kalinya nama Medang disebut. Sayang. letusan Merapi yang terhebat dalam sejarahnya itu menyebabkan sebagian besar puncaknya lenyap. Gerakan tanah ini membentur Pegunungan Menoreh dan membentuk Gunung Gendol. Peristiwanya tercatat dalam prasasti Canggal yang diketemukan di halaman Candi Gunung Wukir. pernah menjadi saksi meletusnya Gunung Merapi sepuluh abad silam. Lapisan tanah bergeser ke arah barat daya. raja yang berkuasa sebelum Sanjaya. Urutan pertama raja-raja tersebut ditempati oleh Rakai Mataram Sang Ratu Sanjaya (prasasti Mantyasih) dan Rahyangta ri Medang dapat disamakan dengan Rakai Mataram Sang Ratu Sanjaya. kerajaan Medang sama dengan kerajaan Mataram. Lebih tepatnya. demikian penduduk setempat menyebutnya. Perpindahan Kerajaan Medang . Pusat kerajaan Sanna dihancurkan. Candi ini terletak di salah satu puncak Gunung Gendol. Medang adalah embrio Mataram. “Medang adalah nama kerajaan sebelum bernama Mataram. Lingga itu ialah Candi Gunung Wukir yang hingga kini masih ada sisa-sisanya. Nama Sanjaya semakin jelas posisinya dalam sejarah Mataram Kuno dengan diketemukannya prasasti Mantyasih (907 Masehi) dan Wanua Tengah III (908 Masehi). Ibukota kerajaan diserbu dan dijarah. Kedua prasasti yang dibuat oleh Dyah Balitung itu berisi daftar raja-raja yang pernah berkuasa di Kerajaan Mataram Kuno.MELACAK „PETILASAN MATARAM KUNO‟ ANTARA SEMARANG – YOGYAKARTA : KRATON MEDANG KAMULAN BERKIBLAT MERAPI Jika kita melinta s di jalan raya Yogyakarta – Magelang. Hal ini berhubungan dengan kepercayaan bahwa istana yang telah diserbu musuh sudah kehilangan tuahnya. Tentang nama Kunjarakunja itu.

sejarah para resi. dibantu oleh pati sekaligus menantunya. Kitap ini memuat cerita tentang dewadewa yang mirip dengan relief yang ada di candi Borobudur.Pada umumnya sebutan Mataram Kuno lazim dipakai untuk menyebut nama Kerajaan ini pada periode Jawa Tengah. Kerajaan Medang periode Jawa Tengah biasa pula disebut dengan nama Kerajaan Mataram Kuno atau Kerajaan Mataram Hindu. Namun berdasarkan prasasti-prasasti yang telah ditemukan sebetulnya nama Medang sudah dikenal sejak periode sebelumnya. Pada kerajaan di Jawa Tengah . Nama Mataram merujuk pada nama ibu kota kerajaan ini. Wawa digantikan Mpu Sindok (929-947) yang dikenal sebagai raja berjiwa prajurid.raja Wawa(924-929)serta merta tampil sebagai penguasa di jawa tengah. yaitu merujuk kepada salah daerah ibu kota kerajaan ini. Kerajaan Medang mengalami beberapa masa perpindahan yang cukup siknifikan yaitu : a) b) c) d) e) f) g) Medang i Bhumi Mataram (zaman Sanjaya) Medang i Mamrati (zaman Rakai Pikatan) Medang i Poh Pitu (zama n Dyah Balitung) Medang i Bhumi Mataram (zaman Dyah Wawa) Medang i Tamwlang (zaman Mpu Sindok) Medang i Watugaluh (zaman Mpu Sindok) Medang i Wwatan (zaman Dharmawangsa Teguh) . Sementara itu. yaitu periode Jawa Tengah.serta Sang Hyang Kamahaniyanikan berhasil digubah kedalam Bahasa Jawa Kuno dari Bahasa Sanksekerta. nama yang lazim dipakai untuk menyebut Kerajaan Medang periode TengahKerajaan Mataram. Kadang untuk membedakannya dengan Kerajaan Mataram Islam yang berdiri pada abad ke-16. dan cerita pertikaian antar kasta juga diterbitkan dalam waktu hamper bersamaan. Kadang untuk membedakannya dengan Kerajaan Mataram Islam yang berdiri pada abad ke-16. Mpu Sindok. dan sangat toleran terhadap pemeluk agama Budha Mahayana . Sebuah kitav agama Hindu Syiwa Brahmanapurana yang berisikan Kosmologi.Kosmogoni. biasa pula disebut dengan nama Kerajaan Mataram Hindu. Istilah Kerajaan Medang dipakai untuk menyebut nama kerajaan pada periode Jawa Timur.

Besarnya pengaruh Kerajaan Mataram Kuno semakin terdesak ke wilayah timur. Meskipun demikian. Nama Mataram mungkin baru dipakai sejak Sanjaya. diantaranya Kakawin Mahabrata. tempat baru tersebut adalah watugaluh. yang terletak disungai Brantas. Mendut Kalasan. yang diterjemahkan kedalam Bahasa Jawa Kuna dari kitap Mahabrata India. dll) dan Budha (Borobudur. Selama pemerintahannya telah diterbitkan berbagai karya. yang ditemukan di daerah Pekalongan. Dharmawangsa menikah dengan cucu Isyanatunggawiyaya yang lain dan mewarisi tahta mertuanya (991-1016). namun Medang. sekarang kira-kira adalah wilayah Kabupaten Jombang. demikian pula nama Medang sebagai pusat kerajaan. Memang dari prasasti Sojomerto dan beberapaprasasti lain yang hingga kini belum dapat dibaca. Mpu sindok pada tahun 929 memindahkan pusat kerajaan Mataram dari Jawa Tengah ke Jawa Timur.Menurut catatan sejarah. Jawa Timur.Pada abad ke-8 kerajaan Pra Mataram Islam (Mataram Kuno) memerintah di Jawa Tengah.seperti yang telah diketahui sekarang tidak diketahui nama kerajaan di JawaTengah ini sebelum masa pemerintahan Sanjaya. Selain itu sebab pemerintahan Kerajaan Mataram kuno juga sempat berpindah ke Jawa Timur disebabkan selama abad ke-7 sampai ke-9 terjadi serangan-serangan dari Sriwijaya ke Kerajaan Mataram Kuno. tetapi jelas menggunakan hurug Pallawa. Cerita Parahyangan menyebutkan nama kerajaan Sanna dan Sanjaya itu Galuh. Tetapi seiring adanya pindahnya kerajaan Mataram kuno ke Jawa Timur disebabkan letusan Gunung Merapi . Candi –candi Hindu (Dieng. dll) membuktikan pada masa bersamaan di Jawa terdapat dua agama besar yang bertoleransi. sedangkan Syailendra (Budha Mahayana) berkuasa dikawasan selatan (Bagelan dan Mataram ). mungkin sekali pusat kerajaan wangsa Sailendra itu mula-mula di daerah Pekalongan sekarang. Dharmawangsa menyerang Sriwijaya untuk merebut bagian selatan wilayahnya agar dapat menguasai selat sunda yang sangat penting bagi perdagangan(992). Setelah Sri Isyanatunggawijaya meninggal maka kerajaan medang di pimpin oleh Raja Sri Dharmawangsa teguh Anantawikramatunggadewa yaitu anaknya Sri Isyanatunggawijaya dari perkawinannya dengan Raja Lokapala. Prambanan. beberapa literature masih menyebutkan sebagai Mataram II. Kerajaan baru ini tudak lagi disebut Mataram. . ia bergelar rakai Mataram.dengan Sanjaya (Syiwaistik) berkuasa di Kawasan Utara (kedu).

Airlangga mengawini seorang putri Sriwijaya. Sri dan Airlangga(16 tahun). membangun kembali kerajaan. memanfaatkan situasi vacuum of power di Jawa Timur ketika tentara pendudukan Wurawari disana terpaksa ditarik kembali ke. Setelah kerajaan Medang berpindah menjadi Kahuripan. Airlangga untuk menduduki tahta kerajaan. Pantai Utara Jawa terutama Surabaya dan Tuban.Sriwijaya dibantu Raja Wurawuri dari semenanjung Melayu membalas serangan Dharmawangsa Teguh(1016).pewarisan itu yaitu Sanggrammawijaya. airlangga berhasil mempersatukan wilayah kerajaan Medang yang telah terpecah. tentunya berpotensi memproduksi ancaman dari lawan. Kerajaan baru ini dikenal dengan kerajaan Kahuripan . Airlangga mengganti nama kerajaan Medang Kamulan menjadi Kahuripan dengan ibukota Wulan Mas (1037). namun Airlanggadan pengiring setianya Narottama. memilih menjadi pertapa dari pada mengganti Airlangga. Airlangga membagi Kahuripan menjadi dua kerajaan untuk putranya yaitu Jenggala dan Kediri (penjulu). Pada tahun 1025. Airlangga memperlebar pengaruh Kahuripan seiring dengan melemahnya Sriwijaya. dan berdamai dengan Sriwijay. Setelah dikukuhkan sebagai pewaris tahta mertuanya.sama para pendeta Hindu dan biksu Budha selama dua tahun. Airlangga dimakamkan di candi Belahan dengan perluhuran sebagai wisnu naik burung Garuda. Setelah beberapa tahun kemudian berada di hutan. dapat menyingkir ke pegunungan Wonogiri. keponakannya.Dharmawangsa. semenanjung melayu yang tengah diserang colomandala dari india selatan. Dharmawangsa Teguh. Airlangga sendiri menjadi pertapa dan meninggal pada tahun 1049. raja Airlangga berhadapa dengan masalah pewarisan tahtanya sebagai raja. yang wilayahnya membentang dari pasuruan di timur hingga Madiun dibarat. Airlangga memperluaswilayahnya kerajaan hingga ke Jawa Tengah dan Bali. Serangan terjadi sewaktu pesta perkawinan agung antara putri Dharmawangsa. tumpas-tapis. Sumber-sumber Sejarah Kerajaan Medang .akhirnya pada tahun 1019. Raja dan Para pembesar Negara gugur. Dengan pemecahan Kerajaan Kahuripan itu maka Pecahan kerajaan Medang berakhir. Mereka hidup bersama. dangan memiliki kekuasaan sampai perairan Indonesia bagian barat dan timur dengan raja Jayabaya.kerajaan Janggala tidak mampu berkembang menjadi Negara besar sehingga lenyapdari percaturan politik sedangkan kerajaan Panjalu atau Kediri semakin berkembang. menjadi pusat perdagangan yang penting untuk pertama kalinya. Pada tahun 1045.

Sanjaya sendiri mengeluarkan prasasti Canggal tahun 732. yaitu Sannaha saudara perempuan Sanna. mungkin sekali prasasti Dinoyo ini asalnya justru dari Merjosari. Bagian yang tengah di temukan di Desa Dinoyo. sumber-sumber ini dalam bentuk candi dan prasasti antara lain a) Prasasti Mantyasih yaitu Prasasti Mantyasih tahun 907 atas nama Dyah Balitung menyebutkan dengan jelas bahwa raja pertama Kerajaan Medang (Rahyang ta rumuhun ri Medang ri Poh Pitu) adalah Rakai Mataram Sang Ratu Sanjaya. baik itu yang bercorak Hindu maupun Buddha. d) Prasasti Wantil. namun tidak menyebut dengan jelas apa nama kerajaannya. juga menyebut tentang pendirian bangunan suci Siwagreha. pendapat ini mungin kurang dapat diterima karena Kejuron mungkin justru merupakan pusat kerajaan. Ia hanya memberitakan adanya raja lain yang memerintah pulau Jawa sebelum dirinya. sedang dibagian atas dan bagian bawah ditemukan di Desa Merjosari. Jawa Tengah. Mpu Manuku membangun ibu kota baru di desa Mamrati sehingga ia pun dijuluki sebagai Rakai Mamrati. tetapi di dekat candinya. Mengingat kasus di gunung Wukir dan prasasti Canggal. Sepeninggal Sanna. bernama Sanna. menunjukkan kekayaan dan kehalusan seni budaya kerajaan Mataram. Sri Maharaja Rakai Pangkaja Dyah Wawa Sri Wijayalokanamottungga (Dyah Wawa). c) Prasasti dinoyo yaitu prasasti yang ditemukan terputus menjadi tiga bagian. Sanjaya kemudian tampil menjadi raja. Prasasti berbentuk tablet ini disebut juga Prasasti Minto karena dihadiahkan oleh Raffles kepada Lord Minto. Temuan Wonoboyo berupa artifak emas yang ditemukan tahun 1990 di Wonoboyo.Prasasti Wantil disebut juga prasasti Siwagreha yang dikeluarkan pada tanggal 12 November856. yaitu Mataram. sedang prasasti tentulah tidak didirikan dipusat kerajaan. kira-kira 2 Km disebelah barat Dinoyo. Selain meninggalkan bukti sejarah berupa prasasti-prasasti yang tersebar di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Kerajaan Mataram/Medang juga membangun banyak candi. Prasasti ini selain menyebut pendirian istana Mamratipura. De casparis menduga bahwa batu prasasti itu berasal dari Desa Kejuron. keduanya pernah memimpin Hindia Belanda ketika Britania Raya menguasai Belanda pada dasawarsa kedua abad ke-19. . atas dukungan ibunya. Istana baru itu bernama Mamratipura. sebagai pengganti ibu kota yang lama. Klaten. negara menjadi kacau. yang memangternyata menghasilkan sisa-sisa bangunan. b) Prasasti Sanggurah merupakan prasasti berangka tahun 982 Masehi yang ditemukan di daerah Malang dan menyebut nama penguasa daerah itu.Sumber-sumber sejarah yang menyebutkan keberadaan kerajaan Medang. yang diterjemahkan sebagai Candi Siwa.

Candi-candi peninggalan Kerajaan Medang antara lain.sebagai penganut budha mahaya" dinasti berpindah agama dari leluhurnya yang hindu syiwa")membangun juga candi Kalasan . 3. pendiri Kerajaan Medang (Karya Candi Canggal / Penganut Hindu Syiwa) Rakai Panangkaran.daftar raja-raja tersebut sebagai berikut: 1. karena semula Desa Balingawan itu selalu diganggu oleh penjahat sehingga penduduk sering membayar denda atas pembunuhan gelap dan perkelahian gelap yang mengakibatkan seseorang menderita luka-luka. Berdasarkan itu semua dapat disimpulkan disini bahwa Desa Bhumisambhara itu ialah sima kamulan karena dianugrahkan kepada pejabat mula. sebagai pengormatan leluhur"). Saying sekali hingga sekarang belum jelas apa tugas seorang mula dalam masyarakat jawa kuno. Candi Sewu. didalam prasasti Balingawan disebut sima kamulan. Sanjaya. Sistem Pemerintahan Kerajaan Medang Didalam prasasti Mantyasih . didalam prasasti Sangguran disebut sima kajurugusalyan di Mananjung. karena menjadi pokok pembicaraan dalam prasasti itu ialah tempat penyeberangan. Rakai Garung alias Samaratungga Sri Maharaja Samarottungga. Candi Mendut. dan tentu saja yang paling kolosal adalah Candi Borobudur. yaitu ketua para pandai besi. Didalam prasasti telang ada istilah kamulan dan rumah kamulan yang jelas tidak ada hubungan dengan tempat pemujaan cikal bakal Desa telang. Candi Plaosan. awal berkuasanya Wangsa Sailendra(Membangun Candi Borobudur. Candi Prambanan. Desa Mantyasih disebut sima kapatiihan karena yang mendapat anugrah adalah lima orang patih di Mantyasih. . Candi Kalasan. Rakai Warak alias Samaragrawira Ayah dari Balaputradewa raja Sriwijaya Wirawairimathana (penumpas musuh perwira) 5. 2. Candi Pawon. Rakai Panunggalan alias Dharanindra Menaklukkan Sriwijaya bahkan sampai ke kamboja dan campa berjuluk Wirawairimathana (penumpas musuh perwira) 4. karena ada jabatan juru gusali. Didalam prasasti Mantyasih tersebut tertulis daftar raja-raja Medang yang telah berkuasa dalam setiap masa pemerintahannya. Candi megah yang dibangun oleh Sailendrawangsa ini telah ditetapkan UNESCO (PBB) sebagai salah satu warisan budaya dunia.

Sriwijaya lebih mengedepankan pengembangan agama dan budaya. meskipun saat itu ia sudah menjadi maharaja. Pada tahun 825. 6. Tradisi seperti ini memang berlaku dalam sejarah Kerajaan Medang di mana seorang raja mencantumkan pula gelar lamanya sebagai kepala daerah. dia menyelesaikan pembangunan candi Borobudur yang menjadi kebanggaan Indonesia. Akan tetapi. Rakai Pikatan suami Pramodawardhani. Rakai Watuhumalang . Tidak seperti pendahulunya yang ekspansionis. Pengangkatan putra bungsu sebagai raja ini didasarkan pada jasa kepahlawanan Dyah Lokapala dalam menumpas musuh ayahnya. Kiranya daerah Patapan kembali menjadi tanggung jawab Mpu Manuku. Kemudian pada prasasti Kayumwungan tahun 824 jabatan Rakai Patapan dipegang oleh Mpu Palar. adalah raja SriwijayaWangsa Syailendra yang memerintah pada tahun 792 – 835. Mpu Palar telah meninggal sebelum tahun 832. misalnya Maharaja Rakai Watukura Dyah Balitung. Pada prasasti Munduan tahun 807 diketahui Mpu Manuku menjabat sebagai Rakai Patapan. Dyah Lokapala naik takhta menggantikan ayahnya. raja kelima Kerajaan Medang. Balaputradewa. putra Sri Maharaja Rakai Garung. Mungkin saat itu Mpu Manuku sudah pindah jabatan menjadi Rakai Pikatan. pada masa pemerintahannya. Samaratungga menikahi Dewi Tara. 7. yaitu Sang Jatiningrat (gelar Rakai Pikatan sebagai brahmana). (Pusat kerajaan tidak lagi di mataram tapi di mamratipu 8.Atau kadang ditulis Samaratungga. Untuk memperkuat aliansi antara wangsa Syailendra dengan penguasa Sriwijaya terdahulu. Rakai Kayuwangi alias Dyah Lokapala Menurut prasasti Wantil atau prasasti Siwagerha tanggal 12 November 856. yang bermarkas di timbunan batu di atas bukit Ratu Baka. dan Pramodhawardhani yang menikah dengan Rakai Pikatan. Dari pernikahan itu Samaratungga memiliki seorang putra pewaris tahta. pada prasasti Tulang Air tahun 850 Mpu Manuku kembali bergelar Rakai Patapan. Awal kebangkitan Wangsa Sanjaya (Candi Prambanan) Rakai Pikatan terdapat dalam daftar para raja versi prasasti Mantyasih. Sedangkan menurut prasasti Gondosuli. putri Dharmasetu. Nama aslinya menurut prasasti Argapura adalah Mpu Manuku.

yang artinya “Daksa. Dalam prasasti Lintakan Dyah Tulodhong disebut sebagai putra dari seseorang yang dimakamkan di Turu Mangambil. bahkan naik takhta menggantikan mertuanya. yaitu Mpu Daksa. Rakai Watukura Dyah Balitung Rakai Watuhumalang memiliki putra bernama Mpu Daksa (prasasti Telahap) dan menantu bernama Dyah Balitung (prasasti Mantyasih). akhir periode rakai pikatan terjadi perpecahan di Kerajaan Medang akibat perebutan kuasa antara Gurunwangi dan kayuwangi namun sepeninggal kayuwangi Watuhumalang yang menduduki tahta. 12. Dyah Balitung inilah yang mungkin berhasil menjadi pahlawan dalam menaklukkan Rakai Gurunwangi dan Rakai Limus sehingga takhta pun jatuh kepadanya sepeninggal Rakai Watukura. Rakai Sumba Dyah Wawa . Pada akhir pemerintahan Dyah Balitung terjadi persekutuan antara Mpu Daksa dengan Rakai Gurunwangi (prasasti Taji Gunung). Sedangkan Rakai Watuhumalang mungkin juga putra Rakai Pikatan atau mungkin menantunya. memindahkan pusat pemerintahan kerajaan medang dari mamratipura ke pohpitu(sekitar kedu) 10. Dalam prasasti Ritihang yang dikeluarkan oleh Mpu Daksa terdapat tokoh Rakryan Layang namun nama aslinya tidak terbaca. antara lain Rakai Gurunwangi (prasasti Plaosan) dan Rakai Kayuwangi (prasasti Argapura). Mungkin Rakryan Layang adalah putri Mpu Daksa.Rakai Pikatan memiliki beberapa orang anak. Mpu Daksa Mpu Daksa naik takhta menggantikan Dyah Balitung yang merupakan saudara iparnya. Ditinjau dari ciri-cirinya. tokoh Rakryan Layang ini seorang wanita berkedudukan tinggi. Rakai Layang Dyah Tulodong Dyah Tulodhong dianggap naik takhta menggantikan Mpu Daksa. saudara raja yang gagah berani” 11. 9. Dyah Tulodhong berhasil menikahinya sehingga ia pun ikut mendapatkan gelar Rakai Layang. Selain itu juga diperkuat dengan analisis sejarawan Boechari terhadap berita Cina dari Dinasti TangTat So Kan Hiung. Kiranya pemerintahan Dyah Balitung berakhir oleh kudeta yang dilakukan kedua tokoh tersebut. Hubungan kekerabatan ini berdasarkan bukti bahwa Daksa sering disebut namanya bersamaan dengan istri Balitung dalam beberapa prasasti. jadi tidak mungkin sama dengan Dyah Tulodhong.

Menurut prasasti Pucangan. Namun. ia menyebut kalau kerajaannya merupakan kelanjutan dari Kerajaan Medang di Jawa Tengah. Kemudian pada zaman Dyah Wawa diperkirakan kembali ke daerah Mataram. Suaminya yang bernama Sri Lokapala merupakan seorang bangsawan dari pulau Bali. 15. Nama ayahnya ini mirip dengan Rakryan Landhayan. ditemukan kalimat berbunyi Kita prasiddha mangraksa kadatwan rahyangta i Bhumi Mataram i Watugaluh. Sri Lokapala suami Sri Isanatunggawijaya Sri Isyana Tunggawijaya merupakan putri dari Mpu Sindok. yaitu ipar Rakai Kayuwangi yang melakukan penculikan dalam peristiwa Wuatan Tija. Peninggalan sejarah Sri Lokapala berupa prasasti Gedangan tahun 950 yang berisi tentang anugerah desa Bungur Lor dan desa Asana kepada para pendeta Buddha di Bodhinimba. awal periode Jawa Timur Istana Kerajaan Medang pada awal berdirinya diperkirakan terletak di daerah Mataram (dekat Yogyakarta sekarang). 13. pada masa pemerintahan Dyah Balitung sudah pindah lagi ke Poh Pitu (masih di sekitar Kedu). Kemudian pada masa pemerintahan Rakai Pikatan dipindah ke Mamrati (daerah Kedu). Tidak banyak diketahui tentang masa pemerintahannya. Apabila prasasti tersebut mengalami kerusakan. Dyah Wawa mengaku sebagai anak Kryan Landheyan sang Lumah ri Alas (putra Kryan Landheyan yang dimakamkan di hutan). Lalu. Mpu Sindok kemudian memindahkan istana Medang ke wilayah Jawa Timur sekarang. prasasti Gedangan ini merupakan prasasti tiruan yang dikeluarkan pada zaman Kerajaan Majapahit untuk mengganti prasasti asli yang sudah rusak.Dalam prasasti Wulakan tanggal 14 Februari 928. 14. Misalnya. yang menjadi raja selanjutnya adalah putra mereka yang bernama Sri Makuthawangsawardhana. Makuthawangsawardhana . Tidak diketahui dengan pasti kapan pemerintahan Sri Lokapala dan Sri Isyana Tunggawijaya berakhir. ahli waris biasanya memohon kepada raja yang sedang berkuasa untuk memperbaharuinya. Dalam beberapa prasastinya. Prasasti pembaharuan ini disebut dengan istilah prasasti tinulad. Prasasti atau piagam dianggap sebagai benda pusaka yang diwariskan secara turuntemurun. Mpu Sindok. yaitu raja yang telah memindahkan istana Kerajaan Medang dari Jawa Tengah menuju Jawa Timur.

Jalannya pemerintahan Makutawangsawardhana tidak diketahui dengan pasti. Namanya hanya ditemukan dalam prasasti Pucangan sebagai kakek Airlangga. Disebutkan bahwa, Makutawangsawardhana adalah putra pasangan Sri Lokapala dan Sri Isana Tunggawijaya putri Mpu Sindok. Prasasti Pucangan juga menyebut Makutawangsawardhana memiliki putri bernama Mahendradatta, yaitu ibu dari Airlangga. Dalam prasasti itu juga disebut adanya nama seorang raja bernama Dharmawangsa, namun hubungannya dengan Makutawangsawardhana tidak dijelaskan. 16. Dharmawangsa Teguh, Kerajaan Medang berakhir Prasasti Pucangan tahun 1041 dikeluarkan oleh raja bernama Airlangga yang menyebut dirinya sebagai anggota keluarga Dharmawangsa Teguh. Disebutkan pula bahwa Airlangga adalah putra pasangan Mahendradatta dengan Udayana raja Bali. Adapun Mahendradatta adalah putri Makuthawangsawardhana dari Wangsa Isana. Airlangga sendiri kemudian menjadi menantu Dharmawangsa.

Keadaan masyarakat Didalam struktur pemerintahan kerajaan-kerajaan kuno, raja(sri maharaja) ialah penguasa tertinggi.sesuai dengan landasan kosmogonis,raja ialah penjelmaan dewa di dunia. Hal itu ternyata dari gelar abhiseka dan pujian-pujian kepada raja didalam berbagai prasasti dan kitab-kitap susastra Jawa kuno sejak raja Airlangga. Dari zaman Mataram kuno hanya ada dua orang raja yang bergelar abhiseka dengan unsure tunggadewa, yaitu Bhujayotunggadewa didalam prasasti dari Candi Plaosan Lor dan Rakai Layang Dyah Tulodong Sri Sajjanasanmatanuragatungadewa. Didalam kerajaan Mataram secara khusus menganut suatu landasan kosmogonis yaitu kepercayaan akan arus adanya suatu keserasian antara dunia manusia ini ( mikrokosmos) dengan alam semesta (mikrokosmos).

Disini akan disajikan gambaran besarnya saja dalam garis besarnya saja, dimulai dengaan golongan elite ditingkat pusat. Di ibu kota kerajaan, yang menurut berita-berita cina dikelilingi oleh dinding, baik dari batu bata maupun dari batang-batang kayu, terdapat istana raja yang juga dikelilingi oleh dinding. Didalam istana itulah berdiam raja dan keluarganya, yaitu permaisuri, selir selir, dan anak-anaknya yang belum dewasa, dan para hamba istana(hulun haji, watek I jro). Diluar istana, masih didalam lingkungan dindinga kota, terdapat kediaman putra mahkota (rake hino), dan tiga orang adiknya (rakai hulu, rakai sirikan dan rakai wra), dan kediaman para pejabat tinggi kerajaan. Dilingkungan tembok ibu kota kerajaan tinggal kelompok elite dan non-elite, raja dan keluarganya mengmbil tempat tersendiri. Hungungan antara raja secara langsung dengan kelompok non-elite sulit terlaksana, sedang dengan kelompok elite birokrasi saja hubungan itu henya terjadi secara formal. Didalam landasan Kosmogonis masyarakat yaitu menurut kepercayaan ini manusia selalu berada dibawah pengaruah kekuatan-kekuatan yang terpancar dari bintang-bintang dan planet-planet. Kekuatan itu dapat membawa kebahagian , kesejahteraan , dan perdamaian atau bencana kepada manusia, tergantung dari dapat atau tidaknya individu , kelompok-kelompok sosial, terutama kerajaan,menyerasikan hidup dan semua kegiatannya dengan gerak alam semesta. Agama resmi Kerajaan Medang pada masa pemerintahan Sanjaya adalah Hindu aliran Siwa. Ketika Sailendrawangsa berkuasa, agama resmi kerajaan berganti menjadi Buddha aliran Mahayana. Kemudian pada saat Rakai Pikatan dari Sanjayawangsa berkuasa, agama Hindu dan Buddha tetap hidup berdampingan dengan penuh toleransi. Didalam stratifikasi sosialnya masyarakat didalam kerajaan Medang masih menggunakan kasta-kasta didalam agama Hindu baik kedudukannya didalam struktur birokrasi maupun kedudukannya berdasarkan kekayaan materill. Menurut ajaran agama Hindu , alam ini terdiri atas suatu benua pusat berbentuk lingkaran, yang bernama jambudwipa. Benua ini dilingkari oleh tujuh lautan dan tujuh daratan, dan semua itu di batasi oleh suatu pegunungan yang tinggi. Ditengah –tengah Jambudwipa berdiri gunung Meru sebagai pusat alam semesta. Matahari , bulan , dan bintangbintang bergerak mengililingi Gunung Meru itu. Di Puncaknya terdapat kota dewa-dewa, yang di kelilingai oleh tempat tinggal ke delapan dewa penjaga mata angin (Lokapala).

Dengan singkat dapat dikatakan bahwa seorang raja harus berpegang teguh kepada dharma, bersikap adil, menghukum yang bersalah dan memberikan anugrah kepada mereka yang berjasa( wnang wgraha anugraha), bijaksana, tidak boleh sewenang-wenangnya. Waspada terhadapgejolak dikalangan rakyatnya, berusaha agar rakyat senantiasa memperoleh rasa tentram dan bahagia, dan dapat memperlihatkan wibawanya dengan kekuatan angkatan perang dan harta kekayaannya. Di bidang ekonomi penduduk Medang sejak periode Bhumi Mataram sampai periode Wwatan pada umumnya bekerja sebagai petani. Kerajaan Medang memangterkenal sebagai negara agraris, sedangkan saingannya, yaitu Kerajaan Sriwijaya merupakan negara maritim. Dibeberapa prasasti telah memberi keterangan akan adanya masyarakat yang mengenel ekonomi di wilayah kerajaan,di pedesaan pertama-tama sudah mengenal hasil bumi seperti beras, buah-buahan, sirih pinah, dan buah mengkudu. Juga hasil industry rumah tangga, seperti alat perkakas dari besi dan tembaga, pakaian, paying keeranjang dan barang-barang anyaman , kejang kepis, gula, arang, dan kapur sirih. Binatang ternak seperti kerbau, sapi, kambing , itik dan ayam serta telurnya juga diperjualbelikan. Prasasti tidak menyebutkan komoditas ekspor, dan hanya ada satu barang yang mungkin diimpor yaitu kain buatan India (wdihan buat kling). Akan tetapi, data tentang masalah ekspor-impor itu diperoleh darr berita-berita Cina. Ekspor dari pelabuhan –pelabuhan di Jawa terdiri atas hasil bumi dan hutan Pulau Jawa sendiri dan dari Pulau-pulau yang lain, terutama dari Kaliimantan dan Indonesian bagian timur. Komoditas ekspor itu anatara lain garam yang di hasilkan dipantai utara PUlau Jawa, terutama didaerah Kembang dan Tuban , kain Katun dan Kapuk, Sutra tipis dan Sutra kuning, damas, kain brokat berwarna-warni, kulit penyu, pinang, pisang raja, gula tebu, kemukus, cula badak, mutiara, belerang, gaharu, kayu sepang, kayu cendana.,cengkeh, pala, marica, dammar, kapur barus dan lain-lainnya.

kitab Negarakertagama (1365 M). Pada awalnya perang saudara tersebut. Tujuan pembagian kerajaan menjadi dua agar tidak terjadi pertikaian. Diatas bekas Kerajaan Kediri inilah Ken Arok kemudian mendirikan Kerajaan Singasari. dan ibu kotanya Daha. selain ditemukannya prasasti-prasasti juga melalui kitab-kitab sastra yang banyak menjelaskan tentang kerajaan Kediri. Keadaan ini dimanfaatkan oleh Akuwu Tumapel Tunggul Ametung. dimenangkan oleh Jenggala tetapi pada perkembangan selanjutnya Panjalu/Kediri yang memenangkan peperangan dan menguasai seluruh tahta Airlangga. ibu kotanya Kahuripan. dan serat Calon Arang (1540 M). terjadilah pergolakan di dalam kerajaan. Dalam perkembangannya Kerajaan Kediri yang beribukota Daha tumbuh menjadi besar. Ketika Singasari berada di bawah pemerintahan Kertanegara (1268 1292). Dengan demikian di Jawa Timur berdirilah kerajaan Kediri dimana bukti-bukti yang menjelaskan kerajaan tersebut. yaitu Daha. dan Kediri berada di bawah kekuasaan Singasari. Pada akhir November 1042. Kejayaan Kerajaan Kediri sempat jatuh ketika Raja Kertajaya (1185-1222) berselisih dengan golongan pendeta. Brantas yang pada masa itu telah menjadi jalur pelayaran yang ramai. Hasil karya sastra tersebut adalah kitab Kakawin Bharatayudha yang ditulis Mpu Sedah dan Mpu Panuluh yang menceritakan tentang kemenangan Kediri/Panjalu atas Jenggala.Kerajaan Kediri Kerajaan Kediri adalah sebuah kerajaan besar di Jawa Timur yang berdiri pada abad ke-12. Madiun. Pembagian kerajaan tersebut dilakukan oleh seorang Brahmana yang terkenal akan kesaktiannya yaitu Mpu Bharada. raja Kediri yang selama ini tunduk kepada Singasari bergabung dengan Bupati Sumenep (Madura) untuk menjatuhkan Kertanegara. Pusat kerajaanya terletak di tepi S. Kedua kerajaan tersebut dikenal dengan Kahuripan menjadi Jenggala (Kahuripan) dan Panjalu (Kediri) yang dibatasi oleh gunung Kawi dan sungai Brantas dikisahkan dalam prasasti Mahaksubya (1289 M). Airlangga terpaksa membelah wilayah kerajaannya karena kedua putranya bersaing memperebutkan takhta. Rembang. . Akan tetapi hilangnya jejak Jenggala mungkin juga disebabkan oleh tidak adanya prasasti yang ditinggalkan atau belum ditemukannya prasasti yang ditinggalkan Kerajaan Jenggala. Akhirnya pada tahun 1292 Jayakatwang berhasil mengalahkan Kertanegara dan membangun kembali kejayaan Kerajaan Kediri. Namun kemudian kedudukannya direbut oleh Ken Arok. Diduga Kerajaan Jenggala ditaklukkan oleh Kediri. Sedangkan putra yang bernama Mapanji Garasakan mendapatkan kerajaan timur bernama Jenggala yang berpusat di kota lama. dan Pasuruhan. Panjalu dapat dikuasai Jenggala dan diabadikanlah nama Raja Mapanji Garasakan (1042 – 1052 M) dalam prasasti Malenga. Berdasarkan prasasti-prasasti yang ditemukan masing-masing kerajaan saling merasa berhak atas seluruh tahta Airlangga sehingga terjadilah peperangan. Putra yang bernama Sri Samarawijaya mendapatkan kerajaan barat bernama Panjalu yang berpusat di kota baru. sedangkan Panjalu kemudian dikenal dengan nama Kediri meliputi Kediri. yaitu Kahuripan. Kerajaan Jenggala meliputi daerah Malang dan delta sungai Brantas dengan pelabuhannya Surabaya. Pada tahun 1041 atau 963 M Raja Airlangga memerintahkan membagi kerajaan menjadi dua bagian. sedangkan Kerajaan Jenggala semakin tenggelam. Kerajaan ini merupakan bagian dari Kerajaan Mataram Kuno. Jayakatwang.

Ramalan–ramalan itu dikumpulkan dalam satu kitab . yang lebih dikenal sebagai Kameshwara I (1115 – 1130 ). Dengan prasastinya pada tahun 1181. Lencana kerajaanya adalah tengkorak yang bertaring disebut Candrakapala. Adapun raja – raja yang pernah berkuasa pada masa kerajaan Kediri adalah: Shri Jayawarsa Digjaya Shastraprabhu. Kameshwara Raja ke dua kerajaan Kediri yang bergelar Sri Maharajarake Sirikan Shri Kameshwara Sakalabhuwanatushtikarana Sarwwaniwaryyawiryya Parakrama Digjayottunggadewa. Permaisurinya bernama Shri Kirana. Airlangga meninggal pada tahun 1049 M. Namun perseteruan ini berakhir dengan kekalahan Jenggala. dan ibukotanya yang keindahannya dikagumi seluruh dunia bernama Dahana. Pada masa itu ibu kota Panjalu telah dipindahkan dari Daha ke Kediri sehingga kerajaan ini lebih dikenal dengan nama Kerajaan Kediri. Medang Kamulan mencapai kejayaan dan kemakmuran. Medang Kamulan dibagi menjadi dua yaitu kerajaan Jenggala dengan ibu kota Kahuripan. Untuk menghindari perang saudara. Setelah Bameswara turun takhta. Pertempuran yang terus menerus antara Jenggala dan Panjalu menyebabkan selama 60 tahun tidak ada berita yang jelas mengenai kedua kerajaan tersebut hingga munculnya nama Raja Bameswara (1116 – 1135 M) dari Kediri. Ia digantikan Raja Mapanji Alanjung (1052 – 1059 M). Jayawarsa adalah raja pertama kerajaan Kediri dengan prasastinya yang berangka tahun 1104. Prabu Jayabaya adalah raja Kediri yang paling terkenal. Hal itu menjadikan suasana gelap. Jayabaya Raja Kediri ketiga yang bergelar Shri Maharaja Shri Kroncarryadipa Handabhuwanapalaka Parakramanindita Digjayotunggadewanama Shri Gandra. penuh kemunafikan dan pembunuhan berlangsung terhadap pangeran dan raja – raja antar kedua negara.Raja Kediri pertama Mapanji Garasakan memerintah tidak lama. tahta beralih pada putra Airlangga yang lahir dari selir. di bawah pemerintahannya Kediri mencapai kejayaan. Airlangga memutuskan untuk mundur dari pemerintahan dan menjadi pertapa dengan sebutan Resi Gentayu. Hal ini dapat terlihat hingga abad ke 12 . dimana Kediri tetap menjadi kerajaan yang subur dan makmur namun tetap tidak damai sepenuhnya dikarenakan dibayang. Ia menamakan dirinya sebagai titisan Wisnu. Raja Bameswara menggunakan lencana kerajaan berupa tengkorak bertaring di atas bulan sabit yang biasa disebut Candrakapala. Tetapi upaya tersebut mengalami kegagalan. Namun karena memilih menjadi pertapa. Dalam masa pemerintahannya Mpu Darmaja telah mengubah kitab Smaradhana.bayangi Jenggala yang berada dalam posisi yang lebih lemah. setelah kewibawaan kerajaan berhasil dipulihkan. kerajaan kembali dipersatukandi bawah kekuasaan Kediri. Menjelang akhir hayatnya . Mapanji Alanjung kemudian diganti lagi oleh Sri Maharaja Samarotsaha. Dalam kitab ini sang raja di puji–puji sebagai titisan dewa Kama. Pewaris tahta kerajaan Medang Kamulan seharusnya seorang putri yaitu Sri Sanggramawijaya yang lahir dari seorang permaisuri. dan kerajaan Kediri (Panjalu) dengan ibu kota Dhaha. ia digantikan Jayabaya yang dalam masa pemerintahannya itu berhasil mengalahkan Jenggala. Berkat jerih payahnya . Berturut-turut raja-raja Kediri sejak Jayabaya sebagai berikut. yang berasal dari Janggala. Airlangga berusaha memulihkan kembali kewibawaan Medang Kamulan. Airlangga memindahkan pusat pemerintahan dari Medang Kamulan ke Kahuripan. Keahlian sebagai pemimpin politik yang ulung Jayabaya termasyur dengan ramalannya. Pada tahun 1019 M Airlangga dinobatkan menjadi raja Medang Kamulan.

Jalan yang benar adalah sesuatu yang menuju kearah kesatuan . Kertajaya raja yang mulia serta sangat peduli dengan rakyat. sang prabu memang senantiasa berbuat adil pada masyarakatnya. yaitu pemanunggalan jiwatma dengan paramatma. pada masa itu menandai berakhirnya kerajaan Kediri.Dan dari Prasasti tersebut dapat di ketahui kalau Raja Jayabhaya adalah raja yang berhasil mengalahkan Janggala dan mempersatukannya kembali dengan Kediri. semua makhluk adalah engkau .yang berjudul jongko Joyoboyo. Kemudian kaum Brahmana meminta perlindungan Ken Arok . Masyarakat yang aman dan tentram sangat dia harapkan.mada (mabuk). datang tentara Mongol yang dikirim oleh Kaisar Kubilai Khan untuk membalas dendam terhadap Kertanegara. Dalam perang tersebut pasukan Jayakatwang mudah dikalahkan. Prinsip kesucian prabu Srengga menurut para dalang wayang dilukiskan oleh Prapanca. Mereka menggangap Kertajaya telah melanggar agama dan memaksa mereka untuk menyembahnya sebagai dewa. Prasasti Hantang tahun 1135 atau 1052 M menjelaskan Panjalu atau Kadiri pada masa Raja Jayabaya. Prasasti pada Jaman Kerajaan Kediri antara lain: 1. Kertajaya dikenal dengan catur marganya yang berarti empat jalan yaitu darma. Salah seorang pemimpin pasukan Singasari. Keenam itu adalah kroda (marah). pada tahun 1222 M. masarya (iri hati). raja yang taat beragama dan budaya. segala sesuatu yang menghalangi kesatuan adalah tidak benar. berhasil meloloskan diri ke Madura. beliau mengendalikan diri dari pemerintahannya dengan prinsip . Sikap merakyat dan visinya yang jauh kedepan menjadikan prabu Jayabaya layak dikenang. Prabu Sarwaswera. Ia bekerjasama dengan tentara Mongol dan pasukan Madura di bawah pimpinan Arya Wiraraja untuk menggempur Kediri. moha (kebingungan). Sebagai pemeluk agama yang taat. Kerajaan Kediri bangkit kembali di bawah pemerintahan Jayakatwang. Prasasti ini dikeluarkan sebagai piagam pengesahan anugerah untuk penduduk Desa Ngantang yang setia pada Kadiri selama perang dengan Jenggala. Pada tahun 1293. Perseteruan memuncak menjadi pertempuran di desa Ganter. moksa. Srengga Kertajaya Srengga Kertajaya tak henti–hentinya bekerja keras demi bangsa negaranya. Keadaan ini dimanfaatkan Raden Wijaya untuk menyerang Jayakatwang.loba (rakus). Karena perilakunya yang baik. sad kama murka. Pemerintahan Kertajaya Raja terakhir pada masa Kediri. Runtuhnya kerajaan Kediri dikarenakan pada masa pemerintahan Kertajaya . yakni enam macam musuh dalam diri manusia. Prasasti Banjaran yang berangka tahun 1052 M menjelaskan kemenangan Panjalu atau Kadiri atas Jenggala 2. kama (hawa nafsu). Tujuan hidup manusia menurut prabu Sarwaswera yang terakhir adalah moksa. akuwu Tumapel. dikaulah (semua) itu . Dukungan spiritual dan material dari Prabu Jayabaya dan hal budaya dan kesusastraan tidak tanggung–tanggung. .Pada prasasti ini terdapat semboyan Panjalu Jayati yang artinya Panjalu Menang. kama. Raden Wijaya. arta. . Setelah berhasil mengalahkan Kertanegara. Jayakatwang memperbolehkan Raden Wijaya untuk membuka Hutan Tarik sebagai daerah tempat tinggalnya. Prabu Kroncharyadipa Namanya yang berarti benteng kebenaran. Dalam pertempuran itu Ken Arok dapat mengalahkan Kertajaya. prabu Sarwaswera memegang teguh prinsip tat wam asi yang artinya Dikaulah itu. Setelah itu tidak ada lagi berita tentang Kerajaan Kediri. terjadi pertentangan dengan kaum Brahmana.

Pada tahun 1157 Kakawin Bharatayuddha ditulis oleh Mpu Sedah dan diselesaikan Mpu Panuluh. Seni sastra mendapat banyak perhatian pada zaman Kerajaan Panjalu-Kadiri. Kemudian pada zaman pemerintahan Kertajaya terdapat pujangga bernama Mpu Monaguna yang menulis Sumanasantaka dan Mpu Triguna yang menulis Kresnayana. Prasasti Talan 1136 M Seni sastra juga mendapat banyak perhatian pada zaman Kerajaan Kadiri. sebagai kiasan kemenangan Sri Jayabhaya atas Jenggala. Kitab ini bersumber dari Mahabharata yang berisi kemenangan Pandawa atas Kurawa. Terdapat pula pujangga zaman pemerintahan Sri Kameswara bernama Mpu Dharmaja yang menulis Kakawin Smaradahana. Kitab ini bersumber dari Mahabharata yang berisi kemenangan Pandawa atas Korawa.kemenangan. Prasasti Jepun 1144 M 4. sebagai kiasan. Mpu Panuluh juga menulis Kakawin Hariwangsa dan Gatotkacasraya.Prasasti Hantang 3. Selain itu. . Pada tahun 1157 Kakawin Bharatayuddha ditulis oleh Mpu Sedah dan diselesaikan Mpu Panuluh.

Data ini didapat dari prasasti Mula Malurung. Ken Arok dibunuh oleh seorang suruhan Anusapati (anak tiri Ken Arok). Sementara pada versi Negarakretagama. Tumapel hanyalah sebuah wilayah kabupaten yang berada dibawah kekuasaan Kerajaan Kadiri dengan bupati bernama Tunggul Ametung. Keberadaan Kerajaan Singosari dibuktikan melalui candi-candi yang banyak ditemukan di Jawa Timur yaitu daerah Singosari sampai Malang. karena tertarik pada Ken Dedes istri Tunggul Ametung. maka tahun 1222 M /1144 C Ken Arok menyerang Kediri.Kerajaan Singasari Kerajaan Singasari adalah sebuah kerajaan Hindu Buddha di Jawa Timur yang didirikan oleh Ken Arok pada tahun 1222 M. Ken Arok hanya memerintah selama lima tahun (1222–1227 M). Dengan alasan tersebut. yang diteruskan oleh Ranggawuni alias Wisnuwardhana (1250–1272 M). Anusapati tidak banyak melakukan pembaharuan- . Selanjutnya ia berkeinginan melepaskan Tumapel dari kekuasaan kerajaan Kadiri yang diperintah oleh Kertajaya. Anusapati diganti oleh Tohjaya (1249–1250 M). yang dilanjutkan Wisnuwardhana (1248–1254 M). Pada tahun 1227 M. Malang. yakni Dinasti Rajasa (Rajasawangsa) atau Girindra (Girindrawangsa). Versi pertama adalah versi Pararaton yang informasinya didapat dari Prasasti Kudadu. A. Ken Arok dimakamkan di Kegenengan dalam bangunan Siwa–Buddha. Dalam jangka waktu pemerintahaannya yang lama. Kerajaan ini beribu kota di Tumapel yang terletak di kawasan bernama Kutaraja. raja pertama Kerajaan Singasari adalah Rangga Rajasa Sang Girinathapura (1222–1227 M). Sebelum menjadi raja. juga melalui kitab sastra peninggalan zaman Majapahit yang berjudul Negarakertagama karangan Mpu Prapanca yang menjelaskan tentang raja-raja yang memerintah di Singosari serta kitab Pararaton yang juga menceritakan riwayat Ken Arok yang penuh keajaiban. Ken Arok berkedudukan sebagai Akuwu (Bupati) di Tumapel menggantikan Tunggul Ametung yang dibunuhnya. Selanjutnya adalah Anusapati. 2. Kerajaan Singasari hanya sempat bertahan 70 tahun sebelum mengalami keruntuhan. Anusapati (1227–1248 M) Dengan meninggalnya Ken Arok maka takhta Kerajaan Singasari jatuh ke tangan Anusapati. Keinginannya terpenuhi setelah kaum Brahmana Kadiri meminta perlindungannya. SISTEM PEMERINTAHAN KERAJAAN SINGASARI Ada dua versi yang menyebutkan silsilah kerajaan Singasari alias Tumapel ini. Ken Arok (1222–1227 M) Pendiri Kerajaan Singasari adalah Ken Arok yang sekaligus juga menjadi Raja Singasari yang pertama dengan gelar Sri Ranggah Rajasa Sang Amurwabumi. sehingga Kertajaya mengalami kekalahan pada pertempuran di desa Ganter. Lokasi kerajaan ini sekarang diperkirakan di daerah Singosari. Pararaton menyebutkan Ken Arok adalah pendiri Kerajaan Singasari yang digantikan oleh Anusapati (1247–1249 M). Kitab Pararaton isinya sebagian besar adalah mitos atau dongeng tetapi dari kitab Pararatonlah asal usul Ken Arok menjadi raja dapat diketahui. Terakhir adalah Kertanegara yang memerintah sejak 1272 hingga 1292 M. Pada awalnya. 1. Tunggul Ametung dibunuh oleh Ken Arok yang merupakan pengawalnya. Ken Arok yang mengangkat dirinya sebagai raja Tumapel bergelar Sri Rajasa Sang Amurwabhumi. Terakhir adalah Kertanagara (1254–1292 M). Munculnya Ken Arok sebagai raja pertama Singasari menandai munculnya suatu dinasti baru.

Tohjoyo (1248 M) Dengan meninggalnya Anusapati maka tahta Kerajaan Singasari dipegang oleh Tohjoyo. Gambar: Candi Kidal 3.pembaharuan karena larut dengan kesenangannya menyabung ayam. Peristiwa kematian Ken Arok akhirnya terbongkar dan sampai juga ke Tohjoyo (putra Ken Arok dengan Ken Umang). meninggallah Anusapati yang didharmakan di Candi Kidal. Pada tahun 1254 M Wisnuwardana mengangkat putranya yang bernama Kertanegara sebagai yuwaraja (raja muda) dengan maksud mempersiapkannya menjadi raja besar di Kerajaan Singasari. Pada tahun 1268 Wisnuwardanameninggal dunia dan didharmakan di Jajaghu atau Candi Jago sebagai Buddha Amogapasa dan di Candi Waleri sebagai Siwa. Dengan demikian. . Ppemerintahan Ranggawuni membawa ketenteraman dan kesejahteran rakyat Singasari. secara tiba-tiba Tohjoyo menyabut keris buatan Empu Gandring yang dibawanya dan langsung menusuk Anusapati. Tohjoyo memerintah Kerajaan Singasari tidak lama sebab anak Anusapati yang bernama Ranggawuni berusaha membalas kematian ayahnya. Namun. Tohjoyo mengetahui bahwa Anusapati gemar menyabung ayam sehingga diundangnya Anusapati ke Gedong Jiwa (tempat kediamanan Tohjoyo) untuk mengadakan pesta sabung ayam. Ranggawuni (1248–1268 M) Ranggawuni naik takhta Kerajaan Singasari pada tahun 1248 M dengan gelar Sri Jaya Wisnuwardana oleh Mahesa Cempaka (anak dari Mahesa Wongateleng) yang diberi kedudukan sebagai ratu angabhaya dengan gelar Narasinghamurti. Ranggawuni berhasil menggulingkan Tohjoyo dan kemudian menduduki singgasana. 4. Dengan bantuan Mahesa Cempaka dan para pengikutnya. Pada saat Anusapati asyik menyaksikan aduan ayamnya.

dan Gurun (Maluku). kemudian perhatian ditujukan ke daerah lain. Setelah Jawa dapat diselesaikan. yaitu mahamentri i hino. Bali. Singasari juga menaklukan Pahang. Sunda. Hal ini ditandai dengan pengirimkan Arca Amoghapasa ke Dharmasraya atas perintah Raja Kertanegara. Bakulapura (Kalimantan Barat). Kertanegara mengirimkan utusan ke Melayu yang dikenal dengan nama Ekspedisi Pamalayu 1275 yang berhasil menguasai Kerajaan Melayu. ia mengganti pejabat-pejabat yang kolot dengan yang baru. seperti Patih Raganata digantikan oleh Patih Aragani. ia dibantu oleh tiga orang mahamentri.Gambar: Candi Jago 5. Banyak Wide dijadikan Bupati di Sumenep (Madura) dengan gelar Aria Wiaraja. Kertanegara juga menjalin hubungan persahabatan dengan raja . Ia naik takhta pada tahun 1268 dengan gelar Sri Maharajadiraja Sri Kertanegara. Untuk dapat mewujudkan gagasan penyatuan Nusantara. Kertanegara (1268-1292 M) Kertanegara adalah Raja Singasari terakhir dan terbesar karena mempunyai cita-cita untuk menyatukan seluruh Nusantara. mahamentri i halu. Gambar: Arca Amoghapasa Selain menguasai Melayu. dan mahamenteri i sirikan. Dalam pemerintahannya.

.Champa. Kertanegara kemudian didharmakan sebagai Siwa––Buddha (Bairawa) di Candi Singasari. Ketika Ken Arok menjadi Akuwu di Tumapel. Banyak daerah-daerah yang bergabung dengan Tumapel. Tindakan Kertanegara ini membuat Kubilai Khan marah besar dan bermaksud menghukumnya dengan mengirimkan pasukannya ke Jawa. Pasukan Kediri dari arah selatan dipimpin langsung oleh Jayakatwang dan berhasil masuk istana dan menemukan Kertanagera berpesta pora dengan para pembesar istana. Kertanaga beserta pembesar-pembesar istana tewas dalam serangan tersebut. Surabaya. Kertanegara menolak dengan melukai muka utusannya yang bernama Mengki. Ardharaja berbalik memihak kepada ayahnya (Jayakatwang). kehidupan masyarakat Singasari mengalami masa naik turun. kehidupan sosial masyarakat kurang mendapat perhatian karena ia larut dalam kegemarannya menyabung ayam. Arca perwujudannya dikenal dengan nama Joko Dolog yang sekarang berada di Taman Simpang. Ini berarti berakhirnya kekuasan Kerajaan Singasari. Namun pada pemerintahan Anusapati. yakni dari arah utara merupakan pasukan pancingan dan dari arah selatan merupakan pasukan inti. ia meningkatkan taraf kehidupan masyarakatnya. Raden Wijaya mendapat pengampunan dan mengabdi kepada Jayakatwang. dia berusaha meningkatkan kehidupan masyarakatnya. Gambar: Candi Singasari B. Kubilai Khan menuntut raja-raja di daerah selatan termasuk Indonesia mengakuinya sebagai yang dipertuan. Pada masa Wisnuwardhana kehidupan sosial masyarakatnya mulai diatur rapi. Dengan gugurnya Kertanegara maka Kerajaan Singasari dikuasai oleh Jayakatwang. Mengetahui sebagian besar pasukan Singasari dikirim untuk menghadapi serangan Mongol maka Jayakatwang (Kediri) menggunakan kesempatan untuk menyerangnya. Dan pada masa Kertanegara. Sesuai dengan agama yang dianutnya. KEHIDUPAN DI KERAJAAN SINGASARI Dari segi sosial. Upaya yang ditempuh Raja Kertanegara dapat dilihat dari pelaksanaan politik dalam negeri dan luar negeri. Atas bantuan Aria Wiraraja. Serangan dilancarakan dari dua arah. Raden Wijaya diberi sebidang tanah yang bernama Tanah Tarik oleh Jayakatwang untuk ditempati.dengan tujuan untuk menahan perluasaan kekuasaan Kubilai Khan dari Dinasti Mongol. sedangkan Raden Wijaya berhasil menyelamatkan diri dan menuju Madura dengan maksud minta perlindungan dan bantuan kepada Aria Wiraraja.

Berdasarkan segi budaya. dan candi Singasari. cucu Narasingamurti yang menjadi menantu Kertanegara lolos dari maut. Raden Wijaya dengan siasat cerdik ganti mengusir tentara Mongol keluar dari tanah Jawa. Pada tahun 1292 terjadi pemberontakan Jayakatwang bupati Gelang-Gelang. Memperkuat angkatan perang. Berbuat baik terhadap lawan-lawan politiknya seperti mengangkat putra Jayakatwang (Raja Kediri) yang bernama Ardharaja menjadi menantunya. ditemukan candi-candi dan patung-patung diantaranya candi Kidal. Pada tahun 1293 datang pasukan Mongol yang dipimpin Ike Mese untuk menaklukkan Jawa. Menguasai Malaka dan Kalimantan. 3. Sedangkan patung-patung yang ditemukan adalah patung Ken Dedes sebagai Dewa Prajnaparamita lambing kesempurnaan ilmu. Raden Wijaya kemudian mendirikan Kerajaan Majapahit sebagai kelanjutan Singasari. Politik Luar Negeri: 1. . Mereka dimanfaatkan Raden Wijaya untuk mengalahkan Jayakatwang di Kadiri. 4. Dalam serangan itu Kertanegara mati terbunuh. Menguasai Bali. dan patung Amoghapasa juga merupakan perwujudan Kertanegara (kedua patung kertanegara baik patung Joko Dolog maupun Amoghapasa menyatakan bahwa Kertanegara menganut agama Buddha beraliran Tantrayana). Hal ini terkait dengan adanya sengketa yang terjadi dilingkup istana kerajaan yang kental dengan nuansa perebutan kekuasaan. Pada saat itu Kerajaan Singasari sibuk mengirimkan angkatan perangnya ke luar Jawa. 3. dll. sekaligus besan dari Kertanegara sendiri. dan menyatakan dirinya sebagai anggota Wangsa Rajasa. yaitu dinasti yang didirikan oleh Ken Arok. C. Setelah runtuhnya Singasari. 2. sekaligus ipar. ia kemudian diampuni oleh Jayakatwang dan diberi hak mendirikan desa Majapahit. RUNTUHNYA KERAJAAN SINGASARI Sebagai sebuah kerajaan. Menguasai Jawa Barat. candi Jago. HUBUNGAN KERAJAAN SINGASARI DENGAN MAJAPAHIT Pararaton. Setelah Kadiri runtuh. perjalanan kerajaan Singasari bisa dikatakan berlangsung singkat. D. Mengadakan pergeseran pembantu-pembantunya seperti Mahapatih Raganata digantikan oleh Aragani. Berkat bantuan Aria Wiararaja (penentang politik Kertanagara). Nagarakretagama dan prasasti Kudadu mengisahkan Raden Wijaya. Jayakatwang menjadi raja dan membangun ibu kota baru di Kediri. 2. Riwayat Kerajaan Tumapel-Singasari pun berakhir. Melaksanakan Ekspedisi Pamalayu untuk menguasai Kerajaan melayu serta melemahkan posisi Kerajaan Sriwijaya di Selat Malaka. yang merupakan sepupu.Politik Dalam Negeri: 1. patung Kertanegara dalam wujud patung Joko Dolog. Akhirnya Kerajaan Singasari mengalami keropos di bagian dalam.

Wijaya bersekutu dengan pasukan Mongol untuk bertempur melawan Jayakatwang. Ia mengirim utusan yang bernama Meng Chi[9] ke Singhasari yang menuntut upeti. Sumatra. Kerajaan ini mencapai puncak kejayaannya pada masa kekuasaan Hayam Wuruk. Historiografi Hanya terdapat sedikit bukti fisik sisa-sisa Majapahit. Kertanagara. menantu Kertanegara. Ia membuka hutan itu dan membangun desa baru. khususnya daftar penguasa dan keadaan kerajaan yang tampak cukup pasti. . Selain itu. hal yang terjadi tidaklah jelas. penguasa Dinasti Yuan di Tiongkok. atau mereka harus terpaksa menunggu enam bulan lagi di pulau yang asing. Borneo. yang datang menyerahkan diri. Nagarakertagama merupakan puisi Jawa Kuno yang ditulis pada masa keemasan Majapahit di bawah pemerintahan Hayam Wuruk. Kublai Khan marah dan lalu memberangkatkan ekspedisi besar ke Jawa tahun 1293. tetapi memiliki arti supernatural dalam hal dapat mengetahui masa depan. Berg menganggap semua naskah tersebut bukan catatan masa lalu. yang berkuasa dari tahun 1350 hingga 1389. Kerajaan Majapahit adalah kerajaan Hindu-Buddha terakhir yang menguasai Semenanjung Malaya dan dianggap sebagai salah satu dari negara terbesar dalam sejarah Indonesia. sudah membunuh Kertanagara. Desa itu dinamai Majapahit.Kekuasaannya terbentang di Jawa. adipati Kediri. yang namanya diambil dari buah maja. Sejarah Berdirinya Majapahit Sesudah Singhasari mengusir Sriwijaya dari Jawa secara keseluruhan pada tahun 1290. Ketika itu.Kerajaan majapahit Majapahit adalah sebuah kerajaan kuno di Indonesia yang pernah berdiri dari sekitar tahun 1293 hingga 1500 M. Hal ini menjadi perhatian Kubilai Khan. dan sejarahnya tidak jelas. Raden Wijaya kemudian diberi hutan Tarik. Singhasari menjadi kerajaan paling kuat di wilayah tersebut. Ketika pasukan Mongol tiba. Kepulauan Sulu. Sumber utama yang digunakan oleh para sejarawan adalah Pararaton ('Kitab Raja-raja') dalam bahasa Kawi dan Nagarakretagama dalam bahasa Jawa Kuno. Pararaton terutama menceritakan Ken Arok (pendiri Kerajaan Singhasari) namun juga memuat beberapa bagian pendek mengenai terbentuknya Majapahit. dan rasa "pahit" dari buah tersebut.C. banyak pula sarjana yang beranggapan bahwa garis besar sumber-sumber tersebut dapat diterima karena sejalan dengan catatan sejarah dari Tiongkok. Semenanjung Malaya. Namun demikian. Jayakatwang. Keakuratan semua naskah berbahasa Jawa tersebut dipertentangkan. penguasa kerajaan Singhasari yang terakhir menolak untuk membayar upeti dan mempermalukan utusan tersebut dengan merusak wajahnya dan memotong telinganya. Raden Wijaya berbalik menyerang sekutu Mongolnya sehingga memaksa mereka menarik pulang kembali pasukannya secara kalang-kabut karena mereka berada di teritori asing. meskipun wilayah kekuasaannya masih diperdebatkan. Jayakatwang memberikan pengampunan kepada Raden Wijaya. Atas saran Aria Wiraraja. Sementara itu. Tidak dapat disangkal bahwa sumber-sumber itu memuat unsur non-historis dan mitos. Manila (Saludung).[11][12] Saat itu juga merupakan kesempatan terakhir mereka untuk menangkap angin muson agar dapat pulang. hingga Indonesia timur. terdapat beberapa prasasti dalam bahasa Jawa Kuno maupun catatan sejarah dari Tiongkok dan negara-negara lain. Setelah masa itu. Beberapa sarjana seperti C.

dan bahkan mengirim duta-dutanya ke Tiongkok Jatuhnya Majapahit Sesudah mencapai puncaknya pada abad ke-14. Namun demikian yang sebenarnya digambarkan oleh candrasengkala tersebut adalah gugurnya Bre Kertabumi. pengaruh Majapahit di seluruh Nusantara mulai berkurang. memerintah Majapahit dari tahun 1350 hingga 1389. daerah kekuasaan Majapahit meliputi Sumatra. Kejayaan Majapahit Hayam Wuruk. Catatan sejarah dari Tiongkok. pedagang Muslim dan para penyebar agama sudah mulai memasuki Nusantara. akan tetapi Rajapatni memilih mengundurkan diri dari istana dan menjadi pendeta wanita. Pada masanya Majapahit mencapai puncak kejayaannya dengan bantuan mahapatihnya. Ketika Majapahit didirikan. Pada tahun 1377. atau 1478 Masehi. Maluku. mulai muncul di bagian barat Nusantara.[12] Wijaya meninggal dunia pada tahun 1309. juga disebut Rajasanagara. batasan alam dan ekonomi menunjukkan bahwa daerah-daerah kekuasaan tersebut tampaknya tidaklah berada di bawah kekuasaan terpusat Majapahit. Ia diteruskan oleh putranya. Tribhuwana menguasai Majapahit sampai kematian ibunya pada tahun 1350. Majapahit juga memiliki hubungan dengan Campa. Arti sengkala ini adalah “sirna hilanglah kemakmuran bumi”. yang berarti "penjahat lemah". Gajah Mada. dan Nambi memberontak melawannya. Hayam Wuruk.[2] menyebabkan runtuhnya sisa-sisa kerajaan Sriwijaya Menurut Kakawin Nagarakretagama pupuh XIII-XV. termasuk Ranggalawe. yaitu pada tanggal 10 November 1293. semenanjung Malaya. Halayudha ditangkap dan dipenjara. Kamboja. Pada tahun 1328. dan lalu dihukum mati. yaitu Kesultanan Malaka. Ibu tirinya yaitu Gayatri Rajapatni seharusnya menggantikannya. kepulauan Nusa Tenggara. Selama kekuasaan Tribhuwana. Sengkala ini konon adalah tahun berakhirnya Majapahit dan harus dibaca sebagai 0041. adalah penguasa yang jahat dan amoral. Tampaknya terjadi perang saudara (Perang Paregreg) pada tahun 1405-1406.Tanggal pasti yang digunakan sebagai tanggal kelahiran kerajaan Majapahit adalah hari penobatan Raden Wijaya sebagai raja. Sora. Portugis (Tome Pires). Slamet Muljana menduga bahwa mahapatih Halayudha lah yang melakukan konspirasi untuk menjatuhkan semua orang terpercaya raja. dan sebagian kepulauan Filipina[13]. . agar ia dapat mencapai posisi tertinggi dalam pemerintahan. Papua. beberapa tahun setelah kematian Gajah Mada. Pada akhir abad ke-14 dan awal abad ke-15. antara Wirabhumi melawan Wikramawardhana. dan pemberontakan besar yang dilancarkan oleh seorang bangsawan pada tahun 1468. Rajapatni menunjuk anak perempuannya Tribhuwana Wijayatunggadewi untuk menjadi ratu Majapahit. Dalam tradisi Jawa ada sebuah kronogram atau candrasengkala yang berbunyi sirna ilang kretaning bumi. Di bawah perintah Gajah Mada (1313-1364). raja ke-11 Majapahit. Jayanegara dibunuh oleh tabibnya. Borneo. Namun setelah kematian pemberontak terakhir (Kuti). Majapahit melancarkan serangan laut ke Palembang. tetapi terhubungkan satu sama lain oleh perdagangan yang mungkin berupa monopoli oleh raja[14]. Sulawesi. antara tahun 1518 dan 1521 M. kekuasaan Majapahit berangsur-angsur melemah. dan Italia (Pigafetta) mengindikasikan bahwa telah terjadi perpindahan kekuasaan Majapahit dari tangan penguasa Hindu ke tangan Adipati Unus. Birma bagian selatan. Beberapa orang terpercaya Kertarajasa. meskipun pemberontakan tersebut tidak berhasil. Anak dan penerus Wijaya. Demikian pula telah terjadi pergantian raja yang dipertengkarkan pada tahun 1450-an. Majapahit menguasai lebih banyak wilayah. kerajaan Majapahit berkembang menjadi lebih besar dan terkenal di daerah tersebut. oleh Girindrawardhana. Kerajaan ini menghadapi masalah. Namun demikian. yaitu tahun 1400 Saka. Jayanegara. dan Vietnam. Ia dinobatkan dengan nama resmi Kertarajasa Jayawardhana. penguasa dari Kesultanan Demak. sebuah kerajaan perdagangan baru yang berdasarkan Islam. Siam. Tanca. Pada saat bersamaan. Ia digelari Kala Gemet.

Hudhara. bergelar Brawijaya VI (1478 .1328) 3. bergelar Brawijaya I (1447 .1447) 7.1468) 11. Kertawijaya. atau Suraprabhawa.1451) 8. bergelar Brawijaya VII (1498-1518). Girindrawardhana. Suhita (1429 . Kalagamet. 1. . Raden Wijaya. Sri Gitarja. Hayam Wuruk.Raja-raja Majapahit Berikut adalah daftar penguasa Majapahit. bergelar Tribhuwana Wijayatunggadewi (1328 . bergelar Brawijaya V (1468 .1478) 12. Bhre Pandansalas. Rajasawardhana. bergelar Sri Rajasanagara (1350 .1309) 2.1453) 9.1429) 6. bergelar Brawijaya III (1456 . bergelar Brawijaya II (1451 . Bhre Kertabumi. bergelar Brawijaya IV (1466 .1466) 10.1389) 5. Purwawisesa atau Girishawardhana.1498) 13. bergelar Sri Jayanagara (1309 . Perhatikan bahwa terdapat periode kekosongan antara pemerintahan Rajasawardhana (penguasa ke-8) dan Girishawardhana yang mungkin diakibatkan oleh krisis suksesi yang memecahkan keluarga kerajaan Majapahit menjadi dua kelompok. bergelar Kertarajasa Jayawardhana (1293 .1350) 4. Wikramawardhana (1389 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful