Makalah sejarah Kerajaan di Indonesia bercorak hindu-buddha

Di susun oleh : Firman ahmadi (xi ips 2 ) Sma negeri senduro lumajang 2013-2014

kerajaan kutai Kerajaan Kutai (Kutai Martadipura) adalah kerajaan bercorak hindu yang terletak di muara Kaman, Kalimantan Timur, tepatnya di hulu Sungai Mahakam. Kerajaan Kutai berdiri sekitar abad ke-4. Nama kerajaan ini disesuaikan dengan nama daerah tempat penemuan prasasti, yaitu daerah Kutai. Hal ini disebabkan, karena setiap prasasti yang ditemukan tidak ada yang menyebutkan nama dari kerajaan tersebut. Wilayah Kerajaan Kutai mencakup wilayah yang cukup luas, yaitu hampir menguasai seluruh wilayah Kalimantan Timur. Bahkan pada masa kejayaannya Kerajaan Kutai hampir manguasai sebagian wilayah Kalimantan. a. Sumber Sejarah Sumber yang mengatakan bahwa di Kalimantan telah berdiri dan berkembang Kerajaan Kutai yang bercorak Hindu adalah beberapa penemuan peninggalan berupa tulisan (prasasti). Tulisan itu ada pada tujuh tiang batu yang disebut yupa. Yupa tersebut adalah tugu batu yang berfungsi sebagai tiang untuk menambat hewan yang akan dikorbankan. Dari salah satu yupa tersebut diketahui Raja Mulawarman yang memerintah Kerajaan Kutai pada saat itu. Nama Mulawarman dicatat dalam yupa karena kedermawanannya menyedekahkan 20.000 ekor sapi pada Kaum Brahmana.

b. Kehidupan Politik Sejak muncul dan berkembangnya pengaruh hindu (India) di Kalimantan Timur, terjadi perubahan dalam kepemerintahan, yaitu dari pemerintahan suku dengan kepala suku yang memerintah menjadi kerajaan dengan seorang raja sebagai kepala pemerintahan. Berikut beberapa raja yang pernah memerintah Kerajaan Kutai: - Raja Kudungga Adalah raja pertama yang berkuasa di kerajaan kutai. Dapat kita lihat, nama raja tersebut masih menggunakan nama lokal sehingga para ahli berpendapat bahwa pada masa pemerintahan Raja Kudungga pengaruh Hindu baru masuk ke wilayahnya. Kedudukan Raja Kudungga pada awalnya adalah kepala suku. Dengan masuknya pengaruh Hindu, ia mengubah struktur pemerintahannya menjadi kerajaan dan mengangkat dirinya sebagai raja, sehingga penggantian raja dilakukan secara turun temurun. - Raja Aswawarman Prasasti yupa menceritakan bahwa Raja Aswawarman adalah raja yang cakap dan kuat. Pada masa pemerintahannya, wilayah kekuasaan Kutai diperluas lagi. Hal ini dibuktikan dengan dilakukannya Upacara Asmawedha pada masanya. Upacara-upacara ini pernah dilakukan di India pada masa pemerintahan Raja Samudragupta ketika ingin memperluas wilayahnya. Dalam upacara itu dilaksanakan pelepasan kuda dengan tujuan untuk menentukan batas kekuasaan Kerajaan Kutai ( ditentukan dengan tapak kaki kuda yang nampak pada tanah hingga tapak yang terakhir nampak disitulah batas kekuasaan Kerajaan Kutai ). Pelepasan kuda-kuda itu diikuti oleh prajurit Kerajaan Kutai.

-Raja Mulawarman Raja Mulawarman merupakan anak dari Raja Aswawarman yang menjadi penerusnya. Raja Mulawarman adalah raja terbesar dari Kerajaan Kutai. Di bawah pemerintahannya, Kerajaan Kutai mengalami masa kejayaannya. Rakyat-rakyatnya hidup tentram dan sejahtera hingga Raja Mulawarman mengadakan upacara kurban emas yang amat banyak.

c. Runtuhnya Kerajaan Kutai Kerajaan Kutai runtuh saat raja Kerajaan Kutai terakhir yang bernama Maharaja Dharma Setia tewas di tangan Raja Kutai Kartanegara ke-13, Aji Pangeran Anum Panji Mendapa. Kerajaan Kutai Kartanegara selanjutnya menjadi Kerajaan Islam yang bernama Kesultanan Kutai Kartanegara. Peta Kecamatan Muara Kaman 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. Maharaja Kundungga, gelar anumerta Dewawarman Maharaja Asmawarman (anak Kundungga) Maharaja Mulawarman Maharaja Marawijaya Warman Maharaja Gajayana Warman Maharaja Tungga Warman Maharaja Jayanaga Warman Maharaja Nalasinga Warman Maharaja Nala Parana Tungga Maharaja Gadingga Warman Dewa Maharaja Indra Warman Dewa Maharaja Sangga Warman Dewa Maharaja Candrawarman Maharaja Sri Langka Dewa Maharaja Guna Parana Dewa Maharaja Wijaya Warman Maharaja Sri Aji Dewa Maharaja Mulia Putera Maharaja Nala Pandita Maharaja Indra Paruta Dewa Maharaja Dharma Setia

Kehidupan Ekonomi Kehidupan ekonomi di Kutai, tidak diketahui secara pasti, kecuali disebutkan dalam salah satu prasasti bahwa Raja Mulawarman telah mengadakan upacara korban emas dan tidak menghadiahkan sebanyak 20.000 ekor sapi untuk golongan Brahmana. Tidak diketahui secara pasti asal emas dan sapi tersebut diperoleh. Apabila emas dan sapi tersebut didatangkan dari tempat lain, bisa disimpulkan bahwa kerajaan Kutai telah melakukan kegiatan dagang. Kehidupan Budaya Dalam kehidupan budaya dapat dikatakan kerajaan Kutai sudah maju. Hal ini dibuktikan melalui upacara penghinduan (pemberkatan memeluk agama Hindu) yang disebut Vratyastoma. Vratyastoma dilaksanakan sejak pemerintahan Aswawarman karena Kudungga masih mempertahankan ciri-ciri keIndonesiaannya, sedangkan yang memimpin upacara tersebut, menurut para ahli, dipastikan adalah para pendeta (Brahmana) dari India. Tetapi pada masa Mulawarman kemungkinan sekali upacara penghinduan tersebut dipimpin oleh pendeta/kaum Brahmana dari orang Indonesia asli. Adanya kaum Brahmana asli orang Indonesia membuktikan bahwa kemampuan intelektualnya tinggi, terutama penguasaan terhadap bahasa Sansekerta yang pada dasarnya bukanlah bahasa rakyat India sehari-hari, melainkan lebih merupakan bahasa resmi kaum Brahmana untuk masalah keagamaan.

Putera tokoh manikmaya ini tinggal bersama kakeknya di ibukota tarumangara dan kemudian menjadi panglima angkatan perang Kerajaan Tarumanegara. Dalam tahun tersebut yang menjadi penguasa Kerajaan Tarumanegara adalah Suryawarman (535 . Contoh serupa dapat dilihat dari kedudukaan rajatapura atau salakanagara (kota perak).Kerajaan tarumanegara kerajaan Tarumanegara atau Taruma adalah sebuah kerajaan yang pernah berkuasa di wilayah pulau Jawa bagian barat pada abad ke-4 hingga abad ke-7 m.000 ekor sapi kepada kaum Brahmana. Dalam catatan. yang merupakan salah satu kerajaan tertua di nusantara yang diketahui. Ia sendiri seorang maharesi dari salankayana di India yang mengungsi ke nusantara karena daerahnya diserang dan ditaklukkan maharaja samudragupta dari kerajaan magada. Perkembangan daerah timur menjadi lebih Berkembang Ketika Cicit Manikmaya Mendirikan Kerajaan Galuh Dalam Tahun 612 M. Kerajaan Tarumanegara didirikan oleh Rajadirajaguru Jayasingawarman pada tahun 358. Dharmayawarman (382-395). Ditinjau dari segi ini. Kota itu diberi nama Sundapura pertama kalinya nama Sunda digunakan. pusat pemerintahan Kerajaan Tarumanegara telah bergeser ke tempat lain. Hal ini berarti. yang memberitakan raja Sunda dalam tahun 536 M. Selesai penggalian. maka salakanagara berubah status menjadi kerajaan daerah. Pada tahun 417 ia memerintahkan penggalian Sungai Gomati dan Candrabaga sepanjang 6112 tombak (sekitar 11 km). yang disebut argyre oleh ptolemeus dalam tahun 150 M. Ia membangun ibukota kerajaan baru pada tahun 397 yang terletak lebih dekat ke pantai. sang prabu mengadakan selamatan dengan menyedekahkan 1. yang kemudian digantikan oleh putranya. merupakan gejala bahwa ibukota sundapura telah berubah status menjadi sebuah kerajaan daerah. banyak penguasa daerah yang menerima kembali kekuasaan pemerintahan atas daerahnya sebagai hadiah atas kesetiaannya terhadap Kerajaan Tarumanegara. Maharaja Purnawarman adalah raja Kerajaan Tarumanegara yang ketiga (395-434 m). daerah Nagreg antara Bandung dan Limbangan. Jayasingawarman pendiri Kerajaan Tarumanegara adalah menantu raja Dewawarman VIII. Jayasingawarman dipusarakan di tepi kali gomati. Dalam tahun 526 M Manikmaya. Kehadiran prasasti Purnawarman di pasir muara. ayah Suryawarman. . Kota ini sampai tahun 362 menjadi pusat pemerintahan raja-raja Dewawarman (dari Dewawarman I VIII). Prasasti Pasir Muara yang menyebutkan peristiwa pengembalian pemerintahan kepada raja Sunda itu dibuat tahun 536 M. melainkan juga mengalihkan perhatiannya ke daerah bagian timur. kerajaan Tarumanegara adalah kerajaan hindu beraliran wisnu. Garut. Suryawarman tidak hanya melanjutkan kebijakan politik ayahnya yang memberikan kepercayaan lebih banyak kepada raja daerah untuk mengurus pemerintahan sendiri. menantu Suryawarman. mendirikan kerajaan baru di Kendan. maka Suryawarman melakukan hal yang sama sebagai lanjutan politik ayahnya. Dalam masa pemerintahan Candrawarman (515-535 M).561 M) raja Kerajaan Tarumanegara ke-7. sedangkan putranya di tepi kali Candrabaga. Ketika pusat pemerintahan beralih dari rajatapura ke Tarumanegara.

karena pembuatan kali ini merupakan pembuatan saluran irigasi untuk memperlancar pengairan sawah-sawah pertanian rakyat. Raja Purnawarman juga sangat memperhatikan kedudukan kaum brahmana yang dianggap penting dalam melaksanakan setiap upacara korban yang dilaksanakan di kerajaan sebagai tanda penghormatan kepada para dewa. Hal ini dibuktikan dari prasasti Tugu yang menyatakan raja Purnawarman telah memerintah untuk menggali sebuah kali. kehidupan perekonomian masyarakat Kerajaan Tarumanegara sudah berjalan teratur. Tarusbawa. Kehidupan Budaya Dilihat dari teknik dan cara penulisan huruf-huruf dari prasasti-prasasti yang ditemukan sebagai bukti kebesaran Kerajaan Tarumanegara. Karena dapat dipergunakan sebagai sarana untuk mencegah banjir serta sarana lalu-lintas pelayaran perdagangan antardaerah di Kerajaan Tarumanegara dengan dunia luar. Selain sebagai peninggalan budaya. Linggawarman. Akibatnya. Kehidupan Politik Raja Purnawarman adalah raja besar yang telah berhasil meningkatkan kehidupan rakyatnya. B. keberadaan prasasti-prasasti tersebut menunjukkan telah berkembangnya kebudayaan tulis menulis di kerajaan Tarumanegara. Pembangunan terusan ini mempunyai arti ekonomis yang besar nagi masyarakat. KEHIDUPAN DI KERAJAAN TARUMANEGARA 1. digantikan menantunya. hal ini terlihat dari upaya raja Purnawarman yang terus berusaha untuk meningkatkan kesejahteraan kehidupan rakyatnya. 4. 2. 3. raja Tarumanagara terakhir. Kehidupan Sosial Kehidupan sosial Kerajaan Tarumanegara sudah teratur rapi. Pada tahun 669 M. Linggawarman sendiri mempunyai dua orang puteri. Kehidupan Ekonomi Prasasti tugu menyatakan bahwavraja Purnawarman memerintahkan rakyatnya untuk membuat sebuah terusan sepanjang 6122 tombak.Gambar : Peta Letak Prasasti Kerajaan Tarumanegara A. Penggalian sebuah kali ini sangat besar artinya. RAJA-RAJA DI KERAJAAN TARUMANEGARA Tarumanagara sendiri hanya mengalami masa pemerintahan 12 orang raja. dapat diketahui bahwa tingkat kebudayaan masyarakat pada saat itu sudah tinggi. Juga perdagangan dengan daera-daerah di sekitarnya. yang sulung bernama Manasih menjadi istri Tarusbawa dari Sunda dan yang kedua bernama Sobakancana menjadi isteri .

PRASASTI-PRASASTI KERAJAAN TARUMANEGARA 1. 5. 3. Gambar telapak kaki pada prasasti Ciarunteun mempunyai 2 arti yaitu: a. 4. yaitu Tarusbawa. 9. karena Tarusbawa pribadi lebih menginginkan untuk kembali ke kerajaannya sendiri. tahta kekuasaan Tarumanagara jatuh kepada menantunya dari putri sulungnya. 8. 10. Di samping itu terdapat lukisan semacam laba-laba serta sepasang telapak kaki Raja Purnawarman.Dapuntahyang Sri Jayanasa pendiri Kerajaan Sriwijaya. b. Kekuasaan Tarumanagara berakhir dengan beralihnya tahta kepada Tarusbawa. Raja-raja Tarumanegara: 1. Cap telapak kaki melambangkan kekuasaan dan eksistensi seseorang (biasanya penguasa) sekaligus penghormatan sebagai dewa. 2. . Secara otomatis. Cap telapak kaki melambangkan kekuasaan raja atas daerah tersebut (tempat ditemukannya prasasti tersebut). 6. dekat muara sungai Cisadane Bogor prasasti tersebut menggunakan huruf Pallawa dan bahasa Sansekerta yang terdiri dari 4 baris disusun ke dalam bentuk Sloka dengan metrum Anustubh. yaitu Sunda yang sebelumnya berada dalam kekuasaan Tarumanagara. Prasasti Ciaruteun Prasasti Ciaruteun atau prasasti Ciampea ditemukan ditepi sungai Ciarunteun. hanya Galuh yang tidak sepakat dan memutuskan untuk berpisah dari Sunda yang mewarisi wilayah Tarumanagara. 12. 7. 11. Hal ini berarti menegaskan kedudukan Purnawarman yang diibaratkan dewa Wisnu maka dianggap sebagai penguasa sekaligus pelindung rakyat. Atas pengalihan kekuasaan ke Sunda ini. Jayasingawarman 358-382 M Dharmayawarman 382-395 M Purnawarman 395-434 M Wisnuwarman 434-455 M Indrawarman 455-515 M Candrawarman 515-535 M Suryawarman 535-561 M Kertawarman 561-628 M Sudhawarman 628-639 M Hariwangsawarman 639-640 M Nagajayawarman 640-666 M Linggawarman 666-669 M C.

2. yaitu gajah tunggangan dewa Wisnu. sekitar 30 km sebelah barat Bogor. tertulis dalam aksara ikal yang belum dapat dibaca. Di samping tulisan terdapat lukisan telapak kaki. ditemukan di bukit Koleangkak di perkebunan jambu. 5. Yang menarik dari prasasti ini adalah adanya lukisan tapak kaki gajah.57”. prasasti ini juga menggunakan bahwa Sansekerta dan huruf Pallawa serta terdapat gambar telapak kaki yang isinya memuji pemerintahan raja Mulawarman. . ditemukan di Bogor. Prasasti Muara Cianten Prasasti Muara Cianten. 4. Prasasti Pasir Awi Prasasti Pasir Awi berada di daerah 0°10‟37. Prasasti Kebon Kopi Prasasti Kebon Kopi ditemukan di kampung Muara Hilir kecamatan Cibungbulang Bogor . Bojong Honje-Sukamakmur Bogor.29” BB (dari Jakarta) dan 6°32‟27. yang disamakan dengan tapak kaki gajah Airawata. tepat berada di puncak perbukitan Pasir Awi (600 m dpl). Prasasti Jambu Prasasti Jambu atau prasasti Pasir Koleangkak. 3.

D. . menceritakan bahwa tahun 528 dan 535 telah datang utusan dari Tolo-mo yang terletak di sebelah selatan. Prasasti Cidanghiyang Prasasti Cidanghiyang atau prasasti Lebak. Berita Dinasti Sui. SUMBER-SUMBER SEJARAH Bukti keberadaan Kerajaan Taruma diketahui melalui sumber-sumber yang berasal dari dalam maupun luar negeri. Prasasti Tugu yang menyebutkan dilaksanakannya upacara selamatan oleh Brahmana disertai dengan seribu ekor sapi yang dihadiahkan raja. sehingga ada beberapa hal yang dapat diketahui dari prasasti tersebut. 2. Berita Fa-Hsien. Berita Dinasti Tang. Makam Rajadirajaguru Jayasingawarman ada di sekitar sungai Gomati (wilayah Bekasi). kecamatan Cilincing Jakarta Utara. Sedangkan sumber-sumber dari luar negeri yang berasal dari berita Tiongkok antara lain: 1. c. yang banyak adalah orang-orang yang beragama Hindu dan sebagian masih animisme. Sumber dari dalam negeri berupa tujuh buah prasasti batu yang ditemukan empat di Bogor. tahun 414 M dalam bukunya yang berjudul Fa-Kao-Chi menceritakan bahwa di Ye-po-ti hanya sedikit dijumpai orang-orang yang beragama Buddha. 7. Prasasti Tugu Prasasti Tugu di temukan di daerah Tugu. b. Hal-hal yang dapat diketahui dari prasasti Tugu adalah: a. kecamatan Munjul kabupaten Pandeglang Banten. Prasasti Tugu juga menyebutkan anasir penanggalan walaupun tidak lengkap dengan angka tahunnya yang disebutkan adalah bulan phalguna dan caitra yang diduga sama dengan bulan Februari dan April. ditemukan di kampung lebak di tepi sungai Cidanghiang. satu di Jakarta dan satu di Lebak Banten. juga menceritakan bahwa tahun 666 dan 669 telah datang utusaan dari To-lo-mo. Prasasti Tugu menyebutkan nama dua buah sungai yang terkenal di Punjab yaitu sungai Chandrabaga dan Gomati. 3. Sehingga secara Etimologi (ilmu yang mempelajari tentang istilah) sungai Chandrabaga diartikan sebagai kali Bekasi. Dari prasasti-prasasti ini diketahui bahwa kerajaan dipimpin oleh Rajadirajaguru Jayasingawarman pada tahun 358 M dan beliau memerintah sampai tahun 382 M. Isi prasasti tersebut mengagungkan keberanian raja Purnawarman. Kerajaan Tarumanegara ialah kelanjutan dari Kerajaan Salakanagara. Dengan adanya keterangan dua buah sungai tersebut menimbulkan tafsiran dari para sarjana salah satunya menurut Poerbatjaraka. Prasasti ini baru ditemukan tahun 1947 dan berisi 2 baris kalimat berbentuk puisi dengan huruf Pallawa dan bahasa Sansekerta.6. Prasasti ini dipahatkan pada sebuah batu bulat panjang melingkar dan isinya paling panjang dibanding dengan prasasti Tarumanegara yang lain.

. Bogor dan Cirebon. Kerajaan Tarumanegara diperkirakan berkembang antara tahun 400-600 M. Berdasarkan prasast-prasati tersebut diketahui raja yang memerintah pada waktu itu adalah Purnawarman.Berdasarkan tiga berita di atas para ahli menyimpulkan bahwa istilah To-lo-mo secara fonetis penyesuaian kata-katanya sama dengan Tarumanegara. meliputi hampir seluruh Jawa Barat yang membentang dari Banten. Wilayah kekuasaan Purnawarman menurut prasasti Tugu. Maka berdasarkan sumber-sumber yang telah dijelaskan sebelumnya maka dapat diketahui beberapa aspek kehidupan tentang kerajaan Tarumanegara. Jakarta.

Mengetahui hal itu. tetapi para menteri mohon ampun padanya dan keputusan diubah dengan memotong kakinya. berita Cina dari Dinasti Sung Awal (420470 M) menyebut Jawa dengan sebutan She-p‟o. Asal Mula penyebutan Ho-ling Nama Ho-ling sebenarnya muncul ketika terjadi perubahan dengan mulai meluasnya kekuasaan Wangsa Sailendra. raja Ta-shih mengurungkan niatnya utnuk menyerang Kerajaan Ho-ling. Konon warga Ho-ling terkenal dengan kejujurannya. Ada seorang raja yang bermaksud untuk menyerang Ho-ling. Dia terlebih dulu mencoba mengamati situasi Kerajaan Ho-ling dengan cara meletakkan pundi-pundi uang emas di tengah jalan. Tak berhenti sampai di situ saja. Selama 3 tahun barang tersebut aman di jalan dan secara tidak sengaja putra mahkota menginjak barang tersebut. Sumber sejarah kerajaan ini masih belum jelas dan kabur.Kerajaan Kalingga / Holing Peta yang menggambarkan letak pusat kerajaan Kalingga. . Namun penyebutan Jawa dengan She-p‟o kembali muncul pada 820-856 M Catatan dari sumber lokal Kisah lokal Terdapat kisah yang berkembang di Jawa Tengah utara mengenai seorang Maharani legendaris yang menjunjung tinggi prinsip keadilan dan kebenaran dengan keras tanpa pandang bulu. Kerajaan ini pernah diperintah oleh Ratu Shima. dan naskah Carita Parahyangan yang disusun berabad-abad kemudian pada abad ke-16 menyinggung secara singkat mengenai Ratu Shima dan kaitannya dengan Kerajaan Galuh. tradisi kisah setempat. Kalingga telah ada pada abad ke-6 Masehi dan keberadaannya diketahui dari sumber-sumber Tiongkok. Kisah legenda ini bercerita mengenai Ratu Shima yang mendidik rakyatnya agar selalu berlaku jujur dan menindak keras kejahatan pencurian. Kalingga atau Ho-ling (sebutan dari sumber Tiongkok) adalah sebuah kerajaan bercorak Hindu yang muncul di Jawa Tengah sekitar abad ke-6 masehi. Ia menerapkan hukuman yang keras yaitu pemotongan tangan bagi siapa saja yang mencuri. kebanyakan diperoleh dari sumber catatan China. kemungkinan berada di suatu tempat antara Kabupaten Pekalongan dan Kabupaten Jepara sekarang. bahkan barang-barang yang terjatuh tidak ada yang berani untuk mengambilnya. Raja tersebut bernama Ta-shih. Letak pusat kerajaan ini belumlah jelas. Maka ratu memerintahkan untuk menghukum mati putra mahkota. para menteri juga memohon ampun lagi sehingga hanya jari-jari kakinya saja yang dipotong. akan tetapi kemudian berita-berita Cina dari Dinasti T‟ang (618-906 M) menyebut Jawa dengan sebutan Ho-ling sampai tahun 818. Sebelum perluasan ini. yang dikenal memiliki peraturan barang siapa yang mencuri. Ada sebuah kisah yang menceritakan tentang ketat dan disiplinnya pemerintahan di Kerajaan Ho-ling. akan dipotong tangannya. karena kakinya yang bersalah.

dan kemudian mendirikan Dinasti/Wangsa Sanjaya di Kerajaan Mataram Kuno. Keterangan tentang Kerajaan Ho-ling didapat dari prasasti dan catatan dari negeri Cina. Setelah Maharani Shima meninggal di tahun 732 M. putri Maharani Shima. Maharani Shima memiliki cucu yang bernama Sanaha yang menikah dengan raja ketiga dari Kerajaan Galuh. Kekuasaan di Jawa Barat diserahkannya kepada putranya dari Tejakencana. bersama Malayu dan Tarumanagara yang sebelumnya telah ditaklukan Sriwijaya. dan memiliki putra yaitu Rakai Panangkaran. menikah dengan putera mahkota Kerajaan Galuh yang bernama Mandiminyak. Ketiga kerajaan tersebut menjadi pesaing kuat jaringan perdagangan Sriwijaya-Buddha. Sanjaya menggantikan buyutnya dan menjadi raja Kerajaan Kalingga Utara yang kemudian disebut Bumi Mataram. Sanaha dan Bratasenawa memiliki anak yang bernama Sanjaya yang kelak menjadi raja Kerajaan Sunda dan Kerajaan Galuh (723-732 M). Pada tahun 752. Kemudian Raja Sanjaya menikahi Sudiwara puteri Dewasinga. Parwati. Berita Cina Berita keberadaan Ho-ling juga dapat diperoleh dari berita yang berasal dari zaman Dinasti Tang dan catatan I-Tsing. Pada abad ke-5 muncul Kerajaan Ho-ling (atau Kalingga) yang diperkirakan terletak di utara Jawa Tengah. yaitu Tamperan Barmawijaya alias Rakeyan Panaraban. . yaitu Brantasenawa. Raja Kalingga Selatan atau Bumi Sambara. Kerajaan Ho-ling menjadi wilayah taklukan Sriwijaya dikarenakan kerajaan ini menjadi bagian jaringan perdagangan Hindu. yang kemudian menjadi raja kedua dari Kerajaan Galuh.Ratu Shima Carita Parahyangan Berdasarkan naskah Carita Parahyangan yang berasal dari abad ke-16.

Prasasti Tukmas Sementara di Desa Sojomerto. Dapunta Selendra.Catatan dari zaman Dinasti Tang Cerita Cina pada zaman Dinasti Tang (618 M . rakyat Ho-ling diperintah oleh Ratu Hsi-mo (Shima). Boechari berpendapat bahwa tokoh yang bernama Dapunta Selendra adalah cikal-bakal raja-raja keturunan Wangsa Sailendra yang berkuasa di Kerajaan Mataram Hindu. Pada masa pemerintahannya Kerajaan Ho-ling sangat aman dan tentram. Penduduk Kerajaan Ho-ling sudah pandai membuat minuman keras dari bunga kelapa Daerah Ho-ling menghasilkan kulit penyu. Ia bekerjasama dengan pendeta Jawa bernama Janabadra. Magelang di Jawa Tengah. ditemukan Prasasti Sojomerto. Catatan dari berita Cina ini juga menyebutkan bahwa sejak tahun 674. tepatnya di Dusun Dakawu. yang menerjemahkan salah satu kitab agama Buddha ke dalam Bahasa Cina. Ia adalah seorang ratu yang sangat adil dan bijaksana. Drs.      Ho-ling atau disebut Jawa terletak di Lautan Selatan. Prasasti menyebutkan tentang mata air yang bersih dan jernih. Kecamatan Grabag. kendi. Kecamatan Reban. Prasasti ini ditemukan di ditemukan di lereng barat Gunung Merapi. Prof. Kitab terjemahan itu antara lain memuat cerita tentang Nirwana. ibunya bernama Bhadrawati. . perak. Isi prasasti memuat keluarga dari tokoh utamanya.906 M) memberikan tentang keterangan Holing sebagai berikut. Prasasti ini beraksara Kawi dan berbahasa Melayu Kuna dan berasal dari sekitar abad ke-7 masehi. beratap daun palem. Prasasti bertuliskan huruf Pallawa yang berbahasa Sanskerta. di sebelah timurnya terletak Po-Li (Pulau Bali) dan di sebelah barat terletak Pulau Sumatera. Di sebelah utaranya terletak Ta Hen La (Kamboja). Jawa Tengah. sedangkan istrinya bernama Sampula. Pada prasasti itu ada gambar-gambar seperti trisula. dan singgasananya terbuat dari gading. kapak. emas. Sungai yang mengalir dari sumber air tersebut disamakan dengan Sungai Gangga di India. Raja tinggal di suatu bangunan besar bertingkat. Prasasti Prasasti peninggalan Kerajaan Ho-ling adalah Prasasti Tukmas. Catatan I-Tsing Catatan I-Tsing (tahun 664/665 M) menyebutkan bahwa pada abad ke-7 tanah Jawa telah menjadi salah satu pusat pengetahuan agama Buddha Hinayana. Prasasti ini bersifat keagamaan Siwais. yaitu ayahnya bernama Santanu. Ibukota Ho-ling dikelilingi oleh tembok yang terbuat dari tonggak kayu. cula badak dan gading gajah. Desa Lebak. tetapi cerita ini berbeda dengan cerita Nirwana dalam agama Buddha Hinayana. Kabupaten Batang. cakra dan bunga teratai yang merupakan lambang keeratan hubungan manusia dengan dewa-dewa Hindu. kelasangka. Di Ho-ling ada pendeta Cina bernama Hwining.

Prasasti Sojomerto Mata pencaharian Kerajaan Ho-ling mempunyai hasil bumiberupa kulit penyu. burung kakatua. Catatan ini menunjukkan kemungkinan adanya hubungan dengan Wangsa Sailendra atau kerajaan Medang yang berkembang kemudian di Jawa Tengah Selatan. Terjemahan inilah yang dibawa pulang ke Cina. . Kitab suci Budha yang diterjemahkan tersebut sangat berbeda dengan kitab Suci Budha Mahayana. dan burung p‟in-chiat (?) dan benda-benda lainnya. dan sejumlah jenis burung lainnya. burung kakatua. Kaisar amat terkesan dengan sikap itu dan memberikan gelar kehormatan kepada keduanya. Menurut catatan Dinasti Sung yang memerintah setelah Dinasti T‟ang. Utusan yang datang pada 813 M (atau 815 M) datang dengan mempersembahkan empat budak sheng-chih (jenggi). Ho-ling masih mengirim utusan ke negeri Cina dengan membawa “hadiah” berupa empat orang budak Sen-ki. dengan sisa tulang yang tidak habis terbakar dikumpulkan untuk dijadikan relik suci. Keagamaan Salah satu sumber yang berbicara tentang keagamaan Kerajaan Ho-ling adalah sumber Cina yang berasal dari catatan perjalanan I-tsing. Kaisar Cina mengirimkan balasan yang dengan dibubuhi cap kerajaan dan raja To-ho-lo meminta kuda-kuda yang terbaik dan dikabulkan oleh kaisar Cina. cula badak dan gading. Kaisar amat berkenan hatinya sehingga memberikan gelar kehormatan kepada utusan tersebut. terbukti bahwa terjemahan yang diterjemahkan HwuNing dengan Yun-ki bersama dengan Njnanabhdra itu adalah kitab Nirwana bagian akhir yang menceritakan tentang pembakaran jenazah sang Budha. pendeta Budha Cina bernama Hwuning dengan pembantunya Yun-ki datang ke Ho-ling. Dengan demikian jelas bahwa Ho-ling tidak menganut agama Budha aliran Mahayana. 767 M dan 768 M. Utusan itu mohon supaya gelar tersebut diberikan saja kepada adiknya. seorang pendeta agama Budha dari Cina dan kronik Dinasti Sung. menyerahkan upeti ke Cina. Penduduk menghasilkan garam dengan memanfaatkan sumber air garam yang disebut sebagai bledug tersebut.Kedua temuan prasasti ini menunjukkan bahwa kawasan pantai utara Jawa Tengah dahulu berkembang kerajaan yang bercorak Hindu Siwais. Dikatakan bahwa pada 664-667 M. Ada sebuah gua yang selalu mengeluarkan air garam yang disebut sebagai bledug. Menurut I-tsing. Kemudian Kerajaan Ho-ling mengirimkan utusan (upeti lagi) pada 666 M. Di sana kedua pendeta tersebut bersamasama dengan Joh-na po-t‟o-lo menerjemahkan Kitab Budha bagian Nirwana. tetapi menganut agama Budha Hinayana aliran Mulasarastiwada. emas dan perak. Kronik Dinasti Sung juga menyebutkan bahwa yang memimpin dan mentahbiskan Yun-ki menjadi pendeta Budha adalah Njnanabhadra. Sampai dengan tahun 813 M. Hubungan dengan negeri luar Pada masa Chen-kuang (627-649 M) raja Ho-ling bersama dengan raja To-ho-lo To-p‟o-teng.

Sementara dari peta Ptolemaeus ditemukan keterangan tentang ada 3 pulau Sabadeibei yg berkaitan dgn Sriwijaya. Ekspansi kerajaan ini ke Jawa dan Semenanjung Malaya menjadikan Sriwijaya mengontrol dua pusat perdagangan utama di Asia Tenggara. Prasasti paling tua mengenai Sriwijaya juga berada pada abad ke-7 yaitu Prasasti Kedukan Bukit di Palembang bertarikh 682. seorang pendeta Tiongkok I-tsing menulis bahwa ia mengunjungi Sriwijaya tahun 671 dan tinggal selama 6 bulan.Kerajaan Sriwijaya Dalam bahasa Sansekertasri berarti “bercahaya” danwijaya berarti “kemenangan”. Di abad ke-7 pelabuhan Cham di sebelah timur Indochina mulai mengalihkan banyak pedagang dari Sriwijaya. Sekitar tahun 500 akar Sriwijaya mulai berkembang di wilayah sekitar Palembang Sumatera. Pembentukan dan Pertumbuhan Kerajaaan Sriwijaya Kerajaan Sriwijaya menjadi pusat perdagangan dan merupakan negara maritim. Berdasarkan observasi ditemukan reruntuhan candi-candi Sriwijaya di Thailand dan Kamboja. Sriwijaya menjadi simbol kebesaran Sumatera awal dan kerajaan besar Nusantara selain Majapahit di Jawa Timur. Kerajaan ini terdiri atas tiga zona utama daerah ibukota muara yg berpusatkan Palembang lembah Sungai Musi yg berfungsi sebagai daerah pendukung dan daerah-daerah muara saingan yg mampu menjadi pusat kekuasan saingan. Eksistensi Sriwijaya diketahui secara resmi tahun 1918 oleh sejarawan Perancis George Cœdès dari École française d‟Extrême-Orient. Bukti awal mengenai keberadaan kerajaan ini berasal dari abad ke-7.300 mil di barat. Negara ini tak memperluas kekuasaan diluar wilayah kepulauan Asia Tenggara dgn pengecualian berkontribusi utk populasi Madagaskar sejauh 3. Orang Tionghoa menyebut Shih-li-fo-shih atau San-fo-ts‟i atau San Fo Qi. Dan di akhir masa kerajaan ini takluk di bawah kerajaan Majapahit. Untuk mencegah hal tersebut Maharaja Dharmasetu melancarkan beberapa serangan ke kota-kota pantai di . Kemunduran pengaruh Sriwijaya terhadap daerah bawahan mulai menyusut dikarenakan beberapa peperangandiantara serangan dari raja Dharmawangsa dari Jawa ditahun 990 dan tahun 1025 serangan Rajendra Coladewa dari Koromandel selanjut tahun 1183 Sriwijaya dibawah kendali kerajaan Dharmasraya. Sekitar tahun 1992 hingga 1993 Pierre-Yves Manguin membuktikan bahwa pusat Sriwijaya berada di Sungai Musi antara Bukit Seguntang dan Sabokingking (terletak di provinsi Sumatra Selatan Indonesia). Dalam bahasa Sansekerta dan Pali kerajaan Sriwijaya disebut Yavadesh dan Javadeh. Bangsa Arab menyebut Zabaj dan Khmer menyebut Malayu. Pada abad ke-20 kedua kerajaan tersebut menjadi referensi olehkaum nasionalis utk menunjukkan bahwa Indonesia merupakan satu kesatuan negara sebelelum kolonialisme Belanda. Namun Soekmono berpendapat bahwa pusat Sriwijaya terletak di provinsi Jambi sekarang yaitu pada kawasan sehiliran Batang Hari antara Muara Sabak sampai ke Muara Tembesi. Wilayah hulu sungai Musi kaya akan berbagai komoditas yg berharga utk pedagang Tiongkok Ibukota diperintah secara langsung oleh penguasa sementara daerah pendukung tetap diperintah oleh datu setempat. Sriwijaya disebut dgn berbagai macam nama. Sriwijaya (Srivijaya) adl kerajaan maritim yg kuat di pulau Sumatera dan berpengaruh di Nusantara daerah kekuasaan Sriwijaya meliputi Kamboja Thailand Semenanjung Malaya Sumatera Jawa Kalimantan dan Sulawesi.

DariPrasasti Kedukan Bukit pada tahun 682 di bawah kepemimpinan Dapunta Hyang Jayanasa Kerajaan Minanga takluk di bawah imperium Sriwijaya. Ia berkuasa pada periode 792 sampai 835. Menurut catatan pada masa ini pula wangsa Melayu-Budha Sailendra bermigrasi ke Jawa Tengah dan berkuasa disana. Pengunjung yg datang ke pulau ini menyebutkan bahwa koin emas telah digunakan di pesisir kerajaan. Sriwijaya mengakumulasi kekayaan sebagai pelabuhan dan gudang perdagangan yg melayani pasar Tiongkok dan India. Dengan penguasaan tersebut kerajaan Sriwijaya menjadi kerajaan maritim yg hebat hingga abad ke-13. Di masa berikut Pan Pan dan Trambralinga yg terletak di sebelah utara Langkasuka juga berada di bawah pengaruh Sriwijaya. Tidak seperti Dharmasetu yg ekspansionis Samaratungga tak melakukan ekspansi militer tetapi lbh memilih utk memperkuat penguasaan Sriwijaya di Jawa. Di abad ke-9 wilayah kemaharajaan Sriwijaya meliputi Sumatera Sri Lanka Semenanjung Malaya Jawa Barat Sulawesi Maluku Kalimantan dan Filipina. I-tsing melaporkan bahwa Sriwijaya menjadi rumah bagi ribuan sarjana Budha sehingga menjadi pusat pembelajaran agama Buddha. Dominasi atas Selat Malaka dan Selat Sunda menjadikan Sriwijaya sebagai pengendali rute perdagangan rempah dan perdagangan lokal yg mengenakan biaya atas tiap kapal yg lewat.Indochina. Sriwijaya tumbuh dan berhasil mengendalikan jalur perdagangan maritim di Selat Malaka Selat Sunda Laut China Selatan Laut Jawa dan Selat Karimata. Budha Vajrayana di Kerajaan Sriwijaya Sebagaipusat pengajaran Budha Vajrayana Sriwijaya menarik banyak peziarah dan sarjana dari negara-negara di Asia. Antara lain pendeta dari Tiongkok I-tsing yg melakukan kunjungan ke Sumatera dalam perjalanan studi di Universitas Nalanda India pada tahun 671 dan 695 serta di abad ke-11 Atisha seorang sarjana Budha asal Benggala yg berperan dalam mengembangkan Budha Vajrayana di Tibet. Di abad ini pula Langkasuka di semenanjung Melayu menjadi bagian kerajaan. BerdasarkanPrasasti Kota Kapur yg yg berangka tahun 682 dan ditemukan di pulau Bangka Pada akhir abad ke-7 kemaharajaan ini telah menguasai bagian selatan Sumatera pulau Bangka dan Belitung hingga Lampung. Ajaran Buddha aliran Buddha Hinayana dan Buddha Mahayana juga turut berkembang di Sriwijaya. Kota Indrapura di tepi sungai Mekong di awal abad ke-8 berada di bawah kendali Sriwijaya. Selama masa kepemimpinan ia membangun candi Borobudur di Jawa Tengah yg selesai pada tahun 825. Relasi Kerajaan Sriwijaya dgn Kekuatan Regional Dari catatan sejarah danbukti arkeologi dinyatakan bahwa pada abad ke-9 Sriwijaya telah melakukan kolonisasi di hampir seluruh kerajaan-kerajaan Asia Tenggara antara lain Sumatera Jawa Semenanjung Malaya Kamboja dan Vietnam Selatan . Prasasti ini juga menyebutkan bahwa Jayanasa telah melancarkan ekspedisi militer utk menghukum Bhumi Jawa yg tak berbakti kepada Sriwijaya peristiwa ini bersamaan dgn runtuh Tarumanagara di Jawa Barat dan Holing (Kalingga) di Jawa Tengah yg kemungkinan besar akibat serangan Sriwijaya. Penguasaan atas Malayu yg kaya emas telah meningkatkan prestise kerajaan. . Di akhir abad ke-8 beberapa kerajaan di Jawa antara lain Tarumanegara dan Holing berada di bawah kekuasaan Sriwijaya. Sriwijaya meneruskan dominasi atas Kamboja sampai raja Khmer Jayawarman II pendiri imperium Khmer memutuskan hubungan dgn kerajaan di abad yg sama. Setelah Dharmasetu Samaratungga menjadi penerus kerajaan. Abad ke-7 orang Tionghoa mencatat bahwa terdapat dua kerajaan di Sumatera yaitu Malayu dan Kedah dan tiga kerajaan di Jawa menjadi bagian kemaharajaan Sriwijaya.

Pada masa awalKerajaan Khmer juga menjadi daerah jajahan Sriwijaya.1088 kronik Tionghoa masih mencatat bahwaSan-fo-ts‟i masih mengirimkan utusan dari Jambi dan Palembang. Di tahun 902 Sriwijaya mengirimkan upeti ke China. Dari literatur Tiongkok utusan itu mempunyai nama Arab hal ini memberikan informasi bahwa pada masa-masa itu Sriwijaya sudah berhubungan dgn Arab yg memungkinkan Sriwijaya sudah masuk pengaruh Islam di dalam kerajaan. Dan kemudian dilanjutkan dgn pengiriman utusan selanjut di tahun 1088. Dalam berita Cina yg berjudul Sung Hui Yao disebutkan bahwa kerajaan San-fo-tsi pada tahun 1082 mengirim utusan dimana pada masa itu Cina di bawah pemerintahan Kaisar Yuan Fong. Kerajaan Melayu ini memiliki pertambangan emas sebagai sumber ekonomi dan kata Swarnnadwipa (pulau emas) mungkin merujuk pada hal ini. Relasi dgn dinasti Chola di India selatan cukup baik dan kemudian menjadi buruk setelah Rajendra Coladewa naik tahta dan melakukan penyerangan di abad ke11. Keruntuhan Kerajaan Sriwijaya Rajendra Coladewa pada tahun 1025 raja Chola dari Koromandel India selatan menaklukkan Kedah dan merampas dari Sriwijaya. Sriwijaya juga berhubungan dekat dgn kerajaan Pala di Benggala dan sebuah prasasti berangka 860 mencatat bahwa raja Balaputra mendedikasikan seorang biara kepada Universitas Nalada Pala. Pada tahun 903 penulis Muslim Ibnu Batutah sangat terkesan dgn kemakmuran Sriwijaya. Tak diragukan lagi Sriwijaya mendapatkan keuntungan dari perdagangan ini. Istilah San-fo-tsi terutama pada tahun 1225 tak lagi identik dgn Sriwijaya melainkan telah identik dgn Dharmasraya dimana pusat pemerintahan dari San-fo-tsi telah berpindah jadi dari daftar 15 negeri bawahan San-fo-tsi tersebut merupakan daftar jajahan kerajaan Dharmasraya yg sebelum merupakan daerah bawahan dari Sriwijaya dan berbalik menguasai Sriwijaya beserta daerah jajahan lainnya. Banyak sejarawan mengklaim bahwa Chaiya di propinsi Surat Thani Thailand Selatan sebagai ibu kota terakhir kerajaan tersebut pengaruh Sriwijaya nampak pada bangunan pagoda Borom That yg bergaya Sriwijaya. Minanga merupakan kekuatan pertama yg menjadi pesaing Sriwijaya yg akhir dapat ditaklukkan pada abad ke-7. Kemudian Kerajaan Chola meneruskan penyerangan dan berhasil penaklukan Sriwijaya selama beberapa dekade berikut keseluruh imperium Sriwijaya berada dalam pengaruh Rajendra Coladewa. Duta besar tersebut menyampaikan surat dari raja Kien-pi bawahan San-fo-tsi yg merupakan surat dari putri raja yg diserahi urusan negara San-fo-tsi serta menyerahkan pula 227 tahil perhiasan rumbia dan 13 potong pakaian. Dua tahun kemudian raja terakhir dinasti Tang menganugerahkan gelar kepada utusan Sriwijaya. Dan kemudian Kedah juga takluk dan menjadi daerah bawahan. Antara tahun 1079 . Setelah kejatuhan Sriwijaya Chaiya terbagi menjadi tiga kota yakni (Mueang) Chaiya Thatong (Kanchanadit) dan Khirirat Nikhom. Setelah invasi tersebut akhir mengakibatkan melemah hegemoni Sriwijaya dan kemudian beberapa daerah bawahan membentuk kerajaan sendiri dan kemudian muncul Kerajaan Dharmasraya sebagai kekuatan baru dan kemudian mencaplok kawasan semenanjung malaya dan sumatera termasuk Sriwijaya itu sendiri. Masa Kejayaan Kerajaan Sriwijaya Pada paruh pertama abad ke-10 diantara kejatuhan dinasti Tang dan naik dinasti Song perdagangan dgn luar negeri cukup marak terutama Fujian kerajaan Min dan negeri kaya Guangdong kerajaan Nan Han. Daerah urban kerajaan meliputi Palembang (khusus Bukit Seguntang) Muara Jambi dan Kedah. . Meskipun demikian Rajendra Coladewa tetap memberikan peluang kepada raja-raja yg ditaklukan utk tetap berkuasa selama tetap tunduk kepadanya.

C. Agama Buddha diperkenalkan di Sriwijaya pada tahun 425 Masehi. Pada tahun 1275 Singhasari penerus kerajaan Kediri di Jawa melakukan suatu ekspedisi dalam Pararaton disebut semacam ekspansi dan menaklukan bhumi malayu yg dikenal dgn nama Ekspedisi Pamalayu yg kemudian Kertanagara raja Singhasari menghadiahkan Arca Amoghapasa kepada Srimat Tribhuwanaraja Mauli Warmadewa raja Melayu di Dharmasraya seperti yg tersebut dalam Prasasti Padang Roco. Dan selanjut pada tahun 1293 muncul Majapahit sebagai pengganti Singhasari dan setelah Ratu Tribhuwana Wijayatunggadewi naik tahta memberikan tanggung jawab kepada Adityawarman seorang peranakan Melayu dan Jawa utk kembali menaklukkan Swarnnabhumi pada tahun 1339. Dan dimasa itu nama Sriwijaya sudah tak ada disebut lagi tapi telah diganti dgn nama Palembang hal ini sesuai dgn Nagarakretagama yg menguraikan tentang daerah jajahan Majapahit. Sehingga beberapa kerajaan yg semula merupakan bagian dari Sriwijaya kemudian tumbuh . Berg menganggap identik dgn Adityawarman.Berdasarkan sumber Tiongkok pada buku Chu-fan-chi yg ditulis pada tahun 1178 Chou-JuKua menerangkan bahwa di kepulauan Asia Tenggara terdapat dua kerajaan yg sangat kuat dan kaya yakni San-fo-ts‟i dan Cho-po (Jawa). Orang Arab mencatat bahwa Sriwijaya memiliki aneka komoditi seperti kamper kayu gaharu cengkeh pala kepulaga gading emas dan timah yg membuat raja Sriwijaya sekaya raja-raja di India. Raja-raja Sriwijaya menguasai kepulauan Melayu melalui perdagangan dan penaklukkan dari kurun abad ke-7 hingga abad ke-9. Dan kemudian pada tahun 1347 Adityawarman memproklamirkan diri menjadi raja di Malayapura sesuai dgn manuskrip yg terdapat pada bagian belakang Arca Amoghapasa. Sehingga secara langsung turut serta mengembangkan bahasa Melayu dan kebudayaan Melayu di Nusantara. Pengaruh Budaya dan Agama Islam Kerajaan Sriwijaya banyak dipengaruhi budaya India pertama oleh budaya Hindu dan kemudian diikuti pula oleh agama Buddha. Perdagangan Kerjaaan Sriwijaya Dalam perdagangan Sriwijaya menjadi pengendali jalur perdagangan antara India dan Tiongkok yakni dgn penguasaan atas selat Malaka dan selat Sunda. Sriwijaya merupakan pusat terpenting agama Buddha Mahayana. DalamKidung Pamacangah dan Babad Arya Tabanan juga disebut „Arya Damar‟ sebagai bupati Palembang yg berjasa membantu Gajah Mada dalam menaklukkan Bali pada tahun 1343 Prof. C. Kekayaan yg melimpah ini telah memungkinkan Sriwijaya membeli kesetiaan dari vassal-vassal di seluruh Asia Tenggara. Di Jawa dia menemukan bahwa rakyat memeluk agama Budha dan Hindu sedangkan rakyat San-fo-ts‟i memeluk Budha dan memiliki 15 daerah bawahan yg meliputi. Pong-fong (Pahang) Tong-ya-nong (Terengganu) Ling-ya-sikia (Langkasuka) Kilantan (Kelantan) Fo-lo-an (muara sungai Dungun daerah Terengganu sekarang) Ji-lo-t‟ing (Cherating pantai timur semenanjung malaya) Ts‟ien-mai (Semawe pantai timur semenanjung malaya) Pa-t‟a (Sungai Paka pantai timur semenanjung malaya) Tan-maling (Tambralingga Ligor selatan Thailand) Kia-lo-hi (Grahi Chaiya sekarang selatan Thailand) Pa-lin-fong (Palembang) Kien-pi (Jambi) Sin-t‟o (Sunda) Lan-wu-li (Lamuri di Aceh) and Si-lan (Kamboja). Sangat dimungkinkan bahwa Sriwijaya yg termahsyur sebagai bandar pusat perdagangan di Asia Tenggara sekaligus sebagai pusat pembelajaran agama Budha juga ramai dikunjungi pendatang dari Timur Tengah dan mulai dipengaruhi oleh pedagang dan ulama muslim. Kemudian dari Kitab Undang-Undang Tanjung Tanah yg kemungkinan ditulis sebelum pada tahun 1377 juga terdapat kata-kata bumi palimbang.

Hal yg sama juga berlaku bagi masyarakat Thailand Selatan yg menciptakan kembali tarian Sevichai (Sriwijaya) yg berdasarkan pada keanggunan seni budaya Sriwijaya. Bahkan disalah satu naskah surat adl ditujukan kepada khalifah Umar bin Abdul Aziz (717720M) dgn permintaan agar khalifah sudi mengirimkan da‟i ke istana Sriwijaya. Pengaruh orang muslim Arab yg banyak berkunjung di Sriwijaya raja Sriwijaya yg bernama Sri Indrawarman masuk Islam pada tahun 718. Di samping Majapahit kaum nasionalis Indonesia juga mengagungkan Sriwijaya sebagai sumber kebanggaan dan bukti kejayaan masa lampau Indonesia. Tercatat beberapa kali raja Sriwijaya berkirim surat ke khalifah Islam di Suriah. . Bagi penduduk Palembang keluhuran Sriwijaya telah menjadi inspirasi seni budaya seperti lagu dan tarian tradisional Gending Sriwijaya. Warisan Sejarah Kemaharajaan Sriwijaya Berdasarkan Hikayat Melayu pendiri Kesultanan Malaka mengaku sebagai pangeran Palembang keturunan keluarga bangsawan Palembang dari trah Sriwijaya.Universitas Sriwijaya yg didirikan tahun 1960 di Palembang dinamakan berdasarkan kedatuan Sriwijaya. Hal ini menunjukkan bahwa pada abad ke-15 keagungan gengsi dan prestise Sriwijaya tetap dihormati dan dijadikan sebagai sumber legitimasi politik bagi penguasa di kawasan ini.menjadi cikal-bakal kerajaan-kerajaan Islam di Sumatera kelak disaat melemah pengaruh Sriwijaya. Nama Sriwijaya telah digunakan dan diabadikan sebagai nama jalan di berbagai kota dan nama ini telah melekat dgn kota Palembang dan Sumatera Selatan. Sehingga sangat dimungkinkan kehidupan sosial Sriwijaya adl masyarakat sosial yg di dalam terdapat masyarakat Budha dan Muslim sekaligus. Demikian pulaKodam Sriwijaya (unit komando militer) PT Pupuk Sriwijaya (Perusahaan Pupuk di Sumatera Selatan)Sriwijaya Post (Surat kabar harian di Palembang) Sriwijaya TV Sriwijaya Air (maskapai penerbangan) Stadion Gelora Sriwijaya dan Sriwijaya Football Club (Klab sepak bola Palembang) semua dinamakan demikian utk menghormati memuliakan dan merayakan kegemilangan kemaharajaan Sriwijaya.Kegemilangan Sriwijaya telah menjadi sumber kebanggaan nasional dan identitas daerah khusus bagi penduduk kota Palembang provinsi Sumatera Selatan dan segenap bangsa Melayu.

Ia menggantikan raja sebelumnya. SUmatra dan menjadi raja Sriwijaya. dan Sri Maharaja Rakai Garung merupakan raja bawahan dari wangsa Sailendra. Kerajaan Mataram Kuno bermula sejak pemerintahan Raja Sanjaya yang bergelar Rakai Mataram Sang Ratu Sanjaya. pendiri wangsa Sailendra. Adapun yang berlatar belakang agama Buddha antara lain ialah Candi Kalasan. kekuasaan Kerajaan Mataram Kuno dipegang oleh Dapunta Sailendra. pada abad ke-10 pusat Kerajaan Mataram Kuno pindah ke Jawa Timur. Komplek Candi Dieng di Wonosobo. Samaratungga (raja wangsa Sailendra) menyerahkan anak perempuannya. Ia memerintah Kerajaan Mataram Kuno hingga 732M. untuk dikawinkan dengan anak Rakai Patapan. . dan kompleks Candi Prambanan yang berlatar belakang Hindu. Akan tetapi. Peninggalan bangunan suci dari keduanya antara lain ialah Candi Geding Songo. yaitu wangsa Sanjaya dan Sailendraa. kompleks Candi Dieng. Sri Maharaja Rakai Panunggalan. Para raja keturunan wangsa Sanjaya seperti Sri Maharaja Rakai Panangkaran. yakni Raja Sanna. Balaputeradewa kemudian melarikan diri ke P. Kerajaan Mataram Kuno diperkirakan berdiri sejak awal abad ke-8. yaitu Rakai Pikatan (wangsa Sanjaya). Candi Mendut. Melihat keadaan ini. Pada awal berdirinya. kerjaan ini berpusat di Jawa Tengah. dan Candi Plaosan. Setelah Raha Sanjaya wafat. Candi Sewu. Rakai Pikatan kemudian menduduki takhta Kerajaan Mataram Kuno. Raja Sanjaya telah menyelamatkan Kerajaan Mataram Kuno dari kehancuran setelah Raja Sanna wafat. yakni agama Hindu dan Buddha. Oleh Karena adanya perlawanan yang dilakukan oleh keturunan Raja Sanjaya. adik Pramodawarddhani. Jawa Tengah. Pendiri wangsa Sanjaya adalah Raja Sanjaya. yaitu Balaputeradewa. Konon. mengadakan perlawanan namun kalah dalam peperangan. Kerajaan Mataram di Jawa Tengah Kerajaan Mataram Kuno yang berpusat di Jawa Tengah terdiri dari dua wangsa (keluarga). Kerajaan Mataram Kuno mempunyai dua latar belakang keagamaan yang berbedaa. Sri Maharaja Rakai Warak. merupakan peninggalan candi Hindu pada masa Kerajaan Mataram Kuno. Pramodawarddhani. Berdasarkan catatan yang terdapat pada prasassti yang ditemukan.Kerajaan mataran Kuno Kerajaan Mataram Kuno (abad ke-8) adalah kerajaan Hindu di Jawa (Jawa Tengah dan Jawa Timur). Candi Borobudur.

Airlangga membagi kerajaan menjadi dua. yaitu Kerajaan Pangjalu dan Janggala. Wilis). . Mpu Sindok. membangun kembali kerajaan ini di Watugaluh (wilayah antara G. Kerajaan yang didirikan Mpu SIndok ini tetap bernama Mataram. terjadi perebutan kekuasaan di antara para pangeran Kerajaan Mataram Kuno. Ketika Sri Maharaja Rakai Sumba Dyah Wawa berkuasa. Pada abad ke-10. Jawa Tengah. Dengan demikian Mpu Sindok dianggap sebagai cikal bakal wangsa baru. Mpu Sindok naik takhta kerajaan pada 929 dan berkuasa hingga 948. Kerajaan Mataram di Jawa Timur Setelah terjadinya bencana alam yang dianggap sebagai peristiwa pralaya. Merapi. cucu Sri Maharaja Daksa. untuk menghindari perang saudara. maka sesuai dengan landasan kosmologis harus dibangun kerajaan baru dengan wangsa yang baru pula. kekuasaan Kerajaan Mataram Kuno telah meluass hingga ke Jawa Timur. kerajaan ini berakhir dengan tiba-tiba. Diduga kehancuran kerajaan ini akibat bencana alam karena letusan G.Pada masa Sri Maharaja Rakai Watukura Dyah Balitung Dharmodaya Mahasambu berkuasa. yaitu wangsa Isana. Jawa Timur. Perpindahan kerajaan ke Jawa Timur tidak disertai dengan penaklukan karena sejak masa Dyah Balitung. Setelah masa pemerintahan Mpu Sindok terdapat masa gelap sampai masa pemerintahan Dharmawangsa Airlangga (1020). Semeru dan G. Magelang. Sampai pada masa ini Kerajaan Mataram Kuno masih menjadi saatu kerajaan yang utuh. Akan tetapi.

yaitu raja gunung. R. maka anggota wangsa raja-raja Funan itu yg menyingkir ke jawa dan muncul sebagai penguasa disini pada pertengahan abad VIII M. Menurut pendapat ejaan Fu-nan dalam berita Cina berasal dari kata KhamerKuna vnan atau benyam yang berarti gunung. bukan uruf Pallawa atau huruf Jawa-Kuna sebagaimana umumnya prasasti. kecuali prasasti Kayumwunga menggunakan huruf siddham. J Przyluzki mengatakan bahwa Coedes itu dilakukan atas dasar tafsir yang meragukan dari satu bait didalam prasasti Kuk Prah Kot. De Casparis dapat menemukan istilah Waranarahdhirajaraja didalam prasasti dari candi plaosan lor.Yang amat menarik perhatian ialah bahwa istilah Sailendrawangsa itu muncul pula di luar Jawa. Raja Fu-nan disebut parwatabhupala yang berarti raja gunung sama dengan kata syailendra. juga prasasti Kelurak. yaitu di dalam prasasti Ligor B. dan tiga di antaranya . menimbulkan berbagai teori tentang asal usul jawa.C Majundar beranggapan bahwa wangsa sailendra di Indonesia. Setelah kerajaan Fu-nan itu runtuh sekitar tahun 620 M.Kerajaan syailendra Istilah sailendra wangsa dijumpai pertama kali di Indonesia dalam prasasti Kalasan tahun 700 Saka (778 M).G.Di dalam prasasti kayumwungan than 743 Saka (824 M).Dia sendiri mengajukan pendapat bahwa wangsa Syailendra di Jawa itu berasal dari daerah Pandya di India selatan.Yang semula berasal di sekitar Palembang. dan dia mengidentifikasikan waranara itu dengan waranara nagara atau na-fu-na didalam berita- . lebih-lebih setelah J. Dengan kata lain raja-raja wangsa syailendra di Jawa menganggap leluhurnya ada diatas gunung. dalam bahasa khamer sekarang Phnom. G. baik yang di jawa maupun yang di sriwijaya. Ini merupakan petunjuk baginya bahwa istilah Syailendra asli Indonesia.prasasti di Jawa. berasal dari kalingga di selatan jawa. Menurut luzky istilah saylendra wangsa menunjukkan bahwa raja-raja berasal syailendra yang brarti raja gunung. Pendapat tersebut diatas telah dibahas oleh Nilakanta Sastri.Dan akhirnya J. Prasasti-prasati tersebut semuanya menggunakan bahasa Sansekerta. Ini merupakan sebutan bagi shiwa sama dengan girisa. Coedes lebih condong pada anggapan bahwa wangsa sailendra di Indonesia itu berasal dari Fu-nan atau kamboja. Kenyataan ini di tambah dengan kenyataan bahwa ada beberapa naman wangsa di india dan dratan Asia Tenggara yang sama artinya dengan syailendra.Coedes. dengan mengunakan nama wangsa syailendra. Diantara pendapat diatas yang kemudian banyak dianut adalah pendapat G.L. dia mengemukakan pendapat bahwa Wangsa Syailendra itu berasal dari India Selatan.kemudian istilah ini muncul pula di dalam prasasti dari desa Kelurak tahun 704 Saka (782 M). tetapi pada tahun 983 M melarikan diri ke Jawa karena serangan dari Sriwijaya. Nalanda dan Leyden plates. Moen dalam salah satu karangannya yang menarik perhatian. Didalam prasasti Abhayagiriwihara dari bukti Ratu Baka tahun 714 Saka (792 M).

dan rakai panangkaran. asli Indonesia yang mulunya menganut agama siwa. seolah-olah bangsandonesia sejak dulu hanyalah mampu diperintah oleh bangsa asing. Sebagai salah satu alas an dia untuk menunjuk pada kitab carita parahyangan. mungkin sekali memperkuat anggapan Poerbatjaraka. Pendapat bahwa bangsa sailendra berasal dari luar Indonesia (india atau Kamboja) ditentang oleh R.Van Nearssen. karena ia ditakut oleh semua orang. dan penganut agama budha Mahayana.D. Bosch disana-sini. kab. dan para pendtang itu yang kemudian menamakan dirinya sebagai wangsa sailendra yang beragama budha . yang hanya disebut sebagai permata sailendra tanpa nama.K. yaitu wangsa Sanjaya yang beragama siwa. Prasati dari Sojomerto itu menyebutkan Dapunta Sailendra nama ayah dan ibunya yaitu Santanu dan Bradawati dan istrinya Sampula. Raja raja wangsa Sanjaya itu. tetapi sejak Rakai Panangkaran berpindah agama menjadi penganut Buddha Mahayana. Nama Rahyangta Panaraban diidentifikasikannya dengan Rakai P anangkaran. maka di jawa tengah terdapat dua wangsa raja raja. yaitu fihak raja sailendra .Pendapat de Casparis ini dikembangkan lagi oleh F. Pendapat de Caparis itu diilhami oleh F. yang berhasil menaklukan raja raja dari wangsa Sanjayaang beragama Siwa. Penemuan baru berupa prasasti batu berbahasa melayu kuno di desa Sojomerto.Pekalongan dan batu berbhasa yang tidak diketahui debngan jelas asalnya. Masih ada tokoh lagi yang disebut didalam prasasti ini yang sayang sekali namanya tidak terbaca namanya. raja bawahanya dari wngsa Sanjaya. Jadi menurut de Casparis di Jawa mula mula berkuasa wangsa raja raja yangberagama Siwa. yaitu sanjaya dan keturunannya.Dan kini disimpan dalam koleksi pribadi Adam Malik. dan dalam berbagai kesempatan pembangunan candi-candi membantu raja wangsa Sailendra dengan memberikan tanah-tanah sebagai sima bagi candicandi itu. Poerbatjaraka.berita China. yaitu wangsa Sailendra yang berasal dari Fu-nan. Menurut Poerbatjaraka. yaitu puat kerajaan Fu-nan setelah berpindah dari Wiyadhapura atau te-mu setelah mendapat serangan dari Chenla di bawah pimpinan Bhawawarman dan Citra sena pada pertengahan kedua abad 6 M selanjutnya De Casparis mengatakan bahwa setelah pindah ke na-fu-na yang biasa dilokasikan didekat Angkorborai ada diantara raja-raja itu yang pergi ke jawa dan berhasil mengalahkan raja yang berkuasa disana.Demikan pula istilah . Sanjaya dan keturunannya adalah raja-raja dari wangsa Sailendra.Ng. Dengan landasan anggaan bahwa sejak abad pertengahan 8 ada dua wangsa raja raja yang berkuasa. yang melihat bahwa didalam prasasti Kalasan tahun 778 M. tetapi setelah kedatangan raja dari Na-fu-na itu yang behrasil menaklukkannya. yang berbahasa sangskerta ada dua pihak. Selanjutnya de Casparis mencoba mengadakan rekontruksi jalanya sejarah keadaan mataram sampai pada abad 9 M.H. ia merasa amat tersinggung membaca teori tersebut. sejak rakai Panangkaran hanya berkuasa sebagai raja bawahan. yang antara lain memuat keterangan bahwat Rahyang Sanjaya telah menganjurkan anaknya Rahyangta Panaraban untuk meninggalakn agama yang dianutnya.

yang berasal dai halaman pecandian diastase gunung Wukir kecamatan Salam (Magelang). kecamatan Grabag (Magelang) Pasasti Tuk Mas.Ru Rakai mataram sang ratu sanjaya Sebelum perpindahan pusat kerajaan terdapat berbagai sumber prasasti di mas seelum perpindahan itu. tentunya Sailendrawangsa berpangkal kepada seoran leluhur yang gelarnya mengandung unsur Sailendra.Prasati ini di pahat pada sebuah batu alam yang besar yang dekat dengan mata air. tidak terbaca keseluhan.Jadi mungkin sekali tokoh yang telah dipendewakan dan dianggap sebagai leluhur Dapunta Sailendra. mungkin sekali berasal dari Sumatera maka sesuai dengan asal usul nama-nama wansa yang lain itu daptlah disini disimpulkan bahwa Sailendra wangsa itu berpangkal kepada Dapunta. Hal ini menunukan kepada dewa Siwa bahwa ini bagaikan air suci dan bahwa didekatnya tentu ada pengolahan sumber air yang dikelola oleh para pendeta. dan Wisnu denagan catatan bahwa untuk Siwa sendi tersedia tiga bait. Prasasti ini mengunakan Huruf Palawa dan bahasa Sansekerta. yang untuk sementara kita sebut dengan nama Prasasti Sankara. Sebagaimana Isanawangsa berpangkal pada Mpu Sindok yang bergelar Sri Isanawikramadarmmottunggadewa dan Raja Sawangsa berpangkal pada Ken Arok yang bergelar Sri Rajasa. kudi. Brahma. trisula. Menurut analisa Paleoogafis dari krom prassti ini berasal pada abad pertengahan yang isinya pujian kepada suatu mata air yang keluar dari gunung hal ini disamakan dengan air yang mengalirkan airnya yang dingin dan bersih melalui pasi yang berbatu bagaikan sungai Gangga. Pertama-tama disebutkan disini prssati di desa lebak. dolkmes dan empat bunga Padma. Prasasti yang kedua adlah prasti camggal. Lima bait selanjunya berisi pujian terhadap dewa Siwa. Dari prasati Sojomerto itu jelas bawa Dapunda Sailendra ialah penganut wangsa Siwa. Didalam Prasasti Sojomerto itu dijumpai nama Dapunta Sailendra yang jelas merupakan ejaan Indonesia dari kata sansekerta sailendra karena di Sumatera dijumpai lebih banuaSailendra. Kenyataan bahwa ia menggunakan bahasa melayu kuno didalam prasastinya menunjukan bahwa ia orang Indonesia asli. guntin. kapak.Tokoh ini diberi pedikat Hiyang. Kapn dan apa sebabnya raja-raja wangsa Sailendra itu mulai menganut agama Buddha mungkin dapat diketahui dari prasasti milik Adam Malik. Bait ke tuju memji pulau Jawa yang subur dan banyak menghasilkan gandum (atau . Dari pahatan tulisan tersebut terdapat suatu laksana dan ala-alat upacara antar lain cakra. kundi. yang terdiri dari tiga bait berisi bahwa raja Sanjaya tela mendirikan lingga diatas bukit pada tangggal 6 oktober tahun 732 M.yang menunjukan hubungan antara tokoh ini dengan Dapunta Sailendra. Prasati ini berbhasa sansekerta tetapi sayang yang ditemukan hanya bagian akhir. sanka.Hurufnya Pallawa yang tergolong muda dan bahasanya Sansekerta.

Kemungknnan hali ini berhubngnna dengan kepercayaan bahwa istananyang telah diserbu oleh musuh yang kehilangna yuannya.padi) da kaya akan tambang emas. ini sesuai denagan pemeriaan denagan prassti. Sahanna.Kemungkuna bangunan lingga itu ilah cand yang hingga saa ini masih ada sisa-sisanya di atas gungng wukir. yang terutama di antaranya adalah sungai gangga. Ia kemudiaan disusul oleh rakai panankaran yang di antara Dapunta Sailendra dan Sima. sehinggga mereka masuk kedalam wangsa Sailendra. raja Sanna telah diserang oleh musuh dan telah gugur pada pertempuran tersebut. Hal ini dikarnakan dari sebuah prassti dari daftar raja-raja yang disebutkan di dalam prasasti Matyasih di medang.Yang telah dikatakan oleh prasasti diatas. Dari prasasi yang diatas kiata dapat mengetahui bahwa pada tahun 723 M. mengingat bahwa prastinya memmang berasal dari dari halaman percandian. Menurut de Casparis Bhanu itu seorang raja wangsa sailendra mengiggat bahwa terdapat lagi sebuah prasasti Ligor B ada nama raja Wisnu dan didalam prasasti Kelurak ada .Mungkin sekali ibukota kerajaan juga di serbu dan ijrah. Kerena hal itu ak Sanjay dinobatkan sebagai raja. Seperti halnya telah yang disimpulkan bagunnan candi yang dimasud adalah parsati canggal itucandi banon dekat candi mendut yang arca-arcanya saja yang besar dan bercorak Klasik?Letak candi ini memeng di daerah progo dan sungai Elo. dan Sanjaya kemunkinna sekali adalah keturunnan-keturunna Dapunta Sailendra. berdasarkan arti kata yaitu hutan gajah dan adanya wanua ing alas i Saliman. atau Sima anatara Sanna masih ada seorang raja lagi yan hingga kini belum dapat ditemukan dari sumber sejarah. perlu dibangun ibukota baru. Raja sanjaya adlah raja yang pertama yang brkedudukan di Medang. Sanna. Dan nama Kunjarakunja itu poerbatjarka pernah mengemukkakan perdapat bahwa daerah yang dimaksud saat itu yang saat ini menjadi daerah Sleman. Selain itu ada suatu ketertarikan yang lain bahwa di pulau jawa ada bangunnan yang suci untuk pemujaan dewa Siwa di daerah Kunjarakunja yang dikelilingi oleh sungaisungai suci. dengan menduga yang dimaksudkan sunai gangga adalah sungai kali Progo. Dan perdapat tersebut telah diragukan karena mnaman didalam prasti ke tiga sekarang ditambah denagan dua batu lagi batu sima yang membuat nama daerah itu harus dibaca wanua ing alas I Salaimar. Siwa yan amat indah untk kesejahtraan dunia ang dikelilingi oleh sungai-sungai yang suci. raja sanjaya yang jelas adalah beragama Siwa yang telah mendirikan lingga di atas bukit. Lagi pula kata kunjarakunla dapat juaga berate hutan fikus Religiosa atau huatan pohon Bodhi dan sejenisnya karena kata kunjara tidak berarti juga gajah tetapi nama beberapa jenis tanaman. antara lain sungai gangga bagunan tersebut terletak di Kunjarakunja. dengan istana yang baru yang disertai dengan pembangunnan candi untk pemujaan lingga kerajaan.

Menurut Poerbatjaraka. Gelar ini ditemukan juga pada Prasasti Kedukan Bukit pada nama Dapunta Hiyaŋ. Pendapat yang sama dikemukakan juga oleh Nilakanta Sastri dan Moens. Pernyataan yang hampir senada dengan Moens dikemukakan oleh Slametmulyana. nama ibunya (Bhadrawati). Panaraban atau R. Sanjaya dan keturunan-keturunannya itu ialah rajaraja dari keluarga Śailendra. Prasasti Sojomerto dan Prasasti Kedukan Bukit merupakan prasasti yang berbahasa Melayu Kuno.Tamperan untuk berpindah agama karena agama yang dianutnya ditakuti oleh semua orang. nama ayahnya (Santanū).Pada waktu itu Śrīwijaya pusatnya ada di Semenanjung Tanah Melayu. Di dalam prasasti yang dikenal dengan nama Prasasti Sojomerto itu disebutkan nama Dapunta Selendra. Sañjaya menyuruh anaknya R. dapat diduga bahwa Dapunta Selendra adalah salah seorang pembesar dari Sumatera Selatan yang menyingkir ke pantai utara Jawa di sekitar Pekalongan. Dan ia berpendapat bahwa Bhanu itu tentu penganut agama Budha karena Isa merupakan nama lain dari sang Budha. Pendapat dari Poerbatjaraka yang didasarkan atas Carita Parahiyangan kemudian diperkuat dengan sebuah temuan prasasti di wilayah Kabupaten Batang. baik di Śrīwijaya (Sumatera) maupun di Mdaŋ (Jawa) berasal dari Kalingga (India Selatan). kemudian keluarga kerajaan ini menyingkir ke Jawa. Tetapi sejak Paņamkaran berpindah agama menjadi penganut Buddha Mahāyāna.nama raja indra. Moens menganggap bahwa keluarga Śailendra berasal dari India yang menetap di Palembang sebelum kedatangan Dapunta Hiyaŋ. Teori Funan Coedes lebih condong kepada anggapan bahwa Śailendra yang ada di Nusantara itu berasal dari Funan (Kamboja). Karena terjadi kerusuhan yang mengakibatkan runtuhnya Kerajaan Funan. asli Nusantara yang menganut agama Śiva. dan muncul sebagai penguasa di Mdaŋ (Matarām) pada pertengahan abad ke-8 Masehi dengan menggunakan nama keluarga Śailendra.Pada tahun 683 Masehi. keluarga ini melarikan diri ke Jawa karena terdesak oleh Dapunta Hiyaŋ dengan bala tentaranya. Teori India Majumdar beranggapan bahwa keluarga Śailendra di Nusantara. dan nama istrinya (Sampūla) (da pū nta selendra namah santanū nāma nda bapa nda bhadrawati nāma nda aya nda sampūla nāma nda .Pendapatnya itu didasarkan atas Carita Parahiyangan yang menyebutkan bahwa R. Teori Jawa Pendapat bahwa keluarga Śailendra berasal dari Nusantara (Jawa) dikemukakan oleh Poerbatjaraka.Ia mengemukakan gagasannya itu didasarkan atas sebutan gelar dapunta pada Prasasti Sojomerto. Karena asal bahasa Melayu Kuno itu dari Sumatera dan adanya politik perluasan wilayah dari Kadātuan Śrīwijaya pada sekitar tahun 680-an Masehi. raja-raja di Matarām menjadi penganut agama Buddha Mahāyāna juga.

Dari Prasasti Sojomerto dan Prasasti Canggal telah diketahui nama tiga orang penguasa di Mdaŋ (Matarām).Kalau Sañjaya naik takhta pada tahun 717 Masehi. Raja Sañjaya mulai berkuasa di Mdaŋ pada tahun 717 Masehi. Mandimiñak (703-710 Masehi). Wangsa Sanjaya awalnya berada dibawah pengaruh kekuasaan Wangsa Syailendra.). Pada tahun 674 Masehi rakyat kerajaan itu menobatkan seorang wanita sebagai ratu.Sanna (710-717 Masehi). Kerajaan Mataram Kuno diperintah oleh dua wangsa yaitu Wangsa Syailendra yang beragama Buddha dan Wangsa Sanjaya yang beragama Hindu Syiwa. Menurut Boechari.Jika demikian.Kalau seorang penguasa memerintah lamanya kira-kira 25 tahun. Dari urutan raja-raja yang memerintah itu. tokoh yang bernama Dapunta Selendra adalah bakal raja-raja keturunan Śailendra yang berkuasa di Mdaŋ.Pada awal era Mataram Kuno. dapat diduga bahwa Mandimiñak mulai berkuasa sejak tahun 703 Masehi. yaitu Dapunta Selendra.Mungkinkah ratu ini merupakan pewaris takhta dari Dapunta Selendra? Apabila ya. Sanna.Hal ini bererti untuk sampai kepada Dapunta Selendra (pertengahan abad ke-7 Masehi) masih ada sisa sekitar 60 tahun.Berdasarkan paleografinya. Mengenai . Berita Tionghoa yang berasal dari masa Dinasti T‟ang memberitakan tentang Kerajaan Ho-ling yang disebut She-po (=Jawa).Dalam Carita Parahiyangan disebutkan bahawa Raja Mandimiñak mendapat putra Sang Sena (Sanna). Wangsa Syailendra cukup dominan di Jawa Tengah.Dari Carita Parahiyangan dapat diketahui bahwa Sena (Raja Sanna) berkuasa selama 7 tahun. kalau keluarga Śailendra berasal dari India Selatan tentunya mereka memakai bahasa Sanskrit di dalam prasasti-prasastinya.Di sebutkan pula bahwa Sañjaya memerintah Jawa menggantikan Sanna. Nama “Dapunta Selendra” jelas merupakan ejaan Indonesia dari kata Sanskrit “Śailendra” karena di dalam prasasti menggunakan bahasa Melayu Kuno. yaitu Dapunta Selendra (?674 Masehi). maka setidak-tidaknya masih ada 2 penguasa lagi untuk sampai kepada Dapunta Selendra. Ratu Simo (674-703 Masehi). R.. maka Sanna naik takhta sekitar tahun 710 Masehi. R. dan Mandimiñak diganti oleh Sang Sena yang memerintah 7 tahun.Ratu ini memerintah dengan baik.Sañjaya (717-746 Masehi). yaitu Hsi-mo (Ratu Simo). dan Rakai Paņamkaran (746-784 Masehi).Dengan ditemukannya Prasasti Sojomerto telah diketahui asal keluarga Śailendra dengan pendirinya Dapunta Selendra. Prasasti Sojomerto berasal dari sekitar pertengahan abad ke-7 Masehi.Menurut para ahli sejarah. Prasasti Canggal menyebutkan bahwa Sañjaya mendirikan sebuah lingga di bukit Sthīrańga untuk tujuan dan keselamatan rakyatnya. dan seterusnya..Ini berarti masih ada 1 orang lagi yang berkuasa sebelum Mandimiñak.Ia memegang pemerintahan selama 7 tahun. maka diperolehi urutan raja-raja yang memerintah di Mdaŋ. Raja Sanna mempunyai saudara perempuan bernama Sanaha yang kemudian dikawininya dan melahirkan Sañjaya. dan Sañjaya.

puteri raja Sriwijaya. Syailendra menyerang dan mengalahkan Chenla (Kamboja).Samaratungga memiliki puteri bernama Pramodhawardhani dan dari hasil pernikahannya dengan Dewi Tara. Sejarah Wangsa Syailendra berakhir pada tahun 850.Rakai Pikatan bahkan menyerang Balaputradewa.Borobudur merupakan monumen Buddha terbesar di dunia. Candi Borobudur selesai dibangun pada masa pemerintahan raja Samaratungga (812-833).Sejak itu pengaruh Sanjaya yang bercorak Hindu mulai dominan di Mataram.Prasasti yang ditemukan tidak jauh dari Candi Kalasan memberikan penjelasan bahwa candi tersebut dibangun untuk menghormati Tara sebagai Bodhisattva wanita. dinikahkan dengan Dewi Tara. Wangsa Syailendra pada saat berkuasa. akan tetapi kedua-duanya samasama berkuasa di Jawa Tengah. puteri raja Samaratungga menikah dengan Rakai Pikatan. dan kini menjadi salah satu kebanggaan bangsa Indonesia. putera bernama Balaputradewa. puteranya.persaingan kekuasaan tersebut tidak diketahui secara pasti. peninggalan kerajaan Mataram Kuno dari abad ke-8 dan ke-9 yang bercorak Buddha (Syailendra) umumnya terletak di Jawa Tengah bagian selatan. Raja-raja yang berkuasa dari keluarga Syailendra tertera dalam prasasti Ligor. kemudian sempat berkuasa di sana selama beberapa tahun. sedangkan raja-raja dari keluarga Sanjaya tertera dalam prasasti Canggal dan prasasti Mantyasih. juga mengadakan hubungan yang erat dengan kerajaan Sriwijaya di Sumatera. yang merupakan saudara Pramodhawardhani. menggantikan agama Buddha. sedangkan yang bercorak Hindu (Sanjaya) umumnya terletak di Jawa Tengah bagian utara.Pada masa pemerintahan raja Indra (782-812). Pramodhawardhani. Pada tahun 790. Samaratungga. prasasti Nalanda maupun prasasti Klurak. . yaitu ketika Balaputradewa melarikan diri ke Sriwijaya yang merupakan negeri asal ibunya. yang waktu itu menjadi pangeran Wangsa Sanjaya.Berdasarkan candi-candi.

Letak Geografis Kerajaan Medang kamulan merupakan Kerajaan lanjutan dari Mataram Lama di Jawa Tengah. Kerajaan Medang menjadi Kerajaan tersendiri sejak Mpu sindok membentuk Dinasti Baru yaitu Isyana. setelah Mataram hancur karena letusan Gunung Merapi. sebagian ahli berpendapat. Namanya Mpu Sindhok. . Adapula yang menyebutnya Kerajaan Kahuripan. Dinasti Isana ini memerintah Medang Kamulan selama satu abad sejak 929 M.KERAJAAN MEDANG KAMULAN Kerajaan ini seringkali disebut dengan nama Medang Kamulan dapat dikatakan sebagai kelanjutan Mataram karena ia tak lain adalah ibukota Mataram. Medang Kamulan adalah ibukota Kediri atau Jenggala. 1. 2. pendiri Dinasti Isana. Medang Kahuripan ini dibangun oleh keturunan raja Mataram. Pada masa Medang Kamulan (Kahuripan) inilah terjadi perpindahan kekuasaan politik dari Jawa Tengah ke Jawa Timur. Pergeseran peta kekuasaan ini pada perkembangannya sangat menentukan sejarah perpolitikan di Jawa khususnya. Letak Kerajaan berada di wilayah Jawa Timur. Sumber Sejarah  · Prasasti Mpu Sindok Prasasti ini menyebutkan beberapa tulisan tentang usaha-usaha yang dilakukan Mpu Sindok ketika memerintah di Kerajaaan Medang   · Prasasti Calcuta Prasasti ini menyebutkan tentang silsilah raja-raja yang memerintah di Dinasti Isyana (Mpu Sindok) sampai masa masa pemerintahan Raja Air Langga. Namun. Nama kamulan bisa dianggap sebagai perubahan kata “kamulyaan” atau “kemulian”.

Ketika terjadi peristiwa tersebut. Raja Adhamapanuda tahun 1031 M termasuk Wura Wuri tahun 1035. Mpu Sindok memerintah dengan bijaksana. Dharmawangsa Teguh Setelah Mpu Sindok. Mpu Sindok meskipun agama Hindu. b. Selama di pengasingan. dan perdagangan. Mpu Sindok Mpu Sindok merupakan Raja pertama di Kerajaan Medang Kamulan. Air Langga dinikahkan oleh Dharmawangsa. ia berusaha meningkatkan kesejahteraan rakyatnya. Akhir Langga berusaha memulihkan kewibawaan Kerajaan Medang. Akan usaha untuk meningkatkan perdagangan mengalami kesulitan. Serangan tersebut ternyata tidak berhasil. Ia dibantu oleh permaisurinya bernama Sri wardhani Pu Kbin .3. raja Wijayawarman dari Wengker tahun 1034. Air Langga mendapat gemblengan dari para Brahmana dan dinobatan menjadi raja. Mpu Sindok bergelar Sri Maharaja Raka i Hino Sri Isyana Wikrama Dharmatunggadwea. Air Langga lolos dari pembunuhan. . Raja Mpu sindok melarang rakyat untuk menangkap ikan di bendungan tersebut. Usaha tersebut antara lain dengan meningkatkan pertanian. Saat memerintah. Ini membuktikan antara agama Hindu dan Buddha bisa hidup saling berdampingan. Pada waktu pesta pernikahan. Dalam bidang agama. Dharmawangsa mengirimkan tentaranya untuk merebut pusat perdagangan di Selat Malaka dari kekuasaan Sriwijaya. Secara berturut-turut Air Langga berhasil menaklukan raja-raja bawahan (vassal) Sriwijaya seperti Bisaprabhawa ditaklukan tahun 1029 M. pada tahun 1003 M. Selama memerintah. Karena perdagangan di kawasan perairan jawa dan Sumatera masih dikuasai Kerajaan Sriwijaya. Mpu Sindok memerintah selama 20 tahun. c. Air langga (Erlangga) Air langga adalah putera Raja Bali bernama Udaya yang menikah dengan Mahendradatta saudari raja Dharmawangsa. Larangan ini bertujuan untuk melestarikan sumber daya alam. Perkembangan Pemerintahan a. secara tiba-tiba datang serangan dari kerajaan Wura Wuri (kerajaan bawahan Sriwijaya) yang menewaskan Dhramawangsa dan keluarga. sangat memperhatikan usaha penggubahan Kitab Buddha Mahayana. Medang Kamulan diteruskan oleh Dharma Teguh yang juga merupakan cucu dari Mpu Sindok. Hasil gubahan berupa kitab Sang Hyang Kamahayanikan. Setelah berhasil memulihkan kewibawaan kerajaan. Air Langga memindahkan ibukota kerajaan Medang ke Kahuripan. Bahkan Sriwijaya membalas melalui serangan kerajaan Wura Wuri (kerajaan bawahan atau vassal Sriwijaya). Peristiwa kehancuran yang menewaskan Dharmawangsa disebut dengan Pralaya. antara lain membangun bendungan atau waduk untuk pengairan.Dalam rangka mematahkan pengaruh Sriwijaya. Akibat serangan tersebut Kerajaan Medang mengalami kehancuran. Berbagai usaha yang dilakukan untuk memakmurkan rakyat. Atas bantuan Narattoma berhasil melarikan diri ke hutan.

telah mendorong Kerajaan Medang Kamulan kepuncak kejayaan dan kemakmuran. Memperbaiki pelabuhan Hujung Galuh. Air Langga meninggal pada tahun 1049 M. Kapal-kapal dari India. Jenazahnya disemayamkan di lereng gunung Pananggungan dalam candi Belahan. Birma. Air Langga pun sangat memperhatikan para Brahmana yang telah menggembleng ketika di hutan Bentuk perhatian Air Langga terhadap para Brahmana adalah dengan mendirikan bangunan suci di daerah Peucangan. yaitu Jenggala dan Panjalu. antara lain : 1. Pewaris tahta kerajaan seharusnya seorang puteri (sri Sanggramawijaya) yang lahir dari permaisuri. Batas kedua kerajaan dibatasi oleh sungai Brantas. .Usaha yang dilakukan Air Langga dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Medang. Air Langga memutuskan mundur dari kerajaan dan menjadi memutuskan untuk menjadi pertapa dengan sebutan resi Gentayu. Air Langga membagi dua kerajaan. 2. Kamboja dan Champa berkunjung kedua tempat itu. Namun karena ia memilih menjadi pertapa. Pelabuhan Hujung Galuh dan Tuban menjadi bender dagang yang ramai. maka tahta beralih pada putera Air Langga yang lahir dari Selir. Pembagian dibantu oleh Mpu Bharada. Maka dengan demikian berakhirlah kerajaan Medang Kamulan sekaligus Dinasti Isyana Medang Kamulan – Kerajaan Pertama Di Jawa. Membangun jalan-jalan yang menghubungkan pesisir ke pusat kerajaan. di muara Kali Brantas. Membangun waduk waringin sapta untuk mencegah banjir musiman. Di penghujung akhir hayatnya. 3.Usaha-usaha yang dilakukan Air Langga.Selain usaha dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat. Untuk menghindari dari perang saudara. Atas keberhasilan raja Air Langga tersebut dalam membangun kerajaan maka pengalaman hidupnya dikisahkan dalam sebuah kitab bernama Arjuna wiwaha yang digubah oleh Mpu Kanwa.

Legenda Aji Saka sendiri menyebutkan bahwa Bledug Kuwu di Kabupaten Grobogan adalah tempat munculnya Jaka Linglung setelah menaklukkan Prabu Dewata Cengkar. Medang Kamulan dikuasai oleh Prabu Gilingwesi. walaupun ia sendiri tidak yakin. Cerita pewayangan versi Jawa menyebutkan bahwa Medang Kamulan adalah tempat bertahtanya Batara Guru. Masyarakat Sunda diketahui mengenal legenda mengenai kerajaan ini. Naskah inilah yang pertama kali menyebut bahwa memang ada tempat bernama Medang Kamulan. Baris ke-782 dan 783 dari naskah kedua Perjalanan Bujangga Manik dari abad ke-15 menyebutkan bahwa setelah ia (Bujangga Manik) meninggalkan Pulutan (sekarang desa di barat kota Purwodadi) ia tiba di “Medang Kamulan”. Kerajaan ini dikatakan “setengah mitologis” karena tidak pernah ditemukan bukti-bukti fisik keberadaannya. Sumber-sumber mengenai kerajaan ini hanya berasal dari cerita-cerita rakyat (misalnya dalam Legenda Loro Jonggrang) dan penyebutan oleh beberapa naskah kuno. Medang Kamulan adalah negeri tempat berkuasanya Prabu Dewata Cengkar yang lalim. Medang Kamulan adalah wilayah atau kerajaan setengah mitologis yang dianggap pernah berdiri di Jawa Tengah dan mendahului Kerajaan Medang (kamulan berarti “permulaan”. bahwa Medang Kamulan dapat dinisbatkan kepada “Hasin-Medang-Kuwu-lang-pi-ya” yang diajukan van Orsoy. di selatan “Medang Kamulan”. dalam artikelnya tentang Kerajaan “Ho-Ling” yang disebut catatan Tiongkok. jadi “Medang Kamulan” berarti “pra-Medang”). Kerajaan Medang Kamulan menempati posisi pertama sebagai kerajaan pertama yang ada di Jawa. dikatakan pula bahwa setelah ia menyeberang Sungai Wuluyu tibalah ia di “Gegelang” (Madiun selatan).Di posting saya terdahulu tentang perjalanan sejarah kerajaan kuno di indonesia. Cerita rakyat lain (di antaranya termasuk legenda Loro Jonggrang dan berdirinya Madura) menyatakan. yang dikatakan mendahului Kerajaan Sunda Galuh Kerajaan Medang Kamulan . meskipun tidak dikatakan bahwa itu adalah kerajaan. Selanjutnya. Hal ini membuka kemungkinan bahwa Medang Kamulan barangkali memang pernah ada. Van der Meulen menduga. Dalam legenda Aji Saka.

Berita Cina berasal dari catatan-catatan yang ditulis pada zaman Dinasti Sung. b. Baru setelah Airlangga naik tahta muncul prasasti-prasasti yang dijadikan sumber untuk mengetahui keberadaan Kerajaan Medang Kamulan di Jawa Timur. Raja Mpu Sindok termasuk keturunan Raja Dinasti Sanjaya (Mataram) di Jawa Tengah. terpaksa harus tinggal dulu di Campa sampai peperangan itu reda. Raja-raja tersebut adalah sebagai berikut. Berita Asing Berita asing tentang keberadaan Kerajaan Medang Kamulan di Jawa Timur dapat diketahui melalui berita dari India dan Cina. terdapat beberapa raja yang diketahui memerintah kerajaan ini. pasukan dari Jawa telah meninggalkan Sriwijaya dan Kerajaan Medang Kamulan dapat memajukan pelayaran dan perdagangan. setelah ia memindahkan pusat pemerintahannya dari Jawa Tengah ke Jawa Timur. • Prasasti Mpu Sindok dari Lor (dekat Nganjuk) tahun 939 M menyatakan bahwa Raja Mpu Sindok memerintah pembuatan candi yang bernama Jayamrata dan Jayastambho (tugu kemenangan) di Desa Anyok Lodang. Kehidupan Politik Sejak berdiri dan berkembangnya Kerajaan Medang Kamulan. Pada tahun 992 M. sehingga ketika Duta Sriwijaya pulang dari Cina (tahun 990 M). Bahkan dalam prasasti terakhir. Ibukotanya bernama Watan Mas. Dalam perkembang-an selanjutnya. prasasti dari Raja Airlangga yang menyebutkan silsilah keturunan dari Raja Mpu Sindok. a. Dari gelar Mpu Sindok itulah diambil nama Dinasti Isyana. tahun 992 M tercatat pada catatan-catatan negeri Cina tentang datangnya duta persahabatan dari Jawa. Surabaya di sebelah utara. Oleh karena kondisi Jawa Tengah tidak memungkinkan bertahtanya Dinasti Sanjaya akibat desakan Kerajaan Sriwijaya. Wilayah kekuasaan Kerajaan Medang Kamulan pada masa pemerintahan Mpu Sindok mencakup Nganjuk di sebelah barat. Berita Prasasti Beberapa prasasti yang mengungkapkan Kerajaan Medang Kamulan antara lain: • Prasasti dari Mpu Sindok. Namun. Raja Mpu Sindok Raja Mpu Sindok memerintah Kerajaan Medang Kamulan dengan gelar Mpu Sindok Sri Isyanatunggadewa. Berita dari India mengatakan bahwa Kerajaan Sriwijaya menjalin hubungan persahabatan dengan Kerajaan Chola untuk membendung dan menghalangi kemajuan Kerajaan Medang Kamulan pada masa pemerintahan Raja Dharmawangsa. • Prasasti Mpu Sindok dari daerah Bangil menyatakan bahwa Raja Mpu Sindok memerintah pembuatan satu candi sebagai tempat pendharmaan ayahnya dari permaisurinya yang bernama Rakryan Bawang. dan Malang di sebelah selatan. Di samping itu. maka Mpu Sindok memindahkan pusat pemerintahannya dari Jawa Tengah ke Jawa Timur. Mpu Sindok adalah peletak dasar Kerajaan Medang Kamulan di Jawa Timur. wilayah kekuasaan Kerajaan Medang Kamulan mencakup hampir seluruh wilayah Jawa Timur. Kerajaan itu didirikan oleh Mpu Sindok. c. .Berdasarkan penemuan beberapa prasasti. dari Desa Tangeran (daerah Jombang) tahun 933 M menyatakan bahwa Raja Mpu Sindok memerintah bersama permaisurinya Sri Wardhani Pu Kbin. keadaan Jawa Timur dapat dikatakan suram. karena tidak adanya prasasti-prasasti yang menceritakan kondisi Jawa Timur. • Prasasti Calcuta. Catatancatatan Kerajaan Sung itu menyatakan bahwa antara kerajaan yang berada di Jawa dan Kerajaan Sriwijaya sedang terjadi permusuhan. setelah Mpu Sindok turun tahta. dapat diketahui bahwa Kerajaan Medang Kamulan terletak di muara Sungai Brantas. Sumber Sejarah Sumber sejarah Kerajaan Medang Kamulan berasal dari berita asing dan prasasti-prasasti. Pasuruan di sebelah timur.

Antara tahun 1019-1028 M. yang mengakibatkan hancurnya Kerajaan Medang Kamulan. Tahta kerajaan diserahkan kepada seorang putrinya yang terlahir dari permaisuri. Namun Airlangga dapat melarikan diri bersama pengikutnya yang setia. Airlangga digembleng baik lahir maupun batin di hutan Wonogiri. selang beberapa tahun kemudian. Selanjutnya. pada tahun 1042 M Raja Airlangga memasuki masa kependetaan. untuk menghindari perang saudara. Kemudian. yaitu dengan Kerajaan Wurawari. Airlangga berusaha mempersiapkan diri agar dapat menghadapi lawan-lawan kerajaannya. Raja Dharmawangsa beserta kerabat istana tewas. Peperangan menghadapi Rangda Indirah ini diceritakan melalui cerita yang berjudul Calon Arang. maka tahta kerajaan diserahkan kepada kedua orang putra yang terlahir dari selir Airlangga. Raja Dharmawangsa percaya bahwa kedudukan ekonomi Kerajaan Sriwijaya yang kuat merupakan ancaman bagi perkembangan Kerajaan Medang Kamulan. Airlangga berhasil melarikan diri bersama pengikutnya yang setia. yaitu Kerajaan Jenggala dan Kerajaan Kediri (Panjalu). keadaan masyarakatnya stabil. Setelah tercapai kestabilan dan kesejahteraan kerajaan. Kerajaan Medang Kamulan terbagi dua. Airlangga menghadapi lawan-lawan yang cukup kuat seperti Kerajaan Wurawari. antara tahun 1028-1035 M. Sriwijaya bangkit dan mengadakan pembalasan terhadap Kerajaan Medang Kamulan yang masih diperintah oleh Dharmawangsa. tetapi putrinya telah memilih menjadi seorang pertapa dengan gelar Ratu Giri Putri. Raja Dharmawangsa mengerahkan seluruh angkatan lautnya untuk menduduki dan menguasai Kerajaan Sriwijaya. Ketika Airlangga berusia 16 tahun ia dinikahkan dengan putri Dharmawangsa. Serangan dari Kerajaan Wurawari itulah yang mengakibatkan hancurnya Kerajaan Medang Kamulan (1016 M). Setelah Airlangga berhasil mengalahkan musuh-musuhnya. dan Raja Futri dari selatan yang bernama Rangda Indirah. Selama tiga tahun (1016-1019 M). . Airlangga berjuang untuk mengembalikan kewibawaan kerajaan. pada tahun 1019 M Airlangga bersedia dinobatkan menjadi raja untuk meneruskan tradisi Dinasti Isyana. Kerajaan Wengker. Dalam serangan itu. Seperti sudah disebut. yaitu Narottama ke dalam hutan. atas tuntutan dari rakyatnya. Pada saat upacara pernikahan itulah terjadi serangan dari Kerajaan Wurawari. Dalam usaha menundukkan Kerajaan Medang Kamulan. Dalam waktu singkat Kerajaan Medang Kamulan berhasil meningkatkan kesejahteraannya. Kerajaan Sriwijaya mengadakan hubungan dengan kerajaan kecil yang ada di Jawa. Oleh karena itu. Kebesaran Dharmawangsa tampak jelas pada politik luar negerinya. Dengan persiapan yang cukup. yaitu Narottama. ia mulai membangun kerajaan di segala bidang kehidupan untuk kemakmuran rakyatnya. Airlangga Dalam prasasti Calcuta disebutkan bahwa Raja Airlangga masih termasuk keturunan Raja Mpu Sindok dari pihak ibunya yang bernama Mahendradata (Gunapria Dharmapatni) yang menikah dengan Raja Udayana. Di tengah hutan Airlangga hidup seperti seorang pertapa dengan menanggalkan pakaian kebesarannya. dengan gelar Rakai Halu Sri Lakeswara Dharmawangsa Airlangga Teguh Ananta Wirakramatunggadewa.Dharmawangsa Raja Dharmawangsa dikenal sebagai salah seorang raja yang memiliki pandangan politik yang tajam. Serangan itu terjadi ketika Raja Dharmawangsa melaksanakan upacara pernikahan putrinya dengan Airlangga (dari Bali). Akan tetapi.

Mpu Sindok meskipun agama Hindu. Usaha tersebut antara lain dengan meningkatkan pertanian. Karena perdagangan di kawasan perairan jawa dan Sumatera masih dikuasai Kerajaan Sriwijaya. c. Air Langga dinikahkan oleh Dharmawangsa. Serangan tersebut ternyata tidak berhasil. pada tahun 1003 M. Air langga (Erlangga) Air langga adalah putera Raja Bali bernama Udaya yang menikah dengan Mahendradatta saudari raja Dharmawangsa. Medangkamulan 1. ia berusaha meningkatkan kesejahteraan rakyatnya. Kerajaan Medang menjadi Kerajaan tersendiri sejak Mpu sindok membentuk Dinasti Baru yaitu Isyana. Raja Mpu sindok melarang rakyat untuk menangkap ikan di bendungan tersebut. antara lain membangun bendungan atau waduk untuk pengairan. 3. sangat memperhatikan usaha penggubahan Kitab Buddha Mahayana. Selama pemerintahannya. Medang Kamulan diteruskan oleh Dharma Teguh yang juga merupakan cucu dari Mpu Sindok. Dharmawangsa mengirimkan tentaranya untuk merebut pusat perdagangan di Selat Malaka dari kekuasaan Sriwijaya. Mpu Sindok bergelas Sri Maharaja Raka i Hino Sri Isyana Wikrama Dharmatunggadwea. Letak GeografisKerajaan Medang kamulan merupakan Kerajaan kelanjutan dari Mataram Lama di Jawa Tengah. Secara berturut-turut Air Langga berhasil menaklukan rajaraja bawahan (vassal) Sriwijaya seperti Bisaprabhawa ditaklukan tahun 1029 M. Akibat serangan tersebut Kerajaan Medang mengalami kehancuran. Raja Adhamapanuda tahun 1031 M termasuk Wura . Atas bantuan Narattoma berhasil melarikan diri ke hutan. Selama di pengasingan. Dalam rangka mematahkan pengaruh Sriwijaya.sejarah tentang kerajaan di Indonesia. Perkembangan Pemerintahan a. raja Wijayawarman dari Wengker tahun 1034. Sumber Sejarah • Prasasti Mpu Sindok Prasasti ini menyebutkan beberapa tulisan tentang usaha-usaha yang dilakukan Mpu Sindok ketika memerintah di Kerajaaan Medang • Prasasti Calcuta Prasasti ini menyebutkan tentang silsilah raja-raja yang memerintah di Dinasti Isyana (Mpu Sindok) sampai masa masa pemerintahan Raja Air Langga. Hasil gubahan berupa kitab Sang Hyang Kamahayanikan. Selama memerintah. Berbagai usaha yang dilakukan untuk memakmurkan rakyat. Air Langga lolos dari pembunuhan. dan perdagangan. Air Langga mendapat gemblengan dari para Brahmana dan dinobatan menjadi raja. Akan usaha untuk meningkatkan perdagangan mengalami kesulitan. Bahkan Sriwijaya membalas melalui serangan kerajaan Wura Wuri (kerajaan bawahan atau vassalSriwijaya). Perhatian membuktikan antara agama Hindu dan Buddha bisa hidup saling berdampingan. Dalam bidang agama . 2. Ketika terjadi peristiwa tersebut. Akhir Langga berusaha memulihkan kewibawaan Kerajaan Medang. Saat memerintah. Mpu Sindok memerintah selama 20 tahun. Peristiwa kehancuran yang menewaskan Dharmawangsa disebut dengan Pralaya. Larangan ini bertujuan untuk melestarikan sumber daya alam. Mpu Sindok memerintah dengan bijaksana. ia dibantu oleh oleh permaisurinya bernama Sri wardhani Pu Kbin . secara tiba-tiba datang serangan dari kerajaan Wura Wuri (kerajaan bawahan Sriwijaya) yang menewaskan Dhramawangsa dan keluarga. Mpu Sindok Mpu Sindok merupakan Raja pertama di Kerajaan Medang Kamulan. Letak Kerajaan berada di wilayah Jawa Timur. Dharmawangsa Teguh Setelah Mpu Sindok. Pada waktu pesta pernikahan. b.

Setelah berhasil memulihkan kewibawaan kerajaan. yaitu Jenggala dan Panjalu. [sunting]Sejarah [sunting]Yupa Informasi yang ada diperoleh dari Yupa / prasasti dalam upacara pengorbanan yang berasal dari abad ke-4. Pewaris tahta kerajaan seharusnya seorang puteri (sri Sanggramawijaya) yang lahir dari permaisuri. antara lain : 1. Kerajaan kutai Kutai Martadipura adalah kerajaan tertua bercorak Hindu di Nusantara dan seluruh Asia Tenggara. Air Langga pun sangat memperhatikan para Brahmana yang telah menggembleng ketika di hutan Bentuk perhatian Air Langga terhadap para Brahmana adalah dengan mendirikan bangunan suci di daerah Peucangan. Selain usaha dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat. [sunting]Aswawarman Aswawarman mungkin adalah raja pertama Kerajaan Kutai yang bercorak Hindu. Karena memang sangat sedikit informasi yang dapat diperoleh akibat kurangnya sumber sejarah. Kudungga sendiri diduga belum menganut agama Budha. Kamboja dan Champa berkunjung kedua tempat itu. Jenazahnya disemayamkan di lereng gunung Pananggungan dalamcandi Belahan. Nama Mulawarman dan Aswawarman sangat kental dengan pengaruh bahasa Sanskerta bila dilihat dari cara penulisannya.000 ekor sapi kepada kaum brahmana. Memperbaiki pelabuhan Hujung Galuh. Kerajaan ini terletak di Muara Kaman. Kudungga adalah pembesar dari Kerajaan Campa (Kamboja) yang datang ke Indonesia. Batas kedua kerajaan dibatasi oleh sungai Brantas. 2. maka tahta beralih pada putera Air Langga yang lahir dari Selir. [sunting]Mulawarman Mulawarman adalah anak Aswawarman dan cucu Kudungga. Ia juga . Air Langga meninggal pada tahun 1049 M. Air Langga membagi dua kerajaan. Untuk menghindari dari perang saudara. Usaha yang dilakukan Air Langga dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Medang. Atas keberhasilan raja Air Langga tersebut dalam membangun kerajaan maka pengalaman hidupnya dikisahkan dalam sebuah kitab bernama Arjuna wiwaha yang digubah oleh Mpu Kanwa. Di penghujung akhir hayatnya. Namun karena ia memilih menjadi pertapa. Membangun waduk waringin sapta untuk mencegah banjir musiman 3. telah mendorong Kerajaan Medang Kamulan kepuncak kejayaan dan kemakmuran. Nama Kutai diberikan oleh para ahli karena tidak ada prasasti yang secara jelas menyebutkan nama kerajaan ini. Usaha-usaha yang dilakukan Air Langga. Air Langga memindahkan ibukota kerajaan Medang keKahuripan. Dari salah satu yupa tersebut diketahui bahwa raja yang memerintah kerajaan Kutai saat itu adalah Mulawarman. di muara Kali Brantas. Pembagian dibantu oleh Mpu Bharada. tepatnya di hulu sungai Mahakam. Maka dengan demikian berakhirlah kerajaan Medang Kamulan sekaligus Dinasti Isyana. Birma. Kalimantan Timur. Namanya dicatat dalam yupa karena kedermawanannya menyedekahkan 20. Nama Kutai diambil dari nama tempat ditemukannya prasasti yang menggambarkan kerajaan tersebut. Ada tujuh buah yupa yang menjadi sumber utama bagi para ahli dalam menginterpretasikan sejarah Kerajaan Kutai.Wuri tahun 1035. Kapal-kapal dari India. Air Langga memutuskan mundur dari kerajaan dan menjadi memutuskan untuk menjadi pertapa dengan sebutan resi Gentayu. Membangun jalan-jalan yang menghubungkan pesisir ke pusat kerajaan Pelabuhan Hujung Galuh dan Tuban menjadi bender dagang yang ramai.

Prasasti Kebon Kopi. Prasasti Cidanghiyang atau Prasasti Munjul. Kabupaten Bekasi. Selesai penggalian. Kerajaan Tarumanegara ialah kelanjutan dari Kerajaan Salakanagara. Tarumanegara Tarumanagara atau Kerajaan Taruma adalah sebuah kerajaan yang pernah berkuasa di wilayah barat pulau Jawa pada abad ke-4 hingga abad ke-7 M. Aji Pangeran Anum Panji Mendapa.000 ekor sapi kepada kaum brahmana. Wilayah kekuasaannya meliputi hampir seluruh wilayah Kalimantan Timur. sang prabu mengadakan selamatan dengan menyedekahkan 1. Dari yupa diketahui bahwa pada masa pemerintahan Mulawarman. Putra Aswawarman adalah Mulawarman. Raja yang pernah berkuasa dan sangat terkenal dalam catatan sejarah adalah Purnawarman. ditemukan di perkebunan kopi milik Jonathan Rig. Prasasti Tugu. dibuat sekitar 400 M (H Kern 1917). Sumber Sejarah Bila menilik dari catatan sejarah ataupun prasasti yang ada. ditemukan di aliran Sungai Cidanghiang yang mengalir di Desa Lebak. 3. Bukti keberadaan Kerajaan Taruma diketahui melalui sumber-sumber yang berasal dari dalam maupun luar negeri. Kutai Kartanegara selanjutnya menjadi kerajaan Islam yang disebut Kesultanan Kutai Kartanegara. Kabupaten Pandeglang. yang artinya pembentuk keluarga. Makam Rajadirajaguru Jayasingawarman ada di sekitar sungai Gomati (wilayah Bekasi). satu diJakarta dan satu di Lebak Banten. Bogor 2. Kerajaan Kutai seakan-akan tak tampak lagi oleh dunia luar karena kurangnya komunikasi dengan pihak asing.diketahui sebagai pendiri dinasti Kerajaan Kutai sehingga diberi gelar Wangsakerta. Perlu diingat bahwa Kutai ini (Kutai Martadipura) berbeda dengan Kerajaan Kutai Kartanegara yang ibukotanya pertama kali berada di Kutai Lama (Tanjung Kute). hingga sangat sedikit yang mendengar namanya. Dalam catatan sejarah dan peninggalan artefak di sekitar lokasi kerajaan. terlihat bahwa pada saat itu Kerajaan Taruma adalah kerajaan Hindu beraliran Wisnu. Sumber dari dalam negeri berupa tujuh buah prasasti batu yang ditemukan empat di Bogor. Dari prasasti-prasasti ini diketahui bahwa kerajaan dipimpin oleh Rajadirajaguru Jayasingawarman pada tahun 358 M dan beliau memerintah sampai tahun 382 M. Kutai Kartanegara inilah. Pada tahun417 ia memerintahkan penggalian Sungai Gomati dan Candrabaga (Kali Bekasi) sepanjang 6112 tombak (sekitar 11 km).Penggalian sungai tersebut merupakan gagasan untuk menghindari bencana alam berupa banjir yang sering terjadi pada masa pemerintahan Purnawarman. Aswawarman memiliki 3 orang putera. berisi pujian kepada Raja Purnawarman. sekarang disimpan di museum di Jakarta. dan salah satunya adalah Mulawarman. Ciampea. Kerajaan Kutai mengalami masa keemasan. [sunting]Berakhir Kerajaan Kutai berakhir saat Raja Kutai yang bernama Maharaja Dharma Setia tewas dalam peperangan di tangan Raja Kutai Kartanegara ke-13. . yang disebutkan dalam sastra JawaNegarakertagama. Kecamatan Munjul. Kecamatan Tarumajaya. Desa Tugu. di tahun 1365. dan kekeringan yang terjadi pada musim kemarau. tidak ada penjelasan atau catatan yang pasti mengenai siapakah yang pertama kalinya mendirikan kerajaan Tarumanegara. Taruma merupakan salah satu kerajaan tertua di Nusantara yang meninggalkan catatan sejarah. Banten. [sunting]Prasasti yang ditemukan 1. ditemukan di Kampung Batutumbu. Prasasti tersebut isinya menerangkan penggalian Sungai Candrabaga oleh Rajadirajaguru dan penggalian Sungai Gomati oleh Purnawarman pada tahun ke-22 masa pemerintahannya. Rakyat Kutai hidup sejahtera dan makmur.

Nanggung. Prasasti Muara Cianten. Bogor . Bogor 7. Prasasti Pasir Awi. Ciampea. Prasasti Jambu. Bogor 5. Bogor 6. Ciampea. Prasasti Ciaruteun.4. Citeureup.

[sunting]Prasasti Ciaruteun Prasasti Ciaruteun ditemukan pada aliran Ci Aruteun. [sunting]Prasasti Pasir Muara Di Bogor. beraksara Palawa. Sekarang termasuk wilayah Kecamatan Cibungbulang. Menurut Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara parwa II. Selain itu. [sunting]Prasasti Telapak Gajah Prasasti Telapak Gajah bergambar sepasang telapak kaki gajah yang diberi keterangan satu baris berbentuk puisi berbunyi: jayavi s halasya tarumendrsaya hastinah airavatabhasya vibhatidam padadavayam Terjemahannya: Kedua jejak telapak kaki adalah jejak kaki gajah yang cemerlang seperti Airawata kepunyaan . halaman 161. namun pada tahun1981 diangkat dan diletakkan di dalam cungkup. maka prasasti tersebut dibuat dalam tahun 458 Saka atau 536 Masehi. ada pula gambar sepasang “pandatala” (jejak kaki). dahulu merupakan sebuah “kota pelabuhan sungai” yang bandarnya terletak di tepi pertemuan Cisadane dengan Cianten. pemerintahan begara dikembalikan kepada raja Sunda. prasasti ditemukan di Pasir Muara. di tepi sawah. Karena angka tahunnya bercorak “sangkala” yang mengikuti ketentuan “angkanam vamato gatih” (angka dibaca dari kanan). yang pada awalnya merupakan perkembangan dari aksara tipe Pallawa Lanjut. sarga 3. Dahulu termasuk bagian tanah swasta Ciampea. Kampung Muara tempat prasasti Ciaruteun dan Telapak Gajah ditemukan. yang berbunyi: vikkrantasyavanipateh shrimatah purnavarmmanah tarumanagararendrasya vishnoriva padadvayam Terjemahannya menurut Vogel: Kedua (jejak) telapak kaki yang seperti (telapak kaki) Wisnu ini kepunyaan raja dunia yang gagah berani yang termashur Purnawarman penguasa Tarumanagara. Sampai abad ke-19 jalur sungai itu masih digunakan untuk angkutan hasil perkebunan kopi. berbahasa Sansekerta. Prasasti ini peninggalan Purnawarman. Sampai abad ke-19. yang menunjukkan tanda kekuasaan &mdash& fungsinya seperti “tanda tangan” pada zaman sekarang. di antara bawahan Tarumanagara pada masa pemerintahan Purnawarman terdapat nama “Rajamandala” (raja daerah) Pasir Muhara. Isinya adalah puisi empat baris. tidak jauh dari prasasti Telapak Gajah peninggalan Purnawarman. yang mengacu pada model aksara Kamboja dengan beberapa cirinya yang masih melekat. tempat itu masih dilaporkan dengan nama Pasir Muara. Kehadiran prasasti Purnawarman di kampung itu menunjukkan bahwa daerah itu termasuk kawasan kekuasaannya. Dalam prasasti itu dituliskan : ini sabdakalanda rakryan juru panga-mbat i kawihaji panyca pasagi marsa-n desa barpulihkan haji su-nda Terjemahannya menurut Bosch: Ini tanda ucapan Rakryan Juru Pengambat dalam tahun (Saka) kawihaji (8) panca (5) pasagi (4). Prasasti itu kini tak berada ditempat asalnya. Cianten dan Ciaruteun. Pada zaman ini. Sekarang masih digunakan oleh pedagang bambu untuk mengangkut barang dagangannya ke daerah hilir.Lahan tempat prasasti itu ditemukan berbentuk bukit rendah berpermukaan datar dan diapit tiga batang sungai: Cisadane. aksara tersebut belum mencapai taraf modifikasi bentuk khasnya sebagaimana yang digunakan naskah-naskah (lontar) abad ke16. seratus meter dari pertemuan sungai tersebut dengan Ci Sadane. Prasasti pada zaman ini menggunakan aksara Sunda kuno.

Bahkan diberitakan juga. Prasasti inipun berukiran sepasang telapak kaki dan diberi keterangan berbentuk puisi dua baris: shriman data kertajnyo narapatir – asamo yah pura tarumayam nama shri purnnavarmma pracurarupucara fedyavikyatavammo tasyedam – padavimbadavyam arnagarotsadane nityadksham bhaktanam yangdripanam – bhavati sukhahakaram shalyabhutam ripunam. 1.penguasa Tarumanagara yang jaya dan berkuasa. gajah perang Purnawarman diberi nama Airawata seperti nama gajah tunggangan Indra. Berita Fa Hien. sarga 1. yang banyak adalah orang-orang yang beragama Hindu dan “beragama kotor” (maksudnya animisme). tetapi merupakan duri bagi musuh-musuhnya. Ukiran bendera dan sepasang lebah itu dengan jelas ditatahkan pada prasasti Ciaruteun yang telah memancing perdebatan mengasyikkan di antara para ahli sejarah mengenai makna dan nilai perlambangannya. Demikian pula tentang ukiran sepasang tanda di depan telapak kaki ada yang menduganya sebagai lambang labah-labah. [sunting]Prasasti Jambu Di daerah Bogor. 3. yang selalu berhasil menghancurkan benteng musuh. juga menceritakan bahwa tahun 666 dan 669 telah datang utusan dari To-lo-mo. menceritakan bahwa tahun 528 dan 535 telah datang utusan dari To-lomo (“Taruma”) yang terletak di sebelah selatan. Demikian pula mahkota yang dikenakan Purnawarman berukiran sepasang lebah. . tahun 414M dalam bukunya yang berjudul Fa Kao Chi menceritakan bahwa di Ye-po-ti (“Jawadwipa”) hanya sedikit dijumpai orang-orang yang beragama Buddha. Terjemahannya menurut Vogel: Yang termashur serta setia kepada tugasnya ialah raja yang tiada taranya bernama Sri Purnawarman yang memerintah Taruma serta baju perisainya tidak dapat ditembus oleh panah musuh-musuhnya. yang selalu menghadiahkan jamuan kehormatan (kepada mereka yang setia kepadanya). Keterangan pustaka dari Cirebon tentang bendera Taruma dan ukiran sepasang “bhramara” (lebah) sebagai cap pada mahkota Purnawarman dalam segala “kemudaan” nilainya sebagai sumber sejarah harus diakui kecocokannya dengan lukisan yang terdapat pada prasasti Ciaruteun. Desa Pasir Gintung. matahari kembar atau kombinasi surya-candra (matahari dan bulan). Berita Dinasti Tang. bendera Kerajaan Tarumanagara berlukiskan rangkaian bunga teratai di atas kepala gajah. Dari tiga berita di atas para ahli menyimpulkan bahwa istilah To-lo-mo secara fonetis penyesuaian kata-katanya sama dengan Tarumanegara. Menurut mitologi Hindu. Maka berdasarkan sumber-sumber yang telah dijelaskan sebelumnya maka dapat diketahui beberapa aspek kehidupan tentang Taruma. Pada bukit ini mengalir (sungai) Cikasungka. [sunting]Sumber berita dari luar negeri Sumber-sumber dari luar negeri semuanya berasal dari berita Tiongkok. Menurut Pustaka Parawatwan i Bhumi Jawadwipa parwa I. kepunyaannyalah kedua jejak telapak kaki ini. Berita Dinasti Sui. Berdasarkan prasast-prasati tersebut diketahui raja yang memerintah pada waktu itu adalah Purnawarman. Ukiran kepala gajah bermahkota teratai ini oleh para ahli diduga sebagai “huruf ikal” yang masih belum terpecahkan bacaaanya sampai sekarang. Kerajaan Tarumanegara diperkirakan berkembang antara tahun 400-600 M. Kecamatan Leuwiliang. Airawata adalah nama gajah tunggangan Batara Indra dewa perang dan penguawa Guntur. 2. masih ada satu lagi prasasti lainnya yaitu prasasti batu peninggalan Tarumanagara yang terletak di puncak Bukit Koleangkak.

Bogor dan Cirebon. Dan tampaknya di wilayah ini banyak bangunan sekolahan jaman kuno (Wihara).[2] Legenda Aji Saka sendiri menyebutkan bahwa Bledug Kuwu di Kabupaten Grobogan adalah tempat munculnya Jaka Linglung setelah menaklukkan Prabu Dewata Cengkar. meskipun tidak dikatakan bahwa itu adalah kerajaan. walaupun ia sendiri tidak yakin. Jawa Tengah) ia tiba di “Medang Kamulan”. Hal ini didasarkan pada fakta lapangan bahwa di sekitar desa Kadisaba. Hal ini membuka kemungkinan bahwa Medang Kamulan barangkali memang pernah ada. Selanjutnya. dikatakan pula bahwa setelah menyeberangi Sungai Wuluyu. Kerajaan ini dikatakan setengah mitologis karena tidak pernah ditemukan bukti-bukti fisik keberadaannya. di antaranya termasuk legenda Loro Jonggrang dan berdirinya Madura. di sekitar desa Kepitu tersebut tidak terdapat desa Kanem atau Kewolu. Cerita rakyat lain. Dalam legenda Aji Saka. Sleman ditemukan bekas Wihara Budha. misalnya dalam legenda Loro Jonggrang. Dalam prasasti. Uniknya. menyatakan bahwa Medang Kamulan dikuasai oleh Prabu Gilingwesi. meliputi hapir seluruh Jawa Barat yang membentang dari Banten. Medang Kamulan adalah wilayah atau kerajaan setengah mitologis yang dianggap pernah berdiri di Jawa Tengah dan mendahului Kerajaan Medang. Dimana letak Poh Pitu itu hingga kini belum dapat ditentukan. kraton Sanjaya dikatakan terletak di Medang di Poh Pitu (ri mdang ri poh pitu). Budayawan Linus Suryadi AG (almarhum) juga mempunyai pandangan serupa. terutama yang jelas berupa bekas-bekas sebuah tembok keliling. Rupanya daerah ini pernah mengalami musibah dilanda lahar panas. tibalah ia di Gegelang yang terletak di sebelah selatan Medang Kamulan. Cerita pewayangan versi Jawa menyebutkan bahwa Medang Kamulan adalah tempat bertahtanya Batara Guru[1].[5] Naskah inilah yang pertama kali menyebutkan bahwa memang ada tempat bernama Medang Kamulan. dan penyebutan oleh beberapa naskah kuno. Di daerah Medarintotex (GKBI Medari) pernah diketemukan bekas-bekas peninggalan purbakala berupa fondasi bangunan dan sisa-sisa tembok keliling yang terbuat dari batu andesit. Pendapat ini dilengkapi dengan terdapatnya desa kepitu di selatan Medari. Poh Pitu ini pada jaman sekarang berubah menjadi desa Kepitu. Baris ke-782 dan 783 dari naskah kedua Perjalanan Bujangga Manik dari abad ke-15 menyebutkan bahwa setelah Bujangga Manik meninggalkan Pulutan (sekarang adalah desa di sebelah barat Purwodadi.[4] dalam artikelnya tentang Kerajaan “Ho-Ling” yang disebut catatan Tiongkok. dapat diperkirakan bahwa daerah itu pada jaman dahulu merupakan tempat pemukiman. Salah satu tempat yang diperkirakan sebagai pusat Kerajaan Mataram itu terletak di Medari.[3] Van der Meulen menduga. Sumber-sumber mengenai kerajaan ini hanya berasal dari cerita-cerita rakyat. Medang Kamulan adalah negeri tempat berkuasanya Prabu Dewata Cengkar yang zalim. “Kamulan” berarti “permulaan”.Wilayah kekuasaan Purnawarman menurut prasasti Tugu. Jakarta. Sleman. . Bukankan dalam prasasti Medang disebut terletak di Poh Pitu. bahwa Medang Kamulan dapat dinisbahkan kepada “Hasin-Medang-Kuwu-lang-pi-ya” yang diajukan van Orsoy. Dari beberapa sisa bangunan yang telah diketemukan. Dugaan pusat Kerajaan Mataram di Medari itu bisa juga dirunut dari kalimat “ri medang ri” yang lama-kelamaan dibaca sebagai “medari”. Penggalian purbakala yang dilakukan disana terpaksa dihentikan karena terbentur bekuan batuan lahar yang sangat keras pada kedalaman satu meter dari permukaan tanah sekarang. sehingga “Medang Kamulan” dapat diartikan sebagai “pra-Medang”.

Memindahkan pusat kerajaannya ke timur. Pendapat ini sangat beralasan. Kesimpulan yang dibuat oleh Drs. Wonoboyo dekat dengan Randusari. “Kraton Medang kemungkinan terletak di dalam radius tertentu dari candi Gunung Wukir. Kerajaan Mataram di Jawa Tengah mengalami kehancuran karena letusan Gunung Merapi yang maha dahsyat. Prambanan merupakan daerah yang sangat kaya peninggalan monumen dari jaman Mataram kuno. Menurutnya. “tambah Joko Dwiyanto. Rupa-rupanya Kerajaan itu tetap bernama Mataram. . sehingga dalam anggapan para pujangga hal itu dianggap sebagai kehancuran dunia pada akhir masa Kaliyuga. Watugaluh terletak di Jawa Timur. Banyaknya candi yang sudah diketemukan memberi indikasi bahwa daerah ini pernah menjadi pusat kegiatan masyarakat. Maka harus dibangun kerajaan baru dengan wangsa yang baru pula. Berarti candi-candi itu sempat terkubur lahar Merapi. Menurut prasasti Harinjing (726 Masehi). Magelang. Raja Rakai Panangkaran memindahkan pusat kerajaannya dari daerah Kedu ke lembah di lereng Gunung Merapi. Desa ini terletak sekitar 3 Km di sebelah timur Candi Prambanan. Letak Tamwlang mungkin di daerah Jombang dimana masih ada desa Tambelang. Kusen (Almarhum) sampai pada kesimpulan bahwa salah satu pusat Kerajaan Medang berada di Randusari.Candi yang didirikan Sanjaya diketahui letaknya. Kraton Medang ternyata tidak hanya di Poh Pitu saja. “Temuan emas di Wonoboyo semakin menguatkan pedapatnya itu. Keadaan ini sama seperti yang dialami candi Sambisari di daerah Kalasan yang juga diketemukan di kedalaman enam meter di bawah permukaan tanah sekarang. Memang. Candi ini tidak bisa ditampakkan kembali. Martinus Maria Soekarto kartoatmojo (Almarhum) di daerah Candi Borobudur. Bahkan sekarang sudah ditimbun tanah lagi oleh pemilik pekarangan. juga dilakukan oleh Drs. Letaknya terbenam sedalam lima meter dibawah permukaan tanah sekarang. Di sekitar daerah Salam atau Salaman. Sayang sekali. kemungkinan besar pusat kerajaan juga berada di sekitar tempat itu. Karena itu maka Mpu Sindok membangun kembali kerajaannya di Jawa Timur.Pusat kerajan Rakai Watukura Dyah Balitung berpusat di daerah Kedu Selatan mengingat gelar rakainya. Raja Rakai Kayuwangi pernah menempatkan kratonnya di Mammratipura (medang i mamratipura). Apalagi Candi Prambanan dan Candi Sewu yang bisa dipastikan sebagai candi kerajaan terdapat disini. Wonoboyo merupakan pemukiman bangsawan yang terletak di pusat Kerajaan. Banyak pihak tentu akan berpendapat bahwa Kraton Medang terletak di daerah Prambanan. Mungkin di daerah Sragen di sebelah timur Sungai Bengawan Solo atau daerah Purwodadi/Grobogan. “kata Joko Dwiyanto. Kusen (Almarhum) terhadap lokasi Candi Prambana. Jika candi tersebut merupakan sebuah kumpulan yang luas. yaitu di daerah Gunung Wukir di Salam.” Candi merupakan petunjuk terdapatnya aktivitas manusia masa Hindu. “Dalam sebuah penelitian yang dilakukan Drs. Maka letak istananya kemungkinan terletak di sekitar candi tersebut. Candi ini diberi nama Candi Batumiring. Ibukotanya bernama Tamwlang. Tidak jauh dari Medari di desa Morangan dalam bulan September 1965 pernah diketemukan sebuah candi.

Kraton Boko hanya tempat peristirahatan dan benteng terakhir. kemudian ke timur dan setelah menjadi Mataram mungkin di sebelah timur laut kota Yogyakarta. dari wilayah Kedu selatan sampai di Sleman. Namun ada dugaan lain. Namun dari bukti-bukti lapangan dan referensi pustaka bisa dikaji kemungkinan letak Mataram Hindu. Sebab di bekas Kraton Boko itu terdapat replika Candi Prambanan sebagai tempat berdoa atau „caos sesaji‟. Tentang hal ini banyak pakar berbeda pendapat.Yang masih menjadi pertanyaan kemudian adalah kaitan antara bekas Kraton Boko dengan Candi Prambanan. . Dari paparan tadi bisa jadi ada pergeseran pusat pemerintahan Mataram Kuno.

Kedua desa ini terletak beberapa kilometer di selatan kota Ungaran. “tambah Joko Dwiyanto”. Sumber ini menyebut Jawa sebagai Ho-ling. Jawa Tengah. Sedangkan Kalingga sebenarnya hanya ada dalam cerita rakyat. Ho-ling ini sering disamakan dengan Kalingga dalam cerita tutur rakyat Jawa Tengah. Dikatakan bahwa Ho-ling adalah kerajaan yang makmur. Ada sebuah gua yang selalu mengeluarkan air garam (bledug). Beliau menempatkan kronologi kerajaan Ho-ling ini sebelum Medang. Berita Cina selanjutnya menyebutkan bahwa Ki-yen telah memindahkan ibukota Ho-ling ke timur. “Pendapat tersebut dikemukakan oleh Boechari (almarhum). yang dianggapnya terletak di Grobogan. yang pertama-tama. Orang di situ membuat garam dari air yang mengalir dari kawah tersebut. . Di desa Kuwu di daerah Purwodadi terdapat kawah yang selalu menyemburkan air garam. Jumlah cincin emas yang pernah diketemukan dan kini disimpan di Museum Nasional Jakarta sebagian besar berasal dari Dieng dan sekitar Gunung Ungaran. maka masyarakat menempatkan Medang Kamulan di daerah Grobogan tersebut.MELACAK „PETILASAN MATARAM KUNO‟ ANTARA SEMARANG – YOGYAKARTA : KRATON MEDANG KAMULAN BERKIBLAT MERAPI ( TULISAN KEDUA ) Desa Medang dijumpai mulai dari daerah Bagelen di Purworejo. Penduduk setempat menyebutnya Bledug Kuwu. Pemindahan pusat kerajaan ini terjadi tahun 899-911 Masehi. Van Der Meulen memperkirakan perpindahan itu terjadi dari sekitar Pegunungan Dieng ke kaki sebelah timur Gunung Ungaran.”ungkap Joko Dwiyanto”. Di tempat itu terdapat Candi Sikunir. Jawa Timur. Yang terbanyak ialah antara Purwodadi/Grobogan dan Blora. Dari candi ini banyak patung yang telah dipindahkan ke Museum Nasional Jakarta. yang mula-mula. Keterangan tentang adanya gua yang selalu mengeluarkan air garam memang cocok dengan keadan di Purwodadi. Tidak ada bukti sejarah yang yang mendukumg keberadaannya. Jawa Tengah. “Kamulan berarti asal. dan Mijel. Karena Boechari menempatkan kronologi Ho-ling lebih tua dari Medang. Kurang lebih ada sepuluh arca. Di sekitar wilayah itu juga diketemukan peninggalan di Pendem. Jawa Tengah sampai di dekat Madiun. Lokasi daerah ini sesuai pula dengan keterangan yang ditulis oleh sumber-sumber Cina dari jaman Dinasti Tang (618-906 Masehi). Jadi Medang Kamulan berarti letak Medang yang pertama atau asal mula medang . Tempat yang dimaksud adalah desa Bergas Lor dan Bergas Kidul. Bekas-bekas pemandian juga diketemukan di Kali Taman dan Sindang Beji. Karangjati. Belum lagi arca-arca yang dibawa secara ilegal.Di tempat itu diketemukan 77 buah cincin.

Dari telaahan serbuk sari yang dilakukan kegiatan yang dilakukan manusia berkelompok ini bisa jadi merupakan sebuah komunitas masyarakat kerajaan. Agus Pudjoarianto dari Fakultas Biologi UGM. Temuan ini memperkuat asumsi hancurnya Kerajaan Medang oleh abu dahsyat Merapi.Dari penelitian Dr. di Dieng sudah ada kegiatan manusia dari tahun 500 Masehi. . Dugaan ini diperkuat dengan banyaknya candi yang dibangun di wilayah ini. Kota Dieng yang selalu berkabut dalam bahasa Jawa disebut “Kamulan”. Dari asumsi ini bisa diduga bahwa awal Kerajaan Medang dari Jawa Barat kemudian berkembang di Jawa Tengah antara lain di Dieng. Menurutnya terdapat kemiripan tumbuhan yang di tanam di Dieng dengan beberapa bagian di Jawa Barat. Dari telaah serbuk sari juga didapat bukti adanya lumpur vulkanik yang tebal yang menutupi kegiatan sebelumnya. Bahkan dari kisah wayang Lahirnya Abimanyu yang mandi di Sungai Serayu (sir rahayu) terlihat adanya pemahaman akan adanya sosialitas masyarakat kerajaan. Diperkuat dengan nama candi-candi yang ada di Dieng yang diambil dari nama wayang bisa jadi di lereng Gunung Sindoro ini pernah lahir kerajaan.

Bangunan suci yang didirikan Sanjaya terletak di wilayah Kunjarakunja. letusan Merapi yang terhebat dalam sejarahnya itu menyebabkan sebagian besar puncaknya lenyap. Karena itu setelah Sanjaya dinobatkan mejadi raja. banyak dari kita tidak tahu bahwa bukit itu menyimpan sejarah masa lalu yang penting. demikian penduduk setempat menyebutnya. sehingga terjadi lipatan. Tentang nama Kunjarakunja itu. kerajaan Medang sama dengan kerajaan Mataram. Joko Dwiyanto-Dosen Fakultas Arkeologi UGM. perlu dibangun ibukota baru dengan istana baru disertai pembangunan candi untuk pemujaan lingga kerajaan. berdasarkan arti kata itu. Poerbatjaraka pernah mengemukakan pendapat bahwa yang yang dimaksud dengan daerah itu adalah daerah Sleman. “Medang adalah nama kerajaan sebelum bernama Mataram. Gerakan tanah ini membentur Pegunungan Menoreh dan membentuk Gunung Gendol. Peristiwanya tercatat dalam prasasti Canggal yang diketemukan di halaman Candi Gunung Wukir. raja yang berkuasa sebelum Sanjaya.MELACAK „PETILASAN MATARAM KUNO‟ ANTARA SEMARANG – YOGYAKARTA : KRATON MEDANG KAMULAN BERKIBLAT MERAPI Jika kita melinta s di jalan raya Yogyakarta – Magelang. Pusat kerajaan Sanna dihancurkan. Menurut Van Bemmelen. tepatnya di daerah kecamatan Salam secara tidak sengaja kita akan menengok ke selatan jalan. Kata Saliman diartikan sebagai daerah Sleman sekarang.” kata Drs. Medang adalah embrio Mataram. Di Gunung Gendol ini pula babak baru Kerajaan Mataram Kuno dimulai. Lingga itu ialah Candi Gunung Wukir yang hingga kini masih ada sisa-sisanya. Jadi. Prasasti Mantyasih dibuat untuk menghormati leluhur yang telah diperdewakan di Medang di Poh Pitu. seorang ahli geologi. yaitu hutan Gajah dan adanya daerah wana ing alas i Saliman. Gunung Gendol. pernah menjadi saksi meletusnya Gunung Merapi sepuluh abad silam. Kuburan-kuburan Cina yang terletak di lereng bukit menjadi penyebabnya. Ibukota kerajaan diserbu dan dijarah. Hal ini berhubungan dengan kepercayaan bahwa istana yang telah diserbu musuh sudah kehilangan tuahnya. Urutan pertama raja-raja tersebut ditempati oleh Rakai Mataram Sang Ratu Sanjaya (prasasti Mantyasih) dan Rahyangta ri Medang dapat disamakan dengan Rakai Mataram Sang Ratu Sanjaya. Musuh-musuh itu telah menyerang Sanna. Sayang. Nama Sanjaya semakin jelas posisinya dalam sejarah Mataram Kuno dengan diketemukannya prasasti Mantyasih (907 Masehi) dan Wanua Tengah III (908 Masehi). Prasasti ini menulis bahwa Raja sanjaya telah mendirikan lingga diatas Bukit Sthirangga untuk keselamatan rakyatnya pada hari Senin tanggal 13 paro terang bulan Kartika 654 Saka atau 732 Masehi. Perpindahan Kerajaan Medang . Disini untuk pertama kalinya nama Medang disebut. Lapisan tanah bergeser ke arah barat daya. Yogyakarta sekarang. Lebih tepatnya. Pendirian lingga untuk memperingati bahwa Sanjaya telah dapat membangun kembali Kerajaan dan bertahta setelah menaklukkan musuh-musuhnya. Kedua prasasti yang dibuat oleh Dyah Balitung itu berisi daftar raja-raja yang pernah berkuasa di Kerajaan Mataram Kuno. Candi ini terletak di salah satu puncak Gunung Gendol.

yaitu periode Jawa Tengah. Kadang untuk membedakannya dengan Kerajaan Mataram Islam yang berdiri pada abad ke-16. Kerajaan Medang mengalami beberapa masa perpindahan yang cukup siknifikan yaitu : a) b) c) d) e) f) g) Medang i Bhumi Mataram (zaman Sanjaya) Medang i Mamrati (zaman Rakai Pikatan) Medang i Poh Pitu (zama n Dyah Balitung) Medang i Bhumi Mataram (zaman Dyah Wawa) Medang i Tamwlang (zaman Mpu Sindok) Medang i Watugaluh (zaman Mpu Sindok) Medang i Wwatan (zaman Dharmawangsa Teguh) .serta Sang Hyang Kamahaniyanikan berhasil digubah kedalam Bahasa Jawa Kuno dari Bahasa Sanksekerta. dibantu oleh pati sekaligus menantunya. Wawa digantikan Mpu Sindok (929-947) yang dikenal sebagai raja berjiwa prajurid. Kadang untuk membedakannya dengan Kerajaan Mataram Islam yang berdiri pada abad ke-16. Nama Mataram merujuk pada nama ibu kota kerajaan ini. Kitap ini memuat cerita tentang dewadewa yang mirip dengan relief yang ada di candi Borobudur. Namun berdasarkan prasasti-prasasti yang telah ditemukan sebetulnya nama Medang sudah dikenal sejak periode sebelumnya. dan cerita pertikaian antar kasta juga diterbitkan dalam waktu hamper bersamaan. Sebuah kitav agama Hindu Syiwa Brahmanapurana yang berisikan Kosmologi. Kerajaan Medang periode Jawa Tengah biasa pula disebut dengan nama Kerajaan Mataram Kuno atau Kerajaan Mataram Hindu.Pada umumnya sebutan Mataram Kuno lazim dipakai untuk menyebut nama Kerajaan ini pada periode Jawa Tengah. Sementara itu. Istilah Kerajaan Medang dipakai untuk menyebut nama kerajaan pada periode Jawa Timur. nama yang lazim dipakai untuk menyebut Kerajaan Medang periode TengahKerajaan Mataram. Mpu Sindok. sejarah para resi. Pada kerajaan di Jawa Tengah . yaitu merujuk kepada salah daerah ibu kota kerajaan ini.raja Wawa(924-929)serta merta tampil sebagai penguasa di jawa tengah. biasa pula disebut dengan nama Kerajaan Mataram Hindu.Kosmogoni. dan sangat toleran terhadap pemeluk agama Budha Mahayana .

diantaranya Kakawin Mahabrata. sekarang kira-kira adalah wilayah Kabupaten Jombang. Memang dari prasasti Sojomerto dan beberapaprasasti lain yang hingga kini belum dapat dibaca. sedangkan Syailendra (Budha Mahayana) berkuasa dikawasan selatan (Bagelan dan Mataram ). Besarnya pengaruh Kerajaan Mataram Kuno semakin terdesak ke wilayah timur. Dharmawangsa menikah dengan cucu Isyanatunggawiyaya yang lain dan mewarisi tahta mertuanya (991-1016). Nama Mataram mungkin baru dipakai sejak Sanjaya. Meskipun demikian. yang terletak disungai Brantas. ia bergelar rakai Mataram.Menurut catatan sejarah. Selama pemerintahannya telah diterbitkan berbagai karya. Kerajaan baru ini tudak lagi disebut Mataram. beberapa literature masih menyebutkan sebagai Mataram II. yang ditemukan di daerah Pekalongan. namun Medang. Prambanan. Tetapi seiring adanya pindahnya kerajaan Mataram kuno ke Jawa Timur disebabkan letusan Gunung Merapi . Mendut Kalasan.Pada abad ke-8 kerajaan Pra Mataram Islam (Mataram Kuno) memerintah di Jawa Tengah. mungkin sekali pusat kerajaan wangsa Sailendra itu mula-mula di daerah Pekalongan sekarang. dll) membuktikan pada masa bersamaan di Jawa terdapat dua agama besar yang bertoleransi. Dharmawangsa menyerang Sriwijaya untuk merebut bagian selatan wilayahnya agar dapat menguasai selat sunda yang sangat penting bagi perdagangan(992). tetapi jelas menggunakan hurug Pallawa. Cerita Parahyangan menyebutkan nama kerajaan Sanna dan Sanjaya itu Galuh.dengan Sanjaya (Syiwaistik) berkuasa di Kawasan Utara (kedu). Selain itu sebab pemerintahan Kerajaan Mataram kuno juga sempat berpindah ke Jawa Timur disebabkan selama abad ke-7 sampai ke-9 terjadi serangan-serangan dari Sriwijaya ke Kerajaan Mataram Kuno. Mpu sindok pada tahun 929 memindahkan pusat kerajaan Mataram dari Jawa Tengah ke Jawa Timur. yang diterjemahkan kedalam Bahasa Jawa Kuna dari kitap Mahabrata India. . demikian pula nama Medang sebagai pusat kerajaan. dll) dan Budha (Borobudur. Jawa Timur. Candi –candi Hindu (Dieng. Setelah Sri Isyanatunggawijaya meninggal maka kerajaan medang di pimpin oleh Raja Sri Dharmawangsa teguh Anantawikramatunggadewa yaitu anaknya Sri Isyanatunggawijaya dari perkawinannya dengan Raja Lokapala. tempat baru tersebut adalah watugaluh.seperti yang telah diketahui sekarang tidak diketahui nama kerajaan di JawaTengah ini sebelum masa pemerintahan Sanjaya.

Setelah beberapa tahun kemudian berada di hutan. Sri dan Airlangga(16 tahun). memilih menjadi pertapa dari pada mengganti Airlangga. dangan memiliki kekuasaan sampai perairan Indonesia bagian barat dan timur dengan raja Jayabaya. Pada tahun 1045. yang wilayahnya membentang dari pasuruan di timur hingga Madiun dibarat. raja Airlangga berhadapa dengan masalah pewarisan tahtanya sebagai raja.sama para pendeta Hindu dan biksu Budha selama dua tahun. Pada tahun 1025. Airlangga untuk menduduki tahta kerajaan. Airlangga memperlebar pengaruh Kahuripan seiring dengan melemahnya Sriwijaya. semenanjung melayu yang tengah diserang colomandala dari india selatan. tumpas-tapis. Mereka hidup bersama. menjadi pusat perdagangan yang penting untuk pertama kalinya.akhirnya pada tahun 1019. Pantai Utara Jawa terutama Surabaya dan Tuban. Kerajaan baru ini dikenal dengan kerajaan Kahuripan .Sriwijaya dibantu Raja Wurawuri dari semenanjung Melayu membalas serangan Dharmawangsa Teguh(1016). Airlangga mengganti nama kerajaan Medang Kamulan menjadi Kahuripan dengan ibukota Wulan Mas (1037). tentunya berpotensi memproduksi ancaman dari lawan. Airlangga membagi Kahuripan menjadi dua kerajaan untuk putranya yaitu Jenggala dan Kediri (penjulu). Airlangga memperluaswilayahnya kerajaan hingga ke Jawa Tengah dan Bali. membangun kembali kerajaan. keponakannya. memanfaatkan situasi vacuum of power di Jawa Timur ketika tentara pendudukan Wurawari disana terpaksa ditarik kembali ke. Serangan terjadi sewaktu pesta perkawinan agung antara putri Dharmawangsa. Dengan pemecahan Kerajaan Kahuripan itu maka Pecahan kerajaan Medang berakhir.kerajaan Janggala tidak mampu berkembang menjadi Negara besar sehingga lenyapdari percaturan politik sedangkan kerajaan Panjalu atau Kediri semakin berkembang. dan berdamai dengan Sriwijay. namun Airlanggadan pengiring setianya Narottama. airlangga berhasil mempersatukan wilayah kerajaan Medang yang telah terpecah. dapat menyingkir ke pegunungan Wonogiri. Sumber-sumber Sejarah Kerajaan Medang . Setelah dikukuhkan sebagai pewaris tahta mertuanya. Airlangga mengawini seorang putri Sriwijaya. Dharmawangsa Teguh. Airlangga dimakamkan di candi Belahan dengan perluhuran sebagai wisnu naik burung Garuda.pewarisan itu yaitu Sanggrammawijaya. Airlangga sendiri menjadi pertapa dan meninggal pada tahun 1049.Dharmawangsa. Setelah kerajaan Medang berpindah menjadi Kahuripan. Raja dan Para pembesar Negara gugur.

. keduanya pernah memimpin Hindia Belanda ketika Britania Raya menguasai Belanda pada dasawarsa kedua abad ke-19.Sumber-sumber sejarah yang menyebutkan keberadaan kerajaan Medang. Bagian yang tengah di temukan di Desa Dinoyo. Temuan Wonoboyo berupa artifak emas yang ditemukan tahun 1990 di Wonoboyo. b) Prasasti Sanggurah merupakan prasasti berangka tahun 982 Masehi yang ditemukan di daerah Malang dan menyebut nama penguasa daerah itu.Prasasti Wantil disebut juga prasasti Siwagreha yang dikeluarkan pada tanggal 12 November856. Mengingat kasus di gunung Wukir dan prasasti Canggal. mungkin sekali prasasti Dinoyo ini asalnya justru dari Merjosari. Sanjaya kemudian tampil menjadi raja. Selain meninggalkan bukti sejarah berupa prasasti-prasasti yang tersebar di Jawa Tengah dan Jawa Timur. pendapat ini mungin kurang dapat diterima karena Kejuron mungkin justru merupakan pusat kerajaan. Istana baru itu bernama Mamratipura. yaitu Sannaha saudara perempuan Sanna. De casparis menduga bahwa batu prasasti itu berasal dari Desa Kejuron. d) Prasasti Wantil. baik itu yang bercorak Hindu maupun Buddha. kira-kira 2 Km disebelah barat Dinoyo. atas dukungan ibunya. Sepeninggal Sanna. Mpu Manuku membangun ibu kota baru di desa Mamrati sehingga ia pun dijuluki sebagai Rakai Mamrati. tetapi di dekat candinya. yaitu Mataram. Ia hanya memberitakan adanya raja lain yang memerintah pulau Jawa sebelum dirinya. sedang prasasti tentulah tidak didirikan dipusat kerajaan. yang memangternyata menghasilkan sisa-sisa bangunan. sedang dibagian atas dan bagian bawah ditemukan di Desa Merjosari. Sri Maharaja Rakai Pangkaja Dyah Wawa Sri Wijayalokanamottungga (Dyah Wawa). bernama Sanna. Sanjaya sendiri mengeluarkan prasasti Canggal tahun 732. Klaten. sebagai pengganti ibu kota yang lama. yang diterjemahkan sebagai Candi Siwa. Prasasti berbentuk tablet ini disebut juga Prasasti Minto karena dihadiahkan oleh Raffles kepada Lord Minto. sumber-sumber ini dalam bentuk candi dan prasasti antara lain a) Prasasti Mantyasih yaitu Prasasti Mantyasih tahun 907 atas nama Dyah Balitung menyebutkan dengan jelas bahwa raja pertama Kerajaan Medang (Rahyang ta rumuhun ri Medang ri Poh Pitu) adalah Rakai Mataram Sang Ratu Sanjaya. namun tidak menyebut dengan jelas apa nama kerajaannya. juga menyebut tentang pendirian bangunan suci Siwagreha. negara menjadi kacau. Prasasti ini selain menyebut pendirian istana Mamratipura. c) Prasasti dinoyo yaitu prasasti yang ditemukan terputus menjadi tiga bagian. menunjukkan kekayaan dan kehalusan seni budaya kerajaan Mataram. Jawa Tengah. Kerajaan Mataram/Medang juga membangun banyak candi.

. Sistem Pemerintahan Kerajaan Medang Didalam prasasti Mantyasih . Candi Prambanan. pendiri Kerajaan Medang (Karya Candi Canggal / Penganut Hindu Syiwa) Rakai Panangkaran.daftar raja-raja tersebut sebagai berikut: 1. Didalam prasasti Mantyasih tersebut tertulis daftar raja-raja Medang yang telah berkuasa dalam setiap masa pemerintahannya. karena semula Desa Balingawan itu selalu diganggu oleh penjahat sehingga penduduk sering membayar denda atas pembunuhan gelap dan perkelahian gelap yang mengakibatkan seseorang menderita luka-luka. Rakai Panunggalan alias Dharanindra Menaklukkan Sriwijaya bahkan sampai ke kamboja dan campa berjuluk Wirawairimathana (penumpas musuh perwira) 4. awal berkuasanya Wangsa Sailendra(Membangun Candi Borobudur. dan tentu saja yang paling kolosal adalah Candi Borobudur. Candi Pawon. didalam prasasti Balingawan disebut sima kamulan. Saying sekali hingga sekarang belum jelas apa tugas seorang mula dalam masyarakat jawa kuno. Sanjaya.Candi-candi peninggalan Kerajaan Medang antara lain. karena menjadi pokok pembicaraan dalam prasasti itu ialah tempat penyeberangan. 2. Candi Mendut. Rakai Warak alias Samaragrawira Ayah dari Balaputradewa raja Sriwijaya Wirawairimathana (penumpas musuh perwira) 5. Candi Kalasan. Berdasarkan itu semua dapat disimpulkan disini bahwa Desa Bhumisambhara itu ialah sima kamulan karena dianugrahkan kepada pejabat mula.sebagai penganut budha mahaya" dinasti berpindah agama dari leluhurnya yang hindu syiwa")membangun juga candi Kalasan . 3. didalam prasasti Sangguran disebut sima kajurugusalyan di Mananjung. Rakai Garung alias Samaratungga Sri Maharaja Samarottungga. Candi Sewu. sebagai pengormatan leluhur"). yaitu ketua para pandai besi. karena ada jabatan juru gusali. Desa Mantyasih disebut sima kapatiihan karena yang mendapat anugrah adalah lima orang patih di Mantyasih. Candi megah yang dibangun oleh Sailendrawangsa ini telah ditetapkan UNESCO (PBB) sebagai salah satu warisan budaya dunia. Candi Plaosan. Didalam prasasti telang ada istilah kamulan dan rumah kamulan yang jelas tidak ada hubungan dengan tempat pemujaan cikal bakal Desa telang.

yaitu Sang Jatiningrat (gelar Rakai Pikatan sebagai brahmana). Kemudian pada prasasti Kayumwungan tahun 824 jabatan Rakai Patapan dipegang oleh Mpu Palar. putra Sri Maharaja Rakai Garung. Mungkin saat itu Mpu Manuku sudah pindah jabatan menjadi Rakai Pikatan. Pengangkatan putra bungsu sebagai raja ini didasarkan pada jasa kepahlawanan Dyah Lokapala dalam menumpas musuh ayahnya. Kiranya daerah Patapan kembali menjadi tanggung jawab Mpu Manuku. pada masa pemerintahannya. 7. Balaputradewa. pada prasasti Tulang Air tahun 850 Mpu Manuku kembali bergelar Rakai Patapan. Rakai Kayuwangi alias Dyah Lokapala Menurut prasasti Wantil atau prasasti Siwagerha tanggal 12 November 856. 6. Sedangkan menurut prasasti Gondosuli. Pada tahun 825. raja kelima Kerajaan Medang. meskipun saat itu ia sudah menjadi maharaja. Dyah Lokapala naik takhta menggantikan ayahnya. dan Pramodhawardhani yang menikah dengan Rakai Pikatan. Akan tetapi. Sriwijaya lebih mengedepankan pengembangan agama dan budaya.Atau kadang ditulis Samaratungga. adalah raja SriwijayaWangsa Syailendra yang memerintah pada tahun 792 – 835. misalnya Maharaja Rakai Watukura Dyah Balitung. Dari pernikahan itu Samaratungga memiliki seorang putra pewaris tahta. Untuk memperkuat aliansi antara wangsa Syailendra dengan penguasa Sriwijaya terdahulu. (Pusat kerajaan tidak lagi di mataram tapi di mamratipu 8. Awal kebangkitan Wangsa Sanjaya (Candi Prambanan) Rakai Pikatan terdapat dalam daftar para raja versi prasasti Mantyasih. Pada prasasti Munduan tahun 807 diketahui Mpu Manuku menjabat sebagai Rakai Patapan. Tidak seperti pendahulunya yang ekspansionis. Rakai Watuhumalang . Tradisi seperti ini memang berlaku dalam sejarah Kerajaan Medang di mana seorang raja mencantumkan pula gelar lamanya sebagai kepala daerah. Samaratungga menikahi Dewi Tara. Rakai Pikatan suami Pramodawardhani. dia menyelesaikan pembangunan candi Borobudur yang menjadi kebanggaan Indonesia. Nama aslinya menurut prasasti Argapura adalah Mpu Manuku. yang bermarkas di timbunan batu di atas bukit Ratu Baka. putri Dharmasetu. Mpu Palar telah meninggal sebelum tahun 832.

Pada akhir pemerintahan Dyah Balitung terjadi persekutuan antara Mpu Daksa dengan Rakai Gurunwangi (prasasti Taji Gunung). Ditinjau dari ciri-cirinya. Sedangkan Rakai Watuhumalang mungkin juga putra Rakai Pikatan atau mungkin menantunya. tokoh Rakryan Layang ini seorang wanita berkedudukan tinggi. jadi tidak mungkin sama dengan Dyah Tulodhong. Hubungan kekerabatan ini berdasarkan bukti bahwa Daksa sering disebut namanya bersamaan dengan istri Balitung dalam beberapa prasasti. 9. Rakai Layang Dyah Tulodong Dyah Tulodhong dianggap naik takhta menggantikan Mpu Daksa. Kiranya pemerintahan Dyah Balitung berakhir oleh kudeta yang dilakukan kedua tokoh tersebut. Mpu Daksa Mpu Daksa naik takhta menggantikan Dyah Balitung yang merupakan saudara iparnya. memindahkan pusat pemerintahan kerajaan medang dari mamratipura ke pohpitu(sekitar kedu) 10. antara lain Rakai Gurunwangi (prasasti Plaosan) dan Rakai Kayuwangi (prasasti Argapura). yang artinya “Daksa. Dyah Tulodhong berhasil menikahinya sehingga ia pun ikut mendapatkan gelar Rakai Layang. akhir periode rakai pikatan terjadi perpecahan di Kerajaan Medang akibat perebutan kuasa antara Gurunwangi dan kayuwangi namun sepeninggal kayuwangi Watuhumalang yang menduduki tahta. Rakai Watukura Dyah Balitung Rakai Watuhumalang memiliki putra bernama Mpu Daksa (prasasti Telahap) dan menantu bernama Dyah Balitung (prasasti Mantyasih). Selain itu juga diperkuat dengan analisis sejarawan Boechari terhadap berita Cina dari Dinasti TangTat So Kan Hiung. Mungkin Rakryan Layang adalah putri Mpu Daksa. Dalam prasasti Lintakan Dyah Tulodhong disebut sebagai putra dari seseorang yang dimakamkan di Turu Mangambil. yaitu Mpu Daksa. Dyah Balitung inilah yang mungkin berhasil menjadi pahlawan dalam menaklukkan Rakai Gurunwangi dan Rakai Limus sehingga takhta pun jatuh kepadanya sepeninggal Rakai Watukura. 12. bahkan naik takhta menggantikan mertuanya.Rakai Pikatan memiliki beberapa orang anak. Dalam prasasti Ritihang yang dikeluarkan oleh Mpu Daksa terdapat tokoh Rakryan Layang namun nama aslinya tidak terbaca. Rakai Sumba Dyah Wawa . saudara raja yang gagah berani” 11.

pada masa pemerintahan Dyah Balitung sudah pindah lagi ke Poh Pitu (masih di sekitar Kedu). yang menjadi raja selanjutnya adalah putra mereka yang bernama Sri Makuthawangsawardhana. Apabila prasasti tersebut mengalami kerusakan. Menurut prasasti Pucangan. Nama ayahnya ini mirip dengan Rakryan Landhayan. awal periode Jawa Timur Istana Kerajaan Medang pada awal berdirinya diperkirakan terletak di daerah Mataram (dekat Yogyakarta sekarang). ahli waris biasanya memohon kepada raja yang sedang berkuasa untuk memperbaharuinya. prasasti Gedangan ini merupakan prasasti tiruan yang dikeluarkan pada zaman Kerajaan Majapahit untuk mengganti prasasti asli yang sudah rusak. 13. ditemukan kalimat berbunyi Kita prasiddha mangraksa kadatwan rahyangta i Bhumi Mataram i Watugaluh. Misalnya. Prasasti atau piagam dianggap sebagai benda pusaka yang diwariskan secara turuntemurun. Tidak banyak diketahui tentang masa pemerintahannya. Makuthawangsawardhana . Mpu Sindok. ia menyebut kalau kerajaannya merupakan kelanjutan dari Kerajaan Medang di Jawa Tengah. Sri Lokapala suami Sri Isanatunggawijaya Sri Isyana Tunggawijaya merupakan putri dari Mpu Sindok. Namun. Prasasti pembaharuan ini disebut dengan istilah prasasti tinulad. Dalam beberapa prasastinya. 14. Mpu Sindok kemudian memindahkan istana Medang ke wilayah Jawa Timur sekarang.Dalam prasasti Wulakan tanggal 14 Februari 928. Lalu. Tidak diketahui dengan pasti kapan pemerintahan Sri Lokapala dan Sri Isyana Tunggawijaya berakhir. 15. Dyah Wawa mengaku sebagai anak Kryan Landheyan sang Lumah ri Alas (putra Kryan Landheyan yang dimakamkan di hutan). Suaminya yang bernama Sri Lokapala merupakan seorang bangsawan dari pulau Bali. yaitu raja yang telah memindahkan istana Kerajaan Medang dari Jawa Tengah menuju Jawa Timur. Kemudian pada masa pemerintahan Rakai Pikatan dipindah ke Mamrati (daerah Kedu). Peninggalan sejarah Sri Lokapala berupa prasasti Gedangan tahun 950 yang berisi tentang anugerah desa Bungur Lor dan desa Asana kepada para pendeta Buddha di Bodhinimba. yaitu ipar Rakai Kayuwangi yang melakukan penculikan dalam peristiwa Wuatan Tija. Kemudian pada zaman Dyah Wawa diperkirakan kembali ke daerah Mataram.

Jalannya pemerintahan Makutawangsawardhana tidak diketahui dengan pasti. Namanya hanya ditemukan dalam prasasti Pucangan sebagai kakek Airlangga. Disebutkan bahwa, Makutawangsawardhana adalah putra pasangan Sri Lokapala dan Sri Isana Tunggawijaya putri Mpu Sindok. Prasasti Pucangan juga menyebut Makutawangsawardhana memiliki putri bernama Mahendradatta, yaitu ibu dari Airlangga. Dalam prasasti itu juga disebut adanya nama seorang raja bernama Dharmawangsa, namun hubungannya dengan Makutawangsawardhana tidak dijelaskan. 16. Dharmawangsa Teguh, Kerajaan Medang berakhir Prasasti Pucangan tahun 1041 dikeluarkan oleh raja bernama Airlangga yang menyebut dirinya sebagai anggota keluarga Dharmawangsa Teguh. Disebutkan pula bahwa Airlangga adalah putra pasangan Mahendradatta dengan Udayana raja Bali. Adapun Mahendradatta adalah putri Makuthawangsawardhana dari Wangsa Isana. Airlangga sendiri kemudian menjadi menantu Dharmawangsa.

Keadaan masyarakat Didalam struktur pemerintahan kerajaan-kerajaan kuno, raja(sri maharaja) ialah penguasa tertinggi.sesuai dengan landasan kosmogonis,raja ialah penjelmaan dewa di dunia. Hal itu ternyata dari gelar abhiseka dan pujian-pujian kepada raja didalam berbagai prasasti dan kitab-kitap susastra Jawa kuno sejak raja Airlangga. Dari zaman Mataram kuno hanya ada dua orang raja yang bergelar abhiseka dengan unsure tunggadewa, yaitu Bhujayotunggadewa didalam prasasti dari Candi Plaosan Lor dan Rakai Layang Dyah Tulodong Sri Sajjanasanmatanuragatungadewa. Didalam kerajaan Mataram secara khusus menganut suatu landasan kosmogonis yaitu kepercayaan akan arus adanya suatu keserasian antara dunia manusia ini ( mikrokosmos) dengan alam semesta (mikrokosmos).

Disini akan disajikan gambaran besarnya saja dalam garis besarnya saja, dimulai dengaan golongan elite ditingkat pusat. Di ibu kota kerajaan, yang menurut berita-berita cina dikelilingi oleh dinding, baik dari batu bata maupun dari batang-batang kayu, terdapat istana raja yang juga dikelilingi oleh dinding. Didalam istana itulah berdiam raja dan keluarganya, yaitu permaisuri, selir selir, dan anak-anaknya yang belum dewasa, dan para hamba istana(hulun haji, watek I jro). Diluar istana, masih didalam lingkungan dindinga kota, terdapat kediaman putra mahkota (rake hino), dan tiga orang adiknya (rakai hulu, rakai sirikan dan rakai wra), dan kediaman para pejabat tinggi kerajaan. Dilingkungan tembok ibu kota kerajaan tinggal kelompok elite dan non-elite, raja dan keluarganya mengmbil tempat tersendiri. Hungungan antara raja secara langsung dengan kelompok non-elite sulit terlaksana, sedang dengan kelompok elite birokrasi saja hubungan itu henya terjadi secara formal. Didalam landasan Kosmogonis masyarakat yaitu menurut kepercayaan ini manusia selalu berada dibawah pengaruah kekuatan-kekuatan yang terpancar dari bintang-bintang dan planet-planet. Kekuatan itu dapat membawa kebahagian , kesejahteraan , dan perdamaian atau bencana kepada manusia, tergantung dari dapat atau tidaknya individu , kelompok-kelompok sosial, terutama kerajaan,menyerasikan hidup dan semua kegiatannya dengan gerak alam semesta. Agama resmi Kerajaan Medang pada masa pemerintahan Sanjaya adalah Hindu aliran Siwa. Ketika Sailendrawangsa berkuasa, agama resmi kerajaan berganti menjadi Buddha aliran Mahayana. Kemudian pada saat Rakai Pikatan dari Sanjayawangsa berkuasa, agama Hindu dan Buddha tetap hidup berdampingan dengan penuh toleransi. Didalam stratifikasi sosialnya masyarakat didalam kerajaan Medang masih menggunakan kasta-kasta didalam agama Hindu baik kedudukannya didalam struktur birokrasi maupun kedudukannya berdasarkan kekayaan materill. Menurut ajaran agama Hindu , alam ini terdiri atas suatu benua pusat berbentuk lingkaran, yang bernama jambudwipa. Benua ini dilingkari oleh tujuh lautan dan tujuh daratan, dan semua itu di batasi oleh suatu pegunungan yang tinggi. Ditengah –tengah Jambudwipa berdiri gunung Meru sebagai pusat alam semesta. Matahari , bulan , dan bintangbintang bergerak mengililingi Gunung Meru itu. Di Puncaknya terdapat kota dewa-dewa, yang di kelilingai oleh tempat tinggal ke delapan dewa penjaga mata angin (Lokapala).

Dengan singkat dapat dikatakan bahwa seorang raja harus berpegang teguh kepada dharma, bersikap adil, menghukum yang bersalah dan memberikan anugrah kepada mereka yang berjasa( wnang wgraha anugraha), bijaksana, tidak boleh sewenang-wenangnya. Waspada terhadapgejolak dikalangan rakyatnya, berusaha agar rakyat senantiasa memperoleh rasa tentram dan bahagia, dan dapat memperlihatkan wibawanya dengan kekuatan angkatan perang dan harta kekayaannya. Di bidang ekonomi penduduk Medang sejak periode Bhumi Mataram sampai periode Wwatan pada umumnya bekerja sebagai petani. Kerajaan Medang memangterkenal sebagai negara agraris, sedangkan saingannya, yaitu Kerajaan Sriwijaya merupakan negara maritim. Dibeberapa prasasti telah memberi keterangan akan adanya masyarakat yang mengenel ekonomi di wilayah kerajaan,di pedesaan pertama-tama sudah mengenal hasil bumi seperti beras, buah-buahan, sirih pinah, dan buah mengkudu. Juga hasil industry rumah tangga, seperti alat perkakas dari besi dan tembaga, pakaian, paying keeranjang dan barang-barang anyaman , kejang kepis, gula, arang, dan kapur sirih. Binatang ternak seperti kerbau, sapi, kambing , itik dan ayam serta telurnya juga diperjualbelikan. Prasasti tidak menyebutkan komoditas ekspor, dan hanya ada satu barang yang mungkin diimpor yaitu kain buatan India (wdihan buat kling). Akan tetapi, data tentang masalah ekspor-impor itu diperoleh darr berita-berita Cina. Ekspor dari pelabuhan –pelabuhan di Jawa terdiri atas hasil bumi dan hutan Pulau Jawa sendiri dan dari Pulau-pulau yang lain, terutama dari Kaliimantan dan Indonesian bagian timur. Komoditas ekspor itu anatara lain garam yang di hasilkan dipantai utara PUlau Jawa, terutama didaerah Kembang dan Tuban , kain Katun dan Kapuk, Sutra tipis dan Sutra kuning, damas, kain brokat berwarna-warni, kulit penyu, pinang, pisang raja, gula tebu, kemukus, cula badak, mutiara, belerang, gaharu, kayu sepang, kayu cendana.,cengkeh, pala, marica, dammar, kapur barus dan lain-lainnya.

Tujuan pembagian kerajaan menjadi dua agar tidak terjadi pertikaian. Pada tahun 1041 atau 963 M Raja Airlangga memerintahkan membagi kerajaan menjadi dua bagian. yaitu Daha. Pada awalnya perang saudara tersebut. Ketika Singasari berada di bawah pemerintahan Kertanegara (1268 1292). Hasil karya sastra tersebut adalah kitab Kakawin Bharatayudha yang ditulis Mpu Sedah dan Mpu Panuluh yang menceritakan tentang kemenangan Kediri/Panjalu atas Jenggala. Akhirnya pada tahun 1292 Jayakatwang berhasil mengalahkan Kertanegara dan membangun kembali kejayaan Kerajaan Kediri. Kerajaan ini merupakan bagian dari Kerajaan Mataram Kuno. dimenangkan oleh Jenggala tetapi pada perkembangan selanjutnya Panjalu/Kediri yang memenangkan peperangan dan menguasai seluruh tahta Airlangga. Akan tetapi hilangnya jejak Jenggala mungkin juga disebabkan oleh tidak adanya prasasti yang ditinggalkan atau belum ditemukannya prasasti yang ditinggalkan Kerajaan Jenggala. ibu kotanya Kahuripan. kitab Negarakertagama (1365 M). sedangkan Kerajaan Jenggala semakin tenggelam. Putra yang bernama Sri Samarawijaya mendapatkan kerajaan barat bernama Panjalu yang berpusat di kota baru. Panjalu dapat dikuasai Jenggala dan diabadikanlah nama Raja Mapanji Garasakan (1042 – 1052 M) dalam prasasti Malenga. Kerajaan Jenggala meliputi daerah Malang dan delta sungai Brantas dengan pelabuhannya Surabaya. . Kejayaan Kerajaan Kediri sempat jatuh ketika Raja Kertajaya (1185-1222) berselisih dengan golongan pendeta. Kedua kerajaan tersebut dikenal dengan Kahuripan menjadi Jenggala (Kahuripan) dan Panjalu (Kediri) yang dibatasi oleh gunung Kawi dan sungai Brantas dikisahkan dalam prasasti Mahaksubya (1289 M). yaitu Kahuripan. dan serat Calon Arang (1540 M). selain ditemukannya prasasti-prasasti juga melalui kitab-kitab sastra yang banyak menjelaskan tentang kerajaan Kediri. sedangkan Panjalu kemudian dikenal dengan nama Kediri meliputi Kediri. raja Kediri yang selama ini tunduk kepada Singasari bergabung dengan Bupati Sumenep (Madura) untuk menjatuhkan Kertanegara. Brantas yang pada masa itu telah menjadi jalur pelayaran yang ramai. Diduga Kerajaan Jenggala ditaklukkan oleh Kediri. dan ibu kotanya Daha. Airlangga terpaksa membelah wilayah kerajaannya karena kedua putranya bersaing memperebutkan takhta. Pusat kerajaanya terletak di tepi S. Dengan demikian di Jawa Timur berdirilah kerajaan Kediri dimana bukti-bukti yang menjelaskan kerajaan tersebut. Namun kemudian kedudukannya direbut oleh Ken Arok. Keadaan ini dimanfaatkan oleh Akuwu Tumapel Tunggul Ametung. Madiun. dan Kediri berada di bawah kekuasaan Singasari.Kerajaan Kediri Kerajaan Kediri adalah sebuah kerajaan besar di Jawa Timur yang berdiri pada abad ke-12. Sedangkan putra yang bernama Mapanji Garasakan mendapatkan kerajaan timur bernama Jenggala yang berpusat di kota lama. Rembang. terjadilah pergolakan di dalam kerajaan. Berdasarkan prasasti-prasasti yang ditemukan masing-masing kerajaan saling merasa berhak atas seluruh tahta Airlangga sehingga terjadilah peperangan. Diatas bekas Kerajaan Kediri inilah Ken Arok kemudian mendirikan Kerajaan Singasari. Dalam perkembangannya Kerajaan Kediri yang beribukota Daha tumbuh menjadi besar. Pada akhir November 1042. Jayakatwang. dan Pasuruhan. Pembagian kerajaan tersebut dilakukan oleh seorang Brahmana yang terkenal akan kesaktiannya yaitu Mpu Bharada.

kerajaan kembali dipersatukandi bawah kekuasaan Kediri. Pewaris tahta kerajaan Medang Kamulan seharusnya seorang putri yaitu Sri Sanggramawijaya yang lahir dari seorang permaisuri. Medang Kamulan mencapai kejayaan dan kemakmuran. yang lebih dikenal sebagai Kameshwara I (1115 – 1130 ). Jayabaya Raja Kediri ketiga yang bergelar Shri Maharaja Shri Kroncarryadipa Handabhuwanapalaka Parakramanindita Digjayotunggadewanama Shri Gandra. Setelah Bameswara turun takhta. Airlangga memutuskan untuk mundur dari pemerintahan dan menjadi pertapa dengan sebutan Resi Gentayu. Dengan prasastinya pada tahun 1181. Namun karena memilih menjadi pertapa. Berturut-turut raja-raja Kediri sejak Jayabaya sebagai berikut. Medang Kamulan dibagi menjadi dua yaitu kerajaan Jenggala dengan ibu kota Kahuripan. dimana Kediri tetap menjadi kerajaan yang subur dan makmur namun tetap tidak damai sepenuhnya dikarenakan dibayang. Prabu Jayabaya adalah raja Kediri yang paling terkenal. Airlangga memindahkan pusat pemerintahan dari Medang Kamulan ke Kahuripan. Lencana kerajaanya adalah tengkorak yang bertaring disebut Candrakapala. setelah kewibawaan kerajaan berhasil dipulihkan. Hal ini dapat terlihat hingga abad ke 12 . dan ibukotanya yang keindahannya dikagumi seluruh dunia bernama Dahana. Adapun raja – raja yang pernah berkuasa pada masa kerajaan Kediri adalah: Shri Jayawarsa Digjaya Shastraprabhu. Menjelang akhir hayatnya . Pada masa itu ibu kota Panjalu telah dipindahkan dari Daha ke Kediri sehingga kerajaan ini lebih dikenal dengan nama Kerajaan Kediri. Berkat jerih payahnya . ia digantikan Jayabaya yang dalam masa pemerintahannya itu berhasil mengalahkan Jenggala. Keahlian sebagai pemimpin politik yang ulung Jayabaya termasyur dengan ramalannya. Pertempuran yang terus menerus antara Jenggala dan Panjalu menyebabkan selama 60 tahun tidak ada berita yang jelas mengenai kedua kerajaan tersebut hingga munculnya nama Raja Bameswara (1116 – 1135 M) dari Kediri. dan kerajaan Kediri (Panjalu) dengan ibu kota Dhaha. Permaisurinya bernama Shri Kirana.Raja Kediri pertama Mapanji Garasakan memerintah tidak lama. Hal itu menjadikan suasana gelap. Tetapi upaya tersebut mengalami kegagalan. penuh kemunafikan dan pembunuhan berlangsung terhadap pangeran dan raja – raja antar kedua negara. tahta beralih pada putra Airlangga yang lahir dari selir. Ramalan–ramalan itu dikumpulkan dalam satu kitab . Dalam kitab ini sang raja di puji–puji sebagai titisan dewa Kama. Mapanji Alanjung kemudian diganti lagi oleh Sri Maharaja Samarotsaha. Airlangga meninggal pada tahun 1049 M. Ia digantikan Raja Mapanji Alanjung (1052 – 1059 M). yang berasal dari Janggala. Untuk menghindari perang saudara. Namun perseteruan ini berakhir dengan kekalahan Jenggala. Airlangga berusaha memulihkan kembali kewibawaan Medang Kamulan. Pada tahun 1019 M Airlangga dinobatkan menjadi raja Medang Kamulan.bayangi Jenggala yang berada dalam posisi yang lebih lemah. di bawah pemerintahannya Kediri mencapai kejayaan. Ia menamakan dirinya sebagai titisan Wisnu. Kameshwara Raja ke dua kerajaan Kediri yang bergelar Sri Maharajarake Sirikan Shri Kameshwara Sakalabhuwanatushtikarana Sarwwaniwaryyawiryya Parakrama Digjayottunggadewa. Jayawarsa adalah raja pertama kerajaan Kediri dengan prasastinya yang berangka tahun 1104. Raja Bameswara menggunakan lencana kerajaan berupa tengkorak bertaring di atas bulan sabit yang biasa disebut Candrakapala. Dalam masa pemerintahannya Mpu Darmaja telah mengubah kitab Smaradhana.

terjadi pertentangan dengan kaum Brahmana. Kerajaan Kediri bangkit kembali di bawah pemerintahan Jayakatwang. kama. moksa. beliau mengendalikan diri dari pemerintahannya dengan prinsip . Perseteruan memuncak menjadi pertempuran di desa Ganter. Prasasti pada Jaman Kerajaan Kediri antara lain: 1. Tujuan hidup manusia menurut prabu Sarwaswera yang terakhir adalah moksa. Salah seorang pemimpin pasukan Singasari. . Keadaan ini dimanfaatkan Raden Wijaya untuk menyerang Jayakatwang. berhasil meloloskan diri ke Madura. akuwu Tumapel. yaitu pemanunggalan jiwatma dengan paramatma. Pemerintahan Kertajaya Raja terakhir pada masa Kediri. prabu Sarwaswera memegang teguh prinsip tat wam asi yang artinya Dikaulah itu. dikaulah (semua) itu . pada tahun 1222 M. Raden Wijaya. Jalan yang benar adalah sesuatu yang menuju kearah kesatuan . Prabu Sarwaswera. Mereka menggangap Kertajaya telah melanggar agama dan memaksa mereka untuk menyembahnya sebagai dewa. Pada tahun 1293.Dan dari Prasasti tersebut dapat di ketahui kalau Raja Jayabhaya adalah raja yang berhasil mengalahkan Janggala dan mempersatukannya kembali dengan Kediri.mada (mabuk). Setelah itu tidak ada lagi berita tentang Kerajaan Kediri. masarya (iri hati). Prasasti Banjaran yang berangka tahun 1052 M menjelaskan kemenangan Panjalu atau Kadiri atas Jenggala 2. moha (kebingungan). Kemudian kaum Brahmana meminta perlindungan Ken Arok . semua makhluk adalah engkau . Karena perilakunya yang baik. yakni enam macam musuh dalam diri manusia. sang prabu memang senantiasa berbuat adil pada masyarakatnya. Prabu Kroncharyadipa Namanya yang berarti benteng kebenaran. segala sesuatu yang menghalangi kesatuan adalah tidak benar. Dalam perang tersebut pasukan Jayakatwang mudah dikalahkan. Runtuhnya kerajaan Kediri dikarenakan pada masa pemerintahan Kertajaya . Sikap merakyat dan visinya yang jauh kedepan menjadikan prabu Jayabaya layak dikenang. Ia bekerjasama dengan tentara Mongol dan pasukan Madura di bawah pimpinan Arya Wiraraja untuk menggempur Kediri. datang tentara Mongol yang dikirim oleh Kaisar Kubilai Khan untuk membalas dendam terhadap Kertanegara. Dukungan spiritual dan material dari Prabu Jayabaya dan hal budaya dan kesusastraan tidak tanggung–tanggung. Prasasti Hantang tahun 1135 atau 1052 M menjelaskan Panjalu atau Kadiri pada masa Raja Jayabaya. Kertajaya raja yang mulia serta sangat peduli dengan rakyat. Setelah berhasil mengalahkan Kertanegara.yang berjudul jongko Joyoboyo. Kertajaya dikenal dengan catur marganya yang berarti empat jalan yaitu darma. Jayakatwang memperbolehkan Raden Wijaya untuk membuka Hutan Tarik sebagai daerah tempat tinggalnya. pada masa itu menandai berakhirnya kerajaan Kediri. raja yang taat beragama dan budaya. Masyarakat yang aman dan tentram sangat dia harapkan. Prinsip kesucian prabu Srengga menurut para dalang wayang dilukiskan oleh Prapanca. . Prasasti ini dikeluarkan sebagai piagam pengesahan anugerah untuk penduduk Desa Ngantang yang setia pada Kadiri selama perang dengan Jenggala. Keenam itu adalah kroda (marah). Sebagai pemeluk agama yang taat. arta. Dalam pertempuran itu Ken Arok dapat mengalahkan Kertajaya.Pada prasasti ini terdapat semboyan Panjalu Jayati yang artinya Panjalu Menang. kama (hawa nafsu). sad kama murka.loba (rakus). Srengga Kertajaya Srengga Kertajaya tak henti–hentinya bekerja keras demi bangsa negaranya.

Selain itu. Kitab ini bersumber dari Mahabharata yang berisi kemenangan Pandawa atas Korawa. Prasasti Jepun 1144 M 4. Kitab ini bersumber dari Mahabharata yang berisi kemenangan Pandawa atas Kurawa. Pada tahun 1157 Kakawin Bharatayuddha ditulis oleh Mpu Sedah dan diselesaikan Mpu Panuluh. Kemudian pada zaman pemerintahan Kertajaya terdapat pujangga bernama Mpu Monaguna yang menulis Sumanasantaka dan Mpu Triguna yang menulis Kresnayana. Mpu Panuluh juga menulis Kakawin Hariwangsa dan Gatotkacasraya. sebagai kiasan kemenangan Sri Jayabhaya atas Jenggala. Terdapat pula pujangga zaman pemerintahan Sri Kameswara bernama Mpu Dharmaja yang menulis Kakawin Smaradahana.Prasasti Hantang 3. sebagai kiasan.kemenangan. Seni sastra mendapat banyak perhatian pada zaman Kerajaan Panjalu-Kadiri. Prasasti Talan 1136 M Seni sastra juga mendapat banyak perhatian pada zaman Kerajaan Kadiri. . Pada tahun 1157 Kakawin Bharatayuddha ditulis oleh Mpu Sedah dan diselesaikan Mpu Panuluh.

Data ini didapat dari prasasti Mula Malurung. Pada awalnya. yakni Dinasti Rajasa (Rajasawangsa) atau Girindra (Girindrawangsa). Terakhir adalah Kertanagara (1254–1292 M). SISTEM PEMERINTAHAN KERAJAAN SINGASARI Ada dua versi yang menyebutkan silsilah kerajaan Singasari alias Tumapel ini. Ken Arok yang mengangkat dirinya sebagai raja Tumapel bergelar Sri Rajasa Sang Amurwabhumi. 2. Dalam jangka waktu pemerintahaannya yang lama. Ken Arok dibunuh oleh seorang suruhan Anusapati (anak tiri Ken Arok). karena tertarik pada Ken Dedes istri Tunggul Ametung. raja pertama Kerajaan Singasari adalah Rangga Rajasa Sang Girinathapura (1222–1227 M). Selanjutnya adalah Anusapati. 1. Ken Arok hanya memerintah selama lima tahun (1222–1227 M). Pada tahun 1227 M. Ken Arok dimakamkan di Kegenengan dalam bangunan Siwa–Buddha. Keinginannya terpenuhi setelah kaum Brahmana Kadiri meminta perlindungannya. Selanjutnya ia berkeinginan melepaskan Tumapel dari kekuasaan kerajaan Kadiri yang diperintah oleh Kertajaya. Ken Arok berkedudukan sebagai Akuwu (Bupati) di Tumapel menggantikan Tunggul Ametung yang dibunuhnya. Ken Arok (1222–1227 M) Pendiri Kerajaan Singasari adalah Ken Arok yang sekaligus juga menjadi Raja Singasari yang pertama dengan gelar Sri Ranggah Rajasa Sang Amurwabumi. yang diteruskan oleh Ranggawuni alias Wisnuwardhana (1250–1272 M). Anusapati tidak banyak melakukan pembaharuan- . Terakhir adalah Kertanegara yang memerintah sejak 1272 hingga 1292 M. Tunggul Ametung dibunuh oleh Ken Arok yang merupakan pengawalnya. Munculnya Ken Arok sebagai raja pertama Singasari menandai munculnya suatu dinasti baru. Kerajaan Singasari hanya sempat bertahan 70 tahun sebelum mengalami keruntuhan. Keberadaan Kerajaan Singosari dibuktikan melalui candi-candi yang banyak ditemukan di Jawa Timur yaitu daerah Singosari sampai Malang. Versi pertama adalah versi Pararaton yang informasinya didapat dari Prasasti Kudadu. Anusapati (1227–1248 M) Dengan meninggalnya Ken Arok maka takhta Kerajaan Singasari jatuh ke tangan Anusapati. Pararaton menyebutkan Ken Arok adalah pendiri Kerajaan Singasari yang digantikan oleh Anusapati (1247–1249 M). Sementara pada versi Negarakretagama.Kerajaan Singasari Kerajaan Singasari adalah sebuah kerajaan Hindu Buddha di Jawa Timur yang didirikan oleh Ken Arok pada tahun 1222 M. Tumapel hanyalah sebuah wilayah kabupaten yang berada dibawah kekuasaan Kerajaan Kadiri dengan bupati bernama Tunggul Ametung. juga melalui kitab sastra peninggalan zaman Majapahit yang berjudul Negarakertagama karangan Mpu Prapanca yang menjelaskan tentang raja-raja yang memerintah di Singosari serta kitab Pararaton yang juga menceritakan riwayat Ken Arok yang penuh keajaiban. Kerajaan ini beribu kota di Tumapel yang terletak di kawasan bernama Kutaraja. Dengan alasan tersebut. sehingga Kertajaya mengalami kekalahan pada pertempuran di desa Ganter. A. Kitab Pararaton isinya sebagian besar adalah mitos atau dongeng tetapi dari kitab Pararatonlah asal usul Ken Arok menjadi raja dapat diketahui. maka tahun 1222 M /1144 C Ken Arok menyerang Kediri. Sebelum menjadi raja. Lokasi kerajaan ini sekarang diperkirakan di daerah Singosari. yang dilanjutkan Wisnuwardhana (1248–1254 M). Anusapati diganti oleh Tohjaya (1249–1250 M). Malang.

Tohjoyo memerintah Kerajaan Singasari tidak lama sebab anak Anusapati yang bernama Ranggawuni berusaha membalas kematian ayahnya. Pada saat Anusapati asyik menyaksikan aduan ayamnya. Tohjoyo (1248 M) Dengan meninggalnya Anusapati maka tahta Kerajaan Singasari dipegang oleh Tohjoyo. Ranggawuni berhasil menggulingkan Tohjoyo dan kemudian menduduki singgasana. . Tohjoyo mengetahui bahwa Anusapati gemar menyabung ayam sehingga diundangnya Anusapati ke Gedong Jiwa (tempat kediamanan Tohjoyo) untuk mengadakan pesta sabung ayam. Dengan bantuan Mahesa Cempaka dan para pengikutnya. Pada tahun 1268 Wisnuwardanameninggal dunia dan didharmakan di Jajaghu atau Candi Jago sebagai Buddha Amogapasa dan di Candi Waleri sebagai Siwa. 4. Namun. Peristiwa kematian Ken Arok akhirnya terbongkar dan sampai juga ke Tohjoyo (putra Ken Arok dengan Ken Umang).pembaharuan karena larut dengan kesenangannya menyabung ayam. Ppemerintahan Ranggawuni membawa ketenteraman dan kesejahteran rakyat Singasari. Dengan demikian. Ranggawuni (1248–1268 M) Ranggawuni naik takhta Kerajaan Singasari pada tahun 1248 M dengan gelar Sri Jaya Wisnuwardana oleh Mahesa Cempaka (anak dari Mahesa Wongateleng) yang diberi kedudukan sebagai ratu angabhaya dengan gelar Narasinghamurti. Gambar: Candi Kidal 3. meninggallah Anusapati yang didharmakan di Candi Kidal. secara tiba-tiba Tohjoyo menyabut keris buatan Empu Gandring yang dibawanya dan langsung menusuk Anusapati. Pada tahun 1254 M Wisnuwardana mengangkat putranya yang bernama Kertanegara sebagai yuwaraja (raja muda) dengan maksud mempersiapkannya menjadi raja besar di Kerajaan Singasari.

Banyak Wide dijadikan Bupati di Sumenep (Madura) dengan gelar Aria Wiaraja. dan mahamenteri i sirikan. Setelah Jawa dapat diselesaikan. Sunda. ia mengganti pejabat-pejabat yang kolot dengan yang baru. Hal ini ditandai dengan pengirimkan Arca Amoghapasa ke Dharmasraya atas perintah Raja Kertanegara. Singasari juga menaklukan Pahang. ia dibantu oleh tiga orang mahamentri. Bakulapura (Kalimantan Barat). Kertanegara mengirimkan utusan ke Melayu yang dikenal dengan nama Ekspedisi Pamalayu 1275 yang berhasil menguasai Kerajaan Melayu. Ia naik takhta pada tahun 1268 dengan gelar Sri Maharajadiraja Sri Kertanegara. seperti Patih Raganata digantikan oleh Patih Aragani. mahamentri i halu. Kertanegara juga menjalin hubungan persahabatan dengan raja . Dalam pemerintahannya. kemudian perhatian ditujukan ke daerah lain. yaitu mahamentri i hino. Kertanegara (1268-1292 M) Kertanegara adalah Raja Singasari terakhir dan terbesar karena mempunyai cita-cita untuk menyatukan seluruh Nusantara. Untuk dapat mewujudkan gagasan penyatuan Nusantara. Gambar: Arca Amoghapasa Selain menguasai Melayu. dan Gurun (Maluku). Bali.Gambar: Candi Jago 5.

dia berusaha meningkatkan kehidupan masyarakatnya. ia meningkatkan taraf kehidupan masyarakatnya. sedangkan Raden Wijaya berhasil menyelamatkan diri dan menuju Madura dengan maksud minta perlindungan dan bantuan kepada Aria Wiraraja. kehidupan masyarakat Singasari mengalami masa naik turun. KEHIDUPAN DI KERAJAAN SINGASARI Dari segi sosial. Kertanegara menolak dengan melukai muka utusannya yang bernama Mengki. Upaya yang ditempuh Raja Kertanegara dapat dilihat dari pelaksanaan politik dalam negeri dan luar negeri. kehidupan sosial masyarakat kurang mendapat perhatian karena ia larut dalam kegemarannya menyabung ayam. Kubilai Khan menuntut raja-raja di daerah selatan termasuk Indonesia mengakuinya sebagai yang dipertuan. Mengetahui sebagian besar pasukan Singasari dikirim untuk menghadapi serangan Mongol maka Jayakatwang (Kediri) menggunakan kesempatan untuk menyerangnya. Sesuai dengan agama yang dianutnya. Kertanegara kemudian didharmakan sebagai Siwa––Buddha (Bairawa) di Candi Singasari. Pasukan Kediri dari arah selatan dipimpin langsung oleh Jayakatwang dan berhasil masuk istana dan menemukan Kertanagera berpesta pora dengan para pembesar istana. Dengan gugurnya Kertanegara maka Kerajaan Singasari dikuasai oleh Jayakatwang. Gambar: Candi Singasari B. . yakni dari arah utara merupakan pasukan pancingan dan dari arah selatan merupakan pasukan inti. Ardharaja berbalik memihak kepada ayahnya (Jayakatwang). Dan pada masa Kertanegara. Tindakan Kertanegara ini membuat Kubilai Khan marah besar dan bermaksud menghukumnya dengan mengirimkan pasukannya ke Jawa. Ketika Ken Arok menjadi Akuwu di Tumapel. Ini berarti berakhirnya kekuasan Kerajaan Singasari.dengan tujuan untuk menahan perluasaan kekuasaan Kubilai Khan dari Dinasti Mongol. Atas bantuan Aria Wiraraja. Raden Wijaya mendapat pengampunan dan mengabdi kepada Jayakatwang. Namun pada pemerintahan Anusapati.Champa. Raden Wijaya diberi sebidang tanah yang bernama Tanah Tarik oleh Jayakatwang untuk ditempati. Surabaya. Pada masa Wisnuwardhana kehidupan sosial masyarakatnya mulai diatur rapi. Arca perwujudannya dikenal dengan nama Joko Dolog yang sekarang berada di Taman Simpang. Banyak daerah-daerah yang bergabung dengan Tumapel. Serangan dilancarakan dari dua arah. Kertanaga beserta pembesar-pembesar istana tewas dalam serangan tersebut.

Raden Wijaya kemudian mendirikan Kerajaan Majapahit sebagai kelanjutan Singasari. cucu Narasingamurti yang menjadi menantu Kertanegara lolos dari maut.Politik Dalam Negeri: 1. Hal ini terkait dengan adanya sengketa yang terjadi dilingkup istana kerajaan yang kental dengan nuansa perebutan kekuasaan. yaitu dinasti yang didirikan oleh Ken Arok. Politik Luar Negeri: 1. 2. patung Kertanegara dalam wujud patung Joko Dolog. 3. Nagarakretagama dan prasasti Kudadu mengisahkan Raden Wijaya. RUNTUHNYA KERAJAAN SINGASARI Sebagai sebuah kerajaan. 2. Menguasai Malaka dan Kalimantan. C. HUBUNGAN KERAJAAN SINGASARI DENGAN MAJAPAHIT Pararaton. Menguasai Jawa Barat. Jayakatwang menjadi raja dan membangun ibu kota baru di Kediri. Mengadakan pergeseran pembantu-pembantunya seperti Mahapatih Raganata digantikan oleh Aragani. candi Jago. dan menyatakan dirinya sebagai anggota Wangsa Rajasa. Sedangkan patung-patung yang ditemukan adalah patung Ken Dedes sebagai Dewa Prajnaparamita lambing kesempurnaan ilmu. Dalam serangan itu Kertanegara mati terbunuh. ia kemudian diampuni oleh Jayakatwang dan diberi hak mendirikan desa Majapahit. Memperkuat angkatan perang. Akhirnya Kerajaan Singasari mengalami keropos di bagian dalam. Mereka dimanfaatkan Raden Wijaya untuk mengalahkan Jayakatwang di Kadiri. 4. . D. Berkat bantuan Aria Wiararaja (penentang politik Kertanagara). Pada tahun 1292 terjadi pemberontakan Jayakatwang bupati Gelang-Gelang. dan candi Singasari. Riwayat Kerajaan Tumapel-Singasari pun berakhir. sekaligus besan dari Kertanegara sendiri. Berdasarkan segi budaya. yang merupakan sepupu. ditemukan candi-candi dan patung-patung diantaranya candi Kidal. sekaligus ipar. Berbuat baik terhadap lawan-lawan politiknya seperti mengangkat putra Jayakatwang (Raja Kediri) yang bernama Ardharaja menjadi menantunya. Pada tahun 1293 datang pasukan Mongol yang dipimpin Ike Mese untuk menaklukkan Jawa. Raden Wijaya dengan siasat cerdik ganti mengusir tentara Mongol keluar dari tanah Jawa. Melaksanakan Ekspedisi Pamalayu untuk menguasai Kerajaan melayu serta melemahkan posisi Kerajaan Sriwijaya di Selat Malaka. Menguasai Bali. Setelah runtuhnya Singasari. perjalanan kerajaan Singasari bisa dikatakan berlangsung singkat. Pada saat itu Kerajaan Singasari sibuk mengirimkan angkatan perangnya ke luar Jawa. 3. Setelah Kadiri runtuh. dll. dan patung Amoghapasa juga merupakan perwujudan Kertanegara (kedua patung kertanegara baik patung Joko Dolog maupun Amoghapasa menyatakan bahwa Kertanegara menganut agama Buddha beraliran Tantrayana).

khususnya daftar penguasa dan keadaan kerajaan yang tampak cukup pasti. Kerajaan ini mencapai puncak kejayaannya pada masa kekuasaan Hayam Wuruk. Raden Wijaya berbalik menyerang sekutu Mongolnya sehingga memaksa mereka menarik pulang kembali pasukannya secara kalang-kabut karena mereka berada di teritori asing. Kublai Khan marah dan lalu memberangkatkan ekspedisi besar ke Jawa tahun 1293.Kekuasaannya terbentang di Jawa. Kerajaan Majapahit adalah kerajaan Hindu-Buddha terakhir yang menguasai Semenanjung Malaya dan dianggap sebagai salah satu dari negara terbesar dalam sejarah Indonesia. Singhasari menjadi kerajaan paling kuat di wilayah tersebut. yang datang menyerahkan diri.[11][12] Saat itu juga merupakan kesempatan terakhir mereka untuk menangkap angin muson agar dapat pulang. Setelah masa itu. banyak pula sarjana yang beranggapan bahwa garis besar sumber-sumber tersebut dapat diterima karena sejalan dengan catatan sejarah dari Tiongkok. meskipun wilayah kekuasaannya masih diperdebatkan. yang berkuasa dari tahun 1350 hingga 1389. Beberapa sarjana seperti C. hal yang terjadi tidaklah jelas. terdapat beberapa prasasti dalam bahasa Jawa Kuno maupun catatan sejarah dari Tiongkok dan negara-negara lain.C. Sejarah Berdirinya Majapahit Sesudah Singhasari mengusir Sriwijaya dari Jawa secara keseluruhan pada tahun 1290. penguasa Dinasti Yuan di Tiongkok. Sumber utama yang digunakan oleh para sejarawan adalah Pararaton ('Kitab Raja-raja') dalam bahasa Kawi dan Nagarakretagama dalam bahasa Jawa Kuno. menantu Kertanegara. adipati Kediri. Tidak dapat disangkal bahwa sumber-sumber itu memuat unsur non-historis dan mitos. Pararaton terutama menceritakan Ken Arok (pendiri Kerajaan Singhasari) namun juga memuat beberapa bagian pendek mengenai terbentuknya Majapahit. Jayakatwang. Hal ini menjadi perhatian Kubilai Khan. sudah membunuh Kertanagara. Ketika itu. . yang namanya diambil dari buah maja. Ketika pasukan Mongol tiba. atau mereka harus terpaksa menunggu enam bulan lagi di pulau yang asing. Namun demikian. Ia mengirim utusan yang bernama Meng Chi[9] ke Singhasari yang menuntut upeti. Kepulauan Sulu. dan sejarahnya tidak jelas. Semenanjung Malaya.Kerajaan majapahit Majapahit adalah sebuah kerajaan kuno di Indonesia yang pernah berdiri dari sekitar tahun 1293 hingga 1500 M. Berg menganggap semua naskah tersebut bukan catatan masa lalu. Keakuratan semua naskah berbahasa Jawa tersebut dipertentangkan. Raden Wijaya kemudian diberi hutan Tarik. Wijaya bersekutu dengan pasukan Mongol untuk bertempur melawan Jayakatwang. Borneo. Sumatra. Atas saran Aria Wiraraja. Ia membuka hutan itu dan membangun desa baru. Selain itu. penguasa kerajaan Singhasari yang terakhir menolak untuk membayar upeti dan mempermalukan utusan tersebut dengan merusak wajahnya dan memotong telinganya. dan rasa "pahit" dari buah tersebut. Nagarakertagama merupakan puisi Jawa Kuno yang ditulis pada masa keemasan Majapahit di bawah pemerintahan Hayam Wuruk. hingga Indonesia timur. Desa itu dinamai Majapahit. Historiografi Hanya terdapat sedikit bukti fisik sisa-sisa Majapahit. Kertanagara. Sementara itu. Manila (Saludung). Jayakatwang memberikan pengampunan kepada Raden Wijaya. tetapi memiliki arti supernatural dalam hal dapat mengetahui masa depan.

yang berarti "penjahat lemah". Selama kekuasaan Tribhuwana. meskipun pemberontakan tersebut tidak berhasil. dan lalu dihukum mati. Hayam Wuruk. Anak dan penerus Wijaya. Jayanegara. Sengkala ini konon adalah tahun berakhirnya Majapahit dan harus dibaca sebagai 0041. Namun demikian. Rajapatni menunjuk anak perempuannya Tribhuwana Wijayatunggadewi untuk menjadi ratu Majapahit. Di bawah perintah Gajah Mada (1313-1364). Kamboja. Dalam tradisi Jawa ada sebuah kronogram atau candrasengkala yang berbunyi sirna ilang kretaning bumi. adalah penguasa yang jahat dan amoral. sebuah kerajaan perdagangan baru yang berdasarkan Islam. Catatan sejarah dari Tiongkok. dan bahkan mengirim duta-dutanya ke Tiongkok Jatuhnya Majapahit Sesudah mencapai puncaknya pada abad ke-14. Maluku. memerintah Majapahit dari tahun 1350 hingga 1389. Arti sengkala ini adalah “sirna hilanglah kemakmuran bumi”. Majapahit juga memiliki hubungan dengan Campa. Pada tahun 1328. Ia dinobatkan dengan nama resmi Kertarajasa Jayawardhana. raja ke-11 Majapahit. Pada masanya Majapahit mencapai puncak kejayaannya dengan bantuan mahapatihnya. Papua.[2] menyebabkan runtuhnya sisa-sisa kerajaan Sriwijaya Menurut Kakawin Nagarakretagama pupuh XIII-XV. juga disebut Rajasanagara. yaitu Kesultanan Malaka. Borneo. penguasa dari Kesultanan Demak. agar ia dapat mencapai posisi tertinggi dalam pemerintahan.[12] Wijaya meninggal dunia pada tahun 1309. Pada tahun 1377. Sora. pedagang Muslim dan para penyebar agama sudah mulai memasuki Nusantara. akan tetapi Rajapatni memilih mengundurkan diri dari istana dan menjadi pendeta wanita. Kerajaan ini menghadapi masalah. Ia diteruskan oleh putranya. Tampaknya terjadi perang saudara (Perang Paregreg) pada tahun 1405-1406. atau 1478 Masehi. Birma bagian selatan. dan Italia (Pigafetta) mengindikasikan bahwa telah terjadi perpindahan kekuasaan Majapahit dari tangan penguasa Hindu ke tangan Adipati Unus. Pada akhir abad ke-14 dan awal abad ke-15. Tanca. semenanjung Malaya. Jayanegara dibunuh oleh tabibnya. tetapi terhubungkan satu sama lain oleh perdagangan yang mungkin berupa monopoli oleh raja[14]. dan pemberontakan besar yang dilancarkan oleh seorang bangsawan pada tahun 1468. batasan alam dan ekonomi menunjukkan bahwa daerah-daerah kekuasaan tersebut tampaknya tidaklah berada di bawah kekuasaan terpusat Majapahit. Ketika Majapahit didirikan. kepulauan Nusa Tenggara. Halayudha ditangkap dan dipenjara. Siam.Tanggal pasti yang digunakan sebagai tanggal kelahiran kerajaan Majapahit adalah hari penobatan Raden Wijaya sebagai raja. Ibu tirinya yaitu Gayatri Rajapatni seharusnya menggantikannya. Namun setelah kematian pemberontak terakhir (Kuti). dan Vietnam. dan Nambi memberontak melawannya. antara Wirabhumi melawan Wikramawardhana. Portugis (Tome Pires). Beberapa orang terpercaya Kertarajasa. Slamet Muljana menduga bahwa mahapatih Halayudha lah yang melakukan konspirasi untuk menjatuhkan semua orang terpercaya raja. termasuk Ranggalawe. Kejayaan Majapahit Hayam Wuruk. Majapahit menguasai lebih banyak wilayah. Namun demikian yang sebenarnya digambarkan oleh candrasengkala tersebut adalah gugurnya Bre Kertabumi. Tribhuwana menguasai Majapahit sampai kematian ibunya pada tahun 1350. Gajah Mada. . Ia digelari Kala Gemet. Sulawesi. yaitu pada tanggal 10 November 1293. kerajaan Majapahit berkembang menjadi lebih besar dan terkenal di daerah tersebut. daerah kekuasaan Majapahit meliputi Sumatra. mulai muncul di bagian barat Nusantara. Majapahit melancarkan serangan laut ke Palembang. Pada saat bersamaan. pengaruh Majapahit di seluruh Nusantara mulai berkurang. antara tahun 1518 dan 1521 M. beberapa tahun setelah kematian Gajah Mada. Demikian pula telah terjadi pergantian raja yang dipertengkarkan pada tahun 1450-an. dan sebagian kepulauan Filipina[13]. kekuasaan Majapahit berangsur-angsur melemah. yaitu tahun 1400 Saka. oleh Girindrawardhana.

bergelar Brawijaya I (1447 . bergelar Brawijaya V (1468 . Purwawisesa atau Girishawardhana. bergelar Tribhuwana Wijayatunggadewi (1328 . Hudhara. Rajasawardhana. Sri Gitarja. bergelar Brawijaya VII (1498-1518). bergelar Sri Jayanagara (1309 . bergelar Sri Rajasanagara (1350 .1466) 10.1447) 7. Girindrawardhana. Kalagamet. bergelar Brawijaya III (1456 .1309) 2. 1.1350) 4. Raden Wijaya. Hayam Wuruk. Bhre Kertabumi. bergelar Kertarajasa Jayawardhana (1293 .1478) 12.1468) 11.1451) 8.1389) 5.1328) 3. bergelar Brawijaya VI (1478 .1498) 13. . Perhatikan bahwa terdapat periode kekosongan antara pemerintahan Rajasawardhana (penguasa ke-8) dan Girishawardhana yang mungkin diakibatkan oleh krisis suksesi yang memecahkan keluarga kerajaan Majapahit menjadi dua kelompok. Bhre Pandansalas. Kertawijaya. bergelar Brawijaya II (1451 . Suhita (1429 .Raja-raja Majapahit Berikut adalah daftar penguasa Majapahit. Wikramawardhana (1389 .1453) 9.1429) 6. bergelar Brawijaya IV (1466 . atau Suraprabhawa.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful