Makalah sejarah Kerajaan di Indonesia bercorak hindu-buddha

Di susun oleh : Firman ahmadi (xi ips 2 ) Sma negeri senduro lumajang 2013-2014

kerajaan kutai Kerajaan Kutai (Kutai Martadipura) adalah kerajaan bercorak hindu yang terletak di muara Kaman, Kalimantan Timur, tepatnya di hulu Sungai Mahakam. Kerajaan Kutai berdiri sekitar abad ke-4. Nama kerajaan ini disesuaikan dengan nama daerah tempat penemuan prasasti, yaitu daerah Kutai. Hal ini disebabkan, karena setiap prasasti yang ditemukan tidak ada yang menyebutkan nama dari kerajaan tersebut. Wilayah Kerajaan Kutai mencakup wilayah yang cukup luas, yaitu hampir menguasai seluruh wilayah Kalimantan Timur. Bahkan pada masa kejayaannya Kerajaan Kutai hampir manguasai sebagian wilayah Kalimantan. a. Sumber Sejarah Sumber yang mengatakan bahwa di Kalimantan telah berdiri dan berkembang Kerajaan Kutai yang bercorak Hindu adalah beberapa penemuan peninggalan berupa tulisan (prasasti). Tulisan itu ada pada tujuh tiang batu yang disebut yupa. Yupa tersebut adalah tugu batu yang berfungsi sebagai tiang untuk menambat hewan yang akan dikorbankan. Dari salah satu yupa tersebut diketahui Raja Mulawarman yang memerintah Kerajaan Kutai pada saat itu. Nama Mulawarman dicatat dalam yupa karena kedermawanannya menyedekahkan 20.000 ekor sapi pada Kaum Brahmana.

b. Kehidupan Politik Sejak muncul dan berkembangnya pengaruh hindu (India) di Kalimantan Timur, terjadi perubahan dalam kepemerintahan, yaitu dari pemerintahan suku dengan kepala suku yang memerintah menjadi kerajaan dengan seorang raja sebagai kepala pemerintahan. Berikut beberapa raja yang pernah memerintah Kerajaan Kutai: - Raja Kudungga Adalah raja pertama yang berkuasa di kerajaan kutai. Dapat kita lihat, nama raja tersebut masih menggunakan nama lokal sehingga para ahli berpendapat bahwa pada masa pemerintahan Raja Kudungga pengaruh Hindu baru masuk ke wilayahnya. Kedudukan Raja Kudungga pada awalnya adalah kepala suku. Dengan masuknya pengaruh Hindu, ia mengubah struktur pemerintahannya menjadi kerajaan dan mengangkat dirinya sebagai raja, sehingga penggantian raja dilakukan secara turun temurun. - Raja Aswawarman Prasasti yupa menceritakan bahwa Raja Aswawarman adalah raja yang cakap dan kuat. Pada masa pemerintahannya, wilayah kekuasaan Kutai diperluas lagi. Hal ini dibuktikan dengan dilakukannya Upacara Asmawedha pada masanya. Upacara-upacara ini pernah dilakukan di India pada masa pemerintahan Raja Samudragupta ketika ingin memperluas wilayahnya. Dalam upacara itu dilaksanakan pelepasan kuda dengan tujuan untuk menentukan batas kekuasaan Kerajaan Kutai ( ditentukan dengan tapak kaki kuda yang nampak pada tanah hingga tapak yang terakhir nampak disitulah batas kekuasaan Kerajaan Kutai ). Pelepasan kuda-kuda itu diikuti oleh prajurit Kerajaan Kutai.

-Raja Mulawarman Raja Mulawarman merupakan anak dari Raja Aswawarman yang menjadi penerusnya. Raja Mulawarman adalah raja terbesar dari Kerajaan Kutai. Di bawah pemerintahannya, Kerajaan Kutai mengalami masa kejayaannya. Rakyat-rakyatnya hidup tentram dan sejahtera hingga Raja Mulawarman mengadakan upacara kurban emas yang amat banyak.

c. Runtuhnya Kerajaan Kutai Kerajaan Kutai runtuh saat raja Kerajaan Kutai terakhir yang bernama Maharaja Dharma Setia tewas di tangan Raja Kutai Kartanegara ke-13, Aji Pangeran Anum Panji Mendapa. Kerajaan Kutai Kartanegara selanjutnya menjadi Kerajaan Islam yang bernama Kesultanan Kutai Kartanegara. Peta Kecamatan Muara Kaman 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. Maharaja Kundungga, gelar anumerta Dewawarman Maharaja Asmawarman (anak Kundungga) Maharaja Mulawarman Maharaja Marawijaya Warman Maharaja Gajayana Warman Maharaja Tungga Warman Maharaja Jayanaga Warman Maharaja Nalasinga Warman Maharaja Nala Parana Tungga Maharaja Gadingga Warman Dewa Maharaja Indra Warman Dewa Maharaja Sangga Warman Dewa Maharaja Candrawarman Maharaja Sri Langka Dewa Maharaja Guna Parana Dewa Maharaja Wijaya Warman Maharaja Sri Aji Dewa Maharaja Mulia Putera Maharaja Nala Pandita Maharaja Indra Paruta Dewa Maharaja Dharma Setia

Kehidupan Ekonomi Kehidupan ekonomi di Kutai, tidak diketahui secara pasti, kecuali disebutkan dalam salah satu prasasti bahwa Raja Mulawarman telah mengadakan upacara korban emas dan tidak menghadiahkan sebanyak 20.000 ekor sapi untuk golongan Brahmana. Tidak diketahui secara pasti asal emas dan sapi tersebut diperoleh. Apabila emas dan sapi tersebut didatangkan dari tempat lain, bisa disimpulkan bahwa kerajaan Kutai telah melakukan kegiatan dagang. Kehidupan Budaya Dalam kehidupan budaya dapat dikatakan kerajaan Kutai sudah maju. Hal ini dibuktikan melalui upacara penghinduan (pemberkatan memeluk agama Hindu) yang disebut Vratyastoma. Vratyastoma dilaksanakan sejak pemerintahan Aswawarman karena Kudungga masih mempertahankan ciri-ciri keIndonesiaannya, sedangkan yang memimpin upacara tersebut, menurut para ahli, dipastikan adalah para pendeta (Brahmana) dari India. Tetapi pada masa Mulawarman kemungkinan sekali upacara penghinduan tersebut dipimpin oleh pendeta/kaum Brahmana dari orang Indonesia asli. Adanya kaum Brahmana asli orang Indonesia membuktikan bahwa kemampuan intelektualnya tinggi, terutama penguasaan terhadap bahasa Sansekerta yang pada dasarnya bukanlah bahasa rakyat India sehari-hari, melainkan lebih merupakan bahasa resmi kaum Brahmana untuk masalah keagamaan.

Dalam tahun 526 M Manikmaya. menantu Suryawarman. Jayasingawarman pendiri Kerajaan Tarumanegara adalah menantu raja Dewawarman VIII. sang prabu mengadakan selamatan dengan menyedekahkan 1. Prasasti Pasir Muara yang menyebutkan peristiwa pengembalian pemerintahan kepada raja Sunda itu dibuat tahun 536 M. Maharaja Purnawarman adalah raja Kerajaan Tarumanegara yang ketiga (395-434 m). kerajaan Tarumanegara adalah kerajaan hindu beraliran wisnu. yang kemudian digantikan oleh putranya. . banyak penguasa daerah yang menerima kembali kekuasaan pemerintahan atas daerahnya sebagai hadiah atas kesetiaannya terhadap Kerajaan Tarumanegara. ayah Suryawarman.000 ekor sapi kepada kaum Brahmana. Ia sendiri seorang maharesi dari salankayana di India yang mengungsi ke nusantara karena daerahnya diserang dan ditaklukkan maharaja samudragupta dari kerajaan magada. maka Suryawarman melakukan hal yang sama sebagai lanjutan politik ayahnya. mendirikan kerajaan baru di Kendan. Selesai penggalian. maka salakanagara berubah status menjadi kerajaan daerah. Kehadiran prasasti Purnawarman di pasir muara.561 M) raja Kerajaan Tarumanegara ke-7. Perkembangan daerah timur menjadi lebih Berkembang Ketika Cicit Manikmaya Mendirikan Kerajaan Galuh Dalam Tahun 612 M. Dalam tahun tersebut yang menjadi penguasa Kerajaan Tarumanegara adalah Suryawarman (535 . Contoh serupa dapat dilihat dari kedudukaan rajatapura atau salakanagara (kota perak). yang merupakan salah satu kerajaan tertua di nusantara yang diketahui. Kota itu diberi nama Sundapura pertama kalinya nama Sunda digunakan. Pada tahun 417 ia memerintahkan penggalian Sungai Gomati dan Candrabaga sepanjang 6112 tombak (sekitar 11 km). yang memberitakan raja Sunda dalam tahun 536 M. Dalam masa pemerintahan Candrawarman (515-535 M). Dharmayawarman (382-395). Jayasingawarman dipusarakan di tepi kali gomati. Kerajaan Tarumanegara didirikan oleh Rajadirajaguru Jayasingawarman pada tahun 358. Hal ini berarti. melainkan juga mengalihkan perhatiannya ke daerah bagian timur. Dalam catatan. pusat pemerintahan Kerajaan Tarumanegara telah bergeser ke tempat lain. Garut. sedangkan putranya di tepi kali Candrabaga. Putera tokoh manikmaya ini tinggal bersama kakeknya di ibukota tarumangara dan kemudian menjadi panglima angkatan perang Kerajaan Tarumanegara. Kota ini sampai tahun 362 menjadi pusat pemerintahan raja-raja Dewawarman (dari Dewawarman I VIII).Kerajaan tarumanegara kerajaan Tarumanegara atau Taruma adalah sebuah kerajaan yang pernah berkuasa di wilayah pulau Jawa bagian barat pada abad ke-4 hingga abad ke-7 m. merupakan gejala bahwa ibukota sundapura telah berubah status menjadi sebuah kerajaan daerah. daerah Nagreg antara Bandung dan Limbangan. yang disebut argyre oleh ptolemeus dalam tahun 150 M. Ketika pusat pemerintahan beralih dari rajatapura ke Tarumanegara. Suryawarman tidak hanya melanjutkan kebijakan politik ayahnya yang memberikan kepercayaan lebih banyak kepada raja daerah untuk mengurus pemerintahan sendiri. Ditinjau dari segi ini. Ia membangun ibukota kerajaan baru pada tahun 397 yang terletak lebih dekat ke pantai.

4. Kehidupan Politik Raja Purnawarman adalah raja besar yang telah berhasil meningkatkan kehidupan rakyatnya. dapat diketahui bahwa tingkat kebudayaan masyarakat pada saat itu sudah tinggi. Kehidupan Ekonomi Prasasti tugu menyatakan bahwavraja Purnawarman memerintahkan rakyatnya untuk membuat sebuah terusan sepanjang 6122 tombak. Hal ini dibuktikan dari prasasti Tugu yang menyatakan raja Purnawarman telah memerintah untuk menggali sebuah kali. hal ini terlihat dari upaya raja Purnawarman yang terus berusaha untuk meningkatkan kesejahteraan kehidupan rakyatnya. Linggawarman sendiri mempunyai dua orang puteri. Selain sebagai peninggalan budaya. kehidupan perekonomian masyarakat Kerajaan Tarumanegara sudah berjalan teratur. Penggalian sebuah kali ini sangat besar artinya. digantikan menantunya. Karena dapat dipergunakan sebagai sarana untuk mencegah banjir serta sarana lalu-lintas pelayaran perdagangan antardaerah di Kerajaan Tarumanegara dengan dunia luar. Pembangunan terusan ini mempunyai arti ekonomis yang besar nagi masyarakat. 2. 3. Akibatnya. B. karena pembuatan kali ini merupakan pembuatan saluran irigasi untuk memperlancar pengairan sawah-sawah pertanian rakyat. RAJA-RAJA DI KERAJAAN TARUMANEGARA Tarumanagara sendiri hanya mengalami masa pemerintahan 12 orang raja. raja Tarumanagara terakhir. Tarusbawa. KEHIDUPAN DI KERAJAAN TARUMANEGARA 1. Kehidupan Budaya Dilihat dari teknik dan cara penulisan huruf-huruf dari prasasti-prasasti yang ditemukan sebagai bukti kebesaran Kerajaan Tarumanegara. keberadaan prasasti-prasasti tersebut menunjukkan telah berkembangnya kebudayaan tulis menulis di kerajaan Tarumanegara.Gambar : Peta Letak Prasasti Kerajaan Tarumanegara A. Pada tahun 669 M. Linggawarman. yang sulung bernama Manasih menjadi istri Tarusbawa dari Sunda dan yang kedua bernama Sobakancana menjadi isteri . Kehidupan Sosial Kehidupan sosial Kerajaan Tarumanegara sudah teratur rapi. Juga perdagangan dengan daera-daerah di sekitarnya. Raja Purnawarman juga sangat memperhatikan kedudukan kaum brahmana yang dianggap penting dalam melaksanakan setiap upacara korban yang dilaksanakan di kerajaan sebagai tanda penghormatan kepada para dewa.

hanya Galuh yang tidak sepakat dan memutuskan untuk berpisah dari Sunda yang mewarisi wilayah Tarumanagara. 11. tahta kekuasaan Tarumanagara jatuh kepada menantunya dari putri sulungnya. Kekuasaan Tarumanagara berakhir dengan beralihnya tahta kepada Tarusbawa. 5. 10. 9. yaitu Tarusbawa. karena Tarusbawa pribadi lebih menginginkan untuk kembali ke kerajaannya sendiri.Dapuntahyang Sri Jayanasa pendiri Kerajaan Sriwijaya. Di samping itu terdapat lukisan semacam laba-laba serta sepasang telapak kaki Raja Purnawarman. Cap telapak kaki melambangkan kekuasaan raja atas daerah tersebut (tempat ditemukannya prasasti tersebut). 6. yaitu Sunda yang sebelumnya berada dalam kekuasaan Tarumanagara. 7. b. Raja-raja Tarumanegara: 1. Secara otomatis. . 2. Jayasingawarman 358-382 M Dharmayawarman 382-395 M Purnawarman 395-434 M Wisnuwarman 434-455 M Indrawarman 455-515 M Candrawarman 515-535 M Suryawarman 535-561 M Kertawarman 561-628 M Sudhawarman 628-639 M Hariwangsawarman 639-640 M Nagajayawarman 640-666 M Linggawarman 666-669 M C. Prasasti Ciaruteun Prasasti Ciaruteun atau prasasti Ciampea ditemukan ditepi sungai Ciarunteun. 12. 8. Gambar telapak kaki pada prasasti Ciarunteun mempunyai 2 arti yaitu: a. Atas pengalihan kekuasaan ke Sunda ini. dekat muara sungai Cisadane Bogor prasasti tersebut menggunakan huruf Pallawa dan bahasa Sansekerta yang terdiri dari 4 baris disusun ke dalam bentuk Sloka dengan metrum Anustubh. Cap telapak kaki melambangkan kekuasaan dan eksistensi seseorang (biasanya penguasa) sekaligus penghormatan sebagai dewa. PRASASTI-PRASASTI KERAJAAN TARUMANEGARA 1. 3. 4. Hal ini berarti menegaskan kedudukan Purnawarman yang diibaratkan dewa Wisnu maka dianggap sebagai penguasa sekaligus pelindung rakyat.

3.2. Bojong Honje-Sukamakmur Bogor. 4. sekitar 30 km sebelah barat Bogor. Prasasti Kebon Kopi Prasasti Kebon Kopi ditemukan di kampung Muara Hilir kecamatan Cibungbulang Bogor .57”. Prasasti Pasir Awi Prasasti Pasir Awi berada di daerah 0°10‟37. Prasasti Muara Cianten Prasasti Muara Cianten. prasasti ini juga menggunakan bahwa Sansekerta dan huruf Pallawa serta terdapat gambar telapak kaki yang isinya memuji pemerintahan raja Mulawarman. ditemukan di Bogor. Di samping tulisan terdapat lukisan telapak kaki.29” BB (dari Jakarta) dan 6°32‟27. tepat berada di puncak perbukitan Pasir Awi (600 m dpl). yaitu gajah tunggangan dewa Wisnu. Yang menarik dari prasasti ini adalah adanya lukisan tapak kaki gajah. Prasasti Jambu Prasasti Jambu atau prasasti Pasir Koleangkak. tertulis dalam aksara ikal yang belum dapat dibaca. yang disamakan dengan tapak kaki gajah Airawata. . 5. ditemukan di bukit Koleangkak di perkebunan jambu.

Prasasti Tugu juga menyebutkan anasir penanggalan walaupun tidak lengkap dengan angka tahunnya yang disebutkan adalah bulan phalguna dan caitra yang diduga sama dengan bulan Februari dan April. juga menceritakan bahwa tahun 666 dan 669 telah datang utusaan dari To-lo-mo. Berita Dinasti Tang. Prasasti Tugu Prasasti Tugu di temukan di daerah Tugu. menceritakan bahwa tahun 528 dan 535 telah datang utusan dari Tolo-mo yang terletak di sebelah selatan. Sedangkan sumber-sumber dari luar negeri yang berasal dari berita Tiongkok antara lain: 1. Dengan adanya keterangan dua buah sungai tersebut menimbulkan tafsiran dari para sarjana salah satunya menurut Poerbatjaraka. b. Prasasti Tugu menyebutkan nama dua buah sungai yang terkenal di Punjab yaitu sungai Chandrabaga dan Gomati. 7. 2. kecamatan Munjul kabupaten Pandeglang Banten.6. Isi prasasti tersebut mengagungkan keberanian raja Purnawarman. yang banyak adalah orang-orang yang beragama Hindu dan sebagian masih animisme. Prasasti ini baru ditemukan tahun 1947 dan berisi 2 baris kalimat berbentuk puisi dengan huruf Pallawa dan bahasa Sansekerta. Prasasti ini dipahatkan pada sebuah batu bulat panjang melingkar dan isinya paling panjang dibanding dengan prasasti Tarumanegara yang lain. c. ditemukan di kampung lebak di tepi sungai Cidanghiang. Berita Fa-Hsien. Prasasti Cidanghiyang Prasasti Cidanghiyang atau prasasti Lebak. 3. SUMBER-SUMBER SEJARAH Bukti keberadaan Kerajaan Taruma diketahui melalui sumber-sumber yang berasal dari dalam maupun luar negeri. Sumber dari dalam negeri berupa tujuh buah prasasti batu yang ditemukan empat di Bogor. satu di Jakarta dan satu di Lebak Banten. tahun 414 M dalam bukunya yang berjudul Fa-Kao-Chi menceritakan bahwa di Ye-po-ti hanya sedikit dijumpai orang-orang yang beragama Buddha. Dari prasasti-prasasti ini diketahui bahwa kerajaan dipimpin oleh Rajadirajaguru Jayasingawarman pada tahun 358 M dan beliau memerintah sampai tahun 382 M. kecamatan Cilincing Jakarta Utara. Makam Rajadirajaguru Jayasingawarman ada di sekitar sungai Gomati (wilayah Bekasi). . Berita Dinasti Sui. D. Hal-hal yang dapat diketahui dari prasasti Tugu adalah: a. Kerajaan Tarumanegara ialah kelanjutan dari Kerajaan Salakanagara. Prasasti Tugu yang menyebutkan dilaksanakannya upacara selamatan oleh Brahmana disertai dengan seribu ekor sapi yang dihadiahkan raja. sehingga ada beberapa hal yang dapat diketahui dari prasasti tersebut. Sehingga secara Etimologi (ilmu yang mempelajari tentang istilah) sungai Chandrabaga diartikan sebagai kali Bekasi.

Bogor dan Cirebon. Kerajaan Tarumanegara diperkirakan berkembang antara tahun 400-600 M. Wilayah kekuasaan Purnawarman menurut prasasti Tugu. . Jakarta. meliputi hampir seluruh Jawa Barat yang membentang dari Banten. Berdasarkan prasast-prasati tersebut diketahui raja yang memerintah pada waktu itu adalah Purnawarman. Maka berdasarkan sumber-sumber yang telah dijelaskan sebelumnya maka dapat diketahui beberapa aspek kehidupan tentang kerajaan Tarumanegara.Berdasarkan tiga berita di atas para ahli menyimpulkan bahwa istilah To-lo-mo secara fonetis penyesuaian kata-katanya sama dengan Tarumanegara.

Ada seorang raja yang bermaksud untuk menyerang Ho-ling. Selama 3 tahun barang tersebut aman di jalan dan secara tidak sengaja putra mahkota menginjak barang tersebut. dan naskah Carita Parahyangan yang disusun berabad-abad kemudian pada abad ke-16 menyinggung secara singkat mengenai Ratu Shima dan kaitannya dengan Kerajaan Galuh. Namun penyebutan Jawa dengan She-p‟o kembali muncul pada 820-856 M Catatan dari sumber lokal Kisah lokal Terdapat kisah yang berkembang di Jawa Tengah utara mengenai seorang Maharani legendaris yang menjunjung tinggi prinsip keadilan dan kebenaran dengan keras tanpa pandang bulu. raja Ta-shih mengurungkan niatnya utnuk menyerang Kerajaan Ho-ling. tradisi kisah setempat. Kisah legenda ini bercerita mengenai Ratu Shima yang mendidik rakyatnya agar selalu berlaku jujur dan menindak keras kejahatan pencurian. Maka ratu memerintahkan untuk menghukum mati putra mahkota. Sumber sejarah kerajaan ini masih belum jelas dan kabur. Sebelum perluasan ini. Letak pusat kerajaan ini belumlah jelas. Asal Mula penyebutan Ho-ling Nama Ho-ling sebenarnya muncul ketika terjadi perubahan dengan mulai meluasnya kekuasaan Wangsa Sailendra. berita Cina dari Dinasti Sung Awal (420470 M) menyebut Jawa dengan sebutan She-p‟o. Kerajaan ini pernah diperintah oleh Ratu Shima. akan dipotong tangannya. bahkan barang-barang yang terjatuh tidak ada yang berani untuk mengambilnya. akan tetapi kemudian berita-berita Cina dari Dinasti T‟ang (618-906 M) menyebut Jawa dengan sebutan Ho-ling sampai tahun 818. Konon warga Ho-ling terkenal dengan kejujurannya. Ada sebuah kisah yang menceritakan tentang ketat dan disiplinnya pemerintahan di Kerajaan Ho-ling. Kalingga telah ada pada abad ke-6 Masehi dan keberadaannya diketahui dari sumber-sumber Tiongkok. karena kakinya yang bersalah. yang dikenal memiliki peraturan barang siapa yang mencuri. Raja tersebut bernama Ta-shih. tetapi para menteri mohon ampun padanya dan keputusan diubah dengan memotong kakinya. Ia menerapkan hukuman yang keras yaitu pemotongan tangan bagi siapa saja yang mencuri. kebanyakan diperoleh dari sumber catatan China. kemungkinan berada di suatu tempat antara Kabupaten Pekalongan dan Kabupaten Jepara sekarang. Kalingga atau Ho-ling (sebutan dari sumber Tiongkok) adalah sebuah kerajaan bercorak Hindu yang muncul di Jawa Tengah sekitar abad ke-6 masehi. para menteri juga memohon ampun lagi sehingga hanya jari-jari kakinya saja yang dipotong. Tak berhenti sampai di situ saja. Mengetahui hal itu. . Dia terlebih dulu mencoba mengamati situasi Kerajaan Ho-ling dengan cara meletakkan pundi-pundi uang emas di tengah jalan.Kerajaan Kalingga / Holing Peta yang menggambarkan letak pusat kerajaan Kalingga.

Ratu Shima Carita Parahyangan Berdasarkan naskah Carita Parahyangan yang berasal dari abad ke-16. Keterangan tentang Kerajaan Ho-ling didapat dari prasasti dan catatan dari negeri Cina. Sanjaya menggantikan buyutnya dan menjadi raja Kerajaan Kalingga Utara yang kemudian disebut Bumi Mataram. Setelah Maharani Shima meninggal di tahun 732 M. Kemudian Raja Sanjaya menikahi Sudiwara puteri Dewasinga. dan memiliki putra yaitu Rakai Panangkaran. . menikah dengan putera mahkota Kerajaan Galuh yang bernama Mandiminyak. Pada tahun 752. Kekuasaan di Jawa Barat diserahkannya kepada putranya dari Tejakencana. yaitu Tamperan Barmawijaya alias Rakeyan Panaraban. dan kemudian mendirikan Dinasti/Wangsa Sanjaya di Kerajaan Mataram Kuno. Pada abad ke-5 muncul Kerajaan Ho-ling (atau Kalingga) yang diperkirakan terletak di utara Jawa Tengah. yaitu Brantasenawa. Maharani Shima memiliki cucu yang bernama Sanaha yang menikah dengan raja ketiga dari Kerajaan Galuh. bersama Malayu dan Tarumanagara yang sebelumnya telah ditaklukan Sriwijaya. putri Maharani Shima. Parwati. Raja Kalingga Selatan atau Bumi Sambara. Sanaha dan Bratasenawa memiliki anak yang bernama Sanjaya yang kelak menjadi raja Kerajaan Sunda dan Kerajaan Galuh (723-732 M). Kerajaan Ho-ling menjadi wilayah taklukan Sriwijaya dikarenakan kerajaan ini menjadi bagian jaringan perdagangan Hindu. Berita Cina Berita keberadaan Ho-ling juga dapat diperoleh dari berita yang berasal dari zaman Dinasti Tang dan catatan I-Tsing. Ketiga kerajaan tersebut menjadi pesaing kuat jaringan perdagangan Sriwijaya-Buddha. yang kemudian menjadi raja kedua dari Kerajaan Galuh.

Di sebelah utaranya terletak Ta Hen La (Kamboja). Ia bekerjasama dengan pendeta Jawa bernama Janabadra. Prasasti ini beraksara Kawi dan berbahasa Melayu Kuna dan berasal dari sekitar abad ke-7 masehi. Di Ho-ling ada pendeta Cina bernama Hwining. Isi prasasti memuat keluarga dari tokoh utamanya. cula badak dan gading gajah. di sebelah timurnya terletak Po-Li (Pulau Bali) dan di sebelah barat terletak Pulau Sumatera. Kecamatan Grabag. rakyat Ho-ling diperintah oleh Ratu Hsi-mo (Shima). kendi. yang menerjemahkan salah satu kitab agama Buddha ke dalam Bahasa Cina. Kitab terjemahan itu antara lain memuat cerita tentang Nirwana. cakra dan bunga teratai yang merupakan lambang keeratan hubungan manusia dengan dewa-dewa Hindu. sedangkan istrinya bernama Sampula. Jawa Tengah. ibunya bernama Bhadrawati. Prasasti menyebutkan tentang mata air yang bersih dan jernih.906 M) memberikan tentang keterangan Holing sebagai berikut. Ia adalah seorang ratu yang sangat adil dan bijaksana. Pada masa pemerintahannya Kerajaan Ho-ling sangat aman dan tentram. . Prof.Catatan dari zaman Dinasti Tang Cerita Cina pada zaman Dinasti Tang (618 M . Dapunta Selendra. Prasasti Prasasti peninggalan Kerajaan Ho-ling adalah Prasasti Tukmas.      Ho-ling atau disebut Jawa terletak di Lautan Selatan. Boechari berpendapat bahwa tokoh yang bernama Dapunta Selendra adalah cikal-bakal raja-raja keturunan Wangsa Sailendra yang berkuasa di Kerajaan Mataram Hindu. Prasasti bertuliskan huruf Pallawa yang berbahasa Sanskerta. Catatan I-Tsing Catatan I-Tsing (tahun 664/665 M) menyebutkan bahwa pada abad ke-7 tanah Jawa telah menjadi salah satu pusat pengetahuan agama Buddha Hinayana. Penduduk Kerajaan Ho-ling sudah pandai membuat minuman keras dari bunga kelapa Daerah Ho-ling menghasilkan kulit penyu. Magelang di Jawa Tengah. Raja tinggal di suatu bangunan besar bertingkat. Catatan dari berita Cina ini juga menyebutkan bahwa sejak tahun 674. Prasasti ini bersifat keagamaan Siwais. Drs. ditemukan Prasasti Sojomerto. Prasasti ini ditemukan di ditemukan di lereng barat Gunung Merapi. tepatnya di Dusun Dakawu. Kabupaten Batang. Kecamatan Reban. kelasangka. tetapi cerita ini berbeda dengan cerita Nirwana dalam agama Buddha Hinayana. dan singgasananya terbuat dari gading. emas. yaitu ayahnya bernama Santanu. Ibukota Ho-ling dikelilingi oleh tembok yang terbuat dari tonggak kayu. Desa Lebak. Pada prasasti itu ada gambar-gambar seperti trisula. Prasasti Tukmas Sementara di Desa Sojomerto. kapak. perak. beratap daun palem. Sungai yang mengalir dari sumber air tersebut disamakan dengan Sungai Gangga di India.

Kemudian Kerajaan Ho-ling mengirimkan utusan (upeti lagi) pada 666 M. terbukti bahwa terjemahan yang diterjemahkan HwuNing dengan Yun-ki bersama dengan Njnanabhdra itu adalah kitab Nirwana bagian akhir yang menceritakan tentang pembakaran jenazah sang Budha. tetapi menganut agama Budha Hinayana aliran Mulasarastiwada. Dengan demikian jelas bahwa Ho-ling tidak menganut agama Budha aliran Mahayana. Prasasti Sojomerto Mata pencaharian Kerajaan Ho-ling mempunyai hasil bumiberupa kulit penyu. dengan sisa tulang yang tidak habis terbakar dikumpulkan untuk dijadikan relik suci. burung kakatua. Utusan yang datang pada 813 M (atau 815 M) datang dengan mempersembahkan empat budak sheng-chih (jenggi). .Kedua temuan prasasti ini menunjukkan bahwa kawasan pantai utara Jawa Tengah dahulu berkembang kerajaan yang bercorak Hindu Siwais. Ada sebuah gua yang selalu mengeluarkan air garam yang disebut sebagai bledug. cula badak dan gading. Kronik Dinasti Sung juga menyebutkan bahwa yang memimpin dan mentahbiskan Yun-ki menjadi pendeta Budha adalah Njnanabhadra. Menurut catatan Dinasti Sung yang memerintah setelah Dinasti T‟ang. Di sana kedua pendeta tersebut bersamasama dengan Joh-na po-t‟o-lo menerjemahkan Kitab Budha bagian Nirwana. Catatan ini menunjukkan kemungkinan adanya hubungan dengan Wangsa Sailendra atau kerajaan Medang yang berkembang kemudian di Jawa Tengah Selatan. Kaisar amat berkenan hatinya sehingga memberikan gelar kehormatan kepada utusan tersebut. Ho-ling masih mengirim utusan ke negeri Cina dengan membawa “hadiah” berupa empat orang budak Sen-ki. Kitab suci Budha yang diterjemahkan tersebut sangat berbeda dengan kitab Suci Budha Mahayana. emas dan perak. Kaisar amat terkesan dengan sikap itu dan memberikan gelar kehormatan kepada keduanya. Kaisar Cina mengirimkan balasan yang dengan dibubuhi cap kerajaan dan raja To-ho-lo meminta kuda-kuda yang terbaik dan dikabulkan oleh kaisar Cina. burung kakatua. seorang pendeta agama Budha dari Cina dan kronik Dinasti Sung. Sampai dengan tahun 813 M. Utusan itu mohon supaya gelar tersebut diberikan saja kepada adiknya. dan sejumlah jenis burung lainnya. Dikatakan bahwa pada 664-667 M. Terjemahan inilah yang dibawa pulang ke Cina. Menurut I-tsing. pendeta Budha Cina bernama Hwuning dengan pembantunya Yun-ki datang ke Ho-ling. menyerahkan upeti ke Cina. Penduduk menghasilkan garam dengan memanfaatkan sumber air garam yang disebut sebagai bledug tersebut. Keagamaan Salah satu sumber yang berbicara tentang keagamaan Kerajaan Ho-ling adalah sumber Cina yang berasal dari catatan perjalanan I-tsing. dan burung p‟in-chiat (?) dan benda-benda lainnya. Hubungan dengan negeri luar Pada masa Chen-kuang (627-649 M) raja Ho-ling bersama dengan raja To-ho-lo To-p‟o-teng. 767 M dan 768 M.

Sriwijaya menjadi simbol kebesaran Sumatera awal dan kerajaan besar Nusantara selain Majapahit di Jawa Timur. Prasasti paling tua mengenai Sriwijaya juga berada pada abad ke-7 yaitu Prasasti Kedukan Bukit di Palembang bertarikh 682. Eksistensi Sriwijaya diketahui secara resmi tahun 1918 oleh sejarawan Perancis George Cœdès dari École française d‟Extrême-Orient. Ekspansi kerajaan ini ke Jawa dan Semenanjung Malaya menjadikan Sriwijaya mengontrol dua pusat perdagangan utama di Asia Tenggara. Untuk mencegah hal tersebut Maharaja Dharmasetu melancarkan beberapa serangan ke kota-kota pantai di . Bukti awal mengenai keberadaan kerajaan ini berasal dari abad ke-7. Pada abad ke-20 kedua kerajaan tersebut menjadi referensi olehkaum nasionalis utk menunjukkan bahwa Indonesia merupakan satu kesatuan negara sebelelum kolonialisme Belanda. Dan di akhir masa kerajaan ini takluk di bawah kerajaan Majapahit.300 mil di barat.Sementara dari peta Ptolemaeus ditemukan keterangan tentang ada 3 pulau Sabadeibei yg berkaitan dgn Sriwijaya. Sekitar tahun 1992 hingga 1993 Pierre-Yves Manguin membuktikan bahwa pusat Sriwijaya berada di Sungai Musi antara Bukit Seguntang dan Sabokingking (terletak di provinsi Sumatra Selatan Indonesia). Wilayah hulu sungai Musi kaya akan berbagai komoditas yg berharga utk pedagang Tiongkok Ibukota diperintah secara langsung oleh penguasa sementara daerah pendukung tetap diperintah oleh datu setempat. Orang Tionghoa menyebut Shih-li-fo-shih atau San-fo-ts‟i atau San Fo Qi. Dalam bahasa Sansekerta dan Pali kerajaan Sriwijaya disebut Yavadesh dan Javadeh. Di abad ke-7 pelabuhan Cham di sebelah timur Indochina mulai mengalihkan banyak pedagang dari Sriwijaya. Berdasarkan observasi ditemukan reruntuhan candi-candi Sriwijaya di Thailand dan Kamboja. Sekitar tahun 500 akar Sriwijaya mulai berkembang di wilayah sekitar Palembang Sumatera.Kerajaan Sriwijaya Dalam bahasa Sansekertasri berarti “bercahaya” danwijaya berarti “kemenangan”. Kemunduran pengaruh Sriwijaya terhadap daerah bawahan mulai menyusut dikarenakan beberapa peperangandiantara serangan dari raja Dharmawangsa dari Jawa ditahun 990 dan tahun 1025 serangan Rajendra Coladewa dari Koromandel selanjut tahun 1183 Sriwijaya dibawah kendali kerajaan Dharmasraya. Pembentukan dan Pertumbuhan Kerajaaan Sriwijaya Kerajaan Sriwijaya menjadi pusat perdagangan dan merupakan negara maritim. Kerajaan ini terdiri atas tiga zona utama daerah ibukota muara yg berpusatkan Palembang lembah Sungai Musi yg berfungsi sebagai daerah pendukung dan daerah-daerah muara saingan yg mampu menjadi pusat kekuasan saingan. Sriwijaya (Srivijaya) adl kerajaan maritim yg kuat di pulau Sumatera dan berpengaruh di Nusantara daerah kekuasaan Sriwijaya meliputi Kamboja Thailand Semenanjung Malaya Sumatera Jawa Kalimantan dan Sulawesi. Bangsa Arab menyebut Zabaj dan Khmer menyebut Malayu. Sriwijaya disebut dgn berbagai macam nama. Namun Soekmono berpendapat bahwa pusat Sriwijaya terletak di provinsi Jambi sekarang yaitu pada kawasan sehiliran Batang Hari antara Muara Sabak sampai ke Muara Tembesi. Negara ini tak memperluas kekuasaan diluar wilayah kepulauan Asia Tenggara dgn pengecualian berkontribusi utk populasi Madagaskar sejauh 3. seorang pendeta Tiongkok I-tsing menulis bahwa ia mengunjungi Sriwijaya tahun 671 dan tinggal selama 6 bulan.

I-tsing melaporkan bahwa Sriwijaya menjadi rumah bagi ribuan sarjana Budha sehingga menjadi pusat pembelajaran agama Buddha. DariPrasasti Kedukan Bukit pada tahun 682 di bawah kepemimpinan Dapunta Hyang Jayanasa Kerajaan Minanga takluk di bawah imperium Sriwijaya. Ia berkuasa pada periode 792 sampai 835. Sriwijaya meneruskan dominasi atas Kamboja sampai raja Khmer Jayawarman II pendiri imperium Khmer memutuskan hubungan dgn kerajaan di abad yg sama.Indochina. Setelah Dharmasetu Samaratungga menjadi penerus kerajaan. Relasi Kerajaan Sriwijaya dgn Kekuatan Regional Dari catatan sejarah danbukti arkeologi dinyatakan bahwa pada abad ke-9 Sriwijaya telah melakukan kolonisasi di hampir seluruh kerajaan-kerajaan Asia Tenggara antara lain Sumatera Jawa Semenanjung Malaya Kamboja dan Vietnam Selatan . BerdasarkanPrasasti Kota Kapur yg yg berangka tahun 682 dan ditemukan di pulau Bangka Pada akhir abad ke-7 kemaharajaan ini telah menguasai bagian selatan Sumatera pulau Bangka dan Belitung hingga Lampung. Pengunjung yg datang ke pulau ini menyebutkan bahwa koin emas telah digunakan di pesisir kerajaan. Sriwijaya mengakumulasi kekayaan sebagai pelabuhan dan gudang perdagangan yg melayani pasar Tiongkok dan India. Abad ke-7 orang Tionghoa mencatat bahwa terdapat dua kerajaan di Sumatera yaitu Malayu dan Kedah dan tiga kerajaan di Jawa menjadi bagian kemaharajaan Sriwijaya. Di masa berikut Pan Pan dan Trambralinga yg terletak di sebelah utara Langkasuka juga berada di bawah pengaruh Sriwijaya. Tidak seperti Dharmasetu yg ekspansionis Samaratungga tak melakukan ekspansi militer tetapi lbh memilih utk memperkuat penguasaan Sriwijaya di Jawa. Kota Indrapura di tepi sungai Mekong di awal abad ke-8 berada di bawah kendali Sriwijaya. Budha Vajrayana di Kerajaan Sriwijaya Sebagaipusat pengajaran Budha Vajrayana Sriwijaya menarik banyak peziarah dan sarjana dari negara-negara di Asia. Di abad ini pula Langkasuka di semenanjung Melayu menjadi bagian kerajaan. Menurut catatan pada masa ini pula wangsa Melayu-Budha Sailendra bermigrasi ke Jawa Tengah dan berkuasa disana. Di akhir abad ke-8 beberapa kerajaan di Jawa antara lain Tarumanegara dan Holing berada di bawah kekuasaan Sriwijaya. . Selama masa kepemimpinan ia membangun candi Borobudur di Jawa Tengah yg selesai pada tahun 825. Di abad ke-9 wilayah kemaharajaan Sriwijaya meliputi Sumatera Sri Lanka Semenanjung Malaya Jawa Barat Sulawesi Maluku Kalimantan dan Filipina. Prasasti ini juga menyebutkan bahwa Jayanasa telah melancarkan ekspedisi militer utk menghukum Bhumi Jawa yg tak berbakti kepada Sriwijaya peristiwa ini bersamaan dgn runtuh Tarumanagara di Jawa Barat dan Holing (Kalingga) di Jawa Tengah yg kemungkinan besar akibat serangan Sriwijaya. Penguasaan atas Malayu yg kaya emas telah meningkatkan prestise kerajaan. Ajaran Buddha aliran Buddha Hinayana dan Buddha Mahayana juga turut berkembang di Sriwijaya. Dominasi atas Selat Malaka dan Selat Sunda menjadikan Sriwijaya sebagai pengendali rute perdagangan rempah dan perdagangan lokal yg mengenakan biaya atas tiap kapal yg lewat. Antara lain pendeta dari Tiongkok I-tsing yg melakukan kunjungan ke Sumatera dalam perjalanan studi di Universitas Nalanda India pada tahun 671 dan 695 serta di abad ke-11 Atisha seorang sarjana Budha asal Benggala yg berperan dalam mengembangkan Budha Vajrayana di Tibet. Sriwijaya tumbuh dan berhasil mengendalikan jalur perdagangan maritim di Selat Malaka Selat Sunda Laut China Selatan Laut Jawa dan Selat Karimata. Dengan penguasaan tersebut kerajaan Sriwijaya menjadi kerajaan maritim yg hebat hingga abad ke-13.

Pada masa awalKerajaan Khmer juga menjadi daerah jajahan Sriwijaya. Dan kemudian Kedah juga takluk dan menjadi daerah bawahan. Daerah urban kerajaan meliputi Palembang (khusus Bukit Seguntang) Muara Jambi dan Kedah. Dua tahun kemudian raja terakhir dinasti Tang menganugerahkan gelar kepada utusan Sriwijaya. Sriwijaya juga berhubungan dekat dgn kerajaan Pala di Benggala dan sebuah prasasti berangka 860 mencatat bahwa raja Balaputra mendedikasikan seorang biara kepada Universitas Nalada Pala. Setelah kejatuhan Sriwijaya Chaiya terbagi menjadi tiga kota yakni (Mueang) Chaiya Thatong (Kanchanadit) dan Khirirat Nikhom. Kerajaan Melayu ini memiliki pertambangan emas sebagai sumber ekonomi dan kata Swarnnadwipa (pulau emas) mungkin merujuk pada hal ini. Di tahun 902 Sriwijaya mengirimkan upeti ke China. Pada tahun 903 penulis Muslim Ibnu Batutah sangat terkesan dgn kemakmuran Sriwijaya. Dari literatur Tiongkok utusan itu mempunyai nama Arab hal ini memberikan informasi bahwa pada masa-masa itu Sriwijaya sudah berhubungan dgn Arab yg memungkinkan Sriwijaya sudah masuk pengaruh Islam di dalam kerajaan. Banyak sejarawan mengklaim bahwa Chaiya di propinsi Surat Thani Thailand Selatan sebagai ibu kota terakhir kerajaan tersebut pengaruh Sriwijaya nampak pada bangunan pagoda Borom That yg bergaya Sriwijaya. . Dalam berita Cina yg berjudul Sung Hui Yao disebutkan bahwa kerajaan San-fo-tsi pada tahun 1082 mengirim utusan dimana pada masa itu Cina di bawah pemerintahan Kaisar Yuan Fong. Relasi dgn dinasti Chola di India selatan cukup baik dan kemudian menjadi buruk setelah Rajendra Coladewa naik tahta dan melakukan penyerangan di abad ke11. Kemudian Kerajaan Chola meneruskan penyerangan dan berhasil penaklukan Sriwijaya selama beberapa dekade berikut keseluruh imperium Sriwijaya berada dalam pengaruh Rajendra Coladewa. Antara tahun 1079 .1088 kronik Tionghoa masih mencatat bahwaSan-fo-ts‟i masih mengirimkan utusan dari Jambi dan Palembang. Istilah San-fo-tsi terutama pada tahun 1225 tak lagi identik dgn Sriwijaya melainkan telah identik dgn Dharmasraya dimana pusat pemerintahan dari San-fo-tsi telah berpindah jadi dari daftar 15 negeri bawahan San-fo-tsi tersebut merupakan daftar jajahan kerajaan Dharmasraya yg sebelum merupakan daerah bawahan dari Sriwijaya dan berbalik menguasai Sriwijaya beserta daerah jajahan lainnya. Tak diragukan lagi Sriwijaya mendapatkan keuntungan dari perdagangan ini. Duta besar tersebut menyampaikan surat dari raja Kien-pi bawahan San-fo-tsi yg merupakan surat dari putri raja yg diserahi urusan negara San-fo-tsi serta menyerahkan pula 227 tahil perhiasan rumbia dan 13 potong pakaian. Meskipun demikian Rajendra Coladewa tetap memberikan peluang kepada raja-raja yg ditaklukan utk tetap berkuasa selama tetap tunduk kepadanya. Minanga merupakan kekuatan pertama yg menjadi pesaing Sriwijaya yg akhir dapat ditaklukkan pada abad ke-7. Masa Kejayaan Kerajaan Sriwijaya Pada paruh pertama abad ke-10 diantara kejatuhan dinasti Tang dan naik dinasti Song perdagangan dgn luar negeri cukup marak terutama Fujian kerajaan Min dan negeri kaya Guangdong kerajaan Nan Han. Keruntuhan Kerajaan Sriwijaya Rajendra Coladewa pada tahun 1025 raja Chola dari Koromandel India selatan menaklukkan Kedah dan merampas dari Sriwijaya. Dan kemudian dilanjutkan dgn pengiriman utusan selanjut di tahun 1088. Setelah invasi tersebut akhir mengakibatkan melemah hegemoni Sriwijaya dan kemudian beberapa daerah bawahan membentuk kerajaan sendiri dan kemudian muncul Kerajaan Dharmasraya sebagai kekuatan baru dan kemudian mencaplok kawasan semenanjung malaya dan sumatera termasuk Sriwijaya itu sendiri.

Kekayaan yg melimpah ini telah memungkinkan Sriwijaya membeli kesetiaan dari vassal-vassal di seluruh Asia Tenggara. Pada tahun 1275 Singhasari penerus kerajaan Kediri di Jawa melakukan suatu ekspedisi dalam Pararaton disebut semacam ekspansi dan menaklukan bhumi malayu yg dikenal dgn nama Ekspedisi Pamalayu yg kemudian Kertanagara raja Singhasari menghadiahkan Arca Amoghapasa kepada Srimat Tribhuwanaraja Mauli Warmadewa raja Melayu di Dharmasraya seperti yg tersebut dalam Prasasti Padang Roco. Sangat dimungkinkan bahwa Sriwijaya yg termahsyur sebagai bandar pusat perdagangan di Asia Tenggara sekaligus sebagai pusat pembelajaran agama Budha juga ramai dikunjungi pendatang dari Timur Tengah dan mulai dipengaruhi oleh pedagang dan ulama muslim. Pong-fong (Pahang) Tong-ya-nong (Terengganu) Ling-ya-sikia (Langkasuka) Kilantan (Kelantan) Fo-lo-an (muara sungai Dungun daerah Terengganu sekarang) Ji-lo-t‟ing (Cherating pantai timur semenanjung malaya) Ts‟ien-mai (Semawe pantai timur semenanjung malaya) Pa-t‟a (Sungai Paka pantai timur semenanjung malaya) Tan-maling (Tambralingga Ligor selatan Thailand) Kia-lo-hi (Grahi Chaiya sekarang selatan Thailand) Pa-lin-fong (Palembang) Kien-pi (Jambi) Sin-t‟o (Sunda) Lan-wu-li (Lamuri di Aceh) and Si-lan (Kamboja). Dan kemudian pada tahun 1347 Adityawarman memproklamirkan diri menjadi raja di Malayapura sesuai dgn manuskrip yg terdapat pada bagian belakang Arca Amoghapasa. Pengaruh Budaya dan Agama Islam Kerajaan Sriwijaya banyak dipengaruhi budaya India pertama oleh budaya Hindu dan kemudian diikuti pula oleh agama Buddha. Orang Arab mencatat bahwa Sriwijaya memiliki aneka komoditi seperti kamper kayu gaharu cengkeh pala kepulaga gading emas dan timah yg membuat raja Sriwijaya sekaya raja-raja di India. Raja-raja Sriwijaya menguasai kepulauan Melayu melalui perdagangan dan penaklukkan dari kurun abad ke-7 hingga abad ke-9.C. Dan dimasa itu nama Sriwijaya sudah tak ada disebut lagi tapi telah diganti dgn nama Palembang hal ini sesuai dgn Nagarakretagama yg menguraikan tentang daerah jajahan Majapahit. Sehingga secara langsung turut serta mengembangkan bahasa Melayu dan kebudayaan Melayu di Nusantara. Kemudian dari Kitab Undang-Undang Tanjung Tanah yg kemungkinan ditulis sebelum pada tahun 1377 juga terdapat kata-kata bumi palimbang. Perdagangan Kerjaaan Sriwijaya Dalam perdagangan Sriwijaya menjadi pengendali jalur perdagangan antara India dan Tiongkok yakni dgn penguasaan atas selat Malaka dan selat Sunda. DalamKidung Pamacangah dan Babad Arya Tabanan juga disebut „Arya Damar‟ sebagai bupati Palembang yg berjasa membantu Gajah Mada dalam menaklukkan Bali pada tahun 1343 Prof. Di Jawa dia menemukan bahwa rakyat memeluk agama Budha dan Hindu sedangkan rakyat San-fo-ts‟i memeluk Budha dan memiliki 15 daerah bawahan yg meliputi. Agama Buddha diperkenalkan di Sriwijaya pada tahun 425 Masehi.Berdasarkan sumber Tiongkok pada buku Chu-fan-chi yg ditulis pada tahun 1178 Chou-JuKua menerangkan bahwa di kepulauan Asia Tenggara terdapat dua kerajaan yg sangat kuat dan kaya yakni San-fo-ts‟i dan Cho-po (Jawa). Dan selanjut pada tahun 1293 muncul Majapahit sebagai pengganti Singhasari dan setelah Ratu Tribhuwana Wijayatunggadewi naik tahta memberikan tanggung jawab kepada Adityawarman seorang peranakan Melayu dan Jawa utk kembali menaklukkan Swarnnabhumi pada tahun 1339. Sehingga beberapa kerajaan yg semula merupakan bagian dari Sriwijaya kemudian tumbuh . C. Sriwijaya merupakan pusat terpenting agama Buddha Mahayana. Berg menganggap identik dgn Adityawarman.

Bahkan disalah satu naskah surat adl ditujukan kepada khalifah Umar bin Abdul Aziz (717720M) dgn permintaan agar khalifah sudi mengirimkan da‟i ke istana Sriwijaya. Sehingga sangat dimungkinkan kehidupan sosial Sriwijaya adl masyarakat sosial yg di dalam terdapat masyarakat Budha dan Muslim sekaligus. Demikian pulaKodam Sriwijaya (unit komando militer) PT Pupuk Sriwijaya (Perusahaan Pupuk di Sumatera Selatan)Sriwijaya Post (Surat kabar harian di Palembang) Sriwijaya TV Sriwijaya Air (maskapai penerbangan) Stadion Gelora Sriwijaya dan Sriwijaya Football Club (Klab sepak bola Palembang) semua dinamakan demikian utk menghormati memuliakan dan merayakan kegemilangan kemaharajaan Sriwijaya. Di samping Majapahit kaum nasionalis Indonesia juga mengagungkan Sriwijaya sebagai sumber kebanggaan dan bukti kejayaan masa lampau Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa pada abad ke-15 keagungan gengsi dan prestise Sriwijaya tetap dihormati dan dijadikan sebagai sumber legitimasi politik bagi penguasa di kawasan ini. Hal yg sama juga berlaku bagi masyarakat Thailand Selatan yg menciptakan kembali tarian Sevichai (Sriwijaya) yg berdasarkan pada keanggunan seni budaya Sriwijaya. Bagi penduduk Palembang keluhuran Sriwijaya telah menjadi inspirasi seni budaya seperti lagu dan tarian tradisional Gending Sriwijaya. Pengaruh orang muslim Arab yg banyak berkunjung di Sriwijaya raja Sriwijaya yg bernama Sri Indrawarman masuk Islam pada tahun 718. Nama Sriwijaya telah digunakan dan diabadikan sebagai nama jalan di berbagai kota dan nama ini telah melekat dgn kota Palembang dan Sumatera Selatan.Universitas Sriwijaya yg didirikan tahun 1960 di Palembang dinamakan berdasarkan kedatuan Sriwijaya.menjadi cikal-bakal kerajaan-kerajaan Islam di Sumatera kelak disaat melemah pengaruh Sriwijaya.Kegemilangan Sriwijaya telah menjadi sumber kebanggaan nasional dan identitas daerah khusus bagi penduduk kota Palembang provinsi Sumatera Selatan dan segenap bangsa Melayu. . Warisan Sejarah Kemaharajaan Sriwijaya Berdasarkan Hikayat Melayu pendiri Kesultanan Malaka mengaku sebagai pangeran Palembang keturunan keluarga bangsawan Palembang dari trah Sriwijaya. Tercatat beberapa kali raja Sriwijaya berkirim surat ke khalifah Islam di Suriah.

Pramodawarddhani. Pada awal berdirinya. . Para raja keturunan wangsa Sanjaya seperti Sri Maharaja Rakai Panangkaran. Balaputeradewa kemudian melarikan diri ke P. yakni agama Hindu dan Buddha. Sri Maharaja Rakai Panunggalan. Kerajaan Mataram Kuno diperkirakan berdiri sejak awal abad ke-8. yaitu Rakai Pikatan (wangsa Sanjaya). Ia menggantikan raja sebelumnya. Pendiri wangsa Sanjaya adalah Raja Sanjaya. dan Sri Maharaja Rakai Garung merupakan raja bawahan dari wangsa Sailendra. Setelah Raha Sanjaya wafat. Peninggalan bangunan suci dari keduanya antara lain ialah Candi Geding Songo. Candi Sewu. Kerajaan Mataram Kuno bermula sejak pemerintahan Raja Sanjaya yang bergelar Rakai Mataram Sang Ratu Sanjaya. mengadakan perlawanan namun kalah dalam peperangan. pendiri wangsa Sailendra. Ia memerintah Kerajaan Mataram Kuno hingga 732M. kerjaan ini berpusat di Jawa Tengah. pada abad ke-10 pusat Kerajaan Mataram Kuno pindah ke Jawa Timur. yaitu Balaputeradewa. Adapun yang berlatar belakang agama Buddha antara lain ialah Candi Kalasan. untuk dikawinkan dengan anak Rakai Patapan. kompleks Candi Dieng. Candi Borobudur.Kerajaan mataran Kuno Kerajaan Mataram Kuno (abad ke-8) adalah kerajaan Hindu di Jawa (Jawa Tengah dan Jawa Timur). adik Pramodawarddhani. Kerajaan Mataram di Jawa Tengah Kerajaan Mataram Kuno yang berpusat di Jawa Tengah terdiri dari dua wangsa (keluarga). merupakan peninggalan candi Hindu pada masa Kerajaan Mataram Kuno. Kerajaan Mataram Kuno mempunyai dua latar belakang keagamaan yang berbedaa. Oleh Karena adanya perlawanan yang dilakukan oleh keturunan Raja Sanjaya. yaitu wangsa Sanjaya dan Sailendraa. dan kompleks Candi Prambanan yang berlatar belakang Hindu. Rakai Pikatan kemudian menduduki takhta Kerajaan Mataram Kuno. Raja Sanjaya telah menyelamatkan Kerajaan Mataram Kuno dari kehancuran setelah Raja Sanna wafat. kekuasaan Kerajaan Mataram Kuno dipegang oleh Dapunta Sailendra. SUmatra dan menjadi raja Sriwijaya. yakni Raja Sanna. Samaratungga (raja wangsa Sailendra) menyerahkan anak perempuannya. dan Candi Plaosan. Sri Maharaja Rakai Warak. Konon. Berdasarkan catatan yang terdapat pada prasassti yang ditemukan. Melihat keadaan ini. Jawa Tengah. Akan tetapi. Candi Mendut. Komplek Candi Dieng di Wonosobo.

cucu Sri Maharaja Daksa. Kerajaan yang didirikan Mpu SIndok ini tetap bernama Mataram. Merapi. terjadi perebutan kekuasaan di antara para pangeran Kerajaan Mataram Kuno. Mpu Sindok naik takhta kerajaan pada 929 dan berkuasa hingga 948. Airlangga membagi kerajaan menjadi dua. Sampai pada masa ini Kerajaan Mataram Kuno masih menjadi saatu kerajaan yang utuh. Setelah masa pemerintahan Mpu Sindok terdapat masa gelap sampai masa pemerintahan Dharmawangsa Airlangga (1020). maka sesuai dengan landasan kosmologis harus dibangun kerajaan baru dengan wangsa yang baru pula. kerajaan ini berakhir dengan tiba-tiba. yaitu Kerajaan Pangjalu dan Janggala. Dengan demikian Mpu Sindok dianggap sebagai cikal bakal wangsa baru. . Pada abad ke-10. membangun kembali kerajaan ini di Watugaluh (wilayah antara G. Mpu Sindok.Pada masa Sri Maharaja Rakai Watukura Dyah Balitung Dharmodaya Mahasambu berkuasa. kekuasaan Kerajaan Mataram Kuno telah meluass hingga ke Jawa Timur. Jawa Timur. Kerajaan Mataram di Jawa Timur Setelah terjadinya bencana alam yang dianggap sebagai peristiwa pralaya. Wilis). Magelang. untuk menghindari perang saudara. Diduga kehancuran kerajaan ini akibat bencana alam karena letusan G. yaitu wangsa Isana. Ketika Sri Maharaja Rakai Sumba Dyah Wawa berkuasa. Jawa Tengah. Perpindahan kerajaan ke Jawa Timur tidak disertai dengan penaklukan karena sejak masa Dyah Balitung. Akan tetapi. Semeru dan G.

baik yang di jawa maupun yang di sriwijaya. Raja Fu-nan disebut parwatabhupala yang berarti raja gunung sama dengan kata syailendra. dan tiga di antaranya .Yang semula berasal di sekitar Palembang. lebih-lebih setelah J. Diantara pendapat diatas yang kemudian banyak dianut adalah pendapat G. berasal dari kalingga di selatan jawa. yaitu di dalam prasasti Ligor B.prasasti di Jawa. G.Coedes. Coedes lebih condong pada anggapan bahwa wangsa sailendra di Indonesia itu berasal dari Fu-nan atau kamboja. dia mengemukakan pendapat bahwa Wangsa Syailendra itu berasal dari India Selatan. juga prasasti Kelurak.Dan akhirnya J. De Casparis dapat menemukan istilah Waranarahdhirajaraja didalam prasasti dari candi plaosan lor.G. R. Menurut pendapat ejaan Fu-nan dalam berita Cina berasal dari kata KhamerKuna vnan atau benyam yang berarti gunung. Ini merupakan sebutan bagi shiwa sama dengan girisa. Setelah kerajaan Fu-nan itu runtuh sekitar tahun 620 M. Menurut luzky istilah saylendra wangsa menunjukkan bahwa raja-raja berasal syailendra yang brarti raja gunung.C Majundar beranggapan bahwa wangsa sailendra di Indonesia. Didalam prasasti Abhayagiriwihara dari bukti Ratu Baka tahun 714 Saka (792 M).Di dalam prasasti kayumwungan than 743 Saka (824 M).Dia sendiri mengajukan pendapat bahwa wangsa Syailendra di Jawa itu berasal dari daerah Pandya di India selatan.Kerajaan syailendra Istilah sailendra wangsa dijumpai pertama kali di Indonesia dalam prasasti Kalasan tahun 700 Saka (778 M). J Przyluzki mengatakan bahwa Coedes itu dilakukan atas dasar tafsir yang meragukan dari satu bait didalam prasasti Kuk Prah Kot. Kenyataan ini di tambah dengan kenyataan bahwa ada beberapa naman wangsa di india dan dratan Asia Tenggara yang sama artinya dengan syailendra. Dengan kata lain raja-raja wangsa syailendra di Jawa menganggap leluhurnya ada diatas gunung.L. kecuali prasasti Kayumwunga menggunakan huruf siddham. dan dia mengidentifikasikan waranara itu dengan waranara nagara atau na-fu-na didalam berita- .Yang amat menarik perhatian ialah bahwa istilah Sailendrawangsa itu muncul pula di luar Jawa. Pendapat tersebut diatas telah dibahas oleh Nilakanta Sastri. dalam bahasa khamer sekarang Phnom. tetapi pada tahun 983 M melarikan diri ke Jawa karena serangan dari Sriwijaya. maka anggota wangsa raja-raja Funan itu yg menyingkir ke jawa dan muncul sebagai penguasa disini pada pertengahan abad VIII M. menimbulkan berbagai teori tentang asal usul jawa. Nalanda dan Leyden plates.kemudian istilah ini muncul pula di dalam prasasti dari desa Kelurak tahun 704 Saka (782 M). Prasasti-prasati tersebut semuanya menggunakan bahasa Sansekerta. Moen dalam salah satu karangannya yang menarik perhatian. bukan uruf Pallawa atau huruf Jawa-Kuna sebagaimana umumnya prasasti. Ini merupakan petunjuk baginya bahwa istilah Syailendra asli Indonesia. yaitu raja gunung. dengan mengunakan nama wangsa syailendra.

asli Indonesia yang mulunya menganut agama siwa. yang melihat bahwa didalam prasasti Kalasan tahun 778 M. yaitu puat kerajaan Fu-nan setelah berpindah dari Wiyadhapura atau te-mu setelah mendapat serangan dari Chenla di bawah pimpinan Bhawawarman dan Citra sena pada pertengahan kedua abad 6 M selanjutnya De Casparis mengatakan bahwa setelah pindah ke na-fu-na yang biasa dilokasikan didekat Angkorborai ada diantara raja-raja itu yang pergi ke jawa dan berhasil mengalahkan raja yang berkuasa disana. Pendapat bahwa bangsa sailendra berasal dari luar Indonesia (india atau Kamboja) ditentang oleh R. mungkin sekali memperkuat anggapan Poerbatjaraka.D. Pendapat de Caparis itu diilhami oleh F. kab. Sebagai salah satu alas an dia untuk menunjuk pada kitab carita parahyangan. dan dalam berbagai kesempatan pembangunan candi-candi membantu raja wangsa Sailendra dengan memberikan tanah-tanah sebagai sima bagi candicandi itu. Masih ada tokoh lagi yang disebut didalam prasasti ini yang sayang sekali namanya tidak terbaca namanya. maka di jawa tengah terdapat dua wangsa raja raja. yang berbahasa sangskerta ada dua pihak.Pendapat de Casparis ini dikembangkan lagi oleh F. Dengan landasan anggaan bahwa sejak abad pertengahan 8 ada dua wangsa raja raja yang berkuasa.H.K. yang hanya disebut sebagai permata sailendra tanpa nama. dan para pendtang itu yang kemudian menamakan dirinya sebagai wangsa sailendra yang beragama budha . Raja raja wangsa Sanjaya itu. Poerbatjaraka. Bosch disana-sini.Van Nearssen.Ng. Penemuan baru berupa prasasti batu berbahasa melayu kuno di desa Sojomerto. yaitu sanjaya dan keturunannya.Demikan pula istilah . seolah-olah bangsandonesia sejak dulu hanyalah mampu diperintah oleh bangsa asing. Sanjaya dan keturunannya adalah raja-raja dari wangsa Sailendra. tetapi sejak Rakai Panangkaran berpindah agama menjadi penganut Buddha Mahayana. karena ia ditakut oleh semua orang. Menurut Poerbatjaraka. dan rakai panangkaran. raja bawahanya dari wngsa Sanjaya. Selanjutnya de Casparis mencoba mengadakan rekontruksi jalanya sejarah keadaan mataram sampai pada abad 9 M. sejak rakai Panangkaran hanya berkuasa sebagai raja bawahan. Prasati dari Sojomerto itu menyebutkan Dapunta Sailendra nama ayah dan ibunya yaitu Santanu dan Bradawati dan istrinya Sampula. yaitu wangsa Sailendra yang berasal dari Fu-nan. yang berhasil menaklukan raja raja dari wangsa Sanjayaang beragama Siwa.berita China. Jadi menurut de Casparis di Jawa mula mula berkuasa wangsa raja raja yangberagama Siwa. tetapi setelah kedatangan raja dari Na-fu-na itu yang behrasil menaklukkannya.Pekalongan dan batu berbhasa yang tidak diketahui debngan jelas asalnya. yaitu wangsa Sanjaya yang beragama siwa. ia merasa amat tersinggung membaca teori tersebut. yang antara lain memuat keterangan bahwat Rahyang Sanjaya telah menganjurkan anaknya Rahyangta Panaraban untuk meninggalakn agama yang dianutnya. yaitu fihak raja sailendra . dan penganut agama budha Mahayana.Dan kini disimpan dalam koleksi pribadi Adam Malik. Nama Rahyangta Panaraban diidentifikasikannya dengan Rakai P anangkaran.

Prasasti yang kedua adlah prasti camggal. mungkin sekali berasal dari Sumatera maka sesuai dengan asal usul nama-nama wansa yang lain itu daptlah disini disimpulkan bahwa Sailendra wangsa itu berpangkal kepada Dapunta. Didalam Prasasti Sojomerto itu dijumpai nama Dapunta Sailendra yang jelas merupakan ejaan Indonesia dari kata sansekerta sailendra karena di Sumatera dijumpai lebih banuaSailendra. guntin. Hal ini menunukan kepada dewa Siwa bahwa ini bagaikan air suci dan bahwa didekatnya tentu ada pengolahan sumber air yang dikelola oleh para pendeta. kapak.yang menunjukan hubungan antara tokoh ini dengan Dapunta Sailendra. trisula. Menurut analisa Paleoogafis dari krom prassti ini berasal pada abad pertengahan yang isinya pujian kepada suatu mata air yang keluar dari gunung hal ini disamakan dengan air yang mengalirkan airnya yang dingin dan bersih melalui pasi yang berbatu bagaikan sungai Gangga. yang terdiri dari tiga bait berisi bahwa raja Sanjaya tela mendirikan lingga diatas bukit pada tangggal 6 oktober tahun 732 M. Prasati ini berbhasa sansekerta tetapi sayang yang ditemukan hanya bagian akhir. yang untuk sementara kita sebut dengan nama Prasasti Sankara. kudi.Jadi mungkin sekali tokoh yang telah dipendewakan dan dianggap sebagai leluhur Dapunta Sailendra. kecamatan Grabag (Magelang) Pasasti Tuk Mas.Ru Rakai mataram sang ratu sanjaya Sebelum perpindahan pusat kerajaan terdapat berbagai sumber prasasti di mas seelum perpindahan itu. Pertama-tama disebutkan disini prssati di desa lebak. dolkmes dan empat bunga Padma. Sebagaimana Isanawangsa berpangkal pada Mpu Sindok yang bergelar Sri Isanawikramadarmmottunggadewa dan Raja Sawangsa berpangkal pada Ken Arok yang bergelar Sri Rajasa. Kapn dan apa sebabnya raja-raja wangsa Sailendra itu mulai menganut agama Buddha mungkin dapat diketahui dari prasasti milik Adam Malik. Kenyataan bahwa ia menggunakan bahasa melayu kuno didalam prasastinya menunjukan bahwa ia orang Indonesia asli. kundi. sanka. Prasasti ini mengunakan Huruf Palawa dan bahasa Sansekerta.Prasati ini di pahat pada sebuah batu alam yang besar yang dekat dengan mata air. tentunya Sailendrawangsa berpangkal kepada seoran leluhur yang gelarnya mengandung unsur Sailendra.Hurufnya Pallawa yang tergolong muda dan bahasanya Sansekerta.Tokoh ini diberi pedikat Hiyang. Dari prasati Sojomerto itu jelas bawa Dapunda Sailendra ialah penganut wangsa Siwa. Bait ke tuju memji pulau Jawa yang subur dan banyak menghasilkan gandum (atau . Dari pahatan tulisan tersebut terdapat suatu laksana dan ala-alat upacara antar lain cakra. Lima bait selanjunya berisi pujian terhadap dewa Siwa. tidak terbaca keseluhan. dan Wisnu denagan catatan bahwa untuk Siwa sendi tersedia tiga bait. Brahma. yang berasal dai halaman pecandian diastase gunung Wukir kecamatan Salam (Magelang).

dengan menduga yang dimaksudkan sunai gangga adalah sungai kali Progo. Dari prasasi yang diatas kiata dapat mengetahui bahwa pada tahun 723 M. raja sanjaya yang jelas adalah beragama Siwa yang telah mendirikan lingga di atas bukit. Kemungknnan hali ini berhubngnna dengan kepercayaan bahwa istananyang telah diserbu oleh musuh yang kehilangna yuannya. ini sesuai denagan pemeriaan denagan prassti. Ia kemudiaan disusul oleh rakai panankaran yang di antara Dapunta Sailendra dan Sima. antara lain sungai gangga bagunan tersebut terletak di Kunjarakunja. Siwa yan amat indah untk kesejahtraan dunia ang dikelilingi oleh sungai-sungai yang suci. Sanna. yang terutama di antaranya adalah sungai gangga. Seperti halnya telah yang disimpulkan bagunnan candi yang dimasud adalah parsati canggal itucandi banon dekat candi mendut yang arca-arcanya saja yang besar dan bercorak Klasik?Letak candi ini memeng di daerah progo dan sungai Elo. Hal ini dikarnakan dari sebuah prassti dari daftar raja-raja yang disebutkan di dalam prasasti Matyasih di medang.Mungkin sekali ibukota kerajaan juga di serbu dan ijrah. perlu dibangun ibukota baru.Kemungkuna bangunan lingga itu ilah cand yang hingga saa ini masih ada sisa-sisanya di atas gungng wukir. berdasarkan arti kata yaitu hutan gajah dan adanya wanua ing alas i Saliman. Selain itu ada suatu ketertarikan yang lain bahwa di pulau jawa ada bangunnan yang suci untuk pemujaan dewa Siwa di daerah Kunjarakunja yang dikelilingi oleh sungaisungai suci. Lagi pula kata kunjarakunla dapat juaga berate hutan fikus Religiosa atau huatan pohon Bodhi dan sejenisnya karena kata kunjara tidak berarti juga gajah tetapi nama beberapa jenis tanaman. Dan perdapat tersebut telah diragukan karena mnaman didalam prasti ke tiga sekarang ditambah denagan dua batu lagi batu sima yang membuat nama daerah itu harus dibaca wanua ing alas I Salaimar. raja Sanna telah diserang oleh musuh dan telah gugur pada pertempuran tersebut. dan Sanjaya kemunkinna sekali adalah keturunnan-keturunna Dapunta Sailendra. Dan nama Kunjarakunja itu poerbatjarka pernah mengemukkakan perdapat bahwa daerah yang dimaksud saat itu yang saat ini menjadi daerah Sleman. dengan istana yang baru yang disertai dengan pembangunnan candi untk pemujaan lingga kerajaan. Menurut de Casparis Bhanu itu seorang raja wangsa sailendra mengiggat bahwa terdapat lagi sebuah prasasti Ligor B ada nama raja Wisnu dan didalam prasasti Kelurak ada . Raja sanjaya adlah raja yang pertama yang brkedudukan di Medang. Kerena hal itu ak Sanjay dinobatkan sebagai raja.Yang telah dikatakan oleh prasasti diatas.padi) da kaya akan tambang emas. atau Sima anatara Sanna masih ada seorang raja lagi yan hingga kini belum dapat ditemukan dari sumber sejarah. Sahanna. mengingat bahwa prastinya memmang berasal dari dari halaman percandian. sehinggga mereka masuk kedalam wangsa Sailendra.

Teori India Majumdar beranggapan bahwa keluarga Śailendra di Nusantara. Di dalam prasasti yang dikenal dengan nama Prasasti Sojomerto itu disebutkan nama Dapunta Selendra. Pendapat yang sama dikemukakan juga oleh Nilakanta Sastri dan Moens.Ia mengemukakan gagasannya itu didasarkan atas sebutan gelar dapunta pada Prasasti Sojomerto. Menurut Poerbatjaraka. nama ibunya (Bhadrawati). kemudian keluarga kerajaan ini menyingkir ke Jawa. keluarga ini melarikan diri ke Jawa karena terdesak oleh Dapunta Hiyaŋ dengan bala tentaranya. dan muncul sebagai penguasa di Mdaŋ (Matarām) pada pertengahan abad ke-8 Masehi dengan menggunakan nama keluarga Śailendra. Prasasti Sojomerto dan Prasasti Kedukan Bukit merupakan prasasti yang berbahasa Melayu Kuno. Teori Jawa Pendapat bahwa keluarga Śailendra berasal dari Nusantara (Jawa) dikemukakan oleh Poerbatjaraka.Tamperan untuk berpindah agama karena agama yang dianutnya ditakuti oleh semua orang. Teori Funan Coedes lebih condong kepada anggapan bahwa Śailendra yang ada di Nusantara itu berasal dari Funan (Kamboja).Pada tahun 683 Masehi. nama ayahnya (Santanū).Pendapatnya itu didasarkan atas Carita Parahiyangan yang menyebutkan bahwa R. dan nama istrinya (Sampūla) (da pū nta selendra namah santanū nāma nda bapa nda bhadrawati nāma nda aya nda sampūla nāma nda . Gelar ini ditemukan juga pada Prasasti Kedukan Bukit pada nama Dapunta Hiyaŋ. asli Nusantara yang menganut agama Śiva.Pada waktu itu Śrīwijaya pusatnya ada di Semenanjung Tanah Melayu. Moens menganggap bahwa keluarga Śailendra berasal dari India yang menetap di Palembang sebelum kedatangan Dapunta Hiyaŋ. Sañjaya menyuruh anaknya R. Karena terjadi kerusuhan yang mengakibatkan runtuhnya Kerajaan Funan. raja-raja di Matarām menjadi penganut agama Buddha Mahāyāna juga. Tetapi sejak Paņamkaran berpindah agama menjadi penganut Buddha Mahāyāna. Dan ia berpendapat bahwa Bhanu itu tentu penganut agama Budha karena Isa merupakan nama lain dari sang Budha. baik di Śrīwijaya (Sumatera) maupun di Mdaŋ (Jawa) berasal dari Kalingga (India Selatan). Pernyataan yang hampir senada dengan Moens dikemukakan oleh Slametmulyana. Karena asal bahasa Melayu Kuno itu dari Sumatera dan adanya politik perluasan wilayah dari Kadātuan Śrīwijaya pada sekitar tahun 680-an Masehi.nama raja indra. Pendapat dari Poerbatjaraka yang didasarkan atas Carita Parahiyangan kemudian diperkuat dengan sebuah temuan prasasti di wilayah Kabupaten Batang. Panaraban atau R. dapat diduga bahwa Dapunta Selendra adalah salah seorang pembesar dari Sumatera Selatan yang menyingkir ke pantai utara Jawa di sekitar Pekalongan. Sanjaya dan keturunan-keturunannya itu ialah rajaraja dari keluarga Śailendra.

dapat diduga bahwa Mandimiñak mulai berkuasa sejak tahun 703 Masehi.Ini berarti masih ada 1 orang lagi yang berkuasa sebelum Mandimiñak. Pada tahun 674 Masehi rakyat kerajaan itu menobatkan seorang wanita sebagai ratu.).. dan seterusnya. R. yaitu Dapunta Selendra (?674 Masehi). tokoh yang bernama Dapunta Selendra adalah bakal raja-raja keturunan Śailendra yang berkuasa di Mdaŋ.Berdasarkan paleografinya. Raja Sanna mempunyai saudara perempuan bernama Sanaha yang kemudian dikawininya dan melahirkan Sañjaya.Dari Carita Parahiyangan dapat diketahui bahwa Sena (Raja Sanna) berkuasa selama 7 tahun. dan Sañjaya. dan Mandimiñak diganti oleh Sang Sena yang memerintah 7 tahun. Raja Sañjaya mulai berkuasa di Mdaŋ pada tahun 717 Masehi. Prasasti Canggal menyebutkan bahwa Sañjaya mendirikan sebuah lingga di bukit Sthīrańga untuk tujuan dan keselamatan rakyatnya. dan Rakai Paņamkaran (746-784 Masehi). Mengenai . Kerajaan Mataram Kuno diperintah oleh dua wangsa yaitu Wangsa Syailendra yang beragama Buddha dan Wangsa Sanjaya yang beragama Hindu Syiwa.Dengan ditemukannya Prasasti Sojomerto telah diketahui asal keluarga Śailendra dengan pendirinya Dapunta Selendra.Kalau Sañjaya naik takhta pada tahun 717 Masehi. Dari Prasasti Sojomerto dan Prasasti Canggal telah diketahui nama tiga orang penguasa di Mdaŋ (Matarām). Sanna. Prasasti Sojomerto berasal dari sekitar pertengahan abad ke-7 Masehi.Pada awal era Mataram Kuno.Dalam Carita Parahiyangan disebutkan bahawa Raja Mandimiñak mendapat putra Sang Sena (Sanna).Sanna (710-717 Masehi). Wangsa Sanjaya awalnya berada dibawah pengaruh kekuasaan Wangsa Syailendra. Berita Tionghoa yang berasal dari masa Dinasti T‟ang memberitakan tentang Kerajaan Ho-ling yang disebut She-po (=Jawa).Hal ini bererti untuk sampai kepada Dapunta Selendra (pertengahan abad ke-7 Masehi) masih ada sisa sekitar 60 tahun. maka setidak-tidaknya masih ada 2 penguasa lagi untuk sampai kepada Dapunta Selendra.Ia memegang pemerintahan selama 7 tahun. Menurut Boechari. maka diperolehi urutan raja-raja yang memerintah di Mdaŋ. Mandimiñak (703-710 Masehi). Dari urutan raja-raja yang memerintah itu. maka Sanna naik takhta sekitar tahun 710 Masehi.Jika demikian.Menurut para ahli sejarah. kalau keluarga Śailendra berasal dari India Selatan tentunya mereka memakai bahasa Sanskrit di dalam prasasti-prasastinya. yaitu Dapunta Selendra. yaitu Hsi-mo (Ratu Simo).Sañjaya (717-746 Masehi). Ratu Simo (674-703 Masehi). R.Mungkinkah ratu ini merupakan pewaris takhta dari Dapunta Selendra? Apabila ya.Ratu ini memerintah dengan baik.Kalau seorang penguasa memerintah lamanya kira-kira 25 tahun.Di sebutkan pula bahwa Sañjaya memerintah Jawa menggantikan Sanna.. Wangsa Syailendra cukup dominan di Jawa Tengah. Nama “Dapunta Selendra” jelas merupakan ejaan Indonesia dari kata Sanskrit “Śailendra” karena di dalam prasasti menggunakan bahasa Melayu Kuno.

yang waktu itu menjadi pangeran Wangsa Sanjaya. yaitu ketika Balaputradewa melarikan diri ke Sriwijaya yang merupakan negeri asal ibunya.Samaratungga memiliki puteri bernama Pramodhawardhani dan dari hasil pernikahannya dengan Dewi Tara. puteranya.Berdasarkan candi-candi. prasasti Nalanda maupun prasasti Klurak. sedangkan yang bercorak Hindu (Sanjaya) umumnya terletak di Jawa Tengah bagian utara. yang merupakan saudara Pramodhawardhani.persaingan kekuasaan tersebut tidak diketahui secara pasti. puteri raja Sriwijaya.Rakai Pikatan bahkan menyerang Balaputradewa. Wangsa Syailendra pada saat berkuasa. kemudian sempat berkuasa di sana selama beberapa tahun. sedangkan raja-raja dari keluarga Sanjaya tertera dalam prasasti Canggal dan prasasti Mantyasih. Pada tahun 790.Borobudur merupakan monumen Buddha terbesar di dunia. Raja-raja yang berkuasa dari keluarga Syailendra tertera dalam prasasti Ligor. Syailendra menyerang dan mengalahkan Chenla (Kamboja). puteri raja Samaratungga menikah dengan Rakai Pikatan. dan kini menjadi salah satu kebanggaan bangsa Indonesia. putera bernama Balaputradewa. dinikahkan dengan Dewi Tara.Sejak itu pengaruh Sanjaya yang bercorak Hindu mulai dominan di Mataram. peninggalan kerajaan Mataram Kuno dari abad ke-8 dan ke-9 yang bercorak Buddha (Syailendra) umumnya terletak di Jawa Tengah bagian selatan. Sejarah Wangsa Syailendra berakhir pada tahun 850. akan tetapi kedua-duanya samasama berkuasa di Jawa Tengah. . Samaratungga. Pramodhawardhani. juga mengadakan hubungan yang erat dengan kerajaan Sriwijaya di Sumatera.Prasasti yang ditemukan tidak jauh dari Candi Kalasan memberikan penjelasan bahwa candi tersebut dibangun untuk menghormati Tara sebagai Bodhisattva wanita. menggantikan agama Buddha. Candi Borobudur selesai dibangun pada masa pemerintahan raja Samaratungga (812-833).Pada masa pemerintahan raja Indra (782-812).

Dinasti Isana ini memerintah Medang Kamulan selama satu abad sejak 929 M. . Letak Geografis Kerajaan Medang kamulan merupakan Kerajaan lanjutan dari Mataram Lama di Jawa Tengah. 2. Letak Kerajaan berada di wilayah Jawa Timur. Kerajaan Medang menjadi Kerajaan tersendiri sejak Mpu sindok membentuk Dinasti Baru yaitu Isyana. Pada masa Medang Kamulan (Kahuripan) inilah terjadi perpindahan kekuasaan politik dari Jawa Tengah ke Jawa Timur. setelah Mataram hancur karena letusan Gunung Merapi. Medang Kahuripan ini dibangun oleh keturunan raja Mataram. sebagian ahli berpendapat. Namanya Mpu Sindhok. 1. pendiri Dinasti Isana. Namun.KERAJAAN MEDANG KAMULAN Kerajaan ini seringkali disebut dengan nama Medang Kamulan dapat dikatakan sebagai kelanjutan Mataram karena ia tak lain adalah ibukota Mataram. Nama kamulan bisa dianggap sebagai perubahan kata “kamulyaan” atau “kemulian”. Medang Kamulan adalah ibukota Kediri atau Jenggala. Pergeseran peta kekuasaan ini pada perkembangannya sangat menentukan sejarah perpolitikan di Jawa khususnya. Sumber Sejarah  · Prasasti Mpu Sindok Prasasti ini menyebutkan beberapa tulisan tentang usaha-usaha yang dilakukan Mpu Sindok ketika memerintah di Kerajaaan Medang   · Prasasti Calcuta Prasasti ini menyebutkan tentang silsilah raja-raja yang memerintah di Dinasti Isyana (Mpu Sindok) sampai masa masa pemerintahan Raja Air Langga. Adapula yang menyebutnya Kerajaan Kahuripan.

Mpu Sindok memerintah dengan bijaksana. Selama di pengasingan. Secara berturut-turut Air Langga berhasil menaklukan raja-raja bawahan (vassal) Sriwijaya seperti Bisaprabhawa ditaklukan tahun 1029 M. b. pada tahun 1003 M. Raja Adhamapanuda tahun 1031 M termasuk Wura Wuri tahun 1035. Karena perdagangan di kawasan perairan jawa dan Sumatera masih dikuasai Kerajaan Sriwijaya. Berbagai usaha yang dilakukan untuk memakmurkan rakyat. Pada waktu pesta pernikahan. Serangan tersebut ternyata tidak berhasil. Akibat serangan tersebut Kerajaan Medang mengalami kehancuran.3. Medang Kamulan diteruskan oleh Dharma Teguh yang juga merupakan cucu dari Mpu Sindok. Air Langga lolos dari pembunuhan. Dharmawangsa Teguh Setelah Mpu Sindok. antara lain membangun bendungan atau waduk untuk pengairan. Air Langga memindahkan ibukota kerajaan Medang ke Kahuripan.Ketika terjadi peristiwa tersebut.Dalam rangka mematahkan pengaruh Sriwijaya. Perkembangan Pemerintahan a. c. sangat memperhatikan usaha penggubahan Kitab Buddha Mahayana. Raja Mpu sindok melarang rakyat untuk menangkap ikan di bendungan tersebut. Atas bantuan Narattoma berhasil melarikan diri ke hutan. Larangan ini bertujuan untuk melestarikan sumber daya alam. Akan usaha untuk meningkatkan perdagangan mengalami kesulitan. Saat memerintah. raja Wijayawarman dari Wengker tahun 1034. Hasil gubahan berupa kitab Sang Hyang Kamahayanikan. Selama memerintah. Mpu Sindok memerintah selama 20 tahun. ia berusaha meningkatkan kesejahteraan rakyatnya. Akhir Langga berusaha memulihkan kewibawaan Kerajaan Medang. Usaha tersebut antara lain dengan meningkatkan pertanian. Mpu Sindok Mpu Sindok merupakan Raja pertama di Kerajaan Medang Kamulan. Air langga (Erlangga) Air langga adalah putera Raja Bali bernama Udaya yang menikah dengan Mahendradatta saudari raja Dharmawangsa. secara tiba-tiba datang serangan dari kerajaan Wura Wuri (kerajaan bawahan Sriwijaya) yang menewaskan Dhramawangsa dan keluarga. Air Langga mendapat gemblengan dari para Brahmana dan dinobatan menjadi raja. Setelah berhasil memulihkan kewibawaan kerajaan. Ini membuktikan antara agama Hindu dan Buddha bisa hidup saling berdampingan. . Bahkan Sriwijaya membalas melalui serangan kerajaan Wura Wuri (kerajaan bawahan atau vassal Sriwijaya). Air Langga dinikahkan oleh Dharmawangsa. Mpu Sindok meskipun agama Hindu. Dalam bidang agama. Dharmawangsa mengirimkan tentaranya untuk merebut pusat perdagangan di Selat Malaka dari kekuasaan Sriwijaya. Ia dibantu oleh permaisurinya bernama Sri wardhani Pu Kbin . Mpu Sindok bergelar Sri Maharaja Raka i Hino Sri Isyana Wikrama Dharmatunggadwea. dan perdagangan. Peristiwa kehancuran yang menewaskan Dharmawangsa disebut dengan Pralaya.

Maka dengan demikian berakhirlah kerajaan Medang Kamulan sekaligus Dinasti Isyana Medang Kamulan – Kerajaan Pertama Di Jawa. Untuk menghindari dari perang saudara. 2. Air Langga memutuskan mundur dari kerajaan dan menjadi memutuskan untuk menjadi pertapa dengan sebutan resi Gentayu. Memperbaiki pelabuhan Hujung Galuh. Membangun waduk waringin sapta untuk mencegah banjir musiman. maka tahta beralih pada putera Air Langga yang lahir dari Selir. Pembagian dibantu oleh Mpu Bharada. Kamboja dan Champa berkunjung kedua tempat itu. yaitu Jenggala dan Panjalu. Namun karena ia memilih menjadi pertapa. antara lain : 1. Membangun jalan-jalan yang menghubungkan pesisir ke pusat kerajaan. Air Langga pun sangat memperhatikan para Brahmana yang telah menggembleng ketika di hutan Bentuk perhatian Air Langga terhadap para Brahmana adalah dengan mendirikan bangunan suci di daerah Peucangan. Batas kedua kerajaan dibatasi oleh sungai Brantas. Air Langga meninggal pada tahun 1049 M.Usaha-usaha yang dilakukan Air Langga. . telah mendorong Kerajaan Medang Kamulan kepuncak kejayaan dan kemakmuran. Atas keberhasilan raja Air Langga tersebut dalam membangun kerajaan maka pengalaman hidupnya dikisahkan dalam sebuah kitab bernama Arjuna wiwaha yang digubah oleh Mpu Kanwa. di muara Kali Brantas. Di penghujung akhir hayatnya. 3.Usaha yang dilakukan Air Langga dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Medang. Air Langga membagi dua kerajaan. Pewaris tahta kerajaan seharusnya seorang puteri (sri Sanggramawijaya) yang lahir dari permaisuri. Pelabuhan Hujung Galuh dan Tuban menjadi bender dagang yang ramai. Kapal-kapal dari India. Birma. Jenazahnya disemayamkan di lereng gunung Pananggungan dalam candi Belahan.Selain usaha dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Selanjutnya. yang dikatakan mendahului Kerajaan Sunda Galuh Kerajaan Medang Kamulan . Van der Meulen menduga. Kerajaan Medang Kamulan menempati posisi pertama sebagai kerajaan pertama yang ada di Jawa. dikatakan pula bahwa setelah ia menyeberang Sungai Wuluyu tibalah ia di “Gegelang” (Madiun selatan). Sumber-sumber mengenai kerajaan ini hanya berasal dari cerita-cerita rakyat (misalnya dalam Legenda Loro Jonggrang) dan penyebutan oleh beberapa naskah kuno. dalam artikelnya tentang Kerajaan “Ho-Ling” yang disebut catatan Tiongkok. Medang Kamulan adalah wilayah atau kerajaan setengah mitologis yang dianggap pernah berdiri di Jawa Tengah dan mendahului Kerajaan Medang (kamulan berarti “permulaan”. di selatan “Medang Kamulan”. bahwa Medang Kamulan dapat dinisbatkan kepada “Hasin-Medang-Kuwu-lang-pi-ya” yang diajukan van Orsoy. jadi “Medang Kamulan” berarti “pra-Medang”). Hal ini membuka kemungkinan bahwa Medang Kamulan barangkali memang pernah ada. Masyarakat Sunda diketahui mengenal legenda mengenai kerajaan ini. Dalam legenda Aji Saka. Legenda Aji Saka sendiri menyebutkan bahwa Bledug Kuwu di Kabupaten Grobogan adalah tempat munculnya Jaka Linglung setelah menaklukkan Prabu Dewata Cengkar. Cerita pewayangan versi Jawa menyebutkan bahwa Medang Kamulan adalah tempat bertahtanya Batara Guru. Cerita rakyat lain (di antaranya termasuk legenda Loro Jonggrang dan berdirinya Madura) menyatakan. walaupun ia sendiri tidak yakin. Kerajaan ini dikatakan “setengah mitologis” karena tidak pernah ditemukan bukti-bukti fisik keberadaannya. Medang Kamulan adalah negeri tempat berkuasanya Prabu Dewata Cengkar yang lalim. Medang Kamulan dikuasai oleh Prabu Gilingwesi. meskipun tidak dikatakan bahwa itu adalah kerajaan. Baris ke-782 dan 783 dari naskah kedua Perjalanan Bujangga Manik dari abad ke-15 menyebutkan bahwa setelah ia (Bujangga Manik) meninggalkan Pulutan (sekarang desa di barat kota Purwodadi) ia tiba di “Medang Kamulan”. Naskah inilah yang pertama kali menyebut bahwa memang ada tempat bernama Medang Kamulan.Di posting saya terdahulu tentang perjalanan sejarah kerajaan kuno di indonesia.

setelah Mpu Sindok turun tahta. • Prasasti Calcuta. Raja-raja tersebut adalah sebagai berikut. Berita Cina berasal dari catatan-catatan yang ditulis pada zaman Dinasti Sung. Baru setelah Airlangga naik tahta muncul prasasti-prasasti yang dijadikan sumber untuk mengetahui keberadaan Kerajaan Medang Kamulan di Jawa Timur. dapat diketahui bahwa Kerajaan Medang Kamulan terletak di muara Sungai Brantas. Ibukotanya bernama Watan Mas. c. Kerajaan itu didirikan oleh Mpu Sindok. tahun 992 M tercatat pada catatan-catatan negeri Cina tentang datangnya duta persahabatan dari Jawa. Namun. Berita dari India mengatakan bahwa Kerajaan Sriwijaya menjalin hubungan persahabatan dengan Kerajaan Chola untuk membendung dan menghalangi kemajuan Kerajaan Medang Kamulan pada masa pemerintahan Raja Dharmawangsa. Sumber Sejarah Sumber sejarah Kerajaan Medang Kamulan berasal dari berita asing dan prasasti-prasasti. Di samping itu. sehingga ketika Duta Sriwijaya pulang dari Cina (tahun 990 M). prasasti dari Raja Airlangga yang menyebutkan silsilah keturunan dari Raja Mpu Sindok. .Berdasarkan penemuan beberapa prasasti. setelah ia memindahkan pusat pemerintahannya dari Jawa Tengah ke Jawa Timur. karena tidak adanya prasasti-prasasti yang menceritakan kondisi Jawa Timur. wilayah kekuasaan Kerajaan Medang Kamulan mencakup hampir seluruh wilayah Jawa Timur. Surabaya di sebelah utara. Berita Asing Berita asing tentang keberadaan Kerajaan Medang Kamulan di Jawa Timur dapat diketahui melalui berita dari India dan Cina. Raja Mpu Sindok Raja Mpu Sindok memerintah Kerajaan Medang Kamulan dengan gelar Mpu Sindok Sri Isyanatunggadewa. Pasuruan di sebelah timur. Mpu Sindok adalah peletak dasar Kerajaan Medang Kamulan di Jawa Timur. • Prasasti Mpu Sindok dari Lor (dekat Nganjuk) tahun 939 M menyatakan bahwa Raja Mpu Sindok memerintah pembuatan candi yang bernama Jayamrata dan Jayastambho (tugu kemenangan) di Desa Anyok Lodang. Dari gelar Mpu Sindok itulah diambil nama Dinasti Isyana. terdapat beberapa raja yang diketahui memerintah kerajaan ini. Catatancatatan Kerajaan Sung itu menyatakan bahwa antara kerajaan yang berada di Jawa dan Kerajaan Sriwijaya sedang terjadi permusuhan. maka Mpu Sindok memindahkan pusat pemerintahannya dari Jawa Tengah ke Jawa Timur. dari Desa Tangeran (daerah Jombang) tahun 933 M menyatakan bahwa Raja Mpu Sindok memerintah bersama permaisurinya Sri Wardhani Pu Kbin. Pada tahun 992 M. a. pasukan dari Jawa telah meninggalkan Sriwijaya dan Kerajaan Medang Kamulan dapat memajukan pelayaran dan perdagangan. dan Malang di sebelah selatan. terpaksa harus tinggal dulu di Campa sampai peperangan itu reda. Kehidupan Politik Sejak berdiri dan berkembangnya Kerajaan Medang Kamulan. Oleh karena kondisi Jawa Tengah tidak memungkinkan bertahtanya Dinasti Sanjaya akibat desakan Kerajaan Sriwijaya. Bahkan dalam prasasti terakhir. Berita Prasasti Beberapa prasasti yang mengungkapkan Kerajaan Medang Kamulan antara lain: • Prasasti dari Mpu Sindok. Dalam perkembang-an selanjutnya. b. Raja Mpu Sindok termasuk keturunan Raja Dinasti Sanjaya (Mataram) di Jawa Tengah. Wilayah kekuasaan Kerajaan Medang Kamulan pada masa pemerintahan Mpu Sindok mencakup Nganjuk di sebelah barat. • Prasasti Mpu Sindok dari daerah Bangil menyatakan bahwa Raja Mpu Sindok memerintah pembuatan satu candi sebagai tempat pendharmaan ayahnya dari permaisurinya yang bernama Rakryan Bawang. keadaan Jawa Timur dapat dikatakan suram.

Airlangga Dalam prasasti Calcuta disebutkan bahwa Raja Airlangga masih termasuk keturunan Raja Mpu Sindok dari pihak ibunya yang bernama Mahendradata (Gunapria Dharmapatni) yang menikah dengan Raja Udayana. Airlangga menghadapi lawan-lawan yang cukup kuat seperti Kerajaan Wurawari.Dharmawangsa Raja Dharmawangsa dikenal sebagai salah seorang raja yang memiliki pandangan politik yang tajam. Setelah Airlangga berhasil mengalahkan musuh-musuhnya. Kerajaan Medang Kamulan terbagi dua. keadaan masyarakatnya stabil. Airlangga berusaha mempersiapkan diri agar dapat menghadapi lawan-lawan kerajaannya. maka tahta kerajaan diserahkan kepada kedua orang putra yang terlahir dari selir Airlangga. Peperangan menghadapi Rangda Indirah ini diceritakan melalui cerita yang berjudul Calon Arang. Seperti sudah disebut. ia mulai membangun kerajaan di segala bidang kehidupan untuk kemakmuran rakyatnya. tetapi putrinya telah memilih menjadi seorang pertapa dengan gelar Ratu Giri Putri. yang mengakibatkan hancurnya Kerajaan Medang Kamulan. Kebesaran Dharmawangsa tampak jelas pada politik luar negerinya. untuk menghindari perang saudara. yaitu Kerajaan Jenggala dan Kerajaan Kediri (Panjalu). Serangan dari Kerajaan Wurawari itulah yang mengakibatkan hancurnya Kerajaan Medang Kamulan (1016 M). pada tahun 1019 M Airlangga bersedia dinobatkan menjadi raja untuk meneruskan tradisi Dinasti Isyana. pada tahun 1042 M Raja Airlangga memasuki masa kependetaan. yaitu dengan Kerajaan Wurawari. atas tuntutan dari rakyatnya. Kerajaan Sriwijaya mengadakan hubungan dengan kerajaan kecil yang ada di Jawa. Kerajaan Wengker. Dengan persiapan yang cukup. Raja Dharmawangsa beserta kerabat istana tewas. Raja Dharmawangsa mengerahkan seluruh angkatan lautnya untuk menduduki dan menguasai Kerajaan Sriwijaya. Oleh karena itu. Antara tahun 1019-1028 M. Di tengah hutan Airlangga hidup seperti seorang pertapa dengan menanggalkan pakaian kebesarannya. Airlangga berjuang untuk mengembalikan kewibawaan kerajaan. Ketika Airlangga berusia 16 tahun ia dinikahkan dengan putri Dharmawangsa. Pada saat upacara pernikahan itulah terjadi serangan dari Kerajaan Wurawari. yaitu Narottama ke dalam hutan. Raja Dharmawangsa percaya bahwa kedudukan ekonomi Kerajaan Sriwijaya yang kuat merupakan ancaman bagi perkembangan Kerajaan Medang Kamulan. Selanjutnya. Setelah tercapai kestabilan dan kesejahteraan kerajaan. Tahta kerajaan diserahkan kepada seorang putrinya yang terlahir dari permaisuri. yaitu Narottama. dengan gelar Rakai Halu Sri Lakeswara Dharmawangsa Airlangga Teguh Ananta Wirakramatunggadewa. antara tahun 1028-1035 M. Namun Airlangga dapat melarikan diri bersama pengikutnya yang setia. Sriwijaya bangkit dan mengadakan pembalasan terhadap Kerajaan Medang Kamulan yang masih diperintah oleh Dharmawangsa. Selama tiga tahun (1016-1019 M). Dalam waktu singkat Kerajaan Medang Kamulan berhasil meningkatkan kesejahteraannya. selang beberapa tahun kemudian. Airlangga digembleng baik lahir maupun batin di hutan Wonogiri. Kemudian. Akan tetapi. dan Raja Futri dari selatan yang bernama Rangda Indirah. Serangan itu terjadi ketika Raja Dharmawangsa melaksanakan upacara pernikahan putrinya dengan Airlangga (dari Bali). Dalam serangan itu. Dalam usaha menundukkan Kerajaan Medang Kamulan. Airlangga berhasil melarikan diri bersama pengikutnya yang setia. .

Mpu Sindok memerintah selama 20 tahun. Mpu Sindok memerintah dengan bijaksana. Medang Kamulan diteruskan oleh Dharma Teguh yang juga merupakan cucu dari Mpu Sindok. Ketika terjadi peristiwa tersebut. Mpu Sindok meskipun agama Hindu. Mpu Sindok Mpu Sindok merupakan Raja pertama di Kerajaan Medang Kamulan. antara lain membangun bendungan atau waduk untuk pengairan. 3. Air langga (Erlangga) Air langga adalah putera Raja Bali bernama Udaya yang menikah dengan Mahendradatta saudari raja Dharmawangsa. Saat memerintah. Usaha tersebut antara lain dengan meningkatkan pertanian. Dalam rangka mematahkan pengaruh Sriwijaya. Kerajaan Medang menjadi Kerajaan tersendiri sejak Mpu sindok membentuk Dinasti Baru yaitu Isyana. Selama memerintah. Air Langga dinikahkan oleh Dharmawangsa. Larangan ini bertujuan untuk melestarikan sumber daya alam. Raja Adhamapanuda tahun 1031 M termasuk Wura . Peristiwa kehancuran yang menewaskan Dharmawangsa disebut dengan Pralaya.sejarah tentang kerajaan di Indonesia. raja Wijayawarman dari Wengker tahun 1034. Raja Mpu sindok melarang rakyat untuk menangkap ikan di bendungan tersebut. Akan usaha untuk meningkatkan perdagangan mengalami kesulitan. Dalam bidang agama . sangat memperhatikan usaha penggubahan Kitab Buddha Mahayana. Karena perdagangan di kawasan perairan jawa dan Sumatera masih dikuasai Kerajaan Sriwijaya. 2. Akibat serangan tersebut Kerajaan Medang mengalami kehancuran. Medangkamulan 1. pada tahun 1003 M. secara tiba-tiba datang serangan dari kerajaan Wura Wuri (kerajaan bawahan Sriwijaya) yang menewaskan Dhramawangsa dan keluarga. Atas bantuan Narattoma berhasil melarikan diri ke hutan. Perkembangan Pemerintahan a. Selama di pengasingan. Mpu Sindok bergelas Sri Maharaja Raka i Hino Sri Isyana Wikrama Dharmatunggadwea. Perhatian membuktikan antara agama Hindu dan Buddha bisa hidup saling berdampingan. Hasil gubahan berupa kitab Sang Hyang Kamahayanikan. Akhir Langga berusaha memulihkan kewibawaan Kerajaan Medang. Letak Kerajaan berada di wilayah Jawa Timur. Letak GeografisKerajaan Medang kamulan merupakan Kerajaan kelanjutan dari Mataram Lama di Jawa Tengah. Berbagai usaha yang dilakukan untuk memakmurkan rakyat. Air Langga lolos dari pembunuhan. Secara berturut-turut Air Langga berhasil menaklukan rajaraja bawahan (vassal) Sriwijaya seperti Bisaprabhawa ditaklukan tahun 1029 M. Pada waktu pesta pernikahan. c. dan perdagangan. b. Bahkan Sriwijaya membalas melalui serangan kerajaan Wura Wuri (kerajaan bawahan atau vassalSriwijaya). Sumber Sejarah • Prasasti Mpu Sindok Prasasti ini menyebutkan beberapa tulisan tentang usaha-usaha yang dilakukan Mpu Sindok ketika memerintah di Kerajaaan Medang • Prasasti Calcuta Prasasti ini menyebutkan tentang silsilah raja-raja yang memerintah di Dinasti Isyana (Mpu Sindok) sampai masa masa pemerintahan Raja Air Langga. ia dibantu oleh oleh permaisurinya bernama Sri wardhani Pu Kbin . Dharmawangsa Teguh Setelah Mpu Sindok. Serangan tersebut ternyata tidak berhasil. Selama pemerintahannya. Dharmawangsa mengirimkan tentaranya untuk merebut pusat perdagangan di Selat Malaka dari kekuasaan Sriwijaya. ia berusaha meningkatkan kesejahteraan rakyatnya. Air Langga mendapat gemblengan dari para Brahmana dan dinobatan menjadi raja.

Air Langga memutuskan mundur dari kerajaan dan menjadi memutuskan untuk menjadi pertapa dengan sebutan resi Gentayu. Kalimantan Timur. Atas keberhasilan raja Air Langga tersebut dalam membangun kerajaan maka pengalaman hidupnya dikisahkan dalam sebuah kitab bernama Arjuna wiwaha yang digubah oleh Mpu Kanwa. Setelah berhasil memulihkan kewibawaan kerajaan. Nama Mulawarman dan Aswawarman sangat kental dengan pengaruh bahasa Sanskerta bila dilihat dari cara penulisannya. Usaha yang dilakukan Air Langga dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Medang. Karena memang sangat sedikit informasi yang dapat diperoleh akibat kurangnya sumber sejarah. Kudungga sendiri diduga belum menganut agama Budha. Pembagian dibantu oleh Mpu Bharada. 2. Jenazahnya disemayamkan di lereng gunung Pananggungan dalamcandi Belahan. Memperbaiki pelabuhan Hujung Galuh. Air Langga membagi dua kerajaan. Selain usaha dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat. Air Langga pun sangat memperhatikan para Brahmana yang telah menggembleng ketika di hutan Bentuk perhatian Air Langga terhadap para Brahmana adalah dengan mendirikan bangunan suci di daerah Peucangan. Maka dengan demikian berakhirlah kerajaan Medang Kamulan sekaligus Dinasti Isyana. [sunting]Mulawarman Mulawarman adalah anak Aswawarman dan cucu Kudungga. [sunting]Aswawarman Aswawarman mungkin adalah raja pertama Kerajaan Kutai yang bercorak Hindu. antara lain : 1.000 ekor sapi kepada kaum brahmana. Kamboja dan Champa berkunjung kedua tempat itu. di muara Kali Brantas. Air Langga meninggal pada tahun 1049 M. tepatnya di hulu sungai Mahakam. Nama Kutai diambil dari nama tempat ditemukannya prasasti yang menggambarkan kerajaan tersebut. Pewaris tahta kerajaan seharusnya seorang puteri (sri Sanggramawijaya) yang lahir dari permaisuri. Batas kedua kerajaan dibatasi oleh sungai Brantas. Namun karena ia memilih menjadi pertapa. Air Langga memindahkan ibukota kerajaan Medang keKahuripan. Kerajaan ini terletak di Muara Kaman. Nama Kutai diberikan oleh para ahli karena tidak ada prasasti yang secara jelas menyebutkan nama kerajaan ini. Kapal-kapal dari India. Di penghujung akhir hayatnya. Usaha-usaha yang dilakukan Air Langga.Wuri tahun 1035. Membangun jalan-jalan yang menghubungkan pesisir ke pusat kerajaan Pelabuhan Hujung Galuh dan Tuban menjadi bender dagang yang ramai. maka tahta beralih pada putera Air Langga yang lahir dari Selir. Birma. Untuk menghindari dari perang saudara. telah mendorong Kerajaan Medang Kamulan kepuncak kejayaan dan kemakmuran. Kudungga adalah pembesar dari Kerajaan Campa (Kamboja) yang datang ke Indonesia. Ia juga . Namanya dicatat dalam yupa karena kedermawanannya menyedekahkan 20. [sunting]Sejarah [sunting]Yupa Informasi yang ada diperoleh dari Yupa / prasasti dalam upacara pengorbanan yang berasal dari abad ke-4. yaitu Jenggala dan Panjalu. Dari salah satu yupa tersebut diketahui bahwa raja yang memerintah kerajaan Kutai saat itu adalah Mulawarman. Ada tujuh buah yupa yang menjadi sumber utama bagi para ahli dalam menginterpretasikan sejarah Kerajaan Kutai. Membangun waduk waringin sapta untuk mencegah banjir musiman 3. Kerajaan kutai Kutai Martadipura adalah kerajaan tertua bercorak Hindu di Nusantara dan seluruh Asia Tenggara.

Dari prasasti-prasasti ini diketahui bahwa kerajaan dipimpin oleh Rajadirajaguru Jayasingawarman pada tahun 358 M dan beliau memerintah sampai tahun 382 M. Prasasti Tugu. Dari yupa diketahui bahwa pada masa pemerintahan Mulawarman. berisi pujian kepada Raja Purnawarman. Kerajaan Tarumanegara ialah kelanjutan dari Kerajaan Salakanagara. Prasasti Kebon Kopi. Sumber Sejarah Bila menilik dari catatan sejarah ataupun prasasti yang ada. Kabupaten Pandeglang. yang artinya pembentuk keluarga. sekarang disimpan di museum di Jakarta. terlihat bahwa pada saat itu Kerajaan Taruma adalah kerajaan Hindu beraliran Wisnu. satu diJakarta dan satu di Lebak Banten. ditemukan di Kampung Batutumbu. [sunting]Prasasti yang ditemukan 1. dibuat sekitar 400 M (H Kern 1917). Tarumanegara Tarumanagara atau Kerajaan Taruma adalah sebuah kerajaan yang pernah berkuasa di wilayah barat pulau Jawa pada abad ke-4 hingga abad ke-7 M. hingga sangat sedikit yang mendengar namanya. Aswawarman memiliki 3 orang putera. Desa Tugu. yang disebutkan dalam sastra JawaNegarakertagama. Sumber dari dalam negeri berupa tujuh buah prasasti batu yang ditemukan empat di Bogor. dan kekeringan yang terjadi pada musim kemarau. . Pada tahun417 ia memerintahkan penggalian Sungai Gomati dan Candrabaga (Kali Bekasi) sepanjang 6112 tombak (sekitar 11 km). dan salah satunya adalah Mulawarman. Kutai Kartanegara selanjutnya menjadi kerajaan Islam yang disebut Kesultanan Kutai Kartanegara. Putra Aswawarman adalah Mulawarman. di tahun 1365. 3. Kecamatan Munjul. Kutai Kartanegara inilah. Prasasti tersebut isinya menerangkan penggalian Sungai Candrabaga oleh Rajadirajaguru dan penggalian Sungai Gomati oleh Purnawarman pada tahun ke-22 masa pemerintahannya. Prasasti Cidanghiyang atau Prasasti Munjul. Banten. Makam Rajadirajaguru Jayasingawarman ada di sekitar sungai Gomati (wilayah Bekasi). Wilayah kekuasaannya meliputi hampir seluruh wilayah Kalimantan Timur. Dalam catatan sejarah dan peninggalan artefak di sekitar lokasi kerajaan. Perlu diingat bahwa Kutai ini (Kutai Martadipura) berbeda dengan Kerajaan Kutai Kartanegara yang ibukotanya pertama kali berada di Kutai Lama (Tanjung Kute). tidak ada penjelasan atau catatan yang pasti mengenai siapakah yang pertama kalinya mendirikan kerajaan Tarumanegara. Taruma merupakan salah satu kerajaan tertua di Nusantara yang meninggalkan catatan sejarah. Bukti keberadaan Kerajaan Taruma diketahui melalui sumber-sumber yang berasal dari dalam maupun luar negeri. Aji Pangeran Anum Panji Mendapa. Kerajaan Kutai seakan-akan tak tampak lagi oleh dunia luar karena kurangnya komunikasi dengan pihak asing. Ciampea.000 ekor sapi kepada kaum brahmana. Bogor 2. ditemukan di aliran Sungai Cidanghiang yang mengalir di Desa Lebak. Rakyat Kutai hidup sejahtera dan makmur. [sunting]Berakhir Kerajaan Kutai berakhir saat Raja Kutai yang bernama Maharaja Dharma Setia tewas dalam peperangan di tangan Raja Kutai Kartanegara ke-13. sang prabu mengadakan selamatan dengan menyedekahkan 1. Kerajaan Kutai mengalami masa keemasan. Kecamatan Tarumajaya.diketahui sebagai pendiri dinasti Kerajaan Kutai sehingga diberi gelar Wangsakerta. Raja yang pernah berkuasa dan sangat terkenal dalam catatan sejarah adalah Purnawarman.Penggalian sungai tersebut merupakan gagasan untuk menghindari bencana alam berupa banjir yang sering terjadi pada masa pemerintahan Purnawarman. Kabupaten Bekasi. Selesai penggalian. ditemukan di perkebunan kopi milik Jonathan Rig.

Nanggung. Bogor 6. Ciampea. Prasasti Jambu. Prasasti Pasir Awi. Ciampea. Citeureup.4. Prasasti Ciaruteun. Bogor . Bogor 5. Prasasti Muara Cianten. Bogor 7.

dahulu merupakan sebuah “kota pelabuhan sungai” yang bandarnya terletak di tepi pertemuan Cisadane dengan Cianten. [sunting]Prasasti Ciaruteun Prasasti Ciaruteun ditemukan pada aliran Ci Aruteun. Sekarang masih digunakan oleh pedagang bambu untuk mengangkut barang dagangannya ke daerah hilir. di tepi sawah. tempat itu masih dilaporkan dengan nama Pasir Muara. Dahulu termasuk bagian tanah swasta Ciampea. seratus meter dari pertemuan sungai tersebut dengan Ci Sadane. halaman 161. Kehadiran prasasti Purnawarman di kampung itu menunjukkan bahwa daerah itu termasuk kawasan kekuasaannya. di antara bawahan Tarumanagara pada masa pemerintahan Purnawarman terdapat nama “Rajamandala” (raja daerah) Pasir Muhara. Sampai abad ke-19. Selain itu.Lahan tempat prasasti itu ditemukan berbentuk bukit rendah berpermukaan datar dan diapit tiga batang sungai: Cisadane. namun pada tahun1981 diangkat dan diletakkan di dalam cungkup. Sampai abad ke-19 jalur sungai itu masih digunakan untuk angkutan hasil perkebunan kopi. tidak jauh dari prasasti Telapak Gajah peninggalan Purnawarman. yang berbunyi: vikkrantasyavanipateh shrimatah purnavarmmanah tarumanagararendrasya vishnoriva padadvayam Terjemahannya menurut Vogel: Kedua (jejak) telapak kaki yang seperti (telapak kaki) Wisnu ini kepunyaan raja dunia yang gagah berani yang termashur Purnawarman penguasa Tarumanagara. yang menunjukkan tanda kekuasaan &mdash& fungsinya seperti “tanda tangan” pada zaman sekarang. Cianten dan Ciaruteun. [sunting]Prasasti Telapak Gajah Prasasti Telapak Gajah bergambar sepasang telapak kaki gajah yang diberi keterangan satu baris berbentuk puisi berbunyi: jayavi s halasya tarumendrsaya hastinah airavatabhasya vibhatidam padadavayam Terjemahannya: Kedua jejak telapak kaki adalah jejak kaki gajah yang cemerlang seperti Airawata kepunyaan . yang pada awalnya merupakan perkembangan dari aksara tipe Pallawa Lanjut. Karena angka tahunnya bercorak “sangkala” yang mengikuti ketentuan “angkanam vamato gatih” (angka dibaca dari kanan). prasasti ditemukan di Pasir Muara. Isinya adalah puisi empat baris. ada pula gambar sepasang “pandatala” (jejak kaki). Prasasti pada zaman ini menggunakan aksara Sunda kuno. Kampung Muara tempat prasasti Ciaruteun dan Telapak Gajah ditemukan. beraksara Palawa. Dalam prasasti itu dituliskan : ini sabdakalanda rakryan juru panga-mbat i kawihaji panyca pasagi marsa-n desa barpulihkan haji su-nda Terjemahannya menurut Bosch: Ini tanda ucapan Rakryan Juru Pengambat dalam tahun (Saka) kawihaji (8) panca (5) pasagi (4). Prasasti ini peninggalan Purnawarman. maka prasasti tersebut dibuat dalam tahun 458 Saka atau 536 Masehi. sarga 3. yang mengacu pada model aksara Kamboja dengan beberapa cirinya yang masih melekat. berbahasa Sansekerta. [sunting]Prasasti Pasir Muara Di Bogor. Prasasti itu kini tak berada ditempat asalnya. Menurut Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara parwa II. Sekarang termasuk wilayah Kecamatan Cibungbulang. pemerintahan begara dikembalikan kepada raja Sunda. aksara tersebut belum mencapai taraf modifikasi bentuk khasnya sebagaimana yang digunakan naskah-naskah (lontar) abad ke16. Pada zaman ini.

yang selalu menghadiahkan jamuan kehormatan (kepada mereka yang setia kepadanya). menceritakan bahwa tahun 528 dan 535 telah datang utusan dari To-lomo (“Taruma”) yang terletak di sebelah selatan. bendera Kerajaan Tarumanagara berlukiskan rangkaian bunga teratai di atas kepala gajah. yang selalu berhasil menghancurkan benteng musuh. gajah perang Purnawarman diberi nama Airawata seperti nama gajah tunggangan Indra. 1. Dari tiga berita di atas para ahli menyimpulkan bahwa istilah To-lo-mo secara fonetis penyesuaian kata-katanya sama dengan Tarumanegara. tahun 414M dalam bukunya yang berjudul Fa Kao Chi menceritakan bahwa di Ye-po-ti (“Jawadwipa”) hanya sedikit dijumpai orang-orang yang beragama Buddha. Berdasarkan prasast-prasati tersebut diketahui raja yang memerintah pada waktu itu adalah Purnawarman. Berita Dinasti Tang. [sunting]Prasasti Jambu Di daerah Bogor. Prasasti inipun berukiran sepasang telapak kaki dan diberi keterangan berbentuk puisi dua baris: shriman data kertajnyo narapatir – asamo yah pura tarumayam nama shri purnnavarmma pracurarupucara fedyavikyatavammo tasyedam – padavimbadavyam arnagarotsadane nityadksham bhaktanam yangdripanam – bhavati sukhahakaram shalyabhutam ripunam. Maka berdasarkan sumber-sumber yang telah dijelaskan sebelumnya maka dapat diketahui beberapa aspek kehidupan tentang Taruma. Ukiran bendera dan sepasang lebah itu dengan jelas ditatahkan pada prasasti Ciaruteun yang telah memancing perdebatan mengasyikkan di antara para ahli sejarah mengenai makna dan nilai perlambangannya. 3. juga menceritakan bahwa tahun 666 dan 669 telah datang utusan dari To-lo-mo. sarga 1. Demikian pula tentang ukiran sepasang tanda di depan telapak kaki ada yang menduganya sebagai lambang labah-labah. Kecamatan Leuwiliang. Pada bukit ini mengalir (sungai) Cikasungka.penguasa Tarumanagara yang jaya dan berkuasa. Demikian pula mahkota yang dikenakan Purnawarman berukiran sepasang lebah. 2. masih ada satu lagi prasasti lainnya yaitu prasasti batu peninggalan Tarumanagara yang terletak di puncak Bukit Koleangkak. . Menurut mitologi Hindu. [sunting]Sumber berita dari luar negeri Sumber-sumber dari luar negeri semuanya berasal dari berita Tiongkok. Berita Fa Hien. Terjemahannya menurut Vogel: Yang termashur serta setia kepada tugasnya ialah raja yang tiada taranya bernama Sri Purnawarman yang memerintah Taruma serta baju perisainya tidak dapat ditembus oleh panah musuh-musuhnya. yang banyak adalah orang-orang yang beragama Hindu dan “beragama kotor” (maksudnya animisme). matahari kembar atau kombinasi surya-candra (matahari dan bulan). Berita Dinasti Sui. Menurut Pustaka Parawatwan i Bhumi Jawadwipa parwa I. Bahkan diberitakan juga. Airawata adalah nama gajah tunggangan Batara Indra dewa perang dan penguawa Guntur. kepunyaannyalah kedua jejak telapak kaki ini. Ukiran kepala gajah bermahkota teratai ini oleh para ahli diduga sebagai “huruf ikal” yang masih belum terpecahkan bacaaanya sampai sekarang. Kerajaan Tarumanegara diperkirakan berkembang antara tahun 400-600 M. Keterangan pustaka dari Cirebon tentang bendera Taruma dan ukiran sepasang “bhramara” (lebah) sebagai cap pada mahkota Purnawarman dalam segala “kemudaan” nilainya sebagai sumber sejarah harus diakui kecocokannya dengan lukisan yang terdapat pada prasasti Ciaruteun. tetapi merupakan duri bagi musuh-musuhnya. Desa Pasir Gintung.

dan penyebutan oleh beberapa naskah kuno. Cerita rakyat lain. Rupanya daerah ini pernah mengalami musibah dilanda lahar panas. Kerajaan ini dikatakan setengah mitologis karena tidak pernah ditemukan bukti-bukti fisik keberadaannya. terutama yang jelas berupa bekas-bekas sebuah tembok keliling. Sleman.[3] Van der Meulen menduga.[4] dalam artikelnya tentang Kerajaan “Ho-Ling” yang disebut catatan Tiongkok. Sumber-sumber mengenai kerajaan ini hanya berasal dari cerita-cerita rakyat. Hal ini membuka kemungkinan bahwa Medang Kamulan barangkali memang pernah ada. Selanjutnya.Wilayah kekuasaan Purnawarman menurut prasasti Tugu. di antaranya termasuk legenda Loro Jonggrang dan berdirinya Madura. Dalam prasasti. Hal ini didasarkan pada fakta lapangan bahwa di sekitar desa Kadisaba. Dugaan pusat Kerajaan Mataram di Medari itu bisa juga dirunut dari kalimat “ri medang ri” yang lama-kelamaan dibaca sebagai “medari”. Salah satu tempat yang diperkirakan sebagai pusat Kerajaan Mataram itu terletak di Medari. Medang Kamulan adalah wilayah atau kerajaan setengah mitologis yang dianggap pernah berdiri di Jawa Tengah dan mendahului Kerajaan Medang.[5] Naskah inilah yang pertama kali menyebutkan bahwa memang ada tempat bernama Medang Kamulan. misalnya dalam legenda Loro Jonggrang. Pendapat ini dilengkapi dengan terdapatnya desa kepitu di selatan Medari. Poh Pitu ini pada jaman sekarang berubah menjadi desa Kepitu. Jawa Tengah) ia tiba di “Medang Kamulan”. . Bogor dan Cirebon. menyatakan bahwa Medang Kamulan dikuasai oleh Prabu Gilingwesi. sehingga “Medang Kamulan” dapat diartikan sebagai “pra-Medang”. dapat diperkirakan bahwa daerah itu pada jaman dahulu merupakan tempat pemukiman. Penggalian purbakala yang dilakukan disana terpaksa dihentikan karena terbentur bekuan batuan lahar yang sangat keras pada kedalaman satu meter dari permukaan tanah sekarang. Cerita pewayangan versi Jawa menyebutkan bahwa Medang Kamulan adalah tempat bertahtanya Batara Guru[1]. tibalah ia di Gegelang yang terletak di sebelah selatan Medang Kamulan. Dalam legenda Aji Saka. Baris ke-782 dan 783 dari naskah kedua Perjalanan Bujangga Manik dari abad ke-15 menyebutkan bahwa setelah Bujangga Manik meninggalkan Pulutan (sekarang adalah desa di sebelah barat Purwodadi. bahwa Medang Kamulan dapat dinisbahkan kepada “Hasin-Medang-Kuwu-lang-pi-ya” yang diajukan van Orsoy. meliputi hapir seluruh Jawa Barat yang membentang dari Banten.[2] Legenda Aji Saka sendiri menyebutkan bahwa Bledug Kuwu di Kabupaten Grobogan adalah tempat munculnya Jaka Linglung setelah menaklukkan Prabu Dewata Cengkar. Dan tampaknya di wilayah ini banyak bangunan sekolahan jaman kuno (Wihara). Sleman ditemukan bekas Wihara Budha. kraton Sanjaya dikatakan terletak di Medang di Poh Pitu (ri mdang ri poh pitu). “Kamulan” berarti “permulaan”. Dari beberapa sisa bangunan yang telah diketemukan. Jakarta. Dimana letak Poh Pitu itu hingga kini belum dapat ditentukan. Di daerah Medarintotex (GKBI Medari) pernah diketemukan bekas-bekas peninggalan purbakala berupa fondasi bangunan dan sisa-sisa tembok keliling yang terbuat dari batu andesit. Budayawan Linus Suryadi AG (almarhum) juga mempunyai pandangan serupa. meskipun tidak dikatakan bahwa itu adalah kerajaan. Bukankan dalam prasasti Medang disebut terletak di Poh Pitu. walaupun ia sendiri tidak yakin. di sekitar desa Kepitu tersebut tidak terdapat desa Kanem atau Kewolu. dikatakan pula bahwa setelah menyeberangi Sungai Wuluyu. Medang Kamulan adalah negeri tempat berkuasanya Prabu Dewata Cengkar yang zalim. Uniknya.

Sayang sekali. Bahkan sekarang sudah ditimbun tanah lagi oleh pemilik pekarangan. Ibukotanya bernama Tamwlang. yaitu di daerah Gunung Wukir di Salam. Banyak pihak tentu akan berpendapat bahwa Kraton Medang terletak di daerah Prambanan. Watugaluh terletak di Jawa Timur. Martinus Maria Soekarto kartoatmojo (Almarhum) di daerah Candi Borobudur. kemungkinan besar pusat kerajaan juga berada di sekitar tempat itu. Maka letak istananya kemungkinan terletak di sekitar candi tersebut. Banyaknya candi yang sudah diketemukan memberi indikasi bahwa daerah ini pernah menjadi pusat kegiatan masyarakat. sehingga dalam anggapan para pujangga hal itu dianggap sebagai kehancuran dunia pada akhir masa Kaliyuga. Raja Rakai Kayuwangi pernah menempatkan kratonnya di Mammratipura (medang i mamratipura). Magelang. Maka harus dibangun kerajaan baru dengan wangsa yang baru pula. Raja Rakai Panangkaran memindahkan pusat kerajaannya dari daerah Kedu ke lembah di lereng Gunung Merapi. “Dalam sebuah penelitian yang dilakukan Drs. Menurut prasasti Harinjing (726 Masehi). Menurutnya. Wonoboyo dekat dengan Randusari. Berarti candi-candi itu sempat terkubur lahar Merapi.Pusat kerajan Rakai Watukura Dyah Balitung berpusat di daerah Kedu Selatan mengingat gelar rakainya. Di sekitar daerah Salam atau Salaman. Karena itu maka Mpu Sindok membangun kembali kerajaannya di Jawa Timur. Candi ini diberi nama Candi Batumiring. Kusen (Almarhum) terhadap lokasi Candi Prambana. Candi ini tidak bisa ditampakkan kembali. Prambanan merupakan daerah yang sangat kaya peninggalan monumen dari jaman Mataram kuno. Letaknya terbenam sedalam lima meter dibawah permukaan tanah sekarang. Mungkin di daerah Sragen di sebelah timur Sungai Bengawan Solo atau daerah Purwodadi/Grobogan. Kesimpulan yang dibuat oleh Drs. Wonoboyo merupakan pemukiman bangsawan yang terletak di pusat Kerajaan. “Kraton Medang kemungkinan terletak di dalam radius tertentu dari candi Gunung Wukir. Tidak jauh dari Medari di desa Morangan dalam bulan September 1965 pernah diketemukan sebuah candi.Candi yang didirikan Sanjaya diketahui letaknya. Letak Tamwlang mungkin di daerah Jombang dimana masih ada desa Tambelang. Memindahkan pusat kerajaannya ke timur. Kraton Medang ternyata tidak hanya di Poh Pitu saja.” Candi merupakan petunjuk terdapatnya aktivitas manusia masa Hindu. Jika candi tersebut merupakan sebuah kumpulan yang luas. Desa ini terletak sekitar 3 Km di sebelah timur Candi Prambanan. Keadaan ini sama seperti yang dialami candi Sambisari di daerah Kalasan yang juga diketemukan di kedalaman enam meter di bawah permukaan tanah sekarang. Apalagi Candi Prambanan dan Candi Sewu yang bisa dipastikan sebagai candi kerajaan terdapat disini. Kerajaan Mataram di Jawa Tengah mengalami kehancuran karena letusan Gunung Merapi yang maha dahsyat. Pendapat ini sangat beralasan. “Temuan emas di Wonoboyo semakin menguatkan pedapatnya itu. “kata Joko Dwiyanto. Memang. Kusen (Almarhum) sampai pada kesimpulan bahwa salah satu pusat Kerajaan Medang berada di Randusari. juga dilakukan oleh Drs. . “tambah Joko Dwiyanto. Rupa-rupanya Kerajaan itu tetap bernama Mataram.

Yang masih menjadi pertanyaan kemudian adalah kaitan antara bekas Kraton Boko dengan Candi Prambanan. Dari paparan tadi bisa jadi ada pergeseran pusat pemerintahan Mataram Kuno. . Kraton Boko hanya tempat peristirahatan dan benteng terakhir. Namun dari bukti-bukti lapangan dan referensi pustaka bisa dikaji kemungkinan letak Mataram Hindu. kemudian ke timur dan setelah menjadi Mataram mungkin di sebelah timur laut kota Yogyakarta. Tentang hal ini banyak pakar berbeda pendapat. Sebab di bekas Kraton Boko itu terdapat replika Candi Prambanan sebagai tempat berdoa atau „caos sesaji‟. Namun ada dugaan lain. dari wilayah Kedu selatan sampai di Sleman.

Bekas-bekas pemandian juga diketemukan di Kali Taman dan Sindang Beji. Karena Boechari menempatkan kronologi Ho-ling lebih tua dari Medang.MELACAK „PETILASAN MATARAM KUNO‟ ANTARA SEMARANG – YOGYAKARTA : KRATON MEDANG KAMULAN BERKIBLAT MERAPI ( TULISAN KEDUA ) Desa Medang dijumpai mulai dari daerah Bagelen di Purworejo. Di sekitar wilayah itu juga diketemukan peninggalan di Pendem. Pemindahan pusat kerajaan ini terjadi tahun 899-911 Masehi. . Tempat yang dimaksud adalah desa Bergas Lor dan Bergas Kidul. Lokasi daerah ini sesuai pula dengan keterangan yang ditulis oleh sumber-sumber Cina dari jaman Dinasti Tang (618-906 Masehi). Jawa Tengah. Jadi Medang Kamulan berarti letak Medang yang pertama atau asal mula medang . Ada sebuah gua yang selalu mengeluarkan air garam (bledug).Di tempat itu diketemukan 77 buah cincin. Belum lagi arca-arca yang dibawa secara ilegal. Jawa Tengah sampai di dekat Madiun. yang mula-mula. Orang di situ membuat garam dari air yang mengalir dari kawah tersebut. “Kamulan berarti asal. Dikatakan bahwa Ho-ling adalah kerajaan yang makmur.”ungkap Joko Dwiyanto”. Kurang lebih ada sepuluh arca. dan Mijel. maka masyarakat menempatkan Medang Kamulan di daerah Grobogan tersebut. Jawa Timur. Penduduk setempat menyebutnya Bledug Kuwu. Di tempat itu terdapat Candi Sikunir. Yang terbanyak ialah antara Purwodadi/Grobogan dan Blora. yang dianggapnya terletak di Grobogan. Jumlah cincin emas yang pernah diketemukan dan kini disimpan di Museum Nasional Jakarta sebagian besar berasal dari Dieng dan sekitar Gunung Ungaran. Van Der Meulen memperkirakan perpindahan itu terjadi dari sekitar Pegunungan Dieng ke kaki sebelah timur Gunung Ungaran. Jawa Tengah. Sedangkan Kalingga sebenarnya hanya ada dalam cerita rakyat. Di desa Kuwu di daerah Purwodadi terdapat kawah yang selalu menyemburkan air garam. Ho-ling ini sering disamakan dengan Kalingga dalam cerita tutur rakyat Jawa Tengah. Dari candi ini banyak patung yang telah dipindahkan ke Museum Nasional Jakarta. Beliau menempatkan kronologi kerajaan Ho-ling ini sebelum Medang. Keterangan tentang adanya gua yang selalu mengeluarkan air garam memang cocok dengan keadan di Purwodadi. Berita Cina selanjutnya menyebutkan bahwa Ki-yen telah memindahkan ibukota Ho-ling ke timur. Kedua desa ini terletak beberapa kilometer di selatan kota Ungaran. yang pertama-tama. “tambah Joko Dwiyanto”. Sumber ini menyebut Jawa sebagai Ho-ling. “Pendapat tersebut dikemukakan oleh Boechari (almarhum). Karangjati. Tidak ada bukti sejarah yang yang mendukumg keberadaannya.

Diperkuat dengan nama candi-candi yang ada di Dieng yang diambil dari nama wayang bisa jadi di lereng Gunung Sindoro ini pernah lahir kerajaan. Menurutnya terdapat kemiripan tumbuhan yang di tanam di Dieng dengan beberapa bagian di Jawa Barat. Dugaan ini diperkuat dengan banyaknya candi yang dibangun di wilayah ini. Bahkan dari kisah wayang Lahirnya Abimanyu yang mandi di Sungai Serayu (sir rahayu) terlihat adanya pemahaman akan adanya sosialitas masyarakat kerajaan. Dari asumsi ini bisa diduga bahwa awal Kerajaan Medang dari Jawa Barat kemudian berkembang di Jawa Tengah antara lain di Dieng. Temuan ini memperkuat asumsi hancurnya Kerajaan Medang oleh abu dahsyat Merapi.Dari penelitian Dr. Kota Dieng yang selalu berkabut dalam bahasa Jawa disebut “Kamulan”. . Agus Pudjoarianto dari Fakultas Biologi UGM. di Dieng sudah ada kegiatan manusia dari tahun 500 Masehi. Dari telaah serbuk sari juga didapat bukti adanya lumpur vulkanik yang tebal yang menutupi kegiatan sebelumnya. Dari telaahan serbuk sari yang dilakukan kegiatan yang dilakukan manusia berkelompok ini bisa jadi merupakan sebuah komunitas masyarakat kerajaan.

Medang adalah embrio Mataram. Disini untuk pertama kalinya nama Medang disebut. Lingga itu ialah Candi Gunung Wukir yang hingga kini masih ada sisa-sisanya. yaitu hutan Gajah dan adanya daerah wana ing alas i Saliman. pernah menjadi saksi meletusnya Gunung Merapi sepuluh abad silam. demikian penduduk setempat menyebutnya. Hal ini berhubungan dengan kepercayaan bahwa istana yang telah diserbu musuh sudah kehilangan tuahnya. Nama Sanjaya semakin jelas posisinya dalam sejarah Mataram Kuno dengan diketemukannya prasasti Mantyasih (907 Masehi) dan Wanua Tengah III (908 Masehi).MELACAK „PETILASAN MATARAM KUNO‟ ANTARA SEMARANG – YOGYAKARTA : KRATON MEDANG KAMULAN BERKIBLAT MERAPI Jika kita melinta s di jalan raya Yogyakarta – Magelang. “Medang adalah nama kerajaan sebelum bernama Mataram. Kedua prasasti yang dibuat oleh Dyah Balitung itu berisi daftar raja-raja yang pernah berkuasa di Kerajaan Mataram Kuno. Peristiwanya tercatat dalam prasasti Canggal yang diketemukan di halaman Candi Gunung Wukir. Pendirian lingga untuk memperingati bahwa Sanjaya telah dapat membangun kembali Kerajaan dan bertahta setelah menaklukkan musuh-musuhnya. letusan Merapi yang terhebat dalam sejarahnya itu menyebabkan sebagian besar puncaknya lenyap. kerajaan Medang sama dengan kerajaan Mataram. Ibukota kerajaan diserbu dan dijarah. Jadi. Urutan pertama raja-raja tersebut ditempati oleh Rakai Mataram Sang Ratu Sanjaya (prasasti Mantyasih) dan Rahyangta ri Medang dapat disamakan dengan Rakai Mataram Sang Ratu Sanjaya. Di Gunung Gendol ini pula babak baru Kerajaan Mataram Kuno dimulai. berdasarkan arti kata itu. raja yang berkuasa sebelum Sanjaya. Gerakan tanah ini membentur Pegunungan Menoreh dan membentuk Gunung Gendol. tepatnya di daerah kecamatan Salam secara tidak sengaja kita akan menengok ke selatan jalan. banyak dari kita tidak tahu bahwa bukit itu menyimpan sejarah masa lalu yang penting. Gunung Gendol. seorang ahli geologi. Perpindahan Kerajaan Medang . Pusat kerajaan Sanna dihancurkan. Prasasti Mantyasih dibuat untuk menghormati leluhur yang telah diperdewakan di Medang di Poh Pitu. Lapisan tanah bergeser ke arah barat daya.” kata Drs. Prasasti ini menulis bahwa Raja sanjaya telah mendirikan lingga diatas Bukit Sthirangga untuk keselamatan rakyatnya pada hari Senin tanggal 13 paro terang bulan Kartika 654 Saka atau 732 Masehi. Bangunan suci yang didirikan Sanjaya terletak di wilayah Kunjarakunja. sehingga terjadi lipatan. Joko Dwiyanto-Dosen Fakultas Arkeologi UGM. Lebih tepatnya. Yogyakarta sekarang. Musuh-musuh itu telah menyerang Sanna. Tentang nama Kunjarakunja itu. Poerbatjaraka pernah mengemukakan pendapat bahwa yang yang dimaksud dengan daerah itu adalah daerah Sleman. Kata Saliman diartikan sebagai daerah Sleman sekarang. Kuburan-kuburan Cina yang terletak di lereng bukit menjadi penyebabnya. Menurut Van Bemmelen. Karena itu setelah Sanjaya dinobatkan mejadi raja. perlu dibangun ibukota baru dengan istana baru disertai pembangunan candi untuk pemujaan lingga kerajaan. Candi ini terletak di salah satu puncak Gunung Gendol. Sayang.

Sebuah kitav agama Hindu Syiwa Brahmanapurana yang berisikan Kosmologi. Sementara itu. nama yang lazim dipakai untuk menyebut Kerajaan Medang periode TengahKerajaan Mataram. Kitap ini memuat cerita tentang dewadewa yang mirip dengan relief yang ada di candi Borobudur. dibantu oleh pati sekaligus menantunya. Kerajaan Medang periode Jawa Tengah biasa pula disebut dengan nama Kerajaan Mataram Kuno atau Kerajaan Mataram Hindu. Istilah Kerajaan Medang dipakai untuk menyebut nama kerajaan pada periode Jawa Timur. sejarah para resi. Kerajaan Medang mengalami beberapa masa perpindahan yang cukup siknifikan yaitu : a) b) c) d) e) f) g) Medang i Bhumi Mataram (zaman Sanjaya) Medang i Mamrati (zaman Rakai Pikatan) Medang i Poh Pitu (zama n Dyah Balitung) Medang i Bhumi Mataram (zaman Dyah Wawa) Medang i Tamwlang (zaman Mpu Sindok) Medang i Watugaluh (zaman Mpu Sindok) Medang i Wwatan (zaman Dharmawangsa Teguh) . Mpu Sindok. Kadang untuk membedakannya dengan Kerajaan Mataram Islam yang berdiri pada abad ke-16.Kosmogoni. biasa pula disebut dengan nama Kerajaan Mataram Hindu. Wawa digantikan Mpu Sindok (929-947) yang dikenal sebagai raja berjiwa prajurid.Pada umumnya sebutan Mataram Kuno lazim dipakai untuk menyebut nama Kerajaan ini pada periode Jawa Tengah.raja Wawa(924-929)serta merta tampil sebagai penguasa di jawa tengah. Pada kerajaan di Jawa Tengah . yaitu periode Jawa Tengah. Nama Mataram merujuk pada nama ibu kota kerajaan ini.serta Sang Hyang Kamahaniyanikan berhasil digubah kedalam Bahasa Jawa Kuno dari Bahasa Sanksekerta. dan sangat toleran terhadap pemeluk agama Budha Mahayana . dan cerita pertikaian antar kasta juga diterbitkan dalam waktu hamper bersamaan. Namun berdasarkan prasasti-prasasti yang telah ditemukan sebetulnya nama Medang sudah dikenal sejak periode sebelumnya. yaitu merujuk kepada salah daerah ibu kota kerajaan ini. Kadang untuk membedakannya dengan Kerajaan Mataram Islam yang berdiri pada abad ke-16.

yang terletak disungai Brantas. Setelah Sri Isyanatunggawijaya meninggal maka kerajaan medang di pimpin oleh Raja Sri Dharmawangsa teguh Anantawikramatunggadewa yaitu anaknya Sri Isyanatunggawijaya dari perkawinannya dengan Raja Lokapala. Prambanan. dll) membuktikan pada masa bersamaan di Jawa terdapat dua agama besar yang bertoleransi.dengan Sanjaya (Syiwaistik) berkuasa di Kawasan Utara (kedu). yang diterjemahkan kedalam Bahasa Jawa Kuna dari kitap Mahabrata India. Meskipun demikian. Nama Mataram mungkin baru dipakai sejak Sanjaya. beberapa literature masih menyebutkan sebagai Mataram II. sekarang kira-kira adalah wilayah Kabupaten Jombang. Dharmawangsa menyerang Sriwijaya untuk merebut bagian selatan wilayahnya agar dapat menguasai selat sunda yang sangat penting bagi perdagangan(992). Candi –candi Hindu (Dieng. Jawa Timur. Selain itu sebab pemerintahan Kerajaan Mataram kuno juga sempat berpindah ke Jawa Timur disebabkan selama abad ke-7 sampai ke-9 terjadi serangan-serangan dari Sriwijaya ke Kerajaan Mataram Kuno. . Cerita Parahyangan menyebutkan nama kerajaan Sanna dan Sanjaya itu Galuh. Memang dari prasasti Sojomerto dan beberapaprasasti lain yang hingga kini belum dapat dibaca. Selama pemerintahannya telah diterbitkan berbagai karya. yang ditemukan di daerah Pekalongan. mungkin sekali pusat kerajaan wangsa Sailendra itu mula-mula di daerah Pekalongan sekarang. namun Medang. diantaranya Kakawin Mahabrata. sedangkan Syailendra (Budha Mahayana) berkuasa dikawasan selatan (Bagelan dan Mataram ).Menurut catatan sejarah. Besarnya pengaruh Kerajaan Mataram Kuno semakin terdesak ke wilayah timur. Mpu sindok pada tahun 929 memindahkan pusat kerajaan Mataram dari Jawa Tengah ke Jawa Timur.seperti yang telah diketahui sekarang tidak diketahui nama kerajaan di JawaTengah ini sebelum masa pemerintahan Sanjaya. tempat baru tersebut adalah watugaluh. tetapi jelas menggunakan hurug Pallawa. dll) dan Budha (Borobudur. demikian pula nama Medang sebagai pusat kerajaan. Kerajaan baru ini tudak lagi disebut Mataram. Mendut Kalasan. ia bergelar rakai Mataram. Dharmawangsa menikah dengan cucu Isyanatunggawiyaya yang lain dan mewarisi tahta mertuanya (991-1016). Tetapi seiring adanya pindahnya kerajaan Mataram kuno ke Jawa Timur disebabkan letusan Gunung Merapi .Pada abad ke-8 kerajaan Pra Mataram Islam (Mataram Kuno) memerintah di Jawa Tengah.

Setelah dikukuhkan sebagai pewaris tahta mertuanya. semenanjung melayu yang tengah diserang colomandala dari india selatan. raja Airlangga berhadapa dengan masalah pewarisan tahtanya sebagai raja. Dengan pemecahan Kerajaan Kahuripan itu maka Pecahan kerajaan Medang berakhir. Pada tahun 1045. Serangan terjadi sewaktu pesta perkawinan agung antara putri Dharmawangsa. Raja dan Para pembesar Negara gugur. Setelah beberapa tahun kemudian berada di hutan. Airlangga memperlebar pengaruh Kahuripan seiring dengan melemahnya Sriwijaya. dapat menyingkir ke pegunungan Wonogiri.sama para pendeta Hindu dan biksu Budha selama dua tahun. Kerajaan baru ini dikenal dengan kerajaan Kahuripan . memilih menjadi pertapa dari pada mengganti Airlangga. yang wilayahnya membentang dari pasuruan di timur hingga Madiun dibarat.Dharmawangsa.kerajaan Janggala tidak mampu berkembang menjadi Negara besar sehingga lenyapdari percaturan politik sedangkan kerajaan Panjalu atau Kediri semakin berkembang. keponakannya. Airlangga mengganti nama kerajaan Medang Kamulan menjadi Kahuripan dengan ibukota Wulan Mas (1037). Airlangga dimakamkan di candi Belahan dengan perluhuran sebagai wisnu naik burung Garuda. dangan memiliki kekuasaan sampai perairan Indonesia bagian barat dan timur dengan raja Jayabaya. Dharmawangsa Teguh. Airlangga sendiri menjadi pertapa dan meninggal pada tahun 1049. Pantai Utara Jawa terutama Surabaya dan Tuban. Setelah kerajaan Medang berpindah menjadi Kahuripan. Airlangga memperluaswilayahnya kerajaan hingga ke Jawa Tengah dan Bali. Airlangga untuk menduduki tahta kerajaan.akhirnya pada tahun 1019. Sri dan Airlangga(16 tahun). menjadi pusat perdagangan yang penting untuk pertama kalinya. tentunya berpotensi memproduksi ancaman dari lawan. Pada tahun 1025.pewarisan itu yaitu Sanggrammawijaya.Sriwijaya dibantu Raja Wurawuri dari semenanjung Melayu membalas serangan Dharmawangsa Teguh(1016). Mereka hidup bersama. airlangga berhasil mempersatukan wilayah kerajaan Medang yang telah terpecah. tumpas-tapis. Airlangga membagi Kahuripan menjadi dua kerajaan untuk putranya yaitu Jenggala dan Kediri (penjulu). dan berdamai dengan Sriwijay. Sumber-sumber Sejarah Kerajaan Medang . memanfaatkan situasi vacuum of power di Jawa Timur ketika tentara pendudukan Wurawari disana terpaksa ditarik kembali ke. namun Airlanggadan pengiring setianya Narottama. Airlangga mengawini seorang putri Sriwijaya. membangun kembali kerajaan.

sedang prasasti tentulah tidak didirikan dipusat kerajaan. pendapat ini mungin kurang dapat diterima karena Kejuron mungkin justru merupakan pusat kerajaan. sebagai pengganti ibu kota yang lama. baik itu yang bercorak Hindu maupun Buddha. yang diterjemahkan sebagai Candi Siwa. negara menjadi kacau. Ia hanya memberitakan adanya raja lain yang memerintah pulau Jawa sebelum dirinya.Sumber-sumber sejarah yang menyebutkan keberadaan kerajaan Medang. sedang dibagian atas dan bagian bawah ditemukan di Desa Merjosari. sumber-sumber ini dalam bentuk candi dan prasasti antara lain a) Prasasti Mantyasih yaitu Prasasti Mantyasih tahun 907 atas nama Dyah Balitung menyebutkan dengan jelas bahwa raja pertama Kerajaan Medang (Rahyang ta rumuhun ri Medang ri Poh Pitu) adalah Rakai Mataram Sang Ratu Sanjaya. juga menyebut tentang pendirian bangunan suci Siwagreha. Klaten. keduanya pernah memimpin Hindia Belanda ketika Britania Raya menguasai Belanda pada dasawarsa kedua abad ke-19. mungkin sekali prasasti Dinoyo ini asalnya justru dari Merjosari. namun tidak menyebut dengan jelas apa nama kerajaannya. Sanjaya kemudian tampil menjadi raja. atas dukungan ibunya. yang memangternyata menghasilkan sisa-sisa bangunan. bernama Sanna. Kerajaan Mataram/Medang juga membangun banyak candi. Selain meninggalkan bukti sejarah berupa prasasti-prasasti yang tersebar di Jawa Tengah dan Jawa Timur. b) Prasasti Sanggurah merupakan prasasti berangka tahun 982 Masehi yang ditemukan di daerah Malang dan menyebut nama penguasa daerah itu. kira-kira 2 Km disebelah barat Dinoyo.Prasasti Wantil disebut juga prasasti Siwagreha yang dikeluarkan pada tanggal 12 November856. De casparis menduga bahwa batu prasasti itu berasal dari Desa Kejuron. Prasasti ini selain menyebut pendirian istana Mamratipura. Sanjaya sendiri mengeluarkan prasasti Canggal tahun 732. d) Prasasti Wantil. . Mpu Manuku membangun ibu kota baru di desa Mamrati sehingga ia pun dijuluki sebagai Rakai Mamrati. tetapi di dekat candinya. yaitu Mataram. Temuan Wonoboyo berupa artifak emas yang ditemukan tahun 1990 di Wonoboyo. Jawa Tengah. yaitu Sannaha saudara perempuan Sanna. Bagian yang tengah di temukan di Desa Dinoyo. c) Prasasti dinoyo yaitu prasasti yang ditemukan terputus menjadi tiga bagian. Mengingat kasus di gunung Wukir dan prasasti Canggal. menunjukkan kekayaan dan kehalusan seni budaya kerajaan Mataram. Istana baru itu bernama Mamratipura. Prasasti berbentuk tablet ini disebut juga Prasasti Minto karena dihadiahkan oleh Raffles kepada Lord Minto. Sepeninggal Sanna. Sri Maharaja Rakai Pangkaja Dyah Wawa Sri Wijayalokanamottungga (Dyah Wawa).

karena menjadi pokok pembicaraan dalam prasasti itu ialah tempat penyeberangan. awal berkuasanya Wangsa Sailendra(Membangun Candi Borobudur. . pendiri Kerajaan Medang (Karya Candi Canggal / Penganut Hindu Syiwa) Rakai Panangkaran. Didalam prasasti telang ada istilah kamulan dan rumah kamulan yang jelas tidak ada hubungan dengan tempat pemujaan cikal bakal Desa telang.daftar raja-raja tersebut sebagai berikut: 1. Rakai Garung alias Samaratungga Sri Maharaja Samarottungga. Desa Mantyasih disebut sima kapatiihan karena yang mendapat anugrah adalah lima orang patih di Mantyasih. 2. sebagai pengormatan leluhur"). Berdasarkan itu semua dapat disimpulkan disini bahwa Desa Bhumisambhara itu ialah sima kamulan karena dianugrahkan kepada pejabat mula.sebagai penganut budha mahaya" dinasti berpindah agama dari leluhurnya yang hindu syiwa")membangun juga candi Kalasan . Rakai Panunggalan alias Dharanindra Menaklukkan Sriwijaya bahkan sampai ke kamboja dan campa berjuluk Wirawairimathana (penumpas musuh perwira) 4. Sanjaya. Candi Pawon.Candi-candi peninggalan Kerajaan Medang antara lain. dan tentu saja yang paling kolosal adalah Candi Borobudur. 3. Candi Plaosan. Candi megah yang dibangun oleh Sailendrawangsa ini telah ditetapkan UNESCO (PBB) sebagai salah satu warisan budaya dunia. Candi Sewu. Candi Prambanan. Sistem Pemerintahan Kerajaan Medang Didalam prasasti Mantyasih . Candi Mendut. yaitu ketua para pandai besi. karena semula Desa Balingawan itu selalu diganggu oleh penjahat sehingga penduduk sering membayar denda atas pembunuhan gelap dan perkelahian gelap yang mengakibatkan seseorang menderita luka-luka. Candi Kalasan. didalam prasasti Sangguran disebut sima kajurugusalyan di Mananjung. karena ada jabatan juru gusali. Didalam prasasti Mantyasih tersebut tertulis daftar raja-raja Medang yang telah berkuasa dalam setiap masa pemerintahannya. Rakai Warak alias Samaragrawira Ayah dari Balaputradewa raja Sriwijaya Wirawairimathana (penumpas musuh perwira) 5. Saying sekali hingga sekarang belum jelas apa tugas seorang mula dalam masyarakat jawa kuno. didalam prasasti Balingawan disebut sima kamulan.

Mungkin saat itu Mpu Manuku sudah pindah jabatan menjadi Rakai Pikatan. Mpu Palar telah meninggal sebelum tahun 832. Tidak seperti pendahulunya yang ekspansionis. Dyah Lokapala naik takhta menggantikan ayahnya. adalah raja SriwijayaWangsa Syailendra yang memerintah pada tahun 792 – 835. Sedangkan menurut prasasti Gondosuli. Samaratungga menikahi Dewi Tara. pada masa pemerintahannya. pada prasasti Tulang Air tahun 850 Mpu Manuku kembali bergelar Rakai Patapan. Rakai Watuhumalang . Pada prasasti Munduan tahun 807 diketahui Mpu Manuku menjabat sebagai Rakai Patapan. Awal kebangkitan Wangsa Sanjaya (Candi Prambanan) Rakai Pikatan terdapat dalam daftar para raja versi prasasti Mantyasih. yang bermarkas di timbunan batu di atas bukit Ratu Baka. raja kelima Kerajaan Medang. yaitu Sang Jatiningrat (gelar Rakai Pikatan sebagai brahmana). putri Dharmasetu. Balaputradewa. Kiranya daerah Patapan kembali menjadi tanggung jawab Mpu Manuku. Nama aslinya menurut prasasti Argapura adalah Mpu Manuku. Akan tetapi. Sriwijaya lebih mengedepankan pengembangan agama dan budaya. Pada tahun 825. 6. misalnya Maharaja Rakai Watukura Dyah Balitung. dia menyelesaikan pembangunan candi Borobudur yang menjadi kebanggaan Indonesia. Kemudian pada prasasti Kayumwungan tahun 824 jabatan Rakai Patapan dipegang oleh Mpu Palar. Dari pernikahan itu Samaratungga memiliki seorang putra pewaris tahta. dan Pramodhawardhani yang menikah dengan Rakai Pikatan.Atau kadang ditulis Samaratungga. Rakai Pikatan suami Pramodawardhani. (Pusat kerajaan tidak lagi di mataram tapi di mamratipu 8. Pengangkatan putra bungsu sebagai raja ini didasarkan pada jasa kepahlawanan Dyah Lokapala dalam menumpas musuh ayahnya. Untuk memperkuat aliansi antara wangsa Syailendra dengan penguasa Sriwijaya terdahulu. putra Sri Maharaja Rakai Garung. meskipun saat itu ia sudah menjadi maharaja. 7. Tradisi seperti ini memang berlaku dalam sejarah Kerajaan Medang di mana seorang raja mencantumkan pula gelar lamanya sebagai kepala daerah. Rakai Kayuwangi alias Dyah Lokapala Menurut prasasti Wantil atau prasasti Siwagerha tanggal 12 November 856.

Sedangkan Rakai Watuhumalang mungkin juga putra Rakai Pikatan atau mungkin menantunya. Selain itu juga diperkuat dengan analisis sejarawan Boechari terhadap berita Cina dari Dinasti TangTat So Kan Hiung. Dalam prasasti Lintakan Dyah Tulodhong disebut sebagai putra dari seseorang yang dimakamkan di Turu Mangambil. Mpu Daksa Mpu Daksa naik takhta menggantikan Dyah Balitung yang merupakan saudara iparnya. 9. Rakai Watukura Dyah Balitung Rakai Watuhumalang memiliki putra bernama Mpu Daksa (prasasti Telahap) dan menantu bernama Dyah Balitung (prasasti Mantyasih). yaitu Mpu Daksa. Hubungan kekerabatan ini berdasarkan bukti bahwa Daksa sering disebut namanya bersamaan dengan istri Balitung dalam beberapa prasasti. Mungkin Rakryan Layang adalah putri Mpu Daksa. yang artinya “Daksa. tokoh Rakryan Layang ini seorang wanita berkedudukan tinggi.Rakai Pikatan memiliki beberapa orang anak. Rakai Sumba Dyah Wawa . bahkan naik takhta menggantikan mertuanya. antara lain Rakai Gurunwangi (prasasti Plaosan) dan Rakai Kayuwangi (prasasti Argapura). saudara raja yang gagah berani” 11. akhir periode rakai pikatan terjadi perpecahan di Kerajaan Medang akibat perebutan kuasa antara Gurunwangi dan kayuwangi namun sepeninggal kayuwangi Watuhumalang yang menduduki tahta. Pada akhir pemerintahan Dyah Balitung terjadi persekutuan antara Mpu Daksa dengan Rakai Gurunwangi (prasasti Taji Gunung). 12. memindahkan pusat pemerintahan kerajaan medang dari mamratipura ke pohpitu(sekitar kedu) 10. Kiranya pemerintahan Dyah Balitung berakhir oleh kudeta yang dilakukan kedua tokoh tersebut. Dalam prasasti Ritihang yang dikeluarkan oleh Mpu Daksa terdapat tokoh Rakryan Layang namun nama aslinya tidak terbaca. jadi tidak mungkin sama dengan Dyah Tulodhong. Dyah Tulodhong berhasil menikahinya sehingga ia pun ikut mendapatkan gelar Rakai Layang. Ditinjau dari ciri-cirinya. Dyah Balitung inilah yang mungkin berhasil menjadi pahlawan dalam menaklukkan Rakai Gurunwangi dan Rakai Limus sehingga takhta pun jatuh kepadanya sepeninggal Rakai Watukura. Rakai Layang Dyah Tulodong Dyah Tulodhong dianggap naik takhta menggantikan Mpu Daksa.

Tidak banyak diketahui tentang masa pemerintahannya. Namun. Kemudian pada masa pemerintahan Rakai Pikatan dipindah ke Mamrati (daerah Kedu). Nama ayahnya ini mirip dengan Rakryan Landhayan. Mpu Sindok kemudian memindahkan istana Medang ke wilayah Jawa Timur sekarang. 15. yaitu ipar Rakai Kayuwangi yang melakukan penculikan dalam peristiwa Wuatan Tija. awal periode Jawa Timur Istana Kerajaan Medang pada awal berdirinya diperkirakan terletak di daerah Mataram (dekat Yogyakarta sekarang). Dyah Wawa mengaku sebagai anak Kryan Landheyan sang Lumah ri Alas (putra Kryan Landheyan yang dimakamkan di hutan). pada masa pemerintahan Dyah Balitung sudah pindah lagi ke Poh Pitu (masih di sekitar Kedu). Kemudian pada zaman Dyah Wawa diperkirakan kembali ke daerah Mataram. yaitu raja yang telah memindahkan istana Kerajaan Medang dari Jawa Tengah menuju Jawa Timur. Menurut prasasti Pucangan. ia menyebut kalau kerajaannya merupakan kelanjutan dari Kerajaan Medang di Jawa Tengah. Sri Lokapala suami Sri Isanatunggawijaya Sri Isyana Tunggawijaya merupakan putri dari Mpu Sindok. Prasasti pembaharuan ini disebut dengan istilah prasasti tinulad. Suaminya yang bernama Sri Lokapala merupakan seorang bangsawan dari pulau Bali. Apabila prasasti tersebut mengalami kerusakan. ahli waris biasanya memohon kepada raja yang sedang berkuasa untuk memperbaharuinya. yang menjadi raja selanjutnya adalah putra mereka yang bernama Sri Makuthawangsawardhana. Makuthawangsawardhana . ditemukan kalimat berbunyi Kita prasiddha mangraksa kadatwan rahyangta i Bhumi Mataram i Watugaluh. Dalam beberapa prasastinya. Misalnya. Mpu Sindok.Dalam prasasti Wulakan tanggal 14 Februari 928. 13. Lalu. Prasasti atau piagam dianggap sebagai benda pusaka yang diwariskan secara turuntemurun. Tidak diketahui dengan pasti kapan pemerintahan Sri Lokapala dan Sri Isyana Tunggawijaya berakhir. Peninggalan sejarah Sri Lokapala berupa prasasti Gedangan tahun 950 yang berisi tentang anugerah desa Bungur Lor dan desa Asana kepada para pendeta Buddha di Bodhinimba. 14. prasasti Gedangan ini merupakan prasasti tiruan yang dikeluarkan pada zaman Kerajaan Majapahit untuk mengganti prasasti asli yang sudah rusak.

Jalannya pemerintahan Makutawangsawardhana tidak diketahui dengan pasti. Namanya hanya ditemukan dalam prasasti Pucangan sebagai kakek Airlangga. Disebutkan bahwa, Makutawangsawardhana adalah putra pasangan Sri Lokapala dan Sri Isana Tunggawijaya putri Mpu Sindok. Prasasti Pucangan juga menyebut Makutawangsawardhana memiliki putri bernama Mahendradatta, yaitu ibu dari Airlangga. Dalam prasasti itu juga disebut adanya nama seorang raja bernama Dharmawangsa, namun hubungannya dengan Makutawangsawardhana tidak dijelaskan. 16. Dharmawangsa Teguh, Kerajaan Medang berakhir Prasasti Pucangan tahun 1041 dikeluarkan oleh raja bernama Airlangga yang menyebut dirinya sebagai anggota keluarga Dharmawangsa Teguh. Disebutkan pula bahwa Airlangga adalah putra pasangan Mahendradatta dengan Udayana raja Bali. Adapun Mahendradatta adalah putri Makuthawangsawardhana dari Wangsa Isana. Airlangga sendiri kemudian menjadi menantu Dharmawangsa.

Keadaan masyarakat Didalam struktur pemerintahan kerajaan-kerajaan kuno, raja(sri maharaja) ialah penguasa tertinggi.sesuai dengan landasan kosmogonis,raja ialah penjelmaan dewa di dunia. Hal itu ternyata dari gelar abhiseka dan pujian-pujian kepada raja didalam berbagai prasasti dan kitab-kitap susastra Jawa kuno sejak raja Airlangga. Dari zaman Mataram kuno hanya ada dua orang raja yang bergelar abhiseka dengan unsure tunggadewa, yaitu Bhujayotunggadewa didalam prasasti dari Candi Plaosan Lor dan Rakai Layang Dyah Tulodong Sri Sajjanasanmatanuragatungadewa. Didalam kerajaan Mataram secara khusus menganut suatu landasan kosmogonis yaitu kepercayaan akan arus adanya suatu keserasian antara dunia manusia ini ( mikrokosmos) dengan alam semesta (mikrokosmos).

Disini akan disajikan gambaran besarnya saja dalam garis besarnya saja, dimulai dengaan golongan elite ditingkat pusat. Di ibu kota kerajaan, yang menurut berita-berita cina dikelilingi oleh dinding, baik dari batu bata maupun dari batang-batang kayu, terdapat istana raja yang juga dikelilingi oleh dinding. Didalam istana itulah berdiam raja dan keluarganya, yaitu permaisuri, selir selir, dan anak-anaknya yang belum dewasa, dan para hamba istana(hulun haji, watek I jro). Diluar istana, masih didalam lingkungan dindinga kota, terdapat kediaman putra mahkota (rake hino), dan tiga orang adiknya (rakai hulu, rakai sirikan dan rakai wra), dan kediaman para pejabat tinggi kerajaan. Dilingkungan tembok ibu kota kerajaan tinggal kelompok elite dan non-elite, raja dan keluarganya mengmbil tempat tersendiri. Hungungan antara raja secara langsung dengan kelompok non-elite sulit terlaksana, sedang dengan kelompok elite birokrasi saja hubungan itu henya terjadi secara formal. Didalam landasan Kosmogonis masyarakat yaitu menurut kepercayaan ini manusia selalu berada dibawah pengaruah kekuatan-kekuatan yang terpancar dari bintang-bintang dan planet-planet. Kekuatan itu dapat membawa kebahagian , kesejahteraan , dan perdamaian atau bencana kepada manusia, tergantung dari dapat atau tidaknya individu , kelompok-kelompok sosial, terutama kerajaan,menyerasikan hidup dan semua kegiatannya dengan gerak alam semesta. Agama resmi Kerajaan Medang pada masa pemerintahan Sanjaya adalah Hindu aliran Siwa. Ketika Sailendrawangsa berkuasa, agama resmi kerajaan berganti menjadi Buddha aliran Mahayana. Kemudian pada saat Rakai Pikatan dari Sanjayawangsa berkuasa, agama Hindu dan Buddha tetap hidup berdampingan dengan penuh toleransi. Didalam stratifikasi sosialnya masyarakat didalam kerajaan Medang masih menggunakan kasta-kasta didalam agama Hindu baik kedudukannya didalam struktur birokrasi maupun kedudukannya berdasarkan kekayaan materill. Menurut ajaran agama Hindu , alam ini terdiri atas suatu benua pusat berbentuk lingkaran, yang bernama jambudwipa. Benua ini dilingkari oleh tujuh lautan dan tujuh daratan, dan semua itu di batasi oleh suatu pegunungan yang tinggi. Ditengah –tengah Jambudwipa berdiri gunung Meru sebagai pusat alam semesta. Matahari , bulan , dan bintangbintang bergerak mengililingi Gunung Meru itu. Di Puncaknya terdapat kota dewa-dewa, yang di kelilingai oleh tempat tinggal ke delapan dewa penjaga mata angin (Lokapala).

Dengan singkat dapat dikatakan bahwa seorang raja harus berpegang teguh kepada dharma, bersikap adil, menghukum yang bersalah dan memberikan anugrah kepada mereka yang berjasa( wnang wgraha anugraha), bijaksana, tidak boleh sewenang-wenangnya. Waspada terhadapgejolak dikalangan rakyatnya, berusaha agar rakyat senantiasa memperoleh rasa tentram dan bahagia, dan dapat memperlihatkan wibawanya dengan kekuatan angkatan perang dan harta kekayaannya. Di bidang ekonomi penduduk Medang sejak periode Bhumi Mataram sampai periode Wwatan pada umumnya bekerja sebagai petani. Kerajaan Medang memangterkenal sebagai negara agraris, sedangkan saingannya, yaitu Kerajaan Sriwijaya merupakan negara maritim. Dibeberapa prasasti telah memberi keterangan akan adanya masyarakat yang mengenel ekonomi di wilayah kerajaan,di pedesaan pertama-tama sudah mengenal hasil bumi seperti beras, buah-buahan, sirih pinah, dan buah mengkudu. Juga hasil industry rumah tangga, seperti alat perkakas dari besi dan tembaga, pakaian, paying keeranjang dan barang-barang anyaman , kejang kepis, gula, arang, dan kapur sirih. Binatang ternak seperti kerbau, sapi, kambing , itik dan ayam serta telurnya juga diperjualbelikan. Prasasti tidak menyebutkan komoditas ekspor, dan hanya ada satu barang yang mungkin diimpor yaitu kain buatan India (wdihan buat kling). Akan tetapi, data tentang masalah ekspor-impor itu diperoleh darr berita-berita Cina. Ekspor dari pelabuhan –pelabuhan di Jawa terdiri atas hasil bumi dan hutan Pulau Jawa sendiri dan dari Pulau-pulau yang lain, terutama dari Kaliimantan dan Indonesian bagian timur. Komoditas ekspor itu anatara lain garam yang di hasilkan dipantai utara PUlau Jawa, terutama didaerah Kembang dan Tuban , kain Katun dan Kapuk, Sutra tipis dan Sutra kuning, damas, kain brokat berwarna-warni, kulit penyu, pinang, pisang raja, gula tebu, kemukus, cula badak, mutiara, belerang, gaharu, kayu sepang, kayu cendana.,cengkeh, pala, marica, dammar, kapur barus dan lain-lainnya.

Diatas bekas Kerajaan Kediri inilah Ken Arok kemudian mendirikan Kerajaan Singasari. ibu kotanya Kahuripan. Dengan demikian di Jawa Timur berdirilah kerajaan Kediri dimana bukti-bukti yang menjelaskan kerajaan tersebut. yaitu Kahuripan. dan Pasuruhan. dan serat Calon Arang (1540 M). Berdasarkan prasasti-prasasti yang ditemukan masing-masing kerajaan saling merasa berhak atas seluruh tahta Airlangga sehingga terjadilah peperangan. Pada awalnya perang saudara tersebut. Namun kemudian kedudukannya direbut oleh Ken Arok. Diduga Kerajaan Jenggala ditaklukkan oleh Kediri. . dan ibu kotanya Daha. sedangkan Kerajaan Jenggala semakin tenggelam. Hasil karya sastra tersebut adalah kitab Kakawin Bharatayudha yang ditulis Mpu Sedah dan Mpu Panuluh yang menceritakan tentang kemenangan Kediri/Panjalu atas Jenggala. Pada akhir November 1042. dimenangkan oleh Jenggala tetapi pada perkembangan selanjutnya Panjalu/Kediri yang memenangkan peperangan dan menguasai seluruh tahta Airlangga. Rembang. Tujuan pembagian kerajaan menjadi dua agar tidak terjadi pertikaian. Pusat kerajaanya terletak di tepi S. Akhirnya pada tahun 1292 Jayakatwang berhasil mengalahkan Kertanegara dan membangun kembali kejayaan Kerajaan Kediri. Ketika Singasari berada di bawah pemerintahan Kertanegara (1268 1292). Keadaan ini dimanfaatkan oleh Akuwu Tumapel Tunggul Ametung. dan Kediri berada di bawah kekuasaan Singasari. Kerajaan Jenggala meliputi daerah Malang dan delta sungai Brantas dengan pelabuhannya Surabaya. Airlangga terpaksa membelah wilayah kerajaannya karena kedua putranya bersaing memperebutkan takhta. terjadilah pergolakan di dalam kerajaan.Kerajaan Kediri Kerajaan Kediri adalah sebuah kerajaan besar di Jawa Timur yang berdiri pada abad ke-12. Jayakatwang. Dalam perkembangannya Kerajaan Kediri yang beribukota Daha tumbuh menjadi besar. Sedangkan putra yang bernama Mapanji Garasakan mendapatkan kerajaan timur bernama Jenggala yang berpusat di kota lama. sedangkan Panjalu kemudian dikenal dengan nama Kediri meliputi Kediri. Brantas yang pada masa itu telah menjadi jalur pelayaran yang ramai. Pembagian kerajaan tersebut dilakukan oleh seorang Brahmana yang terkenal akan kesaktiannya yaitu Mpu Bharada. Kejayaan Kerajaan Kediri sempat jatuh ketika Raja Kertajaya (1185-1222) berselisih dengan golongan pendeta. Kedua kerajaan tersebut dikenal dengan Kahuripan menjadi Jenggala (Kahuripan) dan Panjalu (Kediri) yang dibatasi oleh gunung Kawi dan sungai Brantas dikisahkan dalam prasasti Mahaksubya (1289 M). Panjalu dapat dikuasai Jenggala dan diabadikanlah nama Raja Mapanji Garasakan (1042 – 1052 M) dalam prasasti Malenga. yaitu Daha. Kerajaan ini merupakan bagian dari Kerajaan Mataram Kuno. Akan tetapi hilangnya jejak Jenggala mungkin juga disebabkan oleh tidak adanya prasasti yang ditinggalkan atau belum ditemukannya prasasti yang ditinggalkan Kerajaan Jenggala. Putra yang bernama Sri Samarawijaya mendapatkan kerajaan barat bernama Panjalu yang berpusat di kota baru. raja Kediri yang selama ini tunduk kepada Singasari bergabung dengan Bupati Sumenep (Madura) untuk menjatuhkan Kertanegara. Madiun. selain ditemukannya prasasti-prasasti juga melalui kitab-kitab sastra yang banyak menjelaskan tentang kerajaan Kediri. Pada tahun 1041 atau 963 M Raja Airlangga memerintahkan membagi kerajaan menjadi dua bagian. kitab Negarakertagama (1365 M).

yang berasal dari Janggala. Airlangga berusaha memulihkan kembali kewibawaan Medang Kamulan.bayangi Jenggala yang berada dalam posisi yang lebih lemah. tahta beralih pada putra Airlangga yang lahir dari selir. di bawah pemerintahannya Kediri mencapai kejayaan. Pertempuran yang terus menerus antara Jenggala dan Panjalu menyebabkan selama 60 tahun tidak ada berita yang jelas mengenai kedua kerajaan tersebut hingga munculnya nama Raja Bameswara (1116 – 1135 M) dari Kediri. Berkat jerih payahnya . Medang Kamulan dibagi menjadi dua yaitu kerajaan Jenggala dengan ibu kota Kahuripan. yang lebih dikenal sebagai Kameshwara I (1115 – 1130 ). Pewaris tahta kerajaan Medang Kamulan seharusnya seorang putri yaitu Sri Sanggramawijaya yang lahir dari seorang permaisuri. dan ibukotanya yang keindahannya dikagumi seluruh dunia bernama Dahana. ia digantikan Jayabaya yang dalam masa pemerintahannya itu berhasil mengalahkan Jenggala. Medang Kamulan mencapai kejayaan dan kemakmuran. Adapun raja – raja yang pernah berkuasa pada masa kerajaan Kediri adalah: Shri Jayawarsa Digjaya Shastraprabhu. Keahlian sebagai pemimpin politik yang ulung Jayabaya termasyur dengan ramalannya. Jayabaya Raja Kediri ketiga yang bergelar Shri Maharaja Shri Kroncarryadipa Handabhuwanapalaka Parakramanindita Digjayotunggadewanama Shri Gandra. Mapanji Alanjung kemudian diganti lagi oleh Sri Maharaja Samarotsaha. Ia menamakan dirinya sebagai titisan Wisnu. Dalam kitab ini sang raja di puji–puji sebagai titisan dewa Kama. Hal ini dapat terlihat hingga abad ke 12 . Dalam masa pemerintahannya Mpu Darmaja telah mengubah kitab Smaradhana. kerajaan kembali dipersatukandi bawah kekuasaan Kediri. Jayawarsa adalah raja pertama kerajaan Kediri dengan prasastinya yang berangka tahun 1104. Berturut-turut raja-raja Kediri sejak Jayabaya sebagai berikut. Namun karena memilih menjadi pertapa. Airlangga meninggal pada tahun 1049 M. Namun perseteruan ini berakhir dengan kekalahan Jenggala. Raja Bameswara menggunakan lencana kerajaan berupa tengkorak bertaring di atas bulan sabit yang biasa disebut Candrakapala. Kameshwara Raja ke dua kerajaan Kediri yang bergelar Sri Maharajarake Sirikan Shri Kameshwara Sakalabhuwanatushtikarana Sarwwaniwaryyawiryya Parakrama Digjayottunggadewa. Ia digantikan Raja Mapanji Alanjung (1052 – 1059 M). setelah kewibawaan kerajaan berhasil dipulihkan. Ramalan–ramalan itu dikumpulkan dalam satu kitab . Untuk menghindari perang saudara. Setelah Bameswara turun takhta. penuh kemunafikan dan pembunuhan berlangsung terhadap pangeran dan raja – raja antar kedua negara. Prabu Jayabaya adalah raja Kediri yang paling terkenal. dan kerajaan Kediri (Panjalu) dengan ibu kota Dhaha. Pada masa itu ibu kota Panjalu telah dipindahkan dari Daha ke Kediri sehingga kerajaan ini lebih dikenal dengan nama Kerajaan Kediri. Menjelang akhir hayatnya . Permaisurinya bernama Shri Kirana. Airlangga memindahkan pusat pemerintahan dari Medang Kamulan ke Kahuripan. Tetapi upaya tersebut mengalami kegagalan. Hal itu menjadikan suasana gelap. Airlangga memutuskan untuk mundur dari pemerintahan dan menjadi pertapa dengan sebutan Resi Gentayu. dimana Kediri tetap menjadi kerajaan yang subur dan makmur namun tetap tidak damai sepenuhnya dikarenakan dibayang.Raja Kediri pertama Mapanji Garasakan memerintah tidak lama. Dengan prasastinya pada tahun 1181. Pada tahun 1019 M Airlangga dinobatkan menjadi raja Medang Kamulan. Lencana kerajaanya adalah tengkorak yang bertaring disebut Candrakapala.

Prabu Sarwaswera. Srengga Kertajaya Srengga Kertajaya tak henti–hentinya bekerja keras demi bangsa negaranya. Prabu Kroncharyadipa Namanya yang berarti benteng kebenaran. semua makhluk adalah engkau . Mereka menggangap Kertajaya telah melanggar agama dan memaksa mereka untuk menyembahnya sebagai dewa.yang berjudul jongko Joyoboyo. moha (kebingungan). Keenam itu adalah kroda (marah). Prasasti pada Jaman Kerajaan Kediri antara lain: 1. yaitu pemanunggalan jiwatma dengan paramatma. Pada tahun 1293. Setelah itu tidak ada lagi berita tentang Kerajaan Kediri. Salah seorang pemimpin pasukan Singasari. Kerajaan Kediri bangkit kembali di bawah pemerintahan Jayakatwang. beliau mengendalikan diri dari pemerintahannya dengan prinsip . pada tahun 1222 M. Prasasti Banjaran yang berangka tahun 1052 M menjelaskan kemenangan Panjalu atau Kadiri atas Jenggala 2. yakni enam macam musuh dalam diri manusia. dikaulah (semua) itu . Kertajaya dikenal dengan catur marganya yang berarti empat jalan yaitu darma. Prinsip kesucian prabu Srengga menurut para dalang wayang dilukiskan oleh Prapanca. segala sesuatu yang menghalangi kesatuan adalah tidak benar. Kertajaya raja yang mulia serta sangat peduli dengan rakyat. Karena perilakunya yang baik. Pemerintahan Kertajaya Raja terakhir pada masa Kediri. kama. arta. berhasil meloloskan diri ke Madura. Sebagai pemeluk agama yang taat. Dalam perang tersebut pasukan Jayakatwang mudah dikalahkan. prabu Sarwaswera memegang teguh prinsip tat wam asi yang artinya Dikaulah itu. Perseteruan memuncak menjadi pertempuran di desa Ganter. raja yang taat beragama dan budaya.mada (mabuk). Raden Wijaya. Runtuhnya kerajaan Kediri dikarenakan pada masa pemerintahan Kertajaya . Dalam pertempuran itu Ken Arok dapat mengalahkan Kertajaya. sad kama murka. terjadi pertentangan dengan kaum Brahmana. moksa. . pada masa itu menandai berakhirnya kerajaan Kediri. kama (hawa nafsu). Prasasti Hantang tahun 1135 atau 1052 M menjelaskan Panjalu atau Kadiri pada masa Raja Jayabaya. Jayakatwang memperbolehkan Raden Wijaya untuk membuka Hutan Tarik sebagai daerah tempat tinggalnya. Jalan yang benar adalah sesuatu yang menuju kearah kesatuan . Keadaan ini dimanfaatkan Raden Wijaya untuk menyerang Jayakatwang.loba (rakus). Sikap merakyat dan visinya yang jauh kedepan menjadikan prabu Jayabaya layak dikenang. datang tentara Mongol yang dikirim oleh Kaisar Kubilai Khan untuk membalas dendam terhadap Kertanegara. Prasasti ini dikeluarkan sebagai piagam pengesahan anugerah untuk penduduk Desa Ngantang yang setia pada Kadiri selama perang dengan Jenggala. masarya (iri hati). Dukungan spiritual dan material dari Prabu Jayabaya dan hal budaya dan kesusastraan tidak tanggung–tanggung. Masyarakat yang aman dan tentram sangat dia harapkan. Setelah berhasil mengalahkan Kertanegara. Tujuan hidup manusia menurut prabu Sarwaswera yang terakhir adalah moksa.Pada prasasti ini terdapat semboyan Panjalu Jayati yang artinya Panjalu Menang. . sang prabu memang senantiasa berbuat adil pada masyarakatnya. Ia bekerjasama dengan tentara Mongol dan pasukan Madura di bawah pimpinan Arya Wiraraja untuk menggempur Kediri. akuwu Tumapel. Kemudian kaum Brahmana meminta perlindungan Ken Arok .Dan dari Prasasti tersebut dapat di ketahui kalau Raja Jayabhaya adalah raja yang berhasil mengalahkan Janggala dan mempersatukannya kembali dengan Kediri.

Pada tahun 1157 Kakawin Bharatayuddha ditulis oleh Mpu Sedah dan diselesaikan Mpu Panuluh. Seni sastra mendapat banyak perhatian pada zaman Kerajaan Panjalu-Kadiri. Terdapat pula pujangga zaman pemerintahan Sri Kameswara bernama Mpu Dharmaja yang menulis Kakawin Smaradahana. Prasasti Jepun 1144 M 4. Prasasti Talan 1136 M Seni sastra juga mendapat banyak perhatian pada zaman Kerajaan Kadiri. Kemudian pada zaman pemerintahan Kertajaya terdapat pujangga bernama Mpu Monaguna yang menulis Sumanasantaka dan Mpu Triguna yang menulis Kresnayana. Kitab ini bersumber dari Mahabharata yang berisi kemenangan Pandawa atas Kurawa. sebagai kiasan. . Mpu Panuluh juga menulis Kakawin Hariwangsa dan Gatotkacasraya. Selain itu. Kitab ini bersumber dari Mahabharata yang berisi kemenangan Pandawa atas Korawa.kemenangan. sebagai kiasan kemenangan Sri Jayabhaya atas Jenggala. Pada tahun 1157 Kakawin Bharatayuddha ditulis oleh Mpu Sedah dan diselesaikan Mpu Panuluh.Prasasti Hantang 3.

juga melalui kitab sastra peninggalan zaman Majapahit yang berjudul Negarakertagama karangan Mpu Prapanca yang menjelaskan tentang raja-raja yang memerintah di Singosari serta kitab Pararaton yang juga menceritakan riwayat Ken Arok yang penuh keajaiban. maka tahun 1222 M /1144 C Ken Arok menyerang Kediri. SISTEM PEMERINTAHAN KERAJAAN SINGASARI Ada dua versi yang menyebutkan silsilah kerajaan Singasari alias Tumapel ini. 2. sehingga Kertajaya mengalami kekalahan pada pertempuran di desa Ganter. Pada awalnya. Tunggul Ametung dibunuh oleh Ken Arok yang merupakan pengawalnya. Ken Arok dibunuh oleh seorang suruhan Anusapati (anak tiri Ken Arok). Selanjutnya adalah Anusapati. Anusapati (1227–1248 M) Dengan meninggalnya Ken Arok maka takhta Kerajaan Singasari jatuh ke tangan Anusapati. raja pertama Kerajaan Singasari adalah Rangga Rajasa Sang Girinathapura (1222–1227 M). Munculnya Ken Arok sebagai raja pertama Singasari menandai munculnya suatu dinasti baru. Dalam jangka waktu pemerintahaannya yang lama. Terakhir adalah Kertanegara yang memerintah sejak 1272 hingga 1292 M. A. Pararaton menyebutkan Ken Arok adalah pendiri Kerajaan Singasari yang digantikan oleh Anusapati (1247–1249 M). Tumapel hanyalah sebuah wilayah kabupaten yang berada dibawah kekuasaan Kerajaan Kadiri dengan bupati bernama Tunggul Ametung. Anusapati diganti oleh Tohjaya (1249–1250 M). Ken Arok berkedudukan sebagai Akuwu (Bupati) di Tumapel menggantikan Tunggul Ametung yang dibunuhnya. Selanjutnya ia berkeinginan melepaskan Tumapel dari kekuasaan kerajaan Kadiri yang diperintah oleh Kertajaya. Ken Arok (1222–1227 M) Pendiri Kerajaan Singasari adalah Ken Arok yang sekaligus juga menjadi Raja Singasari yang pertama dengan gelar Sri Ranggah Rajasa Sang Amurwabumi. Pada tahun 1227 M. Data ini didapat dari prasasti Mula Malurung. Keinginannya terpenuhi setelah kaum Brahmana Kadiri meminta perlindungannya. Kerajaan ini beribu kota di Tumapel yang terletak di kawasan bernama Kutaraja. Kerajaan Singasari hanya sempat bertahan 70 tahun sebelum mengalami keruntuhan. karena tertarik pada Ken Dedes istri Tunggul Ametung. Ken Arok hanya memerintah selama lima tahun (1222–1227 M). 1. Lokasi kerajaan ini sekarang diperkirakan di daerah Singosari. Terakhir adalah Kertanagara (1254–1292 M). yang diteruskan oleh Ranggawuni alias Wisnuwardhana (1250–1272 M). yang dilanjutkan Wisnuwardhana (1248–1254 M). Dengan alasan tersebut. Sementara pada versi Negarakretagama. Sebelum menjadi raja. yakni Dinasti Rajasa (Rajasawangsa) atau Girindra (Girindrawangsa). Malang. Ken Arok dimakamkan di Kegenengan dalam bangunan Siwa–Buddha. Versi pertama adalah versi Pararaton yang informasinya didapat dari Prasasti Kudadu. Kitab Pararaton isinya sebagian besar adalah mitos atau dongeng tetapi dari kitab Pararatonlah asal usul Ken Arok menjadi raja dapat diketahui. Keberadaan Kerajaan Singosari dibuktikan melalui candi-candi yang banyak ditemukan di Jawa Timur yaitu daerah Singosari sampai Malang. Ken Arok yang mengangkat dirinya sebagai raja Tumapel bergelar Sri Rajasa Sang Amurwabhumi. Anusapati tidak banyak melakukan pembaharuan- .Kerajaan Singasari Kerajaan Singasari adalah sebuah kerajaan Hindu Buddha di Jawa Timur yang didirikan oleh Ken Arok pada tahun 1222 M.

Pada saat Anusapati asyik menyaksikan aduan ayamnya. meninggallah Anusapati yang didharmakan di Candi Kidal. Ppemerintahan Ranggawuni membawa ketenteraman dan kesejahteran rakyat Singasari.pembaharuan karena larut dengan kesenangannya menyabung ayam. Namun. . Tohjoyo mengetahui bahwa Anusapati gemar menyabung ayam sehingga diundangnya Anusapati ke Gedong Jiwa (tempat kediamanan Tohjoyo) untuk mengadakan pesta sabung ayam. Ranggawuni (1248–1268 M) Ranggawuni naik takhta Kerajaan Singasari pada tahun 1248 M dengan gelar Sri Jaya Wisnuwardana oleh Mahesa Cempaka (anak dari Mahesa Wongateleng) yang diberi kedudukan sebagai ratu angabhaya dengan gelar Narasinghamurti. Tohjoyo memerintah Kerajaan Singasari tidak lama sebab anak Anusapati yang bernama Ranggawuni berusaha membalas kematian ayahnya. Gambar: Candi Kidal 3. 4. Dengan demikian. Ranggawuni berhasil menggulingkan Tohjoyo dan kemudian menduduki singgasana. Pada tahun 1268 Wisnuwardanameninggal dunia dan didharmakan di Jajaghu atau Candi Jago sebagai Buddha Amogapasa dan di Candi Waleri sebagai Siwa. Dengan bantuan Mahesa Cempaka dan para pengikutnya. Tohjoyo (1248 M) Dengan meninggalnya Anusapati maka tahta Kerajaan Singasari dipegang oleh Tohjoyo. secara tiba-tiba Tohjoyo menyabut keris buatan Empu Gandring yang dibawanya dan langsung menusuk Anusapati. Peristiwa kematian Ken Arok akhirnya terbongkar dan sampai juga ke Tohjoyo (putra Ken Arok dengan Ken Umang). Pada tahun 1254 M Wisnuwardana mengangkat putranya yang bernama Kertanegara sebagai yuwaraja (raja muda) dengan maksud mempersiapkannya menjadi raja besar di Kerajaan Singasari.

Kertanegara mengirimkan utusan ke Melayu yang dikenal dengan nama Ekspedisi Pamalayu 1275 yang berhasil menguasai Kerajaan Melayu. kemudian perhatian ditujukan ke daerah lain. Singasari juga menaklukan Pahang. Hal ini ditandai dengan pengirimkan Arca Amoghapasa ke Dharmasraya atas perintah Raja Kertanegara. dan mahamenteri i sirikan. ia dibantu oleh tiga orang mahamentri. Gambar: Arca Amoghapasa Selain menguasai Melayu. Setelah Jawa dapat diselesaikan. mahamentri i halu. yaitu mahamentri i hino. Kertanegara juga menjalin hubungan persahabatan dengan raja . Banyak Wide dijadikan Bupati di Sumenep (Madura) dengan gelar Aria Wiaraja. ia mengganti pejabat-pejabat yang kolot dengan yang baru. Untuk dapat mewujudkan gagasan penyatuan Nusantara. dan Gurun (Maluku). Bakulapura (Kalimantan Barat). Sunda.Gambar: Candi Jago 5. Dalam pemerintahannya. Kertanegara (1268-1292 M) Kertanegara adalah Raja Singasari terakhir dan terbesar karena mempunyai cita-cita untuk menyatukan seluruh Nusantara. Ia naik takhta pada tahun 1268 dengan gelar Sri Maharajadiraja Sri Kertanegara. Bali. seperti Patih Raganata digantikan oleh Patih Aragani.

kehidupan sosial masyarakat kurang mendapat perhatian karena ia larut dalam kegemarannya menyabung ayam. Kertanegara menolak dengan melukai muka utusannya yang bernama Mengki. Arca perwujudannya dikenal dengan nama Joko Dolog yang sekarang berada di Taman Simpang. yakni dari arah utara merupakan pasukan pancingan dan dari arah selatan merupakan pasukan inti. Gambar: Candi Singasari B.Champa. Ketika Ken Arok menjadi Akuwu di Tumapel. Kubilai Khan menuntut raja-raja di daerah selatan termasuk Indonesia mengakuinya sebagai yang dipertuan. Pasukan Kediri dari arah selatan dipimpin langsung oleh Jayakatwang dan berhasil masuk istana dan menemukan Kertanagera berpesta pora dengan para pembesar istana. Dengan gugurnya Kertanegara maka Kerajaan Singasari dikuasai oleh Jayakatwang. Mengetahui sebagian besar pasukan Singasari dikirim untuk menghadapi serangan Mongol maka Jayakatwang (Kediri) menggunakan kesempatan untuk menyerangnya. dia berusaha meningkatkan kehidupan masyarakatnya. Ini berarti berakhirnya kekuasan Kerajaan Singasari. Tindakan Kertanegara ini membuat Kubilai Khan marah besar dan bermaksud menghukumnya dengan mengirimkan pasukannya ke Jawa. . Pada masa Wisnuwardhana kehidupan sosial masyarakatnya mulai diatur rapi. KEHIDUPAN DI KERAJAAN SINGASARI Dari segi sosial. Sesuai dengan agama yang dianutnya. Atas bantuan Aria Wiraraja. Ardharaja berbalik memihak kepada ayahnya (Jayakatwang). Banyak daerah-daerah yang bergabung dengan Tumapel. Raden Wijaya diberi sebidang tanah yang bernama Tanah Tarik oleh Jayakatwang untuk ditempati. ia meningkatkan taraf kehidupan masyarakatnya. Kertanaga beserta pembesar-pembesar istana tewas dalam serangan tersebut. Serangan dilancarakan dari dua arah. Namun pada pemerintahan Anusapati. Raden Wijaya mendapat pengampunan dan mengabdi kepada Jayakatwang. Upaya yang ditempuh Raja Kertanegara dapat dilihat dari pelaksanaan politik dalam negeri dan luar negeri. Dan pada masa Kertanegara. Kertanegara kemudian didharmakan sebagai Siwa––Buddha (Bairawa) di Candi Singasari.dengan tujuan untuk menahan perluasaan kekuasaan Kubilai Khan dari Dinasti Mongol. sedangkan Raden Wijaya berhasil menyelamatkan diri dan menuju Madura dengan maksud minta perlindungan dan bantuan kepada Aria Wiraraja. Surabaya. kehidupan masyarakat Singasari mengalami masa naik turun.

Berdasarkan segi budaya. yang merupakan sepupu. C. Menguasai Jawa Barat. dll. Mengadakan pergeseran pembantu-pembantunya seperti Mahapatih Raganata digantikan oleh Aragani. D. Setelah runtuhnya Singasari. Riwayat Kerajaan Tumapel-Singasari pun berakhir. 2. 2. Politik Luar Negeri: 1. Raden Wijaya kemudian mendirikan Kerajaan Majapahit sebagai kelanjutan Singasari. RUNTUHNYA KERAJAAN SINGASARI Sebagai sebuah kerajaan. candi Jago. Hal ini terkait dengan adanya sengketa yang terjadi dilingkup istana kerajaan yang kental dengan nuansa perebutan kekuasaan. Menguasai Malaka dan Kalimantan. Jayakatwang menjadi raja dan membangun ibu kota baru di Kediri. 3. patung Kertanegara dalam wujud patung Joko Dolog. Menguasai Bali. Melaksanakan Ekspedisi Pamalayu untuk menguasai Kerajaan melayu serta melemahkan posisi Kerajaan Sriwijaya di Selat Malaka. dan menyatakan dirinya sebagai anggota Wangsa Rajasa. sekaligus besan dari Kertanegara sendiri. Memperkuat angkatan perang. Akhirnya Kerajaan Singasari mengalami keropos di bagian dalam. .Politik Dalam Negeri: 1. Pada tahun 1293 datang pasukan Mongol yang dipimpin Ike Mese untuk menaklukkan Jawa. sekaligus ipar. HUBUNGAN KERAJAAN SINGASARI DENGAN MAJAPAHIT Pararaton. Berkat bantuan Aria Wiararaja (penentang politik Kertanagara). Berbuat baik terhadap lawan-lawan politiknya seperti mengangkat putra Jayakatwang (Raja Kediri) yang bernama Ardharaja menjadi menantunya. dan patung Amoghapasa juga merupakan perwujudan Kertanegara (kedua patung kertanegara baik patung Joko Dolog maupun Amoghapasa menyatakan bahwa Kertanegara menganut agama Buddha beraliran Tantrayana). Setelah Kadiri runtuh. ditemukan candi-candi dan patung-patung diantaranya candi Kidal. cucu Narasingamurti yang menjadi menantu Kertanegara lolos dari maut. Nagarakretagama dan prasasti Kudadu mengisahkan Raden Wijaya. Pada saat itu Kerajaan Singasari sibuk mengirimkan angkatan perangnya ke luar Jawa. ia kemudian diampuni oleh Jayakatwang dan diberi hak mendirikan desa Majapahit. dan candi Singasari. Raden Wijaya dengan siasat cerdik ganti mengusir tentara Mongol keluar dari tanah Jawa. Mereka dimanfaatkan Raden Wijaya untuk mengalahkan Jayakatwang di Kadiri. perjalanan kerajaan Singasari bisa dikatakan berlangsung singkat. 4. Dalam serangan itu Kertanegara mati terbunuh. 3. Sedangkan patung-patung yang ditemukan adalah patung Ken Dedes sebagai Dewa Prajnaparamita lambing kesempurnaan ilmu. yaitu dinasti yang didirikan oleh Ken Arok. Pada tahun 1292 terjadi pemberontakan Jayakatwang bupati Gelang-Gelang.

Ia membuka hutan itu dan membangun desa baru.[11][12] Saat itu juga merupakan kesempatan terakhir mereka untuk menangkap angin muson agar dapat pulang. Atas saran Aria Wiraraja. Jayakatwang memberikan pengampunan kepada Raden Wijaya. atau mereka harus terpaksa menunggu enam bulan lagi di pulau yang asing. yang berkuasa dari tahun 1350 hingga 1389. menantu Kertanegara. dan rasa "pahit" dari buah tersebut. Beberapa sarjana seperti C. Jayakatwang. dan sejarahnya tidak jelas. Raden Wijaya kemudian diberi hutan Tarik. khususnya daftar penguasa dan keadaan kerajaan yang tampak cukup pasti.Kekuasaannya terbentang di Jawa. Hal ini menjadi perhatian Kubilai Khan. Sumber utama yang digunakan oleh para sejarawan adalah Pararaton ('Kitab Raja-raja') dalam bahasa Kawi dan Nagarakretagama dalam bahasa Jawa Kuno. Ia mengirim utusan yang bernama Meng Chi[9] ke Singhasari yang menuntut upeti. Kerajaan Majapahit adalah kerajaan Hindu-Buddha terakhir yang menguasai Semenanjung Malaya dan dianggap sebagai salah satu dari negara terbesar dalam sejarah Indonesia. Pararaton terutama menceritakan Ken Arok (pendiri Kerajaan Singhasari) namun juga memuat beberapa bagian pendek mengenai terbentuknya Majapahit. tetapi memiliki arti supernatural dalam hal dapat mengetahui masa depan. Raden Wijaya berbalik menyerang sekutu Mongolnya sehingga memaksa mereka menarik pulang kembali pasukannya secara kalang-kabut karena mereka berada di teritori asing. Historiografi Hanya terdapat sedikit bukti fisik sisa-sisa Majapahit. Borneo. penguasa Dinasti Yuan di Tiongkok. hal yang terjadi tidaklah jelas. Kepulauan Sulu. Sejarah Berdirinya Majapahit Sesudah Singhasari mengusir Sriwijaya dari Jawa secara keseluruhan pada tahun 1290. Sumatra. Namun demikian. Sementara itu. terdapat beberapa prasasti dalam bahasa Jawa Kuno maupun catatan sejarah dari Tiongkok dan negara-negara lain. Setelah masa itu. penguasa kerajaan Singhasari yang terakhir menolak untuk membayar upeti dan mempermalukan utusan tersebut dengan merusak wajahnya dan memotong telinganya. Ketika itu. hingga Indonesia timur. Kublai Khan marah dan lalu memberangkatkan ekspedisi besar ke Jawa tahun 1293. Selain itu. Nagarakertagama merupakan puisi Jawa Kuno yang ditulis pada masa keemasan Majapahit di bawah pemerintahan Hayam Wuruk. Berg menganggap semua naskah tersebut bukan catatan masa lalu. Manila (Saludung). adipati Kediri. yang namanya diambil dari buah maja. Ketika pasukan Mongol tiba. Semenanjung Malaya. meskipun wilayah kekuasaannya masih diperdebatkan.C. Kerajaan ini mencapai puncak kejayaannya pada masa kekuasaan Hayam Wuruk. Kertanagara. Wijaya bersekutu dengan pasukan Mongol untuk bertempur melawan Jayakatwang.Kerajaan majapahit Majapahit adalah sebuah kerajaan kuno di Indonesia yang pernah berdiri dari sekitar tahun 1293 hingga 1500 M. . Keakuratan semua naskah berbahasa Jawa tersebut dipertentangkan. banyak pula sarjana yang beranggapan bahwa garis besar sumber-sumber tersebut dapat diterima karena sejalan dengan catatan sejarah dari Tiongkok. Desa itu dinamai Majapahit. sudah membunuh Kertanagara. yang datang menyerahkan diri. Singhasari menjadi kerajaan paling kuat di wilayah tersebut. Tidak dapat disangkal bahwa sumber-sumber itu memuat unsur non-historis dan mitos.

Majapahit melancarkan serangan laut ke Palembang. meskipun pemberontakan tersebut tidak berhasil. Hayam Wuruk. Borneo. atau 1478 Masehi. Ia digelari Kala Gemet. Beberapa orang terpercaya Kertarajasa. dan bahkan mengirim duta-dutanya ke Tiongkok Jatuhnya Majapahit Sesudah mencapai puncaknya pada abad ke-14. Papua. . Pada tahun 1377. dan lalu dihukum mati. termasuk Ranggalawe. antara Wirabhumi melawan Wikramawardhana. Pada masanya Majapahit mencapai puncak kejayaannya dengan bantuan mahapatihnya. pedagang Muslim dan para penyebar agama sudah mulai memasuki Nusantara. Halayudha ditangkap dan dipenjara. Sulawesi. Majapahit menguasai lebih banyak wilayah.[2] menyebabkan runtuhnya sisa-sisa kerajaan Sriwijaya Menurut Kakawin Nagarakretagama pupuh XIII-XV. Sora. Catatan sejarah dari Tiongkok. penguasa dari Kesultanan Demak. Siam. Di bawah perintah Gajah Mada (1313-1364). Namun demikian. beberapa tahun setelah kematian Gajah Mada. Kejayaan Majapahit Hayam Wuruk. batasan alam dan ekonomi menunjukkan bahwa daerah-daerah kekuasaan tersebut tampaknya tidaklah berada di bawah kekuasaan terpusat Majapahit. Maluku. Anak dan penerus Wijaya. Kamboja. Ia diteruskan oleh putranya. dan pemberontakan besar yang dilancarkan oleh seorang bangsawan pada tahun 1468. Demikian pula telah terjadi pergantian raja yang dipertengkarkan pada tahun 1450-an. Majapahit juga memiliki hubungan dengan Campa. tetapi terhubungkan satu sama lain oleh perdagangan yang mungkin berupa monopoli oleh raja[14]. kerajaan Majapahit berkembang menjadi lebih besar dan terkenal di daerah tersebut. Gajah Mada. dan Vietnam. Pada tahun 1328. Pada saat bersamaan. yang berarti "penjahat lemah". Ia dinobatkan dengan nama resmi Kertarajasa Jayawardhana. yaitu Kesultanan Malaka. dan Italia (Pigafetta) mengindikasikan bahwa telah terjadi perpindahan kekuasaan Majapahit dari tangan penguasa Hindu ke tangan Adipati Unus. Tribhuwana menguasai Majapahit sampai kematian ibunya pada tahun 1350. Ketika Majapahit didirikan. semenanjung Malaya. Rajapatni menunjuk anak perempuannya Tribhuwana Wijayatunggadewi untuk menjadi ratu Majapahit. daerah kekuasaan Majapahit meliputi Sumatra. yaitu tahun 1400 Saka. yaitu pada tanggal 10 November 1293.Tanggal pasti yang digunakan sebagai tanggal kelahiran kerajaan Majapahit adalah hari penobatan Raden Wijaya sebagai raja. Namun demikian yang sebenarnya digambarkan oleh candrasengkala tersebut adalah gugurnya Bre Kertabumi. mulai muncul di bagian barat Nusantara. kekuasaan Majapahit berangsur-angsur melemah. sebuah kerajaan perdagangan baru yang berdasarkan Islam. Pada akhir abad ke-14 dan awal abad ke-15.[12] Wijaya meninggal dunia pada tahun 1309. Portugis (Tome Pires). Ibu tirinya yaitu Gayatri Rajapatni seharusnya menggantikannya. pengaruh Majapahit di seluruh Nusantara mulai berkurang. Arti sengkala ini adalah “sirna hilanglah kemakmuran bumi”. Sengkala ini konon adalah tahun berakhirnya Majapahit dan harus dibaca sebagai 0041. dan sebagian kepulauan Filipina[13]. juga disebut Rajasanagara. Jayanegara dibunuh oleh tabibnya. raja ke-11 Majapahit. Kerajaan ini menghadapi masalah. adalah penguasa yang jahat dan amoral. akan tetapi Rajapatni memilih mengundurkan diri dari istana dan menjadi pendeta wanita. Namun setelah kematian pemberontak terakhir (Kuti). Dalam tradisi Jawa ada sebuah kronogram atau candrasengkala yang berbunyi sirna ilang kretaning bumi. agar ia dapat mencapai posisi tertinggi dalam pemerintahan. kepulauan Nusa Tenggara. Jayanegara. Selama kekuasaan Tribhuwana. antara tahun 1518 dan 1521 M. Tanca. Birma bagian selatan. memerintah Majapahit dari tahun 1350 hingga 1389. dan Nambi memberontak melawannya. oleh Girindrawardhana. Tampaknya terjadi perang saudara (Perang Paregreg) pada tahun 1405-1406. Slamet Muljana menduga bahwa mahapatih Halayudha lah yang melakukan konspirasi untuk menjatuhkan semua orang terpercaya raja.

Girindrawardhana. . bergelar Brawijaya VII (1498-1518). bergelar Brawijaya V (1468 . Kertawijaya.1447) 7. bergelar Brawijaya I (1447 . Hudhara. Sri Gitarja. Bhre Pandansalas. Wikramawardhana (1389 . Purwawisesa atau Girishawardhana. bergelar Brawijaya VI (1478 .1309) 2. Rajasawardhana. Raden Wijaya.1451) 8. Suhita (1429 . bergelar Brawijaya IV (1466 .1328) 3.Raja-raja Majapahit Berikut adalah daftar penguasa Majapahit. bergelar Sri Rajasanagara (1350 . 1. bergelar Sri Jayanagara (1309 . Hayam Wuruk.1389) 5.1350) 4.1466) 10.1429) 6. bergelar Brawijaya II (1451 . Perhatikan bahwa terdapat periode kekosongan antara pemerintahan Rajasawardhana (penguasa ke-8) dan Girishawardhana yang mungkin diakibatkan oleh krisis suksesi yang memecahkan keluarga kerajaan Majapahit menjadi dua kelompok.1498) 13.1453) 9. atau Suraprabhawa. Bhre Kertabumi. bergelar Brawijaya III (1456 . bergelar Kertarajasa Jayawardhana (1293 . Kalagamet. bergelar Tribhuwana Wijayatunggadewi (1328 .1478) 12.1468) 11.