Makalah sejarah Kerajaan di Indonesia bercorak hindu-buddha

Di susun oleh : Firman ahmadi (xi ips 2 ) Sma negeri senduro lumajang 2013-2014

kerajaan kutai Kerajaan Kutai (Kutai Martadipura) adalah kerajaan bercorak hindu yang terletak di muara Kaman, Kalimantan Timur, tepatnya di hulu Sungai Mahakam. Kerajaan Kutai berdiri sekitar abad ke-4. Nama kerajaan ini disesuaikan dengan nama daerah tempat penemuan prasasti, yaitu daerah Kutai. Hal ini disebabkan, karena setiap prasasti yang ditemukan tidak ada yang menyebutkan nama dari kerajaan tersebut. Wilayah Kerajaan Kutai mencakup wilayah yang cukup luas, yaitu hampir menguasai seluruh wilayah Kalimantan Timur. Bahkan pada masa kejayaannya Kerajaan Kutai hampir manguasai sebagian wilayah Kalimantan. a. Sumber Sejarah Sumber yang mengatakan bahwa di Kalimantan telah berdiri dan berkembang Kerajaan Kutai yang bercorak Hindu adalah beberapa penemuan peninggalan berupa tulisan (prasasti). Tulisan itu ada pada tujuh tiang batu yang disebut yupa. Yupa tersebut adalah tugu batu yang berfungsi sebagai tiang untuk menambat hewan yang akan dikorbankan. Dari salah satu yupa tersebut diketahui Raja Mulawarman yang memerintah Kerajaan Kutai pada saat itu. Nama Mulawarman dicatat dalam yupa karena kedermawanannya menyedekahkan 20.000 ekor sapi pada Kaum Brahmana.

b. Kehidupan Politik Sejak muncul dan berkembangnya pengaruh hindu (India) di Kalimantan Timur, terjadi perubahan dalam kepemerintahan, yaitu dari pemerintahan suku dengan kepala suku yang memerintah menjadi kerajaan dengan seorang raja sebagai kepala pemerintahan. Berikut beberapa raja yang pernah memerintah Kerajaan Kutai: - Raja Kudungga Adalah raja pertama yang berkuasa di kerajaan kutai. Dapat kita lihat, nama raja tersebut masih menggunakan nama lokal sehingga para ahli berpendapat bahwa pada masa pemerintahan Raja Kudungga pengaruh Hindu baru masuk ke wilayahnya. Kedudukan Raja Kudungga pada awalnya adalah kepala suku. Dengan masuknya pengaruh Hindu, ia mengubah struktur pemerintahannya menjadi kerajaan dan mengangkat dirinya sebagai raja, sehingga penggantian raja dilakukan secara turun temurun. - Raja Aswawarman Prasasti yupa menceritakan bahwa Raja Aswawarman adalah raja yang cakap dan kuat. Pada masa pemerintahannya, wilayah kekuasaan Kutai diperluas lagi. Hal ini dibuktikan dengan dilakukannya Upacara Asmawedha pada masanya. Upacara-upacara ini pernah dilakukan di India pada masa pemerintahan Raja Samudragupta ketika ingin memperluas wilayahnya. Dalam upacara itu dilaksanakan pelepasan kuda dengan tujuan untuk menentukan batas kekuasaan Kerajaan Kutai ( ditentukan dengan tapak kaki kuda yang nampak pada tanah hingga tapak yang terakhir nampak disitulah batas kekuasaan Kerajaan Kutai ). Pelepasan kuda-kuda itu diikuti oleh prajurit Kerajaan Kutai.

-Raja Mulawarman Raja Mulawarman merupakan anak dari Raja Aswawarman yang menjadi penerusnya. Raja Mulawarman adalah raja terbesar dari Kerajaan Kutai. Di bawah pemerintahannya, Kerajaan Kutai mengalami masa kejayaannya. Rakyat-rakyatnya hidup tentram dan sejahtera hingga Raja Mulawarman mengadakan upacara kurban emas yang amat banyak.

c. Runtuhnya Kerajaan Kutai Kerajaan Kutai runtuh saat raja Kerajaan Kutai terakhir yang bernama Maharaja Dharma Setia tewas di tangan Raja Kutai Kartanegara ke-13, Aji Pangeran Anum Panji Mendapa. Kerajaan Kutai Kartanegara selanjutnya menjadi Kerajaan Islam yang bernama Kesultanan Kutai Kartanegara. Peta Kecamatan Muara Kaman 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. Maharaja Kundungga, gelar anumerta Dewawarman Maharaja Asmawarman (anak Kundungga) Maharaja Mulawarman Maharaja Marawijaya Warman Maharaja Gajayana Warman Maharaja Tungga Warman Maharaja Jayanaga Warman Maharaja Nalasinga Warman Maharaja Nala Parana Tungga Maharaja Gadingga Warman Dewa Maharaja Indra Warman Dewa Maharaja Sangga Warman Dewa Maharaja Candrawarman Maharaja Sri Langka Dewa Maharaja Guna Parana Dewa Maharaja Wijaya Warman Maharaja Sri Aji Dewa Maharaja Mulia Putera Maharaja Nala Pandita Maharaja Indra Paruta Dewa Maharaja Dharma Setia

Kehidupan Ekonomi Kehidupan ekonomi di Kutai, tidak diketahui secara pasti, kecuali disebutkan dalam salah satu prasasti bahwa Raja Mulawarman telah mengadakan upacara korban emas dan tidak menghadiahkan sebanyak 20.000 ekor sapi untuk golongan Brahmana. Tidak diketahui secara pasti asal emas dan sapi tersebut diperoleh. Apabila emas dan sapi tersebut didatangkan dari tempat lain, bisa disimpulkan bahwa kerajaan Kutai telah melakukan kegiatan dagang. Kehidupan Budaya Dalam kehidupan budaya dapat dikatakan kerajaan Kutai sudah maju. Hal ini dibuktikan melalui upacara penghinduan (pemberkatan memeluk agama Hindu) yang disebut Vratyastoma. Vratyastoma dilaksanakan sejak pemerintahan Aswawarman karena Kudungga masih mempertahankan ciri-ciri keIndonesiaannya, sedangkan yang memimpin upacara tersebut, menurut para ahli, dipastikan adalah para pendeta (Brahmana) dari India. Tetapi pada masa Mulawarman kemungkinan sekali upacara penghinduan tersebut dipimpin oleh pendeta/kaum Brahmana dari orang Indonesia asli. Adanya kaum Brahmana asli orang Indonesia membuktikan bahwa kemampuan intelektualnya tinggi, terutama penguasaan terhadap bahasa Sansekerta yang pada dasarnya bukanlah bahasa rakyat India sehari-hari, melainkan lebih merupakan bahasa resmi kaum Brahmana untuk masalah keagamaan.

Pada tahun 417 ia memerintahkan penggalian Sungai Gomati dan Candrabaga sepanjang 6112 tombak (sekitar 11 km).Kerajaan tarumanegara kerajaan Tarumanegara atau Taruma adalah sebuah kerajaan yang pernah berkuasa di wilayah pulau Jawa bagian barat pada abad ke-4 hingga abad ke-7 m. banyak penguasa daerah yang menerima kembali kekuasaan pemerintahan atas daerahnya sebagai hadiah atas kesetiaannya terhadap Kerajaan Tarumanegara. mendirikan kerajaan baru di Kendan. sedangkan putranya di tepi kali Candrabaga. Suryawarman tidak hanya melanjutkan kebijakan politik ayahnya yang memberikan kepercayaan lebih banyak kepada raja daerah untuk mengurus pemerintahan sendiri. kerajaan Tarumanegara adalah kerajaan hindu beraliran wisnu. maka Suryawarman melakukan hal yang sama sebagai lanjutan politik ayahnya. Maharaja Purnawarman adalah raja Kerajaan Tarumanegara yang ketiga (395-434 m). Ia membangun ibukota kerajaan baru pada tahun 397 yang terletak lebih dekat ke pantai. Hal ini berarti. Ditinjau dari segi ini. ayah Suryawarman. Dalam catatan. Contoh serupa dapat dilihat dari kedudukaan rajatapura atau salakanagara (kota perak). merupakan gejala bahwa ibukota sundapura telah berubah status menjadi sebuah kerajaan daerah. Perkembangan daerah timur menjadi lebih Berkembang Ketika Cicit Manikmaya Mendirikan Kerajaan Galuh Dalam Tahun 612 M. Putera tokoh manikmaya ini tinggal bersama kakeknya di ibukota tarumangara dan kemudian menjadi panglima angkatan perang Kerajaan Tarumanegara.561 M) raja Kerajaan Tarumanegara ke-7. pusat pemerintahan Kerajaan Tarumanegara telah bergeser ke tempat lain. Jayasingawarman pendiri Kerajaan Tarumanegara adalah menantu raja Dewawarman VIII. Prasasti Pasir Muara yang menyebutkan peristiwa pengembalian pemerintahan kepada raja Sunda itu dibuat tahun 536 M. Kota ini sampai tahun 362 menjadi pusat pemerintahan raja-raja Dewawarman (dari Dewawarman I VIII). menantu Suryawarman. Jayasingawarman dipusarakan di tepi kali gomati.000 ekor sapi kepada kaum Brahmana. . maka salakanagara berubah status menjadi kerajaan daerah. Ketika pusat pemerintahan beralih dari rajatapura ke Tarumanegara. sang prabu mengadakan selamatan dengan menyedekahkan 1. Dharmayawarman (382-395). Garut. daerah Nagreg antara Bandung dan Limbangan. yang disebut argyre oleh ptolemeus dalam tahun 150 M. Selesai penggalian. Kerajaan Tarumanegara didirikan oleh Rajadirajaguru Jayasingawarman pada tahun 358. melainkan juga mengalihkan perhatiannya ke daerah bagian timur. Dalam tahun tersebut yang menjadi penguasa Kerajaan Tarumanegara adalah Suryawarman (535 . Ia sendiri seorang maharesi dari salankayana di India yang mengungsi ke nusantara karena daerahnya diserang dan ditaklukkan maharaja samudragupta dari kerajaan magada. yang kemudian digantikan oleh putranya. yang merupakan salah satu kerajaan tertua di nusantara yang diketahui. Kota itu diberi nama Sundapura pertama kalinya nama Sunda digunakan. yang memberitakan raja Sunda dalam tahun 536 M. Dalam masa pemerintahan Candrawarman (515-535 M). Kehadiran prasasti Purnawarman di pasir muara. Dalam tahun 526 M Manikmaya.

Penggalian sebuah kali ini sangat besar artinya. Karena dapat dipergunakan sebagai sarana untuk mencegah banjir serta sarana lalu-lintas pelayaran perdagangan antardaerah di Kerajaan Tarumanegara dengan dunia luar. Kehidupan Ekonomi Prasasti tugu menyatakan bahwavraja Purnawarman memerintahkan rakyatnya untuk membuat sebuah terusan sepanjang 6122 tombak. Tarusbawa. karena pembuatan kali ini merupakan pembuatan saluran irigasi untuk memperlancar pengairan sawah-sawah pertanian rakyat. Raja Purnawarman juga sangat memperhatikan kedudukan kaum brahmana yang dianggap penting dalam melaksanakan setiap upacara korban yang dilaksanakan di kerajaan sebagai tanda penghormatan kepada para dewa. Juga perdagangan dengan daera-daerah di sekitarnya. Linggawarman sendiri mempunyai dua orang puteri. Selain sebagai peninggalan budaya. Kehidupan Politik Raja Purnawarman adalah raja besar yang telah berhasil meningkatkan kehidupan rakyatnya. 3. Linggawarman. B. Pada tahun 669 M. 2. dapat diketahui bahwa tingkat kebudayaan masyarakat pada saat itu sudah tinggi. hal ini terlihat dari upaya raja Purnawarman yang terus berusaha untuk meningkatkan kesejahteraan kehidupan rakyatnya. Akibatnya. RAJA-RAJA DI KERAJAAN TARUMANEGARA Tarumanagara sendiri hanya mengalami masa pemerintahan 12 orang raja. keberadaan prasasti-prasasti tersebut menunjukkan telah berkembangnya kebudayaan tulis menulis di kerajaan Tarumanegara. digantikan menantunya. yang sulung bernama Manasih menjadi istri Tarusbawa dari Sunda dan yang kedua bernama Sobakancana menjadi isteri . Kehidupan Budaya Dilihat dari teknik dan cara penulisan huruf-huruf dari prasasti-prasasti yang ditemukan sebagai bukti kebesaran Kerajaan Tarumanegara. Hal ini dibuktikan dari prasasti Tugu yang menyatakan raja Purnawarman telah memerintah untuk menggali sebuah kali. kehidupan perekonomian masyarakat Kerajaan Tarumanegara sudah berjalan teratur. Kehidupan Sosial Kehidupan sosial Kerajaan Tarumanegara sudah teratur rapi.Gambar : Peta Letak Prasasti Kerajaan Tarumanegara A. Pembangunan terusan ini mempunyai arti ekonomis yang besar nagi masyarakat. 4. KEHIDUPAN DI KERAJAAN TARUMANEGARA 1. raja Tarumanagara terakhir.

. 6. 2.Dapuntahyang Sri Jayanasa pendiri Kerajaan Sriwijaya. 12. Gambar telapak kaki pada prasasti Ciarunteun mempunyai 2 arti yaitu: a. hanya Galuh yang tidak sepakat dan memutuskan untuk berpisah dari Sunda yang mewarisi wilayah Tarumanagara. dekat muara sungai Cisadane Bogor prasasti tersebut menggunakan huruf Pallawa dan bahasa Sansekerta yang terdiri dari 4 baris disusun ke dalam bentuk Sloka dengan metrum Anustubh. Atas pengalihan kekuasaan ke Sunda ini. 5. 11. Jayasingawarman 358-382 M Dharmayawarman 382-395 M Purnawarman 395-434 M Wisnuwarman 434-455 M Indrawarman 455-515 M Candrawarman 515-535 M Suryawarman 535-561 M Kertawarman 561-628 M Sudhawarman 628-639 M Hariwangsawarman 639-640 M Nagajayawarman 640-666 M Linggawarman 666-669 M C. tahta kekuasaan Tarumanagara jatuh kepada menantunya dari putri sulungnya. 4. Kekuasaan Tarumanagara berakhir dengan beralihnya tahta kepada Tarusbawa. 9. Secara otomatis. Cap telapak kaki melambangkan kekuasaan dan eksistensi seseorang (biasanya penguasa) sekaligus penghormatan sebagai dewa. Cap telapak kaki melambangkan kekuasaan raja atas daerah tersebut (tempat ditemukannya prasasti tersebut). yaitu Sunda yang sebelumnya berada dalam kekuasaan Tarumanagara. Prasasti Ciaruteun Prasasti Ciaruteun atau prasasti Ciampea ditemukan ditepi sungai Ciarunteun. karena Tarusbawa pribadi lebih menginginkan untuk kembali ke kerajaannya sendiri. 10. Raja-raja Tarumanegara: 1. 7. b. PRASASTI-PRASASTI KERAJAAN TARUMANEGARA 1. Hal ini berarti menegaskan kedudukan Purnawarman yang diibaratkan dewa Wisnu maka dianggap sebagai penguasa sekaligus pelindung rakyat. 8. 3. yaitu Tarusbawa. Di samping itu terdapat lukisan semacam laba-laba serta sepasang telapak kaki Raja Purnawarman.

Di samping tulisan terdapat lukisan telapak kaki.29” BB (dari Jakarta) dan 6°32‟27. 5. Prasasti Jambu Prasasti Jambu atau prasasti Pasir Koleangkak. sekitar 30 km sebelah barat Bogor. ditemukan di Bogor. tertulis dalam aksara ikal yang belum dapat dibaca. Prasasti Muara Cianten Prasasti Muara Cianten. yang disamakan dengan tapak kaki gajah Airawata. prasasti ini juga menggunakan bahwa Sansekerta dan huruf Pallawa serta terdapat gambar telapak kaki yang isinya memuji pemerintahan raja Mulawarman. Bojong Honje-Sukamakmur Bogor. Prasasti Pasir Awi Prasasti Pasir Awi berada di daerah 0°10‟37.2. tepat berada di puncak perbukitan Pasir Awi (600 m dpl). yaitu gajah tunggangan dewa Wisnu. 3. 4. Prasasti Kebon Kopi Prasasti Kebon Kopi ditemukan di kampung Muara Hilir kecamatan Cibungbulang Bogor . Yang menarik dari prasasti ini adalah adanya lukisan tapak kaki gajah.57”. ditemukan di bukit Koleangkak di perkebunan jambu. .

D. Prasasti Tugu menyebutkan nama dua buah sungai yang terkenal di Punjab yaitu sungai Chandrabaga dan Gomati. tahun 414 M dalam bukunya yang berjudul Fa-Kao-Chi menceritakan bahwa di Ye-po-ti hanya sedikit dijumpai orang-orang yang beragama Buddha. Berita Fa-Hsien. b. Prasasti Tugu yang menyebutkan dilaksanakannya upacara selamatan oleh Brahmana disertai dengan seribu ekor sapi yang dihadiahkan raja. juga menceritakan bahwa tahun 666 dan 669 telah datang utusaan dari To-lo-mo. Makam Rajadirajaguru Jayasingawarman ada di sekitar sungai Gomati (wilayah Bekasi). Berita Dinasti Tang. Hal-hal yang dapat diketahui dari prasasti Tugu adalah: a. 7. menceritakan bahwa tahun 528 dan 535 telah datang utusan dari Tolo-mo yang terletak di sebelah selatan. ditemukan di kampung lebak di tepi sungai Cidanghiang. Prasasti Tugu Prasasti Tugu di temukan di daerah Tugu. Prasasti ini dipahatkan pada sebuah batu bulat panjang melingkar dan isinya paling panjang dibanding dengan prasasti Tarumanegara yang lain. Dengan adanya keterangan dua buah sungai tersebut menimbulkan tafsiran dari para sarjana salah satunya menurut Poerbatjaraka. Sehingga secara Etimologi (ilmu yang mempelajari tentang istilah) sungai Chandrabaga diartikan sebagai kali Bekasi. Sedangkan sumber-sumber dari luar negeri yang berasal dari berita Tiongkok antara lain: 1. satu di Jakarta dan satu di Lebak Banten. Isi prasasti tersebut mengagungkan keberanian raja Purnawarman. Prasasti Cidanghiyang Prasasti Cidanghiyang atau prasasti Lebak. SUMBER-SUMBER SEJARAH Bukti keberadaan Kerajaan Taruma diketahui melalui sumber-sumber yang berasal dari dalam maupun luar negeri. Kerajaan Tarumanegara ialah kelanjutan dari Kerajaan Salakanagara. . Prasasti ini baru ditemukan tahun 1947 dan berisi 2 baris kalimat berbentuk puisi dengan huruf Pallawa dan bahasa Sansekerta. 3. c. kecamatan Munjul kabupaten Pandeglang Banten. Berita Dinasti Sui. Dari prasasti-prasasti ini diketahui bahwa kerajaan dipimpin oleh Rajadirajaguru Jayasingawarman pada tahun 358 M dan beliau memerintah sampai tahun 382 M.6. 2. kecamatan Cilincing Jakarta Utara. sehingga ada beberapa hal yang dapat diketahui dari prasasti tersebut. yang banyak adalah orang-orang yang beragama Hindu dan sebagian masih animisme. Prasasti Tugu juga menyebutkan anasir penanggalan walaupun tidak lengkap dengan angka tahunnya yang disebutkan adalah bulan phalguna dan caitra yang diduga sama dengan bulan Februari dan April. Sumber dari dalam negeri berupa tujuh buah prasasti batu yang ditemukan empat di Bogor.

Berdasarkan prasast-prasati tersebut diketahui raja yang memerintah pada waktu itu adalah Purnawarman. Maka berdasarkan sumber-sumber yang telah dijelaskan sebelumnya maka dapat diketahui beberapa aspek kehidupan tentang kerajaan Tarumanegara. Jakarta.Berdasarkan tiga berita di atas para ahli menyimpulkan bahwa istilah To-lo-mo secara fonetis penyesuaian kata-katanya sama dengan Tarumanegara. Kerajaan Tarumanegara diperkirakan berkembang antara tahun 400-600 M. . meliputi hampir seluruh Jawa Barat yang membentang dari Banten. Wilayah kekuasaan Purnawarman menurut prasasti Tugu. Bogor dan Cirebon.

yang dikenal memiliki peraturan barang siapa yang mencuri. akan tetapi kemudian berita-berita Cina dari Dinasti T‟ang (618-906 M) menyebut Jawa dengan sebutan Ho-ling sampai tahun 818. Kalingga atau Ho-ling (sebutan dari sumber Tiongkok) adalah sebuah kerajaan bercorak Hindu yang muncul di Jawa Tengah sekitar abad ke-6 masehi. Selama 3 tahun barang tersebut aman di jalan dan secara tidak sengaja putra mahkota menginjak barang tersebut. . Konon warga Ho-ling terkenal dengan kejujurannya. para menteri juga memohon ampun lagi sehingga hanya jari-jari kakinya saja yang dipotong. Dia terlebih dulu mencoba mengamati situasi Kerajaan Ho-ling dengan cara meletakkan pundi-pundi uang emas di tengah jalan. raja Ta-shih mengurungkan niatnya utnuk menyerang Kerajaan Ho-ling. tradisi kisah setempat. Sebelum perluasan ini. Kerajaan ini pernah diperintah oleh Ratu Shima. Raja tersebut bernama Ta-shih. tetapi para menteri mohon ampun padanya dan keputusan diubah dengan memotong kakinya. Mengetahui hal itu. Ada sebuah kisah yang menceritakan tentang ketat dan disiplinnya pemerintahan di Kerajaan Ho-ling. kebanyakan diperoleh dari sumber catatan China. Kalingga telah ada pada abad ke-6 Masehi dan keberadaannya diketahui dari sumber-sumber Tiongkok. dan naskah Carita Parahyangan yang disusun berabad-abad kemudian pada abad ke-16 menyinggung secara singkat mengenai Ratu Shima dan kaitannya dengan Kerajaan Galuh. bahkan barang-barang yang terjatuh tidak ada yang berani untuk mengambilnya. Asal Mula penyebutan Ho-ling Nama Ho-ling sebenarnya muncul ketika terjadi perubahan dengan mulai meluasnya kekuasaan Wangsa Sailendra. Ia menerapkan hukuman yang keras yaitu pemotongan tangan bagi siapa saja yang mencuri. Letak pusat kerajaan ini belumlah jelas. karena kakinya yang bersalah. Ada seorang raja yang bermaksud untuk menyerang Ho-ling. Maka ratu memerintahkan untuk menghukum mati putra mahkota. Kisah legenda ini bercerita mengenai Ratu Shima yang mendidik rakyatnya agar selalu berlaku jujur dan menindak keras kejahatan pencurian. kemungkinan berada di suatu tempat antara Kabupaten Pekalongan dan Kabupaten Jepara sekarang. berita Cina dari Dinasti Sung Awal (420470 M) menyebut Jawa dengan sebutan She-p‟o. Namun penyebutan Jawa dengan She-p‟o kembali muncul pada 820-856 M Catatan dari sumber lokal Kisah lokal Terdapat kisah yang berkembang di Jawa Tengah utara mengenai seorang Maharani legendaris yang menjunjung tinggi prinsip keadilan dan kebenaran dengan keras tanpa pandang bulu. Tak berhenti sampai di situ saja. Sumber sejarah kerajaan ini masih belum jelas dan kabur.Kerajaan Kalingga / Holing Peta yang menggambarkan letak pusat kerajaan Kalingga. akan dipotong tangannya.

Kekuasaan di Jawa Barat diserahkannya kepada putranya dari Tejakencana. bersama Malayu dan Tarumanagara yang sebelumnya telah ditaklukan Sriwijaya. dan kemudian mendirikan Dinasti/Wangsa Sanjaya di Kerajaan Mataram Kuno. Parwati. Maharani Shima memiliki cucu yang bernama Sanaha yang menikah dengan raja ketiga dari Kerajaan Galuh. Kerajaan Ho-ling menjadi wilayah taklukan Sriwijaya dikarenakan kerajaan ini menjadi bagian jaringan perdagangan Hindu. yaitu Tamperan Barmawijaya alias Rakeyan Panaraban. Ketiga kerajaan tersebut menjadi pesaing kuat jaringan perdagangan Sriwijaya-Buddha. Sanaha dan Bratasenawa memiliki anak yang bernama Sanjaya yang kelak menjadi raja Kerajaan Sunda dan Kerajaan Galuh (723-732 M). yaitu Brantasenawa. Pada tahun 752. putri Maharani Shima. Kemudian Raja Sanjaya menikahi Sudiwara puteri Dewasinga. Keterangan tentang Kerajaan Ho-ling didapat dari prasasti dan catatan dari negeri Cina. menikah dengan putera mahkota Kerajaan Galuh yang bernama Mandiminyak. Sanjaya menggantikan buyutnya dan menjadi raja Kerajaan Kalingga Utara yang kemudian disebut Bumi Mataram. dan memiliki putra yaitu Rakai Panangkaran. Pada abad ke-5 muncul Kerajaan Ho-ling (atau Kalingga) yang diperkirakan terletak di utara Jawa Tengah. Berita Cina Berita keberadaan Ho-ling juga dapat diperoleh dari berita yang berasal dari zaman Dinasti Tang dan catatan I-Tsing.Ratu Shima Carita Parahyangan Berdasarkan naskah Carita Parahyangan yang berasal dari abad ke-16. Raja Kalingga Selatan atau Bumi Sambara. . yang kemudian menjadi raja kedua dari Kerajaan Galuh. Setelah Maharani Shima meninggal di tahun 732 M.

perak. tepatnya di Dusun Dakawu. Kitab terjemahan itu antara lain memuat cerita tentang Nirwana. Di Ho-ling ada pendeta Cina bernama Hwining. Sungai yang mengalir dari sumber air tersebut disamakan dengan Sungai Gangga di India. Dapunta Selendra.906 M) memberikan tentang keterangan Holing sebagai berikut. Catatan I-Tsing Catatan I-Tsing (tahun 664/665 M) menyebutkan bahwa pada abad ke-7 tanah Jawa telah menjadi salah satu pusat pengetahuan agama Buddha Hinayana. Ibukota Ho-ling dikelilingi oleh tembok yang terbuat dari tonggak kayu. Ia bekerjasama dengan pendeta Jawa bernama Janabadra. Penduduk Kerajaan Ho-ling sudah pandai membuat minuman keras dari bunga kelapa Daerah Ho-ling menghasilkan kulit penyu. yang menerjemahkan salah satu kitab agama Buddha ke dalam Bahasa Cina. Kecamatan Reban. yaitu ayahnya bernama Santanu. Isi prasasti memuat keluarga dari tokoh utamanya. kelasangka. Pada masa pemerintahannya Kerajaan Ho-ling sangat aman dan tentram. ditemukan Prasasti Sojomerto. .Catatan dari zaman Dinasti Tang Cerita Cina pada zaman Dinasti Tang (618 M . kendi. Prasasti menyebutkan tentang mata air yang bersih dan jernih. Boechari berpendapat bahwa tokoh yang bernama Dapunta Selendra adalah cikal-bakal raja-raja keturunan Wangsa Sailendra yang berkuasa di Kerajaan Mataram Hindu. Magelang di Jawa Tengah. Kabupaten Batang. tetapi cerita ini berbeda dengan cerita Nirwana dalam agama Buddha Hinayana. beratap daun palem. Pada prasasti itu ada gambar-gambar seperti trisula. Kecamatan Grabag. sedangkan istrinya bernama Sampula. Prof. Raja tinggal di suatu bangunan besar bertingkat. ibunya bernama Bhadrawati. Ia adalah seorang ratu yang sangat adil dan bijaksana. rakyat Ho-ling diperintah oleh Ratu Hsi-mo (Shima). di sebelah timurnya terletak Po-Li (Pulau Bali) dan di sebelah barat terletak Pulau Sumatera. Catatan dari berita Cina ini juga menyebutkan bahwa sejak tahun 674. cakra dan bunga teratai yang merupakan lambang keeratan hubungan manusia dengan dewa-dewa Hindu. Prasasti ini ditemukan di ditemukan di lereng barat Gunung Merapi. Prasasti Prasasti peninggalan Kerajaan Ho-ling adalah Prasasti Tukmas. Prasasti bertuliskan huruf Pallawa yang berbahasa Sanskerta. emas. cula badak dan gading gajah. Di sebelah utaranya terletak Ta Hen La (Kamboja). dan singgasananya terbuat dari gading. Prasasti ini beraksara Kawi dan berbahasa Melayu Kuna dan berasal dari sekitar abad ke-7 masehi. kapak. Jawa Tengah. Prasasti ini bersifat keagamaan Siwais. Prasasti Tukmas Sementara di Desa Sojomerto.      Ho-ling atau disebut Jawa terletak di Lautan Selatan. Drs. Desa Lebak.

767 M dan 768 M. Kitab suci Budha yang diterjemahkan tersebut sangat berbeda dengan kitab Suci Budha Mahayana. Utusan yang datang pada 813 M (atau 815 M) datang dengan mempersembahkan empat budak sheng-chih (jenggi). burung kakatua. cula badak dan gading. Dengan demikian jelas bahwa Ho-ling tidak menganut agama Budha aliran Mahayana. . Prasasti Sojomerto Mata pencaharian Kerajaan Ho-ling mempunyai hasil bumiberupa kulit penyu. Kaisar Cina mengirimkan balasan yang dengan dibubuhi cap kerajaan dan raja To-ho-lo meminta kuda-kuda yang terbaik dan dikabulkan oleh kaisar Cina. dan burung p‟in-chiat (?) dan benda-benda lainnya. terbukti bahwa terjemahan yang diterjemahkan HwuNing dengan Yun-ki bersama dengan Njnanabhdra itu adalah kitab Nirwana bagian akhir yang menceritakan tentang pembakaran jenazah sang Budha. Penduduk menghasilkan garam dengan memanfaatkan sumber air garam yang disebut sebagai bledug tersebut. seorang pendeta agama Budha dari Cina dan kronik Dinasti Sung. Terjemahan inilah yang dibawa pulang ke Cina. menyerahkan upeti ke Cina. tetapi menganut agama Budha Hinayana aliran Mulasarastiwada. Kaisar amat berkenan hatinya sehingga memberikan gelar kehormatan kepada utusan tersebut. Menurut catatan Dinasti Sung yang memerintah setelah Dinasti T‟ang. Catatan ini menunjukkan kemungkinan adanya hubungan dengan Wangsa Sailendra atau kerajaan Medang yang berkembang kemudian di Jawa Tengah Selatan. Keagamaan Salah satu sumber yang berbicara tentang keagamaan Kerajaan Ho-ling adalah sumber Cina yang berasal dari catatan perjalanan I-tsing. Hubungan dengan negeri luar Pada masa Chen-kuang (627-649 M) raja Ho-ling bersama dengan raja To-ho-lo To-p‟o-teng. Utusan itu mohon supaya gelar tersebut diberikan saja kepada adiknya. Kronik Dinasti Sung juga menyebutkan bahwa yang memimpin dan mentahbiskan Yun-ki menjadi pendeta Budha adalah Njnanabhadra. Di sana kedua pendeta tersebut bersamasama dengan Joh-na po-t‟o-lo menerjemahkan Kitab Budha bagian Nirwana. Menurut I-tsing. Sampai dengan tahun 813 M. dan sejumlah jenis burung lainnya. Ada sebuah gua yang selalu mengeluarkan air garam yang disebut sebagai bledug. emas dan perak. burung kakatua. Ho-ling masih mengirim utusan ke negeri Cina dengan membawa “hadiah” berupa empat orang budak Sen-ki. Dikatakan bahwa pada 664-667 M.Kedua temuan prasasti ini menunjukkan bahwa kawasan pantai utara Jawa Tengah dahulu berkembang kerajaan yang bercorak Hindu Siwais. pendeta Budha Cina bernama Hwuning dengan pembantunya Yun-ki datang ke Ho-ling. Kaisar amat terkesan dengan sikap itu dan memberikan gelar kehormatan kepada keduanya. dengan sisa tulang yang tidak habis terbakar dikumpulkan untuk dijadikan relik suci. Kemudian Kerajaan Ho-ling mengirimkan utusan (upeti lagi) pada 666 M.

Pada abad ke-20 kedua kerajaan tersebut menjadi referensi olehkaum nasionalis utk menunjukkan bahwa Indonesia merupakan satu kesatuan negara sebelelum kolonialisme Belanda.Kerajaan Sriwijaya Dalam bahasa Sansekertasri berarti “bercahaya” danwijaya berarti “kemenangan”.Sementara dari peta Ptolemaeus ditemukan keterangan tentang ada 3 pulau Sabadeibei yg berkaitan dgn Sriwijaya. Bukti awal mengenai keberadaan kerajaan ini berasal dari abad ke-7. seorang pendeta Tiongkok I-tsing menulis bahwa ia mengunjungi Sriwijaya tahun 671 dan tinggal selama 6 bulan. Berdasarkan observasi ditemukan reruntuhan candi-candi Sriwijaya di Thailand dan Kamboja. Sriwijaya (Srivijaya) adl kerajaan maritim yg kuat di pulau Sumatera dan berpengaruh di Nusantara daerah kekuasaan Sriwijaya meliputi Kamboja Thailand Semenanjung Malaya Sumatera Jawa Kalimantan dan Sulawesi. Dan di akhir masa kerajaan ini takluk di bawah kerajaan Majapahit. Ekspansi kerajaan ini ke Jawa dan Semenanjung Malaya menjadikan Sriwijaya mengontrol dua pusat perdagangan utama di Asia Tenggara. Sriwijaya menjadi simbol kebesaran Sumatera awal dan kerajaan besar Nusantara selain Majapahit di Jawa Timur. Negara ini tak memperluas kekuasaan diluar wilayah kepulauan Asia Tenggara dgn pengecualian berkontribusi utk populasi Madagaskar sejauh 3. Di abad ke-7 pelabuhan Cham di sebelah timur Indochina mulai mengalihkan banyak pedagang dari Sriwijaya. Kemunduran pengaruh Sriwijaya terhadap daerah bawahan mulai menyusut dikarenakan beberapa peperangandiantara serangan dari raja Dharmawangsa dari Jawa ditahun 990 dan tahun 1025 serangan Rajendra Coladewa dari Koromandel selanjut tahun 1183 Sriwijaya dibawah kendali kerajaan Dharmasraya. Sekitar tahun 1992 hingga 1993 Pierre-Yves Manguin membuktikan bahwa pusat Sriwijaya berada di Sungai Musi antara Bukit Seguntang dan Sabokingking (terletak di provinsi Sumatra Selatan Indonesia). Prasasti paling tua mengenai Sriwijaya juga berada pada abad ke-7 yaitu Prasasti Kedukan Bukit di Palembang bertarikh 682. Namun Soekmono berpendapat bahwa pusat Sriwijaya terletak di provinsi Jambi sekarang yaitu pada kawasan sehiliran Batang Hari antara Muara Sabak sampai ke Muara Tembesi. Sekitar tahun 500 akar Sriwijaya mulai berkembang di wilayah sekitar Palembang Sumatera. Pembentukan dan Pertumbuhan Kerajaaan Sriwijaya Kerajaan Sriwijaya menjadi pusat perdagangan dan merupakan negara maritim. Eksistensi Sriwijaya diketahui secara resmi tahun 1918 oleh sejarawan Perancis George Cœdès dari École française d‟Extrême-Orient. Orang Tionghoa menyebut Shih-li-fo-shih atau San-fo-ts‟i atau San Fo Qi. Kerajaan ini terdiri atas tiga zona utama daerah ibukota muara yg berpusatkan Palembang lembah Sungai Musi yg berfungsi sebagai daerah pendukung dan daerah-daerah muara saingan yg mampu menjadi pusat kekuasan saingan. Sriwijaya disebut dgn berbagai macam nama. Bangsa Arab menyebut Zabaj dan Khmer menyebut Malayu.300 mil di barat. Wilayah hulu sungai Musi kaya akan berbagai komoditas yg berharga utk pedagang Tiongkok Ibukota diperintah secara langsung oleh penguasa sementara daerah pendukung tetap diperintah oleh datu setempat. Untuk mencegah hal tersebut Maharaja Dharmasetu melancarkan beberapa serangan ke kota-kota pantai di . Dalam bahasa Sansekerta dan Pali kerajaan Sriwijaya disebut Yavadesh dan Javadeh.

Selama masa kepemimpinan ia membangun candi Borobudur di Jawa Tengah yg selesai pada tahun 825. Pengunjung yg datang ke pulau ini menyebutkan bahwa koin emas telah digunakan di pesisir kerajaan. Abad ke-7 orang Tionghoa mencatat bahwa terdapat dua kerajaan di Sumatera yaitu Malayu dan Kedah dan tiga kerajaan di Jawa menjadi bagian kemaharajaan Sriwijaya. Ajaran Buddha aliran Buddha Hinayana dan Buddha Mahayana juga turut berkembang di Sriwijaya.Indochina. Ia berkuasa pada periode 792 sampai 835. BerdasarkanPrasasti Kota Kapur yg yg berangka tahun 682 dan ditemukan di pulau Bangka Pada akhir abad ke-7 kemaharajaan ini telah menguasai bagian selatan Sumatera pulau Bangka dan Belitung hingga Lampung. Sriwijaya mengakumulasi kekayaan sebagai pelabuhan dan gudang perdagangan yg melayani pasar Tiongkok dan India. Antara lain pendeta dari Tiongkok I-tsing yg melakukan kunjungan ke Sumatera dalam perjalanan studi di Universitas Nalanda India pada tahun 671 dan 695 serta di abad ke-11 Atisha seorang sarjana Budha asal Benggala yg berperan dalam mengembangkan Budha Vajrayana di Tibet. Sriwijaya tumbuh dan berhasil mengendalikan jalur perdagangan maritim di Selat Malaka Selat Sunda Laut China Selatan Laut Jawa dan Selat Karimata. . Kota Indrapura di tepi sungai Mekong di awal abad ke-8 berada di bawah kendali Sriwijaya. DariPrasasti Kedukan Bukit pada tahun 682 di bawah kepemimpinan Dapunta Hyang Jayanasa Kerajaan Minanga takluk di bawah imperium Sriwijaya. Dengan penguasaan tersebut kerajaan Sriwijaya menjadi kerajaan maritim yg hebat hingga abad ke-13. Dominasi atas Selat Malaka dan Selat Sunda menjadikan Sriwijaya sebagai pengendali rute perdagangan rempah dan perdagangan lokal yg mengenakan biaya atas tiap kapal yg lewat. Di abad ini pula Langkasuka di semenanjung Melayu menjadi bagian kerajaan. Di akhir abad ke-8 beberapa kerajaan di Jawa antara lain Tarumanegara dan Holing berada di bawah kekuasaan Sriwijaya. Relasi Kerajaan Sriwijaya dgn Kekuatan Regional Dari catatan sejarah danbukti arkeologi dinyatakan bahwa pada abad ke-9 Sriwijaya telah melakukan kolonisasi di hampir seluruh kerajaan-kerajaan Asia Tenggara antara lain Sumatera Jawa Semenanjung Malaya Kamboja dan Vietnam Selatan . Tidak seperti Dharmasetu yg ekspansionis Samaratungga tak melakukan ekspansi militer tetapi lbh memilih utk memperkuat penguasaan Sriwijaya di Jawa. Di masa berikut Pan Pan dan Trambralinga yg terletak di sebelah utara Langkasuka juga berada di bawah pengaruh Sriwijaya. Setelah Dharmasetu Samaratungga menjadi penerus kerajaan. Di abad ke-9 wilayah kemaharajaan Sriwijaya meliputi Sumatera Sri Lanka Semenanjung Malaya Jawa Barat Sulawesi Maluku Kalimantan dan Filipina. Prasasti ini juga menyebutkan bahwa Jayanasa telah melancarkan ekspedisi militer utk menghukum Bhumi Jawa yg tak berbakti kepada Sriwijaya peristiwa ini bersamaan dgn runtuh Tarumanagara di Jawa Barat dan Holing (Kalingga) di Jawa Tengah yg kemungkinan besar akibat serangan Sriwijaya. I-tsing melaporkan bahwa Sriwijaya menjadi rumah bagi ribuan sarjana Budha sehingga menjadi pusat pembelajaran agama Buddha. Budha Vajrayana di Kerajaan Sriwijaya Sebagaipusat pengajaran Budha Vajrayana Sriwijaya menarik banyak peziarah dan sarjana dari negara-negara di Asia. Penguasaan atas Malayu yg kaya emas telah meningkatkan prestise kerajaan. Menurut catatan pada masa ini pula wangsa Melayu-Budha Sailendra bermigrasi ke Jawa Tengah dan berkuasa disana. Sriwijaya meneruskan dominasi atas Kamboja sampai raja Khmer Jayawarman II pendiri imperium Khmer memutuskan hubungan dgn kerajaan di abad yg sama.

Meskipun demikian Rajendra Coladewa tetap memberikan peluang kepada raja-raja yg ditaklukan utk tetap berkuasa selama tetap tunduk kepadanya. Pada tahun 903 penulis Muslim Ibnu Batutah sangat terkesan dgn kemakmuran Sriwijaya. Dan kemudian dilanjutkan dgn pengiriman utusan selanjut di tahun 1088. Duta besar tersebut menyampaikan surat dari raja Kien-pi bawahan San-fo-tsi yg merupakan surat dari putri raja yg diserahi urusan negara San-fo-tsi serta menyerahkan pula 227 tahil perhiasan rumbia dan 13 potong pakaian. Dua tahun kemudian raja terakhir dinasti Tang menganugerahkan gelar kepada utusan Sriwijaya. Istilah San-fo-tsi terutama pada tahun 1225 tak lagi identik dgn Sriwijaya melainkan telah identik dgn Dharmasraya dimana pusat pemerintahan dari San-fo-tsi telah berpindah jadi dari daftar 15 negeri bawahan San-fo-tsi tersebut merupakan daftar jajahan kerajaan Dharmasraya yg sebelum merupakan daerah bawahan dari Sriwijaya dan berbalik menguasai Sriwijaya beserta daerah jajahan lainnya. Dalam berita Cina yg berjudul Sung Hui Yao disebutkan bahwa kerajaan San-fo-tsi pada tahun 1082 mengirim utusan dimana pada masa itu Cina di bawah pemerintahan Kaisar Yuan Fong. Tak diragukan lagi Sriwijaya mendapatkan keuntungan dari perdagangan ini. Banyak sejarawan mengklaim bahwa Chaiya di propinsi Surat Thani Thailand Selatan sebagai ibu kota terakhir kerajaan tersebut pengaruh Sriwijaya nampak pada bangunan pagoda Borom That yg bergaya Sriwijaya. Kemudian Kerajaan Chola meneruskan penyerangan dan berhasil penaklukan Sriwijaya selama beberapa dekade berikut keseluruh imperium Sriwijaya berada dalam pengaruh Rajendra Coladewa. Di tahun 902 Sriwijaya mengirimkan upeti ke China.1088 kronik Tionghoa masih mencatat bahwaSan-fo-ts‟i masih mengirimkan utusan dari Jambi dan Palembang. Relasi dgn dinasti Chola di India selatan cukup baik dan kemudian menjadi buruk setelah Rajendra Coladewa naik tahta dan melakukan penyerangan di abad ke11. Minanga merupakan kekuatan pertama yg menjadi pesaing Sriwijaya yg akhir dapat ditaklukkan pada abad ke-7. Keruntuhan Kerajaan Sriwijaya Rajendra Coladewa pada tahun 1025 raja Chola dari Koromandel India selatan menaklukkan Kedah dan merampas dari Sriwijaya. Setelah invasi tersebut akhir mengakibatkan melemah hegemoni Sriwijaya dan kemudian beberapa daerah bawahan membentuk kerajaan sendiri dan kemudian muncul Kerajaan Dharmasraya sebagai kekuatan baru dan kemudian mencaplok kawasan semenanjung malaya dan sumatera termasuk Sriwijaya itu sendiri. Dan kemudian Kedah juga takluk dan menjadi daerah bawahan. Setelah kejatuhan Sriwijaya Chaiya terbagi menjadi tiga kota yakni (Mueang) Chaiya Thatong (Kanchanadit) dan Khirirat Nikhom. . Masa Kejayaan Kerajaan Sriwijaya Pada paruh pertama abad ke-10 diantara kejatuhan dinasti Tang dan naik dinasti Song perdagangan dgn luar negeri cukup marak terutama Fujian kerajaan Min dan negeri kaya Guangdong kerajaan Nan Han. Antara tahun 1079 . Dari literatur Tiongkok utusan itu mempunyai nama Arab hal ini memberikan informasi bahwa pada masa-masa itu Sriwijaya sudah berhubungan dgn Arab yg memungkinkan Sriwijaya sudah masuk pengaruh Islam di dalam kerajaan. Sriwijaya juga berhubungan dekat dgn kerajaan Pala di Benggala dan sebuah prasasti berangka 860 mencatat bahwa raja Balaputra mendedikasikan seorang biara kepada Universitas Nalada Pala.Pada masa awalKerajaan Khmer juga menjadi daerah jajahan Sriwijaya. Daerah urban kerajaan meliputi Palembang (khusus Bukit Seguntang) Muara Jambi dan Kedah. Kerajaan Melayu ini memiliki pertambangan emas sebagai sumber ekonomi dan kata Swarnnadwipa (pulau emas) mungkin merujuk pada hal ini.

Kekayaan yg melimpah ini telah memungkinkan Sriwijaya membeli kesetiaan dari vassal-vassal di seluruh Asia Tenggara. Perdagangan Kerjaaan Sriwijaya Dalam perdagangan Sriwijaya menjadi pengendali jalur perdagangan antara India dan Tiongkok yakni dgn penguasaan atas selat Malaka dan selat Sunda. Kemudian dari Kitab Undang-Undang Tanjung Tanah yg kemungkinan ditulis sebelum pada tahun 1377 juga terdapat kata-kata bumi palimbang. Orang Arab mencatat bahwa Sriwijaya memiliki aneka komoditi seperti kamper kayu gaharu cengkeh pala kepulaga gading emas dan timah yg membuat raja Sriwijaya sekaya raja-raja di India. Sangat dimungkinkan bahwa Sriwijaya yg termahsyur sebagai bandar pusat perdagangan di Asia Tenggara sekaligus sebagai pusat pembelajaran agama Budha juga ramai dikunjungi pendatang dari Timur Tengah dan mulai dipengaruhi oleh pedagang dan ulama muslim. Dan dimasa itu nama Sriwijaya sudah tak ada disebut lagi tapi telah diganti dgn nama Palembang hal ini sesuai dgn Nagarakretagama yg menguraikan tentang daerah jajahan Majapahit. Sehingga secara langsung turut serta mengembangkan bahasa Melayu dan kebudayaan Melayu di Nusantara. Berg menganggap identik dgn Adityawarman. C. Pada tahun 1275 Singhasari penerus kerajaan Kediri di Jawa melakukan suatu ekspedisi dalam Pararaton disebut semacam ekspansi dan menaklukan bhumi malayu yg dikenal dgn nama Ekspedisi Pamalayu yg kemudian Kertanagara raja Singhasari menghadiahkan Arca Amoghapasa kepada Srimat Tribhuwanaraja Mauli Warmadewa raja Melayu di Dharmasraya seperti yg tersebut dalam Prasasti Padang Roco.C.Berdasarkan sumber Tiongkok pada buku Chu-fan-chi yg ditulis pada tahun 1178 Chou-JuKua menerangkan bahwa di kepulauan Asia Tenggara terdapat dua kerajaan yg sangat kuat dan kaya yakni San-fo-ts‟i dan Cho-po (Jawa). Pong-fong (Pahang) Tong-ya-nong (Terengganu) Ling-ya-sikia (Langkasuka) Kilantan (Kelantan) Fo-lo-an (muara sungai Dungun daerah Terengganu sekarang) Ji-lo-t‟ing (Cherating pantai timur semenanjung malaya) Ts‟ien-mai (Semawe pantai timur semenanjung malaya) Pa-t‟a (Sungai Paka pantai timur semenanjung malaya) Tan-maling (Tambralingga Ligor selatan Thailand) Kia-lo-hi (Grahi Chaiya sekarang selatan Thailand) Pa-lin-fong (Palembang) Kien-pi (Jambi) Sin-t‟o (Sunda) Lan-wu-li (Lamuri di Aceh) and Si-lan (Kamboja). Di Jawa dia menemukan bahwa rakyat memeluk agama Budha dan Hindu sedangkan rakyat San-fo-ts‟i memeluk Budha dan memiliki 15 daerah bawahan yg meliputi. Sehingga beberapa kerajaan yg semula merupakan bagian dari Sriwijaya kemudian tumbuh . Dan kemudian pada tahun 1347 Adityawarman memproklamirkan diri menjadi raja di Malayapura sesuai dgn manuskrip yg terdapat pada bagian belakang Arca Amoghapasa. Raja-raja Sriwijaya menguasai kepulauan Melayu melalui perdagangan dan penaklukkan dari kurun abad ke-7 hingga abad ke-9. DalamKidung Pamacangah dan Babad Arya Tabanan juga disebut „Arya Damar‟ sebagai bupati Palembang yg berjasa membantu Gajah Mada dalam menaklukkan Bali pada tahun 1343 Prof. Dan selanjut pada tahun 1293 muncul Majapahit sebagai pengganti Singhasari dan setelah Ratu Tribhuwana Wijayatunggadewi naik tahta memberikan tanggung jawab kepada Adityawarman seorang peranakan Melayu dan Jawa utk kembali menaklukkan Swarnnabhumi pada tahun 1339. Pengaruh Budaya dan Agama Islam Kerajaan Sriwijaya banyak dipengaruhi budaya India pertama oleh budaya Hindu dan kemudian diikuti pula oleh agama Buddha. Sriwijaya merupakan pusat terpenting agama Buddha Mahayana. Agama Buddha diperkenalkan di Sriwijaya pada tahun 425 Masehi.

Bagi penduduk Palembang keluhuran Sriwijaya telah menjadi inspirasi seni budaya seperti lagu dan tarian tradisional Gending Sriwijaya. Di samping Majapahit kaum nasionalis Indonesia juga mengagungkan Sriwijaya sebagai sumber kebanggaan dan bukti kejayaan masa lampau Indonesia. Bahkan disalah satu naskah surat adl ditujukan kepada khalifah Umar bin Abdul Aziz (717720M) dgn permintaan agar khalifah sudi mengirimkan da‟i ke istana Sriwijaya.menjadi cikal-bakal kerajaan-kerajaan Islam di Sumatera kelak disaat melemah pengaruh Sriwijaya.Universitas Sriwijaya yg didirikan tahun 1960 di Palembang dinamakan berdasarkan kedatuan Sriwijaya. Pengaruh orang muslim Arab yg banyak berkunjung di Sriwijaya raja Sriwijaya yg bernama Sri Indrawarman masuk Islam pada tahun 718. Hal yg sama juga berlaku bagi masyarakat Thailand Selatan yg menciptakan kembali tarian Sevichai (Sriwijaya) yg berdasarkan pada keanggunan seni budaya Sriwijaya. .Kegemilangan Sriwijaya telah menjadi sumber kebanggaan nasional dan identitas daerah khusus bagi penduduk kota Palembang provinsi Sumatera Selatan dan segenap bangsa Melayu. Warisan Sejarah Kemaharajaan Sriwijaya Berdasarkan Hikayat Melayu pendiri Kesultanan Malaka mengaku sebagai pangeran Palembang keturunan keluarga bangsawan Palembang dari trah Sriwijaya. Sehingga sangat dimungkinkan kehidupan sosial Sriwijaya adl masyarakat sosial yg di dalam terdapat masyarakat Budha dan Muslim sekaligus. Demikian pulaKodam Sriwijaya (unit komando militer) PT Pupuk Sriwijaya (Perusahaan Pupuk di Sumatera Selatan)Sriwijaya Post (Surat kabar harian di Palembang) Sriwijaya TV Sriwijaya Air (maskapai penerbangan) Stadion Gelora Sriwijaya dan Sriwijaya Football Club (Klab sepak bola Palembang) semua dinamakan demikian utk menghormati memuliakan dan merayakan kegemilangan kemaharajaan Sriwijaya. Nama Sriwijaya telah digunakan dan diabadikan sebagai nama jalan di berbagai kota dan nama ini telah melekat dgn kota Palembang dan Sumatera Selatan. Tercatat beberapa kali raja Sriwijaya berkirim surat ke khalifah Islam di Suriah. Hal ini menunjukkan bahwa pada abad ke-15 keagungan gengsi dan prestise Sriwijaya tetap dihormati dan dijadikan sebagai sumber legitimasi politik bagi penguasa di kawasan ini.

Candi Mendut. Konon. yakni Raja Sanna. dan Candi Plaosan. mengadakan perlawanan namun kalah dalam peperangan. yakni agama Hindu dan Buddha. SUmatra dan menjadi raja Sriwijaya. Ia menggantikan raja sebelumnya. Balaputeradewa kemudian melarikan diri ke P. Candi Sewu. Pramodawarddhani. Rakai Pikatan kemudian menduduki takhta Kerajaan Mataram Kuno. Para raja keturunan wangsa Sanjaya seperti Sri Maharaja Rakai Panangkaran. Setelah Raha Sanjaya wafat. Kerajaan Mataram di Jawa Tengah Kerajaan Mataram Kuno yang berpusat di Jawa Tengah terdiri dari dua wangsa (keluarga). untuk dikawinkan dengan anak Rakai Patapan. Sri Maharaja Rakai Warak. Peninggalan bangunan suci dari keduanya antara lain ialah Candi Geding Songo. Sri Maharaja Rakai Panunggalan. Samaratungga (raja wangsa Sailendra) menyerahkan anak perempuannya. merupakan peninggalan candi Hindu pada masa Kerajaan Mataram Kuno. Kerajaan Mataram Kuno bermula sejak pemerintahan Raja Sanjaya yang bergelar Rakai Mataram Sang Ratu Sanjaya. kompleks Candi Dieng. Ia memerintah Kerajaan Mataram Kuno hingga 732M. kekuasaan Kerajaan Mataram Kuno dipegang oleh Dapunta Sailendra. pada abad ke-10 pusat Kerajaan Mataram Kuno pindah ke Jawa Timur. Jawa Tengah. Berdasarkan catatan yang terdapat pada prasassti yang ditemukan. Kerajaan Mataram Kuno diperkirakan berdiri sejak awal abad ke-8.Kerajaan mataran Kuno Kerajaan Mataram Kuno (abad ke-8) adalah kerajaan Hindu di Jawa (Jawa Tengah dan Jawa Timur). yaitu Balaputeradewa. yaitu Rakai Pikatan (wangsa Sanjaya). Pada awal berdirinya. Kerajaan Mataram Kuno mempunyai dua latar belakang keagamaan yang berbedaa. Candi Borobudur. Raja Sanjaya telah menyelamatkan Kerajaan Mataram Kuno dari kehancuran setelah Raja Sanna wafat. dan Sri Maharaja Rakai Garung merupakan raja bawahan dari wangsa Sailendra. Adapun yang berlatar belakang agama Buddha antara lain ialah Candi Kalasan. Komplek Candi Dieng di Wonosobo. pendiri wangsa Sailendra. adik Pramodawarddhani. Melihat keadaan ini. Oleh Karena adanya perlawanan yang dilakukan oleh keturunan Raja Sanjaya. . Pendiri wangsa Sanjaya adalah Raja Sanjaya. Akan tetapi. dan kompleks Candi Prambanan yang berlatar belakang Hindu. yaitu wangsa Sanjaya dan Sailendraa. kerjaan ini berpusat di Jawa Tengah.

Dengan demikian Mpu Sindok dianggap sebagai cikal bakal wangsa baru. Jawa Tengah. Kerajaan Mataram di Jawa Timur Setelah terjadinya bencana alam yang dianggap sebagai peristiwa pralaya. Ketika Sri Maharaja Rakai Sumba Dyah Wawa berkuasa. yaitu Kerajaan Pangjalu dan Janggala. Semeru dan G. Akan tetapi. Perpindahan kerajaan ke Jawa Timur tidak disertai dengan penaklukan karena sejak masa Dyah Balitung. kekuasaan Kerajaan Mataram Kuno telah meluass hingga ke Jawa Timur. Setelah masa pemerintahan Mpu Sindok terdapat masa gelap sampai masa pemerintahan Dharmawangsa Airlangga (1020). Wilis). Diduga kehancuran kerajaan ini akibat bencana alam karena letusan G. Kerajaan yang didirikan Mpu SIndok ini tetap bernama Mataram. . Airlangga membagi kerajaan menjadi dua. kerajaan ini berakhir dengan tiba-tiba. terjadi perebutan kekuasaan di antara para pangeran Kerajaan Mataram Kuno. Pada abad ke-10. Magelang. untuk menghindari perang saudara. Sampai pada masa ini Kerajaan Mataram Kuno masih menjadi saatu kerajaan yang utuh. cucu Sri Maharaja Daksa. Mpu Sindok. maka sesuai dengan landasan kosmologis harus dibangun kerajaan baru dengan wangsa yang baru pula. Mpu Sindok naik takhta kerajaan pada 929 dan berkuasa hingga 948. Jawa Timur. yaitu wangsa Isana. Merapi.Pada masa Sri Maharaja Rakai Watukura Dyah Balitung Dharmodaya Mahasambu berkuasa. membangun kembali kerajaan ini di Watugaluh (wilayah antara G.

Dengan kata lain raja-raja wangsa syailendra di Jawa menganggap leluhurnya ada diatas gunung. R.kemudian istilah ini muncul pula di dalam prasasti dari desa Kelurak tahun 704 Saka (782 M). Raja Fu-nan disebut parwatabhupala yang berarti raja gunung sama dengan kata syailendra.L.Dan akhirnya J. bukan uruf Pallawa atau huruf Jawa-Kuna sebagaimana umumnya prasasti.C Majundar beranggapan bahwa wangsa sailendra di Indonesia. tetapi pada tahun 983 M melarikan diri ke Jawa karena serangan dari Sriwijaya.Yang semula berasal di sekitar Palembang. Menurut luzky istilah saylendra wangsa menunjukkan bahwa raja-raja berasal syailendra yang brarti raja gunung. kecuali prasasti Kayumwunga menggunakan huruf siddham. Diantara pendapat diatas yang kemudian banyak dianut adalah pendapat G. J Przyluzki mengatakan bahwa Coedes itu dilakukan atas dasar tafsir yang meragukan dari satu bait didalam prasasti Kuk Prah Kot.Kerajaan syailendra Istilah sailendra wangsa dijumpai pertama kali di Indonesia dalam prasasti Kalasan tahun 700 Saka (778 M). dan tiga di antaranya . Menurut pendapat ejaan Fu-nan dalam berita Cina berasal dari kata KhamerKuna vnan atau benyam yang berarti gunung. Ini merupakan petunjuk baginya bahwa istilah Syailendra asli Indonesia. dengan mengunakan nama wangsa syailendra. dan dia mengidentifikasikan waranara itu dengan waranara nagara atau na-fu-na didalam berita- . Kenyataan ini di tambah dengan kenyataan bahwa ada beberapa naman wangsa di india dan dratan Asia Tenggara yang sama artinya dengan syailendra.Coedes. dalam bahasa khamer sekarang Phnom. baik yang di jawa maupun yang di sriwijaya. maka anggota wangsa raja-raja Funan itu yg menyingkir ke jawa dan muncul sebagai penguasa disini pada pertengahan abad VIII M. Nalanda dan Leyden plates. lebih-lebih setelah J. De Casparis dapat menemukan istilah Waranarahdhirajaraja didalam prasasti dari candi plaosan lor. Prasasti-prasati tersebut semuanya menggunakan bahasa Sansekerta.Yang amat menarik perhatian ialah bahwa istilah Sailendrawangsa itu muncul pula di luar Jawa.Di dalam prasasti kayumwungan than 743 Saka (824 M).prasasti di Jawa.G. juga prasasti Kelurak. dia mengemukakan pendapat bahwa Wangsa Syailendra itu berasal dari India Selatan. yaitu raja gunung. Pendapat tersebut diatas telah dibahas oleh Nilakanta Sastri. G. Moen dalam salah satu karangannya yang menarik perhatian. Coedes lebih condong pada anggapan bahwa wangsa sailendra di Indonesia itu berasal dari Fu-nan atau kamboja. Didalam prasasti Abhayagiriwihara dari bukti Ratu Baka tahun 714 Saka (792 M). Setelah kerajaan Fu-nan itu runtuh sekitar tahun 620 M. berasal dari kalingga di selatan jawa.Dia sendiri mengajukan pendapat bahwa wangsa Syailendra di Jawa itu berasal dari daerah Pandya di India selatan. Ini merupakan sebutan bagi shiwa sama dengan girisa. yaitu di dalam prasasti Ligor B. menimbulkan berbagai teori tentang asal usul jawa.

Pendapat de Casparis ini dikembangkan lagi oleh F. Nama Rahyangta Panaraban diidentifikasikannya dengan Rakai P anangkaran. Pendapat bahwa bangsa sailendra berasal dari luar Indonesia (india atau Kamboja) ditentang oleh R.berita China. dan penganut agama budha Mahayana.Dan kini disimpan dalam koleksi pribadi Adam Malik. Dengan landasan anggaan bahwa sejak abad pertengahan 8 ada dua wangsa raja raja yang berkuasa. raja bawahanya dari wngsa Sanjaya. dan rakai panangkaran.Van Nearssen. yang berhasil menaklukan raja raja dari wangsa Sanjayaang beragama Siwa. Masih ada tokoh lagi yang disebut didalam prasasti ini yang sayang sekali namanya tidak terbaca namanya. Sanjaya dan keturunannya adalah raja-raja dari wangsa Sailendra.D. sejak rakai Panangkaran hanya berkuasa sebagai raja bawahan. ia merasa amat tersinggung membaca teori tersebut. Prasati dari Sojomerto itu menyebutkan Dapunta Sailendra nama ayah dan ibunya yaitu Santanu dan Bradawati dan istrinya Sampula. yaitu wangsa Sailendra yang berasal dari Fu-nan. Menurut Poerbatjaraka. Penemuan baru berupa prasasti batu berbahasa melayu kuno di desa Sojomerto. Poerbatjaraka. kab. yang melihat bahwa didalam prasasti Kalasan tahun 778 M. Jadi menurut de Casparis di Jawa mula mula berkuasa wangsa raja raja yangberagama Siwa. dan dalam berbagai kesempatan pembangunan candi-candi membantu raja wangsa Sailendra dengan memberikan tanah-tanah sebagai sima bagi candicandi itu. Sebagai salah satu alas an dia untuk menunjuk pada kitab carita parahyangan.K. Raja raja wangsa Sanjaya itu. Selanjutnya de Casparis mencoba mengadakan rekontruksi jalanya sejarah keadaan mataram sampai pada abad 9 M. yaitu fihak raja sailendra . dan para pendtang itu yang kemudian menamakan dirinya sebagai wangsa sailendra yang beragama budha . seolah-olah bangsandonesia sejak dulu hanyalah mampu diperintah oleh bangsa asing. Bosch disana-sini. yang berbahasa sangskerta ada dua pihak. yaitu wangsa Sanjaya yang beragama siwa. yaitu sanjaya dan keturunannya. asli Indonesia yang mulunya menganut agama siwa.H. yang hanya disebut sebagai permata sailendra tanpa nama. yang antara lain memuat keterangan bahwat Rahyang Sanjaya telah menganjurkan anaknya Rahyangta Panaraban untuk meninggalakn agama yang dianutnya. yaitu puat kerajaan Fu-nan setelah berpindah dari Wiyadhapura atau te-mu setelah mendapat serangan dari Chenla di bawah pimpinan Bhawawarman dan Citra sena pada pertengahan kedua abad 6 M selanjutnya De Casparis mengatakan bahwa setelah pindah ke na-fu-na yang biasa dilokasikan didekat Angkorborai ada diantara raja-raja itu yang pergi ke jawa dan berhasil mengalahkan raja yang berkuasa disana.Demikan pula istilah . karena ia ditakut oleh semua orang. mungkin sekali memperkuat anggapan Poerbatjaraka. tetapi setelah kedatangan raja dari Na-fu-na itu yang behrasil menaklukkannya.Ng. Pendapat de Caparis itu diilhami oleh F.Pekalongan dan batu berbhasa yang tidak diketahui debngan jelas asalnya. tetapi sejak Rakai Panangkaran berpindah agama menjadi penganut Buddha Mahayana. maka di jawa tengah terdapat dua wangsa raja raja.

yang berasal dai halaman pecandian diastase gunung Wukir kecamatan Salam (Magelang). Bait ke tuju memji pulau Jawa yang subur dan banyak menghasilkan gandum (atau . kudi. dolkmes dan empat bunga Padma. Didalam Prasasti Sojomerto itu dijumpai nama Dapunta Sailendra yang jelas merupakan ejaan Indonesia dari kata sansekerta sailendra karena di Sumatera dijumpai lebih banuaSailendra. Prasasti ini mengunakan Huruf Palawa dan bahasa Sansekerta.Hurufnya Pallawa yang tergolong muda dan bahasanya Sansekerta.Prasati ini di pahat pada sebuah batu alam yang besar yang dekat dengan mata air. kundi. yang terdiri dari tiga bait berisi bahwa raja Sanjaya tela mendirikan lingga diatas bukit pada tangggal 6 oktober tahun 732 M. yang untuk sementara kita sebut dengan nama Prasasti Sankara.Ru Rakai mataram sang ratu sanjaya Sebelum perpindahan pusat kerajaan terdapat berbagai sumber prasasti di mas seelum perpindahan itu. tidak terbaca keseluhan.Tokoh ini diberi pedikat Hiyang. Prasasti yang kedua adlah prasti camggal. Prasati ini berbhasa sansekerta tetapi sayang yang ditemukan hanya bagian akhir. dan Wisnu denagan catatan bahwa untuk Siwa sendi tersedia tiga bait. Dari pahatan tulisan tersebut terdapat suatu laksana dan ala-alat upacara antar lain cakra.Jadi mungkin sekali tokoh yang telah dipendewakan dan dianggap sebagai leluhur Dapunta Sailendra. Dari prasati Sojomerto itu jelas bawa Dapunda Sailendra ialah penganut wangsa Siwa. tentunya Sailendrawangsa berpangkal kepada seoran leluhur yang gelarnya mengandung unsur Sailendra.yang menunjukan hubungan antara tokoh ini dengan Dapunta Sailendra. sanka. guntin. Lima bait selanjunya berisi pujian terhadap dewa Siwa. trisula. kapak. Pertama-tama disebutkan disini prssati di desa lebak. Menurut analisa Paleoogafis dari krom prassti ini berasal pada abad pertengahan yang isinya pujian kepada suatu mata air yang keluar dari gunung hal ini disamakan dengan air yang mengalirkan airnya yang dingin dan bersih melalui pasi yang berbatu bagaikan sungai Gangga. mungkin sekali berasal dari Sumatera maka sesuai dengan asal usul nama-nama wansa yang lain itu daptlah disini disimpulkan bahwa Sailendra wangsa itu berpangkal kepada Dapunta. Kenyataan bahwa ia menggunakan bahasa melayu kuno didalam prasastinya menunjukan bahwa ia orang Indonesia asli. Brahma. Hal ini menunukan kepada dewa Siwa bahwa ini bagaikan air suci dan bahwa didekatnya tentu ada pengolahan sumber air yang dikelola oleh para pendeta. kecamatan Grabag (Magelang) Pasasti Tuk Mas. Sebagaimana Isanawangsa berpangkal pada Mpu Sindok yang bergelar Sri Isanawikramadarmmottunggadewa dan Raja Sawangsa berpangkal pada Ken Arok yang bergelar Sri Rajasa. Kapn dan apa sebabnya raja-raja wangsa Sailendra itu mulai menganut agama Buddha mungkin dapat diketahui dari prasasti milik Adam Malik.

Hal ini dikarnakan dari sebuah prassti dari daftar raja-raja yang disebutkan di dalam prasasti Matyasih di medang. Sahanna. Dan perdapat tersebut telah diragukan karena mnaman didalam prasti ke tiga sekarang ditambah denagan dua batu lagi batu sima yang membuat nama daerah itu harus dibaca wanua ing alas I Salaimar. Kerena hal itu ak Sanjay dinobatkan sebagai raja. Kemungknnan hali ini berhubngnna dengan kepercayaan bahwa istananyang telah diserbu oleh musuh yang kehilangna yuannya. raja Sanna telah diserang oleh musuh dan telah gugur pada pertempuran tersebut. yang terutama di antaranya adalah sungai gangga. berdasarkan arti kata yaitu hutan gajah dan adanya wanua ing alas i Saliman. Sanna. mengingat bahwa prastinya memmang berasal dari dari halaman percandian. dengan istana yang baru yang disertai dengan pembangunnan candi untk pemujaan lingga kerajaan. Dan nama Kunjarakunja itu poerbatjarka pernah mengemukkakan perdapat bahwa daerah yang dimaksud saat itu yang saat ini menjadi daerah Sleman. raja sanjaya yang jelas adalah beragama Siwa yang telah mendirikan lingga di atas bukit.Kemungkuna bangunan lingga itu ilah cand yang hingga saa ini masih ada sisa-sisanya di atas gungng wukir.Mungkin sekali ibukota kerajaan juga di serbu dan ijrah. sehinggga mereka masuk kedalam wangsa Sailendra.Yang telah dikatakan oleh prasasti diatas. antara lain sungai gangga bagunan tersebut terletak di Kunjarakunja. dengan menduga yang dimaksudkan sunai gangga adalah sungai kali Progo. Seperti halnya telah yang disimpulkan bagunnan candi yang dimasud adalah parsati canggal itucandi banon dekat candi mendut yang arca-arcanya saja yang besar dan bercorak Klasik?Letak candi ini memeng di daerah progo dan sungai Elo. ini sesuai denagan pemeriaan denagan prassti. Menurut de Casparis Bhanu itu seorang raja wangsa sailendra mengiggat bahwa terdapat lagi sebuah prasasti Ligor B ada nama raja Wisnu dan didalam prasasti Kelurak ada . perlu dibangun ibukota baru. Lagi pula kata kunjarakunla dapat juaga berate hutan fikus Religiosa atau huatan pohon Bodhi dan sejenisnya karena kata kunjara tidak berarti juga gajah tetapi nama beberapa jenis tanaman. Dari prasasi yang diatas kiata dapat mengetahui bahwa pada tahun 723 M. dan Sanjaya kemunkinna sekali adalah keturunnan-keturunna Dapunta Sailendra. atau Sima anatara Sanna masih ada seorang raja lagi yan hingga kini belum dapat ditemukan dari sumber sejarah. Raja sanjaya adlah raja yang pertama yang brkedudukan di Medang.padi) da kaya akan tambang emas. Siwa yan amat indah untk kesejahtraan dunia ang dikelilingi oleh sungai-sungai yang suci. Ia kemudiaan disusul oleh rakai panankaran yang di antara Dapunta Sailendra dan Sima. Selain itu ada suatu ketertarikan yang lain bahwa di pulau jawa ada bangunnan yang suci untuk pemujaan dewa Siwa di daerah Kunjarakunja yang dikelilingi oleh sungaisungai suci.

Gelar ini ditemukan juga pada Prasasti Kedukan Bukit pada nama Dapunta Hiyaŋ. Teori India Majumdar beranggapan bahwa keluarga Śailendra di Nusantara. Menurut Poerbatjaraka. keluarga ini melarikan diri ke Jawa karena terdesak oleh Dapunta Hiyaŋ dengan bala tentaranya. dan nama istrinya (Sampūla) (da pū nta selendra namah santanū nāma nda bapa nda bhadrawati nāma nda aya nda sampūla nāma nda . dan muncul sebagai penguasa di Mdaŋ (Matarām) pada pertengahan abad ke-8 Masehi dengan menggunakan nama keluarga Śailendra. Di dalam prasasti yang dikenal dengan nama Prasasti Sojomerto itu disebutkan nama Dapunta Selendra. Pendapat yang sama dikemukakan juga oleh Nilakanta Sastri dan Moens. asli Nusantara yang menganut agama Śiva. dapat diduga bahwa Dapunta Selendra adalah salah seorang pembesar dari Sumatera Selatan yang menyingkir ke pantai utara Jawa di sekitar Pekalongan. Pendapat dari Poerbatjaraka yang didasarkan atas Carita Parahiyangan kemudian diperkuat dengan sebuah temuan prasasti di wilayah Kabupaten Batang. Moens menganggap bahwa keluarga Śailendra berasal dari India yang menetap di Palembang sebelum kedatangan Dapunta Hiyaŋ. nama ayahnya (Santanū). Prasasti Sojomerto dan Prasasti Kedukan Bukit merupakan prasasti yang berbahasa Melayu Kuno. Dan ia berpendapat bahwa Bhanu itu tentu penganut agama Budha karena Isa merupakan nama lain dari sang Budha. nama ibunya (Bhadrawati).nama raja indra.Pendapatnya itu didasarkan atas Carita Parahiyangan yang menyebutkan bahwa R. Sanjaya dan keturunan-keturunannya itu ialah rajaraja dari keluarga Śailendra. Panaraban atau R. Teori Funan Coedes lebih condong kepada anggapan bahwa Śailendra yang ada di Nusantara itu berasal dari Funan (Kamboja). Tetapi sejak Paņamkaran berpindah agama menjadi penganut Buddha Mahāyāna. Karena terjadi kerusuhan yang mengakibatkan runtuhnya Kerajaan Funan. Teori Jawa Pendapat bahwa keluarga Śailendra berasal dari Nusantara (Jawa) dikemukakan oleh Poerbatjaraka. Pernyataan yang hampir senada dengan Moens dikemukakan oleh Slametmulyana. kemudian keluarga kerajaan ini menyingkir ke Jawa. Sañjaya menyuruh anaknya R.Pada waktu itu Śrīwijaya pusatnya ada di Semenanjung Tanah Melayu.Tamperan untuk berpindah agama karena agama yang dianutnya ditakuti oleh semua orang. baik di Śrīwijaya (Sumatera) maupun di Mdaŋ (Jawa) berasal dari Kalingga (India Selatan).Pada tahun 683 Masehi. Karena asal bahasa Melayu Kuno itu dari Sumatera dan adanya politik perluasan wilayah dari Kadātuan Śrīwijaya pada sekitar tahun 680-an Masehi.Ia mengemukakan gagasannya itu didasarkan atas sebutan gelar dapunta pada Prasasti Sojomerto. raja-raja di Matarām menjadi penganut agama Buddha Mahāyāna juga.

Berdasarkan paleografinya. Dari urutan raja-raja yang memerintah itu. R.Dengan ditemukannya Prasasti Sojomerto telah diketahui asal keluarga Śailendra dengan pendirinya Dapunta Selendra. Wangsa Syailendra cukup dominan di Jawa Tengah. Kerajaan Mataram Kuno diperintah oleh dua wangsa yaitu Wangsa Syailendra yang beragama Buddha dan Wangsa Sanjaya yang beragama Hindu Syiwa. dan Rakai Paņamkaran (746-784 Masehi). maka setidak-tidaknya masih ada 2 penguasa lagi untuk sampai kepada Dapunta Selendra.Menurut para ahli sejarah. Prasasti Canggal menyebutkan bahwa Sañjaya mendirikan sebuah lingga di bukit Sthīrańga untuk tujuan dan keselamatan rakyatnya. dan seterusnya.Ratu ini memerintah dengan baik.Ia memegang pemerintahan selama 7 tahun. Raja Sañjaya mulai berkuasa di Mdaŋ pada tahun 717 Masehi.Dalam Carita Parahiyangan disebutkan bahawa Raja Mandimiñak mendapat putra Sang Sena (Sanna).. Menurut Boechari. Wangsa Sanjaya awalnya berada dibawah pengaruh kekuasaan Wangsa Syailendra. Dari Prasasti Sojomerto dan Prasasti Canggal telah diketahui nama tiga orang penguasa di Mdaŋ (Matarām).Mungkinkah ratu ini merupakan pewaris takhta dari Dapunta Selendra? Apabila ya. Prasasti Sojomerto berasal dari sekitar pertengahan abad ke-7 Masehi. yaitu Hsi-mo (Ratu Simo).Sañjaya (717-746 Masehi).Kalau Sañjaya naik takhta pada tahun 717 Masehi.Jika demikian. Nama “Dapunta Selendra” jelas merupakan ejaan Indonesia dari kata Sanskrit “Śailendra” karena di dalam prasasti menggunakan bahasa Melayu Kuno. yaitu Dapunta Selendra.Sanna (710-717 Masehi). Raja Sanna mempunyai saudara perempuan bernama Sanaha yang kemudian dikawininya dan melahirkan Sañjaya. dan Sañjaya. tokoh yang bernama Dapunta Selendra adalah bakal raja-raja keturunan Śailendra yang berkuasa di Mdaŋ. Berita Tionghoa yang berasal dari masa Dinasti T‟ang memberitakan tentang Kerajaan Ho-ling yang disebut She-po (=Jawa). maka diperolehi urutan raja-raja yang memerintah di Mdaŋ. dapat diduga bahwa Mandimiñak mulai berkuasa sejak tahun 703 Masehi.. R.Dari Carita Parahiyangan dapat diketahui bahwa Sena (Raja Sanna) berkuasa selama 7 tahun. Pada tahun 674 Masehi rakyat kerajaan itu menobatkan seorang wanita sebagai ratu.Ini berarti masih ada 1 orang lagi yang berkuasa sebelum Mandimiñak. Mengenai .Pada awal era Mataram Kuno.Kalau seorang penguasa memerintah lamanya kira-kira 25 tahun. dan Mandimiñak diganti oleh Sang Sena yang memerintah 7 tahun. Sanna. yaitu Dapunta Selendra (?674 Masehi). maka Sanna naik takhta sekitar tahun 710 Masehi. kalau keluarga Śailendra berasal dari India Selatan tentunya mereka memakai bahasa Sanskrit di dalam prasasti-prasastinya.Hal ini bererti untuk sampai kepada Dapunta Selendra (pertengahan abad ke-7 Masehi) masih ada sisa sekitar 60 tahun. Mandimiñak (703-710 Masehi).Di sebutkan pula bahwa Sañjaya memerintah Jawa menggantikan Sanna. Ratu Simo (674-703 Masehi).).

dinikahkan dengan Dewi Tara. Pada tahun 790.Borobudur merupakan monumen Buddha terbesar di dunia. Raja-raja yang berkuasa dari keluarga Syailendra tertera dalam prasasti Ligor.Sejak itu pengaruh Sanjaya yang bercorak Hindu mulai dominan di Mataram.Samaratungga memiliki puteri bernama Pramodhawardhani dan dari hasil pernikahannya dengan Dewi Tara. sedangkan yang bercorak Hindu (Sanjaya) umumnya terletak di Jawa Tengah bagian utara.persaingan kekuasaan tersebut tidak diketahui secara pasti. dan kini menjadi salah satu kebanggaan bangsa Indonesia. Candi Borobudur selesai dibangun pada masa pemerintahan raja Samaratungga (812-833). puteri raja Samaratungga menikah dengan Rakai Pikatan. Pramodhawardhani.Pada masa pemerintahan raja Indra (782-812). Samaratungga. sedangkan raja-raja dari keluarga Sanjaya tertera dalam prasasti Canggal dan prasasti Mantyasih.Berdasarkan candi-candi. putera bernama Balaputradewa. kemudian sempat berkuasa di sana selama beberapa tahun. . akan tetapi kedua-duanya samasama berkuasa di Jawa Tengah. Syailendra menyerang dan mengalahkan Chenla (Kamboja). puteranya.Prasasti yang ditemukan tidak jauh dari Candi Kalasan memberikan penjelasan bahwa candi tersebut dibangun untuk menghormati Tara sebagai Bodhisattva wanita. yaitu ketika Balaputradewa melarikan diri ke Sriwijaya yang merupakan negeri asal ibunya. yang merupakan saudara Pramodhawardhani. juga mengadakan hubungan yang erat dengan kerajaan Sriwijaya di Sumatera. puteri raja Sriwijaya. yang waktu itu menjadi pangeran Wangsa Sanjaya.Rakai Pikatan bahkan menyerang Balaputradewa. peninggalan kerajaan Mataram Kuno dari abad ke-8 dan ke-9 yang bercorak Buddha (Syailendra) umumnya terletak di Jawa Tengah bagian selatan. menggantikan agama Buddha. Sejarah Wangsa Syailendra berakhir pada tahun 850. Wangsa Syailendra pada saat berkuasa. prasasti Nalanda maupun prasasti Klurak.

. pendiri Dinasti Isana. 2. Pergeseran peta kekuasaan ini pada perkembangannya sangat menentukan sejarah perpolitikan di Jawa khususnya. Namun. Letak Kerajaan berada di wilayah Jawa Timur. Adapula yang menyebutnya Kerajaan Kahuripan. setelah Mataram hancur karena letusan Gunung Merapi. Nama kamulan bisa dianggap sebagai perubahan kata “kamulyaan” atau “kemulian”. Namanya Mpu Sindhok. Medang Kamulan adalah ibukota Kediri atau Jenggala. Kerajaan Medang menjadi Kerajaan tersendiri sejak Mpu sindok membentuk Dinasti Baru yaitu Isyana. Pada masa Medang Kamulan (Kahuripan) inilah terjadi perpindahan kekuasaan politik dari Jawa Tengah ke Jawa Timur. Medang Kahuripan ini dibangun oleh keturunan raja Mataram. 1.KERAJAAN MEDANG KAMULAN Kerajaan ini seringkali disebut dengan nama Medang Kamulan dapat dikatakan sebagai kelanjutan Mataram karena ia tak lain adalah ibukota Mataram. Sumber Sejarah  · Prasasti Mpu Sindok Prasasti ini menyebutkan beberapa tulisan tentang usaha-usaha yang dilakukan Mpu Sindok ketika memerintah di Kerajaaan Medang   · Prasasti Calcuta Prasasti ini menyebutkan tentang silsilah raja-raja yang memerintah di Dinasti Isyana (Mpu Sindok) sampai masa masa pemerintahan Raja Air Langga. Dinasti Isana ini memerintah Medang Kamulan selama satu abad sejak 929 M. sebagian ahli berpendapat. Letak Geografis Kerajaan Medang kamulan merupakan Kerajaan lanjutan dari Mataram Lama di Jawa Tengah.

antara lain membangun bendungan atau waduk untuk pengairan. Ia dibantu oleh permaisurinya bernama Sri wardhani Pu Kbin . . Akibat serangan tersebut Kerajaan Medang mengalami kehancuran. Air Langga mendapat gemblengan dari para Brahmana dan dinobatan menjadi raja. Secara berturut-turut Air Langga berhasil menaklukan raja-raja bawahan (vassal) Sriwijaya seperti Bisaprabhawa ditaklukan tahun 1029 M. Saat memerintah. Raja Adhamapanuda tahun 1031 M termasuk Wura Wuri tahun 1035.Ketika terjadi peristiwa tersebut. ia berusaha meningkatkan kesejahteraan rakyatnya. Akan usaha untuk meningkatkan perdagangan mengalami kesulitan. raja Wijayawarman dari Wengker tahun 1034. Peristiwa kehancuran yang menewaskan Dharmawangsa disebut dengan Pralaya. Air langga (Erlangga) Air langga adalah putera Raja Bali bernama Udaya yang menikah dengan Mahendradatta saudari raja Dharmawangsa. Larangan ini bertujuan untuk melestarikan sumber daya alam. Raja Mpu sindok melarang rakyat untuk menangkap ikan di bendungan tersebut. Atas bantuan Narattoma berhasil melarikan diri ke hutan. sangat memperhatikan usaha penggubahan Kitab Buddha Mahayana. Mpu Sindok memerintah selama 20 tahun. Serangan tersebut ternyata tidak berhasil. b. Selama di pengasingan. Bahkan Sriwijaya membalas melalui serangan kerajaan Wura Wuri (kerajaan bawahan atau vassal Sriwijaya). dan perdagangan. Usaha tersebut antara lain dengan meningkatkan pertanian. Mpu Sindok meskipun agama Hindu. Air Langga memindahkan ibukota kerajaan Medang ke Kahuripan. Hasil gubahan berupa kitab Sang Hyang Kamahayanikan. Dharmawangsa mengirimkan tentaranya untuk merebut pusat perdagangan di Selat Malaka dari kekuasaan Sriwijaya. Air Langga dinikahkan oleh Dharmawangsa. Pada waktu pesta pernikahan. Mpu Sindok memerintah dengan bijaksana. Selama memerintah. Medang Kamulan diteruskan oleh Dharma Teguh yang juga merupakan cucu dari Mpu Sindok. Karena perdagangan di kawasan perairan jawa dan Sumatera masih dikuasai Kerajaan Sriwijaya. Mpu Sindok bergelar Sri Maharaja Raka i Hino Sri Isyana Wikrama Dharmatunggadwea. secara tiba-tiba datang serangan dari kerajaan Wura Wuri (kerajaan bawahan Sriwijaya) yang menewaskan Dhramawangsa dan keluarga. Mpu Sindok Mpu Sindok merupakan Raja pertama di Kerajaan Medang Kamulan. Berbagai usaha yang dilakukan untuk memakmurkan rakyat. c. Setelah berhasil memulihkan kewibawaan kerajaan.3. Air Langga lolos dari pembunuhan. Perkembangan Pemerintahan a.Dalam rangka mematahkan pengaruh Sriwijaya. Dalam bidang agama. pada tahun 1003 M. Ini membuktikan antara agama Hindu dan Buddha bisa hidup saling berdampingan. Akhir Langga berusaha memulihkan kewibawaan Kerajaan Medang. Dharmawangsa Teguh Setelah Mpu Sindok.

Kapal-kapal dari India. maka tahta beralih pada putera Air Langga yang lahir dari Selir. 2. Batas kedua kerajaan dibatasi oleh sungai Brantas. Air Langga membagi dua kerajaan. Pewaris tahta kerajaan seharusnya seorang puteri (sri Sanggramawijaya) yang lahir dari permaisuri. 3. Birma.Selain usaha dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat. Di penghujung akhir hayatnya. yaitu Jenggala dan Panjalu. Membangun waduk waringin sapta untuk mencegah banjir musiman. telah mendorong Kerajaan Medang Kamulan kepuncak kejayaan dan kemakmuran. antara lain : 1. Membangun jalan-jalan yang menghubungkan pesisir ke pusat kerajaan. Maka dengan demikian berakhirlah kerajaan Medang Kamulan sekaligus Dinasti Isyana Medang Kamulan – Kerajaan Pertama Di Jawa. .Usaha yang dilakukan Air Langga dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Medang. Jenazahnya disemayamkan di lereng gunung Pananggungan dalam candi Belahan. Namun karena ia memilih menjadi pertapa. Atas keberhasilan raja Air Langga tersebut dalam membangun kerajaan maka pengalaman hidupnya dikisahkan dalam sebuah kitab bernama Arjuna wiwaha yang digubah oleh Mpu Kanwa. di muara Kali Brantas. Pembagian dibantu oleh Mpu Bharada. Air Langga meninggal pada tahun 1049 M.Usaha-usaha yang dilakukan Air Langga. Memperbaiki pelabuhan Hujung Galuh. Kamboja dan Champa berkunjung kedua tempat itu. Untuk menghindari dari perang saudara. Air Langga pun sangat memperhatikan para Brahmana yang telah menggembleng ketika di hutan Bentuk perhatian Air Langga terhadap para Brahmana adalah dengan mendirikan bangunan suci di daerah Peucangan. Air Langga memutuskan mundur dari kerajaan dan menjadi memutuskan untuk menjadi pertapa dengan sebutan resi Gentayu. Pelabuhan Hujung Galuh dan Tuban menjadi bender dagang yang ramai.

Dalam legenda Aji Saka. jadi “Medang Kamulan” berarti “pra-Medang”). bahwa Medang Kamulan dapat dinisbatkan kepada “Hasin-Medang-Kuwu-lang-pi-ya” yang diajukan van Orsoy. dalam artikelnya tentang Kerajaan “Ho-Ling” yang disebut catatan Tiongkok. Medang Kamulan adalah wilayah atau kerajaan setengah mitologis yang dianggap pernah berdiri di Jawa Tengah dan mendahului Kerajaan Medang (kamulan berarti “permulaan”. Legenda Aji Saka sendiri menyebutkan bahwa Bledug Kuwu di Kabupaten Grobogan adalah tempat munculnya Jaka Linglung setelah menaklukkan Prabu Dewata Cengkar. Medang Kamulan dikuasai oleh Prabu Gilingwesi. Kerajaan Medang Kamulan menempati posisi pertama sebagai kerajaan pertama yang ada di Jawa. walaupun ia sendiri tidak yakin. Kerajaan ini dikatakan “setengah mitologis” karena tidak pernah ditemukan bukti-bukti fisik keberadaannya. di selatan “Medang Kamulan”. Hal ini membuka kemungkinan bahwa Medang Kamulan barangkali memang pernah ada. Selanjutnya. Masyarakat Sunda diketahui mengenal legenda mengenai kerajaan ini. Van der Meulen menduga.Di posting saya terdahulu tentang perjalanan sejarah kerajaan kuno di indonesia. Naskah inilah yang pertama kali menyebut bahwa memang ada tempat bernama Medang Kamulan. Medang Kamulan adalah negeri tempat berkuasanya Prabu Dewata Cengkar yang lalim. dikatakan pula bahwa setelah ia menyeberang Sungai Wuluyu tibalah ia di “Gegelang” (Madiun selatan). yang dikatakan mendahului Kerajaan Sunda Galuh Kerajaan Medang Kamulan . Cerita rakyat lain (di antaranya termasuk legenda Loro Jonggrang dan berdirinya Madura) menyatakan. meskipun tidak dikatakan bahwa itu adalah kerajaan. Baris ke-782 dan 783 dari naskah kedua Perjalanan Bujangga Manik dari abad ke-15 menyebutkan bahwa setelah ia (Bujangga Manik) meninggalkan Pulutan (sekarang desa di barat kota Purwodadi) ia tiba di “Medang Kamulan”. Sumber-sumber mengenai kerajaan ini hanya berasal dari cerita-cerita rakyat (misalnya dalam Legenda Loro Jonggrang) dan penyebutan oleh beberapa naskah kuno. Cerita pewayangan versi Jawa menyebutkan bahwa Medang Kamulan adalah tempat bertahtanya Batara Guru.

Pada tahun 992 M. . • Prasasti Mpu Sindok dari daerah Bangil menyatakan bahwa Raja Mpu Sindok memerintah pembuatan satu candi sebagai tempat pendharmaan ayahnya dari permaisurinya yang bernama Rakryan Bawang. Di samping itu. Berita Cina berasal dari catatan-catatan yang ditulis pada zaman Dinasti Sung. tahun 992 M tercatat pada catatan-catatan negeri Cina tentang datangnya duta persahabatan dari Jawa. Bahkan dalam prasasti terakhir. Surabaya di sebelah utara. prasasti dari Raja Airlangga yang menyebutkan silsilah keturunan dari Raja Mpu Sindok. Dalam perkembang-an selanjutnya. Berita Asing Berita asing tentang keberadaan Kerajaan Medang Kamulan di Jawa Timur dapat diketahui melalui berita dari India dan Cina. Kehidupan Politik Sejak berdiri dan berkembangnya Kerajaan Medang Kamulan. b. sehingga ketika Duta Sriwijaya pulang dari Cina (tahun 990 M). Catatancatatan Kerajaan Sung itu menyatakan bahwa antara kerajaan yang berada di Jawa dan Kerajaan Sriwijaya sedang terjadi permusuhan. Raja Mpu Sindok termasuk keturunan Raja Dinasti Sanjaya (Mataram) di Jawa Tengah.Berdasarkan penemuan beberapa prasasti. Baru setelah Airlangga naik tahta muncul prasasti-prasasti yang dijadikan sumber untuk mengetahui keberadaan Kerajaan Medang Kamulan di Jawa Timur. wilayah kekuasaan Kerajaan Medang Kamulan mencakup hampir seluruh wilayah Jawa Timur. setelah ia memindahkan pusat pemerintahannya dari Jawa Tengah ke Jawa Timur. dapat diketahui bahwa Kerajaan Medang Kamulan terletak di muara Sungai Brantas. Kerajaan itu didirikan oleh Mpu Sindok. Berita Prasasti Beberapa prasasti yang mengungkapkan Kerajaan Medang Kamulan antara lain: • Prasasti dari Mpu Sindok. c. pasukan dari Jawa telah meninggalkan Sriwijaya dan Kerajaan Medang Kamulan dapat memajukan pelayaran dan perdagangan. Dari gelar Mpu Sindok itulah diambil nama Dinasti Isyana. Ibukotanya bernama Watan Mas. Mpu Sindok adalah peletak dasar Kerajaan Medang Kamulan di Jawa Timur. Raja Mpu Sindok Raja Mpu Sindok memerintah Kerajaan Medang Kamulan dengan gelar Mpu Sindok Sri Isyanatunggadewa. dan Malang di sebelah selatan. maka Mpu Sindok memindahkan pusat pemerintahannya dari Jawa Tengah ke Jawa Timur. dari Desa Tangeran (daerah Jombang) tahun 933 M menyatakan bahwa Raja Mpu Sindok memerintah bersama permaisurinya Sri Wardhani Pu Kbin. Pasuruan di sebelah timur. Oleh karena kondisi Jawa Tengah tidak memungkinkan bertahtanya Dinasti Sanjaya akibat desakan Kerajaan Sriwijaya. Namun. karena tidak adanya prasasti-prasasti yang menceritakan kondisi Jawa Timur. terpaksa harus tinggal dulu di Campa sampai peperangan itu reda. keadaan Jawa Timur dapat dikatakan suram. Wilayah kekuasaan Kerajaan Medang Kamulan pada masa pemerintahan Mpu Sindok mencakup Nganjuk di sebelah barat. • Prasasti Calcuta. Sumber Sejarah Sumber sejarah Kerajaan Medang Kamulan berasal dari berita asing dan prasasti-prasasti. terdapat beberapa raja yang diketahui memerintah kerajaan ini. Raja-raja tersebut adalah sebagai berikut. • Prasasti Mpu Sindok dari Lor (dekat Nganjuk) tahun 939 M menyatakan bahwa Raja Mpu Sindok memerintah pembuatan candi yang bernama Jayamrata dan Jayastambho (tugu kemenangan) di Desa Anyok Lodang. a. Berita dari India mengatakan bahwa Kerajaan Sriwijaya menjalin hubungan persahabatan dengan Kerajaan Chola untuk membendung dan menghalangi kemajuan Kerajaan Medang Kamulan pada masa pemerintahan Raja Dharmawangsa. setelah Mpu Sindok turun tahta.

Airlangga berjuang untuk mengembalikan kewibawaan kerajaan. Seperti sudah disebut. untuk menghindari perang saudara. Tahta kerajaan diserahkan kepada seorang putrinya yang terlahir dari permaisuri.Dharmawangsa Raja Dharmawangsa dikenal sebagai salah seorang raja yang memiliki pandangan politik yang tajam. Setelah Airlangga berhasil mengalahkan musuh-musuhnya. maka tahta kerajaan diserahkan kepada kedua orang putra yang terlahir dari selir Airlangga. Namun Airlangga dapat melarikan diri bersama pengikutnya yang setia. Airlangga Dalam prasasti Calcuta disebutkan bahwa Raja Airlangga masih termasuk keturunan Raja Mpu Sindok dari pihak ibunya yang bernama Mahendradata (Gunapria Dharmapatni) yang menikah dengan Raja Udayana. Di tengah hutan Airlangga hidup seperti seorang pertapa dengan menanggalkan pakaian kebesarannya. Kerajaan Wengker. Kebesaran Dharmawangsa tampak jelas pada politik luar negerinya. Kemudian. Akan tetapi. Dalam serangan itu. Ketika Airlangga berusia 16 tahun ia dinikahkan dengan putri Dharmawangsa. Raja Dharmawangsa mengerahkan seluruh angkatan lautnya untuk menduduki dan menguasai Kerajaan Sriwijaya. Airlangga menghadapi lawan-lawan yang cukup kuat seperti Kerajaan Wurawari. keadaan masyarakatnya stabil. Serangan itu terjadi ketika Raja Dharmawangsa melaksanakan upacara pernikahan putrinya dengan Airlangga (dari Bali). Dalam waktu singkat Kerajaan Medang Kamulan berhasil meningkatkan kesejahteraannya. tetapi putrinya telah memilih menjadi seorang pertapa dengan gelar Ratu Giri Putri. Dalam usaha menundukkan Kerajaan Medang Kamulan. atas tuntutan dari rakyatnya. Airlangga digembleng baik lahir maupun batin di hutan Wonogiri. Airlangga berhasil melarikan diri bersama pengikutnya yang setia. yaitu Narottama ke dalam hutan. . Kerajaan Medang Kamulan terbagi dua. dan Raja Futri dari selatan yang bernama Rangda Indirah. Raja Dharmawangsa percaya bahwa kedudukan ekonomi Kerajaan Sriwijaya yang kuat merupakan ancaman bagi perkembangan Kerajaan Medang Kamulan. Oleh karena itu. Sriwijaya bangkit dan mengadakan pembalasan terhadap Kerajaan Medang Kamulan yang masih diperintah oleh Dharmawangsa. ia mulai membangun kerajaan di segala bidang kehidupan untuk kemakmuran rakyatnya. Serangan dari Kerajaan Wurawari itulah yang mengakibatkan hancurnya Kerajaan Medang Kamulan (1016 M). pada tahun 1042 M Raja Airlangga memasuki masa kependetaan. yaitu dengan Kerajaan Wurawari. Peperangan menghadapi Rangda Indirah ini diceritakan melalui cerita yang berjudul Calon Arang. Kerajaan Sriwijaya mengadakan hubungan dengan kerajaan kecil yang ada di Jawa. Pada saat upacara pernikahan itulah terjadi serangan dari Kerajaan Wurawari. yaitu Narottama. Airlangga berusaha mempersiapkan diri agar dapat menghadapi lawan-lawan kerajaannya. Antara tahun 1019-1028 M. yaitu Kerajaan Jenggala dan Kerajaan Kediri (Panjalu). selang beberapa tahun kemudian. Selanjutnya. Raja Dharmawangsa beserta kerabat istana tewas. Setelah tercapai kestabilan dan kesejahteraan kerajaan. yang mengakibatkan hancurnya Kerajaan Medang Kamulan. Dengan persiapan yang cukup. pada tahun 1019 M Airlangga bersedia dinobatkan menjadi raja untuk meneruskan tradisi Dinasti Isyana. Selama tiga tahun (1016-1019 M). antara tahun 1028-1035 M. dengan gelar Rakai Halu Sri Lakeswara Dharmawangsa Airlangga Teguh Ananta Wirakramatunggadewa.

antara lain membangun bendungan atau waduk untuk pengairan. dan perdagangan. Selama pemerintahannya. Selama di pengasingan. Karena perdagangan di kawasan perairan jawa dan Sumatera masih dikuasai Kerajaan Sriwijaya. c. Perhatian membuktikan antara agama Hindu dan Buddha bisa hidup saling berdampingan. Akhir Langga berusaha memulihkan kewibawaan Kerajaan Medang. ia berusaha meningkatkan kesejahteraan rakyatnya. Akan usaha untuk meningkatkan perdagangan mengalami kesulitan. Dharmawangsa Teguh Setelah Mpu Sindok. Saat memerintah. b. Akibat serangan tersebut Kerajaan Medang mengalami kehancuran. Ketika terjadi peristiwa tersebut. Air Langga lolos dari pembunuhan. Medang Kamulan diteruskan oleh Dharma Teguh yang juga merupakan cucu dari Mpu Sindok. Letak Kerajaan berada di wilayah Jawa Timur. Secara berturut-turut Air Langga berhasil menaklukan rajaraja bawahan (vassal) Sriwijaya seperti Bisaprabhawa ditaklukan tahun 1029 M. Kerajaan Medang menjadi Kerajaan tersendiri sejak Mpu sindok membentuk Dinasti Baru yaitu Isyana. Raja Adhamapanuda tahun 1031 M termasuk Wura . Dharmawangsa mengirimkan tentaranya untuk merebut pusat perdagangan di Selat Malaka dari kekuasaan Sriwijaya. sangat memperhatikan usaha penggubahan Kitab Buddha Mahayana. Letak GeografisKerajaan Medang kamulan merupakan Kerajaan kelanjutan dari Mataram Lama di Jawa Tengah. Air Langga mendapat gemblengan dari para Brahmana dan dinobatan menjadi raja. Serangan tersebut ternyata tidak berhasil. Air langga (Erlangga) Air langga adalah putera Raja Bali bernama Udaya yang menikah dengan Mahendradatta saudari raja Dharmawangsa. pada tahun 1003 M. Raja Mpu sindok melarang rakyat untuk menangkap ikan di bendungan tersebut. Bahkan Sriwijaya membalas melalui serangan kerajaan Wura Wuri (kerajaan bawahan atau vassalSriwijaya). Atas bantuan Narattoma berhasil melarikan diri ke hutan.sejarah tentang kerajaan di Indonesia. Mpu Sindok Mpu Sindok merupakan Raja pertama di Kerajaan Medang Kamulan. Air Langga dinikahkan oleh Dharmawangsa. Larangan ini bertujuan untuk melestarikan sumber daya alam. Mpu Sindok memerintah selama 20 tahun. Dalam bidang agama . Perkembangan Pemerintahan a. secara tiba-tiba datang serangan dari kerajaan Wura Wuri (kerajaan bawahan Sriwijaya) yang menewaskan Dhramawangsa dan keluarga. raja Wijayawarman dari Wengker tahun 1034. Selama memerintah. Pada waktu pesta pernikahan. 3. Usaha tersebut antara lain dengan meningkatkan pertanian. Hasil gubahan berupa kitab Sang Hyang Kamahayanikan. Dalam rangka mematahkan pengaruh Sriwijaya. Mpu Sindok bergelas Sri Maharaja Raka i Hino Sri Isyana Wikrama Dharmatunggadwea. Medangkamulan 1. Sumber Sejarah • Prasasti Mpu Sindok Prasasti ini menyebutkan beberapa tulisan tentang usaha-usaha yang dilakukan Mpu Sindok ketika memerintah di Kerajaaan Medang • Prasasti Calcuta Prasasti ini menyebutkan tentang silsilah raja-raja yang memerintah di Dinasti Isyana (Mpu Sindok) sampai masa masa pemerintahan Raja Air Langga. Peristiwa kehancuran yang menewaskan Dharmawangsa disebut dengan Pralaya. 2. Berbagai usaha yang dilakukan untuk memakmurkan rakyat. Mpu Sindok meskipun agama Hindu. Mpu Sindok memerintah dengan bijaksana. ia dibantu oleh oleh permaisurinya bernama Sri wardhani Pu Kbin .

Air Langga membagi dua kerajaan. Maka dengan demikian berakhirlah kerajaan Medang Kamulan sekaligus Dinasti Isyana. [sunting]Mulawarman Mulawarman adalah anak Aswawarman dan cucu Kudungga.000 ekor sapi kepada kaum brahmana. Air Langga meninggal pada tahun 1049 M. Di penghujung akhir hayatnya. Air Langga memindahkan ibukota kerajaan Medang keKahuripan. Usaha yang dilakukan Air Langga dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Medang. Nama Kutai diberikan oleh para ahli karena tidak ada prasasti yang secara jelas menyebutkan nama kerajaan ini. Birma. telah mendorong Kerajaan Medang Kamulan kepuncak kejayaan dan kemakmuran. Kudungga adalah pembesar dari Kerajaan Campa (Kamboja) yang datang ke Indonesia. Batas kedua kerajaan dibatasi oleh sungai Brantas. Ada tujuh buah yupa yang menjadi sumber utama bagi para ahli dalam menginterpretasikan sejarah Kerajaan Kutai. Karena memang sangat sedikit informasi yang dapat diperoleh akibat kurangnya sumber sejarah. antara lain : 1. Membangun jalan-jalan yang menghubungkan pesisir ke pusat kerajaan Pelabuhan Hujung Galuh dan Tuban menjadi bender dagang yang ramai. Dari salah satu yupa tersebut diketahui bahwa raja yang memerintah kerajaan Kutai saat itu adalah Mulawarman. Kerajaan ini terletak di Muara Kaman. Memperbaiki pelabuhan Hujung Galuh. Kerajaan kutai Kutai Martadipura adalah kerajaan tertua bercorak Hindu di Nusantara dan seluruh Asia Tenggara. Ia juga . 2. di muara Kali Brantas.Wuri tahun 1035. Pembagian dibantu oleh Mpu Bharada. Jenazahnya disemayamkan di lereng gunung Pananggungan dalamcandi Belahan. Nama Kutai diambil dari nama tempat ditemukannya prasasti yang menggambarkan kerajaan tersebut. Namun karena ia memilih menjadi pertapa. Selain usaha dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat. Kalimantan Timur. Kapal-kapal dari India. Usaha-usaha yang dilakukan Air Langga. maka tahta beralih pada putera Air Langga yang lahir dari Selir. [sunting]Sejarah [sunting]Yupa Informasi yang ada diperoleh dari Yupa / prasasti dalam upacara pengorbanan yang berasal dari abad ke-4. Air Langga pun sangat memperhatikan para Brahmana yang telah menggembleng ketika di hutan Bentuk perhatian Air Langga terhadap para Brahmana adalah dengan mendirikan bangunan suci di daerah Peucangan. Nama Mulawarman dan Aswawarman sangat kental dengan pengaruh bahasa Sanskerta bila dilihat dari cara penulisannya. Air Langga memutuskan mundur dari kerajaan dan menjadi memutuskan untuk menjadi pertapa dengan sebutan resi Gentayu. Atas keberhasilan raja Air Langga tersebut dalam membangun kerajaan maka pengalaman hidupnya dikisahkan dalam sebuah kitab bernama Arjuna wiwaha yang digubah oleh Mpu Kanwa. Pewaris tahta kerajaan seharusnya seorang puteri (sri Sanggramawijaya) yang lahir dari permaisuri. Untuk menghindari dari perang saudara. [sunting]Aswawarman Aswawarman mungkin adalah raja pertama Kerajaan Kutai yang bercorak Hindu. Kamboja dan Champa berkunjung kedua tempat itu. tepatnya di hulu sungai Mahakam. Membangun waduk waringin sapta untuk mencegah banjir musiman 3. Kudungga sendiri diduga belum menganut agama Budha. yaitu Jenggala dan Panjalu. Namanya dicatat dalam yupa karena kedermawanannya menyedekahkan 20. Setelah berhasil memulihkan kewibawaan kerajaan.

ditemukan di perkebunan kopi milik Jonathan Rig. dibuat sekitar 400 M (H Kern 1917). Putra Aswawarman adalah Mulawarman. sang prabu mengadakan selamatan dengan menyedekahkan 1. Ciampea. Kutai Kartanegara inilah. Sumber dari dalam negeri berupa tujuh buah prasasti batu yang ditemukan empat di Bogor. . Kerajaan Kutai mengalami masa keemasan. Banten. tidak ada penjelasan atau catatan yang pasti mengenai siapakah yang pertama kalinya mendirikan kerajaan Tarumanegara. Bukti keberadaan Kerajaan Taruma diketahui melalui sumber-sumber yang berasal dari dalam maupun luar negeri. Prasasti Tugu. Dari prasasti-prasasti ini diketahui bahwa kerajaan dipimpin oleh Rajadirajaguru Jayasingawarman pada tahun 358 M dan beliau memerintah sampai tahun 382 M. satu diJakarta dan satu di Lebak Banten. Tarumanegara Tarumanagara atau Kerajaan Taruma adalah sebuah kerajaan yang pernah berkuasa di wilayah barat pulau Jawa pada abad ke-4 hingga abad ke-7 M. Dari yupa diketahui bahwa pada masa pemerintahan Mulawarman.diketahui sebagai pendiri dinasti Kerajaan Kutai sehingga diberi gelar Wangsakerta. hingga sangat sedikit yang mendengar namanya. Aswawarman memiliki 3 orang putera. berisi pujian kepada Raja Purnawarman. Kabupaten Bekasi. Wilayah kekuasaannya meliputi hampir seluruh wilayah Kalimantan Timur. Pada tahun417 ia memerintahkan penggalian Sungai Gomati dan Candrabaga (Kali Bekasi) sepanjang 6112 tombak (sekitar 11 km). Desa Tugu. di tahun 1365. [sunting]Prasasti yang ditemukan 1. Kerajaan Tarumanegara ialah kelanjutan dari Kerajaan Salakanagara. Bogor 2. Kutai Kartanegara selanjutnya menjadi kerajaan Islam yang disebut Kesultanan Kutai Kartanegara. Prasasti tersebut isinya menerangkan penggalian Sungai Candrabaga oleh Rajadirajaguru dan penggalian Sungai Gomati oleh Purnawarman pada tahun ke-22 masa pemerintahannya. terlihat bahwa pada saat itu Kerajaan Taruma adalah kerajaan Hindu beraliran Wisnu. Taruma merupakan salah satu kerajaan tertua di Nusantara yang meninggalkan catatan sejarah. Prasasti Cidanghiyang atau Prasasti Munjul. yang artinya pembentuk keluarga. ditemukan di Kampung Batutumbu. Dalam catatan sejarah dan peninggalan artefak di sekitar lokasi kerajaan. Perlu diingat bahwa Kutai ini (Kutai Martadipura) berbeda dengan Kerajaan Kutai Kartanegara yang ibukotanya pertama kali berada di Kutai Lama (Tanjung Kute). Sumber Sejarah Bila menilik dari catatan sejarah ataupun prasasti yang ada. Kecamatan Tarumajaya. sekarang disimpan di museum di Jakarta. dan salah satunya adalah Mulawarman. Raja yang pernah berkuasa dan sangat terkenal dalam catatan sejarah adalah Purnawarman. Kecamatan Munjul. Makam Rajadirajaguru Jayasingawarman ada di sekitar sungai Gomati (wilayah Bekasi). Kerajaan Kutai seakan-akan tak tampak lagi oleh dunia luar karena kurangnya komunikasi dengan pihak asing. dan kekeringan yang terjadi pada musim kemarau. Rakyat Kutai hidup sejahtera dan makmur. Selesai penggalian.000 ekor sapi kepada kaum brahmana. 3. ditemukan di aliran Sungai Cidanghiang yang mengalir di Desa Lebak.Penggalian sungai tersebut merupakan gagasan untuk menghindari bencana alam berupa banjir yang sering terjadi pada masa pemerintahan Purnawarman. Aji Pangeran Anum Panji Mendapa. Prasasti Kebon Kopi. Kabupaten Pandeglang. [sunting]Berakhir Kerajaan Kutai berakhir saat Raja Kutai yang bernama Maharaja Dharma Setia tewas dalam peperangan di tangan Raja Kutai Kartanegara ke-13. yang disebutkan dalam sastra JawaNegarakertagama.

Nanggung. Ciampea. Bogor 5. Prasasti Ciaruteun. Prasasti Pasir Awi. Bogor 6. Prasasti Muara Cianten. Bogor 7. Citeureup. Ciampea. Prasasti Jambu.4. Bogor .

beraksara Palawa. yang berbunyi: vikkrantasyavanipateh shrimatah purnavarmmanah tarumanagararendrasya vishnoriva padadvayam Terjemahannya menurut Vogel: Kedua (jejak) telapak kaki yang seperti (telapak kaki) Wisnu ini kepunyaan raja dunia yang gagah berani yang termashur Purnawarman penguasa Tarumanagara. [sunting]Prasasti Pasir Muara Di Bogor. sarga 3. tempat itu masih dilaporkan dengan nama Pasir Muara. Isinya adalah puisi empat baris. [sunting]Prasasti Ciaruteun Prasasti Ciaruteun ditemukan pada aliran Ci Aruteun. dahulu merupakan sebuah “kota pelabuhan sungai” yang bandarnya terletak di tepi pertemuan Cisadane dengan Cianten. di antara bawahan Tarumanagara pada masa pemerintahan Purnawarman terdapat nama “Rajamandala” (raja daerah) Pasir Muhara. Karena angka tahunnya bercorak “sangkala” yang mengikuti ketentuan “angkanam vamato gatih” (angka dibaca dari kanan). yang menunjukkan tanda kekuasaan &mdash& fungsinya seperti “tanda tangan” pada zaman sekarang. Prasasti ini peninggalan Purnawarman. Menurut Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara parwa II. Dahulu termasuk bagian tanah swasta Ciampea. Prasasti itu kini tak berada ditempat asalnya. Sampai abad ke-19. aksara tersebut belum mencapai taraf modifikasi bentuk khasnya sebagaimana yang digunakan naskah-naskah (lontar) abad ke16. Sampai abad ke-19 jalur sungai itu masih digunakan untuk angkutan hasil perkebunan kopi. seratus meter dari pertemuan sungai tersebut dengan Ci Sadane. Sekarang termasuk wilayah Kecamatan Cibungbulang. Selain itu. maka prasasti tersebut dibuat dalam tahun 458 Saka atau 536 Masehi. Kehadiran prasasti Purnawarman di kampung itu menunjukkan bahwa daerah itu termasuk kawasan kekuasaannya. prasasti ditemukan di Pasir Muara. yang mengacu pada model aksara Kamboja dengan beberapa cirinya yang masih melekat. halaman 161. berbahasa Sansekerta. di tepi sawah. tidak jauh dari prasasti Telapak Gajah peninggalan Purnawarman. Dalam prasasti itu dituliskan : ini sabdakalanda rakryan juru panga-mbat i kawihaji panyca pasagi marsa-n desa barpulihkan haji su-nda Terjemahannya menurut Bosch: Ini tanda ucapan Rakryan Juru Pengambat dalam tahun (Saka) kawihaji (8) panca (5) pasagi (4). Pada zaman ini. yang pada awalnya merupakan perkembangan dari aksara tipe Pallawa Lanjut. Cianten dan Ciaruteun. Sekarang masih digunakan oleh pedagang bambu untuk mengangkut barang dagangannya ke daerah hilir. pemerintahan begara dikembalikan kepada raja Sunda. [sunting]Prasasti Telapak Gajah Prasasti Telapak Gajah bergambar sepasang telapak kaki gajah yang diberi keterangan satu baris berbentuk puisi berbunyi: jayavi s halasya tarumendrsaya hastinah airavatabhasya vibhatidam padadavayam Terjemahannya: Kedua jejak telapak kaki adalah jejak kaki gajah yang cemerlang seperti Airawata kepunyaan . Prasasti pada zaman ini menggunakan aksara Sunda kuno.Lahan tempat prasasti itu ditemukan berbentuk bukit rendah berpermukaan datar dan diapit tiga batang sungai: Cisadane. namun pada tahun1981 diangkat dan diletakkan di dalam cungkup. ada pula gambar sepasang “pandatala” (jejak kaki). Kampung Muara tempat prasasti Ciaruteun dan Telapak Gajah ditemukan.

Demikian pula mahkota yang dikenakan Purnawarman berukiran sepasang lebah. gajah perang Purnawarman diberi nama Airawata seperti nama gajah tunggangan Indra. Berdasarkan prasast-prasati tersebut diketahui raja yang memerintah pada waktu itu adalah Purnawarman. masih ada satu lagi prasasti lainnya yaitu prasasti batu peninggalan Tarumanagara yang terletak di puncak Bukit Koleangkak. Terjemahannya menurut Vogel: Yang termashur serta setia kepada tugasnya ialah raja yang tiada taranya bernama Sri Purnawarman yang memerintah Taruma serta baju perisainya tidak dapat ditembus oleh panah musuh-musuhnya. 2. Pada bukit ini mengalir (sungai) Cikasungka. Dari tiga berita di atas para ahli menyimpulkan bahwa istilah To-lo-mo secara fonetis penyesuaian kata-katanya sama dengan Tarumanegara. yang selalu berhasil menghancurkan benteng musuh. Kerajaan Tarumanegara diperkirakan berkembang antara tahun 400-600 M. juga menceritakan bahwa tahun 666 dan 669 telah datang utusan dari To-lo-mo. matahari kembar atau kombinasi surya-candra (matahari dan bulan). yang banyak adalah orang-orang yang beragama Hindu dan “beragama kotor” (maksudnya animisme). [sunting]Prasasti Jambu Di daerah Bogor. yang selalu menghadiahkan jamuan kehormatan (kepada mereka yang setia kepadanya). Ukiran bendera dan sepasang lebah itu dengan jelas ditatahkan pada prasasti Ciaruteun yang telah memancing perdebatan mengasyikkan di antara para ahli sejarah mengenai makna dan nilai perlambangannya. Maka berdasarkan sumber-sumber yang telah dijelaskan sebelumnya maka dapat diketahui beberapa aspek kehidupan tentang Taruma. . Berita Dinasti Tang. 3. Menurut Pustaka Parawatwan i Bhumi Jawadwipa parwa I. Demikian pula tentang ukiran sepasang tanda di depan telapak kaki ada yang menduganya sebagai lambang labah-labah. kepunyaannyalah kedua jejak telapak kaki ini. 1. Ukiran kepala gajah bermahkota teratai ini oleh para ahli diduga sebagai “huruf ikal” yang masih belum terpecahkan bacaaanya sampai sekarang. Berita Fa Hien. bendera Kerajaan Tarumanagara berlukiskan rangkaian bunga teratai di atas kepala gajah. Prasasti inipun berukiran sepasang telapak kaki dan diberi keterangan berbentuk puisi dua baris: shriman data kertajnyo narapatir – asamo yah pura tarumayam nama shri purnnavarmma pracurarupucara fedyavikyatavammo tasyedam – padavimbadavyam arnagarotsadane nityadksham bhaktanam yangdripanam – bhavati sukhahakaram shalyabhutam ripunam. Keterangan pustaka dari Cirebon tentang bendera Taruma dan ukiran sepasang “bhramara” (lebah) sebagai cap pada mahkota Purnawarman dalam segala “kemudaan” nilainya sebagai sumber sejarah harus diakui kecocokannya dengan lukisan yang terdapat pada prasasti Ciaruteun. Berita Dinasti Sui. Kecamatan Leuwiliang. Bahkan diberitakan juga. Desa Pasir Gintung. sarga 1. Airawata adalah nama gajah tunggangan Batara Indra dewa perang dan penguawa Guntur. menceritakan bahwa tahun 528 dan 535 telah datang utusan dari To-lomo (“Taruma”) yang terletak di sebelah selatan. [sunting]Sumber berita dari luar negeri Sumber-sumber dari luar negeri semuanya berasal dari berita Tiongkok. tetapi merupakan duri bagi musuh-musuhnya. Menurut mitologi Hindu.penguasa Tarumanagara yang jaya dan berkuasa. tahun 414M dalam bukunya yang berjudul Fa Kao Chi menceritakan bahwa di Ye-po-ti (“Jawadwipa”) hanya sedikit dijumpai orang-orang yang beragama Buddha.

Wilayah kekuasaan Purnawarman menurut prasasti Tugu. Rupanya daerah ini pernah mengalami musibah dilanda lahar panas. Cerita pewayangan versi Jawa menyebutkan bahwa Medang Kamulan adalah tempat bertahtanya Batara Guru[1].[3] Van der Meulen menduga. Salah satu tempat yang diperkirakan sebagai pusat Kerajaan Mataram itu terletak di Medari. Dalam prasasti. walaupun ia sendiri tidak yakin. menyatakan bahwa Medang Kamulan dikuasai oleh Prabu Gilingwesi. Penggalian purbakala yang dilakukan disana terpaksa dihentikan karena terbentur bekuan batuan lahar yang sangat keras pada kedalaman satu meter dari permukaan tanah sekarang.[2] Legenda Aji Saka sendiri menyebutkan bahwa Bledug Kuwu di Kabupaten Grobogan adalah tempat munculnya Jaka Linglung setelah menaklukkan Prabu Dewata Cengkar. Pendapat ini dilengkapi dengan terdapatnya desa kepitu di selatan Medari. Medang Kamulan adalah wilayah atau kerajaan setengah mitologis yang dianggap pernah berdiri di Jawa Tengah dan mendahului Kerajaan Medang. Kerajaan ini dikatakan setengah mitologis karena tidak pernah ditemukan bukti-bukti fisik keberadaannya. . di sekitar desa Kepitu tersebut tidak terdapat desa Kanem atau Kewolu. sehingga “Medang Kamulan” dapat diartikan sebagai “pra-Medang”. Dari beberapa sisa bangunan yang telah diketemukan. Poh Pitu ini pada jaman sekarang berubah menjadi desa Kepitu. Hal ini membuka kemungkinan bahwa Medang Kamulan barangkali memang pernah ada. dapat diperkirakan bahwa daerah itu pada jaman dahulu merupakan tempat pemukiman. dikatakan pula bahwa setelah menyeberangi Sungai Wuluyu. misalnya dalam legenda Loro Jonggrang.[5] Naskah inilah yang pertama kali menyebutkan bahwa memang ada tempat bernama Medang Kamulan. Jawa Tengah) ia tiba di “Medang Kamulan”. Sleman ditemukan bekas Wihara Budha. meliputi hapir seluruh Jawa Barat yang membentang dari Banten. Dalam legenda Aji Saka. “Kamulan” berarti “permulaan”. Medang Kamulan adalah negeri tempat berkuasanya Prabu Dewata Cengkar yang zalim. Budayawan Linus Suryadi AG (almarhum) juga mempunyai pandangan serupa. Jakarta. Sleman. kraton Sanjaya dikatakan terletak di Medang di Poh Pitu (ri mdang ri poh pitu). Bogor dan Cirebon. Uniknya. Sumber-sumber mengenai kerajaan ini hanya berasal dari cerita-cerita rakyat. Baris ke-782 dan 783 dari naskah kedua Perjalanan Bujangga Manik dari abad ke-15 menyebutkan bahwa setelah Bujangga Manik meninggalkan Pulutan (sekarang adalah desa di sebelah barat Purwodadi. dan penyebutan oleh beberapa naskah kuno. meskipun tidak dikatakan bahwa itu adalah kerajaan. Dugaan pusat Kerajaan Mataram di Medari itu bisa juga dirunut dari kalimat “ri medang ri” yang lama-kelamaan dibaca sebagai “medari”. di antaranya termasuk legenda Loro Jonggrang dan berdirinya Madura. Selanjutnya. Dan tampaknya di wilayah ini banyak bangunan sekolahan jaman kuno (Wihara). terutama yang jelas berupa bekas-bekas sebuah tembok keliling. tibalah ia di Gegelang yang terletak di sebelah selatan Medang Kamulan. Hal ini didasarkan pada fakta lapangan bahwa di sekitar desa Kadisaba. bahwa Medang Kamulan dapat dinisbahkan kepada “Hasin-Medang-Kuwu-lang-pi-ya” yang diajukan van Orsoy.[4] dalam artikelnya tentang Kerajaan “Ho-Ling” yang disebut catatan Tiongkok. Di daerah Medarintotex (GKBI Medari) pernah diketemukan bekas-bekas peninggalan purbakala berupa fondasi bangunan dan sisa-sisa tembok keliling yang terbuat dari batu andesit. Bukankan dalam prasasti Medang disebut terletak di Poh Pitu. Cerita rakyat lain. Dimana letak Poh Pitu itu hingga kini belum dapat ditentukan.

Apalagi Candi Prambanan dan Candi Sewu yang bisa dipastikan sebagai candi kerajaan terdapat disini. Prambanan merupakan daerah yang sangat kaya peninggalan monumen dari jaman Mataram kuno. Wonoboyo merupakan pemukiman bangsawan yang terletak di pusat Kerajaan. Letaknya terbenam sedalam lima meter dibawah permukaan tanah sekarang. Menurut prasasti Harinjing (726 Masehi). Sayang sekali. juga dilakukan oleh Drs. Menurutnya. kemungkinan besar pusat kerajaan juga berada di sekitar tempat itu. Karena itu maka Mpu Sindok membangun kembali kerajaannya di Jawa Timur. Banyak pihak tentu akan berpendapat bahwa Kraton Medang terletak di daerah Prambanan.Pusat kerajan Rakai Watukura Dyah Balitung berpusat di daerah Kedu Selatan mengingat gelar rakainya. . Keadaan ini sama seperti yang dialami candi Sambisari di daerah Kalasan yang juga diketemukan di kedalaman enam meter di bawah permukaan tanah sekarang. Berarti candi-candi itu sempat terkubur lahar Merapi. Banyaknya candi yang sudah diketemukan memberi indikasi bahwa daerah ini pernah menjadi pusat kegiatan masyarakat.” Candi merupakan petunjuk terdapatnya aktivitas manusia masa Hindu. Letak Tamwlang mungkin di daerah Jombang dimana masih ada desa Tambelang. Desa ini terletak sekitar 3 Km di sebelah timur Candi Prambanan.Candi yang didirikan Sanjaya diketahui letaknya. “Temuan emas di Wonoboyo semakin menguatkan pedapatnya itu. sehingga dalam anggapan para pujangga hal itu dianggap sebagai kehancuran dunia pada akhir masa Kaliyuga. Ibukotanya bernama Tamwlang. Maka letak istananya kemungkinan terletak di sekitar candi tersebut. Mungkin di daerah Sragen di sebelah timur Sungai Bengawan Solo atau daerah Purwodadi/Grobogan. Bahkan sekarang sudah ditimbun tanah lagi oleh pemilik pekarangan. “Dalam sebuah penelitian yang dilakukan Drs. yaitu di daerah Gunung Wukir di Salam. Raja Rakai Kayuwangi pernah menempatkan kratonnya di Mammratipura (medang i mamratipura). “kata Joko Dwiyanto. “tambah Joko Dwiyanto. Tidak jauh dari Medari di desa Morangan dalam bulan September 1965 pernah diketemukan sebuah candi. Maka harus dibangun kerajaan baru dengan wangsa yang baru pula. Raja Rakai Panangkaran memindahkan pusat kerajaannya dari daerah Kedu ke lembah di lereng Gunung Merapi. Kusen (Almarhum) sampai pada kesimpulan bahwa salah satu pusat Kerajaan Medang berada di Randusari. “Kraton Medang kemungkinan terletak di dalam radius tertentu dari candi Gunung Wukir. Jika candi tersebut merupakan sebuah kumpulan yang luas. Kerajaan Mataram di Jawa Tengah mengalami kehancuran karena letusan Gunung Merapi yang maha dahsyat. Kusen (Almarhum) terhadap lokasi Candi Prambana. Memindahkan pusat kerajaannya ke timur. Memang. Pendapat ini sangat beralasan. Rupa-rupanya Kerajaan itu tetap bernama Mataram. Martinus Maria Soekarto kartoatmojo (Almarhum) di daerah Candi Borobudur. Kesimpulan yang dibuat oleh Drs. Magelang. Candi ini tidak bisa ditampakkan kembali. Wonoboyo dekat dengan Randusari. Candi ini diberi nama Candi Batumiring. Di sekitar daerah Salam atau Salaman. Watugaluh terletak di Jawa Timur. Kraton Medang ternyata tidak hanya di Poh Pitu saja.

. Namun ada dugaan lain. Kraton Boko hanya tempat peristirahatan dan benteng terakhir. Sebab di bekas Kraton Boko itu terdapat replika Candi Prambanan sebagai tempat berdoa atau „caos sesaji‟. Dari paparan tadi bisa jadi ada pergeseran pusat pemerintahan Mataram Kuno. kemudian ke timur dan setelah menjadi Mataram mungkin di sebelah timur laut kota Yogyakarta. dari wilayah Kedu selatan sampai di Sleman. Namun dari bukti-bukti lapangan dan referensi pustaka bisa dikaji kemungkinan letak Mataram Hindu.Yang masih menjadi pertanyaan kemudian adalah kaitan antara bekas Kraton Boko dengan Candi Prambanan. Tentang hal ini banyak pakar berbeda pendapat.

Van Der Meulen memperkirakan perpindahan itu terjadi dari sekitar Pegunungan Dieng ke kaki sebelah timur Gunung Ungaran. Keterangan tentang adanya gua yang selalu mengeluarkan air garam memang cocok dengan keadan di Purwodadi. Tempat yang dimaksud adalah desa Bergas Lor dan Bergas Kidul. yang dianggapnya terletak di Grobogan. Jawa Timur. Berita Cina selanjutnya menyebutkan bahwa Ki-yen telah memindahkan ibukota Ho-ling ke timur. Jawa Tengah.MELACAK „PETILASAN MATARAM KUNO‟ ANTARA SEMARANG – YOGYAKARTA : KRATON MEDANG KAMULAN BERKIBLAT MERAPI ( TULISAN KEDUA ) Desa Medang dijumpai mulai dari daerah Bagelen di Purworejo. yang mula-mula. “Pendapat tersebut dikemukakan oleh Boechari (almarhum). Penduduk setempat menyebutnya Bledug Kuwu. Bekas-bekas pemandian juga diketemukan di Kali Taman dan Sindang Beji. Dari candi ini banyak patung yang telah dipindahkan ke Museum Nasional Jakarta. Kurang lebih ada sepuluh arca.Di tempat itu diketemukan 77 buah cincin. Beliau menempatkan kronologi kerajaan Ho-ling ini sebelum Medang. Dikatakan bahwa Ho-ling adalah kerajaan yang makmur. Tidak ada bukti sejarah yang yang mendukumg keberadaannya. Jawa Tengah. Sumber ini menyebut Jawa sebagai Ho-ling. Ho-ling ini sering disamakan dengan Kalingga dalam cerita tutur rakyat Jawa Tengah. Jumlah cincin emas yang pernah diketemukan dan kini disimpan di Museum Nasional Jakarta sebagian besar berasal dari Dieng dan sekitar Gunung Ungaran. Pemindahan pusat kerajaan ini terjadi tahun 899-911 Masehi. Di tempat itu terdapat Candi Sikunir. “Kamulan berarti asal. Karangjati. Lokasi daerah ini sesuai pula dengan keterangan yang ditulis oleh sumber-sumber Cina dari jaman Dinasti Tang (618-906 Masehi). Belum lagi arca-arca yang dibawa secara ilegal. Karena Boechari menempatkan kronologi Ho-ling lebih tua dari Medang. Yang terbanyak ialah antara Purwodadi/Grobogan dan Blora. “tambah Joko Dwiyanto”. Jadi Medang Kamulan berarti letak Medang yang pertama atau asal mula medang . yang pertama-tama. Di sekitar wilayah itu juga diketemukan peninggalan di Pendem. Ada sebuah gua yang selalu mengeluarkan air garam (bledug). Kedua desa ini terletak beberapa kilometer di selatan kota Ungaran. Di desa Kuwu di daerah Purwodadi terdapat kawah yang selalu menyemburkan air garam. dan Mijel. Orang di situ membuat garam dari air yang mengalir dari kawah tersebut. Sedangkan Kalingga sebenarnya hanya ada dalam cerita rakyat. Jawa Tengah sampai di dekat Madiun.”ungkap Joko Dwiyanto”. maka masyarakat menempatkan Medang Kamulan di daerah Grobogan tersebut. .

Kota Dieng yang selalu berkabut dalam bahasa Jawa disebut “Kamulan”. . Agus Pudjoarianto dari Fakultas Biologi UGM. Dugaan ini diperkuat dengan banyaknya candi yang dibangun di wilayah ini. Bahkan dari kisah wayang Lahirnya Abimanyu yang mandi di Sungai Serayu (sir rahayu) terlihat adanya pemahaman akan adanya sosialitas masyarakat kerajaan. Diperkuat dengan nama candi-candi yang ada di Dieng yang diambil dari nama wayang bisa jadi di lereng Gunung Sindoro ini pernah lahir kerajaan. Menurutnya terdapat kemiripan tumbuhan yang di tanam di Dieng dengan beberapa bagian di Jawa Barat. di Dieng sudah ada kegiatan manusia dari tahun 500 Masehi. Dari asumsi ini bisa diduga bahwa awal Kerajaan Medang dari Jawa Barat kemudian berkembang di Jawa Tengah antara lain di Dieng. Temuan ini memperkuat asumsi hancurnya Kerajaan Medang oleh abu dahsyat Merapi.Dari penelitian Dr. Dari telaahan serbuk sari yang dilakukan kegiatan yang dilakukan manusia berkelompok ini bisa jadi merupakan sebuah komunitas masyarakat kerajaan. Dari telaah serbuk sari juga didapat bukti adanya lumpur vulkanik yang tebal yang menutupi kegiatan sebelumnya.

yaitu hutan Gajah dan adanya daerah wana ing alas i Saliman. Sayang. Kuburan-kuburan Cina yang terletak di lereng bukit menjadi penyebabnya. sehingga terjadi lipatan. Disini untuk pertama kalinya nama Medang disebut. Karena itu setelah Sanjaya dinobatkan mejadi raja. Tentang nama Kunjarakunja itu. Gunung Gendol. Kedua prasasti yang dibuat oleh Dyah Balitung itu berisi daftar raja-raja yang pernah berkuasa di Kerajaan Mataram Kuno.MELACAK „PETILASAN MATARAM KUNO‟ ANTARA SEMARANG – YOGYAKARTA : KRATON MEDANG KAMULAN BERKIBLAT MERAPI Jika kita melinta s di jalan raya Yogyakarta – Magelang. “Medang adalah nama kerajaan sebelum bernama Mataram. Hal ini berhubungan dengan kepercayaan bahwa istana yang telah diserbu musuh sudah kehilangan tuahnya. letusan Merapi yang terhebat dalam sejarahnya itu menyebabkan sebagian besar puncaknya lenyap.” kata Drs. Poerbatjaraka pernah mengemukakan pendapat bahwa yang yang dimaksud dengan daerah itu adalah daerah Sleman. Pusat kerajaan Sanna dihancurkan. Perpindahan Kerajaan Medang . Lapisan tanah bergeser ke arah barat daya. Pendirian lingga untuk memperingati bahwa Sanjaya telah dapat membangun kembali Kerajaan dan bertahta setelah menaklukkan musuh-musuhnya. Peristiwanya tercatat dalam prasasti Canggal yang diketemukan di halaman Candi Gunung Wukir. demikian penduduk setempat menyebutnya. Lingga itu ialah Candi Gunung Wukir yang hingga kini masih ada sisa-sisanya. kerajaan Medang sama dengan kerajaan Mataram. Ibukota kerajaan diserbu dan dijarah. Prasasti Mantyasih dibuat untuk menghormati leluhur yang telah diperdewakan di Medang di Poh Pitu. seorang ahli geologi. Nama Sanjaya semakin jelas posisinya dalam sejarah Mataram Kuno dengan diketemukannya prasasti Mantyasih (907 Masehi) dan Wanua Tengah III (908 Masehi). banyak dari kita tidak tahu bahwa bukit itu menyimpan sejarah masa lalu yang penting. Jadi. Lebih tepatnya. Kata Saliman diartikan sebagai daerah Sleman sekarang. Yogyakarta sekarang. pernah menjadi saksi meletusnya Gunung Merapi sepuluh abad silam. Gerakan tanah ini membentur Pegunungan Menoreh dan membentuk Gunung Gendol. Joko Dwiyanto-Dosen Fakultas Arkeologi UGM. Prasasti ini menulis bahwa Raja sanjaya telah mendirikan lingga diatas Bukit Sthirangga untuk keselamatan rakyatnya pada hari Senin tanggal 13 paro terang bulan Kartika 654 Saka atau 732 Masehi. Di Gunung Gendol ini pula babak baru Kerajaan Mataram Kuno dimulai. Candi ini terletak di salah satu puncak Gunung Gendol. Menurut Van Bemmelen. Medang adalah embrio Mataram. Bangunan suci yang didirikan Sanjaya terletak di wilayah Kunjarakunja. berdasarkan arti kata itu. Urutan pertama raja-raja tersebut ditempati oleh Rakai Mataram Sang Ratu Sanjaya (prasasti Mantyasih) dan Rahyangta ri Medang dapat disamakan dengan Rakai Mataram Sang Ratu Sanjaya. tepatnya di daerah kecamatan Salam secara tidak sengaja kita akan menengok ke selatan jalan. Musuh-musuh itu telah menyerang Sanna. raja yang berkuasa sebelum Sanjaya. perlu dibangun ibukota baru dengan istana baru disertai pembangunan candi untuk pemujaan lingga kerajaan.

sejarah para resi. Namun berdasarkan prasasti-prasasti yang telah ditemukan sebetulnya nama Medang sudah dikenal sejak periode sebelumnya. dibantu oleh pati sekaligus menantunya. Sementara itu. Kadang untuk membedakannya dengan Kerajaan Mataram Islam yang berdiri pada abad ke-16.raja Wawa(924-929)serta merta tampil sebagai penguasa di jawa tengah. Wawa digantikan Mpu Sindok (929-947) yang dikenal sebagai raja berjiwa prajurid. Kadang untuk membedakannya dengan Kerajaan Mataram Islam yang berdiri pada abad ke-16. Kerajaan Medang mengalami beberapa masa perpindahan yang cukup siknifikan yaitu : a) b) c) d) e) f) g) Medang i Bhumi Mataram (zaman Sanjaya) Medang i Mamrati (zaman Rakai Pikatan) Medang i Poh Pitu (zama n Dyah Balitung) Medang i Bhumi Mataram (zaman Dyah Wawa) Medang i Tamwlang (zaman Mpu Sindok) Medang i Watugaluh (zaman Mpu Sindok) Medang i Wwatan (zaman Dharmawangsa Teguh) . yaitu periode Jawa Tengah. Sebuah kitav agama Hindu Syiwa Brahmanapurana yang berisikan Kosmologi. nama yang lazim dipakai untuk menyebut Kerajaan Medang periode TengahKerajaan Mataram. Kerajaan Medang periode Jawa Tengah biasa pula disebut dengan nama Kerajaan Mataram Kuno atau Kerajaan Mataram Hindu. dan sangat toleran terhadap pemeluk agama Budha Mahayana .Kosmogoni. yaitu merujuk kepada salah daerah ibu kota kerajaan ini.serta Sang Hyang Kamahaniyanikan berhasil digubah kedalam Bahasa Jawa Kuno dari Bahasa Sanksekerta.Pada umumnya sebutan Mataram Kuno lazim dipakai untuk menyebut nama Kerajaan ini pada periode Jawa Tengah. Nama Mataram merujuk pada nama ibu kota kerajaan ini. Kitap ini memuat cerita tentang dewadewa yang mirip dengan relief yang ada di candi Borobudur. Pada kerajaan di Jawa Tengah . Istilah Kerajaan Medang dipakai untuk menyebut nama kerajaan pada periode Jawa Timur. dan cerita pertikaian antar kasta juga diterbitkan dalam waktu hamper bersamaan. Mpu Sindok. biasa pula disebut dengan nama Kerajaan Mataram Hindu.

Mendut Kalasan. yang diterjemahkan kedalam Bahasa Jawa Kuna dari kitap Mahabrata India.dengan Sanjaya (Syiwaistik) berkuasa di Kawasan Utara (kedu). Candi –candi Hindu (Dieng. yang terletak disungai Brantas. sekarang kira-kira adalah wilayah Kabupaten Jombang. Selain itu sebab pemerintahan Kerajaan Mataram kuno juga sempat berpindah ke Jawa Timur disebabkan selama abad ke-7 sampai ke-9 terjadi serangan-serangan dari Sriwijaya ke Kerajaan Mataram Kuno. . Kerajaan baru ini tudak lagi disebut Mataram. Meskipun demikian. mungkin sekali pusat kerajaan wangsa Sailendra itu mula-mula di daerah Pekalongan sekarang. dll) membuktikan pada masa bersamaan di Jawa terdapat dua agama besar yang bertoleransi. Setelah Sri Isyanatunggawijaya meninggal maka kerajaan medang di pimpin oleh Raja Sri Dharmawangsa teguh Anantawikramatunggadewa yaitu anaknya Sri Isyanatunggawijaya dari perkawinannya dengan Raja Lokapala. sedangkan Syailendra (Budha Mahayana) berkuasa dikawasan selatan (Bagelan dan Mataram ). beberapa literature masih menyebutkan sebagai Mataram II. diantaranya Kakawin Mahabrata. Selama pemerintahannya telah diterbitkan berbagai karya.Pada abad ke-8 kerajaan Pra Mataram Islam (Mataram Kuno) memerintah di Jawa Tengah. Nama Mataram mungkin baru dipakai sejak Sanjaya. namun Medang. tetapi jelas menggunakan hurug Pallawa. Dharmawangsa menyerang Sriwijaya untuk merebut bagian selatan wilayahnya agar dapat menguasai selat sunda yang sangat penting bagi perdagangan(992). Dharmawangsa menikah dengan cucu Isyanatunggawiyaya yang lain dan mewarisi tahta mertuanya (991-1016). ia bergelar rakai Mataram. Tetapi seiring adanya pindahnya kerajaan Mataram kuno ke Jawa Timur disebabkan letusan Gunung Merapi . demikian pula nama Medang sebagai pusat kerajaan. Jawa Timur. Mpu sindok pada tahun 929 memindahkan pusat kerajaan Mataram dari Jawa Tengah ke Jawa Timur. yang ditemukan di daerah Pekalongan. Prambanan.seperti yang telah diketahui sekarang tidak diketahui nama kerajaan di JawaTengah ini sebelum masa pemerintahan Sanjaya. dll) dan Budha (Borobudur.Menurut catatan sejarah. Memang dari prasasti Sojomerto dan beberapaprasasti lain yang hingga kini belum dapat dibaca. Cerita Parahyangan menyebutkan nama kerajaan Sanna dan Sanjaya itu Galuh. tempat baru tersebut adalah watugaluh. Besarnya pengaruh Kerajaan Mataram Kuno semakin terdesak ke wilayah timur.

membangun kembali kerajaan. Airlangga membagi Kahuripan menjadi dua kerajaan untuk putranya yaitu Jenggala dan Kediri (penjulu). Dharmawangsa Teguh. airlangga berhasil mempersatukan wilayah kerajaan Medang yang telah terpecah. dan berdamai dengan Sriwijay. Mereka hidup bersama. Airlangga mengawini seorang putri Sriwijaya. Airlangga untuk menduduki tahta kerajaan. tumpas-tapis.akhirnya pada tahun 1019. Pada tahun 1045. Serangan terjadi sewaktu pesta perkawinan agung antara putri Dharmawangsa.Dharmawangsa. Raja dan Para pembesar Negara gugur. Airlangga mengganti nama kerajaan Medang Kamulan menjadi Kahuripan dengan ibukota Wulan Mas (1037).pewarisan itu yaitu Sanggrammawijaya. dapat menyingkir ke pegunungan Wonogiri. Sumber-sumber Sejarah Kerajaan Medang . Sri dan Airlangga(16 tahun). Pada tahun 1025. Airlangga memperlebar pengaruh Kahuripan seiring dengan melemahnya Sriwijaya. semenanjung melayu yang tengah diserang colomandala dari india selatan. raja Airlangga berhadapa dengan masalah pewarisan tahtanya sebagai raja. namun Airlanggadan pengiring setianya Narottama. Pantai Utara Jawa terutama Surabaya dan Tuban. dangan memiliki kekuasaan sampai perairan Indonesia bagian barat dan timur dengan raja Jayabaya. Airlangga dimakamkan di candi Belahan dengan perluhuran sebagai wisnu naik burung Garuda. memilih menjadi pertapa dari pada mengganti Airlangga. Airlangga sendiri menjadi pertapa dan meninggal pada tahun 1049. menjadi pusat perdagangan yang penting untuk pertama kalinya. Dengan pemecahan Kerajaan Kahuripan itu maka Pecahan kerajaan Medang berakhir. keponakannya.sama para pendeta Hindu dan biksu Budha selama dua tahun.Sriwijaya dibantu Raja Wurawuri dari semenanjung Melayu membalas serangan Dharmawangsa Teguh(1016). Airlangga memperluaswilayahnya kerajaan hingga ke Jawa Tengah dan Bali. Setelah kerajaan Medang berpindah menjadi Kahuripan. Setelah dikukuhkan sebagai pewaris tahta mertuanya. Setelah beberapa tahun kemudian berada di hutan.kerajaan Janggala tidak mampu berkembang menjadi Negara besar sehingga lenyapdari percaturan politik sedangkan kerajaan Panjalu atau Kediri semakin berkembang. yang wilayahnya membentang dari pasuruan di timur hingga Madiun dibarat. memanfaatkan situasi vacuum of power di Jawa Timur ketika tentara pendudukan Wurawari disana terpaksa ditarik kembali ke. Kerajaan baru ini dikenal dengan kerajaan Kahuripan . tentunya berpotensi memproduksi ancaman dari lawan.

Bagian yang tengah di temukan di Desa Dinoyo. sumber-sumber ini dalam bentuk candi dan prasasti antara lain a) Prasasti Mantyasih yaitu Prasasti Mantyasih tahun 907 atas nama Dyah Balitung menyebutkan dengan jelas bahwa raja pertama Kerajaan Medang (Rahyang ta rumuhun ri Medang ri Poh Pitu) adalah Rakai Mataram Sang Ratu Sanjaya. sebagai pengganti ibu kota yang lama. kira-kira 2 Km disebelah barat Dinoyo. yang memangternyata menghasilkan sisa-sisa bangunan. Selain meninggalkan bukti sejarah berupa prasasti-prasasti yang tersebar di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Sanjaya sendiri mengeluarkan prasasti Canggal tahun 732. Mengingat kasus di gunung Wukir dan prasasti Canggal. Sri Maharaja Rakai Pangkaja Dyah Wawa Sri Wijayalokanamottungga (Dyah Wawa). pendapat ini mungin kurang dapat diterima karena Kejuron mungkin justru merupakan pusat kerajaan. menunjukkan kekayaan dan kehalusan seni budaya kerajaan Mataram. c) Prasasti dinoyo yaitu prasasti yang ditemukan terputus menjadi tiga bagian. Ia hanya memberitakan adanya raja lain yang memerintah pulau Jawa sebelum dirinya. Prasasti berbentuk tablet ini disebut juga Prasasti Minto karena dihadiahkan oleh Raffles kepada Lord Minto. . Istana baru itu bernama Mamratipura. Kerajaan Mataram/Medang juga membangun banyak candi. d) Prasasti Wantil. Prasasti ini selain menyebut pendirian istana Mamratipura. juga menyebut tentang pendirian bangunan suci Siwagreha. yaitu Mataram. baik itu yang bercorak Hindu maupun Buddha. keduanya pernah memimpin Hindia Belanda ketika Britania Raya menguasai Belanda pada dasawarsa kedua abad ke-19. Sepeninggal Sanna. yaitu Sannaha saudara perempuan Sanna. De casparis menduga bahwa batu prasasti itu berasal dari Desa Kejuron. sedang dibagian atas dan bagian bawah ditemukan di Desa Merjosari. Temuan Wonoboyo berupa artifak emas yang ditemukan tahun 1990 di Wonoboyo. atas dukungan ibunya. Jawa Tengah. b) Prasasti Sanggurah merupakan prasasti berangka tahun 982 Masehi yang ditemukan di daerah Malang dan menyebut nama penguasa daerah itu. mungkin sekali prasasti Dinoyo ini asalnya justru dari Merjosari. Sanjaya kemudian tampil menjadi raja. tetapi di dekat candinya. sedang prasasti tentulah tidak didirikan dipusat kerajaan. Klaten. Mpu Manuku membangun ibu kota baru di desa Mamrati sehingga ia pun dijuluki sebagai Rakai Mamrati. yang diterjemahkan sebagai Candi Siwa.Prasasti Wantil disebut juga prasasti Siwagreha yang dikeluarkan pada tanggal 12 November856. bernama Sanna.Sumber-sumber sejarah yang menyebutkan keberadaan kerajaan Medang. negara menjadi kacau. namun tidak menyebut dengan jelas apa nama kerajaannya.

Rakai Garung alias Samaratungga Sri Maharaja Samarottungga. karena menjadi pokok pembicaraan dalam prasasti itu ialah tempat penyeberangan. . didalam prasasti Balingawan disebut sima kamulan.sebagai penganut budha mahaya" dinasti berpindah agama dari leluhurnya yang hindu syiwa")membangun juga candi Kalasan . 2. Candi Sewu. Candi Plaosan. yaitu ketua para pandai besi. Candi megah yang dibangun oleh Sailendrawangsa ini telah ditetapkan UNESCO (PBB) sebagai salah satu warisan budaya dunia. Sanjaya. Sistem Pemerintahan Kerajaan Medang Didalam prasasti Mantyasih .Candi-candi peninggalan Kerajaan Medang antara lain. Candi Pawon. Didalam prasasti telang ada istilah kamulan dan rumah kamulan yang jelas tidak ada hubungan dengan tempat pemujaan cikal bakal Desa telang. Candi Prambanan. awal berkuasanya Wangsa Sailendra(Membangun Candi Borobudur. sebagai pengormatan leluhur"). Desa Mantyasih disebut sima kapatiihan karena yang mendapat anugrah adalah lima orang patih di Mantyasih. Candi Mendut. pendiri Kerajaan Medang (Karya Candi Canggal / Penganut Hindu Syiwa) Rakai Panangkaran. 3. Berdasarkan itu semua dapat disimpulkan disini bahwa Desa Bhumisambhara itu ialah sima kamulan karena dianugrahkan kepada pejabat mula. dan tentu saja yang paling kolosal adalah Candi Borobudur. karena ada jabatan juru gusali. karena semula Desa Balingawan itu selalu diganggu oleh penjahat sehingga penduduk sering membayar denda atas pembunuhan gelap dan perkelahian gelap yang mengakibatkan seseorang menderita luka-luka. Didalam prasasti Mantyasih tersebut tertulis daftar raja-raja Medang yang telah berkuasa dalam setiap masa pemerintahannya.daftar raja-raja tersebut sebagai berikut: 1. Rakai Warak alias Samaragrawira Ayah dari Balaputradewa raja Sriwijaya Wirawairimathana (penumpas musuh perwira) 5. Rakai Panunggalan alias Dharanindra Menaklukkan Sriwijaya bahkan sampai ke kamboja dan campa berjuluk Wirawairimathana (penumpas musuh perwira) 4. Candi Kalasan. Saying sekali hingga sekarang belum jelas apa tugas seorang mula dalam masyarakat jawa kuno. didalam prasasti Sangguran disebut sima kajurugusalyan di Mananjung.

Rakai Pikatan suami Pramodawardhani. Mungkin saat itu Mpu Manuku sudah pindah jabatan menjadi Rakai Pikatan. Samaratungga menikahi Dewi Tara. Tidak seperti pendahulunya yang ekspansionis. Dari pernikahan itu Samaratungga memiliki seorang putra pewaris tahta. Kiranya daerah Patapan kembali menjadi tanggung jawab Mpu Manuku. meskipun saat itu ia sudah menjadi maharaja. Kemudian pada prasasti Kayumwungan tahun 824 jabatan Rakai Patapan dipegang oleh Mpu Palar. Pada prasasti Munduan tahun 807 diketahui Mpu Manuku menjabat sebagai Rakai Patapan. raja kelima Kerajaan Medang. Tradisi seperti ini memang berlaku dalam sejarah Kerajaan Medang di mana seorang raja mencantumkan pula gelar lamanya sebagai kepala daerah. Sedangkan menurut prasasti Gondosuli. Akan tetapi. yang bermarkas di timbunan batu di atas bukit Ratu Baka. Dyah Lokapala naik takhta menggantikan ayahnya. Untuk memperkuat aliansi antara wangsa Syailendra dengan penguasa Sriwijaya terdahulu. putri Dharmasetu. 6. Nama aslinya menurut prasasti Argapura adalah Mpu Manuku. adalah raja SriwijayaWangsa Syailendra yang memerintah pada tahun 792 – 835. dia menyelesaikan pembangunan candi Borobudur yang menjadi kebanggaan Indonesia. Awal kebangkitan Wangsa Sanjaya (Candi Prambanan) Rakai Pikatan terdapat dalam daftar para raja versi prasasti Mantyasih. dan Pramodhawardhani yang menikah dengan Rakai Pikatan. putra Sri Maharaja Rakai Garung. 7. pada masa pemerintahannya. Rakai Watuhumalang . (Pusat kerajaan tidak lagi di mataram tapi di mamratipu 8. Balaputradewa. yaitu Sang Jatiningrat (gelar Rakai Pikatan sebagai brahmana). Rakai Kayuwangi alias Dyah Lokapala Menurut prasasti Wantil atau prasasti Siwagerha tanggal 12 November 856. Mpu Palar telah meninggal sebelum tahun 832. Sriwijaya lebih mengedepankan pengembangan agama dan budaya. pada prasasti Tulang Air tahun 850 Mpu Manuku kembali bergelar Rakai Patapan. Pengangkatan putra bungsu sebagai raja ini didasarkan pada jasa kepahlawanan Dyah Lokapala dalam menumpas musuh ayahnya. misalnya Maharaja Rakai Watukura Dyah Balitung.Atau kadang ditulis Samaratungga. Pada tahun 825.

Mpu Daksa Mpu Daksa naik takhta menggantikan Dyah Balitung yang merupakan saudara iparnya. jadi tidak mungkin sama dengan Dyah Tulodhong. 9. Hubungan kekerabatan ini berdasarkan bukti bahwa Daksa sering disebut namanya bersamaan dengan istri Balitung dalam beberapa prasasti. Rakai Sumba Dyah Wawa . 12. Ditinjau dari ciri-cirinya. Sedangkan Rakai Watuhumalang mungkin juga putra Rakai Pikatan atau mungkin menantunya. Dyah Tulodhong berhasil menikahinya sehingga ia pun ikut mendapatkan gelar Rakai Layang. Dalam prasasti Ritihang yang dikeluarkan oleh Mpu Daksa terdapat tokoh Rakryan Layang namun nama aslinya tidak terbaca. akhir periode rakai pikatan terjadi perpecahan di Kerajaan Medang akibat perebutan kuasa antara Gurunwangi dan kayuwangi namun sepeninggal kayuwangi Watuhumalang yang menduduki tahta. Mungkin Rakryan Layang adalah putri Mpu Daksa. bahkan naik takhta menggantikan mertuanya.Rakai Pikatan memiliki beberapa orang anak. yaitu Mpu Daksa. Kiranya pemerintahan Dyah Balitung berakhir oleh kudeta yang dilakukan kedua tokoh tersebut. Dyah Balitung inilah yang mungkin berhasil menjadi pahlawan dalam menaklukkan Rakai Gurunwangi dan Rakai Limus sehingga takhta pun jatuh kepadanya sepeninggal Rakai Watukura. Rakai Layang Dyah Tulodong Dyah Tulodhong dianggap naik takhta menggantikan Mpu Daksa. Rakai Watukura Dyah Balitung Rakai Watuhumalang memiliki putra bernama Mpu Daksa (prasasti Telahap) dan menantu bernama Dyah Balitung (prasasti Mantyasih). Selain itu juga diperkuat dengan analisis sejarawan Boechari terhadap berita Cina dari Dinasti TangTat So Kan Hiung. Dalam prasasti Lintakan Dyah Tulodhong disebut sebagai putra dari seseorang yang dimakamkan di Turu Mangambil. yang artinya “Daksa. saudara raja yang gagah berani” 11. memindahkan pusat pemerintahan kerajaan medang dari mamratipura ke pohpitu(sekitar kedu) 10. tokoh Rakryan Layang ini seorang wanita berkedudukan tinggi. Pada akhir pemerintahan Dyah Balitung terjadi persekutuan antara Mpu Daksa dengan Rakai Gurunwangi (prasasti Taji Gunung). antara lain Rakai Gurunwangi (prasasti Plaosan) dan Rakai Kayuwangi (prasasti Argapura).

Tidak banyak diketahui tentang masa pemerintahannya. Apabila prasasti tersebut mengalami kerusakan. Misalnya. Suaminya yang bernama Sri Lokapala merupakan seorang bangsawan dari pulau Bali. ia menyebut kalau kerajaannya merupakan kelanjutan dari Kerajaan Medang di Jawa Tengah.Dalam prasasti Wulakan tanggal 14 Februari 928. prasasti Gedangan ini merupakan prasasti tiruan yang dikeluarkan pada zaman Kerajaan Majapahit untuk mengganti prasasti asli yang sudah rusak. Tidak diketahui dengan pasti kapan pemerintahan Sri Lokapala dan Sri Isyana Tunggawijaya berakhir. Sri Lokapala suami Sri Isanatunggawijaya Sri Isyana Tunggawijaya merupakan putri dari Mpu Sindok. Prasasti pembaharuan ini disebut dengan istilah prasasti tinulad. Peninggalan sejarah Sri Lokapala berupa prasasti Gedangan tahun 950 yang berisi tentang anugerah desa Bungur Lor dan desa Asana kepada para pendeta Buddha di Bodhinimba. 15. Nama ayahnya ini mirip dengan Rakryan Landhayan. ahli waris biasanya memohon kepada raja yang sedang berkuasa untuk memperbaharuinya. yang menjadi raja selanjutnya adalah putra mereka yang bernama Sri Makuthawangsawardhana. Namun. yaitu raja yang telah memindahkan istana Kerajaan Medang dari Jawa Tengah menuju Jawa Timur. pada masa pemerintahan Dyah Balitung sudah pindah lagi ke Poh Pitu (masih di sekitar Kedu). Menurut prasasti Pucangan. Lalu. Makuthawangsawardhana . 13. Mpu Sindok kemudian memindahkan istana Medang ke wilayah Jawa Timur sekarang. 14. awal periode Jawa Timur Istana Kerajaan Medang pada awal berdirinya diperkirakan terletak di daerah Mataram (dekat Yogyakarta sekarang). Kemudian pada zaman Dyah Wawa diperkirakan kembali ke daerah Mataram. yaitu ipar Rakai Kayuwangi yang melakukan penculikan dalam peristiwa Wuatan Tija. Prasasti atau piagam dianggap sebagai benda pusaka yang diwariskan secara turuntemurun. Dyah Wawa mengaku sebagai anak Kryan Landheyan sang Lumah ri Alas (putra Kryan Landheyan yang dimakamkan di hutan). Dalam beberapa prasastinya. Kemudian pada masa pemerintahan Rakai Pikatan dipindah ke Mamrati (daerah Kedu). ditemukan kalimat berbunyi Kita prasiddha mangraksa kadatwan rahyangta i Bhumi Mataram i Watugaluh. Mpu Sindok.

Jalannya pemerintahan Makutawangsawardhana tidak diketahui dengan pasti. Namanya hanya ditemukan dalam prasasti Pucangan sebagai kakek Airlangga. Disebutkan bahwa, Makutawangsawardhana adalah putra pasangan Sri Lokapala dan Sri Isana Tunggawijaya putri Mpu Sindok. Prasasti Pucangan juga menyebut Makutawangsawardhana memiliki putri bernama Mahendradatta, yaitu ibu dari Airlangga. Dalam prasasti itu juga disebut adanya nama seorang raja bernama Dharmawangsa, namun hubungannya dengan Makutawangsawardhana tidak dijelaskan. 16. Dharmawangsa Teguh, Kerajaan Medang berakhir Prasasti Pucangan tahun 1041 dikeluarkan oleh raja bernama Airlangga yang menyebut dirinya sebagai anggota keluarga Dharmawangsa Teguh. Disebutkan pula bahwa Airlangga adalah putra pasangan Mahendradatta dengan Udayana raja Bali. Adapun Mahendradatta adalah putri Makuthawangsawardhana dari Wangsa Isana. Airlangga sendiri kemudian menjadi menantu Dharmawangsa.

Keadaan masyarakat Didalam struktur pemerintahan kerajaan-kerajaan kuno, raja(sri maharaja) ialah penguasa tertinggi.sesuai dengan landasan kosmogonis,raja ialah penjelmaan dewa di dunia. Hal itu ternyata dari gelar abhiseka dan pujian-pujian kepada raja didalam berbagai prasasti dan kitab-kitap susastra Jawa kuno sejak raja Airlangga. Dari zaman Mataram kuno hanya ada dua orang raja yang bergelar abhiseka dengan unsure tunggadewa, yaitu Bhujayotunggadewa didalam prasasti dari Candi Plaosan Lor dan Rakai Layang Dyah Tulodong Sri Sajjanasanmatanuragatungadewa. Didalam kerajaan Mataram secara khusus menganut suatu landasan kosmogonis yaitu kepercayaan akan arus adanya suatu keserasian antara dunia manusia ini ( mikrokosmos) dengan alam semesta (mikrokosmos).

Disini akan disajikan gambaran besarnya saja dalam garis besarnya saja, dimulai dengaan golongan elite ditingkat pusat. Di ibu kota kerajaan, yang menurut berita-berita cina dikelilingi oleh dinding, baik dari batu bata maupun dari batang-batang kayu, terdapat istana raja yang juga dikelilingi oleh dinding. Didalam istana itulah berdiam raja dan keluarganya, yaitu permaisuri, selir selir, dan anak-anaknya yang belum dewasa, dan para hamba istana(hulun haji, watek I jro). Diluar istana, masih didalam lingkungan dindinga kota, terdapat kediaman putra mahkota (rake hino), dan tiga orang adiknya (rakai hulu, rakai sirikan dan rakai wra), dan kediaman para pejabat tinggi kerajaan. Dilingkungan tembok ibu kota kerajaan tinggal kelompok elite dan non-elite, raja dan keluarganya mengmbil tempat tersendiri. Hungungan antara raja secara langsung dengan kelompok non-elite sulit terlaksana, sedang dengan kelompok elite birokrasi saja hubungan itu henya terjadi secara formal. Didalam landasan Kosmogonis masyarakat yaitu menurut kepercayaan ini manusia selalu berada dibawah pengaruah kekuatan-kekuatan yang terpancar dari bintang-bintang dan planet-planet. Kekuatan itu dapat membawa kebahagian , kesejahteraan , dan perdamaian atau bencana kepada manusia, tergantung dari dapat atau tidaknya individu , kelompok-kelompok sosial, terutama kerajaan,menyerasikan hidup dan semua kegiatannya dengan gerak alam semesta. Agama resmi Kerajaan Medang pada masa pemerintahan Sanjaya adalah Hindu aliran Siwa. Ketika Sailendrawangsa berkuasa, agama resmi kerajaan berganti menjadi Buddha aliran Mahayana. Kemudian pada saat Rakai Pikatan dari Sanjayawangsa berkuasa, agama Hindu dan Buddha tetap hidup berdampingan dengan penuh toleransi. Didalam stratifikasi sosialnya masyarakat didalam kerajaan Medang masih menggunakan kasta-kasta didalam agama Hindu baik kedudukannya didalam struktur birokrasi maupun kedudukannya berdasarkan kekayaan materill. Menurut ajaran agama Hindu , alam ini terdiri atas suatu benua pusat berbentuk lingkaran, yang bernama jambudwipa. Benua ini dilingkari oleh tujuh lautan dan tujuh daratan, dan semua itu di batasi oleh suatu pegunungan yang tinggi. Ditengah –tengah Jambudwipa berdiri gunung Meru sebagai pusat alam semesta. Matahari , bulan , dan bintangbintang bergerak mengililingi Gunung Meru itu. Di Puncaknya terdapat kota dewa-dewa, yang di kelilingai oleh tempat tinggal ke delapan dewa penjaga mata angin (Lokapala).

Dengan singkat dapat dikatakan bahwa seorang raja harus berpegang teguh kepada dharma, bersikap adil, menghukum yang bersalah dan memberikan anugrah kepada mereka yang berjasa( wnang wgraha anugraha), bijaksana, tidak boleh sewenang-wenangnya. Waspada terhadapgejolak dikalangan rakyatnya, berusaha agar rakyat senantiasa memperoleh rasa tentram dan bahagia, dan dapat memperlihatkan wibawanya dengan kekuatan angkatan perang dan harta kekayaannya. Di bidang ekonomi penduduk Medang sejak periode Bhumi Mataram sampai periode Wwatan pada umumnya bekerja sebagai petani. Kerajaan Medang memangterkenal sebagai negara agraris, sedangkan saingannya, yaitu Kerajaan Sriwijaya merupakan negara maritim. Dibeberapa prasasti telah memberi keterangan akan adanya masyarakat yang mengenel ekonomi di wilayah kerajaan,di pedesaan pertama-tama sudah mengenal hasil bumi seperti beras, buah-buahan, sirih pinah, dan buah mengkudu. Juga hasil industry rumah tangga, seperti alat perkakas dari besi dan tembaga, pakaian, paying keeranjang dan barang-barang anyaman , kejang kepis, gula, arang, dan kapur sirih. Binatang ternak seperti kerbau, sapi, kambing , itik dan ayam serta telurnya juga diperjualbelikan. Prasasti tidak menyebutkan komoditas ekspor, dan hanya ada satu barang yang mungkin diimpor yaitu kain buatan India (wdihan buat kling). Akan tetapi, data tentang masalah ekspor-impor itu diperoleh darr berita-berita Cina. Ekspor dari pelabuhan –pelabuhan di Jawa terdiri atas hasil bumi dan hutan Pulau Jawa sendiri dan dari Pulau-pulau yang lain, terutama dari Kaliimantan dan Indonesian bagian timur. Komoditas ekspor itu anatara lain garam yang di hasilkan dipantai utara PUlau Jawa, terutama didaerah Kembang dan Tuban , kain Katun dan Kapuk, Sutra tipis dan Sutra kuning, damas, kain brokat berwarna-warni, kulit penyu, pinang, pisang raja, gula tebu, kemukus, cula badak, mutiara, belerang, gaharu, kayu sepang, kayu cendana.,cengkeh, pala, marica, dammar, kapur barus dan lain-lainnya.

Pada awalnya perang saudara tersebut. Diatas bekas Kerajaan Kediri inilah Ken Arok kemudian mendirikan Kerajaan Singasari. sedangkan Panjalu kemudian dikenal dengan nama Kediri meliputi Kediri. sedangkan Kerajaan Jenggala semakin tenggelam. Hasil karya sastra tersebut adalah kitab Kakawin Bharatayudha yang ditulis Mpu Sedah dan Mpu Panuluh yang menceritakan tentang kemenangan Kediri/Panjalu atas Jenggala. Berdasarkan prasasti-prasasti yang ditemukan masing-masing kerajaan saling merasa berhak atas seluruh tahta Airlangga sehingga terjadilah peperangan.Kerajaan Kediri Kerajaan Kediri adalah sebuah kerajaan besar di Jawa Timur yang berdiri pada abad ke-12. yaitu Kahuripan. yaitu Daha. raja Kediri yang selama ini tunduk kepada Singasari bergabung dengan Bupati Sumenep (Madura) untuk menjatuhkan Kertanegara. Madiun. Pusat kerajaanya terletak di tepi S. Diduga Kerajaan Jenggala ditaklukkan oleh Kediri. Brantas yang pada masa itu telah menjadi jalur pelayaran yang ramai. Kerajaan Jenggala meliputi daerah Malang dan delta sungai Brantas dengan pelabuhannya Surabaya. kitab Negarakertagama (1365 M). dimenangkan oleh Jenggala tetapi pada perkembangan selanjutnya Panjalu/Kediri yang memenangkan peperangan dan menguasai seluruh tahta Airlangga. Namun kemudian kedudukannya direbut oleh Ken Arok. dan ibu kotanya Daha. Kedua kerajaan tersebut dikenal dengan Kahuripan menjadi Jenggala (Kahuripan) dan Panjalu (Kediri) yang dibatasi oleh gunung Kawi dan sungai Brantas dikisahkan dalam prasasti Mahaksubya (1289 M). Jayakatwang. Keadaan ini dimanfaatkan oleh Akuwu Tumapel Tunggul Ametung. dan Kediri berada di bawah kekuasaan Singasari. Panjalu dapat dikuasai Jenggala dan diabadikanlah nama Raja Mapanji Garasakan (1042 – 1052 M) dalam prasasti Malenga. selain ditemukannya prasasti-prasasti juga melalui kitab-kitab sastra yang banyak menjelaskan tentang kerajaan Kediri. Pada akhir November 1042. . Putra yang bernama Sri Samarawijaya mendapatkan kerajaan barat bernama Panjalu yang berpusat di kota baru. Sedangkan putra yang bernama Mapanji Garasakan mendapatkan kerajaan timur bernama Jenggala yang berpusat di kota lama. dan Pasuruhan. terjadilah pergolakan di dalam kerajaan. Kerajaan ini merupakan bagian dari Kerajaan Mataram Kuno. Kejayaan Kerajaan Kediri sempat jatuh ketika Raja Kertajaya (1185-1222) berselisih dengan golongan pendeta. Rembang. Akan tetapi hilangnya jejak Jenggala mungkin juga disebabkan oleh tidak adanya prasasti yang ditinggalkan atau belum ditemukannya prasasti yang ditinggalkan Kerajaan Jenggala. Dalam perkembangannya Kerajaan Kediri yang beribukota Daha tumbuh menjadi besar. Pembagian kerajaan tersebut dilakukan oleh seorang Brahmana yang terkenal akan kesaktiannya yaitu Mpu Bharada. ibu kotanya Kahuripan. Ketika Singasari berada di bawah pemerintahan Kertanegara (1268 1292). dan serat Calon Arang (1540 M). Pada tahun 1041 atau 963 M Raja Airlangga memerintahkan membagi kerajaan menjadi dua bagian. Tujuan pembagian kerajaan menjadi dua agar tidak terjadi pertikaian. Akhirnya pada tahun 1292 Jayakatwang berhasil mengalahkan Kertanegara dan membangun kembali kejayaan Kerajaan Kediri. Airlangga terpaksa membelah wilayah kerajaannya karena kedua putranya bersaing memperebutkan takhta. Dengan demikian di Jawa Timur berdirilah kerajaan Kediri dimana bukti-bukti yang menjelaskan kerajaan tersebut.

Prabu Jayabaya adalah raja Kediri yang paling terkenal. dan ibukotanya yang keindahannya dikagumi seluruh dunia bernama Dahana. Dengan prasastinya pada tahun 1181. kerajaan kembali dipersatukandi bawah kekuasaan Kediri. Namun karena memilih menjadi pertapa. tahta beralih pada putra Airlangga yang lahir dari selir. Mapanji Alanjung kemudian diganti lagi oleh Sri Maharaja Samarotsaha. Pertempuran yang terus menerus antara Jenggala dan Panjalu menyebabkan selama 60 tahun tidak ada berita yang jelas mengenai kedua kerajaan tersebut hingga munculnya nama Raja Bameswara (1116 – 1135 M) dari Kediri. Setelah Bameswara turun takhta. Menjelang akhir hayatnya . Pewaris tahta kerajaan Medang Kamulan seharusnya seorang putri yaitu Sri Sanggramawijaya yang lahir dari seorang permaisuri. Airlangga berusaha memulihkan kembali kewibawaan Medang Kamulan. Namun perseteruan ini berakhir dengan kekalahan Jenggala. Permaisurinya bernama Shri Kirana. Dalam masa pemerintahannya Mpu Darmaja telah mengubah kitab Smaradhana. Tetapi upaya tersebut mengalami kegagalan. Pada tahun 1019 M Airlangga dinobatkan menjadi raja Medang Kamulan. Medang Kamulan dibagi menjadi dua yaitu kerajaan Jenggala dengan ibu kota Kahuripan. Airlangga memutuskan untuk mundur dari pemerintahan dan menjadi pertapa dengan sebutan Resi Gentayu. Keahlian sebagai pemimpin politik yang ulung Jayabaya termasyur dengan ramalannya. yang berasal dari Janggala. Ia digantikan Raja Mapanji Alanjung (1052 – 1059 M). ia digantikan Jayabaya yang dalam masa pemerintahannya itu berhasil mengalahkan Jenggala. di bawah pemerintahannya Kediri mencapai kejayaan. Airlangga meninggal pada tahun 1049 M. yang lebih dikenal sebagai Kameshwara I (1115 – 1130 ).Raja Kediri pertama Mapanji Garasakan memerintah tidak lama.bayangi Jenggala yang berada dalam posisi yang lebih lemah. Dalam kitab ini sang raja di puji–puji sebagai titisan dewa Kama. Airlangga memindahkan pusat pemerintahan dari Medang Kamulan ke Kahuripan. Jayawarsa adalah raja pertama kerajaan Kediri dengan prasastinya yang berangka tahun 1104. Untuk menghindari perang saudara. Lencana kerajaanya adalah tengkorak yang bertaring disebut Candrakapala. Hal itu menjadikan suasana gelap. Adapun raja – raja yang pernah berkuasa pada masa kerajaan Kediri adalah: Shri Jayawarsa Digjaya Shastraprabhu. setelah kewibawaan kerajaan berhasil dipulihkan. Kameshwara Raja ke dua kerajaan Kediri yang bergelar Sri Maharajarake Sirikan Shri Kameshwara Sakalabhuwanatushtikarana Sarwwaniwaryyawiryya Parakrama Digjayottunggadewa. Medang Kamulan mencapai kejayaan dan kemakmuran. Jayabaya Raja Kediri ketiga yang bergelar Shri Maharaja Shri Kroncarryadipa Handabhuwanapalaka Parakramanindita Digjayotunggadewanama Shri Gandra. Raja Bameswara menggunakan lencana kerajaan berupa tengkorak bertaring di atas bulan sabit yang biasa disebut Candrakapala. penuh kemunafikan dan pembunuhan berlangsung terhadap pangeran dan raja – raja antar kedua negara. dan kerajaan Kediri (Panjalu) dengan ibu kota Dhaha. Hal ini dapat terlihat hingga abad ke 12 . Berkat jerih payahnya . Pada masa itu ibu kota Panjalu telah dipindahkan dari Daha ke Kediri sehingga kerajaan ini lebih dikenal dengan nama Kerajaan Kediri. Berturut-turut raja-raja Kediri sejak Jayabaya sebagai berikut. Ia menamakan dirinya sebagai titisan Wisnu. dimana Kediri tetap menjadi kerajaan yang subur dan makmur namun tetap tidak damai sepenuhnya dikarenakan dibayang. Ramalan–ramalan itu dikumpulkan dalam satu kitab .

Sikap merakyat dan visinya yang jauh kedepan menjadikan prabu Jayabaya layak dikenang. Prasasti Banjaran yang berangka tahun 1052 M menjelaskan kemenangan Panjalu atau Kadiri atas Jenggala 2. Dukungan spiritual dan material dari Prabu Jayabaya dan hal budaya dan kesusastraan tidak tanggung–tanggung. sang prabu memang senantiasa berbuat adil pada masyarakatnya. Dalam pertempuran itu Ken Arok dapat mengalahkan Kertajaya. . Jayakatwang memperbolehkan Raden Wijaya untuk membuka Hutan Tarik sebagai daerah tempat tinggalnya. sad kama murka. akuwu Tumapel. Dalam perang tersebut pasukan Jayakatwang mudah dikalahkan. Setelah berhasil mengalahkan Kertanegara. Kemudian kaum Brahmana meminta perlindungan Ken Arok . Pemerintahan Kertajaya Raja terakhir pada masa Kediri. beliau mengendalikan diri dari pemerintahannya dengan prinsip . Raden Wijaya. . raja yang taat beragama dan budaya. dikaulah (semua) itu . yakni enam macam musuh dalam diri manusia. Keenam itu adalah kroda (marah). Karena perilakunya yang baik. Jalan yang benar adalah sesuatu yang menuju kearah kesatuan . moha (kebingungan). semua makhluk adalah engkau .yang berjudul jongko Joyoboyo. segala sesuatu yang menghalangi kesatuan adalah tidak benar. prabu Sarwaswera memegang teguh prinsip tat wam asi yang artinya Dikaulah itu. moksa. Prasasti pada Jaman Kerajaan Kediri antara lain: 1. Salah seorang pemimpin pasukan Singasari. Prinsip kesucian prabu Srengga menurut para dalang wayang dilukiskan oleh Prapanca. Prasasti Hantang tahun 1135 atau 1052 M menjelaskan Panjalu atau Kadiri pada masa Raja Jayabaya. Sebagai pemeluk agama yang taat. Perseteruan memuncak menjadi pertempuran di desa Ganter. Setelah itu tidak ada lagi berita tentang Kerajaan Kediri. Kertajaya dikenal dengan catur marganya yang berarti empat jalan yaitu darma. Ia bekerjasama dengan tentara Mongol dan pasukan Madura di bawah pimpinan Arya Wiraraja untuk menggempur Kediri. Srengga Kertajaya Srengga Kertajaya tak henti–hentinya bekerja keras demi bangsa negaranya. Keadaan ini dimanfaatkan Raden Wijaya untuk menyerang Jayakatwang. Masyarakat yang aman dan tentram sangat dia harapkan. Kerajaan Kediri bangkit kembali di bawah pemerintahan Jayakatwang. Runtuhnya kerajaan Kediri dikarenakan pada masa pemerintahan Kertajaya . Prabu Sarwaswera. Tujuan hidup manusia menurut prabu Sarwaswera yang terakhir adalah moksa. Kertajaya raja yang mulia serta sangat peduli dengan rakyat.Dan dari Prasasti tersebut dapat di ketahui kalau Raja Jayabhaya adalah raja yang berhasil mengalahkan Janggala dan mempersatukannya kembali dengan Kediri. yaitu pemanunggalan jiwatma dengan paramatma. pada tahun 1222 M.loba (rakus). Pada tahun 1293. Prasasti ini dikeluarkan sebagai piagam pengesahan anugerah untuk penduduk Desa Ngantang yang setia pada Kadiri selama perang dengan Jenggala. datang tentara Mongol yang dikirim oleh Kaisar Kubilai Khan untuk membalas dendam terhadap Kertanegara. kama (hawa nafsu). kama. Mereka menggangap Kertajaya telah melanggar agama dan memaksa mereka untuk menyembahnya sebagai dewa.mada (mabuk). masarya (iri hati). Prabu Kroncharyadipa Namanya yang berarti benteng kebenaran. berhasil meloloskan diri ke Madura.Pada prasasti ini terdapat semboyan Panjalu Jayati yang artinya Panjalu Menang. pada masa itu menandai berakhirnya kerajaan Kediri. arta. terjadi pertentangan dengan kaum Brahmana.

Kitab ini bersumber dari Mahabharata yang berisi kemenangan Pandawa atas Korawa. Mpu Panuluh juga menulis Kakawin Hariwangsa dan Gatotkacasraya. sebagai kiasan kemenangan Sri Jayabhaya atas Jenggala. Seni sastra mendapat banyak perhatian pada zaman Kerajaan Panjalu-Kadiri. Pada tahun 1157 Kakawin Bharatayuddha ditulis oleh Mpu Sedah dan diselesaikan Mpu Panuluh. .Prasasti Hantang 3.kemenangan. Kemudian pada zaman pemerintahan Kertajaya terdapat pujangga bernama Mpu Monaguna yang menulis Sumanasantaka dan Mpu Triguna yang menulis Kresnayana. Prasasti Talan 1136 M Seni sastra juga mendapat banyak perhatian pada zaman Kerajaan Kadiri. Selain itu. Kitab ini bersumber dari Mahabharata yang berisi kemenangan Pandawa atas Kurawa. Prasasti Jepun 1144 M 4. Terdapat pula pujangga zaman pemerintahan Sri Kameswara bernama Mpu Dharmaja yang menulis Kakawin Smaradahana. Pada tahun 1157 Kakawin Bharatayuddha ditulis oleh Mpu Sedah dan diselesaikan Mpu Panuluh. sebagai kiasan.

karena tertarik pada Ken Dedes istri Tunggul Ametung. Versi pertama adalah versi Pararaton yang informasinya didapat dari Prasasti Kudadu. Malang. Keinginannya terpenuhi setelah kaum Brahmana Kadiri meminta perlindungannya. Kerajaan ini beribu kota di Tumapel yang terletak di kawasan bernama Kutaraja. Ken Arok dimakamkan di Kegenengan dalam bangunan Siwa–Buddha. sehingga Kertajaya mengalami kekalahan pada pertempuran di desa Ganter. yang dilanjutkan Wisnuwardhana (1248–1254 M). Kerajaan Singasari hanya sempat bertahan 70 tahun sebelum mengalami keruntuhan. Selanjutnya ia berkeinginan melepaskan Tumapel dari kekuasaan kerajaan Kadiri yang diperintah oleh Kertajaya. Tunggul Ametung dibunuh oleh Ken Arok yang merupakan pengawalnya. 2. Data ini didapat dari prasasti Mula Malurung. Ken Arok dibunuh oleh seorang suruhan Anusapati (anak tiri Ken Arok). Anusapati (1227–1248 M) Dengan meninggalnya Ken Arok maka takhta Kerajaan Singasari jatuh ke tangan Anusapati. Dengan alasan tersebut. Ken Arok (1222–1227 M) Pendiri Kerajaan Singasari adalah Ken Arok yang sekaligus juga menjadi Raja Singasari yang pertama dengan gelar Sri Ranggah Rajasa Sang Amurwabumi. raja pertama Kerajaan Singasari adalah Rangga Rajasa Sang Girinathapura (1222–1227 M). Tumapel hanyalah sebuah wilayah kabupaten yang berada dibawah kekuasaan Kerajaan Kadiri dengan bupati bernama Tunggul Ametung. SISTEM PEMERINTAHAN KERAJAAN SINGASARI Ada dua versi yang menyebutkan silsilah kerajaan Singasari alias Tumapel ini. Anusapati tidak banyak melakukan pembaharuan- . Terakhir adalah Kertanegara yang memerintah sejak 1272 hingga 1292 M. Ken Arok berkedudukan sebagai Akuwu (Bupati) di Tumapel menggantikan Tunggul Ametung yang dibunuhnya. Kitab Pararaton isinya sebagian besar adalah mitos atau dongeng tetapi dari kitab Pararatonlah asal usul Ken Arok menjadi raja dapat diketahui. Sementara pada versi Negarakretagama. Anusapati diganti oleh Tohjaya (1249–1250 M). Sebelum menjadi raja. Ken Arok hanya memerintah selama lima tahun (1222–1227 M). Pararaton menyebutkan Ken Arok adalah pendiri Kerajaan Singasari yang digantikan oleh Anusapati (1247–1249 M).Kerajaan Singasari Kerajaan Singasari adalah sebuah kerajaan Hindu Buddha di Jawa Timur yang didirikan oleh Ken Arok pada tahun 1222 M. A. maka tahun 1222 M /1144 C Ken Arok menyerang Kediri. Dalam jangka waktu pemerintahaannya yang lama. Selanjutnya adalah Anusapati. juga melalui kitab sastra peninggalan zaman Majapahit yang berjudul Negarakertagama karangan Mpu Prapanca yang menjelaskan tentang raja-raja yang memerintah di Singosari serta kitab Pararaton yang juga menceritakan riwayat Ken Arok yang penuh keajaiban. yang diteruskan oleh Ranggawuni alias Wisnuwardhana (1250–1272 M). Munculnya Ken Arok sebagai raja pertama Singasari menandai munculnya suatu dinasti baru. Ken Arok yang mengangkat dirinya sebagai raja Tumapel bergelar Sri Rajasa Sang Amurwabhumi. Pada awalnya. Pada tahun 1227 M. 1. yakni Dinasti Rajasa (Rajasawangsa) atau Girindra (Girindrawangsa). Keberadaan Kerajaan Singosari dibuktikan melalui candi-candi yang banyak ditemukan di Jawa Timur yaitu daerah Singosari sampai Malang. Terakhir adalah Kertanagara (1254–1292 M). Lokasi kerajaan ini sekarang diperkirakan di daerah Singosari.

Pada tahun 1268 Wisnuwardanameninggal dunia dan didharmakan di Jajaghu atau Candi Jago sebagai Buddha Amogapasa dan di Candi Waleri sebagai Siwa. 4. Pada tahun 1254 M Wisnuwardana mengangkat putranya yang bernama Kertanegara sebagai yuwaraja (raja muda) dengan maksud mempersiapkannya menjadi raja besar di Kerajaan Singasari. Gambar: Candi Kidal 3. Namun. Pada saat Anusapati asyik menyaksikan aduan ayamnya. meninggallah Anusapati yang didharmakan di Candi Kidal. Tohjoyo mengetahui bahwa Anusapati gemar menyabung ayam sehingga diundangnya Anusapati ke Gedong Jiwa (tempat kediamanan Tohjoyo) untuk mengadakan pesta sabung ayam. Dengan demikian. Peristiwa kematian Ken Arok akhirnya terbongkar dan sampai juga ke Tohjoyo (putra Ken Arok dengan Ken Umang). Ppemerintahan Ranggawuni membawa ketenteraman dan kesejahteran rakyat Singasari.pembaharuan karena larut dengan kesenangannya menyabung ayam. Ranggawuni berhasil menggulingkan Tohjoyo dan kemudian menduduki singgasana. Ranggawuni (1248–1268 M) Ranggawuni naik takhta Kerajaan Singasari pada tahun 1248 M dengan gelar Sri Jaya Wisnuwardana oleh Mahesa Cempaka (anak dari Mahesa Wongateleng) yang diberi kedudukan sebagai ratu angabhaya dengan gelar Narasinghamurti. Tohjoyo (1248 M) Dengan meninggalnya Anusapati maka tahta Kerajaan Singasari dipegang oleh Tohjoyo. Tohjoyo memerintah Kerajaan Singasari tidak lama sebab anak Anusapati yang bernama Ranggawuni berusaha membalas kematian ayahnya. . Dengan bantuan Mahesa Cempaka dan para pengikutnya. secara tiba-tiba Tohjoyo menyabut keris buatan Empu Gandring yang dibawanya dan langsung menusuk Anusapati.

dan Gurun (Maluku). Banyak Wide dijadikan Bupati di Sumenep (Madura) dengan gelar Aria Wiaraja. Untuk dapat mewujudkan gagasan penyatuan Nusantara. mahamentri i halu. Bakulapura (Kalimantan Barat). Ia naik takhta pada tahun 1268 dengan gelar Sri Maharajadiraja Sri Kertanegara. Kertanegara juga menjalin hubungan persahabatan dengan raja . seperti Patih Raganata digantikan oleh Patih Aragani. ia dibantu oleh tiga orang mahamentri. Dalam pemerintahannya. Setelah Jawa dapat diselesaikan. kemudian perhatian ditujukan ke daerah lain. Singasari juga menaklukan Pahang. Sunda. Bali. yaitu mahamentri i hino. Kertanegara mengirimkan utusan ke Melayu yang dikenal dengan nama Ekspedisi Pamalayu 1275 yang berhasil menguasai Kerajaan Melayu. Kertanegara (1268-1292 M) Kertanegara adalah Raja Singasari terakhir dan terbesar karena mempunyai cita-cita untuk menyatukan seluruh Nusantara. ia mengganti pejabat-pejabat yang kolot dengan yang baru.Gambar: Candi Jago 5. dan mahamenteri i sirikan. Hal ini ditandai dengan pengirimkan Arca Amoghapasa ke Dharmasraya atas perintah Raja Kertanegara. Gambar: Arca Amoghapasa Selain menguasai Melayu.

Kertanegara menolak dengan melukai muka utusannya yang bernama Mengki. ia meningkatkan taraf kehidupan masyarakatnya. Dan pada masa Kertanegara. Kubilai Khan menuntut raja-raja di daerah selatan termasuk Indonesia mengakuinya sebagai yang dipertuan. KEHIDUPAN DI KERAJAAN SINGASARI Dari segi sosial. Raden Wijaya mendapat pengampunan dan mengabdi kepada Jayakatwang. Ketika Ken Arok menjadi Akuwu di Tumapel. Arca perwujudannya dikenal dengan nama Joko Dolog yang sekarang berada di Taman Simpang. Banyak daerah-daerah yang bergabung dengan Tumapel. Raden Wijaya diberi sebidang tanah yang bernama Tanah Tarik oleh Jayakatwang untuk ditempati. Pasukan Kediri dari arah selatan dipimpin langsung oleh Jayakatwang dan berhasil masuk istana dan menemukan Kertanagera berpesta pora dengan para pembesar istana. Namun pada pemerintahan Anusapati. Ini berarti berakhirnya kekuasan Kerajaan Singasari.Champa. kehidupan masyarakat Singasari mengalami masa naik turun. Gambar: Candi Singasari B. Upaya yang ditempuh Raja Kertanegara dapat dilihat dari pelaksanaan politik dalam negeri dan luar negeri. Surabaya. Kertanaga beserta pembesar-pembesar istana tewas dalam serangan tersebut. Tindakan Kertanegara ini membuat Kubilai Khan marah besar dan bermaksud menghukumnya dengan mengirimkan pasukannya ke Jawa. Kertanegara kemudian didharmakan sebagai Siwa––Buddha (Bairawa) di Candi Singasari. Ardharaja berbalik memihak kepada ayahnya (Jayakatwang). kehidupan sosial masyarakat kurang mendapat perhatian karena ia larut dalam kegemarannya menyabung ayam. Sesuai dengan agama yang dianutnya. sedangkan Raden Wijaya berhasil menyelamatkan diri dan menuju Madura dengan maksud minta perlindungan dan bantuan kepada Aria Wiraraja. yakni dari arah utara merupakan pasukan pancingan dan dari arah selatan merupakan pasukan inti.dengan tujuan untuk menahan perluasaan kekuasaan Kubilai Khan dari Dinasti Mongol. Serangan dilancarakan dari dua arah. Dengan gugurnya Kertanegara maka Kerajaan Singasari dikuasai oleh Jayakatwang. Pada masa Wisnuwardhana kehidupan sosial masyarakatnya mulai diatur rapi. dia berusaha meningkatkan kehidupan masyarakatnya. Atas bantuan Aria Wiraraja. . Mengetahui sebagian besar pasukan Singasari dikirim untuk menghadapi serangan Mongol maka Jayakatwang (Kediri) menggunakan kesempatan untuk menyerangnya.

C. yaitu dinasti yang didirikan oleh Ken Arok. Mereka dimanfaatkan Raden Wijaya untuk mengalahkan Jayakatwang di Kadiri. dan menyatakan dirinya sebagai anggota Wangsa Rajasa. dan patung Amoghapasa juga merupakan perwujudan Kertanegara (kedua patung kertanegara baik patung Joko Dolog maupun Amoghapasa menyatakan bahwa Kertanegara menganut agama Buddha beraliran Tantrayana). ditemukan candi-candi dan patung-patung diantaranya candi Kidal. 4. candi Jago. Pada tahun 1293 datang pasukan Mongol yang dipimpin Ike Mese untuk menaklukkan Jawa. Raden Wijaya kemudian mendirikan Kerajaan Majapahit sebagai kelanjutan Singasari. ia kemudian diampuni oleh Jayakatwang dan diberi hak mendirikan desa Majapahit. Dalam serangan itu Kertanegara mati terbunuh. Berbuat baik terhadap lawan-lawan politiknya seperti mengangkat putra Jayakatwang (Raja Kediri) yang bernama Ardharaja menjadi menantunya. Mengadakan pergeseran pembantu-pembantunya seperti Mahapatih Raganata digantikan oleh Aragani. Menguasai Malaka dan Kalimantan. Melaksanakan Ekspedisi Pamalayu untuk menguasai Kerajaan melayu serta melemahkan posisi Kerajaan Sriwijaya di Selat Malaka. 3. 3. Nagarakretagama dan prasasti Kudadu mengisahkan Raden Wijaya. patung Kertanegara dalam wujud patung Joko Dolog. Berkat bantuan Aria Wiararaja (penentang politik Kertanagara). 2. Pada tahun 1292 terjadi pemberontakan Jayakatwang bupati Gelang-Gelang. perjalanan kerajaan Singasari bisa dikatakan berlangsung singkat. RUNTUHNYA KERAJAAN SINGASARI Sebagai sebuah kerajaan. Riwayat Kerajaan Tumapel-Singasari pun berakhir. Menguasai Bali. Setelah runtuhnya Singasari. dan candi Singasari. Akhirnya Kerajaan Singasari mengalami keropos di bagian dalam. Politik Luar Negeri: 1. cucu Narasingamurti yang menjadi menantu Kertanegara lolos dari maut. Sedangkan patung-patung yang ditemukan adalah patung Ken Dedes sebagai Dewa Prajnaparamita lambing kesempurnaan ilmu. 2. D. Hal ini terkait dengan adanya sengketa yang terjadi dilingkup istana kerajaan yang kental dengan nuansa perebutan kekuasaan. yang merupakan sepupu.Politik Dalam Negeri: 1. HUBUNGAN KERAJAAN SINGASARI DENGAN MAJAPAHIT Pararaton. Memperkuat angkatan perang. sekaligus besan dari Kertanegara sendiri. sekaligus ipar. dll. Menguasai Jawa Barat. Raden Wijaya dengan siasat cerdik ganti mengusir tentara Mongol keluar dari tanah Jawa. Setelah Kadiri runtuh. Pada saat itu Kerajaan Singasari sibuk mengirimkan angkatan perangnya ke luar Jawa. Berdasarkan segi budaya. . Jayakatwang menjadi raja dan membangun ibu kota baru di Kediri.

Raden Wijaya berbalik menyerang sekutu Mongolnya sehingga memaksa mereka menarik pulang kembali pasukannya secara kalang-kabut karena mereka berada di teritori asing. Kertanagara. Ia membuka hutan itu dan membangun desa baru.Kerajaan majapahit Majapahit adalah sebuah kerajaan kuno di Indonesia yang pernah berdiri dari sekitar tahun 1293 hingga 1500 M. Pararaton terutama menceritakan Ken Arok (pendiri Kerajaan Singhasari) namun juga memuat beberapa bagian pendek mengenai terbentuknya Majapahit. Berg menganggap semua naskah tersebut bukan catatan masa lalu. hal yang terjadi tidaklah jelas. Desa itu dinamai Majapahit. Ia mengirim utusan yang bernama Meng Chi[9] ke Singhasari yang menuntut upeti. Beberapa sarjana seperti C. tetapi memiliki arti supernatural dalam hal dapat mengetahui masa depan. Raden Wijaya kemudian diberi hutan Tarik. Atas saran Aria Wiraraja. Sumber utama yang digunakan oleh para sejarawan adalah Pararaton ('Kitab Raja-raja') dalam bahasa Kawi dan Nagarakretagama dalam bahasa Jawa Kuno.C. terdapat beberapa prasasti dalam bahasa Jawa Kuno maupun catatan sejarah dari Tiongkok dan negara-negara lain. Sumatra. Namun demikian. Kublai Khan marah dan lalu memberangkatkan ekspedisi besar ke Jawa tahun 1293. hingga Indonesia timur. Ketika itu. . Borneo. banyak pula sarjana yang beranggapan bahwa garis besar sumber-sumber tersebut dapat diterima karena sejalan dengan catatan sejarah dari Tiongkok. sudah membunuh Kertanagara. atau mereka harus terpaksa menunggu enam bulan lagi di pulau yang asing. adipati Kediri. Ketika pasukan Mongol tiba. Selain itu. Semenanjung Malaya. Historiografi Hanya terdapat sedikit bukti fisik sisa-sisa Majapahit. meskipun wilayah kekuasaannya masih diperdebatkan. Kepulauan Sulu. Nagarakertagama merupakan puisi Jawa Kuno yang ditulis pada masa keemasan Majapahit di bawah pemerintahan Hayam Wuruk. Sementara itu. dan rasa "pahit" dari buah tersebut. Hal ini menjadi perhatian Kubilai Khan. Keakuratan semua naskah berbahasa Jawa tersebut dipertentangkan. Jayakatwang. dan sejarahnya tidak jelas. Setelah masa itu. Tidak dapat disangkal bahwa sumber-sumber itu memuat unsur non-historis dan mitos. penguasa Dinasti Yuan di Tiongkok. Kerajaan ini mencapai puncak kejayaannya pada masa kekuasaan Hayam Wuruk.Kekuasaannya terbentang di Jawa. yang datang menyerahkan diri. Jayakatwang memberikan pengampunan kepada Raden Wijaya. Kerajaan Majapahit adalah kerajaan Hindu-Buddha terakhir yang menguasai Semenanjung Malaya dan dianggap sebagai salah satu dari negara terbesar dalam sejarah Indonesia. khususnya daftar penguasa dan keadaan kerajaan yang tampak cukup pasti. Wijaya bersekutu dengan pasukan Mongol untuk bertempur melawan Jayakatwang. yang berkuasa dari tahun 1350 hingga 1389. yang namanya diambil dari buah maja. Singhasari menjadi kerajaan paling kuat di wilayah tersebut. Manila (Saludung). menantu Kertanegara. penguasa kerajaan Singhasari yang terakhir menolak untuk membayar upeti dan mempermalukan utusan tersebut dengan merusak wajahnya dan memotong telinganya.[11][12] Saat itu juga merupakan kesempatan terakhir mereka untuk menangkap angin muson agar dapat pulang. Sejarah Berdirinya Majapahit Sesudah Singhasari mengusir Sriwijaya dari Jawa secara keseluruhan pada tahun 1290.

tetapi terhubungkan satu sama lain oleh perdagangan yang mungkin berupa monopoli oleh raja[14]. Gajah Mada. Pada tahun 1377. semenanjung Malaya. Majapahit juga memiliki hubungan dengan Campa. Kamboja. Ibu tirinya yaitu Gayatri Rajapatni seharusnya menggantikannya. Pada tahun 1328. Ia diteruskan oleh putranya. termasuk Ranggalawe. yang berarti "penjahat lemah". dan Italia (Pigafetta) mengindikasikan bahwa telah terjadi perpindahan kekuasaan Majapahit dari tangan penguasa Hindu ke tangan Adipati Unus. Rajapatni menunjuk anak perempuannya Tribhuwana Wijayatunggadewi untuk menjadi ratu Majapahit. Siam. Catatan sejarah dari Tiongkok. atau 1478 Masehi. pedagang Muslim dan para penyebar agama sudah mulai memasuki Nusantara. Sulawesi. Majapahit melancarkan serangan laut ke Palembang. Sengkala ini konon adalah tahun berakhirnya Majapahit dan harus dibaca sebagai 0041. yaitu Kesultanan Malaka. adalah penguasa yang jahat dan amoral. antara tahun 1518 dan 1521 M. Pada akhir abad ke-14 dan awal abad ke-15. Namun setelah kematian pemberontak terakhir (Kuti). agar ia dapat mencapai posisi tertinggi dalam pemerintahan. Halayudha ditangkap dan dipenjara. Dalam tradisi Jawa ada sebuah kronogram atau candrasengkala yang berbunyi sirna ilang kretaning bumi. meskipun pemberontakan tersebut tidak berhasil. Arti sengkala ini adalah “sirna hilanglah kemakmuran bumi”. Jayanegara dibunuh oleh tabibnya. juga disebut Rajasanagara. sebuah kerajaan perdagangan baru yang berdasarkan Islam. memerintah Majapahit dari tahun 1350 hingga 1389. Selama kekuasaan Tribhuwana. Borneo. Birma bagian selatan. dan lalu dihukum mati. kerajaan Majapahit berkembang menjadi lebih besar dan terkenal di daerah tersebut.[2] menyebabkan runtuhnya sisa-sisa kerajaan Sriwijaya Menurut Kakawin Nagarakretagama pupuh XIII-XV. Namun demikian yang sebenarnya digambarkan oleh candrasengkala tersebut adalah gugurnya Bre Kertabumi. Kerajaan ini menghadapi masalah. Tribhuwana menguasai Majapahit sampai kematian ibunya pada tahun 1350. Ia digelari Kala Gemet. Pada saat bersamaan. Ketika Majapahit didirikan. dan Vietnam. Maluku. daerah kekuasaan Majapahit meliputi Sumatra. Hayam Wuruk. pengaruh Majapahit di seluruh Nusantara mulai berkurang. batasan alam dan ekonomi menunjukkan bahwa daerah-daerah kekuasaan tersebut tampaknya tidaklah berada di bawah kekuasaan terpusat Majapahit. Majapahit menguasai lebih banyak wilayah. Jayanegara.[12] Wijaya meninggal dunia pada tahun 1309. Slamet Muljana menduga bahwa mahapatih Halayudha lah yang melakukan konspirasi untuk menjatuhkan semua orang terpercaya raja. Tanca. Pada masanya Majapahit mencapai puncak kejayaannya dengan bantuan mahapatihnya. . kepulauan Nusa Tenggara. Di bawah perintah Gajah Mada (1313-1364). Kejayaan Majapahit Hayam Wuruk.Tanggal pasti yang digunakan sebagai tanggal kelahiran kerajaan Majapahit adalah hari penobatan Raden Wijaya sebagai raja. Namun demikian. antara Wirabhumi melawan Wikramawardhana. dan bahkan mengirim duta-dutanya ke Tiongkok Jatuhnya Majapahit Sesudah mencapai puncaknya pada abad ke-14. Demikian pula telah terjadi pergantian raja yang dipertengkarkan pada tahun 1450-an. Anak dan penerus Wijaya. penguasa dari Kesultanan Demak. dan pemberontakan besar yang dilancarkan oleh seorang bangsawan pada tahun 1468. Portugis (Tome Pires). yaitu tahun 1400 Saka. Beberapa orang terpercaya Kertarajasa. Sora. beberapa tahun setelah kematian Gajah Mada. kekuasaan Majapahit berangsur-angsur melemah. mulai muncul di bagian barat Nusantara. yaitu pada tanggal 10 November 1293. Papua. dan sebagian kepulauan Filipina[13]. oleh Girindrawardhana. Ia dinobatkan dengan nama resmi Kertarajasa Jayawardhana. raja ke-11 Majapahit. dan Nambi memberontak melawannya. Tampaknya terjadi perang saudara (Perang Paregreg) pada tahun 1405-1406. akan tetapi Rajapatni memilih mengundurkan diri dari istana dan menjadi pendeta wanita.

Kertawijaya.1478) 12. Kalagamet. Bhre Pandansalas. Suhita (1429 . Bhre Kertabumi. bergelar Brawijaya I (1447 . Hudhara.1447) 7. Hayam Wuruk. bergelar Kertarajasa Jayawardhana (1293 . bergelar Brawijaya III (1456 . Girindrawardhana. . Purwawisesa atau Girishawardhana. Sri Gitarja.1309) 2. bergelar Brawijaya V (1468 .1350) 4. bergelar Brawijaya II (1451 .Raja-raja Majapahit Berikut adalah daftar penguasa Majapahit. Wikramawardhana (1389 .1328) 3. bergelar Brawijaya VI (1478 .1451) 8.1498) 13. 1. atau Suraprabhawa. Rajasawardhana.1453) 9. Raden Wijaya.1466) 10.1429) 6.1389) 5. bergelar Brawijaya IV (1466 .1468) 11. bergelar Brawijaya VII (1498-1518). bergelar Sri Jayanagara (1309 . bergelar Tribhuwana Wijayatunggadewi (1328 . bergelar Sri Rajasanagara (1350 . Perhatikan bahwa terdapat periode kekosongan antara pemerintahan Rajasawardhana (penguasa ke-8) dan Girishawardhana yang mungkin diakibatkan oleh krisis suksesi yang memecahkan keluarga kerajaan Majapahit menjadi dua kelompok.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful