P. 1
MUNAKAHAH

MUNAKAHAH

|Views: 8|Likes:
Published by Izzun Nabih

More info:

Published by: Izzun Nabih on Sep 21, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/22/2014

pdf

text

original

MUNAKAHAH( Hukum perkawinan Dalam Islam

)
Hukum perkawinan Islam dan UU No 1/74, Dasar brlakunya hukum perkawinan Islam atau nikah,talak, rujuk (NTR) adalah:$ 1937 no 638 jo. $ 19370 no 610 dan 611 jo. Peraturan pemerintah No 45/1957 jo. UU no 1/1974(lembaran negara th 1974 No 1) dan kompilasi hukum Islam(inpres RI no 1 th 1991 jo. Sk mentri agama No 154/1991) Setelah ditetapkanyya UU no 1/1974 ttg perkawinan maka dasar hukum NTR tentulah UU no.1/1974, terutama pasal 2 ayat (1) dan pasal 2 ayat (2) Yaitu “ perkawinan adalah sah apabila dilakukan menurut hak masing2 agamanya dan kepercayaannya itu menurut UU yang berlaku” A. SYARAT SAHNYA PERKAWINAN: 1. syarat umum: Perkawinan itu tdk dilakukan bertentangan dengan larangan2 yang termaktub dalam QS AL Baqarah :211 “ dan janganlah kamu nikahi wanita2 musrik sbelum mereka beriman. Sesungguhnya wanita budak yang mukmin lebih baik daripada wanita musyrik sekalipun ia menarik hatimu. 2. syarat khusus a. adanya calon pengantin laki2 dan calon pengantin perempuan b. kedua calon mempelai harus Islam, akil baligh, sehat jasmani dan rohani. c. harus ada persetujuan (kebebasan) antara kedua calon mempelai pengantin. d. harus ada wali nikah e. harus ada 2 orang saksi (islam, dewasa, dan adil) f. harus membayar mahar(mas kawin) g. harus ada pernyataan ijab qabul Anjuran perkawinan dalam islam > Hidup berpasang pasangan merupakan pembawaan naluriah makhluk hidup, bahkan segala sesuatu diciptakan berjodoh jodoh: > perkawinan merupaka tuntunan naluriah manusia untuk berketurunan (guna melangsungkan hidup) dan untuk memperoleh ketenangan hidup serta menumbuhkan kasih saying insani: > Islam melarang keras hidup membujang > Hukum melakukan Perkawinan: Sekalipun Islam menganjurkan perkawinan, jika ditinjau dari keadaan melaksanakan perkawinan dapat dikenai hukum wajib, sunah, haram, makruh, mubah: a. perkawinan yang wajib: telah memiliki keinginan yang kuat untuk kawin dan telah punya kemampuan memikukul kewajiban, serta dikhawatirkan zina jika tidak segera kawin. b. perkawinan yang sunah telah memilik keinginan kuat untuk kawin dan mempu memikul kewajiban, tapi tidak dikhawatirkan zina c. perkawinan yang haram

h. d. j. d. c. Memuji Allah saat ejakulasi /orgasme . d. pergaulan yang makruf yaitu saling menjaga rahasia masing2 pergaulan yang sakinah(aman tentram) pergaulan yang didasari mawadah(saling cinta) pergaulan yang disertai rahmah (saling menyantuni) SUMBER HUKUM PERKAWINAN a. c. sehingga jika tetap kawin akan menyusahkan istrinya. 2. b.bagi orang yang belum berkeinginan menikah dan tidak memilik kemampuan memikul kewajiban hidup perkawinan. Pada saat suami istri hendak melakukan hubungan seksual yang kenikmatannya merupakan karunia allah swt. 4. AL HADITS c. PRINSIP PERKAWINAN DALAM ISLAM a. i. maka tfk lupa mengingat Nya seraya menyebut asma Nya. e. b. IJTIHAD MEMAHAMI ETIKA HUBUNGAN SUAMI ISTRI 1. perkawinan yang makruh bagi orang yang mempu secar materil/cukup tahan mental dan agama sehingga tidak dikhawatirkan terseret pada perbuatan zina e. g. f. Menutupi kedua tubuh Sekalipun hubungan seksual untuk mendapatkan kepuasan maksimal. tetapi tidak dibenarkan sepasang tubuh terbuka tanpa selembar benangpun penutup. Membaca doa bersetubuh 3. perkawinan yang mubah bagi orang yang punya harta tapi bila tidak kawin tidak dikhawatirkan zina. AlQURAN b. pilihan jodoh yang tepat perkawinan didahului peminangan ada ketentuan tentang larangan perkawinan antara laki2 dan perempuan perkawinan di dasarkan atas dasar suka rela antara pihak2 yang bersangkutan ada persaksian dalam akad nikah perkawinan tidak ditentukan untuk waktu tertentu ada kewjiban membayar mas kawin ada kebebasan mengajukan syarat dalam akad nikah tanggung jawab pimpinan keluarga pada suami ada kewajiban bergaul dengan baik dalam kehidupan rumah tangga PRINSIP PERKAWINAN: a.

Saat menerima kenikmatan yang luar biasa. 7. saudara kandung. 2. mertua) ada yang dilarang untuk semaentara(saudara ipar. 5. tidak dalam hubungan perkawinan dengan laki2 lain . yang boleh dipinang yaitu: > tidak terdapat halangan syara untuk dikawini seketika oleh laki2 yang meminang karena tidak ada hubungan mahram.Segera membersihkan alat kelamin seusai bersetubuh Hikmahnya alat kelamin terbersihkan dari lumuran air mani sehingga tidak nyeri alat kelaminnya akibat air mani yang mongering. bersetubuh ketika istri sedang haid/ nifas bersetubuh ketika tertalak tanpa sadar bersetubuh ketika istri dalam masa tersumpah menytubuhi dubur dan mlulut istri memandangi alat kelamin suami / istri membayangkan tubuh orang lain membuka rahasia persetubuhan KHITBAH (meminang) Prinsip perkawinan dalam islam diantaranya bahwa perkawinan tidak untuk waktu tertentu tapi untuk selama hidup dengan diawali khitbah a. niscaya Allah akan menambah kenikmatan itu 5. permpuan yang boleh dipinang tidak semua perempuan boleh dikawini laki2 ada perempuan yang untuk selamanya tidak boleh dikawini(ibu. sepatutnya kita bersyukur kepada sang pemberi nikmat. 6. wanita yang sedang menjalani masa idah) oleh karena itu tidak semua perempuan boleh dipinang . 4. 6. perempuan yang sedang dalam ikatan perkawinan dengan laki2 lain. 3. berwudlu jika hendak mengulangi lagi Menjauhi aneka larangan hubungan suami istri 1.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->