P. 1
null

null

|Views: 10,594|Likes:
Published by api-14414015

More info:

Published by: api-14414015 on Jul 01, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/10/2013

pdf

text

original

60o

O

r

A

B

C

D

E

F

30

Pembelajaran Trigonometri SMA

Anda telah memperoleh ruas garis sepanjang 21

√2 satuan dan 21

√3

satuan. Ruas garis manakah itu?

Catatan:
Kelengkapan hasil lukisannya adalah sebagai berikut:

o Lukisan juga dapat didasarkan pada atau menggunakan lingkaran satuan.
Untuk menggambar grafik fungsi trigonometri dengan menggunakan
lingkaran satuan pertama kali pada lingkaran satuan itu dibuat sudut-
sudut khusus, yaitu 30°

, 45°

, 60°

, 90°

, 120°

, 135°

, 150°

, 180°

, 210°

, 225°
,

240°

, 270°

, 300°

, 315°

, 330°

dan 360°

atau sudut-sudut sesuai dengan
satuan ukuran radian. Hal ini dilakukan untuk memudahkan meletakkan
posisi 30, 45, 60, 90, … , 360 pada sumbu-X.

a. Melukis grafik fungsi sinus menggunakan tabel

1) Menggunakan nilai perbandingan trigonometri sudut istimewa
termasuk sudut-sudut berelasinya.

A

B

C

D

√2

1

1

1

√3

A

B

C

D

21

√2

1

1

1

21

√2

21 √3

21 √3

45°

30°

60°

π/4

π/6

π/3

Gambar 2.16

Gambar 2.17

31

Paket Fasilitasi Pemberdayaan KKG/MGMP Matematika

Untuk melukis grafik fungsi f: xf(x) = sin x, mula-mula siswa
ditugasi untuk melengkapi nilai-nilai sin x untuk sudut-sudut
istimewa (termasuk sudut relasinya), sebagaimana tabel di bawah ini:

x 0 6π 4π 3π 2π 32π 43π π 67π 45π 34π 23π 35π 35π 47π 6

11π 2π

sin x

… … … … … … … … … … … … … … … … …

Untuk melukis grafik fungsi f: xf(x) = sin x°, mula-mula siswa
ditugasi untuk melengkapi nilai-nilai sin xo

untuk sudut-sudut
istimewa (termasuk sudut relasinya), sebagaimana tabel di bawah ini:

x

0 30 45 60 90 120 135 150 180 210 225 240 270 300 315 330 360

sin xo

… … … … … … … … … … … … … … … … …

Bila nilai pada tabel telah dibuat lengkap, maka pasangan koordinat
titik-titik: (0,0), (

6π,

21), (

4π, 2

21

), (

3π,3

21

), … , (2π, 0) untuk

satuan radian, atau (0,0), (30,21

), (45,

2

21

), (60,

3

21

), … ,
(360,0) untuk satuan derajat, selanjutnya titik tersebut digambar
dalam sistem koordinat Cartesius yang sesuai.
Untuk kedua jenis satuan derajat, panjang interval

360

0 ≤
x

digunakan skala 2π
satuan, sama dengan yang digunakan ketika menggambar dengan satuan ukuran
radian. Panjang interval tersebut menggambarkan keliling lingkaran satu putaran
penuh.

π

65

π

61 π

41

π

31

π

21

π

32

π

π

65

43

π

0

O

π
67 π

45

π

34

π
23 π

35

π

47

π

2

Y

X

21

21

21

√2

21

√2

21

√3

21

√3

1

1

panjang 2πr dengan r = 1

Gambar 2.18

6

11π

32

Pembelajaran Trigonometri SMA

(untuk satuan derajat, sesuaikan dengan Gambar 2.17, misal

π

61

→ 30°). Selanjutnya lukis kurva mulus melalui titik-titik yang

diperoleh grafik fungsi f: xf(x) = sin x, 0 < x < 2π. (Gambar 2.19)

b. Melukis grafik fungsi kosinus dan tangen menggunakan tabel

Langkah kegiatannya melukis grafik fungsi kosinus dan tangen dengan
tabel dapat dilakukan seperti pada kegiatan melukis grafik fungsi sinus
dengan tabel.

c. Melukis grafik fungsi sinus dan kosinus menggunakan lingkaran
satuan

Untuk menentukan nilai sinus suatu sudut dengan menggunakan
lingkaran satuan adalah bahwa nilai sinus suatu sudut dapat dinyatakan
sebagai panjang proyeksi jari-jari lingkaran pada garis vertikal yang
melalui pusat lingkaran.
Sehingga nilai sin x

dari x =

6π,

4π,

3π, ..., 2π, sehingga nilainya dapat
diwakili oleh proyeksi jari-jari lingkaran satuan pada garis vertikal yang
melalui pusat lingkaran tersebut. Sedangkan nilai kosinusnya dapat
diwakili oleh proyeksi jari-jari lingkaran satuan pada garis mendatar
yang melalui pusat lingkaran tersebut.
Untuk grafik fungsi sinus, nilai dari hasil proyeksinya langsung dapat
digunakan untuk membuat garis bantu sejajar sumbu X untuk
menggambarkan nilai-nilai sinus sudut bersangkutan.
1) Dari uraian di atas, kemudian dari gambar Gambar 2.17 dapat dibuat
proyeksi titik-titik ujung jari-jari yang terkait dengan sudut-sudut
istimewa, dibuat garis-garis mendatar sejajar sumbu X.

π

61

π

41

π

31

π

21

π

32

π

43

π

0

O

π

67

π

45

π

34

π

23

π

35

π

47

π

2

Y

X

21

21

21

√2

21

√2

21

√3

21

√3

1

1

panjang 2πr dengan r = 1

Gambar 2.19

6

11π

65π

33

Paket Fasilitasi Pemberdayaan KKG/MGMP Matematika

2) Jika sepanjang sumbu X diletakkan nilai-nilai sudut istimewa pada
interval 0 ≤ x ≤ 2π kemudian dibuat garis-garis vertikal sejajar
sumbu-Y, diperoleh hasil sebagai berikut:

3) Dengan menentukan titik-titik potong antara garis-garis pada langkah
1) dan langkah 2) yang bersesuaian, dan melalui titik-titik tersebut
dilukis kurva mulus, diperoleh grafik fungsi sinus pada interval
[0, 2π] (Gambar 2.22)

π

61

π

41

π

31

π

21

π

32

π

43

π

0

O

π

67

π

45

π

34

π

23

π
35 π

47

π

2

X

Gambar 2.20

π/4

π/6

π/3

Y

O

X

Gambar 2.21

π

61

π

41

π

31

π

21

π

32

π

43

π

0

O

π

67

π

45

π

34

π

23

π

35

π

47

π

2

Y

X

Gambar 2.22

Y

6

11π

6

11π

65π

65π

34

Pembelajaran Trigonometri SMA

Catatan

1) Untuk menggambar grafik fungsi kosinus menggunakan
lingkaran satuan, penggunaan ”perpotongan garis mendatar dan
tegak” pada langkah 3) di atas perlu memperhatikan relasi
kofungsi, yaitu bahwa cos x = sin( π

21 −x). Dengan demikian
maka titik potong yang nantinya dilalui kurva adalah titik
potong misalnya antara garis x = π

61 dengan garis mendatar
yang melalui titik pada ujung jari-jari pembentuk sudut
( π

21

− π

61

) (pada satuan derajat, garis x = 30° dengan garis
mendatar yang melalui titik pada ujung jari-jari pembentuk
sudut (90 − 30 = 60)°.)
2) Pada dasarnya sudut-sudut yang digunakan di sini tidak harus
sudut ”istimewa”. Pemilihan sudut dapat saja dipilih misalnya
semua kelipatan 15°, maka Y yang panjangnya 2π dibagi 24
sama panjang, kemudian dari titik-titik bagi itulah garis-garis
sejajar sumbu Y dibuat.

d. Melukis grafik fungsi tangen menggunakan lingkaran satuan

Jika dari Gambar 2.17 jari-jarinya diperpanjang sampai memotong
sumbu Y, maka diperoleh gambar seperti pada Gambar 2.23.

Gambar 2.23

45°

30°

60°

Y

P

O

A

B

C

D

E

F

45°
π/6 60°

Y

P

O

A

B

C

D

E

F

35

Paket Fasilitasi Pemberdayaan KKG/MGMP Matematika

Perhatikan misalnya

tan 30° =

PO

OA

=

1

OA

= OA

tan 60° =

PO

OC

=

1

OC

= OC

Contoh di atas menggambarkan bahwa panjang ruas-ruas garis
sepanjang titik O sampai ke titik potong jari-jari yang terkait dengan
suatu sudut (misal sudut x) dengan sumbu Y mengindikasikan nilai
tangennya (ke arah atas bertanda positif, ke bawah negatif).
Melukis garis sejajarnya seperti yang dilakukan pada kegiatan melukis
grafik fungsi sinus dilakukan bukan melalui titik ujung jari-jari,
melainkan melalui titik-titik potong semacam A, B, dan seterusnya
seperti pada Gambar 2.24. Untuk melukis grafiknya pembaca dapat
menyesuaikan dengan cara yang dilakukan pada grafik fungsi sinus.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->