Coelenterata dan Ciri-cirinya- Nama Coelenterata berasal dari bahasa Yunani, yaitu coelos yang berarti rongga

dan enteron yang berarti usus sehingga coelenterata berarti hewan yang memiliki rongga. Rongga tersebut digunakan sebagai ususnya dan sebuah mulut sebagai alat untuk menelan mangsanya, serta tentakel sebagai alat penangkap mangsanya. Jadi, bila dibandingkan dengan Porifera, Coelenterata jauh lebih kompleks. Pernahkah Anda melihat uburubur? Hewan ini merupakan salah satu binatang karang dan termasuk dalam anggota Coelenterata. Anda pasti sudah mengetahui habitatnya. Kebanyakan hewan ini hidup di air laut, tetapi ada juga yang hidup di air tawar. Hidupnya bisa secara berkoloni maupun soliter (menyendiri). Tubuhnya umumnya melekat pada dasar perairan. 1) Ciri-Ciri Coelenterata. Apabila Anda berwisata ke daerah pantai, carilah ubur-ubur atau Hydra dan amatilah struktur tubuhnya! Bandingkan dengan Gambar 8.10 berikut ini! Tubuh hewan tersebut tidak jauh berbeda seperti kantung dengan beberapa tentakel di sekitar mulut. Pada permukaan tentakel, terdapat sel beracun (knidoblast) yang mengandung sel penyengat kecil (nematosis) yang dapat digunakan untuk melumpuhkan mangsa sehingga dia dapat mempertahankan dirinya. Penyengat ini dapat melumpuhkan organisme kecil, besar, bahkan manusia. Tentakel dengan penyengat inilah yang merupakan ciri utama dari filum ini.

Gambar 8.10 Ubur-ubur (Hydra) Bila kita memotong seekor Hydra dari kepala sampai pangkal, maka hewan ini tidak mempunyai permukaan dorsal dan permukaan ventral, maupun sisi kanan dan sisi kiri sehingga akan menampakkan tubuhnya yang simetris radial. Tubuhnya tersusun dari dua lapisan kulit (diplobastik), yaitu ektoderm dan endoderm. Ingatlah ektoderm sebagai lapisan luar (epidermis) untuk melindungi endoderm sedangkan endoderm sebagai lapisan dalam (gastrodermis) untuk pencernaan. Di antara kedua lapisan ini terdapat rongga yang berisi bahan seperti jeli, yaitu zat gelatin yang dinamakan mesoglea dan pada lapisan ini terdapat sel-sel saraf yang letaknya tersebar dan karena tidak mempunyai kepala, maka tidak memiliki pusat susunan saraf pusat. Oleh beberapa ahli, mesoglea dianggap sebagai lapisan ketiga. Jika ada makanan maka bagian tubuh yang dekat makanan akan masuk melalui lubang (mulut) dan masuk ke rongga dalam yang

disebut rongga gastrovaskular dan di dalam rongga ini proses pencernaan makanan terjadi. Di bagian tengah permukaan bawahnya terdapat mulut. Pada fase polip hidupnya menempel di batuan perairan. yaitu polip untuk makan yang disebut gastozoid. Polip yang membentuk koloni mempunyai beberapa macam bentuk menurut fungsinya. b) Fase Medusa Pada fase medusa. Bentuk tubuh lainnya seperti bunga mawar dan mendapat julukan “mawar laut”. dan berenang bebas. tetapi ada pula yang membentuk koloni. . ada yang hanya mempunyai bentuk polip saja. Bentuk tubuhnya tampak seperti payung/lonceng dengan tantakel pada bagian tepi yang melingkar. Coba Anda pikirkan! a) Fase Polip Daur hidup Coelenterata mengalami fase polip dan fase medusa. jadi pada fase medusa ini akan menghasilkan sperma dan ovum. Tidak semua Coelenterata mempunyai bentuk polip dan medusa. Coelenterata hidup melayang-layang di perairan. Koloni dari beberapa bentuk polip disebut polimorfisme. tampak transparan. Terlihat pada Gambar 8. Fungsi dari medusa adalah untuk berkembang biak secara seksual.11 (a) bentuknya seperti silinder dengan ujung yang satu terdapat mulut yang dikelilingi tentakel dan ujung lain buntu untuk melekatkan diri. Polip yang digunakan untuk pembiakan dengan menghasilkan medusa disebut gonozoid dan polip untuk pertahanan. Polip ini umumnya hidup secara soliter atau menyendiri. karena dia melekat jadi tidak dapat bergerak bebas.

Scyphozoa. yaitu pada kakinya dan akan membesar sehingga terbentuk tentakel kemudian terlepas sehingga dapat menjadi individu baru.Gambar 8. Jika bertemu. terjadilah pembuahan dan zigot yang akan dihasilkan tumbuh menjadi larva bersilia yang disebut planula. maka akan tumbuh membentuk individu baru. Zigot ini dapat berenang meninggalkan induknya dengan tujuan agar tidak terjadi perebutan makanan. Coelenterata dapat juga berkembangbiak secara seksual. Sperma yang telah masak dikeluarkan dalam air dan akan berenang menuju ovum. Selain secara aseksual. yaitu Hydrozoa. Coelenterata berkembang biak secara aseksual dengan membentuk kuncup/tunas yang menempel pada hewan induknya. Para ahli taksonomi membagi Coelenterata menjadi tiga kelas. Bagaimana ciri-ciri dari ketiga kelas tersebut? . yaitu dengan penyatuan sperma dan sel telur yang akan terbentuk zigot. Untuk memperbanyak diri. Ada juga yang tetap melekat pada induknya dan induknya tetap membentuk kuncup yang lain sehingga terbentuklah koloni. 3) Jenis-Jenis Coelenterata.11 (a) Bentuk polip (b) Medusa 2) Perkembangbiakan Coelenterata. dan Anthozoa. Jika terdapat pada suatu perairan yang cocok.

Gambar 8. Obelia. Pernahkah Anda melihat Hydra.13! Gambar 8.14! . atau Physalia. Hidupnya secara soliter di air tawar. udang.13 Hydra dengan alat perkembangbiakannya (2) Obelia Obelia merupakan jenis Coelenterata yang hidup di air laut dan hidup secara berkoloni. lihatlah Gambar 8. Perhatikan Gambar 8. Hydra bereproduksi secara aseksual dan seksual. amati daur hidupnya pada Gambar 8. Tubuhnya mempunyai rangka luar yang mengandung kitin. dan tidak bersekat. Agar lebih jelas. kerang. Makanannya berupa hewan-hewan kecil misalnya jentik nyamuk. yaitu polip hidrant yang berfungsi untuk makan dan polip gonangium yang berfungsi membentuk medusa dan dapat menghasilkan alat reproduksi. Ketiga jenis hewan ini merupakan contoh dari Coelenterata. Agar lebih jelas. berongga.12 Beberapa hewan Coelenterata a) Hydrozoa. Hidupnya sebagai koloni polip.12 agar lebih jelas! (1) Hydra Berdasarkan pengamatan dapat kita lihat bentuk Hydra seperti kantung.

15 Siklus hidup ubur-ubur b) Schyphozoa Anda tentu sudah mengetahui bentuk dari ubur-ubur (Aurelia aurita)! Ubur-ubur mempunyai ukuran yang besar dan berbentuk medusa. polip untuk reproduksi (gonazoid) dan polip untuk menangkap mangsa (daktilozid). sering .15. Berdasarkan asal katanya.14 Daur hidup Obelia (3) Physalia Physalia mempunyai bagian tubuh sebagai pelampung. Coba Anda jelaskan fase-fase daur hidup ubur-ubur dengan melihat gambar! Perlu Anda ingat Schyphozoa memiliki bentuk dominan sebegai medusa. Anthozoa memiliki arti bunga. Daur hidupnya seperti yang terlihat pada Gambar 8. Hati-hati lagi jika menyentuh ubur-ubur karena tentakelnya mengandung sel penyengat dan mengeluarkan racun yang sangat gatal. hewan ini sering terdampar di pantai. c) Anthozoa Pernahkah Anda melihat binatang berwarna-warni seperti bunga di dalam akuarium? Hewan itu termasuk kelas Anthozoa.Gambar 8. Gambar 8. jika tidak tahan kulit akan melepuh. hidupnya sebagai koloni polip yaitu ada polip untuk makan (gastrozoid).

Hewan ini sebenarnya mempunyai tentakel. Beberapa jenis hewan Anthozoa dapat membentuk karang yang bentuknya bervariasi dan sangat indah sehingga dapat dimanfaatkan sebagai objek yang berkaitan dengan pariwisata. . apakah berpengaruh pada ekosistem lainnya? 4) Peranan Coelenterata bagi Kehidupan. Ubur-ubur sering dimanfaatkan oleh orang Jepang untuk bahan makanan dan sebagai bahan kosmetik. Pasir Putih di Jawa Timur. Banyak sekali manfaat coelenterata ini dalam kehidupan. Gambar 8. banyak sekali keindahan alam yang dapat dijadikan objek wisata sehingga dapat meningkatkan taraf perekonomian penduduk di sekitar tempat wisata itu. apabila terumbu karang ini rusak. misalnya dengan adanya Taman Laut Bunaken di Menado.16 Anthozoa Coba Anda lihat bentuk karang yang bervariasi dan sangat indah. Keindahan inilah yang banyak dimanfaatkan oleh manusia hingga berlebihan dan mengakibatkan kerusakan sehingga sekarang ini pelestarian terumbu karang menjadi suatu program yang harus digalakkan. bentuknya sangat indah. Kebanyakan hidup secara berkoloni yang membentuk rumah dari kapur yang sering dinamakan “karang”. Termasuk jenis hewan ini adalah anemon laut dan hewan karang. Coba pikirkan.disebut sebagai mawar laut. Kita seharusnya bersyukur sebab di negara kita Indonesia. dan Taman Laut di Bali. bangsa kita menjadi lebih terkenal. Ada juga jenis Anthozoa yang membentuk rangka dari zat tanduk yang sering dikenal sebagai akar bahar (Euplexaura antipathes) yang kerangkanya dapat digunakan sebagai gelang. Selain itu.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful