PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS

KOMPUTER TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA
PADA MATA PELAJARAN PRODUKTIF
PROGRAM KEAHLIAN ADMINISTRASI PERKANTORAN
DI SMK SANGKURIANG I CIMAHI
SKRIPSI PENELITIAN
Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Sidang Skripsi dalam Memperoleh
Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Manajemen Perkantoran
Oleh:
Arie Hendra Saputro
(0901793)
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MANAJEMEN PERKANTORAN
FAKULTAS PENDIDIKAN EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
2013
No. Daftar FPEB: 120/UN40.FPEB.1.PL/2013
LEMBAR PENGESAHAN
PENGARUH MEDIA PEMBELAJARAN TERHADAP EFEKTIVITAS
PEMBELAJARAN PADA MATA PELAJARAN PRODUKTIF
ADMINISTRASI PERKANTORAN DI SMK BISNIS DAN MANAJEMEN
KOTA CIMAHI
Skripsi ini telah disetujui dan disahkan oleh:
Pembimbing I,
Prof.Dr.Hj. Tjutju Yuniarsih, SE., M.Pd .
NIP. 195309121979032001
Pembimbing II,
Sambas Ali Muhidin, S.Pd., M.Si.
NIP. 197406272001121001
Mengetahui,
Ketua Program Studi
Pendidikan Manajemen Perkantoran
FPEB UPI,
Dr. Rasto, M. Pd.
NIP. 197207112001121001
LEMBAR PERNYATAAN
Saya yang bertanda tangan di bawah ini menyatakan bahwa skripsi yang
berjudul “Pengaruh Penggunaan Media Pembelajaran Berbasis Komputer
Terhadap Motivasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Produktif Program
Keahlian Administrasi Perkantoran Di SMK Sangkuriang I Cimahi”.
Sepenuhnya merupakan karya saya sendiri, tidak ada bagian di dalamnya yang
merupakan plagiat dari karya orang lain. Saya tidak melakukan penjiplakan atau
pengutipan dengan cara-cara yang tidak sesuai dengan etika yang berlaku dalam
masyarakat dan bidang keilmuan.
Atas pernyataan ini, saya siap menanggung resiko ataupun sanksi yang
dijatuhkan kepada saya apabila kemudian hari ditemukan adanya pelanggaran
terhadap etika keilmuan dalam karya saya ini atau ada klaim dari pihak lain
terhadap keaslian karya saya ini.
Bandung, Mei 2013
Arie Hendra Saputro
0901793
i
ABSTRAK
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS
KOMPUTER TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA PADA MATA
PELAJARAN PRODUKTIF KOMPETENSI KEAHLIAN ADMINISTRASI
PERKANTORAN DI SMK SANGKURIANG I CIMAHI
Oleh:
Arie Hendra Saputro
0901793
Skripsi ini dibimbing oleh:
Drs. H. Ade Sobandi, M.Pd.,M.Si. dan Dr. Rasto, M. Pd.
Penelitian ini dilakukan di SMK Sangkuriang I Cimahi. Masalah yang dikaji
dalam penelitian ini adalah belum optimalnya prestasi belajar siswa pada mata
pelajaran produktif kompetensi keahlian dasar administrasi perkantoran di SMK
Sangkuriang I Cimahi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei
eksplanasi dengan teknik analisis data deskriptif. Selanjutnya, teknik
pengumpulan data yang digunakan dengan cara penyebaran angket dengan model
rating scale, yang dianalisis menggunakan regresi sederhana.
Berdasarkan analisis terhadap jawaban responden, diperoleh hasil bahwa
persepsi penggunaan media pembelajaran berbasis komputer (X) terhadap
variabel motivasi belajar siswa (Y) termasuk kategori tinggi, Berdasarkan hasil
perhitungan dengan menggunakan analisis regresi sederhana, diperoleh
kesimpulan bahwa: penggunaan media pembelajaran berbasis komputer memiliki
pengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi belajar.
Saran yang diajukan bagi sekolah adalah: pertama, lebih ditingkatkan
kembali penggunaan media pembelajaran berbasis komputer, agar pemanfaatan
waktu dalam proses belajar dapat lebih efektif, tanpa harus menunggu lama
menggunakan media pembelajaran berbasis komputer. Sehingga tujuan
instruksional dapat lebih tercapai dengan baik. Kedua, siswa perlu diberikan
perhatian dan arahan supaya memiliki motivasi belajar yang tinggi. Dalam hal ini,
peran guru sangatlah penting untuk dapat membuat motivasi belajar siswa tetap
terjaga.

i
ABSTRACT
EFFECT OF MEDIA USE OF COMPUTER-BASED LEARNING
MOTIVATION FOR STUDENT LEARNING LESSONS ON EARNING
COMPETENCE IN OFFICE ADMINISTRATION SKILLS SMK
SANGKURIANG I CIMAHI
By:
Arie Hendra Saputro
0901793
This Script is guided by:
Drs. H. Ade Sobandi, M.Pd.,M.Si. and Dr. Rasto, M. Pd.
.
The research was conducted at SMK Sangkuriang I Cimahi. Issues that were
examined in this study is not optimal student achievement in the subjects of
productive competence in the basic skills of office administration SMK
Sangkuriang I Cimahi. The research method used was a survey method of
explanation with descriptive data analysis. Furthermore, data collection
techniques used by distributing questionnaires with rating scale models, which
were analyzed using simple regression.
Based on an analysis of respondents 'answers, the result that the perception
of the use of computer-based instructional media (X) of the students' motivation
variable (Y) were high, Based on calculations using simple regression analysis, it
is concluded that: the use of computer-based instructional media has influence
positive and significant impact on motivation to learn.
Suggestions put forward for the school are: first, further enhanced re-use of
computer-based instructional media, so that the use of time in the process of
learning can be more effective, without having to wait long to use computer-based
instructional media. So that instructional objectives can be achieved with good.
Secondly, students need to be given attention and guidance in order to have a high
motivation to learn. In this case, the teacher's role is very important to be able to
make the students' motivation to stay awake
..
ii
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT atas rahmat dan
karunia-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan proposal yang berjudul
“Pengaruh Penggunaan Media Pembelajaran Berbasis Komputer Terhadap
Motivasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Produktif, Program Keahlian
Administrasi Perkantoran Di SMK Sangkuriang I Bandung”. Dan tidak lupa
penulis mengucapkan Shalawat serta salam semoga selalu terlimpah kepada
junjungan kaum muslim Rasulullah SAW yang telah menuntut umatnya ke arah
kebaikan menuju surga sang maha pencipta
Penulis memiliki sebuah tujuan dari penulisan skripsi ini untuk
mengetahui adakah pengaruh “Pengaruh penggunaan media pembelajaran
berbasis komputer terhadap motivasi belajar siswa pada mata pelajaran produktif
program keahlian administrasi perkantoran di SMK Sangkuriang I Cimahi”.
Penulis menyadari bahwa sepenuhnya proposal ini masih jauh dari kesempurnaan.
Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun
untuk dijadikan acuan pada penelitian di masa yang akan datang.
Penulis menginginkan adanya manfaat dari penulisan skripsi ini, sehingga
dapat digunakan di dunia pendidikan maupun non pendidikan.
Bandung, Mei 2013


Penulis
iii
UCAPAN TERIMA KASIH
Puji dan syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT karena dengan
kehendak dan ijin-Nya semata, penulis dapat menyelesaikan skripsi ini. Tidak
dapat dipungkiri bahwa di balik tersusunnya penulisan skripsi ini, penulis
mendapat dukungan dan bantuan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, penulis
ingin menyampaikan ucapan terimakasih yang sebesar-besarnya terutama kepada
kedua orang tua tersayang, Ayahanda Surono dan Ibunda Sarmi. beserta adik-
adikku tercinta Amelia Hendri Saputri dan Agung Trian Sujarnako beserta seluruh
anggota keluarga lainnya yang tidak pernah lelah memberikan semangat, do’a dan
dukungan penuh kepada penulis, serta kepada Drs. H. Ade Sobandi, M.Pd.,M.Si.
dan Dr. Rasto, M. Pd. selaku dosen pembimbing atas segala keikhlasan,
kesabaran, ketelitian dan kesungguhan beliau-beliau dalam membimbing serta
memberikan pengarahan, kemudahan, kelancaran dan do’a, sehingga penulis
dapat menyelesaikan skripsi ini.
Penulis juga ingin menyampaikan ucapan terima kasih kepada yang
terhormat Bapak Prof. DR. H. Sunaryo Kartadinata, M.Pd, selaku Rektor
Universitas Pendidikan Indonesia, dan Bapak Dr. H. Edi Suryadi, M. Si., selaku
Dekan Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis UPI Bandung, yang telah
memberikan kesempatan kepada penulis untuk bisa mengikuti perkuliahan.
Bapak Dr. Rasto, M. Pd. selaku Ketua Program Studi Pendidikan
Manajemen Perkantoran yang selalu memberikan arahan dan semangat kepada
penulis, serta Rini Intansari M.Pd selaku Dosen Pembimbing Akademik yang
iii
telah memberikan bimbingan dan arahan kepada penulis, terutama yang berkaitan
dengan kemajuan prestasi belajar.
Bapak dan Ibu dosen beserta Asisten pada Program Studi Pendidikan
Manajemen Perkantoran Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis UPI Bandung
yang selalu memberikan dukungan dan ketulusan dalam memberikan ilmu kepada
penulis.
Seluruh staf Tata Usaha pada Program Studi Pendidikan Manajemen
Perkantoran, yaitu Ibu Dian yang dengan tulus selalu memberikan informasi
tentang persyaratan-persyaratan yang harus penulis lengkapi baik pada awal
perkuliahan sampai saat ini menjelang sidang skripsi.
Bapak Samsori, M.Pd selaku Kepala Sekolah SMK Sangkuriang I Cimahi
yang telah memberikan izin kepada penulis untuk melakukan penelitian.
Bapak Nasrulloh, M. Pd, selaku Wakasek Kurikulum SMK Sangkuriang I
Cimahi yang selalu mengarahkan dan memberikan informasi kepada penulis
dalam penelitian ini. Ibu Siti Sundari, S. Pd., M. M. Pd selaku Ketua Program
Studi Administrasi Perkantoran.
Yang terkasih Lina Anggraeni yang selalu ada menemani penulis dalam
keadaan suka maupun duka, senantiasa selalu memberikan motivasi dan doanya
dari awal penulisan skripsi ini sampai ujian sidang dilaksanakan.
Sahabat-sahabat terbaikku angkatan 2009, yang selalu menemani penulis
di kala senang maupun sedih, dan memberikan banyak masukan serta dukungan
kepada penulis, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini. Semoga
kebersamaan kita tidak terhenti sampai disini.
iv
Sahabat seperjuangan dalam penyusunan skripsi ini dan kakak-kakak
senior, serta kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan kepada
penulis, yang tidak bisa penulis sebutkan satu persatu yang dengan ketulusan hati
banyak membantu memberikan masukan dan do’a, sehingga penulis mendapat
kelancaran dalam proses penyelesaian skripsi.
Semoga semua amal baik Bapak/Ibu/Sahabat mendapat imbalan yang
berlipat ganda dari Allah SWT. Amien.
Bandung, Mei 2013
Penulis
Arie Hendra Saputro
0901793
v
Jadilah Kamu Manusia Yang Pada Kelahiranmu
Semua Orang Tertawa Bahagia, Tetapi Hanya
Kamu Sendiri Yang Menangis Dan Pada
Kematianmu Semua Orang Menangis Sedih,
Tetapi Hanya Kamu Sendiri Yang Tersenyum
-Mahatma Gandhi-
Ketahuilah bahwa sabar, jika dipandang dalam
permasalahan seseorang adalah ibarat kepala
dari suatu tubuh. Jika kepalanya hilang maka
keseluruhan tubuh itu akan membusuk. Sama
halnya, jika kesabaran hilang, maka seluruh
permasalahan akan rusak.
-khalifah’Ali-
iv
DAFTAR ISI
ABSTRAK................................................................................................................i
ABSTRACT.............................................................................................................ii
KATA PENGANTAR............................................................................................iii
UCAPAN TERIMA KASIH..................................................................................iii
DAFTAR ISI...........................................................................................................iv
DAFTAR TABEL..................................................................................................vii
DAFTAR GAMBAR...............................................................................................x
BAB I.....................................................................................................................11
PENDAHULUAN..................................................................................................11
A.Latar Belakang.......................................................................................11
B.Identifikasi Masalah...............................................................................15
C.Rumusan Masalah..................................................................................16
D.Maksud dan Tujuan Penelitian ..............................................................16
E.Kegunaan Penelitian ..............................................................................17
1.Kegunaan Teoritis .............................................................18
2.Keguanaan Praktis ............................................................18
BAB II....................................................................................................................20
KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN..............................................20
DAN HIPOTESIS..................................................................................................20
A.Kajian Pustaka........................................................................................20
iv
1.Media Pembelajaran..........................................................20
2.Motivasi ............................................................................ 42
3.Pengaruh Penggunaan Media Pembelajaran Berbasis
Komputer Terhadap Motivasi Belajar Siswa....................56
B.Penelitian Terdahulu...............................................................................62
a.Penelitian Terdahulu Berkenaan Dengan Media
Pembelajaran.................................................................63
b.Penelitian Terdahulu Berkenaan Dengan Motivasi ............66
Berdasarkan tabel penelitian terdahulu di atas, memberikan informasi
bahwa variabel media pembelajaran dijadikan variabel x dan motivasi
belajar sebagai variabel Y, sudah pernah diteliti sebelumnya. Jenis media
pembelajaran yang telah diteliti adalah media pembelajaran tape recorder
dan media pembelajaran secara umum......................................................68
Peneltian terdahulu berkenaan dengan media pembelajaran membahas
efektifitas sebagai ukuran untuk mengukur keefektifan dari kegunaan
media pembelajaran yang dilakukan olh guru disekolah. Penelitian
berkenaan dengan media pembelajaran sebagai variabel x telah diteliti oleh
Kiki Fazria, Eva Yulyana, Rian Rismansyah, dan Mei Dwi Guno.
Penelitian berkenaan dengan motivasi belajar siswa adalah Nadia Citra,
Fatimah Mispah dan Rizki.........................................................................68
Hasil penelitian terdahulu terdapat pengaruh yang positif dari penggunaan
media pembelajaran terhadap masing masing variabel Y, yaitu ( minat
belajar siswa, kualitas proses pembelajaran, motivasi belajar siswa dan
prestasi belajar siswa..................................................................................68
v
Kesimpulanya adalah peneliti menetapkan media pembelajaran berbasis
komputer sebagai variabel X dan motivasi belajar sebagai variabel Y
merupakan pengembangan dari penelitian terdahulu. Media pembelajaran
berbasis komputer merupakan salah satu jenis dari sekian banyaknya jenis
media pembelajaran. Tujuan penelitian adalah ingin mengetahui adakah
pengaruh media pembelajaran berbasis komputer terhadap motivasi belajar
siswa...........................................................................................................68
4.Kerangka Berfikir....................................................................................69
5.Hipotesis..................................................................................................77
BAB III...................................................................................................................79
DESAIN PENELITIAN.........................................................................................79
A.Objek Penelitian.....................................................................................79
B.Metode penelitian...................................................................................79
C.Operasional Variabel..............................................................................81
1.Operasional Variabel Media Pembelajaran Berbasis
Komputer .......................................................................82
2.Operasional Variabel Motivasi Belajar ...............................86
D.Jenis dan Sumber Data Penelitian..........................................................89
E.Populasi dan Teknik Penarikan Sampel Penelitian................................90
1.Populasi Penelitian.............................................................90
2.Teknik Penarikan Sampel ..................................................91
F.Teknik dan Alat Pengumpulan Data Penelitian......................................94
1.Wawancara........................................................................95
2.Kuesioner........................................................................... 95
vi
G.Teknik Analisis Data ...........................................................................101
1.Tabulasi Data ..................................................................102
2.Teknik Analisis Data Deskriptif........................................103
3.Teknik Analisis Data Inferensial .....................................104
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN...................................................116
A.Hasil Penelitian....................................................................................116
1.Gambaran Umum Lokasi Penelitian.................................116
2.Gambaran Karakteristik Responden................................122
3.Hasil Uji Coba Instrumen Penelitian.................................123
4.Deskripsi Variabel ...........................................................127
5.Pengujian Persyaratan Analisis Data................................152
6.Pengujian Hipotesis..........................................................157
B.Pembahasan..........................................................................................161
1.Efektivitas Penggunaan Media Pembelajaran Berbasis
Komputer Pada Mata Pelajaran Produktif Program
Keahlian Administrasi Perkantoran SMK Sangkuriang I
Cimahi.......................................................................... 161
2.Motivasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Produktif
Program Keahlian Administrasi Perkantoran SMK
Sangkuriang I Cimahi ..................................................170
3.Pengaruh Penggunaan Media Pembelajaran Berbasis
Komputer Terhadap Motivasi Belajar Siswa Pada Mata
Pelajaran Produktif Program Keahliam Administrasi
Perkantoran SMK Sangkuriang I Cimahi.......................174
BAB V..................................................................................................................178
KESIMPULAN DAN SARAN............................................................................178
A.Kesimpulan...........................................................................................178
vii
B.Saran.....................................................................................................179
DAFTAR PUSTAKA..........................................................................................183
LAMPIRAN.........................................................................................................186
viii
DAFTAR TABEL
vii
DAFTAR GAMBAR
Gambar 1.1 Hasil Survei KKM di SMK Sangkuriang I Cimahi .................................2
x
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Belum optimalnya nilai akademis siswa, dapat dilihat dari belum
optimalnya nilai ulangan siswa di sekolah. Guru memberikan ulangan kepada
siswa, untuk membantu siswa dalam mencapai suatu tujuan instruksional.
Ulangan merupakan salah satu cara guru, untuk mengukur tingkat pemahaman
siswa terhadap pelajaran di sekolah, yang telah diajarkan oleh seorang guru.
Permendiknas nomor 20 tahun 2007, menyatakan bahwa:
Ulangan adalah proses yang dilakukan untuk mengukur pencapaian
kompetensi peserta didik secara berkelanjutan dalam proses pembelajaran,
untuk memantau kemajuan, melakukan perbaikan pembelajaran, dan
menentukan keberhasilan belajar peserta didik.
Berdasarkan waktu pelaksanaannya, ulangan dibagi atas beberapa jenis,
yaitu; ulangan harian, ulangan tengah semester dan ulangan akhir semester.
Ulangan dapat diukur kualitasnya, dengan cara penerapan Kriteria Ketuntasan
Minimum (KKM) pada setiap mata pelajaran. Permendiknas nomor 20 tahun
2007, tentang Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM), menyatakan bahwa:
Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) adalah kriteria ketuntasan
belajar yang ditentukan oleh satuan pendidikan. KKM pada akhir jenjang
satuan pendidikan. Untuk kelompok mata pelajaran selain ilmu
pengetahuan dan teknologi merupakan nilai batas ambang kompetensi.
11
12
Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM), memiliki nilai ambang batas yang
beragam. Setiap nilai ambang batas tersebut, tergantung dari ketetapan satuan
pendidikan.
SMK Sangkuriang I Cimahi merupakan salah satu satuan pendidikan,
yang menetapkan nilai ambang batas pada mata pelajaran dasar produktif dengan
nilai 75 dan mata pelajaran produktif dengan nilai 78. Hasil survei Kriteria
Ketuntasan Minimum (KKM) di SMK Sangkuriang I Cimahi, pada ulangan mata
pelajaran keahlian produktif, kelas XI AP sebagai berikut:
Tabel 1. 1
Rekapitulasi Nilai Ulangan Harian
Kelas XI Administrasi Perkantoran Pada Mata Pelajaran Produktif
SMK SANGKURIANG I Cimahi
Tahun Ajaran 2012/2013
No SMK Kelas KKM
Nilai Mata Pelajaran Produktif di atas
KKM (%)
Rata
rata
Menangani
Penggandaan
Dokumen
Kearsipan
Mengelola
Peralatan
Kantor
Membuat
Dokumen
1
SMK
Sangkuriang
I Cimahi
XI - AP-1 78 91% 98% 100% 50% 85%
XI - AP-2 78 80% 70% 90% 91% 83%
XI - AP-3 78 68% 95% 90% 70% 81%
Rata Rata 80% 88% 93% 70% 83%
Sumber : Bagian Kurikulum SMK Sangkuriang I Cimahi
Data di atas memberikan informasi, nilai ulangan siswa kelas XI
Administrasi Perkantoran, pada mata pelajaran Produktif, di SMK Sangkuriang I
Cimahi, pada tahun ajaran 2012/2013. Terlihat bahwa, nilai ulangan pada salah
satu KD (Kompetensi Dasar) membuat dokumen, terdapat siswa yang nilai
13
ulangannya masih belum memenuhi standar Kriteria Ketuntasan Minimum
(KKM).
Siswa yang belum mencapai Kriteria Ketuntasan Minimum, harus
melakukan perbaikan atau remedial. Data berkenaan dengan jumlah siswa, kelas
XI AP 3 yang mengikuti remedial, pada mata pelajaran produktif adalah sebagai
berikut:
14
siswa
2 siswa 5 siswa
14
siswa
Gambar 1 . 1
Hasil Survei Peserta Remedial Mata Pelajaran Produktif
Kelas XI Administrasi Perkantoran 3
SMK Sangkuriang I Cimahi
Tahun Ajaran 2012/2013
Menangani Penggandaan Dokumen
Kearsipan
Mengelola Peralatan Kantor
Membuat Dokumen
Data diatas memberikan informasi, banyak siswa yang mengikuti
remedial. Pada standar kompetensi membuat dokumen, terdapat 14 orang siswa
yang harus mengikuti remedial. Hal ini menerangkan bahwa kegiatan
pembelajaran pada mata pelajaran produktif, dihadapkan dengan masalah, belum
optimalnya motivasi belajar siswa.
Belum optimalnya motivasi belajar, harus segera dicarikan solusinya,
karena akan berdampak pada lulusan siswa SMK. Dampak belum optimalnya
14
motivasi belajar adalah penurunan nilai akademis siswa, perhatian terhadap
pembelajaran berkurang, kegiatan pembelajaran menjadi tidak efektif dan
kegiatan praktek siswa menjadi tidak kondusif. Hal ini penting bagi satuan
pendidikan, karena sekolah menengah kejuruan akan mencetak lulusan yang siap
untuk bekerja.
Belum optimalnya motivasi belajar siswa, dapat diatasi dengan
menggunakan grand teori belajar kognitif dari Robert M Gagne. Teori belajar
kognitif, membahas tentang hasil belajar siswa. Hasil belajar siswa dipengaruhi
oleh dua faktor, yaitu faktor eksternal dan faktor internal.
Faktor internal merupakan faktor yang ditimbulkan dari dalam individu.
Salah satu faktor internal, yang mempengaruhi hasil belajar adalah motivasi
belajar. Faktor eksternal merupakan faktor yang ditimbulkan dari lingkungan atau
faktor luar dari individu, faktor eksternal yang mempengaruhi hasil belajar adalah
media pembelajaran, salah satu jenis media yang mempengaruhi hasil belajar
adalah media pembelajaran berbasis komputer.
Media pembelajaran berbasis komputer, merupakan faktor eksternal dari
hasil belajar yang dapat mempengaruhi motivasi belajar siswa. Menurut Nana
Sudjana dan Ahmad Rivai (2001;137), menyatakan bahwa: “Kelebihan
penggunaan komputer dalam pembelajaran diantaranya adalah Cara kerja baru
dengan komputer akan membangkitkan motivasi kepada siswa dalam belajar”.
Dengan demikian, berdasarkan teori belajar kognitif dari Robert M Gagne, media
pembelajaran berbasis komputer, dapat mempengaruhi motivasi belajar siswa.
15
Mengatasi belum optimalnya nilai akademis siswa, diperlukan motivasi
belajar yang optimal. Demi mewujudkan motivasi yang optimal, diperlukan sosok
seorang guru yang dapat menggunakan media pembelajaran berbasis komputer,
untuk dapat meningkatkan motivasi belajar siswa yang rendah.
Sehubungan dengan latar belakang tersebut. Penulis akan mengangkat
sebuah judul tentang, pengaruh penggunaan media pembelajaran berbasis
komputer terhadap motivasi belajar siswa, (studi kasus pada mata pelajaran
produktif Program Keahlian Administrasi Perkantoran SMK Sangkuriang I
Cimahi).
B. Identifikasi Masalah
Inti kajian dalam penelitian ini adalah masalah rendahnya motivasi belajar
siswa, di SMK sangkuriang I cimahi. Motivasi belajar merupakan peranan yang
sangat penting, dalam terciptanya hasil belajar yang baik. Belum oprimalnya
motivasi belajar siswa, harus segera ditindak lanjuti. Mengingat peran dari
motivasi belajar yang sangat penting dan berpengaruh terhadap hasil belajar.
Motivasi belajar merupakan bagian faktor internal dari hasil belajar,
sehingga pengaruh motivasi belajar, banyak dipengaruhi oleh faktor faktor
eksternal. Salah satu faktor eksternal, yang dapat mempengaruhi motivasi belajar
adalah media pembelajaran berbasis komputer. Dalam penelitian ini, motivasi
belajar akan dikaji dalam prespektif teori hasil belajar.
Masalah yang akan dipecahkan dalam penelitian ini, dirumuskan dalam
pernyataan masalah (Problem Statment) berikut: Penggunaan media pembelajaran
16
berbasis komputer, yang dilakukan oleh seorang pengajar pada mata pelajaran
produktif, di SMK Sangkuriang I Cimahi, dalam pelaksanaannya belum
terlaksana dengan efektif. Hal ini menyebabkan motivasi belajar siswa dalam
mata pelajaran produktif relatif rendah. Kondisi semacam ini akan berdampak
negatif terhadap lulusan di SMK Sangkuriang I Cimahi
C. Rumusan Masalah
Berdasarkan pernyataan masalah (Problem Statment) di atas, masalah
dalam penelitian ini, secara empirik dirumuskan dalam pertanyaan penelitian
(Research Question) sebagai berikut:
1. Bagaimana efektifitas penggunaan media pembelajaran berbasis komputer,
yang dilakukan oleh guru mata pelajaran produktif, pada jurusan Administrasi
Perkantoran di SMK Sangkuriang I Cimahi.
2. Bagaimana tingkat motivasi belajar siswa, pada mata pelajaran produktif,
jurusan Administrasi Perkantoran, di SMK Sangkuriang I Cimahi.
3. Adakah pengaruh efektifitas penggunaan media pembelajaran berbasis
komputer, terhadap tingkat motivasi belajar siswa, pada mata pelajaran
produktif, jurusan Administrasi Perkantoran di SMK Sangkuriang I Cimahi.
D. Maksud dan Tujuan Penelitian
Maksud dari melakukan penelitian ini adalah mencari segala bahan dan
informasi, untuk memperoleh gambaran yang jelas, berkenaan dengan Pengaruh
media pembelajaran berbasis komputer terhadap motivasi belajar siswa.
17
Tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk memperoleh pengetahuan
dan melakukan kajian secara ilmiah, tentang penggunaan media pembelajaran
berbasis komputer, terhadap motivasi belajar siswa. Dalam peningkatan prestasi
siswa, ditinjau dari nilai akademis siswa.
Analisis tersebut diperlukan, untuk mengetahui pengaruh penggunaan
media pembelajaran berbasis komputer, yang dilakukan oleh guru pada mata
pelajaran produktif, jurusan Administrasi Perkantoran di SMK Sangkuriang I
Cimahi. Secara khusus tujuan yang ingin dicapai melalui penelitian ini adalah
sebagai berikut:
1. Mengetahui efektifitas penggunaan media pembelajaran berbasis komputer,
yang dilakukan oleh guru mata pelajaran produktif, jurusan Adminstrasi
Perkantoran di SMK Sangkurinag I Cimahi.
2. Mengetahui tingkat motivasi belajar siswa, pada mata pelajaran produktif,
jurusan Administrasi Perkantoran di SMK Sangkuriang I Cimahi.
3. Mengetahui pengaruh efektifitas penggunaan media pembelajaran berbasis
komputer, terhadap motivasi belajar siswa, pada mata pelajaran produktif,
jurusan Administrasi Perkantoran di SMK Sangkuriang I Cimahi.
E. Kegunaan Penelitian
Jika tujuan penelitian yang dikemukakan di atas dapat dicapai, maka
penelitian ini akan memberikan dua macam kegunaan, yaitu; kegunaan teoritis
dan kegunaan praktis,
18
1. Kegunaan Teoritis
Hasil penelitian ini, akan dapat dijadikan studi dan bahan penelitian
selanjutnya yang relevan, untuk dapat memperkaya temuan ilmiah yang lain bagi
para calon peneliti lainnya. Hasil penelitian ini juga dapat sebagai bahan
informasi, untuk dapat mengenal dan memahami terhadap teori belajar, yang erat
kaitanya dengan media pembelajaran berbasis komputer. Manfaatnya akan
berdampak dan berpengaruh terhadap motivasi belajar siswa dan menjadi sumber
bacaan ilmu tentang pembelajaran yang efektif.
2. Keguanaan Praktis
Dari hasil penelitian yang akan dilakukan peneliti, diharapkan dapat
menuai manfaat sebagai berikut:
a. Sebagai sumber masukan, bagi guru yang mengajar mata pelajaran produktif,
pada jurusan administrasi perkantoran. Bahwa penggunaan media
pembelajaran berbasis komputer, memiliki pengaruh yang positif terhadap
perkembangan motivasi belajar siswa, sehingga pembelajaran menjadi lebih
efektif.
b. Sebagai masukan kepada siswa, agar lebih memerhatikan motivasi belajar
dan mengetahui manfaat dari media pembelajaran berbasis komputer, yang
telah disampaikan oleh guru, sehingga siswa dapat mengajukan media apa
yang akan digunakan saat kegiatan pembelajaran.
c. Sebagai masukan bagi satuan pendidikan, untuk lebih memperhatikan
penggunaan media pembelajaran berbasis komputer. Penerapan penggunaan
19
media pembelajaran berbasis komputer, memiliki dampak positif bagi
perkembangan dan pembentukan motivasi belajar siswa.
d. Sebagai sumber referensi, bagi pihak pihak terkait yang ada hubunganya
dengan kegiatan proses belajar mengajar, menginginkan suatu perubahan
prestasi belajar siswa ke arah yang lebih baik. Penggunaan media
pembelajaran berbasis komputer, sebaiknya intensitasnya lebih ditingkatkan
kembali. Mengingat manfaat dari media pembelajaran berbasis komputer
dapat meningkatkan motivasi belajar siswa pada kegiatan pembelajaran.
BAB II
KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN
DAN HIPOTESIS
A. Kajian Pustaka
1. Media Pembelajaran
a. Pengertian Media Pembelajaran
Pengertian media pembelajaran, menurut Gagne (1970), dalam Arief S
Sadiman (2011:5), menyatakan bahwa “Media adalah berbagai jenis komponen
dalam lingkungan siswa, yang dapat merangsangnya untuk belajar”. Pendapat ahli
lainnya, berkenaan dengan media pembelajaran yaitu Bringgs (1970), dalam Arief
S Sadiman (2011:5), berpendapat bahwa “Media adalah segala alat fisik yang
dapat menyajikan pesan serta merangsang siswa untuk belajar buku, film, bingkai
adalah contoh contohnya”. Asosiasi Pendidikan Nasional (Nasional Education
Association/NEA) dalam Arief S Sadiman (2011:6), menystsksn bahwa: “Media
merupakan bentuk komunikasi, baik tercetak maupun audio visual, serta
peralatannya. Media hendaknya dapat dimanipulasi, dapat dilihat, didengar dan
dibaca”.
Scramm dalam Rusman (2012:159), menyatakan bahwa “Media adalah
teknologi pembawa pesan yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan
pembelajaran”. Pendapat ahli lainnya adalah Heinich dalam Rusman (2012:159),
menyatakan bahwa “Media merupakan alat saluran komunikasi. Media berasal
dari bahasa latin dan merupakan bentuk jamak dari kata medium yang secara
20
21
harfiah berarti perantara yaitu perantara sumber pesan dengan penerima pesan”.
Kemudian Heinich dkk dalam Rusman (2012:160), menyatakan bahwa:
Media pembelajaran sebagai berikut: Batasan medium sebagai
perantara yang mengantar informasi antara sumber dan penerima. Jadi
televisi, film, foto, rekaman audio, gambar yang diproyeksikan, bahan
bahan cetakan, dan sejenisnya adalah media komunikasi yang bertujuan
instruksional atau mengandung maksud maksud pembelajaran maka media
itu disebut media pembelajaran.
Gagne dalam Rusman (2012:160), menyatakan bahwa “Media adalah
berbagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat memberikan
rangsangan untuk belajar”, Arief S Sadiman dalam Rusman (2012:162),
menyatakan bahwa “Media adalah segala alat fisik yang dapat menyajikan pesan
serta merangsang siswa untuk belajar, seperti film, buku dan kaset”. Reclark
dalam Rusman (2012:162), mengungkapkan bahwa:
Media merupakan alat yang memungkinkan siswa untuk mengerti dan
memahami sesuatu dengan mudah untuk mengingatkannya dalam waktu
yang lama dibandingkan dengan penyampaian materi pelajaran dengan
cara tatap muka dan ceramah atau media pembelajaran.
Gerlach & Ely dalam Azhar Arsyad (2011:3), mengatakan bahwa “Media
apabila dipahami secara garis besar adalah manusia, materi, atau kejadian yang
membangun kondisi yang membuat siswa mampu memperoleh pengetahuan,
keterampilan atau sikap”. Gagne and Bringgs dalam Azhar Arsyad (2012:162)
menyatakan bahwa “Media pembelajaran meliputi alat yang secara fisik
digunakan untuk menyampaikan isi materi pengajaran , yang terdiri dari antara
lain buku, tape recorder, kaset, video kamera, video recorder, film, slide, foto,
gambar, grafik, televisi, dan komputer”.
22
Mengacu pada berbagai definisi para ahli di atas, dapat ditarik kesimpulan,
media merupakan suatu bahan atau alat yang dapat membantu dalam melancarkan
suatu pemahaman di dalam kegiatan belajar mengajar, karena sifat media yang
dapat mempermudah pemahaman yang abstrak, ke dalam bentuk yang lebih nyata.
Media pembelajaran merupakan sebagai sarana pembantu, dalam meningkatkan
pemahaman dan pengertian yang sulit, untuk dijelaskan secara verbal, kepada para
siswa dalam kegiatan belajar mengajar.
Peran dari media pembelajaran, kini memiliki peran yang sangat penting
dan tidak dapat terpisahkan dari kegiatan belajar mengajar. Kehadiran dari media
pembelajaran, membuat suatu pembelajaran, dapat lebih optimal dan membantu
dalam pencapaian tujuan instruksional.
b. Fungsi Media Pembelajaran
Berbagai pendapat dari para ahli, berkenaan dengan fungsi media
pembelajaran adalah sebagai berikut:
1. Hamalik dalam Rusman (2012:164), menyatakan bahwa fungsi media
pembelajaran yaitu; (a) untuk mewujudkan situasi pembelajaran yang
efektif; (b) penggunaan media merupakan bagian integral dalam
sistem pembelajaran; (c) media pembelajaran penting dalam rangka
mecapai tujuan pembelajaran; (d) penggunaan media dalam
pembelajaran adalah untuk mempercepat proses pembelajaran dan
membantu siswa dalam upaya memahami materi yang disajikan oleh
guru dalam kelas; (e) penggunaan media dalam pembelajaran
dimaksudkan untuk mempertinggi mutu pendidikan.
2. Menurut Kempt and Dayton dalam Rusman (2012:164), menyatakan
bahwa fungsi utama media pembelajaran adalah: (a) memotivasi minat
dan tindakan, direalisasikan dengan teknik drama atau hiburan, (b)
menyajikan informasi, digunakan dalam rangka penyajian informasi di
hadapan sekelompok siswa, (c) memberi instruksi, informasi yang
terdapat dalam media harus melibatkan siswa.
23
3. Levie & Lentz dalam Azhar Arsyad mengemukakan bahwa empat
fungsi media pembelajaran, khususnya media visual, yaitu; (a) fungsi
atensi; (b) fungsi afektif; (c) fungsi kognitif dan; (d) kompensatoris.
Mengacu pada berbagai pengertian dan para ahli yang dikemukakan di
atas, fungsi media pembelajaran merupakan fungsi yang melekat pada media
pembelajaran, yang dapat menunjang setiap aktivitas pembelajaran, demi
mencapai tujuan instruksional. Contohnya adalah memotivasi siswa, untuk dapat
lebih bersemangat dan gigih dalam menyelesaikan setiap tugas yang diberikan
oleh seorang guru. Fungsi media pemelajaran, dapat memudahkan seorang guru
untuk mengarahkan kepada seorang siswa, untuk memahami berbagai materi yang
telah disampaikan di kelas, sesuai dengan tujuan pembelajaran yang diinginkan.
Maka tidak heran, bila media kini perannya sangat sentral, terhadap keberhasilan
kegiatan belajar.
c. Ciri Ciri Media Pembelajaran.
Gerlach & Ely dalam Rusman (2012:166), menyatakan bahwa ada tiga
ciri media yang merupakan petunjuk, mengapa media digunakan dan apa saja
yang dapat dilakukan oleh media, yang mungkin guru tidak mampu melakukanya.
Pemaparan ciri ciri dari media pembelajaran yang disampaikan oleh Gerlach &
Ely yang menjelaskan bahwa:
a) Ciri fiksatif
Ciri ini menggambarkan kemampuan media merekam, menyimpan,
melestarikan, dan merekomendasikan, merekonstruksi suatu peristiwa
atau objek
b) Ciri manipulatif
Transformasi suatu kejadian atau objek dimungkinkan karena media
memiliki ciri manipulatif. Kejadian yang memakan waktu lama dapat
disajikan kepada siswa dalam waktu sekejap dengan teknik
pengambilan gambar time-lapse recording.
c) Ciri distributif
24
Ciri ini memungkinkan suatu objek atau kejadian ditransportasikan
melalui ruang dan secara bersamaan kejadian tersebut disajikan.
Kepada sejumlah besar siswa dengan stimulus pengalaman yang
relatif sama mengenai kejadian itu.
Mengacu pada ciri media pembelajaran, yang dipaparkan oleh para ahli di
atas. Maka dapat ditarik kesimpulan, bahwa setiap media memiliki beragam ciri
ciri yang melekat pada jenis media tersebut, karena setiap media pembelajaran
memiliki alih kemampuan yang berbeda beda. Media pembelajaran semakin lama,
semakin canggih. Hal ini membuat adanya suatu pergesaran dari ciri ciri media
pembelajaran tersebut. Dengan demikian, setiap media pembelajaran dengan ciri
ciri tertentu itu, dapat membantu seorang guru untuk menentukan perencanaan
pembelajaran dan mempersiapkan segala materi untuk dapat disampaikan kepada
siswa, sesuai dengan rencana dan tujuan instruksional yang telah direncanakan
sebelumnya, agar pencapaian tujuan pembelajaran yang efektif dan efisien dapat
terjalin dengan baik.
d. Manfaat Media Pembelajaran
Pada kegiatan belajar mengajar, hal yang harus diperhatikan adalah
bagaimana cara agar mewujudkan suatu pembelajaran yang efektif. Pembelajaran
yang efektif dituntut untuk diwujudkan, agar menciptakan suatu ketercapaian
tujuan instruksional yang sesuai dengan yang diharapkan. Sehingga menghasilkan
suatu lulusan yang baik dan nilai memenuhi Kriteria Ketuntasan Minimum
(KKM). Pencapaian suatu tujuan pembelajaran yang efektif sangatlah banyak
rintanganya. Demi mewujudkan dan memudahkan dalam menciptakan suatu
pembelajaran yang efektif, diperlukanya penggunaan media pembelajaran,
25
Media pembelajaran, memiliki berbagai macam manfaat yang dapat
menunjang setiap kegiatan belajar mengajar. Hal ini disampaikan oleh beberapa
ahli, yang menyatakan manfaat dari media pembelajaran, terhadap kegiatan
belajar mengajar. Berikut penjelasan dari para ahli, berkenaan dengan manfaat
media pembelajaran:
Kemp & Dayton dalam Azhar Arsyad (2011:21), mengemukakan bahwa;
1. Penyampaian pelajaran menjadi lebih baku. Setiap pelajar yang
melihat atau mendengar penyajian melalui media menerima pesan
yang sama. Meski pun para guru menafsirkan isi pelajaran dengan
cara yang berbeda beda, dengan penggunaan media ragam hasil
tafsiran itu dapat dikurangi sehingga informasi yang sama dapat
disampaikan kepada siswa sebagai landasan untuk pengkajian, latihan,
dan aplikasi lebih lanjut,
2. Pembelajaran bisa lebih menarik. Media dapat diasosiasikan sebagai
penarik perhatian dan membuat siswa tetap terjaga dan
memperhatikan. Kejelasan dan beruntutan pesan, daya tarik image
yang berubah ubah, penggunaan efek khusus yang dapat menimbulkan
keinginantahuan menyebabkan siswa tertawa dan berfikir, yang
kesemuanya menunjukan bahwa media memiliki aspek motivasi dan
meningkatkan minat,
3. Pembelajaran menjadi lebih interaktif dengan diterapkanya teori
belajar dan prinsip prinsip psikologis yang diterima dalam hal
partisipasi siswa, umpan balik, dan penguatan,
4. Lama waktu pembelajaran yang diperlukan dapat dipersingkat karena
kebanyakan media hanya memerlukan waktu singkat untuk
mengantarkan pesan pesan dan isi pelajaran dalam jumlah yang cukup
banyak dan kemungkinannya dapat diserap oleh siswa,
5. Kualitas hasil belajar dapat ditingkatkan bila mana integritas kata dan
gambar sebagai media pembelajaran dapat mengkomunikasikan
elemen elemen pengetahuan dengan cara yang terorganisasikan
dengan baik, spesifikasi dan jelas,
6. Pembelajaran dapat diberikan kapan dan dimana diinginkan atau
diperlukan terutama jika media pembelajaran dirancang untuk
penggunaan secara individu,
7. Sikap positif siswa terhadap apa yang mereka pelajari dan terhadap
proses belajar dapat ditingkatkan,
8. Peran guru dapat berubah ke arah yang lebih positif, beban guru untuk
penjelasan yang berulang ulang mengenai isi pelajaran dapat
dikurangi bahkan dihilangkan sehingga ia dapat memusatkan
26
perhatian kepada spek penting lain dalam proses belajar mengajar,
misalnya sebagai konsultan atau penasihat siswa.
Manfaat lain dari media pembelajaran, disampaikan juga oleh Dale dalam
Azhar Arsyad (2011:23), mengemukakan 10 manfaat dari media pembelajaran,
berikut 10 macam manfaat, yang dapat dihasilkan dari media pembelajaran:
1. Meningkatkan rasa saling pengertian san simpati dalam kelas,
2. Membuahkan perubahan signifikan tingkah laku siswa,
3. Menunjukan hubungan antara mata pelajaran dan kebutuhan dan
minat siswa, dengan meningkatkanya motivas belajar siswa,
4. Membawa kesegaran dan variasi bagi pengalaman belajar siswa,
5. Membuat hasil belajar lebih bermakna bagi berbagai kemampuan
siswa,
6. Mendorong pemanfaatan yang bermakna dari mata pelajaran dengan
jalan melibatkan imajinasi dan partisipasi aktif yang mengakibatkan
meningkatkanya hasil belajar,
7. Memberikan umpan balik yang diperlukan yang dapat membantu
siswa menemukan seberapa banyak telah mereka pelajari,
8. Melengkapi pengalaman yang kaya dengan pengalaman itu konsep
konsep yang bermakna dapat dikembangkan,
9. Memperluas wawasan dan pengalaman siswa yang mencerminkan
pembelajaran nonverbalistik dan membuat generalisasi yang tepat,
10. Meyakinkan diri bahwa urutan dan kejelasan pikiran siswa yang siswa
butuhkan, jika mereka membangun struktur konsep dan sistem
gagasan yang bermakna,
Sudjana & Rivai dalam Azhar Arsyad (2011:24), mengemukakan bahwa
manfaat media pembelajaran dalam proses belajar siswa, yaitu:
1. Pembelajaran akan lebih menarik perhatian siswa sehingga dapat
menumbuhkan motivasi belajar,
2. Bahan pembelajaran akan lebih jelas maknanya sehingga dapat lebih
dipahami oleh siswa dan memungkinkan menguasai dan mencapai
tujuan pembelajaran,
3. Metode mengajar akan lebih bervariasi, tidak semata mata komunikasi
verbal melaui penuturan kata kata oleh guru, sehingga siswa tidak
bosan dan guru tidak kehabisan tenaga. Apalagi kalau guru mengajar
pada setiap jam pelajaran,
4. Siswa dapat lebih banyak melakukan kegiatan belajar sebab tidak
hanya mendengarkan uraian guru, tetapi juga aktivitas lain seperti
mengamati, melakukan, memdemosnstrasikan, memerankan, dan lain
lain.
27
Encyclopedia of Educational Research dalam Azhar Arsyad (2011:25),
mengemukakan bahwa;
1. Meletakan dasar dasar yang kongkret untuk berfikir, oleh karena itu
mengurangi verbalisme.
2. Memperbesar perhatian siswa.
3. Meletakan dasar dasar yang penting untuk perkembangan belajar, oleh
karena itu membuat pelajaran lebih mantap.
4. Memberikan pengalaman nyata yang dapat menumbuhkan kegiatan
berusaha sendiri dikalangan siswa.
5. Menumbuhkan pemikiran yang teratur dan kontinyu, terutama melalui
gambar hidup.
6. Membantu tumbuhnya pengertian yang dapat membantu
perkembangan kemampuan bahasa.
7. Memberikan pengalaman yang tidak mudah diperoleh dengan cara
lain, dan membantu efisiensi dan keragaman yang lebih banyak dalam
belajar.
Mengacu pada berbagai manfaat media pembelajaran, dari para ahli yang
telah dikemukakan di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa, manfaat dari media
pembelajaran dapat menunjang bagi kegiatan belajar mengajar di kelas. Sehingga,
dengan adanya media pembelajaran, memberikan kemudahan dan manfaat bagi
seorang pendidik atau pengajar dalam menjalankan tugasnya, memberikan materi
pembelajaran kepada anak didik. Sehingga inti dari materi yang diajarkan dapat
tersampaikan dengan benar.
Kemudian media membantu dalam hal yang sifatnya abstrak ke arah yang
lebih kongkret atau nyata, dengan adanya hal itu membantu para guru untuk
ketercapaian dalam mencapai tujuan instruksional sesuai dengan aturan yang
sudah ditetapkan, baik aturan dari satuan pendidikan ataupun aturan dari dinas
pendidikan.
28
e. Jenis Jenis Media Pembelajaran
Jenis media pembelajaran, sungguh beragam daya dan kemampuan yang
dapat dihasilkanya, maka dari itu, di bawah ini akan memaparkan berbagai
pendapat dari berbagai ahli, berkenaan dengan jenis jenis media pembelajaran,
berikut penjelasan dari para ahli berkenaan dengan jenis jenis media pembelajaran
Arief S Sadiman dalam Rusman (2012:175), menjelaskan bahwa:
Media dikelompokan dalam dua jenis, yaitu media yang dimanfaatkan
atau digunakan oleh guru yaitu media yang sudah ada dipasaran dalam
keadaan siap pakai atau siap digunakan oleh guru dan media yang sengaja
didesain atau dirancang oleh guru secara khusus untuk keperluan dan
tujuan pembelajaran tertentu.
Brets dalam Arief S Sadiman (2011:20), menjelaskan bahwa terdapat
delapan klasifikasi media yaitu: “(1) Media sudio visual gerak, (2). Media audio
visual diam, (3) Media audio semi gerak, (4) Media visual gerak media visual
diam, media semi gerak, media audio , media cetak”. Briggs dalam Arief S
Sadiman halaman (2011:23), menyatakan bahwa:
Mengidentifikasi tiga belas macam media yang dipergunakan dalam
proses belajar mengajar yaitu: objek, model, suara langsung, rekaman
audio, media cetak, pembelajaran terpogram, papan tulis, media
transparansi, film rangkai, film bingkai, film, televisi dan gambar.
Gagne dalam Arief S Sadiman (2011:23), menjelaskan bahwa “Media
dibagi atas tujuh macam kelompok yaitu benda untuk didemontrasikan,
komunikasi lisan, media cetak, gambar diam, gambar gerak, film bersuara, dan
mesin belajar”. Pendapat ahli selanjutnya adalah Edling dalam Arief S Sadiman
(2011:26). Menyatakan bahwa:
Media merupakan bagian dari enam unsur rangsangan belajar yaitu dua
untuk pengalaman audio meliputi kodifikasi subjektif visual dan kodifikasi
29
objektif audio, dua untuk pengalaman visual meliputi kodifikasi subjektif
audio dan kodifikasi objektif visual, dan dua pengalaman belajar tiga
dimensi meliputi pengalaman langsung dengan orang dan pengalaman
langsung dengan benda benda.
Schramm dalam Arief S Sadiman (2011:27). Menyatakan bahwa “Media
rumit dan mahal, big media. Dan media sederhana dan murah”. Kemudian ahli
lain yang menyebutkan jenis jenis media pembelajaran adalah Anderson dalam
Arief S Sadiman (2011:89), menyatakan bahwa:
Media sebagai bagian yang tidak terpisahkan pengembangan
instruksional. Untuk keperluan itu dia membagi media dalam sepuluh
kelompok, yaitu media audio, media cetak, media cetak bersuara, media
proyeksi diam, media proyeksi dengan suara, media visual gerak, media
audio visual gerak,objek, sumber manusia dan lingkungan serta media
komputer.
Seels dan Glasgow dalam Azhar (2011:33), menyatakan bahwa “Media
dibagi kedalam kategori luas, yaitu pilihan media tradsional dan pilihan media
teknologi mutakhir”. Ahli lainnya, yang menyetakan jenis jenis media
pembelajaran adalah Leshin, Pollock dan Reigeluth, dalam Azhar (2011:36), yaitu
“Media berbasis manusia (guru , instruktur, tutor, main peran, kegiatan kempok),
media berbasis cetak, media berbasis visual, media berbasis audio visual, media
berbasis komputer”.
Kempt dan Dayton dalam Azhar (2011:37), menyatakan bahwa “Media
dikelompok dalam delapan jenis yaitu media cetakan, media pajanag, overhead
transparancies, rekaman audio tape, seri slide dan film trips, penyajian multi
image, rekaman video dan film hidup dan komputer”.
Mengacu pada berbagai pendapat para ahli yang memaparkan berkenaan
dengan jenis jenis media pembelajaran di atas. Maka dapat ditarik kesimpulan
30
bahwa media pembelajaran memiliki jenisnya masing masing, walaupun kriteria
dari media itu berbeda dari pendapat para ahli, namun secara keseluruhan fungsi
dan kegunaannya dapat diketahui dari ciri ciri media tersebut. Walaupun jenis
jenis dari para ahli berbeda, namun dalam penggunaanya tetap harus disesuaikan
dengan fungsi dan kegunaannya untuk para pengajar, yang nantinya disesuaikan
dengan perencanaan pembelajaran. Demi mencapai tujuan instruksional, para
pengajar harus dapat mengenal jenis jenis media pembelajaran. Karena dengan
adanya perencanaan terlebih dahulu, seorang pengajar dapat mempersiapkan
segala sesuatunya dengan lebih baik, tidak terkecuali dengan merencanakan
penggunaan media pembelajaran, dengan mengetahui media pembelajaran apa
yang akan digunakan, maka akan membantu seorang guru atau pengajar untuk
menentukan media apa yang cocok untuk digunakan di kelas dan disesuaikan
dengan materi yang sesuai . Sehingga dengan adanya hal perencanaan yang
matang dan mengetahui media pembelajaran apa yang akan digunakan, maka
diharapkan tujuan instruksional pun akan tercapai dengan baik.
f. Media Pembelajaran Berbasis Komputer.
1) Definisi Komputer
Istilah komputer diambil dari bahasa latin computare yang berarti
menghitung. Definisi komputer disampaikan oleh Hamacher yang dikutip oleh
Wahono (2003) dalam Rusman (2012:177), menyatakan bahwa “Komputer adalah
mesin penghitung elektronik yang cepat dan dapat menerima informasi input
digital, kemudian memprosesnya sesuai dengan program yang tersimpan di
memorinya, dan menghasilkan output berupa informasi”.
31
Menurut Daryanto (2007:63), dalam Rusman (2012:177), menyatakan
bahwa “Komputer memilki tiga sifat yaitu bekerja dengan menggunakan tenaga
listrik (elektronik), bekerja berdasarkan program, bekerja dalam suatu sistem.
Maka komputer sebenarnya merupakan media elektronik yang dapat menerima
informasi dalam bentuk input digital dengan menggunakan kode binner dalam
aplikasi programnya, dan elektronik”.
Kesimpulanya adalah bahwa komputer, sebenarnya merupakan mesin
elektronik yang dapat menerima informasi, dalam bentuk input digital dengan
menggunakan kode binner dalam aplikasi programnya, dan menampilkan output
informasi dalam bentuk visualisasi data elektronik. Komputer juga merupakan alat
yang dapat diprogram untuk digunakan oleh user untuk dapat mengakses data.
Sehingga terjalin suatu arus komunikasi. Dengan demikian, komputer merupakan
sarana arus input dan output untuk keperluan pengolahan data. Untuk
pengembangan pembelajaran berbasis komputer ini, diinterpretasikan ke dalam
bahasa pemograman dengan menggunakan software tertentu sebagai converter
kode binner dalam komputer.
2) Pemanfaatan Komputer Sebagai Media Pembelajaran
Komputer pada awalnya digunakan amat terbatas, hanya untuk keperluan
menghitung dalam kegiatan administrasi saja, tetapi sekarang, aplikasi komputer
tidak lagi hanya digunakan sebagai sarana komputasi dan pengolahan data tetapi
juga sangat memungkinkan sebagai sarana belajar untuk keperluan pembelajaran.
Kecenderungan menggunakan media komputer dalam bidang pendidikan, sudah
mulai tampak sekitar pada tahun 70an seperti dikemukakan oleh Setiadi dan Agus
32
(2001:7), menyatakan bahwa “Kegiatan dalam bidang pendidikan yang
melibatkan komputer pada saat itu diantaranya pembuatan media untuk kimia,
animasi molekul, analisis data laboratorium dan pengskoran hasil ujian.
Kini pemanfaatan teknologi komputer telah banyak memberikan
kontribusi terhadap proses pembelajaran. Salah satunya dengan mempermudah
dan memperjelas materi yang begitu beragam dan memberikan contoh yang
konkrit, dalam arti lain komputer dapat didayagunakan sebagai media
pembelajaran. Penggunaan komputer dalam pembelajaran memungkinkan
berlangsungnya proses pembelajaran secara individual dengan menumbuhkan
kemandirian dalam proses belajarnya, sehingga siswa akan mengalami proses
yang jauh lebih bermakna dibandingkan dengan pembelajaran konvesional.
Manfaat komputer untuk tujuan pendidikan adalah Menurut Arsyad (2002: 54-
55), dalam Rusman (2012:178), menyatakan bahwa ”Manfaat komputer untuk
tujuan pendidikan” adalah:
1. Komputer dapat mengakomodasi siswa yang lamban menerima
pelajaran karena ia dapat memberikan iklim yang lebih bersifat afektif
dengan cara yang lebih individual, tidak pernah lupa, tidak pernah
bosan, sangat sabar dalam menjalankan instruksi seperti yang
diinginkan program yang digunakan.
2. Komputer dapat merangsang siswa untuk mengerjakan latihan,
melakukan kegiatan laboratorium atau simulasi karena tersedianya
animasi grafik warna, dan musik yang dapat menambah realisme.
3. Kendali berada di tangan siswa, sehingga tingkat kecepatan belajar
siswa dapat disesuaikan dengan tingkat penguasaanya, dengan kata
lain, komputer dapat berinteraksi dengan siswa secara individual
misalnya dengan bertanya dan menilai jawaban.
4. Kemampuan merekam aktivitas siswa selama menggunakan program
pembelajaran, memberi kesempatan lebih baik untuk pembelajaran
secara perorangan dan perkembangan setiap siswa selalu dapat
dipantau.
33
5. Dapat berhubungan dengan, dan mengendalikan peralatan lain sejenis
cd interaktif, video dan lain lain dengan program pengendali dari
komputer.
Pada masa sekarang, aplikasi aplikasi pada komputer terus berkembang.
Bahkan pemakai komputer atau user juga dimungkinkan untuk dapat melakukan
interaksi langsung dengan sumber informasi, baik secara online maupun offline.
Berbagai bentuk interaksi pembelajaran dapat berlangsung dengan tersedianya
medium komputer. Pemanfaatannya ini didasarkan pada kemampuan yang
dimiliki oleh komputer dalam memberikan umpan balik yang segera kepada
pemakainya. Salah satu jenis produk aplikasi komputer sebagai langkah inovasi
adalah pengembang pembelajaran berbasis komputer, baik dalam bentuk
multimedia interaktif maupun pembelajaran berbasis web.
Peranan komputer sebagai media pembelajaran adalah untuk memfasilitasi
guru dalam kegiatan pembelajaran, agar pembelajaran lebih menarik,
menyenangkan dan mencapai tujaun secara optimal.
Kesimpulan pendapat para ahli di atas, berkenaan dengan pemanfaatan
media pembelajaran berbasis komputer adalah dengan adanya media
pembelajaran berbasis komputer, sangat membantu seorang guru dalam
menyampaikan pesannya kepada siswanya. Manfaat yang ditimbulkan dari media
pembelajaran berbasis komputer salah satunya adalah meningkatkan motivasi
seorang siswa untuk lebih bersemangat dan lebih memahami materi pelajaran saat
kegiatan belajar mengajar di kelas. Dengan adanya hal ini, berpengaruh postif
terhadap kegiatan belajar mengajar, selain itu dengan adanya penggunaan media
pembelajaran berbasis komputer, yang dilakukan oleh seorang guru akan lebih
34
mempermudah penyampaian pesan kepada peserta didik di kelas, sehingga pesan
yang akan disampaikan oleh guru tidak keluar dari jalurnya. Pesan yang diajarkan
oleh guru dapat tersampaikan kepada peserta didik di kelas. Manfaat yang
ditimbulkan oleh media pembelajaran berbasis komputer, sangat vital peranannya
bagi keberlangsungan kegiatan belajar mengajar di kelas.
3) Bentuk Bentuk Penggunaan Media Komputer
Penggunaan media pembelajaran berbasis komputer, memerlukan
persiapan dan keterampilan guru dalam menggunakannya. Dalam menggunakan
media tersebut, harus memperhatikan beberapa teknik, agar media yang
dipergunakan itu dapat dimanfaatkan dengan maksimal dan tidak menyimpang
dari tujuan pembelajaran tersebut. Media dalam pembelajaran, memiliki fungsi
sebagai alat bantu dan sumber utama untuk memperjelas pesan yang disampaikan
guru. Media juga berfungsi untuk pembelajaran individual dimana kedudukan
media sepenuhnya melayani kebutuhan belajar siswa (pola pembelajaran
bermedia)
Beberapa bentuk penggunaan komputer, sebagai media pembelajaran yang
akan dipaparkan adalah e-learning atau pembelajaran berbasis web yaitu
penggunaan internet dalam pembelajaran dan pembelajaran berbasis komputer.
Internet dalam pembelajaran merupakan kegiatan pembelajaran dengan
menggunakan bantuan internet, dengan menggunakan internet, dapat
menghubungkan berbagai komputer yang satu terhadap komputer yang lainya.
Sehingga adanya koneksi yang terjalin antara beberapa komputer. Hal ini sejalan
dengan pendapat dari Tracy Laquey dalam Rusman (2012:180), yang menyatakan
35
bahwa “Internet merupakan jaringan longgar dari ribuan jaringan komputer yang
menjangkau jutaan orang diseluruh dunia”. Kini internet dijadikan sarana
pendidikan untuk membantu jalannya suatu kegiatan belajar mengajar, demi
mendapatkan suatu pembelajaran yang efektif, sehingga tujuan intruksional dapat
terjalin dengan baik. Mengingat internet menjadi sarana untuk menunjang
kegiatan belajar mengajar, maka keberadaan internet banyak memiliki manfaat.
Manfaat yang dapat diraih dengan menggunakan internet, salah satunya adalah
menciptakan transfer pengetahuan dengan cepat, efektif dan efisien, hal ini sejalan
dengan pendapat dari Hardjito dalam Rusman (2012:182), yang menyatakan
bahwa:
Manfaat internet lebih banyak disebabkan oleh kecepatan, kemudahan,
murah dan canggih. Bila saat ini berbicara internet, pemakai lebih
cenderung menggunakanya untuk kebutuhan e-mail dan browsing, padahal
kemampuan dan fasilitas dari internet adalah lebih dari itu. Transfer
pengetahuan yang dimungkinkan melalui internet justru bisa jauh lebih
efektif sekaligus efisien untuk membentuk intelektual manusia muda dan
masa depan.
Kemudian fungsi dasar kegunaan dari internet, disampaikan oleh Sidharta
dalam Rusman (2012:182), yang menyatakan bahwa:
1. Pelayanan email SMTP: (Simple Mail Transfer Protocol), yaitu
pelayanan untuk mengirim dan menerima pesan pesan. Setiap pesan
dikirim sari satu sistem ke sistem lain. Dibelakang layer, pelayanan
email memastikan bahwa pesan pesan dikirim dan diterima secara
lengkap pada alamat yang benar. Apabila terjadi kesalahan, pengirim
akan menerima pesan yang menunjukan bahwa pesannya belum atau
tidak dapat diterima oleh si penerima pesan.
2. Pelayanan telnet HTTP (Hyper Text Transfer Protocol) yaitu
pelayanan dan yang memberi kesempatan kepada pemakai internet
untuk menghubungi suatu system yang terletak ditempat yang jauh.
3. Pelayanan FTP (File Transfer Protocol) yaitu pelayanan yang
memberikan kesempatan kepada pemakai internet untuk mentransfer
file dari satu system ke system yang lain. Proses ini disebut sebagai
downloading.
36
4. Pelayanan client/server, yaitu suatu sistem yang didukung oleh
program server. Misalnya Gopher,White Pages, Yellow pages.
Internet sebagai bagian dari sarana dalam kegiatan belajar mengajar, maka
internet tidak lepas dari pembelajaran berbasis komputer. Pembelajaran berbasis
komputer adalah pembelajaran dengan menggunakan bantuan media pembelajaran
berbasis computer. Dalam pembelajaran berbasis computer, banyak masalah
pembelajaran yang dapat diatasi, sehingga dapat menciptakan suatu pembelajaran
yang efektif. Hal ini diutarakan oleh Darmawan (2007:192), dalam Rusman
(2012:187), yang menyatakan bahwa ”Masalah yang dibantu oleh media
pembelajaran berbasis komputer adalah:
1. Terbatasnya waktu yang tersedia bagi siswa untuk berkonsultasi
dengan guru mengenai materi pelajaran dalam kegiatan belajar
mengajar di kelas.
2. Jumlah siswa yang banyak menyebabkan kurang tersedianya komentar
atau jawaban yang cukup jelas dari guru atasa pertanyaan yang
diajukan siswa secara individual.
3. Tidak tersedianya bantuan secara langsung dari guru kepada siswa
yang mengahadapi masalah yang berhubungan dengan materi pelajaran
4. Jumlah siswa yang banyak memiliki kecenderungan terjadinya plagiasi
yang dilakukan beberapa siswa ketika mereka dihadapkan pada suatu
masalah yang menuntut mereka untuk bisa menyelesaikan secara
indidual.
5. Minimnya kegiatan praktek secara langsung yang dapat mengasah
kemampuan siswa.
6. Menjembatani keterbatasan guru sebagai tenaga pengajar yang
mengalami hambatan untuk datang dan mengajar sebagaimana
mestinya atau jasa untuk mengajar sangat handal sehingga kegiatan
pembelajaran tidak dapat dilakukan secara konvensional.
Kesimpulan dari para pendapat ahli di atas, berkenaan dengan bentuk
berntuk penggunaan komputer adalah media pembelajaran berbasis komputer,
banyak hal yang dapat dilakukan dalam menunjang setiap kegiatan belajar
mengajar di kelas, diantaranya adalah dengan menggunakan media pembelajaran
berbasis komputer, pertukaran informasi dapat lebih cepat dilakukan, arus
37
komunikasi tanpa batas dapat terjalin dengan baik, mengingat kini peran internet
menjadi sangat dominan dalam penggunaan komputer.
Internet menjadi bagian dari sarana dan media pembelajaran yang dapat
membantu jalannya proses kegiatan belajar mengajar, bukan hanya itu
penyampaian dengan menggunakan media pembelajaran berbasis komputer, dapat
lebih menyenangkan dan meningkatkan tingkat motivasi siswa. Penggunaanya
pun kini sudah lebih mudah karena komputer sekarang bukan lagi menjadi barang
yang langka dan susah dicari, namun penyebaran komputer sudah mewabah ke
seluruh lapisan kalangan masyarakat, khususnya di dunia pendidikan. Maka tidak
mengherankan bila penggunaan komputer menjadi semakin mudah, karena
beberapa tuntutan yang terjadi di dunia modernisasi.
Penggunaan komputer, menjadi salah satu kompetensi guru untuk dapat
menggunakannya, dengan demikian, bila seorang guru dapat menggunakan
komputer dan dijadikan sebagai salah satu media pembelajaran, maka akan
banyak manfaat yang dapat diambil dari menggunakan dan mengoperasikan
media pembelajaran berbasis komputer tersebut.salah satu manfaat yang dapat
diambil dari penggunaan media pembelajaran berbasis komputer adalah dengan
daya yang ada pada komputer, dapat meningkatkan motivasi siswa, karena media
komputer ini dapat menampilkan berbagai macam bentuk tayangan, yang sifatnya
audiovisual, teks, gambar dan bagan. Sehingga dengan memotivasi siswa dengan
cara penggunaan media pembelajaran berbasis komputer, maka prestasi siswa pun
akan menuju ke arah yang lebih baik.
38
4) Kelebihan Komputer Sebagai Media Pembelajaran
Komputer sebagai salah satu media pembelajaran, memiliki kelebihan
dibandingkan dengan media pembelajaran yang lainnya. Seperti pendapat dari
Nana Sudjana dan Ahmad Rivai (200:137), dalam Rusman (2012:188), yang
menyatakan bahwa kelebihan penggunaan komputer dalam pembelajaran adalah
sebagai berikut:
1. Cara kerja baru dengan komputer akan membangkitkan motivasi kepada
siswa dalam belajar
2. Warna, musik, dan grafis animasi dapat menambah kesan realisme dan
menuntun latihan, kegiatan di laboratorium, simulasi dan lain lain.
3. Respon pribadi yang cepat dalam kegiatan kegiatan belajar siswa akan
menghasilkan penguatan yang tinggi.
4. Kemampuan memori memungkinkan penampilan siswa yang telah waktu
lampau direkam dan dipakai dalam mencatat, merencanakan langkah
langkah selanjutnya di kemudian hari.
5. Kesabaran, kebiasaan pribadi yang dapat diprogram melengkapi suasana
sikap yang lebih positif, terutama berguna sekali untuk siswa yang lamban.
6. Kemampuan daya rekamnya memungkinkan pengajaran individual bisa
dilaksanakan, pemberian perintah secara individual dapat dipersiapkan
bagi semua siswa, terutama untuk siswa siswa yang dikhususkan, dan
kemampuan belajar mereka pun dapat diawasi terus.
7. Rentang pengawasan guru diperlebar sejalan dengan banyaknya informasi
yang disajikan dengan mudah dan diatur oleh guru, dan membantu
pengawasan lebih dekat kepada kontak langsung dengan para siswa.
Kemudian pendapat para ahli selanjutnya, yang berpendapat berkenaan
dengan kelebihan dari komputer sebagai salah satu media pembelajaran adalah
Heinich dkk (1986) dalam Rusman (2012:190), menyatakan bahwa
Sejumlah kelebihan dan juga kelemahan yang ada pada medium
komputer. Aplikasi aplikasi komputer sebagai alat bantu proses belajar
memberikan beberapa keuntungan. Komputer memungkinkan mahasiswa
belajar sesuai dengan kemampuan dan kecepatanya dalam memahami
pengetahuan dan informasi yang ditayangkan. Penggunaan komputer
dalam memahami pengetahuan dan informasi yang ditayangkan.
Penggunaan komputer dalam proses belajar membuat mahasiswa dapat
melakukan kontrol terhadap aktivitas belajarnya. Penggunaan komputer
dalam lembaga pendidikan jarak jauh memberikan keluluasaan terhadap
39
mahasiswa untuk menentukan kecepatan belajar dan memilih urutan
kegiatan belajar sesuai dengan kebutuhan. Kemampuan komputer untuk
menayangkan kembali informasi yang diperlukan oleh pemakainya. Yang
diistilahkan dengan ”kesabaran komputer”, dapat membantu mahasiswa
yang memiliki kecepatan belajar lambat. Dengan kata lain, komputer dapat
meciptakan iklim belajar yang efektif bagi mahasiswa yang lambat, tetapi
juga dapat memacu efektivitas belajar bagi mahasiswa yang lebih cepat.
Di balik terhadap hasil belajar dan memberikan pengukuhan terhadap
prestasi belajar mahasiswa, dengan kemampuan komputer untuk merekam
hasil belajar pemakainya. Komputer dapat diprogram untuk memeriksa
dan memberikan skor hasilo belajar secara otomatis. Komputer juga dapat
memberikan preskripsi atau saran bagi mahasiwa untuk melakukan
kegiatan belajar tertentu.
Kemampuan komputer dapat dijadikan sebagai sarana untuk pembelajaran
secara individual. Kelebihan komputer yang lain adalah kemampuan dalam
mengeintegrasikan komponen warna, musik, dan animasi grafik. Hal ini
menyebabkan komputer dapat menyampaikan informasi dan pengetahuan dengan
tingkat realisme yang tinggi. Hal ini menyebabkan program komputer sering kali
dijadikan sebagai sarana untuk melakukan kegiatan belajar yang bersifat simulasi.
Lebih jauh, kapasitas memori yang dimiliki oleh komputer memungkinkan
penggunaannya menayangkan kembali hasil belajar bagi siswa yang lambat, tetapi
juga dapat memacu efektivitas belajar bagi siswa yang lebih cepat. Di balik hasil
belajar dan memberikan pengukuhan terhadap prestasi belajar mahasiswa, dengan
kemampuan komputer untuk merekam hasil belajar pemakainya.
Komputer dapat diprogram untuk memeriksa dan memberikan skor hasil
belajar secara otomatis. Komputer juga dapat memberikan persepsi atau saran
bagi pengguna untuk melakukan kegiatan belajar tertentu.
Kemampuan komputer dapat dijadikan sebagai sarana untuk pembelajaran
secara individual. Kelebihan komputer yang lain adalah kemampuan dalam
40
mengintegrasikan komponen warna, musik, dan animasi grafik. Hal ini
menyebabkan komputer dapat menyampaikan informasi dan pengetahuan dengan
tingkat realisme yang tinggi. Hal ini menyebabkan program komputer sering kali
dijadikan sebagai sarana untuk melakukan kegiatan belajar yang bersifat simulasi.
Lebih jauh, kapasitas memori yang dimiliki oleh komputer, memungkinkan
penggunaannya menayangkan kembali hasil belajar yang telah dicapai
sebelumnya. Hasil belajar sebelumnya ini, dapat digunakan oleh siswa sebagai
dasar pertimbangan untuk melakukan kegiatan belajar selanjutnya.
Kemudian kelebihan dari komputer diungkapkan juga oleh ( Benny A.
Pribadi dan Tita Rosita: 2002:11-12), dalam Rusman (2012:191), yang
menyatakan bahwa:
Keuntungan lain dari penggunaan komputer dalam proses belajar dapat
meningkatkan hasil belajar dengan penggunaan waktu dan biaya yang
relatif kecil. Contoh yang tepat untik ini adalah program komputer
simulasi untuk melakukan percobaan pada mata kuliah sains dan
teknologi. Penggunaan program simulasi dapat mengurangi biaya bahan
dan peralatan untuk melakukan percobaan.
kesimpulan dari pendapat para ahli diatas, berkenaan dengan kelebihan
penggunaan komputer bagi kelangsungan kegiatan belajar mengajar adalah
terciptanya suatu pembelajaran yang efektif dan dapat tercapainya suatu tujuan
instruksional sesuai dengan yang telah direncanakan. Kelebihan dari komputer ini
membantu bagi pengajar untuk menyampaikan pesan dan isi materi kepada para
siswa, sehingga terhindar dari yang namanya kesalahpahaman, dengan kelebihan
yang ada pada komputer seperti dapat memperlihatkan simulasi, membuat
kegiatan pembelajaran menjadi lebih kaya dan terhindar dari pemahaman yang
abstrak.
41
Dengan demikian, kelebihan yang ada pada komputer, membuat komputer
menjadi salah satu media pembelajaran, yang diunggulkan dalam kegiatan belajar
mengajar.
5) Kekurangan Komputer Sebagai Media Pembelajaran
Komputer sebagai media pembelajaran, yang diterapkan di kelas terdapat
pula kekurangan yang melekat pada media pembelajaran berbasis komputer ini,
kekurangan komputer. Sebagai media pembelajaran disampaikan oleh Benny A
Pribadi dalam Rusman (2012:191), yang menyatakan bahwa kelemahan dari
pembelajaran komputer adalah:
1. Tingginya biaya pengadaan dan pengembangan program komuter,
terutama yang dirancang khusus untuk maksud pembelajaran. Disamping
itu, pengadaan, pemeliharaan dan perawatan komputer yang meliputi
perangkat keras dan perangkat lunak memerlukan biaya yang relatif tinggi.
2. Compatibility dan incompability antara hardware dan software.
penggunaan sebuah program komputer biasanya memerlukan perangkat
keras dengan spesifikasi yang sesuai. Perangkat lunak sebuah komputer
seringkali tidakdapat digunakan pada komputer yang spesifikasinya tidak
sama.
Selanjutnya Benny dan Tita (2000), dalam Rusman (2012:191),
memberikan penjelasan berkenaan dengan kekurangan dari komputer,
menyatakan bahwa:
Di samping memiliki sejumlah kelebihan, komputer sebagai sarana
komunikasi interaksi juga memiliki beberapa kelemahan. Kelemahan
pertama adalah tingginya biaya pengadaan dan pengembangan program
komputer, terutama yang dirancang khusus untuk maksud pembelajaran.
Disamping itu, pengadaan pemeliharaan,dan perawatan komputer yang
meliputi perangkat keras dan perangkat lunak, memerlukan biaya yang
relatif tinggi, oleh karena itu, pertimbangan biaya dan manfaat perlu
dilakukan sebelum memutuskan untuk menggunakan komputer untuk
keperluan pendidikan.
42
Masalah lain adalah compability dan noncompability antara hardware dan
software, penggunaan sebuah program komputer biasanya memerlukan perangkat
keras dengan spesifikasi yang sesuai. Perangkat lunak sebuah komputer sering
kali tidak dapat digunakan pada komputer yang spesifikasinya tidak sama. Di
samping kedua hal di atas merancang dan memproduksi program pembelajaran
yang berbasis komputer merupakan pekerjaan yang tidak mudah, memproduksi
program komputer merupakan kegiatan intensif yang memerlukan waktu banyak
dan juga keahlian khusus.
Kesimpulan dari pendapat ahli di atas, berkenaan dengan kekurangan
komputer adalah kekurangan yang pertama adalah keterkaitan dan integrasi antara
hardware dan software, karena tanpa adanya keterkaitan antara hardware dan
software maka tidak akan dapat digunakan segala fasilitas yang ada pada
komputer, kemudian keterbatasan ruangan membuat kesediaan tempat membuat
kesulitan dalam penyimpanan komputer, selanjutnya kekurangan dalam hal
keterbatasan biaya, karena komputer bukan barang yang murah, dengan demikian
harga yang mahal membuat kesulitan sebagian kalangan untuk memilikinya, hal
ini menjadi kekurangan yang paling mendasar dalam komputer.
2. Motivasi
a. Pengertian Motivasi
Berkenaan dengan motivasi belajar, berikut pendapat beberapa para ahli,
yang menyatakan definisi motivasi. Pertama adalah pendapat dari Bandura dalam
Dale H Shunk (2012:209), menyatakan bahwa:
43
Motivasi merupakan perilaku yang diarahkan untuk mencapai tujuan
yang diinisiasikan dan dipertahankan oleh pengharapan konsekuensi,
menyangkut konsekuensi yang diantisipasi atas dilakukanya tindakan
tindakan dan keefektifan diri melakukan tindakan tindakan tersebut.
Sigmund Freud dalam Dale H Shunk (2012:29), menyatakan bahwa
“Motivasi sebagai energi psikis (Psychical Theory). Bahwa berbagai kekuatan di
dalam diri individu menyebabkan perilaku”. Selanjutnya teori perilaku, dalam
Dale H Shunk ( 2012:30) memandang “Motivasi sebagai suatu perubahan perilaku
respon perihal intensitasnya, frekuensi kemunculanya, ataupun bentuk perilaku
sebagai sebuah fungsi (akibat) dari berbagai peristiwa dan stimulus lingkungan”.
Skinner dalam Dale H Shunk (2012:31), menyatakan bahwa “Motivasi
didefinisikan sebagai intensitas atau kemungkinan terjadinya perilaku”.
Kemudian pendapat para ahli selanjutnya, berpendapat berkenaan dengan
definisi motivasi adalah Hull dalam Dale H Shunk (2012:40), menyatakan bahwa:
“Motivasi merupakan inisiasi dari pola pergerakan atau pola perilaku yang
dipelajari atau merupakan kebiasaan”. Ford dalam Dale H Shunk (2012:266),
menyatakan bahwa: “Motivasi adalah sebuah fenomena psikologis yang
berorientasi masa depan (antisipatif) dan evaluatif (bukan instrumental)”. Dan
yang terakhir pendapat ahli yang berpendapat berkenaan dengan definisi motivasi
adalah pendapat dari Ford dalam Dale H Shunk (2012:266), menyatakan bahwa
“Motivasi adalah tujuan, emosi, dan keyakinan agen personal saling berinteraksi
dalam menentukan motivasi”.
Kesimpulan dari pendapat para ahli adalah motivasi merupakan sifat yang
ditimbulkan dari faktor intrinsik dan ekstrinsik, motivasi merupakan sifat yang
44
memiliki sifat usaha dan kegigihan dalam mencapai suatu keberhasilan demi
mendapatkan suatu keberhasilan dan penghargaan secara pribadi, baik secara
langsung maupun tidak langsung.
b. Indeks Motivasi Belajar
Indeks motivasi merupakan indikator dalam motivasi, yang memiliki
pengertian bahwa alat ukur yang dapat diterapkan untuk mengukur tingkat
motivasi belajar, dalam kegiatan belajar mengajar yang biasa dijadikan indeks
atau alat ukur dalam mengukur tingkat motivasi belajar adalah prestasi, kegigihan,
pilihan tugas dan usaha mental. Hal ini sejalan dengan para ahli yang menyatakan
indeks motivasi, dalam kegiatan belajar mengajar. Berikut adalah pendapat para
ahli, berkenaan dengan indeks motivasi.
Lepperm Greene dan Nisbett dalam Dale H Shunk (2012:17), menyatakan
bahwa “Pilihan tugas sebagai sebuah indeks motivasi”. Kemudian untuk indeks
motivasi selanjutnya, diutarakan oleh seorang ahli dari Pintrich & De groot dalam
Dale H Shunk (2012:18), menyatakan bahwa:
Murid yang termotivasi untuk belajar cenderung mengeluarkan lebih
banyak usaha mental selama berlangsungnya aktivitas belajar mengajar
dan menggunakan berbagai strategi kognitif yang diyakininya akan
meningkatkan pemelajaran: mengorganisasikan dan menghapal informasi,
memonitor level pemahaman dan mengaitkan materi baru dengan
pengetahuan sebelumnya”.
Zimmerman dan Ringle dalam Dale H schunk (2012:18), menyatakan
bahwa “Kegigihan umumnya digunakan oleh para peneliti sebagai sebuah ukuran
motivasi”. Kemudian indeks motivasi, selanjutnya disampaikan oleh Pintrich &
Schrauben dalam Dale H Shunk (2012:19), menyatakan bahwa prestasi
45
(achievement) murid dipandang sebagai sebuah indeks tidak langsung dari
motivasi. Murid yang memilih mengerjakan sebuah tugas, berusaha dan bersikap
gigih cenderung berprestasi pada level yang lebih tinggi.
Dari pendapat para ahli di atas, dapat disimpulkan bahwa, indeks motivasi
merupakan suatu alat yang dapat mengukur suatu tingkat motivasi siswa di
sekolah, berdasarkan para pendapat para ahli di atas, dapat ditemukan yang dapat
menjadi indeks motivasi diantaranya adalah pilihan tugas, usaha, kegigihan, dan
prestasi.
Pilihan tugas adalah kegiatan yang dilakukan seorang siswa, untuk
memprioritaskan tugas tugas yang diberikan oleh gurunya dan memiliki
kewajiban untuk menyelesaikan setiap tugas yang sudah diberikan. Ini merupakan
indeks motivasi dalam kegiatan belajar mengajar, sehingga untuk dapat mengukur
apakah siswa memiliki motivasi tinggi atau tidak dapat dilihat dari penyelesaian
tugas yang diselesaikan oleh siswa tersebut.
Usaha merupakan mental dari seorang siswa untuk memiliki kewajiban
untuk menyelesaikan setiap pekerjaan. Pekerjaan ini merupakan hal yang
menghabiskan seluruh kemampuan siswa, sehingga indeks motivasi ini menuntut
kesungguhan mental dan usaha dalam mengerjakan setiap kewajiban. Sehingga
untuk dapat mengukur apakah siswa memiliki motivasi tinggi atau tidak dapat
dilihat dari usaha dan kesiapan yang dilakukan oleh siswa, dari kegiatan dan tugas
yang telah dibebankan kepada siswa tersebut.
46
Kegigihan merupakan suatu sifat yang memliki sikap gigih dan pantang
menyerah, dalam melakukan setiap kegiatan menuju suatu keberhasilan atau
kesuksesan, dalam kegiatan belajar mengajar di kelas. Sehingga untuk dapat
mengukur, apakah siswa memiliki motivasi tinggi atau tidak, dapat dilihat dari
kegigihan yang diselesaikan oleh siswa tersebut.
Prestasi merupakan indeks motivasi yang terakhir, prestasi merupakan
salah satu indeks yang dapat diukur secara tidak langsung, karena memang harus
melalui berbagai macam proses untuk mendapat data berkenaan dengan nilai nilai
prestasi akademis. Prestasi sebagai indeks motivasi, biasanya dilihat dari nilai
akdemis siswa, dengan demikian untuk dapat mengukur apakah siswa memiliki
motivasi yang tinggi atau tidak, dapat dilihat dari prestasi dari siswa tersebut.
c. Kegunaan dan Manfaat Motivasi
Motivasi memiliki banyak manfaat dan kegunaan bagi kegiatan belajar.
Motivasi memiliki peran untuk meningkatkan kualitas dalam diri manusia,
khususnya anak murid kita yang sedang melaksanakan kegiatan belajar mengajar
di kelas. Dengan adanya motivasi, diharapkan kualitas dari diri siswa, dapat
berkembang ke arah yang lebih baik. Maka kini peran motivasi sungguh
dibutuhkan dalam setiap kegiatan belajar mengajar, mengingat banyak manfaat
yang dapat diraih dari motivasi. Berikut kegunaan dan manfaat motivasi
berdasarkan pendapat dari para ahli:
Schunk, (1995), dalam Dale H Schunk (2012:7), menyatakan bahwa
“Motivasi dapat memengaruhi apa yang kita pelajari, kapan kita belajar, dan
47
bagaimana kita belajar”. Pendapat ahli yang berpendapat berkenaan dengan
kegunaan dan manfaat dari motivasi adalah Zimmerman, (2000) dalam Dale H
Schunk (2012:7), menyatakan bahwa:
Murid yang termotivasi memelajari sebuah topik cenderung
melibatkan diri dalam berbagai aktivitas yang diyakininya akan membantu
dirinya belajar, seperti memperhatikan pelajaran secara seksama, secara
mental mengorganisasikan dan menghapal materi yang harus dipelajari,
mencatat untuk memfasilitasi aktivitas belajar berikutnya memeriksa level
pemahamanya, dan meminta bantuan ketika dirinya tidak memahami
materi tersebut.
Pintrich, (2003: Schunk 1995), dalam Dale H Schunk (2012:8),
menyatakan bahwa “Motivasi menghasilkan suatu hubungan resipokal dengan
pemelajaran dan kinerja; yakni, motivasi mempengaruhi pemelajran dan kinerja,
dan hal hal yang dilakukan dan dipelajari oleh murid memengaruhi motivasinya”.
White dalam Dale H Schunk (2012:360), menyatakan bahwa “Individu individu
memiliki suatu kebutuhan inheren untuk merasa kompeten dan berinteraksi secara
efektif dengan lingkungannya. Tujuan dari motivasi efektifitas adalah suatu
perasaan penguasaan atau keefektifan personal”.
Berdasarkan pendapat dari para ahli, berkenaan dengan kegunaan dan
manfaat dari motivasi. Maka dapat ditarik kesimpulan bahwa, kegunaan dan
manfaat dari motivasi adalah dapat menunjang setiap kegiatan pembelajaran,
sehingga dengan adanya motivasi dalam diri siswa membuat suatu pembelajaran
menjadi semakin efektif dan efisien. Hal ini menandakan bahwa, tujuan
instruksional dari kegiatan pembelajaran, dapat tercapai sesuai dengan yang
diinginkan, maka secara otomatis bila tujuan instruksional telah tercapai dengan
baik, maka pesan atau materi kepada siswa dapat tersampaikan dengan baik.
48
Kegunaan dan manfaat bagi seorang siswa adalah dapat meraih
keuntungan dalam dirinya, seperti peningkatan kualitas sumber daya manusia dan
mendapat prestasi akademis yang baik.
d. Macam Macam Motivasi
Dalam kegiatan pembelajaran, seorang siswa memiliki tingkat motivasi
yang berbeda beda, karena setiap siswa, memiliki perbedaan dalam kesiapan
menghadapi setiap pembelajaran. Maka dari itu, terdapat berbagai macam
motivasi yang terbentuk dari setiap kegiatan belajar mengajar di sekolah, berikut
adalah macam macam motivasi yang diutarakan oleh para ahli:
1) Motivasi Kelompok
Kegiatan pembelajaran di kelas, banyak timbul masalah berkenaan dengan
masalah motivasi. Motivasi siswa menjadi rendah dikarenakan adanya berbagai
macam faktor, salah satunya adalah faktor teman kelompok (teman sepergaulan),
seperti teman sebangku. Maka tidak heran bila siswa ada yang termotivasi karena
teman sebayanya, kadang siswa membuat suatu kelompok belajar untuk
termotivasi antar sesama untuk ke arah yang lebih baik, Wentzel, (1996) Dalam
Dale H Schunk (2012:241), menyatakan bahwa “Motivasi kelompok yang positif
merupakan hal yang penting; penelitian menunujakan bahwa perilaku perilaku
anak anak dan para remaja yang prososial dan bertanggung jawab memprediksi
berbagai hasil prestasi”.
Berdasarkan pendapat ahli di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa siswa
yang membuat kelompok dan menginginkan suatu perubahan ke arah prestasi
49
yang baik, maka akan berdampak positif terhadap apa yang mereka inginkan.
Sebaliknya, bila siswa yang membuat kelompok dan menginginkan suatu
perubahan ke arah yang negattif, maka akan berdampak positif pula terhadap pada
apa yang mereka inginkan, maka motivasi berkelompok harus dibentuk ke arah
yang lebih baik untuk dapat diterapkan baik pula demi menuai hasil yang baik.
2) Motivasi Intrinsik
Pada kegiatan belajar mengajar, tidak semua siswa memiliki motivasi yang
tinggi. Tingkat motivasi siswa berbeda beda, tergantung terhadap kesiapan yang
dimiliki oleh siswa tersebut, dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar di kelas.
Kesiapan merupakan sifat yang erat kaitannya dengan psikologis dari seorang
siswa. Sifat ini berhubungan dengan motivasi intrinsik siswa, sifat ini atau
motivasi ini timbul karena diri sendiri, datang dari keinginan siswa itu sendiri.
penjelasan dari para ahli berkenaan dengan motivasi intrinsik, diutarakan oleh
Dale H Schunk (2012:357), menyatakan bahwa:
Motivasi intrinsik merupakan yang mengacu pada motivasi
melibatkan diri dalam sebuah aktivitas karena nilai/manfaat aktivitas itu
sendiri (aktivitas itu sendiri merupakan sebuah tujuan akhir. Individu
individu yang termotivasi secara intrinsik mengerjakan tugas tugas karena
mendapati bahwa tugas tugas menyenangkan.
Lepper dan Hodell (1989) dalam Dale H Schunk (2012:357),
mengidentifikasikan “Empat sumber utama motivasi intrinsik : tandan tangan,
keinginantahuan, kontrol dan fantasi”. Gottfried, (1985), dalam Dale H Schunk
menyatakan bahwa “Motivasi intrinsik berkaitan positif dengan pemelajaran,
motivasi dan persepsi kompetensi diri, serta berkaitan negatif dengan kecemasan”.
White dalam Dale H Schunk (2012:361), menyatakan bahwa “Motivasi intrinsik
50
tidak berbeda pada anak kecil, yakni, motivasi intrinsik bersifat global dan terarah
pada fitur fitur lingkungan yang menangkap atensi mereka”. Kemudian pendapat
dari Hunt (1963) dalam Dale H Schunk (2012:361), menyatakan bahwa “Motivasi
intrinsik meningkatkan perilaku eksplorasi dan keinginan tahuan, serta berasal
dari ketidakkongruenan antara pengalaman sebelumnya dengan informasi baru”.
Deci & Porac (1978), dalam Dale H Schunk (2012:176), menyatakan bahwa
motivasi intrinsik menyebabkan individu individu mencari dan menguasai
berbagai tantangan, yang memuaskan kebutuhan mereka untuk merasa kompeten
dan memiliki determinasi diri. Deci and Porac, (1978), dalam Dale H Schunk
(2012:379), menyatakan bahwa “Motivasi intrinsik merupakan sebuah kebutuhan
bawaan manusia, yang dimulai dari masa bayi sebagai suatu kebutuhan yang tidak
terdiferensiasi antara kebutuhan, kompetensi dan kebutuhan determinasi diri”.
Berdasarkan pendapat para ahli di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa
setiap siswa memiliki hasrat untuk memiliki keinginan dari dalam dirinya
sendirinya dan ini merupakan salah satu motivasi intrinsik. Motivasi intrinsik
lebih dominan datang dari dalam diri siswa itu sendiri, dengan demikian motivasi
intrinsik ini memiliki peranan yang sangat kuat untuk diterapkan dalam kegiatan
belajar mengajar. Motivasi intrinsik memiliki pengaruh yang sangat besar
terhadap suatu keberhasilan siswa dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah.
3) Motivasi Ekstrinsik
Bila di atas kita menyinggung pandapat para ahli berkenaan dengan
motivasi intrinsik, maka lawan dari motivasi intrinsik adalah motivasi ekstrinsik.
Motivasi ekstrinsik biasa datang dan dipengaruhi oleh pengaruh luar, berikut
51
adalah pendapat dari para ahli yang menggambarkan motivasi intrinsik, pertama
adalah pendapat dari Dale H Schunk (2012:357), menyatakan bahwa:
Motivasi ekstrinsik adalah motivasi melibatkan diri dalam sebuah
aktivitas sebagai suatu cara mencapai sebuah tujuan. Individu individu
yang termotivasi secara ekstrinsik mengerjakan tugas tugas mereka
meyakini bahwa partisipasi tersebut akan menyebabkan berbagai
konsekuensi yang diinginkan , seperti mendapat hadiah, menerima pujian
dari guru atau terhindar dari hukuman.
Csikszentmihalyi dalam Dale H Schunk (2012:384), menyatakan bahwa:
Perilaku diatur oleh kekuatan motivasi intinsik dan kekuatan motivasi
ekstrinsik. Kekuatan ekstrinsik diprogram sebelumnya secara
biologis(misalnya, makanan, tidur) atau berasal dari struktur penghargaan
yang disosialisasikan pada individu(misalnya, uang, prestise, nilai
akademis, persetujuan individu lain). Kekuatan intrinsik bertumbuh dari
keyakinan individu bahwa aktivitas atau konsekuensi yang diberikan nilai
untuk diusahakan pencapaiannya karena nilai aktivitas atau nilai
konsekuensi itu sendiri.
Berdasarkan pendpat para ahli di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa
motivasi intrinsik merupakan motivasi yang banyak dipengaruhi oleh pengaruh
dari luar, walaupun tidak semuanya datang dari luar, namun bisa saja datang dari
internal. Seorang siswa memiliki motivasi ekstrinsik dan memiliki keyakinan
bahwa dengan melakukan segala sesuatu berdasarkan ekstrinsik, akan
mendapatkan reward terhadap apa yang telah dikerjakan. Hal ini menandakan
bahwa untuk dapat meningkatkan motivasi siswa, peran seorang guru sangat
menentukan hal ini, karena kita tahu bahwa pengaruh dari luar sangat kuat untuk
mengubah kebiaasan seorang siswa, untuk dapat termotivasi dengan baik terhadap
kegiatan belajar mengajar di kelas.
52
4) Motivasi Efektifitas
Salah satu bagian yang tidak terpisahkan dari motivasi adalah motivasi
efektifitas, White (1959), dalam Dale H Schunk (2012:360), menyatakan bahwa:
Motivasi efektifitas merupakan kemampuan dan berbagai sinonim
yang diusulkan seperti kecakapan, kapasitas, efisiensi, keahlian dan
keterampilan. Dengan demikian kemampuan merupakan sebuah kata yang
cocok untuk menggambarkan hal hal seperti memahami dan
mengeksplorasi, merangkak dan berjalan, atensi dan persepsi, bahasa dan
pemikiran, memanipulasi dan mengubah sekeliling yang semua hal ini
mendorong interaksi yang efektif kompeten dengan lingkungan, perilaku,
diarahkan, mempunyai daya pilih, dan dijalankan dengan gigih, serta
perilaku tersebut terus menerus dijalankan bukan karena perilaku tersebut
memenuhi kebutuhan penggerak primer. Melainkan karena perilaku
tersebut memenuhi kebutuhan intrinsik untuk berhadapan dengan
lingkungan.
White dalam Dale H Schunk (2012:360), menyatakan bahwa “Individu
individu memiliki suatu kebutuhan inheren untuk merasa kompeten dan
berinteraksi secara efektif dengan lingkungannya. Tujuan dari motivasi efektifitas
adalah suatu perasaan penguasaan atau keefektifan personal”.
Berdasarkan dari pendapat para ahli di atas, dapat ditarik kesimpulan,
bahwa motivasi efektifitas merupakan suatu sifat mental yang menginginkan
suatu perubahan motivasi yang menuju ke arah yang lebih baik dan menuntut
keefektifan dalam setiap kegiatan yang dilakukan. Maka dari itu, bila hal ini
diterapkan oleh seorang guru dalam kegiatan belajar mengajar di kelas, akan
berdampak pada keefektifan dalam kegiatan belajar, dan hal ini akan berdampak
baik dan positif terhadap prestasi belajar siswa.
53
5) Motivasi Tiba Tiba
Dalam motivasi, tidak akan terlepas dari motivasi tiba tiba, motivasi tiba
tiba timbul karena adanya rangsangan dari luar secara spontan dan dapat
mengubah jalan pikiran seseorang dengan cepat untuk ke arah yang lebih baik.
Hal ini berdampak baik dalam kegiatan belajar mengajar di kelas.
Csikszentmihalyi dalam Dale H Schunk (2012:383), “Menyatakan bahwa
motivasi tiba tiba sebagai motivasi yang berasal dari penemuan tujuan dan
penghargaan yang baru sebagai suatu konsekuensi dari berinteraksi dengan
lingkungan”.
Dari pendapat para ahli di atas, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa
motivasi tiba tiba merupakan bagian dari macam macam motivasi. Motivasi tiba
tiba merupakan sifat yang secara tiba tiba timbul akibat reaksi spontan dari faktor
eksternal maupun internal. Sehingga mampu mengubah sifat yang sebelumnya
kurang termotivasi atau bahkan tidak termotivasi berubah menjadi termotivasi.
e. Penurunan Dan Peningkatan Motivasi
Perjalanan motivasi dalam kegiatan belajar mengajar, terdapat beberapa
hambatan serta pasang surut kadar motivasi, hal ini menjadi lumrah, mengingat
kadar tingkatan motivasi setiap orang berbeda beda, maka dalam kajian motivasi,
terdapat kajian yang membahas tentang penurunan dan peningkatan motivasi.
Schunk & Miller,(2002), dalam Dale H Schunk (2012:365), menyatakan bahwa
“Motivasi berkurang ketika anggota keluarga tidak menghargai usaha penguasaan
dan ketika para murid tidak bergaul dengan rekan rekan sebaya yang berorientasi
penguasaan”. Para ahli lainnya, berpendapat mengenai penurunan motivasi adalah
54
dari Harter dalam Dale H Schunk (2012: 365), menyatakan bahwa “Penurunan
motivasi intrinsik secara keseluruhan pada murid murid dari tingkat sekolah dasar
hingga tingkat sekolah menengah/lanjutan pertama”. Lepper dalam Dale H
Schunk (2012:366), menyatakan bahwa “Tidak ada peningkatan motivasi
ekstrinsik yang menyertai penurunan motivasi intrinsik. Peningkatan motivasi
ekstrinsik berlangsung secara teratur seiring dengan perkembangan”. Kemudian
yang terakhir pendapat dari Lepper & Hodell (1989), dalam Dale H Schunk
(2012:401), menyatakan bahwa “Motivasi intrinsik dapat ditingkatkan dengan
menyajikan aktivitas yang melibatkan para pemelajaran dalam fantasi atau situasi
tiruan melalui berbagai simulasi dan permainan, yang menempatkan mereka
dalam berbagai situasi yang tidak benar benar ada.”
Berdasarkan pendapat dari para ahli di atas, berkenaan dengan penurunan
dan peningkatan motivasi, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa setiap penurunan
motivasi lebih dominan ditimbulkan dari faktor luar, seperti keluarga dan rekan
sebaya, begitu juga terhadap peningkatan motivasi, motivasi dapat ditingkatkan
berdasarkan pengaruh kuat dari luar. Maka dari itu, untuk mendapatkan suatu
motivasi yang tinggi, diwajibkan memiliki ketahanan dan kegigihan dalam
motivasi intrinsik, agar pengaruh dari berbagai jenis dari luar tidak mempengaruhi
motivasi. Hal ini menjadi peran seorang guru untuk dapat mengendalikan situasi
penurunan dan peningkatan motivasi.
f. Rekan Sebaya
Rekan sebaya merupakan teman seperjuangan yang keberadaannya ada di
kelas. Rekan sebaya ini memiliki pengaruh yang besar terhadap motivasi belajar
55
di kelas, berbagai pendapat para ahli membahas rekan sebaya memiliki pengaruh
terhadap motivasi. Diantaranya adalah pendapat dari Bandura, (1986,1988), dalam
Dale H Schunk (2012:415), menyatakan bahwa:
Pengaruh rekan sebaya pada tujuan dan motivasi berprestasi murid
telah diselidiki oleh beberapa peneliti. Penelitian tentang penetapan tujuan
telah mencatat bahwa observasi terhadap rekan sebaya dapat menyebabkan
murid mengadopsi tujuan tujuan yang sebanding.
Kemudian pendapat para ahli lainnya yang berpendapat berkenaan dengan
rekan sebaya adalah pendapat dari Dweck, (1996;wentzel,1991c), dalam Dale H
Schunk menyatakan bahwa:
Tujuan yang berorientasi rekan sebaya sangat dihargai oleh murid.
Tujuan sosial semacam ini dapat bervariasi. Sebagai contoh, murid
mungkin ingin disukai dan disetujui oleh individu lain, ingin
mengembangkan hubungan sosial atau hubungan akrab, ingin bekerja
sama dengan individu lain, ingin memperoleh dukungan/kekaguman dari
individu lain (misal, guru) atau ingin menjadi peka terhadap kebutuhan
individu lain.
Altermatt & Pomerantz, (2003), dalam Dale H Shunk menyatakan bahwa
“Persepsi kompetensi diri para murid dipengaruhi oleh rekan rekan sebaya dan,
padaa gilirannya, memengaruhi motivasi akademis mereka”.
Berdasarkan pendapat para ahli berkenaan deangan rekan sebaya, maka
dapat ditarik kesimpulan bahwa rekan sebaya merupakan salah satu faktor yang
dapat memengaruhi motivasi belajar siswa. karena dengan adanya rekan sebaya,
membuat persaingan yang positif diantara rekan sebaya yang berada di kelas.
56
3. Pengaruh Penggunaan Media Pembelajaran Berbasis Komputer
Terhadap Motivasi Belajar Siswa
Teori yang menyatakan bahwa media pembelajaran berbasis komputer
berpengaruh terhadap motivasi belajar siswa adalah teori ACT (Adaptive Control
Tought) dari Anderson dalam Winfred F. Hill (2009:236), menyatakan bahwa:
Pengaruh komputer terhadap teori pembelajaran dan komputer bersifat kognitif
(kognitif mencakup penggunaan daya ingat, motivasi dan refleksi).
Pengaruh media pembelajaran berbasis komputer terhadap motivasi belajar
siswa dikuatkan pula oleh pendapat para ahli, diantaranya adalah Gagne dalam
Rusman (2012:160), menyatakan bahwa “Media adalah berbagai jenis komponen
dalam lingkungan siswa yang dapat memberikan rangsangan untuk belajar”.
Kemudian menurut Arief S Sadiman dalam Rusman (2012:162), menyatakan
bahwa “Media adalah segala alat fisik yang dapat menyajikan pesan serta
merangsang siswa untuk belajar, seperti film, buku dan kaset”. Reclark dalam
Rusman (2012:162), mengungkapkan bahwa:
Media merupakan alat yang memungkinkan siswa untuk mengerti dan
memahami sesuatu dengan mudah untuk mengingatkannya dalam waktu
yang lama dibandingkan dengan penyampaian materi pelajaran dengan
cara tatap muka dan ceramah atau media pembelajaran.
Gerlach & Ely dalam Azhar Arsyad (2011:3), mengatakan bahwa “Media
apabila dipahami secara garis besar adalah manusia, materi, atau kejadian yang
membangun kondisi yang membuat siswa mampu memperoleh pengetahuan,
keterampilan atau sikap”. Hamalik dalam Rusman (2012:164), menyatakan bahwa
fungsi media pembelajaran yaitu;
57
(a) untuk mewujudkan situasi pembelajaran yang efektif; (b)
penggunaan media merupakan bagian integral dalam sistem pembelajaran;
(c) media pembelajaran penting dalam rangka mecapai tujuan
pembelajaran; (d) penggunaan media dalam pembelajaran adalah untuk
mempercepat proses pembelajaran dan membantu siswa dalam upaya
memahami materi yang disajikan oleh guru dalam kelas; (e) penggunaan
media dalam pembelajaran dimaksudkan untuk mempertinggi mutu
pendidikan.
Menurut Kempt and Dayton dalam Rusman (2012:164), menyatakan
bahwa fungsi utama media pembelajaran adalah:
(a) Memotivasi minat dan tindakan, direalisasikan dengan teknik
drama atau hiburan, (b) Menyajikan informasi, digunakan dalam rangka
penyajian informasi di hadapan sekelompok siswa, (c) Memberi instruksi,
informasi yang terdapat dalam media harus melibatkan siswa.
Levie & Lentz dalam Azhar Arsyad mengemukakan bahwa empat fungsi
media pembelajaran, khususnya media visual, yaitu; (a) Fungsi atensi; (b) Fungsi
afektif; (c) Fungsi kognitif dan; (d) Kompensatoris. Kemudian Kemp & Dayton
dalam Azhar Arsyad (2011:21), mengemukakan bahwa;
1. Penyampaian pelajaran menjadi lebih baku.setiap pelajar yang melihat
atau mendengar penyajian melalui media menerima pesan yang sama.
Meski pun para guru menafsirkan isi pelajaran dengan cara yang
berbeda beda, dengan penggunaan media ragam hasil tafsiran itu dapat
dikurangi sehingga informasi yang sama dapat disampaikan kepada
siswa sebagai landasan untuk pengkajian, latihan, dan aplikasi lebih
lanjut,
2. Pembelajaran bisa lebih menarik. Media dapat diasosiasikan sebagai
penarik perhatian dan membuat siswa tetap terjaga dan
memperhatikan. Kejelasan dan beruntutan pesan, daya tarik image
yang berubah ubah, penggunaan efek khusus yang dapat menimbulkan
keinginan tahuan menyebabkan siswa tertawa dan berfikir, yang
kesemuanya menunjukan bahwa media memiliki aspek motivasi dan
meningkatkan minat,
3. Pembelajaran menjadi lebih interaktif dengan diterapkanya teori
belajar dan prinsip prinsip [sikologis yang diterima dalam hal
partisipasi siswa, umpan balik, dan penguatan,
4. Lama waktu pembelajaran yang diperlukan dapat dipersingkat karena
kebanyakan media hanya memerlukan waktu singkat untuk
58
mengantarkan pesan pesan dan isi pelajaran dalam jumlah yang cukup
banyak dan kemungkinanya dapat diserap oleh siswa,
5. Kualitas hasil belajar dapat ditingkatkan bila mana itegritas kata dan
gambar sebagai media pembelajaran dapat mengkomunikasikan
elemen elemen pengetahuan dengan cara yang terorganisasikan
dengan baik, spesifikasi dan jelas,
6. Pembelajaran dapat diberikan kapan dan dimana diinginkan atau
diperlukan terutama jika media pembelajaran dirancang untuk
penggunaan secara individu,
7. Sikap positif siswa terhadap apa yang mereka pelajari dan terhadap
proses belajar dapat ditingkatkan,
8. Peran guru dapat berubah ke arah yang lebih positif, beban guru untuk
penjelasan yang berulang ulang mengenai isi pelajaran dapat
dikurangi bahkan dihilangkan sehingga ia dapat memusatkan
perhatian kepada spek penting lain dalam proses belajar mengajar,
misalnya sebagai konsultan atau penasihat siswa.
Dale dalam Azhar Arsyad (2011:23), mengemukakan 10 manfaat dari
media pembelajaran, berikut 10 macam manfaat, yang dapat dihasilkan dari media
pembelajaran:
1. Meningkatkan rasa saling pengertian san simpati dalam kelas,
2. Membuahkan perubahan signifikan tingkah laku siswa,
3. Menunjukan hubungan antara mata pelajaran dan kebutuhan dan
minat siswa, dengan meningkatkanya motivas belajar siswa,
4. Membawa kesegaran dan variasi bagi pengalaman belajar siswa,
5. Membuat hasil belajar lebih bermakna bagi berbagai kemampuan
siswa,
6. Mendorong pemanfaatan yang bermakna dari mata pelajaran dengan
jalan melibatkan imajinasi dan partisipasi aktif yang mengakibatkan
meningkatkanya hasil belajar,
7. Memberikan umpan balik yang diperlukan yang dapat membantu
siswa menemukan seberapa banyak telah mereka pelajari,
8. Melengkapi pengalaman yang kaya dengan pengalaman itu konsep
konsep yang bermakna dapat dikembangkan,
9. Memperluas wawasan dan pengalaman siswa yang mencerminkan
pembelajaran nonverbalistik dan membuat generalisasi yang tepat,
10. Meyakinkan diri bahwa urutan dan kejelasan pikiran siswa yang siswa
butuhkan jika mereka membangun struktur konsep dan sistem gagasan
yang bermakna,
Sudjana & Rivai dalam Azhar Arsyad (2011:24), mengemukakan bahwa
manfaat media pembelajaran dalam proses belajar siswa, yaitu:
59
1. Pembelajaran akan lebih menarik perhatian siswa sehingga dapat
menumbuhkan motivasi belajar,
2. Bahan pembelajaran akan lebih jelas maknanya sehingga dapat lebih
dipahami oleh siswa dan memungkinkan menguasai dan mencapai
tujuan pembelajaran,
3. Metode mengajar akan lebih bervariasi, tidak semata mata komunikasi
verbal melaui penuturan kata kata oleh guru, sehingga siswa tidak
bosan dan guru tidak kehabisan tenaga. Apalagi kalau guru mengajar
pada setiap jam pelajaran,
4. Siswa dapat lebih banyak melakukan kegiatan belajar sebab tidak
hanya mendengarkan uraian guru, tetapi juga aktivitas lain seperti
mengamati, melakukan, memdemosnstrasikan, memerankan, dan lain
lain.
Encyclopedia of Educational Research dalam Azhar Arsyad (2011:25),
mengemukakan bahwa;
1. Meletakan dasar dasar yang kongkret untuk berfikir, oleh karena itu
mengurangi verbalisme.
2. Memperbesar perhatian siswa.
3. Meletakan dasar dasar yang penting untuk perkembangan belajar, oleh
karena itu membuat pelajaran lebih mantap.
4. Memberikan pengalaman nyata yang dapat menumbuhkan kegiatan
berusaha sendiri dikalangan siswa.
5. Menumbuhkan pemikiran yang teratur dan kontinyu, terutama melalui
gambar hidup.
6. Membantu tumbuhnya pengertian yang dapat membantu
perkembangan kemampuan bahasa.
7. Memberikan pengalaman yang tidak mudah diperoleh dengan cara
lain, dan membantu efisiensi dan keragaman yang lebih banyak dalam
belajar.
Edling dalam Arief S Sadiman (2011:26). Menyatakan bahwa:
Media merupakan bagian dari enam unsur rangsangan belajar yaitu
dua untuk pengalaman audiomeliputi kodifikasi subjektif visual dan
kodifikasi objektif audio, dua untuk pengalaman visual meliputi kodifikasi
subjektif audio dan kodifikasi objektif visual, dan dua pengalaman belajar
tiga dimensi meliputi pengalaman langsung dengan orang dan pengalaman
langsung dengan benda benda
Arsyad (2002: 54-55), dalam Rusman (2012:178), menyatakan bahwa
”Manfaat komputer untuk tujuan pendidikan” adalah:
60
1. Komputer dapat mengakomodasi siswa yang lamban menerima
pelajaran karena ia dapat memberikan iklim yang lebih bersifat afektif
dengan cara yang lebih individual, tidak pernah lupa, tidak pernah
bosan, sangat sabar dalam menjalankan instruksi seperti yang
diinginkan program yang digunakan.
2. Komputer dapat merangsang siswa untuk mengerjakan latihan,
melakukan kegiatan laboratorium atau simulasi karena tersedianya
animasi grafik warna, dan musik yang dapat menambah realisme.
3. Kendali berada di tangan siswa, sehingga tingkat kecepatan belajar
siswa dapat disesuaikan dengan tingkat penguasaanya, dengan kata
lain, komputer dapat berinteraksi dengan siswa secara individual
misalnya dengan bertanya dan menilai jawaban.
4. Kemampuan merekam aktivitas siswa selama menggunakan program
pembelajaran, memberi kesempatan lebih baik untuk pembelajaran
secara perorangan dan perkembangan setiap siswa selalu dapat
dipantau.
5. Dapat berhubungan dengan, dan mengendalikan peralatan lain sejenis
cd interaktif, video dan lain lain dengan program pengendali dari
komputer.
Darmawan (2007:192), dalam Rusman (2012:187), yang menyatakan
bahwa ”Masalah yang dibantu oleh media pembelajaran berbasis komputer
adalah:
1. Terbatasnya waktu yang tersedia bagi siswa untuk berkonsultasi
dengan guru mengenai materi pelajaran dalam kegiatan belajar
mengajar di kelas.
2. Jumlah siswa yang banyak menyebabkan kurang tersedianya
komentar atau jawaban yang cukup jelas dari guru atasa pertanyaan
yang diajukan siswa secara individual.
3. Tidak tersedianya bantuan secara langsung dari guru kepada siswa
yang mengahadapi masalah yang berhubungan dengan materi
pelajaran
4. Jumlah siswa yang banyak memiliki kecenderungan terjadinya
plagiasi yang dilakukan beberapa siswa ketika mereka dihadapkan
pada suatu masalah yang menuntut mereka untuk bisa menyelesaikan
secara indidual.
5. Minimnya kegiatan praktek secara langsung yang dapat mengasah
kemampuan siswa.
6. Menjembatani keterbatasan guru sebagai tenaga pengajar yang
mengalami hambatan untuk datang dan mengajar sebagaimana
mestinya atau jasa untuk mengajar sangat handal sehingga kegiatan
pembelajaran tidak dapat dilakukan secara konvensional.
61
Nana Sudjana dan Ahmad Rivai (200:137), dalam Rusman (2012:188),
yang menyatakan bahwa kelebihan penggunaan komputer dalam pembelajaran
adalah sebagai berikut:
1. Cara kerja baru dengan komputer akan membangkitkan motivasi
kepada siswa dalam belajar
2. Warna, musik, dan grafis animasi dapat menambah kesan realisme
dan menuntun latihan, kegiatan di laboratorium, simulasi dan lain lain.
3. Respon pribadi yang cepat dalam kegiatan kegiatan belajar siswa akan
menghasilkan penguatan yang itnggi.
4. Kemampuan memori memungkinkan penampilan siswa yang telah
waktu lampau direkam dan dipakai dalam mencatat, merencanakan
langkah langkah selanjutnya di kemudian hari.
5. Kesabaran, kebiasaan pribadi yang dapat diprogram melengkapi
suasana sikap yang lebih positif, terutama berguna sekali untuk siswa
yang lamban.
6. Kemampuan daya rekamnya memungkinkan pengajaran individual
bisa dilaksanan, pemberian perintah secara individual dapat
dipersiapkan bagi semua siswa, terutama untuk siswa siswa yang
dikhususkan, dan kemampuan belajar mereka pun dapat diawasi terus.
7. Rentang pengawasan guru diperlebar sejalan dengan banyaknya
informasi yang disajikan dengan mudah dan diatur oleh guru, dan
membantu pengawasan lebih dekat kepada kontak langsung dengan
para siswa.
Heinich dkk (1986) dalam Rusman (2012:190), menyatakan bahwa:
Sejumlah kelebihan dan juga kelemahan yang ada pada medium
komputer. Aplikasi aplikasi komputer sebagai alat bantu proses belajar
memberikan beberapa keuntungan. Komputer memungkinkan mahasiswa
belajar sesuai dengan kemampuan dan kecepatanya dalam memahami
pengetahuan dan informasi yang ditayangkan. Penggunaan komputer
dalam memahami pengetahuan dan informasi yang ditayangkan.
Penggunaan komputer dalam proses belajar membuat mahasiswa dapat
melakukan kontrol terhadap aktivitas belajarnya. Penggunaan komputer
dalam lembaga pendidikan jarak jauh memberikan keluluasaan terhadap
mahasiswa untuk menentukan kecepatan belajar dan memilih urutan
kegiatan belajar sesuai dengan kebutuhan. Kemampuan komputer untuk
menayangkan kembali informasi yang diperlukan oleh pemakainya. Yang
diistilahkan dengan ”kesabaran komputer”, dapat membantu mahasiswa
yang memiliki kecepatan belajar lambat. Dengan kata lain, komputer dapat
meciptakan iklim belajar yang efektif bagi mahasiswa yang lambat, tetapi
juga dapat memacu efektivitas belajar bagi mahasiswa yang lebih cepat.
62
Di balik terhadap hasil belajar dan memberikan pengukuhan terhadap
prestasi belajar mahasiswa, dengan kemampuan komputer untuk merekam
hasil belajar pemakainya. Komputer dapat diprogram untuk memeriksa
dan memberikan skor hasilo belajar secara otomatis. Komputer juga dapat
memberikan preskripsi atau saran bagi mahasiwa untuk melakukan
kegiatan belajar tertentu.
Benny A. Pribadi dan Tita Rosita: 2002:11-12 dalam Rusman (2012:191),
yang menyatakan bahwa:
Keuntungan lain dari penggunaan komputer dalam proses belajar
dapat meningkatkan hasil belajar dengan penggunaan waktu dan biaya
yang relatif kecil. Contoh yang tepat untik ini adalah program komputer
simulasi untuk melakukan percobaan pada mata kuliah sains dan
teknologi. Penggunaan program simulasi dapat mengurangi biaya bahan
dan peralatan untuk melakukan percobaan.
Kesimpulan dari pendapat para ahli di atas, berkenaan dengan pengaruh
penggunaan media pembelajaran berbasis komputer terhadap motivasi belajar
siswa adalah media pembelajaran berbasis komputer, berdasarkan teori ACT dari
anderson, bahwa media pembelajaran berbasis komputer memiliki pengaruh
terhadap peningkatan motivasi belajar siswa, hal ini pun dikuatkan oleh proposisi
dari pendapat para ahli yang berbicara berkenaan manfaat dari media
pembelajaran berbasis komputer. Selain dapat memudahkan untuk menyampaikan
isi materi pembelajaran, media pemelajaran berbasis komputer dapat
meningkatkan motivasi belajar siswa.
B. Penelitian Terdahulu
Pada penelitian terdahulu ini, terdapat beberapa variabel yang memiliki
kemiripan dengan variabel yang peneliti teliti, yaitu media pembelajaran berbasis
komputer. Karena memang Variabel (X) yang diteliti oleh peneliti merupakan
hasil pengembangan dari penelitian yang telah ada.
63
a. Penelitian Terdahulu Berkenaan Dengan Media Pembelajaran
Penelitian terdahulu berkenaan dengan media pembelajaran sudah banyak
yang meneliti. Dengan banyaknya jenis media pembelajaran yang digunakan dan
kemudian banyak pergeseran fungsi, dari alat alat administrasi yang berkembang
ke arah media pembelajaran, untuk kepentingan pendidikan. Maka peneliti
memilih media pembelajaran berbasis komputer.
Hal ini mencerminkan bahwa memang media pembelajaran jenisnya amat
teramat banyak dan pergesaran alih fungsi pun terjadi, berawal dari alat
komunikasi dan alat administrasi, kini dikembangkan menjadi suatu media
pembelajaran yang memiliki fungsi sebagai pengantar atau alat yang
menjembatani suatu pembelajaran yang efektif, sesuai dengan tujuan
instruksional.
Landasan tersebutlah yang membuat peneliti ingin meneliti jenis media
pembelajaran yang lainnya dan meneliti beberapa alat alat administrasi yang
beralih fungsi menjadi suatu alat media pembelajaran. Peneliti penetapkan media
pembelajaran berbasis komputer untuk diteliti lebih lanjut, berikut beberapa judul
yang memiliki keterkaitan dengan media pembelajaran beserta dengan kesimpulan
isi dari judul tersebut.
64
Tabel 2. 1
Penelitian Terdahulu Berkenaan Dengan Media Pembelajaran
No Nim Nama Peneliti Judul Skripsi Kesimpulan
1 0807080 Kiki Fajriah Z Pengaruh Penggunaan
Media Pembelajaran
terhadap Minat Belajar
Siswa pada Mata
Pelajaran Mengelola
Sistem Kearsipan di
SMK Pasundan 1
Bandung
Adanya pengaruh yang
positif penggunaan
media pembelajaran
terhadap minat belajar
siswa.
2 0700039 Lilis Siti Rukoyah*) Pengaruh Media
Internet terhadap
Minat Belajar Siswa
Kelas X pada Mata
Pelajaran Mengelola
Peralatan Perkantoran
Jurusan Administrasi
Perkantoran di SMKN
1 Bandung
Adanya pengaruh yang
positif media internet
terhadap minat belajar
siswa
3 0700734 Eva Yulyana*) Pengaruh Penggunaan
Media Pembelajaran
terhadap Kualitas
Proses Pembelajaran di
SMK Pasundan 1
Bandung
Adanya pengaruh
positif penggunaan
media pembelajaran
terhadap kualitas
proses pembelajaran.
4 0704029 Ryan Rismansyah*) Efektivitas
Penggunaan Media
Adanya pengaruh yang
positif dari penggunaan
65
Pembelajaran
Perkantoran untuk
Meningkatkan
Motivasi Siswa Kelas
XI AP SMK
Sangkuriang I Kota
Cimahi
media pembelajaran
perkantoran untuk
meningkatkan motivasi
siswa
5 0608371 Mei Dwi Ono*) Pengaruh Penggunaan
Media Pembelajaran
dan Motivasi Belajar
terhadap Prestasi
Belajar Siswa (Siswa
dalam Mata Diklat
Peralatan Kantor
Program Keahlian
Administrasi
Perkantoran di SMKN
3 Bandung)
Adanya pengaruh yang
positif dari penggunaan
media pembelajaran
dan motivasi belajar
terhadap prestasi
belajar siswa
6 050372 Nikeu Nurgianti*) Pengaruh Penggunaan
Media Tape Recorder
terhadap Motivasi
Belajar Siswa Program
Keahlian Administrasi
Perkantoran pada
Sekolah Menengah
Kejuruan (SMK) di
Kota Cimahi
Adanya pengaruh yang
positif dari penggunaan
media tape recorder
terhadap motivasi
belajar siswa.
66
b. Penelitian Terdahulu Berkenaan Dengan Motivasi
Penelitian terdahulu berkenaan dengan motivasi belajar siswa, telah banyak
yang diteliti, sebagai variabel Y. Berikut judul penelitian terdahulu berkenaan
dengan motivasi belajar siswa:
Tabel 2. 2
Penelitian Terdahulu Berkenaan Dengan Motivasi
No Nim Nama Peneliti Judul Skripsi Kesimpulan
1 0802579 Nadya Citra
Febrianty
Pengaruh Penerapan
Sistem Penghargaan
terhadap Motivasi
untuk Berprestasi
Karyawan Bagian
Marketing di PT
Luxindo Raya Cabang
Bandung
Ada pengaruh yang
positif dari sistem
penghargaan terhadap
motivasi berprestasi
2 0800047 Fatimah Mispa
Nurahmi
Pengaruh Pengelolaan
Kelas terhadap
Motivasi Belajar
Siswa pada Mata
Pelajaran Produktif
Bidang Bisnis dan
Manajemen di SMKN
11 Bandung
Ada pengaruh yang
positif terhadap
pengelolaan kelas
terhadap motivasi
belajar siswa
3 0704121 Romi Rullyandi*) Pengaruh Mutasi
Pegawai terhadap
Motivasi Kerja di
Badan Diklat
Kabupaten Sukabumi
Ada pengaruh yang
positf dari mutasi
pegawai terhadap
motivasi kerja
4 0705679 Rizqi Novita Ayu*) Pengaruh Kreativitas Ada pengaruh yang
67
Guru dalam Mengajar
terhadap Motivasi
Belajar Siswa (Studi
Kasus di SMK
Pasundan 3 Bandung)
positif dari kreatifitas
guru dalam mengajar
terhadap motivasi
belajar siswa.
5 0705767 Dena Harini*) Pengaruh Evaluasi
Kinerja terhadap
Motivasi Kerja
Pegawai di Dinas
Pendidikan Provinsi
Jawa Barat Subbag
Kepegawaian dan
Umum
Ada pengaruh yang
positif dari evaluasi
kinerja terhadap
motivasi kerja pegawai
6 0703769 Lingga Aries
Setiawa*)
Pengaruh Jaminan
Kesehatan dan
Keselamatan Kerja
(K3) terhadap
Motivasi Kerja
Karyawan Studi pada
PT Inti (Persero)
Bagian Produksi da
Purna Jual
Ada pengaruh yang
positif dari jaminan
kesehatan terhadap K3
68
Berdasarkan tabel penelitian terdahulu di atas, memberikan informasi
bahwa variabel media pembelajaran dijadikan variabel x dan motivasi belajar
sebagai variabel Y, sudah pernah diteliti sebelumnya. Jenis media pembelajaran
yang telah diteliti adalah media pembelajaran tape recorder dan media
pembelajaran secara umum.
Peneltian terdahulu berkenaan dengan media pembelajaran membahas
efektifitas sebagai ukuran untuk mengukur keefektifan dari kegunaan media
pembelajaran yang dilakukan olh guru disekolah. Penelitian berkenaan dengan
media pembelajaran sebagai variabel x telah diteliti oleh Kiki Fazria, Eva
Yulyana, Rian Rismansyah, dan Mei Dwi Guno. Penelitian berkenaan dengan
motivasi belajar siswa adalah Nadia Citra, Fatimah Mispah dan Rizki.
Hasil penelitian terdahulu terdapat pengaruh yang positif dari penggunaan
media pembelajaran terhadap masing masing variabel Y, yaitu ( minat belajar
siswa, kualitas proses pembelajaran, motivasi belajar siswa dan prestasi belajar
siswa.
Kesimpulanya adalah peneliti menetapkan media pembelajaran berbasis
komputer sebagai variabel X dan motivasi belajar sebagai variabel Y merupakan
pengembangan dari penelitian terdahulu. Media pembelajaran berbasis komputer
merupakan salah satu jenis dari sekian banyaknya jenis media pembelajaran.
Tujuan penelitian adalah ingin mengetahui adakah pengaruh media pembelajaran
berbasis komputer terhadap motivasi belajar siswa.
69
4. Kerangka Berfikir
Sebagaimana terungkap dalam latar belakang di atas, grand teori yang
digunakan untuk memecahkan masalah dalam penelitian ini, menggunakan teori
belajar kognitif dari Robert M Gagne.
Teori belajar kognitif, mengungkapkan bahwa hasil belajar memiliki lima
tipe, diantaranya adalah : (1) informasi verbal, (2) kemahiran intelektual, (3)
pengalaman kognitif, (4) keterampilan motorik, (5) sikap. Hasil belajar
dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor
internal merupakan faktor yang ditimbulkan dari dalam diri individu, sedangkan
faktor eksternal merupakan faktor yang ditimbulkan dari lingkungan atau faktor
luar dari individu.
Faktor internal mempengaruhi 5 hasil belajar. Hasil belajar pada tipe
informasi verbal, dipengaruhi oleh motivasi kuat dan sikap individu. Kemudian
tipe kemahiran intelektual dipengaruhi oleh panca indra normal, kemampuan
mendeskriminasi, kemampuan abstraksi, motivasi tinggi dan minat, kemampuan
belajar. Tipe pengaturan kegiatan kognitif dipengaruhi oleh kadar motivasi dan
kadar konsentrasi, kemudian tipe keterampilan motorik dipengaruhi oleh motivasi,
kompleksitas keterampilan dan prosedur.
Faktor internal banyak mempengaruhi hasil belajar. Faktor yang paling
dominan dalam faktor internal adalah motivasi belajar, sehingga penulis
menetapkan motivasi belajar, dijadikan sebagai variabel Y (variabel bebas) untuk
diteliti lebih lanjut. Motivasi belajar, dalam kerangka berfikir ini didukung oleh
70
teori pendukung, yaitu Teori Pengkondisian dari Skinner dalam Dale H Schunk
(20212:37), yang menyatakan bahwa:
Pengkondisian operan tidak memerlukan prinsip baru untuk
menjelaskan motivasi. Motivasi perilaku meningkat atau respons perilaku
berlanjut dikarenakan persyaratan penguatan yang efektif. Proses proses
internal yang menyertai respoms(misalnya, kebutuhan, penggerak, kognisi,
emosi) tidak dapat diperlukan untuk menjelaskan perilaku. Penyebab
perilaku jana terletak pada sejarah penguatan yang dialaminya(perilakunya
yang diperkuat pada masa lalu) dan lingkungan saat ini. Murid
menampilkan motivasi perilaku karena sebelumnya ia telah diperkuat pada
perilaku tersebut, dan karena adanya ketersediaan berbagai penguat efektif
dilingkungannya terkait perilaku tersebut.
Dalam teori tersebut, dijelaskan bahwa motivasi dapat dipengaruhi oleh
lingkunganya dan faktor faktor dari luar, kadar dari suatu motivasi dalam individu
dapat berubah, sesuai dengan seberapa besar pengaruhnya terhadap individu
tersebut.
Faktor eksternal merupakan faktor yang ditimbulkan dari lingkungan atau
faktor luar dari individu. Faktor faktor eksternal mempengaruhi 5 hasil belajar,
hasil belajar pada tipe informasi verbal, dipengaruhi oleh cara informasi yang
disajikan dan pengaturan waktu. Tipe kemahiran intelektual dipengaruhi oleh
gambar, ciri ciri fisik, menggunakan variasi gambar, ciri ciri yang relevan dan
ilustrasi melalui skema. Tipe pengaturan kegiatan kognitif dipengaruhi oleh
pemberian kasus, pengetahuan prosedural, Tipe keterampilan motorik dipengaruhi
oleh komunikasi, media pembelajaran (gambar, diagram, film, teks, audio,
audiovisual,visual,komputer). Tipe hasil belajar sikap dipengaruhi oleh
penggunaan pola kondisional.
Faktor faktor eksternal banyak mempengaruhi hasil belajar. Salah satu
faktor, yang peneliti pilih adalah media pembelajaran. Media pembelajaran
71
memiliki banyak jenisnya, seperti media pembelajaran visual, audio visual, audio,
komputer dan lain sebagainya.
Salah satu media yang tertarik untuk dikaji oleh penulis adalah media
pembelajaran berbasis komputer. Pada kerangka berfikir ini, media pembelajaran
berbasis komputer dijadikan sebagai variabel terikat untuk dikaji lebih lanjut.
Teori pendukung untuk menerangkan lebih lanjut media pembelajaran
adalah teori ACT (Adaptive Control Tought) dari Anderson menyatakan bahwa
“Media komputer berpengaruh terhadap teori pembelajaran dan komputer bersifat
kognitif (kognitif mencakup penggunaan daya ingat, motivasi dan refleksi).”
Berdasarkan pendapat dari para ahli diatas, menerangkan bahwa media
pembelajaran berbasis komputer memiliki pengaruh yang positif terhadap
kegiatan pembelajaran, seperti memengaruhi motivasi, daya ingat dan refleksi.
Media pembelajaran berbasis komputer berpengaruh terhadap motivasi, dikuatkan
pula oleh Kemp & Dayton dalam Azhar Arsyad (2011:21), mengemukakan
bahwa;
1. Penyampaian pelajaran menjadi lebih baku.setiap pelajar yang melihat
atau mendengar penyajian melalui media menerima pesan yang sama.
Meski pun para guru menafsirkan isi pelajaran dengan cara yang
berbeda beda, dengan penggunaan media ragam hasil tafsiran itu dapat
dikurangi sehingga informasi yang sama dapat disampaikan kepada
siswa sebagai landasan untuk pengkajian, latihan, dan aplikasi lebih
lanjut,
2. Pembelajaran bisa lebih menarik. Media dapat diasosiasikan sebagai
penarik perhatian dan membuat siswa tetap terjaga dan
memperhatikan. Kejelasan dan beruntutan pesan, daya tarik image
yang berubah ubah, penggunaan efek khusus yang dapat menimbulkan
keinginan tahuan menyebabkan siswa tertawa dan berfikir, yang
kesemuanya menunjukan bahwa media memiliki aspek motivasi dan
meningkatkan minat,
72
3. Pembelajaran menjadi lebih interaktif dengan diterapkanya teori
belajar dan prinsip prinsip [sikologis yang diterima dalam hal
partisipasi siswa, umpan balik, dan penguatan,
4. Lama waktu pembelajaran yang diperlukan dapat dipersingkat karena
kebanyakan media hanya memerlukan waktu singkat untuk
mengantarkan pesan pesan dan isi pelajaran dalam jumlah yang cukup
banyak dan kemungkinanya dapat diserap oleh siswa,
5. Kualitas hasil belajar dapat ditingkatkan bila mana itegritas kata dan
gambar sebagai media pembelajaran dapat mengkomunikasikan
elemen elemen pengetahuan dengan cara yang terorganisasikan
dengan baik, spesifikasi dan jelas,
6. Pembelajaran dapat diberikan kapan dan dimana diinginkan atau
diperlukan terutama jika media pembelajaran dirancang untuk
penggunaan secara individu,
7. Sikap positif siswa terhadap apa yang mereka pelajari dan terhadap
proses belajar dapat ditingkatkan,
8. Peran guru dapat berubah ke arah yang lebih positif, beban guru untuk
penjelasan yang berulang ulang mengenai isi pelajaran dapat
dikurangi bahkan dihilangkan sehingga ia dapat memusatkan
perhatian kepada spek penting lain dalam proses belajar mengajar,
misalnya sebagai konsultan atau penasihat siswa.
Pendapat para ahli lainnya, berkenaan dengan pengaruh media
pembelajaran terhadap motivasi belajar adalah pendapat dari Dale dalam Azhar
Arsyad (2011:23), mengemukakan 10 manfaat dari media pembelajaran, berikut
10 macam manfaat yang dapat dihasilkan dari media pembelajaran:
1. Meningkatkan rasa saling pengertian san simpati dalam kelas,
2. Membuahkan perubahan signifikan tingkah laku siswa,
3. Menunjukan hubungan antara mata pelajaran dan kebutuhan dan
minat siswa, dengan meningkatkanya motivas belajar siswa,
4. Membawa kesegaran dan variasi bagi pengalaman belajar siswa,
5. Membuat hasil belajar lebih bermakna bagi berbagai kemampuan
siswa,
6. Mendorong pemanfaatan yang bermakna dari mata pelajaran dengan
jalan melibatkan imajinasi dan partisipasi aktif yang mengakibatkan
meningkatkanya hasil belajar,
7. Memberikan umpan balik yang diperlukan yang dapat membantu
siswa menemukan seberapa banyak telah mereka pelajari,
8. Melengkapi pengalaman yang kaya dengan pengalaman itu konsep
konsep yang bermakna dapat dikembangkan,
9. Memperluas wawasan dan pengalaman siswa yang mencerminkan
pembelajaran nonverbalistik dan membuat generalisasi yang tepat,
73
10. Meyakinkan diri bahwa urutan dan kejelasan pikiran siswa yang siswa
butuhkan jika mereka membangun struktur konsep dan sistem gagasan
yang bermakna,
Berdasarkan pendapat para ahli diatas, semakin mempertegas bahwa
media pembelajaran berbasis komputer memiliki pengaruh terhadap motivasi
belajar. Dari kerangka berfikir ini, peneliti menggambarkan bagaimana alur dari
belajar kognitif dari Robert M Gagne sebagai grand teori, kemudian ke alur
faktor faktor yang mempengaruhinya ( eksternal dan internal). Kemudian
berkembang lagi ke alur penetapan variabel bebas dan terikat sebagai variabel
yang ingin diteliti lebih lanjut.
Variabel X (Media pembelajaran berbasis komputer) memiliki indikator,
yang meliputi: (1) Mencapai tujuan pembelajaran, (2) Mempercepat proses
pembelajaran dan membantu memahami materi yang disajikan, (3) Mutu
pendidikan, (4) bagian integral dalam sistem pembelajaran, (5) pembelajaran
efektif. Variabel Y memiliki indikator, diantaranya adalah Pilihan, Tugas, Usaha,
Kegigihan, Prestasi. Keseluruhan alur pemikiran peneliti terhadap variabel X dan
Y, tergambar dalam gambar kerangka berfikir dibawah ini:
74
Grand Teori
-Teori Belajar Kognitif Robert M Gagne -
Eksternal Internal
Lima Hasil Belajar
A. Informasi Verbal
B. Kemahiran Intelektual
C. Pengaturan Kognitif
D. Keterampilan Motorik
E. Sikap
(Sumber: W.S. Wingkel dalam
Psikologi Pembelajaran (2009:111))
a. Informasi verbal
- Motivasi kuat
- Sikap individu
b. Kemahiran intelektual
- Panca indra normal
- Kemampuan mendeskriminasi
- Kemampuan abstraksi
- Motivasi tinggi dan minat
- Kemampuan belajar
c. Pengaaturan kegiatan kognitif
- Kadar motivasi
- Kadar konsentrasi
d. Keterampilan motorik
- Motivasi sebagai penunjang
- Kompleksitas keterampilan
- Prosedur
e. Sikap
- Belajar sikap
- motivasi
a. Informasi verbal
- Cara informasi yang disajikan
- Pengaturan waktu
b. Kemahiran intelektual
- Gambar
- Ciri ciri fisik
- Menggunakan variasi gambar
- Ciri ciri yang relevan
- Ilustrasi melalui skema
c. Pengaaturan kegiatan kognitif
- Pemberian kasus
- Pengetahuan prosedural
d. Keterampilan motorik
- Komunikasi
- Media pembelajaran (gambar, diagram,
film, teks)
e. Sikap
- penggunaan pola conditioning
75
(Sumber: Winfred F. Hill (2009:236) dalam Teori teori pembelajaran)
Media Pembelajaran (visual, audio, audiovisual,
komputer)
Teori ACT (Adaptive Control
Tought).Anderson
Pengaruh komputer terhadap teori pembelajaran
dan komputer bersifat kognitif (kognitif
mencakup penggunaan daya ingat, motivasi dan
refleksi)
(Sumber: Winfred F. Hill (2009:236) dalam teori
teori pembelajaran)
Teori Motivasi (Teori Pengkondisian
Operan) Skinner
((Sumber: Winfred F. Hill (2009:98)
dalam teori teori pembelajaran)
Media Pembelajaran Berbasis
Komputer
Indikator:
1. Kesesuaian materi dengan kemampuan belajar
siswa.
2. Dapat meningkatkan perhatian dan konsentrasi
siswa pada materi pembelajaran yang disajikan
guru.
3. Dapat meningkatkan motivasi untuk belajar.
4. Dapat Mengurangi penggunaan waktu
penyampaian materi,
5. Membuat pembelajaran lebih menyenangkan
Sumber : Cole & Chan, (1990), dalam Ariesto
Hadi Sutopo (2012:164).
76
Gambar 2. 1
Bagan Kerangka Berfikir Penelitian
77
Berdasarkan bagan kerangka berfikir di atas dapat digambarkan model
kausalitas variabel penelitian sebagai berikut:
Gambar 2. 2
Model Kausalitas Variabel Penelitian
Keterangan:
X = Media Pembelajaran Berbasis Komputer
Y = Motivasi Belajar
= Lambang yang menggambarkan pengaruh
5. Hipotesis
Hipotesis merupakan penyataan atau jawaban sementara yang masih perlu
diuji kebenarannya. Jawaban sementara itu merupakan jawaban sementara tpada
masalah yang telah dirumuskan. Oleh karena itu, hipotesis yang telah dirumuskan
sebelumnya harus bisa menjawab masalah penelitian yang telah dipaparkan
peneliti, sehingga antara hipotesis dan rumusan masalah terlihat keterkaitanya
secara konsisten.
Pendapat dari para ahli, yang mengemukakan pengetian dari hipotesis
adalah pendapat dari Sugiyono (2005:82), yang menyatakan bahwa:
X Y
Y = f (x)
Y = f (x)
78
Hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap rumusan masalah
penelitian. Rumusan masalah tersebut bisa berupa penyataan tentang
hubungan dua variabel atau lebih, perbandingan (komparasi) atau variabel
mandiri(deskriptif).
Dari pendapat ahli di atas, maka dapat disimpulkan bahwa, hipotesis
merupakan jawaban sementara yang dilakukan oleh peneliti, untuk mengetahui
dugaan sementara yang ada pada penelitian tersebut. Sehubungan dengan
kerangka pemikiran diatas, maka penulis merumuskan hipotesis sebagai berikut:
”Terdapat pengaruh yang positif pada penggunaan Media pembelajaran berbasis
komputer terhadap motivasi belajar di SMK Sangkuriang I Cimahi”.
BAB III
DESAIN PENELITIAN
A. Objek Penelitian
Objek penelitian dalam penelitian ini adalah variabel X, yaitu media
pembelajaran berbasis komputer. Variabel Y yaitu motivasi belajar siswa,
program keahlian administrasi perkantoran, pada sekolah menengah kejuruan
Sangkuriang I Cimahi.
Berdasarkan objek penelitian diatas, maka akan dianalisis mengenai
pengaruh penggunaan media pembelajaran berbasis komputer, oleh guru mata
pelajararan produktif, terhadap motivasi belajar siswa, program keahlian
administrasi perkantoran, pada sekolah menengah kejuruan Sangkuriang I Cimahi.
Responden siswa yang masih aktif di kelas XI, program keahlian administrasi
perkantoran, pada sekolah menengah kejuruan Sangkuriang I Cimahi.
B. Metode penelitian
Dalam kegiatan penelitian, seorang peneliti wajib harus mengenal dan
mengetahui metode penelitan apa yang akan digunakan, maka dari itu, seorang
peneliti dalam melakukan penelitian terlebih dahulu harus menentukan metode
apa yang harus digunakan. Metode penelitian memiliki peranan yang penting
dalam melakukan suatu penelitian. maka dari itu, seorang peneliti harus
mengetahui metode apa yang akan digunakan. Hal ini bertujuan agar peneliti
memperoleh gambaran permasalahan, sehingga tujuan penelitian akan tercapai
79
80
dengan baik. Hal ini sejalan dengan pendapat yang dikemukakan oleh Surakhmad
(1998:131), yang menyatakan bahwa:
Metode merupakan cara utama yang dipergunakan untuk mencapai
tujuan, misalnya untuk menguji serangkaian hipotesis dengan
mempergunakan teknik serta alat tertentu. Cara itu dipergunakan setelah
penyelidik memperhitungkan kewajaran ditinjau dari penyelidikan serta
dari situasi penyelidikan.
Tujuan adanya metode penelitian adalah untuk memberikan gambaran,
kepada peneliti mengenai langkah langkah penelitian yang dilakukan, sehingga
permasalahan tersebut dapat dipecahkan. Sugiyono (2006:160), menjelaskan
bahwa “Metode penelitian adalah cara yang digunakan oleh peneliti dalam
mengumpulkan data penelitiannya”. Arikunto (2002:136), menjelaskan ”Metode
penelitian adalah cara yang digunakan oleh peneliti dalam mengumpulkan data
penelitiannya.”
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian
Survei Eksplanasi (Explanatory Survey), yaitu penelitian survei yang digunakan
untuk menjelaskan hubungan kausal dan pengujian hipotesis. Kemudian pendapat
dari Masri Singarimbun dan Sofian Effendi (1989:5), mengemukakan bahwa
”Metode explanatory survey yaitu metode untuk menjelaskan hubungan kausal
antara dua variabel atau lebih melalui pengajuan hipotesis.”
Objek telaah penelitian survei eksplanasi adalah untuk menguji hubungan
antar variabel yang dihipotesiskan. Pada jenis penelitian ini, jelas ada hipotesis
yang akan diuji kebenaranya. Dengan menggunakan metode survei eksplanasi
disini, penulis melakukan pengamatan untuk memperoleh gambaran antara dua
81
variabel, yaitu variabel media pembelajaran berbasis komputer dan variabel
motivasi belajar siswa. Apakah terdapat pengaruh positif dan signifikan pada
media pembelajaran berbasis komputer, terhadap motivasi belajar siswa dan
seberapa besar pengaruh penggunaan media pembelajaran berbasis komputer
terhadap motivasi belajar siswa, program keahlian administrasi perkantoran pada
SMK Sangkuriang I Cimahi.
C. Operasional Variabel
Definisi operasional variabel, dimaksudkan untuk memberikan persamaan
persepsi, Sehingga terdapat persamaan pemahaman terhadap istilah-istilah yang
digunakan dalam penelitian ini. Pentingnya definisi operasional dibahas, karena
terdapat banyak istilah-istilah berbeda yang digunakan untuk menyebutkan isi
atau maksud yang sama, atau sebaliknya. Istilah-istilah yang sama dipergunakan
untuk menyebutkan isi atau maksud yang berbeda. Operasional variabel ini
dilakukan untuk membatasi pembahasan agar tidak terlalu meluas.
Menurut Sugiyono (2006:19), menyatakan bahwa “Variabel penelitian itu
adalah suatu atribut atau sifat atau aspek dari orang maupun objek yang
mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan
ditarik kesimpulan.” Penelitian ini mengkaji dua variabel yaitu variabel media
pembelajaran berbasis komputer (X) sebagai variabel independent atau variabel
bebas, dan variabel motivasi belajar siswa (Y) sebagai variabel dependent atau
variabel terikat. Untuk menghindari kesimpangsiuran dan salah pengertian
terhadap istilah yang terdapat dalam judul, maka terlebih dahulu peneliti akan
mencoba menjelaskan pengertian serta maksud yang terkandung dalam judul
82
penelitian, sehingga diharapkan akan menambah keragaman landasan berpikir
peneliti dan pembaca.
Sesuai dengan judul penelitian ini yaitu “Pengaruh penggunaan media
pembelajaran berbasis komputer terhadap motivasi belajar siswa pada mata
pelajaran produktif Administrasi Perkantoran di SMK Sangkuriang I Cimahi,
maka penulis menjelaskan operasional variabel secara lebih rinci sebagai berikut:
1. Operasional Variabel Media Pembelajaran Berbasis Komputer
Media pembelajaran berbasis komputer dalam penelitian ini, diukur
melalui ukuran dan indikator yang meliputi: (1) Kesesuaian materi dengan
kemampuan belajar siswa, (2) Dapat meningkatkan perhatian dan konsentrasi
siswa pada materi pembelajaran yang disajikan guru, (3) Dapat meningkatkan
motivasi untuk belajar , (4) Dapat Mengurangi penggunaan waktu penyampaian
materi, (5) Membuat pembelajaran lebih menyenangkan. Uraian dan indikator
media pembelajaran berbasis komputer tersebut secara lebih rinci akan dibahas
pada tabel berikut ini:
Tabel 3. 1
Operasionalisasi Variabel Media Pembelajaran Berbasis Komputer
Variabel Indikator Ukuran
Skala
Pengukuran
Media
Pembelajaran
Berbasis
Komputer
(Variabel X)
Kesesuaian materi
ajar dengan
kemampuan
belajar siswa
1. Tingkat
kesesuaian materi
ajar, dengan
menggunakan
media
pembelajaran
berbasis komputer
terhadap tujuan
Interval
83
Variabel Indikator Ukuran
Skala
Pengukuran
pembelajaran
2. Tingkat
kemampuan guru
dalam mengaitkan
kebutuhan standar
kompetensi
dengan
menggunakan
media berbasis
komputer terhadap
kegiatan
pembelajaran
3. Tingkat
keselarasan materi
ajar terhadap
kemampuan
belajar siswa,
dengan
menggunakan
media
pembelajaran
berbasis komputer
Dapat
meningkatkan
perhatian dan
konsentrasi siswa
pada materi
pembelajaran
yang disajikan
guru
1. Tingkat
partisipasi siswa
terhadap materi
ajar yang disajikan
oleh guru dengan
menggunakan
media
pembelajaran
berbasis komputer
pada mata
pelajaran produktif
2. Tingkat
kemampuan media
pembelajaran
berbasis komputer
dalam
menyampaikan
materi ajar yang
dilakukan oleh
guru dengan
bahasa yang
84
Variabel Indikator Ukuran
Skala
Pengukuran
komunikatif
3. Tingkat
kemampuan media
pembelajaran
berbasis komputer
yang digunakan
oleh guru yang
memanfaatkan
fasailitas audio
untuk memusatkan
konsentrasi siswa
Dapat
meningkatkan
motivasi untuk
belajar
1. Tingkat
kemampuan media
pembelajaran
berbasis komputer
yang digunakan
oleh guru untuk
mengendalikan
kelas agar kelas
memiliki iklim
yang kondusif.
2. Tingkat
kemampuan media
pembelajaran
berbasis komputer
yang digunakan
oleh guru untuk
menarik pusat
perhatian siswa
3. Tingkat
kemampuan media
pembelajaran
berbasis komputer
yang dilakukan
oleh guru untuk
menampilkan
video interaktif
terhadap materi
ajar
Dapat
Mengurangi
penggunaan
waktu
penyampaian
1. Tingkat
kemudahan
penggunaan media
pembelajran
berbasis komputer
85
Variabel Indikator Ukuran
Skala
Pengukuran
materi yang digunakan
oleh guru untuk
menunjang
kegiatan
pembelajaran
terhadap mata
pelajaran produktif
2. Tingkat efisiensi
penggunaan media
pembelajaran
berbasis komputer
pada saat
berlangusngnya
kegiatan
pembelajaran di
kelas
3. Tingkat
kesiapan dalam
menggunakan
media
pembelajaran
berbasis komputer
sebelum
pembelajaran
dimulai
Dapat membuat
pembelajaran
lebih
menyenangkan
1. Tingkat
kemampuan media
pembelajaran
berbasis komputer
yang digunakan
oleh guru untuk
berinteraksi
dengan siswa pada
mata pelajaran
produktif
2. Tingkat daya tarik
fasilitas pada
komputer (gambar,
efek animasi,
audio, audio
visual) untuk
dijadikan sebagai
86
Variabel Indikator Ukuran
Skala
Pengukuran
sarana belajar
terhadap kegiatan
pembelajaran yang
menarik.
3. Tingkat
kemampuan media
pembelajaran
berbasis komputer
yang digunakan
oleh guru dalam
menyajikan
permainan yang
edukatif sehingga
pembelajaran di
kelas menjadi lebih
menyenangkan
4. Tingkat kemahiran
media
pembelajaran
berbasis komputer
dalam menghindari
verbalisme pada
kegiatan belajar
mengajar dikelas
Sumber : Cole & Chan, (1990), dalam Ariesto Hadi Sutopo (2012:164).
2. Operasional Variabel Motivasi Belajar
Motivasi belajar merupakan sifat yang terkandung dalam diri individu,
untuk melakukan setiap kegiatan dan aktivitasnya berkenaan dengan belajar, atas
dasar dorongan tertentu, baik itu dorongan secara internal, maupun secara
eksternal. Berikut adalah operasional variabel dari motivasi belajar:
Tabel 3. 2
Operasionalisasi Variabel Motivasi Berprestasi
87
Variabel Indikator Ukuran
Skala
Pengukuran
Motisvasi
Belajar
Variabel Y
Pilihan Tugas 1. Tingkat minat
siswa dalam
menyelesaikan
tugas dalam mata
pelajaran
produktif.
Interval
2. Tingkat
kecermatan siswa
dalam
menyelesaikan
tugas yang
diberikan guru
dalam mata
pelajaran
produktif
3. Tingkat
ketepatan siswa
dalam
menyelesaikan
pilihan tugas yang
diberikan guru
pada mata
pelajaran
produktif
4. Tingkat
kecepatan siswa
dalam
menghadapi
penyelesaian
pilihan tugas
tersebut.
Usaha 1. Tingkat
keberhasilan siswa
terhadap kegiatan
belajar mengajar
pada mata
pelajaran
produktif
2. Tingkat kerja
keras siswa dalam
mencapai
penyelesaian tugas
mata pelajaran
produktif
88
Variabel Indikator Ukuran
Skala
Pengukuran
3. Tingkat
kesulitan siswa
memahami dan
materi belajar pada
mata pelajaran
produktif
4. Tingkat
keterserapan siswa
terhadap materi
ajar pada mata
pelajaran produktif
Kegigihan 1. Tingkat perjuangan
siswa dalam
mengikuti setiap
aktivitas belajar
mengajar pada
mata pelajaran
produktif
2. Tingkat
Penguasaan belajar
siswa terhadap
mata pelajaran
produktif
3. Tingkat kesiapan
mental belajar
siswa menghadapi
pelajaran pada
mata pelajaran
produktif
4. Tingkat efektifitas
siswa terhadap
kegiatan belajar
mengajar pada
mata pelajaran
produktif
Prestasi 1. Tingkat
kemampuan siswa
dalam menerapkan
materi ajar pada
dunia kerja
2. Tingkat kesesuaian
produktifitas
dengan tujuan
instruksional
89
Variabel Indikator Ukuran
Skala
Pengukuran
3. Tingkat
pemahaman siswa
terhadap materi
ajar pada mata
pelajaran produktif
4. Tingkat
ketercapaian
standar KKM pada
mata pelajaran
produktif
Sumber : Dale H Shunk (2012:17)
D. Jenis dan Sumber Data Penelitian
Dalam penelitan ini, terdapat sumber data yang berbeda, maka sumber
data yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah sumber data primer dan
sekunder. Sumber data primer adalah sumber data yang diinginkan dan dapat
diperoleh secara langsung dari subjek yang berhubungan langsung dengan
penelitian. Sumber data primer dalam penelitian ini berasal dari guru pengajar
mata pelajaran produktif dan tata usaha di SMK Sangkuriang I Cimahi.
Sumber data sekunder yaitu sumber data yang subjeknya berhubungan
secara tidak langsung dengan objek penelitian, tetapi sifatnya membantu dan
dapat memberikan informasi untuk bahan penelitian. Sumber data sekunder dalam
penelitian ini adalah Wakasek, Bagian Humas dan Hubin, bagian Kurikulum,
siswa, kepustakaan dan dokumen dokumen yang berhubungan dengan
permasalahan dalam penelitian.
90
E. Populasi dan Teknik Penarikan Sampel Penelitian
1. Populasi Penelitian
Populasi penelitian dapat diartikan sebagai keseluruhan unit yang ingin
diteliti, Keseluruhan dari karakteristik atau unit hasil pengukuran yang menjadi
objek penelitian disebut populasi. Arikunto (2006:130), menyatakan bahwa
“Populasi adalah keseluruhan subjek penelitian”. Sedangkan menurut Riduwan
(2006:7), mengemukakan bahwa “Populasi merupakan objek tertentu berkaitan
dengan masalah penelitian”. Pengertian yang lebih spesifik diungkapkan oleh
Sugiyono (2006:54), yang berpendapat bahwa “Populasi adalah wilayah
generalisasi yang terdiri atas objek/subjek yang mempunyai kuantitas dan
karakteristik tertentu, yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian
ditarik kesimpulannya.”
Berdasarkan uraian di atas, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa,
populasi merupakan penelitian yang dilakukan terhadap semua elemen di wilayah
peneletian. Dalam penelitian ini tidak semua unit populasi diteliti, karena
keterbatasan biaya, tenaga dan waktu yang tersedia. Oleh karena itu, peneliti
diperkenankan mengambil sebagian dari objek populasi yang ditentukan, dengan
catatan bagian yang diambil mewakili yang lain yang tidak diteliti. Hal ini sejalan
dengan pendapat Sugiyono (2002:73), menyatakan bahwa:
Bila populasi besar dan peneliti tidak mungkin mempelajari semua
yang ada pada populasi, misalnya karena keterbatasan dana, tenaga, dan
waktu, maka peneliti dapat menggunakan sampel yang diambil dari
populasi tersebut. Apa yang dipelajari dari sampel itu kesimpulanya akan
diberlakukan untuk populasi. Untuk itu sampel dari populasi harus benar
benar mewakili.
91
Populasi dalam penelitian ini terdiri atas para siswa kelas XI Administrasi
Perkantoran di SMK Sangkuriang Cimahi. Adapun gambaran tentang jumlah
keseluruhan siswa di kelas XI Administrasi Perkantoran, jumlah keseluruhan
dinamakan populasi, maka dengan demikian populasi penelitian dapat dilihat
dalam tabel di bawah ini:
Tabel 3. 3
Populasi Siswa kelas XI Administrasi Perkantoran
SMK Sangkuriang I Cimahi
No. Siswa Kelas XI Administrasi
perkantoran
Jumlah Siswa
1 Siswa Kelas XI AP – 1 44
2 Siswa Kelas XI AP – 2 46
3 Siswa Kelas XI AP – 3 45
JUMLAH 135
Sumber: Dokumen dari Tata Usaha SMK Sangkuriang I Cimahi, diolah oleh penulis
Berdasarkan tabel diatas, dapat diketahui jumlah seluruh siswa kelas XI
Administrasi Perkantoran yaitu 135 siswa.
2. Teknik Penarikan Sampel
Sampel merupakan bagian dari unit populasi penelitian, dalam penelitian
sampel harus dapat mewakili dari populasi yang ingin diteliti, Dengan
mempertimbangkan keterbatasan kemampuan penelitian, dilihat dari segi waktu,
tenaga, dana serta kemudahan dalam pengumpulan data dari populasi, maka
dilakukan penentuan sebagian dari populasi yang dijadikan sampel penelitian
yang benar benar mewakili seluruh populasi.
Dari hasil penelitian sementara, diperoleh data jumlah siswa kelas XI
program keahlian Administrasi Perkantoran pada SMK Sangkuriang I Cimahi
92
sebanyak 135 siswa. Maka pengambilan sampel dalam penelitian ini diambil dari
populasi dengan menggunakan teknik (Simple Random Sampling). Peneliti
menggunakan teknik ini, dikarenakan sampelnya representatif atau mewakili
populasi dan proposional dengan proses sederhana, tidak melibatkan parameter
populasi yang tidak diketahui, serta disesuaikan dengan keadaan objek penelitian
dalam penerimaan penyebaran sampel. Untuk menentukan ukuran sampel
minimal yang represintatif untuk pengujian hipotesis tersebut, penentuan sampel
dari populasi yang ada, dengan menggunakan rumus Slovin, menurut Husein
Umar (2000:146) dengan penggunaan rumus seperti berikut:
n
=
keterangan :
n = ukuran sampel
N = ukuran populasi
E = tingkat kesalahan dalam memilih anggota sampel yang ditolerir
(tingkat kesalahan yang diambil dalam sampling ini adalah
sebesar 10%)
Dengan rumus penentuan ukuran sampel diatas, peneliti dapat menarik
sampel dari populasi yang ada, perhitungan sampel dapat dilihat sebagai berikut:
n
=
n
=
93
n
=
Dengan demikian, penulis dalam penelitian ini menggunakan sampel
berjumlah 57 sampel yang telah dibulatkan. Guna mendapatkan jumlah sampel
yang representatif, selanjutnya sampel tersebut dalam penyebaranya dibagikan
secara proposional.
Untuk menghitung besarnya proporsi dari setiap kelas yang terpilih
sebagai sample maka digunakan rumus sebagai berikut
n1= x n
0
(Harun Al-Rasyid,1994:80)
keterangan :
n
1
= Banyaknya sampel masing masing unit
n
o
= Banyaknya sampel yang diambil sari seluruh unit
N
1
= Banyaknya populasi dari masing masing unti
n = Jumlah populasi dari seluruh unit
Dengan demikian hasil perhitungan keseluruhan dapat diperhitungkan
dalam tabel berikut ini:
Tabel 3. 4
Alokasi Sampel Minimum Penelitian
SMK Sangkuriang I Cimahi
No. Siswa Kelas XI
Administrasi perkantoran
Jumlah
Siswa
Perhitungan Sampel
94
1 Siswa Kelas XI AP – 1 44 (44/135)57 19
2 Siswa Kelas XI AP – 2 46 (46/135)57 19
3 Siswa Kelas XI AP – 3 45 (45/135)57 19
JUMLAH 135 57
Sumber: Dokumen dari Tata Usaha SMK Sangkuriang I Cimahi, diolah oleh penulis
Berdasarkan perhitungan di atas maka dapat dilihat bahwa jumlah sampel
yang akan diambil di SMK Sangkuriang I Cimahi sebanyak 57. dimana
penyebaran sampel kepada tiap tiap kelas di SMK Sangkuriang I adalah sebanyak
19 siswa, sehingga pembagiannya dapat lebih proposional.
F. Teknik dan Alat Pengumpulan Data Penelitian
Dalam persiapan penelitian, seorang peniliti wajib hukumnya memiliki
persiapan persiapan yang matang, salah satunya Peneliti perlu menggunakan
instrumen sebagai pengumpul data, agar data yang diperoleh akurat. Hal ini
sejalan dengan pendapat dari Suharsimi Arikunto (2002:150), menyatakan bahwa
“Instrumen penelitian adalah alat atau fasilitas yang digunakan oleh peneliti dalam
mengumpulkan data, agar pengerjaannya lebih mudah dan hasilnya lebih baik,
dalam arti lebih cermat, lengkap dan sistematis, sehingga lebih mudah diolah.”
Pengumpulan data atau informasi merupakan prosedur dan prasyarat bagi
pelaksanaan pemecahan masalah penelitian. Dalam pengumpulan data ini,
diperlukan cara-cara dan teknik tertentu sehingga data dapat dikumpulkan dengan
baik.
Teknik pengumpulan data, merupakan suatu cara yang dilakukan untuk
mendapatkan data yang diperlukan dan sesuai untuk mendukung jalannya
penelitian, sehingga dapat menghasilkan suatu gambaran dalam pemecahan
95
masalah yang dikajinya. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam
penelitian ini yaitu sebagai berikut:
1. Wawancara
Menurut Riduwan (2006:74), wawancara adalah suatu cara pengumpulan
data yang digunakan untuk memperoleh informasi langsung dari sumbernya.
Wawancara yang dilakukan dalam penelitian ini adalah dengan cara mengajukan
pertanyaan langsung kepada sumber data yang ada di lokasi untuk mengetahui
gambaran penggunaan media pembelajaran berbasis komputer dan motivasi
belajar pada kelas XI Administrasi Perkantoran di SMK Sangkuriang I Cimahi.
Wawancara ini dilakukan kepada siswa dan guru di SMK Sangkuriang I Cimahi.
2. Kuesioner
Teknik dan alat pengumpulan data yang digunakan selanjutnya adalah
kuesioner. Kuesioner berupa daftar pertanyaan yang telah disiapkan oleh peneliti
untuk disampaikan kepada responden, yang jawabannya diisi sendiri oleh
responden. Kusioner ini dibagi menjadi dua bagian, yaitu kuesioner yang berisi
instrumen motivasi belajar siswa dan mengenai media pembelajaran berbasis
komputer.
Kuesioner yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan skala rating
scale. Skala pengukuran rating scale menurut sugiyono (2006:113), merupakan
“Skala pengukuran yang mengolah data mentah berupa angka, yang kemudian
ditafsirkan dalam pengetian kualitatif”. Kuesioner yang akan digunakan dalam
96
penelitian ini harus melalui tahap pengujian instrumen penelitian, yang terdiri dari
uji validitas dan uji reabilitas.
a. Uji Validitas
Uji validitas dimaksudkan untuk mengetahui tepat tidaknya angket yang
tersebar. Menurut Arikunto (2002:168), “Validitas adalah suatu ukuran yang
menunjukkan tingkat-tingkat kevalidan atau kesahihan suatu instrumen”.
Instrumen penelitian dapat dikatakan valid, apabila alat tersebut cocok untuk
mengukur apa yang hendak diukur. Tinggi rendahnya nilai validitas suatu
instrumen, menunjukkan sejauh mana, data yang terkumpul tidak menyimpang
dari gambaran tentang variabel yang dimaksud. Uji validitas dilakukan berkenaan
dengan ketetapan alat ukur, terhadap konsep yang diukur sehingga benar-benar
mengukur apa yang seharusnya diukur.
Suatu instrumen pengukuran, dikatakan valid jika instrumen dapat
mengukur sesuatu dengan tepat apa yang hendak diukur. Dengan demikian, syarat
instrumen dikatakan memiliki validitas, apabila sudah dibuktikan melalui
pengalaman, yaitu melalui sebuah uji coba atau tes. Tes yang valid adalah tes
yang dapat mengukur dengan tepat dan teliti gejala yang hendak diukur. Uji
validitas instrumen menggunakan analisa item, yakni dengan mengkorelasikan
skor tiap item dengan skor total.
Pengujian validitas instrumen adalah dengan menggunakan teknik korelasi
Product Moment dari Karl Pearson dengan rumus sebagai berikut:
97
] ) ( ][ ) ( [
) )( ( ) (
2 2 2 2
i i i i
i i i i
xy
Y Y N X X N
Y X Y X N
r
∑ − ∑ ∑ − ∑
∑ ∑ − ∑
·
(Arikunto, 1998:162)
Keterangan :
xy
r
= Koefisien korelasi antara Variabel X dan Y
N
= Jumlah responden
i
X
= Nomor item ke i
i
X ∑
= Jumlah skor item ke i
2
1
X = Kuadrat skor item ke i
2
i
X ∑
= Jumlah dari kuadrat item ke i
Y ∑
= Total dari jumlah skor yang diperoleh tiap responden
2
i
Y
= Kuadrat dari jumlah skor yang diperoleh tiap responden
2
i
Y ∑
= Toral dari kuadrat jumlah skor yang diperoleh tiap responden
i i
Y X ∑
= Jumlah hasil kali item angket ke i dengan jumlah skor yang
diperoleh tiap respoden
Langkah kerja yang dapat dilakukan dalam rangka mengukur validitas
instrumen penelitian adalah sebagai berikut:
1. Menyebarkan instrumen yang akan diuji validitasnya, kepada responden yang
bukan responden sesungguhnya. Banyaknya responden untuk uji coba
intrumen, sejauh ini belum ada ketentuan yang mensyaratkannya, namun
disarankan sekitar 20-30 orang responden.
98
2. Mengumpulkan data hasil uji coba instrumen.
3. Memeriksa kelengkapan data, untuk memastikan lengkap tidaknya lembaran
data yang terkumpul. Termasuk di dalamnya memeriksa kelengkapan
pengisian item angket.
4. Membuat tabel pembantu untuk menempatkan skor-skor pada item yang
diperoleh. Dilakukan untuk mempermudah perhitungan atau pengolahan data
selanjutnya.
5. Memberikan/menempatkan skor (scoring) terhadap item-item yang sudah diisi
pada tabel pembantu.
6. Menghitung jumlah skor item yang diperoleh oleh masing-masing responden.
7. Menghitung nilai koefisien korelasi product moment untuk setiap bulir/item
angket dari skor-skor yang diperoleh.
8. Membandingkan nilai koefisien korelasi product moment hasil perhitungan
dengan nilai koefisien korelasi product moment yang terdapat di tabel.
Menentukan nilai tabel koefisien korelasi pada derajat bebas (db) = n-2,
dimana n adalah jumlah responden yang dilibatkan dalam uji validitas adalah
20 orang, sehingga diperoleh db = 20-2 = 18 dan
α
= 5%.
9. Membuat kesimpulan, dengan cara membandingkan nilai hitung r dan nilai
tabel r. Kriterianya : 1. jika xy
r
hitung > r tabel, maka valid
2. jika xy
r
hitung ≤ r tabel, maka tidak valid
Jika instrumen itu valid, maka item tersebut dapat dipergunakan pada
kuesioner penelitian. Perhitungan uji validitas ini dilakukan dengan menggunakan
bantuan Microsoft Office Excel 2007. Setelah r hitung, kemudian dibandingkan
99
dengan nilai r tabel dengan taraf nyata (α) = 0,05 pada tingkat kepercayaan 95%
dengan db= n-2. Jika t hitung > t tabel maka item tersebut dinyatakan signifikan
(valid) dan sebaliknya jika thitung < t tabel maka item tersebut dinyatakan tidak
signifikan (tidak valid).
b. Uji Reliabilitas
Pengujian alat pengumpulan data kedua adalah pengujian realibilitas
instrumen. Reliabilitas menunjuk pada suatu pengertian, bahwa suatu instrumen
cukup dapat dipercaya untuk dapat digunakan sebagai alat pengumpul data,
karena instrumen tersebut sudah baik (Arikunto, 2006:178), menyatakan bahwa
“Suatu instrumen pengukuran dikatakan reliabel jika pengukurannya konsisten
dan cermat akurat”. Jadi uji reliabilitas instrumen dilakukan dengan tujuan untuk
mengetahui konsistensi dari instrumen sebagai alat ukur, sehingga hasil suatu
pengukuran dapat dipercaya.
Formula yang dipergunakan untuk menguji reliabilitas instrumen dalam
penelitian ini adalah Koefisien Alfa dari Cronbach, yaitu sebagai berikut :
1
]
1

¸


1
]
1

¸


·
2
2
11
1
1
t
i
k
k
r
σ
σ
Keterangan:
r11 = reliabilitas instrumen
k = banyaknya bulir soal
= jumlah varians
100
= varians total
Rumus variansnya adalah sebagai berikut:
(Suharsimi Arikunto, 1993:236)
Keterangan:
= varians
= jumlah skor
N = jumlah responden
Langkah kerja yang dapat dilakukan, dalam rangka mengukur reliabilitas
instrumen penelitian adalah sebagai berikut:
1. Menyebar instrumen yang akan diuji realibilitasnya, kepada responden yang
bukan responden sesungguhnya.
2. Mengumpulkan data hasil uji coba instrumen.
3. Memeriksa kelengkapan data, untuk memastikan lengkap tidaknya lembaran
data yang terkumpul. Termasuk di dalamnya memeriksa kelengkapan
pengisian item angket.
4. Membuat tabel pembantu untuk menempatkan skor-skor pada item yang
diperoleh. Dilakukan untuk mempermudah perhitungan atau pengolahan data
selanjutnya.
101
5. Memberikan/menempatkan skor (scoring) terhadap item-item yang sudah diisi
responden pada tabel pembantu.
6. Menghitung jumlah skor item yang diperoleh oleh masing-masing responden.
7. Menghitung kuadrat jumlah skor item yang diperoleh oleh masing-masing
responden.
8. Menghitung jumlah skor masing-masing item yang diperoleh.
9. Menghitung jumlah kuadrat skor masing-masing item yang diperoleh.
10. Menghitung nilai varians masing-masing item dan varians total.
11. Menghitung nilai koefisien alfa.
12. Membandingkan nilai koefisien alfa dengan nilai koefisien korelasi yang
terdapat dalam tabel. Menentukan nilai tabel koefisien korelasi pada derajat
bebas (db) = n-2. dimana n adalah jumlah responden yang dilibatkan dalam uji
validitas adalah 20 orang, sehingga diperoleh db = 20-2 = 18 dan
α
= 5%.
13. Membuat kesimpulan, dengan cara membandingkan nilai hitung r dan nilai
tabel r. Kriterianya: 1. Jika
11
r
hitung > r tabel, maka reliabel,
2. Jika
11
r
hitung ≤ r tabel, maka tidak reliabel.
G. Teknik Analisis Data
Teknik analisis data dapat diartikan sebagai cara melaksanakan analisis
terhadap data, dengan tujuan mengolah data tersebut menjadi informasi, sehingga
karateristik atau sifat sifat datanya dapat dengan mudah dipahami dan bermanfaat
untuk menjawab masalah masalah yang berkaitan dengan kegiatan penelitian, baik
berkaitan dengan deskriptif data maupun untuk membuat induksi, atau menarik
102
kesimpulan tentang karateristik populasi (parameter) berdasarkan data yang
diperoleh dari populasi.
Adapun tujuan dilakukanya analisis data, diantaranya antara lain adalah
mendeskripsikan data dan membuat induksi atau menarik kesimpulan tentang
karateristik populasi atau karateristik populasi berdasarkan data yang diperoleh
dari sampel (statistik).
1. Tabulasi Data
langkah langkah pengolahan data disampaikan oleh sugiyono adalah
sebagai berikut:
1. Tahap mengumpulkan data, dilakukan melalui instrumen pengumpulan
data.
2. Tahap editing, yaitu memeriksa kejelasan dan kelengkapan pengisian
instrumen pengumpulan data.
3. Tahap koding, yaitu proses identifikasi dan klasifikasi dari setiap
pertanyaan yang terdapat dalam instrumen pengumpulan data menurut
variabel variabel yang diteliti. Dalam tahap ini dilakukan pemberian kode
atau skor untuk setiap pilihan dari setiap item berdasarkan ketentuan yang
ada.
4. Tahap tabulasi data, yaitu mencatat atau entri data kedalam tabel induk
penelitian. Dalam hal ini hasil koding dituangkan ke dalam tabel
rekapitulasi secara lengkap untuk seluruh item setiap variabel. Adapun
tabel rekapitulasi tersebut sebagai berikut:
Tabel 3. 5
Contoh Rekapitulasi Hasil Skoring Angket
Responden
Skor item
Total
1 2 3 4 5 6 ..... N
1
2
N
Sumber : Sugiyono(2002:81)
103
2. Teknik Analisis Data Deskriptif
Teknik analisis data deskriptif merupakan bagian dari teknik analisis data,
kemudian menurut Sambas Amuhidin dan maman A (2007:53), menyatakan
bahwa:
Teknik analisis data penelitian secara deskriptif dilakukan melalui
statistika deskriptif, yaitu statistika yang digunakan untuk menganalisis
data dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah
terkumpul sebagaimana adanya tanpa bermaksud membuat generalisasi
hasil penelitian.
Analisis ini dilakukan untuk menjawab pertanyaan pertanyaan yang telah
dirumuskan dalam rumusan masalah. Untuk menjawab rumusan masalah no 1
maka teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif yaitu
untuk mengetahui gambaran penggunaan media pembelajran berbasis komputer.
Untuk mempermudah dalam mendeskripsikan variabel penelitian, digunakan
kriteria tertentu yang mengacu pada skor angket yang diperoleh dari responden.
Data yang diperoleh kemudian diolah, maka diperoleh rincian skor dan
kedudukan responden berdasarkan urutan angket yang masuk untuk masing
masing variabel. Untuk itu penulis menggunakan langkah langkah seperti yang
dikemukakan oleh Sugiyono (2002:81), yaitu :
a. Menentukan jumlah skor kriterium (SK) dengan menggunakan rumus :
SK=ST x JB x JR.
b. Membandingkan jumlah skor hasil angket dengan jumlah skor item,
untuk mencari jumlah skor dari hasil angket dengan rumus:
∑x
i
= x
1
x
2
x
3 ......
+x
37.
Keterangan :
X
1
= Jumlah skor hasil angket variabel x
104
X
1
-X
n


= Jumlah skor angket masing masing responden
c. Membuat daerah kontinum. Langkah langkahnya sebagai berikut:
• Menentukan kontinum tertinggi dan terendah
Sangat Tinggi : K = ST x JB x JR
Sangat Rendah : K = SR x JB x JR
• Menentukan selisih skor kontinum dari setiap tingkatan dengan
rumus :
R =
• Menentukan daerah kontinum sangat tinggi, tinggi, sedang,
rendah dan sangat rendah dengan cara menambahkan selisih (R)
dari mulai kontinum sangat rendah ke kontinum sangat tinggi
d. Hasil perhitungan dari langkah-langkah di atas, maka dapat
disimpulkan dalam rekapitulasi skor kriterium antara lain seperti di
bawah ini.
Tabel 3. 6
Skala Penafsiran Skor Rata Rata
No Skor Kriterium Kategori Penafsiran
1. 1,00 – 1,79 Sangat Rendah Sangat Buruk
2. 1,80 – 2,59 Rendah Buruk
3. 2,60 – 3,39 Sedang Cukup
4. 3,40 – 4,19 Tinggi Baik
5. 4,20 – 5,00 Sangat Tinggi Sangat Baik
Sumber: Pengolahan Data Penelitian, 2013.
3. Teknik Analisis Data Inferensial
Teknik analisis inferensial meliputi statistic parametric yang digunakan
untuk data interval dan ratio serta statistik non parametriks yang digunakan untuk
data nominal dan ordinal,. Teknik analisis data inferensial dilakukan dengan
statistic inferensial, yaitu statistic yang digunakan untuk menganalisis data dengan
105
membuat kesimpulan yang berlaku umum. Ciri data inferensial adalah
digunakanya rumus statistik tertentu (misalnya uji t, uji f dan lain sebagainya).
Pengujian hipotesis yang bentuk datanya interval, maka digunakan analisis
regresi. Analisis regresi digunakan untuk mengetahui berapa besar pengaruh
variabel Media pembelajaran berbasis computer (X) terhadap variabel motivasi
belajar siswa (Y).
a. Pengujian Persyaratan Analasis Data
Setelah mendapatkan berbagai data berkenaan dengan penelitian, maka
teknik analisis data, harus dilakukan oleh seorang peneliti. Teknik analisis data
merupakan kegiatan setelah data dari seluruh responden terkumpul. Teknik
analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisi deskriptif
untuk menjawab rumusan masalah no 1 dan 2, sedangkan untuk menjawab
rumusan masalah no 3 menggunakan analisis regresi.
Adapun langkah yang penulis gunakan dalam analisi regresi (Ating
Somantri dan Sambas Ali .M 2006:243), yaitu:
1. Mengadakan estimasi terhadap parameter berdasarkan data mepiris
2. Menguji berapa besar variasi variabel dependen dapat diterangkan oleh
variabel independen.
3. Menguji apakah estimasi parameter tersebut signifikan atau tidak
4. Melihat apakah tanda dan magnitud dari estimasi parameter cocok
dengan teori
beberapa ahli yang menerangkan berkenaan dengan regresi sederhana
yaitu pendapat dari Riduan dan sunarto (2007:96), yang mengemukakan bahwa:
106
“Kegunaan regresi dalam penelitian salah satunya adalah untuk
meramalkan atau memprediksi variabel yang terikat (Y) apabila variabel bebas(X)
diketahui,regresi sederhana dapat dianalisis karena didasari oleh hubungan
fungsional atau hubungan sebab akibat (kausal) variabel bebas (X) terhadap
variabel terikat (Y).”
Persamaan umum regresi linear sederhana menurut riduwan dan sunarto
(2007:97):
Ŷ = a + bX
Keterangan:
Ŷ = Subjek dalam variabel terikat yang diproyeksikan.
a = Nilai konstanta.
b = Nilai arah sebagai penentu ramalan yang menunjukan nilai peningkatan
atau penurunan variabel y.
X = variabel bebas yang mempunyai nilai tertentu, dengan ketentuan:
a =
Sedangkan b dicari dengan menggunakan rumus:
b =
Peneliti menggunakan teknik analisis data regresi seperti yang sebelumnya
sudah dijelaskan. Sehubungan dengan hal tersebut, ada 3 syarat analisis data yang
harus dipenuhi sebelum melangkah pada analisis regresi, yaitu (1) uji normalitas,
(2) uji linearitas, (3) uji homogenitas.
1) Uji Normalitas
Uji normalitas dilakukan untuk mengetahui normal tidaknya suatu
distribusi data. Hal ini berkaitan dengan ketepatan pemilihan uji statistik yang
akan digunakan, penelitian harus membuktikan terlebih dahulu, apakah data yang
107
akan dianalisis itu berdistribusi normal atau tidak. Rumus yang akan digunakan
dalam uji normalitas ini yaitu uji liliefors test. Langkah kerjanya adalah
1. Susunlah dari data yang terkecil sampai data yang terbesar. Setiap data
ditulis sekali, meskipun ada data yang sama,
2. Periksa data, berapa kali munculnya bilangan bilangan itu ( frekuensi
harus ditulis)
3. Susun frekuensi kumulatif.
4. Hitunglah proporsi empirik (observasi). Menggunakan formula
Sn(Xi)=fki:n.
5. Hitung nilai z untuk mengetahui Theoritical proportion pada tabel Z.
Formulanya: Z =
Dimana: X = dan S =
6. Menghitung Theoritical proportion
7. Bandingkan empirical propotion dengan theoritical proporion, kemudian
carilah selisih terbesar titik observasinya.
8. Membuat nilai mutlak, semua nilai harus bertanda positif.
9. Membuat kesimpulan, dengan kriteria apabila D hitung < D tabel dengan
derajat kebebasan (dk) (0,05), maka dapat dinyatakan bahwa sampel
penelitian mengikuti distribusi normal.
10. Memasukan besaran seluruh angka tersebut ke dalam tabel distribusi
berikut:
Tabel 3. 7
Contoh Format Tabel Distribusi Liliefors Test
X F FK SN(Xi) Z Fo(xi) Sn (Xi) –Fo(Xi) Sn (X1) –Fo(Xi)
108
Perhitungan uji normalitas menggunakan aplikasi program statistical
product and service solutions (SPSS), langkah langkah yang digunakan
dinyatakan oleh Sambas dan maman, (2007:81), sebagai berikut:
1. Siapkan lembar kerja SPSS.
2. Membuat definisi tiap variabel dan masikan skor responden yang akan
diuji normalitasnya.
3. Klik menu analyze, pilih descriptive, lalu klik explore.
4. Klik display plots, lalu pilih normality plots with test pada kotak dialog
explore plots, lalu klik continue.
5. Masukan variabel yang akan diuji normalitasnya ke kotak dependent list,
lalu klik OK.
2) Uji Linearitas.
Uji linieritas, dilakukan untuk mengetahui apakah hubungan antara
variabel terikat dengan masing-masing variabel bebas bersifat linier. Uji linieritas
dilakukan dengan uji kelinieran regresi. Langkah-langkah yang dapat dilakukan
dalam pengujian linieritas regresi menurut Ating Somantri dan Sambas A.
Muhidin (2006:296) adalah:
1) Menyusun tabel kelompok data variabel x dan variabel y.
2) Menghitung jumlah kuadrat regresi (JK
reg(a)
) dengan rumus:
JK
reg(a)
=
3) Menghitung jumlah kuadrat regresi b І a (JK
reg(a)
) dengan rumus:
109
4) Menghitung jumlah kuadrat residu (JKres) dengan rumus:
JK
res
= ΣY
2
– JK
reg (b/a)
– JK
reg (a)
5) Menghitung rata-rata jumlah kuadrat regresi a (RJK
reg(a)
) dengan
rumus:
RJK
reg(a)
= JK
reg (a)
6) Menghitung rata-rata jumlah kuadrat regresi b/a (RJK
reg(a)
) dengan
rumus:
RJK
reg(a)
= JK
reg (b/a)
7) Menghitung rata-rata jumlah kuadrat residu (RJK
res
) dengan rumus:
RJK
res
= JK
res
N – 2
8) Menghitung jumlah kuadrat error (JK
E
) dengan rumus:
9) Untuk menghitung JK
E
urutkan data x mulai dari data yang paling
kecil sampai data yang paling besar berikut disertai pasangannya.
10) Menghitung jumlah kuadrat tuna cocok (JKTC) dengan rumus:
JK
TC
= JK
res
– JK
E
11) Menghitung rata-rata jumlah kuadrat tuna cocok (RJKTC) dengan
rumus:
RJK
TC
= JK
TC
K – 2
12) Menghitung rata-rata jumlah kuadrat error (RJKE) dengan rumus:
RJK
E
= JK
E
N – k
13) Mencari nilai uji F dengan rumus:
F = RJK
TC
RJK
E
14) Menentukan kriteria pengukuran: Jika nilai uji F < nilai tabel F, maka
distribusi berpola linier.
110
15) Mencari nilai F tabel pada taraf signifikan 95% atau α = 5 %
16) Membandingkan nilai uji F dengan nilai tabel F kemudian membuat
kesimpulan.
3) Uji Homogenitas
Uji homogenitas, dilakukan untuk mengetahui apakah ada sampel yang
terpilih menjadi responden berasal dari kelompok yang sama. Dengan kata lain,
bahwa sampel yang diambil memiliki sifat-sifat yang sama atau homogen.
Pengujian homogenitas dalam penelitian ini menggunakan uji Barlett. Kriteria
yang penulis lakukan adalah nilai hitung X2 > nilai tabel, mka Ho menyatakan
skornya homogen ditolak. Rumus nilai hitung :
X
2
= (l
n
10)[⅀db.logS
i
2
)
Ating somantri dan sambas ali M (2006:294)
Langkah-langkah yang dapat dilakukan dalam pengujian homogenitas
varians ini menurut Ating Somantri dan Sambas A. Muhidin (2006:295), adalah:
1. Menentukan kelompok-kelompok data, dan menghitung varians untuk tiap
kelompok tersebut.
2. Membuat tabel pembantu untuk memudahkan proses perhitungan, dengan
model tabel Uji Barlett.
3. Menghitung varians gabungan.
4. Menghitung log dari varians gabungan.
5. Menghitung nilai Barlett.
6. Menghitung nilai X
2
7. Menentukan nilai dan titik kritis.
8. Membuat kesimpulan.
b. Pengujian Hipotesis
Hipotesis yaitu jawaban sementara terhadap masalah penelitian yang
kebenarannya masih harus diuji secara empiris dan dengan pengujian tersebut
maka akan didapat suatu keputusan untuk menolak atau menerima suatu hipotesis.
111
Sedangkan pengujian hipotesis adalah suatu prosedur yang akan menghasilkan
suatu keputusan dalam menerima atau menolak hipotesis ini.
Alat yang digunakan untuk meramalkan nilai pengaruh dua variabel bebas
atau lebih terhadap satu variabel terikat (untuk membuktikan ada tidaknya
hubungan fungsional atau hubungan kausal antara dua atau lebih variabel bebas
terhadap suatu variabel terikat).
1) Merumuskan Hipotesis
Pengujian keberartian pada analisis regresi sederhana dapat dilakukan
dengan mengikuti langkah-langkah sebagai berikut: (Ating Somantri dan Sambas
A. Muhidin, 2006:245-255),:
1. Menentukan rumusan hipotesis statistik (H
0
dan H
1
) yang sesuai dengan
hipotesis penelitian yang diajukan, yaitu:
Hipotesis
H
0
:
1
yx
ρ
= 0, artinya tidak terdapat pengaruh positif dan signifikan
penggunaan media pembelajaran berbasis komputer
terhadap motivasi belajar siswa Administrasi Perkantoran
SMK Sangkuriang I Cimahi. .
H
1
:
1
yx
ρ
≠ 0, artinya terdapat pengaruh positif dan signifikan penggunaan
media pembelajaran berbasis komputer terhadap motivasi
belajar siswa Administrasi Perkantoran SMK Sangkuriang I
Cimahi. .
112
2) Menyusun Persamaan Regresi
Pada penelitian ini, maka alat yang digunakan ialah analisis regresi
sederhana. Menentukan uji statistika yang sesuai. Uji statistik yang digunakan
adalah uji F, yaitu;
2
2
2
1
S
S
F ·
Untuk menentukan nilai Uji F dapat mengikuti langkah-langkah berikut:
a. Menentukan jumlah kuadrat Regresi dengan rumus:
y x b y x b y x b JK
k k g
∑ + + ∑ + ∑ · ...
2 2 1 1 ) (Re
b. Menentukan jumlah kuadrat Residu dengan rumus:
) (Re
2
2
) (Re
) (
g s
JK
n
Y
Y JK −

,
_

¸
¸ ∑
− ∑ ·
c. Menghitung jumlah kuadrat residu (JK
res
) dengan rumus:
JK
res
= ΣY
2
– JK
reg(a/b)
– JK
reg(a)
d. Menghitung rata-rata jumlah kuadrat regresi a (RJK
reg(a)
) dengan rumus:
RJK
reg(a)
= JK
reg(a)
e. Menghitung rata-rata jumlah kuadrat regresi b/a (RJK
reg(a)
) dengan rumus:
RJK
reg(b/a)
= JK
reg(b/a)
f. Menghitung rata-rata jumlah kuadrat residu (RJK
res
) dengan rumus:
RJK
res
= JK
res
n-2
g. Menghitung nilai F dengan rumus:
113
1
) (Re
) (Re
− −
·
k n
JK
k
JK
F
s
g
hitung
dengan k = banyaknya Variabel bebas
2. Membandingkan nilai uji F terhadap nilai F tabel dengan kriteria
pengujian: jika nilai uji F ≥ nilai tabel F, maka tolak
;

3. Membuat kesimpulan. Dalam penelitian ini, kriteria kesimpulan adalah
Tolak H
0
, jika nilai hitung t atau F lebih besar dari nilai tabel t atau
3) Uji Signifikasi
Menentukan nilai uji F melalui langkah langkah dibawah ini:
a. Menentukan jumlah kuadrat regresi dengan rumus:
JK
(Reg)
= b
1
∑X
1
Y+...+b
x
∑X
k
Y
b. Menentukan jumlah kuadrat residu dengan rumus:
JK
(Res)
= (∑Y
2
– - JK
(Reg)
F
hitung =
Keterangan:
K = banyaknya variabel bebas
114
c. Menentukan nilaikritis (α) atau nilai tabel F dengan derajat kebebasan untuk
db1=K dan db2= n-k-1
d. Membandingkan nilai uji F terhadap nilai tabel F dengan kriteria pengujian:
jika nilai uji F ≥ nilai tabel F, maka tolak H
0
, dan H
1
diterima.
e. Jika nilai uji F ≤ Nilai tabel F, maka terima H
0
dan H
1
ditolak.
f. Uji signifikansi dilakukan dengan bantuan aplikasi program statistical
Product and service Solutions (SPSS), kriteria yang digunakan apabila nilai r
lebih besar dari nilai (α) yang ditentukan, maka H
0
diterima, sebaliknya
apabila nilai r lebih kecil dari nilai (α)tertentu,maka H
0
, ditolak.
4) Menghitung Koefisien Determinasi
pengujian seberapa besar pengaruh efektivitas penggunaan media
pembelajaran berbasis computer terhadap motivasi belajar siswa, maka digunakan
koefisien determinasi dengan rumus sebagai berikut:
KD = r
2
x 100%
Perhitungan koefisien determinasi selesai, kemudian dilanjutkan dengan
penyesuaian dengan kriteria interpretasi koefisien determinasi, seperti tabel
berikut ini:
Tabel 3. 8
Kriteria Interpretasi Koefisien Determinasi
Besarnya nilai r Interpretasi
115
Antara 0,000 sampai dengan 0,199
Antara 0,200 sampai dengan 0,399
Antara 0,400 sampai dengan 0,599
Antara 0,600 sampai dengan 0,799
Antara 0,800 sampai dengan 1,000
Sangat Rendah
Rendah
Sedang/Cukup Kuat
Kuat
Sangat Kuat
Sumber: Sugiyono, 2001:183
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian
1. Gambaran Umum Lokasi Penelitian
a. Sejarah Singkat SMK SANGKURIANG 1 CIMAHI
SMK Sangkuriang 1 Cimahi diselenggarakan oleh Yayasan Pendidikan
Dayang Sumbi Jaya yang beralamat di Jl. Sangkuriang No. 76 Cimahi 40511,
dengan akta notaries No. 2 tanggal 1 Oktober 1986 dari notaries Sumatri, S.H.
Pengurus Yayasan terdiri dari : (Ketua Yayasan : H. Partoen), (Sekretaris : Drs.
Bambang Wasito, M. BA.) dan (Bendahara : Hj. Siti Chadidjah).
SMK Sangkuriang 1 Cimahi didirikan berdasarkan surat izin kepada
Kanwil DEPDIKBUD Provinsi Jawa Barat No. 003/1.02/Kep/E/88. Tanggal 8
April 1988. Sejak tahun ajaran 1988/1989, SMK Sangkuriang dulu dikenal
dengan nama SMEA Sangkuriang Cimahi, berdasarkan kurikulum dan keputusan
Dirjen Dikdasmen Depdikbud RI No. 16/C.C7/Kep/MN/97, Tanggal 6 Maret
1997, berganti nama menjadi SMK Sangkuriang 1 Cimahi Utara.
Yayasan Pendidikan Dayang Sumbi Jaya mengembangkan rumpun
pendidikannya yang mengarah pada bidang perhotelan, pada tahun 1997. Maka
didirikanlah SMK Sangkuriang 2 Cimahi (SMIP) dengan alamat Jl. Sangkuriang
No. 80 Cimahi 40511. Sesuai dengan perubahan kurikulum yang berlaku, SMK
Sangkuriang 1 Cimahi saat ini menerapkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan
116
117
(KTSP) dengan standar kualitas guru dengan lulusan sertifikasi profesi guru
secara nasional sebesar 60%. Penerapan pola KTSP memang terasa sulit, namun
diuapayakan dapat dilaksanakan seoptimal mungkin. Beberapa upaya tersebut
dilakukan melalui pembenahan software dan hardware (sarana prasarana).
Peningkatan hubungan kerjasama dalam wadah Majelis Sekolah (MS),
peningkatan kualitas guru dan lain sebagainnya.
b. Visi Dan Misi
Visi dari SMK Sangkuriang I Cimahi adalah Mempersiapkan lulusan
tingkat menengah yang terampil, berdisiplin kerja dan berkepribadian. Sehingga
mampu menghadapi Modernisasi, Kompetensi dan Globalisasi.
Misi dari SMK Sangkuriang I Cimahi adalah Menciptakan SDM (Sumber
Daya Manusia) yang unggul dalam bidang perkantoran, perekonomian dan
manajemen. Menciptakan suasana kampus dan suasana kerja yang harmonis dan
agamis. Menciptakan budaya partisipatif, adatif, dan inovatif bagi semua
komponen pendidikan. Menciptakan budaya kemandirian melalui pemberdayaan
segala potensi.
118
c. Struktur Organisasi SMK Sangkuriang 1 Cimahi
Gambar 4. 1
Struktur Organisasi SMK Sangkuriang I Cimahi
Sumber: Bagian Kurikulum SMK Sangkuriang I Cimahi
Ketua Yayasan
H. PARTOEN
SAMSORI, M.Pd
Kepala Sekolah
NASRULLAH R, S.Pd
Wakil Kepala Sekolah
M. ABU DARIN, S.Pd
WKS. Sarana Prasarana
ERI SETIAWATI, S.Pd
WKS. Kurikulum
MAYA KARMIT, S.Pd
WKS. Kesiswaan
YANTI HERAWATI,
S.Pd
WKS. Humas Hibin
FITRI SULISTIYORINI, A.Md DWI
MUHAMMAD WICAKSONO
Petugas Pelaksana
DWI MUHAMMAD
WICAKSONO
Petugas Teknis
ENDRIYANTO
TRILAKSONO, S.Pd
Koord. BP/BK
MOCH. NAFSIR,
S.Pd
Pembina OSIS
SRI. ROSKANIA, S.Pd
Ka. Prog.
Normatif/Adaftif
WAWAN IRAWAN, SE
Ka. Prog. Manajemen
Bisnis
SRI INDARWATI,
S.Pd
Ka. Prog Akuntansi
EVI TRISNA, S.Pd
Ka. Prog. Perkantoran
STAF
PERPUSTAKAAN
119
d. Deskripsi Tugas
Deskripsi tugas (Job Description) adalah suatu rincian yang menunjukan
posisi, fungsi dan tugas yang harus dilakukan. Deskripsi tugas dibuat agar
mengerti tugas dan tanggung jawab. Adapun deskripsi tugas (Job Description)
pada SMK Sangkuriang I Cimahi adalah sebagai berikut:
Ketua Yayasan bertugas sebagai pemilik yayasan memiliki kewenangan
tertinggi dan bertanggung jawab dalam struktur organisasi yayasan. Kemudian
Kepala Sekolah bertugas mengelola penyelenggaraan kegiatan pendidikan dan
pembelajaran di sekolah. Secara lebih operasional, tugas pokok kepala sekolah
mencakup kegiatan menggali dan mendayagunakan seluruh sumber daya sekolah
secara terpadu dalam kerangka pencapaian tujuan sekolah secara efektif dan
efisien. Wakil Kepala Sekolah bertugas menyusun dan menjabarkan kalender
pendidikan dan menyusun pembagian tugas guru dan jadwal pelajaran. Mengatur
penyusunan Program Pengajaran, Program Semesteran, Program Satuan Pelajaran
dan persiapan mengajar, penjabaran dan penyesuaian kurikulum. Mengatur
pelaksanaan program perbaikan dan pengajaran. Mengatur pengembangan MGMP
dan koordinator mata pelajaran.
WKS. Kurikulum bertugas (1) Menyusun program pengajaran. (2)
Menyusun pembagian tugas guru. (3) Menyusun roster/jadwal pembelajaran. (4)
Menyusun jadwal evaluasi belajar. (5) Mengendalikan KBM. (6) Mengatur
pelajaran tambahan/pengajaran sore. (7) Mengkoordinasikan dan mengarahkan
penyusunan perangkat KBM. (8) Mempersiapkan dan menyelenggarakan
120
evaluasi/penilaian. (9) Menyusun/mempersiapkan Kr. 02 (Daftar peserta
UN/US). (10) Penyerahan rapor dan STTB/STK.
WKS. Kesiswaan bertugas (1) Menyusun program pembinaan
kesiswaan/OSIS dan penerimaan siswa baru. (2) Menyusun/mengatur rombongan
belajar (koordinasi dengan BK). (3) Membina dan melaksanakan program 8K. (4)
Memberikan pengarahan dalam pemilihan pengurus OSIS. (5) Melaksanakan
pemilihan siswa teladan dan calon siswa penerima beasiswa. (6) Membuat laporan
pelaksanaan kegiatan kesiswaan. (7) Melaksanakan Program Kerja
WKS. Humas Hibin bertugas (1) Bertanggung jawab terhadap kegiatan
sekolah dengan dunia usaha/industri. Aktivitas prakerin, penelusuran tamatan dan
promosi sekolah. WKS. Sarana Prasarana bertugas (1) Menyusun rencana
kebutuhan sarana dan prasarana sekolah. (2) Menyusun rencana
pembelian/pengadaan. (3) Menyusun rencana perawatan, rehabilitasi dan
pembangunan sarana dan prasarana. (4) Menyusun RAPBS, Program Kerja, dan
Laporan Tahunan, bekerjasama dengan para Wakasek, Kaur TU, Bendaharawan,
Koordinator BK dan lain – lain.
Petugas Pelaksana bertugas melayani pengunjung perpustakaan, membuat
kartu anggota, melayani transaksi peminjaman dan pengembalian buku serta
membuat laporan-laporan yang diserahkan kepada kepala sekolah. Petugas teknis
bertugas untuk mendata buku, dari mulai menentukan klasifikasi buku,
memasukan data buku baru sampai mendata buku yang hilang atau rusak.
121
Koord. BP/Bk bertugas (1) Mengarahkan siswa menjadi manusia yang
beriman sesuai dengan visi sekolah. (2) Membantu guru dan wali kelas dalam
menghadapi kasus anak. (3) Menyusun dan mengarsipkan kasus murid. (4)
Memberikan penjelasan bersama dengan Kepala Sekolah tentang program dan
tujuan bimbingan kepada Wali Murid. (5) Membantu Wali Murid dalam
memberikan layanan psikolog tentang perkembangan putra-putrinya, berkordinasi
dengan Wali Kelas dalam rangka mengatasi masalah yang dihadapi siswa tentang
kesulitan belajar. (6) Melaksanakan kordinasi dengan wali kelas dan guru dalam
menilai siswa bila terjadi pelanggaran yang dilakukan siswa dan dengan dinas
terkait. (7) Memberikan layanan bimbingan penyuluhan, karir kepada siswa agar
lebih berprestasi dalam kegiatan belajar.
Pembina OSIS memiliki tugas (1) Melaksanakan tugas pokok,
memberikan pendidikan dan pengajaran sesuai dengan kurikulum yang berlaku.
(2) Membantu WKS. Kesiswaan dalam melaksanakan program pembinaan
kesiswaan. (3) Mengatur kelancaran pelaksanaan upacara / apel senin pagi. (4)
Mengkordinir kegiatan upacara pada hari besar nasional. (5) Penyelenggaraan
latihan kepemimpinan dasar bagi siswa. (6) Mengkoordinasi kegiatan meeting
class berkordinasi dengan Pembina olahraga, seni dan wali kelas.
Ka. Prog. Manajemen Bisnis memiliki tugas Mengadakan dan
melaksanakan administrasi penjualan dan pembelian. Ka. Prog. Akuntansi
Bertanggung jawab dalam mengadakan pelajaran akuntansi keuangan untuk para
siswa dengan pos-pos neraca, berbagai bentuk badan usaha dan masalah-masalah
122
tertentu. Ka. Prog Perkantoran menerapkan dan mengembangkan kemampuan
berkomunikasi baik lisan maupun tertulis kepada para siswa dengan relasi dengan
memperhatikan norma dan lingkungan masyarakat. menerapkan dan
mengembangkan kemampuan siswa dalam mengelola surat/dokumen sesuai
dengan standar operasional dan prosedur untuk mendukung tugas pokok lembaga.
Ka. Prog Normatif/Adaptif mengurus dan memberikan kepada para siswa
tentang normatif/adaptif sebagai penunjang kemampuan produktif.
2. Gambaran Karakteristik Responden
Responden dari penelitian ini adalah siswa SMK Sangkuriang I Cimahi ,
berjumlah 57 orang. Untuk menunjang penelitian, maka dibutukan pula
karateristik para siswa SMK Sangkuriang I Cimahi. Berikut ini diuraikan
karateristik responden berdasarkan jenis kelamin dan usia:
Tabel 4. 1
Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin
No. Jenis Kelamin
Siswa SMK Sangkuriang I Cimahi
Frekuensi Presentasi
1. Laki-laki 0 0%
2. Perempuan 57 100%
Jumlah 57 100%
Sumber: Hasil Pengolahan Data Angket Penelitian, 2013.
Tabel di atas dapat memberikan informasi bahwa siswa SMK Sangkuriang
I Cimahi, didominasi oleh jenis kelamin wanita, sebanyak 100% dan pria 0% dari
seluruh jumlah siswa yang belajar di kelas 2 AP. Selanjutnya, gambaran
responden berdasarkan usia dicantumkan pada tabel sebagai berikut:
123
Tabel 4. 2
Karateristik Responden Berdasarkan Usia
No. Usia
Siswa SMK Sangkuriang I Cimahi
Frekuensi Presentasi
1. 10 – 13 0 0%
2. 14 – 17 54 95%
3. 18 – 21 3 5%
Jumlah 57 100%
Sumber: Hasil Pengolahan Data Angket Penelitian, 2012.
Tabel di atas memberikan informasi bahwa karateristik responden
berdasarkan usia, didominasi oleh usia 14-17 tahun yaitu sebesar 95%, dan
sisanya adalah usia 18 – 21 tahun adalah sebesar 5 % siswa.
3. Hasil Uji Coba Instrumen Penelitian
Uji coba angket dilakukan terhadap 20 orang responden, terdiri dari 10
orang responden berasal dari kelas 1 AP I dan 10 orang responden dari kelas 1 AP
II. Data angket yang terkumpul, kemudian secara statistik dihitung validitas dan
reliabilitasnya. Sesuai dengan variabel yang akan diteliti, angket yang
diujicobakan terdiri atas angket untuk mengukur variabel Media Pembelajaran
Berbasis Komputer (X) dan Motivasi Belajar Siswa (Y). Penyebaran jumlah item
angket pada variabel Media Pembelajaran Berbasis Komputer berjumlah 16 item,
untuk variabel Motivasi Belajar siswa berjumlah 16 item.
a. Uji Validitas
Rumus yang digunakan untuk mengukur validitas instrumen dalam
penelitian ini adalah rumus Korelasi Product Moment. Setelah diperoleh nilai r
xy
kemudian dibandingkan dengan nilai r
tabel
dengan N = 20 dengan taraf nyata (α) =
0,05 pada tingkat kepercayaan 95 %. Jika r
hitung
> r
tabel
maka item tersebut
124
dinyatakan valid dan sebaliknya jika r
hitung
< r
tabel
maka item tersebut dinyatakan
tidak valid. Setelah r
hitung
tersebut dibandingkan dengan r
tabel
, selanjutnya cari t
hitung
dikarenakan jenis penelitian ini merupakan penelitian sampel. Berkaitan dengan
adanya perbedaan pendapat tentang perlu tidaknya digunakan uji t dalam validitas
dan reliabilitas, menurut Ating Somantri dan Sambas A. Muhidin (2006:122)
mengemukakan bahwa:
Pertama, pengujian validitas cukup menggunakan nilai koefisien
korelasi apabila responden yang dilibatkan dalam pengujian validitas
adalah populasi. Artinya, keputusan valid tidaknya item instrument, cukup
membandingkan nilai hitung r dengan nilai tabel r. Kedua, pengujian
validitas perlu menggunakan uji t apabila responden yang dilibatkan dalam
pengujian validitas adalah sampel. Artinya, keputusan valid tidaknya item
instrument, tidak bisa dengan membandingkan nilai hitung r dengan nilai
tabel r, tetapi harus dengan membandingkan nilai hitung t dengan nilai
tabel t.
Adapun rumus uji t yang dimaksud adalah:
Keterangan:
t = Nilai tabel t student
r = Koefisien korelasi
N = Ukuran sampel
Dalam pengujian ini penulis menggunakan bantuan Microsoft Office Excel
2007. Berikut rekapitulasi hasil perhitungannya yaitu:
Tabel 4. 3
Hasil Uji Validitas Variabel Media Pembelajaran Berbasis Komputer (X)
No.
Item
Nilai Hitung
Korelasi (r
hitung
)
Nilai Hitung
(t
hitung
)
Nilai Tabel
(t
table
)
Keterangan
1 0,784 5,359 2.101 Valid
2 0,429 2,012 2.101 Tidak Valid
3 0,730 4,534 2.101 Valid
125
No.
Item
Nilai Hitung
Korelasi (r
hitung
)
Nilai Hitung
(t
hitung
)
Nilai Tabel
(t
table
)
Keterangan
4 0,897 8,608 2.101 Valid
5 0,716 4,349 2.101 Valid
6 0,820 6,083 2.101 Valid
7 0,723 4,441 2.101 Valid
8 0,730 4,534 2.101 Valid
9 0,901 8,792 2.101 Valid
10 0,888 8,214 2.101 Valid
11 0,795 5,551 2.101 Valid
12 0,762 4,987 2.101 Valid
13 0,885 8,083 2.101 Valid
14 0,584 3,055 2.101 Valid
15 0,748 4,782 2.101 Valid
16 0,864 7,276 2.101 Valid
Sumber: Hasil Uji Coba Angket, 2013.
Tabel 4. 4
Hasil Uji Validitas Variabel Motivasi Belajar Siswa (Y)
No.
Item
Nilai Hitung
Korelasi (r
hitung
)
Nilai Hitung
t
hitung
Nilai Tabel
t
tabel
Keterangan
1 0,684 3,973 2.101 Valid
2 0,692 4,063 2.101 Valid
3 0,760 4,955 2.101 Valid
4 0,643 3,560 2.101 Valid
5 0,761 4,982 2.101 Valid
6 0,630 3,440 2.101 Valid
7 0,815 5,973 2.101 Valid
8 0,686 3,997 2.101 Valid
9 0,612 3,284 2.101 Valid
10 0,840 6,576 2.101 Valid
11 0,843 6,641 2.101 Valid
12 0,790 5,474 2.101 Valid
13 0,493 2,405 2.101 Valid
14 0,605 3,222 2.101 Valid
15 0,726 4,477 2.101 Valid
16 0,522 2,599 2.101 Valid
Sumber: Hasil Uji Coba Angket, 2013.
Tabel pengujian validitas di atas, terdapat 16 item angket untuk variabel
Media Pembelajaran Berbasis Komputer (X), menunjukkan sebanyak 15 item
126
dinyatakan valid dan 1 item dinyatakan tidak valid, sehingga angket yang
digunakan untuk mengumpulkan data variabel Media Pembelajaran Berbasis
Komputer berjumlah 15 item. Untuk pengujian variabel Motivasi Belajar Siswa
(Y) terhadap 16 item angket menunjukkan sebanyak 16 item dinyatakan valid,
sehingga angket yang digunakan untuk mengumpulkan data variabel Motivasi
Belajar berjumlah 16 item.
b. Uji Reliabilitas
Rumus yang digunakan untuk uji reliabilitas adalah rumus Alpha. Setelah
diperoleh nilai r
11
, kemudian dibandingkan dengan nilai r
tabel
dengan N = 20
dengan taraf nyata (α) = 0,05 pada tingkat kepercayaan 95 %. Jika r
hitung
> r
tabel
maka item tersebut dinyatakan reliabel dan sebaliknya jika r
hitung
< r
tabel
maka item
tersebut dinyatakan tidak reliabel. Setelah r
hitung
tersebut dibandingkan dengan r
tabel
,
selanjutnya dilakukan pengujian dengan uji t dengan rumus yang sudah dibahas
sebelumnya. Jika kriterianya t
hitung
> t
tabel
maka item tersebut reliabel dan sebaliknya
jika t
hitung
< t
tabel
maka item tersebut dinyatakan tidak reliabel.
Hasil perhitungan uji reliabilitas angket sebagaimana terlampir.
Rekapitulasi hasil uji reliabilitas dengan menggunakan bantuan Microsoft Office
Excel 2007 tampak pada tabel berikut:
Tabel 4. 5
Hasil Uji Reliabilitias Variabel X dan Variabel Y
No
.
Variabel
Hasil
Ket.
t
hitung
t
tabel
1. Variabel Efektivitas Praktek Kerja Industri (X) 13,091 2,101 Reliabel
2. Variabel Motivasi Belajar Siswa (Y) 9,859 2,101 Reliabel
Sumber: Uji Coba Angket, 2013.
127
Hasil uji reliabilitas variabel X

dan variabel Y menunjukkan bahwa kedua
variabel tersebut dinyatakan reliabel. Setelah memperhatikan kedua pengujian
instrumen di atas, penulis menyimpulkan bahwa instrumen dinyatakan valid dan
reliabel. Itu berarti penelitian ini dapat dilanjutkan, artinya tidak ada hal yang
menjadi kendala terjadinya kegagalan penelitian dikarenakan oleh instrumen yang
belum teruji kevalidan dan kereliabilitasnya.
4. Deskripsi Variabel
Mengetahui gambaran empirik tentang bagaimana efektifitas penggunan
media pembelajaran terhadap variabel media pembelajaran berbasis komputer dan
motivasi belajar siswa. Variabel X dan Variabel Y pada SMK Sangkuriang I
Cimahi , terlebih dahulu dibuatkan suatu ukuran standar sebagai pembanding
yaitu dengan menetapkan skor kriterium, menurut Sambas A. Muhidin dan
Maman Abdurrahman (2007:146) langkah langkahnya adalah sebagai berikut:
a) Menentukan jumlah Skor Kriterium (SK) dengan menggunakan rumus:
SK = ST – SR
Keterangan:
ST = Skor Tinggi
SR = Skor Rendah
b) Tentukan lebar interval dengan rumus:
Lebar Interval = SK : ST
c) Menetapkan batas rendah dan batas atas.
Variabel yang diteliti adalah Media Pembelajaran Berbasis Komputer (X)
dan Motivasi Belajar Siswa (Y). Seperti yang dipaparkan pada BAB I, rumusan
masalahnya adalah bagaimana gambaran dan adakah pengaruh efektivitas media
Pembelajaran berbasis komputer dan motivasi belajar siswa, pada mata pelajaran
128
produktif, kompetensi keahlian administrasi perkantoran di SMK Sangkuriang I
Cimahi. Adapun masing-masing indikator dideskripsikan untuk mengetahui
gambaran mengenai variabel yang diteliti antara lain sebagai berikut:
a. Media Pembelajaran Berbasis Komputer
Variabel media pembelajaran berbasis komputer dalam penelitian ini
diukur melalui lima indikator, yaitu kesesuaian materi ajar dengan kemampuan
belajar siswa, dapat meningkatkan perhatian dan konsentrasi siswa pada materi
pembelajaran yang disajikan guru, dapat meningkatkan motivasi untuk belajar,
mengurangi penggunaan waktu penyampaian materi, pembelajaran dapat lebih
menyenangkan. Dari lima indikator tersebut akan diuraikan menjadi 15
pernyataan yang dijadikan ukuran tentang variabel media pembelajaran berbasis
komputer.
Deskripsi variabel media pembelajaran berbasis komputer diperoleh
melalui perhitungan persentase terhadap skor rata rata jawaban responden,
sebagaimana tercantum pada lampiran. Berdasarkan perhitungan, diperoleh hasil
seperti tampak pada pada tabel berikut ini:
129
Tabel 4. 6
Kecenderungan Jawaban Responden Terhadap Variabel Media
Pembelajaran Berbasis Komputer
Variabel Media Pembelajaran Berbasis Komputer (X)
Indikator Item Rata-rata Penafsiran
1.Kesesuaian materi ajar dengan kemampuan
belajar siswa
1-2 3,53 Tinggi
2.Dapat meningkatkan perhatian dan
konsentrasi siswa pada materi
pembelajaran yang disajikan guru
3-5 3,36 Cukup
3.Dapat meningkatkan motivasi untuk
belajar
6-8 3,40 Tinggi
4.Mengurangi Penggunaan Waktu 9-11 3,29 Rendah
5.Pembelajaran dapat lebih Menyenangkan 12-15 3,53 Tinggi
Rata-rata 3,44 Tinggi
Sumber: skor jawaban responden
Rekapitulasi hasil skoring di atas, secara lebih jelas digambarkan pada
bagan seperti berikut ini:
Sumber: Skor Jawaban Responden.
Gambar 4. 2
Tanggapan Responden Terhadap Media Pembelajaran Berbasis Komputer
130
Skor rata-rata 3,44, apabila disesuaikan dengan skala penafsiran pada tabel
3. 6 tentang Rekapitulasi Skor Kriterium, angka tersebut berada pada rentang 3,40
– 4,19, berada pada kategori tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa efektivitas
penggunaan media pembelajaran berbasis komputer, pada mata pelajaran
produktif, kompetensi keahlian administrasi perkantoran di SMK Sangkuriang I
Cimahi dipersepsi Baik.
Variabel media pembelajaran berbasis komputer dalam penelitian ini
diukur melalui lima indikator, yaitu kesesuaian materi ajar dengan kemampuan
belajar siswa, dapat meningkatkan perhatian dan konsentrasi siswa pada materi
pembelajaran yang disajikan guru, dapat meningkatkan motivasi untuk belajar,
mengurangi penggunaan waktu penyampaian materi, pembelajaran dapat lebih
menyenangkan. Berikut ini adalah rincian dan deskripsi indikator-indikator pada
variabel media pembelajaran berbasis komputer sebagai berikut.
1) Kesesuaian Materi Ajar Dengan Kemampuan Belajar Siswa
Indikator “kesesuaian materi ajar dengan kemampuan belajar siswa”,
diukur melalui skala interval, yaitu 0, 1, 2, 3, 4 dan 5. Kecenderungan jawaban
responden terhadap angket untuk indikator kesesuaian materi ajar dengan
kemampuan belajar siswa, tampak pada tabel berikut.
131
Tabel 4. 7
Kecenderungan Jawaban Responden Terhadap Indikator Kesesuaian Materi
Ajar Dengan Kemampuan Belajar Siswa
Kesesuaian Materi Ajar Dengan Kemampuan Belajar Siswa
No. Item
Alternatif jawaban
Jumlah
Rata-rata
skor /item
0 1 2 3 4 5
1 0 0 1 29 25 2 57 3,49
2 0 0 3 21 31 2 57 3,56
Jumlah 0 0 4 50 56 4 114
3,53
Presentase 0,00% 0,00% 3,51% 43,86% 49,12%
4%
100%
Sumber: Skor Jawaban Responden.
Hasil rekapitulasi kecenderungan jawaban responden, terhadap indikator
“kesesuaian materi ajar”, ditampilkan pada tabel sebagai berikut:
Tabel 4. 8
Rekapitulasi Kecenderungan Jawaban Responden Terhadap Indikator
Kesesuaian Materi Ajar Dengan Kemampuan Belajar Siswa
Kesesuaian Materi Ajar Dengan Kemampuan Belajar Siswa
Alternatif Jawaban Frekuensi Persentase
5 2 3,51%
4 28 49,12%
3 25 43,86%
2 2 3,51%
1 0 0,00%
0 0 0,00%
Jumlah 57 100,00%
Rata-rata skor
3,53
Sumber: Skor Jawaban Responden.
Rekapitulasi hasil skoring di atas dapat lebih jelas digambarkan pada
bagan dibawah ini:
132
Sumber: Skor Jawaban Responden.
Gambar 4. 3
Tanggapan Responden Terhadap Indikator Kesesuaian Materi Ajar Dengan
Kemampuan Belajar Siswa
Tabel di atas mengenai skor jawaban responden, untuk “kesesuaian materi
ajar dengan kemampuan belajar siswa”. Terpusat pada alternatif jawaban 4 (skor
4), yaitu 49,12%, dengan skor total frekuensi sebanyak 114. Skor rata-rata
jawaban responden untuk indikator “kesesuaian materi ajar dengan kemampuan
belajar siswa” sebesar 3,53. Apabila dikonsultasikan dengan skala penafsiran pada
tabel 3. 6 tentang Rekapitulasi Skor Kriterium, angka tersebut berada pada rentang
3,40 – 4,19 berada pada kategori tinggi .
“Kesesuaian materi ajar dengan kemampuan belajar siswa” pada
penggunaan media pembelajaran berbasis komputer, Program Keahlian
Administrasi Perkantoran di SMK Sangkuriang I Cimahi dipersepsi baik.
2) Dapat Meningkatkan Perhatian Dan Konsentrasi Siswa Pada Materi
Pembelajaran Yang Disajikan Guru
Indikator “dapat meningkatkan perhatian dan konsentrasi siswa pada
materi pembelajaran yang disajikan guru”, diukur melalui skala interval, yaitu 0,
133
1, 2, 3, 4 dan 5. Kecenderungan jawaban responden terhadap angket untuk
indikator “dapat meningkatkan perhatian dan konsentrasi siswa” pada materi
pembelajaran yang disajikan guru, tampak pada tabel berikut.
Tabel 4. 9
Kecenderungan Jawaban Responden Terhadap Indikator Dapat
Meningkatkan Perhatian Dan Konsentrasi Siswa Pada Materi Pembelajaran
Yang Disajikan Guru
Dapat Meningkatkan Perhatian Dan Konsentrasi Siswa Pada Materi
Pembelajaran Yang Disajikan Guru
No. Item
Alternatif jawaban
Jumlah
Rata-rata
skor /item
0 1 2 3 4 5
3 0 0 3 21 31 2 57 3,70
4 0 0 9 18 25 5 57 3,46
5 0 1 4 34 16 2 57 3,25
Jumlah 0 1 16 73 72 9 171 3,47
Presentase
0,0% 0,5% 9,4% 42,6% 42,1% 5% 100%
Sumber: Skor Jawaban Responden.
Hasil rekapitulasi kecenderungan jawaban responden, terhadap indikator
“dapat meningkatkan perhatian dan konsentrasi siswa pada materi pembelajaran
yang disajikan guru”, ditampilkan pada tabel sebagai berikut:
134
Tabel 4. 10
Rekapitulasi Kecenderungan Jawaban Responden Terhadap Indikator
Meningkatkan Perhatian Dan Konsentrasi Siswa Pada Materi Pembelajaran
Yang Disajikan Guru
Dapat Meningkatkan Perhatian Dan Konsentrasi Siswa Pada Materi
Pembelajaran Yang Disajikan Guru
Alternatif Jawaban Frekuensi Persentase
5 3 5,26%
4 24 42,11%
3 24 42,69%
2 5 9,36%
1 0,3 0,58%
0 0 0,00%
Jumlah 57 100,00%
Rata-rata skor 3,36
Sumber: Skor Jawaban Responden.
Rekapitulasi hasil skoring di atas dapat lebih jelas digambarkan pada
bagan dibawah ini:
Sumber: Skor Jawaban Responden.
Gambar 4. 4
Tanggapan Responden Terhadap Indikator Dapat Meningkatkan Perhatian
Dan Konsentrasi Siswa Pada Materi Pembelajaran Yang Disajikan Guru
Tabel di atas memberikan informasi, mengenai skor jawaban responden,
terhadap indikator “dapat meningkatkan perhatian dan konsentrasi siswa pada
135
materi pembelajaran yang disajikan guru”, Terpusat pada alternatif jawaban 3
(skor 3), yaitu 49,69%, dengan skor total frekuensi sebanyak 171. Skor rata-rata
jawaban responden untuk indikator “dapat meningkatkan perhatian dan
konsentrasi siswa pada materi pembelajaran yang disajikan guru”, sebesar 3,36.
Apabila dikonsultasikan dengan skala penafsiran pada tabel 3. 6 tentang
Rekapitulasi Skor Kriterium, angka tersebut berada pada rentang 2,60 – 3,39
berada pada kategori sedang .
Hal ini menunjukkan bahwa indikator “dapat meningkatkan perhatian dan
konsentrasi siswa pada materi pembelajaran yang disajikan guru” pada
penggunaan media pembelajaran berbasis komputer, Program Keahlian
Administrasi Perkantoran di SMK Sangkuriang I Cimahi dipersepsi cukup.
3) Dapat Meningkatkan Motivasi Untuk Belajar
Indikator “dapat meningkatkan motivasi untuk belajar”, diukur melalui
skala interval, yaitu 0, 1, 2, 3, 4 dan 5. Kecenderungan jawaban responden
terhadap angket untuk indikator “dapat meningkatkan motivasi untuk belajar”,
tampak pada tabel berikut.
Tabel 4. 11
Kecenderungan Jawaban Responden Terhadap Indikator Dapat
Meningkatkan Motivasi Untuk Belajar
Dapat Meningkatkan Motivasi Untuk Belajar
No. Item
Alternatif jawaban
Jumlah
Rata-
rata skor
/item
0 1 2 3 4 5
6 6 0 2 12 21 20 2
57
7
7 1 0 5 21 23 7 57
136
8
8 0 0 5 26 16 10 57
Jumlah
1 2 22 68 59 19 171
3,40
Dapat Meningkatkan Motivasi Untuk Belajar
No. Item
Alternatif Jawaban
Jumlah
Rata-
rata skor
/item
0 1 2 3 4 5
Presentase 0,58% 1,17% 12,9% 39,77%
34,50
%
11%
100%
Sumber: Skor Jawaban Responden.
Hasil rekapitulasi kecenderungan jawaban responden, terhadap indikator
“dapat meningkatkan motivasi untuk belajar”, ditampilkan pada tabel sebagai
berikut:
Tabel 4. 12
Rekapitulasi Kecenderungan Jawaban Responden Terhadap Indikator
Dapat Meningkatkan Motivasi Untuk Belajar
Dapat Meningkatkan Motivasi Untuk Belajar
Alternatif Jawaban Frekuensi Persentase
5 6 11,11%
4 20 34,50%
3 23 39,77%
2 7 12,87%
1 0,7 1,17%
0 0 0,58%
Jumlah 57 100,00%
Rata-rata skor 3,40
Sumber: Skor Jawaban Responden.
Rekapitulasi hasil skoring di atas dapat lebih jelas digambarkan pada
bagan dibawah ini:
137
Sumber: Skor Jawaban Responden.
Gambar 4. 5
Tanggapan Responden Terhadap Indikator Dapat Meningkatkan Motivasi
Untuk Belajar
Tabel di atas mengenai skor jawaban responden, dapat meningkatkan
motivasi untuk belajar, terpusat pada alternatif jawaban 3 (skor 3), yaitu 39,77%,
dengan skor total frekuensi sebanyak 171. Skor rata-rata jawaban responden untuk
indikator “dapat meningkatkan motivasi untuk belajar” sebesar 3,40. Apabila
dikonsultasikan dengan skala penafsiran pada tabel 3. 6 tentang Rekapitulasi Skor
Kriterium, angka tersebut berada pada rentang 3,40 – 4,19 berada pada kategori
tinggi .
“Dapat meningkatkan motivasi untuk belajar” pada penggunaan media
pembelajaran berbasis komputer, terhadap mata pelajaran produktif, Program
Keahlian Administrasi Perkantoran di SMK Sangkuriang I Cimahi dipersepsi
baik.
4) Mengurangi Penggunaan Waktu Penyampaian Materi
Indikator “mengurangi penggunaan waktu penyampaian materi”, diukur
melalui skala interval, yaitu 0, 1, 2, 3, 4 dan 5. Kecenderungan jawaban responden
138
terhadap angket untuk indikator “mengurangi penggunaan waktu penyampaian
materi”, tampak pada tabel berikut.
Tabel 4. 13
Kecenderungan Jawaban Responden Terhadap Indikator Mengurangi
Penggunaan Waktu Penyampaian Materi
Mengurangi Penggunaan Waktu Penyampaian Materi
No. Item
Alternatif jawaban
Jumlah
Rata-rata
skor /item
0 1 2 3 4 5
9 0 1 9 17 23 7
57
3,46
10
0 0 8 29 15 5 57 3,30
11
0 3 10 24 18 2 57 3,11
Jumlah
0 4 27 70 56 14 171
3,29
Presentase
0,00
% 2,34%
15,8
%
40,94
%
32,75
%
8%
100%
Sumber: Skor Jawaban Responden.
Hasil rekapitulasi kecenderungan jawaban responden, terhadap indikator
“mengurangi penggunaan waktu penyampaian materi”, ditampilkan pada tabel
sebagai berikut
Tabel 4. 14
Rekapitulasi Kecenderungan Jawaban Responden Terhadap Indikator
Mengurangi Penggunaan Waktu Penyampaian Materi
Mengurangi Penggunaan Waktu Penyampaian Materi
Alternatif Jawaban Frekuensi Persentase
5 5 8,19%
4 19 32,75%
3 23 40,94%
2 9 15,79%
1 1,3 2,34%
0 0 0,00%
Jumlah 57 100,00%
Rata-rata skor 3,29
139
Sumber: Skor Jawaban Responden.
Rekapitulasi hasil skoring di atas dapat lebih jelas digambarkan pada
bagan dibawah ini:
Sumber: Skor Jawaban Responden.
Gambar 4. 6
Tanggapan Responden Terhadap Indikator Mengurangi Penggunaan Waktu
Penyampaian Materi
Tabel di atas mengenai skor jawaban responden, indikator “mengurangi
penggunaan waktu penyampaian materi”. Terpusat pada alternatif jawaban 3 (skor
3), yaitu 40,94%, dengan skor total frekuensi sebanyak 171. Skor rata-rata
jawaban responden untuk indikator “mengurangi penggunaan waktu penyampaian
materi” sebesar 3,29. Apabila dikonsultasikan dengan skala penafsiran pada Tabel
3. 6 tentang Rekapitulasi Skor Kriterium, angka tersebut berada pada rentang 2,
60 – 3,39 berada pada kategori sedang .
“Mengurangi penggunaan waktu penyampaian mater”i pada penggunaan
media pembelajaran berbasis komputer, terhadap mata pelajaran produktif,
Program Keahlian Administrasi Perkantoran di SMK Sangkuriang I Cimahi
dipersepsi Cukup.
140
5) Pembelajaran Dapat Lebih Menyenangkan
Indikator “pembelajaran dapat lebih menyenangkan”, diukur melalui skala
interval, yaitu 0, 1, 2, 3, 4 dan 5. Kecenderungan jawaban responden terhadap
angket untuk indikator “pembelajaran dapat lebih menyenangkan”, tampak pada
tabel berikut.
Tabel 4. 15
Kecenderungan Jawaban Responden Terhadap Indikator Pembelajaran
Dapat Lebih Menyenangkan
Pembelajaran Dapat Lebih Menyenangkan
No. Item
Alternatif jawaban
Jumlah
Rata-rata
skor /item
0 1 2 3 4 5
9 0 1 9 17 23 7
57
3,46
10
0 0 8 29 15 5 57 3,30
11
0 3 10 24 18 2 57 3,11
Jumlah
0 4 27 70 56 14 171
3,29
Presentase
0,00
%
2,34
%
15,8
%
40,94
%
32,75
%
8%
100%
Sumber: Skor Jawaban Responden.
Hasil rekapitulasi kecenderungan jawaban responden, terhadap indikator
“pembelajaran dapat lebih menyenagkan”, ditampilkan pada tabel sebagai berikut:
Tabel 4. 16
Rekapitulasi Kecenderungan Jawaban Responden Terhadap Indikator
Pembelajaran Dapat Lebih Menyenangkan
Pembelajaran Dapat Lebih Menyenagkan
Alternatif Jawaban Frekuensi Persentase
5 5 8,19%
4 19 32,75%
3 23 40,94%
2 9 15,79%
1 1,3 2,34%
141
0 0 0,00%
Jumlah 57 100,00%
Rata-rata skor 3,29
Sumber: Skor Jawaban Responden.
Rekapitulasi hasil skoring di atas dapat lebih jelas digambarkan pada
bagan dibawah ini:
Sumber: Skor Jawaban Responden.
Gambar 4. 7
Tanggapan Responden Terhadap Indikator Pembelajaran Dapat Lebih
Menyenangkan
Tabel di atas mengenai skor jawaban responden, “pembelajaran dapat
lebih menyenangkan”, terpusat pada alternatif jawaban 3 (skor 3), yaitu 40,94%,
dengan skor total frekuensi sebanyak 171. Skor rata-rata jawaban responden untuk
indikator “Pembelajaran dapat lebih menyenangkan” sebesar 3,29. Apabila
dikonsultasikan dengan skala penafsiran pada tabel 3. 6 tentang Rekapitulasi Skor
Kriterium, angka tersebut berada pada rentang 2,60 – 3,39 berada pada kategori
sedang .
142
“Pembelajaran dapat lebih menyenangkan” pada penggunaan media
pembelajaran berbasis komputer, Program Keahlian Administrasi Perkantoran di
SMK Sangkuriang I Cimahi dipersepsi Cukup.
b. Motivasi Belajar Siswa
Variabel motivasi belajar siswa dalam penelitian ini diukur melalui empat
indikator, yaitu pilihan tugas, usaha, kegigihan, dan prestasi. Dari empat indikator
tersebut akan diuraikan menjadi 16 pernyataan yang dijadikan ukuran tentang
variabel motivasi belajar siswa.
Deskripsi variabel motivasi belajar siswa diperoleh melalui perhitungan
persentase terhadap skor rata rata jawaban responden, sebagaimana tercantum
pada lampiran. Berdasarkan perhitungan, diperoleh hasil seperti tampak pada pada
tabel berikut ini:
Tabel 4. 17
Kecenderungan Jawaban Responden Terhadap Variabel Media
Pembelajaran Berbasis Komputer
Variabel Media Pembelajaran Berbasis Komputer (X)
Indikator Item Rata-rata Penafsiran
1. Pilihan Tugas
1-4 3,44 Tinggi
2. Usaha
5-8 3,54 Tinggi
3. Kegigihan
9-12 3,61 Tinggi
4. Prestasi
13-16 3,65 Tinggi
Rata-rata 3,56 Tinggi
Sumber: skor jawaban responden
143
Rekapitulasi hasil skoring di atas, secara lebih jelas digambarkan pada
bagan seperti berikut ini:
Sumber: skor jawaban responden
Gambar 4. 8
Tanggapan Responden Terhadap Motivasi Belajar Siswa
Skor rata-rata 3,56 apabila disesuaikan dengan skala penafsiran pada tabel
3. 6 tentang Rekapitulasi Skor Kriterium, angka tersebut berada pada rentang 3,40
– 4,19 berada pada kategori tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa motivasi belajar
siswa pada mata pelajaran produktif, kompetensi keahlian administrasi
perkantoran di SMK Sangkuriang I Cimahi dipersepsi Baik.
Variabel motivasi belajar siswa dalam penelitian ini diukur melalui empat
indikator, yaitu pilihan tugas, usaha, kegigihan dan prestasi. Berikut ini adalah
rincian dan deskripsi indikator-indikator pada variabel motivasi belajar siswa:
144
1) Pilihan Tugas
Indikator “pilihan tugas”, diukur melalui skala interval, yaitu 0, 1, 2, 3, 4
dan 5. Kecenderungan jawaban responden terhadap angket untuk indikator
“pilihan tugas”, tampak pada tabel berikut.
Tabel 4. 18
Kecenderungan Jawaban Responden Terhadap Indikator Pilihan Tugas
Pilihan Tugas
No. Item
Alternatif jawaban
Jumlah
Rata-rata
skor /item
0 1 2 3 4 5
1 0 0 5 15 24 13 57 3,79
2 0 0 7 24 19 7 57 3,46
3 0 0 6 31 17 3 57 3,30
4 0 2 9 24 19 3 57 3,21
Jumlah 0 2 27 94 79 26 228 3,44
Presentase 0,00% 0,88% 11,8% 41,2% 34,6%
11%
100%
Sumber: Skor Jawaban Responden.
Hasil rekapitulasi kecenderungan jawaban responden, terhadap indikator
“pilihan tugas”, ditampilkan pada tabel sebagai berikut:
Tabel 4. 19
Rekapitulasi Kecenderungan Jawaban Responden Terhadap Indikator
Pilihan Tugas
Pilihan Tugas
Alternatif Jawaban Frekuensi Persentase
5 7 11,4%
4 20 34,6%
3 24 41,2%
145
2 7 11,8%
1 1 0,88%
0 0 0,00%
Jumlah 57 100,00%
Rata-rata skor
Sumber: Skor Jawaban Responden.
Rekapitulasi hasil skoring di atas dapat lebih jelas digambarkan pada
bagan dibawah ini:
Sumber: Skor Jawaban Responden.
Gambar 4. 9
Tanggapan Responden Terhadap Indikator Pilihan Tugas
Tabel di atas mengenai skor jawaban responden, untuk pilihan tugas,
terpusat pada alternatif jawaban 3 (skor 3), yaitu 41,2%, dengan skor total
frekuensi sebanyak 228. Skor rata-rata jawaban responden untuk indikator
“pilihan tugas” ini sebesar 3,44. Apabila dikonsultasikan dengan skala penafsiran
pada tabel 3. 6 tentang Rekapitulasi Skor Kriterium, angka tersebut berada pada
rentang 3,40 – 4,19 berada pada kategori tinggi .
146
“Pilihan tugas” pada penggunaan motivasi belajar siswa, Program
Keahlian Administrasi Perkantoran di SMK Sangkuriang I Cimahi Bandung
dipersepsi baik.
2) Usaha
Indikator “usaha”, diukur melalui skala interval, yaitu 0, 1, 2, 3, 4 dan 5.
Kecenderungan jawaban responden terhadap angket untuk indikator “usaha”,
tampak pada tabel berikut.
Tabel 4. 20
Kecenderungan Jawaban Responden Terhadap Indikator Usaha
Usaha
No. Item
Alternatif jawaban
Jumlah
Rata-rata
skor /item
0 1 2 3 4 5
5 0 0 4 21 24 8 57 3,63
6 0 0 1 10 20 26 57 4,25
7 0 4 8 32 10 3 57 3,00
8 0 1 5 31 18 2 57 3,26
Jumlah 0 5 18 94 72 39 228 3,54
Presentase 0,00% 2,19% 7,9% 41,2% 31,6% 17% 100%
Sumber: Skor Jawaban Responden.
Hasil rekapitulasi kecenderungan jawaban responden, terhadap indikator
Usaha, ditampilkan pada tabel sebagai berikut:
Tabel 4. 21
Rekapitulasi Kecenderungan Jawaban Responden Terhadap Indikator
Usaha
Usaha
Alternatif Jawaban Frekuensi Persentase
147
5 7 11,4%
4 20 34,6%
3 24 41,2%
2 7 11,8%
1 1 0,88%
0 0 0,00%
Jumlah 57 100,00%
Rata-rata skor 3,54
Sumber: Skor Jawaban Responden.
Rekapitulasi hasil skoring di atas dapat lebih jelas digambarkan pada
bagan dibawah ini:
Sumber: Skor Jawaban Responden.
Gambar 4. 10
Tanggapan Responden Terhadap Indikator Usaha
Tabel di atas mengenai skor jawaban responden, untuk “usaha”, terpusat
pada alternatif jawaban 3 (skor 3), yaitu 41,2%, dengan skor total frekuensi
sebanyak 228. Skor rata-rata jawaban responden untuk indikator usaha ini sebesar
3,54. Apabila dikonsultasikan dengan skala penafsiran pada tabel 3. 6 tentang
Rekapitulasi Skor Kriterium, angka tersebut berada pada rentang 3,40 – 4,19
berada pada kategori tinggi .
148
“Usaha” pada penggunaan motivasi belajar siswa, pada mata pelajaran
produktif, kompetensi keahlian Administrasi Perkantoran di SMK Sangkuriang I
Cimahi dipersepsi baik.
3) Kegigihan
Indikator “kegigihan”, diukur melalui skala interval, yaitu 0, 1, 2, 3, 4 dan
5. Kecenderungan jawaban responden terhadap angket untuk indikator
“kegigihan”, tampak pada tabel berikut.
Tabel 4. 22
Kecenderungan Jawaban Responden Terhadap Indikator Kegigihan
Kegigihan
No. Item
Alternatif jawaban
Jumlah
Rata-rata
skor /item
0 1 2 3 4 5
9 0 0 2 16 22 17 57 3,95
10 0 0 3 30 22 2 57 3,40
11 0 0 2 29 16 10 57 3,60
12 0 0 5 28 15 9 57 3,49
Jumlah 0 0 12 103 75 38 228 3,61
Presentase 0,00% 0,00% 5,3% 45,2% 32,9% 17% 100%
Sumber: Skor Jawaban Responden.
Hasil rekapitulasi kecenderungan jawaban responden, terhadap indikator
“kegigihan”, ditampilkan pada tabel sebagai berikut:
Tabel 4. 23
Rekapitulasi Kecenderungan Jawaban Responden Terhadap Indikator
Kegigihan
Kegigihan
Alternatif Jawaban Frekuensi Persentase
149
5 10 16,7%
4 19 32,9%
3 26 45,2%
2 3 5,3%
1 0 0,00%
0 0 0,00%
Jumlah 57 100,00%
Rata-rata skor
3,61
Sumber: Skor Jawaban Responden.
Rekapitulasi hasil skoring di atas dapat lebih jelas digambarkan pada
bagan dibawah ini:
Sumber: Skor Jawaban Responden.
Gambar 4. 11
Tanggapan Responden Terhadap Indikator Kegigihan
Tabel di atas mengenai skor jawaban responden, untuk kegigihan, terpusat
pada alternatif jawaban 3 (skor 3), yaitu 45,2%, dengan skor total frekuensi
sebanyak 228. Skor rata-rata jawaban responden untuk indikator kegigihan ini
sebesar 3,61. Apabila dikonsultasikan dengan skala penafsiran pada tabel 3. 6
tentang Rekapitulasi Skor Kriterium, angka tersebut berada pada rentang 3,40 –
4,19 berada pada kategori tinggi .
150
“Kegigihan” pada motivasi belajar siswa, terhadap mata pelajaran
produktif, Program Keahlian Administrasi Perkantoran di SMK Sangkuriang I
Cimahi dipersepsi baik.
4) Prestasi
Indikator “prestasi”, diukur melalui skala interval, yaitu 0, 1, 2, 3, 4 dan 5.
Kecenderungan jawaban responden terhadap angket untuk indikator “prestasi”,
tampak pada tabel berikut.
Tabel 4. 24
Kecenderungan Jawaban Responden Terhadap Indikator Prestasi
Prestasi
No. Item
Alternatif jawaban
Jumlah
Rata-rata
skor /item
0 1 2 3 4 5
13 0 0 0 17 29 11
57 3,89
14 0 0 3 39 12 3 57 3,26
15 0 0 1 27 26 3 57 3,54
16 0 0 0 15 33 9 57 3,89
Jumlah 0 0 4 98 100 26 228 3,65
Presentase 0,00% 0,00% 1,8% 43,0% 43,9% 11% 100%
Sumber: Skor Jawaban Responden.
Hasil rekapitulasi kecenderungan jawaban responden, terhadap indikator
“prestasi”, ditampilkan pada tabel sebagai berikut:
Tabel 4. 25
Rekapitulasi Kecenderungan Jawaban Responden Terhadap Indikator
Prestasi
Prestasi
Alternatif Jawaban Frekuensi Persentase
151
5 7 11,4%
4 25 43,9%
3 25 43,0%
2 1 1,8%
1 0 0,00%
0 0 0,00%
Jumlah 57 100,00%
Rata-rata skor 3, 65
Sumber: Skor Jawaban Responden.
Rekapitulasi hasil skoring di atas dapat lebih jelas digambarkan pada
bagan dibawah ini:
Sumber: Skor Jawaban Responden.
Gambar 4. 12
Tanggapan Responden Terhadap Indikator Prestasi
Tabel di atas mengenai skor jawaban responden, untuk prestasi, terpusat
pada alternatif jawaban 4 (skor 4), yaitu 43,9%, dengan skor total frekuensi
sebanyak 228. Skor rata-rata jawaban responden untuk indikator prestasi ini
sebesar 3,65. Apabila dikonsultasikan dengan skala penafsiran pada tabel 3. 6
tentang Rekapitulasi Skor Kriterium, angka tersebut berada pada rentang 3, 40 –
4,19 berada pada kategori tinggi .
152
“Prestasi” pada motivasi belajar siswa, Program Keahlian Administrasi
Perkantoran di SMK Sangkuriang I Cimahi dipersepsi baik.
5. Pengujian Persyaratan Analisis Data
Sebelum hipotesis diuji kebenarannya, terlebih dahulu dilakukan
pengujian persyaratan pengolahan data. Uji persyaratan pengolahan data untuk uji
hipotesis meliputi uji normalitas, uji homogenitas dan uji linieritas.
a. Uji Normalitas
Uji normalitas dilakukan untuk mengetahui kenormalan distribusi data
untuk setiap variabel dalam penelitian. Uji normalitas distribusi data dalam
penelitian ini menggunakan uji Liliefors. Dengan menggunakan bantuan Software
Microsoft Office Excel 2007. (Sambas A. Muhidin dan Maman Abdurahman,
2007:75), dengan rumus:
diperoleh hasil uji
normalitas sebagaimana dikemukakan berikut:
1) Uji Normalitas Variabel Media Pembelajaran Berbasis Komputer (X)
Tabel 4. 26
Hasil Pengolahan Uji Normalitas
Variabel Media Pembelajaran Berbasis Komputer
X Xi² Fi Fk Sn Z Fo(Xi) Sn(Xi)-Fo(Xi) |Sn(Xi)-Fo(Xi)|
36 1296 1 1 0,0175 -2,106 0,0176 -0,0001 0,0001
38 1444 3 4 0,0702 -1,836 0,0332 0,0370 0,0370
40 1600 2 6 0,1053 -1,566 0,0587 0,0466 0,0466
44 1936 2 8 0,1404 -1,027 0,1523 -0,0119 0,0119
45 2025 2 10 0,1754 -0,892 0,1862 -0,0108 0,0108
46 2116 3 13 0,2281 -0,757 0,2245 0,0036 0,0036
153
47 2209 3 16 0,2807 -0,622 0,2669 0,0138 0,0138
48 2304 4 20 0,3509 -0,487 0,3130 0,0379 0,0379
49 2401 4 24 0,4211 -0,353 0,3622 0,0588 0,0588
50 2500 5 29 0,5088 -0,218 0,4138 0,0949 0,0949
51 2601 3 32 0,5614 -0,083 0,4670 0,0944 0,0944
52 2704 2 34 0,5965 0,052 0,5208 0,0757 0,0757
54 2916 4 38 0,6667 0,322 0,6262 0,0405 0,0405
55 3025 1 39 0,6842 0,457 0,6760 0,0082 0,0082
56 3136 2 41 0,7193 0,591 0,7229 -0,0036 0,0036
57 3249 1 42 0,7368 0,726 0,7662 -0,0293 0,0293
59 3481 2 44 0,7719 0,996 0,8404 -0,0684 0,0684
60 3600 4 48 0,8421 1,131 0,8709 -0,0288 0,0288
61 3721 1 49 0,8596 1,266 0,8972 -0,0375 0,0375
62 3844 4 53 0,9298 1,401 0,9193 0,0105 0,0105
X Xi² Fi Fk Sn Z Fo(Xi) Sn(Xi)-Fo(Xi) |Sn(Xi)-Fo(Xi)|
63 3969 3 56 0,9825 1,535 0,9377 0,0448 0,0448
64 4096 1 57 1,0000 1,670 0,9526 0,0474 0,0474
1137 60173 57 0,11 7,5498 NILAI HITUNG D 0,0949
Sumber: Skor Jawaban Responden
Data di atas dapat disimpulkan bahwa nilai r pada variabel Media
Pembelajaran Berbasis Komputer (X), diperoleh nilai D = 0,0949, dan nilai tabel
D pada α = 0,05 sebesar D = 0,1774. Dengan demikian nilai hitung D < nilai tabel
D. Hasil ini menunjukkan data variabel Media Pembelajaran Berbasis Komputer
(X) dinyatakan berdistribusi normal.
2) Uji Normalitas Variabel Motivasi Belajar Siswa (Y)
Tabel 4. 27
Hasil Pengolahan Uji Normalitas Variabel Motivasi Belajar
X Xi² Fi Fk Sn Z Fo(Xi) Sn(Xi)-Fo(Xi) |Sn(Xi)-Fo(Xi)|
41 41 1681 1 1 0,0175 -1,974 0,0242 -0,0067
45 45 2025 2 3 0,0526 -1,478 0,0697 -0,0171
47 47 2209 3 6 0,1053 -1,230 0,1093 -0,0040
48 48 2304 3 9 0,1579 -1,106 0,1343 0,0236
49 49 2401 4 13 0,2281 -0,983 0,1629 0,0652
50 50 2500 3 16 0,2807 -0,859 0,1953 0,0854
51 51 2601 1 17 0,2982 -0,735 0,2313 0,0670
52 52 2704 2 19 0,3333 -0,611 0,2707 0,0627
53 53 2809 4 23 0,4035 -0,487 0,3132 0,0904
154
54 54 2916 2 25 0,4386 -0,363 0,3583 0,0803
55 55 3025 4 29 0,5088 -0,239 0,4055 0,1033
56 56 3136 3 32 0,5614 -0,115 0,4541 0,1073
57 57 3249 1 33 0,5789 0,009 0,5035 0,0755
59 59 3481 1 34 0,5965 0,257 0,6012 -0,0047
60 60 3600 2 36 0,6316 0,380 0,6482 -0,0166
61 61 3721 1 37 0,6491 0,504 0,6930 -0,0439
62 62 3844 1 38 0,6667 0,628 0,7351 -0,0684
63 63 3969 2 40 0,7018 0,752 0,7740 -0,0723
64 64 4096 6 46 0,8070 0,876 0,8095 -0,0025
65 65 4225 2 48 0,8421 1,000 0,8413 0,0008
66 66 4356 1 49 0,8596 1,124 0,8695 -0,0098
X Xi² Fi Fk Sn Z Fo(Xi) Sn(Xi)-Fo(Xi) |Sn(Xi)-Fo(Xi)|
67 67 4489 2 51 0,8947 1,248 0,8939 0,0008
68 68 4624 1 52 0,9123 1,372 0,9149 -0,0026
69 69 4761 2 54 0,9474 1,496 0,9326 0,0148
70 70 4900 1 55 0,9649 1,619 0,9473 0,0176
72 72 5184 1 56 0,9825 1,867 0,9691 0,0134
75 75 5625 1 57 1,0000 2,239 0,9874 0,0126
1579 94435 57
0,1
2
7,5498
NILAI
HITUNG D
0,1073
43741
50694 50637
Sumber: Skor Jawaban Responden
Data di atas dapat disimpulkan bahwa nilai r pada variabel Penguasaaan
Motivasi Belajar Siswa (Y), diperoleh nilai D = 0,1073, dan nilai tabel D pada α =
0,05 sebesar D = 0,1774. Dengan demikian nilai hitung D < nilai tabel D. Hasil ini
menunjukkan data variabel Motivasi Belajar Siswa (Y) dinyatakan berdistribusi
normal.
b. Uji Homogenitas
Uji homogenitas dilakukan untuk mengetahui apakah ada sampel yang
terpilih menjadi responden berasal dari kelompok yang sama. Dengan kata lain,
bahwa sampel yang diambil memiliki sifat-sifat yang sama atau homogen.
Pengujian homogenitas dalam penelitian ini menggunakan uji Barlett. Dengan
menggunakan bantuan Software Microsoft Office Excel 2007, (Ating Somantri
155
dan Sambas A. Muhidin, 2006:294), dengan rumus: ,
diperoleh hasil uji homogenitas sebagaimana dikemukakan berikut:
1) Uji Homogenitas Variabel Media Pembelajaran Berbasis Komputer (X)
Tabel 4. 28
Hasil Pengolahan Uji Homogenitas
Variabel Media Pembelajaran Berbasis Komputer
Sumber: Skor Jawaban Responden
Data di atas dapat disimpulkan bahwa pada variabel Media Pembelajaran
Berbasis Komputer (X), diperoleh nilai hitung X
2
= -4,3480, dan nilai tabel X
2
pada α = 0,05 sebesar X
2
= 11,0705. Dengan demikian nilai tabel X
2
> nilai hitung
X
2
, Hasil ini menunjukkan data variabel Media Pembelajaran Berbasis Komputer
(X) dinyatakan berdistribusi homogen.
2) Uji Homogenitas Variabel Motivasi Belajar Siswa (Y)
Tabel 4. 29
Hasil Pengolahan Uji Homogenitas Variabel Motivasi Belajar Siswa
Dimensi db = n-1 S
i
2
Log S
i
2
db.Log
Si2
db. Si2
1 1 0,3954 -0,4030 -0,403 0,3954
2 2 0,6704 -0,1736 -0,347 1,3409
3 2 0,8409 -0,0753 -0,151 1,6817
4 2 0,8181 -0,0872 -0,174 1,6362
5 3 0,8194 -0,0865 -0,260 2,4582
Jumlah 10 2,7247 -0,7391 -1,0753 5,0541
156
Dimensi db = n-1 S
i
2
Log S
i
2
db.Log Si2 db. Si2
1 3 0,7278 -0,1380 -0,4140 2,1833
2 3 0,6736 -0,1716 -0,5149 2,0207
3 3 0,6452 -0,1903 -0,5709 1,9356
4 3 0,4283 -0,3683 -1,1049 1,2848
Jumlah 12 2,4748 -0,8682 -2,6047 7,4243
Sumber: Skor Jawaban Responden
Data di atas dapat disimpulkan bahwa pada variabel Motivasi Belajar
Siswa (Y), diperoleh nilai hitung X
2
= 0,2358, dan nilai tabel X
2
pada α = 0,05
sebesar X
2
= 9,8477. Dengan demikian nilai tabel X
2
> nilai hitung X
2
Hasil ini
menunjukkan data variabel Motivasi Belajar Siswa (Y) dinyatakan berdistribusi
homogen.
c. Uji Linieritas
Uji linieritas dilakukan untuk hubungan antara variabel terikat dengan
masing-masing variabel bebas secara linier. Uji linier dilakukan dengan uji
kelinieran regresi. Berdasarkan langkah-langkah uji kelinieran regresi
sebagaimana dikemukakan pada Bab III, dan dengan bantuan Microsoft Office
Excel 2007 , diperoleh hasil uji linieritas sebagaimana dikemukakan berikut ini.
1) Uji Linieritas Variabel Media Pembelajaran Berbasis Komputer (X)

Atas
Variabel Motivasi Belajar Siswa (Y)
Perhitungan yang sudah dilakukan dapat disimpulkan bahwa pengujian
linieritas data X

dan Y, diperoleh F hitung sebesar -1,75. Dengan nilai RJKreg(a)
sebesar 184737,28 dan nilai RJKreg(b/a) sebesar 1823, 12 dan nilai RJKtc sebesar
-13935319,57 dan nilai RJKe sebesar 797377,600 dan nilai F
tabel
pada taraf
signifikan 95% atau α = 5 % dan db TC = k – 2 = 22 – 2 = 20 dan db E = n – k =
157
57 – 22 = 35 adalah F
(1-0,05)(20)(35)
= 1, 88. Dengan demikian nilai F
hitung
< nilai F
tabel
(-
1,75 < 1,88). Hasil ini menunjukkan variabel Media Pembelajaran Berbasis
Komputer (X)

atas variabel Motivasi Belajar (Y) adalah linier.
Hasil uji linieritas diketahui bahwa data pada variabel terikat mempunyai
linieritas dengan data pada masing-masing variabel bebas. Hasil ini memberikan
makna bahwa pengolahan data memungkinkan dilanjutkan dengan menggunakan
statistik parametrik.
6. Pengujian Hipotesis
Bagian ini diuraikan mengenai hasil uji hipotesis terhadap hipotesis
statistik dan penelitian. Seluruh pengolahan data untuk pengujian hipotesis
menggunakan bantuan Microsoft Excel. Untuk mengetahui adanya pengaruh
media pembelajaran berbasis komputer terhadap motivasi belajar siswa ini,
penulis melakukan uji hipotesis yang dilakukan dengan mengikuti langkah-
langkah uji linearitas regresi sederhana sebagai berikut:
a. Merumuskan Hipotesis Statistik
Menentukan hipotesis statistik, sebagai berikut:
H
0
:
1
yx
ρ
= 0, artinya tidak terdapat pengaruh positif dan signifikan
efektivitas penggunaan media pembelajaran berbasis
komputer terhadap motivasi belajar siswa. Program
Keahlian Administrasi Perkantoran SMK Sangkuriang I
Cimahi.
158
H
1
:
1
yx
ρ
≠ 0, artinya terdapat pengaruh positif dan signifikan efektivitas
penggunaan media pembelajaran berbasis komputer
terhadap motivasi belajar siswa. Program Keahlian
Administrasi Perkantoran SMK Sangkuriang I Cimahi.
b. Menyusun Persamaan Regresi
Membuat persamaan regresi dengan rumus persamaan regresi linear
sederhana untuk masing-masing hipotesis parsial sebagai berikut:
· Υ
ˆ
a + b(X)
N
X b Y
a
∑ − ∑
·
.
Sedangkan b dicari dengan menggunakan rumus:

( )( )
( ) ( )
769 , 0
2942 154928 57
3245 2942 ) 169857 ( 57
2
·


·
Maka
217 , 17
57
) 614 , 51 ( 769 , 0 929 , 56
·

· a
Persamaan regresi linear sederhana untuk hipotesis parsial variabel Media
Pembelajaran Berbasis Komputer terhadap variabel Motivasi Belajar Siswa
adalah:
0,769x + 17,217
ˆ
· Y
a) Penentuan dan penggunaan statistik uji, sebagai berikut:
( )
2 2
) .(
X X N
Y X XY N
b
∑ − ∑

·
∑ ∑ ∑
159
F =
s
a b g
RJK
RJK
Re
) / ( Re
b) Menghitung jumlah kuadrat regresi (JK
reg(a)
)

( )
( )
n
Y
JK
a g
2
Re

·
28 , 184737
57
) 3245 (
2
) ( Re
· ·
a g
JK
c) Menghitung jumlah kuadrat regresi (JK
Reg[b│a]
) dengan rumus:
JK
Reg[b│a]
=
( ) ( )
¹
;
¹
¹
'
¹ Σ Σ
− Σ
n
Y X
XY b
.
.

( )
( )
2
2
.
. .
∑ ∑
∑ ∑ ∑


·
X X N
Y X Y X N
b
Maka:
JK
Reg[b│a]
=
( ) ( )
¹
;
¹
¹
'
¹

57
3245 . 2942
169857 . 769 , 0
=
¹
;
¹
¹
'
¹

57
9546790
169857 769 , 0
=
( ) 544 , 167487 169857 769 . 0 −
=
1823,12
d) Menghitung jumlah kuadrat residu (JK
res
)

) ( Re ) | ( Re
2
Re a g a b g s
JK JK Y JK − − ·



184737,28 1823,12 188385
Re
− − ·
s
JK


1824,60
Re
·
s
JK
e) Menghitung rata-rata jumlah kuadrat regresi a (RJK
Reg(a)
)
RJK
Reg[a]
= JK
Reg[a]
= 184737,2
f) Menghitung rata-rata jumlah kuadrat regresi b/a (RJK
Reg(b/a)
)
160
RJK
Reg[b│a]
= JK
Reg[b│a]
= 1823,12
Menghitung rata-rata jumlah kuadrat residu (RJK
Res
)
33,17
2 57
1824,60
2
Re
Re
·

·

·
n
JK
RJK
s
s
Sehingga nilai hitung F diperoleh:
F
hitung
=
s
a b g
RJK
RJK
Re
) / ( Re
F
hitung
=
54,956
33,17
1823,12
·
c. Uji Signifikansi
Nilai F tabel pada uji hipotesis adalah nilai atau titik kritis pada db1 =
1, db2 = n-2 dan α 5%, yaitu F
(0,05;1;55)
= 4,016
Berdasarkan nilai F
hitung
yang diperoleh, nilai F
hitung
lebih besar dari nilai F
tabel
(54,956 < 4,016). Sehingga pernyataan yang menyebutkan: “Tidak terdapat
pengaruh positif variabel Efektivitas Media Pembelajaran Berbasis Komputer
(X) terhadap variabel Motivasi Belajar Siswa (Y). Program Keahlian
Administrasi Perkantoran SMK Sangkuriang I Cimahi.” ditolak.
d. Menghitung Koefisien Determinasi
Kesimpulan dari hasil uji terhadap 57 orang siswa SMK Sangkuriang I
Cimahi pada Program Keahlian Administrasi Perkantoran SMK Sangkuriang I
Cimahi, diperoleh keterangan objektif bahwa terdapat pengaruh positif antara
variabel Media Pembelajaran Berbasis Komputer terhadap variabel Motivasi
Belajar Siswa Program Keahlian Administrasi Perkantoran SMK Sangkuriang
I Cimahi. Selanjutnya untuk mengetahui hubungan variabel Media
Pembelajaran Berbasis Komputer (X) dengan variabel Motivasi Belajar Siswa
161
(Y) dicari dengan menggunakan rumus koefisien korelasi parsial. Dengan
bantuan program Microsoft Excel, maka diperoleh perhitungan koefisien
korelasi antara variabel Media Pembelajaran Berbasis Komputer (X) dengan
variabel Motivasi Belajar Siswa (Y) sebagaimana data terlampir adalah
sebesar 0,707. Artinya hubungan antara variabel Media Pembelajaran Berbasis
Komputer dengan variabel motivasi belajar siswa dikategorikan tinggi.
Pengaruh variabel Media Pembelajaran Berbasis Komputer (X) terhadap
variabel Motivasi Belajar Siswa (Y) adalah dengan mencari nilai determinasi
variabel. Adapun nilai determinasi variabel Media Pembelajaran Berbasis
Komputer terhadap variabel Motivasi Belajar Siswa sebagaimana data terlampir
adalah sebesar 50 %. Artinya variabel Motivasi Belajar Siswa dipengaruhi oleh
variabel Media Pembelajaran Berbasis Komputer adalah tinggi, sebesar 50%.
Sisanya sebesar 50% yang dipengaruhi oleh faktor lain. Berdasarkan perhitungan
di atas maka kesimpulannya adalah pertanyaan pada kasus ini, terdapat hubungan
variabel Media Pembelajaran Berbasis Komputer terhadap variabel motivasi
belajar.
B. Pembahasan
1. Efektivitas Penggunaan Media Pembelajaran Berbasis Komputer Pada
Mata Pelajaran Produktif Program Keahlian Administrasi Perkantoran
SMK Sangkuriang I Cimahi.
Permasalahan yang ingin dijawab adalah “Bagaimanakah gambaran
efektivitas penggunaan media pembelajaran berbasis komputer pada mata
pelajaran produktif, program keahlian administrasi perkantoran SMK Sangkuriang
I Cimahi?”.
162
Secara teoritis, Media Pembelajaran berbasis komputer menurut Daryanto
(2007:63), dalam Rusman (2012:177), menyatakan bahwa:
Komputer memilki tiga sifat yaitu bekerja dengan menggunakan
tenaga listrik (elektronik), bekerja berdasarkan program, bekerja dalam
suatu sistem. Maka komputer sebenarnya merupakan media elektronik
yang dapat menerima informasi dalam bentuk input digital dengan
menggunakan kode binner dalam aplikasi programnya, dan elektronik.
Kemudian menurut Heinich dkk (1986) dalam Rusman (2012:190),
menyatakan bahwa:
Komputer sebagai alat bantu proses belajar memberikan beberapa
keuntungan. Komputer memungkinkan mahasiswa belajar sesuai dengan
kemampuan dan kecepatanya dalam memahami pengetahuan dan
informasi yang ditayangkan. Penggunaan komputer dalam memahami
pengetahuan dan informasi yang ditayangkan. Penggunaan komputer
dalam proses belajar membuat mahasiswa dapat melakukan kontrol
terhadap aktivitas belajarnya. Penggunaan komputer dalam lembaga
pendidikan jarak jauh memberikan keluluasaan terhadap mahasiswa untuk
menentukan kecepatan belajar dan memilih urutan kegiatan belajar sesuai
dengan kebutuhan. Kemampuan komputer untuk menayangkan kembali
informasi yang diperlukan oleh pemakainya. Yang diistilahkan dengan
”kesabaran komputer”, dapat membantu mahasiswa yang memiliki
kecepatan belajar lambat. Dengan kata lain, komputer dapat meciptakan
iklim belajar yang efektif bagi mahasiswa yang lambat, tetapi juga dapat
memacu efektivitas belajar bagi mahasiswa yang lebih cepat. Di balik
terhadap hasil belajar dan memberikan pengukuhan terhadap prestasi
belajar mahasiswa, dengan kemampuan komputer untuk merekam hasil
belajar pemakainya. Komputer dapat diprogram untuk memeriksa dan
memberikan skor hasilo belajar secara otomatis. Komputer juga dapat
memberikan preskripsi atau saran bagi mahasiwa untuk melakukan
kegiatan belajar tertentu.
Efektivitas penggunaan media pembelajaran berbasis komputer pada mata
pelajaran produktif program keahlian administrasi perkantoran SMK Sangkuriang
I Cimahi, berada pada kategori tinggi, sebesar 3,44. Dapat diartikan bahwa
Efektivitas penggunaan media pembelajaran berbasis komputer pada mata
pelajaran produktif program keahlian administrasi perkantoran SMK Sangkuriang
I Cimahi adalah tinggi. Terdapat lima indikator yang dijadikan ukuran dalam
163
variabel ini, yaitu kesesuaian materi ajar dengan kemampuan belajar siswa, dapat
meningkatkan perhatian dan konsentrasi siswa pada materi pembelajaran yang
disajikan guru, dapat meningkatkan motivasi untuk belajar, mengurangi
penggunaan waktu penyampaian materi, pembelajaran dapat lebih menyenangkan.
Hasil analisis data menunjukkan, indikator “kesesuaian materi ajar dengan
kemampuan belajar siswa” memiliki skor rata-rata tertinggi, yaitu sebesar 3,53.
Apabila dikonsultasikan dengan skala penafsiran pada tabel 3.6 tentang
Rekapitulasi Skor Kriterium, angka tersebut berada pada rentang 3,40 – 4,19
berada pada kategori tinggi. Hasil ini mengandung makna bahwa kesesuaian
materi ajar dengan kemampuan belajar siswa pada efektifitas penggunaan media
pembelajaran berbasis komputer dipersepsi baik.
Indikator “mengurangi penggunaan waktu” memiliki skor rata-rata
terendah, yaitu sebesar 3,29. Apabila dikonsultasikan dengan skala penafsiran
skor rata-rata jawaban responden, angka sebesar itu berada pada rentang 2,60 –
3,39 berada pada kategori sedang. Hal ini mengandung makna bahwa
menggurangi penggunaan waktu pada efektifitas penggunaan media pembelajaran
berbasis komputer dipersepsi cukup.
Gambaran dari masing-masing indikator pada variabel efektivitas
penggunaan media pembelajaran berbasis komputer. Uraian selengkapnya adalah
sebagai berikut:
a. Kesesuaian Materi Ajar Dengan Kemampuan Belajar Siswa
Skor rata-rata indikator “kesesuaian materi ajar dengan kemampuan
belajar siswa” yaitu, sebesar 3,53. Adapun jumlah item tertinggi indikator
164
“kesesuaian materi ajar dengan kemampuan belajar siswa”, berada pada item
nomor dua, yaitu “kejelasan tujuan pembelajaran yang dilakukan oleh guru
dengan menggunakan media pembelajaran berbasis komputer”, pada mata
pelajaran produktif”. Skor rata rata item ini berjumlah sebesar 3,56. Hal ini
menunjukkan bahwa indikator “kesesuaian materi ajar dengan kemampuan belajar
siswa”, pada media pembelajaran berbasis komputer terhadap mata pelajaran
produktif, program keahlian administrasi perkantoran di SMK Sangkuriang I
Cimahi dipersepsi baik.
Media pembelajaran berbasis komputer yang digunakan oleh guru, sebagai
alat atau perantara untuk membantu menjelaskan materi pada mata pelajaran
produktif, dirasa lebih mudah dipahami, karena media pembelajaran berbasis
komputer memiliki fasilitas audiovisual yang dapat memudahkan guru untuk
menjelaskan materi yang sulit untuk dijelaskan hanya dengan verbalisme.
Jumlah item terendah pada indikator “kesesuaian materi ajar dengan
kemampuan belajar siswa” adalah berada pada item nomor satu, yaitu
“keselarasan materi ajar terhadap kemampuan belajar siswa, dengan
menggunakan media pembelajaran berbasis komputer”. Jumlah skor rata ratanya
sebesar 3, 49. Rendahnya item ini dibandingkan dengan item nomor dua
dikarenakan kemampuan pada media pembelajaran berbasis komputer yang
digunakan oleh guru untuk dapat menyesuaikan materi ajar dengan kemampuan
siswa, kurang terealisasikan. hal ini berdampak kurang baik pada nilai akademis
siswa. sehingga kesesuaian materi ajar dengan kemampuan belajar siswa kurang
tepat sasaran dan pencapaian tujuan instruksional menjadi terhambat.
165
b. Dapat Meningkatkan Perhatian Dan Konsentrasi Siswa Pada Materi
Pembelajaran Yang Disajikan Guru
Skor rata-rata indikator “dapat meningkatkan perhatian dan konsentrasi
siswa pada materi pembelajaran yang disajikan guru”, sebesar 3,36. Adapun
jumlah item tertinggi indikator “dapat meningkatkan perhatian dan konsentrasi
siswa pada materi pembelajaran yang disajikan guru”, berada pada item nomor
tiga, yaitu “partisipasi siswa terhadap materi ajar yang disajikan oleh guru dengan
menggunakan media pembelajaran berbasis komputer terhadap mata pelajaran
produktif”. Skor rata rata item ini berjumlah sebesar 3,70. Hal ini menunjukkan
bahwa indikator “meningkatkan perhatian dan konsentrasi siswa pada materi
pembelajaran yang disajikan guru”, pada media pembelajaran berbasis komputer
terhadap mata pelajaran produktif, program keahlian administrasi perkantoran di
SMK Sangkuriang I Cimahi dipersepsi cukup.
Media sebagai sarana untuk menunjang kegiatan pembelajaran dapat
meningkatkan partisipasi siswa. Siswa yang tidak antusias menjadi antusias jika
materi yang dijelaskan oleh guru, dibantu dengan bantuan media pembelajaran
berbasis komputer. Hal ini dikarenakan media memiliki sifat distribusi, yaitu
dapat menjangkau seluruh kelas, sehingga memudahkan siswa untuk memahami
dan terangsang untuk lebih aktif pada kegiatan pembelajaran di kelas.
Jumlah item terendah pada indikator “meningkatkan perhatian dan
konsentrasi siswa pada materi pembelajaran yang disajikan guru” adalah berada
pada item nomor lima, yaitu “kemampuan media pembelajaran berbasis komputer
yang digunakan oleh guru yang memanfaatkan fasilitas audio untuk memusatkan
166
konsentrasi siswa”. Jumlah skor rata ratanya sebesar 3,25. Rendahnya item ini
dibandingkan dengan item nomor tiga, dikarenakan kemampuan fasilitas audio
pada media pembelajaran berbasis komputer, yang digunakan oleh guru untuk
dapat memusatkan perhatian dan konsentrasi siswa, kurang mendapat respon baik
dari para siswa, mengingat audio merupakan salah satu fasilitas dari komputer
yang menggunakan suara. Maka tidak heran bila hanya indra suara saja yang
dapat dioptimalkan, sedangkan rangsangan terhadap indra yang lainya tidak
dioptimalkan.
c. Dapat Meningkatkan Motivasi Untuk Belajar
Skor rata-rata indikator “dapat meningkatkan motivasi untuk belajar”,
sebesar 3,40. Adapun jumlah item tertinggi indikator “dapat meningkatkan
motivasi untuk belajar”, berada pada item nomor delapan, yaitu “kemampuan
media pembelajaran berbasis komputer yang dilakukan oleh guru untuk
menampilkan video interaktif terhadap materi ajar”. Skor rata rata item ini
berjumlah sebesar 3,54. Hal ini menunjukkan bahwa indikator “dapat
meningkatkan motivasi untuk belajar”, pada media pembelajaran berbasis
komputer terhadap mata pelajaran produktif, program keahlian administrasi
perkantoran di SMK Sangkuriang I Cimahi dipersepsi baik.
Media pembelajaran berbasis komputer, memiliki kelebihan dibandingkan
dengan media yang lainya. Hal ini dibuktikan dengan fasilitas yang ada pada
media pembelajaran berbasis komputer. Fasilitas pada media pembelajaran
berbasi komputer memiliki fasilitas yang lengkap, terdapat audio, teks, visual,
grafik dan audiovisual. Hal ini menjadikan kelebihan media pembelajaran
167
berbasis komputer dibandingkan dengan jenis media pembelajaran yang lainnya.
Salah satu fasilitas yang dimiliki oleh media pembelajaran berbasis komputer
adalah fasilitas audiovisual, yaitu dapat menampilkan peristiwa atau kejadian
dengan menggunakan video interaktif. Dalam hal ini, rangsangan indra
penglihatan dan pendengaran terangsang dengan maksimal, sehingga
pembelajaran dapat menjadi lebih interaktif dengan ditampilkanya video.
Jumlah item terendah pada indikator dapat “meningkatkan motivasi untuk
belajar” adalah berada pada item nomor enam, yaitu “kemampuan media
pembelajaran berbasis komputer yang digunakan oleh guru untuk mengendalikan
kelas, agar kelas memiliki iklim yang kondusif”. Jumlah skor rata ratanya sebesar
3,14. Rendahnya item ini dibandingkan dengan item nomor delapan, dikarenakan
kemampuan media pembelajaran berbasis komputer memiliki keterbatasan, yaitu
komputer tidak dapat menggantikan posisi seorang guru, media pada dasarnya
adalah suatu alat untuk dapat membantu seorang guru, bukan mengganti peran
guru, seperti halnya membuat lingkungan belajar menjadi kondusif. Agar
lingkungan belajar kondusif, peran guru sangat diperlukan untuk dapat menguasai
kelas, agar kelas menjadi kondusif. Dan media sebagai alat untuk membantu
lingkungan belajar menjadi lebih kondusif.
d. Dapat Mengurangi Penggunaan Waktu Penyampaian Materi
Skor rata-rata pada indikator “dapat mengurangi penggunaan waktu
penyampaian materi”, sebesar 3,29. Adapun jumlah item tertinggi indikator
“dapat mengurangi penggunaan waktu penyampaian materi”, berada pada item
nomor sembilan, yaitu “kemudahan penggunaan media pembelajaran berbasis
168
komputer yang digunakan oleh guru untuk menunjang kegiatan pembelajaran
terhadap mata pelajaran produktif”. Skor rata rata item ini berjumlah sebesar 3,46.
Hal ini menunjukkan bahwa indikator “dapat mengurangi penggunaan waktu
penyampaian materi”, pada media pembelajaran berbasis komputer terhadap mata
pelajaran produktif, program keahlian administrasi perkantoran di SMK
Sangkuriang I Cimahi dipersepsi cukup.
Pengoperasian media pembelajaran berbasis komputer cenderung lebih
cepat dan mudah untuk digunakan. Pada jaman sekarang komputer bukan
merupakan barang yang sulit untuk dicari, setiap guru di SMK Sangkuriang I
Cimahi yang mengajar, mayoritas dapat menggunakan media pembelajaran
berbasis komputer untuk digunakan pada kegiatan belajar mengajar di kelas.
Dengan mengacu pada kemudahan pengoperasian dan cepat dalam proses
penggunaannya, maka secara otomatis, media pembelajaran berbasis komputer
dapat mengurangi penggunaan waktu, sehingga pemanfaatan waktu dapat lebih
efektif dan efisien.
Jumlah item terendah pada indikator “dapat mengurangi penggunaan
waktu penyampaian materi” adalah berada pada item nomor sebelas, yaitu
“kesiapan dalam menggunakan media pembelajaran berbasis komputer sebelum
pembelajaran dimulai”. Jumlah skor rata ratanya sebesar 3, 11. Rendahnya item
ini dibandingkan dengan item nomor sembilan, dikarenakan persiapan yang belum
matang untuk mengajar, hal ini biasanya disebabkan oleh kegiatan mengajar yang
mendadak ataupun adanya materi tambahan. Bila menggunakan media
pembelajaran berbasis komputer, persiapan merupakan hal yang sangat penting
169
dan mutlak adanya. Dikarenakan bila tidak dipersiapkan terlebih dahulu, maka
akan banyak memakan waktu yang relatif lama, hal ini membuat pembelajaran
menjadi kurang efektif. Salah satu kekurangan dari pemakaian media
pembelajaran berbasis komputer adalah tidak dapat digunakan secara mendadak.
Dalam penggunaannya diperlukan waktu untuk dapat mengoperasikan media
pembelajaran berbasis komputer.
e. Pembelajaran Dapat Lebih Menyenangkan
Skor rata-rata indikator “pembelajaran dapat lebih menyenangkan”,
sebesar 3,53. Adapun jumlah item tertinggi indikator “dapat mengurangi
penggunaan waktu penyampaian materi”, berada pada item nomor sembilan yaitu
“kemampuan media pembelajaran berbasis komputer yang digunakan oleh guru
dalam menyajikan permainan yang edukatif, sehingga pembelajaran di kelas
menjadi lebih menyenangkan”. Skor rata rata item ini berjumlah sebesar 3,53. Hal
ini menunjukkan bahwa indikator “dapat mengurangi penggunaan waktu
penyampaian materi”, pada media pembelajaran berbasis komputer terhadap mata
pelajaran produktif, program keahlian administrasi perkantoran di SMK
Sangkuriang I Cimahi dipersepsi baik.
Media pembelajaran berbasis komputer dapat membuat pembelajaran
dapat lebih menyenangkan. Hal ini ditunjang dengan segenap fasilitas pada media
pembelajaran berbasis komputer yang dapat menampilkan berbagai fasilitas yang
dapat merangsang indra penglihatan dan pendengaran.
Jumlah item terendah pada indikator “dapat membuat pembelajaran dapat
lebih menyenangkan” adalah berada pada item nomor lima belas, yaitu
170
“kemahiran media pembelajaran berbasis komputer dalam menghindari
verbalisme pada kegiatan belajar mengajar di kelas”. Jumlah skor rata ratanya
sebesar 3,07. Rendahnya item ini dibandingkan dengan item nomor empat belas,
diindikasikan bahwa peran dari media pembelajaran untuk dapat menghindari
verbalisme kurang terealisasikan, namun dengan adanya media pembelajaran
berbasis komputer dapat mengurangi tindak verbalisme.
2. Motivasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Produktif Program
Keahlian Administrasi Perkantoran SMK Sangkuriang I Cimahi .
a. Pilihan Tugas
Skor rata-rata indikator “pilihan tugas” yaitu, sebesar 3,44. Adapun jumlah
item tertinggi indikator “pilihan tugas”, berada pada item nomor satu, yaitu
“Minat siswa dalam menyelesaikan tugas dalam mata pelajaran produktif”. Skor
rata rata item ini berjumlah sebesar 3,79. Hal ini menunjukkan bahwa indikator
“pilihan tugas”, pada motivasi belajar siswa terhadap mata pelajaran produktif,
program keahlian administrasi perkantoran di SMK Sangkuriang I Cimahi
dipersepsi baik.
Minat siswa terhadap penyelesaian tugas, terhadap mata pelajaran
produktif dipersepsi tinggi, mengingat tugas yang diberikan guru merupakan salah
satu cara guru, agar siswa dapat lebih memahami materi mata pelajaran produktif.
Jumlah item terendah pada indikator “pilihan tugas” adalah berada pada
item nomor empat, yaitu “Kecepatan siswa dalam menghadapi penyelesaian
pilihan tugas mata pelajaran produktif”. Jumlah skor rata ratanya sebesar 3,21.
Rendahnya item ini dibandingkan dengan item nomor satu dikarenakan siswa
171
dalam menyelesaikan tugas mata pelajaran produktif, tidak terlalu memikirkan
kecepatan, namun tugas mata pelajaran produktif dapat terselesaikan tepat waktu.
b. Usaha
Skor rata-rata indikator “usaha” yaitu, sebesar 3,54. Adapun jumlah item
tertinggi indikator “usaha”, berada pada item nomor lima, yaitu “Keberhasilan
siswa menguasai inti materi pada mata pelajaran produktif”. Skor rata rata item
ini berjumlah sebesar 3,63. Hal ini menunjukkan bahwa indikator “usaha”, pada
motivasi belajar siswa terhadap mata pelajaran produktif, program keahlian
administrasi perkantoran di SMK Sangkuriang I Cimahi dipersepsi baik.
Keberhasilan siswa untuk dapat menguasai inti materi pada mata pelajaran
produktif dikatakan tinggi, motivasi siswa untuk dapat memahami mata pelajaran
produktif tinggi, dikarenakan mata pelajaran produktif merupakan modal yang
wajib dikuasai untuk terjun di dunia kerja.
Jumlah item terendah pada indikator “usaha” adalah berada pada item
nomor tujuh, yaitu “kesulitan siswa memahami dan penguasaan materi belajar
pada mata pelajaran produktif”. Jumlah skor rata ratanya sebesar 3,00. Rendahnya
item ini dibandingkan dengan item nomor lima, dikarenakan siswa merasa sedikit
kesulitan, berkenaan dengan materi pada mata pelajaran produktif. Hal ini
diindikasikan bahwa, kesulitan ini bukan semata mata kesalahan guru dalam
mengajar dan tidak sesuai dengan tujuan instruksional, namun memang
kemampuan belajar siswa tidaklah sama, kemampuan belajar siswa bervariatif.
Terdapat siswa yang mudah memahami hanya dengan verbal, namun terdapat juga
siswa yang sulit, dan harus mengoptimalkan segala panca inderanya, seperti
172
pendengaran dan penglihatan. Hal ini dapat diatasi dengan media pembelajaran
berbasis komputer, yang memiliki fasilitas audiovisual.
c. Kegigihan
Skor rata-rata indikator “kegigihan” yaitu, sebesar 3,61. Adapun jumlah
item tertinggi indikator “kegigihan”, berada pada item nomor sembilan, yaitu
“perjuangan siswa dalam mengikuti setiap aktivitas belajar mengajar pada mata
pelajaran produktif”. Skor rata rata item ini berjumlah sebesar 3,95. Hal ini
menunjukkan bahwa indikator “kegigihan”, pada motivasi belajar siswa terhadap
mata pelajaran produktif, program keahlian administrasi perkantoran di SMK
Sangkuriang I Cimahi dipersepsi baik.
Perjuangan siswa dalam mengikuti pembelajaran dengan mata pelajaran
produktif dirasa tinggi, hal ini membuktikan bahwa perjuangan siswa untuk
memahami dan menjalani setiap kegiatan pembelajaran berkenaan dengan mata
pelajaran produktif dikatakan baik. Karena setiap mengikuti pembelajaran dengan
mata pelajaran produktif, dibutuhkan motivasi yang lebih untuk menjalani setiap
kegiatan pembelajaran. Mayoritas kegiatan pembelajaran dengan mata pelajaran
produktif dilakukan dengan praktek mandiri. Dalam hal ini perjuangan dalam
bentuk fisik, dana dan mental sangat dikerahkan untuk menyelasaikan setiap
kompetensi dasar dari mata pelajaran produktif.
Jumlah item terendah pada indikator “kegigihan” adalah berada pada item
nomor sepuluh, yaitu “penguasaan belajar praktek mandiri siswa terhadap mata
pelajaran produktif”. Jumlah skor rata ratanya sebesar 3,40. Rendahnya item ini
173
dibandingkan dengan item nomor sembilan dikarenakan siswa kurang memiliki
motivasi yang tinggi untuk dapat meguasai kegiatan belajar praktek mandiri.
d. Prestasi
Skor rata-rata indikator “prestasi” yaitu, sebesar 3,65. Adapun jumlah item
tertinggi indikator “prestasi”, berada pada item nomor enam belas, yaitu
“ketercapaian standar KKM pada mata pelajaran produktif”. Skor rata rata item
ini berjumlah sebesar 3,89. Hal ini menunjukkan bahwa indikator “prestasi”, pada
motivasi belajar siswa terhadap mata pelajaran produktif, program keahlian
administrasi perkantoran di SMK Sangkuriang I Cimahi dipersepsi baik.
Standar ketercapaian standar KKM pada mata pelajaran produktif, telah
dipenuhi oleh siswa SMK Sangkuriang I Cimahi, hal ini dapat dilihat dari nilai
akhir peserta didik, ketercapaian standar KKM untuk mata pelajaran produktif
adalah 78.
Jumlah item terendah pada indikator “prestasi” adalah berada pada item
nomor empat belas, yaitu “Kesesuaian produktifitas dengan tujuan instruksional”.
Jumlah skor rata ratanya sebesar 3,26. Rendahnya item ini dibandingkan dengan
item nomor enam belas dikarenakan siswa masih belum dapat menyesuaikan dan
mengaitkan dari tujuan belajar dengan apa yang sudah dipelajari pada mata
pelajaran produktif.
174
3. Pengaruh Penggunaan Media Pembelajaran Berbasis Komputer
Terhadap Motivasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Produktif
Program Keahliam Administrasi Perkantoran SMK Sangkuriang I
Cimahi
Permasalahan yang selanjutnya ingin dijawab adalah “Adakah pengaruh
efektivitas penggunaan media pembelajaran berbasis komputer terhadap motivasi
belajar siswa, pada mata pelajaran produktif, program keahlian administrasi
perkantoran di SMK Sangkuriang I Cimahi?
Peneliti melakukan uji statistik, setelah diketahui bahwa data penelitian
berdistribusi normal dan linier, kemudian peneliti menggunakan statistik
parametrik dalam menguji hipotesis penelitian.
Pengujian hipotesis yang dilakukan bertujuan untuk membuat suatu
kesimpulan bahwa variabel media pembelajaran berbasis komputer memiliki
pengaruh positif terhadap variabel motivasi belajar siswa, pada mata pelajaran
produktif, program keahlian administrasi perkantoran di SMK Sangkuriang I
Cimahi,
Analisis pengaruh media pembelajaran berbasis komputer terhadap
motivasi belajar siswa, dipaparkan berikut ini didasarkan pada hasil perhitungan
analisis regresi sederhana. Regresi sederhana digunakan untuk mengetahui adakah
pengaruh variabel media pembelajaran berbasis komputer secara parsial terhadap
variabel motivasi belajar siswa.
Secara parsial, perhitungan regresi sederhana antara variabel media
pembelajaran berbasis komputer terhadap variabel motivasi belajar siswa
menghasilkan persamaan regresi ) ( 769 . 0 217 , 17
ˆ
X Y + · . Persamaan tersebut
mengandung makna jika variabel media pembelajaran berbasis computer
175
meningkat, maka variabel motivasi belajar juga akan meningkat. Hasil penelitian
telah menjawab pertanyaan yang terdapat pada rumusan masalah yaitu Adakah
pengaruh efektivitas penggunaan media pembelajaran berbasis komputer terhadap
motivasi belajar siswa, pada mata pelajaran produktif, program keahlian
administrasi perkantoran di SMK Sangkuriang I Cimahi.
Perhitungan pengujian hipotesis diperoleh diperoleh F
hitung
sebesar 54,956
sedangkan F
tabel
dengan tingkat kesalahan α = 0,05 dan dk reg b/a = 1 dan dk res =
n – 2 = 55 sebesar 4,016, artinya F
hitung
> F
tabel
yaitu 54,956 > 4,016. Maka H
0
yang
menyatakan tidak terdapat pengaruh “efektivitas penggunaan media pembelajaran
berbasis komputer terhadap motivasi belajar siswa” ditolak dan tentu saja H
1
yang
menyatakan “efektivitas penggunaan media pembelajaran berbasis komputer
terhadap motivasi belajar siswa” diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa
hipotesis ” efektivitas penggunaan media pembelajaran berbasis komputer
terhadap motivasi belajar” diterima.
Kesimpulanya adalah hipotesis secara simultan “efektivitas penggunaan
media pembelajaran berbasis komputer berpengaruh terhadap motivasi belajar,
pada mata pelajaran produktif, kompetensi keahlian administrasi perkantoran, di
SMK Sangkuriang I Cimahi”. Diterima.
Hasil perhitungan data diperoleh koefisien korelasi parsial antara variabel
media pembelajaran berbasis komputer dan variabel motivasi belajar siswa
sebesar 0.707, kemudian dikonsultasikan pada Kriteria Interpretasi Koefisien
Korelasi pada tabel 4.31 untuk mengetahui derajat hubungan antara variabel
media pembelajaran berbasis komputer dan variabel motivasi belajar siswa.
176
Setelah dikonsultasikan ternyata 0.707 terletak diantara Antara 0,600 sampai
dengan 0,799 yaitu termasuk kategori “tinggi“. Jadi terdapat hubungan yang
tinggi antara variebel media pembelajaran berbasis komputer dan variabel
motivasi belajar siswa pada mata pelajaran produktif, kompetensi keahlian
administrasi perkantoran di SMK Sangkuriang I Cimahi.
Hasil perhitungan data, diperoleh nilai koefisien determinasi variebel
media pembelajaran berbasis komputer dan variabel motivasi belajar siswa
sebesar 50%. Artinya secara parsial variabel motivasi belajar siswa dipengaruhi
oleh variabel media pembelajaran berbasis komputer sebesar 50 %. Sisanya
sebesar 50% dipengaruhi oleh faktor lain. Nilai pengaruh yang besar ini membuat
efektivitas penggunaan media pembelajaran berbasis komputer ini dianggap
berpengaruh besar terhadap motivasi belajar siswa, hal tersebut sesuai dengan
hasil perhitungan regresi parsial (data terlampir) untuk mengetahui pengaruh
efektivitas media pembelajaran berbasis komputer terhadap penguasaan motivasi
belajar siswa. Data yang terlampir memberikan informasi bahwa ada pengaruh
positif dan signifikan.
Terdapat pengaruh media pembelajaran berbasis komputer terhadap
motivasi belajar siswa, hal ini sesuai dengan teori ACT (adaptive control tought)
dari Anderson. Media pembelajaran berbasis komputer merupakan bagian dari
salah satu media pembelajaran. Dalam grand teori belajar dari Robert M Gagne,
berkenaan dengan lima hasil belajar, media pembelajaran berbasis komputer
erupakan faktor eksternal dari lima hasil belajar. media pembelajaran masuk pada
ranah keterampilan motorik. Teori pendukung untuk media pembelajaran berbasis
177
komputer terhadap media pembelajaran adalah teori ACT (adaptive control
tought) dari Anderson, yang menyatakan bahwa “Media komputer berpengaruh
terhadap teori pembelajaran dan komputer bersifat kognitif (kognitif mencakup
penggunaan daya ingat, motivasi dan refleksi).”
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
Penggunaan media pembelajaran berbasis komputer, pada mata pelajaran
produktif, kompetensi keahlian administrasi perkantoran di SMK Sangkuriang I
Cimahi yang meliputi indikator (1) kesesuaian materi ajar dengan kemampuan
belajar siswa, (2) dapat meningkatkan perhatian dan konsentrasi siswa pada materi
pembelajaran yang disajikan guru, (3) dapat meningkatkan motivasi untuk
belajar, (4) mengurangi penggunaan waktu penyampaian materi, (5) pembelajaran
dapat lebih menyenangkan. Secara keseluruhan berada pada kategori baik. Hal ini
mengandung arti bahwa menurut responden, sebagian besar penggunaan media
pembelajaran berbasis komputer pada mata pelajaran produktif, kompetensi
keahlian administrasi perkantoran di SMK Sangkuriang I Cimahi telah optimal.
Motivasi belajar siswa, pada mata pelajaran produktif, kompetensi
keahlian administrasi perkantoran di SMK Sangkuriang I Cimahi yang meliputi
indikator (1) pilihan tugas, (2) usaha, (3) kegigihan, (4) prestasi. Secara
keseluruhan berada pada kategori baik. Hal ini mengandung arti bahwa menurut
responden, sebagian besar motivasi belajar siswa pada mata pelajaran produktif,
kompetensi keahlian administrasi perkantoran di SMK Sangkuriang I Cimahi
dinyatakan tinggi.
Hasil uji hipotesis, secara parsial menunjukan bahwa penggunaan media
pembelajaran berbasis komputer memiliki pengaruh yang positif dan signifikan
terhadap motivasi belajar siswa, artinya jika penggunaan media pembelajaran
178
179
berbasis komputer baik, maka motivasi belajar siswa meningkat. Hal ini
ditunjukan dari hasil korelasi parsial sebesar 0,707. Menunjukan korelasi berada
pada kategori tinggi. Pengaruh penggunaan media pembelajaran berbasis
komputer (X) terhadap variabel motivasi belajar siswa (Y) sebesar 50%.
Informasi ini memberikan keterangan bahwa pengaruh variabel penggunaan
media pembelajaran berbasis komputer (X) terhadap variabel motivasi belajar
siswa (Y) dikatakan kuat, sehingga ada pengaruh penggunaan media pembelajaran
berbasis komputer (X) terhadap motivasi belajar siswa (Y) pada mata pelajaran
produktif, kompetensi keahlian administrasi perkantoran di SMK Sangkuriang I
Cimahi.
B. Saran
Kesimpulan di atas merujuk kepada skor rata rata setiap ukuran, saran
yang dikemukakan mengacu kepada ukuran yang memiliki skor rata rata terendah
di antara dimensi yang lain untuk masing masing variabel. Berdasarkan hal
tersebut saran yang dapat dikemukakan adalah sebagai berikut:
1. Indikator yang dijadikan kajian pada variabel penggunaan media
pembelajaran berbasis komputer, indikator mengurangi penggunaan waktu
memiliki skor rata rata terendah. Pada ukuran ini responden banyak
menjawab pada pilihan 3 terhadap ukuran kesiapan dalam menggunakan
media pembelajaran berbasis komputer sebelum pembelajaran dimulai. Siswa
menilai bahwa kesiapan dalam penggunaan media pembelajaran berbasis
komputer adalah sedang, artinya kesiapan dalam menggunakan media
180
pembelajaran berbasis komputer belum optimal. Oleh karena itu penggunaan
media pembelajaran harus memerlukan suatu perencanaan yang matang
sebelum dilakukan kegiatan belajar mengajar di kelas. Salah satu kekurangan
dari media pembelajaran berbasis komputer adalah tidak dapat dioperasikan
secara spontan untuk digunakan dalam kegiatan belajar mengajar.
Pengoperasian media pembelajaran berbasis computer harus melalui proses
dalam mempersiapkan segala materi yang ingin disampaikan kepada siswa di
kelas. Untuk dapat membantu dalam mempersiapkan penggunaan media
pembelajaran berbasis komputer, sarana dan prasaran sekolah harus lebih
ditingkatkan lagi. Seperti penggunaan LCD tidak lagi harus guru yang
membawa ke kelas, namun sudah tersedia di dalam ruang kelas untuk dapat
menghemat waktu penyampaian materi di dalam kegiatan belajar mengajar.
Fasilitas komputer ataupun laptop disarankan mengikuti arus perkembangan,
sehingga dapat di gunakan dengan mobilitas yang tinggi. Perencanaan dapat
memperbaiki kebutuhan waktu yang terbuang dengan sia sia akibat
mempersiapkan segala proses untuk menggunakan media pembelajaran
berbasis komputer.
2. Indikator yang dijadikan kajian pada variabel motivasi belajar siswa,
indikator pilihan tugas memiliki skor rata rata terendah. Pada ukuran ini
responden banyak menjawab pada pilihan 3 terhadap ukuran kecepatan siswa
dalam menghadapi penyelesaian pilihan tugas mata pelajaran produktif.
Siswa menilai bahwa kecepatan siswa dalam menghadapi penyelesaian
pilihan tugas mata pelajaran produktif adalah sedang, artinya kecepatan siswa
181
dalam menghadapi penyelesaian pilihan tugas mata pelajaran produktif
cukup. Oleh karena itu tingkat motivasi siswa harus lebih ditingkatkan,
berkenaan dengan kecepatan siswa dalam menyelesaikan setiap tugas mata
pelajaran produktif. Upaya yang dapat dilakukan adalah membuat materi
pembelajaran dapat lebih mudah dipahami dengan meningkatkan penggunaan
media pembelajaran berbasis komputer. Media pembelajaran berbasis
komputer memiliki kelebihan dibandingkan dengan media lainnya, yaitu
terletak pada fasilitas yang terdapat pada media pembelajaran berbasis
komputer, diantaranya adalah fasilitas audiovisual. Fasilitas audiovisual
dapat membantu pemahaman siswa, terhadap kejadian yang bersifat abstrak,
yang sulit dijelaskan dengan verbal. Sehingga siswa dapat lebih cepat dalam
menyelesaikan setiap pilihan tugas mata pelajaran produktif.
3. Media pembelajaran berbasis komputer merupakan salah satu faktor eksternal
dari hasil belajar. Media pembelajaran berbasis komputer merupakan salah
satu faktor yang dapat meningkatkan motivasi belajar siswa. Diharapkan
dengan ditingkatkannya penggunaan media pembelajaran berbasis komputer
dapat membuat pembelajaran di kelas dapat lebih kondusif, sehingga
ketercapaian tujuan instruksional dapat tercapai dengan baik. Kesulitan siswa
dalam memahami materi mata pelajaran produktif, dapat dibantu dengan
menggunakan media pembelajaran berbasis komputer, sehingga dengan
adanya media pembelajaran berbasis komputer dapat memacu tingkat
motivasi belajar siswa.
182
4. Motivasi belajar siswa merupakan faktor internal dari hasil belajar. kadar
motivasi belajar siswa berubah ubah, tergantung kondisi dari individu
tersebut, sehingga tingkat motivasi belajar siswa harus selalu dijaga
intensitasnya agar tetap baik. Motivasi merupakan hal yang sangat penting
bagi keberhasilan siswa dalam menempuh dan menyelesaikan setiap standar
kompetensi pada satuan pendidikan. Mengingat motivasi belajar sangat
penting bagi kegiatan belajar mengajar di kelas, maka peran seorang guru
untuk dapat menjaga motivasi belajar siswa tetap terjaga. Salah satu sarana
yang dapat memotivasi siswa adalah dengan menggunakan media
pembelajaran berbasis komputer. Peran guru dituntut untuk dapat mampu dan
memanfaatkan media pembelajaran berbasis komputer pada kegiatan belajar
mengajar di kelas.

183
DAFTAR PUSTAKA
Sumber Buku:
Al Rasyid, Harun Kismantoroadji. (2005). Statistika Sosial. Bandung: Program
Pasca Sarjana UNPAD.
_______.(2004). Statistik sosial. Bandung : Program pasca Sarjana UNPAD.
Arep dan tanjung. (2004). Manajemen Motivasi. Jakarta: Gramedia.
Ariani, Niken dan Haryanrto, Dany. (2010). Pembelajaran Multimedia di Sekolah.
Jakarta: Prestasi Pustaka.
Arikunto, Suharsimi. (1993). Manajemen Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta.
_______. (1998). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Proses. Jakarta: PT
Rineka Cipta.
_______. (2002). Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: PT.
Rineka Cipta.
_______. (2006). Prosedur Penelitian. Jakarta: PT Rineka Cipta.
Arsyad, Azhar. (2011). Media Pembelajaran. Jakarta: RajaGrafindo Persada.
Departemen Pendidikan Nasional. (2003). Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi
Ketiga. Jakarta: Balai Pustaka.
Direktorat Pendidikan Menengah Kejuruan. (2008). Kurikulum 2004 Pedoman
Umum Pengembangan Silabus. Jakarta: Grafindo.
Hill, F. Winfred. (2009). Teoti Teori Pembelajaran. Bandung: Nusa Media.
Makmun, Syamsuddin Abin. (2004). Psikoogi Kependidikan. Bandung: Remaja
Rosdakarya.
McCllelland, D. C. (1961). The Achieving Society. New Jersey: Van Nostrand
Reinhold.
Mohammad. (1987). Penelitian Kependidikan Prosedur dan Strategi. Yogyakarta:
Liberty
Muhidin, Sambas A. dan Maman Abddurahman. (2006). Aplikasi Statistika dalam
Penelitian. Bandung: Pustaka Setia
184
_______. (2007). Analisis Korelasi, Regresi dan Jalur dalam Penelitian.
Bandung: Pustaka Setia.
_______. (2009). Analisis Korelasi, Regresi dan jalur dalam penelitian. Bandung:
Pustaka Setia.
Nasir, Moh. (2003). Metode Penelitian. Jakarta: Ghalia Indonesia
Ramdani, Widia. (2011). Program Bimbingan Belajar untuk Meningkatkan
Motivasi Berprestasi. Skripsi UPI: tidak diterbitkan.
Riduwan. (2011). Analisis Data Penelitian. Bandung: Alfabeta.
Rusman. (2012). Belajar dan Pembelajaran Berbasis Komputer. Bandung:
Alfabeta.
Sadiman, S. Arief. (2011). Media Pendidikan. Jakarta: RajaGrafindo Persada.
Sardiman. (2011). Interaksi Motivasi dan Belajar Mengajar. Jakarta: PT Raja
Grafindo Persada.
Schunk, H. Dale dan Pintrich, R. Paul. (2012). Motivasi dalam Pendidikan.
Jakarta: PT Indeks.
Sidi, Djati. (2001). Menuju Masyarakat Belajar. Jakarta: Paramadina dan PT
Logos Wacana Ilmu.
Singarimbun, Masri dan Sofian Effendi. (1995). Metode Penelitian Survei.
Jakarta: Pustaka LP3ES Indonesia.
Sitorus, M. (2003). Berkenalan dengan Sosiologi 1. Jakarta: Erlangga.
Slameto. (2010). Belajar & faktor faktor yang mempengaruhinya. Jakarta: Rineka
Cipta.
Somantri, A. dan Sambas A. Muhidin. (2006). Aplikasi Statistika dalam
Penelitian. Bandung: Pustaka Setia.
Sudjana. (1991). Metode Statistik. Bandung: Sinar Baru.
Sugiyono. (1996). Teknik Analisis Regresi dan korelasi bagi para peneliti
Bandung: Alfabeta.
_______. (2002). Teknik Analisis Regresi dan korelasi bagi para peneliti
Bandung: Alfabeta.
_______. (2002). Metode Penelitian Bisnis. Bandung: Alfabeta.
_______. (2004). Metode Penelitian Bisnis. Bandung: Alfabeta.
185
_______. (2006). Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif,
Kualitatif, dan R&D). Bandung: Alfabeta.
_______. (2007). Teknik Analisis Regresi dan korelasi bagi para peneliti
Bandung: Alfabeta.
_______. (2008). Teknik Analisis Regresi dan korelasi bagi para peneliti
Bandung: Alfabeta.
_______. (2008). Statistika untuk Penelitian (Cetakan ke-Lima Belas). Bandung:
Alfabeta.
_______. (2008). Metode Penelitian Administrasi dilengkapi Dengan Metode
R&D, Bandung: Alfabeta.
Surakhmad, Winarno (1998). Pengantar Penelitian Ilmiah. Bandung: Penerbit
Tarsito.
Sutopo, Hadi Ariesto.(2012). Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Pendidikan.
Yogyakarta: Graha Ilmu
Tim Dosen Pendidikan Manajemen Perkantoran FPEB (2010). Pedoman
Penulisan Karya Ilmiah. Bandung: Karya Adika Utama
Umar, Husein. (2000). Metode Riset. Edisi 1. Jakarta Gramedia.
Uno, Hamzah B. (2006). Teori Motivasi dan Pengukurannya. Jakarta: Bumi
Aksara.
_______. (2009). Mengelola Kecerdasan dalam Pembelajaran. Jakarta: Bumi
Aksara.
Wahosumidjo. (1992). Kepemimpinan dan Motivasi. Jakarta: Ghalia Indonesia.
Winkel. (2009). Psikologi Pengajaran .Yogyakarta: Media Abadi.
LAMPIRAN
SURAT PENELITIAN
PEDOMAN WAWANCARA
PEDOMAN WAWANCARA
Waktu pelaksanaan : Senin 19 November 2012
Nara sumber : Guru mata pelajaran Produktif kelas XI AP ( Evvi Trisna Martdianty)
Tempat Penelitian : SMK Sangkuriang I Cimahi
Aspek Yang Diteliti : Motivasi Belajar Siswa
NO PERTANYAAN
1
Dalam kegiatan pembelajaran di kelas, apa saja yang dapat dilakukan oleh seorang
guru untuk menilai prestasi siswa, dalam mencapai tujuan instruksional?
2
Alat ukur apa yang dapat digunakan untuk melihat kualitas siswa terhadap
ketercapaian suatu kompetensi dasar, khususnya pada mata pelajaran produktif?
3 Bagaimana cara untuk mendapatkan suatu pembelajaran yang efektif?
4
Bagaimana ciri dari siswa yang memiliki motivasi tinggi dengan siswa yang tidak
memiliki motivsi yang tinggi?
5 Bagaimana cara untuk menghindari siswa yang nilai prestasinya rendah?
6 Apa bukti empirik bila nilai akaemis siswa rendah?
PEDOMAN WAWANCARA
Waktu pelaksanaan : Senin 19 November 2012
Nara sumber : Siswa kelas XI AP (Ana Viana)
Tempat Penelitian : SMK Sangkuriang I Cimahi
Aspek Yang Diteliti : Media Pembelajaran Berbasis Komputer
NO PERTANYAAN
1
Apakah dalam kegiatan pembelajaran dikelas, fokus terhadap apa yang dibawakan
oleh seorang guru?dan apa alasnanya?
2
Dalam kegiatan pembelajaran apakah sering terjadi verbalisme (tidak adannya
partisipatif) dari siswa?apa alasannya?
3 Apakah guru sering menggunakan media pembelajaran berbasis komputer?
4
Apakah ada guru yang menggunakan media pembelajaran berbasis komputer dalam
menyampaikan materi pembelajaran?
5
Apakah ada perbedaan antara guru yang menggunakan media pembelajaran berbasis
komputer dengan guru yang tidak menggunakan media pembelajaran berbasis
komputer?
HASIL WAWANCARA
HASIL WAWANCARA
Waktu pelaksanaan : Senin 19 November 2012
Nara sumber : Guru mata pelajaran Produktif kelas XI AP ( Evvi Trisna Martdianty)
Tempat Penelitian : SMK Sangkuriang I Cimahi
Aspek Yang Diteliti : Motivasi Belajar Siswa
No Pertanyaan Jawaban
1
Dalam kegiatan pembelajaran
di kelas, apa saja yang dapat
dilakukan oleh seorang guru
untuk menilai prestasi siswa,
dalam mencapai tujuan
instruksional?
Untuk dapat mencapai suatu instruksional, seorang
guru harus dapat menciptakan suatu pembelajaran
yang efektif yang disesuaikan dengan standar
kompetensi dan kompetensi dasar, dalam
mewujudkan hal itu seorang guru memiliki cara
masing masing.diantaranya adalah dengan
menggunakan contoh soal, dan pemberian tugas. Dan
agar dapat menilai apakah siswa itu dapat mencapai
tujuan instruksional adalah dengan menggunakan
ulangan. Ulangan kerap diberikan kepada siswa untuk
memperoleh gambaran prestasi siswa selama
mengikuti kegiatan belajar mengajar disekolah.
2
Alat ukur apa yang dapat
digunakan untuk melihat
kualitas siswa terhadap
ketercapaian suatu
kompetensi dasar, khususnya
pada mata pelajaran
produktif?
Untuk dapat mengukur, apakah siswa sudah benar
benar telah mencpai suatu ketercapai memenuhi
kompetensi dasar adalah dengan menetapkan dan
menggunakan KKM, atau kriteria ketuntasan
minimum. Tingkat keberhasilan siswa dalam
mencapai suatu kompetensi dasar adalah dengan
melihat ketercapaian KKM siswa terhadap ulangan
yang diberikan oleh guru.
Dan untuk mata pelajaran produktif, di SMK
sangkuriang I Cimahi menetapkan standar KKm
dengan nilai 78, diberikan kepada kelas 2 dan untuk
mata pelajaran dasar produktif, diberikan kepada
kelas satu dengan nilai ambang batas 75.
3 Bagaimana cara untuk
mendapatkan suatu
pembelajaran yang efektif?
Untuk dapat menciptakan suatu pembelajaran yang
efektif, pertama yang hatrus dilakuakn oeh seorang
guru adalah dengan menciptakan suatu lingkungan
belajar yang kondusif. Hal ini dilakukan dengan cara
memanajemen kelas. Kemudian adalah menciptakan
suatu keaktifan dan kenyaman dikelas dengan
meningkatkan motivasi belajar siswa,dan yang
terakhir adalah dengan cara memberika reward dan
aktif menggunakan media pembelajaran.
4
Bagaimana ciri dari siswa
yang memiliki motivasi tinggi
dengan siswa yang tidak
memiliki motivsi yang tinggi?
Siswa yang memiliki motivasi yang tinggi, cenderung
untuk mendapatkan nilai yang baik, prestasi akademis
yang cemerlang dan tidak pernah lupa akan pekerjaan
rumah, sedangkan siswa yang tidak memiliki motivasi
yang tinggi, cenderung tidak bergairah dikelas dan
patisipasi dikelas rendah, maka tidak heran bila siswa
yang tidak termotivasi di kegiatan pembelajran tidak
menginginkan suatu prestasi akademis yang baik,
malahan cenderung menurun pada prestasi akademis.
5
Bagaimana cara untuk
menghindari siswa yang nilai
prestasinya rendah?
Untuk dapat mengubah nilai prestasi yang rendah,
seorang guru wajib untuk meningkatkan kembali
motivasi belajarnya, karena untuk dapat mewujudkan
hal itu tidak gampang, namun itu semua sudah
menjadi kewajiban seorang guru untuk menciptakan
kondisi tersebut agar menciptakan lulusan yang
berkualitas dengan nilai akademis siswa yang tinggi.
6
Apa bukti empirik bila nilai
akaemis siswa rendah?
Bukti empirik, bila nilai siswa rendah, dapat dilihat
pada bank nilai di bagian kurikulum, bahwa siswa
dengan nilai dibawah standar KKM belum bisa
dikatak efektif dan mencapai standar kompetensi
yanag telah ditetapkan oleh satuan pendidikan.
HASIL WAWANCARA
Waktu pelaksanaan : Senin 19 November 2012
Nara sumber : Siswa kelas XI AP (Ana Viana)
Tempat Penelitian : SMK Sangkuriang I Cimahi
Aspek Yang Diteliti : Media Pembelajaran Berbasis Komputer
No Pertanyaan Jawaban
1
Apakah dalam kegiatan
pembelajaran dikelas, fokus
terhadap apa yang dibawakan
oleh seorang guru?dan apa
alasnanya?
Fokus, namun jarang terjadi, dikarenakan
penyampaian guru yang terlalu monoton, kurang
interaktif dengan siswa, kesannya kegiatan belajar
menjadi kurang aktif.
2
Dalam kegiatan pembelajaran
apakah sering terjadi
verbalisme (tidak adannya
partisipatif) dari siswa?apa
alasannya?
Dalam kegiatan pembelajaran, tidak semua guru dapat
menciptakan suatu pembelajaran yang interaktif
sehingga dapat menimbulkan pasif siswa.
3
Apakah guru sering
menggunakan media
pembelajaran berbasis
komputer?
Didalam kegiatan pembelajaran, khususnya mata
pelajaran, jarang terjadi kegiatan belajar mengajar
menggunakan media pembelajran berbasis komputer.
4
Apakah ada guru yang
menggunakan media
pembelajaran berbasis
komputer dalam
menyampaikan materi
pembelajaran?
Ada, tapi jarang sekali. Hanya sebagian gur saja yang
menggunakan media pembelajaran berbasis komputer.
5
Apakah ada perbedaan antara
guru yang menggunakan
media pembelajaran berbasis
komputer dengan guru yang
tidak menggunakan media
pembelajaran berbasis
komputer?
Bila guru yang menggunakan media pembelajaran
berbasis komputer, lebih dapat mudah dipahami dan
lebih interaktif dan siswa juga tidak mudah untuk
ngantuk, sehingga partisipasi siswa menjadi lebih
aktif.
ANGKET DAN KISI KISI ANGKET PENELITIAN
PRA PENELITIAN
UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
FAKULTAS PENDIDIKAN EKONOMI DAN BISNIS
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MANAJEMEN PERKANTORAN
Bandung, 27 Maret 2013
Yth.
Siswa siswi kelas XI Program Keahlian Administrasi Perkantoran
Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Sangkuriang I Cimahi
Dengan hormat,
Dengan ini saya sampaikan seperangkat angket sepada siswa/siswi, diiringi
permohonan maaf karena keberadaan angket ini tentu akan menyita waktu siswa/siswi.
Namun demikian, dengan segala kerendahan hati, sudilah kiranya siswa/siswi mengisi angket
ini sesuai dengan persepsi dan pengalaman selama belajar sebagai siswa di SMK
Sangkuriang I Cimahi.
Angket ini diperlukan untuk mengumpulkan data dalam rangka penyusunan skripsi
yang berjudul ”Pengaruh Media Pembelajaran Berbasis Komputer terhadap Motivasi Belajar
siswa di SMK Sangkuriang I Cimahi”.
Pengisian angket ini tidak akan terpengaruh terhadap nama baik siswa/siswi. Oleh
karena itu mohon pertanyaan angket diisi dengan baik tanpa ada pertanyaan yang
terlewatkan. Atas bantuan yang siswa siswi berikan saya ucapkan terima kasih, semoga
kebaikan dan waktu yang telah diberikan siswa/siswi diberi imbalan yang setimpal oleh yang
Maha Kuasa.
Hormat saya
Arie Hendra Saputro
0901793
ANGKET PRA PENELITIAN
Identitas Reponden
Nama : ....................................................................................................
Jenis kelamin : Pria/Wanita
Usia :.........Tahun
Jabatan/ pekerjaan :.....................................................................................................
Jurusan/program studi :.....................................................................................................
Petunjuk pengisian angket
1. Bacalah setiap pertanyaan dengan teliti, kemudian pahami bentuk pertanyaan yang
diingikan.
2. Mohon untuk mengisi semua pertanyaan, jangan sampai terdapat pertanyaan yang
terlewatkan.
3. Berilah tanda lingkaran ( o ) sesuai jawaban saudara pada kolom jawaban yang sudah
disediakan.
Contoh pengisian angket
No Pertanyaan Alternatif Jawaban
1
Minat saya dalam
menyelesaikan tugas
pada mata pelajaran
produktif
Sangat
Minat
Sangat
Tidak
Minat
54
3
21 0
3
Variabel X
Efektifitas Penggunaan Media Pembelajaran Berbasis Komputer
No Pertanyaan Alternatif Jawaban
1
Kesesuaian materi
ajar, dengan
menggunakan media
pembelajaran
berbasis komputer
terhadap tujuan
pembelajaran
Sangat
Sesuai
Sangat
Tidak
Sesuai
2
Kemampuan guru
dalam mengaitkan
kebutuhan standar
kompetensi dengan
menggunakan media
berbasis komputer
terhadap kegiatan
pembelajaran
Sangat
Mampu
Sangat
Tidak
Mampu

keselarasan materi
ajar terhadap
kemampuan belajar
siswa, dengan
menggunakan media
pembelajaran
berbasis komputer
Sangat
Selaras
Sangat
Tidak
Selaras
4
Partisipasi siswa
terhadap materi ajar
yang disajikan oleh
guru dengan
menggunakan media
pembelajaran
berbasis komputer
pada mata pelajaran
produktif
Sangat
Partisipatif
Sangat
Tidak
Partisipatif
54 3 21 0
51 0 24
3 51 0 24
3
5 1 0 2 4 3
5
Kemampuan media
pembelajaran
berbasis komputer
dalam
menyampaikan
materi ajar yang
dilakukan oleh guru
dengan bahasa yang
komunikatif
Sangat
Mampu
Sangat
Tidak
Mampu
6
Kemampuan media
pembelajaran
berbasis komputer
yang digunakan oleh
guru yang
memanfaatkan
fasailitas audio
untuk memusatkan
konsentrasi siswa
Sangat
Mampu
Sangat
Tidak
Mampu
7
Kemampuan media
pembelajaran
berbasis komputer
yang digunakan oleh
guru untuk
mengendalikan kelas
agar kelas memiliki
iklim yang kondusif.
Sangat
Mampu
Sangat
Tidak
Mampu
8
Kemampuan media
pembelajaran
berbasis komputer
yang digunakan oleh
guru untuk menarik
pusat perhatian
siswa
Sangat
Mampu
Sangat
Tidak
Mampu
9
Kemampuan media
pembelajaran
berbasis komputer
yang dilakukan oleh
guru untuk
menampilkan video
Sangat
Mampu
Sangat
Tidak
Mampu
3 51 0 24
3 51 0 24
3 51 0 24
3 51 0 24
51 0 24 3
interaktif terhadap
materi ajar
10
Kemudahan
penggunaan media
pembelajran berbasis
komputer yang
digunakan oleh guru
untuk menunjang
kegiatan
pembelajaran
terhadap mata
pelajaran produktif
Sangat
Mudah
Sangat
Tidak
Mudah
11
Efisiensi
penggunaan media
pembelajaran
berbasis komputer
pada saat
berlangusngnya
kegiatan
pembelajaran di
kelas
Sangat
Efesien
Sangat
Tidak
Efesien
12
Kesiapan dalam
menggunakan media
pembelajaran
berbasis komputer
sebelum
pembelajaran
dimulai
Sangat
Siap
Sangat
Tidak
Siap
13
Kemampuan media
pembelajaran
berbasis komputer
yang digunakan oleh
guru untuk
berinteraksi dengan
siswa pada mata
pelajaran produktif
Sangat
Mampu
Sangat
Tidak
Mampu
3 51 0 24
3 51 0 24
3 51 0 24
3 51 0 24
14
Daya tarik fasilitas
pada komputer
(gambar, efek
animasi, audio,
audio visual) untuk
dijadikan sebagai
sarana belajar
terhadap kegiatan
pembelajaran yang
menarik.
Sangat
Menarik
Sangat
Tidak
Menarik
15
Kemampuan media
pembelajaran
berbasis komputer
yang digunakan oleh
guru dalam
menyajikan
permainan yang
edukatif sehingga
pembelajaran di
kelas menjadi lebih
menyenangkan
Sangat
Mampu
Sangat
Tidak
Mampu
16
Kemahiran media
pembelajaran
berbasis komputer
dalam menghindari
verbalisme pada
kegiatan belajar
mengajar dikelas
Sangat
Mahir
Sangat
Tidak
Mahir
3 51 0 24
3 51 0 24
3 51 0 24
Variabel Y
Motivasi Belajar
No Pertanyaan Alternatif Jawaban
1
Minat siswa dalam
menyelesaikan tugas
dalam mata
pelajaran produktif.
Sangat
Minat
Sangat
Tidak
Minat
2
Kecermatan siswa
dalam
menyelesaikan tugas
yang diberikan guru
dalam mata
pelajaran produktif
Sangat
Cermat
Sangat
Tidak
Cermat
3
Ketepatan siswa
dalam
menyelesaikan
pilihan tugas yang
diberikan guru pada
mata pelajaran
produktif
Sangat
Tepat
Sangat
Tidak
Tepat
4
Kecepatan siswa
dalam menghadapi
penyelesaian pilihan
tugas mata pelajaran
produktif
Sangat
Cepat
Sangat
Tidak
Cepat
5
Keberhasilan siswa
menguasai inti
materi pada mata
pelajaran produktif
Sangat
Berhasil
Sangat
Tidak
Berhasil
6 Kerja keras siswa
dalam mencapai
penyelesaian tugas Sangat
Kerja
Keras
Sangat
Tidak
Kerja
Keras
54 3 21 0
3 51 0 24
3 51 0 24
3 51 0 24
3 51 0 24
3 51 0 24
7
Kesulitan siswa
memahami dan
penguasaan materi
belajar pada mata
pelajaran produktif
Sangat
Kesulitan
Sangat
Tidak
Kesulitan
8
Keterserapan siswa
terhadap materi ajar
padaa mata pelajaran
produktif
Sangat
Terserap
Sangat
Tidak
Terserap
9
Perjuangan siswa
dalam mengikuti
setiap aktivitas
belajar mengajar
pada mata pelajaran
produktif
Sangat
Berjuang
Sangat
Tidak
Berjuang
10
Penguasaan belajar
praktek mandiri
siswa terhadap mata
pelajaran produktif
Sangat
Menguasai
Sangat
Tidak
Menguasai
11
Kesiapan mental
belajar siswa
menghadapi
pelajaran pada mata
pelajaran produktif
Sangat
Siap
Sangat
Tidak
Siap
12
Efektifitas siswa
terhadap kegiatan
belajar mengajar
pada mata pelajaran
produktif
Sangat
Efektif
Sangat
Tidak
Efektif
04 5 31
3 51 0 24
3 51 0 24
3 51 0 24
3 51 0 24
3 51 0 24
2
13
Kemampuan siswa
dalam menerapkan
materi ajar pada
dunia kerja
Sangat
Mampu
Sangat
Tidak
Mampu
14
Kesesuaian
produktifitas dengan
tujuan instruksional
Sangat
Sesuai
Sangat
Tidak
Sesuai
15
Pemahaman siswa
terhadap materi ajar
pada mata pelajaran
produktif
Sangat
Paham
Sangat
Tidak
Paham
16
Ketercapaian standar
KKM pada mata
pelajaran produktif
Sangat
Tercapai
Sangat
Tidak
Tercapai
3 51 0 24
3 51 0 24
3 51 0 24
3 51 0 24
KISI KISI ANGKET
VARIABEL EFEKTIFITAS PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS KOMPUTER
VARIABEL INDIKATOR UKURAN PERTANYAAN PILIHAN INTERVAL
Efektifitas
Penggunaan
Media
Pembelajaran
berbasis
komputer (X)
Kesesuaian materi
ajar dengan
kemampuan belajar
siswa
1. Tingkat kesesuaian materi,
dengan menggunakan media
pembelajaran berbasis
komputer terhadap strategi
pembelajaran yang
disesuaikan dengan
kemampuan belajar siswa.
2. Tingkat kemampuan guru
dalam mengaitkan kebutuhan
standar kompetensi dengan
menggunakan media berbasis
komputer terhadap kegiatan
pembelajaran
3. Tingkat keselarasan materi
ajar terhadap kemampuan
belajar siswa, dengan
menggunakan media
pembelajaran berbasis
komputer
1. Kesesuaian materi ajar,
dengan menggunakan
media pembelajaran
berbasis komputer
terhadap strategi
pembelajaran yang
disesuaikan dengan
kemampuan belajar siswa.
2. Kemampuan guru dalam
mengaitkan kebutuhan
standar kompetensi
dengan menggunakan
media berbasis komputer
terhadap kegiatan
pembelajaran
3. keselarasan materi ajar
terhadap kemampuan
belajar siswa, dengan
menggunakan media
pembelajaran berbasis
komputer
(5) Sangat Sesuai sampai
(0) Sangat Tidak Sesuai
(5) Sangat Mampu sampai
(0) Sangat Tidak Mampu
(5) Sangat Jelas sampai
(0) Sangat Tidak Jelas
Dapat meningkatkan
perhatian dan
konsentrasi siswa
pada materi
pembelajaran yang
disajikan guru
1. Tingkat partisipasi siswa
terhadap materi ajar yang
disajikan oleh guru dengan
menggunakan media
pembelajaran berbasis
komputer pada mata
pelajaran produktif
4. Partisipasi siswa terhadap
materi ajar yang disajikan
oleh guru dengan
menggunakan media
pembelajaran berbasis
komputer pada mata
pelajaran produktif
(5) Sangat Partisipatif sampai
(0) Sangat Tidak Partisipatif
2. Tingkat kemampuan
guru dalam menyampaikan
materi ajar dengan
menggunakan bahasa yang
komunikatif dengan bantuan
media pembelajaran berbasis
komputer.
3. Tingkat kemampuan
guru dalam memusatkan
konsentrasi siswa dengan
menggunakan ice breaking.
5. Kemampuan guru dalam
menyampaikan materi ajar
dengan menggunakan
bahasa yang komunikatif
dengan bantuan media
pembelajaran berbasis
komputer.
6. Kemampuan guru dalam
memusatkan konsentrasi
siswa dengan
menggunakan fasilitas
audio pada komputer
(5) Sangat Mampu sampai
(0) Sangat tidak Mampu
(5) Sangat Mampu sampai
(0) Sangat Tidak Mampu
Dapat
meningkatkan
motivasi untuk
belajar
1. Tingkat kemampuan
guru dalam mengendalikan
kelas dengan menggunakan
media pembelajaran berbasis
komputer, agar kelas
memiliki iklim yang
kondusif
2. Tingkat keterampilan
guru dalam menarik pusat
perhatian siswa dengan
bantuan media pembelajaran
berbasis komputer kepada
siswa pada mata pelajaran
produktif
3. Tingkat kemahiran guru
dalam menyajikan tampilan
(video interaktif) terhadap
materi ajar pada mata
pelajaran produktif
7. Kemampuan guru dalam
mengendalikan kelas
dengan menggunakan
media pembelajaran
berbasis komputer, agar
kelas memiliki iklim yang
kondusif
8. Keterampilan guru dalam
menarik pusat perhatian
siswa dengan bantuan
media pembelajaran
berbasis komputer kepada
siswa pada mata pelajaran
produktif
9. Kemahiran guru dalam
menyajikan tampilan
(video interaktif) terhadap
materi ajar pada mata
pelajaran produktif
(5) Sangat Mampu sampai
(0) Sangat Tidak Mampu
(5) Sangat Terampil sampai
(0) Sangat Tidak Terampil
(5) Sangat Mahir sampai
(0) Sangat Tidak Mahir
Dapat Mengurangi
penggunaan waktu
penyampaian materi
1. Tingkat keterampilan
guru dalam memilih media
pembelajaran yang tepat
terhadap kegiatan
pembelajaran yang akan
dilaksanakan
2. Tingkat efisiensi
penggunaan media
pembelajaran berbasis
komputer pada saat
berlangusngnya kegiatan
pembelajaran di kelas
3. Tingkat kesiapan dalam
menggunakan media
pembelajaran berbasis
komputer sebelum
pembelajaran dimulai
10. Keterampilan guru dalam
memilih media
pembelajaran yang tepat
terhadap kegiatan
pembelajaran yang akan
dilaksanakan
11. Efisiensi penggunaan
media pembelajaran
berbasis komputer pada
saat berlangusngnya
kegiatan pembelajaran di
kelas
12. Kesiapan dalam
menggunakan media
pembelajaran berbasis
komputer sebelum
pembelajaran dimulai
(5) Sangat Terampil sampai
(0) Sangat Tidak Terampil
(5) Sangat Efisien sampai
(0) Sangat Tidak Efisien
(5) Sangat Siap sampai
(0) Sangat Tidak Siap
Dapat membuat
pembelajaran lebih
menyenangkan
5. Tingkat kemampuan guru
dalam berinteraksi dengan
siswa dengan menggunakan
media pembelajaran berbasis
komputer terhadap kegiatan
pembelajaran pada mata
pelajaran produktif
6. Tingkat daya tarik fasilitas
pada komputer (gambar, efek
animasi, audio, audio visual)
untuk dijadikan sebagai
13. Kemampuan guru dalam
berinteraksi dengan siswa
dengan menggunakan
media pembelajaran
berbasis komputer
terhadap kegiatan
pembelajaran pada mata
pelajaran produktif
14. Daya tarik fasilitas pada
komputer (gambar, efek
(5) sangat Mampu sampai
(0) sangat tidak Mampu
(5) Sangat Tertarik sampai
(0) Sangat Tidak Tertarik
sarana belajar terhadap
kegiatan pembelajaran yang
menarik.
7. Tingkat kemampuan guru
dalam menyajikan permainan
yang edukatif dengan
menggunakan media
pembelajaran berbasis
komputer sehingga
pembelajaran dikelas menjadi
lebih menyenangkan
8. Tingkat keterampilan guru
dalam menghindari
verbalisme dengan bantuan
media pembelajaran berbasis
komputer pada kegiatan
belajar mengajar dikelas
animasi, audio, audio
visual) untuk dijadikan
sebagai sarana belajar
terhadap kegiatan
pembelajaran yang
menarik.
15. Kemampuan guru dalam
menyajikan permainan
yang edukatif dengan
menggunakan media
pembelajaran berbasis
komputer sehingga
pembelajaran dikelas
menjadi lebih
menyenangkan
16. Keterampilan guru dalam
menghindari verbalisme
dengan bantuan media
pembelajaran berbasis
komputer pada kegiatan
belajar mengajar dikelas
(5) Sangat Mampu sampai
(0) Sangat Tidak Mampu
(5) Sangat Terampil sampai
(0) Sangat Tidak Terampil
KISI KISI ANGKET
VARIABEL MOTIVASI BELAJAR
VARIABEL INDIKATOR UKURAN PERTANYAAN PILIHAN INTERVAL
Motivasi
Belajar
Pilihan Tugas 5. Tingkat minat siswa
dalam menyelesaikan tugas
dalam mata pelajaran
produktif.
6. Tingkat kecermatan
siswa dalam menyelesaikan
tugas yang diberikan guru
dalam mata pelajaran
produktif
7. Tingkat ketepatan siswa
dalam menyelesaikan pilihan
tugas yang diberikan guru
pada mata pelajaran
produktif
8. Tingkat kecepatan siswa
dalam menghadapi
penyelesaian pilihan tugas
tersebut.
1. Minat siswa dalam
menyelesaikan tugas
dalam mata pelajaran
produktif.
2. Kecermatan siswa dalam
menyelesaikan tugas yang
diberikan guru dalam mata
pelajaran produktif
3. Ketepatan siswa dalam
menyelesaikan pilihan
tugas yang diberikan guru
pada mata pelajaran
produktif
4. Kecepatan siswa dalam
menghadapi penyelesaian
pilihan tugas tersebut.
(5) Sangat Minat sampai
(0) Sangat Tidak Minat
(5) Sangat Cermat sampai
(0) Sangat Tidak Cermat
(5) Sangat Tepat sampai
(0) Sangat Tidak Tepat
(5) Sangat Cepat sampai
(0) Sangat Tidak Cepat
Usaha 5. Tingkat keberhasilan
siswa terhadap kegiatan
belajar mengajar pada mata
pelajaran produktif
6. Tingkat kerja keras siswa
dalam mencapai
penyelesaian tugas
7. Tingkat kesulitan siswa
memahami dan penguasaan
materi belajar pada mata
pelajaran produktif
8. Tingkat keterserapan
siswa terhadap materi ajar
padaa mata pelajaran
produktif
9. Keberhasilan siswa
terhadap kegiatan belajar
mengajar pada mata
pelajaran produktif
10. Kerja keras siswa dalam
mencapai penyelesaian
tugas
11. Kesulitan siswa
memahami dan
penguasaan materi belajar
pada mata pelajaran
produktif
12. Keterampilan guru dalam
menarik pusat perhatian
siswa dengan bantuan
media pembelajaran
berbasis komputer kepada
siswa pada mata pelajaran
produktif
(5) Sangat Berhasil sampai
(0) Sangat Tidak Berhasil
(5) Sangat Kerja Keras sampai
(0) Sangat Tidak Kerja Keras
(5) Sangat Kesulitan sampai
(0) Sangat Tidak Kesulitan
(5) Sangat Terampil sampai
(0) Sangat Tidak Terampil
Kegigihan 5. Tingkat perjuangan siswa
dalam mengikuti setiap
aktivitas belajar mengajar
pada mata pelajaran
produktif
6. Tingkat kesulitan belajar
siswa terhadap mata
pelajaran produktif
7. Tingkat kesiapan mental
belajar siswa menghadapi
pelajaran pada mata pelajaran
produktif
8. Tingkat efektifitas siswa
terhadap kegiatan belajar
mengajar pada mata
pelajaran produktif
13. Perjuangan siswa dalam
mengikuti setiap aktivitas
belajar mengajar pada
mata pelajaran produktif
14. Penguasaan belajar siswa
terhadap mata pelajaran
produktif
15. Kesiapan mental belajar
siswa menghadapi
pelajaran pada mata
pelajaran produktif
16. Efektifitas siswa terhadap
kegiatan belajar mengajar
pada mata pelajaran
produktif
(5) Sangat Berjuang sampai
(0)Sangat Tidak Berjuang
(5) Sangat Menguasai sampai
(0)Sangat Tidak Menguasai
(5) Sangat Siap sampai
(0)Sangat Tidak Siap
(5) Sangat Efektif sampai
(0)Sangat Tidak Efektif
Prestasi 5. Tingkat kemampuan siswa
dalam menerapkan materi
ajar pada dunia kerja
6. Tingkat kesesuaian
produktifitas dengan tujuan
instruksional
7. Tingkat pemahaman siswa
terhadap materi ajar pada
mata pelajaran produktif
8. Tingkat ketercapaian standar
KKM pada mata pelajaran
produktif
17. Kemampuan siswa dalam
menerapkan materi ajar
pada dunia kerja
18. Kesesuaian produktifitas
dengan tujuan
instruksional
19. Pemahaman siswa
terhadap materi ajar pada
mata pelajaran produktif
20. Ketercapaian standar
KKM pada mata pelajaran
produktif
(5) Sangat Mampu sampai
(0)Sangat Tidak Mampu
(5) Sangat Sesuai sampai
(0)Sangat Tidak Sesuai
(5) Sangat Paham sampai
(0)Sangat Tidak Paham
(5) Sangat Tercapai sampai
(0)Sangat Tidak Tercapai
ANGKET DAN KISI KISI ANGKET
PENELITIAN
UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
FAKULTAS PENDIDIKAN EKONOMI DAN BISNIS
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MANAJEMEN PERKANTORAN
Bandung, 27 Maret 2013
Yth.
Siswa siswi kelas XI Program Keahlian Administrasi Perkantoran
Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Sangkuriang I Cimahi
Dengan hormat,
Dengan ini saya sampaikan seperangkat angket sepada siswa/siswi, diiringi
permohonan maaf karena keberadaan angket ini tentu akan menyita waktu siswa/siswi.
Namun demikian, dengan segala kerendahan hati, sudilah kiranya siswa/siswi mengisi angket
ini sesuai dengan persepsi dan pengalaman selama belajar sebagai siswa di SMK
Sangkuriang I Cimahi.
Angket ini diperlukan untuk mengumpulkan data dalam rangka penyusunan skripsi
yang berjudul ”Pengaruh Media Pembelajaran Berbasis Komputer terhadap Motivasi Belajar
siswa di SMK Sangkuriang I Cimahi”.
Pengisian angket ini tidak akan terpengaruh terhadap nama baik siswa/siswi. Oleh
karena itu mohon pertanyaan angket diisi dengan baik tanpa ada pertanyaan yang
terlewatkan. Atas bantuan yang siswa siswi berikan saya ucapkan terima kasih, semoga
kebaikan dan waktu yang telah diberikan siswa/siswi diberi imbalan yang setimpal oleh yang
Maha Kuasa.
Hormat saya
Arie Hendra Saputro
0901793
ANGKET PENELITIAN
Identitas Reponden
Nama : ....................................................................................................
Jenis kelamin : Pria/Wanita
Usia :.........Tahun
Jabatan/ pekerjaan :.....................................................................................................
Jurusan/program studi :.....................................................................................................
Petunjuk pengisian angket
1. Bacalah setiap pertanyaan dengan teliti, kemudian pahami bentuk pertanyaan yang
diingikan.
2. Mohon untuk mengisi semua pertanyaan, jangan sampai terdapat pertanyaan yang
terlewatkan.
3. Berilah tanda lingkaran ( o ) sesuai jawaban saudara pada kolom jawaban yang sudah
disediakan.
Contoh pengisian angket
No Pertanyaan Alternatif Jawaban
1
Minat saya dalam
menyelesaikan tugas
pada mata pelajaran
produktif
Sangat
Minat
Sangat
Tidak
Minat
54
3
21 0
3
Variabel X
Efektifitas Penggunaan Media Pembelajaran Berbasis Komputer
No Pertanyaan Alternatif Jawaban
1
Kesesuaian materi
ajar, dengan
menggunakan media
pembelajaran
berbasis komputer
terhadap tujuan
pembelajaran
Sangat
Sesuai
Sangat
Tidak
Sesuai
2
keselarasan materi
ajar terhadap
kemampuan belajar
siswa, dengan
menggunakan media
pembelajaran
berbasis komputer
Sangat
Selaras
Sangat
Tidak
Selaras
3
Partisipasi siswa
terhadap materi ajar
yang disajikan oleh
guru dengan
menggunakan media
pembelajaran
berbasis komputer
pada mata pelajaran
produktif
Sangat
Partisipatif
Sangat
Tidak
Partisipatif
4
Kemampuan media
pembelajaran
berbasis komputer
dalam
menyampaikan
materi ajar yang
dilakukan oleh guru
dengan bahasa yang
komunikatif
Sangat
Mampu
Sangat
Tidak
Mampu
54 3 21 0
51 0 24
3 51 0 24
3 51 0 24
3
5
Kemampuan media
pembelajaran
berbasis komputer
yang digunakan oleh
guru yang
memanfaatkan
fasailitas audio
untuk memusatkan
konsentrasi siswa
Sangat
Mampu
Sangat
Tidak
Mampu
6
Kemampuan media
pembelajaran
berbasis komputer
yang digunakan oleh
guru untuk
mengendalikan kelas
agar kelas memiliki
iklim yang kondusif.
Sangat
Mampu
Sangat
Tidak
Mampu
7
Kemampuan media
pembelajaran
berbasis komputer
yang digunakan oleh
guru untuk menarik
pusat perhatian
siswa
Sangat
Mampu
Sangat
Tidak
Mampu
8
Kemampuan media
pembelajaran
berbasis komputer
yang dilakukan oleh
guru untuk
menampilkan video
interaktif terhadap
materi ajar
Sangat
Mampu
Sangat
Tidak
Mampu
9
Kemudahan
penggunaan media
pembelajran berbasis
komputer yang
digunakan oleh guru
untuk menunjang
Sangat
Mudah
Sangat
Tidak
Mudah
3 51 0 24
3 51 0 24
3 51 0 24
51 0 24
3 51 0 24
3
kegiatan
pembelajaran
terhadap mata
pelajaran produktif
10
Efisiensi
penggunaan media
pembelajaran
berbasis komputer
pada saat
berlangusngnya
kegiatan
pembelajaran di
kelas
Sangat
Efesien
Sangat
Tidak
Efesien
11
Kesiapan dalam
menggunakan media
pembelajaran
berbasis komputer
sebelum
pembelajaran
dimulai
Sangat
Siap
Sangat
Tidak
Siap
12
Kemampuan media
pembelajaran
berbasis komputer
yang digunakan oleh
guru untuk
berinteraksi dengan
siswa pada mata
pelajaran produktif
Sangat
Mampu
Sangat
Tidak
Mampu
13
Daya tarik fasilitas
pada komputer
(gambar, efek
animasi, audio,
audio visual) untuk
dijadikan sebagai
sarana belajar
terhadap kegiatan
pembelajaran yang
menarik.
Sangat
Menarik
Sangat
Tidak
Menarik
3 51 0 24
3 51 0 24
3 51 0 24
3 51 0 24
14
Kemampuan media
pembelajaran
berbasis komputer
yang digunakan oleh
guru dalam
menyajikan
permainan yang
edukatif sehingga
pembelajaran di
kelas menjadi lebih
menyenangkan
Sangat
Mampu
Sangat
Tidak
Mampu
15
Kemahiran media
pembelajaran
berbasis komputer
dalam menghindari
verbalisme pada
kegiatan belajar
mengajar dikelas
Sangat
Mahir
Sangat
Tidak
Mahir
3 51 0 24
3 51 0 24
Variabel Y
Motivasi Belajar
No Pertanyaan Alternatif Jawaban
1
Minat siswa dalam
menyelesaikan tugas
dalam mata
pelajaran produktif.
Sangat
Minat
Sangat
Tidak
Minat
2
Kecermatan siswa
dalam
menyelesaikan tugas
yang diberikan guru
dalam mata
pelajaran produktif
Sangat
Cermat
Sangat
Tidak
Cermat
3
Ketepatan siswa
dalam
menyelesaikan
pilihan tugas yang
diberikan guru pada
mata pelajaran
produktif
Sangat
Tepat
Sangat
Tidak
Tepat
4
Kecepatan siswa
dalam menghadapi
penyelesaian pilihan
tugas mata pelajaran
produktif
Sangat
Cepat
Sangat
Tidak
Cepat
5
Keberhasilan siswa
menguasai inti
materi pada mata
pelajaran produktif
Sangat
Berhasil
Sangat
Tidak
Berhasil
6 Kerja keras siswa
dalam mencapai
penyelesaian tugas Sangat
Kerja
Keras
Sangat
Tidak
Kerja
Keras
54 3 21 0
3 51 0 24
3 51 0 24
3 51 0 24
3 51 0 24
3 51 0 24
7
Kesulitan siswa
memahami dan
penguasaan materi
belajar pada mata
pelajaran produktif
Sangat
Kesulitan
Sangat
Tidak
Kesulitan
8
Keterserapan siswa
terhadap materi ajar
padaa mata pelajaran
produktif
Sangat
Terserap
Sangat
Tidak
Terserap
9
Perjuangan siswa
dalam mengikuti
setiap aktivitas
belajar mengajar
pada mata pelajaran
produktif
Sangat
Berjuang
Sangat
Tidak
Berjuang
10
Penguasaan belajar
praktek mandiri
siswa terhadap mata
pelajaran produktif
Sangat
Menguasai
Sangat
Tidak
Menguasai
11
Kesiapan mental
belajar siswa
menghadapi
pelajaran pada mata
pelajaran produktif
Sangat
Siap
Sangat
Tidak
Siap
12
Efektifitas siswa
terhadap kegiatan
belajar mengajar
pada mata pelajaran
produktif
Sangat
Efektif
Sangat
Tidak
Efektif
04 5 31
3 51 0 24
3 51 0 24
3 51 0 24
3 51 0 24
3 51 0 24
2
13
Kemampuan siswa
dalam menerapkan
materi ajar pada
dunia kerja
Sangat
Mampu
Sangat
Tidak
Mampu
14
Kesesuaian
produktifitas dengan
tujuan instruksional
Sangat
Sesuai
Sangat
Tidak
Sesuai
15
Pemahaman siswa
terhadap materi ajar
pada mata pelajaran
produktif
Sangat
Paham
Sangat
Tidak
Paham
16
Ketercapaian standar
KKM pada mata
pelajaran produktif
Sangat
Tercapai
Sangat
Tidak
Tercapai
3 51 0 24
3 51 0 24
3 51 0 24
3 51 0 24
KISI KISI ANGKET
VARIABEL EFEKTIFITAS PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS KOMPUTER
VARIABEL INDIKATOR UKURAN PERTANYAAN PILIHAN INTERVAL
Efektifitas
Penggunaan
Media
Pembelajaran
berbasis
komputer (X)
Kesesuaian materi
ajar dengan
kemampuan belajar
siswa
1. Tingkat kesesuaian materi,
dengan menggunakan media
pembelajaran berbasis
komputer terhadap strategi
pembelajaran yang
disesuaikan dengan
kemampuan belajar siswa.
2. Tingkat keselarasan materi
ajar terhadap kemampuan
belajar siswa, dengan
menggunakan media
pembelajaran berbasis
komputer
1. Kesesuaian materi ajar,
dengan menggunakan
media pembelajaran
berbasis komputer
terhadap strategi
pembelajaran yang
disesuaikan dengan
kemampuan belajar siswa.
2. keselarasan materi ajar
terhadap kemampuan
belajar siswa, dengan
menggunakan media
pembelajaran berbasis
komputer
(5) Sangat Sesuai sampai
(0) Sangat Tidak Sesuai
(5) Sangat Mampu sampai
(0) Sangat Tidak Mampu
Dapat meningkatkan
perhatian dan
konsentrasi siswa
pada materi
pembelajaran yang
disajikan guru
3. Tingkat partisipasi siswa
terhadap materi ajar yang
disajikan oleh guru dengan
menggunakan media
pembelajaran berbasis
komputer pada mata
pelajaran produktif
3. Partisipasi siswa terhadap
materi ajar yang disajikan
oleh guru dengan
menggunakan media
pembelajaran berbasis
komputer pada mata
pelajaran produktif
(5) Sangat Partisipatif sampai
(0) Sangat Tidak Partisipatif
4. Tingkat kemampuan guru
dalam menyampaikan materi
ajar dengan menggunakan
bahasa yang komunikatif
dengan bantuan media
pembelajaran berbasis
komputer.
5. Tingkat kemampuan guru
dalam memusatkan
konsentrasi siswa dengan
menggunakan ice breaking.
4. Kemampuan guru dalam
menyampaikan materi ajar
dengan menggunakan
bahasa yang komunikatif
dengan bantuan media
pembelajaran berbasis
komputer.
5. Kemampuan guru dalam
memusatkan konsentrasi
siswa dengan
menggunakan fasilitas
audio pada komputer
(5) Sangat Mampu sampai
(0) Sangat tidak Mampu
(5) Sangat Mampu sampai
(0) Sangat Tidak Mampu
Dapat
meningkatkan
motivasi untuk
belajar
6. Tingkat kemampuan guru
dalam mengendalikan kelas
dengan menggunakan media
pembelajaran berbasis
komputer, agar kelas
memiliki iklim yang kondusif
7. Tingkat keterampilan guru
dalam menarik pusat
perhatian siswa dengan
bantuan media pembelajaran
berbasis komputer kepada
siswa pada mata pelajaran
produktif
8. Tingkat kemahiran guru
dalam menyajikan tampilan
(video interaktif) terhadap
materi ajar pada mata
pelajaran produktif
6. Kemampuan guru dalam
mengendalikan kelas
dengan menggunakan
media pembelajaran
berbasis komputer, agar
kelas memiliki iklim yang
kondusif
7. Keterampilan guru dalam
menarik pusat perhatian
siswa dengan bantuan
media pembelajaran
berbasis komputer kepada
siswa pada mata pelajaran
produktif
8. Kemahiran guru dalam
menyajikan tampilan
(video interaktif) terhadap
materi ajar pada mata
pelajaran produktif
(5) Sangat Mampu sampai
(0) Sangat Tidak Mampu
(5) Sangat Terampil sampai
(0) Sangat Tidak Terampil
(5) Sangat Mahir sampai
(0) Sangat Tidak Mahir
Dapat Mengurangi
penggunaan waktu
penyampaian materi
9. Tingkat keterampilan guru
dalam memilih media
pembelajaran yang tepat
terhadap kegiatan
pembelajaran yang akan
dilaksanakan
10. Tingkat efisiensi penggunaan
media pembelajaran berbasis
komputer pada saat
berlangusngnya kegiatan
pembelajaran di kelas
11. Tingkat kesiapan dalam
menggunakan media
pembelajaran berbasis
komputer sebelum
pembelajaran dimulai
9. Keterampilan guru dalam
memilih media
pembelajaran yang tepat
terhadap kegiatan
pembelajaran yang akan
dilaksanakan
10. Efisiensi penggunaan
media pembelajaran
berbasis komputer pada
saat berlangusngnya
kegiatan pembelajaran di
kelas
11. Kesiapan dalam
menggunakan media
pembelajaran berbasis
komputer sebelum
pembelajaran dimulai
(5) Sangat Terampil sampai
(0) Sangat Tidak Terampil
(5) Sangat Efisien sampai
(0) Sangat Tidak Efisien
(5) Sangat Siap sampai
(0) Sangat Tidak Siap
Dapat membuat
pembelajaran lebih
menyenangkan
12. Tingkat kemampuan guru
dalam berinteraksi dengan
siswa dengan menggunakan
media pembelajaran berbasis
komputer terhadap kegiatan
pembelajaran pada mata
pelajaran produktif
13. Tingkat daya tarik fasilitas
pada komputer (gambar, efek
animasi, audio, audio visual)
untuk dijadikan sebagai
12. Kemampuan guru dalam
berinteraksi dengan siswa
dengan menggunakan
media pembelajaran
berbasis komputer
terhadap kegiatan
pembelajaran pada mata
pelajaran produktif
13. Daya tarik fasilitas pada
komputer (gambar, efek
animasi, audio, audio
(5) sangat Mampu sampai
(0) sangat tidak Mampu
(5) Sangat Tertarik sampai
(0) Sangat Tidak Tertarik
sarana belajar terhadap
kegiatan pembelajaran yang
menarik.
14. Tingkat kemampuan guru
dalam menyajikan permainan
yang edukatif dengan
menggunakan media
pembelajaran berbasis
komputer sehingga
pembelajaran dikelas menjadi
lebih menyenangkan
15. Tingkat keterampilan guru
dalam menghindari
verbalisme dengan bantuan
media pembelajaran berbasis
komputer pada kegiatan
belajar mengajar dikelas
visual) untuk dijadikan
sebagai sarana belajar
terhadap kegiatan
pembelajaran yang
menarik.
14. Kemampuan guru dalam
menyajikan permainan
yang edukatif dengan
menggunakan media
pembelajaran berbasis
komputer sehingga
pembelajaran dikelas
menjadi lebih
menyenangkan
15. Keterampilan guru dalam
menghindari verbalisme
dengan bantuan media
pembelajaran berbasis
komputer pada kegiatan
belajar mengajar dikelas
(5) Sangat Mampu sampai
(0) Sangat Tidak Mampu
(5) Sangat Terampil sampai
(0) Sangat Tidak Terampil
KISI KISI ANGKET
VARIABEL MOTIVASI BELAJAR
VARIABEL INDIKATOR UKURAN PERTANYAAN PILIHAN INTERVAL
Motivasi
Belajar
Pilihan Tugas 1. Tingkat minat siswa dalam
menyelesaikan tugas dalam
mata pelajaran produktif.
2. Tingkat kecermatan siswa
dalam menyelesaikan tugas
yang diberikan guru dalam
mata pelajaran produktif
3. Tingkat ketepatan siswa
dalam menyelesaikan pilihan
tugas yang diberikan guru
pada mata pelajaran
produktif
4. Tingkat kecepatan siswa
dalam menghadapi
penyelesaian pilihan tugas
tersebut.
1. Minat siswa dalam
menyelesaikan tugas
dalam mata pelajaran
produktif.
2. Kecermatan siswa dalam
menyelesaikan tugas yang
diberikan guru dalam mata
pelajaran produktif
3. Ketepatan siswa dalam
menyelesaikan pilihan
tugas yang diberikan guru
pada mata pelajaran
produktif
4. Kecepatan siswa dalam
menghadapi penyelesaian
pilihan tugas tersebut.
(5) Sangat Minat sampai
(0) Sangat Tidak Minat
(5) Sangat Cermat sampai
(0) Sangat Tidak Cermat
(5) Sangat Tepat sampai
(0) Sangat Tidak Tepat
(5) Sangat Cepat sampai
(0) Sangat Tidak Cepat
Usaha 5. Tingkat keberhasilan siswa
terhadap kegiatan belajar
mengajar pada mata
pelajaran produktif
6. Tingkat kerja keras siswa
dalam mencapai
penyelesaian tugas
7. Tingkat kesulitan siswa
memahami dan penguasaan
materi belajar pada mata
pelajaran produktif
8. Tingkat keterserapan siswa
terhadap materi ajar padaa
mata pelajaran produktif
5. Keberhasilan siswa
terhadap kegiatan belajar
mengajar pada mata
pelajaran produktif
6. Kerja keras siswa dalam
mencapai penyelesaian
tugas
7. Kesulitan siswa
memahami dan
penguasaan materi belajar
pada mata pelajaran
produktif
8. Keterampilan guru dalam
menarik pusat perhatian
siswa dengan bantuan
media pembelajaran
berbasis komputer kepada
siswa pada mata pelajaran
produktif
(5) Sangat Berhasil sampai
(0) Sangat Tidak Berhasil
(5) Sangat Kerja Keras sampai
(0) Sangat Tidak Kerja Keras
(5) Sangat Kesulitan sampai
(0) Sangat Tidak Kesulitan
(5) Sangat Terampil sampai
(0) Sangat Tidak Terampil
Kegigihan 9. Tingkat perjuangan siswa
dalam mengikuti setiap
aktivitas belajar mengajar
pada mata pelajaran
produktif
10. Tingkat kesulitan belajar
siswa terhadap mata
pelajaran produktif
11. Tingkat kesiapan mental
belajar siswa menghadapi
pelajaran pada mata pelajaran
produktif
12. Tingkat efektifitas siswa
terhadap kegiatan belajar
mengajar pada mata
pelajaran produktif
9. Perjuangan siswa dalam
mengikuti setiap aktivitas
belajar mengajar pada
mata pelajaran produktif
10. Penguasaan belajar siswa
terhadap mata pelajaran
produktif
11. Kesiapan mental belajar
siswa menghadapi
pelajaran pada mata
pelajaran produktif
12. Efektifitas siswa terhadap
kegiatan belajar mengajar
pada mata pelajaran
produktif
(5) Sangat Berjuang sampai
(0)Sangat Tidak Berjuang
(5) Sangat Menguasai sampai
(0)Sangat Tidak Menguasai
(5) Sangat Siap sampai
(0)Sangat Tidak Siap
(5) Sangat Efektif sampai
(0)Sangat Tidak Efektif
Prestasi 13. Tingkat kemampuan siswa
dalam menerapkan materi
ajar pada dunia kerja
14. Tingkat kesesuaian
produktifitas dengan tujuan
instruksional
15. Tingkat pemahaman siswa
terhadap materi ajar pada
mata pelajaran produktif
16. Tingkat ketercapaian standar
KKM pada mata pelajaran
produktif
13. Kemampuan siswa dalam
menerapkan materi ajar
pada dunia kerja
14. Kesesuaian produktifitas
dengan tujuan
instruksional
15. Pemahaman siswa
terhadap materi ajar pada
mata pelajaran produktif
16. Ketercapaian standar
KKM pada mata pelajaran
produktif
(5) Sangat Mampu sampai
(0)Sangat Tidak Mampu
(5) Sangat Sesuai sampai
(0)Sangat Tidak Sesuai
(5) Sangat Paham sampai
(0)Sangat Tidak Paham
(5) Sangat Tercapai sampai
(0)Sangat Tidak Tercapai
PERHITUNGAN STATISTIK
MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS KOMPUTER TERHADAP
MOTIVASI BELAJAR SISWA
UJI VARIABEL MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS KOMPUTER (X)
UJI VARIABEL MOTIVASI BELAJAR SISWA (Y)
UJI VALIDITAS MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS KOMPUTER
(X) DAN MOTIVASI BELAJAR (Y)
UJI REABILITAS MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS KOMPUTER
(X) DAN MOTIVASI BELAJAR (Y)
DATA VARIABEL MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS
KOMPUTER (X)
DATA VARIABEL MOTIVASI BELAJAR (Y)
INTERVAL MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS KOMPUTER (X)
INTERVAL VARIABEL MOTIVASI BELAJAR (Y)
VALIDITAS MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS KOMPUTER (X)
VALIDITAS VARIABEL MOTIVASI BELAJAR SISWA (Y)
VALIDITAS VARIABEL MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS
KOMPUTER (X) DAN VARIABEL MOTIVASI BELAJAR SISWA(Y)
REABILITAS MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS KOMPUTER (X)
DAN MOTIVASI BELAJAR SISWA (Y)
NORMALITAS VARIABEL MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS
KOMPUTER (X)
NORMALITAS VARIABEL MOTIVASI BELAJAR SISWA (Y)
HOMOGENITAS VARIABEL MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS
KOMPUTER (X)
HOMOGENITAS VARIABEL MOTIVASI BELAJAR SISWA (Y)
LINEARITAS DAN REGRESI MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS
KOMPUTER (X) TERHADAP MOTIVASI ELAJAR SISWA (Y)
USULAN PENGAJUAN JUDUL PENELITIAN
HASIL PENELAHAAN USULAN PENGAJUAN JUDUL SKRIPSI
SURAT KETERANGAN PENENTUAN JALUR PENYELESAIAN
AKHIR STUDI
SURAT PERMOHONAN PENJALURAN PENYELESAIAN STUDI
SURAT KEPUTUSAN PENGANGKATAN PEMBIMBING
PENYUSUNAN PROPOSAL USULAN PENELITIAN DAN SKRIPSI
LEMBAR BIMBINGAN
RIWAYAT HIDUP
RIWAYAT HIDUP
Riwayat Penulis
Nama : Arie Hendra Saputro
Tempat, Tanggal Lahir : Bandung, 21 Pebruari 1992
Agama : Islam
Kewarganegaraan : Indonesia
Jenis Kelamin : Pria
Golongan Darah : A
Alamat : Komp. Permata Biru Blok AR 19.
E-Mail : Ariehendrasaputro@yahoo.co.id
Riwayat Pendidikan
No. Jenjang Pendidikan Tahun
1. SDN Ciporeat 2 Bandung 1997-2003
2. SMPN 3 Bandung 2003-2006
3. SMA Al’Masoem 2006-2009
4. Universitas Pendidikan Indonesia 2009-2013

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful